Good Corporate Governance (GCG

)

BSM berkomitmen penuh melaksanakan di seluruh tingkatan dan jenjang organisasi dengan berpedoman pada berbagai ketentuan dan persyaratan terkait dengan pelaksanaan GCG. Untuk mengoptimalkan penerapan GCG, BSM melakukan penguatan infrastruktur, restrukturisasi internal yang mengarah kepada praktik terbaik, penyesuaian dan pembaharuan sistem dan prosedur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan GCG yang efektif.

A. Pendahuluan
Good Corporate Governance (GCG) merupakan unsur penting di industri perbankan mengingat risiko dan tantangan yang dihadapi semakin meningkat. Penerapan GCG secara konsisten akan memperkuat posisi daya saing perusahaan, memaksimalkan nilai perusahaan, mengelola sumberdaya dan risiko secara lebih efisien dan efektif, yang pada akhirnya akan memperkokoh kepercayaan pemegang saham dan stakeholders, sehingga BSM dapat beroperasi dan tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang. BSM berkomitmen penuh melaksanakan GCG di seluruh tingkatan dan jenjang organisasi dengan berpedoman pada berbagai ketentuan dan persyaratan terkait. Hal itu diwujudkan dalam: 1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi 2. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite-komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian internal bank 3. Penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal dan eksternal 4. Penerapan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian internal 5. Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana berskala besar 6. Rencana strategis bank 7. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan bank Untuk mengoptimalkan penerapan GCG, BSM melakukan penguatan infrastruktur, restrukturisasi internal yang mengarah kepada praktik terbaik, penyesuaian dan pembaharuan sistem dan prosedur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan GCG yang efektif. Penerapan GCG di BSM membaik pada tahun 2009 dibandingkan Penerapan GCG tahun-tahun sebelumnya. Pengukuran tingkat kepatuhan BSM dalam menerapkan GCG menggunakanchecklist (self assessment) di mana hasil penilaiannya dalam bentuk indeks. Untuk keperluan internal, penilaian dilakukan secara semesteran dan untuk keperluan laporan kepada Bank Indonesia, penilaian dilakukan secara tahunan. Seiring dengan keluarnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan GCG Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, BSM sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti ketentuan yang berlaku dalam PBI tersebut. Penerapan GCG di BSM dimulai dari komitmen pihak yang paling berpengaruh terhadap penetapan strategis perusahaan yang dikenal dengan 3 (tiga) pilar GCG yaitu Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi. Penerapan GCG di BSM dimulai sejak periode 2003, menggunakan format standard checklist yang dibuat oleh Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) yang bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB). Hasil penilaian secara Self Assessment (SA) tahunan terus membaik sebagaimana hasil pengukuran oleh jajaran BSM (Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif ) yang hasilnya berupa Indeks GCG semesteran (semester II 2009 = 91,88 kategori “Lebih Baik” meningkat dari semester I 2009 = 88,36 kategori “Lebih Baik”). Adapun penilaian SA dengan metode versi BI dimulai periode 2007, di mana BSM mendapat kategori “Baik”, dan untuk nilai SA periode 2008 dengan kategori “Sangat Baik” yang berarti meningkat dibandingkan periode 2007. Hasil penilaian tersebut pada dasarnya sudah sesuai dengan hasil penilaian BI (vide surat BI No.10/959/DPbS tanggal 21 Juli 2008), di mana BI menyarankan agar BSM mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG.

B. Self Assessment GCG Perbankan

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

www.syariahmandiri.co.id

61

1. Self Assessment Internal BSM

2008 Pengelompokan Penilaian
1. Penerapan Governance Structure 2. Kebijakan Corporate Governance 3. Pengungkapan (Disclosure) Corporate Gorvernance 4. Audit & Sistem Pengendalian Intern Total Nilai 100% 73.49 B 88.10 LB 88.36 LB 25% 20% 15.89 15.50 20.93 17.09 20.67 17.00 20% 17.00 18.72 19.50 Bobot 35% Nilai Sem - I 25.10 Nilai Sem – II 31.36 Nilai Sem – I 31.19

2009
Nilai Sem – II 32.42

19.12 21.84 18.50 91.88 LB

2. Self Assessment GCG kepada Bank Indonesia No Aspek yang dinilai Bobot 2008 Peringkat Nilai Akhir 2009 Peringkat Nilai Akhir

Catatan Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi, tugas dan memenuhi Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) tentang GCG dengan baik. Dewan Komisaris mampu mengambil keputusan secara independen. Direksi telah mematuhi komitmen untuk menjalankan kegiatan BSM secara prudent, sesuai dengan PBI dan SEBI. Direksi telah menerapkan prinsip-prinsip GCG secara baik. Pelaksanaan Rapat Direksi berjalan secara efektif, efisien dan fokus. Komite telah menjalankan tugas secara efektif dalam memberikan masukan kepada Dewan Komisaris. Tidak ada kelemahan minor yang signifikan pada kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite. BSM telah memiliki kebijakan dan peraturan serta telah menghindari halhal yang dapat menimbulkan benturan kepentingan di dalam proses dan keputusan operasional.

01

Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris (Dekom)

10

1

0,100

1

0,100

02

Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Direksi

20

1

0,400

1

0,200

03

Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite

10

2

0,100

1

0,100

www.syariahmandiri.co.id

04

Penanganan Benturan Kepentingan

10

2

0,200

2

0,200

62

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

05

Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank

5

1

0,050

1

0,050

BSM telah memenuhi fungsi Kepatuhan dan sesuai dengan ketentuan yang mengatur Direktur Kepatuhan serta Satuan Kerja Kepatuhan BSM telah memenuhi fungsi Audit Intern dengan efektif dan SKAI telah menjalankan fungsinya secara efisien dan obyektif sesuai SPFAIB. Kantor Akuntan Publik (KAP) sudah menjalankan fungsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku mengatur GCG, transparansi laporan keuangan maupun PSAK101-106 dengan cakupan hasil audit sangat baik. BSM telah menjalankan fungsi manajemen risiko sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha Bank serta risiko yang dihadapi. Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan komprehensif. BSM telah menyediakan dana kepada pihak terkait dan/atau dana besar secara obyektif tanpa intervensi dari pihak terkait atau pihak lainnya serta BSM tidak melakukan pelanggaran BMPK dan prinsip kehati-hatian.

06

Penerapan Fungsi Audit Intern

5

1

0,050

1

0,050

07

Penerapan Fungsi Audit Ekstern

5

1

0,100

1

0,050

08

Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern

7.5

2

0,150

2

0,150

09

Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) Dan Debitur Besar (Large Exposures)

7.5

1

0,150

1

0,075

10

Transparansi Kondisi Keuangan & Non Keuangan Bank, Laporan Pelaksanaan GCG dan Laporan Internal

15

2

0,300

2

0,300

Informasi seluruh Pelaporan Bank telah sesuai ketentuan transparansi. Informasi disampaikan melalui homepage

11

Rencana Strategis Bank

5

1

0,050

1

0,050

BSM telah menyusun Rencana Strategis dengan seksama sesuai dengan Rencana Bisnis Bank serta visi & misi Bank.
www.syariahmandiri.co.id
Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

Total

100

1,425 SB

1,325 SB

63

Nilai Komposit Nilai Komposit < 1.5 1.5 ≤ Nilai Komposit 2.5 ≤ Nilai Komposit 3.5 ≤ Nilai Komposit 4.5 ≤ Nilai Komposit
Nilai Komposit yang dihasilkan BSM adalah 1,325 pada tahun 2009, lebih baik dibandingkan Nilai Komposit tahun 2008 sebesar 1,425. Nilai Komposit BSM dalam pelaksanaan Self Assessment GCG adalah Sangat Baik, sesuai dengan komitmen BSM untuk senantiasa mengimplementasikan GCG dengan penuh komitmen dan konsisten.

Predikat Komposit Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik
November 2002. Code of Conduct BSM merupakan pedoman bagi segenap insan BSM agar berperilaku secara Islami, profesional, bertanggung jawab, wajar, patut, dan dapat dipercaya bagi seluruh jajaran BSM baik dalam melakukan hubungan bisnis dengan para nasabah, rekanan, maupun hubungan dengan rekan sekerja. c. Piagam Komite, terdiri dari Piagam Komite Audit, Piagam Komite Remunerasi dan Nominasi, dan Piagam Komite Pemantau Risiko.

E. Struktur Organ GCG
Organ perusahaan, terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Direksi, mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. Organ Perusahaan harus menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku atas dasar prinsip bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya semata-mata untuk kepentingan perusahaan. 1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) RUPS adalah organ perusahaan yang memegang kekuasaan tertinggi dalam perusahaan dan memegang segala kewenangan yang tidak diserahkan kepada Direksi, Dewan Komisaris atau Dewan Pengawas Syariah. RUPS sebagai organ perusahaan merupakan wadah para pemegang saham untuk mengambil keputusan penting berkaitan dengan modal yang ditanam dalam perusahaan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pada kepentingan usaha perusahaan jangka panjang. RUPS dan atau pemegang saham tidak melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi dan wewenang Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah serta Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan hak sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan. Pengambilan keputusan RUPS dilakukan secara wajar dan transparan. Pada RUPS dan RUPSLB

C. Kebijakan GCG
BSM telah memiliki kelengkapan berbagai kebijakan (soft-structure) yang mengatur pelaksanaan GCG. BSM menyusun Soft-structure GCG sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan, dan mengacu pada berbagai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Soft-structure GCG yang berlaku di BSM adalah sebagai berikut: a. BSM menyusun Piagam GCG (GCG Charter) berdasarkan Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi No.9/002-SKB/KOM.DIR tanggal 30 April 2007. Piagam GCG merupakan peraturan, kaidah dan kebijakan BSM yang wajib dipatuhi oleh seluruh jajaran BSM. Piagam GCG diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan BSM sehingga dalam implementasinya dapat selaras dan sesuai dengan standar GCG. b. BSM menyusun Code of Conduct BSM berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direksi dan Komisaris No. 4/002/DIR.KOM tanggal 26

D. Mekanisme GCG
RUPS DPS

PENGAWASAN

PENGELOLAAN

RUPS melakukan pengambilan keputusan penting yang didasari pada kepentingan perusahaan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangan yang berlaku. Pengelolaan dilakukan oleh Direksi, sementara Dewan Komisaris melakukan pengawasan yang memadai terhadap kinerja pengelolaan perusahaan. Untuk memastikan produk-produk BSM tidak melanggar prinsip-prinsip syariah, BSM dikawal oleh Dewan Pengawas Syariah.

64

www.syariahmandiri.co.id

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

Persetujuan atas Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada para anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Hasil penilaian kinerja Dewan Komisaris disampaikan dalam RUPS. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris BSM sejalan dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan yang berlaku. BSM menyelenggarakan 1 (satu) kali RUPS yaitu RUPS Tahunan. Sarwoko dan Sandjaja (afiliasi Ernst & Young) yang akan mengaudit Laporan Keuangan BSM tahun buku 2009. e. RUPS memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris. antara lain mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi. d. kompetensi dan reputasi keuangan yang memadai. serta menetapkan jumlah dan jenis kompensasi serta fasilitas. Dewan Komisaris BSM telah memenuhi ketentuan fit & proper test dari Bank Indonesia. gaji dan fasilitas/tunjangan Direksi dan Dewan Komisaris serta bonus Senior Advisor Dewan Komisaris. BSM mewajibkan anggota Dewan Komisaris untuk mengungkapkan kepemilikan sahamnya. Sudarmadji & Dadang dengan opini “Wajar Tanpa Pengecualian”.id 65 . Dalam melaksanakan tugas. Menetapkan besarnya tantiem. • Melaksanakan pengawasan atas risiko Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. • Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi serta pengawasan atas kebijaksanaan Direksi terhadap kebijakan pengurusan BSM serta memberikan nasihat kepada Direksi. a. UU Perseroan Terbatas dan ketentuan GCG.co. yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri dalam suatu laporan yang harus diperbaharui setiap tahunnya. RUPS Tahunan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2009 yang menghasilkan keputusan yaitu: a. mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi. Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi. Menetapkan KAP Purwantono. 2. menunjuk akuntan publik. Persetujuan atas Laporan Tahunan BSM termasuk Pengesahan Laporan Keuangan untuk tahun buku 2008 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli. Seluruh anggota Dewan Komisaris memiliki integritas. Pertanggungjawaban Dewan Komisaris kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengawasan atas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. memberikan persetujuan atas laporan tahunan. BSM memiliki tatacara penyelenggaraan RUPS di mana disebutkan bahwa agenda acara RUPS disampaikan beserta undangan RUPS. Dewan Komisaris Dewan Komisaris adalah organ perusahaan yang bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa BSM melaksanakan GCG pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. c.syariahmandiri. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan dan tanggung jawabnya. mengesahkan perubahan Anggaran Dasar. b. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris BSM dapat dirinci sebagai berikut: • Memastikan terus terselenggaranya pelaksanaan prinsipprinsip GCG dalam setiap jenjang organisasi dibantu oleh unit-unit kerja terkait. Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada RUPS.5% dari laba bersih tahun 2008. 2. Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit. baik pada BSM maupun pada bank dan perusahaan lain. Persetujuan pembayaran zakat sebesar 2.tahun 2009 telah dilakukan pemberitahuan dan undangan bagi pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku. Bambang. Kinerja Dewan Komisaris dievaluasi berdasarkan unsur-unsur penilaian kinerja yang disusun oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. menetapkan alokasi penggunaan laba. Pelaksanaan penilaian dilakukan pada tiap akhir periode tutup buku. Persetujuan penggunaan Laba Bersih BSM Tahun buku 2008. f. Anggota Dewan Komisaris tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari bank selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS. Selama tahun 2009.

Di dalam melakukan pengawasan. Memberitahukan kepada Bank Indonesia paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan perbankan. Komposisi Dewan Komisaris c. Kerangka Manajemen Risiko 3. Dewan Komisaris BSM telah melakukan pengawasan terhadap: 1. Memberikan tanggapan dan rekomendasi atas usulan dan rencana pengembangan strategis BSM yang diajukan Direksi. Pengawasan dilakukan secara langsung termasuk memantau tindak lanjut atas rekomendasi dari Komisaris kepada Direksi. kecuali dalam hal penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar BSM atau peraturan perundangan yang berlaku. Membuat dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengawasan atas pengelolaan BSM. Susunan Anggota Dewan Komisaris Susunan Anggota Dewan Komisaris BSM berdasarkan RUPS tanggal 19 Juni 2008 sebagaimana tabel di bawah. kriteria dan independensi sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 yang diubah dengan PBI Nomor 8/14/PBI/2006 di mana jumlah anggota Dewan Komisaris BSM saat ini adalah empat orang.• • • • • www. Setiap anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau anggota Direksi. Memastikan bahwa Direksi telah memperhatikan kepentingan semua Pemegang Saham. b. Penggantian dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris telah memperhatikan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi. Pengawasan dan Rekomendasi Dewan Komisaris Dewan Komisaris BSM secara proaktif melakukan pengawasan dan memberikan masukan kepada Direksi. Independensi Dewan Komisaris Anggota Dewan Komisaris BSM telah memenuhi jumlah. Dalam melakukan pengawasan tersebut.id • usaha BSM dan upaya manajemen melakukan pengendalian internal. komposisi. Tindak lanjut atas hasil pemeriksaan audit internal dan eksternal termasuk hasil pemeriksaan Bank Indonesia Nama Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Jabatan Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Representasi Pemegang Saham Independen Independen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Susunan Dewan Komisaris Nama Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Jabatan Komisaris Utama/ Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Komisaris Periode Jabatan I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) 66 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Kinerja keuangan 2.syariahmandiri. Dewan Komisaris mengarahkan. Dewan Komisaris dilarang terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional BSM. Dua orang di antaranya atau sama dengan 50% anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen. maupun melalui komitekomite yang dibentuk. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BSM. d. Selama tahun 2009.co. dan keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha Bank.

Permodalan BSM harus mampu mendukung rencana ekspansi bisnis dan pertumbuhan yang ingin dicapai. manajemen risiko. atau anggota Dewan Komisaris. Kecukupan sistem pengendalian Dalam rangka mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Penetapan mekanisme mempertahankan posisi likuiditas dan tingkat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga. serta mempertahankan kondisi kesehatan BSM. Dewan Komisaris merekomendasikan perlunya dilakukan upaya perbaikan sekaligus pemeliharaan kinerja BSM yang mencakup faktorfaktor sebagai berikut: 1. 6. 9. Peningkatan kualitas aktiva produktif dengan melanjutkan langkah-langkah secara lebih konkrit dan berkesinambungan dalam berbagai hal terkait. 3. Peningkatan pemahaman risiko dan adanya fungsi waskat di dalam manajemen risiko Bank. Direksi. Kebijakan Remunerasi Pemberian remunerasi dan fasilitas lain mengacu kepada keputusan dari pemegang saham sebagaimana ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan saran yang Daftar Kehadiran Rapat Dewan Komisaris Nama Rapat Komisaris* (8 Kali) 7 8 3 6 Rapat Komisaris Direksi** (7 Kali) 6 7 6 5 Rapat Direktur Komisaris*** (11Kali) 10 11 8 7 www. 11. 7. 2. Upaya tersebut mencakup pelaksanaan manajemen umum. sistem pengendalian intern. Pemantauan secara konsisten terhadap pemeliharaan PDN. Pemisahan fungsi otorisasi dan berjalannya komunikasi antar jenjang. zero DMTL dan hasil audit scoring di setiap unit kerja.id Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Keterangan: * Rapat Komisaris adalah Rapat Internal Dewan Komisaris ** Rapat Komisaris Direksi adalah Rapat di mana Dewan Komisaris mengundang salah seorang Direksi untuk hadir dalam Rapat Dewan Komisaris *** Rapat Direktur Komisaris adalah Rapat di mana inisiatif rapat berasal dari Direksi dengan mengundang Dewan Komisaris Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri 67 . Pemaksimalan fungsi Pengawas Kepatuhan dan Prinsip Mengenal Nasabah (PKP). g. BSM mengupayakan perbaikan kinerja tersebut di atas sejalan dengan upaya untuk mempertahankan dan terus meningkatkan penerapan prinsip-prinsip manajemen bank yang sehat. Optimalisasi pemanfaatan e-learning sehingga berkorelasi dengan peningkatan kompetensi pegawai. Rapat Dewan Komisaris Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan minimal sebulan sekali. Penggalian penyebab utama atas temuan oleh Internal Audit dan pengidentifikasian 8 (delapan) risiko perbankan di dalam temuan-temuan audit. Direksi atau Pejabat Eksekutif pada 1 (satu) lembaga/ perusahaan bukan lembaga keuangan. serta kepatuhan BSM terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. Peningkatan rentabilitas. 4. meningkatkan peran intermediasi BSM. 5. Rangkap Jabatan Dewan Komisaris Dewan Komisaris tidak ada yang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris. f. Implementasi KYC dan AML.syariahmandiri. 12. Peningkatan kinerja Bank melalui evaluasi dan review terhadap berbagai kebijakan. 10. 8. atau Pejabat Eksekutif yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu) perusahaan anak bukan Bank yang dikendalikan oleh Bank.co. Penetapan ke dalam KPI. 5. dan pengendalian portofolio valuta asing. Rapat Dewan Komisaris tersebut dapat berupa Rapat Internal Dewan Komisaris maupun Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi.4.

transaksi maupun operasional mencakup: a. Memberikan masukan dan opini pada seluruh pedoman kerja operasional dan manual produk. Memberikan masukan bahwa produk dan layanan BSM telah sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan oleh DSN. DPS telah melakukan pertemuan rutin maupun insidental sebanyak 18 kali. . DPS bersifat independen yang anggotaanggotanya ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). Direksi. workshop. 2. pembiayaan dan operasional harus disetujui oleh DPS untuk menjamin kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. a. 3. DSN – MUI dan Bank Indonesia. b.Opini syariah atas pedoman operasional. anggota Dewan Komisaris BSM telah mengikuti berbagai program pelatihan. Ec Drs. H. 3. H.Hasil kajian atas produk dan jasa baru yang belum ada fatwa untuk dimintakan fatwa kepada DSN – MUI. • Assessment Commercial Banking. Tugas. MH Jabatan Ketua Anggota Anggota 68 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . MBH. • Leaders Forum for Banking. • Leadership and Decision Making. K. Meninjau produk dan layanan baru.136 miliar. c. maka dibentuk Dewan Pengawas Syariah (DPS). kewenangan dan tanggung jawab DPS adalah: a. Mengawasi dan memantau kegiatan operasional bank untuk menjamin kepatuhannya terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI.249 miliar mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2008 sebesar Rp 2. .id No 1. Kebijakan Remunerasi Pemberian remunerasi dan fasilitas lain mengacu kepada keputusan dari pemegang Susunan Dewan Pengawas Syariah www. c. . Dewan Pengawas Syariah (DPS) Sebagai bank yang bergerak di bidang syariah. yang belum diatur oleh fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI. seminar antara lain: • Seminar Penerapan PSAK 50 & 55 serta Implikasinya. sebuah badan dibawah Majelis Ulama Indonesia (MUI). M. • Global Execution Quotient Survey on Bank. Menyerahkan laporan pengawasan syariah setiap 6 (enam) bulan kepada Dewan Komisaris. h. Mohammad Hidayat. Menyerahkan laporan pengawasan syariah kepada Bank Indonesia setiap semester pada tahun 2009. Rapat DPS Dalam melaksanakan tugasnya.co. konferensi. . Total remunerasi yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp 3. Ali Yafie Dr. b. Pelatihan Dewan Komisaris Untuk meningkatkan kompetensi dan menunjang pelaksanaan tugas Dewan Komisaris BSM selama tahun 2009. M. Nama Prof.Opini syariah atas pelaksanaan operasional perusahaan secara keseluruhan dalam laporan publikasi perusahaan. Riwayat hidup Dewan Pengawas Syariah dapat dilihat di bagian Profil BSM. Syafii Antonio.diberikan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. a. Menilai dan memberi persetujuan mengenai aspek-aspek syariah pada setiap pedoman produk dan operasional perusahaan. yang memuat antara lain: .syariahmandiri. • Workshop Coaching for Leadership. produk dan jasa yang dikeluarkan BSM. Seluruh pedoman produk pendanaan.Melakukan pertemuan rutin dengan BSM untuk mendiskusikan laporan perkembangan dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan praktek syariah.Hasil pengawasan dan kesesuaian kegiatan operasional perusahaan terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI. Memberikan pendapat mengenai kepatuhan syariah atas kegiatan operasional perusahaan dalam laporan publikasi. Selama tahun 2009 DPS telah mengeluarkan 9 (sembilan) opini syariah baik yang berkaitan dengan produk.

Komite Manajemen Risiko dan Divisi Kepatuhan. Hasil penilaian kinerja Direksi oleh Dewan Komisaris disampaikan dalam RUPS.972 0. SMS. Masing-masing anggota Direksi melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenang. Direksi bertanggung jawab kepada RUPS. misi. Satuan Kerja Manajemen Risiko.Menyusun visi.972 perwujudan akuntabilitas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. a. majalah internal dan media komunikasi lainnya.Menciptakan sistem pengendalian intern. Direksi telah membentuk Satuan Kerja Audit Internal (SKAI). Tugas dan Tanggung jawab Direksi dapat dijabarkan sebagai berikut: . . Pertanggungjawaban Direksi kepada RUPS merupakan Jumlah DPS 3 Miliar Rp 0. . Pelaksanaan penilaian dilakukan pada tiap akhir periode tutup buku. dan hal-hal lain yang terkait dengan Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.972 miliar. wewenang.Memperhatikan kepentingan yang wajar dari pemangku kepentingan BSM (stakeholders).co. intranet.Remunerasi Dewan Pengawas Syariah Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain Gaji dan Fasilitas lain Total saham sebagaimana ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan saran yang diberikan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi.syariahmandiri.Melakukan pengelolaan BSM sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya sesuai Anggaran Dasar. . . menjamin terselenggaranya fungsi audit intern perusahaan dalam setiap tingkatan manajemen dan menindaklanjuti temuan Divisi Audit Intern BSM sesuai dengan kebijakan atau pengarahan yang diberikan Dewan Komisaris. Direksi mengungkapkan kebijakan-kebijakan BSM yang bersifat strategis di bidang kepegawaian kepada pegawai dengan media yang mudah diakses antara lain melalui newsletter. Direksi bertanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan agar dapat menghasilkan nilai tambah dan memastikan kesinambungan usaha. Dalam melaksanakan tugasnya. dan hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Direksi mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui RUPS.Menetapkan struktur organisasi yang lengkap dengan rincian tugas di setiap divisi. Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari SKAI. 4.id 69 . auditor eksternal.Mengendalikan sumber daya yang dimiliki BSM secara efektif dan efisien. Total remunerasi yang dibayarkan kepada DPS selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp0. . Direksi sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif dalam mengelola perusahaan. Direksi Direksi adalah organ perusahaan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar. manajemen risiko. Kinerja Direksi dievaluasi oleh Dewan Komisaris baik secara individual maupun kolektif berdasarkan unsur-unsur penilaian kinerja yang disusun oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. peraturan perundangundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip GCG. Direksi senantiasa berpegang dan berpedoman pada Anggaran Dasar maupun ketentuan internal serta eksternal lainnya. Tugas. dan nilai-nilai serta rencana strategis BSM dalam bentuk rencana korporasi (Corporate Plan) dan rencana bisnis (Business Plan).

BSM telah mematuhi dengan baik dan tidak ada sanksi hukum serta pelanggaran terutama atas ketentuan BI maupun fatwa DSN. Pedoman. sistem dan prosedur kerja seluruh jenjang organisasi tersedia secara sangat lengkap. mampu tumbuh berkembang pesat namun tetap memperhatikan prudentiality serta prinsip sy ariah. Pelaksanaan tugas Direktur Kepatuhan dinilai “memadai” oleh BI secara berkala dan BSM dipandang sebagai Bank Seluruh Anggota Direksi berdomisili di Indonesia. . Optimalisasi fungsi kepatuhan BSM terus disempurnakan sejalan dengan perkembangan organisasi BSM. yang sehat. Seluruh Direksi tidak memiliki rangkap jabatan sebagai Komisaris. Dalam hal penerapan seluruh ketentuan eksternal yang berlaku. Mengacu pada pedoman organisasi No. Seluruh Direksi tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan Direktur Utama: .b. Surat Kuasa dari Direksi kepada Kepala Unit Kerja bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan tugas operasional Bank namun tidak mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi. Anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama tidak memiliki saham melebihi 25% dari modal disetor pada perusahaan lain yang dibuktikan dengan penandatanganan Surat Pernyataan. update dan sangat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. .Menjalankan visi BSM dengan menetapkan strategi dan kebijakan BSM.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . maupun best practices perbankan. Seluruh anggota Direksi memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di bidang operasional perbankan dan institusi keuangan sebagai Pejabat Eksekutif.co. Kepatuhan tersebut terkait dengan ketentuan Bank Indonesia.Menyelenggarakan aktivitas seluruh unit kerja yang berada langsung di bawahnya agar mencapai rencana kerja yang ditetapkan. Direksi atau Pejabat Eksekutif pada Bank atau perusahaan lain.Melaksanakan evaluasi secara berkala terhadap realisasi pencapaian target dan menetapkan langkah-langkah peningkatan kinerja yang harus dilakukan. . pembidangan tugas Direksi sebagai berikut: Nama Yuslam Fauzi Hanawijaya Sugiharto Zainal Fanani Srie Sulistyowati Amran Nasution Jabatan Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Kepatuhan Direktur Direktur Periode Jabatan II (19 Juni 2008-2011) dan I ( 22 Juni 2005-19 Juni 2008) II (19 Juni 2008-2011) dan I ( 22 Juni 2005-19 Juni 2008) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2007-2010) I (19 Juni 2007-2010) I (19 Juni 2007-2010) Direksi tidak memberikan kuasa umum kepada pihak lain yang mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi.Mengkoordinir kegiatan kerja seluruh anggota Direksi berikut aparat di bawahnya untuk mencapai optimalisasi hasil.PO.Menciptakan hubungan 70 www. Direktur Kepatuhan BSM telah menetapkan Direktur Kepatuhan yang memastikan bahwa Bank telah memenuhi kriteria kepatuhan. UU Perseroan Terbatas dan ketentuan GCG. serta pemenuhan komitmen dengan lembaga otoritas yang berwenang. Direksi BSM telah memenuhi ketentuan fit & proper test dari Bank Indonesia. . Susunan Direksi Susunan Direksi BSM berdasarkan RUPS tanggal 19 Juni 2008 sebagai berikut: derajat kedua dengan sesama anggota Direksi dan/atau dengan anggota Dewan Komisaris. I Tanggal 1 Januari 2008. perundang-undangan yang berlaku.syariahmandiri.

. restrukturisasi.Menetapkan strategi dan kebijakan di Direktorat Treasuri dan Jaringan berdasarkan prinsip syariah.Membina hubungan dengan seluruh mitra kerja BSM agar dapat terwujud hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.Menyelenggarakan pengelolaan Manajemen Risiko di perusahaan dengan baik sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko: .Memimpin dan mengkoordinir penetapan langkahlangkah yang diperlukan untuk memastikan BSM telah memenuhi ketentuan seluruh peraturan perundangundangan yang berlaku dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian. . karyawan.id 71 . nasabah. Direktur Operasi dan Pendukung: . . .Menetapkan strategi dan kebijakan yang sesuai dengan visi perusahaan dengan menjalankan strategi dan kebijakan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. dan jaringan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.Menetapkan strategi dan kebijakan di bidang pembiayaan korporasi berdasarkan prinsip syariah. Pemegang Saham. serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan denganpelaksanaan tugasnya. dan Pemerintah/ Bank Sentral dalam rangka mewujudkan GCG. .Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Treasuri dan Jaringan dalam melaksanakan aktifitas bidang treasuri. dana.syariahmandiri.yang harmonis antara Dewan Komisaris.Memimpin dan mengkoordinir pelaksanaan kajian terhadap risiko perusahaan sesuai dengan visi BSM yang mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Direktur Pembiayaan Korporasi: .Mengkoordinir pembinaan terhadap seluruh Kepala Divisi/ Unit/Tim Kerja dan cabang.Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Pembiayaan Korporasi dalam melaksanakan aktifitas bidang pembiayaan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. . . serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Pembiayaan Komersial dan Konsumer dalam melaksanakan aktifitas bidang pembiayaan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehatihatian. Direktur Pembiayaan Treasuri dan Jaringan: . investor. Direktur Pembiayaan Komersial dan Konsumer: .Menetapkan strategi dan kebijakan di bidang pembiayaan komersial dan konsumer berdasarkan prinsip syariah.co. Direksi.

158 Jumlah Remunerasi Direksi Jenis Remunerasi per Orang dalam 1 tahun*) Jumlah Direksi Di atas Rp2 miliar Di atas Rp1 miliar s. konferensi. .Workshop Leadership and Change Management.Seminar Enhancing Access to Formal Financial Services In Indonesia. Rapat Direksi Rapat Direksi diselenggarakan minimal 1 (satu) kali dalam seminggu yaitu setiap hari Senin. .560 miliar.co. . seminar antara lain: .id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . hukum. d. corporate affair. . Kebijakan Remunerasi Total remunerasi yang dibayarkan kepada Direksi selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp11. . Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. workshop. anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak memiliki saham di BSM. Pengungkapan Kepemilikan Saham serta Hubungan Keuangan dan Keluarga Dewan Komisaris dan Direksi Per posisi Desember 2009.d Rp2 miliar Di atas Rp500 juta s. .BSM di bidang Informasi dan Teknologi. F. Pelatihan Direksi Untuk meningkatkan kompetensi dan menunjang pelaksanaan tugas Direksi BSM selama tahun 2009.085 6.Seminar Pencegahan Tindak Pidana di bidang Perbankan. e. operasi dan akuntansi serta sarana dan logistik dan merumuskan kebijakan yang perlu ditempuh untuk tetap terlaksananya kegiatan BSM yang efisien dan efektif. operasi dan akuntansi.Mengevaluasi perkembangan bank di bidang Informasi dan Teknologi. .d Rp1 miliar Rp500 juta ke bawah *) yang diterima secara tunai Jumlah Dewan Komisaris 1 5 4 72 www. corporate affair.158 miliar mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2008 sebesar Rp7.Seminar Kilas Balik Perbankan Indonesia Tahun 2009 dan Rencana Penyempurnaan Peraturan Mengenai Prudential Banking.Workshop perbankan nasional.072 11.Sertifikasi BSMR.syariahmandiri. maka antara para anggota Direksi dan Komisaris serta antar anggota Direksi dengan anggota Komisaris tidak ada hubungan Daftar Kehadiran Rapat Direksi Nama Pejabat Yuslam Fauzi (Direktur Utama) Hanawijaya (Direktur) Srie Sulistyowati (Direktur) Amran Nasution (Direktur) Zainal Fanani (Direktur) Sugiharto (Direktur) Rapat Direksi (57 kali) 51 56 54 54 53 54 Rapat Komisaris dan Direksi (7 kali) 7 7 7 7 7 7 Rapat Direksi dan Komisaris (11 kali) 9 8 9 9 10 9 Jenis Remunerasi Direksi Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain Gaji Rp/Tahun Tunjangan Rp/Tahun TOTAL Direksi 6 6 Miliar Rp 5.5th World Islamic Economic Forum. c. hukum. serta sarana dan logistik. namun tertutup kemungkinan bahwa Direksi mengadakan Rapat Direksi di luar jadwal yang ditentukan tersebut. anggota Direksi BSM telah mengikuti berbagai program pelatihan.

d. f. pasar modal dan instansi lainnya. Melaporkan kepada Dewan Komisaris tentang berbagai risiko yang dihadapi BSM dan pelaksanaan manajemen risiko oleh Direksi.91% keluarga sedarah sampai dengan derajat kedua. Rasio gaji Direksi yang teringgi dan terendah. Melakukan penelaahan atas pengaduan yang berkaitan dengan BSM. Uraian Rasio gaji pegawai yang tertinggi dan terendah.syariahmandiri. Mengevaluasi efektivitas pelaksanaan audit dari auditor ekstern termasuk menelaah independensi dan objektivitas auditor ekstern serta menelaah kecukupan pemeriksaan yang dilakukannya. Melakukan penelaahan atas ketaatan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan.Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah No. Melakukan evaluasi atas pelaksanaan audit intern dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan untuk rekomendasi kepada Dewan Komisaris. Persyaratan tersebut adalah anggota Komite Audit paling kurang terdiri dari seorang Komisaris Independen. 1. Menjaga kerahasiaan 73 . Melakukan penelaahan atas G.11% 1. memonitor kinerja auditor ekstern dan memastikan kepatuhan terhadap standar profesional serta memonitor tindak lanjut hasil audit. yang dapat mempengaruhi Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Dewan Pengawas Syariah dan/atau auditor ekstern. Memberikan rekomendasi tentang penunjukkan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris. H. 1. i. seorang pihak independen yang memiliki keahlian di bidang keuangan atau akuntansi dan seorang dari pihak independen yang memiliki keahlian di bidang hukum atau perbankan. c. e. 2. Adapun tugas dan tanggung jawab Komite Audit yang tercantum dalam Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) telah sesuai dengan Keputusan Ketua BAPEPAM No.01% 76. Rasio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah. Shares Option BSM tidak melakukan shares option dalam periode Januari – Desember 2009. Melakukan penelaahan atas tindak lanjut laporan hasil audit yang dilakukan oleh otoritas pengawas bank. 4.11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah adalah sebagai berikut: a.co.Pelaksanaan tugas yang dilaksanakan oleh fungsi audit intern . Komite Audit selalu berpedoman pada rencana kerja yang telah disusun. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai terendah Rasio 19. h. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai tertinggi. j. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan BSM seperti laporan keuangan. auditor intern. kemampuan bertindak independen. Laporan Komite Audit Susunan anggota Komite Audit telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam PBI Nomor 8/4/ PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum. kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris. Independensi Anggota Komite Audit Seluruh anggota Komite Audit yang berasal dari pihak independen tidak memiliki hubungan keuangan. Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan Bank. baik menurut garis lurus maupun garis ke samping atau hubungan semenda (menantu atau ipar).19% 1.11% 4. yaitu: . Dalam melaksanakan tugasnya. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit Sebagai panduan Komite Audit untuk melaksanakan tugas maka Dewan Komisaris telah menetapkan Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) yang disahkan pada tanggal 20 Mei 2005. g. kepengurusan.Pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan audit dan/atau rekomendasi dari hasil pengawasan Bank Indonesia.Kep-29/PM/2004 dan Peraturan Bank Indonesia No. b.id penerapan good corporate governance. 3. 5. proyeksi dan informasi keuangan lainnya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan pemenuhan pengungkapan sesuai peraturan yang berlaku.

Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris. Ketua. Lulusan Administrasi Universitas Diponegoro Semarang. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Komite Audit b. Berpengalaman mengikuti pelatihan di luar negeri Jabatan antara lain di Hyderabad (India). k. Analisa dan hasil pemeriksaan tersebut disampaikan pada Rapat Dewan Komisaris. Memulai karir di Bank Bumi Daya tahun 1986 hingga 2000. Susunan Anggota Komite Audit tercantum pada tabel di bawah. Tahun 2004 sebagai Tim Penyusun Buku Pedoman Kerja Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah. Consilidation Financial Report dan Information Technology. Ketua Komite Audit merangkap sebagai Ketua pada Komite Pemantau Risiko. Per 31 Desember 2009. Advisory Services. anggota Komite Audit PT Bank Rakyat Indonesia dan saat ini sebagai anggota Komite Audit BSM disamping bekerja pada konsultan manajemen. Lampung. Paris. Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Kegiatan Komite Audit dalam tahun 2009 dilakukan dalam bentuk Rapat Komite Audit. Saat ini bertugas sebagai anggota Komite Audit BSM. Laporan Kerja Komite Audit Selama tahun 2009. Komite Audit juga telah menyampaikan Laporan Kuartalan dan Tahunan mengenai pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya kepada Dewan Komisaris. Kasmadi Adrianto (Anggota) Lahir di Metro.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . 3. dengan jabatan terakhir Deputi Direktur Pemeriksaan Bank I. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. Perbankan. Berkarir di Bank Indonesia dari 19782003 dengan penugasan terutama di bidang audit intern dan pengawasan/ pemeriksaan bank umum. data dan informasi BSM. l. Abdillah (Ketua) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Dewan Komisaris b.syariahmandiri. Susunan Anggota Komite Audit dokumen. Lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Padjadjaran Bandung tahun 1985 dan S2 Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 1994. Mekanisme rapat Komite Audit dilaksanakan 74 www. Komisaris Independen Pihak Independen sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota c. Ernst & Young 4. Anggota Komite Audit Nama Abdillah Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Riwayat Hidup Anggota Komite Audit a. Tjeppy Kustiwa (Anggota) Lahir di Bandung tanggal 17 Desember 1957. Berpengalaman mengikuti berbagai training dan seminar antara lain di bidang yang berkaitan dengan tugas Komite Audit.co. telaah akun tertentu dan audit khusus. dan Sydney.2. Frankfurt. Komite Audit BSM telah me-review berbagai Laporan Hasil Pemeriksaan yang terdiri dari kelompok audit reguler. yang disampaikan oleh Internal Audit maupun hasil audit Kantor Akuntan Publik. tanggal 6 November 1947. Washington DC. Akuntansi. Financial Restructuring and Go Public Procedure. bekerja di Prasetio Strategic ConsultingAndersen.

antara lain mengkaji draft Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Semester II Tahun 2008 dan Semester I Tahun 2009. keberadaan Komite Renumerasi dan Nominasi ini ditetapkan melalui Keputusan Rapat Dewan Komisaris No. Jakarta b.melalui pertemuan dalam rangka mengikuti RADIRKOM. Kegiatankegiatan yang telah dilakukan Komite Audit dalam tahun 2009 meliputi sebagai berikut: a. 5. • Kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi melalui Dewan Komisaris.syariahmandiri. Laporan Komite Remunerasi dan Nominasi Sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum. Di samping itu. Mengkaji laporan keuangan publikasi Bank Triwulan II dan Triwulan III Tahun 2009. j. Terkait dengan kebijakan remunerasi: 1). Mengikuti seminar “The Asia Pacific Conference and Exhibition 2009 on Enabling Financial Turnaround Sustaining Growth under Financial Turbulence”. c.2009. Menyusun telaah Perhitungan Net Interest Margin Bank. Rapat dilakukan sedikitnya 1 (satu) bulan sekali. Selama tahun 2009 Komite Audit mengadakan rapat minimal 10 (sepuluh) kali dengan tingkat kehadiran masing-masing anggota Komite Audit tercantum pada tabel di bawah.12. Menyusun telaah tindak lanjut hasil audit Kantor Akuntan Publik atas audit laporan keuangan Bank Tahun Buku 2008. Menyusun laporan tahunan Komite Audit tahun 2008. Mengkaji laporan kegiatan dan hasil pemeriksaan Divisi Audit Intern Triwulan IV Tahun 2008 serta Triwulan I dan II Tahun 2009. b. h. Mengkaji laporan keuangan (audited) Bank posisi 31. g. Jakarta Pelatihan Komite Audit 2). Tugas dan Tanggung Jawab Komite Remunerasi dan Nominasi Komite Remunerasi dan Nominasi bertanggung jawab: a.id 75 . Komite Audit juga melakukan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Dewan Komisaris. sebagaimana ditetapkan dalam Piagam Komite Audit. Menyusun telaah laporan hasil audit Kantor Akuntan Publik Tahun Buku 2008 kepada Dewan Komisaris. Jumlah Rapat Komite Audit Nama Abdillah Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jumlah Rapat 27 27 27 Tingkat Kehadiran 27 25 27 Selama tahun 2009.01.2008. i. 1. Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada I.co. f. d. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi. Mengkaji Rencana Audit Tahunan Divisi Audit Intern tahun 2009.12. Rapat Komite Audit Komite Audit mengadakan rapat secara berkala. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. RAKOMDIR dan RAKOM serta pada saat membahas hasil telaah Komite Audit dan hasil pertemuan Komite Audit dengan satuan-satuan kerja serta pembahasan hasil kegiatan lainnya. Menyusun rekomendasi penunjukan Kantor Akuntan Publik/Akuntan Publik yang ditugasi melakukan audit laporan keuangan Bank Tahun Buku 2009. Terkait dengan kebijakan nominasi: 1). IKAI. b. Mengkaji laporan keuangan (unaudited) Bank posisi 31. Komite Audit telah mengikuti berbagai pelatihan dan seminar dalam rangka pengembangan kompetensi anggota Komite Audit sebagai berikut: a. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai: • Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada RUPS. Mengikuti seminar “Menyongsong Full Adoption IFRS di Indonesia.2008 dan 31. e.9/001/RAKOM tanggal 22 Januari 2007 yang salah satunya tentang pembentukan Komite Remunerasi dan Nominasi. JCC.

Adapun jumlah kehadiran masingmasing anggota Komite Remunerasi dan Nominasi dapat dilihat pada tabel rapat komite. c. 2). 1. 4. Komite Remunerasi dan Nominasi. Susunan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi untuk tahun 2009 mengalami perubahan sebagaimana tabel berikut ini: Komite Remunerasi dan Nominasi mengadakan rapat sesuai dengan kebutuhan dan selama tahun 2009. 5. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. Memberikan rekomendasi mengenai calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.Rapat Umum Pemegang Saham. Membahas tentang status Saudara Muhammad Haryoko sebagai pihak independen yang menjadi salah satu Jabatan Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi Periode No. Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi tidak merangkap sebagai ketua pada Komite lain. b. e.syariahmandiri. per tanggal 9 Januari 2009 Senior Advisor Dewan Komisaris Kepala Divisi sebagai anggota Komite Remunerasi dan Nominasi mengadakan rapat sebanyak 2 (dua) kali. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Remunerasi dan Nominasi yang berakhir masa jabatannya pada tanggal 19 Juni 2009. d.d. 6. Achmad Marzuki (Ketua) b. www.d. 2. Laporan Komite Pemantau Risiko 1.d. 31/12/09 Achmad Marzuki Abdillah Tardi Helmi Huseno Muhammad Haryoko Achmad Fauzi Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Muhammad Haryoko Achmad Fauzi Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Achmad Fauzi Komisaris Independen sebagai Ketua Komisaris Independen sebagai anggota Komisaris sebagai anggota Kepala Divisi sebagai anggota. J. Melakukan kajian remunerasi dan nominasi Pengurus dan Pegawai BSM. akhlak dan moral yang baik. 25/06/09 25/06/09 s. Riwayat Hidup Anggota KomiteRemunerasi dan Nominasi a. Rapat Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi anggota Komite Nama Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Achmad Fauzi Jumlah Rapat 2 2 2 2 2 Tingkat Kehadiran 2 2 2 2 2 Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Abdillah Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Tardi Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Eka Bramantya Danuwirana Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Kepala Divisi Achmad Fauzi Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Corporate Secretary. 08/01/09 09/01/09 s. b. 01/01/09 s. Komite Remunerasi dan Nominasi telah melakukan minimal 2 kali pertemuan dengan beberapa agenda penting antara lain: a. Melakukan kajian atas pemberian fasilitas Car Ownership Program bagi Direksi termasuk besarnya fasilitas dan jenis kendaraan yang diberikan serta pemberian fasilitas tunjangan perumahan bagi Direksi untuk disampaikan kepada Dewan Komisaris dan mengkonsultasikan hasil kajian tersebut kepada pemegang saham. Rangkap Jabatan Anggota Komite 2. c. Susunan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi memiliki integritas.id 3. 3. 4.co. Tugas dan Tanggung Jawab 76 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .

Komite Pemantau Risiko Piagam Komite Pemantau Risiko ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris No. Ketua Komite Pemantau Risiko merangkap sebagai Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut. 2. profil risiko dan kesehatan bank setiap bulan. Membahas fungsi manajemen risiko ada unit kerja bisnis dan fungsi unit kepatuhan dalam Rapat Komite Pemantau Risiko Rapat Komite dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan dengan perincian kehadiran masing-masing anggota seperti pada tabel: K. Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko terdiri dari: Nama Abdillah Lilis Kurniasih Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jabatan Komisaris Independen sebagai Ketua Komisaris Utusan sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota L. Komite Pemantau Risiko telah melakukan 19 kali pertemuan dengan beberapa agenda penting antara lain: a. Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko Per 31 Desember 2009. penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko dan penetapan manajemen risiko. ketua pada Komite Audit. 9/004SKB/KOM-DIR tanggal 18 Juli 2007. d.id mengawal pembiayaan. Komite di bawah Direksi Komite di bawah Direksi adalah Komite Manajemen Risiko (KMR).syariahmandiri. Selama tahun 2009. evaluasi pencapaian target pembiayaan serta insentif dan action plan pencapaian target pembiayaan tahun 2009. dan masyarakat umum serta bertanggung jawab untuk menyediakan dan menyampaikan informasi yang penting mengenai BSM kepada masyarakat umum maupun untuk kepentingan pemegang saham. penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko dan penetapan keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Komite Pemantau Risiko. Forum KMR diadakan minimal satu kali dalam sebulan. Monitoring dan penanganan nasabah korporasi cabang non lancar. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. c.co. Corporate Secretary berfungsi sebagai penghubung antara BSM dengan stakeholders. Rapat Anggota Komite Pemantau Risiko Nama Abdillah Lilis Kurniasih Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jumlah Rapat 19 19 19 19 Tingkat Kehadiran 19 17 17 19 3. c. Komite Pemantau Risiko bertanggungjawab untuk: a. Melakukan evaluasi tentang kebijakan manajemen risiko. KMR beranggotakan Direksi dan Kepala Divisi yang secara fungsional mengelola risiko usaha bank. f. b. b. Membahas masalah pembiayaan. Tugas KMR antara lain meliputi penyusunan kebijakan. untuk memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris. Membahas perkembangan proyek core banking system dan fasilitas pengurus. Komite ini dibentuk untuk memberikan saran dan rekomendasi kepada Direktur Utama terkait kebijakan dan strategi manajemen risiko. e. Laporan Kerja Komite Pemantau Risiko Komite Pemantau Risiko mengadakan rapat minimal sebulan sekali. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko. penerapan four eyes principles dan mekanisme monitoring terhadap kepatuhan SOP. Membahas kerangka dan prosedur pembiayaan. Corporate Secretary Corporate Secretary BSM dijabat oleh Kepala Divisi Hubungan Korporasi & Hukum yang mengemban misi untuk mendukung terciptanya citra perusahaan yang baik secara konsisten. Mengevaluasi kinerja. 4. b. dan berkesinambungan melalui pengelolaan program komunikasi yang efektif kepada segenap pemangku kepentingan. 77 . strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko.

Direksi BSM dengan Surat Keputusan No. Penandatanganan 78 www. protokoler. serta sosialisasi ke kantor wilayah dan cabang. GCG dan Bapepam. dan keluarganya dalam kepemilikan saham. hubungan bisnis. Corporate Secretary dibantu oleh fungsi hukum. 10/014-KEP/ DIR tanggal 22 Januari 2008.Mengikuti perkembangan pasar dan kondisi eksternal BSM khususnya peraturanperaturan yang berlaku di bidang Perbankan Syariah.Sebagai penghubung antara BSM dengan institusi eksternal yang mewakili masyarakat. Hubungan dengan stakeholders dilakukan melalui kegiatan temu analis. Saham Perbankan Syariah. penerbitan laporan keuangan triwulanan.syariahmandiri. Daftar Khusus dari anggota Direksi. temu karyawan.co. www. Menyiapkan Daftar Pemegang Saham.Mengingatkan Direksi BSM tentang tanggung jawabnya untuk melaksanakan GCG yang optimal sesuai tujuan perusahaan agar tercipta image perusahaan yang lebih baik dan meningkatkan laba perusahaan - - - secara berkesinambungan. Mengkoordinir Self Assessment dan Pelaporan Pelaksanaan GCG BSM sesuai PBI. Obligasi. Beberapa aktivitas yang dilakukan oleh Corporate Secretary selama tahun 2009. corporate event. Selain itu. tengahtahunan dan tahunan. Dewan Komisaris. Hubungan dengan pihak eksternal dipelihara dengan baik.Memberikan masukan kepada Direksi BSM untuk menjalankan ketentuan/ Undang-undang yang berlaku antara lain tentang Perseroan. kesekretariatan. Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaannya. newsletter. kegiatan operasional serta hal-hal lainnya seputar BSM. Forum Doa Pagi Senin. . intranet. Direksi.id. Dalam menjalankan fungsi dan perannya. media relations dan institutional relation dalam berhubungan dengan pihak eksternal maupun internal BSM. komunikasi/ promosi.syariahmandiri. Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham.Memberikan pelayanan kepada masyarakat atas pemahaman BSM dan setiap informasi yang dibutuhkan pihak eksternal BSM yang berkaitan dengan kondisi internal dan/atau halhal khusus yang ingin diketahui publik. Pengajian Rabuan. Corporate Secretary BSM juga memiliki tugas menyebarluaskan informasi mengenai BSM kepada segenap pegawai. paparan publik. penerbitan buletin kinerja keuangan triwulanan. . Media Gathering yang melibatkan pers dan pegawai BSM b. Pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya juga dapat mengakses informasi mengenai BSM dan kegiatannya di situs web. dzikir Jumat pagi. telah mengangkat Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) dan Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan BSM yang dirangkapkan kepada Kepala Divisi Hubungan Korporasi & Hukum (DKH). termasuk menyampaikan program dan kebijakan manajemen. dalam kaitan dengan hubungan dengan stakeholders antara lain: a. dan peran lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan Menghadiri dan membuat risalah rapat Direksi dan Dewan Komisaris.10/014-KEP/DIR tanggal 22 Januari 2008 dengan tugas pokok: . khususnya dalam rangka pemenuhan kewajiban yang harus dilakukan oleh BSM sebagai perusahaan publik termasuk untuk memberikan keterangan mengenai kinerja. Fungsi dan peran Corporate Secretary di BSM serta segenap unit pendukung telah diatur dalam Surat Keputusan No. . . Memastikan berjalannya fungsi Dewan Komisaris. Informasi tersebut disampaikan melalui media internal antara lain: Buletin BSM. DPS dan Komite-Komite. mengingat pegawai merupakan salah satu elemen penting dalam penciptaan citra perusahaan.co.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .

Mengadakan berbagai acara terkait dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) antara lain: .Acara WIEF(World Islamic Economic Forum). .co.PT Berlian Laju Tanker.Perum Pegadaian.Sahid Tours. Kepala DAI bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama dan memiliki jalur komunikasi langsung dengan Dewan Komisaris. Mengadakan berbagai event dalam rangka membangun citra BSM yang kokoh antara lain: . Karirnya dimulai dari Chase Manhattan Bank tahun 1989.Telkom.Badan Wakaf Nasional. . Bank Putera (1990-1995). . Lulusan Magister Hukum Bisnis dari Universitas Padjadjaran. Laporan hasil audit dan realisasi kegiatan audit DAI dilaporkan 79 . .Acara UMKM Award.Tasyakuran milad BSM. termasuk Sertifikasi Manajemen Risiko oleh BSMR di Jakarta. Bandung.Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra BSM antara lain: . . Bank IFI (19952005). Selain aktif di BSM. Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank Indonesia No. .syariahmandiri. kemudian di Bank Duta (1989-1990). Telah mengikuti berbagai training dan seminar. . . Sejak bulan Januari 2009 diubah Divisi Pengawasan Intern (DPI) berubah menjadi Divisi Audit Intern (DAI). d. . Achmad Fauzi juga aktif di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Kompartemen Perbankan Syariah (KPbS) Perbanas.Mengikuti Islamic Book Fair.Festival Ekonomi Syariah. DAI bertanggung jawab melakukan pemeriksaaan secara independen terhadap segenap audit di BSM.id M.Santunan anak yatim. 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. Sejak awal beroperasinya BSM telah membentuk suatu Divisi untuk menjalankan fungsi Satuan Kerja Audit Intern (SKAI).Acara sunatan massal. lahir 4 November 1965.Acara buka puasa. Unit kerja ini semula bernama Divisi Pengawasan Intern (DPI). .Tazkia. Daftar Siaran Pers yang Dikeluarkan oleh BSM Profil Corporate Secretary BSM Achmad Fauzi. c. BSM berupaya menjaga dan mengamankan kegiatan usaha Bank dan sesuai dengan Peraturan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. . DAI bekerja berdasarkan suatu rencana audit tahunan yang sebelumnya telah disetujui Direktur Utama dan direview oleh Dewan Komisaris. dan sejak September 2005 bergabung dengan BSM.

waktu dan hari audit) dilakukan berdasarkan tingkat risiko dari auditee. Piagam Audit Internal terbit pada tanggal 27 April 2005 sebagai revisi dari Internal Audit Charter tanggal 21 Maret 2002. Metode Kerja Bab VII. Auditor Intern tidak terkait di dalam pelaksanaan kegiatan operasional dari unit kerja yang diaudit.co. Auditor Intern harus memiliki independensi dalam melakukan audit dan mengungkapkan pandangan serta pemikiran sesuai dengan profesinya berdasarkan standar audit yang berlaku umum. yaitu memastikan terciptanya ketaatan BSM 80 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . melalui Komite Audit dan Direksi. Dewan Komisaris. Konsultatif.syariahmandiri. 2. . dengan rincian: . Konstruktif.Audit Rutin sebanyak 149 penugasan. 5. di mana alokasi sumber daya (SDM. Penilaian ICS menjadi salah satu komponen nilai Key PerformanceIndicator (KPI) unit-unit kerja. ketentuan.melalui Laporan Kaji Ulang Business Plan yang disampaikan kepada Dewan Komisaris sebagai wakil Pemegang Saham. mengacu pada pengukuran dampak (impact) danfrekuensi penyimpangan yang terjadi (likelihood). Auditor Intern harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap keberhasilan dan nama baik Bank. dan peraturan yang ditetapkan. Wewenang dan Tanggung jawab Bab V.Audit Non-Rutin sebanyak 37 penugasan. DAI melakukan penugasan audit khusus/investigatif bilamana terdapat permasalahan yang dapat mengganggu jalannya operasional BSM. Ruang Lingkup Bab IV. Uraian pelaksanaan kegiatan Audit Internal Aktivitas yang telah dilakukan oleh Divisi Audit Internal antara lain: 1. target penugasan audit yang ditetapkan adalah berdasarkan metodologi Risk Based Audit mencakup 140 penugasan. Hal ini Piagam Audit Internal DAI telah memiliki Piagam Audit Internal sebagai pedoman dasar yang mengatur tentang kedudukan. untuk menjamin bahwa pelaksanaan fungsi Divisi Audit Intern telah sesuai dengan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. Pelaporan Bab VIII. 3. Menerapkanmekanisme penilaian dan pengukuran terhadap pengendalian intern (Intern Control Score/ICS). yaitu memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi seluruh manajemen sebagai penyempurnaan kebijakan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Pelaksanaan audit oleh DAI dilakukan berdasarkan risk based audit. 7. 3. 2.id Sebagaimana ditegaskan dalam Piagam Audit Intern BSM tanggal 27 April 2005. memantau dan mengkonfirmasi apakah pihak yang diaudit (auditee) telah mengambil langkah-langkah yang memadai atas hasil temuan audit tersebut. terhadap kebijakan. Lain-lain Tugas dan tanggung jawab Divisi Audit Internal www. Divisi Audit Intern secara berkala sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) tahun dilakukan review oleh pihak ekstern.86% dari target 140 penugasan). serta metode kerja dan pelaporan Divisi Audit Intern dalam menjalankan tugasnya mewujudkan sistem pengawasan intern BSM. sehingga sumber daya DAI akan lebih fokus pada auditee yang memiliki risiko tinggi. wewenang dan tanggung jawab. Merealisasikan audit (rutin dan non rutin/khusus) terhadap seluruh unit kerja Cabang dan Kantor Pusat sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Audit Tahunan. Realisasi penugasan selama tahun 2009 adalah sebanyak 186 penugasan (132. yaitu menjaga tingkat kehematan penggunaan sumber daya yang optimal dan efektivitas hasil yang maksimal. 2. Protektif. 4. Outline Piagam Audit Internal Bab I. Pendahuluan Bab II. pelanggaran terhadap Kode Etik Perusahaan dan prinsip Good Corporate Governance di seluruh lingkungan Bank. Auditor Intern harus memiliki tanggung jawab terhadap profesinya dengan selalu menerapkan prinsip kerja yang cermat dan seksama dengan berpegang teguh kepada kode etik auditor dan budaya “ETHIC” Bank. Selain itu DAI juga memiliki tanggung jawab profesi. yaitu: 1. Tanggung jawab Profesi Bab VI. Kedudukan Bab III. tugas dan fungsi strategis DAI adalah: 1. Auditor Intern senantiasa meningkatkan kualitasnya dengan terus meningkatkan kemampuan teknis melalui pendidikan berkelanjutan minimal 180 (seratus delapan puluh) jam per 3 (tiga) tahun. Auditor intern tidak melakukan audit terhadap unit kerja yang petugasnya mempunyai hubungan keluarga sampai derajat kedua dengan auditor intern yang bersangkutan dan kegiatan yang sebelumnya dilakukan oleh auditor intern yang bersangkutan. 6. Berdasarkan Rencana Kerja Tahun 2009.

Bank Mandiri. e. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) BPK melakukan audit sewaktu-waktu sesuai prioritas kerja BPK. Management Trainee Program dan programprogram lainnya.id 81 . DAI menyampaikan laporan hasil kaji ulang (review) pihak ekstern yang memuat pendapat tentang hasil kerja SKAI dan kepatuhannya terhadap Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank serta perbaikan yang mungkin dilakukan. DAI menyampaikan laporan hasil pengkajian ulang oleh kantor akuntan publik yang ditunjuk sekurangkurangnya sekali dalam 3 tahun. 3. J.menunjukkan komitmen yang kuat dalam perbaikan efektivitas Sistem Pengendalian Intern secara berkesinambungan. Proses review ekstern terakhir dilakukan pada bulan Juni 2008 oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs.224 jam. Setiap progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan. External Review Sesuai Peraturan Bank Indonesia No. 4. maupun Kantor Akuntan Publik (KAP). Beberapa auditor eksternal yang melakukan audit/review terhadap BSM antara lain: a. terakhir tahun 2005. Progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan. atau rata-rata jam pelatihan adalah 38. Tanzil & Rekan. Tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali. Selama tahun 2009 total jam pelatihan yang diikuti seluruh pegawai/auditee adalah 2. Lloyd Register Lloyd’s Register Quality Management (LRQA) adalah lembaga yang telah menerbitkan sertifikasi ISO 9001:2000 Quality Management System bagi standar mutu audit DAI yang telah diperoleh sejak tahun 2004. 5. Tugas sebagai counterpart adalah memfasilitasi komunikasi antara manajemen dengan pihak auditor eksternal dan pemantauan tindak lanjut/ penyelesaian temuan audit ekstern. Bank Indonesia Bank Indonesia melakukan audit minimal setahun sekali dan monitoring tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali. baik untuk pegawai pelaksana maupun officer antara lain Branch Operations. Review penerapan SPFAIB 3 tahunan baru akan dilakukan pada tahun 2011. untuk periode 1 Juni 2005 – 31 Mei 2008.co. c. Progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan. Melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang efektivitas pengendalian intern pada saat exit meeting audit maupun pada pelatihan-pelatihan in-house. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Sesuai requirement ISO 9001:2000. selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah hasil kaji ulang oleh pihak ekstern diterima oleh Bank. d. Berperan aktif sebagai mitra kerja (counterpart) auditor eksternal yaitu Bank Indonesia.34 jam per pegawai. Meningkatkan kompetensi auditor baik hard skill maupun soft skill. LRQA akan melakukan surveillance visit setiap 6 bulanan untuk mereview konsistensi implementasi ISO 9001:2000 DAI. b. 1/6/PBI/1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum.syariahmandiri. Bank Mandiri Bank Mandiri melakukan audit minimal setiap tahun sekali dan monitoring tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali.

Sarasehan Pembiayaan Bermasalah. b. Dewan Komisaris dibantu oleh 3 (tiga) komite. Bergabung di BSM tahun 1999 sebagai Kepala Divisi SDI. Workshop Pedoman Organisasi. Surabaya. dinyatakan secara tertulis. dan melaporkan secara berkala hasil-hasil kinerja BSM kepada Dewan Komisaris. BSM telah menerapkan suatu Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang dituangkan dalam suatu Pedoman Standar SPI yang disahkan oleh Direksi dalam Surat Edaran No. Kepala Tim Audit. maka SPI tersebut telah didukung dengan beberapa subsistem infrastruktur sebagai berikut: a. Unit Kerja Manajemen Risiko saat ini telah mempunyai infrastruktur yang diperlukan agar kebijakan dan ketentuan BSM selalu up-to-date. Telah mengikuti berbagai training dan seminar. Humanity. Sosialisasi Pengisian SPT Tahunan. 10. merujuk kepada Surat Edaran Bank Indonesia No. pengukuran. Pengawasan Manajemen dan Budaya Pengendalian 1). Workshop Risk Based Audit.Rekapitulasi berbagai pelatihan yang telah diikuti selama tahun 2009 antara lain: 1. tersedianya prosedur dan penetapan limit. dengan membentuk Satuan Kerja Audit Intern yang efektif dan independen. 82 www. Direksi mengendalikan operasional BSM dan memantau efektivitas sistem pengendalian intern. ketersediaan proses identifikasi. yaitu Excellence. Profil Kepala Divisi Audit Internal Priyono.syariahmandiri. lahir 17 Juli 1957. 6/018/OPS tanggal 6 Mei 2004. Strategic Skill. yaitu Komite Audit. 6. 2). 2. Komite Pemantau Risiko. Penjelasan mengenai Sistem Pengendalian Internal BSM BSM berkomitmen mengelola operasional Bank secara sehat dan aman. Alumnus Universitas Airlangga. Pelatihan Auditor Program. 3.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . dan Customer Focus (ETHIC). Strategic Planning. antara lain Sertifikasi Manajemen Risiko oleh BSMR. Knowledge Sharing Corporate Planning. 3). Budaya Pengendalian Dewan Komisaris. Workshop Rencana Implementasi BSM Shared Values. pemantauan. Identifikasi dan Penilaian Risiko BSM terus mengembangkan penerapan Enterprise Risk Management (ERM) sebagai upaya mengawal pertumbuhan Bank yang sehat dan berkesinambungan (sustainable growth). Direksi Direksi BSM melaksanakan kebijakan dan strategi sesuai Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui Dewan Komisaris. Direksi dan seluruh jajaran pegawai BSM telah berkomitmen untuk mewujudkan suatu budaya perusahaan yang telah disepakati bersama. dan dipantau penerapannya secara terus-menerus. Workshop Bisnis. 7. Integrity. Agar penerapan pengendalian internal berjalan efektif. baik yang bersifat berkala seperti evaluasi kinerja manajemen secara bulanan maupun insidental terkait dengan kondisi terkini BSM. Workshop Effective Risk Assessment dan Workshop Aplikasi Manajemen Audit di Perbankan. Berbagai posisi yang ditempati antara lain Auditor Pemeriksa. 5. dan dalam rangka memenuhi ketentuan Bank Indonesia. Karirnya dimulai dengan menjadi auditor di salah satu Kantor Akuntan Publik. Teamwork.5/22/ DPNP tanggal 29 September 2003 tentang Pedoman Standar Sistem Pengendalian Intern bagi Bank Umum. 8. kemudian dilanjutkan dengan berkarir di Bank Dagang Negara (BDN) pada tahun 1985. Kepala Seksi Pengawasan. Dewan Komisaris Dewan Komisaris BSM telah menjalankan fungsi pengawasannya dengan melakukan rapat-rapat Dewan Komisaris dan Direksi. 4. Basic Training. dan Komite Remunerasi dan Nominasi.co. 9.

yaitu Excellence. Direktur Kepatuhan dibantu oleh Divisi Kepatuhan (DKN) dan Pengawas Kepatuhan & Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) yang ditempatkan di unit-unit kerja Kantor Pusat dan cabang. mendukung pelayanan ’one stop shopping’ kepada nasabah BSM. sehingga BSM dapat memberikan fungsionalitas yang inovatif. Customer Focus (ETHIC). Kegiatan Pengendalian dan Pemisahan Fungsi Sistem Pengendalian Intern yang efektif mensyaratkan adanya kegiatan pengendalian yang mencakup penetapan kebijakan dan prosedur pengendalian lebih dini untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur tersebut secara konsisten dipatuhi dan menjadi kegiatan yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan BSM. sehingga auditee/ customer dapat memahami 83 . Dalam menjalankan fungsinya DAI telah memiliki Piagam Audit Intern yang disahkan oleh Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 27 April 2005 dan Kode Etik Auditor Intern yang disahkan Direksi pada tanggal 6 Februari 2008.syariahmandiri. BSM menetapkan salah satu Direksi menjadi Direktur Kepatuhan untuk memastikan fungsi pengendalian dan kepatuhan telah dilaksanakan. e. 6) Membantu Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam mengawasi pelaksanaan aspek-aspek syariah pada operasional perbankan dengan cara melaporkan hasilhasil audit yang berkaitan dengan aspek syariah kepada DPS. 2). 5) Mendukung implementasi Corporate Value BSM. Kegiatan Pemantauan dan tindakan koreksi penyimpangan BSM telah menyelenggarakan pemantauan dan pengevaluasian kecukupan Sistem Pengendalian Intern secara terus-menerus dengan membentuk Satuan Kerja Audit Intern (dengan nama Divisi Audit Intern/DAI) yang independen terhadap satuan kerja operasional. dalam konteks review terhadap lingkungan pengendalian (control environment) di seluruh unit kerja BSM. DAI berkomitmen untuk melaksanakan fungsinya memastikan efektivitas SPI yang memadai dengan cara melakukan review dan memberikan rekomendasi kepada manajemen tentang: 1).id 1) Melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) intern melalui pembaharuan Manual Audit Intern. informasi dan komunikasi BSM telah memiliki sistem akuntansi dan informasi yang memadai dan terus dikembangkan sejalan dengan implementasi Core Banking System baru demi menghadapi kompleksitas bisnis BSM yang terus meningkat. Prinsip tata-kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Management Trainee Program. Sistem Akuntansi. Peran serta DAI dalam penguatan (improvement) SPI. antara lain melalui komunikasi yang efektif dalam membahas semua temuan audit. Pemeriksaan laporan keuangan BSM secara transparan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik yang telah terdaftar di Bank Indonesia yang disetujui RUPS. Humanity.9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. antara lain: Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. 2) Sosialisasi dan internalisasi Kode Etik Auditor Intern. Setiap hasil audit telah disampaikan kepada Dewan Komisaris atau Komite Audit. 8) DAI pun senantiasa mengembangkan peran kemitraan dengan auditee/ customer secara konsisten dan berkesinambungan. Direktur Utama dan Direktur Kepatuhan. Akuntabilitas. Teamwork. 3). Kepatuhan terhadap undang-undang dan ketentuan yang berlaku. Kewajaran laporan keuangan. Efektifitas dan efisiensi operasional. c. 7) Melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang efektivitas pengendalian intern pada saat exit meeting audit maupun pada pelatihan-pelatihan in-house.co. Integrity. BSM pun telah menyesuaikan penerapan manajemen risiko sistem teknologi dan informasi dengan mengacu kepada PBI No. dll. 5). kemudahan akses serta melakukan pengembangan aplikasi yang aman dan selaras dengan perkembangan pasar. Infrastruktur dan perangkat pengendalian kepatuhan akan diuraikan dalam segmen lain pada Laporan Tahunan ini. baik untuk pegawai pelaksana maupun officer.pengendalian risiko. serta sistem informasi manajemen risiko yang menyeluruh. antara lain: Branch Operations. 4) Mengembangkan pendekatan Risk Based Audit (RBA) secara bertahap. 3) Aktif menjadi mitra kerja (counterpart) Komite Audit dan sebagai anggota tidak tetap Working Group Operational. 4). d.

pendidikan S1 sebanyak 58% dari total seluruh pegawai BSM. N. Laporan Sumber Daya Manusia Unit kerja yang membidangi urusan sumber daya manusia sejak BSM terbentuk adalah Divisi Sumber Daya Manusia (DSI). yaitu Divisi Human Capital (DHC) dan Desk Training. secara rutin dilakukan pertemuan-pertemuan yang membahas beberapa permasalahan penting yang signifikan. Tahun 2009. BSM memberikan kenaikkan pangkat kepada berjumlah 839 pegawai dan kenaikan jabatan kepada 285 pegawai. Audit Ekstern Hubungan antara BSM. dan Standar Profesional Akuntan Publik. BSM pada tahun 2009 telah memberikan beasiswa S2 kepada 5 pegawai. 4. Sampai akhir tahun 2009 jumlah pegawai BSM (termasuk outsource) telah mencapai 4.syariahmandiri. Berbagai program reward telah dilaksanakan BSM kepada pegawai. Pertambahan jumlah pegawai tersebut perlu dikelola dengan tata kelola yang baik. baik pangkat maupun jabatan. Selain program promosi O.13 % dari 3.544 orang. Penyebaran jumlah pegawai pada tahun 2009 adalah 890 (20%) di Kantor Pusat dan 3. Hingga akhir 2009 tercatat jumlah pegawai dengan pendidikan S2 sebanyak 2. Kompetensi teknis (hard) diuji melalui media e-learning dan kompetensi perilaku (soft) diuji melalui competency assesment. Pemisahan unit kerja ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kinerja dan fokus pada bidangnya masingmasing. Kantor Akuntan Publik telah memenuhi kewajiban dengan menyampaikan laporan hasil audit dan Management Letter kepada Bank Indonesia. laporan perubahan ekuitas. dengan melalui evaluasi kom-petensi dan kinerja. laporan arus kas. Sumber dan penggunaan dana kebajikan. dan untuk memenuhi ketentuan kerahasiaan bank sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. Yaitu pegawai dari level jabatan Pelaksana yang dipromosikan ke level jabatan Officer. Status pegawai kontrak yang diangkat 84 www.75%. BSM selalu berupaya meningkatkan komunikasi antara Kantor Akuntan Publik.493 orang pada akhir tahun 2008. perlu didukung pegawai dengan pendidikan yang cukup baik di bidang kerjanya. 3. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis BSM yang semakin pesat. Untuk pegawai dengan status pegawai kontrak dapat ditingkatkan statusnya menjadi pegawai tetap. menjadi pegawai tetap untuk tahun 2009 berjumlah 618 pegawai. 2. diwajibkan mengikuti rangkaian seleksi administratif dan uji kompetensi. serta perjanjian kerja dan ruang lingkup audit yang telah ditetapkan. Untuk memacu pertumbuhan bank yang demikian pesat. Pada tahun 2009. pegawai level Pelaksana yang mengikuti ODP sebanyak 326 pegawai. Pegawai yang dipromosikan. Laporan neraca. Rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil. 5. Sumber dan penggunaan dana zakat. Di awal tahun 2009 DSI dipecah menjadi dua unit kerja. Untuk menambah kompetensi pegawai dan sebagai salah satu program reward. Tim Pemilihan Akuntan Publik yang terdiri dari Komite Audit dan unsur manajemen telah melakukan proses pemilihan akuntan publik untuk melakukan audit atas: 1. Pegawai yang berprestasi di bidang kerjanya masing-masing diberikan kenaikan pangkat dan jabatan (promosi). meningkat 23. Agar proses audit sesuai dengan Standar Profesional Akuntan serta perjanjian kerja dan ruang lingkup audit yang telah ditetapkan dan selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.609 (80%) di 60 Kantor Cabang dan outlet di bawah koordinasinya.co. Terutama untuk jabatan yang strategis. Pegawai pegawai tersebut diterima di program Pasca Sarjana Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. Officer Development Program (ODP) merupakan program yang dikhususkan bagi pegawai yang dipromosikan dengan perubahan level jabatan. laporan rugi laba.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Perubahan dana investasi terikat. Komite Audit dan Manajemen BSM untuk dapat meminimalisir kendala-kendala yang terjadi selama proses audit berlangsung. Komposisi pegawai berdasarkan jenis kelamin adalah 73% pria dan 27% wanita. Kenaikan/ pertambahan jumlah pegawai tersebut berbanding lurus dengan ekspansi BSM melalui jumlah Kantor Cabang dan outlet di bawah koordinasinya di berbagai daerah.risiko-risiko penyimpangan yang ada. Kantor Akuntan Publik dan Bank Indonesia Pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan Bank untuk tahun buku 2009 telah sesuai ketentuan Bank Indonesia tentang transparansi kondisi keuangan Bank.

Menghadapi era persaingan yang semakin ketat. Pada tahun 2009 Manajemen menyetujui kenaikan gaji pokok pegawai sebesar rata-rata 12. dan uraian kerja (job description) disusun dalam bentuk Pedoman Organisasi. Paket remunerasi ini selalu ditinjau untuk memastikan bahwa pegawai BSM mendapat paket yang atraktif. Kompetensi Rekrutmen Sistem Remunerasi dan Reward BSM senantiasa berupaya Sebagai cetak biru bagi pengembangan dan pelatihan pegawai. BSM telah menyusun kamus dan profil kompetensi. ketrampilan (skill).5 %. pembiayaan mikro. Untuk itu diperlukan tata kelola organisasi yang baik dan seimbang antara strategi dan daya dukung dalam bentuk infrastruktur yang memadai.2 kali gaji pokok. Sehingga kesempatan promosi menjadi ajang kompetisi yang sehat bagi pegawai. Selama tahun 2009 DHC meningkatkan infrastruktur layanan. Termasuk di antaranya adalah pegawai diberikan kesempatan yang seluasluasnya untuk meraih karir yang lebih tinggi. Pedoman Organisasi adalah dokumen hidup yang bergerak mengikuti kebutuhan bisnis dan organisasi. Masing-masing vendor menangani desain dan implementasi seragam untuk pegawai pria. Driver. dan perilaku (behaviour). organisasi.id 85 . Breakthrough tersebut meliputi peningkatan (improvement) mekanisme dan prosedur kerja serta melibatkan peran aktif pejabat Unit Kerja Kantor Pusat dan Kantor Wilayah sehingga menghasilkan sinergi yang lebih optimal. terdapat sejumlah reward lain yang diberikan ke pegawai. Pegawai yang menerima TPUK terbesar adalah sebesar 5. Bentuk komitmen DHC dalam mendukung bisnis BSM antara lain dengan mengimplementasikan ISO 9001:2000 pada prosedur kerja. merevisi ketentuan yang terkait kinerja. antara lain sentralisasi layanan Jamsostek. dan peraturan ketenagakerjaan. Seragam pegawai merupakan cermin profesionalisme pegawai dalam bekerja.98 kali gaji pokok.co. DHC berperan aktif dalam mensukseskan goal tersebut dengan cara melaksanakan breakthrough terhadap semua proses kerja. dan Office Boy). BSM berupaya untuk menciptakan paket remunerasi yang atraktif dan kompetitif. Kompetensi merupakan sebuah konsep yang dapat diartikan sebagai kombinasi antara pengetahuan (knowledge). dalam merealisasikan rencana bisnis di masa yang akan datang. Untuk pemenuhan seragam pegawai tersebut. dan pemberian beasiswa S2. Organisasi & Jabatan Organisasi BSM secara berkesinambungan akan disesuaikan mengikuti rencana bisnis dan pengembangan kegiatan usaha. bonus tahunan. dan pembiayaan konsumer menjadi perhatian khusus. dan pegawai non staf (Satpam. BSM telah melaksanakan tender dengan pemenang sebanyak 3 vendor. insentif terkait prestasi. Tunjangan Prestasi Unit Kerja (TPUK) diberikan kepada pegawai dengan mengacu kepada evaluasi kinerja triwulanan. antara lain program tunjangan prestasi unit kerja.dan pemberian beasiswa. Semangat kerja pegawai terus ditingkatkan melalui reward yang diberikan terkait kinerja. kompensasi. Konsep tersebut dikenal dengan Competency-Based Human Resources Management (CBHRM).syariahmandiri. pegawai wanita. Jumlah TPUK yang diberikan ke pegawai selama tiga triwulan sebesar rata-rata 2. Pengembangan jaringan Kantor Cabang termasuk pembukaan outlet gadai. Struktur organisasi. BSM terus menghadapi tantangan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. jabatan. meningkatkan kesejahteraan pegawai berdasarkan pencapaian kinerja melalui penerapan pola guaranted cash dan fasilitas kepegawaian lainnya.

satuan kerja pendukung (supporting unit) dengan satuan kerja manajemen risiko (risk management unit). dan WG Operasional. Kamus dan profil kompetensi yang disahkan oleh Direksi akan menjadi pedoman pengelolaan SDM berbasiskan kompetensi. yang meliputi: risiko kredit.08 milyar.01 milyar untuk berbagai macam program pendidikan intern dan ekstern. Selama tahun 2009 BSM telah mengeluarkan biaya sebesar Rp21. Loss Event Database (LED) Bank menghimpun database kerugian operasional secara rutin dalam aplikasi LED digunakan sebagai P. strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko. risiko kepatuhan dan risiko reputasi.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . SIMRIS dirancang sebagai media informasi mengenai jumlah modal yang harus dialokasikan (capital charge) untuk masing-masing risiko. Pengembangan sistem informasi manajemen risiko melalui aplikasi SIMRIS (Syariah Mandiri Risk Information System). penilaian kinerja. latihan. Kamus dan profil kompetensi dapat diintegrasikan dengan media e-learning BSM. manajemen kinerja. Organisasi Manajemen Risiko Pengelolaan manajemen risiko dilakukan bank berdasarkan prinsip segregasi tugas (segregation of duty) yang jelas. risiko hukum. Hingga saat ini telah dilakukan penyempurnaan terhadap kamus dan profil kompetensi. Diharapkan implementasi CBHRM di BSM dapat dijadikan sebagai faktor penentu keberhasilan kinerja pegawai untuk mendukung tercapainya visi dan misi BSM. KMR dibantu oleh Working Group (WG) KMR yang bertugas untuk merekomendasikan atau melakukan kajian terhadap kebijakan pengelolaaan risiko bank. maupun perencanaan strategis di bidang sumber daya manusia ke titik yang paling optimum. 3. ketrampilan. penataran. pendidikan dan pelatihan. Jumlah profil kompetensi jabatan yang telah disusun hingga saat ini adalah sebanyak 572 jabatan. risiko operasional. 2. Laporan Manajemen Risiko Perkembangan dunia perbankan yang pesat memicu bank untuk lebih kreatif dan dinamis dalam mengembangkan berbagai produk dan layanan. Hal ini berdampak pada peningkatan kompleksitas usaha bank sehingga diperlukan tata kelola perusahaan dan penerapan manajemen risiko yang lebih kuat. seleksi. Pengembangan Infrastruktur Manajemen Risiko Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan. kompensasi. pendidikan profesi. Pengembangan Operational Risk Tools. Segregasi tugas tersebut yaitu antara satuan kerja pengambil risiko (risk taking unit). perencanaan karir. Karena itu. promosi. yaitu mengacu kepada shared values BSM (ETHIC) dan perkembangan organisasi BSM.syariahmandiri. KMR berwenang untuk memberikan rekomendasi terkait kebijakan dan strategi manajemen risiko. risiko strategik. risiko likuiditas. 86 www. KMR beranggotakan Direksi dan Kepala Divisi yang secara fungsional mengelola risiko usaha bank. Kompetensi pegawai-pegawai BSM tersebut akan dimonitor dan dikembangkan sesuai dengan profil kompetensi jabatan yang dijabat pegawai. Tugas KMR antara lain merumuskan kebijakan. Bank memiliki Komite Manajemen Risiko (KMR) yang berperan mendorong penerapan manajemen risiko secara efektif.co. Konsolidasi manajemen risiko tersebut tidak terbatas pada sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen risiko. yaitu: a. dan pembiayaan. Namun mencakup juga sinkronisasi kebijakan dan prosedur operasional bank. WG KMR terdiri dari WG ALMA. bank terus memperbaiki dan mengembangkan manajemen risiko sesuai kompleksitas usaha bank dan iklim persaingan. bank melakukan pengembangan infrastruktur manajemen risiko melalui: 1. Program pengembangan SDM dilakukan melalui pendidikan karir. SIMRIS menyediakan informasi yang up to date mengenai profil risiko bank. risiko pasar. Terutama terkait dengan data-data kepegawaian dengan masingmasing profil kompetensinya. serta berbagai kursus. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan dapat meningkatkan efektifitas dan konsisten dalam menerapkan sistem rekrutmen. Konsolidasi penerapan manajemen risiko dengan perusahaan induk.CBHRM adalah suatu pola pendekatan dalam membangun suatu sistem manajemen sumber daya insani yang handal dengan memanfaatkan kompetensi sebagai titik sentralnya. seminar. Disamping itu. yaitu Bank Mandiri. lokakarya dan pelatihan manajemen dan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan BSM. Hal tersebut meningkat dibandingkan anggaran pelatihan tahun 2008 yaitu sebesar Rp14.

Kebijakan limit risiko yang telah ditetapkan antara lain: • Limit wewenang memutus pembiayaan. prosedur dan tools secara periodik. c. • Limit coverage asuransi pembiayaan. Klasifikasi ini membantu unit bisnis dalam menetapkan target market industri dalam rangka Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. dan perubahan regulasi pemerintah atau BI. • Limit transaksi operasional. mengukur dan memitigasi eksposur risiko operasional yang dihadapi unit kerja. Bank melaksanakan proses manajemen risiko sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan dokumen Basel II (Basel II Accord Pengelolaan risiko mencakup seluruh lingkup usaha aktivitas fungsional bank. Penetapan limit risiko sesuai dengan tingkat permodalan yang dimiliki bank.syariahmandiri. • meningkatkan pengelolaan risiko operasional dengan menetapkan tindakan pengendalian/mitigasi risiko yang efektif.id 87 . menarik. Pemutakhiran rating sektor industri/bidang usaha. 1. Risk and Control Self Assessment (RCSA) Penerapan RCSA ditujukan untuk: • menumbuhkan risk awarness risiko operasional melalui proses identifikasi dan pengukuran risiko secara mandiri. • Limit GWM rupiah dan valas. kondisi ekonomi makro. b. 4. • Limit eksposur 25 debitur terbesar. risiko pasar. • memberikan “peringatan dini” kepada unit kerja agar melakukan suatu tindakan preventif untuk mengantisipasi suatu kejadian risiko.co. Bank mengklasifikasikan sektor industri menjadi 5 kelompok yaitu sangat menarik. BSM menerapkan RCSA secara periodik untuk mengidentifikasi. • Limit transaksi tresuri. • Limit portofolio pembiayaan valuta asing.dasar untuk perhitungan cadangan kerugian risiko operasional. risiko likuiditas dan risiko operasional. yaitu risiko kredit. Penerapan manajemen Risiko Penerapan manajemen risiko merupakan tanggung jawab seluruh unit kerja bank. b. Selama tahun 2009 bank melakukan: a. • Limit portofolio rekanan bank. • Limit in house BMPK. Pemutakhiran kebijakan dan pedoman pembiayaan tersebut disesuaikan dengan perkembangan dunia usaha. • Limit portofolio pembiayaan untuk sektor usaha tertentu. bank melakukan kaji ulang terhadap kebijakan. netral. Key Risk Indicator (KRI) KRI bersifat forward looking untuk membantu pegawai dalam memprediksi risiko operasional yang dihadapi. Seiring dengan perkembangan bisnis. Penerapan KRI digunakan untuk: • memantau setiap perubahan tingkat risiko operasional pada proses bisnis/aktivitas tertentu. kurang menarik dan tidak menarik. • Limit saldo kas minimal. BSM terus mengembangkan dan menyempurnakan berbagai parameter yang digunakan dalam KRI. Risiko Kredit Pengelolaan risiko kredit diarahkan untuk mendukung ekspansi pembiayaan yang sehat dan menjaga kualitas pembiayaan yang telah diberikan. Proses manajemen risiko diterapkan secara komprehensif pada 4 risiko utama yang wajib dikelola oleh bank. • Limit Posisi Devisa Neto. • Limit secondary reserve. • membantu manajemen dalam menilai tingkat risiko dan pengendalian pada satuan kerja atau bidang operasional yang memerlukan perhatian khusus. Pemutakhiran kebijakan dan pedoman pembiayaan.

Hal tersebut dilakukan untuk menguji elastisitas kualitas portofolio. Eksposur berdasarkan debitur besar. 3. f. 7. Pengukuran potential loss tersebut menggunakan fluktuasi nilai tukar selama periode tertentu yang dikaitkan dengan Posisi Devisa Neto. 3. i. Penggunaan model exponential weighted moving average untuk mengukur potensi kerugian maksimum akibat pergerakan nilai tukar.co.id ekspansi pembiayaan. e. Guna mencapai tujuan tersebut. c. c. Penetapan limit portofolio pembiayaan sebagai batasan jumlah eksposur maksimal pada sektor industri tertentu. Penetapan limit likuiditas. Bank melakukan pengukuran tersebut secara bulanan. Pemeliharaan akses bank ke pasar uang antar bank syariah antara lain melalui perolehan dan pemberian credit line dari dan untuk bank lain. dan rasio kas terhadap dana pihak ketiga. Limit tersebut dimutakhirkan secara berkala sesuai dengan kondisi internal dan eksternal yang dihadapi bank. c. Sektor industri yang dinilai baik diberikan limit yang lebih besar dibandingkan dengan sektor industri yang dinilai kurang baik. b. antara lain meliputi: 1. Pengembangan sistem informasi manajemen risiko kredit. Risiko Likuiditas Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan untuk menjaga kemampuan Bank dalam memenuhi seluruh kewajiban yang jatuh tempo.88 www. 6. Pemantauan atas perkembangan kualitas portofolio berdasarkan segmen bisnis. 4. Eksposur berdasarkan rating sektor ekonomi. Debitur watchlist. Opini risiko tersebut berfungsi sebagai bahan pertimbangan Komite Pembiayaan dalam memberikan keputusan pembiayaan. bank melakukan: a. Perhitungan proyeksi cashflow dan liquidity gap secara rutin untuk memperkirakan kondisi likuiditas bank di masa mendatang.syariahmandiri. Ketersediaan cadangan penghapusan pembiayaan. dan limit saldo kas. h. sektor industri. Pengkajian risiko atas suatu usulan pemberian pembiayaan atau peluncuran produk pembiayaan dalam bentuk opini risiko. Penetapan limit Posisi Devisa Neto (PDN) untuk membatasi posisi terbuka valas yang dimiliki Bank. d. scoring pembiayaan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dan scoring pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Eksposur berdasarkan sektor ekonomi/industri. Pengujian Kondisi Terburuk (analisa stress test) yang dilakukan secara berkala. Pembiayaan bermasalah. d. limit deposan terbesar. dan skema pembiayaan. g. Pengembangan scoring pembiayaan antara lain scoring pembiayaan konsumer yang terintegrasi dalam Loan Origination System. 2. antara lain limit giro wajib minimum baik rupiah maupun valuta asing. Pemantauan rasio likuiditas secara harian antara lain monitoring terhadap rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga. Eksposur berdasarkan segmentasi. rasio kewajiban antar bank. Portofolio pembiayaan bank saat ini tersebar pada berbagai sektor industri yang termasuk kategori sektor sangat menarik dan sektor menarik. Penetapan limit mempertimbangkan kondisi portofolio dan prospek bisnis industri tersebut. Risiko Pasar Bank melakukan pengelolaan risiko pasar untuk mencegah kerugian akibat pergerakan imbal hasil pasar dan nilai tukar. 5. Pengelolaan risiko pasar dilakukan antara lain melalui: a. Opini risiko mencakup identifikasi potensi risiko yang melekat pada seluruh aspek beserta mitigasi risiko yang direkomendasikan guna meminimalisir risiko yang mungkin timbul. khususnya tingkat NPF portofolio terhadap perubahan variabel ekonomi dengan berbagai skenario. Pengukuran repricing gap untuk mengukur gap antara aset dan kewajiban pada tiap jangka waktu. 2. serta netral. Pemantauan debitur Watch List untuk melakukan antisipasi dini terhadap debitur yang berpotensi menjadi NPF. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . b. d. yang sensitif terhadap perubahan imbal hasil pasar. Pemantauan risiko pasar secara harian antara lain melalui monitoring Posisi Devisa Neto. Dengan demikian keseimbangan alokasi portofolio dapat terjaga sehingga memberikan risk adjusted return maksimal.

Namun. Dalam rangka mendukung penerapan BCM. risk assessment. Penggunaan Aplikasi. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. ORMIS digunakan sebagai: 1. Proses manajemen risiko dilakukan dengan menggunakan berbagai perangkat risiko operasional yang telah ada.4. jaringan komunikasi. audit intern terhadap BCP. pengujian BCP. Karena itu bank harus memiliki kebijakan BCM untuk menjamin kelangsungan kegiatan operasional walaupun terdapat disaster. Manajemen risiko operasional dilakukan melalui: a. • Pelaksanaan User Acceptance Test pada setiap pembuatan dan pengembangan aplikasi untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan tiap aplikasi. bussiness impact analysis. BSM memiliki kebijakan BCM yang terdokumentasi dengan baik. risk and control self assessment. bank memiliki Disaster Recovery Center (DRC). Penerapan Manajemen Risiko IT Bank melakukan manajemen risiko teknologi informasi untuk menjaga dan mengamankan operasional sistem teknologi informasi. mengukur. • Penyusunan kebijakan dan prosedur manajemen risiko teknologi informasi antara lain terkait pengembangan dan pengadaan. Perhitungan simulasi kecukupan modal untuk mengcover risiko operasional Basel II Accord merekomendasikan bank untuk menghitung beban modal untuk mengcover risiko operasional. 2. 1.co. 3. Continuity Management (BCM) Bank senantiasa menghadapi risiko disaster yang dapat mengganggu proses operasional bank. memonitor dan memitigasi kejadian risiko operasional. 4. 2. pengamanan informasi. dan electronic banking. 6. 3. c. bussiness continuity plan. DRC tersebut berfungsi sebagai back up data dan cadangan data center saat terjadi permasalahan pada data center utama. Disaster dapat muncul akibat faktor internal seperti kerusakan sistem teknologi informasi. Penerapan Bussiness.id 89 . dan key risk indicator. pengawasan aktif manajemen. database kerugian operasional. BSM mengoptimalkan sistem aplikasi ORMIS untuk proses identifikasi. Dalam penerapan manajemen risiko teknologi informasi. Perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan salah satu model yang telah ditetapkan. BSM secara proaktif telah menggunakan pendekatan Basic Indicator Apprioach (BIA) dalam pengukuran modal minimum untuk mengcover risiko operasional. Operational Risk Management Information System (ORMIS) ORMIS merupakan sistem aplikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi. pengukuran dan pengendalian risiko. early warning system potensi risiko operasional. b.syariahmandiri. d. yaitu: loss event database. Business Continuity Plan. alat identifikasi dan monitoring kejadian risiko operasional. 5. Pemanfaatan Perangkat Risiko Operasional. Penggunaan ORMIS diharapkan dapat meminimalisir risiko operasional bank. Saat ini belum ada ketentuan yang mewajibkan bank untuk mengalokasikan modal bagi risiko operasional. Bank telah melakukan: • Pembentukan Komite Pengarah Teknologi Informasi yang bertugas membantu tugas Direksi dalam menerapkan manajemen risiko atas penggunaan teknologi informasi. Proses BCM meliputi beberapa hal yaitu. Risiko Operasional Pengelolaan risiko operasional melibatkan semua pihak untuk menghindari bank dari kerugian risiko operasional yang signifikan. dan akibat faktor eksternal seperti bencana alam.

co. risiko hukum. Khusus optimalisasi Know Your Customer (KYC) terus ditingkatkan dan dibangun BSM melalui penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Teroris (PPT) menggunakan New Core Banking System (NCBS) berkelanjutan. pengukuran. Selama tahun 2009 bank melakukan satu kali uji coba DRP. risiko operasional. Bank melakukan penilaian profil risiko secara rutin setiap bulan. melainkan bisa menimbulkan publikasi negatif yang dapat mencemarkan reputasi BSM sebagai bank syariah terkemuka di Indonesia. Predikat risiko komposit bank secara keseluruhan adalah rendah dengan tren stabil.83 (predikat tingkat kepatuhan ”tinggi”). memberikan pelatihan sesuai kebutuhan serta berperan sebagai penasehat terkait pelaksanaan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian. risiko pasar. Penilaian profil risiko bertujuan untuk memaparkan eksposur risiko bank yang meliputi risiko kredit. prosedur dan penetapan limit. risiko reputasi dan risiko kepatuhan. Gabungan hasil penilaian eksposur risiko inheren dengan kecukupan SPR menghasilkan predikat risiko komposit. dapat diandalkan (acceptable) dan sangat memadai (strong). Tingkat kepatuhan (compliance index) BSM triwulan IV per 31 Desember 2009 sebesar 92. yaitu rendah (low). sebagian besar risiko inheren berpredikat rendah dan sistem pengendalian risiko berpredikat strong. dimana penetapan salah satu Direksi menjadi Direktur Kepatuhan melalui RUPS dan penguatan organisasi Satuan Kerja Kepatuhan (Divisi Kepatuhan) telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia. fungsi kepatuhan di BSM menjadi amat penting untuk mendukung pengelolaan risiko kepatuhan yang sesuai dengan perkembangan usaha BSM. Berdasarkan profil risiko per Desember 2009. • Kecukupan proses identifikasi. tidak dapat diabaikan pentingnya menjaga reputasi yang baik.• Pelaksanaan uji coba Disaster Recovery Plan secara berkala untuk menguji kesiapan teknologi informasi bank dalam menghadapi kondisi darurat. Penilaian profil risiko ditentukan dengan menggabungkan hasil penilaian eksposur risiko inheren dan kecukupan sistem pengendalian risiko yang meliputi: • Pengawasan aktif Komisaris dan Direksi bank. yaitu rendah (low). Pengawalan dilakukan PKP dengan pola exante antara lain penerapan compliance procedure operasional dan pengujian compliance certificate terhadap keputusan pembiayaan. moderat (moderate) dan tinggi (high). penempatan dana maupun pengadaan barang Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .id Memastikan setiap aktivitas operasional (pembiayaan dan non pembiayaan) sesuai ketentuan adalah tugas PKP atau CO di setiap unit bisnis kantor pusat maupun cabang. Divisi Kepatuhan BSM mengkoordinir pelaksanaan fungsi kepatuhan dan memastikan pemahaman tersebut dengan Penerapan kepatuhan BSM selama tahun 2009 berjalan baik. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pemastian kepatuhan terhadap seluruh operasional BSM (pembiayaan dan non pembiayaan) telah optimal dilaksanakan oleh Direktur Kepatuhan berikut jajaran di bawahnya yaitu Divisi Kepatuhan. di samping sumber daya manusia. Q. Profil Risiko Profil risiko memuat gambaran tentang tingkat risiko yang melekat pada seluruh aktivitas bank (inherent risk) dan kecukupan sistem pengendalian risiko (risk control system). • Kecukupan Kebijakan. moderat (moderate) dan tinggi (high).syariahmandiri. Predikat/peringkat risiko inheren mencerminkan potensi timbulnya risiko pada bank. pemantauan dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen risiko. Reputasi aset paling berharga bagi sebuah bank. Laporan Kepatuhan Ketidakpatuhan terhadap hukum dan peraturan perundangan tidak hanya berakibat pada teguran oleh pihak regulator. Atas dasar ini. kepatuhan merupakan tanggung jawab bersama. Pengawasan Kepatuhan 90 www. yaitu tanggung jawab setiap individu di BSM dan merupakan unsur penting dari seluruh kegiatan yang dilakukan oleh BSM. • Sistem pengendalian intern yang menyeluruh. Seluruh karyawan BSM wajib memahami segala ketentuan perundangan yang berlaku untuk setiap fungsi operasional sehari-hari. Selain itu sesuai karakteristik bisnis perbankan maka juga perlu diantisipasi secara baik risiko produk dan jasa. khususnya kemungkinan digunakan produk dan jasa BSM sebagai sarana pencucian uang atau pendanaan bagi kegiatan terorisme sehingga menyebabkan ancaman bagi kelangsungan usaha BSM. Unit Kerja Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) dan Pengawas Kepatuhan & Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) atau Compliance Officer (CO) di unit kerja kantor pusat maupun cabang. Sedangkan predikat penilaian kecukupan sistem pengendalian risiko (SPR) yaitu lemah (weak). risiko likuiditas. Dengan perubahan dan gejolak yang terus menerpa iklim usaha perbankan saat ini. Penerapan Kepatuhan BSM Periode 2009 a. risiko strategik.

38 91. Sistem Kepatuhan Cakupan dari pelaksanaan Sistem Kepatuhan BSM meliputi: 1).CO) dari Direktorat Kepatuhan kepada Direktur Utama atas keputusan yang akan diambil BSM terutama yang berpengaruh pada kebijakan strategik dan operasional BSM.59 92.83 . 5).Compliance Certificate (CC).PKP Performance. Pedoman. Implementasi RKAD bertujuan mendukung pencapaian sasaran perusahaan/corporate BSM Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.Division Compliance Index (DCI). . Pemberian Opini dan Catatan Kepatuhan Pemberian opini kepatuhan (compliance opinion . 3). Pemanfaatan SIK oleh jajaran BSM tergambar dari mekanisme komunikasi/ informasi. Pengukuran indek kepatuhan (compliance index) BSM setiap bulan merupakan langkah strategis untuk melihat ”tingkat kepatuhan” suatu objek (unit kerja. Surat Edaran maupun Standard Operating Procedure untuk diterapkan oleh unit kerja terkait. tindak lanjut pemutakhiran ketentuan existing agar sesuai dengan ketentuan yang baru dikeluarkan oleh pihak eksternal terjadual sebagaimana kepentingannya bagi BSM. tergambar pada tabel disamping: Compliance Index BSM terus dipacu meningkat. . Compliance Index BSM (melalui Compliance Remedial Program) mengukur 10 indeks kepatuhan yaitu: - dan jasa. regulasi terkait lain) berjalan kontinyu. pada 2009 terus meningkat sebagai compliance knowledge based yang dimanfaatkan oleh jajaran BSM dalam melaksanakan tugas. Di samping itu. sehingga dalam Corporate Plan BSM (sampai dengan 2014 ditetapkan target indeks sebesar 92. program. Kajian atas ketentuan eksternal telah lebih kokoh menjadi dasar rujukan bagi BSM dalam membuat kebijakan/ketentuan internal. Hasil pengukuran digunakan oleh manajemen maupun jajaran unit kerja melakukan langkah perbaikan dan peningkatan kepatuhan.Zero Defect (ZD). DKN menjadi anggota tetap dalam proses pengambilan Keputusan Komite Sisdur (KKS) kantor pusat. .Compliance Self Assessment (CSA). . PKP juga bermitra independen secara erat dengan kepala unit kerja berikut seluruh jajaran di bawahnya. 4).syariahmandiri. telah optimal. Kebijakan. Rencana Kerja dan Anggaran Divisi (RKAD) Tahunan.Regulation Index (RI).79 (kategori indeks ”tinggi”). Trw I Trw II Trw III Trw IV 92. .CN) Divisi Kepatuhan kepada Direktur Kepatuhan atau unit kerja terkait untuk pengambilan keputusan BSM cukup banyak dilakukan DKN yakni sejumlah 21 (duapuluh satu) selama tahun 2009.id yang fokus untuk penguatan fungsi kepatuhan BSM melalui program (inisiatif strategis) tahunan Divisi Kepatuhan. penyampaian catatan kepatuhan (compliance note .KYC dan GCG Index. . sebagai berikut: • Pengawasan rutin kepatuhan Cabang maupun kinerja PKP melalui aplikasi online 91 . Pengujian kepatuhan (compliance review) atas ketentuan yang akan diberlakukan BSM dan kajian terhadap ketentuan eksternal (Peraturan BI. dsb).co. Pemastian bahwa setiap ketentuan BSM tidak ada yang melanggar ketentuan eksternal telah terlaksana dengan baik selama periode 2009. Sistem Informasi Kepatuhan (SIK) Penggunaan SIK yang semula sebagai tools kerja kepatuhan.Corporate Compliance Index (CCI). 2). Compliance Index BSM yang penguatannya dilakukan dengan penerapan Compliance Remedial Program (melalui kegiatan kepatuhan dengan akronim JURUS JAKA TINGKIR) angkanya membaik. .86 91.Compliance Risk Index (CRI). Monitoring realisasi pencapaian target dilaksanakan DKN setiap bulan dimana keberhasilan kinerja Kepatuhan pada akhir 31 Desember 2009 secara kualitatif tercapai baik. Selama tahun 2009. SOP dan Pedoman Kepatuhan Hasil kajian ketentuan eksternal yang diterbitkan regulator (terutama PBI) telah mendorong jajaran unit kerja kantor pusat BSM secara rutin menerbitkan Kebijakan. Selain itu. . SE. Fatwa Dewan Syariah Nasional/DSN. Pengujian (review) Kepatuhan.Branch Compliance Index (BCI). b..

Zero Defect (ZD). Penggunaan SIK merupakan realisasi dari Arsitektur SIK (ASIK) yang memiliki 5 (lima) pilar penting yakni Corporate Prudentiality. Operation Manager (OM). up dating data. lembur pegawai DKN dan PKP. Branch Compliance Index (BCI). BSM telah memiliki 11 (sebelas) checksheet Compliance Procedure untuk jabatan-jabatan seperti Kepala Cabang (KC). penayangan wallpaper). Division Compliance Index (DCI). telah menggunakan tools prosedur kepatuhan (Compliance Procedure) sebagai perangkat kerja berupa checksheet sebagai sarana monitoring harian pejabat/pegawai Cabang. Loan Administration and Trade Service Officer (LTO). Media lain yang dapat digunakan mendukung SIK adalah sosialisasi tertulis (upload) dan intranet (antara lain folder Bank SE. PKP Performance dan Know Your Customer Index (KYC) Index dan Good Corporate Governance (GCG). c. Monitoring & Supporting Pelaksanaan Monitoring dan Supporting Kepatuhan BSM. 92 www. Compliance Risk Index (CRI). 3). Head Teller (HT). Regulation Index (RI). Self Compliance Identification. Checksheet tersebut melekat pada aktivitas operasional Cabang sehingga berfungsi sebagai Compliance Procedure dalam sistem operasional kepatuhan Cabang. Implementasi tugas bagian Supporting dan Monitoring relatif telah berjalan dengan baik dan akan terus ditingkatkan dalam rangka untuk memberikan dukungan pelayanan yang prima kepada pihak internal maupun eksternal. pengurusan reimbursement pengobatan. Pemantauan/monitoring terhadap realisasi index-index kepatuhan yang meliputi Corporate Compliance Index (CCI). cuti. 2). Compliance Self Assessment (CSA). Compliance Procedure Pemastian efektifitas triwulanan kepada Direktur Utama dan periode semesteran kepada Bank Indonesia. Compliance Certificate (CC).• • • dan real time. Code of Conduct (CoC) dan Compliance Procedure (Compro). pelaksanaan rekrutmen karyawan. Pengembangan SIK yang terkoneksi (link) dengan core banking system BSM bermanfaat bagi unit-unit kerja untuk penyampaian dan pemahaman ketentuan internal maupun eksternal BSM.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Teller. Selain itu memonitor realisasi rencana kerja Divisi Kepatuhan serta anggaran yang telah ditetapkan dalam RKAD. Computerized Activities. Pengembangan SIK diperluas sebagai sarana pelaporan unit kerja (paperless) yang terkait dengan GCG.syariahmandiri. Melalui aplikasi ini. meliputi: 1). Back Office (BO). Shari’a Compliance dan Compliance Management Information System. Pelaksanaan support administrasi kinerja DKN untuk keperluan internal maupun eksternal antara lain pengadaan ATK. pelaksanaan Kebijakan Kepatuhan dan pencegahan penyimpangan prosedur di unit kerja. Customer Service Officer (CSO). Pembuatan laporan-laporan rutin kinerja pengawasan kepatuhan baik periode bulanan kepada Direktur Kepatuhan. Pelaksana Marketing Support (PMS). periode 6). Legal Officer (LO). Marketing Manager (MM). Customer Service (CS).co. UU dan Fatwa DSN. kejadian yang bersifat fraud dapat lebih awal terlaporkan.

Unit Kerja Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) 1). • Peningkatan sistem monitoring data nasabah dan indikasi transaksi mencurigakan dilakukan dengan membuat menu laporan pendeteksian kelengkapan data nasabah. daftar teroris/nasabah berisiko tinggi versi PBB/ PPATK/OFAC. • UKPN telah berfungsi sebagaimana mestinya baik melalui PIC UKPN di Kantor Pusat maupun melalui Pejabat/Petugas UKPN di Kantor Cabang. DKN mengkoordinasikan pelaksanaan Self Assessment (SA) GCG yang secara khusus. Direktorat Kepatuhan merupakan salah satu governance structure yang diwajibkan oleh BI (tercantum dalam PBI tentang GCG dan Tingkat Kesehatan Bank Syariah). Praktek GCG yang optimal terus ditingkatkan BSM dengan monitoring oleh unit kerja terkait di kantor pusat atas implementasi Code of Conduct (CoC).l. Adapun SA sesuai kewajiban PBI dan SEBI dalam bentuk laporan penilaian tahunan telah berjalan sebagaimana mestinya.d. sehingga komitmen pengamanan atas kerahasiaan data nasabah akan selalu terjaga.11/28/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 yang menggantikan PBI P2MN.25 tahun 2003. 2).co. termasuk terpenuhinya kelengkapan/validitas data nasabah yang terus dimaksimalkan melalui penerapan single CIF (Customer Identification File) dan data cleansing. telah sesuai ketentuan a. Pemenuhan GCG sebagaimana diwajibkan BI kepada bank umum. CoC yang dipantau adalah pelaksanaan oleh seluruh manajemen dan jajaran BSM lain terutama berkenaan dengan interaksi kerja dengan stakeholders.3/10/2001 tanggal 18 Juni 2001 beserta perubahannya. Direktorat Kepatuhan berperan memastikan berjalannya pelaksanaan GCG di jajaran BSM agar GCG dapat terpenuhi secara optimal dalam jangka panjang. Setiap ditemukannya benturan kepentingan/ penyimpangan atas peraturan (internal maupun eksternal) di-reminder kepada unit kerja yang bersangkutan untuk diselesaikan dengan baik dan secara berkala diawasi oleh divisi terkait seperti Divisi Audit Intern (DAI).syariahmandiri. Divisi Manajemen Risiko (DMR). Efektifitas Penerapan Customer Due Dilligence (CDD) • Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (P2MN) telah dijalankan sejak tahun 2002 dengan berpedoman kepada PBI No. memodifikasi format checklist GCG untuk penilaian berkala 2 (dua) kali dalam setahun (semesteran).id 93 . yang kemudian mengalami penyempurnaan melalui program Customer Due Dilligence (CDD) setelah diberlakukannya PBI No. Cabang Pembantu. Pedoman. BSM senantiasa menindaklanjuti setiap ketentuan baru yang diberlakukan oleh regulator (terutama PBI/SEBI). di mana jajaran unit kerja kantor pusat BSM secara rutin membuat Kebijakan. • Pelaporan ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan pemenuhan data nasabah kepada pihak berwenang senantiasa berpedoman kepada ketentuan terkait. Divisi Jaringan Cabang (DJN) dan Divisi Kepatuhan (DKN).15 tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No. • Pemantauan efektifitas penerapan Know Your Customer Principle (KYC) dilakukan dengan menerapkan scoring bagi masing-masing unit bisnis melalui checklist implementasi triwulanan secara independen oleh Pengawas Kepatuhan dan Prinsip mengenal Nasabah (PKP). Surat Edaran maupun Standar Operating Procedure untuk diterapkan oleh unit kerja terkait. untuk kepentingan internal BSM. Efektifitas Penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) • Penguatan APU BSM telah sesuai dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang No. ID nasabah kadaluwarsa. dan transaksi Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Kantor Kas dan Konter Layanan Syariah (KLS). • Hubungan korespondensi dengan bank asing telah didukung antara lain melalui pemenuhan AML questionnaire kepada bank koresponden dengan apresiasi baik. sebagai perpanjangan tangan dari UKPN Kantor Pusat. Monitoring GCG Penerapan GCG di BSM meningkat pada 2009 sejalan dengan tindaklanjut hasil audit BI pada tahun 2008 yang menyatakan GCG di BSM telah berjalan baik. e. yang meliputi bidang pendanaan maupun pembiayaan.

Meningkatkan nilai brand BSM dengan membangun reputasi yang baik. Pelaksanaan program CSR di BSM memiliki 2 (dua) sumber dana.297. iB CSR. yang disalurkan adalah sebesar Rp2.712.dan saldo akhir tahun adalah Rp20. komunitas.674.891. pegawai. CSR merupakan konsep di mana BSM secara sukarela menyumbangkan sesuatu ke arah masyarakat yang lebih baik dan lingkungan hidup yang lebih bersih..201.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . donor darah. Penerimaan Dana Zakat per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp18. korban gempa Tasikmalaya dan Sumatera serta pembinaan pedagang mikro. Wujud kepedulian BSM tersebut dilakukan dalam bentuk Program Mitra Umat yakni pemberdayaan sektor ekonomi mikro dengan skema qardhul R.500. PPATK. bakti sosial. Penerimaan Dana Kebajikan per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp1. 2.149. Dana Kebajikan Dana Kebajikan bersumber dari Denda.553. • Program pelatihan APU dan PPT telah dijalankan baik secara internal maupun eksternal (yang diikuti oleh pegawai Kantor Pusat dan Cabang) dengan pelaksana program BI.304 pegawai atau lebih dari 50% pegawai BSM. dan menggalang dukungan masyarakat untuk tujuan bisnis BSM.syariahmandiri.208. operasi bibir sumbing.di luar kewajaran. dengan uraian sebagai berikut: 1. • Telah dijalankan proses screening dalam proses penerimaan pegawai baru untuk memastikan calon pegawai tidak terkait dengan aktifitas pencucian uang dan pendanaan terorisme. • PPATK telah menilai BSM telah baik dan kooperatif untuk selalu ikut serta dalam menegakkan rezim APU (money laundering) di Indonesia. • Telah dilaksanakan program reward and punishment terhadap implementasi APU & PPT di seluruh jajaran cabang melalui penilaian PKP dan hasil evaluasi UKPN Kantor Pusat. Pengembangan Ekonomi Umat BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam menjalin kemitraan dan mengembangkan sektor ekonomi masyarakat sekitar. Meningkatkan kesadaran publik tentang BSM melalui kegiatan-kegiatan sosial. partisipasi kemanusiaan untuk Palestina. Laporan Corporate Social Responsibility (CSR) Corporate Social Responsibility (CSR) merujuk pada semua hubungan yang terjadi antara perusahaan dengan semua stakeholders. FKDKP. pengadaan perpustakaan anak yatim. supplier bahkan kompetitor. 2.. Dana Zakat Dana Zakat bersumber dari zakat perusahaan (BSM).585. khususnya di lingkungan di mana BSM beroperasi. Mendukung implementasi praktik bisnis yang transparan dan bertanggungjawab.744. yakni Dana Kebajikan dan Dana Zakat.661.759. Aktivitas CSR yang dilakukan BSM bertujuan untuk: 1. khitanan massal. Didik Umat dan Simpati Umat kepada 14. sesuai dengan konsep dasar CSR.Penyaluran Dana Zakat dilaksanakan (bersinergi) dengan LAZNAS BSM dan penyalurannya dilakukan melalui program yang berdaya guna dan bermanfaat yakni Mitra Umat.278.582 orang (mustahikin) Selama tahun 2009 BSM melakukan berbagai kegiatan sosial yang diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan. pemerintah.-. Membangun citra positif BSM dalam benak masyarakat.980.dan saldo akhir tahun adalah Rp1. Bank Koresponden dll. 4. Kegiatan-kegiatan yang dijalankan BSM di tahun 2009 terus diupayakan agar 94 www. antara lain: a. dan mengupayakan pencapaian kesejahteraan kehidupan masyarakat.862. Mendukung kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan.co. yaitu membantu mengatasi atau mengurangi permasalahan yang terjadi di masyarakat.485. Membuat perubahan positif di tengah masyarakat. pelatihan dakwah.. pemilik. zakat nasabah dan umum. Pendapatan Non Halal dan Dana Sosial lainya.Jenis kegiatan yang telah mendapat penyaluran Dana Kebajikan meliputi: Santunan anak yatim. mengusahakan terjadinya perubahan perilaku masyarakat.dan yang disalurkan adalah sebesar Rp3. pembangunan asrama rumah asuh. Berbagai program yang dimiliki BSM dilakukan secara sinergi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BSM. termasuk pelanggan. bea siswa. Pelatihan internal secara kelas dan workshop bagi pejabat BSM dan petugas UKPN telah diikuti oleh 1. 5. serta zakat pegawai BSM. 6. pembangunan/renovasi masjid.138. 3.

Pada tahun 2009. Program Pelestarian Lingkungan Persoalan utama yang dihadapi dalam upaya melestarikan lingkungan.syariahmandiri.co. Sasaran program ini supaya para mustahik yang menerima dana akan berubah menjadi muzaki.996. SMU/K dan perguruan tinggi. Sasaran dari program ini adalah pemberdayaan pendidikan mulai dari tingkat SD. Peduli terhadap hal tersebut. distribusi hewan kurban. d.000.id 95 . Sampai saat ini pengembangan dan perbaikan atas program ini terus dilakukan.-. SMP.269. Total bantuan yang telah disalurkan melalui program Didik Umat adalah sebesar Rp1. c. pemberian bantuan kesehatan. Pada tahun 2009 bantuan diberikan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat dalam kegiatankegiatan ekonomi.166 siswa dari berbagai tingkatan. Berbagai program yang dimiliki BSM merupakan program yang menyentuk langsung kepedulian terhadap masyarakat. Penerima bantuan program Mitra Umat dalam tahun 2009 adalah sebanyak 916 orang. perambahan hutan dan pengurangan kawasan hutan (deforestasi) untuk kepentingan pembangunan lain yang berakibat terjadinya bencana banjir. meliputi budidaya jamur. Program Pengembangan Pendidikan BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam melaksanakan program pengembangan pendidikan sebagai salah satu bentuk sumbangsih BSM untuk pengembangan Indonesia. BSM mengkampanyekan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. BSM melakukan gerakan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. pembangunan mesjid dan fasilitas publik lainnya maupun santunan kepada dhuafa atau yatim piatu.425.hasan. kekeringan dan tanah longsor maupun kontribusi yang nyata terhadap pemanasan global. Selama tahun 2009 telah disalurkan sejumlah Rp384.-. Program-program yang dilakukan BSM di bidang perbaikan kesehatan antara lain: pelaksanaan donor darah. khitanan massal dan program-program lainnya. Program Pengembangan Pendidikan dilaksanakan melalui Program Didik Umat yang merupakan salah satu program pengembangan sumber daya manusia. baik secara keproyekan (Reboisasi/ Gerhan) maupun gerakan menanam secara massal oleh masyarakat luas sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan kerusakan sumber daya hutan. Program Perbaikan Kesehatan BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam melaksanakan program perbaikan kesehatan. b. budi daya kelinci dan pinjaman modal usaha mikro. LAZNAS BSM telah memberikan bantuan pendidikan kepada 1. Melalui program BSM Peduli Penghijauan. operasi bibir sumbing untuk anak yatim. khususnya sumber daya hutan adalah terjadinya degradasi hutan dan lahan yang disebabkan oleh pembalakan liar.000. Upaya memulihkan kerusakan hutan dan lahan dilaksanakan dengan merehabilitasi kembali hutan rusak dan lahan kritis DAS melalui kegiatan menanam. Program Sosial/Budaya Dilaksanakan melalui Program Simpati Umat dalam berbagai kegiatan antara lain pemberian bantuan kepada korban bencana. e.

• Mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM. BSM berusaha untuk terus menyempurnakan pelayanan “improving service quality” kepada nasabah melalui: 1. BSM juga ingin mengajak stakeholders untuk peduli dan melestarikan lingkungan melalui program nyata. spanduk dan leaflet.2 mengenai “Kebijakan Perencanaan Kapasitas“ • Mendukung 3 (tiga) dari Improving Service Quality S. untuk memantapkan berbagai hal yang telah dicapai pada tahun 2008 tersebut. Adapun besaran umum project: (1) project initiation. Oleh karenanya. (2) transformasi arsitektur aplikasi. hemat kertas. Kampanye dilakukan pada seluruh karyawan dalam unit kerja dengan berbagai media. b. Inovasi yang disesuaikan dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) terkini adalah untuk meningkatkan daya saing BSM dalam industri perbankan. antara lain: a. misi BSM: • Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan. Pelaksanaan implementasi CBS baru dimulai sejak pelaksanaan kick off meeting pembangunan project (tanggal 23 Oktober 2009). pada tahun 2009 ditempuh strategi yang mampu menjamin adanya dukungan kuat terhadap program kerja BSM.2.6 mengenai “Sistem Informasi Manajemen“ dan Bab 3. 2. antara lain gerakan hemat listrik. Pelaksanaan transformasi CBS meliputi: (1) Pembangunan sistem CBS baru: Pembangunan modul-modul CBS. Fitur transfer di SMS banking. f. • Menyelenggarakan operasional bank sesuai standar perbankan yang sehat.syariahmandiri. Fitur mobile banking GPRS (account to cash). BSM juga melakukan berbagai program kampanye lainnya.co.3. Dalam upaya menuju “BSM cares for better Indonesia”. antara lain poster. (3) transformasi infrastruktur. Mengembangkan fitur e-banking secara berkelanjutan. . d. dan (5) transformasi Standard Operating Procedure (SOP). Selain mengadakan program BSM Peduli Penghijauan. 9/30/DPNP/2007 tanggal 30 November 2007. Melakukan re-engineering IT environment secara bertahap melalui: a. e.reengineering Chart of Account (COA). Transformasi Core Banking System (CBS) dilakukan guna menerapkan.restruktur kode outlet.penanaman pohon. Fitur BSMnet (account to cash). c. hemat air dan hemat bahan bakar minyak. Tim CBS telah membuat tahapan umum proyek dengan durasi 15 bulan untuk pembangunan aplikasi di sistem CBS baru tahap 1. yaitu: • Memenuhi ketentuan Bank Indonesia (BI) yang dituangkan pada lampiran SEBI No. banner. . Kegiatan ini dicanangkan secara resmi oleh jajaran Direksi pada bulan April 2009. Bab 1. Melalui gerakan BSM Peduli Penghijauan. Aplikasi “Western Union“ (WU). direalisasikan dalam bentuk penanaman bibit pohon serta perbaikan taman kota. BSM Peduli Penghijauan melibatkan Direksi dan pegawai BSM. (2) business requirement (BR) 96 www. Transformasi CBS merupakan proses implementasi atas proses pengadaan sistem core banking baru (iBSM: integrated banking system modules). (4) transformasi bisnis proses. Payment e-banking. Remmitance (cash to cash). Laporan Sistem Teknologi Informasi MASIH DIANALISA)lllL Program kerja BSM yang diimplementasikan pada tahun 2009 diarahkan guna memperkuat dan menyempurnakan apa yang telah dikembangkan pada tahun 2008. Sistem e-Payroll. g.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .

• Memastikan tersedianya jaringan data 24x7 sehingga dapat memberikan layanan operasional yang memadai. Aset TI. Jaringan komunikasi data. (4) meredesign jaringan komunikasi data dengan sistem cluster & redundancy. (4) testing. d.040 diharapkan dapat menerapkan delivering one stop services yang baik kepada nasabah. (16) mengembangkan warung mikro dan LKMS bekerjasama dengan pihak ketiga.syariahmandiri. e-SPT (9) mendukung penguatan infrastruktur IT. (12) menyempurnakan fitur BSMnet (13) membangun aplikasi SISKOHAT on-line. 4. (7) cut-off sistem lama. b.co. Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Penyediaan Dana Skala Besar 97 . pemantauan dan pengendalian risiko penggunaan TI.review. Dalam penerapan manajemen risiko tersebut. Penerapan LanDesk dan Fire-wall sebagai daya dukung terhadap penerapan IT Security.l: (1) melanjutkan proses transformasi CBS. Pengamanan data & informasi. (10) menerapkan PSAK 50 dan Basel II. (3) system development. c.9/30/DPNP tertanggal 12 Desember 2007 perihal Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. Penerapan Ketentuan Bank Indonesia Strategi Tahun 2010 Untuk meningkatkan service BSM memiliki panduan/kebijakan mengenai penyediaan dana kepada nasabah termasuk kepada pihak terkait dan pembiayaan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. (14) meningkatkan kerjasama dengan provider jaringan GPRS untuk mendukung performance Mobile Banking GPRS (aplikasi MBG). b. Project management. e. pada tahun 2010 BSM akan melakukan a. (8) membangun aplikasi e-procurement. pengukuran. Dalam kaitan ini BSM telah membuat dan menyempurnakan kebijakan dan prosedur penggunaan TI dari berbagai aspek manajemen risiko antara lain: a. retail funding & payments) dan resizing hardware (infrastruktur) carry forward 2010 beserta BR review modul-modul CBS lainnya. (3) membangun aplikasi business intelligence (BI).040. pada tahap BR review untuk beberapa modul CBS (modul customer.id Penggunaan Teknologi Informasi (TI) dapat meningkatkan risiko yang dihadapi perbankan termasuk BSM. 5. Melaksanakan sistem pengendalian intern atas penggunaan TI. Sedangkan infrastruktur dalam mendukung transformasi CBS dilaksanakan secara paralel. availability bandwith manager dan upgrade bandwith. BSM telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. BSM meresponnya dengan menerapkan manajemen risiko secara efektif dan bertahap sesuai ketentuan: (1) Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 3. 9/15/ PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. Menyempurnakan proses identifikasi. Meningkatkan fungsi jaringan komunikasi data (transformasi infrastruktur) melalui availability jaringaninternet. branch structure. (11) mengembangkan apliasi DUIT (Dana Untuk Indonesia Tercinta). (5) mengimplementasi data center outsourcing. (5) users training. Penyempurnaan akses informasi internal BSM melalui pembangunan aplikasi MS-Exchange untuk mailing list yang dapat diakses tanpa batas (via intranet dan internet). 2. Melakukan uji coba atas Disaster Recovery Plan (DRP) pada bulan Maret 2009 sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengharuskan Bank untuk melakukan uji coba DRP paling kurang sekali dalam satu tahun dengan melibatkan end user. (2) membangun middleware CBS. Sampai dengan akhir tahun 2009. (6) pelaksanaan standarisasi bandwith link (256 kbps termasuk backup link) seluruh outlet BSM. (6) paralell run. tersebut. Operasional TI. Dengan terimplementasinya transformasi CBS dan project 201. implementasi untuk pembangunan aplikasi di sistem CBS baru. quality dan mendukung strategi perusahaan melalui project 201. (7) mengimplementasi dan menyempurnakan fitur perangkat Electronic Data Capture (EDC) di outlet BSM. Hal tersebut dilakukan untuk: • Memberikan dukungan optimal pada sistem CBS yang baru. Pengawasan aktif oleh Dewan Komisaris dan Direksi atas penggunaan TI. (15) mengembangkan aplikasi Gadai. Melengkapi dan mengembangkan kebijakan dan prosedur penggunaan TI. e-recruitment. dan (2) Surat Edaran BI (SE BI)I No. c. Dalam rangka untuk dapat mengeliminasi risiko T.

Corporate Plan dan RBB disusun secara periodik dengan jadwal pelaksanaan serta mekanisme penyusunan yang telah dibakukan dalam Buku Pedoman Perusahaan (BPP). Terhadap pelaksanaan rencana tersebut telah dipantau secara periodik. pegawai tetap dan tidak tetap (honorer dan outsourcing) terkait dengan proses kerja dan kegiatan operasional BSM yang mempengaruhi kondisi keuangan BSM secara signifikan. Penyusunan dan penyampaian RBB telah berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No.co. Bank menyusun rencana strategis jangka menengah untuk periode 5 (lima) tahun dalam bentuk Corporate Plan serta rencana strategis jangka pendek 1 (satu) tahun yaitu Rencana Bisnis Bank. baik secara harian melalui daily report kepada Direksi. Direksi mengkomunikasikan Corporate Plan dan RBB kepada Pemegang Saham Pengendali melalui forum RUPS serta menyampaikan ke segenap unit organisasi Perusahaan sebagai dokumen perencanaan company-wide yang harus menjadi pedoman dalam penyusunan dan pelaksanaan Business Plan setiap unit. dimana perencanaan tingkat unit merupakan penjabaran strategi dari perencanaan tingkat BSM (BSM wide) dan penyusunan rencana BSM-wide itu sendiri mempertimbangkan masukanmasukan dari setiap unit. Rencana Strategis Bank Dengan mengacu pada Visi dan Misi. W. terukur dan memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudent) serta mempertimbangkan perubahan internal dan eksternal. mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kelangsungan usaha serta memperhatikan prinsip kehati-hatian dan prinsip perbankan yang sehat. Kedua proses tersebut saling terkait. Dalam penyusunan RBB tersebut dilakukan melalui 2 proses yaitu proses perencanaan BSM-wide. Penyimpangan Internal Internal fraud adalah penyimpangan/kecurangan yang dilakukan oleh pengurus.berskala besar yang dimaksudkan untuk menunjang upaya BSM dalam mengimplementasikan GCG. Untuk selanjutnya Corporate Plan RBB tersebut diajukan kepada Dewan Komisaris yang merepresentasikan Pemegang Saham untuk mendapatkan persetujuan dan pengesahan. 6/25/ PBI/2004 tanggal 22 Oktober 2004. komprehensif. Top-down & Bottom-Up Planning Process. Tingkat Kesehatan Bank Hasil penilaian tingkat kesehatan Bank per posisi 31 Desember 2009 yang dilakukan secara self assessment memperoleh peringkat 2 dengan predikat Baik. serta proses perencanaan Unit-wide.syariahmandiri. BSM berkomitmen menyelesaikan setiap permasalahan terkait dengan penyimpangan internal sesuai dengan kerangka atu pangan yang merugikan BSM akan diproses secara fair dan mengedepankan prinsip-prinsip GCG. secara semesteran Laporan Pengawasan Pelaksanaan RBB oleh Dewan Komisaris kepada Bank Indonesia. 98 www. Jumlah penyimpangan internal dapat dilihat pada tabel diatas. bulanan melalui monthly review maupun triwulanan melalui Laporan Pelaksanaan Realisasi RBB oleh Direksi kepada Bank Indonesia. yang cakupannya meliputi level Unit. yang meliputi seluruh organisasi BSM. U.000 (seratus juta rupiah). Pendekatan ini dikenal dengan sistem perencanaan dua arah. Atas Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui tersebut. memperhatikan tingkat risiko komposit Risk Control System Strategic Risk.000.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Signifikan dalam arti apabila dampak penyimpangannya bernilai lebih dari Rp100. V. segenap Direksi dan karyawan BSM melaksanakan RBB secara optimal yang telah dijabarkan ke dalam Business Plan masingmasing unit. Rencana Bisnis Bank (RBB) disusun dengan realistis. mingguan melalui weekly report kepada Direksi.

pegawai juga harus menaati Code of Conduct yang diwujudkan dengan menandatangani surat pernyataan kesanggupan untuk menaati dan melaksanakan Code of Conduct secara konsisten dan penuh tanggung jawab. Segenap pegawai BSM diwajibkan untuk membaca.co. Code of Conduct merupakan tanggung jawab seluruh jajaran BSM sesuai dengan budaya perusahaan yang mengacu pada akhlaqul karimah (budi pekerti yang mulia). tidak ada satupun yang memiliki dampak signifikan terhadap kondisi dan kinerja BSM secara umum. Kepatuhan terhadap Code of Conduct dapat mencegah berkembangnya hubungan yang tidak wajar dengan para nasabah atau antara sesama pejabat BSM. Penjelasan secara lebih rinci yang telah dilakukan oleh BSM dan nilai nominalnya selama tahun 2009 terdapat di bagian Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Laporan Tahunan 2009 ini. profesional. Benturan Kepentingan Benturan kepentingan adalah keadaan di mana terdapat konflik antara kepentingan BSM dan kepentingan pribadi anggota Direksi. memahami. BSM melakukan penegakan terhadap Code of Conduct yang dilakukan dengan melakukan pemantauan Z. kepedulian yang tinggi terhadap masalah sosial dan lingkungan hidup merupakan bagian penting dari tugas dan tanggung jawab BSM terhadap masyarakat. mulai dari level operasional sampai kepada top management. rekanan. dan benar. Permasalahan Hukum Permasalahan hukum adalah permasalahan hukum perdata dan pidana yang dihadapi BSM selama periode tahun laporan dan telah diajukan melalui proses hukum. bertanggung-jawab. Sebaliknya. Sosialisasi ini dimaksudkan agar insan BSM senantiasa patuh terhadap Code of Conduct. Etika (Code Of Conduct) 2008 2009 0 0 0 0 0 2008 19 9 10 0 0 2009 12 8 4 0 0 Total Fraud Telah diselesaikan Dalam proses penyelesaian di internal Bank Belum diupayakan penyelesaiannya Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum 0 0 0 0 0 Tabel Permasalahan hukum periode Januari – Desember 2009 Permasalahan Hukum Jumlah Perdata 4 2 6 Pidana - Telah diselesaikan (telah mempunyai kekuatan hukum tetap) Dalam proses penyelesaian Total X. anggota Dewan Komisaris. patut dan dipercaya bagi seluruh jajaran BSM baik dalam melakukan hubungan bisnis dengan para nasabah. mendiskusikan.syariahmandiri. baik. Code of Conduct dimaksudkan untuk memberikan pedoman berperilaku yang islami. Lebih dari itu. Selama tahun 2009. maupun dengan rekan sekerja.id 99 . wajar. BSM senantiasa melakukan sosialisasi dalam penerapan Code of Conduct kepada seluruh pegawai BSM. pemegang saham utama Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. dan menghayati Code of Conduct secara tepat. tidak ada transaksi yang mengandung benturan kepentingan. atau pihak terafiliasi. Y. Perkara-perkara yang sedang dihadapi BSM di tahun 2009. Sasaran umum dari Code of Conduct adalah menyusun suatu petunjuk agar setiap pelanggaran Code of Conduct yang dilakukan oleh insan BSM dapat secara cepat terdeteksi. Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik BSM tidak terlibat di dalam kegiatan politik dan tidak memberikan donasi untuk kepentingan politik. BSM telah memiliki Code of Conduct sejak tahun 2002. Permasalahan hukum yang terjadi di BSM untuk periode Januari – Desember 2009 dapat dilihat pada tabel disamping.Tabel Penyimpangan Internal Jumlah Kasus Oleh Kasus Direksi dan Dewan Komisaris Pegawai AA.

Benturan Kepentingan. dalam rangka perjalanan dinas ke Cabang untuk mencegah prakti-praktik yang tidak sesuai dengan implementasi GCG. 2. lahirlah nilai-nilai perusahaan yang baru yang disepakati bersama untuk dishared oleh seluruh pegawai BSM yang disebut Shared Values BSM. Customer Focus (Tafdhiilu Al ‘Umalaa): Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjadikan BSM sebagai mitra yang terpercaya dan menguntungkan. Excellence (Imtiyaaz): Berupaya mencapai kesempurnaan melalui perbaikan yang terpadu dan berkesinambungan. 2. 1. Nilai-Nilai Perusahaan Seiring pertumbuhan usaha yang terukur melalui berbagai indikator baku dunia perbankan. 12. Sosialisasi Shared Values BSM telah dilakukan sepanjang tahun 2008 dan 2009. Integrity (Shidiq): Menaati kode etik profesi dan berpikir serta berperilaku terpuji. Integritas Sistem Perbankan. 5. Pengelolaan Rekening Pegawai. pegawai BSM juga diharuskan untuk menaati aturan dan kebijakan lainnya serta tidak bersikap diam apabila menemukan atau mengetahui perbuatan atau tindakan yang merupakan pelanggaran atas Code of Conduct. Pernyataan Tahunan.secara berkala terhadap penegakan Code of Conduct dan menyediakan fasilitas bagi pengaduan terhadap pelanggaran Code of Conduct. Modul-modul training pegawai Shared Values terdiri atas: BB. Setiap pelanggaran atas Code of Conduct akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan pengenaan sanksi tersebut tidak bersifat diskriminatif. dalam acara Milad BSM ke-8 di Jakarta. dihayati dan diimplementasikan secara konsisten. 3. 2. Teamwork (‘Amal Jamaa’iy): Mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi. 8. BSM memiliki nilainilai Perusahaan yang menjiwai implementasi Code of Conduct.id Definisi. Untuk menyelaraskan gerak dan langkah insan BSM sehingga seluruh jajaran organisasi di semua wilayah operasional mampu memperjuangkan Visi dan Misi BSM. Kata “ETHIC” sendiri berarti “set of moral principles” (himpunan prinsip-prinsip moral) sebagai tatanan perilaku mulia yang membentuk keunggulan insan BSM. Lomba Cipta Lagu Shared Values BSM. Budaya BSM. Penyalahgunaan Jabatan. www. Pegawai diharuskan untuk melaporkan pelanggaran atas Code of Conduct tersebut kepada atasan dengan tembusan ke Divisi Human Capital. Sepanjang tahun 2009. Tujuan dan Sasaran. 6. BSM mengoptimalkan gerakan “La Code of Conduct BSM berisikan aspek-aspek sebagai berikut: Risywah. Pesan-pesan manajemen dalam setiap pertemuan.co. 15. Setelah melalui proses yang melibatkan seluruh jajaran pegawai sejak pertengahan 2005 yang lalu. 11. Penutup. 4. 6. Perilaku Insiders. Seluruh laporan tersebut harus disertai data dan/ atau bukti-bukti akurat sehingga pelanggaran dapat diproses lebih lanjut. BSM memiliki jaringan pelayanan dan kemitraan usaha yang terus bertambah. Penyalahgunaan. dihayati dan dilaksanakan 100 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . 4. 7. 3. Ke-5 nilai tersebut di atas di-akronim-kan menjadi ETHIC. Sanksi Pelanggaran/ Ketidakpatuhan. Humanity (Insaaniyah): Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan religius. Kerahasiaan.syariahmandiri. 13. 5. 10. baik pada tataran perorangan maupun tim kerja secara keseluruhan. Tema-tema dalam Rapat Kerja dan kegiatan besar BSM. Dalam kaitan dengan Code of Conduct. baik dari aspek cakupan wilayah maupun manusia pelaksananya. BSM mengeluarkan Surat Edaran Pemberian Souvenir/Cinderamata/Oleholeh dan Jamuan Makan pada Pegawai BSM.” Gerakan ini merupakan langkah untuk meningkatkan kesadaran (awareness) seluruh jajaran BSM selain terhadap nasabah (melalui penandatanganan pada akad pembiayaan) maupun dalam lingkungan kerja. diluncurkan oleh Direktur BSM. Shared Values ini secara resmi 1. Spirit of the Week. Agar nilai-nilai bersama yang telah dirumuskan dan disepakati dapat dipahami. Kerahasiaan. No Kick Back dan No Special Payment. 9. Pengawasan Pelaksanaan dan Pemutakhiran. sedangkan untuk pelanggaran yang dilakukan oleh unsur pimpinan maka laporan disampaikan ke Divisi Human Capital. 3. Sosialisasi ini dilakukan melalui: 1. Lomba Cerdas Cermat dan Ketangkasan Shared Values BSM. Selain kewajiban untuk menaati Code of Conduct. 4. 14. 5. maka diperlukan acuan nilai-nilai perusahaan untuk dipahami.

menjaga. dan meningkatkan pengetahuan. Media komunikasi antara BSM dengan karyawan melalui berbagai fasilitas yang disediakan seperti intranet. (62 – 21) 3983 2989. syariahmandiri. informasi tentang BSM dapat diperoleh pada Divisi Hubungan Korporasi & Hukum beralamat pada : Kantor Pusat PT Bank Syariah Mandiri Wisma Mandiri I. • Innovation: Proaktif menggali dan mengimplementasikan ide-ide baru untuk memberikan layanan lebih baik dan lebih cepat dibandingkan kompetitor. • Respect: Menghargai pendapat dan kontribusi orang lain.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri 101 . • Effective Communication: Mewujudkan iklim lalu-lintas pesan yang lancar dan sehat. Faks.co. Teamwork (’Amal Jama’iy): Humanity (Insaaniyah): Integrity (Shidiq): Customer Focus (Tafdhiilu Al-’Umalaa): CC. 6. Majalah internal BSM. MH. Situs Internet: www. Thamrin No. maka Shared Values BSM diterjemahkan ke dalam perilaku-perilaku utama. Penyebaran informasi bertujuan membantu.id. Forum Doa Pagi. • Universality: Mengembangkan nilai-nilai kebaikan yang secara umum diterima oleh seluruh umat manusia. Selain itu. • Competence: Meningkatkan keahlian sesuai tugas yang diberikan dan tuntutan profesi bankir. 3983 9000 (hunting). 2. Televisi/Radio.Nilai-nilai Perusahaan ”ETHIC” Nilai (Shared Values) Excellence (Imtiyaaz): Perilaku Utama (Core Behavior) • Perfection: Berkomitmen pada kesempurnaan. Jl. 5. • Ownership: Mengembangkan sikap rasa saling memiliki yang positif. 3. • Social Responsibility: Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sosial tanpa mengabaikan tujuan perusahaan.syariahmandiri. • Prudence: Menjaga amanah secara hati-hati dengan selalu memperhitungkan risiko atas keputusan yang diambil dan tindakan yang dilakukan. pemahaman dan persepsi positif dari para stakeholders terhadap kebijakan. • Sincerity: Meluruskan niat untuk mendapatkan ridha Allah. • Honesty: Menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap perilaku. • Result: Memiliki orientasi pada hasil dan nilai tambah bagi stakeholders. • Trust: Mengembangkan sikap saling percaya yang didasari pikiran dan perilaku positif. • Customer Satisfying: Mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan. • Discipline: Melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan ketentuan dan tuntutan perusahaan serta nilai-nilai syariah.co. Jakarta 10340 – Indonesia. oleh seluruh BSM dalam kehidupan berorganisasi. Telp. 5. Forum-forum pengajian. • Responsibility: Menerima tugas sebagai amanah dan menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Media-media penyebaran informasi tersebut antara lain: 1. Masalah dan Kendala yang Dihadapi BSM Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi Pembiayaan Murabahah www. dan kegiatan BSM. Media Penyebaran Informasi Penyebaran informasi kepada semua stakeholders merupakan bagian penting dari peningkatan prinsip transparansi informasi secara internal dan eksternal. Media cetak nasional. dsb. • Good Governance: Melaksanakan tata kelola organisasi yang sehat. serta menghindari kegagalan dengan selalu meningkatkan keterampilan berkomunikasi. (62 – 21) 2300 509. 4.

d.713. maka BSM tidak melakukan pencadangan atas SKPKB dan STP. Dalam rangka menyelesaikan permasalahan mengenai perlakuan perpajakan atas transaksi Pembiayaan Murabahah.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah sehingga sesuai dengan UU No. BSM berpendapat bahwa pembiayaan murabahah yang dilakukan BSM adalah jasa perbankan sebagaimana diatur dalam UU No. Dewan Syariah Nasional.310. yang saat ini berlaku belum secara spesifik dan eksplisit mengatur kegiatan usaha bank syariah khususnya pembiayaan Murabahah.432.830. pembiayaan bank syariah dikecualikan dari pengenaan PPN.dan Kantor Cabang di Pekalongan sebesar Rp2. Terhadap SKPKB dan STP tersebut di atas. 18 Tahun 2000 tentang PPN Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. telah dibahas dalam berbagai forum antara BSM dengan KPbS (Kompartemen Perbankan Syariah). Kantor Cabang di Solo sebesar Rp5. Perbanas. Pada tanggal 15 Oktober 2009.-. Desember 2003 dari Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dengan total sebesar Rp37.542.7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diubah dengan UU No.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Sehubungan dengan hasil akhir dari permasalahan pengenaan PPN atas transaksi Pembiayaan murabahah tersebut belum ada keputusan. Ditjen Pajak berpendapat bahwa kegiatan transaksi murabahah yang dilakukan oleh BSM terutang PPN karena kegiatan tersebut dilakukan dengan berdasarkan prinsip jual beli barang dan kegiatan transaksi murabahah tidak termasuk jenis jasa di bidang perbankan. 102 www. BSM tidak melaksanakan pembayaran dengan alasan terdapat permasalahan status hukum perpajakan dari transaksi Pembiaya-an Murabahah. Kantor Cabang di Bandarlampung sebesar Rp2. Undang-undang tersebut menegaskan bahwa jasa pembiayaan berdasarkan prinsip syariah termasuk kelompok jasa yang tidak dikenai PPN.Pada tahun 2004 dan tahun 2005 Kantor Pusat dan Kantor Cabang BSM telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan Surat Tagihan Pajak (STP) untuk masa pajak Januari s.649. Kantor Cabang di Jambi sebesar Rp1. Rincian SKPKB dan STP tersebut adalah Kantor Pusat di Jakarta sebesar Rp25. berkenaan BSM melaksanakan penyaluran dana berdasarkan Prinsip Syariah dalam bentuk Pembiayaan Murabahah..309.922. BSM terus berupaya menyelesaikan permasalahan mengenai pengenaan PPN atas transaksi pembiayaan murabahah tersebut dengan pihak-pihak terkait. Bank Indonesia dan Ditjen Pajak.co.8 Tahun 1983 yang telah diubah dengan UU No. 10 Tahun 1998 dan UU No.-.-.377.495.-.767.588.syariahmandiri. pemerintah telah menerbitkan Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah yang mulai berlaku tanggal 1 April 2010.