fo.

net> Produk Makanan > Gula

Gula

Rasa manis, seperti halnya rasa asin, merupakan rasa yang sangat dikenal. Rasa manis terutama disebabkan oleh gula, yaitu jenis dari karbohidrat dapat larut (dalam air) yang berukuran kecil, terdapat dalam buah-buahan, tanaman dan produk alam lainnya. Gula yang umum dijumpai adalah fruktosa (levulosa, gula buah), maltosa (gula malt), laktosa (gula susu), glukosa (dekstrosa) dan sakarosa (sukrosa, gula meja yang biasa kita kenal). Sakarosa terutama digunakan dalam berbagai makanan olahan. Gula ini bisa didapatkan dari tebu ataupun dari bit. Gula tidak hanya digunakan dalam makanan karena rasanya yang manis, tetapi juga karena hasil reaksi yang terjadi selama pemanasan; berupa karamel dan produk Maillard. Karamel diperoleh dari pemanasan gula secara langsung tanpa adanya bahan tambahan ataupun air. Karamel yang dihasilkan berwarna coklat hingga hitam dan memiliki rasa yang lezat. Produk Maillard dihasilkan dari pemanasan gula dan protein. Ini merupakan reaksi yang sangat kompleks, menghasilkan berbagai cita rasa yang khas seperti flavor roti, cookies, popcorn, daging goreng, dll. Gula dapat mengikat air secara efisien. Oleh karenanya penambahan gula ke dalam sebuah produk akan memberikan efek pengawetan karena air tidak lagi tersedia untuk pertumbuhan organisme pembusuk. Pengawetan buah-buahan ataupun produk-produk lainnya dengan gula (seperti selai) atau madu telah dipraktekkan selama lebih dari 2000 tahun.

Gula merupakan bagian dasar yang penting pada berbagai makanan olahan. Permen tanpa gula akan kehilangan volumenya hingga 60%, sedangkan berbagai jenis cake akan kehilangan 1530% volumenya tanpa adanya gula. Untuk informasi lebih lanjut mengenai topik gula silakan klik di sini:
  

 

Sejarah gula Sumber-sumber gula Pembuatan gula o Gula bit o Gula tebu Jenis-jenis gula dan produk-produk terkait Kimia gula

http://www.food-info.net/id/products/sugar/intro.htm

Sejarah gula
Gula tebu
Pada awalnya gula tebu dikenal oleh orang-orang Polinesia, kemudian menyebar ke India. Pada tahun 510 Sebelum Masehi, ketika menguasai India, Raja Darius dari Persia menemukan ”batang rerumputan yang menghasilkan madu tanpa lebah”. Seperti halnya pada berbagai penemuan manusia lainnya, keberadaan tebu sangat dirahasiakan dan dijaga ketat, sedangkan produk olahannya diekspor dan untuk menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Rahasia tanaman tebu akhirnya terbongkar setelah terjadi ekspansi besar-besaran oleh orangorang Arab pada abad ketujuh sebelum sesudah masehi. Ketika mereka menguasai Persia pada tahun 642 mereka menemukan tanaman tebu yang sedang tumbuh dan kemudian mempelajari cara pembuatan gula. Selama ekspansi berlanjut mereka mendirikan pengolahan-pengolahan gula di berbagai daratan lain yang mereka kuasai, termasuk di Afrika Utara dan Spanyol. Gula dikenal oleh orang-orang barat Eropa sebagai hasil dari Perang Salib pada abad ke-11. Para prajurit yang pulang menceritakan keberadaan “rempah baru” yang enak ini. Gula pertama diketahui tercatat di Inggris pada tahun 1099. Abad-abad berikutnya merupakan periode ekspansi besar-besaran perdagangan barat Eropa dengan dunia timur, termasuk di dalamnya adalah impor gula. Sebagai contoh, dalam sebuah catatan pada tahun 1319 harga gula di London sebesar “dua shilling tiap pound”. Nilai ini setara dengan beberapa bulan upah buruh rata-rata, sehingga dapat dikatakan gula sangatlah mewah pada waktu itu. Orang-orang kaya menyukai pembuatan patung-patung dari gula sebagai penghias meja-meja mereka. Ketika Henry III dari Perancis mengunjungi Venice, sebuah pesta diadakan untuk menghormatinya dengan menampilkan piring-piring, barang-barang perak, dan kain linen yang semuanya terbuat dari gula.

Karena merupakan barang mahal, gula seringkali dianggap sebagai obat. Banyak petunjuk kesehatan dari abad ke-13 hingga 15 yang merekomendasikan pemberian gula kepada orangorang cacat untuk memperkokoh kekuatan mereka. Pada abad ke-15, pemurnian gula Eropa umumnya dilakukan di Venice. Venice tidak bisa lagi melakukan monopoli ketika Vasco da Gama berlayar ke India pada tahun 1498 dan mendirikan perdagangan di sana. Meskipun demikian, penemuan orang-orang Amerika lah yang telah mengubah konsumsi gula di dunia. Dalam salah satu perjalanan pertamanya, Columbus membawa tanaman tebu untuk ditanam di kawasan Karibia. Iklim yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman tebu menyebabkan berdirinya sebuah industri dengan cepat. Kebutuhan terhadap gula yang besar bagi Eropa menyebabkan banyak kawasan hutan di kepulauan Karibia menjadi hampir seluruhnya hilang digantikan perkebunan tebu, seperti misalnya di Barbados, Antigua dan separuh dari Tobago. Tanaman tebu dibudidayakan secara massal. Jutaan orang dikirim dari Afrika dan India untuk bekerja di penggilingan tebu. Oleh karenanya, produksi gula sangat erat kaitannya dengan perdagangan budak di dunia barat. Secara ekonomi gula sangatlah penting sehingga seluruh kekuatan Eropa membangun atau berusaha membangun jajahan di pulau-pulau kecil Karibia dan berbagai pertempuran terjadi untuk menguasai pulau-pulau tersebut. Selanjutnya tanaman tebu dibudidayakan di berbagai perkebunan besar di kawasan-kawasan lain di dunia (India, Indonesia, Filipina dan kawasan Pasifik) untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa dan lokal.

Pabrik gula tebu di Hindia Belanda sekitar tahun 1850 oleh A. Salm (Sumber)

Pada tahun 1750 terdapat 120 pabrik pemurnian gula yang beroperasi di Britania dengan hanya menghasilkan 30.000 ton per tahun. Pada tahap ini gula masih merupakan sesuatu yang mewah

Masa kini Konsumsi gula per tahun saat ini berkisar 120 juta ton dan terus bertambah pada laju sekitar 2 juta ton per tahun. Keadaan ini terus bertahan sampai dengan akhir abad ke-19 ketika kebanyakan pemerintahan mengurangi atau menghapus pajak dan menjadikan harga gula terjangkau untuk warga biasa. Catatan perdagangan impor gula dari Jamaika pada tahun 1739 (Sumber) Para pemerintah menyadari keuntungan besar yang didapat dari gula dan oleh karenanya mengenakan pajak yang tinggi. Masuknya gula bit ke Inggris tertunda sampai dengan Perang dunia Pertama ketika impor gula Britain terancam.dan memberi keuntungan yang sangat besar sehingga gula dijuluki “emas putih”. Akibatnya gula tetap merupakan sebuah barang mewah. . Tidak diragukan lagi. Pada tahun 1880 gula bit menggantikan gula tebu sebagai sumber utama gula di benua Eropa. Keadaan ini bertahan sampai dengan perang-perang Napoleon pada awal abad ke-19 ketika Britania menblokade impor gula ke benua Eropa. Uni-Eropa. Keadaan ini juga berlaku di negara-negara Eropa Barat lainnya. Namun demikian kebanyakan gula dikonsumsi di negara penghasil dan hanya sekitar 25% yang diperdagangkan secara internasional. Brazil dan India adalah tiga produsen terbesar dan gabungan dari ketiganya menyumbang sekitar 40% produksi per tahun. tanaman ini tidak begitu menarik perhatian dan hanya sekedar keingintahuan beberapa negara Eropa karena kepentingan nasional dan ekonomi lebih tertuju pada perkebunan tebu. Sebelumnya Britain mengimpor gula tebu dari jajahannya di kawasan tropis. Gula Bit Gula bit pertama kali diketahui sebagai sumber gula pada tahun 1747.

sinense. Sumber:     http://www.20% dari berat kering tanaman. Asia dan Afrika) dan Pasifik.html http://www.co.com/Landofbeginings12. Dua tanaman gula yang paling penting adalah tebu (Saccharum spp.uk http://www.com/historysugarca_ruef.com http://wv.) dan bit (Beta vulgaris). S.Tebu dibudidayakan di lebih dari 100 negara dan gula yang dihasilkan dari tebu berkisar 6 kali lebih besar dari pada gula bit. dan mapel (Acer saccharum). Seluruh spesies saling berkawinan.pantrinbago. Tebu Tebu (Saccharum) merupakan genus yang terdiri dari 6-37 spesies (tergantung dari pengertian taksonominya) dari rerumputan tinggi (famili Poaceae). barberi dan S. Tanaman ini memiliki batang berserat yang kuat dan beruas dengan ketinggian 2-6 m dan mengandung cairan yang kaya dengan gula. dengan kadar gula bisa mencapai 12% .net/id/products/sugar/history.britishsugar. spontaneum.essortment. berasal dari kawasan bersuhu hangat hingga tropis di Dunia Tua (sebagian Eropa.food-info. S.htm Sumber – sumber Gula Sukrosa Gula atau gula meja sukrosa yang kita kenal berasal dari hasil ekstraksi tanaman. Beberapa tanaman gula komersial lainnya termasuk kurma (Phoenix dactylifera). sorgum (Sorghum vulgare). dan varietas komersial yang paling banyak ditemui adalah jenis hibrida kompleks terutama dari varietas Saccharum officinarum. .sucrose.htm http://www.

oleh karena itu dilakukan penanaman kembali. Dalam sekali tanam. Jumlah tebu Tebu diperbanyak dibiakkan dari pemotongan batang-batangnya dan bukan dari benih. Setiap potong paling tidak musti harus mengandung satu ruas bakal-tanaman (bud). Pemanenan cara ini diawali dengan pembakaran lahan. khususnya yang dilakukan di negara-negara yang berkembang. setelah tiap kali pemanenan. . Pemanen tebu yang sudah terlatih dapat memotong 500 kg tebu dalam satu jam. Tebu dapat dipanen secara manual dengan tangan atau menggunakan mesin.Tebu (Sumber) Budidaya tanaman tebu membutuhkan iklim tropis atau subtropis dengan curah hujan paling sedikit 600 mm per tahun. Lebih dari separuh produksi tebu di dunia dipanen secara manual dengan tangan. satu batang tebu dapat dipanen hingga beberapa kali. panen dapat dilakukan 2 hingga 10 kali tergantung pada praktik pertanian yang dilakukan. tetapi meninggalkan batang-batang yang kaya air dan akar juga tidak rusak. Rata-rata tebu yang dihasilkan adalah 100 ton tebu per hektar atau 10 ton gula per hektar. Para pemanen kemudian memotong batang tepat di atas tanah dengan parang. Pada tiap penanaman. dan potongan-potongan tersebut biasanya ditanam secara manual dengan tangan. dan dimana dapat mengubah sebanyak 2% energi matahari menjadi biomasa. Api yang menyebar cepat akan membakar daun-daun. Hasil yang didapat pada pemanenan berikutnya biasanya lebih rendah. Tanaman ini memiliki kemampuan fotosintesis yang paling efisien dibandingkan dengan seluruh jenis tanaman lainnya. anakan tebu akan tumbuh menjadi batang-batang baru dinamakan ratoons.

Oleh karena itu bit mulai ditanam pada musim semi dan dipanen pada permulaan musim gugur atau awal musim dingin. chard dan fodder beet.Pemanenan (Sumber) Bit Bit (Beta vulgaris L. Bit merupakan tanaman umbi biennial (tanaman yang memiliki siklus 12 hingga 24 bulan) dari wilayah beriklim sedang (temperate).) termasuk dalam anggota sub-famili Chenopodiaceae dan famili Amaranthaceae. Secara . Bit merupakan tanaman yang umbinya mengandung sukrosa dalam jumlah yang dengan konsentrasi tinggi. Tanaman ini menghasilkan gula selama tahun pertama pertumbuhan dan kemudian muncul bunga-bunga dan benih di tahun kedua. Bit secara langsung memiliki hubungan dengan beetroot. Kandungan gula di dalam bit umumnya adalah 17% dari berat. Bit mengandung gula yang tersimpan dalam umbi yang memiliki suatu kemiripan mirip dengan parsnip (semacam wortel) bulat. tetapi angka ini tergantung dari varietas dan juga bervariasi dari tahun ke tahun dan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

yang kemudian harus dipangkas secara manual dengan sabit/ parang tiap dua atau tiga kali selama musim tanam. sehingga hasil yang diharapkan untuk menghasilkan gula hanya sekitar 7 ton per hektar. Para pekerja yang lain dilengkapi dengan semacam pengait untuk mengangkat bit-bit tersebut dan memotong mahkota . Pemanenan juga membutuhkan banyak pekerja. Para pekerja membersihkan bit-bit dengan memegang daun-daunnya kemudian dihentakkan untuk menghilangkan sisa-sisa tanah yang menempel. umbi akar di satu sisi dan bagian berdaun di sisi yang lain. Meskipun akar umbinya dapat diambil keluar dengan alat seperti bajak yang bisa ditarik oleh sekelompok kuda. karena penanganan gulma dilakukan dengan mengatur tanaman dengan jarak yang rapat. jumlah ini lebih besar dari kandungan gula tebu yang sudah dewasa tetapi hasil dari bit per hektar jauh lebih kecil dari tebu.mendasar Pada dasarnya. dan kemudian menaruhnya dalam sebuah barisan/lajur. namun pekerjaan selanjutnya musti menggunakan tangan. Bit (Sumber) Sampai dengan akhir pertengahan abad ke-20. pembudidayaan bit membutuhkan buruh dalam jumlah yang sangat banyak.

Dari satu sistem akar seringkali terdiri dari kumpulan beberapa batang. Daunnya menyerupai daun kelapa. Sejarah budidaya tanaman ini sangat panjang sehingga penyebaran alaminya tidak diketahui secara pasti. dengan tinggi 15-25 m. Tangkai-tangkai daun muncul dari bagian petiola dan terdiri dari sekitar 150 helai daun. tetapi tanaman kurma kemungkinan berasal dari suatu tempat di oase-oase padang gurun Afrika Utara. Dengan menggunakan ban berjalan (konveyor). Kurma Tanaman kurma (Phoenix dactylifera) merupakan tanaman palma yang secara luas dibudidayakan dan diambil buahnya. Gula dapat diekstrak dari buah kurma. tetapi ini hanya dilakukan secara lokal pada skala kecil. Para pekerja memotong daun dan mahkota dari umbi akar. Bit ini ditampung di tepi lahan dan kemudian dialirkan ke dalam trailer pengangkut untuk dibawa ke pabrik. dan menghilangkan sisa-sisa tanah dari umbi akar dalam satu urutan sekaligus. Para pekerja ini kemudian menempatkan barisan bit yang kemudian dapat diangkut ke dalam gerobak. helaian daun ini bisa mencapai panjang 30 cm dan lebar 2 cm. tetapi bisa juga berupa batang-batang yang tumbuh sendiri-sendiri. mencabut akar. berupa tangkai panjang dengan banyak helaian daun (pinnate ). pemanenan seluruhnya dilakukan secara mekanis. Pada saat ini. Tanaman ini berukuran sedang. dengan panjang mencapai 3m. . dan mungkin juga di Asia B b arat D d aya.dan daun-daun dari umbi akar dalam sekali potong. Pemanen yang modern biasanya dapat mengerjakan 6 baris dalam waktu bersamaan. sisa-sisa tanah di bit dapat lebih banyak dibersihkan – seorang petani akan didenda oleh pabrik jika sisasisa tanah di panenannya melebihi batas yang dipersyaratkan.

berasal dari kawasan tropis hingga subtropis di Afrika Timur. tetapi seperti halnya kurma. Gula dapat diekstrak dari biji-bijinya. ekstraksi ini hanya dilakukan secara lokal dalam skala kecil. Amerika Tengah dan Asia Selatan.Tanaman kurma di Siprus (Sumber) Sorgum Sorgum merupakan genus yang terdiri dari 20 spesies rumput-rumputan. dengan satu spesies di antaranya berasal dari Meksiko. Tanaman ini dibudidayakan di Eropa Selatan. .

tetapi penyusun utamanya adalah fruktosa. dan gula mapel ini tidak mengandung gula yang sesungguhnya (sukrosa.Sorgum (Sumber) Mapel Pohon mapel (Acer saccharum) merupakan tanaman yang sangat dikenal di kawasan hutan di Amerika Utara bagian timur.sucrose. Gula mapel memiliki kemanisan dua kali lipat dari gula pasir standar. Tanaman ini merupakan spesies mapel Amerika yang terbesar. dapat mencapai ketinggian hingga 30-37 m. Pohon mapel (Sumber) Sumber utama:  www.com . terutama dibuat menjadi sirup mapel yang dimurnikan sebagian. Gula mapel sudah diproduksi di Amerika Utara selama beberapa abad dan hingga sekarang masih digunakan untuk pemanis. sakarosa).

Pengempaan Irisan-irisan bit yang diekstrak dari diffuser masih sangat basah dan kandungan air di dalamnya masih mengandung sejumlah gula yang bermanfaat.net/id/products/sugar/sources. air pengekstrak akan menjadi larutan gula yang semakin kental dan umumnya dinamakan jus. Jus ini tentu saja ini juga mengandung banyak substansi lain dari daging bit. Ini dinamakan dengan aliran berlawanan (counter-current flow) dan seiring dengan alirannya. Hal ini karena bit merupakan tanaman rotasi yang membutuhkan hampir 4 kali luas lahan tanaman tebu yang ditanam dalam kultur tunggal (monokultur).org http://www. Jus ini digunakan sebagai bagian dari air dalam diffuser.food-info. Proses ini akan meningkatkan luas permukaan bit sehingga mempermudah ekstraksi gula. dikirim ke bagian pengeringan dan nantinya akan diolah menjadi pelet-pelet yang merupakan bahan penting untuk pakan hewan.htm Pembuatan gula bit Gula bit putih dibuat dari bit dalam suatu proses tunggal. . bit-bit tersebut jauh lebih kotor dibandingkan tebu dan harus dibersihkan dan dipisahkan dari daun-daun bit yang masih tertinggal. Jus dari proses diffusi yang masih 'mentah' ini mengandung sekitar 14% gula dan bubur residu atau bubur sisanya mengandung 1 hingga 2% gula dan total 8-12 % padatan. http://en. Diffuser merupakan tangki pengaduk berukuran besar dengan posisi horisontal ataupun vertikal. Pemanenan Bit dipanen pada saat musim gugur dan awal musim dingin dengan cara menggalinya keluar dari tanah. dan bit yang sudah dikempa.wikipedia. bukan dua tahap seperti pada pembuatan gula tebu. di dalamnya irisan-irisan bit digerakkan dengan pelan dari ujung satu ke ujung yang lain dan air panas bergerak dari arah berlawanan. yang sekarang berupa bubur. Ekstraksi berlangsung dalam sebuah diffuser dimana bit mengalami kontak dengan air panas selama kurang lebih satu jam. batu-batu dan kotoran-kotoran lainnya sebelum diolah. Karena letaknya di dalam tanah. Ekstraksi Tahap ini diawali dengan pemotongan bit menjadi irisan-irisan tipis. Oleh karenanya dilakukan pengempaan/pengepresan dalam kempa-kempa ulir untuk memeras jus sebanyak mungkin. Biasanya bit-bit tersebut dikirim ke pabrik dengan truk-truk besar karena jarak kirim yang lebih jauh dibandingkan industri gula tebu. sedangkan diffuser khusus gula bit mampu menampung beberapa ratus ton bit dan air ekstraksi. Proses ini dapat diumpamakan dengan proses ketika daun teh diseduh sehingga warna dan cita rasanya keluar.

baik itu untuk rumah tangga maupun industri seperti pabrik pembuatan minuman ringan. biasanya mampu menampung 60 ton sirup gula bahkan lebih. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikelpartikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan.Karbonatasi Tahap pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Demikian juga tahap penghilangan warna secara terpisah umumnya tidak dilakukan. campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. Pendidihan Pada tahap akhir ini. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Hal ini biasanya terjadi setelah 3 tahap. cairan induk pada pembuatan gula bit masih mengandung sejumlah gula sehingga kristalisasi diulang beberapa kali. cairan gula yang sudah berupa sirup ditempatkan dalam sebuah panci yang sangat besar. Setelah proses ini dilakukan. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur / lime [kalsium hidroksida. Tidak seperti pada pembuatan gula tebu. Di dalam panci tersebut dilakukan pendidihan dan penguapan sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. sampai kemudian diraih suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. gula yang masih terkandung dalam jus diolah lebih lanjut menjadi produk samping berupa: molase bit. dinamakan dengan karbonatasi. proses fosfatasi tidak dilakukan di sini. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. Hal ini khususnya terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Hasil Gula yang dihasilkan berwarna putih dan siap untuk digunakan. Seperti pada pembuatan gula mentah. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/atau disimpan siap untuk didistribusikan. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau dikirim ke . Seperti pada pembuatan gula tebu. Ketika kristal sudah tumbuh. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Olah karena itu. Sayangnya.

pabrik fermentasi tanaman seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol. tidak ada dampak lingkungan. namun masih mempunyai beberapa daun hijau. jika memungkinkan. Sebagai tambahan. Besarnya areal tanam dan jumlah tanaman tebu dapat dikurangi jika ekstraksi gula dapat dilakukan semakin baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan gula dunia. Pemanenan dapat dilakukan baik secara manual dengan tangan ataupun dengan mesin.food-info.htm Pembuatan gula tebu Pemanenan Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung dan ketika dewasa hampir seluruh daun-daunnya mengering. Di beberapa wilayah. solusi ini tidak tepat untuk kebanyakan pabrik gula karena modal yang dikeluarkan untuk pengadaan mesin dan hilangnya banyak tenaga kerja kerja. dedauan hijau di bagian atas dihilangkan dan batangbatang tersebut diikat menjadi satu. Ekstraksi .com http://www. Pemotongan dengan mesin umumnya mampu memotong tebu menjadi potongan pendek-pendek.Tebu dipotong di bagian atas permukaan tanah. pembakaran areal tanaman tebu tidak diijinkan karena asap dan senyawasenyawa karbon yang dilepaskan dapat membahayakan penduduk setempat. Mutu dari segi bau dan rasa molase bit tidak sama dengan molase tebu sehingga tidak dapat digunakan untuk pembuatan rum. Sebelum panen. Pemotongan tebu secara manual dengan tangan merupakan pekerjaan kasar yang sangat berat tetapi dapat mempekerjakan banyak orang di area di mana banyak terjadi pengangguran. Potongan-potongan batang tebu yang telah diikat tersebut kemudian dibawa dari areal perkebunan dengan menggunakan pengangkut-pengangkut kecil dan kemudian dapat diangkut lebih lanjut dengan kendaraan yang lebih besar ataupun lori tebu menuju ke penggilingan. Sumber :  www. Meskipun demikian. seluruh tanaman tebu dibakar untuk menghilangkan daundaun yang telah kering dan lapisan lilin.sucrose.net/id/products/sugar/prodbeet. Mesin-mesin hanya dapat digunakan ketika kondisi lahan memungkinkan dengan topografi yang relatif datar. karena CO2 yang dilepaskan sebenarnya memiliki proporsi yang sangat kecil dibandingkan dengan CO2 yang terikat melalui fotosintesis selama pertumbuhan. Api membakar pada suhu yang cukup tinggi dan berlangsung sangat cepat sehingga tebu dan kandungan gulanya tidak ikut rusak.

Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). tebu dihancurkan dalam sebuah serial penggiling putar yang berukuran besar. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. sebuah diffuser digunakan seperti yang digambarkan pada pengolahan gula bit. dinamakan bagasse. Sebuah tebu bisa mengandung 12 hingga 14% serat dimana untuk setiap 50% air mengandung sekitar 25 hingga 30 ton bagasse untuk tiap 100 ton tebu atau 10 ton gula. untuk selanjutnya digunakan di mesin pemanas (boiler). Di kebanyakan pabrik. Proses ini dinamakan liming.Tahap pertama pengolahan adalah ekstraksi jus atau sari tebu. yang mengandung 1 hingga 2% gula. sekitar 50% air serta pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang terhitung sebagai “abu”. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Pabrik dapat membersihkan jus dengan mudah dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran untuk kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Cairan tebu manis dikeluarkan dan serat tebu dipisahkan. semuanya bercampur di dalam gula. Di lain pabrik. Ekstraksi gula Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 15% gula dan serat residu. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. Penguapan (Evaporasi) . dan hasilnya berupa cairan yang manis.

bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Evaporasi dalam „evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Sekali kristal terbentuk. Di dalam panci ini sejumlah air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan.Setelah mengalami proses liming. sirup ditempatkan ke dalam panci yang sangat besar untuk dididihkan. Sentifugasi gula (Sumber) . Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. jus dikentalkan menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas dalam suatu proses yang dinamakan evaporasi.

.Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Sebagai tambahan. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. Campuran hasil („magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga pengotor dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum perlakuan berikutnya (karbonatasi). Dalam sebuah pabrik pengolahan gula kasar (raw sugar) umumnya dilakukan tiga proses pendidihan. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Beberapa pabrik melakukan pencairan ulang untuk gula B yang selanjutnya digunakan sebagai umpan untuk pendidihan A. Sayangnya. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. partikel-partikel halus. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Pertama atau pendidihan “A” akan menghasilkan gula terbaik yang siap disimpan. Pendidihan “B” membutuhkan waktu yang lebih lama dan waktu tinggal di dalam panci pengkristal juga lebih lama hingga ukuran kristal yang dinginkan terbentuk. Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. Inilah yang menyebabkan lokasi pabrik rum di Karibia selalu dekat dengan pabrik gula tebu. pabrik yang lain menggunakan kristal sebagai umpan untuk pendidihan A dan pabrik yang lainnya menggunakan cara mencampur gula A dan B untuk dijual. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Gula yang dihasilkan biasanya digunakan sebagai umpan untuk pendidhan B dan sisanya dicairkan lagi. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Olah karena itu. Pendidihan “C” membutuhkan waktu secara proporsional lebih lama daripada pendidihan B dan juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terbentuk kristal. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal.

Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Selain karbonatasi. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Kristal-kristal . GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Setelah proses ini dilakukan. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon.Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. t eknik yang lain berupa fosfatasi.

kecuali sebagai bagian dari jenis gula yang lain. Terutama digunakan dalam industri minuman ringan dan minuman buah. Sumber :  www.htm Jenis-jenis gula dan berbagai produk terkait Kata-kata yang dicetak miring dapat ditemukan pengertiannya di bagian lain di daftar ini.sucrose. Dekstrosa : Istilah bahasa Inggris untuk glukosa. Seringkali merupakan bagian dari komponen dinding sel tanaman.tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.          Brix (derajat): suatu pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah gula dalam sebuah larutan. Pengolahan sisa (Recovery) Cairan sisa baik dari tahap penyiapan gula putih maupun dari pembersihan pada tahap afinasi masih mengandung sejumlah gula yang dapat diolah ulang. juga dalam darah. terbuat dari cairan barley dengan penambahan gula. gula buah): gula yang agak manis (1. Gula Barley : bukan termasuk gula. Kurang manis dibandingkan sakarosa. Gula Barbados : gula tebu yang berwarna coklat. Seperti pada pengolahan gula lainnya. Cairan-cairan ini diolah di ruang pengolahan ulang (recovery) yang beroperasi seperti pengolahan gula kasar. . Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau dikirim ke pabrik fermentasi seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol. Gula: umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa. melainkan permen Amerika yang keras dan memiliki citarasa jeruk lemon. Glukosa (padanan kata dekstrosa): gula yang terdapat pada berbagai tanaman. Galaktosa: suatu gula yang tidak umum dijumpai dalam makanan. seperti laktosa (gula susu) dan raffinosa (gula dalam kacang-kacangan). bertujuan untuk membuat gula dengan mutu yang setara dengan gula kasar hasil pembersihan setelah afinasi. gula yang ada tidak dapat seluruhnya diekstrak dari cairan sehingga diolah menjadi produk samping: molase murni. Secara kimiawi gula identik dengan karbohidrat.7 kali lebih manis dari gula biasa) umumnya didapat dari buah-buahan dan madu.net/id/products/sugar/prodcane. Gula anggur : padanan kata dari glukosa.com http://www. berdasarkan pada pembiasan cahaya. Fruktosa (padanan kata levulosa.food-info. Sumber energi yang utama bagi tubuh.

Gula ini didapat dari penghancuran secara mekanis sehingga tidak ada cristal-kristal yang tertinggal. dan oleh karenanya gula ini secara khusus bermanfaat dalam pembuatan „meringues' dan cairan dingin. Kristal bening dan putih dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami kristalisasi secara lambat. terdapat di Britania. Gula ini kurang manis karena adanya air dalam kristal. gula ini lebih cepat larut dibandingkan gula putih pada umumnya. Gula batu putih memiliki rekahan-rekahan kecil yang memantulkan cahaya. juga dikenal sebagai gula „confectionary'. Gula ini tidaklah sehalus gula bubuk yang dihaluskan secara mekanis (dan biasanya dicampur dengan sedikit pati untuk menghindari penggumpalan). Gula bubuk : Gula granulasi (gula pasir) bubuk.    Gula Bit : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman bit. Gula batu : tidak semanis gula granulasi biasa. Karena kehalusannya. Kristal berwarna kuning kecoklatan mengandung berbagai karamel. . Terkadang gula ini dicampur dengan sedikit pati atau bahan anti kempal untuk mencegah penggumpalan. gula batu diperoleh dari kristal bening berukuran besar berwarna putih atau kuning kecoklatan. Dinamai demikian karena ukuran butirannya sangat kecil sehingga dapat ditaburkan dari wadah berlubang-lubang kecil. Gula Castor : Gula castor atau caster adalah nama dari gula pasir yang sangat halus.

. Gula Coklat : gula yang ditambah dengan sedikit molase (tetes) untuk memberikan citarasa dan warna.  Gula Granulasi (Gula pasir) : Kristal-kristal gula berukuran kecil yang pada umumnya dijumpai dan digunakan di rumah (gula pasir).   Gula Dekorasi : lihat gula sdaning. Digunakan dalam pembuatan selai dan „marmelade'. gula selai/ jam): campuran dari gula granulasi dan pektin. Gula Gelatin (padanan kata gula gel.

Gula Sdaning: Gula Sdaning merupakan gula kasar atau gula dekorasi. lihat gula Castor. gula inversi menghasilkan produk yang lebih halus dan digunakan dalam pembuatan berbagai jenis permen seperti fondant. lihat sakarosa. Gula Jagung: glukosa yang diperoleh dari jagung. Gula kristal: gula bit atau tebu berbentuk granulasi seperti gula pada umumnya. Merupakan gula granulasi yang sangat halus. berasal dari Indonesia. Proses pembuatan jam dan selai secara otomatis menghasilkan gula inversi dengan menggabungkan asam alami dalam buah dengan gula granulasi dan memanaskan campuran tersebut. sehingga menurunkan ukuran kristal-kristal gula. Gula Muscovado : gula coklat gelap.    Gula inversi : Gula inversi dibuat dengan menggabungkan sirup gula dengan sedikit asam (seperti pada krim tartar atau jus lemon) dan pemanasan.        Gula Malt: lihat maltosa. Karena struktur kristalnya yang halus. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). atau memecah. sakarosa menjadi dua komponen. Gula Jawa : gula yang mengalami pemurnian sebagian. Digunakan untuk menghias makanan-makanan yang dipanggang dengan oven . Proses ini mengubah. . Dijual dalam bentuk gula butiran/pasir atau dicetak dalam bentuk gula kubus. Kristalnya berukuran 4 kali lipat lebih besar dari gula granulasi pada umumnya. Gula Palma (kelapa/ kurma) : gula yang didapatkan dari palma ataupun kurma. glukosa dan fruktosa. Gula sangat halus: suatu jenis gula di USA.Terutama mengandung sakarosa. dan berbagai sirup. Gula mutiara (Pearl sugar) : lihat gula sdaning. lihat sakarosa. Gula meja: gula tebu atau gula bit butiran pada umumnya.

Pembuatan gula spun diawali dengan pemasakan gula. Gula Spun (Spun sugar) : gula lembut hasil dari pendidihan gula sehingga dapat dibentuk dan digunakan untuk dekorasi berbagai hidangan penutup. Hasilnya berupa gula dengan rasa dan aroma yang harum yang dapat digunakan untuk bahan baku ataupun penghias „baked goods'. . biasanya dengan takaran dua biji vanila untuk setiap satu pound gula. Campuran tersebut disimpan dalam wadah kedap udara selama sekitar satu minggu sebelum biji-biji vanila tadi dipisahkan kembali. Citarasanya sama kuatnya dengan vanilla tetapi tetap dapat dibedakan. buah dan hidangan penutup lainnya. Kemudian dapat dibentuk seperti gumpalan helaian benang dengan menggunakan garpu pengocok dan dioleskan ke permukaan kue untuk dekorasi    Gula susu: lihat laktosa. Gula ini dinamai gula-vanillin. Terkadang dijual dalam bentuk gula coklat (brown sugar) di Eropa. Gula Vanilla dapat juga dibuat dari ekstrak vanillin (vanili) murni. Biji-biji vanila dapat digunakan kembali sampai dengan dengan 6 bulan. air dan krim tartar hingga menjadi keras tapi tetap mudah dibentuk. Gula Vanila : gula beraroma dan citarasa harum yang khas dibuat dengan cara memendam biji-biji vanilla dalam gula pasir. Gula Tebu : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman tebu.

berasal dari India. Icing (Icing sugar) : gula bubuk yang digunakan sebagai krim gula (gula pelapis) pada cake. Suatu sirup yang didapatkan dari pati jagung. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). HFCS : High Fruktose Corn Syrup (Gula Jagung Kaya Fruktosa).   Gur (padanan kata jaggery): gula yang mengalami pemurnia n sebagian. Digunakan sebagai pewarna makanan dan aroma rasa. Digunakan sebagai pemanis kadar tinggi. berasal dari India.  Jaggery (padanan kata gur): gula yang mengalami pemurnian sebagian. . Mula-mula pati dipecah menjadi glukosa secara enzimatis. kemudian glukosa ini diubah lagi secara enzimatis menjadi fruktosa yang memiliki rasa lebih manis. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa).  Karamel : berbagai produk yang diperoleh dari hasil pemanasan gula. Senyawa-senyawa ini berwarna coklat hingga hitam dan menghasilkan aroma khas.

Molase : Produk samping dari pembuatan gula.   Melis : jenis gula meja pada umumnya. berwarna coklat.   Laktosa: gula yang terdapat pada susu. suatu kombinasi dari galaktosa dan glukosa. Gula utama yang ada dalam madu adalah fruktosa. Banyak terdapat dalam tanaman (kacang-kacangan. Dipakai dalam pembuatan gula coklat (brown sugar). Penyusun utamanya adalah sakarosa. Levulosa : padanan kata untuk fruktosa Madu : merupakan larutan 80% gula dalam air. glukosa dan sakarosa. . yang agak halus.  Oligosakarida : karbohidrat rantai pendek yang didapatkan dari polisakarida berukuran besar atau dengan proses enzimatis. Dari kawasan Skandinavia.   Maltosa (padanan kata gula malt) : gula yang terdapat pada malt dan bir. Terutama tersusun dari berbagai karamel dan mineral. Sirup ini merupakan larutan 70% sakarosa dan glukosa dalam air. Sirup Mapel : sirup yang didapatkan dari pohon mapel yang terdapat di America Utara.

Kandungan gula berkisar 50-80%. Digunakan sebagai prebiotik.jpg http://www.llnwd.8 kali manisnya gula (seperti misalnya sorbitol) hingga 2000 kali (protein thaumatin).sweetstall. Sukrosa : Istilah bahasa Inggris untuk sakarosa. gula meja. bukan untuk pemanis produk. Kebanyakan merupakan pemanis buatan tetapi beberapa di antaranya adalah pemanis alami. Rasanya tidak manis atau sedikit manis.uni-graz.net> Produk Makanan > Gula .dlc.html http://www.at/~katzer/engl/Vani_pla.fermacol.    Sakarosa (padanan kata sukrosa. panocha): gula tebu dari Mexico yang mengalami pemurnian sebagian.jpg http://www.com/acatalog/barley-sugars.com/Logos/Kolner%20Klutje. Gula ini dicetak dalam bentuk kerucut.net/00110/38/24/110204283_m.htm Food-Info.food-info. namanya berarti menara kerucut kecil . gula kristal): nama kimia resmi dari jenis utama gula dan gula ini terutama digunakan dalam berbagai produk maupun di rumah tangga. Tingkat kemanisan pemanis berkisar dari 0.fi/~marianna/gourmet/i_sugars. Sirup : suatu larutan yang sangat kental berupa gula dalam air. Gambar-gambar dari :      http://www. Piloncillo (padanan kata panela.    bawang) atau susu.net/id/products/sugar/types. Panela: lihat piloncillo Panocha: lihat piloncillo Pemanis: senyawa pemanis bukan karbohidrat.vo.jpg http://myspace-283.htm http://www.

Pada bagian ini pengertian gula mengacu pada karbohidrat yang memiliki rasa manis. Gula-gula ini berada secara sendiri-sendiri ataupun dalam bentuk campuran satu dengan yang lain. tetapi umumnya pengertian gula mengacu pada karbohidrat yang memiliki rasa manis.5% pada susu sapi. Seluruh gula yang dicerna oleh hewan akan diubah di dalam hati menjadi glukosa.Kimia Gula Secara kimiawi gula sama dengan karbohidrat. fruktosa dan sakarosa dalam air. Komposisi sesungguhnya sangat tergantung pada asal tanaman. fruktosa dan glukosa. tetapi tidak satupun yang berasa sangat manis dan menarik secara komersial. yaitu gula yang terdapat dalam semua susu hewan. Rasa manis yang biasa dijumpai pada tanaman terutama disebabkan oleh tiga jenis gula. 7% pada ASI). berukuran kecil dan dapat larut (dalam air). An initiative of : Wageningen University Gula Struktur Tingkat kemanisan dibandingkan dengan sakarosa . Karena laktosa memiliki tingkat kemanisan yang lebih rendah dibandingkan fruktosa dan sakarosa. yaitu sakarosa. terdapat ratusan jenis karbohidrat berukuran kecil lainnya yang terdapat pada tanaman dan susu. Madu merupakan larutan yang terdiri dari glukosa. Dalam pembuatan bir. Kata gula pada umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa (sukrosa). Satu-satunya gula utama yang dihasilkan oleh hewan adalah laktosa. berukuran kecil dan dapat larut. salah satunya adalah gula malt (maltosa) yang memiliki sedikit rasa manis. Selain lima jenis gula utama ini. susu tidak memiliki rasa manis. pati (karbohidrat berukuran besar yang tidak manis) dari biji-bijian terpecah menjadi karbohidrat yang berukuran lebih kecil. oleh karena itu gula di dalam darah hewan (dengan kata lain di dalam daging) adalah glukosa. dengan komposisi sekitar 80% gula dan 20% air. meskipun kadar gulanya cukup tinggi (4.

Sakarosa (glukosa + fruktosa) 100% Glukosa 74% Fruktosa 173% Maltosa (glukosa + glukosa) 33% Laktosa (galaktosa + glukosa) 16% .

membersihkan.food-info. Gula SHS ini masih belum memenuhi syarat untuk digunakan sebagai bahan baku industri makanan.net/id/products/sugar/chemistry. 12 Agustus 2010 GULA RAFINASI DAN PROSES PEMBUATANNYA Posted on/at 00:54 by Admin Gula selain dikonsumsi langsung juga digunakan sebagai bahan baku untuk industri makanan.htm Kamis. Proses Pembuatan Gula Rafinasi Proses rafinasi yang digunakan dalam pabrik gula rafinasi bervariasi tergantung pada bahan yang diolah produk yang dikehendaki dan pertimbangan lain sesuai kondisi lokal. Kata rafinasi diambil dari kata refinery artinya menyuling. menyaring. Pada saat ini kebanyakan pabrik gula di Indonesia hanya mampu menghasilkan gula kualitas GKP (gula kristal putih) yang dikonsumsi langsung. Untuk itu industri makanan membutuhkan kualitas gula yang lebih baik yang diperoleh dari gula rafinasi.Lebih jauh tentang kimiawi karbohidrat dapat dilihat pada topik Karbohidrat (sedang dalam tahap penyusunan) http://www. Namun demikian secara garis besar dapat diuraikan menjadi stasiun sebagai berikut : . Jadi bisa dikatakan bahwa gula rafinasi adalah gula yang mempunyai kualitas kemurnian yang tinggi.

3. keduanya banyak dipakai. Ada dua pilihan teknologi yaitu fosflotasi dan karbonatasi. B. Selanjutnya liquor ditapis pada penapis bertekanan (leaf filter) menghasilkan filter liquor dan mud. Penurunan warna yang dicapai pada stasiun ini berkisar 30-50 %. C. Proses pengambangan berlangsung dengan bantuan partikel udara yang dibangkitkan dalam aerator. proses pengambangan terjadi pada clarifier. Untuk memisahkan gumpalan tersebut oleh karena dalam media liquor yang kental (brix: 65-70) maka gumpalan tidak diendapkan melainkan diambangkan. terbentuk endapan kalsium karbonat yang akan menyerap pengotor termasuk zat warna. pertama dilakukan pembubuhan kapur sebanyak 0. zat anorganik. Pembentukan gumpalan sekunder dapat menjerap berbagai pengotor : zat warna. . termasuk pabrik rafinasi di Indonesia. Sumber gas CO2 berasal dari gas cerobong ketel yang sudah dimurnikan melalui scrubber. Kedua pada karbonator akhir menyempurnakan reaksi dengan aliran CO2 sampai pH turun di sekitar 8. yaitu dengan sekrap yang berputar pada permukaan clarifier dan menyingkirkan scum ke kanal yang dipasang pada sekeliling clarifier. Penambahan flokulan (anion) sebelum tangki aerator dilakukan untuk membantu pembentukan gumpalan sekunder yang terbentuk dari gumpalan-gumpalan primer yang terikat oleh rantai molekul flokulan. Kristal yang telah dicuci dilebur dengan mencampur dengan air atau sweet water menghasilkan leburan (liquor) dengan brix sekitar 65.A. Klarifikasi Pengoperasian unit ini bertujuan untuk membuang semaksimal mungkin pengotor non sugar yang ada dalam leburan (melt liquor). Dekolorisasi Liquor yang dihasilkan dari stasiun klarifikasi setelah ditapis dipompa ke stasiun dekolorisasi. Teknologi Fosflotasi Pada proses ini digunakan asam fosfat dan kalsium hidroksida yang akan membentuk gumpalan (primer) kalsium fosfat. Pada clarifier ini juga pemisahan gumpalan yang mengambang (scum) terjadi. Proses karbonatasi dilakukan dua tahap. Teknologi Karbonatasi Pada proses karbonatasi leburan dibubuhi kapur {Ca(OH)2} kemudian dialiri gas CO2 dalam bejana karbonatasi . partikel yang melayang dan lain-lain. reaksi ini berlangsung di reaktor. Afinasi Tujuan afinasi adalah mencuci kristal GKM (raw sugar) agar lapisan molases yang melapisi kristal berkurang sehingga warnanya semakin ringan atau warna ICUMSA lebih kecil. Pencucian dilakukan dalam mesin sentrifugal yaitu setelah GKM dicampur dengan sirup menjadi magma. fosflotasi pada umumnya digunakan di pabrik rafinasi di negara Amerika Latin dan beberapa di Asia sedangkan selebihnya menggunakan teknologi karbonatasi.5% brix bersamaan dengan pengaliran CO2 ekivalen dengan jumlah kapur yang ditambahkan.

Bone Char. 3. Dengan granul karbon aktif. coklat atau hitam tergantung dari tingkatan reaksi selama pemanasan. Untuk menghilangkan zat warna dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Kedua teknologi tersebut dapat menurunkan warna sekitar 75-85 %.Pada stasiun dekolorisasi pada prinsipnya ada dua teknologi yang lazim digunakan yaitu karbon aktif dan penukar ion. Macam zat warna Terdapat beberapa macam zat warna yang terbawa atau terbentuk dalam proses refinery. Karbon aktif ini dapat digunakan selama 3-6 minggu tergantung dari kualitas dan jumlah bahan yang masuk. masing-masing dengan keunggulan dan kelemahannya. Senyawaan ini terdapat dalam tebu yang terbentuk dari hasil reaksi enzimatik flavonoid dan asam cinamic. 2. Melanoidins. Produk degradasi gula invert. 4. Karamel. Kemampuan karbon aktif dalam mereduksi zat warna sangat tinggi. . pemilihan teknologi harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Meskipun kemampuan mereduksi zat warna tidak sebaik karbon aktif namun mampu mereduksi kotoran zat anorganik. namun bahan ini tidak mampu menghilangkan zat anorganik yang terlarut. Warna senyawa ini umumnya hitam. Meskipun kandungan glukosa dan fruktosa dalam proses refinery sangat kecil. Terbentuk dalam proses bila sukrosa mengalami pemanasan berlebihan sehingga terbentuk senyawaan yang berwarna. terbentuk dalam proses. Bahan ini terdiri dari campuran 90 % kalsium fosfat dan 10 % karbon yang dibuat dari tulangtulang binatang ternak dipanaskan pada suhu 700 oC. Senyawaan Phenolic. Warna yang dihasilkan bisa kuning. Bone char dapat digunakan selama 4-5 hari kemudian di regenerasi kembali. Kandungan karbon aktif sekitar 60 % dan dicampur dengan 5% MgO untuk mencegah turunnya pH. 2. namun senyawa ini mudah rusak oleh pemanasan terutama pada pH tinggi akan membentuk senyawaan polimer berwarna coklat yaitu 5-(hydroksimetil)-2-furaldehid. terbentuk dari reaksi antara gula reduksi dengan asam amino (Reaksi Maillard). yaitu : 1.

Pemisahan kristal dilakukan dengan cara memutar masakan dalam mesin sentrifugal menghasilkan kristal (gula A) dan sirop A. Liquor tersebut kemurniannya tinggi sehingga teknik kristalisasi berbeda dengan kristalisasi pada PG. namun resin akrilik kurang effektif dibanding resin stiren. D. Kristalisasi (evapocrystalisation) dilakukan di bejana vakum (65 cm Hg) dengan penguapan liquor pada suhu sekitar 70-80 0C sampai mencapai supersaturasi tertentu. pengering gula penimbangan dan pengemasan.Exchange Resin) Bahan ini mudah diregenerasi dan dalam penggunaannya mempunyai kapasitas lebih besar dibandingakan dengan karbon aktif maupun bone char. Pengeringan gula produk Untuk gula produk dibuat dua jalur dengan tujuan agar dapat diproduksi dua macam produk misal GKR dan GKP pada waktu yang bersamaan. Pengemasan gula produk Produk dikemas dalam kantong polipropilen dengan liner. Pembuatan dua jalur dimulai dari stasiun sentrifugal. Kristalisasi Produksi gula rafinasi Bahan utama kristalisasi adalah liquor yang sudah melewati tahap dekolorisasi. Tabel Persyaratan SNI Gula Rafinasi : .3. Ada dua jenis resin yang digunakan dalam refinery yaitu :Resin anion yang berfungsi mereduksi warna dan resin kation untuk menghilangkan senyawaan anorganik. dengan berat gula 50 kg setiap kantong. F. Pada kondisi tersebut dimasukkan bibit kristal secara hati-hati sehingga inti kristal akan tumbuh mencapai ukuran yang dikehendaki tanpa menumbuhkan kristal baru. Campuran kristal sukrosa dengan liquor disebut masakan. Pada umumnya stasiun dekolorisasi menghasilkan liquor dengan warna di bawah 300 IU sehingga dengan bahan tersebut dapat diproduksi gula rafinasi lebih rendah dari 45 IU. Demikian seterusnya sehingga secara berjenjang menghasilkan gula A. B dan C yang masuk dalam katagori gula rafinasi. pertama sirup dilewatkan resin akrilik terlebih dahulu kemudian baru dilewatkan resin stiren. Gula ditampung dalam sugar bin kapasitas 150 ton. Selanjutnya sirop A dimasak seperti yang dilakukan sebelumnya menghasilkan gula B dan sirop B. Penggunaan resin senyawa akrilic lebih tahan dari resin stiren. Resin penukar ion (Ion. Selain itu penggunaan air juga lebih efisien. Oleh sebab itu dalam proses dekolorisasi dianjurkan untuk menggunakan gabungan dua jenis resin ini secara seri. E.

risvank. Kondisi .com/2010/08/gula-rafinasi-dan-proses-pembuatannya.html Selasa.com/2008/07/gula-rafinasi-dan-proses-pembuatannya/ http://topagriculture.blogspot. 10 Agustus 2010 Teknologi Gula Cetak dan Gula Semut Dari Nila Kelapa Posted on/at 21:06 by Admin Proses pengolahan gula merah cetak dan gula semut Penampungan: Nira yang ditampung adalah nira yang belum rusak atau belum mengalami fermentasi.Sumber : http://www.

Pengemasan: .120oC) dan terus menerus dan agar nira tidak meluap. Nira yang telah masak bila ditetaskan ke dalam air akan Gula merah cetak Pencetakan: Nira yang telah masak diaduk terus agar cepat dingin.yang terbaik dalam pembuatan gula merah adalah nira yang mengandung kadar gula di atas 12% dan pH 6-7. maka butiran-butiran yang telah diayak menggunakan ayakan 20 mess. ada yang berbentuk gelang. telah dibasahi dengan air bersih agar mudah dilepaskan. lebah. Selanjutnya nira dituangkan ke dalam cetakan. setengah lingkaran. daun pisang kering. Bentuk cetakan bermacam-macam. kubus. dan sebagainya. Pengayakan: Untuk memperoeh keseragaman. daun lontar. Pemasakan: Nira dituang ke dalam wajan kemudian dimasak (suhu 110. Pengemasan: Gula merah yang dingin dikeluarkan dari cetakan lalu dikemas. Disamping menjaga wadah penampungan agar tetap bersih. dan serangga lainnya tersaring. bambu. Bila mulai terbentuk butiran-butiran. batang pisang kering. yakni menuangkan ke wadah tertentu lalu ditumbuk dengan menggunakan sepotong kayu berlangsung kurang lebih 15 menit. Ada juga yang melakukan penumbukan. dan lainlain. semut. lama pendinginan 10-15 menit. Gula semut Pengkristalan: Nira yang telah masak didinginkan dalam wajan sambil diaduk secara perlahan-lahan. Sisa ayakan diaduk/ digerus lagi dalam wajan yang masih panas. Dapat pula ditambahkan minyak kelapa (1 sendok makan/25 l) atau menggunakan kopra yang dijepit pada kayu lalu dicelup sekali-kali ke dalam nira yang sedang dimasak. kerucut. Untuk menghindari kerusakan nira saat penampungan dapat diberi bahan pengawet kapur sirih. plastik. Penyaringan: Menggunakan kain blacu agar kotoran seperti ranting/ daun. pengadukan dipercepat dengan menggunakan pengaduk kayu yang berbentuk garpu. Macam-macam bahan kemasan yang dapat digunakan yaitu daun jari.

terjadi pemisahan antara ampas dengan nira pada batang tebu. botol plastik. Sumber: BPTP Sulawesi Utara http://topagriculture. yakni mempunyai ukuran dan keseragaman yang telah distandartkan. .blogspot. Produknya adalah gula jenis SHS (Superoir Hooft Suiker) 1-A dengan hasil samping berupa tetes dan ampas. • Pemurnian (stasiun pemurnian) Untuk menghilangkan atau membuang bahan baku bukan gula yang terdapat pada nira mentah semaksimal mungkin tanpa menimbulkan banyak kerugian berupa kerusakan maupun kelihangan sukrosa. dalam proses penapis hampa dilakukan pemisahan antara blotong dan filtrat (nira tapis).html Proses pembuatan gula di PT.Gula semut yang telah dingin untuk dikemas. tebu diterima di Crane yard untuk didaftarkan dan ditimbang dan selanjutnya diproses. Macammacam bahan kemasan yang dapat digunakan antara lain kantong plastik. Proses kristalisasi pada PT.com/2010/08/teknologi-gula-cetak-dan-gula-semut. dan stoples. • Pemisahan kristal (stasiun puteran) Untuk memisahkan kristal gula dari larutan induknya. Masakan C & D untuk bibit. Masakan A à gula SHS (produk utamanya). sebelum terbentuk kristal dengan menghindari kerusakankerusakan pada sacharosa. Candi Baru Sidoarjo menggunakan proses sulfitasi alkalis continue. • Kristalisasi (stasiun masakan) Terjadi proses kristalisasi untuk mengubah sakarosa yang terdapat pada nira kental dari stasiun penguapan menjadi kristal-kristal gula yang memenuhi syarat tertentu. Candi Baru ada 3 tahap (A-C-D). PG. • Penguapan (stasiun penguapan) Untuk menghilangkan air yang terdapat dalam nira jernih hasil proses pemurnian sampai dicapai konsentrasi (% brix) tertentu. Adapun tahapan proses produksi dan tujuan dari tiap tahap meliputi : • Pemerahan nira (stasiun gilingan) Tujuannya untuk memerah nira sebanyak-banyaknya dan menekan kehilangan gula dalam ampas seminimal mungkin.

• Penguapan (stasiun penguapan) Untuk menghilangkan air yang terdapat dalam nira jernih hasil proses pemurnian sampai dicapai konsentrasi (% brix) tertentu. Masakan A à gula SHS (produk utamanya). Proses kristalisasi pada PT. • Kristalisasi (stasiun masakan) Terjadi proses kristalisasi untuk mengubah sakarosa yang terdapat pada nira kental dari stasiun penguapan menjadi kristal-kristal gula yang memenuhi syarat tertentu. Candi Baru ada 3 tahap (A-C-D). terjadi pemisahan antara ampas dengan nira pada batang tebu. dalam proses penapis hampa dilakukan pemisahan antara blotong dan filtrat (nira tapis). tebu diterima di Crane yard untuk didaftarkan dan ditimbang dan selanjutnya diproses. Terjadi juga proses pengemasan. sebelum terbentuk kristal dengan menghindari kerusakankerusakan pada sacharosa. Candi Baru Sidoarjo menggunakan proses sulfitasi alkalis continue. • Pemisahan kristal (stasiun puteran) Untuk memisahkan kristal gula dari larutan induknya. • Pemurnian (stasiun pemurnian) Untuk menghilangkan atau membuang bahan baku bukan gula yang terdapat pada nira mentah semaksimal mungkin tanpa menimbulkan banyak kerugian berupa kerusakan maupun kelihangan sukrosa. PG. sedang gula kasar dibawa ke peti leburan. yakni mempunyai ukuran dan keseragaman yang telah distandartkan.• Pengeringan dan pengemasan (stasiun pengeringan dan pengemasan) Mengeringkan gula SHS agar bebas dari air karena kristal gula SHS dari puteran SHS masih mempunyai kadar air yang tinggi. sedang gula kasar dibawa ke peti leburan. Adapun tahapan proses produksi dan tujuan dari tiap tahap meliputi : • Pemerahan nira (stasiun gilingan) Tujuannya untuk memerah nira sebanyak-banyaknya dan menekan kehilangan gula dalam ampas seminimal mungkin. Produknya adalah gula jenis SHS (Superoir Hooft Suiker) 1-A dengan hasil samping berupa tetes dan ampas. • Pengeringan dan pengemasan (stasiun pengeringan dan pengemasan) Mengeringkan gula SHS agar bebas dari air karena kristal gula SHS dari puteran SHS masih mempunyai kadar air yang tinggi. dimana setelah dilebur larutan tersebut dibawa ke tangki sulfitasi II bercampur dengan nira kental . dimana setelah dilebur larutan tersebut dibawa ke tangki sulfitasi II bercampur dengan nira kental Proses pembuatan gula di PT. Masakan C & D untuk bibit. Terjadi juga proses pengemasan.

com/indeks.candibaru.php?p=prosesproduksi Wednesday. 2010 Sekilas Proses Pembuatan Gula Rafinasi Sekilas Proses Pembuatan Gula Rafinasi Oleh Daniyanto Secara umum proses pembuatan gula rafinasi dilakukan melalui beberapa tahapan proses sebagai .Proses Pembuatan Gula http://www. September 22.

Penanganan gula mentah (Raw sugar handling) 2.2008 PROSES PEMISAHAN NIRA DAN AMPAS Pabrik Gula di Indonesia pada umumnya menggunakan sistem gilingan ( Mill Tandem ) sebagai berikut :     Three Roll Mill + fooding roll ( total 4 roll ) Fourth Roll Mill ( total 4 roll ) Three Roll Mill + pressure feeder ( total 5 roll ) Sixth Roll Mill ( total 6 roll ) .blogspot. Pengeringan (Drying) 9.19.html PROSES PEMBUATAN GULA ( SUGAR FACTORY PROCESS ) 8. Affinasi (Affination) 3. Puteran (Sentrifugation) 8. Penguapan (Evaporation) 6.berikut: 1.com/2010/09/sekilas-proses-pembuatan-gula-rafinasi. Pemurnian (Purification) 4. Penghilangan warna (Decolourization) 5. Pengepakan dan Pengarungan (Packing and Bagging) Block diagram proses pembuatan gula rafinasi: Posted by Gula Rafinasi at 12:32 AM http://gularafinasi. Masakan (Boiling) 7.

merupakan peralatan transfer ampas hasil akhir gilingan dikirim sebagai bahan bakar boiler. merupakan peralatan transfer ampas antar gilingan Bagasse Elevator ( BE ). Gaya reaksi ini menyebabkan rol gilingan atas (top roll) naik turun tergantung besarnya gaya. Tetapi pada prinsipnya pemerahan utama terjadi pada tiga roll antara lain :    Rol depan (feeding roll) Rol atas (top roll) Rol belakang (bagasse roll) Aliran proses yang terjadi di bagian Gilingan telah ditunjukkan pada bagan di atas. melainkan diperlukan gaya tambahan untuk menekan rol gilingan atas sehingga . Selanjutnya ampas melewati ampas plate dan masuk ke bukaan belakang (bagasse opening) dan mengalami pemerahan yang kedua. Turbin Uap ( steam turbine ). Proses naik turunnya rol gilingan atas (top roll) akan mengurangi kemampuan memerah nira pada bukaan depan maupun bukaan belakang. Selanjutnya ampas akan mengalami proses pemerasan di beberapa unit gilingan dengan bukaan depan dan bukaan belakang unit gilingan berikutnya dibuat lebih kecil sebab sebagian nira sudah terperas di gilingan di depannya. Pada bukaan depan ampas mengalami pemerahan yang pertama. Untuk mengatasi hal tersebut tidak hanya menggunakan gaya berat dari rol gilingan atas saja. Macam mill tandem telah tersebut diatas.Semua jenis sistem di atas bertujuan sama yaitu mendapatkan hasil pemerahan tebu yang semaksimal mungkin. Rol pengumpan (feeding roll) akan mengatur tebu sedemikian rupa sehingga masuk ke bukaan depan (voor opening) dengan baik. Mekanisme kerja gilingan: Gilingan memerah nira dengan jalan memadatkan umpan (ampas). Komponen peralatan yang berperan antara lain : Unit Gilingan. Selama ampas dipadatkan maka timbul gaya reaksi dari ampas. merupakan peralatan utama terjadinya proses pemerahan. merupakan peralatan penggerak roll gilingan Intermediate Carrier ( IMC ).

Proses penggilingan tebu diawali dari pengumpanan serat tebu dari main carrier ke gilingan I melalui alat bantu donally chute. Pisau tebu I cenderung dipasang dengan arah yang searah dan pisau tebu II dengan arah yang berlawanan. Setelah melewati pisau tebu. hasil potongan tebu melewati unigrator untuk menumbuk tebu hingga halus sehingga mempermudah proses penggilingan. Nira yang dihasilkan gilingan III ditampung pada penampung B dan dialirkan sebagai nira imbibisi menuju gilingan II. Pada top roll dilengkapi dengan alat hidrolik dengan tujuan untuk melawan rol gilingan atas pada saat ada beban dengan menambahkan tekanan. Sebaliknya. Jumlah penampung nira pada stasiun ini sebanyak 4 buah. Nira hasil penyaringan selanjutnya dialirkan ke stasiun pemurnian. Dalam pemerahan agar lebih efisien maka perlu ditambahkan nira imbibisi dari gilingan III. Nira yang dihasilkan gilingan I disebut NPP (Nira Perahan Pertama) dan dialirkan ke penampung A.pemadatan ampas dapat sesuai dengan yang direncanakan. Menggiling cacahan tebu. Gaya tambahan yang dipakai merupakan suatu sistem tekanan hidrolik dari pompa hidrolik. pengeluaran ampas pada gilingan juga harus lancar sebab kemacetan pengeluaran akan mengakibatkan ampas melimpah keluar gilingan. Bila terjadi slip maka ampas yang akan digiling bertumpuk di muka roll gilingan sehingga terjadi slip. Cara kerjanya menggunakan prinsip pompa piston. Alat bantu pada unit gilingan yaitu : Pompa hidrolik Menstabilkan gerakan rol gilingan. Pada saringan DSM ditambahkan susu kapur yang bertujuan untuk mempertahankan kenetralan pH nira mentah. Pompa Pelumas Perputaran rol menyebabkan adanya gesekan yang dapat memicu terjadinya panas. Untuk mencegah timbulnya percikan api maka digunakan mesin pendingin pada tiap rol yang dipisahkan dengan bantalan luncur. Nira yang terperah pada gilingan II kemudian dialirkan pada penampung A bercampur dengan nira perahan gilingan I dan dipompa ke saringan DSM untuk memisahkan nira yang masih terkontaminasi ampas dan kotoran. Mekanisme proses pada stasiun gilingan Proses pengolahan tebu menjadi gula pada stasiun gilingan terbagi menjadi dua tahap yaitu : Perlakuan awal dengan memotong dan mencacah tebu. kemudian ampasnya terdorong ke celah antara roll atas dan roll belakang (bukaan belakang) melalui perantara ampas plate. Ampas tebu dari gilingan III dengan kekeringan 47% digiling oleh gilingan IV dan ditambahkan . Ampas tebu dari gilingan II dengan kekeringan 44% digiling oleh gilingan III dan ditambahkan nira imbibisi dari gilingan IV. namun jika tekanannya melebihi tekanan optimum 2600 psi – 3000 psi maka hidrolik akan pecah. Pada waktu gilingan bekerja diusahakan jangan sampai terjadi slip. Pada perlakuan awal dalam mencacah tebu dengan kapasitas tinggi maka diperlukan pisau tebu yang dapat dioperasikan pada kecepatan tinggi. Ampas tebu dari gilingan I dengan kekeringan 41% melalui alat bantu transportasi yaitu intermediate carrier I dialirkan ke gilingan II yang selanjutnya digiling pada gilingan II. Pada gilingan I umpan masuk pada celah di antara roll depan dan roll atas (bukaan depan) setelah melewati feeding roll sebagai rol pengatur umpan.

dan V disebut imbibisi. Ada dua sistem pemberian imbibisi. Pada tiap unit gilingan terjadi dua kali pemerahan nira. Dalam penggunaan air imbibisi ada dua macam air imbibisi. ataupun quadruple compound imbibisi. maka diperoleh 10 kali pemerahan. Ampas tebu dari gilingan IV dengan kekeringan 50% digiling oleh gilingan V dan ditambahkan air imbibisi dengan temperatur 70 . kemudian makin ke belakang makin sedikit nira yang dihasilkan. Selama proses penggilingan tersebut masih tetap dapat terjadi kehilangan gula atau sakarosa. Tujuan pemberian imbibisi adalah untuk melarutkan kandungan gula (sukrosa) yang masih tertinggal dalam ampas secara maksimal tanpa memberatkan pada proses selanjutnya. Pemerahan pertama dilakukan top roll (roll atas) dan voor roll (roll depan). yaitu:   Imbibisi tunggal Pemberian air imbibisi dilakukan hanya pada ampas yang akan masuk pada unit gilingan terakhir.80 derajat Celcius.nira imbibisi dari gilingan V. Nira hasil perahan gilingan I dan II dicampur pada penampung A dan campuran ini disebut nira mentah. adanya sudut-sudut mati pada peti nira yang mengakibatkan berkurangnya sirkulasi. banyaknya kebocoran pada talang nira. Air imbibisi dingin merupakan air imbibisi yang berasal dari air sungai yang sudah dijernihkan dan bertemperatur 30 derajat Celcius. Ampas akhir diharapkan mengandung kadar gula serendah mungkin karena apabila hal itu tercapai berarti proses pemerahan berjalan dengan baik. tekanan hidrolik yang rendah pada tiap gilingan mantel dari rol gilingan banyak yang pecah atau rompal sehingga nira tidak bisa terperah dengan baik. Pemerahan kedua dilakukan top roll dan achter roll (roll belakang). Hasil pemerahan gilingan I merupakan yang terbanyak. Imbibisi ganda Pemberian air imbibisi ditujukan pada lebih dari satu unit gilingan. Ampas halus dihembuskan ke mud mixer dengan menggunakan blower. Air Imbibisi Pemberian air maupun campuran nira pada ampas yang akan masuk gilingan II. Ampas dapat dipergunakan sebagai bahan bakar ketel uap dimana uapnya digunakan untuk menggerakkan turbin gilingan. Kehilangan gula ini kemungkinan disebabkan oleh :        masih adanya gula yang tidak dapat diperah dan tertinggal di dalam ampas.80derajat celcius yang dipompa dari stasiun penguapan. Keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan air imbibisi panas pada proses penggilingan adalah : . Nira yang dihasilkan gilingan IV ditampung pada penampung C dan dialirkan menuju gilingan III sebagai nira imbibisi. Karena digunakan lima unit gilingan. Air imbibisi panas merupakan air imbibisi yang dipompakan ke gilingan V dengan suhu sekitar 70 . yaitu imbibisi panas dan imbibisi dingin. III. Ampas dari gilingan V dengan kekeringan 50% dibawa ke baggase silo separator melalui belt conveyor. IV. Imbibisi ganda ini ada yang berupa double compound. aktivitas mikroorganisme Leuconostoc kurangnya air imbibisi. triple compound. Nira yang dihasilkan gilingan V ditampung pada penampung D dan dialirkan sebagai nira imbibisi menuju gilingan IV.

tidak menyulitkan proses penggilingan karena jika temperatur tinggi dapat menyebabkan slip. dilihat jumlahnya dengan ditimbang yang akhirnya menentukan jumlah gula yang akan dihasilkan. baik itu kualitas maupun kuantitasnya. Besarnya kandungan gula dipengaruhi oleh varietas. berarti tebu yang akan di giling harus memiliki kandungan gula ( rendemen ) yang mencukupi. kebutuhan air panas (energi) lebih besar. 2. Diposkan oleh Ratmanto di 02:48 2 komentar Link ke posting ini 8. Manis. daun atau akar yang terikut pada saat tebang.14. Sedang dari segi kuantitas. pengoperasian dan pengontrolan lebih sulit karena adanya penguapan. baik itu kotoran berupa tanah. Dari segi kualitas. Sementara kerugian dari penggunaan air imbibisi panas adalah:    melarutkan zat-zat bergetah lilin (pektin) sehingga hasil perahan menjadi kurang bagus. Kualitas meliputi kondisi fisik tebu. mikroorganisme pengganggu masih aktif. dapat menghambat aktivitas dan membunuh mikroorganisme perusak nira.2008 TEBU MASUK PABRIK GULA Tahap Persiapan Bahan Pada tahap ini. Bersih. tebu ( cane ) yang akan di giling dipersiapkan.  larutan glukosa yang dapat diperah menjadi lebih banyak karena dapat lebih membuka pori-pori pada ampas. iklim dan tingkat kemasakan pada saat tebang. antara lain : 1. sistem tanam. Sementara kerugian dari penggunaan air imbibisi panas adalah:   proses pelarutan gula dalam ampas kurang sempurna. berarti tebu yang akan di giling harus bersih dari kotoran. tebu ( cane ) yang baik adalah secara umum memenuhi 3 persyaratan. tingkat kebersihan dan potensi kandungan gula ( rendemen ) di dalamnya. Keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan air imbibisi dingin pada proses penggilingan adalah :   tidak melarutkan zat-zat pengotor nira sehingga memudahkan proses pemurnian. .

masuk pabrik hingga di giling harus secepat mungkin. berarti waktu yang diperlukan dari mulai tebu ditebang. berfungsi untuk transfer dan mengatur jumlah tebu yang akan di giling. Cane table. . Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan transfer yang diinginkan. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan putar yang diinginkan. Sebagai alatnya ada beberapa jenis mesin yang digunakan di Pabrik Gula. Pada tahap ini tebu yang akan di giling dipersiapkan sehingga mempermudah proses pemisahan air tebu ( nira ) di bagian penggilingan. Cane leveller yang berfungsi mengatur jumlah tebu yang masuk ke conveyor. antara lain :   Rantai penggerak yang berfungsi mentransfer tebu menuju conveyor. Karena semakin lama waktunya. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik ( variable speed electric motor ) yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan transfer yang diinginkan. Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :    Slate sebagai tempat jatuhan tebu dan menggerakkannya menuju milling machine. Sedangkan rantai yang dipakai adalah jenis rantai conveyor ( Conveyor chain ) dengan spesial attachment. Beberapa komponen pada mesin ini. antara lain MRC ( Mono Rail Crane ). Sedangkan rantai yang dipakai adalah jenis rantai conveyor ( Conveyor chain ). Cane Conveyor ( Cane Carrier ). cane tipler. Transfer / lifter machine. berfungsi untuk transfer tebu dari kendaraan pengangkutnya ( truck atau lori ). Rantai penggerak. berfungsi untuk menggerakkan slate. Segar. Spesifikasi disesuaikan dengan mill capasity.3. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan putar yang diinginkan.Peralatan utama ( machine ) yang digunakan pada tahap ini dalam proses produksi gula di Pabrik Gula akan diuraikan sebagai berikut. Cane leveller yang berfungsi mengatur ketebalan tebu pada conveyor. Kapasitas masing .masing menyesuaikan kapasitas giling ( Mill Capasity ) dari PAbrik Gula. Spesifikasi disesuaikan dengan mill capasity. OHC ( Over Head Crane ). berfungsi untuk mentransfer tebu menuju mesin giling ( milling machine ). truck dumper. Cane preparation. kandungan gula dalam tebu juga semakin menurun. mulai dari SWL ( Safe Working Load ) 10 hingga 25 ton.

tujuannya untuk memperoleh luas permukaan pemerahan yang lebih besar sehingga air tebu ( nira ) dapat semaksimal mungkin terperah di mill station.Cane Cutter ( cane knife ). berfungsi untuk memotong tebu yang masuk masih dalam bentuk batangan. Cane shreeder ( cane hammer / unigrator / heavy duty cane shreeder )berfungsi untuk mencacah potongan tebu menjadi serat potongan yang lebih kecil. Kapasitas turbin uap menyesuaikan kapasitas cane cutter. mata pisau ( cutting edge ). menjadi potongan yang lebih kecil berukuran 10 . tujuannya untuk memperoleh luas permukaan pemerahan yang lebih besar sehingga air tebu ( nira ) dapat semaksimal mungkin terperah di mill station. tangkai pisau ( disc ) dan disc holder. Bentuk ukuran dan jumlah disesuaikan dengan mill capasity Cane cutter driven dalam hal ini yang sering dipakai adalah steam turbine ( turbin uap ) merupakan penggerak dari cane cutter.15 cm. Bentuk ukuran dan jumlah disesuaikan dengan mill capasity . Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :  Cane shreeder terdiri dari. tangkai pisau ( disc ) dan disc holder. Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :   Cane cutter ( pisau tebu ) terdiri dari. mata pisau ( hammer tip).

Peran utama sumber daya mesin dan peralatan yaitu membantu proses produksi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas khususnya pada proses penggilingan di pabrik gula dalam mencapai target produksi. Cane cutter driven dalam hal ini yang sering dipakai adalah steam turbine ( turbin uap ) merupakan penggerak dari cane cutter. Diposkan oleh Ratmanto di 01:34 1 komentar Link ke posting ini GULA DIOLAH BUKAN DI BUAT Dalam proses pembuatan gula membutuhkan sumber daya seperti material. Garis besar proses pembuatan gula mulai dari bahan baku tebu sampai menjadi gula kristal terdiri dari lima tahapan proses. Oleh karena itu keandalan dari mesin dan peralatan harus terjaga dengan baik. Menurut Hajek (1988). yang erat hubungannya dengan parameter keandalan adalah faktor pemeliharaan/perawatan. tenaga kerja. energi. ketersediaan. Kapasitas turbin uap menyesuaikan kapasitas cane cutter. terutama mesin dan peralatan pada stasiun giling. Proses produksi sangat dipengaruhi oleh sumber daya mesin dan peralatan yang berperan vital sebagai fasilitator terselenggaranya proses pengolahan. dan keefektifan. Proses penggilingan merupakan faktor terpenting dalam penentuan efisiensi proses produksi karena menunjukkan banyaknya nira dalam tebu yang terekstraksi untuk diproses menjadi gula pasir. Produksi gula khususnya gula pasir pada pabrik-pabrik gula di Indonesia menggunakan tanaman tebu sebagai bahan baku. yaitu : . informasi serta mesin dan peralatan yang terkoordinasi. Kondisi proses penggilingan yang efisien ditunjukkan dengan makin banyak nira yang terekstraksi maka makin banyak pula gula pasir yang diproduksi.

Diposkan oleh Ratmanto di 05:35 0 komentar Link ke posting ini .2008 TANTANGAN INDUSTRI GULA Pabrik Gula akhir . persaingan harga dengan gula import. Proses pemekatan nira encer menjadi nira jernih di Stasiun Penguapan ( Evaporation Station ). Proses Pemisahan kristal gula dari tetes di Stasiun Puteran ( Cetrifuge Station ) Diposkan oleh Ratmanto di 00:49 0 komentar Link ke posting ini 8.     Proses pemerahan tebu menjadi nira di bagian / Stasiun Gilingan ( Mill Station ). bukan karena teknologinya melainkan hal .hal lain diluar itu. Oleh karena itu perlu secepatnya dicari solusinya Perlu disadari bersama. Proses pengendapan kotoran dari nira di Stasiun Pemurnian ( Purification Station ). Jika ditelaah secara mendalam mungkin hal itu disebabkan oleh kita sendiri. Apakah soal harga gula. para pengawal industri gula.akhir ini menjadi sorotan. teknologi di Pabrik Gula sangat kompleks. Kalo diibaratkan semua disiplin ilmu bisa bermanfaat. gula rafinasi yang berbondongbondong membanjiri pasaran yang menyebabkan harga gula anjlok. Proses Kristalisasi gula di Stasiun Masakan ( Boiling Station ).06. KArena itu patut kiranya mulai digunakan teknologi-teknologi terbaru untuk lebih memajukannya.

Posting Perdana Hallo Indonesia Hallo para engineer Indonesia Hallo para engineer Pabrik Gula di seluruh Indonesia Ilmu bisa dikatakan sempurna. Ilmu yang disimpan rapi didalam pikiran tak ubahnya seperti buku yang usang teronggok di gudang yang dilirikpun tidak. blog ini bisa menjadi tempat dan ajang berbagi informasi. saran. Aku yakin masih banyak ilmu yang bisa tertuang. Terimakasih Diposkan oleh Ratmanto di 05:28 1 komentar Link ke posting ini Beranda http://favetech. jika bermanfaat bagi banyak orang. Saya berharap sekarang dan dikemudian hari. kritik. ilmu. Segala komentar. bagaikan satu titik air di kubangan air di danau toba. ide mengenai segala hal mengenai teknologi yang sedang dan akan dipakai di proses pengolahan gula.blogspot. ide sangat saya butuhkan untuk pelengkap blog ini.sama berbagi ilmu demi kemajuan teknologi kita. Sayang memang kalo dilewatkan sia-sia . Dengan demikian bersama bisa diwujudkan cita-cita bersama Indonesia berswasembada gula dan target akhir bisa bersaing dengan pabrik gula di dunia. Mari kita bersama .com/ ned Proses Produksi Gula Pasir Posted by volcano-distro | Label: Pengetahuan | 0 komentar .

ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. campuran tersebut kemudian dimurnikan dengan belerang dioksida.Proses Produksi Gula Pasir Untuk pembuatan gula. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya di gunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak kemurnian. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. Setelah cukup murni. Sesudah itu. sarinya dikumpulkan dan disaring. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. dimasak. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. MESIN PENGOLAH: . Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan.

Penggilingan Penggilingan dimaksudkan untuk mengambil nira mentah dari batang tebu dan memisahkannya dari ampas.Penimbangan Penimbangan di sini dimaksudkan untuk mengetahui berat tebu yang akan digunakan dalam proses pembuatan gula. Pemurnian Tujuan pemurnian adalah membuang sebanyak-banyaknya zat bukan gula dan mengusahakan agar kerusakan gula akibat perlakuan proses pabrikasi minimal. Bahan baku tebu yang diangkut dari kebun dengan truk. persen brix nira dari badan pertama ke badan penguapan selanjutnya akan semakin meningkat. sesampai di pabrik akan ditimbang dan dipindahkan ke lori (kereta pengangkut tebu) menuju meja tebu sebagai tempat dimulainya perlakuan pendahuluan pengolahan gula kristal. hal ini berkaitan dengan berapa banyak gula yang dihasilkan nantinya. Pemurnian dengan susu kapur dilakukan dalam peti defecator (bejana yang berfungsi untuk mencampurkan susu kapur dengan nira mentah) dengan pH 10 Penguapan Tujuan penguapan adalah untuk memekatkan nira encer sehingga diperoleh nira dengan kepekatan yang diharapkan. . maka titik didih dibuat rendah dengan tekanan hampa agar komponen nira tidak rusak. Di dalam badan penguapan secara seri. Alat penggilingan disusun seri dengan jumlah alat penggilingan 4-5 unit. Saat penggilingan diberikan air imbibisi untuk mengurangi kehilangan gula dalam ampas. akibat dari kurang sempurnanya daya perah unit gilingan.

Untuk pembuatan gula. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) . Pengeringan dilakukan dalam tabung getar. 2010 by Mr. Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra. Gula produk ditimbang dengan timbangan curah dengan skala yang sudah diatur untuk berat bersihnya dan langsung masuk ke karung dan dijahit secara otomatis. di mana gula akan melompat-lompat sehingga mempercepat pengeringan karena seluruh kristal terkena hembusan udara panas dari pengering gula. Pendinginan dan Penyaringan Fungsi dari pengeringan ini adalah untuk menguapkan kadar air pada bahan sehingga memudahkan proses selanjutnya. May 19. Andry · Labels: Serba-serbi Tebu (bahasa Inggris: sugar cane) adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Pemutaran Pemutaran berfungsi untuk memisahkan kristal dengan larutannya (stroop) menggunakan proses sentrifugasi dalam saringan sehingga massa akan terlempar. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. gula kasar dan gula produk.Pengkristalan Pengkristalan bertujuan untuk memisahkan sakarosa dari larutannya dengan cara mengkristalkan molekul-molekul sakarosa dalam pan kristalisasi dan diusahakan hasil kristalisasi yang memenuhi syarat yang dikehendaki. Tanaman ini termasuk jenis rumput-rumputan.html Tentang tanaman tebu Wednesday. http://markerinfo. Pendinginan berfungsi agar gula menjadi dingin setelah melalui proses pengeringan karena telah dilewati panas. Selanjutnya gula produk dibawa ke gudang yang memenuhi syarat untuk disimpan dan didistribusikan ke konsumen. Setelah dingin dan kering. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Gula halus dan gula kasar akan dilebur kembali. Pendinginan gula dikerjakan dengan menghembuskan udara dingin sampai suhu gula sama dengan suhu gudang. Pengeringan. Pengemasan Pengemasan berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap produk dari segala macam kerusakan yang terjadi baik untuk produk pangan maupun produk non pangan. Fungsi dari penyaringan ini supaya didapatkan bentuk gula yang diinginkan.blogspot. gula disaring untuk memisahkan antara gula halus. sedangkan gula produk ditimbang dan dikemas. Saat pemutaran sesekali diberikan air siraman untuk mempermudah pemisahan kristal gula dengan larutannya ).com/2010/05/proses-produksi-gula-pasir-untuk.

Cara membuat: diperas untuk diambil airnya Cara menggunakan: diminum.blogspot. Cara membuat: disesap dan diminum aimya. 3. dimasak. India adalah terbesar kedua produsen gula sedangkan penghasil terbesarnya adalah Brasil. Sakit Panas Bahan: tebu hitam secukupnya. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. Tebu cocok pada yang mempunyai ketinggian tanah 1 sampai 1300 meter di atas permukaan laut. kemudian dikupas dan diperas untuk diambil aimya. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. Cara membuat: dicuci dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Manfaat tebu : 1. Batuk Bahan: 3-5 ruas tebu hitarn. Cara menggunakan: dibakar. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. Sesudah itu. Tebu yang tumbuh di lebih dari 200 negara. Meredakan Jantung Berdebar Bahan: 3 genggam akar tebu hitam. http://mr-andry. Tebu (Sacharum officinarum) adalah termasuk keluarga Graminae atau rumput-rumputan dan berkembang biak di daerah beriklim udara sedang sampai panas.html . Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.di pabrik gula.com/2010/05/tentang-tanaman-tebu. Di negera Negara Karibia tebu diolah menjadi Falernum dan dipergunakan sebagai bahan campuran cocktail. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. 2.

Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”. 15% gula dan serat residu. penghilangan warna. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. Proses ini dinamakan . penguapan. yang mengandung 1 hingga 2% gula. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. pembersihan kotoran. semuanya bercampur di dalam gula. Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. dinamakan bagasse. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. karbonasi. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula.PROSES PEMBUATAN GULA PASIR (KRISTAL) DARI TEBU Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. proses ektrasi. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . kritalisasi. afinasi. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu.

Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. dan hasilnya berupa cairan yang manis. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. Sekali kristal terbentuk. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. . Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. Evaporasi dalam ‘evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Sayangnya. Olah karena itu. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa.liming. Pendidihan/ KristalisasiPada tahap akhir pengolahan. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar.

maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. Selain karbonatasi. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Setelah proses ini dilakukan. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisikondisi reaksi. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi.Sebagai tambahan. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”.5%. Campuran hasil (‘magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. t eknik yang lain berupa fosfatasi. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi . partikelpartikel halus. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal.

tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks, dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula, keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon, GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”, sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.

http://mialkhoiriyah.blogspot.com/2011/01/proses-pembuatan-gula-pasir-kristal.html

PROSES KRISTALISASI GULA
Posted on Mei 8, 2010 by Syamsul Amarudin

Very Poor

Salah satu langkah dalam proses pembuatan gula adalah kristalisasi. Proses kristalisasii merupakan salah satu pekerjaan proses agar mendapatkan bahan murni yang berupa gula kristal yang berwarna putih, berbentuk padat, sehingga gula dapat terpisah dari larutan induknya dalam bentuk kristal. Sebagai hasil dari proses kristalisasi tersebut dihasilkan suatu magma yang terdiri atas larutan induk dan kristal gula. Campuran dari larutan induk dan kristal tersebut biasanya disebut masakan atau dalam bahasa Perancis disebut “massecuite”, yang berarti massa, dan cuite berarti diproses atau dimasak. Proses kristalisasi terjadi di dalam suatu pan masak, yang proses kerjanya dilakukan pada suasana atau kondisi vakum (hampa udara). Disamping itu, proses kristalisasi dilakukan secara single efek (badan tunggal), jadi berbeda dengan kegiatan dalam pan penguapan yang dilakukan secara multiple effect (badan rangkap, > 1 badan). Proses kristalisasi dilakukan pada kondisi vakum untuk mencegah kerusakan dari nira. Bahan Dasar Proses Kristalisasi Dalam proses pembuatan gula, yang dimulai dari pemerahan tebu menghasilkan nira mentah, kemudian dengan pemurnian untuk menghilangkan kotoran dan penguapan untuk menguapkan air maka akan diperoleh nira kental. Nira kental ini adalah bahan baku utama dalam proses

kristalisasi. Dari rangkaian proses sebelumnya nira masih mengandung kotoran dan kadar air. Di proses kristalisasi ini kadar kotoran dan air yang ada dalam nira akan dihilangkan. Di nira kental masih terkandung kotoran sebesar 15 – 20 % zat terlarut, sedangkan kadar airnya 35 – 40 % (memiliki brix 60 – 65). Nira kental sebagian besar mempunyai brix sebesar 60 – 65 % dengan tujuan supaya larutan tersebut mendekati konsentrasi jenuhnya. Faktor – Faktor yang Berpengaruh Terhadap Proses Kristalisasi Pelbagai faktor yang dipandang dapat mempengaruhi proses pemasakan atau proses kristalisasi, a.l. suhu, vakum, proses penguapan sebelumya, kerataan kristal, kadungan kotoran dalam larutan, viskositas larutan dan pencampuran atau sirkulasi larutan. Langkah-langkah proses kristalisasi adalah sebagai berikut :

a. Menarik larutan dan pemekatan

Bahan dasar yang akan dikristalkan dipanaskan sampai mendekati suhu masak, selanjutnya pemekatan dimulai. Dengan demikian koefisien kejenuhannya berangsurangsur meningkat. Pada keadaan lewat jenuh akan terbentuk suatu pola kristal sukrosa. Proses kristalisasi dijaga pada suhu rendah karena molekul sukrosa akan mudah rusak pada suhu tinggi, oleh karena itu digunakan vakum. Pemekatan tidak boleh melewati daerah metastabil, karena akan terjadi inti baru berupa kristal-kristal halus. b. Membuat bibitan v Pembuatan bibit dengan cara serentak (spontan) - Larutan diuapkan sampai berada pada daerah goyah (A) - Bila akan mulai memasak larutan dialihkan ke daerah metastabil dengan menaikkan suhu. (B) - Apabila kristal yang terbentuk kurang maka larutan diarahkan ke daerah goyah lagi (C) - Bila inti kristal telah cukup maka ditarik bahan masak lagi, kemudian menurunkan vakum agar kembali ke daearah metastabil. (D) v Pembuatan bibit dengan cara kejutan (shock seeding) - Larutan gula dikentalkan sampai daerah intermediate kemudian dimasukkan gula halus. - Bila kristal telah terbentuk dan terlihat besar kristal merata maka dikembalikan lagi ke daerah metastabil. v Pembuatan bibit dengan cara pemberian inti penuh (full seeding) Pada cara ini dengan menggunakan bibit (seeding) yang sudah jadi dan dimasukkan pada daearah metastabil. Untuk bahan bibitan sistem ini bisa menggunakan fondan atau FCS (Fine Crystal Seed). b. Membesarkan Inti Kristal. Pada langkah pembesaran kristal diusahakan untuk menempelkan sebanyak mungkin molekul sukrosa pada kristal yang telah jadi dalam waktu yang singkat. c. Merapatkan Inti Kristal

Indonesia itu merupakan salah satu pabrik gula milik PT Perkebunan Nusantara X. Tanda-tandanya adalah masakan harus poro. Pada dasarnya masakan boleh diakhiri dan diturunkan kedalampalung pendingin apabila : . Untuk masakan D kecuali tanda-tanda tersebut.saya mendapatkan momen istimewa untuk bisa masuk ke dalam pabrik gula Toelangan. tidak terasa ngayiyat (tidak seperti berlendir tidak licin). Fungsi palung pendingin adalah untuk mendinginkan masakan dan juga untuk kristalisasi lanjut. tidak mudah menjadi gepeng dan keras.Dalam proses awal inilah seharusnya para petani sdh mensortir kualitas tebu yang dikirim ke pabrik antara lain : bersih dari daun daun dan akar akar tebu . kalau dilemparkan ( ke dinding pan misalnya). Hari minggu yang lalu (4/7/2010). propinsi Jawa Timur. PG Toelangan berada di kecamatan tulangan. Sumber : http://www. artinya masakan sudah tua. Akibatnya masakan lalu sukar diputar. biasanya terpaksa diencerkan atau di cuci.Apabila pembesaran dirasa telah cukup dengan kristal yang kuat. Tujuannya adalah supaya jarak antara kristal yang satu dengan yang lain berdekatan sehingga kecepatan kristalisasi tidak berkurang. sedang gula pasirnya menjadi berkurang.risvank. Menurunkan masakan Masakan yang sudah tua akan diturunkan kedalam palung pendingin. kemungkinan sangat besar akan rusak atau menjadi kotor. . d. kalau ditekan dengan jari terasa pasir. Jika tidak banyak pasirnya maka sewaktu masakan tadi berada di dalam palung pendingin (trog). sehingga strop yang diperoleh banyak. Om Pri menawarkan pada kami untuk melihat proses mulai dari bahan baku tebu yang disetor para petani sampai menjadi gula.Karena itu masakan sewaktu turun harus dalam keadaan tua karena banyak mengandung pasir keras. maka selanjutnya adalah merapatkan inti kristal. atau disingkat PG Toelangan (ejaan jaman dahulu kala) berdiri pada tahun 1850. Dan perlu dimengerti bahwa tuanya masakan bukan hanya karena hampir habis airnya.wordpress. kota Sidoarjo.com/ http://sweetcandyind. tetapi masakan harus banyak mengandung pasir.Brix masakan sudah tinggi. Jika masakan sukar diputar.com/2010/05/08/proses-kristalisasi-gula/ Libur Asyik Berkunjung PG Toelangan 06Jul2010 Posted by Cempluk at 7/06/2010 10:10:00 AM Labels: wisata Pabrik gula Tulangan.

dimana pendapatan perusahaan yang diterima berasal dari pemrosesan mesin bukan berasal dari pembuatan produk. Seluruh rangkaian proses mengolah tebu menjadi gula pasir pada mesin . masih terdapat kotoran berupa tanah dan bagian tanaman tebu yang melekat. dimana pada proses ini juga dimasukkan beberapa zat kimia tak berbahaya untuk bisa menghasilkan gula pasir berkualitas. Permasalahan tidak hanya proses yang berhubungan dengan mesin dan pegawai yang bekerja pada PG Toelangan.juga pengaruh rasa gula dan proses penghancuran batang tebu jadi terhambat. Hampir setiap saat. Perlu diketahui juga bahwa PG Toelangan adalah pabrik yang bergerak dalam bidang jasa. Selepas memilah air tebu maka dilakukan pengadukan pada bak penampung besar.batang tidak termasuk pucuk tebu yang berwarna hijau daun karena batang ini tidak berasa manis. dan 1928. sehingga proses pemilahan air tebu memerlukan beberapa tahapan proses lagi. dan membutuhkan pengawasan hati . bahwa di PG Toelangan merupakan pabrik gula paling tradisional dari seluruh pabrik gula yang ada di Jawa Timur. yakni tebu ke dalam mesin pembersihan dan pemotongan tebu.hati oleh para pegawai yang bertugas. Proses pengolahan tebu menjadi gula pasir membutuhkan alur proses yang panjang. "Hmm.kokoh sekali yah buatan dari Belanda ini". maka seluruh rangkaian pengolahan menjadi bermasalah pula. . demonstrasi petani tebu yang mengeluhkan rendahnya daya beli bahan baku dari PG Toelangan selalu ada di kantor PG Toelangan. bahkan demonstrasi terjadi dari para pegawai sendiri yang menuntut kenaikan gaji.. Apabila terdapat satu proses saja yang bermasalah. gumamku. Sedangkan PG Toelangan memperoleh pembayaran jasa pemrosesan dari penjualan tersebut. 1940. kemudian dilakukan proses pembersihan lagi.. Bahkan bangunan pun masih asli arsitektur negeri Belanda. Berdasarkan penuturan om Pri. Pada proses pemerasan tebu tidak serta merta mengeluarkan air tebu murni.mesin di PG Toelangan masih menggunakan mesin buatan negeri Belanda tahun 1919. Pengecekan kekristalan gula juga dilakukan oleh pegawai. Sebaiknya petani menjadi sumber pertama yang mensortir mutu batang tebu sebelum dikirim ke pabrik. Proses secara sederhananya seperti ini : dimulai dari memasukkan bahan baku. Selain akan mempengaruhi warna cairan gula. Input berupa bahan baku berasal dari para petani dan output berupa gula pasir nantinya akan diambil dan dijual oleh para investor.

html .blogspot.rekan pembaca budiman meluangkan waktu bersama keluarga/sahabat tuk mengunjungi PG Toelangan.com/2010/07/libur-asyik-berkunjung-pg-toelangan.Liburan sekolah akan bernilai positif dan bermanfaat bila digunakan untuk berekreasi sembari belajar. Jadi. salah satunya di PG Toelangan ini kawan. tak ada salahnya bila rekan . http://andibagus.

masing-masing set terdiri dari 3 silinder baja dengan diameter ± 1 meter.STASIUN PENGGILAN 1. 19 Juli 2010 INDUSTRI GULA TEBU INDUSTRI GULA DARI TEBU Diagram alir proses pengolahan gula dari tebu Penjelasan proses : I.Pompa : •Nira mentah dipompa ke Pan Pemanasan . Potongan tebu dari Cane Cutter di masukan ke : a. biasanya ampas ini digunakan sebagai bahan bakar boiler/ketel atau dijual ke pabrik kertas sebagai bahan baku kertas) Perjalanan nira : a.Gilingan III ampas II (ditambahkan air imbibisi) diperas menghasilkan nira III dan ampas III d.Potongan tebu yang sudah kecil tersebut di masukkan ke Gilingan(umumnya tersusun dalam 4 set gilingan.Tebu Dari meja tebu dipindahkan Cane Cutter (Pemotong tebu).Gilingan IV ampas III (ditambahkan air imbibisi) diperas menghasilkan nira IV dan ampas IV karena kadar gula sudah kecil. setelah sampai di alat ini tebu dipotong dan dihancurkan menjadi potongan kecil-kecil.Gilingan II ampas I diperas menghasilkan nira II dan ampas II (ampas I pada umumnya ditambahkan air imbibisi berupa air panas yang berfungsi untuk membantu pelarutan gula yang ada dalam ampas ) c.Senin.Proses dimulai dari gambar kanan atas (truck pengangkut tebu).Peti nira mentah: •Nira I dan nira II di campur tangki (Peti nira mentah) •Dihilangkan kotoran kasar seperti pasir (penyaring pasir) •dilakukan penimbangan untuk mengendalikan kapasitas produksi •ditampnung dalam bak nira mentah sebagai nira mentah b. tebu dari Truck pengangkut di pindahkan ke meja tebu 2.Gilingan I potongan tebu diperas menghasilkan nira I dan ampas I b. peralatan yang Sejenis dengan Cane Cutter adalah Unigrator . 3.

di endapan padat yang kadang masih dimanfaatkan petani sebagai pupuk b. untuk membantu pembentukan Kristal yang sempurna dibantu dengan pendinginan menggunakan palung pendingin IV. Proses yang dialami dapat ditampilkan sebagai berikut : 1.Bagian yang bersih berada di bagian atas.Defikator Nira yang sudah dipanaskan + susu kapur (CaCO3. dilanjutkan ke stasiun penguapan III.0-7.Blotong. karena perbedaan berat jenis dan gravitasi terjadi pemisahan campuran: a. rotary vacuum filter dan lain lain. 4.Pan pemanas II Nira pada Pan Pemanas II dipanaskan sampai 100-105oC. nira diteruskan sulfitator.II.nira bersih.sulfitator. SO3 dalam sulfitator(PH = 7. nira bersih ini langsung diteruskan ke stasiun penguapan 7. nira diteruskan ke Pan pemanas II untuk mendapatkan suhu yang lebih tinggi.STASIUN PUTERAN (Centrifuge) . nira dipompa ke atas sampai ke expander 5. door Clarifier. dilanjutkan proses pemurnian. expander mencampur flokulan dan nira serta menyebarkannya ke door Clarifier.Sulfitator Nira dari defikator di reaksikan dengan SO2. selanjut endapan / gumpalan ini (nira kotor) di teruskan ke Rotary Vacum Filter.Expander Pada expander ini nira ditambahkan flokulan untuk memperbesar endapan kotoran yang sudah bentuk. expander.5).Pan Penguapan dipekatkan /diuapkan airnya di Pan Penguapan (evaporator bertingkat ) yang dioperasikan pada kondisi vakum sampai nira hampir jenuh atau sering disebut nirkental.2). 2. H2O)dimasukkan ke defikator(PH =9.Pan Masak Nira kental dari pan penguapan dilanjutkan ke Pan masak (kristalisator) yang juga beroprasi dan kondidisi vakum sampai terjadi kristal . untuk mengendapkan kotoran-kotoran yang dapat mengendap dengan dalam sulfat dan sulfit.Bagian endapan (gumpalan ) akan turun ke dasar Door Clarifier. 3.STASIUN PEMURNIAN Pada stasiun pemurnian nira mengalami proses melewati alat –alat seperti Pan Pemanas.Door Clarifier Kotoran nira yang masuk dalam door Clarifier membentuk gumpalan besar yang turun ke dasar door clarifier yang mulai terpisah dari nira bersih.Rotary vacuum filter (DSM screen) Nira kotor dari door Clarifier di saring menghasilkan : a.STASIUN PENGUAPAN Nira bersih (dari door Clarifier dan Rotary Vacum filter) mengalami prose sebagai berikut: a. untuk mengendapkan kotoran-kotoran dalam nira yang dapat membentuk endapan dengan Ca++ dan CO3-2 . defikator. b.Pan Pemanas I Nira mentah dari stasiun gilingan dipanaskan pada suhu 70oC. 6. b.

Kamis (8/10).antarafoto.html REMBANG.Pengeringan. untuk menjaga kualias gula sangat diperlukan proses pengeringan ini . di Desa Bangunrejo. Rekotomo/pd/09 http://www.Pada bagian akhir dari pengolahan gula ini terdiri dari beberapa tahap meliputi a. Kristal gula dilanjutkan ke proses berikutnya sedangkan tetes yang dihasilkan masih laku untuk dijual sebagai bahan baku MSG (mono sodium glutamate.PRODUKSI GULA. kecap dan lain-lain) pengeringan b. pada umumnya untuk pengeringan gula dari tebu ini menggunakan talang goyang c. setelah gula kering siap dikemas dan dipasarkan Diposkan oleh Sugianto di Senin. 8/10 .Pengepakan. Pamotan. 2010 Label: CHEMICAL TECHNOLOGY http://sugianto-industri. Jateng. memisahkan Kristal gula dan tetes. Pabrik gula yang saat ini telah menggunakan mesin dan teknologi dalam negeri sebesar 75 persen itu mampu memproduksi gula pasir sebanyak 3 ton per hari. Juli 19. FOTO ANTARA/R.com/peristiwa/v1255008505/produksi-gula Gula .blogspot. di Pabrik Gula Mini Pamotan. alcohol .com/2010/07/industri-gula-tebu. Centrifugasi dapat diguanakan yang otomatis maupun yang manual.Centrifugasi. Sejumlah pekerja melakukan proses pengolahan gula. namun sering kali dijumpai masih digunakan gabungan keduanya. Kabupaten Rembang.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.2 Gula tebu o 3. seperti kelapa. Untuk pengertian lainnya. anggir. Artikel ini berhubungan dengan gula sebagai makanan dan komoditi perdagangan. Meskipun demikian. Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. seperti umbi dahlia. bit gula. silakan lihat Gula (disambiguasi). terdapat sumber-sumber gula minor lainnya. juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun . cari Kristal Gula yang sudah dimurnikan. atau jagung. Sumber-sumber pemanis lain. Gula sederhana. seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam).3 Gula bit 4 Rujukan 5 Lihat pula 6 Pranala luar [sunting] Gula sebagai komoditi Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu. Daftar isi 1 Gula sebagai komoditi 2 Sejarah singkat pergulaan di Indonesia 3 Macam-macam gula o 3. atau aren.1 Gula merah o 3. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman.

serta cairan batang tebu. Pengimpor gula terbesar adalah Uni Eropa. Peraturan pertanian di EU menetapkan kuota maksimum produksi dari setiap anggota sesuai dengan permintaan. atau bersaing dengannya di pasar dunia. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun. banyak para konsumen beralih ke sirup jagung (pembuat minuman) atau pindah dari negara itu (pembuat permen) Pasar gula juga diserang oleh harga sirup glukosa yang murah. Subsidi-subsidi tersebut dan pajak impor yang tinggi membuat negara lain susah untuk mengekspor ke negara negara UE. Amerika Serikat menetapkan harga gula tinggi untuk mendukung pembuatnya. dan Thailand. Seusai Perang Dunia II. Eropa Barat Laut dan Timur. Jepang utara. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin. Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. dan harga. Lamanya pemanen dan pemrosesan dipengaruhi dari ketersediaan tumbuhan. Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara. sisanya adalah gula "kuota c" yang dijual pada harga pasar tanpa subsidi. Pada tahun 1957 semua . dan beberapa daerah di Amerika Serikat. Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia. musim penumbuhan bit berakhir pada pemanenannya di bulan September. hal ini mempunyai efek samping namun. Bit yang telah dipanen dapat disimpan untuk di proses lebih lanjut. dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun[1]. lalu berkembang ke arah timur. Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik. Sirup tersebut di produksi dari jagung (maizena). terutama di bagian timur. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan). tersisa 30 pabrik aktif. [sunting] Sejarah singkat pergulaan di Indonesia Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau. pertama di sekitar Batavia. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto. Lain halnya dengan bit. Brazil. dengan 93 pabrik dan prduksi 1. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an. dan negara-negara Asia Timur.5 juta ton.dari sukrosa. gula bit diproduksi di tempat dengan iklim yang lebih sejuk. negara-negara Karibia. dan cuaca. Sebagian dari gula ini adalah gula "kuota" dari industry levies. namum bit yang membeku tidak bisa lagi diproses. namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. Dengan mengkombinasikannya dengan pemanis buatan pembuat minuman dapat memproduksi barang dengan harga yang sangat murah. Pemanenan dan pemrosesan berlanjut sampai Maret di beberapa kasus. penawaran.

Gula mentah (raw sugar) adalah gula kristal yang dibuat tanpa melalui proses pemutihan dengan belerang. Kristal gula pertama tama dipisahkan dengan mesin sentrifugal .pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini. yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma. Gula merah yang dipasarkan dalam bentuk bubuk curah disebut sebagai gula semut. Setelah penyaringan campuran yang terbentuk lalu dididihkan hingga kandungan air yang tersisa hanya tinggal 30% saja. campuran tersebut kemudian diputihkan dengan belerang dioksida. [sunting] Macam-macam gula [sunting] Gula merah Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gula merah Gula merah atau gula Jawa biasanya diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. [sunting] Gula tebu Gula tebu kebanyakan dipasarkan dalam bentuk gula kristal curah. Pertama tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. Untuk mendukungnya dibentuk Dewan Gula Indonesia pada tahun 2003 (berdasarkan Kepres RI no. tingginya tingkat konsumsi (termasuk untuk industri minuman ringan). dan siwalan. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. sarinya dikumpulkan dan disaring. 63/2003 tentang Dewan Gula Indonesia)[3]. Gula kemudian diekstraksi dengan kristalisasi terkontrol. Warnanya agak kecoklatan karena masih mengandung molase. seperti kelapa. Gula kotak/blok adalah gula kristal lembut yang dipres dalam bentuk dadu. serta kurangnya investor untuk pembukaan lahan tebu di luar Jawa menjadi penyebab sulitnya swasembada gula[1]. aren. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan. pabrik-pabrik gula di Jawa yang ketinggalan teknologi. bit kemudian di potong potong dan gulanya kemudian di ekstraksi dengan air panas pada sebuah diffuse. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula. Target ini kemudian diundur terus-menerus[2]. Pemurnian kemudian ditangani dengan menambahkan larutan kalsium oksida dan karbon dioksida. Pada tahun 2002 dicanangkan target Swasembada Gula 2007[2]. [sunting] Gula bit Setelah dicuci. Macetnya riset pergulaan. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. Setelah cukup murni. Gula batu adalah gula tebu yang tidak melalui tahap kristalisasi. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya menggunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidakkemurnian.

org/wiki/Gula Proses Produksi Gula Tebu adalah bahan baku utama untuk proses produksi di pabrik gula yang akan menghasilkan produk utama yaitu Gula Kristal Putih (GKP) dan tetes. Biaya penggunaan utilitas seperti uap air. c. Besar Jenis Butir (BJB). Tingkat kerusakan peralatan yang berpengaruh pada biaya pemeliharaan disamping hal tersebut juga berimbas pada proses pembuatan gula pasir Pabrik gula di lingkungan PT PG Rajawali I menggunakan sistem proses sulfitasi untuk mengolah gula. Kadar Air dan Pol pada suhu 20o C.pgrajawali1.id/index.co. diantaranya adalah : a. Proses Pembuatan Gula Putih Pabrik Gula Mini Berbahan baku tebu Teknologi Masakan hampa 1 DESKRIPSI PROSES PROSES PEMBUATAN GULA TEBU Flow Proses BAGAN ALIR PROSES PGM tebu INTEGRATE ETHANOL TEBU PEMERAHAN PROSES AMPAS NIRA INPUT/OUTPUT PEMURNIAN PRODUK BLOTONG NIRA JERNIH lumayan PENGUAPAN dapat gula bisa AIR SYRUP sampai 7.000 KG TEBU BX>20 EXTRAKSI 650 KG 350 KG NIRA KASAR AMPAS BX>20 MC > 50% PEMURNIAN 30 KG 620 KG BLOTONG NIRA JERNIH MC > 60% BX>20 PENGENTAL HAMPA 414 KG 206 KG AIR DIUAPKAN SYRUP KENTAL BX 0 BX> 60 MASAKAN & KRISTALISASI 130 KG MASSECUITE BX>90 PEMISAHAN 54. Stasiun Listrik / Sentral 4. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi biaya pengolahan tebu. Ampas yang tersisa (dimana sudah tidak bisa lagi diambil gula darinya) digunakan untuk makanan ternak dan dengan itu terbentuklah gula putih yang kemudian disaring ke dalam tingkat kualitas tertentu untuk kemudian dijual. Stasiun Penguapan 7. Stasiun Masakan 8. makin banyak kandungan serat dalam 3.dan cairan yang tersisa digunakan untuk tambahan pada proses kristalisasi selanjutnya. listrik. Kapasitas giling yang sesuai dengan design capacity.75KG GULA CETAK PENGENTAL STROOP A GULA PUTIH MC APP 10% HAMPA BX>80 POL>97 eff 90% Catatan: Dari gambaran diatas terlihat bahwa rendemen ditentukan oleh kwalitas bahan olah/kwalitas tebu. Stasiun Puteran 9. sehingga jumlah hari giling sesuai dengan rencana. http://www. Unit Pengolah Limbah (UPL) Masing-masing stasiun atau unit ini mempunyai fungsi dan tugas tersendiri.5 KG 61. mekanis maupun kehilangan tak diketahui seperti pada ampas.Document Transcript 1. . Stasiun Pemurnian 6.6 KG 61. selain itu juga menghasilkan limbah yang bisa dimanfaatkan seperti blotong. Parameter yang digunakan untuk menunjukkan mutu gula antara lain : NIlai Remisi Direduksi (NRD).php?option=com_content&task=view&id=42&Itemid=1 PROSES GULA DI PABRIK GULA MINI . http://id. 2. Sedangkan faktor yang menentukan mutu gula adalah kondisi dan mutu tebu yang akan diolah. Disamping itu proses pengolahan tebu ini juga memproduksi ampas tebu.5 ton ditambah ethanol 1000 liter MASAKAN A AIR CUITE A KRISTALISER A PEMISAHAN SYRUP A GULA A MASAKAN D AIR CUITE D KRISTALISER D ETHANOL PEMISAHAN GAS CO2 ETHANOL PLAN TETES GULA D VINASE 2 Illustrasi neraca masa 1. Stasiun Ketel (Boiler) 3. blotong dan tetes. Stasiun Gilingan 5. Kehilangan gula selama proses pengolahan baik secara chemis. baik brix dalam batang tebu maupun varitas tebu. termasuk pengendalian dan pengawasan prosesnya.wikipedia. abu boiler dan lain-lain. Stasiun Penyelesaian dan Pengemasan 10. Emplasement 2. b. Secara umum proses produksi di pabrik gula dibagi menjadi : 1. air dan udara bertekanan harus sesuai kebutuhan d. Warna Icumsa (IU). namun tetap merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan sehingga harus dipahami berbagai aspek operasionalnya.

Menjalankan module pemurnian. asam phosphate dengan perbandingan 1 : 14 satuan volume. tujuan peremahan adalah untuk memecah sel sel tebu agar kehilangan gula yang terikut diampas pada gilingan berikutnya terkendali. 1. 025%. 3 Module Penerimaan Tebu.5/5 ton tebu/jam 4 Bagasse conveyor 1 unit 5 – 10 meter 5 Raw juice tank 1 unit 600 liter 6 Static screen 1 unit 7 Raw Juice Pump 2 unit @5 m3/jam 4 Crusher mill dan three roll mill Menimbang 100 kg tebu untuk uji giling Standart / procedure operasi.Selesai pemurnian.Pencatatan. biarkan nira mengalir dari tangki pengaduk pertama kedua dan ketiga. Dari meja tebu. tebu di umpankan secara manual keatas horizontal conveyor untuk di remahkan dengan crusher mill. Biarkan mengendap sampai bagian permukaan sudah jernih.4. Peralatan module penerimaan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Jib Crane 1 unit > 5 ton 2 Electric/manual hoist 1/2 unit 5 ton 3 Truck scale 1 unit 30 ton 4 Cane table 1 unit 20 ton Module Extraksi. Kalau terjadi masalah segera matikan mesin berurutan dari bagian yang bermasalah kedepan. 2. filtrat dialirkan ke clear juice tank sedangkan cake (blotong) ditampung ditempat penampungan blotong. Standart/procedure operasi. Dari nira jernih yang dihasilkan dilakukan pencatatan tiap jam meliputi pH nira jernih. Secara kontinu filter pres di buka dan kainnya dilepas untuk dilakukan pencucian. Pada akhir proses secara manual sisa nira di masing masing peralatan dikeluarkan melalui katup bawah untuk proses manual/ tidak dibuang. Nira kotor tersaring ditampung ditangki nira kotor tersaring selanjutnya dipompakan ke juice heater untuk dipanaskan sampai app 75 celsius. bahan pembantu pengolahan adalah susu kapur dengan kepekatan 5 s/d 10 boume. selanjutnya nira diendapkan dalam klarifier selama tidak lebih dari 50 menit. 5. Peralatan module Extraksi No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Horizontal conveyor 1 unit 8/10 meter 2 Crusher mill 1 unit 5 ton tebu/jam 3 Three Roll Mill 2/3 unit @ 2.Pemeriksaan sebelum operasi. dosing pump dan tangki pengendapan 6 Nira jernih dan Filter press. 7 Module Penguapan Selanjutnya Nira Jernih dimasukkan kedalam pesawat penguap hampa yang dioperasikan dengan kehampaan 40-50 cm kolom air raksa. 8. 6. 2. 4. tangki reaksi . 7.2).10 s/d15 % dari volume) dialirkan ke muddy juice tank untuk selanjutnya dipompakan ke filter press. 5 Module Pemurnian. dan bagian endapan (+/. Kebersihan di module pemurnian harus selalu dijaga untuk mengurangi effect bakteriosis (kerusakan gula akibat activitas jasad renik). apabila telah dicapai kepekatan yang cukup yang disebut syrup. 6. kemudian buka katup nira jernih agar mengalir ke tangki nira jernih melalui saringan mesh no 200. larutan flokulan dengan konsentrasi . dan selanjutnya dengan melalui intermediate conveyor di masukkan ke gilingan no 2 (dan no 3 disertai dengan penambahan air imbibisi atau tidak). periksa semua mulit roll barangkali ada benda asing. Pengangkutan tebu dari ladang sudah direncanakan dengan truk dengan menggunakan double atau triple wire rope. untuk mempercepat pengendapan perlu penambahan flokulan pada dosis 3 . Lakukan penimbangan 100 kg tebu dan giling kemudian timbang berat ampas yang ada. dan harus di ingat probe/sensor pH setelah dibersihkan harus terendam air (artinya tangki pengaduk no 2 setelah di bersihkan diisi air bersih sampai sensor pH tercelup air). tiap tiga jam bagian kotor di tap ke tangki nira Lumpur untuk di pompakan ke filter press. 3. 3. Tiap selesai operasi dilakukan pembersihan peralatan module pemurnian. selanjutnya diturunkan kedalam syrup vacuum tank untuk selanjutnya dialirkan ke tangki pengumpan syrup melalui montejus tank. Periksa minyak pelumas pada oil pot. selanjutnya dimasukkan ke dalam tangki reaksi untuk pemberian larutan asam phosphat sampai pH app 5 diikuti pengadukan agar pencampuran merata. Lakukan pembersihan tiap kali selesai operasi dengan penyemprotan air bersih.Trouble. Peralatan module pemurnian No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Reaksi tank c/w reagen tank 3 unit @ 200 liter 2 Juice heater ½ unit @ 10 m2 HS 3 Continous Settling tank ½ unit 4 Clear Juice Tank ½ unit @ 2. sehingga untuk menurunkan dan menimbang tebu dapat dilakukan dua atau tiga kali angkat dengan menggunakan Jib Crane lengkap dengan Electric Hoist dan ditimbang dengan Digital Scale dengan ketelitian 10 kg. Periksa peralatan pemurnian dan siapkan bahan pembantu pengolahan.Menghidupkan dan mematikan. Nira kotor yang keluar dari gilingan ditampung dalam tangki/palung nira kotor dan dengan pompa open impeler dipompakan ke module pemurnian setelah melewati static sceen. 4. Urutan menghidupkan module pemerahan dari paling belakang kedepan sedangkan untuk mematikan dari depan kebelakang.Uji giling harian. 7. Apabila telah siap hidupkan pompa nira kasar dan panaskan nira kasar sampai temperature yang di inginkan. 5. 8. batang tebu berarti makin sedikit bagian nira yang bisa diperah begitu pula makin rendah brix tebu berarti bagian padatan dalam nira makin rendah yang pada akhirnya mempengaruhi rendemen yang dihasilkan.Pengendapan. derajat brix nira jernih dan temperature nira jernih. selanjutnya tebu dihampar diatas meja tebu.pH adjuster dan dosing pump. Pengontrol automatic pH di set pada posisi netral pH 7 begitu pula semua dosing pump harus sudah di kalibrasi.20 ppm.Kebersihan. ambil contoh dari tangki pengaduk ketiga dan amati apakah sudah sesuai dengan keinginan. periksa kekencangan van belt dll.8-7. 5. selanjutnya nira dinetralkan dengan susu kapur sampai pH sedikit diatas netral (pH 6. pada static sceen ini dipisahkan serpihan serpihan dan kotoran yang terikut dinira kotor. periksa semua kekencangan mur pengikat roll.Filter press. bagian yang jernih dikeluarkan dari katup katup bagian atas dan ditampung dalam tangki nira jernih yang terletak dibagian bawah tangki pemurnian. Peralatan module Penguapan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pesawat penguap hampa 1-2-3 unit @ 30/35 m2 HS 2 Tangki syrup hampa 1 unit 200400 liter 3 Syrup pump 1 unit 1000 liter Syrup hasil penguapan selanjutnya diproses sesuai dengan produk akhir .Persiapan peralatan dan bahan pembantu. ampas yang keluar dari gilingan diterima conveyor ampas untuk ditranfer ke lapangan ampas sebelum digunakan untuk bahan bakar boiler.Kebersihan. 1.500 liter 5 Muddy juice tank ½ unit 700 liter 6 Mud pump 1 unit 700 liter 7 Filter press 2 unit 8 Static screen mesh 200 1 unit 1 m2 Juice heater. tebu yang telah diremahkan diterima diatas inclined chute untuk diumpankan kegilingan no 1. lapaorkan kepada supervisor atau manager apakah sudah cukup atau perlu di stel ulang. untuk diuapkan sampai dicapai kepekatan antara 55-60 Brix.

Barometric condenser dan spray pond. biasanya awalnya selalu diikuti dengan turunnya vacuum . ikuti kondisi kevacuuman. waktu penguapan.000 liter/ lebih Masakan hampa 9 Standart/procedure operasi. oxy acetilene aparat. Dengan asumsi jumlah air yang diuapkan 2/3 bagian maka dapat diperkirakan apakah tujuan penguapan sudah dicapai. 12 Pompa air condenser dan pompa vacuum Kelistrikan.500 liter 3 Cooling pan 1 unit 1. sehingga masakan adalah seni membuat gula. syrup dihisap kedalam pesawat masakan/pengentalan untuk diuapkan dengan kondidi kehampaan app 60 cm kolom air raksa. Safety equipment. Peralatan module masakan dan pencetakan. Laboratorium Equipment. kapan dilakukan manipulasi air dll. apabila brix sudah 8 dicapai tutup kran uap. Peralatan bengkel sederhana minimal untuk kerja bangku. Massecuite/Gula kental yang dihasilkan pada proses pengentalan dicampur dalam mixer/filler untuk proses homogenisasi dalam keadaan panas sambil memberi kesempatan menurunkan fraksi air. Dari mesin mixing selanjutnya dilakukan pencetakan sesuai dengan bentuk dan ukuran berat yang diinginkan. Buka katup nira masuk dan katup uap untuk memulai proses penguapan. 10. 13. safety glass. utamanya kondisi kevacuuman harus sudah dicapai untuk operasi Diatas 40 cm kolam air raksa (untuk operasi double effect badan 1 dengan vacuum 20 cm kolom air raksa badan 2 dengan vacuum 50-55 cm kolom air raksa). Statiun Pemisahan. pesawat las listrik. Ketel pipa air tekanan rendah Barometric Condenser dan tower Pesawat pengembun uap yang dihasilkan pada proses penguapan dan masakan sekaligus sebagai pompa vacuum untuk membuat dan mempertahankan tingkat kehampaan yang diperlukan selama proses.000 liter 4 Sentrifugal Separator A 1 unit Kristaliser 10 Separator vertical dan horizontal Talang goyang Module Pengentalan dan Pencetakan (Untuk Produk Gula Merah) Dari tangki pengumpan syrup A. pemadam kebakaran. brix weigher. Daya listrik diperlukan untuk mendukung sistem pompa. 11. 2. sampai dicapai kekentalan app 90-93 Brix. 5. polarimeter. Selanjutnya harap diikuti apa yang dilakukan intruktur masakan waktu melakukan tugasnya untuk dicatat dan diingat. Minimal disediakan alat alat lab. dapat dijual langsung sebagai gula pekat apabila diturunkan pada brix 67. semua tahapan operasi penguapan dicatat dalam buku penguapan meliputi start penguapan. massecuite A selanjutnya diumpankan kedalam sentrifugal separator untuk dipisahkan bagian kristal gulanya dengan bagian cairannya. Massecuite A yang dihasilkan pesawat masakan diturunkan dan ditampung dalam palung kristaliser A. Buka kran udara agar tekanan sama dengan tekanan udara luar kemudian jalankan pompa syrup. hoisting crane dll yang dipenuhi dari PLN dan dibackup dengan emergensi genset. Tersedia fasilitas perkantoran yang memadai lengkap dengan sistem komunikasi. alat bantu meliputi boume hydrometer atau refractometer dll.net/ss170952/proses-gula-di-pabrik-gula-mini . Tersedia alat keselamatan kerja meliputi system penangkal petir. bagaimana methode pemasukannya. kevacuuman dan hasil penguapan.500 liter 11 Module utility/bantu.000 liter/ lebih 3 Molasse A Feeder Tank 1 unit 1. buka kran keseimbangan vacuum dan selanjutnya buka kran pengeluaran syrup.Memasukan nira dan uap. Guna mendukung proses tersebut diperlukan module pendukung antara lain: Boiler.Operasi single effect. 4. Peralatan statiun Masakan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pesawat Masakan 1/2/3 unit @ 20/24 M2 HS 2 Syrup feeder tank 1 unit 1. penguapan. masakan.Memindahkan syrup dari tangki vacuum.dan apabila diinginkan gula mawur/gula semut hasil dari masakan dituangkan kedalam cooling pan. penggerak penggerak conveyor. Peralatan statiun Pemisahan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Kristaliser A 1 unit 1. 3. ph meter. Proses masakan merupakan bagian dari proses yang relative sulit dan tidak ada batasan yang pasti. misalnya kapan bibit gula harus dimasukkan. Office equipment. tabung reaksi. timbangan analisa. computer dll.slideshare.Pembersihan.Persiapan. pengentalan dilakukan tanpa penambahan seeding (bibit gula).000 liter 2 Molasse A tank 1 unit 500 liter 3 Final Molasse Tank 1 unit 10. yang diinginkan. pemisahan gula.9. sedangkan cairan yang keluar disebut Molase A ditransfer ke Molase A Feeder Tank untuk proses lanjut apakah dijadikan gula kristal lagi atau dijadikan gula cetak tergantung dari kondisi bahan olah yang diproses. helmet dll. Persiapan meliputi persiapan alat utama dan alat bantu. kristal gula A yang menempel didinding separator dicuci dengan aliran air hangat dan dikeringkan dengan pemanas listrik untuk menurunkan kadar airnya. No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pan masakan hampa 1 unit @ 24 m2 HS 2 Mixer/ filler 1 unit 1. Setiap selesai operasi pesawat penguap harus dibersihkan dengan mengisi air kedalamnya dan dipanasi dengan sisa uap yang ada kemudian keluarkan. yaitu larutan gula jenuh dan pekat yang berisi butiran butiran gula. sehingga akan didapatkan gula cetak dengan kadar air yang rendah. standart tool dll. gula A yang dihasilkan selanjutnya diturunkan ke talang goyang untuk menghilangkan sisa uap air agar tidak terjadi caking waktu penyimpanan. Workshop Equipment. 12.5 ton/jam 2 Water jet condenser 4 unit 3 Diesel genset 2 unit @ 150 Kw 4 Lab equipment 1 lot 5 Office equipment 1 lot 6 Workshop equipment 1 lot 7 Safety equipment 1 lot 13 http://www. massa yang kental ini lazimnya disebut massecuite. yang dilengkapi dengan slow moving agitator agar kristal gula yang terbentuk tidak mengendap dan mengeras yang akan menyulitkan proses pemisahan. barometric condenser diletakkan diatas tower setinggi 12 meter. Pesawat penguap hampa Standart/procedure operasi. No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Boiler 1 unit 3. dengan demikian gula yang dihasilkan mempunyai ketahanan simpan yang cukup baik. Pesawat penghasil uap yang digunakan untuk seluruh proses utamanya proses pemurnian. 1. Tangki syrup hampa Statiun Masakan (Proses gula Putih combinasi gula merah) Selanjutnya syrup pekat dimasukkan kedalam pesawat masakan “Gula A” untuk diuapkan lebih lanjut sampai terbentuk massecuite A. safety belt dan safety cloth. pembersihan dll. periksa tekanan ketel apa sudah siap.

kemampuan giling sudah mencapai 14.000 ton. . Merupakan industri gula patungan antara perusahaan swasta asing dan swasta nasional yang berstatus PMA. SEJARAH SINGKAT Pabrik Gula Gunung Madu terletak diujung selatan Pulau Sumatera.. Secara bertahap pabrik dikembangkan dan dimodernisasi sejalan dengan kemajuan yang dialami Perusahaan. Didirikan sejak tahun 1975 dan melaksanakan musim giling yang pertama pada tahun 1978 dengan produksi gula 18.619 ton.000 TCD dan memproduksi gula putih sebesar 218.[«] Proses pengolahan tebu menjadi gula . tepatnya berada di Kabupaten Lampung Tengah.. Pada awal pendiriannya. Ltd (Hongkong). Propinsi Lampung. semula pabrik gula ini merupakan pabrik yang sederhana dengan kapasitas giling awal 4. yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kuok Investment. Dengan Pabrik yang modern untuk menghasilkan gula yang lebih manis.374.. alami.000 TCD (Ton Cane Per Day).. 90 km ke arah utara dari Ibukota Propinsi Lampung (Bandar Lampung).248 ton dengan jumlah tebu digiling 2. beraroma dan halal . Pada musim giling ke 31 ditahun 2008.

. truk bak dan truk loss bak (tebu ikat).Timbangan tebu PENGIRIMAN DAN PENIMBANGAN TEBU Tebu dari kebun dikirim ke pabrik menggunakan beberapa model angkutan : trailer (tebu urai). lokasi. nomor petak. nama pelaksana tebang dan jam ditebang (kesegaran). Selanjutnya. jenis tebang. truk dan trailer yang telah dibongkar. meninggalkan pabrik melewati jembatan timbang keluar untuk pengambilan data berat kendaraan kosong. melewati jembatan timbang dengan sistem komputerisasi untuk pengambilan data berat kotor.

.Ruang pusat kendali unit preparasi dan ekstraksi PENGENDALIAN OPERASIONAL PERALATAN PABRIK Pengendalian peralatan pabrik pada masing-masing stasiun melalui ruang pusat kendali yang ditempatkan pada posisi paling leluasa bagi operator untuk memonitor aktivitas dan berhubungan dengan petugas jaga peralatan di lapangan. dilengkapi dengan kamera CCTV dari pusat ruang kendali. Pada bagian tertentu yang tidak memungkinkan bagi operator melihat langsung secara visual. Sistem pengendalian menggunakan programmable logic control (PLC) dipadukan dengan supervisory system sebagai piranti kendali dan informasi data trending.

. Untuk meningkatkan kapasitas umpan langsung pada main cane carrier . selanjutnya Hydraulic cane grab pada gantry crane bekerja menumpuk dan mengumpan pada cross cane carrier. Wheel loader disamping digunakan untuk membongkar dan menumpuk tebu loss bak di pelataran juga dipergunakan sebagai sarana pengumpan dan perata pada main cane carrier. tebu yang diangkut menggunakan trailer dibongkar menggunakan side unloader yang terpasang pada 2 unit gantry crane.Pelataran tebu dan peralatan penanganan tebu PENANGANAN TEBU Berbagai peralatan bongkar (unloading) tebu dipasang menyesuaikan dengan model angkutan yang ada. tahun 2001 dipasang 1 unit cane feeder table yang dilengkapi dengan hydraulic cane lifter yang dapat melayani tebu yang diangkut dengan trailer dan hydraulic truck tippler untuk melayani truk bak ataupun truk loss bak.

cane cutter). cane cutter).92%. terlebih dahulu dilakukan preparasi untuk membuka sel-sel tebu. main cane carrier dari cross carrier #1. . dan selanjutnya menggunakan unit heavy duty shredder hammer tebu dihancurkan. tebu diumpankan kedalam 1st. elevating cane carrier menuju unit pemotong tebu kedua (2nd. Tingkat open cell yang dicapai pada unit preparasi ini 90. kemudian dengan 2nd.Pengisian dan preparasi tebu PREPARASI TEBU Sebelum tebu diperah pada unit gilingan. cross carrier #2 dan Feeder table diangkut menuju unit mesin pemotong pertama (1st.

Stasiun gilingan EKSTRAKSI NIRA Enam unit gilingan jenis 4-roller disusun secara seri digunakan sebagai unit ekstraksi nira. kemudian ampas tebu yang disebut bagasse menuju stasiun pembangkit uap untuk digunakan sebagai bahan bakar pada ketel uap (Boiler). .96%. Nira mentah dari gilingan dipompa menuju stasiun pemurnian setelah terlebih dahulu melewati sebuah magnetic flow meter untuk memonitor dan merekam laju alirannya dalam satuan m3/jam. Tingkat ekstraksi sukrosa dari unit gilingan ini pada kisaran 95 . masingmasing unit gilingan digerakkan dengan tenaga turbin uap.

Boiler dan pembangkit tenaga listrik BOILER DAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK 3 unit boiler dengan kapasitas terpasang masing-masing : No. dan No. Pada masa tidak giling (off-season) 1 unit boiler tetap beroperasi dan memanfaatkan bahan bakar (ampas tebu) kelebihan dari masa giling untuk melayani kebutuhan uap penggerak turbine generator dalam memenuhi kebutuhan listrik perumahan divisi I s/d divisi VI. .1 = 120 ton/jam. No.3 = 120 ton/jam dengan tekanan kerja masing masing 20kg/cm2G. maintenance peralatan di pabrik dan pompa irigasi pertanian. Energi potensial uap yang dibangkitkan digunakan untuk menggerakkan 3 buah back pressure turbo-alternator yang masing masing mampu membangkitkan tenaga listrik sebesar 5MW. perkantoran.2 = 80 ton/jam. juga digunakan untuk menggerakkan turbin uap penggerak unit preparasi (cane cutter dan shredder) dan unit ekstraksi (gilingan).

Endapan kotoran dari clarifier dicampur dengan bagacillo kemudian ditapis menggunakan 6 buah vacuum filter menghasilkan limbah padat berupa blotong (filter cake) yang kemudian dikirim kembali ke kebun sebagai pupuk organik. gas belerang dan flokulan).Clarifier dan Vacuum filter PEMURNIAN Pemisahan kotoran dilakukan dalam bejana pengendap single tray SRI clarifier ( yang telah dimodifikasi menjadi perforated clarifier ) yang merupakan rangkaian tahapan pengaturan suhu. Tingkat kekeruhan (turbidity) nira yang dicapai pada level 70 . pH.100 derajat NTU. waktu dan penambahan bahan pembantu (susu kapur. .

Uap dari badan dua digunakan untuk media pemanas pada pan kristalisasi "C". stasiun evaporator dirancang dengan konsep maximum vapour bleed.Evaporator PENGUAPAN (EVAPORATION) Proses pengentalan nira jernih dilaksanakan dengan bejana penguap (evaporator). Guna meminimalisasikan kebutuhan uap. pan kristalisasi "A" dan bejana pemanas nira tersulfitir. Evaporator dibersihkan secara periodik setiap dua minggu sekali dengan cara kimiawi selama 12 jam. . Brix nira kental dijada pada level 52-55%. Bejana (evaporator) disusun dengan sistem quintuple effect yang terdiri dari sembilan buah bejana jenis Roberts. Uap dari badan pertama digunakan sebagai media pemanas badan kedua.

Tingkatan masak (kristalisasi) dilaksanakan dengan sistem ABC. gula leburan. leburan gula "B" dan "C" sebagai bahan masakan "A" massecuite. Hasil resultan dari kristalisasi adalah berupa massecuite (campuran kristal gula dengan molasses). Kristalisasi untuk "A" dan "B" Massecuite dikerjakan dengan menggunakan batch pan yang dilengkapi dengan pengaduk. sedangkan untuk "C" massecuite dikerjakan dengan continous pan. Nira kental.Vacuum Pans KRISTALISASI Kristal gula dibuat dalam Vacuum Pans melalui proses pembesaran kristal hingga mencapai ukuran yang dikehendaki dengan cara memasukkan nira kental (syrup). Bahan masakan "C" massecuite berasal dari "B" molasses dan bibitnya menggunakan "A" molasses. . molasses kedalam pans pada kondisi temperatus dan vacuum yang terkendali. Bahan masakan "B" massecuite berasal dari "A" molasses dan nira kental.

Batch centrifugal dan Continuous centrifugal PEMISAHAN KRISTAL GULA DAN MOLASSES Bila satu siklus proses masak pembesaran kristal telah selesai. . pemisahan "C" massecuite menggunakan continuous centrifugals menghasilkan gula "C" dan final molasses. Pemisahan "A" massecuite menggunakan batch centrifugals menghasilkan kristal gula SHS (produk) dan "A" moolasses. Pemisahan "B" massecuite menggunakan continuous centrifugals menghasilkan gula "B" dan "B" molasses. Kristal gula dipisahkan dari molasses menggunakan sebuah basket berlubang yang diputar sampai pada kecepatan tertentu sehingga molasses terlepas dari kristal gula akibat gaya sentrifugal (centrifugals machine). massecuite dari vacuum pans kristalisasi dituangkan kedalam strike receiver sambil melanjutkan pertumbuhannya.

Kristal gula kemudian ditampung dalam sugar bin untuk selanjutnya dilakukan penimbangan dan pengemasan. . Setiap informasi penyimpangan terekam dan secara otomatis sistem memberi peringatan. Untuk menjamin keakuratan berat kristal dalam kemasan. mekanisme kerja mesin timbangan dan pengemasan bekerja secara integral yang dikendalikan secara otomatis. Sensor pengirim sinyal bobot pada timbangan digunakan jenis load cell. kemudian dilakukan pemilahan ukuran butiran menggunakan vibrating screen.Pengemasan PENANGANAN DAN PENGEMASAN PRODUK Setelah proses pemisahan kristal gula produk (SHS) dikondisikan melalui sebuah unit fluidized bed vibrating cooler dengan maksud untuk menurunkan tingkat kelembaban serta meningkatkan kualitas penyimpanan.

Sertifikasi jaminan mutu

STANDARISASI KUALITAS DAN KEAMANAN PRODUK Guna menjamin kualitas, keamanan dan kehalalan produk baik gula maupun final molasses, telah diterapkan secara konsisten Quality & Management System yang mengacu pada standarc HACCP (SNI 01-4582-1998) dan GMP STANDARD B2, telah mendapatkan sertifikasi dari PDV the Netherland (Certifiate No. GMP'B2 0016), HACCP (Certificate No. PSC 00015) dan sertifikat HALAL dari MUI (Halal No.:02100005008608). Kembali keatas

http://www.gunungmadu.co.id/index.php?modul=artikel&id=utama&kodebrt=pabrik&colvis=false Lampung

PROPOSAL
EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA NAMA : ABDUL RAHMAN NIM : 41609010020

UNIVERSITAS MERCUBUANA JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI TAHUN 2009/2010
JUDUL PENELITIAN : 1. SISTEM PENANGANAN LIMBAH GAS PABRIK KARET REMAH’ 2. EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA 3. PEMANFAATAN SELLULOSA BAGAS UNTUK PRODUKSI ETHANOL MELALUI SAKARIFIKASI DAN FERMENTASI SERENTAK DENGAN ENZIM XYLANASE 4. MANAGEMENT OF LANDFILL LEACHATE 5. ANALISIS KINERJA PENGOLAHAN AIR LIMBAH PAVILYUN KARTIKA RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA

1. MODIFIKASI KIMIA DARI KITOSAN DAN APLIKASI PRODUK YANG DIHASILKAN 1. DAMPAK PEMBANGUNAN TERMINAL KARGO TERHADAP SISTEM TRANSPORTASI ANGKUTAN BARANG INDUSTRI BESAR DI KOTA KUDUS 1. PENGARUH SARI KERING LIMBAH PABRIK KULIT ATAS POPULASI MIKROBIA DAN SUSUNAN PADA BERBAGAI JENIS TANAH 1. PENINGKATAN EFEKTIVITAS PENGOLAHAN AIR LIMBAH PROSES PEMUTIHAN PULP DENGAN REAKTOR UP-FLOW ANAEROBIC SLUDGE BLANKET (UAS-B) DAN LUMPUR AKTIF TERMOBILISASI 1. TEKNOLOGI MINERAL DAN BATU BARA I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Motivasi studi ini berkaitan dengan maraknya isu mengenai pro-kontra impor produk pertanian khususnya gula. Isu tersebut merebak karena dihadapkan kepada kekuatan pihak produsen gula domestik, khususnya petani tebu, akan terancam kelangsungan produksi gula dalam negeri. Kekuatan produsen gula domestik dapat dipahami karena harga pasar gula impor lebih rendah dari harga gula produksi domestik. Produksi gula nasional semakin menurun selama beberapa tahun terakhir. Produksi gula nasional pernah meningkat relatif cepat dalam periode 1980-an, akan tetapi lambat sekali dalam periode awal 1990-an, dan setelah tahun 1994 produksi gula nasional terus menurun. Peningkatan produksi gula adalah disebabkan oleh perluasan areal tanaman tebu, bukan disebabkan oleh peningkatan produktivitas (Sekretariat Dewan Gula, 2001). Menurut Statistik Impor, Badan Pusat Statistik 2000, pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. Kondisi ini dapat menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah besar. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan gula di dalam negeri. 1.2 Identifikasi Masalah Para petani tebu hanya memiliki dua pilihan, jika krisis industri gula tidak tertangani. Petani akan membongkar kebun tebu dan beralih ke tanaman lain atau mereka akan membiarkan tanaman tebu yang ada tanpa perawatan, sehingga hasilnya minim. Apabila langkah ini dilakukan, maka

masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. 1. 1. 14 September 2002). 2. sudah efisien ? 2.pasokan tebu ke pabrik gula akan anjlok yang mengakibatkan pabrik gula dapat ditutup. Gula impor legal dan ilegal yang masuk ke pasar telah menekan harga gula produksi dalam negeri. Alokasi input mana dalam pengelolaan pabrik gula yang sudah dan belum efisien ? 3. Untuk maksud tersebut. Kesulitan memperoleh lahan. yaitu : 1. Hal ini terjadi karena masuknya gula impor sehingga gula dalam negeri tidak dapat bersaing (Harian Kompas. Situasi demikian akan membawa industri gula pada situasi krisis karena pabrik gula mengalami kesulitan pasokan tebu. Pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi mana yang efisien ? 1. Sebanyak 44 pabrik gula di Indonesia terancam bangkrut. Mengidentifikasi alokasi input yang sudah dan belum efisien dan cara mengatasinya dalam pengelolaan pabrik gula di Indonesia.3 Perumusan Masalah Efisiensi merupakan salah satu indikator kinerja unit kegiatan ekonomi dalam industri gula agar dapat bersaing dengan gula impor.5 Batasan Masalah Terdapat lima kriteria pokok yang dapat dijadikan pedoman awal untuk menentukan tidak efisiennya suatu pabrik gula. Apakah industri gula di Indonesia.4 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Pengembangan lahan tebu mengarah ke lahan kering sehingga biaya angkut tebu meningkat. 10 September 2002). Mengukur efisiensi relatif pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi di Indonesia. 2. . khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. Pemicu rendahnya suplai bahan baku ini karena petani tertarik menanam tebu akibat merosotnya nilai ekonomisnya (Harian Kompas.

1997). Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. 4. memuat: . Jumlah produksi gula kurang dari 250. perlu diketahui apakah industri gula domestik di masa mendatang masih dapat diharapkan untuk dipertahankan eksistensinya. Berdasarkan lima kriteria pokok tersebut terdapat indikasi bahwa efisiensi pabrik gula Indonesia masih rendah khususnya pabrik gula milik BUMN yang dapat disebabkan karena biaya produksi gula belum efisien (Sekretariat Dewan Gula Indonesia. Kapasitas giling masih banyak yang dibawah 2000 ton tebu per hari. sehingga harga pokok per unit hasil masih mahal. dan (4) liberalisasi perdagangan. terdapat aspek-aspek yang erat kaitannya dengan biaya produksi gula yaitu : (1) produksi gula. NIM c) Nama dan Tempat Perguruan Tinggi d) Tahun 2) Lembar Pendahuluan. memuat: a) Judul Makalah b) Nama. Rejoagung Baru. Mutu bahan baku belum optimal sehingga biaya produksi pabrik gula tidak efisien.3. (3) impor gula. Setelah mengemukakan kriteria pokok efisiensi pabrik gula sebagaimana diuraikan di atas. Gondang Baru. 1. khususnya industri gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu pabrik gula Tasik Madu. maka Makalah hendaknya disesuaikan dengan sistematika sebagai berikut : 1) Lembar Judul .6 Sistematika Penulisan Untuk mendukung terhadap penyusunan proposal yang baik. 5. Sehubungan dengan itu. (2) produksi tebu.000 kwintal per tahun.

2. 1000Rp) c.3 P3GI 2. 10 September 2002).1 Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan dalam kajian efesiensi relatif antar pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu: 1. kg) d. Biaya bahan bakar (CX2. dari US International Trade Commission Office of Economics III. TINJAUAN PUSTAKA 2. 1000Rp) . 14 September 2002). memuat: a) Variabel penelitian b) Metode Analisis Data 5) Daftar Pustaka II. Biaya tebu giling ( CX1.4 Ferrantino. Jumlah bahan bakar (X2. Jumlah tebu giling (X1. ton) b.J. Komponen Input a.2 (Harian Kompas. 2.a) Latar Belakang b) Identifikasi Masalah c) Perumusan Masalah d) Tujuan dan manfaat penelitian e) Batasan Masalah 3) Lembar Tinjauan Pustaka 4) Metodologi Penelitian.1 (Harian Kompas. M. METODOLOGI PENELITIAN 3.

Setiap unit kegiatan ekonomi (UKE) yaitu setiap pabrik gula diukur efisiensi relatifnya. ton) d. 1000Rp) 3. Biaya Penyusutan (Z2. Bobot tersebut memiliki sifat : (1) tidak bernilai negatif. Biaya tenaga kerja (CX3. 1000Rp) g. maka perusahaan . ton) b.2 Metode Analisis Data Metode Analisis Penelitian ini menggunakan alat analisis DEA (Data Envelopment Analysis). efisiensi relatif suatu UKE adalah efisiensi suatu UKE dibanding dengan UKE lain dalam sample (sekelompok UKE yang saling diperbandingkan) yang menggunakan jenis input dan output yang sama. 1000Rp) c. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu unit kegiatan ekonomi (yang selanjutnya disingkat UKE) yang menggunakan banyak input dan banyak output. Jumlah Tenaga kerja (X3. dan (2) bersifat universal. Inti dari DEA adalah menentukan bobot (weights) atau timbangan untuk setiap input dan output UKE. Bobot-bobot tersebut bukan merupakan nilai ekonomis dari input dan outputnya. dimana penggabungan input dan output tersebut tidak mungkin dilakukan.e. Produksi Gula (Q1. Untuk mengukur efisiensi industri digunakan alat analisis DEA. Data Envelopment Analysis (DEA) dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial dan regresi berganda. melainkan sebagai penentu untuk memaksimumkan efisiensi dari suatu UKE. Penerimaan gula (TRQ1. Sebagai gambaran jika suatu UKE merupakan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan (profit-maximizing firm). DEA berasumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimalkan rasio efisiensinya (maximum total weighted output/total weighted input). Produksi Tetes (Q2. Biaya Management (Z1. 1000Rp) h. Dalam DEA. artinya setiap UKE dalam sampel harus dapat menggunakan seperanagkat bobot yang sama untuk mengevaluasi rasionya (total weighted output / total weighted input ≤ 1). maka setiap UKE akan memiliki seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. dan setiap input dan outputnya memiliki biaya per unit serta harga jual per unit. orang) f. Komponen Output a. 1000Rp) 2. Secara umum UKE akan menetapkan bobot yang tinggi untuk input yang penggunaannya sedikit dan untuk output yang dapat diproduksi dengan banyak. karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan kombinasi output yang berbeda pula. Penerimaan tetes (TRQ2. efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya (total weight output/total weighted input).

DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. Bersifat Universal Metode DEA memiliki asumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimumkan rasio efisiensinya. Karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan output yang berbeda pula. Inti dari DEA adalah menentukan bobot yang memiliki sifat: a. Konsep Dasar Data Envelopment Analysis (DEA) Data Envelopment Analysis (DEA) adalah pengembangan programasi linier yang didasarkan pada teknik pengukuran kinerja relatif dari sekelompok unit input dan output. Tidak bernilai negatif b. DEA dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial maupun regresi berganda. 2000). Analisis fisiensi silang dapat membantu seorang manajer untuk mengenali UKE yang efisien tetapi menggunakan kombinasi input dan menghasilkan kombinasi output yang sangat berbeda dengan UKE yang lain (PAU-SE UGM. Nilai Manajerial DEA 1. Jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi < 100%). maka setiap UKE akan memilih seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. 2.tersebut akan berusaha menggunakan sedikit mungkin input yang biaya per unitnya termahal dan berusaha memproduksi sebanyak mungkin output yang harga jualnya tertinggi. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) yang menggunakan banyak input maupun output. Efisiensi silang UKE A terhadap KE B merupakan rasio dari output tertimbang dibagi input tertimbang yang dihitung dengan enggunakan tingkat input dan output UKE A dan bobot input dan output UKE B. Dalam DEA efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya. DEA menunjukkan sejumlah UKE .

2000. and J. Bobot input dan output yang dihasilkan oleh DEA tidak dapat diinterpretasikan dalam nilai ekonomi. Monitoring dan Analisa Prospek Industri Gula di Jawa. 4. Agr. Jurnal Agro Ekonomi 15:1-19. Electric Power Generator”.yang memiliki efisiensi sempurna (100%). Amer J. Econ. Econ. Binswanger. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. Dewa. Chand. H.L. 3. 56 : 377-386.H. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. Agr. 1976. R. L. 3. 1986. Prabowo. “Economic of Scale in U. J. D.S.S. 1982. IV. Pakpahan. 1974. 2. Jurnal Agro Ekonomi 1 : 28-49. 68:162-164. Green. DEA berasumsi bahwa setiap unit input atau output identik dengan unit lain dalam tipe yang sama. K. Dalam bentuk dasarnya DEA berasumsi adanya Constrant Return To Scale (CRTS). “The Measurement of Total Factor Productivity Growth using Production Frontier : A Case of Irrigated Rice Farming in West Java”. A. Analisis Fungsi Produksi Usahatani untuk Menunjang Pengembangan Daerah Aliran Sungai Cimanuk. Christensen. Center for Policy .R.S. “A Note on the Use of the Cobb-Douglass Profit Function”. Amer. Journal of Political Economics. and W. Keterbatasan DEA 1. 1996. 1996.P. Kaul. DEA mensyaratkan semua input dan output harus spesifik dan dapat diukur. “A Cost Function Approach to the Measurement of Elasticities of Factor Demand and Elasticities of Distribution”. 84:655-676. Statistik Impor.

1996. 1987. Sumatera Barat. Efisiensi Teknis Usahatani Kubis di Desa Galagah. Sekretariat Dewan Gula Indonesia 1997. Dinamika Ekonomi Tebu Rakyat dan Industri Gula Indonesia. Penentuan Ekonomi Skala Usaha dengan Fungsi Keuntungan : Landasan Teoritis dengan Contoh Fungsi Cobb-Douglass dan Translog. 2001. Price and Investment Policies in the Indonesian Food Crop Sector. PSE dan P3GI. Gonzales.W. PSE dan P3GI Buku II.. Mimeo. Jurnal Agro Ekonomi. 2000.. Produksi Gula Nasional.. C. Rencana Operasional Pemecahan Permasalahan Industri Gula di Indonesia. PAU Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada. Departeman Pertanian. M. Kasryno.H. Agro Ekonometrika XXVIII (1): 37-56. Sawit. P. Saerfudin. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Data Envelopment Analysis.and Implementation Studies (CPIS). Bogor. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. dan Mewa.A. Simatupang P. Studi Panel Petani Tebu. IFTRI. Rosegrant. Jakarta. and CASER Bogor. Pusat Penelitian Agro Ekonomi.C. Pusat Penelitian Perusahaan Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). Washington D. Simatupang. 1997. 1998. . 1987. Bogor. M. 1987. Rasahan and Y. L. 1988. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1980-1997. Dua Puluh Dua Tahun Program TRI di Jawa. ________. Fungsi Keuntungan : Landasan Teori dan Terapannya. 16 ______. 7:1-16. F. Pusat Penelitian Agro Ekonomi.A.

pipa pecah.H. 1985. N. Dalam Ekonomi Gula di Indonesia Disunting oleh Sawit.Soentoro. Untuk terus meningkatkan hasil produksi yang baik maka pada saat proses produksi PG Tasikmadu harus mampu mengendalikan dan melakukan pengawasan produksi secara maksimal dari tahap awal hingga tahap akhir yaitu pengemasan. T. Berdasarkan diagram sebab akibat tersebut diketahui bahwa terdapat empat faktor yang dapat dianalisis keempat kategori tersebut yaitu. Indarto dan A. Tujuan penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan pada stasiun masakan dan bagaimana cara pengendalian dan pengawasan proses pada ”stasiun masakan”. (1)metode seperti salah dalam perencanaan proses yang mengakibatkan skema masak menjadi keliru. Penerbit Institut Pertanian Bogor. Jurnal Agro Ekonomi 4 : 27-39. (2)material seperti bahan baku habis. Jurnal Agro Ekonomi 6 : 19-28 http://industri09abdul. (3)sumber daya manusia seperti pekerja tidak mengindahkan aturan dalam SOP. 1987. Sugianto. Indonesia”. berjalan dengan lancar dan cepat serta apabila terjadi penyimpangan maka penyimpangan tersebut dapat langsung dikoreksi. 1999.ac.ac. Berdasarkan hasil pembahasan maka sebaiknya PG tasikmadu lebih mengoptimalkan perencanaan produksi khususnya untuk inventory control karena jika bahan baku yang diperlukan kurang hal itu akan menyebabkan proses kristalisasi menjadi lama. PG Tasikmadu sebaiknya menambah upah untuk buruh tebang angkut. A. Agar dapat meminimalisasikan kecacatan produk dan juga kegagalan proses produksi.blog. Suryana.S.id/pengguna. para pekerja hendaknya lebih memanfaatkan waktu kerja semaksimal mungkin dalam melakukan kegiatan produksi pada ”stasiun masakan”. hal ini disebabkan karena kurangnya bahan baku yaitu tebu. nira kental basi yang mengakibatkan kualitas gula yang dihasilkan kurang baik. Keyword: Pengendalian dan Pengawasan proses Proses kristalisasi “Stasiun Masakan” Analisis Fish bone http://digilib.M. Mengingat saat ini kebutuhan akan gula belum mampu memenuhi target yang diharapkan. “Production Efficiency of Cauliflower (Brassica Oleracca var Botrytys) at Ciarutan. “Keterbatasan Fungsi Cobb-Douglass dalam Pendugaan Elastisitas Permintaan Input”. P. West Java. hal ini tentunya akan dapat meningkatkan kualitas hasil produksi. negara kita masih harus mengimpor gula dari negara lain. Usaha Tani dan Tebu Rakyat Intensifikasi di Jawa. Sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan maka dilakukan analisis mengenai proses yang terjadi di ”stasiun masakan ” yaitu proses kristalisasi sesuai dengan SOP (Standar Operating Prosedure) PG Tasikmadu dan bagaimana pengendalian dan pengawasan proses di ”stasiun masakan”.php?mn=detail&d_id=16046 . (4)mesin seperti terjadi kerusakan alat contoh pan jebol.. Tujuan pengendalian dan pengawasan proses adalah agar kegiatan produksi dan operasi yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang direncanakan.mercubuana. Dalam melakukan pengendalian proses untuk mengetahui penyebab terhambatnya kecepatan proses kristalisasi pada “stasiun masakan” maka dilakukan analisis dengan menggunakan diagram sebab akibat.id/category/ringkasan-skripsi/ ENDALIAN DAN PENGAWASAN PROSES PADA STASIUN MASAKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GULA PASIR DI PABRIK GULA TASIKMADU KARANGANYAR Oleh : Tiyas Widiyaningsih ABSTRAKSI Pengendalian dan pengawasan proses merupakan hal utama yang harus diperhatikan dalam kegiatan proses produksi. M. Ali.uns. Suharno dan A. Rachman.

D tahun 1946. Di lokasi wisata ini Anda akan diperlihatkan proses pembuatan gula dari awal hingga selesai. Sumber tertulis sekunder berupa buku-buku yang mempunyai relevansi dengan masalah penelitian. Selain mengunjungi pabrik gula. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer maupun sumber data sekunder.com/mesin-pabrik-gula. maka penelitian ini menggunakan metode historis. (3) pengaruh pengambilalihan perusahaan gula Mangkunegran terhadap perubahan ekonomi “praja” dan pegawai perusahaan gula Mangkunegaran. (2) proses perubahan status kepemilikan dari perusahaan gula Mangkunegaran pasca Kemerdekaan Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan wawancara. Sondokoro juga memberikan suasana sejuk yang mendukung. 3 dan 4 tahun 1946. para pengunjung tetap diizinkan masuk dan berkeliling pabrik. Wawancara ditujukan kepada para abdi . Penulis dapat mengetahui proses tebu menjadi gula. Mulai dari penghancuran tebu dalam penggilingan besar hingga gula benar-benar siap untuk dipasarkan. Meski proses produksi sedang berlangsung. pengunjung juga bisa menikmati keindahan taman dan berbagai permainan. Sejumlah kendaraan kuno pun ditampilkan di lokasi wisata ini untuk menambah daya tarik juga menambah pengetahuan. Metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau.html PERUBAHAN KEPEMILIKAN PERUSAHAAN GULA MANGKUNEGARAN TAHUN 1946-1952 Oleh : Wahyuningsih ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) latar belakang berdirinya perusahaan gula Mangkunegaran. surat kabar.scribd. Sejalan dengan tujuan di atas. 9 tahun 1947. Karanganyar. Sebuah lori tebu kuno di lokasi wisata ini telah disiapkan untuk mengantar wisatawan berkeliling lokasi wisata. PP No.000 per orang. PP. -http://gambar. Jawa Tengah. 16/ S. hanya Rp 8. lori ini juga mengantar Anda ke area pabrik gula Tasikmadu. Studi pustaka yaitu memperoleh data dengan cara membaca literatur. http://www.com/doc/37674093/BAB-I-Lengkap AZ Cara Membuat Gula Pasir Lokasi Wisata Sondokoro. Sumber data berupa arsip-arsip tentang perusahaan gula Mangkunegaran dan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan proses pengambilalihan perusahaan gula yang diantaranya meliputi. dan PP. Dan adanya Pabrik Gula Tasikmadu bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.mitrasites.2. Sejumlah petugas juga siap mengantar dan menjelaskan kepada para pengunjung mengenai berbagai proses pembuatan gula. No. No. Harga masuk ke lokasi wisata ini relatif murah. Selain akan membawa Anda menikmati pemandangan indah. mungkin bisa menjadi pilihan untuk berlibur. Dan penulis mengetahui adanya alat modern yang membantu dalam proses tebu menjadi gula. Sondokoro merupakan tempat merilekskan diri dengan kegiatan outbond. di pabrik gula PG Tasikmadu. SONDOKORO PABRIK GULA TASIKMADU Adanya Sondokoro sangat bermanfaat. dokumen atau arsip yang tersimpan dalam perpustakan. kemudian merekonstruksikan berdasarkan data yang diperoleh sehingga dapat menghasilkan historiografi.

Interview was done to the internal staffs of Mangkunegaran and the staffs that worked to Mangkunegaran’s sugar factory. this gave positive influence to the staffs of the sugar factory to replace the Dutch staffs. (3) the influece of take over Mangkunegaran’s sugar factory to the economic life of “praja” and staffs sugar factory.mitrasites. Dari kesimpulan di atas maka muncul implikasi. 3 and 4 1946. Along with the aims. besides supported by geographical condition and efforts of KPAA Mangkunegara IV to built Colomadu and Tasikmadu sugar factory. yaitu: (1) Perubahan status kepemilikan perusahaan perkebunan merupakan bagian dari adanya perubahan sosial dalam sistem perkebunan yang terjadi karena kebijakan ekonomi pemerintah RI pasca kemerdekaan. No. In the other side. Pengaruh lainnya terhadap kehidupan ekonomi pegawai perusahaan gula Mangkunegaran.html PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROSES PADA STASIUN PEMURNIAN UNTUK MENUNJANG KUALITAS GULA PG TASIKMADU KARANGANYAR . yang ditandai dengan adanya perubahan harga sewa tanah yang naik dan adanya perubahan pegawai Belanda ke dalam tenaga kerja dari golongan bumiputera. (2) Perubahan status kepemilikan perusahaan gula Mangkunegaran (Tasikmadu dan Colomadu) yang berlangsung tahun 1946-1952 membawa pengaruh yang besar terhadap Mangkunegaran terutama dalam aspek ekonomi. Historical method is the process of testing and analyzing critically of the record and inheritance of the past and reconstructed to historiography. From the above conclusion. PP. The source of data used primary and secondary data is archives of Mangkunegaran sugar factory and the regulation related to the taking over of the sugar factory. http://digilib. it can be seen the changing of land rent price is increasing and the alteration of Dutch workers to the internal worker. No. The secondary data source is the books that relevance with the problem of the research. 16/S. (2) the status changing of sugar factory that last in 1946-1952 gave large influence especially in economic aspects. this research to use historical method. newspapers. Hal ini berdasarkan UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3. (2) the changing process of ownership status Mangkunegaran’s sugar factory post Indonesia Independence Day. Di sisi lain adanya perubahan kepemilikan perusahaan gula Mangkunegaran membawa dampak yang positif bagi pegawai perusahaan gula bumiputera untuk menggantikan posisi para pegawai Belanda. PP No. The technique of collecting data is literary study and interview.php?mn=detail&d_id=13318 http://gambar. (3) The taking over of Mangkunegaran’s sugar factory was influence very important to the economic life of “praja” and staffs sugar factory. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Berdirinya perusahaan gula Mangkunegaran terjadi setelah diterapkannya Undang-Undang Agraria tahun 1870an untuk berkembangnya usaha penanaman tebu. 9 1947. Selain itu didukung oleh adanya kondisi geografis yang baik dan adanya usaha KPAA Mangkunegara IV untuk mendirikan perusahaan gula Colomadu dan perusahaan gula Tasikmadu. The literary study is review of literatures.dalem Mangkunegaran dan pegawai perusahaan gula Mangkunegaran. PP. (2) The changing process of ownership status Mangkunegaran’s sugar factory post RI independence day was marked by taking over the farming factory of Mangkunegaran by the Government.ac.com/gula-pasir. ABSTRACT The aims of this research are to describe: (1) the background of the building of Mangkunegaran’s sugar factory.uns.D 1946. (2) Proses perubahan status kepemilikan dari perusahaan gula Mangkunegaran pasca kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan melalui kebijakan pengambilalihan perusahaan-perusahaan perkebunan Mangkunegaran oleh pemerintah.id/pengguna. Based on the result of the research was conclude that: (1) The building of Mangkunegaran’s sugar factory was happened after the implementation of the growth of plantation and Agrarische Wet 1870’s. there are implication which can be stated as: (1) The status changing of the ownership of farming factory is a part of the social changing in the farming system that had happened because of Indonesian Republics government policy in post independence day. This is based to the UUD 1945 chapter 33 verse 2 and 3. documents or archives. dan (3) Pengambilalihan perusahaan gula Mangkunegaran berpengaruh besar pada aspek ekonomi “praja”.

Keyword : Perencanaan dan Pengendalian Proses http://digilib. Proses produksi yang berlangsung pada PG Tasikmadu ada beberapa stasiun. dan pengendalian terhadap tenaga kerja. Pada perusahaan proses produksi mempunyai peran yang penting dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Tempat ini merupakan area wisata. pengendalian proses. Penyebab kerusakan yang ketiga yaitu kejernihan pada nira yaitu 86 jam dengan presentase 2. maka diperlukan manajemen yang baik.id/pengguna. maka peneliti memberikan saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan. Foto: Berita Daerah-Sudaryono Agro Wisata Sondrokoro karena mempunyai nilai pendidikan dan sejarah dengan bernuansa . dan untuk mengetahui apa saja yang perlu dikendalikan di stasiun pemurnian dalam proses produksi untuk menjaga kulitas gula supaya tetap memenuhi standar perusahaan.9 %. stasiun penguapan. Mereka seakan tak kenal lelah bermain dan belajar di sini. stasiun pemurnian. Dokomen-dokumen pada giling sebelumnya sebaiknya di simpan. stasiun puteran dan stasiun penyelesaian. Penyebab kerusakan nira pada stasiun pemurnian yaitu pada PP I. supaya tidak menghambat kelancaran proses. Kemudian Untuk penyebab kerusakan terbesar kedua yaitu tidak tercapainya suhu pada PP II.Oleh : Qodarul Laili ABSTRAK PG Tasikmadu merupakan perusahaan yang memproduksi gula pasir. untuk mengetahui proses produksi gula.49 % Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan dari penelitian yang dikemukakan diatas. Apalagi anak-anak. diorganisasi.uns.ac. mesin. yang selalu ditunggu oleh keluarga. diarahkan. sebagai dokumentasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan. PP II dan Clarity.61 %. yaitu stasiun pemerahan. Sebaiknya pengendalian pada stasiun pemurnian perlu di tingkatkan. dari hasil analisis menggunakan diagram pareto maka dapat diambil kesimpulan bahwa Jumlah kerusakan yang paling besar adalah tidak tercapainya suhu pada PPI yaitu 2277 jam dengan presentase 65. bahan pembantu. baik pengendalian bahan baku. diawasi serta dikendalikan. Yaitu 1092 jam dengan presentase 31. Mencatat semua ketidak sesuaian proses khususnya pada setasiun pemurnian untuk dilakukan perbaikan segera dan sebagai dasar dalam proses berikutnya.php?mn=detail&d_id=10311 Namanya adalah Agro Wisata Sondrokoro. stasiun kristalisasi. Perusahaan yang mempunyai manajemen yang baik apabila segala kegiatannya direncanakan. Sesuai dengan masalah yang telah ada maka dilakukan analisis menggunakan diagram pareto untuk mengetahui kerusakan apa saja yang paling sering terjadi pada stasiun pemurnian. mesin-mesin dan tenaga kerja. Adapun hal yang perlu dilakukan proses pemurnian sebelum proses produksi adalah menyiapkan bahan baku. Sehingga pemanasan dapat tercapai. Membersihkan peralatan pada stasiun pemurnian secara rutin supaya kerak nira tidak menghambat proses pemanasan pada PPI dan PPII. dan diagram sebab-akibat untuk mengetahui penyebab dari kerusakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui yang perlu dilakukan pada stasiun pemurnian sebelum proses produksi.

wahana pendidikan . Foto: Berita Daerah-Sudaryono Dengan aset yang telah ada. dan ditempuh 30 menit dari kota Solo. dimana PG Tasikmadu sebagai pabrik gula yang sampai saat ini masih aktif telah dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata yang memiliki nilai sejarah dan pendidikan dimana kita bisda mengetahui tentang proses pembuatan gula. anda bisa menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 15 km dari kota Solo ke arah timur sebelum memasuki kota Karanganyar. keduanya mampu menjadi obyek wisata andalan Kabupaten Karanganyar yang saat ini terus dikembangkan baik dalam hal penataan obyek wisata yang dipetakan menjadi beberapa kelompok yang terpisah antara wahana haritage yang bersifat sejarah .tempo doeloe. Jika anda tertarik mengunjungi tempat ini. Keberadaan tempat ini tidak dapat dipisahkan dengan PG Tasikmadu yang merupakan rangkaian yang tak terpisahkan. . lalu belok kiri menuju PG Tasikmadu Karanganyar. Keduanya dalam satu lokasi yang saling mendukung. mulai dari tanaman tebu hingga proses penggilingan serta pengepakan gula. permainan anak dan penunjang lainnya.

Tak perlu mahal kan untuk menikmati wisata bermanfaat ini? Tunggu apalagi. tahun ini meningkat .-/orang. 4000-7000. anda pun bisa bertamasya dan bisa memilih sendiri wahana yang disuka dengan biaya yang terjangkau.com/budaya/jawa/38157 Target giling PG Tasikmadu. tak hanya rekreasi saat musim giling bulan Mei – Oktober pengunjung bisa belajar dengan menyaksikan proses penggilingan nya ( proses dari tebu menjadi gula ). Mulai dari Rp.-.000. ini merupakan ikon Sondrokoro. 5.Foto: Berita Daerah-Sudaryono Dengan membayar tiket masuk Rp. ajak keluarga anda untuk menikmati agrowisata seru ini. Wahana yang paling disukai adalah sepur tebu . (Sudaryono/DN/bd) http://beritadaerah.

Kamis (14/4). Ikut diarak pula dalam ritual itu dua pohon batang tebu. Ragam Peristiwa. selamatan giling tebu diawali dengan mempersembahkan berbagai macam sesaji. kalau sebelumnya kami mempersembahkan tujuh kepala. Sesajen yang dibawa menggunakan jolen atau joli ini diarak oleh sejumlah pegawai pabrik dan masyarakat sekitar. sebanyak tujuh ekor kepala kerbau dijadikan sesajen. tumpeng. Iringan musik dan berbagai sesajen seperti bubur. sesajen itu dipercaya membawa berkah. Target ini meningkat dibanding musim giling tahun sebelumnya yang total hanya menggiling 3. Padahal pada tahun sebelumnya. Bagi masyarakat sekitar. kali .2 juta kuintal tebu pada musim giling tahun 2011 ini.Dimuat admin Apr 14th.9 juta kuintal tebu.0. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. sesajen kepala kerbau pada selamatan musim giling tahun 2011 ini hanya satu. Tebu bagi masyarakat Tasikmadu telah menjadi tumpuan harapan petani dan keluarga karyawan pabrik gula. Ritual yang lain tetap dilaksanakan sama. Liputan Utama. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selamatan giling tebu diawali dengan arak-arakan budaya. termasuk persembahan kepala kerbau sebagai simbol diawalinya musim giling. 2011 dalam Kategori Breaking news. dan hasil bumi yang lain diarak menuju tempat penggilingan. Dari cairannya yang manis dihasilkan gula yang berarti besar bagi kehidupan mereka. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini prosesi ritual jelang giling Karanganyar (Soloraya Online). “Nggak ada maksud apa-apa. Ribuan warga Karanganyar dan sekitarnya ikut menjadi saksi menyaksikan dari dekat ritual selamatan giling tebu tersebut. satu saja cukup. serta kembang telon. Hanya kepala kerbau yang membedakan. Pabrik Gula (PG) Tasikmadu Karanganyar menargetkan bisa menggiling 4.

untuk kelengkapan sesajen berupa bubur. ritual menjelang dimulainya giling tebu ini digelar dengan maksud untuk “nguri-uri” budaya dan manifestasi doa kepada Tuhan. tumpeng dan kembang telon. Menurut Bambang.ini satu saja kami anggap cukup. sebagai upacara selamatan dan permohonan doa kepada Tuhan YME untuk kelancaran giling tebu dalam proses pembuatan gula kristal". Tebu yang merupakan pasangan Manten Tebu Pria dan Manten Tebu wanita lengkap dengan iringiringan Joli yang terbuat dari anyaman bambu dan hiasan kertas yang dibawa para pegawai pabrik gula. suasana berlangsung meriah tidak ubahnya seperti pesta pernikahan pengantin. Kerbau selama ini dikenal sebagai binatang yang kuat dan tak gampang menyerah di segala medan. Harapannya kegiatan giling tebu yang akan segera dimulai bisa berjalan lancar. Tradisi ini ditandai dengan arak-arakan Temanten (pengantin).com/2011/04/14/target-giling-pg-tasikmadsu-tahun-ini-meningkat/ Ribuan Warga Karanganyar Saksikan Tradisi Selamatan Giling Tebu 2011 Written by Leni Widiya | 15 April 2011 Share KBRN.2 juta kuintal tebu atau . Bambang ucahyo di sela acara ritual. Jum‟at (15/4). * (dit) http://solorayaonline.” ujar Administratur PG Tasikmadu. Kenapa kerbau yang dipilih sebagai sesajen karena mempunyai simbol etos kerja karyawan. ungkap Administratur PG Tasikmadu Karanganyar. Karanganyar : Ribuan warga masyarakat menyaksikan tradisi "Selamatan Giling Tebu Tahun 2011" di Pabrik Gula PG Tasikmadu Karanganyar Jum‟at (15/4). Bambang Sucahyono. "Tradisi ini selalu kami adakan setiap menjelang musim giling. Disebutkan dalam musim giling tahun 2011 ini PG Tasikmadu siap menggiling 4. aman dan proses giling mencapai target.

. Hiburan “jadul” itu memang seperti mengingatkan kembali kenangan masa lalu.rri. Ada juga beberapa hiburan anak-anak semacam komidi putar. Musim giling tebu itu akan dimulai 20 Mei mendatang dan berlangsung selama 135 hari. serta Sragen.0. 2010 dalam Kategori DOKUMENTASI SOLORAYA. Pasar malam yang digelar masyarakat tersebut biasanya bertempat di sekitar lokasi pabrik gula.2 juta kuintal tebu itu akan menghasilkan gula kristal atau ngula pasir sebanyak 307. WISATA BUDAYA. SENI BUDAYA. KLIPING BERITA. Jawa Tengah. es dawet.php/component/content/article/44-index-berita-terbaru/9489-wargakaranganyar-saksikan-tradisi-selamatan-giling-tebu Arak Temanten Tebu Jelang Musim Giling Dimuat Editor Jun 17th. Boyolali. dapat dipastikan hampir semua pabrik gula menggelar serangkaian ritual sakral untuk keselamatan. Puluhan lapak berderet-deret. brondong jagung dan jajan pasar. seperti arum manis. (Sriyanto/Leni/WDA) http://www2.9 juta kuintal tebu. jelas Bambang Sucahyono . Di Karanganyar. menjajakan berbagai makanan khas pasar malam tradisional.co. "Dari 4. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini Menjelang musim giling tebu. Sukoharjo.meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 3. bulan di mana masa panen raya tebu datang. dan tong setan. yang disebut cembengan. Grobogan bahkan dari Kabupaten Semarang. sekitar 15 kilometer arah timur Kota Solo. HEADLINE. Sedangkan tebu yang diling PG tersebut berasal dari Karanganyar sendiri.id/index. Wonogiri.963 kuintal". Sebutan itu sebenarnya merujuk pada keramaian pasar malam yang selalu digelar setiap awal bulan April. pasar malam cembengan menempati sekitar Pabrik Gula (PG) Tasik Madu.

buruh angkut. Mereka datang dengan gembira bersama keluarga. Maka sungguh wajar jika wajah-wajah mereka terlihat sumringah (gembira). Konon. nasi tumpeng. Pada hari pertama. diletakkan di bagian bawah mesin produksi. sebelum akhirnya meletakkannya di ruang mesin produksi di dalam pabrik. pendapatan akan mengalir. Ritual ini digelar untuk memohon keselamatan selama proses penggilingan tebu yang dimulai pada keesokan harinya.Pasar malam tersebut memang sangat kental dengan warna tradisional. telur asin. Arak-arakan sesaji dimulai dari halaman Balai Desa Suruh menuju pabrik gula yang berjarak sekitar 5 kilometer. bermacam sesaji diletakkan di dalam jolen atau joli (semacam tandu kecil) yang dihias dengan kertas warna-warni. Selain tujuh kepala kerbau. Setiap malam. pasar malam yang berlangsung selama dua pekan itu dipadati pengunjung. buruh tebang. Kepala kerbau ini . Namun justru itulah kekuatannya. dan karyawan pabrik. dan hasil bumi. musim panen memang identik dengan musim kebahagiaan. Impian setelah selama satu tahun (periode tanam tebu) akan segera bisa dinikmati. Setelah dilakukan pembacaan doa. anak dan istri. Bermacam sesaji selanjutnya diarak bersama gagar mayang dari dua batang tebu. sesaji tersebut antara lain berupa jenang merah dan putih. Namun sebelum giling tebu. yaitu mengarak atau mengkirab aneka sesaji keliling kampung. dan pasar malam cembengan adalah gambaran perayaan kebahagiaan itu. pihak pabrik gula terlebih dulu menggelar prosesi kirabn sesaji. Sebab sebentar lagi roda ekonomi akan bergerak. atau kirab pengantin tebu yang digelar pihak pabrik gula. terutama tujuh kepala kerbau. lapangan kerja akan terbuka. kinangan (perlengkapan menginang). Sebelum dikirab. Kamis (29/4) pagi. Bagi masyarakat di sekitar pabrik gula. Di PG Tasik Madu. ritual dimulai dengan penebangan dua batang tebu temanten (pengantin). masa seperti sekarang ini adalah masa gembira bagi masyarakat di sekitar pabrik gula. Ya. kegembiraan panen yang kemudian dilanjutkan dengan menggiling tebu itulah yang melahirkan ritual cembengan. ritual cemengan itu sendiri dilakukan selama dua hari. aneka sesaji. para petani tebu. Batang tebu tersebut akan dijadikan sebagai tebu pertama saat dilakukan giling tebu pada keesokan harinya atau Jumat (30/4).

yang nantinya akan menjadi gula. “Entah kebetulan atau tidak. kata Sri harjanto. Keduanya mengenakan topeng Dewi Sri dan Dewa Sadana. sepasang tebu temanten pun didandani layaknya sepasang mempelai.diyakini sebagai penolak bala atau bencana. Atraksi reog menyambut kedatangan tebu temanten dan pengiringnya di halaman pabrik gula. dari rumah dinas kepala tanaman pasangan tebu temanten dikirab bersama 14 pasang tebu pengiring keliling desa. pabrik. ritual ini adalah cara kami memohon keselamatan. disusul kemudian 14 pasang tebu pengirinyanya. Glek! Mesin penggiling pun bergerak. warga mengelu-elukan kirab pengantin. Tahun ini. Hingga akhirnya. penggilingan hingga dengan akhir penggilingan nanti. sebelum memimpin prosesi. dan karyawan pabrik. Ritual cembengan tersebut konon juga berkaitan dengan hasil produksi gula. Syukuran ini bertujuan agar prosesi giling tebu berjalan lancer. Ritual untuk memohon keselamatan selama masa giling tebu dipimpin Administratur PG Tasik Madu Sri Harjanto. Soal pemeilihan nama tebu temanten itu. pasangan temanten yang “dinikahkan” adalah pasangan Bagus Wijaya dan Raden Roro Sri Rejeki dari varietas tebu PS 864. Tentu saja. “Sepasang tebu temanten ini sebagai simbol adanya tebu lanang (laki-laki) atau tebu yang berasal dari daerah lain. Kami juga memohon kepada Tuhan agar hasil giling tebu nantinya bisa bermanfaat bagi petani. dulu pabrik gula ini pernah tidak melakukan cembengan. musim giling tebu barangkali menjadi musim yang paling ditunggu. angkut. sekaligus membawa berkah bagi karyawan dan warga sekitar pabrik.” kata Sri Harjanto.” ungkap Sri Harjanto. serta tebu wadon (wanita) yang ditanam sendiri oleh pabrik gula Tasik Madu PG sendiri. karyawan pabrik gula. Maka. sungguh sangat berarti kehidupan mereka. Begitu arak-arakan pengantin memasuki ruang giling. Selain batang tebunya dipilih yang paling baik dan memiliki rendemen tinggi. Malam sebelum proses giling pertama. sehingga diperlakukan secara khusus dan khas. mulai menggilas dan melumat batang-batang tebu. kami menggelar pentas wayang kulit semalam suntuk. Dari sepanjang pinggir jalan. yaitu prosesi kirab tebu temanten. karyawan. dan orangorang di sekitar pabrik. yaitu menggunakan nasi tumpeng dan perlengkapan lainnya. sekaligus mengakhiri ritual cembengan di PG tasik Madu. dan masyarakat sekitar. Sri Harjanto menambahkan syukuran atau selamatan ini dilakukan seperti syukuran yang dilakukan oleh masyarakat. lalu hasil produksi gula menurun. mengandung harapan agar kelak gula yang dihasilkan nantinya berlimpah dan kualitasnya bersih. Tebu telah menjadi tumpuan harapan para petani. “Yang mengikuti syukuran atau selamatan ini adalah para pekerja kebun tebu. yang diambil dari Kebun Sroyo di Kebakkramat dan Kebun Wonolopo. Tebu Temanten Puncak ritual cembengan berlangsung pada keesokan harinya. menuju besaran atau rumah dinas administratur pabrik gula. mulai awal tebang. Tasikmadu. Lambang kemakmuran masyarakat agraris.(Ganug Nugroho Adi) . sehingga tidak terjadi sesuatu yang buruk selama musim giling. Begitulah. Tapia pa pun. sepasang temanten tebu kemudian diletakkan di atas mesin giling.” terang dia. Karanganyar. tebu yang menjadi pengantin merupakan tebu pilihan. tak ubahnya pasangan pengantin manusia. Air manis dari tebu yang digiling. Jumat (30/4) pagi. Bergeraknya mesin giling itu pun menandai dimulainya proses giling tebu hingga 100 hari mendatang.

Flying Fox.Popularity: 1% [?] http://kabarsoloraya. Panjat Dinding. Kolam Renang. Dunia Kreasi. Ruang Metting. Griya Resto. Monumen Giling. Fasilitas yang ditawarkan di Agro Wisata Sondokoro Tasikmadu ini adalah Tour keliling Pabrik Gula dengan naik lokomotif. Museum Mesin Gula museum gula . Graha Sondokoro.com/2010/06/17/1693/ Agro Wisata Sondokoro Spoor Uap Agrowisata Sondokoro Terletak diantara jalan raya Solo dan Karanganyar desa Ngijo kecamatan Tasikmadu. Jalan Refleksi. Live Music. Jembatan Gantung. Lapangan Tennis.

Disini anda dapat melihat bekas-bekas mesin yang dahulu digunakan dalam pembuatan gula di pabrik ini karena terletak di area taman, jadi tempat ini sangat nyaman untuk bersantai dan berfoto Sejarah Singkat Sondokoro SONDOKORO sebenarnya adalah nama desa yang dulu konon cerita berasal dari nama Kyai Sondo dan Kyai Koro yang bertarung 40 hari 40 malam demi mendapatkan menantu bagi anak gadis mereka yang sama-sama mencintai Tumenggung Joyo Lelono. Namun pertarungan tersebut berakhir imbang tanpa ada yang menang ataupun kalah di karenakan mereka berasal dari satu perguruan yang sama. Kemudian oleh penduduk setempat tempat tersebut di namai SONDOKORO yang di ambil dari nama Kyai Sondo dan Kyai Koro, yang petilasannya dapat dilihat di lokasi Jalan Refleksi yang berada di Wahana SRI WIDOWATI, yang diambil dari nama anak gadis Kyai Sondo. Agrowisata SONDOKORO memulai kegiatannya pada tahun 2005 yang dahulu hanya berupa pabrik gula, yang berkapasitas 31.000 TCD dan sangat tertutup untuk kepentingan umum. pada tahun tersebut terbentuk pemikiran membuka diri dengan wisata Agro dan industri Gula yang bernuansa tempoe Doeloe. Agrowisata SONDOKORO meliputi wisata Spoor Teboe, Spoor Sakarosa, Spoor Gula yang melintasi kawasan sekeliling dan kebun tebu sekitar Pabrik Gula Tasikmadu, dilengkapi dengan beragam fasilitas permainan untuk dewasa dan anak dan juga berbagai wahana kesehatan. Kami juga melengkapi dengan fasilitas Edukasi yaitu Wisata Pendidikan dan Wisata Pabrik untuk melihat proses pembuatan gula beserta Instalasinya.

http://kabaena.forumplatinum.com/t2969-obyek-wisata-tawangmangu-candi-sukuh-argowisatasondokoro

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROSES PRODUKSI DI PTP NUSANTARA IX (PERSERO) PABRIK GULA TASIKMADU KARANGANYAR Oleh : Lisa Indriastuti

Tujuan penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui perencanaaan dan pengendalian proses produksi. Tujuan dari perencanaan dan pengawasan produksi adalah mengusahakan agar barang jadi hasil proses produksi itu tepat sesuai dengan kebutuhan langganan dengan memperhatikan kualitas dan harganya. Sesuai dengan masalah yang telah ditetapkan yaitu Bagaimana perencanaan proses produksi dan Bagaimana efektifitas pengendalian proses produksi pada PG. Tasikmadu, maka dilakukan analisis mengenai perencanaan proses produksi, kemudian Diagram Pareto untuk mengetahui kerusakan apa saja yang paling sering terjadi pada produk yang dihasilkan, Diagram Sebab-Akibat untuk mengetahui penyebab dari kerusakan. Analisis pareto kerusakan tertinggi pada jenis kerikil yaitu sebesar 4.623,50 atau 95 % kemudian pada jenis debu sebesar 243.00 atau 5% dari semua jumlah kerusakan. Penyebabnya antara lain peralatan yang kurang seksama, kurangnya kontrol pada mesin, bahan baku yang kurang baik untuk diproduksi dan konsentrasi tenaga kerja yang

menurun. Berdasarkan pembahasan analisis data dan kesimpulan hasil penelitian yang dikemukakan diatas, maka peneliti memberikan saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak perusahaan untuk menentukan langkah lebih lanjut mengenai pengendalian kualitas. Agar perusahaan meninjau kembali mengenai perencanaan yang telah dibuat mengingat masih banyak kesalahan dari manajemen mulai dari bahan baku, tenaga kerja, alat bantu proses, urutan proses dengan cara membuat, mengganti atau menambah langkah-langkah yang perlu dibuat dan dilakukan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan.

http://digilib.uns.ac.id/pengguna.php?mn=detail&d_id=1696

Paradigma Baru bagi Limbah
Reply

Topic List < Prev Topic | Next Topic >

< Prev Message | Next Message >

Kompas - Rabu, 12 Juli 2000 Paradigma Baru bagi Limbah TIGA tahun yang lalu, limbah pabrik gula masih menjadi masalah besar bagi PG Tasikmadu di Solo. Kecuali tetes tebu yang sudah lama dimanfaatkan untuk pembuatan ethanol dan bahan pembuatan monosodium glutamate (MSG/salah satu bahan untuk membuat bumbu masak), beraneka limbah dalam proses produksi gula seperti blothong, abu, dan ampas tebu terbuang percuma. Bahkan untuk buangan limbahnya pun menimbulkan pencemaran lingkungan, sehingga PG mesti keluar biaya Rp 200 juta setahun. Di luar limbah pabrik itu, tanaman tebu menghasilkan limbah pula sejak masa tanam hingga penebangan. Daun tebu kering yang disebut klethekan, pucuk tebu hingga sogolan (pangkal tebu); menimbulkan kesulitan tersendiri untuk membuangnya. Padahal semua itu bisa dimanfaatkan, dan punya nilai ekonomis pula. "Lebih tepat menyebut limbah-segala limbah dalam suatu proses produksi pertanian-sebagai hasil samping produksi, yang belum dimanfaatkan karena belum diketahui manfaatnya," kata Ir Suharto MS, seorang pakar kompos. Ia menunjuk jerami atau batang padi yang lebih banyak terbuang pada saat panen padi, kecuali dibakar untuk "pupuk" di sawah, atau pakan ternak. Padahal jumlahnya luar biasa banyak dan sebagai bahan organik, jerami juga amat bagus untuk pembuatan pupuk kompos. Sejak 1998, PG Tasikmadu mengolah hasil limbah produksinya seperti blothong, abu, tetes, dan ampas, dicampur kotoran hewan,

menjadi pupuk kompos unggul (fine compost) yang punya nilai tinggi. Tasikmadu sudah mengantungi untung Rp 8 milyar dari bahan yang semula limbah ini. Limbah tebu yang lain seperti pucuk tebu segera akan berubah menjadi produk yang mendatangkan keuntungan ekstra. Pucuk tebu bisa diolah jadi pakan ternak (sapi), dengan harga antara Rp 300-Rp 400 per kg. Harga ekspor 0,5 dollar AS. Selain peternak dalam negeri, pasar ekspor pun siap menerima produk pakan ternak dari pucuk tebu ini. Jumlah limbah pucuk tebu ini mencapai 15 persen dari total tanaman, ditambah sogolan dua persen. Sementara ampas tebu diserap untuk bahan pembuatan kertas oleh pabrik kertas. "Tetapi kami belum siap untuk memproduksi pakan ternak. Mungkin mulai tahun 2001 nanti," kata Administratur PG Tasikmadu, Soeparno DS. Ia menyayangkan, kebutuhan akan modal terbentur oleh birokrasi di PTP Nusantara IX (Jateng) yang masih menerapkan manajemen konservatif. Soeparno melukiskan, prospek usaha pembuatan pupuk kompos dan pakan ternak sangat cerah, dan pasar nyaris "tak terbatas". Untuk tambahan modal usahanya itu pihaknya membutuhkan dana segar Rp 5 milyar. Untuk itu PG Tasikmadu siap bekerjasama dengan pihak ketiga. Asisten Ahli Menteri Pertanian Ir Erwin Soetirto menyebutkan, diversifikasi usaha seperti yang dilakukan PG Tasikmadu itu merupakan bisnis baru yang patut memperoleh dukungan. Ia menjanjikan akan mempertemukan PG Tasikmadu dengan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) yang akan siap menyerap produk pakan ternak. *** SELAIN industri gula (tebu), industri perkebunan besar lain sebenarnya memiliki potensi yang kurang lebih sama, seperti perkebunan kelapa sawit, kakao (cokelat). Pengelola perkebunan-perkebunan itu selama ini kesulitan membuang limbahnya yang jumlahnya amat banyak. "Perkebunan kakao di Inderagiri Hulu, Riau (Sumatera) setiap hari membuang kulit, daging buah serta kulit biji kakao. Jumlahnya sangat banyak sampai membentuk gunung tinggi, sehingga menimbulkan masalah lingkungan sendiri," cerita Ir Suharto. Limbah kakao itu sebenarnya mengandung protein yang lumayan. Atas sarannya, limbah tersebut oleh pengelolanya PT Tri Bhakti Sari Mas diolah menjadi pakan ternak sebagai pengganti rumput. Caranya, limbah kakao itu difermentasikan, dan hasilnya bisa menjadi subtitusi rumput yang aman bagi ternak. Perusahaan tersebut kemudian juga membuka usaha peternakan sapi dengan memanfaatkan limbah kakao sebagai pakan ternak. Jumlah sapinya sekarang mencapai 4.000 ekor. Begitu pula dalam perkebunan kelapa sawit. Selama ini banyak cangkang kelapa sawit yang terbuang, padahal jumlah limbah ini setiap hari teramat banyak. Setiap tandan sawit, 60 persennya kosong, dan ini menjadi limbah yang

.menimbulkan pencemaran udara karena asap. bisa dijadikan kompos untuk pemupukan tanaman sawit. One of the methods for eliminating imported sugar namely to identified sugar industry efficiency especially carbonatization sugar industry using Data Envelopment Analysis (DEA). Dengan demikian terjadi siklus alam yang tak terputus. There are three sugar factories. using carbonatization process. have lowly efficiency score and need input multiplier or reallocation in using input from peer unit. Dari setiap produk limbah cangkang sawit ini. increasing in sugar price and imported sugar. Jakarta ABSTRACT Highly government intervention caused crucial Indonesian sugar market structure. high cost economy. Kompos dari bahan sawit ini telah diproduksi menjadi komplet-vit (pelet). (asa) http://groups. dengan memanfaatkan limbah bungkil sawit ditambah kotoran sapi.yahoo. bahkan mulai dilirik oleh pengusaha perkebunan sawit di Malaysia. more over in the beginning of trade liberalization. Mereka siap mengimpor kompos sawit dari Riau ini. Sedangkan untuk pembuatan kompos. Begitu pula perkebunan kelapa sawit tidak hanya menjual CPO (crude palm oil)." paparnya. Increased sugar import either legal or illegal must be concerned because international sugar market is thin market and also sugar industry is capital intensive. DEA calculates relative efficiency to peer unit namely sugar factories in which have highly efficiency score. 12 persennya bisa menjadi pakan ternak (sapi). setelah diproses. tetapi juga menghasilkan sapi dan pakan ternak. Dan sisanya.com/group/mmaipb/message/4346 JURNAL 01 EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA VICTOR SIAGIAN 21/10/2010 abdulrahman2009 No comments EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA VICTOR SIAGIAN Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. "Jadi usaha perkebunan cokelat sekarang tidak lagi hanya mengandalkan produk dari biji cokelat. This condition stimulated low productivity. tetapi juga peternakan sapi.

Relative Efficiency. 2001). Akhir-akhir ini. sementara industri gula nasional merupakan industri yang padat karya.per kilogram yang cukup tinggi sehingga mendorong masuknya gula impor ilegal.. sehingga hasilnya minim. bukan disebabkan oleh peningkatan produktivitas (Sekretariat Dewan Gula. 700. akan tetapi lambat sekali dalam periode awal 1990-an. dan setelah tahun 1994 produksi gula nasional terus menurun. sejumlah besar pabrik gula (PG) di Jawa menghadapi kesulitan . akan terancam kelangsungan produksi gula dalam negeri. Peningkatan produksi gula adalah disebabkan oleh perluasan areal tanaman tebu. Kekuatan produsen gula domestik dapat dipahami karena harga pasar gula impor lebih rendah dari harga gula produksi domestik. Kondisi ini mengakibatkan daya saing gula dalam negeri menurun. Sebanyak 44 pabrik gula di Indonesia terancam bangkrut. Legal and Illegal Import. Thin Market. Peluang masuknya gula impor karena produksi gula nasional mencapai 3. 550. Staf pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Para petani tebu hanya memiliki dua pilihan. Tingginya intervensi pemerintah menyebabkan berbagai masalah dalam struktur pasar gula Indonesia yang pada akhirnya mendorong rendahnya peningkatan produktivitas. maka pasokan tebu ke pabrik gula akan anjlok yang mengakibatkan pabrik gula dapat ditutup.2 sampai 3. tingginya harga gula di tingkat konsumen serta meningkatnya impor gula. 14 September 2002). jika krisis industri gula tidak tertangani. Pemicu rendahnya suplai bahan baku ini karena petani tertarik menanam tebu akibat merosotnya nilai ekonomisnya (Harian Kompas. Petani akan membongkar kebun tebu dan beralih ke tanaman lain atau mereka akan membiarkan tanaman tebu yang ada tanpa perawatan. Sugar Market Structure. DEA. Produksi gula nasional pernah meningkat relatif cepat dalam periode 1980-an. Victor Siagian. Peer Unit. Situasi demikian akan membawa industri gula pada situasi krisis karena pabrik gula mengalami kesulitan pasokan tebu. Kondisi ini dapat menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah besar. Salah satu upaya untuk menghadapi ancaman gula impor adalah mengkaji industri gula dalam negeri. Isu tersebut merebak karena dihadapkan kepada kekuatan pihak produsen gula domestik. Selain itu tarif bea masuk gula putih (White Sugar) Rp. Hal ini terjadi karena masuknya gula impor sehingga gula dalam negeri tidak dapat bersaing (Harian Kompas. khususnya petani tebu. Menurut Statistik Impor.perkilogram dan gula mentah (Raw Sugar) Rp.. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. 10 September 2002).Keywords : Government Intervention. Produksi gula nasional semakin menurun selama beberapa tahun terakhir. apalagi dengan semakin meningkatnya arus liberalisasi perdagangan.5 juta ton setahun. PENDAHULUAN Latar Belakang Motivasi studi ini berkaitan dengan maraknya isu mengenai pro-kontra impor produk pertanian khususnya gula. Badan Pusat Statistik 2000. Apabila langkah ini dilakukan. Meningkatnya impor gula patut diwaspadai mengingat pasar internasional gula termasuk pasar yang tipis (Thin Market). Gula impor legal dan ilegal yang masuk ke pasar telah menekan harga gula produksi dalam negeri. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan gula di dalam negeri.

1996 dan Sekretariat Dewan Gula. dan meningkatnya permintaan gula di lain pihak.3 persen menjadi 62. yaitu dari 20. 1998. Selain faktor produktivitas. Kondisi ini bisa menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah yang besar. 1999). dan diperkirakan akan semakin memberatkan perekonomian nasional dalam kondisi rupiah yang mengalami depresiasi yang cukup tinggi sekarang ini.al. pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara.9 persen. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya efisiensi pabrik gula adalah : (1) pabrik yang sudah tua. hal ini dilihat dari menurunnya Hari Giling serta meningkatnya Jam Berhenti Giling yang disebabkan oleh kekurangan bahan baku. melemahnya lingkup kendali (span of control) dan skala ekonomi (PSE dan P3GI. kendala utama yang dihadapi pabrik gula saat ini adalah : . Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan di dalam negeri. Tampaknya program Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) yang diimplementasikan selama ini telah mempersulit perkembangan industri gula nasional yang efisien. (3) kapasitas giling yang kurang dari 2. Badan Pusat Statistik. salah satu langkah yang perlu ditempuh dalam pembangunan industri gula adalah melalui peningkatan efisiensi pabrik gula. Peningkatan efisiensi perlu terus diupayakan untuk memantapkan daya saing komoditas gula. Kegagalan peningkatan produksi gula di satu pihak.6 persen atau meningkat dengan laju 7. Prabowo.9 persen/tahun. (2) harigiling yang belum optimal. Menurut P3GI (1997).000 ton tebu per hari dan (4) jam berhenti giling yang tinggi. pengembangan tebu di lahan kering yang semakin meluas memunculkan masalah baru seperti meningkatnya biaya pengangkutan tebu ke pabrik. petani akan beralih kepada komoditas lain.al. Dalam periode 1980-1990 proporsi areal tebu lahan kering meningkat dengan laju 11.al (1987) mengemukakan bahwa industri gula Indonesia tidak memiliki keunggulan komparatif dan tanpa penjatahan areal. 1987). Rosengrant et. (Soentoro et. Dengan demikian impor gula menguras devisa negara cukup besar. Kesemuanya ini akan memperlemah keunggulan komparatif pengembangan tebu di lahan tegalan yang akhirnya akan memberikan dampak secara agregat. Menurut Statistik Impor. Kategori tanaman tebu kepras (ratoon) meningkat dari 31. Menurut Sekretariat Dewan Gula Indonesia (2001). telah mendorong pemerintah untuk meningkatkan impor gula pasir. Tebu rakyat nantinya diperkirakan akan berkembang pada wilayah yang secara tradisional telah mengenalnya seperti di Pati dan Malang Selatan.dalam penyediaan bahan baku tebu.3 persen/tahun. Hasil studi PSE dan P3GI (1996) menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan struktur pertanaman dan katagori tanaman tebu yang berlangsung sejak awal tahun delapan puluhan. 1996). Pengembangan industri gula untuk tujuan substitusi impor dan promosi ekspor tidak memiliki daya saing (Rosegrant et. Kondisi PG yang telah tua dan kesulitan tebang dan angkut telah mempengaruhi rendemen dan kualitas tebu. sehingga biaya produksi gula lebih mahal (Sawit.9 persen menjadi 48. 1997). Dengan demikian peranan tebu kepras dan tebu lahan kering menjadi semakin penting dalam penentuan keunggulan komparatif industri gula secara keseluruhan.

sehingga harga pokok per unit hasil masih mahal. 1997). Penentuan skala ekonomi dengan fungsi biaya dapat dibaca pada Christiansen dan Green (1976) dan Binswanger (1974). Fungsi produksi yang banyak dipergunakan adalah fungsi produksi Cobb-douglass. dan Linvill. Simatupang. Ini merupakan suatu kemajuan dibandingkan dengan penelitian lainnya yang mempergunakan fungsi rata-rata. . Pengembangan lahan tebu mengarah ke lahan kering sehingga biaya angkut tebu meningkat. Mutu bahan baku belum optimal sehingga biaya produksi pabrik gula tidak efisien. Fungsi keuntungan Cobbdouglass adalah salah satu bentuk khusus dan fungsi translog (Simatupang. M. 1987. Kesulitan memperoleh lahan. Jumlah produksi gula kurang dari 250. dari US International Trade Commission Office of Economics disertai Ferrier. Penelitian tentang efisiensi teknis dapat dibaca pada Simatupang dan Mewa (1987) dan Dewa (1996). 5.D. Setelah mengemukakan kriteria pokok efisiensi pabrik gula sebagaimana diuraikan di atas.(1) rendahnya kualitas bahan baku. Kapasitas giling masih banyak yang dibawah 2000 ton tebu per hari. masing-masing dari Departemen Ekonomi Universitas Arkansas pada tahun 1994. 1986. 1987). yaitu : 1. terdapat lima kriteria pokok yang dapat dijadikan pedoman awal untuk menentukan tidak efisiennya suatu pabrik gula. Contoh penggunaan fungsi produksi dapat dilihat pada Sawit (1985). efisiensi pabrik gula yang diteliti meliputi efisiensi teknis. Penelitian tentang efisiensi pabrik gula di India dilakukan oleh Ferrantino. 4. Suryana. Menurut P3GI (1997). fungsi keuntungan ini banyak memiliki kelemahan (Chand and Kaul. Namun fungsi keuntungan Cobb-Douglass ini lebih mudah dalam penerapan secara empiris. Dengan alat analisa ini hampir semua parameter yang berkaitan langsung dengan produksi dapat diperoleh. efisiensi harga dan efisiensi alokatif dengan menggunakan pendekatan nonstocastik-nonparametric production dan cost frontiers yang diestimasi dengan metode linear programming. 1987). terdapat aspek-aspek yang erat kaitannya dengan biaya produksi gula yaitu : (1) produksi gula. (2) rendahnya kapasitas sebagian pabrik serta rendahnya efisiensi pabrik (tingginya jam berhenti dan (3) tingginya biaya produksi.B. Oleh karena itulah ia lebih banyak digunakan. 3. Simatupang (1988) mengemuka-kan akhir-akhir ini analisa yang banyak dipakai dalam penelitian ekonomi produksi adalah fungsi keuntungan. kedua penelitian tersebut mempergunakan fungsi produksi frontier. 2. Fungsi ini terkenal kesederhanaannya. Berbagai efisiensi alokatif dapat dibaca pada Pakpahan (1982) dan Sugianto (1985).J. Berdasarkan lima kriteria pokok tersebut terdapat indikasi bahwa efisiensi pabrik gula Indonesia masih rendah khususnya pabrik gula milik BUMN yang dapat disebabkan karena biaya produksi gula belum efisien (Sekretariat Dewan Gula Indonesia. Karena sifatnya yang banyak batasan.000 kwintal per tahun. G. C. Jenis fungsi keuntungan yang banyak dipakai dalam penelitian adalah fungsi Cobbgotglass dan translog.

Perumusan Masalah Efisiensi merupakan salah satu indikator kinerja unit kegiatan ekonomi dalam industri gula agar dapat bersaing dengan gula impor. perumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dikemukakan. dan (4) liberalisasi perdagangan. sudah efisien ? 2. METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan latar belakang. khususnya industri gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu pabrik gula Tasik Madu. Dewan Gula Indonesia (DGI). perlu diketahui apakah industri gula domestik di masa mendatang masih dapat diharapkan untuk dipertahankan eksistensinya. sebagai data sekunder.(2) produksi tebu. (2) Data dan Sumberdata. dalam bagian ini akan diuraikan : (1) Obyek penelitian. (3) impor gula. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. Mengukur efisiensi relatif pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi di Indonesia. 2. Untuk maksud tersebut. Data dan Sumber Data Data diperoleh dari Pusat Penelitian Industri Gula (P3GI). (3) Variabel Penelitian dan (4) Metode Analisis. Sehubungan dengan itu. Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. Apakah industri gula di Indonesia. masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan dalam kajian efesiensi relatif antar pabrik-pabrik gula yang . Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi sebagai Unit-unit Kegiatan Ekonomi (UKE). Kantor Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Urusan Logistik. Pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi mana yang efisien ? Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Data mengenai input – output pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi tahun 2002. Asosiasi Gula Indonesia (AGI). Rejoagung Baru. Mengidentifikasi alokasi input yang sudah dan belum efisien dan cara mengatasinya dalam pengelolaan pabrik gula di Indonesia. Gondang Baru. Alokasi input mana dalam pengelolaan pabrik gula yang sudah dan belum efisien ? 3.

Produksi Gula (Q1. Bobot tersebut memiliki sifat : (1) tidak bernilai negatif. maka setiap UKE akan memiliki seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut.menggunakan proses karbonatasi yaitu: 1. efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya (total weight output/total weighted input). Jumlah bahan bakar (X2. 1000Rp) Metode Analisis Penelitian ini menggunakan alat analisis DEA (Data Envelopment Analysis). 1000Rp) h. ton) b. Secara umum UKE akan menetapkan bobot yang tinggi untuk input yang penggunaannya sedikit dan untuk output yang dapat diproduksi dengan banyak. 1000Rp) 2. Biaya tenaga kerja (CX3. 1000Rp) c. kg) d. Biaya Management (Z1. dan setiap input dan outputnya memiliki biaya per unit serta harga jual per unit. maka perusahaan tersebut akan berusaha menggunakan sedikit mungkin input yang biaya per unitnya termahal dan berusaha memproduksi sebanyak mungkin output yang harga jualnya tertinggi. Penerimaan gula (TRQ1. melainkan sebagai penentu untuk memaksimumkan efisiensi dari suatu UKE. Komponen Input a. dan (2) bersifat universal. efisiensi relatif suatu UKE adalah efisiensi suatu UKE dibanding dengan UKE lain dalam sampel (sekelompok UKE yang saling diperbandingkan) yang menggunakan jenis input dan output yang sama. dimana penggabungan input dan output tersebut tidak mungkin dilakukan. Biaya Penyusutan (Z2. Jumlah tebu giling (X1. ton) b. Jumlah Tenaga kerja (X3. Komponen Output a. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu unit kegiatan ekonomi (yang selanjutnya disingkat UKE) yang menggunakan banyak input dan banyak output. Data Envelopment Analysis (DEA) dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial dan regresi berganda. 1000Rp) g. Inti dari DEA adalah menentukan bobot (weights) atau timbangan untuk setiap input dan output UKE. artinya setiap UKE dalam sampel harus dapat menggunakan seperanagkat bobot yang sama untuk mengevaluasi rasionya (total weighted output / total weighted input ≤ 1). Setiap unit kegiatan ekonomi (UKE) yaitu setiap pabrik gula diukur efisiensi relatifnya. Biaya bahan bakar (CX2. karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan kombinasi output yang berbeda pula. orang) f. Untuk mengukur efisiensi industri digunakan alat analisis DEA. Sebagai gambaran jika suatu UKE merupakan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan (profit-maximizing firm). DEA berasumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimalkan rasio efisiensinya (maximum total weighted output/total weighted input). 1000Rp) e. Biaya tebu giling ( CX1. Bobot-bobot tersebut bukan merupakan nilai ekonomis dari input dan outputnya. Produksi Tetes (Q2. ton) d. Dalam DEA. 1000Rp) c. Penerimaan tetes (TRQ2. DEA memiliki beberapa .

Sehingga seorang manajer tidak hanya mengetahui UKE yang tidak efisien. Pertama. Ketiga.nilai manajerimal. sehingga UKE hipotesis tersebut akan memiliki efisiensi yang sempurna jika menggunakan bobot input dan bobot output dari UKE yang tidak efisien. jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi<100%). Karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan output yang berbeda pula. maka setiap UKE akan memilih seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. tetapi ia juga mengetahui seberapa besar tingkat input dan output harus disesuaikan agar dapat memiliki efisiensi yang tinggi. Keterbatasan DEA 1. DEA mensyaratkan semua input dan output harus spesifik dan dapat diukur. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. Pendekatan tersebut memberi arah strategis bagi manajer untuk meningkatkan efisiensi suatu UKE yang tidak efisien melalui pengenalan terhadap input yang terlalu banyak digunakan serta output yang produksinya terlalu rendah. Bersifat Universal Metode DEA memiliki asumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimumkan rasio efisiensinya. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. 2000). relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. efisiensi = 100%) dan seperangkat angka pengganda (multipliers) yang dapat digunakan oleh manajer untuk menyusun strategi perbaikan. Angka efisiensi ini memungkinkan seorang analis untuk mengenali UKE yang paling membutuhkan perhatian dan merencanakan tindakan perbaikan bagi UKE yang tidak / kurang efisien. . Kedua. Analisis efisiensi silang dapat membantu seorang manajer untuk mengenali UKE yang efisien tetapi menggunakan kombinasi input dan menghasilkan kombinasi output yang sangat berbeda dengan UKE yang lain (PAU-SE UGM. DEA menunjukkan sejumlah UKE yang memiliki efisiensi sempurna (100%). Nilai Manajerial DEA 1. Efisiensi silang UKE A terhadap UKE B merupakan rasio dari output tertimbang dibagi input tertimbang yang dihitung dengan menggunakan tingkat input dan output UKE A dan bobot input dan output UKE B. Jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi < 100%). Dalam DEA efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya. Informasi tersebut memungkinkan seorang analis membuat UKE hipotesis yang menggunakan input yang lebih sedikit dan menghasilkan output yang paling tidak sama atau lebih banyak dibanding UKE yang tidak efisien. DEA dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial maupun regresi berganda. Tidak bernilai negatif b. 3. DEA menunjukkan sejumlah UKE yang memiliki efisiensi sempurna (efficient reference set. Inti dari DEA adalah menentukan bobot yang memiliki sifat: a. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) yang menggunakan banyak input maupun output. Konsep Dasar Data Envelopment Analysis (DEA) Data Envelopment Analysis (DEA) adalah pengembangan programasi linier yang didasarkan pada teknik pengukuran kinerja relatif dari sekelompok unit input dan output. 2. DEA menyediakan matriks efisiensi silang.

Dalam analisis DEA pada dasarnya ada tiga tahapan yang dilakukan yaitu : 1.2. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan. penelitian ini dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. Dalam tabel ini akan ditunjukkan nilai aktual dan target yang harus dicapai dari setiap input maupun setiap output. 3. Efisiensi ditunjukkan dengan nilai optimal dari fungsi tujuan yang dikembangkan dari Linear Programming (LP). Table of Target Values Analisis ini digunakan untuk menentukan berapa persen efisiensi sudah terjadi untuk setiap UKE baik dari setiap struktur input maupun struktur output. Sebaliknya jika nilai antara aktual dengan target tidak sama maka efisiensi belum tercapai. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis DEA terhadap Efisiensi UKE Indusri Gula yang Menggunakan proses karbonatasi Penggunaan Input dan Perolehan Output Perbandingan secara kasar tingkat efisiensi antar pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi dapat dilihat dari rasio antara biaya yang dikeluarkan dengan penerimaan yang diperoleh. Terdapat dua pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi yang memiliki tingkat skor efisiensi paling tinggi yaitu Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. Table of Efficiencies (Radial) Analisis ini menunjukkan Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) mana yang paling efisien. Hal ini diakibatkan oleh hubungan adanya hubungan positif antara penerimaan dengan keuntungan dan hubungan negatif antar biaya dengan keuntungan. Pabrik-pabrik gula yang efisiensi relatifnya masih rendah dapat ditingkatkan efisiensinya melalui multiplier input dari pabrik acuannya. Table of Peer Units Tabel ini digunakan untuk menentukan jika suatu UKE tidak efisien maka akan ditunjukkan bagaimana cara mencapai tingkat efisiensi (mencapai angka 100) dengan melihat peer (UKE yang menjadi acuan / pedoman untuk mencapai tingkat efisiensi). 2. 2. Nilai fungsi tujuan 100 (100%) berarti bahwa UKE tersebut efisien sementara yang kurang dari 100 berarti tidak efisien. 3. 4. Dalam bentuk dasarnya DEA berasumsi adanya Constrant Return To Scale (CRTS). Semakin kecil rasio biaya dengan penerimaan mengindikasikan bahwa proses produksi berjalan semakin efisien dan berlaku sebaliknya. Bobot input dan output yang dihasilkan oleh DEA tidak dapat diinterpretasikan dalam nilai ekonomi. Jika besarnya nilai aktual sudah sama dengan nilai targetnya maka efisiensi untuk setiap input atau output sudah terjadi. DEA berasumsi bahwa setiap unit input atau output identik dengan unit lain dalam tipe yang sama. Sehingga semakin tinggi tingkat penerimaan dengan biaya semakin kecil akan berdampak pada peningkatan perolehan keuntungan perusahaan. .

Journal of Political Economics. Rencana Operasional Pemecahan Permasalahan Industri Gula di Indonesia. J..A. Pabrik-pabrik gula yang skor efisiensinya rendah. D. Amer. Simatupang P. 2000. R. Kasryno. Chand. Bogor. and J. 2. Jakarta.S. Pakpahan. memiliki alokasi penggunaan seluruh input yang belum optimal. 84:655-676. PAU Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada. ________. 1974. Sekretariat Dewan Gula Indonesia 1997.S. “Economic of Scale in U. Agr. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. 1987. Monitoring dan Analisa Prospek Industri Gula di Jawa. F. Dua Puluh Dua Tahun Program TRI di Jawa. C. Bogor.H. “The Measurement of Total Factor Productivity Growth using Production Frontier : A Case of Irrigated Rice Farming in West Java”. 1987. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 7:1-16.3. 1998. IFTRI. Washington D. Green. Christensen. Prabowo. H. Statistik Impor.L. L. Price and Investment Policies in the Indonesian Food Crop Sector. Pusat Penelitian Agro Ekonomi.R. 1996. 68:162-164. Efisiensi Teknis Usahatani Kubis di Desa Galagah. Agr. Institusi yang terkait dengan pengelolaan industri gula segera menindaklanjuti upaya peningkatan efisiensi pabrik-pabrik gula di Indonesia. 2000. A. 56 : 377-386. PSE dan P3GI Buku II.. Simatupang. Dewa. 2001. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. and W. Pusat Penelitian Perusahaan Perkebunan Gula Indonesia (P3GI).S. Data Envelopment Analysis. Sawit. “A Cost Function Approach to the Measurement of Elasticities of Factor Demand and Elasticities of Distribution”. 1997. Saerfudin.C. Departeman Pertanian. L.. M. Realokasi penggunaan input untuk pabrik-pabrik gula yang belum efisien agar segera dilakukan. 16 ______. Econ. Kaul. 1982.W. Rosegrant. “A Note on the Use of the Cobb-Douglass Profit Function”.A. Agro Ekonometrika XXVIII (1): 37-56. Produksi Gula Nasional. and CASER Bogor. Center for Policy and Implementation Studies (CPIS). Analisis Fungsi Produksi Usahatani untuk Menunjang Pengembangan Daerah Aliran Sungai Cimanuk. PSE dan P3GI. Fungsi Keuntungan : Landasan Teori dan Terapannya. dan Mewa. Jurnal Agro Ekonomi 15:1-19. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. Saran 1. Binswanger.H. P. 1986. Jurnal Agro Ekonomi 1 : 28-49. Electric Power Generator”. Mimeo. Dinamika Ekonomi Tebu Rakyat dan Industri Gula Indonesia. 1996. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1980-1997. 1996. 1988. 1987. . 1976. K. Studi Panel Petani Tebu. M. Penentuan Ekonomi Skala Usaha dengan Fungsi Keuntungan : Landasan Teoritis dengan Contoh Fungsi Cobb-Douglass dan Translog. Sumatera Barat. Rasahan and Y.P. Gonzales. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Amer J. Econ. Jurnal Agro Ekonomi.

“Production Efficiency of Cauliflower (Brassica Oleracca var Botrytys) at Ciarutan. “Keterbatasan Fungsi Cobb-Douglass dalam Pendugaan Elastisitas Permintaan Input”. flying fox. Sugianto. Usaha Tani dan Tebu Rakyat Intensifikasi di Jawa. N. A. Ali. panggung hiburan dan setelah penat pengunjung dapat meningmati lezatnya makanan di resto Sondokoro.doen.. Indarto dan A. Lorri Bader yang sarat dengan mistis.H. West Java. P.S. M.Soentoro.mercubuana.ac.blog.com/detail. T. Di lokasi tersebut pengunjung juga dapat rileks di tempat refleksi.promojateng-pemprovjateng.. Pabrik gula ini dibangun pada zaman pemerintahan KPAA Mangkunegaran IV. Kremoon yakni gerbong kereta yang digunakan oleh Mangkunegaran IV untuk meninjau perkebunan tebu. kolam renang. 1985. Di pabrik itu banyak terdapat peninggalan Raja Mangkunegaran IV di antaranya. Jurnal Agro Ekonomi 6 : 19-28 http://industri09abdul.M. Suryana. Suharno dan A. Selain banyak peninggalan masa lampau yang dapat dilihat pengunjung juga bisa menikmati lingkungan pabrik dengan menumpang kereta lorri atau membuat proses pembuatan gula. Indonesia”.. Rachman. http://www.id/2010/10/21/efisiensi-unit-unit-kegiatan-ekonomiindustri-gula-yang-menggunakan-proses-karbonatasi-di-indonesia-victor-siagian/ Agrowisata Sondokoro Sondokoro di kompleks Pabik Gula Tasikmadu Karanganyar yang dikembangkan menjadi suatu objek wisata. dan Loko Doen Masyarakat di sekitar pabrik menamakan Loko Doen karena apabila loko tersebut datang selalu berbunyi peluit doen. Jurnal Agro Ekonomi 4 : 27-39.php?id=896 . Dalam Ekonomi Gula di Indonesia Disunting oleh Sawit. 1987. 1999. Penerbit Institut Pertanian Bogor.

indosiar. Setelah dilakukan pembacaan doa aneka sesaji diletakkan disejumlah tempat didalam pabrik terutama di deretan mesin giling. Arak . Ritual ini merupakan tradisi yang sudah berumur sekitar 150 tahun peninggalan Pakubowono ke X Kasunanan Surakarta. Ikut diarak dalam ritual ini adalah gagar mayang dari dua batang pohon tebu. termasuk delapan kepala kerbau sebagai simbol penolak bencana atau bala. Sesaji dibawa dengan menggunakan jolen atau joli yang dibuat dari bambu kertas hias diusung warga secara bergantian. Ritual ini digelar untuk memohon keselamatan selama proses penggilingan tebu yang dimulai hari Jum'at (25/4/08) ini. Salah satunya yang digelar oleh warga Desa Boron.com/ragam/69553/ritual-cembengan-tandaidatangnya-musim-giling-tebu . antara lain berbagai jenis bubur. Ritual menjelang giling tebu ini ditandai dengan mengarak bermacam sesaji. Karanganyar . Kabupaten Karanganyar.macam sesaji disiapkan untuk diarak dalam ritual ini. kembang telon serta delapan kepala kerbau yang merupakan simbol kekuatan untuk menolak bencana atau bala.Indonesia dikenal memiliki beragam budaya.Ritual Cembengan. Jawa Tengah yang menggelar ritual cembengan. Tandai Datangnya Musim Giling Tebu indosiar. Bermacam . Giling tebu di pabrik gula Tasik Madu ini akan berlangsung hingga seratus hari mendatang. tumpeng dan hasil bumi.arakan sesaji ini dimulai dari halaman Balai Desa Boron menuju pabrik gula Tasik Madu yang berjarak sekitar 5 kilometer.com. (Ganuk Nugroho Adi/Dv/Sup/Ijs) http://www. Kecamatan Tasik Madu.

 Upacara tasikmadu OLEH MAKSUMNURFAUZAN • 6 BULAN LALU Suatu acara yang dilakukan secara turun temurun guna mengawali proses penggilingan gula di tasikmadu karangayar .

Jawa Tengah. maka tak mengherankan kalau bahan bakarnya pun kayu. yakni dari Mei sampai Oktober. Mereka akan melihat langsung mesin-mesin penggilingan tebu yang sampai saat ini masih digunakan untuk memproses tebu menjadi gula. Jika datang tepat waktu penggilingan tebu. tak perlu khawatir.000 per orang. Selain mengunjungi pabrik gula. Harga tiketnya pun hanya Rp 3. para pengunjung tetap diizinkan masuk dan berkeliling pabrik.eu/0/video/Tebu/GQt2XbfFzgc.recettes-de-cuisine. Masih ada sisa-sisa romantisme masa lalu yang bisa dinikmati. bagi mereka yang datang tidak pada waktu itu. Sebuah lori tebu kuno di lokasi wisata ini telah disiapkan untuk mengantar wisatawan berkeliling lokasi wisata.000 per orang. Jawa Tengah. 5 Desember 2007 Ingin merasakan romantisme masa lalu di kebun tebu? Datang saja ke tempat agrowisata Sondokoro yang terletak di Kabupaten Karanganyar. Wisatawan akan diajak berkeliling pabrik gula Tasikmadu dengan menggunakan kereta wisata Spoor Teboe yang sudah sangat kuno. pengunjung juga bisa menikmati keindahan taman dan berbagai permainan. Kereta ini buatan Jerman pada abad ke-20. Sejumlah petugas juga siap mengantar dan menjelaskan kepada para pengunjung mengenai berbagai proses pembuatan gula. Tempat yang semula hanya ada bangunan pabrik gula Tasikmadu milik PTP Nusantara (persero) IX itu kini ditambah dengan fasilitas wisata yang cukup menarik. . Namun. wisatawan bisa melihat secara langsung proses penggilingan tebu. wisatawan juga akan disuguhi minuman segar dari sari tebu yang banyak dijajakan di kawasan itu. hanya Rp 8. Sangat murah untuk bisa kembali ke masa lalu. Mulai dari upacara kirab "tebu manten" atau yang dikenal dengan sebutan "cembengan" hingga proses penggilingan dengan mesin-mesin peninggalan zaman Belanda. gerbong yang diangkut dengan lokomotif berwarna hijau ini sengaja dibuat seperti layaknya kereta kelinci. Di lokasi wisata ini Anda akan diperlihatkan proses pembuatan gula dari awal hingga selesai. Selain akan membawa Anda menikmati pemandangan indah.http://fotokita. sehingga wisatawan bisa menikmati secara langsung pemandangan di sekitar pabrik tebu Tasikmadu. mungkin bisa menjadi pilihan untuk berlibur. Meski proses produksi sedang berlangsung. lori ini juga mengantar Anda ke area pabrik gula Tasikmadu. di pabrik gula PG Tasikmadu.net/foto/130606886910_0034208/upacara--tasikmadu A-Z Cara Membuat Gula Pasir Lokasi Wisata Sondokoro. Dan bila datang tepat waktunya. Mulai dari penghancuran tebu dalam penggilingan besar hingga gula benar-benar siap untuk dipasarkan. saat sinder-sinder Belanda berkeliling kebun tebu dengan kudanya. Berbeda dengan kereta kuno di Ambarawa. -- http://videos. Karanganyar. Sejumlah kendaraan kuno pun ditampilkan di lokasi wisata ini untuk menambah daya tarik juga menambah pengetahuan. Wisatawan yang datang akan diajak berwisata dengan melihat dan merasakan kembali apa yang dilakukan pekerja-pekerja di kebun tebu puluhan tahun lalu. Harga masuk ke lokasi wisata ini relatif murah.html Agrowisata Sondokoro Naik Kereta Kuno Keliling Kebun Tebu Tasikmadu Rabu.

com/news.000 pengunjung datang ke sini. . (Endang Kusumastuti) http://www.html?id=188010 AGROWISATA SONDOKORO BAB 1 PENDAHULUAN A.Wisata dengan lokomotif yang dibuat sekitar tahun 1920-an ini dimulai dari Spoor Teboe Stasion Remise. Latar Belakang Sesuai visi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah suatu perusahaan agro busines dan agro industri yang tangguh dan berkembang yang berwawasan lingkungan. Ada juga arena yang menggunakan bagian-bagian kereta pengangkut tebu yang sudah tidak terpakai. Fasilitas yang disediakan juga lumayan lengkap. Wisatawan yang datang ke lokasi tersebut langsung disambut dengan bangunan kuno pabrik tebu peninggalan Belanda lengkap dengan pohon-pohon yang rindang serta udara yang masih sejuk. ini sangat mudah dijangkau. kawasan ini dipadati oleh rombongan anak-anak sekolah TK maupun SD. "Musim liburan dan akhir pekan tempat ini selalu dipadati pengunjung. Wisatawan diajak melihat bengkel lokomotif penarik tebu yang saat ini telah diubah menjadi museum kereta. Di Agrosiwata Sondokoro ini tidak hanya disuguhkan perjalanan masa lalu di kebun tebu. Lokasi Agrowisata Sondokoro yang terletak di Desa Ngijo. pengunjung harus menaiki jembatan tali yang cukup tinggi. dimana PG Tasikmadu adalah salah satu dari delapan PG ( Sub Unit) Devisi Tanaman Semusim dari PTP NUSANTARA IX dengan lokasi tepatnya di Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Megantoro.suarakarya-online. lantas berkeliling di kawasan pabrik gula Tasikmadu yang dikelilingi kebun tebu. mulai dari flying frog hingga jembatan tali. Dari pusat Kota Solo hanya berjarak 15 kilometer ke arah timur atau arah ke Karanganyar. Fasilitas yang cukup menarik adalah rumah yang terletak di atas sebuah pohon sangat rindang. tetapi ada juga arena outbound yang baik untuk anak-anak. Kereta tebu atau yang disebut juga lori itu terus merambat pelan dengan kecepatan kurang dari 10 km per jam hingga akhir perjalanan. mengikuti jejak pendahulunya PG Tasikmadu sudah semenjak satu tahun yang lalu diresmikan AGROWISATA SONDOKORO akan semakin memperkaya asset wisata diwilayah propinsi Jawa Tengah bagian selatan. Dengan fasilitas yang disediakan itu. Bahkan saat libur Lebaran kemarin." ujar Manajer Agrowisata Sondokoro. tak mengherankan jika setiap hari Sabtu dan Minggu. Pasalnya. Berbagai kereta kuno juga tampak dipamerkan di sana. sebanyak 7. Kecamatan Tasikmadu. Program Agrowisata telah dicanangkan di lingkungan PTP NUSANTARA IX (PERSERO) seperti telah diresmikannya agrowisata di PG Pangka Slawi dan agrowisata di PG Gondang Baru Klaten yang sudah berkembang. Untuk naik ke atas rumah pohon itu memang dibutuhkan keberanian yang cukup.

hampir tidak ada yang ahli dalam mengelola pariwisata. yang pada mulanya masyarakat umum hanya merasakan manisnya gula namun sekarang semakin banyak pengunjung melalui jalur sekolah . Demikian halnya dengan peninggalan masa lalu yang mempunyai nilai historis tinggi yang setiap tahun dilaksanakan yaitu suatu upacara selamatan giling yang berlangsung pada waktu selama kurang lebih satu bulan sebelum pabrik mulai melaksanakan proses produksi (giling) secara umum dinamakan cembengan sudah menjadi kebiasan masyarakat umum ikut menyaksikan dan meramaikan suasana dan menimbulkan kesan tradisi sosial yang sangat menguntungkan bagi lingkungan baik untuk pedagang maupun penyelenggara hiburan dan mainan baik untuk anak-anak. sehingga perlu mencetak kader-kader untuk menangani dan mengembangkan agrowisata . remaja dan orang tua. seperti menjadi indikator sangat makmurnya masyarakat lingkungan . Dibukanya AGROWISATA SONDOKORO menambah luasnya wawasan llingkungan mengenai teknologi proses produksi pembuatan gula dari tebu.Selama ini PTPN IX (PERSERO) hanya memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni dalam mengelola budidaya perkebunan dan hampir. Selama tidak lebih dalam waktu satu bulan sudah menimbulkan terjadinya peredaran uang yang sangat berlebihan.

Semoga dengan ridho Allah SWT AGROWISATA SONDOKORO akan menambah manfaat yang sangat berarti. selain menikmati suasana lingkungan pabrik dengan mempergunakan sepoor tebu juga dapat melihat langsung dari dekat proses produksi dari awal tebu yang dibawa dari kebun digiling sampai menjadi gula pasir yang sudah bisa dikonsumsi. mengandung arti bahwa dengan melalui suatu keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan. Agrobisnes dan agrowisata juga sejalan dengan program INTANPARI yang dicanangkan Pemkab Karanganyar adalah program sinergi antara Industri. . semua akan mampu mempertahankan kelestarian pabrik ini untuk kepentingan masyarakat pada umumnya juga karyawan serta keluarganya. Pertanian dan Pariwisata. ulama. pujangga sekaligus ahli ekonomi dengan hati yang bening mampu menatap jauh kedepan. sehingga perlu diangkat kembali sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global . Seperti kisah yang melegenda dimasyarakat tentang dua tokoh ulama yang sama-sama berilmu tinggi Kyai Sondo dan Kyai Koro. keberadaanya akan dapat tumbuh berkembang dengan baik. Potensi Agrowisata Sondokoro Agrowisata Sondokoro tepatnya berlokasi dilingkungan emplasmen PG Tasikmadu dengan luas lahan kurang lebih 10 Ha. dengan petuahnya pada saat itu yang tak lekang oleh jaman adalah:”Pabrik iki openono. pada kawasan dahulu kala nama Desa Sondokoro adalah kawasan yang mempunyai potensi yang subur. baik untuk masyarakat lingkungan maupun karyawan dan keluarganya. KGPAA Mangkunegoro IV adalah seorang raja jawa. Tujuan Visi dan misi utama dibukanya Agrowisata Sondokoro ini untuk menggali keunggulan potensi wisata dalam mendukung revitalisasi dan profitisasi core business PG Tasikmadu.murid-murid dari TK sampai perguruan tinggi dan juga turis asing. kinaryo papan pangupo jiwane kawulo dasih”. sehingga menambah profit perusahaan dan akan dikenang sepanjang masa seperti keberadaan PG Tasikmadu yang telah menjalankan proses produksi semenjak tahun 1817 yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegoro IV. C. sanadyan ora nyugihi nanging nguripi. B. Selain seperti tersebut diatas juga memperkenalkan Wisata Edukasi adalah salah satu misi yang diemban guna memberikan pemahaman kepada generasi penerus tentang teknologi gula melalui budi daya tanaman tebu yang pernah mengalami masa kejayaan ditahun tujuh puluhan. yang namanya diabadikan untuk sebuah desa yaitu Sondokoro.

.

waktu tempuh perjalanan wisata Spoor Teboe kurang lebih 1. sehingga wisatawan yang sudah pernah datang .Gerbong penumpang ada 2 buah.5 jam .karena jalan dibuat secara khusus dengan penataan batu-batu sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi seperti pijat refleksi. • Jalan refleksi. sehingga diharapkan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hiburan melalui obyek wisata juga dapat secara gratis menjaga kesehatan sambil berjalan dijalan refleksi. Kegiatan berwiraswasta adalah kegiatan untuk mendapatkan penyegaran baik jasmani maupun rokhani. setiap gerbong mempunyai fasilitas tempat duduk sebanyak 32 kursi. Diketahui secara seksama bahwa kesehatan mempunyai nilai yang tak terhingga atau mahal harganya. Selain usaha menarik wisatawan untuk sarana hiburan dan mainan terdapat pula sarana untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yaitu sarana berupa jalan refleksi .

.

• Kolam Renang Pada lokasi yang sama sebelum memasuki areal jalan refleksi terdapat pula kolam renang anak-anak.berkunjung akan selalu mengenang dan akan datang kembali untuk dapat juga megajak keluarganya secara rutin. . pengunjung terutama anak-anak dapat menikmati dengan bergembira dan saling bercanda ria bermainmain dalam kolang renang.

Rumah pohon. dan Flying Fox Fasilitas bermain anak-anak yang berumur diatas 7 tahun dapat menikmati suatu permainan yang sudah mempunyai sifat agak menantang dimana anak-anak dapat berjalan pada jembatan gantung. Dunia anak adalah dunia bermain sehingga orang tua sadar kwajibannya untuk selalu memperhatikan kesenangan anak-anak . Anak-anak yang masih berumur 4-6 tahun akan merasa bergembira dan senang. • Jembatan gantung.• Taman Bermain Anak-anak. Jembatan gantung sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga anak-anak selain bermain juga akan merasakan suatu kelebihan yaitu suatu keberanian karena sudah berani dan menikmati berjalan dijembatan gantung. Ketinggian jembatan gantung dari awal dari permukaan tanah (0 m) sepanjang 130 m dengan ketinggian ada 20 m dari permukaan tanah dan pada tempat . serata bercandaria karena disediakan pula arena bermain yaitu dengan mengendarai mobil kecil dengan tenaga bateray yang bisa berjalan dengan kecepatan rendah dengan mengelilingi kolam ikan atau yang ada disekitar kolam renang.

pemberhentian sebagai tempat istirahat ada 2 buah yang dinamakan rumah pohon. Diantara kedua rumah pohon terdapat flyingfox atau suatu luncuran dengan kawat sling dengan diameter 16 mm dimana peluncur akan diberi suatu alat yang mengait pada sling dan turun meluncur dengan cepat kebawah. anak-anak pemberani akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dan merupakan uji keberanian setelah sampai dipermukaan tanah. .

Sambil menikmati gagahnya loko uap terbayang betapa hebatnya dahulu kala sebelum ada sarana angkutan truck seperti saat sekarang ini. serta satu lagi berada disebelah lapangan tennis . dengan loko uap tersebut pada saat itu dapat menarik lori yang berisi tebu seberat 30 ton sebanyak . Wisatawan akan merasa kagum dan terpesona karena Agrowisata Sondokoro mempunyai ciri khusus.• Monumen mesin-mesin peralatan dan Loko uap PG Tasikmadu. Selain itu juga terdapat dua buah monumen loko uap terpampang dengan gagahnya . dan loko uap satu lagi berada dipintu gerbang selatan. Salah satu diantaranya terletak disebelah utara dimana wisatawan yang melalui pintu gerbang utara pertama kali dipandang adalah monumen loko uap. terdapat beberapa bekas peralatan mesin-mesin gilingan yang sangat besar ditata dan diatur sedemian rupa sehingga sangat elok dan mempesona dipandang mata. pada lokasi disebelah utara Rumah Dinas Administratur (Besaran).

palem.20-30 lori ditarik dari kebun ke PG Tasikmadu menempuh perjalanan baik siang maupun malam hari sejauh 2-30 km. antorium.com/doc/24451443/tugas-kuL-1 Hal. Potensi Pertanian Sesuai progam INTANPARI dari Pemkab Karanganyar bahwa PG Tasikmadu selain melaksanakan program pariwisata terdapat pula program dari sub sektor pertanian selain budidaya tanaman tebu juga terdapat pengembanga hortikultura antara lain adalah tanaman hias dan sayuran.anaknya bermain dikolam renang dapat menikmati indahnya tanaman tomat chery yang berasal dari kota Malang dalam green house atau rumah kaca. http://www.1  . Wisatawan yang memasuki areal Graha Sondokoro sambil menunggu anak. sansivera. sikas. dan berbagai jenis tanaman buah seperti jeruk. terdapat pula tanaman hias yang dapat diperjual belikan dengan harga yang sangat memadai. srirejeki (aglonema).scribd. rambutan. adenium. 1.Beberapa macam tanaman yang tersedia antara lain berbagai jenis anggrek. suklir. B. mangga.

dimana PG Tasikmadu adalah salah satu dari delapan PG ( Sub Unit) Devisi Tanaman Semusim dari PTP NUSANTARA IX dengan lokasi tepatnya di Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. sehingga perlu mencetak kader-kader untuk menangani dan mengembangkan agrowisata . mengikuti jejak pendahulunya PG Tasikmadu sudah semenjak satu tahun yang lalu diresmikan AGROWISATA SONDOKORO akan semakin memperkaya asset wisata diwilayah propinsi Jawa Tengah bagian selatan. Demikian halnya dengan peninggalan masa lalu yang mempunyai nilai historis tinggi yang setiap tahun dilaksanakan yaitu suatu upacara selamatan giling yang berlangsung pada waktu selama kurang lebih satu bulan sebelum pabrik mulai melaksanakan proses produksi (giling) secara umum dinamakan cembengan sudah menjadi kebiasan masyarakat umum ikut menyaksikan dan meramaikan suasana dan menimbulkan kesan tradisi sosial yang sangat menguntungkan bagi lingkungan baik Hal. Latar Belakang Sesuai visi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah suatu perusahaan agro busines dan agro industri yang tangguh dan berkembang yang berwawasan lingkungan. Selama tidak lebih dalam waktu satu bulan sudah menimbulkan terjadinya peredaran uang yang sangat berlebihan. Selama ini PTPN IX (PERSERO) hanya memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni dalam mengelola budidaya perkebunan dan hampir. Program Agrowisata telah dicanangkan di lingkungan PTP NUSANTARA IX (PERSERO) seperti telah diresmikannya agrowisata di PG Pangka Slawi dan agrowisata di PG Gondang Baru Klaten yang sudah berkembang. remaja dan orang tua. seperti menjadi indikator sangat makmurnya masyarakat lingkungan .2 tuk pedagang maupun penyelenggara hiburan dan mainan baik untuk anak-anak. selain menikmati suasana lingkungan . yang pada mulanya masyarakat umum hanya merasakan manisnya gula namun sekarang semakin banyak pengunjung melalui jalur sekolah murid-murid dari TK sampai perguruan tinggi dan juga turis asing. Dibukanya AGROWISATA SONDOKORO menambah luasnya wawasan llingkungan mengenai teknologi proses produksi pembuatan gula dari tebu.AGROWISATA SONDOKORO BAB 1 PENDAHULUAN A.hampir tidak ada yang ahli dalam mengelola pariwisata.

pada kawasan dahulu kala nama Desa Sondokoro adalah kawasan yang mempunyai potensi yang subur. kinaryo papan pangupo jiwane kawulo dasih”. KGPAA Mangkunegoro IV adalah seorang raja jawa.pabrik dengan mempergunakan sepoor tebu juga dapat melihat langsung dari dekat proses produksi dari awal tebu yang dibawa dari kebun digiling sampai menjadi gula pasir yang sudah bisa dikonsumsi. Seperti kisah yang melegenda dimasyarakat tentang dua tokoh ulama yang sama-sama berilmu tinggi Kyai Sondo dan Kyai Koro. B. Pertanian dan Pariwisata. ulama. Agrobisnes dan agrowisata juga sejalan dengan program INTANPARI yang dicanangkan Pemkab Karanganyar adalah program sinergi antara Industri. C. pujangga sekaligus ahli ekonomi dengan hati yang bening mampu menatap jauh kedepan. keberadaanya akan dapat tumbuh berkembang dengan baik. yang namanya diabadikan untuk sebuah desa yaitu Sondokoro. Semoga dengan ridho Allah SWT AGROWISATA SONDOKORO akan menambah manfaat yang sangat berarti. Tujuan Visi dan misi utama dibukanya Agrowisata Sondokoro ini untuk menggali keunggulan potensi wisata dalam mendukung revitalisasi dan profitisasi core business PG Tasikmadu. semua akan mampu mempertahankan kelestarian pabrik ini untuk kepentingan masyarakat pada umumnya juga karyawan serta keluarganya. 4 . Selain seperti tersebut diatas juga memperkenalkan Wisata Edukasi adalah salah satu misi yang diemban guna memberikan pemahaman kepada generasi penerus tentang teknologi gula melalui budi daya tanaman tebu yang pernah mengalami masa kejayaan ditahun tujuh puluhan. Potensi Agrowisata Sondokoro Agrowisata Sondokoro tepatnya berlokasi dilingkungan emplasmen PG Tasikmadu dengan luas lahan kurang lebih 10 Ha. baik untuk masyarakat lingkungan maupun karyawan dan keluarganya. dengan petuahnya pada saat itu yang tak lekang oleh jaman adalah:”Pabrik iki openono. Hal. sanadyan ora nyugihi nanging nguripi. Hal. 3 sehingga menambah profit perusahaan dan akan dikenang sepanjang masa seperti keberadaan PG Tasikmadu yang telah menjalankan proses produksi semenjak tahun 1817 yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegoro IV. sehingga perlu diangkat kembali sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global . mengandung arti bahwa dengan melalui suatu keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan.

gudang gula. selain itu apabila wisatawan mengengok arah timur pada saat pagi hari dapat melihat dengan jelas keelokan dan kemegahan dan asrinya pemandangan gunung Lawu yang berada diarah sebelah timur dari PG Tasikmadu. setiap gerbong mempunyai fasilitas tempat duduk sebanyak 32 kursi. gerbong antik berjalan karena ditarik oleh loko uap dimana loko uap tersebut tertera buatan tahun 1912. monumen peralatan mesin-mesin. resto pancingan. gudang pupuk.Mengharapkan hasil produksi gula yang melimpah bagai “Danau Semanis Gula Madu” maka dinamai Pabrik Goela Tasikmadoe. Wisatawan akan merasa kagum dan bangga karena selain menikmati perjalanan diwilayah seputar PG Tasikmadu yang pada mulanya sebelum diresmikanya Agrowisata Sondokoro hanya dapat melihat saja namun sekarang sudah secara terbuka untuk wisatwan. balai pertemuan (soositeit). 5 BAB 2 ISI A. yang terdapat di Agrowisata Sondokoro dimana wisatawan dapat merasakan dan menikmati sambil menumpang gerbong yang kondisinya selain bersih juga unik sambil mendengarkan suara alunan musik yang merdu. monumen loko. waktu tempuh perjalanan wisata Spoor Teboe kurang lebih 1. yang dapat dinikmati pengunjung atau wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri diantaranya terdapat antara lain: • Wisata Spoor Teboe. graha ratu lesung dan taman monumen PTPN IX. lapangan tennis. homestay. sejalan dengan perubahan nama desa. jembatan gantung. pertokoan koperasi. 6  Gerbong penumpang ada 2 buah. homestay.taman bermain anak-anak. garasi. perumahan dinas. Hal.5 jam . Sekolah TK. Route perjalanan Spoor Mini juga akan melewati lingkungan halaman PG Tasikmadu dengan melewati beberapa sarana antara lain Rumah dinas Administratur (Besaran). cafe. Potensi Wisata Diobyek Agrowisata Sondokoro terdapat beberapa sarana hiburan dan mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi dan berbeda dengan obyek wisata yang pernah ada di Indonesia. Hal. sehingga wisatawan dapat melihat secara jelas dan dapat menambah pengetahuan mengenai perkembangan pergulaan di PG Tasikmadu secara gamblang. Merupakan salah satu obyek unggulan diantara beberapa obyek wisata yang lain. perkantoran.

Selain usaha menarik wisatawan untuk sarana hiburan dan mainan terdapat pula sarana untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yaitu sarana berupa jalan refleksi . Kegiatan berwiraswasta adalah kegiatan untuk mendapatkan penyegaran baik jasmani maupun rokhani.karena jalan dibuat secara khusus dengan penataan batu-batu sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi seperti pijat refleksi.• Jalan refleksi. sehingga wisatawan yang sudah pernah datang Hal. sehingga diharapkan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hiburan melalui obyek wisata juga dapat secara gratis menjaga kesehatan sambil berjalan dijalan refleksi. Diketahui secara seksama bahwa kesehatan mempunyai nilai yang tak terhingga atau mahal harganya. 7  .

pengunjung terutama anak-anak dapat menikmati dengan bergembira dan saling bercanda ria bermainmain dalam kolang renang.berkunjung akan selalu mengenang dan akan datang kembali untuk dapat juga megajak keluarganya secara rutin. Hal. 8  . • Kolam Renang Pada lokasi yang sama sebelum memasuki areal jalan refleksi terdapat pula kolam renang anak-anak.

9  . serata bercandaria karena disediakan pula arena bermain yaitu dengan mengendarai mobil kecil dengan tenaga bateray yang bisa berjalan dengan kecepatan rendah dengan mengelilingi kolam ikan atau yang ada disekitar kolam renang. Rumah pohon.• Taman Bermain Anak-anak. Dunia anak adalah dunia bermain sehingga orang tua sadar kwajibannya untuk selalu memperhatikan kesenangan anak-anak . Ketinggian jembatan gantung dari awal dari permukaan tanah (0 m) sepanjang 130 m dengan ketinggian ada 20 m dari permukaan tanah dan pada tempat hal. • Jembatan gantung. Anak-anak yang masih berumur 4-6 tahun akan merasa bergembira dan senang. dan Flying Fox Fasilitas bermain anak-anak yang berumur diatas 7 tahun dapat menikmati suatu permainan yang sudah mempunyai sifat agak menantang dimana anak-anak dapat berjalan pada jembatan gantung. Jembatan gantung sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga anak-anak selain bermain juga akan merasakan suatu kelebihan yaitu suatu keberanian karena sudah berani dan menikmati berjalan dijembatan gantung.

10  . anak-anak pemberani akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dan merupakan uji keberanian setelah sampai dipermukaan tanah. Hal.pemberhentian sebagai tempat istirahat ada 2 buah yang dinamakan rumah pohon. Diantara kedua rumah pohon terdapat flyingfox atau suatu luncuran dengan kawat sling dengan diameter 16 mm dimana peluncur akan diberi suatu alat yang mengait pada sling dan turun meluncur dengan cepat kebawah.

Sambil menikmati gagahnya loko uap terbayang betapa hebatnya dahulu kala sebelum ada sarana angkutan truck seperti saat sekarang ini. 11  . Wisatawan akan merasa kagum dan terpesona karena Agrowisata Sondokoro mempunyai ciri khusus. serta satu lagi berada disebelah lapangan tennis . pada lokasi disebelah utara Rumah Dinas Administratur (Besaran). dan loko uap satu lagi berada dipintu gerbang selatan. Selain itu juga terdapat dua buah monumen loko uap terpampang dengan gagahnya . terdapat beberapa bekas peralatan mesin-mesin gilingan yang sangat besar ditata dan diatur sedemian rupa sehingga sangat elok dan mempesona dipandang mata. Salah satu diantaranya terletak disebelah utara dimana wisatawan yang melalui pintu gerbang utara pertama kali dipandang adalah monumen loko uap. dengan loko uap tersebut pada saat itu dapat menarik lori yang berisi tebu seberat 30 ton sebanyak Hal.Monumen mesin-mesin peralatan dan Loko uap PG Tasikmadu.

Wisatawan yang memasuki areal Graha Sondokoro sambil menunggu anak. sansivera. B. adenium. mangga. palem. terdapat pula tanaman hias yang dapat diperjual belikan dengan harga yang sangat memadai. 12 . 1. rambutan. antorium.Beberapa macam tanaman yang tersedia antara lain berbagai jenis anggrek. Hal. suklir. dan berbagai jenis tanaman buah seperti jeruk.20-30 lori ditarik dari kebun ke PG Tasikmadu menempuh perjalanan baik siang maupun malam hari sejauh 2-30 km. Potensi Pertanian Sesuai progam INTANPARI dari Pemkab Karanganyar bahwa PG Tasikmadu selain melaksanakan program pariwisata terdapat pula program dari sub sektor pertanian selain budidaya tanaman tebu juga terdapat pengembanga hortikultura antara lain adalah tanaman hias dan sayuran.anaknya bermain dikolam renang dapat menikmati indahnya tanaman tomat chery yang berasal dari kota Malang dalam green house atau rumah kaca. srirejeki (aglonema). sikas.

Kantor pusat Direksi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) di Jalan Rongowarsito no 164 Sala . Terletak disebelah selatan Graha Sondokoro ditanam berbagai varietas unggul yang bermaksud dapat diketahui bersama oleh wisatawan yang berkunjung bahwa saat ini varietas unggul tersebut dibudidayakan diwilayah kerja PG Tasikmadu .2. tahan kepras. POTENSI INDUSTRI PG Tasikmadu didirikan pada tahun 1817 oleh KGPAA Mangkunegoro IV berbasis industri gula yang merupakan salah satu diantara sembilan bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari . Varietas unggul tersebut mempunyai ciri produktifitas tinggi. . Varietas tebu. hal. Pada tahun 2007 akan direhab sistem proses dari semula sistem karbonatasi menjadi sulfitasi. 13  Semenjak rehab pada tahun 1989 kapasitas giling eklusif menjadi 3500 tcd (ton cane per day) . tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Varietas unggul tersebut anatara lain: PS 864. PS 921. PS 951 C.

dan yang ketiga TRMd (Tebu Rakyat Mandiri) adalah petani mengusahakan budidaya tanaman tebu dengan mempergunakan biaya dan saprodi secara mandiri. Pada saat hasil samping ampas berlimpah dapat dibutuhkan oleh pabrik jamur. Dalam bidang industri sudah dapat terangkum sedemikian rinci dan detail baik pada produksi utama dan produksi hasil samping. Hasil samping yang lain ada yang namanya ampas yaitu suatu hasil samping kering dari kulit tebu bisa dipergunakan kembali untuk bahan bakar ketel. diharapkan wisatawan yang berkunjung juga dapat mengetahui wawasan mengenai pergulaan. bahan bakar loko uap. dan bahan penyedap masakan (ajinomoto). Pada pola TRKm B dan TRMd kemitraannya antara PG Tasikmadu dan petani sesuai ketentuan bersama merupakan hasil kesepakatan dan tertuang dalam SK Mentan adalah dengan mempergunakan sistem bagi hasil . bahan baku tebu diproses produksi di PG Tasikmadu.Pola tatatanam saat sekarang mempergunakan sistem pola antara lain yang pertama TRKm A (Tebu Rakyat Kemitraan pola A) dimana PG Tasikmadu mengusahakan budidaya tanaman tebu dengan menyewa lahan milik petani. PG Tasikmadu selain memproduksi gula pasir sebagai hasil utama dan juga meproduksi hasil samping yaitu berupa tetes dan produksi tetes pada tahun 2006 sebanyak 11. Sarana dan Prasarana Penunjang Argowisata Sondokoro adalah diversifikasi dari PG Tasikmadu yang sesuai dengan misi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah mengusahakan agrobisnis dan agro industri yang tangguh dan berkembang . Hasil samping yang lain adalah yang blotong dapat dipergunakan sebagai pupuk kompos dan blotong tersebut juga banyak sekali dibutuhkan oleh masyarakat untuk bahan penimbun tanah sebagai dasar bangunan. . Hal. 14  Hasil samping tetes ini dipergunakan antara lain untuk dijadikan spiritus.000 ton . pabrik kertas . Pola kedua adalah TRKm B (Tebu Rakyat Kemitraan pola B) merupakan system kemitraan antara petani pemilik lahan dan PG Tasikmadu sebagai avalis berfungsi mengolah bahan baku berupa tebu melalui proses produksi dihasilkan gula pasir. D.

Digraha Sondokoro juga disediakan penjualan berbagai macam souvenir sebagi kenang-kenangan antara lain miniatur loko terbuat dari kayu. Beberapa sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan antara lain: • Graha Sondokoro Sebagai kantor pusat Agrowisata Sondokoro terdapat berbagai informasi mengenai PG Tasikmadu dari peninggalan alat-alat perkantoran pada jaman dahulu sebagai museum perkantoran. gula pasir dan lain lain. kaos . Hal. sampai dengan perkembangan terakhir mengenai pergulaan serta terdapat pula informasi jadwal kegiatan event-event tertentu yang berhubungan dengan agrowisata.Diharapkan wisatawan akan selalu bertambah jumlahnya setiap berkunjung dan menikmati lingkungan emplasmen PG Tasikmadu karena sudah tersedia beberapa sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan untuk wisatawan atau pengunjung. 15  • Tempat Ibadah . topi.

Bagi umat muslim yang akan melakukan ibadah ada Masjid Nurul Huda yang berkapasitas 250 orang dan ada beberapa mushola antara lain berada di Graha Sondokoro, di Resto pancingan dan di home stay.

Lapangan tennis, Lapangan volly ball, gedung badminton. Sebagai sarana olahraga dimana wisatawan yang berkehendak untuk melakukan kegiatan olah raga merupakan suatu paket yang dapat diperoleh oleh wisatawan .

Gedung pertemuan (Sositeit). Mempunyai kapasitas sebanyak 500 orang dapat dipergunakan untuk suatu pertemuan atau rapat .

Resto pancingan Sondokoro

Hal. 16 

Wisatawan yang datang berkunjung dapat menikmati masakan khas . Penempatan lokasi didesain dengan begitu indah dengan beberapa Gazebo ada juga sarana hiburan musik sehingga wisatawan dapat menikmati hidangan juga dapat menikmati hiburan musik secara langsung ( live).

Terdapat pula ruangan sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan rapat dengan kapasitas untuk 75 orang dengan ruangan ber AC, fasilitas LCD, fasilitas parkir sangat luas dan aman.

Homestay Bagi wisatawan yang datang berkunjung karena memerlukan penginapan juga disediakan tempat untuk bermalam, dan akan menikamti keindahan suasana emplasmen pada malam hari. Fasilitas kamar ada 6 kamar keluarga dan ada 2 kamar untuk pengemudi, terdapat garasi, halaman luas cukup untuk parkir mobil sebanyak 5 buah. Hal. 17 

Graha Ratu Lesung Hasil kerjasama dengan Pemkab Karanganyar disediakan 1 rumah dinas yang bertujuan bagi wisatawan yang berkunjung akan mencintai dan mengenal Karanganyar secara mendalam, disediakan berbagai souvenir ciri khas Karanganyar dengan menonjolkan lesungnya, dan sebagai pusat informasi wisata lain yang berada di Kabupaten Karanganyar.

Sarana Parkir Wisatawan yang berkunjung di Agrowisata Sondokoro dengan mempergunakan sarana kendaraan mobil, motor, dan sepeda dapat dengan leluasa untuk menempatkan sarana tersebut pada tempat parkir yang telah disediakan dengan jaminan aman .

Agrowisata Sondokoro menyediakan sarana hiburan musik. secara live yang dbuka setiap hari munggu, terdapat pula tempat untuk pedagang berjualan hasil dagangannya, dengan kondisi yang sangat mengasikkan karena bertempat pada lokasi yang teduh. Hal. 18  BAB 3 PENUTUP 1. Kesimpulan Pengembangan Agrowisata Sondokoro kedepan memerlukan kader-kader yang mempunyai kompetensi mengenai bisnis agrowisata dengan latar belakang etos kerja 3 K: Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, sehingga akan menambah dan memperbesar profit perusahaan selain dari usaha agrowisata merupakan deversifikasi dari PG Tasikmadu, dan komoditi gula adalah sebagai komoditi utama yang selalu dibutuhkan dan dimanfaatkan insan manusia sehari-hari. Mengacu pada kebutuhan hidup manusia antara lain adalah kebutuhan jasmani dan

rohani sehingga perlu selalu ada penyegaran, insya Allah keberadaan PG Tasikmadu dan Agrowisata Sondokoro akan berkembang dan dengan ridho Allah dapat bermanfaat bagi umat manusia baik secara khusus untuk karyawan dan keluarganya juga untuk masyarakat pada umumnya. http://www.scribd.com/doc/24451443/tugas-kuL-1

Rekayasa dan Pengembangan Penyadap Gas CO2 Dari Cerobong Ketel untuk Pabrik Gula Rafinasi (2001)
Saechu, Muhammad ; Santoso, Bambang Edy ; Bahri, Subhanuel Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dan PG Tasikmadu Pemanfaatan CO2 dari gas cerobong ketel untuk proses karbonatasinira atau leburan telah dilakukan oleh banyak pabrik gula rafinasi di luar negeri dengan sasaran untuk menurunkan biaya produksi disamping perbaikan kualitas gula. Memperhatikan hal diatas nampaknya pengembangan gas CO2 scrubber di Indonesia adalah sangat penting. Untuk menciptakan gas CO2 crubber yang handal, pada tahun 2001 dengan didasarkan pada hasil studi literatur, survai lapang dan konsultasi telah didisain dan rekayasa CO2 scrubber pada skala pilot plant yang ditempatkan di PG Tasikmadu. Proses rancang bangun CO2 scrubber telah selesai sekitar 50% fisik, sesuai rencana kerja.

http://mekanisasi.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=147:rekayasadan-pengembangan-penyadap-gas-co2-dari-cerobong-ketel-untuk-pabrik-gula-rafinasi2001&catid=36:abstrak-litbang-mektan-2001&Itemid=51

TAMAN BERMAIN SONDOKORO
August 26th, 2009 | Author: redaksi

SIS Kroyo Campus - Agrowisata Sondokoro ini terletak di area Pabrik Gula Tasikmadu PTPN IX. Wisata ini menawarkan wisata historis tempo dulu, dengan dioperasikannya Spoor Teboe, kereta api uap pengangkut tebu. Penumpang diajak untuk menjelajah masuk area pabrik gula dengan kereta berbahan bakar kayu itu. Selain itu di kawasan wisata ini terdapat pula, taman bermain, outbound, kolam renang dan resto Sondokoro dengan hidangan khas ikan bakarnya. Melengkapi keindahan alam, Karanganyar menyiapkan agrowisata Sondokoro. Objek ini sangat tepat bagi pelajar untuk menyelami proses produksi gula. Kawasan ini tidak hanya memanjakan pengunjung dengan keindahan tanaman pohon langka yang tua nan rindang yang mengelilingi pabrik gula Tasikmadu. Pabriknya bukan semata-mata bangunan gedung kuno, pengunjung akan terpana dan menikmati fasilitas yang relatif lengkap di perusahaan ini. Sekadar contoh, fasilitas kolam renang, lapangan bermain, flying fox, restoran, dan tur keliling lokasi dengan sepur tua produksi Jerman tahun 1700, adalah beberapa di antara fasilitas-fasilitas yang tersedia di sana. Perusahaan juga menyediakan cottage dan guest house yang disewakan. Menyempurnakan kunjungan wisata alam, Kebun Teh Kemuning Ngargoyoso dan air terjun Parangijo.

Namun demikian jumlah tersebut dirasa belum cukup untuk memenuhi skala usaha dari total kapasitas terpasang PG Tasikmadu.915 ton dengan rendemen ratarata 6.id/2009/08/taman-bermain-sondokoro/ .kr.670 ton atau naik 12 persen dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2007. total bahan baku yang tergiling sebanyak 407. kenaikan gula kristal putih dari tahun 2003 yang sebanyak 18.co.727 ton gula kristal putih dengan rendemen rata-rata masih 6. Dengan kata lain. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Selain itu." tambahnya. pada musim giling tahun 2008 ini dipastikan bakal mengalami kenaikan hingga 12 persen dibandingkan tahun lalu. jelas Hanung.Total produksi gula kristal putih di Pabrik Gula Tasikmadu. Sedangkan pada tahun ini.1 persen per tahun.254 ton kini menjadi 24. Dari situ bisa dihasilkan gula kristal putih sebanyak 27. Persoalan lain adalah komposisi varietas tebu yang belum ideal yang menyebabkan kesulitan dalam manajemen pascapanen maupun ketepatan tingkat kemasakan tebu yang kurang optimal pada saat proses pengolahannya. Kabupaten Karanganyar.000 ton setiap musim giling dengan total produk GKP sebanyak 35. sehingga menyebabkan inefisiensi pada pascapanen.sch. telah terjadi pertumbuhan produksi ratarata 8. pada acara resepsi Selamatan Giling PG Tasikmadu Tahun 2008. Hal itu diungkapkan Administratur PG Tasikmadu Afdeling Colomadu Hanung Trihutomo.5 persen per tahun. belum lama ini. "Karena kesulitan air. PG Tasikmadu merencanakan bisa mengolah sebanyak 425.727 ton pada tahun 2007.sch.179 ton menjadi 407. Sementara. (M-1/Ths)-k http://www. Beberapa kendala atau permasalahan yang dihadapi PG Tasikmadu bersama petani tebu rakyat (PTR) dalam upaya meningkatkan kapasitas maupun kualitas produksi serta usaha taninya di antaranya sebanyak 90% budidaya tebu dilakukan di lahan kering yang letaknya tersebar di tujuh wilayah kabupaten.04 persen. direncanakan bisa mengolah tebu sebanyak 425.893 ton lebih atau terjadi kenaikan 43 persen selama lima tahun.893 ton dengan total produksi 24.5 persen.915 ton tebu. dalam tiga tahun ke depan pihaknya berharap banyak melalui program yang berfokus pada intensivikasi akan dicapai skala usaha yang ideal. Pada musim giling yang rencananya dimulai pada 18 Mei 2008 mendatang.id/2009/08/taman-bermain-sondokoro/ Produksi PG Tasikmadu Diprediksi Naik 12 Persen 29/04/2008 07:28:24 KARANGANYAR (KR) . di mana kebutuhan total bahan baku adalah 500.php?sid=161404&actmenu=38 http://sbikroyo.000 ton dari capaian rendemen rata-rata 7 persen. kondisi lahan tersebar. Terkait hal itu. tambah Hanung. jumlah tebu rakyat tergiling dari 286.id/web/detail.http://sbikroyo. Bisa dibilang ada kenaikan 36 persen selama lima tahun atau 7. maka pola tanam banyak dilakukan pada saat turun hujan sehingga umur tebu menjadi kurang atau berkisar 8-10 bulan dari yang seharusnya tidak kurang dari 12 bulan. sejak 2003 hingga 2007.

Bantul.Kebutuhan Gula Main Photo | Tue.matanews. matanews. (*z/ Wahyu Putro A/ant) http://beta. Kasihan.000 ton per Tahun. makasih Quote: . Selasa (29/9). 2009 at 16:47 | Jakarta. Sep 29.com/2009/09/29/kebutuhan-gula/ pembaca. dan TS harapkan feedback dari agan berupa komen dan rate sebagai bentuk penghargaan bagi kami trit maker. Yogyakarta. Perluasan lahan tebu di Bantul yang dikelola olah petani diharapkan dapat meningkatkan produksi gula untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY rata-rata 50.com Sebuah truk melakukan proses bongkar tebu. di Pabrik Gula Madukismo.

juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa. terutama di bagian timur. Gula sederhana. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan). Meskipun demikian. atau aren. Brazil. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia. seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam). dan Thailand. namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. . Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin. bit gula. Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu. seperti umbi dahlia.Quote: Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. negara-negara Karibia. seperti kelapa. dan negara-negara Asia Timur. terdapat sumber-sumber gula minor lainnya. Sumber-sumber pemanis lain. atau jagung. anggir. serta cairan batang tebu. Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara.

com/thread/gula-tebu-sejarah-amp-proses-pembuatannya. tersisa 30 pabrik aktif.html http://www.com/2010/05/08/proses-kristalisasigula/&docid=SKez3_WC0sOpM&imgurl=http://sweetcandyind.wordpress.wordpress.google.files. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula. Seusai Perang Dunia II. pertama di sekitar Batavia. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto.jpg&w=400&h=300&ei=d 8C8TrP6JoizrAea06nYAQ&zoom=1&iact=hc&vpx=498&vpy=249&dur=5281&hovh=194&hovw=259&tx=1 24&ty=133&sig=103802494352508878247&page=3&tbnh=149&tbnw=195&start=31&ndsp=10&ved=1t:4 29.com/imgres?q=proses+gula&um=1&hl=en&sa=N&biw=1152&bih=562&tbm=isch&tbnid =iJtVM_PUDf4igM:&imgrefurl=http://sweetcandyind. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun.Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17.5 juta ton.s:31 . Pada tahun 1957 semua pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini. dengan 93 pabrik dan prduksi 1.com/2010/05/gulapasir. dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun. Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik. http://kaskushotthread. lalu berkembang ke arah timur.r:7.

http://www.com/images/pros_pemb_gula.candibaru. Tebu ini termasuk jenis rumputrumputan.com/imgres?q=proses+gula&um=1&hl=en&sa=N&biw=1152&bih=562&tbm=isch&tbnid =NDnlQgKSLzX93M:&imgrefurl=http://www. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung.php%3Fp%3Dprosesproduksi&docid= AthtxIwIwFQiQM&imgurl=http://www. r:6.com/indeks.gif&w=600&h=695&ei=d8C 8TrP6JoizrAea06nYAQ&zoom=1&iact=hc&vpx=303&vpy=125&dur=3258&hovh=242&hovw=209&tx=132 &ty=139&sig=103802494352508878247&page=8&tbnh=154&tbnw=133&start=81&ndsp=10&ved=1t:429.candibaru.s:81 Proses Pembuatan Gula Pasir Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. . Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun.google.

kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula. dan hasilnya berupa cairan yang manis. penghilangan warna. Proses ini dinamakan liming. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. 15% gula dan serat residu. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. afinasi. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”.Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. penguapan. proses ektrasi. . semuanya bercampur di dalam gula. Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). kritalisasi. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. dinamakan bagasse. Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. pembersihan kotoran. yang mengandung 1 hingga 2% gula. karbonasi. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu.

Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal.proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. Sekali kristal terbentuk. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan.5%. Campuran hasil („magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup . Olah karena itu. Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Sayangnya. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Sebagai tambahan. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. Evaporasi dalam „evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi).

GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses.sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika . Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Setelah proses ini dilakukan. Selain karbonatasi. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. partikel-partikel halus. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. t eknik yang lain berupa fosfatasi. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materimateri non gula. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi.

jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian.com/2010/10/proses-pembuatan-gula-pasir. campuran tersebut kemudian dimurnikan dengan . Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. 2010 Filed under: Uncategorized — faritdc @ 5:24 am Proses Produksi Gula Pasir Untuk pembuatan gula. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. sarinya dikumpulkan dan disaring. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya di gunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak kemurnian. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. sumber http://terselubung. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Sesudah itu. dimasak.blogspot. Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal.html Produksi gula pasir Februari 1. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%.

MESIN PENGOLAH: Penimbangan Penimbangan di sini dimaksudkan untuk mengetahui berat tebu yang akan digunakan dalam proses pembuatan gula. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. Penggilingan Penggilingan dimaksudkan untuk mengambil nira mentah dari batang tebu dan memisahkannya dari ampas. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. akibat dari kurang sempurnanya daya perah unit gilingan. Pemurnian . Bahan baku tebu yang diangkut dari kebun dengan truk. Saat penggilingan diberikan air imbibisi untuk mengurangi kehilangan gula dalam ampas. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. hal ini berkaitan dengan berapa banyak gula yang dihasilkan nantinya. Alat penggilingan disusun seri dengan jumlah alat penggilingan 4-5 unit. sesampai di pabrik akan ditimbang dan dipindahkan ke lori (kereta pengangkut tebu) menuju meja tebu sebagai tempat dimulainya perlakuan pendahuluan pengolahan gula kristal. Setelah cukup murni.belerang dioksida.

Pengkristalan Pengkristalan bertujuan untuk memisahkan sakarosa dari larutannya dengan cara mengkristalkan molekul-molekul sakarosa dalam pan kristalisasi dan diusahakan hasil kristalisasi yang memenuhi syarat yang dikehendaki. Fungsi dari penyaringan ini supaya didapatkan bentuk gula yang diinginkan. gula disaring untuk memisahkan antara gula halus. Pendinginan dan Penyaringan Fungsi dari pengeringan ini adalah untuk menguapkan kadar air pada bahan sehingga memudahkan proses selanjutnya. Pemutaran Pemutaran berfungsi untuk memisahkan kristal dengan larutannya (stroop) menggunakan proses sentrifugasi dalam saringan sehingga massa akan terlempar.Tujuan pemurnian adalah membuang sebanyak-banyaknya zat bukan gula dan mengusahakan agar kerusakan gula akibat perlakuan proses pabrikasi minimal. sedangkan gula produk ditimbang dan dikemas. Di dalam badan penguapan secara seri. Pendinginan berfungsi agar gula menjadi dingin setelah melalui proses pengeringan karena telah dilewati panas. . Pengeringan. Pendinginan gula dikerjakan dengan menghembuskan udara dingin sampai suhu gula sama dengan suhu gudang. Pemurnian dengan susu kapur dilakukan dalam peti defecator (bejana yang berfungsi untuk mencampurkan susu kapur dengan nira mentah) dengan pH 10 Penguapan Tujuan penguapan adalah untuk memekatkan nira encer sehingga diperoleh nira dengan kepekatan yang diharapkan. gula kasar dan gula produk. Gula halus dan gula kasar akan dilebur kembali. Setelah dingin dan kering. maka titik didih dibuat rendah dengan tekanan hampa agar komponen nira tidak rusak. persen brix nira dari badan pertama ke badan penguapan selanjutnya akan semakin meningkat. Pengeringan dilakukan dalam tabung getar. di mana gula akan melompat-lompat sehingga mempercepat pengeringan karena seluruh kristal terkena hembusan udara panas dari pengering gula. Saat pemutaran sesekali diberikan air siraman untuk mempermudah pemisahan kristal gula dengan larutannya ).

com/2010/02/ Tahapan tahapan pembuatan gula Pasir Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu .Pengemasan Pengemasan berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap produk dari segala macam kerusakan yang terjadi baik untuk produk pangan maupun produk non pangan. KANDUNGAN GULA PASIR: http://faritdc.wordpress. Selanjutnya gula produk dibawa ke gudang yang memenuhi syarat untuk disimpan dan didistribusikan ke konsumen. Gula produk ditimbang dengan timbangan curah dengan skala yang sudah diatur untuk berat bersihnya dan langsung masuk ke karung dan dijahit secara otomatis.

Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula.Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai "abu". Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. kritalisasi. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. pembersihan kotoran. Jus dan cairan manis ini . karbonasi.Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. dan hasilnya berupa cairan yang manis. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). yang mengandung 1 hingga 2% gula. 15% gula dan serat residu. penguapan. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. semuanya bercampur di dalam gula. proses ektrasi. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Proses ini dinamakan liming.Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. dinamakan bagasse. 2. penghilangan warna. afinasi. 1.

Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi.Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan.kemudian dikembalikan ke proses. Olah karena itu. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Sayangnya. 4. Gula ini . Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Sekali kristal terbentuk. Sebagai tambahan. 3.Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya.5%. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit.Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. 5. proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Evaporasi dalam 'evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi).

Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi . Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. 7. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. partikelpartikel halus. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Selain karbonatasi. Setelah proses ini dilakukan. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula.sebenarnya sudah dapat digunakan.Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. 6. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisikondisi reaksi. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Campuran hasil ('magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. t eknik yang lain berupa fosfatasi. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang.Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan "afinasi".

GAC merupakan cara modern setingkat "bone char". Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar.Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi.Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula.com/2011/01/tahapan-tahapan-pembuatan-gula-pasir.html .gallerydunia. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. http://www. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. 8.tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. 9. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful