P. 1
ANALISIS KONTEK_KTSP

ANALISIS KONTEK_KTSP

|Views: 495|Likes:
Published by Edy Yusuf

More info:

Published by: Edy Yusuf on May 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2014

pdf

text

original

LAPORAN LAPORAN KAJIAN KEBIJAKAN KURIKULUM SMK

ANALISIS KONTEK PENYUSUNANIsi Langkah 3 Diskusi Hasil Kajian Dokumen Standar KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN LOKAKARYA WAKA KURIKULUM DI PHI
Penanggung Jawab : Dr. Hermana Somantrie Koordinator
Kajian Kebijakan Kur.SMK : Feisal Ghozaly

Kelompok Sekolah Menengah Kejuruan

Komariah

SMK N 27

SUKU DINAS PENDIDIKAN MENENGAH KOTA ADMINISTRATIF JAKARTA PUSAT Jakarta, 16 April 2009

Halaman 1 dari 16

pendidikan di abad pengetahuan memainkan peranan yang sangat fundamental dalam mewujudkan cita-cita suatu bangsa dan negara. adalah kebijakan mengenai pengembangan kurikulum. Latar Belakang Kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia saat ini masih relatif rendah jika dibandingkan dengan negara-negara maju bahkan dengan sesama anggota ASEAN (HDI. untuk itu pengembangan kurikulum perlu dirancang dan disempurnakan secara periodik dan terus menerus sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah sebagai perwujudan peningkatkan mutu layanan Halaman 1 dari 16 . Layanan pendidikan dan pengembangan yang dirancang selama ini masih belum berhasil memenuhi tantangan dan kebutuhan hidup di era global yang disebut juga dengan abad pengetahuan. pembangunan di bidang pendidikan perlu dirancang secara komprehensif agar mampu menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi. Dengan katalain.A. pembangunan bidang pendidikan dihadapkan pada berbagai tantangan dan permasalahan yang lebih kompleks. Faktor utama penyebab rendahnya kualitas sumber daya manusia adalah kualitas layanan. Salah satu komponen sistem yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan dibidang pendidikan nasional di era global. 2003). Untuk itu. utamanya dalam kehidupan global yang bercirikan adanya persaingan dalam kerjasama dan kerjasama dalam persaingan Ciri kehidupan era global di atas unsur keterbukaan dan keterbukaan dan kemajuan teknologi informasi yang berkembang secara cepat. pengambangan sistem pendidikan dan hasil pendidikan. Untuk itu. Kemampuan ini ditunjukkan oleh adanya indikator bahwa pembangunan bidang pendidikan mampu melahirkan generasi sebagai asset sumber daya manusia yang memiliki keunggulan dalam kemampuan emulasi. Dalam menghadapi tantangan abad pengetahuan. pendidikan mempunyai peran yang penting dan sangat strategis.

Untuk itu. pengelolaan diseminasi berbagai temua teknologi baru (infoware). unlearning. demokratis.dan hasil pendidikan yang diharapkan berimplikasi pada peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia. Indikator sumber daya manusia yang bermutu dalam hal ini adalah mampu berkehidupan kehidupan yang cerdas. dan kelembagaan pengembangan teknologi baik di sekolah maupun di industri (organoware). sosial Halaman 2 dari 16 . damai. industri yang dikembangkan dengan menerapkan teknologi tinggi juga merupakan sinergi antara aspek SDM (humanware). tetapi dituntut juga menngacu pada standar internasional. tetapi lebih ditentukan oleh modal intelektual. Agar mutu lulusan pendidikan nasional kita memiliki keunggulan kompetitif baik dilihat dari standar mutu nasional yang telah ditentukan dalam PP 19 Tahun 2005 maupun standar internasional. Tolok ukur mutu sumber daya manusia tidak cukup bila hanya diukur dengan standar lokal. perangkat teknologi baik secara kuntitatif maupun kualitatif (technoware). dan relearning yang mengarah pada terbentuknya masyarakat belajar (learning sociaty) sepanjang hayat. sosial. nasional. Pada era ini. maka kurikulum di masa depan perlu dirancang berdasarkan ritme fenomena dialektika perkembangan Ipteks. Di samping itu. pengetahuan. terbuka. Untuk mencapai sinergi keempat aspek teknologi tersebut diperlukan masyarakat atau sumber daya yang mau dan mampu melakukan aktivitas learning. dan keterampilan. budaya. regional maupun internasional Eksistensi dan perkembangan bangsa Indonesia di era global tidak lagi ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam dan modal padat karya. pentingnya selalu berupaya terus menerus melakukan pemutakhiran pengetahuan sesuai dengan tuntutan dinamikan kebutuhan hidup di era global. dan mampu bersaing baik pada tingkat lokal. berbagai industri dikembangkan dengan teknologi tinggi sebagai representasi dari kemampuan mensinergikan antara sikap.

Untuk itulah pusat kurikulum menyelenggarakan kegiatan kajian pelaksanaan standar isi secara periodik dan terus menerus. 22 tentang Standar Isi ke dalam silabus Belum adanya standar isi (SK dan KD) yang tetap untuk mata pelajaran produktif (program keahlian) SMK Upaya Pencapaian Menyamakan persepsi dalam pengembangan model-model silabus melalui pelatihan dan pendampingan 1) Penyusunan SK dan KD mata pelajaran produktif (program keahlian) SMK dengan mengadaptasi dari isi kurikulum 2004 yang relevan 2) Melakukan sanctioning hasil adaptasi SK dan KD antar kelompok program keahlian Melakukan analisis kesesuaian materi normatif & adaptif yang mendukung penguasaan materi kejuruan melalui sinkronisasi normatif. maupun internasional. Dengan demikian pengembangan kurikulum di lembaga pendidikan nasional kita tidak akan kehilangan relevansinya dengan tuntutan perkembangan kebutuhan baik pada tingkat lokal. B. ANALISIS KONTEK DAN UPAYA PENCAPAIAN DALAM PENYUSUNAN KTSP No I Aspek Manajemen Kurikulum a. regional. dan kebutuhan hidup warga. Penambahan materi pelajaran normatif & adaptif pada struktur kurikulum kurang mendukung materi kejuruan Halaman 3 dari 16 .budaya. Standar isi Kondisi Saat Ini Ada perbedaan persepsi dalam menjabarkan Permen Diknas no. Hal ini perlu dilakukan agar sistem pendidikan nasional mampu merespon secara proaktif. sistematik dan arief terhadap berbagai perkembangan fenomena dialektika Ipteks. bangsa dan negara. nasional.

Standar kelulusan c.No Aspek Kondisi Saat Ini Sulitnya menentukan SK. Implementasi Kurikulum Sinkronisasi standar kelulusan ujian nasional dan standar kelulusan khususnya pada mata pelajaran normatif dan adaptif melalui peningkatan standar kelulusan ujian secara bertahap Sosialisasi dan pendampingan yang menyeluruh pada setiap jenjang dan diikuti dengan pelatihan singkat menyusun KTSP. Mengidentifikasi Halaman 4 dari 16 . 40 jam) Terdapat standar kelulusan yang berbeda antara standar kelulusan ujian nasional dan standar kelulusan mata pelajaran normatif dan adaptif Sebagian warga sekolah belum memahami mengenai standar isi. praktik sekolah dan praktik industri (1:2:4) berimplikasi pada penyediaan waktu lebih banyak dari yang diamanatkan pada standar isi (mengakomodasi jumlah jam perminggu mak.KD untuk muatan lokal Tidak adanya standar isi (SK & KD) untuk mata pelajaran dasar kejuruan yang mendukung program keahlian Beban belajar Perbandingan alokasi waktu tatap muka. substansinya dan implementasinya kedalam KTSP Struktur kurikulum dan Upaya Pencapaian adaptif dan produktif Melakukan analisis kesesuaian materi mulok dengan program keahlian yang ada Perumusan standar isi (SK & KD) materi dasar kejuruan oleh kelompok guru program keahlian/ BNSP atau direktorat pembinaan SMK Jam real praktik disekolah dan industri harus dihitung Penambahan jumlah jam pelajaran lebih dari 4 jam pelajaran untuk memenuhi pencapaian standar kompetensi lulusan b. Silabus dan RPP bagi semua guru 1).

Bahan ajar c. adaptif dan produktif yang tumpang tindih Optimalisasi dan pengadaan bahan ajar yang dapat memenuhi standar kompetensi lulusan melalui 1) pelatihan penyusunan bahan ajar 2).Silabus & RPP Masih terbatasnya referensi Upaya Pencapaian subtansi materi pelajaran adaptif. memodi -fikasi bahan ajar oleh kelompok guru mata pelajaran masing-masing Pengadaan referensi dan perluas akses informasi Belum tersusun berdasarkan analisis kebutuhan sekolah dan keunggulan lokal Belum terlaksanakannya kalender akademik dalam memfasilitasi tercapainya standar kompetensi lulusan - Kalender akademik - Proses Pembelajaran Belum terlaksana sesuai dengan standar isi. Mengintegrasikan subtansi materi mata pelajaran normatif. normatif dan produktif yang benarbenar dibutuhkan 2). standar proses dan Melakukan analisis kebutuhan sekolah dan potensi daerah rapat koordinasi dengan instansi terkait Sinkronisasi antara kebijakan pemerintah pusat dan pemda dalam penyusunan kalender akademik berdasarkan kebutuhan dan tuntutan standar kompetensi lulusan 1).menyusun.No Aspek Kondisi Saat Ini beban belajar sbg penjabaran Permen Diknas 22 dianggap masih terlalu sarat beban yang berdampak pada penambahan jam pelajaran untuk ruang lingkup adaptif dan normatif Belum tercukupinya bahan ajar yang dapat memenuhi standar kompetensi lulusan baik secara kunatitatif. kualitatif dan relevansi b. Pelatihan modelmodel pembelajaran yang mampu Halaman 5 dari 16 . Buku referensi d. Administrasi dan proses pembelajaran .

Silabus. RPP Belum memiliki program peningkatan mutu Keterbatasan penguasaan IT dan sarana Kepala sekolah tidak terbiasa mandiri dalam mengambil keputusan. misi.Pelatihan manajemen dan penerapannya 2). Organisasi Sebagian guru belum melaksanakan sistem penilaian sesuai tuntutan KTSP Upaya Pencapaian memenuhi SKL 2). peningkatan kreativitas.Pengembangan wawasan melalui program cangkok atau study banding 3). Pendampingan 3). Halaman 6 dari 16 . Monitoring dan evaluasi Melakukan pelatihan. Guru Mentalitas guru yang terbiasa menunggu instruksi untuk melaksanakan sesuatu. Manajemen c. Teknologi Informasi III Ketenagaan a. tujuan dan RENSTRA melibatkan seluruh komponen sekolah Belum menerapkan sistem manajemen mutu atau Quality ansurance Keterbatasan dana untuk melakukan penyusunan KTSP. dan lemah dalam memobilisasi sumber daya sekolah Penyunan RENSTRA visi. Keuangan d.Membuka fasilitas klinik pengembangan manajemen sekolah melalui elektronik Mendorong guru untuk terbiasa proaktif. misi. pedampingan dan minitoring sistem penilaian b. 1).Assesment /penilaian II Organisasi dan Manajemen sekolah a. Kepala Sekolah Belum seluruh sekolah dalam menyusun visi.No Aspek Kondisi Saat Ini standar kelulusan . Peningkatan mutu e. dan tujuan yang melibatkan seluruh komponen sekolah melalui rapat kerja sekolah Membentuk tim kendali mutu dan merancang sistem manajemen mutu Menggali berbagai sumber dana yang mungkin untuk diakses Menyusun program peningkatan mutu Pelatihan IT dan pengadaan alat b. melalui pelatihan motivasional.

rangkap tugas. Optimalisasi. rekruitmen c. Peralatan Media f. Ruang Praktik/lab Tolok ukur kompetensi guru pada bidang yang diampunya belum terstandar Keterbatasan penguasaan IT dan akses informasi Keterbatasan ruang belajar untuk “moving class” Keterbatasan ruang praktik/lab untuk mendukung pencapaian standar kompetensi lulusan Keterbatasan fasilitas peralatan untuk memenuhi standar isi dan ketinggalan zaman Mengikuti program sertifikasi guru Pelatihan IT. job training. Perpustakaan Keterbatasan bahan ajar dan bahan praktik sesuai dengan standar isi Keterbatasan peralatan media Keterbatasan jumlah Optimalisasi dan pembangunan ruang kelas baru Optimalisasi dan pembangunan ruang praktik/lab baru untuk mendukung pencapaian standar kompetensi lulusan 1). Bahan Ajar dan bahan praktik e. Sarana Prasarana a. digital Halaman 7 dari 16 . Ruang Belajar b. out sourcing. pendampingan. revitalisasi dan penambahan peralatan media Pengadaan buku. Peralatan Praktik d.No Aspek Kondisi Saat Ini terbiasa dengan pola seragam dan kurangnya kreativitas Guru kurang menguasai dalam menjabarkan standar isi Keterbatasan guru untuk mata pelajaran baru Upaya Pencapaian pemberian target-target tertentu dan pemanfaatan teknologi informasi Up grading. Melakukan out sourcing dalam optimalisasi penggunaan peralatan Pemenuhan bahan ajar dan bahan praktik serta penyediaan akses informasi/internet Optimalisasi. pengadaan alat dan akses informasi c. monitoring dan evalusi Alih fungsi. revitalisasi dan penambahan peralatan praktik 2). Tenaga Kependidikan IV.

kewarganegaraan dan kepibadian dalam kehidupan sehari-hari 2). Attitude VII. Sumber Alokasi dana anggran pusat dan daerah terbatas Realisasi amanat UU No. tingkat kenakalan tinggi dan penyalahgunaan narkoba b. Keteladanan dan penerapan aturan disiplin serta konsekuensi pelanggaran disiplin b. Matematika. Indonesia dan B. Alokasi Ketidak sesuaian alokasi anggaran dengan kebutuhan VI. Input Kualitas calon siswa relatif rendah dan belum memenuhi standar kelulusan SMP Tingkat kedisiplinan siswa rendah. 20 th 2003 ttg Sisdiknas yang mengalokasikan dana sebesar 20 % APBN dan APBD untuk pendidikan diluar gaji pegawai Pengalokasian anggaran disesuaikan dengan tuntutan standar isi.No Aspek Kondisi Saat Ini judul. Pembiayaan a. Peran serta Masyarakat a. Inggris. Komite Sekolah Peran Komite masih terbatas Peningkatan peran komite dalam Halaman 8 dari 16 . Peserta Didik a. proses dan kelulusan Melakukan matrikulasi mata pelajaran B. dan Komputer 1) Aplikasi mata pelajaran akhlak mulia. banyak buku. dan akses ke perpustakaan maya Upaya Pencapaian library dan akses internet untuk mengakses perpustakaan di luar negeri V.

lingkungan dan kultur sekolah. melalui pelatihan motivasional. Institusi Pasangan Peran institusi pasangan masih terbatas Upaya Pencapaian penyusunan kurikulum sekolah Memberdayakan institusi pasangan melalui jaringan kerjasama Mendorong warga sekolah untuk terbiasa proaktif. Sekolah Mentalitas warga sekolah yang terbiasa menunggu instruksi untuk melaksanakan sesuatu. dan Halaman 9 dari 16 . dan unit produksi. peningkatan kreativitas. ketenagaan. kompetensi dasar. Jabaran kendala dalam implementasi kurikulum dalam setiap aspek diberikan sebagai berikut. peran serta masyarakat. Aspek manajemen kurikulum a. terbiasa dengan pola seragam dan kurangnya kreatifitas Belum berfungsi sebagai pendukung pencapaian kompetensi lulusan IX. daerah dan sekaligus untuk mengembangkan potensi masyarakat. peserta didik. sarana prasarana. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi ke dalam standar kompetensi. Ini merupakan kebijakan baru dari pemerintah dalam rangka mengakomodasi kepentingan sekolah. pembiayaan.No Aspek Kondisi Saat Ini b. organisasi dan manajemen sekolah. pemberian target-target tertentu dan pemanfaatan teknologi informasi Menyusun pola kegiatan unit produksi yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan VIII Lingkungan dan Kultur . Persepsi dalam menjabarkan Permendiknas No. Simpulan Kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh sekolah. Namun dalam implementasinya masih mengahadapi berbagai kendala yang meliputi antara lain manajemen kurikulum. 1. Unit Produksi C.

praktik sekolah dan praktik industri adalah 1:2:4 c. Aspek sarana dan prasarana Halaman 10 dari 16 . Aspek ketenagaan a. masih relatif beragam b. Masih terbatasnya sarana prasana dan penguasaan teknologi informasi oleh seluruh komponen sekolah. Belum tersusun KTSP yang berdasarkan hasil analisis kebutuhan sekolah dan hasil analisis keunggulan lokal (potensi daerah).rencana proses pembelajaran (silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Adanya keterbatasan jumlah tenaga pengajar/guru untuk mengampuh mata pelajaran baru antara lain Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Aspek organisasi dan manajemen sekolah a. operasional dan eksperensial. 2. Sebagaian besar guru masih kurang memahami standar isi yang harus dijabarkan b. Beban belajar dirasakan sangat berat dengan adanya tuntutan perbandingan alokasi waktu tatap muka. seni budaya dan muatan lokal. Sebagian besar warga sekolah belum memahami secara memadai mengenai standar isi (standar kompetensi dan kompetensi dasar) secara substantif khususnya dalam implementasi KTSP d. Belum memadainya wawasan tentang manajemen penjaminan mutu (Quality ansurance) sehingga belum dapat menyusun program-program peningkatan mutu sekolah secara komprehensif b. khususnya di SMK 4. 3. dalam pengembangan kurikulum tingkat intruksional.

hal ini dan penyalahgunaan Halaman 11 dari 16 . Aspek peran serta masyarakat a. b. Adanya keterbatasan jumlah. Kepedulian dan kemampuan masyarakat dalam peran sertanya yang terkait dengan pembiayaan pendidikan masih relatif rendah. Adanya keterbatasan jumlah judul. b. kualitas dan relevansi fasilitas pembelajaran khususnya mata pelajaran produktif bila dikaitkan terhadap tuntutan pemenuhan standar isi dan perkembangan Ipteks. Besarnya alokasi anggaran untuk operasional sekolah sesuai dengan tuntutan KTSP baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah masih relatif terbatas. banyak buku. 6. c. b. 5. Aspek pembiayaan a. Relevansi alokasi anggaran baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah masih relatif rendah bila dikaitkan dengan tuntutan pelaksanaan standar isi.a. 7. Aspek peserta didik a. dan keluasan akses dalam penggunaan virtual library (perpustakaan maya) c. Peran serta institusi pasangan (dunia usaha dan dunia industri) dalam pelaksanaan pembelajaran untuk bidang produktif masih relatif rendah rendah. Adanya keterbatasan jumlah ruang kelas bila dibandingkan dengan jumlah rombongan belajar dan tuntutan pelaksanaan pembelajaran moving class. Tingkat kemampuan bekal ajar siswa yang masuk ke sekolah sebagaian besar masih relatif rendah bila dilihat dari prasyarat untuk mengikuti pembelajaran sesuai dengan program keahlian yang dipilih. standar proses dan standar kelulusan. Tingkat kedisiplinan sebagian siswa masih relatif ditunjukkan oleh tingginya tingkat kenakalan narkoba.

pelaksanaan teaching industry memenuhi tuntutan pelaksanaan KTSP. 9. terbiasa dengan pola seragam dan kurang kreatif dalam menjalankan perannya sesuai dengan tuntutan KTSP. Aspek unit produksi a. Rekomendasi: Sebagai upaya memfasilitasi percepatan penguatan tingkat pemahaman. dan memberikan income generating bagi pemberdayaan dan penguatan lembaga sekolah dalam D. b. 8. b. standar proses dan standar kelulusan. wawasan dan implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan perlu diberikan Halaman 12 dari 16 . standar proses dan standar kelulusan masih relatif rendah.bila dikaitkan dengan tuntutan pelaksanaan standar isi. Jaringan kerjasama antara sekolah dan institusi pasangan (dunia usaha dan dunia industri) dalam upaya untuk optimalisasi pemanfaatan sumber belajar sesuai dengan tuntutan pelaksanaan standar isi. b. kualitas dan relevansi keberadaan unit produksi di sekolah bila dikaitkan dengan upaya sebagai pendukung penguatan pelaksanaan standar isi. Aspek lingkungan & kultur sekolah a. Belum optimalnya pengelolaan unit produksi di sekolah bila dikaitkan dengan prinsip-prinsip wirausaha yang lebih berorientasi pada kemandirian. jiwa dan karakteristik dari kurikulum tersebut. standar proses dan standar kelulusan. Belum berfungsinya secara optimal baik secara kuantitas. Adanya sebagian warga sekolah (pendidik dan tenaga kependidikan) yang masih terbiasa menunggu instruksi untuk melaksanakan sesuatu. Adanya sebagian warga sekolah (pendidik dan tenaga kependidikan) yang masih relatif belum memiliki kemandirian/otoritas profesional dalam menjalankan perannnya melaksanakan KTSP sesuai dengan tuntutan.

beberapa rekomendasi. On The Job Training. narasumber maupun pembiayaannya dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Rekomendasai ini disusun berdasarkan temuan–temuan kajian pelaksanaan standar isi. In House Training. kenyamanan dan kekeluargaan) dan (2) mendorong tumbuh kembangnya unit produksi di SMK sebagai tempat teaching factory atau teaching industry. tenaga kependidikan dan peserta didik) melalui (1) program peningkatan kualifikasi dan setifikasi guru. organisasi dan manajemen sekolah dan pembiayaan melalui kegiatan peningkatan wawasan warga sekolah (pendidik dan tenaga kependidikan) terhadap kebijakan implementasi KTSP dalam bentuk workshop kurikulum. Sarana dan prasarana melalui pemenuhan kebutuhan secara bertahap dan sistimatik sesuai dengan tuntutan standar sarana dan prasarana pendidikan dalam PP 19 Tahun 2005 dengan memberdayakan peranserta masyarakat. dan (3) program matrikulasi bagi peserta didik pada mata pelajaran tertentu (Bahasa Inggris. standar kompetensi. 4. keindahan. Peran serta masyarakat melalui pemberdayaan (1) dunia usaha dan dunia industri dalam pelaksanaan kegiatan praktik kerja industri (prakerind) Halaman 13 dari 16 . Manajemen kurikulum. keamanan kebersihan. pemerintah pusat dan pemerintah daerah. kompetensi dasar mata pelajaran dan standar kompetensi lulusan. perlu dilakukan penguatan pada aspek-aspek sebagai berikut. Beberapa rekomendasi yang dapat memfasilitasi implementasi alternatif pemecahan masalah yang telah di berikan dalam tabel permasalahan dan alternatif pemecahan pelaksanaan KTSP di atas. 5. 3. 1. SDM sekolah (pendidik. Lingkungan sekolah dan unit produksi melalui (1) penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif dan menerapkan program 7K (ketertiban. Bahasa Indonesia. kerindangan. 2. monitoring dan program pendampingan yang difasilitasi baik pengembangn program. Matematika dan Komputer). (2) pelatihanpelatihan untuk pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan tuntutan kemajuan teknologi informasi.

6. outsourcing. dan masyarakat (industri dan nonindustri) dalam mendukung optimalisasi implementasi KTSP di Satu. keluarga. Halaman 14 dari 16 .siswa. program magang guru dan validasi dan sinkronisasi KTSP dan (2) komite sekolah dalam meningkatkan peran serta masyarakat secara lebih optimal. sehingga terjadi sinergi positif antara sekolah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->