fo.

net> Produk Makanan > Gula

Gula

Rasa manis, seperti halnya rasa asin, merupakan rasa yang sangat dikenal. Rasa manis terutama disebabkan oleh gula, yaitu jenis dari karbohidrat dapat larut (dalam air) yang berukuran kecil, terdapat dalam buah-buahan, tanaman dan produk alam lainnya. Gula yang umum dijumpai adalah fruktosa (levulosa, gula buah), maltosa (gula malt), laktosa (gula susu), glukosa (dekstrosa) dan sakarosa (sukrosa, gula meja yang biasa kita kenal). Sakarosa terutama digunakan dalam berbagai makanan olahan. Gula ini bisa didapatkan dari tebu ataupun dari bit. Gula tidak hanya digunakan dalam makanan karena rasanya yang manis, tetapi juga karena hasil reaksi yang terjadi selama pemanasan; berupa karamel dan produk Maillard. Karamel diperoleh dari pemanasan gula secara langsung tanpa adanya bahan tambahan ataupun air. Karamel yang dihasilkan berwarna coklat hingga hitam dan memiliki rasa yang lezat. Produk Maillard dihasilkan dari pemanasan gula dan protein. Ini merupakan reaksi yang sangat kompleks, menghasilkan berbagai cita rasa yang khas seperti flavor roti, cookies, popcorn, daging goreng, dll. Gula dapat mengikat air secara efisien. Oleh karenanya penambahan gula ke dalam sebuah produk akan memberikan efek pengawetan karena air tidak lagi tersedia untuk pertumbuhan organisme pembusuk. Pengawetan buah-buahan ataupun produk-produk lainnya dengan gula (seperti selai) atau madu telah dipraktekkan selama lebih dari 2000 tahun.

Gula merupakan bagian dasar yang penting pada berbagai makanan olahan. Permen tanpa gula akan kehilangan volumenya hingga 60%, sedangkan berbagai jenis cake akan kehilangan 1530% volumenya tanpa adanya gula. Untuk informasi lebih lanjut mengenai topik gula silakan klik di sini:
  

 

Sejarah gula Sumber-sumber gula Pembuatan gula o Gula bit o Gula tebu Jenis-jenis gula dan produk-produk terkait Kimia gula

http://www.food-info.net/id/products/sugar/intro.htm

Sejarah gula
Gula tebu
Pada awalnya gula tebu dikenal oleh orang-orang Polinesia, kemudian menyebar ke India. Pada tahun 510 Sebelum Masehi, ketika menguasai India, Raja Darius dari Persia menemukan ”batang rerumputan yang menghasilkan madu tanpa lebah”. Seperti halnya pada berbagai penemuan manusia lainnya, keberadaan tebu sangat dirahasiakan dan dijaga ketat, sedangkan produk olahannya diekspor dan untuk menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Rahasia tanaman tebu akhirnya terbongkar setelah terjadi ekspansi besar-besaran oleh orangorang Arab pada abad ketujuh sebelum sesudah masehi. Ketika mereka menguasai Persia pada tahun 642 mereka menemukan tanaman tebu yang sedang tumbuh dan kemudian mempelajari cara pembuatan gula. Selama ekspansi berlanjut mereka mendirikan pengolahan-pengolahan gula di berbagai daratan lain yang mereka kuasai, termasuk di Afrika Utara dan Spanyol. Gula dikenal oleh orang-orang barat Eropa sebagai hasil dari Perang Salib pada abad ke-11. Para prajurit yang pulang menceritakan keberadaan “rempah baru” yang enak ini. Gula pertama diketahui tercatat di Inggris pada tahun 1099. Abad-abad berikutnya merupakan periode ekspansi besar-besaran perdagangan barat Eropa dengan dunia timur, termasuk di dalamnya adalah impor gula. Sebagai contoh, dalam sebuah catatan pada tahun 1319 harga gula di London sebesar “dua shilling tiap pound”. Nilai ini setara dengan beberapa bulan upah buruh rata-rata, sehingga dapat dikatakan gula sangatlah mewah pada waktu itu. Orang-orang kaya menyukai pembuatan patung-patung dari gula sebagai penghias meja-meja mereka. Ketika Henry III dari Perancis mengunjungi Venice, sebuah pesta diadakan untuk menghormatinya dengan menampilkan piring-piring, barang-barang perak, dan kain linen yang semuanya terbuat dari gula.

Karena merupakan barang mahal, gula seringkali dianggap sebagai obat. Banyak petunjuk kesehatan dari abad ke-13 hingga 15 yang merekomendasikan pemberian gula kepada orangorang cacat untuk memperkokoh kekuatan mereka. Pada abad ke-15, pemurnian gula Eropa umumnya dilakukan di Venice. Venice tidak bisa lagi melakukan monopoli ketika Vasco da Gama berlayar ke India pada tahun 1498 dan mendirikan perdagangan di sana. Meskipun demikian, penemuan orang-orang Amerika lah yang telah mengubah konsumsi gula di dunia. Dalam salah satu perjalanan pertamanya, Columbus membawa tanaman tebu untuk ditanam di kawasan Karibia. Iklim yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman tebu menyebabkan berdirinya sebuah industri dengan cepat. Kebutuhan terhadap gula yang besar bagi Eropa menyebabkan banyak kawasan hutan di kepulauan Karibia menjadi hampir seluruhnya hilang digantikan perkebunan tebu, seperti misalnya di Barbados, Antigua dan separuh dari Tobago. Tanaman tebu dibudidayakan secara massal. Jutaan orang dikirim dari Afrika dan India untuk bekerja di penggilingan tebu. Oleh karenanya, produksi gula sangat erat kaitannya dengan perdagangan budak di dunia barat. Secara ekonomi gula sangatlah penting sehingga seluruh kekuatan Eropa membangun atau berusaha membangun jajahan di pulau-pulau kecil Karibia dan berbagai pertempuran terjadi untuk menguasai pulau-pulau tersebut. Selanjutnya tanaman tebu dibudidayakan di berbagai perkebunan besar di kawasan-kawasan lain di dunia (India, Indonesia, Filipina dan kawasan Pasifik) untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa dan lokal.

Pabrik gula tebu di Hindia Belanda sekitar tahun 1850 oleh A. Salm (Sumber)

Pada tahun 1750 terdapat 120 pabrik pemurnian gula yang beroperasi di Britania dengan hanya menghasilkan 30.000 ton per tahun. Pada tahap ini gula masih merupakan sesuatu yang mewah

Brazil dan India adalah tiga produsen terbesar dan gabungan dari ketiganya menyumbang sekitar 40% produksi per tahun. Keadaan ini bertahan sampai dengan perang-perang Napoleon pada awal abad ke-19 ketika Britania menblokade impor gula ke benua Eropa.dan memberi keuntungan yang sangat besar sehingga gula dijuluki “emas putih”. Masa kini Konsumsi gula per tahun saat ini berkisar 120 juta ton dan terus bertambah pada laju sekitar 2 juta ton per tahun. Gula Bit Gula bit pertama kali diketahui sebagai sumber gula pada tahun 1747. Namun demikian kebanyakan gula dikonsumsi di negara penghasil dan hanya sekitar 25% yang diperdagangkan secara internasional. Sebelumnya Britain mengimpor gula tebu dari jajahannya di kawasan tropis. Akibatnya gula tetap merupakan sebuah barang mewah. . Masuknya gula bit ke Inggris tertunda sampai dengan Perang dunia Pertama ketika impor gula Britain terancam. Pada tahun 1880 gula bit menggantikan gula tebu sebagai sumber utama gula di benua Eropa. Keadaan ini juga berlaku di negara-negara Eropa Barat lainnya. Keadaan ini terus bertahan sampai dengan akhir abad ke-19 ketika kebanyakan pemerintahan mengurangi atau menghapus pajak dan menjadikan harga gula terjangkau untuk warga biasa. Tidak diragukan lagi. Catatan perdagangan impor gula dari Jamaika pada tahun 1739 (Sumber) Para pemerintah menyadari keuntungan besar yang didapat dari gula dan oleh karenanya mengenakan pajak yang tinggi. Uni-Eropa. tanaman ini tidak begitu menarik perhatian dan hanya sekedar keingintahuan beberapa negara Eropa karena kepentingan nasional dan ekonomi lebih tertuju pada perkebunan tebu.

spontaneum.html http://www.com/historysugarca_ruef. Sumber:     http://www. Seluruh spesies saling berkawinan.Tebu dibudidayakan di lebih dari 100 negara dan gula yang dihasilkan dari tebu berkisar 6 kali lebih besar dari pada gula bit.uk http://www. dengan kadar gula bisa mencapai 12% . Dua tanaman gula yang paling penting adalah tebu (Saccharum spp.net/id/products/sugar/history. barberi dan S. dan mapel (Acer saccharum).20% dari berat kering tanaman.htm Sumber – sumber Gula Sukrosa Gula atau gula meja sukrosa yang kita kenal berasal dari hasil ekstraksi tanaman. Tebu Tebu (Saccharum) merupakan genus yang terdiri dari 6-37 spesies (tergantung dari pengertian taksonominya) dari rerumputan tinggi (famili Poaceae). S. Beberapa tanaman gula komersial lainnya termasuk kurma (Phoenix dactylifera). Tanaman ini memiliki batang berserat yang kuat dan beruas dengan ketinggian 2-6 m dan mengandung cairan yang kaya dengan gula. sorgum (Sorghum vulgare).pantrinbago.htm http://www. dan varietas komersial yang paling banyak ditemui adalah jenis hibrida kompleks terutama dari varietas Saccharum officinarum. berasal dari kawasan bersuhu hangat hingga tropis di Dunia Tua (sebagian Eropa.com/Landofbeginings12. sinense. . S.food-info.) dan bit (Beta vulgaris).britishsugar.co.com http://wv.sucrose. Asia dan Afrika) dan Pasifik.essortment.

dan potongan-potongan tersebut biasanya ditanam secara manual dengan tangan. setelah tiap kali pemanenan. Tanaman ini memiliki kemampuan fotosintesis yang paling efisien dibandingkan dengan seluruh jenis tanaman lainnya. . Lebih dari separuh produksi tebu di dunia dipanen secara manual dengan tangan. Jumlah tebu Tebu diperbanyak dibiakkan dari pemotongan batang-batangnya dan bukan dari benih. Dalam sekali tanam. anakan tebu akan tumbuh menjadi batang-batang baru dinamakan ratoons. Api yang menyebar cepat akan membakar daun-daun. Tebu dapat dipanen secara manual dengan tangan atau menggunakan mesin. Hasil yang didapat pada pemanenan berikutnya biasanya lebih rendah. dan dimana dapat mengubah sebanyak 2% energi matahari menjadi biomasa. khususnya yang dilakukan di negara-negara yang berkembang. Rata-rata tebu yang dihasilkan adalah 100 ton tebu per hektar atau 10 ton gula per hektar. satu batang tebu dapat dipanen hingga beberapa kali. Para pemanen kemudian memotong batang tepat di atas tanah dengan parang. oleh karena itu dilakukan penanaman kembali. panen dapat dilakukan 2 hingga 10 kali tergantung pada praktik pertanian yang dilakukan. Pemanen tebu yang sudah terlatih dapat memotong 500 kg tebu dalam satu jam. Pada tiap penanaman.Tebu (Sumber) Budidaya tanaman tebu membutuhkan iklim tropis atau subtropis dengan curah hujan paling sedikit 600 mm per tahun. Pemanenan cara ini diawali dengan pembakaran lahan. Setiap potong paling tidak musti harus mengandung satu ruas bakal-tanaman (bud). tetapi meninggalkan batang-batang yang kaya air dan akar juga tidak rusak.

chard dan fodder beet.Pemanenan (Sumber) Bit Bit (Beta vulgaris L. Kandungan gula di dalam bit umumnya adalah 17% dari berat. Oleh karena itu bit mulai ditanam pada musim semi dan dipanen pada permulaan musim gugur atau awal musim dingin. Tanaman ini menghasilkan gula selama tahun pertama pertumbuhan dan kemudian muncul bunga-bunga dan benih di tahun kedua. Bit mengandung gula yang tersimpan dalam umbi yang memiliki suatu kemiripan mirip dengan parsnip (semacam wortel) bulat. tetapi angka ini tergantung dari varietas dan juga bervariasi dari tahun ke tahun dan dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Bit merupakan tanaman yang umbinya mengandung sukrosa dalam jumlah yang dengan konsentrasi tinggi.) termasuk dalam anggota sub-famili Chenopodiaceae dan famili Amaranthaceae. Secara . Bit merupakan tanaman umbi biennial (tanaman yang memiliki siklus 12 hingga 24 bulan) dari wilayah beriklim sedang (temperate). Bit secara langsung memiliki hubungan dengan beetroot.

namun pekerjaan selanjutnya musti menggunakan tangan. pembudidayaan bit membutuhkan buruh dalam jumlah yang sangat banyak. jumlah ini lebih besar dari kandungan gula tebu yang sudah dewasa tetapi hasil dari bit per hektar jauh lebih kecil dari tebu. Pemanenan juga membutuhkan banyak pekerja. karena penanganan gulma dilakukan dengan mengatur tanaman dengan jarak yang rapat. Para pekerja yang lain dilengkapi dengan semacam pengait untuk mengangkat bit-bit tersebut dan memotong mahkota . dan kemudian menaruhnya dalam sebuah barisan/lajur. Meskipun akar umbinya dapat diambil keluar dengan alat seperti bajak yang bisa ditarik oleh sekelompok kuda. sehingga hasil yang diharapkan untuk menghasilkan gula hanya sekitar 7 ton per hektar. umbi akar di satu sisi dan bagian berdaun di sisi yang lain. Para pekerja membersihkan bit-bit dengan memegang daun-daunnya kemudian dihentakkan untuk menghilangkan sisa-sisa tanah yang menempel. Bit (Sumber) Sampai dengan akhir pertengahan abad ke-20. yang kemudian harus dipangkas secara manual dengan sabit/ parang tiap dua atau tiga kali selama musim tanam.mendasar Pada dasarnya.

Sejarah budidaya tanaman ini sangat panjang sehingga penyebaran alaminya tidak diketahui secara pasti.dan daun-daun dari umbi akar dalam sekali potong. tetapi tanaman kurma kemungkinan berasal dari suatu tempat di oase-oase padang gurun Afrika Utara. Pada saat ini. Dari satu sistem akar seringkali terdiri dari kumpulan beberapa batang. Daunnya menyerupai daun kelapa. tetapi bisa juga berupa batang-batang yang tumbuh sendiri-sendiri. sisa-sisa tanah di bit dapat lebih banyak dibersihkan – seorang petani akan didenda oleh pabrik jika sisasisa tanah di panenannya melebihi batas yang dipersyaratkan. Tangkai-tangkai daun muncul dari bagian petiola dan terdiri dari sekitar 150 helai daun. Para pekerja ini kemudian menempatkan barisan bit yang kemudian dapat diangkut ke dalam gerobak. Gula dapat diekstrak dari buah kurma. Tanaman ini berukuran sedang. Bit ini ditampung di tepi lahan dan kemudian dialirkan ke dalam trailer pengangkut untuk dibawa ke pabrik. tetapi ini hanya dilakukan secara lokal pada skala kecil. Kurma Tanaman kurma (Phoenix dactylifera) merupakan tanaman palma yang secara luas dibudidayakan dan diambil buahnya. dan mungkin juga di Asia B b arat D d aya. berupa tangkai panjang dengan banyak helaian daun (pinnate ). . dengan tinggi 15-25 m. Pemanen yang modern biasanya dapat mengerjakan 6 baris dalam waktu bersamaan. Para pekerja memotong daun dan mahkota dari umbi akar. pemanenan seluruhnya dilakukan secara mekanis. mencabut akar. Dengan menggunakan ban berjalan (konveyor). helaian daun ini bisa mencapai panjang 30 cm dan lebar 2 cm. dengan panjang mencapai 3m. dan menghilangkan sisa-sisa tanah dari umbi akar dalam satu urutan sekaligus.

Tanaman ini dibudidayakan di Eropa Selatan. tetapi seperti halnya kurma. Amerika Tengah dan Asia Selatan. ekstraksi ini hanya dilakukan secara lokal dalam skala kecil. dengan satu spesies di antaranya berasal dari Meksiko.Tanaman kurma di Siprus (Sumber) Sorgum Sorgum merupakan genus yang terdiri dari 20 spesies rumput-rumputan. Gula dapat diekstrak dari biji-bijinya. . berasal dari kawasan tropis hingga subtropis di Afrika Timur.

Pohon mapel (Sumber) Sumber utama:  www. terutama dibuat menjadi sirup mapel yang dimurnikan sebagian. Tanaman ini merupakan spesies mapel Amerika yang terbesar. Gula mapel memiliki kemanisan dua kali lipat dari gula pasir standar. dan gula mapel ini tidak mengandung gula yang sesungguhnya (sukrosa.sucrose.Sorgum (Sumber) Mapel Pohon mapel (Acer saccharum) merupakan tanaman yang sangat dikenal di kawasan hutan di Amerika Utara bagian timur. dapat mencapai ketinggian hingga 30-37 m. Gula mapel sudah diproduksi di Amerika Utara selama beberapa abad dan hingga sekarang masih digunakan untuk pemanis. tetapi penyusun utamanya adalah fruktosa. sakarosa).com .

di dalamnya irisan-irisan bit digerakkan dengan pelan dari ujung satu ke ujung yang lain dan air panas bergerak dari arah berlawanan. Ekstraksi berlangsung dalam sebuah diffuser dimana bit mengalami kontak dengan air panas selama kurang lebih satu jam. Oleh karenanya dilakukan pengempaan/pengepresan dalam kempa-kempa ulir untuk memeras jus sebanyak mungkin. . dan bit yang sudah dikempa. Jus ini digunakan sebagai bagian dari air dalam diffuser.food-info. Diffuser merupakan tangki pengaduk berukuran besar dengan posisi horisontal ataupun vertikal. bit-bit tersebut jauh lebih kotor dibandingkan tebu dan harus dibersihkan dan dipisahkan dari daun-daun bit yang masih tertinggal. bukan dua tahap seperti pada pembuatan gula tebu. Proses ini dapat diumpamakan dengan proses ketika daun teh diseduh sehingga warna dan cita rasanya keluar. Pengempaan Irisan-irisan bit yang diekstrak dari diffuser masih sangat basah dan kandungan air di dalamnya masih mengandung sejumlah gula yang bermanfaat. Jus ini tentu saja ini juga mengandung banyak substansi lain dari daging bit.net/id/products/sugar/sources. Biasanya bit-bit tersebut dikirim ke pabrik dengan truk-truk besar karena jarak kirim yang lebih jauh dibandingkan industri gula tebu. Jus dari proses diffusi yang masih 'mentah' ini mengandung sekitar 14% gula dan bubur residu atau bubur sisanya mengandung 1 hingga 2% gula dan total 8-12 % padatan. yang sekarang berupa bubur. dikirim ke bagian pengeringan dan nantinya akan diolah menjadi pelet-pelet yang merupakan bahan penting untuk pakan hewan. air pengekstrak akan menjadi larutan gula yang semakin kental dan umumnya dinamakan jus. Karena letaknya di dalam tanah. Ini dinamakan dengan aliran berlawanan (counter-current flow) dan seiring dengan alirannya. http://en. sedangkan diffuser khusus gula bit mampu menampung beberapa ratus ton bit dan air ekstraksi.wikipedia. Proses ini akan meningkatkan luas permukaan bit sehingga mempermudah ekstraksi gula.org http://www. Hal ini karena bit merupakan tanaman rotasi yang membutuhkan hampir 4 kali luas lahan tanaman tebu yang ditanam dalam kultur tunggal (monokultur). Pemanenan Bit dipanen pada saat musim gugur dan awal musim dingin dengan cara menggalinya keluar dari tanah.htm Pembuatan gula bit Gula bit putih dibuat dari bit dalam suatu proses tunggal. batu-batu dan kotoran-kotoran lainnya sebelum diolah. Ekstraksi Tahap ini diawali dengan pemotongan bit menjadi irisan-irisan tipis.

Hasil Gula yang dihasilkan berwarna putih dan siap untuk digunakan. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum. proses fosfatasi tidak dilakukan di sini. gula yang masih terkandung dalam jus diolah lebih lanjut menjadi produk samping berupa: molase bit. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/atau disimpan siap untuk didistribusikan. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau dikirim ke . Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur / lime [kalsium hidroksida. Olah karena itu. cairan induk pada pembuatan gula bit masih mengandung sejumlah gula sehingga kristalisasi diulang beberapa kali. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Tidak seperti pada pembuatan gula tebu. Pendidihan Pada tahap akhir ini. Ketika kristal sudah tumbuh. Sayangnya. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikelpartikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. dinamakan dengan karbonatasi. cairan gula yang sudah berupa sirup ditempatkan dalam sebuah panci yang sangat besar. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. Seperti pada pembuatan gula tebu. biasanya mampu menampung 60 ton sirup gula bahkan lebih. Di dalam panci tersebut dilakukan pendidihan dan penguapan sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. sampai kemudian diraih suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. baik itu untuk rumah tangga maupun industri seperti pabrik pembuatan minuman ringan. Hal ini khususnya terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Demikian juga tahap penghilangan warna secara terpisah umumnya tidak dilakukan.Karbonatasi Tahap pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Seperti pada pembuatan gula mentah. Setelah proses ini dilakukan. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Hal ini biasanya terjadi setelah 3 tahap. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya.

Sebelum panen. Besarnya areal tanam dan jumlah tanaman tebu dapat dikurangi jika ekstraksi gula dapat dilakukan semakin baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan gula dunia.Tebu dipotong di bagian atas permukaan tanah. Mesin-mesin hanya dapat digunakan ketika kondisi lahan memungkinkan dengan topografi yang relatif datar. Pemotongan tebu secara manual dengan tangan merupakan pekerjaan kasar yang sangat berat tetapi dapat mempekerjakan banyak orang di area di mana banyak terjadi pengangguran. namun masih mempunyai beberapa daun hijau. Mutu dari segi bau dan rasa molase bit tidak sama dengan molase tebu sehingga tidak dapat digunakan untuk pembuatan rum. solusi ini tidak tepat untuk kebanyakan pabrik gula karena modal yang dikeluarkan untuk pengadaan mesin dan hilangnya banyak tenaga kerja kerja. Sumber :  www. Ekstraksi . Potongan-potongan batang tebu yang telah diikat tersebut kemudian dibawa dari areal perkebunan dengan menggunakan pengangkut-pengangkut kecil dan kemudian dapat diangkut lebih lanjut dengan kendaraan yang lebih besar ataupun lori tebu menuju ke penggilingan. karena CO2 yang dilepaskan sebenarnya memiliki proporsi yang sangat kecil dibandingkan dengan CO2 yang terikat melalui fotosintesis selama pertumbuhan.pabrik fermentasi tanaman seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol. Pemanenan dapat dilakukan baik secara manual dengan tangan ataupun dengan mesin.com http://www. Di beberapa wilayah. tidak ada dampak lingkungan.food-info. pembakaran areal tanaman tebu tidak diijinkan karena asap dan senyawasenyawa karbon yang dilepaskan dapat membahayakan penduduk setempat. Pemotongan dengan mesin umumnya mampu memotong tebu menjadi potongan pendek-pendek.sucrose.htm Pembuatan gula tebu Pemanenan Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung dan ketika dewasa hampir seluruh daun-daunnya mengering. Meskipun demikian. jika memungkinkan. Api membakar pada suhu yang cukup tinggi dan berlangsung sangat cepat sehingga tebu dan kandungan gulanya tidak ikut rusak. dedauan hijau di bagian atas dihilangkan dan batangbatang tersebut diikat menjadi satu. Sebagai tambahan.net/id/products/sugar/prodbeet. seluruh tanaman tebu dibakar untuk menghilangkan daundaun yang telah kering dan lapisan lilin.

serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. untuk selanjutnya digunakan di mesin pemanas (boiler). Di lain pabrik. Cairan tebu manis dikeluarkan dan serat tebu dipisahkan. Di kebanyakan pabrik. tebu dihancurkan dalam sebuah serial penggiling putar yang berukuran besar. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Pabrik dapat membersihkan jus dengan mudah dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran untuk kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Proses ini dinamakan liming. Ekstraksi gula Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 15% gula dan serat residu. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. sebuah diffuser digunakan seperti yang digambarkan pada pengolahan gula bit. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. semuanya bercampur di dalam gula. Penguapan (Evaporasi) .Tahap pertama pengolahan adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). Sebuah tebu bisa mengandung 12 hingga 14% serat dimana untuk setiap 50% air mengandung sekitar 25 hingga 30 ton bagasse untuk tiap 100 ton tebu atau 10 ton gula. yang mengandung 1 hingga 2% gula. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. dan hasilnya berupa cairan yang manis. sekitar 50% air serta pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang terhitung sebagai “abu”. dinamakan bagasse.

Setelah mengalami proses liming. jus dikentalkan menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas dalam suatu proses yang dinamakan evaporasi. Sentifugasi gula (Sumber) . Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. Di dalam panci ini sejumlah air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. Evaporasi dalam „evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Sekali kristal terbentuk. sirup ditempatkan ke dalam panci yang sangat besar untuk dididihkan.

sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Olah karena itu. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Sebagai tambahan. Sayangnya. Inilah yang menyebabkan lokasi pabrik rum di Karibia selalu dekat dengan pabrik gula tebu. partikel-partikel halus. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol. Pendidihan “C” membutuhkan waktu secara proporsional lebih lama daripada pendidihan B dan juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terbentuk kristal. Beberapa pabrik melakukan pencairan ulang untuk gula B yang selanjutnya digunakan sebagai umpan untuk pendidihan A. Pertama atau pendidihan “A” akan menghasilkan gula terbaik yang siap disimpan. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang.Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Campuran hasil („magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga pengotor dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum perlakuan berikutnya (karbonatasi). Pendidihan “B” membutuhkan waktu yang lebih lama dan waktu tinggal di dalam panci pengkristal juga lebih lama hingga ukuran kristal yang dinginkan terbentuk. pabrik yang lain menggunakan kristal sebagai umpan untuk pendidihan A dan pabrik yang lainnya menggunakan cara mencampur gula A dan B untuk dijual. Gula yang dihasilkan biasanya digunakan sebagai umpan untuk pendidhan B dan sisanya dicairkan lagi. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Dalam sebuah pabrik pengolahan gula kasar (raw sugar) umumnya dilakukan tiga proses pendidihan. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. . Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses.

Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Setelah proses ini dilakukan. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Selain karbonatasi. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Kristal-kristal . Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. t eknik yang lain berupa fosfatasi. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan.Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang.

Cairan-cairan ini diolah di ruang pengolahan ulang (recovery) yang beroperasi seperti pengolahan gula kasar. Sumber :  www. gula yang ada tidak dapat seluruhnya diekstrak dari cairan sehingga diolah menjadi produk samping: molase murni. Gula Barley : bukan termasuk gula. . Dekstrosa : Istilah bahasa Inggris untuk glukosa.net/id/products/sugar/prodcane.          Brix (derajat): suatu pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah gula dalam sebuah larutan. Glukosa (padanan kata dekstrosa): gula yang terdapat pada berbagai tanaman. berdasarkan pada pembiasan cahaya. Seringkali merupakan bagian dari komponen dinding sel tanaman. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau dikirim ke pabrik fermentasi seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol.com http://www. Pengolahan sisa (Recovery) Cairan sisa baik dari tahap penyiapan gula putih maupun dari pembersihan pada tahap afinasi masih mengandung sejumlah gula yang dapat diolah ulang. Terutama digunakan dalam industri minuman ringan dan minuman buah. Gula: umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa. Galaktosa: suatu gula yang tidak umum dijumpai dalam makanan. Fruktosa (padanan kata levulosa. seperti laktosa (gula susu) dan raffinosa (gula dalam kacang-kacangan).7 kali lebih manis dari gula biasa) umumnya didapat dari buah-buahan dan madu.tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan. juga dalam darah. Gula anggur : padanan kata dari glukosa.sucrose. kecuali sebagai bagian dari jenis gula yang lain. bertujuan untuk membuat gula dengan mutu yang setara dengan gula kasar hasil pembersihan setelah afinasi. Gula Barbados : gula tebu yang berwarna coklat.food-info. Seperti pada pengolahan gula lainnya. Sumber energi yang utama bagi tubuh. Secara kimiawi gula identik dengan karbohidrat. terbuat dari cairan barley dengan penambahan gula. Kurang manis dibandingkan sakarosa. gula buah): gula yang agak manis (1. melainkan permen Amerika yang keras dan memiliki citarasa jeruk lemon.htm Jenis-jenis gula dan berbagai produk terkait Kata-kata yang dicetak miring dapat ditemukan pengertiannya di bagian lain di daftar ini.

juga dikenal sebagai gula „confectionary'. Gula ini kurang manis karena adanya air dalam kristal. Kristal berwarna kuning kecoklatan mengandung berbagai karamel. Kristal bening dan putih dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami kristalisasi secara lambat. terdapat di Britania. Gula batu putih memiliki rekahan-rekahan kecil yang memantulkan cahaya.    Gula Bit : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman bit. Terkadang gula ini dicampur dengan sedikit pati atau bahan anti kempal untuk mencegah penggumpalan. Gula bubuk : Gula granulasi (gula pasir) bubuk. Gula Castor : Gula castor atau caster adalah nama dari gula pasir yang sangat halus. Gula ini didapat dari penghancuran secara mekanis sehingga tidak ada cristal-kristal yang tertinggal. gula batu diperoleh dari kristal bening berukuran besar berwarna putih atau kuning kecoklatan. gula ini lebih cepat larut dibandingkan gula putih pada umumnya. . Dinamai demikian karena ukuran butirannya sangat kecil sehingga dapat ditaburkan dari wadah berlubang-lubang kecil. Gula ini tidaklah sehalus gula bubuk yang dihaluskan secara mekanis (dan biasanya dicampur dengan sedikit pati untuk menghindari penggumpalan). dan oleh karenanya gula ini secara khusus bermanfaat dalam pembuatan „meringues' dan cairan dingin. Karena kehalusannya. Gula batu : tidak semanis gula granulasi biasa.

. gula selai/ jam): campuran dari gula granulasi dan pektin.  Gula Granulasi (Gula pasir) : Kristal-kristal gula berukuran kecil yang pada umumnya dijumpai dan digunakan di rumah (gula pasir).   Gula Dekorasi : lihat gula sdaning. Gula Coklat : gula yang ditambah dengan sedikit molase (tetes) untuk memberikan citarasa dan warna. Digunakan dalam pembuatan selai dan „marmelade'. Gula Gelatin (padanan kata gula gel.

       Gula Malt: lihat maltosa. lihat sakarosa. Proses pembuatan jam dan selai secara otomatis menghasilkan gula inversi dengan menggabungkan asam alami dalam buah dengan gula granulasi dan memanaskan campuran tersebut. lihat gula Castor. glukosa dan fruktosa. Dijual dalam bentuk gula butiran/pasir atau dicetak dalam bentuk gula kubus. Kristalnya berukuran 4 kali lipat lebih besar dari gula granulasi pada umumnya. sehingga menurunkan ukuran kristal-kristal gula. Digunakan untuk menghias makanan-makanan yang dipanggang dengan oven .Terutama mengandung sakarosa. Gula sangat halus: suatu jenis gula di USA. lihat sakarosa. Gula mutiara (Pearl sugar) : lihat gula sdaning. berasal dari Indonesia. Gula Jagung: glukosa yang diperoleh dari jagung. atau memecah. . Proses ini mengubah. gula inversi menghasilkan produk yang lebih halus dan digunakan dalam pembuatan berbagai jenis permen seperti fondant. Gula Sdaning: Gula Sdaning merupakan gula kasar atau gula dekorasi. Gula Palma (kelapa/ kurma) : gula yang didapatkan dari palma ataupun kurma. sakarosa menjadi dua komponen. Merupakan gula granulasi yang sangat halus. Gula meja: gula tebu atau gula bit butiran pada umumnya. Gula kristal: gula bit atau tebu berbentuk granulasi seperti gula pada umumnya. Karena struktur kristalnya yang halus. dan berbagai sirup. Gula Jawa : gula yang mengalami pemurnian sebagian. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). Gula Muscovado : gula coklat gelap.    Gula inversi : Gula inversi dibuat dengan menggabungkan sirup gula dengan sedikit asam (seperti pada krim tartar atau jus lemon) dan pemanasan.

air dan krim tartar hingga menjadi keras tapi tetap mudah dibentuk. buah dan hidangan penutup lainnya. Kemudian dapat dibentuk seperti gumpalan helaian benang dengan menggunakan garpu pengocok dan dioleskan ke permukaan kue untuk dekorasi    Gula susu: lihat laktosa. Biji-biji vanila dapat digunakan kembali sampai dengan dengan 6 bulan. Gula Tebu : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman tebu. . Gula ini dinamai gula-vanillin. Pembuatan gula spun diawali dengan pemasakan gula. Citarasanya sama kuatnya dengan vanilla tetapi tetap dapat dibedakan. biasanya dengan takaran dua biji vanila untuk setiap satu pound gula. Hasilnya berupa gula dengan rasa dan aroma yang harum yang dapat digunakan untuk bahan baku ataupun penghias „baked goods'. Terkadang dijual dalam bentuk gula coklat (brown sugar) di Eropa. Campuran tersebut disimpan dalam wadah kedap udara selama sekitar satu minggu sebelum biji-biji vanila tadi dipisahkan kembali. Gula Vanila : gula beraroma dan citarasa harum yang khas dibuat dengan cara memendam biji-biji vanilla dalam gula pasir. Gula Vanilla dapat juga dibuat dari ekstrak vanillin (vanili) murni. Gula Spun (Spun sugar) : gula lembut hasil dari pendidihan gula sehingga dapat dibentuk dan digunakan untuk dekorasi berbagai hidangan penutup.

   Gur (padanan kata jaggery): gula yang mengalami pemurnia n sebagian. kemudian glukosa ini diubah lagi secara enzimatis menjadi fruktosa yang memiliki rasa lebih manis.  Jaggery (padanan kata gur): gula yang mengalami pemurnian sebagian. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). berasal dari India.  Karamel : berbagai produk yang diperoleh dari hasil pemanasan gula. Senyawa-senyawa ini berwarna coklat hingga hitam dan menghasilkan aroma khas. Suatu sirup yang didapatkan dari pati jagung. Mula-mula pati dipecah menjadi glukosa secara enzimatis. HFCS : High Fruktose Corn Syrup (Gula Jagung Kaya Fruktosa). Digunakan sebagai pemanis kadar tinggi. . berasal dari India. Digunakan sebagai pewarna makanan dan aroma rasa. Icing (Icing sugar) : gula bubuk yang digunakan sebagai krim gula (gula pelapis) pada cake. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa).

  Melis : jenis gula meja pada umumnya. Terutama tersusun dari berbagai karamel dan mineral. Penyusun utamanya adalah sakarosa. Sirup Mapel : sirup yang didapatkan dari pohon mapel yang terdapat di America Utara.   Laktosa: gula yang terdapat pada susu. . Sirup ini merupakan larutan 70% sakarosa dan glukosa dalam air. yang agak halus. Banyak terdapat dalam tanaman (kacang-kacangan. suatu kombinasi dari galaktosa dan glukosa. Dipakai dalam pembuatan gula coklat (brown sugar). Levulosa : padanan kata untuk fruktosa Madu : merupakan larutan 80% gula dalam air.  Oligosakarida : karbohidrat rantai pendek yang didapatkan dari polisakarida berukuran besar atau dengan proses enzimatis. Molase : Produk samping dari pembuatan gula. Dari kawasan Skandinavia.   Maltosa (padanan kata gula malt) : gula yang terdapat pada malt dan bir. berwarna coklat. Gula utama yang ada dalam madu adalah fruktosa. glukosa dan sakarosa.

jpg http://www.uni-graz. Sukrosa : Istilah bahasa Inggris untuk sakarosa. Gambar-gambar dari :      http://www. Piloncillo (padanan kata panela. Kebanyakan merupakan pemanis buatan tetapi beberapa di antaranya adalah pemanis alami.html http://www.at/~katzer/engl/Vani_pla.fermacol.jpg http://www.htm http://www.com/acatalog/barley-sugars.htm Food-Info. Digunakan sebagai prebiotik.    Sakarosa (padanan kata sukrosa. Sirup : suatu larutan yang sangat kental berupa gula dalam air.llnwd.net> Produk Makanan > Gula . Rasanya tidak manis atau sedikit manis.sweetstall.food-info.net/id/products/sugar/types. gula kristal): nama kimia resmi dari jenis utama gula dan gula ini terutama digunakan dalam berbagai produk maupun di rumah tangga. panocha): gula tebu dari Mexico yang mengalami pemurnian sebagian. Gula ini dicetak dalam bentuk kerucut.net/00110/38/24/110204283_m. namanya berarti menara kerucut kecil .vo.8 kali manisnya gula (seperti misalnya sorbitol) hingga 2000 kali (protein thaumatin).    bawang) atau susu.dlc. Kandungan gula berkisar 50-80%.fi/~marianna/gourmet/i_sugars. Tingkat kemanisan pemanis berkisar dari 0. Panela: lihat piloncillo Panocha: lihat piloncillo Pemanis: senyawa pemanis bukan karbohidrat. gula meja. bukan untuk pemanis produk.jpg http://myspace-283.com/Logos/Kolner%20Klutje.

pati (karbohidrat berukuran besar yang tidak manis) dari biji-bijian terpecah menjadi karbohidrat yang berukuran lebih kecil. susu tidak memiliki rasa manis.Kimia Gula Secara kimiawi gula sama dengan karbohidrat. Gula-gula ini berada secara sendiri-sendiri ataupun dalam bentuk campuran satu dengan yang lain. berukuran kecil dan dapat larut (dalam air). Seluruh gula yang dicerna oleh hewan akan diubah di dalam hati menjadi glukosa. An initiative of : Wageningen University Gula Struktur Tingkat kemanisan dibandingkan dengan sakarosa . Pada bagian ini pengertian gula mengacu pada karbohidrat yang memiliki rasa manis. Karena laktosa memiliki tingkat kemanisan yang lebih rendah dibandingkan fruktosa dan sakarosa. fruktosa dan glukosa. 7% pada ASI). Kata gula pada umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa (sukrosa). meskipun kadar gulanya cukup tinggi (4. Satu-satunya gula utama yang dihasilkan oleh hewan adalah laktosa. yaitu gula yang terdapat dalam semua susu hewan. Komposisi sesungguhnya sangat tergantung pada asal tanaman. salah satunya adalah gula malt (maltosa) yang memiliki sedikit rasa manis. fruktosa dan sakarosa dalam air. yaitu sakarosa. terdapat ratusan jenis karbohidrat berukuran kecil lainnya yang terdapat pada tanaman dan susu. tetapi tidak satupun yang berasa sangat manis dan menarik secara komersial. tetapi umumnya pengertian gula mengacu pada karbohidrat yang memiliki rasa manis.5% pada susu sapi. Madu merupakan larutan yang terdiri dari glukosa. oleh karena itu gula di dalam darah hewan (dengan kata lain di dalam daging) adalah glukosa. Selain lima jenis gula utama ini. Dalam pembuatan bir. Rasa manis yang biasa dijumpai pada tanaman terutama disebabkan oleh tiga jenis gula. dengan komposisi sekitar 80% gula dan 20% air. berukuran kecil dan dapat larut.

Sakarosa (glukosa + fruktosa) 100% Glukosa 74% Fruktosa 173% Maltosa (glukosa + glukosa) 33% Laktosa (galaktosa + glukosa) 16% .

Lebih jauh tentang kimiawi karbohidrat dapat dilihat pada topik Karbohidrat (sedang dalam tahap penyusunan) http://www. Gula SHS ini masih belum memenuhi syarat untuk digunakan sebagai bahan baku industri makanan. Namun demikian secara garis besar dapat diuraikan menjadi stasiun sebagai berikut : .food-info. 12 Agustus 2010 GULA RAFINASI DAN PROSES PEMBUATANNYA Posted on/at 00:54 by Admin Gula selain dikonsumsi langsung juga digunakan sebagai bahan baku untuk industri makanan. Proses Pembuatan Gula Rafinasi Proses rafinasi yang digunakan dalam pabrik gula rafinasi bervariasi tergantung pada bahan yang diolah produk yang dikehendaki dan pertimbangan lain sesuai kondisi lokal. Jadi bisa dikatakan bahwa gula rafinasi adalah gula yang mempunyai kualitas kemurnian yang tinggi.net/id/products/sugar/chemistry.htm Kamis. membersihkan. menyaring. Kata rafinasi diambil dari kata refinery artinya menyuling. Pada saat ini kebanyakan pabrik gula di Indonesia hanya mampu menghasilkan gula kualitas GKP (gula kristal putih) yang dikonsumsi langsung. Untuk itu industri makanan membutuhkan kualitas gula yang lebih baik yang diperoleh dari gula rafinasi.

Proses pengambangan berlangsung dengan bantuan partikel udara yang dibangkitkan dalam aerator. Kedua pada karbonator akhir menyempurnakan reaksi dengan aliran CO2 sampai pH turun di sekitar 8. Teknologi Fosflotasi Pada proses ini digunakan asam fosfat dan kalsium hidroksida yang akan membentuk gumpalan (primer) kalsium fosfat. yaitu dengan sekrap yang berputar pada permukaan clarifier dan menyingkirkan scum ke kanal yang dipasang pada sekeliling clarifier. Proses karbonatasi dilakukan dua tahap.A. Sumber gas CO2 berasal dari gas cerobong ketel yang sudah dimurnikan melalui scrubber. Kristal yang telah dicuci dilebur dengan mencampur dengan air atau sweet water menghasilkan leburan (liquor) dengan brix sekitar 65. Klarifikasi Pengoperasian unit ini bertujuan untuk membuang semaksimal mungkin pengotor non sugar yang ada dalam leburan (melt liquor). pertama dilakukan pembubuhan kapur sebanyak 0. fosflotasi pada umumnya digunakan di pabrik rafinasi di negara Amerika Latin dan beberapa di Asia sedangkan selebihnya menggunakan teknologi karbonatasi. . Selanjutnya liquor ditapis pada penapis bertekanan (leaf filter) menghasilkan filter liquor dan mud. proses pengambangan terjadi pada clarifier. Pencucian dilakukan dalam mesin sentrifugal yaitu setelah GKM dicampur dengan sirup menjadi magma. termasuk pabrik rafinasi di Indonesia. terbentuk endapan kalsium karbonat yang akan menyerap pengotor termasuk zat warna. B. Afinasi Tujuan afinasi adalah mencuci kristal GKM (raw sugar) agar lapisan molases yang melapisi kristal berkurang sehingga warnanya semakin ringan atau warna ICUMSA lebih kecil. Ada dua pilihan teknologi yaitu fosflotasi dan karbonatasi. Dekolorisasi Liquor yang dihasilkan dari stasiun klarifikasi setelah ditapis dipompa ke stasiun dekolorisasi. Pada clarifier ini juga pemisahan gumpalan yang mengambang (scum) terjadi. Pembentukan gumpalan sekunder dapat menjerap berbagai pengotor : zat warna. Teknologi Karbonatasi Pada proses karbonatasi leburan dibubuhi kapur {Ca(OH)2} kemudian dialiri gas CO2 dalam bejana karbonatasi . Penambahan flokulan (anion) sebelum tangki aerator dilakukan untuk membantu pembentukan gumpalan sekunder yang terbentuk dari gumpalan-gumpalan primer yang terikat oleh rantai molekul flokulan. partikel yang melayang dan lain-lain. Penurunan warna yang dicapai pada stasiun ini berkisar 30-50 %. C. zat anorganik.5% brix bersamaan dengan pengaliran CO2 ekivalen dengan jumlah kapur yang ditambahkan.3. keduanya banyak dipakai. reaksi ini berlangsung di reaktor. Untuk memisahkan gumpalan tersebut oleh karena dalam media liquor yang kental (brix: 65-70) maka gumpalan tidak diendapkan melainkan diambangkan.

Pada stasiun dekolorisasi pada prinsipnya ada dua teknologi yang lazim digunakan yaitu karbon aktif dan penukar ion. 3. coklat atau hitam tergantung dari tingkatan reaksi selama pemanasan. Karbon aktif ini dapat digunakan selama 3-6 minggu tergantung dari kualitas dan jumlah bahan yang masuk. 4. Macam zat warna Terdapat beberapa macam zat warna yang terbawa atau terbentuk dalam proses refinery. yaitu : 1. Kedua teknologi tersebut dapat menurunkan warna sekitar 75-85 %. terbentuk dalam proses. Bone Char. 2. 2. Kemampuan karbon aktif dalam mereduksi zat warna sangat tinggi. Meskipun kandungan glukosa dan fruktosa dalam proses refinery sangat kecil. Untuk menghilangkan zat warna dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Warna senyawa ini umumnya hitam. pemilihan teknologi harus disesuaikan dengan kondisi lokal. terbentuk dari reaksi antara gula reduksi dengan asam amino (Reaksi Maillard). Melanoidins. namun senyawa ini mudah rusak oleh pemanasan terutama pada pH tinggi akan membentuk senyawaan polimer berwarna coklat yaitu 5-(hydroksimetil)-2-furaldehid. Kandungan karbon aktif sekitar 60 % dan dicampur dengan 5% MgO untuk mencegah turunnya pH. Warna yang dihasilkan bisa kuning. Produk degradasi gula invert. Bone char dapat digunakan selama 4-5 hari kemudian di regenerasi kembali. Karamel. Senyawaan ini terdapat dalam tebu yang terbentuk dari hasil reaksi enzimatik flavonoid dan asam cinamic. . Meskipun kemampuan mereduksi zat warna tidak sebaik karbon aktif namun mampu mereduksi kotoran zat anorganik. Terbentuk dalam proses bila sukrosa mengalami pemanasan berlebihan sehingga terbentuk senyawaan yang berwarna. Senyawaan Phenolic. Bahan ini terdiri dari campuran 90 % kalsium fosfat dan 10 % karbon yang dibuat dari tulangtulang binatang ternak dipanaskan pada suhu 700 oC. masing-masing dengan keunggulan dan kelemahannya. namun bahan ini tidak mampu menghilangkan zat anorganik yang terlarut. Dengan granul karbon aktif.

E. pertama sirup dilewatkan resin akrilik terlebih dahulu kemudian baru dilewatkan resin stiren. Pada umumnya stasiun dekolorisasi menghasilkan liquor dengan warna di bawah 300 IU sehingga dengan bahan tersebut dapat diproduksi gula rafinasi lebih rendah dari 45 IU. Demikian seterusnya sehingga secara berjenjang menghasilkan gula A. Liquor tersebut kemurniannya tinggi sehingga teknik kristalisasi berbeda dengan kristalisasi pada PG. Gula ditampung dalam sugar bin kapasitas 150 ton. Penggunaan resin senyawa akrilic lebih tahan dari resin stiren. D. Kristalisasi Produksi gula rafinasi Bahan utama kristalisasi adalah liquor yang sudah melewati tahap dekolorisasi. Tabel Persyaratan SNI Gula Rafinasi : . Pengemasan gula produk Produk dikemas dalam kantong polipropilen dengan liner.3. Pada kondisi tersebut dimasukkan bibit kristal secara hati-hati sehingga inti kristal akan tumbuh mencapai ukuran yang dikehendaki tanpa menumbuhkan kristal baru. Ada dua jenis resin yang digunakan dalam refinery yaitu :Resin anion yang berfungsi mereduksi warna dan resin kation untuk menghilangkan senyawaan anorganik. B dan C yang masuk dalam katagori gula rafinasi. Selanjutnya sirop A dimasak seperti yang dilakukan sebelumnya menghasilkan gula B dan sirop B. namun resin akrilik kurang effektif dibanding resin stiren. Pembuatan dua jalur dimulai dari stasiun sentrifugal. Campuran kristal sukrosa dengan liquor disebut masakan. dengan berat gula 50 kg setiap kantong.Exchange Resin) Bahan ini mudah diregenerasi dan dalam penggunaannya mempunyai kapasitas lebih besar dibandingakan dengan karbon aktif maupun bone char. F. Oleh sebab itu dalam proses dekolorisasi dianjurkan untuk menggunakan gabungan dua jenis resin ini secara seri. Resin penukar ion (Ion. pengering gula penimbangan dan pengemasan. Pengeringan gula produk Untuk gula produk dibuat dua jalur dengan tujuan agar dapat diproduksi dua macam produk misal GKR dan GKP pada waktu yang bersamaan. Selain itu penggunaan air juga lebih efisien. Kristalisasi (evapocrystalisation) dilakukan di bejana vakum (65 cm Hg) dengan penguapan liquor pada suhu sekitar 70-80 0C sampai mencapai supersaturasi tertentu. Pemisahan kristal dilakukan dengan cara memutar masakan dalam mesin sentrifugal menghasilkan kristal (gula A) dan sirop A.

blogspot.com/2008/07/gula-rafinasi-dan-proses-pembuatannya/ http://topagriculture.com/2010/08/gula-rafinasi-dan-proses-pembuatannya. Kondisi .risvank. 10 Agustus 2010 Teknologi Gula Cetak dan Gula Semut Dari Nila Kelapa Posted on/at 21:06 by Admin Proses pengolahan gula merah cetak dan gula semut Penampungan: Nira yang ditampung adalah nira yang belum rusak atau belum mengalami fermentasi.Sumber : http://www.html Selasa.

Bentuk cetakan bermacam-macam. pengadukan dipercepat dengan menggunakan pengaduk kayu yang berbentuk garpu. dan serangga lainnya tersaring. kubus. Penyaringan: Menggunakan kain blacu agar kotoran seperti ranting/ daun. telah dibasahi dengan air bersih agar mudah dilepaskan. lama pendinginan 10-15 menit. ada yang berbentuk gelang. Selanjutnya nira dituangkan ke dalam cetakan. daun pisang kering. Dapat pula ditambahkan minyak kelapa (1 sendok makan/25 l) atau menggunakan kopra yang dijepit pada kayu lalu dicelup sekali-kali ke dalam nira yang sedang dimasak. Bila mulai terbentuk butiran-butiran. Gula semut Pengkristalan: Nira yang telah masak didinginkan dalam wajan sambil diaduk secara perlahan-lahan. Nira yang telah masak bila ditetaskan ke dalam air akan Gula merah cetak Pencetakan: Nira yang telah masak diaduk terus agar cepat dingin. maka butiran-butiran yang telah diayak menggunakan ayakan 20 mess. lebah. setengah lingkaran. Pemasakan: Nira dituang ke dalam wajan kemudian dimasak (suhu 110. Pengemasan: . Ada juga yang melakukan penumbukan. Macam-macam bahan kemasan yang dapat digunakan yaitu daun jari. dan sebagainya. bambu.yang terbaik dalam pembuatan gula merah adalah nira yang mengandung kadar gula di atas 12% dan pH 6-7. plastik. kerucut. Pengayakan: Untuk memperoeh keseragaman.120oC) dan terus menerus dan agar nira tidak meluap. Untuk menghindari kerusakan nira saat penampungan dapat diberi bahan pengawet kapur sirih. dan lainlain. semut. yakni menuangkan ke wadah tertentu lalu ditumbuk dengan menggunakan sepotong kayu berlangsung kurang lebih 15 menit. daun lontar. Pengemasan: Gula merah yang dingin dikeluarkan dari cetakan lalu dikemas. Sisa ayakan diaduk/ digerus lagi dalam wajan yang masih panas. batang pisang kering. Disamping menjaga wadah penampungan agar tetap bersih.

• Kristalisasi (stasiun masakan) Terjadi proses kristalisasi untuk mengubah sakarosa yang terdapat pada nira kental dari stasiun penguapan menjadi kristal-kristal gula yang memenuhi syarat tertentu. tebu diterima di Crane yard untuk didaftarkan dan ditimbang dan selanjutnya diproses.html Proses pembuatan gula di PT. Candi Baru Sidoarjo menggunakan proses sulfitasi alkalis continue. • Pemurnian (stasiun pemurnian) Untuk menghilangkan atau membuang bahan baku bukan gula yang terdapat pada nira mentah semaksimal mungkin tanpa menimbulkan banyak kerugian berupa kerusakan maupun kelihangan sukrosa. dalam proses penapis hampa dilakukan pemisahan antara blotong dan filtrat (nira tapis). Masakan A à gula SHS (produk utamanya).Gula semut yang telah dingin untuk dikemas. Produknya adalah gula jenis SHS (Superoir Hooft Suiker) 1-A dengan hasil samping berupa tetes dan ampas. Sumber: BPTP Sulawesi Utara http://topagriculture. Candi Baru ada 3 tahap (A-C-D). Adapun tahapan proses produksi dan tujuan dari tiap tahap meliputi : • Pemerahan nira (stasiun gilingan) Tujuannya untuk memerah nira sebanyak-banyaknya dan menekan kehilangan gula dalam ampas seminimal mungkin. PG.com/2010/08/teknologi-gula-cetak-dan-gula-semut. yakni mempunyai ukuran dan keseragaman yang telah distandartkan. Masakan C & D untuk bibit. terjadi pemisahan antara ampas dengan nira pada batang tebu. • Pemisahan kristal (stasiun puteran) Untuk memisahkan kristal gula dari larutan induknya. • Penguapan (stasiun penguapan) Untuk menghilangkan air yang terdapat dalam nira jernih hasil proses pemurnian sampai dicapai konsentrasi (% brix) tertentu.blogspot. . sebelum terbentuk kristal dengan menghindari kerusakankerusakan pada sacharosa. botol plastik. dan stoples. Macammacam bahan kemasan yang dapat digunakan antara lain kantong plastik. Proses kristalisasi pada PT.

Terjadi juga proses pengemasan. Produknya adalah gula jenis SHS (Superoir Hooft Suiker) 1-A dengan hasil samping berupa tetes dan ampas. sedang gula kasar dibawa ke peti leburan. • Pemurnian (stasiun pemurnian) Untuk menghilangkan atau membuang bahan baku bukan gula yang terdapat pada nira mentah semaksimal mungkin tanpa menimbulkan banyak kerugian berupa kerusakan maupun kelihangan sukrosa.• Pengeringan dan pengemasan (stasiun pengeringan dan pengemasan) Mengeringkan gula SHS agar bebas dari air karena kristal gula SHS dari puteran SHS masih mempunyai kadar air yang tinggi. yakni mempunyai ukuran dan keseragaman yang telah distandartkan. • Pemisahan kristal (stasiun puteran) Untuk memisahkan kristal gula dari larutan induknya. dalam proses penapis hampa dilakukan pemisahan antara blotong dan filtrat (nira tapis). Masakan A à gula SHS (produk utamanya). Candi Baru ada 3 tahap (A-C-D). sebelum terbentuk kristal dengan menghindari kerusakankerusakan pada sacharosa. terjadi pemisahan antara ampas dengan nira pada batang tebu. • Penguapan (stasiun penguapan) Untuk menghilangkan air yang terdapat dalam nira jernih hasil proses pemurnian sampai dicapai konsentrasi (% brix) tertentu. Candi Baru Sidoarjo menggunakan proses sulfitasi alkalis continue. PG. Terjadi juga proses pengemasan. Masakan C & D untuk bibit. Adapun tahapan proses produksi dan tujuan dari tiap tahap meliputi : • Pemerahan nira (stasiun gilingan) Tujuannya untuk memerah nira sebanyak-banyaknya dan menekan kehilangan gula dalam ampas seminimal mungkin. dimana setelah dilebur larutan tersebut dibawa ke tangki sulfitasi II bercampur dengan nira kental Proses pembuatan gula di PT. • Kristalisasi (stasiun masakan) Terjadi proses kristalisasi untuk mengubah sakarosa yang terdapat pada nira kental dari stasiun penguapan menjadi kristal-kristal gula yang memenuhi syarat tertentu. Proses kristalisasi pada PT. tebu diterima di Crane yard untuk didaftarkan dan ditimbang dan selanjutnya diproses. dimana setelah dilebur larutan tersebut dibawa ke tangki sulfitasi II bercampur dengan nira kental . • Pengeringan dan pengemasan (stasiun pengeringan dan pengemasan) Mengeringkan gula SHS agar bebas dari air karena kristal gula SHS dari puteran SHS masih mempunyai kadar air yang tinggi. sedang gula kasar dibawa ke peti leburan.

2010 Sekilas Proses Pembuatan Gula Rafinasi Sekilas Proses Pembuatan Gula Rafinasi Oleh Daniyanto Secara umum proses pembuatan gula rafinasi dilakukan melalui beberapa tahapan proses sebagai .php?p=prosesproduksi Wednesday.Proses Pembuatan Gula http://www.com/indeks.candibaru. September 22.

Masakan (Boiling) 7. Pengeringan (Drying) 9. Affinasi (Affination) 3.com/2010/09/sekilas-proses-pembuatan-gula-rafinasi.blogspot. Puteran (Sentrifugation) 8. Penguapan (Evaporation) 6.berikut: 1. Penghilangan warna (Decolourization) 5.19.html PROSES PEMBUATAN GULA ( SUGAR FACTORY PROCESS ) 8. Pemurnian (Purification) 4. Pengepakan dan Pengarungan (Packing and Bagging) Block diagram proses pembuatan gula rafinasi: Posted by Gula Rafinasi at 12:32 AM http://gularafinasi. Penanganan gula mentah (Raw sugar handling) 2.2008 PROSES PEMISAHAN NIRA DAN AMPAS Pabrik Gula di Indonesia pada umumnya menggunakan sistem gilingan ( Mill Tandem ) sebagai berikut :     Three Roll Mill + fooding roll ( total 4 roll ) Fourth Roll Mill ( total 4 roll ) Three Roll Mill + pressure feeder ( total 5 roll ) Sixth Roll Mill ( total 6 roll ) .

melainkan diperlukan gaya tambahan untuk menekan rol gilingan atas sehingga . Selanjutnya ampas akan mengalami proses pemerasan di beberapa unit gilingan dengan bukaan depan dan bukaan belakang unit gilingan berikutnya dibuat lebih kecil sebab sebagian nira sudah terperas di gilingan di depannya. Komponen peralatan yang berperan antara lain : Unit Gilingan. Turbin Uap ( steam turbine ). Tetapi pada prinsipnya pemerahan utama terjadi pada tiga roll antara lain :    Rol depan (feeding roll) Rol atas (top roll) Rol belakang (bagasse roll) Aliran proses yang terjadi di bagian Gilingan telah ditunjukkan pada bagan di atas. Proses naik turunnya rol gilingan atas (top roll) akan mengurangi kemampuan memerah nira pada bukaan depan maupun bukaan belakang. Selanjutnya ampas melewati ampas plate dan masuk ke bukaan belakang (bagasse opening) dan mengalami pemerahan yang kedua. merupakan peralatan utama terjadinya proses pemerahan. Gaya reaksi ini menyebabkan rol gilingan atas (top roll) naik turun tergantung besarnya gaya. merupakan peralatan transfer ampas hasil akhir gilingan dikirim sebagai bahan bakar boiler. Selama ampas dipadatkan maka timbul gaya reaksi dari ampas.Semua jenis sistem di atas bertujuan sama yaitu mendapatkan hasil pemerahan tebu yang semaksimal mungkin. Untuk mengatasi hal tersebut tidak hanya menggunakan gaya berat dari rol gilingan atas saja. Rol pengumpan (feeding roll) akan mengatur tebu sedemikian rupa sehingga masuk ke bukaan depan (voor opening) dengan baik. merupakan peralatan transfer ampas antar gilingan Bagasse Elevator ( BE ). Pada bukaan depan ampas mengalami pemerahan yang pertama. merupakan peralatan penggerak roll gilingan Intermediate Carrier ( IMC ). Mekanisme kerja gilingan: Gilingan memerah nira dengan jalan memadatkan umpan (ampas). Macam mill tandem telah tersebut diatas.

Mekanisme proses pada stasiun gilingan Proses pengolahan tebu menjadi gula pada stasiun gilingan terbagi menjadi dua tahap yaitu : Perlakuan awal dengan memotong dan mencacah tebu. Gaya tambahan yang dipakai merupakan suatu sistem tekanan hidrolik dari pompa hidrolik. Pada waktu gilingan bekerja diusahakan jangan sampai terjadi slip. Nira yang terperah pada gilingan II kemudian dialirkan pada penampung A bercampur dengan nira perahan gilingan I dan dipompa ke saringan DSM untuk memisahkan nira yang masih terkontaminasi ampas dan kotoran. Untuk mencegah timbulnya percikan api maka digunakan mesin pendingin pada tiap rol yang dipisahkan dengan bantalan luncur. Nira hasil penyaringan selanjutnya dialirkan ke stasiun pemurnian. Cara kerjanya menggunakan prinsip pompa piston. Proses penggilingan tebu diawali dari pengumpanan serat tebu dari main carrier ke gilingan I melalui alat bantu donally chute. Dalam pemerahan agar lebih efisien maka perlu ditambahkan nira imbibisi dari gilingan III. Alat bantu pada unit gilingan yaitu : Pompa hidrolik Menstabilkan gerakan rol gilingan. Ampas tebu dari gilingan III dengan kekeringan 47% digiling oleh gilingan IV dan ditambahkan . Pada gilingan I umpan masuk pada celah di antara roll depan dan roll atas (bukaan depan) setelah melewati feeding roll sebagai rol pengatur umpan. kemudian ampasnya terdorong ke celah antara roll atas dan roll belakang (bukaan belakang) melalui perantara ampas plate. Ampas tebu dari gilingan II dengan kekeringan 44% digiling oleh gilingan III dan ditambahkan nira imbibisi dari gilingan IV. Pompa Pelumas Perputaran rol menyebabkan adanya gesekan yang dapat memicu terjadinya panas. Nira yang dihasilkan gilingan III ditampung pada penampung B dan dialirkan sebagai nira imbibisi menuju gilingan II. Ampas tebu dari gilingan I dengan kekeringan 41% melalui alat bantu transportasi yaitu intermediate carrier I dialirkan ke gilingan II yang selanjutnya digiling pada gilingan II. Nira yang dihasilkan gilingan I disebut NPP (Nira Perahan Pertama) dan dialirkan ke penampung A. Pisau tebu I cenderung dipasang dengan arah yang searah dan pisau tebu II dengan arah yang berlawanan. Pada saringan DSM ditambahkan susu kapur yang bertujuan untuk mempertahankan kenetralan pH nira mentah. hasil potongan tebu melewati unigrator untuk menumbuk tebu hingga halus sehingga mempermudah proses penggilingan. Pada top roll dilengkapi dengan alat hidrolik dengan tujuan untuk melawan rol gilingan atas pada saat ada beban dengan menambahkan tekanan.pemadatan ampas dapat sesuai dengan yang direncanakan. Setelah melewati pisau tebu. pengeluaran ampas pada gilingan juga harus lancar sebab kemacetan pengeluaran akan mengakibatkan ampas melimpah keluar gilingan. namun jika tekanannya melebihi tekanan optimum 2600 psi – 3000 psi maka hidrolik akan pecah. Sebaliknya. Pada perlakuan awal dalam mencacah tebu dengan kapasitas tinggi maka diperlukan pisau tebu yang dapat dioperasikan pada kecepatan tinggi. Menggiling cacahan tebu. Jumlah penampung nira pada stasiun ini sebanyak 4 buah. Bila terjadi slip maka ampas yang akan digiling bertumpuk di muka roll gilingan sehingga terjadi slip.

Air imbibisi dingin merupakan air imbibisi yang berasal dari air sungai yang sudah dijernihkan dan bertemperatur 30 derajat Celcius. Keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan air imbibisi panas pada proses penggilingan adalah : . Nira yang dihasilkan gilingan IV ditampung pada penampung C dan dialirkan menuju gilingan III sebagai nira imbibisi. maka diperoleh 10 kali pemerahan. Pemerahan pertama dilakukan top roll (roll atas) dan voor roll (roll depan). III. Selama proses penggilingan tersebut masih tetap dapat terjadi kehilangan gula atau sakarosa. Ampas akhir diharapkan mengandung kadar gula serendah mungkin karena apabila hal itu tercapai berarti proses pemerahan berjalan dengan baik. Pada tiap unit gilingan terjadi dua kali pemerahan nira. Tujuan pemberian imbibisi adalah untuk melarutkan kandungan gula (sukrosa) yang masih tertinggal dalam ampas secara maksimal tanpa memberatkan pada proses selanjutnya. kemudian makin ke belakang makin sedikit nira yang dihasilkan. Nira hasil perahan gilingan I dan II dicampur pada penampung A dan campuran ini disebut nira mentah. banyaknya kebocoran pada talang nira. Ampas tebu dari gilingan IV dengan kekeringan 50% digiling oleh gilingan V dan ditambahkan air imbibisi dengan temperatur 70 . Air Imbibisi Pemberian air maupun campuran nira pada ampas yang akan masuk gilingan II.nira imbibisi dari gilingan V. Pemerahan kedua dilakukan top roll dan achter roll (roll belakang).80 derajat Celcius. Karena digunakan lima unit gilingan. yaitu imbibisi panas dan imbibisi dingin. Nira yang dihasilkan gilingan V ditampung pada penampung D dan dialirkan sebagai nira imbibisi menuju gilingan IV. adanya sudut-sudut mati pada peti nira yang mengakibatkan berkurangnya sirkulasi.80derajat celcius yang dipompa dari stasiun penguapan. triple compound. yaitu:   Imbibisi tunggal Pemberian air imbibisi dilakukan hanya pada ampas yang akan masuk pada unit gilingan terakhir. Dalam penggunaan air imbibisi ada dua macam air imbibisi. Kehilangan gula ini kemungkinan disebabkan oleh :        masih adanya gula yang tidak dapat diperah dan tertinggal di dalam ampas. Imbibisi ganda ini ada yang berupa double compound. ataupun quadruple compound imbibisi. tekanan hidrolik yang rendah pada tiap gilingan mantel dari rol gilingan banyak yang pecah atau rompal sehingga nira tidak bisa terperah dengan baik. Ampas dapat dipergunakan sebagai bahan bakar ketel uap dimana uapnya digunakan untuk menggerakkan turbin gilingan. Ada dua sistem pemberian imbibisi. Hasil pemerahan gilingan I merupakan yang terbanyak. aktivitas mikroorganisme Leuconostoc kurangnya air imbibisi. Ampas dari gilingan V dengan kekeringan 50% dibawa ke baggase silo separator melalui belt conveyor. Ampas halus dihembuskan ke mud mixer dengan menggunakan blower. IV. Air imbibisi panas merupakan air imbibisi yang dipompakan ke gilingan V dengan suhu sekitar 70 . Imbibisi ganda Pemberian air imbibisi ditujukan pada lebih dari satu unit gilingan. dan V disebut imbibisi.

sistem tanam. berarti tebu yang akan di giling harus bersih dari kotoran. Bersih. kebutuhan air panas (energi) lebih besar. berarti tebu yang akan di giling harus memiliki kandungan gula ( rendemen ) yang mencukupi. Sementara kerugian dari penggunaan air imbibisi panas adalah:   proses pelarutan gula dalam ampas kurang sempurna. iklim dan tingkat kemasakan pada saat tebang. tingkat kebersihan dan potensi kandungan gula ( rendemen ) di dalamnya.  larutan glukosa yang dapat diperah menjadi lebih banyak karena dapat lebih membuka pori-pori pada ampas. Sedang dari segi kuantitas. tebu ( cane ) yang baik adalah secara umum memenuhi 3 persyaratan. tidak menyulitkan proses penggilingan karena jika temperatur tinggi dapat menyebabkan slip. antara lain : 1. mikroorganisme pengganggu masih aktif.14. Besarnya kandungan gula dipengaruhi oleh varietas. Keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan air imbibisi dingin pada proses penggilingan adalah :   tidak melarutkan zat-zat pengotor nira sehingga memudahkan proses pemurnian. dilihat jumlahnya dengan ditimbang yang akhirnya menentukan jumlah gula yang akan dihasilkan. Sementara kerugian dari penggunaan air imbibisi panas adalah:    melarutkan zat-zat bergetah lilin (pektin) sehingga hasil perahan menjadi kurang bagus. dapat menghambat aktivitas dan membunuh mikroorganisme perusak nira. daun atau akar yang terikut pada saat tebang. Diposkan oleh Ratmanto di 02:48 2 komentar Link ke posting ini 8. . Kualitas meliputi kondisi fisik tebu. pengoperasian dan pengontrolan lebih sulit karena adanya penguapan. tebu ( cane ) yang akan di giling dipersiapkan. Dari segi kualitas. baik itu kualitas maupun kuantitasnya. baik itu kotoran berupa tanah.2008 TEBU MASUK PABRIK GULA Tahap Persiapan Bahan Pada tahap ini. 2. Manis.

mulai dari SWL ( Safe Working Load ) 10 hingga 25 ton. Segar. OHC ( Over Head Crane ). Cane table. Cane leveller yang berfungsi mengatur jumlah tebu yang masuk ke conveyor. kandungan gula dalam tebu juga semakin menurun.3. antara lain MRC ( Mono Rail Crane ). Transfer / lifter machine. . berfungsi untuk transfer tebu dari kendaraan pengangkutnya ( truck atau lori ). Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan putar yang diinginkan. antara lain :   Rantai penggerak yang berfungsi mentransfer tebu menuju conveyor. berarti waktu yang diperlukan dari mulai tebu ditebang. truck dumper. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik ( variable speed electric motor ) yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan transfer yang diinginkan. Sedangkan rantai yang dipakai adalah jenis rantai conveyor ( Conveyor chain ). Rantai penggerak. Cane Conveyor ( Cane Carrier ). Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan transfer yang diinginkan. Cane leveller yang berfungsi mengatur ketebalan tebu pada conveyor.Peralatan utama ( machine ) yang digunakan pada tahap ini dalam proses produksi gula di Pabrik Gula akan diuraikan sebagai berikut. Karena semakin lama waktunya. Sebagai alatnya ada beberapa jenis mesin yang digunakan di Pabrik Gula. berfungsi untuk transfer dan mengatur jumlah tebu yang akan di giling. Sedangkan rantai yang dipakai adalah jenis rantai conveyor ( Conveyor chain ) dengan spesial attachment. Beberapa komponen pada mesin ini.masing menyesuaikan kapasitas giling ( Mill Capasity ) dari PAbrik Gula. berfungsi untuk mentransfer tebu menuju mesin giling ( milling machine ). masuk pabrik hingga di giling harus secepat mungkin. Cane preparation. Kapasitas masing . Pada tahap ini tebu yang akan di giling dipersiapkan sehingga mempermudah proses pemisahan air tebu ( nira ) di bagian penggilingan. Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :    Slate sebagai tempat jatuhan tebu dan menggerakkannya menuju milling machine. Spesifikasi disesuaikan dengan mill capasity. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan putar yang diinginkan. berfungsi untuk menggerakkan slate. cane tipler. Spesifikasi disesuaikan dengan mill capasity.

Cane shreeder ( cane hammer / unigrator / heavy duty cane shreeder )berfungsi untuk mencacah potongan tebu menjadi serat potongan yang lebih kecil.Cane Cutter ( cane knife ). menjadi potongan yang lebih kecil berukuran 10 . tujuannya untuk memperoleh luas permukaan pemerahan yang lebih besar sehingga air tebu ( nira ) dapat semaksimal mungkin terperah di mill station. Bentuk ukuran dan jumlah disesuaikan dengan mill capasity . mata pisau ( hammer tip). berfungsi untuk memotong tebu yang masuk masih dalam bentuk batangan. Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :  Cane shreeder terdiri dari. Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :   Cane cutter ( pisau tebu ) terdiri dari. mata pisau ( cutting edge ). tangkai pisau ( disc ) dan disc holder. Kapasitas turbin uap menyesuaikan kapasitas cane cutter.15 cm. tujuannya untuk memperoleh luas permukaan pemerahan yang lebih besar sehingga air tebu ( nira ) dapat semaksimal mungkin terperah di mill station. tangkai pisau ( disc ) dan disc holder. Bentuk ukuran dan jumlah disesuaikan dengan mill capasity Cane cutter driven dalam hal ini yang sering dipakai adalah steam turbine ( turbin uap ) merupakan penggerak dari cane cutter.

energi. ketersediaan. terutama mesin dan peralatan pada stasiun giling. Kondisi proses penggilingan yang efisien ditunjukkan dengan makin banyak nira yang terekstraksi maka makin banyak pula gula pasir yang diproduksi. Kapasitas turbin uap menyesuaikan kapasitas cane cutter. tenaga kerja. Garis besar proses pembuatan gula mulai dari bahan baku tebu sampai menjadi gula kristal terdiri dari lima tahapan proses. yang erat hubungannya dengan parameter keandalan adalah faktor pemeliharaan/perawatan. yaitu : . Menurut Hajek (1988). Diposkan oleh Ratmanto di 01:34 1 komentar Link ke posting ini GULA DIOLAH BUKAN DI BUAT Dalam proses pembuatan gula membutuhkan sumber daya seperti material. Peran utama sumber daya mesin dan peralatan yaitu membantu proses produksi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas khususnya pada proses penggilingan di pabrik gula dalam mencapai target produksi. dan keefektifan. informasi serta mesin dan peralatan yang terkoordinasi. Proses produksi sangat dipengaruhi oleh sumber daya mesin dan peralatan yang berperan vital sebagai fasilitator terselenggaranya proses pengolahan. Proses penggilingan merupakan faktor terpenting dalam penentuan efisiensi proses produksi karena menunjukkan banyaknya nira dalam tebu yang terekstraksi untuk diproses menjadi gula pasir. Cane cutter driven dalam hal ini yang sering dipakai adalah steam turbine ( turbin uap ) merupakan penggerak dari cane cutter. Oleh karena itu keandalan dari mesin dan peralatan harus terjaga dengan baik. Produksi gula khususnya gula pasir pada pabrik-pabrik gula di Indonesia menggunakan tanaman tebu sebagai bahan baku.

Oleh karena itu perlu secepatnya dicari solusinya Perlu disadari bersama.2008 TANTANGAN INDUSTRI GULA Pabrik Gula akhir . para pengawal industri gula. Apakah soal harga gula.     Proses pemerahan tebu menjadi nira di bagian / Stasiun Gilingan ( Mill Station ). Proses Kristalisasi gula di Stasiun Masakan ( Boiling Station ). Kalo diibaratkan semua disiplin ilmu bisa bermanfaat. Jika ditelaah secara mendalam mungkin hal itu disebabkan oleh kita sendiri. Diposkan oleh Ratmanto di 05:35 0 komentar Link ke posting ini . gula rafinasi yang berbondongbondong membanjiri pasaran yang menyebabkan harga gula anjlok. bukan karena teknologinya melainkan hal . Proses Pemisahan kristal gula dari tetes di Stasiun Puteran ( Cetrifuge Station ) Diposkan oleh Ratmanto di 00:49 0 komentar Link ke posting ini 8. teknologi di Pabrik Gula sangat kompleks. persaingan harga dengan gula import. KArena itu patut kiranya mulai digunakan teknologi-teknologi terbaru untuk lebih memajukannya. Proses pemekatan nira encer menjadi nira jernih di Stasiun Penguapan ( Evaporation Station ). Proses pengendapan kotoran dari nira di Stasiun Pemurnian ( Purification Station ).06.akhir ini menjadi sorotan.hal lain diluar itu.

kritik. Terimakasih Diposkan oleh Ratmanto di 05:28 1 komentar Link ke posting ini Beranda http://favetech. ilmu. Aku yakin masih banyak ilmu yang bisa tertuang. Sayang memang kalo dilewatkan sia-sia . Segala komentar. Dengan demikian bersama bisa diwujudkan cita-cita bersama Indonesia berswasembada gula dan target akhir bisa bersaing dengan pabrik gula di dunia. Saya berharap sekarang dan dikemudian hari. blog ini bisa menjadi tempat dan ajang berbagi informasi.Posting Perdana Hallo Indonesia Hallo para engineer Indonesia Hallo para engineer Pabrik Gula di seluruh Indonesia Ilmu bisa dikatakan sempurna. saran.sama berbagi ilmu demi kemajuan teknologi kita. ide mengenai segala hal mengenai teknologi yang sedang dan akan dipakai di proses pengolahan gula. jika bermanfaat bagi banyak orang. bagaikan satu titik air di kubangan air di danau toba.blogspot. ide sangat saya butuhkan untuk pelengkap blog ini. Ilmu yang disimpan rapi didalam pikiran tak ubahnya seperti buku yang usang teronggok di gudang yang dilirikpun tidak.com/ ned Proses Produksi Gula Pasir Posted by volcano-distro | Label: Pengetahuan | 0 komentar . Mari kita bersama .

cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya di gunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak kemurnian. Setelah cukup murni. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air.Proses Produksi Gula Pasir Untuk pembuatan gula. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. dimasak. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. sarinya dikumpulkan dan disaring. campuran tersebut kemudian dimurnikan dengan belerang dioksida. Sesudah itu. MESIN PENGOLAH: . Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal.

maka titik didih dibuat rendah dengan tekanan hampa agar komponen nira tidak rusak. Saat penggilingan diberikan air imbibisi untuk mengurangi kehilangan gula dalam ampas. Alat penggilingan disusun seri dengan jumlah alat penggilingan 4-5 unit. akibat dari kurang sempurnanya daya perah unit gilingan.Penimbangan Penimbangan di sini dimaksudkan untuk mengetahui berat tebu yang akan digunakan dalam proses pembuatan gula. Pemurnian dengan susu kapur dilakukan dalam peti defecator (bejana yang berfungsi untuk mencampurkan susu kapur dengan nira mentah) dengan pH 10 Penguapan Tujuan penguapan adalah untuk memekatkan nira encer sehingga diperoleh nira dengan kepekatan yang diharapkan. Penggilingan Penggilingan dimaksudkan untuk mengambil nira mentah dari batang tebu dan memisahkannya dari ampas. sesampai di pabrik akan ditimbang dan dipindahkan ke lori (kereta pengangkut tebu) menuju meja tebu sebagai tempat dimulainya perlakuan pendahuluan pengolahan gula kristal. persen brix nira dari badan pertama ke badan penguapan selanjutnya akan semakin meningkat. Pemurnian Tujuan pemurnian adalah membuang sebanyak-banyaknya zat bukan gula dan mengusahakan agar kerusakan gula akibat perlakuan proses pabrikasi minimal. Bahan baku tebu yang diangkut dari kebun dengan truk. . Di dalam badan penguapan secara seri. hal ini berkaitan dengan berapa banyak gula yang dihasilkan nantinya.

Pengeringan. Gula halus dan gula kasar akan dilebur kembali. Untuk pembuatan gula. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) . Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra. Pendinginan berfungsi agar gula menjadi dingin setelah melalui proses pengeringan karena telah dilewati panas. Pengeringan dilakukan dalam tabung getar. Selanjutnya gula produk dibawa ke gudang yang memenuhi syarat untuk disimpan dan didistribusikan ke konsumen. Tanaman ini termasuk jenis rumput-rumputan. Saat pemutaran sesekali diberikan air siraman untuk mempermudah pemisahan kristal gula dengan larutannya ). gula kasar dan gula produk. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. Setelah dingin dan kering.blogspot. Andry · Labels: Serba-serbi Tebu (bahasa Inggris: sugar cane) adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. di mana gula akan melompat-lompat sehingga mempercepat pengeringan karena seluruh kristal terkena hembusan udara panas dari pengering gula. Gula produk ditimbang dengan timbangan curah dengan skala yang sudah diatur untuk berat bersihnya dan langsung masuk ke karung dan dijahit secara otomatis.html Tentang tanaman tebu Wednesday.com/2010/05/proses-produksi-gula-pasir-untuk. Pemutaran Pemutaran berfungsi untuk memisahkan kristal dengan larutannya (stroop) menggunakan proses sentrifugasi dalam saringan sehingga massa akan terlempar. May 19.Pengkristalan Pengkristalan bertujuan untuk memisahkan sakarosa dari larutannya dengan cara mengkristalkan molekul-molekul sakarosa dalam pan kristalisasi dan diusahakan hasil kristalisasi yang memenuhi syarat yang dikehendaki. gula disaring untuk memisahkan antara gula halus. 2010 by Mr. Pengemasan Pengemasan berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap produk dari segala macam kerusakan yang terjadi baik untuk produk pangan maupun produk non pangan. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Fungsi dari penyaringan ini supaya didapatkan bentuk gula yang diinginkan. http://markerinfo. Pendinginan gula dikerjakan dengan menghembuskan udara dingin sampai suhu gula sama dengan suhu gudang. sedangkan gula produk ditimbang dan dikemas. Pendinginan dan Penyaringan Fungsi dari pengeringan ini adalah untuk menguapkan kadar air pada bahan sehingga memudahkan proses selanjutnya.

Sesudah itu. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. dimasak. 3. Tebu (Sacharum officinarum) adalah termasuk keluarga Graminae atau rumput-rumputan dan berkembang biak di daerah beriklim udara sedang sampai panas.di pabrik gula. India adalah terbesar kedua produsen gula sedangkan penghasil terbesarnya adalah Brasil. Tebu yang tumbuh di lebih dari 200 negara. Di negera Negara Karibia tebu diolah menjadi Falernum dan dipergunakan sebagai bahan campuran cocktail. Meredakan Jantung Berdebar Bahan: 3 genggam akar tebu hitam.html . Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.blogspot. Tebu cocok pada yang mempunyai ketinggian tanah 1 sampai 1300 meter di atas permukaan laut. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. Cara membuat: diperas untuk diambil airnya Cara menggunakan: diminum. Sakit Panas Bahan: tebu hitam secukupnya. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. Cara membuat: dicuci dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. kemudian dikupas dan diperas untuk diambil aimya. Cara menggunakan: dibakar. 2.com/2010/05/tentang-tanaman-tebu. Batuk Bahan: 3-5 ruas tebu hitarn. Manfaat tebu : 1. http://mr-andry. Cara membuat: disesap dan diminum aimya. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal.

Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . penguapan. pembersihan kotoran. dinamakan bagasse. proses ektrasi. Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. afinasi. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. 15% gula dan serat residu. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Proses ini dinamakan . semuanya bercampur di dalam gula. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. karbonasi. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. kritalisasi. penghilangan warna. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. yang mengandung 1 hingga 2% gula. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan.PROSES PEMBUATAN GULA PASIR (KRISTAL) DARI TEBU Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler.

Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Olah karena itu. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Sekali kristal terbentuk. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan.liming. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Pendidihan/ KristalisasiPada tahap akhir pengolahan. . Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Evaporasi dalam ‘evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. Sayangnya. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. dan hasilnya berupa cairan yang manis. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%.

Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . partikelpartikel halus. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi . karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisikondisi reaksi. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang.Sebagai tambahan. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. t eknik yang lain berupa fosfatasi. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”.5%. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Campuran hasil (‘magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Selain karbonatasi. Setelah proses ini dilakukan.

tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks, dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula, keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon, GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”, sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.

http://mialkhoiriyah.blogspot.com/2011/01/proses-pembuatan-gula-pasir-kristal.html

PROSES KRISTALISASI GULA
Posted on Mei 8, 2010 by Syamsul Amarudin

Very Poor

Salah satu langkah dalam proses pembuatan gula adalah kristalisasi. Proses kristalisasii merupakan salah satu pekerjaan proses agar mendapatkan bahan murni yang berupa gula kristal yang berwarna putih, berbentuk padat, sehingga gula dapat terpisah dari larutan induknya dalam bentuk kristal. Sebagai hasil dari proses kristalisasi tersebut dihasilkan suatu magma yang terdiri atas larutan induk dan kristal gula. Campuran dari larutan induk dan kristal tersebut biasanya disebut masakan atau dalam bahasa Perancis disebut “massecuite”, yang berarti massa, dan cuite berarti diproses atau dimasak. Proses kristalisasi terjadi di dalam suatu pan masak, yang proses kerjanya dilakukan pada suasana atau kondisi vakum (hampa udara). Disamping itu, proses kristalisasi dilakukan secara single efek (badan tunggal), jadi berbeda dengan kegiatan dalam pan penguapan yang dilakukan secara multiple effect (badan rangkap, > 1 badan). Proses kristalisasi dilakukan pada kondisi vakum untuk mencegah kerusakan dari nira. Bahan Dasar Proses Kristalisasi Dalam proses pembuatan gula, yang dimulai dari pemerahan tebu menghasilkan nira mentah, kemudian dengan pemurnian untuk menghilangkan kotoran dan penguapan untuk menguapkan air maka akan diperoleh nira kental. Nira kental ini adalah bahan baku utama dalam proses

kristalisasi. Dari rangkaian proses sebelumnya nira masih mengandung kotoran dan kadar air. Di proses kristalisasi ini kadar kotoran dan air yang ada dalam nira akan dihilangkan. Di nira kental masih terkandung kotoran sebesar 15 – 20 % zat terlarut, sedangkan kadar airnya 35 – 40 % (memiliki brix 60 – 65). Nira kental sebagian besar mempunyai brix sebesar 60 – 65 % dengan tujuan supaya larutan tersebut mendekati konsentrasi jenuhnya. Faktor – Faktor yang Berpengaruh Terhadap Proses Kristalisasi Pelbagai faktor yang dipandang dapat mempengaruhi proses pemasakan atau proses kristalisasi, a.l. suhu, vakum, proses penguapan sebelumya, kerataan kristal, kadungan kotoran dalam larutan, viskositas larutan dan pencampuran atau sirkulasi larutan. Langkah-langkah proses kristalisasi adalah sebagai berikut :

a. Menarik larutan dan pemekatan

Bahan dasar yang akan dikristalkan dipanaskan sampai mendekati suhu masak, selanjutnya pemekatan dimulai. Dengan demikian koefisien kejenuhannya berangsurangsur meningkat. Pada keadaan lewat jenuh akan terbentuk suatu pola kristal sukrosa. Proses kristalisasi dijaga pada suhu rendah karena molekul sukrosa akan mudah rusak pada suhu tinggi, oleh karena itu digunakan vakum. Pemekatan tidak boleh melewati daerah metastabil, karena akan terjadi inti baru berupa kristal-kristal halus. b. Membuat bibitan v Pembuatan bibit dengan cara serentak (spontan) - Larutan diuapkan sampai berada pada daerah goyah (A) - Bila akan mulai memasak larutan dialihkan ke daerah metastabil dengan menaikkan suhu. (B) - Apabila kristal yang terbentuk kurang maka larutan diarahkan ke daerah goyah lagi (C) - Bila inti kristal telah cukup maka ditarik bahan masak lagi, kemudian menurunkan vakum agar kembali ke daearah metastabil. (D) v Pembuatan bibit dengan cara kejutan (shock seeding) - Larutan gula dikentalkan sampai daerah intermediate kemudian dimasukkan gula halus. - Bila kristal telah terbentuk dan terlihat besar kristal merata maka dikembalikan lagi ke daerah metastabil. v Pembuatan bibit dengan cara pemberian inti penuh (full seeding) Pada cara ini dengan menggunakan bibit (seeding) yang sudah jadi dan dimasukkan pada daearah metastabil. Untuk bahan bibitan sistem ini bisa menggunakan fondan atau FCS (Fine Crystal Seed). b. Membesarkan Inti Kristal. Pada langkah pembesaran kristal diusahakan untuk menempelkan sebanyak mungkin molekul sukrosa pada kristal yang telah jadi dalam waktu yang singkat. c. Merapatkan Inti Kristal

tetapi masakan harus banyak mengandung pasir. Pada dasarnya masakan boleh diakhiri dan diturunkan kedalampalung pendingin apabila : . kota Sidoarjo.Brix masakan sudah tinggi.Dalam proses awal inilah seharusnya para petani sdh mensortir kualitas tebu yang dikirim ke pabrik antara lain : bersih dari daun daun dan akar akar tebu . Dan perlu dimengerti bahwa tuanya masakan bukan hanya karena hampir habis airnya. Indonesia itu merupakan salah satu pabrik gula milik PT Perkebunan Nusantara X. Sumber : http://www. kalau ditekan dengan jari terasa pasir. biasanya terpaksa diencerkan atau di cuci.risvank. tidak terasa ngayiyat (tidak seperti berlendir tidak licin).wordpress. Tanda-tandanya adalah masakan harus poro. Akibatnya masakan lalu sukar diputar.Apabila pembesaran dirasa telah cukup dengan kristal yang kuat. d. Menurunkan masakan Masakan yang sudah tua akan diturunkan kedalam palung pendingin.Karena itu masakan sewaktu turun harus dalam keadaan tua karena banyak mengandung pasir keras. sehingga strop yang diperoleh banyak. artinya masakan sudah tua. sedang gula pasirnya menjadi berkurang. Jika masakan sukar diputar. propinsi Jawa Timur. tidak mudah menjadi gepeng dan keras. Tujuannya adalah supaya jarak antara kristal yang satu dengan yang lain berdekatan sehingga kecepatan kristalisasi tidak berkurang.com/ http://sweetcandyind. Jika tidak banyak pasirnya maka sewaktu masakan tadi berada di dalam palung pendingin (trog). atau disingkat PG Toelangan (ejaan jaman dahulu kala) berdiri pada tahun 1850. Fungsi palung pendingin adalah untuk mendinginkan masakan dan juga untuk kristalisasi lanjut. maka selanjutnya adalah merapatkan inti kristal. Untuk masakan D kecuali tanda-tanda tersebut.saya mendapatkan momen istimewa untuk bisa masuk ke dalam pabrik gula Toelangan. Om Pri menawarkan pada kami untuk melihat proses mulai dari bahan baku tebu yang disetor para petani sampai menjadi gula. kalau dilemparkan ( ke dinding pan misalnya).com/2010/05/08/proses-kristalisasi-gula/ Libur Asyik Berkunjung PG Toelangan 06Jul2010 Posted by Cempluk at 7/06/2010 10:10:00 AM Labels: wisata Pabrik gula Tulangan. Hari minggu yang lalu (4/7/2010). . PG Toelangan berada di kecamatan tulangan. kemungkinan sangat besar akan rusak atau menjadi kotor.

bahkan demonstrasi terjadi dari para pegawai sendiri yang menuntut kenaikan gaji.juga pengaruh rasa gula dan proses penghancuran batang tebu jadi terhambat. . bahwa di PG Toelangan merupakan pabrik gula paling tradisional dari seluruh pabrik gula yang ada di Jawa Timur. Hampir setiap saat. Proses secara sederhananya seperti ini : dimulai dari memasukkan bahan baku. demonstrasi petani tebu yang mengeluhkan rendahnya daya beli bahan baku dari PG Toelangan selalu ada di kantor PG Toelangan.. Seluruh rangkaian proses mengolah tebu menjadi gula pasir pada mesin . gumamku. Berdasarkan penuturan om Pri. dan 1928.batang tidak termasuk pucuk tebu yang berwarna hijau daun karena batang ini tidak berasa manis. Selepas memilah air tebu maka dilakukan pengadukan pada bak penampung besar. maka seluruh rangkaian pengolahan menjadi bermasalah pula. "Hmm. Sebaiknya petani menjadi sumber pertama yang mensortir mutu batang tebu sebelum dikirim ke pabrik. Proses pengolahan tebu menjadi gula pasir membutuhkan alur proses yang panjang. Pengecekan kekristalan gula juga dilakukan oleh pegawai.hati oleh para pegawai yang bertugas. Permasalahan tidak hanya proses yang berhubungan dengan mesin dan pegawai yang bekerja pada PG Toelangan. Perlu diketahui juga bahwa PG Toelangan adalah pabrik yang bergerak dalam bidang jasa. Apabila terdapat satu proses saja yang bermasalah. sehingga proses pemilahan air tebu memerlukan beberapa tahapan proses lagi. Input berupa bahan baku berasal dari para petani dan output berupa gula pasir nantinya akan diambil dan dijual oleh para investor.mesin di PG Toelangan masih menggunakan mesin buatan negeri Belanda tahun 1919.. kemudian dilakukan proses pembersihan lagi. dimana pada proses ini juga dimasukkan beberapa zat kimia tak berbahaya untuk bisa menghasilkan gula pasir berkualitas. masih terdapat kotoran berupa tanah dan bagian tanaman tebu yang melekat. dimana pendapatan perusahaan yang diterima berasal dari pemrosesan mesin bukan berasal dari pembuatan produk. 1940. yakni tebu ke dalam mesin pembersihan dan pemotongan tebu. Sedangkan PG Toelangan memperoleh pembayaran jasa pemrosesan dari penjualan tersebut. Pada proses pemerasan tebu tidak serta merta mengeluarkan air tebu murni. Bahkan bangunan pun masih asli arsitektur negeri Belanda. dan membutuhkan pengawasan hati . Selain akan mempengaruhi warna cairan gula.kokoh sekali yah buatan dari Belanda ini".

http://andibagus.com/2010/07/libur-asyik-berkunjung-pg-toelangan. Jadi.blogspot.rekan pembaca budiman meluangkan waktu bersama keluarga/sahabat tuk mengunjungi PG Toelangan.html . tak ada salahnya bila rekan . salah satunya di PG Toelangan ini kawan.Liburan sekolah akan bernilai positif dan bermanfaat bila digunakan untuk berekreasi sembari belajar.

masing-masing set terdiri dari 3 silinder baja dengan diameter ± 1 meter.Potongan tebu yang sudah kecil tersebut di masukkan ke Gilingan(umumnya tersusun dalam 4 set gilingan. setelah sampai di alat ini tebu dipotong dan dihancurkan menjadi potongan kecil-kecil. 19 Juli 2010 INDUSTRI GULA TEBU INDUSTRI GULA DARI TEBU Diagram alir proses pengolahan gula dari tebu Penjelasan proses : I.Tebu Dari meja tebu dipindahkan Cane Cutter (Pemotong tebu).Proses dimulai dari gambar kanan atas (truck pengangkut tebu).Gilingan III ampas II (ditambahkan air imbibisi) diperas menghasilkan nira III dan ampas III d.Senin.STASIUN PENGGILAN 1. peralatan yang Sejenis dengan Cane Cutter adalah Unigrator . biasanya ampas ini digunakan sebagai bahan bakar boiler/ketel atau dijual ke pabrik kertas sebagai bahan baku kertas) Perjalanan nira : a.Gilingan II ampas I diperas menghasilkan nira II dan ampas II (ampas I pada umumnya ditambahkan air imbibisi berupa air panas yang berfungsi untuk membantu pelarutan gula yang ada dalam ampas ) c. Potongan tebu dari Cane Cutter di masukan ke : a. 3.Gilingan I potongan tebu diperas menghasilkan nira I dan ampas I b.Peti nira mentah: •Nira I dan nira II di campur tangki (Peti nira mentah) •Dihilangkan kotoran kasar seperti pasir (penyaring pasir) •dilakukan penimbangan untuk mengendalikan kapasitas produksi •ditampnung dalam bak nira mentah sebagai nira mentah b.Pompa : •Nira mentah dipompa ke Pan Pemanasan .Gilingan IV ampas III (ditambahkan air imbibisi) diperas menghasilkan nira IV dan ampas IV karena kadar gula sudah kecil. tebu dari Truck pengangkut di pindahkan ke meja tebu 2.

b. 2. nira bersih ini langsung diteruskan ke stasiun penguapan 7. nira diteruskan ke Pan pemanas II untuk mendapatkan suhu yang lebih tinggi. untuk membantu pembentukan Kristal yang sempurna dibantu dengan pendinginan menggunakan palung pendingin IV.STASIUN PENGUAPAN Nira bersih (dari door Clarifier dan Rotary Vacum filter) mengalami prose sebagai berikut: a. Proses yang dialami dapat ditampilkan sebagai berikut : 1.Bagian yang bersih berada di bagian atas. selanjut endapan / gumpalan ini (nira kotor) di teruskan ke Rotary Vacum Filter.Bagian endapan (gumpalan ) akan turun ke dasar Door Clarifier. dilanjutkan ke stasiun penguapan III.II. SO3 dalam sulfitator(PH = 7. 3. defikator.Door Clarifier Kotoran nira yang masuk dalam door Clarifier membentuk gumpalan besar yang turun ke dasar door clarifier yang mulai terpisah dari nira bersih.Blotong. nira diteruskan sulfitator. H2O)dimasukkan ke defikator(PH =9.Pan Pemanas I Nira mentah dari stasiun gilingan dipanaskan pada suhu 70oC.Sulfitator Nira dari defikator di reaksikan dengan SO2.Pan pemanas II Nira pada Pan Pemanas II dipanaskan sampai 100-105oC.2). 6. untuk mengendapkan kotoran-kotoran yang dapat mengendap dengan dalam sulfat dan sulfit.0-7. expander mencampur flokulan dan nira serta menyebarkannya ke door Clarifier. expander. untuk mengendapkan kotoran-kotoran dalam nira yang dapat membentuk endapan dengan Ca++ dan CO3-2 .nira bersih.Defikator Nira yang sudah dipanaskan + susu kapur (CaCO3.sulfitator. di endapan padat yang kadang masih dimanfaatkan petani sebagai pupuk b. rotary vacuum filter dan lain lain.5). door Clarifier. karena perbedaan berat jenis dan gravitasi terjadi pemisahan campuran: a.Pan Penguapan dipekatkan /diuapkan airnya di Pan Penguapan (evaporator bertingkat ) yang dioperasikan pada kondisi vakum sampai nira hampir jenuh atau sering disebut nirkental.STASIUN PEMURNIAN Pada stasiun pemurnian nira mengalami proses melewati alat –alat seperti Pan Pemanas.Expander Pada expander ini nira ditambahkan flokulan untuk memperbesar endapan kotoran yang sudah bentuk. nira dipompa ke atas sampai ke expander 5.Rotary vacuum filter (DSM screen) Nira kotor dari door Clarifier di saring menghasilkan : a.Pan Masak Nira kental dari pan penguapan dilanjutkan ke Pan masak (kristalisator) yang juga beroprasi dan kondidisi vakum sampai terjadi kristal . b. dilanjutkan proses pemurnian.STASIUN PUTERAN (Centrifuge) . 4.

kecap dan lain-lain) pengeringan b. Kamis (8/10). Kabupaten Rembang. alcohol .antarafoto.Pada bagian akhir dari pengolahan gula ini terdiri dari beberapa tahap meliputi a. Centrifugasi dapat diguanakan yang otomatis maupun yang manual. di Pabrik Gula Mini Pamotan. Rekotomo/pd/09 http://www. setelah gula kering siap dikemas dan dipasarkan Diposkan oleh Sugianto di Senin. FOTO ANTARA/R.Pengepakan. 2010 Label: CHEMICAL TECHNOLOGY http://sugianto-industri.Pengeringan. namun sering kali dijumpai masih digunakan gabungan keduanya.blogspot. Pabrik gula yang saat ini telah menggunakan mesin dan teknologi dalam negeri sebesar 75 persen itu mampu memproduksi gula pasir sebanyak 3 ton per hari. 8/10 . Sejumlah pekerja melakukan proses pengolahan gula.PRODUKSI GULA.html REMBANG. Pamotan. di Desa Bangunrejo. untuk menjaga kualias gula sangat diperlukan proses pengeringan ini .com/peristiwa/v1255008505/produksi-gula Gula . Jateng.com/2010/07/industri-gula-tebu. Juli 19.Centrifugasi. Kristal gula dilanjutkan ke proses berikutnya sedangkan tetes yang dihasilkan masih laku untuk dijual sebagai bahan baku MSG (mono sodium glutamate. memisahkan Kristal gula dan tetes. pada umumnya untuk pengeringan gula dari tebu ini menggunakan talang goyang c.

ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. seperti umbi dahlia. bit gula. anggir. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun . terdapat sumber-sumber gula minor lainnya. Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama.3 Gula bit 4 Rujukan 5 Lihat pula 6 Pranala luar [sunting] Gula sebagai komoditi Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu.2 Gula tebu o 3. Untuk pengertian lainnya. Meskipun demikian.1 Gula merah o 3. Sumber-sumber pemanis lain. seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam). silakan lihat Gula (disambiguasi). atau jagung. menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. Artikel ini berhubungan dengan gula sebagai makanan dan komoditi perdagangan. Daftar isi 1 Gula sebagai komoditi 2 Sejarah singkat pergulaan di Indonesia 3 Macam-macam gula o 3.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Gula sederhana. cari Kristal Gula yang sudah dimurnikan. atau aren. seperti kelapa.

dari sukrosa. dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun[1]. namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. dengan 93 pabrik dan prduksi 1. Dengan mengkombinasikannya dengan pemanis buatan pembuat minuman dapat memproduksi barang dengan harga yang sangat murah. pertama di sekitar Batavia. tersisa 30 pabrik aktif. Amerika Serikat menetapkan harga gula tinggi untuk mendukung pembuatnya. Jepang utara. Pada tahun 1957 semua . Brazil. Subsidi-subsidi tersebut dan pajak impor yang tinggi membuat negara lain susah untuk mengekspor ke negara negara UE. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan). [sunting] Sejarah singkat pergulaan di Indonesia Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau. Eropa Barat Laut dan Timur. gula bit diproduksi di tempat dengan iklim yang lebih sejuk. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto. hal ini mempunyai efek samping namun. dan Thailand.5 juta ton. penawaran. lalu berkembang ke arah timur. Bit yang telah dipanen dapat disimpan untuk di proses lebih lanjut. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun. banyak para konsumen beralih ke sirup jagung (pembuat minuman) atau pindah dari negara itu (pembuat permen) Pasar gula juga diserang oleh harga sirup glukosa yang murah. Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara. Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an. terutama di bagian timur. dan negara-negara Asia Timur. Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia. Peraturan pertanian di EU menetapkan kuota maksimum produksi dari setiap anggota sesuai dengan permintaan. Pengimpor gula terbesar adalah Uni Eropa. sisanya adalah gula "kuota c" yang dijual pada harga pasar tanpa subsidi. Seusai Perang Dunia II. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an. atau bersaing dengannya di pasar dunia. negara-negara Karibia. dan harga. Sebagian dari gula ini adalah gula "kuota" dari industry levies. serta cairan batang tebu. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik. Lain halnya dengan bit. Sirup tersebut di produksi dari jagung (maizena). dan beberapa daerah di Amerika Serikat. musim penumbuhan bit berakhir pada pemanenannya di bulan September. Lamanya pemanen dan pemrosesan dipengaruhi dari ketersediaan tumbuhan. Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17. Pemanenan dan pemrosesan berlanjut sampai Maret di beberapa kasus. namum bit yang membeku tidak bisa lagi diproses. dan cuaca.

Pertama tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. campuran tersebut kemudian diputihkan dengan belerang dioksida. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya menggunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidakkemurnian. aren. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula. Setelah penyaringan campuran yang terbentuk lalu dididihkan hingga kandungan air yang tersisa hanya tinggal 30% saja. Pemurnian kemudian ditangani dengan menambahkan larutan kalsium oksida dan karbon dioksida. dan siwalan. sarinya dikumpulkan dan disaring. Gula batu adalah gula tebu yang tidak melalui tahap kristalisasi. [sunting] Macam-macam gula [sunting] Gula merah Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gula merah Gula merah atau gula Jawa biasanya diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira.pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini. 63/2003 tentang Dewan Gula Indonesia)[3]. Gula merah yang dipasarkan dalam bentuk bubuk curah disebut sebagai gula semut. Macetnya riset pergulaan. yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma. Setelah cukup murni. Gula kemudian diekstraksi dengan kristalisasi terkontrol. serta kurangnya investor untuk pembukaan lahan tebu di luar Jawa menjadi penyebab sulitnya swasembada gula[1]. Kristal gula pertama tama dipisahkan dengan mesin sentrifugal . Gula kotak/blok adalah gula kristal lembut yang dipres dalam bentuk dadu. seperti kelapa. tingginya tingkat konsumsi (termasuk untuk industri minuman ringan). pabrik-pabrik gula di Jawa yang ketinggalan teknologi. Gula mentah (raw sugar) adalah gula kristal yang dibuat tanpa melalui proses pemutihan dengan belerang. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. [sunting] Gula tebu Gula tebu kebanyakan dipasarkan dalam bentuk gula kristal curah. Target ini kemudian diundur terus-menerus[2]. Warnanya agak kecoklatan karena masih mengandung molase. [sunting] Gula bit Setelah dicuci. Pada tahun 2002 dicanangkan target Swasembada Gula 2007[2]. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. Untuk mendukungnya dibentuk Dewan Gula Indonesia pada tahun 2003 (berdasarkan Kepres RI no. bit kemudian di potong potong dan gulanya kemudian di ekstraksi dengan air panas pada sebuah diffuse.

Stasiun Puteran 9. termasuk pengendalian dan pengawasan prosesnya. namun tetap merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan sehingga harus dipahami berbagai aspek operasionalnya. Kehilangan gula selama proses pengolahan baik secara chemis. listrik. Tingkat kerusakan peralatan yang berpengaruh pada biaya pemeliharaan disamping hal tersebut juga berimbas pada proses pembuatan gula pasir Pabrik gula di lingkungan PT PG Rajawali I menggunakan sistem proses sulfitasi untuk mengolah gula. makin banyak kandungan serat dalam 3. c. Kapasitas giling yang sesuai dengan design capacity. http://id. baik brix dalam batang tebu maupun varitas tebu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi biaya pengolahan tebu. blotong dan tetes. Stasiun Gilingan 5. abu boiler dan lain-lain. Secara umum proses produksi di pabrik gula dibagi menjadi : 1.wikipedia. Ampas yang tersisa (dimana sudah tidak bisa lagi diambil gula darinya) digunakan untuk makanan ternak dan dengan itu terbentuklah gula putih yang kemudian disaring ke dalam tingkat kualitas tertentu untuk kemudian dijual.org/wiki/Gula Proses Produksi Gula Tebu adalah bahan baku utama untuk proses produksi di pabrik gula yang akan menghasilkan produk utama yaitu Gula Kristal Putih (GKP) dan tetes. sehingga jumlah hari giling sesuai dengan rencana. mekanis maupun kehilangan tak diketahui seperti pada ampas. Biaya penggunaan utilitas seperti uap air. Proses Pembuatan Gula Putih Pabrik Gula Mini Berbahan baku tebu Teknologi Masakan hampa 1 DESKRIPSI PROSES PROSES PEMBUATAN GULA TEBU Flow Proses BAGAN ALIR PROSES PGM tebu INTEGRATE ETHANOL TEBU PEMERAHAN PROSES AMPAS NIRA INPUT/OUTPUT PEMURNIAN PRODUK BLOTONG NIRA JERNIH lumayan PENGUAPAN dapat gula bisa AIR SYRUP sampai 7.5 KG 61. Stasiun Penguapan 7. air dan udara bertekanan harus sesuai kebutuhan d.php?option=com_content&task=view&id=42&Itemid=1 PROSES GULA DI PABRIK GULA MINI . Stasiun Listrik / Sentral 4. Kadar Air dan Pol pada suhu 20o C.dan cairan yang tersisa digunakan untuk tambahan pada proses kristalisasi selanjutnya. 2. Stasiun Pemurnian 6. Sedangkan faktor yang menentukan mutu gula adalah kondisi dan mutu tebu yang akan diolah. b. Stasiun Penyelesaian dan Pengemasan 10.Document Transcript 1. Emplasement 2. Stasiun Masakan 8.pgrajawali1. Parameter yang digunakan untuk menunjukkan mutu gula antara lain : NIlai Remisi Direduksi (NRD).75KG GULA CETAK PENGENTAL STROOP A GULA PUTIH MC APP 10% HAMPA BX>80 POL>97 eff 90% Catatan: Dari gambaran diatas terlihat bahwa rendemen ditentukan oleh kwalitas bahan olah/kwalitas tebu. . http://www.6 KG 61.id/index. Disamping itu proses pengolahan tebu ini juga memproduksi ampas tebu.co.000 KG TEBU BX>20 EXTRAKSI 650 KG 350 KG NIRA KASAR AMPAS BX>20 MC > 50% PEMURNIAN 30 KG 620 KG BLOTONG NIRA JERNIH MC > 60% BX>20 PENGENTAL HAMPA 414 KG 206 KG AIR DIUAPKAN SYRUP KENTAL BX 0 BX> 60 MASAKAN & KRISTALISASI 130 KG MASSECUITE BX>90 PEMISAHAN 54. Besar Jenis Butir (BJB).5 ton ditambah ethanol 1000 liter MASAKAN A AIR CUITE A KRISTALISER A PEMISAHAN SYRUP A GULA A MASAKAN D AIR CUITE D KRISTALISER D ETHANOL PEMISAHAN GAS CO2 ETHANOL PLAN TETES GULA D VINASE 2 Illustrasi neraca masa 1. Unit Pengolah Limbah (UPL) Masing-masing stasiun atau unit ini mempunyai fungsi dan tugas tersendiri. selain itu juga menghasilkan limbah yang bisa dimanfaatkan seperti blotong. Stasiun Ketel (Boiler) 3. Warna Icumsa (IU). diantaranya adalah : a.

Peralatan module pemurnian No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Reaksi tank c/w reagen tank 3 unit @ 200 liter 2 Juice heater ½ unit @ 10 m2 HS 3 Continous Settling tank ½ unit 4 Clear Juice Tank ½ unit @ 2. biarkan nira mengalir dari tangki pengaduk pertama kedua dan ketiga. 7. 6. selanjutnya tebu dihampar diatas meja tebu. dosing pump dan tangki pengendapan 6 Nira jernih dan Filter press.20 ppm. Apabila telah siap hidupkan pompa nira kasar dan panaskan nira kasar sampai temperature yang di inginkan. Peralatan module Penguapan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pesawat penguap hampa 1-2-3 unit @ 30/35 m2 HS 2 Tangki syrup hampa 1 unit 200400 liter 3 Syrup pump 1 unit 1000 liter Syrup hasil penguapan selanjutnya diproses sesuai dengan produk akhir . lapaorkan kepada supervisor atau manager apakah sudah cukup atau perlu di stel ulang. apabila telah dicapai kepekatan yang cukup yang disebut syrup. untuk diuapkan sampai dicapai kepekatan antara 55-60 Brix. selanjutnya nira dinetralkan dengan susu kapur sampai pH sedikit diatas netral (pH 6. filtrat dialirkan ke clear juice tank sedangkan cake (blotong) ditampung ditempat penampungan blotong. ambil contoh dari tangki pengaduk ketiga dan amati apakah sudah sesuai dengan keinginan. larutan flokulan dengan konsentrasi . Peralatan module Extraksi No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Horizontal conveyor 1 unit 8/10 meter 2 Crusher mill 1 unit 5 ton tebu/jam 3 Three Roll Mill 2/3 unit @ 2.pH adjuster dan dosing pump.Pemeriksaan sebelum operasi. 5 Module Pemurnian. periksa kekencangan van belt dll.Trouble. 5. bagian yang jernih dikeluarkan dari katup katup bagian atas dan ditampung dalam tangki nira jernih yang terletak dibagian bawah tangki pemurnian. Biarkan mengendap sampai bagian permukaan sudah jernih. Standart/procedure operasi. Lakukan penimbangan 100 kg tebu dan giling kemudian timbang berat ampas yang ada. 2. batang tebu berarti makin sedikit bagian nira yang bisa diperah begitu pula makin rendah brix tebu berarti bagian padatan dalam nira makin rendah yang pada akhirnya mempengaruhi rendemen yang dihasilkan. Dari meja tebu. Pada akhir proses secara manual sisa nira di masing masing peralatan dikeluarkan melalui katup bawah untuk proses manual/ tidak dibuang. tebu yang telah diremahkan diterima diatas inclined chute untuk diumpankan kegilingan no 1. 7 Module Penguapan Selanjutnya Nira Jernih dimasukkan kedalam pesawat penguap hampa yang dioperasikan dengan kehampaan 40-50 cm kolom air raksa. Nira kotor tersaring ditampung ditangki nira kotor tersaring selanjutnya dipompakan ke juice heater untuk dipanaskan sampai app 75 celsius. dan harus di ingat probe/sensor pH setelah dibersihkan harus terendam air (artinya tangki pengaduk no 2 setelah di bersihkan diisi air bersih sampai sensor pH tercelup air).Uji giling harian. 3. Pengontrol automatic pH di set pada posisi netral pH 7 begitu pula semua dosing pump harus sudah di kalibrasi.4. tujuan peremahan adalah untuk memecah sel sel tebu agar kehilangan gula yang terikut diampas pada gilingan berikutnya terkendali. 3. asam phosphate dengan perbandingan 1 : 14 satuan volume. 7. Periksa peralatan pemurnian dan siapkan bahan pembantu pengolahan. periksa semua kekencangan mur pengikat roll. periksa semua mulit roll barangkali ada benda asing. sehingga untuk menurunkan dan menimbang tebu dapat dilakukan dua atau tiga kali angkat dengan menggunakan Jib Crane lengkap dengan Electric Hoist dan ditimbang dengan Digital Scale dengan ketelitian 10 kg. Pengangkutan tebu dari ladang sudah direncanakan dengan truk dengan menggunakan double atau triple wire rope. 4. 3 Module Penerimaan Tebu. Peralatan module penerimaan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Jib Crane 1 unit > 5 ton 2 Electric/manual hoist 1/2 unit 5 ton 3 Truck scale 1 unit 30 ton 4 Cane table 1 unit 20 ton Module Extraksi. tiap tiga jam bagian kotor di tap ke tangki nira Lumpur untuk di pompakan ke filter press. ampas yang keluar dari gilingan diterima conveyor ampas untuk ditranfer ke lapangan ampas sebelum digunakan untuk bahan bakar boiler. derajat brix nira jernih dan temperature nira jernih. 1.Menghidupkan dan mematikan. 5.Filter press. Secara kontinu filter pres di buka dan kainnya dilepas untuk dilakukan pencucian. selanjutnya dimasukkan ke dalam tangki reaksi untuk pemberian larutan asam phosphat sampai pH app 5 diikuti pengadukan agar pencampuran merata. tebu di umpankan secara manual keatas horizontal conveyor untuk di remahkan dengan crusher mill. Kebersihan di module pemurnian harus selalu dijaga untuk mengurangi effect bakteriosis (kerusakan gula akibat activitas jasad renik). 8.Pencatatan. Nira kotor yang keluar dari gilingan ditampung dalam tangki/palung nira kotor dan dengan pompa open impeler dipompakan ke module pemurnian setelah melewati static sceen. 5. 2.Persiapan peralatan dan bahan pembantu.Pengendapan. 8. 6. Lakukan pembersihan tiap kali selesai operasi dengan penyemprotan air bersih. selanjutnya diturunkan kedalam syrup vacuum tank untuk selanjutnya dialirkan ke tangki pengumpan syrup melalui montejus tank.5/5 ton tebu/jam 4 Bagasse conveyor 1 unit 5 – 10 meter 5 Raw juice tank 1 unit 600 liter 6 Static screen 1 unit 7 Raw Juice Pump 2 unit @5 m3/jam 4 Crusher mill dan three roll mill Menimbang 100 kg tebu untuk uji giling Standart / procedure operasi.8-7. 1. Kalau terjadi masalah segera matikan mesin berurutan dari bagian yang bermasalah kedepan. kemudian buka katup nira jernih agar mengalir ke tangki nira jernih melalui saringan mesh no 200. pada static sceen ini dipisahkan serpihan serpihan dan kotoran yang terikut dinira kotor. Urutan menghidupkan module pemerahan dari paling belakang kedepan sedangkan untuk mematikan dari depan kebelakang. Tiap selesai operasi dilakukan pembersihan peralatan module pemurnian.Menjalankan module pemurnian.2). tangki reaksi . Periksa minyak pelumas pada oil pot. selanjutnya nira diendapkan dalam klarifier selama tidak lebih dari 50 menit.Kebersihan. dan bagian endapan (+/. 025%.10 s/d15 % dari volume) dialirkan ke muddy juice tank untuk selanjutnya dipompakan ke filter press. 4. Dari nira jernih yang dihasilkan dilakukan pencatatan tiap jam meliputi pH nira jernih.Selesai pemurnian.Kebersihan. untuk mempercepat pengendapan perlu penambahan flokulan pada dosis 3 .500 liter 5 Muddy juice tank ½ unit 700 liter 6 Mud pump 1 unit 700 liter 7 Filter press 2 unit 8 Static screen mesh 200 1 unit 1 m2 Juice heater. bahan pembantu pengolahan adalah susu kapur dengan kepekatan 5 s/d 10 boume. dan selanjutnya dengan melalui intermediate conveyor di masukkan ke gilingan no 2 (dan no 3 disertai dengan penambahan air imbibisi atau tidak).

000 liter 2 Molasse A tank 1 unit 500 liter 3 Final Molasse Tank 1 unit 10. Ketel pipa air tekanan rendah Barometric Condenser dan tower Pesawat pengembun uap yang dihasilkan pada proses penguapan dan masakan sekaligus sebagai pompa vacuum untuk membuat dan mempertahankan tingkat kehampaan yang diperlukan selama proses. brix weigher.slideshare. barometric condenser diletakkan diatas tower setinggi 12 meter. yang diinginkan. oxy acetilene aparat. yaitu larutan gula jenuh dan pekat yang berisi butiran butiran gula. No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Boiler 1 unit 3. Laboratorium Equipment. Pesawat penguap hampa Standart/procedure operasi. buka kran keseimbangan vacuum dan selanjutnya buka kran pengeluaran syrup. dengan demikian gula yang dihasilkan mempunyai ketahanan simpan yang cukup baik. pesawat las listrik.Memasukan nira dan uap. Workshop Equipment. 5. alat bantu meliputi boume hydrometer atau refractometer dll. ikuti kondisi kevacuuman. masakan. penggerak penggerak conveyor. sedangkan cairan yang keluar disebut Molase A ditransfer ke Molase A Feeder Tank untuk proses lanjut apakah dijadikan gula kristal lagi atau dijadikan gula cetak tergantung dari kondisi bahan olah yang diproses. pembersihan dll. kevacuuman dan hasil penguapan. Peralatan statiun Masakan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pesawat Masakan 1/2/3 unit @ 20/24 M2 HS 2 Syrup feeder tank 1 unit 1. Dari mesin mixing selanjutnya dilakukan pencetakan sesuai dengan bentuk dan ukuran berat yang diinginkan. sehingga akan didapatkan gula cetak dengan kadar air yang rendah. Barometric condenser dan spray pond. yang dilengkapi dengan slow moving agitator agar kristal gula yang terbentuk tidak mengendap dan mengeras yang akan menyulitkan proses pemisahan. waktu penguapan. Minimal disediakan alat alat lab. sampai dicapai kekentalan app 90-93 Brix. safety glass.000 liter 4 Sentrifugal Separator A 1 unit Kristaliser 10 Separator vertical dan horizontal Talang goyang Module Pengentalan dan Pencetakan (Untuk Produk Gula Merah) Dari tangki pengumpan syrup A.Memindahkan syrup dari tangki vacuum. timbangan analisa. Daya listrik diperlukan untuk mendukung sistem pompa. Tersedia alat keselamatan kerja meliputi system penangkal petir. Tersedia fasilitas perkantoran yang memadai lengkap dengan sistem komunikasi. 4.Pembersihan. semua tahapan operasi penguapan dicatat dalam buku penguapan meliputi start penguapan. Selanjutnya harap diikuti apa yang dilakukan intruktur masakan waktu melakukan tugasnya untuk dicatat dan diingat.000 liter/ lebih 3 Molasse A Feeder Tank 1 unit 1. kapan dilakukan manipulasi air dll. polarimeter. Statiun Pemisahan.9. hoisting crane dll yang dipenuhi dari PLN dan dibackup dengan emergensi genset. Peralatan bengkel sederhana minimal untuk kerja bangku. gula A yang dihasilkan selanjutnya diturunkan ke talang goyang untuk menghilangkan sisa uap air agar tidak terjadi caking waktu penyimpanan. dapat dijual langsung sebagai gula pekat apabila diturunkan pada brix 67. misalnya kapan bibit gula harus dimasukkan. ph meter.000 liter/ lebih Masakan hampa 9 Standart/procedure operasi. 11. 13. Dengan asumsi jumlah air yang diuapkan 2/3 bagian maka dapat diperkirakan apakah tujuan penguapan sudah dicapai. 10. 1. Safety equipment. helmet dll. tabung reaksi. safety belt dan safety cloth. computer dll. biasanya awalnya selalu diikuti dengan turunnya vacuum . No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pan masakan hampa 1 unit @ 24 m2 HS 2 Mixer/ filler 1 unit 1. sehingga masakan adalah seni membuat gula. Massecuite A yang dihasilkan pesawat masakan diturunkan dan ditampung dalam palung kristaliser A.dan apabila diinginkan gula mawur/gula semut hasil dari masakan dituangkan kedalam cooling pan. 3. bagaimana methode pemasukannya. standart tool dll. Pesawat penghasil uap yang digunakan untuk seluruh proses utamanya proses pemurnian.500 liter 3 Cooling pan 1 unit 1.net/ss170952/proses-gula-di-pabrik-gula-mini . syrup dihisap kedalam pesawat masakan/pengentalan untuk diuapkan dengan kondidi kehampaan app 60 cm kolom air raksa. Massecuite/Gula kental yang dihasilkan pada proses pengentalan dicampur dalam mixer/filler untuk proses homogenisasi dalam keadaan panas sambil memberi kesempatan menurunkan fraksi air. 12. massa yang kental ini lazimnya disebut massecuite. penguapan.500 liter 11 Module utility/bantu. pemisahan gula. massecuite A selanjutnya diumpankan kedalam sentrifugal separator untuk dipisahkan bagian kristal gulanya dengan bagian cairannya. Office equipment. Tangki syrup hampa Statiun Masakan (Proses gula Putih combinasi gula merah) Selanjutnya syrup pekat dimasukkan kedalam pesawat masakan “Gula A” untuk diuapkan lebih lanjut sampai terbentuk massecuite A. Peralatan statiun Pemisahan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Kristaliser A 1 unit 1.5 ton/jam 2 Water jet condenser 4 unit 3 Diesel genset 2 unit @ 150 Kw 4 Lab equipment 1 lot 5 Office equipment 1 lot 6 Workshop equipment 1 lot 7 Safety equipment 1 lot 13 http://www. Buka katup nira masuk dan katup uap untuk memulai proses penguapan. periksa tekanan ketel apa sudah siap. 12 Pompa air condenser dan pompa vacuum Kelistrikan. Peralatan module masakan dan pencetakan. Guna mendukung proses tersebut diperlukan module pendukung antara lain: Boiler. utamanya kondisi kevacuuman harus sudah dicapai untuk operasi Diatas 40 cm kolam air raksa (untuk operasi double effect badan 1 dengan vacuum 20 cm kolom air raksa badan 2 dengan vacuum 50-55 cm kolom air raksa). Buka kran udara agar tekanan sama dengan tekanan udara luar kemudian jalankan pompa syrup.Operasi single effect. pengentalan dilakukan tanpa penambahan seeding (bibit gula). Proses masakan merupakan bagian dari proses yang relative sulit dan tidak ada batasan yang pasti. Setiap selesai operasi pesawat penguap harus dibersihkan dengan mengisi air kedalamnya dan dipanasi dengan sisa uap yang ada kemudian keluarkan.Persiapan. apabila brix sudah 8 dicapai tutup kran uap. kristal gula A yang menempel didinding separator dicuci dengan aliran air hangat dan dikeringkan dengan pemanas listrik untuk menurunkan kadar airnya. pemadam kebakaran. 2. Persiapan meliputi persiapan alat utama dan alat bantu.

. SEJARAH SINGKAT Pabrik Gula Gunung Madu terletak diujung selatan Pulau Sumatera.374.000 TCD (Ton Cane Per Day). . beraroma dan halal . Merupakan industri gula patungan antara perusahaan swasta asing dan swasta nasional yang berstatus PMA. yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kuok Investment. tepatnya berada di Kabupaten Lampung Tengah. Secara bertahap pabrik dikembangkan dan dimodernisasi sejalan dengan kemajuan yang dialami Perusahaan. Propinsi Lampung. Didirikan sejak tahun 1975 dan melaksanakan musim giling yang pertama pada tahun 1978 dengan produksi gula 18.000 TCD dan memproduksi gula putih sebesar 218.619 ton..000 ton. kemampuan giling sudah mencapai 14..[«] Proses pengolahan tebu menjadi gula . Pada musim giling ke 31 ditahun 2008. alami. Ltd (Hongkong). Dengan Pabrik yang modern untuk menghasilkan gula yang lebih manis.248 ton dengan jumlah tebu digiling 2. semula pabrik gula ini merupakan pabrik yang sederhana dengan kapasitas giling awal 4. Pada awal pendiriannya. 90 km ke arah utara dari Ibukota Propinsi Lampung (Bandar Lampung)..

melewati jembatan timbang dengan sistem komputerisasi untuk pengambilan data berat kotor. nama pelaksana tebang dan jam ditebang (kesegaran). meninggalkan pabrik melewati jembatan timbang keluar untuk pengambilan data berat kendaraan kosong. . truk bak dan truk loss bak (tebu ikat). Selanjutnya. lokasi. jenis tebang. truk dan trailer yang telah dibongkar. nomor petak.Timbangan tebu PENGIRIMAN DAN PENIMBANGAN TEBU Tebu dari kebun dikirim ke pabrik menggunakan beberapa model angkutan : trailer (tebu urai).

dilengkapi dengan kamera CCTV dari pusat ruang kendali. Pada bagian tertentu yang tidak memungkinkan bagi operator melihat langsung secara visual.Ruang pusat kendali unit preparasi dan ekstraksi PENGENDALIAN OPERASIONAL PERALATAN PABRIK Pengendalian peralatan pabrik pada masing-masing stasiun melalui ruang pusat kendali yang ditempatkan pada posisi paling leluasa bagi operator untuk memonitor aktivitas dan berhubungan dengan petugas jaga peralatan di lapangan. Sistem pengendalian menggunakan programmable logic control (PLC) dipadukan dengan supervisory system sebagai piranti kendali dan informasi data trending. .

selanjutnya Hydraulic cane grab pada gantry crane bekerja menumpuk dan mengumpan pada cross cane carrier. Untuk meningkatkan kapasitas umpan langsung pada main cane carrier . tahun 2001 dipasang 1 unit cane feeder table yang dilengkapi dengan hydraulic cane lifter yang dapat melayani tebu yang diangkut dengan trailer dan hydraulic truck tippler untuk melayani truk bak ataupun truk loss bak.Pelataran tebu dan peralatan penanganan tebu PENANGANAN TEBU Berbagai peralatan bongkar (unloading) tebu dipasang menyesuaikan dengan model angkutan yang ada. tebu yang diangkut menggunakan trailer dibongkar menggunakan side unloader yang terpasang pada 2 unit gantry crane. . Wheel loader disamping digunakan untuk membongkar dan menumpuk tebu loss bak di pelataran juga dipergunakan sebagai sarana pengumpan dan perata pada main cane carrier.

92%. Tingkat open cell yang dicapai pada unit preparasi ini 90. . main cane carrier dari cross carrier #1.Pengisian dan preparasi tebu PREPARASI TEBU Sebelum tebu diperah pada unit gilingan. terlebih dahulu dilakukan preparasi untuk membuka sel-sel tebu. elevating cane carrier menuju unit pemotong tebu kedua (2nd. tebu diumpankan kedalam 1st. cane cutter). kemudian dengan 2nd. dan selanjutnya menggunakan unit heavy duty shredder hammer tebu dihancurkan. cane cutter). cross carrier #2 dan Feeder table diangkut menuju unit mesin pemotong pertama (1st.

masingmasing unit gilingan digerakkan dengan tenaga turbin uap. Nira mentah dari gilingan dipompa menuju stasiun pemurnian setelah terlebih dahulu melewati sebuah magnetic flow meter untuk memonitor dan merekam laju alirannya dalam satuan m3/jam. Tingkat ekstraksi sukrosa dari unit gilingan ini pada kisaran 95 .96%. .Stasiun gilingan EKSTRAKSI NIRA Enam unit gilingan jenis 4-roller disusun secara seri digunakan sebagai unit ekstraksi nira. kemudian ampas tebu yang disebut bagasse menuju stasiun pembangkit uap untuk digunakan sebagai bahan bakar pada ketel uap (Boiler).

No.Boiler dan pembangkit tenaga listrik BOILER DAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK 3 unit boiler dengan kapasitas terpasang masing-masing : No. perkantoran.1 = 120 ton/jam. Energi potensial uap yang dibangkitkan digunakan untuk menggerakkan 3 buah back pressure turbo-alternator yang masing masing mampu membangkitkan tenaga listrik sebesar 5MW. juga digunakan untuk menggerakkan turbin uap penggerak unit preparasi (cane cutter dan shredder) dan unit ekstraksi (gilingan).3 = 120 ton/jam dengan tekanan kerja masing masing 20kg/cm2G. maintenance peralatan di pabrik dan pompa irigasi pertanian.2 = 80 ton/jam. Pada masa tidak giling (off-season) 1 unit boiler tetap beroperasi dan memanfaatkan bahan bakar (ampas tebu) kelebihan dari masa giling untuk melayani kebutuhan uap penggerak turbine generator dalam memenuhi kebutuhan listrik perumahan divisi I s/d divisi VI. . dan No.

Endapan kotoran dari clarifier dicampur dengan bagacillo kemudian ditapis menggunakan 6 buah vacuum filter menghasilkan limbah padat berupa blotong (filter cake) yang kemudian dikirim kembali ke kebun sebagai pupuk organik. pH. gas belerang dan flokulan). .Clarifier dan Vacuum filter PEMURNIAN Pemisahan kotoran dilakukan dalam bejana pengendap single tray SRI clarifier ( yang telah dimodifikasi menjadi perforated clarifier ) yang merupakan rangkaian tahapan pengaturan suhu. waktu dan penambahan bahan pembantu (susu kapur.100 derajat NTU. Tingkat kekeruhan (turbidity) nira yang dicapai pada level 70 .

stasiun evaporator dirancang dengan konsep maximum vapour bleed. .Evaporator PENGUAPAN (EVAPORATION) Proses pengentalan nira jernih dilaksanakan dengan bejana penguap (evaporator). pan kristalisasi "A" dan bejana pemanas nira tersulfitir. Bejana (evaporator) disusun dengan sistem quintuple effect yang terdiri dari sembilan buah bejana jenis Roberts. Evaporator dibersihkan secara periodik setiap dua minggu sekali dengan cara kimiawi selama 12 jam. Uap dari badan dua digunakan untuk media pemanas pada pan kristalisasi "C". Brix nira kental dijada pada level 52-55%. Guna meminimalisasikan kebutuhan uap. Uap dari badan pertama digunakan sebagai media pemanas badan kedua.

Bahan masakan "B" massecuite berasal dari "A" molasses dan nira kental. Tingkatan masak (kristalisasi) dilaksanakan dengan sistem ABC. . gula leburan. molasses kedalam pans pada kondisi temperatus dan vacuum yang terkendali. Hasil resultan dari kristalisasi adalah berupa massecuite (campuran kristal gula dengan molasses). leburan gula "B" dan "C" sebagai bahan masakan "A" massecuite. Kristalisasi untuk "A" dan "B" Massecuite dikerjakan dengan menggunakan batch pan yang dilengkapi dengan pengaduk.Vacuum Pans KRISTALISASI Kristal gula dibuat dalam Vacuum Pans melalui proses pembesaran kristal hingga mencapai ukuran yang dikehendaki dengan cara memasukkan nira kental (syrup). sedangkan untuk "C" massecuite dikerjakan dengan continous pan. Bahan masakan "C" massecuite berasal dari "B" molasses dan bibitnya menggunakan "A" molasses. Nira kental.

Pemisahan "A" massecuite menggunakan batch centrifugals menghasilkan kristal gula SHS (produk) dan "A" moolasses. pemisahan "C" massecuite menggunakan continuous centrifugals menghasilkan gula "C" dan final molasses.Batch centrifugal dan Continuous centrifugal PEMISAHAN KRISTAL GULA DAN MOLASSES Bila satu siklus proses masak pembesaran kristal telah selesai. massecuite dari vacuum pans kristalisasi dituangkan kedalam strike receiver sambil melanjutkan pertumbuhannya. Pemisahan "B" massecuite menggunakan continuous centrifugals menghasilkan gula "B" dan "B" molasses. . Kristal gula dipisahkan dari molasses menggunakan sebuah basket berlubang yang diputar sampai pada kecepatan tertentu sehingga molasses terlepas dari kristal gula akibat gaya sentrifugal (centrifugals machine).

Pengemasan PENANGANAN DAN PENGEMASAN PRODUK Setelah proses pemisahan kristal gula produk (SHS) dikondisikan melalui sebuah unit fluidized bed vibrating cooler dengan maksud untuk menurunkan tingkat kelembaban serta meningkatkan kualitas penyimpanan. Sensor pengirim sinyal bobot pada timbangan digunakan jenis load cell. Setiap informasi penyimpangan terekam dan secara otomatis sistem memberi peringatan. Kristal gula kemudian ditampung dalam sugar bin untuk selanjutnya dilakukan penimbangan dan pengemasan. mekanisme kerja mesin timbangan dan pengemasan bekerja secara integral yang dikendalikan secara otomatis. kemudian dilakukan pemilahan ukuran butiran menggunakan vibrating screen. . Untuk menjamin keakuratan berat kristal dalam kemasan.

Sertifikasi jaminan mutu

STANDARISASI KUALITAS DAN KEAMANAN PRODUK Guna menjamin kualitas, keamanan dan kehalalan produk baik gula maupun final molasses, telah diterapkan secara konsisten Quality & Management System yang mengacu pada standarc HACCP (SNI 01-4582-1998) dan GMP STANDARD B2, telah mendapatkan sertifikasi dari PDV the Netherland (Certifiate No. GMP'B2 0016), HACCP (Certificate No. PSC 00015) dan sertifikat HALAL dari MUI (Halal No.:02100005008608). Kembali keatas

http://www.gunungmadu.co.id/index.php?modul=artikel&id=utama&kodebrt=pabrik&colvis=false Lampung

PROPOSAL
EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA NAMA : ABDUL RAHMAN NIM : 41609010020

UNIVERSITAS MERCUBUANA JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI TAHUN 2009/2010
JUDUL PENELITIAN : 1. SISTEM PENANGANAN LIMBAH GAS PABRIK KARET REMAH’ 2. EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA 3. PEMANFAATAN SELLULOSA BAGAS UNTUK PRODUKSI ETHANOL MELALUI SAKARIFIKASI DAN FERMENTASI SERENTAK DENGAN ENZIM XYLANASE 4. MANAGEMENT OF LANDFILL LEACHATE 5. ANALISIS KINERJA PENGOLAHAN AIR LIMBAH PAVILYUN KARTIKA RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA

1. MODIFIKASI KIMIA DARI KITOSAN DAN APLIKASI PRODUK YANG DIHASILKAN 1. DAMPAK PEMBANGUNAN TERMINAL KARGO TERHADAP SISTEM TRANSPORTASI ANGKUTAN BARANG INDUSTRI BESAR DI KOTA KUDUS 1. PENGARUH SARI KERING LIMBAH PABRIK KULIT ATAS POPULASI MIKROBIA DAN SUSUNAN PADA BERBAGAI JENIS TANAH 1. PENINGKATAN EFEKTIVITAS PENGOLAHAN AIR LIMBAH PROSES PEMUTIHAN PULP DENGAN REAKTOR UP-FLOW ANAEROBIC SLUDGE BLANKET (UAS-B) DAN LUMPUR AKTIF TERMOBILISASI 1. TEKNOLOGI MINERAL DAN BATU BARA I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Motivasi studi ini berkaitan dengan maraknya isu mengenai pro-kontra impor produk pertanian khususnya gula. Isu tersebut merebak karena dihadapkan kepada kekuatan pihak produsen gula domestik, khususnya petani tebu, akan terancam kelangsungan produksi gula dalam negeri. Kekuatan produsen gula domestik dapat dipahami karena harga pasar gula impor lebih rendah dari harga gula produksi domestik. Produksi gula nasional semakin menurun selama beberapa tahun terakhir. Produksi gula nasional pernah meningkat relatif cepat dalam periode 1980-an, akan tetapi lambat sekali dalam periode awal 1990-an, dan setelah tahun 1994 produksi gula nasional terus menurun. Peningkatan produksi gula adalah disebabkan oleh perluasan areal tanaman tebu, bukan disebabkan oleh peningkatan produktivitas (Sekretariat Dewan Gula, 2001). Menurut Statistik Impor, Badan Pusat Statistik 2000, pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. Kondisi ini dapat menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah besar. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan gula di dalam negeri. 1.2 Identifikasi Masalah Para petani tebu hanya memiliki dua pilihan, jika krisis industri gula tidak tertangani. Petani akan membongkar kebun tebu dan beralih ke tanaman lain atau mereka akan membiarkan tanaman tebu yang ada tanpa perawatan, sehingga hasilnya minim. Apabila langkah ini dilakukan, maka

Mengidentifikasi alokasi input yang sudah dan belum efisien dan cara mengatasinya dalam pengelolaan pabrik gula di Indonesia. sudah efisien ? 2. 1.3 Perumusan Masalah Efisiensi merupakan salah satu indikator kinerja unit kegiatan ekonomi dalam industri gula agar dapat bersaing dengan gula impor. 2. Hal ini terjadi karena masuknya gula impor sehingga gula dalam negeri tidak dapat bersaing (Harian Kompas.4 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. 10 September 2002). Pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi mana yang efisien ? 1. Alokasi input mana dalam pengelolaan pabrik gula yang sudah dan belum efisien ? 3. Gula impor legal dan ilegal yang masuk ke pasar telah menekan harga gula produksi dalam negeri. Apakah industri gula di Indonesia. 2. Pengembangan lahan tebu mengarah ke lahan kering sehingga biaya angkut tebu meningkat. yaitu : 1. masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1.pasokan tebu ke pabrik gula akan anjlok yang mengakibatkan pabrik gula dapat ditutup. Kesulitan memperoleh lahan. Mengukur efisiensi relatif pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi di Indonesia. Pemicu rendahnya suplai bahan baku ini karena petani tertarik menanam tebu akibat merosotnya nilai ekonomisnya (Harian Kompas. Untuk maksud tersebut.5 Batasan Masalah Terdapat lima kriteria pokok yang dapat dijadikan pedoman awal untuk menentukan tidak efisiennya suatu pabrik gula. 14 September 2002). . 1. Situasi demikian akan membawa industri gula pada situasi krisis karena pabrik gula mengalami kesulitan pasokan tebu. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. Sebanyak 44 pabrik gula di Indonesia terancam bangkrut.

Gondang Baru.000 kwintal per tahun. Mutu bahan baku belum optimal sehingga biaya produksi pabrik gula tidak efisien. memuat: a) Judul Makalah b) Nama. NIM c) Nama dan Tempat Perguruan Tinggi d) Tahun 2) Lembar Pendahuluan. memuat: . Kapasitas giling masih banyak yang dibawah 2000 ton tebu per hari. 4.6 Sistematika Penulisan Untuk mendukung terhadap penyusunan proposal yang baik. (2) produksi tebu. (3) impor gula. Jumlah produksi gula kurang dari 250. Setelah mengemukakan kriteria pokok efisiensi pabrik gula sebagaimana diuraikan di atas. dan (4) liberalisasi perdagangan. perlu diketahui apakah industri gula domestik di masa mendatang masih dapat diharapkan untuk dipertahankan eksistensinya.3. 1. Rejoagung Baru. 1997). maka Makalah hendaknya disesuaikan dengan sistematika sebagai berikut : 1) Lembar Judul . Sehubungan dengan itu. Berdasarkan lima kriteria pokok tersebut terdapat indikasi bahwa efisiensi pabrik gula Indonesia masih rendah khususnya pabrik gula milik BUMN yang dapat disebabkan karena biaya produksi gula belum efisien (Sekretariat Dewan Gula Indonesia. sehingga harga pokok per unit hasil masih mahal. 5. terdapat aspek-aspek yang erat kaitannya dengan biaya produksi gula yaitu : (1) produksi gula. Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. khususnya industri gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu pabrik gula Tasik Madu.

1000Rp) . 14 September 2002). 10 September 2002).2 (Harian Kompas.4 Ferrantino.3 P3GI 2. 2. Jumlah bahan bakar (X2. TINJAUAN PUSTAKA 2.a) Latar Belakang b) Identifikasi Masalah c) Perumusan Masalah d) Tujuan dan manfaat penelitian e) Batasan Masalah 3) Lembar Tinjauan Pustaka 4) Metodologi Penelitian. METODOLOGI PENELITIAN 3. memuat: a) Variabel penelitian b) Metode Analisis Data 5) Daftar Pustaka II. dari US International Trade Commission Office of Economics III. 1000Rp) c. Jumlah tebu giling (X1. Biaya bahan bakar (CX2. 2.J. kg) d.1 (Harian Kompas. Komponen Input a. ton) b. M.1 Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan dalam kajian efesiensi relatif antar pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu: 1. Biaya tebu giling ( CX1.

1000Rp) h.e. Dalam DEA. melainkan sebagai penentu untuk memaksimumkan efisiensi dari suatu UKE. Biaya tenaga kerja (CX3. dan setiap input dan outputnya memiliki biaya per unit serta harga jual per unit. Biaya Penyusutan (Z2. ton) d. Inti dari DEA adalah menentukan bobot (weights) atau timbangan untuk setiap input dan output UKE. Jumlah Tenaga kerja (X3. Sebagai gambaran jika suatu UKE merupakan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan (profit-maximizing firm). maka setiap UKE akan memiliki seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. Produksi Tetes (Q2. maka perusahaan . Setiap unit kegiatan ekonomi (UKE) yaitu setiap pabrik gula diukur efisiensi relatifnya. Bobot-bobot tersebut bukan merupakan nilai ekonomis dari input dan outputnya. Bobot tersebut memiliki sifat : (1) tidak bernilai negatif. Untuk mengukur efisiensi industri digunakan alat analisis DEA. dan (2) bersifat universal. DEA berasumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimalkan rasio efisiensinya (maximum total weighted output/total weighted input). efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya (total weight output/total weighted input).2 Metode Analisis Data Metode Analisis Penelitian ini menggunakan alat analisis DEA (Data Envelopment Analysis). karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan kombinasi output yang berbeda pula. 1000Rp) 3. Komponen Output a. orang) f. artinya setiap UKE dalam sampel harus dapat menggunakan seperanagkat bobot yang sama untuk mengevaluasi rasionya (total weighted output / total weighted input ≤ 1). dimana penggabungan input dan output tersebut tidak mungkin dilakukan. ton) b. 1000Rp) 2. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu unit kegiatan ekonomi (yang selanjutnya disingkat UKE) yang menggunakan banyak input dan banyak output. 1000Rp) g. efisiensi relatif suatu UKE adalah efisiensi suatu UKE dibanding dengan UKE lain dalam sample (sekelompok UKE yang saling diperbandingkan) yang menggunakan jenis input dan output yang sama. Penerimaan tetes (TRQ2. Penerimaan gula (TRQ1. Data Envelopment Analysis (DEA) dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial dan regresi berganda. 1000Rp) c. Produksi Gula (Q1. Biaya Management (Z1. Secara umum UKE akan menetapkan bobot yang tinggi untuk input yang penggunaannya sedikit dan untuk output yang dapat diproduksi dengan banyak.

relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. DEA menunjukkan sejumlah UKE . maka setiap UKE akan memilih seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. Tidak bernilai negatif b. 2000). DEA dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial maupun regresi berganda. Efisiensi silang UKE A terhadap KE B merupakan rasio dari output tertimbang dibagi input tertimbang yang dihitung dengan enggunakan tingkat input dan output UKE A dan bobot input dan output UKE B. Jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi < 100%).tersebut akan berusaha menggunakan sedikit mungkin input yang biaya per unitnya termahal dan berusaha memproduksi sebanyak mungkin output yang harga jualnya tertinggi. Nilai Manajerial DEA 1. Karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan output yang berbeda pula. 2. Inti dari DEA adalah menentukan bobot yang memiliki sifat: a. Konsep Dasar Data Envelopment Analysis (DEA) Data Envelopment Analysis (DEA) adalah pengembangan programasi linier yang didasarkan pada teknik pengukuran kinerja relatif dari sekelompok unit input dan output. Bersifat Universal Metode DEA memiliki asumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimumkan rasio efisiensinya. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) yang menggunakan banyak input maupun output. Analisis fisiensi silang dapat membantu seorang manajer untuk mengenali UKE yang efisien tetapi menggunakan kombinasi input dan menghasilkan kombinasi output yang sangat berbeda dengan UKE yang lain (PAU-SE UGM. Dalam DEA efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya.

1974. Christensen. and J. and W. A. L. 3. Binswanger.H. Prabowo. 1986. 2. 1976. “The Measurement of Total Factor Productivity Growth using Production Frontier : A Case of Irrigated Rice Farming in West Java”. 1982. Journal of Political Economics.S. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. Pakpahan. Keterbatasan DEA 1. Kaul.yang memiliki efisiensi sempurna (100%). H. 68:162-164. Monitoring dan Analisa Prospek Industri Gula di Jawa. Analisis Fungsi Produksi Usahatani untuk Menunjang Pengembangan Daerah Aliran Sungai Cimanuk. D. Amer J. K. Econ.L. Chand. 4. Center for Policy . 56 : 377-386. Dalam bentuk dasarnya DEA berasumsi adanya Constrant Return To Scale (CRTS). Jurnal Agro Ekonomi 15:1-19. Econ. 2000. “Economic of Scale in U. 3. Agr.S. 84:655-676. 1996. IV.P. “A Note on the Use of the Cobb-Douglass Profit Function”.S.R. DEA mensyaratkan semua input dan output harus spesifik dan dapat diukur. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. DEA berasumsi bahwa setiap unit input atau output identik dengan unit lain dalam tipe yang sama. “A Cost Function Approach to the Measurement of Elasticities of Factor Demand and Elasticities of Distribution”. J. R. Green. 1996. Jurnal Agro Ekonomi 1 : 28-49. Bobot input dan output yang dihasilkan oleh DEA tidak dapat diinterpretasikan dalam nilai ekonomi. Dewa. Statistik Impor. Agr. Amer. Electric Power Generator”.

2001. Penentuan Ekonomi Skala Usaha dengan Fungsi Keuntungan : Landasan Teoritis dengan Contoh Fungsi Cobb-Douglass dan Translog. Rencana Operasional Pemecahan Permasalahan Industri Gula di Indonesia. Gonzales.A. 1987. Produksi Gula Nasional. 2000. P. Bogor. 1998. Sekretariat Dewan Gula Indonesia 1997.. Kasryno. 7:1-16.. M. C. Agro Ekonometrika XXVIII (1): 37-56. 1987. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. 1997.C.. IFTRI. Jakarta. Pusat Penelitian Perusahaan Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). F. Sumatera Barat. Bogor. Jurnal Agro Ekonomi. Simatupang. Fungsi Keuntungan : Landasan Teori dan Terapannya. Mimeo. Saerfudin. Efisiensi Teknis Usahatani Kubis di Desa Galagah.H. ________. M. Departeman Pertanian. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Studi Panel Petani Tebu. Rasahan and Y. Rosegrant. Dinamika Ekonomi Tebu Rakyat dan Industri Gula Indonesia. Data Envelopment Analysis. Dua Puluh Dua Tahun Program TRI di Jawa. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1980-1997. . L. dan Mewa. PSE dan P3GI.W. Simatupang P. Sawit. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. and CASER Bogor. Washington D. Price and Investment Policies in the Indonesian Food Crop Sector. PAU Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 1996.and Implementation Studies (CPIS). 1988. PSE dan P3GI Buku II. 16 ______. 1987.A.

M. Untuk terus meningkatkan hasil produksi yang baik maka pada saat proses produksi PG Tasikmadu harus mampu mengendalikan dan melakukan pengawasan produksi secara maksimal dari tahap awal hingga tahap akhir yaitu pengemasan. N. pipa pecah.id/category/ringkasan-skripsi/ ENDALIAN DAN PENGAWASAN PROSES PADA STASIUN MASAKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GULA PASIR DI PABRIK GULA TASIKMADU KARANGANYAR Oleh : Tiyas Widiyaningsih ABSTRAKSI Pengendalian dan pengawasan proses merupakan hal utama yang harus diperhatikan dalam kegiatan proses produksi. Indarto dan A.Soentoro. 1999.id/pengguna. “Keterbatasan Fungsi Cobb-Douglass dalam Pendugaan Elastisitas Permintaan Input”.H. A. Sugianto. Agar dapat meminimalisasikan kecacatan produk dan juga kegagalan proses produksi. Rachman. Tujuan penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan pada stasiun masakan dan bagaimana cara pengendalian dan pengawasan proses pada ”stasiun masakan”. Suharno dan A. Dalam melakukan pengendalian proses untuk mengetahui penyebab terhambatnya kecepatan proses kristalisasi pada “stasiun masakan” maka dilakukan analisis dengan menggunakan diagram sebab akibat. Berdasarkan hasil pembahasan maka sebaiknya PG tasikmadu lebih mengoptimalkan perencanaan produksi khususnya untuk inventory control karena jika bahan baku yang diperlukan kurang hal itu akan menyebabkan proses kristalisasi menjadi lama. Usaha Tani dan Tebu Rakyat Intensifikasi di Jawa. Indonesia”. Jurnal Agro Ekonomi 6 : 19-28 http://industri09abdul. T. (3)sumber daya manusia seperti pekerja tidak mengindahkan aturan dalam SOP. West Java. nira kental basi yang mengakibatkan kualitas gula yang dihasilkan kurang baik. “Production Efficiency of Cauliflower (Brassica Oleracca var Botrytys) at Ciarutan. Jurnal Agro Ekonomi 4 : 27-39. M. (2)material seperti bahan baku habis. PG Tasikmadu sebaiknya menambah upah untuk buruh tebang angkut. hal ini disebabkan karena kurangnya bahan baku yaitu tebu. (1)metode seperti salah dalam perencanaan proses yang mengakibatkan skema masak menjadi keliru. Dalam Ekonomi Gula di Indonesia Disunting oleh Sawit. Keyword: Pengendalian dan Pengawasan proses Proses kristalisasi “Stasiun Masakan” Analisis Fish bone http://digilib. 1987.blog. negara kita masih harus mengimpor gula dari negara lain.. Suryana. 1985.uns. (4)mesin seperti terjadi kerusakan alat contoh pan jebol.ac. para pekerja hendaknya lebih memanfaatkan waktu kerja semaksimal mungkin dalam melakukan kegiatan produksi pada ”stasiun masakan”.ac. Ali.php?mn=detail&d_id=16046 .S. Tujuan pengendalian dan pengawasan proses adalah agar kegiatan produksi dan operasi yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang direncanakan. Mengingat saat ini kebutuhan akan gula belum mampu memenuhi target yang diharapkan. hal ini tentunya akan dapat meningkatkan kualitas hasil produksi.mercubuana. Berdasarkan diagram sebab akibat tersebut diketahui bahwa terdapat empat faktor yang dapat dianalisis keempat kategori tersebut yaitu. P. Penerbit Institut Pertanian Bogor. Sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan maka dilakukan analisis mengenai proses yang terjadi di ”stasiun masakan ” yaitu proses kristalisasi sesuai dengan SOP (Standar Operating Prosedure) PG Tasikmadu dan bagaimana pengendalian dan pengawasan proses di ”stasiun masakan”. berjalan dengan lancar dan cepat serta apabila terjadi penyimpangan maka penyimpangan tersebut dapat langsung dikoreksi.

scribd. maka penelitian ini menggunakan metode historis. Harga masuk ke lokasi wisata ini relatif murah. para pengunjung tetap diizinkan masuk dan berkeliling pabrik. 16/ S. Jawa Tengah. Dan penulis mengetahui adanya alat modern yang membantu dalam proses tebu menjadi gula. Mulai dari penghancuran tebu dalam penggilingan besar hingga gula benar-benar siap untuk dipasarkan.D tahun 1946. Wawancara ditujukan kepada para abdi . 3 dan 4 tahun 1946. (3) pengaruh pengambilalihan perusahaan gula Mangkunegran terhadap perubahan ekonomi “praja” dan pegawai perusahaan gula Mangkunegaran. Selain akan membawa Anda menikmati pemandangan indah. PP No. pengunjung juga bisa menikmati keindahan taman dan berbagai permainan. di pabrik gula PG Tasikmadu.html PERUBAHAN KEPEMILIKAN PERUSAHAAN GULA MANGKUNEGARAN TAHUN 1946-1952 Oleh : Wahyuningsih ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) latar belakang berdirinya perusahaan gula Mangkunegaran.com/doc/37674093/BAB-I-Lengkap AZ Cara Membuat Gula Pasir Lokasi Wisata Sondokoro.000 per orang. Metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer maupun sumber data sekunder. Penulis dapat mengetahui proses tebu menjadi gula. Sebuah lori tebu kuno di lokasi wisata ini telah disiapkan untuk mengantar wisatawan berkeliling lokasi wisata. No. (2) proses perubahan status kepemilikan dari perusahaan gula Mangkunegaran pasca Kemerdekaan Republik Indonesia. surat kabar. mungkin bisa menjadi pilihan untuk berlibur. dan PP. 9 tahun 1947. Studi pustaka yaitu memperoleh data dengan cara membaca literatur. SONDOKORO PABRIK GULA TASIKMADU Adanya Sondokoro sangat bermanfaat. Karanganyar.mitrasites. Sondokoro juga memberikan suasana sejuk yang mendukung. Sumber tertulis sekunder berupa buku-buku yang mempunyai relevansi dengan masalah penelitian. hanya Rp 8. Selain mengunjungi pabrik gula. lori ini juga mengantar Anda ke area pabrik gula Tasikmadu. http://www. kemudian merekonstruksikan berdasarkan data yang diperoleh sehingga dapat menghasilkan historiografi. No. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan wawancara. -http://gambar.2. dokumen atau arsip yang tersimpan dalam perpustakan. PP.com/mesin-pabrik-gula. Sumber data berupa arsip-arsip tentang perusahaan gula Mangkunegaran dan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan proses pengambilalihan perusahaan gula yang diantaranya meliputi. Sejumlah petugas juga siap mengantar dan menjelaskan kepada para pengunjung mengenai berbagai proses pembuatan gula. Sondokoro merupakan tempat merilekskan diri dengan kegiatan outbond. Di lokasi wisata ini Anda akan diperlihatkan proses pembuatan gula dari awal hingga selesai. Sejalan dengan tujuan di atas. Dan adanya Pabrik Gula Tasikmadu bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Meski proses produksi sedang berlangsung. Sejumlah kendaraan kuno pun ditampilkan di lokasi wisata ini untuk menambah daya tarik juga menambah pengetahuan.

Along with the aims. Interview was done to the internal staffs of Mangkunegaran and the staffs that worked to Mangkunegaran’s sugar factory. yaitu: (1) Perubahan status kepemilikan perusahaan perkebunan merupakan bagian dari adanya perubahan sosial dalam sistem perkebunan yang terjadi karena kebijakan ekonomi pemerintah RI pasca kemerdekaan.ac. PP. The literary study is review of literatures. (2) the changing process of ownership status Mangkunegaran’s sugar factory post Indonesia Independence Day.html PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROSES PADA STASIUN PEMURNIAN UNTUK MENUNJANG KUALITAS GULA PG TASIKMADU KARANGANYAR . (3) the influece of take over Mangkunegaran’s sugar factory to the economic life of “praja” and staffs sugar factory.id/pengguna. this research to use historical method. (2) Proses perubahan status kepemilikan dari perusahaan gula Mangkunegaran pasca kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan melalui kebijakan pengambilalihan perusahaan-perusahaan perkebunan Mangkunegaran oleh pemerintah. The secondary data source is the books that relevance with the problem of the research. (2) Perubahan status kepemilikan perusahaan gula Mangkunegaran (Tasikmadu dan Colomadu) yang berlangsung tahun 1946-1952 membawa pengaruh yang besar terhadap Mangkunegaran terutama dalam aspek ekonomi. (2) the status changing of sugar factory that last in 1946-1952 gave large influence especially in economic aspects. newspapers. 3 and 4 1946. In the other side.com/gula-pasir. it can be seen the changing of land rent price is increasing and the alteration of Dutch workers to the internal worker. No. PP No. The source of data used primary and secondary data is archives of Mangkunegaran sugar factory and the regulation related to the taking over of the sugar factory. Hal ini berdasarkan UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Berdirinya perusahaan gula Mangkunegaran terjadi setelah diterapkannya Undang-Undang Agraria tahun 1870an untuk berkembangnya usaha penanaman tebu. Pengaruh lainnya terhadap kehidupan ekonomi pegawai perusahaan gula Mangkunegaran.D 1946. PP. No.php?mn=detail&d_id=13318 http://gambar. From the above conclusion. yang ditandai dengan adanya perubahan harga sewa tanah yang naik dan adanya perubahan pegawai Belanda ke dalam tenaga kerja dari golongan bumiputera. Di sisi lain adanya perubahan kepemilikan perusahaan gula Mangkunegaran membawa dampak yang positif bagi pegawai perusahaan gula bumiputera untuk menggantikan posisi para pegawai Belanda. Based on the result of the research was conclude that: (1) The building of Mangkunegaran’s sugar factory was happened after the implementation of the growth of plantation and Agrarische Wet 1870’s.dalem Mangkunegaran dan pegawai perusahaan gula Mangkunegaran. besides supported by geographical condition and efforts of KPAA Mangkunegara IV to built Colomadu and Tasikmadu sugar factory. http://digilib. there are implication which can be stated as: (1) The status changing of the ownership of farming factory is a part of the social changing in the farming system that had happened because of Indonesian Republics government policy in post independence day. This is based to the UUD 1945 chapter 33 verse 2 and 3. Dari kesimpulan di atas maka muncul implikasi. (3) The taking over of Mangkunegaran’s sugar factory was influence very important to the economic life of “praja” and staffs sugar factory. 9 1947. dan (3) Pengambilalihan perusahaan gula Mangkunegaran berpengaruh besar pada aspek ekonomi “praja”.uns. The technique of collecting data is literary study and interview. Historical method is the process of testing and analyzing critically of the record and inheritance of the past and reconstructed to historiography. 16/S. this gave positive influence to the staffs of the sugar factory to replace the Dutch staffs.mitrasites. (2) The changing process of ownership status Mangkunegaran’s sugar factory post RI independence day was marked by taking over the farming factory of Mangkunegaran by the Government. ABSTRACT The aims of this research are to describe: (1) the background of the building of Mangkunegaran’s sugar factory. documents or archives. Selain itu didukung oleh adanya kondisi geografis yang baik dan adanya usaha KPAA Mangkunegara IV untuk mendirikan perusahaan gula Colomadu dan perusahaan gula Tasikmadu.

baik pengendalian bahan baku. stasiun puteran dan stasiun penyelesaian. pengendalian proses. maka diperlukan manajemen yang baik. untuk mengetahui proses produksi gula. stasiun penguapan. PP II dan Clarity. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui yang perlu dilakukan pada stasiun pemurnian sebelum proses produksi.49 % Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan dari penelitian yang dikemukakan diatas. Proses produksi yang berlangsung pada PG Tasikmadu ada beberapa stasiun. dan untuk mengetahui apa saja yang perlu dikendalikan di stasiun pemurnian dalam proses produksi untuk menjaga kulitas gula supaya tetap memenuhi standar perusahaan. sebagai dokumentasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Adapun hal yang perlu dilakukan proses pemurnian sebelum proses produksi adalah menyiapkan bahan baku. Sebaiknya pengendalian pada stasiun pemurnian perlu di tingkatkan.id/pengguna.php?mn=detail&d_id=10311 Namanya adalah Agro Wisata Sondrokoro. Sesuai dengan masalah yang telah ada maka dilakukan analisis menggunakan diagram pareto untuk mengetahui kerusakan apa saja yang paling sering terjadi pada stasiun pemurnian. mesin.ac. Mereka seakan tak kenal lelah bermain dan belajar di sini. Perusahaan yang mempunyai manajemen yang baik apabila segala kegiatannya direncanakan. Pada perusahaan proses produksi mempunyai peran yang penting dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. dan pengendalian terhadap tenaga kerja. Mencatat semua ketidak sesuaian proses khususnya pada setasiun pemurnian untuk dilakukan perbaikan segera dan sebagai dasar dalam proses berikutnya.uns. diawasi serta dikendalikan. diorganisasi. yaitu stasiun pemerahan. Membersihkan peralatan pada stasiun pemurnian secara rutin supaya kerak nira tidak menghambat proses pemanasan pada PPI dan PPII. Keyword : Perencanaan dan Pengendalian Proses http://digilib. supaya tidak menghambat kelancaran proses. Tempat ini merupakan area wisata. Yaitu 1092 jam dengan presentase 31. mesin-mesin dan tenaga kerja. diarahkan. stasiun pemurnian. Kemudian Untuk penyebab kerusakan terbesar kedua yaitu tidak tercapainya suhu pada PP II. Dokomen-dokumen pada giling sebelumnya sebaiknya di simpan. Penyebab kerusakan nira pada stasiun pemurnian yaitu pada PP I. Penyebab kerusakan yang ketiga yaitu kejernihan pada nira yaitu 86 jam dengan presentase 2. Foto: Berita Daerah-Sudaryono Agro Wisata Sondrokoro karena mempunyai nilai pendidikan dan sejarah dengan bernuansa . maka peneliti memberikan saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan. dan diagram sebab-akibat untuk mengetahui penyebab dari kerusakan. dari hasil analisis menggunakan diagram pareto maka dapat diambil kesimpulan bahwa Jumlah kerusakan yang paling besar adalah tidak tercapainya suhu pada PPI yaitu 2277 jam dengan presentase 65.9 %.Oleh : Qodarul Laili ABSTRAK PG Tasikmadu merupakan perusahaan yang memproduksi gula pasir. stasiun kristalisasi. yang selalu ditunggu oleh keluarga. Sehingga pemanasan dapat tercapai. Apalagi anak-anak. bahan pembantu.61 %.

keduanya mampu menjadi obyek wisata andalan Kabupaten Karanganyar yang saat ini terus dikembangkan baik dalam hal penataan obyek wisata yang dipetakan menjadi beberapa kelompok yang terpisah antara wahana haritage yang bersifat sejarah . dan ditempuh 30 menit dari kota Solo.tempo doeloe. permainan anak dan penunjang lainnya. Keduanya dalam satu lokasi yang saling mendukung. Foto: Berita Daerah-Sudaryono Dengan aset yang telah ada. anda bisa menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 15 km dari kota Solo ke arah timur sebelum memasuki kota Karanganyar. Jika anda tertarik mengunjungi tempat ini. Keberadaan tempat ini tidak dapat dipisahkan dengan PG Tasikmadu yang merupakan rangkaian yang tak terpisahkan. dimana PG Tasikmadu sebagai pabrik gula yang sampai saat ini masih aktif telah dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata yang memiliki nilai sejarah dan pendidikan dimana kita bisda mengetahui tentang proses pembuatan gula. mulai dari tanaman tebu hingga proses penggilingan serta pengepakan gula. . lalu belok kiri menuju PG Tasikmadu Karanganyar. wahana pendidikan .

ajak keluarga anda untuk menikmati agrowisata seru ini.com/budaya/jawa/38157 Target giling PG Tasikmadu. tak hanya rekreasi saat musim giling bulan Mei – Oktober pengunjung bisa belajar dengan menyaksikan proses penggilingan nya ( proses dari tebu menjadi gula ). (Sudaryono/DN/bd) http://beritadaerah. tahun ini meningkat .-. 5. Mulai dari Rp. Tak perlu mahal kan untuk menikmati wisata bermanfaat ini? Tunggu apalagi. ini merupakan ikon Sondrokoro.000.-/orang.Foto: Berita Daerah-Sudaryono Dengan membayar tiket masuk Rp. 4000-7000. anda pun bisa bertamasya dan bisa memilih sendiri wahana yang disuka dengan biaya yang terjangkau. Wahana yang paling disukai adalah sepur tebu .

serta kembang telon. kalau sebelumnya kami mempersembahkan tujuh kepala. sebanyak tujuh ekor kepala kerbau dijadikan sesajen.9 juta kuintal tebu. kali . sesajen itu dipercaya membawa berkah. Padahal pada tahun sebelumnya. tumpeng. selamatan giling tebu diawali dengan mempersembahkan berbagai macam sesaji. Selamatan giling tebu diawali dengan arak-arakan budaya. satu saja cukup. Ragam Peristiwa. Sesajen yang dibawa menggunakan jolen atau joli ini diarak oleh sejumlah pegawai pabrik dan masyarakat sekitar. Hanya kepala kerbau yang membedakan. sesajen kepala kerbau pada selamatan musim giling tahun 2011 ini hanya satu. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.0. Ribuan warga Karanganyar dan sekitarnya ikut menjadi saksi menyaksikan dari dekat ritual selamatan giling tebu tersebut. 2011 dalam Kategori Breaking news. Dari cairannya yang manis dihasilkan gula yang berarti besar bagi kehidupan mereka. “Nggak ada maksud apa-apa. Iringan musik dan berbagai sesajen seperti bubur. Target ini meningkat dibanding musim giling tahun sebelumnya yang total hanya menggiling 3. termasuk persembahan kepala kerbau sebagai simbol diawalinya musim giling. Liputan Utama. dan hasil bumi yang lain diarak menuju tempat penggilingan.Dimuat admin Apr 14th.2 juta kuintal tebu pada musim giling tahun 2011 ini. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini prosesi ritual jelang giling Karanganyar (Soloraya Online). Kamis (14/4). Ritual yang lain tetap dilaksanakan sama. Tebu bagi masyarakat Tasikmadu telah menjadi tumpuan harapan petani dan keluarga karyawan pabrik gula. Bagi masyarakat sekitar. Pabrik Gula (PG) Tasikmadu Karanganyar menargetkan bisa menggiling 4. Ikut diarak pula dalam ritual itu dua pohon batang tebu. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Karanganyar : Ribuan warga masyarakat menyaksikan tradisi "Selamatan Giling Tebu Tahun 2011" di Pabrik Gula PG Tasikmadu Karanganyar Jum‟at (15/4). Kenapa kerbau yang dipilih sebagai sesajen karena mempunyai simbol etos kerja karyawan. Bambang Sucahyono. Disebutkan dalam musim giling tahun 2011 ini PG Tasikmadu siap menggiling 4. ritual menjelang dimulainya giling tebu ini digelar dengan maksud untuk “nguri-uri” budaya dan manifestasi doa kepada Tuhan. Tradisi ini ditandai dengan arak-arakan Temanten (pengantin). Bambang ucahyo di sela acara ritual. tumpeng dan kembang telon. untuk kelengkapan sesajen berupa bubur. Kerbau selama ini dikenal sebagai binatang yang kuat dan tak gampang menyerah di segala medan.” ujar Administratur PG Tasikmadu.2 juta kuintal tebu atau . Jum‟at (15/4). ungkap Administratur PG Tasikmadu Karanganyar.com/2011/04/14/target-giling-pg-tasikmadsu-tahun-ini-meningkat/ Ribuan Warga Karanganyar Saksikan Tradisi Selamatan Giling Tebu 2011 Written by Leni Widiya | 15 April 2011 Share KBRN. aman dan proses giling mencapai target. * (dit) http://solorayaonline. "Tradisi ini selalu kami adakan setiap menjelang musim giling. suasana berlangsung meriah tidak ubahnya seperti pesta pernikahan pengantin. Harapannya kegiatan giling tebu yang akan segera dimulai bisa berjalan lancar. Tebu yang merupakan pasangan Manten Tebu Pria dan Manten Tebu wanita lengkap dengan iringiringan Joli yang terbuat dari anyaman bambu dan hiasan kertas yang dibawa para pegawai pabrik gula. Menurut Bambang.ini satu saja kami anggap cukup. sebagai upacara selamatan dan permohonan doa kepada Tuhan YME untuk kelancaran giling tebu dalam proses pembuatan gula kristal".

menjajakan berbagai makanan khas pasar malam tradisional. dapat dipastikan hampir semua pabrik gula menggelar serangkaian ritual sakral untuk keselamatan. (Sriyanto/Leni/WDA) http://www2. Pasar malam yang digelar masyarakat tersebut biasanya bertempat di sekitar lokasi pabrik gula. dan tong setan. KLIPING BERITA. Sebutan itu sebenarnya merujuk pada keramaian pasar malam yang selalu digelar setiap awal bulan April.meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 3. Boyolali. 2010 dalam Kategori DOKUMENTASI SOLORAYA.963 kuintal". HEADLINE.php/component/content/article/44-index-berita-terbaru/9489-wargakaranganyar-saksikan-tradisi-selamatan-giling-tebu Arak Temanten Tebu Jelang Musim Giling Dimuat Editor Jun 17th. Wonogiri. SENI BUDAYA. bulan di mana masa panen raya tebu datang. es dawet. Jawa Tengah.9 juta kuintal tebu. . jelas Bambang Sucahyono . Puluhan lapak berderet-deret.2 juta kuintal tebu itu akan menghasilkan gula kristal atau ngula pasir sebanyak 307. Sukoharjo. brondong jagung dan jajan pasar. Hiburan “jadul” itu memang seperti mengingatkan kembali kenangan masa lalu.id/index. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini Menjelang musim giling tebu. yang disebut cembengan. sekitar 15 kilometer arah timur Kota Solo. Di Karanganyar. Grobogan bahkan dari Kabupaten Semarang.co. "Dari 4. serta Sragen. seperti arum manis. pasar malam cembengan menempati sekitar Pabrik Gula (PG) Tasik Madu. WISATA BUDAYA.0. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2. Ada juga beberapa hiburan anak-anak semacam komidi putar. Sedangkan tebu yang diling PG tersebut berasal dari Karanganyar sendiri.rri. Musim giling tebu itu akan dimulai 20 Mei mendatang dan berlangsung selama 135 hari.

ritual cemengan itu sendiri dilakukan selama dua hari. Selain tujuh kepala kerbau. para petani tebu. Di PG Tasik Madu. anak dan istri. kinangan (perlengkapan menginang). Pada hari pertama. buruh angkut. Namun justru itulah kekuatannya. pasar malam yang berlangsung selama dua pekan itu dipadati pengunjung. Setiap malam. kegembiraan panen yang kemudian dilanjutkan dengan menggiling tebu itulah yang melahirkan ritual cembengan. terutama tujuh kepala kerbau. lapangan kerja akan terbuka. masa seperti sekarang ini adalah masa gembira bagi masyarakat di sekitar pabrik gula. Sebelum dikirab. telur asin. dan hasil bumi. atau kirab pengantin tebu yang digelar pihak pabrik gula. sebelum akhirnya meletakkannya di ruang mesin produksi di dalam pabrik. bermacam sesaji diletakkan di dalam jolen atau joli (semacam tandu kecil) yang dihias dengan kertas warna-warni. Mereka datang dengan gembira bersama keluarga. Maka sungguh wajar jika wajah-wajah mereka terlihat sumringah (gembira). pihak pabrik gula terlebih dulu menggelar prosesi kirabn sesaji. Setelah dilakukan pembacaan doa. musim panen memang identik dengan musim kebahagiaan. ritual dimulai dengan penebangan dua batang tebu temanten (pengantin). Bagi masyarakat di sekitar pabrik gula. Ritual ini digelar untuk memohon keselamatan selama proses penggilingan tebu yang dimulai pada keesokan harinya. Bermacam sesaji selanjutnya diarak bersama gagar mayang dari dua batang tebu. Sebab sebentar lagi roda ekonomi akan bergerak. buruh tebang. pendapatan akan mengalir. Impian setelah selama satu tahun (periode tanam tebu) akan segera bisa dinikmati. aneka sesaji. sesaji tersebut antara lain berupa jenang merah dan putih. Arak-arakan sesaji dimulai dari halaman Balai Desa Suruh menuju pabrik gula yang berjarak sekitar 5 kilometer.Pasar malam tersebut memang sangat kental dengan warna tradisional. Kamis (29/4) pagi. dan karyawan pabrik. diletakkan di bagian bawah mesin produksi. nasi tumpeng. Batang tebu tersebut akan dijadikan sebagai tebu pertama saat dilakukan giling tebu pada keesokan harinya atau Jumat (30/4). dan pasar malam cembengan adalah gambaran perayaan kebahagiaan itu. Konon. yaitu mengarak atau mengkirab aneka sesaji keliling kampung. Ya. Namun sebelum giling tebu. Kepala kerbau ini .

Karanganyar. “Yang mengikuti syukuran atau selamatan ini adalah para pekerja kebun tebu. musim giling tebu barangkali menjadi musim yang paling ditunggu. ritual ini adalah cara kami memohon keselamatan. disusul kemudian 14 pasang tebu pengirinyanya. Dari sepanjang pinggir jalan. Tahun ini. Sri Harjanto menambahkan syukuran atau selamatan ini dilakukan seperti syukuran yang dilakukan oleh masyarakat.(Ganug Nugroho Adi) . angkut.” ungkap Sri Harjanto. warga mengelu-elukan kirab pengantin. sekaligus mengakhiri ritual cembengan di PG tasik Madu. Tebu Temanten Puncak ritual cembengan berlangsung pada keesokan harinya. Jumat (30/4) pagi. Begitulah. sungguh sangat berarti kehidupan mereka. Lambang kemakmuran masyarakat agraris. Tentu saja. dan karyawan pabrik. sehingga diperlakukan secara khusus dan khas. karyawan. dari rumah dinas kepala tanaman pasangan tebu temanten dikirab bersama 14 pasang tebu pengiring keliling desa. tak ubahnya pasangan pengantin manusia. yaitu menggunakan nasi tumpeng dan perlengkapan lainnya. yang diambil dari Kebun Sroyo di Kebakkramat dan Kebun Wonolopo. dulu pabrik gula ini pernah tidak melakukan cembengan. Malam sebelum proses giling pertama. tebu yang menjadi pengantin merupakan tebu pilihan.diyakini sebagai penolak bala atau bencana. sepasang tebu temanten pun didandani layaknya sepasang mempelai. sekaligus membawa berkah bagi karyawan dan warga sekitar pabrik. Hingga akhirnya. Atraksi reog menyambut kedatangan tebu temanten dan pengiringnya di halaman pabrik gula.” kata Sri Harjanto. Tapia pa pun. Maka. mengandung harapan agar kelak gula yang dihasilkan nantinya berlimpah dan kualitasnya bersih. Bergeraknya mesin giling itu pun menandai dimulainya proses giling tebu hingga 100 hari mendatang. pasangan temanten yang “dinikahkan” adalah pasangan Bagus Wijaya dan Raden Roro Sri Rejeki dari varietas tebu PS 864. Glek! Mesin penggiling pun bergerak. dan orangorang di sekitar pabrik. serta tebu wadon (wanita) yang ditanam sendiri oleh pabrik gula Tasik Madu PG sendiri. dan masyarakat sekitar. Ritual cembengan tersebut konon juga berkaitan dengan hasil produksi gula. Begitu arak-arakan pengantin memasuki ruang giling. penggilingan hingga dengan akhir penggilingan nanti. Keduanya mengenakan topeng Dewi Sri dan Dewa Sadana. sehingga tidak terjadi sesuatu yang buruk selama musim giling. sebelum memimpin prosesi. yang nantinya akan menjadi gula. karyawan pabrik gula. mulai awal tebang. yaitu prosesi kirab tebu temanten.” terang dia. sepasang temanten tebu kemudian diletakkan di atas mesin giling. Tasikmadu. Syukuran ini bertujuan agar prosesi giling tebu berjalan lancer. pabrik. lalu hasil produksi gula menurun. Selain batang tebunya dipilih yang paling baik dan memiliki rendemen tinggi. “Entah kebetulan atau tidak. Kami juga memohon kepada Tuhan agar hasil giling tebu nantinya bisa bermanfaat bagi petani. kami menggelar pentas wayang kulit semalam suntuk. mulai menggilas dan melumat batang-batang tebu. Air manis dari tebu yang digiling. menuju besaran atau rumah dinas administratur pabrik gula. Ritual untuk memohon keselamatan selama masa giling tebu dipimpin Administratur PG Tasik Madu Sri Harjanto. Soal pemeilihan nama tebu temanten itu. kata Sri harjanto. Tebu telah menjadi tumpuan harapan para petani. “Sepasang tebu temanten ini sebagai simbol adanya tebu lanang (laki-laki) atau tebu yang berasal dari daerah lain.

Panjat Dinding. Kolam Renang. Jalan Refleksi. Jembatan Gantung. Monumen Giling.Popularity: 1% [?] http://kabarsoloraya. Dunia Kreasi. Lapangan Tennis. Museum Mesin Gula museum gula . Fasilitas yang ditawarkan di Agro Wisata Sondokoro Tasikmadu ini adalah Tour keliling Pabrik Gula dengan naik lokomotif. Flying Fox. Graha Sondokoro. Live Music. Ruang Metting. Griya Resto.com/2010/06/17/1693/ Agro Wisata Sondokoro Spoor Uap Agrowisata Sondokoro Terletak diantara jalan raya Solo dan Karanganyar desa Ngijo kecamatan Tasikmadu.

Disini anda dapat melihat bekas-bekas mesin yang dahulu digunakan dalam pembuatan gula di pabrik ini karena terletak di area taman, jadi tempat ini sangat nyaman untuk bersantai dan berfoto Sejarah Singkat Sondokoro SONDOKORO sebenarnya adalah nama desa yang dulu konon cerita berasal dari nama Kyai Sondo dan Kyai Koro yang bertarung 40 hari 40 malam demi mendapatkan menantu bagi anak gadis mereka yang sama-sama mencintai Tumenggung Joyo Lelono. Namun pertarungan tersebut berakhir imbang tanpa ada yang menang ataupun kalah di karenakan mereka berasal dari satu perguruan yang sama. Kemudian oleh penduduk setempat tempat tersebut di namai SONDOKORO yang di ambil dari nama Kyai Sondo dan Kyai Koro, yang petilasannya dapat dilihat di lokasi Jalan Refleksi yang berada di Wahana SRI WIDOWATI, yang diambil dari nama anak gadis Kyai Sondo. Agrowisata SONDOKORO memulai kegiatannya pada tahun 2005 yang dahulu hanya berupa pabrik gula, yang berkapasitas 31.000 TCD dan sangat tertutup untuk kepentingan umum. pada tahun tersebut terbentuk pemikiran membuka diri dengan wisata Agro dan industri Gula yang bernuansa tempoe Doeloe. Agrowisata SONDOKORO meliputi wisata Spoor Teboe, Spoor Sakarosa, Spoor Gula yang melintasi kawasan sekeliling dan kebun tebu sekitar Pabrik Gula Tasikmadu, dilengkapi dengan beragam fasilitas permainan untuk dewasa dan anak dan juga berbagai wahana kesehatan. Kami juga melengkapi dengan fasilitas Edukasi yaitu Wisata Pendidikan dan Wisata Pabrik untuk melihat proses pembuatan gula beserta Instalasinya.

http://kabaena.forumplatinum.com/t2969-obyek-wisata-tawangmangu-candi-sukuh-argowisatasondokoro

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROSES PRODUKSI DI PTP NUSANTARA IX (PERSERO) PABRIK GULA TASIKMADU KARANGANYAR Oleh : Lisa Indriastuti

Tujuan penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui perencanaaan dan pengendalian proses produksi. Tujuan dari perencanaan dan pengawasan produksi adalah mengusahakan agar barang jadi hasil proses produksi itu tepat sesuai dengan kebutuhan langganan dengan memperhatikan kualitas dan harganya. Sesuai dengan masalah yang telah ditetapkan yaitu Bagaimana perencanaan proses produksi dan Bagaimana efektifitas pengendalian proses produksi pada PG. Tasikmadu, maka dilakukan analisis mengenai perencanaan proses produksi, kemudian Diagram Pareto untuk mengetahui kerusakan apa saja yang paling sering terjadi pada produk yang dihasilkan, Diagram Sebab-Akibat untuk mengetahui penyebab dari kerusakan. Analisis pareto kerusakan tertinggi pada jenis kerikil yaitu sebesar 4.623,50 atau 95 % kemudian pada jenis debu sebesar 243.00 atau 5% dari semua jumlah kerusakan. Penyebabnya antara lain peralatan yang kurang seksama, kurangnya kontrol pada mesin, bahan baku yang kurang baik untuk diproduksi dan konsentrasi tenaga kerja yang

menurun. Berdasarkan pembahasan analisis data dan kesimpulan hasil penelitian yang dikemukakan diatas, maka peneliti memberikan saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak perusahaan untuk menentukan langkah lebih lanjut mengenai pengendalian kualitas. Agar perusahaan meninjau kembali mengenai perencanaan yang telah dibuat mengingat masih banyak kesalahan dari manajemen mulai dari bahan baku, tenaga kerja, alat bantu proses, urutan proses dengan cara membuat, mengganti atau menambah langkah-langkah yang perlu dibuat dan dilakukan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan.

http://digilib.uns.ac.id/pengguna.php?mn=detail&d_id=1696

Paradigma Baru bagi Limbah
Reply

Topic List < Prev Topic | Next Topic >

< Prev Message | Next Message >

Kompas - Rabu, 12 Juli 2000 Paradigma Baru bagi Limbah TIGA tahun yang lalu, limbah pabrik gula masih menjadi masalah besar bagi PG Tasikmadu di Solo. Kecuali tetes tebu yang sudah lama dimanfaatkan untuk pembuatan ethanol dan bahan pembuatan monosodium glutamate (MSG/salah satu bahan untuk membuat bumbu masak), beraneka limbah dalam proses produksi gula seperti blothong, abu, dan ampas tebu terbuang percuma. Bahkan untuk buangan limbahnya pun menimbulkan pencemaran lingkungan, sehingga PG mesti keluar biaya Rp 200 juta setahun. Di luar limbah pabrik itu, tanaman tebu menghasilkan limbah pula sejak masa tanam hingga penebangan. Daun tebu kering yang disebut klethekan, pucuk tebu hingga sogolan (pangkal tebu); menimbulkan kesulitan tersendiri untuk membuangnya. Padahal semua itu bisa dimanfaatkan, dan punya nilai ekonomis pula. "Lebih tepat menyebut limbah-segala limbah dalam suatu proses produksi pertanian-sebagai hasil samping produksi, yang belum dimanfaatkan karena belum diketahui manfaatnya," kata Ir Suharto MS, seorang pakar kompos. Ia menunjuk jerami atau batang padi yang lebih banyak terbuang pada saat panen padi, kecuali dibakar untuk "pupuk" di sawah, atau pakan ternak. Padahal jumlahnya luar biasa banyak dan sebagai bahan organik, jerami juga amat bagus untuk pembuatan pupuk kompos. Sejak 1998, PG Tasikmadu mengolah hasil limbah produksinya seperti blothong, abu, tetes, dan ampas, dicampur kotoran hewan,

menjadi pupuk kompos unggul (fine compost) yang punya nilai tinggi. Tasikmadu sudah mengantungi untung Rp 8 milyar dari bahan yang semula limbah ini. Limbah tebu yang lain seperti pucuk tebu segera akan berubah menjadi produk yang mendatangkan keuntungan ekstra. Pucuk tebu bisa diolah jadi pakan ternak (sapi), dengan harga antara Rp 300-Rp 400 per kg. Harga ekspor 0,5 dollar AS. Selain peternak dalam negeri, pasar ekspor pun siap menerima produk pakan ternak dari pucuk tebu ini. Jumlah limbah pucuk tebu ini mencapai 15 persen dari total tanaman, ditambah sogolan dua persen. Sementara ampas tebu diserap untuk bahan pembuatan kertas oleh pabrik kertas. "Tetapi kami belum siap untuk memproduksi pakan ternak. Mungkin mulai tahun 2001 nanti," kata Administratur PG Tasikmadu, Soeparno DS. Ia menyayangkan, kebutuhan akan modal terbentur oleh birokrasi di PTP Nusantara IX (Jateng) yang masih menerapkan manajemen konservatif. Soeparno melukiskan, prospek usaha pembuatan pupuk kompos dan pakan ternak sangat cerah, dan pasar nyaris "tak terbatas". Untuk tambahan modal usahanya itu pihaknya membutuhkan dana segar Rp 5 milyar. Untuk itu PG Tasikmadu siap bekerjasama dengan pihak ketiga. Asisten Ahli Menteri Pertanian Ir Erwin Soetirto menyebutkan, diversifikasi usaha seperti yang dilakukan PG Tasikmadu itu merupakan bisnis baru yang patut memperoleh dukungan. Ia menjanjikan akan mempertemukan PG Tasikmadu dengan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) yang akan siap menyerap produk pakan ternak. *** SELAIN industri gula (tebu), industri perkebunan besar lain sebenarnya memiliki potensi yang kurang lebih sama, seperti perkebunan kelapa sawit, kakao (cokelat). Pengelola perkebunan-perkebunan itu selama ini kesulitan membuang limbahnya yang jumlahnya amat banyak. "Perkebunan kakao di Inderagiri Hulu, Riau (Sumatera) setiap hari membuang kulit, daging buah serta kulit biji kakao. Jumlahnya sangat banyak sampai membentuk gunung tinggi, sehingga menimbulkan masalah lingkungan sendiri," cerita Ir Suharto. Limbah kakao itu sebenarnya mengandung protein yang lumayan. Atas sarannya, limbah tersebut oleh pengelolanya PT Tri Bhakti Sari Mas diolah menjadi pakan ternak sebagai pengganti rumput. Caranya, limbah kakao itu difermentasikan, dan hasilnya bisa menjadi subtitusi rumput yang aman bagi ternak. Perusahaan tersebut kemudian juga membuka usaha peternakan sapi dengan memanfaatkan limbah kakao sebagai pakan ternak. Jumlah sapinya sekarang mencapai 4.000 ekor. Begitu pula dalam perkebunan kelapa sawit. Selama ini banyak cangkang kelapa sawit yang terbuang, padahal jumlah limbah ini setiap hari teramat banyak. Setiap tandan sawit, 60 persennya kosong, dan ini menjadi limbah yang

This condition stimulated low productivity.menimbulkan pencemaran udara karena asap. increasing in sugar price and imported sugar.yahoo. bahkan mulai dilirik oleh pengusaha perkebunan sawit di Malaysia. Begitu pula perkebunan kelapa sawit tidak hanya menjual CPO (crude palm oil). high cost economy. Sedangkan untuk pembuatan kompos. 12 persennya bisa menjadi pakan ternak (sapi). (asa) http://groups.com/group/mmaipb/message/4346 JURNAL 01 EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA VICTOR SIAGIAN 21/10/2010 abdulrahman2009 No comments EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA VICTOR SIAGIAN Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. bisa dijadikan kompos untuk pemupukan tanaman sawit. Dari setiap produk limbah cangkang sawit ini. . tetapi juga menghasilkan sapi dan pakan ternak. Increased sugar import either legal or illegal must be concerned because international sugar market is thin market and also sugar industry is capital intensive. DEA calculates relative efficiency to peer unit namely sugar factories in which have highly efficiency score." paparnya. Dengan demikian terjadi siklus alam yang tak terputus. One of the methods for eliminating imported sugar namely to identified sugar industry efficiency especially carbonatization sugar industry using Data Envelopment Analysis (DEA). using carbonatization process. have lowly efficiency score and need input multiplier or reallocation in using input from peer unit. more over in the beginning of trade liberalization. Dan sisanya. There are three sugar factories. Mereka siap mengimpor kompos sawit dari Riau ini. Kompos dari bahan sawit ini telah diproduksi menjadi komplet-vit (pelet). Jakarta ABSTRACT Highly government intervention caused crucial Indonesian sugar market structure. tetapi juga peternakan sapi. dengan memanfaatkan limbah bungkil sawit ditambah kotoran sapi. setelah diproses. "Jadi usaha perkebunan cokelat sekarang tidak lagi hanya mengandalkan produk dari biji cokelat.

Kekuatan produsen gula domestik dapat dipahami karena harga pasar gula impor lebih rendah dari harga gula produksi domestik. Apabila langkah ini dilakukan.. Peer Unit. Sugar Market Structure. Peluang masuknya gula impor karena produksi gula nasional mencapai 3. 550. dan setelah tahun 1994 produksi gula nasional terus menurun. Situasi demikian akan membawa industri gula pada situasi krisis karena pabrik gula mengalami kesulitan pasokan tebu. Relative Efficiency. sementara industri gula nasional merupakan industri yang padat karya. pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. khususnya petani tebu. Salah satu upaya untuk menghadapi ancaman gula impor adalah mengkaji industri gula dalam negeri. Kondisi ini dapat menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah besar. Menurut Statistik Impor. DEA. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. Pemicu rendahnya suplai bahan baku ini karena petani tertarik menanam tebu akibat merosotnya nilai ekonomisnya (Harian Kompas. bukan disebabkan oleh peningkatan produktivitas (Sekretariat Dewan Gula. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan gula di dalam negeri. 14 September 2002). akan terancam kelangsungan produksi gula dalam negeri.5 juta ton setahun. Selain itu tarif bea masuk gula putih (White Sugar) Rp.perkilogram dan gula mentah (Raw Sugar) Rp. Petani akan membongkar kebun tebu dan beralih ke tanaman lain atau mereka akan membiarkan tanaman tebu yang ada tanpa perawatan.2 sampai 3. Badan Pusat Statistik 2000. Peningkatan produksi gula adalah disebabkan oleh perluasan areal tanaman tebu. PENDAHULUAN Latar Belakang Motivasi studi ini berkaitan dengan maraknya isu mengenai pro-kontra impor produk pertanian khususnya gula. Staf pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Para petani tebu hanya memiliki dua pilihan. 700. jika krisis industri gula tidak tertangani. Tingginya intervensi pemerintah menyebabkan berbagai masalah dalam struktur pasar gula Indonesia yang pada akhirnya mendorong rendahnya peningkatan produktivitas.per kilogram yang cukup tinggi sehingga mendorong masuknya gula impor ilegal.. Sebanyak 44 pabrik gula di Indonesia terancam bangkrut.Keywords : Government Intervention. 2001). sejumlah besar pabrik gula (PG) di Jawa menghadapi kesulitan . Isu tersebut merebak karena dihadapkan kepada kekuatan pihak produsen gula domestik. Hal ini terjadi karena masuknya gula impor sehingga gula dalam negeri tidak dapat bersaing (Harian Kompas. maka pasokan tebu ke pabrik gula akan anjlok yang mengakibatkan pabrik gula dapat ditutup. Meningkatnya impor gula patut diwaspadai mengingat pasar internasional gula termasuk pasar yang tipis (Thin Market). tingginya harga gula di tingkat konsumen serta meningkatnya impor gula. Thin Market. Kondisi ini mengakibatkan daya saing gula dalam negeri menurun. Produksi gula nasional pernah meningkat relatif cepat dalam periode 1980-an. apalagi dengan semakin meningkatnya arus liberalisasi perdagangan. akan tetapi lambat sekali dalam periode awal 1990-an. Gula impor legal dan ilegal yang masuk ke pasar telah menekan harga gula produksi dalam negeri. Akhir-akhir ini. Legal and Illegal Import. Victor Siagian. sehingga hasilnya minim. 10 September 2002). Produksi gula nasional semakin menurun selama beberapa tahun terakhir.

kendala utama yang dihadapi pabrik gula saat ini adalah : . Hasil studi PSE dan P3GI (1996) menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan struktur pertanaman dan katagori tanaman tebu yang berlangsung sejak awal tahun delapan puluhan. 1996 dan Sekretariat Dewan Gula. 1999). Kondisi ini bisa menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah yang besar. telah mendorong pemerintah untuk meningkatkan impor gula pasir. sehingga biaya produksi gula lebih mahal (Sawit. Prabowo.al. Selain faktor produktivitas.dalam penyediaan bahan baku tebu.al.3 persen/tahun. Tampaknya program Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) yang diimplementasikan selama ini telah mempersulit perkembangan industri gula nasional yang efisien. 1997).9 persen menjadi 48. Menurut Sekretariat Dewan Gula Indonesia (2001). dan diperkirakan akan semakin memberatkan perekonomian nasional dalam kondisi rupiah yang mengalami depresiasi yang cukup tinggi sekarang ini. (2) harigiling yang belum optimal. Dengan demikian peranan tebu kepras dan tebu lahan kering menjadi semakin penting dalam penentuan keunggulan komparatif industri gula secara keseluruhan. dan meningkatnya permintaan gula di lain pihak. Kesemuanya ini akan memperlemah keunggulan komparatif pengembangan tebu di lahan tegalan yang akhirnya akan memberikan dampak secara agregat. 1996). (Soentoro et. Pengembangan industri gula untuk tujuan substitusi impor dan promosi ekspor tidak memiliki daya saing (Rosegrant et. pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. yaitu dari 20. petani akan beralih kepada komoditas lain. Tebu rakyat nantinya diperkirakan akan berkembang pada wilayah yang secara tradisional telah mengenalnya seperti di Pati dan Malang Selatan. 1987). Peningkatan efisiensi perlu terus diupayakan untuk memantapkan daya saing komoditas gula.6 persen atau meningkat dengan laju 7. (3) kapasitas giling yang kurang dari 2.9 persen/tahun.000 ton tebu per hari dan (4) jam berhenti giling yang tinggi.al (1987) mengemukakan bahwa industri gula Indonesia tidak memiliki keunggulan komparatif dan tanpa penjatahan areal. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya efisiensi pabrik gula adalah : (1) pabrik yang sudah tua. melemahnya lingkup kendali (span of control) dan skala ekonomi (PSE dan P3GI. Rosengrant et. Kondisi PG yang telah tua dan kesulitan tebang dan angkut telah mempengaruhi rendemen dan kualitas tebu. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan di dalam negeri. Kategori tanaman tebu kepras (ratoon) meningkat dari 31. pengembangan tebu di lahan kering yang semakin meluas memunculkan masalah baru seperti meningkatnya biaya pengangkutan tebu ke pabrik. Menurut P3GI (1997). Menurut Statistik Impor. Dalam periode 1980-1990 proporsi areal tebu lahan kering meningkat dengan laju 11. Kegagalan peningkatan produksi gula di satu pihak. salah satu langkah yang perlu ditempuh dalam pembangunan industri gula adalah melalui peningkatan efisiensi pabrik gula. Badan Pusat Statistik.9 persen. hal ini dilihat dari menurunnya Hari Giling serta meningkatnya Jam Berhenti Giling yang disebabkan oleh kekurangan bahan baku. Dengan demikian impor gula menguras devisa negara cukup besar.3 persen menjadi 62. 1998.

Berdasarkan lima kriteria pokok tersebut terdapat indikasi bahwa efisiensi pabrik gula Indonesia masih rendah khususnya pabrik gula milik BUMN yang dapat disebabkan karena biaya produksi gula belum efisien (Sekretariat Dewan Gula Indonesia. . Setelah mengemukakan kriteria pokok efisiensi pabrik gula sebagaimana diuraikan di atas. G. 2. Penentuan skala ekonomi dengan fungsi biaya dapat dibaca pada Christiansen dan Green (1976) dan Binswanger (1974). Oleh karena itulah ia lebih banyak digunakan. 1987. Penelitian tentang efisiensi pabrik gula di India dilakukan oleh Ferrantino. Fungsi produksi yang banyak dipergunakan adalah fungsi produksi Cobb-douglass.(1) rendahnya kualitas bahan baku. dan Linvill. 1987).J. Fungsi keuntungan Cobbdouglass adalah salah satu bentuk khusus dan fungsi translog (Simatupang. terdapat lima kriteria pokok yang dapat dijadikan pedoman awal untuk menentukan tidak efisiennya suatu pabrik gula. terdapat aspek-aspek yang erat kaitannya dengan biaya produksi gula yaitu : (1) produksi gula.B. C. efisiensi harga dan efisiensi alokatif dengan menggunakan pendekatan nonstocastik-nonparametric production dan cost frontiers yang diestimasi dengan metode linear programming. efisiensi pabrik gula yang diteliti meliputi efisiensi teknis. 5. Penelitian tentang efisiensi teknis dapat dibaca pada Simatupang dan Mewa (1987) dan Dewa (1996).000 kwintal per tahun. yaitu : 1. kedua penelitian tersebut mempergunakan fungsi produksi frontier. 1997). Suryana. fungsi keuntungan ini banyak memiliki kelemahan (Chand and Kaul. Simatupang (1988) mengemuka-kan akhir-akhir ini analisa yang banyak dipakai dalam penelitian ekonomi produksi adalah fungsi keuntungan. Kesulitan memperoleh lahan. Jenis fungsi keuntungan yang banyak dipakai dalam penelitian adalah fungsi Cobbgotglass dan translog.D. Jumlah produksi gula kurang dari 250. 1987). sehingga harga pokok per unit hasil masih mahal. Contoh penggunaan fungsi produksi dapat dilihat pada Sawit (1985). 4. Berbagai efisiensi alokatif dapat dibaca pada Pakpahan (1982) dan Sugianto (1985). 1986. Menurut P3GI (1997). Ini merupakan suatu kemajuan dibandingkan dengan penelitian lainnya yang mempergunakan fungsi rata-rata. Pengembangan lahan tebu mengarah ke lahan kering sehingga biaya angkut tebu meningkat. dari US International Trade Commission Office of Economics disertai Ferrier. Mutu bahan baku belum optimal sehingga biaya produksi pabrik gula tidak efisien. Kapasitas giling masih banyak yang dibawah 2000 ton tebu per hari. masing-masing dari Departemen Ekonomi Universitas Arkansas pada tahun 1994. M. Fungsi ini terkenal kesederhanaannya. Namun fungsi keuntungan Cobb-Douglass ini lebih mudah dalam penerapan secara empiris. 3. Simatupang. Dengan alat analisa ini hampir semua parameter yang berkaitan langsung dengan produksi dapat diperoleh. Karena sifatnya yang banyak batasan. (2) rendahnya kapasitas sebagian pabrik serta rendahnya efisiensi pabrik (tingginya jam berhenti dan (3) tingginya biaya produksi.

Alokasi input mana dalam pengelolaan pabrik gula yang sudah dan belum efisien ? 3. perlu diketahui apakah industri gula domestik di masa mendatang masih dapat diharapkan untuk dipertahankan eksistensinya. dan (4) liberalisasi perdagangan. Data dan Sumber Data Data diperoleh dari Pusat Penelitian Industri Gula (P3GI). (3) impor gula. Untuk maksud tersebut. Sehubungan dengan itu. perumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dikemukakan. Asosiasi Gula Indonesia (AGI).(2) produksi tebu. Data mengenai input – output pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi tahun 2002. Rejoagung Baru. Kantor Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Urusan Logistik. 2. (2) Data dan Sumberdata. Mengukur efisiensi relatif pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi di Indonesia. khususnya industri gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu pabrik gula Tasik Madu. Apakah industri gula di Indonesia. sebagai data sekunder. Mengidentifikasi alokasi input yang sudah dan belum efisien dan cara mengatasinya dalam pengelolaan pabrik gula di Indonesia. Pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi mana yang efisien ? Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan dalam kajian efesiensi relatif antar pabrik-pabrik gula yang . sudah efisien ? 2. Gondang Baru. Dewan Gula Indonesia (DGI). khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi sebagai Unit-unit Kegiatan Ekonomi (UKE). METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan latar belakang. Perumusan Masalah Efisiensi merupakan salah satu indikator kinerja unit kegiatan ekonomi dalam industri gula agar dapat bersaing dengan gula impor. Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. (3) Variabel Penelitian dan (4) Metode Analisis. dalam bagian ini akan diuraikan : (1) Obyek penelitian.

Dalam DEA. orang) f. ton) b. Penerimaan gula (TRQ1. Biaya tenaga kerja (CX3. 1000Rp) e. Bobot-bobot tersebut bukan merupakan nilai ekonomis dari input dan outputnya. dimana penggabungan input dan output tersebut tidak mungkin dilakukan. Sebagai gambaran jika suatu UKE merupakan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan (profit-maximizing firm). Secara umum UKE akan menetapkan bobot yang tinggi untuk input yang penggunaannya sedikit dan untuk output yang dapat diproduksi dengan banyak. Bobot tersebut memiliki sifat : (1) tidak bernilai negatif. Produksi Tetes (Q2. melainkan sebagai penentu untuk memaksimumkan efisiensi dari suatu UKE. 1000Rp) 2. efisiensi relatif suatu UKE adalah efisiensi suatu UKE dibanding dengan UKE lain dalam sampel (sekelompok UKE yang saling diperbandingkan) yang menggunakan jenis input dan output yang sama. Biaya Penyusutan (Z2. karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan kombinasi output yang berbeda pula. Produksi Gula (Q1. kg) d. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu unit kegiatan ekonomi (yang selanjutnya disingkat UKE) yang menggunakan banyak input dan banyak output. Biaya Management (Z1. dan (2) bersifat universal. 1000Rp) g.menggunakan proses karbonatasi yaitu: 1. Data Envelopment Analysis (DEA) dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial dan regresi berganda. Biaya bahan bakar (CX2. 1000Rp) c. artinya setiap UKE dalam sampel harus dapat menggunakan seperanagkat bobot yang sama untuk mengevaluasi rasionya (total weighted output / total weighted input ≤ 1). ton) d. 1000Rp) c. 1000Rp) Metode Analisis Penelitian ini menggunakan alat analisis DEA (Data Envelopment Analysis). dan setiap input dan outputnya memiliki biaya per unit serta harga jual per unit. DEA berasumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimalkan rasio efisiensinya (maximum total weighted output/total weighted input). Komponen Output a. Jumlah tebu giling (X1. ton) b. Komponen Input a. efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya (total weight output/total weighted input). DEA memiliki beberapa . maka setiap UKE akan memiliki seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. 1000Rp) h. Setiap unit kegiatan ekonomi (UKE) yaitu setiap pabrik gula diukur efisiensi relatifnya. Untuk mengukur efisiensi industri digunakan alat analisis DEA. maka perusahaan tersebut akan berusaha menggunakan sedikit mungkin input yang biaya per unitnya termahal dan berusaha memproduksi sebanyak mungkin output yang harga jualnya tertinggi. Inti dari DEA adalah menentukan bobot (weights) atau timbangan untuk setiap input dan output UKE. Penerimaan tetes (TRQ2. Jumlah Tenaga kerja (X3. Biaya tebu giling ( CX1. Jumlah bahan bakar (X2.

3. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. Ketiga. Nilai Manajerial DEA 1. Informasi tersebut memungkinkan seorang analis membuat UKE hipotesis yang menggunakan input yang lebih sedikit dan menghasilkan output yang paling tidak sama atau lebih banyak dibanding UKE yang tidak efisien. Bersifat Universal Metode DEA memiliki asumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimumkan rasio efisiensinya. DEA dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial maupun regresi berganda. 2. Dalam DEA efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya. Keterbatasan DEA 1. DEA menunjukkan sejumlah UKE yang memiliki efisiensi sempurna (efficient reference set. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) yang menggunakan banyak input maupun output. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. . sehingga UKE hipotesis tersebut akan memiliki efisiensi yang sempurna jika menggunakan bobot input dan bobot output dari UKE yang tidak efisien. Analisis efisiensi silang dapat membantu seorang manajer untuk mengenali UKE yang efisien tetapi menggunakan kombinasi input dan menghasilkan kombinasi output yang sangat berbeda dengan UKE yang lain (PAU-SE UGM. Angka efisiensi ini memungkinkan seorang analis untuk mengenali UKE yang paling membutuhkan perhatian dan merencanakan tindakan perbaikan bagi UKE yang tidak / kurang efisien. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. maka setiap UKE akan memilih seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. DEA mensyaratkan semua input dan output harus spesifik dan dapat diukur. tetapi ia juga mengetahui seberapa besar tingkat input dan output harus disesuaikan agar dapat memiliki efisiensi yang tinggi. Inti dari DEA adalah menentukan bobot yang memiliki sifat: a. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. 2000). efisiensi = 100%) dan seperangkat angka pengganda (multipliers) yang dapat digunakan oleh manajer untuk menyusun strategi perbaikan. jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi<100%). DEA menyediakan matriks efisiensi silang. Karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan output yang berbeda pula. DEA menunjukkan sejumlah UKE yang memiliki efisiensi sempurna (100%). Sehingga seorang manajer tidak hanya mengetahui UKE yang tidak efisien. Tidak bernilai negatif b. Pertama.nilai manajerimal. Pendekatan tersebut memberi arah strategis bagi manajer untuk meningkatkan efisiensi suatu UKE yang tidak efisien melalui pengenalan terhadap input yang terlalu banyak digunakan serta output yang produksinya terlalu rendah. Efisiensi silang UKE A terhadap UKE B merupakan rasio dari output tertimbang dibagi input tertimbang yang dihitung dengan menggunakan tingkat input dan output UKE A dan bobot input dan output UKE B. Kedua. Konsep Dasar Data Envelopment Analysis (DEA) Data Envelopment Analysis (DEA) adalah pengembangan programasi linier yang didasarkan pada teknik pengukuran kinerja relatif dari sekelompok unit input dan output. Jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi < 100%).

Dalam analisis DEA pada dasarnya ada tiga tahapan yang dilakukan yaitu : 1. Sebaliknya jika nilai antara aktual dengan target tidak sama maka efisiensi belum tercapai. penelitian ini dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. Nilai fungsi tujuan 100 (100%) berarti bahwa UKE tersebut efisien sementara yang kurang dari 100 berarti tidak efisien. Dalam tabel ini akan ditunjukkan nilai aktual dan target yang harus dicapai dari setiap input maupun setiap output. Semakin kecil rasio biaya dengan penerimaan mengindikasikan bahwa proses produksi berjalan semakin efisien dan berlaku sebaliknya.2. Pabrik-pabrik gula yang efisiensi relatifnya masih rendah dapat ditingkatkan efisiensinya melalui multiplier input dari pabrik acuannya. 2. 3. Dalam bentuk dasarnya DEA berasumsi adanya Constrant Return To Scale (CRTS). Table of Peer Units Tabel ini digunakan untuk menentukan jika suatu UKE tidak efisien maka akan ditunjukkan bagaimana cara mencapai tingkat efisiensi (mencapai angka 100) dengan melihat peer (UKE yang menjadi acuan / pedoman untuk mencapai tingkat efisiensi). Terdapat dua pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi yang memiliki tingkat skor efisiensi paling tinggi yaitu Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. 3. DEA berasumsi bahwa setiap unit input atau output identik dengan unit lain dalam tipe yang sama. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis DEA terhadap Efisiensi UKE Indusri Gula yang Menggunakan proses karbonatasi Penggunaan Input dan Perolehan Output Perbandingan secara kasar tingkat efisiensi antar pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi dapat dilihat dari rasio antara biaya yang dikeluarkan dengan penerimaan yang diperoleh. 2. Efisiensi ditunjukkan dengan nilai optimal dari fungsi tujuan yang dikembangkan dari Linear Programming (LP). Jika besarnya nilai aktual sudah sama dengan nilai targetnya maka efisiensi untuk setiap input atau output sudah terjadi. Hal ini diakibatkan oleh hubungan adanya hubungan positif antara penerimaan dengan keuntungan dan hubungan negatif antar biaya dengan keuntungan. 4. Table of Target Values Analisis ini digunakan untuk menentukan berapa persen efisiensi sudah terjadi untuk setiap UKE baik dari setiap struktur input maupun struktur output. Table of Efficiencies (Radial) Analisis ini menunjukkan Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) mana yang paling efisien. Bobot input dan output yang dihasilkan oleh DEA tidak dapat diinterpretasikan dalam nilai ekonomi. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan. Sehingga semakin tinggi tingkat penerimaan dengan biaya semakin kecil akan berdampak pada peningkatan perolehan keuntungan perusahaan. .

Amer. P. Bogor. Jakarta.W. 1987. .A. 2. Dewa. Kasryno. Washington D. Efisiensi Teknis Usahatani Kubis di Desa Galagah. Analisis Fungsi Produksi Usahatani untuk Menunjang Pengembangan Daerah Aliran Sungai Cimanuk. ________. 84:655-676. Pabrik-pabrik gula yang skor efisiensinya rendah. Jurnal Agro Ekonomi 15:1-19. memiliki alokasi penggunaan seluruh input yang belum optimal. Sumatera Barat.S. Econ. Rencana Operasional Pemecahan Permasalahan Industri Gula di Indonesia. Electric Power Generator”. Kaul. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. 1987. IFTRI. Departeman Pertanian. “Economic of Scale in U. 68:162-164. L. R.. Price and Investment Policies in the Indonesian Food Crop Sector. 56 : 377-386. F.R. Jurnal Agro Ekonomi 1 : 28-49. Agr.C. PSE dan P3GI Buku II. Rosegrant. “The Measurement of Total Factor Productivity Growth using Production Frontier : A Case of Irrigated Rice Farming in West Java”. 1997. Rasahan and Y. 1996. L. 1988. 1974. Sawit. 16 ______. Realokasi penggunaan input untuk pabrik-pabrik gula yang belum efisien agar segera dilakukan. K.L. Sekretariat Dewan Gula Indonesia 1997. Data Envelopment Analysis.3.. and J. Center for Policy and Implementation Studies (CPIS). 2000. Dua Puluh Dua Tahun Program TRI di Jawa. Prabowo. PAU Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada. J.S. and W. 7:1-16. Penentuan Ekonomi Skala Usaha dengan Fungsi Keuntungan : Landasan Teoritis dengan Contoh Fungsi Cobb-Douglass dan Translog. 1987. Christensen. Amer J.H. Gonzales. 2001. 1986. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2000. and CASER Bogor. Bogor. Fungsi Keuntungan : Landasan Teori dan Terapannya. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. Saran 1. Jurnal Agro Ekonomi. Studi Panel Petani Tebu.S. Journal of Political Economics. Dinamika Ekonomi Tebu Rakyat dan Industri Gula Indonesia. Agr. M. Simatupang P. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1980-1997. A. Chand. C. M. Produksi Gula Nasional. Mimeo. H. Agro Ekonometrika XXVIII (1): 37-56. 1996.A. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. 1998. D.H.. 1996. Institusi yang terkait dengan pengelolaan industri gula segera menindaklanjuti upaya peningkatan efisiensi pabrik-pabrik gula di Indonesia. Econ. Binswanger. PSE dan P3GI. “A Cost Function Approach to the Measurement of Elasticities of Factor Demand and Elasticities of Distribution”. 1976. Statistik Impor. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Green. Saerfudin. Simatupang. Pakpahan. Pusat Penelitian Perusahaan Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). Pusat Penelitian Agro Ekonomi.P. dan Mewa. Monitoring dan Analisa Prospek Industri Gula di Jawa. 1982. “A Note on the Use of the Cobb-Douglass Profit Function”.

promojateng-pemprovjateng. Ali. dan Loko Doen Masyarakat di sekitar pabrik menamakan Loko Doen karena apabila loko tersebut datang selalu berbunyi peluit doen.id/2010/10/21/efisiensi-unit-unit-kegiatan-ekonomiindustri-gula-yang-menggunakan-proses-karbonatasi-di-indonesia-victor-siagian/ Agrowisata Sondokoro Sondokoro di kompleks Pabik Gula Tasikmadu Karanganyar yang dikembangkan menjadi suatu objek wisata. “Keterbatasan Fungsi Cobb-Douglass dalam Pendugaan Elastisitas Permintaan Input”. Pabrik gula ini dibangun pada zaman pemerintahan KPAA Mangkunegaran IV. Di pabrik itu banyak terdapat peninggalan Raja Mangkunegaran IV di antaranya. Sugianto.. kolam renang. “Production Efficiency of Cauliflower (Brassica Oleracca var Botrytys) at Ciarutan. Jurnal Agro Ekonomi 4 : 27-39. P.M. Di lokasi tersebut pengunjung juga dapat rileks di tempat refleksi.php?id=896 .. 1985. panggung hiburan dan setelah penat pengunjung dapat meningmati lezatnya makanan di resto Sondokoro.com/detail. Selain banyak peninggalan masa lampau yang dapat dilihat pengunjung juga bisa menikmati lingkungan pabrik dengan menumpang kereta lorri atau membuat proses pembuatan gula. A. Indarto dan A. flying fox. Indonesia”. Suharno dan A. Rachman.H. Dalam Ekonomi Gula di Indonesia Disunting oleh Sawit.. West Java. N. 1999.ac. Jurnal Agro Ekonomi 6 : 19-28 http://industri09abdul. http://www. Lorri Bader yang sarat dengan mistis. M.mercubuana. Usaha Tani dan Tebu Rakyat Intensifikasi di Jawa.S. Suryana. Kremoon yakni gerbong kereta yang digunakan oleh Mangkunegaran IV untuk meninjau perkebunan tebu.doen. 1987. Penerbit Institut Pertanian Bogor.Soentoro.blog. T.

kembang telon serta delapan kepala kerbau yang merupakan simbol kekuatan untuk menolak bencana atau bala. Ritual ini merupakan tradisi yang sudah berumur sekitar 150 tahun peninggalan Pakubowono ke X Kasunanan Surakarta.macam sesaji disiapkan untuk diarak dalam ritual ini. Bermacam .indosiar. Ritual menjelang giling tebu ini ditandai dengan mengarak bermacam sesaji. tumpeng dan hasil bumi.arakan sesaji ini dimulai dari halaman Balai Desa Boron menuju pabrik gula Tasik Madu yang berjarak sekitar 5 kilometer. Giling tebu di pabrik gula Tasik Madu ini akan berlangsung hingga seratus hari mendatang. Karanganyar . antara lain berbagai jenis bubur. Salah satunya yang digelar oleh warga Desa Boron. Tandai Datangnya Musim Giling Tebu indosiar. Arak .Ritual Cembengan. Ikut diarak dalam ritual ini adalah gagar mayang dari dua batang pohon tebu. Ritual ini digelar untuk memohon keselamatan selama proses penggilingan tebu yang dimulai hari Jum'at (25/4/08) ini.com. Kecamatan Tasik Madu. (Ganuk Nugroho Adi/Dv/Sup/Ijs) http://www.Indonesia dikenal memiliki beragam budaya. Jawa Tengah yang menggelar ritual cembengan. Setelah dilakukan pembacaan doa aneka sesaji diletakkan disejumlah tempat didalam pabrik terutama di deretan mesin giling. termasuk delapan kepala kerbau sebagai simbol penolak bencana atau bala. Sesaji dibawa dengan menggunakan jolen atau joli yang dibuat dari bambu kertas hias diusung warga secara bergantian. Kabupaten Karanganyar.com/ragam/69553/ritual-cembengan-tandaidatangnya-musim-giling-tebu .

 Upacara tasikmadu OLEH MAKSUMNURFAUZAN • 6 BULAN LALU Suatu acara yang dilakukan secara turun temurun guna mengawali proses penggilingan gula di tasikmadu karangayar .

bagi mereka yang datang tidak pada waktu itu. Harga masuk ke lokasi wisata ini relatif murah. wisatawan juga akan disuguhi minuman segar dari sari tebu yang banyak dijajakan di kawasan itu. Jawa Tengah.recettes-de-cuisine. Mulai dari penghancuran tebu dalam penggilingan besar hingga gula benar-benar siap untuk dipasarkan. Wisatawan yang datang akan diajak berwisata dengan melihat dan merasakan kembali apa yang dilakukan pekerja-pekerja di kebun tebu puluhan tahun lalu. yakni dari Mei sampai Oktober. Harga tiketnya pun hanya Rp 3. mungkin bisa menjadi pilihan untuk berlibur. lori ini juga mengantar Anda ke area pabrik gula Tasikmadu.000 per orang. gerbong yang diangkut dengan lokomotif berwarna hijau ini sengaja dibuat seperti layaknya kereta kelinci. Karanganyar. hanya Rp 8. Di lokasi wisata ini Anda akan diperlihatkan proses pembuatan gula dari awal hingga selesai. . Jika datang tepat waktu penggilingan tebu. Sebuah lori tebu kuno di lokasi wisata ini telah disiapkan untuk mengantar wisatawan berkeliling lokasi wisata. sehingga wisatawan bisa menikmati secara langsung pemandangan di sekitar pabrik tebu Tasikmadu. di pabrik gula PG Tasikmadu.eu/0/video/Tebu/GQt2XbfFzgc. Tempat yang semula hanya ada bangunan pabrik gula Tasikmadu milik PTP Nusantara (persero) IX itu kini ditambah dengan fasilitas wisata yang cukup menarik.net/foto/130606886910_0034208/upacara--tasikmadu A-Z Cara Membuat Gula Pasir Lokasi Wisata Sondokoro. tak perlu khawatir. Sejumlah kendaraan kuno pun ditampilkan di lokasi wisata ini untuk menambah daya tarik juga menambah pengetahuan. Jawa Tengah. Dan bila datang tepat waktunya. Mulai dari upacara kirab "tebu manten" atau yang dikenal dengan sebutan "cembengan" hingga proses penggilingan dengan mesin-mesin peninggalan zaman Belanda.http://fotokita. Namun.html Agrowisata Sondokoro Naik Kereta Kuno Keliling Kebun Tebu Tasikmadu Rabu.000 per orang. pengunjung juga bisa menikmati keindahan taman dan berbagai permainan. Selain akan membawa Anda menikmati pemandangan indah. para pengunjung tetap diizinkan masuk dan berkeliling pabrik. Sejumlah petugas juga siap mengantar dan menjelaskan kepada para pengunjung mengenai berbagai proses pembuatan gula. -- http://videos. Selain mengunjungi pabrik gula. Kereta ini buatan Jerman pada abad ke-20. saat sinder-sinder Belanda berkeliling kebun tebu dengan kudanya. Sangat murah untuk bisa kembali ke masa lalu. Masih ada sisa-sisa romantisme masa lalu yang bisa dinikmati. maka tak mengherankan kalau bahan bakarnya pun kayu. Berbeda dengan kereta kuno di Ambarawa. Meski proses produksi sedang berlangsung. Mereka akan melihat langsung mesin-mesin penggilingan tebu yang sampai saat ini masih digunakan untuk memproses tebu menjadi gula. 5 Desember 2007 Ingin merasakan romantisme masa lalu di kebun tebu? Datang saja ke tempat agrowisata Sondokoro yang terletak di Kabupaten Karanganyar. Wisatawan akan diajak berkeliling pabrik gula Tasikmadu dengan menggunakan kereta wisata Spoor Teboe yang sudah sangat kuno. wisatawan bisa melihat secara langsung proses penggilingan tebu.

tak mengherankan jika setiap hari Sabtu dan Minggu. Untuk naik ke atas rumah pohon itu memang dibutuhkan keberanian yang cukup. Pasalnya. "Musim liburan dan akhir pekan tempat ini selalu dipadati pengunjung. sebanyak 7. Wisatawan yang datang ke lokasi tersebut langsung disambut dengan bangunan kuno pabrik tebu peninggalan Belanda lengkap dengan pohon-pohon yang rindang serta udara yang masih sejuk. lantas berkeliling di kawasan pabrik gula Tasikmadu yang dikelilingi kebun tebu. Kereta tebu atau yang disebut juga lori itu terus merambat pelan dengan kecepatan kurang dari 10 km per jam hingga akhir perjalanan. Fasilitas yang cukup menarik adalah rumah yang terletak di atas sebuah pohon sangat rindang. Bahkan saat libur Lebaran kemarin. Latar Belakang Sesuai visi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah suatu perusahaan agro busines dan agro industri yang tangguh dan berkembang yang berwawasan lingkungan. (Endang Kusumastuti) http://www. Dari pusat Kota Solo hanya berjarak 15 kilometer ke arah timur atau arah ke Karanganyar.com/news.000 pengunjung datang ke sini. . Wisatawan diajak melihat bengkel lokomotif penarik tebu yang saat ini telah diubah menjadi museum kereta.html?id=188010 AGROWISATA SONDOKORO BAB 1 PENDAHULUAN A. Megantoro. Di Agrosiwata Sondokoro ini tidak hanya disuguhkan perjalanan masa lalu di kebun tebu. ini sangat mudah dijangkau. Dengan fasilitas yang disediakan itu.suarakarya-online. mengikuti jejak pendahulunya PG Tasikmadu sudah semenjak satu tahun yang lalu diresmikan AGROWISATA SONDOKORO akan semakin memperkaya asset wisata diwilayah propinsi Jawa Tengah bagian selatan. Berbagai kereta kuno juga tampak dipamerkan di sana. mulai dari flying frog hingga jembatan tali." ujar Manajer Agrowisata Sondokoro. Ada juga arena yang menggunakan bagian-bagian kereta pengangkut tebu yang sudah tidak terpakai. Kecamatan Tasikmadu. dimana PG Tasikmadu adalah salah satu dari delapan PG ( Sub Unit) Devisi Tanaman Semusim dari PTP NUSANTARA IX dengan lokasi tepatnya di Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Lokasi Agrowisata Sondokoro yang terletak di Desa Ngijo. kawasan ini dipadati oleh rombongan anak-anak sekolah TK maupun SD. tetapi ada juga arena outbound yang baik untuk anak-anak. Program Agrowisata telah dicanangkan di lingkungan PTP NUSANTARA IX (PERSERO) seperti telah diresmikannya agrowisata di PG Pangka Slawi dan agrowisata di PG Gondang Baru Klaten yang sudah berkembang. Fasilitas yang disediakan juga lumayan lengkap.Wisata dengan lokomotif yang dibuat sekitar tahun 1920-an ini dimulai dari Spoor Teboe Stasion Remise. pengunjung harus menaiki jembatan tali yang cukup tinggi.

hampir tidak ada yang ahli dalam mengelola pariwisata. sehingga perlu mencetak kader-kader untuk menangani dan mengembangkan agrowisata . yang pada mulanya masyarakat umum hanya merasakan manisnya gula namun sekarang semakin banyak pengunjung melalui jalur sekolah .Selama ini PTPN IX (PERSERO) hanya memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni dalam mengelola budidaya perkebunan dan hampir. seperti menjadi indikator sangat makmurnya masyarakat lingkungan . Dibukanya AGROWISATA SONDOKORO menambah luasnya wawasan llingkungan mengenai teknologi proses produksi pembuatan gula dari tebu. remaja dan orang tua. Demikian halnya dengan peninggalan masa lalu yang mempunyai nilai historis tinggi yang setiap tahun dilaksanakan yaitu suatu upacara selamatan giling yang berlangsung pada waktu selama kurang lebih satu bulan sebelum pabrik mulai melaksanakan proses produksi (giling) secara umum dinamakan cembengan sudah menjadi kebiasan masyarakat umum ikut menyaksikan dan meramaikan suasana dan menimbulkan kesan tradisi sosial yang sangat menguntungkan bagi lingkungan baik untuk pedagang maupun penyelenggara hiburan dan mainan baik untuk anak-anak. Selama tidak lebih dalam waktu satu bulan sudah menimbulkan terjadinya peredaran uang yang sangat berlebihan.

selain menikmati suasana lingkungan pabrik dengan mempergunakan sepoor tebu juga dapat melihat langsung dari dekat proses produksi dari awal tebu yang dibawa dari kebun digiling sampai menjadi gula pasir yang sudah bisa dikonsumsi. dengan petuahnya pada saat itu yang tak lekang oleh jaman adalah:”Pabrik iki openono. yang namanya diabadikan untuk sebuah desa yaitu Sondokoro. Tujuan Visi dan misi utama dibukanya Agrowisata Sondokoro ini untuk menggali keunggulan potensi wisata dalam mendukung revitalisasi dan profitisasi core business PG Tasikmadu. Seperti kisah yang melegenda dimasyarakat tentang dua tokoh ulama yang sama-sama berilmu tinggi Kyai Sondo dan Kyai Koro. pujangga sekaligus ahli ekonomi dengan hati yang bening mampu menatap jauh kedepan. semua akan mampu mempertahankan kelestarian pabrik ini untuk kepentingan masyarakat pada umumnya juga karyawan serta keluarganya. KGPAA Mangkunegoro IV adalah seorang raja jawa.murid-murid dari TK sampai perguruan tinggi dan juga turis asing. Selain seperti tersebut diatas juga memperkenalkan Wisata Edukasi adalah salah satu misi yang diemban guna memberikan pemahaman kepada generasi penerus tentang teknologi gula melalui budi daya tanaman tebu yang pernah mengalami masa kejayaan ditahun tujuh puluhan. sehingga menambah profit perusahaan dan akan dikenang sepanjang masa seperti keberadaan PG Tasikmadu yang telah menjalankan proses produksi semenjak tahun 1817 yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegoro IV. keberadaanya akan dapat tumbuh berkembang dengan baik. Agrobisnes dan agrowisata juga sejalan dengan program INTANPARI yang dicanangkan Pemkab Karanganyar adalah program sinergi antara Industri. Pertanian dan Pariwisata. pada kawasan dahulu kala nama Desa Sondokoro adalah kawasan yang mempunyai potensi yang subur. sehingga perlu diangkat kembali sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global . ulama. Semoga dengan ridho Allah SWT AGROWISATA SONDOKORO akan menambah manfaat yang sangat berarti. Potensi Agrowisata Sondokoro Agrowisata Sondokoro tepatnya berlokasi dilingkungan emplasmen PG Tasikmadu dengan luas lahan kurang lebih 10 Ha. baik untuk masyarakat lingkungan maupun karyawan dan keluarganya. B. . sanadyan ora nyugihi nanging nguripi. mengandung arti bahwa dengan melalui suatu keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan. kinaryo papan pangupo jiwane kawulo dasih”. C.

.

Selain usaha menarik wisatawan untuk sarana hiburan dan mainan terdapat pula sarana untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yaitu sarana berupa jalan refleksi . sehingga diharapkan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hiburan melalui obyek wisata juga dapat secara gratis menjaga kesehatan sambil berjalan dijalan refleksi. Diketahui secara seksama bahwa kesehatan mempunyai nilai yang tak terhingga atau mahal harganya.Gerbong penumpang ada 2 buah.5 jam . • Jalan refleksi. Kegiatan berwiraswasta adalah kegiatan untuk mendapatkan penyegaran baik jasmani maupun rokhani.karena jalan dibuat secara khusus dengan penataan batu-batu sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi seperti pijat refleksi. waktu tempuh perjalanan wisata Spoor Teboe kurang lebih 1. setiap gerbong mempunyai fasilitas tempat duduk sebanyak 32 kursi. sehingga wisatawan yang sudah pernah datang .

.

• Kolam Renang Pada lokasi yang sama sebelum memasuki areal jalan refleksi terdapat pula kolam renang anak-anak. pengunjung terutama anak-anak dapat menikmati dengan bergembira dan saling bercanda ria bermainmain dalam kolang renang. .berkunjung akan selalu mengenang dan akan datang kembali untuk dapat juga megajak keluarganya secara rutin.

Jembatan gantung sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga anak-anak selain bermain juga akan merasakan suatu kelebihan yaitu suatu keberanian karena sudah berani dan menikmati berjalan dijembatan gantung. dan Flying Fox Fasilitas bermain anak-anak yang berumur diatas 7 tahun dapat menikmati suatu permainan yang sudah mempunyai sifat agak menantang dimana anak-anak dapat berjalan pada jembatan gantung. Anak-anak yang masih berumur 4-6 tahun akan merasa bergembira dan senang. Ketinggian jembatan gantung dari awal dari permukaan tanah (0 m) sepanjang 130 m dengan ketinggian ada 20 m dari permukaan tanah dan pada tempat . serata bercandaria karena disediakan pula arena bermain yaitu dengan mengendarai mobil kecil dengan tenaga bateray yang bisa berjalan dengan kecepatan rendah dengan mengelilingi kolam ikan atau yang ada disekitar kolam renang. Rumah pohon.• Taman Bermain Anak-anak. Dunia anak adalah dunia bermain sehingga orang tua sadar kwajibannya untuk selalu memperhatikan kesenangan anak-anak . • Jembatan gantung.

Diantara kedua rumah pohon terdapat flyingfox atau suatu luncuran dengan kawat sling dengan diameter 16 mm dimana peluncur akan diberi suatu alat yang mengait pada sling dan turun meluncur dengan cepat kebawah. .pemberhentian sebagai tempat istirahat ada 2 buah yang dinamakan rumah pohon. anak-anak pemberani akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dan merupakan uji keberanian setelah sampai dipermukaan tanah.

• Monumen mesin-mesin peralatan dan Loko uap PG Tasikmadu. Sambil menikmati gagahnya loko uap terbayang betapa hebatnya dahulu kala sebelum ada sarana angkutan truck seperti saat sekarang ini. dan loko uap satu lagi berada dipintu gerbang selatan. dengan loko uap tersebut pada saat itu dapat menarik lori yang berisi tebu seberat 30 ton sebanyak . Selain itu juga terdapat dua buah monumen loko uap terpampang dengan gagahnya . Wisatawan akan merasa kagum dan terpesona karena Agrowisata Sondokoro mempunyai ciri khusus. Salah satu diantaranya terletak disebelah utara dimana wisatawan yang melalui pintu gerbang utara pertama kali dipandang adalah monumen loko uap. terdapat beberapa bekas peralatan mesin-mesin gilingan yang sangat besar ditata dan diatur sedemian rupa sehingga sangat elok dan mempesona dipandang mata. serta satu lagi berada disebelah lapangan tennis . pada lokasi disebelah utara Rumah Dinas Administratur (Besaran).

20-30 lori ditarik dari kebun ke PG Tasikmadu menempuh perjalanan baik siang maupun malam hari sejauh 2-30 km. sansivera. sikas. Potensi Pertanian Sesuai progam INTANPARI dari Pemkab Karanganyar bahwa PG Tasikmadu selain melaksanakan program pariwisata terdapat pula program dari sub sektor pertanian selain budidaya tanaman tebu juga terdapat pengembanga hortikultura antara lain adalah tanaman hias dan sayuran.1  . suklir.anaknya bermain dikolam renang dapat menikmati indahnya tanaman tomat chery yang berasal dari kota Malang dalam green house atau rumah kaca.Beberapa macam tanaman yang tersedia antara lain berbagai jenis anggrek. dan berbagai jenis tanaman buah seperti jeruk. palem. srirejeki (aglonema). 1.com/doc/24451443/tugas-kuL-1 Hal. mangga. rambutan. Wisatawan yang memasuki areal Graha Sondokoro sambil menunggu anak. B. adenium. http://www.scribd. antorium. terdapat pula tanaman hias yang dapat diperjual belikan dengan harga yang sangat memadai.

Selama tidak lebih dalam waktu satu bulan sudah menimbulkan terjadinya peredaran uang yang sangat berlebihan. Latar Belakang Sesuai visi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah suatu perusahaan agro busines dan agro industri yang tangguh dan berkembang yang berwawasan lingkungan. Program Agrowisata telah dicanangkan di lingkungan PTP NUSANTARA IX (PERSERO) seperti telah diresmikannya agrowisata di PG Pangka Slawi dan agrowisata di PG Gondang Baru Klaten yang sudah berkembang. selain menikmati suasana lingkungan . Selama ini PTPN IX (PERSERO) hanya memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni dalam mengelola budidaya perkebunan dan hampir. Demikian halnya dengan peninggalan masa lalu yang mempunyai nilai historis tinggi yang setiap tahun dilaksanakan yaitu suatu upacara selamatan giling yang berlangsung pada waktu selama kurang lebih satu bulan sebelum pabrik mulai melaksanakan proses produksi (giling) secara umum dinamakan cembengan sudah menjadi kebiasan masyarakat umum ikut menyaksikan dan meramaikan suasana dan menimbulkan kesan tradisi sosial yang sangat menguntungkan bagi lingkungan baik Hal. mengikuti jejak pendahulunya PG Tasikmadu sudah semenjak satu tahun yang lalu diresmikan AGROWISATA SONDOKORO akan semakin memperkaya asset wisata diwilayah propinsi Jawa Tengah bagian selatan. dimana PG Tasikmadu adalah salah satu dari delapan PG ( Sub Unit) Devisi Tanaman Semusim dari PTP NUSANTARA IX dengan lokasi tepatnya di Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. sehingga perlu mencetak kader-kader untuk menangani dan mengembangkan agrowisata . remaja dan orang tua.AGROWISATA SONDOKORO BAB 1 PENDAHULUAN A.hampir tidak ada yang ahli dalam mengelola pariwisata.2 tuk pedagang maupun penyelenggara hiburan dan mainan baik untuk anak-anak. seperti menjadi indikator sangat makmurnya masyarakat lingkungan . Dibukanya AGROWISATA SONDOKORO menambah luasnya wawasan llingkungan mengenai teknologi proses produksi pembuatan gula dari tebu. yang pada mulanya masyarakat umum hanya merasakan manisnya gula namun sekarang semakin banyak pengunjung melalui jalur sekolah murid-murid dari TK sampai perguruan tinggi dan juga turis asing.

mengandung arti bahwa dengan melalui suatu keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan. 3 sehingga menambah profit perusahaan dan akan dikenang sepanjang masa seperti keberadaan PG Tasikmadu yang telah menjalankan proses produksi semenjak tahun 1817 yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegoro IV. Semoga dengan ridho Allah SWT AGROWISATA SONDOKORO akan menambah manfaat yang sangat berarti. Seperti kisah yang melegenda dimasyarakat tentang dua tokoh ulama yang sama-sama berilmu tinggi Kyai Sondo dan Kyai Koro. semua akan mampu mempertahankan kelestarian pabrik ini untuk kepentingan masyarakat pada umumnya juga karyawan serta keluarganya. Potensi Agrowisata Sondokoro Agrowisata Sondokoro tepatnya berlokasi dilingkungan emplasmen PG Tasikmadu dengan luas lahan kurang lebih 10 Ha. sehingga perlu diangkat kembali sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global . Tujuan Visi dan misi utama dibukanya Agrowisata Sondokoro ini untuk menggali keunggulan potensi wisata dalam mendukung revitalisasi dan profitisasi core business PG Tasikmadu. C. kinaryo papan pangupo jiwane kawulo dasih”. Pertanian dan Pariwisata. KGPAA Mangkunegoro IV adalah seorang raja jawa. keberadaanya akan dapat tumbuh berkembang dengan baik. pada kawasan dahulu kala nama Desa Sondokoro adalah kawasan yang mempunyai potensi yang subur.pabrik dengan mempergunakan sepoor tebu juga dapat melihat langsung dari dekat proses produksi dari awal tebu yang dibawa dari kebun digiling sampai menjadi gula pasir yang sudah bisa dikonsumsi. Hal. sanadyan ora nyugihi nanging nguripi. baik untuk masyarakat lingkungan maupun karyawan dan keluarganya. Agrobisnes dan agrowisata juga sejalan dengan program INTANPARI yang dicanangkan Pemkab Karanganyar adalah program sinergi antara Industri. Selain seperti tersebut diatas juga memperkenalkan Wisata Edukasi adalah salah satu misi yang diemban guna memberikan pemahaman kepada generasi penerus tentang teknologi gula melalui budi daya tanaman tebu yang pernah mengalami masa kejayaan ditahun tujuh puluhan. Hal. pujangga sekaligus ahli ekonomi dengan hati yang bening mampu menatap jauh kedepan. 4 . yang namanya diabadikan untuk sebuah desa yaitu Sondokoro. dengan petuahnya pada saat itu yang tak lekang oleh jaman adalah:”Pabrik iki openono. B. ulama.

cafe. homestay. waktu tempuh perjalanan wisata Spoor Teboe kurang lebih 1. perumahan dinas. 6  Gerbong penumpang ada 2 buah. 5 BAB 2 ISI A. homestay. balai pertemuan (soositeit). pertokoan koperasi. Route perjalanan Spoor Mini juga akan melewati lingkungan halaman PG Tasikmadu dengan melewati beberapa sarana antara lain Rumah dinas Administratur (Besaran). gudang gula.taman bermain anak-anak. Wisatawan akan merasa kagum dan bangga karena selain menikmati perjalanan diwilayah seputar PG Tasikmadu yang pada mulanya sebelum diresmikanya Agrowisata Sondokoro hanya dapat melihat saja namun sekarang sudah secara terbuka untuk wisatwan. resto pancingan. Hal. sejalan dengan perubahan nama desa. jembatan gantung. monumen peralatan mesin-mesin. graha ratu lesung dan taman monumen PTPN IX. Potensi Wisata Diobyek Agrowisata Sondokoro terdapat beberapa sarana hiburan dan mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi dan berbeda dengan obyek wisata yang pernah ada di Indonesia.Mengharapkan hasil produksi gula yang melimpah bagai “Danau Semanis Gula Madu” maka dinamai Pabrik Goela Tasikmadoe. Sekolah TK. Hal. yang terdapat di Agrowisata Sondokoro dimana wisatawan dapat merasakan dan menikmati sambil menumpang gerbong yang kondisinya selain bersih juga unik sambil mendengarkan suara alunan musik yang merdu. setiap gerbong mempunyai fasilitas tempat duduk sebanyak 32 kursi. gerbong antik berjalan karena ditarik oleh loko uap dimana loko uap tersebut tertera buatan tahun 1912. perkantoran. yang dapat dinikmati pengunjung atau wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri diantaranya terdapat antara lain: • Wisata Spoor Teboe. garasi.5 jam . selain itu apabila wisatawan mengengok arah timur pada saat pagi hari dapat melihat dengan jelas keelokan dan kemegahan dan asrinya pemandangan gunung Lawu yang berada diarah sebelah timur dari PG Tasikmadu. sehingga wisatawan dapat melihat secara jelas dan dapat menambah pengetahuan mengenai perkembangan pergulaan di PG Tasikmadu secara gamblang. gudang pupuk. Merupakan salah satu obyek unggulan diantara beberapa obyek wisata yang lain. lapangan tennis. monumen loko.

sehingga wisatawan yang sudah pernah datang Hal.karena jalan dibuat secara khusus dengan penataan batu-batu sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi seperti pijat refleksi.• Jalan refleksi. 7  . Diketahui secara seksama bahwa kesehatan mempunyai nilai yang tak terhingga atau mahal harganya. sehingga diharapkan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hiburan melalui obyek wisata juga dapat secara gratis menjaga kesehatan sambil berjalan dijalan refleksi. Selain usaha menarik wisatawan untuk sarana hiburan dan mainan terdapat pula sarana untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yaitu sarana berupa jalan refleksi . Kegiatan berwiraswasta adalah kegiatan untuk mendapatkan penyegaran baik jasmani maupun rokhani.

8  .berkunjung akan selalu mengenang dan akan datang kembali untuk dapat juga megajak keluarganya secara rutin. • Kolam Renang Pada lokasi yang sama sebelum memasuki areal jalan refleksi terdapat pula kolam renang anak-anak. Hal. pengunjung terutama anak-anak dapat menikmati dengan bergembira dan saling bercanda ria bermainmain dalam kolang renang.

• Taman Bermain Anak-anak. Rumah pohon. 9  . Anak-anak yang masih berumur 4-6 tahun akan merasa bergembira dan senang. dan Flying Fox Fasilitas bermain anak-anak yang berumur diatas 7 tahun dapat menikmati suatu permainan yang sudah mempunyai sifat agak menantang dimana anak-anak dapat berjalan pada jembatan gantung. Ketinggian jembatan gantung dari awal dari permukaan tanah (0 m) sepanjang 130 m dengan ketinggian ada 20 m dari permukaan tanah dan pada tempat hal. • Jembatan gantung. serata bercandaria karena disediakan pula arena bermain yaitu dengan mengendarai mobil kecil dengan tenaga bateray yang bisa berjalan dengan kecepatan rendah dengan mengelilingi kolam ikan atau yang ada disekitar kolam renang. Dunia anak adalah dunia bermain sehingga orang tua sadar kwajibannya untuk selalu memperhatikan kesenangan anak-anak . Jembatan gantung sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga anak-anak selain bermain juga akan merasakan suatu kelebihan yaitu suatu keberanian karena sudah berani dan menikmati berjalan dijembatan gantung.

anak-anak pemberani akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dan merupakan uji keberanian setelah sampai dipermukaan tanah. 10  .pemberhentian sebagai tempat istirahat ada 2 buah yang dinamakan rumah pohon. Hal. Diantara kedua rumah pohon terdapat flyingfox atau suatu luncuran dengan kawat sling dengan diameter 16 mm dimana peluncur akan diberi suatu alat yang mengait pada sling dan turun meluncur dengan cepat kebawah.

dan loko uap satu lagi berada dipintu gerbang selatan. Selain itu juga terdapat dua buah monumen loko uap terpampang dengan gagahnya . dengan loko uap tersebut pada saat itu dapat menarik lori yang berisi tebu seberat 30 ton sebanyak Hal. serta satu lagi berada disebelah lapangan tennis . terdapat beberapa bekas peralatan mesin-mesin gilingan yang sangat besar ditata dan diatur sedemian rupa sehingga sangat elok dan mempesona dipandang mata. Sambil menikmati gagahnya loko uap terbayang betapa hebatnya dahulu kala sebelum ada sarana angkutan truck seperti saat sekarang ini. pada lokasi disebelah utara Rumah Dinas Administratur (Besaran).Monumen mesin-mesin peralatan dan Loko uap PG Tasikmadu. Salah satu diantaranya terletak disebelah utara dimana wisatawan yang melalui pintu gerbang utara pertama kali dipandang adalah monumen loko uap. 11  . Wisatawan akan merasa kagum dan terpesona karena Agrowisata Sondokoro mempunyai ciri khusus.

mangga. Wisatawan yang memasuki areal Graha Sondokoro sambil menunggu anak. rambutan. B. adenium. Hal. suklir. palem. 12 .20-30 lori ditarik dari kebun ke PG Tasikmadu menempuh perjalanan baik siang maupun malam hari sejauh 2-30 km. 1.anaknya bermain dikolam renang dapat menikmati indahnya tanaman tomat chery yang berasal dari kota Malang dalam green house atau rumah kaca. antorium.Beberapa macam tanaman yang tersedia antara lain berbagai jenis anggrek. srirejeki (aglonema). sansivera. dan berbagai jenis tanaman buah seperti jeruk. sikas. terdapat pula tanaman hias yang dapat diperjual belikan dengan harga yang sangat memadai. Potensi Pertanian Sesuai progam INTANPARI dari Pemkab Karanganyar bahwa PG Tasikmadu selain melaksanakan program pariwisata terdapat pula program dari sub sektor pertanian selain budidaya tanaman tebu juga terdapat pengembanga hortikultura antara lain adalah tanaman hias dan sayuran.

Kantor pusat Direksi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) di Jalan Rongowarsito no 164 Sala . PS 951 C. tahan kepras. . 13  Semenjak rehab pada tahun 1989 kapasitas giling eklusif menjadi 3500 tcd (ton cane per day) . tahan terhadap serangan hama dan penyakit. PS 921. Varietas unggul tersebut mempunyai ciri produktifitas tinggi. Varietas unggul tersebut anatara lain: PS 864. hal. Pada tahun 2007 akan direhab sistem proses dari semula sistem karbonatasi menjadi sulfitasi. Varietas tebu. POTENSI INDUSTRI PG Tasikmadu didirikan pada tahun 1817 oleh KGPAA Mangkunegoro IV berbasis industri gula yang merupakan salah satu diantara sembilan bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari . Terletak disebelah selatan Graha Sondokoro ditanam berbagai varietas unggul yang bermaksud dapat diketahui bersama oleh wisatawan yang berkunjung bahwa saat ini varietas unggul tersebut dibudidayakan diwilayah kerja PG Tasikmadu .2.

Dalam bidang industri sudah dapat terangkum sedemikian rinci dan detail baik pada produksi utama dan produksi hasil samping.000 ton . Pola kedua adalah TRKm B (Tebu Rakyat Kemitraan pola B) merupakan system kemitraan antara petani pemilik lahan dan PG Tasikmadu sebagai avalis berfungsi mengolah bahan baku berupa tebu melalui proses produksi dihasilkan gula pasir. diharapkan wisatawan yang berkunjung juga dapat mengetahui wawasan mengenai pergulaan. 14  Hasil samping tetes ini dipergunakan antara lain untuk dijadikan spiritus. Hasil samping yang lain ada yang namanya ampas yaitu suatu hasil samping kering dari kulit tebu bisa dipergunakan kembali untuk bahan bakar ketel. Pada saat hasil samping ampas berlimpah dapat dibutuhkan oleh pabrik jamur. dan yang ketiga TRMd (Tebu Rakyat Mandiri) adalah petani mengusahakan budidaya tanaman tebu dengan mempergunakan biaya dan saprodi secara mandiri. D. Sarana dan Prasarana Penunjang Argowisata Sondokoro adalah diversifikasi dari PG Tasikmadu yang sesuai dengan misi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah mengusahakan agrobisnis dan agro industri yang tangguh dan berkembang . dan bahan penyedap masakan (ajinomoto). PG Tasikmadu selain memproduksi gula pasir sebagai hasil utama dan juga meproduksi hasil samping yaitu berupa tetes dan produksi tetes pada tahun 2006 sebanyak 11. . Hasil samping yang lain adalah yang blotong dapat dipergunakan sebagai pupuk kompos dan blotong tersebut juga banyak sekali dibutuhkan oleh masyarakat untuk bahan penimbun tanah sebagai dasar bangunan. pabrik kertas . bahan baku tebu diproses produksi di PG Tasikmadu. bahan bakar loko uap. Pada pola TRKm B dan TRMd kemitraannya antara PG Tasikmadu dan petani sesuai ketentuan bersama merupakan hasil kesepakatan dan tertuang dalam SK Mentan adalah dengan mempergunakan sistem bagi hasil .Pola tatatanam saat sekarang mempergunakan sistem pola antara lain yang pertama TRKm A (Tebu Rakyat Kemitraan pola A) dimana PG Tasikmadu mengusahakan budidaya tanaman tebu dengan menyewa lahan milik petani. Hal.

Diharapkan wisatawan akan selalu bertambah jumlahnya setiap berkunjung dan menikmati lingkungan emplasmen PG Tasikmadu karena sudah tersedia beberapa sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan untuk wisatawan atau pengunjung. sampai dengan perkembangan terakhir mengenai pergulaan serta terdapat pula informasi jadwal kegiatan event-event tertentu yang berhubungan dengan agrowisata. kaos . topi. gula pasir dan lain lain. Digraha Sondokoro juga disediakan penjualan berbagai macam souvenir sebagi kenang-kenangan antara lain miniatur loko terbuat dari kayu. Hal. Beberapa sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan antara lain: • Graha Sondokoro Sebagai kantor pusat Agrowisata Sondokoro terdapat berbagai informasi mengenai PG Tasikmadu dari peninggalan alat-alat perkantoran pada jaman dahulu sebagai museum perkantoran. 15  • Tempat Ibadah .

Bagi umat muslim yang akan melakukan ibadah ada Masjid Nurul Huda yang berkapasitas 250 orang dan ada beberapa mushola antara lain berada di Graha Sondokoro, di Resto pancingan dan di home stay.

Lapangan tennis, Lapangan volly ball, gedung badminton. Sebagai sarana olahraga dimana wisatawan yang berkehendak untuk melakukan kegiatan olah raga merupakan suatu paket yang dapat diperoleh oleh wisatawan .

Gedung pertemuan (Sositeit). Mempunyai kapasitas sebanyak 500 orang dapat dipergunakan untuk suatu pertemuan atau rapat .

Resto pancingan Sondokoro

Hal. 16 

Wisatawan yang datang berkunjung dapat menikmati masakan khas . Penempatan lokasi didesain dengan begitu indah dengan beberapa Gazebo ada juga sarana hiburan musik sehingga wisatawan dapat menikmati hidangan juga dapat menikmati hiburan musik secara langsung ( live).

Terdapat pula ruangan sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan rapat dengan kapasitas untuk 75 orang dengan ruangan ber AC, fasilitas LCD, fasilitas parkir sangat luas dan aman.

Homestay Bagi wisatawan yang datang berkunjung karena memerlukan penginapan juga disediakan tempat untuk bermalam, dan akan menikamti keindahan suasana emplasmen pada malam hari. Fasilitas kamar ada 6 kamar keluarga dan ada 2 kamar untuk pengemudi, terdapat garasi, halaman luas cukup untuk parkir mobil sebanyak 5 buah. Hal. 17 

Graha Ratu Lesung Hasil kerjasama dengan Pemkab Karanganyar disediakan 1 rumah dinas yang bertujuan bagi wisatawan yang berkunjung akan mencintai dan mengenal Karanganyar secara mendalam, disediakan berbagai souvenir ciri khas Karanganyar dengan menonjolkan lesungnya, dan sebagai pusat informasi wisata lain yang berada di Kabupaten Karanganyar.

Sarana Parkir Wisatawan yang berkunjung di Agrowisata Sondokoro dengan mempergunakan sarana kendaraan mobil, motor, dan sepeda dapat dengan leluasa untuk menempatkan sarana tersebut pada tempat parkir yang telah disediakan dengan jaminan aman .

Agrowisata Sondokoro menyediakan sarana hiburan musik. secara live yang dbuka setiap hari munggu, terdapat pula tempat untuk pedagang berjualan hasil dagangannya, dengan kondisi yang sangat mengasikkan karena bertempat pada lokasi yang teduh. Hal. 18  BAB 3 PENUTUP 1. Kesimpulan Pengembangan Agrowisata Sondokoro kedepan memerlukan kader-kader yang mempunyai kompetensi mengenai bisnis agrowisata dengan latar belakang etos kerja 3 K: Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, sehingga akan menambah dan memperbesar profit perusahaan selain dari usaha agrowisata merupakan deversifikasi dari PG Tasikmadu, dan komoditi gula adalah sebagai komoditi utama yang selalu dibutuhkan dan dimanfaatkan insan manusia sehari-hari. Mengacu pada kebutuhan hidup manusia antara lain adalah kebutuhan jasmani dan

rohani sehingga perlu selalu ada penyegaran, insya Allah keberadaan PG Tasikmadu dan Agrowisata Sondokoro akan berkembang dan dengan ridho Allah dapat bermanfaat bagi umat manusia baik secara khusus untuk karyawan dan keluarganya juga untuk masyarakat pada umumnya. http://www.scribd.com/doc/24451443/tugas-kuL-1

Rekayasa dan Pengembangan Penyadap Gas CO2 Dari Cerobong Ketel untuk Pabrik Gula Rafinasi (2001)
Saechu, Muhammad ; Santoso, Bambang Edy ; Bahri, Subhanuel Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dan PG Tasikmadu Pemanfaatan CO2 dari gas cerobong ketel untuk proses karbonatasinira atau leburan telah dilakukan oleh banyak pabrik gula rafinasi di luar negeri dengan sasaran untuk menurunkan biaya produksi disamping perbaikan kualitas gula. Memperhatikan hal diatas nampaknya pengembangan gas CO2 scrubber di Indonesia adalah sangat penting. Untuk menciptakan gas CO2 crubber yang handal, pada tahun 2001 dengan didasarkan pada hasil studi literatur, survai lapang dan konsultasi telah didisain dan rekayasa CO2 scrubber pada skala pilot plant yang ditempatkan di PG Tasikmadu. Proses rancang bangun CO2 scrubber telah selesai sekitar 50% fisik, sesuai rencana kerja.

http://mekanisasi.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=147:rekayasadan-pengembangan-penyadap-gas-co2-dari-cerobong-ketel-untuk-pabrik-gula-rafinasi2001&catid=36:abstrak-litbang-mektan-2001&Itemid=51

TAMAN BERMAIN SONDOKORO
August 26th, 2009 | Author: redaksi

SIS Kroyo Campus - Agrowisata Sondokoro ini terletak di area Pabrik Gula Tasikmadu PTPN IX. Wisata ini menawarkan wisata historis tempo dulu, dengan dioperasikannya Spoor Teboe, kereta api uap pengangkut tebu. Penumpang diajak untuk menjelajah masuk area pabrik gula dengan kereta berbahan bakar kayu itu. Selain itu di kawasan wisata ini terdapat pula, taman bermain, outbound, kolam renang dan resto Sondokoro dengan hidangan khas ikan bakarnya. Melengkapi keindahan alam, Karanganyar menyiapkan agrowisata Sondokoro. Objek ini sangat tepat bagi pelajar untuk menyelami proses produksi gula. Kawasan ini tidak hanya memanjakan pengunjung dengan keindahan tanaman pohon langka yang tua nan rindang yang mengelilingi pabrik gula Tasikmadu. Pabriknya bukan semata-mata bangunan gedung kuno, pengunjung akan terpana dan menikmati fasilitas yang relatif lengkap di perusahaan ini. Sekadar contoh, fasilitas kolam renang, lapangan bermain, flying fox, restoran, dan tur keliling lokasi dengan sepur tua produksi Jerman tahun 1700, adalah beberapa di antara fasilitas-fasilitas yang tersedia di sana. Perusahaan juga menyediakan cottage dan guest house yang disewakan. Menyempurnakan kunjungan wisata alam, Kebun Teh Kemuning Ngargoyoso dan air terjun Parangijo.

179 ton menjadi 407. "Karena kesulitan air. Dengan kata lain. maka pola tanam banyak dilakukan pada saat turun hujan sehingga umur tebu menjadi kurang atau berkisar 8-10 bulan dari yang seharusnya tidak kurang dari 12 bulan. jelas Hanung.Total produksi gula kristal putih di Pabrik Gula Tasikmadu. Pada tahun 2007.http://sbikroyo.co. Sementara.1 persen per tahun.kr. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir. kenaikan gula kristal putih dari tahun 2003 yang sebanyak 18. jumlah tebu rakyat tergiling dari 286. Hal itu diungkapkan Administratur PG Tasikmadu Afdeling Colomadu Hanung Trihutomo. pada acara resepsi Selamatan Giling PG Tasikmadu Tahun 2008.000 ton setiap musim giling dengan total produk GKP sebanyak 35. Sedangkan pada tahun ini.893 ton lebih atau terjadi kenaikan 43 persen selama lima tahun. direncanakan bisa mengolah tebu sebanyak 425. PG Tasikmadu merencanakan bisa mengolah sebanyak 425. Bisa dibilang ada kenaikan 36 persen selama lima tahun atau 7. telah terjadi pertumbuhan produksi ratarata 8.sch. sejak 2003 hingga 2007.254 ton kini menjadi 24.php?sid=161404&actmenu=38 http://sbikroyo. total bahan baku yang tergiling sebanyak 407.04 persen. Terkait hal itu.id/2009/08/taman-bermain-sondokoro/ .915 ton dengan rendemen ratarata 6.5 persen per tahun. Pada musim giling yang rencananya dimulai pada 18 Mei 2008 mendatang. (M-1/Ths)-k http://www.000 ton dari capaian rendemen rata-rata 7 persen.5 persen. Namun demikian jumlah tersebut dirasa belum cukup untuk memenuhi skala usaha dari total kapasitas terpasang PG Tasikmadu.727 ton gula kristal putih dengan rendemen rata-rata masih 6. Selain itu.727 ton pada tahun 2007. pada musim giling tahun 2008 ini dipastikan bakal mengalami kenaikan hingga 12 persen dibandingkan tahun lalu.915 ton tebu. Dari situ bisa dihasilkan gula kristal putih sebanyak 27. Persoalan lain adalah komposisi varietas tebu yang belum ideal yang menyebabkan kesulitan dalam manajemen pascapanen maupun ketepatan tingkat kemasakan tebu yang kurang optimal pada saat proses pengolahannya. di mana kebutuhan total bahan baku adalah 500.sch." tambahnya.893 ton dengan total produksi 24. sehingga menyebabkan inefisiensi pada pascapanen. kondisi lahan tersebar. belum lama ini.670 ton atau naik 12 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Karanganyar. Beberapa kendala atau permasalahan yang dihadapi PG Tasikmadu bersama petani tebu rakyat (PTR) dalam upaya meningkatkan kapasitas maupun kualitas produksi serta usaha taninya di antaranya sebanyak 90% budidaya tebu dilakukan di lahan kering yang letaknya tersebar di tujuh wilayah kabupaten.id/web/detail.id/2009/08/taman-bermain-sondokoro/ Produksi PG Tasikmadu Diprediksi Naik 12 Persen 29/04/2008 07:28:24 KARANGANYAR (KR) . dalam tiga tahun ke depan pihaknya berharap banyak melalui program yang berfokus pada intensivikasi akan dicapai skala usaha yang ideal. tambah Hanung.

di Pabrik Gula Madukismo. Perluasan lahan tebu di Bantul yang dikelola olah petani diharapkan dapat meningkatkan produksi gula untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY rata-rata 50.matanews. Kasihan. dan TS harapkan feedback dari agan berupa komen dan rate sebagai bentuk penghargaan bagi kami trit maker.com/2009/09/29/kebutuhan-gula/ pembaca. 2009 at 16:47 | Jakarta. Selasa (29/9).000 ton per Tahun. Sep 29. Bantul.com Sebuah truk melakukan proses bongkar tebu. matanews. (*z/ Wahyu Putro A/ant) http://beta.Kebutuhan Gula Main Photo | Tue. makasih Quote: . Yogyakarta.

anggir. Brazil. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam). Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. atau jagung. bit gula. menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. atau aren. . dan negara-negara Asia Timur. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. seperti umbi dahlia. juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan). dan Thailand. Gula sederhana. Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin. negara-negara Karibia. Sumber-sumber pemanis lain.Quote: Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. terutama di bagian timur. serta cairan batang tebu. Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara. terdapat sumber-sumber gula minor lainnya. seperti kelapa. Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu. Meskipun demikian. Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau.

wordpress.jpg&w=400&h=300&ei=d 8C8TrP6JoizrAea06nYAQ&zoom=1&iact=hc&vpx=498&vpy=249&dur=5281&hovh=194&hovw=259&tx=1 24&ty=133&sig=103802494352508878247&page=3&tbnh=149&tbnw=195&start=31&ndsp=10&ved=1t:4 29.com/imgres?q=proses+gula&um=1&hl=en&sa=N&biw=1152&bih=562&tbm=isch&tbnid =iJtVM_PUDf4igM:&imgrefurl=http://sweetcandyind.s:31 . Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an.Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17. dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun.r:7.files. lalu berkembang ke arah timur. pertama di sekitar Batavia. tersisa 30 pabrik aktif.com/2010/05/08/proses-kristalisasigula/&docid=SKez3_WC0sOpM&imgurl=http://sweetcandyind. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik. Seusai Perang Dunia II.google. dengan 93 pabrik dan prduksi 1.wordpress.html http://www.5 juta ton. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun. Pada tahun 1957 semua pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto. http://kaskushotthread.com/2010/05/gulapasir.com/thread/gula-tebu-sejarah-amp-proses-pembuatannya.

Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. Tebu ini termasuk jenis rumputrumputan.candibaru.com/indeks. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung.http://www. .com/imgres?q=proses+gula&um=1&hl=en&sa=N&biw=1152&bih=562&tbm=isch&tbnid =NDnlQgKSLzX93M:&imgrefurl=http://www.google.s:81 Proses Pembuatan Gula Pasir Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula.com/images/pros_pemb_gula.php%3Fp%3Dprosesproduksi&docid= AthtxIwIwFQiQM&imgurl=http://www. r:6.candibaru.gif&w=600&h=695&ei=d8C 8TrP6JoizrAea06nYAQ&zoom=1&iact=hc&vpx=303&vpy=125&dur=3258&hovh=242&hovw=209&tx=132 &ty=139&sig=103802494352508878247&page=8&tbnh=154&tbnw=133&start=81&ndsp=10&ved=1t:429.

dan hasilnya berupa cairan yang manis. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. 15% gula dan serat residu. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). pembersihan kotoran. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran .Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. kritalisasi. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. Proses ini dinamakan liming. . afinasi. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. penguapan. karbonasi. yang mengandung 1 hingga 2% gula. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”. dinamakan bagasse. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. proses ektrasi. penghilangan warna. semuanya bercampur di dalam gula. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan.

Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Campuran hasil („magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup . sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Sayangnya. Evaporasi dalam „evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. Olah karena itu. Sebagai tambahan. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai.5%. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup.proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Sekali kristal terbentuk. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan.

sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. partikel-partikel halus. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. Selain karbonatasi. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Setelah proses ini dilakukan. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. t eknik yang lain berupa fosfatasi. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika . Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materimateri non gula. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida.

Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. sarinya dikumpulkan dan disaring.blogspot. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya di gunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak kemurnian. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar.jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Sesudah itu. dimasak. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. sumber http://terselubung. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal.com/2010/10/proses-pembuatan-gula-pasir. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. 2010 Filed under: Uncategorized — faritdc @ 5:24 am Proses Produksi Gula Pasir Untuk pembuatan gula. campuran tersebut kemudian dimurnikan dengan .html Produksi gula pasir Februari 1.

belerang dioksida. Bahan baku tebu yang diangkut dari kebun dengan truk. hal ini berkaitan dengan berapa banyak gula yang dihasilkan nantinya. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan. MESIN PENGOLAH: Penimbangan Penimbangan di sini dimaksudkan untuk mengetahui berat tebu yang akan digunakan dalam proses pembuatan gula. sesampai di pabrik akan ditimbang dan dipindahkan ke lori (kereta pengangkut tebu) menuju meja tebu sebagai tempat dimulainya perlakuan pendahuluan pengolahan gula kristal. Pemurnian . Alat penggilingan disusun seri dengan jumlah alat penggilingan 4-5 unit. Setelah cukup murni. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. akibat dari kurang sempurnanya daya perah unit gilingan. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. Saat penggilingan diberikan air imbibisi untuk mengurangi kehilangan gula dalam ampas. Penggilingan Penggilingan dimaksudkan untuk mengambil nira mentah dari batang tebu dan memisahkannya dari ampas. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi.

Gula halus dan gula kasar akan dilebur kembali. gula disaring untuk memisahkan antara gula halus. Setelah dingin dan kering. . Pemurnian dengan susu kapur dilakukan dalam peti defecator (bejana yang berfungsi untuk mencampurkan susu kapur dengan nira mentah) dengan pH 10 Penguapan Tujuan penguapan adalah untuk memekatkan nira encer sehingga diperoleh nira dengan kepekatan yang diharapkan. Pengeringan dilakukan dalam tabung getar. maka titik didih dibuat rendah dengan tekanan hampa agar komponen nira tidak rusak.Tujuan pemurnian adalah membuang sebanyak-banyaknya zat bukan gula dan mengusahakan agar kerusakan gula akibat perlakuan proses pabrikasi minimal. Pengkristalan Pengkristalan bertujuan untuk memisahkan sakarosa dari larutannya dengan cara mengkristalkan molekul-molekul sakarosa dalam pan kristalisasi dan diusahakan hasil kristalisasi yang memenuhi syarat yang dikehendaki. di mana gula akan melompat-lompat sehingga mempercepat pengeringan karena seluruh kristal terkena hembusan udara panas dari pengering gula. Saat pemutaran sesekali diberikan air siraman untuk mempermudah pemisahan kristal gula dengan larutannya ). Pemutaran Pemutaran berfungsi untuk memisahkan kristal dengan larutannya (stroop) menggunakan proses sentrifugasi dalam saringan sehingga massa akan terlempar. Pendinginan dan Penyaringan Fungsi dari pengeringan ini adalah untuk menguapkan kadar air pada bahan sehingga memudahkan proses selanjutnya. gula kasar dan gula produk. Pendinginan berfungsi agar gula menjadi dingin setelah melalui proses pengeringan karena telah dilewati panas. sedangkan gula produk ditimbang dan dikemas. Pendinginan gula dikerjakan dengan menghembuskan udara dingin sampai suhu gula sama dengan suhu gudang. Pengeringan. Fungsi dari penyaringan ini supaya didapatkan bentuk gula yang diinginkan. persen brix nira dari badan pertama ke badan penguapan selanjutnya akan semakin meningkat. Di dalam badan penguapan secara seri.

Gula produk ditimbang dengan timbangan curah dengan skala yang sudah diatur untuk berat bersihnya dan langsung masuk ke karung dan dijahit secara otomatis. Selanjutnya gula produk dibawa ke gudang yang memenuhi syarat untuk disimpan dan didistribusikan ke konsumen. KANDUNGAN GULA PASIR: http://faritdc.wordpress.Pengemasan Pengemasan berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap produk dari segala macam kerusakan yang terjadi baik untuk produk pangan maupun produk non pangan.com/2010/02/ Tahapan tahapan pembuatan gula Pasir Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu .

penguapan. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun.Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. dinamakan bagasse. pembersihan kotoran. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman.Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. karbonasi. proses ektrasi. dan hasilnya berupa cairan yang manis. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. penghilangan warna. 1. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai "abu". Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. kritalisasi. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. Jus dan cairan manis ini .Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula. afinasi. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. yang mengandung 1 hingga 2% gula. Proses ini dinamakan liming. semuanya bercampur di dalam gula. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. 15% gula dan serat residu. 2. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih.

Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Sebagai tambahan. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai.Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. Sekali kristal terbentuk. Olah karena itu. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Gula ini . Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Sayangnya. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. 3. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Evaporasi dalam 'evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi).Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming.Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. 5. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) .5%. 4.kemudian dikembalikan ke proses. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya.

Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. t eknik yang lain berupa fosfatasi.sebenarnya sudah dapat digunakan. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya.Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Selain karbonatasi. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal.Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan "afinasi". partikelpartikel halus. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Setelah proses ini dilakukan. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. 6. 7. Campuran hasil ('magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi . perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisikondisi reaksi.

gallerydunia.Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna.Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. http://www. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. GAC merupakan cara modern setingkat "bone char". Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.html . 9. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan.com/2011/01/tahapan-tahapan-pembuatan-gula-pasir. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. 8. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon.tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful