BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Pendidikan adalah suatu kata yang sering didengar oleh banyak elemen masyarakat khususnya oleh pendidik dan peserta didik yang dalam hal itu biasa disebut guru dan murid, tetapi dalam situasi saat ini banyak hal yang belum banyak mengerti arti dari pendidikan secara pemahaman yang sebenar-benarnya, biasanya dalam dunia pendidikan arti kata pendidikan sendiri biasa disebut “Pendidikan ialah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan1”. Pendidikan menjadi satu keharusan bagi setiap manusia, karena didalamnya terdapat unsur penghubung antara manusia dengan pendidikan dalam hal ini meliputi dua pokok per

1

Ngalim, M. Purwanto. Drs, MP. ILMU PENDIDIKAN TEORITIS DAN PRAKTIS. (Bandung : PT REMAJA ROSDAKARYA, 2007), h.11

.

.

.

.

Bagaimana cara meningkatkan hasil belajar IPS-Geografi peserta didik? 2.?Identifikasi Masalah Berdasarkanng masalah tersebut di atas. Mengapa motivasi dan minat belajar IPS-Geografi peserta didik rendah? 3.dapat di identifikasi masalah yang perlu di teliti diantaranya: 1. Metode apa yang cocok di gunakan dalam proses pembelajaran IPS-Geografi? .

dalam pengamatan hal ini terdapat kunci besar bahwa motivasi belajar siswa sangat menunjang proses belajar mengajar.Indikasi keberhasilan dalam dunia pendidikan sangat terkait erat dengan proses pembelajaran bagi peserta didik. siswa menganggap bahwa geografi adalah ilmu yang tidak hanya cukup dengan menghafal tetapi juga memahami. yang membuat siswa kurang dapat mengeluarkan potensi yang mereka miliki. dan menjadi faktor hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran geografi rendah. karena pendidikan bersifat dinamis atau dalam arti dapat berubah sesuai proses perkembangan zaman. dan atlas menjadikan siswa kesulitan memiliki interaksi dalam proses belajar geografi. dan dalam hal ini berkaitan erat pula dengan media yang digunakan sekolah karena pendidikan besifat dinamis seiring perubahan zaman. Bebagai kaitan dalam masalah pendidikan proses belajar geografi di tingkat Madrasah Aliyah (MA) saat ini hasilnya masih jauh dari yang diharapkan serta dicita-citakan. pemahaman materi yang kurang serta motivasi belajar yang amat sangat kurang. dalam hal ini perlu kita pahami pula dimana letak kesalahan dalam proses belajar mengangajar yang telah dilakukan selama ini. . sehingga menjadikan siswa kurang produktif dalam proses belajar mengajar yang menghasilkan kurangnya pemahaman siswa tentang mata pelajaran yang diajarkan. Di dalam proses belajar mengajar terkadang menemui beberapa kendala yang perlu diamati secara mendalam dan perlu dikaji oleh pendidik. Dampak dari hal ini menjadikan geografi menjadi salah satu mata pelajaran yang sulit untuk mereka mengerti dan pahami. dimana semua berharap dalam proses ini peserta didik diharapkan memiliki perubahan dalam hal pemahaman secara keilmuan serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Terkait dengan proses belajar mengajar banyak kendala yang kini dihadapi peserta didik salah satunya adalah motifasi keinginan belajar yang kurang dari siswa. media yang digunakanpun bersifat kelasikal yaitu buku. banyak siswa yang mendapatkan nilai rendah. whiteboard.

27 . Mulyani. maka dibutuhkan pendidik yang mampu mengaplikasikan metode yang ada sesuai bahan ajar yang akan diajarkan sehingga tidak timbul rasa keterpaksaan peserta didik mengikuti proses belajar mengajar dan dapat membuat motivasi siswa meningkat untuk mengikuti proses kegiatan belajar mengajar.Stern2” Menurut Abin Syamsuddin Makmun (1999:96) guru di tuntut untuk melakukan pemahaman yang mendalam. Syaodih. Aliran ini disebut aliran konvergensi. 2008). Nana.5. hal. beberapa metode yang ada diharapkan dapat membuat peserta didik tidak merasa bosan dalam proses belajar mengajar.15 3 Sumantri. Dapat kita ambil dari bebrapa masalah yang timbul menyebabkan kita sebagai pendidik agar lebih mencari solusi dan metode yang tepat untuk digunakan untuk kegiatan belejar mengajar dalam mata pelajaran geografi dengan metode Peer Theaching Method dimana siswa dituntut untuk ikut berpartisipasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat membuat siswa lebih aktif karena dapat mengupayakan siswa turut berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar. (Jakarta : Universitas Terbuka. (Jakarta : Universitas Terbuka. Mulyani. Aliran ini dirumuskan pertama kalinya oleh W. Aliran ini menggabungkan arti pentingnya heredinitas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan orang dewasa. Dapat kita pahamami dari berbagai permasalahan yang timbul dalam dunia pendidikan sangat terlihat jelas masih kurang efektifnya proses kegiatan belajar mengajar didalam dunia pendidikan saat ini. hal ini akan memudahkan siswa yang kurang aktif untuk turut aktif karena memungkinkan teman sebayanya yang memberi pemahaman terhadap temannnya yang belum paham akan suatu materi diupayakan karena kedekatan teman menjadikan siswa dapat bersama beusaha mencari materi yang belum 2 Sumantri. perkembangan Peserta Didik. 2008). hal. Pendidik diharapkan dapat memahami serta menggunakan metode yang dapat disesuaikan dengan mata pelajaran yang sedang diajarkan. Syaodih.Dalam dunia pendidikan banyak faktor yang sangat berpengaruh untuk menunjang suatu keberhasilan “ada aliran pendidikan yang mengatakan bahwa perkembangan peserta didik itu dipengaruhi oleh faktor keturunan dan lingkungan. perkembangan Peserta Didik. serta menyediakan layanan pendidikan dan bimbingan yang bijaksana sehingga siswa-siswa remaja yang biasanya mengalami kesulitan dan kelemahan tertentu dalam bidang studi3. Nana. Aliran konvergensi merupakan gabungan antara aliran empirisme dan aliran nativisme.6.

karena terkadang siswa yang menguasaai materi adalah siswa yang cukup aktif dan dengan ini diupayakan adanya keseimbangan antara keilmuan yang dimiliki oleh masing-masing siswa. semoga hal itu dapat mengurangi siswa dalam proses belajar mengajar. Penggunaan ini pun mengupayakan persamaan psikologi peserta didik karena usia yang sebaya menjadikan keterbuakaan peserta didik menjadi lebih lebih terbuka dalam hal mata pelajaran yang iya rasa cukup sulit dan merasa malu bila menanyakan langsung kepada pendidik. B. IDENTIFIKASI FOKUS MASALAH . dan mengupayakan pendidik sebagai fasilitator utama yang terpusat.dipahami.

TUGAS KELPMPOk PENELITIAN TINDAKAN KELAS Irfan muckhlis 109015000044 Indra mardianto 10901500098 Syifa zahrotunnafis 109015000121 Mudiana .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful