Good Corporate Governance (GCG

)

BSM berkomitmen penuh melaksanakan di seluruh tingkatan dan jenjang organisasi dengan berpedoman pada berbagai ketentuan dan persyaratan terkait dengan pelaksanaan GCG. Untuk mengoptimalkan penerapan GCG, BSM melakukan penguatan infrastruktur, restrukturisasi internal yang mengarah kepada praktik terbaik, penyesuaian dan pembaharuan sistem dan prosedur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan GCG yang efektif.

A. Pendahuluan
Good Corporate Governance (GCG) merupakan unsur penting di industri perbankan mengingat risiko dan tantangan yang dihadapi semakin meningkat. Penerapan GCG secara konsisten akan memperkuat posisi daya saing perusahaan, memaksimalkan nilai perusahaan, mengelola sumberdaya dan risiko secara lebih efisien dan efektif, yang pada akhirnya akan memperkokoh kepercayaan pemegang saham dan stakeholders, sehingga BSM dapat beroperasi dan tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang. BSM berkomitmen penuh melaksanakan GCG di seluruh tingkatan dan jenjang organisasi dengan berpedoman pada berbagai ketentuan dan persyaratan terkait. Hal itu diwujudkan dalam: 1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi 2. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite-komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian internal bank 3. Penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal dan eksternal 4. Penerapan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian internal 5. Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana berskala besar 6. Rencana strategis bank 7. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan bank Untuk mengoptimalkan penerapan GCG, BSM melakukan penguatan infrastruktur, restrukturisasi internal yang mengarah kepada praktik terbaik, penyesuaian dan pembaharuan sistem dan prosedur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan GCG yang efektif. Penerapan GCG di BSM membaik pada tahun 2009 dibandingkan Penerapan GCG tahun-tahun sebelumnya. Pengukuran tingkat kepatuhan BSM dalam menerapkan GCG menggunakanchecklist (self assessment) di mana hasil penilaiannya dalam bentuk indeks. Untuk keperluan internal, penilaian dilakukan secara semesteran dan untuk keperluan laporan kepada Bank Indonesia, penilaian dilakukan secara tahunan. Seiring dengan keluarnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan GCG Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, BSM sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti ketentuan yang berlaku dalam PBI tersebut. Penerapan GCG di BSM dimulai dari komitmen pihak yang paling berpengaruh terhadap penetapan strategis perusahaan yang dikenal dengan 3 (tiga) pilar GCG yaitu Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi. Penerapan GCG di BSM dimulai sejak periode 2003, menggunakan format standard checklist yang dibuat oleh Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) yang bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB). Hasil penilaian secara Self Assessment (SA) tahunan terus membaik sebagaimana hasil pengukuran oleh jajaran BSM (Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif ) yang hasilnya berupa Indeks GCG semesteran (semester II 2009 = 91,88 kategori “Lebih Baik” meningkat dari semester I 2009 = 88,36 kategori “Lebih Baik”). Adapun penilaian SA dengan metode versi BI dimulai periode 2007, di mana BSM mendapat kategori “Baik”, dan untuk nilai SA periode 2008 dengan kategori “Sangat Baik” yang berarti meningkat dibandingkan periode 2007. Hasil penilaian tersebut pada dasarnya sudah sesuai dengan hasil penilaian BI (vide surat BI No.10/959/DPbS tanggal 21 Juli 2008), di mana BI menyarankan agar BSM mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG.

B. Self Assessment GCG Perbankan

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

www.syariahmandiri.co.id

61

1. Self Assessment Internal BSM

2008 Pengelompokan Penilaian
1. Penerapan Governance Structure 2. Kebijakan Corporate Governance 3. Pengungkapan (Disclosure) Corporate Gorvernance 4. Audit & Sistem Pengendalian Intern Total Nilai 100% 73.49 B 88.10 LB 88.36 LB 25% 20% 15.89 15.50 20.93 17.09 20.67 17.00 20% 17.00 18.72 19.50 Bobot 35% Nilai Sem - I 25.10 Nilai Sem – II 31.36 Nilai Sem – I 31.19

2009
Nilai Sem – II 32.42

19.12 21.84 18.50 91.88 LB

2. Self Assessment GCG kepada Bank Indonesia No Aspek yang dinilai Bobot 2008 Peringkat Nilai Akhir 2009 Peringkat Nilai Akhir

Catatan Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi, tugas dan memenuhi Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) tentang GCG dengan baik. Dewan Komisaris mampu mengambil keputusan secara independen. Direksi telah mematuhi komitmen untuk menjalankan kegiatan BSM secara prudent, sesuai dengan PBI dan SEBI. Direksi telah menerapkan prinsip-prinsip GCG secara baik. Pelaksanaan Rapat Direksi berjalan secara efektif, efisien dan fokus. Komite telah menjalankan tugas secara efektif dalam memberikan masukan kepada Dewan Komisaris. Tidak ada kelemahan minor yang signifikan pada kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite. BSM telah memiliki kebijakan dan peraturan serta telah menghindari halhal yang dapat menimbulkan benturan kepentingan di dalam proses dan keputusan operasional.

01

Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris (Dekom)

10

1

0,100

1

0,100

02

Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Direksi

20

1

0,400

1

0,200

03

Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite

10

2

0,100

1

0,100

www.syariahmandiri.co.id

04

Penanganan Benturan Kepentingan

10

2

0,200

2

0,200

62

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

05

Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank

5

1

0,050

1

0,050

BSM telah memenuhi fungsi Kepatuhan dan sesuai dengan ketentuan yang mengatur Direktur Kepatuhan serta Satuan Kerja Kepatuhan BSM telah memenuhi fungsi Audit Intern dengan efektif dan SKAI telah menjalankan fungsinya secara efisien dan obyektif sesuai SPFAIB. Kantor Akuntan Publik (KAP) sudah menjalankan fungsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku mengatur GCG, transparansi laporan keuangan maupun PSAK101-106 dengan cakupan hasil audit sangat baik. BSM telah menjalankan fungsi manajemen risiko sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha Bank serta risiko yang dihadapi. Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan komprehensif. BSM telah menyediakan dana kepada pihak terkait dan/atau dana besar secara obyektif tanpa intervensi dari pihak terkait atau pihak lainnya serta BSM tidak melakukan pelanggaran BMPK dan prinsip kehati-hatian.

06

Penerapan Fungsi Audit Intern

5

1

0,050

1

0,050

07

Penerapan Fungsi Audit Ekstern

5

1

0,100

1

0,050

08

Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern

7.5

2

0,150

2

0,150

09

Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) Dan Debitur Besar (Large Exposures)

7.5

1

0,150

1

0,075

10

Transparansi Kondisi Keuangan & Non Keuangan Bank, Laporan Pelaksanaan GCG dan Laporan Internal

15

2

0,300

2

0,300

Informasi seluruh Pelaporan Bank telah sesuai ketentuan transparansi. Informasi disampaikan melalui homepage

11

Rencana Strategis Bank

5

1

0,050

1

0,050

BSM telah menyusun Rencana Strategis dengan seksama sesuai dengan Rencana Bisnis Bank serta visi & misi Bank.
www.syariahmandiri.co.id
Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

Total

100

1,425 SB

1,325 SB

63

Nilai Komposit Nilai Komposit < 1.5 1.5 ≤ Nilai Komposit 2.5 ≤ Nilai Komposit 3.5 ≤ Nilai Komposit 4.5 ≤ Nilai Komposit
Nilai Komposit yang dihasilkan BSM adalah 1,325 pada tahun 2009, lebih baik dibandingkan Nilai Komposit tahun 2008 sebesar 1,425. Nilai Komposit BSM dalam pelaksanaan Self Assessment GCG adalah Sangat Baik, sesuai dengan komitmen BSM untuk senantiasa mengimplementasikan GCG dengan penuh komitmen dan konsisten.

Predikat Komposit Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik
November 2002. Code of Conduct BSM merupakan pedoman bagi segenap insan BSM agar berperilaku secara Islami, profesional, bertanggung jawab, wajar, patut, dan dapat dipercaya bagi seluruh jajaran BSM baik dalam melakukan hubungan bisnis dengan para nasabah, rekanan, maupun hubungan dengan rekan sekerja. c. Piagam Komite, terdiri dari Piagam Komite Audit, Piagam Komite Remunerasi dan Nominasi, dan Piagam Komite Pemantau Risiko.

E. Struktur Organ GCG
Organ perusahaan, terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Direksi, mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. Organ Perusahaan harus menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku atas dasar prinsip bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya semata-mata untuk kepentingan perusahaan. 1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) RUPS adalah organ perusahaan yang memegang kekuasaan tertinggi dalam perusahaan dan memegang segala kewenangan yang tidak diserahkan kepada Direksi, Dewan Komisaris atau Dewan Pengawas Syariah. RUPS sebagai organ perusahaan merupakan wadah para pemegang saham untuk mengambil keputusan penting berkaitan dengan modal yang ditanam dalam perusahaan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pada kepentingan usaha perusahaan jangka panjang. RUPS dan atau pemegang saham tidak melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi dan wewenang Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah serta Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan hak sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan. Pengambilan keputusan RUPS dilakukan secara wajar dan transparan. Pada RUPS dan RUPSLB

C. Kebijakan GCG
BSM telah memiliki kelengkapan berbagai kebijakan (soft-structure) yang mengatur pelaksanaan GCG. BSM menyusun Soft-structure GCG sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan, dan mengacu pada berbagai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Soft-structure GCG yang berlaku di BSM adalah sebagai berikut: a. BSM menyusun Piagam GCG (GCG Charter) berdasarkan Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi No.9/002-SKB/KOM.DIR tanggal 30 April 2007. Piagam GCG merupakan peraturan, kaidah dan kebijakan BSM yang wajib dipatuhi oleh seluruh jajaran BSM. Piagam GCG diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan BSM sehingga dalam implementasinya dapat selaras dan sesuai dengan standar GCG. b. BSM menyusun Code of Conduct BSM berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direksi dan Komisaris No. 4/002/DIR.KOM tanggal 26

D. Mekanisme GCG
RUPS DPS

PENGAWASAN

PENGELOLAAN

RUPS melakukan pengambilan keputusan penting yang didasari pada kepentingan perusahaan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangan yang berlaku. Pengelolaan dilakukan oleh Direksi, sementara Dewan Komisaris melakukan pengawasan yang memadai terhadap kinerja pengelolaan perusahaan. Untuk memastikan produk-produk BSM tidak melanggar prinsip-prinsip syariah, BSM dikawal oleh Dewan Pengawas Syariah.

64

www.syariahmandiri.co.id

Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri

d. Pertanggungjawaban Dewan Komisaris kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengawasan atas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. antara lain mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi.id 65 . • Melaksanakan pengawasan atas risiko Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. kompetensi dan reputasi keuangan yang memadai. Selama tahun 2009. Bambang.co. yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri dalam suatu laporan yang harus diperbaharui setiap tahunnya. Dewan Komisaris Dewan Komisaris adalah organ perusahaan yang bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa BSM melaksanakan GCG pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. menetapkan alokasi penggunaan laba. Kinerja Dewan Komisaris dievaluasi berdasarkan unsur-unsur penilaian kinerja yang disusun oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. c. menunjuk akuntan publik. BSM menyelenggarakan 1 (satu) kali RUPS yaitu RUPS Tahunan. UU Perseroan Terbatas dan ketentuan GCG. Anggota Dewan Komisaris tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari bank selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS. Persetujuan pembayaran zakat sebesar 2. • Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi serta pengawasan atas kebijaksanaan Direksi terhadap kebijakan pengurusan BSM serta memberikan nasihat kepada Direksi. Persetujuan atas Laporan Tahunan BSM termasuk Pengesahan Laporan Keuangan untuk tahun buku 2008 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli. RUPS memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris. Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit. mengesahkan perubahan Anggaran Dasar. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan dan tanggung jawabnya. b. Persetujuan penggunaan Laba Bersih BSM Tahun buku 2008. serta menetapkan jumlah dan jenis kompensasi serta fasilitas. memberikan persetujuan atas laporan tahunan. a. BSM memiliki tatacara penyelenggaraan RUPS di mana disebutkan bahwa agenda acara RUPS disampaikan beserta undangan RUPS. BSM mewajibkan anggota Dewan Komisaris untuk mengungkapkan kepemilikan sahamnya. Pelaksanaan penilaian dilakukan pada tiap akhir periode tutup buku. gaji dan fasilitas/tunjangan Direksi dan Dewan Komisaris serta bonus Senior Advisor Dewan Komisaris. e.syariahmandiri. Dewan Komisaris BSM telah memenuhi ketentuan fit & proper test dari Bank Indonesia. Hasil penilaian kinerja Dewan Komisaris disampaikan dalam RUPS.tahun 2009 telah dilakukan pemberitahuan dan undangan bagi pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku. Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada RUPS. f. Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi. RUPS Tahunan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2009 yang menghasilkan keputusan yaitu: a. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris BSM sejalan dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan yang berlaku. mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi. baik pada BSM maupun pada bank dan perusahaan lain. Sudarmadji & Dadang dengan opini “Wajar Tanpa Pengecualian”. Dalam melaksanakan tugas. Menetapkan KAP Purwantono. 2.5% dari laba bersih tahun 2008. Sarwoko dan Sandjaja (afiliasi Ernst & Young) yang akan mengaudit Laporan Keuangan BSM tahun buku 2009. Seluruh anggota Dewan Komisaris memiliki integritas. 2. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris BSM dapat dirinci sebagai berikut: • Memastikan terus terselenggaranya pelaksanaan prinsipprinsip GCG dalam setiap jenjang organisasi dibantu oleh unit-unit kerja terkait. Persetujuan atas Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada para anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Menetapkan besarnya tantiem.

komposisi. Dewan Komisaris dilarang terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional BSM. Pengawasan dilakukan secara langsung termasuk memantau tindak lanjut atas rekomendasi dari Komisaris kepada Direksi. Memberikan tanggapan dan rekomendasi atas usulan dan rencana pengembangan strategis BSM yang diajukan Direksi. dan keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha Bank. maupun melalui komitekomite yang dibentuk. Kerangka Manajemen Risiko 3.• • • • • www. Susunan Anggota Dewan Komisaris Susunan Anggota Dewan Komisaris BSM berdasarkan RUPS tanggal 19 Juni 2008 sebagaimana tabel di bawah. Dalam melakukan pengawasan tersebut. Memastikan bahwa Direksi telah memperhatikan kepentingan semua Pemegang Saham. Dua orang di antaranya atau sama dengan 50% anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen. Independensi Dewan Komisaris Anggota Dewan Komisaris BSM telah memenuhi jumlah. Membuat dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengawasan atas pengelolaan BSM. Di dalam melakukan pengawasan.id • usaha BSM dan upaya manajemen melakukan pengendalian internal. b. kriteria dan independensi sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 yang diubah dengan PBI Nomor 8/14/PBI/2006 di mana jumlah anggota Dewan Komisaris BSM saat ini adalah empat orang. kecuali dalam hal penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar BSM atau peraturan perundangan yang berlaku.co. Komposisi Dewan Komisaris c. Kinerja keuangan 2. Pengawasan dan Rekomendasi Dewan Komisaris Dewan Komisaris BSM secara proaktif melakukan pengawasan dan memberikan masukan kepada Direksi. Penggantian dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris telah memperhatikan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi. Tindak lanjut atas hasil pemeriksaan audit internal dan eksternal termasuk hasil pemeriksaan Bank Indonesia Nama Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Jabatan Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Representasi Pemegang Saham Independen Independen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Susunan Dewan Komisaris Nama Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Jabatan Komisaris Utama/ Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Komisaris Periode Jabatan I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2008-2011) 66 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Dewan Komisaris mengarahkan. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BSM. Memberitahukan kepada Bank Indonesia paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan perbankan. Setiap anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau anggota Direksi. Selama tahun 2009. d. Dewan Komisaris BSM telah melakukan pengawasan terhadap: 1.syariahmandiri.

7. Rapat Dewan Komisaris tersebut dapat berupa Rapat Internal Dewan Komisaris maupun Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi. atau Pejabat Eksekutif yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu) perusahaan anak bukan Bank yang dikendalikan oleh Bank. Penetapan ke dalam KPI. 5. Peningkatan kinerja Bank melalui evaluasi dan review terhadap berbagai kebijakan. Rangkap Jabatan Dewan Komisaris Dewan Komisaris tidak ada yang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris. Dewan Komisaris merekomendasikan perlunya dilakukan upaya perbaikan sekaligus pemeliharaan kinerja BSM yang mencakup faktorfaktor sebagai berikut: 1. Implementasi KYC dan AML. serta kepatuhan BSM terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemantauan secara konsisten terhadap pemeliharaan PDN. 8. Peningkatan kualitas aktiva produktif dengan melanjutkan langkah-langkah secara lebih konkrit dan berkesinambungan dalam berbagai hal terkait. zero DMTL dan hasil audit scoring di setiap unit kerja. Peningkatan rentabilitas.id Achmad Marzuki Abdillah Lilis Kurniasih Tardi Keterangan: * Rapat Komisaris adalah Rapat Internal Dewan Komisaris ** Rapat Komisaris Direksi adalah Rapat di mana Dewan Komisaris mengundang salah seorang Direksi untuk hadir dalam Rapat Dewan Komisaris *** Rapat Direktur Komisaris adalah Rapat di mana inisiatif rapat berasal dari Direksi dengan mengundang Dewan Komisaris Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri 67 . 6. Penggalian penyebab utama atas temuan oleh Internal Audit dan pengidentifikasian 8 (delapan) risiko perbankan di dalam temuan-temuan audit. f. manajemen risiko. Peningkatan pemahaman risiko dan adanya fungsi waskat di dalam manajemen risiko Bank. BSM mengupayakan perbaikan kinerja tersebut di atas sejalan dengan upaya untuk mempertahankan dan terus meningkatkan penerapan prinsip-prinsip manajemen bank yang sehat. 10. 4. sistem pengendalian intern. Rapat Dewan Komisaris Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan minimal sebulan sekali. Penetapan mekanisme mempertahankan posisi likuiditas dan tingkat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga. meningkatkan peran intermediasi BSM. Kebijakan Remunerasi Pemberian remunerasi dan fasilitas lain mengacu kepada keputusan dari pemegang saham sebagaimana ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan saran yang Daftar Kehadiran Rapat Dewan Komisaris Nama Rapat Komisaris* (8 Kali) 7 8 3 6 Rapat Komisaris Direksi** (7 Kali) 6 7 6 5 Rapat Direktur Komisaris*** (11Kali) 10 11 8 7 www. Direksi atau Pejabat Eksekutif pada 1 (satu) lembaga/ perusahaan bukan lembaga keuangan. e. 5. dan pengendalian portofolio valuta asing. atau anggota Dewan Komisaris.syariahmandiri. Optimalisasi pemanfaatan e-learning sehingga berkorelasi dengan peningkatan kompetensi pegawai. Upaya tersebut mencakup pelaksanaan manajemen umum. g. 12. Kecukupan sistem pengendalian Dalam rangka mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. 2.co. Pemaksimalan fungsi Pengawas Kepatuhan dan Prinsip Mengenal Nasabah (PKP). serta mempertahankan kondisi kesehatan BSM.4. Pemisahan fungsi otorisasi dan berjalannya komunikasi antar jenjang. 9. Permodalan BSM harus mampu mendukung rencana ekspansi bisnis dan pertumbuhan yang ingin dicapai. Direksi. 11. 3.

Menyerahkan laporan pengawasan syariah setiap 6 (enam) bulan kepada Dewan Komisaris.diberikan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi.Melakukan pertemuan rutin dengan BSM untuk mendiskusikan laporan perkembangan dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan praktek syariah. .id No 1. Pelatihan Dewan Komisaris Untuk meningkatkan kompetensi dan menunjang pelaksanaan tugas Dewan Komisaris BSM selama tahun 2009. Menyerahkan laporan pengawasan syariah kepada Bank Indonesia setiap semester pada tahun 2009.Hasil pengawasan dan kesesuaian kegiatan operasional perusahaan terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI. H. b. Meninjau produk dan layanan baru.136 miliar. yang memuat antara lain: . Syafii Antonio. MH Jabatan Ketua Anggota Anggota 68 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . kewenangan dan tanggung jawab DPS adalah: a. workshop. seminar antara lain: • Seminar Penerapan PSAK 50 & 55 serta Implikasinya. anggota Dewan Komisaris BSM telah mengikuti berbagai program pelatihan. h. • Assessment Commercial Banking. • Leadership and Decision Making. Mohammad Hidayat. Direksi. . Ec Drs. Tugas. Ali Yafie Dr. • Leaders Forum for Banking. . Memberikan masukan bahwa produk dan layanan BSM telah sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan oleh DSN. konferensi. Kebijakan Remunerasi Pemberian remunerasi dan fasilitas lain mengacu kepada keputusan dari pemegang Susunan Dewan Pengawas Syariah www. transaksi maupun operasional mencakup: a. Nama Prof. produk dan jasa yang dikeluarkan BSM. c. M. . Dewan Pengawas Syariah (DPS) Sebagai bank yang bergerak di bidang syariah. b. H. Memberikan masukan dan opini pada seluruh pedoman kerja operasional dan manual produk. yang belum diatur oleh fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI. DPS telah melakukan pertemuan rutin maupun insidental sebanyak 18 kali.249 miliar mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2008 sebesar Rp 2. DSN – MUI dan Bank Indonesia. sebuah badan dibawah Majelis Ulama Indonesia (MUI).Opini syariah atas pedoman operasional. a.Opini syariah atas pelaksanaan operasional perusahaan secara keseluruhan dalam laporan publikasi perusahaan. Selama tahun 2009 DPS telah mengeluarkan 9 (sembilan) opini syariah baik yang berkaitan dengan produk.syariahmandiri. MBH.Hasil kajian atas produk dan jasa baru yang belum ada fatwa untuk dimintakan fatwa kepada DSN – MUI. Riwayat hidup Dewan Pengawas Syariah dapat dilihat di bagian Profil BSM. DPS bersifat independen yang anggotaanggotanya ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). • Workshop Coaching for Leadership. Total remunerasi yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp 3. c.co. pembiayaan dan operasional harus disetujui oleh DPS untuk menjamin kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Menilai dan memberi persetujuan mengenai aspek-aspek syariah pada setiap pedoman produk dan operasional perusahaan. 2. Rapat DPS Dalam melaksanakan tugasnya. maka dibentuk Dewan Pengawas Syariah (DPS). M. 3. • Global Execution Quotient Survey on Bank. K. 3. a. Mengawasi dan memantau kegiatan operasional bank untuk menjamin kepatuhannya terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN – MUI. Memberikan pendapat mengenai kepatuhan syariah atas kegiatan operasional perusahaan dalam laporan publikasi. Seluruh pedoman produk pendanaan.

Pelaksanaan penilaian dilakukan pada tiap akhir periode tutup buku. Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari SKAI. Masing-masing anggota Direksi melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenang. Direksi telah membentuk Satuan Kerja Audit Internal (SKAI). Direksi mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui RUPS.Menciptakan sistem pengendalian intern. Komite Manajemen Risiko dan Divisi Kepatuhan.Mengendalikan sumber daya yang dimiliki BSM secara efektif dan efisien. . Pertanggungjawaban Direksi kepada RUPS merupakan Jumlah DPS 3 Miliar Rp 0. menjamin terselenggaranya fungsi audit intern perusahaan dalam setiap tingkatan manajemen dan menindaklanjuti temuan Divisi Audit Intern BSM sesuai dengan kebijakan atau pengarahan yang diberikan Dewan Komisaris. dan hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain. intranet. majalah internal dan media komunikasi lainnya. manajemen risiko.972 perwujudan akuntabilitas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG.972 miliar. wewenang. Total remunerasi yang dibayarkan kepada DPS selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp0. . Satuan Kerja Manajemen Risiko. Direksi Direksi adalah organ perusahaan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar. misi. Tugas. Hasil penilaian kinerja Direksi oleh Dewan Komisaris disampaikan dalam RUPS. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. SMS. Direksi bertanggung jawab kepada RUPS. .972 0. peraturan perundangundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip GCG.syariahmandiri. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.Melakukan pengelolaan BSM sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya sesuai Anggaran Dasar.id 69 . dan hal-hal lain yang terkait dengan Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. auditor eksternal. Kinerja Direksi dievaluasi oleh Dewan Komisaris baik secara individual maupun kolektif berdasarkan unsur-unsur penilaian kinerja yang disusun oleh Komite Remunerasi dan Nominasi.Remunerasi Dewan Pengawas Syariah Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain Gaji dan Fasilitas lain Total saham sebagaimana ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham dengan memperhatikan saran yang diberikan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. Tugas dan Tanggung jawab Direksi dapat dijabarkan sebagai berikut: . Direksi senantiasa berpegang dan berpedoman pada Anggaran Dasar maupun ketentuan internal serta eksternal lainnya.Menyusun visi.Memperhatikan kepentingan yang wajar dari pemangku kepentingan BSM (stakeholders). Direksi mengungkapkan kebijakan-kebijakan BSM yang bersifat strategis di bidang kepegawaian kepada pegawai dengan media yang mudah diakses antara lain melalui newsletter. . . Direksi bertanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan agar dapat menghasilkan nilai tambah dan memastikan kesinambungan usaha. Dalam melaksanakan tugasnya. dan nilai-nilai serta rencana strategis BSM dalam bentuk rencana korporasi (Corporate Plan) dan rencana bisnis (Business Plan).co. Direksi sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif dalam mengelola perusahaan.Menetapkan struktur organisasi yang lengkap dengan rincian tugas di setiap divisi. 4. a.

PO. Optimalisasi fungsi kepatuhan BSM terus disempurnakan sejalan dengan perkembangan organisasi BSM.Menciptakan hubungan 70 www. Seluruh anggota Direksi memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di bidang operasional perbankan dan institusi keuangan sebagai Pejabat Eksekutif. . BSM telah mematuhi dengan baik dan tidak ada sanksi hukum serta pelanggaran terutama atas ketentuan BI maupun fatwa DSN. Anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama tidak memiliki saham melebihi 25% dari modal disetor pada perusahaan lain yang dibuktikan dengan penandatanganan Surat Pernyataan. Pedoman.syariahmandiri. Mengacu pada pedoman organisasi No. . maupun best practices perbankan. Direktur Kepatuhan BSM telah menetapkan Direktur Kepatuhan yang memastikan bahwa Bank telah memenuhi kriteria kepatuhan. pembidangan tugas Direksi sebagai berikut: Nama Yuslam Fauzi Hanawijaya Sugiharto Zainal Fanani Srie Sulistyowati Amran Nasution Jabatan Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Kepatuhan Direktur Direktur Periode Jabatan II (19 Juni 2008-2011) dan I ( 22 Juni 2005-19 Juni 2008) II (19 Juni 2008-2011) dan I ( 22 Juni 2005-19 Juni 2008) I (19 Juni 2008-2011) I (19 Juni 2007-2010) I (19 Juni 2007-2010) I (19 Juni 2007-2010) Direksi tidak memberikan kuasa umum kepada pihak lain yang mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi. Seluruh Direksi tidak memiliki rangkap jabatan sebagai Komisaris. Pelaksanaan tugas Direktur Kepatuhan dinilai “memadai” oleh BI secara berkala dan BSM dipandang sebagai Bank Seluruh Anggota Direksi berdomisili di Indonesia.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . perundang-undangan yang berlaku. I Tanggal 1 Januari 2008. Dalam hal penerapan seluruh ketentuan eksternal yang berlaku.co. mampu tumbuh berkembang pesat namun tetap memperhatikan prudentiality serta prinsip sy ariah. Seluruh Direksi tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan Direktur Utama: .Menyelenggarakan aktivitas seluruh unit kerja yang berada langsung di bawahnya agar mencapai rencana kerja yang ditetapkan. . sistem dan prosedur kerja seluruh jenjang organisasi tersedia secara sangat lengkap. Direksi atau Pejabat Eksekutif pada Bank atau perusahaan lain. update dan sangat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Surat Kuasa dari Direksi kepada Kepala Unit Kerja bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan tugas operasional Bank namun tidak mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi.Mengkoordinir kegiatan kerja seluruh anggota Direksi berikut aparat di bawahnya untuk mencapai optimalisasi hasil.b. Kepatuhan tersebut terkait dengan ketentuan Bank Indonesia. Susunan Direksi Susunan Direksi BSM berdasarkan RUPS tanggal 19 Juni 2008 sebagai berikut: derajat kedua dengan sesama anggota Direksi dan/atau dengan anggota Dewan Komisaris.Menjalankan visi BSM dengan menetapkan strategi dan kebijakan BSM. Direksi BSM telah memenuhi ketentuan fit & proper test dari Bank Indonesia. . UU Perseroan Terbatas dan ketentuan GCG. yang sehat. serta pemenuhan komitmen dengan lembaga otoritas yang berwenang.Melaksanakan evaluasi secara berkala terhadap realisasi pencapaian target dan menetapkan langkah-langkah peningkatan kinerja yang harus dilakukan.

id 71 .yang harmonis antara Dewan Komisaris. restrukturisasi.Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Pembiayaan Korporasi dalam melaksanakan aktifitas bidang pembiayaan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.Menetapkan strategi dan kebijakan di bidang pembiayaan korporasi berdasarkan prinsip syariah. Direktur Pembiayaan Korporasi: .Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Pembiayaan Komersial dan Konsumer dalam melaksanakan aktifitas bidang pembiayaan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehatihatian.Menetapkan strategi dan kebijakan di Direktorat Treasuri dan Jaringan berdasarkan prinsip syariah.syariahmandiri. dana. Pemegang Saham. . Direktur Pembiayaan Komersial dan Konsumer: . . . . Direktur Operasi dan Pendukung: . investor. .Membina hubungan dengan seluruh mitra kerja BSM agar dapat terwujud hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Direktur Pembiayaan Treasuri dan Jaringan: . nasabah. serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. dan jaringan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. dan Pemerintah/ Bank Sentral dalam rangka mewujudkan GCG. . serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.Memimpin dan mengkoordinir penetapan langkahlangkah yang diperlukan untuk memastikan BSM telah memenuhi ketentuan seluruh peraturan perundangundangan yang berlaku dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian. Direksi. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko: .Memimpin dan mengkoordinir seluruh unit kerja di Direktorat Treasuri dan Jaringan dalam melaksanakan aktifitas bidang treasuri. serta kebijakan pendukung lain yang berkaitan denganpelaksanaan tugasnya.Mengkoordinir pembinaan terhadap seluruh Kepala Divisi/ Unit/Tim Kerja dan cabang.Menyelenggarakan pengelolaan Manajemen Risiko di perusahaan dengan baik sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.Menetapkan strategi dan kebijakan di bidang pembiayaan komersial dan konsumer berdasarkan prinsip syariah.co. karyawan.Memimpin dan mengkoordinir pelaksanaan kajian terhadap risiko perusahaan sesuai dengan visi BSM yang mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.Menetapkan strategi dan kebijakan yang sesuai dengan visi perusahaan dengan menjalankan strategi dan kebijakan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. .

. . corporate affair.Mengevaluasi perkembangan bank di bidang Informasi dan Teknologi. . Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.158 miliar mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2008 sebesar Rp7.Seminar Kilas Balik Perbankan Indonesia Tahun 2009 dan Rencana Penyempurnaan Peraturan Mengenai Prudential Banking. .syariahmandiri. anggota Direksi BSM telah mengikuti berbagai program pelatihan.Seminar Pencegahan Tindak Pidana di bidang Perbankan. Pengungkapan Kepemilikan Saham serta Hubungan Keuangan dan Keluarga Dewan Komisaris dan Direksi Per posisi Desember 2009.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .085 6. konferensi.d Rp2 miliar Di atas Rp500 juta s. .560 miliar. Rapat Direksi Rapat Direksi diselenggarakan minimal 1 (satu) kali dalam seminggu yaitu setiap hari Senin.158 Jumlah Remunerasi Direksi Jenis Remunerasi per Orang dalam 1 tahun*) Jumlah Direksi Di atas Rp2 miliar Di atas Rp1 miliar s. workshop. operasi dan akuntansi. F.Sertifikasi BSMR. namun tertutup kemungkinan bahwa Direksi mengadakan Rapat Direksi di luar jadwal yang ditentukan tersebut. seminar antara lain: . .072 11. operasi dan akuntansi serta sarana dan logistik dan merumuskan kebijakan yang perlu ditempuh untuk tetap terlaksananya kegiatan BSM yang efisien dan efektif. e.BSM di bidang Informasi dan Teknologi.Workshop Leadership and Change Management. serta sarana dan logistik. maka antara para anggota Direksi dan Komisaris serta antar anggota Direksi dengan anggota Komisaris tidak ada hubungan Daftar Kehadiran Rapat Direksi Nama Pejabat Yuslam Fauzi (Direktur Utama) Hanawijaya (Direktur) Srie Sulistyowati (Direktur) Amran Nasution (Direktur) Zainal Fanani (Direktur) Sugiharto (Direktur) Rapat Direksi (57 kali) 51 56 54 54 53 54 Rapat Komisaris dan Direksi (7 kali) 7 7 7 7 7 7 Rapat Direksi dan Komisaris (11 kali) 9 8 9 9 10 9 Jenis Remunerasi Direksi Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain Gaji Rp/Tahun Tunjangan Rp/Tahun TOTAL Direksi 6 6 Miliar Rp 5. c.Workshop perbankan nasional. corporate affair.Seminar Enhancing Access to Formal Financial Services In Indonesia. Kebijakan Remunerasi Total remunerasi yang dibayarkan kepada Direksi selama tahun 2009 meliputi gaji dan kompensasi lainnya tidak termasuk tantiem adalah sebesar Rp11. hukum.d Rp1 miliar Rp500 juta ke bawah *) yang diterima secara tunai Jumlah Dewan Komisaris 1 5 4 72 www. d. Pelatihan Direksi Untuk meningkatkan kompetensi dan menunjang pelaksanaan tugas Direksi BSM selama tahun 2009. . hukum.co. anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak memiliki saham di BSM.5th World Islamic Economic Forum.

h. Memberikan rekomendasi tentang penunjukkan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris. Independensi Anggota Komite Audit Seluruh anggota Komite Audit yang berasal dari pihak independen tidak memiliki hubungan keuangan.co. Melakukan penelaahan atas pengaduan yang berkaitan dengan BSM. Komite Audit selalu berpedoman pada rencana kerja yang telah disusun.19% 1. Uraian Rasio gaji pegawai yang tertinggi dan terendah. kemampuan bertindak independen. 5. d. 1. Adapun tugas dan tanggung jawab Komite Audit yang tercantum dalam Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) telah sesuai dengan Keputusan Ketua BAPEPAM No.11% 1. Melakukan penelaahan atas ketaatan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan. seorang pihak independen yang memiliki keahlian di bidang keuangan atau akuntansi dan seorang dari pihak independen yang memiliki keahlian di bidang hukum atau perbankan. Shares Option BSM tidak melakukan shares option dalam periode Januari – Desember 2009. 3. Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan Bank.91% keluarga sedarah sampai dengan derajat kedua. memonitor kinerja auditor ekstern dan memastikan kepatuhan terhadap standar profesional serta memonitor tindak lanjut hasil audit. 2. Dewan Pengawas Syariah dan/atau auditor ekstern.id penerapan good corporate governance. 4. pasar modal dan instansi lainnya. Dalam melaksanakan tugasnya. e. proyeksi dan informasi keuangan lainnya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan pemenuhan pengungkapan sesuai peraturan yang berlaku. Rasio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah.Pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan audit dan/atau rekomendasi dari hasil pengawasan Bank Indonesia. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai tertinggi. auditor intern.11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah adalah sebagai berikut: a. Laporan Komite Audit Susunan anggota Komite Audit telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam PBI Nomor 8/4/ PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum. i. Menjaga kerahasiaan 73 . b.11% 4.Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah No. Mengevaluasi efektivitas pelaksanaan audit dari auditor ekstern termasuk menelaah independensi dan objektivitas auditor ekstern serta menelaah kecukupan pemeriksaan yang dilakukannya.syariahmandiri. 1. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai terendah Rasio 19. yaitu: . Melakukan evaluasi atas pelaksanaan audit intern dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan untuk rekomendasi kepada Dewan Komisaris. g. Melakukan penelaahan atas G. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan BSM seperti laporan keuangan. Rasio gaji Direksi yang teringgi dan terendah. H. kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris. yang dapat mempengaruhi Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. baik menurut garis lurus maupun garis ke samping atau hubungan semenda (menantu atau ipar). Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit Sebagai panduan Komite Audit untuk melaksanakan tugas maka Dewan Komisaris telah menetapkan Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) yang disahkan pada tanggal 20 Mei 2005.01% 76. kepengurusan.Pelaksanaan tugas yang dilaksanakan oleh fungsi audit intern . Persyaratan tersebut adalah anggota Komite Audit paling kurang terdiri dari seorang Komisaris Independen. Melakukan penelaahan atas tindak lanjut laporan hasil audit yang dilakukan oleh otoritas pengawas bank. Melaporkan kepada Dewan Komisaris tentang berbagai risiko yang dihadapi BSM dan pelaksanaan manajemen risiko oleh Direksi. j. f.Kep-29/PM/2004 dan Peraturan Bank Indonesia No. c.

Abdillah (Ketua) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Dewan Komisaris b. Ernst & Young 4. Laporan Kerja Komite Audit Selama tahun 2009. Susunan Anggota Komite Audit dokumen. Mekanisme rapat Komite Audit dilaksanakan 74 www. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris. yang disampaikan oleh Internal Audit maupun hasil audit Kantor Akuntan Publik. Financial Restructuring and Go Public Procedure. Ketua Komite Audit merangkap sebagai Ketua pada Komite Pemantau Risiko. Susunan Anggota Komite Audit tercantum pada tabel di bawah.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Anggota Komite Audit Nama Abdillah Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Riwayat Hidup Anggota Komite Audit a.syariahmandiri. Perbankan.co. Lampung. l. Komite Audit juga telah menyampaikan Laporan Kuartalan dan Tahunan mengenai pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya kepada Dewan Komisaris. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Komite Audit b. Paris. Akuntansi. Lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Padjadjaran Bandung tahun 1985 dan S2 Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 1994. Komisaris Independen Pihak Independen sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota c. Per 31 Desember 2009.2. telaah akun tertentu dan audit khusus. Tjeppy Kustiwa (Anggota) Lahir di Bandung tanggal 17 Desember 1957. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. Tahun 2004 sebagai Tim Penyusun Buku Pedoman Kerja Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah. Frankfurt. Kegiatan Komite Audit dalam tahun 2009 dilakukan dalam bentuk Rapat Komite Audit. anggota Komite Audit PT Bank Rakyat Indonesia dan saat ini sebagai anggota Komite Audit BSM disamping bekerja pada konsultan manajemen. Saat ini bertugas sebagai anggota Komite Audit BSM. dengan jabatan terakhir Deputi Direktur Pemeriksaan Bank I. Berpengalaman mengikuti berbagai training dan seminar antara lain di bidang yang berkaitan dengan tugas Komite Audit. Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Berpengalaman mengikuti pelatihan di luar negeri Jabatan antara lain di Hyderabad (India). Consilidation Financial Report dan Information Technology. Advisory Services. data dan informasi BSM. 3. Washington DC. Analisa dan hasil pemeriksaan tersebut disampaikan pada Rapat Dewan Komisaris. tanggal 6 November 1947. Berkarir di Bank Indonesia dari 19782003 dengan penugasan terutama di bidang audit intern dan pengawasan/ pemeriksaan bank umum. Komite Audit BSM telah me-review berbagai Laporan Hasil Pemeriksaan yang terdiri dari kelompok audit reguler. dan Sydney. bekerja di Prasetio Strategic ConsultingAndersen. k. Memulai karir di Bank Bumi Daya tahun 1986 hingga 2000. Ketua. Lulusan Administrasi Universitas Diponegoro Semarang. Kasmadi Adrianto (Anggota) Lahir di Metro.

b. Jakarta Pelatihan Komite Audit 2). b. e. 5. Menyusun telaah tindak lanjut hasil audit Kantor Akuntan Publik atas audit laporan keuangan Bank Tahun Buku 2008.01. sebagaimana ditetapkan dalam Piagam Komite Audit. 1. Jakarta b.syariahmandiri.id 75 . h. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Remunerasi dan Nominasi Komite Remunerasi dan Nominasi bertanggung jawab: a. Mengikuti seminar “Menyongsong Full Adoption IFRS di Indonesia. Menyusun telaah laporan hasil audit Kantor Akuntan Publik Tahun Buku 2008 kepada Dewan Komisaris.2009.12. j. Mengkaji Rencana Audit Tahunan Divisi Audit Intern tahun 2009. Mengkaji laporan keuangan publikasi Bank Triwulan II dan Triwulan III Tahun 2009. antara lain mengkaji draft Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Semester II Tahun 2008 dan Semester I Tahun 2009. RAKOMDIR dan RAKOM serta pada saat membahas hasil telaah Komite Audit dan hasil pertemuan Komite Audit dengan satuan-satuan kerja serta pembahasan hasil kegiatan lainnya. Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada I. c. Komite Audit telah mengikuti berbagai pelatihan dan seminar dalam rangka pengembangan kompetensi anggota Komite Audit sebagai berikut: a. • Kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi melalui Dewan Komisaris. f. Mengikuti seminar “The Asia Pacific Conference and Exhibition 2009 on Enabling Financial Turnaround Sustaining Growth under Financial Turbulence”. d.melalui pertemuan dalam rangka mengikuti RADIRKOM. Komite Audit juga melakukan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Dewan Komisaris. Di samping itu. Mengkaji laporan kegiatan dan hasil pemeriksaan Divisi Audit Intern Triwulan IV Tahun 2008 serta Triwulan I dan II Tahun 2009. Rapat Komite Audit Komite Audit mengadakan rapat secara berkala. JCC.co. g. Kegiatankegiatan yang telah dilakukan Komite Audit dalam tahun 2009 meliputi sebagai berikut: a. Jumlah Rapat Komite Audit Nama Abdillah Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jumlah Rapat 27 27 27 Tingkat Kehadiran 27 25 27 Selama tahun 2009. Laporan Komite Remunerasi dan Nominasi Sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai: • Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada RUPS.2008 dan 31. Mengkaji laporan keuangan (unaudited) Bank posisi 31. i. Menyusun rekomendasi penunjukan Kantor Akuntan Publik/Akuntan Publik yang ditugasi melakukan audit laporan keuangan Bank Tahun Buku 2009. Mengkaji laporan keuangan (audited) Bank posisi 31.2008. Selama tahun 2009 Komite Audit mengadakan rapat minimal 10 (sepuluh) kali dengan tingkat kehadiran masing-masing anggota Komite Audit tercantum pada tabel di bawah. Terkait dengan kebijakan remunerasi: 1).9/001/RAKOM tanggal 22 Januari 2007 yang salah satunya tentang pembentukan Komite Remunerasi dan Nominasi. Terkait dengan kebijakan nominasi: 1). Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. IKAI. keberadaan Komite Renumerasi dan Nominasi ini ditetapkan melalui Keputusan Rapat Dewan Komisaris No. Menyusun telaah Perhitungan Net Interest Margin Bank. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi.12. Menyusun laporan tahunan Komite Audit tahun 2008. Rapat dilakukan sedikitnya 1 (satu) bulan sekali.

per tanggal 9 Januari 2009 Senior Advisor Dewan Komisaris Kepala Divisi sebagai anggota Komite Remunerasi dan Nominasi mengadakan rapat sebanyak 2 (dua) kali. 01/01/09 s. Rapat Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi anggota Komite Nama Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Achmad Fauzi Jumlah Rapat 2 2 2 2 2 Tingkat Kehadiran 2 2 2 2 2 Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Abdillah Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Tardi Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Dewan Komisaris Eka Bramantya Danuwirana Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Kepala Divisi Achmad Fauzi Riwayat hidup dapat dilihat di bagian Corporate Secretary.d. Memberikan rekomendasi mengenai calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. c. Tugas dan Tanggung Jawab 76 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Rangkap Jabatan Anggota Komite 2. 4. Melakukan kajian remunerasi dan nominasi Pengurus dan Pegawai BSM. b.id 3.Rapat Umum Pemegang Saham. Achmad Marzuki (Ketua) b.d. e. www. 2). 25/06/09 25/06/09 s. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Remunerasi dan Nominasi yang berakhir masa jabatannya pada tanggal 19 Juni 2009. Susunan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi memiliki integritas. 31/12/09 Achmad Marzuki Abdillah Tardi Helmi Huseno Muhammad Haryoko Achmad Fauzi Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Muhammad Haryoko Achmad Fauzi Achmad Marzuki Abdillah Tardi Eka Bramantya Danuwirana Achmad Fauzi Komisaris Independen sebagai Ketua Komisaris Independen sebagai anggota Komisaris sebagai anggota Kepala Divisi sebagai anggota. 3. Melakukan kajian atas pemberian fasilitas Car Ownership Program bagi Direksi termasuk besarnya fasilitas dan jenis kendaraan yang diberikan serta pemberian fasilitas tunjangan perumahan bagi Direksi untuk disampaikan kepada Dewan Komisaris dan mengkonsultasikan hasil kajian tersebut kepada pemegang saham. 2. b. J.d. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. Susunan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi untuk tahun 2009 mengalami perubahan sebagaimana tabel berikut ini: Komite Remunerasi dan Nominasi mengadakan rapat sesuai dengan kebutuhan dan selama tahun 2009. 5. Komite Remunerasi dan Nominasi. Riwayat Hidup Anggota KomiteRemunerasi dan Nominasi a. Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi tidak merangkap sebagai ketua pada Komite lain. 1. c. akhlak dan moral yang baik. Membahas tentang status Saudara Muhammad Haryoko sebagai pihak independen yang menjadi salah satu Jabatan Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi Periode No. Adapun jumlah kehadiran masingmasing anggota Komite Remunerasi dan Nominasi dapat dilihat pada tabel rapat komite. 4. Komite Remunerasi dan Nominasi telah melakukan minimal 2 kali pertemuan dengan beberapa agenda penting antara lain: a.syariahmandiri. Laporan Komite Pemantau Risiko 1. d.co. 6. 08/01/09 09/01/09 s.

c. 9/004SKB/KOM-DIR tanggal 18 Juli 2007. Komite ini dibentuk untuk memberikan saran dan rekomendasi kepada Direktur Utama terkait kebijakan dan strategi manajemen risiko. Rangkap Jabatan Anggota Komite a. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko. 2. Laporan Kerja Komite Pemantau Risiko Komite Pemantau Risiko mengadakan rapat minimal sebulan sekali. Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko Per 31 Desember 2009. Membahas kerangka dan prosedur pembiayaan. f. Tugas KMR antara lain meliputi penyusunan kebijakan. Komite Pemantau Risiko bertanggungjawab untuk: a. Selama tahun 2009. d. Komite di bawah Direksi Komite di bawah Direksi adalah Komite Manajemen Risiko (KMR). Membahas fungsi manajemen risiko ada unit kerja bisnis dan fungsi unit kepatuhan dalam Rapat Komite Pemantau Risiko Rapat Komite dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan dengan perincian kehadiran masing-masing anggota seperti pada tabel: K. e.Komite Pemantau Risiko Piagam Komite Pemantau Risiko ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris No. untuk memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris. profil risiko dan kesehatan bank setiap bulan. b. KMR beranggotakan Direksi dan Kepala Divisi yang secara fungsional mengelola risiko usaha bank.id mengawal pembiayaan. b. Rapat Anggota Komite Pemantau Risiko Nama Abdillah Lilis Kurniasih Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jumlah Rapat 19 19 19 19 Tingkat Kehadiran 19 17 17 19 3. Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko terdiri dari: Nama Abdillah Lilis Kurniasih Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa Jabatan Komisaris Independen sebagai Ketua Komisaris Utusan sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota Pihak Independen sebagai anggota L. Membahas masalah pembiayaan. Ketua Komite Pemantau Risiko merangkap sebagai Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.co. penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko dan penetapan keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal. Corporate Secretary berfungsi sebagai penghubung antara BSM dengan stakeholders. dan berkesinambungan melalui pengelolaan program komunikasi yang efektif kepada segenap pemangku kepentingan. evaluasi pencapaian target pembiayaan serta insentif dan action plan pencapaian target pembiayaan tahun 2009. c. ketua pada Komite Audit. Forum KMR diadakan minimal satu kali dalam sebulan. 77 . dan masyarakat umum serta bertanggung jawab untuk menyediakan dan menyampaikan informasi yang penting mengenai BSM kepada masyarakat umum maupun untuk kepentingan pemegang saham. Membahas perkembangan proyek core banking system dan fasilitas pengurus. penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko dan penetapan manajemen risiko. Melakukan evaluasi tentang kebijakan manajemen risiko. Komite Pemantau Risiko telah melakukan 19 kali pertemuan dengan beberapa agenda penting antara lain: a. Melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut. Mengevaluasi kinerja. Tidak ada Direksi BSM maupun Direksi bank lain yang menjadi anggota Komite Pemantau Risiko. 4. penerapan four eyes principles dan mekanisme monitoring terhadap kepatuhan SOP. Monitoring dan penanganan nasabah korporasi cabang non lancar. strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko. Corporate Secretary Corporate Secretary BSM dijabat oleh Kepala Divisi Hubungan Korporasi & Hukum yang mengemban misi untuk mendukung terciptanya citra perusahaan yang baik secara konsisten. b.syariahmandiri.

Direksi. Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaannya.id. khususnya dalam rangka pemenuhan kewajiban yang harus dilakukan oleh BSM sebagai perusahaan publik termasuk untuk memberikan keterangan mengenai kinerja. Daftar Khusus dari anggota Direksi. www.syariahmandiri. Pengajian Rabuan. Saham Perbankan Syariah.co. dalam kaitan dengan hubungan dengan stakeholders antara lain: a. 10/014-KEP/ DIR tanggal 22 Januari 2008. corporate event. Beberapa aktivitas yang dilakukan oleh Corporate Secretary selama tahun 2009. . dan peran lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan Menghadiri dan membuat risalah rapat Direksi dan Dewan Komisaris. intranet. penerbitan laporan keuangan triwulanan.Memberikan pelayanan kepada masyarakat atas pemahaman BSM dan setiap informasi yang dibutuhkan pihak eksternal BSM yang berkaitan dengan kondisi internal dan/atau halhal khusus yang ingin diketahui publik. dzikir Jumat pagi. kesekretariatan. . Media Gathering yang melibatkan pers dan pegawai BSM b. Corporate Secretary dibantu oleh fungsi hukum. media relations dan institutional relation dalam berhubungan dengan pihak eksternal maupun internal BSM. Hubungan dengan pihak eksternal dipelihara dengan baik.10/014-KEP/DIR tanggal 22 Januari 2008 dengan tugas pokok: .Mengikuti perkembangan pasar dan kondisi eksternal BSM khususnya peraturanperaturan yang berlaku di bidang Perbankan Syariah. mengingat pegawai merupakan salah satu elemen penting dalam penciptaan citra perusahaan. Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham.Direksi BSM dengan Surat Keputusan No. Menyiapkan Daftar Pemegang Saham. serta sosialisasi ke kantor wilayah dan cabang. protokoler. hubungan bisnis. . newsletter. Dewan Komisaris. tengahtahunan dan tahunan. dan keluarganya dalam kepemilikan saham. Selain itu.Sebagai penghubung antara BSM dengan institusi eksternal yang mewakili masyarakat.Memberikan masukan kepada Direksi BSM untuk menjalankan ketentuan/ Undang-undang yang berlaku antara lain tentang Perseroan. termasuk menyampaikan program dan kebijakan manajemen. Dalam menjalankan fungsi dan perannya. GCG dan Bapepam.Mengingatkan Direksi BSM tentang tanggung jawabnya untuk melaksanakan GCG yang optimal sesuai tujuan perusahaan agar tercipta image perusahaan yang lebih baik dan meningkatkan laba perusahaan - - - secara berkesinambungan.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Corporate Secretary BSM juga memiliki tugas menyebarluaskan informasi mengenai BSM kepada segenap pegawai. temu karyawan. .syariahmandiri. Forum Doa Pagi Senin. Penandatanganan 78 www. Fungsi dan peran Corporate Secretary di BSM serta segenap unit pendukung telah diatur dalam Surat Keputusan No. Mengkoordinir Self Assessment dan Pelaporan Pelaksanaan GCG BSM sesuai PBI.co. Hubungan dengan stakeholders dilakukan melalui kegiatan temu analis. telah mengangkat Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) dan Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan BSM yang dirangkapkan kepada Kepala Divisi Hubungan Korporasi & Hukum (DKH). Pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya juga dapat mengakses informasi mengenai BSM dan kegiatannya di situs web. DPS dan Komite-Komite. penerbitan buletin kinerja keuangan triwulanan. Obligasi. Informasi tersebut disampaikan melalui media internal antara lain: Buletin BSM. kegiatan operasional serta hal-hal lainnya seputar BSM. komunikasi/ promosi. Memastikan berjalannya fungsi Dewan Komisaris. paparan publik.

Santunan anak yatim. Achmad Fauzi juga aktif di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Kompartemen Perbankan Syariah (KPbS) Perbanas. . Karirnya dimulai dari Chase Manhattan Bank tahun 1989. termasuk Sertifikasi Manajemen Risiko oleh BSMR di Jakarta. Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank Indonesia No.syariahmandiri.Perum Pegadaian. . kemudian di Bank Duta (1989-1990).Tazkia.Acara buka puasa. Unit kerja ini semula bernama Divisi Pengawasan Intern (DPI). dan sejak September 2005 bergabung dengan BSM. .Mengikuti Islamic Book Fair. . Mengadakan berbagai acara terkait dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) antara lain: . Bank Putera (1990-1995).Tasyakuran milad BSM. Lulusan Magister Hukum Bisnis dari Universitas Padjadjaran.Acara WIEF(World Islamic Economic Forum).PT Berlian Laju Tanker.Badan Wakaf Nasional. . Bandung.Acara sunatan massal. . . Laporan hasil audit dan realisasi kegiatan audit DAI dilaporkan 79 . DAI bekerja berdasarkan suatu rencana audit tahunan yang sebelumnya telah disetujui Direktur Utama dan direview oleh Dewan Komisaris.Acara UMKM Award.Sahid Tours.Festival Ekonomi Syariah.id M. c. Selain aktif di BSM.co. . Daftar Siaran Pers yang Dikeluarkan oleh BSM Profil Corporate Secretary BSM Achmad Fauzi. Kepala DAI bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama dan memiliki jalur komunikasi langsung dengan Dewan Komisaris.Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra BSM antara lain: . . DAI bertanggung jawab melakukan pemeriksaaan secara independen terhadap segenap audit di BSM. d.Telkom. Telah mengikuti berbagai training dan seminar. Mengadakan berbagai event dalam rangka membangun citra BSM yang kokoh antara lain: . Bank IFI (19952005). . 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. . Sejak awal beroperasinya BSM telah membentuk suatu Divisi untuk menjalankan fungsi Satuan Kerja Audit Intern (SKAI). BSM berupaya menjaga dan mengamankan kegiatan usaha Bank dan sesuai dengan Peraturan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. lahir 4 November 1965. Sejak bulan Januari 2009 diubah Divisi Pengawasan Intern (DPI) berubah menjadi Divisi Audit Intern (DAI).

id Sebagaimana ditegaskan dalam Piagam Audit Intern BSM tanggal 27 April 2005. Auditor Intern harus memiliki tanggung jawab terhadap profesinya dengan selalu menerapkan prinsip kerja yang cermat dan seksama dengan berpegang teguh kepada kode etik auditor dan budaya “ETHIC” Bank. 6. dan peraturan yang ditetapkan. melalui Komite Audit dan Direksi. yaitu menjaga tingkat kehematan penggunaan sumber daya yang optimal dan efektivitas hasil yang maksimal. Selain itu DAI juga memiliki tanggung jawab profesi. mengacu pada pengukuran dampak (impact) danfrekuensi penyimpangan yang terjadi (likelihood). Realisasi penugasan selama tahun 2009 adalah sebanyak 186 penugasan (132. memantau dan mengkonfirmasi apakah pihak yang diaudit (auditee) telah mengambil langkah-langkah yang memadai atas hasil temuan audit tersebut. yaitu: 1. di mana alokasi sumber daya (SDM. wewenang dan tanggung jawab. 5.Audit Rutin sebanyak 149 penugasan. Metode Kerja Bab VII. . Auditor Intern harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap keberhasilan dan nama baik Bank. waktu dan hari audit) dilakukan berdasarkan tingkat risiko dari auditee. Uraian pelaksanaan kegiatan Audit Internal Aktivitas yang telah dilakukan oleh Divisi Audit Internal antara lain: 1. 4. Dewan Komisaris.86% dari target 140 penugasan). Lain-lain Tugas dan tanggung jawab Divisi Audit Internal www. 3. Merealisasikan audit (rutin dan non rutin/khusus) terhadap seluruh unit kerja Cabang dan Kantor Pusat sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Audit Tahunan. Ruang Lingkup Bab IV. Pelaporan Bab VIII. 2. untuk menjamin bahwa pelaksanaan fungsi Divisi Audit Intern telah sesuai dengan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. Auditor Intern harus memiliki independensi dalam melakukan audit dan mengungkapkan pandangan serta pemikiran sesuai dengan profesinya berdasarkan standar audit yang berlaku umum. 2. Divisi Audit Intern secara berkala sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) tahun dilakukan review oleh pihak ekstern. Menerapkanmekanisme penilaian dan pengukuran terhadap pengendalian intern (Intern Control Score/ICS). Protektif. 7. target penugasan audit yang ditetapkan adalah berdasarkan metodologi Risk Based Audit mencakup 140 penugasan.Audit Non-Rutin sebanyak 37 penugasan. Auditor intern tidak melakukan audit terhadap unit kerja yang petugasnya mempunyai hubungan keluarga sampai derajat kedua dengan auditor intern yang bersangkutan dan kegiatan yang sebelumnya dilakukan oleh auditor intern yang bersangkutan. 3. 2. dengan rincian: . Piagam Audit Internal terbit pada tanggal 27 April 2005 sebagai revisi dari Internal Audit Charter tanggal 21 Maret 2002. terhadap kebijakan.melalui Laporan Kaji Ulang Business Plan yang disampaikan kepada Dewan Komisaris sebagai wakil Pemegang Saham.syariahmandiri. Auditor Intern tidak terkait di dalam pelaksanaan kegiatan operasional dari unit kerja yang diaudit. Pelaksanaan audit oleh DAI dilakukan berdasarkan risk based audit. Outline Piagam Audit Internal Bab I. Berdasarkan Rencana Kerja Tahun 2009. sehingga sumber daya DAI akan lebih fokus pada auditee yang memiliki risiko tinggi. yaitu memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi seluruh manajemen sebagai penyempurnaan kebijakan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Tanggung jawab Profesi Bab VI. tugas dan fungsi strategis DAI adalah: 1. Penilaian ICS menjadi salah satu komponen nilai Key PerformanceIndicator (KPI) unit-unit kerja. serta metode kerja dan pelaporan Divisi Audit Intern dalam menjalankan tugasnya mewujudkan sistem pengawasan intern BSM. Hal ini Piagam Audit Internal DAI telah memiliki Piagam Audit Internal sebagai pedoman dasar yang mengatur tentang kedudukan. pelanggaran terhadap Kode Etik Perusahaan dan prinsip Good Corporate Governance di seluruh lingkungan Bank. DAI melakukan penugasan audit khusus/investigatif bilamana terdapat permasalahan yang dapat mengganggu jalannya operasional BSM. ketentuan. Konstruktif. Konsultatif. Pendahuluan Bab II. Wewenang dan Tanggung jawab Bab V. Kedudukan Bab III.co. yaitu memastikan terciptanya ketaatan BSM 80 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Auditor Intern senantiasa meningkatkan kualitasnya dengan terus meningkatkan kemampuan teknis melalui pendidikan berkelanjutan minimal 180 (seratus delapan puluh) jam per 3 (tiga) tahun.

Lloyd Register Lloyd’s Register Quality Management (LRQA) adalah lembaga yang telah menerbitkan sertifikasi ISO 9001:2000 Quality Management System bagi standar mutu audit DAI yang telah diperoleh sejak tahun 2004. Bank Mandiri Bank Mandiri melakukan audit minimal setiap tahun sekali dan monitoring tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali.co. Tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali. untuk periode 1 Juni 2005 – 31 Mei 2008. Progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan. Progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan. Sesuai requirement ISO 9001:2000. c. DAI menyampaikan laporan hasil pengkajian ulang oleh kantor akuntan publik yang ditunjuk sekurangkurangnya sekali dalam 3 tahun. selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah hasil kaji ulang oleh pihak ekstern diterima oleh Bank.id 81 . 4. DAI menyampaikan laporan hasil kaji ulang (review) pihak ekstern yang memuat pendapat tentang hasil kerja SKAI dan kepatuhannya terhadap Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank serta perbaikan yang mungkin dilakukan. e. Melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang efektivitas pengendalian intern pada saat exit meeting audit maupun pada pelatihan-pelatihan in-house. atau rata-rata jam pelatihan adalah 38. Setiap progress tindak lanjut dilaporkan kepada Direktur Utama dan Komisaris secara triwulanan.syariahmandiri. External Review Sesuai Peraturan Bank Indonesia No. Management Trainee Program dan programprogram lainnya. Bank Indonesia Bank Indonesia melakukan audit minimal setahun sekali dan monitoring tindak lanjut atas tanggapan audit di-update setiap 3 bulan sekali. d. terakhir tahun 2005. Selama tahun 2009 total jam pelatihan yang diikuti seluruh pegawai/auditee adalah 2.menunjukkan komitmen yang kuat dalam perbaikan efektivitas Sistem Pengendalian Intern secara berkesinambungan.224 jam. maupun Kantor Akuntan Publik (KAP). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) BPK melakukan audit sewaktu-waktu sesuai prioritas kerja BPK. b. Tugas sebagai counterpart adalah memfasilitasi komunikasi antara manajemen dengan pihak auditor eksternal dan pemantauan tindak lanjut/ penyelesaian temuan audit ekstern. Meningkatkan kompetensi auditor baik hard skill maupun soft skill. 3. Review penerapan SPFAIB 3 tahunan baru akan dilakukan pada tahun 2011. Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. baik untuk pegawai pelaksana maupun officer antara lain Branch Operations. 5. 1/6/PBI/1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum.34 jam per pegawai. LRQA akan melakukan surveillance visit setiap 6 bulanan untuk mereview konsistensi implementasi ISO 9001:2000 DAI. Berperan aktif sebagai mitra kerja (counterpart) auditor eksternal yaitu Bank Indonesia. Proses review ekstern terakhir dilakukan pada bulan Juni 2008 oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Beberapa auditor eksternal yang melakukan audit/review terhadap BSM antara lain: a. Tanzil & Rekan. J. Bank Mandiri.

6. Sosialisasi Pengisian SPT Tahunan. 10.syariahmandiri. ketersediaan proses identifikasi. Humanity. dan dalam rangka memenuhi ketentuan Bank Indonesia. Unit Kerja Manajemen Risiko saat ini telah mempunyai infrastruktur yang diperlukan agar kebijakan dan ketentuan BSM selalu up-to-date. yaitu Excellence.co. lahir 17 Juli 1957. pengukuran. BSM telah menerapkan suatu Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang dituangkan dalam suatu Pedoman Standar SPI yang disahkan oleh Direksi dalam Surat Edaran No. dinyatakan secara tertulis. Integrity. Agar penerapan pengendalian internal berjalan efektif. Pelatihan Auditor Program. Workshop Bisnis. Workshop Pedoman Organisasi. Kepala Tim Audit. 7. maka SPI tersebut telah didukung dengan beberapa subsistem infrastruktur sebagai berikut: a. Direksi dan seluruh jajaran pegawai BSM telah berkomitmen untuk mewujudkan suatu budaya perusahaan yang telah disepakati bersama. Direksi mengendalikan operasional BSM dan memantau efektivitas sistem pengendalian intern. Strategic Skill. Workshop Rencana Implementasi BSM Shared Values. baik yang bersifat berkala seperti evaluasi kinerja manajemen secara bulanan maupun insidental terkait dengan kondisi terkini BSM. b. Kepala Seksi Pengawasan. 2. Identifikasi dan Penilaian Risiko BSM terus mengembangkan penerapan Enterprise Risk Management (ERM) sebagai upaya mengawal pertumbuhan Bank yang sehat dan berkesinambungan (sustainable growth). Basic Training. Dewan Komisaris Dewan Komisaris BSM telah menjalankan fungsi pengawasannya dengan melakukan rapat-rapat Dewan Komisaris dan Direksi. 8. 2). Surabaya. dan dipantau penerapannya secara terus-menerus. dan Komite Remunerasi dan Nominasi. dengan membentuk Satuan Kerja Audit Intern yang efektif dan independen.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Bergabung di BSM tahun 1999 sebagai Kepala Divisi SDI. Direksi Direksi BSM melaksanakan kebijakan dan strategi sesuai Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui Dewan Komisaris. kemudian dilanjutkan dengan berkarir di Bank Dagang Negara (BDN) pada tahun 1985. Pengawasan Manajemen dan Budaya Pengendalian 1). Dewan Komisaris dibantu oleh 3 (tiga) komite. 5. Berbagai posisi yang ditempati antara lain Auditor Pemeriksa. Alumnus Universitas Airlangga. Profil Kepala Divisi Audit Internal Priyono. Strategic Planning. 6/018/OPS tanggal 6 Mei 2004. antara lain Sertifikasi Manajemen Risiko oleh BSMR. Penjelasan mengenai Sistem Pengendalian Internal BSM BSM berkomitmen mengelola operasional Bank secara sehat dan aman. Budaya Pengendalian Dewan Komisaris. Komite Pemantau Risiko. 82 www. 3. 3). Workshop Effective Risk Assessment dan Workshop Aplikasi Manajemen Audit di Perbankan. pemantauan. Sarasehan Pembiayaan Bermasalah. Knowledge Sharing Corporate Planning. Teamwork. dan Customer Focus (ETHIC). Telah mengikuti berbagai training dan seminar.Rekapitulasi berbagai pelatihan yang telah diikuti selama tahun 2009 antara lain: 1. merujuk kepada Surat Edaran Bank Indonesia No. Karirnya dimulai dengan menjadi auditor di salah satu Kantor Akuntan Publik. 9.5/22/ DPNP tanggal 29 September 2003 tentang Pedoman Standar Sistem Pengendalian Intern bagi Bank Umum. Workshop Risk Based Audit. tersedianya prosedur dan penetapan limit. yaitu Komite Audit. dan melaporkan secara berkala hasil-hasil kinerja BSM kepada Dewan Komisaris. 4.

Kegiatan Pengendalian dan Pemisahan Fungsi Sistem Pengendalian Intern yang efektif mensyaratkan adanya kegiatan pengendalian yang mencakup penetapan kebijakan dan prosedur pengendalian lebih dini untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur tersebut secara konsisten dipatuhi dan menjadi kegiatan yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan BSM. Kepatuhan terhadap undang-undang dan ketentuan yang berlaku. Direktur Utama dan Direktur Kepatuhan. baik untuk pegawai pelaksana maupun officer. Akuntabilitas. dalam konteks review terhadap lingkungan pengendalian (control environment) di seluruh unit kerja BSM. Prinsip tata-kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). 3) Aktif menjadi mitra kerja (counterpart) Komite Audit dan sebagai anggota tidak tetap Working Group Operational. Management Trainee Program.syariahmandiri. c. sehingga auditee/ customer dapat memahami 83 . yaitu Excellence. kemudahan akses serta melakukan pengembangan aplikasi yang aman dan selaras dengan perkembangan pasar. e. sehingga BSM dapat memberikan fungsionalitas yang inovatif. Kewajaran laporan keuangan. Dalam menjalankan fungsinya DAI telah memiliki Piagam Audit Intern yang disahkan oleh Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 27 April 2005 dan Kode Etik Auditor Intern yang disahkan Direksi pada tanggal 6 Februari 2008. informasi dan komunikasi BSM telah memiliki sistem akuntansi dan informasi yang memadai dan terus dikembangkan sejalan dengan implementasi Core Banking System baru demi menghadapi kompleksitas bisnis BSM yang terus meningkat.9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. 4) Mengembangkan pendekatan Risk Based Audit (RBA) secara bertahap. mendukung pelayanan ’one stop shopping’ kepada nasabah BSM. BSM menetapkan salah satu Direksi menjadi Direktur Kepatuhan untuk memastikan fungsi pengendalian dan kepatuhan telah dilaksanakan. 2). 5) Mendukung implementasi Corporate Value BSM. antara lain: Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Pemeriksaan laporan keuangan BSM secara transparan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik yang telah terdaftar di Bank Indonesia yang disetujui RUPS. Customer Focus (ETHIC). 3). 4). antara lain melalui komunikasi yang efektif dalam membahas semua temuan audit. Direktur Kepatuhan dibantu oleh Divisi Kepatuhan (DKN) dan Pengawas Kepatuhan & Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) yang ditempatkan di unit-unit kerja Kantor Pusat dan cabang. 8) DAI pun senantiasa mengembangkan peran kemitraan dengan auditee/ customer secara konsisten dan berkesinambungan. Sistem Akuntansi. Humanity. DAI berkomitmen untuk melaksanakan fungsinya memastikan efektivitas SPI yang memadai dengan cara melakukan review dan memberikan rekomendasi kepada manajemen tentang: 1). 5).pengendalian risiko. Kegiatan Pemantauan dan tindakan koreksi penyimpangan BSM telah menyelenggarakan pemantauan dan pengevaluasian kecukupan Sistem Pengendalian Intern secara terus-menerus dengan membentuk Satuan Kerja Audit Intern (dengan nama Divisi Audit Intern/DAI) yang independen terhadap satuan kerja operasional. BSM pun telah menyesuaikan penerapan manajemen risiko sistem teknologi dan informasi dengan mengacu kepada PBI No. 7) Melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang efektivitas pengendalian intern pada saat exit meeting audit maupun pada pelatihan-pelatihan in-house. dll. 6) Membantu Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam mengawasi pelaksanaan aspek-aspek syariah pada operasional perbankan dengan cara melaporkan hasilhasil audit yang berkaitan dengan aspek syariah kepada DPS. Integrity. serta sistem informasi manajemen risiko yang menyeluruh. Teamwork. d. Peran serta DAI dalam penguatan (improvement) SPI. Efektifitas dan efisiensi operasional.co. Setiap hasil audit telah disampaikan kepada Dewan Komisaris atau Komite Audit. 2) Sosialisasi dan internalisasi Kode Etik Auditor Intern. antara lain: Branch Operations. Infrastruktur dan perangkat pengendalian kepatuhan akan diuraikan dalam segmen lain pada Laporan Tahunan ini.id 1) Melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) intern melalui pembaharuan Manual Audit Intern.

Komposisi pegawai berdasarkan jenis kelamin adalah 73% pria dan 27% wanita. dan untuk memenuhi ketentuan kerahasiaan bank sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. Tahun 2009. laporan rugi laba. Selain program promosi O. Rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil. 3. Pertambahan jumlah pegawai tersebut perlu dikelola dengan tata kelola yang baik. dengan melalui evaluasi kom-petensi dan kinerja. Terutama untuk jabatan yang strategis. Di awal tahun 2009 DSI dipecah menjadi dua unit kerja. meningkat 23. Hingga akhir 2009 tercatat jumlah pegawai dengan pendidikan S2 sebanyak 2. Penyebaran jumlah pegawai pada tahun 2009 adalah 890 (20%) di Kantor Pusat dan 3.544 orang. Status pegawai kontrak yang diangkat 84 www.syariahmandiri.609 (80%) di 60 Kantor Cabang dan outlet di bawah koordinasinya. Officer Development Program (ODP) merupakan program yang dikhususkan bagi pegawai yang dipromosikan dengan perubahan level jabatan. laporan arus kas.13 % dari 3. BSM selalu berupaya meningkatkan komunikasi antara Kantor Akuntan Publik. Laporan Sumber Daya Manusia Unit kerja yang membidangi urusan sumber daya manusia sejak BSM terbentuk adalah Divisi Sumber Daya Manusia (DSI). baik pangkat maupun jabatan. pendidikan S1 sebanyak 58% dari total seluruh pegawai BSM. Komite Audit dan Manajemen BSM untuk dapat meminimalisir kendala-kendala yang terjadi selama proses audit berlangsung. pegawai level Pelaksana yang mengikuti ODP sebanyak 326 pegawai. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis BSM yang semakin pesat. Laporan neraca. yaitu Divisi Human Capital (DHC) dan Desk Training. 2. Pemisahan unit kerja ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kinerja dan fokus pada bidangnya masingmasing.co. Yaitu pegawai dari level jabatan Pelaksana yang dipromosikan ke level jabatan Officer. Audit Ekstern Hubungan antara BSM. Berbagai program reward telah dilaksanakan BSM kepada pegawai. Tim Pemilihan Akuntan Publik yang terdiri dari Komite Audit dan unsur manajemen telah melakukan proses pemilihan akuntan publik untuk melakukan audit atas: 1. serta perjanjian kerja dan ruang lingkup audit yang telah ditetapkan. Kantor Akuntan Publik telah memenuhi kewajiban dengan menyampaikan laporan hasil audit dan Management Letter kepada Bank Indonesia. dan Standar Profesional Akuntan Publik. Pada tahun 2009. Perubahan dana investasi terikat. 4.risiko-risiko penyimpangan yang ada. Agar proses audit sesuai dengan Standar Profesional Akuntan serta perjanjian kerja dan ruang lingkup audit yang telah ditetapkan dan selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.75%. Sumber dan penggunaan dana zakat. Pegawai yang berprestasi di bidang kerjanya masing-masing diberikan kenaikan pangkat dan jabatan (promosi). Untuk pegawai dengan status pegawai kontrak dapat ditingkatkan statusnya menjadi pegawai tetap. Pegawai pegawai tersebut diterima di program Pasca Sarjana Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. 5. N. laporan perubahan ekuitas. Kantor Akuntan Publik dan Bank Indonesia Pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan Bank untuk tahun buku 2009 telah sesuai ketentuan Bank Indonesia tentang transparansi kondisi keuangan Bank. diwajibkan mengikuti rangkaian seleksi administratif dan uji kompetensi. Sumber dan penggunaan dana kebajikan.493 orang pada akhir tahun 2008. BSM pada tahun 2009 telah memberikan beasiswa S2 kepada 5 pegawai. Sampai akhir tahun 2009 jumlah pegawai BSM (termasuk outsource) telah mencapai 4. Kompetensi teknis (hard) diuji melalui media e-learning dan kompetensi perilaku (soft) diuji melalui competency assesment. perlu didukung pegawai dengan pendidikan yang cukup baik di bidang kerjanya. Untuk memacu pertumbuhan bank yang demikian pesat. Kenaikan/ pertambahan jumlah pegawai tersebut berbanding lurus dengan ekspansi BSM melalui jumlah Kantor Cabang dan outlet di bawah koordinasinya di berbagai daerah. Pegawai yang dipromosikan. secara rutin dilakukan pertemuan-pertemuan yang membahas beberapa permasalahan penting yang signifikan.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Untuk menambah kompetensi pegawai dan sebagai salah satu program reward. menjadi pegawai tetap untuk tahun 2009 berjumlah 618 pegawai. BSM memberikan kenaikkan pangkat kepada berjumlah 839 pegawai dan kenaikan jabatan kepada 285 pegawai.

merevisi ketentuan yang terkait kinerja. Untuk pemenuhan seragam pegawai tersebut. pegawai wanita. BSM terus menghadapi tantangan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Pedoman Organisasi adalah dokumen hidup yang bergerak mengikuti kebutuhan bisnis dan organisasi. dan perilaku (behaviour). insentif terkait prestasi.98 kali gaji pokok. dan pegawai non staf (Satpam. Pada tahun 2009 Manajemen menyetujui kenaikan gaji pokok pegawai sebesar rata-rata 12. Konsep tersebut dikenal dengan Competency-Based Human Resources Management (CBHRM). BSM berupaya untuk menciptakan paket remunerasi yang atraktif dan kompetitif. Masing-masing vendor menangani desain dan implementasi seragam untuk pegawai pria. antara lain sentralisasi layanan Jamsostek. Kompetensi Rekrutmen Sistem Remunerasi dan Reward BSM senantiasa berupaya Sebagai cetak biru bagi pengembangan dan pelatihan pegawai. Pengembangan jaringan Kantor Cabang termasuk pembukaan outlet gadai. BSM telah melaksanakan tender dengan pemenang sebanyak 3 vendor. Bentuk komitmen DHC dalam mendukung bisnis BSM antara lain dengan mengimplementasikan ISO 9001:2000 pada prosedur kerja. dan Office Boy). Tunjangan Prestasi Unit Kerja (TPUK) diberikan kepada pegawai dengan mengacu kepada evaluasi kinerja triwulanan.5 %. Breakthrough tersebut meliputi peningkatan (improvement) mekanisme dan prosedur kerja serta melibatkan peran aktif pejabat Unit Kerja Kantor Pusat dan Kantor Wilayah sehingga menghasilkan sinergi yang lebih optimal. Untuk itu diperlukan tata kelola organisasi yang baik dan seimbang antara strategi dan daya dukung dalam bentuk infrastruktur yang memadai. Selama tahun 2009 DHC meningkatkan infrastruktur layanan. Jumlah TPUK yang diberikan ke pegawai selama tiga triwulan sebesar rata-rata 2. terdapat sejumlah reward lain yang diberikan ke pegawai. kompensasi. dan pemberian beasiswa S2. Semangat kerja pegawai terus ditingkatkan melalui reward yang diberikan terkait kinerja. dan uraian kerja (job description) disusun dalam bentuk Pedoman Organisasi.syariahmandiri. Kompetensi merupakan sebuah konsep yang dapat diartikan sebagai kombinasi antara pengetahuan (knowledge). bonus tahunan.id 85 . Paket remunerasi ini selalu ditinjau untuk memastikan bahwa pegawai BSM mendapat paket yang atraktif.2 kali gaji pokok. antara lain program tunjangan prestasi unit kerja. Struktur organisasi. meningkatkan kesejahteraan pegawai berdasarkan pencapaian kinerja melalui penerapan pola guaranted cash dan fasilitas kepegawaian lainnya. Driver. dalam merealisasikan rencana bisnis di masa yang akan datang. BSM telah menyusun kamus dan profil kompetensi.dan pemberian beasiswa. dan pembiayaan konsumer menjadi perhatian khusus. dan peraturan ketenagakerjaan. Sehingga kesempatan promosi menjadi ajang kompetisi yang sehat bagi pegawai. ketrampilan (skill). Menghadapi era persaingan yang semakin ketat. Pegawai yang menerima TPUK terbesar adalah sebesar 5. Organisasi & Jabatan Organisasi BSM secara berkesinambungan akan disesuaikan mengikuti rencana bisnis dan pengembangan kegiatan usaha. Seragam pegawai merupakan cermin profesionalisme pegawai dalam bekerja. jabatan.co. organisasi. Termasuk di antaranya adalah pegawai diberikan kesempatan yang seluasluasnya untuk meraih karir yang lebih tinggi. DHC berperan aktif dalam mensukseskan goal tersebut dengan cara melaksanakan breakthrough terhadap semua proses kerja. pembiayaan mikro.

3. maupun perencanaan strategis di bidang sumber daya manusia ke titik yang paling optimum. dan WG Operasional. yang meliputi: risiko kredit. SIMRIS dirancang sebagai media informasi mengenai jumlah modal yang harus dialokasikan (capital charge) untuk masing-masing risiko. yaitu Bank Mandiri. risiko pasar. risiko kepatuhan dan risiko reputasi. Pengembangan Operational Risk Tools.01 milyar untuk berbagai macam program pendidikan intern dan ekstern. Terutama terkait dengan data-data kepegawaian dengan masingmasing profil kompetensinya. Diharapkan implementasi CBHRM di BSM dapat dijadikan sebagai faktor penentu keberhasilan kinerja pegawai untuk mendukung tercapainya visi dan misi BSM. Organisasi Manajemen Risiko Pengelolaan manajemen risiko dilakukan bank berdasarkan prinsip segregasi tugas (segregation of duty) yang jelas. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan dapat meningkatkan efektifitas dan konsisten dalam menerapkan sistem rekrutmen. Selama tahun 2009 BSM telah mengeluarkan biaya sebesar Rp21. 2.08 milyar. latihan. manajemen kinerja. Kamus dan profil kompetensi dapat diintegrasikan dengan media e-learning BSM. Kompetensi pegawai-pegawai BSM tersebut akan dimonitor dan dikembangkan sesuai dengan profil kompetensi jabatan yang dijabat pegawai. yaitu: a. Konsolidasi manajemen risiko tersebut tidak terbatas pada sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen risiko. KMR berwenang untuk memberikan rekomendasi terkait kebijakan dan strategi manajemen risiko. Hingga saat ini telah dilakukan penyempurnaan terhadap kamus dan profil kompetensi. Jumlah profil kompetensi jabatan yang telah disusun hingga saat ini adalah sebanyak 572 jabatan. pendidikan dan pelatihan. seleksi. kompensasi.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Bank memiliki Komite Manajemen Risiko (KMR) yang berperan mendorong penerapan manajemen risiko secara efektif. Konsolidasi penerapan manajemen risiko dengan perusahaan induk. 86 www. risiko hukum. yaitu mengacu kepada shared values BSM (ETHIC) dan perkembangan organisasi BSM. strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko. Pengembangan Infrastruktur Manajemen Risiko Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan. WG KMR terdiri dari WG ALMA. risiko likuiditas. Disamping itu. satuan kerja pendukung (supporting unit) dengan satuan kerja manajemen risiko (risk management unit). penilaian kinerja. Pengembangan sistem informasi manajemen risiko melalui aplikasi SIMRIS (Syariah Mandiri Risk Information System). bank melakukan pengembangan infrastruktur manajemen risiko melalui: 1. pendidikan profesi. Laporan Manajemen Risiko Perkembangan dunia perbankan yang pesat memicu bank untuk lebih kreatif dan dinamis dalam mengembangkan berbagai produk dan layanan. lokakarya dan pelatihan manajemen dan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan BSM. KMR beranggotakan Direksi dan Kepala Divisi yang secara fungsional mengelola risiko usaha bank. Namun mencakup juga sinkronisasi kebijakan dan prosedur operasional bank. Loss Event Database (LED) Bank menghimpun database kerugian operasional secara rutin dalam aplikasi LED digunakan sebagai P. bank terus memperbaiki dan mengembangkan manajemen risiko sesuai kompleksitas usaha bank dan iklim persaingan. serta berbagai kursus. dan pembiayaan. Hal ini berdampak pada peningkatan kompleksitas usaha bank sehingga diperlukan tata kelola perusahaan dan penerapan manajemen risiko yang lebih kuat. Segregasi tugas tersebut yaitu antara satuan kerja pengambil risiko (risk taking unit). KMR dibantu oleh Working Group (WG) KMR yang bertugas untuk merekomendasikan atau melakukan kajian terhadap kebijakan pengelolaaan risiko bank.syariahmandiri. Kamus dan profil kompetensi yang disahkan oleh Direksi akan menjadi pedoman pengelolaan SDM berbasiskan kompetensi. seminar. Program pengembangan SDM dilakukan melalui pendidikan karir. Karena itu. perencanaan karir. risiko strategik.co.CBHRM adalah suatu pola pendekatan dalam membangun suatu sistem manajemen sumber daya insani yang handal dengan memanfaatkan kompetensi sebagai titik sentralnya. ketrampilan. Hal tersebut meningkat dibandingkan anggaran pelatihan tahun 2008 yaitu sebesar Rp14. Tugas KMR antara lain merumuskan kebijakan. promosi. SIMRIS menyediakan informasi yang up to date mengenai profil risiko bank. penataran. risiko operasional.

risiko likuiditas dan risiko operasional. • Limit coverage asuransi pembiayaan. Penerapan KRI digunakan untuk: • memantau setiap perubahan tingkat risiko operasional pada proses bisnis/aktivitas tertentu. • Limit in house BMPK. • membantu manajemen dalam menilai tingkat risiko dan pengendalian pada satuan kerja atau bidang operasional yang memerlukan perhatian khusus. b. Kebijakan limit risiko yang telah ditetapkan antara lain: • Limit wewenang memutus pembiayaan. 1. kurang menarik dan tidak menarik. dan perubahan regulasi pemerintah atau BI. • Limit secondary reserve.co. Bank melaksanakan proses manajemen risiko sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan dokumen Basel II (Basel II Accord Pengelolaan risiko mencakup seluruh lingkup usaha aktivitas fungsional bank. kondisi ekonomi makro.syariahmandiri. • Limit portofolio rekanan bank. c. Pemutakhiran rating sektor industri/bidang usaha. • Limit transaksi operasional. • memberikan “peringatan dini” kepada unit kerja agar melakukan suatu tindakan preventif untuk mengantisipasi suatu kejadian risiko. netral. BSM menerapkan RCSA secara periodik untuk mengidentifikasi. Bank mengklasifikasikan sektor industri menjadi 5 kelompok yaitu sangat menarik. Selama tahun 2009 bank melakukan: a. Seiring dengan perkembangan bisnis. BSM terus mengembangkan dan menyempurnakan berbagai parameter yang digunakan dalam KRI. menarik. Pemutakhiran kebijakan dan pedoman pembiayaan. Penerapan manajemen Risiko Penerapan manajemen risiko merupakan tanggung jawab seluruh unit kerja bank. b.dasar untuk perhitungan cadangan kerugian risiko operasional.id 87 . Proses manajemen risiko diterapkan secara komprehensif pada 4 risiko utama yang wajib dikelola oleh bank. • Limit transaksi tresuri. • Limit portofolio pembiayaan untuk sektor usaha tertentu. 4. risiko pasar. • Limit saldo kas minimal. Risk and Control Self Assessment (RCSA) Penerapan RCSA ditujukan untuk: • menumbuhkan risk awarness risiko operasional melalui proses identifikasi dan pengukuran risiko secara mandiri. • Limit GWM rupiah dan valas. Key Risk Indicator (KRI) KRI bersifat forward looking untuk membantu pegawai dalam memprediksi risiko operasional yang dihadapi. mengukur dan memitigasi eksposur risiko operasional yang dihadapi unit kerja. Klasifikasi ini membantu unit bisnis dalam menetapkan target market industri dalam rangka Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Pemutakhiran kebijakan dan pedoman pembiayaan tersebut disesuaikan dengan perkembangan dunia usaha. • Limit portofolio pembiayaan valuta asing. • meningkatkan pengelolaan risiko operasional dengan menetapkan tindakan pengendalian/mitigasi risiko yang efektif. • Limit eksposur 25 debitur terbesar. bank melakukan kaji ulang terhadap kebijakan. Risiko Kredit Pengelolaan risiko kredit diarahkan untuk mendukung ekspansi pembiayaan yang sehat dan menjaga kualitas pembiayaan yang telah diberikan. prosedur dan tools secara periodik. yaitu risiko kredit. • Limit Posisi Devisa Neto. Penetapan limit risiko sesuai dengan tingkat permodalan yang dimiliki bank.

id ekspansi pembiayaan. sektor industri. d. Risiko Likuiditas Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan untuk menjaga kemampuan Bank dalam memenuhi seluruh kewajiban yang jatuh tempo. Pengukuran repricing gap untuk mengukur gap antara aset dan kewajiban pada tiap jangka waktu. Penetapan limit portofolio pembiayaan sebagai batasan jumlah eksposur maksimal pada sektor industri tertentu. d. Pemantauan risiko pasar secara harian antara lain melalui monitoring Posisi Devisa Neto. Penetapan limit likuiditas. 4. yang sensitif terhadap perubahan imbal hasil pasar. Pemeliharaan akses bank ke pasar uang antar bank syariah antara lain melalui perolehan dan pemberian credit line dari dan untuk bank lain. Dengan demikian keseimbangan alokasi portofolio dapat terjaga sehingga memberikan risk adjusted return maksimal. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Debitur watchlist. Perhitungan proyeksi cashflow dan liquidity gap secara rutin untuk memperkirakan kondisi likuiditas bank di masa mendatang. Sektor industri yang dinilai baik diberikan limit yang lebih besar dibandingkan dengan sektor industri yang dinilai kurang baik. Pengkajian risiko atas suatu usulan pemberian pembiayaan atau peluncuran produk pembiayaan dalam bentuk opini risiko. serta netral. Hal tersebut dilakukan untuk menguji elastisitas kualitas portofolio. h. i. limit deposan terbesar. khususnya tingkat NPF portofolio terhadap perubahan variabel ekonomi dengan berbagai skenario. b. Risiko Pasar Bank melakukan pengelolaan risiko pasar untuk mencegah kerugian akibat pergerakan imbal hasil pasar dan nilai tukar. c. 3. Eksposur berdasarkan debitur besar. Penetapan limit mempertimbangkan kondisi portofolio dan prospek bisnis industri tersebut. dan limit saldo kas. Eksposur berdasarkan rating sektor ekonomi. 6. Pengembangan sistem informasi manajemen risiko kredit. Eksposur berdasarkan sektor ekonomi/industri. antara lain meliputi: 1. antara lain limit giro wajib minimum baik rupiah maupun valuta asing. Opini risiko mencakup identifikasi potensi risiko yang melekat pada seluruh aspek beserta mitigasi risiko yang direkomendasikan guna meminimalisir risiko yang mungkin timbul. c. Pembiayaan bermasalah. 2. Guna mencapai tujuan tersebut. Pengelolaan risiko pasar dilakukan antara lain melalui: a. Pengujian Kondisi Terburuk (analisa stress test) yang dilakukan secara berkala. Pemantauan debitur Watch List untuk melakukan antisipasi dini terhadap debitur yang berpotensi menjadi NPF. Penggunaan model exponential weighted moving average untuk mengukur potensi kerugian maksimum akibat pergerakan nilai tukar. Portofolio pembiayaan bank saat ini tersebar pada berbagai sektor industri yang termasuk kategori sektor sangat menarik dan sektor menarik. dan skema pembiayaan. Pengukuran potential loss tersebut menggunakan fluktuasi nilai tukar selama periode tertentu yang dikaitkan dengan Posisi Devisa Neto. d. Penetapan limit Posisi Devisa Neto (PDN) untuk membatasi posisi terbuka valas yang dimiliki Bank. 2. f.syariahmandiri. Pemantauan rasio likuiditas secara harian antara lain monitoring terhadap rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga. 5. c. Opini risiko tersebut berfungsi sebagai bahan pertimbangan Komite Pembiayaan dalam memberikan keputusan pembiayaan. 3. scoring pembiayaan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dan scoring pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Bank melakukan pengukuran tersebut secara bulanan. Pengembangan scoring pembiayaan antara lain scoring pembiayaan konsumer yang terintegrasi dalam Loan Origination System. bank melakukan: a. e.co.88 www. Pemantauan atas perkembangan kualitas portofolio berdasarkan segmen bisnis. Ketersediaan cadangan penghapusan pembiayaan. rasio kewajiban antar bank. g. Eksposur berdasarkan segmentasi. b. dan rasio kas terhadap dana pihak ketiga. 7. Limit tersebut dimutakhirkan secara berkala sesuai dengan kondisi internal dan eksternal yang dihadapi bank.

b. Namun. mengukur. 1. Dalam penerapan manajemen risiko teknologi informasi. Disaster dapat muncul akibat faktor internal seperti kerusakan sistem teknologi informasi. yaitu: loss event database. jaringan komunikasi. 5. early warning system potensi risiko operasional. ORMIS digunakan sebagai: 1. 4. pengawasan aktif manajemen. Proses BCM meliputi beberapa hal yaitu. risk and control self assessment. risk assessment. Operational Risk Management Information System (ORMIS) ORMIS merupakan sistem aplikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi. Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. pengujian BCP. Penerapan Bussiness. d. Proses manajemen risiko dilakukan dengan menggunakan berbagai perangkat risiko operasional yang telah ada. Penggunaan Aplikasi. Penerapan Manajemen Risiko IT Bank melakukan manajemen risiko teknologi informasi untuk menjaga dan mengamankan operasional sistem teknologi informasi. bussiness continuity plan.id 89 . Penggunaan ORMIS diharapkan dapat meminimalisir risiko operasional bank.co. alat identifikasi dan monitoring kejadian risiko operasional. pengukuran dan pengendalian risiko. Pemanfaatan Perangkat Risiko Operasional. dan akibat faktor eksternal seperti bencana alam. Karena itu bank harus memiliki kebijakan BCM untuk menjamin kelangsungan kegiatan operasional walaupun terdapat disaster. Business Continuity Plan. Dalam rangka mendukung penerapan BCM. 6. database kerugian operasional.syariahmandiri. c. BSM memiliki kebijakan BCM yang terdokumentasi dengan baik. Bank telah melakukan: • Pembentukan Komite Pengarah Teknologi Informasi yang bertugas membantu tugas Direksi dalam menerapkan manajemen risiko atas penggunaan teknologi informasi. dan key risk indicator. pengamanan informasi. Perhitungan simulasi kecukupan modal untuk mengcover risiko operasional Basel II Accord merekomendasikan bank untuk menghitung beban modal untuk mengcover risiko operasional. Saat ini belum ada ketentuan yang mewajibkan bank untuk mengalokasikan modal bagi risiko operasional. Continuity Management (BCM) Bank senantiasa menghadapi risiko disaster yang dapat mengganggu proses operasional bank. • Penyusunan kebijakan dan prosedur manajemen risiko teknologi informasi antara lain terkait pengembangan dan pengadaan. Risiko Operasional Pengelolaan risiko operasional melibatkan semua pihak untuk menghindari bank dari kerugian risiko operasional yang signifikan. 3. bussiness impact analysis. BSM mengoptimalkan sistem aplikasi ORMIS untuk proses identifikasi. Manajemen risiko operasional dilakukan melalui: a. bank memiliki Disaster Recovery Center (DRC). 2. • Pelaksanaan User Acceptance Test pada setiap pembuatan dan pengembangan aplikasi untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan tiap aplikasi. 2. DRC tersebut berfungsi sebagai back up data dan cadangan data center saat terjadi permasalahan pada data center utama. dan electronic banking. 3.4. Perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan salah satu model yang telah ditetapkan. memonitor dan memitigasi kejadian risiko operasional. BSM secara proaktif telah menggunakan pendekatan Basic Indicator Apprioach (BIA) dalam pengukuran modal minimum untuk mengcover risiko operasional. audit intern terhadap BCP.

pemantauan dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen risiko. • Kecukupan proses identifikasi.83 (predikat tingkat kepatuhan ”tinggi”). Bank melakukan penilaian profil risiko secara rutin setiap bulan. Predikat/peringkat risiko inheren mencerminkan potensi timbulnya risiko pada bank. Atas dasar ini. Berdasarkan profil risiko per Desember 2009. khususnya kemungkinan digunakan produk dan jasa BSM sebagai sarana pencucian uang atau pendanaan bagi kegiatan terorisme sehingga menyebabkan ancaman bagi kelangsungan usaha BSM. Pengawasan Kepatuhan 90 www. memberikan pelatihan sesuai kebutuhan serta berperan sebagai penasehat terkait pelaksanaan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Laporan Kepatuhan Ketidakpatuhan terhadap hukum dan peraturan perundangan tidak hanya berakibat pada teguran oleh pihak regulator.co. yaitu rendah (low). Sedangkan predikat penilaian kecukupan sistem pengendalian risiko (SPR) yaitu lemah (weak).• Pelaksanaan uji coba Disaster Recovery Plan secara berkala untuk menguji kesiapan teknologi informasi bank dalam menghadapi kondisi darurat. Penilaian profil risiko ditentukan dengan menggabungkan hasil penilaian eksposur risiko inheren dan kecukupan sistem pengendalian risiko yang meliputi: • Pengawasan aktif Komisaris dan Direksi bank. pengukuran. risiko likuiditas. melainkan bisa menimbulkan publikasi negatif yang dapat mencemarkan reputasi BSM sebagai bank syariah terkemuka di Indonesia.syariahmandiri. Selain itu sesuai karakteristik bisnis perbankan maka juga perlu diantisipasi secara baik risiko produk dan jasa. Tingkat kepatuhan (compliance index) BSM triwulan IV per 31 Desember 2009 sebesar 92. Profil Risiko Profil risiko memuat gambaran tentang tingkat risiko yang melekat pada seluruh aktivitas bank (inherent risk) dan kecukupan sistem pengendalian risiko (risk control system). • Sistem pengendalian intern yang menyeluruh. • Kecukupan Kebijakan. Selama tahun 2009 bank melakukan satu kali uji coba DRP. sebagian besar risiko inheren berpredikat rendah dan sistem pengendalian risiko berpredikat strong. risiko strategik. risiko hukum. kepatuhan merupakan tanggung jawab bersama. Divisi Kepatuhan BSM mengkoordinir pelaksanaan fungsi kepatuhan dan memastikan pemahaman tersebut dengan Penerapan kepatuhan BSM selama tahun 2009 berjalan baik. Khusus optimalisasi Know Your Customer (KYC) terus ditingkatkan dan dibangun BSM melalui penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Teroris (PPT) menggunakan New Core Banking System (NCBS) berkelanjutan. yaitu tanggung jawab setiap individu di BSM dan merupakan unsur penting dari seluruh kegiatan yang dilakukan oleh BSM. dimana penetapan salah satu Direksi menjadi Direktur Kepatuhan melalui RUPS dan penguatan organisasi Satuan Kerja Kepatuhan (Divisi Kepatuhan) telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia. Penerapan Kepatuhan BSM Periode 2009 a. moderat (moderate) dan tinggi (high). Penilaian profil risiko bertujuan untuk memaparkan eksposur risiko bank yang meliputi risiko kredit. yaitu rendah (low).id Memastikan setiap aktivitas operasional (pembiayaan dan non pembiayaan) sesuai ketentuan adalah tugas PKP atau CO di setiap unit bisnis kantor pusat maupun cabang. moderat (moderate) dan tinggi (high). Predikat risiko komposit bank secara keseluruhan adalah rendah dengan tren stabil. risiko reputasi dan risiko kepatuhan. Dengan demikian. risiko operasional. tidak dapat diabaikan pentingnya menjaga reputasi yang baik. fungsi kepatuhan di BSM menjadi amat penting untuk mendukung pengelolaan risiko kepatuhan yang sesuai dengan perkembangan usaha BSM. di samping sumber daya manusia. Q. Pengawalan dilakukan PKP dengan pola exante antara lain penerapan compliance procedure operasional dan pengujian compliance certificate terhadap keputusan pembiayaan. Gabungan hasil penilaian eksposur risiko inheren dengan kecukupan SPR menghasilkan predikat risiko komposit. Reputasi aset paling berharga bagi sebuah bank. prosedur dan penetapan limit. Unit Kerja Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) dan Pengawas Kepatuhan & Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) atau Compliance Officer (CO) di unit kerja kantor pusat maupun cabang. Seluruh karyawan BSM wajib memahami segala ketentuan perundangan yang berlaku untuk setiap fungsi operasional sehari-hari. risiko pasar. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pemastian kepatuhan terhadap seluruh operasional BSM (pembiayaan dan non pembiayaan) telah optimal dilaksanakan oleh Direktur Kepatuhan berikut jajaran di bawahnya yaitu Divisi Kepatuhan. Dengan perubahan dan gejolak yang terus menerpa iklim usaha perbankan saat ini. penempatan dana maupun pengadaan barang Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . dapat diandalkan (acceptable) dan sangat memadai (strong).

SOP dan Pedoman Kepatuhan Hasil kajian ketentuan eksternal yang diterbitkan regulator (terutama PBI) telah mendorong jajaran unit kerja kantor pusat BSM secara rutin menerbitkan Kebijakan. . program. Surat Edaran maupun Standard Operating Procedure untuk diterapkan oleh unit kerja terkait. telah optimal. Pengukuran indek kepatuhan (compliance index) BSM setiap bulan merupakan langkah strategis untuk melihat ”tingkat kepatuhan” suatu objek (unit kerja.79 (kategori indeks ”tinggi”). Compliance Index BSM (melalui Compliance Remedial Program) mengukur 10 indeks kepatuhan yaitu: - dan jasa. .Regulation Index (RI). Rencana Kerja dan Anggaran Divisi (RKAD) Tahunan. regulasi terkait lain) berjalan kontinyu. sebagai berikut: • Pengawasan rutin kepatuhan Cabang maupun kinerja PKP melalui aplikasi online 91 . SE. Sistem Informasi Kepatuhan (SIK) Penggunaan SIK yang semula sebagai tools kerja kepatuhan. . tindak lanjut pemutakhiran ketentuan existing agar sesuai dengan ketentuan yang baru dikeluarkan oleh pihak eksternal terjadual sebagaimana kepentingannya bagi BSM. sehingga dalam Corporate Plan BSM (sampai dengan 2014 ditetapkan target indeks sebesar 92. PKP juga bermitra independen secara erat dengan kepala unit kerja berikut seluruh jajaran di bawahnya.Division Compliance Index (DCI). pada 2009 terus meningkat sebagai compliance knowledge based yang dimanfaatkan oleh jajaran BSM dalam melaksanakan tugas. b.Compliance Certificate (CC). Pemastian bahwa setiap ketentuan BSM tidak ada yang melanggar ketentuan eksternal telah terlaksana dengan baik selama periode 2009. .Corporate Compliance Index (CCI)..CO) dari Direktorat Kepatuhan kepada Direktur Utama atas keputusan yang akan diambil BSM terutama yang berpengaruh pada kebijakan strategik dan operasional BSM. . Kajian atas ketentuan eksternal telah lebih kokoh menjadi dasar rujukan bagi BSM dalam membuat kebijakan/ketentuan internal.83 . Selama tahun 2009. 3). Fatwa Dewan Syariah Nasional/DSN. Compliance Index BSM yang penguatannya dilakukan dengan penerapan Compliance Remedial Program (melalui kegiatan kepatuhan dengan akronim JURUS JAKA TINGKIR) angkanya membaik. Pedoman. Sistem Kepatuhan Cakupan dari pelaksanaan Sistem Kepatuhan BSM meliputi: 1). 4).KYC dan GCG Index. DKN menjadi anggota tetap dalam proses pengambilan Keputusan Komite Sisdur (KKS) kantor pusat.Zero Defect (ZD). Monitoring realisasi pencapaian target dilaksanakan DKN setiap bulan dimana keberhasilan kinerja Kepatuhan pada akhir 31 Desember 2009 secara kualitatif tercapai baik.CN) Divisi Kepatuhan kepada Direktur Kepatuhan atau unit kerja terkait untuk pengambilan keputusan BSM cukup banyak dilakukan DKN yakni sejumlah 21 (duapuluh satu) selama tahun 2009. Pengujian kepatuhan (compliance review) atas ketentuan yang akan diberlakukan BSM dan kajian terhadap ketentuan eksternal (Peraturan BI.38 91.Compliance Self Assessment (CSA).59 92.86 91. penyampaian catatan kepatuhan (compliance note . Di samping itu. Pemberian Opini dan Catatan Kepatuhan Pemberian opini kepatuhan (compliance opinion . Selain itu. Pengujian (review) Kepatuhan. . 2). Trw I Trw II Trw III Trw IV 92.Compliance Risk Index (CRI). Implementasi RKAD bertujuan mendukung pencapaian sasaran perusahaan/corporate BSM Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Kebijakan.PKP Performance.id yang fokus untuk penguatan fungsi kepatuhan BSM melalui program (inisiatif strategis) tahunan Divisi Kepatuhan. 5). Hasil pengukuran digunakan oleh manajemen maupun jajaran unit kerja melakukan langkah perbaikan dan peningkatan kepatuhan.co.Branch Compliance Index (BCI).syariahmandiri. dsb). tergambar pada tabel disamping: Compliance Index BSM terus dipacu meningkat. . Pemanfaatan SIK oleh jajaran BSM tergambar dari mekanisme komunikasi/ informasi. .

2). Marketing Manager (MM). penayangan wallpaper). up dating data. Compliance Certificate (CC). Checksheet tersebut melekat pada aktivitas operasional Cabang sehingga berfungsi sebagai Compliance Procedure dalam sistem operasional kepatuhan Cabang. cuti. 3).• • • dan real time. Customer Service (CS). UU dan Fatwa DSN. c. Compliance Risk Index (CRI). Legal Officer (LO). Customer Service Officer (CSO). Penggunaan SIK merupakan realisasi dari Arsitektur SIK (ASIK) yang memiliki 5 (lima) pilar penting yakni Corporate Prudentiality. Shari’a Compliance dan Compliance Management Information System. Compliance Self Assessment (CSA). Media lain yang dapat digunakan mendukung SIK adalah sosialisasi tertulis (upload) dan intranet (antara lain folder Bank SE.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Monitoring & Supporting Pelaksanaan Monitoring dan Supporting Kepatuhan BSM. BSM telah memiliki 11 (sebelas) checksheet Compliance Procedure untuk jabatan-jabatan seperti Kepala Cabang (KC). Teller. Implementasi tugas bagian Supporting dan Monitoring relatif telah berjalan dengan baik dan akan terus ditingkatkan dalam rangka untuk memberikan dukungan pelayanan yang prima kepada pihak internal maupun eksternal. Regulation Index (RI). 92 www. Division Compliance Index (DCI). lembur pegawai DKN dan PKP. Compliance Procedure Pemastian efektifitas triwulanan kepada Direktur Utama dan periode semesteran kepada Bank Indonesia. Head Teller (HT). kejadian yang bersifat fraud dapat lebih awal terlaporkan. pelaksanaan Kebijakan Kepatuhan dan pencegahan penyimpangan prosedur di unit kerja. periode 6). Computerized Activities. Pengembangan SIK yang terkoneksi (link) dengan core banking system BSM bermanfaat bagi unit-unit kerja untuk penyampaian dan pemahaman ketentuan internal maupun eksternal BSM. Code of Conduct (CoC) dan Compliance Procedure (Compro).co. Branch Compliance Index (BCI). pelaksanaan rekrutmen karyawan. Pemantauan/monitoring terhadap realisasi index-index kepatuhan yang meliputi Corporate Compliance Index (CCI). pengurusan reimbursement pengobatan. Pengembangan SIK diperluas sebagai sarana pelaporan unit kerja (paperless) yang terkait dengan GCG. Operation Manager (OM). Melalui aplikasi ini. Zero Defect (ZD). Loan Administration and Trade Service Officer (LTO). Pembuatan laporan-laporan rutin kinerja pengawasan kepatuhan baik periode bulanan kepada Direktur Kepatuhan. meliputi: 1). Pelaksana Marketing Support (PMS). Pelaksanaan support administrasi kinerja DKN untuk keperluan internal maupun eksternal antara lain pengadaan ATK. Self Compliance Identification. PKP Performance dan Know Your Customer Index (KYC) Index dan Good Corporate Governance (GCG). Selain itu memonitor realisasi rencana kerja Divisi Kepatuhan serta anggaran yang telah ditetapkan dalam RKAD. telah menggunakan tools prosedur kepatuhan (Compliance Procedure) sebagai perangkat kerja berupa checksheet sebagai sarana monitoring harian pejabat/pegawai Cabang.syariahmandiri. Back Office (BO).

Divisi Jaringan Cabang (DJN) dan Divisi Kepatuhan (DKN). sehingga komitmen pengamanan atas kerahasiaan data nasabah akan selalu terjaga. Direktorat Kepatuhan berperan memastikan berjalannya pelaksanaan GCG di jajaran BSM agar GCG dapat terpenuhi secara optimal dalam jangka panjang. Adapun SA sesuai kewajiban PBI dan SEBI dalam bentuk laporan penilaian tahunan telah berjalan sebagaimana mestinya. yang kemudian mengalami penyempurnaan melalui program Customer Due Dilligence (CDD) setelah diberlakukannya PBI No. Divisi Manajemen Risiko (DMR). memodifikasi format checklist GCG untuk penilaian berkala 2 (dua) kali dalam setahun (semesteran).25 tahun 2003. • Hubungan korespondensi dengan bank asing telah didukung antara lain melalui pemenuhan AML questionnaire kepada bank koresponden dengan apresiasi baik. untuk kepentingan internal BSM. DKN mengkoordinasikan pelaksanaan Self Assessment (SA) GCG yang secara khusus. Unit Kerja Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) 1). Efektifitas Penerapan Customer Due Dilligence (CDD) • Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (P2MN) telah dijalankan sejak tahun 2002 dengan berpedoman kepada PBI No. Monitoring GCG Penerapan GCG di BSM meningkat pada 2009 sejalan dengan tindaklanjut hasil audit BI pada tahun 2008 yang menyatakan GCG di BSM telah berjalan baik. 2). Kantor Kas dan Konter Layanan Syariah (KLS). ID nasabah kadaluwarsa. BSM senantiasa menindaklanjuti setiap ketentuan baru yang diberlakukan oleh regulator (terutama PBI/SEBI). Cabang Pembantu. yang meliputi bidang pendanaan maupun pembiayaan.syariahmandiri. Surat Edaran maupun Standar Operating Procedure untuk diterapkan oleh unit kerja terkait. di mana jajaran unit kerja kantor pusat BSM secara rutin membuat Kebijakan. Efektifitas Penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) • Penguatan APU BSM telah sesuai dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang No.l.co. CoC yang dipantau adalah pelaksanaan oleh seluruh manajemen dan jajaran BSM lain terutama berkenaan dengan interaksi kerja dengan stakeholders. • UKPN telah berfungsi sebagaimana mestinya baik melalui PIC UKPN di Kantor Pusat maupun melalui Pejabat/Petugas UKPN di Kantor Cabang. daftar teroris/nasabah berisiko tinggi versi PBB/ PPATK/OFAC. Pemenuhan GCG sebagaimana diwajibkan BI kepada bank umum.11/28/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 yang menggantikan PBI P2MN. • Peningkatan sistem monitoring data nasabah dan indikasi transaksi mencurigakan dilakukan dengan membuat menu laporan pendeteksian kelengkapan data nasabah. Setiap ditemukannya benturan kepentingan/ penyimpangan atas peraturan (internal maupun eksternal) di-reminder kepada unit kerja yang bersangkutan untuk diselesaikan dengan baik dan secara berkala diawasi oleh divisi terkait seperti Divisi Audit Intern (DAI).15 tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No.3/10/2001 tanggal 18 Juni 2001 beserta perubahannya.id 93 . • Pemantauan efektifitas penerapan Know Your Customer Principle (KYC) dilakukan dengan menerapkan scoring bagi masing-masing unit bisnis melalui checklist implementasi triwulanan secara independen oleh Pengawas Kepatuhan dan Prinsip mengenal Nasabah (PKP). sebagai perpanjangan tangan dari UKPN Kantor Pusat. Pedoman. • Pelaporan ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan pemenuhan data nasabah kepada pihak berwenang senantiasa berpedoman kepada ketentuan terkait. e. dan transaksi Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.d. Direktorat Kepatuhan merupakan salah satu governance structure yang diwajibkan oleh BI (tercantum dalam PBI tentang GCG dan Tingkat Kesehatan Bank Syariah). Praktek GCG yang optimal terus ditingkatkan BSM dengan monitoring oleh unit kerja terkait di kantor pusat atas implementasi Code of Conduct (CoC). termasuk terpenuhinya kelengkapan/validitas data nasabah yang terus dimaksimalkan melalui penerapan single CIF (Customer Identification File) dan data cleansing. telah sesuai ketentuan a.

2. • PPATK telah menilai BSM telah baik dan kooperatif untuk selalu ikut serta dalam menegakkan rezim APU (money laundering) di Indonesia.149. khitanan massal.-. Kegiatan-kegiatan yang dijalankan BSM di tahun 2009 terus diupayakan agar 94 www. Mendukung kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan. CSR merupakan konsep di mana BSM secara sukarela menyumbangkan sesuatu ke arah masyarakat yang lebih baik dan lingkungan hidup yang lebih bersih. korban gempa Tasikmalaya dan Sumatera serta pembinaan pedagang mikro. 6. partisipasi kemanusiaan untuk Palestina.dan saldo akhir tahun adalah Rp1. Membangun citra positif BSM dalam benak masyarakat. komunitas.dan saldo akhir tahun adalah Rp20.304 pegawai atau lebih dari 50% pegawai BSM.759. pembangunan/renovasi masjid. 3.di luar kewajaran. Meningkatkan nilai brand BSM dengan membangun reputasi yang baik. donor darah. dan mengupayakan pencapaian kesejahteraan kehidupan masyarakat.980.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri .585.. serta zakat pegawai BSM. • Program pelatihan APU dan PPT telah dijalankan baik secara internal maupun eksternal (yang diikuti oleh pegawai Kantor Pusat dan Cabang) dengan pelaksana program BI. zakat nasabah dan umum. 5. Meningkatkan kesadaran publik tentang BSM melalui kegiatan-kegiatan sosial. Membuat perubahan positif di tengah masyarakat. 4. Laporan Corporate Social Responsibility (CSR) Corporate Social Responsibility (CSR) merujuk pada semua hubungan yang terjadi antara perusahaan dengan semua stakeholders. bakti sosial. operasi bibir sumbing. Pendapatan Non Halal dan Dana Sosial lainya. antara lain: a. yaitu membantu mengatasi atau mengurangi permasalahan yang terjadi di masyarakat. Wujud kepedulian BSM tersebut dilakukan dalam bentuk Program Mitra Umat yakni pemberdayaan sektor ekonomi mikro dengan skema qardhul R. • Telah dijalankan proses screening dalam proses penerimaan pegawai baru untuk memastikan calon pegawai tidak terkait dengan aktifitas pencucian uang dan pendanaan terorisme. Pelatihan internal secara kelas dan workshop bagi pejabat BSM dan petugas UKPN telah diikuti oleh 1. bea siswa. pegawai.553.138. sesuai dengan konsep dasar CSR..dan yang disalurkan adalah sebesar Rp3. Dana Zakat Dana Zakat bersumber dari zakat perusahaan (BSM).syariahmandiri.278. Aktivitas CSR yang dilakukan BSM bertujuan untuk: 1.582 orang (mustahikin) Selama tahun 2009 BSM melakukan berbagai kegiatan sosial yang diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan. yang disalurkan adalah sebesar Rp2.891. • Telah dilaksanakan program reward and punishment terhadap implementasi APU & PPT di seluruh jajaran cabang melalui penilaian PKP dan hasil evaluasi UKPN Kantor Pusat. dengan uraian sebagai berikut: 1.500. Penerimaan Dana Zakat per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp18. Penerimaan Dana Kebajikan per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp1.201. dan menggalang dukungan masyarakat untuk tujuan bisnis BSM. mengusahakan terjadinya perubahan perilaku masyarakat.297. pemilik.Penyaluran Dana Zakat dilaksanakan (bersinergi) dengan LAZNAS BSM dan penyalurannya dilakukan melalui program yang berdaya guna dan bermanfaat yakni Mitra Umat.. 2. pengadaan perpustakaan anak yatim.744.862. Pengembangan Ekonomi Umat BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam menjalin kemitraan dan mengembangkan sektor ekonomi masyarakat sekitar. Dana Kebajikan Dana Kebajikan bersumber dari Denda. iB CSR.712.485. PPATK. Pelaksanaan program CSR di BSM memiliki 2 (dua) sumber dana. pemerintah. Bank Koresponden dll.208.661. Berbagai program yang dimiliki BSM dilakukan secara sinergi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BSM. supplier bahkan kompetitor. khususnya di lingkungan di mana BSM beroperasi. pembangunan asrama rumah asuh.Jenis kegiatan yang telah mendapat penyaluran Dana Kebajikan meliputi: Santunan anak yatim.co. FKDKP. yakni Dana Kebajikan dan Dana Zakat. pelatihan dakwah. termasuk pelanggan. Didik Umat dan Simpati Umat kepada 14.674. Mendukung implementasi praktik bisnis yang transparan dan bertanggungjawab.

d. Pada tahun 2009 bantuan diberikan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat dalam kegiatankegiatan ekonomi. Melalui program BSM Peduli Penghijauan.-. Peduli terhadap hal tersebut. Program Pengembangan Pendidikan BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam melaksanakan program pengembangan pendidikan sebagai salah satu bentuk sumbangsih BSM untuk pengembangan Indonesia.996. Pada tahun 2009. khususnya sumber daya hutan adalah terjadinya degradasi hutan dan lahan yang disebabkan oleh pembalakan liar.166 siswa dari berbagai tingkatan. baik secara keproyekan (Reboisasi/ Gerhan) maupun gerakan menanam secara massal oleh masyarakat luas sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan kerusakan sumber daya hutan. Sasaran dari program ini adalah pemberdayaan pendidikan mulai dari tingkat SD. SMP. Penerima bantuan program Mitra Umat dalam tahun 2009 adalah sebanyak 916 orang.425. Total bantuan yang telah disalurkan melalui program Didik Umat adalah sebesar Rp1. budi daya kelinci dan pinjaman modal usaha mikro. distribusi hewan kurban. Program Sosial/Budaya Dilaksanakan melalui Program Simpati Umat dalam berbagai kegiatan antara lain pemberian bantuan kepada korban bencana. Program-program yang dilakukan BSM di bidang perbaikan kesehatan antara lain: pelaksanaan donor darah. Sasaran program ini supaya para mustahik yang menerima dana akan berubah menjadi muzaki. BSM melakukan gerakan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www.syariahmandiri.id 95 .000. Berbagai program yang dimiliki BSM merupakan program yang menyentuk langsung kepedulian terhadap masyarakat. Program Perbaikan Kesehatan BSM berkomitmen untuk berpartisipasi dalam melaksanakan program perbaikan kesehatan. pembangunan mesjid dan fasilitas publik lainnya maupun santunan kepada dhuafa atau yatim piatu. Upaya memulihkan kerusakan hutan dan lahan dilaksanakan dengan merehabilitasi kembali hutan rusak dan lahan kritis DAS melalui kegiatan menanam.269.000. meliputi budidaya jamur. operasi bibir sumbing untuk anak yatim.-. b. perambahan hutan dan pengurangan kawasan hutan (deforestasi) untuk kepentingan pembangunan lain yang berakibat terjadinya bencana banjir. pemberian bantuan kesehatan.hasan. Sampai saat ini pengembangan dan perbaikan atas program ini terus dilakukan.co. e. Program Pelestarian Lingkungan Persoalan utama yang dihadapi dalam upaya melestarikan lingkungan. BSM mengkampanyekan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. kekeringan dan tanah longsor maupun kontribusi yang nyata terhadap pemanasan global. Program Pengembangan Pendidikan dilaksanakan melalui Program Didik Umat yang merupakan salah satu program pengembangan sumber daya manusia. LAZNAS BSM telah memberikan bantuan pendidikan kepada 1. khitanan massal dan program-program lainnya. Selama tahun 2009 telah disalurkan sejumlah Rp384. SMU/K dan perguruan tinggi. c.

d. Selain mengadakan program BSM Peduli Penghijauan. hemat kertas. Transformasi CBS merupakan proses implementasi atas proses pengadaan sistem core banking baru (iBSM: integrated banking system modules). Payment e-banking. e. yaitu: • Memenuhi ketentuan Bank Indonesia (BI) yang dituangkan pada lampiran SEBI No. Transformasi Core Banking System (CBS) dilakukan guna menerapkan. BSM juga melakukan berbagai program kampanye lainnya. misi BSM: • Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan. Inovasi yang disesuaikan dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) terkini adalah untuk meningkatkan daya saing BSM dalam industri perbankan. .2.co.3. dan (5) transformasi Standard Operating Procedure (SOP). f. untuk memantapkan berbagai hal yang telah dicapai pada tahun 2008 tersebut.reengineering Chart of Account (COA). Oleh karenanya. Sistem e-Payroll. 9/30/DPNP/2007 tanggal 30 November 2007. • Menyelenggarakan operasional bank sesuai standar perbankan yang sehat. spanduk dan leaflet. BSM juga ingin mengajak stakeholders untuk peduli dan melestarikan lingkungan melalui program nyata. Melalui gerakan BSM Peduli Penghijauan. Pelaksanaan transformasi CBS meliputi: (1) Pembangunan sistem CBS baru: Pembangunan modul-modul CBS.syariahmandiri. Pelaksanaan implementasi CBS baru dimulai sejak pelaksanaan kick off meeting pembangunan project (tanggal 23 Oktober 2009).2 mengenai “Kebijakan Perencanaan Kapasitas“ • Mendukung 3 (tiga) dari Improving Service Quality S.6 mengenai “Sistem Informasi Manajemen“ dan Bab 3. Aplikasi “Western Union“ (WU). c. • Mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM. BSM berusaha untuk terus menyempurnakan pelayanan “improving service quality” kepada nasabah melalui: 1. Mengembangkan fitur e-banking secara berkelanjutan. Fitur transfer di SMS banking. Remmitance (cash to cash). b. antara lain poster. Tim CBS telah membuat tahapan umum proyek dengan durasi 15 bulan untuk pembangunan aplikasi di sistem CBS baru tahap 1. (2) transformasi arsitektur aplikasi. Laporan Sistem Teknologi Informasi MASIH DIANALISA)lllL Program kerja BSM yang diimplementasikan pada tahun 2009 diarahkan guna memperkuat dan menyempurnakan apa yang telah dikembangkan pada tahun 2008. banner. 2. (3) transformasi infrastruktur. BSM Peduli Penghijauan melibatkan Direksi dan pegawai BSM. Kegiatan ini dicanangkan secara resmi oleh jajaran Direksi pada bulan April 2009. Fitur mobile banking GPRS (account to cash). Melakukan re-engineering IT environment secara bertahap melalui: a.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . g. pada tahun 2009 ditempuh strategi yang mampu menjamin adanya dukungan kuat terhadap program kerja BSM. Bab 1.penanaman pohon. direalisasikan dalam bentuk penanaman bibit pohon serta perbaikan taman kota. antara lain gerakan hemat listrik. Dalam upaya menuju “BSM cares for better Indonesia”. Fitur BSMnet (account to cash). hemat air dan hemat bahan bakar minyak.restruktur kode outlet. Kampanye dilakukan pada seluruh karyawan dalam unit kerja dengan berbagai media. (4) transformasi bisnis proses. (2) business requirement (BR) 96 www. Adapun besaran umum project: (1) project initiation. . antara lain: a.

retail funding & payments) dan resizing hardware (infrastruktur) carry forward 2010 beserta BR review modul-modul CBS lainnya. Sampai dengan akhir tahun 2009.040 diharapkan dapat menerapkan delivering one stop services yang baik kepada nasabah. Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Penyediaan Dana Skala Besar 97 . b. Dengan terimplementasinya transformasi CBS dan project 201. (11) mengembangkan apliasi DUIT (Dana Untuk Indonesia Tercinta).l: (1) melanjutkan proses transformasi CBS. 4. BSM meresponnya dengan menerapkan manajemen risiko secara efektif dan bertahap sesuai ketentuan: (1) Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. Jaringan komunikasi data. pengukuran.040. quality dan mendukung strategi perusahaan melalui project 201. Dalam penerapan manajemen risiko tersebut. Dalam kaitan ini BSM telah membuat dan menyempurnakan kebijakan dan prosedur penggunaan TI dari berbagai aspek manajemen risiko antara lain: a. 9/15/ PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. (10) menerapkan PSAK 50 dan Basel II. BSM telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. (3) membangun aplikasi business intelligence (BI). e-SPT (9) mendukung penguatan infrastruktur IT. Melaksanakan sistem pengendalian intern atas penggunaan TI. d. pada tahap BR review untuk beberapa modul CBS (modul customer. (7) cut-off sistem lama. (14) meningkatkan kerjasama dengan provider jaringan GPRS untuk mendukung performance Mobile Banking GPRS (aplikasi MBG). (5) users training. e-recruitment. (8) membangun aplikasi e-procurement. Project management. tersebut.review. (7) mengimplementasi dan menyempurnakan fitur perangkat Electronic Data Capture (EDC) di outlet BSM. (2) membangun middleware CBS. (4) testing. dan (2) Surat Edaran BI (SE BI)I No. e. (6) pelaksanaan standarisasi bandwith link (256 kbps termasuk backup link) seluruh outlet BSM. pada tahun 2010 BSM akan melakukan a.co. 3. (16) mengembangkan warung mikro dan LKMS bekerjasama dengan pihak ketiga. c. b. Hal tersebut dilakukan untuk: • Memberikan dukungan optimal pada sistem CBS yang baru. (15) mengembangkan aplikasi Gadai.id Penggunaan Teknologi Informasi (TI) dapat meningkatkan risiko yang dihadapi perbankan termasuk BSM. (5) mengimplementasi data center outsourcing. 5. Penerapan LanDesk dan Fire-wall sebagai daya dukung terhadap penerapan IT Security. branch structure. (3) system development. Pengamanan data & informasi. Dalam rangka untuk dapat mengeliminasi risiko T. (6) paralell run. pemantauan dan pengendalian risiko penggunaan TI. Menyempurnakan proses identifikasi. availability bandwith manager dan upgrade bandwith.9/30/DPNP tertanggal 12 Desember 2007 perihal Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. (12) menyempurnakan fitur BSMnet (13) membangun aplikasi SISKOHAT on-line.syariahmandiri. Meningkatkan fungsi jaringan komunikasi data (transformasi infrastruktur) melalui availability jaringaninternet. Melakukan uji coba atas Disaster Recovery Plan (DRP) pada bulan Maret 2009 sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengharuskan Bank untuk melakukan uji coba DRP paling kurang sekali dalam satu tahun dengan melibatkan end user. Melengkapi dan mengembangkan kebijakan dan prosedur penggunaan TI. Aset TI. implementasi untuk pembangunan aplikasi di sistem CBS baru. Operasional TI. 2. • Memastikan tersedianya jaringan data 24x7 sehingga dapat memberikan layanan operasional yang memadai. c. (4) meredesign jaringan komunikasi data dengan sistem cluster & redundancy. Penerapan Ketentuan Bank Indonesia Strategi Tahun 2010 Untuk meningkatkan service BSM memiliki panduan/kebijakan mengenai penyediaan dana kepada nasabah termasuk kepada pihak terkait dan pembiayaan Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Sedangkan infrastruktur dalam mendukung transformasi CBS dilaksanakan secara paralel. Penyempurnaan akses informasi internal BSM melalui pembangunan aplikasi MS-Exchange untuk mailing list yang dapat diakses tanpa batas (via intranet dan internet). Pengawasan aktif oleh Dewan Komisaris dan Direksi atas penggunaan TI.

berskala besar yang dimaksudkan untuk menunjang upaya BSM dalam mengimplementasikan GCG. segenap Direksi dan karyawan BSM melaksanakan RBB secara optimal yang telah dijabarkan ke dalam Business Plan masingmasing unit. W. yang meliputi seluruh organisasi BSM. Tingkat Kesehatan Bank Hasil penilaian tingkat kesehatan Bank per posisi 31 Desember 2009 yang dilakukan secara self assessment memperoleh peringkat 2 dengan predikat Baik. Top-down & Bottom-Up Planning Process.000.co. 98 www. Rencana Bisnis Bank (RBB) disusun dengan realistis. komprehensif.000 (seratus juta rupiah). Terhadap pelaksanaan rencana tersebut telah dipantau secara periodik.syariahmandiri. BSM berkomitmen menyelesaikan setiap permasalahan terkait dengan penyimpangan internal sesuai dengan kerangka atu pangan yang merugikan BSM akan diproses secara fair dan mengedepankan prinsip-prinsip GCG. Signifikan dalam arti apabila dampak penyimpangannya bernilai lebih dari Rp100. Untuk selanjutnya Corporate Plan RBB tersebut diajukan kepada Dewan Komisaris yang merepresentasikan Pemegang Saham untuk mendapatkan persetujuan dan pengesahan. Penyimpangan Internal Internal fraud adalah penyimpangan/kecurangan yang dilakukan oleh pengurus. 6/25/ PBI/2004 tanggal 22 Oktober 2004. V. Penyusunan dan penyampaian RBB telah berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No. mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kelangsungan usaha serta memperhatikan prinsip kehati-hatian dan prinsip perbankan yang sehat. Atas Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui tersebut. Jumlah penyimpangan internal dapat dilihat pada tabel diatas. Dalam penyusunan RBB tersebut dilakukan melalui 2 proses yaitu proses perencanaan BSM-wide. yang cakupannya meliputi level Unit. serta proses perencanaan Unit-wide. Kedua proses tersebut saling terkait. pegawai tetap dan tidak tetap (honorer dan outsourcing) terkait dengan proses kerja dan kegiatan operasional BSM yang mempengaruhi kondisi keuangan BSM secara signifikan. U. secara semesteran Laporan Pengawasan Pelaksanaan RBB oleh Dewan Komisaris kepada Bank Indonesia. Direksi mengkomunikasikan Corporate Plan dan RBB kepada Pemegang Saham Pengendali melalui forum RUPS serta menyampaikan ke segenap unit organisasi Perusahaan sebagai dokumen perencanaan company-wide yang harus menjadi pedoman dalam penyusunan dan pelaksanaan Business Plan setiap unit. mingguan melalui weekly report kepada Direksi. bulanan melalui monthly review maupun triwulanan melalui Laporan Pelaksanaan Realisasi RBB oleh Direksi kepada Bank Indonesia. Corporate Plan dan RBB disusun secara periodik dengan jadwal pelaksanaan serta mekanisme penyusunan yang telah dibakukan dalam Buku Pedoman Perusahaan (BPP). Bank menyusun rencana strategis jangka menengah untuk periode 5 (lima) tahun dalam bentuk Corporate Plan serta rencana strategis jangka pendek 1 (satu) tahun yaitu Rencana Bisnis Bank. baik secara harian melalui daily report kepada Direksi.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Pendekatan ini dikenal dengan sistem perencanaan dua arah. terukur dan memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudent) serta mempertimbangkan perubahan internal dan eksternal. Rencana Strategis Bank Dengan mengacu pada Visi dan Misi. dimana perencanaan tingkat unit merupakan penjabaran strategi dari perencanaan tingkat BSM (BSM wide) dan penyusunan rencana BSM-wide itu sendiri mempertimbangkan masukanmasukan dari setiap unit. memperhatikan tingkat risiko komposit Risk Control System Strategic Risk.

memahami. pemegang saham utama Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri www. Y. BSM telah memiliki Code of Conduct sejak tahun 2002. tidak ada transaksi yang mengandung benturan kepentingan. BSM melakukan penegakan terhadap Code of Conduct yang dilakukan dengan melakukan pemantauan Z.Tabel Penyimpangan Internal Jumlah Kasus Oleh Kasus Direksi dan Dewan Komisaris Pegawai AA. baik. Kepatuhan terhadap Code of Conduct dapat mencegah berkembangnya hubungan yang tidak wajar dengan para nasabah atau antara sesama pejabat BSM. tidak ada satupun yang memiliki dampak signifikan terhadap kondisi dan kinerja BSM secara umum. bertanggung-jawab. patut dan dipercaya bagi seluruh jajaran BSM baik dalam melakukan hubungan bisnis dengan para nasabah. kepedulian yang tinggi terhadap masalah sosial dan lingkungan hidup merupakan bagian penting dari tugas dan tanggung jawab BSM terhadap masyarakat. Sosialisasi ini dimaksudkan agar insan BSM senantiasa patuh terhadap Code of Conduct. atau pihak terafiliasi. anggota Dewan Komisaris. Sasaran umum dari Code of Conduct adalah menyusun suatu petunjuk agar setiap pelanggaran Code of Conduct yang dilakukan oleh insan BSM dapat secara cepat terdeteksi. BSM senantiasa melakukan sosialisasi dalam penerapan Code of Conduct kepada seluruh pegawai BSM. Segenap pegawai BSM diwajibkan untuk membaca. maupun dengan rekan sekerja. Penjelasan secara lebih rinci yang telah dilakukan oleh BSM dan nilai nominalnya selama tahun 2009 terdapat di bagian Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Laporan Tahunan 2009 ini. Code of Conduct merupakan tanggung jawab seluruh jajaran BSM sesuai dengan budaya perusahaan yang mengacu pada akhlaqul karimah (budi pekerti yang mulia). Code of Conduct dimaksudkan untuk memberikan pedoman berperilaku yang islami. Benturan Kepentingan Benturan kepentingan adalah keadaan di mana terdapat konflik antara kepentingan BSM dan kepentingan pribadi anggota Direksi. Perkara-perkara yang sedang dihadapi BSM di tahun 2009. Permasalahan Hukum Permasalahan hukum adalah permasalahan hukum perdata dan pidana yang dihadapi BSM selama periode tahun laporan dan telah diajukan melalui proses hukum. mendiskusikan.id 99 . mulai dari level operasional sampai kepada top management. Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik BSM tidak terlibat di dalam kegiatan politik dan tidak memberikan donasi untuk kepentingan politik.syariahmandiri. rekanan. pegawai juga harus menaati Code of Conduct yang diwujudkan dengan menandatangani surat pernyataan kesanggupan untuk menaati dan melaksanakan Code of Conduct secara konsisten dan penuh tanggung jawab. profesional.co. wajar. Lebih dari itu. Etika (Code Of Conduct) 2008 2009 0 0 0 0 0 2008 19 9 10 0 0 2009 12 8 4 0 0 Total Fraud Telah diselesaikan Dalam proses penyelesaian di internal Bank Belum diupayakan penyelesaiannya Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum 0 0 0 0 0 Tabel Permasalahan hukum periode Januari – Desember 2009 Permasalahan Hukum Jumlah Perdata 4 2 6 Pidana - Telah diselesaikan (telah mempunyai kekuatan hukum tetap) Dalam proses penyelesaian Total X. dan benar. dan menghayati Code of Conduct secara tepat. Selama tahun 2009. Sebaliknya. Permasalahan hukum yang terjadi di BSM untuk periode Januari – Desember 2009 dapat dilihat pada tabel disamping.

dihayati dan dilaksanakan 100 Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Sosialisasi Shared Values BSM telah dilakukan sepanjang tahun 2008 dan 2009. Perilaku Insiders.” Gerakan ini merupakan langkah untuk meningkatkan kesadaran (awareness) seluruh jajaran BSM selain terhadap nasabah (melalui penandatanganan pada akad pembiayaan) maupun dalam lingkungan kerja. dihayati dan diimplementasikan secara konsisten. Teamwork (‘Amal Jamaa’iy): Mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi. pegawai BSM juga diharuskan untuk menaati aturan dan kebijakan lainnya serta tidak bersikap diam apabila menemukan atau mengetahui perbuatan atau tindakan yang merupakan pelanggaran atas Code of Conduct. 6. 4. Setelah melalui proses yang melibatkan seluruh jajaran pegawai sejak pertengahan 2005 yang lalu. Lomba Cipta Lagu Shared Values BSM.syariahmandiri. sedangkan untuk pelanggaran yang dilakukan oleh unsur pimpinan maka laporan disampaikan ke Divisi Human Capital. Shared Values ini secara resmi 1. BSM mengoptimalkan gerakan “La Code of Conduct BSM berisikan aspek-aspek sebagai berikut: Risywah. 9. 3. Ke-5 nilai tersebut di atas di-akronim-kan menjadi ETHIC. Kerahasiaan. Kerahasiaan. 4. Kata “ETHIC” sendiri berarti “set of moral principles” (himpunan prinsip-prinsip moral) sebagai tatanan perilaku mulia yang membentuk keunggulan insan BSM. Customer Focus (Tafdhiilu Al ‘Umalaa): Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjadikan BSM sebagai mitra yang terpercaya dan menguntungkan. Integrity (Shidiq): Menaati kode etik profesi dan berpikir serta berperilaku terpuji. Excellence (Imtiyaaz): Berupaya mencapai kesempurnaan melalui perbaikan yang terpadu dan berkesinambungan. Nilai-Nilai Perusahaan Seiring pertumbuhan usaha yang terukur melalui berbagai indikator baku dunia perbankan. Pengawasan Pelaksanaan dan Pemutakhiran. Penutup. Selain kewajiban untuk menaati Code of Conduct. 6. 8. Modul-modul training pegawai Shared Values terdiri atas: BB. Lomba Cerdas Cermat dan Ketangkasan Shared Values BSM. 5. 3. Budaya BSM. 1. Spirit of the Week. Pegawai diharuskan untuk melaporkan pelanggaran atas Code of Conduct tersebut kepada atasan dengan tembusan ke Divisi Human Capital. 11. Tema-tema dalam Rapat Kerja dan kegiatan besar BSM. Setiap pelanggaran atas Code of Conduct akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan pengenaan sanksi tersebut tidak bersifat diskriminatif. 3. dalam acara Milad BSM ke-8 di Jakarta. baik pada tataran perorangan maupun tim kerja secara keseluruhan. BSM memiliki jaringan pelayanan dan kemitraan usaha yang terus bertambah. 5.id Definisi. Sanksi Pelanggaran/ Ketidakpatuhan. 4. BSM mengeluarkan Surat Edaran Pemberian Souvenir/Cinderamata/Oleholeh dan Jamuan Makan pada Pegawai BSM. www. maka diperlukan acuan nilai-nilai perusahaan untuk dipahami. Pesan-pesan manajemen dalam setiap pertemuan. 10. Tujuan dan Sasaran.co. No Kick Back dan No Special Payment. BSM memiliki nilainilai Perusahaan yang menjiwai implementasi Code of Conduct. Pengelolaan Rekening Pegawai. dalam rangka perjalanan dinas ke Cabang untuk mencegah prakti-praktik yang tidak sesuai dengan implementasi GCG. 15. Sosialisasi ini dilakukan melalui: 1. Benturan Kepentingan.secara berkala terhadap penegakan Code of Conduct dan menyediakan fasilitas bagi pengaduan terhadap pelanggaran Code of Conduct. 5. Seluruh laporan tersebut harus disertai data dan/ atau bukti-bukti akurat sehingga pelanggaran dapat diproses lebih lanjut. 12. Penyalahgunaan Jabatan. 13. 2. Humanity (Insaaniyah): Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan religius. 7. 2. baik dari aspek cakupan wilayah maupun manusia pelaksananya. Dalam kaitan dengan Code of Conduct. diluncurkan oleh Direktur BSM. 14. Integritas Sistem Perbankan. Sepanjang tahun 2009. lahirlah nilai-nilai perusahaan yang baru yang disepakati bersama untuk dishared oleh seluruh pegawai BSM yang disebut Shared Values BSM. Agar nilai-nilai bersama yang telah dirumuskan dan disepakati dapat dipahami. Untuk menyelaraskan gerak dan langkah insan BSM sehingga seluruh jajaran organisasi di semua wilayah operasional mampu memperjuangkan Visi dan Misi BSM. Penyalahgunaan. 2. Pernyataan Tahunan.

Selain itu. 3983 9000 (hunting). • Trust: Mengembangkan sikap saling percaya yang didasari pikiran dan perilaku positif. Media komunikasi antara BSM dengan karyawan melalui berbagai fasilitas yang disediakan seperti intranet. • Honesty: Menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap perilaku. Media cetak nasional. • Result: Memiliki orientasi pada hasil dan nilai tambah bagi stakeholders. • Universality: Mengembangkan nilai-nilai kebaikan yang secara umum diterima oleh seluruh umat manusia. Situs Internet: www. Media Penyebaran Informasi Penyebaran informasi kepada semua stakeholders merupakan bagian penting dari peningkatan prinsip transparansi informasi secara internal dan eksternal. • Social Responsibility: Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sosial tanpa mengabaikan tujuan perusahaan. • Innovation: Proaktif menggali dan mengimplementasikan ide-ide baru untuk memberikan layanan lebih baik dan lebih cepat dibandingkan kompetitor. serta menghindari kegagalan dengan selalu meningkatkan keterampilan berkomunikasi. • Effective Communication: Mewujudkan iklim lalu-lintas pesan yang lancar dan sehat.co. Media-media penyebaran informasi tersebut antara lain: 1. maka Shared Values BSM diterjemahkan ke dalam perilaku-perilaku utama. 6. Televisi/Radio. MH.syariahmandiri. Masalah dan Kendala yang Dihadapi BSM Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi Pembiayaan Murabahah www. oleh seluruh BSM dalam kehidupan berorganisasi.co.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri 101 . dan kegiatan BSM. • Responsibility: Menerima tugas sebagai amanah dan menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Penyebaran informasi bertujuan membantu. informasi tentang BSM dapat diperoleh pada Divisi Hubungan Korporasi & Hukum beralamat pada : Kantor Pusat PT Bank Syariah Mandiri Wisma Mandiri I. 5. • Ownership: Mengembangkan sikap rasa saling memiliki yang positif. (62 – 21) 2300 509. Faks. • Respect: Menghargai pendapat dan kontribusi orang lain. • Competence: Meningkatkan keahlian sesuai tugas yang diberikan dan tuntutan profesi bankir. dsb. • Discipline: Melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan ketentuan dan tuntutan perusahaan serta nilai-nilai syariah. (62 – 21) 3983 2989. • Prudence: Menjaga amanah secara hati-hati dengan selalu memperhitungkan risiko atas keputusan yang diambil dan tindakan yang dilakukan. menjaga. Teamwork (’Amal Jama’iy): Humanity (Insaaniyah): Integrity (Shidiq): Customer Focus (Tafdhiilu Al-’Umalaa): CC. 5. 2.Nilai-nilai Perusahaan ”ETHIC” Nilai (Shared Values) Excellence (Imtiyaaz): Perilaku Utama (Core Behavior) • Perfection: Berkomitmen pada kesempurnaan. Jl. Jakarta 10340 – Indonesia. syariahmandiri. • Good Governance: Melaksanakan tata kelola organisasi yang sehat. 4. 3. Majalah internal BSM. • Customer Satisfying: Mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan. pemahaman dan persepsi positif dari para stakeholders terhadap kebijakan.id. dan meningkatkan pengetahuan. Forum Doa Pagi. Forum-forum pengajian. Telp. Thamrin No. • Sincerity: Meluruskan niat untuk mendapatkan ridha Allah.

Undang-undang tersebut menegaskan bahwa jasa pembiayaan berdasarkan prinsip syariah termasuk kelompok jasa yang tidak dikenai PPN.309.8 Tahun 1983 yang telah diubah dengan UU No.co. Kantor Cabang di Solo sebesar Rp5.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah sehingga sesuai dengan UU No.-.377. Dalam rangka menyelesaikan permasalahan mengenai perlakuan perpajakan atas transaksi Pembiayaan Murabahah.Pada tahun 2004 dan tahun 2005 Kantor Pusat dan Kantor Cabang BSM telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan Surat Tagihan Pajak (STP) untuk masa pajak Januari s.542.922.432.830. BSM tidak melaksanakan pembayaran dengan alasan terdapat permasalahan status hukum perpajakan dari transaksi Pembiaya-an Murabahah. 18 Tahun 2000 tentang PPN Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.-. telah dibahas dalam berbagai forum antara BSM dengan KPbS (Kompartemen Perbankan Syariah). BSM berpendapat bahwa pembiayaan murabahah yang dilakukan BSM adalah jasa perbankan sebagaimana diatur dalam UU No.495. Kantor Cabang di Bandarlampung sebesar Rp2.713. Perbanas.-.id Laporan Tahunan 2009 | Bank Syariah Mandiri . Kantor Cabang di Jambi sebesar Rp1.7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diubah dengan UU No. Ditjen Pajak berpendapat bahwa kegiatan transaksi murabahah yang dilakukan oleh BSM terutang PPN karena kegiatan tersebut dilakukan dengan berdasarkan prinsip jual beli barang dan kegiatan transaksi murabahah tidak termasuk jenis jasa di bidang perbankan.dan Kantor Cabang di Pekalongan sebesar Rp2.d. Rincian SKPKB dan STP tersebut adalah Kantor Pusat di Jakarta sebesar Rp25.588.310. Pada tanggal 15 Oktober 2009. Sehubungan dengan hasil akhir dari permasalahan pengenaan PPN atas transaksi Pembiayaan murabahah tersebut belum ada keputusan. 10 Tahun 1998 dan UU No.649. 102 www. Bank Indonesia dan Ditjen Pajak. pembiayaan bank syariah dikecualikan dari pengenaan PPN. pemerintah telah menerbitkan Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah yang mulai berlaku tanggal 1 April 2010. maka BSM tidak melakukan pencadangan atas SKPKB dan STP. berkenaan BSM melaksanakan penyaluran dana berdasarkan Prinsip Syariah dalam bentuk Pembiayaan Murabahah.-. yang saat ini berlaku belum secara spesifik dan eksplisit mengatur kegiatan usaha bank syariah khususnya pembiayaan Murabahah. Terhadap SKPKB dan STP tersebut di atas.767.syariahmandiri. Dewan Syariah Nasional. Desember 2003 dari Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dengan total sebesar Rp37.. BSM terus berupaya menyelesaikan permasalahan mengenai pengenaan PPN atas transaksi pembiayaan murabahah tersebut dengan pihak-pihak terkait.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful