Good Corporate Governance (GCG

)

BSM berkomitmen penuh melaksanakan di seluruh tingkatan dan jenjang organisasi dengan berpedoman pada berbagai ketentuan dan persyaratan terkait dengan pelaksanaan GCG. Untuk mengoptimalkan penerapan GCG, BSM melakukan penguatan infrastruktur, restrukturisasi internal yang mengarah kepada praktik terbaik, penyesuaian dan pembaharuan sistem dan prosedur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan GCG yang efektif.

A. Pendahuluan
Good Corporate Governance (GCG) merupakan unsur penting di industri perbankan mengingat risiko dan tantangan yang dihadapi semakin meningkat. Penerapan GCG secara konsisten akan memperkuat posisi daya saing perusahaan, memaksimalkan nilai perusahaan, mengelola sumberdaya dan risiko secara lebih efisien dan efektif, yang pada akhirnya akan memperkokoh kepercayaan pemegang saham dan stakeholders, sehingga BSM dapat beroperasi dan tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang. BSM berkomitmen penuh melaksanakan GCG di seluruh tingkatan dan jenjang organisasi dengan berpedoman pada berbagai ketentuan dan persyaratan terkait. Hal itu diwujudkan dalam: 1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi 2. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite-komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian internal bank 3. Penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal dan eksternal 4. Penerapan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian internal 5. Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana berskala besar 6. Rencana strategis bank 7. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan bank Untuk mengoptimalkan penerapan GCG, BSM melakukan penguatan infrastruktur, restrukturisasi internal yang mengarah kepada praktik terbaik, penyesuaian dan pembaharuan sistem dan prosedur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan GCG yang efektif. Penerapan GCG di BSM membaik pada tahun 2009 dibandingkan Penerapan GCG tahun-tahun sebelumnya. Pengukuran tingkat kepatuhan BSM dalam menerapkan GCG menggunakanchecklist (self assessment) di mana hasil penilaiannya dalam bentuk indeks. Untuk keperluan internal, penilaian dilakukan secara semesteran dan untuk keperluan laporan kepada Bank Indonesia, penilaian dilakukan secara tahunan. Seiring dengan keluarnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan GCG Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, BSM sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti ketentuan yang berlaku dalam PBI tersebut. Penerapan GCG di BSM dimulai dari komitmen pihak yang paling berpengaruh terhadap penetapan strategis perusahaan yang dikenal dengan 3 (tiga) pilar GCG yaitu Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi. Penerapan GCG di BSM dimulai sejak periode 2003, menggunakan format standard checklist yang dibuat oleh Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) yang bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB). Hasil penilaian secara Self Assessment (SA) tahunan terus membaik sebagaimana hasil pengukuran oleh jajaran BSM (Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif ) yang hasilnya berupa Indeks GCG semesteran (semester II 2009 = 91,88 kategori “Lebih Baik” meningkat dari semester I 2009 = 88,36 kategori “Lebih Baik”). Adapun penilaian SA dengan metode versi BI dimulai periode 2007, di mana BSM mendapat kategori “Baik”, dan untuk nilai SA periode 2008 dengan kategori “Sangat Baik” yang berarti meningkat dibandingkan periode 2007. Hasil penilaian tersebut pada dasarnya sudah sesuai dengan hasil penilaian BI (vide surat BI No.10/959/DPbS tanggal 21 Juli 2008), di mana BI menyarankan agar BSM mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG.

B. Self Assessment GCG Perbankan

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

www.syariahmandiri.co.id

61

1. Self Assessment Internal BSM

2008 Pengelompokan Penilaian
1. Penerapan Governance Structure 2. Kebijakan Corporate Governance 3. Pengungkapan (Disclosure) Corporate Gorvernance 4. Audit & Sistem Pengendalian Intern Total Nilai 100% 73.49 B 88.10 LB 88.36 LB 25% 20% 15.89 15.50 20.93 17.09 20.67 17.00 20% 17.00 18.72 19.50 Bobot 35% Nilai Sem - I 25.10 Nilai Sem – II 31.36 Nilai Sem – I 31.19

2009
Nilai Sem – II 32.42

19.12 21.84 18.50 91.88 LB

2. Self Assessment GCG kepada Bank Indonesia No Aspek yang dinilai Bobot 2008 Peringkat Nilai Akhir 2009 Peringkat Nilai Akhir

Catatan Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi, tugas dan memenuhi Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) tentang GCG dengan baik. Dewan Komisaris mampu mengambil keputusan secara independen. Direksi telah mematuhi komitmen untuk menjalankan kegiatan BSM secara prudent, sesuai dengan PBI dan SEBI. Direksi telah menerapkan prinsip-prinsip GCG secara baik. Pelaksanaan Rapat Direksi berjalan secara efektif, efisien dan fokus. Komite telah menjalankan tugas secara efektif dalam memberikan masukan kepada Dewan Komisaris. Tidak ada kelemahan minor yang signifikan pada kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite. BSM telah memiliki kebijakan dan peraturan serta telah menghindari halhal yang dapat menimbulkan benturan kepentingan di dalam proses dan keputusan operasional.

01

Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris (Dekom)

10

1

0,100

1

0,100

02

Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Direksi

20

1

0,400

1

0,200

03

Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite

10

2

0,100

1

0,100

www.syariahmandiri.co.id

04

Penanganan Benturan Kepentingan

10

2

0,200

2

0,200

62

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

05

Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank

5

1

0,050

1

0,050

BSM telah memenuhi fungsi Kepatuhan dan sesuai dengan ketentuan yang mengatur Direktur Kepatuhan serta Satuan Kerja Kepatuhan BSM telah memenuhi fungsi Audit Intern dengan efektif dan SKAI telah menjalankan fungsinya secara efisien dan obyektif sesuai SPFAIB. Kantor Akuntan Publik (KAP) sudah menjalankan fungsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku mengatur GCG, transparansi laporan keuangan maupun PSAK101-106 dengan cakupan hasil audit sangat baik. BSM telah menjalankan fungsi manajemen risiko sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha Bank serta risiko yang dihadapi. Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan komprehensif. BSM telah menyediakan dana kepada pihak terkait dan/atau dana besar secara obyektif tanpa intervensi dari pihak terkait atau pihak lainnya serta BSM tidak melakukan pelanggaran BMPK dan prinsip kehati-hatian.

06

Penerapan Fungsi Audit Intern

5

1

0,050

1

0,050

07

Penerapan Fungsi Audit Ekstern

5

1

0,100

1

0,050

08

Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern

7.5

2

0,150

2

0,150

09

Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) Dan Debitur Besar (Large Exposures)

7.5

1

0,150

1

0,075

10

Transparansi Kondisi Keuangan & Non Keuangan Bank, Laporan Pelaksanaan GCG dan Laporan Internal

15

2

0,300

2

0,300

Informasi seluruh Pelaporan Bank telah sesuai ketentuan transparansi. Informasi disampaikan melalui homepage

11

Rencana Strategis Bank

5

1

0,050

1

0,050

BSM telah menyusun Rencana Strategis dengan seksama sesuai dengan Rencana Bisnis Bank serta visi & misi Bank.
www.syariahmandiri.co.id
Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

Total

100

1,425 SB

1,325 SB

63

Nilai Komposit Nilai Komposit < 1.5 1.5 ≤ Nilai Komposit 2.5 ≤ Nilai Komposit 3.5 ≤ Nilai Komposit 4.5 ≤ Nilai Komposit
Nilai Komposit yang dihasilkan BSM adalah 1,325 pada tahun 2009, lebih baik dibandingkan Nilai Komposit tahun 2008 sebesar 1,425. Nilai Komposit BSM dalam pelaksanaan Self Assessment GCG adalah Sangat Baik, sesuai dengan komitmen BSM untuk senantiasa mengimplementasikan GCG dengan penuh komitmen dan konsisten.

Predikat Komposit Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik
November 2002. Code of Conduct BSM merupakan pedoman bagi segenap insan BSM agar berperilaku secara Islami, profesional, bertanggung jawab, wajar, patut, dan dapat dipercaya bagi seluruh jajaran BSM baik dalam melakukan hubungan bisnis dengan para nasabah, rekanan, maupun hubungan dengan rekan sekerja. c. Piagam Komite, terdiri dari Piagam Komite Audit, Piagam Komite Remunerasi dan Nominasi, dan Piagam Komite Pemantau Risiko.

E. Struktur Organ GCG
Organ perusahaan, terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Direksi, mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. Organ Perusahaan harus menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku atas dasar prinsip bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya semata-mata untuk kepentingan perusahaan. 1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) RUPS adalah organ perusahaan yang memegang kekuasaan tertinggi dalam perusahaan dan memegang segala kewenangan yang tidak diserahkan kepada Direksi, Dewan Komisaris atau Dewan Pengawas Syariah. RUPS sebagai organ perusahaan merupakan wadah para pemegang saham untuk mengambil keputusan penting berkaitan dengan modal yang ditanam dalam perusahaan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pada kepentingan usaha perusahaan jangka panjang. RUPS dan atau pemegang saham tidak melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi dan wewenang Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah serta Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan hak sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan. Pengambilan keputusan RUPS dilakukan secara wajar dan transparan. Pada RUPS dan RUPSLB

C. Kebijakan GCG
BSM telah memiliki kelengkapan berbagai kebijakan (soft-structure) yang mengatur pelaksanaan GCG. BSM menyusun Soft-structure GCG sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan, dan mengacu pada berbagai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Soft-structure GCG yang berlaku di BSM adalah sebagai berikut: a. BSM menyusun Piagam GCG (GCG Charter) berdasarkan Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi No.9/002-SKB/KOM.DIR tanggal 30 April 2007. Piagam GCG merupakan peraturan, kaidah dan kebijakan BSM yang wajib dipatuhi oleh seluruh jajaran BSM. Piagam GCG diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan BSM sehingga dalam implementasinya dapat selaras dan sesuai dengan standar GCG. b. BSM menyusun Code of Conduct BSM berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direksi dan Komisaris No. 4/002/DIR.KOM tanggal 26

D. Mekanisme GCG
RUPS DPS

PENGAWASAN

PENGELOLAAN

RUPS melakukan pengambilan keputusan penting yang didasari pada kepentingan perusahaan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangan yang berlaku. Pengelolaan dilakukan oleh Direksi, sementara Dewan Komisaris melakukan pengawasan yang memadai terhadap kinerja pengelolaan perusahaan. Untuk memastikan produk-produk BSM tidak melanggar prinsip-prinsip syariah, BSM dikawal oleh Dewan Pengawas Syariah.

64

www.syariahmandiri.co.id

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

b. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan dan tanggung jawabnya. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris BSM sejalan dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan yang berlaku. Persetujuan penggunaan Laba Bersih BSM Tahun buku 2008. • Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi serta pengawasan atas kebijaksanaan Direksi terhadap kebijakan pengurusan BSM serta memberikan nasihat kepada Direksi. Dewan Komisaris Dewan Komisaris adalah organ perusahaan yang bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa BSM melaksanakan GCG pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris BSM dapat dirinci sebagai berikut: • Memastikan terus terselenggaranya pelaksanaan prinsipprinsip GCG dalam setiap jenjang organisasi dibantu oleh unit-unit kerja terkait. serta menetapkan jumlah dan jenis kompensasi serta fasilitas. kompetensi dan reputasi keuangan yang memadai. baik pada BSM maupun pada bank dan perusahaan lain.co. mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi. yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri dalam suatu laporan yang harus diperbaharui setiap tahunnya. Seluruh anggota Dewan Komisaris memiliki integritas. UU Perseroan Terbatas dan ketentuan GCG. antara lain mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi. gaji dan fasilitas/tunjangan Direksi dan Dewan Komisaris serta bonus Senior Advisor Dewan Komisaris.id 65 .syariahmandiri. BSM menyelenggarakan 1 (satu) kali RUPS yaitu RUPS Tahunan. RUPS Tahunan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2009 yang menghasilkan keputusan yaitu: a. Persetujuan atas Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada para anggota Direksi dan Dewan Komisaris. • Melaksanakan pengawasan atas risiko Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. BSM mewajibkan anggota Dewan Komisaris untuk mengungkapkan kepemilikan sahamnya. e. menetapkan alokasi penggunaan laba. memberikan persetujuan atas laporan tahunan. Sudarmadji & Dadang dengan opini “Wajar Tanpa Pengecualian”. Dalam melaksanakan tugas. Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit. RUPS memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris. Bambang. Pelaksanaan penilaian dilakukan pada tiap akhir periode tutup buku. Pertanggungjawaban Dewan Komisaris kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengawasan atas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. Persetujuan atas Laporan Tahunan BSM termasuk Pengesahan Laporan Keuangan untuk tahun buku 2008 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli. Persetujuan pembayaran zakat sebesar 2. 2. Selama tahun 2009. Menetapkan besarnya tantiem. a. Anggota Dewan Komisaris tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari bank selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS. d. Menetapkan KAP Purwantono. menunjuk akuntan publik. Hasil penilaian kinerja Dewan Komisaris disampaikan dalam RUPS. Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada RUPS. mengesahkan perubahan Anggaran Dasar.5% dari laba bersih tahun 2008.tahun 2009 telah dilakukan pemberitahuan dan undangan bagi pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku. Sarwoko dan Sandjaja (afiliasi Ernst & Young) yang akan mengaudit Laporan Keuangan BSM tahun buku 2009. f. Dewan Komisaris BSM telah memenuhi ketentuan fit & proper test dari Bank Indonesia. 2. Kinerja Dewan Komisaris dievaluasi berdasarkan unsur-unsur penilaian kinerja yang disusun oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. c. BSM memiliki tatacara penyelenggaraan RUPS di mana disebutkan bahwa agenda acara RUPS disampaikan beserta undangan RUPS.

Penggantian dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris telah memperhatikan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi. Dua orang di antaranya atau sama dengan 50% anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen.syariahmandiri. Dewan Komisaris mengarahkan. Memberitahukan kepada Bank Indonesia paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan perbankan. Pengawasan dilakukan secara langsung termasuk memantau tindak lanjut atas rekomendasi dari Komisaris kepada Direksi. Kerangka Manajemen Risiko 3. Memberikan tanggapan dan rekomendasi atas usulan dan rencana pengembangan strategis BSM yang diajukan Direksi.• • • • • www. Independensi Dewan Komisaris Anggota Dewan Komisaris BSM telah memenuhi jumlah. Dewan Komisaris dilarang terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional BSM. Setiap anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau anggota Direksi. kriteria dan independensi sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 yang diubah dengan PBI Nomor 8/14/PBI/2006 di mana jumlah anggota Dewan Komisaris BSM saat ini adalah empat orang. kecuali dalam hal penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar BSM atau peraturan perundangan yang berlaku. dan keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha Bank.co. Memastikan bahwa Direksi telah memperhatikan kepentingan semua Pemegang Saham. Dalam melakukan pengawasan tersebut. Susunan Anggota Dewan Komisaris Susunan Anggota Dewan Komisaris BSM berdasarkan RUPS tanggal 19 Juni 2008 sebagaimana tabel di bawah. Tindak lanjut atas hasil pemeriksaan audit internal dan eksternal termasuk hasil pemeriksaan Bank Indonesia Nama Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Jabatan Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Representasi Pemegang Saham Independen Independen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Susunan Dewan Komisaris Nama Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Jabatan Komisaris Utama/ Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Komisaris Periode Jabatan I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) 66 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Pengawasan dan Rekomendasi Dewan Komisaris Dewan Komisaris BSM secara proaktif melakukan pengawasan dan memberikan masukan kepada Direksi. Di dalam melakukan pengawasan. komposisi. maupun melalui komitekomite yang dibentuk.id • usaha BSM dan upaya manajemen melakukan pengendalian internal. Membuat dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengawasan atas pengelolaan BSM. Kinerja keuangan 2. Dewan Komisaris BSM telah melakukan pengawasan terhadap: 1. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BSM. Komposisi Dewan Komisaris c. d. Selama tahun 2009. b.

Direksi. e. Dewan Komisaris merekomendasikan perlunya dilakukan upaya perbaikan sekaligus pemeliharaan kinerja BSM yang mencakup faktorfaktor sebagai berikut: 1. meningkatkan peran intermediasi BSM. Direksi atau Pejabat Eksekutif pada 1 (satu) lembaga/ perusahaan bukan lembaga keuangan. 5. serta mempertahankan kondisi kesehatan BSM. 6. Rangkap Jabatan Dewan Komisaris Dewan Komisaris tidak ada yang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris. Penetapan ke dalam KPI. 7. f. Rapat Dewan Komisaris tersebut dapat berupa Rapat Internal Dewan Komisaris maupun Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi. g. 5.4. Permodalan BSM harus mampu mendukung rencana ekspansi bisnis dan pertumbuhan yang ingin dicapai. Optimalisasi pemanfaatan e-learning sehingga berkorelasi dengan peningkatan kompetensi pegawai. Penggalian penyebab utama atas temuan oleh Internal Audit dan pengidentifikasian 8 (delapan) risiko perbankan di dalam temuan-temuan audit. Peningkatan kualitas aktiva produktif dengan melanjutkan langkah-langkah secara lebih konkrit dan berkesinambungan dalam berbagai hal terkait. serta kepatuhan BSM terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peningkatan pemahaman risiko dan adanya fungsi waskat di dalam manajemen risiko Bank. Upaya tersebut mencakup pelaksanaan manajemen umum. Rapat Dewan Komisaris Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan minimal sebulan sekali. Pemisahan fungsi otorisasi dan berjalannya komunikasi antar jenjang. 10. zero DMTL dan hasil audit scoring di setiap unit kerja. Pemantauan secara konsisten terhadap pemeliharaan PDN.syariahmandiri.id Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Keterangan: * Rapat Komisaris adalah Rapat Internal Dewan Komisaris ** Rapat Komisaris Direksi adalah Rapat di mana Dewan Komisaris mengundang salah seorang Direksi untuk hadir dalam Rapat Dewan Komisaris *** Rapat Direktur Komisaris adalah Rapat di mana inisiatif rapat berasal dari Direksi dengan mengundang Dewan Komisaris Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri 67 . sistem pengendalian intern. 2. BSM mengupayakan perbaikan kinerja tersebut di atas sejalan dengan upaya untuk mempertahankan dan terus meningkatkan penerapan prinsip-prinsip manajemen bank yang sehat. atau anggota Dewan Komisaris. 11. manajemen risiko. 3. Kecukupan sistem pengendalian Dalam rangka mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. 12. Implementasi KYC dan AML. 9. Peningkatan kinerja Bank melalui evaluasi dan review terhadap berbagai kebijakan. Peningkatan rentabilitas. dan pengendalian portofolio valuta asing.co. Penetapan mekanisme mempertahankan posisi likuiditas dan tingkat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga. atau Pejabat Eksekutif yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu) perusahaan anak bukan Bank yang dikendalikan oleh Bank. Pemaksimalan fungsi Pengawas Kepatuhan dan Prinsip Mengenal Nasabah (PKP). 4. 8. Kebijakan Remunerasi Pemberian remunerasi dan fasilitas lain mengacu kepada keputusan dari pemegang saham sebagaimana ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan saran yang Daftar Kehadiran Rapat Dewan Komisaris Nama Rapat Komisaris* (8 Kali) 7 8 3 6 Rapat Komisaris Direksi** (7 Kali) 6 7 6 5 Rapat Direktur Komisaris*** (11Kali) 10 11 8 7 www.

136 miliar.syariahmandiri.Hasil pengawasan dan kesesuaian kegiatan operasional perusahaan terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI.diberikan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. 3. Menyerahkan laporan pengawasan syariah kepada Bank Indonesia setiap semester pada tahun 2009. DSN – MUI dan Bank Indonesia. Nama Prof. M. b. H. Ali Yafie Dr. Memberikan pendapat mengenai kepatuhan syariah atas kegiatan operasional perusahaan dalam laporan publikasi. • Global Execution Quotient Survey on Bank. a. Riwayat hidup Dewan Pengawas Syariah dapat dilihat di bagian Profil BSM. 3.Opini syariah atas pedoman operasional. yang memuat antara lain: . DPS bersifat independen yang anggotaanggotanya ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). Memberikan masukan bahwa produk dan layanan BSM telah sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan oleh DSN. Pelatihan Dewan Komisaris Untuk meningkatkan kompetensi dan menunjang pelaksanaan tugas Dewan Komisaris BSM selama tahun 2009.co. M. seminar antara lain: • Seminar Penerapan PSAK 50 & 55 serta Implikasinya. • Leadership and Decision Making. anggota Dewan Komisaris BSM telah mengikuti berbagai program pelatihan. Mengawasi dan memantau kegiatan operasional bank untuk menjamin kepatuhannya terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI. MBH. a. produk dan jasa yang dikeluarkan BSM. Rapat DPS Dalam melaksanakan tugasnya. • Workshop Coaching for Leadership. .id No 1. Menilai dan memberi persetujuan mengenai aspek-aspek syariah pada setiap pedoman produk dan operasional perusahaan. 2. H.249 miliar mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2008 sebesar Rp 2. K. h. • Assessment Commercial Banking. kewenangan dan tanggung jawab DPS adalah: a. maka dibentuk Dewan Pengawas Syariah (DPS). yang belum diatur oleh fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI. Dewan Pengawas Syariah (DPS) Sebagai bank yang bergerak di bidang syariah. . Tugas. Meninjau produk dan layanan baru. . Mohammad Hidayat. c. Ec Drs.Melakukan pertemuan rutin dengan BSM untuk mendiskusikan laporan perkembangan dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan praktek syariah. Menyerahkan laporan pengawasan syariah setiap 6 (enam) bulan kepada Dewan Komisaris. workshop. pembiayaan dan operasional harus disetujui oleh DPS untuk menjamin kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah.Opini syariah atas pelaksanaan operasional perusahaan secara keseluruhan dalam laporan publikasi perusahaan. Direksi. MH Jabatan Ketua Anggota Anggota 68 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . sebuah badan dibawah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Seluruh pedoman produk pendanaan. Syafii Antonio. Kebijakan Remunerasi Pemberian remunerasi dan fasilitas lain mengacu kepada keputusan dari pemegang Susunan Dewan Pengawas Syariah www. • Leaders Forum for Banking.Hasil kajian atas produk dan jasa baru yang belum ada fatwa untuk dimintakan fatwa kepada DSN – MUI. b. Selama tahun 2009 DPS telah mengeluarkan 9 (sembilan) opini syariah baik yang berkaitan dengan produk. Memberikan masukan dan opini pada seluruh pedoman kerja operasional dan manual produk. konferensi. . DPS telah melakukan pertemuan rutin maupun insidental sebanyak 18 kali. c. Total remunerasi yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp 3. transaksi maupun operasional mencakup: a.

Direksi bertanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan agar dapat menghasilkan nilai tambah dan memastikan kesinambungan usaha.Menyusun visi. Satuan Kerja Manajemen Risiko.Menciptakan sistem pengendalian intern. Direksi mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui RUPS. Masing-masing anggota Direksi melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenang. intranet. wewenang. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.Melakukan pengelolaan BSM sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya sesuai Anggaran Dasar. 4. a. . Direksi sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif dalam mengelola perusahaan.972 perwujudan akuntabilitas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. . Direksi senantiasa berpegang dan berpedoman pada Anggaran Dasar maupun ketentuan internal serta eksternal lainnya. auditor eksternal.972 miliar. dan hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain. Kinerja Direksi dievaluasi oleh Dewan Komisaris baik secara individual maupun kolektif berdasarkan unsur-unsur penilaian kinerja yang disusun oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. SMS. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.id 69 . Direksi Direksi adalah organ perusahaan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar. Tugas dan Tanggung jawab Direksi dapat dijabarkan sebagai berikut: . Dalam melaksanakan tugasnya. Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari SKAI. Total remunerasi yang dibayarkan kepada DPS selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp0. menjamin terselenggaranya fungsi audit intern perusahaan dalam setiap tingkatan manajemen dan menindaklanjuti temuan Divisi Audit Intern BSM sesuai dengan kebijakan atau pengarahan yang diberikan Dewan Komisaris.972 0.Menetapkan struktur organisasi yang lengkap dengan rincian tugas di setiap divisi. manajemen risiko. dan hal-hal lain yang terkait dengan Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Remunerasi Dewan Pengawas Syariah Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain Gaji dan Fasilitas lain Total saham sebagaimana ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan saran yang diberikan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. misi.Mengendalikan sumber daya yang dimiliki BSM secara efektif dan efisien. dan nilai-nilai serta rencana strategis BSM dalam bentuk rencana korporasi (Corporate Plan) dan rencana bisnis (Business Plan). . Pertanggungjawaban Direksi kepada RUPS merupakan Jumlah DPS 3 Miliar Rp 0. . Direksi telah membentuk Satuan Kerja Audit Internal (SKAI). peraturan perundangundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip GCG. Direksi bertanggung jawab kepada RUPS. Hasil penilaian kinerja Direksi oleh Dewan Komisaris disampaikan dalam RUPS. majalah internal dan media komunikasi lainnya. . Komite Manajemen Risiko dan Divisi Kepatuhan.co.Memperhatikan kepentingan yang wajar dari pemangku kepentingan BSM (stakeholders).syariahmandiri. Direksi mengungkapkan kebijakan-kebijakan BSM yang bersifat strategis di bidang kepegawaian kepada pegawai dengan media yang mudah diakses antara lain melalui newsletter. Tugas. Pelaksanaan penilaian dilakukan pada tiap akhir periode tutup buku.

. Susunan Direksi Susunan Direksi BSM berdasarkan RUPS tanggal 19 Juni 2008 sebagai berikut: derajat kedua dengan sesama anggota Direksi dan/atau dengan anggota Dewan Komisaris.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . perundang-undangan yang berlaku.Mengkoordinir kegiatan kerja seluruh anggota Direksi berikut aparat di bawahnya untuk mencapai optimalisasi hasil. maupun best practices perbankan. update dan sangat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Pedoman. Direktur Kepatuhan BSM telah menetapkan Direktur Kepatuhan yang memastikan bahwa Bank telah memenuhi kriteria kepatuhan. . Seluruh anggota Direksi memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di bidang operasional perbankan dan institusi keuangan sebagai Pejabat Eksekutif. Surat Kuasa dari Direksi kepada Kepala Unit Kerja bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan tugas operasional Bank namun tidak mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi. Pelaksanaan tugas Direktur Kepatuhan dinilai “memadai” oleh BI secara berkala dan BSM dipandang sebagai Bank Seluruh Anggota Direksi berdomisili di Indonesia.Melaksanakan evaluasi secara berkala terhadap realisasi pencapaian target dan menetapkan langkah-langkah peningkatan kinerja yang harus dilakukan.Menyelenggarakan aktivitas seluruh unit kerja yang berada langsung di bawahnya agar mencapai rencana kerja yang ditetapkan. Direksi BSM telah memenuhi ketentuan fit & proper test dari Bank Indonesia. serta pemenuhan komitmen dengan lembaga otoritas yang berwenang.Menjalankan visi BSM dengan menetapkan strategi dan kebijakan BSM. UU Perseroan Terbatas dan ketentuan GCG. Optimalisasi fungsi kepatuhan BSM terus disempurnakan sejalan dengan perkembangan organisasi BSM. Kepatuhan tersebut terkait dengan ketentuan Bank Indonesia.Menciptakan hubungan 70 www. Mengacu pada pedoman organisasi No. Direksi atau Pejabat Eksekutif pada Bank atau perusahaan lain. mampu tumbuh berkembang pesat namun tetap memperhatikan prudentiality serta prinsip sy ariah. I Tanggal 1 Januari 2008.syariahmandiri. BSM telah mematuhi dengan baik dan tidak ada sanksi hukum serta pelanggaran terutama atas ketentuan BI maupun fatwa DSN. Seluruh Direksi tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan Direktur Utama: . . Seluruh Direksi tidak memiliki rangkap jabatan sebagai Komisaris.b.PO. . Dalam hal penerapan seluruh ketentuan eksternal yang berlaku. Anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama tidak memiliki saham melebihi 25% dari modal disetor pada perusahaan lain yang dibuktikan dengan penandatanganan Surat Pernyataan. pembidangan tugas Direksi sebagai berikut: Nama Yuslam Fauzi Hanawijaya Sugiharto Zainal Fanani Srie Sulistyowati Amran Nasution Jabatan Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Kepatuhan Direktur Direktur Periode Jabatan II (19 Juni 2008-2011) dan I ( 22 Juni 2005-19 Juni 2008) II (19 Juni 2008-2011) dan I ( 22 Juni 2005-19 Juni 2008) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2007-2010) I (19 Juni 2007-2010) I (19 Juni 2007-2010) Direksi tidak memberikan kuasa umum kepada pihak lain yang mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi. yang sehat.co. sistem dan prosedur kerja seluruh jenjang organisasi tersedia secara sangat lengkap.

nasabah. serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan denganpelaksanaan tugasnya. karyawan. Direksi. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko: . .Menetapkan strategi dan kebijakan di Direktorat Treasuri dan Jaringan berdasarkan prinsip syariah.Mengkoordinir pembinaan terhadap seluruh Kepala Divisi/ Unit/Tim Kerja dan cabang.syariahmandiri. Direktur Pembiayaan Komersial dan Konsumer: . restrukturisasi.id 71 .Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Treasuri dan Jaringan dalam melaksanakan aktifitas bidang treasuri. dan jaringan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. Direktur Pembiayaan Treasuri dan Jaringan: . . serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.Menetapkan strategi dan kebijakan yang sesuai dengan visi perusahaan dengan menjalankan strategi dan kebijakan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. .Membina hubungan dengan seluruh mitra kerja BSM agar dapat terwujud hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. .co. serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. .Memimpin dan mengkoordinir penetapan langkahlangkah yang diperlukan untuk memastikan BSM telah memenuhi ketentuan seluruh peraturan perundangundangan yang berlaku dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian.Menetapkan strategi dan kebijakan di bidang pembiayaan korporasi berdasarkan prinsip syariah. investor.yang harmonis antara Dewan Komisaris. .Menyelenggarakan pengelolaan Manajemen Risiko di perusahaan dengan baik sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Direktur Pembiayaan Korporasi: .Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Pembiayaan Korporasi dalam melaksanakan aktifitas bidang pembiayaan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. .Memimpin dan mengkoordinir pelaksanaan kajian terhadap risiko perusahaan sesuai dengan visi BSM yang mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pemegang Saham.Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Pembiayaan Komersial dan Konsumer dalam melaksanakan aktifitas bidang pembiayaan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehatihatian. dan Pemerintah/ Bank Sentral dalam rangka mewujudkan GCG.Menetapkan strategi dan kebijakan di bidang pembiayaan komersial dan konsumer berdasarkan prinsip syariah. dana. Direktur Operasi dan Pendukung: .

hukum.158 miliar mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2008 sebesar Rp7. namun tertutup kemungkinan bahwa Direksi mengadakan Rapat Direksi di luar jadwal yang ditentukan tersebut. F. d.Sertifikasi BSMR.085 6.Workshop perbankan nasional.d Rp2 miliar Di atas Rp500 juta s. . Kebijakan Remunerasi Total remunerasi yang dibayarkan kepada Direksi selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp11.Seminar Pencegahan Tindak Pidana di bidang Perbankan. c.Seminar Enhancing Access to Formal Financial Services In Indonesia.158 Jumlah Remunerasi Direksi Jenis Remunerasi per Orang dalam 1 tahun*) Jumlah Direksi Di atas Rp2 miliar Di atas Rp1 miliar s.Mengevaluasi perkembangan bank di bidang Informasi dan Teknologi.560 miliar. hukum.BSM di bidang Informasi dan Teknologi. Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. anggota Direksi BSM telah mengikuti berbagai program pelatihan. maka antara para anggota Direksi dan Komisaris serta antar anggota Direksi dengan anggota Komisaris tidak ada hubungan Daftar Kehadiran Rapat Direksi Nama Pejabat Yuslam Fauzi (Direktur Utama) Hanawijaya (Direktur) Srie Sulistyowati (Direktur) Amran Nasution (Direktur) Zainal Fanani (Direktur) Sugiharto (Direktur) Rapat Direksi (57 kali) 51 56 54 54 53 54 Rapat Komisaris dan Direksi (7 kali) 7 7 7 7 7 7 Rapat Direksi dan Komisaris (11 kali) 9 8 9 9 10 9 Jenis Remunerasi Direksi Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain Gaji Rp/Tahun Tunjangan Rp/Tahun TOTAL Direksi 6 6 Miliar Rp 5. Pengungkapan Kepemilikan Saham serta Hubungan Keuangan dan Keluarga Dewan Komisaris dan Direksi Per posisi Desember 2009. . e. operasi dan akuntansi.syariahmandiri.Seminar Kilas Balik Perbankan Indonesia Tahun 2009 dan Rencana Penyempurnaan Peraturan Mengenai Prudential Banking. konferensi.Workshop Leadership and Change Management.072 11. workshop. anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak memiliki saham di BSM. serta sarana dan logistik. Rapat Direksi Rapat Direksi diselenggarakan minimal 1 (satu) kali dalam seminggu yaitu setiap hari Senin. corporate affair.d Rp1 miliar Rp500 juta ke bawah *) yang diterima secara tunai Jumlah Dewan Komisaris 1 5 4 72 www. . . corporate affair.co. seminar antara lain: .5th World Islamic Economic Forum. Pelatihan Direksi Untuk meningkatkan kompetensi dan menunjang pelaksanaan tugas Direksi BSM selama tahun 2009.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . . . . operasi dan akuntansi serta sarana dan logistik dan merumuskan kebijakan yang perlu ditempuh untuk tetap terlaksananya kegiatan BSM yang efisien dan efektif.

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit Sebagai panduan Komite Audit untuk melaksanakan tugas maka Dewan Komisaris telah menetapkan Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) yang disahkan pada tanggal 20 Mei 2005. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai tertinggi. 2. pasar modal dan instansi lainnya.01% 76. c. Komite Audit selalu berpedoman pada rencana kerja yang telah disusun. yaitu: . d. 1. Rasio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah. Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan Bank. Memberikan rekomendasi tentang penunjukkan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris. Melakukan penelaahan atas G. f. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai terendah Rasio 19. proyeksi dan informasi keuangan lainnya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan pemenuhan pengungkapan sesuai peraturan yang berlaku.Kep-29/PM/2004 dan Peraturan Bank Indonesia No. e. Laporan Komite Audit Susunan anggota Komite Audit telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam PBI Nomor 8/4/ PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum. i. Melakukan penelaahan atas ketaatan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan. Independensi Anggota Komite Audit Seluruh anggota Komite Audit yang berasal dari pihak independen tidak memiliki hubungan keuangan. kepengurusan. Dalam melaksanakan tugasnya. Mengevaluasi efektivitas pelaksanaan audit dari auditor ekstern termasuk menelaah independensi dan objektivitas auditor ekstern serta menelaah kecukupan pemeriksaan yang dilakukannya. baik menurut garis lurus maupun garis ke samping atau hubungan semenda (menantu atau ipar). 5. seorang pihak independen yang memiliki keahlian di bidang keuangan atau akuntansi dan seorang dari pihak independen yang memiliki keahlian di bidang hukum atau perbankan. kemampuan bertindak independen.19% 1. auditor intern.Pelaksanaan tugas yang dilaksanakan oleh fungsi audit intern . Shares Option BSM tidak melakukan shares option dalam periode Januari – Desember 2009. h. j. Persyaratan tersebut adalah anggota Komite Audit paling kurang terdiri dari seorang Komisaris Independen.Pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan audit dan/atau rekomendasi dari hasil pengawasan Bank Indonesia. yang dapat mempengaruhi Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. g.91% keluarga sedarah sampai dengan derajat kedua. kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris. b.Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah No. Adapun tugas dan tanggung jawab Komite Audit yang tercantum dalam Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) telah sesuai dengan Keputusan Ketua BAPEPAM No. Dewan Pengawas Syariah dan/atau auditor ekstern. memonitor kinerja auditor ekstern dan memastikan kepatuhan terhadap standar profesional serta memonitor tindak lanjut hasil audit. Uraian Rasio gaji pegawai yang tertinggi dan terendah. 4. Menjaga kerahasiaan 73 . Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan BSM seperti laporan keuangan.id penerapan good corporate governance.co.11% 4. Melakukan evaluasi atas pelaksanaan audit intern dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan untuk rekomendasi kepada Dewan Komisaris. Melakukan penelaahan atas tindak lanjut laporan hasil audit yang dilakukan oleh otoritas pengawas bank. H.11% 1. Rasio gaji Direksi yang teringgi dan terendah. Melakukan penelaahan atas pengaduan yang berkaitan dengan BSM. 1.11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah adalah sebagai berikut: a. 3. Melaporkan kepada Dewan Komisaris tentang berbagai risiko yang dihadapi BSM dan pelaksanaan manajemen risiko oleh Direksi.syariahmandiri.

Ketua Komite Audit merangkap sebagai Ketua pada Komite Pemantau Risiko. Berkarir di Bank Indonesia dari 19782003 dengan penugasan terutama di bidang audit intern dan pengawasan/ pemeriksaan bank umum. Kasmadi Adrianto (Anggota) Lahir di Metro. Kegiatan Komite Audit dalam tahun 2009 dilakukan dalam bentuk Rapat Komite Audit. Ketua. tanggal 6 November 1947. bekerja di Prasetio Strategic ConsultingAndersen. yang disampaikan oleh Internal Audit maupun hasil audit Kantor Akuntan Publik.2. data dan informasi BSM. l. Lampung.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Consilidation Financial Report dan Information Technology. Berpengalaman mengikuti berbagai training dan seminar antara lain di bidang yang berkaitan dengan tugas Komite Audit. dengan jabatan terakhir Deputi Direktur Pemeriksaan Bank I. Saat ini bertugas sebagai anggota Komite Audit BSM. Akuntansi. Susunan Anggota Komite Audit dokumen.syariahmandiri. anggota Komite Audit PT Bank Rakyat Indonesia dan saat ini sebagai anggota Komite Audit BSM disamping bekerja pada konsultan manajemen. Lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Padjadjaran Bandung tahun 1985 dan S2 Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 1994. 3. Mekanisme rapat Komite Audit dilaksanakan 74 www. Abdillah (Ketua) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Dewan Komisaris b. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Komite Audit b. Ernst & Young 4. Komite Audit BSM telah me-review berbagai Laporan Hasil Pemeriksaan yang terdiri dari kelompok audit reguler. Perbankan. Advisory Services. Memulai karir di Bank Bumi Daya tahun 1986 hingga 2000. Paris. Frankfurt. telaah akun tertentu dan audit khusus. Anggota Komite Audit Nama Abdillah Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Riwayat Hidup Anggota Komite Audit a. Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Per 31 Desember 2009. Lulusan Administrasi Universitas Diponegoro Semarang. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. Tjeppy Kustiwa (Anggota) Lahir di Bandung tanggal 17 Desember 1957. Komite Audit juga telah menyampaikan Laporan Kuartalan dan Tahunan mengenai pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya kepada Dewan Komisaris. Komisaris Independen Pihak Independen sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota c. Tahun 2004 sebagai Tim Penyusun Buku Pedoman Kerja Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah. Berpengalaman mengikuti pelatihan di luar negeri Jabatan antara lain di Hyderabad (India). dan Sydney. Analisa dan hasil pemeriksaan tersebut disampaikan pada Rapat Dewan Komisaris.co. Susunan Anggota Komite Audit tercantum pada tabel di bawah. Laporan Kerja Komite Audit Selama tahun 2009. Washington DC. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris. Financial Restructuring and Go Public Procedure. k.

Menyusun telaah tindak lanjut hasil audit Kantor Akuntan Publik atas audit laporan keuangan Bank Tahun Buku 2008. IKAI. Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada I. i. Menyusun telaah Perhitungan Net Interest Margin Bank.12. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai: • Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada RUPS. g. Jakarta Pelatihan Komite Audit 2). Mengkaji laporan keuangan publikasi Bank Triwulan II dan Triwulan III Tahun 2009. Rapat Komite Audit Komite Audit mengadakan rapat secara berkala. Mengikuti seminar “Menyongsong Full Adoption IFRS di Indonesia. sebagaimana ditetapkan dalam Piagam Komite Audit. Selama tahun 2009 Komite Audit mengadakan rapat minimal 10 (sepuluh) kali dengan tingkat kehadiran masing-masing anggota Komite Audit tercantum pada tabel di bawah.syariahmandiri.melalui pertemuan dalam rangka mengikuti RADIRKOM. Mengkaji Rencana Audit Tahunan Divisi Audit Intern tahun 2009. antara lain mengkaji draft Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Semester II Tahun 2008 dan Semester I Tahun 2009.co. Mengkaji laporan kegiatan dan hasil pemeriksaan Divisi Audit Intern Triwulan IV Tahun 2008 serta Triwulan I dan II Tahun 2009. b. 1. Laporan Komite Remunerasi dan Nominasi Sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi. f. Komite Audit juga melakukan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Dewan Komisaris. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Remunerasi dan Nominasi Komite Remunerasi dan Nominasi bertanggung jawab: a. Rapat dilakukan sedikitnya 1 (satu) bulan sekali. Mengkaji laporan keuangan (unaudited) Bank posisi 31. keberadaan Komite Renumerasi dan Nominasi ini ditetapkan melalui Keputusan Rapat Dewan Komisaris No.2009. RAKOMDIR dan RAKOM serta pada saat membahas hasil telaah Komite Audit dan hasil pertemuan Komite Audit dengan satuan-satuan kerja serta pembahasan hasil kegiatan lainnya.12. j.9/001/RAKOM tanggal 22 Januari 2007 yang salah satunya tentang pembentukan Komite Remunerasi dan Nominasi. b. Kegiatankegiatan yang telah dilakukan Komite Audit dalam tahun 2009 meliputi sebagai berikut: a.id 75 . 5.2008. Mengikuti seminar “The Asia Pacific Conference and Exhibition 2009 on Enabling Financial Turnaround Sustaining Growth under Financial Turbulence”.01. e. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Mengkaji laporan keuangan (audited) Bank posisi 31. h.2008 dan 31. Terkait dengan kebijakan nominasi: 1). Di samping itu. JCC. • Kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi melalui Dewan Komisaris. d. Jakarta b. Menyusun telaah laporan hasil audit Kantor Akuntan Publik Tahun Buku 2008 kepada Dewan Komisaris. Menyusun laporan tahunan Komite Audit tahun 2008. c. Terkait dengan kebijakan remunerasi: 1). Komite Audit telah mengikuti berbagai pelatihan dan seminar dalam rangka pengembangan kompetensi anggota Komite Audit sebagai berikut: a. Menyusun rekomendasi penunjukan Kantor Akuntan Publik/Akuntan Publik yang ditugasi melakukan audit laporan keuangan Bank Tahun Buku 2009. Jumlah Rapat Komite Audit Nama Abdillah Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jumlah Rapat 27 27 27 Tingkat Kehadiran 27 25 27 Selama tahun 2009.

Rapat Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi anggota Komite Nama Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Achmad Fauzi Jumlah Rapat 2 2 2 2 2 Tingkat Kehadiran 2 2 2 2 2 Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Abdillah Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Tardi Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Eka Bramantya Danuwirana Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Kepala Divisi Achmad Fauzi Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Corporate Secretary. Rangkap Jabatan Anggota Komite 2. 25/06/09 25/06/09 s.syariahmandiri. 31/12/09 Achmad Marzuki Abdillah Tardi Helmi Huseno Muhammad Haryoko Achmad Fauzi Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Muhammad Haryoko Achmad Fauzi Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Achmad Fauzi Komisaris Independen sebagai Ketua Komisaris Independen sebagai anggota Komisaris sebagai anggota Kepala Divisi sebagai anggota. Achmad Marzuki (Ketua) b.d. J.co. 3. 08/01/09 09/01/09 s. b. Membahas tentang status Saudara Muhammad Haryoko sebagai pihak independen yang menjadi salah satu Jabatan Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi Periode No.Rapat Umum Pemegang Saham. 2).id 3. Komite Remunerasi dan Nominasi telah melakukan minimal 2 kali pertemuan dengan beberapa agenda penting antara lain: a.d. 5. Adapun jumlah kehadiran masingmasing anggota Komite Remunerasi dan Nominasi dapat dilihat pada tabel rapat komite. 4. Melakukan kajian remunerasi dan nominasi Pengurus dan Pegawai BSM. www. per tanggal 9 Januari 2009 Senior Advisor Dewan Komisaris Kepala Divisi sebagai anggota Komite Remunerasi dan Nominasi mengadakan rapat sebanyak 2 (dua) kali. b. Laporan Komite Pemantau Risiko 1. e. 6. Susunan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi untuk tahun 2009 mengalami perubahan sebagaimana tabel berikut ini: Komite Remunerasi dan Nominasi mengadakan rapat sesuai dengan kebutuhan dan selama tahun 2009. akhlak dan moral yang baik. Melakukan kajian atas pemberian fasilitas Car Ownership Program bagi Direksi termasuk besarnya fasilitas dan jenis kendaraan yang diberikan serta pemberian fasilitas tunjangan perumahan bagi Direksi untuk disampaikan kepada Dewan Komisaris dan mengkonsultasikan hasil kajian tersebut kepada pemegang saham. d. Memberikan rekomendasi mengenai calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Riwayat Hidup Anggota KomiteRemunerasi dan Nominasi a. Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi tidak merangkap sebagai ketua pada Komite lain. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. 1. 01/01/09 s. 2. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Remunerasi dan Nominasi yang berakhir masa jabatannya pada tanggal 19 Juni 2009. 4. Tugas dan Tanggung Jawab 76 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . c. Komite Remunerasi dan Nominasi. Susunan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi memiliki integritas. c.d.

Tugas KMR antara lain meliputi penyusunan kebijakan. e. penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko dan penetapan keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal. Membahas perkembangan proyek core banking system dan fasilitas pengurus. Rapat Anggota Komite Pemantau Risiko Nama Abdillah Lilis Kurniasih Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jumlah Rapat 19 19 19 19 Tingkat Kehadiran 19 17 17 19 3. dan masyarakat umum serta bertanggung jawab untuk menyediakan dan menyampaikan informasi yang penting mengenai BSM kepada masyarakat umum maupun untuk kepentingan pemegang saham. d. dan berkesinambungan melalui pengelolaan program komunikasi yang efektif kepada segenap pemangku kepentingan. Corporate Secretary berfungsi sebagai penghubung antara BSM dengan stakeholders. b. 4. 9/004SKB/KOM-DIR tanggal 18 Juli 2007. strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko. Komite Pemantau Risiko bertanggungjawab untuk: a. Ketua Komite Pemantau Risiko merangkap sebagai Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Mengevaluasi kinerja.co. 2. untuk memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris. evaluasi pencapaian target pembiayaan serta insentif dan action plan pencapaian target pembiayaan tahun 2009. profil risiko dan kesehatan bank setiap bulan. penerapan four eyes principles dan mekanisme monitoring terhadap kepatuhan SOP. Membahas kerangka dan prosedur pembiayaan. Komite di bawah Direksi Komite di bawah Direksi adalah Komite Manajemen Risiko (KMR). Corporate Secretary Corporate Secretary BSM dijabat oleh Kepala Divisi Hubungan Korporasi & Hukum yang mengemban misi untuk mendukung terciptanya citra perusahaan yang baik secara konsisten. Melakukan evaluasi tentang kebijakan manajemen risiko. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko. penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko dan penetapan manajemen risiko. Forum KMR diadakan minimal satu kali dalam sebulan. Membahas masalah pembiayaan. b. Melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut. c. ketua pada Komite Audit.id mengawal pembiayaan. Monitoring dan penanganan nasabah korporasi cabang non lancar. Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko terdiri dari: Nama Abdillah Lilis Kurniasih Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jabatan Komisaris Independen sebagai Ketua Komisaris Utusan sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota L. 77 . Komite ini dibentuk untuk memberikan saran dan rekomendasi kepada Direktur Utama terkait kebijakan dan strategi manajemen risiko. Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko Per 31 Desember 2009.Komite Pemantau Risiko Piagam Komite Pemantau Risiko ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris No. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Komite Pemantau Risiko.syariahmandiri. c. Selama tahun 2009. b. f. Komite Pemantau Risiko telah melakukan 19 kali pertemuan dengan beberapa agenda penting antara lain: a. KMR beranggotakan Direksi dan Kepala Divisi yang secara fungsional mengelola risiko usaha bank. Laporan Kerja Komite Pemantau Risiko Komite Pemantau Risiko mengadakan rapat minimal sebulan sekali. Membahas fungsi manajemen risiko ada unit kerja bisnis dan fungsi unit kepatuhan dalam Rapat Komite Pemantau Risiko Rapat Komite dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan dengan perincian kehadiran masing-masing anggota seperti pada tabel: K.

Memastikan berjalannya fungsi Dewan Komisaris. telah mengangkat Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) dan Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan BSM yang dirangkapkan kepada Kepala Divisi Hubungan Korporasi & Hukum (DKH). Saham Perbankan Syariah. media relations dan institutional relation dalam berhubungan dengan pihak eksternal maupun internal BSM. Pengajian Rabuan. Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaannya. temu karyawan. GCG dan Bapepam. newsletter. 10/014-KEP/ DIR tanggal 22 Januari 2008. Beberapa aktivitas yang dilakukan oleh Corporate Secretary selama tahun 2009. Fungsi dan peran Corporate Secretary di BSM serta segenap unit pendukung telah diatur dalam Surat Keputusan No.Memberikan pelayanan kepada masyarakat atas pemahaman BSM dan setiap informasi yang dibutuhkan pihak eksternal BSM yang berkaitan dengan kondisi internal dan/atau halhal khusus yang ingin diketahui publik.Mengikuti perkembangan pasar dan kondisi eksternal BSM khususnya peraturanperaturan yang berlaku di bidang Perbankan Syariah. serta sosialisasi ke kantor wilayah dan cabang. termasuk menyampaikan program dan kebijakan manajemen. Hubungan dengan pihak eksternal dipelihara dengan baik. komunikasi/ promosi. Informasi tersebut disampaikan melalui media internal antara lain: Buletin BSM. www. intranet. Obligasi. dzikir Jumat pagi.co. tengahtahunan dan tahunan. . protokoler.Mengingatkan Direksi BSM tentang tanggung jawabnya untuk melaksanakan GCG yang optimal sesuai tujuan perusahaan agar tercipta image perusahaan yang lebih baik dan meningkatkan laba perusahaan - - - secara berkesinambungan.syariahmandiri. penerbitan laporan keuangan triwulanan. Penandatanganan 78 www. paparan publik. . . Media Gathering yang melibatkan pers dan pegawai BSM b. . Corporate Secretary dibantu oleh fungsi hukum.Sebagai penghubung antara BSM dengan institusi eksternal yang mewakili masyarakat. dalam kaitan dengan hubungan dengan stakeholders antara lain: a.id. Selain itu.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . kesekretariatan. khususnya dalam rangka pemenuhan kewajiban yang harus dilakukan oleh BSM sebagai perusahaan publik termasuk untuk memberikan keterangan mengenai kinerja. DPS dan Komite-Komite. mengingat pegawai merupakan salah satu elemen penting dalam penciptaan citra perusahaan. kegiatan operasional serta hal-hal lainnya seputar BSM. Corporate Secretary BSM juga memiliki tugas menyebarluaskan informasi mengenai BSM kepada segenap pegawai.co.Direksi BSM dengan Surat Keputusan No.10/014-KEP/DIR tanggal 22 Januari 2008 dengan tugas pokok: . dan keluarganya dalam kepemilikan saham.Memberikan masukan kepada Direksi BSM untuk menjalankan ketentuan/ Undang-undang yang berlaku antara lain tentang Perseroan. Mengkoordinir Self Assessment dan Pelaporan Pelaksanaan GCG BSM sesuai PBI. Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham.syariahmandiri. hubungan bisnis. penerbitan buletin kinerja keuangan triwulanan. Dewan Komisaris. dan peran lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan Menghadiri dan membuat risalah rapat Direksi dan Dewan Komisaris. corporate event. Pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya juga dapat mengakses informasi mengenai BSM dan kegiatannya di situs web. Direksi. Daftar Khusus dari anggota Direksi. Hubungan dengan stakeholders dilakukan melalui kegiatan temu analis. Forum Doa Pagi Senin. Dalam menjalankan fungsi dan perannya. Menyiapkan Daftar Pemegang Saham.

Acara buka puasa.Tazkia. . . Telah mengikuti berbagai training dan seminar.Sahid Tours. dan sejak September 2005 bergabung dengan BSM. Lulusan Magister Hukum Bisnis dari Universitas Padjadjaran. Karirnya dimulai dari Chase Manhattan Bank tahun 1989. Kepala DAI bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama dan memiliki jalur komunikasi langsung dengan Dewan Komisaris. Selain aktif di BSM.Perum Pegadaian.id M. .Acara WIEF(World Islamic Economic Forum). c. Unit kerja ini semula bernama Divisi Pengawasan Intern (DPI).Telkom. BSM berupaya menjaga dan mengamankan kegiatan usaha Bank dan sesuai dengan Peraturan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Bank Putera (1990-1995). DAI bertanggung jawab melakukan pemeriksaaan secara independen terhadap segenap audit di BSM.PT Berlian Laju Tanker. lahir 4 November 1965. .Mengikuti Islamic Book Fair.Tasyakuran milad BSM. Laporan hasil audit dan realisasi kegiatan audit DAI dilaporkan 79 . DAI bekerja berdasarkan suatu rencana audit tahunan yang sebelumnya telah disetujui Direktur Utama dan direview oleh Dewan Komisaris. termasuk Sertifikasi Manajemen Risiko oleh BSMR di Jakarta.syariahmandiri.Acara sunatan massal. Bandung.co. Sejak bulan Januari 2009 diubah Divisi Pengawasan Intern (DPI) berubah menjadi Divisi Audit Intern (DAI).Santunan anak yatim. d.Acara UMKM Award. 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. Daftar Siaran Pers yang Dikeluarkan oleh BSM Profil Corporate Secretary BSM Achmad Fauzi. Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank Indonesia No. . Sejak awal beroperasinya BSM telah membentuk suatu Divisi untuk menjalankan fungsi Satuan Kerja Audit Intern (SKAI).Festival Ekonomi Syariah. Achmad Fauzi juga aktif di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Kompartemen Perbankan Syariah (KPbS) Perbanas. . Mengadakan berbagai acara terkait dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) antara lain: .Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra BSM antara lain: . . . . . Mengadakan berbagai event dalam rangka membangun citra BSM yang kokoh antara lain: . kemudian di Bank Duta (1989-1990). Bank IFI (19952005).Badan Wakaf Nasional. .

sehingga sumber daya DAI akan lebih fokus pada auditee yang memiliki risiko tinggi. . 2. Konsultatif. 6. serta metode kerja dan pelaporan Divisi Audit Intern dalam menjalankan tugasnya mewujudkan sistem pengawasan intern BSM. yaitu memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi seluruh manajemen sebagai penyempurnaan kebijakan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. 2. Wewenang dan Tanggung jawab Bab V. 3. yaitu memastikan terciptanya ketaatan BSM 80 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . tugas dan fungsi strategis DAI adalah: 1. Piagam Audit Internal terbit pada tanggal 27 April 2005 sebagai revisi dari Internal Audit Charter tanggal 21 Maret 2002. Hal ini Piagam Audit Internal DAI telah memiliki Piagam Audit Internal sebagai pedoman dasar yang mengatur tentang kedudukan. 4. yaitu menjaga tingkat kehematan penggunaan sumber daya yang optimal dan efektivitas hasil yang maksimal. Dewan Komisaris. Auditor Intern harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap keberhasilan dan nama baik Bank. Pendahuluan Bab II. Auditor intern tidak melakukan audit terhadap unit kerja yang petugasnya mempunyai hubungan keluarga sampai derajat kedua dengan auditor intern yang bersangkutan dan kegiatan yang sebelumnya dilakukan oleh auditor intern yang bersangkutan. 3. Auditor Intern senantiasa meningkatkan kualitasnya dengan terus meningkatkan kemampuan teknis melalui pendidikan berkelanjutan minimal 180 (seratus delapan puluh) jam per 3 (tiga) tahun.86% dari target 140 penugasan). Auditor Intern harus memiliki independensi dalam melakukan audit dan mengungkapkan pandangan serta pemikiran sesuai dengan profesinya berdasarkan standar audit yang berlaku umum. Selain itu DAI juga memiliki tanggung jawab profesi. Kedudukan Bab III. mengacu pada pengukuran dampak (impact) danfrekuensi penyimpangan yang terjadi (likelihood).syariahmandiri. pelanggaran terhadap Kode Etik Perusahaan dan prinsip Good Corporate Governance di seluruh lingkungan Bank. Protektif. dan peraturan yang ditetapkan. melalui Komite Audit dan Direksi. untuk menjamin bahwa pelaksanaan fungsi Divisi Audit Intern telah sesuai dengan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. 7. Outline Piagam Audit Internal Bab I. 2. Pelaporan Bab VIII. Lain-lain Tugas dan tanggung jawab Divisi Audit Internal www. Auditor Intern harus memiliki tanggung jawab terhadap profesinya dengan selalu menerapkan prinsip kerja yang cermat dan seksama dengan berpegang teguh kepada kode etik auditor dan budaya “ETHIC” Bank. Pelaksanaan audit oleh DAI dilakukan berdasarkan risk based audit. memantau dan mengkonfirmasi apakah pihak yang diaudit (auditee) telah mengambil langkah-langkah yang memadai atas hasil temuan audit tersebut. Ruang Lingkup Bab IV. dengan rincian: . Realisasi penugasan selama tahun 2009 adalah sebanyak 186 penugasan (132. Divisi Audit Intern secara berkala sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) tahun dilakukan review oleh pihak ekstern. Uraian pelaksanaan kegiatan Audit Internal Aktivitas yang telah dilakukan oleh Divisi Audit Internal antara lain: 1. DAI melakukan penugasan audit khusus/investigatif bilamana terdapat permasalahan yang dapat mengganggu jalannya operasional BSM. Tanggung jawab Profesi Bab VI. Berdasarkan Rencana Kerja Tahun 2009. Konstruktif.Audit Non-Rutin sebanyak 37 penugasan. ketentuan.co. yaitu: 1. terhadap kebijakan. waktu dan hari audit) dilakukan berdasarkan tingkat risiko dari auditee. Metode Kerja Bab VII.id Sebagaimana ditegaskan dalam Piagam Audit Intern BSM tanggal 27 April 2005. di mana alokasi sumber daya (SDM. target penugasan audit yang ditetapkan adalah berdasarkan metodologi Risk Based Audit mencakup 140 penugasan. Merealisasikan audit (rutin dan non rutin/khusus) terhadap seluruh unit kerja Cabang dan Kantor Pusat sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Audit Tahunan.melalui Laporan Kaji Ulang Business Plan yang disampaikan kepada Dewan Komisaris sebagai wakil Pemegang Saham. wewenang dan tanggung jawab. Penilaian ICS menjadi salah satu komponen nilai Key PerformanceIndicator (KPI) unit-unit kerja. Menerapkanmekanisme penilaian dan pengukuran terhadap pengendalian intern (Intern Control Score/ICS).Audit Rutin sebanyak 149 penugasan. Auditor Intern tidak terkait di dalam pelaksanaan kegiatan operasional dari unit kerja yang diaudit. 5.

J. Bank Indonesia Bank Indonesia melakukan audit minimal setahun sekali dan monitoring tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali.224 jam. e.menunjukkan komitmen yang kuat dalam perbaikan efektivitas Sistem Pengendalian Intern secara berkesinambungan. Beberapa auditor eksternal yang melakukan audit/review terhadap BSM antara lain: a.34 jam per pegawai. Tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali. DAI menyampaikan laporan hasil kaji ulang (review) pihak ekstern yang memuat pendapat tentang hasil kerja SKAI dan kepatuhannya terhadap Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank serta perbaikan yang mungkin dilakukan. maupun Kantor Akuntan Publik (KAP). c. Tanzil & Rekan. 4. Selama tahun 2009 total jam pelatihan yang diikuti seluruh pegawai/auditee adalah 2. Meningkatkan kompetensi auditor baik hard skill maupun soft skill. Lloyd Register Lloyd’s Register Quality Management (LRQA) adalah lembaga yang telah menerbitkan sertifikasi ISO 9001:2000 Quality Management System bagi standar mutu audit DAI yang telah diperoleh sejak tahun 2004. Setiap progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan. Berperan aktif sebagai mitra kerja (counterpart) auditor eksternal yaitu Bank Indonesia. untuk periode 1 Juni 2005 – 31 Mei 2008. 3. selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah hasil kaji ulang oleh pihak ekstern diterima oleh Bank.co. d. Tugas sebagai counterpart adalah memfasilitasi komunikasi antara manajemen dengan pihak auditor eksternal dan pemantauan tindak lanjut/ penyelesaian temuan audit ekstern. Bank Mandiri Bank Mandiri melakukan audit minimal setiap tahun sekali dan monitoring tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali. Progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan. LRQA akan melakukan surveillance visit setiap 6 bulanan untuk mereview konsistensi implementasi ISO 9001:2000 DAI. 5. Management Trainee Program dan programprogram lainnya. Sesuai requirement ISO 9001:2000. External Review Sesuai Peraturan Bank Indonesia No. baik untuk pegawai pelaksana maupun officer antara lain Branch Operations. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.syariahmandiri. Proses review ekstern terakhir dilakukan pada bulan Juni 2008 oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Bank Mandiri. Melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang efektivitas pengendalian intern pada saat exit meeting audit maupun pada pelatihan-pelatihan in-house. atau rata-rata jam pelatihan adalah 38. Progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan. b.id 81 . Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) BPK melakukan audit sewaktu-waktu sesuai prioritas kerja BPK. DAI menyampaikan laporan hasil pengkajian ulang oleh kantor akuntan publik yang ditunjuk sekurangkurangnya sekali dalam 3 tahun. terakhir tahun 2005. Review penerapan SPFAIB 3 tahunan baru akan dilakukan pada tahun 2011. 1/6/PBI/1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Integrity. Dewan Komisaris Dewan Komisaris BSM telah menjalankan fungsi pengawasannya dengan melakukan rapat-rapat Dewan Komisaris dan Direksi. Unit Kerja Manajemen Risiko saat ini telah mempunyai infrastruktur yang diperlukan agar kebijakan dan ketentuan BSM selalu up-to-date. dinyatakan secara tertulis. Telah mengikuti berbagai training dan seminar. 2). 8.co. Surabaya. 82 www. pemantauan.syariahmandiri. Penjelasan mengenai Sistem Pengendalian Internal BSM BSM berkomitmen mengelola operasional Bank secara sehat dan aman. Agar penerapan pengendalian internal berjalan efektif. Dewan Komisaris dibantu oleh 3 (tiga) komite. pengukuran. Direksi mengendalikan operasional BSM dan memantau efektivitas sistem pengendalian intern. Humanity. Basic Training. Workshop Pedoman Organisasi. 7. Knowledge Sharing Corporate Planning. yaitu Komite Audit. ketersediaan proses identifikasi. 3). Profil Kepala Divisi Audit Internal Priyono. maka SPI tersebut telah didukung dengan beberapa subsistem infrastruktur sebagai berikut: a. dan melaporkan secara berkala hasil-hasil kinerja BSM kepada Dewan Komisaris. BSM telah menerapkan suatu Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang dituangkan dalam suatu Pedoman Standar SPI yang disahkan oleh Direksi dalam Surat Edaran No. 9. Kepala Seksi Pengawasan. Sosialisasi Pengisian SPT Tahunan. 3.Rekapitulasi berbagai pelatihan yang telah diikuti selama tahun 2009 antara lain: 1. Strategic Skill. dan dalam rangka memenuhi ketentuan Bank Indonesia. Direksi Direksi BSM melaksanakan kebijakan dan strategi sesuai Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui Dewan Komisaris. Workshop Rencana Implementasi BSM Shared Values. Komite Pemantau Risiko. Teamwork. Strategic Planning. 4. Bergabung di BSM tahun 1999 sebagai Kepala Divisi SDI. 10. Sarasehan Pembiayaan Bermasalah. Workshop Effective Risk Assessment dan Workshop Aplikasi Manajemen Audit di Perbankan. antara lain Sertifikasi Manajemen Risiko oleh BSMR. baik yang bersifat berkala seperti evaluasi kinerja manajemen secara bulanan maupun insidental terkait dengan kondisi terkini BSM. 6. dan dipantau penerapannya secara terus-menerus.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . b. Pelatihan Auditor Program. 2. Karirnya dimulai dengan menjadi auditor di salah satu Kantor Akuntan Publik. merujuk kepada Surat Edaran Bank Indonesia No. Pengawasan Manajemen dan Budaya Pengendalian 1). tersedianya prosedur dan penetapan limit. dengan membentuk Satuan Kerja Audit Intern yang efektif dan independen. 6/018/OPS tanggal 6 Mei 2004. Budaya Pengendalian Dewan Komisaris. Berbagai posisi yang ditempati antara lain Auditor Pemeriksa. Kepala Tim Audit. 5. Direksi dan seluruh jajaran pegawai BSM telah berkomitmen untuk mewujudkan suatu budaya perusahaan yang telah disepakati bersama. Alumnus Universitas Airlangga. lahir 17 Juli 1957. Workshop Risk Based Audit.5/22/ DPNP tanggal 29 September 2003 tentang Pedoman Standar Sistem Pengendalian Intern bagi Bank Umum. Workshop Bisnis. kemudian dilanjutkan dengan berkarir di Bank Dagang Negara (BDN) pada tahun 1985. dan Customer Focus (ETHIC). dan Komite Remunerasi dan Nominasi. yaitu Excellence. Identifikasi dan Penilaian Risiko BSM terus mengembangkan penerapan Enterprise Risk Management (ERM) sebagai upaya mengawal pertumbuhan Bank yang sehat dan berkesinambungan (sustainable growth).

9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. informasi dan komunikasi BSM telah memiliki sistem akuntansi dan informasi yang memadai dan terus dikembangkan sejalan dengan implementasi Core Banking System baru demi menghadapi kompleksitas bisnis BSM yang terus meningkat. c. 3) Aktif menjadi mitra kerja (counterpart) Komite Audit dan sebagai anggota tidak tetap Working Group Operational. antara lain: Branch Operations. Humanity. Pemeriksaan laporan keuangan BSM secara transparan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik yang telah terdaftar di Bank Indonesia yang disetujui RUPS. baik untuk pegawai pelaksana maupun officer. 6) Membantu Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam mengawasi pelaksanaan aspek-aspek syariah pada operasional perbankan dengan cara melaporkan hasilhasil audit yang berkaitan dengan aspek syariah kepada DPS. sehingga BSM dapat memberikan fungsionalitas yang inovatif. Prinsip tata-kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). antara lain: Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. 2). kemudahan akses serta melakukan pengembangan aplikasi yang aman dan selaras dengan perkembangan pasar. 4) Mengembangkan pendekatan Risk Based Audit (RBA) secara bertahap. Akuntabilitas. dll. Kegiatan Pengendalian dan Pemisahan Fungsi Sistem Pengendalian Intern yang efektif mensyaratkan adanya kegiatan pengendalian yang mencakup penetapan kebijakan dan prosedur pengendalian lebih dini untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur tersebut secara konsisten dipatuhi dan menjadi kegiatan yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan BSM. Direktur Kepatuhan dibantu oleh Divisi Kepatuhan (DKN) dan Pengawas Kepatuhan & Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) yang ditempatkan di unit-unit kerja Kantor Pusat dan cabang. Dalam menjalankan fungsinya DAI telah memiliki Piagam Audit Intern yang disahkan oleh Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 27 April 2005 dan Kode Etik Auditor Intern yang disahkan Direksi pada tanggal 6 Februari 2008. BSM pun telah menyesuaikan penerapan manajemen risiko sistem teknologi dan informasi dengan mengacu kepada PBI No. Kepatuhan terhadap undang-undang dan ketentuan yang berlaku. Sistem Akuntansi. yaitu Excellence.syariahmandiri.id 1) Melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) intern melalui pembaharuan Manual Audit Intern. mendukung pelayanan ’one stop shopping’ kepada nasabah BSM. 2) Sosialisasi dan internalisasi Kode Etik Auditor Intern. d. sehingga auditee/ customer dapat memahami 83 . Customer Focus (ETHIC). Efektifitas dan efisiensi operasional. Teamwork. 3). Peran serta DAI dalam penguatan (improvement) SPI. Infrastruktur dan perangkat pengendalian kepatuhan akan diuraikan dalam segmen lain pada Laporan Tahunan ini. Setiap hasil audit telah disampaikan kepada Dewan Komisaris atau Komite Audit. Integrity. 7) Melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang efektivitas pengendalian intern pada saat exit meeting audit maupun pada pelatihan-pelatihan in-house.pengendalian risiko.co. Direktur Utama dan Direktur Kepatuhan. Kegiatan Pemantauan dan tindakan koreksi penyimpangan BSM telah menyelenggarakan pemantauan dan pengevaluasian kecukupan Sistem Pengendalian Intern secara terus-menerus dengan membentuk Satuan Kerja Audit Intern (dengan nama Divisi Audit Intern/DAI) yang independen terhadap satuan kerja operasional. 5) Mendukung implementasi Corporate Value BSM. Management Trainee Program. dalam konteks review terhadap lingkungan pengendalian (control environment) di seluruh unit kerja BSM. DAI berkomitmen untuk melaksanakan fungsinya memastikan efektivitas SPI yang memadai dengan cara melakukan review dan memberikan rekomendasi kepada manajemen tentang: 1). e. serta sistem informasi manajemen risiko yang menyeluruh. 8) DAI pun senantiasa mengembangkan peran kemitraan dengan auditee/ customer secara konsisten dan berkesinambungan. BSM menetapkan salah satu Direksi menjadi Direktur Kepatuhan untuk memastikan fungsi pengendalian dan kepatuhan telah dilaksanakan. 4). Kewajaran laporan keuangan. 5). antara lain melalui komunikasi yang efektif dalam membahas semua temuan audit.

13 % dari 3. Pemisahan unit kerja ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kinerja dan fokus pada bidangnya masingmasing. baik pangkat maupun jabatan. meningkat 23. 4. Agar proses audit sesuai dengan Standar Profesional Akuntan serta perjanjian kerja dan ruang lingkup audit yang telah ditetapkan dan selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan. Di awal tahun 2009 DSI dipecah menjadi dua unit kerja. secara rutin dilakukan pertemuan-pertemuan yang membahas beberapa permasalahan penting yang signifikan. BSM pada tahun 2009 telah memberikan beasiswa S2 kepada 5 pegawai. Laporan neraca. laporan rugi laba. Sampai akhir tahun 2009 jumlah pegawai BSM (termasuk outsource) telah mencapai 4. Rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil. Komposisi pegawai berdasarkan jenis kelamin adalah 73% pria dan 27% wanita.544 orang. Kantor Akuntan Publik telah memenuhi kewajiban dengan menyampaikan laporan hasil audit dan Management Letter kepada Bank Indonesia. BSM memberikan kenaikkan pangkat kepada berjumlah 839 pegawai dan kenaikan jabatan kepada 285 pegawai. pendidikan S1 sebanyak 58% dari total seluruh pegawai BSM. Audit Ekstern Hubungan antara BSM.syariahmandiri.493 orang pada akhir tahun 2008. Yaitu pegawai dari level jabatan Pelaksana yang dipromosikan ke level jabatan Officer.609 (80%) di 60 Kantor Cabang dan outlet di bawah koordinasinya. Untuk menambah kompetensi pegawai dan sebagai salah satu program reward. Pertambahan jumlah pegawai tersebut perlu dikelola dengan tata kelola yang baik. 2. Tahun 2009. Laporan Sumber Daya Manusia Unit kerja yang membidangi urusan sumber daya manusia sejak BSM terbentuk adalah Divisi Sumber Daya Manusia (DSI). Pegawai pegawai tersebut diterima di program Pasca Sarjana Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. Untuk memacu pertumbuhan bank yang demikian pesat. Komite Audit dan Manajemen BSM untuk dapat meminimalisir kendala-kendala yang terjadi selama proses audit berlangsung. dengan melalui evaluasi kom-petensi dan kinerja. Kantor Akuntan Publik dan Bank Indonesia Pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan Bank untuk tahun buku 2009 telah sesuai ketentuan Bank Indonesia tentang transparansi kondisi keuangan Bank. 3. diwajibkan mengikuti rangkaian seleksi administratif dan uji kompetensi. Perubahan dana investasi terikat. Tim Pemilihan Akuntan Publik yang terdiri dari Komite Audit dan unsur manajemen telah melakukan proses pemilihan akuntan publik untuk melakukan audit atas: 1. menjadi pegawai tetap untuk tahun 2009 berjumlah 618 pegawai. Status pegawai kontrak yang diangkat 84 www. Berbagai program reward telah dilaksanakan BSM kepada pegawai. pegawai level Pelaksana yang mengikuti ODP sebanyak 326 pegawai. Penyebaran jumlah pegawai pada tahun 2009 adalah 890 (20%) di Kantor Pusat dan 3. yaitu Divisi Human Capital (DHC) dan Desk Training. Hingga akhir 2009 tercatat jumlah pegawai dengan pendidikan S2 sebanyak 2.co.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . perlu didukung pegawai dengan pendidikan yang cukup baik di bidang kerjanya. laporan perubahan ekuitas. Pegawai yang dipromosikan. Pegawai yang berprestasi di bidang kerjanya masing-masing diberikan kenaikan pangkat dan jabatan (promosi).75%. dan Standar Profesional Akuntan Publik. Sumber dan penggunaan dana kebajikan. Pada tahun 2009. dan untuk memenuhi ketentuan kerahasiaan bank sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. laporan arus kas. Untuk pegawai dengan status pegawai kontrak dapat ditingkatkan statusnya menjadi pegawai tetap. Kenaikan/ pertambahan jumlah pegawai tersebut berbanding lurus dengan ekspansi BSM melalui jumlah Kantor Cabang dan outlet di bawah koordinasinya di berbagai daerah. serta perjanjian kerja dan ruang lingkup audit yang telah ditetapkan. Selain program promosi O. N. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis BSM yang semakin pesat. Officer Development Program (ODP) merupakan program yang dikhususkan bagi pegawai yang dipromosikan dengan perubahan level jabatan. Sumber dan penggunaan dana zakat. 5. Kompetensi teknis (hard) diuji melalui media e-learning dan kompetensi perilaku (soft) diuji melalui competency assesment. Terutama untuk jabatan yang strategis.risiko-risiko penyimpangan yang ada. BSM selalu berupaya meningkatkan komunikasi antara Kantor Akuntan Publik.

Seragam pegawai merupakan cermin profesionalisme pegawai dalam bekerja. Pengembangan jaringan Kantor Cabang termasuk pembukaan outlet gadai. bonus tahunan. Pegawai yang menerima TPUK terbesar adalah sebesar 5. dalam merealisasikan rencana bisnis di masa yang akan datang. Masing-masing vendor menangani desain dan implementasi seragam untuk pegawai pria. Pada tahun 2009 Manajemen menyetujui kenaikan gaji pokok pegawai sebesar rata-rata 12. pembiayaan mikro. dan pemberian beasiswa S2. BSM telah melaksanakan tender dengan pemenang sebanyak 3 vendor. dan peraturan ketenagakerjaan. antara lain program tunjangan prestasi unit kerja. organisasi. dan uraian kerja (job description) disusun dalam bentuk Pedoman Organisasi. merevisi ketentuan yang terkait kinerja. Jumlah TPUK yang diberikan ke pegawai selama tiga triwulan sebesar rata-rata 2. dan pegawai non staf (Satpam. Kompetensi Rekrutmen Sistem Remunerasi dan Reward BSM senantiasa berupaya Sebagai cetak biru bagi pengembangan dan pelatihan pegawai. terdapat sejumlah reward lain yang diberikan ke pegawai. dan perilaku (behaviour). Untuk pemenuhan seragam pegawai tersebut. Struktur organisasi. Sehingga kesempatan promosi menjadi ajang kompetisi yang sehat bagi pegawai. DHC berperan aktif dalam mensukseskan goal tersebut dengan cara melaksanakan breakthrough terhadap semua proses kerja. Bentuk komitmen DHC dalam mendukung bisnis BSM antara lain dengan mengimplementasikan ISO 9001:2000 pada prosedur kerja. Selama tahun 2009 DHC meningkatkan infrastruktur layanan. Termasuk di antaranya adalah pegawai diberikan kesempatan yang seluasluasnya untuk meraih karir yang lebih tinggi. BSM berupaya untuk menciptakan paket remunerasi yang atraktif dan kompetitif. Untuk itu diperlukan tata kelola organisasi yang baik dan seimbang antara strategi dan daya dukung dalam bentuk infrastruktur yang memadai.id 85 . pegawai wanita. Tunjangan Prestasi Unit Kerja (TPUK) diberikan kepada pegawai dengan mengacu kepada evaluasi kinerja triwulanan. Semangat kerja pegawai terus ditingkatkan melalui reward yang diberikan terkait kinerja. Organisasi & Jabatan Organisasi BSM secara berkesinambungan akan disesuaikan mengikuti rencana bisnis dan pengembangan kegiatan usaha. antara lain sentralisasi layanan Jamsostek. Kompetensi merupakan sebuah konsep yang dapat diartikan sebagai kombinasi antara pengetahuan (knowledge). Menghadapi era persaingan yang semakin ketat.2 kali gaji pokok.98 kali gaji pokok. insentif terkait prestasi.co.syariahmandiri. dan Office Boy). BSM terus menghadapi tantangan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. jabatan. BSM telah menyusun kamus dan profil kompetensi. ketrampilan (skill). kompensasi. Konsep tersebut dikenal dengan Competency-Based Human Resources Management (CBHRM). Driver.dan pemberian beasiswa. Breakthrough tersebut meliputi peningkatan (improvement) mekanisme dan prosedur kerja serta melibatkan peran aktif pejabat Unit Kerja Kantor Pusat dan Kantor Wilayah sehingga menghasilkan sinergi yang lebih optimal.5 %. meningkatkan kesejahteraan pegawai berdasarkan pencapaian kinerja melalui penerapan pola guaranted cash dan fasilitas kepegawaian lainnya. Pedoman Organisasi adalah dokumen hidup yang bergerak mengikuti kebutuhan bisnis dan organisasi. Paket remunerasi ini selalu ditinjau untuk memastikan bahwa pegawai BSM mendapat paket yang atraktif. dan pembiayaan konsumer menjadi perhatian khusus.

Jumlah profil kompetensi jabatan yang telah disusun hingga saat ini adalah sebanyak 572 jabatan. Laporan Manajemen Risiko Perkembangan dunia perbankan yang pesat memicu bank untuk lebih kreatif dan dinamis dalam mengembangkan berbagai produk dan layanan. ketrampilan. Konsolidasi penerapan manajemen risiko dengan perusahaan induk. 3. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan dapat meningkatkan efektifitas dan konsisten dalam menerapkan sistem rekrutmen.syariahmandiri. perencanaan karir. strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . 2. risiko strategik. Program pengembangan SDM dilakukan melalui pendidikan karir. pendidikan profesi. yaitu mengacu kepada shared values BSM (ETHIC) dan perkembangan organisasi BSM. seleksi. Namun mencakup juga sinkronisasi kebijakan dan prosedur operasional bank. risiko kepatuhan dan risiko reputasi. yang meliputi: risiko kredit. risiko operasional. bank melakukan pengembangan infrastruktur manajemen risiko melalui: 1. yaitu: a. KMR berwenang untuk memberikan rekomendasi terkait kebijakan dan strategi manajemen risiko. Bank memiliki Komite Manajemen Risiko (KMR) yang berperan mendorong penerapan manajemen risiko secara efektif. manajemen kinerja. Kamus dan profil kompetensi dapat diintegrasikan dengan media e-learning BSM. Kamus dan profil kompetensi yang disahkan oleh Direksi akan menjadi pedoman pengelolaan SDM berbasiskan kompetensi. Hal tersebut meningkat dibandingkan anggaran pelatihan tahun 2008 yaitu sebesar Rp14. serta berbagai kursus.01 milyar untuk berbagai macam program pendidikan intern dan ekstern. Disamping itu. bank terus memperbaiki dan mengembangkan manajemen risiko sesuai kompleksitas usaha bank dan iklim persaingan. Konsolidasi manajemen risiko tersebut tidak terbatas pada sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen risiko. Hal ini berdampak pada peningkatan kompleksitas usaha bank sehingga diperlukan tata kelola perusahaan dan penerapan manajemen risiko yang lebih kuat. Hingga saat ini telah dilakukan penyempurnaan terhadap kamus dan profil kompetensi. KMR beranggotakan Direksi dan Kepala Divisi yang secara fungsional mengelola risiko usaha bank. dan pembiayaan. risiko hukum. Kompetensi pegawai-pegawai BSM tersebut akan dimonitor dan dikembangkan sesuai dengan profil kompetensi jabatan yang dijabat pegawai. Selama tahun 2009 BSM telah mengeluarkan biaya sebesar Rp21. satuan kerja pendukung (supporting unit) dengan satuan kerja manajemen risiko (risk management unit). WG KMR terdiri dari WG ALMA. pendidikan dan pelatihan.08 milyar. SIMRIS menyediakan informasi yang up to date mengenai profil risiko bank. penataran. penilaian kinerja. risiko likuiditas. seminar. Loss Event Database (LED) Bank menghimpun database kerugian operasional secara rutin dalam aplikasi LED digunakan sebagai P. Organisasi Manajemen Risiko Pengelolaan manajemen risiko dilakukan bank berdasarkan prinsip segregasi tugas (segregation of duty) yang jelas. yaitu Bank Mandiri. Diharapkan implementasi CBHRM di BSM dapat dijadikan sebagai faktor penentu keberhasilan kinerja pegawai untuk mendukung tercapainya visi dan misi BSM. Pengembangan sistem informasi manajemen risiko melalui aplikasi SIMRIS (Syariah Mandiri Risk Information System). KMR dibantu oleh Working Group (WG) KMR yang bertugas untuk merekomendasikan atau melakukan kajian terhadap kebijakan pengelolaaan risiko bank. promosi. 86 www. risiko pasar. lokakarya dan pelatihan manajemen dan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan BSM. Terutama terkait dengan data-data kepegawaian dengan masingmasing profil kompetensinya. Karena itu. Pengembangan Operational Risk Tools. SIMRIS dirancang sebagai media informasi mengenai jumlah modal yang harus dialokasikan (capital charge) untuk masing-masing risiko. Tugas KMR antara lain merumuskan kebijakan. maupun perencanaan strategis di bidang sumber daya manusia ke titik yang paling optimum.CBHRM adalah suatu pola pendekatan dalam membangun suatu sistem manajemen sumber daya insani yang handal dengan memanfaatkan kompetensi sebagai titik sentralnya. dan WG Operasional. Pengembangan Infrastruktur Manajemen Risiko Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan. Segregasi tugas tersebut yaitu antara satuan kerja pengambil risiko (risk taking unit). kompensasi. latihan.co.

prosedur dan tools secara periodik. • Limit GWM rupiah dan valas. menarik. b. Proses manajemen risiko diterapkan secara komprehensif pada 4 risiko utama yang wajib dikelola oleh bank. Pemutakhiran kebijakan dan pedoman pembiayaan tersebut disesuaikan dengan perkembangan dunia usaha.id 87 . b. Selama tahun 2009 bank melakukan: a. kondisi ekonomi makro. • Limit saldo kas minimal. kurang menarik dan tidak menarik. Pemutakhiran kebijakan dan pedoman pembiayaan. c. Bank melaksanakan proses manajemen risiko sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan dokumen Basel II (Basel II Accord Pengelolaan risiko mencakup seluruh lingkup usaha aktivitas fungsional bank. Pemutakhiran rating sektor industri/bidang usaha. • Limit in house BMPK. Bank mengklasifikasikan sektor industri menjadi 5 kelompok yaitu sangat menarik. • Limit transaksi tresuri. Penetapan limit risiko sesuai dengan tingkat permodalan yang dimiliki bank. bank melakukan kaji ulang terhadap kebijakan. Penerapan manajemen Risiko Penerapan manajemen risiko merupakan tanggung jawab seluruh unit kerja bank. yaitu risiko kredit. • Limit Posisi Devisa Neto. • Limit coverage asuransi pembiayaan. risiko pasar. • Limit portofolio rekanan bank. Klasifikasi ini membantu unit bisnis dalam menetapkan target market industri dalam rangka Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. • Limit transaksi operasional. netral. risiko likuiditas dan risiko operasional. • Limit secondary reserve. 4. Penerapan KRI digunakan untuk: • memantau setiap perubahan tingkat risiko operasional pada proses bisnis/aktivitas tertentu. Risiko Kredit Pengelolaan risiko kredit diarahkan untuk mendukung ekspansi pembiayaan yang sehat dan menjaga kualitas pembiayaan yang telah diberikan. • meningkatkan pengelolaan risiko operasional dengan menetapkan tindakan pengendalian/mitigasi risiko yang efektif. • memberikan “peringatan dini” kepada unit kerja agar melakukan suatu tindakan preventif untuk mengantisipasi suatu kejadian risiko. mengukur dan memitigasi eksposur risiko operasional yang dihadapi unit kerja. Key Risk Indicator (KRI) KRI bersifat forward looking untuk membantu pegawai dalam memprediksi risiko operasional yang dihadapi. BSM terus mengembangkan dan menyempurnakan berbagai parameter yang digunakan dalam KRI. • Limit portofolio pembiayaan valuta asing.syariahmandiri.dasar untuk perhitungan cadangan kerugian risiko operasional.co. • Limit portofolio pembiayaan untuk sektor usaha tertentu. 1. dan perubahan regulasi pemerintah atau BI. • Limit eksposur 25 debitur terbesar. Kebijakan limit risiko yang telah ditetapkan antara lain: • Limit wewenang memutus pembiayaan. Seiring dengan perkembangan bisnis. • membantu manajemen dalam menilai tingkat risiko dan pengendalian pada satuan kerja atau bidang operasional yang memerlukan perhatian khusus. BSM menerapkan RCSA secara periodik untuk mengidentifikasi. Risk and Control Self Assessment (RCSA) Penerapan RCSA ditujukan untuk: • menumbuhkan risk awarness risiko operasional melalui proses identifikasi dan pengukuran risiko secara mandiri.

Limit tersebut dimutakhirkan secara berkala sesuai dengan kondisi internal dan eksternal yang dihadapi bank. f. antara lain meliputi: 1. Pemeliharaan akses bank ke pasar uang antar bank syariah antara lain melalui perolehan dan pemberian credit line dari dan untuk bank lain. 2. Penetapan limit Posisi Devisa Neto (PDN) untuk membatasi posisi terbuka valas yang dimiliki Bank. 6. c. limit deposan terbesar.syariahmandiri. i. rasio kewajiban antar bank. antara lain limit giro wajib minimum baik rupiah maupun valuta asing. Guna mencapai tujuan tersebut. Pengembangan scoring pembiayaan antara lain scoring pembiayaan konsumer yang terintegrasi dalam Loan Origination System. Pemantauan debitur Watch List untuk melakukan antisipasi dini terhadap debitur yang berpotensi menjadi NPF. 7. Eksposur berdasarkan rating sektor ekonomi. sektor industri. 3. Penetapan limit portofolio pembiayaan sebagai batasan jumlah eksposur maksimal pada sektor industri tertentu. Penetapan limit mempertimbangkan kondisi portofolio dan prospek bisnis industri tersebut.id ekspansi pembiayaan. scoring pembiayaan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dan scoring pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Pengukuran potential loss tersebut menggunakan fluktuasi nilai tukar selama periode tertentu yang dikaitkan dengan Posisi Devisa Neto. Sektor industri yang dinilai baik diberikan limit yang lebih besar dibandingkan dengan sektor industri yang dinilai kurang baik. Risiko Pasar Bank melakukan pengelolaan risiko pasar untuk mencegah kerugian akibat pergerakan imbal hasil pasar dan nilai tukar. dan rasio kas terhadap dana pihak ketiga. d. Pemantauan risiko pasar secara harian antara lain melalui monitoring Posisi Devisa Neto. dan skema pembiayaan. 4. Debitur watchlist. Pemantauan atas perkembangan kualitas portofolio berdasarkan segmen bisnis. Pengembangan sistem informasi manajemen risiko kredit. c. Opini risiko mencakup identifikasi potensi risiko yang melekat pada seluruh aspek beserta mitigasi risiko yang direkomendasikan guna meminimalisir risiko yang mungkin timbul. 2. Pengukuran repricing gap untuk mengukur gap antara aset dan kewajiban pada tiap jangka waktu. Eksposur berdasarkan sektor ekonomi/industri. Pengelolaan risiko pasar dilakukan antara lain melalui: a. Portofolio pembiayaan bank saat ini tersebar pada berbagai sektor industri yang termasuk kategori sektor sangat menarik dan sektor menarik. d. 5. yang sensitif terhadap perubahan imbal hasil pasar. Pembiayaan bermasalah.co. Eksposur berdasarkan segmentasi. Ketersediaan cadangan penghapusan pembiayaan. h. Penggunaan model exponential weighted moving average untuk mengukur potensi kerugian maksimum akibat pergerakan nilai tukar. Penetapan limit likuiditas. c. Hal tersebut dilakukan untuk menguji elastisitas kualitas portofolio. khususnya tingkat NPF portofolio terhadap perubahan variabel ekonomi dengan berbagai skenario. d. dan limit saldo kas. e. Risiko Likuiditas Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan untuk menjaga kemampuan Bank dalam memenuhi seluruh kewajiban yang jatuh tempo. Pengujian Kondisi Terburuk (analisa stress test) yang dilakukan secara berkala. Eksposur berdasarkan debitur besar. Bank melakukan pengukuran tersebut secara bulanan. g.88 www. Perhitungan proyeksi cashflow dan liquidity gap secara rutin untuk memperkirakan kondisi likuiditas bank di masa mendatang. serta netral. b. Pengkajian risiko atas suatu usulan pemberian pembiayaan atau peluncuran produk pembiayaan dalam bentuk opini risiko. Dengan demikian keseimbangan alokasi portofolio dapat terjaga sehingga memberikan risk adjusted return maksimal. 3. b. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Opini risiko tersebut berfungsi sebagai bahan pertimbangan Komite Pembiayaan dalam memberikan keputusan pembiayaan. Pemantauan rasio likuiditas secara harian antara lain monitoring terhadap rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga. bank melakukan: a.

BSM mengoptimalkan sistem aplikasi ORMIS untuk proses identifikasi. Saat ini belum ada ketentuan yang mewajibkan bank untuk mengalokasikan modal bagi risiko operasional. 6. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Karena itu bank harus memiliki kebijakan BCM untuk menjamin kelangsungan kegiatan operasional walaupun terdapat disaster. Perhitungan simulasi kecukupan modal untuk mengcover risiko operasional Basel II Accord merekomendasikan bank untuk menghitung beban modal untuk mengcover risiko operasional. 2. 5. Operational Risk Management Information System (ORMIS) ORMIS merupakan sistem aplikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi. pengujian BCP. • Penyusunan kebijakan dan prosedur manajemen risiko teknologi informasi antara lain terkait pengembangan dan pengadaan. database kerugian operasional. BSM memiliki kebijakan BCM yang terdokumentasi dengan baik. 3. 1. Business Continuity Plan. Continuity Management (BCM) Bank senantiasa menghadapi risiko disaster yang dapat mengganggu proses operasional bank. pengukuran dan pengendalian risiko. dan electronic banking. memonitor dan memitigasi kejadian risiko operasional. Penggunaan Aplikasi.co. Penerapan Manajemen Risiko IT Bank melakukan manajemen risiko teknologi informasi untuk menjaga dan mengamankan operasional sistem teknologi informasi.id 89 . Perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan salah satu model yang telah ditetapkan. DRC tersebut berfungsi sebagai back up data dan cadangan data center saat terjadi permasalahan pada data center utama. alat identifikasi dan monitoring kejadian risiko operasional. 4. ORMIS digunakan sebagai: 1. Namun.4. Penggunaan ORMIS diharapkan dapat meminimalisir risiko operasional bank. dan key risk indicator. mengukur. Bank telah melakukan: • Pembentukan Komite Pengarah Teknologi Informasi yang bertugas membantu tugas Direksi dalam menerapkan manajemen risiko atas penggunaan teknologi informasi. audit intern terhadap BCP. c. 3. risk assessment. Dalam penerapan manajemen risiko teknologi informasi. dan akibat faktor eksternal seperti bencana alam. Disaster dapat muncul akibat faktor internal seperti kerusakan sistem teknologi informasi. Manajemen risiko operasional dilakukan melalui: a. Proses BCM meliputi beberapa hal yaitu. d. pengamanan informasi. • Pelaksanaan User Acceptance Test pada setiap pembuatan dan pengembangan aplikasi untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan tiap aplikasi. b. Pemanfaatan Perangkat Risiko Operasional. Penerapan Bussiness.syariahmandiri. jaringan komunikasi. 2. Dalam rangka mendukung penerapan BCM. Proses manajemen risiko dilakukan dengan menggunakan berbagai perangkat risiko operasional yang telah ada. early warning system potensi risiko operasional. pengawasan aktif manajemen. Risiko Operasional Pengelolaan risiko operasional melibatkan semua pihak untuk menghindari bank dari kerugian risiko operasional yang signifikan. bank memiliki Disaster Recovery Center (DRC). risk and control self assessment. BSM secara proaktif telah menggunakan pendekatan Basic Indicator Apprioach (BIA) dalam pengukuran modal minimum untuk mengcover risiko operasional. yaitu: loss event database. bussiness continuity plan. bussiness impact analysis.

prosedur dan penetapan limit. Penilaian profil risiko ditentukan dengan menggabungkan hasil penilaian eksposur risiko inheren dan kecukupan sistem pengendalian risiko yang meliputi: • Pengawasan aktif Komisaris dan Direksi bank. pemantauan dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen risiko. risiko pasar. khususnya kemungkinan digunakan produk dan jasa BSM sebagai sarana pencucian uang atau pendanaan bagi kegiatan terorisme sehingga menyebabkan ancaman bagi kelangsungan usaha BSM. penempatan dana maupun pengadaan barang Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Dengan perubahan dan gejolak yang terus menerpa iklim usaha perbankan saat ini. Berdasarkan profil risiko per Desember 2009. dimana penetapan salah satu Direksi menjadi Direktur Kepatuhan melalui RUPS dan penguatan organisasi Satuan Kerja Kepatuhan (Divisi Kepatuhan) telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia. Seluruh karyawan BSM wajib memahami segala ketentuan perundangan yang berlaku untuk setiap fungsi operasional sehari-hari. Pengawasan Kepatuhan 90 www. • Sistem pengendalian intern yang menyeluruh. risiko reputasi dan risiko kepatuhan. Penilaian profil risiko bertujuan untuk memaparkan eksposur risiko bank yang meliputi risiko kredit.id Memastikan setiap aktivitas operasional (pembiayaan dan non pembiayaan) sesuai ketentuan adalah tugas PKP atau CO di setiap unit bisnis kantor pusat maupun cabang. yaitu rendah (low). risiko strategik.syariahmandiri. Selama tahun 2009 bank melakukan satu kali uji coba DRP. risiko hukum.co. Bank melakukan penilaian profil risiko secara rutin setiap bulan. Unit Kerja Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) dan Pengawas Kepatuhan & Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) atau Compliance Officer (CO) di unit kerja kantor pusat maupun cabang. pengukuran. • Kecukupan proses identifikasi. Predikat/peringkat risiko inheren mencerminkan potensi timbulnya risiko pada bank. Sedangkan predikat penilaian kecukupan sistem pengendalian risiko (SPR) yaitu lemah (weak). Pengawalan dilakukan PKP dengan pola exante antara lain penerapan compliance procedure operasional dan pengujian compliance certificate terhadap keputusan pembiayaan. melainkan bisa menimbulkan publikasi negatif yang dapat mencemarkan reputasi BSM sebagai bank syariah terkemuka di Indonesia. Divisi Kepatuhan BSM mengkoordinir pelaksanaan fungsi kepatuhan dan memastikan pemahaman tersebut dengan Penerapan kepatuhan BSM selama tahun 2009 berjalan baik. Dengan demikian. Tingkat kepatuhan (compliance index) BSM triwulan IV per 31 Desember 2009 sebesar 92. dapat diandalkan (acceptable) dan sangat memadai (strong). moderat (moderate) dan tinggi (high). sebagian besar risiko inheren berpredikat rendah dan sistem pengendalian risiko berpredikat strong. Selain itu sesuai karakteristik bisnis perbankan maka juga perlu diantisipasi secara baik risiko produk dan jasa. yaitu rendah (low). Predikat risiko komposit bank secara keseluruhan adalah rendah dengan tren stabil. Penerapan Kepatuhan BSM Periode 2009 a. tidak dapat diabaikan pentingnya menjaga reputasi yang baik. yaitu tanggung jawab setiap individu di BSM dan merupakan unsur penting dari seluruh kegiatan yang dilakukan oleh BSM. risiko operasional. moderat (moderate) dan tinggi (high). Profil Risiko Profil risiko memuat gambaran tentang tingkat risiko yang melekat pada seluruh aktivitas bank (inherent risk) dan kecukupan sistem pengendalian risiko (risk control system).83 (predikat tingkat kepatuhan ”tinggi”). kepatuhan merupakan tanggung jawab bersama. Laporan Kepatuhan Ketidakpatuhan terhadap hukum dan peraturan perundangan tidak hanya berakibat pada teguran oleh pihak regulator. Gabungan hasil penilaian eksposur risiko inheren dengan kecukupan SPR menghasilkan predikat risiko komposit. Reputasi aset paling berharga bagi sebuah bank. • Kecukupan Kebijakan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pemastian kepatuhan terhadap seluruh operasional BSM (pembiayaan dan non pembiayaan) telah optimal dilaksanakan oleh Direktur Kepatuhan berikut jajaran di bawahnya yaitu Divisi Kepatuhan. Khusus optimalisasi Know Your Customer (KYC) terus ditingkatkan dan dibangun BSM melalui penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Teroris (PPT) menggunakan New Core Banking System (NCBS) berkelanjutan. memberikan pelatihan sesuai kebutuhan serta berperan sebagai penasehat terkait pelaksanaan peraturan dan ketentuan yang berlaku.• Pelaksanaan uji coba Disaster Recovery Plan secara berkala untuk menguji kesiapan teknologi informasi bank dalam menghadapi kondisi darurat. fungsi kepatuhan di BSM menjadi amat penting untuk mendukung pengelolaan risiko kepatuhan yang sesuai dengan perkembangan usaha BSM. di samping sumber daya manusia. Q. Atas dasar ini. risiko likuiditas.

Di samping itu.59 92.83 .co. Pengujian kepatuhan (compliance review) atas ketentuan yang akan diberlakukan BSM dan kajian terhadap ketentuan eksternal (Peraturan BI. Pengukuran indek kepatuhan (compliance index) BSM setiap bulan merupakan langkah strategis untuk melihat ”tingkat kepatuhan” suatu objek (unit kerja.38 91. tindak lanjut pemutakhiran ketentuan existing agar sesuai dengan ketentuan yang baru dikeluarkan oleh pihak eksternal terjadual sebagaimana kepentingannya bagi BSM. 4). Compliance Index BSM (melalui Compliance Remedial Program) mengukur 10 indeks kepatuhan yaitu: - dan jasa. Implementasi RKAD bertujuan mendukung pencapaian sasaran perusahaan/corporate BSM Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.Division Compliance Index (DCI). 2). .. telah optimal. program. SOP dan Pedoman Kepatuhan Hasil kajian ketentuan eksternal yang diterbitkan regulator (terutama PBI) telah mendorong jajaran unit kerja kantor pusat BSM secara rutin menerbitkan Kebijakan. . Sistem Kepatuhan Cakupan dari pelaksanaan Sistem Kepatuhan BSM meliputi: 1). Monitoring realisasi pencapaian target dilaksanakan DKN setiap bulan dimana keberhasilan kinerja Kepatuhan pada akhir 31 Desember 2009 secara kualitatif tercapai baik. . regulasi terkait lain) berjalan kontinyu.Zero Defect (ZD). Trw I Trw II Trw III Trw IV 92. pada 2009 terus meningkat sebagai compliance knowledge based yang dimanfaatkan oleh jajaran BSM dalam melaksanakan tugas. Pengujian (review) Kepatuhan. Sistem Informasi Kepatuhan (SIK) Penggunaan SIK yang semula sebagai tools kerja kepatuhan.KYC dan GCG Index.Compliance Risk Index (CRI). Hasil pengukuran digunakan oleh manajemen maupun jajaran unit kerja melakukan langkah perbaikan dan peningkatan kepatuhan. . PKP juga bermitra independen secara erat dengan kepala unit kerja berikut seluruh jajaran di bawahnya.CO) dari Direktorat Kepatuhan kepada Direktur Utama atas keputusan yang akan diambil BSM terutama yang berpengaruh pada kebijakan strategik dan operasional BSM. Kebijakan. . Selain itu. 5). Rencana Kerja dan Anggaran Divisi (RKAD) Tahunan. Pemberian Opini dan Catatan Kepatuhan Pemberian opini kepatuhan (compliance opinion . penyampaian catatan kepatuhan (compliance note . DKN menjadi anggota tetap dalam proses pengambilan Keputusan Komite Sisdur (KKS) kantor pusat. tergambar pada tabel disamping: Compliance Index BSM terus dipacu meningkat.syariahmandiri. dsb). sebagai berikut: • Pengawasan rutin kepatuhan Cabang maupun kinerja PKP melalui aplikasi online 91 .PKP Performance.Corporate Compliance Index (CCI). 3). .Compliance Certificate (CC). Compliance Index BSM yang penguatannya dilakukan dengan penerapan Compliance Remedial Program (melalui kegiatan kepatuhan dengan akronim JURUS JAKA TINGKIR) angkanya membaik. Selama tahun 2009.79 (kategori indeks ”tinggi”). . Surat Edaran maupun Standard Operating Procedure untuk diterapkan oleh unit kerja terkait.Compliance Self Assessment (CSA). .id yang fokus untuk penguatan fungsi kepatuhan BSM melalui program (inisiatif strategis) tahunan Divisi Kepatuhan. Pedoman.Regulation Index (RI). Pemastian bahwa setiap ketentuan BSM tidak ada yang melanggar ketentuan eksternal telah terlaksana dengan baik selama periode 2009.CN) Divisi Kepatuhan kepada Direktur Kepatuhan atau unit kerja terkait untuk pengambilan keputusan BSM cukup banyak dilakukan DKN yakni sejumlah 21 (duapuluh satu) selama tahun 2009. b. sehingga dalam Corporate Plan BSM (sampai dengan 2014 ditetapkan target indeks sebesar 92.86 91. Pemanfaatan SIK oleh jajaran BSM tergambar dari mekanisme komunikasi/ informasi.Branch Compliance Index (BCI). Fatwa Dewan Syariah Nasional/DSN. SE. Kajian atas ketentuan eksternal telah lebih kokoh menjadi dasar rujukan bagi BSM dalam membuat kebijakan/ketentuan internal.

Pengembangan SIK yang terkoneksi (link) dengan core banking system BSM bermanfaat bagi unit-unit kerja untuk penyampaian dan pemahaman ketentuan internal maupun eksternal BSM. telah menggunakan tools prosedur kepatuhan (Compliance Procedure) sebagai perangkat kerja berupa checksheet sebagai sarana monitoring harian pejabat/pegawai Cabang.syariahmandiri. Branch Compliance Index (BCI). Melalui aplikasi ini. Head Teller (HT). Teller. 2). Compliance Self Assessment (CSA). Compliance Certificate (CC). Back Office (BO). Computerized Activities. Pelaksanaan support administrasi kinerja DKN untuk keperluan internal maupun eksternal antara lain pengadaan ATK. Pembuatan laporan-laporan rutin kinerja pengawasan kepatuhan baik periode bulanan kepada Direktur Kepatuhan. pelaksanaan Kebijakan Kepatuhan dan pencegahan penyimpangan prosedur di unit kerja. 3). Customer Service (CS). Media lain yang dapat digunakan mendukung SIK adalah sosialisasi tertulis (upload) dan intranet (antara lain folder Bank SE. PKP Performance dan Know Your Customer Index (KYC) Index dan Good Corporate Governance (GCG). Pelaksana Marketing Support (PMS). Monitoring & Supporting Pelaksanaan Monitoring dan Supporting Kepatuhan BSM. lembur pegawai DKN dan PKP. Shari’a Compliance dan Compliance Management Information System. Compliance Risk Index (CRI). Legal Officer (LO). Loan Administration and Trade Service Officer (LTO). pengurusan reimbursement pengobatan. Implementasi tugas bagian Supporting dan Monitoring relatif telah berjalan dengan baik dan akan terus ditingkatkan dalam rangka untuk memberikan dukungan pelayanan yang prima kepada pihak internal maupun eksternal. Self Compliance Identification. Marketing Manager (MM). Checksheet tersebut melekat pada aktivitas operasional Cabang sehingga berfungsi sebagai Compliance Procedure dalam sistem operasional kepatuhan Cabang. 92 www. pelaksanaan rekrutmen karyawan. c. BSM telah memiliki 11 (sebelas) checksheet Compliance Procedure untuk jabatan-jabatan seperti Kepala Cabang (KC). Pengembangan SIK diperluas sebagai sarana pelaporan unit kerja (paperless) yang terkait dengan GCG. periode 6). Pemantauan/monitoring terhadap realisasi index-index kepatuhan yang meliputi Corporate Compliance Index (CCI). cuti. Selain itu memonitor realisasi rencana kerja Divisi Kepatuhan serta anggaran yang telah ditetapkan dalam RKAD. Zero Defect (ZD). Division Compliance Index (DCI). Regulation Index (RI). Code of Conduct (CoC) dan Compliance Procedure (Compro). meliputi: 1). kejadian yang bersifat fraud dapat lebih awal terlaporkan. UU dan Fatwa DSN.co. up dating data. Penggunaan SIK merupakan realisasi dari Arsitektur SIK (ASIK) yang memiliki 5 (lima) pilar penting yakni Corporate Prudentiality. penayangan wallpaper).• • • dan real time. Customer Service Officer (CSO).id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Compliance Procedure Pemastian efektifitas triwulanan kepada Direktur Utama dan periode semesteran kepada Bank Indonesia. Operation Manager (OM).

11/28/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 yang menggantikan PBI P2MN. CoC yang dipantau adalah pelaksanaan oleh seluruh manajemen dan jajaran BSM lain terutama berkenaan dengan interaksi kerja dengan stakeholders.15 tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No. daftar teroris/nasabah berisiko tinggi versi PBB/ PPATK/OFAC. BSM senantiasa menindaklanjuti setiap ketentuan baru yang diberlakukan oleh regulator (terutama PBI/SEBI). • Pemantauan efektifitas penerapan Know Your Customer Principle (KYC) dilakukan dengan menerapkan scoring bagi masing-masing unit bisnis melalui checklist implementasi triwulanan secara independen oleh Pengawas Kepatuhan dan Prinsip mengenal Nasabah (PKP). Divisi Jaringan Cabang (DJN) dan Divisi Kepatuhan (DKN). Unit Kerja Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) 1). Divisi Manajemen Risiko (DMR). Kantor Kas dan Konter Layanan Syariah (KLS).co. Setiap ditemukannya benturan kepentingan/ penyimpangan atas peraturan (internal maupun eksternal) di-reminder kepada unit kerja yang bersangkutan untuk diselesaikan dengan baik dan secara berkala diawasi oleh divisi terkait seperti Divisi Audit Intern (DAI). Efektifitas Penerapan Customer Due Dilligence (CDD) • Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (P2MN) telah dijalankan sejak tahun 2002 dengan berpedoman kepada PBI No. • Peningkatan sistem monitoring data nasabah dan indikasi transaksi mencurigakan dilakukan dengan membuat menu laporan pendeteksian kelengkapan data nasabah. untuk kepentingan internal BSM. Praktek GCG yang optimal terus ditingkatkan BSM dengan monitoring oleh unit kerja terkait di kantor pusat atas implementasi Code of Conduct (CoC). • Hubungan korespondensi dengan bank asing telah didukung antara lain melalui pemenuhan AML questionnaire kepada bank koresponden dengan apresiasi baik.id 93 . yang kemudian mengalami penyempurnaan melalui program Customer Due Dilligence (CDD) setelah diberlakukannya PBI No.d. yang meliputi bidang pendanaan maupun pembiayaan. Cabang Pembantu. sebagai perpanjangan tangan dari UKPN Kantor Pusat. memodifikasi format checklist GCG untuk penilaian berkala 2 (dua) kali dalam setahun (semesteran). • Pelaporan ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan pemenuhan data nasabah kepada pihak berwenang senantiasa berpedoman kepada ketentuan terkait. Surat Edaran maupun Standar Operating Procedure untuk diterapkan oleh unit kerja terkait. ID nasabah kadaluwarsa. Pemenuhan GCG sebagaimana diwajibkan BI kepada bank umum. e. sehingga komitmen pengamanan atas kerahasiaan data nasabah akan selalu terjaga.3/10/2001 tanggal 18 Juni 2001 beserta perubahannya. Efektifitas Penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) • Penguatan APU BSM telah sesuai dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang No. Monitoring GCG Penerapan GCG di BSM meningkat pada 2009 sejalan dengan tindaklanjut hasil audit BI pada tahun 2008 yang menyatakan GCG di BSM telah berjalan baik.l.syariahmandiri. 2). Pedoman. DKN mengkoordinasikan pelaksanaan Self Assessment (SA) GCG yang secara khusus. Adapun SA sesuai kewajiban PBI dan SEBI dalam bentuk laporan penilaian tahunan telah berjalan sebagaimana mestinya. telah sesuai ketentuan a. Direktorat Kepatuhan berperan memastikan berjalannya pelaksanaan GCG di jajaran BSM agar GCG dapat terpenuhi secara optimal dalam jangka panjang. dan transaksi Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. di mana jajaran unit kerja kantor pusat BSM secara rutin membuat Kebijakan. • UKPN telah berfungsi sebagaimana mestinya baik melalui PIC UKPN di Kantor Pusat maupun melalui Pejabat/Petugas UKPN di Kantor Cabang. Direktorat Kepatuhan merupakan salah satu governance structure yang diwajibkan oleh BI (tercantum dalam PBI tentang GCG dan Tingkat Kesehatan Bank Syariah). termasuk terpenuhinya kelengkapan/validitas data nasabah yang terus dimaksimalkan melalui penerapan single CIF (Customer Identification File) dan data cleansing.25 tahun 2003.

Pendapatan Non Halal dan Dana Sosial lainya.585. sesuai dengan konsep dasar CSR.980. Bank Koresponden dll. pemilik. partisipasi kemanusiaan untuk Palestina. PPATK.Penyaluran Dana Zakat dilaksanakan (bersinergi) dengan LAZNAS BSM dan penyalurannya dilakukan melalui program yang berdaya guna dan bermanfaat yakni Mitra Umat. Meningkatkan nilai brand BSM dengan membangun reputasi yang baik. dengan uraian sebagai berikut: 1.. yaitu membantu mengatasi atau mengurangi permasalahan yang terjadi di masyarakat.304 pegawai atau lebih dari 50% pegawai BSM.co.661. 5. Laporan Corporate Social Responsibility (CSR) Corporate Social Responsibility (CSR) merujuk pada semua hubungan yang terjadi antara perusahaan dengan semua stakeholders.862. iB CSR.297. khitanan massal. Membuat perubahan positif di tengah masyarakat. Mendukung kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan. pegawai. khususnya di lingkungan di mana BSM beroperasi. antara lain: a. pengadaan perpustakaan anak yatim.syariahmandiri.dan saldo akhir tahun adalah Rp1.dan saldo akhir tahun adalah Rp20. Penerimaan Dana Zakat per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp18. Pelaksanaan program CSR di BSM memiliki 2 (dua) sumber dana.759. Didik Umat dan Simpati Umat kepada 14.dan yang disalurkan adalah sebesar Rp3.485.712.674. Dana Zakat Dana Zakat bersumber dari zakat perusahaan (BSM). bakti sosial. donor darah. bea siswa.di luar kewajaran. Kegiatan-kegiatan yang dijalankan BSM di tahun 2009 terus diupayakan agar 94 www.201. 2. • Telah dilaksanakan program reward and punishment terhadap implementasi APU & PPT di seluruh jajaran cabang melalui penilaian PKP dan hasil evaluasi UKPN Kantor Pusat. dan menggalang dukungan masyarakat untuk tujuan bisnis BSM. yang disalurkan adalah sebesar Rp2. 6. 3.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Membangun citra positif BSM dalam benak masyarakat. Penerimaan Dana Kebajikan per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp1..278. • Program pelatihan APU dan PPT telah dijalankan baik secara internal maupun eksternal (yang diikuti oleh pegawai Kantor Pusat dan Cabang) dengan pelaksana program BI. Mendukung implementasi praktik bisnis yang transparan dan bertanggungjawab. dan mengupayakan pencapaian kesejahteraan kehidupan masyarakat. termasuk pelanggan.582 orang (mustahikin) Selama tahun 2009 BSM melakukan berbagai kegiatan sosial yang diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan.744. CSR merupakan konsep di mana BSM secara sukarela menyumbangkan sesuatu ke arah masyarakat yang lebih baik dan lingkungan hidup yang lebih bersih. Aktivitas CSR yang dilakukan BSM bertujuan untuk: 1. serta zakat pegawai BSM.Jenis kegiatan yang telah mendapat penyaluran Dana Kebajikan meliputi: Santunan anak yatim. pembangunan/renovasi masjid.138. Pengembangan Ekonomi Umat BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam menjalin kemitraan dan mengembangkan sektor ekonomi masyarakat sekitar. operasi bibir sumbing.891. supplier bahkan kompetitor.149. 2. • PPATK telah menilai BSM telah baik dan kooperatif untuk selalu ikut serta dalam menegakkan rezim APU (money laundering) di Indonesia. korban gempa Tasikmalaya dan Sumatera serta pembinaan pedagang mikro. Pelatihan internal secara kelas dan workshop bagi pejabat BSM dan petugas UKPN telah diikuti oleh 1. FKDKP. Dana Kebajikan Dana Kebajikan bersumber dari Denda.-. Meningkatkan kesadaran publik tentang BSM melalui kegiatan-kegiatan sosial.500.. pembangunan asrama rumah asuh. zakat nasabah dan umum. Wujud kepedulian BSM tersebut dilakukan dalam bentuk Program Mitra Umat yakni pemberdayaan sektor ekonomi mikro dengan skema qardhul R. pemerintah. 4. • Telah dijalankan proses screening dalam proses penerimaan pegawai baru untuk memastikan calon pegawai tidak terkait dengan aktifitas pencucian uang dan pendanaan terorisme. Berbagai program yang dimiliki BSM dilakukan secara sinergi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BSM. komunitas. pelatihan dakwah.208. yakni Dana Kebajikan dan Dana Zakat. mengusahakan terjadinya perubahan perilaku masyarakat.553.

baik secara keproyekan (Reboisasi/ Gerhan) maupun gerakan menanam secara massal oleh masyarakat luas sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan kerusakan sumber daya hutan. Melalui program BSM Peduli Penghijauan. b.syariahmandiri.166 siswa dari berbagai tingkatan. Program Sosial/Budaya Dilaksanakan melalui Program Simpati Umat dalam berbagai kegiatan antara lain pemberian bantuan kepada korban bencana.269. operasi bibir sumbing untuk anak yatim. SMU/K dan perguruan tinggi.id 95 .996. meliputi budidaya jamur. BSM melakukan gerakan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.-. perambahan hutan dan pengurangan kawasan hutan (deforestasi) untuk kepentingan pembangunan lain yang berakibat terjadinya bencana banjir.425. c. distribusi hewan kurban. Pada tahun 2009. Program Pengembangan Pendidikan BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam melaksanakan program pengembangan pendidikan sebagai salah satu bentuk sumbangsih BSM untuk pengembangan Indonesia. Sampai saat ini pengembangan dan perbaikan atas program ini terus dilakukan. d. pembangunan mesjid dan fasilitas publik lainnya maupun santunan kepada dhuafa atau yatim piatu.000. Upaya memulihkan kerusakan hutan dan lahan dilaksanakan dengan merehabilitasi kembali hutan rusak dan lahan kritis DAS melalui kegiatan menanam. Selama tahun 2009 telah disalurkan sejumlah Rp384. budi daya kelinci dan pinjaman modal usaha mikro. Sasaran program ini supaya para mustahik yang menerima dana akan berubah menjadi muzaki. Program Pelestarian Lingkungan Persoalan utama yang dihadapi dalam upaya melestarikan lingkungan. Program Perbaikan Kesehatan BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam melaksanakan program perbaikan kesehatan.hasan. pemberian bantuan kesehatan. Program Pengembangan Pendidikan dilaksanakan melalui Program Didik Umat yang merupakan salah satu program pengembangan sumber daya manusia. khususnya sumber daya hutan adalah terjadinya degradasi hutan dan lahan yang disebabkan oleh pembalakan liar.co. Program-program yang dilakukan BSM di bidang perbaikan kesehatan antara lain: pelaksanaan donor darah. SMP. Peduli terhadap hal tersebut. khitanan massal dan program-program lainnya. kekeringan dan tanah longsor maupun kontribusi yang nyata terhadap pemanasan global. LAZNAS BSM telah memberikan bantuan pendidikan kepada 1. BSM mengkampanyekan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Pada tahun 2009 bantuan diberikan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat dalam kegiatankegiatan ekonomi. Total bantuan yang telah disalurkan melalui program Didik Umat adalah sebesar Rp1.-.000. Berbagai program yang dimiliki BSM merupakan program yang menyentuk langsung kepedulian terhadap masyarakat. Sasaran dari program ini adalah pemberdayaan pendidikan mulai dari tingkat SD. Penerima bantuan program Mitra Umat dalam tahun 2009 adalah sebanyak 916 orang. e.

syariahmandiri.2 mengenai “Kebijakan Perencanaan Kapasitas“ • Mendukung 3 (tiga) dari Improving Service Quality S. Tim CBS telah membuat tahapan umum proyek dengan durasi 15 bulan untuk pembangunan aplikasi di sistem CBS baru tahap 1. f. (2) transformasi arsitektur aplikasi. Fitur transfer di SMS banking. BSM juga melakukan berbagai program kampanye lainnya. Melalui gerakan BSM Peduli Penghijauan. (3) transformasi infrastruktur. Pelaksanaan transformasi CBS meliputi: (1) Pembangunan sistem CBS baru: Pembangunan modul-modul CBS. g. Pelaksanaan implementasi CBS baru dimulai sejak pelaksanaan kick off meeting pembangunan project (tanggal 23 Oktober 2009).restruktur kode outlet. Transformasi CBS merupakan proses implementasi atas proses pengadaan sistem core banking baru (iBSM: integrated banking system modules). hemat air dan hemat bahan bakar minyak. antara lain: a. spanduk dan leaflet. Transformasi Core Banking System (CBS) dilakukan guna menerapkan. Bab 1. misi BSM: • Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan. BSM juga ingin mengajak stakeholders untuk peduli dan melestarikan lingkungan melalui program nyata.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . BSM berusaha untuk terus menyempurnakan pelayanan “improving service quality” kepada nasabah melalui: 1. (2) business requirement (BR) 96 www. Dalam upaya menuju “BSM cares for better Indonesia”. Sistem e-Payroll. Selain mengadakan program BSM Peduli Penghijauan.penanaman pohon. BSM Peduli Penghijauan melibatkan Direksi dan pegawai BSM. hemat kertas. pada tahun 2009 ditempuh strategi yang mampu menjamin adanya dukungan kuat terhadap program kerja BSM. Kegiatan ini dicanangkan secara resmi oleh jajaran Direksi pada bulan April 2009. b. Inovasi yang disesuaikan dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) terkini adalah untuk meningkatkan daya saing BSM dalam industri perbankan. Oleh karenanya. (4) transformasi bisnis proses. 2. Aplikasi “Western Union“ (WU). • Mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM. . . antara lain poster.6 mengenai “Sistem Informasi Manajemen“ dan Bab 3.2. Kampanye dilakukan pada seluruh karyawan dalam unit kerja dengan berbagai media. untuk memantapkan berbagai hal yang telah dicapai pada tahun 2008 tersebut. Fitur BSMnet (account to cash). Melakukan re-engineering IT environment secara bertahap melalui: a. • Menyelenggarakan operasional bank sesuai standar perbankan yang sehat. dan (5) transformasi Standard Operating Procedure (SOP). e. d. direalisasikan dalam bentuk penanaman bibit pohon serta perbaikan taman kota.reengineering Chart of Account (COA). antara lain gerakan hemat listrik. Payment e-banking.co. Laporan Sistem Teknologi Informasi MASIH DIANALISA)lllL Program kerja BSM yang diimplementasikan pada tahun 2009 diarahkan guna memperkuat dan menyempurnakan apa yang telah dikembangkan pada tahun 2008. Remmitance (cash to cash). 9/30/DPNP/2007 tanggal 30 November 2007. banner. Fitur mobile banking GPRS (account to cash). Adapun besaran umum project: (1) project initiation.3. Mengembangkan fitur e-banking secara berkelanjutan. c. yaitu: • Memenuhi ketentuan Bank Indonesia (BI) yang dituangkan pada lampiran SEBI No.

retail funding & payments) dan resizing hardware (infrastruktur) carry forward 2010 beserta BR review modul-modul CBS lainnya.syariahmandiri. (6) pelaksanaan standarisasi bandwith link (256 kbps termasuk backup link) seluruh outlet BSM. e. (4) meredesign jaringan komunikasi data dengan sistem cluster & redundancy. Sampai dengan akhir tahun 2009.l: (1) melanjutkan proses transformasi CBS. c.9/30/DPNP tertanggal 12 Desember 2007 perihal Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum.review. e-recruitment. Project management.040. Penyempurnaan akses informasi internal BSM melalui pembangunan aplikasi MS-Exchange untuk mailing list yang dapat diakses tanpa batas (via intranet dan internet). Pengawasan aktif oleh Dewan Komisaris dan Direksi atas penggunaan TI. pengukuran. c. pemantauan dan pengendalian risiko penggunaan TI. Menyempurnakan proses identifikasi. b. d. quality dan mendukung strategi perusahaan melalui project 201. Pengamanan data & informasi. (12) menyempurnakan fitur BSMnet (13) membangun aplikasi SISKOHAT on-line. (2) membangun middleware CBS. tersebut. (5) mengimplementasi data center outsourcing. Meningkatkan fungsi jaringan komunikasi data (transformasi infrastruktur) melalui availability jaringaninternet. (6) paralell run.id Penggunaan Teknologi Informasi (TI) dapat meningkatkan risiko yang dihadapi perbankan termasuk BSM. Dalam kaitan ini BSM telah membuat dan menyempurnakan kebijakan dan prosedur penggunaan TI dari berbagai aspek manajemen risiko antara lain: a. (5) users training. 3. (15) mengembangkan aplikasi Gadai. availability bandwith manager dan upgrade bandwith. Melakukan uji coba atas Disaster Recovery Plan (DRP) pada bulan Maret 2009 sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengharuskan Bank untuk melakukan uji coba DRP paling kurang sekali dalam satu tahun dengan melibatkan end user. (4) testing. Operasional TI. Melengkapi dan mengembangkan kebijakan dan prosedur penggunaan TI. BSM meresponnya dengan menerapkan manajemen risiko secara efektif dan bertahap sesuai ketentuan: (1) Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. b. (14) meningkatkan kerjasama dengan provider jaringan GPRS untuk mendukung performance Mobile Banking GPRS (aplikasi MBG). 5. (16) mengembangkan warung mikro dan LKMS bekerjasama dengan pihak ketiga. Sedangkan infrastruktur dalam mendukung transformasi CBS dilaksanakan secara paralel. • Memastikan tersedianya jaringan data 24x7 sehingga dapat memberikan layanan operasional yang memadai. Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Penyediaan Dana Skala Besar 97 . (7) cut-off sistem lama. 2. implementasi untuk pembangunan aplikasi di sistem CBS baru. Aset TI. Dalam rangka untuk dapat mengeliminasi risiko T. (3) membangun aplikasi business intelligence (BI). (11) mengembangkan apliasi DUIT (Dana Untuk Indonesia Tercinta).040 diharapkan dapat menerapkan delivering one stop services yang baik kepada nasabah. pada tahun 2010 BSM akan melakukan a.co. Penerapan Ketentuan Bank Indonesia Strategi Tahun 2010 Untuk meningkatkan service BSM memiliki panduan/kebijakan mengenai penyediaan dana kepada nasabah termasuk kepada pihak terkait dan pembiayaan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Dalam penerapan manajemen risiko tersebut. BSM telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Dengan terimplementasinya transformasi CBS dan project 201. Jaringan komunikasi data. Hal tersebut dilakukan untuk: • Memberikan dukungan optimal pada sistem CBS yang baru. 4. Penerapan LanDesk dan Fire-wall sebagai daya dukung terhadap penerapan IT Security. 9/15/ PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. branch structure. (8) membangun aplikasi e-procurement. pada tahap BR review untuk beberapa modul CBS (modul customer. (3) system development. Melaksanakan sistem pengendalian intern atas penggunaan TI. (10) menerapkan PSAK 50 dan Basel II. dan (2) Surat Edaran BI (SE BI)I No. e-SPT (9) mendukung penguatan infrastruktur IT. (7) mengimplementasi dan menyempurnakan fitur perangkat Electronic Data Capture (EDC) di outlet BSM.

Kedua proses tersebut saling terkait.000. W. baik secara harian melalui daily report kepada Direksi. Tingkat Kesehatan Bank Hasil penilaian tingkat kesehatan Bank per posisi 31 Desember 2009 yang dilakukan secara self assessment memperoleh peringkat 2 dengan predikat Baik.syariahmandiri. Bank menyusun rencana strategis jangka menengah untuk periode 5 (lima) tahun dalam bentuk Corporate Plan serta rencana strategis jangka pendek 1 (satu) tahun yaitu Rencana Bisnis Bank. Jumlah penyimpangan internal dapat dilihat pada tabel diatas. 98 www.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Rencana Bisnis Bank (RBB) disusun dengan realistis. Rencana Strategis Bank Dengan mengacu pada Visi dan Misi. Atas Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui tersebut. Direksi mengkomunikasikan Corporate Plan dan RBB kepada Pemegang Saham Pengendali melalui forum RUPS serta menyampaikan ke segenap unit organisasi Perusahaan sebagai dokumen perencanaan company-wide yang harus menjadi pedoman dalam penyusunan dan pelaksanaan Business Plan setiap unit. V. BSM berkomitmen menyelesaikan setiap permasalahan terkait dengan penyimpangan internal sesuai dengan kerangka atu pangan yang merugikan BSM akan diproses secara fair dan mengedepankan prinsip-prinsip GCG. yang meliputi seluruh organisasi BSM. dimana perencanaan tingkat unit merupakan penjabaran strategi dari perencanaan tingkat BSM (BSM wide) dan penyusunan rencana BSM-wide itu sendiri mempertimbangkan masukanmasukan dari setiap unit. Corporate Plan dan RBB disusun secara periodik dengan jadwal pelaksanaan serta mekanisme penyusunan yang telah dibakukan dalam Buku Pedoman Perusahaan (BPP). Signifikan dalam arti apabila dampak penyimpangannya bernilai lebih dari Rp100. mingguan melalui weekly report kepada Direksi. pegawai tetap dan tidak tetap (honorer dan outsourcing) terkait dengan proses kerja dan kegiatan operasional BSM yang mempengaruhi kondisi keuangan BSM secara signifikan. segenap Direksi dan karyawan BSM melaksanakan RBB secara optimal yang telah dijabarkan ke dalam Business Plan masingmasing unit. mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kelangsungan usaha serta memperhatikan prinsip kehati-hatian dan prinsip perbankan yang sehat. Dalam penyusunan RBB tersebut dilakukan melalui 2 proses yaitu proses perencanaan BSM-wide.co. Penyimpangan Internal Internal fraud adalah penyimpangan/kecurangan yang dilakukan oleh pengurus. Untuk selanjutnya Corporate Plan RBB tersebut diajukan kepada Dewan Komisaris yang merepresentasikan Pemegang Saham untuk mendapatkan persetujuan dan pengesahan.berskala besar yang dimaksudkan untuk menunjang upaya BSM dalam mengimplementasikan GCG.000 (seratus juta rupiah). bulanan melalui monthly review maupun triwulanan melalui Laporan Pelaksanaan Realisasi RBB oleh Direksi kepada Bank Indonesia. komprehensif. secara semesteran Laporan Pengawasan Pelaksanaan RBB oleh Dewan Komisaris kepada Bank Indonesia. Penyusunan dan penyampaian RBB telah berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No. memperhatikan tingkat risiko komposit Risk Control System Strategic Risk. Terhadap pelaksanaan rencana tersebut telah dipantau secara periodik. Pendekatan ini dikenal dengan sistem perencanaan dua arah. U. yang cakupannya meliputi level Unit. Top-down & Bottom-Up Planning Process. terukur dan memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudent) serta mempertimbangkan perubahan internal dan eksternal. serta proses perencanaan Unit-wide. 6/25/ PBI/2004 tanggal 22 Oktober 2004.

patut dan dipercaya bagi seluruh jajaran BSM baik dalam melakukan hubungan bisnis dengan para nasabah. pegawai juga harus menaati Code of Conduct yang diwujudkan dengan menandatangani surat pernyataan kesanggupan untuk menaati dan melaksanakan Code of Conduct secara konsisten dan penuh tanggung jawab. Selama tahun 2009. Y. tidak ada transaksi yang mengandung benturan kepentingan. pemegang saham utama Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Sasaran umum dari Code of Conduct adalah menyusun suatu petunjuk agar setiap pelanggaran Code of Conduct yang dilakukan oleh insan BSM dapat secara cepat terdeteksi. BSM melakukan penegakan terhadap Code of Conduct yang dilakukan dengan melakukan pemantauan Z. profesional. Benturan Kepentingan Benturan kepentingan adalah keadaan di mana terdapat konflik antara kepentingan BSM dan kepentingan pribadi anggota Direksi. Sebaliknya. dan menghayati Code of Conduct secara tepat. wajar. mulai dari level operasional sampai kepada top management. Permasalahan Hukum Permasalahan hukum adalah permasalahan hukum perdata dan pidana yang dihadapi BSM selama periode tahun laporan dan telah diajukan melalui proses hukum. Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik BSM tidak terlibat di dalam kegiatan politik dan tidak memberikan donasi untuk kepentingan politik. Penjelasan secara lebih rinci yang telah dilakukan oleh BSM dan nilai nominalnya selama tahun 2009 terdapat di bagian Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Laporan Tahunan 2009 ini. mendiskusikan. Permasalahan hukum yang terjadi di BSM untuk periode Januari – Desember 2009 dapat dilihat pada tabel disamping. Etika (Code Of Conduct) 2008 2009 0 0 0 0 0 2008 19 9 10 0 0 2009 12 8 4 0 0 Total Fraud Telah diselesaikan Dalam proses penyelesaian di internal Bank Belum diupayakan penyelesaiannya Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum 0 0 0 0 0 Tabel Permasalahan hukum periode Januari – Desember 2009 Permasalahan Hukum Jumlah Perdata 4 2 6 Pidana - Telah diselesaikan (telah mempunyai kekuatan hukum tetap) Dalam proses penyelesaian Total X. kepedulian yang tinggi terhadap masalah sosial dan lingkungan hidup merupakan bagian penting dari tugas dan tanggung jawab BSM terhadap masyarakat. rekanan. Code of Conduct dimaksudkan untuk memberikan pedoman berperilaku yang islami. tidak ada satupun yang memiliki dampak signifikan terhadap kondisi dan kinerja BSM secara umum. bertanggung-jawab. Perkara-perkara yang sedang dihadapi BSM di tahun 2009. atau pihak terafiliasi. BSM telah memiliki Code of Conduct sejak tahun 2002. Sosialisasi ini dimaksudkan agar insan BSM senantiasa patuh terhadap Code of Conduct. baik. Lebih dari itu. BSM senantiasa melakukan sosialisasi dalam penerapan Code of Conduct kepada seluruh pegawai BSM.Tabel Penyimpangan Internal Jumlah Kasus Oleh Kasus Direksi dan Dewan Komisaris Pegawai AA. dan benar. Code of Conduct merupakan tanggung jawab seluruh jajaran BSM sesuai dengan budaya perusahaan yang mengacu pada akhlaqul karimah (budi pekerti yang mulia). memahami.co. anggota Dewan Komisaris. Segenap pegawai BSM diwajibkan untuk membaca.id 99 . maupun dengan rekan sekerja. Kepatuhan terhadap Code of Conduct dapat mencegah berkembangnya hubungan yang tidak wajar dengan para nasabah atau antara sesama pejabat BSM.syariahmandiri.

Kerahasiaan. BSM mengeluarkan Surat Edaran Pemberian Souvenir/Cinderamata/Oleholeh dan Jamuan Makan pada Pegawai BSM. No Kick Back dan No Special Payment. Penyalahgunaan Jabatan. diluncurkan oleh Direktur BSM. Setiap pelanggaran atas Code of Conduct akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan pengenaan sanksi tersebut tidak bersifat diskriminatif. BSM mengoptimalkan gerakan “La Code of Conduct BSM berisikan aspek-aspek sebagai berikut: Risywah. 15. Sepanjang tahun 2009.co. baik dari aspek cakupan wilayah maupun manusia pelaksananya. Kata “ETHIC” sendiri berarti “set of moral principles” (himpunan prinsip-prinsip moral) sebagai tatanan perilaku mulia yang membentuk keunggulan insan BSM. Budaya BSM. sedangkan untuk pelanggaran yang dilakukan oleh unsur pimpinan maka laporan disampaikan ke Divisi Human Capital. 4. Integritas Sistem Perbankan. 7. BSM memiliki jaringan pelayanan dan kemitraan usaha yang terus bertambah. Sanksi Pelanggaran/ Ketidakpatuhan. 8. Perilaku Insiders. Shared Values ini secara resmi 1. 2. Nilai-Nilai Perusahaan Seiring pertumbuhan usaha yang terukur melalui berbagai indikator baku dunia perbankan. 14. 1. 2. Spirit of the Week. Integrity (Shidiq): Menaati kode etik profesi dan berpikir serta berperilaku terpuji. 5. baik pada tataran perorangan maupun tim kerja secara keseluruhan. BSM memiliki nilainilai Perusahaan yang menjiwai implementasi Code of Conduct. Pengawasan Pelaksanaan dan Pemutakhiran. pegawai BSM juga diharuskan untuk menaati aturan dan kebijakan lainnya serta tidak bersikap diam apabila menemukan atau mengetahui perbuatan atau tindakan yang merupakan pelanggaran atas Code of Conduct. Pernyataan Tahunan. 10. dihayati dan diimplementasikan secara konsisten. Ke-5 nilai tersebut di atas di-akronim-kan menjadi ETHIC. 6. Lomba Cerdas Cermat dan Ketangkasan Shared Values BSM. 9. 5. 3. Pegawai diharuskan untuk melaporkan pelanggaran atas Code of Conduct tersebut kepada atasan dengan tembusan ke Divisi Human Capital. Teamwork (‘Amal Jamaa’iy): Mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi. Pesan-pesan manajemen dalam setiap pertemuan.id Definisi. 13. www. Pengelolaan Rekening Pegawai. Penutup. Customer Focus (Tafdhiilu Al ‘Umalaa): Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjadikan BSM sebagai mitra yang terpercaya dan menguntungkan. dihayati dan dilaksanakan 100 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . maka diperlukan acuan nilai-nilai perusahaan untuk dipahami. Sosialisasi ini dilakukan melalui: 1. Tema-tema dalam Rapat Kerja dan kegiatan besar BSM. Agar nilai-nilai bersama yang telah dirumuskan dan disepakati dapat dipahami. dalam rangka perjalanan dinas ke Cabang untuk mencegah prakti-praktik yang tidak sesuai dengan implementasi GCG. Sosialisasi Shared Values BSM telah dilakukan sepanjang tahun 2008 dan 2009. 3.syariahmandiri. Setelah melalui proses yang melibatkan seluruh jajaran pegawai sejak pertengahan 2005 yang lalu. Penyalahgunaan. 4. Kerahasiaan. 2. 4. 5. Untuk menyelaraskan gerak dan langkah insan BSM sehingga seluruh jajaran organisasi di semua wilayah operasional mampu memperjuangkan Visi dan Misi BSM. Benturan Kepentingan. Lomba Cipta Lagu Shared Values BSM. 3. 12. 6. Humanity (Insaaniyah): Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan religius. lahirlah nilai-nilai perusahaan yang baru yang disepakati bersama untuk dishared oleh seluruh pegawai BSM yang disebut Shared Values BSM. Modul-modul training pegawai Shared Values terdiri atas: BB. Dalam kaitan dengan Code of Conduct.secara berkala terhadap penegakan Code of Conduct dan menyediakan fasilitas bagi pengaduan terhadap pelanggaran Code of Conduct. 11. dalam acara Milad BSM ke-8 di Jakarta. Seluruh laporan tersebut harus disertai data dan/ atau bukti-bukti akurat sehingga pelanggaran dapat diproses lebih lanjut. Tujuan dan Sasaran.” Gerakan ini merupakan langkah untuk meningkatkan kesadaran (awareness) seluruh jajaran BSM selain terhadap nasabah (melalui penandatanganan pada akad pembiayaan) maupun dalam lingkungan kerja. Excellence (Imtiyaaz): Berupaya mencapai kesempurnaan melalui perbaikan yang terpadu dan berkesinambungan. Selain kewajiban untuk menaati Code of Conduct.

• Customer Satisfying: Mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan. 5. 6. Penyebaran informasi bertujuan membantu. Masalah dan Kendala yang Dihadapi BSM Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi Pembiayaan Murabahah www. Majalah internal BSM. • Universality: Mengembangkan nilai-nilai kebaikan yang secara umum diterima oleh seluruh umat manusia. • Responsibility: Menerima tugas sebagai amanah dan menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. 2. informasi tentang BSM dapat diperoleh pada Divisi Hubungan Korporasi & Hukum beralamat pada : Kantor Pusat PT Bank Syariah Mandiri Wisma Mandiri I. Situs Internet: www. Forum Doa Pagi. dan meningkatkan pengetahuan. Thamrin No. Jakarta 10340 – Indonesia. Teamwork (’Amal Jama’iy): Humanity (Insaaniyah): Integrity (Shidiq): Customer Focus (Tafdhiilu Al-’Umalaa): CC. • Prudence: Menjaga amanah secara hati-hati dengan selalu memperhitungkan risiko atas keputusan yang diambil dan tindakan yang dilakukan. menjaga. dsb. Media cetak nasional. • Social Responsibility: Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sosial tanpa mengabaikan tujuan perusahaan. (62 – 21) 3983 2989. 5. • Discipline: Melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan ketentuan dan tuntutan perusahaan serta nilai-nilai syariah. syariahmandiri. oleh seluruh BSM dalam kehidupan berorganisasi.syariahmandiri. • Sincerity: Meluruskan niat untuk mendapatkan ridha Allah. Media-media penyebaran informasi tersebut antara lain: 1. Media komunikasi antara BSM dengan karyawan melalui berbagai fasilitas yang disediakan seperti intranet. • Ownership: Mengembangkan sikap rasa saling memiliki yang positif.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri 101 . • Result: Memiliki orientasi pada hasil dan nilai tambah bagi stakeholders.Nilai-nilai Perusahaan ”ETHIC” Nilai (Shared Values) Excellence (Imtiyaaz): Perilaku Utama (Core Behavior) • Perfection: Berkomitmen pada kesempurnaan. 3983 9000 (hunting). Faks. 4. maka Shared Values BSM diterjemahkan ke dalam perilaku-perilaku utama. • Respect: Menghargai pendapat dan kontribusi orang lain. (62 – 21) 2300 509. • Trust: Mengembangkan sikap saling percaya yang didasari pikiran dan perilaku positif. • Good Governance: Melaksanakan tata kelola organisasi yang sehat. Jl. pemahaman dan persepsi positif dari para stakeholders terhadap kebijakan. Selain itu. Televisi/Radio. 3.co. • Competence: Meningkatkan keahlian sesuai tugas yang diberikan dan tuntutan profesi bankir.co. Telp. Forum-forum pengajian. • Innovation: Proaktif menggali dan mengimplementasikan ide-ide baru untuk memberikan layanan lebih baik dan lebih cepat dibandingkan kompetitor. serta menghindari kegagalan dengan selalu meningkatkan keterampilan berkomunikasi. MH. • Honesty: Menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap perilaku. Media Penyebaran Informasi Penyebaran informasi kepada semua stakeholders merupakan bagian penting dari peningkatan prinsip transparansi informasi secara internal dan eksternal. • Effective Communication: Mewujudkan iklim lalu-lintas pesan yang lancar dan sehat.id. dan kegiatan BSM.

telah dibahas dalam berbagai forum antara BSM dengan KPbS (Kompartemen Perbankan Syariah).syariahmandiri. Kantor Cabang di Bandarlampung sebesar Rp2. 18 Tahun 2000 tentang PPN Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.310. BSM berpendapat bahwa pembiayaan murabahah yang dilakukan BSM adalah jasa perbankan sebagaimana diatur dalam UU No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diubah dengan UU No.922. Dalam rangka menyelesaikan permasalahan mengenai perlakuan perpajakan atas transaksi Pembiayaan Murabahah.767. 102 www. Bank Indonesia dan Ditjen Pajak. Kantor Cabang di Jambi sebesar Rp1. 10 Tahun 1998 dan UU No.-.713. Desember 2003 dari Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dengan total sebesar Rp37.377. Kantor Cabang di Solo sebesar Rp5. Ditjen Pajak berpendapat bahwa kegiatan transaksi murabahah yang dilakukan oleh BSM terutang PPN karena kegiatan tersebut dilakukan dengan berdasarkan prinsip jual beli barang dan kegiatan transaksi murabahah tidak termasuk jenis jasa di bidang perbankan. BSM tidak melaksanakan pembayaran dengan alasan terdapat permasalahan status hukum perpajakan dari transaksi Pembiaya-an Murabahah. Sehubungan dengan hasil akhir dari permasalahan pengenaan PPN atas transaksi Pembiayaan murabahah tersebut belum ada keputusan..co.542.-.d. Pada tanggal 15 Oktober 2009. Undang-undang tersebut menegaskan bahwa jasa pembiayaan berdasarkan prinsip syariah termasuk kelompok jasa yang tidak dikenai PPN. BSM terus berupaya menyelesaikan permasalahan mengenai pengenaan PPN atas transaksi pembiayaan murabahah tersebut dengan pihak-pihak terkait. Terhadap SKPKB dan STP tersebut di atas. maka BSM tidak melakukan pencadangan atas SKPKB dan STP.-.588.830.Pada tahun 2004 dan tahun 2005 Kantor Pusat dan Kantor Cabang BSM telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan Surat Tagihan Pajak (STP) untuk masa pajak Januari s.649. berkenaan BSM melaksanakan penyaluran dana berdasarkan Prinsip Syariah dalam bentuk Pembiayaan Murabahah. pemerintah telah menerbitkan Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah yang mulai berlaku tanggal 1 April 2010.dan Kantor Cabang di Pekalongan sebesar Rp2.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . yang saat ini berlaku belum secara spesifik dan eksplisit mengatur kegiatan usaha bank syariah khususnya pembiayaan Murabahah.8 Tahun 1983 yang telah diubah dengan UU No.309.-.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah sehingga sesuai dengan UU No. Dewan Syariah Nasional.495.432. pembiayaan bank syariah dikecualikan dari pengenaan PPN. Rincian SKPKB dan STP tersebut adalah Kantor Pusat di Jakarta sebesar Rp25. Perbanas.