P. 1
GCG

GCG

|Views: 134|Likes:
Published by Nur Fadilah Chuby

More info:

Published by: Nur Fadilah Chuby on May 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2012

pdf

text

original

Good Corporate Governance (GCG

)

BSM berkomitmen penuh melaksanakan di seluruh tingkatan dan jenjang organisasi dengan berpedoman pada berbagai ketentuan dan persyaratan terkait dengan pelaksanaan GCG. Untuk mengoptimalkan penerapan GCG, BSM melakukan penguatan infrastruktur, restrukturisasi internal yang mengarah kepada praktik terbaik, penyesuaian dan pembaharuan sistem dan prosedur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan GCG yang efektif.

A. Pendahuluan
Good Corporate Governance (GCG) merupakan unsur penting di industri perbankan mengingat risiko dan tantangan yang dihadapi semakin meningkat. Penerapan GCG secara konsisten akan memperkuat posisi daya saing perusahaan, memaksimalkan nilai perusahaan, mengelola sumberdaya dan risiko secara lebih efisien dan efektif, yang pada akhirnya akan memperkokoh kepercayaan pemegang saham dan stakeholders, sehingga BSM dapat beroperasi dan tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang. BSM berkomitmen penuh melaksanakan GCG di seluruh tingkatan dan jenjang organisasi dengan berpedoman pada berbagai ketentuan dan persyaratan terkait. Hal itu diwujudkan dalam: 1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi 2. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite-komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian internal bank 3. Penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal dan eksternal 4. Penerapan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian internal 5. Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana berskala besar 6. Rencana strategis bank 7. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan bank Untuk mengoptimalkan penerapan GCG, BSM melakukan penguatan infrastruktur, restrukturisasi internal yang mengarah kepada praktik terbaik, penyesuaian dan pembaharuan sistem dan prosedur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan GCG yang efektif. Penerapan GCG di BSM membaik pada tahun 2009 dibandingkan Penerapan GCG tahun-tahun sebelumnya. Pengukuran tingkat kepatuhan BSM dalam menerapkan GCG menggunakanchecklist (self assessment) di mana hasil penilaiannya dalam bentuk indeks. Untuk keperluan internal, penilaian dilakukan secara semesteran dan untuk keperluan laporan kepada Bank Indonesia, penilaian dilakukan secara tahunan. Seiring dengan keluarnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan GCG Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, BSM sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti ketentuan yang berlaku dalam PBI tersebut. Penerapan GCG di BSM dimulai dari komitmen pihak yang paling berpengaruh terhadap penetapan strategis perusahaan yang dikenal dengan 3 (tiga) pilar GCG yaitu Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi. Penerapan GCG di BSM dimulai sejak periode 2003, menggunakan format standard checklist yang dibuat oleh Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) yang bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB). Hasil penilaian secara Self Assessment (SA) tahunan terus membaik sebagaimana hasil pengukuran oleh jajaran BSM (Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif ) yang hasilnya berupa Indeks GCG semesteran (semester II 2009 = 91,88 kategori “Lebih Baik” meningkat dari semester I 2009 = 88,36 kategori “Lebih Baik”). Adapun penilaian SA dengan metode versi BI dimulai periode 2007, di mana BSM mendapat kategori “Baik”, dan untuk nilai SA periode 2008 dengan kategori “Sangat Baik” yang berarti meningkat dibandingkan periode 2007. Hasil penilaian tersebut pada dasarnya sudah sesuai dengan hasil penilaian BI (vide surat BI No.10/959/DPbS tanggal 21 Juli 2008), di mana BI menyarankan agar BSM mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG.

B. Self Assessment GCG Perbankan

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

www.syariahmandiri.co.id

61

1. Self Assessment Internal BSM

2008 Pengelompokan Penilaian
1. Penerapan Governance Structure 2. Kebijakan Corporate Governance 3. Pengungkapan (Disclosure) Corporate Gorvernance 4. Audit & Sistem Pengendalian Intern Total Nilai 100% 73.49 B 88.10 LB 88.36 LB 25% 20% 15.89 15.50 20.93 17.09 20.67 17.00 20% 17.00 18.72 19.50 Bobot 35% Nilai Sem - I 25.10 Nilai Sem – II 31.36 Nilai Sem – I 31.19

2009
Nilai Sem – II 32.42

19.12 21.84 18.50 91.88 LB

2. Self Assessment GCG kepada Bank Indonesia No Aspek yang dinilai Bobot 2008 Peringkat Nilai Akhir 2009 Peringkat Nilai Akhir

Catatan Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi, tugas dan memenuhi Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) tentang GCG dengan baik. Dewan Komisaris mampu mengambil keputusan secara independen. Direksi telah mematuhi komitmen untuk menjalankan kegiatan BSM secara prudent, sesuai dengan PBI dan SEBI. Direksi telah menerapkan prinsip-prinsip GCG secara baik. Pelaksanaan Rapat Direksi berjalan secara efektif, efisien dan fokus. Komite telah menjalankan tugas secara efektif dalam memberikan masukan kepada Dewan Komisaris. Tidak ada kelemahan minor yang signifikan pada kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite. BSM telah memiliki kebijakan dan peraturan serta telah menghindari halhal yang dapat menimbulkan benturan kepentingan di dalam proses dan keputusan operasional.

01

Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris (Dekom)

10

1

0,100

1

0,100

02

Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Direksi

20

1

0,400

1

0,200

03

Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite

10

2

0,100

1

0,100

www.syariahmandiri.co.id

04

Penanganan Benturan Kepentingan

10

2

0,200

2

0,200

62

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

05

Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank

5

1

0,050

1

0,050

BSM telah memenuhi fungsi Kepatuhan dan sesuai dengan ketentuan yang mengatur Direktur Kepatuhan serta Satuan Kerja Kepatuhan BSM telah memenuhi fungsi Audit Intern dengan efektif dan SKAI telah menjalankan fungsinya secara efisien dan obyektif sesuai SPFAIB. Kantor Akuntan Publik (KAP) sudah menjalankan fungsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku mengatur GCG, transparansi laporan keuangan maupun PSAK101-106 dengan cakupan hasil audit sangat baik. BSM telah menjalankan fungsi manajemen risiko sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha Bank serta risiko yang dihadapi. Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan komprehensif. BSM telah menyediakan dana kepada pihak terkait dan/atau dana besar secara obyektif tanpa intervensi dari pihak terkait atau pihak lainnya serta BSM tidak melakukan pelanggaran BMPK dan prinsip kehati-hatian.

06

Penerapan Fungsi Audit Intern

5

1

0,050

1

0,050

07

Penerapan Fungsi Audit Ekstern

5

1

0,100

1

0,050

08

Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern

7.5

2

0,150

2

0,150

09

Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) Dan Debitur Besar (Large Exposures)

7.5

1

0,150

1

0,075

10

Transparansi Kondisi Keuangan & Non Keuangan Bank, Laporan Pelaksanaan GCG dan Laporan Internal

15

2

0,300

2

0,300

Informasi seluruh Pelaporan Bank telah sesuai ketentuan transparansi. Informasi disampaikan melalui homepage

11

Rencana Strategis Bank

5

1

0,050

1

0,050

BSM telah menyusun Rencana Strategis dengan seksama sesuai dengan Rencana Bisnis Bank serta visi & misi Bank.
www.syariahmandiri.co.id
Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

Total

100

1,425 SB

1,325 SB

63

Nilai Komposit Nilai Komposit < 1.5 1.5 ≤ Nilai Komposit 2.5 ≤ Nilai Komposit 3.5 ≤ Nilai Komposit 4.5 ≤ Nilai Komposit
Nilai Komposit yang dihasilkan BSM adalah 1,325 pada tahun 2009, lebih baik dibandingkan Nilai Komposit tahun 2008 sebesar 1,425. Nilai Komposit BSM dalam pelaksanaan Self Assessment GCG adalah Sangat Baik, sesuai dengan komitmen BSM untuk senantiasa mengimplementasikan GCG dengan penuh komitmen dan konsisten.

Predikat Komposit Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik
November 2002. Code of Conduct BSM merupakan pedoman bagi segenap insan BSM agar berperilaku secara Islami, profesional, bertanggung jawab, wajar, patut, dan dapat dipercaya bagi seluruh jajaran BSM baik dalam melakukan hubungan bisnis dengan para nasabah, rekanan, maupun hubungan dengan rekan sekerja. c. Piagam Komite, terdiri dari Piagam Komite Audit, Piagam Komite Remunerasi dan Nominasi, dan Piagam Komite Pemantau Risiko.

E. Struktur Organ GCG
Organ perusahaan, terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Direksi, mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. Organ Perusahaan harus menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku atas dasar prinsip bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya semata-mata untuk kepentingan perusahaan. 1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) RUPS adalah organ perusahaan yang memegang kekuasaan tertinggi dalam perusahaan dan memegang segala kewenangan yang tidak diserahkan kepada Direksi, Dewan Komisaris atau Dewan Pengawas Syariah. RUPS sebagai organ perusahaan merupakan wadah para pemegang saham untuk mengambil keputusan penting berkaitan dengan modal yang ditanam dalam perusahaan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pada kepentingan usaha perusahaan jangka panjang. RUPS dan atau pemegang saham tidak melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi dan wewenang Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah serta Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan hak sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan. Pengambilan keputusan RUPS dilakukan secara wajar dan transparan. Pada RUPS dan RUPSLB

C. Kebijakan GCG
BSM telah memiliki kelengkapan berbagai kebijakan (soft-structure) yang mengatur pelaksanaan GCG. BSM menyusun Soft-structure GCG sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan, dan mengacu pada berbagai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Soft-structure GCG yang berlaku di BSM adalah sebagai berikut: a. BSM menyusun Piagam GCG (GCG Charter) berdasarkan Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi No.9/002-SKB/KOM.DIR tanggal 30 April 2007. Piagam GCG merupakan peraturan, kaidah dan kebijakan BSM yang wajib dipatuhi oleh seluruh jajaran BSM. Piagam GCG diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan BSM sehingga dalam implementasinya dapat selaras dan sesuai dengan standar GCG. b. BSM menyusun Code of Conduct BSM berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direksi dan Komisaris No. 4/002/DIR.KOM tanggal 26

D. Mekanisme GCG
RUPS DPS

PENGAWASAN

PENGELOLAAN

RUPS melakukan pengambilan keputusan penting yang didasari pada kepentingan perusahaan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangan yang berlaku. Pengelolaan dilakukan oleh Direksi, sementara Dewan Komisaris melakukan pengawasan yang memadai terhadap kinerja pengelolaan perusahaan. Untuk memastikan produk-produk BSM tidak melanggar prinsip-prinsip syariah, BSM dikawal oleh Dewan Pengawas Syariah.

64

www.syariahmandiri.co.id

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

Pertanggungjawaban Dewan Komisaris kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengawasan atas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. BSM mewajibkan anggota Dewan Komisaris untuk mengungkapkan kepemilikan sahamnya.5% dari laba bersih tahun 2008. Seluruh anggota Dewan Komisaris memiliki integritas. Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit. b. a. yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri dalam suatu laporan yang harus diperbaharui setiap tahunnya.co.syariahmandiri. Persetujuan atas Laporan Tahunan BSM termasuk Pengesahan Laporan Keuangan untuk tahun buku 2008 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli. BSM menyelenggarakan 1 (satu) kali RUPS yaitu RUPS Tahunan. baik pada BSM maupun pada bank dan perusahaan lain. Kinerja Dewan Komisaris dievaluasi berdasarkan unsur-unsur penilaian kinerja yang disusun oleh Komite Remunerasi dan Nominasi.id 65 . Bambang. f. • Melaksanakan pengawasan atas risiko Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. d. Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan dan tanggung jawabnya. e. memberikan persetujuan atas laporan tahunan. gaji dan fasilitas/tunjangan Direksi dan Dewan Komisaris serta bonus Senior Advisor Dewan Komisaris. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris BSM dapat dirinci sebagai berikut: • Memastikan terus terselenggaranya pelaksanaan prinsipprinsip GCG dalam setiap jenjang organisasi dibantu oleh unit-unit kerja terkait. BSM memiliki tatacara penyelenggaraan RUPS di mana disebutkan bahwa agenda acara RUPS disampaikan beserta undangan RUPS. menunjuk akuntan publik. Persetujuan atas Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada para anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Menetapkan KAP Purwantono. Persetujuan pembayaran zakat sebesar 2. RUPS Tahunan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2009 yang menghasilkan keputusan yaitu: a. antara lain mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi. • Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi serta pengawasan atas kebijaksanaan Direksi terhadap kebijakan pengurusan BSM serta memberikan nasihat kepada Direksi. Anggota Dewan Komisaris tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari bank selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS.tahun 2009 telah dilakukan pemberitahuan dan undangan bagi pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku. Dewan Komisaris Dewan Komisaris adalah organ perusahaan yang bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa BSM melaksanakan GCG pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. menetapkan alokasi penggunaan laba. kompetensi dan reputasi keuangan yang memadai. Hasil penilaian kinerja Dewan Komisaris disampaikan dalam RUPS. c. 2. UU Perseroan Terbatas dan ketentuan GCG. Pelaksanaan penilaian dilakukan pada tiap akhir periode tutup buku. Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada RUPS. mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi. Sarwoko dan Sandjaja (afiliasi Ernst & Young) yang akan mengaudit Laporan Keuangan BSM tahun buku 2009. RUPS memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris. 2. Sudarmadji & Dadang dengan opini “Wajar Tanpa Pengecualian”. Selama tahun 2009. Dalam melaksanakan tugas. Dewan Komisaris BSM telah memenuhi ketentuan fit & proper test dari Bank Indonesia. Menetapkan besarnya tantiem. Persetujuan penggunaan Laba Bersih BSM Tahun buku 2008. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris BSM sejalan dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan yang berlaku. serta menetapkan jumlah dan jenis kompensasi serta fasilitas. mengesahkan perubahan Anggaran Dasar.

Di dalam melakukan pengawasan.syariahmandiri. Setiap anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau anggota Direksi. Kinerja keuangan 2. Selama tahun 2009. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BSM. Memberikan tanggapan dan rekomendasi atas usulan dan rencana pengembangan strategis BSM yang diajukan Direksi. Membuat dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengawasan atas pengelolaan BSM. Dewan Komisaris dilarang terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional BSM. d. Dewan Komisaris mengarahkan. Komposisi Dewan Komisaris c. Memastikan bahwa Direksi telah memperhatikan kepentingan semua Pemegang Saham. Dalam melakukan pengawasan tersebut. Dewan Komisaris BSM telah melakukan pengawasan terhadap: 1. komposisi. kriteria dan independensi sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 yang diubah dengan PBI Nomor 8/14/PBI/2006 di mana jumlah anggota Dewan Komisaris BSM saat ini adalah empat orang. Dua orang di antaranya atau sama dengan 50% anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen. Susunan Anggota Dewan Komisaris Susunan Anggota Dewan Komisaris BSM berdasarkan RUPS tanggal 19 Juni 2008 sebagaimana tabel di bawah. Penggantian dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris telah memperhatikan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi. Pengawasan dan Rekomendasi Dewan Komisaris Dewan Komisaris BSM secara proaktif melakukan pengawasan dan memberikan masukan kepada Direksi.id • usaha BSM dan upaya manajemen melakukan pengendalian internal. b. Kerangka Manajemen Risiko 3. Independensi Dewan Komisaris Anggota Dewan Komisaris BSM telah memenuhi jumlah. Tindak lanjut atas hasil pemeriksaan audit internal dan eksternal termasuk hasil pemeriksaan Bank Indonesia Nama Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Jabatan Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Representasi Pemegang Saham Independen Independen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Susunan Dewan Komisaris Nama Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Jabatan Komisaris Utama/ Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Komisaris Periode Jabatan I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) 66 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . dan keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha Bank. maupun melalui komitekomite yang dibentuk. kecuali dalam hal penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar BSM atau peraturan perundangan yang berlaku.co. Pengawasan dilakukan secara langsung termasuk memantau tindak lanjut atas rekomendasi dari Komisaris kepada Direksi. Memberitahukan kepada Bank Indonesia paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan perbankan.• • • • • www.

Kecukupan sistem pengendalian Dalam rangka mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. 4. Peningkatan kinerja Bank melalui evaluasi dan review terhadap berbagai kebijakan. 5. Kebijakan Remunerasi Pemberian remunerasi dan fasilitas lain mengacu kepada keputusan dari pemegang saham sebagaimana ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan saran yang Daftar Kehadiran Rapat Dewan Komisaris Nama Rapat Komisaris* (8 Kali) 7 8 3 6 Rapat Komisaris Direksi** (7 Kali) 6 7 6 5 Rapat Direktur Komisaris*** (11Kali) 10 11 8 7 www. g. atau anggota Dewan Komisaris. e. 11. Penetapan ke dalam KPI. Pemantauan secara konsisten terhadap pemeliharaan PDN. 5. Dewan Komisaris merekomendasikan perlunya dilakukan upaya perbaikan sekaligus pemeliharaan kinerja BSM yang mencakup faktorfaktor sebagai berikut: 1.co. manajemen risiko. Rapat Dewan Komisaris tersebut dapat berupa Rapat Internal Dewan Komisaris maupun Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi.syariahmandiri. 2. Rangkap Jabatan Dewan Komisaris Dewan Komisaris tidak ada yang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris. zero DMTL dan hasil audit scoring di setiap unit kerja.4. dan pengendalian portofolio valuta asing. Upaya tersebut mencakup pelaksanaan manajemen umum. serta kepatuhan BSM terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. atau Pejabat Eksekutif yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu) perusahaan anak bukan Bank yang dikendalikan oleh Bank. Penetapan mekanisme mempertahankan posisi likuiditas dan tingkat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga. 6. meningkatkan peran intermediasi BSM. Direksi. 3. Permodalan BSM harus mampu mendukung rencana ekspansi bisnis dan pertumbuhan yang ingin dicapai. f. BSM mengupayakan perbaikan kinerja tersebut di atas sejalan dengan upaya untuk mempertahankan dan terus meningkatkan penerapan prinsip-prinsip manajemen bank yang sehat. Penggalian penyebab utama atas temuan oleh Internal Audit dan pengidentifikasian 8 (delapan) risiko perbankan di dalam temuan-temuan audit.id Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Keterangan: * Rapat Komisaris adalah Rapat Internal Dewan Komisaris ** Rapat Komisaris Direksi adalah Rapat di mana Dewan Komisaris mengundang salah seorang Direksi untuk hadir dalam Rapat Dewan Komisaris *** Rapat Direktur Komisaris adalah Rapat di mana inisiatif rapat berasal dari Direksi dengan mengundang Dewan Komisaris Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri 67 . Implementasi KYC dan AML. Pemisahan fungsi otorisasi dan berjalannya komunikasi antar jenjang. Direksi atau Pejabat Eksekutif pada 1 (satu) lembaga/ perusahaan bukan lembaga keuangan. Peningkatan rentabilitas. serta mempertahankan kondisi kesehatan BSM. 8. Peningkatan kualitas aktiva produktif dengan melanjutkan langkah-langkah secara lebih konkrit dan berkesinambungan dalam berbagai hal terkait. 12. Rapat Dewan Komisaris Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan minimal sebulan sekali. Optimalisasi pemanfaatan e-learning sehingga berkorelasi dengan peningkatan kompetensi pegawai. Pemaksimalan fungsi Pengawas Kepatuhan dan Prinsip Mengenal Nasabah (PKP). 10. Peningkatan pemahaman risiko dan adanya fungsi waskat di dalam manajemen risiko Bank. 9. 7. sistem pengendalian intern.

. Dewan Pengawas Syariah (DPS) Sebagai bank yang bergerak di bidang syariah. . Total remunerasi yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp 3.Melakukan pertemuan rutin dengan BSM untuk mendiskusikan laporan perkembangan dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan praktek syariah.co. Tugas. yang memuat antara lain: . c. b. H.Hasil pengawasan dan kesesuaian kegiatan operasional perusahaan terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI.Hasil kajian atas produk dan jasa baru yang belum ada fatwa untuk dimintakan fatwa kepada DSN – MUI. a. 3. c.Opini syariah atas pedoman operasional. Menilai dan memberi persetujuan mengenai aspek-aspek syariah pada setiap pedoman produk dan operasional perusahaan. MH Jabatan Ketua Anggota Anggota 68 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Rapat DPS Dalam melaksanakan tugasnya. Syafii Antonio. • Workshop Coaching for Leadership. 3. Meninjau produk dan layanan baru. .diberikan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. pembiayaan dan operasional harus disetujui oleh DPS untuk menjamin kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Seluruh pedoman produk pendanaan. K. • Leadership and Decision Making. Direksi. Mohammad Hidayat. Pelatihan Dewan Komisaris Untuk meningkatkan kompetensi dan menunjang pelaksanaan tugas Dewan Komisaris BSM selama tahun 2009.id No 1. workshop. • Assessment Commercial Banking. M.249 miliar mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2008 sebesar Rp 2. yang belum diatur oleh fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI. h. seminar antara lain: • Seminar Penerapan PSAK 50 & 55 serta Implikasinya. Menyerahkan laporan pengawasan syariah kepada Bank Indonesia setiap semester pada tahun 2009. . • Leaders Forum for Banking.136 miliar. kewenangan dan tanggung jawab DPS adalah: a. produk dan jasa yang dikeluarkan BSM. Menyerahkan laporan pengawasan syariah setiap 6 (enam) bulan kepada Dewan Komisaris. konferensi. • Global Execution Quotient Survey on Bank.Opini syariah atas pelaksanaan operasional perusahaan secara keseluruhan dalam laporan publikasi perusahaan. transaksi maupun operasional mencakup: a. Memberikan masukan bahwa produk dan layanan BSM telah sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan oleh DSN. DPS telah melakukan pertemuan rutin maupun insidental sebanyak 18 kali. 2. sebuah badan dibawah Majelis Ulama Indonesia (MUI). b. Selama tahun 2009 DPS telah mengeluarkan 9 (sembilan) opini syariah baik yang berkaitan dengan produk. Nama Prof. maka dibentuk Dewan Pengawas Syariah (DPS). Ali Yafie Dr. Memberikan pendapat mengenai kepatuhan syariah atas kegiatan operasional perusahaan dalam laporan publikasi. DPS bersifat independen yang anggotaanggotanya ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN).syariahmandiri. Ec Drs. Memberikan masukan dan opini pada seluruh pedoman kerja operasional dan manual produk. anggota Dewan Komisaris BSM telah mengikuti berbagai program pelatihan. Riwayat hidup Dewan Pengawas Syariah dapat dilihat di bagian Profil BSM. MBH. DSN – MUI dan Bank Indonesia. Kebijakan Remunerasi Pemberian remunerasi dan fasilitas lain mengacu kepada keputusan dari pemegang Susunan Dewan Pengawas Syariah www. H. a. Mengawasi dan memantau kegiatan operasional bank untuk menjamin kepatuhannya terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI. M.

972 miliar.co. Kinerja Direksi dievaluasi oleh Dewan Komisaris baik secara individual maupun kolektif berdasarkan unsur-unsur penilaian kinerja yang disusun oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. Tugas. Komite Manajemen Risiko dan Divisi Kepatuhan.Menetapkan struktur organisasi yang lengkap dengan rincian tugas di setiap divisi.972 perwujudan akuntabilitas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. . .id 69 . Direksi mengungkapkan kebijakan-kebijakan BSM yang bersifat strategis di bidang kepegawaian kepada pegawai dengan media yang mudah diakses antara lain melalui newsletter. dan hal-hal lain yang terkait dengan Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugasnya. . Direksi Direksi adalah organ perusahaan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar. Direksi mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui RUPS. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. . misi. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Direksi telah membentuk Satuan Kerja Audit Internal (SKAI). Satuan Kerja Manajemen Risiko. Pertanggungjawaban Direksi kepada RUPS merupakan Jumlah DPS 3 Miliar Rp 0. Direksi bertanggung jawab kepada RUPS.Memperhatikan kepentingan yang wajar dari pemangku kepentingan BSM (stakeholders). Tugas dan Tanggung jawab Direksi dapat dijabarkan sebagai berikut: . dan nilai-nilai serta rencana strategis BSM dalam bentuk rencana korporasi (Corporate Plan) dan rencana bisnis (Business Plan). peraturan perundangundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip GCG.Menciptakan sistem pengendalian intern. Pelaksanaan penilaian dilakukan pada tiap akhir periode tutup buku.Melakukan pengelolaan BSM sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya sesuai Anggaran Dasar. Direksi sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif dalam mengelola perusahaan.Menyusun visi.972 0. menjamin terselenggaranya fungsi audit intern perusahaan dalam setiap tingkatan manajemen dan menindaklanjuti temuan Divisi Audit Intern BSM sesuai dengan kebijakan atau pengarahan yang diberikan Dewan Komisaris. 4. manajemen risiko. auditor eksternal. intranet. Direksi bertanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan agar dapat menghasilkan nilai tambah dan memastikan kesinambungan usaha. Direksi senantiasa berpegang dan berpedoman pada Anggaran Dasar maupun ketentuan internal serta eksternal lainnya. dan hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain. SMS. majalah internal dan media komunikasi lainnya. a. Hasil penilaian kinerja Direksi oleh Dewan Komisaris disampaikan dalam RUPS. Masing-masing anggota Direksi melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenang.Mengendalikan sumber daya yang dimiliki BSM secara efektif dan efisien. Total remunerasi yang dibayarkan kepada DPS selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp0.syariahmandiri. . Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari SKAI.Remunerasi Dewan Pengawas Syariah Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain Gaji dan Fasilitas lain Total saham sebagaimana ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan saran yang diberikan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. wewenang.

I Tanggal 1 Januari 2008. Mengacu pada pedoman organisasi No. .b. BSM telah mematuhi dengan baik dan tidak ada sanksi hukum serta pelanggaran terutama atas ketentuan BI maupun fatwa DSN. Pelaksanaan tugas Direktur Kepatuhan dinilai “memadai” oleh BI secara berkala dan BSM dipandang sebagai Bank Seluruh Anggota Direksi berdomisili di Indonesia. Kepatuhan tersebut terkait dengan ketentuan Bank Indonesia. yang sehat. Pedoman. Direksi atau Pejabat Eksekutif pada Bank atau perusahaan lain.syariahmandiri. Seluruh Direksi tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan Direktur Utama: . . mampu tumbuh berkembang pesat namun tetap memperhatikan prudentiality serta prinsip sy ariah.Mengkoordinir kegiatan kerja seluruh anggota Direksi berikut aparat di bawahnya untuk mencapai optimalisasi hasil.Menyelenggarakan aktivitas seluruh unit kerja yang berada langsung di bawahnya agar mencapai rencana kerja yang ditetapkan. update dan sangat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. maupun best practices perbankan. Seluruh Direksi tidak memiliki rangkap jabatan sebagai Komisaris.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama tidak memiliki saham melebihi 25% dari modal disetor pada perusahaan lain yang dibuktikan dengan penandatanganan Surat Pernyataan.Melaksanakan evaluasi secara berkala terhadap realisasi pencapaian target dan menetapkan langkah-langkah peningkatan kinerja yang harus dilakukan. Direktur Kepatuhan BSM telah menetapkan Direktur Kepatuhan yang memastikan bahwa Bank telah memenuhi kriteria kepatuhan. serta pemenuhan komitmen dengan lembaga otoritas yang berwenang.co. Susunan Direksi Susunan Direksi BSM berdasarkan RUPS tanggal 19 Juni 2008 sebagai berikut: derajat kedua dengan sesama anggota Direksi dan/atau dengan anggota Dewan Komisaris. Direksi BSM telah memenuhi ketentuan fit & proper test dari Bank Indonesia. UU Perseroan Terbatas dan ketentuan GCG. . Surat Kuasa dari Direksi kepada Kepala Unit Kerja bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan tugas operasional Bank namun tidak mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi. sistem dan prosedur kerja seluruh jenjang organisasi tersedia secara sangat lengkap. Optimalisasi fungsi kepatuhan BSM terus disempurnakan sejalan dengan perkembangan organisasi BSM.PO. . Seluruh anggota Direksi memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di bidang operasional perbankan dan institusi keuangan sebagai Pejabat Eksekutif.Menjalankan visi BSM dengan menetapkan strategi dan kebijakan BSM. Dalam hal penerapan seluruh ketentuan eksternal yang berlaku. perundang-undangan yang berlaku. pembidangan tugas Direksi sebagai berikut: Nama Yuslam Fauzi Hanawijaya Sugiharto Zainal Fanani Srie Sulistyowati Amran Nasution Jabatan Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Kepatuhan Direktur Direktur Periode Jabatan II (19 Juni 2008-2011) dan I ( 22 Juni 2005-19 Juni 2008) II (19 Juni 2008-2011) dan I ( 22 Juni 2005-19 Juni 2008) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2007-2010) I (19 Juni 2007-2010) I (19 Juni 2007-2010) Direksi tidak memberikan kuasa umum kepada pihak lain yang mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi.Menciptakan hubungan 70 www.

Mengkoordinir pembinaan terhadap seluruh Kepala Divisi/ Unit/Tim Kerja dan cabang. serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.Memimpin dan mengkoordinir pelaksanaan kajian terhadap risiko perusahaan sesuai dengan visi BSM yang mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.Memimpin dan mengkoordinir penetapan langkahlangkah yang diperlukan untuk memastikan BSM telah memenuhi ketentuan seluruh peraturan perundangundangan yang berlaku dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian.Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Pembiayaan Korporasi dalam melaksanakan aktifitas bidang pembiayaan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. dan jaringan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. . Direksi. Direktur Pembiayaan Komersial dan Konsumer: .id 71 . dan Pemerintah/ Bank Sentral dalam rangka mewujudkan GCG.syariahmandiri. dana. .Menyelenggarakan pengelolaan Manajemen Risiko di perusahaan dengan baik sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. karyawan. Direktur Operasi dan Pendukung: .Membina hubungan dengan seluruh mitra kerja BSM agar dapat terwujud hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. restrukturisasi. . Direktur Pembiayaan Korporasi: .co.Menetapkan strategi dan kebijakan yang sesuai dengan visi perusahaan dengan menjalankan strategi dan kebijakan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. nasabah. serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan denganpelaksanaan tugasnya.Menetapkan strategi dan kebijakan di Direktorat Treasuri dan Jaringan berdasarkan prinsip syariah.Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Pembiayaan Komersial dan Konsumer dalam melaksanakan aktifitas bidang pembiayaan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehatihatian. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko: .yang harmonis antara Dewan Komisaris.Menetapkan strategi dan kebijakan di bidang pembiayaan korporasi berdasarkan prinsip syariah. . .Menetapkan strategi dan kebijakan di bidang pembiayaan komersial dan konsumer berdasarkan prinsip syariah.Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Treasuri dan Jaringan dalam melaksanakan aktifitas bidang treasuri. Direktur Pembiayaan Treasuri dan Jaringan: . . . investor. Pemegang Saham.

workshop.Seminar Enhancing Access to Formal Financial Services In Indonesia. Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.Sertifikasi BSMR. namun tertutup kemungkinan bahwa Direksi mengadakan Rapat Direksi di luar jadwal yang ditentukan tersebut. hukum. . F. Pelatihan Direksi Untuk meningkatkan kompetensi dan menunjang pelaksanaan tugas Direksi BSM selama tahun 2009. hukum. . maka antara para anggota Direksi dan Komisaris serta antar anggota Direksi dengan anggota Komisaris tidak ada hubungan Daftar Kehadiran Rapat Direksi Nama Pejabat Yuslam Fauzi (Direktur Utama) Hanawijaya (Direktur) Srie Sulistyowati (Direktur) Amran Nasution (Direktur) Zainal Fanani (Direktur) Sugiharto (Direktur) Rapat Direksi (57 kali) 51 56 54 54 53 54 Rapat Komisaris dan Direksi (7 kali) 7 7 7 7 7 7 Rapat Direksi dan Komisaris (11 kali) 9 8 9 9 10 9 Jenis Remunerasi Direksi Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain Gaji Rp/Tahun Tunjangan Rp/Tahun TOTAL Direksi 6 6 Miliar Rp 5. . c. Kebijakan Remunerasi Total remunerasi yang dibayarkan kepada Direksi selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp11.Workshop Leadership and Change Management. .d Rp1 miliar Rp500 juta ke bawah *) yang diterima secara tunai Jumlah Dewan Komisaris 1 5 4 72 www.Seminar Pencegahan Tindak Pidana di bidang Perbankan.syariahmandiri. .158 miliar mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2008 sebesar Rp7. Rapat Direksi Rapat Direksi diselenggarakan minimal 1 (satu) kali dalam seminggu yaitu setiap hari Senin.5th World Islamic Economic Forum. corporate affair. konferensi. operasi dan akuntansi.co. anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak memiliki saham di BSM. Pengungkapan Kepemilikan Saham serta Hubungan Keuangan dan Keluarga Dewan Komisaris dan Direksi Per posisi Desember 2009.Mengevaluasi perkembangan bank di bidang Informasi dan Teknologi. anggota Direksi BSM telah mengikuti berbagai program pelatihan.Workshop perbankan nasional.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . .158 Jumlah Remunerasi Direksi Jenis Remunerasi per Orang dalam 1 tahun*) Jumlah Direksi Di atas Rp2 miliar Di atas Rp1 miliar s. .560 miliar.d Rp2 miliar Di atas Rp500 juta s. seminar antara lain: .072 11.Seminar Kilas Balik Perbankan Indonesia Tahun 2009 dan Rencana Penyempurnaan Peraturan Mengenai Prudential Banking. operasi dan akuntansi serta sarana dan logistik dan merumuskan kebijakan yang perlu ditempuh untuk tetap terlaksananya kegiatan BSM yang efisien dan efektif. corporate affair. serta sarana dan logistik.085 6. e. d.BSM di bidang Informasi dan Teknologi.

h. Dalam melaksanakan tugasnya. Shares Option BSM tidak melakukan shares option dalam periode Januari – Desember 2009. Laporan Komite Audit Susunan anggota Komite Audit telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam PBI Nomor 8/4/ PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum.co. 2. Persyaratan tersebut adalah anggota Komite Audit paling kurang terdiri dari seorang Komisaris Independen. baik menurut garis lurus maupun garis ke samping atau hubungan semenda (menantu atau ipar). kepengurusan. f.11% 1. Mengevaluasi efektivitas pelaksanaan audit dari auditor ekstern termasuk menelaah independensi dan objektivitas auditor ekstern serta menelaah kecukupan pemeriksaan yang dilakukannya.11% 4.19% 1. 1. Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan Bank. H. Adapun tugas dan tanggung jawab Komite Audit yang tercantum dalam Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) telah sesuai dengan Keputusan Ketua BAPEPAM No. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan BSM seperti laporan keuangan. auditor intern. Memberikan rekomendasi tentang penunjukkan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris. kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris. kemampuan bertindak independen. 1. b. 5. Rasio gaji Direksi yang teringgi dan terendah. 4. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai terendah Rasio 19. Melakukan evaluasi atas pelaksanaan audit intern dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan untuk rekomendasi kepada Dewan Komisaris. j. e. seorang pihak independen yang memiliki keahlian di bidang keuangan atau akuntansi dan seorang dari pihak independen yang memiliki keahlian di bidang hukum atau perbankan. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit Sebagai panduan Komite Audit untuk melaksanakan tugas maka Dewan Komisaris telah menetapkan Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) yang disahkan pada tanggal 20 Mei 2005.01% 76. g.91% keluarga sedarah sampai dengan derajat kedua.11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah adalah sebagai berikut: a.Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah No. Melaporkan kepada Dewan Komisaris tentang berbagai risiko yang dihadapi BSM dan pelaksanaan manajemen risiko oleh Direksi. Melakukan penelaahan atas ketaatan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan. c.id penerapan good corporate governance. Uraian Rasio gaji pegawai yang tertinggi dan terendah. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai tertinggi. pasar modal dan instansi lainnya. memonitor kinerja auditor ekstern dan memastikan kepatuhan terhadap standar profesional serta memonitor tindak lanjut hasil audit. Menjaga kerahasiaan 73 . Melakukan penelaahan atas tindak lanjut laporan hasil audit yang dilakukan oleh otoritas pengawas bank. d.Pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan audit dan/atau rekomendasi dari hasil pengawasan Bank Indonesia.Kep-29/PM/2004 dan Peraturan Bank Indonesia No. yaitu: . proyeksi dan informasi keuangan lainnya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan pemenuhan pengungkapan sesuai peraturan yang berlaku. Melakukan penelaahan atas G. Melakukan penelaahan atas pengaduan yang berkaitan dengan BSM. Independensi Anggota Komite Audit Seluruh anggota Komite Audit yang berasal dari pihak independen tidak memiliki hubungan keuangan. Komite Audit selalu berpedoman pada rencana kerja yang telah disusun. i. 3. Dewan Pengawas Syariah dan/atau auditor ekstern. Rasio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah.syariahmandiri.Pelaksanaan tugas yang dilaksanakan oleh fungsi audit intern . yang dapat mempengaruhi Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.

yang disampaikan oleh Internal Audit maupun hasil audit Kantor Akuntan Publik. Ernst & Young 4. Komisaris Independen Pihak Independen sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota c.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Berkarir di Bank Indonesia dari 19782003 dengan penugasan terutama di bidang audit intern dan pengawasan/ pemeriksaan bank umum. Susunan Anggota Komite Audit dokumen. Mekanisme rapat Komite Audit dilaksanakan 74 www. tanggal 6 November 1947. data dan informasi BSM. dan Sydney. telaah akun tertentu dan audit khusus. bekerja di Prasetio Strategic ConsultingAndersen. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. Per 31 Desember 2009. Anggota Komite Audit Nama Abdillah Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Riwayat Hidup Anggota Komite Audit a.2. Tahun 2004 sebagai Tim Penyusun Buku Pedoman Kerja Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris. Consilidation Financial Report dan Information Technology. Akuntansi. dengan jabatan terakhir Deputi Direktur Pemeriksaan Bank I. Financial Restructuring and Go Public Procedure. Memulai karir di Bank Bumi Daya tahun 1986 hingga 2000. Frankfurt. k. Berpengalaman mengikuti berbagai training dan seminar antara lain di bidang yang berkaitan dengan tugas Komite Audit. Perbankan.syariahmandiri. Tjeppy Kustiwa (Anggota) Lahir di Bandung tanggal 17 Desember 1957. Lulusan Administrasi Universitas Diponegoro Semarang.co. Lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Padjadjaran Bandung tahun 1985 dan S2 Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 1994. Washington DC. Kasmadi Adrianto (Anggota) Lahir di Metro. anggota Komite Audit PT Bank Rakyat Indonesia dan saat ini sebagai anggota Komite Audit BSM disamping bekerja pada konsultan manajemen. Saat ini bertugas sebagai anggota Komite Audit BSM. Abdillah (Ketua) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Dewan Komisaris b. Berpengalaman mengikuti pelatihan di luar negeri Jabatan antara lain di Hyderabad (India). 3. Lampung. Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Komite Audit b. Ketua. l. Analisa dan hasil pemeriksaan tersebut disampaikan pada Rapat Dewan Komisaris. Kegiatan Komite Audit dalam tahun 2009 dilakukan dalam bentuk Rapat Komite Audit. Paris. Komite Audit juga telah menyampaikan Laporan Kuartalan dan Tahunan mengenai pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya kepada Dewan Komisaris. Susunan Anggota Komite Audit tercantum pada tabel di bawah. Komite Audit BSM telah me-review berbagai Laporan Hasil Pemeriksaan yang terdiri dari kelompok audit reguler. Ketua Komite Audit merangkap sebagai Ketua pada Komite Pemantau Risiko. Laporan Kerja Komite Audit Selama tahun 2009. Advisory Services.

Jumlah Rapat Komite Audit Nama Abdillah Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jumlah Rapat 27 27 27 Tingkat Kehadiran 27 25 27 Selama tahun 2009. b. Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada I. Komite Audit juga melakukan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Dewan Komisaris. IKAI. j. JCC. Rapat dilakukan sedikitnya 1 (satu) bulan sekali. c. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. f. 5. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai: • Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada RUPS. 1.12. Mengkaji laporan keuangan (unaudited) Bank posisi 31. sebagaimana ditetapkan dalam Piagam Komite Audit. Mengkaji laporan kegiatan dan hasil pemeriksaan Divisi Audit Intern Triwulan IV Tahun 2008 serta Triwulan I dan II Tahun 2009. Selama tahun 2009 Komite Audit mengadakan rapat minimal 10 (sepuluh) kali dengan tingkat kehadiran masing-masing anggota Komite Audit tercantum pada tabel di bawah. d. antara lain mengkaji draft Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Semester II Tahun 2008 dan Semester I Tahun 2009. • Kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi melalui Dewan Komisaris.2009. Menyusun telaah tindak lanjut hasil audit Kantor Akuntan Publik atas audit laporan keuangan Bank Tahun Buku 2008. i.id 75 . g. Menyusun laporan tahunan Komite Audit tahun 2008. Laporan Komite Remunerasi dan Nominasi Sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum. Terkait dengan kebijakan nominasi: 1). Menyusun rekomendasi penunjukan Kantor Akuntan Publik/Akuntan Publik yang ditugasi melakukan audit laporan keuangan Bank Tahun Buku 2009. Mengkaji laporan keuangan publikasi Bank Triwulan II dan Triwulan III Tahun 2009.syariahmandiri. keberadaan Komite Renumerasi dan Nominasi ini ditetapkan melalui Keputusan Rapat Dewan Komisaris No.melalui pertemuan dalam rangka mengikuti RADIRKOM. Mengkaji laporan keuangan (audited) Bank posisi 31. Mengikuti seminar “The Asia Pacific Conference and Exhibition 2009 on Enabling Financial Turnaround Sustaining Growth under Financial Turbulence”.co.2008 dan 31.01. Mengikuti seminar “Menyongsong Full Adoption IFRS di Indonesia. e. Jakarta b. Jakarta Pelatihan Komite Audit 2). Rapat Komite Audit Komite Audit mengadakan rapat secara berkala. Di samping itu. b.12. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Remunerasi dan Nominasi Komite Remunerasi dan Nominasi bertanggung jawab: a.2008. Menyusun telaah Perhitungan Net Interest Margin Bank. h. Mengkaji Rencana Audit Tahunan Divisi Audit Intern tahun 2009. Menyusun telaah laporan hasil audit Kantor Akuntan Publik Tahun Buku 2008 kepada Dewan Komisaris. RAKOMDIR dan RAKOM serta pada saat membahas hasil telaah Komite Audit dan hasil pertemuan Komite Audit dengan satuan-satuan kerja serta pembahasan hasil kegiatan lainnya. Komite Audit telah mengikuti berbagai pelatihan dan seminar dalam rangka pengembangan kompetensi anggota Komite Audit sebagai berikut: a. Terkait dengan kebijakan remunerasi: 1). Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi.9/001/RAKOM tanggal 22 Januari 2007 yang salah satunya tentang pembentukan Komite Remunerasi dan Nominasi. Kegiatankegiatan yang telah dilakukan Komite Audit dalam tahun 2009 meliputi sebagai berikut: a.

Laporan Komite Pemantau Risiko 1. d. Susunan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi untuk tahun 2009 mengalami perubahan sebagaimana tabel berikut ini: Komite Remunerasi dan Nominasi mengadakan rapat sesuai dengan kebutuhan dan selama tahun 2009. Komite Remunerasi dan Nominasi. 01/01/09 s. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Remunerasi dan Nominasi yang berakhir masa jabatannya pada tanggal 19 Juni 2009.d. 25/06/09 25/06/09 s. 2. Rangkap Jabatan Anggota Komite 2. c. 1. e. b. Komite Remunerasi dan Nominasi telah melakukan minimal 2 kali pertemuan dengan beberapa agenda penting antara lain: a. Tugas dan Tanggung Jawab 76 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . b. 3. 4.co. Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi tidak merangkap sebagai ketua pada Komite lain. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. Rapat Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi anggota Komite Nama Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Achmad Fauzi Jumlah Rapat 2 2 2 2 2 Tingkat Kehadiran 2 2 2 2 2 Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Abdillah Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Tardi Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Eka Bramantya Danuwirana Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Kepala Divisi Achmad Fauzi Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Corporate Secretary. per tanggal 9 Januari 2009 Senior Advisor Dewan Komisaris Kepala Divisi sebagai anggota Komite Remunerasi dan Nominasi mengadakan rapat sebanyak 2 (dua) kali. Achmad Marzuki (Ketua) b.id 3.d. Melakukan kajian atas pemberian fasilitas Car Ownership Program bagi Direksi termasuk besarnya fasilitas dan jenis kendaraan yang diberikan serta pemberian fasilitas tunjangan perumahan bagi Direksi untuk disampaikan kepada Dewan Komisaris dan mengkonsultasikan hasil kajian tersebut kepada pemegang saham. Membahas tentang status Saudara Muhammad Haryoko sebagai pihak independen yang menjadi salah satu Jabatan Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi Periode No. Melakukan kajian remunerasi dan nominasi Pengurus dan Pegawai BSM. Susunan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi memiliki integritas. Riwayat Hidup Anggota KomiteRemunerasi dan Nominasi a. akhlak dan moral yang baik. 08/01/09 09/01/09 s. 2). 4. 31/12/09 Achmad Marzuki Abdillah Tardi Helmi Huseno Muhammad Haryoko Achmad Fauzi Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Muhammad Haryoko Achmad Fauzi Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Achmad Fauzi Komisaris Independen sebagai Ketua Komisaris Independen sebagai anggota Komisaris sebagai anggota Kepala Divisi sebagai anggota.Rapat Umum Pemegang Saham. 6.syariahmandiri. 5.d. c. www. Memberikan rekomendasi mengenai calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Adapun jumlah kehadiran masingmasing anggota Komite Remunerasi dan Nominasi dapat dilihat pada tabel rapat komite. J.

Membahas fungsi manajemen risiko ada unit kerja bisnis dan fungsi unit kepatuhan dalam Rapat Komite Pemantau Risiko Rapat Komite dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan dengan perincian kehadiran masing-masing anggota seperti pada tabel: K. Corporate Secretary berfungsi sebagai penghubung antara BSM dengan stakeholders. Membahas kerangka dan prosedur pembiayaan. Tugas KMR antara lain meliputi penyusunan kebijakan. Komite Pemantau Risiko bertanggungjawab untuk: a. 4. ketua pada Komite Audit. penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko dan penetapan keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal. Forum KMR diadakan minimal satu kali dalam sebulan. Komite di bawah Direksi Komite di bawah Direksi adalah Komite Manajemen Risiko (KMR). penerapan four eyes principles dan mekanisme monitoring terhadap kepatuhan SOP. Selama tahun 2009. b. profil risiko dan kesehatan bank setiap bulan. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Komite Pemantau Risiko. dan masyarakat umum serta bertanggung jawab untuk menyediakan dan menyampaikan informasi yang penting mengenai BSM kepada masyarakat umum maupun untuk kepentingan pemegang saham. KMR beranggotakan Direksi dan Kepala Divisi yang secara fungsional mengelola risiko usaha bank. strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko. dan berkesinambungan melalui pengelolaan program komunikasi yang efektif kepada segenap pemangku kepentingan.Komite Pemantau Risiko Piagam Komite Pemantau Risiko ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris No. Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko Per 31 Desember 2009. penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko dan penetapan manajemen risiko. d. Monitoring dan penanganan nasabah korporasi cabang non lancar. Komite Pemantau Risiko telah melakukan 19 kali pertemuan dengan beberapa agenda penting antara lain: a.co.syariahmandiri. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. 9/004SKB/KOM-DIR tanggal 18 Juli 2007. untuk memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris. Komite ini dibentuk untuk memberikan saran dan rekomendasi kepada Direktur Utama terkait kebijakan dan strategi manajemen risiko.id mengawal pembiayaan. Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko terdiri dari: Nama Abdillah Lilis Kurniasih Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jabatan Komisaris Independen sebagai Ketua Komisaris Utusan sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota L. Ketua Komite Pemantau Risiko merangkap sebagai Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. 77 . Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko. Melakukan evaluasi tentang kebijakan manajemen risiko. b. b. f. Mengevaluasi kinerja. 2. Membahas perkembangan proyek core banking system dan fasilitas pengurus. e. c. Melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut. Laporan Kerja Komite Pemantau Risiko Komite Pemantau Risiko mengadakan rapat minimal sebulan sekali. Corporate Secretary Corporate Secretary BSM dijabat oleh Kepala Divisi Hubungan Korporasi & Hukum yang mengemban misi untuk mendukung terciptanya citra perusahaan yang baik secara konsisten. evaluasi pencapaian target pembiayaan serta insentif dan action plan pencapaian target pembiayaan tahun 2009. Rapat Anggota Komite Pemantau Risiko Nama Abdillah Lilis Kurniasih Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jumlah Rapat 19 19 19 19 Tingkat Kehadiran 19 17 17 19 3. Membahas masalah pembiayaan. c.

Memastikan berjalannya fungsi Dewan Komisaris.co. serta sosialisasi ke kantor wilayah dan cabang. termasuk menyampaikan program dan kebijakan manajemen. Beberapa aktivitas yang dilakukan oleh Corporate Secretary selama tahun 2009. Corporate Secretary dibantu oleh fungsi hukum. www. dalam kaitan dengan hubungan dengan stakeholders antara lain: a. . penerbitan buletin kinerja keuangan triwulanan. Menyiapkan Daftar Pemegang Saham. hubungan bisnis.Direksi BSM dengan Surat Keputusan No. mengingat pegawai merupakan salah satu elemen penting dalam penciptaan citra perusahaan. Daftar Khusus dari anggota Direksi. Selain itu. Fungsi dan peran Corporate Secretary di BSM serta segenap unit pendukung telah diatur dalam Surat Keputusan No. dan peran lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan Menghadiri dan membuat risalah rapat Direksi dan Dewan Komisaris.id. Dalam menjalankan fungsi dan perannya. corporate event. Saham Perbankan Syariah. newsletter. protokoler. tengahtahunan dan tahunan. Penandatanganan 78 www. DPS dan Komite-Komite. Dewan Komisaris. penerbitan laporan keuangan triwulanan.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham. telah mengangkat Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) dan Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan BSM yang dirangkapkan kepada Kepala Divisi Hubungan Korporasi & Hukum (DKH). . . temu karyawan.Memberikan pelayanan kepada masyarakat atas pemahaman BSM dan setiap informasi yang dibutuhkan pihak eksternal BSM yang berkaitan dengan kondisi internal dan/atau halhal khusus yang ingin diketahui publik. Hubungan dengan pihak eksternal dipelihara dengan baik.Memberikan masukan kepada Direksi BSM untuk menjalankan ketentuan/ Undang-undang yang berlaku antara lain tentang Perseroan. dzikir Jumat pagi. kegiatan operasional serta hal-hal lainnya seputar BSM. Corporate Secretary BSM juga memiliki tugas menyebarluaskan informasi mengenai BSM kepada segenap pegawai. GCG dan Bapepam. kesekretariatan. Forum Doa Pagi Senin.10/014-KEP/DIR tanggal 22 Januari 2008 dengan tugas pokok: .Mengikuti perkembangan pasar dan kondisi eksternal BSM khususnya peraturanperaturan yang berlaku di bidang Perbankan Syariah. Obligasi. Hubungan dengan stakeholders dilakukan melalui kegiatan temu analis. Pengajian Rabuan. Mengkoordinir Self Assessment dan Pelaporan Pelaksanaan GCG BSM sesuai PBI. Media Gathering yang melibatkan pers dan pegawai BSM b.syariahmandiri.co. 10/014-KEP/ DIR tanggal 22 Januari 2008. Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaannya. komunikasi/ promosi. dan keluarganya dalam kepemilikan saham.Mengingatkan Direksi BSM tentang tanggung jawabnya untuk melaksanakan GCG yang optimal sesuai tujuan perusahaan agar tercipta image perusahaan yang lebih baik dan meningkatkan laba perusahaan - - - secara berkesinambungan. media relations dan institutional relation dalam berhubungan dengan pihak eksternal maupun internal BSM. khususnya dalam rangka pemenuhan kewajiban yang harus dilakukan oleh BSM sebagai perusahaan publik termasuk untuk memberikan keterangan mengenai kinerja.syariahmandiri. Informasi tersebut disampaikan melalui media internal antara lain: Buletin BSM. paparan publik. Pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya juga dapat mengakses informasi mengenai BSM dan kegiatannya di situs web. . intranet. Direksi.Sebagai penghubung antara BSM dengan institusi eksternal yang mewakili masyarakat.

Sejak awal beroperasinya BSM telah membentuk suatu Divisi untuk menjalankan fungsi Satuan Kerja Audit Intern (SKAI). . . Sejak bulan Januari 2009 diubah Divisi Pengawasan Intern (DPI) berubah menjadi Divisi Audit Intern (DAI). Laporan hasil audit dan realisasi kegiatan audit DAI dilaporkan 79 . c.Acara UMKM Award.Sahid Tours. DAI bekerja berdasarkan suatu rencana audit tahunan yang sebelumnya telah disetujui Direktur Utama dan direview oleh Dewan Komisaris. .Santunan anak yatim.syariahmandiri. Bank Putera (1990-1995). Mengadakan berbagai event dalam rangka membangun citra BSM yang kokoh antara lain: . BSM berupaya menjaga dan mengamankan kegiatan usaha Bank dan sesuai dengan Peraturan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.id M. . .Badan Wakaf Nasional. termasuk Sertifikasi Manajemen Risiko oleh BSMR di Jakarta. dan sejak September 2005 bergabung dengan BSM.Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra BSM antara lain: .Perum Pegadaian. . DAI bertanggung jawab melakukan pemeriksaaan secara independen terhadap segenap audit di BSM.Festival Ekonomi Syariah. Bandung. Achmad Fauzi juga aktif di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Kompartemen Perbankan Syariah (KPbS) Perbanas.Tazkia. Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank Indonesia No. . Unit kerja ini semula bernama Divisi Pengawasan Intern (DPI). kemudian di Bank Duta (1989-1990). Daftar Siaran Pers yang Dikeluarkan oleh BSM Profil Corporate Secretary BSM Achmad Fauzi. . Kepala DAI bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama dan memiliki jalur komunikasi langsung dengan Dewan Komisaris. 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. Karirnya dimulai dari Chase Manhattan Bank tahun 1989.Acara sunatan massal. lahir 4 November 1965. Telah mengikuti berbagai training dan seminar. Mengadakan berbagai acara terkait dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) antara lain: .co.Telkom.Tasyakuran milad BSM.PT Berlian Laju Tanker. . Bank IFI (19952005). Lulusan Magister Hukum Bisnis dari Universitas Padjadjaran. d.Mengikuti Islamic Book Fair.Acara buka puasa. Selain aktif di BSM. . .Acara WIEF(World Islamic Economic Forum).

Auditor Intern harus memiliki independensi dalam melakukan audit dan mengungkapkan pandangan serta pemikiran sesuai dengan profesinya berdasarkan standar audit yang berlaku umum. yaitu memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi seluruh manajemen sebagai penyempurnaan kebijakan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Tanggung jawab Profesi Bab VI. Auditor Intern harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap keberhasilan dan nama baik Bank.co. Konsultatif. waktu dan hari audit) dilakukan berdasarkan tingkat risiko dari auditee. melalui Komite Audit dan Direksi. Metode Kerja Bab VII. Berdasarkan Rencana Kerja Tahun 2009. 2. terhadap kebijakan. Selain itu DAI juga memiliki tanggung jawab profesi. 6. target penugasan audit yang ditetapkan adalah berdasarkan metodologi Risk Based Audit mencakup 140 penugasan. Piagam Audit Internal terbit pada tanggal 27 April 2005 sebagai revisi dari Internal Audit Charter tanggal 21 Maret 2002. yaitu menjaga tingkat kehematan penggunaan sumber daya yang optimal dan efektivitas hasil yang maksimal. di mana alokasi sumber daya (SDM. Protektif. 4. Auditor Intern harus memiliki tanggung jawab terhadap profesinya dengan selalu menerapkan prinsip kerja yang cermat dan seksama dengan berpegang teguh kepada kode etik auditor dan budaya “ETHIC” Bank. wewenang dan tanggung jawab.Audit Non-Rutin sebanyak 37 penugasan. Hal ini Piagam Audit Internal DAI telah memiliki Piagam Audit Internal sebagai pedoman dasar yang mengatur tentang kedudukan. DAI melakukan penugasan audit khusus/investigatif bilamana terdapat permasalahan yang dapat mengganggu jalannya operasional BSM. dan peraturan yang ditetapkan.melalui Laporan Kaji Ulang Business Plan yang disampaikan kepada Dewan Komisaris sebagai wakil Pemegang Saham. Penilaian ICS menjadi salah satu komponen nilai Key PerformanceIndicator (KPI) unit-unit kerja. 5. Menerapkanmekanisme penilaian dan pengukuran terhadap pengendalian intern (Intern Control Score/ICS).Audit Rutin sebanyak 149 penugasan. dengan rincian: . yaitu: 1. Dewan Komisaris. Kedudukan Bab III. 2.syariahmandiri. Auditor Intern tidak terkait di dalam pelaksanaan kegiatan operasional dari unit kerja yang diaudit. Pendahuluan Bab II. 7.id Sebagaimana ditegaskan dalam Piagam Audit Intern BSM tanggal 27 April 2005. Lain-lain Tugas dan tanggung jawab Divisi Audit Internal www. pelanggaran terhadap Kode Etik Perusahaan dan prinsip Good Corporate Governance di seluruh lingkungan Bank. serta metode kerja dan pelaporan Divisi Audit Intern dalam menjalankan tugasnya mewujudkan sistem pengawasan intern BSM. Konstruktif. Pelaporan Bab VIII. 3. Outline Piagam Audit Internal Bab I. Realisasi penugasan selama tahun 2009 adalah sebanyak 186 penugasan (132. mengacu pada pengukuran dampak (impact) danfrekuensi penyimpangan yang terjadi (likelihood). yaitu memastikan terciptanya ketaatan BSM 80 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Auditor Intern senantiasa meningkatkan kualitasnya dengan terus meningkatkan kemampuan teknis melalui pendidikan berkelanjutan minimal 180 (seratus delapan puluh) jam per 3 (tiga) tahun. . 2. Wewenang dan Tanggung jawab Bab V. 3. Pelaksanaan audit oleh DAI dilakukan berdasarkan risk based audit. memantau dan mengkonfirmasi apakah pihak yang diaudit (auditee) telah mengambil langkah-langkah yang memadai atas hasil temuan audit tersebut. Ruang Lingkup Bab IV. tugas dan fungsi strategis DAI adalah: 1. Divisi Audit Intern secara berkala sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) tahun dilakukan review oleh pihak ekstern. sehingga sumber daya DAI akan lebih fokus pada auditee yang memiliki risiko tinggi. ketentuan.86% dari target 140 penugasan). untuk menjamin bahwa pelaksanaan fungsi Divisi Audit Intern telah sesuai dengan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. Auditor intern tidak melakukan audit terhadap unit kerja yang petugasnya mempunyai hubungan keluarga sampai derajat kedua dengan auditor intern yang bersangkutan dan kegiatan yang sebelumnya dilakukan oleh auditor intern yang bersangkutan. Uraian pelaksanaan kegiatan Audit Internal Aktivitas yang telah dilakukan oleh Divisi Audit Internal antara lain: 1. Merealisasikan audit (rutin dan non rutin/khusus) terhadap seluruh unit kerja Cabang dan Kantor Pusat sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Audit Tahunan.

34 jam per pegawai. Selama tahun 2009 total jam pelatihan yang diikuti seluruh pegawai/auditee adalah 2. e. Proses review ekstern terakhir dilakukan pada bulan Juni 2008 oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. atau rata-rata jam pelatihan adalah 38. Melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang efektivitas pengendalian intern pada saat exit meeting audit maupun pada pelatihan-pelatihan in-house. Setiap progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan. Tugas sebagai counterpart adalah memfasilitasi komunikasi antara manajemen dengan pihak auditor eksternal dan pemantauan tindak lanjut/ penyelesaian temuan audit ekstern. Management Trainee Program dan programprogram lainnya.menunjukkan komitmen yang kuat dalam perbaikan efektivitas Sistem Pengendalian Intern secara berkesinambungan. selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah hasil kaji ulang oleh pihak ekstern diterima oleh Bank.co. d. baik untuk pegawai pelaksana maupun officer antara lain Branch Operations. untuk periode 1 Juni 2005 – 31 Mei 2008. b. LRQA akan melakukan surveillance visit setiap 6 bulanan untuk mereview konsistensi implementasi ISO 9001:2000 DAI. 3. Progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan. 5. 4. terakhir tahun 2005. DAI menyampaikan laporan hasil kaji ulang (review) pihak ekstern yang memuat pendapat tentang hasil kerja SKAI dan kepatuhannya terhadap Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank serta perbaikan yang mungkin dilakukan. Berperan aktif sebagai mitra kerja (counterpart) auditor eksternal yaitu Bank Indonesia. c. Tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali. DAI menyampaikan laporan hasil pengkajian ulang oleh kantor akuntan publik yang ditunjuk sekurangkurangnya sekali dalam 3 tahun. J. Progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan.syariahmandiri. maupun Kantor Akuntan Publik (KAP). Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Bank Indonesia Bank Indonesia melakukan audit minimal setahun sekali dan monitoring tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali. 1/6/PBI/1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. Tanzil & Rekan. Bank Mandiri. Sesuai requirement ISO 9001:2000.id 81 . Meningkatkan kompetensi auditor baik hard skill maupun soft skill. Review penerapan SPFAIB 3 tahunan baru akan dilakukan pada tahun 2011. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) BPK melakukan audit sewaktu-waktu sesuai prioritas kerja BPK. Beberapa auditor eksternal yang melakukan audit/review terhadap BSM antara lain: a. External Review Sesuai Peraturan Bank Indonesia No. Lloyd Register Lloyd’s Register Quality Management (LRQA) adalah lembaga yang telah menerbitkan sertifikasi ISO 9001:2000 Quality Management System bagi standar mutu audit DAI yang telah diperoleh sejak tahun 2004.224 jam. Bank Mandiri Bank Mandiri melakukan audit minimal setiap tahun sekali dan monitoring tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali.

lahir 17 Juli 1957. Humanity. dengan membentuk Satuan Kerja Audit Intern yang efektif dan independen.Rekapitulasi berbagai pelatihan yang telah diikuti selama tahun 2009 antara lain: 1. Karirnya dimulai dengan menjadi auditor di salah satu Kantor Akuntan Publik. Sosialisasi Pengisian SPT Tahunan. antara lain Sertifikasi Manajemen Risiko oleh BSMR. Knowledge Sharing Corporate Planning. Strategic Planning. 6. Workshop Risk Based Audit.co. b. Sarasehan Pembiayaan Bermasalah. merujuk kepada Surat Edaran Bank Indonesia No. 3). dan dalam rangka memenuhi ketentuan Bank Indonesia. Telah mengikuti berbagai training dan seminar. 8. Direksi mengendalikan operasional BSM dan memantau efektivitas sistem pengendalian intern. Berbagai posisi yang ditempati antara lain Auditor Pemeriksa. ketersediaan proses identifikasi. 2).id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Bergabung di BSM tahun 1999 sebagai Kepala Divisi SDI. dan Komite Remunerasi dan Nominasi. Workshop Rencana Implementasi BSM Shared Values. 7. maka SPI tersebut telah didukung dengan beberapa subsistem infrastruktur sebagai berikut: a. Identifikasi dan Penilaian Risiko BSM terus mengembangkan penerapan Enterprise Risk Management (ERM) sebagai upaya mengawal pertumbuhan Bank yang sehat dan berkesinambungan (sustainable growth). 10. Kepala Seksi Pengawasan. Penjelasan mengenai Sistem Pengendalian Internal BSM BSM berkomitmen mengelola operasional Bank secara sehat dan aman.syariahmandiri. Direksi Direksi BSM melaksanakan kebijakan dan strategi sesuai Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui Dewan Komisaris. Unit Kerja Manajemen Risiko saat ini telah mempunyai infrastruktur yang diperlukan agar kebijakan dan ketentuan BSM selalu up-to-date. Kepala Tim Audit. dan melaporkan secara berkala hasil-hasil kinerja BSM kepada Dewan Komisaris.5/22/ DPNP tanggal 29 September 2003 tentang Pedoman Standar Sistem Pengendalian Intern bagi Bank Umum. Basic Training. Integrity. Workshop Effective Risk Assessment dan Workshop Aplikasi Manajemen Audit di Perbankan. Workshop Pedoman Organisasi. Pengawasan Manajemen dan Budaya Pengendalian 1). pengukuran. Pelatihan Auditor Program. Teamwork. 4. 5. dan Customer Focus (ETHIC). 9. kemudian dilanjutkan dengan berkarir di Bank Dagang Negara (BDN) pada tahun 1985. Workshop Bisnis. Profil Kepala Divisi Audit Internal Priyono. Komite Pemantau Risiko. dan dipantau penerapannya secara terus-menerus. tersedianya prosedur dan penetapan limit. Dewan Komisaris Dewan Komisaris BSM telah menjalankan fungsi pengawasannya dengan melakukan rapat-rapat Dewan Komisaris dan Direksi. yaitu Excellence. 3. Agar penerapan pengendalian internal berjalan efektif. 2. baik yang bersifat berkala seperti evaluasi kinerja manajemen secara bulanan maupun insidental terkait dengan kondisi terkini BSM. Direksi dan seluruh jajaran pegawai BSM telah berkomitmen untuk mewujudkan suatu budaya perusahaan yang telah disepakati bersama. yaitu Komite Audit. BSM telah menerapkan suatu Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang dituangkan dalam suatu Pedoman Standar SPI yang disahkan oleh Direksi dalam Surat Edaran No. Surabaya. Budaya Pengendalian Dewan Komisaris. Dewan Komisaris dibantu oleh 3 (tiga) komite. 6/018/OPS tanggal 6 Mei 2004. Strategic Skill. dinyatakan secara tertulis. 82 www. Alumnus Universitas Airlangga. pemantauan.

2) Sosialisasi dan internalisasi Kode Etik Auditor Intern.9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. 4). c. Akuntabilitas. Dalam menjalankan fungsinya DAI telah memiliki Piagam Audit Intern yang disahkan oleh Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 27 April 2005 dan Kode Etik Auditor Intern yang disahkan Direksi pada tanggal 6 Februari 2008.syariahmandiri. Efektifitas dan efisiensi operasional. Management Trainee Program. Pemeriksaan laporan keuangan BSM secara transparan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik yang telah terdaftar di Bank Indonesia yang disetujui RUPS. Kewajaran laporan keuangan. yaitu Excellence. Direktur Utama dan Direktur Kepatuhan. BSM menetapkan salah satu Direksi menjadi Direktur Kepatuhan untuk memastikan fungsi pengendalian dan kepatuhan telah dilaksanakan. e. Customer Focus (ETHIC). 4) Mengembangkan pendekatan Risk Based Audit (RBA) secara bertahap. antara lain: Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. dll. Kegiatan Pemantauan dan tindakan koreksi penyimpangan BSM telah menyelenggarakan pemantauan dan pengevaluasian kecukupan Sistem Pengendalian Intern secara terus-menerus dengan membentuk Satuan Kerja Audit Intern (dengan nama Divisi Audit Intern/DAI) yang independen terhadap satuan kerja operasional. Direktur Kepatuhan dibantu oleh Divisi Kepatuhan (DKN) dan Pengawas Kepatuhan & Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) yang ditempatkan di unit-unit kerja Kantor Pusat dan cabang. sehingga BSM dapat memberikan fungsionalitas yang inovatif. Humanity. 2). antara lain melalui komunikasi yang efektif dalam membahas semua temuan audit. Sistem Akuntansi. serta sistem informasi manajemen risiko yang menyeluruh. informasi dan komunikasi BSM telah memiliki sistem akuntansi dan informasi yang memadai dan terus dikembangkan sejalan dengan implementasi Core Banking System baru demi menghadapi kompleksitas bisnis BSM yang terus meningkat. DAI berkomitmen untuk melaksanakan fungsinya memastikan efektivitas SPI yang memadai dengan cara melakukan review dan memberikan rekomendasi kepada manajemen tentang: 1). kemudahan akses serta melakukan pengembangan aplikasi yang aman dan selaras dengan perkembangan pasar. 5) Mendukung implementasi Corporate Value BSM. Peran serta DAI dalam penguatan (improvement) SPI. Infrastruktur dan perangkat pengendalian kepatuhan akan diuraikan dalam segmen lain pada Laporan Tahunan ini. 8) DAI pun senantiasa mengembangkan peran kemitraan dengan auditee/ customer secara konsisten dan berkesinambungan. 3). mendukung pelayanan ’one stop shopping’ kepada nasabah BSM. sehingga auditee/ customer dapat memahami 83 . Kepatuhan terhadap undang-undang dan ketentuan yang berlaku. BSM pun telah menyesuaikan penerapan manajemen risiko sistem teknologi dan informasi dengan mengacu kepada PBI No. 6) Membantu Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam mengawasi pelaksanaan aspek-aspek syariah pada operasional perbankan dengan cara melaporkan hasilhasil audit yang berkaitan dengan aspek syariah kepada DPS. 3) Aktif menjadi mitra kerja (counterpart) Komite Audit dan sebagai anggota tidak tetap Working Group Operational.id 1) Melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) intern melalui pembaharuan Manual Audit Intern. 7) Melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang efektivitas pengendalian intern pada saat exit meeting audit maupun pada pelatihan-pelatihan in-house. Integrity. 5). Kegiatan Pengendalian dan Pemisahan Fungsi Sistem Pengendalian Intern yang efektif mensyaratkan adanya kegiatan pengendalian yang mencakup penetapan kebijakan dan prosedur pengendalian lebih dini untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur tersebut secara konsisten dipatuhi dan menjadi kegiatan yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan BSM. Setiap hasil audit telah disampaikan kepada Dewan Komisaris atau Komite Audit. baik untuk pegawai pelaksana maupun officer. dalam konteks review terhadap lingkungan pengendalian (control environment) di seluruh unit kerja BSM. Teamwork.co. Prinsip tata-kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).pengendalian risiko. antara lain: Branch Operations. d.

Berbagai program reward telah dilaksanakan BSM kepada pegawai. Laporan neraca. Komite Audit dan Manajemen BSM untuk dapat meminimalisir kendala-kendala yang terjadi selama proses audit berlangsung.544 orang. pegawai level Pelaksana yang mengikuti ODP sebanyak 326 pegawai. Pemisahan unit kerja ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kinerja dan fokus pada bidangnya masingmasing. 4. diwajibkan mengikuti rangkaian seleksi administratif dan uji kompetensi. Pegawai yang berprestasi di bidang kerjanya masing-masing diberikan kenaikan pangkat dan jabatan (promosi). laporan rugi laba. Kantor Akuntan Publik telah memenuhi kewajiban dengan menyampaikan laporan hasil audit dan Management Letter kepada Bank Indonesia. laporan perubahan ekuitas. perlu didukung pegawai dengan pendidikan yang cukup baik di bidang kerjanya. baik pangkat maupun jabatan.co. meningkat 23. laporan arus kas. dan untuk memenuhi ketentuan kerahasiaan bank sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. yaitu Divisi Human Capital (DHC) dan Desk Training. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis BSM yang semakin pesat. Untuk menambah kompetensi pegawai dan sebagai salah satu program reward.75%. Di awal tahun 2009 DSI dipecah menjadi dua unit kerja. Pegawai pegawai tersebut diterima di program Pasca Sarjana Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. dan Standar Profesional Akuntan Publik.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Pertambahan jumlah pegawai tersebut perlu dikelola dengan tata kelola yang baik.syariahmandiri. Kantor Akuntan Publik dan Bank Indonesia Pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan Bank untuk tahun buku 2009 telah sesuai ketentuan Bank Indonesia tentang transparansi kondisi keuangan Bank. Audit Ekstern Hubungan antara BSM. Komposisi pegawai berdasarkan jenis kelamin adalah 73% pria dan 27% wanita. Tahun 2009. 3. 2.609 (80%) di 60 Kantor Cabang dan outlet di bawah koordinasinya. Kompetensi teknis (hard) diuji melalui media e-learning dan kompetensi perilaku (soft) diuji melalui competency assesment. secara rutin dilakukan pertemuan-pertemuan yang membahas beberapa permasalahan penting yang signifikan. menjadi pegawai tetap untuk tahun 2009 berjumlah 618 pegawai. Sumber dan penggunaan dana kebajikan. Untuk pegawai dengan status pegawai kontrak dapat ditingkatkan statusnya menjadi pegawai tetap. Hingga akhir 2009 tercatat jumlah pegawai dengan pendidikan S2 sebanyak 2. Selain program promosi O. BSM pada tahun 2009 telah memberikan beasiswa S2 kepada 5 pegawai. Untuk memacu pertumbuhan bank yang demikian pesat. Status pegawai kontrak yang diangkat 84 www. Pada tahun 2009.13 % dari 3. Yaitu pegawai dari level jabatan Pelaksana yang dipromosikan ke level jabatan Officer. BSM memberikan kenaikkan pangkat kepada berjumlah 839 pegawai dan kenaikan jabatan kepada 285 pegawai. serta perjanjian kerja dan ruang lingkup audit yang telah ditetapkan. pendidikan S1 sebanyak 58% dari total seluruh pegawai BSM. N. Rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil. Laporan Sumber Daya Manusia Unit kerja yang membidangi urusan sumber daya manusia sejak BSM terbentuk adalah Divisi Sumber Daya Manusia (DSI). Sumber dan penggunaan dana zakat.risiko-risiko penyimpangan yang ada. Agar proses audit sesuai dengan Standar Profesional Akuntan serta perjanjian kerja dan ruang lingkup audit yang telah ditetapkan dan selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan. Officer Development Program (ODP) merupakan program yang dikhususkan bagi pegawai yang dipromosikan dengan perubahan level jabatan. Terutama untuk jabatan yang strategis. 5. Kenaikan/ pertambahan jumlah pegawai tersebut berbanding lurus dengan ekspansi BSM melalui jumlah Kantor Cabang dan outlet di bawah koordinasinya di berbagai daerah. Perubahan dana investasi terikat. dengan melalui evaluasi kom-petensi dan kinerja.493 orang pada akhir tahun 2008. Penyebaran jumlah pegawai pada tahun 2009 adalah 890 (20%) di Kantor Pusat dan 3. Pegawai yang dipromosikan. BSM selalu berupaya meningkatkan komunikasi antara Kantor Akuntan Publik. Tim Pemilihan Akuntan Publik yang terdiri dari Komite Audit dan unsur manajemen telah melakukan proses pemilihan akuntan publik untuk melakukan audit atas: 1. Sampai akhir tahun 2009 jumlah pegawai BSM (termasuk outsource) telah mencapai 4.

dan peraturan ketenagakerjaan. Bentuk komitmen DHC dalam mendukung bisnis BSM antara lain dengan mengimplementasikan ISO 9001:2000 pada prosedur kerja. Kompetensi Rekrutmen Sistem Remunerasi dan Reward BSM senantiasa berupaya Sebagai cetak biru bagi pengembangan dan pelatihan pegawai. merevisi ketentuan yang terkait kinerja. Selama tahun 2009 DHC meningkatkan infrastruktur layanan. pegawai wanita. Masing-masing vendor menangani desain dan implementasi seragam untuk pegawai pria. Driver. Pengembangan jaringan Kantor Cabang termasuk pembukaan outlet gadai. Pedoman Organisasi adalah dokumen hidup yang bergerak mengikuti kebutuhan bisnis dan organisasi. Paket remunerasi ini selalu ditinjau untuk memastikan bahwa pegawai BSM mendapat paket yang atraktif. Seragam pegawai merupakan cermin profesionalisme pegawai dalam bekerja. BSM berupaya untuk menciptakan paket remunerasi yang atraktif dan kompetitif.2 kali gaji pokok. meningkatkan kesejahteraan pegawai berdasarkan pencapaian kinerja melalui penerapan pola guaranted cash dan fasilitas kepegawaian lainnya. Termasuk di antaranya adalah pegawai diberikan kesempatan yang seluasluasnya untuk meraih karir yang lebih tinggi. Konsep tersebut dikenal dengan Competency-Based Human Resources Management (CBHRM).syariahmandiri. dan pegawai non staf (Satpam. bonus tahunan. terdapat sejumlah reward lain yang diberikan ke pegawai. pembiayaan mikro. Semangat kerja pegawai terus ditingkatkan melalui reward yang diberikan terkait kinerja. dan pemberian beasiswa S2. BSM telah menyusun kamus dan profil kompetensi. antara lain sentralisasi layanan Jamsostek. ketrampilan (skill). Breakthrough tersebut meliputi peningkatan (improvement) mekanisme dan prosedur kerja serta melibatkan peran aktif pejabat Unit Kerja Kantor Pusat dan Kantor Wilayah sehingga menghasilkan sinergi yang lebih optimal. Untuk itu diperlukan tata kelola organisasi yang baik dan seimbang antara strategi dan daya dukung dalam bentuk infrastruktur yang memadai.id 85 . BSM telah melaksanakan tender dengan pemenang sebanyak 3 vendor. Tunjangan Prestasi Unit Kerja (TPUK) diberikan kepada pegawai dengan mengacu kepada evaluasi kinerja triwulanan. dan pembiayaan konsumer menjadi perhatian khusus. dan Office Boy).98 kali gaji pokok. organisasi.co. kompensasi. dan uraian kerja (job description) disusun dalam bentuk Pedoman Organisasi. Pegawai yang menerima TPUK terbesar adalah sebesar 5. Struktur organisasi. Sehingga kesempatan promosi menjadi ajang kompetisi yang sehat bagi pegawai. insentif terkait prestasi. Kompetensi merupakan sebuah konsep yang dapat diartikan sebagai kombinasi antara pengetahuan (knowledge). Menghadapi era persaingan yang semakin ketat. Jumlah TPUK yang diberikan ke pegawai selama tiga triwulan sebesar rata-rata 2. antara lain program tunjangan prestasi unit kerja. jabatan. BSM terus menghadapi tantangan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. dalam merealisasikan rencana bisnis di masa yang akan datang. Untuk pemenuhan seragam pegawai tersebut. Pada tahun 2009 Manajemen menyetujui kenaikan gaji pokok pegawai sebesar rata-rata 12. dan perilaku (behaviour). DHC berperan aktif dalam mensukseskan goal tersebut dengan cara melaksanakan breakthrough terhadap semua proses kerja. Organisasi & Jabatan Organisasi BSM secara berkesinambungan akan disesuaikan mengikuti rencana bisnis dan pengembangan kegiatan usaha.5 %.dan pemberian beasiswa.

Loss Event Database (LED) Bank menghimpun database kerugian operasional secara rutin dalam aplikasi LED digunakan sebagai P. risiko pasar. kompensasi.co. pendidikan dan pelatihan. risiko hukum. ketrampilan. dan pembiayaan. Kompetensi pegawai-pegawai BSM tersebut akan dimonitor dan dikembangkan sesuai dengan profil kompetensi jabatan yang dijabat pegawai. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan dapat meningkatkan efektifitas dan konsisten dalam menerapkan sistem rekrutmen. Pengembangan Infrastruktur Manajemen Risiko Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan. Namun mencakup juga sinkronisasi kebijakan dan prosedur operasional bank. latihan. Segregasi tugas tersebut yaitu antara satuan kerja pengambil risiko (risk taking unit). Karena itu. Laporan Manajemen Risiko Perkembangan dunia perbankan yang pesat memicu bank untuk lebih kreatif dan dinamis dalam mengembangkan berbagai produk dan layanan. 86 www. Hal tersebut meningkat dibandingkan anggaran pelatihan tahun 2008 yaitu sebesar Rp14. bank melakukan pengembangan infrastruktur manajemen risiko melalui: 1. maupun perencanaan strategis di bidang sumber daya manusia ke titik yang paling optimum. bank terus memperbaiki dan mengembangkan manajemen risiko sesuai kompleksitas usaha bank dan iklim persaingan. Selama tahun 2009 BSM telah mengeluarkan biaya sebesar Rp21. Jumlah profil kompetensi jabatan yang telah disusun hingga saat ini adalah sebanyak 572 jabatan.CBHRM adalah suatu pola pendekatan dalam membangun suatu sistem manajemen sumber daya insani yang handal dengan memanfaatkan kompetensi sebagai titik sentralnya. satuan kerja pendukung (supporting unit) dengan satuan kerja manajemen risiko (risk management unit). seleksi. KMR beranggotakan Direksi dan Kepala Divisi yang secara fungsional mengelola risiko usaha bank. dan WG Operasional. risiko operasional. seminar. Konsolidasi manajemen risiko tersebut tidak terbatas pada sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen risiko. WG KMR terdiri dari WG ALMA. risiko likuiditas. Kamus dan profil kompetensi yang disahkan oleh Direksi akan menjadi pedoman pengelolaan SDM berbasiskan kompetensi. penataran. Diharapkan implementasi CBHRM di BSM dapat dijadikan sebagai faktor penentu keberhasilan kinerja pegawai untuk mendukung tercapainya visi dan misi BSM. perencanaan karir.syariahmandiri. penilaian kinerja. SIMRIS dirancang sebagai media informasi mengenai jumlah modal yang harus dialokasikan (capital charge) untuk masing-masing risiko. yaitu mengacu kepada shared values BSM (ETHIC) dan perkembangan organisasi BSM. 2. pendidikan profesi.08 milyar.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Hingga saat ini telah dilakukan penyempurnaan terhadap kamus dan profil kompetensi. Kamus dan profil kompetensi dapat diintegrasikan dengan media e-learning BSM. yaitu Bank Mandiri. lokakarya dan pelatihan manajemen dan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan BSM. risiko kepatuhan dan risiko reputasi. Organisasi Manajemen Risiko Pengelolaan manajemen risiko dilakukan bank berdasarkan prinsip segregasi tugas (segregation of duty) yang jelas.01 milyar untuk berbagai macam program pendidikan intern dan ekstern. Disamping itu. Pengembangan sistem informasi manajemen risiko melalui aplikasi SIMRIS (Syariah Mandiri Risk Information System). yaitu: a. Tugas KMR antara lain merumuskan kebijakan. risiko strategik. serta berbagai kursus. KMR dibantu oleh Working Group (WG) KMR yang bertugas untuk merekomendasikan atau melakukan kajian terhadap kebijakan pengelolaaan risiko bank. Program pengembangan SDM dilakukan melalui pendidikan karir. strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko. yang meliputi: risiko kredit. Bank memiliki Komite Manajemen Risiko (KMR) yang berperan mendorong penerapan manajemen risiko secara efektif. promosi. Konsolidasi penerapan manajemen risiko dengan perusahaan induk. Terutama terkait dengan data-data kepegawaian dengan masingmasing profil kompetensinya. Pengembangan Operational Risk Tools. SIMRIS menyediakan informasi yang up to date mengenai profil risiko bank. manajemen kinerja. Hal ini berdampak pada peningkatan kompleksitas usaha bank sehingga diperlukan tata kelola perusahaan dan penerapan manajemen risiko yang lebih kuat. KMR berwenang untuk memberikan rekomendasi terkait kebijakan dan strategi manajemen risiko. 3.

co. yaitu risiko kredit. • Limit eksposur 25 debitur terbesar. prosedur dan tools secara periodik.id 87 . Proses manajemen risiko diterapkan secara komprehensif pada 4 risiko utama yang wajib dikelola oleh bank. • Limit portofolio pembiayaan untuk sektor usaha tertentu. Pemutakhiran rating sektor industri/bidang usaha. • Limit coverage asuransi pembiayaan. menarik. mengukur dan memitigasi eksposur risiko operasional yang dihadapi unit kerja. bank melakukan kaji ulang terhadap kebijakan. netral. BSM menerapkan RCSA secara periodik untuk mengidentifikasi. • Limit transaksi tresuri. b. • Limit in house BMPK. • Limit saldo kas minimal. Risk and Control Self Assessment (RCSA) Penerapan RCSA ditujukan untuk: • menumbuhkan risk awarness risiko operasional melalui proses identifikasi dan pengukuran risiko secara mandiri. c. Key Risk Indicator (KRI) KRI bersifat forward looking untuk membantu pegawai dalam memprediksi risiko operasional yang dihadapi. Klasifikasi ini membantu unit bisnis dalam menetapkan target market industri dalam rangka Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. b. Bank mengklasifikasikan sektor industri menjadi 5 kelompok yaitu sangat menarik. Risiko Kredit Pengelolaan risiko kredit diarahkan untuk mendukung ekspansi pembiayaan yang sehat dan menjaga kualitas pembiayaan yang telah diberikan.dasar untuk perhitungan cadangan kerugian risiko operasional. • Limit GWM rupiah dan valas. • Limit transaksi operasional. BSM terus mengembangkan dan menyempurnakan berbagai parameter yang digunakan dalam KRI. • Limit portofolio pembiayaan valuta asing. 1. Bank melaksanakan proses manajemen risiko sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan dokumen Basel II (Basel II Accord Pengelolaan risiko mencakup seluruh lingkup usaha aktivitas fungsional bank. Pemutakhiran kebijakan dan pedoman pembiayaan. • Limit secondary reserve. • memberikan “peringatan dini” kepada unit kerja agar melakukan suatu tindakan preventif untuk mengantisipasi suatu kejadian risiko. • membantu manajemen dalam menilai tingkat risiko dan pengendalian pada satuan kerja atau bidang operasional yang memerlukan perhatian khusus. • Limit portofolio rekanan bank. risiko pasar. kurang menarik dan tidak menarik. kondisi ekonomi makro. Pemutakhiran kebijakan dan pedoman pembiayaan tersebut disesuaikan dengan perkembangan dunia usaha.syariahmandiri. Kebijakan limit risiko yang telah ditetapkan antara lain: • Limit wewenang memutus pembiayaan. dan perubahan regulasi pemerintah atau BI. • meningkatkan pengelolaan risiko operasional dengan menetapkan tindakan pengendalian/mitigasi risiko yang efektif. Penerapan manajemen Risiko Penerapan manajemen risiko merupakan tanggung jawab seluruh unit kerja bank. risiko likuiditas dan risiko operasional. Seiring dengan perkembangan bisnis. • Limit Posisi Devisa Neto. Selama tahun 2009 bank melakukan: a. 4. Penerapan KRI digunakan untuk: • memantau setiap perubahan tingkat risiko operasional pada proses bisnis/aktivitas tertentu. Penetapan limit risiko sesuai dengan tingkat permodalan yang dimiliki bank.

khususnya tingkat NPF portofolio terhadap perubahan variabel ekonomi dengan berbagai skenario. Penetapan limit portofolio pembiayaan sebagai batasan jumlah eksposur maksimal pada sektor industri tertentu. Penggunaan model exponential weighted moving average untuk mengukur potensi kerugian maksimum akibat pergerakan nilai tukar. Eksposur berdasarkan debitur besar. Penetapan limit Posisi Devisa Neto (PDN) untuk membatasi posisi terbuka valas yang dimiliki Bank. Pengukuran repricing gap untuk mengukur gap antara aset dan kewajiban pada tiap jangka waktu. Pengembangan scoring pembiayaan antara lain scoring pembiayaan konsumer yang terintegrasi dalam Loan Origination System. f. Eksposur berdasarkan rating sektor ekonomi. Hal tersebut dilakukan untuk menguji elastisitas kualitas portofolio. Pengujian Kondisi Terburuk (analisa stress test) yang dilakukan secara berkala. c. Penetapan limit mempertimbangkan kondisi portofolio dan prospek bisnis industri tersebut. Perhitungan proyeksi cashflow dan liquidity gap secara rutin untuk memperkirakan kondisi likuiditas bank di masa mendatang. Debitur watchlist. Limit tersebut dimutakhirkan secara berkala sesuai dengan kondisi internal dan eksternal yang dihadapi bank. sektor industri.88 www. Pengelolaan risiko pasar dilakukan antara lain melalui: a. Penetapan limit likuiditas. h. i. Pengkajian risiko atas suatu usulan pemberian pembiayaan atau peluncuran produk pembiayaan dalam bentuk opini risiko. yang sensitif terhadap perubahan imbal hasil pasar. Sektor industri yang dinilai baik diberikan limit yang lebih besar dibandingkan dengan sektor industri yang dinilai kurang baik. 2. e. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .id ekspansi pembiayaan. Pemantauan debitur Watch List untuk melakukan antisipasi dini terhadap debitur yang berpotensi menjadi NPF. Pemeliharaan akses bank ke pasar uang antar bank syariah antara lain melalui perolehan dan pemberian credit line dari dan untuk bank lain.co. Guna mencapai tujuan tersebut. dan limit saldo kas. Pengukuran potential loss tersebut menggunakan fluktuasi nilai tukar selama periode tertentu yang dikaitkan dengan Posisi Devisa Neto. c. Pemantauan risiko pasar secara harian antara lain melalui monitoring Posisi Devisa Neto. rasio kewajiban antar bank. Pengembangan sistem informasi manajemen risiko kredit. antara lain meliputi: 1. d. dan skema pembiayaan. d. limit deposan terbesar. Opini risiko tersebut berfungsi sebagai bahan pertimbangan Komite Pembiayaan dalam memberikan keputusan pembiayaan. g. scoring pembiayaan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dan scoring pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Portofolio pembiayaan bank saat ini tersebar pada berbagai sektor industri yang termasuk kategori sektor sangat menarik dan sektor menarik. dan rasio kas terhadap dana pihak ketiga.syariahmandiri. Bank melakukan pengukuran tersebut secara bulanan. 7. 6. 2. d. serta netral. Risiko Likuiditas Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan untuk menjaga kemampuan Bank dalam memenuhi seluruh kewajiban yang jatuh tempo. Pembiayaan bermasalah. 4. 3. Ketersediaan cadangan penghapusan pembiayaan. antara lain limit giro wajib minimum baik rupiah maupun valuta asing. 3. Pemantauan rasio likuiditas secara harian antara lain monitoring terhadap rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga. c. Pemantauan atas perkembangan kualitas portofolio berdasarkan segmen bisnis. b. b. 5. Opini risiko mencakup identifikasi potensi risiko yang melekat pada seluruh aspek beserta mitigasi risiko yang direkomendasikan guna meminimalisir risiko yang mungkin timbul. Eksposur berdasarkan sektor ekonomi/industri. Risiko Pasar Bank melakukan pengelolaan risiko pasar untuk mencegah kerugian akibat pergerakan imbal hasil pasar dan nilai tukar. bank melakukan: a. Dengan demikian keseimbangan alokasi portofolio dapat terjaga sehingga memberikan risk adjusted return maksimal. Eksposur berdasarkan segmentasi.

Manajemen risiko operasional dilakukan melalui: a. b. bussiness impact analysis. Perhitungan simulasi kecukupan modal untuk mengcover risiko operasional Basel II Accord merekomendasikan bank untuk menghitung beban modal untuk mengcover risiko operasional. risk and control self assessment.co. Dalam rangka mendukung penerapan BCM. BSM memiliki kebijakan BCM yang terdokumentasi dengan baik. 2. pengawasan aktif manajemen. Pemanfaatan Perangkat Risiko Operasional. bussiness continuity plan. 6. Namun. pengamanan informasi. pengujian BCP. d. database kerugian operasional. Operational Risk Management Information System (ORMIS) ORMIS merupakan sistem aplikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi. Disaster dapat muncul akibat faktor internal seperti kerusakan sistem teknologi informasi.syariahmandiri. Proses BCM meliputi beberapa hal yaitu. Penggunaan Aplikasi. dan electronic banking.id 89 . Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. 3. 1. Perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan salah satu model yang telah ditetapkan. pengukuran dan pengendalian risiko. Saat ini belum ada ketentuan yang mewajibkan bank untuk mengalokasikan modal bagi risiko operasional. audit intern terhadap BCP. early warning system potensi risiko operasional. Karena itu bank harus memiliki kebijakan BCM untuk menjamin kelangsungan kegiatan operasional walaupun terdapat disaster. 3. 4.4. jaringan komunikasi. DRC tersebut berfungsi sebagai back up data dan cadangan data center saat terjadi permasalahan pada data center utama. dan akibat faktor eksternal seperti bencana alam. risk assessment. dan key risk indicator. BSM mengoptimalkan sistem aplikasi ORMIS untuk proses identifikasi. memonitor dan memitigasi kejadian risiko operasional. Dalam penerapan manajemen risiko teknologi informasi. BSM secara proaktif telah menggunakan pendekatan Basic Indicator Apprioach (BIA) dalam pengukuran modal minimum untuk mengcover risiko operasional. Penggunaan ORMIS diharapkan dapat meminimalisir risiko operasional bank. mengukur. 2. bank memiliki Disaster Recovery Center (DRC). c. ORMIS digunakan sebagai: 1. Proses manajemen risiko dilakukan dengan menggunakan berbagai perangkat risiko operasional yang telah ada. Bank telah melakukan: • Pembentukan Komite Pengarah Teknologi Informasi yang bertugas membantu tugas Direksi dalam menerapkan manajemen risiko atas penggunaan teknologi informasi. • Penyusunan kebijakan dan prosedur manajemen risiko teknologi informasi antara lain terkait pengembangan dan pengadaan. Penerapan Bussiness. 5. alat identifikasi dan monitoring kejadian risiko operasional. Continuity Management (BCM) Bank senantiasa menghadapi risiko disaster yang dapat mengganggu proses operasional bank. yaitu: loss event database. Penerapan Manajemen Risiko IT Bank melakukan manajemen risiko teknologi informasi untuk menjaga dan mengamankan operasional sistem teknologi informasi. Risiko Operasional Pengelolaan risiko operasional melibatkan semua pihak untuk menghindari bank dari kerugian risiko operasional yang signifikan. • Pelaksanaan User Acceptance Test pada setiap pembuatan dan pengembangan aplikasi untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan tiap aplikasi. Business Continuity Plan.

risiko likuiditas. Divisi Kepatuhan BSM mengkoordinir pelaksanaan fungsi kepatuhan dan memastikan pemahaman tersebut dengan Penerapan kepatuhan BSM selama tahun 2009 berjalan baik. risiko hukum. yaitu rendah (low). Unit Kerja Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) dan Pengawas Kepatuhan & Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) atau Compliance Officer (CO) di unit kerja kantor pusat maupun cabang. Laporan Kepatuhan Ketidakpatuhan terhadap hukum dan peraturan perundangan tidak hanya berakibat pada teguran oleh pihak regulator.• Pelaksanaan uji coba Disaster Recovery Plan secara berkala untuk menguji kesiapan teknologi informasi bank dalam menghadapi kondisi darurat. memberikan pelatihan sesuai kebutuhan serta berperan sebagai penasehat terkait pelaksanaan peraturan dan ketentuan yang berlaku. sebagian besar risiko inheren berpredikat rendah dan sistem pengendalian risiko berpredikat strong. Predikat/peringkat risiko inheren mencerminkan potensi timbulnya risiko pada bank. • Kecukupan Kebijakan. penempatan dana maupun pengadaan barang Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .83 (predikat tingkat kepatuhan ”tinggi”). risiko pasar. khususnya kemungkinan digunakan produk dan jasa BSM sebagai sarana pencucian uang atau pendanaan bagi kegiatan terorisme sehingga menyebabkan ancaman bagi kelangsungan usaha BSM. yaitu tanggung jawab setiap individu di BSM dan merupakan unsur penting dari seluruh kegiatan yang dilakukan oleh BSM. Pengawasan Kepatuhan 90 www. Penilaian profil risiko ditentukan dengan menggabungkan hasil penilaian eksposur risiko inheren dan kecukupan sistem pengendalian risiko yang meliputi: • Pengawasan aktif Komisaris dan Direksi bank. • Kecukupan proses identifikasi. di samping sumber daya manusia. prosedur dan penetapan limit.id Memastikan setiap aktivitas operasional (pembiayaan dan non pembiayaan) sesuai ketentuan adalah tugas PKP atau CO di setiap unit bisnis kantor pusat maupun cabang. pemantauan dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen risiko. Reputasi aset paling berharga bagi sebuah bank. Q. risiko reputasi dan risiko kepatuhan. Khusus optimalisasi Know Your Customer (KYC) terus ditingkatkan dan dibangun BSM melalui penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Teroris (PPT) menggunakan New Core Banking System (NCBS) berkelanjutan. pengukuran. Penilaian profil risiko bertujuan untuk memaparkan eksposur risiko bank yang meliputi risiko kredit. Seluruh karyawan BSM wajib memahami segala ketentuan perundangan yang berlaku untuk setiap fungsi operasional sehari-hari. risiko operasional. dimana penetapan salah satu Direksi menjadi Direktur Kepatuhan melalui RUPS dan penguatan organisasi Satuan Kerja Kepatuhan (Divisi Kepatuhan) telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia. Selain itu sesuai karakteristik bisnis perbankan maka juga perlu diantisipasi secara baik risiko produk dan jasa. Dengan demikian. moderat (moderate) dan tinggi (high). melainkan bisa menimbulkan publikasi negatif yang dapat mencemarkan reputasi BSM sebagai bank syariah terkemuka di Indonesia. Predikat risiko komposit bank secara keseluruhan adalah rendah dengan tren stabil. Sedangkan predikat penilaian kecukupan sistem pengendalian risiko (SPR) yaitu lemah (weak). yaitu rendah (low). kepatuhan merupakan tanggung jawab bersama. Bank melakukan penilaian profil risiko secara rutin setiap bulan. dapat diandalkan (acceptable) dan sangat memadai (strong). Selama tahun 2009 bank melakukan satu kali uji coba DRP. Tingkat kepatuhan (compliance index) BSM triwulan IV per 31 Desember 2009 sebesar 92. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pemastian kepatuhan terhadap seluruh operasional BSM (pembiayaan dan non pembiayaan) telah optimal dilaksanakan oleh Direktur Kepatuhan berikut jajaran di bawahnya yaitu Divisi Kepatuhan. Atas dasar ini. • Sistem pengendalian intern yang menyeluruh. Penerapan Kepatuhan BSM Periode 2009 a. tidak dapat diabaikan pentingnya menjaga reputasi yang baik. Pengawalan dilakukan PKP dengan pola exante antara lain penerapan compliance procedure operasional dan pengujian compliance certificate terhadap keputusan pembiayaan.co.syariahmandiri. moderat (moderate) dan tinggi (high). Dengan perubahan dan gejolak yang terus menerpa iklim usaha perbankan saat ini. risiko strategik. Berdasarkan profil risiko per Desember 2009. fungsi kepatuhan di BSM menjadi amat penting untuk mendukung pengelolaan risiko kepatuhan yang sesuai dengan perkembangan usaha BSM. Gabungan hasil penilaian eksposur risiko inheren dengan kecukupan SPR menghasilkan predikat risiko komposit. Profil Risiko Profil risiko memuat gambaran tentang tingkat risiko yang melekat pada seluruh aktivitas bank (inherent risk) dan kecukupan sistem pengendalian risiko (risk control system).

Zero Defect (ZD). . pada 2009 terus meningkat sebagai compliance knowledge based yang dimanfaatkan oleh jajaran BSM dalam melaksanakan tugas. Pemanfaatan SIK oleh jajaran BSM tergambar dari mekanisme komunikasi/ informasi.Branch Compliance Index (BCI).CO) dari Direktorat Kepatuhan kepada Direktur Utama atas keputusan yang akan diambil BSM terutama yang berpengaruh pada kebijakan strategik dan operasional BSM.PKP Performance. SE.Regulation Index (RI). . Kajian atas ketentuan eksternal telah lebih kokoh menjadi dasar rujukan bagi BSM dalam membuat kebijakan/ketentuan internal.co.KYC dan GCG Index. Rencana Kerja dan Anggaran Divisi (RKAD) Tahunan. Selama tahun 2009. Surat Edaran maupun Standard Operating Procedure untuk diterapkan oleh unit kerja terkait. Pemastian bahwa setiap ketentuan BSM tidak ada yang melanggar ketentuan eksternal telah terlaksana dengan baik selama periode 2009. 2). Compliance Index BSM (melalui Compliance Remedial Program) mengukur 10 indeks kepatuhan yaitu: - dan jasa. b. Pemberian Opini dan Catatan Kepatuhan Pemberian opini kepatuhan (compliance opinion . Selain itu. tergambar pada tabel disamping: Compliance Index BSM terus dipacu meningkat. . . Pengujian kepatuhan (compliance review) atas ketentuan yang akan diberlakukan BSM dan kajian terhadap ketentuan eksternal (Peraturan BI. telah optimal. regulasi terkait lain) berjalan kontinyu. . Fatwa Dewan Syariah Nasional/DSN. 5).Compliance Certificate (CC). SOP dan Pedoman Kepatuhan Hasil kajian ketentuan eksternal yang diterbitkan regulator (terutama PBI) telah mendorong jajaran unit kerja kantor pusat BSM secara rutin menerbitkan Kebijakan. . Di samping itu. 4). penyampaian catatan kepatuhan (compliance note .Division Compliance Index (DCI). Implementasi RKAD bertujuan mendukung pencapaian sasaran perusahaan/corporate BSM Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.59 92.79 (kategori indeks ”tinggi”). PKP juga bermitra independen secara erat dengan kepala unit kerja berikut seluruh jajaran di bawahnya. Kebijakan. Pedoman. Monitoring realisasi pencapaian target dilaksanakan DKN setiap bulan dimana keberhasilan kinerja Kepatuhan pada akhir 31 Desember 2009 secara kualitatif tercapai baik. Compliance Index BSM yang penguatannya dilakukan dengan penerapan Compliance Remedial Program (melalui kegiatan kepatuhan dengan akronim JURUS JAKA TINGKIR) angkanya membaik. Sistem Kepatuhan Cakupan dari pelaksanaan Sistem Kepatuhan BSM meliputi: 1). tindak lanjut pemutakhiran ketentuan existing agar sesuai dengan ketentuan yang baru dikeluarkan oleh pihak eksternal terjadual sebagaimana kepentingannya bagi BSM.id yang fokus untuk penguatan fungsi kepatuhan BSM melalui program (inisiatif strategis) tahunan Divisi Kepatuhan. sehingga dalam Corporate Plan BSM (sampai dengan 2014 ditetapkan target indeks sebesar 92. Hasil pengukuran digunakan oleh manajemen maupun jajaran unit kerja melakukan langkah perbaikan dan peningkatan kepatuhan. Pengukuran indek kepatuhan (compliance index) BSM setiap bulan merupakan langkah strategis untuk melihat ”tingkat kepatuhan” suatu objek (unit kerja..83 . Pengujian (review) Kepatuhan. program. dsb). 3). sebagai berikut: • Pengawasan rutin kepatuhan Cabang maupun kinerja PKP melalui aplikasi online 91 .38 91.Corporate Compliance Index (CCI). Trw I Trw II Trw III Trw IV 92.86 91. DKN menjadi anggota tetap dalam proses pengambilan Keputusan Komite Sisdur (KKS) kantor pusat.syariahmandiri.Compliance Self Assessment (CSA). . .Compliance Risk Index (CRI). Sistem Informasi Kepatuhan (SIK) Penggunaan SIK yang semula sebagai tools kerja kepatuhan.CN) Divisi Kepatuhan kepada Direktur Kepatuhan atau unit kerja terkait untuk pengambilan keputusan BSM cukup banyak dilakukan DKN yakni sejumlah 21 (duapuluh satu) selama tahun 2009.

Penggunaan SIK merupakan realisasi dari Arsitektur SIK (ASIK) yang memiliki 5 (lima) pilar penting yakni Corporate Prudentiality. lembur pegawai DKN dan PKP.co. 3). telah menggunakan tools prosedur kepatuhan (Compliance Procedure) sebagai perangkat kerja berupa checksheet sebagai sarana monitoring harian pejabat/pegawai Cabang. pengurusan reimbursement pengobatan. Monitoring & Supporting Pelaksanaan Monitoring dan Supporting Kepatuhan BSM. meliputi: 1). 2). pelaksanaan Kebijakan Kepatuhan dan pencegahan penyimpangan prosedur di unit kerja. kejadian yang bersifat fraud dapat lebih awal terlaporkan.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Pelaksana Marketing Support (PMS). Zero Defect (ZD).syariahmandiri. Compliance Risk Index (CRI). Pengembangan SIK diperluas sebagai sarana pelaporan unit kerja (paperless) yang terkait dengan GCG. Compliance Certificate (CC). penayangan wallpaper). Pembuatan laporan-laporan rutin kinerja pengawasan kepatuhan baik periode bulanan kepada Direktur Kepatuhan. Computerized Activities. Operation Manager (OM). Branch Compliance Index (BCI). Implementasi tugas bagian Supporting dan Monitoring relatif telah berjalan dengan baik dan akan terus ditingkatkan dalam rangka untuk memberikan dukungan pelayanan yang prima kepada pihak internal maupun eksternal. periode 6). Loan Administration and Trade Service Officer (LTO). Media lain yang dapat digunakan mendukung SIK adalah sosialisasi tertulis (upload) dan intranet (antara lain folder Bank SE. Self Compliance Identification. Compliance Self Assessment (CSA). Back Office (BO). Code of Conduct (CoC) dan Compliance Procedure (Compro). BSM telah memiliki 11 (sebelas) checksheet Compliance Procedure untuk jabatan-jabatan seperti Kepala Cabang (KC). Customer Service Officer (CSO). Head Teller (HT). Pelaksanaan support administrasi kinerja DKN untuk keperluan internal maupun eksternal antara lain pengadaan ATK. Pengembangan SIK yang terkoneksi (link) dengan core banking system BSM bermanfaat bagi unit-unit kerja untuk penyampaian dan pemahaman ketentuan internal maupun eksternal BSM. Division Compliance Index (DCI). Pemantauan/monitoring terhadap realisasi index-index kepatuhan yang meliputi Corporate Compliance Index (CCI).• • • dan real time. Melalui aplikasi ini. Marketing Manager (MM). cuti. Customer Service (CS). Regulation Index (RI). Shari’a Compliance dan Compliance Management Information System. UU dan Fatwa DSN. PKP Performance dan Know Your Customer Index (KYC) Index dan Good Corporate Governance (GCG). c. pelaksanaan rekrutmen karyawan. Legal Officer (LO). Compliance Procedure Pemastian efektifitas triwulanan kepada Direktur Utama dan periode semesteran kepada Bank Indonesia. Checksheet tersebut melekat pada aktivitas operasional Cabang sehingga berfungsi sebagai Compliance Procedure dalam sistem operasional kepatuhan Cabang. 92 www. up dating data. Teller. Selain itu memonitor realisasi rencana kerja Divisi Kepatuhan serta anggaran yang telah ditetapkan dalam RKAD.

id 93 . Cabang Pembantu. yang meliputi bidang pendanaan maupun pembiayaan. Kantor Kas dan Konter Layanan Syariah (KLS). BSM senantiasa menindaklanjuti setiap ketentuan baru yang diberlakukan oleh regulator (terutama PBI/SEBI). CoC yang dipantau adalah pelaksanaan oleh seluruh manajemen dan jajaran BSM lain terutama berkenaan dengan interaksi kerja dengan stakeholders. Direktorat Kepatuhan berperan memastikan berjalannya pelaksanaan GCG di jajaran BSM agar GCG dapat terpenuhi secara optimal dalam jangka panjang. Divisi Manajemen Risiko (DMR).3/10/2001 tanggal 18 Juni 2001 beserta perubahannya. sehingga komitmen pengamanan atas kerahasiaan data nasabah akan selalu terjaga. e.l. Setiap ditemukannya benturan kepentingan/ penyimpangan atas peraturan (internal maupun eksternal) di-reminder kepada unit kerja yang bersangkutan untuk diselesaikan dengan baik dan secara berkala diawasi oleh divisi terkait seperti Divisi Audit Intern (DAI). dan transaksi Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. telah sesuai ketentuan a. Surat Edaran maupun Standar Operating Procedure untuk diterapkan oleh unit kerja terkait. Monitoring GCG Penerapan GCG di BSM meningkat pada 2009 sejalan dengan tindaklanjut hasil audit BI pada tahun 2008 yang menyatakan GCG di BSM telah berjalan baik. yang kemudian mengalami penyempurnaan melalui program Customer Due Dilligence (CDD) setelah diberlakukannya PBI No. ID nasabah kadaluwarsa. Divisi Jaringan Cabang (DJN) dan Divisi Kepatuhan (DKN). Unit Kerja Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) 1). • Hubungan korespondensi dengan bank asing telah didukung antara lain melalui pemenuhan AML questionnaire kepada bank koresponden dengan apresiasi baik.25 tahun 2003. 2). Pemenuhan GCG sebagaimana diwajibkan BI kepada bank umum. Praktek GCG yang optimal terus ditingkatkan BSM dengan monitoring oleh unit kerja terkait di kantor pusat atas implementasi Code of Conduct (CoC).d. Direktorat Kepatuhan merupakan salah satu governance structure yang diwajibkan oleh BI (tercantum dalam PBI tentang GCG dan Tingkat Kesehatan Bank Syariah). Adapun SA sesuai kewajiban PBI dan SEBI dalam bentuk laporan penilaian tahunan telah berjalan sebagaimana mestinya. • Peningkatan sistem monitoring data nasabah dan indikasi transaksi mencurigakan dilakukan dengan membuat menu laporan pendeteksian kelengkapan data nasabah.11/28/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 yang menggantikan PBI P2MN. di mana jajaran unit kerja kantor pusat BSM secara rutin membuat Kebijakan. Efektifitas Penerapan Customer Due Dilligence (CDD) • Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (P2MN) telah dijalankan sejak tahun 2002 dengan berpedoman kepada PBI No. sebagai perpanjangan tangan dari UKPN Kantor Pusat.co. untuk kepentingan internal BSM. • UKPN telah berfungsi sebagaimana mestinya baik melalui PIC UKPN di Kantor Pusat maupun melalui Pejabat/Petugas UKPN di Kantor Cabang. termasuk terpenuhinya kelengkapan/validitas data nasabah yang terus dimaksimalkan melalui penerapan single CIF (Customer Identification File) dan data cleansing.15 tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No. Efektifitas Penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) • Penguatan APU BSM telah sesuai dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang No. • Pemantauan efektifitas penerapan Know Your Customer Principle (KYC) dilakukan dengan menerapkan scoring bagi masing-masing unit bisnis melalui checklist implementasi triwulanan secara independen oleh Pengawas Kepatuhan dan Prinsip mengenal Nasabah (PKP). DKN mengkoordinasikan pelaksanaan Self Assessment (SA) GCG yang secara khusus. Pedoman. daftar teroris/nasabah berisiko tinggi versi PBB/ PPATK/OFAC. • Pelaporan ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan pemenuhan data nasabah kepada pihak berwenang senantiasa berpedoman kepada ketentuan terkait. memodifikasi format checklist GCG untuk penilaian berkala 2 (dua) kali dalam setahun (semesteran).syariahmandiri.

supplier bahkan kompetitor.208. pembangunan asrama rumah asuh. • Telah dijalankan proses screening dalam proses penerimaan pegawai baru untuk memastikan calon pegawai tidak terkait dengan aktifitas pencucian uang dan pendanaan terorisme.661.dan yang disalurkan adalah sebesar Rp3. Mendukung kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan. korban gempa Tasikmalaya dan Sumatera serta pembinaan pedagang mikro. pemerintah.712.Jenis kegiatan yang telah mendapat penyaluran Dana Kebajikan meliputi: Santunan anak yatim. Pelaksanaan program CSR di BSM memiliki 2 (dua) sumber dana.Penyaluran Dana Zakat dilaksanakan (bersinergi) dengan LAZNAS BSM dan penyalurannya dilakukan melalui program yang berdaya guna dan bermanfaat yakni Mitra Umat. pengadaan perpustakaan anak yatim. 2. Penerimaan Dana Kebajikan per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp1. khususnya di lingkungan di mana BSM beroperasi. yaitu membantu mengatasi atau mengurangi permasalahan yang terjadi di masyarakat. • Telah dilaksanakan program reward and punishment terhadap implementasi APU & PPT di seluruh jajaran cabang melalui penilaian PKP dan hasil evaluasi UKPN Kantor Pusat.980. Membuat perubahan positif di tengah masyarakat. FKDKP.585.di luar kewajaran. pemilik. dan mengupayakan pencapaian kesejahteraan kehidupan masyarakat. antara lain: a.138.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . yang disalurkan adalah sebesar Rp2.674. Dana Zakat Dana Zakat bersumber dari zakat perusahaan (BSM). sesuai dengan konsep dasar CSR. Kegiatan-kegiatan yang dijalankan BSM di tahun 2009 terus diupayakan agar 94 www. 2. PPATK.201. komunitas. Bank Koresponden dll. partisipasi kemanusiaan untuk Palestina.. yakni Dana Kebajikan dan Dana Zakat. Meningkatkan kesadaran publik tentang BSM melalui kegiatan-kegiatan sosial. Pelatihan internal secara kelas dan workshop bagi pejabat BSM dan petugas UKPN telah diikuti oleh 1.dan saldo akhir tahun adalah Rp20. 6. 3. mengusahakan terjadinya perubahan perilaku masyarakat. Pendapatan Non Halal dan Dana Sosial lainya. zakat nasabah dan umum. dan menggalang dukungan masyarakat untuk tujuan bisnis BSM. Berbagai program yang dimiliki BSM dilakukan secara sinergi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BSM.304 pegawai atau lebih dari 50% pegawai BSM.149. Pengembangan Ekonomi Umat BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam menjalin kemitraan dan mengembangkan sektor ekonomi masyarakat sekitar. pegawai.. Meningkatkan nilai brand BSM dengan membangun reputasi yang baik.dan saldo akhir tahun adalah Rp1. Membangun citra positif BSM dalam benak masyarakat.297. Wujud kepedulian BSM tersebut dilakukan dalam bentuk Program Mitra Umat yakni pemberdayaan sektor ekonomi mikro dengan skema qardhul R. Didik Umat dan Simpati Umat kepada 14. bea siswa.485. Aktivitas CSR yang dilakukan BSM bertujuan untuk: 1.500. • PPATK telah menilai BSM telah baik dan kooperatif untuk selalu ikut serta dalam menegakkan rezim APU (money laundering) di Indonesia.co. bakti sosial. operasi bibir sumbing.744. donor darah.. termasuk pelanggan. CSR merupakan konsep di mana BSM secara sukarela menyumbangkan sesuatu ke arah masyarakat yang lebih baik dan lingkungan hidup yang lebih bersih. Penerimaan Dana Zakat per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp18. pelatihan dakwah. khitanan massal.-. Mendukung implementasi praktik bisnis yang transparan dan bertanggungjawab. 4. serta zakat pegawai BSM.891. Laporan Corporate Social Responsibility (CSR) Corporate Social Responsibility (CSR) merujuk pada semua hubungan yang terjadi antara perusahaan dengan semua stakeholders.862.759. • Program pelatihan APU dan PPT telah dijalankan baik secara internal maupun eksternal (yang diikuti oleh pegawai Kantor Pusat dan Cabang) dengan pelaksana program BI.553. pembangunan/renovasi masjid.syariahmandiri. dengan uraian sebagai berikut: 1. Dana Kebajikan Dana Kebajikan bersumber dari Denda. iB CSR. 5.582 orang (mustahikin) Selama tahun 2009 BSM melakukan berbagai kegiatan sosial yang diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan.278.

BSM mengkampanyekan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. d.-.-. Peduli terhadap hal tersebut.000. Program-program yang dilakukan BSM di bidang perbaikan kesehatan antara lain: pelaksanaan donor darah. distribusi hewan kurban. Pada tahun 2009. Melalui program BSM Peduli Penghijauan. Berbagai program yang dimiliki BSM merupakan program yang menyentuk langsung kepedulian terhadap masyarakat. baik secara keproyekan (Reboisasi/ Gerhan) maupun gerakan menanam secara massal oleh masyarakat luas sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan kerusakan sumber daya hutan.996. khususnya sumber daya hutan adalah terjadinya degradasi hutan dan lahan yang disebabkan oleh pembalakan liar. Sasaran dari program ini adalah pemberdayaan pendidikan mulai dari tingkat SD. SMU/K dan perguruan tinggi. Sampai saat ini pengembangan dan perbaikan atas program ini terus dilakukan. BSM melakukan gerakan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. e. Total bantuan yang telah disalurkan melalui program Didik Umat adalah sebesar Rp1. Upaya memulihkan kerusakan hutan dan lahan dilaksanakan dengan merehabilitasi kembali hutan rusak dan lahan kritis DAS melalui kegiatan menanam. Pada tahun 2009 bantuan diberikan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat dalam kegiatankegiatan ekonomi.269.425.syariahmandiri. b.166 siswa dari berbagai tingkatan. meliputi budidaya jamur.hasan.000.id 95 . LAZNAS BSM telah memberikan bantuan pendidikan kepada 1. kekeringan dan tanah longsor maupun kontribusi yang nyata terhadap pemanasan global. pembangunan mesjid dan fasilitas publik lainnya maupun santunan kepada dhuafa atau yatim piatu. perambahan hutan dan pengurangan kawasan hutan (deforestasi) untuk kepentingan pembangunan lain yang berakibat terjadinya bencana banjir. Penerima bantuan program Mitra Umat dalam tahun 2009 adalah sebanyak 916 orang. Selama tahun 2009 telah disalurkan sejumlah Rp384. Program Sosial/Budaya Dilaksanakan melalui Program Simpati Umat dalam berbagai kegiatan antara lain pemberian bantuan kepada korban bencana. budi daya kelinci dan pinjaman modal usaha mikro. khitanan massal dan program-program lainnya.co. Program Pengembangan Pendidikan BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam melaksanakan program pengembangan pendidikan sebagai salah satu bentuk sumbangsih BSM untuk pengembangan Indonesia. operasi bibir sumbing untuk anak yatim. Program Pengembangan Pendidikan dilaksanakan melalui Program Didik Umat yang merupakan salah satu program pengembangan sumber daya manusia. c. SMP. Program Pelestarian Lingkungan Persoalan utama yang dihadapi dalam upaya melestarikan lingkungan. Sasaran program ini supaya para mustahik yang menerima dana akan berubah menjadi muzaki. pemberian bantuan kesehatan. Program Perbaikan Kesehatan BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam melaksanakan program perbaikan kesehatan.

dan (5) transformasi Standard Operating Procedure (SOP).2. Melakukan re-engineering IT environment secara bertahap melalui: a. • Mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM. antara lain poster. untuk memantapkan berbagai hal yang telah dicapai pada tahun 2008 tersebut. hemat air dan hemat bahan bakar minyak.syariahmandiri. Selain mengadakan program BSM Peduli Penghijauan.6 mengenai “Sistem Informasi Manajemen“ dan Bab 3. c. hemat kertas. yaitu: • Memenuhi ketentuan Bank Indonesia (BI) yang dituangkan pada lampiran SEBI No. BSM berusaha untuk terus menyempurnakan pelayanan “improving service quality” kepada nasabah melalui: 1. spanduk dan leaflet. Adapun besaran umum project: (1) project initiation. (3) transformasi infrastruktur. BSM juga ingin mengajak stakeholders untuk peduli dan melestarikan lingkungan melalui program nyata. misi BSM: • Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan. 2. (4) transformasi bisnis proses. Pelaksanaan implementasi CBS baru dimulai sejak pelaksanaan kick off meeting pembangunan project (tanggal 23 Oktober 2009).reengineering Chart of Account (COA). antara lain: a. e. Oleh karenanya. Pelaksanaan transformasi CBS meliputi: (1) Pembangunan sistem CBS baru: Pembangunan modul-modul CBS. b.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . 9/30/DPNP/2007 tanggal 30 November 2007. BSM juga melakukan berbagai program kampanye lainnya. Fitur BSMnet (account to cash). direalisasikan dalam bentuk penanaman bibit pohon serta perbaikan taman kota. Inovasi yang disesuaikan dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) terkini adalah untuk meningkatkan daya saing BSM dalam industri perbankan. (2) transformasi arsitektur aplikasi.2 mengenai “Kebijakan Perencanaan Kapasitas“ • Mendukung 3 (tiga) dari Improving Service Quality S. antara lain gerakan hemat listrik. Dalam upaya menuju “BSM cares for better Indonesia”. Remmitance (cash to cash). Fitur mobile banking GPRS (account to cash). Kegiatan ini dicanangkan secara resmi oleh jajaran Direksi pada bulan April 2009. Laporan Sistem Teknologi Informasi MASIH DIANALISA)lllL Program kerja BSM yang diimplementasikan pada tahun 2009 diarahkan guna memperkuat dan menyempurnakan apa yang telah dikembangkan pada tahun 2008. Mengembangkan fitur e-banking secara berkelanjutan. Transformasi Core Banking System (CBS) dilakukan guna menerapkan. Aplikasi “Western Union“ (WU).restruktur kode outlet. . (2) business requirement (BR) 96 www. Fitur transfer di SMS banking. f. banner.3. • Menyelenggarakan operasional bank sesuai standar perbankan yang sehat. Tim CBS telah membuat tahapan umum proyek dengan durasi 15 bulan untuk pembangunan aplikasi di sistem CBS baru tahap 1. BSM Peduli Penghijauan melibatkan Direksi dan pegawai BSM. Sistem e-Payroll. g. . pada tahun 2009 ditempuh strategi yang mampu menjamin adanya dukungan kuat terhadap program kerja BSM. Melalui gerakan BSM Peduli Penghijauan. Bab 1.co. Transformasi CBS merupakan proses implementasi atas proses pengadaan sistem core banking baru (iBSM: integrated banking system modules). Payment e-banking. Kampanye dilakukan pada seluruh karyawan dalam unit kerja dengan berbagai media.penanaman pohon. d.

040. • Memastikan tersedianya jaringan data 24x7 sehingga dapat memberikan layanan operasional yang memadai. e-recruitment. Penerapan Ketentuan Bank Indonesia Strategi Tahun 2010 Untuk meningkatkan service BSM memiliki panduan/kebijakan mengenai penyediaan dana kepada nasabah termasuk kepada pihak terkait dan pembiayaan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. quality dan mendukung strategi perusahaan melalui project 201. (14) meningkatkan kerjasama dengan provider jaringan GPRS untuk mendukung performance Mobile Banking GPRS (aplikasi MBG).040 diharapkan dapat menerapkan delivering one stop services yang baik kepada nasabah. pada tahun 2010 BSM akan melakukan a. Penerapan LanDesk dan Fire-wall sebagai daya dukung terhadap penerapan IT Security.l: (1) melanjutkan proses transformasi CBS. (2) membangun middleware CBS. (12) menyempurnakan fitur BSMnet (13) membangun aplikasi SISKOHAT on-line. BSM telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. (6) paralell run. (4) testing. implementasi untuk pembangunan aplikasi di sistem CBS baru. BSM meresponnya dengan menerapkan manajemen risiko secara efektif dan bertahap sesuai ketentuan: (1) Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. Dalam penerapan manajemen risiko tersebut. (10) menerapkan PSAK 50 dan Basel II.review. (8) membangun aplikasi e-procurement. 5. Pengawasan aktif oleh Dewan Komisaris dan Direksi atas penggunaan TI.id Penggunaan Teknologi Informasi (TI) dapat meningkatkan risiko yang dihadapi perbankan termasuk BSM.9/30/DPNP tertanggal 12 Desember 2007 perihal Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. (16) mengembangkan warung mikro dan LKMS bekerjasama dengan pihak ketiga. Sampai dengan akhir tahun 2009. (3) system development. 3. Menyempurnakan proses identifikasi. branch structure. Meningkatkan fungsi jaringan komunikasi data (transformasi infrastruktur) melalui availability jaringaninternet. Dengan terimplementasinya transformasi CBS dan project 201. (3) membangun aplikasi business intelligence (BI). (11) mengembangkan apliasi DUIT (Dana Untuk Indonesia Tercinta). Aset TI. 9/15/ PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. b.syariahmandiri. d. (4) meredesign jaringan komunikasi data dengan sistem cluster & redundancy. availability bandwith manager dan upgrade bandwith. pada tahap BR review untuk beberapa modul CBS (modul customer. e-SPT (9) mendukung penguatan infrastruktur IT. Hal tersebut dilakukan untuk: • Memberikan dukungan optimal pada sistem CBS yang baru. tersebut. Pengamanan data & informasi. pengukuran. Operasional TI. 4. Project management. dan (2) Surat Edaran BI (SE BI)I No. retail funding & payments) dan resizing hardware (infrastruktur) carry forward 2010 beserta BR review modul-modul CBS lainnya. pemantauan dan pengendalian risiko penggunaan TI. (5) mengimplementasi data center outsourcing.co. 2. Jaringan komunikasi data. (5) users training. (7) mengimplementasi dan menyempurnakan fitur perangkat Electronic Data Capture (EDC) di outlet BSM. Melengkapi dan mengembangkan kebijakan dan prosedur penggunaan TI. c. (6) pelaksanaan standarisasi bandwith link (256 kbps termasuk backup link) seluruh outlet BSM. Melaksanakan sistem pengendalian intern atas penggunaan TI. Melakukan uji coba atas Disaster Recovery Plan (DRP) pada bulan Maret 2009 sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengharuskan Bank untuk melakukan uji coba DRP paling kurang sekali dalam satu tahun dengan melibatkan end user. (15) mengembangkan aplikasi Gadai. b. c. Sedangkan infrastruktur dalam mendukung transformasi CBS dilaksanakan secara paralel. (7) cut-off sistem lama. Dalam kaitan ini BSM telah membuat dan menyempurnakan kebijakan dan prosedur penggunaan TI dari berbagai aspek manajemen risiko antara lain: a. e. Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Penyediaan Dana Skala Besar 97 . Penyempurnaan akses informasi internal BSM melalui pembangunan aplikasi MS-Exchange untuk mailing list yang dapat diakses tanpa batas (via intranet dan internet). Dalam rangka untuk dapat mengeliminasi risiko T.

Kedua proses tersebut saling terkait.berskala besar yang dimaksudkan untuk menunjang upaya BSM dalam mengimplementasikan GCG. Penyimpangan Internal Internal fraud adalah penyimpangan/kecurangan yang dilakukan oleh pengurus. 98 www. Top-down & Bottom-Up Planning Process. pegawai tetap dan tidak tetap (honorer dan outsourcing) terkait dengan proses kerja dan kegiatan operasional BSM yang mempengaruhi kondisi keuangan BSM secara signifikan. Rencana Bisnis Bank (RBB) disusun dengan realistis. Pendekatan ini dikenal dengan sistem perencanaan dua arah. Tingkat Kesehatan Bank Hasil penilaian tingkat kesehatan Bank per posisi 31 Desember 2009 yang dilakukan secara self assessment memperoleh peringkat 2 dengan predikat Baik. U. baik secara harian melalui daily report kepada Direksi. bulanan melalui monthly review maupun triwulanan melalui Laporan Pelaksanaan Realisasi RBB oleh Direksi kepada Bank Indonesia. komprehensif. Atas Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui tersebut. Signifikan dalam arti apabila dampak penyimpangannya bernilai lebih dari Rp100.000 (seratus juta rupiah). V. Bank menyusun rencana strategis jangka menengah untuk periode 5 (lima) tahun dalam bentuk Corporate Plan serta rencana strategis jangka pendek 1 (satu) tahun yaitu Rencana Bisnis Bank. mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kelangsungan usaha serta memperhatikan prinsip kehati-hatian dan prinsip perbankan yang sehat.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . yang meliputi seluruh organisasi BSM.000. Terhadap pelaksanaan rencana tersebut telah dipantau secara periodik. yang cakupannya meliputi level Unit. memperhatikan tingkat risiko komposit Risk Control System Strategic Risk. dimana perencanaan tingkat unit merupakan penjabaran strategi dari perencanaan tingkat BSM (BSM wide) dan penyusunan rencana BSM-wide itu sendiri mempertimbangkan masukanmasukan dari setiap unit. W. BSM berkomitmen menyelesaikan setiap permasalahan terkait dengan penyimpangan internal sesuai dengan kerangka atu pangan yang merugikan BSM akan diproses secara fair dan mengedepankan prinsip-prinsip GCG. segenap Direksi dan karyawan BSM melaksanakan RBB secara optimal yang telah dijabarkan ke dalam Business Plan masingmasing unit. Dalam penyusunan RBB tersebut dilakukan melalui 2 proses yaitu proses perencanaan BSM-wide. Rencana Strategis Bank Dengan mengacu pada Visi dan Misi. 6/25/ PBI/2004 tanggal 22 Oktober 2004. Jumlah penyimpangan internal dapat dilihat pada tabel diatas.co. serta proses perencanaan Unit-wide. Penyusunan dan penyampaian RBB telah berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No. mingguan melalui weekly report kepada Direksi. secara semesteran Laporan Pengawasan Pelaksanaan RBB oleh Dewan Komisaris kepada Bank Indonesia. Corporate Plan dan RBB disusun secara periodik dengan jadwal pelaksanaan serta mekanisme penyusunan yang telah dibakukan dalam Buku Pedoman Perusahaan (BPP).syariahmandiri. Untuk selanjutnya Corporate Plan RBB tersebut diajukan kepada Dewan Komisaris yang merepresentasikan Pemegang Saham untuk mendapatkan persetujuan dan pengesahan. Direksi mengkomunikasikan Corporate Plan dan RBB kepada Pemegang Saham Pengendali melalui forum RUPS serta menyampaikan ke segenap unit organisasi Perusahaan sebagai dokumen perencanaan company-wide yang harus menjadi pedoman dalam penyusunan dan pelaksanaan Business Plan setiap unit. terukur dan memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudent) serta mempertimbangkan perubahan internal dan eksternal.

Selama tahun 2009. Benturan Kepentingan Benturan kepentingan adalah keadaan di mana terdapat konflik antara kepentingan BSM dan kepentingan pribadi anggota Direksi. pemegang saham utama Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. BSM melakukan penegakan terhadap Code of Conduct yang dilakukan dengan melakukan pemantauan Z.syariahmandiri. Permasalahan Hukum Permasalahan hukum adalah permasalahan hukum perdata dan pidana yang dihadapi BSM selama periode tahun laporan dan telah diajukan melalui proses hukum. bertanggung-jawab. Etika (Code Of Conduct) 2008 2009 0 0 0 0 0 2008 19 9 10 0 0 2009 12 8 4 0 0 Total Fraud Telah diselesaikan Dalam proses penyelesaian di internal Bank Belum diupayakan penyelesaiannya Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum 0 0 0 0 0 Tabel Permasalahan hukum periode Januari – Desember 2009 Permasalahan Hukum Jumlah Perdata 4 2 6 Pidana - Telah diselesaikan (telah mempunyai kekuatan hukum tetap) Dalam proses penyelesaian Total X. memahami. Y. Code of Conduct dimaksudkan untuk memberikan pedoman berperilaku yang islami.Tabel Penyimpangan Internal Jumlah Kasus Oleh Kasus Direksi dan Dewan Komisaris Pegawai AA. maupun dengan rekan sekerja.id 99 . Lebih dari itu. dan menghayati Code of Conduct secara tepat. atau pihak terafiliasi. Perkara-perkara yang sedang dihadapi BSM di tahun 2009. dan benar. pegawai juga harus menaati Code of Conduct yang diwujudkan dengan menandatangani surat pernyataan kesanggupan untuk menaati dan melaksanakan Code of Conduct secara konsisten dan penuh tanggung jawab. Permasalahan hukum yang terjadi di BSM untuk periode Januari – Desember 2009 dapat dilihat pada tabel disamping. Segenap pegawai BSM diwajibkan untuk membaca. baik. wajar. kepedulian yang tinggi terhadap masalah sosial dan lingkungan hidup merupakan bagian penting dari tugas dan tanggung jawab BSM terhadap masyarakat. mulai dari level operasional sampai kepada top management. Sasaran umum dari Code of Conduct adalah menyusun suatu petunjuk agar setiap pelanggaran Code of Conduct yang dilakukan oleh insan BSM dapat secara cepat terdeteksi. profesional. Penjelasan secara lebih rinci yang telah dilakukan oleh BSM dan nilai nominalnya selama tahun 2009 terdapat di bagian Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Laporan Tahunan 2009 ini. anggota Dewan Komisaris. BSM senantiasa melakukan sosialisasi dalam penerapan Code of Conduct kepada seluruh pegawai BSM. Sosialisasi ini dimaksudkan agar insan BSM senantiasa patuh terhadap Code of Conduct. Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik BSM tidak terlibat di dalam kegiatan politik dan tidak memberikan donasi untuk kepentingan politik. BSM telah memiliki Code of Conduct sejak tahun 2002. Kepatuhan terhadap Code of Conduct dapat mencegah berkembangnya hubungan yang tidak wajar dengan para nasabah atau antara sesama pejabat BSM. tidak ada satupun yang memiliki dampak signifikan terhadap kondisi dan kinerja BSM secara umum.co. mendiskusikan. Sebaliknya. rekanan. patut dan dipercaya bagi seluruh jajaran BSM baik dalam melakukan hubungan bisnis dengan para nasabah. Code of Conduct merupakan tanggung jawab seluruh jajaran BSM sesuai dengan budaya perusahaan yang mengacu pada akhlaqul karimah (budi pekerti yang mulia). tidak ada transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

11. 2. Seluruh laporan tersebut harus disertai data dan/ atau bukti-bukti akurat sehingga pelanggaran dapat diproses lebih lanjut. 7. www. diluncurkan oleh Direktur BSM. 2. Selain kewajiban untuk menaati Code of Conduct. Teamwork (‘Amal Jamaa’iy): Mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi. 12. Sosialisasi Shared Values BSM telah dilakukan sepanjang tahun 2008 dan 2009. 2. Integrity (Shidiq): Menaati kode etik profesi dan berpikir serta berperilaku terpuji.secara berkala terhadap penegakan Code of Conduct dan menyediakan fasilitas bagi pengaduan terhadap pelanggaran Code of Conduct. Pengawasan Pelaksanaan dan Pemutakhiran. Dalam kaitan dengan Code of Conduct. Pegawai diharuskan untuk melaporkan pelanggaran atas Code of Conduct tersebut kepada atasan dengan tembusan ke Divisi Human Capital. 3.co. Tujuan dan Sasaran. 5. 4. Excellence (Imtiyaaz): Berupaya mencapai kesempurnaan melalui perbaikan yang terpadu dan berkesinambungan. BSM mengoptimalkan gerakan “La Code of Conduct BSM berisikan aspek-aspek sebagai berikut: Risywah. pegawai BSM juga diharuskan untuk menaati aturan dan kebijakan lainnya serta tidak bersikap diam apabila menemukan atau mengetahui perbuatan atau tindakan yang merupakan pelanggaran atas Code of Conduct. 5. dalam rangka perjalanan dinas ke Cabang untuk mencegah prakti-praktik yang tidak sesuai dengan implementasi GCG. Modul-modul training pegawai Shared Values terdiri atas: BB. Setiap pelanggaran atas Code of Conduct akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan pengenaan sanksi tersebut tidak bersifat diskriminatif. Penyalahgunaan. Integritas Sistem Perbankan. 8. 6. Tema-tema dalam Rapat Kerja dan kegiatan besar BSM. sedangkan untuk pelanggaran yang dilakukan oleh unsur pimpinan maka laporan disampaikan ke Divisi Human Capital. Penyalahgunaan Jabatan. Kata “ETHIC” sendiri berarti “set of moral principles” (himpunan prinsip-prinsip moral) sebagai tatanan perilaku mulia yang membentuk keunggulan insan BSM. baik dari aspek cakupan wilayah maupun manusia pelaksananya. Lomba Cerdas Cermat dan Ketangkasan Shared Values BSM. Humanity (Insaaniyah): Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan religius. 1.id Definisi. Sepanjang tahun 2009. Penutup. Setelah melalui proses yang melibatkan seluruh jajaran pegawai sejak pertengahan 2005 yang lalu. dalam acara Milad BSM ke-8 di Jakarta. maka diperlukan acuan nilai-nilai perusahaan untuk dipahami. 4. 3. 14. Untuk menyelaraskan gerak dan langkah insan BSM sehingga seluruh jajaran organisasi di semua wilayah operasional mampu memperjuangkan Visi dan Misi BSM.syariahmandiri. Sosialisasi ini dilakukan melalui: 1. 9. 6. Spirit of the Week. Benturan Kepentingan. dihayati dan dilaksanakan 100 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Budaya BSM. dihayati dan diimplementasikan secara konsisten. 3. Shared Values ini secara resmi 1. Pernyataan Tahunan. Nilai-Nilai Perusahaan Seiring pertumbuhan usaha yang terukur melalui berbagai indikator baku dunia perbankan. BSM memiliki nilainilai Perusahaan yang menjiwai implementasi Code of Conduct.” Gerakan ini merupakan langkah untuk meningkatkan kesadaran (awareness) seluruh jajaran BSM selain terhadap nasabah (melalui penandatanganan pada akad pembiayaan) maupun dalam lingkungan kerja. lahirlah nilai-nilai perusahaan yang baru yang disepakati bersama untuk dishared oleh seluruh pegawai BSM yang disebut Shared Values BSM. Agar nilai-nilai bersama yang telah dirumuskan dan disepakati dapat dipahami. Sanksi Pelanggaran/ Ketidakpatuhan. baik pada tataran perorangan maupun tim kerja secara keseluruhan. 4. Perilaku Insiders. Pengelolaan Rekening Pegawai. 15. Kerahasiaan. Customer Focus (Tafdhiilu Al ‘Umalaa): Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjadikan BSM sebagai mitra yang terpercaya dan menguntungkan. Lomba Cipta Lagu Shared Values BSM. BSM mengeluarkan Surat Edaran Pemberian Souvenir/Cinderamata/Oleholeh dan Jamuan Makan pada Pegawai BSM. BSM memiliki jaringan pelayanan dan kemitraan usaha yang terus bertambah. Pesan-pesan manajemen dalam setiap pertemuan. Ke-5 nilai tersebut di atas di-akronim-kan menjadi ETHIC. 5. 10. Kerahasiaan. 13. No Kick Back dan No Special Payment.

• Competence: Meningkatkan keahlian sesuai tugas yang diberikan dan tuntutan profesi bankir. • Sincerity: Meluruskan niat untuk mendapatkan ridha Allah. Penyebaran informasi bertujuan membantu. • Responsibility: Menerima tugas sebagai amanah dan menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. syariahmandiri. dan kegiatan BSM. • Prudence: Menjaga amanah secara hati-hati dengan selalu memperhitungkan risiko atas keputusan yang diambil dan tindakan yang dilakukan. • Honesty: Menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap perilaku. • Innovation: Proaktif menggali dan mengimplementasikan ide-ide baru untuk memberikan layanan lebih baik dan lebih cepat dibandingkan kompetitor. Media-media penyebaran informasi tersebut antara lain: 1.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri 101 . Situs Internet: www. (62 – 21) 2300 509.Nilai-nilai Perusahaan ”ETHIC” Nilai (Shared Values) Excellence (Imtiyaaz): Perilaku Utama (Core Behavior) • Perfection: Berkomitmen pada kesempurnaan. • Effective Communication: Mewujudkan iklim lalu-lintas pesan yang lancar dan sehat. Media komunikasi antara BSM dengan karyawan melalui berbagai fasilitas yang disediakan seperti intranet. serta menghindari kegagalan dengan selalu meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Selain itu. maka Shared Values BSM diterjemahkan ke dalam perilaku-perilaku utama. oleh seluruh BSM dalam kehidupan berorganisasi. Media cetak nasional.syariahmandiri. • Discipline: Melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan ketentuan dan tuntutan perusahaan serta nilai-nilai syariah. pemahaman dan persepsi positif dari para stakeholders terhadap kebijakan. Thamrin No. Jl. Masalah dan Kendala yang Dihadapi BSM Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi Pembiayaan Murabahah www. • Customer Satisfying: Mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan. Forum Doa Pagi. Teamwork (’Amal Jama’iy): Humanity (Insaaniyah): Integrity (Shidiq): Customer Focus (Tafdhiilu Al-’Umalaa): CC. • Respect: Menghargai pendapat dan kontribusi orang lain. • Trust: Mengembangkan sikap saling percaya yang didasari pikiran dan perilaku positif.co. Forum-forum pengajian. 5. dan meningkatkan pengetahuan. 4. menjaga. Media Penyebaran Informasi Penyebaran informasi kepada semua stakeholders merupakan bagian penting dari peningkatan prinsip transparansi informasi secara internal dan eksternal. • Universality: Mengembangkan nilai-nilai kebaikan yang secara umum diterima oleh seluruh umat manusia. MH. Jakarta 10340 – Indonesia.co. 5. 6. Majalah internal BSM. 2. • Result: Memiliki orientasi pada hasil dan nilai tambah bagi stakeholders. (62 – 21) 3983 2989.id. dsb. • Social Responsibility: Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sosial tanpa mengabaikan tujuan perusahaan. informasi tentang BSM dapat diperoleh pada Divisi Hubungan Korporasi & Hukum beralamat pada : Kantor Pusat PT Bank Syariah Mandiri Wisma Mandiri I. Telp. • Ownership: Mengembangkan sikap rasa saling memiliki yang positif. 3983 9000 (hunting). Faks. 3. Televisi/Radio. • Good Governance: Melaksanakan tata kelola organisasi yang sehat.

co.syariahmandiri. Terhadap SKPKB dan STP tersebut di atas. Desember 2003 dari Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dengan total sebesar Rp37.Pada tahun 2004 dan tahun 2005 Kantor Pusat dan Kantor Cabang BSM telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan Surat Tagihan Pajak (STP) untuk masa pajak Januari s. Bank Indonesia dan Ditjen Pajak.767. Sehubungan dengan hasil akhir dari permasalahan pengenaan PPN atas transaksi Pembiayaan murabahah tersebut belum ada keputusan. pemerintah telah menerbitkan Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah yang mulai berlaku tanggal 1 April 2010.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah sehingga sesuai dengan UU No.d.649. telah dibahas dalam berbagai forum antara BSM dengan KPbS (Kompartemen Perbankan Syariah).377. Pada tanggal 15 Oktober 2009.542. BSM berpendapat bahwa pembiayaan murabahah yang dilakukan BSM adalah jasa perbankan sebagaimana diatur dalam UU No.-. Kantor Cabang di Bandarlampung sebesar Rp2. berkenaan BSM melaksanakan penyaluran dana berdasarkan Prinsip Syariah dalam bentuk Pembiayaan Murabahah. Kantor Cabang di Solo sebesar Rp5. Perbanas. 102 www.-. Dewan Syariah Nasional.7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diubah dengan UU No. 10 Tahun 1998 dan UU No.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Dalam rangka menyelesaikan permasalahan mengenai perlakuan perpajakan atas transaksi Pembiayaan Murabahah.495. pembiayaan bank syariah dikecualikan dari pengenaan PPN.310. Undang-undang tersebut menegaskan bahwa jasa pembiayaan berdasarkan prinsip syariah termasuk kelompok jasa yang tidak dikenai PPN. 18 Tahun 2000 tentang PPN Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. Rincian SKPKB dan STP tersebut adalah Kantor Pusat di Jakarta sebesar Rp25. BSM tidak melaksanakan pembayaran dengan alasan terdapat permasalahan status hukum perpajakan dari transaksi Pembiaya-an Murabahah.-.922.8 Tahun 1983 yang telah diubah dengan UU No.588. BSM terus berupaya menyelesaikan permasalahan mengenai pengenaan PPN atas transaksi pembiayaan murabahah tersebut dengan pihak-pihak terkait. Ditjen Pajak berpendapat bahwa kegiatan transaksi murabahah yang dilakukan oleh BSM terutang PPN karena kegiatan tersebut dilakukan dengan berdasarkan prinsip jual beli barang dan kegiatan transaksi murabahah tidak termasuk jenis jasa di bidang perbankan. yang saat ini berlaku belum secara spesifik dan eksplisit mengatur kegiatan usaha bank syariah khususnya pembiayaan Murabahah.432.dan Kantor Cabang di Pekalongan sebesar Rp2.713..830.309. Kantor Cabang di Jambi sebesar Rp1.-. maka BSM tidak melakukan pencadangan atas SKPKB dan STP.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->