fo.

net> Produk Makanan > Gula

Gula

Rasa manis, seperti halnya rasa asin, merupakan rasa yang sangat dikenal. Rasa manis terutama disebabkan oleh gula, yaitu jenis dari karbohidrat dapat larut (dalam air) yang berukuran kecil, terdapat dalam buah-buahan, tanaman dan produk alam lainnya. Gula yang umum dijumpai adalah fruktosa (levulosa, gula buah), maltosa (gula malt), laktosa (gula susu), glukosa (dekstrosa) dan sakarosa (sukrosa, gula meja yang biasa kita kenal). Sakarosa terutama digunakan dalam berbagai makanan olahan. Gula ini bisa didapatkan dari tebu ataupun dari bit. Gula tidak hanya digunakan dalam makanan karena rasanya yang manis, tetapi juga karena hasil reaksi yang terjadi selama pemanasan; berupa karamel dan produk Maillard. Karamel diperoleh dari pemanasan gula secara langsung tanpa adanya bahan tambahan ataupun air. Karamel yang dihasilkan berwarna coklat hingga hitam dan memiliki rasa yang lezat. Produk Maillard dihasilkan dari pemanasan gula dan protein. Ini merupakan reaksi yang sangat kompleks, menghasilkan berbagai cita rasa yang khas seperti flavor roti, cookies, popcorn, daging goreng, dll. Gula dapat mengikat air secara efisien. Oleh karenanya penambahan gula ke dalam sebuah produk akan memberikan efek pengawetan karena air tidak lagi tersedia untuk pertumbuhan organisme pembusuk. Pengawetan buah-buahan ataupun produk-produk lainnya dengan gula (seperti selai) atau madu telah dipraktekkan selama lebih dari 2000 tahun.

Gula merupakan bagian dasar yang penting pada berbagai makanan olahan. Permen tanpa gula akan kehilangan volumenya hingga 60%, sedangkan berbagai jenis cake akan kehilangan 1530% volumenya tanpa adanya gula. Untuk informasi lebih lanjut mengenai topik gula silakan klik di sini:
  

 

Sejarah gula Sumber-sumber gula Pembuatan gula o Gula bit o Gula tebu Jenis-jenis gula dan produk-produk terkait Kimia gula

http://www.food-info.net/id/products/sugar/intro.htm

Sejarah gula
Gula tebu
Pada awalnya gula tebu dikenal oleh orang-orang Polinesia, kemudian menyebar ke India. Pada tahun 510 Sebelum Masehi, ketika menguasai India, Raja Darius dari Persia menemukan ”batang rerumputan yang menghasilkan madu tanpa lebah”. Seperti halnya pada berbagai penemuan manusia lainnya, keberadaan tebu sangat dirahasiakan dan dijaga ketat, sedangkan produk olahannya diekspor dan untuk menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Rahasia tanaman tebu akhirnya terbongkar setelah terjadi ekspansi besar-besaran oleh orangorang Arab pada abad ketujuh sebelum sesudah masehi. Ketika mereka menguasai Persia pada tahun 642 mereka menemukan tanaman tebu yang sedang tumbuh dan kemudian mempelajari cara pembuatan gula. Selama ekspansi berlanjut mereka mendirikan pengolahan-pengolahan gula di berbagai daratan lain yang mereka kuasai, termasuk di Afrika Utara dan Spanyol. Gula dikenal oleh orang-orang barat Eropa sebagai hasil dari Perang Salib pada abad ke-11. Para prajurit yang pulang menceritakan keberadaan “rempah baru” yang enak ini. Gula pertama diketahui tercatat di Inggris pada tahun 1099. Abad-abad berikutnya merupakan periode ekspansi besar-besaran perdagangan barat Eropa dengan dunia timur, termasuk di dalamnya adalah impor gula. Sebagai contoh, dalam sebuah catatan pada tahun 1319 harga gula di London sebesar “dua shilling tiap pound”. Nilai ini setara dengan beberapa bulan upah buruh rata-rata, sehingga dapat dikatakan gula sangatlah mewah pada waktu itu. Orang-orang kaya menyukai pembuatan patung-patung dari gula sebagai penghias meja-meja mereka. Ketika Henry III dari Perancis mengunjungi Venice, sebuah pesta diadakan untuk menghormatinya dengan menampilkan piring-piring, barang-barang perak, dan kain linen yang semuanya terbuat dari gula.

Karena merupakan barang mahal, gula seringkali dianggap sebagai obat. Banyak petunjuk kesehatan dari abad ke-13 hingga 15 yang merekomendasikan pemberian gula kepada orangorang cacat untuk memperkokoh kekuatan mereka. Pada abad ke-15, pemurnian gula Eropa umumnya dilakukan di Venice. Venice tidak bisa lagi melakukan monopoli ketika Vasco da Gama berlayar ke India pada tahun 1498 dan mendirikan perdagangan di sana. Meskipun demikian, penemuan orang-orang Amerika lah yang telah mengubah konsumsi gula di dunia. Dalam salah satu perjalanan pertamanya, Columbus membawa tanaman tebu untuk ditanam di kawasan Karibia. Iklim yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman tebu menyebabkan berdirinya sebuah industri dengan cepat. Kebutuhan terhadap gula yang besar bagi Eropa menyebabkan banyak kawasan hutan di kepulauan Karibia menjadi hampir seluruhnya hilang digantikan perkebunan tebu, seperti misalnya di Barbados, Antigua dan separuh dari Tobago. Tanaman tebu dibudidayakan secara massal. Jutaan orang dikirim dari Afrika dan India untuk bekerja di penggilingan tebu. Oleh karenanya, produksi gula sangat erat kaitannya dengan perdagangan budak di dunia barat. Secara ekonomi gula sangatlah penting sehingga seluruh kekuatan Eropa membangun atau berusaha membangun jajahan di pulau-pulau kecil Karibia dan berbagai pertempuran terjadi untuk menguasai pulau-pulau tersebut. Selanjutnya tanaman tebu dibudidayakan di berbagai perkebunan besar di kawasan-kawasan lain di dunia (India, Indonesia, Filipina dan kawasan Pasifik) untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa dan lokal.

Pabrik gula tebu di Hindia Belanda sekitar tahun 1850 oleh A. Salm (Sumber)

Pada tahun 1750 terdapat 120 pabrik pemurnian gula yang beroperasi di Britania dengan hanya menghasilkan 30.000 ton per tahun. Pada tahap ini gula masih merupakan sesuatu yang mewah

Sebelumnya Britain mengimpor gula tebu dari jajahannya di kawasan tropis. Namun demikian kebanyakan gula dikonsumsi di negara penghasil dan hanya sekitar 25% yang diperdagangkan secara internasional. Tidak diragukan lagi. Pada tahun 1880 gula bit menggantikan gula tebu sebagai sumber utama gula di benua Eropa. Keadaan ini bertahan sampai dengan perang-perang Napoleon pada awal abad ke-19 ketika Britania menblokade impor gula ke benua Eropa. Brazil dan India adalah tiga produsen terbesar dan gabungan dari ketiganya menyumbang sekitar 40% produksi per tahun. Masa kini Konsumsi gula per tahun saat ini berkisar 120 juta ton dan terus bertambah pada laju sekitar 2 juta ton per tahun. Catatan perdagangan impor gula dari Jamaika pada tahun 1739 (Sumber) Para pemerintah menyadari keuntungan besar yang didapat dari gula dan oleh karenanya mengenakan pajak yang tinggi. Keadaan ini terus bertahan sampai dengan akhir abad ke-19 ketika kebanyakan pemerintahan mengurangi atau menghapus pajak dan menjadikan harga gula terjangkau untuk warga biasa. Gula Bit Gula bit pertama kali diketahui sebagai sumber gula pada tahun 1747. Uni-Eropa. . tanaman ini tidak begitu menarik perhatian dan hanya sekedar keingintahuan beberapa negara Eropa karena kepentingan nasional dan ekonomi lebih tertuju pada perkebunan tebu.dan memberi keuntungan yang sangat besar sehingga gula dijuluki “emas putih”. Masuknya gula bit ke Inggris tertunda sampai dengan Perang dunia Pertama ketika impor gula Britain terancam. Akibatnya gula tetap merupakan sebuah barang mewah. Keadaan ini juga berlaku di negara-negara Eropa Barat lainnya.

dan varietas komersial yang paling banyak ditemui adalah jenis hibrida kompleks terutama dari varietas Saccharum officinarum. Tebu Tebu (Saccharum) merupakan genus yang terdiri dari 6-37 spesies (tergantung dari pengertian taksonominya) dari rerumputan tinggi (famili Poaceae).britishsugar.sucrose.) dan bit (Beta vulgaris).uk http://www. Tanaman ini memiliki batang berserat yang kuat dan beruas dengan ketinggian 2-6 m dan mengandung cairan yang kaya dengan gula. spontaneum.htm http://www. sinense.co.food-info.20% dari berat kering tanaman.com/historysugarca_ruef.Tebu dibudidayakan di lebih dari 100 negara dan gula yang dihasilkan dari tebu berkisar 6 kali lebih besar dari pada gula bit. dengan kadar gula bisa mencapai 12% . .htm Sumber – sumber Gula Sukrosa Gula atau gula meja sukrosa yang kita kenal berasal dari hasil ekstraksi tanaman.net/id/products/sugar/history.com/Landofbeginings12.com http://wv. Beberapa tanaman gula komersial lainnya termasuk kurma (Phoenix dactylifera). berasal dari kawasan bersuhu hangat hingga tropis di Dunia Tua (sebagian Eropa.html http://www. Dua tanaman gula yang paling penting adalah tebu (Saccharum spp. dan mapel (Acer saccharum).pantrinbago. barberi dan S. S.essortment. Asia dan Afrika) dan Pasifik. sorgum (Sorghum vulgare). Seluruh spesies saling berkawinan. Sumber:     http://www. S.

Pemanenan cara ini diawali dengan pembakaran lahan. tetapi meninggalkan batang-batang yang kaya air dan akar juga tidak rusak. Tebu dapat dipanen secara manual dengan tangan atau menggunakan mesin.Tebu (Sumber) Budidaya tanaman tebu membutuhkan iklim tropis atau subtropis dengan curah hujan paling sedikit 600 mm per tahun. Api yang menyebar cepat akan membakar daun-daun. Rata-rata tebu yang dihasilkan adalah 100 ton tebu per hektar atau 10 ton gula per hektar. Setiap potong paling tidak musti harus mengandung satu ruas bakal-tanaman (bud). satu batang tebu dapat dipanen hingga beberapa kali. Dalam sekali tanam. . khususnya yang dilakukan di negara-negara yang berkembang. setelah tiap kali pemanenan. Hasil yang didapat pada pemanenan berikutnya biasanya lebih rendah. dan dimana dapat mengubah sebanyak 2% energi matahari menjadi biomasa. Pada tiap penanaman. dan potongan-potongan tersebut biasanya ditanam secara manual dengan tangan. Tanaman ini memiliki kemampuan fotosintesis yang paling efisien dibandingkan dengan seluruh jenis tanaman lainnya. oleh karena itu dilakukan penanaman kembali. Lebih dari separuh produksi tebu di dunia dipanen secara manual dengan tangan. anakan tebu akan tumbuh menjadi batang-batang baru dinamakan ratoons. Jumlah tebu Tebu diperbanyak dibiakkan dari pemotongan batang-batangnya dan bukan dari benih. panen dapat dilakukan 2 hingga 10 kali tergantung pada praktik pertanian yang dilakukan. Para pemanen kemudian memotong batang tepat di atas tanah dengan parang. Pemanen tebu yang sudah terlatih dapat memotong 500 kg tebu dalam satu jam.

Kandungan gula di dalam bit umumnya adalah 17% dari berat. Bit mengandung gula yang tersimpan dalam umbi yang memiliki suatu kemiripan mirip dengan parsnip (semacam wortel) bulat.) termasuk dalam anggota sub-famili Chenopodiaceae dan famili Amaranthaceae. Secara .Pemanenan (Sumber) Bit Bit (Beta vulgaris L. chard dan fodder beet. tetapi angka ini tergantung dari varietas dan juga bervariasi dari tahun ke tahun dan dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Bit merupakan tanaman yang umbinya mengandung sukrosa dalam jumlah yang dengan konsentrasi tinggi. Bit merupakan tanaman umbi biennial (tanaman yang memiliki siklus 12 hingga 24 bulan) dari wilayah beriklim sedang (temperate). Tanaman ini menghasilkan gula selama tahun pertama pertumbuhan dan kemudian muncul bunga-bunga dan benih di tahun kedua. Bit secara langsung memiliki hubungan dengan beetroot. Oleh karena itu bit mulai ditanam pada musim semi dan dipanen pada permulaan musim gugur atau awal musim dingin.

pembudidayaan bit membutuhkan buruh dalam jumlah yang sangat banyak. Bit (Sumber) Sampai dengan akhir pertengahan abad ke-20. Para pekerja yang lain dilengkapi dengan semacam pengait untuk mengangkat bit-bit tersebut dan memotong mahkota .mendasar Pada dasarnya. namun pekerjaan selanjutnya musti menggunakan tangan. umbi akar di satu sisi dan bagian berdaun di sisi yang lain. Pemanenan juga membutuhkan banyak pekerja. sehingga hasil yang diharapkan untuk menghasilkan gula hanya sekitar 7 ton per hektar. jumlah ini lebih besar dari kandungan gula tebu yang sudah dewasa tetapi hasil dari bit per hektar jauh lebih kecil dari tebu. karena penanganan gulma dilakukan dengan mengatur tanaman dengan jarak yang rapat. dan kemudian menaruhnya dalam sebuah barisan/lajur. Meskipun akar umbinya dapat diambil keluar dengan alat seperti bajak yang bisa ditarik oleh sekelompok kuda. yang kemudian harus dipangkas secara manual dengan sabit/ parang tiap dua atau tiga kali selama musim tanam. Para pekerja membersihkan bit-bit dengan memegang daun-daunnya kemudian dihentakkan untuk menghilangkan sisa-sisa tanah yang menempel.

dengan panjang mencapai 3m. sisa-sisa tanah di bit dapat lebih banyak dibersihkan – seorang petani akan didenda oleh pabrik jika sisasisa tanah di panenannya melebihi batas yang dipersyaratkan. Tangkai-tangkai daun muncul dari bagian petiola dan terdiri dari sekitar 150 helai daun. Pemanen yang modern biasanya dapat mengerjakan 6 baris dalam waktu bersamaan. dengan tinggi 15-25 m. tetapi bisa juga berupa batang-batang yang tumbuh sendiri-sendiri. pemanenan seluruhnya dilakukan secara mekanis. Kurma Tanaman kurma (Phoenix dactylifera) merupakan tanaman palma yang secara luas dibudidayakan dan diambil buahnya. Sejarah budidaya tanaman ini sangat panjang sehingga penyebaran alaminya tidak diketahui secara pasti. Daunnya menyerupai daun kelapa. Para pekerja ini kemudian menempatkan barisan bit yang kemudian dapat diangkut ke dalam gerobak. Dengan menggunakan ban berjalan (konveyor). helaian daun ini bisa mencapai panjang 30 cm dan lebar 2 cm. Pada saat ini. tetapi tanaman kurma kemungkinan berasal dari suatu tempat di oase-oase padang gurun Afrika Utara.dan daun-daun dari umbi akar dalam sekali potong. tetapi ini hanya dilakukan secara lokal pada skala kecil. mencabut akar. Tanaman ini berukuran sedang. Bit ini ditampung di tepi lahan dan kemudian dialirkan ke dalam trailer pengangkut untuk dibawa ke pabrik. . Dari satu sistem akar seringkali terdiri dari kumpulan beberapa batang. dan mungkin juga di Asia B b arat D d aya. Gula dapat diekstrak dari buah kurma. Para pekerja memotong daun dan mahkota dari umbi akar. dan menghilangkan sisa-sisa tanah dari umbi akar dalam satu urutan sekaligus. berupa tangkai panjang dengan banyak helaian daun (pinnate ).

tetapi seperti halnya kurma. ekstraksi ini hanya dilakukan secara lokal dalam skala kecil. berasal dari kawasan tropis hingga subtropis di Afrika Timur. Gula dapat diekstrak dari biji-bijinya. . dengan satu spesies di antaranya berasal dari Meksiko. Tanaman ini dibudidayakan di Eropa Selatan.Tanaman kurma di Siprus (Sumber) Sorgum Sorgum merupakan genus yang terdiri dari 20 spesies rumput-rumputan. Amerika Tengah dan Asia Selatan.

com .sucrose. terutama dibuat menjadi sirup mapel yang dimurnikan sebagian. Gula mapel memiliki kemanisan dua kali lipat dari gula pasir standar. sakarosa). tetapi penyusun utamanya adalah fruktosa. dan gula mapel ini tidak mengandung gula yang sesungguhnya (sukrosa. dapat mencapai ketinggian hingga 30-37 m. Tanaman ini merupakan spesies mapel Amerika yang terbesar. Pohon mapel (Sumber) Sumber utama:  www.Sorgum (Sumber) Mapel Pohon mapel (Acer saccharum) merupakan tanaman yang sangat dikenal di kawasan hutan di Amerika Utara bagian timur. Gula mapel sudah diproduksi di Amerika Utara selama beberapa abad dan hingga sekarang masih digunakan untuk pemanis.

dan bit yang sudah dikempa. bukan dua tahap seperti pada pembuatan gula tebu. yang sekarang berupa bubur. Ekstraksi berlangsung dalam sebuah diffuser dimana bit mengalami kontak dengan air panas selama kurang lebih satu jam. Biasanya bit-bit tersebut dikirim ke pabrik dengan truk-truk besar karena jarak kirim yang lebih jauh dibandingkan industri gula tebu. Diffuser merupakan tangki pengaduk berukuran besar dengan posisi horisontal ataupun vertikal. Hal ini karena bit merupakan tanaman rotasi yang membutuhkan hampir 4 kali luas lahan tanaman tebu yang ditanam dalam kultur tunggal (monokultur). dikirim ke bagian pengeringan dan nantinya akan diolah menjadi pelet-pelet yang merupakan bahan penting untuk pakan hewan. Pengempaan Irisan-irisan bit yang diekstrak dari diffuser masih sangat basah dan kandungan air di dalamnya masih mengandung sejumlah gula yang bermanfaat. Ini dinamakan dengan aliran berlawanan (counter-current flow) dan seiring dengan alirannya. Oleh karenanya dilakukan pengempaan/pengepresan dalam kempa-kempa ulir untuk memeras jus sebanyak mungkin. Jus dari proses diffusi yang masih 'mentah' ini mengandung sekitar 14% gula dan bubur residu atau bubur sisanya mengandung 1 hingga 2% gula dan total 8-12 % padatan.net/id/products/sugar/sources. Ekstraksi Tahap ini diawali dengan pemotongan bit menjadi irisan-irisan tipis. sedangkan diffuser khusus gula bit mampu menampung beberapa ratus ton bit dan air ekstraksi. di dalamnya irisan-irisan bit digerakkan dengan pelan dari ujung satu ke ujung yang lain dan air panas bergerak dari arah berlawanan.wikipedia. Proses ini akan meningkatkan luas permukaan bit sehingga mempermudah ekstraksi gula. bit-bit tersebut jauh lebih kotor dibandingkan tebu dan harus dibersihkan dan dipisahkan dari daun-daun bit yang masih tertinggal.food-info. Karena letaknya di dalam tanah. . Jus ini tentu saja ini juga mengandung banyak substansi lain dari daging bit. Pemanenan Bit dipanen pada saat musim gugur dan awal musim dingin dengan cara menggalinya keluar dari tanah. Proses ini dapat diumpamakan dengan proses ketika daun teh diseduh sehingga warna dan cita rasanya keluar.org http://www. batu-batu dan kotoran-kotoran lainnya sebelum diolah. air pengekstrak akan menjadi larutan gula yang semakin kental dan umumnya dinamakan jus.htm Pembuatan gula bit Gula bit putih dibuat dari bit dalam suatu proses tunggal. http://en. Jus ini digunakan sebagai bagian dari air dalam diffuser.

Demikian juga tahap penghilangan warna secara terpisah umumnya tidak dilakukan. gula yang masih terkandung dalam jus diolah lebih lanjut menjadi produk samping berupa: molase bit. Ketika kristal sudah tumbuh. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Olah karena itu. sampai kemudian diraih suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Hasil Gula yang dihasilkan berwarna putih dan siap untuk digunakan. cairan gula yang sudah berupa sirup ditempatkan dalam sebuah panci yang sangat besar. Setelah proses ini dilakukan. dinamakan dengan karbonatasi. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. Hal ini biasanya terjadi setelah 3 tahap. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau dikirim ke .Karbonatasi Tahap pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Pendidihan Pada tahap akhir ini. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/atau disimpan siap untuk didistribusikan. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikelpartikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Seperti pada pembuatan gula mentah. baik itu untuk rumah tangga maupun industri seperti pabrik pembuatan minuman ringan. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur / lime [kalsium hidroksida. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. cairan induk pada pembuatan gula bit masih mengandung sejumlah gula sehingga kristalisasi diulang beberapa kali. Sayangnya. Tidak seperti pada pembuatan gula tebu. proses fosfatasi tidak dilakukan di sini. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Seperti pada pembuatan gula tebu. biasanya mampu menampung 60 ton sirup gula bahkan lebih. Di dalam panci tersebut dilakukan pendidihan dan penguapan sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Hal ini khususnya terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa.

tidak ada dampak lingkungan. Potongan-potongan batang tebu yang telah diikat tersebut kemudian dibawa dari areal perkebunan dengan menggunakan pengangkut-pengangkut kecil dan kemudian dapat diangkut lebih lanjut dengan kendaraan yang lebih besar ataupun lori tebu menuju ke penggilingan. seluruh tanaman tebu dibakar untuk menghilangkan daundaun yang telah kering dan lapisan lilin. Di beberapa wilayah.Tebu dipotong di bagian atas permukaan tanah. Besarnya areal tanam dan jumlah tanaman tebu dapat dikurangi jika ekstraksi gula dapat dilakukan semakin baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan gula dunia. namun masih mempunyai beberapa daun hijau. Mesin-mesin hanya dapat digunakan ketika kondisi lahan memungkinkan dengan topografi yang relatif datar. solusi ini tidak tepat untuk kebanyakan pabrik gula karena modal yang dikeluarkan untuk pengadaan mesin dan hilangnya banyak tenaga kerja kerja. Ekstraksi . Sebagai tambahan. Pemotongan dengan mesin umumnya mampu memotong tebu menjadi potongan pendek-pendek. pembakaran areal tanaman tebu tidak diijinkan karena asap dan senyawasenyawa karbon yang dilepaskan dapat membahayakan penduduk setempat. Sebelum panen. jika memungkinkan. Api membakar pada suhu yang cukup tinggi dan berlangsung sangat cepat sehingga tebu dan kandungan gulanya tidak ikut rusak.food-info.htm Pembuatan gula tebu Pemanenan Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung dan ketika dewasa hampir seluruh daun-daunnya mengering.pabrik fermentasi tanaman seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol. dedauan hijau di bagian atas dihilangkan dan batangbatang tersebut diikat menjadi satu.net/id/products/sugar/prodbeet. Sumber :  www. Pemotongan tebu secara manual dengan tangan merupakan pekerjaan kasar yang sangat berat tetapi dapat mempekerjakan banyak orang di area di mana banyak terjadi pengangguran.sucrose. Mutu dari segi bau dan rasa molase bit tidak sama dengan molase tebu sehingga tidak dapat digunakan untuk pembuatan rum. Pemanenan dapat dilakukan baik secara manual dengan tangan ataupun dengan mesin.com http://www. Meskipun demikian. karena CO2 yang dilepaskan sebenarnya memiliki proporsi yang sangat kecil dibandingkan dengan CO2 yang terikat melalui fotosintesis selama pertumbuhan.

dinamakan bagasse. Cairan tebu manis dikeluarkan dan serat tebu dipisahkan. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Pabrik dapat membersihkan jus dengan mudah dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran untuk kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. dan hasilnya berupa cairan yang manis. Di kebanyakan pabrik. semuanya bercampur di dalam gula. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. Proses ini dinamakan liming. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. untuk selanjutnya digunakan di mesin pemanas (boiler). Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. sekitar 50% air serta pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang terhitung sebagai “abu”. Penguapan (Evaporasi) . Di lain pabrik. sebuah diffuser digunakan seperti yang digambarkan pada pengolahan gula bit. yang mengandung 1 hingga 2% gula. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier).Tahap pertama pengolahan adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Sebuah tebu bisa mengandung 12 hingga 14% serat dimana untuk setiap 50% air mengandung sekitar 25 hingga 30 ton bagasse untuk tiap 100 ton tebu atau 10 ton gula. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. tebu dihancurkan dalam sebuah serial penggiling putar yang berukuran besar. Ekstraksi gula Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 15% gula dan serat residu.

Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. Sekali kristal terbentuk. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Di dalam panci ini sejumlah air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Evaporasi dalam „evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). Sentifugasi gula (Sumber) . Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. jus dikentalkan menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas dalam suatu proses yang dinamakan evaporasi.Setelah mengalami proses liming. sirup ditempatkan ke dalam panci yang sangat besar untuk dididihkan.

Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Beberapa pabrik melakukan pencairan ulang untuk gula B yang selanjutnya digunakan sebagai umpan untuk pendidihan A. Sayangnya. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses.Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. partikel-partikel halus. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Inilah yang menyebabkan lokasi pabrik rum di Karibia selalu dekat dengan pabrik gula tebu. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Gula yang dihasilkan biasanya digunakan sebagai umpan untuk pendidhan B dan sisanya dicairkan lagi. Pertama atau pendidihan “A” akan menghasilkan gula terbaik yang siap disimpan. Olah karena itu. Pendidihan “B” membutuhkan waktu yang lebih lama dan waktu tinggal di dalam panci pengkristal juga lebih lama hingga ukuran kristal yang dinginkan terbentuk. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Sebagai tambahan. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Dalam sebuah pabrik pengolahan gula kasar (raw sugar) umumnya dilakukan tiga proses pendidihan. . sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. Campuran hasil („magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga pengotor dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum perlakuan berikutnya (karbonatasi). gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. pabrik yang lain menggunakan kristal sebagai umpan untuk pendidihan A dan pabrik yang lainnya menggunakan cara mencampur gula A dan B untuk dijual. Pendidihan “C” membutuhkan waktu secara proporsional lebih lama daripada pendidihan B dan juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terbentuk kristal.

Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Kristal-kristal . Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. t eknik yang lain berupa fosfatasi. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada.Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Setelah proses ini dilakukan. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Selain karbonatasi.

net/id/products/sugar/prodcane. Secara kimiawi gula identik dengan karbohidrat.tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.htm Jenis-jenis gula dan berbagai produk terkait Kata-kata yang dicetak miring dapat ditemukan pengertiannya di bagian lain di daftar ini. Cairan-cairan ini diolah di ruang pengolahan ulang (recovery) yang beroperasi seperti pengolahan gula kasar. . kecuali sebagai bagian dari jenis gula yang lain. juga dalam darah.food-info.sucrose.          Brix (derajat): suatu pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah gula dalam sebuah larutan. gula yang ada tidak dapat seluruhnya diekstrak dari cairan sehingga diolah menjadi produk samping: molase murni. Gula Barbados : gula tebu yang berwarna coklat. Dekstrosa : Istilah bahasa Inggris untuk glukosa. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau dikirim ke pabrik fermentasi seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol. gula buah): gula yang agak manis (1. terbuat dari cairan barley dengan penambahan gula. Terutama digunakan dalam industri minuman ringan dan minuman buah. Glukosa (padanan kata dekstrosa): gula yang terdapat pada berbagai tanaman. Seringkali merupakan bagian dari komponen dinding sel tanaman. melainkan permen Amerika yang keras dan memiliki citarasa jeruk lemon. Pengolahan sisa (Recovery) Cairan sisa baik dari tahap penyiapan gula putih maupun dari pembersihan pada tahap afinasi masih mengandung sejumlah gula yang dapat diolah ulang. bertujuan untuk membuat gula dengan mutu yang setara dengan gula kasar hasil pembersihan setelah afinasi. Gula: umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa. Galaktosa: suatu gula yang tidak umum dijumpai dalam makanan. Kurang manis dibandingkan sakarosa. Gula Barley : bukan termasuk gula. seperti laktosa (gula susu) dan raffinosa (gula dalam kacang-kacangan). Gula anggur : padanan kata dari glukosa. Sumber :  www. Sumber energi yang utama bagi tubuh. Fruktosa (padanan kata levulosa. berdasarkan pada pembiasan cahaya.7 kali lebih manis dari gula biasa) umumnya didapat dari buah-buahan dan madu.com http://www. Seperti pada pengolahan gula lainnya.

Karena kehalusannya. Gula ini kurang manis karena adanya air dalam kristal. Gula ini tidaklah sehalus gula bubuk yang dihaluskan secara mekanis (dan biasanya dicampur dengan sedikit pati untuk menghindari penggumpalan). dan oleh karenanya gula ini secara khusus bermanfaat dalam pembuatan „meringues' dan cairan dingin. Gula bubuk : Gula granulasi (gula pasir) bubuk. juga dikenal sebagai gula „confectionary'. . Dinamai demikian karena ukuran butirannya sangat kecil sehingga dapat ditaburkan dari wadah berlubang-lubang kecil. gula batu diperoleh dari kristal bening berukuran besar berwarna putih atau kuning kecoklatan. Kristal berwarna kuning kecoklatan mengandung berbagai karamel.    Gula Bit : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman bit. Gula ini didapat dari penghancuran secara mekanis sehingga tidak ada cristal-kristal yang tertinggal. Kristal bening dan putih dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami kristalisasi secara lambat. Terkadang gula ini dicampur dengan sedikit pati atau bahan anti kempal untuk mencegah penggumpalan. Gula batu : tidak semanis gula granulasi biasa. Gula batu putih memiliki rekahan-rekahan kecil yang memantulkan cahaya. gula ini lebih cepat larut dibandingkan gula putih pada umumnya. terdapat di Britania. Gula Castor : Gula castor atau caster adalah nama dari gula pasir yang sangat halus.

Gula Gelatin (padanan kata gula gel. Digunakan dalam pembuatan selai dan „marmelade'. Gula Coklat : gula yang ditambah dengan sedikit molase (tetes) untuk memberikan citarasa dan warna. . gula selai/ jam): campuran dari gula granulasi dan pektin.  Gula Granulasi (Gula pasir) : Kristal-kristal gula berukuran kecil yang pada umumnya dijumpai dan digunakan di rumah (gula pasir).   Gula Dekorasi : lihat gula sdaning.

Gula sangat halus: suatu jenis gula di USA. Kristalnya berukuran 4 kali lipat lebih besar dari gula granulasi pada umumnya. berasal dari Indonesia. atau memecah. Gula meja: gula tebu atau gula bit butiran pada umumnya. glukosa dan fruktosa. Gula Palma (kelapa/ kurma) : gula yang didapatkan dari palma ataupun kurma.    Gula inversi : Gula inversi dibuat dengan menggabungkan sirup gula dengan sedikit asam (seperti pada krim tartar atau jus lemon) dan pemanasan. Proses ini mengubah.        Gula Malt: lihat maltosa. Dijual dalam bentuk gula butiran/pasir atau dicetak dalam bentuk gula kubus. Gula kristal: gula bit atau tebu berbentuk granulasi seperti gula pada umumnya. Gula Jawa : gula yang mengalami pemurnian sebagian. Gula Muscovado : gula coklat gelap. Gula mutiara (Pearl sugar) : lihat gula sdaning. Gula Jagung: glukosa yang diperoleh dari jagung. Merupakan gula granulasi yang sangat halus. sakarosa menjadi dua komponen. Karena struktur kristalnya yang halus. Digunakan untuk menghias makanan-makanan yang dipanggang dengan oven . lihat gula Castor. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa).Terutama mengandung sakarosa. sehingga menurunkan ukuran kristal-kristal gula. lihat sakarosa. lihat sakarosa. gula inversi menghasilkan produk yang lebih halus dan digunakan dalam pembuatan berbagai jenis permen seperti fondant. Gula Sdaning: Gula Sdaning merupakan gula kasar atau gula dekorasi. Proses pembuatan jam dan selai secara otomatis menghasilkan gula inversi dengan menggabungkan asam alami dalam buah dengan gula granulasi dan memanaskan campuran tersebut. . dan berbagai sirup.

Gula Tebu : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman tebu. Terkadang dijual dalam bentuk gula coklat (brown sugar) di Eropa. Gula Spun (Spun sugar) : gula lembut hasil dari pendidihan gula sehingga dapat dibentuk dan digunakan untuk dekorasi berbagai hidangan penutup. Pembuatan gula spun diawali dengan pemasakan gula. buah dan hidangan penutup lainnya. biasanya dengan takaran dua biji vanila untuk setiap satu pound gula. Gula ini dinamai gula-vanillin. Campuran tersebut disimpan dalam wadah kedap udara selama sekitar satu minggu sebelum biji-biji vanila tadi dipisahkan kembali. Biji-biji vanila dapat digunakan kembali sampai dengan dengan 6 bulan. . Hasilnya berupa gula dengan rasa dan aroma yang harum yang dapat digunakan untuk bahan baku ataupun penghias „baked goods'. Kemudian dapat dibentuk seperti gumpalan helaian benang dengan menggunakan garpu pengocok dan dioleskan ke permukaan kue untuk dekorasi    Gula susu: lihat laktosa. air dan krim tartar hingga menjadi keras tapi tetap mudah dibentuk. Gula Vanila : gula beraroma dan citarasa harum yang khas dibuat dengan cara memendam biji-biji vanilla dalam gula pasir. Citarasanya sama kuatnya dengan vanilla tetapi tetap dapat dibedakan. Gula Vanilla dapat juga dibuat dari ekstrak vanillin (vanili) murni.

 Karamel : berbagai produk yang diperoleh dari hasil pemanasan gula.  Jaggery (padanan kata gur): gula yang mengalami pemurnian sebagian.   Gur (padanan kata jaggery): gula yang mengalami pemurnia n sebagian. kemudian glukosa ini diubah lagi secara enzimatis menjadi fruktosa yang memiliki rasa lebih manis. . Suatu sirup yang didapatkan dari pati jagung. Icing (Icing sugar) : gula bubuk yang digunakan sebagai krim gula (gula pelapis) pada cake. Digunakan sebagai pewarna makanan dan aroma rasa. Senyawa-senyawa ini berwarna coklat hingga hitam dan menghasilkan aroma khas. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). berasal dari India. Digunakan sebagai pemanis kadar tinggi. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). HFCS : High Fruktose Corn Syrup (Gula Jagung Kaya Fruktosa). Mula-mula pati dipecah menjadi glukosa secara enzimatis. berasal dari India.

Dari kawasan Skandinavia. Banyak terdapat dalam tanaman (kacang-kacangan. suatu kombinasi dari galaktosa dan glukosa. Sirup ini merupakan larutan 70% sakarosa dan glukosa dalam air. yang agak halus. . Dipakai dalam pembuatan gula coklat (brown sugar).   Maltosa (padanan kata gula malt) : gula yang terdapat pada malt dan bir. Terutama tersusun dari berbagai karamel dan mineral. glukosa dan sakarosa. Levulosa : padanan kata untuk fruktosa Madu : merupakan larutan 80% gula dalam air. Penyusun utamanya adalah sakarosa. Molase : Produk samping dari pembuatan gula.  Oligosakarida : karbohidrat rantai pendek yang didapatkan dari polisakarida berukuran besar atau dengan proses enzimatis.   Laktosa: gula yang terdapat pada susu.   Melis : jenis gula meja pada umumnya. Sirup Mapel : sirup yang didapatkan dari pohon mapel yang terdapat di America Utara. Gula utama yang ada dalam madu adalah fruktosa. berwarna coklat.

jpg http://www. Digunakan sebagai prebiotik.net/00110/38/24/110204283_m.    Sakarosa (padanan kata sukrosa.food-info.html http://www.uni-graz.jpg http://www.    bawang) atau susu.at/~katzer/engl/Vani_pla. Kandungan gula berkisar 50-80%.net> Produk Makanan > Gula .vo.htm Food-Info. Gula ini dicetak dalam bentuk kerucut.fermacol. panocha): gula tebu dari Mexico yang mengalami pemurnian sebagian.jpg http://myspace-283.8 kali manisnya gula (seperti misalnya sorbitol) hingga 2000 kali (protein thaumatin).htm http://www. Piloncillo (padanan kata panela. namanya berarti menara kerucut kecil . Sirup : suatu larutan yang sangat kental berupa gula dalam air. gula kristal): nama kimia resmi dari jenis utama gula dan gula ini terutama digunakan dalam berbagai produk maupun di rumah tangga.net/id/products/sugar/types.llnwd. Kebanyakan merupakan pemanis buatan tetapi beberapa di antaranya adalah pemanis alami.com/acatalog/barley-sugars. Gambar-gambar dari :      http://www.fi/~marianna/gourmet/i_sugars. gula meja.sweetstall. Panela: lihat piloncillo Panocha: lihat piloncillo Pemanis: senyawa pemanis bukan karbohidrat. bukan untuk pemanis produk. Rasanya tidak manis atau sedikit manis.com/Logos/Kolner%20Klutje. Tingkat kemanisan pemanis berkisar dari 0.dlc. Sukrosa : Istilah bahasa Inggris untuk sakarosa.

Gula-gula ini berada secara sendiri-sendiri ataupun dalam bentuk campuran satu dengan yang lain. susu tidak memiliki rasa manis. fruktosa dan glukosa. Kata gula pada umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa (sukrosa). yaitu gula yang terdapat dalam semua susu hewan. Komposisi sesungguhnya sangat tergantung pada asal tanaman. berukuran kecil dan dapat larut (dalam air). oleh karena itu gula di dalam darah hewan (dengan kata lain di dalam daging) adalah glukosa. Pada bagian ini pengertian gula mengacu pada karbohidrat yang memiliki rasa manis. dengan komposisi sekitar 80% gula dan 20% air. Selain lima jenis gula utama ini. meskipun kadar gulanya cukup tinggi (4. Seluruh gula yang dicerna oleh hewan akan diubah di dalam hati menjadi glukosa.Kimia Gula Secara kimiawi gula sama dengan karbohidrat. tetapi tidak satupun yang berasa sangat manis dan menarik secara komersial.5% pada susu sapi. pati (karbohidrat berukuran besar yang tidak manis) dari biji-bijian terpecah menjadi karbohidrat yang berukuran lebih kecil. 7% pada ASI). berukuran kecil dan dapat larut. Dalam pembuatan bir. yaitu sakarosa. Satu-satunya gula utama yang dihasilkan oleh hewan adalah laktosa. An initiative of : Wageningen University Gula Struktur Tingkat kemanisan dibandingkan dengan sakarosa . Rasa manis yang biasa dijumpai pada tanaman terutama disebabkan oleh tiga jenis gula. salah satunya adalah gula malt (maltosa) yang memiliki sedikit rasa manis. fruktosa dan sakarosa dalam air. Madu merupakan larutan yang terdiri dari glukosa. Karena laktosa memiliki tingkat kemanisan yang lebih rendah dibandingkan fruktosa dan sakarosa. terdapat ratusan jenis karbohidrat berukuran kecil lainnya yang terdapat pada tanaman dan susu. tetapi umumnya pengertian gula mengacu pada karbohidrat yang memiliki rasa manis.

Sakarosa (glukosa + fruktosa) 100% Glukosa 74% Fruktosa 173% Maltosa (glukosa + glukosa) 33% Laktosa (galaktosa + glukosa) 16% .

htm Kamis. Gula SHS ini masih belum memenuhi syarat untuk digunakan sebagai bahan baku industri makanan. Pada saat ini kebanyakan pabrik gula di Indonesia hanya mampu menghasilkan gula kualitas GKP (gula kristal putih) yang dikonsumsi langsung.net/id/products/sugar/chemistry. membersihkan. Untuk itu industri makanan membutuhkan kualitas gula yang lebih baik yang diperoleh dari gula rafinasi. Namun demikian secara garis besar dapat diuraikan menjadi stasiun sebagai berikut : .Lebih jauh tentang kimiawi karbohidrat dapat dilihat pada topik Karbohidrat (sedang dalam tahap penyusunan) http://www.food-info. Kata rafinasi diambil dari kata refinery artinya menyuling. 12 Agustus 2010 GULA RAFINASI DAN PROSES PEMBUATANNYA Posted on/at 00:54 by Admin Gula selain dikonsumsi langsung juga digunakan sebagai bahan baku untuk industri makanan. Proses Pembuatan Gula Rafinasi Proses rafinasi yang digunakan dalam pabrik gula rafinasi bervariasi tergantung pada bahan yang diolah produk yang dikehendaki dan pertimbangan lain sesuai kondisi lokal. Jadi bisa dikatakan bahwa gula rafinasi adalah gula yang mempunyai kualitas kemurnian yang tinggi. menyaring.

Klarifikasi Pengoperasian unit ini bertujuan untuk membuang semaksimal mungkin pengotor non sugar yang ada dalam leburan (melt liquor). C. Ada dua pilihan teknologi yaitu fosflotasi dan karbonatasi.3. pertama dilakukan pembubuhan kapur sebanyak 0. . Penurunan warna yang dicapai pada stasiun ini berkisar 30-50 %. Afinasi Tujuan afinasi adalah mencuci kristal GKM (raw sugar) agar lapisan molases yang melapisi kristal berkurang sehingga warnanya semakin ringan atau warna ICUMSA lebih kecil. Proses karbonatasi dilakukan dua tahap. Sumber gas CO2 berasal dari gas cerobong ketel yang sudah dimurnikan melalui scrubber. reaksi ini berlangsung di reaktor. Untuk memisahkan gumpalan tersebut oleh karena dalam media liquor yang kental (brix: 65-70) maka gumpalan tidak diendapkan melainkan diambangkan. Teknologi Karbonatasi Pada proses karbonatasi leburan dibubuhi kapur {Ca(OH)2} kemudian dialiri gas CO2 dalam bejana karbonatasi . Selanjutnya liquor ditapis pada penapis bertekanan (leaf filter) menghasilkan filter liquor dan mud. Dekolorisasi Liquor yang dihasilkan dari stasiun klarifikasi setelah ditapis dipompa ke stasiun dekolorisasi. proses pengambangan terjadi pada clarifier. partikel yang melayang dan lain-lain. Pada clarifier ini juga pemisahan gumpalan yang mengambang (scum) terjadi. zat anorganik. Proses pengambangan berlangsung dengan bantuan partikel udara yang dibangkitkan dalam aerator. fosflotasi pada umumnya digunakan di pabrik rafinasi di negara Amerika Latin dan beberapa di Asia sedangkan selebihnya menggunakan teknologi karbonatasi. Teknologi Fosflotasi Pada proses ini digunakan asam fosfat dan kalsium hidroksida yang akan membentuk gumpalan (primer) kalsium fosfat. Pembentukan gumpalan sekunder dapat menjerap berbagai pengotor : zat warna. terbentuk endapan kalsium karbonat yang akan menyerap pengotor termasuk zat warna. Kristal yang telah dicuci dilebur dengan mencampur dengan air atau sweet water menghasilkan leburan (liquor) dengan brix sekitar 65. keduanya banyak dipakai. B. Penambahan flokulan (anion) sebelum tangki aerator dilakukan untuk membantu pembentukan gumpalan sekunder yang terbentuk dari gumpalan-gumpalan primer yang terikat oleh rantai molekul flokulan. termasuk pabrik rafinasi di Indonesia. yaitu dengan sekrap yang berputar pada permukaan clarifier dan menyingkirkan scum ke kanal yang dipasang pada sekeliling clarifier.A.5% brix bersamaan dengan pengaliran CO2 ekivalen dengan jumlah kapur yang ditambahkan. Kedua pada karbonator akhir menyempurnakan reaksi dengan aliran CO2 sampai pH turun di sekitar 8. Pencucian dilakukan dalam mesin sentrifugal yaitu setelah GKM dicampur dengan sirup menjadi magma.

Senyawaan ini terdapat dalam tebu yang terbentuk dari hasil reaksi enzimatik flavonoid dan asam cinamic. Bahan ini terdiri dari campuran 90 % kalsium fosfat dan 10 % karbon yang dibuat dari tulangtulang binatang ternak dipanaskan pada suhu 700 oC. 2.Pada stasiun dekolorisasi pada prinsipnya ada dua teknologi yang lazim digunakan yaitu karbon aktif dan penukar ion. Kedua teknologi tersebut dapat menurunkan warna sekitar 75-85 %. Dengan granul karbon aktif. Macam zat warna Terdapat beberapa macam zat warna yang terbawa atau terbentuk dalam proses refinery. Terbentuk dalam proses bila sukrosa mengalami pemanasan berlebihan sehingga terbentuk senyawaan yang berwarna. Warna senyawa ini umumnya hitam. namun bahan ini tidak mampu menghilangkan zat anorganik yang terlarut. Kandungan karbon aktif sekitar 60 % dan dicampur dengan 5% MgO untuk mencegah turunnya pH. Untuk menghilangkan zat warna dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Karbon aktif ini dapat digunakan selama 3-6 minggu tergantung dari kualitas dan jumlah bahan yang masuk. Warna yang dihasilkan bisa kuning. Kemampuan karbon aktif dalam mereduksi zat warna sangat tinggi. masing-masing dengan keunggulan dan kelemahannya. coklat atau hitam tergantung dari tingkatan reaksi selama pemanasan. yaitu : 1. Meskipun kemampuan mereduksi zat warna tidak sebaik karbon aktif namun mampu mereduksi kotoran zat anorganik. 2. pemilihan teknologi harus disesuaikan dengan kondisi lokal. 3. Melanoidins. . Bone char dapat digunakan selama 4-5 hari kemudian di regenerasi kembali. Meskipun kandungan glukosa dan fruktosa dalam proses refinery sangat kecil. Senyawaan Phenolic. terbentuk dalam proses. terbentuk dari reaksi antara gula reduksi dengan asam amino (Reaksi Maillard). 4. Produk degradasi gula invert. namun senyawa ini mudah rusak oleh pemanasan terutama pada pH tinggi akan membentuk senyawaan polimer berwarna coklat yaitu 5-(hydroksimetil)-2-furaldehid. Bone Char. Karamel.

3. Pengemasan gula produk Produk dikemas dalam kantong polipropilen dengan liner. D. Selain itu penggunaan air juga lebih efisien. E. Oleh sebab itu dalam proses dekolorisasi dianjurkan untuk menggunakan gabungan dua jenis resin ini secara seri. Kristalisasi Produksi gula rafinasi Bahan utama kristalisasi adalah liquor yang sudah melewati tahap dekolorisasi. dengan berat gula 50 kg setiap kantong. Gula ditampung dalam sugar bin kapasitas 150 ton. Tabel Persyaratan SNI Gula Rafinasi : . Pengeringan gula produk Untuk gula produk dibuat dua jalur dengan tujuan agar dapat diproduksi dua macam produk misal GKR dan GKP pada waktu yang bersamaan. Selanjutnya sirop A dimasak seperti yang dilakukan sebelumnya menghasilkan gula B dan sirop B. Ada dua jenis resin yang digunakan dalam refinery yaitu :Resin anion yang berfungsi mereduksi warna dan resin kation untuk menghilangkan senyawaan anorganik. Kristalisasi (evapocrystalisation) dilakukan di bejana vakum (65 cm Hg) dengan penguapan liquor pada suhu sekitar 70-80 0C sampai mencapai supersaturasi tertentu. pengering gula penimbangan dan pengemasan. Demikian seterusnya sehingga secara berjenjang menghasilkan gula A.Exchange Resin) Bahan ini mudah diregenerasi dan dalam penggunaannya mempunyai kapasitas lebih besar dibandingakan dengan karbon aktif maupun bone char. F. Pada umumnya stasiun dekolorisasi menghasilkan liquor dengan warna di bawah 300 IU sehingga dengan bahan tersebut dapat diproduksi gula rafinasi lebih rendah dari 45 IU. Penggunaan resin senyawa akrilic lebih tahan dari resin stiren. Pembuatan dua jalur dimulai dari stasiun sentrifugal. B dan C yang masuk dalam katagori gula rafinasi. Campuran kristal sukrosa dengan liquor disebut masakan. Pemisahan kristal dilakukan dengan cara memutar masakan dalam mesin sentrifugal menghasilkan kristal (gula A) dan sirop A. Resin penukar ion (Ion. Pada kondisi tersebut dimasukkan bibit kristal secara hati-hati sehingga inti kristal akan tumbuh mencapai ukuran yang dikehendaki tanpa menumbuhkan kristal baru. namun resin akrilik kurang effektif dibanding resin stiren. Liquor tersebut kemurniannya tinggi sehingga teknik kristalisasi berbeda dengan kristalisasi pada PG. pertama sirup dilewatkan resin akrilik terlebih dahulu kemudian baru dilewatkan resin stiren.

risvank.blogspot.com/2010/08/gula-rafinasi-dan-proses-pembuatannya. 10 Agustus 2010 Teknologi Gula Cetak dan Gula Semut Dari Nila Kelapa Posted on/at 21:06 by Admin Proses pengolahan gula merah cetak dan gula semut Penampungan: Nira yang ditampung adalah nira yang belum rusak atau belum mengalami fermentasi.com/2008/07/gula-rafinasi-dan-proses-pembuatannya/ http://topagriculture.Sumber : http://www.html Selasa. Kondisi .

Penyaringan: Menggunakan kain blacu agar kotoran seperti ranting/ daun. yakni menuangkan ke wadah tertentu lalu ditumbuk dengan menggunakan sepotong kayu berlangsung kurang lebih 15 menit. plastik. kerucut. Selanjutnya nira dituangkan ke dalam cetakan. dan serangga lainnya tersaring. dan sebagainya. Pengemasan: Gula merah yang dingin dikeluarkan dari cetakan lalu dikemas. dan lainlain. pengadukan dipercepat dengan menggunakan pengaduk kayu yang berbentuk garpu.120oC) dan terus menerus dan agar nira tidak meluap. bambu. maka butiran-butiran yang telah diayak menggunakan ayakan 20 mess. Gula semut Pengkristalan: Nira yang telah masak didinginkan dalam wajan sambil diaduk secara perlahan-lahan. setengah lingkaran. Bentuk cetakan bermacam-macam. Bila mulai terbentuk butiran-butiran. telah dibasahi dengan air bersih agar mudah dilepaskan. lebah. Untuk menghindari kerusakan nira saat penampungan dapat diberi bahan pengawet kapur sirih. semut. batang pisang kering. Dapat pula ditambahkan minyak kelapa (1 sendok makan/25 l) atau menggunakan kopra yang dijepit pada kayu lalu dicelup sekali-kali ke dalam nira yang sedang dimasak. Sisa ayakan diaduk/ digerus lagi dalam wajan yang masih panas. Pengayakan: Untuk memperoeh keseragaman. kubus. ada yang berbentuk gelang. Disamping menjaga wadah penampungan agar tetap bersih. lama pendinginan 10-15 menit. Pemasakan: Nira dituang ke dalam wajan kemudian dimasak (suhu 110. Macam-macam bahan kemasan yang dapat digunakan yaitu daun jari. Ada juga yang melakukan penumbukan.yang terbaik dalam pembuatan gula merah adalah nira yang mengandung kadar gula di atas 12% dan pH 6-7. Nira yang telah masak bila ditetaskan ke dalam air akan Gula merah cetak Pencetakan: Nira yang telah masak diaduk terus agar cepat dingin. daun lontar. daun pisang kering. Pengemasan: .

• Kristalisasi (stasiun masakan) Terjadi proses kristalisasi untuk mengubah sakarosa yang terdapat pada nira kental dari stasiun penguapan menjadi kristal-kristal gula yang memenuhi syarat tertentu. . • Pemurnian (stasiun pemurnian) Untuk menghilangkan atau membuang bahan baku bukan gula yang terdapat pada nira mentah semaksimal mungkin tanpa menimbulkan banyak kerugian berupa kerusakan maupun kelihangan sukrosa. Candi Baru Sidoarjo menggunakan proses sulfitasi alkalis continue.blogspot. sebelum terbentuk kristal dengan menghindari kerusakankerusakan pada sacharosa. terjadi pemisahan antara ampas dengan nira pada batang tebu. Masakan C & D untuk bibit. Macammacam bahan kemasan yang dapat digunakan antara lain kantong plastik. • Penguapan (stasiun penguapan) Untuk menghilangkan air yang terdapat dalam nira jernih hasil proses pemurnian sampai dicapai konsentrasi (% brix) tertentu. Masakan A à gula SHS (produk utamanya). PG. Produknya adalah gula jenis SHS (Superoir Hooft Suiker) 1-A dengan hasil samping berupa tetes dan ampas. dan stoples.Gula semut yang telah dingin untuk dikemas. Sumber: BPTP Sulawesi Utara http://topagriculture. Adapun tahapan proses produksi dan tujuan dari tiap tahap meliputi : • Pemerahan nira (stasiun gilingan) Tujuannya untuk memerah nira sebanyak-banyaknya dan menekan kehilangan gula dalam ampas seminimal mungkin.html Proses pembuatan gula di PT. botol plastik. yakni mempunyai ukuran dan keseragaman yang telah distandartkan. tebu diterima di Crane yard untuk didaftarkan dan ditimbang dan selanjutnya diproses.com/2010/08/teknologi-gula-cetak-dan-gula-semut. Candi Baru ada 3 tahap (A-C-D). Proses kristalisasi pada PT. dalam proses penapis hampa dilakukan pemisahan antara blotong dan filtrat (nira tapis). • Pemisahan kristal (stasiun puteran) Untuk memisahkan kristal gula dari larutan induknya.

• Kristalisasi (stasiun masakan) Terjadi proses kristalisasi untuk mengubah sakarosa yang terdapat pada nira kental dari stasiun penguapan menjadi kristal-kristal gula yang memenuhi syarat tertentu. Candi Baru ada 3 tahap (A-C-D). dimana setelah dilebur larutan tersebut dibawa ke tangki sulfitasi II bercampur dengan nira kental . Masakan C & D untuk bibit. dimana setelah dilebur larutan tersebut dibawa ke tangki sulfitasi II bercampur dengan nira kental Proses pembuatan gula di PT. Proses kristalisasi pada PT. • Pemisahan kristal (stasiun puteran) Untuk memisahkan kristal gula dari larutan induknya. terjadi pemisahan antara ampas dengan nira pada batang tebu. • Pemurnian (stasiun pemurnian) Untuk menghilangkan atau membuang bahan baku bukan gula yang terdapat pada nira mentah semaksimal mungkin tanpa menimbulkan banyak kerugian berupa kerusakan maupun kelihangan sukrosa. • Pengeringan dan pengemasan (stasiun pengeringan dan pengemasan) Mengeringkan gula SHS agar bebas dari air karena kristal gula SHS dari puteran SHS masih mempunyai kadar air yang tinggi. Produknya adalah gula jenis SHS (Superoir Hooft Suiker) 1-A dengan hasil samping berupa tetes dan ampas. sebelum terbentuk kristal dengan menghindari kerusakankerusakan pada sacharosa. yakni mempunyai ukuran dan keseragaman yang telah distandartkan. dalam proses penapis hampa dilakukan pemisahan antara blotong dan filtrat (nira tapis). sedang gula kasar dibawa ke peti leburan. Masakan A à gula SHS (produk utamanya). Terjadi juga proses pengemasan. sedang gula kasar dibawa ke peti leburan. Terjadi juga proses pengemasan. Candi Baru Sidoarjo menggunakan proses sulfitasi alkalis continue. tebu diterima di Crane yard untuk didaftarkan dan ditimbang dan selanjutnya diproses.• Pengeringan dan pengemasan (stasiun pengeringan dan pengemasan) Mengeringkan gula SHS agar bebas dari air karena kristal gula SHS dari puteran SHS masih mempunyai kadar air yang tinggi. Adapun tahapan proses produksi dan tujuan dari tiap tahap meliputi : • Pemerahan nira (stasiun gilingan) Tujuannya untuk memerah nira sebanyak-banyaknya dan menekan kehilangan gula dalam ampas seminimal mungkin. • Penguapan (stasiun penguapan) Untuk menghilangkan air yang terdapat dalam nira jernih hasil proses pemurnian sampai dicapai konsentrasi (% brix) tertentu. PG.

Proses Pembuatan Gula http://www. September 22.php?p=prosesproduksi Wednesday.com/indeks. 2010 Sekilas Proses Pembuatan Gula Rafinasi Sekilas Proses Pembuatan Gula Rafinasi Oleh Daniyanto Secara umum proses pembuatan gula rafinasi dilakukan melalui beberapa tahapan proses sebagai .candibaru.

Masakan (Boiling) 7. Pemurnian (Purification) 4.2008 PROSES PEMISAHAN NIRA DAN AMPAS Pabrik Gula di Indonesia pada umumnya menggunakan sistem gilingan ( Mill Tandem ) sebagai berikut :     Three Roll Mill + fooding roll ( total 4 roll ) Fourth Roll Mill ( total 4 roll ) Three Roll Mill + pressure feeder ( total 5 roll ) Sixth Roll Mill ( total 6 roll ) . Pengepakan dan Pengarungan (Packing and Bagging) Block diagram proses pembuatan gula rafinasi: Posted by Gula Rafinasi at 12:32 AM http://gularafinasi.html PROSES PEMBUATAN GULA ( SUGAR FACTORY PROCESS ) 8.19. Penghilangan warna (Decolourization) 5.blogspot. Pengeringan (Drying) 9.berikut: 1.com/2010/09/sekilas-proses-pembuatan-gula-rafinasi. Penguapan (Evaporation) 6. Affinasi (Affination) 3. Puteran (Sentrifugation) 8. Penanganan gula mentah (Raw sugar handling) 2.

Tetapi pada prinsipnya pemerahan utama terjadi pada tiga roll antara lain :    Rol depan (feeding roll) Rol atas (top roll) Rol belakang (bagasse roll) Aliran proses yang terjadi di bagian Gilingan telah ditunjukkan pada bagan di atas. Selama ampas dipadatkan maka timbul gaya reaksi dari ampas. Proses naik turunnya rol gilingan atas (top roll) akan mengurangi kemampuan memerah nira pada bukaan depan maupun bukaan belakang. Komponen peralatan yang berperan antara lain : Unit Gilingan.Semua jenis sistem di atas bertujuan sama yaitu mendapatkan hasil pemerahan tebu yang semaksimal mungkin. Mekanisme kerja gilingan: Gilingan memerah nira dengan jalan memadatkan umpan (ampas). Macam mill tandem telah tersebut diatas. merupakan peralatan transfer ampas hasil akhir gilingan dikirim sebagai bahan bakar boiler. merupakan peralatan penggerak roll gilingan Intermediate Carrier ( IMC ). melainkan diperlukan gaya tambahan untuk menekan rol gilingan atas sehingga . Gaya reaksi ini menyebabkan rol gilingan atas (top roll) naik turun tergantung besarnya gaya. Selanjutnya ampas akan mengalami proses pemerasan di beberapa unit gilingan dengan bukaan depan dan bukaan belakang unit gilingan berikutnya dibuat lebih kecil sebab sebagian nira sudah terperas di gilingan di depannya. Turbin Uap ( steam turbine ). Selanjutnya ampas melewati ampas plate dan masuk ke bukaan belakang (bagasse opening) dan mengalami pemerahan yang kedua. merupakan peralatan utama terjadinya proses pemerahan. merupakan peralatan transfer ampas antar gilingan Bagasse Elevator ( BE ). Untuk mengatasi hal tersebut tidak hanya menggunakan gaya berat dari rol gilingan atas saja. Pada bukaan depan ampas mengalami pemerahan yang pertama. Rol pengumpan (feeding roll) akan mengatur tebu sedemikian rupa sehingga masuk ke bukaan depan (voor opening) dengan baik.

kemudian ampasnya terdorong ke celah antara roll atas dan roll belakang (bukaan belakang) melalui perantara ampas plate. pengeluaran ampas pada gilingan juga harus lancar sebab kemacetan pengeluaran akan mengakibatkan ampas melimpah keluar gilingan. Sebaliknya. namun jika tekanannya melebihi tekanan optimum 2600 psi – 3000 psi maka hidrolik akan pecah. Ampas tebu dari gilingan III dengan kekeringan 47% digiling oleh gilingan IV dan ditambahkan . Nira hasil penyaringan selanjutnya dialirkan ke stasiun pemurnian. Pada saringan DSM ditambahkan susu kapur yang bertujuan untuk mempertahankan kenetralan pH nira mentah. Pada perlakuan awal dalam mencacah tebu dengan kapasitas tinggi maka diperlukan pisau tebu yang dapat dioperasikan pada kecepatan tinggi. Menggiling cacahan tebu. Nira yang dihasilkan gilingan III ditampung pada penampung B dan dialirkan sebagai nira imbibisi menuju gilingan II. Bila terjadi slip maka ampas yang akan digiling bertumpuk di muka roll gilingan sehingga terjadi slip. Setelah melewati pisau tebu. Alat bantu pada unit gilingan yaitu : Pompa hidrolik Menstabilkan gerakan rol gilingan. Pisau tebu I cenderung dipasang dengan arah yang searah dan pisau tebu II dengan arah yang berlawanan. Jumlah penampung nira pada stasiun ini sebanyak 4 buah. Ampas tebu dari gilingan II dengan kekeringan 44% digiling oleh gilingan III dan ditambahkan nira imbibisi dari gilingan IV.pemadatan ampas dapat sesuai dengan yang direncanakan. Nira yang dihasilkan gilingan I disebut NPP (Nira Perahan Pertama) dan dialirkan ke penampung A. Mekanisme proses pada stasiun gilingan Proses pengolahan tebu menjadi gula pada stasiun gilingan terbagi menjadi dua tahap yaitu : Perlakuan awal dengan memotong dan mencacah tebu. Pada top roll dilengkapi dengan alat hidrolik dengan tujuan untuk melawan rol gilingan atas pada saat ada beban dengan menambahkan tekanan. Ampas tebu dari gilingan I dengan kekeringan 41% melalui alat bantu transportasi yaitu intermediate carrier I dialirkan ke gilingan II yang selanjutnya digiling pada gilingan II. Nira yang terperah pada gilingan II kemudian dialirkan pada penampung A bercampur dengan nira perahan gilingan I dan dipompa ke saringan DSM untuk memisahkan nira yang masih terkontaminasi ampas dan kotoran. Untuk mencegah timbulnya percikan api maka digunakan mesin pendingin pada tiap rol yang dipisahkan dengan bantalan luncur. Proses penggilingan tebu diawali dari pengumpanan serat tebu dari main carrier ke gilingan I melalui alat bantu donally chute. Cara kerjanya menggunakan prinsip pompa piston. Pompa Pelumas Perputaran rol menyebabkan adanya gesekan yang dapat memicu terjadinya panas. hasil potongan tebu melewati unigrator untuk menumbuk tebu hingga halus sehingga mempermudah proses penggilingan. Dalam pemerahan agar lebih efisien maka perlu ditambahkan nira imbibisi dari gilingan III. Pada waktu gilingan bekerja diusahakan jangan sampai terjadi slip. Pada gilingan I umpan masuk pada celah di antara roll depan dan roll atas (bukaan depan) setelah melewati feeding roll sebagai rol pengatur umpan. Gaya tambahan yang dipakai merupakan suatu sistem tekanan hidrolik dari pompa hidrolik.

Tujuan pemberian imbibisi adalah untuk melarutkan kandungan gula (sukrosa) yang masih tertinggal dalam ampas secara maksimal tanpa memberatkan pada proses selanjutnya. III. aktivitas mikroorganisme Leuconostoc kurangnya air imbibisi.80 derajat Celcius. dan V disebut imbibisi. yaitu imbibisi panas dan imbibisi dingin. Imbibisi ganda Pemberian air imbibisi ditujukan pada lebih dari satu unit gilingan. Pemerahan kedua dilakukan top roll dan achter roll (roll belakang). tekanan hidrolik yang rendah pada tiap gilingan mantel dari rol gilingan banyak yang pecah atau rompal sehingga nira tidak bisa terperah dengan baik. Air imbibisi dingin merupakan air imbibisi yang berasal dari air sungai yang sudah dijernihkan dan bertemperatur 30 derajat Celcius. Air Imbibisi Pemberian air maupun campuran nira pada ampas yang akan masuk gilingan II. Imbibisi ganda ini ada yang berupa double compound. yaitu:   Imbibisi tunggal Pemberian air imbibisi dilakukan hanya pada ampas yang akan masuk pada unit gilingan terakhir. Karena digunakan lima unit gilingan. Ampas dari gilingan V dengan kekeringan 50% dibawa ke baggase silo separator melalui belt conveyor. Ampas halus dihembuskan ke mud mixer dengan menggunakan blower. maka diperoleh 10 kali pemerahan.nira imbibisi dari gilingan V. Ampas akhir diharapkan mengandung kadar gula serendah mungkin karena apabila hal itu tercapai berarti proses pemerahan berjalan dengan baik. Pada tiap unit gilingan terjadi dua kali pemerahan nira. banyaknya kebocoran pada talang nira. Hasil pemerahan gilingan I merupakan yang terbanyak. Pemerahan pertama dilakukan top roll (roll atas) dan voor roll (roll depan). triple compound. Ada dua sistem pemberian imbibisi. Ampas dapat dipergunakan sebagai bahan bakar ketel uap dimana uapnya digunakan untuk menggerakkan turbin gilingan.80derajat celcius yang dipompa dari stasiun penguapan. IV. Nira yang dihasilkan gilingan IV ditampung pada penampung C dan dialirkan menuju gilingan III sebagai nira imbibisi. Kehilangan gula ini kemungkinan disebabkan oleh :        masih adanya gula yang tidak dapat diperah dan tertinggal di dalam ampas. Selama proses penggilingan tersebut masih tetap dapat terjadi kehilangan gula atau sakarosa. Ampas tebu dari gilingan IV dengan kekeringan 50% digiling oleh gilingan V dan ditambahkan air imbibisi dengan temperatur 70 . Keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan air imbibisi panas pada proses penggilingan adalah : . ataupun quadruple compound imbibisi. Air imbibisi panas merupakan air imbibisi yang dipompakan ke gilingan V dengan suhu sekitar 70 . Dalam penggunaan air imbibisi ada dua macam air imbibisi. adanya sudut-sudut mati pada peti nira yang mengakibatkan berkurangnya sirkulasi. Nira yang dihasilkan gilingan V ditampung pada penampung D dan dialirkan sebagai nira imbibisi menuju gilingan IV. Nira hasil perahan gilingan I dan II dicampur pada penampung A dan campuran ini disebut nira mentah. kemudian makin ke belakang makin sedikit nira yang dihasilkan.

daun atau akar yang terikut pada saat tebang. tebu ( cane ) yang akan di giling dipersiapkan. berarti tebu yang akan di giling harus bersih dari kotoran.  larutan glukosa yang dapat diperah menjadi lebih banyak karena dapat lebih membuka pori-pori pada ampas. dapat menghambat aktivitas dan membunuh mikroorganisme perusak nira. Sementara kerugian dari penggunaan air imbibisi panas adalah:    melarutkan zat-zat bergetah lilin (pektin) sehingga hasil perahan menjadi kurang bagus. tebu ( cane ) yang baik adalah secara umum memenuhi 3 persyaratan. Besarnya kandungan gula dipengaruhi oleh varietas. Manis.2008 TEBU MASUK PABRIK GULA Tahap Persiapan Bahan Pada tahap ini. tidak menyulitkan proses penggilingan karena jika temperatur tinggi dapat menyebabkan slip. dilihat jumlahnya dengan ditimbang yang akhirnya menentukan jumlah gula yang akan dihasilkan. Bersih. Sementara kerugian dari penggunaan air imbibisi panas adalah:   proses pelarutan gula dalam ampas kurang sempurna. Dari segi kualitas. baik itu kotoran berupa tanah. iklim dan tingkat kemasakan pada saat tebang. kebutuhan air panas (energi) lebih besar. . Sedang dari segi kuantitas. mikroorganisme pengganggu masih aktif. Keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan air imbibisi dingin pada proses penggilingan adalah :   tidak melarutkan zat-zat pengotor nira sehingga memudahkan proses pemurnian.14. Diposkan oleh Ratmanto di 02:48 2 komentar Link ke posting ini 8. 2. pengoperasian dan pengontrolan lebih sulit karena adanya penguapan. berarti tebu yang akan di giling harus memiliki kandungan gula ( rendemen ) yang mencukupi. antara lain : 1. sistem tanam. tingkat kebersihan dan potensi kandungan gula ( rendemen ) di dalamnya. baik itu kualitas maupun kuantitasnya. Kualitas meliputi kondisi fisik tebu.

antara lain :   Rantai penggerak yang berfungsi mentransfer tebu menuju conveyor. OHC ( Over Head Crane ). Sedangkan rantai yang dipakai adalah jenis rantai conveyor ( Conveyor chain ). berarti waktu yang diperlukan dari mulai tebu ditebang. Cane Conveyor ( Cane Carrier ). truck dumper. berfungsi untuk menggerakkan slate. kandungan gula dalam tebu juga semakin menurun.masing menyesuaikan kapasitas giling ( Mill Capasity ) dari PAbrik Gula. Cane preparation. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan putar yang diinginkan. . Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik ( variable speed electric motor ) yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan transfer yang diinginkan. Transfer / lifter machine. berfungsi untuk transfer tebu dari kendaraan pengangkutnya ( truck atau lori ).Peralatan utama ( machine ) yang digunakan pada tahap ini dalam proses produksi gula di Pabrik Gula akan diuraikan sebagai berikut. Beberapa komponen pada mesin ini. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan transfer yang diinginkan. Sedangkan rantai yang dipakai adalah jenis rantai conveyor ( Conveyor chain ) dengan spesial attachment. berfungsi untuk mentransfer tebu menuju mesin giling ( milling machine ). masuk pabrik hingga di giling harus secepat mungkin. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan putar yang diinginkan. Sebagai alatnya ada beberapa jenis mesin yang digunakan di Pabrik Gula. Cane leveller yang berfungsi mengatur jumlah tebu yang masuk ke conveyor. Karena semakin lama waktunya. Kapasitas masing . cane tipler. Cane leveller yang berfungsi mengatur ketebalan tebu pada conveyor. Segar. Cane table. berfungsi untuk transfer dan mengatur jumlah tebu yang akan di giling. Spesifikasi disesuaikan dengan mill capasity. Rantai penggerak. antara lain MRC ( Mono Rail Crane ). Spesifikasi disesuaikan dengan mill capasity. mulai dari SWL ( Safe Working Load ) 10 hingga 25 ton.3. Pada tahap ini tebu yang akan di giling dipersiapkan sehingga mempermudah proses pemisahan air tebu ( nira ) di bagian penggilingan. Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :    Slate sebagai tempat jatuhan tebu dan menggerakkannya menuju milling machine.

Cane Cutter ( cane knife ). Kapasitas turbin uap menyesuaikan kapasitas cane cutter. tangkai pisau ( disc ) dan disc holder. tujuannya untuk memperoleh luas permukaan pemerahan yang lebih besar sehingga air tebu ( nira ) dapat semaksimal mungkin terperah di mill station.15 cm. tangkai pisau ( disc ) dan disc holder. Bentuk ukuran dan jumlah disesuaikan dengan mill capasity Cane cutter driven dalam hal ini yang sering dipakai adalah steam turbine ( turbin uap ) merupakan penggerak dari cane cutter. Cane shreeder ( cane hammer / unigrator / heavy duty cane shreeder )berfungsi untuk mencacah potongan tebu menjadi serat potongan yang lebih kecil. berfungsi untuk memotong tebu yang masuk masih dalam bentuk batangan. tujuannya untuk memperoleh luas permukaan pemerahan yang lebih besar sehingga air tebu ( nira ) dapat semaksimal mungkin terperah di mill station. Bentuk ukuran dan jumlah disesuaikan dengan mill capasity . mata pisau ( cutting edge ). Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :   Cane cutter ( pisau tebu ) terdiri dari. Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :  Cane shreeder terdiri dari. mata pisau ( hammer tip). menjadi potongan yang lebih kecil berukuran 10 .

Kondisi proses penggilingan yang efisien ditunjukkan dengan makin banyak nira yang terekstraksi maka makin banyak pula gula pasir yang diproduksi. ketersediaan. Kapasitas turbin uap menyesuaikan kapasitas cane cutter. yang erat hubungannya dengan parameter keandalan adalah faktor pemeliharaan/perawatan. Cane cutter driven dalam hal ini yang sering dipakai adalah steam turbine ( turbin uap ) merupakan penggerak dari cane cutter. tenaga kerja. dan keefektifan. Oleh karena itu keandalan dari mesin dan peralatan harus terjaga dengan baik. Menurut Hajek (1988). Produksi gula khususnya gula pasir pada pabrik-pabrik gula di Indonesia menggunakan tanaman tebu sebagai bahan baku. Proses produksi sangat dipengaruhi oleh sumber daya mesin dan peralatan yang berperan vital sebagai fasilitator terselenggaranya proses pengolahan. Proses penggilingan merupakan faktor terpenting dalam penentuan efisiensi proses produksi karena menunjukkan banyaknya nira dalam tebu yang terekstraksi untuk diproses menjadi gula pasir. terutama mesin dan peralatan pada stasiun giling. Peran utama sumber daya mesin dan peralatan yaitu membantu proses produksi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas khususnya pada proses penggilingan di pabrik gula dalam mencapai target produksi. energi. Garis besar proses pembuatan gula mulai dari bahan baku tebu sampai menjadi gula kristal terdiri dari lima tahapan proses. yaitu : . Diposkan oleh Ratmanto di 01:34 1 komentar Link ke posting ini GULA DIOLAH BUKAN DI BUAT Dalam proses pembuatan gula membutuhkan sumber daya seperti material. informasi serta mesin dan peralatan yang terkoordinasi.

hal lain diluar itu. Kalo diibaratkan semua disiplin ilmu bisa bermanfaat. Apakah soal harga gula.akhir ini menjadi sorotan. Jika ditelaah secara mendalam mungkin hal itu disebabkan oleh kita sendiri. Diposkan oleh Ratmanto di 05:35 0 komentar Link ke posting ini .     Proses pemerahan tebu menjadi nira di bagian / Stasiun Gilingan ( Mill Station ). Proses Pemisahan kristal gula dari tetes di Stasiun Puteran ( Cetrifuge Station ) Diposkan oleh Ratmanto di 00:49 0 komentar Link ke posting ini 8. Oleh karena itu perlu secepatnya dicari solusinya Perlu disadari bersama. gula rafinasi yang berbondongbondong membanjiri pasaran yang menyebabkan harga gula anjlok. bukan karena teknologinya melainkan hal . teknologi di Pabrik Gula sangat kompleks. para pengawal industri gula.2008 TANTANGAN INDUSTRI GULA Pabrik Gula akhir . Proses pengendapan kotoran dari nira di Stasiun Pemurnian ( Purification Station ). KArena itu patut kiranya mulai digunakan teknologi-teknologi terbaru untuk lebih memajukannya. persaingan harga dengan gula import. Proses pemekatan nira encer menjadi nira jernih di Stasiun Penguapan ( Evaporation Station ). Proses Kristalisasi gula di Stasiun Masakan ( Boiling Station ).06.

saran. Segala komentar.blogspot. Mari kita bersama . bagaikan satu titik air di kubangan air di danau toba. ide mengenai segala hal mengenai teknologi yang sedang dan akan dipakai di proses pengolahan gula.com/ ned Proses Produksi Gula Pasir Posted by volcano-distro | Label: Pengetahuan | 0 komentar . Sayang memang kalo dilewatkan sia-sia . ide sangat saya butuhkan untuk pelengkap blog ini. Dengan demikian bersama bisa diwujudkan cita-cita bersama Indonesia berswasembada gula dan target akhir bisa bersaing dengan pabrik gula di dunia. Ilmu yang disimpan rapi didalam pikiran tak ubahnya seperti buku yang usang teronggok di gudang yang dilirikpun tidak. ilmu. blog ini bisa menjadi tempat dan ajang berbagi informasi.Posting Perdana Hallo Indonesia Hallo para engineer Indonesia Hallo para engineer Pabrik Gula di seluruh Indonesia Ilmu bisa dikatakan sempurna. jika bermanfaat bagi banyak orang. kritik.sama berbagi ilmu demi kemajuan teknologi kita. Saya berharap sekarang dan dikemudian hari. Terimakasih Diposkan oleh Ratmanto di 05:28 1 komentar Link ke posting ini Beranda http://favetech. Aku yakin masih banyak ilmu yang bisa tertuang.

cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya di gunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak kemurnian. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. sarinya dikumpulkan dan disaring. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. Sesudah itu. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. Setelah cukup murni. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. MESIN PENGOLAH: . dimasak. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula. Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. campuran tersebut kemudian dimurnikan dengan belerang dioksida.Proses Produksi Gula Pasir Untuk pembuatan gula. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan.

Alat penggilingan disusun seri dengan jumlah alat penggilingan 4-5 unit. Saat penggilingan diberikan air imbibisi untuk mengurangi kehilangan gula dalam ampas. akibat dari kurang sempurnanya daya perah unit gilingan. Pemurnian Tujuan pemurnian adalah membuang sebanyak-banyaknya zat bukan gula dan mengusahakan agar kerusakan gula akibat perlakuan proses pabrikasi minimal. . Di dalam badan penguapan secara seri. hal ini berkaitan dengan berapa banyak gula yang dihasilkan nantinya. persen brix nira dari badan pertama ke badan penguapan selanjutnya akan semakin meningkat. Pemurnian dengan susu kapur dilakukan dalam peti defecator (bejana yang berfungsi untuk mencampurkan susu kapur dengan nira mentah) dengan pH 10 Penguapan Tujuan penguapan adalah untuk memekatkan nira encer sehingga diperoleh nira dengan kepekatan yang diharapkan. Penggilingan Penggilingan dimaksudkan untuk mengambil nira mentah dari batang tebu dan memisahkannya dari ampas.Penimbangan Penimbangan di sini dimaksudkan untuk mengetahui berat tebu yang akan digunakan dalam proses pembuatan gula. sesampai di pabrik akan ditimbang dan dipindahkan ke lori (kereta pengangkut tebu) menuju meja tebu sebagai tempat dimulainya perlakuan pendahuluan pengolahan gula kristal. Bahan baku tebu yang diangkut dari kebun dengan truk. maka titik didih dibuat rendah dengan tekanan hampa agar komponen nira tidak rusak.

Setelah dingin dan kering. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. http://markerinfo.html Tentang tanaman tebu Wednesday. Untuk pembuatan gula. gula kasar dan gula produk. Pendinginan gula dikerjakan dengan menghembuskan udara dingin sampai suhu gula sama dengan suhu gudang. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Saat pemutaran sesekali diberikan air siraman untuk mempermudah pemisahan kristal gula dengan larutannya ). Gula halus dan gula kasar akan dilebur kembali. Andry · Labels: Serba-serbi Tebu (bahasa Inggris: sugar cane) adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Pendinginan berfungsi agar gula menjadi dingin setelah melalui proses pengeringan karena telah dilewati panas. Gula produk ditimbang dengan timbangan curah dengan skala yang sudah diatur untuk berat bersihnya dan langsung masuk ke karung dan dijahit secara otomatis. Pemutaran Pemutaran berfungsi untuk memisahkan kristal dengan larutannya (stroop) menggunakan proses sentrifugasi dalam saringan sehingga massa akan terlempar. gula disaring untuk memisahkan antara gula halus. Pengeringan.Pengkristalan Pengkristalan bertujuan untuk memisahkan sakarosa dari larutannya dengan cara mengkristalkan molekul-molekul sakarosa dalam pan kristalisasi dan diusahakan hasil kristalisasi yang memenuhi syarat yang dikehendaki. Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra. Tanaman ini termasuk jenis rumput-rumputan. Pengeringan dilakukan dalam tabung getar. May 19. Selanjutnya gula produk dibawa ke gudang yang memenuhi syarat untuk disimpan dan didistribusikan ke konsumen. di mana gula akan melompat-lompat sehingga mempercepat pengeringan karena seluruh kristal terkena hembusan udara panas dari pengering gula. sedangkan gula produk ditimbang dan dikemas.com/2010/05/proses-produksi-gula-pasir-untuk. 2010 by Mr. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) . Pendinginan dan Penyaringan Fungsi dari pengeringan ini adalah untuk menguapkan kadar air pada bahan sehingga memudahkan proses selanjutnya.blogspot. Fungsi dari penyaringan ini supaya didapatkan bentuk gula yang diinginkan. Pengemasan Pengemasan berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap produk dari segala macam kerusakan yang terjadi baik untuk produk pangan maupun produk non pangan.

blogspot. 2. 3. Sesudah itu. Tebu (Sacharum officinarum) adalah termasuk keluarga Graminae atau rumput-rumputan dan berkembang biak di daerah beriklim udara sedang sampai panas. Meredakan Jantung Berdebar Bahan: 3 genggam akar tebu hitam.com/2010/05/tentang-tanaman-tebu. Cara membuat: diperas untuk diambil airnya Cara menggunakan: diminum. Cara membuat: disesap dan diminum aimya.di pabrik gula. http://mr-andry. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. kemudian dikupas dan diperas untuk diambil aimya. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. Sakit Panas Bahan: tebu hitam secukupnya. Di negera Negara Karibia tebu diolah menjadi Falernum dan dipergunakan sebagai bahan campuran cocktail. Cara membuat: dicuci dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. India adalah terbesar kedua produsen gula sedangkan penghasil terbesarnya adalah Brasil. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari. dimasak. Tebu yang tumbuh di lebih dari 200 negara. Cara menggunakan: dibakar. Batuk Bahan: 3-5 ruas tebu hitarn. Manfaat tebu : 1. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal.html . Tebu cocok pada yang mempunyai ketinggian tanah 1 sampai 1300 meter di atas permukaan laut.

Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. yang mengandung 1 hingga 2% gula. penghilangan warna. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. afinasi. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. kritalisasi. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. semuanya bercampur di dalam gula. pembersihan kotoran. proses ektrasi. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. 15% gula dan serat residu.PROSES PEMBUATAN GULA PASIR (KRISTAL) DARI TEBU Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. penguapan. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Proses ini dinamakan . Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula. dinamakan bagasse. Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. karbonasi. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung.

sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. dan hasilnya berupa cairan yang manis. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Pendidihan/ KristalisasiPada tahap akhir pengolahan. Sekali kristal terbentuk.liming. Olah karena itu. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. . Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Evaporasi dalam ‘evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Sayangnya. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi.

Sebagai tambahan. Selain karbonatasi. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. t eknik yang lain berupa fosfatasi. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi . Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal.5%. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. partikelpartikel halus. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Setelah proses ini dilakukan. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisikondisi reaksi. Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Campuran hasil (‘magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses.

tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks, dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula, keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon, GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”, sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.

http://mialkhoiriyah.blogspot.com/2011/01/proses-pembuatan-gula-pasir-kristal.html

PROSES KRISTALISASI GULA
Posted on Mei 8, 2010 by Syamsul Amarudin

Very Poor

Salah satu langkah dalam proses pembuatan gula adalah kristalisasi. Proses kristalisasii merupakan salah satu pekerjaan proses agar mendapatkan bahan murni yang berupa gula kristal yang berwarna putih, berbentuk padat, sehingga gula dapat terpisah dari larutan induknya dalam bentuk kristal. Sebagai hasil dari proses kristalisasi tersebut dihasilkan suatu magma yang terdiri atas larutan induk dan kristal gula. Campuran dari larutan induk dan kristal tersebut biasanya disebut masakan atau dalam bahasa Perancis disebut “massecuite”, yang berarti massa, dan cuite berarti diproses atau dimasak. Proses kristalisasi terjadi di dalam suatu pan masak, yang proses kerjanya dilakukan pada suasana atau kondisi vakum (hampa udara). Disamping itu, proses kristalisasi dilakukan secara single efek (badan tunggal), jadi berbeda dengan kegiatan dalam pan penguapan yang dilakukan secara multiple effect (badan rangkap, > 1 badan). Proses kristalisasi dilakukan pada kondisi vakum untuk mencegah kerusakan dari nira. Bahan Dasar Proses Kristalisasi Dalam proses pembuatan gula, yang dimulai dari pemerahan tebu menghasilkan nira mentah, kemudian dengan pemurnian untuk menghilangkan kotoran dan penguapan untuk menguapkan air maka akan diperoleh nira kental. Nira kental ini adalah bahan baku utama dalam proses

kristalisasi. Dari rangkaian proses sebelumnya nira masih mengandung kotoran dan kadar air. Di proses kristalisasi ini kadar kotoran dan air yang ada dalam nira akan dihilangkan. Di nira kental masih terkandung kotoran sebesar 15 – 20 % zat terlarut, sedangkan kadar airnya 35 – 40 % (memiliki brix 60 – 65). Nira kental sebagian besar mempunyai brix sebesar 60 – 65 % dengan tujuan supaya larutan tersebut mendekati konsentrasi jenuhnya. Faktor – Faktor yang Berpengaruh Terhadap Proses Kristalisasi Pelbagai faktor yang dipandang dapat mempengaruhi proses pemasakan atau proses kristalisasi, a.l. suhu, vakum, proses penguapan sebelumya, kerataan kristal, kadungan kotoran dalam larutan, viskositas larutan dan pencampuran atau sirkulasi larutan. Langkah-langkah proses kristalisasi adalah sebagai berikut :

a. Menarik larutan dan pemekatan

Bahan dasar yang akan dikristalkan dipanaskan sampai mendekati suhu masak, selanjutnya pemekatan dimulai. Dengan demikian koefisien kejenuhannya berangsurangsur meningkat. Pada keadaan lewat jenuh akan terbentuk suatu pola kristal sukrosa. Proses kristalisasi dijaga pada suhu rendah karena molekul sukrosa akan mudah rusak pada suhu tinggi, oleh karena itu digunakan vakum. Pemekatan tidak boleh melewati daerah metastabil, karena akan terjadi inti baru berupa kristal-kristal halus. b. Membuat bibitan v Pembuatan bibit dengan cara serentak (spontan) - Larutan diuapkan sampai berada pada daerah goyah (A) - Bila akan mulai memasak larutan dialihkan ke daerah metastabil dengan menaikkan suhu. (B) - Apabila kristal yang terbentuk kurang maka larutan diarahkan ke daerah goyah lagi (C) - Bila inti kristal telah cukup maka ditarik bahan masak lagi, kemudian menurunkan vakum agar kembali ke daearah metastabil. (D) v Pembuatan bibit dengan cara kejutan (shock seeding) - Larutan gula dikentalkan sampai daerah intermediate kemudian dimasukkan gula halus. - Bila kristal telah terbentuk dan terlihat besar kristal merata maka dikembalikan lagi ke daerah metastabil. v Pembuatan bibit dengan cara pemberian inti penuh (full seeding) Pada cara ini dengan menggunakan bibit (seeding) yang sudah jadi dan dimasukkan pada daearah metastabil. Untuk bahan bibitan sistem ini bisa menggunakan fondan atau FCS (Fine Crystal Seed). b. Membesarkan Inti Kristal. Pada langkah pembesaran kristal diusahakan untuk menempelkan sebanyak mungkin molekul sukrosa pada kristal yang telah jadi dalam waktu yang singkat. c. Merapatkan Inti Kristal

Apabila pembesaran dirasa telah cukup dengan kristal yang kuat. sehingga strop yang diperoleh banyak. atau disingkat PG Toelangan (ejaan jaman dahulu kala) berdiri pada tahun 1850. sedang gula pasirnya menjadi berkurang. Tanda-tandanya adalah masakan harus poro. maka selanjutnya adalah merapatkan inti kristal. tidak mudah menjadi gepeng dan keras. Om Pri menawarkan pada kami untuk melihat proses mulai dari bahan baku tebu yang disetor para petani sampai menjadi gula.risvank. Indonesia itu merupakan salah satu pabrik gula milik PT Perkebunan Nusantara X. Fungsi palung pendingin adalah untuk mendinginkan masakan dan juga untuk kristalisasi lanjut. PG Toelangan berada di kecamatan tulangan. Untuk masakan D kecuali tanda-tanda tersebut. tidak terasa ngayiyat (tidak seperti berlendir tidak licin). biasanya terpaksa diencerkan atau di cuci. Dan perlu dimengerti bahwa tuanya masakan bukan hanya karena hampir habis airnya.com/ http://sweetcandyind.Karena itu masakan sewaktu turun harus dalam keadaan tua karena banyak mengandung pasir keras.Dalam proses awal inilah seharusnya para petani sdh mensortir kualitas tebu yang dikirim ke pabrik antara lain : bersih dari daun daun dan akar akar tebu . tetapi masakan harus banyak mengandung pasir.saya mendapatkan momen istimewa untuk bisa masuk ke dalam pabrik gula Toelangan.com/2010/05/08/proses-kristalisasi-gula/ Libur Asyik Berkunjung PG Toelangan 06Jul2010 Posted by Cempluk at 7/06/2010 10:10:00 AM Labels: wisata Pabrik gula Tulangan. Hari minggu yang lalu (4/7/2010). Pada dasarnya masakan boleh diakhiri dan diturunkan kedalampalung pendingin apabila : . artinya masakan sudah tua. kalau ditekan dengan jari terasa pasir. d. propinsi Jawa Timur. kemungkinan sangat besar akan rusak atau menjadi kotor.wordpress. . Sumber : http://www. Akibatnya masakan lalu sukar diputar. Menurunkan masakan Masakan yang sudah tua akan diturunkan kedalam palung pendingin. Tujuannya adalah supaya jarak antara kristal yang satu dengan yang lain berdekatan sehingga kecepatan kristalisasi tidak berkurang. Jika masakan sukar diputar.Brix masakan sudah tinggi. kalau dilemparkan ( ke dinding pan misalnya). Jika tidak banyak pasirnya maka sewaktu masakan tadi berada di dalam palung pendingin (trog). kota Sidoarjo.

Sedangkan PG Toelangan memperoleh pembayaran jasa pemrosesan dari penjualan tersebut. 1940. Pada proses pemerasan tebu tidak serta merta mengeluarkan air tebu murni. yakni tebu ke dalam mesin pembersihan dan pemotongan tebu.. Permasalahan tidak hanya proses yang berhubungan dengan mesin dan pegawai yang bekerja pada PG Toelangan. kemudian dilakukan proses pembersihan lagi.mesin di PG Toelangan masih menggunakan mesin buatan negeri Belanda tahun 1919. sehingga proses pemilahan air tebu memerlukan beberapa tahapan proses lagi. "Hmm. dimana pendapatan perusahaan yang diterima berasal dari pemrosesan mesin bukan berasal dari pembuatan produk. Proses secara sederhananya seperti ini : dimulai dari memasukkan bahan baku. Berdasarkan penuturan om Pri. Seluruh rangkaian proses mengolah tebu menjadi gula pasir pada mesin . Proses pengolahan tebu menjadi gula pasir membutuhkan alur proses yang panjang.juga pengaruh rasa gula dan proses penghancuran batang tebu jadi terhambat. dan 1928. Sebaiknya petani menjadi sumber pertama yang mensortir mutu batang tebu sebelum dikirim ke pabrik. masih terdapat kotoran berupa tanah dan bagian tanaman tebu yang melekat.batang tidak termasuk pucuk tebu yang berwarna hijau daun karena batang ini tidak berasa manis. bahkan demonstrasi terjadi dari para pegawai sendiri yang menuntut kenaikan gaji. Bahkan bangunan pun masih asli arsitektur negeri Belanda.. . dimana pada proses ini juga dimasukkan beberapa zat kimia tak berbahaya untuk bisa menghasilkan gula pasir berkualitas. Apabila terdapat satu proses saja yang bermasalah. Hampir setiap saat. demonstrasi petani tebu yang mengeluhkan rendahnya daya beli bahan baku dari PG Toelangan selalu ada di kantor PG Toelangan. Selepas memilah air tebu maka dilakukan pengadukan pada bak penampung besar.kokoh sekali yah buatan dari Belanda ini". dan membutuhkan pengawasan hati . Perlu diketahui juga bahwa PG Toelangan adalah pabrik yang bergerak dalam bidang jasa. bahwa di PG Toelangan merupakan pabrik gula paling tradisional dari seluruh pabrik gula yang ada di Jawa Timur. maka seluruh rangkaian pengolahan menjadi bermasalah pula. Selain akan mempengaruhi warna cairan gula.hati oleh para pegawai yang bertugas. Input berupa bahan baku berasal dari para petani dan output berupa gula pasir nantinya akan diambil dan dijual oleh para investor. gumamku. Pengecekan kekristalan gula juga dilakukan oleh pegawai.

html . salah satunya di PG Toelangan ini kawan.com/2010/07/libur-asyik-berkunjung-pg-toelangan.rekan pembaca budiman meluangkan waktu bersama keluarga/sahabat tuk mengunjungi PG Toelangan. http://andibagus.Liburan sekolah akan bernilai positif dan bermanfaat bila digunakan untuk berekreasi sembari belajar.blogspot. Jadi. tak ada salahnya bila rekan .

tebu dari Truck pengangkut di pindahkan ke meja tebu 2. masing-masing set terdiri dari 3 silinder baja dengan diameter ± 1 meter.Pompa : •Nira mentah dipompa ke Pan Pemanasan .Gilingan IV ampas III (ditambahkan air imbibisi) diperas menghasilkan nira IV dan ampas IV karena kadar gula sudah kecil. 3. setelah sampai di alat ini tebu dipotong dan dihancurkan menjadi potongan kecil-kecil. biasanya ampas ini digunakan sebagai bahan bakar boiler/ketel atau dijual ke pabrik kertas sebagai bahan baku kertas) Perjalanan nira : a.Senin.Proses dimulai dari gambar kanan atas (truck pengangkut tebu).Gilingan III ampas II (ditambahkan air imbibisi) diperas menghasilkan nira III dan ampas III d.Gilingan I potongan tebu diperas menghasilkan nira I dan ampas I b. Potongan tebu dari Cane Cutter di masukan ke : a. 19 Juli 2010 INDUSTRI GULA TEBU INDUSTRI GULA DARI TEBU Diagram alir proses pengolahan gula dari tebu Penjelasan proses : I.Peti nira mentah: •Nira I dan nira II di campur tangki (Peti nira mentah) •Dihilangkan kotoran kasar seperti pasir (penyaring pasir) •dilakukan penimbangan untuk mengendalikan kapasitas produksi •ditampnung dalam bak nira mentah sebagai nira mentah b.Tebu Dari meja tebu dipindahkan Cane Cutter (Pemotong tebu). peralatan yang Sejenis dengan Cane Cutter adalah Unigrator .STASIUN PENGGILAN 1.Gilingan II ampas I diperas menghasilkan nira II dan ampas II (ampas I pada umumnya ditambahkan air imbibisi berupa air panas yang berfungsi untuk membantu pelarutan gula yang ada dalam ampas ) c.Potongan tebu yang sudah kecil tersebut di masukkan ke Gilingan(umumnya tersusun dalam 4 set gilingan.

2). untuk membantu pembentukan Kristal yang sempurna dibantu dengan pendinginan menggunakan palung pendingin IV. H2O)dimasukkan ke defikator(PH =9. b.sulfitator. dilanjutkan ke stasiun penguapan III. nira bersih ini langsung diteruskan ke stasiun penguapan 7. expander.Expander Pada expander ini nira ditambahkan flokulan untuk memperbesar endapan kotoran yang sudah bentuk.5). di endapan padat yang kadang masih dimanfaatkan petani sebagai pupuk b.Bagian yang bersih berada di bagian atas. selanjut endapan / gumpalan ini (nira kotor) di teruskan ke Rotary Vacum Filter. 2. untuk mengendapkan kotoran-kotoran yang dapat mengendap dengan dalam sulfat dan sulfit.Defikator Nira yang sudah dipanaskan + susu kapur (CaCO3. Proses yang dialami dapat ditampilkan sebagai berikut : 1.Blotong. SO3 dalam sulfitator(PH = 7.Sulfitator Nira dari defikator di reaksikan dengan SO2. door Clarifier. rotary vacuum filter dan lain lain. nira diteruskan ke Pan pemanas II untuk mendapatkan suhu yang lebih tinggi.nira bersih.Rotary vacuum filter (DSM screen) Nira kotor dari door Clarifier di saring menghasilkan : a. 6. defikator. karena perbedaan berat jenis dan gravitasi terjadi pemisahan campuran: a. dilanjutkan proses pemurnian. 3.Bagian endapan (gumpalan ) akan turun ke dasar Door Clarifier.Door Clarifier Kotoran nira yang masuk dalam door Clarifier membentuk gumpalan besar yang turun ke dasar door clarifier yang mulai terpisah dari nira bersih.0-7.STASIUN PENGUAPAN Nira bersih (dari door Clarifier dan Rotary Vacum filter) mengalami prose sebagai berikut: a.Pan pemanas II Nira pada Pan Pemanas II dipanaskan sampai 100-105oC.Pan Pemanas I Nira mentah dari stasiun gilingan dipanaskan pada suhu 70oC. nira dipompa ke atas sampai ke expander 5.Pan Penguapan dipekatkan /diuapkan airnya di Pan Penguapan (evaporator bertingkat ) yang dioperasikan pada kondisi vakum sampai nira hampir jenuh atau sering disebut nirkental.II.STASIUN PUTERAN (Centrifuge) .Pan Masak Nira kental dari pan penguapan dilanjutkan ke Pan masak (kristalisator) yang juga beroprasi dan kondidisi vakum sampai terjadi kristal . 4. untuk mengendapkan kotoran-kotoran dalam nira yang dapat membentuk endapan dengan Ca++ dan CO3-2 . expander mencampur flokulan dan nira serta menyebarkannya ke door Clarifier.STASIUN PEMURNIAN Pada stasiun pemurnian nira mengalami proses melewati alat –alat seperti Pan Pemanas. b. nira diteruskan sulfitator.

untuk menjaga kualias gula sangat diperlukan proses pengeringan ini . FOTO ANTARA/R. Rekotomo/pd/09 http://www. Pamotan. 2010 Label: CHEMICAL TECHNOLOGY http://sugianto-industri. setelah gula kering siap dikemas dan dipasarkan Diposkan oleh Sugianto di Senin. 8/10 .PRODUKSI GULA.Pengeringan. Sejumlah pekerja melakukan proses pengolahan gula. memisahkan Kristal gula dan tetes.Centrifugasi.com/2010/07/industri-gula-tebu. Juli 19. Kristal gula dilanjutkan ke proses berikutnya sedangkan tetes yang dihasilkan masih laku untuk dijual sebagai bahan baku MSG (mono sodium glutamate. Centrifugasi dapat diguanakan yang otomatis maupun yang manual.com/peristiwa/v1255008505/produksi-gula Gula .Pada bagian akhir dari pengolahan gula ini terdiri dari beberapa tahap meliputi a.antarafoto. Kabupaten Rembang.Pengepakan. namun sering kali dijumpai masih digunakan gabungan keduanya. di Pabrik Gula Mini Pamotan. alcohol . Jateng. di Desa Bangunrejo. Kamis (8/10).html REMBANG.blogspot. kecap dan lain-lain) pengeringan b. Pabrik gula yang saat ini telah menggunakan mesin dan teknologi dalam negeri sebesar 75 persen itu mampu memproduksi gula pasir sebanyak 3 ton per hari. pada umumnya untuk pengeringan gula dari tebu ini menggunakan talang goyang c.

menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. Untuk pengertian lainnya. seperti kelapa. Gula sederhana. seperti umbi dahlia. juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun . Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Artikel ini berhubungan dengan gula sebagai makanan dan komoditi perdagangan. anggir. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. atau jagung. Meskipun demikian. seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam). Daftar isi 1 Gula sebagai komoditi 2 Sejarah singkat pergulaan di Indonesia 3 Macam-macam gula o 3. terdapat sumber-sumber gula minor lainnya.1 Gula merah o 3. silakan lihat Gula (disambiguasi). bit gula.2 Gula tebu o 3. atau aren.3 Gula bit 4 Rujukan 5 Lihat pula 6 Pranala luar [sunting] Gula sebagai komoditi Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu. Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. cari Kristal Gula yang sudah dimurnikan. Sumber-sumber pemanis lain.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

[sunting] Sejarah singkat pergulaan di Indonesia Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau. Sirup tersebut di produksi dari jagung (maizena). Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. hal ini mempunyai efek samping namun. Dengan mengkombinasikannya dengan pemanis buatan pembuat minuman dapat memproduksi barang dengan harga yang sangat murah. dengan 93 pabrik dan prduksi 1. penawaran. Amerika Serikat menetapkan harga gula tinggi untuk mendukung pembuatnya. Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an.5 juta ton. Peraturan pertanian di EU menetapkan kuota maksimum produksi dari setiap anggota sesuai dengan permintaan. musim penumbuhan bit berakhir pada pemanenannya di bulan September. Subsidi-subsidi tersebut dan pajak impor yang tinggi membuat negara lain susah untuk mengekspor ke negara negara UE. negara-negara Karibia. lalu berkembang ke arah timur. banyak para konsumen beralih ke sirup jagung (pembuat minuman) atau pindah dari negara itu (pembuat permen) Pasar gula juga diserang oleh harga sirup glukosa yang murah. terutama di bagian timur. namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan). serta cairan batang tebu. namum bit yang membeku tidak bisa lagi diproses. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun. atau bersaing dengannya di pasar dunia. dan beberapa daerah di Amerika Serikat. Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17. Pada tahun 1957 semua . dan Thailand. Pemanenan dan pemrosesan berlanjut sampai Maret di beberapa kasus. Lamanya pemanen dan pemrosesan dipengaruhi dari ketersediaan tumbuhan.dari sukrosa. dan harga. Jepang utara. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin. dan cuaca. dan negara-negara Asia Timur. Sebagian dari gula ini adalah gula "kuota" dari industry levies. Brazil. dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun[1]. pertama di sekitar Batavia. gula bit diproduksi di tempat dengan iklim yang lebih sejuk. Eropa Barat Laut dan Timur. Bit yang telah dipanen dapat disimpan untuk di proses lebih lanjut. Lain halnya dengan bit. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto. Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an. tersisa 30 pabrik aktif. Pengimpor gula terbesar adalah Uni Eropa. Seusai Perang Dunia II. sisanya adalah gula "kuota c" yang dijual pada harga pasar tanpa subsidi. Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia.

seperti kelapa. Untuk mendukungnya dibentuk Dewan Gula Indonesia pada tahun 2003 (berdasarkan Kepres RI no. Warnanya agak kecoklatan karena masih mengandung molase. Gula mentah (raw sugar) adalah gula kristal yang dibuat tanpa melalui proses pemutihan dengan belerang. Gula merah yang dipasarkan dalam bentuk bubuk curah disebut sebagai gula semut. yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma. [sunting] Gula bit Setelah dicuci. aren. Gula batu adalah gula tebu yang tidak melalui tahap kristalisasi. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya menggunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidakkemurnian. Gula kemudian diekstraksi dengan kristalisasi terkontrol. Macetnya riset pergulaan. Pertama tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. Target ini kemudian diundur terus-menerus[2]. Setelah cukup murni. campuran tersebut kemudian diputihkan dengan belerang dioksida. Gula kotak/blok adalah gula kristal lembut yang dipres dalam bentuk dadu. serta kurangnya investor untuk pembukaan lahan tebu di luar Jawa menjadi penyebab sulitnya swasembada gula[1]. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan. sarinya dikumpulkan dan disaring. Setelah penyaringan campuran yang terbentuk lalu dididihkan hingga kandungan air yang tersisa hanya tinggal 30% saja. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula. dan siwalan. [sunting] Gula tebu Gula tebu kebanyakan dipasarkan dalam bentuk gula kristal curah. bit kemudian di potong potong dan gulanya kemudian di ekstraksi dengan air panas pada sebuah diffuse.pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini. pabrik-pabrik gula di Jawa yang ketinggalan teknologi. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. Pada tahun 2002 dicanangkan target Swasembada Gula 2007[2]. Kristal gula pertama tama dipisahkan dengan mesin sentrifugal . [sunting] Macam-macam gula [sunting] Gula merah Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gula merah Gula merah atau gula Jawa biasanya diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira. Pemurnian kemudian ditangani dengan menambahkan larutan kalsium oksida dan karbon dioksida. tingginya tingkat konsumsi (termasuk untuk industri minuman ringan). 63/2003 tentang Dewan Gula Indonesia)[3].

dan cairan yang tersisa digunakan untuk tambahan pada proses kristalisasi selanjutnya. makin banyak kandungan serat dalam 3. Unit Pengolah Limbah (UPL) Masing-masing stasiun atau unit ini mempunyai fungsi dan tugas tersendiri.000 KG TEBU BX>20 EXTRAKSI 650 KG 350 KG NIRA KASAR AMPAS BX>20 MC > 50% PEMURNIAN 30 KG 620 KG BLOTONG NIRA JERNIH MC > 60% BX>20 PENGENTAL HAMPA 414 KG 206 KG AIR DIUAPKAN SYRUP KENTAL BX 0 BX> 60 MASAKAN & KRISTALISASI 130 KG MASSECUITE BX>90 PEMISAHAN 54. namun tetap merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan sehingga harus dipahami berbagai aspek operasionalnya.co. baik brix dalam batang tebu maupun varitas tebu.6 KG 61. Stasiun Listrik / Sentral 4. listrik. Kehilangan gula selama proses pengolahan baik secara chemis. mekanis maupun kehilangan tak diketahui seperti pada ampas. sehingga jumlah hari giling sesuai dengan rencana. Stasiun Ketel (Boiler) 3.id/index. abu boiler dan lain-lain. Tingkat kerusakan peralatan yang berpengaruh pada biaya pemeliharaan disamping hal tersebut juga berimbas pada proses pembuatan gula pasir Pabrik gula di lingkungan PT PG Rajawali I menggunakan sistem proses sulfitasi untuk mengolah gula. 2. Kapasitas giling yang sesuai dengan design capacity.5 KG 61.75KG GULA CETAK PENGENTAL STROOP A GULA PUTIH MC APP 10% HAMPA BX>80 POL>97 eff 90% Catatan: Dari gambaran diatas terlihat bahwa rendemen ditentukan oleh kwalitas bahan olah/kwalitas tebu. Besar Jenis Butir (BJB). selain itu juga menghasilkan limbah yang bisa dimanfaatkan seperti blotong. http://id. Stasiun Penyelesaian dan Pengemasan 10. air dan udara bertekanan harus sesuai kebutuhan d.5 ton ditambah ethanol 1000 liter MASAKAN A AIR CUITE A KRISTALISER A PEMISAHAN SYRUP A GULA A MASAKAN D AIR CUITE D KRISTALISER D ETHANOL PEMISAHAN GAS CO2 ETHANOL PLAN TETES GULA D VINASE 2 Illustrasi neraca masa 1. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi biaya pengolahan tebu. Stasiun Masakan 8. Proses Pembuatan Gula Putih Pabrik Gula Mini Berbahan baku tebu Teknologi Masakan hampa 1 DESKRIPSI PROSES PROSES PEMBUATAN GULA TEBU Flow Proses BAGAN ALIR PROSES PGM tebu INTEGRATE ETHANOL TEBU PEMERAHAN PROSES AMPAS NIRA INPUT/OUTPUT PEMURNIAN PRODUK BLOTONG NIRA JERNIH lumayan PENGUAPAN dapat gula bisa AIR SYRUP sampai 7. . c. Sedangkan faktor yang menentukan mutu gula adalah kondisi dan mutu tebu yang akan diolah. diantaranya adalah : a.org/wiki/Gula Proses Produksi Gula Tebu adalah bahan baku utama untuk proses produksi di pabrik gula yang akan menghasilkan produk utama yaitu Gula Kristal Putih (GKP) dan tetes. Disamping itu proses pengolahan tebu ini juga memproduksi ampas tebu.pgrajawali1. Warna Icumsa (IU). http://www. Stasiun Puteran 9. Secara umum proses produksi di pabrik gula dibagi menjadi : 1. Biaya penggunaan utilitas seperti uap air.wikipedia. Stasiun Gilingan 5. Stasiun Pemurnian 6. b. Kadar Air dan Pol pada suhu 20o C. termasuk pengendalian dan pengawasan prosesnya. Stasiun Penguapan 7.php?option=com_content&task=view&id=42&Itemid=1 PROSES GULA DI PABRIK GULA MINI . Parameter yang digunakan untuk menunjukkan mutu gula antara lain : NIlai Remisi Direduksi (NRD). Ampas yang tersisa (dimana sudah tidak bisa lagi diambil gula darinya) digunakan untuk makanan ternak dan dengan itu terbentuklah gula putih yang kemudian disaring ke dalam tingkat kualitas tertentu untuk kemudian dijual.Document Transcript 1. blotong dan tetes. Emplasement 2.

Pemeriksaan sebelum operasi. 3. selanjutnya nira diendapkan dalam klarifier selama tidak lebih dari 50 menit.Menghidupkan dan mematikan.Trouble. Periksa minyak pelumas pada oil pot.8-7. periksa semua kekencangan mur pengikat roll. dan bagian endapan (+/. dosing pump dan tangki pengendapan 6 Nira jernih dan Filter press. pada static sceen ini dipisahkan serpihan serpihan dan kotoran yang terikut dinira kotor. Peralatan module Penguapan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pesawat penguap hampa 1-2-3 unit @ 30/35 m2 HS 2 Tangki syrup hampa 1 unit 200400 liter 3 Syrup pump 1 unit 1000 liter Syrup hasil penguapan selanjutnya diproses sesuai dengan produk akhir . 1. selanjutnya diturunkan kedalam syrup vacuum tank untuk selanjutnya dialirkan ke tangki pengumpan syrup melalui montejus tank. Standart/procedure operasi. tebu di umpankan secara manual keatas horizontal conveyor untuk di remahkan dengan crusher mill. 5. Nira kotor tersaring ditampung ditangki nira kotor tersaring selanjutnya dipompakan ke juice heater untuk dipanaskan sampai app 75 celsius. 2. dan harus di ingat probe/sensor pH setelah dibersihkan harus terendam air (artinya tangki pengaduk no 2 setelah di bersihkan diisi air bersih sampai sensor pH tercelup air). Peralatan module Extraksi No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Horizontal conveyor 1 unit 8/10 meter 2 Crusher mill 1 unit 5 ton tebu/jam 3 Three Roll Mill 2/3 unit @ 2. Secara kontinu filter pres di buka dan kainnya dilepas untuk dilakukan pencucian. 6. bagian yang jernih dikeluarkan dari katup katup bagian atas dan ditampung dalam tangki nira jernih yang terletak dibagian bawah tangki pemurnian.2).4. tujuan peremahan adalah untuk memecah sel sel tebu agar kehilangan gula yang terikut diampas pada gilingan berikutnya terkendali. periksa kekencangan van belt dll.Filter press. Urutan menghidupkan module pemerahan dari paling belakang kedepan sedangkan untuk mematikan dari depan kebelakang.Uji giling harian. Pada akhir proses secara manual sisa nira di masing masing peralatan dikeluarkan melalui katup bawah untuk proses manual/ tidak dibuang. Nira kotor yang keluar dari gilingan ditampung dalam tangki/palung nira kotor dan dengan pompa open impeler dipompakan ke module pemurnian setelah melewati static sceen. selanjutnya tebu dihampar diatas meja tebu. ambil contoh dari tangki pengaduk ketiga dan amati apakah sudah sesuai dengan keinginan. kemudian buka katup nira jernih agar mengalir ke tangki nira jernih melalui saringan mesh no 200.Selesai pemurnian. 6.Menjalankan module pemurnian. 7. selanjutnya nira dinetralkan dengan susu kapur sampai pH sedikit diatas netral (pH 6. bahan pembantu pengolahan adalah susu kapur dengan kepekatan 5 s/d 10 boume. 5. Dari meja tebu. 1. lapaorkan kepada supervisor atau manager apakah sudah cukup atau perlu di stel ulang. ampas yang keluar dari gilingan diterima conveyor ampas untuk ditranfer ke lapangan ampas sebelum digunakan untuk bahan bakar boiler. sehingga untuk menurunkan dan menimbang tebu dapat dilakukan dua atau tiga kali angkat dengan menggunakan Jib Crane lengkap dengan Electric Hoist dan ditimbang dengan Digital Scale dengan ketelitian 10 kg.Pengendapan. tiap tiga jam bagian kotor di tap ke tangki nira Lumpur untuk di pompakan ke filter press.pH adjuster dan dosing pump. dan selanjutnya dengan melalui intermediate conveyor di masukkan ke gilingan no 2 (dan no 3 disertai dengan penambahan air imbibisi atau tidak). derajat brix nira jernih dan temperature nira jernih. 3. 8. periksa semua mulit roll barangkali ada benda asing. Dari nira jernih yang dihasilkan dilakukan pencatatan tiap jam meliputi pH nira jernih. Kebersihan di module pemurnian harus selalu dijaga untuk mengurangi effect bakteriosis (kerusakan gula akibat activitas jasad renik). 8.20 ppm. 025%. 3 Module Penerimaan Tebu. tangki reaksi . untuk mempercepat pengendapan perlu penambahan flokulan pada dosis 3 . 2. 4. 4. Biarkan mengendap sampai bagian permukaan sudah jernih. Pengontrol automatic pH di set pada posisi netral pH 7 begitu pula semua dosing pump harus sudah di kalibrasi. Tiap selesai operasi dilakukan pembersihan peralatan module pemurnian. Peralatan module penerimaan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Jib Crane 1 unit > 5 ton 2 Electric/manual hoist 1/2 unit 5 ton 3 Truck scale 1 unit 30 ton 4 Cane table 1 unit 20 ton Module Extraksi.Kebersihan. Apabila telah siap hidupkan pompa nira kasar dan panaskan nira kasar sampai temperature yang di inginkan. filtrat dialirkan ke clear juice tank sedangkan cake (blotong) ditampung ditempat penampungan blotong. Lakukan penimbangan 100 kg tebu dan giling kemudian timbang berat ampas yang ada. Lakukan pembersihan tiap kali selesai operasi dengan penyemprotan air bersih. selanjutnya dimasukkan ke dalam tangki reaksi untuk pemberian larutan asam phosphat sampai pH app 5 diikuti pengadukan agar pencampuran merata. 7. Periksa peralatan pemurnian dan siapkan bahan pembantu pengolahan. larutan flokulan dengan konsentrasi .10 s/d15 % dari volume) dialirkan ke muddy juice tank untuk selanjutnya dipompakan ke filter press.5/5 ton tebu/jam 4 Bagasse conveyor 1 unit 5 – 10 meter 5 Raw juice tank 1 unit 600 liter 6 Static screen 1 unit 7 Raw Juice Pump 2 unit @5 m3/jam 4 Crusher mill dan three roll mill Menimbang 100 kg tebu untuk uji giling Standart / procedure operasi.Persiapan peralatan dan bahan pembantu.500 liter 5 Muddy juice tank ½ unit 700 liter 6 Mud pump 1 unit 700 liter 7 Filter press 2 unit 8 Static screen mesh 200 1 unit 1 m2 Juice heater. 5 Module Pemurnian. apabila telah dicapai kepekatan yang cukup yang disebut syrup. Kalau terjadi masalah segera matikan mesin berurutan dari bagian yang bermasalah kedepan.Kebersihan. batang tebu berarti makin sedikit bagian nira yang bisa diperah begitu pula makin rendah brix tebu berarti bagian padatan dalam nira makin rendah yang pada akhirnya mempengaruhi rendemen yang dihasilkan.Pencatatan. 7 Module Penguapan Selanjutnya Nira Jernih dimasukkan kedalam pesawat penguap hampa yang dioperasikan dengan kehampaan 40-50 cm kolom air raksa. untuk diuapkan sampai dicapai kepekatan antara 55-60 Brix. 5. Pengangkutan tebu dari ladang sudah direncanakan dengan truk dengan menggunakan double atau triple wire rope. asam phosphate dengan perbandingan 1 : 14 satuan volume. tebu yang telah diremahkan diterima diatas inclined chute untuk diumpankan kegilingan no 1. biarkan nira mengalir dari tangki pengaduk pertama kedua dan ketiga. Peralatan module pemurnian No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Reaksi tank c/w reagen tank 3 unit @ 200 liter 2 Juice heater ½ unit @ 10 m2 HS 3 Continous Settling tank ½ unit 4 Clear Juice Tank ½ unit @ 2.

penguapan.000 liter/ lebih 3 Molasse A Feeder Tank 1 unit 1. ph meter.slideshare. polarimeter.Memindahkan syrup dari tangki vacuum. sehingga masakan adalah seni membuat gula. dapat dijual langsung sebagai gula pekat apabila diturunkan pada brix 67. Massecuite A yang dihasilkan pesawat masakan diturunkan dan ditampung dalam palung kristaliser A. 12 Pompa air condenser dan pompa vacuum Kelistrikan. standart tool dll. 11. 2. pengentalan dilakukan tanpa penambahan seeding (bibit gula).dan apabila diinginkan gula mawur/gula semut hasil dari masakan dituangkan kedalam cooling pan. massecuite A selanjutnya diumpankan kedalam sentrifugal separator untuk dipisahkan bagian kristal gulanya dengan bagian cairannya. Workshop Equipment. 13. tabung reaksi. pemadam kebakaran. No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Boiler 1 unit 3. helmet dll. No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pan masakan hampa 1 unit @ 24 m2 HS 2 Mixer/ filler 1 unit 1. penggerak penggerak conveyor.000 liter 2 Molasse A tank 1 unit 500 liter 3 Final Molasse Tank 1 unit 10. Selanjutnya harap diikuti apa yang dilakukan intruktur masakan waktu melakukan tugasnya untuk dicatat dan diingat. Tangki syrup hampa Statiun Masakan (Proses gula Putih combinasi gula merah) Selanjutnya syrup pekat dimasukkan kedalam pesawat masakan “Gula A” untuk diuapkan lebih lanjut sampai terbentuk massecuite A. Peralatan statiun Masakan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pesawat Masakan 1/2/3 unit @ 20/24 M2 HS 2 Syrup feeder tank 1 unit 1. Tersedia alat keselamatan kerja meliputi system penangkal petir.000 liter 4 Sentrifugal Separator A 1 unit Kristaliser 10 Separator vertical dan horizontal Talang goyang Module Pengentalan dan Pencetakan (Untuk Produk Gula Merah) Dari tangki pengumpan syrup A. semua tahapan operasi penguapan dicatat dalam buku penguapan meliputi start penguapan. Setiap selesai operasi pesawat penguap harus dibersihkan dengan mengisi air kedalamnya dan dipanasi dengan sisa uap yang ada kemudian keluarkan. oxy acetilene aparat.net/ss170952/proses-gula-di-pabrik-gula-mini . pemisahan gula.5 ton/jam 2 Water jet condenser 4 unit 3 Diesel genset 2 unit @ 150 Kw 4 Lab equipment 1 lot 5 Office equipment 1 lot 6 Workshop equipment 1 lot 7 Safety equipment 1 lot 13 http://www. kapan dilakukan manipulasi air dll. syrup dihisap kedalam pesawat masakan/pengentalan untuk diuapkan dengan kondidi kehampaan app 60 cm kolom air raksa. Peralatan module masakan dan pencetakan. bagaimana methode pemasukannya. Peralatan bengkel sederhana minimal untuk kerja bangku.9.Pembersihan. Laboratorium Equipment. alat bantu meliputi boume hydrometer atau refractometer dll. 12.500 liter 3 Cooling pan 1 unit 1. Daya listrik diperlukan untuk mendukung sistem pompa. periksa tekanan ketel apa sudah siap. pesawat las listrik. yang dilengkapi dengan slow moving agitator agar kristal gula yang terbentuk tidak mengendap dan mengeras yang akan menyulitkan proses pemisahan. Office equipment. safety belt dan safety cloth. waktu penguapan. brix weigher. 5.Operasi single effect. Guna mendukung proses tersebut diperlukan module pendukung antara lain: Boiler. 10. kevacuuman dan hasil penguapan. massa yang kental ini lazimnya disebut massecuite. Pesawat penghasil uap yang digunakan untuk seluruh proses utamanya proses pemurnian. masakan. biasanya awalnya selalu diikuti dengan turunnya vacuum . 3. sehingga akan didapatkan gula cetak dengan kadar air yang rendah. Barometric condenser dan spray pond. kristal gula A yang menempel didinding separator dicuci dengan aliran air hangat dan dikeringkan dengan pemanas listrik untuk menurunkan kadar airnya. Safety equipment.Persiapan. hoisting crane dll yang dipenuhi dari PLN dan dibackup dengan emergensi genset. pembersihan dll. computer dll. Buka kran udara agar tekanan sama dengan tekanan udara luar kemudian jalankan pompa syrup. 4. Persiapan meliputi persiapan alat utama dan alat bantu. sedangkan cairan yang keluar disebut Molase A ditransfer ke Molase A Feeder Tank untuk proses lanjut apakah dijadikan gula kristal lagi atau dijadikan gula cetak tergantung dari kondisi bahan olah yang diproses. yaitu larutan gula jenuh dan pekat yang berisi butiran butiran gula. apabila brix sudah 8 dicapai tutup kran uap. barometric condenser diletakkan diatas tower setinggi 12 meter. safety glass.000 liter/ lebih Masakan hampa 9 Standart/procedure operasi. Buka katup nira masuk dan katup uap untuk memulai proses penguapan. Dari mesin mixing selanjutnya dilakukan pencetakan sesuai dengan bentuk dan ukuran berat yang diinginkan. Pesawat penguap hampa Standart/procedure operasi. yang diinginkan. sampai dicapai kekentalan app 90-93 Brix. Statiun Pemisahan.500 liter 11 Module utility/bantu. Dengan asumsi jumlah air yang diuapkan 2/3 bagian maka dapat diperkirakan apakah tujuan penguapan sudah dicapai.Memasukan nira dan uap. misalnya kapan bibit gula harus dimasukkan. ikuti kondisi kevacuuman. Proses masakan merupakan bagian dari proses yang relative sulit dan tidak ada batasan yang pasti. Minimal disediakan alat alat lab. timbangan analisa. Ketel pipa air tekanan rendah Barometric Condenser dan tower Pesawat pengembun uap yang dihasilkan pada proses penguapan dan masakan sekaligus sebagai pompa vacuum untuk membuat dan mempertahankan tingkat kehampaan yang diperlukan selama proses. Massecuite/Gula kental yang dihasilkan pada proses pengentalan dicampur dalam mixer/filler untuk proses homogenisasi dalam keadaan panas sambil memberi kesempatan menurunkan fraksi air. 1. buka kran keseimbangan vacuum dan selanjutnya buka kran pengeluaran syrup. Peralatan statiun Pemisahan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Kristaliser A 1 unit 1. gula A yang dihasilkan selanjutnya diturunkan ke talang goyang untuk menghilangkan sisa uap air agar tidak terjadi caking waktu penyimpanan. Tersedia fasilitas perkantoran yang memadai lengkap dengan sistem komunikasi. dengan demikian gula yang dihasilkan mempunyai ketahanan simpan yang cukup baik. utamanya kondisi kevacuuman harus sudah dicapai untuk operasi Diatas 40 cm kolam air raksa (untuk operasi double effect badan 1 dengan vacuum 20 cm kolom air raksa badan 2 dengan vacuum 50-55 cm kolom air raksa).

SEJARAH SINGKAT Pabrik Gula Gunung Madu terletak diujung selatan Pulau Sumatera. tepatnya berada di Kabupaten Lampung Tengah. Dengan Pabrik yang modern untuk menghasilkan gula yang lebih manis. yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kuok Investment.000 ton. Propinsi Lampung. Secara bertahap pabrik dikembangkan dan dimodernisasi sejalan dengan kemajuan yang dialami Perusahaan.000 TCD dan memproduksi gula putih sebesar 218.248 ton dengan jumlah tebu digiling 2. kemampuan giling sudah mencapai 14. beraroma dan halal . Ltd (Hongkong).[«] Proses pengolahan tebu menjadi gula .000 TCD (Ton Cane Per Day).. . Didirikan sejak tahun 1975 dan melaksanakan musim giling yang pertama pada tahun 1978 dengan produksi gula 18..374. semula pabrik gula ini merupakan pabrik yang sederhana dengan kapasitas giling awal 4. Merupakan industri gula patungan antara perusahaan swasta asing dan swasta nasional yang berstatus PMA. alami. Pada musim giling ke 31 ditahun 2008.. 90 km ke arah utara dari Ibukota Propinsi Lampung (Bandar Lampung). Pada awal pendiriannya.619 ton..

nomor petak. truk dan trailer yang telah dibongkar. jenis tebang. . truk bak dan truk loss bak (tebu ikat). melewati jembatan timbang dengan sistem komputerisasi untuk pengambilan data berat kotor. nama pelaksana tebang dan jam ditebang (kesegaran). meninggalkan pabrik melewati jembatan timbang keluar untuk pengambilan data berat kendaraan kosong.Timbangan tebu PENGIRIMAN DAN PENIMBANGAN TEBU Tebu dari kebun dikirim ke pabrik menggunakan beberapa model angkutan : trailer (tebu urai). Selanjutnya. lokasi.

dilengkapi dengan kamera CCTV dari pusat ruang kendali. Pada bagian tertentu yang tidak memungkinkan bagi operator melihat langsung secara visual.Ruang pusat kendali unit preparasi dan ekstraksi PENGENDALIAN OPERASIONAL PERALATAN PABRIK Pengendalian peralatan pabrik pada masing-masing stasiun melalui ruang pusat kendali yang ditempatkan pada posisi paling leluasa bagi operator untuk memonitor aktivitas dan berhubungan dengan petugas jaga peralatan di lapangan. . Sistem pengendalian menggunakan programmable logic control (PLC) dipadukan dengan supervisory system sebagai piranti kendali dan informasi data trending.

Wheel loader disamping digunakan untuk membongkar dan menumpuk tebu loss bak di pelataran juga dipergunakan sebagai sarana pengumpan dan perata pada main cane carrier. Untuk meningkatkan kapasitas umpan langsung pada main cane carrier . selanjutnya Hydraulic cane grab pada gantry crane bekerja menumpuk dan mengumpan pada cross cane carrier.Pelataran tebu dan peralatan penanganan tebu PENANGANAN TEBU Berbagai peralatan bongkar (unloading) tebu dipasang menyesuaikan dengan model angkutan yang ada. tebu yang diangkut menggunakan trailer dibongkar menggunakan side unloader yang terpasang pada 2 unit gantry crane. . tahun 2001 dipasang 1 unit cane feeder table yang dilengkapi dengan hydraulic cane lifter yang dapat melayani tebu yang diangkut dengan trailer dan hydraulic truck tippler untuk melayani truk bak ataupun truk loss bak.

cane cutter). dan selanjutnya menggunakan unit heavy duty shredder hammer tebu dihancurkan. terlebih dahulu dilakukan preparasi untuk membuka sel-sel tebu. elevating cane carrier menuju unit pemotong tebu kedua (2nd.92%. cross carrier #2 dan Feeder table diangkut menuju unit mesin pemotong pertama (1st. main cane carrier dari cross carrier #1. tebu diumpankan kedalam 1st. kemudian dengan 2nd. cane cutter). .Pengisian dan preparasi tebu PREPARASI TEBU Sebelum tebu diperah pada unit gilingan. Tingkat open cell yang dicapai pada unit preparasi ini 90.

Stasiun gilingan EKSTRAKSI NIRA Enam unit gilingan jenis 4-roller disusun secara seri digunakan sebagai unit ekstraksi nira. Tingkat ekstraksi sukrosa dari unit gilingan ini pada kisaran 95 . Nira mentah dari gilingan dipompa menuju stasiun pemurnian setelah terlebih dahulu melewati sebuah magnetic flow meter untuk memonitor dan merekam laju alirannya dalam satuan m3/jam. kemudian ampas tebu yang disebut bagasse menuju stasiun pembangkit uap untuk digunakan sebagai bahan bakar pada ketel uap (Boiler). . masingmasing unit gilingan digerakkan dengan tenaga turbin uap.96%.

2 = 80 ton/jam. dan No. . maintenance peralatan di pabrik dan pompa irigasi pertanian. Energi potensial uap yang dibangkitkan digunakan untuk menggerakkan 3 buah back pressure turbo-alternator yang masing masing mampu membangkitkan tenaga listrik sebesar 5MW. No. perkantoran.Boiler dan pembangkit tenaga listrik BOILER DAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK 3 unit boiler dengan kapasitas terpasang masing-masing : No.3 = 120 ton/jam dengan tekanan kerja masing masing 20kg/cm2G. Pada masa tidak giling (off-season) 1 unit boiler tetap beroperasi dan memanfaatkan bahan bakar (ampas tebu) kelebihan dari masa giling untuk melayani kebutuhan uap penggerak turbine generator dalam memenuhi kebutuhan listrik perumahan divisi I s/d divisi VI.1 = 120 ton/jam. juga digunakan untuk menggerakkan turbin uap penggerak unit preparasi (cane cutter dan shredder) dan unit ekstraksi (gilingan).

100 derajat NTU.Clarifier dan Vacuum filter PEMURNIAN Pemisahan kotoran dilakukan dalam bejana pengendap single tray SRI clarifier ( yang telah dimodifikasi menjadi perforated clarifier ) yang merupakan rangkaian tahapan pengaturan suhu. pH. Endapan kotoran dari clarifier dicampur dengan bagacillo kemudian ditapis menggunakan 6 buah vacuum filter menghasilkan limbah padat berupa blotong (filter cake) yang kemudian dikirim kembali ke kebun sebagai pupuk organik. . gas belerang dan flokulan). Tingkat kekeruhan (turbidity) nira yang dicapai pada level 70 . waktu dan penambahan bahan pembantu (susu kapur.

stasiun evaporator dirancang dengan konsep maximum vapour bleed. Brix nira kental dijada pada level 52-55%. pan kristalisasi "A" dan bejana pemanas nira tersulfitir. Guna meminimalisasikan kebutuhan uap. Uap dari badan pertama digunakan sebagai media pemanas badan kedua. . Bejana (evaporator) disusun dengan sistem quintuple effect yang terdiri dari sembilan buah bejana jenis Roberts. Uap dari badan dua digunakan untuk media pemanas pada pan kristalisasi "C". Evaporator dibersihkan secara periodik setiap dua minggu sekali dengan cara kimiawi selama 12 jam.Evaporator PENGUAPAN (EVAPORATION) Proses pengentalan nira jernih dilaksanakan dengan bejana penguap (evaporator).

leburan gula "B" dan "C" sebagai bahan masakan "A" massecuite. Hasil resultan dari kristalisasi adalah berupa massecuite (campuran kristal gula dengan molasses). sedangkan untuk "C" massecuite dikerjakan dengan continous pan. . Tingkatan masak (kristalisasi) dilaksanakan dengan sistem ABC. Nira kental. Bahan masakan "B" massecuite berasal dari "A" molasses dan nira kental. Kristalisasi untuk "A" dan "B" Massecuite dikerjakan dengan menggunakan batch pan yang dilengkapi dengan pengaduk. molasses kedalam pans pada kondisi temperatus dan vacuum yang terkendali. Bahan masakan "C" massecuite berasal dari "B" molasses dan bibitnya menggunakan "A" molasses. gula leburan.Vacuum Pans KRISTALISASI Kristal gula dibuat dalam Vacuum Pans melalui proses pembesaran kristal hingga mencapai ukuran yang dikehendaki dengan cara memasukkan nira kental (syrup).

Pemisahan "B" massecuite menggunakan continuous centrifugals menghasilkan gula "B" dan "B" molasses. Kristal gula dipisahkan dari molasses menggunakan sebuah basket berlubang yang diputar sampai pada kecepatan tertentu sehingga molasses terlepas dari kristal gula akibat gaya sentrifugal (centrifugals machine). massecuite dari vacuum pans kristalisasi dituangkan kedalam strike receiver sambil melanjutkan pertumbuhannya. pemisahan "C" massecuite menggunakan continuous centrifugals menghasilkan gula "C" dan final molasses.Batch centrifugal dan Continuous centrifugal PEMISAHAN KRISTAL GULA DAN MOLASSES Bila satu siklus proses masak pembesaran kristal telah selesai. . Pemisahan "A" massecuite menggunakan batch centrifugals menghasilkan kristal gula SHS (produk) dan "A" moolasses.

Kristal gula kemudian ditampung dalam sugar bin untuk selanjutnya dilakukan penimbangan dan pengemasan. Setiap informasi penyimpangan terekam dan secara otomatis sistem memberi peringatan. .Pengemasan PENANGANAN DAN PENGEMASAN PRODUK Setelah proses pemisahan kristal gula produk (SHS) dikondisikan melalui sebuah unit fluidized bed vibrating cooler dengan maksud untuk menurunkan tingkat kelembaban serta meningkatkan kualitas penyimpanan. Untuk menjamin keakuratan berat kristal dalam kemasan. kemudian dilakukan pemilahan ukuran butiran menggunakan vibrating screen. mekanisme kerja mesin timbangan dan pengemasan bekerja secara integral yang dikendalikan secara otomatis. Sensor pengirim sinyal bobot pada timbangan digunakan jenis load cell.

Sertifikasi jaminan mutu

STANDARISASI KUALITAS DAN KEAMANAN PRODUK Guna menjamin kualitas, keamanan dan kehalalan produk baik gula maupun final molasses, telah diterapkan secara konsisten Quality & Management System yang mengacu pada standarc HACCP (SNI 01-4582-1998) dan GMP STANDARD B2, telah mendapatkan sertifikasi dari PDV the Netherland (Certifiate No. GMP'B2 0016), HACCP (Certificate No. PSC 00015) dan sertifikat HALAL dari MUI (Halal No.:02100005008608). Kembali keatas

http://www.gunungmadu.co.id/index.php?modul=artikel&id=utama&kodebrt=pabrik&colvis=false Lampung

PROPOSAL
EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA NAMA : ABDUL RAHMAN NIM : 41609010020

UNIVERSITAS MERCUBUANA JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI TAHUN 2009/2010
JUDUL PENELITIAN : 1. SISTEM PENANGANAN LIMBAH GAS PABRIK KARET REMAH’ 2. EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA 3. PEMANFAATAN SELLULOSA BAGAS UNTUK PRODUKSI ETHANOL MELALUI SAKARIFIKASI DAN FERMENTASI SERENTAK DENGAN ENZIM XYLANASE 4. MANAGEMENT OF LANDFILL LEACHATE 5. ANALISIS KINERJA PENGOLAHAN AIR LIMBAH PAVILYUN KARTIKA RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA

1. MODIFIKASI KIMIA DARI KITOSAN DAN APLIKASI PRODUK YANG DIHASILKAN 1. DAMPAK PEMBANGUNAN TERMINAL KARGO TERHADAP SISTEM TRANSPORTASI ANGKUTAN BARANG INDUSTRI BESAR DI KOTA KUDUS 1. PENGARUH SARI KERING LIMBAH PABRIK KULIT ATAS POPULASI MIKROBIA DAN SUSUNAN PADA BERBAGAI JENIS TANAH 1. PENINGKATAN EFEKTIVITAS PENGOLAHAN AIR LIMBAH PROSES PEMUTIHAN PULP DENGAN REAKTOR UP-FLOW ANAEROBIC SLUDGE BLANKET (UAS-B) DAN LUMPUR AKTIF TERMOBILISASI 1. TEKNOLOGI MINERAL DAN BATU BARA I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Motivasi studi ini berkaitan dengan maraknya isu mengenai pro-kontra impor produk pertanian khususnya gula. Isu tersebut merebak karena dihadapkan kepada kekuatan pihak produsen gula domestik, khususnya petani tebu, akan terancam kelangsungan produksi gula dalam negeri. Kekuatan produsen gula domestik dapat dipahami karena harga pasar gula impor lebih rendah dari harga gula produksi domestik. Produksi gula nasional semakin menurun selama beberapa tahun terakhir. Produksi gula nasional pernah meningkat relatif cepat dalam periode 1980-an, akan tetapi lambat sekali dalam periode awal 1990-an, dan setelah tahun 1994 produksi gula nasional terus menurun. Peningkatan produksi gula adalah disebabkan oleh perluasan areal tanaman tebu, bukan disebabkan oleh peningkatan produktivitas (Sekretariat Dewan Gula, 2001). Menurut Statistik Impor, Badan Pusat Statistik 2000, pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. Kondisi ini dapat menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah besar. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan gula di dalam negeri. 1.2 Identifikasi Masalah Para petani tebu hanya memiliki dua pilihan, jika krisis industri gula tidak tertangani. Petani akan membongkar kebun tebu dan beralih ke tanaman lain atau mereka akan membiarkan tanaman tebu yang ada tanpa perawatan, sehingga hasilnya minim. Apabila langkah ini dilakukan, maka

Hal ini terjadi karena masuknya gula impor sehingga gula dalam negeri tidak dapat bersaing (Harian Kompas. 14 September 2002). 2. Mengidentifikasi alokasi input yang sudah dan belum efisien dan cara mengatasinya dalam pengelolaan pabrik gula di Indonesia. 1. Gula impor legal dan ilegal yang masuk ke pasar telah menekan harga gula produksi dalam negeri. Apakah industri gula di Indonesia. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi.4 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Pengembangan lahan tebu mengarah ke lahan kering sehingga biaya angkut tebu meningkat. yaitu : 1. Untuk maksud tersebut.pasokan tebu ke pabrik gula akan anjlok yang mengakibatkan pabrik gula dapat ditutup. Sebanyak 44 pabrik gula di Indonesia terancam bangkrut.5 Batasan Masalah Terdapat lima kriteria pokok yang dapat dijadikan pedoman awal untuk menentukan tidak efisiennya suatu pabrik gula. Alokasi input mana dalam pengelolaan pabrik gula yang sudah dan belum efisien ? 3. Situasi demikian akan membawa industri gula pada situasi krisis karena pabrik gula mengalami kesulitan pasokan tebu. 2. Pemicu rendahnya suplai bahan baku ini karena petani tertarik menanam tebu akibat merosotnya nilai ekonomisnya (Harian Kompas. 1. .3 Perumusan Masalah Efisiensi merupakan salah satu indikator kinerja unit kegiatan ekonomi dalam industri gula agar dapat bersaing dengan gula impor. Mengukur efisiensi relatif pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi di Indonesia. Kesulitan memperoleh lahan. sudah efisien ? 2. Pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi mana yang efisien ? 1. 10 September 2002).

memuat: a) Judul Makalah b) Nama. 4.6 Sistematika Penulisan Untuk mendukung terhadap penyusunan proposal yang baik. (3) impor gula. Berdasarkan lima kriteria pokok tersebut terdapat indikasi bahwa efisiensi pabrik gula Indonesia masih rendah khususnya pabrik gula milik BUMN yang dapat disebabkan karena biaya produksi gula belum efisien (Sekretariat Dewan Gula Indonesia. Sehubungan dengan itu. (2) produksi tebu. terdapat aspek-aspek yang erat kaitannya dengan biaya produksi gula yaitu : (1) produksi gula. memuat: . maka Makalah hendaknya disesuaikan dengan sistematika sebagai berikut : 1) Lembar Judul . Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa.3. Setelah mengemukakan kriteria pokok efisiensi pabrik gula sebagaimana diuraikan di atas. khususnya industri gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu pabrik gula Tasik Madu. perlu diketahui apakah industri gula domestik di masa mendatang masih dapat diharapkan untuk dipertahankan eksistensinya.000 kwintal per tahun. NIM c) Nama dan Tempat Perguruan Tinggi d) Tahun 2) Lembar Pendahuluan. 1. Rejoagung Baru. dan (4) liberalisasi perdagangan. 1997). Gondang Baru. 5. sehingga harga pokok per unit hasil masih mahal. Mutu bahan baku belum optimal sehingga biaya produksi pabrik gula tidak efisien. Jumlah produksi gula kurang dari 250. Kapasitas giling masih banyak yang dibawah 2000 ton tebu per hari.

2 (Harian Kompas. 1000Rp) . ton) b.3 P3GI 2. Jumlah bahan bakar (X2. kg) d. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan dalam kajian efesiensi relatif antar pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu: 1. Biaya tebu giling ( CX1. Komponen Input a. 14 September 2002). dari US International Trade Commission Office of Economics III. METODOLOGI PENELITIAN 3.J.1 (Harian Kompas. 2.a) Latar Belakang b) Identifikasi Masalah c) Perumusan Masalah d) Tujuan dan manfaat penelitian e) Batasan Masalah 3) Lembar Tinjauan Pustaka 4) Metodologi Penelitian. memuat: a) Variabel penelitian b) Metode Analisis Data 5) Daftar Pustaka II. 10 September 2002). Jumlah tebu giling (X1. Biaya bahan bakar (CX2. 2. M. 1000Rp) c.4 Ferrantino.

maka setiap UKE akan memiliki seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. Biaya tenaga kerja (CX3. maka perusahaan . 1000Rp) h. artinya setiap UKE dalam sampel harus dapat menggunakan seperanagkat bobot yang sama untuk mengevaluasi rasionya (total weighted output / total weighted input ≤ 1).e. melainkan sebagai penentu untuk memaksimumkan efisiensi dari suatu UKE. dan setiap input dan outputnya memiliki biaya per unit serta harga jual per unit. efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya (total weight output/total weighted input). 1000Rp) 3. efisiensi relatif suatu UKE adalah efisiensi suatu UKE dibanding dengan UKE lain dalam sample (sekelompok UKE yang saling diperbandingkan) yang menggunakan jenis input dan output yang sama. orang) f. Inti dari DEA adalah menentukan bobot (weights) atau timbangan untuk setiap input dan output UKE. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu unit kegiatan ekonomi (yang selanjutnya disingkat UKE) yang menggunakan banyak input dan banyak output. ton) b. Biaya Penyusutan (Z2. Penerimaan gula (TRQ1. Penerimaan tetes (TRQ2. 1000Rp) c. Bobot tersebut memiliki sifat : (1) tidak bernilai negatif. Data Envelopment Analysis (DEA) dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial dan regresi berganda.2 Metode Analisis Data Metode Analisis Penelitian ini menggunakan alat analisis DEA (Data Envelopment Analysis). Setiap unit kegiatan ekonomi (UKE) yaitu setiap pabrik gula diukur efisiensi relatifnya. Bobot-bobot tersebut bukan merupakan nilai ekonomis dari input dan outputnya. dan (2) bersifat universal. Jumlah Tenaga kerja (X3. Biaya Management (Z1. Komponen Output a. 1000Rp) 2. Sebagai gambaran jika suatu UKE merupakan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan (profit-maximizing firm). dimana penggabungan input dan output tersebut tidak mungkin dilakukan. ton) d. 1000Rp) g. Untuk mengukur efisiensi industri digunakan alat analisis DEA. Produksi Tetes (Q2. DEA berasumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimalkan rasio efisiensinya (maximum total weighted output/total weighted input). karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan kombinasi output yang berbeda pula. Secara umum UKE akan menetapkan bobot yang tinggi untuk input yang penggunaannya sedikit dan untuk output yang dapat diproduksi dengan banyak. Produksi Gula (Q1. Dalam DEA.

DEA menunjukkan sejumlah UKE . DEA dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial maupun regresi berganda. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. Inti dari DEA adalah menentukan bobot yang memiliki sifat: a. Karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan output yang berbeda pula. Tidak bernilai negatif b. Bersifat Universal Metode DEA memiliki asumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimumkan rasio efisiensinya. 2000). Konsep Dasar Data Envelopment Analysis (DEA) Data Envelopment Analysis (DEA) adalah pengembangan programasi linier yang didasarkan pada teknik pengukuran kinerja relatif dari sekelompok unit input dan output. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE.tersebut akan berusaha menggunakan sedikit mungkin input yang biaya per unitnya termahal dan berusaha memproduksi sebanyak mungkin output yang harga jualnya tertinggi. Jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi < 100%). DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) yang menggunakan banyak input maupun output. Analisis fisiensi silang dapat membantu seorang manajer untuk mengenali UKE yang efisien tetapi menggunakan kombinasi input dan menghasilkan kombinasi output yang sangat berbeda dengan UKE yang lain (PAU-SE UGM. Nilai Manajerial DEA 1. maka setiap UKE akan memilih seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. Efisiensi silang UKE A terhadap KE B merupakan rasio dari output tertimbang dibagi input tertimbang yang dihitung dengan enggunakan tingkat input dan output UKE A dan bobot input dan output UKE B. 2. Dalam DEA efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya.

H. Prabowo. 1986. 2. Jurnal Agro Ekonomi 15:1-19. Kaul. Keterbatasan DEA 1. 84:655-676. Monitoring dan Analisa Prospek Industri Gula di Jawa. 1982. 1976. 3. D. 56 : 377-386. DEA berasumsi bahwa setiap unit input atau output identik dengan unit lain dalam tipe yang sama. Christensen. “A Cost Function Approach to the Measurement of Elasticities of Factor Demand and Elasticities of Distribution”.S. and J. 3. J. A. Jurnal Agro Ekonomi 1 : 28-49. Chand. Statistik Impor. Bobot input dan output yang dihasilkan oleh DEA tidak dapat diinterpretasikan dalam nilai ekonomi. Center for Policy . Agr. “The Measurement of Total Factor Productivity Growth using Production Frontier : A Case of Irrigated Rice Farming in West Java”. Binswanger. 1996. DEA mensyaratkan semua input dan output harus spesifik dan dapat diukur. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. Amer J. and W. Amer. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. Electric Power Generator”. H.R. Econ. 1996. Green.S. Analisis Fungsi Produksi Usahatani untuk Menunjang Pengembangan Daerah Aliran Sungai Cimanuk. L. Dewa. 4. 1974. 68:162-164. Dalam bentuk dasarnya DEA berasumsi adanya Constrant Return To Scale (CRTS).L.S.P.yang memiliki efisiensi sempurna (100%). Econ. Journal of Political Economics. K. R. Pakpahan. “Economic of Scale in U. 2000. IV. Agr. “A Note on the Use of the Cobb-Douglass Profit Function”.

1998. Departeman Pertanian. 1997. 16 ______. P. 2000. Rencana Operasional Pemecahan Permasalahan Industri Gula di Indonesia. Sawit. M. and CASER Bogor. Data Envelopment Analysis. 1987. PSE dan P3GI. Bogor. Rosegrant. Dinamika Ekonomi Tebu Rakyat dan Industri Gula Indonesia. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Gonzales. IFTRI. M. L. Penentuan Ekonomi Skala Usaha dengan Fungsi Keuntungan : Landasan Teoritis dengan Contoh Fungsi Cobb-Douglass dan Translog.and Implementation Studies (CPIS).A. Sumatera Barat.C. Kasryno.. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1980-1997. Efisiensi Teknis Usahatani Kubis di Desa Galagah. Simatupang P. Rasahan and Y..H. PSE dan P3GI Buku II. 7:1-16. Pusat Penelitian Agro Ekonomi.A. Sekretariat Dewan Gula Indonesia 1997. dan Mewa. Price and Investment Policies in the Indonesian Food Crop Sector.. Agro Ekonometrika XXVIII (1): 37-56. 1988. Produksi Gula Nasional. Dua Puluh Dua Tahun Program TRI di Jawa. Jakarta. Fungsi Keuntungan : Landasan Teori dan Terapannya. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2001. Jurnal Agro Ekonomi. ________. Bogor. Saerfudin.W. PAU Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada. Washington D. 1987. Studi Panel Petani Tebu. 1996. Mimeo. F. Simatupang. . Pusat Penelitian Agro Ekonomi. 1987. C. Pusat Penelitian Perusahaan Perkebunan Gula Indonesia (P3GI).

N. West Java.mercubuana. pipa pecah.php?mn=detail&d_id=16046 . Sugianto.ac. Sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan maka dilakukan analisis mengenai proses yang terjadi di ”stasiun masakan ” yaitu proses kristalisasi sesuai dengan SOP (Standar Operating Prosedure) PG Tasikmadu dan bagaimana pengendalian dan pengawasan proses di ”stasiun masakan”. Dalam Ekonomi Gula di Indonesia Disunting oleh Sawit.S. Tujuan pengendalian dan pengawasan proses adalah agar kegiatan produksi dan operasi yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang direncanakan. Suryana. “Production Efficiency of Cauliflower (Brassica Oleracca var Botrytys) at Ciarutan. (2)material seperti bahan baku habis. Berdasarkan hasil pembahasan maka sebaiknya PG tasikmadu lebih mengoptimalkan perencanaan produksi khususnya untuk inventory control karena jika bahan baku yang diperlukan kurang hal itu akan menyebabkan proses kristalisasi menjadi lama.Soentoro. Dalam melakukan pengendalian proses untuk mengetahui penyebab terhambatnya kecepatan proses kristalisasi pada “stasiun masakan” maka dilakukan analisis dengan menggunakan diagram sebab akibat. Tujuan penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan pada stasiun masakan dan bagaimana cara pengendalian dan pengawasan proses pada ”stasiun masakan”.id/pengguna. nira kental basi yang mengakibatkan kualitas gula yang dihasilkan kurang baik. A. Jurnal Agro Ekonomi 4 : 27-39. 1999. 1987. (3)sumber daya manusia seperti pekerja tidak mengindahkan aturan dalam SOP. Agar dapat meminimalisasikan kecacatan produk dan juga kegagalan proses produksi.. 1985. hal ini tentunya akan dapat meningkatkan kualitas hasil produksi. Rachman.uns. Indonesia”. Mengingat saat ini kebutuhan akan gula belum mampu memenuhi target yang diharapkan. Jurnal Agro Ekonomi 6 : 19-28 http://industri09abdul. Ali. PG Tasikmadu sebaiknya menambah upah untuk buruh tebang angkut. Untuk terus meningkatkan hasil produksi yang baik maka pada saat proses produksi PG Tasikmadu harus mampu mengendalikan dan melakukan pengawasan produksi secara maksimal dari tahap awal hingga tahap akhir yaitu pengemasan.blog. Indarto dan A. Usaha Tani dan Tebu Rakyat Intensifikasi di Jawa. Berdasarkan diagram sebab akibat tersebut diketahui bahwa terdapat empat faktor yang dapat dianalisis keempat kategori tersebut yaitu.ac. (4)mesin seperti terjadi kerusakan alat contoh pan jebol. (1)metode seperti salah dalam perencanaan proses yang mengakibatkan skema masak menjadi keliru. T.id/category/ringkasan-skripsi/ ENDALIAN DAN PENGAWASAN PROSES PADA STASIUN MASAKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GULA PASIR DI PABRIK GULA TASIKMADU KARANGANYAR Oleh : Tiyas Widiyaningsih ABSTRAKSI Pengendalian dan pengawasan proses merupakan hal utama yang harus diperhatikan dalam kegiatan proses produksi.M. para pekerja hendaknya lebih memanfaatkan waktu kerja semaksimal mungkin dalam melakukan kegiatan produksi pada ”stasiun masakan”. M. Suharno dan A. berjalan dengan lancar dan cepat serta apabila terjadi penyimpangan maka penyimpangan tersebut dapat langsung dikoreksi. Penerbit Institut Pertanian Bogor. P. negara kita masih harus mengimpor gula dari negara lain. hal ini disebabkan karena kurangnya bahan baku yaitu tebu. “Keterbatasan Fungsi Cobb-Douglass dalam Pendugaan Elastisitas Permintaan Input”. Keyword: Pengendalian dan Pengawasan proses Proses kristalisasi “Stasiun Masakan” Analisis Fish bone http://digilib.H.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan wawancara. Harga masuk ke lokasi wisata ini relatif murah.000 per orang. No.2. 3 dan 4 tahun 1946. 16/ S. Studi pustaka yaitu memperoleh data dengan cara membaca literatur. Sondokoro merupakan tempat merilekskan diri dengan kegiatan outbond. Selain mengunjungi pabrik gula. http://www.mitrasites. Penulis dapat mengetahui proses tebu menjadi gula. dan PP. Dan adanya Pabrik Gula Tasikmadu bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Meski proses produksi sedang berlangsung. (2) proses perubahan status kepemilikan dari perusahaan gula Mangkunegaran pasca Kemerdekaan Republik Indonesia.com/doc/37674093/BAB-I-Lengkap AZ Cara Membuat Gula Pasir Lokasi Wisata Sondokoro. Dan penulis mengetahui adanya alat modern yang membantu dalam proses tebu menjadi gula. Wawancara ditujukan kepada para abdi . di pabrik gula PG Tasikmadu. Sumber tertulis sekunder berupa buku-buku yang mempunyai relevansi dengan masalah penelitian. Sebuah lori tebu kuno di lokasi wisata ini telah disiapkan untuk mengantar wisatawan berkeliling lokasi wisata. Karanganyar. No. mungkin bisa menjadi pilihan untuk berlibur. hanya Rp 8. Selain akan membawa Anda menikmati pemandangan indah.D tahun 1946. SONDOKORO PABRIK GULA TASIKMADU Adanya Sondokoro sangat bermanfaat. Sejalan dengan tujuan di atas. Sejumlah petugas juga siap mengantar dan menjelaskan kepada para pengunjung mengenai berbagai proses pembuatan gula. Metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. 9 tahun 1947. PP No. Di lokasi wisata ini Anda akan diperlihatkan proses pembuatan gula dari awal hingga selesai. maka penelitian ini menggunakan metode historis. Sumber data berupa arsip-arsip tentang perusahaan gula Mangkunegaran dan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan proses pengambilalihan perusahaan gula yang diantaranya meliputi. PP. para pengunjung tetap diizinkan masuk dan berkeliling pabrik.scribd. kemudian merekonstruksikan berdasarkan data yang diperoleh sehingga dapat menghasilkan historiografi. Mulai dari penghancuran tebu dalam penggilingan besar hingga gula benar-benar siap untuk dipasarkan. Sondokoro juga memberikan suasana sejuk yang mendukung. pengunjung juga bisa menikmati keindahan taman dan berbagai permainan. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer maupun sumber data sekunder. Sejumlah kendaraan kuno pun ditampilkan di lokasi wisata ini untuk menambah daya tarik juga menambah pengetahuan.html PERUBAHAN KEPEMILIKAN PERUSAHAAN GULA MANGKUNEGARAN TAHUN 1946-1952 Oleh : Wahyuningsih ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) latar belakang berdirinya perusahaan gula Mangkunegaran. -http://gambar. surat kabar. Jawa Tengah. lori ini juga mengantar Anda ke area pabrik gula Tasikmadu. dokumen atau arsip yang tersimpan dalam perpustakan.com/mesin-pabrik-gula. (3) pengaruh pengambilalihan perusahaan gula Mangkunegran terhadap perubahan ekonomi “praja” dan pegawai perusahaan gula Mangkunegaran.

Pengaruh lainnya terhadap kehidupan ekonomi pegawai perusahaan gula Mangkunegaran. newspapers.html PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROSES PADA STASIUN PEMURNIAN UNTUK MENUNJANG KUALITAS GULA PG TASIKMADU KARANGANYAR . PP.mitrasites. Interview was done to the internal staffs of Mangkunegaran and the staffs that worked to Mangkunegaran’s sugar factory.ac. The literary study is review of literatures. (2) the status changing of sugar factory that last in 1946-1952 gave large influence especially in economic aspects. (2) Perubahan status kepemilikan perusahaan gula Mangkunegaran (Tasikmadu dan Colomadu) yang berlangsung tahun 1946-1952 membawa pengaruh yang besar terhadap Mangkunegaran terutama dalam aspek ekonomi. No. The source of data used primary and secondary data is archives of Mangkunegaran sugar factory and the regulation related to the taking over of the sugar factory.php?mn=detail&d_id=13318 http://gambar. The secondary data source is the books that relevance with the problem of the research. From the above conclusion. Dari kesimpulan di atas maka muncul implikasi. No. this gave positive influence to the staffs of the sugar factory to replace the Dutch staffs. (2) The changing process of ownership status Mangkunegaran’s sugar factory post RI independence day was marked by taking over the farming factory of Mangkunegaran by the Government. In the other side.D 1946. (2) the changing process of ownership status Mangkunegaran’s sugar factory post Indonesia Independence Day. 9 1947. dan (3) Pengambilalihan perusahaan gula Mangkunegaran berpengaruh besar pada aspek ekonomi “praja”. ABSTRACT The aims of this research are to describe: (1) the background of the building of Mangkunegaran’s sugar factory. Di sisi lain adanya perubahan kepemilikan perusahaan gula Mangkunegaran membawa dampak yang positif bagi pegawai perusahaan gula bumiputera untuk menggantikan posisi para pegawai Belanda. Selain itu didukung oleh adanya kondisi geografis yang baik dan adanya usaha KPAA Mangkunegara IV untuk mendirikan perusahaan gula Colomadu dan perusahaan gula Tasikmadu. This is based to the UUD 1945 chapter 33 verse 2 and 3. Based on the result of the research was conclude that: (1) The building of Mangkunegaran’s sugar factory was happened after the implementation of the growth of plantation and Agrarische Wet 1870’s. besides supported by geographical condition and efforts of KPAA Mangkunegara IV to built Colomadu and Tasikmadu sugar factory. (3) The taking over of Mangkunegaran’s sugar factory was influence very important to the economic life of “praja” and staffs sugar factory. PP. (3) the influece of take over Mangkunegaran’s sugar factory to the economic life of “praja” and staffs sugar factory.uns. Along with the aims. yaitu: (1) Perubahan status kepemilikan perusahaan perkebunan merupakan bagian dari adanya perubahan sosial dalam sistem perkebunan yang terjadi karena kebijakan ekonomi pemerintah RI pasca kemerdekaan. (2) Proses perubahan status kepemilikan dari perusahaan gula Mangkunegaran pasca kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan melalui kebijakan pengambilalihan perusahaan-perusahaan perkebunan Mangkunegaran oleh pemerintah.dalem Mangkunegaran dan pegawai perusahaan gula Mangkunegaran. there are implication which can be stated as: (1) The status changing of the ownership of farming factory is a part of the social changing in the farming system that had happened because of Indonesian Republics government policy in post independence day. http://digilib.com/gula-pasir. The technique of collecting data is literary study and interview. yang ditandai dengan adanya perubahan harga sewa tanah yang naik dan adanya perubahan pegawai Belanda ke dalam tenaga kerja dari golongan bumiputera. Hal ini berdasarkan UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3. 16/S. this research to use historical method. PP No. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Berdirinya perusahaan gula Mangkunegaran terjadi setelah diterapkannya Undang-Undang Agraria tahun 1870an untuk berkembangnya usaha penanaman tebu. Historical method is the process of testing and analyzing critically of the record and inheritance of the past and reconstructed to historiography. 3 and 4 1946. it can be seen the changing of land rent price is increasing and the alteration of Dutch workers to the internal worker.id/pengguna. documents or archives.

maka peneliti memberikan saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan. dan diagram sebab-akibat untuk mengetahui penyebab dari kerusakan. pengendalian proses. stasiun penguapan.php?mn=detail&d_id=10311 Namanya adalah Agro Wisata Sondrokoro. Foto: Berita Daerah-Sudaryono Agro Wisata Sondrokoro karena mempunyai nilai pendidikan dan sejarah dengan bernuansa . supaya tidak menghambat kelancaran proses. diorganisasi. stasiun puteran dan stasiun penyelesaian.61 %. Membersihkan peralatan pada stasiun pemurnian secara rutin supaya kerak nira tidak menghambat proses pemanasan pada PPI dan PPII. sebagai dokumentasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan. stasiun pemurnian. Proses produksi yang berlangsung pada PG Tasikmadu ada beberapa stasiun. Sesuai dengan masalah yang telah ada maka dilakukan analisis menggunakan diagram pareto untuk mengetahui kerusakan apa saja yang paling sering terjadi pada stasiun pemurnian. Perusahaan yang mempunyai manajemen yang baik apabila segala kegiatannya direncanakan. Mencatat semua ketidak sesuaian proses khususnya pada setasiun pemurnian untuk dilakukan perbaikan segera dan sebagai dasar dalam proses berikutnya. Apalagi anak-anak.49 % Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan dari penelitian yang dikemukakan diatas. mesin. yaitu stasiun pemerahan. Keyword : Perencanaan dan Pengendalian Proses http://digilib. mesin-mesin dan tenaga kerja. PP II dan Clarity. Yaitu 1092 jam dengan presentase 31. Adapun hal yang perlu dilakukan proses pemurnian sebelum proses produksi adalah menyiapkan bahan baku. bahan pembantu. baik pengendalian bahan baku. untuk mengetahui proses produksi gula. Sehingga pemanasan dapat tercapai. Pada perusahaan proses produksi mempunyai peran yang penting dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Tempat ini merupakan area wisata. dan pengendalian terhadap tenaga kerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui yang perlu dilakukan pada stasiun pemurnian sebelum proses produksi. Kemudian Untuk penyebab kerusakan terbesar kedua yaitu tidak tercapainya suhu pada PP II. maka diperlukan manajemen yang baik.Oleh : Qodarul Laili ABSTRAK PG Tasikmadu merupakan perusahaan yang memproduksi gula pasir. yang selalu ditunggu oleh keluarga. diawasi serta dikendalikan. diarahkan. Penyebab kerusakan nira pada stasiun pemurnian yaitu pada PP I. Dokomen-dokumen pada giling sebelumnya sebaiknya di simpan. Mereka seakan tak kenal lelah bermain dan belajar di sini. dan untuk mengetahui apa saja yang perlu dikendalikan di stasiun pemurnian dalam proses produksi untuk menjaga kulitas gula supaya tetap memenuhi standar perusahaan.9 %.id/pengguna. stasiun kristalisasi. Sebaiknya pengendalian pada stasiun pemurnian perlu di tingkatkan. dari hasil analisis menggunakan diagram pareto maka dapat diambil kesimpulan bahwa Jumlah kerusakan yang paling besar adalah tidak tercapainya suhu pada PPI yaitu 2277 jam dengan presentase 65.ac. Penyebab kerusakan yang ketiga yaitu kejernihan pada nira yaitu 86 jam dengan presentase 2.uns.

Keduanya dalam satu lokasi yang saling mendukung. keduanya mampu menjadi obyek wisata andalan Kabupaten Karanganyar yang saat ini terus dikembangkan baik dalam hal penataan obyek wisata yang dipetakan menjadi beberapa kelompok yang terpisah antara wahana haritage yang bersifat sejarah . anda bisa menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 15 km dari kota Solo ke arah timur sebelum memasuki kota Karanganyar. mulai dari tanaman tebu hingga proses penggilingan serta pengepakan gula. Jika anda tertarik mengunjungi tempat ini. Foto: Berita Daerah-Sudaryono Dengan aset yang telah ada. dan ditempuh 30 menit dari kota Solo. permainan anak dan penunjang lainnya. lalu belok kiri menuju PG Tasikmadu Karanganyar. Keberadaan tempat ini tidak dapat dipisahkan dengan PG Tasikmadu yang merupakan rangkaian yang tak terpisahkan. dimana PG Tasikmadu sebagai pabrik gula yang sampai saat ini masih aktif telah dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata yang memiliki nilai sejarah dan pendidikan dimana kita bisda mengetahui tentang proses pembuatan gula. . wahana pendidikan .tempo doeloe.

5. tak hanya rekreasi saat musim giling bulan Mei – Oktober pengunjung bisa belajar dengan menyaksikan proses penggilingan nya ( proses dari tebu menjadi gula ). Tak perlu mahal kan untuk menikmati wisata bermanfaat ini? Tunggu apalagi. Wahana yang paling disukai adalah sepur tebu . tahun ini meningkat .-. ajak keluarga anda untuk menikmati agrowisata seru ini. (Sudaryono/DN/bd) http://beritadaerah.Foto: Berita Daerah-Sudaryono Dengan membayar tiket masuk Rp.com/budaya/jawa/38157 Target giling PG Tasikmadu. 4000-7000. anda pun bisa bertamasya dan bisa memilih sendiri wahana yang disuka dengan biaya yang terjangkau. Mulai dari Rp.000. ini merupakan ikon Sondrokoro.-/orang.

Liputan Utama.2 juta kuintal tebu pada musim giling tahun 2011 ini. Target ini meningkat dibanding musim giling tahun sebelumnya yang total hanya menggiling 3.9 juta kuintal tebu. Padahal pada tahun sebelumnya. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. sesajen kepala kerbau pada selamatan musim giling tahun 2011 ini hanya satu. kali . Selamatan giling tebu diawali dengan arak-arakan budaya. Tebu bagi masyarakat Tasikmadu telah menjadi tumpuan harapan petani dan keluarga karyawan pabrik gula. Hanya kepala kerbau yang membedakan. Sesajen yang dibawa menggunakan jolen atau joli ini diarak oleh sejumlah pegawai pabrik dan masyarakat sekitar.0. Kamis (14/4). Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini prosesi ritual jelang giling Karanganyar (Soloraya Online). Ragam Peristiwa. Ribuan warga Karanganyar dan sekitarnya ikut menjadi saksi menyaksikan dari dekat ritual selamatan giling tebu tersebut. Pabrik Gula (PG) Tasikmadu Karanganyar menargetkan bisa menggiling 4. serta kembang telon. selamatan giling tebu diawali dengan mempersembahkan berbagai macam sesaji. Iringan musik dan berbagai sesajen seperti bubur. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2. sebanyak tujuh ekor kepala kerbau dijadikan sesajen. Ritual yang lain tetap dilaksanakan sama. Bagi masyarakat sekitar. dan hasil bumi yang lain diarak menuju tempat penggilingan. 2011 dalam Kategori Breaking news. Ikut diarak pula dalam ritual itu dua pohon batang tebu. sesajen itu dipercaya membawa berkah.Dimuat admin Apr 14th. kalau sebelumnya kami mempersembahkan tujuh kepala. Dari cairannya yang manis dihasilkan gula yang berarti besar bagi kehidupan mereka. “Nggak ada maksud apa-apa. termasuk persembahan kepala kerbau sebagai simbol diawalinya musim giling. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. satu saja cukup. tumpeng.

com/2011/04/14/target-giling-pg-tasikmadsu-tahun-ini-meningkat/ Ribuan Warga Karanganyar Saksikan Tradisi Selamatan Giling Tebu 2011 Written by Leni Widiya | 15 April 2011 Share KBRN.” ujar Administratur PG Tasikmadu. suasana berlangsung meriah tidak ubahnya seperti pesta pernikahan pengantin. Kerbau selama ini dikenal sebagai binatang yang kuat dan tak gampang menyerah di segala medan. Tradisi ini ditandai dengan arak-arakan Temanten (pengantin). Menurut Bambang. aman dan proses giling mencapai target. ungkap Administratur PG Tasikmadu Karanganyar. "Tradisi ini selalu kami adakan setiap menjelang musim giling. Jum‟at (15/4). Kenapa kerbau yang dipilih sebagai sesajen karena mempunyai simbol etos kerja karyawan. Karanganyar : Ribuan warga masyarakat menyaksikan tradisi "Selamatan Giling Tebu Tahun 2011" di Pabrik Gula PG Tasikmadu Karanganyar Jum‟at (15/4). tumpeng dan kembang telon.2 juta kuintal tebu atau . Disebutkan dalam musim giling tahun 2011 ini PG Tasikmadu siap menggiling 4. Bambang Sucahyono. untuk kelengkapan sesajen berupa bubur. * (dit) http://solorayaonline. Tebu yang merupakan pasangan Manten Tebu Pria dan Manten Tebu wanita lengkap dengan iringiringan Joli yang terbuat dari anyaman bambu dan hiasan kertas yang dibawa para pegawai pabrik gula.ini satu saja kami anggap cukup. Bambang ucahyo di sela acara ritual. sebagai upacara selamatan dan permohonan doa kepada Tuhan YME untuk kelancaran giling tebu dalam proses pembuatan gula kristal". ritual menjelang dimulainya giling tebu ini digelar dengan maksud untuk “nguri-uri” budaya dan manifestasi doa kepada Tuhan. Harapannya kegiatan giling tebu yang akan segera dimulai bisa berjalan lancar.

Sebutan itu sebenarnya merujuk pada keramaian pasar malam yang selalu digelar setiap awal bulan April.2 juta kuintal tebu itu akan menghasilkan gula kristal atau ngula pasir sebanyak 307. pasar malam cembengan menempati sekitar Pabrik Gula (PG) Tasik Madu. bulan di mana masa panen raya tebu datang. sekitar 15 kilometer arah timur Kota Solo. Wonogiri. es dawet.963 kuintal". Ada juga beberapa hiburan anak-anak semacam komidi putar. 2010 dalam Kategori DOKUMENTASI SOLORAYA. Grobogan bahkan dari Kabupaten Semarang. . serta Sragen. dan tong setan.id/index. Boyolali.0.co. Sukoharjo. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2. yang disebut cembengan. WISATA BUDAYA.meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 3. Jawa Tengah. (Sriyanto/Leni/WDA) http://www2. Musim giling tebu itu akan dimulai 20 Mei mendatang dan berlangsung selama 135 hari. dapat dipastikan hampir semua pabrik gula menggelar serangkaian ritual sakral untuk keselamatan. "Dari 4. Puluhan lapak berderet-deret. seperti arum manis. Pasar malam yang digelar masyarakat tersebut biasanya bertempat di sekitar lokasi pabrik gula. Hiburan “jadul” itu memang seperti mengingatkan kembali kenangan masa lalu.9 juta kuintal tebu. menjajakan berbagai makanan khas pasar malam tradisional. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini Menjelang musim giling tebu. KLIPING BERITA. SENI BUDAYA. jelas Bambang Sucahyono . HEADLINE.php/component/content/article/44-index-berita-terbaru/9489-wargakaranganyar-saksikan-tradisi-selamatan-giling-tebu Arak Temanten Tebu Jelang Musim Giling Dimuat Editor Jun 17th. brondong jagung dan jajan pasar. Di Karanganyar.rri. Sedangkan tebu yang diling PG tersebut berasal dari Karanganyar sendiri.

bermacam sesaji diletakkan di dalam jolen atau joli (semacam tandu kecil) yang dihias dengan kertas warna-warni. anak dan istri. sebelum akhirnya meletakkannya di ruang mesin produksi di dalam pabrik. Ritual ini digelar untuk memohon keselamatan selama proses penggilingan tebu yang dimulai pada keesokan harinya. Namun justru itulah kekuatannya. ritual dimulai dengan penebangan dua batang tebu temanten (pengantin). aneka sesaji. Arak-arakan sesaji dimulai dari halaman Balai Desa Suruh menuju pabrik gula yang berjarak sekitar 5 kilometer. pasar malam yang berlangsung selama dua pekan itu dipadati pengunjung. Setelah dilakukan pembacaan doa. Bagi masyarakat di sekitar pabrik gula. Kamis (29/4) pagi. pihak pabrik gula terlebih dulu menggelar prosesi kirabn sesaji. Ya. kinangan (perlengkapan menginang). masa seperti sekarang ini adalah masa gembira bagi masyarakat di sekitar pabrik gula. kegembiraan panen yang kemudian dilanjutkan dengan menggiling tebu itulah yang melahirkan ritual cembengan. dan hasil bumi. Maka sungguh wajar jika wajah-wajah mereka terlihat sumringah (gembira). Konon. lapangan kerja akan terbuka. Namun sebelum giling tebu. telur asin. buruh angkut. atau kirab pengantin tebu yang digelar pihak pabrik gula. Kepala kerbau ini .Pasar malam tersebut memang sangat kental dengan warna tradisional. sesaji tersebut antara lain berupa jenang merah dan putih. Bermacam sesaji selanjutnya diarak bersama gagar mayang dari dua batang tebu. pendapatan akan mengalir. Batang tebu tersebut akan dijadikan sebagai tebu pertama saat dilakukan giling tebu pada keesokan harinya atau Jumat (30/4). Sebelum dikirab. Setiap malam. dan pasar malam cembengan adalah gambaran perayaan kebahagiaan itu. Impian setelah selama satu tahun (periode tanam tebu) akan segera bisa dinikmati. para petani tebu. Selain tujuh kepala kerbau. Mereka datang dengan gembira bersama keluarga. dan karyawan pabrik. Di PG Tasik Madu. nasi tumpeng. buruh tebang. musim panen memang identik dengan musim kebahagiaan. diletakkan di bagian bawah mesin produksi. terutama tujuh kepala kerbau. Sebab sebentar lagi roda ekonomi akan bergerak. Pada hari pertama. yaitu mengarak atau mengkirab aneka sesaji keliling kampung. ritual cemengan itu sendiri dilakukan selama dua hari.

Malam sebelum proses giling pertama. Glek! Mesin penggiling pun bergerak. karyawan pabrik gula. mulai menggilas dan melumat batang-batang tebu. sekaligus membawa berkah bagi karyawan dan warga sekitar pabrik.” ungkap Sri Harjanto. Tentu saja. Kami juga memohon kepada Tuhan agar hasil giling tebu nantinya bisa bermanfaat bagi petani. dan orangorang di sekitar pabrik. Jumat (30/4) pagi. Keduanya mengenakan topeng Dewi Sri dan Dewa Sadana. dan karyawan pabrik. yaitu prosesi kirab tebu temanten. ritual ini adalah cara kami memohon keselamatan. lalu hasil produksi gula menurun. disusul kemudian 14 pasang tebu pengirinyanya. dan masyarakat sekitar. Tebu telah menjadi tumpuan harapan para petani. karyawan. Bergeraknya mesin giling itu pun menandai dimulainya proses giling tebu hingga 100 hari mendatang. yaitu menggunakan nasi tumpeng dan perlengkapan lainnya. Tasikmadu.diyakini sebagai penolak bala atau bencana. sebelum memimpin prosesi. Lambang kemakmuran masyarakat agraris. yang diambil dari Kebun Sroyo di Kebakkramat dan Kebun Wonolopo. kata Sri harjanto. yang nantinya akan menjadi gula. Dari sepanjang pinggir jalan. Tebu Temanten Puncak ritual cembengan berlangsung pada keesokan harinya. serta tebu wadon (wanita) yang ditanam sendiri oleh pabrik gula Tasik Madu PG sendiri. “Yang mengikuti syukuran atau selamatan ini adalah para pekerja kebun tebu. dulu pabrik gula ini pernah tidak melakukan cembengan. “Sepasang tebu temanten ini sebagai simbol adanya tebu lanang (laki-laki) atau tebu yang berasal dari daerah lain. Begitu arak-arakan pengantin memasuki ruang giling. Begitulah. mengandung harapan agar kelak gula yang dihasilkan nantinya berlimpah dan kualitasnya bersih. Tahun ini. Tapia pa pun.(Ganug Nugroho Adi) . Soal pemeilihan nama tebu temanten itu. menuju besaran atau rumah dinas administratur pabrik gula.” terang dia. “Entah kebetulan atau tidak. sepasang tebu temanten pun didandani layaknya sepasang mempelai. sehingga tidak terjadi sesuatu yang buruk selama musim giling. Maka. tebu yang menjadi pengantin merupakan tebu pilihan. Karanganyar. sekaligus mengakhiri ritual cembengan di PG tasik Madu. pabrik. sungguh sangat berarti kehidupan mereka. musim giling tebu barangkali menjadi musim yang paling ditunggu. Syukuran ini bertujuan agar prosesi giling tebu berjalan lancer. angkut. Selain batang tebunya dipilih yang paling baik dan memiliki rendemen tinggi. dari rumah dinas kepala tanaman pasangan tebu temanten dikirab bersama 14 pasang tebu pengiring keliling desa. Ritual untuk memohon keselamatan selama masa giling tebu dipimpin Administratur PG Tasik Madu Sri Harjanto. sehingga diperlakukan secara khusus dan khas. kami menggelar pentas wayang kulit semalam suntuk. Air manis dari tebu yang digiling. mulai awal tebang. penggilingan hingga dengan akhir penggilingan nanti. Hingga akhirnya. pasangan temanten yang “dinikahkan” adalah pasangan Bagus Wijaya dan Raden Roro Sri Rejeki dari varietas tebu PS 864. Sri Harjanto menambahkan syukuran atau selamatan ini dilakukan seperti syukuran yang dilakukan oleh masyarakat. Atraksi reog menyambut kedatangan tebu temanten dan pengiringnya di halaman pabrik gula.” kata Sri Harjanto. sepasang temanten tebu kemudian diletakkan di atas mesin giling. Ritual cembengan tersebut konon juga berkaitan dengan hasil produksi gula. tak ubahnya pasangan pengantin manusia. warga mengelu-elukan kirab pengantin.

Museum Mesin Gula museum gula . Graha Sondokoro. Fasilitas yang ditawarkan di Agro Wisata Sondokoro Tasikmadu ini adalah Tour keliling Pabrik Gula dengan naik lokomotif. Monumen Giling. Live Music. Lapangan Tennis. Dunia Kreasi. Flying Fox. Jembatan Gantung. Jalan Refleksi.com/2010/06/17/1693/ Agro Wisata Sondokoro Spoor Uap Agrowisata Sondokoro Terletak diantara jalan raya Solo dan Karanganyar desa Ngijo kecamatan Tasikmadu. Panjat Dinding. Kolam Renang.Popularity: 1% [?] http://kabarsoloraya. Griya Resto. Ruang Metting.

Disini anda dapat melihat bekas-bekas mesin yang dahulu digunakan dalam pembuatan gula di pabrik ini karena terletak di area taman, jadi tempat ini sangat nyaman untuk bersantai dan berfoto Sejarah Singkat Sondokoro SONDOKORO sebenarnya adalah nama desa yang dulu konon cerita berasal dari nama Kyai Sondo dan Kyai Koro yang bertarung 40 hari 40 malam demi mendapatkan menantu bagi anak gadis mereka yang sama-sama mencintai Tumenggung Joyo Lelono. Namun pertarungan tersebut berakhir imbang tanpa ada yang menang ataupun kalah di karenakan mereka berasal dari satu perguruan yang sama. Kemudian oleh penduduk setempat tempat tersebut di namai SONDOKORO yang di ambil dari nama Kyai Sondo dan Kyai Koro, yang petilasannya dapat dilihat di lokasi Jalan Refleksi yang berada di Wahana SRI WIDOWATI, yang diambil dari nama anak gadis Kyai Sondo. Agrowisata SONDOKORO memulai kegiatannya pada tahun 2005 yang dahulu hanya berupa pabrik gula, yang berkapasitas 31.000 TCD dan sangat tertutup untuk kepentingan umum. pada tahun tersebut terbentuk pemikiran membuka diri dengan wisata Agro dan industri Gula yang bernuansa tempoe Doeloe. Agrowisata SONDOKORO meliputi wisata Spoor Teboe, Spoor Sakarosa, Spoor Gula yang melintasi kawasan sekeliling dan kebun tebu sekitar Pabrik Gula Tasikmadu, dilengkapi dengan beragam fasilitas permainan untuk dewasa dan anak dan juga berbagai wahana kesehatan. Kami juga melengkapi dengan fasilitas Edukasi yaitu Wisata Pendidikan dan Wisata Pabrik untuk melihat proses pembuatan gula beserta Instalasinya.

http://kabaena.forumplatinum.com/t2969-obyek-wisata-tawangmangu-candi-sukuh-argowisatasondokoro

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROSES PRODUKSI DI PTP NUSANTARA IX (PERSERO) PABRIK GULA TASIKMADU KARANGANYAR Oleh : Lisa Indriastuti

Tujuan penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui perencanaaan dan pengendalian proses produksi. Tujuan dari perencanaan dan pengawasan produksi adalah mengusahakan agar barang jadi hasil proses produksi itu tepat sesuai dengan kebutuhan langganan dengan memperhatikan kualitas dan harganya. Sesuai dengan masalah yang telah ditetapkan yaitu Bagaimana perencanaan proses produksi dan Bagaimana efektifitas pengendalian proses produksi pada PG. Tasikmadu, maka dilakukan analisis mengenai perencanaan proses produksi, kemudian Diagram Pareto untuk mengetahui kerusakan apa saja yang paling sering terjadi pada produk yang dihasilkan, Diagram Sebab-Akibat untuk mengetahui penyebab dari kerusakan. Analisis pareto kerusakan tertinggi pada jenis kerikil yaitu sebesar 4.623,50 atau 95 % kemudian pada jenis debu sebesar 243.00 atau 5% dari semua jumlah kerusakan. Penyebabnya antara lain peralatan yang kurang seksama, kurangnya kontrol pada mesin, bahan baku yang kurang baik untuk diproduksi dan konsentrasi tenaga kerja yang

menurun. Berdasarkan pembahasan analisis data dan kesimpulan hasil penelitian yang dikemukakan diatas, maka peneliti memberikan saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak perusahaan untuk menentukan langkah lebih lanjut mengenai pengendalian kualitas. Agar perusahaan meninjau kembali mengenai perencanaan yang telah dibuat mengingat masih banyak kesalahan dari manajemen mulai dari bahan baku, tenaga kerja, alat bantu proses, urutan proses dengan cara membuat, mengganti atau menambah langkah-langkah yang perlu dibuat dan dilakukan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan.

http://digilib.uns.ac.id/pengguna.php?mn=detail&d_id=1696

Paradigma Baru bagi Limbah
Reply

Topic List < Prev Topic | Next Topic >

< Prev Message | Next Message >

Kompas - Rabu, 12 Juli 2000 Paradigma Baru bagi Limbah TIGA tahun yang lalu, limbah pabrik gula masih menjadi masalah besar bagi PG Tasikmadu di Solo. Kecuali tetes tebu yang sudah lama dimanfaatkan untuk pembuatan ethanol dan bahan pembuatan monosodium glutamate (MSG/salah satu bahan untuk membuat bumbu masak), beraneka limbah dalam proses produksi gula seperti blothong, abu, dan ampas tebu terbuang percuma. Bahkan untuk buangan limbahnya pun menimbulkan pencemaran lingkungan, sehingga PG mesti keluar biaya Rp 200 juta setahun. Di luar limbah pabrik itu, tanaman tebu menghasilkan limbah pula sejak masa tanam hingga penebangan. Daun tebu kering yang disebut klethekan, pucuk tebu hingga sogolan (pangkal tebu); menimbulkan kesulitan tersendiri untuk membuangnya. Padahal semua itu bisa dimanfaatkan, dan punya nilai ekonomis pula. "Lebih tepat menyebut limbah-segala limbah dalam suatu proses produksi pertanian-sebagai hasil samping produksi, yang belum dimanfaatkan karena belum diketahui manfaatnya," kata Ir Suharto MS, seorang pakar kompos. Ia menunjuk jerami atau batang padi yang lebih banyak terbuang pada saat panen padi, kecuali dibakar untuk "pupuk" di sawah, atau pakan ternak. Padahal jumlahnya luar biasa banyak dan sebagai bahan organik, jerami juga amat bagus untuk pembuatan pupuk kompos. Sejak 1998, PG Tasikmadu mengolah hasil limbah produksinya seperti blothong, abu, tetes, dan ampas, dicampur kotoran hewan,

menjadi pupuk kompos unggul (fine compost) yang punya nilai tinggi. Tasikmadu sudah mengantungi untung Rp 8 milyar dari bahan yang semula limbah ini. Limbah tebu yang lain seperti pucuk tebu segera akan berubah menjadi produk yang mendatangkan keuntungan ekstra. Pucuk tebu bisa diolah jadi pakan ternak (sapi), dengan harga antara Rp 300-Rp 400 per kg. Harga ekspor 0,5 dollar AS. Selain peternak dalam negeri, pasar ekspor pun siap menerima produk pakan ternak dari pucuk tebu ini. Jumlah limbah pucuk tebu ini mencapai 15 persen dari total tanaman, ditambah sogolan dua persen. Sementara ampas tebu diserap untuk bahan pembuatan kertas oleh pabrik kertas. "Tetapi kami belum siap untuk memproduksi pakan ternak. Mungkin mulai tahun 2001 nanti," kata Administratur PG Tasikmadu, Soeparno DS. Ia menyayangkan, kebutuhan akan modal terbentur oleh birokrasi di PTP Nusantara IX (Jateng) yang masih menerapkan manajemen konservatif. Soeparno melukiskan, prospek usaha pembuatan pupuk kompos dan pakan ternak sangat cerah, dan pasar nyaris "tak terbatas". Untuk tambahan modal usahanya itu pihaknya membutuhkan dana segar Rp 5 milyar. Untuk itu PG Tasikmadu siap bekerjasama dengan pihak ketiga. Asisten Ahli Menteri Pertanian Ir Erwin Soetirto menyebutkan, diversifikasi usaha seperti yang dilakukan PG Tasikmadu itu merupakan bisnis baru yang patut memperoleh dukungan. Ia menjanjikan akan mempertemukan PG Tasikmadu dengan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) yang akan siap menyerap produk pakan ternak. *** SELAIN industri gula (tebu), industri perkebunan besar lain sebenarnya memiliki potensi yang kurang lebih sama, seperti perkebunan kelapa sawit, kakao (cokelat). Pengelola perkebunan-perkebunan itu selama ini kesulitan membuang limbahnya yang jumlahnya amat banyak. "Perkebunan kakao di Inderagiri Hulu, Riau (Sumatera) setiap hari membuang kulit, daging buah serta kulit biji kakao. Jumlahnya sangat banyak sampai membentuk gunung tinggi, sehingga menimbulkan masalah lingkungan sendiri," cerita Ir Suharto. Limbah kakao itu sebenarnya mengandung protein yang lumayan. Atas sarannya, limbah tersebut oleh pengelolanya PT Tri Bhakti Sari Mas diolah menjadi pakan ternak sebagai pengganti rumput. Caranya, limbah kakao itu difermentasikan, dan hasilnya bisa menjadi subtitusi rumput yang aman bagi ternak. Perusahaan tersebut kemudian juga membuka usaha peternakan sapi dengan memanfaatkan limbah kakao sebagai pakan ternak. Jumlah sapinya sekarang mencapai 4.000 ekor. Begitu pula dalam perkebunan kelapa sawit. Selama ini banyak cangkang kelapa sawit yang terbuang, padahal jumlah limbah ini setiap hari teramat banyak. Setiap tandan sawit, 60 persennya kosong, dan ini menjadi limbah yang

Dan sisanya. (asa) http://groups. . 12 persennya bisa menjadi pakan ternak (sapi). Begitu pula perkebunan kelapa sawit tidak hanya menjual CPO (crude palm oil). tetapi juga menghasilkan sapi dan pakan ternak. Dengan demikian terjadi siklus alam yang tak terputus. dengan memanfaatkan limbah bungkil sawit ditambah kotoran sapi. This condition stimulated low productivity. Increased sugar import either legal or illegal must be concerned because international sugar market is thin market and also sugar industry is capital intensive. bahkan mulai dilirik oleh pengusaha perkebunan sawit di Malaysia. DEA calculates relative efficiency to peer unit namely sugar factories in which have highly efficiency score.menimbulkan pencemaran udara karena asap. more over in the beginning of trade liberalization. Kompos dari bahan sawit ini telah diproduksi menjadi komplet-vit (pelet). using carbonatization process. There are three sugar factories. high cost economy. bisa dijadikan kompos untuk pemupukan tanaman sawit. Mereka siap mengimpor kompos sawit dari Riau ini.yahoo. One of the methods for eliminating imported sugar namely to identified sugar industry efficiency especially carbonatization sugar industry using Data Envelopment Analysis (DEA). setelah diproses. increasing in sugar price and imported sugar. Jakarta ABSTRACT Highly government intervention caused crucial Indonesian sugar market structure. Sedangkan untuk pembuatan kompos.com/group/mmaipb/message/4346 JURNAL 01 EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA VICTOR SIAGIAN 21/10/2010 abdulrahman2009 No comments EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA VICTOR SIAGIAN Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti." paparnya. Dari setiap produk limbah cangkang sawit ini. tetapi juga peternakan sapi. have lowly efficiency score and need input multiplier or reallocation in using input from peer unit. "Jadi usaha perkebunan cokelat sekarang tidak lagi hanya mengandalkan produk dari biji cokelat.

Salah satu upaya untuk menghadapi ancaman gula impor adalah mengkaji industri gula dalam negeri. bukan disebabkan oleh peningkatan produktivitas (Sekretariat Dewan Gula. Sebanyak 44 pabrik gula di Indonesia terancam bangkrut. pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. Kondisi ini mengakibatkan daya saing gula dalam negeri menurun. Produksi gula nasional semakin menurun selama beberapa tahun terakhir.Keywords : Government Intervention. Badan Pusat Statistik 2000. Meningkatnya impor gula patut diwaspadai mengingat pasar internasional gula termasuk pasar yang tipis (Thin Market). Hal ini terjadi karena masuknya gula impor sehingga gula dalam negeri tidak dapat bersaing (Harian Kompas. akan terancam kelangsungan produksi gula dalam negeri. Legal and Illegal Import. Produksi gula nasional pernah meningkat relatif cepat dalam periode 1980-an. 700. Akhir-akhir ini. sementara industri gula nasional merupakan industri yang padat karya. Kekuatan produsen gula domestik dapat dipahami karena harga pasar gula impor lebih rendah dari harga gula produksi domestik. 14 September 2002). Kondisi ini dapat menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah besar. tingginya harga gula di tingkat konsumen serta meningkatnya impor gula. sehingga hasilnya minim. Apabila langkah ini dilakukan.2 sampai 3. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan gula di dalam negeri.. Thin Market. Situasi demikian akan membawa industri gula pada situasi krisis karena pabrik gula mengalami kesulitan pasokan tebu. Selain itu tarif bea masuk gula putih (White Sugar) Rp.5 juta ton setahun. dan setelah tahun 1994 produksi gula nasional terus menurun. Relative Efficiency. Tingginya intervensi pemerintah menyebabkan berbagai masalah dalam struktur pasar gula Indonesia yang pada akhirnya mendorong rendahnya peningkatan produktivitas. Staf pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Para petani tebu hanya memiliki dua pilihan. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi.. Victor Siagian. apalagi dengan semakin meningkatnya arus liberalisasi perdagangan. 10 September 2002). akan tetapi lambat sekali dalam periode awal 1990-an. Peluang masuknya gula impor karena produksi gula nasional mencapai 3. 550. Peer Unit. khususnya petani tebu. DEA. Isu tersebut merebak karena dihadapkan kepada kekuatan pihak produsen gula domestik. 2001). Pemicu rendahnya suplai bahan baku ini karena petani tertarik menanam tebu akibat merosotnya nilai ekonomisnya (Harian Kompas. Petani akan membongkar kebun tebu dan beralih ke tanaman lain atau mereka akan membiarkan tanaman tebu yang ada tanpa perawatan. Sugar Market Structure. Menurut Statistik Impor. jika krisis industri gula tidak tertangani.perkilogram dan gula mentah (Raw Sugar) Rp. Gula impor legal dan ilegal yang masuk ke pasar telah menekan harga gula produksi dalam negeri. Peningkatan produksi gula adalah disebabkan oleh perluasan areal tanaman tebu. sejumlah besar pabrik gula (PG) di Jawa menghadapi kesulitan .per kilogram yang cukup tinggi sehingga mendorong masuknya gula impor ilegal. maka pasokan tebu ke pabrik gula akan anjlok yang mengakibatkan pabrik gula dapat ditutup. PENDAHULUAN Latar Belakang Motivasi studi ini berkaitan dengan maraknya isu mengenai pro-kontra impor produk pertanian khususnya gula.

1996 dan Sekretariat Dewan Gula. Kategori tanaman tebu kepras (ratoon) meningkat dari 31.6 persen atau meningkat dengan laju 7. Kegagalan peningkatan produksi gula di satu pihak. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya efisiensi pabrik gula adalah : (1) pabrik yang sudah tua. sehingga biaya produksi gula lebih mahal (Sawit. pengembangan tebu di lahan kering yang semakin meluas memunculkan masalah baru seperti meningkatnya biaya pengangkutan tebu ke pabrik. Dengan demikian peranan tebu kepras dan tebu lahan kering menjadi semakin penting dalam penentuan keunggulan komparatif industri gula secara keseluruhan.9 persen menjadi 48.dalam penyediaan bahan baku tebu. Kondisi ini bisa menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah yang besar. 1999). Menurut Sekretariat Dewan Gula Indonesia (2001).al.al.9 persen/tahun. Peningkatan efisiensi perlu terus diupayakan untuk memantapkan daya saing komoditas gula. Menurut Statistik Impor. dan meningkatnya permintaan gula di lain pihak. telah mendorong pemerintah untuk meningkatkan impor gula pasir. Dengan demikian impor gula menguras devisa negara cukup besar. (2) harigiling yang belum optimal. dan diperkirakan akan semakin memberatkan perekonomian nasional dalam kondisi rupiah yang mengalami depresiasi yang cukup tinggi sekarang ini.000 ton tebu per hari dan (4) jam berhenti giling yang tinggi.3 persen menjadi 62. hal ini dilihat dari menurunnya Hari Giling serta meningkatnya Jam Berhenti Giling yang disebabkan oleh kekurangan bahan baku. Dalam periode 1980-1990 proporsi areal tebu lahan kering meningkat dengan laju 11. Selain faktor produktivitas.al (1987) mengemukakan bahwa industri gula Indonesia tidak memiliki keunggulan komparatif dan tanpa penjatahan areal. Hasil studi PSE dan P3GI (1996) menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan struktur pertanaman dan katagori tanaman tebu yang berlangsung sejak awal tahun delapan puluhan. kendala utama yang dihadapi pabrik gula saat ini adalah : . salah satu langkah yang perlu ditempuh dalam pembangunan industri gula adalah melalui peningkatan efisiensi pabrik gula. (Soentoro et. 1998. Pengembangan industri gula untuk tujuan substitusi impor dan promosi ekspor tidak memiliki daya saing (Rosegrant et. pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. Menurut P3GI (1997). Badan Pusat Statistik. 1997). yaitu dari 20. Tebu rakyat nantinya diperkirakan akan berkembang pada wilayah yang secara tradisional telah mengenalnya seperti di Pati dan Malang Selatan. (3) kapasitas giling yang kurang dari 2. 1987). melemahnya lingkup kendali (span of control) dan skala ekonomi (PSE dan P3GI. Rosengrant et.9 persen. Prabowo. Kondisi PG yang telah tua dan kesulitan tebang dan angkut telah mempengaruhi rendemen dan kualitas tebu. 1996). Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan di dalam negeri. Tampaknya program Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) yang diimplementasikan selama ini telah mempersulit perkembangan industri gula nasional yang efisien. petani akan beralih kepada komoditas lain.3 persen/tahun. Kesemuanya ini akan memperlemah keunggulan komparatif pengembangan tebu di lahan tegalan yang akhirnya akan memberikan dampak secara agregat.

terdapat aspek-aspek yang erat kaitannya dengan biaya produksi gula yaitu : (1) produksi gula. 5. Jumlah produksi gula kurang dari 250. fungsi keuntungan ini banyak memiliki kelemahan (Chand and Kaul. Penelitian tentang efisiensi teknis dapat dibaca pada Simatupang dan Mewa (1987) dan Dewa (1996). Karena sifatnya yang banyak batasan. 1986. sehingga harga pokok per unit hasil masih mahal. Namun fungsi keuntungan Cobb-Douglass ini lebih mudah dalam penerapan secara empiris. Kapasitas giling masih banyak yang dibawah 2000 ton tebu per hari. Jenis fungsi keuntungan yang banyak dipakai dalam penelitian adalah fungsi Cobbgotglass dan translog. Fungsi produksi yang banyak dipergunakan adalah fungsi produksi Cobb-douglass.000 kwintal per tahun. G. kedua penelitian tersebut mempergunakan fungsi produksi frontier. Fungsi ini terkenal kesederhanaannya. 4. masing-masing dari Departemen Ekonomi Universitas Arkansas pada tahun 1994. dan Linvill. . Penelitian tentang efisiensi pabrik gula di India dilakukan oleh Ferrantino. Suryana. efisiensi pabrik gula yang diteliti meliputi efisiensi teknis.D. 2. yaitu : 1. Mutu bahan baku belum optimal sehingga biaya produksi pabrik gula tidak efisien. Menurut P3GI (1997).J. Berdasarkan lima kriteria pokok tersebut terdapat indikasi bahwa efisiensi pabrik gula Indonesia masih rendah khususnya pabrik gula milik BUMN yang dapat disebabkan karena biaya produksi gula belum efisien (Sekretariat Dewan Gula Indonesia. (2) rendahnya kapasitas sebagian pabrik serta rendahnya efisiensi pabrik (tingginya jam berhenti dan (3) tingginya biaya produksi. Penentuan skala ekonomi dengan fungsi biaya dapat dibaca pada Christiansen dan Green (1976) dan Binswanger (1974). Dengan alat analisa ini hampir semua parameter yang berkaitan langsung dengan produksi dapat diperoleh.(1) rendahnya kualitas bahan baku.B. 1987). 1997). Kesulitan memperoleh lahan. Simatupang. Contoh penggunaan fungsi produksi dapat dilihat pada Sawit (1985). Oleh karena itulah ia lebih banyak digunakan. Simatupang (1988) mengemuka-kan akhir-akhir ini analisa yang banyak dipakai dalam penelitian ekonomi produksi adalah fungsi keuntungan. Fungsi keuntungan Cobbdouglass adalah salah satu bentuk khusus dan fungsi translog (Simatupang. Setelah mengemukakan kriteria pokok efisiensi pabrik gula sebagaimana diuraikan di atas. 1987). M. dari US International Trade Commission Office of Economics disertai Ferrier. 3. C. Berbagai efisiensi alokatif dapat dibaca pada Pakpahan (1982) dan Sugianto (1985). Ini merupakan suatu kemajuan dibandingkan dengan penelitian lainnya yang mempergunakan fungsi rata-rata. efisiensi harga dan efisiensi alokatif dengan menggunakan pendekatan nonstocastik-nonparametric production dan cost frontiers yang diestimasi dengan metode linear programming. 1987. Pengembangan lahan tebu mengarah ke lahan kering sehingga biaya angkut tebu meningkat. terdapat lima kriteria pokok yang dapat dijadikan pedoman awal untuk menentukan tidak efisiennya suatu pabrik gula.

Data dan Sumber Data Data diperoleh dari Pusat Penelitian Industri Gula (P3GI). Kantor Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Urusan Logistik. Apakah industri gula di Indonesia. (2) Data dan Sumberdata. Pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi mana yang efisien ? Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Rejoagung Baru. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. Asosiasi Gula Indonesia (AGI). Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. Perumusan Masalah Efisiensi merupakan salah satu indikator kinerja unit kegiatan ekonomi dalam industri gula agar dapat bersaing dengan gula impor. sudah efisien ? 2. Alokasi input mana dalam pengelolaan pabrik gula yang sudah dan belum efisien ? 3. dalam bagian ini akan diuraikan : (1) Obyek penelitian. dan (4) liberalisasi perdagangan. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi sebagai Unit-unit Kegiatan Ekonomi (UKE). (3) impor gula. METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan latar belakang. perlu diketahui apakah industri gula domestik di masa mendatang masih dapat diharapkan untuk dipertahankan eksistensinya. Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan dalam kajian efesiensi relatif antar pabrik-pabrik gula yang . Gondang Baru. masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. sebagai data sekunder. Untuk maksud tersebut. 2. Data mengenai input – output pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi tahun 2002. perumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dikemukakan.(2) produksi tebu. Mengidentifikasi alokasi input yang sudah dan belum efisien dan cara mengatasinya dalam pengelolaan pabrik gula di Indonesia. Sehubungan dengan itu. Dewan Gula Indonesia (DGI). khususnya industri gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu pabrik gula Tasik Madu. Mengukur efisiensi relatif pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi di Indonesia. (3) Variabel Penelitian dan (4) Metode Analisis.

efisiensi relatif suatu UKE adalah efisiensi suatu UKE dibanding dengan UKE lain dalam sampel (sekelompok UKE yang saling diperbandingkan) yang menggunakan jenis input dan output yang sama. karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan kombinasi output yang berbeda pula. Jumlah bahan bakar (X2. dan (2) bersifat universal. ton) b. DEA memiliki beberapa . Komponen Input a. 1000Rp) c. Biaya bahan bakar (CX2. 1000Rp) e.menggunakan proses karbonatasi yaitu: 1. Komponen Output a. dan setiap input dan outputnya memiliki biaya per unit serta harga jual per unit. ton) b. Inti dari DEA adalah menentukan bobot (weights) atau timbangan untuk setiap input dan output UKE. DEA berasumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimalkan rasio efisiensinya (maximum total weighted output/total weighted input). Bobot-bobot tersebut bukan merupakan nilai ekonomis dari input dan outputnya. artinya setiap UKE dalam sampel harus dapat menggunakan seperanagkat bobot yang sama untuk mengevaluasi rasionya (total weighted output / total weighted input ≤ 1). Produksi Gula (Q1. efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya (total weight output/total weighted input). 1000Rp) h. Penerimaan tetes (TRQ2. 1000Rp) g. Jumlah tebu giling (X1. Biaya Penyusutan (Z2. Dalam DEA. ton) d. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu unit kegiatan ekonomi (yang selanjutnya disingkat UKE) yang menggunakan banyak input dan banyak output. 1000Rp) 2. Untuk mengukur efisiensi industri digunakan alat analisis DEA. orang) f. Biaya tenaga kerja (CX3. kg) d. 1000Rp) c. Bobot tersebut memiliki sifat : (1) tidak bernilai negatif. maka setiap UKE akan memiliki seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. dimana penggabungan input dan output tersebut tidak mungkin dilakukan. Data Envelopment Analysis (DEA) dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial dan regresi berganda. Setiap unit kegiatan ekonomi (UKE) yaitu setiap pabrik gula diukur efisiensi relatifnya. Biaya tebu giling ( CX1. Biaya Management (Z1. Produksi Tetes (Q2. 1000Rp) Metode Analisis Penelitian ini menggunakan alat analisis DEA (Data Envelopment Analysis). Sebagai gambaran jika suatu UKE merupakan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan (profit-maximizing firm). Penerimaan gula (TRQ1. Jumlah Tenaga kerja (X3. Secara umum UKE akan menetapkan bobot yang tinggi untuk input yang penggunaannya sedikit dan untuk output yang dapat diproduksi dengan banyak. maka perusahaan tersebut akan berusaha menggunakan sedikit mungkin input yang biaya per unitnya termahal dan berusaha memproduksi sebanyak mungkin output yang harga jualnya tertinggi. melainkan sebagai penentu untuk memaksimumkan efisiensi dari suatu UKE.

Sehingga seorang manajer tidak hanya mengetahui UKE yang tidak efisien. Nilai Manajerial DEA 1. Kedua. DEA mensyaratkan semua input dan output harus spesifik dan dapat diukur. Ketiga. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. Efisiensi silang UKE A terhadap UKE B merupakan rasio dari output tertimbang dibagi input tertimbang yang dihitung dengan menggunakan tingkat input dan output UKE A dan bobot input dan output UKE B. Pertama. 2. efisiensi = 100%) dan seperangkat angka pengganda (multipliers) yang dapat digunakan oleh manajer untuk menyusun strategi perbaikan. Tidak bernilai negatif b. 2000). DEA menyediakan matriks efisiensi silang. DEA dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial maupun regresi berganda. Informasi tersebut memungkinkan seorang analis membuat UKE hipotesis yang menggunakan input yang lebih sedikit dan menghasilkan output yang paling tidak sama atau lebih banyak dibanding UKE yang tidak efisien. Dalam DEA efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya. DEA menunjukkan sejumlah UKE yang memiliki efisiensi sempurna (100%). tetapi ia juga mengetahui seberapa besar tingkat input dan output harus disesuaikan agar dapat memiliki efisiensi yang tinggi. Inti dari DEA adalah menentukan bobot yang memiliki sifat: a. 3.nilai manajerimal. Jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi < 100%). maka setiap UKE akan memilih seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. Karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan output yang berbeda pula. Analisis efisiensi silang dapat membantu seorang manajer untuk mengenali UKE yang efisien tetapi menggunakan kombinasi input dan menghasilkan kombinasi output yang sangat berbeda dengan UKE yang lain (PAU-SE UGM. sehingga UKE hipotesis tersebut akan memiliki efisiensi yang sempurna jika menggunakan bobot input dan bobot output dari UKE yang tidak efisien. Angka efisiensi ini memungkinkan seorang analis untuk mengenali UKE yang paling membutuhkan perhatian dan merencanakan tindakan perbaikan bagi UKE yang tidak / kurang efisien. Konsep Dasar Data Envelopment Analysis (DEA) Data Envelopment Analysis (DEA) adalah pengembangan programasi linier yang didasarkan pada teknik pengukuran kinerja relatif dari sekelompok unit input dan output. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. . jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi<100%). Pendekatan tersebut memberi arah strategis bagi manajer untuk meningkatkan efisiensi suatu UKE yang tidak efisien melalui pengenalan terhadap input yang terlalu banyak digunakan serta output yang produksinya terlalu rendah. Keterbatasan DEA 1. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) yang menggunakan banyak input maupun output. Bersifat Universal Metode DEA memiliki asumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimumkan rasio efisiensinya. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. DEA menunjukkan sejumlah UKE yang memiliki efisiensi sempurna (efficient reference set.

2. Table of Peer Units Tabel ini digunakan untuk menentukan jika suatu UKE tidak efisien maka akan ditunjukkan bagaimana cara mencapai tingkat efisiensi (mencapai angka 100) dengan melihat peer (UKE yang menjadi acuan / pedoman untuk mencapai tingkat efisiensi). HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis DEA terhadap Efisiensi UKE Indusri Gula yang Menggunakan proses karbonatasi Penggunaan Input dan Perolehan Output Perbandingan secara kasar tingkat efisiensi antar pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi dapat dilihat dari rasio antara biaya yang dikeluarkan dengan penerimaan yang diperoleh. 3. DEA berasumsi bahwa setiap unit input atau output identik dengan unit lain dalam tipe yang sama. Hal ini diakibatkan oleh hubungan adanya hubungan positif antara penerimaan dengan keuntungan dan hubungan negatif antar biaya dengan keuntungan. Dalam bentuk dasarnya DEA berasumsi adanya Constrant Return To Scale (CRTS). 2. Jika besarnya nilai aktual sudah sama dengan nilai targetnya maka efisiensi untuk setiap input atau output sudah terjadi. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan. 2. Sebaliknya jika nilai antara aktual dengan target tidak sama maka efisiensi belum tercapai. Table of Efficiencies (Radial) Analisis ini menunjukkan Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) mana yang paling efisien. Terdapat dua pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi yang memiliki tingkat skor efisiensi paling tinggi yaitu Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. . Nilai fungsi tujuan 100 (100%) berarti bahwa UKE tersebut efisien sementara yang kurang dari 100 berarti tidak efisien. Bobot input dan output yang dihasilkan oleh DEA tidak dapat diinterpretasikan dalam nilai ekonomi. 4. Semakin kecil rasio biaya dengan penerimaan mengindikasikan bahwa proses produksi berjalan semakin efisien dan berlaku sebaliknya. Pabrik-pabrik gula yang efisiensi relatifnya masih rendah dapat ditingkatkan efisiensinya melalui multiplier input dari pabrik acuannya. 3. Dalam tabel ini akan ditunjukkan nilai aktual dan target yang harus dicapai dari setiap input maupun setiap output. Efisiensi ditunjukkan dengan nilai optimal dari fungsi tujuan yang dikembangkan dari Linear Programming (LP). Sehingga semakin tinggi tingkat penerimaan dengan biaya semakin kecil akan berdampak pada peningkatan perolehan keuntungan perusahaan. Dalam analisis DEA pada dasarnya ada tiga tahapan yang dilakukan yaitu : 1. penelitian ini dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. Table of Target Values Analisis ini digunakan untuk menentukan berapa persen efisiensi sudah terjadi untuk setiap UKE baik dari setiap struktur input maupun struktur output.

Jurnal Agro Ekonomi 1 : 28-49.S. PSE dan P3GI. Pusat Penelitian Agro Ekonomi.W. A. Fungsi Keuntungan : Landasan Teori dan Terapannya. 16 ______. C. Agr. 1987. Statistik Impor. Simatupang.R. dan Mewa. Sawit. Data Envelopment Analysis. Saran 1. Mimeo. 2. 56 : 377-386. Sekretariat Dewan Gula Indonesia 1997. PAU Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada. IFTRI. Dua Puluh Dua Tahun Program TRI di Jawa. K. Pakpahan. Chand. 68:162-164. Journal of Political Economics. 84:655-676. Binswanger. “A Note on the Use of the Cobb-Douglass Profit Function”. 1996. . Saerfudin. F.L. D.S. Econ. Bogor. Amer. Center for Policy and Implementation Studies (CPIS).3.. memiliki alokasi penggunaan seluruh input yang belum optimal. Prabowo. 1987. L.A. 1982. 7:1-16. and W. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.H. Christensen. Rasahan and Y. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1980-1997. and J. Realokasi penggunaan input untuk pabrik-pabrik gula yang belum efisien agar segera dilakukan. Rosegrant.S. “The Measurement of Total Factor Productivity Growth using Production Frontier : A Case of Irrigated Rice Farming in West Java”. Monitoring dan Analisa Prospek Industri Gula di Jawa. Kasryno. Jakarta.A. R. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. Econ. Jurnal Agro Ekonomi. 1987. Dinamika Ekonomi Tebu Rakyat dan Industri Gula Indonesia. Penentuan Ekonomi Skala Usaha dengan Fungsi Keuntungan : Landasan Teoritis dengan Contoh Fungsi Cobb-Douglass dan Translog. Dewa. 1976. Jurnal Agro Ekonomi 15:1-19. Efisiensi Teknis Usahatani Kubis di Desa Galagah. Produksi Gula Nasional. Price and Investment Policies in the Indonesian Food Crop Sector. ________. Institusi yang terkait dengan pengelolaan industri gula segera menindaklanjuti upaya peningkatan efisiensi pabrik-pabrik gula di Indonesia. Amer J. Sumatera Barat. 1996. 1998. Rencana Operasional Pemecahan Permasalahan Industri Gula di Indonesia. Simatupang P. and CASER Bogor. Departeman Pertanian. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. L. Kaul. 2000. P.. Washington D.H. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Agro Ekonometrika XXVIII (1): 37-56. 1997. Gonzales. Analisis Fungsi Produksi Usahatani untuk Menunjang Pengembangan Daerah Aliran Sungai Cimanuk. Green. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. J. M. H. Studi Panel Petani Tebu. Pabrik-pabrik gula yang skor efisiensinya rendah. “Economic of Scale in U.. Bogor. Electric Power Generator”. 1974. 1988. M. PSE dan P3GI Buku II. 1986.C.P. “A Cost Function Approach to the Measurement of Elasticities of Factor Demand and Elasticities of Distribution”. Agr. Pusat Penelitian Perusahaan Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). 1996. 2001. 2000.

panggung hiburan dan setelah penat pengunjung dapat meningmati lezatnya makanan di resto Sondokoro.doen. Jurnal Agro Ekonomi 6 : 19-28 http://industri09abdul. Indarto dan A. T..com/detail. Suryana. West Java. Pabrik gula ini dibangun pada zaman pemerintahan KPAA Mangkunegaran IV. flying fox.ac. 1999. Ali.M. http://www. dan Loko Doen Masyarakat di sekitar pabrik menamakan Loko Doen karena apabila loko tersebut datang selalu berbunyi peluit doen.blog.S. Indonesia”. M. Jurnal Agro Ekonomi 4 : 27-39. Di pabrik itu banyak terdapat peninggalan Raja Mangkunegaran IV di antaranya. “Production Efficiency of Cauliflower (Brassica Oleracca var Botrytys) at Ciarutan. N. Kremoon yakni gerbong kereta yang digunakan oleh Mangkunegaran IV untuk meninjau perkebunan tebu.mercubuana. Usaha Tani dan Tebu Rakyat Intensifikasi di Jawa. Lorri Bader yang sarat dengan mistis.. Selain banyak peninggalan masa lampau yang dapat dilihat pengunjung juga bisa menikmati lingkungan pabrik dengan menumpang kereta lorri atau membuat proses pembuatan gula. Suharno dan A. P. Penerbit Institut Pertanian Bogor. Rachman. Dalam Ekonomi Gula di Indonesia Disunting oleh Sawit.. “Keterbatasan Fungsi Cobb-Douglass dalam Pendugaan Elastisitas Permintaan Input”. Di lokasi tersebut pengunjung juga dapat rileks di tempat refleksi.Soentoro. 1987.H. kolam renang.id/2010/10/21/efisiensi-unit-unit-kegiatan-ekonomiindustri-gula-yang-menggunakan-proses-karbonatasi-di-indonesia-victor-siagian/ Agrowisata Sondokoro Sondokoro di kompleks Pabik Gula Tasikmadu Karanganyar yang dikembangkan menjadi suatu objek wisata. A. Sugianto.php?id=896 . 1985.promojateng-pemprovjateng.

termasuk delapan kepala kerbau sebagai simbol penolak bencana atau bala. (Ganuk Nugroho Adi/Dv/Sup/Ijs) http://www. tumpeng dan hasil bumi. Kabupaten Karanganyar.com/ragam/69553/ritual-cembengan-tandaidatangnya-musim-giling-tebu .com. Ritual menjelang giling tebu ini ditandai dengan mengarak bermacam sesaji. Arak . Setelah dilakukan pembacaan doa aneka sesaji diletakkan disejumlah tempat didalam pabrik terutama di deretan mesin giling.arakan sesaji ini dimulai dari halaman Balai Desa Boron menuju pabrik gula Tasik Madu yang berjarak sekitar 5 kilometer. Ritual ini digelar untuk memohon keselamatan selama proses penggilingan tebu yang dimulai hari Jum'at (25/4/08) ini. Tandai Datangnya Musim Giling Tebu indosiar. Sesaji dibawa dengan menggunakan jolen atau joli yang dibuat dari bambu kertas hias diusung warga secara bergantian.indosiar. Ikut diarak dalam ritual ini adalah gagar mayang dari dua batang pohon tebu.macam sesaji disiapkan untuk diarak dalam ritual ini.Ritual Cembengan. Bermacam .Indonesia dikenal memiliki beragam budaya. Ritual ini merupakan tradisi yang sudah berumur sekitar 150 tahun peninggalan Pakubowono ke X Kasunanan Surakarta. antara lain berbagai jenis bubur. kembang telon serta delapan kepala kerbau yang merupakan simbol kekuatan untuk menolak bencana atau bala. Kecamatan Tasik Madu. Karanganyar . Jawa Tengah yang menggelar ritual cembengan. Salah satunya yang digelar oleh warga Desa Boron. Giling tebu di pabrik gula Tasik Madu ini akan berlangsung hingga seratus hari mendatang.

 Upacara tasikmadu OLEH MAKSUMNURFAUZAN • 6 BULAN LALU Suatu acara yang dilakukan secara turun temurun guna mengawali proses penggilingan gula di tasikmadu karangayar .

wisatawan bisa melihat secara langsung proses penggilingan tebu. maka tak mengherankan kalau bahan bakarnya pun kayu. hanya Rp 8. 5 Desember 2007 Ingin merasakan romantisme masa lalu di kebun tebu? Datang saja ke tempat agrowisata Sondokoro yang terletak di Kabupaten Karanganyar. Mereka akan melihat langsung mesin-mesin penggilingan tebu yang sampai saat ini masih digunakan untuk memproses tebu menjadi gula. Di lokasi wisata ini Anda akan diperlihatkan proses pembuatan gula dari awal hingga selesai. bagi mereka yang datang tidak pada waktu itu. Selain akan membawa Anda menikmati pemandangan indah. sehingga wisatawan bisa menikmati secara langsung pemandangan di sekitar pabrik tebu Tasikmadu. Sangat murah untuk bisa kembali ke masa lalu.http://fotokita. saat sinder-sinder Belanda berkeliling kebun tebu dengan kudanya.net/foto/130606886910_0034208/upacara--tasikmadu A-Z Cara Membuat Gula Pasir Lokasi Wisata Sondokoro. Sejumlah kendaraan kuno pun ditampilkan di lokasi wisata ini untuk menambah daya tarik juga menambah pengetahuan. Wisatawan yang datang akan diajak berwisata dengan melihat dan merasakan kembali apa yang dilakukan pekerja-pekerja di kebun tebu puluhan tahun lalu. Mulai dari penghancuran tebu dalam penggilingan besar hingga gula benar-benar siap untuk dipasarkan. Karanganyar. Kereta ini buatan Jerman pada abad ke-20. Harga tiketnya pun hanya Rp 3. Sejumlah petugas juga siap mengantar dan menjelaskan kepada para pengunjung mengenai berbagai proses pembuatan gula. -- http://videos. Wisatawan akan diajak berkeliling pabrik gula Tasikmadu dengan menggunakan kereta wisata Spoor Teboe yang sudah sangat kuno. mungkin bisa menjadi pilihan untuk berlibur.000 per orang. Meski proses produksi sedang berlangsung. Namun. Masih ada sisa-sisa romantisme masa lalu yang bisa dinikmati. Jawa Tengah. Selain mengunjungi pabrik gula. Jika datang tepat waktu penggilingan tebu. di pabrik gula PG Tasikmadu. pengunjung juga bisa menikmati keindahan taman dan berbagai permainan. wisatawan juga akan disuguhi minuman segar dari sari tebu yang banyak dijajakan di kawasan itu. gerbong yang diangkut dengan lokomotif berwarna hijau ini sengaja dibuat seperti layaknya kereta kelinci.recettes-de-cuisine. Dan bila datang tepat waktunya.000 per orang. Sebuah lori tebu kuno di lokasi wisata ini telah disiapkan untuk mengantar wisatawan berkeliling lokasi wisata. para pengunjung tetap diizinkan masuk dan berkeliling pabrik. Tempat yang semula hanya ada bangunan pabrik gula Tasikmadu milik PTP Nusantara (persero) IX itu kini ditambah dengan fasilitas wisata yang cukup menarik. Jawa Tengah. yakni dari Mei sampai Oktober. Mulai dari upacara kirab "tebu manten" atau yang dikenal dengan sebutan "cembengan" hingga proses penggilingan dengan mesin-mesin peninggalan zaman Belanda. lori ini juga mengantar Anda ke area pabrik gula Tasikmadu.html Agrowisata Sondokoro Naik Kereta Kuno Keliling Kebun Tebu Tasikmadu Rabu. . Harga masuk ke lokasi wisata ini relatif murah. Berbeda dengan kereta kuno di Ambarawa. tak perlu khawatir.eu/0/video/Tebu/GQt2XbfFzgc.

Wisatawan diajak melihat bengkel lokomotif penarik tebu yang saat ini telah diubah menjadi museum kereta. mulai dari flying frog hingga jembatan tali. lantas berkeliling di kawasan pabrik gula Tasikmadu yang dikelilingi kebun tebu.suarakarya-online. (Endang Kusumastuti) http://www. Dengan fasilitas yang disediakan itu. pengunjung harus menaiki jembatan tali yang cukup tinggi. Fasilitas yang disediakan juga lumayan lengkap. . sebanyak 7. Pasalnya.com/news. Dari pusat Kota Solo hanya berjarak 15 kilometer ke arah timur atau arah ke Karanganyar.html?id=188010 AGROWISATA SONDOKORO BAB 1 PENDAHULUAN A. tetapi ada juga arena outbound yang baik untuk anak-anak. dimana PG Tasikmadu adalah salah satu dari delapan PG ( Sub Unit) Devisi Tanaman Semusim dari PTP NUSANTARA IX dengan lokasi tepatnya di Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Kereta tebu atau yang disebut juga lori itu terus merambat pelan dengan kecepatan kurang dari 10 km per jam hingga akhir perjalanan. Untuk naik ke atas rumah pohon itu memang dibutuhkan keberanian yang cukup. Berbagai kereta kuno juga tampak dipamerkan di sana. Lokasi Agrowisata Sondokoro yang terletak di Desa Ngijo. Latar Belakang Sesuai visi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah suatu perusahaan agro busines dan agro industri yang tangguh dan berkembang yang berwawasan lingkungan. Fasilitas yang cukup menarik adalah rumah yang terletak di atas sebuah pohon sangat rindang. Di Agrosiwata Sondokoro ini tidak hanya disuguhkan perjalanan masa lalu di kebun tebu.000 pengunjung datang ke sini. Ada juga arena yang menggunakan bagian-bagian kereta pengangkut tebu yang sudah tidak terpakai." ujar Manajer Agrowisata Sondokoro. mengikuti jejak pendahulunya PG Tasikmadu sudah semenjak satu tahun yang lalu diresmikan AGROWISATA SONDOKORO akan semakin memperkaya asset wisata diwilayah propinsi Jawa Tengah bagian selatan. kawasan ini dipadati oleh rombongan anak-anak sekolah TK maupun SD. ini sangat mudah dijangkau. Wisatawan yang datang ke lokasi tersebut langsung disambut dengan bangunan kuno pabrik tebu peninggalan Belanda lengkap dengan pohon-pohon yang rindang serta udara yang masih sejuk. "Musim liburan dan akhir pekan tempat ini selalu dipadati pengunjung. Program Agrowisata telah dicanangkan di lingkungan PTP NUSANTARA IX (PERSERO) seperti telah diresmikannya agrowisata di PG Pangka Slawi dan agrowisata di PG Gondang Baru Klaten yang sudah berkembang. tak mengherankan jika setiap hari Sabtu dan Minggu. Kecamatan Tasikmadu. Bahkan saat libur Lebaran kemarin.Wisata dengan lokomotif yang dibuat sekitar tahun 1920-an ini dimulai dari Spoor Teboe Stasion Remise. Megantoro.

seperti menjadi indikator sangat makmurnya masyarakat lingkungan . Dibukanya AGROWISATA SONDOKORO menambah luasnya wawasan llingkungan mengenai teknologi proses produksi pembuatan gula dari tebu.Selama ini PTPN IX (PERSERO) hanya memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni dalam mengelola budidaya perkebunan dan hampir. Selama tidak lebih dalam waktu satu bulan sudah menimbulkan terjadinya peredaran uang yang sangat berlebihan.hampir tidak ada yang ahli dalam mengelola pariwisata. sehingga perlu mencetak kader-kader untuk menangani dan mengembangkan agrowisata . remaja dan orang tua. Demikian halnya dengan peninggalan masa lalu yang mempunyai nilai historis tinggi yang setiap tahun dilaksanakan yaitu suatu upacara selamatan giling yang berlangsung pada waktu selama kurang lebih satu bulan sebelum pabrik mulai melaksanakan proses produksi (giling) secara umum dinamakan cembengan sudah menjadi kebiasan masyarakat umum ikut menyaksikan dan meramaikan suasana dan menimbulkan kesan tradisi sosial yang sangat menguntungkan bagi lingkungan baik untuk pedagang maupun penyelenggara hiburan dan mainan baik untuk anak-anak. yang pada mulanya masyarakat umum hanya merasakan manisnya gula namun sekarang semakin banyak pengunjung melalui jalur sekolah .

keberadaanya akan dapat tumbuh berkembang dengan baik. dengan petuahnya pada saat itu yang tak lekang oleh jaman adalah:”Pabrik iki openono. semua akan mampu mempertahankan kelestarian pabrik ini untuk kepentingan masyarakat pada umumnya juga karyawan serta keluarganya. pada kawasan dahulu kala nama Desa Sondokoro adalah kawasan yang mempunyai potensi yang subur. baik untuk masyarakat lingkungan maupun karyawan dan keluarganya. . C. Semoga dengan ridho Allah SWT AGROWISATA SONDOKORO akan menambah manfaat yang sangat berarti. ulama. sanadyan ora nyugihi nanging nguripi. mengandung arti bahwa dengan melalui suatu keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan. Agrobisnes dan agrowisata juga sejalan dengan program INTANPARI yang dicanangkan Pemkab Karanganyar adalah program sinergi antara Industri. Tujuan Visi dan misi utama dibukanya Agrowisata Sondokoro ini untuk menggali keunggulan potensi wisata dalam mendukung revitalisasi dan profitisasi core business PG Tasikmadu. Potensi Agrowisata Sondokoro Agrowisata Sondokoro tepatnya berlokasi dilingkungan emplasmen PG Tasikmadu dengan luas lahan kurang lebih 10 Ha. Selain seperti tersebut diatas juga memperkenalkan Wisata Edukasi adalah salah satu misi yang diemban guna memberikan pemahaman kepada generasi penerus tentang teknologi gula melalui budi daya tanaman tebu yang pernah mengalami masa kejayaan ditahun tujuh puluhan. selain menikmati suasana lingkungan pabrik dengan mempergunakan sepoor tebu juga dapat melihat langsung dari dekat proses produksi dari awal tebu yang dibawa dari kebun digiling sampai menjadi gula pasir yang sudah bisa dikonsumsi. Seperti kisah yang melegenda dimasyarakat tentang dua tokoh ulama yang sama-sama berilmu tinggi Kyai Sondo dan Kyai Koro. sehingga perlu diangkat kembali sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global . yang namanya diabadikan untuk sebuah desa yaitu Sondokoro. pujangga sekaligus ahli ekonomi dengan hati yang bening mampu menatap jauh kedepan.murid-murid dari TK sampai perguruan tinggi dan juga turis asing. sehingga menambah profit perusahaan dan akan dikenang sepanjang masa seperti keberadaan PG Tasikmadu yang telah menjalankan proses produksi semenjak tahun 1817 yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegoro IV. KGPAA Mangkunegoro IV adalah seorang raja jawa. kinaryo papan pangupo jiwane kawulo dasih”. Pertanian dan Pariwisata. B.

.

karena jalan dibuat secara khusus dengan penataan batu-batu sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi seperti pijat refleksi. sehingga diharapkan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hiburan melalui obyek wisata juga dapat secara gratis menjaga kesehatan sambil berjalan dijalan refleksi. waktu tempuh perjalanan wisata Spoor Teboe kurang lebih 1. sehingga wisatawan yang sudah pernah datang . Kegiatan berwiraswasta adalah kegiatan untuk mendapatkan penyegaran baik jasmani maupun rokhani. • Jalan refleksi. Diketahui secara seksama bahwa kesehatan mempunyai nilai yang tak terhingga atau mahal harganya. setiap gerbong mempunyai fasilitas tempat duduk sebanyak 32 kursi.Gerbong penumpang ada 2 buah.5 jam . Selain usaha menarik wisatawan untuk sarana hiburan dan mainan terdapat pula sarana untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yaitu sarana berupa jalan refleksi .

.

berkunjung akan selalu mengenang dan akan datang kembali untuk dapat juga megajak keluarganya secara rutin. • Kolam Renang Pada lokasi yang sama sebelum memasuki areal jalan refleksi terdapat pula kolam renang anak-anak. pengunjung terutama anak-anak dapat menikmati dengan bergembira dan saling bercanda ria bermainmain dalam kolang renang. .

Ketinggian jembatan gantung dari awal dari permukaan tanah (0 m) sepanjang 130 m dengan ketinggian ada 20 m dari permukaan tanah dan pada tempat . Rumah pohon.• Taman Bermain Anak-anak. Jembatan gantung sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga anak-anak selain bermain juga akan merasakan suatu kelebihan yaitu suatu keberanian karena sudah berani dan menikmati berjalan dijembatan gantung. Dunia anak adalah dunia bermain sehingga orang tua sadar kwajibannya untuk selalu memperhatikan kesenangan anak-anak . dan Flying Fox Fasilitas bermain anak-anak yang berumur diatas 7 tahun dapat menikmati suatu permainan yang sudah mempunyai sifat agak menantang dimana anak-anak dapat berjalan pada jembatan gantung. serata bercandaria karena disediakan pula arena bermain yaitu dengan mengendarai mobil kecil dengan tenaga bateray yang bisa berjalan dengan kecepatan rendah dengan mengelilingi kolam ikan atau yang ada disekitar kolam renang. • Jembatan gantung. Anak-anak yang masih berumur 4-6 tahun akan merasa bergembira dan senang.

. Diantara kedua rumah pohon terdapat flyingfox atau suatu luncuran dengan kawat sling dengan diameter 16 mm dimana peluncur akan diberi suatu alat yang mengait pada sling dan turun meluncur dengan cepat kebawah. anak-anak pemberani akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dan merupakan uji keberanian setelah sampai dipermukaan tanah.pemberhentian sebagai tempat istirahat ada 2 buah yang dinamakan rumah pohon.

dengan loko uap tersebut pada saat itu dapat menarik lori yang berisi tebu seberat 30 ton sebanyak . pada lokasi disebelah utara Rumah Dinas Administratur (Besaran). serta satu lagi berada disebelah lapangan tennis . dan loko uap satu lagi berada dipintu gerbang selatan. Selain itu juga terdapat dua buah monumen loko uap terpampang dengan gagahnya . Sambil menikmati gagahnya loko uap terbayang betapa hebatnya dahulu kala sebelum ada sarana angkutan truck seperti saat sekarang ini. Salah satu diantaranya terletak disebelah utara dimana wisatawan yang melalui pintu gerbang utara pertama kali dipandang adalah monumen loko uap. terdapat beberapa bekas peralatan mesin-mesin gilingan yang sangat besar ditata dan diatur sedemian rupa sehingga sangat elok dan mempesona dipandang mata. Wisatawan akan merasa kagum dan terpesona karena Agrowisata Sondokoro mempunyai ciri khusus.• Monumen mesin-mesin peralatan dan Loko uap PG Tasikmadu.

terdapat pula tanaman hias yang dapat diperjual belikan dengan harga yang sangat memadai. http://www. suklir.Beberapa macam tanaman yang tersedia antara lain berbagai jenis anggrek. Wisatawan yang memasuki areal Graha Sondokoro sambil menunggu anak.scribd.com/doc/24451443/tugas-kuL-1 Hal. sikas.20-30 lori ditarik dari kebun ke PG Tasikmadu menempuh perjalanan baik siang maupun malam hari sejauh 2-30 km.anaknya bermain dikolam renang dapat menikmati indahnya tanaman tomat chery yang berasal dari kota Malang dalam green house atau rumah kaca.1  . palem. 1. dan berbagai jenis tanaman buah seperti jeruk. sansivera. Potensi Pertanian Sesuai progam INTANPARI dari Pemkab Karanganyar bahwa PG Tasikmadu selain melaksanakan program pariwisata terdapat pula program dari sub sektor pertanian selain budidaya tanaman tebu juga terdapat pengembanga hortikultura antara lain adalah tanaman hias dan sayuran. srirejeki (aglonema). mangga. B. antorium. rambutan. adenium.

remaja dan orang tua.2 tuk pedagang maupun penyelenggara hiburan dan mainan baik untuk anak-anak. Dibukanya AGROWISATA SONDOKORO menambah luasnya wawasan llingkungan mengenai teknologi proses produksi pembuatan gula dari tebu. Latar Belakang Sesuai visi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah suatu perusahaan agro busines dan agro industri yang tangguh dan berkembang yang berwawasan lingkungan. Selama ini PTPN IX (PERSERO) hanya memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni dalam mengelola budidaya perkebunan dan hampir.hampir tidak ada yang ahli dalam mengelola pariwisata. selain menikmati suasana lingkungan . dimana PG Tasikmadu adalah salah satu dari delapan PG ( Sub Unit) Devisi Tanaman Semusim dari PTP NUSANTARA IX dengan lokasi tepatnya di Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Selama tidak lebih dalam waktu satu bulan sudah menimbulkan terjadinya peredaran uang yang sangat berlebihan. Demikian halnya dengan peninggalan masa lalu yang mempunyai nilai historis tinggi yang setiap tahun dilaksanakan yaitu suatu upacara selamatan giling yang berlangsung pada waktu selama kurang lebih satu bulan sebelum pabrik mulai melaksanakan proses produksi (giling) secara umum dinamakan cembengan sudah menjadi kebiasan masyarakat umum ikut menyaksikan dan meramaikan suasana dan menimbulkan kesan tradisi sosial yang sangat menguntungkan bagi lingkungan baik Hal. seperti menjadi indikator sangat makmurnya masyarakat lingkungan . mengikuti jejak pendahulunya PG Tasikmadu sudah semenjak satu tahun yang lalu diresmikan AGROWISATA SONDOKORO akan semakin memperkaya asset wisata diwilayah propinsi Jawa Tengah bagian selatan.AGROWISATA SONDOKORO BAB 1 PENDAHULUAN A. sehingga perlu mencetak kader-kader untuk menangani dan mengembangkan agrowisata . yang pada mulanya masyarakat umum hanya merasakan manisnya gula namun sekarang semakin banyak pengunjung melalui jalur sekolah murid-murid dari TK sampai perguruan tinggi dan juga turis asing. Program Agrowisata telah dicanangkan di lingkungan PTP NUSANTARA IX (PERSERO) seperti telah diresmikannya agrowisata di PG Pangka Slawi dan agrowisata di PG Gondang Baru Klaten yang sudah berkembang.

Semoga dengan ridho Allah SWT AGROWISATA SONDOKORO akan menambah manfaat yang sangat berarti. dengan petuahnya pada saat itu yang tak lekang oleh jaman adalah:”Pabrik iki openono. Hal. yang namanya diabadikan untuk sebuah desa yaitu Sondokoro. baik untuk masyarakat lingkungan maupun karyawan dan keluarganya. C. Tujuan Visi dan misi utama dibukanya Agrowisata Sondokoro ini untuk menggali keunggulan potensi wisata dalam mendukung revitalisasi dan profitisasi core business PG Tasikmadu. pada kawasan dahulu kala nama Desa Sondokoro adalah kawasan yang mempunyai potensi yang subur. Pertanian dan Pariwisata. Selain seperti tersebut diatas juga memperkenalkan Wisata Edukasi adalah salah satu misi yang diemban guna memberikan pemahaman kepada generasi penerus tentang teknologi gula melalui budi daya tanaman tebu yang pernah mengalami masa kejayaan ditahun tujuh puluhan. mengandung arti bahwa dengan melalui suatu keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan.pabrik dengan mempergunakan sepoor tebu juga dapat melihat langsung dari dekat proses produksi dari awal tebu yang dibawa dari kebun digiling sampai menjadi gula pasir yang sudah bisa dikonsumsi. KGPAA Mangkunegoro IV adalah seorang raja jawa. pujangga sekaligus ahli ekonomi dengan hati yang bening mampu menatap jauh kedepan. ulama. semua akan mampu mempertahankan kelestarian pabrik ini untuk kepentingan masyarakat pada umumnya juga karyawan serta keluarganya. B. sehingga perlu diangkat kembali sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global . 3 sehingga menambah profit perusahaan dan akan dikenang sepanjang masa seperti keberadaan PG Tasikmadu yang telah menjalankan proses produksi semenjak tahun 1817 yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegoro IV. Seperti kisah yang melegenda dimasyarakat tentang dua tokoh ulama yang sama-sama berilmu tinggi Kyai Sondo dan Kyai Koro. sanadyan ora nyugihi nanging nguripi. kinaryo papan pangupo jiwane kawulo dasih”. 4 . Potensi Agrowisata Sondokoro Agrowisata Sondokoro tepatnya berlokasi dilingkungan emplasmen PG Tasikmadu dengan luas lahan kurang lebih 10 Ha. Agrobisnes dan agrowisata juga sejalan dengan program INTANPARI yang dicanangkan Pemkab Karanganyar adalah program sinergi antara Industri. keberadaanya akan dapat tumbuh berkembang dengan baik. Hal.

gudang gula. yang terdapat di Agrowisata Sondokoro dimana wisatawan dapat merasakan dan menikmati sambil menumpang gerbong yang kondisinya selain bersih juga unik sambil mendengarkan suara alunan musik yang merdu. Hal. garasi. Merupakan salah satu obyek unggulan diantara beberapa obyek wisata yang lain. cafe. sejalan dengan perubahan nama desa. lapangan tennis. gudang pupuk. sehingga wisatawan dapat melihat secara jelas dan dapat menambah pengetahuan mengenai perkembangan pergulaan di PG Tasikmadu secara gamblang.Mengharapkan hasil produksi gula yang melimpah bagai “Danau Semanis Gula Madu” maka dinamai Pabrik Goela Tasikmadoe. selain itu apabila wisatawan mengengok arah timur pada saat pagi hari dapat melihat dengan jelas keelokan dan kemegahan dan asrinya pemandangan gunung Lawu yang berada diarah sebelah timur dari PG Tasikmadu. monumen loko. graha ratu lesung dan taman monumen PTPN IX. perumahan dinas. Wisatawan akan merasa kagum dan bangga karena selain menikmati perjalanan diwilayah seputar PG Tasikmadu yang pada mulanya sebelum diresmikanya Agrowisata Sondokoro hanya dapat melihat saja namun sekarang sudah secara terbuka untuk wisatwan. waktu tempuh perjalanan wisata Spoor Teboe kurang lebih 1. perkantoran. pertokoan koperasi. gerbong antik berjalan karena ditarik oleh loko uap dimana loko uap tersebut tertera buatan tahun 1912. monumen peralatan mesin-mesin. Sekolah TK. resto pancingan. 5 BAB 2 ISI A. Potensi Wisata Diobyek Agrowisata Sondokoro terdapat beberapa sarana hiburan dan mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi dan berbeda dengan obyek wisata yang pernah ada di Indonesia. setiap gerbong mempunyai fasilitas tempat duduk sebanyak 32 kursi.5 jam . jembatan gantung. homestay. 6  Gerbong penumpang ada 2 buah. yang dapat dinikmati pengunjung atau wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri diantaranya terdapat antara lain: • Wisata Spoor Teboe.taman bermain anak-anak. balai pertemuan (soositeit). Hal. Route perjalanan Spoor Mini juga akan melewati lingkungan halaman PG Tasikmadu dengan melewati beberapa sarana antara lain Rumah dinas Administratur (Besaran). homestay.

sehingga wisatawan yang sudah pernah datang Hal. Kegiatan berwiraswasta adalah kegiatan untuk mendapatkan penyegaran baik jasmani maupun rokhani. sehingga diharapkan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hiburan melalui obyek wisata juga dapat secara gratis menjaga kesehatan sambil berjalan dijalan refleksi. 7  .karena jalan dibuat secara khusus dengan penataan batu-batu sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi seperti pijat refleksi. Selain usaha menarik wisatawan untuk sarana hiburan dan mainan terdapat pula sarana untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yaitu sarana berupa jalan refleksi .• Jalan refleksi. Diketahui secara seksama bahwa kesehatan mempunyai nilai yang tak terhingga atau mahal harganya.

• Kolam Renang Pada lokasi yang sama sebelum memasuki areal jalan refleksi terdapat pula kolam renang anak-anak. Hal. 8  . pengunjung terutama anak-anak dapat menikmati dengan bergembira dan saling bercanda ria bermainmain dalam kolang renang.berkunjung akan selalu mengenang dan akan datang kembali untuk dapat juga megajak keluarganya secara rutin.

Dunia anak adalah dunia bermain sehingga orang tua sadar kwajibannya untuk selalu memperhatikan kesenangan anak-anak . 9  .• Taman Bermain Anak-anak. Jembatan gantung sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga anak-anak selain bermain juga akan merasakan suatu kelebihan yaitu suatu keberanian karena sudah berani dan menikmati berjalan dijembatan gantung. • Jembatan gantung. serata bercandaria karena disediakan pula arena bermain yaitu dengan mengendarai mobil kecil dengan tenaga bateray yang bisa berjalan dengan kecepatan rendah dengan mengelilingi kolam ikan atau yang ada disekitar kolam renang. Ketinggian jembatan gantung dari awal dari permukaan tanah (0 m) sepanjang 130 m dengan ketinggian ada 20 m dari permukaan tanah dan pada tempat hal. dan Flying Fox Fasilitas bermain anak-anak yang berumur diatas 7 tahun dapat menikmati suatu permainan yang sudah mempunyai sifat agak menantang dimana anak-anak dapat berjalan pada jembatan gantung. Rumah pohon. Anak-anak yang masih berumur 4-6 tahun akan merasa bergembira dan senang.

10  .pemberhentian sebagai tempat istirahat ada 2 buah yang dinamakan rumah pohon. Hal. Diantara kedua rumah pohon terdapat flyingfox atau suatu luncuran dengan kawat sling dengan diameter 16 mm dimana peluncur akan diberi suatu alat yang mengait pada sling dan turun meluncur dengan cepat kebawah. anak-anak pemberani akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dan merupakan uji keberanian setelah sampai dipermukaan tanah.

pada lokasi disebelah utara Rumah Dinas Administratur (Besaran). terdapat beberapa bekas peralatan mesin-mesin gilingan yang sangat besar ditata dan diatur sedemian rupa sehingga sangat elok dan mempesona dipandang mata. Salah satu diantaranya terletak disebelah utara dimana wisatawan yang melalui pintu gerbang utara pertama kali dipandang adalah monumen loko uap. dan loko uap satu lagi berada dipintu gerbang selatan. Sambil menikmati gagahnya loko uap terbayang betapa hebatnya dahulu kala sebelum ada sarana angkutan truck seperti saat sekarang ini. serta satu lagi berada disebelah lapangan tennis . 11  . Selain itu juga terdapat dua buah monumen loko uap terpampang dengan gagahnya . dengan loko uap tersebut pada saat itu dapat menarik lori yang berisi tebu seberat 30 ton sebanyak Hal.Monumen mesin-mesin peralatan dan Loko uap PG Tasikmadu. Wisatawan akan merasa kagum dan terpesona karena Agrowisata Sondokoro mempunyai ciri khusus.

palem. mangga. suklir. dan berbagai jenis tanaman buah seperti jeruk. Hal.20-30 lori ditarik dari kebun ke PG Tasikmadu menempuh perjalanan baik siang maupun malam hari sejauh 2-30 km. antorium. Wisatawan yang memasuki areal Graha Sondokoro sambil menunggu anak. rambutan. sikas. 12 . sansivera. adenium. B. srirejeki (aglonema).anaknya bermain dikolam renang dapat menikmati indahnya tanaman tomat chery yang berasal dari kota Malang dalam green house atau rumah kaca.Beberapa macam tanaman yang tersedia antara lain berbagai jenis anggrek. terdapat pula tanaman hias yang dapat diperjual belikan dengan harga yang sangat memadai. 1. Potensi Pertanian Sesuai progam INTANPARI dari Pemkab Karanganyar bahwa PG Tasikmadu selain melaksanakan program pariwisata terdapat pula program dari sub sektor pertanian selain budidaya tanaman tebu juga terdapat pengembanga hortikultura antara lain adalah tanaman hias dan sayuran.

tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Varietas unggul tersebut mempunyai ciri produktifitas tinggi. PS 921. POTENSI INDUSTRI PG Tasikmadu didirikan pada tahun 1817 oleh KGPAA Mangkunegoro IV berbasis industri gula yang merupakan salah satu diantara sembilan bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari . Terletak disebelah selatan Graha Sondokoro ditanam berbagai varietas unggul yang bermaksud dapat diketahui bersama oleh wisatawan yang berkunjung bahwa saat ini varietas unggul tersebut dibudidayakan diwilayah kerja PG Tasikmadu . Varietas tebu. PS 951 C. Pada tahun 2007 akan direhab sistem proses dari semula sistem karbonatasi menjadi sulfitasi. 13  Semenjak rehab pada tahun 1989 kapasitas giling eklusif menjadi 3500 tcd (ton cane per day) .2. hal. . Kantor pusat Direksi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) di Jalan Rongowarsito no 164 Sala . Varietas unggul tersebut anatara lain: PS 864. tahan kepras.

dan yang ketiga TRMd (Tebu Rakyat Mandiri) adalah petani mengusahakan budidaya tanaman tebu dengan mempergunakan biaya dan saprodi secara mandiri. Hasil samping yang lain ada yang namanya ampas yaitu suatu hasil samping kering dari kulit tebu bisa dipergunakan kembali untuk bahan bakar ketel. diharapkan wisatawan yang berkunjung juga dapat mengetahui wawasan mengenai pergulaan. Pola kedua adalah TRKm B (Tebu Rakyat Kemitraan pola B) merupakan system kemitraan antara petani pemilik lahan dan PG Tasikmadu sebagai avalis berfungsi mengolah bahan baku berupa tebu melalui proses produksi dihasilkan gula pasir. dan bahan penyedap masakan (ajinomoto).Pola tatatanam saat sekarang mempergunakan sistem pola antara lain yang pertama TRKm A (Tebu Rakyat Kemitraan pola A) dimana PG Tasikmadu mengusahakan budidaya tanaman tebu dengan menyewa lahan milik petani. bahan bakar loko uap. D.000 ton . Dalam bidang industri sudah dapat terangkum sedemikian rinci dan detail baik pada produksi utama dan produksi hasil samping. bahan baku tebu diproses produksi di PG Tasikmadu. Hasil samping yang lain adalah yang blotong dapat dipergunakan sebagai pupuk kompos dan blotong tersebut juga banyak sekali dibutuhkan oleh masyarakat untuk bahan penimbun tanah sebagai dasar bangunan. . 14  Hasil samping tetes ini dipergunakan antara lain untuk dijadikan spiritus. pabrik kertas . PG Tasikmadu selain memproduksi gula pasir sebagai hasil utama dan juga meproduksi hasil samping yaitu berupa tetes dan produksi tetes pada tahun 2006 sebanyak 11. Pada pola TRKm B dan TRMd kemitraannya antara PG Tasikmadu dan petani sesuai ketentuan bersama merupakan hasil kesepakatan dan tertuang dalam SK Mentan adalah dengan mempergunakan sistem bagi hasil . Pada saat hasil samping ampas berlimpah dapat dibutuhkan oleh pabrik jamur. Hal. Sarana dan Prasarana Penunjang Argowisata Sondokoro adalah diversifikasi dari PG Tasikmadu yang sesuai dengan misi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah mengusahakan agrobisnis dan agro industri yang tangguh dan berkembang .

gula pasir dan lain lain. Beberapa sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan antara lain: • Graha Sondokoro Sebagai kantor pusat Agrowisata Sondokoro terdapat berbagai informasi mengenai PG Tasikmadu dari peninggalan alat-alat perkantoran pada jaman dahulu sebagai museum perkantoran.Diharapkan wisatawan akan selalu bertambah jumlahnya setiap berkunjung dan menikmati lingkungan emplasmen PG Tasikmadu karena sudah tersedia beberapa sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan untuk wisatawan atau pengunjung. sampai dengan perkembangan terakhir mengenai pergulaan serta terdapat pula informasi jadwal kegiatan event-event tertentu yang berhubungan dengan agrowisata. Digraha Sondokoro juga disediakan penjualan berbagai macam souvenir sebagi kenang-kenangan antara lain miniatur loko terbuat dari kayu. topi. 15  • Tempat Ibadah . kaos . Hal.

Bagi umat muslim yang akan melakukan ibadah ada Masjid Nurul Huda yang berkapasitas 250 orang dan ada beberapa mushola antara lain berada di Graha Sondokoro, di Resto pancingan dan di home stay.

Lapangan tennis, Lapangan volly ball, gedung badminton. Sebagai sarana olahraga dimana wisatawan yang berkehendak untuk melakukan kegiatan olah raga merupakan suatu paket yang dapat diperoleh oleh wisatawan .

Gedung pertemuan (Sositeit). Mempunyai kapasitas sebanyak 500 orang dapat dipergunakan untuk suatu pertemuan atau rapat .

Resto pancingan Sondokoro

Hal. 16 

Wisatawan yang datang berkunjung dapat menikmati masakan khas . Penempatan lokasi didesain dengan begitu indah dengan beberapa Gazebo ada juga sarana hiburan musik sehingga wisatawan dapat menikmati hidangan juga dapat menikmati hiburan musik secara langsung ( live).

Terdapat pula ruangan sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan rapat dengan kapasitas untuk 75 orang dengan ruangan ber AC, fasilitas LCD, fasilitas parkir sangat luas dan aman.

Homestay Bagi wisatawan yang datang berkunjung karena memerlukan penginapan juga disediakan tempat untuk bermalam, dan akan menikamti keindahan suasana emplasmen pada malam hari. Fasilitas kamar ada 6 kamar keluarga dan ada 2 kamar untuk pengemudi, terdapat garasi, halaman luas cukup untuk parkir mobil sebanyak 5 buah. Hal. 17 

Graha Ratu Lesung Hasil kerjasama dengan Pemkab Karanganyar disediakan 1 rumah dinas yang bertujuan bagi wisatawan yang berkunjung akan mencintai dan mengenal Karanganyar secara mendalam, disediakan berbagai souvenir ciri khas Karanganyar dengan menonjolkan lesungnya, dan sebagai pusat informasi wisata lain yang berada di Kabupaten Karanganyar.

Sarana Parkir Wisatawan yang berkunjung di Agrowisata Sondokoro dengan mempergunakan sarana kendaraan mobil, motor, dan sepeda dapat dengan leluasa untuk menempatkan sarana tersebut pada tempat parkir yang telah disediakan dengan jaminan aman .

Agrowisata Sondokoro menyediakan sarana hiburan musik. secara live yang dbuka setiap hari munggu, terdapat pula tempat untuk pedagang berjualan hasil dagangannya, dengan kondisi yang sangat mengasikkan karena bertempat pada lokasi yang teduh. Hal. 18  BAB 3 PENUTUP 1. Kesimpulan Pengembangan Agrowisata Sondokoro kedepan memerlukan kader-kader yang mempunyai kompetensi mengenai bisnis agrowisata dengan latar belakang etos kerja 3 K: Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, sehingga akan menambah dan memperbesar profit perusahaan selain dari usaha agrowisata merupakan deversifikasi dari PG Tasikmadu, dan komoditi gula adalah sebagai komoditi utama yang selalu dibutuhkan dan dimanfaatkan insan manusia sehari-hari. Mengacu pada kebutuhan hidup manusia antara lain adalah kebutuhan jasmani dan

rohani sehingga perlu selalu ada penyegaran, insya Allah keberadaan PG Tasikmadu dan Agrowisata Sondokoro akan berkembang dan dengan ridho Allah dapat bermanfaat bagi umat manusia baik secara khusus untuk karyawan dan keluarganya juga untuk masyarakat pada umumnya. http://www.scribd.com/doc/24451443/tugas-kuL-1

Rekayasa dan Pengembangan Penyadap Gas CO2 Dari Cerobong Ketel untuk Pabrik Gula Rafinasi (2001)
Saechu, Muhammad ; Santoso, Bambang Edy ; Bahri, Subhanuel Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dan PG Tasikmadu Pemanfaatan CO2 dari gas cerobong ketel untuk proses karbonatasinira atau leburan telah dilakukan oleh banyak pabrik gula rafinasi di luar negeri dengan sasaran untuk menurunkan biaya produksi disamping perbaikan kualitas gula. Memperhatikan hal diatas nampaknya pengembangan gas CO2 scrubber di Indonesia adalah sangat penting. Untuk menciptakan gas CO2 crubber yang handal, pada tahun 2001 dengan didasarkan pada hasil studi literatur, survai lapang dan konsultasi telah didisain dan rekayasa CO2 scrubber pada skala pilot plant yang ditempatkan di PG Tasikmadu. Proses rancang bangun CO2 scrubber telah selesai sekitar 50% fisik, sesuai rencana kerja.

http://mekanisasi.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=147:rekayasadan-pengembangan-penyadap-gas-co2-dari-cerobong-ketel-untuk-pabrik-gula-rafinasi2001&catid=36:abstrak-litbang-mektan-2001&Itemid=51

TAMAN BERMAIN SONDOKORO
August 26th, 2009 | Author: redaksi

SIS Kroyo Campus - Agrowisata Sondokoro ini terletak di area Pabrik Gula Tasikmadu PTPN IX. Wisata ini menawarkan wisata historis tempo dulu, dengan dioperasikannya Spoor Teboe, kereta api uap pengangkut tebu. Penumpang diajak untuk menjelajah masuk area pabrik gula dengan kereta berbahan bakar kayu itu. Selain itu di kawasan wisata ini terdapat pula, taman bermain, outbound, kolam renang dan resto Sondokoro dengan hidangan khas ikan bakarnya. Melengkapi keindahan alam, Karanganyar menyiapkan agrowisata Sondokoro. Objek ini sangat tepat bagi pelajar untuk menyelami proses produksi gula. Kawasan ini tidak hanya memanjakan pengunjung dengan keindahan tanaman pohon langka yang tua nan rindang yang mengelilingi pabrik gula Tasikmadu. Pabriknya bukan semata-mata bangunan gedung kuno, pengunjung akan terpana dan menikmati fasilitas yang relatif lengkap di perusahaan ini. Sekadar contoh, fasilitas kolam renang, lapangan bermain, flying fox, restoran, dan tur keliling lokasi dengan sepur tua produksi Jerman tahun 1700, adalah beberapa di antara fasilitas-fasilitas yang tersedia di sana. Perusahaan juga menyediakan cottage dan guest house yang disewakan. Menyempurnakan kunjungan wisata alam, Kebun Teh Kemuning Ngargoyoso dan air terjun Parangijo.

893 ton lebih atau terjadi kenaikan 43 persen selama lima tahun.co. Dengan kata lain. telah terjadi pertumbuhan produksi ratarata 8. pada acara resepsi Selamatan Giling PG Tasikmadu Tahun 2008. Bisa dibilang ada kenaikan 36 persen selama lima tahun atau 7. Pada musim giling yang rencananya dimulai pada 18 Mei 2008 mendatang.727 ton gula kristal putih dengan rendemen rata-rata masih 6.893 ton dengan total produksi 24. Terkait hal itu.1 persen per tahun. sehingga menyebabkan inefisiensi pada pascapanen. Dari situ bisa dihasilkan gula kristal putih sebanyak 27. (M-1/Ths)-k http://www.id/2009/08/taman-bermain-sondokoro/ Produksi PG Tasikmadu Diprediksi Naik 12 Persen 29/04/2008 07:28:24 KARANGANYAR (KR) . belum lama ini. Sedangkan pada tahun ini.php?sid=161404&actmenu=38 http://sbikroyo. dalam tiga tahun ke depan pihaknya berharap banyak melalui program yang berfokus pada intensivikasi akan dicapai skala usaha yang ideal.000 ton dari capaian rendemen rata-rata 7 persen.http://sbikroyo.sch.254 ton kini menjadi 24. jelas Hanung.5 persen per tahun. total bahan baku yang tergiling sebanyak 407.Total produksi gula kristal putih di Pabrik Gula Tasikmadu.915 ton dengan rendemen ratarata 6. PG Tasikmadu merencanakan bisa mengolah sebanyak 425. Hal itu diungkapkan Administratur PG Tasikmadu Afdeling Colomadu Hanung Trihutomo. direncanakan bisa mengolah tebu sebanyak 425.670 ton atau naik 12 persen dari tahun sebelumnya. Sementara. Persoalan lain adalah komposisi varietas tebu yang belum ideal yang menyebabkan kesulitan dalam manajemen pascapanen maupun ketepatan tingkat kemasakan tebu yang kurang optimal pada saat proses pengolahannya." tambahnya.sch. kondisi lahan tersebar. jumlah tebu rakyat tergiling dari 286. maka pola tanam banyak dilakukan pada saat turun hujan sehingga umur tebu menjadi kurang atau berkisar 8-10 bulan dari yang seharusnya tidak kurang dari 12 bulan.179 ton menjadi 407. Namun demikian jumlah tersebut dirasa belum cukup untuk memenuhi skala usaha dari total kapasitas terpasang PG Tasikmadu. Kabupaten Karanganyar. kenaikan gula kristal putih dari tahun 2003 yang sebanyak 18.727 ton pada tahun 2007.000 ton setiap musim giling dengan total produk GKP sebanyak 35.04 persen. Pada tahun 2007. "Karena kesulitan air. pada musim giling tahun 2008 ini dipastikan bakal mengalami kenaikan hingga 12 persen dibandingkan tahun lalu.5 persen. Beberapa kendala atau permasalahan yang dihadapi PG Tasikmadu bersama petani tebu rakyat (PTR) dalam upaya meningkatkan kapasitas maupun kualitas produksi serta usaha taninya di antaranya sebanyak 90% budidaya tebu dilakukan di lahan kering yang letaknya tersebar di tujuh wilayah kabupaten. sejak 2003 hingga 2007. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir. tambah Hanung.id/web/detail. di mana kebutuhan total bahan baku adalah 500.915 ton tebu.kr. Selain itu.id/2009/08/taman-bermain-sondokoro/ .

Kasihan. makasih Quote: .com/2009/09/29/kebutuhan-gula/ pembaca. 2009 at 16:47 | Jakarta. matanews. dan TS harapkan feedback dari agan berupa komen dan rate sebagai bentuk penghargaan bagi kami trit maker. Yogyakarta.000 ton per Tahun. di Pabrik Gula Madukismo. Bantul. Perluasan lahan tebu di Bantul yang dikelola olah petani diharapkan dapat meningkatkan produksi gula untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY rata-rata 50.matanews. Selasa (29/9).com Sebuah truk melakukan proses bongkar tebu. (*z/ Wahyu Putro A/ant) http://beta.Kebutuhan Gula Main Photo | Tue. Sep 29.

seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam). Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara. Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau. dan Thailand. terutama di bagian timur. Gula sederhana. menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an. . dan negara-negara Asia Timur. terdapat sumber-sumber gula minor lainnya. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. anggir. Sumber-sumber pemanis lain. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. atau aren. negara-negara Karibia. juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa. Brazil. namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan). atau jagung. bit gula. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin.Quote: Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. seperti kelapa. Meskipun demikian. seperti umbi dahlia. Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia. serta cairan batang tebu. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu.

Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik.r:7.Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17. lalu berkembang ke arah timur. Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an.wordpress.html http://www.wordpress. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun.5 juta ton. dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun.s:31 . Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto. tersisa 30 pabrik aktif. Seusai Perang Dunia II. dengan 93 pabrik dan prduksi 1.google.com/thread/gula-tebu-sejarah-amp-proses-pembuatannya. pertama di sekitar Batavia.jpg&w=400&h=300&ei=d 8C8TrP6JoizrAea06nYAQ&zoom=1&iact=hc&vpx=498&vpy=249&dur=5281&hovh=194&hovw=259&tx=1 24&ty=133&sig=103802494352508878247&page=3&tbnh=149&tbnw=195&start=31&ndsp=10&ved=1t:4 29.files. Pada tahun 1957 semua pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini. http://kaskushotthread.com/imgres?q=proses+gula&um=1&hl=en&sa=N&biw=1152&bih=562&tbm=isch&tbnid =iJtVM_PUDf4igM:&imgrefurl=http://sweetcandyind.com/2010/05/08/proses-kristalisasigula/&docid=SKez3_WC0sOpM&imgurl=http://sweetcandyind.com/2010/05/gulapasir.

.http://www. r:6. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung.s:81 Proses Pembuatan Gula Pasir Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula.candibaru.google.php%3Fp%3Dprosesproduksi&docid= AthtxIwIwFQiQM&imgurl=http://www.com/imgres?q=proses+gula&um=1&hl=en&sa=N&biw=1152&bih=562&tbm=isch&tbnid =NDnlQgKSLzX93M:&imgrefurl=http://www.candibaru. Tebu ini termasuk jenis rumputrumputan.com/images/pros_pemb_gula.com/indeks.gif&w=600&h=695&ei=d8C 8TrP6JoizrAea06nYAQ&zoom=1&iact=hc&vpx=303&vpy=125&dur=3258&hovh=242&hovw=209&tx=132 &ty=139&sig=103802494352508878247&page=8&tbnh=154&tbnw=133&start=81&ndsp=10&ved=1t:429. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun.

kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. karbonasi. kritalisasi. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. semuanya bercampur di dalam gula. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. pembersihan kotoran. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). yang mengandung 1 hingga 2% gula. Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. penguapan. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. 15% gula dan serat residu. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. dinamakan bagasse. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. proses ektrasi. Proses ini dinamakan liming. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. dan hasilnya berupa cairan yang manis. penghilangan warna. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”. kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula. Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air.Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. . afinasi.

sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. Evaporasi dalam „evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Sekali kristal terbentuk. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Olah karena itu. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Sayangnya. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Campuran hasil („magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup .5%. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses.proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. Sebagai tambahan. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%.

dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada.sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materimateri non gula. Selain karbonatasi. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Setelah proses ini dilakukan. t eknik yang lain berupa fosfatasi. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. partikel-partikel halus. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika . Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan.

blogspot. sumber http://terselubung. campuran tersebut kemudian dimurnikan dengan . 2010 Filed under: Uncategorized — faritdc @ 5:24 am Proses Produksi Gula Pasir Untuk pembuatan gula.jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Sesudah itu. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya di gunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak kemurnian. dimasak. sarinya dikumpulkan dan disaring. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula.html Produksi gula pasir Februari 1. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air.com/2010/10/proses-pembuatan-gula-pasir. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula.

Saat penggilingan diberikan air imbibisi untuk mengurangi kehilangan gula dalam ampas. sesampai di pabrik akan ditimbang dan dipindahkan ke lori (kereta pengangkut tebu) menuju meja tebu sebagai tempat dimulainya perlakuan pendahuluan pengolahan gula kristal. MESIN PENGOLAH: Penimbangan Penimbangan di sini dimaksudkan untuk mengetahui berat tebu yang akan digunakan dalam proses pembuatan gula. Alat penggilingan disusun seri dengan jumlah alat penggilingan 4-5 unit. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan. Bahan baku tebu yang diangkut dari kebun dengan truk. Penggilingan Penggilingan dimaksudkan untuk mengambil nira mentah dari batang tebu dan memisahkannya dari ampas.belerang dioksida. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. Setelah cukup murni. akibat dari kurang sempurnanya daya perah unit gilingan. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. Pemurnian . hal ini berkaitan dengan berapa banyak gula yang dihasilkan nantinya. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan.

Pemutaran Pemutaran berfungsi untuk memisahkan kristal dengan larutannya (stroop) menggunakan proses sentrifugasi dalam saringan sehingga massa akan terlempar. gula kasar dan gula produk. Fungsi dari penyaringan ini supaya didapatkan bentuk gula yang diinginkan. Pendinginan dan Penyaringan Fungsi dari pengeringan ini adalah untuk menguapkan kadar air pada bahan sehingga memudahkan proses selanjutnya. Gula halus dan gula kasar akan dilebur kembali. Saat pemutaran sesekali diberikan air siraman untuk mempermudah pemisahan kristal gula dengan larutannya ). Pendinginan berfungsi agar gula menjadi dingin setelah melalui proses pengeringan karena telah dilewati panas.Tujuan pemurnian adalah membuang sebanyak-banyaknya zat bukan gula dan mengusahakan agar kerusakan gula akibat perlakuan proses pabrikasi minimal. Setelah dingin dan kering. Pengkristalan Pengkristalan bertujuan untuk memisahkan sakarosa dari larutannya dengan cara mengkristalkan molekul-molekul sakarosa dalam pan kristalisasi dan diusahakan hasil kristalisasi yang memenuhi syarat yang dikehendaki. Pemurnian dengan susu kapur dilakukan dalam peti defecator (bejana yang berfungsi untuk mencampurkan susu kapur dengan nira mentah) dengan pH 10 Penguapan Tujuan penguapan adalah untuk memekatkan nira encer sehingga diperoleh nira dengan kepekatan yang diharapkan. Pengeringan dilakukan dalam tabung getar. persen brix nira dari badan pertama ke badan penguapan selanjutnya akan semakin meningkat. sedangkan gula produk ditimbang dan dikemas. . di mana gula akan melompat-lompat sehingga mempercepat pengeringan karena seluruh kristal terkena hembusan udara panas dari pengering gula. Di dalam badan penguapan secara seri. gula disaring untuk memisahkan antara gula halus. maka titik didih dibuat rendah dengan tekanan hampa agar komponen nira tidak rusak. Pendinginan gula dikerjakan dengan menghembuskan udara dingin sampai suhu gula sama dengan suhu gudang. Pengeringan.

wordpress. Gula produk ditimbang dengan timbangan curah dengan skala yang sudah diatur untuk berat bersihnya dan langsung masuk ke karung dan dijahit secara otomatis. KANDUNGAN GULA PASIR: http://faritdc.Pengemasan Pengemasan berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap produk dari segala macam kerusakan yang terjadi baik untuk produk pangan maupun produk non pangan. Selanjutnya gula produk dibawa ke gudang yang memenuhi syarat untuk disimpan dan didistribusikan ke konsumen.com/2010/02/ Tahapan tahapan pembuatan gula Pasir Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu .

Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. 15% gula dan serat residu. penghilangan warna. dan hasilnya berupa cairan yang manis. kritalisasi. Proses ini dinamakan liming. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai "abu". kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula.Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. yang mengandung 1 hingga 2% gula. proses ektrasi. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. afinasi.Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. pembersihan kotoran. Jus dan cairan manis ini . Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. karbonasi. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. 2. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. dinamakan bagasse. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. penguapan. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. 1.Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. semuanya bercampur di dalam gula.

5%. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. 3. Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. 5. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Gula ini . materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Sekali kristal terbentuk.Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. 4.kemudian dikembalikan ke proses. Sebagai tambahan. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar.Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Olah karena itu. Sayangnya. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai.Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Evaporasi dalam 'evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup.

Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. t eknik yang lain berupa fosfatasi. partikelpartikel halus. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Setelah proses ini dilakukan. Campuran hasil ('magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisikondisi reaksi. Selain karbonatasi. 6. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. 7. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna.Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi .Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan "afinasi". sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat).sebenarnya sudah dapat digunakan. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil.

Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya.html . http://www. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. 8.com/2011/01/tahapan-tahapan-pembuatan-gula-pasir. GAC merupakan cara modern setingkat "bone char". 9. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium.gallerydunia.Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon.tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat.Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula.