P. 1
laporan Osmoregulasi

laporan Osmoregulasi

|Views: 286|Likes:
Published by Fadila Fpik

More info:

Published by: Fadila Fpik on May 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2014

pdf

text

original

A. Judul Osmoregulasi B.

Tujuan Untuk mengamati pengaruh salinitas yang berbeda terhadap proses osmoregulasi pada organism air (benih lele dan benur bandeng). C. Dasar teori Osmoregulasi adalah upaya mengontrol keseimbangan air dan ion-ion antara tubuh dan lingkungannya atau suatu proses pengaturan tekanan osmose. Hal ini penting dilakukan, terutama oleh organisme perairan karena : (1) harus terjadi keseimbangan antara substansi tubuh dan lingkungan ; (2) membran sel yang permiabel merupakan tempat lewatnya beberapa substansi yang bergerak cepat ; (3) perbedaan tekanan osmose antara cairan tubuh dan lingkungan (Fujaya, 1999). Fungsi tubuh organisme perairan dapat berjalan secara normal bila konsentrasi cairan dalam sel-sel tubuhnya sesuai dengan konsentrasi medium lingkungannya. Fungsi osmoregulasi pada organisme perairan adalah untuk mengatur tekanan osmosis dan keseimbangan konsentrasi cairan dalam tubuh serta mengatur keseimbangan ion antara cairan dalam tubuhnya dengan medium/lingkungannya (Yusnaini, dkk, 2012). Organ yang berperan proses osmoregulasi adalah ginjal, ingsang, kulit membran mulut dan beberapa membrane khusus yang digunakan dengan berbagai cara. Terdapat tiga pola regulasi ion air yaitu : a. Regulasi hipertonik atau hipersomatik, yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh yang lebih tinggi dari konsentrasi media. Hal ini terjadi misalnya pada ikan air tawar (Potadrom). b. Regulasi hipertonik atau hiposomotik, yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh yang lebih rendah dari konsentrasi media. Hal ini terjadi pada jenis ikan air laut (Oseandrom).

Regulasi isotonic atau isoosmotik. 15. Masing-masing wadah diisi dengan air dengan salinitas yang sesuai dengan konsentrasi label pada wadah. b. didalam zat . Mengukur salinitas air asal benih lele dan benur bandeng yang menjadi hewan percobaan. E. Prosedur kerja a. d. c. 20. Hasil pengamatan Jenis organisme Pengamatan (menit) 0 %o Benih Lele 0-15 Tidak terjadi perubah an 10 %o 15 %o 20 %o 25 %o 30 %o tingkah Laku Organisme Benur Bandeng 0-15 Normal Normal Normal Normal Normal Normal b. Pembahasan Muslihun (2009) yang menyatakan bahwa Osmoregulasi adalah kemampuan organisme untuk mempertahankan keseimbangan kadar dalam tubuh. 30 ppt. yaitu bila konsentrasi cairan tubuh sama dengan konsentrasi media.c. Menyiapkan 3 buah wadah (toples) yang bersih dan diberi label masingmasing 0. 10. Memasukan secara perlahan 3-5 ekor benih lele dan benur bandeng ke dalam tiap wadah dan mengamati tingkah lakunya dalam 15 menit dan mencatat tingkah lakunya. 1993). 25. Hasil dan pembahasan a. sama dengan ikan – ikan yang hidup pada daerah eustaria (Hartono. D.

Hal tersebut dilakukan untuk melihat bagaimana respon ikan air laut yang ditaruh dalam air dengan kadar salinitas yang rendah dan melihat bagaimana respon ikan air tawar yang ditaruh pada air dengan kadar salinitas yang tinggi. 20 ‰. Secara sederhana hewan dapat diumpamakan sabagai suatu larutan yang terdapat di dalam suatu kantung membran atau kantung permukaan tubuh. 10 ‰. argentilineatus) yang merupakan ikan air Laut (asin). yaitu ikan Glodok (P. argentilineatus) yang memiliki habitat di perairan laut ikan Mas (C.L) yang memiliki habitat di air tawar. Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA . diberikan media air dengan salinitas yang berbeda. yaitu 30 ‰ yang sesuai dengan habitat asalnya.yang kadar garamnya berbeda. Berdasarkan hasil pengamatan sebelumnya terlihat bahwa percobaan osmoregulasi dilakukan dengan 2 organisme yang berbeda yaitu benih lele dan benur bandeng dimana benih lele hidup pada air tawar dan benur bandeng hidup pada air payau. F. dan 0 ‰ (tawar). carpio . Pada percobaan Pada praktikum ini dilakukan percobaan dari 2 jenis ikan yang memiliki habitat berbeda. Perbedaan konsentrasi tersebut cenderung mengganggu keadaan manpat dari kondisi internal. Hewan harus menjaga volume tubuh dan kosentrasi larutan tubuhnya dalam rentangan yang agak sempit. Yang menjadi masalah adalah konsentrasi yang tepat dari cairan tubuh hewan selalu berbeda dengan yang ada dilingkungannya. Pada percobaan osmoregulasi terhadap ikan Glodok (P.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->