Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari Demokrasi terpimpin, juga disebut

demokrasi terkelola[1], adalah istilah untuk sebuah pemerintahan demokrasi dengan peningkatan otokrasi. Pemerintahan negara dilegitimasi oleh pemilihan umum yang walaupun bebas dan adil, digunakan oleh pemerintah untuk melanjutkan kebijakan dan tujuan yang sama [2]. Atau, dengan kata lain, pemerintah telah belajar untuk mengendalikan pemilihan umum sehingga pemilih dapat melaksanakan semua hak-hak mereka tanpa benar-benar mengubah kebijakan publik. Walaupun mengikuti prinsip-prinsip dasar demokrasi, dapat timbul penyimpangan kecil terhadap otoritarianisme. Dalam demokrasi terpimpin, pemilih dicegah untuk memiliki dampak yang signifikan terhadap kebijakan yang dijalankan oleh negara melalui pengefektifan teknik kinerja humas yang berkelanjutan. [3] Istilah ini digunakan sebagai referensi untuk periode politik tertentu di Indonesia. Akhir-akhir ini istilah ini juga banyak digunakan dalam Rusia, di mana ia diperkenalkan ke dalam praktek umum oleh pemikir dari anggota Kremlin, khususnya Gleb Pavlovsky. [4] LAHIRNYA DEMOKRASI TERPIMPIN PENDAHULUAN Manusia manjadi pemangsa bagi manusia yang lain, sepsrti itu ditulis Thomas Hobbes dalam bukunya yang diberinya judul “leviathan”. Begitulah nasib yang di alami bangsa kita Indonesia. Mana kala segala kekejian seberat bumi dan langit di timpakan penjajah pada punggung Ibu pertiwi dan pendahulu-pendahulu kita. Sejarah panjang perjuangan dan melelahkan pada akhirnya membuahkan kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945 dengan keputusan rakyat Indonesia sendiri setelah kemerdekaan yang dijanjikan jepang tak kunjung datang. Sejarahpun berlanjut, tiga sistem politik yang berbeda, masing masing mengatasnamakan “Demokrasi” telah di coba di tegakkan selama lebih kurang setengah abad terakhir. Segera setelah Indonesia merdeka, Indonesia mencoba sistem Demokrasi parlementer yang di kemudian hari dianggap terlalu “Liberal”, kemudian menjelang dekade 1950 an dicoba pula sistem politik dengan nama demokrasi terpimpin, yang ternyata bukan saja tidak Demokratis, melainkan dinilai cendrung mengarah kepada sistem Otoriterianisme, pada kurun waktu terpanjang sesudah itu di Indonesia diberlakukan “Demokrasi pancasila” di bawah orde Baru, yang berakhir pada tahun 1998,dan yang melahirkan Revormasi. Dalam makalah ini kami akan mencoba membahas tentang “Demokrasi Terpimpin di Indonesia” dan mudah-mudahan tidak lari jauh dari konteks sejarahnya. Dan dalam metode penulisan makalah ini penulis berusaha bersikap netral. PEMBAHASAN A. Latar Belakang sejarah diberlakukannya Demokrasi Terpimpin. Di awali dari maklumat Hatta sebagai wakil presiden waktu itu, di mana dalam maklumat tersebut menganjurkan perlunya pembentukan partai-partai, yang ternyata mendapat sambutan

Dan peranannya memang cukup menentukan yaitu sebagai “penasihat” pemerintah yang dalam praktiknya telah menjadi semacam DPR bayangan di samping DPR hasil pemilu 1955. yakni berupa masrakat adil dan makmur. Menurut pengamatan Soekarno Demokrasi Liberal tidak semakin mendorong Indonesia mendekati tujuan revolusi yang dicita-citakan. Dan keadaan yang demikian. yang akan di ketuai oleh soekarno sendiri yang bertugas memberi nasehat kepada kabinet maka untuk itu harus di bentuk kabinet baru yang melibatkan semua partai termasuk PKI serta di bentuk Dewan penasehat tertinggi dengan nama “Dewan Nasional” yang beranggotakan wakil-wakil seluruh golongan fungsional. Keinginan presiden Soekarno untuk mengubur partai-partai yang ada pada waktu itu tidak jadi dilakukan. Dan pada waktu-waktu . dan bahkan menurut penilayan presiden Soekarno banyaknya partai hanya memperunyam masalah dan hanya menjadi penyebab gotok.-. presiden Soekarno langsung memimpin pemerintahan bahkan bukan saja kepala negara tetapi juga kepala pemeritahan yang membentuk kabinet yang mentri-mentrinya tidak terikat kepada partai. itulah muncul gagasan “Demokrasi Terpimpin” yang di lontarkan Presiden Soekarno pada bulan februari 1957. dengan membiarkan partai politik sebanyak 10 partai tetap bertahan. mula mula pandangan ini dicetuskan oleh partai Murba. bukannya menambah suburnya sistem Demokrasi di Indonesia. sehingga pada gilirannya pembangunan ekonomi sulit untuk di majukan.luas hingga pada waktu itu lebih kurang 40 partai telah lahir di Indonesia. namun pembatasan terhadap partai di berlakukan. B. namun dalam prakteknya sehari-hari diserahkan kepada Roeslan abdul gani. Namun gagasan tanpa perbuatan tidak terlalu berarti dibanding gagasan dan perbuatan langsung dalam usaha mewujudkan gagasan itu dan inilah yang di lakukan soekarno . serta Chaerul saleh dan Ahmadi. dan ancaman perpecahan sebagai mana kata Soepomo. Menurut Yusril Ihza mahendra. walaupun Dewan Nasional ini tidak ada dasarnya dalam konstitusi. tetapi pada kenyataannya dalam kondisi yang sedemikian. dan adapun Dewan Nasional yang di sebutkan diatas adalah hasil bentukan kabinet juanda yang segera terbentuk setelah sebelumnya kabinet Ali sastro amidjoyo tidak mampu bertahan lagi. akhirnya meaksa Soekarno untuk menerapkan “Demokrasi terpimpin” dengan dukungan militer untuk mengambil alih kekuasaan. sebelum “Dewan Nasional” ini dibentuk gagasan awal tentang namanya adalah “Dewan Revolusi” (DR). Setelah dekrit presiden 5 juli 1959 kabinet Juanda menyerahkan mandatnya kepada presiden melalui pemberlakuan kembali proklamasi dan UUD 1945. Yang akhirnya menambah besarnya gejolak baik dari internal partai yang di bubarkan maupun para tokoh-tokoh yang memperjuangkan “Demokrasi liberal” juga daerah-daerah tidak ketinggalan. Dewan ini diketuai oleh presiden. Artinya “Dewan Nasional ini tidak sejalan dengan konstitusi yang ada pada waktu itu.. karena setiap fihak baik pegawai negeri dan parpol juga militer saling berebut keuntungan dengan mengorban kan yang lain. Demokrasi Terpimpin Dalam suasana yang mengancam keutuhan teritorial sebagaimana kata Feith.gotokan. namun akhirnya dinamai dengan “Dewan nasional” (DN). penyebab perpecahan bahkan dalam nada pidatonya dia menilai partai itu adalah semacam pertunjukan adu kambing yang tidak bakalan berpengaruh baik bagi Bangsa dan negara. Buktinya kabinet-kabinet yang ada pada waktu itu tidak pernah bertahan sampai 2 tahun penuh dan terjadi perombakan-perombakan dengan kabinet yang baru. Konsep Demokrasi terpimpin yang hendak membawa PKI masuk kedalam kabinet ini juga menyebut-nyebut akan di bentuknya lembaga negara baru yang ekstra konstitusional yaitu ( Dewan Nasional).

H. Nasution akan tetap terpelihara jika negara kembali kepada UUD dan dan proklamasi. tidak tinggal diam dan tidak kehabisan akal. Sementara itu menurut keterangan yusril Ihza Mahendra. aceh. Sedangkan apabila kita lanjutkan analisisnya. Walaupun pada akhirnya usaha ingin memisahkan diri. nilai-nilai dan semangat demiukian menurut A. Dan dia merangkul kekuatan PKI sebagai kekuatan yang menentukan massanya di Indonesia pada waktu itu. Dalam teorinya dapat kita baca bahwa: soekarno. karena waktu itu di jakarta mereka merasa kurang aman dari fihak-fihak yang kontra dengan mereka serta sekaligus berencana memantapkan pemerintahan revolusioner yang mereka cita-citakan dengan mengangkat “Syafruddin parawiranegara” sebagai mentrinya. berdasarkan atas (SOB) atau amanat keadaan darurat dan bahaya perang yang di umumkan oleh presiden soekarno sebelum terbentuknya kabinet Juanda itu. sukarno sebagai seorang organisator dan sekaligus pengagum persatuan dan kesatuan. aktif berkampanye tentang perlunya kembali ke undang-undang 1945. Dalam hubungannya dengan PNI. Salah satunya dengan terjadinya gejolak ingin memisahkan diri beberapa Daerah dari NKRI. yaitu PKI dan AD atau militer. Mula-mula 2 kekuatan ini di manfaatkannya pada isu imperialisme dan kapitalisme yang masih mengancam Indonesia. Karaena beliau tahu pasti kalau pengikut PNI sesungguhnya sudah ditangannya. yang di upayakan berbagai daerah ini berhasil ditumpas. maka otomatis kekuatan yang lain dari PNI partainya yang disebutkan diatas menggabungkan diri dengan PKI walaupun ada juga yang tidak bergabung. Sementara kegentingan demi kegentingan yang terjadi. ketika soekarno telah mendapatkan PKI sebagai kekuatan besar. yakni UUD 1945. yang merupakan partai binaannya sejak awal. Walaupun pada kenyataannya kedua kekuatan ini selalu prodan kontra antara satu sama lain. mengingat Indonesia di hari-hari itu memang dalam keadaan genting dan potensi kionflik yang lebih besar segera mengancam keutuhan NKRI. dan dengan terbentyknya PRRI di Padang di tambah dengan pulangnya pimpinan-pimpinan Masyumi dari jakarta menuju padang. Namun pada akhirnya gabungan kedua partai tersebut terbentuk menjadi masa yang besar dan siap untuk di mobilisasi.inilah Dewan Nasional itu mulai di gagas. Pembentukan Dewan Nasional ini. Dan PRRI ini segera mendapat sambutan hangat di indonesia bagian timur. sejalan dengan gagasan “Demokrasi Terpimpin” Kalangan tentara di bawah pimpinan Mayjend Abdul Haris Nasution.(beliau juga pernah menjadi pemangku jabatan Pemimpin pemerintahan darurat Republik indonesia (PDRI) bi bukit tinggi. dan Indonesia tengah yang telah terlebih dahulu mengusahakan perjuangan melalui DI/TII yang terkenal itu. membutuhkan PKI kasrena merasa terancam akan Kudeta yang di lakukan Militer padawaktu itu atau AD pada khususnya sebagai kekuatan potensial yang sewaktu-waktu dapat merong-rong Soekarno dari tampuk pimpinan. namun bisajinak ditangan seorang politikus kaliber soekarno. untuk sementara waktu soekarno keluar dari PNIdahulu. beliau sebenarnya putera kelahiran Banten tapi ayahnya berasal dari Sumatera Barat)Pen. berhubung pada waktu itu Irian Barat masih dikuasai oleh penjajah dan isu ini di pakai soekarno untuk mengamanatkan agar Irian barat selekas-lekasnya dapat di bebaskan serta upaya untuk mengembalikan indonesia dalam posisi pemerintahan secara utuh. Dan di samping itu menurut Afan ghafar soekarno memiliki agenda sendiri. Soekarno melakukan upaya dengan menggandeng 2 kekuatan besar dan yang paling bagus organisasinya dan paling potensial di indonesia pada waktu itu. antara PKI dan AD yang sering berbeda pendapat sewaktu-waktu dapat di adu kekuatannya dan soekarno jadi wasitnya. ide soekarno ini tampaknya bertemu dengan Ide soekarno . Dalam kurun waktu yang kian genting pada kenyataan sejarah waktu-waktu itu.

beliau tidak memberikan komentar apaapa terhadap usulan Dewan Nasional sehingga perdana mentri Juanda padawaktu itu mengira bahwa NU setuju dengan gagasan itu. yang pada hari ini semua serba mudah dan terkesan di mudahkan dan hampir kebablasan. disamping akan mampu mengembalikan seluruh ptensi nasional” termasuk golongan Islam”. kepada sidang paripurna DPR.semua berubah. prosedur pemungutan suara. Guna” di putuskan kepada penyelesayan keamanan dan pembangunan di seluruh bidang. Juanda mengatakan sbb: untuk mendekati hasrat golongan Islam.” C.H. Dengan kembali ke UUD 1945. (maksudnya sebelum di amandemen karena buku yang penulis kutip dari buku karangan 1996. Nasution ini disampaikan kesidang Dewan Nasional dan dewan berpendapat bahwa gagasan Demokrasi terpimpin dapat terlaksana jika dikembalikan kepada UUD 1945. Dalam keterangan itu PM. Keputusan Dewan Mentri tersebut disampaikan perdana mentri Juanda. Sebab menurut Yusril.dan semua kelihatan berganti dan semua diganti tapi sesungguhnya tidak ada yang berganti dan berubah.Hatta dan Syahrir.walaupun gagasannya tidak 100% persis barat karena di sana sini berhubungan juga dengan islam.Nasionalis dan Lokal. Dimana ketika kita dihadapkan kepada dua pilihan yakni: apakah kita mau di gembleng untuk sementara waktu demi sejarah yang mengoyak ngoyak bangsa selama-beberapa lamanya. Dalam Priode Demokrasi terpimpin pemikiran Demokrasi ala Barat banyak di tingalkan bahkan lebih nampak gambarannya manakala Demokrasi parlementer sebelumnya berkuasa di indonesia karena mengacu pada latar belakang pendidikan penggagasnya.Memang Demokrasi Terpimpin agak terasa asing Namun apa yang terjadi dimasalalu karena kehendak waktu dan peristiwa menginginkan demikian pada hari-hari itu. berhubung dengan penyelesayan dan pemeliharaan keamanan. Dari kacamata demokrasi moderen Kita menyaksikan semuanya di rubah.dalam rangka menerapkan demokrasi Terpimpin. tambahnya . Demokrasi Terpimpin Ditinjau dari Demokrasi Moderen. Dalam sidang kabinet tesebut di hadiri oleh Idcham Chalid seorang tokoh NU. D. jika menunggu konstituante menyelesaikan tugasnya memnyusun Undang-Undang yang baru belum tentu isinya sama dengan gagasan demokrasi terpimpin tadi. M. pelaksanaan Demokrasi Terpimpin akan lebih terjamin.) sebaliknya.Konsep Nasakom Dalam Demokrasi Terpimpin. sementara UUD 1945 memungkinkan perwujudan hal itu. ataukah kita siap bercerai berai dari kesatuan Negara Republik Indonesia yang artinya kita semakin lemah?. di akui adanya piagam Jakarta tertanggal 22 juni 1945 sebagai dokumen historis. yaitu yang pernah sekolah di luar negeri seperti Drs. dalam lembaga perwakilan rakyat dinyatakan sebagai tidak efektif dan kemudian Soekarno memperkenalkan dengan apa yang di sebut dengan”Musyawarah untuk mufakat” Banyaknya partai politik oleh bung karno adalah penyebab tidak adanya pencapayan hasil dan sulit dicapai kataq sepakat karena terlalubanyak berdebat atau bersitegang urat leher. demokrasi semacam itu memang menghendaki adanya pemusatan kekuasaan di tangan presiden. Soekarno sebagai pemimpin tertinggi pada era Demokrasi terpimpin menyatakan bahwa Demokrasi liberal tidak sesuai dengan kepribadian BI. Bung Karno sampai dengan akhir hayatnya tetap bertahan terhadap ide Nasakom yang . kemudian di bawa kerapat kabinet dan didalam rapat itu juga disetujui tentang Gagasan Demokrasi Terpimpin tersebut. Dan gabungan ide Soekarno dan A. yang berjudul “ Putusan Dewan Mentri mengenai pelaksanaan Demokrasi Terpimpin dalam rangka kembali ke UUD 1945”.

dan golongan yang berideologi komunis. Tapi yamg nyata Bung Karno adalah seorang Nasionalis. Bung Karno walaupun bukan orang militer. santri adalah kaum Agamis. kaum agamis. golongan yang berideologi dengan latar belakang agama. Masing-masing kekuatan politik pernah mengalami jaman keemasan dan juga pernah terhempas dalam kancah politik di Indonesia. Walaupun tidak bisa dipungkiri memang Bung Karno pada periode 1959-1965 sangat terlihat lebih condong memberi angin kepada golongan komunis. santri. kaum militer tidak pernah mengakui bahwa mereka adalah satu kekuatan politik yang telah mendominasi Indonesia selama 32 tahun. Walaupun dengan segala dalih. Apakah dengan punya ide Nasakom tersebut bisa dikatakan bahwa Bung Karno adalah seorang Marxis yang lebih dekat dengan golongan komunis pada saat itu? Setiap orang boleh punya persepsi dan pendapatnya sendiri untuk hal ini. kata beberapa analis ini adalah salah satu diplomasi model Bung Karno untuk meredam ambisi dan kekuatan militer untuk berkuasa Setelah terjadi peristiwa 30 September 1965.mengatakan bahwa kekuatan politik di Indonesia pada saat itu terdiri dari tiga golongan ideologi besar yaitu: golongan yang berideologi nasionalis. Indonesia menginginkan suatu kolaborasi total semua anasir bangsa dari semua golongan ideologi yang ada termasuk golongan komunis untuk berama-sama bahu membahu membangun Indonesia. Yang bisa diterjemahkan priyayi adalah kaum Nasionalis. dan abangan. dan abangan adalah kaum Komunis. Tiga-tiganya merupakan kekuatan yang diharapkan tetap bersatu untuk menyelesaikan masalah bangsa secara bersama-sama. dan kaum militer (dan motor politik pendukungnya). Mereka selalu mengatakan bahwa militer berdiri dibelakang semua golongan. Pada awal kemerdekaan kaum nasionalis dengan motor politiknya PNI (Partai Nasional Indonesia) pernah memegang dominasi pemerintahan sampai pada sekitar tahun 1959. Barangkali juga ide Bung Karno tentang Nasakom berkaitan dengan pendapat Clifford Geertz yang dalam bukunya The Religion of Java yang membagi masyarakat Jawa dalam tiga varian: priyayi. bahwa ada satu golongan kekuatan dalam peta politik di Indonesia yang tidak pernah terpikirkan menjadi suatu kekuatan penting dalam peta perpolitikan Indonesia yaitu kaum militer. makmur dan sejahtera. Dalam realitasnya setiap golongan kekuatan politik yang pernah mendominasi kekuasaan dan menjalankan pemerintahan Republik Indonesia belum ada yang mampu mengantarkan Indonesia menuju cita-cita bangsa untuk menjadi negara yang adil. maka kekuasaan mutlak ada di tangan Bung Karno yang lebih memberikan angin pada kaum komunis . Kesimpulannnya bahwa realitas politik di Indonesia semenjak jaman kemerdekaan sampai dengan saat ini pernah ada empat golongan kekuatan politik: kaum nasionalis. Setelah Bung Karno membuat dekrit pada tanggal 1 Juli 1959 untuk kembali ke UUD ’45. . kaum komunis. Suatu realitas yang mungkin Bung Karno tidak pernah menyangka ataupun mimpipun mungkin tidak. Realitas sejarah memang berkata lain setelah terjadi peristiwa 30 September 1965 yang sampai sekarang masih menyimpan misteri dan banyak versi diceritakan dari berbagai pihak bagaimana kejadiannya sampai terjadi pembunuhan para Jendral dan PKI dituduh yang telah melakukan semua ini dan tentara melakukan pembalasan dengan menumpas PKI sampai dengan akarakarnya. serta merta ide Nasakom musnah dan aneh bin ajaib kekuatan kaum komunis serta merta digantikan oleh satu kekuatan politik baru di Indonesia yaitu kaum militer. selalu memakai pakaian lengkap militer Panglima Tertinggi – Jendral Bintang Lima – dengan segala atribut kebesarannya. yang ide Nasakom semata-mata dicetuskan melihat realitas masyarakat pada saat itu demi persatuan.

Soekarno memperkuat tangan Angkatan Bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. agama (Islam) dan komunisme yang dinamakan NASAKOM. Mungkin momentumnya telah tiba. Sejarah panjang perjuangan dan melelahkan pada akhirnya membuahkan kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945 dengan keputusan rakyat Indonesia sendiri setelah kemerdekaan yang dijanjikan jepang tak kunjung datang. dan golongan militer hanya golongan agamis yang belum pernah menonjol dalam menjalankan pemerintahan eksekutif. tidak terkontaminasi penyakit korupsi (masalah utama bangsa kita).untuk mendominasi kancah politik di Indonesia (atau terbawa oleh strategi kaum komunis) pada periode 1959 s/d 1965 KESIMPULAN Demokrasi terpimpin adalah sebuah demokrasi yang sempat ada di Indonesia. golongan agamis. tiga sistem politik yang berbeda. kemudian menjelang dekade 1950 an dicoba pula . LAHIRNYA DEMOKRASI TERPIMPIN PENDAHULUAN Manusia manjadi pemangsa bagi manusia yang lain. PKI menyambut “Demokrasi Terpimpin” Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa PKI mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara nasionalisme. Sejarahpun berlanjut. Segera setelah Indonesia merdeka. Indonesia mencoba sistem Demokrasi parlementer yang di kemudian hari dianggap terlalu “Liberal”. Mungkin partai dengan haluan agamis akan menjadi pilihan alternatif dikarenakan partai-partai besar yang ada saat ini telah gagal mengantarkan Indonesia menjadi negara yang seperti diamanatkan pada pembukaan UUD ’45: suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa. Begitulah nasib yang di alami bangsa kita Indonesia. perdamaian abadi dan keadilan sosial. sepsrti itu ditulis Thomas Hobbes dalam bukunya yang diberinya judul “leviathan”. dan sebaliknya menyatakan diberlakukannya kembali Undang-Undang Dasar 1945. Soekarno juga membubarkan Konstituante yang ditugasi untuk menyusun Undang-Undang Dasar yang baru. yang seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpinnya . apabila memang golongan agamis bisa menunjuknan dirinya sebagai partai yang bersih. Mana kala segala kekejian seberat bumi dan langit di timpakan penjajah pada punggung Ibu pertiwi dan pendahulu-pendahulu kita. NASAKOM telah menjadi NASA yang pada waktu antaranya kom-nya telah musnah dan pernah digantikan kaum militer. Memang dari empat golongan ideologi yang pernah ada di Indonesia: golongan nasionalis. perebutan Irian Barat secara militer oleh Indonesia mendapat dukungan penuh dari kepemimpinan PKI. masing masing mengatasnamakan “Demokrasi” telah di coba di tegakkan selama lebih kurang setengah abad terakhir. dengan semboyan “Kembali ke UUD’ 45″. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Di tahun 1962. golongan komunis. Pada bulan 5 Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Presiden Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden. mereka juga mendukung penekanan terhadap perlawanan penduduk adat.

tetapi pada kenyataannya dalam kondisi yang sedemikian.sistem politik dengan nama demokrasi terpimpin.dan yang melahirkan Revormasi. Dalam makalah ini kami akan mencoba membahas tentang “Demokrasi Terpimpin di Indonesia” dan mudah-mudahan tidak lari jauh dari konteks sejarahnya. melainkan dinilai cendrung mengarah kepada sistem Otoriterianisme. Konsep Demokrasi terpimpin yang hendak membawa PKI masuk kedalam kabinet ini juga menyebut-nyebut akan di bentuknya lembaga negara baru yang ekstra konstitusional yaitu ( Dewan Nasional). yang akan di ketuai oleh soekarno sendiri yang bertugas memberi nasehat kepada kabinet maka untuk itu harus di bentuk kabinet baru yang melibatkan semua partai termasuk PKI serta di bentuk Dewan penasehat tertinggi dengan nama “Dewan Nasional” yang beranggotakan wakil-wakil seluruh . Dan dalam metode penulisan makalah ini penulis berusaha bersikap netral. Yang akhirnya menambah besarnya gejolak baik dari internal partai yang di bubarkan maupun para tokoh-tokoh yang memperjuangkan “Demokrasi liberal” juga daerah-daerah tidak ketinggalan. pada kurun waktu terpanjang sesudah itu di Indonesia diberlakukan “Demokrasi pancasila” di bawah orde Baru. Buktinya kabinet-kabinet yang ada pada waktu itu tidak pernah bertahan sampai 2 tahun penuh dan terjadi perombakan-perombakan dengan kabinet yang baru. dan bahkan menurut penilayan presiden Soekarno banyaknya partai hanya memperunyam masalah dan hanya menjadi penyebab gotok. di mana dalam maklumat tersebut menganjurkan perlunya pembentukan partai-partai. PEMBAHASAN A. bukannya menambah suburnya sistem Demokrasi di Indonesia. dengan membiarkan partai politik sebanyak 10 partai tetap bertahan. serta Chaerul saleh dan Ahmadi. mula mula pandangan ini dicetuskan oleh partai Murba. penyebab perpecahan bahkan dalam nada pidatonya dia menilai partai itu adalah semacam pertunjukan adu kambing yang tidak bakalan berpengaruh baik bagi Bangsa dan negara. Di awali dari maklumat Hatta sebagai wakil presiden waktu itu. karena setiap fihak baik pegawai negeri dan parpol juga militer saling berebut keuntungan dengan mengorban kan yang lain.gotokan. Dan keadaan yang demikian. sehingga pada gilirannya pembangunan ekonomi sulit untuk di majukan. Latar Belakang sejarah diberlakukannya Demokrasi Terpimpin. akhirnya meaksa Soekarno untuk menerapkan “Demokrasi terpimpin” dengan dukungan militer untuk mengambil alih kekuasaan. Menurut pengamatan Soekarno Demokrasi Liberal tidak semakin mendorong Indonesia mendekati tujuan revolusi yang dicita-citakan. itulah muncul gagasan “Demokrasi Terpimpin” yang di lontarkan Presiden Soekarno pada bulan februari 1957. yakni berupa masrakat adil dan makmur. dan ancaman perpecahan sebagai mana kata Soepomo. yang ternyata mendapat sambutan luas hingga pada waktu itu lebih kurang 40 partai telah lahir di Indonesia. namun pembatasan terhadap partai di berlakukan. Namun gagasan tanpa perbuatan tidak terlalu berarti dibanding gagasan dan perbuatan langsung dalam usaha mewujudkan gagasan itu dan inilah yang di lakukan soekarno . Demokrasi Terpimpin Dalam suasana yang mengancam keutuhan teritorial sebagaimana kata Feith. yang berakhir pada tahun 1998. Keinginan presiden Soekarno untuk mengubur partai-partai yang ada pada waktu itu tidak jadi dilakukan. B. yang ternyata bukan saja tidak Demokratis.

dan dengan terbentyknya PRRI di Padang di tambah dengan pulangnya pimpinan-pimpinan Masyumi dari jakarta menuju padang. Dewan ini diketuai oleh presiden. Mula-mula 2 kekuatan ini di manfaatkannya pada isu imperialisme dan kapitalisme yang masih mengancam Indonesia. Walaupun pada akhirnya usaha ingin memisahkan diri. yaitu PKI dan AD atau militer. Artinya “Dewan Nasional ini tidak sejalan dengan konstitusi yang ada pada waktu itu. dan adapun Dewan Nasional yang di sebutkan diatas adalah hasil bentukan kabinet juanda yang segera terbentuk setelah sebelumnya kabinet Ali sastro amidjoyo tidak mampu bertahan lagi. Setelah dekrit presiden 5 juli 1959 kabinet Juanda menyerahkan mandatnya kepada presiden melalui pemberlakuan kembali proklamasi dan UUD 1945. Pembentukan Dewan Nasional ini.. namun akhirnya dinamai dengan “Dewan nasional” (DN). Dan peranannya memang cukup menentukan yaitu sebagai “penasihat” pemerintah yang dalam praktiknya telah menjadi semacam DPR bayangan di samping DPR hasil pemilu 1955.golongan fungsional. yang di upayakan berbagai daerah ini berhasil ditumpas. yang merupakan partai binaannya sejak awal. namun bisajinak ditangan seorang politikus kaliber soekarno. Sementara kegentingan demi kegentingan yang terjadi.-. untuk sementara . Dan PRRI ini segera mendapat sambutan hangat di indonesia bagian timur. sukarno sebagai seorang organisator dan sekaligus pengagum persatuan dan kesatuan. karena waktu itu di jakarta mereka merasa kurang aman dari fihak-fihak yang kontra dengan mereka serta sekaligus berencana memantapkan pemerintahan revolusioner yang mereka cita-citakan dengan mengangkat “Syafruddin parawiranegara” sebagai mentrinya. tidak tinggal diam dan tidak kehabisan akal. membutuhkan PKI kasrena merasa terancam akan Kudeta yang di lakukan Militer padawaktu itu atau AD pada khususnya sebagai kekuatan potensial yang sewaktu-waktu dapat merong-rong Soekarno dari tampuk pimpinan. berdasarkan atas (SOB) atau amanat keadaan darurat dan bahaya perang yang di umumkan oleh presiden soekarno sebelum terbentuknya kabinet Juanda itu. Dan pada waktu-waktu inilah Dewan Nasional itu mulai di gagas. Dalam kurun waktu yang kian genting pada kenyataan sejarah waktu-waktu itu.(beliau juga pernah menjadi pemangku jabatan Pemimpin pemerintahan darurat Republik indonesia (PDRI) bi bukit tinggi. Dalam hubungannya dengan PNI. Dalam teorinya dapat kita baca bahwa: soekarno. walaupun Dewan Nasional ini tidak ada dasarnya dalam konstitusi. mengingat Indonesia di hari-hari itu memang dalam keadaan genting dan potensi kionflik yang lebih besar segera mengancam keutuhan NKRI. berhubung pada waktu itu Irian Barat masih dikuasai oleh penjajah dan isu ini di pakai soekarno untuk mengamanatkan agar Irian barat selekas-lekasnya dapat di bebaskan serta upaya untuk mengembalikan indonesia dalam posisi pemerintahan secara utuh. sebelum “Dewan Nasional” ini dibentuk gagasan awal tentang namanya adalah “Dewan Revolusi” (DR). presiden Soekarno langsung memimpin pemerintahan bahkan bukan saja kepala negara tetapi juga kepala pemeritahan yang membentuk kabinet yang mentri-mentrinya tidak terikat kepada partai. Menurut Yusril Ihza mahendra. aceh. Dan di samping itu menurut Afan ghafar soekarno memiliki agenda sendiri. namun dalam prakteknya sehari-hari diserahkan kepada Roeslan abdul gani. Salah satunya dengan terjadinya gejolak ingin memisahkan diri beberapa Daerah dari NKRI. beliau sebenarnya putera kelahiran Banten tapi ayahnya berasal dari Sumatera Barat)Pen. dan Indonesia tengah yang telah terlebih dahulu mengusahakan perjuangan melalui DI/TII yang terkenal itu. Soekarno melakukan upaya dengan menggandeng 2 kekuatan besar dan yang paling bagus organisasinya dan paling potensial di indonesia pada waktu itu. Walaupun pada kenyataannya kedua kekuatan ini selalu prodan kontra antara satu sama lain.

disamping akan mampu mengembalikan seluruh ptensi nasional” termasuk golongan Islam”. Nasution ini disampaikan kesidang Dewan Nasional dan dewan berpendapat bahwa gagasan Demokrasi terpimpin dapat terlaksana jika dikembalikan kepada UUD 1945. Juanda mengatakan sbb: untuk mendekati hasrat golongan Islam. ketika soekarno telah mendapatkan PKI sebagai kekuatan besar. berhubung dengan penyelesayan dan pemeliharaan keamanan. (maksudnya sebelum di amandemen karena buku yang penulis kutip dari buku karangan 1996.” C. Dalam sidang kabinet tesebut di hadiri oleh Idcham Chalid seorang tokoh NU. kemudian di bawa kerapat kabinet dan didalam rapat itu juga disetujui tentang Gagasan Demokrasi Terpimpin tersebut. yaitu yang pernah sekolah di luar negeri seperti Drs. aktif berkampanye tentang perlunya kembali ke undang-undang 1945. Sedangkan apabila kita lanjutkan analisisnya. Sementara itu menurut keterangan yusril Ihza Mahendra. jika menunggu konstituante menyelesaikan tugasnya memnyusun Undang-Undang yang baru belum tentu isinya sama dengan gagasan demokrasi terpimpin tadi. Nasution akan tetap terpelihara jika negara kembali kepada UUD dan dan proklamasi. Sebab menurut Yusril.Hatta dan Syahrir. Dengan kembali ke UUD 1945. beliau tidak memberikan komentar apaapa terhadap usulan Dewan Nasional sehingga perdana mentri Juanda padawaktu itu mengira bahwa NU setuju dengan gagasan itu. Karaena beliau tahu pasti kalau pengikut PNI sesungguhnya sudah ditangannya. dalam lembaga perwakilan rakyat dinyatakan sebagai tidak efektif dan kemudian Soekarno .Nasionalis dan Lokal. Soekarno sebagai pemimpin tertinggi pada era Demokrasi terpimpin menyatakan bahwa Demokrasi liberal tidak sesuai dengan kepribadian BI. Dan gabungan ide Soekarno dan A. yakni UUD 1945. Dalam keterangan itu PM. di akui adanya piagam Jakarta tertanggal 22 juni 1945 sebagai dokumen historis. nilai-nilai dan semangat demiukian menurut A. Dalam Priode Demokrasi terpimpin pemikiran Demokrasi ala Barat banyak di tingalkan bahkan lebih nampak gambarannya manakala Demokrasi parlementer sebelumnya berkuasa di indonesia karena mengacu pada latar belakang pendidikan penggagasnya. M. Dan dia merangkul kekuatan PKI sebagai kekuatan yang menentukan massanya di Indonesia pada waktu itu.) sebaliknya. tambahnya . sejalan dengan gagasan “Demokrasi Terpimpin” Kalangan tentara di bawah pimpinan Mayjend Abdul Haris Nasution.waktu soekarno keluar dari PNIdahulu. maka otomatis kekuatan yang lain dari PNI partainya yang disebutkan diatas menggabungkan diri dengan PKI walaupun ada juga yang tidak bergabung.walaupun gagasannya tidak 100% persis barat karena di sana sini berhubungan juga dengan islam. demokrasi semacam itu memang menghendaki adanya pemusatan kekuasaan di tangan presiden. prosedur pemungutan suara. Guna” di putuskan kepada penyelesayan keamanan dan pembangunan di seluruh bidang. Demokrasi Terpimpin Ditinjau dari Demokrasi Moderen. yang berjudul “ Putusan Dewan Mentri mengenai pelaksanaan Demokrasi Terpimpin dalam rangka kembali ke UUD 1945”. ide soekarno ini tampaknya bertemu dengan Ide soekarno dalam rangka menerapkan demokrasi Terpimpin. sementara UUD 1945 memungkinkan perwujudan hal itu. pelaksanaan Demokrasi Terpimpin akan lebih terjamin. Namun pada akhirnya gabungan kedua partai tersebut terbentuk menjadi masa yang besar dan siap untuk di mobilisasi.H.H. kepada sidang paripurna DPR. Keputusan Dewan Mentri tersebut disampaikan perdana mentri Juanda. antara PKI dan AD yang sering berbeda pendapat sewaktu-waktu dapat di adu kekuatannya dan soekarno jadi wasitnya.

ataukah kita siap bercerai berai dari kesatuan Negara Republik Indonesia yang artinya kita semakin lemah?.Konsep Nasakom Dalam Demokrasi Terpimpin. Walaupun tidak bisa dipungkiri memang Bung Karno pada periode 1959-1965 sangat terlihat lebih condong memberi angin kepada golongan komunis. santri. D. Barangkali juga ide Bung Karno tentang Nasakom berkaitan dengan pendapat Clifford Geertz yang dalam bukunya The Religion of Java yang membagi masyarakat Jawa dalam tiga varian: priyayi. Realitas sejarah memang berkata lain setelah terjadi peristiwa 30 September 1965 yang sampai sekarang masih menyimpan misteri dan banyak versi diceritakan dari berbagai pihak bagaimana kejadiannya sampai terjadi pembunuhan para Jendral dan PKI dituduh yang telah melakukan semua ini dan tentara melakukan pembalasan dengan menumpas PKI sampai dengan akarakarnya. Tapi yamg nyata Bung Karno adalah seorang Nasionalis. yang ide Nasakom semata-mata dicetuskan melihat realitas masyarakat pada saat itu demi persatuan. kata beberapa analis ini adalah salah satu diplomasi model Bung Karno untuk meredam ambisi dan kekuatan militer untuk berkuasa Setelah terjadi peristiwa 30 September 1965. Walaupun dengan segala dalih. Bung Karno walaupun bukan orang militer.memperkenalkan dengan apa yang di sebut dengan”Musyawarah untuk mufakat” Banyaknya partai politik oleh bung karno adalah penyebab tidak adanya pencapayan hasil dan sulit dicapai kataq sepakat karena terlalubanyak berdebat atau bersitegang urat leher. yang pada hari ini semua serba mudah dan terkesan di mudahkan dan hampir kebablasan. kaum militer tidak pernah mengakui bahwa . selalu memakai pakaian lengkap militer Panglima Tertinggi – Jendral Bintang Lima – dengan segala atribut kebesarannya. Indonesia menginginkan suatu kolaborasi total semua anasir bangsa dari semua golongan ideologi yang ada termasuk golongan komunis untuk berama-sama bahu membahu membangun Indonesia.dan semua kelihatan berganti dan semua diganti tapi sesungguhnya tidak ada yang berganti dan berubah. Tiga-tiganya merupakan kekuatan yang diharapkan tetap bersatu untuk menyelesaikan masalah bangsa secara bersama-sama. dan abangan. bahwa ada satu golongan kekuatan dalam peta politik di Indonesia yang tidak pernah terpikirkan menjadi suatu kekuatan penting dalam peta perpolitikan Indonesia yaitu kaum militer.semua berubah. Yang bisa diterjemahkan priyayi adalah kaum Nasionalis. Dari kacamata demokrasi moderen Kita menyaksikan semuanya di rubah. Suatu realitas yang mungkin Bung Karno tidak pernah menyangka ataupun mimpipun mungkin tidak. santri adalah kaum Agamis. dan golongan yang berideologi komunis. Bung Karno sampai dengan akhir hayatnya tetap bertahan terhadap ide Nasakom yang mengatakan bahwa kekuatan politik di Indonesia pada saat itu terdiri dari tiga golongan ideologi besar yaitu: golongan yang berideologi nasionalis. serta merta ide Nasakom musnah dan aneh bin ajaib kekuatan kaum komunis serta merta digantikan oleh satu kekuatan politik baru di Indonesia yaitu kaum militer. golongan yang berideologi dengan latar belakang agama. Apakah dengan punya ide Nasakom tersebut bisa dikatakan bahwa Bung Karno adalah seorang Marxis yang lebih dekat dengan golongan komunis pada saat itu? Setiap orang boleh punya persepsi dan pendapatnya sendiri untuk hal ini. Dimana ketika kita dihadapkan kepada dua pilihan yakni: apakah kita mau di gembleng untuk sementara waktu demi sejarah yang mengoyak ngoyak bangsa selama-beberapa lamanya. dan abangan adalah kaum Komunis.Memang Demokrasi Terpimpin agak terasa asing Namun apa yang terjadi dimasalalu karena kehendak waktu dan peristiwa menginginkan demikian pada hari-hari itu.

kaum komunis. apabila memang golongan agamis bisa menunjuknan dirinya sebagai partai yang bersih. PKI menyambut “Demokrasi Terpimpin” Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa PKI mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara nasionalisme.mereka adalah satu kekuatan politik yang telah mendominasi Indonesia selama 32 tahun. Pada awal kemerdekaan kaum nasionalis dengan motor politiknya PNI (Partai Nasional Indonesia) pernah memegang dominasi pemerintahan sampai pada sekitar tahun 1959. agama (Islam) dan komunisme yang dinamakan NASAKOM. . Kesimpulannnya bahwa realitas politik di Indonesia semenjak jaman kemerdekaan sampai dengan saat ini pernah ada empat golongan kekuatan politik: kaum nasionalis. dan golongan militer hanya golongan agamis yang belum pernah menonjol dalam menjalankan pemerintahan eksekutif. makmur dan sejahtera. Mereka selalu mengatakan bahwa militer berdiri dibelakang semua golongan. . perebutan Irian Barat secara militer oleh Indonesia mendapat dukungan penuh dari kepemimpinan PKI. kaum agamis. Dalam realitasnya setiap golongan kekuatan politik yang pernah mendominasi kekuasaan dan menjalankan pemerintahan Republik Indonesia belum ada yang mampu mengantarkan Indonesia menuju cita-cita bangsa untuk menjadi negara yang adil. dan sebaliknya menyatakan diberlakukannya kembali Undang-Undang Dasar 1945. Mungkin momentumnya telah tiba. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. perdamaian abadi dan keadilan sosial. tidak terkontaminasi penyakit korupsi (masalah utama bangsa kita). Pada bulan 5 Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Presiden Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden. Setelah Bung Karno membuat dekrit pada tanggal 1 Juli 1959 untuk kembali ke UUD ’45. Di tahun 1962. Soekarno juga membubarkan Konstituante yang ditugasi untuk menyusun Undang-Undang Dasar yang baru. yang seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpinnya . maka kekuasaan mutlak ada di tangan Bung Karno yang lebih memberikan angin pada kaum komunis untuk mendominasi kancah politik di Indonesia (atau terbawa oleh strategi kaum komunis) pada periode 1959 s/d 1965 KESIMPULAN Demokrasi terpimpin adalah sebuah demokrasi yang sempat ada di Indonesia. Masing-masing kekuatan politik pernah mengalami jaman keemasan dan juga pernah terhempas dalam kancah politik di Indonesia. Mungkin partai dengan haluan agamis akan menjadi pilihan alternatif dikarenakan partai-partai besar yang ada saat ini telah gagal mengantarkan Indonesia menjadi negara yang seperti diamanatkan pada pembukaan UUD ’45: suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Soekarno memperkuat tangan Angkatan Bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. dan kaum militer (dan motor politik pendukungnya). mencerdaskan kehidupan bangsa. dengan semboyan “Kembali ke UUD’ 45″. golongan agamis. mereka juga mendukung penekanan terhadap perlawanan penduduk adat. Memang dari empat golongan ideologi yang pernah ada di Indonesia: golongan nasionalis. NASAKOM telah menjadi NASA yang pada waktu antaranya kom-nya telah musnah dan pernah digantikan kaum militer. golongan komunis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful