Peran Guru dalam Pengelolaan Kelas 1.

Peranan guru dalam pengelolaan kelas adalah (1) memelihara lingkungan fisik kelas (2) mengarahkan/membimbing proses intelektual dan sosial siswa di dalam kelas dan (3) mampu memimpin kegiatan pembelajaran yang efisien dan efektif. Sedangkan tugas-tugas guru dalam mengelola kelas adalah (1) sebagai manajer (2) sebagai pendidik dan (3) sebagai pengajar. 2. Dalam mengelola kelas sering ditemui kendala-kendala yang dapat menghambat terjadinya proses pembelajaran yang efisiendan efektif. Kendala ini bisa datang dari guru, bisa juga dari siswa dan bisa juga dari faktor lingkungan. 3. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang kondusif selain menerapkan prinsipprinsip pengelola juga kiat-kiat untuk mengatasi kendala tersebut yaitu: (1) guru tidak boleh campur tangan yang berlebihan terhadap siswa, 2) guru jangan sampai kehilangan konsentrasi yang dapat menimbulkan kesenyapan atau pembicaraan terhenti dengan tiba-tiba, (3) hindari ketidak tepatan menandai dan mengakhiri suatu kegiatan artinya guru harus tepat waktu, (4) guru harus dapat mengelola waktu, baru hal ini dapat menimbulkan penyimpangan yang berkaitan dengan disiplin diri siswa dan (5) berilah penjelasan yang jelas, sederhana, sistematis dan tidak bertele-tele atau mengulang-ulang penjelasan karena dapat menimbulkan kebosanan. Hakikat Penataan Kelas 1. Pengaturan dan penataan kelas mencakup: (1) pengaturan siswa, (2) lingkungan fisik dan (3) penggunaan ruangan, serta (4) pemanfaatan sumber belajar yang berasal dari lingkungan karena itus setiap guru dituntut untuk tampil dan kreatif serta peka terhadap suasana kelasnya. 2. Penataan lingkungan fisik yang efektif sangat mempengaruhi basis belajar siswa, dan pencapaian tujuan pembelajaran keefektifan lingkungan kelas dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas minimal dalam pengelolaan kelas seperti (1) jumlah siswa dan (2) besarnya ruang kelas. Ruang Kelas 1. Ruang kelas adalah kondisi fisik kelas yang akan digunakan oleh guru bersama dengan siswanya dalam aktifitas pembelajaran. 2. Ciri-ciri produktif a. Memungkinkan terjadinya interaksi yang dinamis antara guru dan siswa serta antara siswa sendiri. b. Tugas-tugas siswa dapat diselesaikan tepat pada waktunya c. Sportifitas, kreatifitas dan antusias siswa yang tinggi dapat terjaga dengan baik. d. Memungkinkan terjadinya kerjasama yang solid antara siswa maupun dengan gurunya. e. Kesadaran yang tinggi untuk berdisiplin f. Dapat meminimalisasi masalah atau hambatan dalam pengelolaan kelas.

itu merupakan syarat keberhasilan pengelolaan kelas. 3. Tantangan 3. dalam usahanya mengantarkan siswa/anak didik ke taraf yang dicita-citakan. Ruang kelas secara tidak langsung mempengaruhi tumbuh kembangnya siswa baik fisik maupun mental. Peran Guru dalam Pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Berkaitan dengan ini. emosional dan sosialnya. guru yang merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga professional. Karena itu guru harus memperhatikan bagaimana menata fasilitas dan perabot kelas sehingga akan dapat aman. siswa dengan siswa.g. Dengan kata lain kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar-mengajar. Juga hubungan interpersonal yang baik antara guru dan siswa. Dalam rangka ini guru tidak semata-mata sebagai “pengajar” tetapi juga sebagai “pendidik” dan sekaligus sebagai “pembimbing”. Dalam arti khusus dikatakan bahwa pada setiap diri guru itu terletak tanggung jawab untuk membawa para siswanya pada suatu kedewasaan atau taraf kematangan tertentu. intelektual. setiap rencana kegiatan guru harus dapat didudukkan dan dibenarkan semata-mata demi kepentingan anak didik. • Prinsip Penggunaan 1. Suatu kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran. Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif. yang ikut berperan dalam usaha membentuk sumber daya manusia yang potensial dibidang pembangunan. sesuai dengan profesi dan tanggung jawabnya. Dapat mencapai hasil yang optimal. sesuai dengan tuntutan masyarakat yang makin berkembang. Kehangatan dan keantusiasan 2. Sumber Buku Kemampuan Dasar Mengajar Karya Edi Soegito dan Yuliani Nurani Peran Guru dalam Pengelolaan Kelas BAB I PENDAHULUAN Guru adalah satu komponen manusiawi dalam proses belajar-mengajar. sebenarnya guru memiliki peranan yang unik dan sangat kompleks di dalam proses belajar-mengajar. Bervariasi . Oleh karena itu. Oleh karena itu. nyaman dan kreatif selama proses pembelajaran berlangsung. BAB II PEMBAHASAN A.

Proses belajar mengajar di dalam kelas hakikatnya akan melibatkan semua unsur yang ada di dalam sekolah yang bersangkutan akan tetapi secara langsung akan terlibat hal-hal sebagai berikut : a. menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar. Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik. Karena itu setiap guru dituntut memiliki kemampuan dalam mengelola kelas. Sebaliknya. Karena itu. Murid sebagai yang dididik c. Dan lain-lain yang sewaktu-waktu terjadi. Tugas sekaligus masalah pertama. Merencanakan aktifitas kelas bagi murid dengan bimbingan guru 4. yakni pengajaran. Hakikat Guru Sebagai Pembina Seseorang dikatakan sebagai guru tidak cukup “tahu” sesuatu materi yang akan diajarkan. tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang ditentukan. Penanaman disiplin diri. Kegagalan seorang guru mencapai tujuan pembelajaran berbanding lurus dengan ketidakmampuan guru mengelola kelas. . Kelas itu sendiri f. maka guru melalui pimpinan sekolah harus mengadakan kegiatan-kegiatan antara lain : 1. pengelolaan kelas merupakan kompetensi guru yang sangat penting dikuasai dalam rangka proses pembelajaran. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar. Itu karena secara prinsip. pada pembahasan pengelolaan kelas yang lalu menekankan sangat pentingnya pengelolaan kelas khususnya dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menarik. Lingkungan yang baik adalah yang bersifat menantang dan merangsang siswa untuk belajar. lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. yakni pengajaran dan pengelolaan kelas. Menyusun kelasnya dengan baik 2. masalah pengelolaan berkaitan dengan usaha untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pembelajaran. Guru sebagai pendidik b. memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan. Guru dalam melaksanakan tugas harus terlebih dahulu mempersiapkan diri dengan bahanbahan pelajaran sebelum berdiri di depan kelasnya 5. guru memegang dua tugas sekaligus masalah pokok. Dalam perannya sebagai pengelola kelas (learning manager). Dalam pengelolaan kelas selanjutnya. guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi.4. dimaksudkan segala usaha membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Guru menciptakan situasi kelas yang baik. Alat-alat yang dipakai d. B. Keluwesan 5. serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Indikator dari kegagalan itu seperti prestasi belajar murid rendah. Penekanan pada hal-hal yang positif 6. Peran guru pada pada kegiatan belajar siswa sangat menentukan prestasi siswa. Pengawasan terhadap belajar lingkungan itu turut menentukan sejauh mana lingkungan tersebut menjadi lingkungan belajar yang baik. Menyusun jadwal pelajaran 3. Situasi dalam dan lingkungan kelas e.

Selanjutnya sebagai kelanjutan atau penyempurnaan fungsi guru sebagai pendidik. Dikatakan unik karena hal itu berkenaan dengan manusia yang belajar. Kesadaran bahwa tujuan mengajar bukan terbatas pada penguasaan siswa terhadap bahan pengajaran saja. Dikatakan sederhana karena mengajar dilaksanakan dalam . 5. Dengan kata lain untuk menjadi pendidik atau guru. Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moral yang cukup berat. guru harus berlaku membina. tercermin dalam sikap dan perilaku terhadap siswa sebagai berikut . Adapun perana guru sebagai Pembina. rendah hati dan menyenangkan. 10. ramah. 12. 8. 6. Pemahaman siswa secara empatik. yakni siswa. Pendidikan adalah usaha pendidik memimpin anak didik secara umum untuk mencapai perkembangannya menuju kedewasaan jasmani dan rohani dan pembinaan adalah usaha pendidik memimpin anak didik dalam arti khusus misalnya memberikan dorongan atau motivasi dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak didik/ siswa. Kekongkritan dalam menyatakan diri. dan berkaitan erat dengan manusia di dalam masyarakat yang semuanya menunjukkan keunikan. dengan segala ciri tingkat kedewasaannya. Penghargaan terhadap martabat siswa sebagai individu. yakni guru. Bimbingan adalah termasuk sarana dan serangkaian usaha pendidikan. Pengertian pendidik dalam hal ini lebih luas dari fungsi “membimbing/membina”. Perlakuan terhadap siswa sebagai individu yang memiliki potensi untuk berkembang dan maju serta mampu mengarahkan dirinya sendiri untuk mandiri. Berhasilnya pendidikan pada siswa sangat bergantung pada pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan tugasnya. 1. Membina dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembangannya dengan jalan memberikan lingkungan dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Seorang guru menjadi pendidik berarti sekaligus menjadi Pembina/pembimbing. termasuk dalam hal ini. 7. maka menjadi guru berarti menjadi pribadi yang terintegrasi. bimbingan tentang keterampilan dan sebagainya. 2. Dalam hubungannya dengan fungsinya sebagai pendidik. Mengajar merupakan suatu perbuatan atau pekerjaan yang bersifat unik. melainkan menyangkut pengembangan siswa menjadi individu yang lebih dewasa. Kepekaan terhadap perasaan yang dinyatakan oleh siswa dan membantunya untuk menyadari perasaannya itu. Sebagai contoh guru yang berfungsi sebagai “pendidik” dan “pengajar” seringkali akan melakukan pekerjaan bimbingan (bimbingan belajar. Penerimaan siswa secara apa adanya 9. Jadi dalam proses pendidikan kegiatan “mendidik”. maka harus berfungsi pula sebagai pembimbing atau Pembina. Sikap yang positif dan wajar terhadap siswa 3. seseorang harus memiliki kepribadian. 4. Penyesuaian diri terhadap keadaan yang khusus. Sebagai pendidik. tetapi sederhana. yang penting ikut memecahkan persoalanpersoalan atau kesulitan yang dihadapi anak didik. Penampilan secara ikhlas (genuine) di depan siswa. dalam arti menuntun sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. 11. Perlakuan terhadap siswa secara hangat. Perlakuan terhadap siswa secara terbuka. dan yang mengajar . “mengajar” dan “membina/ membimbing” sebagai yang tidak dapat dipisahkan. Guru adalah sebagai seorang yang memiliki kiat.tetapi pertama kali ia harus merupakan seseorang yang memang memiliki “Kepribadian guru”.

tetapi juga secara individual. baik secara individual maupun klasikal. Mengajar pada prinsipnya membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan proses belajar. b. sikap. tanpa pamrih dan semata-mata demi panggilan hati nurani. Mengembangkan sikap-sikap dasar bagi tingkah laku social yang baik. minimal ada 2 fungsi : • Fungsi moral • Fungsi kedinasan.keadaan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa bimbingan dan binaan anak didik akan mengalami kesulitan dalam menghadapi perkembangan dirinya. minat dan pembawaannya. kalau dikaitkan dengan kebijaksanaan program pembangunan dalam bidang pendidikan dewasa ini. baik sebagai pengajar maupun pembimbing/ pembina secara terpadu dalam proses belajar mengajar yang sesuai dengan kompetensi yang dituntutnya. Abu Ahmadi (1977) mengemukakan peran guru sebagai pembimbing atau pembina dalam melaksanakan proses belajar-mengajar. Peranan guru sebagai pembimbing/pembina harus lebih dipentingkan. pelaksanaan. Peran guru tersebut seyogyanya terefleksikan dalam kinerja (perilaku yang ditampilkannya) dari mulai perencanaa (perumusan pengajaran). Oleh karna itu. Menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan setiap siswa merasa aman dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapainya mendapat penghargaan dan perhatian. guru dengan segala peranannya akan kelihatan lebih menonjol fungsi moralnya. tetapi bisa jiga di masjid. mudah dihayati oleh siapa saja. Tinjauan secara umum. sebagai berikut : a. Peranan yang sedemikian itu akan makin tampak. Mengusahakan agar siswa-siswa dapat memahami dirinya. Membantu memilih jabatan yang cocok. kecakapan-kecakapan. Pembinaan yang harus diberikan pun tidak hanya kelompok (klasikal). . Fungsi Dan Kedudukan Guru Sebagai Pembina Guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan Pembina. guru dituntut menampilkan peranan. C. yakni dengan wujud bekerja secara sukarela. sesuai dengan bakat. Dengan kata lain guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab untuk membimbing dan membina anak didik. Tugas guru tidak hanya sebatas dinding sekolah. Menyediakan kondisi dan kesempatan bagi setiap siswa untuk memperoleh hasil yang lebih baik. d. Dalam rangka memfasilitasi terwujudnya kebijakan ini. Guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. di sekolah maupun di luar sekolah. di rumah dan sebagainya. Guru mempunyai peranan dan kedudukan kunci di dalam keseluruhan proses pendidikan terutama dalam pendidikan di sekolah. kemampuan dan minatnya. c. Dalam pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu. tidak mesti di lembaga pendidikan formal. e. di musholla. sampai evaluasi dan follow up (tindak lanjut). tetapi juga diluar sekolah. yaitu yang berkenaan dengan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan. karena kehadiran guru di sekolah adalah untuk membimbing anak didik menjadi manusia dewasa susila yang cakap. guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan Pembina juga diwarnai oleh fungsi moral itu. Masyarakat yakin bahwa gurulah yang dapat mendidik mereka agar menjadi orang yang berkepribadian mulia. sebab walaupun dalam situasi kedinasan pun guru tidak dapat melepaskan fungsi moralnya.

2. Tujuan khusus : Mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar. dalam proses belajar mengajar itu. 10. Detektif (menemukan pelanggar aturan). menunjukkan bahwa peranan guru dalam proses belajar mengajar tidak hanya menyangkut kegiatan instruksional. 1988: 32-33) mengemukakan seperangkat peranan guru yang sekaligus ditampilkannya di dalam kelas. di tengah-tengah membangun. ing madya mangun karsa. Pengganti orang tua (bertindak sebagai tempat mengeluh anak-anak muda). sekaligus merupakan tantangan yang menuntut prestise dan prestasi yang senantiasa terpuji dan teruji dari setiap guru. 4. Wakil masyarakat. 3. 8. Hakim (memberi nilai). guru telah menampilkan peranannya sebagai pengajar dan pembimbing atau pembina secara terpadu. 11. Penawar kecemasan (membantu siswa mengendalikan nafsu). 7. Tampaknya masyarakat mendudukkan guru pada tempat yang terhormat dalam kehidupan masyarakat. tetapi juga interaksional. 12. Penolong (memberi bimbingan bagi kesulitan siswa). Teman dan kepercayaan (membangun hubungan yang hangat dengan anak dan saling mempercayai). Obyek identifikasi bagi siswa. Sumber (proses. Penunjang kekuatan ego (membantu siswa untuk memiliki kepercayaan pada diri sendiri). BAB III PENUTUP 3. 6. 5. 9. Dengan perkataan lain. Pemimpin kelompok (membentuk iklim kelompok). Membina dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembangannya dengan jalan memberikan lingkungan dan arah yang sesuai dengan tujuan . Pelerai (menyelesaikan perselisihan diantara siswa). Guru tidak hanya diperlukan oleh para murid diruang kelas. 14. 13. menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar.1 KESIMPULAN Dalam pengelolaan kelas yang dilakukan oleh seorang guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran. serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Kedudukan seperti itu merupakan penghargaan masyarakat yang tidak kecil artinya bagi guru. yaitu : Tujuan umum : Pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik. pengetahuan dan keterampilan). Sasaran kemarahan siswa (bertindak sebagai obyek agresi yang timbul dari frustasi yang diciptakan orang dewasa). yakni di depan memberi suri taulada. tut wuri handayani). Pengelolaan kelas ini mempunyai tujuan umum dan tujuan khusus. tetapi juga diperlukan oleh masyarakat lingkungannya dalam menyelesaikan aneka ragam permasalahan yang dihadapi masyarakat. Obyek perhatian (mematuhi kebutuhan psikologi anak). Dari kutipan di atas. Kedudukan guru yang demikian itu senantiasa relevan dengan zaman dan sampai kapan pun diperlukan. dan di belakang memberikan dorongan dan motivasi (Ing ngarso sung tulada.Erick Hoyle (Rochman Natawidjaja. Peranan-peranan itu sebagai berikut : 1.

pendidikan.com/2009/09/peranan-guru-dalam-pengelolaan-kelas.blogspot.html. guru harus berlaku membina. 2005.2 SARAN Saran yang dapat disampaikan yaitu agar seorang guru melaksanakan tugas. 1996. Bandung: Pustaka Bani Quraisy. dan tanggung jawab seorang guru dengan baik. DAFTAR PUSTAKA Nuryadin. Perbedaan tersebut terletak dalam tugas dan tanggung jawab yang besar serta kemampuan dasar yang disyaratkan (kompetensi). Hadin. Soetjipto & Raflis Kosasi. 3. Zakiah.blogspot. Profesi Keguruan. Usman. Sardiman. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Jakarta: Rineka Cipta. dalam arti menuntun sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. Profesi guru berbeda dengan profesi lainnya. Uzer. Menjadi Guru Profesional.html . Sebagai pendidik. Konsep dan Aplikasi Bimbingan Konseling untuk Sekolah Dasar. # Situs internet dengan alamat : http://cafebaca. http://kumpulanmakalahpgsd. M. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2010. Jakarta: Bumi Aksara. A. 2009. 1995. Darajat. peran. dkk. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.com/2009/10/kedudukan-guru. Metodologi Pengajaran Agama Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful