Nama : Yoga Anindita NIM : 1070121005

1. Teknik Menggunakan EKG A. Alat
          

Mesin EKG, yang dilengkapi : kabel untuk sumber listrik kabel untuk bumi (ground) Kabel elektroda ekstremitas dan dada Plat elektroda ekstremitas beserta karet pengikat Balon penghisap elektroda dada Jelly Kertas tissue Kapas Alkohol Kertas EKG Spidol

B. Pasien  Penjelasan (informed consent) - Tujuan pemeriksaan - Hal-hal yang perlu diperhatikan saat perekaman   Dinding dada harus terbuka dan tidak ada perhiasan logam yang melekat. Pasien diminta tenang atau tidak bergerak saat perekaman EKG.

C. Cara Memasang EKG 1. Pasang semua komponen/kabel-kabel pada mesin EKG 2. Nyalakan mesin EKG 3. Baringkan pasien dengan tenang di tempat tidur yang luas. Tangan dan kaki tidak saling bersentuhan 4. Bersihkan dada, kedua pergelangan kaki dan tangan dengan kapas alkohol (kalau perlu rambut dada dan pergelangan kaki dicukur) 5. Keempat electrode ekstremitas diberi jelly.

 Hindari gangguan listrik dan mekanik saat perekaman  Saat merekam. Jelly dibersihkan dari tubuh pasien 14.V3 di antara V2 dan V4. tanggal. Tulis pada hasil perekaman : nama. Matikan mesin EKG 16. jam. umur. 7. Semua electrode dilepas 13. Jika kertas tidak cukup kaliberasi voltase diperkecil menjadi ½ kali atau 5 mm. Rekam setiap lead 3-4 beat (gelombang). Buat kalibrasi 10. kaliberasi voltase diperbesar menjadi 2 kali atau 20 mm. Pasang elektrode dada dengan menekan karet penghisap. nama masing-masing lead serta nama orang yang merekam 17. Beritahu pasien bahwa perekaman sudah selesai 15. kalau perlu lead II panjang (minimal 6 beat) 11. berwarna ungu 8. Untuk tangan kanan biasanya berwarna merah. Bersihkan dan rapikan alat D. berwarna coklat . .V5 di garis aksila anterior kiri sejajar ICS 5. 9.V6 di garis mid aksila kiri sejajar ICS 5. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan  Sebelum bekerja periksa kecepatan mesin 25 mm/detik dan voltase 10 mm.V2 di garis parasternal kiri sejajar dengan ICS 4 berwarna kuning .6. Pasang keempat elektrode ekstremitas tersebut pada kedua pergelangan tangan dan kaki. tangan kiri berwarna kuning. Kalau perlu buat kalibrasi setelah selesai perekaman 12. operator harus menghadap pasien . Dada diberi jelly sesuai dengan lokasi elektrode V1 s/d V6.V1 di garis parasternal kanan sejajar dengan ICS 4 berwarna merah . bulan dan tahun pembuatan. berwarna hitam . kaki kiri berwarna hijau dan kaki kanan berwarna hitam. jenis kelamin.V4 di garis mid klavikula kiri sejajar ICS 5. Jika gambaran EKG kecil. berwarna hijau .

06 – <0.E. kalikan 5. maka iramanya disebut dengan Irama Sinus (“Sinus Rhytem”) Kriteria Irama Sinus adalah :  Iramanya teratur  frekwensi jantung (HR) 60 – 100 x/menit  Gelombang P normal.20 detik) 2. Menentukan Irama Jantung Dalam menentukan irama jantung urutan yang harus ditentukan adalah sebagai berikut  Tentukan apakah denyut jantung berirama teratur atau tidak  Tentukan berapa frekwensi jantung (HR)  Tentukan gelombang P ada/tidak dan normal/tidak  Tentukan interval PR normal atau tidak  Tentukan gelombang QRS normal atau tidak Irama EKG yang normal implus (sumber listrik) berasal dari Nodus SA. Menentukan Frekwensi Jantung Cara menentukan frekwensi melalui gambaran EKG dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu :  300 dibagi jumlah kotak besar antara R – R’  1500 dibagi jumlah kotak kecil antara R – R’  Ambil EKG strip sepanjang 6 detik. hitung jumlah gelombang QRS dalam 6 detik tsb kemudian dikalikan 10 atau ambil dalam 12 detik. Indikasi Dalam Menggunakan EKG  Hipertrofi  Infark myocard  Disritmia  Gangguan elektrolit .12 detik)  PR interval normal (0. setiap gelombang P selalu diikuti gel QRS. Kalium  Nyeri dada  ST Segment elevation .12-0. F. T  Gelombang QRS normal (0.

atau tekanan darah diastolik >120 mmHg  Thrombophlebitis akut . Kontraindikasi Dalam Menggunakan EKG  Stadium awal dari infark miokardial akut  Unstable angina pectoris  Severe congestive heart failure  Severe aortic stenosis  Aktif miokarditis.3. perikarditis. or endokarditis  Dissecting aortic aneurysm  Tekanan darah sistolik >200 mmHg.