MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA

PENGAMALAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

Disusun oleh:

Rion Faizah Muamaroh Narita Ayu Maharani Wardatus Soleha Nyco Hendrawan Noni Elina Kristiani

(101810401002) (101810401003) (1018104010) (1018104010) (110110401015)

MATA KULIAH UMUM UNIVERSITAS JEMBER 2012

berkat serta karunia-Nya sehinggakami mampu menyelesaikan penyusunan makalah pendidikan Pancasila ini yang berjudul “PENGAMALAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA”. Penyusun menyadari dalam penyusunan makalah ini jauh dari kata sempurna. Yang terhormat Drs.Iwan . untuk itu kami selaku penyusun memohon saran dan kritik yang membangun dari pembaca. Makalah pendidikan pancasila ini kami buat dalam rangka memenuhi penilaian tugas kelompok mata kuliah Pendidikan Pancasila.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat. Kami berharap dalam penyusunan makalah ini dapat memberikan informasi yang sifatnya membangun dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari pembaca. Penyusun. 12 Maret 2012 penyusun . Serta teman-teman kami yang memberikan semangat dan motivasi sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Ucapan terima kasih tidak lupa penyusun sampaikan kepada pihak-pihak yang turut menyelesaikan penyusunan makalah ini : 1.SH selaku dosen pengampu mata kuliah pancasila yang telah membimbing kami dalam penyusunan mkalah ini. 2. 3. Yang tercinta kedua orang tua kami yang telah memberikan dukungan moril dan motivasinya sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

...........................................DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL ........................................................................ ii Daftar Isi ................................................. iii . i Kata Pengantar ............................................................................................................................................................................................

Semua itu dapat terlihat dari fungsi dan kedudukan pancasila.BAB I PENDAHULUAN A. penerapan pancasila dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara sangat penting dan mendasar oleh setiap warga negara. yakni sebagai. sarana tujuan hidup bangsa Indonesia. Pancasila merupakan cerminan dari karakter bangsa dan negara Indonesia yang beragam. Pengamalan pancasila secara subjektif dan objektif 3. Makna sila-sila dalam Pancasila 2. jiwa bangsa Indonesia. Oleh karena itu. kepribadian bangsa.Latar Belakang Pancasila yang merupakan pandangan hidup Bangsa dan Dasar Negara Republik Indonesia perlu dihayati dan diamalkan secara nyata untuk menjaga kelestarian dan keampuhannya demi terwujudnya tujuan Nasional serta cita-cita Bangsa seperti tercantum dalam pembukaan UUD 1945. dan pedoman hidup bangsa Indonesia. seterusnya untuk diamalkan dan dipertahankan. Pengalaman pancasila yang baik akan mempermudah terwujudnya tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia. dalam segala aspek kenegaraan dan hukum di Indonesia. Pola pelaksanaan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari . Hal ini terbukti dalam sejarah dimana pancasila selalu menjadi pegangan ketika terjadi krisis nasional dan ancaman terhadap eksitensi bangsa Indonesia. sudah sepantasnya mempelajari dan menghayati pandangan hidup bangsa yang sekaligus sebagai dasar filsafat negara. Sebagai warga yang baik. setia kepada nusa dan bangsa. Rumusan Masalah Adapun masalah pokok yang akan dibahas dalam makalah ini adalah: 1. pandangan hidup bangsa. B. baik ketika negara dalam kondisi yang aman maupun dalam kondisi negara yang terancam. Pancasila selalu menjadi pegangan bersama bangsa Indonesia.

Mahasiswa dapat mengerti faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pengamalan pancasila dalam kehidupan sehari-hari . Mahasiswa dapat mengerti makna yang terkandung dalam Pancasila 2. Mahasiswa dapat mengerti akan pengamalan pancasila secara subjektif dan objektif 3.Manfaat Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah 1. Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari C.Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah: 1. Dapat mengerti akan suatu hal yang berupa landasan paham berbangsa dan bernegara 2. Mahasiswa dapat mengerti pola pelaksanaan pengamalan pancasila dalam kehidupan sehari-hari 4.4. Dapat mengerti tentang pengamalan Pancasila D.

sedangkan menurut Muh Yamin. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. dalam bahasa sansekerta . kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Namun secara umum nama pancasila terdiri dari dua kata dari Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila yang bulat dan utuh itu memberi keyakinan kepada rakyat dan bangsa Indonesia bahwa kebahagiaan hidup akan tercapai apabila didasarkan atas keselarasan dan keseimbangan. kemanusiaan yang adil dan beradab. syila : vokal i pendek. dalam hubungan bangsa dengan bangsa 1 Pembukaan . persatuan Indonesia. dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule 1 Undang-undang Dasar 1945. memiliki dua macam arti secara leksikal yaitu : panca : yang artinya lima. baik dalam hidup manusia sebagai pribadi.Pengertian Pancasila Arti Pancasila berasal dari bahasa sansekerta India (kasta brahmana). Persatuan Indonesia. yang artinya batu sendi. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. dalam hubungan manusia dengan masyarakat. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dalam kehidupan bangsa indonesia diakui bahwa nilai pancasila adalah pandangan hidup (filsafat hidup) yang berkembang dalam sosio-budaya Indonesia. karenanya nilai ini diyakini sebagai jiwa dan kepribadian bangsa. nilai pancasila dianggap sebagai nilai dasar dan puncak (sari-sari) budaya bangsa. Syiila vokal i panjang artinya peraturan tingkah laku yang baik atau penting. atau dasar. Pancasila seperti yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima sila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemanusiaan yang adil dan beradab.BAB II PEMBAHASAN A. alas. dalam hubungan manusia dengan alam.

3. sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. maka penghayatan dan pengamalan Pancasila akan ditentukan oleh kemauan dan kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri dan kepentingannya agar dapat melaksanakan kewajiibannya sebagai warga Negara dan warga masyarakat. memiliki makna bahwa .Sila pertama Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. yang merupakan mahluk pribadi dan sekaligus mahluk sosial. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.lain. Untuk memenuhi kewajibannya sebagai warga Negara dan warga masyarakat menggunakan pedoman sebagai berikut: A. maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. . 7.Sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap. 6. 1. 2. . Dengan berpangkal tolak dari kodrat manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 4. sila kedua ini memilki makna bahwa masyarakat indonesia . Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. Makna sila-sila Pancasila . 5. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. Berani membela kebenaran dan keadilan.1. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.Sila ketiga Persatuan Indonesia. - Sila keempat Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. 4. tanpa membeda-bedakan suku. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. 10. . Mengakui persamaan derajat. dan kewajiban yang sama. 4. 7. agama. 6. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. dan kewajiban asasi setiap manusia. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. 5. warna kulit dan sebagainya. 3. 6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. 2. persamaan hak. 1. 3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. kepercayaan. 8. dan keadilan sosial. 1. sila ketiga ini bermakna bahwa masyarakat indonesia sebagai warga negara yang baik . 2. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. 9. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan. perdamaian abadi. kedudukan sosial. Sebagai warga negara dan warga masyarakat. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. hak. . 7. kesatuan. 2. 5. Mampu menempatkan persatuan. keturunan. bermakna bahwa masyarakat indonesia . jenis kelamin.

Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.Sila kelima Sila kelima yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia memiliki makna bahwa masyarakat indonesia mampu untuk . 6. 3. 4. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. Suka bekerja keras. 5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. 4. . Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. 8. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. 2. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. . Menghormati hak orang lain. 10. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. 8. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. 9. 5. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan perbuatan yang luhur. 6. 7. 9. 1. 7.

dan dihayati oleh seseorang maka orang itu telah memiliki moral pancasila dan jika berlansung terus menerus sehingga melekat dalam hati maka disebut dengan kepribadian pancasila. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. serta kesiapan individu untuk mengamalkan pancasila.Pengamalan Pancasila secara Subjektif dan Objektif Nilai-nilai Pancasila juga mempunyai sifat Subjektif dan Objektif. penduduk.warga negara.10. b. individu. dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia. B. Nilai-nilai Pancasila adalah merupakan filsafat hidup (jiwa kepribadian. Dengan demikian pelaksanaan pancasila yang subyektif ini berkaitan dengan kesadaran. Sehingga dengan demikian suatu perbuatan yang tidak memenuhi wajib melaksanakan pancasila.diresapi. . pedoman hidup) yang tepat bagi bangsa Indonesia. Pengamalan pancasila yang subyektif ini justru lebih penting dari pengamalan yang karena pengamalan yang subyektif merupakan syarat pengamalan pancasila yang obyektif. Dalam pengertian inilah akan terwujud jika suatu keseimbangan kerohanian yang mewujudkan suatu bentuk kehidupan dimana kesadaran wajib hukum telah berpadu menjadi kesadaran wajib moral. Pengertian kepribadian bangsa Indonseia dapat dikembalikan kepada hakikat manusia. nilai-nilai Pancasila memiliki nilai yang subjektif. Sifat Subjektif dari nilai-nilai Pancasila dapat dijelaskan sebagai berikut: a.Pengamalan secara Subjektif Pengamalan pancasila pengamalan pancasila yang subyektif adalah pelaksanaan dalam pribadi seseorang. 1. Nilai-nilai Pancasila timbul dari bangsa Indonesia sebagai hasil penilaian dan hasil pemikiran filsafati dari bangsa Indonesia. penguasa. pandangan hidup. Dilihat dari subjek yang menemukannya. Dalam pengamalan pancasila yang subyektif ini bilamana nilai-nilai pancasila telah dipahami. paling baik. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. ketaatan. sarana tujuan hidup. dan orang Indonesia. 11.

eksekutif. Hal ini sesuai dengan fakta sejarah yang sifatnya objektif. baik di bidang legislatif. Dengan demikian nilainilai Pancasila adalah mutlak tidak berubah. Dan semua bidang kenegaraan terutama realisasinya dalam bentuk peraturan perudang-undangan negara Indonesia. persatuan. baik dalam adat kebiasaan. Hal ini disebabkan karena di dalam Pancasila terkandung hubungan hidup kemanusiaan yang mutlak harus ada (antara manusia dengan Tuhan. umum universal. dan antara manusia dengan alam). jadi bersifat objektif. Rumusan dari sila-sila Pancasila itu berintikan pada ketuhanan. b. . kerakyatan dan keadilan. yang berdasarkan pada pengertian adanya Tuhan. yakni Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang merupakan wakil-wakil dari rakyat Indonesia. oleh karena itu nilai-nilai Pancasila akan tetap ada sepanjang masa. Inti dari sila-sila Pancasila akan tetap ada sepanjang masa dalam kehidupan bangsa Indonesia (mungkin juga pada bangsa-bangsa lain). kemanusiaan. maupun yudikatif. manusia satu rakyat dan adil sebagai kenyataan.Pengamalan secara Objektif Pengamalan pancasila yang obyektif adalah pelaksanaan dalam bentuk realisasi dalam setiap penyelengaraan negara. Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 menurut ilmu hukum memenuhi syarat sebagai pokok kaidah fundamental negara. antara sesama manusia.c. ditetapkan oleh Pembentuk Negara. Sifat objektif dari nilai-nilai Pancasila dapat dijelaskan sebagai berikut: a. niali kebaikan. sesuai dengan kenyataanya. dalam kebudayaan. Jadi nilai-nilai Pancasila adalah Objektif. c. Nilai-nilai Pancasila mengandung 4 macam nilai kerohanian. Pancasila ini tidak dapat dirubah oleh siapapun selama rakyat Indonesia setia pada Negara Proklamasi. dalam hidup keagamaan dan lain-lain. 2. yang menunjukan sifat abstrak. dan nilai religius) yang merupakan manifestasi dari hakikat sifat budi nurani bangsa Indonesia. nilai keindahan. jadi objektif. sebagaimana diuraikan di muka (nilai kebenaran.

Dengan demikian Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar Negara Republik Indonesia akan mempunyai arti nyata bagi manusia Indonesia dalam hubungannya dengan kehidupan masyarakat kenegaraan. Hingga saat ini Pancasila lah yang Sadar bahwa Pancasila adalah pandangan hidup Bangsa dan dasar Negara Republik Indonesia serta merasakan bahwa Pancasila adalah sumber kejiwaan masyarakat dan Negara Republik Indonesia. adil dan makmur. Demikianlah manusia dan bangsa Indonesia menjamin kelestarian dan kelangsungan hidup Negara Republik Indonesia yang merdeka.1 Kesimpulan Dari materi yang telah tertulis di atas kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa dari sejarah pancasila yang penuh perjuangan telah di hasilkan dasar negara yang mutlak. Oleh karena itu pengalamannya harus dimulai dari setiap warga Negara Indonesia. maka manusia Indonesia menjadikan pengalaman pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kenegaraan. Core groups yang paling kecil tidak nialah keluarga. Pembudayaan pancasila sebagai ideologi negara adalah proses total yang berjalan singkron dengan pembangunan bangsa dalam segala aspeknya tanpa terjebak dalam dogmatism dan determinisme. baik di pusat maupun di daerah. Di samping pelembagaannya dari atas diperlukan pula penghayatan melalui gerakan sosial yang berakar dan berpangkal pada core groups. sejahtera. Saran .BAB III PENUTUP 3. bersatu dan berkedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila serta penuh semangat membangun masyarakat Indonesia yang maju. setiap penyelenggaraan Negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengamalan Pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan. maka proses penghayaan yang kontinyu dan intensif perlu digalakkan dari keluarga di samping lewat lembaga formal dari pemerintah.

Pembangunan Bangsa . Sistem Pemerintahan Indonesia . Malang : Lembaga Penerbitan Universitas Brawijaya malang. C. Prof. dkk.1978.T.1994.S. Darji.1995. Kansil. Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Dr. Yogyakarta: Aditya Media. Jakarta : Bumi Aksara. . Sartono Kartodirdjo.DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful