Pembentukan Kata

Pembentukan Kata-kata Bahasa Indonesia

Ada banyak ragam pembentukan kata dalam Bahasa Indonesia. Sebagian besar kata dibentuk dengan cara menggabungkan beberapa komponen yang berbeda. Untuk memahami cara pembentukan kata-kata tersebut kita sebaiknya mengetahui lebih dahulu beberapa konsep dasar dan istilah seperti yang dijelaskan di bawah ini. Untuk mempersingkat dan memperjelas pembahasannya, kami menggunakan kata-kata yang tidak bersifat gramatikal atau teknis untuk menjelaskan kata-kata tersebut sebanyak mungkin. Kami tidak membahas tentang infiks (sisipan yang jarang digunakan), reduplikasi dan katakata majemuk yang berafiks.

Definisi Istilah kata dasar (akar kata) = kata yang paling sederhana yang belum memiliki imbuhan, juga dapat dikelompokkan sebagai bentuk asal (tunggal) dan bentuk dasar (kompleks), tetapi perbedaan kedua bentuk ini tidak dibahas di sini.

afiks (imbuhan) = satuan terikat (seperangkat huruf tertentu) yang apabila ditambahkan pada kata dasar akan mengubah makna dan membentuk kata baru. Afiks tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada satuan lain seperti kata dasar. Istilah afiks termasuk prefiks, sufiks dan konfiks.

prefiks (awalan) = afiks (imbuhan) yang melekat di depan kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda.

sufiks (akhiran) = afiks (imbuhan) yang melekat di belakang kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda.

konfiks (sirkumfiks / simulfiks) = secara simultan (bersamaan), satu afiks melekat di depan kata dasar dan satu afiks melekat di belakang kata dasar yang bersama-sama mendukung satu fungsi.

1

kata turunan (kata jadian) = kata baru yang diturunkan dari kata dasar yang mendapat imbuhan.

keluarga kata dasar = kelompok kata turunan yang semuanya berasal dari satu kata dasar dan memiliki afiks yang berbeda.

Afiks Bahasa Indonesia yang Umum prefiks: ber-, di-, ke-, me-, meng-, mem-, meny-, pe-, pem-, peng-, peny-, per-, se-, tersufiks: -an, -kan, -i, -pun, -lah, -kah, -nya konfiks: ke - an, ber - an, pe - an, peng - an, peny - an, pem - an, per - an, se nya

2

Penggunaan Afiks Mempelajari proses pembentukan kata-kata dan metode pembubuhan afiks merupakan kunci untuk memahami makna kata-kata turunan dan belajar membaca teks Bahasa Indonesia. Sebagian besar kata yang terdapat dalam surat kabar dan majalah Indonesia berafiks. Jika seseorang mengerti makna kata dasar, ia dapat mengerti makna sebagian besar kata yang berasal (diturunkan) dari kata dasar itu dengan menggunakan kaidah umum untuk masing-masing jenis afiks. Jika kita dapat menerima sedikit kekeliruan dalam penggunaan afiks, kita dapat menyederhanakan pembahasan tentang afiks (imbuhan). Dalam mengklasifikasikan jenis kata (nomina, verba, adjektiva, dan lain-lain) kami menggunakan kaidah pengklasifikasian kata menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Edisi Kedua - 1991) yang disusun dan diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. Penjelasan di bawah adalah untuk menguraikan hasil penambahan afiks (imbuhan) kepada kata dasar, bukan untuk menjelaskan bilamana afiks digunakan. Dalam kamus ini tidak diuraikan tentang asal kata dasar (etimologi). Perlu diperhatikan bahwa penjelasan di bawah ini lebih berhubungan dengan perbuatan (aksi) dalam suatu kalimat - siapa yang melakukan aksi itu, hasil perbuatan, arah perbuatan atau tindakan dan apakah tindakan itu merupakan fokus utama dalam kalimat atau bukan.

Frekuensi Penggunaan Afiks Dalam kamus ini terdapat 38.308 entri (tidak termasuk singkatan, akronim dan entri kata majemuk) dimana 22.022 berafiks dan 16.286 tidak berafiks. Menurut persentase, 57% berafiks dan 43% tidak. Dengan kata lain, untuk tiap 9 entri dalam kamus ini, 5 kata berafiks dan 4 kata lainnya tidak. Pada tahun 1998, secara tidak formal, kami menganalisis 10.000 kata Bahasa Indonesia dari terbitan yang umum di Indonesia. Dari 10.000 kata tersebut, terdapat 2.887 atau kira-kira 29% kata berafiks dan 7.113 atau 71% tidak. Dengan kata lain, untuk tiap 100 kata di surat kabar atau majalah, Anda mungkin dapat menemukan 29 kata yang berafiks dan 71 kata tidak berafiks. Tingkat penggunaan masing-masing afiks diuraikan di bawah ini.

Aplikasi Afiks

3

ber- : menambah prefiks ini membentuk verba (kata kerja) yang sering kali mengandung arti (makna) mempunyai atau memiliki sesuatu. Juga dapat menunjukkan keadaan atau kondisi atribut tertentu. Penggunaan prefiks ini lebih aktif berarti mempergunakan atau mengerjakan sesuatu. Fungsi utama prefiks "ber-" adalah untuk menunjukkan bahwa subyek kalimat merupakan orang atau sesuatu yang mengalami perbuatan dalam kalimat itu. Banyak verba dengan afiks "ber-" mempunyai kata yang sama dengan bentuk adjektiva dalam Bahasa Inggris. Sekitar satu dari tiap 44 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini.

me-, meng-, menge-, meny, mem-: menambah salah satu dari prefiks ini membentuk verba yang sering kali menunjukkan tindakan aktif di mana fokus utama dalam kalimat adalah pelaku, bukan tindakan atau obyek tindakan itu. Jenis prefiks ini sering kali mempunyai arti mengerjakan, menghasilkan, melakukan atau menjadi sesuatu. Prefiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 13 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki salah satu dari prefiks ini.

4

Prefiks ini sering dianggap sebagai pengganti “satu” dalam situasi tertentu.: Prefiks ini mempunyai pertalian yang sangat erat dengan prefiks "me-. yaitu suatu perbuatan yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak disengaja (misalnya aksi oleh pelaku yang tidak disebutkan. Kata dengan prefiks ini juga bisa memiliki makna alat yang dipakai untuk melakukan perbuatan yang tersebut pada kata dasarnya. dan bukan pelaku. Penggunaan paling umum dari prefiks ini adalah sebagai berikut: 1. satuan atau kesatuan (seperti “a” atau “the” dalam Bahasa Inggris) 2. se-: menambah prefiks ini dapat menghasilkan beberapa jenis kata. biasanya menghasilkan adjektif yang menyatakan tingkat atau kondisi paling tinggi (ekstrim) atau superlatif. Sekitar satu dari tiap 110 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. Penambahan afiks ini menimbulkan dua kemungkinan. paling murah) (2) Jika menambahkan ke kata dasar yang bukan adjektif. Sekitar satu dari tiap 42 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini.: Prefiks ini membentuk nomina yang menunjukkan orang atau agen yang melakukan perbuatan dalam kalimat. (1) Jika menambahkan ke kata dasar adjektif. (misalnya: paling besar. paling baru. untuk menyatakan satu benda. Afiks ini juga bisa menunjukkan perbuatan spontanitas. Sekitar satu dari tiap 40 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. untuk menyatakan seluruh atau segenap 5 . paling tinggi. umumnya menghasilkan verba yang menyatakan aspek perfektif. di mana tindakan atau obyek tindakan adalah fokus utama dalam kalimat itu. pe.: Sekitar satu dari tiap 54 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. yaitu suatu perbuatan yang telah selesai dikerjakan.di." Prefiks "me-" menunjukkan tindakan aktif sedangkan prefiks "di-" menunjukkan tindakan pasif. Fokus dalam kalimat adalah kondisi resultan tindakan itu dan tidak memfokuskan pada pelaku perbuatan atau bagaimana kondisi resultan itu tercapai. maka kata yang dibentuk dengan prefiks ini memiliki sifat atau karakteristik kata dasarnya. ter. Apabila kata dasarnya berupa kata sifat. pelaku tidak mendapat perhatian atau tindakan natural).

-i : menambah sufiks ini akan menghasilkan verba yang menunjukkan perulangan. Sufiks ini sering digunakan untuk memindahkan perbuatan kepada suatu tempat atau obyek tak langsung dalam kalimat yang mana tetap dan tidak mendapat pengaruh dari perbuatan tersebut . Sekitar satu dari tiap 70 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. untuk menyatakan keseragaman. Sufiks ini pun menunjukkan di mana dan kepada siapa tindakan itu ditujukan. pesawat. proses pembuatan atau timbulnya suatu kejadian. -kan: menambah sufiks ini akan menghasilkan kata kerja yang menunjukkan penyebab. Sekitar satu dari tiap 34 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. kesamaan atau kemiripan 4. Sufiks ini pun dapat menunjukkan tempat.3. Fungsi utamanya yaitu untuk memindahkan perbuatan verba ke bagian lain dalam kalimat. Sekitar satu dari tiap 20 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. dan sebagainya. untuk menyatakan tindakan dalam waktu yang sama atau menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan waktu -an : menambah sufiks ini biasanya menghasilkan kata benda yang menunjukkan hasil suatu perbuatan. pemberian sesuatu atau menyebabkan sesuatu. instrumen. alat. 6 .

Hanya sekitar satu dari tiap 400 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. tetapi secara singkat dapat dikatakan bahwa sufiks ini sering digunakan untuk memperhalus perintah. 7 . Keadaan ini mirip dengan yang diperoleh dengan menggunakan konfiks “ke-an”. peng-an. untuk menunjukkan kesopanan atau menekankan ekspresi. Sekitar satu dari tiap 75 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. membentuk adjektif yang menyatakan keadaan berlebihan 4. tetapi biasanya kurang umum dan lebih konkrit atau spesifik. Sufiks ini jarang digunakan. Konfiks ini adalah untuk: 1. membentuk nomina yang menyatakan hasil perbuatan atau keadaan dalam pengertian umum yang menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan kata dasar 2.-kah : menambah sufiks ini menunjukkan bahwa sebuah ucapan merupakan pertanyaan dan sufiks ini ditambahkan kepada kata yang merupakan fokus pertanyaan dalam kalimat. -lah : sufiks ini memiliki penggunaan yang berbeda dan membingungkan. ke-an : Konfiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 65 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. peny-an. Artinya sering menunjuk kepada suatu keadaan yang ditunjuk oleh kata dasar atau hasil perbuatan verba dalam kalimat. per-an : menambah konfiks ini akan menghasilkan sebuah nomina yang menunjukkan hasil suatu perbuatan (bukan prosesnya) dan dapat juga menunjukkan tempat. membentuk verba yang menyatakan kejadian yang kebetulan . Sekitar satu dari tiap 108 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. pem-an : penggunaan salah satu dari keempat konfiks ini biasanya menghasilkan suatu nomina yang menunjukkan proses berlangsungnya perbuatan yang ditunjuk oleh verba dalam kalimat. pe-an. membentuk nomina yang menunjuk kepada tempat atau asal 3.

nya : Konfiks ini seringkali muncul bersama-sama dengan kata dasar tunggal atau kata dasar ulangan untuk membentuk adverbia yang menunjukkan suatu keadaan tertinggi yang dapat dicapai oleh perbuatan kata kerja (misalnya: setinggi-tingginya = setinggi mungkin). kata “bukuku” = buku saya. sisipan. dikelola [1]. Misalnya. rupanya = apparently -nya. contoh: biasanya = usually. Misalnya. cerpen dan tulisan tidak resmi lainnya. Dua jenis kata ganti ini sangat umum digunakan dalam komik. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 1. Selain sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan. “bukunya” berarti “buku itu”. Imbuhan (awalan. 2. Contoh: bertepuk tangan. bila “-nya” berfungsi sebagai penunjuk. Penggunaan “-nya” baik sebagai kata ganti maupun penunjuk (bukan sebagai sufiks murni) adalah sangat umum dan sekitar satu dari tiap 14 kata tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki satuan ini. Pada umumnya satuan-satuan ini dianggap sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan yang digabungkan dengan kata dasar yang mana tidak mengubah arti kata dasar. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. -nya : Ada penggunaan “-nya” sebagai sufiks murni yang mengubah arti kata dasarnya. tetapi hal ini merupakan konsep yang agak rumit dan kurang umum dan tidak dibahas di sini.se . 2. dan jarang digunakan dalam tulisan yang lebih formal seperti surat kabar dan majalah berita Pedoman ejaan dan penulisan kata Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. 1. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. “bukunya” = buku dia atau buku mereka. -ku. garis bawahi 8 . satuan “-nya” pun dapat memiliki fungsi untuk menunjukkan sesuatu. Contoh: bergeletar. -mu: satuan-satuan ini bukan merupakan afiks murni dan semuanya tidak dimasukkan sebagai entri dalam kamus ini. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. “bukumu” = buku Anda. Penggunaan “-ku” dan “-mu” bervariasi sesuai dengan jenis tulisan. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.

7. ibu kota. mancanegara. 2. diselipkan tanda hubung. Partikel per. Contoh: per 1 April. 9 . kemari. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai. Jenis imbuhan Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi: 1. orang tua. Kata turunan Secara umum. termasuk istilah khusus. 3. 4. Contoh: kumiliki. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. 3. 8. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. termasuk istilah khusus. dilipatgandakan. dan -tah ditulis serangkai. Artikel si dan sang ditulis terpisah. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut. jamak (anak-anak. 5. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil. bagaimanapun. -ku. -nya) ditulis serangkai. 3. Gabungan kata. sayur mayur). yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. Contoh: alat pandang-dengar. Contoh: menggarisbawahi. kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. Contoh: duta besar. Contoh: adipati. Partikel 1. dan "tiap" ditulis terpisah. Partikel -pun ditulis terpisah. daripada. "demi". keluar. 6. kecuali yang sudah lazim seperti kepada. ditulis terpisah. Singkatan dan akronim. buku-buku). Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan tanggal dan angka. kauambil. dari Surabaya. gabungan kata ditulis serangkai. 10. pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. baik yang berarti tunggal (lumba-lumba. Angka dan bilangan.3. hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran. 2. Contoh: non-Indonesia. -mu. bukumu. -kah. siapakah. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan singkatan dan akronim. ke. maupun yang berbentuk berubah beraturan (centang-perenang. sepak bola. dll. apatah. Contoh: bacalah. Kata depan atau preposisi (di [1]. Imbuhan sederhana. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. Gabungan kata. Contoh: apa pun. 4. Partikel -lah. 9. kupu-kupu). Contoh: di dalam. ke tengah. 5. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Gabungan kata atau kata majemuk 1. anak-istri saya. unsur gabungan ditulis serangkai. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital.yang berarti "mulai". dll. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. Kata ganti (kau-. dari) ditulis terpisah. satu kali pun. per helai. ku-. miliknya.

2. jika kata dasar hanya satu suku kata. ke-an dan ke-i 5. gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran. 1. per-.+ hias → menghias. jika huruf pertama adalah s*. m. Contoh: me. me. Contoh: me. Akhiran: -man. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna. j.+ baca → membaca. 3.+ datang → mendatang. me-kan dan me-i 6. me. 2. di-.→ meng-. me.+ sapu → menyapu*.+ luluh → meluluh. Contoh: me. yaitu: 10 . me. Imbuhan spesifik. memper-kan dan memper-i 7.+ klarifikasi → mengklarifikasi. Akhiran: -kan. me. tetap. Contoh: me. -an.+ tik → mengetik. Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus: 1.→ men-. me.+ tiup → meniup*. jika huruf pertama kata dasar adalah c. -el-.+ kira → mengira. se-nya 10. 4. atau v. 6.+ tipu → menipu. dan -nya 2.+ pukul → memukul*. Contoh: me. ber-an dan ber-i 2. jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. -wati.+ konversi → mengkonversi. pe-an dan pe-i 8. Contoh: me. p*.+ vonis → memvonis. me. -wan. d. 3. me. pe-.memiliki aturan sebagai berikut: 1. ter-kan dan ter-i 3. me.→ mem-.+ kikis → mengikis*.→ menge-. dan -er-. Contoh: me. me. 1. Contoh: me. me. 5. diper-kan dan diper-i 4.+ makan → memakan.-em-. r. Contoh: me. ter-.1.→ meny-. dan -ita. jika huruf pertama kata dasar adalah l. q. per-an dan per-i 9. g. jika huruf pertama kata dasar adalah b.+ bom → mengebom. Imbuhan gabungan. di-kan dan di-i 3. ke-. dan se2. 2. Aturan khusus Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan. me. digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing). Sisipan: -in-. n. atau t*. -i. me. me. me. f.+ fasilitas + i → memfasilitasi. h. k*. ber-. me. atau w. Awalan: me-.+ sapu → menyapu.+ gotong → menggotong. Awalan mePembentukan dengan awalan me.+ klik → mengeklik. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. -lah.

ber. Tionghoa (bahasa dan orang). atau "where") atau variasinya ("dalam mana". gugur. silakan mengunjungi situs ini. Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata "China". HINDARI PENGGUNAAN BENTUK "DI MANA". 11 . Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa. Sebaiknya pranala ke situs tersebut dimasukkan ke bagian Pranala luar dan menambahkan Templat:Stub dengan mengetik: {{stub}} atau {{rintisan}} di bagian akhir artikel. Pranala ke situs luar Sebisa mungkin hindari penggunaan kalimat seperti "Untuk informasi lebih lanjut."Cina" adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). apalagi bunyi ujaran "China" . Pada dasarnya. "which". Gunakan kata wafat. dan sebagainya). Gunakan kata jasad atau jenazah.1. bahasa Indonesia hanya mengenal kata "yang" sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas." pada artikel yang belum lengkap. dengan mana". Penggunaan "di mana" sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. atau tewas (tergantung konteks). Mayat dan mati • • mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. bahasa Indonesia TIDAK mengenal bentuk "di mana" (padanan dalam bahasa Inggris adalah "who".+ kerja → bekerja (huruf r dihilangkan) 2. mayat: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. meninggal. "whom". Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara). Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran. Dengan demikian. Penggunaan "di mana" sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat. ber.+ ajar → belajar (huruf r digantikan l) Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI.

(3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice . kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan . .208.[sic] Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m).. Kata penghubung "sedangkan" Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata "sedangkan". 6... Contoh-contoh lain silakan ditambahkan... padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata "sementara itu". Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. . dalam pilgub Banten kali ini.. • (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Teganganpermukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m). .849. • Di sini tampak bahwa "apabila" menggantikan posisi "di mana" (ditulis di kalimat asli sebagai "dimana"). Usul perbaikan: . kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan .. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L... .. sama seperti "dan".951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap).. "Sedangkan" adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama. Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. Contoh: Dari harian Jawa Pos: "Sebelumnya disebutkan. • Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja . termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. "Sedangkan" digunakan untuk mengawali kalimat. "atau". Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12..apalagi "dimana". Contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: . serta "sementara"." Usulan perbaikan 1: 12 .

" Gabungan kata yang ditulis serangkai 1. olahraga 29. halalbihalal 18. Sementara itu. darmabakti 15. peribahasa 32. kepada 22.849. darmasiswa 16. bumiputra 13. matahari 28. belasungkawa 12. manakala 25. dukacita 17. acapkali 2. hulubalang 19. bagaimana 7. barangkali 8. akhirulkalam 4. adakalanya 3.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. padahal 30. bismillah 10. daripada 14. keratabasa 23. kasatmata 21. mangkubumi 27.208. paramasastra 31. sastramarga 13 .849. radioaktif 34. bilamana 9.208. kacamata 20." Usulan perbaikan 2: "Sebelumnya disebutkan. alhamdulillah 5. dalam pilgub Banten kali ini ada 6.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). astagfirullah 6. kilometer 24. beasiswa 11. puspawarna 33. manasuka 26. dalam pilgub Banten kali ini ada 6."Sebelumnya disebutkan. jumlah total TPS seBanten ada 12.

atlet. bis 10. analisis. Ekstrakurikuler. aktif. analisa 5. hipnotis (adjektiva) 21. Anda. indera. anda 6. Al Qur'an (maupun tanpa [']) 4. embus. apotik (ingat: apoteker. ibu kota. titimangsa 47. frekuensi. gladi. 1. diagnosis. inderagiri 26. alquran. ijasah 23. isteri 14 . aktip 2. aktifitas 3. Pebruari 16. sediakala 39. hierarki. sukacita 43. hembus 15. geladi 19. hipnosis (nomina). foto. bus. sekalipun 41. diagnosa 12. photo 18. sukarela 44. istri. al-Qur'an. saputangan 36. aktivitas. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. sebagaimana 38. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan. segitiga 40. bukan apotiker) 7. atlit (ingat: atletik. syahbandar 46. besok. frekwensi 17. ekstrakulikuler 13. wasalam Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad. al Qur'an. apotek. indragiri. ekstrem. esok 11. asas. himbau 24. menghipnosis (verba). silaturahmi 42. ibukota 22. ijazah. bukan atlitik) 9. azas 8. sukaria 45. hirarki 20. saripati 37. indra 25. Al-Qur'an. ekstrim 14. imbau.35. Februari.

kacamata. narasumber. olahraga. kwantitas [2] 42. praktek (Ingat: praktikum.27. Perancis [4] 68. Katholik 35. puteri 72. makhluk. paham. pungkir (Ingat!) 50. jenderal. ijin 28. kwalitas. jadual 29. mahkluk (salah satu yang paling sering salah) 47. persen. November. nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) 53. provinsi. loka karya 45. Jum'at 31. jadwal. kwitansi 43. pemukiman 65. pengrumahan. komplit 38. Katolik. napas. nasihat. kanker. kuantitas. mahzab 48. putera 71. Nopember 56. maaf. kualitas. objektif. orang tua. negatif. Jumat. lokakarya. konkret. pelihatan. nahkoda. kosakata 40. perumahan. objek. kendaraan. mazhab. penglihatan. fikir 67. kenderaan 36. faham 61. prosen 62. orangtua 60. bukan praktekum) 69. mungkir. kuna [3] 44. negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) 55. praktik. nafas 52. metode. metoda 49. kangker 33. penglepasan 63. komoditi. jendral 30. kuitansi. obyektif/p 58. mahluk. karir 34. putri. olah raga 59. baik untuk arti housing maupun PHK 66. nasehat 54. izin. pelepasan. ma'af 46. realita 15 . pengecualian 64. pikir. realitas. propinsi 70. permukiman. nakoda 51. konkrit. komplet. kaca mata 32. putra. kosa kata. kuno. nakhoda. komoditas [2] 37. Prancis. kwalitet [2] 41. kongkrit 39. obyek 57. karier.

terampil. syaraf 78. bukan pihutang) 101. tilpon 97. 2. Sumatra. telefon. atau paling tidak untuk memahami bagaimana suatu padanan kata bahasa Indonesia dibentuk dari bahasa asalnya. sorga. sangsi (=ragu-ragu). saraf.73. trampil 99. seksama (Ingat!) 75. Jogjakarta 103. saksama. standar. standarisasi [5] 93. risiko. sekuriti. sintesa 86. samudera 76. wali kota 102. selebriti 83. sekertaris 80. ubah (=mengganti). serta 3. Proses pembuatan kata bentukan yang memiliki makna baru dari kata dasar dapat dilakukan dengan tiga cara. silakan. zaman. sekuritas [2] 81. silahkan (Ingat!) 85. Sumatera 91. teoretis. misalnya garam dapur. yaitu 1. teoritis (diserap dari: theoretical) 98. samudra. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. selebritas. jaman Pembentukan kata Pengetahuan mengenai proses pembentukan kata atau lema sangat berguna untuk membentuk istilah baru bahasa Indonesia sebagai terjemahan dari bahasa asing. sekretaris. komposisi atau pemajemukan. sintesis. sistem. hutang (Ingat: piutang. syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) 79. takhta 95. reduplikasi atau pengulangan – misalnya abu-abu. sistim 87. teknik. tahta. sepak bola. salah) 77. tanda tangan. syurga 88. Yogyakarta. walikota. afiksasi atau pengimbuhan – misalnya berdamai. subjek. roda gila. 16 . subjektif. standardisasi. surga. sarat (=penuh). utang.sepertinya kedua-duanya berlaku 100. rubah (=serigala) -. resiko 74. segitiga. tandatangan 94. tel(f/p)on. subyek 89. sepakbola 84. standard 92. tehnik 96. telepon. subyektif/p 90. segi tiga 82.

masih banyak ditemukan kesalahan yang dilakukan pengguna bahasa Indonesia dalam menuliskan kata majemuk. Afiksasi Afiks atau imbuhan adalah morfem atau bentuk terikat yang digunakan untuk membentuk neologisme. 5. reduplikasi sering dilakukan dengan menambahkan tanda hubung (-). Kenapa akhirnya dipilih nir-. Ditulis terpisah jika hanya diberi awalan atau akhiran. infiks (sisipan di tengah. prefiks (awalan. tanpa. contohnya rumah sakit. Daftar lengkap bisa dilihat di pedoman EYD. Komposisi Banyak sekali lema yang dibentuk melalui proses pemajemukan dalam bahasa Indonesia.Pembentukan kata dapat juga dilakukan dengan kombinasi ketiga cara tersebut. 17 . atau kurang. Prinsip ringkas penulisan kata gabungan adalah: 1. misalnya -an. nara-). Ditulis serangkai jika sekaligus diberi awalan dan akhiran. -el-). 3. 3. jenis imbuhan yang paling sering digunakan dalam bahasa Indonesia adalah: 1. sufiks (akhiran. dur-. 4. misalnya me-. dll. Contoh orang-tua muda. 4. Contoh darah daging. kilometer.-an. Contohnya manakala. Dalam bahasa Indonesia. meskipun EYD telah mengatur dengan cukup jelas tata cara penulisan gabungan kata. dan konfiks (gabungan dua afiks tunggal. morfem) membentuk lema baru yang dapat mengubah makna dasar. 2. Ditulis terpisah antar unsurnya. seperti awa-. Yang menarik adalah. Boleh diberi tanda hubung untuk menegaskan pertalian dan menghindari salah pengertian. nir-. -wan). terima kasih. Biasa dikelompokkan menurut posisi penempatannya terhadap kata dasar. mungkin karena lebih enak terdengarnya dan bukan berarti bahwa semua sufiks -less pasti dialihbahasakan menjadi nir-. ber-. Reduplikasi Reduplikasi adalah fenomena linguistik berupa pengulangan suatu kata atau unsur kata (fonem. misalnya -em-. Afiks yang memiliki makna serupa dalam bahasa Indonesia sebenarnya ada beberapa. Sufiks -less dalam bahasa Inggris bisa berarti tidak. dan tuna-. Contoh: berterima kasih. misalnya ke. 2. Ditulis serangkai untuk beberapa lema yang telah ditentukan. Contoh: menyebarluaskan.-an). Contohnya istilah nirkabel sebagai padanan wireless dari bahasa Inggris yang terdiri dari kata dasar wire (kabel) dan sufiks -less. pe.

Misalnya kata-kata: alih. Misalnya kata-kata: eks. non. serba. maha. purna. digunakannya sejumlah imbuhan dari bahasa asing dalam pembentukan kata baru. aneka ria = berbagai kegembiraan aneka warna = bermacam-macam warna aneka pertunjukan = berbagai pertunjukan aneka ragam = berbagai jenis 3. ko. ”lawan” atau “musuh”.   alih tugas = pindah jabatan 2. antibiotik = obat untuk menghambat atau menghancurkan bakteri antipeluru = tahan tembakan dengan peluru antihamil = pencegah kehamilan antitank = bersifat dapat melumpuhkan tank 5. kontra. wan. digunakannya sejumlah kata asli Indonesia sebagai sarana pembentukan kata baru. man. Penulisannya dipisahkan dari kata berikutnya. anti Pembentukan kata baru dengan kata anti memberi makna “tidak setuju”.super. ekstra. Penulisannya tidak dipisahkan dari kata berikutnya.PEMBENTUKAN KATA DENGAN UNSUR LAIN (I) Dalam perkembangan bahasa Indonesia dapat dicatat dua hal yang terkait masalah pembentukan kata. pro. baku Pembentukan kata baru dengan kata baku memberi makna “saling” atau “berbalasan” (resiprokal). Kedua hal tersebut ialah: Pertama. Penulisannya dipisahkan dari kata berikutnya. Penulisanya disatukan dengan kata berikutnya. pasca. aneka. panca. antar Pembentukan kata baru dengan kata antar memberi makna “di antara lebih dari dua hal”. antar. alih bahasa = penerjemahan       alih generasi = regenerasi alih teknologi = transfer teknologi. antarbangsa = antara beberapa bangsa antarpulau = antara pulau antarkota = antara kota yang satu dengan yang lain antarras = antara ras yang satu dengan yang lain 4. wati. 1. anti. tata. baku. bakuhantam = saling menghantam (berkelahi) bakutembak = saling menembak 18 . aneka Pembentukan kata baru dengan aneka memberi makna “berbagai macam”. Penulisannya tidak dipisahkan dari kata berikutnya. semi. pra.alih Pembentukan kata baru dengan kata alih memberi makna “memindahkan (transfer)” atau “mengubah”. salah. intra. Kedua.

maha Pembentukan kata baru dengan kata maha memberi makna “sangat” atau “besar”. Mahasuci. 7. temu niaga = pertemuan antara produsen dan pengusaha untuk membicarakan niaga di antara mereka. Contoh: (Tuhan Yang) Mahatahu. serba Pembentukan kata baru dengan kata serba memberi makna “semua”. Penulisannya dipisahkan dari kata berikutnya. temu Pembentukan kata baru dengan kata temu memberi makna “berkumpul untuk”. tata Pembentukan kata baru dengan kata tata memberi makna “aturan”. berhadapan muka temu duga = tanya jawab antara yang memberi pekerjaan dan yang melamar pekerjaan. ”seluruh”. adat sopan santun tata kerja = sistem bekerja   tata warna = kombinasi warna 10. wawancara. Penulisannya disatukan dengan kata berikutnya. Mahakuasa. Penulisannya dipisahkan dari kata berikutnya. temu karya = lokakarya.sanggar kerja temu muka = tatap muka. salah Pembentukan kata baru dengan kata salah memberi makna “keliru”. salah sangka = salah mengerti          salah tanggap = salah faham salah cetak = salah tulisan dalam cetakan   salah pilih = salah dalam memilih 8. yaitu (Tuhan Yang ) Maha Esa = amat tunggal. mahabintang = orang yang terkenal karena prestasinya (dalam olahraga dll) mahakarya = karya besar. ditulis terpisah. karya gemilang mahasiswa = orang yang belajar pada perguruan tinggi mahatahu = teramat tahu Catatan : Apabila kata itu digunakan untuk Tuhan. Penulisannya disatukan dengan kata berikutnya. Penulisannya dipisahkan dari kata berikutnya.bakupeluk = saling memeluk bakucium = saling mencium 6. harus ditulis dengan huruf besar. atau “cara”. serbaada = segala-galanya ada serbaguna = dapat digunakan untuk segala hal serbaserbi = bermacam-macam serbamewah = segalanya mewah 9. ”susunan”. tata bahasa = gramatika    tata krama = etiket. “tidak benar” atau “kurang tepat”. atau “belaka”. Pembentukan kata dengan unsur lain tersebut turut memperkaya kosakata bahasa 19 . Namun untuk kata esa = tunggal).

Usaha kami selama ini memang profitable sehingga kami dapat menghidupi karyawan secara layak. 3. PEMBENTUKAN KATA A. 2. Kata berdeferensiasi dalam kalimat tersebut digunakan secara salah. Pengantar Sudah kita ketahui bahwa dalam bahasa Indonesia ada kata dasar dan kata bentukan. sufiks atau akhiran. tetapi dalam pembentukkan istilah infiks-in yang berasal dari Jawa sering juga dipakai. (3) komposisi atau pemajemukan. yaitu ada yang dipisahkan dan ada pula yang disatukan. Kata yang lebh sesuai adalah berbeda-beda karena kata deferensiasi bukanlah anggota kosa kata baku bahasa Indonesia walaupun maknanya sama dengan kata berbeda-beda. Infiks sebenarnya tidak begitu penting dalam bahasa Indonesia. Semua ilmuwan sangat besar atensinya terhadap penemuan Andi. (2) reduplikasi atau pengulangan. Dalam hal ini bentukan kata yang digunakan dalam kalimat merupakan bentukan-bentukan kata yang tidak tepat. Contoh-contoh lain dapat diamati pada kalimat-kalimat di bawah ini. Sekian. perlu diperhatikan cara penulisannya. Namun demikian sering juga kita jumpai kata-kata yang bentuknya tidak tepat atau salah. yaitu: (1) afiksasi atau pengimbuhan. Pengambilan data dijalankan dengan menyebarkan angket kepada semua informan yang telah ditentukan. Namun. 4. dan infiks atau sisipan. Kata dasar disusun menjadi kata bentukan melalui tiga macam proses pembentukan. lempung sebaiknya diolah tidak terlalu lunak dan tidak terlalu keras. Menurut FPBS (1994 :19). pembentukan kata dengan menggunakan awalan dan akhiran dalam bahasa Indonesia sudah banyak dikenal oleh para mahasiswa. Kesalahan juga terjadi pada bentukan kata. Supaya mudah dicetak. Kita juga sudah mengenal adanya imbuhan atau afiks yang meliputi prefiks atau awalan. Perhatikan contoh berikut ini! 20 .Indonesia. Perhatikan kata-kata yang bercetak miring! 1. dan sampai jumpa lagi pada Bagian II. Perhatikan contoh pemakaian kata bercetak miring pada teks berikut! Pergaulan hidup yang berdeferensiasi berarti pergaulan hidup terbagi atas sektor-sektor dimana tiap khusus tertuju pada pelaksanaan salah satu fungsi yang telah disebut itu.

anonym. e. akhiran –if. (FPBS : 1994 :38). bentukan tabrakan merupakan bentukan yang tidak baku. yang diperikan adalah perian. ekstra linguistic. adalah sebagai berikut: a.misalnya pada bilateral. Awalan ini mengandung arti ‘tidak’ atau ‘tidak ber’. di samping regulasi kita mengenal deregulasi. 3. deregulasi. 21 . atau ‘sangat’. eks. Penulis terpaksa mengubah rumus itu dan ternyata hasil perubahan itu dapat digunakan untuk menyelesaikan analisis data.seperti pada dehidrasi. Hasil mengubah adalah ubahan. dan kata tabrakan diganti dengan bertabrakan. Di samping kata moral atau sosial kita kenal adanya amoral. Namun demikian bentuk-bentuk kata asing itu bermacam-macam. antiklimaks.seperti pada eks-prajurit. Demikianlah kita mengenal adanya awalan a-. di samping integrasi kita mengenal disintegrasi. dehumanisasi. Dari bentuk tersebut kita menemukan kata dasar objek. eks-presiden. bi. Awalan ini artinya ‘tambah’. d. Kita mengenal kata-kata objek. Kedua kendaraan itu tabrakan di tikungan tajam dan kecelakaan tak dapat dihindari.seperti pada amoral. devaluasi. biseksual. Kata-kata asing yang diserap dalam bahasa Indonesia itu pada dasarnya kita pandang sebagai kata dasar. c. Akan lebih tepat jika kata perubahan diganti dengan ubahan. Alasannya sudah jelas. objektivisme. dis-. ekstrahati-hati. eks-partai terlarang. Di samping kata evaluasi kita mengenal devaluasi. Awalan ini artinya ‘meniadakan’ atau ‘menghilangkan’. -isme. di samping harmoni kita mengenal disharmoni. asosial. juga oleh penutur yang bukan dwibahasawan. kata pemerian diganti dengan perian. itas. anti.1. de. -isasi. 1. bikonveks. antimagnet. bukan pemerian. Contoh: ekstra-ketat. atau asosial. objektivitas. ekstra. Awalan Awalan-awalan pada kata-kata serapan yang disadari adanya. B. Imbuhan dari bahasa asing Yang perlu kita pelajari ialah adanya imbuhan yang berasal dari bahasa asing yang kadang juga dikenakan pada kata dasar bahasa Indonesia. objektivisasi. asimetris. sehingga memungkinkan kita untuk menganalisis bentuk-bentuk tersebut dan menemukan awalan atau akhirannya. de-. kadang juga dipakai pada kata-kata bahasa Indonesia sendiri. Awalan ini artinya ‘bekas’ yang sekarang dinyatakan dengan kata ‘mantan’. ekstra-terestrial. b. ‘diluar’.seperti pada ekstra-universiter. bilingual. 2. objektif. f. antipemerintah. Awalan ini artinya ‘dua’. a. Setiap pemerian data selalu dilengkapi dengan contoh pemerian data itu dapat dipahami secara lebih konkret. antikarat yang artinya ‘melawan’ atau ‘bertentangan dengan’. eks-karyawan.seperti pada antikomunis. Jika diperhatikan konteks dan acuan kata-kata bercetak miring tersebut tampak bahwa bentukan kata-kata itu tidak tepat.

sarkasme. l. hiper. koinsidental. Awalan ini artinya ‘di dalam’. sigaret. Akhiran Pada kata-kata asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia kita jumpai akhiran-akhiran seperti berikut: a.seperti pada nongelar. Awalan ini artinya ‘lebih’ atau ‘sangat’. Akhiran ini menyatakan pengertian ‘kecil’. multilateral. kontrasepsi. Akhiran tersebut menyatakan ‘proses menjadikan’ atau ‘penambahan’. Awalan ini artinya ‘besar’ atau ‘dalam arti luas’. o. Akhiran ini menyatakan sifat. 22 . –et seperti pada operet. infra. novelet itu ‘novel kecil’. nonmigas. p. multikompleks. neo. Awalan ini artinya ‘di tengah’. –if misalnya pada aktif. Jadi operet itu ‘opera kecil’. hiperseksual. g. transitif. intelektual. infrasonic. Awalan ini artinya ‘berlawanan’ atau ‘menentang’. Kata-kata yang berakhiran –al ini tergolong kata sifat. inaktif. unsuriyah.seperti pada multipartai. inframerah. h. Akhiran-akhiran ini menyatakan sifat.seperti pada neokolonialisme. insani. k. multijutawan. arbitrer. internasional. kaderisasi. nonberas. m. inter.misalnya pada makrokosmos. ko. neofeodalisme. –i/wi/iah misalnya pada hakiki. Awalan ini artinya ‘banyak’. agentif. makroekonomi. intra. Awalan ini artinya ‘bersama-sama’ atau ‘beserta’. makro. in. nasionalisasi.misalnya pada infrastruktur. asali. mayoret. j. elementer. komputerisasi. konfirmasi. intransitive. c. nonOpec. Awalan ini artinya ‘bukan’ atau ‘tidak ber-‘. microfilm. gerejani.misalnya pada kata inkonvensional. –asi/isasi misalnya pada afiksasi. makrolinguistik. neorealisme. –asme misalnya pada pleonasme. q. novelete. naratif. hipersensitif. interisuler.misalnya pada intrauniversiter. i. intramolekuler. harfiah. sekunder. asasi. b. yang biasa di Indonesiakan dengan antar-. kontradiksi. structural. kopilot. wujudiyah. –er seperti pada primer. aktualisme. kopromotor. Awalan ini artinya ‘kecil’ atau ‘renik’. e. kontra. Akhiran ini menyatakan kata benda. multilingual.g. nonminyak.misalnya pada kontrarevolusi. maknawi. Akhiran ini menyatakan sifat. multi. Awalan ini artinya ‘tidak’. antusiasme.seperti pada mikroorganisme. non. –al misalnya pada actual. Awalan ini artinya ‘baru’. mikrokosmos. n. r.misalnya interdental. f. obyektif.misalnya pada kokulikuler. duniawi.misalnya pada hipertensi. 2. mikro. emosional. d.

a. if-. Akhiran ini menyatakan benda. prosaic. non-. Seperti hanya bagus pada meja bagus. C. produktivitas. juga mensifatkan meja pada meja kayu. apatis. Marxis. Upaya Pengindonesiaan Awalan dan akhiran di atas berdasarkan maknanya dapat dibeda-bedakan menjadi beberapa kelompok. unik. dis. Dalam bahasa Indonesia sendiri tidak banyak afiks pembentuk kata sifat. praktis. yaitu awalan a-. Di samping itu dapat juga digunakan akhiran dari bahasa Arab –i/-wi/-iah yang tidak lagi terasa akhiran asing dalam bahasa Indonesia. Kata benda kayu dapat mensifatkan kata lain seperti halnya kata sifat bagus. esei. f. operator. –logi seperti pada filologi. Isme artinya ‘faham’. noderator. dan –ik. e. Ada imbuhan yang membentuk kata benda. Akhiran ini menyatakan sifat. -isme seperti pada nasionalisme. deklamator. materiil. yuridis. legendaries. sukarnois. redaktur. im-. –ik 1 seperti pada linguistic. universitas. -il seperti pada idiil. in-. Akhiran ini menyatakan ‘benda’ dalam arti ‘bidang ilmu’. debitur. -logi artinya ‘ilmu’. Dalam bahasa Indonesia kata kayu tidak mengalami 23 . yang artinya ‘tidak. Pada kata-kata lain kata-kata ini diganti dengan –al. il. Akhiran ini seperti yang di atas menyatakan agentif atau pelaku.dan akhiran –less. kayu. Akhiran ini menyatakan sifat. Akhiran ini artinya orang yang bertindak sebagai orang yang mempunyai kepandaian seperti yang tersebut pada kata dasar. karakteristik. –itas seperti pada aktualitas. er-. bapakisme. d. –is 1 pada kata praktis. semantic. Akhiran ini menyatakan orang yang bekerja pada bidang atau orang yang mempunyai kegemaran ber-. kelirumologi. Hinduisme. direktur. etimologi. sosiologi. seperti yang disebut oleh Fokker (1960:139) bahwa bahasa Indonesia miskin susunan ajektivis. kondektur. otentik. dedaktik. fanatic. b. -ik 2 seperti pada spesifik.dan beberapa awalan lain yang tak tercantum dalam daftar di atas seperti ab-. avonturir. ekonomis. moril. b. Kata sifat bentuk dengan penambahan akhiran –al. –or seperti pada editor. statistic. –ir seperti pada mariner. Akhiran ini menyatakan sifat. c. Beberapa awalan dapat digolongkan sebagai menyatakan pengertian negative. –ur seperti pada donator. novelis. a. Akhiran ini menyatakan orang yang mempunyai faham seperti disebut dalam kata dasar. objektivitas. atau tidak ber’. patriotisme. atau orang yang ahli menulis dalam bentuk seperti yang disebut di dalam kata dasar. ada imbuhan yang membentuk kata sifat. tanpa.h. -is 2 pada kata ateis. Dalam bahasa Indonesia kedudukan kata dalam satuan sintaksis yang lebih besar menentukan sifat hubungannya dengan kata lain. bukan. banker.

dan sebagainya) untuk kata sifat hendaknya digunakan –is.). 3. spesifik.seperti pada: adidaya (super power). atau kata tersebut adalah sebagai berikut. antar. alih seperti pada: alih aksara (transliteration). analgesik. antardepartemen (interdepartmental). mengingat akhiran –ik banyak digunakan untuk menandai kata benda (statistic. 1988:431). Tetapi hubungan makna itu barangkali baru timbul setelah bahasa Indonesia menyerap kata-kata asing yang berbeda bentuknya itu. posisinya dalam satuan sintaksis yang Menurut kaidah bahasa Indonesia barangkali kata morfologi atau akademi tidak perlu berubah apabila berpindah posisinya. 1. dapat digunakan untuk menerjemahkan kata-kata asing. fonetik. Sementara itu akhiran –ik diserap jujga dari akhiran –ics dari bahasa Inggris yang menandai kata benda. seperti: statistic.perubahan bentuk. linguistic. morfem. Akhiran yang berasal dari bahasa Arab. Daftar afiks. Untuk menegaskan perbedaan hubungan makna itu. alih teknologi (transfer of technology). makhluk surgawi (devine being). misalnya pada morfologi bahasa Indonesia dan proses morfologi. serta akademi bahasa Indonesia dan pembantu dekan bidang akademi. uang negara dan kunjungan kenegaraan. 1982 dan 1983. linguistic. untuk kata-kata dalam bahasa Indonesia sendiri digunakan konfiks ke-an. adikarya (masterpiece). Yang sering menimbulkan keraguan ialah penggunaan akhiran –is dan –ik. yang terasa lebih bersifat Indonesia. adibusana (high fashion). antropologi ragawi (physical anthropology). yang pertama menyatakan hubungan kemilikan yang kedua hubungan kesifatan. semantic. Di samping itu. endosentris atau endosentrik? Akhiran –is diserap dari bahasa Belanda –isch. dalaml bahasa Indonesia sendiri digali imbuhan atau katakata yang diharapkan dapat menjadi padanan bentukan-bentukan dalam bahasa asing (Johannes. alih bahasa (translate). 2. Seperti yang digariskan di dalam Pedoman Pembentukan Istilah. semantic. 24 . antarbenua (intercontinental). Mana yang betul: akademis atau akademik. kecuali pada kata-kata: simpatik. dan semata-mata menempatkannya sebagai atribut.seperti pada: antarbangsa (internasional). alih tulis (transcript). terjemahan harfiah (letteral translation) dan sebagainya. alergik. contohnya: sifat ibu dan sifat keibuan. adi. adikodrati (super natural). logistic. Urusan akademi dan urusan akademis maknanya berbeda. misalnya penalaran mantiki (logika reasoning). adimarga (boulevard). unik. dan dalam Moeliono dan Dardjowidjojo (Eds. untuk menyatakan pengertian seperti yang dinyatakan oleh bentukanbentukan dalam bahasa asing. sedang –ik dari bahasa Inggris –ic atau –ical. karakteristik. antarnusa (interinsuler).

bak. 11. 7.pada: perijam (clookwise). preface). peri. 25 . lepas pada: lepas landas (takeoff). pratinjau (preview). mahaguru (guru besar). maha. nir. malice).pada: awahama (disinfect).pada: nirnoda (stainless). nirgelar (non-degree). awawarna (discolor). awa. 13. prakira (forecast). peridolar (dollarwise). 6.pada bakruang (space-like). pasca. durkarsa (malevolence.pada: pascapanen (postharvest). 10. bakintan (adamantine). 15. malapraktik (malpractice). periujung (endwise). mala. pra. bakagar (galantineous). mahasiswa.pada: malagizi (malnutrition). nararya (nonbleman). awabau (deodorize). 14. narapidana (convicted).pada: lirkaca (glassy) liragar (galantineous) liritan (adamantine) sang lir sari ‘yang seperti bunga’.pada: durjana (evildoer). dur. awahubung (disconnect).4. niraksara (illiterate). 9.pada: maharaja (kaisar. pascasarjana (postgraduate).pada: prasejarah (prehistory). lir. nirnyawa (inanimate). prakata (foreword. 12. pascaperang (postwar). bakelektron (electron-like). malabentuk (malformation). 8. Mahaadil. Maha Esa. raja besar). perkipas (fanwise). niranta (infinite). pengawasan (disimilasi). pascadoktor (postdoctoral). nara pada: narasumber (resource person). narapraja (pegawai pemerintah). dursila (immoral). Maha Pemurah. malakelola (mismanage). lepas pantai (offshore). 5. Mahakuasa. durhaka (sinful).

rupa pada: rupa bola (speroid). tata hokum. rupa tangga (scalariform). indah). binagi (dividend). tan. 18. 29. 22. salah pada: salah cetak (misprint). takmurni (impure). kinurang (subtrahend). tata kalimat. 28. rupa baji (cuneiform) 19. 21. triratna. minantu (son-in-low).pada: tridarma. tak. serbacuaca (all-weather). serbabisa (all-round). sisipan –em. tunawisma. pramu. swadaya (kekuatan sendiri). tansuku (non-syllabic). serbaneka (multivarious).pada tanlogam (non-metal). sukarsa (good-will). awalan bilangan eka pada: ekaprasetyaj. taknormal (abnormal). tunasusila. tri. pramuria (hostess). tata nama. purnakaryawan (pensiunan pegawai negeri). 27. tunanetra. timambah (additive). pramusiwi (babysitter). swasembada (dapat memenuhi kebutu han sendiri). susastra (sastra yang baik. swapraja (daerah otonom). purnawirawan (pensiunan ABRI). dwipihak. purna. tanorganik (anorganic. salah hitung (miscalculate). sudarma (darma yang baik). tritunggal. 24. serba.pada: sujana (orang baik lawannya durjana). pramuwisata (tourist guide). inorganic).pada: tinambah (addent). tata pada: tata bahasa.pada: tunakarya. dwi.pada: purnawaktu (fulltime). gemetar (tremulous). sisipan –in. suganda (bau yang harum). 23. salah ucap (misspel).pada: taksosial (asocial). taksah (illegal). tanvokoid (non-vokoid). swa.pada: swakarsa (kemauan sendiri). serbaguna (multipurpose). purnakarya (pekerjaan yang telah dilakukan dengan baik). linambang (sign). ekasila. temerang (shiny). tuna. 17.pada: dwiwarna.pada: gemaung (echoic).16. 20. salah paham (misunderstanding). takhidup (nonliving). 25.pada: serbasama (homogeneous). catur- 26 . su.pada: pramugari (stewardes). 26. swakelola (dikelola sendiri).

Kalau politisi.pada: hastabrata. Sementara awalan tunamemang agak produktif. sastrawan dan sebagainya. Dengan alat-alat ketatabahasaan di atas diharapkan bahwa bahasa Indonesia menjadi lebih luwes dalam menyatakan kembali berbagai konsep dalam berbagai bidang ilmu yang berasal dari Barat. sad. kritisi.pada: saptaprasetya. hartawan. akhiran –wan/-man/-wati Akhiran –wan ditambahkan pada kata-kata benda yang berakhir dengan vokal a seperti pada gunawan. non-Opec. librarian menjadi pustakawan.pada: dasasila. akhiran –wan digunakan juga untuk kata benda yang tidak berakhir dengan vokal a. 30. non-pribumi. tak dan tuna.kita jumpai pada: non-gelar. non-beras. senator. politisi. bahariwan. nonIslam dan sebagainya. diharapkan semakin meningkat.di samping akhiran –wan/-wati seperti yang disebutkan di atas. mariner. redaktur. -or seperti pada koruptor.dan tan. Sekarang varian –man sudah tidak produktif lagi. sapta. akademisi. Untuk katakata yang terakhir dengan vocal I atau u dulu digunakan akhiran –man seperti pada seniman. kriterium dan criteria. unsur dan anasir tidak begitu diperhatikan dalam bahasa Indonesia. dan Hanuman. teoritikus. non-Barat. -ur seperti pada direktur. saptamarga. Kemampuan untuk menyerap berbagai gagasan dari Barat dan mengungkapkannya kembali dalam bahasa Indonesia. misalnya: politikus/politisi menjadi negarawan.pada: sadpada. Begitu juga akhiran –us pada kritikus. menyatakan pelaku atau orang yang mempunyai pekerjaan atau keahlian dalam bidang tertentu.pada: caturwarga. datum dan data. teknisi. politikus. Awalan non. ilmuwan. Beberapa kata asing memang dapat lebih diindonesiakan dengan akhiran –wan. melainkan diusahakan agar dapat dinyatakan dengan kata-kata yang lebih bersifat Indonesia. contohnya rokhaniwan. teoritisi. akademikus. non-Jawa. Dari pengamatan sekilas kelihatan bahwa penggunaan non. tunaaksara. teknikus. Kata-kata asing tidak kita pungut begitu saja. tan-. hasta. Kembali kepada sarana morfologi untuk menyatakan pengertian ‘negatif’ seperti yang dikemukakan pada awal subbab ini. Memang sesudah terserap dalam bahasa Indonesia kata-kata itu tentu saja tidak perlu tunduk pada kaidah bahasa aslinya. bangsawan. nawa. Kadang ada kecenderungan untuk menambahkan vokal a pada kata yang berakhir dengan vokal i. budiman. panca. -ir seperti banker. criteria. data dan unsur yang lebih banyak dipakai boleh saja untuk menyatakan jamak kata itu diulang menjadi politisi-politisi. kriteria- 27 . non-minyak. seperti pada: tunadaksa. Pembedaan tunggal-jamak seperti pada politikus dan politisi. grammarian menjadi tata bahasawan. misalnya industriawan. tunagrahita. Dari penggalian potensi yang ada pada bahasa Indonesia sendiri disarankan penggunaan awalan nir-. Akhiran-akhiran –is seperti pada linguis.pada: pancamarga. novelis. linguis menjadi ilmu bahasawan.Awalan nir.masih tetap lebih tinggi kekerapannya daripada awalan dalam bahasa Indonesia sendiri yang diusulkan. negarawan. Dalam bahasa Indonesia ada awalan pe. musisi. musikus.jarang dijumpai. yang jamaknya ditandai dengan akhiran –si. dasa.dan pem. pancasila.pada: nawaaksara.

sampai-sampai kata-kata dalam bahasa Indonesia sendiri ada yang mendapat akhiran tersebut. D. karena dalam pengulangan dan pemajemukan tidak ada yang perlu dibicarakan.dan lir. Contohnya: turinisasi. Bentuk pirsawan yang diturunkan dari pirsa ‘melihat’ dipandang tidak tepat dan diganti dengan pemirsa. dalam beberapa pemakaian dapat menggantikan kata tersebut. juga dengan akhiran –wan/-wati. aktualitas dengan keaktualan. pejudo.diturunkan dari kata kerja berawalan meng-. barangkali diturunkan dari bermain catur. pesilat. pebowling. melainkan juga ‘penuh. sedang variannya yang tidak mengandung sengauan diturunkan dari kata kerja berawalan ber. Kata-kata bentukan dengan akhiran semacam ini sebenarnya dapat dinyatakan dengan konfiks peng – an misalnya penasionalan untuk nasionalisasi. Dalam kaitannya dengan unsur serapan. Awalan peng. yaitu pengimbuhan. Yang betul ialah pascajual. Adanya bentuk-bentuk pecatur.dan lawannya su. pembabakan untuk periodisasi. Begitu juga kalau dalam suatu upacara penguburan seorang yang memberikan sambutan mengajak para hadirin berdoa agar arwah almarhumah diberi tempat yang layak di sisi Tuhan. petenis. Kata benda berawalan peng.diturunkan dari kata kerja. atau berhasil’. Purnakaryawan ialah karyawan yang sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik sampai pensiun. dan sebagainya. melempar – pelempar. Semacam awalan bak. baik.dan purna. Ada pelayanan pascajual dan pelayanan purnajual. Hal yang sama berlaku untuk beberapa bentukan dengan akhiran –itas dengan konfiks ke– an seperti: objektivitas dengan keobjektifan. pembicaraan hanya menyangkut pengimbuhan. Akhiran –asi atau –isasi sangat produktif. Mengenai pasca. mengarang – pengarang. dan pemajemukan. pengulangan. tenes.juga belum diterima dan dipergunakan oleh para penutur. pompanisasi. pengintensifan untuk intensifikasi.mempunyai arti yang sama dan rupanya sengaja ditawarkan mana yang dipilih diantara dua bentuk itu. Namun bentukan dengan –sasi atau –isasi tetap produktif dan banyak digunakan dalam bidang ilmu. komporisasi. pegolf.kriteria. sportivitas dengan kesportifan. Pembentukan Lebih Lanjut Yang dimaksud pembentukan lebih lanjut ialah pembentukan kata turunan melalui proses morfologi bahasa Indonesia dengan kata-kata serapan sebagai bentuk dasarnya. juga dapat mengalami proses pembentukan sebagaimana warga kosakata yang lain. pembaratan untuk westernisasi. Kata-kata serapan. pengonkretan untuk konkretisasi. Kata mantan.kedua awalan itu kadang dikacaukan. Awalan peng. sebagai warga kosakata bahasa Indonesia. meskipun cakupan maknanya tidak seluas –eks. menjahit – penjahit. 28 . Proses pembentukan itu ada tiga macam. agresivitas dengan keagresifan.tidak dapat bersaing dengan awalan-awalan tersebut di atas. Pasca. golf. Awalan dur. lamtoronisasi. purnatidak hanya menyatakan pengertian ‘selesai’ atau ‘sesudah’. randuisasi. kompleksitas dengan kekompleksan.adalah lawannya pra-. elastisitas dengan keelastisan. data-data atau unsur-unsur.

kata asing yang kemudian menjadi kata dasar itu harus sudah dikenal dengan baik. pemiketan. memotret. Soal keberterimaan itu rupanya ditentukan oleh tingkat keasingan (atau keindonesiaan) kata serapan tersebut. Kata-kata yang diawali oleh konsonan hambatan tak bersuara /p/. bukan saja konsonan awalnya tidak mengalami peluluhan. Jika dibentuk dengan peng – an menjadi. dan geseran apikoalveolar /s/ jika mendapat awalan meng. fitnah menjadi memfitnah dan pemfitnahan./t/. karang menjadi mengarang dan pengarang. penerjemahan. dan menelpon. dan penelponan. pemarkiran. yang berterima ialah men-tekel dan pen-tekel-an. Begitu juga waktu dibicarakan pengulangan kata ‘data’ ‘ politisi’.Pembicaraan mengenai pembentukan lebih lanjut sebenarnya sudah dimulai ketika dibicarakan konfiks peng–an dan ke-an dengan unsure serapan sebagai kata dasarnya. seperti contoh di atas yaitu men-tekel dan pen-tekel-an. sedang apabila tetap /f/ mendapat sengauan yang homorgan. Contohnya: pikir menjadi memikirkan dan pemikiran. dan memiketi. pemotretan. Kata yang belum begitu dikenal apabila mengalami proses morfofonemis menyebabkan orang sulit mengenal kata dasar dari suatu bentukan. Jadi kata-kata serapan tersebut diperlakukan sama dengan kata-kata dalam bahasa Indonesia yang lain. tolong menjadi menolong dan penolong.menjadi menargetkan atau mentargetkan. memarkir. peng. meneror dan peneroran agaknya masih belum berterima. potret. peneroran atau penteroran. Jika mendapat awalan meng. dan ‘arwah’.atau peng – an. Agar dapat dibentuk sesuai dengan kaidah morfofonemik yang berlaku. Dalam kaitannya dengan penambahan awalan meng-. Oleh karena itu. yaitu /m/. telpon. Bentukan menargetkan dan penargetan. menerjemahkan./k/. parker. Konsonan geseran labio-dental tak bersuara /f/ dulu disesuaikan dengan system fonologi bahasa Indonesia menjadi /p/.dan peng. Kata-kata serapan yang diawali dengan konsonan hambatan apiko – dental tak bersuara /t/ contohnya: target. terjemah. Perlu dipertanyakan apakah hal yang sama juga dialami oleh kata-kata serapan. Apabila dibentuk dengan awalan meng.dan peng–an perlu diamati apakah kata dasar yang berupa kata serapan itu diperlakukan sama atau berbeda dengan kata-kata yang lebih asli. piket. teror. contohnya: pukul menjadi memukul dan pemukul. Yang sudah disesuaikan menjadi /p/ mengalami penghilangan atau luluh. pemaketan. susun menjadi menyusun dan penyusun.atau peng.fonem tersebut hilang atau luluh. kata-kata tersebut menjadi memaketkan. dan bagaimana jika fonem-fonem awal tersebut membentuk satu gugus dengan fonem-fonem yang lain. melainkan juga diberi tanda hubung untuk mempertegas batas antara kata dasar dengan unsur-unsur pembentukannya. Kata ‘tekel’ (dari tackle) tidak berterima jika dibentuk menjadi menekel dan penekelan. Kata-kata serapan yang diawali dengan konsonan hambatan bilabial tak bersuara /p/ contohnya: paket. meneror atau menteror. 29 . Juga mengingat bahwa unsur-unsur serapan itu ada yang diawali dengan gugus konsonan. untuk kata-kata yang belum dikenal. penargetan atau pentargetan.

penskala. pengristalan dan pengreditan dan pengredit. Kata dasar serapan yang diawali oleh gugus konsonan /pr/ seperti pada protes. Bagaimana dengan kata serapan yang diawali gugus konsonan /tr/. pemrograman. mengkliping. contohnya: mempraktis-praktisan. /sp/. pensponsoran. sekrup. mengkritik-kritik. penstabilan. menskalakan. menyekrup dan penyekrupan. Kata-kata serapan yang diawali oleh gugus konsonan yang terjadi atas tiga fonem dan fonem yang pertama berupa hambatan atau geseran tak bersuara. menstabilkan. program. konsonan yang awalnya tidak pernah mengalami peleburan. maupun konfiks peng-an. mengkristal dan mengkreatifkan. pengkliping. memprihatinkan. Tetapi /k/ itu lebur apabila mendapat awalan peng. pensponsor. pemplester. mengkristal. memproduksi. 30 . Kata-kata tersebut contohnya: sample. pengklipingan. dan keker luluh apabila mendapat awalan meng. konsep.atau peng-. baik dalam pembentukan dengan awalan meng-. kreatif konsonan /k/-nya tidak hilang bila mendapat awalan meng. /pl/.Konsonan hambatan dorso-velar tak bersuara /k/ yang mengalami kata-kata katrol. Kata-kata serapan tidak dapat mengalami perulangan sebagian yang berupa dwipurwa atau dwiwasana. setop. /sk/. Seperti halnya pada unsur serapan yang lain. /st/. produksi. menstabil-stabilkan.dan peng-an kata-kata tersebut menjadi menyampel dan penyampelan. mensistematiskan dan pensistematisan. Kata-kata serapan yang diawali dengan gugus konsonan /tr/. menyetop dan penyetopan. contohnya pada kata “sinkrun” dan “sistematis”. kata-kata yang masih terasa asing mendapat perlakuan yang berbeda.atau peng-an menjadi: pengritikan dan pengritik. dan praktik. Jika mendapat awalan meng. peng-. kontak. mengonsep dan pengonsepan. penskalaan. Pada pengulangan dengan awalan konsonan awal pada suku ulangannya juga tidak luluh. dan /st/? kata-kata serapan yang diawali dengan gugus /kr/ contohnya: kritik. mengontak dan pengontakan.atau konfiks peng-an seperti terlihat pada: mengatrol dan pengatrolan. Kata-kata serapan yang diawali dengan fonem geseran apiko-dental tak bersuara /s/ ada yang mengalami peluluhan ada yang tidak. pemplesteran. menyetor dan penyetoran.dan peng-an menjadi mensinkrunkan dan pensinkrunan. pemroduksian.menjadi: mengkritik. penstabil./p/ tidak luluh menjadi: memprotes. sudah tentu konsonan pertamanya tidak pernah lebur apabila mendapat awalan meng. mensponsori. jika mendapat awalan meng. pentraktir. /kl/. Tetapi apabila mendapat konfiks pengan /p/-nya luluh menjadi: pemrotesan. jika mendapat awalan meng. memprogram. mengeker dan pengekeran. kristal. dan pemraktikan. memplester. computer-komputer dan sebagainya. kredit. contohnya: mentraktir. kalau ada. setor. Kata-kata serapan itu tentu saja juga dapat mengalami proses pengulangan seperti pada: traktor-traktor. /kr/. dan mempraktikkan. Ini bukan perlakuan yang istimewa untuk unsur-unsur serapkan sebab hal yang demikian itu kita lihat juga pada bentukan memperkirakan.

dan wanita terasa ada implikasi penghargaan pengucapannya. Keduanya mempunyai komponen makna yang sama. tetapi tidak sebaliknya. Sekalipun kata perempuan dan wanita sulit dibedakan artinya namun di dalamnya ternyata ada unsur emotif yang membedakannya. hiponimi. dan oleh karena itu disebut kata yang mempunyai banyak makna. atau polisemi. polisemi. a. oleh sebab itu dianggap dua kata yang dua kata yang kebetulan bunyi sama atau sama nama. Hiponimi menyatakan hubungan makna yang mengandung pengertian hubungan hierarkis. hiponimi. Bila sebuah kata memiliki semua komponen makna kata lainnya. hijau adalah hiponim dari kata warna. dipakai untuk menyebut makna yang berlawanan. Hal ini mengakibatkan adanya berbagai perhubungan yang memperlihatkan kesamaan. Dalam hal ini para ahli semantik telah mengklasifikasikan perhubungan makna itu ke dalam berbagai kategori. masing- 31 . seperti sinonimi. homonimi. Tetapi kata pukul mempunyai dua makna yang saling berhubungan. Hiponimi Dekat dengan perhubungan yang disebut sinonimi adalah perhubungan yang disebut hiponimi. sebaliknya. Kata perempuan merupakan kata yang metral. yaitu pendekatan semantik yang mecoba melakukan klasifikasi makna berdasarkan persamaan arti atau bidang makna yang sama dikumpulkan dalam satu kelompok c. dan sebagainya. maka perhubungan itu disebut hiponimi. Homonimi dan Polisemi Bila terdapat dua buah makna atau lebih yang dinyatakan dengan sebuah bentuk yang sama. Sinonimi Dua buah kata yang mempunyai kemiripan makna diantaranya disebut dua kata yang sinonim. Kata bisa (1) dan bisa (2) mengandung makna yang sama sekali berbeda. Antonimi Perhubungan makna yang terdapat antara sinonimi. Jadi merah.E. Kata perempuan yang mempunyai komponen makna manusia dewasa berkelamin perempuan adalah sinonim dengan kata wanita. d. bertalian dengan kesamaan-kesamaan. maka perhubungan makna dan bentuk itu disebut homonimi (sama nama atau juga yang sering disebut homofini (sama bunyi). Berikut akan dijelaskan beberapa kategori yang penting dalam pembahasan semantik. polisemi. antonimi dan sebagainya. Kata warna meliputi semua warna lain. pertentangan. Kata seperti pukul dapat menyiratkan makna (1) jam seperti terdapat dalam pukul tiga. b. Perhubungan antarmakna Kata-kata biasanya mengandung komponen makna yang kompleks. Hiponimi kemudian menjadi dasar pendekatan yang disebut dengan semantic field atau semantic domain. Kata yang mempunyai banyak makna disebut polisemi. dan dapat menyiratkan makna (2) kegiatan memukul. Bentuk-bentuk seperti laki-laki dan hidup. antonimi. hitam. tumpang tindih.

alam. Misal bayam (tanaman) mendapat prioritas atas nama bayam dibanding bayam (sayur). Jika kedua istilah sama umumnya. seperti kacang. Mempermudah pengembangan lebih lanjut atas judul-judul serupa. bawang. perlu diperhatikan hal berikut: 1. dan fauna. Pembentukan judul artikel Alasan • • • • Judul yang singkat memungkinkan hasil yang lebih variatif oleh mesin pencari. padi (tanaman) lebih berhak atas judul artikel padi daripada Grup Band Padi. flora. Prioritas judul Judul tersingkat diprioritaskan daripada kata-kata turunannya. Penamaan spesies tertentu Untuk pengguna yang memiliki minat di bidang biologi. Dalam keadaan 32 . 2. daerah. dan lainnya dapat mengacu kepada takson di atas spesies maupun mencakup sebagian takson yang lain. Semanggi (tanaman) lebih didahulukan atas nama Semanggi daripada Semanggi (jembatan). Beberapa nama umum. grup. misalnya paku (alat pertukangan) didahulukan untuk nama paku daripada paku (tanaman). Spesies yang belum memiliki nama lokal/trivial/umum disarankan memakai nama ilmiah. Seandainya terjadi bentrokan judul. Jika masih sama. 2. Penamaan terhadap sesuatu seperti tokoh. maka istilah yang lebih mendekati bahasan ilmiah mendapat prioritas utama. atau sejenisnya mendapat prioritas paling akhir dibanding yang lain misal. yang kemudian digabungkan dalam daftar disambuguasi. kota. Jika nama umum (dalam bahasa Indonesia) sudah ditemukan atau diberikan. anggota. Dan kata-kata yang berlawanan makna itu disebut mempunyai perhubungan yang bersifat antonimi. isi artikel dipindah dengan kepala artikel yg baru. 4. Sebab paku (tanaman) bisa ditambahkan menjadi tanaman paku.masing berantonim dengan perempuan dan mati . Tidak semua orang mau atau bisa mengikuti pola pembentukan kata yang baku di dalam Bahasa Indonesia. maka istilah yang sulit diberi tambahan kata didahulukan. Istilah yang lebih dikenal masyarakat umum mendapat prioritas utama. 3. maka prioritas penamaan artikel paling singkat mengikuti alur berikut: 1. Misalnya lensa (kaca cembung) mendapat prioritas utama atas judul lensa dibanding lensa (fotografi). Namun bila suatu saat diskusi tentang hal ini menemui kebuntuan. bisa mengikuti prioritas judul.

Penulisannya disatukan dengan kata berikutnya. Hal ini berarti nama sebisa mungkin mengikuti akta kelahiran tanpa embel-embel apapun. ataupun gelar. intrakalimat = ada di dalam kalimat intraorganisasai = dalam organisasi intrauniversiter = (kegiatan) dalam perguruan tinggi 14. Penulisannya tidak dipisahkan dari kata berikutnya. intra Pembentukan kata baru dengan kata intra bermakna “di dalam”. Misalnya untuk hal jabatan. tanpa disingkat. Tetapi jika ditemukan bentrokan judul dengan artikel lain. “lebih tinggi” atau “di atas”. Artikel biografi harus memiliki judul yang menggambarkan nama lengkap seseorang. Penulisannya tidak dipisahkan dari kata berikutnya. supersibuk = sangat sibuk  superstar = mahabintang supernatural = adikodrati. Tetapi jika seluruh istilah yang didisambiguasi dinilai sama penting dan sama-sama sering digunakan. Penamaan terhadap seseorang tidak mengikuti kebijakan ini. eks Pembentukan kata baru dengan kata eks memberi makna “bekas” atau “mantan”. super Pembentukan kata baru dengan kata super bermakna “sangat”. isi artikelnya harus menerangkan hal ini. pangkat. ekstrakurikuler = (kegiatan yang) berada di luar program yang tertulis dalam kurikulum ekstramarital = (hubungan seks) di luar nikah ekstraparlementer = di luar parlemen 13. maka halaman disambiguasilah yang berhak atas judul paling singkat. ekstra Pembentukan kata baru dengan kata ekstra memberi makna “di luar”. semi Pembentukan kata baru dengan kata semi bermakna “setengah” atau “sebagian”. 33 . Sementara itu.alam gaib   supercepat = luar biasa cepat 15.demikian. atau pun diberi tambahan apa pun. PEMBENTUKAN KATA DENGAN UNSUR LAIN (II) 11. Pengecualian 1. artikel per spesies sendiri tetap dibuat tersendiri. Halaman disambiguasi diberi tambahan "(disambiguasi)" di belakang judulnya. dipotong. “bagian dalam” Penulisannya tidak dipisahkan dari kata berikutnya. maka judul tersebut cukup diberi tambahan kata "(tokoh)" di belakangnya. 2. ekspacar = mantan pacar ekspegawai = bekas/mantan pegawai ekspetinju = mantan petinju eksnarapidana = bekas narapidana 12.

pasca Pembentukan kata baru dengan kata pasca bermakna “sesudah”. yaitu penulisannya diserangkaikan dengan kata berikutnya. satu niat ekamatra = satu dimensi 34 . semifinal = menjelang final semiresmi = sebagian resmi semipermanen = dibuat untuk jangka panjang. pascapanen = masa sesudah panen pascaoperasi = sesudah menjalani operasi pascasarjana = tingkat pendidikan sesudah sarjana pascareformasi = keadaan sesudah reformasi 20. “besar”. tunggal ekakarsa = satu kehendak. Penulisannya disatukan dengan kata berikutnya. purna Pembentukan kata baru dengan kata purna bermakna “selesai”. tetapi tidak permanen 16. Penulisannya disatukan dengan kata berikutnya. Penulisannya tidak dipisahkan dari kata berikutnya. nara Pembentukan kata baru dengan kata nara bermakna “orang”. adikarya = karya agung   aditokoh = tokoh utama adimarga = bulevar    adidaya = adikuasa 17. adi Pembentukan kata baru dengan kata adi bermakna “unggul”.Penulisannya disatukan dengan kata berikutnya. narapidana = terhukum narasumber = informan 18. purnabakti = pensiun purnawirawan = pensiunan tentara atau polisi purnajual = pelayanan penjualan lebih lanjut setelah transaksi (pascajual) purnatugas = keadaan setelah berakhir masa tugas Kata-kata bilangan bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Sankrit merupakan unsur terikat. Penulisannya tidak dipisahkan dari kata berikutnya. eka = satu. swa Pembentukan kata baru dengan kata swa bermakna “sendiri”. swakelola = pengelolaan sendiri swalayan = pelayanan sendiri swasembada = usaha mencukupi kebutuhan sendiri swakarya = hasil karya sendiri 19. Penulisannya disatukan dengan kata berikutnya.

Tetapi. satu kuartal tripartit = tiga pihak tripod = kaki tiga (kamera) catur = empat caturwulan = empat bulan caturwarga = empat warga caturtunggal = empat unsur yang menjadi satu panca = lima pancaindra = lima jenis alat perasa pancasila = lima asas negara Republik Indonesia pancawarsa = peringatan lima tahun sapta = tujuh saptadarma = tujuh kewajiban saptapesona = tujuh jenis usaha pemerintah yang meliputi tertib. Morfologi dalam bahasa Indonesia membicarakan tentang morfen dan kata. Sebuah kata dapat membentuk kata yang lain. dan modifikasi internal.dwi = dua dwibahasa = bilingual dwifungsi = fungsi ganda dwiganda = rangkap. suplesi. 35 . yang digunakan dalam bahasa Arab klasik. reduplikasi. dobel tri = tiga triwulan = tiga bulan. komposisi. dalam bahasa Inggris modifikasi internal terjadi dalam beberapa kasus. dan kenangan untuk menarik wisatawan berkunjung ke Indonesia dasa = sepuluh dasawarsa = peringatan sepuluh tahun dasasila = sepuluh ketentuan dasar dasalomba = perlombaan pada cabang olahraga atletik yang terdiri atas sepuluh nomor *** Struktur Hirarkis Kata-Kata dan Proses Pembentukan Kata dalam Bahasa Latar Belakang Morfologi merupakan kajian ilmu yang mempelajari tentang kata dan pembentukan kata. Begitu juga suplesi. bersih. Tidak semua proses morfologis terjadi dalam sebuah bahasa. Misalnya dalam bahasa Indonesia tidak terjadi modifikasi internal. sejuk. indah. sedangkan dalam bahasa Indonesia dikenal beberapa infiks. Begitu juga dalam bahasa Inggris tidak memiliki infiks. ada yang disebut dengan afiksasi. ramah-tamah.

Rumusan Masalah Sebuah kata atau morfem dalam pembentukannya akan disusun secara bertahap. Struktur Hirarkis Kata-Kata Ada dua fakta penting tentang cara bagaimana imbuhan melekat dengan ungkapan mereka sendiri. break. Dengan demikian kata adjustable. student dan success. Kedua. Itulah yang disebut struktur hirarkis kata-kata. Sebagai contoh. Contoh: (I) Verb + -able = Adjective 36 . Hal ini disebabkan kata-kata tersebut mengalami sebuah struktur yang disebut struktur hirarkis kata-kata. lovely.dan sufiks –able. Sebagai bahan pertimbangan adalah adjektiva reusable. Satu kesimpulan penting dari dua fakta di atas adalah bahwa dalam pembentukan kata. ungkapan yang diakibatkan oleh tambahan –able pada verba adalah selalu adjektiva. Hal ini dapat dilihat dari pembentukan kata yang terjadi dalam setiap bahasa tersebut. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perbedaan antara satu bahasa dengan bahasa yang lain. Pertama.Proses morfologis yang terjadi terkadang juga dapat menyebabkan perubahan kelas kata. dan imbuhan derivasional prefiks re. Hal ini disebabkan oleh bergesernya makna kata tersebut yang disebabkan oleh proses morfologis tersebut. Seperti yang diterangkan di atas. dan debatable semuanya adalah adjektiva. morning. Struktur hirarkis kata-kata ini nantinya akan mempengaruhi proses morfologis suatu bahasa. reduplikasi. ungkapan yang diberi imbuhan yang secara normal dapat berkombinasi pada jenis kata yang sama. Tetapi tidak pada adjektiva asleep. Misalnya. happy dan strong atau pada nomina seperti anger. Perbedaan-perbedaan yang terjadi dalam satu bahasa dengan bahasa lain merupakan satu bentuk bahwa bahasa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Adjektiva ini terdiri dari tiga morfem. afiksasi. compare dan debate. ungkapan-ungkapan yang dihasilkan dari penambahan imbuhan pada beberapa kata atau morfem secara normal juga merupakan jenis kata yang sama. tetapi tidak pada adjektiva atau nomina. breakable. sufiks –able adalah pembentuk adjektiva dari verba. perubahan internal morfem dan suplesi. Yaitu morfem bebas use. Sebuah hal menarik ketika kita mengkaji dan menganalisis serta menemukan perbandingan-perbandingan yang dapat dijadikan acuan untuk membentuk kata baru. Dengan begitu. imbuhan-imbuhan itu tidak terjadi bersama-sama tetapi disusun secara bertahap. Merujuk pada perbedaan proses morfologis yang terjadi pada sebuah bahasa. maka materi yang disajikan dalam makalah ini adalah bagaimana struktur hirarkis kata-kata itu terjadi dan proses-proses morfologis yang terjadi mencakup komposisi. akhiran –able dibubuhkan secara leluasa pada verba. comparable. kita bisa menambahkan akhiran ini pada verba adjust.

yang juga diimbuhkan pada verda adjust untuk membentuk kata sifat adjustable seperti dalam (I). prefiks re. sufiks –able diimbuhkan pada verba reuse untuk membentuk adjektiva reusable. yaitu: 1. Contoh: (II) Re.bergabung dengan verba use untuk membentuk verba reuse seperti dalam (II).yang berfungsi membentuk verba baru dari verba yang sudah ada. proses pembentukan ini dapat dijelaskan dalam pohon struktur di bawah ini: adjective verb -able 37 .+ adjust appear consider construct decorate use Verb = readjust reappear reconsider reconstruct redecorate reuse Verb Dari contoh di atas ada dua tahap yang terjadi. Lebih jelasnya.adjust break compare debate lock use adjustable breakable comparable debatable lockable usable Lain halnya dengan prefiks re. 2.

Contoh: (III) un-1 + able aware happy intelligent lucky Adjective = Adjective unable ‘not able’ unaware ‘not aware’ unhappy ‘not happy’ unintelligent ‘not intelligent’ unlucky ‘not lucky’ 1. maka kita akan mampu melihat kejelasan mengapa ambiguitas ini muncul. Dalam bahasa Inggris. kombinasi adjektiva yang membentuk adjektiva baru yang berarti ‘tidak’.berfungsi membentuk dua kelas kata.pada kata usable. karena usable adalah adjektiva. Dengan begitu.hanya bisa bergabung dengan verba. Hal ini disebabkan oleh adanya pertimbangan karena use adalah verba yang bisa diimbuhkan pada bentuk adjektiva usable. prefiks un. seperti dalam (I).tidak bisa bergabung dengannya karena re. Beberapa kata dapat mengalami ambigu (mempunyai arti lebih dari satu).re. Contohnya adalah kata unlockable. Hal ini bisa disebabkan oleh struktur internal mereka yang mungkin dianalisis lebih dari satu cara. Selain itu. kombinasi verba yang membentuk verba baru yang berarti ‘melakukan kembali pekerjaan yang sebelumnya’ (IV) un-2 + do dress load lock Verb = Verb undo ‘to do the reverse of doing’ undress ‘to do the reverse of dressing’ unload ‘to do the reverse of loading’ unlock ‘to do the reverse of locking’ 38 .verb use Pembentukan reusable tidak bisa dianggap sebagai hasil menambahkan prefiks re. Kata ini memiliki pengertian ‘tidak bisa dikunci’ atau ‘bisa tidak dikunci’. Jika kita memperhatikan seksama morfem terikat ini.dan – able bisa dikombinasikan dengan morfem berbeda pada verba reuse. yaitu: 1. maka re. dapat ditarik kesimpulan bahwa affiks re. tetapi tidak pada adjektiva usable yang membentuk adjektiva reusable.

yaitu: Adjective Un-1 adjective Verb lock Seperti yang telah dijelaskan di atas. 1. Di sini.tie untie ‘to do the reverse of tying’ Merujuk pada dua kombinasi di atas.bergabung dengan verba lock untuk membentuk verba unlock seperti dalam (IV). kata dasar. maka unlockable dapat dianalisis dengan dua cara. Sehingga arti kata unlockable pada proses ini adalah ‘bisa tidak dikunci’. prefiks un. Proses ini juga dapat dijelaskan dengan struktur pohon. un-1 berarti ‘tidak’ dan struktur pohon ini menjelaskan arti unlockable adalah ‘tidak bisa dikunci’. Bagian dari kombinasi ini bisa berupa morfem bebas. yaitu: 1. seperti: girlfriend air conditioner lifeguard chair -able -able 39 . Kemudian suffiks –able bergabung dengan verba unlock untuk membentuk adjektiva unlockable. Proses Pembentukan Kata Dalam Bahasa Komposisi Komposisi adalah kombinasi yang dibentuk dari dua kata yang berbeda. Proses ini dapat dijelaskan dengan struktur pohon sebagai berikut: Adjective Verb un-2 verb lock Makna yang terkandung dalam kata ini adalah merujuk pada un-2 yang berarti ‘melakukan kembali pekerjaan yang sebelumnya’ yang diinterpretasikan pada locking.bisa dikombinasikan dengan adjektiva lockable untuk membentuk adjektiva baru yaitu unlockable. atau gabungan lainnya. sufiks –able bergabung dengan verba lock untuk membentuk adjektiva lockable seperti dalam (I). prefiks un.

Contoh: (tekanan utama dilambangkan dengan ´) Kata majemuk bláckbird mákeup frasa bláck bírd máke úp Kata-kata majemuk lain bisa juga untuk menekankan pola. tetapi tidak selalu. sedangkan kata-kata perseorangan dalam frasa mempunyai penekanan utama sendiri-sendiri. Pemajemukan yang memiliki kata-kata dalam golongan yang sama sebagai frasa mempunyai tekanan utama hanya pada kata pertama. dua kata yang kategorinya identik akan membuat sebuah kata majemuk yang juga berkategori sama. Pola ini juga hanya menekankan pada kata pertama saja seperti kata majemuk lainnya. Secara umum.blackbird lifeguard aircraft textbook looking glass working girl watchmaker self-determination aircraft carrier Kita dapat mengatakan bahwa pemajemukan membentuk kata-kata dan bukan hanya frasafrasa sintaksis yang disebabkan oleh perbedaan di antara tekanan pola dalam kata-kata dan frasa. Hal ini sering direfleksikan dalam penulisan umum seperti menulis sebuah kata majemuk sebagai satu kata atau menggunakan tanda-tanda penghubung untuk menyambung kata-katanya. Begitu juga bagian kedua dari kata majemuk akan kelihatan mendominasi ketika kategori bagian-bagian itu berbeda. Contoh: Nomina birdcage houseboat Adjektiva deaf-mute easy-going 40 . Contoh: eásy-góing mán-máde hómemáde eásy-going mán-made homemade Sintaksis suatu kata yang diciptakan oleh pemajemukan bergantung pada tingkat tertentu dalam kategori-kategori bagiannya. tetapi hanya jika mereka tidak mampu menjadi frasa. Perbedaan-perbedaan ini sering terjadi.

yaitu imbuhan yang diletakkan di awal morfem bebas atau prefiks lainnya.yang digunakan untuk kelas verba pasif. -‘s. Misalnya infiks –um. bahasa Tagalog juga memiliki infiks –in. -ed. -ly. misalnya re-. yaitu imbuhan yang ditambahkan pada akhir morfem bebas atau prefiks lainnya. get’ [sumulat] [bumili] [kumuha] ‘to write’ ‘to buy’ ‘to take. Banyak bahasa lainnya di Pilipina memiliki infiks –ar. Sedangkan airconditioner adalah sebuah alat yang dibuat dengan memanfaatkan udara. to 41 . Namun. Misalnya –ment. Bahasa inggris tidak memiliki infiks. ada tiga afiks. pengertian kata aircraft adalah sebuah alat yang dibuat untuk digunakan di udara. Bahasa Tagalog yang merupakan bahasa nasional negara Pilipina. yaitu imbuhan yang disisipkan diantara morfem. hampir semua pengertian dari tiap kata-kata majemuk itu dilibatkan tiap bagiannya. memiliki infiks-infiks yang sangat ekstensif. 2) sufiks.yang digunakan untuk nama tumbuh-tumbuhan atau pohon-pohon. anti.dan dis-.digunakan untuk banyak kata kerja.playground X-nomina blackbird backwater knee-deep downcast highborn X-adjektiva stone-deaf colorblind undergo X-verba outrun spoonfeed Pengertian kata majemuk bergantung pada pengertian bagian-bagiannya. Misalnya. 3) infiks. dan -s. ‘write’ ‘buy’ ‘take. Contoh: [sulat] [bili] [kuha] get’ Selain itu. Afiksasi Pada dasarnya. yaitu: 1) prefiks.

That’s a big. Bahasa Indonesia tidak hanya memiliki prefiks. Contoh: Prefiks menulis penulis berlari Reduplikasi Di dalam reduplikasi. numeralia dan interogativa. afiksasi membentuk verba. Selain itu. Tagalog menggunakan reduplikasi menunjukkan pelaku pekerjaan. adverbia. big dog! (big is drawn out) infiks kinerja gerigi seruling sufiks bagian makanan tiduri konfiks dan simulfiks keadaan persahabatan pengiriman Bahasa Indonesia menggunakan reduplikasi total untuk membentuk kata benda jamak. Contoh: [rumah] [ibu] [lalat] ‘house’ ‘mother’ ‘fly’ [rumahrumah] [ibuibu] [lalatlalat] ‘houses’ ‘mothers’ ‘flies’ Bahasa Tagalog menggunakan reduplikasi sebagian untuk menandai keadaan yang akan datang. Tetapi juga memiliki konfiks dan simulfiks.Dalam bahasa Indonesia. yaitu gabungan afiks yang terdiri dari dua unsur afiks yang diletakkan di depan dan di belakang sebuah kata. bahasa Indonesia kaya dengan jenis afiks. adjektiva. infiks dan sufiks. Contoh: [bili] / man + bi + bili / [mamimili] ‘a buyer’ 42 . nomina. Dalam bahasa Inggris. reduplikasi total hanya terjadi secara sporadis dan itu biasanya menandai intensitas. Contoh: [bili] [kain] [pasok] ‘buy’ ‘eat’ ‘enter’ [bibili] [kakain] [papasok] ‘will buy’ ‘will eat’ ‘will enter’ Dalam kata sambung dengan prefiks man (yang sering mengubah inisial konsonannya mengikuti bunyi sengau). semua morfem digandakan (pengulangan total) atau hanya sebagian morfem ( pengulangan parsial).

sesama. 3) dwilingga salin suara adalah pengulangan leksem dengan variasi fonem. ada juga proses morfologis yang disebut modifikasi internal morfem. rung sing. woman tetapi women. rang. beberapa kata dalam bahasa Inggris membuat sebuah modifikasi internal. sang. bit. tetapi beberapa verba juga menunjukkan perubahan internal. broke. seperti: 43 . yaitu: 1) dwipurwa adalah pengulangan suku pertama pada leksem dengan pelemahan vokal. seperti: break. 4) dwiwasana adalah pengulangan bagian belakang dari leksem. misalnya man tetapi men. ibu-ibu dan pagi-pagi. bitten ring. tetamu. gejala reduplikasi dapat dibagi kedalam lima bagian. Contoh: mondar-mandir. 2) pola biasa dari past tense dan past participle adalah ditambahkannya sebuah imbuhan. Contoh: rumah-rumah. Contoh: cas-cis-cus dan dag-dig-dug. goose tetapi geese dan lain-lain. pontang-panting dan bolak-balik. 5) trilingga merupakan pengulangan onomatope dengan tiga kali variasi fonem. 3) beberapa kelas kata hanya bisa berubah dengan menggunakan modifikasi internal. Perubahan Internal Morfem Di samping menambahkan imbuhan pada sebuah morfem (afiksasi) atau mengulang seluruh atau sebagian morfem (reduplikasi) untuk membedakan analisis proses morfologi.[sulat] / man + su + sulat / [’isda] / man + ’I + isda / [manunulat] [man’i’isda] ‘a writer’ ‘a fisherman’ Dalam bahasa Indonesia. sung. Contoh: lelaki. Berikut adalah beberapa contoh dalam bahasa Inggris: 1) meskipun pola biasa dari bentuk jamak ditambahkan pada morfem infleksi. 2) dwilingga adalah pengulangan leksem secara utuh. dan pepatah. broken bite. sekali-kali dan perlahan-lahan. Contoh: pertama-tama.

Pembentukan kata-kata secara produktif tersebut menggunakan satu atau beberapa proses yang telah dijelaskan di atas. strive teeth. yaitu: I am I go /æm/ /go/ I was I went /w^z/ /wεn†/ 44 . walk scroosh blat /wak/ /skruš/ /blæ†/ walked scrooshed blatted /wak†/ /skruš†/ /blæ†əd/ Ada juga beberapa kelas kata umum dalam bahasa Inggris bentuk past tense yang berubah huruf vokalnya. dalam bahasa Inggris akhiran verba beraturan bentuk past tense dibentuk dengan menambahkan /-† /. begitu juga kata-kata susunan baru dalam bahasa Inggris seperti scroosh atau blat akan mempunyai format past tense ini. live (adj). Suplesi Bahasa yang dibentuk oleh proses morfologis akan membentuk kata-kata yang secara normal menjadi kata yang beraturan. breathe life. Sebagai contoh. Kebanyakan kata-kata dalam bahasa Inggris. teethe breath. Tetapi. /-d /. Situasi yang tidak beraturan ini disebut suplesi dan biasanya hanya terjadi pada beberapa kata pada sebuah bahasa. live (V) life. Kadang-kadang. misalnya: sing run /sґŋ/ /r^n/ sang ran /sæŋ/ /ræŋ/ Bebrapa kata kerja individual dalam bahasa Inggris memiliki suplesi past tense. or /-əd /. Hal ini disebabkan mereka menandai persamaan analisis morfologis tersebut dengan proses lain yang berbeda. Perbedaan itu bisa direpresentasikan dengan dua kata yang berbeda yang tidak memiliki banyak perbedaan sistematik dalam bentuknya. Situasi ini muncul karena ada dua kata berbeda yang ditafsirkan memiliki arti yang sama diinterpretasikan sebagai kata yang sama. dalam prosesproses tersebut juga memiliki kelas kata yang tidak beraturan.strife.

ada tiga afiks. suffiks. (5) Dalam bahasa Inggris. atau gabungan lainnya. (3) Affiks re. yaitu: prefiks. ungkapan-ungkapan yang dihasilkan dari penambahan imbuhan pada beberapa kata atau morfem secara normal juga merupakan jenis kata yang sama. yaitu: kombinasi adjektiva yang membentuk adjektiva baru yang berarti ‘tidak’ dan kombinasi verba yang membentuk verba baru yang berarti ‘melakukan kembali pekerjaan yang sebelumnya’. Pertama. prefiks un. tetapi tidak pada kata sifat usable yang membentuk adjektiva reusable. Dalam bahasa Inggris. dalam proses-proses tersebut juga ‘(a) study’ ‘movement’ /dira:sa:†/ /haraka:†/ ‘studies’ ‘movements’ 45 .dan –able bisa dikombinasikan dengan morfem berbeda pada verba reuse. Tetapi.berfungsi membentuk dua kelas kata. Kedua. (10) Selain afiks dan reduplikasi. Begitu juga bagian kedua dari kata majemuk akan kelihatan mendominasi ketika kategori bagian-bagian itu berbeda. Bentuk jamak yang normal untuk kata benda diakhiri dengan /-a†/ dengan memperpanjang bunyi hurufnya. imbuhan-imbuhan itu tidak terjadi bersama-sama tetapi disusun secara bertahap. dan infiks. (7) Secara umum. (2) Struktur hirarkis kata-kata adalah dalam pembentukan kata. (9) Dalam reduplikasi. reduplikasi total hanya terjadi secara sporadis dan itu biasanya menandai intensitas. ungkapan yang diberi imbuhan yang secara normal dapat berkombinasi pada jenis kata yang sama. (6) Komposisi adalah kombinasi yang dibentuk dari dua kata yang berbeda. Contoh: /dira:sa†/ /haraka†/ Kesimpulan (1) Ada dua fakta penting tentang cara imbuhan melekat dengan suatu ungkapan. (8) Pada dasarnya. dua kata yang kategorinya identik akan membuat sebuah kata majemuk yang juga berkategori sama.Bahasa Arab klasik memberikan contoh lain. (4) Akibat struktur internal mereka yang mungkin dianalisis lebih dari satu cara membuat beberapa kata mempunyai makna yang lebih dari satu (ambigu). Bagian dari kombinasi ini bisa berupa morfem bebas. semua morfem digandakan (pengulangan total) atau hanya sebagian morfem (pengulangan parsial). ada juga proses morfologi yang disebut dengan modifikasi internal morfem. kata dasar. (11) Bahasa yang dibentuk oleh proses morfologis akan membentuk kata-kata yang secara normal menjadi kata yang beraturan.

Indonesian Reference Grammar. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. (2) Sebaiknya saat para penulis menulis sebuah kata majemuk sebagai satu kata atau menggunakan tanda-tanda penghubung untuk menyambung kata-katanya. Jakarta: Gramedia. 46 . J. Australia: Allen & Leuwin Production. Hal ini disebabkan mereka menandai persamaan analisis morfologis tersebut dengan proses lain yang berbeda.memiliki kelas kata yang tidak beraturan. 1996. DAFTAR PUSTAKA Sneddon. Jakarta: Rineka Cipta.N. 2003. maka seharusnya struktur internal mereka tidak dianalisis lebih dari satu cara. Linguistik Umum. 1989. Kridalaksana. Saran (1) Agar tidak menyebabkan beberapa kata mempunyai makna yang ambigu. Abdul. Chaer. Harimurti.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful