Good Corporate Governance (GCG

)

BSM berkomitmen penuh melaksanakan di seluruh tingkatan dan jenjang organisasi dengan berpedoman pada berbagai ketentuan dan persyaratan terkait dengan pelaksanaan GCG. Untuk mengoptimalkan penerapan GCG, BSM melakukan penguatan infrastruktur, restrukturisasi internal yang mengarah kepada praktik terbaik, penyesuaian dan pembaharuan sistem dan prosedur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan GCG yang efektif.

A. Pendahuluan
Good Corporate Governance (GCG) merupakan unsur penting di industri perbankan mengingat risiko dan tantangan yang dihadapi semakin meningkat. Penerapan GCG secara konsisten akan memperkuat posisi daya saing perusahaan, memaksimalkan nilai perusahaan, mengelola sumberdaya dan risiko secara lebih efisien dan efektif, yang pada akhirnya akan memperkokoh kepercayaan pemegang saham dan stakeholders, sehingga BSM dapat beroperasi dan tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang. BSM berkomitmen penuh melaksanakan GCG di seluruh tingkatan dan jenjang organisasi dengan berpedoman pada berbagai ketentuan dan persyaratan terkait. Hal itu diwujudkan dalam: 1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi 2. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite-komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian internal bank 3. Penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal dan eksternal 4. Penerapan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian internal 5. Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana berskala besar 6. Rencana strategis bank 7. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan bank Untuk mengoptimalkan penerapan GCG, BSM melakukan penguatan infrastruktur, restrukturisasi internal yang mengarah kepada praktik terbaik, penyesuaian dan pembaharuan sistem dan prosedur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan GCG yang efektif. Penerapan GCG di BSM membaik pada tahun 2009 dibandingkan Penerapan GCG tahun-tahun sebelumnya. Pengukuran tingkat kepatuhan BSM dalam menerapkan GCG menggunakanchecklist (self assessment) di mana hasil penilaiannya dalam bentuk indeks. Untuk keperluan internal, penilaian dilakukan secara semesteran dan untuk keperluan laporan kepada Bank Indonesia, penilaian dilakukan secara tahunan. Seiring dengan keluarnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan GCG Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, BSM sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti ketentuan yang berlaku dalam PBI tersebut. Penerapan GCG di BSM dimulai dari komitmen pihak yang paling berpengaruh terhadap penetapan strategis perusahaan yang dikenal dengan 3 (tiga) pilar GCG yaitu Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi. Penerapan GCG di BSM dimulai sejak periode 2003, menggunakan format standard checklist yang dibuat oleh Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) yang bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB). Hasil penilaian secara Self Assessment (SA) tahunan terus membaik sebagaimana hasil pengukuran oleh jajaran BSM (Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif ) yang hasilnya berupa Indeks GCG semesteran (semester II 2009 = 91,88 kategori “Lebih Baik” meningkat dari semester I 2009 = 88,36 kategori “Lebih Baik”). Adapun penilaian SA dengan metode versi BI dimulai periode 2007, di mana BSM mendapat kategori “Baik”, dan untuk nilai SA periode 2008 dengan kategori “Sangat Baik” yang berarti meningkat dibandingkan periode 2007. Hasil penilaian tersebut pada dasarnya sudah sesuai dengan hasil penilaian BI (vide surat BI No.10/959/DPbS tanggal 21 Juli 2008), di mana BI menyarankan agar BSM mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG.

B. Self Assessment GCG Perbankan

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

www.syariahmandiri.co.id

61

1. Self Assessment Internal BSM

2008 Pengelompokan Penilaian
1. Penerapan Governance Structure 2. Kebijakan Corporate Governance 3. Pengungkapan (Disclosure) Corporate Gorvernance 4. Audit & Sistem Pengendalian Intern Total Nilai 100% 73.49 B 88.10 LB 88.36 LB 25% 20% 15.89 15.50 20.93 17.09 20.67 17.00 20% 17.00 18.72 19.50 Bobot 35% Nilai Sem - I 25.10 Nilai Sem – II 31.36 Nilai Sem – I 31.19

2009
Nilai Sem – II 32.42

19.12 21.84 18.50 91.88 LB

2. Self Assessment GCG kepada Bank Indonesia No Aspek yang dinilai Bobot 2008 Peringkat Nilai Akhir 2009 Peringkat Nilai Akhir

Catatan Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi, tugas dan memenuhi Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) tentang GCG dengan baik. Dewan Komisaris mampu mengambil keputusan secara independen. Direksi telah mematuhi komitmen untuk menjalankan kegiatan BSM secara prudent, sesuai dengan PBI dan SEBI. Direksi telah menerapkan prinsip-prinsip GCG secara baik. Pelaksanaan Rapat Direksi berjalan secara efektif, efisien dan fokus. Komite telah menjalankan tugas secara efektif dalam memberikan masukan kepada Dewan Komisaris. Tidak ada kelemahan minor yang signifikan pada kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite. BSM telah memiliki kebijakan dan peraturan serta telah menghindari halhal yang dapat menimbulkan benturan kepentingan di dalam proses dan keputusan operasional.

01

Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris (Dekom)

10

1

0,100

1

0,100

02

Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Direksi

20

1

0,400

1

0,200

03

Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite

10

2

0,100

1

0,100

www.syariahmandiri.co.id

04

Penanganan Benturan Kepentingan

10

2

0,200

2

0,200

62

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

05

Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank

5

1

0,050

1

0,050

BSM telah memenuhi fungsi Kepatuhan dan sesuai dengan ketentuan yang mengatur Direktur Kepatuhan serta Satuan Kerja Kepatuhan BSM telah memenuhi fungsi Audit Intern dengan efektif dan SKAI telah menjalankan fungsinya secara efisien dan obyektif sesuai SPFAIB. Kantor Akuntan Publik (KAP) sudah menjalankan fungsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku mengatur GCG, transparansi laporan keuangan maupun PSAK101-106 dengan cakupan hasil audit sangat baik. BSM telah menjalankan fungsi manajemen risiko sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha Bank serta risiko yang dihadapi. Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan komprehensif. BSM telah menyediakan dana kepada pihak terkait dan/atau dana besar secara obyektif tanpa intervensi dari pihak terkait atau pihak lainnya serta BSM tidak melakukan pelanggaran BMPK dan prinsip kehati-hatian.

06

Penerapan Fungsi Audit Intern

5

1

0,050

1

0,050

07

Penerapan Fungsi Audit Ekstern

5

1

0,100

1

0,050

08

Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern

7.5

2

0,150

2

0,150

09

Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) Dan Debitur Besar (Large Exposures)

7.5

1

0,150

1

0,075

10

Transparansi Kondisi Keuangan & Non Keuangan Bank, Laporan Pelaksanaan GCG dan Laporan Internal

15

2

0,300

2

0,300

Informasi seluruh Pelaporan Bank telah sesuai ketentuan transparansi. Informasi disampaikan melalui homepage

11

Rencana Strategis Bank

5

1

0,050

1

0,050

BSM telah menyusun Rencana Strategis dengan seksama sesuai dengan Rencana Bisnis Bank serta visi & misi Bank.
www.syariahmandiri.co.id
Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

Total

100

1,425 SB

1,325 SB

63

Nilai Komposit Nilai Komposit < 1.5 1.5 ≤ Nilai Komposit 2.5 ≤ Nilai Komposit 3.5 ≤ Nilai Komposit 4.5 ≤ Nilai Komposit
Nilai Komposit yang dihasilkan BSM adalah 1,325 pada tahun 2009, lebih baik dibandingkan Nilai Komposit tahun 2008 sebesar 1,425. Nilai Komposit BSM dalam pelaksanaan Self Assessment GCG adalah Sangat Baik, sesuai dengan komitmen BSM untuk senantiasa mengimplementasikan GCG dengan penuh komitmen dan konsisten.

Predikat Komposit Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik
November 2002. Code of Conduct BSM merupakan pedoman bagi segenap insan BSM agar berperilaku secara Islami, profesional, bertanggung jawab, wajar, patut, dan dapat dipercaya bagi seluruh jajaran BSM baik dalam melakukan hubungan bisnis dengan para nasabah, rekanan, maupun hubungan dengan rekan sekerja. c. Piagam Komite, terdiri dari Piagam Komite Audit, Piagam Komite Remunerasi dan Nominasi, dan Piagam Komite Pemantau Risiko.

E. Struktur Organ GCG
Organ perusahaan, terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Direksi, mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. Organ Perusahaan harus menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku atas dasar prinsip bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya semata-mata untuk kepentingan perusahaan. 1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) RUPS adalah organ perusahaan yang memegang kekuasaan tertinggi dalam perusahaan dan memegang segala kewenangan yang tidak diserahkan kepada Direksi, Dewan Komisaris atau Dewan Pengawas Syariah. RUPS sebagai organ perusahaan merupakan wadah para pemegang saham untuk mengambil keputusan penting berkaitan dengan modal yang ditanam dalam perusahaan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pada kepentingan usaha perusahaan jangka panjang. RUPS dan atau pemegang saham tidak melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi dan wewenang Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah serta Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan hak sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan. Pengambilan keputusan RUPS dilakukan secara wajar dan transparan. Pada RUPS dan RUPSLB

C. Kebijakan GCG
BSM telah memiliki kelengkapan berbagai kebijakan (soft-structure) yang mengatur pelaksanaan GCG. BSM menyusun Soft-structure GCG sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan, dan mengacu pada berbagai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Soft-structure GCG yang berlaku di BSM adalah sebagai berikut: a. BSM menyusun Piagam GCG (GCG Charter) berdasarkan Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi No.9/002-SKB/KOM.DIR tanggal 30 April 2007. Piagam GCG merupakan peraturan, kaidah dan kebijakan BSM yang wajib dipatuhi oleh seluruh jajaran BSM. Piagam GCG diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan BSM sehingga dalam implementasinya dapat selaras dan sesuai dengan standar GCG. b. BSM menyusun Code of Conduct BSM berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direksi dan Komisaris No. 4/002/DIR.KOM tanggal 26

D. Mekanisme GCG
RUPS DPS

PENGAWASAN

PENGELOLAAN

RUPS melakukan pengambilan keputusan penting yang didasari pada kepentingan perusahaan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangan yang berlaku. Pengelolaan dilakukan oleh Direksi, sementara Dewan Komisaris melakukan pengawasan yang memadai terhadap kinerja pengelolaan perusahaan. Untuk memastikan produk-produk BSM tidak melanggar prinsip-prinsip syariah, BSM dikawal oleh Dewan Pengawas Syariah.

64

www.syariahmandiri.co.id

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan dan tanggung jawabnya. Kinerja Dewan Komisaris dievaluasi berdasarkan unsur-unsur penilaian kinerja yang disusun oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. gaji dan fasilitas/tunjangan Direksi dan Dewan Komisaris serta bonus Senior Advisor Dewan Komisaris.5% dari laba bersih tahun 2008.id 65 . Sarwoko dan Sandjaja (afiliasi Ernst & Young) yang akan mengaudit Laporan Keuangan BSM tahun buku 2009. Sudarmadji & Dadang dengan opini “Wajar Tanpa Pengecualian”. serta menetapkan jumlah dan jenis kompensasi serta fasilitas. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris BSM dapat dirinci sebagai berikut: • Memastikan terus terselenggaranya pelaksanaan prinsipprinsip GCG dalam setiap jenjang organisasi dibantu oleh unit-unit kerja terkait.syariahmandiri. Persetujuan atas Laporan Tahunan BSM termasuk Pengesahan Laporan Keuangan untuk tahun buku 2008 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli. Pelaksanaan penilaian dilakukan pada tiap akhir periode tutup buku. baik pada BSM maupun pada bank dan perusahaan lain. BSM mewajibkan anggota Dewan Komisaris untuk mengungkapkan kepemilikan sahamnya. d. Menetapkan KAP Purwantono. • Melaksanakan pengawasan atas risiko Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Selama tahun 2009. Dewan Komisaris Dewan Komisaris adalah organ perusahaan yang bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa BSM melaksanakan GCG pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. Seluruh anggota Dewan Komisaris memiliki integritas. mengesahkan perubahan Anggaran Dasar. 2. mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi. Menetapkan besarnya tantiem. menunjuk akuntan publik.co. Dewan Komisaris BSM telah memenuhi ketentuan fit & proper test dari Bank Indonesia. 2. BSM memiliki tatacara penyelenggaraan RUPS di mana disebutkan bahwa agenda acara RUPS disampaikan beserta undangan RUPS. Anggota Dewan Komisaris tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari bank selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS. c. RUPS Tahunan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2009 yang menghasilkan keputusan yaitu: a. Persetujuan pembayaran zakat sebesar 2. Persetujuan atas Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada para anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Persetujuan penggunaan Laba Bersih BSM Tahun buku 2008. kompetensi dan reputasi keuangan yang memadai. a. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris BSM sejalan dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pertanggungjawaban Dewan Komisaris kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengawasan atas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. f. • Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi serta pengawasan atas kebijaksanaan Direksi terhadap kebijakan pengurusan BSM serta memberikan nasihat kepada Direksi. BSM menyelenggarakan 1 (satu) kali RUPS yaitu RUPS Tahunan. memberikan persetujuan atas laporan tahunan. Hasil penilaian kinerja Dewan Komisaris disampaikan dalam RUPS. Dalam melaksanakan tugas. e. Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi. RUPS memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris. Bambang. yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri dalam suatu laporan yang harus diperbaharui setiap tahunnya. Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada RUPS.tahun 2009 telah dilakukan pemberitahuan dan undangan bagi pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku. UU Perseroan Terbatas dan ketentuan GCG. antara lain mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi. b. menetapkan alokasi penggunaan laba.

Memberitahukan kepada Bank Indonesia paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan perbankan. Independensi Dewan Komisaris Anggota Dewan Komisaris BSM telah memenuhi jumlah. Susunan Anggota Dewan Komisaris Susunan Anggota Dewan Komisaris BSM berdasarkan RUPS tanggal 19 Juni 2008 sebagaimana tabel di bawah. dan keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha Bank. b. Pengawasan dilakukan secara langsung termasuk memantau tindak lanjut atas rekomendasi dari Komisaris kepada Direksi. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BSM. komposisi. Dua orang di antaranya atau sama dengan 50% anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen. Di dalam melakukan pengawasan. Kerangka Manajemen Risiko 3. Dewan Komisaris dilarang terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional BSM. Penggantian dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris telah memperhatikan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi. Setiap anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau anggota Direksi. Pengawasan dan Rekomendasi Dewan Komisaris Dewan Komisaris BSM secara proaktif melakukan pengawasan dan memberikan masukan kepada Direksi. Memastikan bahwa Direksi telah memperhatikan kepentingan semua Pemegang Saham. Membuat dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengawasan atas pengelolaan BSM.co. Dalam melakukan pengawasan tersebut. kriteria dan independensi sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 yang diubah dengan PBI Nomor 8/14/PBI/2006 di mana jumlah anggota Dewan Komisaris BSM saat ini adalah empat orang. maupun melalui komitekomite yang dibentuk. Tindak lanjut atas hasil pemeriksaan audit internal dan eksternal termasuk hasil pemeriksaan Bank Indonesia Nama Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Jabatan Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Representasi Pemegang Saham Independen Independen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Susunan Dewan Komisaris Nama Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Jabatan Komisaris Utama/ Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Komisaris Periode Jabatan I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) 66 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Komposisi Dewan Komisaris c. Memberikan tanggapan dan rekomendasi atas usulan dan rencana pengembangan strategis BSM yang diajukan Direksi. Kinerja keuangan 2. kecuali dalam hal penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar BSM atau peraturan perundangan yang berlaku. d. Dewan Komisaris BSM telah melakukan pengawasan terhadap: 1. Selama tahun 2009. Dewan Komisaris mengarahkan.syariahmandiri.id • usaha BSM dan upaya manajemen melakukan pengendalian internal.• • • • • www.

serta mempertahankan kondisi kesehatan BSM.4. 8. Implementasi KYC dan AML. Kecukupan sistem pengendalian Dalam rangka mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.id Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Keterangan: * Rapat Komisaris adalah Rapat Internal Dewan Komisaris ** Rapat Komisaris Direksi adalah Rapat di mana Dewan Komisaris mengundang salah seorang Direksi untuk hadir dalam Rapat Dewan Komisaris *** Rapat Direktur Komisaris adalah Rapat di mana inisiatif rapat berasal dari Direksi dengan mengundang Dewan Komisaris Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri 67 . Penetapan mekanisme mempertahankan posisi likuiditas dan tingkat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga. 5. Penetapan ke dalam KPI. atau Pejabat Eksekutif yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu) perusahaan anak bukan Bank yang dikendalikan oleh Bank. Peningkatan kualitas aktiva produktif dengan melanjutkan langkah-langkah secara lebih konkrit dan berkesinambungan dalam berbagai hal terkait. 11. Rapat Dewan Komisaris tersebut dapat berupa Rapat Internal Dewan Komisaris maupun Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi. zero DMTL dan hasil audit scoring di setiap unit kerja. Peningkatan kinerja Bank melalui evaluasi dan review terhadap berbagai kebijakan. dan pengendalian portofolio valuta asing.co. Direksi. sistem pengendalian intern. 4. g. Kebijakan Remunerasi Pemberian remunerasi dan fasilitas lain mengacu kepada keputusan dari pemegang saham sebagaimana ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan saran yang Daftar Kehadiran Rapat Dewan Komisaris Nama Rapat Komisaris* (8 Kali) 7 8 3 6 Rapat Komisaris Direksi** (7 Kali) 6 7 6 5 Rapat Direktur Komisaris*** (11Kali) 10 11 8 7 www.syariahmandiri. Pemisahan fungsi otorisasi dan berjalannya komunikasi antar jenjang. 6. Penggalian penyebab utama atas temuan oleh Internal Audit dan pengidentifikasian 8 (delapan) risiko perbankan di dalam temuan-temuan audit. Direksi atau Pejabat Eksekutif pada 1 (satu) lembaga/ perusahaan bukan lembaga keuangan. serta kepatuhan BSM terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Rangkap Jabatan Dewan Komisaris Dewan Komisaris tidak ada yang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris. Rapat Dewan Komisaris Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan minimal sebulan sekali. Optimalisasi pemanfaatan e-learning sehingga berkorelasi dengan peningkatan kompetensi pegawai. e. manajemen risiko. meningkatkan peran intermediasi BSM. Pemantauan secara konsisten terhadap pemeliharaan PDN. Peningkatan pemahaman risiko dan adanya fungsi waskat di dalam manajemen risiko Bank. Upaya tersebut mencakup pelaksanaan manajemen umum. 10. 3. atau anggota Dewan Komisaris. BSM mengupayakan perbaikan kinerja tersebut di atas sejalan dengan upaya untuk mempertahankan dan terus meningkatkan penerapan prinsip-prinsip manajemen bank yang sehat. Pemaksimalan fungsi Pengawas Kepatuhan dan Prinsip Mengenal Nasabah (PKP). Dewan Komisaris merekomendasikan perlunya dilakukan upaya perbaikan sekaligus pemeliharaan kinerja BSM yang mencakup faktorfaktor sebagai berikut: 1. Peningkatan rentabilitas. Permodalan BSM harus mampu mendukung rencana ekspansi bisnis dan pertumbuhan yang ingin dicapai. 12. 9. 5. 7. f.

b. h. M. yang memuat antara lain: . sebuah badan dibawah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pelatihan Dewan Komisaris Untuk meningkatkan kompetensi dan menunjang pelaksanaan tugas Dewan Komisaris BSM selama tahun 2009. • Leaders Forum for Banking. Mengawasi dan memantau kegiatan operasional bank untuk menjamin kepatuhannya terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI. 3. Kebijakan Remunerasi Pemberian remunerasi dan fasilitas lain mengacu kepada keputusan dari pemegang Susunan Dewan Pengawas Syariah www. Menyerahkan laporan pengawasan syariah setiap 6 (enam) bulan kepada Dewan Komisaris. Menyerahkan laporan pengawasan syariah kepada Bank Indonesia setiap semester pada tahun 2009. MBH. DPS bersifat independen yang anggotaanggotanya ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN).Melakukan pertemuan rutin dengan BSM untuk mendiskusikan laporan perkembangan dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan praktek syariah. • Leadership and Decision Making. Memberikan masukan bahwa produk dan layanan BSM telah sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan oleh DSN.id No 1.syariahmandiri. konferensi. . a. seminar antara lain: • Seminar Penerapan PSAK 50 & 55 serta Implikasinya. Memberikan pendapat mengenai kepatuhan syariah atas kegiatan operasional perusahaan dalam laporan publikasi. Tugas. . . anggota Dewan Komisaris BSM telah mengikuti berbagai program pelatihan. • Global Execution Quotient Survey on Bank.diberikan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. .Opini syariah atas pelaksanaan operasional perusahaan secara keseluruhan dalam laporan publikasi perusahaan. Ec Drs. Nama Prof. transaksi maupun operasional mencakup: a. produk dan jasa yang dikeluarkan BSM. workshop. Mohammad Hidayat. pembiayaan dan operasional harus disetujui oleh DPS untuk menjamin kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. kewenangan dan tanggung jawab DPS adalah: a.136 miliar. Seluruh pedoman produk pendanaan. Memberikan masukan dan opini pada seluruh pedoman kerja operasional dan manual produk. Meninjau produk dan layanan baru. Direksi. 3. Menilai dan memberi persetujuan mengenai aspek-aspek syariah pada setiap pedoman produk dan operasional perusahaan. DPS telah melakukan pertemuan rutin maupun insidental sebanyak 18 kali. Rapat DPS Dalam melaksanakan tugasnya. Ali Yafie Dr. c. K. maka dibentuk Dewan Pengawas Syariah (DPS). Total remunerasi yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp 3. Riwayat hidup Dewan Pengawas Syariah dapat dilihat di bagian Profil BSM. • Workshop Coaching for Leadership. Selama tahun 2009 DPS telah mengeluarkan 9 (sembilan) opini syariah baik yang berkaitan dengan produk.Hasil pengawasan dan kesesuaian kegiatan operasional perusahaan terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI.249 miliar mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2008 sebesar Rp 2.co.Hasil kajian atas produk dan jasa baru yang belum ada fatwa untuk dimintakan fatwa kepada DSN – MUI.Opini syariah atas pedoman operasional. 2. c. H. DSN – MUI dan Bank Indonesia. • Assessment Commercial Banking. M. a. yang belum diatur oleh fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI. MH Jabatan Ketua Anggota Anggota 68 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . b. H. Dewan Pengawas Syariah (DPS) Sebagai bank yang bergerak di bidang syariah. Syafii Antonio.

972 miliar. manajemen risiko. majalah internal dan media komunikasi lainnya. Satuan Kerja Manajemen Risiko. . Direksi senantiasa berpegang dan berpedoman pada Anggaran Dasar maupun ketentuan internal serta eksternal lainnya. Direksi bertanggung jawab kepada RUPS. Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari SKAI.972 0.Menetapkan struktur organisasi yang lengkap dengan rincian tugas di setiap divisi.Melakukan pengelolaan BSM sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya sesuai Anggaran Dasar. peraturan perundangundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip GCG. Tugas. Direksi bertanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan agar dapat menghasilkan nilai tambah dan memastikan kesinambungan usaha. Kinerja Direksi dievaluasi oleh Dewan Komisaris baik secara individual maupun kolektif berdasarkan unsur-unsur penilaian kinerja yang disusun oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. Pelaksanaan penilaian dilakukan pada tiap akhir periode tutup buku. Komite Manajemen Risiko dan Divisi Kepatuhan. .Remunerasi Dewan Pengawas Syariah Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain Gaji dan Fasilitas lain Total saham sebagaimana ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan saran yang diberikan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. intranet. SMS. dan hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain. . wewenang. dan hal-hal lain yang terkait dengan Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Menyusun visi. 4. . Direksi Direksi adalah organ perusahaan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar. menjamin terselenggaranya fungsi audit intern perusahaan dalam setiap tingkatan manajemen dan menindaklanjuti temuan Divisi Audit Intern BSM sesuai dengan kebijakan atau pengarahan yang diberikan Dewan Komisaris. misi.co. Dalam melaksanakan tugasnya. Direksi telah membentuk Satuan Kerja Audit Internal (SKAI).Memperhatikan kepentingan yang wajar dari pemangku kepentingan BSM (stakeholders).Menciptakan sistem pengendalian intern. auditor eksternal. Pertanggungjawaban Direksi kepada RUPS merupakan Jumlah DPS 3 Miliar Rp 0.Mengendalikan sumber daya yang dimiliki BSM secara efektif dan efisien. Tugas dan Tanggung jawab Direksi dapat dijabarkan sebagai berikut: . Direksi mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui RUPS. Hasil penilaian kinerja Direksi oleh Dewan Komisaris disampaikan dalam RUPS.id 69 . Total remunerasi yang dibayarkan kepada DPS selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp0. Masing-masing anggota Direksi melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenang. Direksi sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif dalam mengelola perusahaan. a. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.syariahmandiri. dan nilai-nilai serta rencana strategis BSM dalam bentuk rencana korporasi (Corporate Plan) dan rencana bisnis (Business Plan).972 perwujudan akuntabilitas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. Direksi mengungkapkan kebijakan-kebijakan BSM yang bersifat strategis di bidang kepegawaian kepada pegawai dengan media yang mudah diakses antara lain melalui newsletter. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. .

Menciptakan hubungan 70 www. . Direktur Kepatuhan BSM telah menetapkan Direktur Kepatuhan yang memastikan bahwa Bank telah memenuhi kriteria kepatuhan. pembidangan tugas Direksi sebagai berikut: Nama Yuslam Fauzi Hanawijaya Sugiharto Zainal Fanani Srie Sulistyowati Amran Nasution Jabatan Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Kepatuhan Direktur Direktur Periode Jabatan II (19 Juni 2008-2011) dan I ( 22 Juni 2005-19 Juni 2008) II (19 Juni 2008-2011) dan I ( 22 Juni 2005-19 Juni 2008) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2007-2010) I (19 Juni 2007-2010) I (19 Juni 2007-2010) Direksi tidak memberikan kuasa umum kepada pihak lain yang mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi.syariahmandiri.PO. BSM telah mematuhi dengan baik dan tidak ada sanksi hukum serta pelanggaran terutama atas ketentuan BI maupun fatwa DSN.Mengkoordinir kegiatan kerja seluruh anggota Direksi berikut aparat di bawahnya untuk mencapai optimalisasi hasil. Direksi BSM telah memenuhi ketentuan fit & proper test dari Bank Indonesia.b. yang sehat. sistem dan prosedur kerja seluruh jenjang organisasi tersedia secara sangat lengkap. Dalam hal penerapan seluruh ketentuan eksternal yang berlaku.Melaksanakan evaluasi secara berkala terhadap realisasi pencapaian target dan menetapkan langkah-langkah peningkatan kinerja yang harus dilakukan. . Kepatuhan tersebut terkait dengan ketentuan Bank Indonesia. Anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama tidak memiliki saham melebihi 25% dari modal disetor pada perusahaan lain yang dibuktikan dengan penandatanganan Surat Pernyataan. Seluruh Direksi tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan Direktur Utama: . maupun best practices perbankan. perundang-undangan yang berlaku. Pedoman. Surat Kuasa dari Direksi kepada Kepala Unit Kerja bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan tugas operasional Bank namun tidak mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi.Menjalankan visi BSM dengan menetapkan strategi dan kebijakan BSM.Menyelenggarakan aktivitas seluruh unit kerja yang berada langsung di bawahnya agar mencapai rencana kerja yang ditetapkan.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Optimalisasi fungsi kepatuhan BSM terus disempurnakan sejalan dengan perkembangan organisasi BSM. Pelaksanaan tugas Direktur Kepatuhan dinilai “memadai” oleh BI secara berkala dan BSM dipandang sebagai Bank Seluruh Anggota Direksi berdomisili di Indonesia. Mengacu pada pedoman organisasi No.co. serta pemenuhan komitmen dengan lembaga otoritas yang berwenang. . . mampu tumbuh berkembang pesat namun tetap memperhatikan prudentiality serta prinsip sy ariah. I Tanggal 1 Januari 2008. Direksi atau Pejabat Eksekutif pada Bank atau perusahaan lain. update dan sangat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh anggota Direksi memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di bidang operasional perbankan dan institusi keuangan sebagai Pejabat Eksekutif. Seluruh Direksi tidak memiliki rangkap jabatan sebagai Komisaris. UU Perseroan Terbatas dan ketentuan GCG. Susunan Direksi Susunan Direksi BSM berdasarkan RUPS tanggal 19 Juni 2008 sebagai berikut: derajat kedua dengan sesama anggota Direksi dan/atau dengan anggota Dewan Komisaris.

co. restrukturisasi. Direktur Pembiayaan Komersial dan Konsumer: . serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan denganpelaksanaan tugasnya.Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Treasuri dan Jaringan dalam melaksanakan aktifitas bidang treasuri.yang harmonis antara Dewan Komisaris. investor. dan jaringan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko: .Memimpin dan mengkoordinir pelaksanaan kajian terhadap risiko perusahaan sesuai dengan visi BSM yang mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Direksi. Direktur Pembiayaan Treasuri dan Jaringan: . . serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Pembiayaan Korporasi dalam melaksanakan aktifitas bidang pembiayaan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.Menetapkan strategi dan kebijakan di bidang pembiayaan korporasi berdasarkan prinsip syariah. dana. nasabah. . Direktur Operasi dan Pendukung: . . Pemegang Saham.id 71 . dan Pemerintah/ Bank Sentral dalam rangka mewujudkan GCG.syariahmandiri.Mengkoordinir pembinaan terhadap seluruh Kepala Divisi/ Unit/Tim Kerja dan cabang.Menetapkan strategi dan kebijakan yang sesuai dengan visi perusahaan dengan menjalankan strategi dan kebijakan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Pembiayaan Komersial dan Konsumer dalam melaksanakan aktifitas bidang pembiayaan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehatihatian.Menyelenggarakan pengelolaan Manajemen Risiko di perusahaan dengan baik sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. .Menetapkan strategi dan kebijakan di Direktorat Treasuri dan Jaringan berdasarkan prinsip syariah. . Direktur Pembiayaan Korporasi: .Membina hubungan dengan seluruh mitra kerja BSM agar dapat terwujud hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. . serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.Menetapkan strategi dan kebijakan di bidang pembiayaan komersial dan konsumer berdasarkan prinsip syariah. .Memimpin dan mengkoordinir penetapan langkahlangkah yang diperlukan untuk memastikan BSM telah memenuhi ketentuan seluruh peraturan perundangundangan yang berlaku dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian. karyawan.

maka antara para anggota Direksi dan Komisaris serta antar anggota Direksi dengan anggota Komisaris tidak ada hubungan Daftar Kehadiran Rapat Direksi Nama Pejabat Yuslam Fauzi (Direktur Utama) Hanawijaya (Direktur) Srie Sulistyowati (Direktur) Amran Nasution (Direktur) Zainal Fanani (Direktur) Sugiharto (Direktur) Rapat Direksi (57 kali) 51 56 54 54 53 54 Rapat Komisaris dan Direksi (7 kali) 7 7 7 7 7 7 Rapat Direksi dan Komisaris (11 kali) 9 8 9 9 10 9 Jenis Remunerasi Direksi Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain Gaji Rp/Tahun Tunjangan Rp/Tahun TOTAL Direksi 6 6 Miliar Rp 5. c. . . Kebijakan Remunerasi Total remunerasi yang dibayarkan kepada Direksi selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp11. Rapat Direksi Rapat Direksi diselenggarakan minimal 1 (satu) kali dalam seminggu yaitu setiap hari Senin. .Seminar Kilas Balik Perbankan Indonesia Tahun 2009 dan Rencana Penyempurnaan Peraturan Mengenai Prudential Banking. Pelatihan Direksi Untuk meningkatkan kompetensi dan menunjang pelaksanaan tugas Direksi BSM selama tahun 2009. F. workshop. hukum. corporate affair.d Rp2 miliar Di atas Rp500 juta s. operasi dan akuntansi.d Rp1 miliar Rp500 juta ke bawah *) yang diterima secara tunai Jumlah Dewan Komisaris 1 5 4 72 www.Seminar Pencegahan Tindak Pidana di bidang Perbankan. .Workshop Leadership and Change Management.Mengevaluasi perkembangan bank di bidang Informasi dan Teknologi. hukum.158 Jumlah Remunerasi Direksi Jenis Remunerasi per Orang dalam 1 tahun*) Jumlah Direksi Di atas Rp2 miliar Di atas Rp1 miliar s. anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak memiliki saham di BSM. serta sarana dan logistik.Workshop perbankan nasional.158 miliar mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2008 sebesar Rp7.085 6. anggota Direksi BSM telah mengikuti berbagai program pelatihan. Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .5th World Islamic Economic Forum. seminar antara lain: .syariahmandiri. corporate affair. konferensi.072 11. . .BSM di bidang Informasi dan Teknologi. Pengungkapan Kepemilikan Saham serta Hubungan Keuangan dan Keluarga Dewan Komisaris dan Direksi Per posisi Desember 2009.Sertifikasi BSMR.560 miliar.Seminar Enhancing Access to Formal Financial Services In Indonesia. d.co. . e. namun tertutup kemungkinan bahwa Direksi mengadakan Rapat Direksi di luar jadwal yang ditentukan tersebut. operasi dan akuntansi serta sarana dan logistik dan merumuskan kebijakan yang perlu ditempuh untuk tetap terlaksananya kegiatan BSM yang efisien dan efektif.

Melakukan penelaahan atas tindak lanjut laporan hasil audit yang dilakukan oleh otoritas pengawas bank. Dalam melaksanakan tugasnya.Pelaksanaan tugas yang dilaksanakan oleh fungsi audit intern . Uraian Rasio gaji pegawai yang tertinggi dan terendah.Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah No. Dewan Pengawas Syariah dan/atau auditor ekstern. e. Persyaratan tersebut adalah anggota Komite Audit paling kurang terdiri dari seorang Komisaris Independen. h.01% 76. b. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit Sebagai panduan Komite Audit untuk melaksanakan tugas maka Dewan Komisaris telah menetapkan Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) yang disahkan pada tanggal 20 Mei 2005. d. Melaporkan kepada Dewan Komisaris tentang berbagai risiko yang dihadapi BSM dan pelaksanaan manajemen risiko oleh Direksi. 3. Independensi Anggota Komite Audit Seluruh anggota Komite Audit yang berasal dari pihak independen tidak memiliki hubungan keuangan. 5. 1. Rasio gaji Direksi yang teringgi dan terendah. yaitu: . proyeksi dan informasi keuangan lainnya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan pemenuhan pengungkapan sesuai peraturan yang berlaku. Melakukan penelaahan atas G. Mengevaluasi efektivitas pelaksanaan audit dari auditor ekstern termasuk menelaah independensi dan objektivitas auditor ekstern serta menelaah kecukupan pemeriksaan yang dilakukannya.19% 1. kepengurusan.Pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan audit dan/atau rekomendasi dari hasil pengawasan Bank Indonesia. Melakukan evaluasi atas pelaksanaan audit intern dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan untuk rekomendasi kepada Dewan Komisaris. Memberikan rekomendasi tentang penunjukkan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris. pasar modal dan instansi lainnya. g. j. 1.syariahmandiri. kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris. Rasio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah. Adapun tugas dan tanggung jawab Komite Audit yang tercantum dalam Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) telah sesuai dengan Keputusan Ketua BAPEPAM No. seorang pihak independen yang memiliki keahlian di bidang keuangan atau akuntansi dan seorang dari pihak independen yang memiliki keahlian di bidang hukum atau perbankan. Menjaga kerahasiaan 73 .11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah adalah sebagai berikut: a. Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan Bank. auditor intern.Kep-29/PM/2004 dan Peraturan Bank Indonesia No.11% 4.id penerapan good corporate governance. i. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai terendah Rasio 19. kemampuan bertindak independen.11% 1. H. Komite Audit selalu berpedoman pada rencana kerja yang telah disusun. f. 2. baik menurut garis lurus maupun garis ke samping atau hubungan semenda (menantu atau ipar). Laporan Komite Audit Susunan anggota Komite Audit telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam PBI Nomor 8/4/ PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum. yang dapat mempengaruhi Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Melakukan penelaahan atas ketaatan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan. memonitor kinerja auditor ekstern dan memastikan kepatuhan terhadap standar profesional serta memonitor tindak lanjut hasil audit. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan BSM seperti laporan keuangan. 4. Melakukan penelaahan atas pengaduan yang berkaitan dengan BSM. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai tertinggi. Shares Option BSM tidak melakukan shares option dalam periode Januari – Desember 2009.91% keluarga sedarah sampai dengan derajat kedua.co. c.

Consilidation Financial Report dan Information Technology. Analisa dan hasil pemeriksaan tersebut disampaikan pada Rapat Dewan Komisaris.2. dan Sydney. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. Lampung. Anggota Komite Audit Nama Abdillah Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Riwayat Hidup Anggota Komite Audit a. Kasmadi Adrianto (Anggota) Lahir di Metro. Washington DC. Advisory Services. Susunan Anggota Komite Audit tercantum pada tabel di bawah. Perbankan.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Memulai karir di Bank Bumi Daya tahun 1986 hingga 2000. k. Tjeppy Kustiwa (Anggota) Lahir di Bandung tanggal 17 Desember 1957. Frankfurt. Abdillah (Ketua) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Dewan Komisaris b. Akuntansi. Laporan Kerja Komite Audit Selama tahun 2009. tanggal 6 November 1947. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris. Mekanisme rapat Komite Audit dilaksanakan 74 www. 3. Saat ini bertugas sebagai anggota Komite Audit BSM. Berpengalaman mengikuti pelatihan di luar negeri Jabatan antara lain di Hyderabad (India). Komite Audit juga telah menyampaikan Laporan Kuartalan dan Tahunan mengenai pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya kepada Dewan Komisaris. Kegiatan Komite Audit dalam tahun 2009 dilakukan dalam bentuk Rapat Komite Audit. yang disampaikan oleh Internal Audit maupun hasil audit Kantor Akuntan Publik. l.co. Susunan Anggota Komite Audit dokumen. Per 31 Desember 2009. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Komite Audit b. dengan jabatan terakhir Deputi Direktur Pemeriksaan Bank I. bekerja di Prasetio Strategic ConsultingAndersen. Komisaris Independen Pihak Independen sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota c. Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Ernst & Young 4. Ketua Komite Audit merangkap sebagai Ketua pada Komite Pemantau Risiko. Paris. Tahun 2004 sebagai Tim Penyusun Buku Pedoman Kerja Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah. data dan informasi BSM. Lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Padjadjaran Bandung tahun 1985 dan S2 Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 1994. anggota Komite Audit PT Bank Rakyat Indonesia dan saat ini sebagai anggota Komite Audit BSM disamping bekerja pada konsultan manajemen. Lulusan Administrasi Universitas Diponegoro Semarang. telaah akun tertentu dan audit khusus. Ketua. Berkarir di Bank Indonesia dari 19782003 dengan penugasan terutama di bidang audit intern dan pengawasan/ pemeriksaan bank umum. Berpengalaman mengikuti berbagai training dan seminar antara lain di bidang yang berkaitan dengan tugas Komite Audit.syariahmandiri. Komite Audit BSM telah me-review berbagai Laporan Hasil Pemeriksaan yang terdiri dari kelompok audit reguler. Financial Restructuring and Go Public Procedure.

Terkait dengan kebijakan nominasi: 1). Laporan Komite Remunerasi dan Nominasi Sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum. Mengkaji laporan keuangan (audited) Bank posisi 31. Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada I. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Remunerasi dan Nominasi Komite Remunerasi dan Nominasi bertanggung jawab: a. 1.melalui pertemuan dalam rangka mengikuti RADIRKOM. Mengkaji laporan keuangan publikasi Bank Triwulan II dan Triwulan III Tahun 2009. i.12. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.co. IKAI. Rapat Komite Audit Komite Audit mengadakan rapat secara berkala.id 75 . c.01. RAKOMDIR dan RAKOM serta pada saat membahas hasil telaah Komite Audit dan hasil pertemuan Komite Audit dengan satuan-satuan kerja serta pembahasan hasil kegiatan lainnya. sebagaimana ditetapkan dalam Piagam Komite Audit. d. Selama tahun 2009 Komite Audit mengadakan rapat minimal 10 (sepuluh) kali dengan tingkat kehadiran masing-masing anggota Komite Audit tercantum pada tabel di bawah. Menyusun telaah laporan hasil audit Kantor Akuntan Publik Tahun Buku 2008 kepada Dewan Komisaris. keberadaan Komite Renumerasi dan Nominasi ini ditetapkan melalui Keputusan Rapat Dewan Komisaris No. Menyusun telaah tindak lanjut hasil audit Kantor Akuntan Publik atas audit laporan keuangan Bank Tahun Buku 2008. Mengikuti seminar “Menyongsong Full Adoption IFRS di Indonesia. antara lain mengkaji draft Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Semester II Tahun 2008 dan Semester I Tahun 2009. Menyusun laporan tahunan Komite Audit tahun 2008. b. Jumlah Rapat Komite Audit Nama Abdillah Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jumlah Rapat 27 27 27 Tingkat Kehadiran 27 25 27 Selama tahun 2009. b. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai: • Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada RUPS.2008 dan 31. Komite Audit telah mengikuti berbagai pelatihan dan seminar dalam rangka pengembangan kompetensi anggota Komite Audit sebagai berikut: a. f.12. Mengkaji laporan kegiatan dan hasil pemeriksaan Divisi Audit Intern Triwulan IV Tahun 2008 serta Triwulan I dan II Tahun 2009. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi.syariahmandiri. j. h. Mengkaji Rencana Audit Tahunan Divisi Audit Intern tahun 2009. 5. Jakarta b. e. g. Mengkaji laporan keuangan (unaudited) Bank posisi 31.9/001/RAKOM tanggal 22 Januari 2007 yang salah satunya tentang pembentukan Komite Remunerasi dan Nominasi.2009.2008. Mengikuti seminar “The Asia Pacific Conference and Exhibition 2009 on Enabling Financial Turnaround Sustaining Growth under Financial Turbulence”. Menyusun rekomendasi penunjukan Kantor Akuntan Publik/Akuntan Publik yang ditugasi melakukan audit laporan keuangan Bank Tahun Buku 2009. Jakarta Pelatihan Komite Audit 2). Rapat dilakukan sedikitnya 1 (satu) bulan sekali. JCC. Menyusun telaah Perhitungan Net Interest Margin Bank. Di samping itu. Komite Audit juga melakukan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Dewan Komisaris. Kegiatankegiatan yang telah dilakukan Komite Audit dalam tahun 2009 meliputi sebagai berikut: a. • Kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi melalui Dewan Komisaris. Terkait dengan kebijakan remunerasi: 1).

Memberikan rekomendasi mengenai calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Melakukan kajian atas pemberian fasilitas Car Ownership Program bagi Direksi termasuk besarnya fasilitas dan jenis kendaraan yang diberikan serta pemberian fasilitas tunjangan perumahan bagi Direksi untuk disampaikan kepada Dewan Komisaris dan mengkonsultasikan hasil kajian tersebut kepada pemegang saham. Komite Remunerasi dan Nominasi telah melakukan minimal 2 kali pertemuan dengan beberapa agenda penting antara lain: a. 31/12/09 Achmad Marzuki Abdillah Tardi Helmi Huseno Muhammad Haryoko Achmad Fauzi Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Muhammad Haryoko Achmad Fauzi Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Achmad Fauzi Komisaris Independen sebagai Ketua Komisaris Independen sebagai anggota Komisaris sebagai anggota Kepala Divisi sebagai anggota. 01/01/09 s. Susunan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi memiliki integritas. Membahas tentang status Saudara Muhammad Haryoko sebagai pihak independen yang menjadi salah satu Jabatan Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi Periode No. c.d.d. Komite Remunerasi dan Nominasi. c. akhlak dan moral yang baik. Riwayat Hidup Anggota KomiteRemunerasi dan Nominasi a. b. Adapun jumlah kehadiran masingmasing anggota Komite Remunerasi dan Nominasi dapat dilihat pada tabel rapat komite.Rapat Umum Pemegang Saham. www. 3.d. 4. 5. Melakukan kajian remunerasi dan nominasi Pengurus dan Pegawai BSM. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Remunerasi dan Nominasi yang berakhir masa jabatannya pada tanggal 19 Juni 2009. Rapat Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi anggota Komite Nama Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Achmad Fauzi Jumlah Rapat 2 2 2 2 2 Tingkat Kehadiran 2 2 2 2 2 Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Abdillah Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Tardi Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Eka Bramantya Danuwirana Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Kepala Divisi Achmad Fauzi Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Corporate Secretary. b. 4. d. e. 25/06/09 25/06/09 s. per tanggal 9 Januari 2009 Senior Advisor Dewan Komisaris Kepala Divisi sebagai anggota Komite Remunerasi dan Nominasi mengadakan rapat sebanyak 2 (dua) kali. Tugas dan Tanggung Jawab 76 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Achmad Marzuki (Ketua) b. J.co. 2). 08/01/09 09/01/09 s. Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi tidak merangkap sebagai ketua pada Komite lain. 2. 1. Rangkap Jabatan Anggota Komite a.id 3. Rangkap Jabatan Anggota Komite 2. Susunan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi untuk tahun 2009 mengalami perubahan sebagaimana tabel berikut ini: Komite Remunerasi dan Nominasi mengadakan rapat sesuai dengan kebutuhan dan selama tahun 2009. 6. Laporan Komite Pemantau Risiko 1.syariahmandiri.

b. 77 . ketua pada Komite Audit. Selama tahun 2009. untuk memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris.syariahmandiri. c. e. 9/004SKB/KOM-DIR tanggal 18 Juli 2007. Ketua Komite Pemantau Risiko merangkap sebagai Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. dan masyarakat umum serta bertanggung jawab untuk menyediakan dan menyampaikan informasi yang penting mengenai BSM kepada masyarakat umum maupun untuk kepentingan pemegang saham. Rapat Anggota Komite Pemantau Risiko Nama Abdillah Lilis Kurniasih Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jumlah Rapat 19 19 19 19 Tingkat Kehadiran 19 17 17 19 3. Komite Pemantau Risiko bertanggungjawab untuk: a. 2. Corporate Secretary berfungsi sebagai penghubung antara BSM dengan stakeholders. profil risiko dan kesehatan bank setiap bulan. Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko terdiri dari: Nama Abdillah Lilis Kurniasih Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jabatan Komisaris Independen sebagai Ketua Komisaris Utusan sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota L. Membahas fungsi manajemen risiko ada unit kerja bisnis dan fungsi unit kepatuhan dalam Rapat Komite Pemantau Risiko Rapat Komite dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan dengan perincian kehadiran masing-masing anggota seperti pada tabel: K. Laporan Kerja Komite Pemantau Risiko Komite Pemantau Risiko mengadakan rapat minimal sebulan sekali. Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko Per 31 Desember 2009. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Komite Pemantau Risiko. Membahas perkembangan proyek core banking system dan fasilitas pengurus. KMR beranggotakan Direksi dan Kepala Divisi yang secara fungsional mengelola risiko usaha bank. Komite di bawah Direksi Komite di bawah Direksi adalah Komite Manajemen Risiko (KMR). Komite ini dibentuk untuk memberikan saran dan rekomendasi kepada Direktur Utama terkait kebijakan dan strategi manajemen risiko.Komite Pemantau Risiko Piagam Komite Pemantau Risiko ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris No. dan berkesinambungan melalui pengelolaan program komunikasi yang efektif kepada segenap pemangku kepentingan. penerapan four eyes principles dan mekanisme monitoring terhadap kepatuhan SOP. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko. evaluasi pencapaian target pembiayaan serta insentif dan action plan pencapaian target pembiayaan tahun 2009. b. d. Melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut. Monitoring dan penanganan nasabah korporasi cabang non lancar. Corporate Secretary Corporate Secretary BSM dijabat oleh Kepala Divisi Hubungan Korporasi & Hukum yang mengemban misi untuk mendukung terciptanya citra perusahaan yang baik secara konsisten. b. c. Melakukan evaluasi tentang kebijakan manajemen risiko. f. Tugas KMR antara lain meliputi penyusunan kebijakan. strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko.co. penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko dan penetapan manajemen risiko. penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko dan penetapan keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. Membahas masalah pembiayaan. Mengevaluasi kinerja. Membahas kerangka dan prosedur pembiayaan.id mengawal pembiayaan. 4. Forum KMR diadakan minimal satu kali dalam sebulan. Komite Pemantau Risiko telah melakukan 19 kali pertemuan dengan beberapa agenda penting antara lain: a.

intranet. telah mengangkat Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) dan Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan BSM yang dirangkapkan kepada Kepala Divisi Hubungan Korporasi & Hukum (DKH). Beberapa aktivitas yang dilakukan oleh Corporate Secretary selama tahun 2009. Selain itu. Penandatanganan 78 www. 10/014-KEP/ DIR tanggal 22 Januari 2008. www. penerbitan laporan keuangan triwulanan. DPS dan Komite-Komite.Direksi BSM dengan Surat Keputusan No. Hubungan dengan stakeholders dilakukan melalui kegiatan temu analis. paparan publik.syariahmandiri. media relations dan institutional relation dalam berhubungan dengan pihak eksternal maupun internal BSM. dan peran lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan Menghadiri dan membuat risalah rapat Direksi dan Dewan Komisaris. Direksi. Media Gathering yang melibatkan pers dan pegawai BSM b. protokoler. Fungsi dan peran Corporate Secretary di BSM serta segenap unit pendukung telah diatur dalam Surat Keputusan No. Pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya juga dapat mengakses informasi mengenai BSM dan kegiatannya di situs web. GCG dan Bapepam. newsletter. .Sebagai penghubung antara BSM dengan institusi eksternal yang mewakili masyarakat.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . corporate event. Menyiapkan Daftar Pemegang Saham. Dewan Komisaris. Informasi tersebut disampaikan melalui media internal antara lain: Buletin BSM. kegiatan operasional serta hal-hal lainnya seputar BSM. temu karyawan. Obligasi.Mengikuti perkembangan pasar dan kondisi eksternal BSM khususnya peraturanperaturan yang berlaku di bidang Perbankan Syariah.co.10/014-KEP/DIR tanggal 22 Januari 2008 dengan tugas pokok: . Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaannya.Memberikan pelayanan kepada masyarakat atas pemahaman BSM dan setiap informasi yang dibutuhkan pihak eksternal BSM yang berkaitan dengan kondisi internal dan/atau halhal khusus yang ingin diketahui publik. . . dzikir Jumat pagi. Pengajian Rabuan. Corporate Secretary BSM juga memiliki tugas menyebarluaskan informasi mengenai BSM kepada segenap pegawai. kesekretariatan.co. dan keluarganya dalam kepemilikan saham. Dalam menjalankan fungsi dan perannya. tengahtahunan dan tahunan. dalam kaitan dengan hubungan dengan stakeholders antara lain: a. mengingat pegawai merupakan salah satu elemen penting dalam penciptaan citra perusahaan. serta sosialisasi ke kantor wilayah dan cabang. termasuk menyampaikan program dan kebijakan manajemen. Hubungan dengan pihak eksternal dipelihara dengan baik. . Mengkoordinir Self Assessment dan Pelaporan Pelaksanaan GCG BSM sesuai PBI. Daftar Khusus dari anggota Direksi.Mengingatkan Direksi BSM tentang tanggung jawabnya untuk melaksanakan GCG yang optimal sesuai tujuan perusahaan agar tercipta image perusahaan yang lebih baik dan meningkatkan laba perusahaan - - - secara berkesinambungan. khususnya dalam rangka pemenuhan kewajiban yang harus dilakukan oleh BSM sebagai perusahaan publik termasuk untuk memberikan keterangan mengenai kinerja.Memberikan masukan kepada Direksi BSM untuk menjalankan ketentuan/ Undang-undang yang berlaku antara lain tentang Perseroan. komunikasi/ promosi. Memastikan berjalannya fungsi Dewan Komisaris.syariahmandiri. penerbitan buletin kinerja keuangan triwulanan. Saham Perbankan Syariah. Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham. Corporate Secretary dibantu oleh fungsi hukum. Forum Doa Pagi Senin. hubungan bisnis.id.

Mengikuti Islamic Book Fair.co. Laporan hasil audit dan realisasi kegiatan audit DAI dilaporkan 79 . c. .syariahmandiri. . DAI bekerja berdasarkan suatu rencana audit tahunan yang sebelumnya telah disetujui Direktur Utama dan direview oleh Dewan Komisaris.Perum Pegadaian.Badan Wakaf Nasional. . Sejak awal beroperasinya BSM telah membentuk suatu Divisi untuk menjalankan fungsi Satuan Kerja Audit Intern (SKAI). Achmad Fauzi juga aktif di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Kompartemen Perbankan Syariah (KPbS) Perbanas. d.Acara sunatan massal. Bank IFI (19952005). lahir 4 November 1965. Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank Indonesia No. 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. Telah mengikuti berbagai training dan seminar. Bandung. Mengadakan berbagai acara terkait dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) antara lain: .Sahid Tours.Festival Ekonomi Syariah. Selain aktif di BSM. . .Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra BSM antara lain: .Acara WIEF(World Islamic Economic Forum). . dan sejak September 2005 bergabung dengan BSM. . Karirnya dimulai dari Chase Manhattan Bank tahun 1989.Acara buka puasa. Daftar Siaran Pers yang Dikeluarkan oleh BSM Profil Corporate Secretary BSM Achmad Fauzi. . .Telkom. Unit kerja ini semula bernama Divisi Pengawasan Intern (DPI). Kepala DAI bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama dan memiliki jalur komunikasi langsung dengan Dewan Komisaris. Lulusan Magister Hukum Bisnis dari Universitas Padjadjaran.Tasyakuran milad BSM. BSM berupaya menjaga dan mengamankan kegiatan usaha Bank dan sesuai dengan Peraturan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.id M. . kemudian di Bank Duta (1989-1990). Mengadakan berbagai event dalam rangka membangun citra BSM yang kokoh antara lain: . Bank Putera (1990-1995). Sejak bulan Januari 2009 diubah Divisi Pengawasan Intern (DPI) berubah menjadi Divisi Audit Intern (DAI).PT Berlian Laju Tanker. .Acara UMKM Award. termasuk Sertifikasi Manajemen Risiko oleh BSMR di Jakarta.Santunan anak yatim.Tazkia. DAI bertanggung jawab melakukan pemeriksaaan secara independen terhadap segenap audit di BSM.

Hal ini Piagam Audit Internal DAI telah memiliki Piagam Audit Internal sebagai pedoman dasar yang mengatur tentang kedudukan. Realisasi penugasan selama tahun 2009 adalah sebanyak 186 penugasan (132. ketentuan. 4. di mana alokasi sumber daya (SDM. Ruang Lingkup Bab IV. Auditor Intern harus memiliki independensi dalam melakukan audit dan mengungkapkan pandangan serta pemikiran sesuai dengan profesinya berdasarkan standar audit yang berlaku umum. Auditor Intern senantiasa meningkatkan kualitasnya dengan terus meningkatkan kemampuan teknis melalui pendidikan berkelanjutan minimal 180 (seratus delapan puluh) jam per 3 (tiga) tahun. Wewenang dan Tanggung jawab Bab V. Auditor Intern harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap keberhasilan dan nama baik Bank. target penugasan audit yang ditetapkan adalah berdasarkan metodologi Risk Based Audit mencakup 140 penugasan. Outline Piagam Audit Internal Bab I. Konsultatif. untuk menjamin bahwa pelaksanaan fungsi Divisi Audit Intern telah sesuai dengan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum.86% dari target 140 penugasan). serta metode kerja dan pelaporan Divisi Audit Intern dalam menjalankan tugasnya mewujudkan sistem pengawasan intern BSM. DAI melakukan penugasan audit khusus/investigatif bilamana terdapat permasalahan yang dapat mengganggu jalannya operasional BSM. yaitu memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi seluruh manajemen sebagai penyempurnaan kebijakan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. 2. Pendahuluan Bab II. memantau dan mengkonfirmasi apakah pihak yang diaudit (auditee) telah mengambil langkah-langkah yang memadai atas hasil temuan audit tersebut. 7. 2. Uraian pelaksanaan kegiatan Audit Internal Aktivitas yang telah dilakukan oleh Divisi Audit Internal antara lain: 1. Metode Kerja Bab VII. mengacu pada pengukuran dampak (impact) danfrekuensi penyimpangan yang terjadi (likelihood). waktu dan hari audit) dilakukan berdasarkan tingkat risiko dari auditee. terhadap kebijakan. dan peraturan yang ditetapkan. Konstruktif. 3. Dewan Komisaris. Penilaian ICS menjadi salah satu komponen nilai Key PerformanceIndicator (KPI) unit-unit kerja. Pelaksanaan audit oleh DAI dilakukan berdasarkan risk based audit. dengan rincian: . 6. Merealisasikan audit (rutin dan non rutin/khusus) terhadap seluruh unit kerja Cabang dan Kantor Pusat sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Audit Tahunan.co.melalui Laporan Kaji Ulang Business Plan yang disampaikan kepada Dewan Komisaris sebagai wakil Pemegang Saham. sehingga sumber daya DAI akan lebih fokus pada auditee yang memiliki risiko tinggi.Audit Non-Rutin sebanyak 37 penugasan. tugas dan fungsi strategis DAI adalah: 1.id Sebagaimana ditegaskan dalam Piagam Audit Intern BSM tanggal 27 April 2005. Divisi Audit Intern secara berkala sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) tahun dilakukan review oleh pihak ekstern. Lain-lain Tugas dan tanggung jawab Divisi Audit Internal www. wewenang dan tanggung jawab. Auditor Intern tidak terkait di dalam pelaksanaan kegiatan operasional dari unit kerja yang diaudit. 5. Auditor intern tidak melakukan audit terhadap unit kerja yang petugasnya mempunyai hubungan keluarga sampai derajat kedua dengan auditor intern yang bersangkutan dan kegiatan yang sebelumnya dilakukan oleh auditor intern yang bersangkutan. pelanggaran terhadap Kode Etik Perusahaan dan prinsip Good Corporate Governance di seluruh lingkungan Bank. Auditor Intern harus memiliki tanggung jawab terhadap profesinya dengan selalu menerapkan prinsip kerja yang cermat dan seksama dengan berpegang teguh kepada kode etik auditor dan budaya “ETHIC” Bank. Pelaporan Bab VIII. yaitu menjaga tingkat kehematan penggunaan sumber daya yang optimal dan efektivitas hasil yang maksimal.syariahmandiri. Menerapkanmekanisme penilaian dan pengukuran terhadap pengendalian intern (Intern Control Score/ICS). Berdasarkan Rencana Kerja Tahun 2009. yaitu memastikan terciptanya ketaatan BSM 80 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . melalui Komite Audit dan Direksi. Piagam Audit Internal terbit pada tanggal 27 April 2005 sebagai revisi dari Internal Audit Charter tanggal 21 Maret 2002. yaitu: 1. Selain itu DAI juga memiliki tanggung jawab profesi. . Kedudukan Bab III. Tanggung jawab Profesi Bab VI. Protektif.Audit Rutin sebanyak 149 penugasan. 3. 2.

5.menunjukkan komitmen yang kuat dalam perbaikan efektivitas Sistem Pengendalian Intern secara berkesinambungan. 1/6/PBI/1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. J.syariahmandiri. d. Selama tahun 2009 total jam pelatihan yang diikuti seluruh pegawai/auditee adalah 2. Bank Indonesia Bank Indonesia melakukan audit minimal setahun sekali dan monitoring tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali. selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah hasil kaji ulang oleh pihak ekstern diterima oleh Bank. Tanzil & Rekan. Sesuai requirement ISO 9001:2000. e. 3. LRQA akan melakukan surveillance visit setiap 6 bulanan untuk mereview konsistensi implementasi ISO 9001:2000 DAI. Lloyd Register Lloyd’s Register Quality Management (LRQA) adalah lembaga yang telah menerbitkan sertifikasi ISO 9001:2000 Quality Management System bagi standar mutu audit DAI yang telah diperoleh sejak tahun 2004. b. Bank Mandiri Bank Mandiri melakukan audit minimal setiap tahun sekali dan monitoring tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali. Meningkatkan kompetensi auditor baik hard skill maupun soft skill. Beberapa auditor eksternal yang melakukan audit/review terhadap BSM antara lain: a.id 81 . c. Berperan aktif sebagai mitra kerja (counterpart) auditor eksternal yaitu Bank Indonesia. Tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali. Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). untuk periode 1 Juni 2005 – 31 Mei 2008. DAI menyampaikan laporan hasil kaji ulang (review) pihak ekstern yang memuat pendapat tentang hasil kerja SKAI dan kepatuhannya terhadap Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank serta perbaikan yang mungkin dilakukan. terakhir tahun 2005. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) BPK melakukan audit sewaktu-waktu sesuai prioritas kerja BPK. maupun Kantor Akuntan Publik (KAP). Management Trainee Program dan programprogram lainnya. Setiap progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan. Bank Mandiri. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.224 jam. DAI menyampaikan laporan hasil pengkajian ulang oleh kantor akuntan publik yang ditunjuk sekurangkurangnya sekali dalam 3 tahun. atau rata-rata jam pelatihan adalah 38. baik untuk pegawai pelaksana maupun officer antara lain Branch Operations. Melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang efektivitas pengendalian intern pada saat exit meeting audit maupun pada pelatihan-pelatihan in-house. Progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan.34 jam per pegawai.co. Progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan. Tugas sebagai counterpart adalah memfasilitasi komunikasi antara manajemen dengan pihak auditor eksternal dan pemantauan tindak lanjut/ penyelesaian temuan audit ekstern. 4. External Review Sesuai Peraturan Bank Indonesia No. Review penerapan SPFAIB 3 tahunan baru akan dilakukan pada tahun 2011. Proses review ekstern terakhir dilakukan pada bulan Juni 2008 oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs.

syariahmandiri. dan dipantau penerapannya secara terus-menerus. Telah mengikuti berbagai training dan seminar. dan dalam rangka memenuhi ketentuan Bank Indonesia. Pengawasan Manajemen dan Budaya Pengendalian 1). Dewan Komisaris dibantu oleh 3 (tiga) komite. baik yang bersifat berkala seperti evaluasi kinerja manajemen secara bulanan maupun insidental terkait dengan kondisi terkini BSM. 8. dinyatakan secara tertulis. Surabaya. Teamwork. Strategic Planning. pengukuran. Workshop Pedoman Organisasi. Workshop Rencana Implementasi BSM Shared Values. 82 www. 4. Direksi dan seluruh jajaran pegawai BSM telah berkomitmen untuk mewujudkan suatu budaya perusahaan yang telah disepakati bersama. tersedianya prosedur dan penetapan limit.co. Bergabung di BSM tahun 1999 sebagai Kepala Divisi SDI. Strategic Skill. Knowledge Sharing Corporate Planning. Alumnus Universitas Airlangga. Kepala Seksi Pengawasan. ketersediaan proses identifikasi. 6/018/OPS tanggal 6 Mei 2004. Basic Training. Integrity. 6. pemantauan. Profil Kepala Divisi Audit Internal Priyono. 2.Rekapitulasi berbagai pelatihan yang telah diikuti selama tahun 2009 antara lain: 1. Identifikasi dan Penilaian Risiko BSM terus mengembangkan penerapan Enterprise Risk Management (ERM) sebagai upaya mengawal pertumbuhan Bank yang sehat dan berkesinambungan (sustainable growth). Sarasehan Pembiayaan Bermasalah. Workshop Effective Risk Assessment dan Workshop Aplikasi Manajemen Audit di Perbankan. Berbagai posisi yang ditempati antara lain Auditor Pemeriksa. 10. Karirnya dimulai dengan menjadi auditor di salah satu Kantor Akuntan Publik. Workshop Bisnis. dan Customer Focus (ETHIC). maka SPI tersebut telah didukung dengan beberapa subsistem infrastruktur sebagai berikut: a. Direksi mengendalikan operasional BSM dan memantau efektivitas sistem pengendalian intern. Dewan Komisaris Dewan Komisaris BSM telah menjalankan fungsi pengawasannya dengan melakukan rapat-rapat Dewan Komisaris dan Direksi. yaitu Excellence. Budaya Pengendalian Dewan Komisaris. antara lain Sertifikasi Manajemen Risiko oleh BSMR. 3. lahir 17 Juli 1957. merujuk kepada Surat Edaran Bank Indonesia No. kemudian dilanjutkan dengan berkarir di Bank Dagang Negara (BDN) pada tahun 1985. Humanity. Unit Kerja Manajemen Risiko saat ini telah mempunyai infrastruktur yang diperlukan agar kebijakan dan ketentuan BSM selalu up-to-date. 7. Kepala Tim Audit. yaitu Komite Audit. dengan membentuk Satuan Kerja Audit Intern yang efektif dan independen. 9. Pelatihan Auditor Program. Direksi Direksi BSM melaksanakan kebijakan dan strategi sesuai Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui Dewan Komisaris. Komite Pemantau Risiko. Penjelasan mengenai Sistem Pengendalian Internal BSM BSM berkomitmen mengelola operasional Bank secara sehat dan aman. Sosialisasi Pengisian SPT Tahunan. dan melaporkan secara berkala hasil-hasil kinerja BSM kepada Dewan Komisaris. b.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . BSM telah menerapkan suatu Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang dituangkan dalam suatu Pedoman Standar SPI yang disahkan oleh Direksi dalam Surat Edaran No. Agar penerapan pengendalian internal berjalan efektif.5/22/ DPNP tanggal 29 September 2003 tentang Pedoman Standar Sistem Pengendalian Intern bagi Bank Umum. dan Komite Remunerasi dan Nominasi. 5. 2). 3). Workshop Risk Based Audit.

8) DAI pun senantiasa mengembangkan peran kemitraan dengan auditee/ customer secara konsisten dan berkesinambungan. informasi dan komunikasi BSM telah memiliki sistem akuntansi dan informasi yang memadai dan terus dikembangkan sejalan dengan implementasi Core Banking System baru demi menghadapi kompleksitas bisnis BSM yang terus meningkat. Teamwork. Management Trainee Program. e. antara lain melalui komunikasi yang efektif dalam membahas semua temuan audit. dll. 7) Melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang efektivitas pengendalian intern pada saat exit meeting audit maupun pada pelatihan-pelatihan in-house. kemudahan akses serta melakukan pengembangan aplikasi yang aman dan selaras dengan perkembangan pasar. yaitu Excellence.9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. mendukung pelayanan ’one stop shopping’ kepada nasabah BSM. 6) Membantu Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam mengawasi pelaksanaan aspek-aspek syariah pada operasional perbankan dengan cara melaporkan hasilhasil audit yang berkaitan dengan aspek syariah kepada DPS. Kegiatan Pengendalian dan Pemisahan Fungsi Sistem Pengendalian Intern yang efektif mensyaratkan adanya kegiatan pengendalian yang mencakup penetapan kebijakan dan prosedur pengendalian lebih dini untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur tersebut secara konsisten dipatuhi dan menjadi kegiatan yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan BSM. Peran serta DAI dalam penguatan (improvement) SPI. Kewajaran laporan keuangan. c. Kepatuhan terhadap undang-undang dan ketentuan yang berlaku. Sistem Akuntansi. 2) Sosialisasi dan internalisasi Kode Etik Auditor Intern. Humanity. Setiap hasil audit telah disampaikan kepada Dewan Komisaris atau Komite Audit. Integrity. Customer Focus (ETHIC). Pemeriksaan laporan keuangan BSM secara transparan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik yang telah terdaftar di Bank Indonesia yang disetujui RUPS. Prinsip tata-kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Akuntabilitas. baik untuk pegawai pelaksana maupun officer. Direktur Kepatuhan dibantu oleh Divisi Kepatuhan (DKN) dan Pengawas Kepatuhan & Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) yang ditempatkan di unit-unit kerja Kantor Pusat dan cabang.syariahmandiri.co. 3). dalam konteks review terhadap lingkungan pengendalian (control environment) di seluruh unit kerja BSM. antara lain: Branch Operations. sehingga BSM dapat memberikan fungsionalitas yang inovatif. Kegiatan Pemantauan dan tindakan koreksi penyimpangan BSM telah menyelenggarakan pemantauan dan pengevaluasian kecukupan Sistem Pengendalian Intern secara terus-menerus dengan membentuk Satuan Kerja Audit Intern (dengan nama Divisi Audit Intern/DAI) yang independen terhadap satuan kerja operasional. 4). BSM pun telah menyesuaikan penerapan manajemen risiko sistem teknologi dan informasi dengan mengacu kepada PBI No. serta sistem informasi manajemen risiko yang menyeluruh. DAI berkomitmen untuk melaksanakan fungsinya memastikan efektivitas SPI yang memadai dengan cara melakukan review dan memberikan rekomendasi kepada manajemen tentang: 1). d. Direktur Utama dan Direktur Kepatuhan. sehingga auditee/ customer dapat memahami 83 . 5) Mendukung implementasi Corporate Value BSM. 5). antara lain: Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. 4) Mengembangkan pendekatan Risk Based Audit (RBA) secara bertahap. Efektifitas dan efisiensi operasional.id 1) Melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) intern melalui pembaharuan Manual Audit Intern. 2). Infrastruktur dan perangkat pengendalian kepatuhan akan diuraikan dalam segmen lain pada Laporan Tahunan ini. BSM menetapkan salah satu Direksi menjadi Direktur Kepatuhan untuk memastikan fungsi pengendalian dan kepatuhan telah dilaksanakan. 3) Aktif menjadi mitra kerja (counterpart) Komite Audit dan sebagai anggota tidak tetap Working Group Operational.pengendalian risiko. Dalam menjalankan fungsinya DAI telah memiliki Piagam Audit Intern yang disahkan oleh Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 27 April 2005 dan Kode Etik Auditor Intern yang disahkan Direksi pada tanggal 6 Februari 2008.

13 % dari 3. Audit Ekstern Hubungan antara BSM. Berbagai program reward telah dilaksanakan BSM kepada pegawai. Komite Audit dan Manajemen BSM untuk dapat meminimalisir kendala-kendala yang terjadi selama proses audit berlangsung. Sumber dan penggunaan dana zakat. BSM pada tahun 2009 telah memberikan beasiswa S2 kepada 5 pegawai. Selain program promosi O. dan Standar Profesional Akuntan Publik. Komposisi pegawai berdasarkan jenis kelamin adalah 73% pria dan 27% wanita. Hingga akhir 2009 tercatat jumlah pegawai dengan pendidikan S2 sebanyak 2. meningkat 23. Sumber dan penggunaan dana kebajikan. menjadi pegawai tetap untuk tahun 2009 berjumlah 618 pegawai. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis BSM yang semakin pesat. Kenaikan/ pertambahan jumlah pegawai tersebut berbanding lurus dengan ekspansi BSM melalui jumlah Kantor Cabang dan outlet di bawah koordinasinya di berbagai daerah. Rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil. Pegawai yang berprestasi di bidang kerjanya masing-masing diberikan kenaikan pangkat dan jabatan (promosi). yaitu Divisi Human Capital (DHC) dan Desk Training. Perubahan dana investasi terikat. dengan melalui evaluasi kom-petensi dan kinerja. Pertambahan jumlah pegawai tersebut perlu dikelola dengan tata kelola yang baik. Status pegawai kontrak yang diangkat 84 www. Yaitu pegawai dari level jabatan Pelaksana yang dipromosikan ke level jabatan Officer.risiko-risiko penyimpangan yang ada.co.609 (80%) di 60 Kantor Cabang dan outlet di bawah koordinasinya. Tahun 2009. Kantor Akuntan Publik dan Bank Indonesia Pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan Bank untuk tahun buku 2009 telah sesuai ketentuan Bank Indonesia tentang transparansi kondisi keuangan Bank. Pegawai pegawai tersebut diterima di program Pasca Sarjana Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . perlu didukung pegawai dengan pendidikan yang cukup baik di bidang kerjanya.75%. diwajibkan mengikuti rangkaian seleksi administratif dan uji kompetensi. baik pangkat maupun jabatan.syariahmandiri. Terutama untuk jabatan yang strategis. Laporan Sumber Daya Manusia Unit kerja yang membidangi urusan sumber daya manusia sejak BSM terbentuk adalah Divisi Sumber Daya Manusia (DSI). Di awal tahun 2009 DSI dipecah menjadi dua unit kerja. 4. N. pegawai level Pelaksana yang mengikuti ODP sebanyak 326 pegawai. BSM memberikan kenaikkan pangkat kepada berjumlah 839 pegawai dan kenaikan jabatan kepada 285 pegawai. laporan perubahan ekuitas. Laporan neraca.493 orang pada akhir tahun 2008. Tim Pemilihan Akuntan Publik yang terdiri dari Komite Audit dan unsur manajemen telah melakukan proses pemilihan akuntan publik untuk melakukan audit atas: 1. Kantor Akuntan Publik telah memenuhi kewajiban dengan menyampaikan laporan hasil audit dan Management Letter kepada Bank Indonesia. Untuk pegawai dengan status pegawai kontrak dapat ditingkatkan statusnya menjadi pegawai tetap.544 orang. Pegawai yang dipromosikan. Pemisahan unit kerja ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kinerja dan fokus pada bidangnya masingmasing. pendidikan S1 sebanyak 58% dari total seluruh pegawai BSM. Penyebaran jumlah pegawai pada tahun 2009 adalah 890 (20%) di Kantor Pusat dan 3. 5. Sampai akhir tahun 2009 jumlah pegawai BSM (termasuk outsource) telah mencapai 4. Agar proses audit sesuai dengan Standar Profesional Akuntan serta perjanjian kerja dan ruang lingkup audit yang telah ditetapkan dan selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan. secara rutin dilakukan pertemuan-pertemuan yang membahas beberapa permasalahan penting yang signifikan. Kompetensi teknis (hard) diuji melalui media e-learning dan kompetensi perilaku (soft) diuji melalui competency assesment. laporan arus kas. BSM selalu berupaya meningkatkan komunikasi antara Kantor Akuntan Publik. serta perjanjian kerja dan ruang lingkup audit yang telah ditetapkan. laporan rugi laba. Pada tahun 2009. 2. 3. Officer Development Program (ODP) merupakan program yang dikhususkan bagi pegawai yang dipromosikan dengan perubahan level jabatan. dan untuk memenuhi ketentuan kerahasiaan bank sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. Untuk menambah kompetensi pegawai dan sebagai salah satu program reward. Untuk memacu pertumbuhan bank yang demikian pesat.

Untuk pemenuhan seragam pegawai tersebut. dan pemberian beasiswa S2. dan pembiayaan konsumer menjadi perhatian khusus. insentif terkait prestasi. dan peraturan ketenagakerjaan. Pada tahun 2009 Manajemen menyetujui kenaikan gaji pokok pegawai sebesar rata-rata 12. Menghadapi era persaingan yang semakin ketat. Paket remunerasi ini selalu ditinjau untuk memastikan bahwa pegawai BSM mendapat paket yang atraktif. Konsep tersebut dikenal dengan Competency-Based Human Resources Management (CBHRM).2 kali gaji pokok. pegawai wanita. Pegawai yang menerima TPUK terbesar adalah sebesar 5. Struktur organisasi. Masing-masing vendor menangani desain dan implementasi seragam untuk pegawai pria. BSM terus menghadapi tantangan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Kompetensi merupakan sebuah konsep yang dapat diartikan sebagai kombinasi antara pengetahuan (knowledge). BSM berupaya untuk menciptakan paket remunerasi yang atraktif dan kompetitif. Breakthrough tersebut meliputi peningkatan (improvement) mekanisme dan prosedur kerja serta melibatkan peran aktif pejabat Unit Kerja Kantor Pusat dan Kantor Wilayah sehingga menghasilkan sinergi yang lebih optimal. Termasuk di antaranya adalah pegawai diberikan kesempatan yang seluasluasnya untuk meraih karir yang lebih tinggi. dan pegawai non staf (Satpam. dan uraian kerja (job description) disusun dalam bentuk Pedoman Organisasi. Driver. antara lain sentralisasi layanan Jamsostek. bonus tahunan. dan perilaku (behaviour). dan Office Boy). Semangat kerja pegawai terus ditingkatkan melalui reward yang diberikan terkait kinerja. BSM telah menyusun kamus dan profil kompetensi. Seragam pegawai merupakan cermin profesionalisme pegawai dalam bekerja. meningkatkan kesejahteraan pegawai berdasarkan pencapaian kinerja melalui penerapan pola guaranted cash dan fasilitas kepegawaian lainnya. merevisi ketentuan yang terkait kinerja. DHC berperan aktif dalam mensukseskan goal tersebut dengan cara melaksanakan breakthrough terhadap semua proses kerja. kompensasi. Tunjangan Prestasi Unit Kerja (TPUK) diberikan kepada pegawai dengan mengacu kepada evaluasi kinerja triwulanan. organisasi. Organisasi & Jabatan Organisasi BSM secara berkesinambungan akan disesuaikan mengikuti rencana bisnis dan pengembangan kegiatan usaha. dalam merealisasikan rencana bisnis di masa yang akan datang.dan pemberian beasiswa. ketrampilan (skill). Untuk itu diperlukan tata kelola organisasi yang baik dan seimbang antara strategi dan daya dukung dalam bentuk infrastruktur yang memadai.syariahmandiri. pembiayaan mikro. Jumlah TPUK yang diberikan ke pegawai selama tiga triwulan sebesar rata-rata 2. Pengembangan jaringan Kantor Cabang termasuk pembukaan outlet gadai.98 kali gaji pokok. jabatan.co. Bentuk komitmen DHC dalam mendukung bisnis BSM antara lain dengan mengimplementasikan ISO 9001:2000 pada prosedur kerja. antara lain program tunjangan prestasi unit kerja. Pedoman Organisasi adalah dokumen hidup yang bergerak mengikuti kebutuhan bisnis dan organisasi.id 85 .5 %. BSM telah melaksanakan tender dengan pemenang sebanyak 3 vendor. Sehingga kesempatan promosi menjadi ajang kompetisi yang sehat bagi pegawai. Kompetensi Rekrutmen Sistem Remunerasi dan Reward BSM senantiasa berupaya Sebagai cetak biru bagi pengembangan dan pelatihan pegawai. Selama tahun 2009 DHC meningkatkan infrastruktur layanan. terdapat sejumlah reward lain yang diberikan ke pegawai.

Kompetensi pegawai-pegawai BSM tersebut akan dimonitor dan dikembangkan sesuai dengan profil kompetensi jabatan yang dijabat pegawai. yaitu Bank Mandiri. dan pembiayaan. Segregasi tugas tersebut yaitu antara satuan kerja pengambil risiko (risk taking unit). strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko. Kamus dan profil kompetensi dapat diintegrasikan dengan media e-learning BSM. lokakarya dan pelatihan manajemen dan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan BSM. maupun perencanaan strategis di bidang sumber daya manusia ke titik yang paling optimum. Jumlah profil kompetensi jabatan yang telah disusun hingga saat ini adalah sebanyak 572 jabatan. risiko kepatuhan dan risiko reputasi. Organisasi Manajemen Risiko Pengelolaan manajemen risiko dilakukan bank berdasarkan prinsip segregasi tugas (segregation of duty) yang jelas. Pengembangan Infrastruktur Manajemen Risiko Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan. manajemen kinerja. Terutama terkait dengan data-data kepegawaian dengan masingmasing profil kompetensinya. 3. 2. promosi. Kamus dan profil kompetensi yang disahkan oleh Direksi akan menjadi pedoman pengelolaan SDM berbasiskan kompetensi. Konsolidasi penerapan manajemen risiko dengan perusahaan induk. 86 www. KMR beranggotakan Direksi dan Kepala Divisi yang secara fungsional mengelola risiko usaha bank. Bank memiliki Komite Manajemen Risiko (KMR) yang berperan mendorong penerapan manajemen risiko secara efektif. Namun mencakup juga sinkronisasi kebijakan dan prosedur operasional bank. yaitu: a. serta berbagai kursus. perencanaan karir. Karena itu. KMR dibantu oleh Working Group (WG) KMR yang bertugas untuk merekomendasikan atau melakukan kajian terhadap kebijakan pengelolaaan risiko bank.co. Pengembangan Operational Risk Tools. yaitu mengacu kepada shared values BSM (ETHIC) dan perkembangan organisasi BSM. Laporan Manajemen Risiko Perkembangan dunia perbankan yang pesat memicu bank untuk lebih kreatif dan dinamis dalam mengembangkan berbagai produk dan layanan. WG KMR terdiri dari WG ALMA. risiko hukum. Hingga saat ini telah dilakukan penyempurnaan terhadap kamus dan profil kompetensi. bank melakukan pengembangan infrastruktur manajemen risiko melalui: 1. risiko likuiditas. pendidikan profesi. Selama tahun 2009 BSM telah mengeluarkan biaya sebesar Rp21. seminar.CBHRM adalah suatu pola pendekatan dalam membangun suatu sistem manajemen sumber daya insani yang handal dengan memanfaatkan kompetensi sebagai titik sentralnya. penilaian kinerja. satuan kerja pendukung (supporting unit) dengan satuan kerja manajemen risiko (risk management unit). dan WG Operasional. risiko pasar.01 milyar untuk berbagai macam program pendidikan intern dan ekstern. Pengembangan sistem informasi manajemen risiko melalui aplikasi SIMRIS (Syariah Mandiri Risk Information System). Disamping itu. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan dapat meningkatkan efektifitas dan konsisten dalam menerapkan sistem rekrutmen. bank terus memperbaiki dan mengembangkan manajemen risiko sesuai kompleksitas usaha bank dan iklim persaingan. KMR berwenang untuk memberikan rekomendasi terkait kebijakan dan strategi manajemen risiko. Hal ini berdampak pada peningkatan kompleksitas usaha bank sehingga diperlukan tata kelola perusahaan dan penerapan manajemen risiko yang lebih kuat. Loss Event Database (LED) Bank menghimpun database kerugian operasional secara rutin dalam aplikasi LED digunakan sebagai P.syariahmandiri. SIMRIS dirancang sebagai media informasi mengenai jumlah modal yang harus dialokasikan (capital charge) untuk masing-masing risiko. Konsolidasi manajemen risiko tersebut tidak terbatas pada sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen risiko. latihan. yang meliputi: risiko kredit. seleksi. Program pengembangan SDM dilakukan melalui pendidikan karir.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Hal tersebut meningkat dibandingkan anggaran pelatihan tahun 2008 yaitu sebesar Rp14. risiko operasional. penataran. Tugas KMR antara lain merumuskan kebijakan. kompensasi. Diharapkan implementasi CBHRM di BSM dapat dijadikan sebagai faktor penentu keberhasilan kinerja pegawai untuk mendukung tercapainya visi dan misi BSM. risiko strategik. pendidikan dan pelatihan. ketrampilan.08 milyar. SIMRIS menyediakan informasi yang up to date mengenai profil risiko bank.

Klasifikasi ini membantu unit bisnis dalam menetapkan target market industri dalam rangka Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. kurang menarik dan tidak menarik. menarik. Proses manajemen risiko diterapkan secara komprehensif pada 4 risiko utama yang wajib dikelola oleh bank. Penetapan limit risiko sesuai dengan tingkat permodalan yang dimiliki bank. • memberikan “peringatan dini” kepada unit kerja agar melakukan suatu tindakan preventif untuk mengantisipasi suatu kejadian risiko. • Limit GWM rupiah dan valas. • Limit transaksi tresuri. risiko pasar. Risk and Control Self Assessment (RCSA) Penerapan RCSA ditujukan untuk: • menumbuhkan risk awarness risiko operasional melalui proses identifikasi dan pengukuran risiko secara mandiri. • Limit saldo kas minimal. • Limit eksposur 25 debitur terbesar. • Limit portofolio pembiayaan untuk sektor usaha tertentu.syariahmandiri. 1. risiko likuiditas dan risiko operasional. b. Seiring dengan perkembangan bisnis. • membantu manajemen dalam menilai tingkat risiko dan pengendalian pada satuan kerja atau bidang operasional yang memerlukan perhatian khusus. yaitu risiko kredit. • Limit in house BMPK. c. Pemutakhiran kebijakan dan pedoman pembiayaan tersebut disesuaikan dengan perkembangan dunia usaha. Bank melaksanakan proses manajemen risiko sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan dokumen Basel II (Basel II Accord Pengelolaan risiko mencakup seluruh lingkup usaha aktivitas fungsional bank. • meningkatkan pengelolaan risiko operasional dengan menetapkan tindakan pengendalian/mitigasi risiko yang efektif. • Limit Posisi Devisa Neto. • Limit coverage asuransi pembiayaan. prosedur dan tools secara periodik. dan perubahan regulasi pemerintah atau BI. Pemutakhiran kebijakan dan pedoman pembiayaan. • Limit portofolio rekanan bank.co. Selama tahun 2009 bank melakukan: a. Risiko Kredit Pengelolaan risiko kredit diarahkan untuk mendukung ekspansi pembiayaan yang sehat dan menjaga kualitas pembiayaan yang telah diberikan.id 87 . b. bank melakukan kaji ulang terhadap kebijakan. Pemutakhiran rating sektor industri/bidang usaha. • Limit portofolio pembiayaan valuta asing. Penerapan manajemen Risiko Penerapan manajemen risiko merupakan tanggung jawab seluruh unit kerja bank. BSM terus mengembangkan dan menyempurnakan berbagai parameter yang digunakan dalam KRI. Key Risk Indicator (KRI) KRI bersifat forward looking untuk membantu pegawai dalam memprediksi risiko operasional yang dihadapi. mengukur dan memitigasi eksposur risiko operasional yang dihadapi unit kerja. • Limit transaksi operasional. • Limit secondary reserve. 4. Bank mengklasifikasikan sektor industri menjadi 5 kelompok yaitu sangat menarik. Penerapan KRI digunakan untuk: • memantau setiap perubahan tingkat risiko operasional pada proses bisnis/aktivitas tertentu. BSM menerapkan RCSA secara periodik untuk mengidentifikasi.dasar untuk perhitungan cadangan kerugian risiko operasional. netral. kondisi ekonomi makro. Kebijakan limit risiko yang telah ditetapkan antara lain: • Limit wewenang memutus pembiayaan.

Penggunaan model exponential weighted moving average untuk mengukur potensi kerugian maksimum akibat pergerakan nilai tukar.co. dan rasio kas terhadap dana pihak ketiga. Limit tersebut dimutakhirkan secara berkala sesuai dengan kondisi internal dan eksternal yang dihadapi bank. Pemantauan risiko pasar secara harian antara lain melalui monitoring Posisi Devisa Neto. Risiko Likuiditas Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan untuk menjaga kemampuan Bank dalam memenuhi seluruh kewajiban yang jatuh tempo. scoring pembiayaan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dan scoring pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Penetapan limit Posisi Devisa Neto (PDN) untuk membatasi posisi terbuka valas yang dimiliki Bank. Eksposur berdasarkan sektor ekonomi/industri. 6. Pemantauan debitur Watch List untuk melakukan antisipasi dini terhadap debitur yang berpotensi menjadi NPF. Pengukuran potential loss tersebut menggunakan fluktuasi nilai tukar selama periode tertentu yang dikaitkan dengan Posisi Devisa Neto. Pengelolaan risiko pasar dilakukan antara lain melalui: a. Debitur watchlist. f. limit deposan terbesar. Pemantauan atas perkembangan kualitas portofolio berdasarkan segmen bisnis. 3. d. b. khususnya tingkat NPF portofolio terhadap perubahan variabel ekonomi dengan berbagai skenario. 5. Penetapan limit portofolio pembiayaan sebagai batasan jumlah eksposur maksimal pada sektor industri tertentu. c. h. Bank melakukan pengukuran tersebut secara bulanan. Sektor industri yang dinilai baik diberikan limit yang lebih besar dibandingkan dengan sektor industri yang dinilai kurang baik. Hal tersebut dilakukan untuk menguji elastisitas kualitas portofolio. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Pembiayaan bermasalah. yang sensitif terhadap perubahan imbal hasil pasar. Pengembangan scoring pembiayaan antara lain scoring pembiayaan konsumer yang terintegrasi dalam Loan Origination System. Pengukuran repricing gap untuk mengukur gap antara aset dan kewajiban pada tiap jangka waktu. bank melakukan: a. d.id ekspansi pembiayaan. dan skema pembiayaan. Ketersediaan cadangan penghapusan pembiayaan. Eksposur berdasarkan segmentasi. e. Guna mencapai tujuan tersebut. serta netral. Opini risiko tersebut berfungsi sebagai bahan pertimbangan Komite Pembiayaan dalam memberikan keputusan pembiayaan. antara lain meliputi: 1. Eksposur berdasarkan debitur besar. Pemeliharaan akses bank ke pasar uang antar bank syariah antara lain melalui perolehan dan pemberian credit line dari dan untuk bank lain. i.syariahmandiri. rasio kewajiban antar bank. 2.88 www. 4. Pemantauan rasio likuiditas secara harian antara lain monitoring terhadap rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga. Pengkajian risiko atas suatu usulan pemberian pembiayaan atau peluncuran produk pembiayaan dalam bentuk opini risiko. g. antara lain limit giro wajib minimum baik rupiah maupun valuta asing. c. c. Dengan demikian keseimbangan alokasi portofolio dapat terjaga sehingga memberikan risk adjusted return maksimal. Opini risiko mencakup identifikasi potensi risiko yang melekat pada seluruh aspek beserta mitigasi risiko yang direkomendasikan guna meminimalisir risiko yang mungkin timbul. Penetapan limit mempertimbangkan kondisi portofolio dan prospek bisnis industri tersebut. Portofolio pembiayaan bank saat ini tersebar pada berbagai sektor industri yang termasuk kategori sektor sangat menarik dan sektor menarik. Eksposur berdasarkan rating sektor ekonomi. Risiko Pasar Bank melakukan pengelolaan risiko pasar untuk mencegah kerugian akibat pergerakan imbal hasil pasar dan nilai tukar. 2. 7. d. sektor industri. b. dan limit saldo kas. Perhitungan proyeksi cashflow dan liquidity gap secara rutin untuk memperkirakan kondisi likuiditas bank di masa mendatang. Pengujian Kondisi Terburuk (analisa stress test) yang dilakukan secara berkala. Penetapan limit likuiditas. Pengembangan sistem informasi manajemen risiko kredit. 3.

alat identifikasi dan monitoring kejadian risiko operasional. 2. Perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan salah satu model yang telah ditetapkan. ORMIS digunakan sebagai: 1. Operational Risk Management Information System (ORMIS) ORMIS merupakan sistem aplikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi. yaitu: loss event database. Penerapan Manajemen Risiko IT Bank melakukan manajemen risiko teknologi informasi untuk menjaga dan mengamankan operasional sistem teknologi informasi. pengujian BCP. Proses BCM meliputi beberapa hal yaitu. 2. dan electronic banking. dan akibat faktor eksternal seperti bencana alam. Disaster dapat muncul akibat faktor internal seperti kerusakan sistem teknologi informasi. 1. BSM memiliki kebijakan BCM yang terdokumentasi dengan baik. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. mengukur. Pemanfaatan Perangkat Risiko Operasional. Continuity Management (BCM) Bank senantiasa menghadapi risiko disaster yang dapat mengganggu proses operasional bank. risk and control self assessment.4. 5. bussiness impact analysis.syariahmandiri. audit intern terhadap BCP. Dalam rangka mendukung penerapan BCM. Proses manajemen risiko dilakukan dengan menggunakan berbagai perangkat risiko operasional yang telah ada. risk assessment. d. 4. Penerapan Bussiness. memonitor dan memitigasi kejadian risiko operasional. Saat ini belum ada ketentuan yang mewajibkan bank untuk mengalokasikan modal bagi risiko operasional. Bank telah melakukan: • Pembentukan Komite Pengarah Teknologi Informasi yang bertugas membantu tugas Direksi dalam menerapkan manajemen risiko atas penggunaan teknologi informasi. pengukuran dan pengendalian risiko. Penggunaan ORMIS diharapkan dapat meminimalisir risiko operasional bank. Business Continuity Plan. Karena itu bank harus memiliki kebijakan BCM untuk menjamin kelangsungan kegiatan operasional walaupun terdapat disaster. bank memiliki Disaster Recovery Center (DRC). • Penyusunan kebijakan dan prosedur manajemen risiko teknologi informasi antara lain terkait pengembangan dan pengadaan. Penggunaan Aplikasi. Perhitungan simulasi kecukupan modal untuk mengcover risiko operasional Basel II Accord merekomendasikan bank untuk menghitung beban modal untuk mengcover risiko operasional. Dalam penerapan manajemen risiko teknologi informasi. Manajemen risiko operasional dilakukan melalui: a. 3. b. dan key risk indicator. 3. database kerugian operasional.co. early warning system potensi risiko operasional. • Pelaksanaan User Acceptance Test pada setiap pembuatan dan pengembangan aplikasi untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan tiap aplikasi. DRC tersebut berfungsi sebagai back up data dan cadangan data center saat terjadi permasalahan pada data center utama. bussiness continuity plan. pengamanan informasi. Risiko Operasional Pengelolaan risiko operasional melibatkan semua pihak untuk menghindari bank dari kerugian risiko operasional yang signifikan. 6.id 89 . jaringan komunikasi. BSM secara proaktif telah menggunakan pendekatan Basic Indicator Apprioach (BIA) dalam pengukuran modal minimum untuk mengcover risiko operasional. BSM mengoptimalkan sistem aplikasi ORMIS untuk proses identifikasi. c. pengawasan aktif manajemen. Namun.

penempatan dana maupun pengadaan barang Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Gabungan hasil penilaian eksposur risiko inheren dengan kecukupan SPR menghasilkan predikat risiko komposit. risiko operasional. • Kecukupan Kebijakan. • Kecukupan proses identifikasi. Berdasarkan profil risiko per Desember 2009. Pengawalan dilakukan PKP dengan pola exante antara lain penerapan compliance procedure operasional dan pengujian compliance certificate terhadap keputusan pembiayaan. yaitu rendah (low). pemantauan dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen risiko. Atas dasar ini. Penerapan Kepatuhan BSM Periode 2009 a. sebagian besar risiko inheren berpredikat rendah dan sistem pengendalian risiko berpredikat strong.83 (predikat tingkat kepatuhan ”tinggi”). yaitu tanggung jawab setiap individu di BSM dan merupakan unsur penting dari seluruh kegiatan yang dilakukan oleh BSM. Q. prosedur dan penetapan limit. Sedangkan predikat penilaian kecukupan sistem pengendalian risiko (SPR) yaitu lemah (weak). Seluruh karyawan BSM wajib memahami segala ketentuan perundangan yang berlaku untuk setiap fungsi operasional sehari-hari. risiko reputasi dan risiko kepatuhan. Profil Risiko Profil risiko memuat gambaran tentang tingkat risiko yang melekat pada seluruh aktivitas bank (inherent risk) dan kecukupan sistem pengendalian risiko (risk control system).co. tidak dapat diabaikan pentingnya menjaga reputasi yang baik. dapat diandalkan (acceptable) dan sangat memadai (strong). Divisi Kepatuhan BSM mengkoordinir pelaksanaan fungsi kepatuhan dan memastikan pemahaman tersebut dengan Penerapan kepatuhan BSM selama tahun 2009 berjalan baik. • Sistem pengendalian intern yang menyeluruh. moderat (moderate) dan tinggi (high). Dengan perubahan dan gejolak yang terus menerpa iklim usaha perbankan saat ini. Bank melakukan penilaian profil risiko secara rutin setiap bulan. risiko pasar. Selama tahun 2009 bank melakukan satu kali uji coba DRP. Dengan demikian. Predikat risiko komposit bank secara keseluruhan adalah rendah dengan tren stabil. Tingkat kepatuhan (compliance index) BSM triwulan IV per 31 Desember 2009 sebesar 92.• Pelaksanaan uji coba Disaster Recovery Plan secara berkala untuk menguji kesiapan teknologi informasi bank dalam menghadapi kondisi darurat. Laporan Kepatuhan Ketidakpatuhan terhadap hukum dan peraturan perundangan tidak hanya berakibat pada teguran oleh pihak regulator. Penilaian profil risiko ditentukan dengan menggabungkan hasil penilaian eksposur risiko inheren dan kecukupan sistem pengendalian risiko yang meliputi: • Pengawasan aktif Komisaris dan Direksi bank. memberikan pelatihan sesuai kebutuhan serta berperan sebagai penasehat terkait pelaksanaan peraturan dan ketentuan yang berlaku. pengukuran. risiko hukum. di samping sumber daya manusia.id Memastikan setiap aktivitas operasional (pembiayaan dan non pembiayaan) sesuai ketentuan adalah tugas PKP atau CO di setiap unit bisnis kantor pusat maupun cabang. risiko strategik. dimana penetapan salah satu Direksi menjadi Direktur Kepatuhan melalui RUPS dan penguatan organisasi Satuan Kerja Kepatuhan (Divisi Kepatuhan) telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia. yaitu rendah (low). risiko likuiditas. Penilaian profil risiko bertujuan untuk memaparkan eksposur risiko bank yang meliputi risiko kredit. melainkan bisa menimbulkan publikasi negatif yang dapat mencemarkan reputasi BSM sebagai bank syariah terkemuka di Indonesia. Selain itu sesuai karakteristik bisnis perbankan maka juga perlu diantisipasi secara baik risiko produk dan jasa. Unit Kerja Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) dan Pengawas Kepatuhan & Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) atau Compliance Officer (CO) di unit kerja kantor pusat maupun cabang.syariahmandiri. Pengawasan Kepatuhan 90 www. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pemastian kepatuhan terhadap seluruh operasional BSM (pembiayaan dan non pembiayaan) telah optimal dilaksanakan oleh Direktur Kepatuhan berikut jajaran di bawahnya yaitu Divisi Kepatuhan. kepatuhan merupakan tanggung jawab bersama. Khusus optimalisasi Know Your Customer (KYC) terus ditingkatkan dan dibangun BSM melalui penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Teroris (PPT) menggunakan New Core Banking System (NCBS) berkelanjutan. fungsi kepatuhan di BSM menjadi amat penting untuk mendukung pengelolaan risiko kepatuhan yang sesuai dengan perkembangan usaha BSM. Reputasi aset paling berharga bagi sebuah bank. khususnya kemungkinan digunakan produk dan jasa BSM sebagai sarana pencucian uang atau pendanaan bagi kegiatan terorisme sehingga menyebabkan ancaman bagi kelangsungan usaha BSM. moderat (moderate) dan tinggi (high). Predikat/peringkat risiko inheren mencerminkan potensi timbulnya risiko pada bank.

PKP Performance. dsb).KYC dan GCG Index.86 91. pada 2009 terus meningkat sebagai compliance knowledge based yang dimanfaatkan oleh jajaran BSM dalam melaksanakan tugas. Compliance Index BSM yang penguatannya dilakukan dengan penerapan Compliance Remedial Program (melalui kegiatan kepatuhan dengan akronim JURUS JAKA TINGKIR) angkanya membaik.syariahmandiri. tergambar pada tabel disamping: Compliance Index BSM terus dipacu meningkat. telah optimal. sehingga dalam Corporate Plan BSM (sampai dengan 2014 ditetapkan target indeks sebesar 92. Fatwa Dewan Syariah Nasional/DSN. regulasi terkait lain) berjalan kontinyu. Surat Edaran maupun Standard Operating Procedure untuk diterapkan oleh unit kerja terkait.Corporate Compliance Index (CCI). Compliance Index BSM (melalui Compliance Remedial Program) mengukur 10 indeks kepatuhan yaitu: - dan jasa. b. sebagai berikut: • Pengawasan rutin kepatuhan Cabang maupun kinerja PKP melalui aplikasi online 91 .CN) Divisi Kepatuhan kepada Direktur Kepatuhan atau unit kerja terkait untuk pengambilan keputusan BSM cukup banyak dilakukan DKN yakni sejumlah 21 (duapuluh satu) selama tahun 2009. Sistem Kepatuhan Cakupan dari pelaksanaan Sistem Kepatuhan BSM meliputi: 1).Compliance Self Assessment (CSA). Pemberian Opini dan Catatan Kepatuhan Pemberian opini kepatuhan (compliance opinion . Pemanfaatan SIK oleh jajaran BSM tergambar dari mekanisme komunikasi/ informasi. . 4). tindak lanjut pemutakhiran ketentuan existing agar sesuai dengan ketentuan yang baru dikeluarkan oleh pihak eksternal terjadual sebagaimana kepentingannya bagi BSM. Monitoring realisasi pencapaian target dilaksanakan DKN setiap bulan dimana keberhasilan kinerja Kepatuhan pada akhir 31 Desember 2009 secara kualitatif tercapai baik. . Implementasi RKAD bertujuan mendukung pencapaian sasaran perusahaan/corporate BSM Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Pengukuran indek kepatuhan (compliance index) BSM setiap bulan merupakan langkah strategis untuk melihat ”tingkat kepatuhan” suatu objek (unit kerja. Selama tahun 2009. 3).Branch Compliance Index (BCI).id yang fokus untuk penguatan fungsi kepatuhan BSM melalui program (inisiatif strategis) tahunan Divisi Kepatuhan. Di samping itu.Regulation Index (RI). . .Division Compliance Index (DCI). penyampaian catatan kepatuhan (compliance note .Compliance Certificate (CC). Kajian atas ketentuan eksternal telah lebih kokoh menjadi dasar rujukan bagi BSM dalam membuat kebijakan/ketentuan internal. SOP dan Pedoman Kepatuhan Hasil kajian ketentuan eksternal yang diterbitkan regulator (terutama PBI) telah mendorong jajaran unit kerja kantor pusat BSM secara rutin menerbitkan Kebijakan. Pemastian bahwa setiap ketentuan BSM tidak ada yang melanggar ketentuan eksternal telah terlaksana dengan baik selama periode 2009.79 (kategori indeks ”tinggi”). . DKN menjadi anggota tetap dalam proses pengambilan Keputusan Komite Sisdur (KKS) kantor pusat.Zero Defect (ZD). Trw I Trw II Trw III Trw IV 92.38 91. 5).co.59 92. Pengujian kepatuhan (compliance review) atas ketentuan yang akan diberlakukan BSM dan kajian terhadap ketentuan eksternal (Peraturan BI. Pengujian (review) Kepatuhan. Pedoman. .83 . program. Rencana Kerja dan Anggaran Divisi (RKAD) Tahunan.. Selain itu.Compliance Risk Index (CRI).CO) dari Direktorat Kepatuhan kepada Direktur Utama atas keputusan yang akan diambil BSM terutama yang berpengaruh pada kebijakan strategik dan operasional BSM. Kebijakan. Sistem Informasi Kepatuhan (SIK) Penggunaan SIK yang semula sebagai tools kerja kepatuhan. . PKP juga bermitra independen secara erat dengan kepala unit kerja berikut seluruh jajaran di bawahnya. Hasil pengukuran digunakan oleh manajemen maupun jajaran unit kerja melakukan langkah perbaikan dan peningkatan kepatuhan. . SE. 2).

up dating data. Monitoring & Supporting Pelaksanaan Monitoring dan Supporting Kepatuhan BSM. Customer Service (CS). Pelaksana Marketing Support (PMS). periode 6). Compliance Risk Index (CRI). Compliance Procedure Pemastian efektifitas triwulanan kepada Direktur Utama dan periode semesteran kepada Bank Indonesia. 2). pelaksanaan rekrutmen karyawan. penayangan wallpaper). PKP Performance dan Know Your Customer Index (KYC) Index dan Good Corporate Governance (GCG). lembur pegawai DKN dan PKP.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Operation Manager (OM). meliputi: 1). c. Selain itu memonitor realisasi rencana kerja Divisi Kepatuhan serta anggaran yang telah ditetapkan dalam RKAD. Implementasi tugas bagian Supporting dan Monitoring relatif telah berjalan dengan baik dan akan terus ditingkatkan dalam rangka untuk memberikan dukungan pelayanan yang prima kepada pihak internal maupun eksternal. Teller.co. Shari’a Compliance dan Compliance Management Information System. Marketing Manager (MM). BSM telah memiliki 11 (sebelas) checksheet Compliance Procedure untuk jabatan-jabatan seperti Kepala Cabang (KC). Customer Service Officer (CSO). telah menggunakan tools prosedur kepatuhan (Compliance Procedure) sebagai perangkat kerja berupa checksheet sebagai sarana monitoring harian pejabat/pegawai Cabang. Legal Officer (LO). Back Office (BO). Zero Defect (ZD). Melalui aplikasi ini. 3). Head Teller (HT). Penggunaan SIK merupakan realisasi dari Arsitektur SIK (ASIK) yang memiliki 5 (lima) pilar penting yakni Corporate Prudentiality. Branch Compliance Index (BCI).syariahmandiri. Loan Administration and Trade Service Officer (LTO). Code of Conduct (CoC) dan Compliance Procedure (Compro). Regulation Index (RI). Pembuatan laporan-laporan rutin kinerja pengawasan kepatuhan baik periode bulanan kepada Direktur Kepatuhan. Division Compliance Index (DCI).• • • dan real time. Compliance Self Assessment (CSA). Pengembangan SIK diperluas sebagai sarana pelaporan unit kerja (paperless) yang terkait dengan GCG. pelaksanaan Kebijakan Kepatuhan dan pencegahan penyimpangan prosedur di unit kerja. Self Compliance Identification. Computerized Activities. Compliance Certificate (CC). Pelaksanaan support administrasi kinerja DKN untuk keperluan internal maupun eksternal antara lain pengadaan ATK. Pengembangan SIK yang terkoneksi (link) dengan core banking system BSM bermanfaat bagi unit-unit kerja untuk penyampaian dan pemahaman ketentuan internal maupun eksternal BSM. cuti. 92 www. pengurusan reimbursement pengobatan. UU dan Fatwa DSN. kejadian yang bersifat fraud dapat lebih awal terlaporkan. Pemantauan/monitoring terhadap realisasi index-index kepatuhan yang meliputi Corporate Compliance Index (CCI). Checksheet tersebut melekat pada aktivitas operasional Cabang sehingga berfungsi sebagai Compliance Procedure dalam sistem operasional kepatuhan Cabang. Media lain yang dapat digunakan mendukung SIK adalah sosialisasi tertulis (upload) dan intranet (antara lain folder Bank SE.

untuk kepentingan internal BSM. Pemenuhan GCG sebagaimana diwajibkan BI kepada bank umum. Adapun SA sesuai kewajiban PBI dan SEBI dalam bentuk laporan penilaian tahunan telah berjalan sebagaimana mestinya. Cabang Pembantu. CoC yang dipantau adalah pelaksanaan oleh seluruh manajemen dan jajaran BSM lain terutama berkenaan dengan interaksi kerja dengan stakeholders. • Peningkatan sistem monitoring data nasabah dan indikasi transaksi mencurigakan dilakukan dengan membuat menu laporan pendeteksian kelengkapan data nasabah. dan transaksi Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. • Pemantauan efektifitas penerapan Know Your Customer Principle (KYC) dilakukan dengan menerapkan scoring bagi masing-masing unit bisnis melalui checklist implementasi triwulanan secara independen oleh Pengawas Kepatuhan dan Prinsip mengenal Nasabah (PKP). telah sesuai ketentuan a. • Hubungan korespondensi dengan bank asing telah didukung antara lain melalui pemenuhan AML questionnaire kepada bank koresponden dengan apresiasi baik. Divisi Manajemen Risiko (DMR). 2). sehingga komitmen pengamanan atas kerahasiaan data nasabah akan selalu terjaga.15 tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No. yang kemudian mengalami penyempurnaan melalui program Customer Due Dilligence (CDD) setelah diberlakukannya PBI No. DKN mengkoordinasikan pelaksanaan Self Assessment (SA) GCG yang secara khusus. yang meliputi bidang pendanaan maupun pembiayaan. Efektifitas Penerapan Customer Due Dilligence (CDD) • Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (P2MN) telah dijalankan sejak tahun 2002 dengan berpedoman kepada PBI No.d. ID nasabah kadaluwarsa.l.3/10/2001 tanggal 18 Juni 2001 beserta perubahannya. Unit Kerja Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) 1).id 93 . Direktorat Kepatuhan berperan memastikan berjalannya pelaksanaan GCG di jajaran BSM agar GCG dapat terpenuhi secara optimal dalam jangka panjang. Setiap ditemukannya benturan kepentingan/ penyimpangan atas peraturan (internal maupun eksternal) di-reminder kepada unit kerja yang bersangkutan untuk diselesaikan dengan baik dan secara berkala diawasi oleh divisi terkait seperti Divisi Audit Intern (DAI). Kantor Kas dan Konter Layanan Syariah (KLS). Direktorat Kepatuhan merupakan salah satu governance structure yang diwajibkan oleh BI (tercantum dalam PBI tentang GCG dan Tingkat Kesehatan Bank Syariah). • UKPN telah berfungsi sebagaimana mestinya baik melalui PIC UKPN di Kantor Pusat maupun melalui Pejabat/Petugas UKPN di Kantor Cabang. di mana jajaran unit kerja kantor pusat BSM secara rutin membuat Kebijakan.11/28/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 yang menggantikan PBI P2MN. daftar teroris/nasabah berisiko tinggi versi PBB/ PPATK/OFAC. Pedoman.co. sebagai perpanjangan tangan dari UKPN Kantor Pusat. Monitoring GCG Penerapan GCG di BSM meningkat pada 2009 sejalan dengan tindaklanjut hasil audit BI pada tahun 2008 yang menyatakan GCG di BSM telah berjalan baik.25 tahun 2003. • Pelaporan ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan pemenuhan data nasabah kepada pihak berwenang senantiasa berpedoman kepada ketentuan terkait.syariahmandiri. Efektifitas Penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) • Penguatan APU BSM telah sesuai dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang No. Divisi Jaringan Cabang (DJN) dan Divisi Kepatuhan (DKN). Praktek GCG yang optimal terus ditingkatkan BSM dengan monitoring oleh unit kerja terkait di kantor pusat atas implementasi Code of Conduct (CoC). e. memodifikasi format checklist GCG untuk penilaian berkala 2 (dua) kali dalam setahun (semesteran). BSM senantiasa menindaklanjuti setiap ketentuan baru yang diberlakukan oleh regulator (terutama PBI/SEBI). termasuk terpenuhinya kelengkapan/validitas data nasabah yang terus dimaksimalkan melalui penerapan single CIF (Customer Identification File) dan data cleansing. Surat Edaran maupun Standar Operating Procedure untuk diterapkan oleh unit kerja terkait.

dan saldo akhir tahun adalah Rp20.585. zakat nasabah dan umum. bakti sosial.485. supplier bahkan kompetitor.297. • Program pelatihan APU dan PPT telah dijalankan baik secara internal maupun eksternal (yang diikuti oleh pegawai Kantor Pusat dan Cabang) dengan pelaksana program BI. operasi bibir sumbing. antara lain: a.. 6.862. dan menggalang dukungan masyarakat untuk tujuan bisnis BSM.co..891. pemilik.201. sesuai dengan konsep dasar CSR.500.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .712. Kegiatan-kegiatan yang dijalankan BSM di tahun 2009 terus diupayakan agar 94 www.744.di luar kewajaran. Penerimaan Dana Zakat per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp18. serta zakat pegawai BSM. iB CSR. • PPATK telah menilai BSM telah baik dan kooperatif untuk selalu ikut serta dalam menegakkan rezim APU (money laundering) di Indonesia.980. PPATK. 2. khususnya di lingkungan di mana BSM beroperasi. 2. Wujud kepedulian BSM tersebut dilakukan dalam bentuk Program Mitra Umat yakni pemberdayaan sektor ekonomi mikro dengan skema qardhul R. pelatihan dakwah. CSR merupakan konsep di mana BSM secara sukarela menyumbangkan sesuatu ke arah masyarakat yang lebih baik dan lingkungan hidup yang lebih bersih. Pelaksanaan program CSR di BSM memiliki 2 (dua) sumber dana.674. pembangunan asrama rumah asuh. Meningkatkan kesadaran publik tentang BSM melalui kegiatan-kegiatan sosial.-.. Aktivitas CSR yang dilakukan BSM bertujuan untuk: 1.Jenis kegiatan yang telah mendapat penyaluran Dana Kebajikan meliputi: Santunan anak yatim. yaitu membantu mengatasi atau mengurangi permasalahan yang terjadi di masyarakat. pengadaan perpustakaan anak yatim. komunitas.582 orang (mustahikin) Selama tahun 2009 BSM melakukan berbagai kegiatan sosial yang diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan. bea siswa.759. FKDKP. Pengembangan Ekonomi Umat BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam menjalin kemitraan dan mengembangkan sektor ekonomi masyarakat sekitar. Membangun citra positif BSM dalam benak masyarakat. yang disalurkan adalah sebesar Rp2. pemerintah.304 pegawai atau lebih dari 50% pegawai BSM. Dana Zakat Dana Zakat bersumber dari zakat perusahaan (BSM). Penerimaan Dana Kebajikan per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp1. Berbagai program yang dimiliki BSM dilakukan secara sinergi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BSM. partisipasi kemanusiaan untuk Palestina. Laporan Corporate Social Responsibility (CSR) Corporate Social Responsibility (CSR) merujuk pada semua hubungan yang terjadi antara perusahaan dengan semua stakeholders. termasuk pelanggan. dengan uraian sebagai berikut: 1. Membuat perubahan positif di tengah masyarakat.278. dan mengupayakan pencapaian kesejahteraan kehidupan masyarakat. Didik Umat dan Simpati Umat kepada 14.661. 4. 5.syariahmandiri.149. Mendukung kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan. 3.208. Dana Kebajikan Dana Kebajikan bersumber dari Denda. Mendukung implementasi praktik bisnis yang transparan dan bertanggungjawab. pegawai. pembangunan/renovasi masjid.138. korban gempa Tasikmalaya dan Sumatera serta pembinaan pedagang mikro. Meningkatkan nilai brand BSM dengan membangun reputasi yang baik. Bank Koresponden dll.553. Pendapatan Non Halal dan Dana Sosial lainya. Pelatihan internal secara kelas dan workshop bagi pejabat BSM dan petugas UKPN telah diikuti oleh 1. • Telah dijalankan proses screening dalam proses penerimaan pegawai baru untuk memastikan calon pegawai tidak terkait dengan aktifitas pencucian uang dan pendanaan terorisme.Penyaluran Dana Zakat dilaksanakan (bersinergi) dengan LAZNAS BSM dan penyalurannya dilakukan melalui program yang berdaya guna dan bermanfaat yakni Mitra Umat.dan saldo akhir tahun adalah Rp1. khitanan massal.dan yang disalurkan adalah sebesar Rp3. donor darah. • Telah dilaksanakan program reward and punishment terhadap implementasi APU & PPT di seluruh jajaran cabang melalui penilaian PKP dan hasil evaluasi UKPN Kantor Pusat. yakni Dana Kebajikan dan Dana Zakat. mengusahakan terjadinya perubahan perilaku masyarakat.

269. pembangunan mesjid dan fasilitas publik lainnya maupun santunan kepada dhuafa atau yatim piatu.id 95 . Pada tahun 2009 bantuan diberikan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat dalam kegiatankegiatan ekonomi. b. kekeringan dan tanah longsor maupun kontribusi yang nyata terhadap pemanasan global.-. SMP. e. Upaya memulihkan kerusakan hutan dan lahan dilaksanakan dengan merehabilitasi kembali hutan rusak dan lahan kritis DAS melalui kegiatan menanam. Melalui program BSM Peduli Penghijauan. khitanan massal dan program-program lainnya.000. budi daya kelinci dan pinjaman modal usaha mikro.996. Sampai saat ini pengembangan dan perbaikan atas program ini terus dilakukan.425. Program-program yang dilakukan BSM di bidang perbaikan kesehatan antara lain: pelaksanaan donor darah. Sasaran dari program ini adalah pemberdayaan pendidikan mulai dari tingkat SD. baik secara keproyekan (Reboisasi/ Gerhan) maupun gerakan menanam secara massal oleh masyarakat luas sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan kerusakan sumber daya hutan. Peduli terhadap hal tersebut.syariahmandiri. Program Pelestarian Lingkungan Persoalan utama yang dihadapi dalam upaya melestarikan lingkungan.166 siswa dari berbagai tingkatan. Pada tahun 2009. Program Sosial/Budaya Dilaksanakan melalui Program Simpati Umat dalam berbagai kegiatan antara lain pemberian bantuan kepada korban bencana.-. Program Pengembangan Pendidikan BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam melaksanakan program pengembangan pendidikan sebagai salah satu bentuk sumbangsih BSM untuk pengembangan Indonesia. perambahan hutan dan pengurangan kawasan hutan (deforestasi) untuk kepentingan pembangunan lain yang berakibat terjadinya bencana banjir.co. c.000. Program Perbaikan Kesehatan BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam melaksanakan program perbaikan kesehatan.hasan. khususnya sumber daya hutan adalah terjadinya degradasi hutan dan lahan yang disebabkan oleh pembalakan liar. Program Pengembangan Pendidikan dilaksanakan melalui Program Didik Umat yang merupakan salah satu program pengembangan sumber daya manusia. distribusi hewan kurban. Sasaran program ini supaya para mustahik yang menerima dana akan berubah menjadi muzaki. Penerima bantuan program Mitra Umat dalam tahun 2009 adalah sebanyak 916 orang. BSM mengkampanyekan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Total bantuan yang telah disalurkan melalui program Didik Umat adalah sebesar Rp1. operasi bibir sumbing untuk anak yatim. Berbagai program yang dimiliki BSM merupakan program yang menyentuk langsung kepedulian terhadap masyarakat. Selama tahun 2009 telah disalurkan sejumlah Rp384. LAZNAS BSM telah memberikan bantuan pendidikan kepada 1. d. SMU/K dan perguruan tinggi. pemberian bantuan kesehatan. meliputi budidaya jamur. BSM melakukan gerakan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.

yaitu: • Memenuhi ketentuan Bank Indonesia (BI) yang dituangkan pada lampiran SEBI No. Transformasi Core Banking System (CBS) dilakukan guna menerapkan. Remmitance (cash to cash).2.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . BSM berusaha untuk terus menyempurnakan pelayanan “improving service quality” kepada nasabah melalui: 1.co. antara lain poster. (4) transformasi bisnis proses. antara lain gerakan hemat listrik. Sistem e-Payroll. . Bab 1. e. direalisasikan dalam bentuk penanaman bibit pohon serta perbaikan taman kota. Inovasi yang disesuaikan dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) terkini adalah untuk meningkatkan daya saing BSM dalam industri perbankan.6 mengenai “Sistem Informasi Manajemen“ dan Bab 3. spanduk dan leaflet. Payment e-banking. Pelaksanaan transformasi CBS meliputi: (1) Pembangunan sistem CBS baru: Pembangunan modul-modul CBS. Mengembangkan fitur e-banking secara berkelanjutan. b. Kegiatan ini dicanangkan secara resmi oleh jajaran Direksi pada bulan April 2009.3. banner. Melakukan re-engineering IT environment secara bertahap melalui: a. . (2) business requirement (BR) 96 www. Pelaksanaan implementasi CBS baru dimulai sejak pelaksanaan kick off meeting pembangunan project (tanggal 23 Oktober 2009). c. Adapun besaran umum project: (1) project initiation. hemat kertas. BSM juga ingin mengajak stakeholders untuk peduli dan melestarikan lingkungan melalui program nyata. BSM Peduli Penghijauan melibatkan Direksi dan pegawai BSM. Selain mengadakan program BSM Peduli Penghijauan. d. g. Laporan Sistem Teknologi Informasi MASIH DIANALISA)lllL Program kerja BSM yang diimplementasikan pada tahun 2009 diarahkan guna memperkuat dan menyempurnakan apa yang telah dikembangkan pada tahun 2008. Fitur BSMnet (account to cash). Transformasi CBS merupakan proses implementasi atas proses pengadaan sistem core banking baru (iBSM: integrated banking system modules). Aplikasi “Western Union“ (WU). • Menyelenggarakan operasional bank sesuai standar perbankan yang sehat. (2) transformasi arsitektur aplikasi.restruktur kode outlet. Melalui gerakan BSM Peduli Penghijauan. Dalam upaya menuju “BSM cares for better Indonesia”.reengineering Chart of Account (COA). Tim CBS telah membuat tahapan umum proyek dengan durasi 15 bulan untuk pembangunan aplikasi di sistem CBS baru tahap 1. (3) transformasi infrastruktur. 2. pada tahun 2009 ditempuh strategi yang mampu menjamin adanya dukungan kuat terhadap program kerja BSM.2 mengenai “Kebijakan Perencanaan Kapasitas“ • Mendukung 3 (tiga) dari Improving Service Quality S. Fitur mobile banking GPRS (account to cash). dan (5) transformasi Standard Operating Procedure (SOP). 9/30/DPNP/2007 tanggal 30 November 2007. Oleh karenanya. Kampanye dilakukan pada seluruh karyawan dalam unit kerja dengan berbagai media. antara lain: a. Fitur transfer di SMS banking. f. untuk memantapkan berbagai hal yang telah dicapai pada tahun 2008 tersebut.penanaman pohon.syariahmandiri. misi BSM: • Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan. • Mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM. BSM juga melakukan berbagai program kampanye lainnya. hemat air dan hemat bahan bakar minyak.

4. Menyempurnakan proses identifikasi. quality dan mendukung strategi perusahaan melalui project 201. (3) membangun aplikasi business intelligence (BI). (4) testing. implementasi untuk pembangunan aplikasi di sistem CBS baru. d. retail funding & payments) dan resizing hardware (infrastruktur) carry forward 2010 beserta BR review modul-modul CBS lainnya. 3. Pengawasan aktif oleh Dewan Komisaris dan Direksi atas penggunaan TI. Operasional TI. c. Penyempurnaan akses informasi internal BSM melalui pembangunan aplikasi MS-Exchange untuk mailing list yang dapat diakses tanpa batas (via intranet dan internet). (16) mengembangkan warung mikro dan LKMS bekerjasama dengan pihak ketiga. (8) membangun aplikasi e-procurement.id Penggunaan Teknologi Informasi (TI) dapat meningkatkan risiko yang dihadapi perbankan termasuk BSM.9/30/DPNP tertanggal 12 Desember 2007 perihal Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum.040. (2) membangun middleware CBS. Melengkapi dan mengembangkan kebijakan dan prosedur penggunaan TI. Meningkatkan fungsi jaringan komunikasi data (transformasi infrastruktur) melalui availability jaringaninternet. (11) mengembangkan apliasi DUIT (Dana Untuk Indonesia Tercinta). e. Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Penyediaan Dana Skala Besar 97 . (15) mengembangkan aplikasi Gadai.syariahmandiri. pada tahun 2010 BSM akan melakukan a. e-SPT (9) mendukung penguatan infrastruktur IT. (5) users training.l: (1) melanjutkan proses transformasi CBS. 9/15/ PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum.co. b. Dalam kaitan ini BSM telah membuat dan menyempurnakan kebijakan dan prosedur penggunaan TI dari berbagai aspek manajemen risiko antara lain: a. 2. Jaringan komunikasi data. (7) mengimplementasi dan menyempurnakan fitur perangkat Electronic Data Capture (EDC) di outlet BSM. Melaksanakan sistem pengendalian intern atas penggunaan TI. Melakukan uji coba atas Disaster Recovery Plan (DRP) pada bulan Maret 2009 sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengharuskan Bank untuk melakukan uji coba DRP paling kurang sekali dalam satu tahun dengan melibatkan end user. b. • Memastikan tersedianya jaringan data 24x7 sehingga dapat memberikan layanan operasional yang memadai. e-recruitment. availability bandwith manager dan upgrade bandwith. Penerapan LanDesk dan Fire-wall sebagai daya dukung terhadap penerapan IT Security. (3) system development. (10) menerapkan PSAK 50 dan Basel II. (14) meningkatkan kerjasama dengan provider jaringan GPRS untuk mendukung performance Mobile Banking GPRS (aplikasi MBG). (5) mengimplementasi data center outsourcing. Penerapan Ketentuan Bank Indonesia Strategi Tahun 2010 Untuk meningkatkan service BSM memiliki panduan/kebijakan mengenai penyediaan dana kepada nasabah termasuk kepada pihak terkait dan pembiayaan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. (12) menyempurnakan fitur BSMnet (13) membangun aplikasi SISKOHAT on-line. (4) meredesign jaringan komunikasi data dengan sistem cluster & redundancy. 5. branch structure. Dalam rangka untuk dapat mengeliminasi risiko T. (6) pelaksanaan standarisasi bandwith link (256 kbps termasuk backup link) seluruh outlet BSM. Project management. Aset TI. pengukuran. BSM telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. (7) cut-off sistem lama. Hal tersebut dilakukan untuk: • Memberikan dukungan optimal pada sistem CBS yang baru. tersebut. pemantauan dan pengendalian risiko penggunaan TI. BSM meresponnya dengan menerapkan manajemen risiko secara efektif dan bertahap sesuai ketentuan: (1) Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. Dalam penerapan manajemen risiko tersebut. Sedangkan infrastruktur dalam mendukung transformasi CBS dilaksanakan secara paralel. Sampai dengan akhir tahun 2009. dan (2) Surat Edaran BI (SE BI)I No.040 diharapkan dapat menerapkan delivering one stop services yang baik kepada nasabah. c. Pengamanan data & informasi.review. pada tahap BR review untuk beberapa modul CBS (modul customer. Dengan terimplementasinya transformasi CBS dan project 201. (6) paralell run.

V.syariahmandiri. Atas Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui tersebut. mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kelangsungan usaha serta memperhatikan prinsip kehati-hatian dan prinsip perbankan yang sehat. Penyusunan dan penyampaian RBB telah berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No. serta proses perencanaan Unit-wide. Jumlah penyimpangan internal dapat dilihat pada tabel diatas. secara semesteran Laporan Pengawasan Pelaksanaan RBB oleh Dewan Komisaris kepada Bank Indonesia.000. memperhatikan tingkat risiko komposit Risk Control System Strategic Risk.co. Rencana Strategis Bank Dengan mengacu pada Visi dan Misi. Dalam penyusunan RBB tersebut dilakukan melalui 2 proses yaitu proses perencanaan BSM-wide. baik secara harian melalui daily report kepada Direksi. bulanan melalui monthly review maupun triwulanan melalui Laporan Pelaksanaan Realisasi RBB oleh Direksi kepada Bank Indonesia. yang cakupannya meliputi level Unit. Rencana Bisnis Bank (RBB) disusun dengan realistis. W.000 (seratus juta rupiah). Untuk selanjutnya Corporate Plan RBB tersebut diajukan kepada Dewan Komisaris yang merepresentasikan Pemegang Saham untuk mendapatkan persetujuan dan pengesahan. U. Pendekatan ini dikenal dengan sistem perencanaan dua arah. Bank menyusun rencana strategis jangka menengah untuk periode 5 (lima) tahun dalam bentuk Corporate Plan serta rencana strategis jangka pendek 1 (satu) tahun yaitu Rencana Bisnis Bank. 6/25/ PBI/2004 tanggal 22 Oktober 2004. Kedua proses tersebut saling terkait. Tingkat Kesehatan Bank Hasil penilaian tingkat kesehatan Bank per posisi 31 Desember 2009 yang dilakukan secara self assessment memperoleh peringkat 2 dengan predikat Baik. Corporate Plan dan RBB disusun secara periodik dengan jadwal pelaksanaan serta mekanisme penyusunan yang telah dibakukan dalam Buku Pedoman Perusahaan (BPP). terukur dan memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudent) serta mempertimbangkan perubahan internal dan eksternal. Penyimpangan Internal Internal fraud adalah penyimpangan/kecurangan yang dilakukan oleh pengurus. Signifikan dalam arti apabila dampak penyimpangannya bernilai lebih dari Rp100. Direksi mengkomunikasikan Corporate Plan dan RBB kepada Pemegang Saham Pengendali melalui forum RUPS serta menyampaikan ke segenap unit organisasi Perusahaan sebagai dokumen perencanaan company-wide yang harus menjadi pedoman dalam penyusunan dan pelaksanaan Business Plan setiap unit. mingguan melalui weekly report kepada Direksi. komprehensif. dimana perencanaan tingkat unit merupakan penjabaran strategi dari perencanaan tingkat BSM (BSM wide) dan penyusunan rencana BSM-wide itu sendiri mempertimbangkan masukanmasukan dari setiap unit. BSM berkomitmen menyelesaikan setiap permasalahan terkait dengan penyimpangan internal sesuai dengan kerangka atu pangan yang merugikan BSM akan diproses secara fair dan mengedepankan prinsip-prinsip GCG. segenap Direksi dan karyawan BSM melaksanakan RBB secara optimal yang telah dijabarkan ke dalam Business Plan masingmasing unit. 98 www. yang meliputi seluruh organisasi BSM.berskala besar yang dimaksudkan untuk menunjang upaya BSM dalam mengimplementasikan GCG. pegawai tetap dan tidak tetap (honorer dan outsourcing) terkait dengan proses kerja dan kegiatan operasional BSM yang mempengaruhi kondisi keuangan BSM secara signifikan. Top-down & Bottom-Up Planning Process.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Terhadap pelaksanaan rencana tersebut telah dipantau secara periodik.

tidak ada transaksi yang mengandung benturan kepentingan. maupun dengan rekan sekerja. Segenap pegawai BSM diwajibkan untuk membaca. Code of Conduct merupakan tanggung jawab seluruh jajaran BSM sesuai dengan budaya perusahaan yang mengacu pada akhlaqul karimah (budi pekerti yang mulia). Benturan Kepentingan Benturan kepentingan adalah keadaan di mana terdapat konflik antara kepentingan BSM dan kepentingan pribadi anggota Direksi.syariahmandiri. profesional. Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik BSM tidak terlibat di dalam kegiatan politik dan tidak memberikan donasi untuk kepentingan politik. memahami. pegawai juga harus menaati Code of Conduct yang diwujudkan dengan menandatangani surat pernyataan kesanggupan untuk menaati dan melaksanakan Code of Conduct secara konsisten dan penuh tanggung jawab. Code of Conduct dimaksudkan untuk memberikan pedoman berperilaku yang islami. pemegang saham utama Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Sasaran umum dari Code of Conduct adalah menyusun suatu petunjuk agar setiap pelanggaran Code of Conduct yang dilakukan oleh insan BSM dapat secara cepat terdeteksi. Kepatuhan terhadap Code of Conduct dapat mencegah berkembangnya hubungan yang tidak wajar dengan para nasabah atau antara sesama pejabat BSM. Perkara-perkara yang sedang dihadapi BSM di tahun 2009. dan menghayati Code of Conduct secara tepat. Lebih dari itu. anggota Dewan Komisaris. Permasalahan Hukum Permasalahan hukum adalah permasalahan hukum perdata dan pidana yang dihadapi BSM selama periode tahun laporan dan telah diajukan melalui proses hukum. tidak ada satupun yang memiliki dampak signifikan terhadap kondisi dan kinerja BSM secara umum. dan benar. wajar. mendiskusikan. rekanan.Tabel Penyimpangan Internal Jumlah Kasus Oleh Kasus Direksi dan Dewan Komisaris Pegawai AA. Selama tahun 2009. BSM senantiasa melakukan sosialisasi dalam penerapan Code of Conduct kepada seluruh pegawai BSM. baik. atau pihak terafiliasi. Etika (Code Of Conduct) 2008 2009 0 0 0 0 0 2008 19 9 10 0 0 2009 12 8 4 0 0 Total Fraud Telah diselesaikan Dalam proses penyelesaian di internal Bank Belum diupayakan penyelesaiannya Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum 0 0 0 0 0 Tabel Permasalahan hukum periode Januari – Desember 2009 Permasalahan Hukum Jumlah Perdata 4 2 6 Pidana - Telah diselesaikan (telah mempunyai kekuatan hukum tetap) Dalam proses penyelesaian Total X. BSM melakukan penegakan terhadap Code of Conduct yang dilakukan dengan melakukan pemantauan Z. Sosialisasi ini dimaksudkan agar insan BSM senantiasa patuh terhadap Code of Conduct. Penjelasan secara lebih rinci yang telah dilakukan oleh BSM dan nilai nominalnya selama tahun 2009 terdapat di bagian Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Laporan Tahunan 2009 ini.co. bertanggung-jawab. BSM telah memiliki Code of Conduct sejak tahun 2002. patut dan dipercaya bagi seluruh jajaran BSM baik dalam melakukan hubungan bisnis dengan para nasabah. mulai dari level operasional sampai kepada top management. Sebaliknya. kepedulian yang tinggi terhadap masalah sosial dan lingkungan hidup merupakan bagian penting dari tugas dan tanggung jawab BSM terhadap masyarakat.id 99 . Permasalahan hukum yang terjadi di BSM untuk periode Januari – Desember 2009 dapat dilihat pada tabel disamping. Y.

BSM mengoptimalkan gerakan “La Code of Conduct BSM berisikan aspek-aspek sebagai berikut: Risywah. Pernyataan Tahunan. Modul-modul training pegawai Shared Values terdiri atas: BB. 5. 15. 3. Lomba Cerdas Cermat dan Ketangkasan Shared Values BSM. Sosialisasi Shared Values BSM telah dilakukan sepanjang tahun 2008 dan 2009. baik dari aspek cakupan wilayah maupun manusia pelaksananya. 7. dihayati dan dilaksanakan 100 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Pegawai diharuskan untuk melaporkan pelanggaran atas Code of Conduct tersebut kepada atasan dengan tembusan ke Divisi Human Capital. Tema-tema dalam Rapat Kerja dan kegiatan besar BSM. 2. 4. 1. Spirit of the Week. Untuk menyelaraskan gerak dan langkah insan BSM sehingga seluruh jajaran organisasi di semua wilayah operasional mampu memperjuangkan Visi dan Misi BSM.secara berkala terhadap penegakan Code of Conduct dan menyediakan fasilitas bagi pengaduan terhadap pelanggaran Code of Conduct. sedangkan untuk pelanggaran yang dilakukan oleh unsur pimpinan maka laporan disampaikan ke Divisi Human Capital. 2. No Kick Back dan No Special Payment. Sosialisasi ini dilakukan melalui: 1. dihayati dan diimplementasikan secara konsisten. maka diperlukan acuan nilai-nilai perusahaan untuk dipahami. 6. Customer Focus (Tafdhiilu Al ‘Umalaa): Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjadikan BSM sebagai mitra yang terpercaya dan menguntungkan. Sanksi Pelanggaran/ Ketidakpatuhan. 8. Benturan Kepentingan.” Gerakan ini merupakan langkah untuk meningkatkan kesadaran (awareness) seluruh jajaran BSM selain terhadap nasabah (melalui penandatanganan pada akad pembiayaan) maupun dalam lingkungan kerja. 3. Humanity (Insaaniyah): Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan religius. Integrity (Shidiq): Menaati kode etik profesi dan berpikir serta berperilaku terpuji.syariahmandiri. Setiap pelanggaran atas Code of Conduct akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan pengenaan sanksi tersebut tidak bersifat diskriminatif. Tujuan dan Sasaran. 14. BSM mengeluarkan Surat Edaran Pemberian Souvenir/Cinderamata/Oleholeh dan Jamuan Makan pada Pegawai BSM. 2. Integritas Sistem Perbankan. Kerahasiaan. Pesan-pesan manajemen dalam setiap pertemuan. 4. Sepanjang tahun 2009. dalam rangka perjalanan dinas ke Cabang untuk mencegah prakti-praktik yang tidak sesuai dengan implementasi GCG. Perilaku Insiders. Kata “ETHIC” sendiri berarti “set of moral principles” (himpunan prinsip-prinsip moral) sebagai tatanan perilaku mulia yang membentuk keunggulan insan BSM. BSM memiliki jaringan pelayanan dan kemitraan usaha yang terus bertambah. Kerahasiaan. Teamwork (‘Amal Jamaa’iy): Mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi. Shared Values ini secara resmi 1. Penyalahgunaan. Ke-5 nilai tersebut di atas di-akronim-kan menjadi ETHIC. Lomba Cipta Lagu Shared Values BSM. lahirlah nilai-nilai perusahaan yang baru yang disepakati bersama untuk dishared oleh seluruh pegawai BSM yang disebut Shared Values BSM. pegawai BSM juga diharuskan untuk menaati aturan dan kebijakan lainnya serta tidak bersikap diam apabila menemukan atau mengetahui perbuatan atau tindakan yang merupakan pelanggaran atas Code of Conduct. 13. dalam acara Milad BSM ke-8 di Jakarta.id Definisi. www. 5. Dalam kaitan dengan Code of Conduct. 3. 12. 6. Excellence (Imtiyaaz): Berupaya mencapai kesempurnaan melalui perbaikan yang terpadu dan berkesinambungan.co. 5. 10. Penyalahgunaan Jabatan. BSM memiliki nilainilai Perusahaan yang menjiwai implementasi Code of Conduct. 4. Pengawasan Pelaksanaan dan Pemutakhiran. 9. Seluruh laporan tersebut harus disertai data dan/ atau bukti-bukti akurat sehingga pelanggaran dapat diproses lebih lanjut. Nilai-Nilai Perusahaan Seiring pertumbuhan usaha yang terukur melalui berbagai indikator baku dunia perbankan. diluncurkan oleh Direktur BSM. Agar nilai-nilai bersama yang telah dirumuskan dan disepakati dapat dipahami. baik pada tataran perorangan maupun tim kerja secara keseluruhan. Setelah melalui proses yang melibatkan seluruh jajaran pegawai sejak pertengahan 2005 yang lalu. 11. Penutup. Selain kewajiban untuk menaati Code of Conduct. Budaya BSM. Pengelolaan Rekening Pegawai.

Selain itu. Televisi/Radio. syariahmandiri. 6. 5. • Discipline: Melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan ketentuan dan tuntutan perusahaan serta nilai-nilai syariah. 2. • Trust: Mengembangkan sikap saling percaya yang didasari pikiran dan perilaku positif. • Customer Satisfying: Mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan. Masalah dan Kendala yang Dihadapi BSM Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi Pembiayaan Murabahah www.co. Penyebaran informasi bertujuan membantu.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri 101 . dan meningkatkan pengetahuan. 5. 3983 9000 (hunting).co. informasi tentang BSM dapat diperoleh pada Divisi Hubungan Korporasi & Hukum beralamat pada : Kantor Pusat PT Bank Syariah Mandiri Wisma Mandiri I. • Ownership: Mengembangkan sikap rasa saling memiliki yang positif. oleh seluruh BSM dalam kehidupan berorganisasi. dsb. Teamwork (’Amal Jama’iy): Humanity (Insaaniyah): Integrity (Shidiq): Customer Focus (Tafdhiilu Al-’Umalaa): CC. • Innovation: Proaktif menggali dan mengimplementasikan ide-ide baru untuk memberikan layanan lebih baik dan lebih cepat dibandingkan kompetitor. Media cetak nasional. • Respect: Menghargai pendapat dan kontribusi orang lain. Forum-forum pengajian. Majalah internal BSM.syariahmandiri. • Honesty: Menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap perilaku. Forum Doa Pagi. • Effective Communication: Mewujudkan iklim lalu-lintas pesan yang lancar dan sehat. dan kegiatan BSM. serta menghindari kegagalan dengan selalu meningkatkan keterampilan berkomunikasi. • Good Governance: Melaksanakan tata kelola organisasi yang sehat. • Responsibility: Menerima tugas sebagai amanah dan menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Media-media penyebaran informasi tersebut antara lain: 1. • Universality: Mengembangkan nilai-nilai kebaikan yang secara umum diterima oleh seluruh umat manusia.id. Media komunikasi antara BSM dengan karyawan melalui berbagai fasilitas yang disediakan seperti intranet. Telp. • Social Responsibility: Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sosial tanpa mengabaikan tujuan perusahaan. • Sincerity: Meluruskan niat untuk mendapatkan ridha Allah. Media Penyebaran Informasi Penyebaran informasi kepada semua stakeholders merupakan bagian penting dari peningkatan prinsip transparansi informasi secara internal dan eksternal.Nilai-nilai Perusahaan ”ETHIC” Nilai (Shared Values) Excellence (Imtiyaaz): Perilaku Utama (Core Behavior) • Perfection: Berkomitmen pada kesempurnaan. Situs Internet: www. 4. menjaga. 3. maka Shared Values BSM diterjemahkan ke dalam perilaku-perilaku utama. (62 – 21) 2300 509. (62 – 21) 3983 2989. Thamrin No. • Competence: Meningkatkan keahlian sesuai tugas yang diberikan dan tuntutan profesi bankir. MH. Jakarta 10340 – Indonesia. • Result: Memiliki orientasi pada hasil dan nilai tambah bagi stakeholders. Jl. • Prudence: Menjaga amanah secara hati-hati dengan selalu memperhitungkan risiko atas keputusan yang diambil dan tindakan yang dilakukan. Faks. pemahaman dan persepsi positif dari para stakeholders terhadap kebijakan.

Kantor Cabang di Solo sebesar Rp5.-. Dewan Syariah Nasional.542.-.Pada tahun 2004 dan tahun 2005 Kantor Pusat dan Kantor Cabang BSM telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan Surat Tagihan Pajak (STP) untuk masa pajak Januari s.377. 10 Tahun 1998 dan UU No. Terhadap SKPKB dan STP tersebut di atas.d. maka BSM tidak melakukan pencadangan atas SKPKB dan STP.495.830. Pada tanggal 15 Oktober 2009. Ditjen Pajak berpendapat bahwa kegiatan transaksi murabahah yang dilakukan oleh BSM terutang PPN karena kegiatan tersebut dilakukan dengan berdasarkan prinsip jual beli barang dan kegiatan transaksi murabahah tidak termasuk jenis jasa di bidang perbankan. 102 www. BSM tidak melaksanakan pembayaran dengan alasan terdapat permasalahan status hukum perpajakan dari transaksi Pembiaya-an Murabahah..-. Perbanas.649.922.713. berkenaan BSM melaksanakan penyaluran dana berdasarkan Prinsip Syariah dalam bentuk Pembiayaan Murabahah. Undang-undang tersebut menegaskan bahwa jasa pembiayaan berdasarkan prinsip syariah termasuk kelompok jasa yang tidak dikenai PPN.309.588.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah sehingga sesuai dengan UU No.767. BSM berpendapat bahwa pembiayaan murabahah yang dilakukan BSM adalah jasa perbankan sebagaimana diatur dalam UU No. Sehubungan dengan hasil akhir dari permasalahan pengenaan PPN atas transaksi Pembiayaan murabahah tersebut belum ada keputusan.8 Tahun 1983 yang telah diubah dengan UU No. pembiayaan bank syariah dikecualikan dari pengenaan PPN.syariahmandiri. Rincian SKPKB dan STP tersebut adalah Kantor Pusat di Jakarta sebesar Rp25. telah dibahas dalam berbagai forum antara BSM dengan KPbS (Kompartemen Perbankan Syariah).dan Kantor Cabang di Pekalongan sebesar Rp2. Bank Indonesia dan Ditjen Pajak.310.-. yang saat ini berlaku belum secara spesifik dan eksplisit mengatur kegiatan usaha bank syariah khususnya pembiayaan Murabahah. Dalam rangka menyelesaikan permasalahan mengenai perlakuan perpajakan atas transaksi Pembiayaan Murabahah. Kantor Cabang di Jambi sebesar Rp1.co. Desember 2003 dari Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dengan total sebesar Rp37. BSM terus berupaya menyelesaikan permasalahan mengenai pengenaan PPN atas transaksi pembiayaan murabahah tersebut dengan pihak-pihak terkait. Kantor Cabang di Bandarlampung sebesar Rp2.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . 18 Tahun 2000 tentang PPN Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.432. pemerintah telah menerbitkan Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah yang mulai berlaku tanggal 1 April 2010.7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diubah dengan UU No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful