P. 1
Makalah Instalasi LAN

Makalah Instalasi LAN

|Views: 832|Likes:
Published by Saragih Ruben

More info:

Published by: Saragih Ruben on May 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2013

pdf

text

original

Makalah Instalasi LAN

Disusun oleh : Ruben Saragih XI TKJ A

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cimahi Jl. Maharmartanegara No. 48 – Leuwigajah

BAB I KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kasih karunia dan cinta-Nyalah saya dapat menyelesaikan tugas Mata pelajaran Instalasi LAN yaitu pembuatan makalah pembelajaran selama satu semester. Yang pada akhirnya dapat dikumpulkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Makalah ini dibuat guna memenuhi Tugas dari Mata Pelajaran Instalasi LAN dan Makalah ini juga diperuntukan sebagai pembelajaran untuk siswa – siswa lainnya. Akhirnya, saya mengucapkan banyak - banyak terimakasih terhadap semua pihak yang telah menyumbangkan waktu, tenaga dan pikirannya guna menyukseskan Pembuatan Makalah ini. Semoga dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Cimahi,14 Desember 2011

Tim Penyusun

2

DAFTAR ISI
BAB I Pendahuluan I.I KATA PENGANTAR I.II DAFTAR ISI BAB II ISI II.I II.II II.III II.IV II.V II.VI Komunikasi Data & Jaringan Komputer Model referensi Topologi Jaringan Komponen Jaringan Komputer Network Device Media Transmisi

II.VII Pengkabelan

BAB III KESIMPULAN III.I KRITIK III.II SARAN

BAB IV DAFTAR PUSTAKA

3

4

Makalah Instalasi LAN

BAB II

Instalasi LAN

Komunikasi data dan Jaringan Komputer
Pengertian Komunikasi data dan Jaringan Komputer Jenis Komunikasi data Jaringan Komputer berdasarkan letak geografis ,topologi , koneksi , protokol , dan arsitektur

-

5

BAB II.I

Komunikasi data dan Jaringan Komputer

Komunikasi data dan Jaringan Komputer

A. Pengertian Komunikasi data
Komunikasi data adalah sebuah proses terjadinya pengiriman dan penerimaan informasi atau data.Dalam jaringan komputer komunikasi data merupakan komputer yang saling terhubung dalam suatu jaringan dan dapat bertukar informasi atau data. Dalam komunikasi data terdapat 4 bagian : - Sistem sumber Tempat terdapatnya informasi. - Pengirim Berfungsi mengirimkan informasi ke penerima dan mengubah data yang akan dikirim menjadi bentuk yang sesuai dengan media yang digunakan. - Sistem transmisi. Media atau jalur penghubung agar informasi yang disampaikan oleh pengirim sampai di tujuan. - Penerima/tujuan. Berfungsi sebagai penerima informasi yang dikirim melalui media penghubung. Komunikasi data terbagi menjadi 3 jenis : Sinplex Komunikasi yang dilakukan secara satu arah tanpa mempedulikan informasi yang diterima sampai atau tidak. Contoh : menonton tv,mendengarkan radio,dll. Half duplex Komunikasi yang dilakukan secara bergantian. Contoh : sms Full duplex Komunikasi yang dapat dilakukan secara bersamaan. Contoh :bertelepon

-

-

6

Komunikasi data dan Jaringan Komputer

Konten Komunikasi data terbagi menjadi 4 jenis : Komunikasi audio Komunikasi yang informasinya berupa suara.contoh : radio Komunikasi Video Komunikasi yang informasinya berupa gambar gerak.contoh : iklan pada web atau baner Komunikasi audio Komunikasi yang informasinya berupa gambar gerak dan suara.contoh : televisi Komunikasi data Komunikasi yang informasinya berupa digital.contoh : internetworking pada jaringan komputer

-

-

B. Jaringan Komputer
Jaringan Komputer adalah kumpulan beberapa komputer yang saling terhubung dalam suatu kendali teknis dan dapat berbagi informasi,sumber daya serta aplikasi. Berdasarkan letak geografis Jaringan terbagi menjadi : LAN ( Local Area Network ) MAN ( Metropolitan Area Network ) WAN ( Wide Area Network ) Internetwork :

Berdasarkan koneksi -

-

Broadcast links Jaringan yang menggambarkan bahwa sebuah komputer terhubung dan terkoneksi dengan seluruh host yang ada dalam jaringan tersebut. Point to point links Jaringan yang menggambarkan sebuah komputer yang terhubung secara fisik dan logik pada salah satu host dalam suatu jaringan.

Berdasarkan topologi : Bus Star Ring

7

Komunikasi data dan Jaringan Komputer

Berdasarkan Arsitektur : Hybrid Jaringan komputer yang mengimplesentasikan peer to peer dan client server. Peer to peer Jeringan komputer yang terdiri dari dua host yang saling terkoneksi dan keduanya dapat menjadi client maupun server. Client/server Jaringan komputer yang terdapat host dan client , tetapi server sudah ditentukan.

-

-

Berdasarkan Protokol : Jaringan Ethernet Jaringan Token Ring dll

8

BAB II

Instalasi LAN

Application

Persentation

Session Transport Network

Datalink

Physical

Model Referensi OSI     Pengertian model referensi OSI Layer OSI Pengertian TCP/IP Layer TCP/IP

9

BAB II.II

Model Referensi Jaringan

Model Referensi Jaringan

C.

Model Referensi OSI

Model referensi OSI merupakan standarisasi berbagai standar jaringan komputer yang dibuat oleh lembaga ISO ( International Organization for Standardization ) . Model OSI memiliki 7 layer : Layer Aplikasi Layer ini berfungsi sebagai penghubung antara user dan komputer.Protokol yang digunakan : HTTP , FTP , SNMP , SMTP. Layer Persentasi Pada layer ini data diberikan ekstensi atau format data. Layer sesi Layer ini berfungsi mengontrol komunikasi dari awal hingga akhir. Layer Transport Pada layer ini data disiapkan , bentuk data yang akan dikirim adalah berupa segment.Protokol yang digunakan pada layer ini adalah TCP dan UDP. Layer Network Pada layer ini data dikirim dan diberi pengalamatan logical menggunakan jalur atau routing dan format datanya berupa paket.Protokol yang digunakan pada layer ini adalah IP , IPX .

-

-

-

10

Model Referensi Jaringan

-

Layer Datalink Pada layer ini mengatur pengiriman data dari interface yang berbeda serta melakukan pengalamatan fisik dan format datanya berupa frame.Protokol yang digunakan adalah ARP. Layer physical Pada layer ini data dikirim melalui media fisik dan data sudah berupa bitstream

-

Layer aplikasi,persentasi,sesi,dan transport merupakan upper layer yang fokus pada aplikasi pengguna dan bagaimana file dipersentasikan di komputer.Sedangkan layer network,datalink dan physical merupakan lower layer yang bekerja pada perangkat fisik.

D.

TCP/IP
TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI ada. Namun demikian lapisan-lapisan pada TCP/IP tidaklah cocok seluruhnya dengan lapisanlapisan OSI. Protokol TCP/IP hanya dibuat atas lima lapisan saja yaitu layer physical, network, internet, transport dan application. Lapisan aplikasi pada TCP/IP mencakup tiga lapisan OSI teratas. Layer ke-4 atau transport layer pada TCP/IP mendefinisikan 2 buah protokol yakni Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP). Sementara itu pada lapisan ke-3 atau internet layer mendefiniskan Internetworking Protocol (IP), namun ada beberapa protokol lain yang mendukung pergerakan data pada lapisan ini. Model referensi TCP/IP dengan OSI memiliki keterhubungan terutama dalam pembagian layernya.

Gambar diatas merupakan keterkaitan antara model OSI dan TCP/IP.

11

Model Referensi Jaringan

Terdapat 5 layer pada TCP/IP : - Layer Application Layer ini mengkombinasikan 3 layer pada OSI yaitu application,persentation dan session. - Layer Transport Fungsi layer ini sama dengan layer transport pada model OSI dan protokol yang bekerja pada layer ini sama dengan model OSI yaitu TCP dan UDP. - Layer Internet Layer ini sama dengan layer transport pada model OSI hanya saja layer ini bekerja seperti layer network pada model OSI.Protokol yang digunakan ialah IP dan protokol pendukungnya yaitu RARP,ICMP,ARP,dan IGMP. - Layer Network Pada layer ini terdapat penggabungan fungsi pada layer Network dan layer datalink . - Layer physical Layer ini berfungsi menentukan karateristik media transmisi yang akan digunakan untuk pengiriman dan penerimaan data

12

BAB II

Instalasi LAN

Topologi Jaringan    Pengertian Topologi Jaringan Jenis-jenis Topologi Jaringan Rule 5-4-3

13

BAB II.III

Topologi Jaringan Komputer

Topologi Jaringan Komputer

E. Pengertian Topologi
Topologi jaringan merupakan gambaran fisik bagaimana komponen jaringan terhubung dengan komponen jaringan lainnya. Dalam topologi jaringan ada dua bagian terpenting yaitu : - Node Node adalah alat yang terhubung dengan jaringan , Node sama dengan komputer. - Paket Paket merupakan pesan yang dikirim melalui node yang satu ke node yang lainnya. Topologi terbagi menjadi 2 jenis yaitu : Topologi Fisik Gambaran komputer dan komponen-komponen jaringan yang digunakan atau dipasang sehingga dapat terhubung satu sama lain. Topologi Logic Gambaran data dialirkan atau disebut juga metoda akses.

-

14

Topologi Jaringan Komputer

F. Topologi dasar
1. Topologi bus

Topologi bus adalah topologi yang menempatkan nodenya dalam satu garis. Dalam topologi ini , node node yang ada dihubungkan dalam single cable dengan cabang pada tempat dimana node dipasangkan dan pada bagian ujungdari rentetan node akan dipasangkan terminator untuk mengakhiri jaringan tersebut.

2. Topologi star

Pada topologi star , tiap node pada jaringan terhubung ke jaringan pusat yang biasanya berupa switch atau hub dan akan membentuk rangkaian seperti bintang.Kelebihan topologi ini adalah jika terjadi kerusakan pada kabel yang menghubungkan media transmisi dengan pc maka perbaikan hanya perlu dilakukan pada pc yang mengalami gangguan tersebut.

15

Topologi Jaringan Komputer

3. Topologi Ring

Topologi ini bentuknya seperti cincin karena itulah dinamakan ring. Dalam topologi ring data akan menyelusuri lingkaran dari komputer ke komputer. Setiap node dalam jaringan akan melihat setiap paket yang dikirim lewat kabel. Kemudian node akan menentukan apakah paket tersebut ditujukan padanya. Jika tidak, maka paket hanya akan melawatinya dan menuju komputer selanjutnya dalam lingkaran tersebut. 4. Topologi Mesh

Pada implementasinya, topologi ini tidaklah praktis dalam konfigurasi LAN. Sebagai contoh, jika dalam sebuah jaringan mesh terdapat 8 buah node, tiap node hendaknya memiliki 7 NIC (Network Interface Cards), dan 28 buah kabel hendaknya disiapkan karena diperlukan untuk mengkoneksikan tiap node menuju ke 7 node lainnya. Skema ini benar-benar tidak efisien mengingat biaya yang diperlukan untuk membuat jaringan yang hanya memakai 8 buah node. Lalu, bagaimana jika topologi ini diterapkan pada jaringan yang besar? Tentu akan sangat menguras biaya.

16

Topologi Jaringan Komputer

G. Rule 5-4-3
Rule 5-4-3 adalah salah satu aturan yang yang biasanya digunakan pada topologi tree dengan protocol ethernet.Pada aturan ini hanya boleh memiliki tidak lebih dari 5 segment,4 concentator,dan 3 segment yang dipakai.Sebenarnya rule ini bernama 5-4-3-2-1 .

10Base2 - Thin Ethernet

repeater
10Base5 - Thick Ethernet

hub

17

BAB II

Instalasi LAN

DTE

DPE

CPE CO

Topologi Jaringan  Pengertian tentang DCE,DTE,CPE,dan CO.

18

BAB II.IV

Komponen Jaringan Komputer

Komponen Jaringan Komputer

Komponen jaringan meliputi DTE, DCE, CPE, dan CO. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai komponen-komponen tersebut. a. DTE (Data Terminal Equipment) adalah bagian dari perlengkapan terakhir garis komunikasi, mengingat DCE menyediakan garis untuk komunikasi. Contoh : PC b. DCE (Data Communication Equipment) adalah perlengkapan komunikasi data yang berfungsi untuk membuat komunikasi antara PC dan provider (peralatan data circuit terminating yang berkomunikasi dengan DTE). DCE juga merupakan piranti yang mensupply signal clocking ke DTE. Contoh : modem atau CSU/DSU disisi pelanggan

c. CPE (Customer Premises Equipment) adalah perangkat yang berada di sisi pelanggan yang terhubung ke jaringan telekomunikasi operator. Contoh : pesawat telp di rumah atau ADSL modem di rumah d. CO (Costumer Office) adalah pusat yang mengatur dan melayani komunikasi data. Contoh : provider

19

BAB II

Instalasi LAN

Network Device    Pengertian Ethernet Motoda Akses Perangkat pendukung ethernet

20

BAB II.V

Network Device

Network Device

H. Network Device
Network device yang akan dibahas pada pembahasan kali ini antara lain ethernet, perangkat pendukung ethernet, NIC, hub, switch, repeater, bridge, dan router. ETHERNET Ethernet yaitu suatu protokol yang telah distandarkan dalam IEEE 802.3 untuk menghubungkan beberapa komputer sehingga membentuk sebuah jaringan; ethernet juga mendefinisikan bagaimana pengkabelan jaringan tersebut dibuat. Ethernet bekerja pada 2 layer yaitu : -link Layer Device → NIC (Network Interface Card)

Device → Network Cable (coaxial, UTP, STP, dan fiber optic)

-

Standar kabel pada ethernet 10Base2 (thick), 10Base5, 10BaseT, 10BaseF 100BaseFX, 100BaseT, 100BaseT4, 100BaseTX 1000BaseCX, 1000BaseLX, 1000BaseSX, 1000BaseT -

10 Mbps (standard ethernet)

100 Mbps (fast ethernet)

1000 Mbps (gigabit ethernet)

10000 Mbps / 10 Gbps

21

Network Device

Maksud dari standar 10Base5 adalah sebagai berikut : 10 = data rate (kecepatan) Base = pensinyalan baseband atau broadband 5 = panjang segmen maksimal dari kabel yang digunakan

Metoda akses pada ethernet ada 2 jenis yaitu : a. CSMA/CA atau Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance adalah sebuah metoda akses pada Ethernet. Pada Metoda ini pentransferan data terorganisir atau sudah ada pemberitahuan terlebih dahulu bahwa ada PC 1 akan menggirimkan data ke PC 2, sehingga tidak terjadi tabrakan (collision detection) karena PC 1 sudah memberitahukan ke PC lain jalur yang akan dilewati untuk pengiriman data. b. CSMA/CD atau Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection adalah sebuah metoda pada Ethernet. Pada metoda ini pentransferan data tidak terorganisir, sehingga memungkinkan terjadinya tabrakan (collision detection) dan harus dilakukan pengiriman ulang.

I.

PERANGKAT PENDUKUNG ETHERNET Perangkat-perangkat pendukung dalam Ethernet ada 2 yaitu perangkat inti dan perangkat pendukung lain. Perangakat inti : 1. NIC (Network Interfaces Card) 2. Cable (coaxial, UTP, STP, dan fiber optic) Perangkat pendukung lain : 1. Hub 2. Switch 3. Repeater 4. Bridge 5. Router

22

Network Device

-

Jenis jenis kabel :

1. Coaxial cable

Kabel coaxial terdiri dari :  Konduktor tembaga  Lapisan pembungkus dengan sebuah kawat ground  Sebuah lapisan paling luar Kabel coaxial terkadang digunakan untuk topologi bus, tetapi beberapa produk LAN sudah tidak mendukung koneksi kabel coaxial. Standar Ethernet LAN yang dikembangkan menggunakan kabel coaxial : 10Base5 / Kabel Thicknet adalah sebuah kabel coaxial RG/U-8. Merupakan kabel “original” Ethernet. Kabel jenis ini tidak digunakan lagi untuk LAN modern. 10Base2 / Kabel Thinnet adalah sebuah kabel coaxial RG/U-58. Mempunyai diameter yang lebih kecil dari Thicknet sekaligus menjadi penggantinya. Kabel jenis ini tidak direkomendasikan lagi, tetapi masih digunakan pada jaringan LAN yang sangat kecil.

2. UTP cable

Kabel UTP digunakan untuk LAN dan sistem telepon. Kabel UTP terdiri dari 4 pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular 8 pin (konektor RJ-45).

23

Network Device

3. STP cable

STP adalah jenis kabel telepon dan jaringan LAN yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel (twisted pair). Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.

4. Fiber Optik cable

Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru yang terbuat dari glass optic. Di tengah-tengah kabel terdapat filamen glass yang disebut core, dan di kelilingi lapisan cladding, buffer coating, material penguat, dan pelindung luar. Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak digunakan adalah LED atau Laser.

5. NIC ( Network Interface Card )

24

Network Device

NIC adalah penghubung antara komputer dengan network device. Ada beberapa jenis koneksi yang dapat digunakan untuk menghubungkan NIC dengan network device, yaitu : - BNC (jika menggunakan media transmisi berupa kabel coaxial). - RJ-45 (jika menggunakan media transmisi berupa kabel twisted pair) Dalam sebuah jaringan, NIC diidentitaskan oleh alamat unik yang disebut MAC address. 6. Hub

-

Berdasarkan fungsinya, hub terbagi 2, yaitu : Hub aktif (active hub) Hub ini bertindak sebagai pentransmisi data dan juga meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang lebih kuat (multiport repeater). Hub pasif (passive hub) Hub ini hanya bertindak sebagai pentransmisi data.

Hub menggunakan prinsip broadcast, jadi jika salah satu port mengirimkan data maka setiap port lainnya akan menerima data kecuali port pengirim, namun hanya port penerima saja yang akan memproses data tersebut. Hub memiliki beberapa kelemahan antara lain : 1. Karena menggunakan prinsip broadcast, maka data yang dikirim akan membanjiri semua port hub kecuali port sumber. 2. Jika 2 port atau lebih mengirimkan data dalam waktu yang bersamaan maka akan terjadi collision (tabrakan) data, yang akhrinya dapat memperlambat performa suatu jaringan. 3. Hub membagi bandwidth ke semua port yang ada. Jumlah port dari hub ada pada kisaran 4 – 28 port.

25

Network Device

7. Switch

Device ini merupakan device 2 layer, yang pertama yaitu switch layer 2 (karena pengalamatannya menggunakan MAC Address), kemudian switch layer 3 (karena pengalamatannya menggunakan IP Address). Fungsi dari switch adalah untuk menggabungkan beberapa buah jaringan (seperti bridge), namun dapat pula dijadikan sebagai concentrator. Switch hampir sama dengan hub, namun ada perbedaan antara 2 device ini. Switch lebih smart dari hub karena dapat mendefinisikan alamat MAC Address sehingga saat ada pengiriman data, switch tidak akan membroadcast data tersebut. Dalam mengolah data switch dapat digolongkan dalam tiga jenis : Store and Forward = meneruskan frame setelah data di terima secara lengkap Cut-Through Switch = meneruskan frame sebelum penerimaan frame secara lengkap Fragment Free ( Hybrid ) = merupakan kompromi dari kedua jenis switch diatas.

-

8. Repeater

Repeater merupakan contoh dari active hub. Karena repeater bekerja pada besaran fisis seperti tegangan listrik, arus listrik, atau gelombang elektromagnetik, maka repeater 26

Network Device

termasuk device layer 1 dan fungsi dari repeater adalah menguatkan sinyal serta membagi sebuah media transmisi menjadi 2 segmen. Segmen yaitu keseluruhan dari panjang kabel dan tidak terkait dengan banyaknya host yang ada di dalamnya. Oleh karena itu ada pula yang berpendapat bahwa repeater adalah devider. Selama travel, sinyal mempunyai batas maksimal panjang sesuai media masing-masing sebelum menjadi lemah dan menjadi sampah. Pelemahan biasa disebut dengan attenuation. Attenuation bertambah karena :

9. Bridge

Bridge menghubungkan 2 jaringan LAN yang sejenis sehingga membentuk sebuah jaringan LAN yang lebih besar. Berikut adalah media-media yang dapat dihubungkan dengan menggunakan bridge :

protokol komunikasi yang sama, seperti IP → IP, IPX → IPX, dll. Contohnya adalah LAN dengan ethernet akan dihubungkan dengan LAN yang memakai teknologi ARCnet ataupun Token Ring. buah LAN yang berbeda network (beda kelas IP). Jenis-jenis dari Bridge : 1. Bridge Local, yaitu sebuah bridge yang dapat menghubungkna segmen-segmen jaringan local. 2. Bridge Remote, yaitu bridge yang dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network. 3. Bridge Nirkabel, yaitu bridge yang dapat digunakan untuk menggabungkan jaringan LAN wire dengan jaringan LAN wireless.

27

Network Device

Cara kerja dari Bridge :

masuk ke portnya.

yang ada di port 1, maka paket akan di block untuk masuk ke port 2.

ada di port yang berbeda (port 2 atau segmen 2) maka bridge akan meneruskannnya ke port atau segmen yang ke-2.

jaringan.

10. Router

Router bekerja pada layer 3 (network). Router hampir sama dengan bridge namun labih smart dari bridge. Fungsi router adalah mencari jalur terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat sumber dalam header sebuah frame. Bridges dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masing-masing sisi jaringan, namun router mengetahui alamat komputer, bridges dan router lainnya. Router dapat mengetahui keseluruhan jaringan melihat sisi mana yang paling sibuk dan dia bisa menarik data dari sisi yang sibuk tersebut sampai sisi tersebut bersih. Untuk konfigurasi router, membutuhkan komputer sebagai terminal dengan koneksi serial dan membutuhkan port console pada router dan port COM pada komputer. Jika sebuah perusahaan mempunyai LAN dan menginginkan terkoneksi ke Internet, mereka harus membeli router. Ini berarti sebuah router dapat menterjemahkan informasi diantara LAN anda

28

Network Device

dan Internet. ini juga berarti mencarikan alternatif jalur yang terbaik untuk mengirimkan data melewati internet. Jadi kesimpulannya, router bekerja untuk memilih jalur terbaik untuk pengiriman data dalam jaringan besar. Router juga menghubungkan sebuah jaringan dengan internet.

29

BAB II

Instalasi LAN

Media Transmisi   Pengertian Media transmisi Guided dan Unguided media transmisi

30

BAB II.VI

Media Transmisi

Media Transmisi

I.

Pengertian

Media transmisi adalah penghubung fisik untuk memindahkan informasi (data) dari satu perangkat ke perangkat yang lain, atau penghubung antara transmitter dengan receiver dalam satu sistem transmisi data. Berdasarkan bentuk fisiknya, media transmisi dibagi menjadi 3 yaitu : a. Copper Media Adalah media yang meliputi semua media transmisi data yang terbuat dari bahan tembaga. Orang biasa menyebutnya dengan nama kabel. Data yang dikirim melalui kabel adalah sinyal-sinyal listrik (tegangan maupun arus) digital. Jenis-jenis kabel jaringan yang termasuk copper media adalah coaxial dan twisted pair. b. Optical Media Dari namanya kita sudah dapat mengetahui bahwa media ini menggunakan optik (cahaya) sebagai jalur pentransmisian data. Contoh dari optical media adalah kabel fiber optic yang baru-baru ini banyak diminati.

c. Wireless Media Media jenis ini adalah media yang tidak menggunakan kabel. Dengan kata lain, media jenis ini tidak memiliki bentuk fisik yang dapat dilihat oleh mata. Media jenis ini menggunakan sinyal, gelombang electromagnetic, ataupun media logic lainnya sebagai jalur pengiriman data. Dari klasifikasi di atas, media transmisi dapat dikelompokan menjadi lebih sederhana lagi yaitu jenis-jenis media transmisi berdasarkan sistem pengirimannya, dalam hal ini ada 2 jenis media transmisi, yaitu : a. Guided / Bounded Media Yaitu media yang melakukan pemanduan (guide) saat pengiriman data. Data akan dipandu oleh media sehingga data akan terarah pada tujuan. Data yang melewatinya tidak akan mengalir tanpa arah karena adanya media yang mengelilinginya (bound) dan mengawalnya sampai di tujuan.

31

Media Transmisi

Dengan kata lain, media ini adalah media yang memiliki bentuk fisik yang dapat terlihat. Media ini terbagi 2 yaitu media electrical dan media optical. Contoh dari media electrical adalah kabel coaxial dan twisted pair, sedangkan untuk media optical yaitu kabel fiber optic. b. Un-guided / Un-bounded Media Yaitu media yang menjadi penghubung antara pengirim dengan penerima namun pada saat mengirim data, media akan membiarkan data bergerak bebas tanpa adanya panduan arah. Tetapi walaupun arah data tidak terpandu, data akan tetap sampai pada tujuan karena adanya pengalamatan. Jadi, media ini adalah media transmisi yang tidak dapat oleh mata namun dapat dirasakan. Contoh dari media ini adalah transmisi sinyal dan gelombang electromagnetic.  GUIDED MEDIA Dari definisi yang sudah diuraikan di atas, guided media adalah media yang memiliki bentuk fisik dan dapat dilihat oleh mata. Contoh dari media ini adalah kabel coaxial, twisted pair, dan fiber optic. Berikut adalah pembahasan singkat mengenai kabel-kabel tersebut dan tutorial mengenai konfigurasi serta cara instalasi kabel UTP. 1. Coaxial Cable Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai dari 300 KHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Susunan kabel ini (dari layer terdalam) antara lain :

Ada 2 jenis kabel coaxial, yaitu : 1. Thin Coaxial (RG-58), yang biasa disebut thinnet atau biasa dikodekan 10Base2. Angka 2 menandakan bahwa jarak maksimum hubungan antara perangkat yang satu dengan yang lain menggunkan kabel ini 32

Media Transmisi

adalah 200 meter. Tetapi kenyataanya jarak maksimum hanya berkisar 185 meter saja. 2. Thick Coaxial (RG-8), yang biasa disebut thicknet atau dikodekan dengan 10Base5 memiliki jarak maksimum 500 meter. Thicknet memiliki pembungkus ekstra tebal yang membantu menjaga kondisi permukaan kabel. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari coaxial cable yang dapat digunakan untuk menjadi pertimbangan dalam mendesain jaringan. Berikut uraiannya : Kelebihan Coaxial antara lain : a. Kapasitas kanal yang besar b. Biaya perawatan rendah (karena dapat ditanam dalam tanah) c. Adanya isolasi yang memperkecil interferensi dengan sistem lain d. Cukup murah e. Jangkauan jauh Kekurangan Coaxial antara lain : a. Instalasi cukup sulit b. Redaman cukup besar sehingga perlu repeater untuk komunikasi jarak jauh c. Rawan gangguan fisik jika ditanam

2. Twisted cable Kabel ini adalah jenis kabel dengan konduktor berpasangan (twisted) dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan interferensi elektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik, dan juga menghindari crosstalk antar kabel yang berdekatan. Kabel ini merupakan kabel jaringan yang lazim digunakan saat ini. Berdasarkan susunannya, kabel jenis ini terbagi 2 yaitu UTP & STP. a. UTP ( Unshielded Twisted Pair ) 1. Kabel UTP terdiri 8 wire yang ditandai dengan 8 warna yang berbeda, dikelompokan menjadi 4 pasang wire yang dibungkus dengan sebuah jaked pengaman. Masing-masing pasangan kabel tersebut saling melilit (twisted) antara satu wire dengan wire lainnya. 2. Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshielded). Kabel ini memiliki 5 kategori umum yaitu : 3. 4.

33

Media Transmisi

5. 6. Ring) 7. 8. 9. Kabel ini memiliki 2 jenis connector yaitu RJ-11 dan RJ-45. Bentuk keduanya hampir mirip namun ukurannya yang berbeda. Berikut adalah contoh dari connector RJ-45 Kelebihan dari kabel UTP : Cukup murah Mudah diinstalasi Ukuran yang relatif kecil Kekurangan dari kabel UTP : Rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik Jarak jangkauan yang hanya 100 meter

-

KONFIGURASI KABEL UTP Konfigurasi yaitu sebuah aturan yang membahas mengenai bagaimana susunan warna dari kabel UTP yang menjadi standar dalam jaringan komputer. Dalam dunia jaringan komputer, ada sebuah aturan yang mengatur bagaimana hendaknya warna pin kabel UTP disusun. Standar ini dibentuk saat instansi Electronic Industry Association (EIA), Telecomunication Industry Association (TIA), dan National Electrical Manufactures Association (NEMA) membentuk Underwriters Laboratories (UL) untuk mensertifikasi dan menentukan tingkatan kabel menurut EIA/TIA. Berikut adalah tabel konfigurasi kabel twisted pair :

T 568 A PIN 1 2 3 4 5 6 7 8

WARNA White/gree n Green White/oran ge Blue White/blue Orange White/brow n Brown

T 568 B PIN 1 2 3 4 5 6 7 8

WARNA White/oran ge Orange White/gree n Blue White/Blue Green White/brow n Brown

34

Media Transmisi

Berdasarkan koneksi yang akan dibuat, konfigurasi kabel dibedakan menjadi Straight, Cross Over, dan Roll Over.

Straight-Through, yaitu konfigurasi yang digunakan untuk manghubungkan device yang berbeda. Contoh :PC ke Switch, PC ke Hub, Hub ke Switch, dll. Konfigurasinya adalah dengan menyamakan standar kedua ujungnya, misalnya jika ujung pertama menggunakan standar T568A maka ujung yang lainnya menggunakan standar T568A juga. Namun berdasarkan standar Cisco, standar yang digunakan pada saat membuat konfigurasi ini adalah dengan menggunakan standar T568B pada kedua ujungnya.

Cross Over, yaitu konfigurasi yang digunakan untuk menghubungkan device yang sejenis, seperti PC ke PC (peer to peer), Switch ke Switch, Hub ke Hub, dll. Konfigurasinya adalah membedakan standar kedua ujungnya. Misal T568A dengan T568B. Rollover, yaitu konfigurasi yang digunakan untuk menghubungkan PC ke Console Router. Konfigurasinya adalah dengan membuat ujung pertama dengan menggunakan sebuah standar (T568A maupun T568B), kemudian membuat ujung kedua dengan urutan warna pin yang merupakan kebalikan dari urutan warna pin ujung yang pertama. Contoh : Jika ujung pertama menggunakan T568B (White/Orange - Orange - White/Green - Blue - White/Blue Green - White/Brown - Brown), maka ujung yang kedua menggunakan urutan warna kebalikan dari ujung pertama (Brown - White/Brown - Green - White/Blue - Blue White/Green - Orange - White/Orange).

Instalasi Kabel UTP Dalam menginstalasi kabel UTP dilakukan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Perakitan). Hal ini tentu akan sangat berpengaruh pada jaringan khususnya untuk performa jaringan. Kualitas komponen yang baik dan juga SOP yang diterapkan pada saat instalasi akan sangat mempengarugi kinerja dari jaringan yang dibuat. Berikut adalah panduan / tutorial mengenai bagaimana cara melakukan instalasi kabel UTP yang sesuai SOP. Pertama, siapkan alat dan bahan yang diperlukan antara lain :

35

Media Transmisi

-

Crimping tool, seperti contoh gambar berikut :

-

Striping tool (biasanya terintegerasi langsung dengan crimping tool) LAN Tester


Connector RJ-45 Kabel UTP Berikut ini merupakan cara-cara instalasi kabel utp : Pertama, kupas kulit kabel menggunakan striping tool. sekitar 2 cm dengan

-

Kemudian pisahkan kabel sesuai dengan warnanya

36

Media Transmisi

-

Susun warna sesuai dengan standar yang akan digunakan. Gambar di bawah menggunakan standar T568A.

-

Potong secara rata ujung dari setiap pin kabel, sisakan sekitar 0.5 – 1.0 cm.

-

Masukkan kabel UTP yang telah di ratakan ujungnya. Pastikan urutan kabel benar, jaket kabel masuk hingga ± 0.8 cm, ujung kabel masuk sempurna hingga menyentuh pangkal RJ-45.

37

Media Transmisi

-

Crimp connector RJ-45 dengan menggunakan crimping tool hingga terdengar suara klik.

-

-

Jika kedua ujungnya sudah ter-crimping, lakukan pengecekan dengan menggunakan LAN Tester. Namun dapat pula menggunakan fluke untuk melihat keterangan konfigurasi secara spesifik. Instalasi kabel utp selesai

b.

STP (shielded Twisted Pair ) Pada dasarnya kabel ini sama dengan kabel UTP, hanya saja STP memiliki pembungkus yang lebih kuat karena adanya lapisan pelindung (shielded), sehingga kabel ini sangat cocok digunakan untuk konfigurasi kabel outdoor.

Seperti halnya kabel UTP, kabel STP juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari kabel STP : - Tahan terhadap interferensi gelombang - Memiliki perlindungan dan antisipasi dari tekukan kabel Kekurangan dari kabel STP : - Cukup mahal - Attenuation meningkat pada frekuensi tinggi - Pada frekuensi tinggi dapat timbul crosstalk dan sinyal noise - Instalasi sulit (terutama masalah grounding) - Jarak jangkauannya hanya 100 meter. 3. Fiber Optik cable Fiber Optic atau serat optik adalah media transmisi yang terbuat dari serabut-serabut kaca yang tipis dengan ukuran sama dengan diameter rambut manusia. Perkembangan jaman yang sangat pesat menyebabkan para teknisi jaringan harus

38

Media Transmisi

mengetahui mengenai fiber optic, karena karakteristik kabel seperti inilah yang menjadi media transmisi masa depan. Media fiber optic merupakan media yang memiliki banyak kelebihan dari segi performa dan ketahanan. Data yang dihantarkan dalam fiber optik berbentuk cahaya. Dari kata cahaya, kita sudah dapat memperkirakan performa dari media ini. Anda tahu kecepatan cahaya? Sekitar 300.000 meter persekon. Sangat cepat bukan? Cukup cepat untuk membuat orang bisa keliling dunia dalam waktu singkat. Walaupun dari segi kecepatan memang baik, namun tentu ada kelebihan dan kekurangan dari fiber optic yang harus diperhitungkan dalam menrencanakan sebuah jaringan. Berikut adalah keunggulan dan kekurangan dari fiber optic : Keunggulan fiber optic : a. Informasi ditransmisikan dengan kapasitas (bandwidth) yang tinggi b. Sinyal tidak terpengaruh pada gelombang electromagnetic dan frekuensi radio, hal ini dikarenakan FO (Fiber Optic) terbuat dari kaca dan plastic c. Berkemampuan membawa lebih banyak informasi dan mengantarkan informasi dengan lebih akurat dibandingkan dengan kabel tembaga dan kabel coaxial. d. Kabel fiber optic mendukung data rate yang lebih besar, jarak yang lebih jauh dibandingkan kabel coaxial, sehingga menjadikannya ideal untuk transmisi serial data digital e. Karena yang dikirim adalah signal cahaya, maka tidak ada kemungkinan ada percikan api bila serat atau kabel tersebut putus. Selain itu juga tidak menyebabkan tegangan listrik dalam proses perbaikannya bila ada kerusakan f. Fiber optic sulit disadap g. Dapat menjangkau sampai puluhan bahkan ratusan kilometer h. Material dasar kabel optic relatif labih murah dari kabel tembaga Kelemahan fiber optic : a. Biaya yang mahal untuk peralatannya

39

Media Transmisi

b. Perlu konversi data listrik ke Cahaya dan sebaliknya yang rumit c. Perlu peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya d. Untuk perbaikan yang kompleks perlu tenaga yang ahli di bidang ini e. Selain merupakan keuntungan, sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga merupakan kelemahannya, karena musti memerlukan alat pembangkit listrik eksternal f. Bisa menyerap hidrogen yang bisa menyebabkan loss data  Tipe-tipe Fiber Optik Fiber optic berdasarkan mode rambat dibagi menjadi 2 kategori umum, yaitu : 1. Single mode Fiber optik dengan mode rambat hanya ada satu indeks sinar tanpa pantulan yang merambat sepanjang media tersebut dibentangkan. 2. Multimode Fiber optik yang mempunyai inti yang besar dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah

Fiber optic berdasarkan indeks bias core dibagi menjadi 2 jenis, yaitu : 1. Step Indeks Pada serat optik step indeks, core memiliki indeks bias yang homogen. 2. Graded Indeks Indeks bias core semakin mendekat ke arah cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks, pusat core memiliki nilai indeks bias yang paling besar. Serat graded indeks memungkinkan untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsa yang terjadi dapat diminimalkan.

Komponen fiber optik

40

Media Transmisi

-

Jacket Berfungsi melindungi fiber dari kerusakan atau intervensi dari luar. Cabling Berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti. Core/inti Kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Performa Fiber Optic Faktor-faktor yang mempengaruhi performa dari fiber optic antara lain attenuation, dispersion, bandwidth, dan redaman. 1. Attenuation (Penurunan) Ketika sinar melewati media fiber, akan mengalami penurunan daya akibat redaman, pembiasan dan efek lainnya. Dengan kata lain, besar kecilnya power yang di terima akan dipengaruhi oleh perbedaan besarnya daya yang dikirim dan penurunan kualitas selama proses „perjalanan‟ sinar tersebut. Singkatnya, Attenuation adalah penurunan kualitas sinar yang dialami ketika pengiriman sinar sampai ke penerima sinar di media fiber. 2. Dispersion (Penyebaran) Pelebaran pulsa saat melewati serat optik akibat material maupun mode perambatannya dalam serat optik, diusahakan sekecil mungkin. Pada serat optik single mode, faktor dispersi ini lebih kecil dari pada multi mode. Ada beberapa parameter yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas sistem komunikasi digital, termasuk Sistem Komunikasi Serat Optik, diantaranya BER (Bit Error Rate) dan SNR(Signal to Noise Ratio). BER menyatakan berapa jumlah bit error yang terjadi dalam dalam satuan detik, sedangkan SNR menyatakan perbandingan sinyal dengan noise/gangguan. Semakin besar redaman, maka semakin kecil SNR dan daya penerimaan, sehingga BER akan semakin tinggi sehingga kualitas menjadi berkurang. 3. Bandwidth (Jumlah Data) Ketika sinar merambat akan menggunakan frekuensi tertentu. Besar kecilnya frekuensi yang digunakan akan mempengaruhi besar kecilnya kapasitas informasi data yang akan dibawa. 4. Redaman, disebabkan oleh : - Hamburan Rayleigh (scater) dan hamburan akibat fluktuasi konsentrasi dopan serat optik. Hamburan Rayleigh (sesuai dengan nama penemunya) merupakan hamburan yang dominan menyebabkan redaman pada serat optik (75%).

41

Media Transmisi

- Absorption atau penyerapan akibat ketidaksempurnaan pembuatan serat dan penyerapan ion hydrogen.

proses

- Titik-titik sambungan (fusion maupun mechanical splice, konektor, dan lain sebagainya)Bending, baik yang sifatnya mikro akibat ketidaksempurnaan core dan makro. - Bending yang disebabkan oleh kondisi tertentu di lapangan sehingga kabel optik mengalami tekukan yang cukup tajam. - Radiasi nuklir yang menyebabkan dampak permanen.  Ungided Media Unguided media merupakan media transmisi yang tidak dapat dilihat atau bukan berbentuk kabel. Jenis-jenis unguided media: Radio Wave, yaitu sinyal wireless yang bekerja pada frekuensi 10 KHz – 1 GHz (radio frekuensi). Sinyal ini bekerja dengan metoda multicast (broadcast termasuk didalamnya) atau dengan skema one to many maupun point to multipoint. Keuntungan dari menggunakan radiowave adalah tidak berkabel (tentunya), murah, dan fleksibel. Namun adapula kekurangannya yaitu adanya kemungkinan pencurian data, noise, kemudian range yang terbatas dibanding media wireless lainnya Micro Wave, yaitu sinyal yang bekerja pada frekuensi 300 MHz – 300 GHz. Sinyal ini menggunakan metoda unicast atau point to point. Sinyal ini terbagi 2 jenis yaitu terrestrial dan satellite microwave. Keuntungan dari menggunakan media ini adalah memungkinkan untuk melakukan komunikasi point to point maupun broadcast. Namun adapula kekurangannya yaitu peralatannya mahal, harus dalam keadaan LoS (Line of Sight atau transmisi data dalam keadaan lurus, tidak terpantul, dan tanpa halangan), memiliki prinsip athmospheric attenuation (performa dipengaruhi oleh cuaca), kemudian adanya propagation delay. Infrared, yaitu sinyal yang dapat digunakan untuk jaringan memakai radiasi infrared. Infrared sendiri merupakan bagian dari spectrum electromagnetic. Transmisi ini menggunakan diode sebagai jalur data. Dapat melakukan komunikasi point to point maupun broadcast. Point to point infrared bekerja pada frekuensi 100 GHz – 1000 THz, sedangkan broadcast infrared dapat bekerja pada frekuensi 100 GHz – 1000 THz.

-

-

42

Media Transmisi

-

FHSS (Frequency Hop Spread Spectrum) yaitu metode komunikasi yang memungkinkan adanya lompatan frekuensi (frequency hop) pada saat komunikasi berlangsung. Selanjutnya adalah DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum) yaitu metode komunikasi wireless dimana semua sinyal komunikasi disebar di seluruh spectrum frekuensi. Kedua frekuensi ini bekerja pada frekuensi 1 Mbps, 2 Mbps, dan 10 Mbps serta bekerja pada WLAN. Kelebihan dari kedua metoda ini adalah anti jam dan noise, serta lebih cepat di deteksi. Sedangkan kekurangannya adalah waktu akuisi yang lama, membutuhkan genetrator kode, dan ada masalah near-far.

43

BAB II

Instalasi LAN

Pengkabelan ( Wiring )   Pengertian pengkabelan Komponen pendukung dalam penggunaan media transmisi jaringan

44

BAB II.VII

Wiring ( Pengkabelan)

Wiring / Pengkabelan

J. Pengertian Wiring yaitu teknik yang digunakan oleh designer jaringan tentang bagaimana pengkabelan dari jaringan tersebut akan dibuat. Seorang perancang jaringan tentu harus menguasai materi ini karena hal ini akan berhubungan dengan efisiensi jaringan dan juga tampilan dari jaringan itu sendiri mulai dari kerapihannya, penataannya, dll. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai komponenkomponen pendukung dalam penggunaak media transmisi jaringan. 1. Conduit Conduit yaitu sistem perpipaan yang digunakan untuk pelindung dan routing kabel ,biasanya terbuat dari plastik. Aturan pemakaian conduit antara lain : - 40% diameter conduit harus kosong sebagai space agar kabel didalamnya tidak terlalu berdesakan. - Biasanya conduit jaringan menggunakan pipa berwarna hitam, dan dibedakan dari conduit listrik yang menggunakan pipa warna putih.

2. Cable tray Cable Tray ini fungsinya sama hampir sama dengan conduit. Perbedaannya adalah terletak pada fungsi dalam melakukan reparasi atau perbaikkan kabel lebih mudah memakai cable tray dibandingkan conduit.

45

Pengkabelan

3. Wiring Closet Wiring closet adalah sebuah kamar kecil umum ditemukan pada bangunan institusional,berfungsi sebagai tempat bermuara atau bersinggahnya kabel. 4. Wallplate Pelat plastic maupun besi yang biasa ditempelkan pada dinding untuk meningkatkan efisiensi, perlindungan, dan kerapihan dari kabel jaringan. Hal-hal yang perlu wallplate antara lain : diperhatikan saat menginstalasi

- Tentukan lokasi terbaik. - Wall plate harus dekat workstation (panjang maksimum dari wallplate ke workstation adalah 5 meter). - Hindarkan wallplate dari sumber panas langsung yang dapat merusak konektor dan mengurangi efisiensi. Ada 3 cara memasang wallplate antara lain : Outlet boxes Cut-in plates Surface-mount outlet boxes 5. Wall jack Biasanya berupa interface yang menjadi terminal penghubung antara workstation dengan kabel penghubung yang terpasang pada wallplate. 6. Biscuit jack Biscuit jack merupakan connector dinding yang nantinya akan terintegerasi dengan wallplate,biasanya dipakai untuk kabel telepon 7. Patch panel Patch panel merupakan panel penghubung yang menyediakan multi port yang menyalurkan kabel-kabel ke piranti-piranti atau hardware penghubung lainnya seperti switch.

46

BAB III Kesimpulan

Akhir kata, kami mengucapakan terimakasih yang sebesarnya-besarnya kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kehendak-Nya saya dapat menyelesaikan pembuatan makalah mata pelajaran Instalasi LAN serta tak lupa kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian makalah ini. Juga tak lupa saya meminta maaf atas segala kekurangan-kekurangan dalam penyajian makalah ini karena saya masih dalam tahap pembelajaran. Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

KRITIK: ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………….................................................

SARAN: ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………….................................................

47

BAB IV Daftar Pustaka

Lowe, Doug, Networking All-in-One Desk Reference For Dummies, 2nd Edition, California; Wiley Publishing, Inc. 2005. Juhana, tutun, Review Underlying Technologies ET5044, Laboratorium telematika Departemen : Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung. Barnett, David, David Groth, [and] Jim McBee, Cabling: The Complete Guide to Network Wiring, 3rd Edition, California; SYBEX, Inc. 2004.

48

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->