MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN

BANGSA

OLEH: 1. IVAN SIDABUTAR 2. HERMAYANTI MALAU 3. RIZKY MAULANA 4. SAIFUL SUHADA

PROGRAM STUDY TEKNIK KIMIA DIII 2012 UNIVERSITAS RIAU

Akhir kata kami ucapkan terimakasih.KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunianya sehingga kami dapat meyelesaikan makalah ini dengan baik. . karena pada makalah ini kami meyusun sesuai dengan teori dasar dari buku-buku dalam makalah ini kami juga membahas pengertian pancasila sebagai paradigma pembangunan dengan jelas dan terperinci dengan baik. makalah ini dapat berguna bagi mahasiswa yang hendak membahas atau mempelajari materi kuliah pancasila karena makalah ini dapat dijadikan sebagai sumber pembahasan ataupun pedoman dan materi yang dibahas dalam makalah ini membahas secara umum dan mendasar tentang pemahaman dan pandangan “pancasila sebagai paradigma pembangunan bangsa” dan penerapan ataupun pelaksanaanya dengan disajikan dengan baik berupa contoh . adapun tujuan kami dalam menyusun makalah ini adalah untuk pemahaman yang lebih baik. makalah ini berisikan pembahasan materi perkuliahan pancasila “pancasila sebagai paradigma pembangunan bangsa”.kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini belum cukup sempurna masih banyak kesalahan disana-sini maka untuk kemajuan makalah ini kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

Pembangunan itu bukan tujuan pada dirinya sendiri.to advance from a lower to a higher stage or from an earlier to a later stage of maturation “ (Webster‟s Dictionary. to make more elaborate. jika tidak oleh karena tingkah laku insan-insan itu sendiri yang merusaknya. berbangsa dan bernegara yang tantagannya semakin besar dan semakin kompleks. Kita memang sedang gandrung untuk membangun. serta dalam hhubungannya dengan Tuhan. Pembangunan yang sedang digalakkan perlu sebuah paradima. Denis Goulet tokoh yang merintis etika pembangunan sinoni dengan pertumbuhan ekonomi. dengan indikator GNP dan tingkat pertumbuhan per tahun. 1986) “to bring out or expand the potentilities. tetapi proses pencapaian hasil juga penting. menumbuhkan self confidence dan sanggup untuk berdikari (Roeslan Abdulgan. Pembangunan dalam perspektif pancasila adalah pembangunan yang sarat muatan nilai yang berfungsi menjadi dasar pengembangan visi danmenjadi referensi kritik terhadap pelaksanaan pembangunan. . yaitu sebuah kerangka berpikir atau sebuah model mengenai bagaimana hal-hal yang sangat esensial dilakukan. juga pentingnya self confidence dan respect kepada bangsa itu sendiri. dan pandangan ketiga mengenai pembagunan menekankan nilai-nilai etis. 1993. sebagaimana dirumuskan oleh PBB. Tekanan diberikan pada peningkatan kualitatif seluruh masyarakat dan seluruh individu dalam masyarakat. Pancasila sebagai Orientasi dan Kerangka Acuan Pembangunan Pancasila sebagai orientasi pembangunan Wawasan kebangsaan sebagai suatu kekuatan dinamis dapat menggerakkan segenap potensi bangsa dalam mewujudkan cita-cita luhur menuju indonesia yang berkeadilan dan berkemakmuran. tetapi suatu usaha pengembangan manusia. tidak hanya berada didunia melainkan juga senantiasa membangun adanya. Para foundingthers kita selalu menekankan “Membangun Sebuah Bangsa “ (“Nation Character Building”) dari kemerosotan zaman kolonial untuk menjadikan suatu bangsa yang berjiwa kuat dan tahan uji dalam menghadapi segala tantangan dalam abad XX. kebutuhan intuisi baru. Pembangunan dalam artian ini sangat luas. bahwa “pembangunan = pertumbuhan ekonomi + perubahan sosial “. Dalam konsepsi ini yang ditekankan bukan hanya hasil yang bermanfaat. Manusia sebagai mahluk Tuhan. tumbuh dan berubahsecara progresi. to enlarge. namun bukan kemenangan semu yang secara melekat mengandung kekalahan total dilihat dari nilai-nilai insani (“human vallues”). tuntutan akan sikap-sikap baru yang sesuai dengan kehidupan modern.dalam menjalani dan menjalankan hidup dari kehidupan bermasyarakat.BAB I PENDAHULUAN Derap dan langkah pembangunan pada hakikatnya dimaksudkan agar terjadi perubahan yang didambakan dan dirindukan oleh bangsa indonesia. dalam pertemuan dan pergaulannya denngan sesama dan dunia. namun kerap kali dditekankan pada perkembangan pembagian kerja. Nilai-nilai kebangsaan yang terkandung di dalamnya tidak dapat begitu mudah mengalami erosi. Membangun (“develop”) adalah “to make or become larger or organized” (Eungne Enrlich.kedua. 2000).

dan Nilai-nilai Keadilan sila(5). Sila pertama dan sila kedua mengandung imperetif etis untuk menghormati martabat manusia dan memperlakukan manusia sesuai dengan keluhuran martabatnya. Nilai-nilai Kebangsaan (sila#). Visi dapat pula didefenisikan sebagai ekspresi terdalam akan apa yang akan kita kehendaki. Sila-sila pancasila. Nilai-nilai Demokrasi (sila $). merupakan sebuah kesatuan organis. 2. Pancasila perlu diterjemahkan sebagai visi tentang masyarakat yang kita inginkan (M>sastrapratedja. Visi suatu masyarakat adalah nilai-nilai yang dianggap paling penting.Sastrapratedja. sebagai orientasi pembangunan nasional dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional sebagai mana tercantum dalam pembukaan UUD1945. pancasila menjadi dasar visi yang memberi inspirasi untuk membangun suatu corak tatanan sosial-budaya yang akan datang. hak –hak azasi manusia dan kewajiban kewarganegaraan. Sila ketiga mengandung implikasi keharusan mengatasi segala bentuk sektarianisme. Sila keempat mengandung nilai-nilai yang terkait dengan demokrasi konstitusional: persamaan politis. demokratis dan bagi seluruh rakyat (M. Fungsi pancasila ialah memberi orientasi untuk terbentuknya struktur kehidupan sosial-politik dan ekonomi yang manusiawi . harmonis. Nilai-nilai. yang berarti pula komitmen kepada nilai kebersamaan seluruh bangsa. pancasila sebagai nilai-nilai dasar menjadi referensi kritik sosialbudaya. yang bermuatan nilai-nilai Religius (sila1).Pada saat ini Pancasila lebih banyak dihadapkan pada tantangan sebagai varian kapitalisme yang bersifat global. Pancasila sebagai kerangka acuan Pembangunan Pancasila diharapkan dapat menjadi matriks atau kerangka referensi untuk membangun suatu model masyarakat atau untuk memperbaharui tatanan sosial budaya .2001) . ada dua fungsi dari pancasila sebagai kerangka acuan (M>sastrapratedja. Keterpurukan bangsa indonesia dalam bidang karakter yang kita rasakan dan kitab alami hingga kini. Visi itu dapat merupakan warisan dari para pendahulu.Human (sila 2). mengharuskan kita “back to basic “ kepada nilai-nilai pancasila yang sangat luhur dan kita banggakan itu.dapat pula merupakan kesepakatan yang dirumuskan oleh seluruh warga dan menjadi komitmen bersama. dinamis.dan kedua . Dan sila kelima mencakup persamaan dan pemerataan. Visi diibaratkan sebagai suatu peta yang memberi petunjuk kearah mana arah perjalanan kita.2001).nilai-nilai apa yang menjadi pedoman untuk melangkah ke masa depan.2001) : pertama. Visi adalah impian yang terjadi saat kita jaga-impian mengenai keinginan kita mau jadi apa / ini adalah visi pribadimasingmasing. Yang memberi corak khas pada tatanan sosial-budaya dan mewarnai perilaku seluruh anggota masyarakat. yang mengungkapkan sisi ideal dan spiritual dari kodrat kita.

pendididikan budi pekerti.budi pekerti. Dalam penerapan pendidikan berkarakter . Dengan bermain anak mengalami kegembiraan dalam mengekspresikan atau mengaktualisasikan dirinya.pendidikan ahklak. Pendidik guru yang baik adalah yang memiliki akhlak.BAB II Pancasila sebagai paradigma pembangunan bangsa Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan/keahlian dalam kesatuan organis harmonis dinamis di dalam dan diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup. seperti nampak dalam kemajuan-kemajuan budaya dan ilmunpengetahuan (Driyarkara. pendidikan nilai dan pendidikan moral.Ryan dalam Colin J.ialah menggunakan kecerdasan untuk melihat jika situasi meminta penilaian atau pertimbangan moral. pendidikan moral. Pendidikan sebagai bagian dari ilmu Humaniora merupakan proses kemanusiaan secara umum. hendaknya memperhitungkan baik kemampuan peserta didik untuk berpikir tentang persoalan-persoalan moral. yakni memasukkan manusia dalam lingkup hidup manusiawi secara minimal humanisasi adalah proses yang lebih jauh. manusia bisa meraih perkembangan yang lebih tinggi. Karakter yang baik mencakup secara organis harmonis dan dinamis komponen-komponen pengetahuan moral yang baik. maupun cara di mana seorang peserta didik benar-benar bertindak dalam suatusi-situasi yang menyangkut benar dan salah. yang dalam pendidikannya lebih mengedepankan bentuk-bentuk bermain. Secara diagramatik komponen-komponen karakter yang baik oleh lickon.Marsh (1996). Untuk pendidikan anak usia dini pendekatan ini perlu disesuaikan dengan karakteristik anak. sebagaimana dikemukakan oleh D.tanggung jawap moral. Komponen “moral knowing” meliputi enam unsur yaitu: 1. Salah satu agenda penting dalam upaya mengatasi krisis dalam kehidupan bangsa kita adalah melalui pendidikan karakter. karakter yang baik akan sangat kondusif dalam mewujudkan keberhasilan keberhasilan pendidikan moral yang muaranya akan mendukung bagi peserta didik untuk memiliki karakter yang baik. Mengembangkan kepribadian dan kemampuan/keahlian . kesadaran moral atau kesadaran hati nurani.kelanjutan hominisasi. “Moral awareness”. lickona (1991) dalam I Wayan Koyan (1991) menyatakan bahwa untuk mewujudkan karakter yang baik memerlukan pendekatan pendidikan moral yang komprehensif.yang terdiri dari dua aspek yaitu:pertama. .menurut notonagoro (1973) merupakan sifat dwi tunggal pendidikan nasional.2006). Komponen-komponen karakter yang baik mencakup pengetahuan moral (moral knowing). perasaan moral (moral feeling) dan tindakan moral (moral action). Dalam proses ini.Purpel n K. pendidikan nilai. aspek ke dua.dan berpikir secara hati-hati tentang apa yang benar dari perilaku tersebut . ialah “is taking trouble to be informed”.oleh karena itu. perasaan moral yang baik dan tindakan moral yang baik.

dan pengenalan diri sendiri. Mengukur harga diri kita sendiri itu berarti kita menilai diri sendiri . Alasan-alasan atau pertimbangan-pertimbangan moral untuk berperilaku tertentu dalam berbagai situasi. Kesadaran moral. integritas. Ini merupakan syarat memberi pertimbangan moral. dan keteguhan hati. yang semuanya berkontribusi terhadap bagian dari kognitif karakter. adalah kemampuan mengambil keputusan dalam mengambil keputusan dalam menghadapi masalah-masalah moral. “Self knowledge” atau mengenal diri sendiri adalah kemampuan mengenal atau memahami diri sendiri.dan kebaikan atas dasar keyakinan kemampuan mereka sendiri untuk berbut baik. yang membuat orang memiliki pengetahuan moral (“moral knowing”). adalah pengertian tentang apa yang dimaksud dengan bermoral. 6. “conscience kata hati atau hti nurani yang memiliki dua sisi. . tetapi hal ini penting untuk pengembangan moral. Kita tidak dapat memberi rasa hormat kepada orang lain dan berbuat sesuai kebutuhannya.kejujuran. Nilai-nilai moral tersebut antara lain : rasa hormat tentang kehidupan dan kebebasan. seperti tanggung jawap. “Perspectives taking” atau perspektif yang memikat hati. dan keputusan mana membawa akibat paling banyak. mengenal diri sendiri. 4. jika kita menilai diri kita sendiri berarti kita merasa hormat terhadap diri sendiri dan dengan cara demikianlah kita mengurangi ketergantungan pada persetujuan orang lain. 3. dan mengapa kita harus bermoral. disipiln diri. jika tidak memahami mereka. dan menilainya . berarti mengerti bagaimana mengaplikasikannya dalam berbagai situasi. adalah kualitas manusia utama. perasaan kasihan. dan hal ini paling sulit dicapai. kejujuran. bereaksi. Tugas pendidik adalah membantu peserta didik untuk mengembangkan secara positif harga diri atas dasar nilai-nilai. Apa pilihan saya. “Decision making” atau pengambilan keputusan. Dengan mengetahui nilai-nilai. pengambilan keputusan. Tujuan fundamental dari pendidikan moral adalah untuk membantu peserta didik memahami keadaan dunia dan bagaimana memandang orang lain. toleransi. 2. khususnya dalam yang berbeda dengan diri mereka sendiri. adalah kemampuan untuk memberi pandangan pada orang lain. membayangkan bagaimana dia seharusnya berpikir. kesopanan. dituntut adanya kemampuan untuk dapat melihat kembali perilaku yang pernah diperbuat. apakah akibat yang timbul dari keputusan yang di ambil. dan merasakan.2. “self-esteem” atau harga diri. yaitu sisi kognitif (pengetahuan tentang apa yang benar) dan emosi (rasa wajib berperilaku menurut kebenaran itu) banyak orang tahu tentang apa yang benar tetapi sedikit yang merasa wajib berperilaku menurut kebenaran itu. Komponen-komponen “moral feeling” melipiti enam unsur penting yaitu: 1. “Knowing moral values” atau pengetahuan tentang nilai-nilai moral. Untuk itu diperlukan berbagai simulasi yang relevan dengan karakteristik anak usia dini. Untuk menjadi orang bermoral. melihat situasi seperti yang dia lihat. mengenal nilai-nilai moral.kemampuan memberi panfdangan . keterbukaan. tanggung jawab. “Moral reasoning” atau pertimbangan-pertimbangan moral. kebaikan. 5.

dan kerendahan hati.pengetahuan. adalah kemampuan untuk mengidentifikasi . cinta kebaikan. Ini bagian dari emosi.terhadap lingkungan yang dapat menopang seluruh kehidupan manusia. seolah-olah mengalami sendiri apa yang orang lain rasakan. maka mereka berbuat bai. Dua nilai moral universal. Tugas pendidikan moral adalah membantu peserta didik supaya memiliki karakter atau ahklak atau budi pekerti yang baik. Kerendahan hati adalah bagian dari aspek afektif dari pengetahuan terhadap diri sendiri.dan memutuskan bersama suatu pemecahan masalah yang dapat diterima secara timbal-balik. perasaan dan tindakan moral yang saling melengkapi satu sama lain. semuanya akan memperbaiki bagian emosi dari moralitas yang efektif.sekaligus memilikinya dalam diri peserta didik. 4. sedangkan tanggung jawap adalah perilaku yang nampak dari moralitas yang termasuk didalanya perhatian atau “caring” terhadap diri sendiri dan orang lain. Yaitu 1. pengendalian diri. “Empathy” atau empati. “humiliti” atau kerendahan hati 9”lembah manah “).yaitu kemampuan memandang orang lain. adalah merupakan kebaikan moral yang kadang-kadang dilupakan atau diabaikan. 5. harga diri.bimbang. terhadap diri sendiri dan orang lain. dan halini diperlukan juga untuk mengekang kesenangan diri sendiri. yang berbentuk nilai-nilai yang dapat memperkokoh martabat manusia dan mengembangkan kebaikan individu dan masyarakat.Bagaimana caranya mendorong para mahasiswa/siswa supaya tekun dan tetap melaksanakan usaha-usaha untuk meningkatkan keberanian dan . “loving the good” atau cinta pada kebaikan.seperti keterampilan mendengarkan . Ini merupakan keterbukaan dan ketertarikan terhadap kebenaran setra kemampuan bertindak untuk mengoreksi kelemahan atau kekurangan Kata hati.sifat-sifat ragu. jika orang cinta akan kebaikan.gugup. “courage” atau keberanian atau ketangguhan hati . dan mereka memiliki moralita. Rasa hormat pada kontrasnya adalah pengendalian moralitas dari gangguan eksternal .dan sifat-sifat yang lain yang sering mengganggu. Sebagai contoh untuk mengatasi pertentangan atau konflik memerlukan keterampilan praktis . padahal ini merupakan bagian terpenting dari karakter yang baik. (“respect”) dan “tanggung jawap” berarti menunjukkan rasa hormat pada diri sendiri terhadap hak dan martabat semua orang .Hal ini perlu ditanamkan dalam menghadapi perasaan takut.anak perlu di dorong dan dibngkitkan motivasinya untuk beralih dengan mengunakan kecerdasannya. Sedangkan tujuan pendidikan moral adalah membantu peserta didik agar menjadi bijak atau pintar dan membantu mereka bersikap baik. dalam kesatuan organis harmonis dinamis. adalah kemampuan untuk mengendalikan diri sendiri. “parseverance”atau ketekunan . pemenuhan kewajiban-kewajiban. 6. tugasnya adalah mengembangkan empati yang bersifat umum.keterampilan berkomunikasi dengan jelas.3. empati. Bagi pendidik moral. “self control” atau kontrol diri.

(Muhammad Musa Asy-Syarif . yang merupakan sumber moral manusia. (2) kerjasama (3) berani (4) keteguhan hati dan komitmen (5) adil (6) suka menolong (7) kejujuran dan integritas (8) humor (9) Mandiri dan percaya diri (10) loyalitas (11) sabar (12) rasa bangga (13) banyak akal (14) sikap respek (15) tanggung jawaban (16) toleransi (schiller & bryant.kejujuran diwujudkan atau diekspresikan dalam bentuk rasa hormat kepada diri sendiri dan kepada orang lain.praktek pendidikan berasal dari luar.ketekunannya .kiasih sayang (Muhammad Al Ghazali .Oleh karena itu hal ini perlu dimiliki oleh anak-anak sedini mungkin sesuai dengan tahap-tahap perkembangan mereka.teori.Hal ini harus dimiliki dan diaplikasikan secara serius supaya seseotang baik dan bijakisana.pemaaf.persahabatan. “Loyality” atau loyalitas.filsafat.supaya menjadi orang yang berintegritas dan kemauan yang mulia.2004) Pendidikan nasional harus dipersatukan atas dasar pancasila.secara murni.yaitu :jujur.muhammad Musa asy-syarif menemukakan pula dalam bukunya ibadah Qalbu .afilisiasi keagamaan. dan dapat dipercaya.yang kesemuanya itu dapat berubah dan dikembangkan ke arah yang baik dan mulia.Loyalitas dan kesetiaan berkaitan dengan hubungan kekeluargaan.mereka perlu dibimbing dan diarahkan serta diberi contoh-contoh yang positif dengan mengendapkan prinsip „Tut wurihandayani‟“Honesty”atau kejujuran.dapat membantu kehidupan sosial dan perkembangan moral individu dan masyarakat.Peserta didik perlu di didik menjadi pribadi yang jujur.menurut Notonagoro (1973).amanah. bagi persembahan sejati di dalam masyarakat.memenuhu janji.yang menjadi dasar tungggal bagi .yang pada hakikatnya sepanjang hidup. perlu disusun sistem ilmiah berdasarkan pancasila tentang ajaran.teori .sabar. berbuat secara nyata .kehidupan frofesional dan lain-lain.2002). Schiller & bryant juga mengemukakan ada 16 moral dasar bagi anak yaitu : (1) kepedulian dan empeti.hal ini perlu dilatih dan dipelajari .bahwa pilar akhlak ada tiga . “faith‟ atau keyakinan.sabar.keyakinan atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan dimensi yang sangat penting .keyakinan juga merupakan sumber disiplin dan kekuatan yang sangat berarti dalam kehidupan manusia.murah hati .menyebutkan pula diantaranya adalah : jujur.rasa malu.dan rendah hati.iklas.filsafat .2005:170:194) Muhammad Al Ghazali .praktek pendidikan nasional.Tak seyogyanya bagi penyalesaian-penyelesaian masalah-masalah pendidikan nasional diperhgunakan secara langsung sistem-sistem aliran0aliran ajaran.kejujuran adalah hal yang sangat penting bagi pemeliharaan hubungan-hubungan kemanusiaan .

pemerkayaan. dengan demikian akan teratasi pula kemungkinan-kemun gkinan terbelahnya kepribadian para ahli pendidikan.perbandingan.contohnya ideologi pancasila). ideolgi adalah prinsip dinamika karena merupakan pedoman pola dan norma hidup) dan sekaligus juga berupa ideal atau cita-citarealisasi dari idea-idea yang menjadi ideologi itu dipandang sebagai perbesaran .pendasar. dengan kelima prinsipnya pancasila memang menjadi dasar yang cukup integratif bagi kelompokkelompok polotik yang cukup heterogen dalam sejarah indonesia modern (ignas kleden.istilah bersifat hanya diesseiting (merembug kehiduan dunia dan tidak mengkui adanya Tuhan.. .Pancasila sebagaii paradigma pembangunan ideologi Ideologi adalah suatu kompleks idea-idea asasi tentang manusia dan dunia yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup (driyakarta 1976).penggunaan sistem-sistem dan ajaran-ajaran berasal dari luar setelah diintegrasiakan dengan sistem pendidikan nasional hanya sebagai pembantu.memberi pendalaman.penyelesaian masalah-masalah pendidikan nasional. Pengambangan pancasila sebagai idelogi yang memiliki dimensi kualitas .Dalam pada itu filsapat pendidikan nasional mempunyai kedudukan dan fungsi sebagai pemberi pedoman dan tujuan . 3. 2.tentang sesama manusia.perngkum.demokratisasi merupakan upaya penting dalam mewujudkancivil .tentangg masyarakat dan negara dsb.1988) Untuk mengatasi permasalahan dalam nidang polotik tidak ada jawaban lain kecuali bahwa kita harus mengembangkan sistem politik yang benar-benar demokratis (Mochtar buchori 2001 ).contoh idelogi komunis ) atau ideologi yang bersifat diesseting sekaligus juga yenseiting “( merembug kehidupan akhirat .dalam pengertian ini termuat juga pandangan tentang Tuhan.yang akibatnya akan menimpa kepada anak didik dengan resiko yang besar bagi hari depn bangsa.tentang hidup dan mati.dan dlam lain-lain peranan tidak langsung atau sekuler.penginti.kemulian Tuhan.idealitas dan fleksibilitas (pancasila sebagai ideologi terbuka tantangan masa kini dan masa depan dengan tetap mengacu kapada pencapaian tujuan nasipnal dan cita-cita nasional indonesia. Dalam rumusan diatas ideologi bakuanlah hanya pengertian .mengakui adanya Tuhan.Pancasila sebagai paradigma pembangunan politik Ada perkembangan baru yang menarik berhubungan dengan dasar negara kita.

2001) Secara historis menurut bang hatta hanya dengan perubahan sistem dan struktur ekonomi kapitalistik-liberal(atau dualistik) yang kita warisi dari massa kolonial menjadi sistem ekonomi kekeluargaan atau kerkyatan .partisipasi mpolitik berarti masyrakat sendiri yang menentukan dan mengendalikan kepurusan politik yang mempengaruhi dirinya.yang bersatu .kita bisa berharap akan terjadinya perbaikan dan penigkatan kemakmuran rakyat menuju perwujudan keadilan sosial yang dicita-citakan (Mubyarto.karena pada akhirnya memuat bentuk hubungan antar manusia atau antar kelomok yang diperantarakan oleh oleh hubungan antara manusia dengan alam atau dengan produk yang didistribusikan .adil.(mubyarto 1995).tidak terpecah belah .Pancasila sebagai paradigma pembangunan Ekonomi merupakan kesatuan hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan produk .suatu masyarakat menjadi demokratis bukan karena memiliki institusi-intitusi tertentu seperti lembaga perwakilan dan adanya pemiliha umum.marilah bercermin sebentar .dipertukarkan dan dikonsumsikan dengan berbagai cara (M.Pertama.Nilai keempat dari demokrasi adalah komitmen pada persamaan (equality)..Ekonomi memuat dimensi etis .warga masyarakat memilikim hak yang sama dalam membrikan konstibusi bagi pengambilan keputusan (M.kedaulatan rakyat yang berarti masyarakat diatur oleh keputuan atau hukuman yang detentukan oleh masyarakat sendiri baik langsung atau melalui perwakilan.dalam masyarakat demokratis harus ada mekanisme bagaimana pemerintah atau pemegang kekuasaan dapat diawasi dan dikendalikan oleh rakyat .dan makmur.20010) 4.partisipasi politik perlu bagi perwujudan kebebasan warga negara.nilai ketiga dari demokrasi adalah akuntabilitas.Tanpa proses demokratis tidak akan tercipata civiil society.(core democratic values ) ada sedikit empa nilai inti demokratik.sastrapratedja.masyarakat menjadi demokratis kalau mewujudkan nilai-nilai inti demokratik.society.nilai demokratis kedua adalah partisipasi. . 1995).sastrapratedja.berdaulat .kembali pada cita-cita dahulu yang begitu suci dan mengembalikan pemimpin yang jujur berpadu dengan semangat yang siap melakukan pengorbanan.Bung hatta juga pernah menegaskan bahwa:”kalau kita sungguh –sungguh mencintai indonesia yang merdeka .

berkelanjutan.berwawasan .seperti tertulis dalam wasiat (ditulis 10 februari 1975) yang muncul dari kedalaman kalbunya .dan juga bukan sistem ekonomi yang etatik atau serba negara.saya ingin dikubur di tempat kuburan rakyat biasa .yaitu‟Apabila saya meniggal dunia saya ingin dikuburkan di jakarta tempat diproklmasikan indonesia merdeka . Perekonomian nasional dan kesejahtrraan sosial. berdasakan ahlak kemanusiaan dan keadilan.yang nsibnya saya perjuangkan seumur hidup saya “(sri-edi swasno.efesiensi berkadilan.1995).(4) perekonomian nasional diselinggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersmaan . Bagi bung hatta tidak ada pengamalan lain yang utama kecuali bagi rakyat yang ia cintai .sebagaimana yang ditegaskan dan tercantum dalam UUD 1945(BAB XIV . saya tidak ingin dikubur didalam makam pahlawan (kalibata).Itulah yang disebut sistem ekonomi Pancasila.Sistem ekonomi Pancasila bukanlah sistem ekonomi yang liberal-kapitalistik.1997).melaikan lebih luas lagi.bagi kita usaha untuk menjamin suatu kehidupan yang layak .1986).yang makmur.1995).keselamatan dan kerahayuan (soedjatmoko.dalam penyusun sistem ekonomi nasional yang tangguh untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.Strategi pembngunan partisipasi (particifactory deplovment stratrgy) yang merupak syarat begi terselanggaranya proses demokrsi ekonomi masih terlambat oleh kultur politik dan sikap biokratis yang paternalistik. Pembangunan ekonomi nasional harus juga berarti pembangunan sistem ekonomi yang kita anggap paling cocok bagi bangsa indonesia.Cinta bung hatta kepada rakyat dalamdalam terbawa mati. Kita perlu membangun suatu kebudayaan baru yang kembali menmpatkan manusia sebagai pelindung dan pemelihara alam serta segala kekayaannya dan yang mampu untuk memayu hayunig bawano yaitu dapat menyelamatkan umat dan memupuk kesejhtraan dunia menuju keharjaan.yaitu(1) perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Berbagai pembinaan dan reformasi kultural diperlukan untuk memasyarakatkan nilai kedulatan rakyat(sri-edi swasno.(3)Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai okeh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.(2) cabang-cabang produsi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajad hidup orang banyak dikuasai oleh negara.sudah semestiny pancasila sebgai landasan filosofisnya.meskipun demikian sistem pasar tatap mewarnai kehidupan perekonomian(Mubyarto.adil dan sentosa perlu kita bangu n bukan saja suatu sistem ekonomi baru untuk mengatasi kemelaratan. harus dilaksnakan dan dipegang teguh secara konsisten.pasal33).

Pencasila sebagai paradigma pemgembangan sosial-budaya Dalam istilah Inggris “budaya” adalah “culture” berasal dari kata latin “colore” yang berarti “memgelola.menurut Ki Hadjar dewantara “kultur dan kebudayaan itu sifatnya bermacam-macam .mengerjakan” terutama mengolah tanah dan bertani .hanya manusia yang berbudaya dan membudaya .lingkungan. 5.Ini berarti budaya merupakan aktivitas manusia.bukan aktivitas maklik lain dan menjadi ciri manusia .kemandirian serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasiona.