MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN

BANGSA

OLEH: 1. IVAN SIDABUTAR 2. HERMAYANTI MALAU 3. RIZKY MAULANA 4. SAIFUL SUHADA

PROGRAM STUDY TEKNIK KIMIA DIII 2012 UNIVERSITAS RIAU

KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunianya sehingga kami dapat meyelesaikan makalah ini dengan baik. makalah ini dapat berguna bagi mahasiswa yang hendak membahas atau mempelajari materi kuliah pancasila karena makalah ini dapat dijadikan sebagai sumber pembahasan ataupun pedoman dan materi yang dibahas dalam makalah ini membahas secara umum dan mendasar tentang pemahaman dan pandangan “pancasila sebagai paradigma pembangunan bangsa” dan penerapan ataupun pelaksanaanya dengan disajikan dengan baik berupa contoh . adapun tujuan kami dalam menyusun makalah ini adalah untuk pemahaman yang lebih baik. Akhir kata kami ucapkan terimakasih. karena pada makalah ini kami meyusun sesuai dengan teori dasar dari buku-buku dalam makalah ini kami juga membahas pengertian pancasila sebagai paradigma pembangunan dengan jelas dan terperinci dengan baik.kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini belum cukup sempurna masih banyak kesalahan disana-sini maka untuk kemajuan makalah ini kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca. makalah ini berisikan pembahasan materi perkuliahan pancasila “pancasila sebagai paradigma pembangunan bangsa”. .

Nilai-nilai kebangsaan yang terkandung di dalamnya tidak dapat begitu mudah mengalami erosi. sebagaimana dirumuskan oleh PBB. dalam pertemuan dan pergaulannya denngan sesama dan dunia. Tekanan diberikan pada peningkatan kualitatif seluruh masyarakat dan seluruh individu dalam masyarakat. 1986) “to bring out or expand the potentilities. 1993. namun kerap kali dditekankan pada perkembangan pembagian kerja.dalam menjalani dan menjalankan hidup dari kehidupan bermasyarakat.kedua. tuntutan akan sikap-sikap baru yang sesuai dengan kehidupan modern. Pembangunan dalam perspektif pancasila adalah pembangunan yang sarat muatan nilai yang berfungsi menjadi dasar pengembangan visi danmenjadi referensi kritik terhadap pelaksanaan pembangunan. tidak hanya berada didunia melainkan juga senantiasa membangun adanya. to enlarge. tumbuh dan berubahsecara progresi. . jika tidak oleh karena tingkah laku insan-insan itu sendiri yang merusaknya. kebutuhan intuisi baru. Pembangunan dalam artian ini sangat luas. dengan indikator GNP dan tingkat pertumbuhan per tahun. Pembangunan yang sedang digalakkan perlu sebuah paradima. bahwa “pembangunan = pertumbuhan ekonomi + perubahan sosial “. Pancasila sebagai Orientasi dan Kerangka Acuan Pembangunan Pancasila sebagai orientasi pembangunan Wawasan kebangsaan sebagai suatu kekuatan dinamis dapat menggerakkan segenap potensi bangsa dalam mewujudkan cita-cita luhur menuju indonesia yang berkeadilan dan berkemakmuran. to make more elaborate. juga pentingnya self confidence dan respect kepada bangsa itu sendiri. namun bukan kemenangan semu yang secara melekat mengandung kekalahan total dilihat dari nilai-nilai insani (“human vallues”). Pembangunan itu bukan tujuan pada dirinya sendiri. Kita memang sedang gandrung untuk membangun. menumbuhkan self confidence dan sanggup untuk berdikari (Roeslan Abdulgan. Denis Goulet tokoh yang merintis etika pembangunan sinoni dengan pertumbuhan ekonomi. tetapi proses pencapaian hasil juga penting.BAB I PENDAHULUAN Derap dan langkah pembangunan pada hakikatnya dimaksudkan agar terjadi perubahan yang didambakan dan dirindukan oleh bangsa indonesia. serta dalam hhubungannya dengan Tuhan. Dalam konsepsi ini yang ditekankan bukan hanya hasil yang bermanfaat. dan pandangan ketiga mengenai pembagunan menekankan nilai-nilai etis. Membangun (“develop”) adalah “to make or become larger or organized” (Eungne Enrlich. tetapi suatu usaha pengembangan manusia. Para foundingthers kita selalu menekankan “Membangun Sebuah Bangsa “ (“Nation Character Building”) dari kemerosotan zaman kolonial untuk menjadikan suatu bangsa yang berjiwa kuat dan tahan uji dalam menghadapi segala tantangan dalam abad XX. Manusia sebagai mahluk Tuhan. 2000). berbangsa dan bernegara yang tantagannya semakin besar dan semakin kompleks. yaitu sebuah kerangka berpikir atau sebuah model mengenai bagaimana hal-hal yang sangat esensial dilakukan.to advance from a lower to a higher stage or from an earlier to a later stage of maturation “ (Webster‟s Dictionary.

pancasila sebagai nilai-nilai dasar menjadi referensi kritik sosialbudaya. Visi dapat pula didefenisikan sebagai ekspresi terdalam akan apa yang akan kita kehendaki. Sila-sila pancasila. Visi diibaratkan sebagai suatu peta yang memberi petunjuk kearah mana arah perjalanan kita. yang berarti pula komitmen kepada nilai kebersamaan seluruh bangsa. demokratis dan bagi seluruh rakyat (M. pancasila menjadi dasar visi yang memberi inspirasi untuk membangun suatu corak tatanan sosial-budaya yang akan datang. Yang memberi corak khas pada tatanan sosial-budaya dan mewarnai perilaku seluruh anggota masyarakat.Sastrapratedja.Pada saat ini Pancasila lebih banyak dihadapkan pada tantangan sebagai varian kapitalisme yang bersifat global.nilai-nilai apa yang menjadi pedoman untuk melangkah ke masa depan. yang mengungkapkan sisi ideal dan spiritual dari kodrat kita. Nilai-nilai Kebangsaan (sila#). mengharuskan kita “back to basic “ kepada nilai-nilai pancasila yang sangat luhur dan kita banggakan itu. Pancasila perlu diterjemahkan sebagai visi tentang masyarakat yang kita inginkan (M>sastrapratedja.dapat pula merupakan kesepakatan yang dirumuskan oleh seluruh warga dan menjadi komitmen bersama. Sila ketiga mengandung implikasi keharusan mengatasi segala bentuk sektarianisme. merupakan sebuah kesatuan organis.2001). dan Nilai-nilai Keadilan sila(5). yang bermuatan nilai-nilai Religius (sila1).2001) : pertama. harmonis. Dan sila kelima mencakup persamaan dan pemerataan. Nilai-nilai Demokrasi (sila $). Sila pertama dan sila kedua mengandung imperetif etis untuk menghormati martabat manusia dan memperlakukan manusia sesuai dengan keluhuran martabatnya. hak –hak azasi manusia dan kewajiban kewarganegaraan. Fungsi pancasila ialah memberi orientasi untuk terbentuknya struktur kehidupan sosial-politik dan ekonomi yang manusiawi . 2. Pancasila sebagai kerangka acuan Pembangunan Pancasila diharapkan dapat menjadi matriks atau kerangka referensi untuk membangun suatu model masyarakat atau untuk memperbaharui tatanan sosial budaya .Human (sila 2). Sila keempat mengandung nilai-nilai yang terkait dengan demokrasi konstitusional: persamaan politis.2001) .dan kedua . Visi adalah impian yang terjadi saat kita jaga-impian mengenai keinginan kita mau jadi apa / ini adalah visi pribadimasingmasing. Nilai-nilai. Visi itu dapat merupakan warisan dari para pendahulu. Keterpurukan bangsa indonesia dalam bidang karakter yang kita rasakan dan kitab alami hingga kini. dinamis. sebagai orientasi pembangunan nasional dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional sebagai mana tercantum dalam pembukaan UUD1945. Visi suatu masyarakat adalah nilai-nilai yang dianggap paling penting. ada dua fungsi dari pancasila sebagai kerangka acuan (M>sastrapratedja.

2006). aspek ke dua. kesadaran moral atau kesadaran hati nurani.BAB II Pancasila sebagai paradigma pembangunan bangsa Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan/keahlian dalam kesatuan organis harmonis dinamis di dalam dan diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup.pendididikan budi pekerti. sebagaimana dikemukakan oleh D. Pendidikan sebagai bagian dari ilmu Humaniora merupakan proses kemanusiaan secara umum. pendidikan moral. Salah satu agenda penting dalam upaya mengatasi krisis dalam kehidupan bangsa kita adalah melalui pendidikan karakter. pendidikan nilai. Mengembangkan kepribadian dan kemampuan/keahlian . hendaknya memperhitungkan baik kemampuan peserta didik untuk berpikir tentang persoalan-persoalan moral.budi pekerti.pendidikan ahklak.dan berpikir secara hati-hati tentang apa yang benar dari perilaku tersebut . pendidikan nilai dan pendidikan moral. Karakter yang baik mencakup secara organis harmonis dan dinamis komponen-komponen pengetahuan moral yang baik.menurut notonagoro (1973) merupakan sifat dwi tunggal pendidikan nasional. Pendidik guru yang baik adalah yang memiliki akhlak. perasaan moral yang baik dan tindakan moral yang baik. yang dalam pendidikannya lebih mengedepankan bentuk-bentuk bermain. “Moral awareness”. Komponen “moral knowing” meliputi enam unsur yaitu: 1. . maupun cara di mana seorang peserta didik benar-benar bertindak dalam suatusi-situasi yang menyangkut benar dan salah.Marsh (1996).Purpel n K.yang terdiri dari dua aspek yaitu:pertama. perasaan moral (moral feeling) dan tindakan moral (moral action). ialah “is taking trouble to be informed”. Dalam proses ini. Secara diagramatik komponen-komponen karakter yang baik oleh lickon.oleh karena itu.Ryan dalam Colin J. manusia bisa meraih perkembangan yang lebih tinggi. karakter yang baik akan sangat kondusif dalam mewujudkan keberhasilan keberhasilan pendidikan moral yang muaranya akan mendukung bagi peserta didik untuk memiliki karakter yang baik.kelanjutan hominisasi.tanggung jawap moral. Untuk pendidikan anak usia dini pendekatan ini perlu disesuaikan dengan karakteristik anak. yakni memasukkan manusia dalam lingkup hidup manusiawi secara minimal humanisasi adalah proses yang lebih jauh. seperti nampak dalam kemajuan-kemajuan budaya dan ilmunpengetahuan (Driyarkara. Dalam penerapan pendidikan berkarakter . Komponen-komponen karakter yang baik mencakup pengetahuan moral (moral knowing).ialah menggunakan kecerdasan untuk melihat jika situasi meminta penilaian atau pertimbangan moral. Dengan bermain anak mengalami kegembiraan dalam mengekspresikan atau mengaktualisasikan dirinya. lickona (1991) dalam I Wayan Koyan (1991) menyatakan bahwa untuk mewujudkan karakter yang baik memerlukan pendekatan pendidikan moral yang komprehensif.

Untuk menjadi orang bermoral. apakah akibat yang timbul dari keputusan yang di ambil. 5. Kesadaran moral. 2. dan mengapa kita harus bermoral. yang semuanya berkontribusi terhadap bagian dari kognitif karakter. dan keteguhan hati. kebaikan. tanggung jawab. toleransi. mengenal nilai-nilai moral. tetapi hal ini penting untuk pengembangan moral. Tugas pendidik adalah membantu peserta didik untuk mengembangkan secara positif harga diri atas dasar nilai-nilai. 4.kemampuan memberi panfdangan . keterbukaan. adalah pengertian tentang apa yang dimaksud dengan bermoral. “self-esteem” atau harga diri. berarti mengerti bagaimana mengaplikasikannya dalam berbagai situasi. . “Self knowledge” atau mengenal diri sendiri adalah kemampuan mengenal atau memahami diri sendiri. perasaan kasihan. kejujuran. Apa pilihan saya. mengenal diri sendiri. membayangkan bagaimana dia seharusnya berpikir. seperti tanggung jawap.dan kebaikan atas dasar keyakinan kemampuan mereka sendiri untuk berbut baik. kesopanan. dan menilainya . Tujuan fundamental dari pendidikan moral adalah untuk membantu peserta didik memahami keadaan dunia dan bagaimana memandang orang lain. Alasan-alasan atau pertimbangan-pertimbangan moral untuk berperilaku tertentu dalam berbagai situasi. Komponen-komponen “moral feeling” melipiti enam unsur penting yaitu: 1. jika tidak memahami mereka. adalah kemampuan untuk memberi pandangan pada orang lain. melihat situasi seperti yang dia lihat. yang membuat orang memiliki pengetahuan moral (“moral knowing”). disipiln diri. 6. “Decision making” atau pengambilan keputusan. 3.2. Mengukur harga diri kita sendiri itu berarti kita menilai diri sendiri . Ini merupakan syarat memberi pertimbangan moral. dan pengenalan diri sendiri. integritas. “conscience kata hati atau hti nurani yang memiliki dua sisi. “Perspectives taking” atau perspektif yang memikat hati. dan hal ini paling sulit dicapai. khususnya dalam yang berbeda dengan diri mereka sendiri. yaitu sisi kognitif (pengetahuan tentang apa yang benar) dan emosi (rasa wajib berperilaku menurut kebenaran itu) banyak orang tahu tentang apa yang benar tetapi sedikit yang merasa wajib berperilaku menurut kebenaran itu. adalah kemampuan mengambil keputusan dalam mengambil keputusan dalam menghadapi masalah-masalah moral. Untuk itu diperlukan berbagai simulasi yang relevan dengan karakteristik anak usia dini. adalah kualitas manusia utama. dan merasakan. “Moral reasoning” atau pertimbangan-pertimbangan moral. bereaksi. dituntut adanya kemampuan untuk dapat melihat kembali perilaku yang pernah diperbuat.kejujuran. dan keputusan mana membawa akibat paling banyak. “Knowing moral values” atau pengetahuan tentang nilai-nilai moral. Nilai-nilai moral tersebut antara lain : rasa hormat tentang kehidupan dan kebebasan. jika kita menilai diri kita sendiri berarti kita merasa hormat terhadap diri sendiri dan dengan cara demikianlah kita mengurangi ketergantungan pada persetujuan orang lain. Kita tidak dapat memberi rasa hormat kepada orang lain dan berbuat sesuai kebutuhannya. pengambilan keputusan. Dengan mengetahui nilai-nilai.

dan sifat-sifat yang lain yang sering mengganggu. jika orang cinta akan kebaikan.Bagaimana caranya mendorong para mahasiswa/siswa supaya tekun dan tetap melaksanakan usaha-usaha untuk meningkatkan keberanian dan . adalah kemampuan untuk mengendalikan diri sendiri.gugup. tugasnya adalah mengembangkan empati yang bersifat umum. sedangkan tanggung jawap adalah perilaku yang nampak dari moralitas yang termasuk didalanya perhatian atau “caring” terhadap diri sendiri dan orang lain. dan mereka memiliki moralita. (“respect”) dan “tanggung jawap” berarti menunjukkan rasa hormat pada diri sendiri terhadap hak dan martabat semua orang . adalah kemampuan untuk mengidentifikasi .bimbang. cinta kebaikan.yaitu kemampuan memandang orang lain. seolah-olah mengalami sendiri apa yang orang lain rasakan. Sebagai contoh untuk mengatasi pertentangan atau konflik memerlukan keterampilan praktis . Yaitu 1. “self control” atau kontrol diri.keterampilan berkomunikasi dengan jelas. maka mereka berbuat bai. perasaan dan tindakan moral yang saling melengkapi satu sama lain. Dua nilai moral universal. pengendalian diri. Sedangkan tujuan pendidikan moral adalah membantu peserta didik agar menjadi bijak atau pintar dan membantu mereka bersikap baik. Kerendahan hati adalah bagian dari aspek afektif dari pengetahuan terhadap diri sendiri. semuanya akan memperbaiki bagian emosi dari moralitas yang efektif. terhadap diri sendiri dan orang lain. “courage” atau keberanian atau ketangguhan hati .dan kerendahan hati.3. Bagi pendidik moral. Ini bagian dari emosi. padahal ini merupakan bagian terpenting dari karakter yang baik. Ini merupakan keterbukaan dan ketertarikan terhadap kebenaran setra kemampuan bertindak untuk mengoreksi kelemahan atau kekurangan Kata hati.sifat-sifat ragu. empati. Rasa hormat pada kontrasnya adalah pengendalian moralitas dari gangguan eksternal . dan halini diperlukan juga untuk mengekang kesenangan diri sendiri.seperti keterampilan mendengarkan . yang berbentuk nilai-nilai yang dapat memperkokoh martabat manusia dan mengembangkan kebaikan individu dan masyarakat. 6.terhadap lingkungan yang dapat menopang seluruh kehidupan manusia.dan memutuskan bersama suatu pemecahan masalah yang dapat diterima secara timbal-balik. harga diri. pemenuhan kewajiban-kewajiban. “humiliti” atau kerendahan hati 9”lembah manah “).Hal ini perlu ditanamkan dalam menghadapi perasaan takut.pengetahuan.sekaligus memilikinya dalam diri peserta didik. “loving the good” atau cinta pada kebaikan. Tugas pendidikan moral adalah membantu peserta didik supaya memiliki karakter atau ahklak atau budi pekerti yang baik. “parseverance”atau ketekunan .anak perlu di dorong dan dibngkitkan motivasinya untuk beralih dengan mengunakan kecerdasannya. 4. “Empathy” atau empati. adalah merupakan kebaikan moral yang kadang-kadang dilupakan atau diabaikan. dalam kesatuan organis harmonis dinamis. 5.

bahwa pilar akhlak ada tiga .filsafat.menurut Notonagoro (1973).sabar.mereka perlu dibimbing dan diarahkan serta diberi contoh-contoh yang positif dengan mengendapkan prinsip „Tut wurihandayani‟“Honesty”atau kejujuran.praktek pendidikan nasional. bagi persembahan sejati di dalam masyarakat.2002).2005:170:194) Muhammad Al Ghazali . “faith‟ atau keyakinan.sabar.Oleh karena itu hal ini perlu dimiliki oleh anak-anak sedini mungkin sesuai dengan tahap-tahap perkembangan mereka. Schiller & bryant juga mengemukakan ada 16 moral dasar bagi anak yaitu : (1) kepedulian dan empeti.dan rendah hati.yang kesemuanya itu dapat berubah dan dikembangkan ke arah yang baik dan mulia. (2) kerjasama (3) berani (4) keteguhan hati dan komitmen (5) adil (6) suka menolong (7) kejujuran dan integritas (8) humor (9) Mandiri dan percaya diri (10) loyalitas (11) sabar (12) rasa bangga (13) banyak akal (14) sikap respek (15) tanggung jawaban (16) toleransi (schiller & bryant.hal ini perlu dilatih dan dipelajari .(Muhammad Musa Asy-Syarif . perlu disusun sistem ilmiah berdasarkan pancasila tentang ajaran.yaitu :jujur. berbuat secara nyata .amanah.2004) Pendidikan nasional harus dipersatukan atas dasar pancasila.kejujuran diwujudkan atau diekspresikan dalam bentuk rasa hormat kepada diri sendiri dan kepada orang lain.Loyalitas dan kesetiaan berkaitan dengan hubungan kekeluargaan.kiasih sayang (Muhammad Al Ghazali .rasa malu.ketekunannya . dan dapat dipercaya.teori .dapat membantu kehidupan sosial dan perkembangan moral individu dan masyarakat.yang menjadi dasar tungggal bagi .keyakinan juga merupakan sumber disiplin dan kekuatan yang sangat berarti dalam kehidupan manusia.iklas.Tak seyogyanya bagi penyalesaian-penyelesaian masalah-masalah pendidikan nasional diperhgunakan secara langsung sistem-sistem aliran0aliran ajaran.Hal ini harus dimiliki dan diaplikasikan secara serius supaya seseotang baik dan bijakisana.filsafat .persahabatan.memenuhu janji.yang pada hakikatnya sepanjang hidup. yang merupakan sumber moral manusia.Peserta didik perlu di didik menjadi pribadi yang jujur. “Loyality” atau loyalitas.kehidupan frofesional dan lain-lain.kejujuran adalah hal yang sangat penting bagi pemeliharaan hubungan-hubungan kemanusiaan .murah hati .keyakinan atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan dimensi yang sangat penting .secara murni.supaya menjadi orang yang berintegritas dan kemauan yang mulia.pemaaf.afilisiasi keagamaan.muhammad Musa asy-syarif menemukakan pula dalam bukunya ibadah Qalbu .menyebutkan pula diantaranya adalah : jujur.teori.praktek pendidikan berasal dari luar.

3. 2.Dalam pada itu filsapat pendidikan nasional mempunyai kedudukan dan fungsi sebagai pemberi pedoman dan tujuan .idealitas dan fleksibilitas (pancasila sebagai ideologi terbuka tantangan masa kini dan masa depan dengan tetap mengacu kapada pencapaian tujuan nasipnal dan cita-cita nasional indonesia.dan dlam lain-lain peranan tidak langsung atau sekuler.contoh idelogi komunis ) atau ideologi yang bersifat diesseting sekaligus juga yenseiting “( merembug kehidupan akhirat .1988) Untuk mengatasi permasalahan dalam nidang polotik tidak ada jawaban lain kecuali bahwa kita harus mengembangkan sistem politik yang benar-benar demokratis (Mochtar buchori 2001 ).perbandingan.dalam pengertian ini termuat juga pandangan tentang Tuhan.penggunaan sistem-sistem dan ajaran-ajaran berasal dari luar setelah diintegrasiakan dengan sistem pendidikan nasional hanya sebagai pembantu.penyelesaian masalah-masalah pendidikan nasional.istilah bersifat hanya diesseiting (merembug kehiduan dunia dan tidak mengkui adanya Tuhan.pendasar. dengan demikian akan teratasi pula kemungkinan-kemun gkinan terbelahnya kepribadian para ahli pendidikan.contohnya ideologi pancasila).demokratisasi merupakan upaya penting dalam mewujudkancivil .kemulian Tuhan. dengan kelima prinsipnya pancasila memang menjadi dasar yang cukup integratif bagi kelompokkelompok polotik yang cukup heterogen dalam sejarah indonesia modern (ignas kleden.tentangg masyarakat dan negara dsb.Pancasila sebagaii paradigma pembangunan ideologi Ideologi adalah suatu kompleks idea-idea asasi tentang manusia dan dunia yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup (driyakarta 1976). Dalam rumusan diatas ideologi bakuanlah hanya pengertian . Pengambangan pancasila sebagai idelogi yang memiliki dimensi kualitas .mengakui adanya Tuhan.yang akibatnya akan menimpa kepada anak didik dengan resiko yang besar bagi hari depn bangsa.tentang hidup dan mati.perngkum.pemerkayaan. ideolgi adalah prinsip dinamika karena merupakan pedoman pola dan norma hidup) dan sekaligus juga berupa ideal atau cita-citarealisasi dari idea-idea yang menjadi ideologi itu dipandang sebagai perbesaran .penginti.tentang sesama manusia. .memberi pendalaman.Pancasila sebagai paradigma pembangunan politik Ada perkembangan baru yang menarik berhubungan dengan dasar negara kita..

suatu masyarakat menjadi demokratis bukan karena memiliki institusi-intitusi tertentu seperti lembaga perwakilan dan adanya pemiliha umum.sastrapratedja. 1995).society.Pertama.Ekonomi memuat dimensi etis .berdaulat .(core democratic values ) ada sedikit empa nilai inti demokratik.kedaulatan rakyat yang berarti masyarakat diatur oleh keputuan atau hukuman yang detentukan oleh masyarakat sendiri baik langsung atau melalui perwakilan.dan makmur.. .marilah bercermin sebentar .masyarakat menjadi demokratis kalau mewujudkan nilai-nilai inti demokratik.partisipasi politik perlu bagi perwujudan kebebasan warga negara.20010) 4.dipertukarkan dan dikonsumsikan dengan berbagai cara (M.partisipasi mpolitik berarti masyrakat sendiri yang menentukan dan mengendalikan kepurusan politik yang mempengaruhi dirinya.tidak terpecah belah .nilai demokratis kedua adalah partisipasi.(mubyarto 1995).Nilai keempat dari demokrasi adalah komitmen pada persamaan (equality).adil.sastrapratedja.2001) Secara historis menurut bang hatta hanya dengan perubahan sistem dan struktur ekonomi kapitalistik-liberal(atau dualistik) yang kita warisi dari massa kolonial menjadi sistem ekonomi kekeluargaan atau kerkyatan .warga masyarakat memilikim hak yang sama dalam membrikan konstibusi bagi pengambilan keputusan (M.Pancasila sebagai paradigma pembangunan Ekonomi merupakan kesatuan hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan produk .dalam masyarakat demokratis harus ada mekanisme bagaimana pemerintah atau pemegang kekuasaan dapat diawasi dan dikendalikan oleh rakyat .kita bisa berharap akan terjadinya perbaikan dan penigkatan kemakmuran rakyat menuju perwujudan keadilan sosial yang dicita-citakan (Mubyarto.Tanpa proses demokratis tidak akan tercipata civiil society.kembali pada cita-cita dahulu yang begitu suci dan mengembalikan pemimpin yang jujur berpadu dengan semangat yang siap melakukan pengorbanan.Bung hatta juga pernah menegaskan bahwa:”kalau kita sungguh –sungguh mencintai indonesia yang merdeka .nilai ketiga dari demokrasi adalah akuntabilitas.karena pada akhirnya memuat bentuk hubungan antar manusia atau antar kelomok yang diperantarakan oleh oleh hubungan antara manusia dengan alam atau dengan produk yang didistribusikan .yang bersatu .

yang nsibnya saya perjuangkan seumur hidup saya “(sri-edi swasno.dan juga bukan sistem ekonomi yang etatik atau serba negara.(3)Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai okeh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Bagi bung hatta tidak ada pengamalan lain yang utama kecuali bagi rakyat yang ia cintai .pasal33). harus dilaksnakan dan dipegang teguh secara konsisten.yaitu(1) perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.berwawasan .adil dan sentosa perlu kita bangu n bukan saja suatu sistem ekonomi baru untuk mengatasi kemelaratan.1986).dalam penyusun sistem ekonomi nasional yang tangguh untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.yaitu‟Apabila saya meniggal dunia saya ingin dikuburkan di jakarta tempat diproklmasikan indonesia merdeka .Sistem ekonomi Pancasila bukanlah sistem ekonomi yang liberal-kapitalistik.meskipun demikian sistem pasar tatap mewarnai kehidupan perekonomian(Mubyarto.Strategi pembngunan partisipasi (particifactory deplovment stratrgy) yang merupak syarat begi terselanggaranya proses demokrsi ekonomi masih terlambat oleh kultur politik dan sikap biokratis yang paternalistik.Cinta bung hatta kepada rakyat dalamdalam terbawa mati.Itulah yang disebut sistem ekonomi Pancasila. berdasakan ahlak kemanusiaan dan keadilan.sudah semestiny pancasila sebgai landasan filosofisnya.(4) perekonomian nasional diselinggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersmaan .(2) cabang-cabang produsi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajad hidup orang banyak dikuasai oleh negara.efesiensi berkadilan. Berbagai pembinaan dan reformasi kultural diperlukan untuk memasyarakatkan nilai kedulatan rakyat(sri-edi swasno.melaikan lebih luas lagi. Kita perlu membangun suatu kebudayaan baru yang kembali menmpatkan manusia sebagai pelindung dan pemelihara alam serta segala kekayaannya dan yang mampu untuk memayu hayunig bawano yaitu dapat menyelamatkan umat dan memupuk kesejhtraan dunia menuju keharjaan.seperti tertulis dalam wasiat (ditulis 10 februari 1975) yang muncul dari kedalaman kalbunya .1995).yang makmur.1995).keselamatan dan kerahayuan (soedjatmoko.1997). saya tidak ingin dikubur didalam makam pahlawan (kalibata).saya ingin dikubur di tempat kuburan rakyat biasa .berkelanjutan.sebagaimana yang ditegaskan dan tercantum dalam UUD 1945(BAB XIV . Perekonomian nasional dan kesejahtrraan sosial.bagi kita usaha untuk menjamin suatu kehidupan yang layak . Pembangunan ekonomi nasional harus juga berarti pembangunan sistem ekonomi yang kita anggap paling cocok bagi bangsa indonesia.

hanya manusia yang berbudaya dan membudaya .mengerjakan” terutama mengolah tanah dan bertani .bukan aktivitas maklik lain dan menjadi ciri manusia .lingkungan.menurut Ki Hadjar dewantara “kultur dan kebudayaan itu sifatnya bermacam-macam . 5.Pencasila sebagai paradigma pemgembangan sosial-budaya Dalam istilah Inggris “budaya” adalah “culture” berasal dari kata latin “colore” yang berarti “memgelola.kemandirian serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasiona.Ini berarti budaya merupakan aktivitas manusia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful