P. 1
Orientasi Bimbingan Dan Konseling

Orientasi Bimbingan Dan Konseling

|Views: 95|Likes:
Published by Siti Masyitoh

More info:

Published by: Siti Masyitoh on May 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2012

pdf

text

original

A.

Orientasi Bimbingan dan Konseling Orientasi yang di maksudkan disini ialah “pusat perhatian” atau “titik berat pandangan”. 1. Orientasi Perseorangan Orintasi perseorangan bimbingan dan konseling menghendaki agar konselor menitikberatkan pandangan pada siswa secara individual. Dalam hal ini individu diutamakan dan kelompok dianggap sebagai lapangan yang dapat memberikan pengaruh tertentu terhadap individu. Pelayanan bimbingan dan konseling yang berorientasikan individu itu sama sekali tidak boleh menyimpan ataupun bertentangan dengan nilai-nilai yang berkembang di dalam kelompok sepanjang nilai-nilai itu sesuai dengan normanorma umum yang berlaku. Semulah kaidah yang berkaitan dengan orientasi perorangan dalam bimbingan dan konseling, yaitu : a. Semua kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka pelayanan bimbingan dan konseling diarahkan bagi peningkatan perwujudan diri sendiri setiap individu yang menjadi sasaran layanan. b. Pelayanan bimbingan dan konseling meliputikegiatan berkenaan dengan individu untuk memahami kebutuhan-kebutuhannya, motivasi-motivasinya, dan kemampuankemempuan potensinya yang semua unik, serta untuk membantu individu agar dapat menghargai kebutuhan, motivasinya dan potensinya itu kearah pengembangannya yang optimal, dan pemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi diri dan lingkungannya. c. Setiap bulan klien harus diterima sebagai individu dan harus ditangani secara individual (Ronger, dalam McDaniel, 1956). d. Adalah menjadi tanggung jawab konselor untuk memahami minat, kemampuan dan perasaan klien serta untuk menyesuaikan program-program pelayanan dengan kebutuhan klien setepat mungkin. Dalam hal itu penyelenggaraan program yang sistematis untuk mempelajari individu merupakan dasar yang tak terelakan bagi berfungsinya program bimbingan (McDaniel, dalam Prayitno, 1999:236). 2. Orientasi Perkembangan Orientasi perkembangan dalam bimbingan dan konseling lebih menekankan pentingnya peranan perkembangan yang terjadi pada saat ini dan yang akan menjadi pada diri individu di masa yang akan dating. Pelayanan bimbingan dan konseling berlangsung dan dipusatkan untuk menunjang kemampuan inheren individu bergerak menuju kematangan dalam perkembangannya. Ivey dan Rigazio (dalam Mayers, 1992) menekankan bahwa orientasi perkembangan justru merupakan ciri khas yang menjadi inti gerakan bimbingan. Perkembangan merupakan konsep inti dan terpadukan, serta menjadi tujuan dari segenap layanan bimbingan dan konseling.

Dengan demikian konsep orientasi masalah terentang seluas daerah beroperasinya fungsi-fungsi bimbingan. dan dapat pula bermanfaat di dalam upaya pengentaskan masalah yang telah terjadi. Hambatan konsentrasi. Hambatan transformasi. yaitu : a. Orientasi Permasalahan Dalam kaitannya dengan fungsi-fungsi bimbingan dan konseling yang telah dibicarakan. yaitu ketidakmampuan untuk memusatkan perhatian pada lebih dari satu aspek tentang semua hal. Fungsi-fungsi lain. Hambatan egosentrisme. . Fungsi pemahaman memungkinkan individu memahami berbagai informasi dan aspek lingkungan yang dapat berguna untuk mencegah timbulnya masalah pada diri klien. dalam perkembangannya. yaitu ketidakmampuan melihat kemungkinan lain di luar apa yang dipahaminya. Hambatan reversibilitasi. Fungsi pencegahan menghendaki agar individu dapat terhindar dari masalahmasalah yang mungkin membebani dirinya. anak-anak berkemungkinan mengalami hambatan perkembangan kognisi dalam empat bentu. Demikian pula fungsi pemeliharaan dapat mengarah pada tercegahnya ataupun terentaskannya masalah-masalah tertentu. orientasi masalah secara langsung bersangkut paut dengan fungsi pencegahan dan fungsi pengentasan.Secra khusus Thompson dan Rudolph (1983) melihat perkembangan individu dari sudut perkembangan kognisi . ketidakmampuan meletakkan sesuatu pada susunan urutan yang ditetapkan. c. yaitu ketidakmampuan menelusuri alur yang terbaik dari alur yang dipahami semua. 3. dan dengan demikian pula menyusupi segenap jenis layanan kegiatan bimbingan dan konseling. d. sedangkan fungsi pengentasan memungkinkan agar individu yang sudah terlanjur mengalami masalah dapat terentaskan masalahnya. yaitu fungsi pemahaman dan fungsi pemeliharaan / pengembangan pada dasarnya juga bersangkut paut dengan permasalahan pada diri klien. b.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->