fo.

net> Produk Makanan > Gula

Gula

Rasa manis, seperti halnya rasa asin, merupakan rasa yang sangat dikenal. Rasa manis terutama disebabkan oleh gula, yaitu jenis dari karbohidrat dapat larut (dalam air) yang berukuran kecil, terdapat dalam buah-buahan, tanaman dan produk alam lainnya. Gula yang umum dijumpai adalah fruktosa (levulosa, gula buah), maltosa (gula malt), laktosa (gula susu), glukosa (dekstrosa) dan sakarosa (sukrosa, gula meja yang biasa kita kenal). Sakarosa terutama digunakan dalam berbagai makanan olahan. Gula ini bisa didapatkan dari tebu ataupun dari bit. Gula tidak hanya digunakan dalam makanan karena rasanya yang manis, tetapi juga karena hasil reaksi yang terjadi selama pemanasan; berupa karamel dan produk Maillard. Karamel diperoleh dari pemanasan gula secara langsung tanpa adanya bahan tambahan ataupun air. Karamel yang dihasilkan berwarna coklat hingga hitam dan memiliki rasa yang lezat. Produk Maillard dihasilkan dari pemanasan gula dan protein. Ini merupakan reaksi yang sangat kompleks, menghasilkan berbagai cita rasa yang khas seperti flavor roti, cookies, popcorn, daging goreng, dll. Gula dapat mengikat air secara efisien. Oleh karenanya penambahan gula ke dalam sebuah produk akan memberikan efek pengawetan karena air tidak lagi tersedia untuk pertumbuhan organisme pembusuk. Pengawetan buah-buahan ataupun produk-produk lainnya dengan gula (seperti selai) atau madu telah dipraktekkan selama lebih dari 2000 tahun.

Gula merupakan bagian dasar yang penting pada berbagai makanan olahan. Permen tanpa gula akan kehilangan volumenya hingga 60%, sedangkan berbagai jenis cake akan kehilangan 1530% volumenya tanpa adanya gula. Untuk informasi lebih lanjut mengenai topik gula silakan klik di sini:
  

 

Sejarah gula Sumber-sumber gula Pembuatan gula o Gula bit o Gula tebu Jenis-jenis gula dan produk-produk terkait Kimia gula

http://www.food-info.net/id/products/sugar/intro.htm

Sejarah gula
Gula tebu
Pada awalnya gula tebu dikenal oleh orang-orang Polinesia, kemudian menyebar ke India. Pada tahun 510 Sebelum Masehi, ketika menguasai India, Raja Darius dari Persia menemukan ”batang rerumputan yang menghasilkan madu tanpa lebah”. Seperti halnya pada berbagai penemuan manusia lainnya, keberadaan tebu sangat dirahasiakan dan dijaga ketat, sedangkan produk olahannya diekspor dan untuk menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Rahasia tanaman tebu akhirnya terbongkar setelah terjadi ekspansi besar-besaran oleh orangorang Arab pada abad ketujuh sebelum sesudah masehi. Ketika mereka menguasai Persia pada tahun 642 mereka menemukan tanaman tebu yang sedang tumbuh dan kemudian mempelajari cara pembuatan gula. Selama ekspansi berlanjut mereka mendirikan pengolahan-pengolahan gula di berbagai daratan lain yang mereka kuasai, termasuk di Afrika Utara dan Spanyol. Gula dikenal oleh orang-orang barat Eropa sebagai hasil dari Perang Salib pada abad ke-11. Para prajurit yang pulang menceritakan keberadaan “rempah baru” yang enak ini. Gula pertama diketahui tercatat di Inggris pada tahun 1099. Abad-abad berikutnya merupakan periode ekspansi besar-besaran perdagangan barat Eropa dengan dunia timur, termasuk di dalamnya adalah impor gula. Sebagai contoh, dalam sebuah catatan pada tahun 1319 harga gula di London sebesar “dua shilling tiap pound”. Nilai ini setara dengan beberapa bulan upah buruh rata-rata, sehingga dapat dikatakan gula sangatlah mewah pada waktu itu. Orang-orang kaya menyukai pembuatan patung-patung dari gula sebagai penghias meja-meja mereka. Ketika Henry III dari Perancis mengunjungi Venice, sebuah pesta diadakan untuk menghormatinya dengan menampilkan piring-piring, barang-barang perak, dan kain linen yang semuanya terbuat dari gula.

Karena merupakan barang mahal, gula seringkali dianggap sebagai obat. Banyak petunjuk kesehatan dari abad ke-13 hingga 15 yang merekomendasikan pemberian gula kepada orangorang cacat untuk memperkokoh kekuatan mereka. Pada abad ke-15, pemurnian gula Eropa umumnya dilakukan di Venice. Venice tidak bisa lagi melakukan monopoli ketika Vasco da Gama berlayar ke India pada tahun 1498 dan mendirikan perdagangan di sana. Meskipun demikian, penemuan orang-orang Amerika lah yang telah mengubah konsumsi gula di dunia. Dalam salah satu perjalanan pertamanya, Columbus membawa tanaman tebu untuk ditanam di kawasan Karibia. Iklim yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman tebu menyebabkan berdirinya sebuah industri dengan cepat. Kebutuhan terhadap gula yang besar bagi Eropa menyebabkan banyak kawasan hutan di kepulauan Karibia menjadi hampir seluruhnya hilang digantikan perkebunan tebu, seperti misalnya di Barbados, Antigua dan separuh dari Tobago. Tanaman tebu dibudidayakan secara massal. Jutaan orang dikirim dari Afrika dan India untuk bekerja di penggilingan tebu. Oleh karenanya, produksi gula sangat erat kaitannya dengan perdagangan budak di dunia barat. Secara ekonomi gula sangatlah penting sehingga seluruh kekuatan Eropa membangun atau berusaha membangun jajahan di pulau-pulau kecil Karibia dan berbagai pertempuran terjadi untuk menguasai pulau-pulau tersebut. Selanjutnya tanaman tebu dibudidayakan di berbagai perkebunan besar di kawasan-kawasan lain di dunia (India, Indonesia, Filipina dan kawasan Pasifik) untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa dan lokal.

Pabrik gula tebu di Hindia Belanda sekitar tahun 1850 oleh A. Salm (Sumber)

Pada tahun 1750 terdapat 120 pabrik pemurnian gula yang beroperasi di Britania dengan hanya menghasilkan 30.000 ton per tahun. Pada tahap ini gula masih merupakan sesuatu yang mewah

Masuknya gula bit ke Inggris tertunda sampai dengan Perang dunia Pertama ketika impor gula Britain terancam. . Keadaan ini juga berlaku di negara-negara Eropa Barat lainnya. Pada tahun 1880 gula bit menggantikan gula tebu sebagai sumber utama gula di benua Eropa. Tidak diragukan lagi. Brazil dan India adalah tiga produsen terbesar dan gabungan dari ketiganya menyumbang sekitar 40% produksi per tahun. Gula Bit Gula bit pertama kali diketahui sebagai sumber gula pada tahun 1747. Sebelumnya Britain mengimpor gula tebu dari jajahannya di kawasan tropis. Catatan perdagangan impor gula dari Jamaika pada tahun 1739 (Sumber) Para pemerintah menyadari keuntungan besar yang didapat dari gula dan oleh karenanya mengenakan pajak yang tinggi. Masa kini Konsumsi gula per tahun saat ini berkisar 120 juta ton dan terus bertambah pada laju sekitar 2 juta ton per tahun. Keadaan ini terus bertahan sampai dengan akhir abad ke-19 ketika kebanyakan pemerintahan mengurangi atau menghapus pajak dan menjadikan harga gula terjangkau untuk warga biasa.dan memberi keuntungan yang sangat besar sehingga gula dijuluki “emas putih”. Keadaan ini bertahan sampai dengan perang-perang Napoleon pada awal abad ke-19 ketika Britania menblokade impor gula ke benua Eropa. tanaman ini tidak begitu menarik perhatian dan hanya sekedar keingintahuan beberapa negara Eropa karena kepentingan nasional dan ekonomi lebih tertuju pada perkebunan tebu. Uni-Eropa. Akibatnya gula tetap merupakan sebuah barang mewah. Namun demikian kebanyakan gula dikonsumsi di negara penghasil dan hanya sekitar 25% yang diperdagangkan secara internasional.

dan varietas komersial yang paling banyak ditemui adalah jenis hibrida kompleks terutama dari varietas Saccharum officinarum. dan mapel (Acer saccharum). Asia dan Afrika) dan Pasifik.htm Sumber – sumber Gula Sukrosa Gula atau gula meja sukrosa yang kita kenal berasal dari hasil ekstraksi tanaman.20% dari berat kering tanaman. . sorgum (Sorghum vulgare). Sumber:     http://www. barberi dan S.Tebu dibudidayakan di lebih dari 100 negara dan gula yang dihasilkan dari tebu berkisar 6 kali lebih besar dari pada gula bit.pantrinbago.com http://wv. Tanaman ini memiliki batang berserat yang kuat dan beruas dengan ketinggian 2-6 m dan mengandung cairan yang kaya dengan gula.) dan bit (Beta vulgaris).britishsugar.com/historysugarca_ruef. S. Seluruh spesies saling berkawinan.sucrose.net/id/products/sugar/history. spontaneum. Dua tanaman gula yang paling penting adalah tebu (Saccharum spp.essortment. berasal dari kawasan bersuhu hangat hingga tropis di Dunia Tua (sebagian Eropa.com/Landofbeginings12. Beberapa tanaman gula komersial lainnya termasuk kurma (Phoenix dactylifera).uk http://www. sinense.htm http://www. S.co.html http://www. Tebu Tebu (Saccharum) merupakan genus yang terdiri dari 6-37 spesies (tergantung dari pengertian taksonominya) dari rerumputan tinggi (famili Poaceae).food-info. dengan kadar gula bisa mencapai 12% .

Setiap potong paling tidak musti harus mengandung satu ruas bakal-tanaman (bud). tetapi meninggalkan batang-batang yang kaya air dan akar juga tidak rusak. setelah tiap kali pemanenan. Pada tiap penanaman. Pemanenan cara ini diawali dengan pembakaran lahan. Rata-rata tebu yang dihasilkan adalah 100 ton tebu per hektar atau 10 ton gula per hektar. khususnya yang dilakukan di negara-negara yang berkembang. . Jumlah tebu Tebu diperbanyak dibiakkan dari pemotongan batang-batangnya dan bukan dari benih. dan dimana dapat mengubah sebanyak 2% energi matahari menjadi biomasa. Tanaman ini memiliki kemampuan fotosintesis yang paling efisien dibandingkan dengan seluruh jenis tanaman lainnya. dan potongan-potongan tersebut biasanya ditanam secara manual dengan tangan. Tebu dapat dipanen secara manual dengan tangan atau menggunakan mesin. anakan tebu akan tumbuh menjadi batang-batang baru dinamakan ratoons. Hasil yang didapat pada pemanenan berikutnya biasanya lebih rendah. panen dapat dilakukan 2 hingga 10 kali tergantung pada praktik pertanian yang dilakukan. satu batang tebu dapat dipanen hingga beberapa kali. Pemanen tebu yang sudah terlatih dapat memotong 500 kg tebu dalam satu jam. Para pemanen kemudian memotong batang tepat di atas tanah dengan parang. oleh karena itu dilakukan penanaman kembali. Lebih dari separuh produksi tebu di dunia dipanen secara manual dengan tangan.Tebu (Sumber) Budidaya tanaman tebu membutuhkan iklim tropis atau subtropis dengan curah hujan paling sedikit 600 mm per tahun. Api yang menyebar cepat akan membakar daun-daun. Dalam sekali tanam.

Tanaman ini menghasilkan gula selama tahun pertama pertumbuhan dan kemudian muncul bunga-bunga dan benih di tahun kedua. Bit merupakan tanaman yang umbinya mengandung sukrosa dalam jumlah yang dengan konsentrasi tinggi. chard dan fodder beet. Bit merupakan tanaman umbi biennial (tanaman yang memiliki siklus 12 hingga 24 bulan) dari wilayah beriklim sedang (temperate).Pemanenan (Sumber) Bit Bit (Beta vulgaris L. Secara . Kandungan gula di dalam bit umumnya adalah 17% dari berat. Bit mengandung gula yang tersimpan dalam umbi yang memiliki suatu kemiripan mirip dengan parsnip (semacam wortel) bulat. Oleh karena itu bit mulai ditanam pada musim semi dan dipanen pada permulaan musim gugur atau awal musim dingin.) termasuk dalam anggota sub-famili Chenopodiaceae dan famili Amaranthaceae. Bit secara langsung memiliki hubungan dengan beetroot. tetapi angka ini tergantung dari varietas dan juga bervariasi dari tahun ke tahun dan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

mendasar Pada dasarnya. umbi akar di satu sisi dan bagian berdaun di sisi yang lain. jumlah ini lebih besar dari kandungan gula tebu yang sudah dewasa tetapi hasil dari bit per hektar jauh lebih kecil dari tebu. Pemanenan juga membutuhkan banyak pekerja. karena penanganan gulma dilakukan dengan mengatur tanaman dengan jarak yang rapat. Para pekerja membersihkan bit-bit dengan memegang daun-daunnya kemudian dihentakkan untuk menghilangkan sisa-sisa tanah yang menempel. dan kemudian menaruhnya dalam sebuah barisan/lajur. Meskipun akar umbinya dapat diambil keluar dengan alat seperti bajak yang bisa ditarik oleh sekelompok kuda. Bit (Sumber) Sampai dengan akhir pertengahan abad ke-20. namun pekerjaan selanjutnya musti menggunakan tangan. sehingga hasil yang diharapkan untuk menghasilkan gula hanya sekitar 7 ton per hektar. Para pekerja yang lain dilengkapi dengan semacam pengait untuk mengangkat bit-bit tersebut dan memotong mahkota . pembudidayaan bit membutuhkan buruh dalam jumlah yang sangat banyak. yang kemudian harus dipangkas secara manual dengan sabit/ parang tiap dua atau tiga kali selama musim tanam.

Para pekerja ini kemudian menempatkan barisan bit yang kemudian dapat diangkut ke dalam gerobak. Para pekerja memotong daun dan mahkota dari umbi akar. mencabut akar. tetapi ini hanya dilakukan secara lokal pada skala kecil. berupa tangkai panjang dengan banyak helaian daun (pinnate ). helaian daun ini bisa mencapai panjang 30 cm dan lebar 2 cm. Bit ini ditampung di tepi lahan dan kemudian dialirkan ke dalam trailer pengangkut untuk dibawa ke pabrik. Kurma Tanaman kurma (Phoenix dactylifera) merupakan tanaman palma yang secara luas dibudidayakan dan diambil buahnya. dan menghilangkan sisa-sisa tanah dari umbi akar dalam satu urutan sekaligus. dengan panjang mencapai 3m. tetapi tanaman kurma kemungkinan berasal dari suatu tempat di oase-oase padang gurun Afrika Utara. Tanaman ini berukuran sedang. dan mungkin juga di Asia B b arat D d aya.dan daun-daun dari umbi akar dalam sekali potong. pemanenan seluruhnya dilakukan secara mekanis. Pada saat ini. Dari satu sistem akar seringkali terdiri dari kumpulan beberapa batang. Gula dapat diekstrak dari buah kurma. . dengan tinggi 15-25 m. Daunnya menyerupai daun kelapa. sisa-sisa tanah di bit dapat lebih banyak dibersihkan – seorang petani akan didenda oleh pabrik jika sisasisa tanah di panenannya melebihi batas yang dipersyaratkan. Tangkai-tangkai daun muncul dari bagian petiola dan terdiri dari sekitar 150 helai daun. tetapi bisa juga berupa batang-batang yang tumbuh sendiri-sendiri. Dengan menggunakan ban berjalan (konveyor). Pemanen yang modern biasanya dapat mengerjakan 6 baris dalam waktu bersamaan. Sejarah budidaya tanaman ini sangat panjang sehingga penyebaran alaminya tidak diketahui secara pasti.

berasal dari kawasan tropis hingga subtropis di Afrika Timur. dengan satu spesies di antaranya berasal dari Meksiko. tetapi seperti halnya kurma.Tanaman kurma di Siprus (Sumber) Sorgum Sorgum merupakan genus yang terdiri dari 20 spesies rumput-rumputan. Amerika Tengah dan Asia Selatan. Gula dapat diekstrak dari biji-bijinya. . ekstraksi ini hanya dilakukan secara lokal dalam skala kecil. Tanaman ini dibudidayakan di Eropa Selatan.

sakarosa). tetapi penyusun utamanya adalah fruktosa. dan gula mapel ini tidak mengandung gula yang sesungguhnya (sukrosa. Pohon mapel (Sumber) Sumber utama:  www. dapat mencapai ketinggian hingga 30-37 m.com . terutama dibuat menjadi sirup mapel yang dimurnikan sebagian.sucrose. Gula mapel sudah diproduksi di Amerika Utara selama beberapa abad dan hingga sekarang masih digunakan untuk pemanis. Tanaman ini merupakan spesies mapel Amerika yang terbesar. Gula mapel memiliki kemanisan dua kali lipat dari gula pasir standar.Sorgum (Sumber) Mapel Pohon mapel (Acer saccharum) merupakan tanaman yang sangat dikenal di kawasan hutan di Amerika Utara bagian timur.

Biasanya bit-bit tersebut dikirim ke pabrik dengan truk-truk besar karena jarak kirim yang lebih jauh dibandingkan industri gula tebu. Pengempaan Irisan-irisan bit yang diekstrak dari diffuser masih sangat basah dan kandungan air di dalamnya masih mengandung sejumlah gula yang bermanfaat. . Diffuser merupakan tangki pengaduk berukuran besar dengan posisi horisontal ataupun vertikal. yang sekarang berupa bubur.food-info. Proses ini dapat diumpamakan dengan proses ketika daun teh diseduh sehingga warna dan cita rasanya keluar. di dalamnya irisan-irisan bit digerakkan dengan pelan dari ujung satu ke ujung yang lain dan air panas bergerak dari arah berlawanan. sedangkan diffuser khusus gula bit mampu menampung beberapa ratus ton bit dan air ekstraksi. Jus ini digunakan sebagai bagian dari air dalam diffuser. air pengekstrak akan menjadi larutan gula yang semakin kental dan umumnya dinamakan jus. Jus ini tentu saja ini juga mengandung banyak substansi lain dari daging bit. bukan dua tahap seperti pada pembuatan gula tebu. Ekstraksi berlangsung dalam sebuah diffuser dimana bit mengalami kontak dengan air panas selama kurang lebih satu jam. Jus dari proses diffusi yang masih 'mentah' ini mengandung sekitar 14% gula dan bubur residu atau bubur sisanya mengandung 1 hingga 2% gula dan total 8-12 % padatan. bit-bit tersebut jauh lebih kotor dibandingkan tebu dan harus dibersihkan dan dipisahkan dari daun-daun bit yang masih tertinggal. dikirim ke bagian pengeringan dan nantinya akan diolah menjadi pelet-pelet yang merupakan bahan penting untuk pakan hewan. batu-batu dan kotoran-kotoran lainnya sebelum diolah. Proses ini akan meningkatkan luas permukaan bit sehingga mempermudah ekstraksi gula.org http://www. Ekstraksi Tahap ini diawali dengan pemotongan bit menjadi irisan-irisan tipis.htm Pembuatan gula bit Gula bit putih dibuat dari bit dalam suatu proses tunggal. http://en. Karena letaknya di dalam tanah.wikipedia. Oleh karenanya dilakukan pengempaan/pengepresan dalam kempa-kempa ulir untuk memeras jus sebanyak mungkin. dan bit yang sudah dikempa. Ini dinamakan dengan aliran berlawanan (counter-current flow) dan seiring dengan alirannya.net/id/products/sugar/sources. Pemanenan Bit dipanen pada saat musim gugur dan awal musim dingin dengan cara menggalinya keluar dari tanah. Hal ini karena bit merupakan tanaman rotasi yang membutuhkan hampir 4 kali luas lahan tanaman tebu yang ditanam dalam kultur tunggal (monokultur).

sampai kemudian diraih suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Sayangnya. gula yang masih terkandung dalam jus diolah lebih lanjut menjadi produk samping berupa: molase bit. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/atau disimpan siap untuk didistribusikan. proses fosfatasi tidak dilakukan di sini. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Di dalam panci tersebut dilakukan pendidihan dan penguapan sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. Hal ini biasanya terjadi setelah 3 tahap. campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur / lime [kalsium hidroksida. Demikian juga tahap penghilangan warna secara terpisah umumnya tidak dilakukan. cairan gula yang sudah berupa sirup ditempatkan dalam sebuah panci yang sangat besar. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. baik itu untuk rumah tangga maupun industri seperti pabrik pembuatan minuman ringan. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau dikirim ke . Setelah proses ini dilakukan. dinamakan dengan karbonatasi. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Seperti pada pembuatan gula mentah. Hal ini khususnya terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. cairan induk pada pembuatan gula bit masih mengandung sejumlah gula sehingga kristalisasi diulang beberapa kali. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit.Karbonatasi Tahap pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. Ketika kristal sudah tumbuh. Tidak seperti pada pembuatan gula tebu. Pendidihan Pada tahap akhir ini. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikelpartikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Hasil Gula yang dihasilkan berwarna putih dan siap untuk digunakan. biasanya mampu menampung 60 ton sirup gula bahkan lebih. Seperti pada pembuatan gula tebu. Olah karena itu.

Sebelum panen. Sumber :  www. dedauan hijau di bagian atas dihilangkan dan batangbatang tersebut diikat menjadi satu. Sebagai tambahan. Api membakar pada suhu yang cukup tinggi dan berlangsung sangat cepat sehingga tebu dan kandungan gulanya tidak ikut rusak. namun masih mempunyai beberapa daun hijau. Pemotongan dengan mesin umumnya mampu memotong tebu menjadi potongan pendek-pendek. Mutu dari segi bau dan rasa molase bit tidak sama dengan molase tebu sehingga tidak dapat digunakan untuk pembuatan rum.sucrose. tidak ada dampak lingkungan. Besarnya areal tanam dan jumlah tanaman tebu dapat dikurangi jika ekstraksi gula dapat dilakukan semakin baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan gula dunia. Meskipun demikian.com http://www. Pemotongan tebu secara manual dengan tangan merupakan pekerjaan kasar yang sangat berat tetapi dapat mempekerjakan banyak orang di area di mana banyak terjadi pengangguran. jika memungkinkan. Mesin-mesin hanya dapat digunakan ketika kondisi lahan memungkinkan dengan topografi yang relatif datar.pabrik fermentasi tanaman seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol.food-info. Di beberapa wilayah.net/id/products/sugar/prodbeet. seluruh tanaman tebu dibakar untuk menghilangkan daundaun yang telah kering dan lapisan lilin.Tebu dipotong di bagian atas permukaan tanah. solusi ini tidak tepat untuk kebanyakan pabrik gula karena modal yang dikeluarkan untuk pengadaan mesin dan hilangnya banyak tenaga kerja kerja. Ekstraksi . pembakaran areal tanaman tebu tidak diijinkan karena asap dan senyawasenyawa karbon yang dilepaskan dapat membahayakan penduduk setempat. Pemanenan dapat dilakukan baik secara manual dengan tangan ataupun dengan mesin. Potongan-potongan batang tebu yang telah diikat tersebut kemudian dibawa dari areal perkebunan dengan menggunakan pengangkut-pengangkut kecil dan kemudian dapat diangkut lebih lanjut dengan kendaraan yang lebih besar ataupun lori tebu menuju ke penggilingan. karena CO2 yang dilepaskan sebenarnya memiliki proporsi yang sangat kecil dibandingkan dengan CO2 yang terikat melalui fotosintesis selama pertumbuhan.htm Pembuatan gula tebu Pemanenan Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung dan ketika dewasa hampir seluruh daun-daunnya mengering.

tebu dihancurkan dalam sebuah serial penggiling putar yang berukuran besar. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. Sebuah tebu bisa mengandung 12 hingga 14% serat dimana untuk setiap 50% air mengandung sekitar 25 hingga 30 ton bagasse untuk tiap 100 ton tebu atau 10 ton gula. dinamakan bagasse. sekitar 50% air serta pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang terhitung sebagai “abu”. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. Di kebanyakan pabrik. yang mengandung 1 hingga 2% gula. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). dan hasilnya berupa cairan yang manis.Tahap pertama pengolahan adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Cairan tebu manis dikeluarkan dan serat tebu dipisahkan. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. semuanya bercampur di dalam gula. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. Ekstraksi gula Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 15% gula dan serat residu. Proses ini dinamakan liming. Penguapan (Evaporasi) . sebuah diffuser digunakan seperti yang digambarkan pada pengolahan gula bit. untuk selanjutnya digunakan di mesin pemanas (boiler). Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Pabrik dapat membersihkan jus dengan mudah dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran untuk kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Di lain pabrik.

Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. Sekali kristal terbentuk. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Evaporasi dalam „evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. sirup ditempatkan ke dalam panci yang sangat besar untuk dididihkan.Setelah mengalami proses liming. jus dikentalkan menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas dalam suatu proses yang dinamakan evaporasi. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Sentifugasi gula (Sumber) . Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Di dalam panci ini sejumlah air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar.

Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Olah karena itu. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Inilah yang menyebabkan lokasi pabrik rum di Karibia selalu dekat dengan pabrik gula tebu. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. . Pertama atau pendidihan “A” akan menghasilkan gula terbaik yang siap disimpan.Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Sebagai tambahan. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol. Gula yang dihasilkan biasanya digunakan sebagai umpan untuk pendidhan B dan sisanya dicairkan lagi. Pendidihan “C” membutuhkan waktu secara proporsional lebih lama daripada pendidihan B dan juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terbentuk kristal. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. partikel-partikel halus. Beberapa pabrik melakukan pencairan ulang untuk gula B yang selanjutnya digunakan sebagai umpan untuk pendidihan A. pabrik yang lain menggunakan kristal sebagai umpan untuk pendidihan A dan pabrik yang lainnya menggunakan cara mencampur gula A dan B untuk dijual. Dalam sebuah pabrik pengolahan gula kasar (raw sugar) umumnya dilakukan tiga proses pendidihan. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Campuran hasil („magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga pengotor dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum perlakuan berikutnya (karbonatasi). Pendidihan “B” membutuhkan waktu yang lebih lama dan waktu tinggal di dalam panci pengkristal juga lebih lama hingga ukuran kristal yang dinginkan terbentuk. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Sayangnya.

Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Selain karbonatasi. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Kristal-kristal . Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi.Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Setelah proses ini dilakukan. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. t eknik yang lain berupa fosfatasi. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan.

juga dalam darah. Sumber :  www. berdasarkan pada pembiasan cahaya. Sumber energi yang utama bagi tubuh. Gula: umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa. kecuali sebagai bagian dari jenis gula yang lain. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau dikirim ke pabrik fermentasi seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol. Glukosa (padanan kata dekstrosa): gula yang terdapat pada berbagai tanaman.food-info. Dekstrosa : Istilah bahasa Inggris untuk glukosa.htm Jenis-jenis gula dan berbagai produk terkait Kata-kata yang dicetak miring dapat ditemukan pengertiannya di bagian lain di daftar ini. Pengolahan sisa (Recovery) Cairan sisa baik dari tahap penyiapan gula putih maupun dari pembersihan pada tahap afinasi masih mengandung sejumlah gula yang dapat diolah ulang.tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan. Seperti pada pengolahan gula lainnya. Kurang manis dibandingkan sakarosa. Gula Barley : bukan termasuk gula. Seringkali merupakan bagian dari komponen dinding sel tanaman. melainkan permen Amerika yang keras dan memiliki citarasa jeruk lemon. Gula anggur : padanan kata dari glukosa.7 kali lebih manis dari gula biasa) umumnya didapat dari buah-buahan dan madu. seperti laktosa (gula susu) dan raffinosa (gula dalam kacang-kacangan).net/id/products/sugar/prodcane. Gula Barbados : gula tebu yang berwarna coklat. Fruktosa (padanan kata levulosa. gula yang ada tidak dapat seluruhnya diekstrak dari cairan sehingga diolah menjadi produk samping: molase murni. bertujuan untuk membuat gula dengan mutu yang setara dengan gula kasar hasil pembersihan setelah afinasi.          Brix (derajat): suatu pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah gula dalam sebuah larutan. Secara kimiawi gula identik dengan karbohidrat. Cairan-cairan ini diolah di ruang pengolahan ulang (recovery) yang beroperasi seperti pengolahan gula kasar. . terbuat dari cairan barley dengan penambahan gula. Terutama digunakan dalam industri minuman ringan dan minuman buah. gula buah): gula yang agak manis (1.sucrose.com http://www. Galaktosa: suatu gula yang tidak umum dijumpai dalam makanan.

Karena kehalusannya. Gula ini kurang manis karena adanya air dalam kristal. Gula ini didapat dari penghancuran secara mekanis sehingga tidak ada cristal-kristal yang tertinggal. gula ini lebih cepat larut dibandingkan gula putih pada umumnya. Gula batu putih memiliki rekahan-rekahan kecil yang memantulkan cahaya. Gula bubuk : Gula granulasi (gula pasir) bubuk. . Gula batu : tidak semanis gula granulasi biasa. Gula ini tidaklah sehalus gula bubuk yang dihaluskan secara mekanis (dan biasanya dicampur dengan sedikit pati untuk menghindari penggumpalan). Dinamai demikian karena ukuran butirannya sangat kecil sehingga dapat ditaburkan dari wadah berlubang-lubang kecil. dan oleh karenanya gula ini secara khusus bermanfaat dalam pembuatan „meringues' dan cairan dingin. juga dikenal sebagai gula „confectionary'. Kristal bening dan putih dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami kristalisasi secara lambat. Gula Castor : Gula castor atau caster adalah nama dari gula pasir yang sangat halus. Terkadang gula ini dicampur dengan sedikit pati atau bahan anti kempal untuk mencegah penggumpalan.    Gula Bit : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman bit. Kristal berwarna kuning kecoklatan mengandung berbagai karamel. terdapat di Britania. gula batu diperoleh dari kristal bening berukuran besar berwarna putih atau kuning kecoklatan.

Gula Gelatin (padanan kata gula gel. Gula Coklat : gula yang ditambah dengan sedikit molase (tetes) untuk memberikan citarasa dan warna. Digunakan dalam pembuatan selai dan „marmelade'. gula selai/ jam): campuran dari gula granulasi dan pektin. .   Gula Dekorasi : lihat gula sdaning.  Gula Granulasi (Gula pasir) : Kristal-kristal gula berukuran kecil yang pada umumnya dijumpai dan digunakan di rumah (gula pasir).

atau memecah. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). lihat sakarosa. berasal dari Indonesia. sakarosa menjadi dua komponen. Gula meja: gula tebu atau gula bit butiran pada umumnya. Gula sangat halus: suatu jenis gula di USA. Gula kristal: gula bit atau tebu berbentuk granulasi seperti gula pada umumnya. lihat sakarosa. Kristalnya berukuran 4 kali lipat lebih besar dari gula granulasi pada umumnya.        Gula Malt: lihat maltosa.Terutama mengandung sakarosa. glukosa dan fruktosa. Gula Muscovado : gula coklat gelap. Gula Jawa : gula yang mengalami pemurnian sebagian. Gula Jagung: glukosa yang diperoleh dari jagung. Proses ini mengubah.    Gula inversi : Gula inversi dibuat dengan menggabungkan sirup gula dengan sedikit asam (seperti pada krim tartar atau jus lemon) dan pemanasan. gula inversi menghasilkan produk yang lebih halus dan digunakan dalam pembuatan berbagai jenis permen seperti fondant. . Gula mutiara (Pearl sugar) : lihat gula sdaning. Karena struktur kristalnya yang halus. Merupakan gula granulasi yang sangat halus. Gula Sdaning: Gula Sdaning merupakan gula kasar atau gula dekorasi. Dijual dalam bentuk gula butiran/pasir atau dicetak dalam bentuk gula kubus. lihat gula Castor. Proses pembuatan jam dan selai secara otomatis menghasilkan gula inversi dengan menggabungkan asam alami dalam buah dengan gula granulasi dan memanaskan campuran tersebut. Gula Palma (kelapa/ kurma) : gula yang didapatkan dari palma ataupun kurma. Digunakan untuk menghias makanan-makanan yang dipanggang dengan oven . dan berbagai sirup. sehingga menurunkan ukuran kristal-kristal gula.

Citarasanya sama kuatnya dengan vanilla tetapi tetap dapat dibedakan. Biji-biji vanila dapat digunakan kembali sampai dengan dengan 6 bulan. Gula Vanilla dapat juga dibuat dari ekstrak vanillin (vanili) murni. Gula Vanila : gula beraroma dan citarasa harum yang khas dibuat dengan cara memendam biji-biji vanilla dalam gula pasir. Hasilnya berupa gula dengan rasa dan aroma yang harum yang dapat digunakan untuk bahan baku ataupun penghias „baked goods'. Gula Tebu : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman tebu. Campuran tersebut disimpan dalam wadah kedap udara selama sekitar satu minggu sebelum biji-biji vanila tadi dipisahkan kembali. biasanya dengan takaran dua biji vanila untuk setiap satu pound gula. Pembuatan gula spun diawali dengan pemasakan gula. air dan krim tartar hingga menjadi keras tapi tetap mudah dibentuk. Gula Spun (Spun sugar) : gula lembut hasil dari pendidihan gula sehingga dapat dibentuk dan digunakan untuk dekorasi berbagai hidangan penutup. buah dan hidangan penutup lainnya. Kemudian dapat dibentuk seperti gumpalan helaian benang dengan menggunakan garpu pengocok dan dioleskan ke permukaan kue untuk dekorasi    Gula susu: lihat laktosa. Terkadang dijual dalam bentuk gula coklat (brown sugar) di Eropa. Gula ini dinamai gula-vanillin. .

Mula-mula pati dipecah menjadi glukosa secara enzimatis. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). Senyawa-senyawa ini berwarna coklat hingga hitam dan menghasilkan aroma khas.   Gur (padanan kata jaggery): gula yang mengalami pemurnia n sebagian. kemudian glukosa ini diubah lagi secara enzimatis menjadi fruktosa yang memiliki rasa lebih manis. berasal dari India. Digunakan sebagai pewarna makanan dan aroma rasa. . HFCS : High Fruktose Corn Syrup (Gula Jagung Kaya Fruktosa). Digunakan sebagai pemanis kadar tinggi.  Jaggery (padanan kata gur): gula yang mengalami pemurnian sebagian. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). berasal dari India.  Karamel : berbagai produk yang diperoleh dari hasil pemanasan gula. Icing (Icing sugar) : gula bubuk yang digunakan sebagai krim gula (gula pelapis) pada cake. Suatu sirup yang didapatkan dari pati jagung.

Dari kawasan Skandinavia. Penyusun utamanya adalah sakarosa. Banyak terdapat dalam tanaman (kacang-kacangan. Sirup ini merupakan larutan 70% sakarosa dan glukosa dalam air. . Molase : Produk samping dari pembuatan gula. Levulosa : padanan kata untuk fruktosa Madu : merupakan larutan 80% gula dalam air. Terutama tersusun dari berbagai karamel dan mineral.  Oligosakarida : karbohidrat rantai pendek yang didapatkan dari polisakarida berukuran besar atau dengan proses enzimatis. suatu kombinasi dari galaktosa dan glukosa. glukosa dan sakarosa.   Maltosa (padanan kata gula malt) : gula yang terdapat pada malt dan bir. Sirup Mapel : sirup yang didapatkan dari pohon mapel yang terdapat di America Utara. yang agak halus.   Melis : jenis gula meja pada umumnya. berwarna coklat. Dipakai dalam pembuatan gula coklat (brown sugar).   Laktosa: gula yang terdapat pada susu. Gula utama yang ada dalam madu adalah fruktosa.

net/id/products/sugar/types.fermacol.at/~katzer/engl/Vani_pla.jpg http://myspace-283. Sirup : suatu larutan yang sangat kental berupa gula dalam air. gula meja. gula kristal): nama kimia resmi dari jenis utama gula dan gula ini terutama digunakan dalam berbagai produk maupun di rumah tangga. bukan untuk pemanis produk.llnwd.uni-graz. Gambar-gambar dari :      http://www. Rasanya tidak manis atau sedikit manis.jpg http://www. Piloncillo (padanan kata panela. Tingkat kemanisan pemanis berkisar dari 0. namanya berarti menara kerucut kecil . Kandungan gula berkisar 50-80%. Panela: lihat piloncillo Panocha: lihat piloncillo Pemanis: senyawa pemanis bukan karbohidrat. Gula ini dicetak dalam bentuk kerucut.vo.com/acatalog/barley-sugars.htm http://www. Sukrosa : Istilah bahasa Inggris untuk sakarosa.com/Logos/Kolner%20Klutje.food-info.net/00110/38/24/110204283_m.fi/~marianna/gourmet/i_sugars.8 kali manisnya gula (seperti misalnya sorbitol) hingga 2000 kali (protein thaumatin).dlc. Digunakan sebagai prebiotik.html http://www. panocha): gula tebu dari Mexico yang mengalami pemurnian sebagian.    Sakarosa (padanan kata sukrosa.    bawang) atau susu.sweetstall.htm Food-Info. Kebanyakan merupakan pemanis buatan tetapi beberapa di antaranya adalah pemanis alami.jpg http://www.net> Produk Makanan > Gula .

meskipun kadar gulanya cukup tinggi (4. Selain lima jenis gula utama ini. 7% pada ASI).Kimia Gula Secara kimiawi gula sama dengan karbohidrat. yaitu sakarosa. Gula-gula ini berada secara sendiri-sendiri ataupun dalam bentuk campuran satu dengan yang lain. Pada bagian ini pengertian gula mengacu pada karbohidrat yang memiliki rasa manis. yaitu gula yang terdapat dalam semua susu hewan. Satu-satunya gula utama yang dihasilkan oleh hewan adalah laktosa. berukuran kecil dan dapat larut (dalam air). Madu merupakan larutan yang terdiri dari glukosa. Komposisi sesungguhnya sangat tergantung pada asal tanaman. Kata gula pada umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa (sukrosa). pati (karbohidrat berukuran besar yang tidak manis) dari biji-bijian terpecah menjadi karbohidrat yang berukuran lebih kecil. berukuran kecil dan dapat larut. Karena laktosa memiliki tingkat kemanisan yang lebih rendah dibandingkan fruktosa dan sakarosa. dengan komposisi sekitar 80% gula dan 20% air. Seluruh gula yang dicerna oleh hewan akan diubah di dalam hati menjadi glukosa. fruktosa dan sakarosa dalam air. Dalam pembuatan bir. fruktosa dan glukosa. susu tidak memiliki rasa manis. tetapi umumnya pengertian gula mengacu pada karbohidrat yang memiliki rasa manis. tetapi tidak satupun yang berasa sangat manis dan menarik secara komersial. Rasa manis yang biasa dijumpai pada tanaman terutama disebabkan oleh tiga jenis gula. oleh karena itu gula di dalam darah hewan (dengan kata lain di dalam daging) adalah glukosa. salah satunya adalah gula malt (maltosa) yang memiliki sedikit rasa manis.5% pada susu sapi. An initiative of : Wageningen University Gula Struktur Tingkat kemanisan dibandingkan dengan sakarosa . terdapat ratusan jenis karbohidrat berukuran kecil lainnya yang terdapat pada tanaman dan susu.

Sakarosa (glukosa + fruktosa) 100% Glukosa 74% Fruktosa 173% Maltosa (glukosa + glukosa) 33% Laktosa (galaktosa + glukosa) 16% .

Untuk itu industri makanan membutuhkan kualitas gula yang lebih baik yang diperoleh dari gula rafinasi. Gula SHS ini masih belum memenuhi syarat untuk digunakan sebagai bahan baku industri makanan.food-info. Namun demikian secara garis besar dapat diuraikan menjadi stasiun sebagai berikut : . Pada saat ini kebanyakan pabrik gula di Indonesia hanya mampu menghasilkan gula kualitas GKP (gula kristal putih) yang dikonsumsi langsung. 12 Agustus 2010 GULA RAFINASI DAN PROSES PEMBUATANNYA Posted on/at 00:54 by Admin Gula selain dikonsumsi langsung juga digunakan sebagai bahan baku untuk industri makanan. menyaring. membersihkan. Proses Pembuatan Gula Rafinasi Proses rafinasi yang digunakan dalam pabrik gula rafinasi bervariasi tergantung pada bahan yang diolah produk yang dikehendaki dan pertimbangan lain sesuai kondisi lokal.Lebih jauh tentang kimiawi karbohidrat dapat dilihat pada topik Karbohidrat (sedang dalam tahap penyusunan) http://www.net/id/products/sugar/chemistry.htm Kamis. Kata rafinasi diambil dari kata refinery artinya menyuling. Jadi bisa dikatakan bahwa gula rafinasi adalah gula yang mempunyai kualitas kemurnian yang tinggi.

Pada clarifier ini juga pemisahan gumpalan yang mengambang (scum) terjadi. zat anorganik. partikel yang melayang dan lain-lain. Proses karbonatasi dilakukan dua tahap.A. Proses pengambangan berlangsung dengan bantuan partikel udara yang dibangkitkan dalam aerator. fosflotasi pada umumnya digunakan di pabrik rafinasi di negara Amerika Latin dan beberapa di Asia sedangkan selebihnya menggunakan teknologi karbonatasi. Teknologi Karbonatasi Pada proses karbonatasi leburan dibubuhi kapur {Ca(OH)2} kemudian dialiri gas CO2 dalam bejana karbonatasi . Selanjutnya liquor ditapis pada penapis bertekanan (leaf filter) menghasilkan filter liquor dan mud. Teknologi Fosflotasi Pada proses ini digunakan asam fosfat dan kalsium hidroksida yang akan membentuk gumpalan (primer) kalsium fosfat. Sumber gas CO2 berasal dari gas cerobong ketel yang sudah dimurnikan melalui scrubber. Penambahan flokulan (anion) sebelum tangki aerator dilakukan untuk membantu pembentukan gumpalan sekunder yang terbentuk dari gumpalan-gumpalan primer yang terikat oleh rantai molekul flokulan. Penurunan warna yang dicapai pada stasiun ini berkisar 30-50 %. Pencucian dilakukan dalam mesin sentrifugal yaitu setelah GKM dicampur dengan sirup menjadi magma. B. pertama dilakukan pembubuhan kapur sebanyak 0. Klarifikasi Pengoperasian unit ini bertujuan untuk membuang semaksimal mungkin pengotor non sugar yang ada dalam leburan (melt liquor). Afinasi Tujuan afinasi adalah mencuci kristal GKM (raw sugar) agar lapisan molases yang melapisi kristal berkurang sehingga warnanya semakin ringan atau warna ICUMSA lebih kecil. Kristal yang telah dicuci dilebur dengan mencampur dengan air atau sweet water menghasilkan leburan (liquor) dengan brix sekitar 65. Ada dua pilihan teknologi yaitu fosflotasi dan karbonatasi. Dekolorisasi Liquor yang dihasilkan dari stasiun klarifikasi setelah ditapis dipompa ke stasiun dekolorisasi. Pembentukan gumpalan sekunder dapat menjerap berbagai pengotor : zat warna. C. Untuk memisahkan gumpalan tersebut oleh karena dalam media liquor yang kental (brix: 65-70) maka gumpalan tidak diendapkan melainkan diambangkan.3. reaksi ini berlangsung di reaktor.5% brix bersamaan dengan pengaliran CO2 ekivalen dengan jumlah kapur yang ditambahkan. termasuk pabrik rafinasi di Indonesia. terbentuk endapan kalsium karbonat yang akan menyerap pengotor termasuk zat warna. . proses pengambangan terjadi pada clarifier. yaitu dengan sekrap yang berputar pada permukaan clarifier dan menyingkirkan scum ke kanal yang dipasang pada sekeliling clarifier. Kedua pada karbonator akhir menyempurnakan reaksi dengan aliran CO2 sampai pH turun di sekitar 8. keduanya banyak dipakai.

Macam zat warna Terdapat beberapa macam zat warna yang terbawa atau terbentuk dalam proses refinery. terbentuk dalam proses. Dengan granul karbon aktif. namun bahan ini tidak mampu menghilangkan zat anorganik yang terlarut. Warna senyawa ini umumnya hitam. Bone char dapat digunakan selama 4-5 hari kemudian di regenerasi kembali. Bone Char. Warna yang dihasilkan bisa kuning. yaitu : 1. 2. 2. namun senyawa ini mudah rusak oleh pemanasan terutama pada pH tinggi akan membentuk senyawaan polimer berwarna coklat yaitu 5-(hydroksimetil)-2-furaldehid.Pada stasiun dekolorisasi pada prinsipnya ada dua teknologi yang lazim digunakan yaitu karbon aktif dan penukar ion. coklat atau hitam tergantung dari tingkatan reaksi selama pemanasan. Kandungan karbon aktif sekitar 60 % dan dicampur dengan 5% MgO untuk mencegah turunnya pH. 3. Produk degradasi gula invert. Melanoidins. 4. Meskipun kandungan glukosa dan fruktosa dalam proses refinery sangat kecil. pemilihan teknologi harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Terbentuk dalam proses bila sukrosa mengalami pemanasan berlebihan sehingga terbentuk senyawaan yang berwarna. Bahan ini terdiri dari campuran 90 % kalsium fosfat dan 10 % karbon yang dibuat dari tulangtulang binatang ternak dipanaskan pada suhu 700 oC. Kedua teknologi tersebut dapat menurunkan warna sekitar 75-85 %. masing-masing dengan keunggulan dan kelemahannya. . Meskipun kemampuan mereduksi zat warna tidak sebaik karbon aktif namun mampu mereduksi kotoran zat anorganik. Karamel. Karbon aktif ini dapat digunakan selama 3-6 minggu tergantung dari kualitas dan jumlah bahan yang masuk. Untuk menghilangkan zat warna dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Kemampuan karbon aktif dalam mereduksi zat warna sangat tinggi. terbentuk dari reaksi antara gula reduksi dengan asam amino (Reaksi Maillard). Senyawaan ini terdapat dalam tebu yang terbentuk dari hasil reaksi enzimatik flavonoid dan asam cinamic. Senyawaan Phenolic.

Oleh sebab itu dalam proses dekolorisasi dianjurkan untuk menggunakan gabungan dua jenis resin ini secara seri. B dan C yang masuk dalam katagori gula rafinasi. E. Resin penukar ion (Ion. Ada dua jenis resin yang digunakan dalam refinery yaitu :Resin anion yang berfungsi mereduksi warna dan resin kation untuk menghilangkan senyawaan anorganik. namun resin akrilik kurang effektif dibanding resin stiren. Gula ditampung dalam sugar bin kapasitas 150 ton. Campuran kristal sukrosa dengan liquor disebut masakan. dengan berat gula 50 kg setiap kantong. Pada kondisi tersebut dimasukkan bibit kristal secara hati-hati sehingga inti kristal akan tumbuh mencapai ukuran yang dikehendaki tanpa menumbuhkan kristal baru.3.Exchange Resin) Bahan ini mudah diregenerasi dan dalam penggunaannya mempunyai kapasitas lebih besar dibandingakan dengan karbon aktif maupun bone char. Penggunaan resin senyawa akrilic lebih tahan dari resin stiren. Pembuatan dua jalur dimulai dari stasiun sentrifugal. Demikian seterusnya sehingga secara berjenjang menghasilkan gula A. Selain itu penggunaan air juga lebih efisien. Pada umumnya stasiun dekolorisasi menghasilkan liquor dengan warna di bawah 300 IU sehingga dengan bahan tersebut dapat diproduksi gula rafinasi lebih rendah dari 45 IU. Kristalisasi (evapocrystalisation) dilakukan di bejana vakum (65 cm Hg) dengan penguapan liquor pada suhu sekitar 70-80 0C sampai mencapai supersaturasi tertentu. Kristalisasi Produksi gula rafinasi Bahan utama kristalisasi adalah liquor yang sudah melewati tahap dekolorisasi. Tabel Persyaratan SNI Gula Rafinasi : . pengering gula penimbangan dan pengemasan. F. Pemisahan kristal dilakukan dengan cara memutar masakan dalam mesin sentrifugal menghasilkan kristal (gula A) dan sirop A. pertama sirup dilewatkan resin akrilik terlebih dahulu kemudian baru dilewatkan resin stiren. D. Pengeringan gula produk Untuk gula produk dibuat dua jalur dengan tujuan agar dapat diproduksi dua macam produk misal GKR dan GKP pada waktu yang bersamaan. Pengemasan gula produk Produk dikemas dalam kantong polipropilen dengan liner. Selanjutnya sirop A dimasak seperti yang dilakukan sebelumnya menghasilkan gula B dan sirop B. Liquor tersebut kemurniannya tinggi sehingga teknik kristalisasi berbeda dengan kristalisasi pada PG.

blogspot.html Selasa. 10 Agustus 2010 Teknologi Gula Cetak dan Gula Semut Dari Nila Kelapa Posted on/at 21:06 by Admin Proses pengolahan gula merah cetak dan gula semut Penampungan: Nira yang ditampung adalah nira yang belum rusak atau belum mengalami fermentasi.Sumber : http://www. Kondisi .risvank.com/2008/07/gula-rafinasi-dan-proses-pembuatannya/ http://topagriculture.com/2010/08/gula-rafinasi-dan-proses-pembuatannya.

Selanjutnya nira dituangkan ke dalam cetakan. semut. Nira yang telah masak bila ditetaskan ke dalam air akan Gula merah cetak Pencetakan: Nira yang telah masak diaduk terus agar cepat dingin. maka butiran-butiran yang telah diayak menggunakan ayakan 20 mess. yakni menuangkan ke wadah tertentu lalu ditumbuk dengan menggunakan sepotong kayu berlangsung kurang lebih 15 menit. Disamping menjaga wadah penampungan agar tetap bersih. Pengemasan: . lama pendinginan 10-15 menit. daun pisang kering. bambu. Gula semut Pengkristalan: Nira yang telah masak didinginkan dalam wajan sambil diaduk secara perlahan-lahan. ada yang berbentuk gelang.yang terbaik dalam pembuatan gula merah adalah nira yang mengandung kadar gula di atas 12% dan pH 6-7. dan serangga lainnya tersaring. daun lontar. Pengemasan: Gula merah yang dingin dikeluarkan dari cetakan lalu dikemas. Sisa ayakan diaduk/ digerus lagi dalam wajan yang masih panas.120oC) dan terus menerus dan agar nira tidak meluap. Pemasakan: Nira dituang ke dalam wajan kemudian dimasak (suhu 110. plastik. pengadukan dipercepat dengan menggunakan pengaduk kayu yang berbentuk garpu. Macam-macam bahan kemasan yang dapat digunakan yaitu daun jari. kerucut. telah dibasahi dengan air bersih agar mudah dilepaskan. batang pisang kering. Ada juga yang melakukan penumbukan. lebah. Penyaringan: Menggunakan kain blacu agar kotoran seperti ranting/ daun. Pengayakan: Untuk memperoeh keseragaman. dan sebagainya. Dapat pula ditambahkan minyak kelapa (1 sendok makan/25 l) atau menggunakan kopra yang dijepit pada kayu lalu dicelup sekali-kali ke dalam nira yang sedang dimasak. kubus. Untuk menghindari kerusakan nira saat penampungan dapat diberi bahan pengawet kapur sirih. Bila mulai terbentuk butiran-butiran. dan lainlain. Bentuk cetakan bermacam-macam. setengah lingkaran.

tebu diterima di Crane yard untuk didaftarkan dan ditimbang dan selanjutnya diproses. Candi Baru ada 3 tahap (A-C-D). Masakan C & D untuk bibit. dalam proses penapis hampa dilakukan pemisahan antara blotong dan filtrat (nira tapis). yakni mempunyai ukuran dan keseragaman yang telah distandartkan. Macammacam bahan kemasan yang dapat digunakan antara lain kantong plastik. Proses kristalisasi pada PT.html Proses pembuatan gula di PT. terjadi pemisahan antara ampas dengan nira pada batang tebu. Produknya adalah gula jenis SHS (Superoir Hooft Suiker) 1-A dengan hasil samping berupa tetes dan ampas. dan stoples. • Pemisahan kristal (stasiun puteran) Untuk memisahkan kristal gula dari larutan induknya. • Penguapan (stasiun penguapan) Untuk menghilangkan air yang terdapat dalam nira jernih hasil proses pemurnian sampai dicapai konsentrasi (% brix) tertentu. Adapun tahapan proses produksi dan tujuan dari tiap tahap meliputi : • Pemerahan nira (stasiun gilingan) Tujuannya untuk memerah nira sebanyak-banyaknya dan menekan kehilangan gula dalam ampas seminimal mungkin. • Pemurnian (stasiun pemurnian) Untuk menghilangkan atau membuang bahan baku bukan gula yang terdapat pada nira mentah semaksimal mungkin tanpa menimbulkan banyak kerugian berupa kerusakan maupun kelihangan sukrosa. Sumber: BPTP Sulawesi Utara http://topagriculture. . Candi Baru Sidoarjo menggunakan proses sulfitasi alkalis continue. • Kristalisasi (stasiun masakan) Terjadi proses kristalisasi untuk mengubah sakarosa yang terdapat pada nira kental dari stasiun penguapan menjadi kristal-kristal gula yang memenuhi syarat tertentu.com/2010/08/teknologi-gula-cetak-dan-gula-semut. sebelum terbentuk kristal dengan menghindari kerusakankerusakan pada sacharosa.blogspot.Gula semut yang telah dingin untuk dikemas. Masakan A à gula SHS (produk utamanya). botol plastik. PG.

Produknya adalah gula jenis SHS (Superoir Hooft Suiker) 1-A dengan hasil samping berupa tetes dan ampas.• Pengeringan dan pengemasan (stasiun pengeringan dan pengemasan) Mengeringkan gula SHS agar bebas dari air karena kristal gula SHS dari puteran SHS masih mempunyai kadar air yang tinggi. dimana setelah dilebur larutan tersebut dibawa ke tangki sulfitasi II bercampur dengan nira kental Proses pembuatan gula di PT. yakni mempunyai ukuran dan keseragaman yang telah distandartkan. Adapun tahapan proses produksi dan tujuan dari tiap tahap meliputi : • Pemerahan nira (stasiun gilingan) Tujuannya untuk memerah nira sebanyak-banyaknya dan menekan kehilangan gula dalam ampas seminimal mungkin. • Pemurnian (stasiun pemurnian) Untuk menghilangkan atau membuang bahan baku bukan gula yang terdapat pada nira mentah semaksimal mungkin tanpa menimbulkan banyak kerugian berupa kerusakan maupun kelihangan sukrosa. • Pemisahan kristal (stasiun puteran) Untuk memisahkan kristal gula dari larutan induknya. dalam proses penapis hampa dilakukan pemisahan antara blotong dan filtrat (nira tapis). Candi Baru ada 3 tahap (A-C-D). Candi Baru Sidoarjo menggunakan proses sulfitasi alkalis continue. dimana setelah dilebur larutan tersebut dibawa ke tangki sulfitasi II bercampur dengan nira kental . Masakan C & D untuk bibit. sebelum terbentuk kristal dengan menghindari kerusakankerusakan pada sacharosa. Terjadi juga proses pengemasan. PG. terjadi pemisahan antara ampas dengan nira pada batang tebu. sedang gula kasar dibawa ke peti leburan. tebu diterima di Crane yard untuk didaftarkan dan ditimbang dan selanjutnya diproses. Masakan A à gula SHS (produk utamanya). • Kristalisasi (stasiun masakan) Terjadi proses kristalisasi untuk mengubah sakarosa yang terdapat pada nira kental dari stasiun penguapan menjadi kristal-kristal gula yang memenuhi syarat tertentu. • Pengeringan dan pengemasan (stasiun pengeringan dan pengemasan) Mengeringkan gula SHS agar bebas dari air karena kristal gula SHS dari puteran SHS masih mempunyai kadar air yang tinggi. Proses kristalisasi pada PT. Terjadi juga proses pengemasan. sedang gula kasar dibawa ke peti leburan. • Penguapan (stasiun penguapan) Untuk menghilangkan air yang terdapat dalam nira jernih hasil proses pemurnian sampai dicapai konsentrasi (% brix) tertentu.

Proses Pembuatan Gula http://www. September 22.php?p=prosesproduksi Wednesday. 2010 Sekilas Proses Pembuatan Gula Rafinasi Sekilas Proses Pembuatan Gula Rafinasi Oleh Daniyanto Secara umum proses pembuatan gula rafinasi dilakukan melalui beberapa tahapan proses sebagai .candibaru.com/indeks.

Affinasi (Affination) 3.19. Penanganan gula mentah (Raw sugar handling) 2. Pemurnian (Purification) 4. Pengepakan dan Pengarungan (Packing and Bagging) Block diagram proses pembuatan gula rafinasi: Posted by Gula Rafinasi at 12:32 AM http://gularafinasi. Pengeringan (Drying) 9.2008 PROSES PEMISAHAN NIRA DAN AMPAS Pabrik Gula di Indonesia pada umumnya menggunakan sistem gilingan ( Mill Tandem ) sebagai berikut :     Three Roll Mill + fooding roll ( total 4 roll ) Fourth Roll Mill ( total 4 roll ) Three Roll Mill + pressure feeder ( total 5 roll ) Sixth Roll Mill ( total 6 roll ) . Masakan (Boiling) 7. Puteran (Sentrifugation) 8. Penghilangan warna (Decolourization) 5.blogspot.berikut: 1.html PROSES PEMBUATAN GULA ( SUGAR FACTORY PROCESS ) 8. Penguapan (Evaporation) 6.com/2010/09/sekilas-proses-pembuatan-gula-rafinasi.

Semua jenis sistem di atas bertujuan sama yaitu mendapatkan hasil pemerahan tebu yang semaksimal mungkin. merupakan peralatan transfer ampas hasil akhir gilingan dikirim sebagai bahan bakar boiler. Proses naik turunnya rol gilingan atas (top roll) akan mengurangi kemampuan memerah nira pada bukaan depan maupun bukaan belakang. Rol pengumpan (feeding roll) akan mengatur tebu sedemikian rupa sehingga masuk ke bukaan depan (voor opening) dengan baik. merupakan peralatan transfer ampas antar gilingan Bagasse Elevator ( BE ). Gaya reaksi ini menyebabkan rol gilingan atas (top roll) naik turun tergantung besarnya gaya. merupakan peralatan penggerak roll gilingan Intermediate Carrier ( IMC ). Selanjutnya ampas akan mengalami proses pemerasan di beberapa unit gilingan dengan bukaan depan dan bukaan belakang unit gilingan berikutnya dibuat lebih kecil sebab sebagian nira sudah terperas di gilingan di depannya. Turbin Uap ( steam turbine ). merupakan peralatan utama terjadinya proses pemerahan. Mekanisme kerja gilingan: Gilingan memerah nira dengan jalan memadatkan umpan (ampas). Komponen peralatan yang berperan antara lain : Unit Gilingan. Tetapi pada prinsipnya pemerahan utama terjadi pada tiga roll antara lain :    Rol depan (feeding roll) Rol atas (top roll) Rol belakang (bagasse roll) Aliran proses yang terjadi di bagian Gilingan telah ditunjukkan pada bagan di atas. Pada bukaan depan ampas mengalami pemerahan yang pertama. Selama ampas dipadatkan maka timbul gaya reaksi dari ampas. Untuk mengatasi hal tersebut tidak hanya menggunakan gaya berat dari rol gilingan atas saja. Macam mill tandem telah tersebut diatas. melainkan diperlukan gaya tambahan untuk menekan rol gilingan atas sehingga . Selanjutnya ampas melewati ampas plate dan masuk ke bukaan belakang (bagasse opening) dan mengalami pemerahan yang kedua.

Sebaliknya. Gaya tambahan yang dipakai merupakan suatu sistem tekanan hidrolik dari pompa hidrolik. Nira yang terperah pada gilingan II kemudian dialirkan pada penampung A bercampur dengan nira perahan gilingan I dan dipompa ke saringan DSM untuk memisahkan nira yang masih terkontaminasi ampas dan kotoran. namun jika tekanannya melebihi tekanan optimum 2600 psi – 3000 psi maka hidrolik akan pecah. Menggiling cacahan tebu. Alat bantu pada unit gilingan yaitu : Pompa hidrolik Menstabilkan gerakan rol gilingan. Pisau tebu I cenderung dipasang dengan arah yang searah dan pisau tebu II dengan arah yang berlawanan. Nira yang dihasilkan gilingan III ditampung pada penampung B dan dialirkan sebagai nira imbibisi menuju gilingan II. Pompa Pelumas Perputaran rol menyebabkan adanya gesekan yang dapat memicu terjadinya panas. Ampas tebu dari gilingan III dengan kekeringan 47% digiling oleh gilingan IV dan ditambahkan . Pada waktu gilingan bekerja diusahakan jangan sampai terjadi slip. Pada perlakuan awal dalam mencacah tebu dengan kapasitas tinggi maka diperlukan pisau tebu yang dapat dioperasikan pada kecepatan tinggi. Mekanisme proses pada stasiun gilingan Proses pengolahan tebu menjadi gula pada stasiun gilingan terbagi menjadi dua tahap yaitu : Perlakuan awal dengan memotong dan mencacah tebu. kemudian ampasnya terdorong ke celah antara roll atas dan roll belakang (bukaan belakang) melalui perantara ampas plate. Pada saringan DSM ditambahkan susu kapur yang bertujuan untuk mempertahankan kenetralan pH nira mentah.pemadatan ampas dapat sesuai dengan yang direncanakan. Ampas tebu dari gilingan I dengan kekeringan 41% melalui alat bantu transportasi yaitu intermediate carrier I dialirkan ke gilingan II yang selanjutnya digiling pada gilingan II. Proses penggilingan tebu diawali dari pengumpanan serat tebu dari main carrier ke gilingan I melalui alat bantu donally chute. Jumlah penampung nira pada stasiun ini sebanyak 4 buah. Nira hasil penyaringan selanjutnya dialirkan ke stasiun pemurnian. Ampas tebu dari gilingan II dengan kekeringan 44% digiling oleh gilingan III dan ditambahkan nira imbibisi dari gilingan IV. Bila terjadi slip maka ampas yang akan digiling bertumpuk di muka roll gilingan sehingga terjadi slip. pengeluaran ampas pada gilingan juga harus lancar sebab kemacetan pengeluaran akan mengakibatkan ampas melimpah keluar gilingan. Setelah melewati pisau tebu. hasil potongan tebu melewati unigrator untuk menumbuk tebu hingga halus sehingga mempermudah proses penggilingan. Untuk mencegah timbulnya percikan api maka digunakan mesin pendingin pada tiap rol yang dipisahkan dengan bantalan luncur. Pada top roll dilengkapi dengan alat hidrolik dengan tujuan untuk melawan rol gilingan atas pada saat ada beban dengan menambahkan tekanan. Pada gilingan I umpan masuk pada celah di antara roll depan dan roll atas (bukaan depan) setelah melewati feeding roll sebagai rol pengatur umpan. Dalam pemerahan agar lebih efisien maka perlu ditambahkan nira imbibisi dari gilingan III. Nira yang dihasilkan gilingan I disebut NPP (Nira Perahan Pertama) dan dialirkan ke penampung A. Cara kerjanya menggunakan prinsip pompa piston.

Ampas halus dihembuskan ke mud mixer dengan menggunakan blower. Nira yang dihasilkan gilingan IV ditampung pada penampung C dan dialirkan menuju gilingan III sebagai nira imbibisi. Air Imbibisi Pemberian air maupun campuran nira pada ampas yang akan masuk gilingan II. kemudian makin ke belakang makin sedikit nira yang dihasilkan. Kehilangan gula ini kemungkinan disebabkan oleh :        masih adanya gula yang tidak dapat diperah dan tertinggal di dalam ampas.80derajat celcius yang dipompa dari stasiun penguapan. Air imbibisi dingin merupakan air imbibisi yang berasal dari air sungai yang sudah dijernihkan dan bertemperatur 30 derajat Celcius. IV. adanya sudut-sudut mati pada peti nira yang mengakibatkan berkurangnya sirkulasi. ataupun quadruple compound imbibisi. dan V disebut imbibisi. yaitu imbibisi panas dan imbibisi dingin.nira imbibisi dari gilingan V. Ampas dapat dipergunakan sebagai bahan bakar ketel uap dimana uapnya digunakan untuk menggerakkan turbin gilingan. Ampas dari gilingan V dengan kekeringan 50% dibawa ke baggase silo separator melalui belt conveyor. Hasil pemerahan gilingan I merupakan yang terbanyak. triple compound. Pada tiap unit gilingan terjadi dua kali pemerahan nira. Nira yang dihasilkan gilingan V ditampung pada penampung D dan dialirkan sebagai nira imbibisi menuju gilingan IV. Karena digunakan lima unit gilingan. Ada dua sistem pemberian imbibisi. Imbibisi ganda Pemberian air imbibisi ditujukan pada lebih dari satu unit gilingan.80 derajat Celcius. banyaknya kebocoran pada talang nira. Imbibisi ganda ini ada yang berupa double compound. Air imbibisi panas merupakan air imbibisi yang dipompakan ke gilingan V dengan suhu sekitar 70 . Selama proses penggilingan tersebut masih tetap dapat terjadi kehilangan gula atau sakarosa. Pemerahan pertama dilakukan top roll (roll atas) dan voor roll (roll depan). maka diperoleh 10 kali pemerahan. Keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan air imbibisi panas pada proses penggilingan adalah : . Ampas tebu dari gilingan IV dengan kekeringan 50% digiling oleh gilingan V dan ditambahkan air imbibisi dengan temperatur 70 . Ampas akhir diharapkan mengandung kadar gula serendah mungkin karena apabila hal itu tercapai berarti proses pemerahan berjalan dengan baik. yaitu:   Imbibisi tunggal Pemberian air imbibisi dilakukan hanya pada ampas yang akan masuk pada unit gilingan terakhir. III. Dalam penggunaan air imbibisi ada dua macam air imbibisi. Nira hasil perahan gilingan I dan II dicampur pada penampung A dan campuran ini disebut nira mentah. Pemerahan kedua dilakukan top roll dan achter roll (roll belakang). tekanan hidrolik yang rendah pada tiap gilingan mantel dari rol gilingan banyak yang pecah atau rompal sehingga nira tidak bisa terperah dengan baik. aktivitas mikroorganisme Leuconostoc kurangnya air imbibisi. Tujuan pemberian imbibisi adalah untuk melarutkan kandungan gula (sukrosa) yang masih tertinggal dalam ampas secara maksimal tanpa memberatkan pada proses selanjutnya.

2008 TEBU MASUK PABRIK GULA Tahap Persiapan Bahan Pada tahap ini. . Manis. tebu ( cane ) yang akan di giling dipersiapkan. pengoperasian dan pengontrolan lebih sulit karena adanya penguapan. antara lain : 1. berarti tebu yang akan di giling harus bersih dari kotoran.14. dapat menghambat aktivitas dan membunuh mikroorganisme perusak nira. 2. tidak menyulitkan proses penggilingan karena jika temperatur tinggi dapat menyebabkan slip. Besarnya kandungan gula dipengaruhi oleh varietas.  larutan glukosa yang dapat diperah menjadi lebih banyak karena dapat lebih membuka pori-pori pada ampas. Dari segi kualitas. Sedang dari segi kuantitas. kebutuhan air panas (energi) lebih besar. berarti tebu yang akan di giling harus memiliki kandungan gula ( rendemen ) yang mencukupi. iklim dan tingkat kemasakan pada saat tebang. mikroorganisme pengganggu masih aktif. Sementara kerugian dari penggunaan air imbibisi panas adalah:    melarutkan zat-zat bergetah lilin (pektin) sehingga hasil perahan menjadi kurang bagus. Keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan air imbibisi dingin pada proses penggilingan adalah :   tidak melarutkan zat-zat pengotor nira sehingga memudahkan proses pemurnian. tebu ( cane ) yang baik adalah secara umum memenuhi 3 persyaratan. Kualitas meliputi kondisi fisik tebu. daun atau akar yang terikut pada saat tebang. Bersih. baik itu kualitas maupun kuantitasnya. Sementara kerugian dari penggunaan air imbibisi panas adalah:   proses pelarutan gula dalam ampas kurang sempurna. tingkat kebersihan dan potensi kandungan gula ( rendemen ) di dalamnya. sistem tanam. dilihat jumlahnya dengan ditimbang yang akhirnya menentukan jumlah gula yang akan dihasilkan. baik itu kotoran berupa tanah. Diposkan oleh Ratmanto di 02:48 2 komentar Link ke posting ini 8.

mulai dari SWL ( Safe Working Load ) 10 hingga 25 ton.masing menyesuaikan kapasitas giling ( Mill Capasity ) dari PAbrik Gula. Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :    Slate sebagai tempat jatuhan tebu dan menggerakkannya menuju milling machine. Karena semakin lama waktunya. OHC ( Over Head Crane ). Pada tahap ini tebu yang akan di giling dipersiapkan sehingga mempermudah proses pemisahan air tebu ( nira ) di bagian penggilingan. truck dumper. berfungsi untuk transfer tebu dari kendaraan pengangkutnya ( truck atau lori ). Sedangkan rantai yang dipakai adalah jenis rantai conveyor ( Conveyor chain ) dengan spesial attachment. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik ( variable speed electric motor ) yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan transfer yang diinginkan. Spesifikasi disesuaikan dengan mill capasity. Transfer / lifter machine.Peralatan utama ( machine ) yang digunakan pada tahap ini dalam proses produksi gula di Pabrik Gula akan diuraikan sebagai berikut. Rantai penggerak. Kapasitas masing . Cane leveller yang berfungsi mengatur ketebalan tebu pada conveyor. Segar. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan transfer yang diinginkan. Cane preparation. . Cane leveller yang berfungsi mengatur jumlah tebu yang masuk ke conveyor. Cane table. berfungsi untuk transfer dan mengatur jumlah tebu yang akan di giling. berfungsi untuk mentransfer tebu menuju mesin giling ( milling machine ). berfungsi untuk menggerakkan slate. antara lain MRC ( Mono Rail Crane ). Cane Conveyor ( Cane Carrier ). Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan putar yang diinginkan. masuk pabrik hingga di giling harus secepat mungkin. kandungan gula dalam tebu juga semakin menurun.3. Sedangkan rantai yang dipakai adalah jenis rantai conveyor ( Conveyor chain ). berarti waktu yang diperlukan dari mulai tebu ditebang. Sebagai alatnya ada beberapa jenis mesin yang digunakan di Pabrik Gula. Spesifikasi disesuaikan dengan mill capasity. Beberapa komponen pada mesin ini. cane tipler. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan putar yang diinginkan. antara lain :   Rantai penggerak yang berfungsi mentransfer tebu menuju conveyor.

Kapasitas turbin uap menyesuaikan kapasitas cane cutter. berfungsi untuk memotong tebu yang masuk masih dalam bentuk batangan. tujuannya untuk memperoleh luas permukaan pemerahan yang lebih besar sehingga air tebu ( nira ) dapat semaksimal mungkin terperah di mill station. Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :  Cane shreeder terdiri dari. Cane shreeder ( cane hammer / unigrator / heavy duty cane shreeder )berfungsi untuk mencacah potongan tebu menjadi serat potongan yang lebih kecil. Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :   Cane cutter ( pisau tebu ) terdiri dari.Cane Cutter ( cane knife ). mata pisau ( cutting edge ). tujuannya untuk memperoleh luas permukaan pemerahan yang lebih besar sehingga air tebu ( nira ) dapat semaksimal mungkin terperah di mill station. Bentuk ukuran dan jumlah disesuaikan dengan mill capasity Cane cutter driven dalam hal ini yang sering dipakai adalah steam turbine ( turbin uap ) merupakan penggerak dari cane cutter. mata pisau ( hammer tip). tangkai pisau ( disc ) dan disc holder.15 cm. tangkai pisau ( disc ) dan disc holder. Bentuk ukuran dan jumlah disesuaikan dengan mill capasity . menjadi potongan yang lebih kecil berukuran 10 .

ketersediaan. Menurut Hajek (1988). Proses penggilingan merupakan faktor terpenting dalam penentuan efisiensi proses produksi karena menunjukkan banyaknya nira dalam tebu yang terekstraksi untuk diproses menjadi gula pasir. Kondisi proses penggilingan yang efisien ditunjukkan dengan makin banyak nira yang terekstraksi maka makin banyak pula gula pasir yang diproduksi. Garis besar proses pembuatan gula mulai dari bahan baku tebu sampai menjadi gula kristal terdiri dari lima tahapan proses. Kapasitas turbin uap menyesuaikan kapasitas cane cutter. tenaga kerja. Peran utama sumber daya mesin dan peralatan yaitu membantu proses produksi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas khususnya pada proses penggilingan di pabrik gula dalam mencapai target produksi. Diposkan oleh Ratmanto di 01:34 1 komentar Link ke posting ini GULA DIOLAH BUKAN DI BUAT Dalam proses pembuatan gula membutuhkan sumber daya seperti material. terutama mesin dan peralatan pada stasiun giling. energi. informasi serta mesin dan peralatan yang terkoordinasi. Produksi gula khususnya gula pasir pada pabrik-pabrik gula di Indonesia menggunakan tanaman tebu sebagai bahan baku. dan keefektifan. yang erat hubungannya dengan parameter keandalan adalah faktor pemeliharaan/perawatan. Cane cutter driven dalam hal ini yang sering dipakai adalah steam turbine ( turbin uap ) merupakan penggerak dari cane cutter. Proses produksi sangat dipengaruhi oleh sumber daya mesin dan peralatan yang berperan vital sebagai fasilitator terselenggaranya proses pengolahan. yaitu : . Oleh karena itu keandalan dari mesin dan peralatan harus terjaga dengan baik.

Proses Kristalisasi gula di Stasiun Masakan ( Boiling Station ). Proses Pemisahan kristal gula dari tetes di Stasiun Puteran ( Cetrifuge Station ) Diposkan oleh Ratmanto di 00:49 0 komentar Link ke posting ini 8. Proses pemekatan nira encer menjadi nira jernih di Stasiun Penguapan ( Evaporation Station ). persaingan harga dengan gula import. Diposkan oleh Ratmanto di 05:35 0 komentar Link ke posting ini . para pengawal industri gula.     Proses pemerahan tebu menjadi nira di bagian / Stasiun Gilingan ( Mill Station ). KArena itu patut kiranya mulai digunakan teknologi-teknologi terbaru untuk lebih memajukannya. Jika ditelaah secara mendalam mungkin hal itu disebabkan oleh kita sendiri. gula rafinasi yang berbondongbondong membanjiri pasaran yang menyebabkan harga gula anjlok. Proses pengendapan kotoran dari nira di Stasiun Pemurnian ( Purification Station ).2008 TANTANGAN INDUSTRI GULA Pabrik Gula akhir . Oleh karena itu perlu secepatnya dicari solusinya Perlu disadari bersama. Apakah soal harga gula. Kalo diibaratkan semua disiplin ilmu bisa bermanfaat. bukan karena teknologinya melainkan hal .hal lain diluar itu.akhir ini menjadi sorotan. teknologi di Pabrik Gula sangat kompleks.06.

ide sangat saya butuhkan untuk pelengkap blog ini. ilmu. Ilmu yang disimpan rapi didalam pikiran tak ubahnya seperti buku yang usang teronggok di gudang yang dilirikpun tidak.sama berbagi ilmu demi kemajuan teknologi kita. Mari kita bersama . Aku yakin masih banyak ilmu yang bisa tertuang. kritik. Segala komentar. saran. jika bermanfaat bagi banyak orang.Posting Perdana Hallo Indonesia Hallo para engineer Indonesia Hallo para engineer Pabrik Gula di seluruh Indonesia Ilmu bisa dikatakan sempurna. ide mengenai segala hal mengenai teknologi yang sedang dan akan dipakai di proses pengolahan gula. blog ini bisa menjadi tempat dan ajang berbagi informasi. Dengan demikian bersama bisa diwujudkan cita-cita bersama Indonesia berswasembada gula dan target akhir bisa bersaing dengan pabrik gula di dunia. Saya berharap sekarang dan dikemudian hari. Terimakasih Diposkan oleh Ratmanto di 05:28 1 komentar Link ke posting ini Beranda http://favetech. bagaikan satu titik air di kubangan air di danau toba.blogspot.com/ ned Proses Produksi Gula Pasir Posted by volcano-distro | Label: Pengetahuan | 0 komentar . Sayang memang kalo dilewatkan sia-sia .

Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. sarinya dikumpulkan dan disaring. Sesudah itu. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya di gunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak kemurnian. dimasak. campuran tersebut kemudian dimurnikan dengan belerang dioksida. MESIN PENGOLAH: . dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal.Proses Produksi Gula Pasir Untuk pembuatan gula. Setelah cukup murni. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula.

Pemurnian Tujuan pemurnian adalah membuang sebanyak-banyaknya zat bukan gula dan mengusahakan agar kerusakan gula akibat perlakuan proses pabrikasi minimal. akibat dari kurang sempurnanya daya perah unit gilingan. Pemurnian dengan susu kapur dilakukan dalam peti defecator (bejana yang berfungsi untuk mencampurkan susu kapur dengan nira mentah) dengan pH 10 Penguapan Tujuan penguapan adalah untuk memekatkan nira encer sehingga diperoleh nira dengan kepekatan yang diharapkan. Penggilingan Penggilingan dimaksudkan untuk mengambil nira mentah dari batang tebu dan memisahkannya dari ampas. Di dalam badan penguapan secara seri. . maka titik didih dibuat rendah dengan tekanan hampa agar komponen nira tidak rusak. Saat penggilingan diberikan air imbibisi untuk mengurangi kehilangan gula dalam ampas. sesampai di pabrik akan ditimbang dan dipindahkan ke lori (kereta pengangkut tebu) menuju meja tebu sebagai tempat dimulainya perlakuan pendahuluan pengolahan gula kristal. Alat penggilingan disusun seri dengan jumlah alat penggilingan 4-5 unit.Penimbangan Penimbangan di sini dimaksudkan untuk mengetahui berat tebu yang akan digunakan dalam proses pembuatan gula. hal ini berkaitan dengan berapa banyak gula yang dihasilkan nantinya. persen brix nira dari badan pertama ke badan penguapan selanjutnya akan semakin meningkat. Bahan baku tebu yang diangkut dari kebun dengan truk.

Gula halus dan gula kasar akan dilebur kembali. Selanjutnya gula produk dibawa ke gudang yang memenuhi syarat untuk disimpan dan didistribusikan ke konsumen. sedangkan gula produk ditimbang dan dikemas. Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra. Pengeringan dilakukan dalam tabung getar. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) . Tanaman ini termasuk jenis rumput-rumputan. http://markerinfo. May 19. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. gula disaring untuk memisahkan antara gula halus. Andry · Labels: Serba-serbi Tebu (bahasa Inggris: sugar cane) adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Untuk pembuatan gula.blogspot.html Tentang tanaman tebu Wednesday. Gula produk ditimbang dengan timbangan curah dengan skala yang sudah diatur untuk berat bersihnya dan langsung masuk ke karung dan dijahit secara otomatis. di mana gula akan melompat-lompat sehingga mempercepat pengeringan karena seluruh kristal terkena hembusan udara panas dari pengering gula. 2010 by Mr. Pendinginan gula dikerjakan dengan menghembuskan udara dingin sampai suhu gula sama dengan suhu gudang.Pengkristalan Pengkristalan bertujuan untuk memisahkan sakarosa dari larutannya dengan cara mengkristalkan molekul-molekul sakarosa dalam pan kristalisasi dan diusahakan hasil kristalisasi yang memenuhi syarat yang dikehendaki. Fungsi dari penyaringan ini supaya didapatkan bentuk gula yang diinginkan. Pemutaran Pemutaran berfungsi untuk memisahkan kristal dengan larutannya (stroop) menggunakan proses sentrifugasi dalam saringan sehingga massa akan terlempar. Pendinginan berfungsi agar gula menjadi dingin setelah melalui proses pengeringan karena telah dilewati panas. Pengemasan Pengemasan berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap produk dari segala macam kerusakan yang terjadi baik untuk produk pangan maupun produk non pangan. Setelah dingin dan kering. gula kasar dan gula produk. Pendinginan dan Penyaringan Fungsi dari pengeringan ini adalah untuk menguapkan kadar air pada bahan sehingga memudahkan proses selanjutnya. Saat pemutaran sesekali diberikan air siraman untuk mempermudah pemisahan kristal gula dengan larutannya ).com/2010/05/proses-produksi-gula-pasir-untuk. Pengeringan. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun.

Cara membuat: diperas untuk diambil airnya Cara menggunakan: diminum. dimasak. Cara membuat: dicuci dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. 2. Sesudah itu. kemudian dikupas dan diperas untuk diambil aimya. Cara menggunakan: dibakar. Tebu cocok pada yang mempunyai ketinggian tanah 1 sampai 1300 meter di atas permukaan laut.di pabrik gula. Meredakan Jantung Berdebar Bahan: 3 genggam akar tebu hitam. Batuk Bahan: 3-5 ruas tebu hitarn.html . dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. Tebu yang tumbuh di lebih dari 200 negara. Di negera Negara Karibia tebu diolah menjadi Falernum dan dipergunakan sebagai bahan campuran cocktail. http://mr-andry. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air.blogspot. Manfaat tebu : 1. Sakit Panas Bahan: tebu hitam secukupnya. Tebu (Sacharum officinarum) adalah termasuk keluarga Graminae atau rumput-rumputan dan berkembang biak di daerah beriklim udara sedang sampai panas. 3. Cara membuat: disesap dan diminum aimya.com/2010/05/tentang-tanaman-tebu. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. India adalah terbesar kedua produsen gula sedangkan penghasil terbesarnya adalah Brasil.

serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”. proses ektrasi. kritalisasi. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. afinasi. pembersihan kotoran. penguapan. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. 15% gula dan serat residu. karbonasi. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. yang mengandung 1 hingga 2% gula. penghilangan warna. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. semuanya bercampur di dalam gula. Proses ini dinamakan . Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. dinamakan bagasse. Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu.PROSES PEMBUATAN GULA PASIR (KRISTAL) DARI TEBU Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula.

Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi.liming. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. . Sekali kristal terbentuk. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). Olah karena itu. Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. Pendidihan/ KristalisasiPada tahap akhir pengolahan. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. Evaporasi dalam ‘evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Sayangnya. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). dan hasilnya berupa cairan yang manis. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan.

Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses.Sebagai tambahan. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. Campuran hasil (‘magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”.5%. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisikondisi reaksi. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. Setelah proses ini dilakukan. Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. partikelpartikel halus. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. Selain karbonatasi. t eknik yang lain berupa fosfatasi. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi . cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna.

tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks, dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula, keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon, GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”, sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.

http://mialkhoiriyah.blogspot.com/2011/01/proses-pembuatan-gula-pasir-kristal.html

PROSES KRISTALISASI GULA
Posted on Mei 8, 2010 by Syamsul Amarudin

Very Poor

Salah satu langkah dalam proses pembuatan gula adalah kristalisasi. Proses kristalisasii merupakan salah satu pekerjaan proses agar mendapatkan bahan murni yang berupa gula kristal yang berwarna putih, berbentuk padat, sehingga gula dapat terpisah dari larutan induknya dalam bentuk kristal. Sebagai hasil dari proses kristalisasi tersebut dihasilkan suatu magma yang terdiri atas larutan induk dan kristal gula. Campuran dari larutan induk dan kristal tersebut biasanya disebut masakan atau dalam bahasa Perancis disebut “massecuite”, yang berarti massa, dan cuite berarti diproses atau dimasak. Proses kristalisasi terjadi di dalam suatu pan masak, yang proses kerjanya dilakukan pada suasana atau kondisi vakum (hampa udara). Disamping itu, proses kristalisasi dilakukan secara single efek (badan tunggal), jadi berbeda dengan kegiatan dalam pan penguapan yang dilakukan secara multiple effect (badan rangkap, > 1 badan). Proses kristalisasi dilakukan pada kondisi vakum untuk mencegah kerusakan dari nira. Bahan Dasar Proses Kristalisasi Dalam proses pembuatan gula, yang dimulai dari pemerahan tebu menghasilkan nira mentah, kemudian dengan pemurnian untuk menghilangkan kotoran dan penguapan untuk menguapkan air maka akan diperoleh nira kental. Nira kental ini adalah bahan baku utama dalam proses

kristalisasi. Dari rangkaian proses sebelumnya nira masih mengandung kotoran dan kadar air. Di proses kristalisasi ini kadar kotoran dan air yang ada dalam nira akan dihilangkan. Di nira kental masih terkandung kotoran sebesar 15 – 20 % zat terlarut, sedangkan kadar airnya 35 – 40 % (memiliki brix 60 – 65). Nira kental sebagian besar mempunyai brix sebesar 60 – 65 % dengan tujuan supaya larutan tersebut mendekati konsentrasi jenuhnya. Faktor – Faktor yang Berpengaruh Terhadap Proses Kristalisasi Pelbagai faktor yang dipandang dapat mempengaruhi proses pemasakan atau proses kristalisasi, a.l. suhu, vakum, proses penguapan sebelumya, kerataan kristal, kadungan kotoran dalam larutan, viskositas larutan dan pencampuran atau sirkulasi larutan. Langkah-langkah proses kristalisasi adalah sebagai berikut :

a. Menarik larutan dan pemekatan

Bahan dasar yang akan dikristalkan dipanaskan sampai mendekati suhu masak, selanjutnya pemekatan dimulai. Dengan demikian koefisien kejenuhannya berangsurangsur meningkat. Pada keadaan lewat jenuh akan terbentuk suatu pola kristal sukrosa. Proses kristalisasi dijaga pada suhu rendah karena molekul sukrosa akan mudah rusak pada suhu tinggi, oleh karena itu digunakan vakum. Pemekatan tidak boleh melewati daerah metastabil, karena akan terjadi inti baru berupa kristal-kristal halus. b. Membuat bibitan v Pembuatan bibit dengan cara serentak (spontan) - Larutan diuapkan sampai berada pada daerah goyah (A) - Bila akan mulai memasak larutan dialihkan ke daerah metastabil dengan menaikkan suhu. (B) - Apabila kristal yang terbentuk kurang maka larutan diarahkan ke daerah goyah lagi (C) - Bila inti kristal telah cukup maka ditarik bahan masak lagi, kemudian menurunkan vakum agar kembali ke daearah metastabil. (D) v Pembuatan bibit dengan cara kejutan (shock seeding) - Larutan gula dikentalkan sampai daerah intermediate kemudian dimasukkan gula halus. - Bila kristal telah terbentuk dan terlihat besar kristal merata maka dikembalikan lagi ke daerah metastabil. v Pembuatan bibit dengan cara pemberian inti penuh (full seeding) Pada cara ini dengan menggunakan bibit (seeding) yang sudah jadi dan dimasukkan pada daearah metastabil. Untuk bahan bibitan sistem ini bisa menggunakan fondan atau FCS (Fine Crystal Seed). b. Membesarkan Inti Kristal. Pada langkah pembesaran kristal diusahakan untuk menempelkan sebanyak mungkin molekul sukrosa pada kristal yang telah jadi dalam waktu yang singkat. c. Merapatkan Inti Kristal

Brix masakan sudah tinggi. tidak mudah menjadi gepeng dan keras. tidak terasa ngayiyat (tidak seperti berlendir tidak licin). Indonesia itu merupakan salah satu pabrik gula milik PT Perkebunan Nusantara X.com/2010/05/08/proses-kristalisasi-gula/ Libur Asyik Berkunjung PG Toelangan 06Jul2010 Posted by Cempluk at 7/06/2010 10:10:00 AM Labels: wisata Pabrik gula Tulangan. Pada dasarnya masakan boleh diakhiri dan diturunkan kedalampalung pendingin apabila : .Apabila pembesaran dirasa telah cukup dengan kristal yang kuat. Tanda-tandanya adalah masakan harus poro. . Untuk masakan D kecuali tanda-tanda tersebut. atau disingkat PG Toelangan (ejaan jaman dahulu kala) berdiri pada tahun 1850. d.risvank. biasanya terpaksa diencerkan atau di cuci.wordpress. Dan perlu dimengerti bahwa tuanya masakan bukan hanya karena hampir habis airnya. Fungsi palung pendingin adalah untuk mendinginkan masakan dan juga untuk kristalisasi lanjut. sehingga strop yang diperoleh banyak.Dalam proses awal inilah seharusnya para petani sdh mensortir kualitas tebu yang dikirim ke pabrik antara lain : bersih dari daun daun dan akar akar tebu .saya mendapatkan momen istimewa untuk bisa masuk ke dalam pabrik gula Toelangan. PG Toelangan berada di kecamatan tulangan. Jika masakan sukar diputar. kalau dilemparkan ( ke dinding pan misalnya). Akibatnya masakan lalu sukar diputar. kalau ditekan dengan jari terasa pasir. Tujuannya adalah supaya jarak antara kristal yang satu dengan yang lain berdekatan sehingga kecepatan kristalisasi tidak berkurang. artinya masakan sudah tua. kota Sidoarjo. Sumber : http://www. tetapi masakan harus banyak mengandung pasir. kemungkinan sangat besar akan rusak atau menjadi kotor. Om Pri menawarkan pada kami untuk melihat proses mulai dari bahan baku tebu yang disetor para petani sampai menjadi gula. Hari minggu yang lalu (4/7/2010). Jika tidak banyak pasirnya maka sewaktu masakan tadi berada di dalam palung pendingin (trog). Menurunkan masakan Masakan yang sudah tua akan diturunkan kedalam palung pendingin. sedang gula pasirnya menjadi berkurang.com/ http://sweetcandyind. propinsi Jawa Timur. maka selanjutnya adalah merapatkan inti kristal.Karena itu masakan sewaktu turun harus dalam keadaan tua karena banyak mengandung pasir keras.

demonstrasi petani tebu yang mengeluhkan rendahnya daya beli bahan baku dari PG Toelangan selalu ada di kantor PG Toelangan. kemudian dilakukan proses pembersihan lagi. Berdasarkan penuturan om Pri. Hampir setiap saat. Pengecekan kekristalan gula juga dilakukan oleh pegawai. Selepas memilah air tebu maka dilakukan pengadukan pada bak penampung besar. Pada proses pemerasan tebu tidak serta merta mengeluarkan air tebu murni. Proses pengolahan tebu menjadi gula pasir membutuhkan alur proses yang panjang. Bahkan bangunan pun masih asli arsitektur negeri Belanda.kokoh sekali yah buatan dari Belanda ini". Sedangkan PG Toelangan memperoleh pembayaran jasa pemrosesan dari penjualan tersebut. masih terdapat kotoran berupa tanah dan bagian tanaman tebu yang melekat. Sebaiknya petani menjadi sumber pertama yang mensortir mutu batang tebu sebelum dikirim ke pabrik. Input berupa bahan baku berasal dari para petani dan output berupa gula pasir nantinya akan diambil dan dijual oleh para investor. maka seluruh rangkaian pengolahan menjadi bermasalah pula. .. dimana pada proses ini juga dimasukkan beberapa zat kimia tak berbahaya untuk bisa menghasilkan gula pasir berkualitas. Proses secara sederhananya seperti ini : dimulai dari memasukkan bahan baku. Apabila terdapat satu proses saja yang bermasalah. Permasalahan tidak hanya proses yang berhubungan dengan mesin dan pegawai yang bekerja pada PG Toelangan. Seluruh rangkaian proses mengolah tebu menjadi gula pasir pada mesin .mesin di PG Toelangan masih menggunakan mesin buatan negeri Belanda tahun 1919.. dan membutuhkan pengawasan hati .hati oleh para pegawai yang bertugas. bahwa di PG Toelangan merupakan pabrik gula paling tradisional dari seluruh pabrik gula yang ada di Jawa Timur. bahkan demonstrasi terjadi dari para pegawai sendiri yang menuntut kenaikan gaji. sehingga proses pemilahan air tebu memerlukan beberapa tahapan proses lagi. "Hmm. gumamku.batang tidak termasuk pucuk tebu yang berwarna hijau daun karena batang ini tidak berasa manis. dan 1928. yakni tebu ke dalam mesin pembersihan dan pemotongan tebu.juga pengaruh rasa gula dan proses penghancuran batang tebu jadi terhambat. dimana pendapatan perusahaan yang diterima berasal dari pemrosesan mesin bukan berasal dari pembuatan produk. Selain akan mempengaruhi warna cairan gula. 1940. Perlu diketahui juga bahwa PG Toelangan adalah pabrik yang bergerak dalam bidang jasa.

com/2010/07/libur-asyik-berkunjung-pg-toelangan.blogspot. salah satunya di PG Toelangan ini kawan. Jadi.html .rekan pembaca budiman meluangkan waktu bersama keluarga/sahabat tuk mengunjungi PG Toelangan. http://andibagus. tak ada salahnya bila rekan .Liburan sekolah akan bernilai positif dan bermanfaat bila digunakan untuk berekreasi sembari belajar.

Potongan tebu yang sudah kecil tersebut di masukkan ke Gilingan(umumnya tersusun dalam 4 set gilingan.Proses dimulai dari gambar kanan atas (truck pengangkut tebu). peralatan yang Sejenis dengan Cane Cutter adalah Unigrator .Senin.Gilingan I potongan tebu diperas menghasilkan nira I dan ampas I b.Gilingan IV ampas III (ditambahkan air imbibisi) diperas menghasilkan nira IV dan ampas IV karena kadar gula sudah kecil. 19 Juli 2010 INDUSTRI GULA TEBU INDUSTRI GULA DARI TEBU Diagram alir proses pengolahan gula dari tebu Penjelasan proses : I. biasanya ampas ini digunakan sebagai bahan bakar boiler/ketel atau dijual ke pabrik kertas sebagai bahan baku kertas) Perjalanan nira : a. Potongan tebu dari Cane Cutter di masukan ke : a. masing-masing set terdiri dari 3 silinder baja dengan diameter ± 1 meter.Pompa : •Nira mentah dipompa ke Pan Pemanasan .Peti nira mentah: •Nira I dan nira II di campur tangki (Peti nira mentah) •Dihilangkan kotoran kasar seperti pasir (penyaring pasir) •dilakukan penimbangan untuk mengendalikan kapasitas produksi •ditampnung dalam bak nira mentah sebagai nira mentah b.Tebu Dari meja tebu dipindahkan Cane Cutter (Pemotong tebu). 3. setelah sampai di alat ini tebu dipotong dan dihancurkan menjadi potongan kecil-kecil.STASIUN PENGGILAN 1.Gilingan II ampas I diperas menghasilkan nira II dan ampas II (ampas I pada umumnya ditambahkan air imbibisi berupa air panas yang berfungsi untuk membantu pelarutan gula yang ada dalam ampas ) c. tebu dari Truck pengangkut di pindahkan ke meja tebu 2.Gilingan III ampas II (ditambahkan air imbibisi) diperas menghasilkan nira III dan ampas III d.

Rotary vacuum filter (DSM screen) Nira kotor dari door Clarifier di saring menghasilkan : a.Door Clarifier Kotoran nira yang masuk dalam door Clarifier membentuk gumpalan besar yang turun ke dasar door clarifier yang mulai terpisah dari nira bersih.STASIUN PENGUAPAN Nira bersih (dari door Clarifier dan Rotary Vacum filter) mengalami prose sebagai berikut: a.Blotong. karena perbedaan berat jenis dan gravitasi terjadi pemisahan campuran: a. defikator.Pan Penguapan dipekatkan /diuapkan airnya di Pan Penguapan (evaporator bertingkat ) yang dioperasikan pada kondisi vakum sampai nira hampir jenuh atau sering disebut nirkental. b. untuk mengendapkan kotoran-kotoran dalam nira yang dapat membentuk endapan dengan Ca++ dan CO3-2 . expander mencampur flokulan dan nira serta menyebarkannya ke door Clarifier. Proses yang dialami dapat ditampilkan sebagai berikut : 1. nira diteruskan ke Pan pemanas II untuk mendapatkan suhu yang lebih tinggi. dilanjutkan proses pemurnian. selanjut endapan / gumpalan ini (nira kotor) di teruskan ke Rotary Vacum Filter.II. door Clarifier.0-7.Expander Pada expander ini nira ditambahkan flokulan untuk memperbesar endapan kotoran yang sudah bentuk.5).Pan Pemanas I Nira mentah dari stasiun gilingan dipanaskan pada suhu 70oC. 3. untuk membantu pembentukan Kristal yang sempurna dibantu dengan pendinginan menggunakan palung pendingin IV.STASIUN PUTERAN (Centrifuge) .Sulfitator Nira dari defikator di reaksikan dengan SO2. 6. untuk mengendapkan kotoran-kotoran yang dapat mengendap dengan dalam sulfat dan sulfit.2). H2O)dimasukkan ke defikator(PH =9. di endapan padat yang kadang masih dimanfaatkan petani sebagai pupuk b. rotary vacuum filter dan lain lain. dilanjutkan ke stasiun penguapan III.Bagian yang bersih berada di bagian atas.Bagian endapan (gumpalan ) akan turun ke dasar Door Clarifier. expander. nira bersih ini langsung diteruskan ke stasiun penguapan 7. 4. b.nira bersih.Defikator Nira yang sudah dipanaskan + susu kapur (CaCO3. nira dipompa ke atas sampai ke expander 5.Pan pemanas II Nira pada Pan Pemanas II dipanaskan sampai 100-105oC.sulfitator. 2.Pan Masak Nira kental dari pan penguapan dilanjutkan ke Pan masak (kristalisator) yang juga beroprasi dan kondidisi vakum sampai terjadi kristal . SO3 dalam sulfitator(PH = 7.STASIUN PEMURNIAN Pada stasiun pemurnian nira mengalami proses melewati alat –alat seperti Pan Pemanas. nira diteruskan sulfitator.

html REMBANG. Sejumlah pekerja melakukan proses pengolahan gula.Pada bagian akhir dari pengolahan gula ini terdiri dari beberapa tahap meliputi a. Pamotan. kecap dan lain-lain) pengeringan b. 2010 Label: CHEMICAL TECHNOLOGY http://sugianto-industri. Rekotomo/pd/09 http://www. Pabrik gula yang saat ini telah menggunakan mesin dan teknologi dalam negeri sebesar 75 persen itu mampu memproduksi gula pasir sebanyak 3 ton per hari.com/peristiwa/v1255008505/produksi-gula Gula . untuk menjaga kualias gula sangat diperlukan proses pengeringan ini .blogspot. Juli 19.PRODUKSI GULA. Jateng. Kamis (8/10). FOTO ANTARA/R. setelah gula kering siap dikemas dan dipasarkan Diposkan oleh Sugianto di Senin. namun sering kali dijumpai masih digunakan gabungan keduanya. alcohol . Centrifugasi dapat diguanakan yang otomatis maupun yang manual. 8/10 . memisahkan Kristal gula dan tetes.Pengepakan.antarafoto.com/2010/07/industri-gula-tebu. Kabupaten Rembang.Centrifugasi. Kristal gula dilanjutkan ke proses berikutnya sedangkan tetes yang dihasilkan masih laku untuk dijual sebagai bahan baku MSG (mono sodium glutamate.Pengeringan. di Pabrik Gula Mini Pamotan. di Desa Bangunrejo. pada umumnya untuk pengeringan gula dari tebu ini menggunakan talang goyang c.

Daftar isi 1 Gula sebagai komoditi 2 Sejarah singkat pergulaan di Indonesia 3 Macam-macam gula o 3. bit gula. atau aren. menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun . Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat.1 Gula merah o 3. Artikel ini berhubungan dengan gula sebagai makanan dan komoditi perdagangan. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. Sumber-sumber pemanis lain. terdapat sumber-sumber gula minor lainnya. silakan lihat Gula (disambiguasi). Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Untuk pengertian lainnya. anggir.2 Gula tebu o 3. seperti kelapa. atau jagung. Meskipun demikian.3 Gula bit 4 Rujukan 5 Lihat pula 6 Pranala luar [sunting] Gula sebagai komoditi Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu. Gula sederhana. seperti umbi dahlia.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari Kristal Gula yang sudah dimurnikan. Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam).

tersisa 30 pabrik aktif. Amerika Serikat menetapkan harga gula tinggi untuk mendukung pembuatnya. dan beberapa daerah di Amerika Serikat. dan cuaca. dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun[1]. Pada tahun 1957 semua . namum bit yang membeku tidak bisa lagi diproses. Jepang utara. Sirup tersebut di produksi dari jagung (maizena). pertama di sekitar Batavia. penawaran. Peraturan pertanian di EU menetapkan kuota maksimum produksi dari setiap anggota sesuai dengan permintaan. musim penumbuhan bit berakhir pada pemanenannya di bulan September. Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia. namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. terutama di bagian timur. Eropa Barat Laut dan Timur. [sunting] Sejarah singkat pergulaan di Indonesia Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau. Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17.dari sukrosa. lalu berkembang ke arah timur. hal ini mempunyai efek samping namun. Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara. Sebagian dari gula ini adalah gula "kuota" dari industry levies. Lamanya pemanen dan pemrosesan dipengaruhi dari ketersediaan tumbuhan. dengan 93 pabrik dan prduksi 1. Pengimpor gula terbesar adalah Uni Eropa. Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an. Bit yang telah dipanen dapat disimpan untuk di proses lebih lanjut. Pemanenan dan pemrosesan berlanjut sampai Maret di beberapa kasus. Lain halnya dengan bit. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. gula bit diproduksi di tempat dengan iklim yang lebih sejuk. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan). Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an. dan Thailand. Brazil.5 juta ton. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto. negara-negara Karibia. Seusai Perang Dunia II. serta cairan batang tebu. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun. atau bersaing dengannya di pasar dunia. Subsidi-subsidi tersebut dan pajak impor yang tinggi membuat negara lain susah untuk mengekspor ke negara negara UE. banyak para konsumen beralih ke sirup jagung (pembuat minuman) atau pindah dari negara itu (pembuat permen) Pasar gula juga diserang oleh harga sirup glukosa yang murah. Dengan mengkombinasikannya dengan pemanis buatan pembuat minuman dapat memproduksi barang dengan harga yang sangat murah. dan harga. dan negara-negara Asia Timur. sisanya adalah gula "kuota c" yang dijual pada harga pasar tanpa subsidi.

aren. bit kemudian di potong potong dan gulanya kemudian di ekstraksi dengan air panas pada sebuah diffuse. serta kurangnya investor untuk pembukaan lahan tebu di luar Jawa menjadi penyebab sulitnya swasembada gula[1]. Pertama tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. sarinya dikumpulkan dan disaring. Setelah penyaringan campuran yang terbentuk lalu dididihkan hingga kandungan air yang tersisa hanya tinggal 30% saja. Gula kemudian diekstraksi dengan kristalisasi terkontrol. Gula mentah (raw sugar) adalah gula kristal yang dibuat tanpa melalui proses pemutihan dengan belerang. Gula batu adalah gula tebu yang tidak melalui tahap kristalisasi. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula. Gula kotak/blok adalah gula kristal lembut yang dipres dalam bentuk dadu. seperti kelapa. yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma. [sunting] Gula tebu Gula tebu kebanyakan dipasarkan dalam bentuk gula kristal curah.pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini. campuran tersebut kemudian diputihkan dengan belerang dioksida. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya menggunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidakkemurnian. Gula merah yang dipasarkan dalam bentuk bubuk curah disebut sebagai gula semut. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan. Untuk mendukungnya dibentuk Dewan Gula Indonesia pada tahun 2003 (berdasarkan Kepres RI no. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. dan siwalan. Pemurnian kemudian ditangani dengan menambahkan larutan kalsium oksida dan karbon dioksida. tingginya tingkat konsumsi (termasuk untuk industri minuman ringan). Warnanya agak kecoklatan karena masih mengandung molase. Setelah cukup murni. 63/2003 tentang Dewan Gula Indonesia)[3]. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. Target ini kemudian diundur terus-menerus[2]. [sunting] Macam-macam gula [sunting] Gula merah Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gula merah Gula merah atau gula Jawa biasanya diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira. [sunting] Gula bit Setelah dicuci. pabrik-pabrik gula di Jawa yang ketinggalan teknologi. Kristal gula pertama tama dipisahkan dengan mesin sentrifugal . Macetnya riset pergulaan. Pada tahun 2002 dicanangkan target Swasembada Gula 2007[2]. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan.

Stasiun Pemurnian 6. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi biaya pengolahan tebu. Stasiun Gilingan 5. Ampas yang tersisa (dimana sudah tidak bisa lagi diambil gula darinya) digunakan untuk makanan ternak dan dengan itu terbentuklah gula putih yang kemudian disaring ke dalam tingkat kualitas tertentu untuk kemudian dijual. Besar Jenis Butir (BJB). Parameter yang digunakan untuk menunjukkan mutu gula antara lain : NIlai Remisi Direduksi (NRD). Emplasement 2. Stasiun Puteran 9. Stasiun Ketel (Boiler) 3. Stasiun Penguapan 7. Kehilangan gula selama proses pengolahan baik secara chemis. Biaya penggunaan utilitas seperti uap air. termasuk pengendalian dan pengawasan prosesnya. c. Kapasitas giling yang sesuai dengan design capacity.5 KG 61. b. http://www. Warna Icumsa (IU).php?option=com_content&task=view&id=42&Itemid=1 PROSES GULA DI PABRIK GULA MINI . Stasiun Masakan 8.wikipedia. selain itu juga menghasilkan limbah yang bisa dimanfaatkan seperti blotong. makin banyak kandungan serat dalam 3. Unit Pengolah Limbah (UPL) Masing-masing stasiun atau unit ini mempunyai fungsi dan tugas tersendiri. listrik. 2.org/wiki/Gula Proses Produksi Gula Tebu adalah bahan baku utama untuk proses produksi di pabrik gula yang akan menghasilkan produk utama yaitu Gula Kristal Putih (GKP) dan tetes.pgrajawali1. Kadar Air dan Pol pada suhu 20o C.co. sehingga jumlah hari giling sesuai dengan rencana. blotong dan tetes. namun tetap merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan sehingga harus dipahami berbagai aspek operasionalnya.dan cairan yang tersisa digunakan untuk tambahan pada proses kristalisasi selanjutnya. diantaranya adalah : a. air dan udara bertekanan harus sesuai kebutuhan d. mekanis maupun kehilangan tak diketahui seperti pada ampas.75KG GULA CETAK PENGENTAL STROOP A GULA PUTIH MC APP 10% HAMPA BX>80 POL>97 eff 90% Catatan: Dari gambaran diatas terlihat bahwa rendemen ditentukan oleh kwalitas bahan olah/kwalitas tebu. http://id. abu boiler dan lain-lain. Tingkat kerusakan peralatan yang berpengaruh pada biaya pemeliharaan disamping hal tersebut juga berimbas pada proses pembuatan gula pasir Pabrik gula di lingkungan PT PG Rajawali I menggunakan sistem proses sulfitasi untuk mengolah gula. Stasiun Listrik / Sentral 4. Sedangkan faktor yang menentukan mutu gula adalah kondisi dan mutu tebu yang akan diolah. Disamping itu proses pengolahan tebu ini juga memproduksi ampas tebu. Secara umum proses produksi di pabrik gula dibagi menjadi : 1. Proses Pembuatan Gula Putih Pabrik Gula Mini Berbahan baku tebu Teknologi Masakan hampa 1 DESKRIPSI PROSES PROSES PEMBUATAN GULA TEBU Flow Proses BAGAN ALIR PROSES PGM tebu INTEGRATE ETHANOL TEBU PEMERAHAN PROSES AMPAS NIRA INPUT/OUTPUT PEMURNIAN PRODUK BLOTONG NIRA JERNIH lumayan PENGUAPAN dapat gula bisa AIR SYRUP sampai 7.Document Transcript 1. Stasiun Penyelesaian dan Pengemasan 10.6 KG 61.5 ton ditambah ethanol 1000 liter MASAKAN A AIR CUITE A KRISTALISER A PEMISAHAN SYRUP A GULA A MASAKAN D AIR CUITE D KRISTALISER D ETHANOL PEMISAHAN GAS CO2 ETHANOL PLAN TETES GULA D VINASE 2 Illustrasi neraca masa 1. .000 KG TEBU BX>20 EXTRAKSI 650 KG 350 KG NIRA KASAR AMPAS BX>20 MC > 50% PEMURNIAN 30 KG 620 KG BLOTONG NIRA JERNIH MC > 60% BX>20 PENGENTAL HAMPA 414 KG 206 KG AIR DIUAPKAN SYRUP KENTAL BX 0 BX> 60 MASAKAN & KRISTALISASI 130 KG MASSECUITE BX>90 PEMISAHAN 54.id/index. baik brix dalam batang tebu maupun varitas tebu.

ambil contoh dari tangki pengaduk ketiga dan amati apakah sudah sesuai dengan keinginan. dan bagian endapan (+/. selanjutnya tebu dihampar diatas meja tebu.Kebersihan. lapaorkan kepada supervisor atau manager apakah sudah cukup atau perlu di stel ulang. Lakukan pembersihan tiap kali selesai operasi dengan penyemprotan air bersih. Tiap selesai operasi dilakukan pembersihan peralatan module pemurnian. 5. tujuan peremahan adalah untuk memecah sel sel tebu agar kehilangan gula yang terikut diampas pada gilingan berikutnya terkendali.Pengendapan.5/5 ton tebu/jam 4 Bagasse conveyor 1 unit 5 – 10 meter 5 Raw juice tank 1 unit 600 liter 6 Static screen 1 unit 7 Raw Juice Pump 2 unit @5 m3/jam 4 Crusher mill dan three roll mill Menimbang 100 kg tebu untuk uji giling Standart / procedure operasi. 2. 1. derajat brix nira jernih dan temperature nira jernih. Pengangkutan tebu dari ladang sudah direncanakan dengan truk dengan menggunakan double atau triple wire rope. periksa kekencangan van belt dll. Secara kontinu filter pres di buka dan kainnya dilepas untuk dilakukan pencucian. batang tebu berarti makin sedikit bagian nira yang bisa diperah begitu pula makin rendah brix tebu berarti bagian padatan dalam nira makin rendah yang pada akhirnya mempengaruhi rendemen yang dihasilkan. selanjutnya nira diendapkan dalam klarifier selama tidak lebih dari 50 menit. dosing pump dan tangki pengendapan 6 Nira jernih dan Filter press.Filter press. bahan pembantu pengolahan adalah susu kapur dengan kepekatan 5 s/d 10 boume. Pengontrol automatic pH di set pada posisi netral pH 7 begitu pula semua dosing pump harus sudah di kalibrasi.8-7. tiap tiga jam bagian kotor di tap ke tangki nira Lumpur untuk di pompakan ke filter press. untuk mempercepat pengendapan perlu penambahan flokulan pada dosis 3 . 6. 5 Module Pemurnian.pH adjuster dan dosing pump.Persiapan peralatan dan bahan pembantu. Apabila telah siap hidupkan pompa nira kasar dan panaskan nira kasar sampai temperature yang di inginkan.10 s/d15 % dari volume) dialirkan ke muddy juice tank untuk selanjutnya dipompakan ke filter press. 3. Lakukan penimbangan 100 kg tebu dan giling kemudian timbang berat ampas yang ada. Biarkan mengendap sampai bagian permukaan sudah jernih.Menjalankan module pemurnian.2). Kalau terjadi masalah segera matikan mesin berurutan dari bagian yang bermasalah kedepan. selanjutnya nira dinetralkan dengan susu kapur sampai pH sedikit diatas netral (pH 6. pada static sceen ini dipisahkan serpihan serpihan dan kotoran yang terikut dinira kotor.Selesai pemurnian. Peralatan module penerimaan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Jib Crane 1 unit > 5 ton 2 Electric/manual hoist 1/2 unit 5 ton 3 Truck scale 1 unit 30 ton 4 Cane table 1 unit 20 ton Module Extraksi. Periksa peralatan pemurnian dan siapkan bahan pembantu pengolahan.Uji giling harian. larutan flokulan dengan konsentrasi . Dari meja tebu. bagian yang jernih dikeluarkan dari katup katup bagian atas dan ditampung dalam tangki nira jernih yang terletak dibagian bawah tangki pemurnian. Pada akhir proses secara manual sisa nira di masing masing peralatan dikeluarkan melalui katup bawah untuk proses manual/ tidak dibuang. untuk diuapkan sampai dicapai kepekatan antara 55-60 Brix. tebu yang telah diremahkan diterima diatas inclined chute untuk diumpankan kegilingan no 1. tangki reaksi . filtrat dialirkan ke clear juice tank sedangkan cake (blotong) ditampung ditempat penampungan blotong. 4. biarkan nira mengalir dari tangki pengaduk pertama kedua dan ketiga. asam phosphate dengan perbandingan 1 : 14 satuan volume. Kebersihan di module pemurnian harus selalu dijaga untuk mengurangi effect bakteriosis (kerusakan gula akibat activitas jasad renik). selanjutnya diturunkan kedalam syrup vacuum tank untuk selanjutnya dialirkan ke tangki pengumpan syrup melalui montejus tank. Peralatan module pemurnian No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Reaksi tank c/w reagen tank 3 unit @ 200 liter 2 Juice heater ½ unit @ 10 m2 HS 3 Continous Settling tank ½ unit 4 Clear Juice Tank ½ unit @ 2. Nira kotor tersaring ditampung ditangki nira kotor tersaring selanjutnya dipompakan ke juice heater untuk dipanaskan sampai app 75 celsius. periksa semua kekencangan mur pengikat roll.Pencatatan. apabila telah dicapai kepekatan yang cukup yang disebut syrup. tebu di umpankan secara manual keatas horizontal conveyor untuk di remahkan dengan crusher mill.Kebersihan. 8. 3. Periksa minyak pelumas pada oil pot. sehingga untuk menurunkan dan menimbang tebu dapat dilakukan dua atau tiga kali angkat dengan menggunakan Jib Crane lengkap dengan Electric Hoist dan ditimbang dengan Digital Scale dengan ketelitian 10 kg. 3 Module Penerimaan Tebu. Peralatan module Extraksi No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Horizontal conveyor 1 unit 8/10 meter 2 Crusher mill 1 unit 5 ton tebu/jam 3 Three Roll Mill 2/3 unit @ 2. dan selanjutnya dengan melalui intermediate conveyor di masukkan ke gilingan no 2 (dan no 3 disertai dengan penambahan air imbibisi atau tidak). 7. kemudian buka katup nira jernih agar mengalir ke tangki nira jernih melalui saringan mesh no 200. 4. 025%.Menghidupkan dan mematikan. Nira kotor yang keluar dari gilingan ditampung dalam tangki/palung nira kotor dan dengan pompa open impeler dipompakan ke module pemurnian setelah melewati static sceen. 5. Standart/procedure operasi. 5. 1. 6.Trouble. 2.Pemeriksaan sebelum operasi.20 ppm. selanjutnya dimasukkan ke dalam tangki reaksi untuk pemberian larutan asam phosphat sampai pH app 5 diikuti pengadukan agar pencampuran merata. 7 Module Penguapan Selanjutnya Nira Jernih dimasukkan kedalam pesawat penguap hampa yang dioperasikan dengan kehampaan 40-50 cm kolom air raksa. 8.4. Urutan menghidupkan module pemerahan dari paling belakang kedepan sedangkan untuk mematikan dari depan kebelakang.500 liter 5 Muddy juice tank ½ unit 700 liter 6 Mud pump 1 unit 700 liter 7 Filter press 2 unit 8 Static screen mesh 200 1 unit 1 m2 Juice heater. periksa semua mulit roll barangkali ada benda asing. 7. ampas yang keluar dari gilingan diterima conveyor ampas untuk ditranfer ke lapangan ampas sebelum digunakan untuk bahan bakar boiler. dan harus di ingat probe/sensor pH setelah dibersihkan harus terendam air (artinya tangki pengaduk no 2 setelah di bersihkan diisi air bersih sampai sensor pH tercelup air). Peralatan module Penguapan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pesawat penguap hampa 1-2-3 unit @ 30/35 m2 HS 2 Tangki syrup hampa 1 unit 200400 liter 3 Syrup pump 1 unit 1000 liter Syrup hasil penguapan selanjutnya diproses sesuai dengan produk akhir . Dari nira jernih yang dihasilkan dilakukan pencatatan tiap jam meliputi pH nira jernih.

sampai dicapai kekentalan app 90-93 Brix. Tersedia alat keselamatan kerja meliputi system penangkal petir. Massecuite/Gula kental yang dihasilkan pada proses pengentalan dicampur dalam mixer/filler untuk proses homogenisasi dalam keadaan panas sambil memberi kesempatan menurunkan fraksi air. dapat dijual langsung sebagai gula pekat apabila diturunkan pada brix 67. Guna mendukung proses tersebut diperlukan module pendukung antara lain: Boiler. ikuti kondisi kevacuuman. No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Boiler 1 unit 3. Proses masakan merupakan bagian dari proses yang relative sulit dan tidak ada batasan yang pasti. kevacuuman dan hasil penguapan. Tersedia fasilitas perkantoran yang memadai lengkap dengan sistem komunikasi. apabila brix sudah 8 dicapai tutup kran uap. Workshop Equipment. 10. Laboratorium Equipment. Pesawat penguap hampa Standart/procedure operasi. misalnya kapan bibit gula harus dimasukkan. massecuite A selanjutnya diumpankan kedalam sentrifugal separator untuk dipisahkan bagian kristal gulanya dengan bagian cairannya. pemadam kebakaran. alat bantu meliputi boume hydrometer atau refractometer dll. Barometric condenser dan spray pond. Peralatan module masakan dan pencetakan.Memindahkan syrup dari tangki vacuum. helmet dll. pengentalan dilakukan tanpa penambahan seeding (bibit gula). Selanjutnya harap diikuti apa yang dilakukan intruktur masakan waktu melakukan tugasnya untuk dicatat dan diingat. periksa tekanan ketel apa sudah siap. penguapan. Massecuite A yang dihasilkan pesawat masakan diturunkan dan ditampung dalam palung kristaliser A. Tangki syrup hampa Statiun Masakan (Proses gula Putih combinasi gula merah) Selanjutnya syrup pekat dimasukkan kedalam pesawat masakan “Gula A” untuk diuapkan lebih lanjut sampai terbentuk massecuite A. sehingga masakan adalah seni membuat gula. pesawat las listrik.Pembersihan. safety glass. dengan demikian gula yang dihasilkan mempunyai ketahanan simpan yang cukup baik.500 liter 3 Cooling pan 1 unit 1.000 liter/ lebih Masakan hampa 9 Standart/procedure operasi. 2. utamanya kondisi kevacuuman harus sudah dicapai untuk operasi Diatas 40 cm kolam air raksa (untuk operasi double effect badan 1 dengan vacuum 20 cm kolom air raksa badan 2 dengan vacuum 50-55 cm kolom air raksa).000 liter/ lebih 3 Molasse A Feeder Tank 1 unit 1.Operasi single effect. Setiap selesai operasi pesawat penguap harus dibersihkan dengan mengisi air kedalamnya dan dipanasi dengan sisa uap yang ada kemudian keluarkan. Peralatan bengkel sederhana minimal untuk kerja bangku. gula A yang dihasilkan selanjutnya diturunkan ke talang goyang untuk menghilangkan sisa uap air agar tidak terjadi caking waktu penyimpanan. syrup dihisap kedalam pesawat masakan/pengentalan untuk diuapkan dengan kondidi kehampaan app 60 cm kolom air raksa.500 liter 11 Module utility/bantu.9. Safety equipment. semua tahapan operasi penguapan dicatat dalam buku penguapan meliputi start penguapan. massa yang kental ini lazimnya disebut massecuite. 3.dan apabila diinginkan gula mawur/gula semut hasil dari masakan dituangkan kedalam cooling pan. sedangkan cairan yang keluar disebut Molase A ditransfer ke Molase A Feeder Tank untuk proses lanjut apakah dijadikan gula kristal lagi atau dijadikan gula cetak tergantung dari kondisi bahan olah yang diproses. Buka katup nira masuk dan katup uap untuk memulai proses penguapan.Persiapan. hoisting crane dll yang dipenuhi dari PLN dan dibackup dengan emergensi genset. Buka kran udara agar tekanan sama dengan tekanan udara luar kemudian jalankan pompa syrup. Daya listrik diperlukan untuk mendukung sistem pompa. safety belt dan safety cloth. Minimal disediakan alat alat lab. penggerak penggerak conveyor. Peralatan statiun Masakan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pesawat Masakan 1/2/3 unit @ 20/24 M2 HS 2 Syrup feeder tank 1 unit 1. Peralatan statiun Pemisahan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Kristaliser A 1 unit 1. computer dll. 12. brix weigher. yaitu larutan gula jenuh dan pekat yang berisi butiran butiran gula. 12 Pompa air condenser dan pompa vacuum Kelistrikan.net/ss170952/proses-gula-di-pabrik-gula-mini . oxy acetilene aparat. bagaimana methode pemasukannya. polarimeter. kristal gula A yang menempel didinding separator dicuci dengan aliran air hangat dan dikeringkan dengan pemanas listrik untuk menurunkan kadar airnya.slideshare. pemisahan gula. tabung reaksi. timbangan analisa. Statiun Pemisahan. ph meter. 11. Pesawat penghasil uap yang digunakan untuk seluruh proses utamanya proses pemurnian. 13. 1. standart tool dll.5 ton/jam 2 Water jet condenser 4 unit 3 Diesel genset 2 unit @ 150 Kw 4 Lab equipment 1 lot 5 Office equipment 1 lot 6 Workshop equipment 1 lot 7 Safety equipment 1 lot 13 http://www. Office equipment.000 liter 2 Molasse A tank 1 unit 500 liter 3 Final Molasse Tank 1 unit 10. Ketel pipa air tekanan rendah Barometric Condenser dan tower Pesawat pengembun uap yang dihasilkan pada proses penguapan dan masakan sekaligus sebagai pompa vacuum untuk membuat dan mempertahankan tingkat kehampaan yang diperlukan selama proses. barometric condenser diletakkan diatas tower setinggi 12 meter. waktu penguapan. Dari mesin mixing selanjutnya dilakukan pencetakan sesuai dengan bentuk dan ukuran berat yang diinginkan. 4. masakan. yang dilengkapi dengan slow moving agitator agar kristal gula yang terbentuk tidak mengendap dan mengeras yang akan menyulitkan proses pemisahan. No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pan masakan hampa 1 unit @ 24 m2 HS 2 Mixer/ filler 1 unit 1.Memasukan nira dan uap.000 liter 4 Sentrifugal Separator A 1 unit Kristaliser 10 Separator vertical dan horizontal Talang goyang Module Pengentalan dan Pencetakan (Untuk Produk Gula Merah) Dari tangki pengumpan syrup A. Persiapan meliputi persiapan alat utama dan alat bantu. Dengan asumsi jumlah air yang diuapkan 2/3 bagian maka dapat diperkirakan apakah tujuan penguapan sudah dicapai. pembersihan dll. biasanya awalnya selalu diikuti dengan turunnya vacuum . buka kran keseimbangan vacuum dan selanjutnya buka kran pengeluaran syrup. yang diinginkan. sehingga akan didapatkan gula cetak dengan kadar air yang rendah. kapan dilakukan manipulasi air dll. 5.

. Secara bertahap pabrik dikembangkan dan dimodernisasi sejalan dengan kemajuan yang dialami Perusahaan.000 ton.619 ton.[«] Proses pengolahan tebu menjadi gula . tepatnya berada di Kabupaten Lampung Tengah. Merupakan industri gula patungan antara perusahaan swasta asing dan swasta nasional yang berstatus PMA. semula pabrik gula ini merupakan pabrik yang sederhana dengan kapasitas giling awal 4... SEJARAH SINGKAT Pabrik Gula Gunung Madu terletak diujung selatan Pulau Sumatera. kemampuan giling sudah mencapai 14. Pada musim giling ke 31 ditahun 2008..248 ton dengan jumlah tebu digiling 2. alami.000 TCD dan memproduksi gula putih sebesar 218. Dengan Pabrik yang modern untuk menghasilkan gula yang lebih manis. Ltd (Hongkong). Propinsi Lampung. Pada awal pendiriannya.374.. Didirikan sejak tahun 1975 dan melaksanakan musim giling yang pertama pada tahun 1978 dengan produksi gula 18. 90 km ke arah utara dari Ibukota Propinsi Lampung (Bandar Lampung).000 TCD (Ton Cane Per Day). beraroma dan halal . yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kuok Investment.

jenis tebang. meninggalkan pabrik melewati jembatan timbang keluar untuk pengambilan data berat kendaraan kosong. . melewati jembatan timbang dengan sistem komputerisasi untuk pengambilan data berat kotor. Selanjutnya. lokasi. truk bak dan truk loss bak (tebu ikat).Timbangan tebu PENGIRIMAN DAN PENIMBANGAN TEBU Tebu dari kebun dikirim ke pabrik menggunakan beberapa model angkutan : trailer (tebu urai). truk dan trailer yang telah dibongkar. nomor petak. nama pelaksana tebang dan jam ditebang (kesegaran).

Ruang pusat kendali unit preparasi dan ekstraksi PENGENDALIAN OPERASIONAL PERALATAN PABRIK Pengendalian peralatan pabrik pada masing-masing stasiun melalui ruang pusat kendali yang ditempatkan pada posisi paling leluasa bagi operator untuk memonitor aktivitas dan berhubungan dengan petugas jaga peralatan di lapangan. . Pada bagian tertentu yang tidak memungkinkan bagi operator melihat langsung secara visual. dilengkapi dengan kamera CCTV dari pusat ruang kendali. Sistem pengendalian menggunakan programmable logic control (PLC) dipadukan dengan supervisory system sebagai piranti kendali dan informasi data trending.

tahun 2001 dipasang 1 unit cane feeder table yang dilengkapi dengan hydraulic cane lifter yang dapat melayani tebu yang diangkut dengan trailer dan hydraulic truck tippler untuk melayani truk bak ataupun truk loss bak. selanjutnya Hydraulic cane grab pada gantry crane bekerja menumpuk dan mengumpan pada cross cane carrier. tebu yang diangkut menggunakan trailer dibongkar menggunakan side unloader yang terpasang pada 2 unit gantry crane. Wheel loader disamping digunakan untuk membongkar dan menumpuk tebu loss bak di pelataran juga dipergunakan sebagai sarana pengumpan dan perata pada main cane carrier. Untuk meningkatkan kapasitas umpan langsung pada main cane carrier .Pelataran tebu dan peralatan penanganan tebu PENANGANAN TEBU Berbagai peralatan bongkar (unloading) tebu dipasang menyesuaikan dengan model angkutan yang ada. .

.Pengisian dan preparasi tebu PREPARASI TEBU Sebelum tebu diperah pada unit gilingan. terlebih dahulu dilakukan preparasi untuk membuka sel-sel tebu. cane cutter).92%. cane cutter). dan selanjutnya menggunakan unit heavy duty shredder hammer tebu dihancurkan. Tingkat open cell yang dicapai pada unit preparasi ini 90. elevating cane carrier menuju unit pemotong tebu kedua (2nd. tebu diumpankan kedalam 1st. kemudian dengan 2nd. cross carrier #2 dan Feeder table diangkut menuju unit mesin pemotong pertama (1st. main cane carrier dari cross carrier #1.

Tingkat ekstraksi sukrosa dari unit gilingan ini pada kisaran 95 . .96%. Nira mentah dari gilingan dipompa menuju stasiun pemurnian setelah terlebih dahulu melewati sebuah magnetic flow meter untuk memonitor dan merekam laju alirannya dalam satuan m3/jam. kemudian ampas tebu yang disebut bagasse menuju stasiun pembangkit uap untuk digunakan sebagai bahan bakar pada ketel uap (Boiler). masingmasing unit gilingan digerakkan dengan tenaga turbin uap.Stasiun gilingan EKSTRAKSI NIRA Enam unit gilingan jenis 4-roller disusun secara seri digunakan sebagai unit ekstraksi nira.

.Boiler dan pembangkit tenaga listrik BOILER DAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK 3 unit boiler dengan kapasitas terpasang masing-masing : No. maintenance peralatan di pabrik dan pompa irigasi pertanian. Energi potensial uap yang dibangkitkan digunakan untuk menggerakkan 3 buah back pressure turbo-alternator yang masing masing mampu membangkitkan tenaga listrik sebesar 5MW. juga digunakan untuk menggerakkan turbin uap penggerak unit preparasi (cane cutter dan shredder) dan unit ekstraksi (gilingan). perkantoran.1 = 120 ton/jam.2 = 80 ton/jam.3 = 120 ton/jam dengan tekanan kerja masing masing 20kg/cm2G. dan No. Pada masa tidak giling (off-season) 1 unit boiler tetap beroperasi dan memanfaatkan bahan bakar (ampas tebu) kelebihan dari masa giling untuk melayani kebutuhan uap penggerak turbine generator dalam memenuhi kebutuhan listrik perumahan divisi I s/d divisi VI. No.

gas belerang dan flokulan).Clarifier dan Vacuum filter PEMURNIAN Pemisahan kotoran dilakukan dalam bejana pengendap single tray SRI clarifier ( yang telah dimodifikasi menjadi perforated clarifier ) yang merupakan rangkaian tahapan pengaturan suhu. Endapan kotoran dari clarifier dicampur dengan bagacillo kemudian ditapis menggunakan 6 buah vacuum filter menghasilkan limbah padat berupa blotong (filter cake) yang kemudian dikirim kembali ke kebun sebagai pupuk organik.100 derajat NTU. Tingkat kekeruhan (turbidity) nira yang dicapai pada level 70 . waktu dan penambahan bahan pembantu (susu kapur. . pH.

Evaporator dibersihkan secara periodik setiap dua minggu sekali dengan cara kimiawi selama 12 jam. Bejana (evaporator) disusun dengan sistem quintuple effect yang terdiri dari sembilan buah bejana jenis Roberts.Evaporator PENGUAPAN (EVAPORATION) Proses pengentalan nira jernih dilaksanakan dengan bejana penguap (evaporator). pan kristalisasi "A" dan bejana pemanas nira tersulfitir. Uap dari badan dua digunakan untuk media pemanas pada pan kristalisasi "C". Brix nira kental dijada pada level 52-55%. Uap dari badan pertama digunakan sebagai media pemanas badan kedua. Guna meminimalisasikan kebutuhan uap. stasiun evaporator dirancang dengan konsep maximum vapour bleed. .

gula leburan.Vacuum Pans KRISTALISASI Kristal gula dibuat dalam Vacuum Pans melalui proses pembesaran kristal hingga mencapai ukuran yang dikehendaki dengan cara memasukkan nira kental (syrup). molasses kedalam pans pada kondisi temperatus dan vacuum yang terkendali. Bahan masakan "C" massecuite berasal dari "B" molasses dan bibitnya menggunakan "A" molasses. sedangkan untuk "C" massecuite dikerjakan dengan continous pan. Hasil resultan dari kristalisasi adalah berupa massecuite (campuran kristal gula dengan molasses). Tingkatan masak (kristalisasi) dilaksanakan dengan sistem ABC. Bahan masakan "B" massecuite berasal dari "A" molasses dan nira kental. . leburan gula "B" dan "C" sebagai bahan masakan "A" massecuite. Nira kental. Kristalisasi untuk "A" dan "B" Massecuite dikerjakan dengan menggunakan batch pan yang dilengkapi dengan pengaduk.

Kristal gula dipisahkan dari molasses menggunakan sebuah basket berlubang yang diputar sampai pada kecepatan tertentu sehingga molasses terlepas dari kristal gula akibat gaya sentrifugal (centrifugals machine). pemisahan "C" massecuite menggunakan continuous centrifugals menghasilkan gula "C" dan final molasses. massecuite dari vacuum pans kristalisasi dituangkan kedalam strike receiver sambil melanjutkan pertumbuhannya. Pemisahan "A" massecuite menggunakan batch centrifugals menghasilkan kristal gula SHS (produk) dan "A" moolasses. Pemisahan "B" massecuite menggunakan continuous centrifugals menghasilkan gula "B" dan "B" molasses.Batch centrifugal dan Continuous centrifugal PEMISAHAN KRISTAL GULA DAN MOLASSES Bila satu siklus proses masak pembesaran kristal telah selesai. .

Pengemasan PENANGANAN DAN PENGEMASAN PRODUK Setelah proses pemisahan kristal gula produk (SHS) dikondisikan melalui sebuah unit fluidized bed vibrating cooler dengan maksud untuk menurunkan tingkat kelembaban serta meningkatkan kualitas penyimpanan. Untuk menjamin keakuratan berat kristal dalam kemasan. kemudian dilakukan pemilahan ukuran butiran menggunakan vibrating screen. Kristal gula kemudian ditampung dalam sugar bin untuk selanjutnya dilakukan penimbangan dan pengemasan. . mekanisme kerja mesin timbangan dan pengemasan bekerja secara integral yang dikendalikan secara otomatis. Sensor pengirim sinyal bobot pada timbangan digunakan jenis load cell. Setiap informasi penyimpangan terekam dan secara otomatis sistem memberi peringatan.

Sertifikasi jaminan mutu

STANDARISASI KUALITAS DAN KEAMANAN PRODUK Guna menjamin kualitas, keamanan dan kehalalan produk baik gula maupun final molasses, telah diterapkan secara konsisten Quality & Management System yang mengacu pada standarc HACCP (SNI 01-4582-1998) dan GMP STANDARD B2, telah mendapatkan sertifikasi dari PDV the Netherland (Certifiate No. GMP'B2 0016), HACCP (Certificate No. PSC 00015) dan sertifikat HALAL dari MUI (Halal No.:02100005008608). Kembali keatas

http://www.gunungmadu.co.id/index.php?modul=artikel&id=utama&kodebrt=pabrik&colvis=false Lampung

PROPOSAL
EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA NAMA : ABDUL RAHMAN NIM : 41609010020

UNIVERSITAS MERCUBUANA JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI TAHUN 2009/2010
JUDUL PENELITIAN : 1. SISTEM PENANGANAN LIMBAH GAS PABRIK KARET REMAH’ 2. EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA 3. PEMANFAATAN SELLULOSA BAGAS UNTUK PRODUKSI ETHANOL MELALUI SAKARIFIKASI DAN FERMENTASI SERENTAK DENGAN ENZIM XYLANASE 4. MANAGEMENT OF LANDFILL LEACHATE 5. ANALISIS KINERJA PENGOLAHAN AIR LIMBAH PAVILYUN KARTIKA RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA

1. MODIFIKASI KIMIA DARI KITOSAN DAN APLIKASI PRODUK YANG DIHASILKAN 1. DAMPAK PEMBANGUNAN TERMINAL KARGO TERHADAP SISTEM TRANSPORTASI ANGKUTAN BARANG INDUSTRI BESAR DI KOTA KUDUS 1. PENGARUH SARI KERING LIMBAH PABRIK KULIT ATAS POPULASI MIKROBIA DAN SUSUNAN PADA BERBAGAI JENIS TANAH 1. PENINGKATAN EFEKTIVITAS PENGOLAHAN AIR LIMBAH PROSES PEMUTIHAN PULP DENGAN REAKTOR UP-FLOW ANAEROBIC SLUDGE BLANKET (UAS-B) DAN LUMPUR AKTIF TERMOBILISASI 1. TEKNOLOGI MINERAL DAN BATU BARA I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Motivasi studi ini berkaitan dengan maraknya isu mengenai pro-kontra impor produk pertanian khususnya gula. Isu tersebut merebak karena dihadapkan kepada kekuatan pihak produsen gula domestik, khususnya petani tebu, akan terancam kelangsungan produksi gula dalam negeri. Kekuatan produsen gula domestik dapat dipahami karena harga pasar gula impor lebih rendah dari harga gula produksi domestik. Produksi gula nasional semakin menurun selama beberapa tahun terakhir. Produksi gula nasional pernah meningkat relatif cepat dalam periode 1980-an, akan tetapi lambat sekali dalam periode awal 1990-an, dan setelah tahun 1994 produksi gula nasional terus menurun. Peningkatan produksi gula adalah disebabkan oleh perluasan areal tanaman tebu, bukan disebabkan oleh peningkatan produktivitas (Sekretariat Dewan Gula, 2001). Menurut Statistik Impor, Badan Pusat Statistik 2000, pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. Kondisi ini dapat menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah besar. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan gula di dalam negeri. 1.2 Identifikasi Masalah Para petani tebu hanya memiliki dua pilihan, jika krisis industri gula tidak tertangani. Petani akan membongkar kebun tebu dan beralih ke tanaman lain atau mereka akan membiarkan tanaman tebu yang ada tanpa perawatan, sehingga hasilnya minim. Apabila langkah ini dilakukan, maka

2. masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Alokasi input mana dalam pengelolaan pabrik gula yang sudah dan belum efisien ? 3. 1.3 Perumusan Masalah Efisiensi merupakan salah satu indikator kinerja unit kegiatan ekonomi dalam industri gula agar dapat bersaing dengan gula impor. Pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi mana yang efisien ? 1.pasokan tebu ke pabrik gula akan anjlok yang mengakibatkan pabrik gula dapat ditutup. Hal ini terjadi karena masuknya gula impor sehingga gula dalam negeri tidak dapat bersaing (Harian Kompas.4 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Situasi demikian akan membawa industri gula pada situasi krisis karena pabrik gula mengalami kesulitan pasokan tebu. 2. Apakah industri gula di Indonesia. . Kesulitan memperoleh lahan. Mengidentifikasi alokasi input yang sudah dan belum efisien dan cara mengatasinya dalam pengelolaan pabrik gula di Indonesia. 14 September 2002). khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. sudah efisien ? 2. yaitu : 1.5 Batasan Masalah Terdapat lima kriteria pokok yang dapat dijadikan pedoman awal untuk menentukan tidak efisiennya suatu pabrik gula. Sebanyak 44 pabrik gula di Indonesia terancam bangkrut. 10 September 2002). Untuk maksud tersebut. Gula impor legal dan ilegal yang masuk ke pasar telah menekan harga gula produksi dalam negeri. Mengukur efisiensi relatif pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi di Indonesia. Pemicu rendahnya suplai bahan baku ini karena petani tertarik menanam tebu akibat merosotnya nilai ekonomisnya (Harian Kompas. Pengembangan lahan tebu mengarah ke lahan kering sehingga biaya angkut tebu meningkat. 1.

dan (4) liberalisasi perdagangan. NIM c) Nama dan Tempat Perguruan Tinggi d) Tahun 2) Lembar Pendahuluan. Berdasarkan lima kriteria pokok tersebut terdapat indikasi bahwa efisiensi pabrik gula Indonesia masih rendah khususnya pabrik gula milik BUMN yang dapat disebabkan karena biaya produksi gula belum efisien (Sekretariat Dewan Gula Indonesia.000 kwintal per tahun. 5. Gondang Baru. sehingga harga pokok per unit hasil masih mahal. Sehubungan dengan itu. Kapasitas giling masih banyak yang dibawah 2000 ton tebu per hari. memuat: . perlu diketahui apakah industri gula domestik di masa mendatang masih dapat diharapkan untuk dipertahankan eksistensinya.6 Sistematika Penulisan Untuk mendukung terhadap penyusunan proposal yang baik. (3) impor gula. (2) produksi tebu. 1. terdapat aspek-aspek yang erat kaitannya dengan biaya produksi gula yaitu : (1) produksi gula. Rejoagung Baru. Jumlah produksi gula kurang dari 250. 4.3. maka Makalah hendaknya disesuaikan dengan sistematika sebagai berikut : 1) Lembar Judul . Setelah mengemukakan kriteria pokok efisiensi pabrik gula sebagaimana diuraikan di atas. 1997). Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. khususnya industri gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu pabrik gula Tasik Madu. Mutu bahan baku belum optimal sehingga biaya produksi pabrik gula tidak efisien. memuat: a) Judul Makalah b) Nama.

ton) b. dari US International Trade Commission Office of Economics III. Jumlah bahan bakar (X2.1 (Harian Kompas.J. 14 September 2002).3 P3GI 2. TINJAUAN PUSTAKA 2. 1000Rp) c.1 Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan dalam kajian efesiensi relatif antar pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu: 1. Komponen Input a. kg) d. 10 September 2002).4 Ferrantino.2 (Harian Kompas. Biaya bahan bakar (CX2. Biaya tebu giling ( CX1. 1000Rp) . 2. 2. Jumlah tebu giling (X1. memuat: a) Variabel penelitian b) Metode Analisis Data 5) Daftar Pustaka II.a) Latar Belakang b) Identifikasi Masalah c) Perumusan Masalah d) Tujuan dan manfaat penelitian e) Batasan Masalah 3) Lembar Tinjauan Pustaka 4) Metodologi Penelitian. M. METODOLOGI PENELITIAN 3.

Produksi Tetes (Q2. 1000Rp) 2. 1000Rp) h. dan setiap input dan outputnya memiliki biaya per unit serta harga jual per unit. Sebagai gambaran jika suatu UKE merupakan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan (profit-maximizing firm). melainkan sebagai penentu untuk memaksimumkan efisiensi dari suatu UKE. karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan kombinasi output yang berbeda pula. Jumlah Tenaga kerja (X3. Biaya tenaga kerja (CX3. 1000Rp) 3. efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya (total weight output/total weighted input). dimana penggabungan input dan output tersebut tidak mungkin dilakukan. Bobot tersebut memiliki sifat : (1) tidak bernilai negatif. dan (2) bersifat universal. ton) d. artinya setiap UKE dalam sampel harus dapat menggunakan seperanagkat bobot yang sama untuk mengevaluasi rasionya (total weighted output / total weighted input ≤ 1). orang) f. Penerimaan tetes (TRQ2. Biaya Penyusutan (Z2. Setiap unit kegiatan ekonomi (UKE) yaitu setiap pabrik gula diukur efisiensi relatifnya. Dalam DEA. DEA berasumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimalkan rasio efisiensinya (maximum total weighted output/total weighted input). ton) b. Untuk mengukur efisiensi industri digunakan alat analisis DEA. Komponen Output a. efisiensi relatif suatu UKE adalah efisiensi suatu UKE dibanding dengan UKE lain dalam sample (sekelompok UKE yang saling diperbandingkan) yang menggunakan jenis input dan output yang sama.2 Metode Analisis Data Metode Analisis Penelitian ini menggunakan alat analisis DEA (Data Envelopment Analysis). Inti dari DEA adalah menentukan bobot (weights) atau timbangan untuk setiap input dan output UKE. maka setiap UKE akan memiliki seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu unit kegiatan ekonomi (yang selanjutnya disingkat UKE) yang menggunakan banyak input dan banyak output. maka perusahaan . 1000Rp) c. Produksi Gula (Q1. Secara umum UKE akan menetapkan bobot yang tinggi untuk input yang penggunaannya sedikit dan untuk output yang dapat diproduksi dengan banyak. Penerimaan gula (TRQ1.e. Bobot-bobot tersebut bukan merupakan nilai ekonomis dari input dan outputnya. Data Envelopment Analysis (DEA) dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial dan regresi berganda. 1000Rp) g. Biaya Management (Z1.

Inti dari DEA adalah menentukan bobot yang memiliki sifat: a. DEA dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial maupun regresi berganda. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. Nilai Manajerial DEA 1. maka setiap UKE akan memilih seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. Bersifat Universal Metode DEA memiliki asumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimumkan rasio efisiensinya. 2. Karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan output yang berbeda pula. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. Dalam DEA efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya. DEA menunjukkan sejumlah UKE . Konsep Dasar Data Envelopment Analysis (DEA) Data Envelopment Analysis (DEA) adalah pengembangan programasi linier yang didasarkan pada teknik pengukuran kinerja relatif dari sekelompok unit input dan output. Efisiensi silang UKE A terhadap KE B merupakan rasio dari output tertimbang dibagi input tertimbang yang dihitung dengan enggunakan tingkat input dan output UKE A dan bobot input dan output UKE B. Analisis fisiensi silang dapat membantu seorang manajer untuk mengenali UKE yang efisien tetapi menggunakan kombinasi input dan menghasilkan kombinasi output yang sangat berbeda dengan UKE yang lain (PAU-SE UGM. Jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi < 100%). Tidak bernilai negatif b.tersebut akan berusaha menggunakan sedikit mungkin input yang biaya per unitnya termahal dan berusaha memproduksi sebanyak mungkin output yang harga jualnya tertinggi. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) yang menggunakan banyak input maupun output. 2000).

L. Dewa. K. 1986.yang memiliki efisiensi sempurna (100%). 4. 3. Prabowo. Chand. Jurnal Agro Ekonomi 1 : 28-49. Christensen.S. Kaul. and J.R. Journal of Political Economics. 1996. “Economic of Scale in U. 68:162-164. Bobot input dan output yang dihasilkan oleh DEA tidak dapat diinterpretasikan dalam nilai ekonomi. and W. Amer. Electric Power Generator”. 1996.H. J. R. Agr. D. Agr. A. Econ. L. 1982. 2000. Binswanger. Monitoring dan Analisa Prospek Industri Gula di Jawa. Jurnal Agro Ekonomi 15:1-19. 1976. 3.P. Center for Policy . 2. Statistik Impor. 84:655-676. “A Note on the Use of the Cobb-Douglass Profit Function”.S. DEA berasumsi bahwa setiap unit input atau output identik dengan unit lain dalam tipe yang sama. H. “A Cost Function Approach to the Measurement of Elasticities of Factor Demand and Elasticities of Distribution”. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. Econ. 56 : 377-386. IV. Dalam bentuk dasarnya DEA berasumsi adanya Constrant Return To Scale (CRTS). “The Measurement of Total Factor Productivity Growth using Production Frontier : A Case of Irrigated Rice Farming in West Java”. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. Analisis Fungsi Produksi Usahatani untuk Menunjang Pengembangan Daerah Aliran Sungai Cimanuk. Green. Amer J.S. 1974. Pakpahan. DEA mensyaratkan semua input dan output harus spesifik dan dapat diukur. Keterbatasan DEA 1.

PSE dan P3GI Buku II. Dua Puluh Dua Tahun Program TRI di Jawa. Rencana Operasional Pemecahan Permasalahan Industri Gula di Indonesia. Jakarta. Bogor. 16 ______..and Implementation Studies (CPIS). P. Kasryno. Penentuan Ekonomi Skala Usaha dengan Fungsi Keuntungan : Landasan Teoritis dengan Contoh Fungsi Cobb-Douglass dan Translog. Studi Panel Petani Tebu..A. Saerfudin.W. 1998. 2000. Simatupang.. PSE dan P3GI. 2001.A.H. Fungsi Keuntungan : Landasan Teori dan Terapannya. 1987. Price and Investment Policies in the Indonesian Food Crop Sector. PAU Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. 1997. Departeman Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. M. Mimeo. Bogor. F. 1987. M. Sekretariat Dewan Gula Indonesia 1997. Produksi Gula Nasional. Pusat Penelitian Perusahaan Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). Washington D. Gonzales. Jurnal Agro Ekonomi. Simatupang P. dan Mewa. and CASER Bogor. Sawit. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1980-1997. 1996. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. 1987. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Data Envelopment Analysis. 7:1-16. Efisiensi Teknis Usahatani Kubis di Desa Galagah. Rasahan and Y. Dinamika Ekonomi Tebu Rakyat dan Industri Gula Indonesia. C. Agro Ekonometrika XXVIII (1): 37-56. Sumatera Barat. . Rosegrant. L.C. IFTRI. ________. 1988.

S. Untuk terus meningkatkan hasil produksi yang baik maka pada saat proses produksi PG Tasikmadu harus mampu mengendalikan dan melakukan pengawasan produksi secara maksimal dari tahap awal hingga tahap akhir yaitu pengemasan. (2)material seperti bahan baku habis.php?mn=detail&d_id=16046 . Indarto dan A.blog. berjalan dengan lancar dan cepat serta apabila terjadi penyimpangan maka penyimpangan tersebut dapat langsung dikoreksi.id/pengguna. A. Berdasarkan hasil pembahasan maka sebaiknya PG tasikmadu lebih mengoptimalkan perencanaan produksi khususnya untuk inventory control karena jika bahan baku yang diperlukan kurang hal itu akan menyebabkan proses kristalisasi menjadi lama. hal ini disebabkan karena kurangnya bahan baku yaitu tebu. “Production Efficiency of Cauliflower (Brassica Oleracca var Botrytys) at Ciarutan. pipa pecah. P. Indonesia”. Suharno dan A. Sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan maka dilakukan analisis mengenai proses yang terjadi di ”stasiun masakan ” yaitu proses kristalisasi sesuai dengan SOP (Standar Operating Prosedure) PG Tasikmadu dan bagaimana pengendalian dan pengawasan proses di ”stasiun masakan”.uns.ac. hal ini tentunya akan dapat meningkatkan kualitas hasil produksi.M. Suryana. (1)metode seperti salah dalam perencanaan proses yang mengakibatkan skema masak menjadi keliru.. Mengingat saat ini kebutuhan akan gula belum mampu memenuhi target yang diharapkan. 1985. negara kita masih harus mengimpor gula dari negara lain. Rachman. (4)mesin seperti terjadi kerusakan alat contoh pan jebol. 1987. Ali. 1999. Berdasarkan diagram sebab akibat tersebut diketahui bahwa terdapat empat faktor yang dapat dianalisis keempat kategori tersebut yaitu.H. nira kental basi yang mengakibatkan kualitas gula yang dihasilkan kurang baik. Agar dapat meminimalisasikan kecacatan produk dan juga kegagalan proses produksi. Jurnal Agro Ekonomi 6 : 19-28 http://industri09abdul.ac. Tujuan penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan pada stasiun masakan dan bagaimana cara pengendalian dan pengawasan proses pada ”stasiun masakan”. (3)sumber daya manusia seperti pekerja tidak mengindahkan aturan dalam SOP. Dalam Ekonomi Gula di Indonesia Disunting oleh Sawit. “Keterbatasan Fungsi Cobb-Douglass dalam Pendugaan Elastisitas Permintaan Input”. PG Tasikmadu sebaiknya menambah upah untuk buruh tebang angkut. Tujuan pengendalian dan pengawasan proses adalah agar kegiatan produksi dan operasi yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang direncanakan. Penerbit Institut Pertanian Bogor.mercubuana. Sugianto. T. West Java.Soentoro. Keyword: Pengendalian dan Pengawasan proses Proses kristalisasi “Stasiun Masakan” Analisis Fish bone http://digilib.id/category/ringkasan-skripsi/ ENDALIAN DAN PENGAWASAN PROSES PADA STASIUN MASAKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GULA PASIR DI PABRIK GULA TASIKMADU KARANGANYAR Oleh : Tiyas Widiyaningsih ABSTRAKSI Pengendalian dan pengawasan proses merupakan hal utama yang harus diperhatikan dalam kegiatan proses produksi. M. Dalam melakukan pengendalian proses untuk mengetahui penyebab terhambatnya kecepatan proses kristalisasi pada “stasiun masakan” maka dilakukan analisis dengan menggunakan diagram sebab akibat. Jurnal Agro Ekonomi 4 : 27-39. para pekerja hendaknya lebih memanfaatkan waktu kerja semaksimal mungkin dalam melakukan kegiatan produksi pada ”stasiun masakan”. Usaha Tani dan Tebu Rakyat Intensifikasi di Jawa. N.

Sebuah lori tebu kuno di lokasi wisata ini telah disiapkan untuk mengantar wisatawan berkeliling lokasi wisata. mungkin bisa menjadi pilihan untuk berlibur. 9 tahun 1947. Selain mengunjungi pabrik gula. 16/ S. Dan penulis mengetahui adanya alat modern yang membantu dalam proses tebu menjadi gula. 3 dan 4 tahun 1946. Sejalan dengan tujuan di atas. Studi pustaka yaitu memperoleh data dengan cara membaca literatur.D tahun 1946. Jawa Tengah. Harga masuk ke lokasi wisata ini relatif murah. Karanganyar. para pengunjung tetap diizinkan masuk dan berkeliling pabrik. No. Sondokoro merupakan tempat merilekskan diri dengan kegiatan outbond. -http://gambar. PP No. kemudian merekonstruksikan berdasarkan data yang diperoleh sehingga dapat menghasilkan historiografi. Metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. Sondokoro juga memberikan suasana sejuk yang mendukung.2. PP.com/doc/37674093/BAB-I-Lengkap AZ Cara Membuat Gula Pasir Lokasi Wisata Sondokoro. Sumber data berupa arsip-arsip tentang perusahaan gula Mangkunegaran dan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan proses pengambilalihan perusahaan gula yang diantaranya meliputi.000 per orang. http://www.mitrasites. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan wawancara. (3) pengaruh pengambilalihan perusahaan gula Mangkunegran terhadap perubahan ekonomi “praja” dan pegawai perusahaan gula Mangkunegaran. lori ini juga mengantar Anda ke area pabrik gula Tasikmadu. Mulai dari penghancuran tebu dalam penggilingan besar hingga gula benar-benar siap untuk dipasarkan. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer maupun sumber data sekunder. Sumber tertulis sekunder berupa buku-buku yang mempunyai relevansi dengan masalah penelitian. hanya Rp 8.com/mesin-pabrik-gula. surat kabar.html PERUBAHAN KEPEMILIKAN PERUSAHAAN GULA MANGKUNEGARAN TAHUN 1946-1952 Oleh : Wahyuningsih ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) latar belakang berdirinya perusahaan gula Mangkunegaran. dokumen atau arsip yang tersimpan dalam perpustakan. Sejumlah kendaraan kuno pun ditampilkan di lokasi wisata ini untuk menambah daya tarik juga menambah pengetahuan. (2) proses perubahan status kepemilikan dari perusahaan gula Mangkunegaran pasca Kemerdekaan Republik Indonesia. dan PP. Dan adanya Pabrik Gula Tasikmadu bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. SONDOKORO PABRIK GULA TASIKMADU Adanya Sondokoro sangat bermanfaat. Meski proses produksi sedang berlangsung. No. Di lokasi wisata ini Anda akan diperlihatkan proses pembuatan gula dari awal hingga selesai. Penulis dapat mengetahui proses tebu menjadi gula.scribd. di pabrik gula PG Tasikmadu. Selain akan membawa Anda menikmati pemandangan indah. pengunjung juga bisa menikmati keindahan taman dan berbagai permainan. Sejumlah petugas juga siap mengantar dan menjelaskan kepada para pengunjung mengenai berbagai proses pembuatan gula. Wawancara ditujukan kepada para abdi . maka penelitian ini menggunakan metode historis.

3 and 4 1946. (3) The taking over of Mangkunegaran’s sugar factory was influence very important to the economic life of “praja” and staffs sugar factory. 16/S. besides supported by geographical condition and efforts of KPAA Mangkunegara IV to built Colomadu and Tasikmadu sugar factory.id/pengguna. Hal ini berdasarkan UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3. it can be seen the changing of land rent price is increasing and the alteration of Dutch workers to the internal worker. Along with the aims. PP No. The source of data used primary and secondary data is archives of Mangkunegaran sugar factory and the regulation related to the taking over of the sugar factory.com/gula-pasir. (2) The changing process of ownership status Mangkunegaran’s sugar factory post RI independence day was marked by taking over the farming factory of Mangkunegaran by the Government. The technique of collecting data is literary study and interview. (2) the changing process of ownership status Mangkunegaran’s sugar factory post Indonesia Independence Day. (2) Perubahan status kepemilikan perusahaan gula Mangkunegaran (Tasikmadu dan Colomadu) yang berlangsung tahun 1946-1952 membawa pengaruh yang besar terhadap Mangkunegaran terutama dalam aspek ekonomi. Historical method is the process of testing and analyzing critically of the record and inheritance of the past and reconstructed to historiography.mitrasites.php?mn=detail&d_id=13318 http://gambar. Di sisi lain adanya perubahan kepemilikan perusahaan gula Mangkunegaran membawa dampak yang positif bagi pegawai perusahaan gula bumiputera untuk menggantikan posisi para pegawai Belanda. newspapers. ABSTRACT The aims of this research are to describe: (1) the background of the building of Mangkunegaran’s sugar factory. dan (3) Pengambilalihan perusahaan gula Mangkunegaran berpengaruh besar pada aspek ekonomi “praja”. yang ditandai dengan adanya perubahan harga sewa tanah yang naik dan adanya perubahan pegawai Belanda ke dalam tenaga kerja dari golongan bumiputera. documents or archives. http://digilib. From the above conclusion. Interview was done to the internal staffs of Mangkunegaran and the staffs that worked to Mangkunegaran’s sugar factory. PP. The literary study is review of literatures.D 1946. this research to use historical method. 9 1947. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Berdirinya perusahaan gula Mangkunegaran terjadi setelah diterapkannya Undang-Undang Agraria tahun 1870an untuk berkembangnya usaha penanaman tebu. this gave positive influence to the staffs of the sugar factory to replace the Dutch staffs. (2) Proses perubahan status kepemilikan dari perusahaan gula Mangkunegaran pasca kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan melalui kebijakan pengambilalihan perusahaan-perusahaan perkebunan Mangkunegaran oleh pemerintah.uns.html PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROSES PADA STASIUN PEMURNIAN UNTUK MENUNJANG KUALITAS GULA PG TASIKMADU KARANGANYAR . (2) the status changing of sugar factory that last in 1946-1952 gave large influence especially in economic aspects. In the other side. No. The secondary data source is the books that relevance with the problem of the research. This is based to the UUD 1945 chapter 33 verse 2 and 3. No.dalem Mangkunegaran dan pegawai perusahaan gula Mangkunegaran. Based on the result of the research was conclude that: (1) The building of Mangkunegaran’s sugar factory was happened after the implementation of the growth of plantation and Agrarische Wet 1870’s. Selain itu didukung oleh adanya kondisi geografis yang baik dan adanya usaha KPAA Mangkunegara IV untuk mendirikan perusahaan gula Colomadu dan perusahaan gula Tasikmadu.ac. (3) the influece of take over Mangkunegaran’s sugar factory to the economic life of “praja” and staffs sugar factory. Pengaruh lainnya terhadap kehidupan ekonomi pegawai perusahaan gula Mangkunegaran. Dari kesimpulan di atas maka muncul implikasi. yaitu: (1) Perubahan status kepemilikan perusahaan perkebunan merupakan bagian dari adanya perubahan sosial dalam sistem perkebunan yang terjadi karena kebijakan ekonomi pemerintah RI pasca kemerdekaan. there are implication which can be stated as: (1) The status changing of the ownership of farming factory is a part of the social changing in the farming system that had happened because of Indonesian Republics government policy in post independence day. PP.

Penyebab kerusakan yang ketiga yaitu kejernihan pada nira yaitu 86 jam dengan presentase 2. Proses produksi yang berlangsung pada PG Tasikmadu ada beberapa stasiun. Keyword : Perencanaan dan Pengendalian Proses http://digilib. Adapun hal yang perlu dilakukan proses pemurnian sebelum proses produksi adalah menyiapkan bahan baku. dan diagram sebab-akibat untuk mengetahui penyebab dari kerusakan. maka peneliti memberikan saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan.ac. Dokomen-dokumen pada giling sebelumnya sebaiknya di simpan. untuk mengetahui proses produksi gula.uns. Sehingga pemanasan dapat tercapai. Tempat ini merupakan area wisata. Sebaiknya pengendalian pada stasiun pemurnian perlu di tingkatkan. dan pengendalian terhadap tenaga kerja. Pada perusahaan proses produksi mempunyai peran yang penting dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui yang perlu dilakukan pada stasiun pemurnian sebelum proses produksi. diawasi serta dikendalikan. mesin-mesin dan tenaga kerja. Penyebab kerusakan nira pada stasiun pemurnian yaitu pada PP I. supaya tidak menghambat kelancaran proses. dari hasil analisis menggunakan diagram pareto maka dapat diambil kesimpulan bahwa Jumlah kerusakan yang paling besar adalah tidak tercapainya suhu pada PPI yaitu 2277 jam dengan presentase 65. Mencatat semua ketidak sesuaian proses khususnya pada setasiun pemurnian untuk dilakukan perbaikan segera dan sebagai dasar dalam proses berikutnya. Perusahaan yang mempunyai manajemen yang baik apabila segala kegiatannya direncanakan. Sesuai dengan masalah yang telah ada maka dilakukan analisis menggunakan diagram pareto untuk mengetahui kerusakan apa saja yang paling sering terjadi pada stasiun pemurnian. Kemudian Untuk penyebab kerusakan terbesar kedua yaitu tidak tercapainya suhu pada PP II. Apalagi anak-anak. stasiun kristalisasi. bahan pembantu. PP II dan Clarity.49 % Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan dari penelitian yang dikemukakan diatas.9 %. pengendalian proses.id/pengguna. baik pengendalian bahan baku. yang selalu ditunggu oleh keluarga. Mereka seakan tak kenal lelah bermain dan belajar di sini.php?mn=detail&d_id=10311 Namanya adalah Agro Wisata Sondrokoro. stasiun penguapan. stasiun pemurnian. maka diperlukan manajemen yang baik. dan untuk mengetahui apa saja yang perlu dikendalikan di stasiun pemurnian dalam proses produksi untuk menjaga kulitas gula supaya tetap memenuhi standar perusahaan. mesin. diorganisasi. stasiun puteran dan stasiun penyelesaian.61 %. Membersihkan peralatan pada stasiun pemurnian secara rutin supaya kerak nira tidak menghambat proses pemanasan pada PPI dan PPII. diarahkan. Foto: Berita Daerah-Sudaryono Agro Wisata Sondrokoro karena mempunyai nilai pendidikan dan sejarah dengan bernuansa . sebagai dokumentasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan. yaitu stasiun pemerahan. Yaitu 1092 jam dengan presentase 31.Oleh : Qodarul Laili ABSTRAK PG Tasikmadu merupakan perusahaan yang memproduksi gula pasir.

. mulai dari tanaman tebu hingga proses penggilingan serta pengepakan gula. keduanya mampu menjadi obyek wisata andalan Kabupaten Karanganyar yang saat ini terus dikembangkan baik dalam hal penataan obyek wisata yang dipetakan menjadi beberapa kelompok yang terpisah antara wahana haritage yang bersifat sejarah . permainan anak dan penunjang lainnya. Keduanya dalam satu lokasi yang saling mendukung. dan ditempuh 30 menit dari kota Solo. dimana PG Tasikmadu sebagai pabrik gula yang sampai saat ini masih aktif telah dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata yang memiliki nilai sejarah dan pendidikan dimana kita bisda mengetahui tentang proses pembuatan gula. anda bisa menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 15 km dari kota Solo ke arah timur sebelum memasuki kota Karanganyar. lalu belok kiri menuju PG Tasikmadu Karanganyar. Foto: Berita Daerah-Sudaryono Dengan aset yang telah ada.tempo doeloe. Jika anda tertarik mengunjungi tempat ini. wahana pendidikan . Keberadaan tempat ini tidak dapat dipisahkan dengan PG Tasikmadu yang merupakan rangkaian yang tak terpisahkan.

ajak keluarga anda untuk menikmati agrowisata seru ini.000. anda pun bisa bertamasya dan bisa memilih sendiri wahana yang disuka dengan biaya yang terjangkau. (Sudaryono/DN/bd) http://beritadaerah. tak hanya rekreasi saat musim giling bulan Mei – Oktober pengunjung bisa belajar dengan menyaksikan proses penggilingan nya ( proses dari tebu menjadi gula ).com/budaya/jawa/38157 Target giling PG Tasikmadu. 4000-7000. tahun ini meningkat .-. ini merupakan ikon Sondrokoro.Foto: Berita Daerah-Sudaryono Dengan membayar tiket masuk Rp. Mulai dari Rp. 5. Wahana yang paling disukai adalah sepur tebu .-/orang. Tak perlu mahal kan untuk menikmati wisata bermanfaat ini? Tunggu apalagi.

Bagi masyarakat sekitar. 2011 dalam Kategori Breaking news. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini prosesi ritual jelang giling Karanganyar (Soloraya Online).9 juta kuintal tebu. sesajen itu dipercaya membawa berkah.2 juta kuintal tebu pada musim giling tahun 2011 ini. Ragam Peristiwa. serta kembang telon. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2. dan hasil bumi yang lain diarak menuju tempat penggilingan. Tebu bagi masyarakat Tasikmadu telah menjadi tumpuan harapan petani dan keluarga karyawan pabrik gula. kali . Hanya kepala kerbau yang membedakan. sebanyak tujuh ekor kepala kerbau dijadikan sesajen. Target ini meningkat dibanding musim giling tahun sebelumnya yang total hanya menggiling 3. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. termasuk persembahan kepala kerbau sebagai simbol diawalinya musim giling. Kamis (14/4).0. satu saja cukup. Ikut diarak pula dalam ritual itu dua pohon batang tebu. Dari cairannya yang manis dihasilkan gula yang berarti besar bagi kehidupan mereka. Sesajen yang dibawa menggunakan jolen atau joli ini diarak oleh sejumlah pegawai pabrik dan masyarakat sekitar. “Nggak ada maksud apa-apa. Ritual yang lain tetap dilaksanakan sama. Selamatan giling tebu diawali dengan arak-arakan budaya. Liputan Utama. Padahal pada tahun sebelumnya. Pabrik Gula (PG) Tasikmadu Karanganyar menargetkan bisa menggiling 4. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. kalau sebelumnya kami mempersembahkan tujuh kepala.Dimuat admin Apr 14th. sesajen kepala kerbau pada selamatan musim giling tahun 2011 ini hanya satu. Ribuan warga Karanganyar dan sekitarnya ikut menjadi saksi menyaksikan dari dekat ritual selamatan giling tebu tersebut. selamatan giling tebu diawali dengan mempersembahkan berbagai macam sesaji. tumpeng. Iringan musik dan berbagai sesajen seperti bubur.

Tebu yang merupakan pasangan Manten Tebu Pria dan Manten Tebu wanita lengkap dengan iringiringan Joli yang terbuat dari anyaman bambu dan hiasan kertas yang dibawa para pegawai pabrik gula. sebagai upacara selamatan dan permohonan doa kepada Tuhan YME untuk kelancaran giling tebu dalam proses pembuatan gula kristal". suasana berlangsung meriah tidak ubahnya seperti pesta pernikahan pengantin. untuk kelengkapan sesajen berupa bubur. Kenapa kerbau yang dipilih sebagai sesajen karena mempunyai simbol etos kerja karyawan.2 juta kuintal tebu atau . Jum‟at (15/4). "Tradisi ini selalu kami adakan setiap menjelang musim giling. Menurut Bambang. ungkap Administratur PG Tasikmadu Karanganyar. ritual menjelang dimulainya giling tebu ini digelar dengan maksud untuk “nguri-uri” budaya dan manifestasi doa kepada Tuhan. aman dan proses giling mencapai target. Kerbau selama ini dikenal sebagai binatang yang kuat dan tak gampang menyerah di segala medan.ini satu saja kami anggap cukup.com/2011/04/14/target-giling-pg-tasikmadsu-tahun-ini-meningkat/ Ribuan Warga Karanganyar Saksikan Tradisi Selamatan Giling Tebu 2011 Written by Leni Widiya | 15 April 2011 Share KBRN. Disebutkan dalam musim giling tahun 2011 ini PG Tasikmadu siap menggiling 4. tumpeng dan kembang telon. Tradisi ini ditandai dengan arak-arakan Temanten (pengantin). Bambang ucahyo di sela acara ritual. Harapannya kegiatan giling tebu yang akan segera dimulai bisa berjalan lancar.” ujar Administratur PG Tasikmadu. Karanganyar : Ribuan warga masyarakat menyaksikan tradisi "Selamatan Giling Tebu Tahun 2011" di Pabrik Gula PG Tasikmadu Karanganyar Jum‟at (15/4). * (dit) http://solorayaonline. Bambang Sucahyono.

Grobogan bahkan dari Kabupaten Semarang. Di Karanganyar. brondong jagung dan jajan pasar. Musim giling tebu itu akan dimulai 20 Mei mendatang dan berlangsung selama 135 hari.963 kuintal". Pasar malam yang digelar masyarakat tersebut biasanya bertempat di sekitar lokasi pabrik gula.2 juta kuintal tebu itu akan menghasilkan gula kristal atau ngula pasir sebanyak 307. (Sriyanto/Leni/WDA) http://www2. serta Sragen. pasar malam cembengan menempati sekitar Pabrik Gula (PG) Tasik Madu. menjajakan berbagai makanan khas pasar malam tradisional. Puluhan lapak berderet-deret. . SENI BUDAYA.0.9 juta kuintal tebu. Sebutan itu sebenarnya merujuk pada keramaian pasar malam yang selalu digelar setiap awal bulan April. seperti arum manis. dan tong setan. KLIPING BERITA. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2. WISATA BUDAYA. 2010 dalam Kategori DOKUMENTASI SOLORAYA. Hiburan “jadul” itu memang seperti mengingatkan kembali kenangan masa lalu. Wonogiri. Sedangkan tebu yang diling PG tersebut berasal dari Karanganyar sendiri. Boyolali.id/index.php/component/content/article/44-index-berita-terbaru/9489-wargakaranganyar-saksikan-tradisi-selamatan-giling-tebu Arak Temanten Tebu Jelang Musim Giling Dimuat Editor Jun 17th. yang disebut cembengan. es dawet. sekitar 15 kilometer arah timur Kota Solo. dapat dipastikan hampir semua pabrik gula menggelar serangkaian ritual sakral untuk keselamatan. Sukoharjo. HEADLINE.rri. bulan di mana masa panen raya tebu datang.co. "Dari 4. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini Menjelang musim giling tebu. Jawa Tengah. Ada juga beberapa hiburan anak-anak semacam komidi putar.meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 3. jelas Bambang Sucahyono .

Bermacam sesaji selanjutnya diarak bersama gagar mayang dari dua batang tebu. Mereka datang dengan gembira bersama keluarga. musim panen memang identik dengan musim kebahagiaan. sesaji tersebut antara lain berupa jenang merah dan putih. Konon. telur asin. buruh angkut. Bagi masyarakat di sekitar pabrik gula. bermacam sesaji diletakkan di dalam jolen atau joli (semacam tandu kecil) yang dihias dengan kertas warna-warni. Impian setelah selama satu tahun (periode tanam tebu) akan segera bisa dinikmati. Kepala kerbau ini . ritual cemengan itu sendiri dilakukan selama dua hari. dan karyawan pabrik. para petani tebu. dan hasil bumi. Setiap malam. masa seperti sekarang ini adalah masa gembira bagi masyarakat di sekitar pabrik gula. Kamis (29/4) pagi. Maka sungguh wajar jika wajah-wajah mereka terlihat sumringah (gembira). nasi tumpeng. Selain tujuh kepala kerbau. ritual dimulai dengan penebangan dua batang tebu temanten (pengantin). pihak pabrik gula terlebih dulu menggelar prosesi kirabn sesaji. pendapatan akan mengalir. diletakkan di bagian bawah mesin produksi. terutama tujuh kepala kerbau. Ya. Sebab sebentar lagi roda ekonomi akan bergerak. atau kirab pengantin tebu yang digelar pihak pabrik gula. buruh tebang. Di PG Tasik Madu. dan pasar malam cembengan adalah gambaran perayaan kebahagiaan itu. Arak-arakan sesaji dimulai dari halaman Balai Desa Suruh menuju pabrik gula yang berjarak sekitar 5 kilometer. aneka sesaji. Namun sebelum giling tebu. Setelah dilakukan pembacaan doa. pasar malam yang berlangsung selama dua pekan itu dipadati pengunjung. anak dan istri. yaitu mengarak atau mengkirab aneka sesaji keliling kampung. sebelum akhirnya meletakkannya di ruang mesin produksi di dalam pabrik. Sebelum dikirab. Batang tebu tersebut akan dijadikan sebagai tebu pertama saat dilakukan giling tebu pada keesokan harinya atau Jumat (30/4). lapangan kerja akan terbuka. kinangan (perlengkapan menginang). kegembiraan panen yang kemudian dilanjutkan dengan menggiling tebu itulah yang melahirkan ritual cembengan. Namun justru itulah kekuatannya. Ritual ini digelar untuk memohon keselamatan selama proses penggilingan tebu yang dimulai pada keesokan harinya.Pasar malam tersebut memang sangat kental dengan warna tradisional. Pada hari pertama.

“Sepasang tebu temanten ini sebagai simbol adanya tebu lanang (laki-laki) atau tebu yang berasal dari daerah lain. tak ubahnya pasangan pengantin manusia. Maka.” ungkap Sri Harjanto. sebelum memimpin prosesi. serta tebu wadon (wanita) yang ditanam sendiri oleh pabrik gula Tasik Madu PG sendiri. dan karyawan pabrik. kata Sri harjanto.” terang dia. “Entah kebetulan atau tidak. Ritual untuk memohon keselamatan selama masa giling tebu dipimpin Administratur PG Tasik Madu Sri Harjanto. yaitu prosesi kirab tebu temanten. Soal pemeilihan nama tebu temanten itu. kami menggelar pentas wayang kulit semalam suntuk. penggilingan hingga dengan akhir penggilingan nanti. Karanganyar. Sri Harjanto menambahkan syukuran atau selamatan ini dilakukan seperti syukuran yang dilakukan oleh masyarakat. warga mengelu-elukan kirab pengantin. mengandung harapan agar kelak gula yang dihasilkan nantinya berlimpah dan kualitasnya bersih. karyawan. tebu yang menjadi pengantin merupakan tebu pilihan. Dari sepanjang pinggir jalan. yaitu menggunakan nasi tumpeng dan perlengkapan lainnya. sehingga diperlakukan secara khusus dan khas. sekaligus mengakhiri ritual cembengan di PG tasik Madu. Selain batang tebunya dipilih yang paling baik dan memiliki rendemen tinggi. dan masyarakat sekitar. ritual ini adalah cara kami memohon keselamatan. “Yang mengikuti syukuran atau selamatan ini adalah para pekerja kebun tebu. lalu hasil produksi gula menurun. menuju besaran atau rumah dinas administratur pabrik gula. sepasang tebu temanten pun didandani layaknya sepasang mempelai. Tahun ini. angkut.(Ganug Nugroho Adi) . sungguh sangat berarti kehidupan mereka. Begitulah. Kami juga memohon kepada Tuhan agar hasil giling tebu nantinya bisa bermanfaat bagi petani. musim giling tebu barangkali menjadi musim yang paling ditunggu. Jumat (30/4) pagi. Tasikmadu. Atraksi reog menyambut kedatangan tebu temanten dan pengiringnya di halaman pabrik gula. sekaligus membawa berkah bagi karyawan dan warga sekitar pabrik. sepasang temanten tebu kemudian diletakkan di atas mesin giling. Air manis dari tebu yang digiling. Tapia pa pun. dulu pabrik gula ini pernah tidak melakukan cembengan. Tentu saja. mulai menggilas dan melumat batang-batang tebu. disusul kemudian 14 pasang tebu pengirinyanya. Malam sebelum proses giling pertama.diyakini sebagai penolak bala atau bencana. Ritual cembengan tersebut konon juga berkaitan dengan hasil produksi gula. Syukuran ini bertujuan agar prosesi giling tebu berjalan lancer. Bergeraknya mesin giling itu pun menandai dimulainya proses giling tebu hingga 100 hari mendatang. Glek! Mesin penggiling pun bergerak. pabrik. karyawan pabrik gula. mulai awal tebang. dari rumah dinas kepala tanaman pasangan tebu temanten dikirab bersama 14 pasang tebu pengiring keliling desa. yang diambil dari Kebun Sroyo di Kebakkramat dan Kebun Wonolopo.” kata Sri Harjanto. Tebu telah menjadi tumpuan harapan para petani. Lambang kemakmuran masyarakat agraris. Tebu Temanten Puncak ritual cembengan berlangsung pada keesokan harinya. yang nantinya akan menjadi gula. Hingga akhirnya. Keduanya mengenakan topeng Dewi Sri dan Dewa Sadana. sehingga tidak terjadi sesuatu yang buruk selama musim giling. dan orangorang di sekitar pabrik. pasangan temanten yang “dinikahkan” adalah pasangan Bagus Wijaya dan Raden Roro Sri Rejeki dari varietas tebu PS 864. Begitu arak-arakan pengantin memasuki ruang giling.

Lapangan Tennis. Graha Sondokoro.com/2010/06/17/1693/ Agro Wisata Sondokoro Spoor Uap Agrowisata Sondokoro Terletak diantara jalan raya Solo dan Karanganyar desa Ngijo kecamatan Tasikmadu. Griya Resto. Jembatan Gantung. Monumen Giling. Panjat Dinding. Jalan Refleksi. Ruang Metting. Flying Fox. Museum Mesin Gula museum gula .Popularity: 1% [?] http://kabarsoloraya. Dunia Kreasi. Kolam Renang. Live Music. Fasilitas yang ditawarkan di Agro Wisata Sondokoro Tasikmadu ini adalah Tour keliling Pabrik Gula dengan naik lokomotif.

Disini anda dapat melihat bekas-bekas mesin yang dahulu digunakan dalam pembuatan gula di pabrik ini karena terletak di area taman, jadi tempat ini sangat nyaman untuk bersantai dan berfoto Sejarah Singkat Sondokoro SONDOKORO sebenarnya adalah nama desa yang dulu konon cerita berasal dari nama Kyai Sondo dan Kyai Koro yang bertarung 40 hari 40 malam demi mendapatkan menantu bagi anak gadis mereka yang sama-sama mencintai Tumenggung Joyo Lelono. Namun pertarungan tersebut berakhir imbang tanpa ada yang menang ataupun kalah di karenakan mereka berasal dari satu perguruan yang sama. Kemudian oleh penduduk setempat tempat tersebut di namai SONDOKORO yang di ambil dari nama Kyai Sondo dan Kyai Koro, yang petilasannya dapat dilihat di lokasi Jalan Refleksi yang berada di Wahana SRI WIDOWATI, yang diambil dari nama anak gadis Kyai Sondo. Agrowisata SONDOKORO memulai kegiatannya pada tahun 2005 yang dahulu hanya berupa pabrik gula, yang berkapasitas 31.000 TCD dan sangat tertutup untuk kepentingan umum. pada tahun tersebut terbentuk pemikiran membuka diri dengan wisata Agro dan industri Gula yang bernuansa tempoe Doeloe. Agrowisata SONDOKORO meliputi wisata Spoor Teboe, Spoor Sakarosa, Spoor Gula yang melintasi kawasan sekeliling dan kebun tebu sekitar Pabrik Gula Tasikmadu, dilengkapi dengan beragam fasilitas permainan untuk dewasa dan anak dan juga berbagai wahana kesehatan. Kami juga melengkapi dengan fasilitas Edukasi yaitu Wisata Pendidikan dan Wisata Pabrik untuk melihat proses pembuatan gula beserta Instalasinya.

http://kabaena.forumplatinum.com/t2969-obyek-wisata-tawangmangu-candi-sukuh-argowisatasondokoro

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROSES PRODUKSI DI PTP NUSANTARA IX (PERSERO) PABRIK GULA TASIKMADU KARANGANYAR Oleh : Lisa Indriastuti

Tujuan penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui perencanaaan dan pengendalian proses produksi. Tujuan dari perencanaan dan pengawasan produksi adalah mengusahakan agar barang jadi hasil proses produksi itu tepat sesuai dengan kebutuhan langganan dengan memperhatikan kualitas dan harganya. Sesuai dengan masalah yang telah ditetapkan yaitu Bagaimana perencanaan proses produksi dan Bagaimana efektifitas pengendalian proses produksi pada PG. Tasikmadu, maka dilakukan analisis mengenai perencanaan proses produksi, kemudian Diagram Pareto untuk mengetahui kerusakan apa saja yang paling sering terjadi pada produk yang dihasilkan, Diagram Sebab-Akibat untuk mengetahui penyebab dari kerusakan. Analisis pareto kerusakan tertinggi pada jenis kerikil yaitu sebesar 4.623,50 atau 95 % kemudian pada jenis debu sebesar 243.00 atau 5% dari semua jumlah kerusakan. Penyebabnya antara lain peralatan yang kurang seksama, kurangnya kontrol pada mesin, bahan baku yang kurang baik untuk diproduksi dan konsentrasi tenaga kerja yang

menurun. Berdasarkan pembahasan analisis data dan kesimpulan hasil penelitian yang dikemukakan diatas, maka peneliti memberikan saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak perusahaan untuk menentukan langkah lebih lanjut mengenai pengendalian kualitas. Agar perusahaan meninjau kembali mengenai perencanaan yang telah dibuat mengingat masih banyak kesalahan dari manajemen mulai dari bahan baku, tenaga kerja, alat bantu proses, urutan proses dengan cara membuat, mengganti atau menambah langkah-langkah yang perlu dibuat dan dilakukan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan.

http://digilib.uns.ac.id/pengguna.php?mn=detail&d_id=1696

Paradigma Baru bagi Limbah
Reply

Topic List < Prev Topic | Next Topic >

< Prev Message | Next Message >

Kompas - Rabu, 12 Juli 2000 Paradigma Baru bagi Limbah TIGA tahun yang lalu, limbah pabrik gula masih menjadi masalah besar bagi PG Tasikmadu di Solo. Kecuali tetes tebu yang sudah lama dimanfaatkan untuk pembuatan ethanol dan bahan pembuatan monosodium glutamate (MSG/salah satu bahan untuk membuat bumbu masak), beraneka limbah dalam proses produksi gula seperti blothong, abu, dan ampas tebu terbuang percuma. Bahkan untuk buangan limbahnya pun menimbulkan pencemaran lingkungan, sehingga PG mesti keluar biaya Rp 200 juta setahun. Di luar limbah pabrik itu, tanaman tebu menghasilkan limbah pula sejak masa tanam hingga penebangan. Daun tebu kering yang disebut klethekan, pucuk tebu hingga sogolan (pangkal tebu); menimbulkan kesulitan tersendiri untuk membuangnya. Padahal semua itu bisa dimanfaatkan, dan punya nilai ekonomis pula. "Lebih tepat menyebut limbah-segala limbah dalam suatu proses produksi pertanian-sebagai hasil samping produksi, yang belum dimanfaatkan karena belum diketahui manfaatnya," kata Ir Suharto MS, seorang pakar kompos. Ia menunjuk jerami atau batang padi yang lebih banyak terbuang pada saat panen padi, kecuali dibakar untuk "pupuk" di sawah, atau pakan ternak. Padahal jumlahnya luar biasa banyak dan sebagai bahan organik, jerami juga amat bagus untuk pembuatan pupuk kompos. Sejak 1998, PG Tasikmadu mengolah hasil limbah produksinya seperti blothong, abu, tetes, dan ampas, dicampur kotoran hewan,

menjadi pupuk kompos unggul (fine compost) yang punya nilai tinggi. Tasikmadu sudah mengantungi untung Rp 8 milyar dari bahan yang semula limbah ini. Limbah tebu yang lain seperti pucuk tebu segera akan berubah menjadi produk yang mendatangkan keuntungan ekstra. Pucuk tebu bisa diolah jadi pakan ternak (sapi), dengan harga antara Rp 300-Rp 400 per kg. Harga ekspor 0,5 dollar AS. Selain peternak dalam negeri, pasar ekspor pun siap menerima produk pakan ternak dari pucuk tebu ini. Jumlah limbah pucuk tebu ini mencapai 15 persen dari total tanaman, ditambah sogolan dua persen. Sementara ampas tebu diserap untuk bahan pembuatan kertas oleh pabrik kertas. "Tetapi kami belum siap untuk memproduksi pakan ternak. Mungkin mulai tahun 2001 nanti," kata Administratur PG Tasikmadu, Soeparno DS. Ia menyayangkan, kebutuhan akan modal terbentur oleh birokrasi di PTP Nusantara IX (Jateng) yang masih menerapkan manajemen konservatif. Soeparno melukiskan, prospek usaha pembuatan pupuk kompos dan pakan ternak sangat cerah, dan pasar nyaris "tak terbatas". Untuk tambahan modal usahanya itu pihaknya membutuhkan dana segar Rp 5 milyar. Untuk itu PG Tasikmadu siap bekerjasama dengan pihak ketiga. Asisten Ahli Menteri Pertanian Ir Erwin Soetirto menyebutkan, diversifikasi usaha seperti yang dilakukan PG Tasikmadu itu merupakan bisnis baru yang patut memperoleh dukungan. Ia menjanjikan akan mempertemukan PG Tasikmadu dengan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) yang akan siap menyerap produk pakan ternak. *** SELAIN industri gula (tebu), industri perkebunan besar lain sebenarnya memiliki potensi yang kurang lebih sama, seperti perkebunan kelapa sawit, kakao (cokelat). Pengelola perkebunan-perkebunan itu selama ini kesulitan membuang limbahnya yang jumlahnya amat banyak. "Perkebunan kakao di Inderagiri Hulu, Riau (Sumatera) setiap hari membuang kulit, daging buah serta kulit biji kakao. Jumlahnya sangat banyak sampai membentuk gunung tinggi, sehingga menimbulkan masalah lingkungan sendiri," cerita Ir Suharto. Limbah kakao itu sebenarnya mengandung protein yang lumayan. Atas sarannya, limbah tersebut oleh pengelolanya PT Tri Bhakti Sari Mas diolah menjadi pakan ternak sebagai pengganti rumput. Caranya, limbah kakao itu difermentasikan, dan hasilnya bisa menjadi subtitusi rumput yang aman bagi ternak. Perusahaan tersebut kemudian juga membuka usaha peternakan sapi dengan memanfaatkan limbah kakao sebagai pakan ternak. Jumlah sapinya sekarang mencapai 4.000 ekor. Begitu pula dalam perkebunan kelapa sawit. Selama ini banyak cangkang kelapa sawit yang terbuang, padahal jumlah limbah ini setiap hari teramat banyak. Setiap tandan sawit, 60 persennya kosong, dan ini menjadi limbah yang

dengan memanfaatkan limbah bungkil sawit ditambah kotoran sapi. Jakarta ABSTRACT Highly government intervention caused crucial Indonesian sugar market structure. bahkan mulai dilirik oleh pengusaha perkebunan sawit di Malaysia. have lowly efficiency score and need input multiplier or reallocation in using input from peer unit. This condition stimulated low productivity. using carbonatization process. . Begitu pula perkebunan kelapa sawit tidak hanya menjual CPO (crude palm oil). bisa dijadikan kompos untuk pemupukan tanaman sawit. There are three sugar factories. tetapi juga peternakan sapi. high cost economy. DEA calculates relative efficiency to peer unit namely sugar factories in which have highly efficiency score. "Jadi usaha perkebunan cokelat sekarang tidak lagi hanya mengandalkan produk dari biji cokelat. One of the methods for eliminating imported sugar namely to identified sugar industry efficiency especially carbonatization sugar industry using Data Envelopment Analysis (DEA). Kompos dari bahan sawit ini telah diproduksi menjadi komplet-vit (pelet). Dan sisanya.menimbulkan pencemaran udara karena asap. more over in the beginning of trade liberalization." paparnya. 12 persennya bisa menjadi pakan ternak (sapi). (asa) http://groups. Dari setiap produk limbah cangkang sawit ini. Sedangkan untuk pembuatan kompos. Dengan demikian terjadi siklus alam yang tak terputus.yahoo. increasing in sugar price and imported sugar. Mereka siap mengimpor kompos sawit dari Riau ini. setelah diproses. Increased sugar import either legal or illegal must be concerned because international sugar market is thin market and also sugar industry is capital intensive.com/group/mmaipb/message/4346 JURNAL 01 EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA VICTOR SIAGIAN 21/10/2010 abdulrahman2009 No comments EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA VICTOR SIAGIAN Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. tetapi juga menghasilkan sapi dan pakan ternak.

khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. Selain itu tarif bea masuk gula putih (White Sugar) Rp. bukan disebabkan oleh peningkatan produktivitas (Sekretariat Dewan Gula. Kondisi ini dapat menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah besar. Peluang masuknya gula impor karena produksi gula nasional mencapai 3. Tingginya intervensi pemerintah menyebabkan berbagai masalah dalam struktur pasar gula Indonesia yang pada akhirnya mendorong rendahnya peningkatan produktivitas. Produksi gula nasional pernah meningkat relatif cepat dalam periode 1980-an. khususnya petani tebu. PENDAHULUAN Latar Belakang Motivasi studi ini berkaitan dengan maraknya isu mengenai pro-kontra impor produk pertanian khususnya gula. Gula impor legal dan ilegal yang masuk ke pasar telah menekan harga gula produksi dalam negeri. Peningkatan produksi gula adalah disebabkan oleh perluasan areal tanaman tebu. Badan Pusat Statistik 2000.perkilogram dan gula mentah (Raw Sugar) Rp. Hal ini terjadi karena masuknya gula impor sehingga gula dalam negeri tidak dapat bersaing (Harian Kompas. Sebanyak 44 pabrik gula di Indonesia terancam bangkrut. Legal and Illegal Import. maka pasokan tebu ke pabrik gula akan anjlok yang mengakibatkan pabrik gula dapat ditutup. Isu tersebut merebak karena dihadapkan kepada kekuatan pihak produsen gula domestik. dan setelah tahun 1994 produksi gula nasional terus menurun.2 sampai 3.Keywords : Government Intervention. Salah satu upaya untuk menghadapi ancaman gula impor adalah mengkaji industri gula dalam negeri. Produksi gula nasional semakin menurun selama beberapa tahun terakhir. pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. Victor Siagian.5 juta ton setahun. jika krisis industri gula tidak tertangani. Kekuatan produsen gula domestik dapat dipahami karena harga pasar gula impor lebih rendah dari harga gula produksi domestik. tingginya harga gula di tingkat konsumen serta meningkatnya impor gula. 10 September 2002). akan terancam kelangsungan produksi gula dalam negeri. akan tetapi lambat sekali dalam periode awal 1990-an. Staf pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Para petani tebu hanya memiliki dua pilihan. apalagi dengan semakin meningkatnya arus liberalisasi perdagangan. sehingga hasilnya minim. sementara industri gula nasional merupakan industri yang padat karya.. Peer Unit. Pemicu rendahnya suplai bahan baku ini karena petani tertarik menanam tebu akibat merosotnya nilai ekonomisnya (Harian Kompas. Relative Efficiency.per kilogram yang cukup tinggi sehingga mendorong masuknya gula impor ilegal. Thin Market. Kondisi ini mengakibatkan daya saing gula dalam negeri menurun. DEA. Situasi demikian akan membawa industri gula pada situasi krisis karena pabrik gula mengalami kesulitan pasokan tebu. Akhir-akhir ini.. Apabila langkah ini dilakukan. 14 September 2002). Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan gula di dalam negeri. 550. Meningkatnya impor gula patut diwaspadai mengingat pasar internasional gula termasuk pasar yang tipis (Thin Market). Sugar Market Structure. sejumlah besar pabrik gula (PG) di Jawa menghadapi kesulitan . Petani akan membongkar kebun tebu dan beralih ke tanaman lain atau mereka akan membiarkan tanaman tebu yang ada tanpa perawatan. 2001). Menurut Statistik Impor. 700.

Dalam periode 1980-1990 proporsi areal tebu lahan kering meningkat dengan laju 11. Menurut Sekretariat Dewan Gula Indonesia (2001). Hasil studi PSE dan P3GI (1996) menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan struktur pertanaman dan katagori tanaman tebu yang berlangsung sejak awal tahun delapan puluhan.3 persen menjadi 62. Kondisi PG yang telah tua dan kesulitan tebang dan angkut telah mempengaruhi rendemen dan kualitas tebu. (3) kapasitas giling yang kurang dari 2. Kesemuanya ini akan memperlemah keunggulan komparatif pengembangan tebu di lahan tegalan yang akhirnya akan memberikan dampak secara agregat.9 persen menjadi 48. dan diperkirakan akan semakin memberatkan perekonomian nasional dalam kondisi rupiah yang mengalami depresiasi yang cukup tinggi sekarang ini. Pengembangan industri gula untuk tujuan substitusi impor dan promosi ekspor tidak memiliki daya saing (Rosegrant et.3 persen/tahun. 1998. kendala utama yang dihadapi pabrik gula saat ini adalah : . Menurut P3GI (1997). petani akan beralih kepada komoditas lain. Kondisi ini bisa menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah yang besar. Kegagalan peningkatan produksi gula di satu pihak. sehingga biaya produksi gula lebih mahal (Sawit. Rosengrant et. 1987).9 persen. pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara.al (1987) mengemukakan bahwa industri gula Indonesia tidak memiliki keunggulan komparatif dan tanpa penjatahan areal. Badan Pusat Statistik. 1997). (Soentoro et.000 ton tebu per hari dan (4) jam berhenti giling yang tinggi. 1996). (2) harigiling yang belum optimal. melemahnya lingkup kendali (span of control) dan skala ekonomi (PSE dan P3GI. 1999). dan meningkatnya permintaan gula di lain pihak. Menurut Statistik Impor. Kategori tanaman tebu kepras (ratoon) meningkat dari 31. Dengan demikian peranan tebu kepras dan tebu lahan kering menjadi semakin penting dalam penentuan keunggulan komparatif industri gula secara keseluruhan. hal ini dilihat dari menurunnya Hari Giling serta meningkatnya Jam Berhenti Giling yang disebabkan oleh kekurangan bahan baku. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya efisiensi pabrik gula adalah : (1) pabrik yang sudah tua. Dengan demikian impor gula menguras devisa negara cukup besar.al. Tampaknya program Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) yang diimplementasikan selama ini telah mempersulit perkembangan industri gula nasional yang efisien. telah mendorong pemerintah untuk meningkatkan impor gula pasir. Tebu rakyat nantinya diperkirakan akan berkembang pada wilayah yang secara tradisional telah mengenalnya seperti di Pati dan Malang Selatan.9 persen/tahun. Peningkatan efisiensi perlu terus diupayakan untuk memantapkan daya saing komoditas gula.al. Selain faktor produktivitas. 1996 dan Sekretariat Dewan Gula.6 persen atau meningkat dengan laju 7. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan di dalam negeri. pengembangan tebu di lahan kering yang semakin meluas memunculkan masalah baru seperti meningkatnya biaya pengangkutan tebu ke pabrik.dalam penyediaan bahan baku tebu. yaitu dari 20. Prabowo. salah satu langkah yang perlu ditempuh dalam pembangunan industri gula adalah melalui peningkatan efisiensi pabrik gula.

Simatupang. Penentuan skala ekonomi dengan fungsi biaya dapat dibaca pada Christiansen dan Green (1976) dan Binswanger (1974). Setelah mengemukakan kriteria pokok efisiensi pabrik gula sebagaimana diuraikan di atas. kedua penelitian tersebut mempergunakan fungsi produksi frontier. 1987.000 kwintal per tahun. yaitu : 1.J. 5. C. (2) rendahnya kapasitas sebagian pabrik serta rendahnya efisiensi pabrik (tingginya jam berhenti dan (3) tingginya biaya produksi. 1987). sehingga harga pokok per unit hasil masih mahal. Suryana. M. Kesulitan memperoleh lahan. Ini merupakan suatu kemajuan dibandingkan dengan penelitian lainnya yang mempergunakan fungsi rata-rata. Fungsi keuntungan Cobbdouglass adalah salah satu bentuk khusus dan fungsi translog (Simatupang. 1986. efisiensi pabrik gula yang diteliti meliputi efisiensi teknis.B. Dengan alat analisa ini hampir semua parameter yang berkaitan langsung dengan produksi dapat diperoleh. Penelitian tentang efisiensi teknis dapat dibaca pada Simatupang dan Mewa (1987) dan Dewa (1996). 3. Berdasarkan lima kriteria pokok tersebut terdapat indikasi bahwa efisiensi pabrik gula Indonesia masih rendah khususnya pabrik gula milik BUMN yang dapat disebabkan karena biaya produksi gula belum efisien (Sekretariat Dewan Gula Indonesia. Menurut P3GI (1997). G. Simatupang (1988) mengemuka-kan akhir-akhir ini analisa yang banyak dipakai dalam penelitian ekonomi produksi adalah fungsi keuntungan. Jenis fungsi keuntungan yang banyak dipakai dalam penelitian adalah fungsi Cobbgotglass dan translog. Oleh karena itulah ia lebih banyak digunakan. Fungsi ini terkenal kesederhanaannya. 2. Penelitian tentang efisiensi pabrik gula di India dilakukan oleh Ferrantino. 4. dari US International Trade Commission Office of Economics disertai Ferrier. Namun fungsi keuntungan Cobb-Douglass ini lebih mudah dalam penerapan secara empiris. Kapasitas giling masih banyak yang dibawah 2000 ton tebu per hari. Pengembangan lahan tebu mengarah ke lahan kering sehingga biaya angkut tebu meningkat. terdapat aspek-aspek yang erat kaitannya dengan biaya produksi gula yaitu : (1) produksi gula. Berbagai efisiensi alokatif dapat dibaca pada Pakpahan (1982) dan Sugianto (1985). fungsi keuntungan ini banyak memiliki kelemahan (Chand and Kaul. Jumlah produksi gula kurang dari 250. 1987). Karena sifatnya yang banyak batasan. efisiensi harga dan efisiensi alokatif dengan menggunakan pendekatan nonstocastik-nonparametric production dan cost frontiers yang diestimasi dengan metode linear programming. 1997).(1) rendahnya kualitas bahan baku. terdapat lima kriteria pokok yang dapat dijadikan pedoman awal untuk menentukan tidak efisiennya suatu pabrik gula. Mutu bahan baku belum optimal sehingga biaya produksi pabrik gula tidak efisien. . Contoh penggunaan fungsi produksi dapat dilihat pada Sawit (1985). Fungsi produksi yang banyak dipergunakan adalah fungsi produksi Cobb-douglass.D. dan Linvill. masing-masing dari Departemen Ekonomi Universitas Arkansas pada tahun 1994.

perumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dikemukakan. masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Asosiasi Gula Indonesia (AGI). Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan dalam kajian efesiensi relatif antar pabrik-pabrik gula yang . METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan latar belakang. Sehubungan dengan itu. dalam bagian ini akan diuraikan : (1) Obyek penelitian. khususnya industri gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu pabrik gula Tasik Madu. Mengidentifikasi alokasi input yang sudah dan belum efisien dan cara mengatasinya dalam pengelolaan pabrik gula di Indonesia. 2. Perumusan Masalah Efisiensi merupakan salah satu indikator kinerja unit kegiatan ekonomi dalam industri gula agar dapat bersaing dengan gula impor. perlu diketahui apakah industri gula domestik di masa mendatang masih dapat diharapkan untuk dipertahankan eksistensinya. Data dan Sumber Data Data diperoleh dari Pusat Penelitian Industri Gula (P3GI). (3) Variabel Penelitian dan (4) Metode Analisis. Dewan Gula Indonesia (DGI). khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. (2) Data dan Sumberdata. sebagai data sekunder. Rejoagung Baru. Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. dan (4) liberalisasi perdagangan. sudah efisien ? 2. Untuk maksud tersebut. Alokasi input mana dalam pengelolaan pabrik gula yang sudah dan belum efisien ? 3. Data mengenai input – output pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi tahun 2002. Mengukur efisiensi relatif pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi di Indonesia. Gondang Baru.(2) produksi tebu. Apakah industri gula di Indonesia. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi sebagai Unit-unit Kegiatan Ekonomi (UKE). (3) impor gula. Kantor Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Urusan Logistik. Pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi mana yang efisien ? Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1.

melainkan sebagai penentu untuk memaksimumkan efisiensi dari suatu UKE. Bobot tersebut memiliki sifat : (1) tidak bernilai negatif. orang) f. artinya setiap UKE dalam sampel harus dapat menggunakan seperanagkat bobot yang sama untuk mengevaluasi rasionya (total weighted output / total weighted input ≤ 1). Bobot-bobot tersebut bukan merupakan nilai ekonomis dari input dan outputnya. Biaya tenaga kerja (CX3. ton) b. Komponen Output a. maka setiap UKE akan memiliki seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. Penerimaan tetes (TRQ2. DEA berasumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimalkan rasio efisiensinya (maximum total weighted output/total weighted input). efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya (total weight output/total weighted input). Jumlah tebu giling (X1. DEA memiliki beberapa . maka perusahaan tersebut akan berusaha menggunakan sedikit mungkin input yang biaya per unitnya termahal dan berusaha memproduksi sebanyak mungkin output yang harga jualnya tertinggi. dan setiap input dan outputnya memiliki biaya per unit serta harga jual per unit. 1000Rp) 2. efisiensi relatif suatu UKE adalah efisiensi suatu UKE dibanding dengan UKE lain dalam sampel (sekelompok UKE yang saling diperbandingkan) yang menggunakan jenis input dan output yang sama. Penerimaan gula (TRQ1. ton) d. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu unit kegiatan ekonomi (yang selanjutnya disingkat UKE) yang menggunakan banyak input dan banyak output. Data Envelopment Analysis (DEA) dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial dan regresi berganda. Inti dari DEA adalah menentukan bobot (weights) atau timbangan untuk setiap input dan output UKE. dan (2) bersifat universal. Sebagai gambaran jika suatu UKE merupakan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan (profit-maximizing firm). 1000Rp) c. Jumlah bahan bakar (X2. 1000Rp) g. 1000Rp) Metode Analisis Penelitian ini menggunakan alat analisis DEA (Data Envelopment Analysis). Setiap unit kegiatan ekonomi (UKE) yaitu setiap pabrik gula diukur efisiensi relatifnya. Produksi Tetes (Q2. karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan kombinasi output yang berbeda pula.menggunakan proses karbonatasi yaitu: 1. 1000Rp) e. Komponen Input a. Biaya bahan bakar (CX2. kg) d. ton) b. 1000Rp) c. dimana penggabungan input dan output tersebut tidak mungkin dilakukan. Dalam DEA. 1000Rp) h. Biaya Management (Z1. Biaya Penyusutan (Z2. Untuk mengukur efisiensi industri digunakan alat analisis DEA. Biaya tebu giling ( CX1. Jumlah Tenaga kerja (X3. Secara umum UKE akan menetapkan bobot yang tinggi untuk input yang penggunaannya sedikit dan untuk output yang dapat diproduksi dengan banyak. Produksi Gula (Q1.

Angka efisiensi ini memungkinkan seorang analis untuk mengenali UKE yang paling membutuhkan perhatian dan merencanakan tindakan perbaikan bagi UKE yang tidak / kurang efisien. . Konsep Dasar Data Envelopment Analysis (DEA) Data Envelopment Analysis (DEA) adalah pengembangan programasi linier yang didasarkan pada teknik pengukuran kinerja relatif dari sekelompok unit input dan output. Bersifat Universal Metode DEA memiliki asumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimumkan rasio efisiensinya. Tidak bernilai negatif b. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. Kedua. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) yang menggunakan banyak input maupun output. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. Ketiga. Pertama. maka setiap UKE akan memilih seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. Inti dari DEA adalah menentukan bobot yang memiliki sifat: a. 2000). Efisiensi silang UKE A terhadap UKE B merupakan rasio dari output tertimbang dibagi input tertimbang yang dihitung dengan menggunakan tingkat input dan output UKE A dan bobot input dan output UKE B. 3. Karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan output yang berbeda pula. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. efisiensi = 100%) dan seperangkat angka pengganda (multipliers) yang dapat digunakan oleh manajer untuk menyusun strategi perbaikan.nilai manajerimal. sehingga UKE hipotesis tersebut akan memiliki efisiensi yang sempurna jika menggunakan bobot input dan bobot output dari UKE yang tidak efisien. DEA menunjukkan sejumlah UKE yang memiliki efisiensi sempurna (efficient reference set. Dalam DEA efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya. 2. DEA menunjukkan sejumlah UKE yang memiliki efisiensi sempurna (100%). Jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi < 100%). DEA mensyaratkan semua input dan output harus spesifik dan dapat diukur. Sehingga seorang manajer tidak hanya mengetahui UKE yang tidak efisien. DEA dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial maupun regresi berganda. Pendekatan tersebut memberi arah strategis bagi manajer untuk meningkatkan efisiensi suatu UKE yang tidak efisien melalui pengenalan terhadap input yang terlalu banyak digunakan serta output yang produksinya terlalu rendah. Analisis efisiensi silang dapat membantu seorang manajer untuk mengenali UKE yang efisien tetapi menggunakan kombinasi input dan menghasilkan kombinasi output yang sangat berbeda dengan UKE yang lain (PAU-SE UGM. tetapi ia juga mengetahui seberapa besar tingkat input dan output harus disesuaikan agar dapat memiliki efisiensi yang tinggi. jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi<100%). Informasi tersebut memungkinkan seorang analis membuat UKE hipotesis yang menggunakan input yang lebih sedikit dan menghasilkan output yang paling tidak sama atau lebih banyak dibanding UKE yang tidak efisien. Nilai Manajerial DEA 1. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. Keterbatasan DEA 1.

Sehingga semakin tinggi tingkat penerimaan dengan biaya semakin kecil akan berdampak pada peningkatan perolehan keuntungan perusahaan. Dalam bentuk dasarnya DEA berasumsi adanya Constrant Return To Scale (CRTS). HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis DEA terhadap Efisiensi UKE Indusri Gula yang Menggunakan proses karbonatasi Penggunaan Input dan Perolehan Output Perbandingan secara kasar tingkat efisiensi antar pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi dapat dilihat dari rasio antara biaya yang dikeluarkan dengan penerimaan yang diperoleh. Terdapat dua pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi yang memiliki tingkat skor efisiensi paling tinggi yaitu Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. 4. Dalam tabel ini akan ditunjukkan nilai aktual dan target yang harus dicapai dari setiap input maupun setiap output. Bobot input dan output yang dihasilkan oleh DEA tidak dapat diinterpretasikan dalam nilai ekonomi. Sebaliknya jika nilai antara aktual dengan target tidak sama maka efisiensi belum tercapai. Efisiensi ditunjukkan dengan nilai optimal dari fungsi tujuan yang dikembangkan dari Linear Programming (LP).2. Table of Peer Units Tabel ini digunakan untuk menentukan jika suatu UKE tidak efisien maka akan ditunjukkan bagaimana cara mencapai tingkat efisiensi (mencapai angka 100) dengan melihat peer (UKE yang menjadi acuan / pedoman untuk mencapai tingkat efisiensi). Nilai fungsi tujuan 100 (100%) berarti bahwa UKE tersebut efisien sementara yang kurang dari 100 berarti tidak efisien. . Dalam analisis DEA pada dasarnya ada tiga tahapan yang dilakukan yaitu : 1. Table of Target Values Analisis ini digunakan untuk menentukan berapa persen efisiensi sudah terjadi untuk setiap UKE baik dari setiap struktur input maupun struktur output. Pabrik-pabrik gula yang efisiensi relatifnya masih rendah dapat ditingkatkan efisiensinya melalui multiplier input dari pabrik acuannya. Hal ini diakibatkan oleh hubungan adanya hubungan positif antara penerimaan dengan keuntungan dan hubungan negatif antar biaya dengan keuntungan. 2. penelitian ini dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. DEA berasumsi bahwa setiap unit input atau output identik dengan unit lain dalam tipe yang sama. Semakin kecil rasio biaya dengan penerimaan mengindikasikan bahwa proses produksi berjalan semakin efisien dan berlaku sebaliknya. 3. Jika besarnya nilai aktual sudah sama dengan nilai targetnya maka efisiensi untuk setiap input atau output sudah terjadi. 2. 3. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan. Table of Efficiencies (Radial) Analisis ini menunjukkan Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) mana yang paling efisien.

Pusat Penelitian Agro Ekonomi. 1974. M. . Agr. 1998. 1996. and CASER Bogor. 2000. Fungsi Keuntungan : Landasan Teori dan Terapannya.S. 1997. Pusat Penelitian Perusahaan Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). Simatupang.H. Washington D. 1982. 1988. A. 1996. Rasahan and Y. Chand. Rosegrant.S. L. Studi Panel Petani Tebu. “Economic of Scale in U.. Dewa. J.H. Pabrik-pabrik gula yang skor efisiensinya rendah. Binswanger. PAU Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada. Green. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Saran 1. and J. Electric Power Generator”. L. 1987. Amer. ________. 1987. Departeman Pertanian. D. C.L. memiliki alokasi penggunaan seluruh input yang belum optimal. 68:162-164. R. Amer J. Efisiensi Teknis Usahatani Kubis di Desa Galagah. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Sekretariat Dewan Gula Indonesia 1997. Realokasi penggunaan input untuk pabrik-pabrik gula yang belum efisien agar segera dilakukan. Price and Investment Policies in the Indonesian Food Crop Sector. IFTRI.W. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. Saerfudin. PSE dan P3GI.A. Institusi yang terkait dengan pengelolaan industri gula segera menindaklanjuti upaya peningkatan efisiensi pabrik-pabrik gula di Indonesia. 2001. Dua Puluh Dua Tahun Program TRI di Jawa. Produksi Gula Nasional. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik.S. Gonzales. Jurnal Agro Ekonomi 15:1-19. Penentuan Ekonomi Skala Usaha dengan Fungsi Keuntungan : Landasan Teoritis dengan Contoh Fungsi Cobb-Douglass dan Translog. Journal of Political Economics. Kaul. 1976. Simatupang P. 16 ______. Analisis Fungsi Produksi Usahatani untuk Menunjang Pengembangan Daerah Aliran Sungai Cimanuk. 1996. P.P. Jurnal Agro Ekonomi 1 : 28-49. Prabowo.. 1987. Christensen.3. “The Measurement of Total Factor Productivity Growth using Production Frontier : A Case of Irrigated Rice Farming in West Java”. Kasryno. M. Dinamika Ekonomi Tebu Rakyat dan Industri Gula Indonesia. Agr. 2. Rencana Operasional Pemecahan Permasalahan Industri Gula di Indonesia. “A Note on the Use of the Cobb-Douglass Profit Function”. Sumatera Barat. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1980-1997. Jakarta. F.C. Econ. and W. Pakpahan. Monitoring dan Analisa Prospek Industri Gula di Jawa. Agro Ekonometrika XXVIII (1): 37-56. Statistik Impor. Bogor. 56 : 377-386. 2000. “A Cost Function Approach to the Measurement of Elasticities of Factor Demand and Elasticities of Distribution”. 7:1-16. K. 1986. Econ. Center for Policy and Implementation Studies (CPIS).A. PSE dan P3GI Buku II. Sawit.. dan Mewa. Bogor. Data Envelopment Analysis. H. 84:655-676. Jurnal Agro Ekonomi. Mimeo.R.

Sugianto.S. flying fox. M. Dalam Ekonomi Gula di Indonesia Disunting oleh Sawit. 1999.doen. A. Penerbit Institut Pertanian Bogor. kolam renang. http://www. panggung hiburan dan setelah penat pengunjung dapat meningmati lezatnya makanan di resto Sondokoro. Ali. Indonesia”. T. Pabrik gula ini dibangun pada zaman pemerintahan KPAA Mangkunegaran IV. Jurnal Agro Ekonomi 4 : 27-39. 1985.php?id=896 . Lorri Bader yang sarat dengan mistis.M..id/2010/10/21/efisiensi-unit-unit-kegiatan-ekonomiindustri-gula-yang-menggunakan-proses-karbonatasi-di-indonesia-victor-siagian/ Agrowisata Sondokoro Sondokoro di kompleks Pabik Gula Tasikmadu Karanganyar yang dikembangkan menjadi suatu objek wisata. Suharno dan A. “Production Efficiency of Cauliflower (Brassica Oleracca var Botrytys) at Ciarutan. “Keterbatasan Fungsi Cobb-Douglass dalam Pendugaan Elastisitas Permintaan Input”.. 1987. N. P. Di lokasi tersebut pengunjung juga dapat rileks di tempat refleksi. Kremoon yakni gerbong kereta yang digunakan oleh Mangkunegaran IV untuk meninjau perkebunan tebu.com/detail. dan Loko Doen Masyarakat di sekitar pabrik menamakan Loko Doen karena apabila loko tersebut datang selalu berbunyi peluit doen. Rachman. Indarto dan A. Suryana. Di pabrik itu banyak terdapat peninggalan Raja Mangkunegaran IV di antaranya. West Java.Soentoro.ac.mercubuana. Usaha Tani dan Tebu Rakyat Intensifikasi di Jawa. Selain banyak peninggalan masa lampau yang dapat dilihat pengunjung juga bisa menikmati lingkungan pabrik dengan menumpang kereta lorri atau membuat proses pembuatan gula.promojateng-pemprovjateng. Jurnal Agro Ekonomi 6 : 19-28 http://industri09abdul.blog.H..

Ritual Cembengan.arakan sesaji ini dimulai dari halaman Balai Desa Boron menuju pabrik gula Tasik Madu yang berjarak sekitar 5 kilometer. Bermacam . Ritual ini merupakan tradisi yang sudah berumur sekitar 150 tahun peninggalan Pakubowono ke X Kasunanan Surakarta. Salah satunya yang digelar oleh warga Desa Boron. Ikut diarak dalam ritual ini adalah gagar mayang dari dua batang pohon tebu.indosiar. Jawa Tengah yang menggelar ritual cembengan.Indonesia dikenal memiliki beragam budaya. Giling tebu di pabrik gula Tasik Madu ini akan berlangsung hingga seratus hari mendatang. (Ganuk Nugroho Adi/Dv/Sup/Ijs) http://www.com/ragam/69553/ritual-cembengan-tandaidatangnya-musim-giling-tebu . antara lain berbagai jenis bubur. Ritual ini digelar untuk memohon keselamatan selama proses penggilingan tebu yang dimulai hari Jum'at (25/4/08) ini. Arak .macam sesaji disiapkan untuk diarak dalam ritual ini. Ritual menjelang giling tebu ini ditandai dengan mengarak bermacam sesaji. tumpeng dan hasil bumi. kembang telon serta delapan kepala kerbau yang merupakan simbol kekuatan untuk menolak bencana atau bala. Karanganyar . Sesaji dibawa dengan menggunakan jolen atau joli yang dibuat dari bambu kertas hias diusung warga secara bergantian.com. Kecamatan Tasik Madu. Tandai Datangnya Musim Giling Tebu indosiar. Setelah dilakukan pembacaan doa aneka sesaji diletakkan disejumlah tempat didalam pabrik terutama di deretan mesin giling. termasuk delapan kepala kerbau sebagai simbol penolak bencana atau bala. Kabupaten Karanganyar.

 Upacara tasikmadu OLEH MAKSUMNURFAUZAN • 6 BULAN LALU Suatu acara yang dilakukan secara turun temurun guna mengawali proses penggilingan gula di tasikmadu karangayar .

Namun. mungkin bisa menjadi pilihan untuk berlibur.eu/0/video/Tebu/GQt2XbfFzgc.000 per orang. lori ini juga mengantar Anda ke area pabrik gula Tasikmadu. Mulai dari penghancuran tebu dalam penggilingan besar hingga gula benar-benar siap untuk dipasarkan. Berbeda dengan kereta kuno di Ambarawa. Harga masuk ke lokasi wisata ini relatif murah. Jawa Tengah.http://fotokita.000 per orang. yakni dari Mei sampai Oktober. Mereka akan melihat langsung mesin-mesin penggilingan tebu yang sampai saat ini masih digunakan untuk memproses tebu menjadi gula. hanya Rp 8. Sebuah lori tebu kuno di lokasi wisata ini telah disiapkan untuk mengantar wisatawan berkeliling lokasi wisata. pengunjung juga bisa menikmati keindahan taman dan berbagai permainan. Harga tiketnya pun hanya Rp 3. Jawa Tengah. sehingga wisatawan bisa menikmati secara langsung pemandangan di sekitar pabrik tebu Tasikmadu. bagi mereka yang datang tidak pada waktu itu. Sangat murah untuk bisa kembali ke masa lalu. Kereta ini buatan Jerman pada abad ke-20. . Selain mengunjungi pabrik gula.recettes-de-cuisine. wisatawan bisa melihat secara langsung proses penggilingan tebu. di pabrik gula PG Tasikmadu. Dan bila datang tepat waktunya. Sejumlah petugas juga siap mengantar dan menjelaskan kepada para pengunjung mengenai berbagai proses pembuatan gula. -- http://videos. gerbong yang diangkut dengan lokomotif berwarna hijau ini sengaja dibuat seperti layaknya kereta kelinci. wisatawan juga akan disuguhi minuman segar dari sari tebu yang banyak dijajakan di kawasan itu. Wisatawan akan diajak berkeliling pabrik gula Tasikmadu dengan menggunakan kereta wisata Spoor Teboe yang sudah sangat kuno. Meski proses produksi sedang berlangsung.net/foto/130606886910_0034208/upacara--tasikmadu A-Z Cara Membuat Gula Pasir Lokasi Wisata Sondokoro. maka tak mengherankan kalau bahan bakarnya pun kayu. Masih ada sisa-sisa romantisme masa lalu yang bisa dinikmati.html Agrowisata Sondokoro Naik Kereta Kuno Keliling Kebun Tebu Tasikmadu Rabu. Jika datang tepat waktu penggilingan tebu. Di lokasi wisata ini Anda akan diperlihatkan proses pembuatan gula dari awal hingga selesai. saat sinder-sinder Belanda berkeliling kebun tebu dengan kudanya. Tempat yang semula hanya ada bangunan pabrik gula Tasikmadu milik PTP Nusantara (persero) IX itu kini ditambah dengan fasilitas wisata yang cukup menarik. Selain akan membawa Anda menikmati pemandangan indah. Sejumlah kendaraan kuno pun ditampilkan di lokasi wisata ini untuk menambah daya tarik juga menambah pengetahuan. Wisatawan yang datang akan diajak berwisata dengan melihat dan merasakan kembali apa yang dilakukan pekerja-pekerja di kebun tebu puluhan tahun lalu. Mulai dari upacara kirab "tebu manten" atau yang dikenal dengan sebutan "cembengan" hingga proses penggilingan dengan mesin-mesin peninggalan zaman Belanda. para pengunjung tetap diizinkan masuk dan berkeliling pabrik. Karanganyar. tak perlu khawatir. 5 Desember 2007 Ingin merasakan romantisme masa lalu di kebun tebu? Datang saja ke tempat agrowisata Sondokoro yang terletak di Kabupaten Karanganyar.

kawasan ini dipadati oleh rombongan anak-anak sekolah TK maupun SD. Latar Belakang Sesuai visi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah suatu perusahaan agro busines dan agro industri yang tangguh dan berkembang yang berwawasan lingkungan. .000 pengunjung datang ke sini. ini sangat mudah dijangkau. lantas berkeliling di kawasan pabrik gula Tasikmadu yang dikelilingi kebun tebu. Program Agrowisata telah dicanangkan di lingkungan PTP NUSANTARA IX (PERSERO) seperti telah diresmikannya agrowisata di PG Pangka Slawi dan agrowisata di PG Gondang Baru Klaten yang sudah berkembang. Kereta tebu atau yang disebut juga lori itu terus merambat pelan dengan kecepatan kurang dari 10 km per jam hingga akhir perjalanan.suarakarya-online. Untuk naik ke atas rumah pohon itu memang dibutuhkan keberanian yang cukup. tak mengherankan jika setiap hari Sabtu dan Minggu.com/news. Ada juga arena yang menggunakan bagian-bagian kereta pengangkut tebu yang sudah tidak terpakai.Wisata dengan lokomotif yang dibuat sekitar tahun 1920-an ini dimulai dari Spoor Teboe Stasion Remise. Pasalnya." ujar Manajer Agrowisata Sondokoro. Kecamatan Tasikmadu. Bahkan saat libur Lebaran kemarin. Wisatawan diajak melihat bengkel lokomotif penarik tebu yang saat ini telah diubah menjadi museum kereta. (Endang Kusumastuti) http://www. Wisatawan yang datang ke lokasi tersebut langsung disambut dengan bangunan kuno pabrik tebu peninggalan Belanda lengkap dengan pohon-pohon yang rindang serta udara yang masih sejuk. Dengan fasilitas yang disediakan itu. dimana PG Tasikmadu adalah salah satu dari delapan PG ( Sub Unit) Devisi Tanaman Semusim dari PTP NUSANTARA IX dengan lokasi tepatnya di Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. tetapi ada juga arena outbound yang baik untuk anak-anak. Megantoro. Berbagai kereta kuno juga tampak dipamerkan di sana. pengunjung harus menaiki jembatan tali yang cukup tinggi. Dari pusat Kota Solo hanya berjarak 15 kilometer ke arah timur atau arah ke Karanganyar.html?id=188010 AGROWISATA SONDOKORO BAB 1 PENDAHULUAN A. sebanyak 7. "Musim liburan dan akhir pekan tempat ini selalu dipadati pengunjung. Di Agrosiwata Sondokoro ini tidak hanya disuguhkan perjalanan masa lalu di kebun tebu. mengikuti jejak pendahulunya PG Tasikmadu sudah semenjak satu tahun yang lalu diresmikan AGROWISATA SONDOKORO akan semakin memperkaya asset wisata diwilayah propinsi Jawa Tengah bagian selatan. Fasilitas yang cukup menarik adalah rumah yang terletak di atas sebuah pohon sangat rindang. Fasilitas yang disediakan juga lumayan lengkap. Lokasi Agrowisata Sondokoro yang terletak di Desa Ngijo. mulai dari flying frog hingga jembatan tali.

yang pada mulanya masyarakat umum hanya merasakan manisnya gula namun sekarang semakin banyak pengunjung melalui jalur sekolah . sehingga perlu mencetak kader-kader untuk menangani dan mengembangkan agrowisata . Demikian halnya dengan peninggalan masa lalu yang mempunyai nilai historis tinggi yang setiap tahun dilaksanakan yaitu suatu upacara selamatan giling yang berlangsung pada waktu selama kurang lebih satu bulan sebelum pabrik mulai melaksanakan proses produksi (giling) secara umum dinamakan cembengan sudah menjadi kebiasan masyarakat umum ikut menyaksikan dan meramaikan suasana dan menimbulkan kesan tradisi sosial yang sangat menguntungkan bagi lingkungan baik untuk pedagang maupun penyelenggara hiburan dan mainan baik untuk anak-anak. Dibukanya AGROWISATA SONDOKORO menambah luasnya wawasan llingkungan mengenai teknologi proses produksi pembuatan gula dari tebu. seperti menjadi indikator sangat makmurnya masyarakat lingkungan .hampir tidak ada yang ahli dalam mengelola pariwisata.Selama ini PTPN IX (PERSERO) hanya memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni dalam mengelola budidaya perkebunan dan hampir. remaja dan orang tua. Selama tidak lebih dalam waktu satu bulan sudah menimbulkan terjadinya peredaran uang yang sangat berlebihan.

pada kawasan dahulu kala nama Desa Sondokoro adalah kawasan yang mempunyai potensi yang subur. Pertanian dan Pariwisata. ulama. Seperti kisah yang melegenda dimasyarakat tentang dua tokoh ulama yang sama-sama berilmu tinggi Kyai Sondo dan Kyai Koro.murid-murid dari TK sampai perguruan tinggi dan juga turis asing. kinaryo papan pangupo jiwane kawulo dasih”. Semoga dengan ridho Allah SWT AGROWISATA SONDOKORO akan menambah manfaat yang sangat berarti. Potensi Agrowisata Sondokoro Agrowisata Sondokoro tepatnya berlokasi dilingkungan emplasmen PG Tasikmadu dengan luas lahan kurang lebih 10 Ha. sehingga menambah profit perusahaan dan akan dikenang sepanjang masa seperti keberadaan PG Tasikmadu yang telah menjalankan proses produksi semenjak tahun 1817 yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegoro IV. dengan petuahnya pada saat itu yang tak lekang oleh jaman adalah:”Pabrik iki openono. B. baik untuk masyarakat lingkungan maupun karyawan dan keluarganya. Selain seperti tersebut diatas juga memperkenalkan Wisata Edukasi adalah salah satu misi yang diemban guna memberikan pemahaman kepada generasi penerus tentang teknologi gula melalui budi daya tanaman tebu yang pernah mengalami masa kejayaan ditahun tujuh puluhan. selain menikmati suasana lingkungan pabrik dengan mempergunakan sepoor tebu juga dapat melihat langsung dari dekat proses produksi dari awal tebu yang dibawa dari kebun digiling sampai menjadi gula pasir yang sudah bisa dikonsumsi. C. sehingga perlu diangkat kembali sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global . pujangga sekaligus ahli ekonomi dengan hati yang bening mampu menatap jauh kedepan. . keberadaanya akan dapat tumbuh berkembang dengan baik. Tujuan Visi dan misi utama dibukanya Agrowisata Sondokoro ini untuk menggali keunggulan potensi wisata dalam mendukung revitalisasi dan profitisasi core business PG Tasikmadu. mengandung arti bahwa dengan melalui suatu keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan. KGPAA Mangkunegoro IV adalah seorang raja jawa. sanadyan ora nyugihi nanging nguripi. yang namanya diabadikan untuk sebuah desa yaitu Sondokoro. semua akan mampu mempertahankan kelestarian pabrik ini untuk kepentingan masyarakat pada umumnya juga karyawan serta keluarganya. Agrobisnes dan agrowisata juga sejalan dengan program INTANPARI yang dicanangkan Pemkab Karanganyar adalah program sinergi antara Industri.

.

karena jalan dibuat secara khusus dengan penataan batu-batu sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi seperti pijat refleksi. Selain usaha menarik wisatawan untuk sarana hiburan dan mainan terdapat pula sarana untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yaitu sarana berupa jalan refleksi .Gerbong penumpang ada 2 buah. • Jalan refleksi. Kegiatan berwiraswasta adalah kegiatan untuk mendapatkan penyegaran baik jasmani maupun rokhani. Diketahui secara seksama bahwa kesehatan mempunyai nilai yang tak terhingga atau mahal harganya. sehingga wisatawan yang sudah pernah datang . setiap gerbong mempunyai fasilitas tempat duduk sebanyak 32 kursi. waktu tempuh perjalanan wisata Spoor Teboe kurang lebih 1. sehingga diharapkan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hiburan melalui obyek wisata juga dapat secara gratis menjaga kesehatan sambil berjalan dijalan refleksi.5 jam .

.

berkunjung akan selalu mengenang dan akan datang kembali untuk dapat juga megajak keluarganya secara rutin. pengunjung terutama anak-anak dapat menikmati dengan bergembira dan saling bercanda ria bermainmain dalam kolang renang. • Kolam Renang Pada lokasi yang sama sebelum memasuki areal jalan refleksi terdapat pula kolam renang anak-anak. .

Anak-anak yang masih berumur 4-6 tahun akan merasa bergembira dan senang. serata bercandaria karena disediakan pula arena bermain yaitu dengan mengendarai mobil kecil dengan tenaga bateray yang bisa berjalan dengan kecepatan rendah dengan mengelilingi kolam ikan atau yang ada disekitar kolam renang. • Jembatan gantung. Rumah pohon. Dunia anak adalah dunia bermain sehingga orang tua sadar kwajibannya untuk selalu memperhatikan kesenangan anak-anak . dan Flying Fox Fasilitas bermain anak-anak yang berumur diatas 7 tahun dapat menikmati suatu permainan yang sudah mempunyai sifat agak menantang dimana anak-anak dapat berjalan pada jembatan gantung. Jembatan gantung sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga anak-anak selain bermain juga akan merasakan suatu kelebihan yaitu suatu keberanian karena sudah berani dan menikmati berjalan dijembatan gantung.• Taman Bermain Anak-anak. Ketinggian jembatan gantung dari awal dari permukaan tanah (0 m) sepanjang 130 m dengan ketinggian ada 20 m dari permukaan tanah dan pada tempat .

anak-anak pemberani akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dan merupakan uji keberanian setelah sampai dipermukaan tanah.pemberhentian sebagai tempat istirahat ada 2 buah yang dinamakan rumah pohon. Diantara kedua rumah pohon terdapat flyingfox atau suatu luncuran dengan kawat sling dengan diameter 16 mm dimana peluncur akan diberi suatu alat yang mengait pada sling dan turun meluncur dengan cepat kebawah. .

dengan loko uap tersebut pada saat itu dapat menarik lori yang berisi tebu seberat 30 ton sebanyak .• Monumen mesin-mesin peralatan dan Loko uap PG Tasikmadu. pada lokasi disebelah utara Rumah Dinas Administratur (Besaran). Sambil menikmati gagahnya loko uap terbayang betapa hebatnya dahulu kala sebelum ada sarana angkutan truck seperti saat sekarang ini. terdapat beberapa bekas peralatan mesin-mesin gilingan yang sangat besar ditata dan diatur sedemian rupa sehingga sangat elok dan mempesona dipandang mata. dan loko uap satu lagi berada dipintu gerbang selatan. Wisatawan akan merasa kagum dan terpesona karena Agrowisata Sondokoro mempunyai ciri khusus. Selain itu juga terdapat dua buah monumen loko uap terpampang dengan gagahnya . serta satu lagi berada disebelah lapangan tennis . Salah satu diantaranya terletak disebelah utara dimana wisatawan yang melalui pintu gerbang utara pertama kali dipandang adalah monumen loko uap.

adenium. palem. suklir. 1. srirejeki (aglonema). B.20-30 lori ditarik dari kebun ke PG Tasikmadu menempuh perjalanan baik siang maupun malam hari sejauh 2-30 km.scribd. dan berbagai jenis tanaman buah seperti jeruk. mangga.1  . terdapat pula tanaman hias yang dapat diperjual belikan dengan harga yang sangat memadai. http://www. sikas. Potensi Pertanian Sesuai progam INTANPARI dari Pemkab Karanganyar bahwa PG Tasikmadu selain melaksanakan program pariwisata terdapat pula program dari sub sektor pertanian selain budidaya tanaman tebu juga terdapat pengembanga hortikultura antara lain adalah tanaman hias dan sayuran. antorium.anaknya bermain dikolam renang dapat menikmati indahnya tanaman tomat chery yang berasal dari kota Malang dalam green house atau rumah kaca.Beberapa macam tanaman yang tersedia antara lain berbagai jenis anggrek. Wisatawan yang memasuki areal Graha Sondokoro sambil menunggu anak. rambutan.com/doc/24451443/tugas-kuL-1 Hal. sansivera.

sehingga perlu mencetak kader-kader untuk menangani dan mengembangkan agrowisata . dimana PG Tasikmadu adalah salah satu dari delapan PG ( Sub Unit) Devisi Tanaman Semusim dari PTP NUSANTARA IX dengan lokasi tepatnya di Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar.hampir tidak ada yang ahli dalam mengelola pariwisata. Selama tidak lebih dalam waktu satu bulan sudah menimbulkan terjadinya peredaran uang yang sangat berlebihan. Selama ini PTPN IX (PERSERO) hanya memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni dalam mengelola budidaya perkebunan dan hampir. Program Agrowisata telah dicanangkan di lingkungan PTP NUSANTARA IX (PERSERO) seperti telah diresmikannya agrowisata di PG Pangka Slawi dan agrowisata di PG Gondang Baru Klaten yang sudah berkembang.2 tuk pedagang maupun penyelenggara hiburan dan mainan baik untuk anak-anak. mengikuti jejak pendahulunya PG Tasikmadu sudah semenjak satu tahun yang lalu diresmikan AGROWISATA SONDOKORO akan semakin memperkaya asset wisata diwilayah propinsi Jawa Tengah bagian selatan. Demikian halnya dengan peninggalan masa lalu yang mempunyai nilai historis tinggi yang setiap tahun dilaksanakan yaitu suatu upacara selamatan giling yang berlangsung pada waktu selama kurang lebih satu bulan sebelum pabrik mulai melaksanakan proses produksi (giling) secara umum dinamakan cembengan sudah menjadi kebiasan masyarakat umum ikut menyaksikan dan meramaikan suasana dan menimbulkan kesan tradisi sosial yang sangat menguntungkan bagi lingkungan baik Hal. yang pada mulanya masyarakat umum hanya merasakan manisnya gula namun sekarang semakin banyak pengunjung melalui jalur sekolah murid-murid dari TK sampai perguruan tinggi dan juga turis asing. Dibukanya AGROWISATA SONDOKORO menambah luasnya wawasan llingkungan mengenai teknologi proses produksi pembuatan gula dari tebu.AGROWISATA SONDOKORO BAB 1 PENDAHULUAN A. selain menikmati suasana lingkungan . remaja dan orang tua. Latar Belakang Sesuai visi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah suatu perusahaan agro busines dan agro industri yang tangguh dan berkembang yang berwawasan lingkungan. seperti menjadi indikator sangat makmurnya masyarakat lingkungan .

Tujuan Visi dan misi utama dibukanya Agrowisata Sondokoro ini untuk menggali keunggulan potensi wisata dalam mendukung revitalisasi dan profitisasi core business PG Tasikmadu. sanadyan ora nyugihi nanging nguripi. mengandung arti bahwa dengan melalui suatu keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan. 3 sehingga menambah profit perusahaan dan akan dikenang sepanjang masa seperti keberadaan PG Tasikmadu yang telah menjalankan proses produksi semenjak tahun 1817 yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegoro IV. Potensi Agrowisata Sondokoro Agrowisata Sondokoro tepatnya berlokasi dilingkungan emplasmen PG Tasikmadu dengan luas lahan kurang lebih 10 Ha. Seperti kisah yang melegenda dimasyarakat tentang dua tokoh ulama yang sama-sama berilmu tinggi Kyai Sondo dan Kyai Koro. Hal. sehingga perlu diangkat kembali sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global . KGPAA Mangkunegoro IV adalah seorang raja jawa. Semoga dengan ridho Allah SWT AGROWISATA SONDOKORO akan menambah manfaat yang sangat berarti. pujangga sekaligus ahli ekonomi dengan hati yang bening mampu menatap jauh kedepan. pada kawasan dahulu kala nama Desa Sondokoro adalah kawasan yang mempunyai potensi yang subur. Agrobisnes dan agrowisata juga sejalan dengan program INTANPARI yang dicanangkan Pemkab Karanganyar adalah program sinergi antara Industri. Hal. kinaryo papan pangupo jiwane kawulo dasih”. dengan petuahnya pada saat itu yang tak lekang oleh jaman adalah:”Pabrik iki openono. keberadaanya akan dapat tumbuh berkembang dengan baik. Pertanian dan Pariwisata. B. C. yang namanya diabadikan untuk sebuah desa yaitu Sondokoro.pabrik dengan mempergunakan sepoor tebu juga dapat melihat langsung dari dekat proses produksi dari awal tebu yang dibawa dari kebun digiling sampai menjadi gula pasir yang sudah bisa dikonsumsi. Selain seperti tersebut diatas juga memperkenalkan Wisata Edukasi adalah salah satu misi yang diemban guna memberikan pemahaman kepada generasi penerus tentang teknologi gula melalui budi daya tanaman tebu yang pernah mengalami masa kejayaan ditahun tujuh puluhan. baik untuk masyarakat lingkungan maupun karyawan dan keluarganya. semua akan mampu mempertahankan kelestarian pabrik ini untuk kepentingan masyarakat pada umumnya juga karyawan serta keluarganya. ulama. 4 .

sejalan dengan perubahan nama desa. Merupakan salah satu obyek unggulan diantara beberapa obyek wisata yang lain. jembatan gantung. gudang gula. perumahan dinas.5 jam . cafe. resto pancingan. gerbong antik berjalan karena ditarik oleh loko uap dimana loko uap tersebut tertera buatan tahun 1912. lapangan tennis. gudang pupuk. Sekolah TK. 6  Gerbong penumpang ada 2 buah. Route perjalanan Spoor Mini juga akan melewati lingkungan halaman PG Tasikmadu dengan melewati beberapa sarana antara lain Rumah dinas Administratur (Besaran). 5 BAB 2 ISI A. Wisatawan akan merasa kagum dan bangga karena selain menikmati perjalanan diwilayah seputar PG Tasikmadu yang pada mulanya sebelum diresmikanya Agrowisata Sondokoro hanya dapat melihat saja namun sekarang sudah secara terbuka untuk wisatwan.taman bermain anak-anak. perkantoran. Hal. homestay. Potensi Wisata Diobyek Agrowisata Sondokoro terdapat beberapa sarana hiburan dan mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi dan berbeda dengan obyek wisata yang pernah ada di Indonesia. pertokoan koperasi. yang dapat dinikmati pengunjung atau wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri diantaranya terdapat antara lain: • Wisata Spoor Teboe. homestay.Mengharapkan hasil produksi gula yang melimpah bagai “Danau Semanis Gula Madu” maka dinamai Pabrik Goela Tasikmadoe. monumen peralatan mesin-mesin. yang terdapat di Agrowisata Sondokoro dimana wisatawan dapat merasakan dan menikmati sambil menumpang gerbong yang kondisinya selain bersih juga unik sambil mendengarkan suara alunan musik yang merdu. selain itu apabila wisatawan mengengok arah timur pada saat pagi hari dapat melihat dengan jelas keelokan dan kemegahan dan asrinya pemandangan gunung Lawu yang berada diarah sebelah timur dari PG Tasikmadu. Hal. waktu tempuh perjalanan wisata Spoor Teboe kurang lebih 1. graha ratu lesung dan taman monumen PTPN IX. balai pertemuan (soositeit). monumen loko. garasi. sehingga wisatawan dapat melihat secara jelas dan dapat menambah pengetahuan mengenai perkembangan pergulaan di PG Tasikmadu secara gamblang. setiap gerbong mempunyai fasilitas tempat duduk sebanyak 32 kursi.

Kegiatan berwiraswasta adalah kegiatan untuk mendapatkan penyegaran baik jasmani maupun rokhani. Selain usaha menarik wisatawan untuk sarana hiburan dan mainan terdapat pula sarana untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yaitu sarana berupa jalan refleksi . sehingga diharapkan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hiburan melalui obyek wisata juga dapat secara gratis menjaga kesehatan sambil berjalan dijalan refleksi.karena jalan dibuat secara khusus dengan penataan batu-batu sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi seperti pijat refleksi. sehingga wisatawan yang sudah pernah datang Hal.• Jalan refleksi. Diketahui secara seksama bahwa kesehatan mempunyai nilai yang tak terhingga atau mahal harganya. 7  .

Hal.berkunjung akan selalu mengenang dan akan datang kembali untuk dapat juga megajak keluarganya secara rutin. pengunjung terutama anak-anak dapat menikmati dengan bergembira dan saling bercanda ria bermainmain dalam kolang renang. 8  . • Kolam Renang Pada lokasi yang sama sebelum memasuki areal jalan refleksi terdapat pula kolam renang anak-anak.

Rumah pohon. 9  . • Jembatan gantung.• Taman Bermain Anak-anak. dan Flying Fox Fasilitas bermain anak-anak yang berumur diatas 7 tahun dapat menikmati suatu permainan yang sudah mempunyai sifat agak menantang dimana anak-anak dapat berjalan pada jembatan gantung. Dunia anak adalah dunia bermain sehingga orang tua sadar kwajibannya untuk selalu memperhatikan kesenangan anak-anak . Ketinggian jembatan gantung dari awal dari permukaan tanah (0 m) sepanjang 130 m dengan ketinggian ada 20 m dari permukaan tanah dan pada tempat hal. Anak-anak yang masih berumur 4-6 tahun akan merasa bergembira dan senang. serata bercandaria karena disediakan pula arena bermain yaitu dengan mengendarai mobil kecil dengan tenaga bateray yang bisa berjalan dengan kecepatan rendah dengan mengelilingi kolam ikan atau yang ada disekitar kolam renang. Jembatan gantung sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga anak-anak selain bermain juga akan merasakan suatu kelebihan yaitu suatu keberanian karena sudah berani dan menikmati berjalan dijembatan gantung.

pemberhentian sebagai tempat istirahat ada 2 buah yang dinamakan rumah pohon. 10  . Hal. Diantara kedua rumah pohon terdapat flyingfox atau suatu luncuran dengan kawat sling dengan diameter 16 mm dimana peluncur akan diberi suatu alat yang mengait pada sling dan turun meluncur dengan cepat kebawah. anak-anak pemberani akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dan merupakan uji keberanian setelah sampai dipermukaan tanah.

terdapat beberapa bekas peralatan mesin-mesin gilingan yang sangat besar ditata dan diatur sedemian rupa sehingga sangat elok dan mempesona dipandang mata. dan loko uap satu lagi berada dipintu gerbang selatan. Salah satu diantaranya terletak disebelah utara dimana wisatawan yang melalui pintu gerbang utara pertama kali dipandang adalah monumen loko uap. dengan loko uap tersebut pada saat itu dapat menarik lori yang berisi tebu seberat 30 ton sebanyak Hal. Sambil menikmati gagahnya loko uap terbayang betapa hebatnya dahulu kala sebelum ada sarana angkutan truck seperti saat sekarang ini. Selain itu juga terdapat dua buah monumen loko uap terpampang dengan gagahnya . 11  . pada lokasi disebelah utara Rumah Dinas Administratur (Besaran). Wisatawan akan merasa kagum dan terpesona karena Agrowisata Sondokoro mempunyai ciri khusus. serta satu lagi berada disebelah lapangan tennis .Monumen mesin-mesin peralatan dan Loko uap PG Tasikmadu.

1. terdapat pula tanaman hias yang dapat diperjual belikan dengan harga yang sangat memadai. rambutan. suklir. Hal. mangga. adenium. B. sikas. Potensi Pertanian Sesuai progam INTANPARI dari Pemkab Karanganyar bahwa PG Tasikmadu selain melaksanakan program pariwisata terdapat pula program dari sub sektor pertanian selain budidaya tanaman tebu juga terdapat pengembanga hortikultura antara lain adalah tanaman hias dan sayuran.anaknya bermain dikolam renang dapat menikmati indahnya tanaman tomat chery yang berasal dari kota Malang dalam green house atau rumah kaca. antorium. srirejeki (aglonema).20-30 lori ditarik dari kebun ke PG Tasikmadu menempuh perjalanan baik siang maupun malam hari sejauh 2-30 km. 12 .Beberapa macam tanaman yang tersedia antara lain berbagai jenis anggrek. dan berbagai jenis tanaman buah seperti jeruk. palem. sansivera. Wisatawan yang memasuki areal Graha Sondokoro sambil menunggu anak.

Varietas tebu. PS 951 C.2. PS 921. Pada tahun 2007 akan direhab sistem proses dari semula sistem karbonatasi menjadi sulfitasi. tahan kepras. Terletak disebelah selatan Graha Sondokoro ditanam berbagai varietas unggul yang bermaksud dapat diketahui bersama oleh wisatawan yang berkunjung bahwa saat ini varietas unggul tersebut dibudidayakan diwilayah kerja PG Tasikmadu . Varietas unggul tersebut anatara lain: PS 864. . Varietas unggul tersebut mempunyai ciri produktifitas tinggi. tahan terhadap serangan hama dan penyakit. POTENSI INDUSTRI PG Tasikmadu didirikan pada tahun 1817 oleh KGPAA Mangkunegoro IV berbasis industri gula yang merupakan salah satu diantara sembilan bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari . hal. Kantor pusat Direksi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) di Jalan Rongowarsito no 164 Sala . 13  Semenjak rehab pada tahun 1989 kapasitas giling eklusif menjadi 3500 tcd (ton cane per day) .

. Pola kedua adalah TRKm B (Tebu Rakyat Kemitraan pola B) merupakan system kemitraan antara petani pemilik lahan dan PG Tasikmadu sebagai avalis berfungsi mengolah bahan baku berupa tebu melalui proses produksi dihasilkan gula pasir. D. pabrik kertas . PG Tasikmadu selain memproduksi gula pasir sebagai hasil utama dan juga meproduksi hasil samping yaitu berupa tetes dan produksi tetes pada tahun 2006 sebanyak 11. Hal. Hasil samping yang lain ada yang namanya ampas yaitu suatu hasil samping kering dari kulit tebu bisa dipergunakan kembali untuk bahan bakar ketel. dan yang ketiga TRMd (Tebu Rakyat Mandiri) adalah petani mengusahakan budidaya tanaman tebu dengan mempergunakan biaya dan saprodi secara mandiri. Pada pola TRKm B dan TRMd kemitraannya antara PG Tasikmadu dan petani sesuai ketentuan bersama merupakan hasil kesepakatan dan tertuang dalam SK Mentan adalah dengan mempergunakan sistem bagi hasil . Hasil samping yang lain adalah yang blotong dapat dipergunakan sebagai pupuk kompos dan blotong tersebut juga banyak sekali dibutuhkan oleh masyarakat untuk bahan penimbun tanah sebagai dasar bangunan. Sarana dan Prasarana Penunjang Argowisata Sondokoro adalah diversifikasi dari PG Tasikmadu yang sesuai dengan misi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah mengusahakan agrobisnis dan agro industri yang tangguh dan berkembang . Pada saat hasil samping ampas berlimpah dapat dibutuhkan oleh pabrik jamur.000 ton . Dalam bidang industri sudah dapat terangkum sedemikian rinci dan detail baik pada produksi utama dan produksi hasil samping. diharapkan wisatawan yang berkunjung juga dapat mengetahui wawasan mengenai pergulaan.Pola tatatanam saat sekarang mempergunakan sistem pola antara lain yang pertama TRKm A (Tebu Rakyat Kemitraan pola A) dimana PG Tasikmadu mengusahakan budidaya tanaman tebu dengan menyewa lahan milik petani. dan bahan penyedap masakan (ajinomoto). 14  Hasil samping tetes ini dipergunakan antara lain untuk dijadikan spiritus. bahan baku tebu diproses produksi di PG Tasikmadu. bahan bakar loko uap.

Beberapa sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan antara lain: • Graha Sondokoro Sebagai kantor pusat Agrowisata Sondokoro terdapat berbagai informasi mengenai PG Tasikmadu dari peninggalan alat-alat perkantoran pada jaman dahulu sebagai museum perkantoran. gula pasir dan lain lain.Diharapkan wisatawan akan selalu bertambah jumlahnya setiap berkunjung dan menikmati lingkungan emplasmen PG Tasikmadu karena sudah tersedia beberapa sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan untuk wisatawan atau pengunjung. topi. Hal. sampai dengan perkembangan terakhir mengenai pergulaan serta terdapat pula informasi jadwal kegiatan event-event tertentu yang berhubungan dengan agrowisata. 15  • Tempat Ibadah . kaos . Digraha Sondokoro juga disediakan penjualan berbagai macam souvenir sebagi kenang-kenangan antara lain miniatur loko terbuat dari kayu.

Bagi umat muslim yang akan melakukan ibadah ada Masjid Nurul Huda yang berkapasitas 250 orang dan ada beberapa mushola antara lain berada di Graha Sondokoro, di Resto pancingan dan di home stay.

Lapangan tennis, Lapangan volly ball, gedung badminton. Sebagai sarana olahraga dimana wisatawan yang berkehendak untuk melakukan kegiatan olah raga merupakan suatu paket yang dapat diperoleh oleh wisatawan .

Gedung pertemuan (Sositeit). Mempunyai kapasitas sebanyak 500 orang dapat dipergunakan untuk suatu pertemuan atau rapat .

Resto pancingan Sondokoro

Hal. 16 

Wisatawan yang datang berkunjung dapat menikmati masakan khas . Penempatan lokasi didesain dengan begitu indah dengan beberapa Gazebo ada juga sarana hiburan musik sehingga wisatawan dapat menikmati hidangan juga dapat menikmati hiburan musik secara langsung ( live).

Terdapat pula ruangan sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan rapat dengan kapasitas untuk 75 orang dengan ruangan ber AC, fasilitas LCD, fasilitas parkir sangat luas dan aman.

Homestay Bagi wisatawan yang datang berkunjung karena memerlukan penginapan juga disediakan tempat untuk bermalam, dan akan menikamti keindahan suasana emplasmen pada malam hari. Fasilitas kamar ada 6 kamar keluarga dan ada 2 kamar untuk pengemudi, terdapat garasi, halaman luas cukup untuk parkir mobil sebanyak 5 buah. Hal. 17 

Graha Ratu Lesung Hasil kerjasama dengan Pemkab Karanganyar disediakan 1 rumah dinas yang bertujuan bagi wisatawan yang berkunjung akan mencintai dan mengenal Karanganyar secara mendalam, disediakan berbagai souvenir ciri khas Karanganyar dengan menonjolkan lesungnya, dan sebagai pusat informasi wisata lain yang berada di Kabupaten Karanganyar.

Sarana Parkir Wisatawan yang berkunjung di Agrowisata Sondokoro dengan mempergunakan sarana kendaraan mobil, motor, dan sepeda dapat dengan leluasa untuk menempatkan sarana tersebut pada tempat parkir yang telah disediakan dengan jaminan aman .

Agrowisata Sondokoro menyediakan sarana hiburan musik. secara live yang dbuka setiap hari munggu, terdapat pula tempat untuk pedagang berjualan hasil dagangannya, dengan kondisi yang sangat mengasikkan karena bertempat pada lokasi yang teduh. Hal. 18  BAB 3 PENUTUP 1. Kesimpulan Pengembangan Agrowisata Sondokoro kedepan memerlukan kader-kader yang mempunyai kompetensi mengenai bisnis agrowisata dengan latar belakang etos kerja 3 K: Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, sehingga akan menambah dan memperbesar profit perusahaan selain dari usaha agrowisata merupakan deversifikasi dari PG Tasikmadu, dan komoditi gula adalah sebagai komoditi utama yang selalu dibutuhkan dan dimanfaatkan insan manusia sehari-hari. Mengacu pada kebutuhan hidup manusia antara lain adalah kebutuhan jasmani dan

rohani sehingga perlu selalu ada penyegaran, insya Allah keberadaan PG Tasikmadu dan Agrowisata Sondokoro akan berkembang dan dengan ridho Allah dapat bermanfaat bagi umat manusia baik secara khusus untuk karyawan dan keluarganya juga untuk masyarakat pada umumnya. http://www.scribd.com/doc/24451443/tugas-kuL-1

Rekayasa dan Pengembangan Penyadap Gas CO2 Dari Cerobong Ketel untuk Pabrik Gula Rafinasi (2001)
Saechu, Muhammad ; Santoso, Bambang Edy ; Bahri, Subhanuel Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dan PG Tasikmadu Pemanfaatan CO2 dari gas cerobong ketel untuk proses karbonatasinira atau leburan telah dilakukan oleh banyak pabrik gula rafinasi di luar negeri dengan sasaran untuk menurunkan biaya produksi disamping perbaikan kualitas gula. Memperhatikan hal diatas nampaknya pengembangan gas CO2 scrubber di Indonesia adalah sangat penting. Untuk menciptakan gas CO2 crubber yang handal, pada tahun 2001 dengan didasarkan pada hasil studi literatur, survai lapang dan konsultasi telah didisain dan rekayasa CO2 scrubber pada skala pilot plant yang ditempatkan di PG Tasikmadu. Proses rancang bangun CO2 scrubber telah selesai sekitar 50% fisik, sesuai rencana kerja.

http://mekanisasi.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=147:rekayasadan-pengembangan-penyadap-gas-co2-dari-cerobong-ketel-untuk-pabrik-gula-rafinasi2001&catid=36:abstrak-litbang-mektan-2001&Itemid=51

TAMAN BERMAIN SONDOKORO
August 26th, 2009 | Author: redaksi

SIS Kroyo Campus - Agrowisata Sondokoro ini terletak di area Pabrik Gula Tasikmadu PTPN IX. Wisata ini menawarkan wisata historis tempo dulu, dengan dioperasikannya Spoor Teboe, kereta api uap pengangkut tebu. Penumpang diajak untuk menjelajah masuk area pabrik gula dengan kereta berbahan bakar kayu itu. Selain itu di kawasan wisata ini terdapat pula, taman bermain, outbound, kolam renang dan resto Sondokoro dengan hidangan khas ikan bakarnya. Melengkapi keindahan alam, Karanganyar menyiapkan agrowisata Sondokoro. Objek ini sangat tepat bagi pelajar untuk menyelami proses produksi gula. Kawasan ini tidak hanya memanjakan pengunjung dengan keindahan tanaman pohon langka yang tua nan rindang yang mengelilingi pabrik gula Tasikmadu. Pabriknya bukan semata-mata bangunan gedung kuno, pengunjung akan terpana dan menikmati fasilitas yang relatif lengkap di perusahaan ini. Sekadar contoh, fasilitas kolam renang, lapangan bermain, flying fox, restoran, dan tur keliling lokasi dengan sepur tua produksi Jerman tahun 1700, adalah beberapa di antara fasilitas-fasilitas yang tersedia di sana. Perusahaan juga menyediakan cottage dan guest house yang disewakan. Menyempurnakan kunjungan wisata alam, Kebun Teh Kemuning Ngargoyoso dan air terjun Parangijo.

(M-1/Ths)-k http://www. kondisi lahan tersebar. belum lama ini." tambahnya. Dari situ bisa dihasilkan gula kristal putih sebanyak 27.179 ton menjadi 407.id/2009/08/taman-bermain-sondokoro/ .915 ton tebu.5 persen per tahun. Pada tahun 2007. Pada musim giling yang rencananya dimulai pada 18 Mei 2008 mendatang.sch.670 ton atau naik 12 persen dari tahun sebelumnya.893 ton dengan total produksi 24. jumlah tebu rakyat tergiling dari 286. di mana kebutuhan total bahan baku adalah 500.http://sbikroyo. pada acara resepsi Selamatan Giling PG Tasikmadu Tahun 2008. Hal itu diungkapkan Administratur PG Tasikmadu Afdeling Colomadu Hanung Trihutomo. total bahan baku yang tergiling sebanyak 407. Sementara.kr.727 ton pada tahun 2007. Kabupaten Karanganyar.Total produksi gula kristal putih di Pabrik Gula Tasikmadu. Beberapa kendala atau permasalahan yang dihadapi PG Tasikmadu bersama petani tebu rakyat (PTR) dalam upaya meningkatkan kapasitas maupun kualitas produksi serta usaha taninya di antaranya sebanyak 90% budidaya tebu dilakukan di lahan kering yang letaknya tersebar di tujuh wilayah kabupaten. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Namun demikian jumlah tersebut dirasa belum cukup untuk memenuhi skala usaha dari total kapasitas terpasang PG Tasikmadu.1 persen per tahun.000 ton setiap musim giling dengan total produk GKP sebanyak 35. Terkait hal itu.5 persen.php?sid=161404&actmenu=38 http://sbikroyo.sch. tambah Hanung. jelas Hanung. sejak 2003 hingga 2007.727 ton gula kristal putih dengan rendemen rata-rata masih 6.000 ton dari capaian rendemen rata-rata 7 persen.id/2009/08/taman-bermain-sondokoro/ Produksi PG Tasikmadu Diprediksi Naik 12 Persen 29/04/2008 07:28:24 KARANGANYAR (KR) . Dengan kata lain. "Karena kesulitan air. Persoalan lain adalah komposisi varietas tebu yang belum ideal yang menyebabkan kesulitan dalam manajemen pascapanen maupun ketepatan tingkat kemasakan tebu yang kurang optimal pada saat proses pengolahannya. kenaikan gula kristal putih dari tahun 2003 yang sebanyak 18.915 ton dengan rendemen ratarata 6.co. sehingga menyebabkan inefisiensi pada pascapanen. PG Tasikmadu merencanakan bisa mengolah sebanyak 425.04 persen. direncanakan bisa mengolah tebu sebanyak 425.254 ton kini menjadi 24. pada musim giling tahun 2008 ini dipastikan bakal mengalami kenaikan hingga 12 persen dibandingkan tahun lalu. maka pola tanam banyak dilakukan pada saat turun hujan sehingga umur tebu menjadi kurang atau berkisar 8-10 bulan dari yang seharusnya tidak kurang dari 12 bulan. Selain itu.id/web/detail. Sedangkan pada tahun ini. Bisa dibilang ada kenaikan 36 persen selama lima tahun atau 7. telah terjadi pertumbuhan produksi ratarata 8.893 ton lebih atau terjadi kenaikan 43 persen selama lima tahun. dalam tiga tahun ke depan pihaknya berharap banyak melalui program yang berfokus pada intensivikasi akan dicapai skala usaha yang ideal.

(*z/ Wahyu Putro A/ant) http://beta. Yogyakarta. Perluasan lahan tebu di Bantul yang dikelola olah petani diharapkan dapat meningkatkan produksi gula untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY rata-rata 50. Sep 29.com/2009/09/29/kebutuhan-gula/ pembaca. di Pabrik Gula Madukismo.matanews. makasih Quote: . dan TS harapkan feedback dari agan berupa komen dan rate sebagai bentuk penghargaan bagi kami trit maker. matanews. Bantul.000 ton per Tahun. Kasihan. Selasa (29/9).Kebutuhan Gula Main Photo | Tue. 2009 at 16:47 | Jakarta.com Sebuah truk melakukan proses bongkar tebu.

atau aren. namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau. juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa. seperti umbi dahlia. menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. Brazil. dan Thailand. . seperti kelapa. serta cairan batang tebu. Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia. negara-negara Karibia. terdapat sumber-sumber gula minor lainnya. Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. Gula sederhana. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. atau jagung. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan). Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Meskipun demikian. Sumber-sumber pemanis lain. dan negara-negara Asia Timur. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an. terutama di bagian timur. seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam). bit gula. anggir.Quote: Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin.

lalu berkembang ke arah timur. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto.r:7.com/2010/05/gulapasir. Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an. tersisa 30 pabrik aktif.Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17.wordpress.google. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik.com/thread/gula-tebu-sejarah-amp-proses-pembuatannya. Seusai Perang Dunia II. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun.jpg&w=400&h=300&ei=d 8C8TrP6JoizrAea06nYAQ&zoom=1&iact=hc&vpx=498&vpy=249&dur=5281&hovh=194&hovw=259&tx=1 24&ty=133&sig=103802494352508878247&page=3&tbnh=149&tbnw=195&start=31&ndsp=10&ved=1t:4 29. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula.com/imgres?q=proses+gula&um=1&hl=en&sa=N&biw=1152&bih=562&tbm=isch&tbnid =iJtVM_PUDf4igM:&imgrefurl=http://sweetcandyind. http://kaskushotthread.files. pertama di sekitar Batavia. dengan 93 pabrik dan prduksi 1.wordpress. Pada tahun 1957 semua pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini.html http://www. dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun.s:31 .5 juta ton.com/2010/05/08/proses-kristalisasigula/&docid=SKez3_WC0sOpM&imgurl=http://sweetcandyind.

s:81 Proses Pembuatan Gula Pasir Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Tebu ini termasuk jenis rumputrumputan.com/images/pros_pemb_gula.google. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung.com/imgres?q=proses+gula&um=1&hl=en&sa=N&biw=1152&bih=562&tbm=isch&tbnid =NDnlQgKSLzX93M:&imgrefurl=http://www.candibaru.com/indeks.gif&w=600&h=695&ei=d8C 8TrP6JoizrAea06nYAQ&zoom=1&iact=hc&vpx=303&vpy=125&dur=3258&hovh=242&hovw=209&tx=132 &ty=139&sig=103802494352508878247&page=8&tbnh=154&tbnw=133&start=81&ndsp=10&ved=1t:429. r:6.php%3Fp%3Dprosesproduksi&docid= AthtxIwIwFQiQM&imgurl=http://www. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun.candibaru. .http://www.

penghilangan warna. Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). proses ektrasi. dan hasilnya berupa cairan yang manis. Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. karbonasi.Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. Proses ini dinamakan liming. 15% gula dan serat residu. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. yang mengandung 1 hingga 2% gula. semuanya bercampur di dalam gula. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. . Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”. dinamakan bagasse. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. afinasi. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. penguapan. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. kritalisasi. pembersihan kotoran. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses.

Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali.5%. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Sebagai tambahan.proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Campuran hasil („magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup . Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Sayangnya. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Evaporasi dalam „evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. Sekali kristal terbentuk. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. Olah karena itu.

Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. Setelah proses ini dilakukan. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. partikel-partikel halus. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materimateri non gula. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat.sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. t eknik yang lain berupa fosfatasi. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika . sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Selain karbonatasi.

Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. campuran tersebut kemudian dimurnikan dengan . 2010 Filed under: Uncategorized — faritdc @ 5:24 am Proses Produksi Gula Pasir Untuk pembuatan gula. dimasak. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula.jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya di gunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak kemurnian. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya.blogspot.html Produksi gula pasir Februari 1. Sesudah itu. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula. sarinya dikumpulkan dan disaring. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. sumber http://terselubung. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal.com/2010/10/proses-pembuatan-gula-pasir.

Alat penggilingan disusun seri dengan jumlah alat penggilingan 4-5 unit. Bahan baku tebu yang diangkut dari kebun dengan truk. Saat penggilingan diberikan air imbibisi untuk mengurangi kehilangan gula dalam ampas. MESIN PENGOLAH: Penimbangan Penimbangan di sini dimaksudkan untuk mengetahui berat tebu yang akan digunakan dalam proses pembuatan gula. Pemurnian . Setelah cukup murni. akibat dari kurang sempurnanya daya perah unit gilingan. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. Penggilingan Penggilingan dimaksudkan untuk mengambil nira mentah dari batang tebu dan memisahkannya dari ampas. sesampai di pabrik akan ditimbang dan dipindahkan ke lori (kereta pengangkut tebu) menuju meja tebu sebagai tempat dimulainya perlakuan pendahuluan pengolahan gula kristal. hal ini berkaitan dengan berapa banyak gula yang dihasilkan nantinya. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan.belerang dioksida. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan.

Di dalam badan penguapan secara seri. gula disaring untuk memisahkan antara gula halus.Tujuan pemurnian adalah membuang sebanyak-banyaknya zat bukan gula dan mengusahakan agar kerusakan gula akibat perlakuan proses pabrikasi minimal. Pemurnian dengan susu kapur dilakukan dalam peti defecator (bejana yang berfungsi untuk mencampurkan susu kapur dengan nira mentah) dengan pH 10 Penguapan Tujuan penguapan adalah untuk memekatkan nira encer sehingga diperoleh nira dengan kepekatan yang diharapkan. sedangkan gula produk ditimbang dan dikemas. . Setelah dingin dan kering. Gula halus dan gula kasar akan dilebur kembali. Pendinginan berfungsi agar gula menjadi dingin setelah melalui proses pengeringan karena telah dilewati panas. persen brix nira dari badan pertama ke badan penguapan selanjutnya akan semakin meningkat. Pengeringan dilakukan dalam tabung getar. Pemutaran Pemutaran berfungsi untuk memisahkan kristal dengan larutannya (stroop) menggunakan proses sentrifugasi dalam saringan sehingga massa akan terlempar. Pengeringan. Pendinginan dan Penyaringan Fungsi dari pengeringan ini adalah untuk menguapkan kadar air pada bahan sehingga memudahkan proses selanjutnya. maka titik didih dibuat rendah dengan tekanan hampa agar komponen nira tidak rusak. Pendinginan gula dikerjakan dengan menghembuskan udara dingin sampai suhu gula sama dengan suhu gudang. Pengkristalan Pengkristalan bertujuan untuk memisahkan sakarosa dari larutannya dengan cara mengkristalkan molekul-molekul sakarosa dalam pan kristalisasi dan diusahakan hasil kristalisasi yang memenuhi syarat yang dikehendaki. gula kasar dan gula produk. Fungsi dari penyaringan ini supaya didapatkan bentuk gula yang diinginkan. Saat pemutaran sesekali diberikan air siraman untuk mempermudah pemisahan kristal gula dengan larutannya ). di mana gula akan melompat-lompat sehingga mempercepat pengeringan karena seluruh kristal terkena hembusan udara panas dari pengering gula.

Gula produk ditimbang dengan timbangan curah dengan skala yang sudah diatur untuk berat bersihnya dan langsung masuk ke karung dan dijahit secara otomatis.Pengemasan Pengemasan berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap produk dari segala macam kerusakan yang terjadi baik untuk produk pangan maupun produk non pangan. KANDUNGAN GULA PASIR: http://faritdc.com/2010/02/ Tahapan tahapan pembuatan gula Pasir Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu .wordpress. Selanjutnya gula produk dibawa ke gudang yang memenuhi syarat untuk disimpan dan didistribusikan ke konsumen.

Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. penguapan. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan.Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. Jus dan cairan manis ini . pembersihan kotoran. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. 15% gula dan serat residu. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. 1. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai "abu". 2. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. semuanya bercampur di dalam gula. dinamakan bagasse. proses ektrasi. dan hasilnya berupa cairan yang manis. kritalisasi.Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan.Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. Proses ini dinamakan liming. penghilangan warna. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. karbonasi. yang mengandung 1 hingga 2% gula. Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. afinasi.

Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Sebagai tambahan. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Sekali kristal terbentuk. 3. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi.kemudian dikembalikan ke proses. Olah karena itu. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. 5. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Evaporasi dalam 'evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) .Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya.5%. 4. Gula ini . materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Sayangnya. proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup.Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga.Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan.

Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal.Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan "afinasi". Campuran hasil ('magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Selain karbonatasi. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisikondisi reaksi. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. partikelpartikel halus. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi . 6. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. 7. t eknik yang lain berupa fosfatasi. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Setelah proses ini dilakukan. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang.sebenarnya sudah dapat digunakan. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna.

Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. 8.Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium.tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. 9.com/2011/01/tahapan-tahapan-pembuatan-gula-pasir. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon.gallerydunia. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. GAC merupakan cara modern setingkat "bone char". Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian.Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. http://www. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya.html . Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful