fo.

net> Produk Makanan > Gula

Gula

Rasa manis, seperti halnya rasa asin, merupakan rasa yang sangat dikenal. Rasa manis terutama disebabkan oleh gula, yaitu jenis dari karbohidrat dapat larut (dalam air) yang berukuran kecil, terdapat dalam buah-buahan, tanaman dan produk alam lainnya. Gula yang umum dijumpai adalah fruktosa (levulosa, gula buah), maltosa (gula malt), laktosa (gula susu), glukosa (dekstrosa) dan sakarosa (sukrosa, gula meja yang biasa kita kenal). Sakarosa terutama digunakan dalam berbagai makanan olahan. Gula ini bisa didapatkan dari tebu ataupun dari bit. Gula tidak hanya digunakan dalam makanan karena rasanya yang manis, tetapi juga karena hasil reaksi yang terjadi selama pemanasan; berupa karamel dan produk Maillard. Karamel diperoleh dari pemanasan gula secara langsung tanpa adanya bahan tambahan ataupun air. Karamel yang dihasilkan berwarna coklat hingga hitam dan memiliki rasa yang lezat. Produk Maillard dihasilkan dari pemanasan gula dan protein. Ini merupakan reaksi yang sangat kompleks, menghasilkan berbagai cita rasa yang khas seperti flavor roti, cookies, popcorn, daging goreng, dll. Gula dapat mengikat air secara efisien. Oleh karenanya penambahan gula ke dalam sebuah produk akan memberikan efek pengawetan karena air tidak lagi tersedia untuk pertumbuhan organisme pembusuk. Pengawetan buah-buahan ataupun produk-produk lainnya dengan gula (seperti selai) atau madu telah dipraktekkan selama lebih dari 2000 tahun.

Gula merupakan bagian dasar yang penting pada berbagai makanan olahan. Permen tanpa gula akan kehilangan volumenya hingga 60%, sedangkan berbagai jenis cake akan kehilangan 1530% volumenya tanpa adanya gula. Untuk informasi lebih lanjut mengenai topik gula silakan klik di sini:
  

 

Sejarah gula Sumber-sumber gula Pembuatan gula o Gula bit o Gula tebu Jenis-jenis gula dan produk-produk terkait Kimia gula

http://www.food-info.net/id/products/sugar/intro.htm

Sejarah gula
Gula tebu
Pada awalnya gula tebu dikenal oleh orang-orang Polinesia, kemudian menyebar ke India. Pada tahun 510 Sebelum Masehi, ketika menguasai India, Raja Darius dari Persia menemukan ”batang rerumputan yang menghasilkan madu tanpa lebah”. Seperti halnya pada berbagai penemuan manusia lainnya, keberadaan tebu sangat dirahasiakan dan dijaga ketat, sedangkan produk olahannya diekspor dan untuk menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Rahasia tanaman tebu akhirnya terbongkar setelah terjadi ekspansi besar-besaran oleh orangorang Arab pada abad ketujuh sebelum sesudah masehi. Ketika mereka menguasai Persia pada tahun 642 mereka menemukan tanaman tebu yang sedang tumbuh dan kemudian mempelajari cara pembuatan gula. Selama ekspansi berlanjut mereka mendirikan pengolahan-pengolahan gula di berbagai daratan lain yang mereka kuasai, termasuk di Afrika Utara dan Spanyol. Gula dikenal oleh orang-orang barat Eropa sebagai hasil dari Perang Salib pada abad ke-11. Para prajurit yang pulang menceritakan keberadaan “rempah baru” yang enak ini. Gula pertama diketahui tercatat di Inggris pada tahun 1099. Abad-abad berikutnya merupakan periode ekspansi besar-besaran perdagangan barat Eropa dengan dunia timur, termasuk di dalamnya adalah impor gula. Sebagai contoh, dalam sebuah catatan pada tahun 1319 harga gula di London sebesar “dua shilling tiap pound”. Nilai ini setara dengan beberapa bulan upah buruh rata-rata, sehingga dapat dikatakan gula sangatlah mewah pada waktu itu. Orang-orang kaya menyukai pembuatan patung-patung dari gula sebagai penghias meja-meja mereka. Ketika Henry III dari Perancis mengunjungi Venice, sebuah pesta diadakan untuk menghormatinya dengan menampilkan piring-piring, barang-barang perak, dan kain linen yang semuanya terbuat dari gula.

Karena merupakan barang mahal, gula seringkali dianggap sebagai obat. Banyak petunjuk kesehatan dari abad ke-13 hingga 15 yang merekomendasikan pemberian gula kepada orangorang cacat untuk memperkokoh kekuatan mereka. Pada abad ke-15, pemurnian gula Eropa umumnya dilakukan di Venice. Venice tidak bisa lagi melakukan monopoli ketika Vasco da Gama berlayar ke India pada tahun 1498 dan mendirikan perdagangan di sana. Meskipun demikian, penemuan orang-orang Amerika lah yang telah mengubah konsumsi gula di dunia. Dalam salah satu perjalanan pertamanya, Columbus membawa tanaman tebu untuk ditanam di kawasan Karibia. Iklim yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman tebu menyebabkan berdirinya sebuah industri dengan cepat. Kebutuhan terhadap gula yang besar bagi Eropa menyebabkan banyak kawasan hutan di kepulauan Karibia menjadi hampir seluruhnya hilang digantikan perkebunan tebu, seperti misalnya di Barbados, Antigua dan separuh dari Tobago. Tanaman tebu dibudidayakan secara massal. Jutaan orang dikirim dari Afrika dan India untuk bekerja di penggilingan tebu. Oleh karenanya, produksi gula sangat erat kaitannya dengan perdagangan budak di dunia barat. Secara ekonomi gula sangatlah penting sehingga seluruh kekuatan Eropa membangun atau berusaha membangun jajahan di pulau-pulau kecil Karibia dan berbagai pertempuran terjadi untuk menguasai pulau-pulau tersebut. Selanjutnya tanaman tebu dibudidayakan di berbagai perkebunan besar di kawasan-kawasan lain di dunia (India, Indonesia, Filipina dan kawasan Pasifik) untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa dan lokal.

Pabrik gula tebu di Hindia Belanda sekitar tahun 1850 oleh A. Salm (Sumber)

Pada tahun 1750 terdapat 120 pabrik pemurnian gula yang beroperasi di Britania dengan hanya menghasilkan 30.000 ton per tahun. Pada tahap ini gula masih merupakan sesuatu yang mewah

Catatan perdagangan impor gula dari Jamaika pada tahun 1739 (Sumber) Para pemerintah menyadari keuntungan besar yang didapat dari gula dan oleh karenanya mengenakan pajak yang tinggi. Namun demikian kebanyakan gula dikonsumsi di negara penghasil dan hanya sekitar 25% yang diperdagangkan secara internasional. . Keadaan ini terus bertahan sampai dengan akhir abad ke-19 ketika kebanyakan pemerintahan mengurangi atau menghapus pajak dan menjadikan harga gula terjangkau untuk warga biasa. Gula Bit Gula bit pertama kali diketahui sebagai sumber gula pada tahun 1747. Keadaan ini juga berlaku di negara-negara Eropa Barat lainnya. Keadaan ini bertahan sampai dengan perang-perang Napoleon pada awal abad ke-19 ketika Britania menblokade impor gula ke benua Eropa. Uni-Eropa. Masuknya gula bit ke Inggris tertunda sampai dengan Perang dunia Pertama ketika impor gula Britain terancam. tanaman ini tidak begitu menarik perhatian dan hanya sekedar keingintahuan beberapa negara Eropa karena kepentingan nasional dan ekonomi lebih tertuju pada perkebunan tebu. Tidak diragukan lagi. Sebelumnya Britain mengimpor gula tebu dari jajahannya di kawasan tropis. Pada tahun 1880 gula bit menggantikan gula tebu sebagai sumber utama gula di benua Eropa. Masa kini Konsumsi gula per tahun saat ini berkisar 120 juta ton dan terus bertambah pada laju sekitar 2 juta ton per tahun. Brazil dan India adalah tiga produsen terbesar dan gabungan dari ketiganya menyumbang sekitar 40% produksi per tahun. Akibatnya gula tetap merupakan sebuah barang mewah.dan memberi keuntungan yang sangat besar sehingga gula dijuluki “emas putih”.

pantrinbago. dan mapel (Acer saccharum).britishsugar.net/id/products/sugar/history.essortment. Asia dan Afrika) dan Pasifik. spontaneum. dengan kadar gula bisa mencapai 12% .co. Sumber:     http://www.) dan bit (Beta vulgaris).uk http://www. S. . Dua tanaman gula yang paling penting adalah tebu (Saccharum spp. Tebu Tebu (Saccharum) merupakan genus yang terdiri dari 6-37 spesies (tergantung dari pengertian taksonominya) dari rerumputan tinggi (famili Poaceae). sinense.Tebu dibudidayakan di lebih dari 100 negara dan gula yang dihasilkan dari tebu berkisar 6 kali lebih besar dari pada gula bit. Beberapa tanaman gula komersial lainnya termasuk kurma (Phoenix dactylifera).htm Sumber – sumber Gula Sukrosa Gula atau gula meja sukrosa yang kita kenal berasal dari hasil ekstraksi tanaman. sorgum (Sorghum vulgare).com/Landofbeginings12.sucrose. Seluruh spesies saling berkawinan.htm http://www. barberi dan S.20% dari berat kering tanaman. Tanaman ini memiliki batang berserat yang kuat dan beruas dengan ketinggian 2-6 m dan mengandung cairan yang kaya dengan gula. berasal dari kawasan bersuhu hangat hingga tropis di Dunia Tua (sebagian Eropa.com/historysugarca_ruef.com http://wv.food-info. dan varietas komersial yang paling banyak ditemui adalah jenis hibrida kompleks terutama dari varietas Saccharum officinarum.html http://www. S.

satu batang tebu dapat dipanen hingga beberapa kali. Jumlah tebu Tebu diperbanyak dibiakkan dari pemotongan batang-batangnya dan bukan dari benih. Lebih dari separuh produksi tebu di dunia dipanen secara manual dengan tangan.Tebu (Sumber) Budidaya tanaman tebu membutuhkan iklim tropis atau subtropis dengan curah hujan paling sedikit 600 mm per tahun. Tebu dapat dipanen secara manual dengan tangan atau menggunakan mesin. panen dapat dilakukan 2 hingga 10 kali tergantung pada praktik pertanian yang dilakukan. oleh karena itu dilakukan penanaman kembali. Api yang menyebar cepat akan membakar daun-daun. Rata-rata tebu yang dihasilkan adalah 100 ton tebu per hektar atau 10 ton gula per hektar. Tanaman ini memiliki kemampuan fotosintesis yang paling efisien dibandingkan dengan seluruh jenis tanaman lainnya. Pemanenan cara ini diawali dengan pembakaran lahan. Pada tiap penanaman. dan potongan-potongan tersebut biasanya ditanam secara manual dengan tangan. Dalam sekali tanam. Setiap potong paling tidak musti harus mengandung satu ruas bakal-tanaman (bud). dan dimana dapat mengubah sebanyak 2% energi matahari menjadi biomasa. anakan tebu akan tumbuh menjadi batang-batang baru dinamakan ratoons. setelah tiap kali pemanenan. Para pemanen kemudian memotong batang tepat di atas tanah dengan parang. tetapi meninggalkan batang-batang yang kaya air dan akar juga tidak rusak. Pemanen tebu yang sudah terlatih dapat memotong 500 kg tebu dalam satu jam. . Hasil yang didapat pada pemanenan berikutnya biasanya lebih rendah. khususnya yang dilakukan di negara-negara yang berkembang.

Oleh karena itu bit mulai ditanam pada musim semi dan dipanen pada permulaan musim gugur atau awal musim dingin. tetapi angka ini tergantung dari varietas dan juga bervariasi dari tahun ke tahun dan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.) termasuk dalam anggota sub-famili Chenopodiaceae dan famili Amaranthaceae. Bit merupakan tanaman yang umbinya mengandung sukrosa dalam jumlah yang dengan konsentrasi tinggi. chard dan fodder beet. Bit merupakan tanaman umbi biennial (tanaman yang memiliki siklus 12 hingga 24 bulan) dari wilayah beriklim sedang (temperate). Tanaman ini menghasilkan gula selama tahun pertama pertumbuhan dan kemudian muncul bunga-bunga dan benih di tahun kedua.Pemanenan (Sumber) Bit Bit (Beta vulgaris L. Bit secara langsung memiliki hubungan dengan beetroot. Bit mengandung gula yang tersimpan dalam umbi yang memiliki suatu kemiripan mirip dengan parsnip (semacam wortel) bulat. Kandungan gula di dalam bit umumnya adalah 17% dari berat. Secara .

umbi akar di satu sisi dan bagian berdaun di sisi yang lain. karena penanganan gulma dilakukan dengan mengatur tanaman dengan jarak yang rapat. Para pekerja membersihkan bit-bit dengan memegang daun-daunnya kemudian dihentakkan untuk menghilangkan sisa-sisa tanah yang menempel. dan kemudian menaruhnya dalam sebuah barisan/lajur. jumlah ini lebih besar dari kandungan gula tebu yang sudah dewasa tetapi hasil dari bit per hektar jauh lebih kecil dari tebu. Para pekerja yang lain dilengkapi dengan semacam pengait untuk mengangkat bit-bit tersebut dan memotong mahkota . Pemanenan juga membutuhkan banyak pekerja. yang kemudian harus dipangkas secara manual dengan sabit/ parang tiap dua atau tiga kali selama musim tanam.mendasar Pada dasarnya. Bit (Sumber) Sampai dengan akhir pertengahan abad ke-20. Meskipun akar umbinya dapat diambil keluar dengan alat seperti bajak yang bisa ditarik oleh sekelompok kuda. namun pekerjaan selanjutnya musti menggunakan tangan. sehingga hasil yang diharapkan untuk menghasilkan gula hanya sekitar 7 ton per hektar. pembudidayaan bit membutuhkan buruh dalam jumlah yang sangat banyak.

Daunnya menyerupai daun kelapa. Dari satu sistem akar seringkali terdiri dari kumpulan beberapa batang.dan daun-daun dari umbi akar dalam sekali potong. tetapi tanaman kurma kemungkinan berasal dari suatu tempat di oase-oase padang gurun Afrika Utara. Dengan menggunakan ban berjalan (konveyor). Pada saat ini. Kurma Tanaman kurma (Phoenix dactylifera) merupakan tanaman palma yang secara luas dibudidayakan dan diambil buahnya. dan menghilangkan sisa-sisa tanah dari umbi akar dalam satu urutan sekaligus. dengan panjang mencapai 3m. berupa tangkai panjang dengan banyak helaian daun (pinnate ). Tanaman ini berukuran sedang. helaian daun ini bisa mencapai panjang 30 cm dan lebar 2 cm. Bit ini ditampung di tepi lahan dan kemudian dialirkan ke dalam trailer pengangkut untuk dibawa ke pabrik. tetapi ini hanya dilakukan secara lokal pada skala kecil. Sejarah budidaya tanaman ini sangat panjang sehingga penyebaran alaminya tidak diketahui secara pasti. dan mungkin juga di Asia B b arat D d aya. Pemanen yang modern biasanya dapat mengerjakan 6 baris dalam waktu bersamaan. mencabut akar. tetapi bisa juga berupa batang-batang yang tumbuh sendiri-sendiri. . Para pekerja memotong daun dan mahkota dari umbi akar. pemanenan seluruhnya dilakukan secara mekanis. Para pekerja ini kemudian menempatkan barisan bit yang kemudian dapat diangkut ke dalam gerobak. sisa-sisa tanah di bit dapat lebih banyak dibersihkan – seorang petani akan didenda oleh pabrik jika sisasisa tanah di panenannya melebihi batas yang dipersyaratkan. dengan tinggi 15-25 m. Tangkai-tangkai daun muncul dari bagian petiola dan terdiri dari sekitar 150 helai daun. Gula dapat diekstrak dari buah kurma.

. Gula dapat diekstrak dari biji-bijinya. Amerika Tengah dan Asia Selatan. Tanaman ini dibudidayakan di Eropa Selatan.Tanaman kurma di Siprus (Sumber) Sorgum Sorgum merupakan genus yang terdiri dari 20 spesies rumput-rumputan. dengan satu spesies di antaranya berasal dari Meksiko. tetapi seperti halnya kurma. ekstraksi ini hanya dilakukan secara lokal dalam skala kecil. berasal dari kawasan tropis hingga subtropis di Afrika Timur.

Gula mapel sudah diproduksi di Amerika Utara selama beberapa abad dan hingga sekarang masih digunakan untuk pemanis. Tanaman ini merupakan spesies mapel Amerika yang terbesar. Pohon mapel (Sumber) Sumber utama:  www. Gula mapel memiliki kemanisan dua kali lipat dari gula pasir standar. terutama dibuat menjadi sirup mapel yang dimurnikan sebagian. tetapi penyusun utamanya adalah fruktosa.sucrose. dan gula mapel ini tidak mengandung gula yang sesungguhnya (sukrosa.com .Sorgum (Sumber) Mapel Pohon mapel (Acer saccharum) merupakan tanaman yang sangat dikenal di kawasan hutan di Amerika Utara bagian timur. sakarosa). dapat mencapai ketinggian hingga 30-37 m.

food-info. Jus ini digunakan sebagai bagian dari air dalam diffuser. air pengekstrak akan menjadi larutan gula yang semakin kental dan umumnya dinamakan jus. dikirim ke bagian pengeringan dan nantinya akan diolah menjadi pelet-pelet yang merupakan bahan penting untuk pakan hewan. dan bit yang sudah dikempa. bit-bit tersebut jauh lebih kotor dibandingkan tebu dan harus dibersihkan dan dipisahkan dari daun-daun bit yang masih tertinggal. Biasanya bit-bit tersebut dikirim ke pabrik dengan truk-truk besar karena jarak kirim yang lebih jauh dibandingkan industri gula tebu. bukan dua tahap seperti pada pembuatan gula tebu. Diffuser merupakan tangki pengaduk berukuran besar dengan posisi horisontal ataupun vertikal. yang sekarang berupa bubur. Jus dari proses diffusi yang masih 'mentah' ini mengandung sekitar 14% gula dan bubur residu atau bubur sisanya mengandung 1 hingga 2% gula dan total 8-12 % padatan.net/id/products/sugar/sources. di dalamnya irisan-irisan bit digerakkan dengan pelan dari ujung satu ke ujung yang lain dan air panas bergerak dari arah berlawanan. Pemanenan Bit dipanen pada saat musim gugur dan awal musim dingin dengan cara menggalinya keluar dari tanah. . Ekstraksi Tahap ini diawali dengan pemotongan bit menjadi irisan-irisan tipis. Proses ini dapat diumpamakan dengan proses ketika daun teh diseduh sehingga warna dan cita rasanya keluar. Hal ini karena bit merupakan tanaman rotasi yang membutuhkan hampir 4 kali luas lahan tanaman tebu yang ditanam dalam kultur tunggal (monokultur). batu-batu dan kotoran-kotoran lainnya sebelum diolah. Ini dinamakan dengan aliran berlawanan (counter-current flow) dan seiring dengan alirannya. Karena letaknya di dalam tanah. Pengempaan Irisan-irisan bit yang diekstrak dari diffuser masih sangat basah dan kandungan air di dalamnya masih mengandung sejumlah gula yang bermanfaat. Jus ini tentu saja ini juga mengandung banyak substansi lain dari daging bit. Oleh karenanya dilakukan pengempaan/pengepresan dalam kempa-kempa ulir untuk memeras jus sebanyak mungkin. Ekstraksi berlangsung dalam sebuah diffuser dimana bit mengalami kontak dengan air panas selama kurang lebih satu jam. Proses ini akan meningkatkan luas permukaan bit sehingga mempermudah ekstraksi gula. http://en.org http://www.wikipedia.htm Pembuatan gula bit Gula bit putih dibuat dari bit dalam suatu proses tunggal. sedangkan diffuser khusus gula bit mampu menampung beberapa ratus ton bit dan air ekstraksi.

Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur / lime [kalsium hidroksida. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/atau disimpan siap untuk didistribusikan. Hal ini biasanya terjadi setelah 3 tahap. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut.Karbonatasi Tahap pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Pendidihan Pada tahap akhir ini. Seperti pada pembuatan gula mentah. Sayangnya. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. proses fosfatasi tidak dilakukan di sini. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. biasanya mampu menampung 60 ton sirup gula bahkan lebih. Seperti pada pembuatan gula tebu. Hasil Gula yang dihasilkan berwarna putih dan siap untuk digunakan. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikelpartikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum. Setelah proses ini dilakukan. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. Tidak seperti pada pembuatan gula tebu. sampai kemudian diraih suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. gula yang masih terkandung dalam jus diolah lebih lanjut menjadi produk samping berupa: molase bit. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau dikirim ke . materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. cairan gula yang sudah berupa sirup ditempatkan dalam sebuah panci yang sangat besar. dinamakan dengan karbonatasi. Ketika kristal sudah tumbuh. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Demikian juga tahap penghilangan warna secara terpisah umumnya tidak dilakukan. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Di dalam panci tersebut dilakukan pendidihan dan penguapan sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Olah karena itu. baik itu untuk rumah tangga maupun industri seperti pabrik pembuatan minuman ringan. cairan induk pada pembuatan gula bit masih mengandung sejumlah gula sehingga kristalisasi diulang beberapa kali. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Hal ini khususnya terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa.

Potongan-potongan batang tebu yang telah diikat tersebut kemudian dibawa dari areal perkebunan dengan menggunakan pengangkut-pengangkut kecil dan kemudian dapat diangkut lebih lanjut dengan kendaraan yang lebih besar ataupun lori tebu menuju ke penggilingan. namun masih mempunyai beberapa daun hijau. Sebelum panen. Api membakar pada suhu yang cukup tinggi dan berlangsung sangat cepat sehingga tebu dan kandungan gulanya tidak ikut rusak. Mutu dari segi bau dan rasa molase bit tidak sama dengan molase tebu sehingga tidak dapat digunakan untuk pembuatan rum.food-info. Sumber :  www. jika memungkinkan. Ekstraksi . seluruh tanaman tebu dibakar untuk menghilangkan daundaun yang telah kering dan lapisan lilin. Meskipun demikian. Pemotongan tebu secara manual dengan tangan merupakan pekerjaan kasar yang sangat berat tetapi dapat mempekerjakan banyak orang di area di mana banyak terjadi pengangguran. Pemotongan dengan mesin umumnya mampu memotong tebu menjadi potongan pendek-pendek. Pemanenan dapat dilakukan baik secara manual dengan tangan ataupun dengan mesin. Sebagai tambahan. dedauan hijau di bagian atas dihilangkan dan batangbatang tersebut diikat menjadi satu. Mesin-mesin hanya dapat digunakan ketika kondisi lahan memungkinkan dengan topografi yang relatif datar. Besarnya areal tanam dan jumlah tanaman tebu dapat dikurangi jika ekstraksi gula dapat dilakukan semakin baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan gula dunia.htm Pembuatan gula tebu Pemanenan Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung dan ketika dewasa hampir seluruh daun-daunnya mengering.com http://www.sucrose. solusi ini tidak tepat untuk kebanyakan pabrik gula karena modal yang dikeluarkan untuk pengadaan mesin dan hilangnya banyak tenaga kerja kerja.pabrik fermentasi tanaman seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol. Di beberapa wilayah.Tebu dipotong di bagian atas permukaan tanah. karena CO2 yang dilepaskan sebenarnya memiliki proporsi yang sangat kecil dibandingkan dengan CO2 yang terikat melalui fotosintesis selama pertumbuhan.net/id/products/sugar/prodbeet. pembakaran areal tanaman tebu tidak diijinkan karena asap dan senyawasenyawa karbon yang dilepaskan dapat membahayakan penduduk setempat. tidak ada dampak lingkungan.

Cairan tebu manis dikeluarkan dan serat tebu dipisahkan. dinamakan bagasse. yang mengandung 1 hingga 2% gula. tebu dihancurkan dalam sebuah serial penggiling putar yang berukuran besar.Tahap pertama pengolahan adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. Ekstraksi gula Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 15% gula dan serat residu. Proses ini dinamakan liming. sebuah diffuser digunakan seperti yang digambarkan pada pengolahan gula bit. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. semuanya bercampur di dalam gula. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. untuk selanjutnya digunakan di mesin pemanas (boiler). serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. Di lain pabrik. Sebuah tebu bisa mengandung 12 hingga 14% serat dimana untuk setiap 50% air mengandung sekitar 25 hingga 30 ton bagasse untuk tiap 100 ton tebu atau 10 ton gula. dan hasilnya berupa cairan yang manis. sekitar 50% air serta pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang terhitung sebagai “abu”. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Pabrik dapat membersihkan jus dengan mudah dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran untuk kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Penguapan (Evaporasi) . Di kebanyakan pabrik. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier).

Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. sirup ditempatkan ke dalam panci yang sangat besar untuk dididihkan. Sentifugasi gula (Sumber) . Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya.Setelah mengalami proses liming. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. jus dikentalkan menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas dalam suatu proses yang dinamakan evaporasi. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Di dalam panci ini sejumlah air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. Sekali kristal terbentuk. Evaporasi dalam „evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi).

Beberapa pabrik melakukan pencairan ulang untuk gula B yang selanjutnya digunakan sebagai umpan untuk pendidihan A. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Inilah yang menyebabkan lokasi pabrik rum di Karibia selalu dekat dengan pabrik gula tebu. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. Gula yang dihasilkan biasanya digunakan sebagai umpan untuk pendidhan B dan sisanya dicairkan lagi. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Campuran hasil („magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga pengotor dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum perlakuan berikutnya (karbonatasi). Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. Sayangnya. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol. .Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Pertama atau pendidihan “A” akan menghasilkan gula terbaik yang siap disimpan. partikel-partikel halus. Pendidihan “B” membutuhkan waktu yang lebih lama dan waktu tinggal di dalam panci pengkristal juga lebih lama hingga ukuran kristal yang dinginkan terbentuk. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. Pendidihan “C” membutuhkan waktu secara proporsional lebih lama daripada pendidihan B dan juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terbentuk kristal. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. pabrik yang lain menggunakan kristal sebagai umpan untuk pendidihan A dan pabrik yang lainnya menggunakan cara mencampur gula A dan B untuk dijual. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Dalam sebuah pabrik pengolahan gula kasar (raw sugar) umumnya dilakukan tiga proses pendidihan. Sebagai tambahan. Olah karena itu. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi.

Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Selain karbonatasi. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi.Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Setelah proses ini dilakukan. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. t eknik yang lain berupa fosfatasi. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Kristal-kristal . perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula.

melainkan permen Amerika yang keras dan memiliki citarasa jeruk lemon. gula buah): gula yang agak manis (1. Sumber :  www. kecuali sebagai bagian dari jenis gula yang lain. Kurang manis dibandingkan sakarosa.          Brix (derajat): suatu pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah gula dalam sebuah larutan. berdasarkan pada pembiasan cahaya.food-info. Cairan-cairan ini diolah di ruang pengolahan ulang (recovery) yang beroperasi seperti pengolahan gula kasar.tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan. gula yang ada tidak dapat seluruhnya diekstrak dari cairan sehingga diolah menjadi produk samping: molase murni.sucrose. bertujuan untuk membuat gula dengan mutu yang setara dengan gula kasar hasil pembersihan setelah afinasi. seperti laktosa (gula susu) dan raffinosa (gula dalam kacang-kacangan).com http://www. Dekstrosa : Istilah bahasa Inggris untuk glukosa.htm Jenis-jenis gula dan berbagai produk terkait Kata-kata yang dicetak miring dapat ditemukan pengertiannya di bagian lain di daftar ini. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau dikirim ke pabrik fermentasi seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol. Gula anggur : padanan kata dari glukosa. Gula: umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa. Seperti pada pengolahan gula lainnya. Gula Barley : bukan termasuk gula.7 kali lebih manis dari gula biasa) umumnya didapat dari buah-buahan dan madu.net/id/products/sugar/prodcane. Terutama digunakan dalam industri minuman ringan dan minuman buah. . Gula Barbados : gula tebu yang berwarna coklat. Glukosa (padanan kata dekstrosa): gula yang terdapat pada berbagai tanaman. Secara kimiawi gula identik dengan karbohidrat. Galaktosa: suatu gula yang tidak umum dijumpai dalam makanan. Fruktosa (padanan kata levulosa. terbuat dari cairan barley dengan penambahan gula. Seringkali merupakan bagian dari komponen dinding sel tanaman. juga dalam darah. Pengolahan sisa (Recovery) Cairan sisa baik dari tahap penyiapan gula putih maupun dari pembersihan pada tahap afinasi masih mengandung sejumlah gula yang dapat diolah ulang. Sumber energi yang utama bagi tubuh.

Kristal bening dan putih dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami kristalisasi secara lambat. dan oleh karenanya gula ini secara khusus bermanfaat dalam pembuatan „meringues' dan cairan dingin. Gula ini kurang manis karena adanya air dalam kristal. Terkadang gula ini dicampur dengan sedikit pati atau bahan anti kempal untuk mencegah penggumpalan. Dinamai demikian karena ukuran butirannya sangat kecil sehingga dapat ditaburkan dari wadah berlubang-lubang kecil. Gula ini tidaklah sehalus gula bubuk yang dihaluskan secara mekanis (dan biasanya dicampur dengan sedikit pati untuk menghindari penggumpalan). juga dikenal sebagai gula „confectionary'. terdapat di Britania.    Gula Bit : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman bit. Kristal berwarna kuning kecoklatan mengandung berbagai karamel. Karena kehalusannya. Gula ini didapat dari penghancuran secara mekanis sehingga tidak ada cristal-kristal yang tertinggal. . Gula batu : tidak semanis gula granulasi biasa. Gula Castor : Gula castor atau caster adalah nama dari gula pasir yang sangat halus. Gula batu putih memiliki rekahan-rekahan kecil yang memantulkan cahaya. Gula bubuk : Gula granulasi (gula pasir) bubuk. gula ini lebih cepat larut dibandingkan gula putih pada umumnya. gula batu diperoleh dari kristal bening berukuran besar berwarna putih atau kuning kecoklatan.

  Gula Dekorasi : lihat gula sdaning. . Gula Coklat : gula yang ditambah dengan sedikit molase (tetes) untuk memberikan citarasa dan warna. Gula Gelatin (padanan kata gula gel.  Gula Granulasi (Gula pasir) : Kristal-kristal gula berukuran kecil yang pada umumnya dijumpai dan digunakan di rumah (gula pasir). Digunakan dalam pembuatan selai dan „marmelade'. gula selai/ jam): campuran dari gula granulasi dan pektin.

lihat gula Castor. . atau memecah. gula inversi menghasilkan produk yang lebih halus dan digunakan dalam pembuatan berbagai jenis permen seperti fondant. Gula sangat halus: suatu jenis gula di USA.        Gula Malt: lihat maltosa. Merupakan gula granulasi yang sangat halus. Gula meja: gula tebu atau gula bit butiran pada umumnya. berasal dari Indonesia. Gula Jagung: glukosa yang diperoleh dari jagung. Gula kristal: gula bit atau tebu berbentuk granulasi seperti gula pada umumnya. sakarosa menjadi dua komponen. sehingga menurunkan ukuran kristal-kristal gula. Gula Jawa : gula yang mengalami pemurnian sebagian.Terutama mengandung sakarosa.    Gula inversi : Gula inversi dibuat dengan menggabungkan sirup gula dengan sedikit asam (seperti pada krim tartar atau jus lemon) dan pemanasan. Kristalnya berukuran 4 kali lipat lebih besar dari gula granulasi pada umumnya. lihat sakarosa. Karena struktur kristalnya yang halus. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). Proses pembuatan jam dan selai secara otomatis menghasilkan gula inversi dengan menggabungkan asam alami dalam buah dengan gula granulasi dan memanaskan campuran tersebut. Gula Muscovado : gula coklat gelap. Dijual dalam bentuk gula butiran/pasir atau dicetak dalam bentuk gula kubus. dan berbagai sirup. Gula mutiara (Pearl sugar) : lihat gula sdaning. lihat sakarosa. glukosa dan fruktosa. Gula Sdaning: Gula Sdaning merupakan gula kasar atau gula dekorasi. Gula Palma (kelapa/ kurma) : gula yang didapatkan dari palma ataupun kurma. Proses ini mengubah. Digunakan untuk menghias makanan-makanan yang dipanggang dengan oven .

 Gula Spun (Spun sugar) : gula lembut hasil dari pendidihan gula sehingga dapat dibentuk dan digunakan untuk dekorasi berbagai hidangan penutup. buah dan hidangan penutup lainnya. Citarasanya sama kuatnya dengan vanilla tetapi tetap dapat dibedakan. . Gula Vanilla dapat juga dibuat dari ekstrak vanillin (vanili) murni. Gula Vanila : gula beraroma dan citarasa harum yang khas dibuat dengan cara memendam biji-biji vanilla dalam gula pasir. Pembuatan gula spun diawali dengan pemasakan gula. Terkadang dijual dalam bentuk gula coklat (brown sugar) di Eropa. Campuran tersebut disimpan dalam wadah kedap udara selama sekitar satu minggu sebelum biji-biji vanila tadi dipisahkan kembali. Gula ini dinamai gula-vanillin. biasanya dengan takaran dua biji vanila untuk setiap satu pound gula. Gula Tebu : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman tebu. air dan krim tartar hingga menjadi keras tapi tetap mudah dibentuk. Biji-biji vanila dapat digunakan kembali sampai dengan dengan 6 bulan. Kemudian dapat dibentuk seperti gumpalan helaian benang dengan menggunakan garpu pengocok dan dioleskan ke permukaan kue untuk dekorasi    Gula susu: lihat laktosa. Hasilnya berupa gula dengan rasa dan aroma yang harum yang dapat digunakan untuk bahan baku ataupun penghias „baked goods'.

. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). Icing (Icing sugar) : gula bubuk yang digunakan sebagai krim gula (gula pelapis) pada cake. Mula-mula pati dipecah menjadi glukosa secara enzimatis. Suatu sirup yang didapatkan dari pati jagung. kemudian glukosa ini diubah lagi secara enzimatis menjadi fruktosa yang memiliki rasa lebih manis. Senyawa-senyawa ini berwarna coklat hingga hitam dan menghasilkan aroma khas.  Jaggery (padanan kata gur): gula yang mengalami pemurnian sebagian. Digunakan sebagai pemanis kadar tinggi. berasal dari India. berasal dari India. HFCS : High Fruktose Corn Syrup (Gula Jagung Kaya Fruktosa).  Karamel : berbagai produk yang diperoleh dari hasil pemanasan gula. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). Digunakan sebagai pewarna makanan dan aroma rasa.   Gur (padanan kata jaggery): gula yang mengalami pemurnia n sebagian.

  Maltosa (padanan kata gula malt) : gula yang terdapat pada malt dan bir. suatu kombinasi dari galaktosa dan glukosa. Sirup Mapel : sirup yang didapatkan dari pohon mapel yang terdapat di America Utara. berwarna coklat. Penyusun utamanya adalah sakarosa. Molase : Produk samping dari pembuatan gula. Terutama tersusun dari berbagai karamel dan mineral.   Laktosa: gula yang terdapat pada susu. Banyak terdapat dalam tanaman (kacang-kacangan. Levulosa : padanan kata untuk fruktosa Madu : merupakan larutan 80% gula dalam air. .  Oligosakarida : karbohidrat rantai pendek yang didapatkan dari polisakarida berukuran besar atau dengan proses enzimatis. yang agak halus.   Melis : jenis gula meja pada umumnya. Dipakai dalam pembuatan gula coklat (brown sugar). Sirup ini merupakan larutan 70% sakarosa dan glukosa dalam air. glukosa dan sakarosa. Gula utama yang ada dalam madu adalah fruktosa. Dari kawasan Skandinavia.

namanya berarti menara kerucut kecil . Tingkat kemanisan pemanis berkisar dari 0. Sirup : suatu larutan yang sangat kental berupa gula dalam air.fi/~marianna/gourmet/i_sugars.com/acatalog/barley-sugars. Panela: lihat piloncillo Panocha: lihat piloncillo Pemanis: senyawa pemanis bukan karbohidrat.com/Logos/Kolner%20Klutje.at/~katzer/engl/Vani_pla.htm http://www.htm Food-Info. bukan untuk pemanis produk.net/id/products/sugar/types. Digunakan sebagai prebiotik. panocha): gula tebu dari Mexico yang mengalami pemurnian sebagian. Gula ini dicetak dalam bentuk kerucut.8 kali manisnya gula (seperti misalnya sorbitol) hingga 2000 kali (protein thaumatin).    Sakarosa (padanan kata sukrosa. Sukrosa : Istilah bahasa Inggris untuk sakarosa.food-info.html http://www.dlc.net> Produk Makanan > Gula .jpg http://myspace-283. Kandungan gula berkisar 50-80%.uni-graz.llnwd.jpg http://www.net/00110/38/24/110204283_m. gula kristal): nama kimia resmi dari jenis utama gula dan gula ini terutama digunakan dalam berbagai produk maupun di rumah tangga.vo. Kebanyakan merupakan pemanis buatan tetapi beberapa di antaranya adalah pemanis alami.sweetstall.fermacol.jpg http://www. Gambar-gambar dari :      http://www. Piloncillo (padanan kata panela. gula meja.    bawang) atau susu. Rasanya tidak manis atau sedikit manis.

tetapi tidak satupun yang berasa sangat manis dan menarik secara komersial. Rasa manis yang biasa dijumpai pada tanaman terutama disebabkan oleh tiga jenis gula. Satu-satunya gula utama yang dihasilkan oleh hewan adalah laktosa. pati (karbohidrat berukuran besar yang tidak manis) dari biji-bijian terpecah menjadi karbohidrat yang berukuran lebih kecil. yaitu sakarosa. Selain lima jenis gula utama ini. yaitu gula yang terdapat dalam semua susu hewan. susu tidak memiliki rasa manis. Pada bagian ini pengertian gula mengacu pada karbohidrat yang memiliki rasa manis. meskipun kadar gulanya cukup tinggi (4. An initiative of : Wageningen University Gula Struktur Tingkat kemanisan dibandingkan dengan sakarosa . fruktosa dan sakarosa dalam air. 7% pada ASI). Dalam pembuatan bir. berukuran kecil dan dapat larut (dalam air). Komposisi sesungguhnya sangat tergantung pada asal tanaman. oleh karena itu gula di dalam darah hewan (dengan kata lain di dalam daging) adalah glukosa. salah satunya adalah gula malt (maltosa) yang memiliki sedikit rasa manis. Madu merupakan larutan yang terdiri dari glukosa. Seluruh gula yang dicerna oleh hewan akan diubah di dalam hati menjadi glukosa.5% pada susu sapi.Kimia Gula Secara kimiawi gula sama dengan karbohidrat. fruktosa dan glukosa. Karena laktosa memiliki tingkat kemanisan yang lebih rendah dibandingkan fruktosa dan sakarosa. terdapat ratusan jenis karbohidrat berukuran kecil lainnya yang terdapat pada tanaman dan susu. Kata gula pada umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa (sukrosa). Gula-gula ini berada secara sendiri-sendiri ataupun dalam bentuk campuran satu dengan yang lain. berukuran kecil dan dapat larut. dengan komposisi sekitar 80% gula dan 20% air. tetapi umumnya pengertian gula mengacu pada karbohidrat yang memiliki rasa manis.

Sakarosa (glukosa + fruktosa) 100% Glukosa 74% Fruktosa 173% Maltosa (glukosa + glukosa) 33% Laktosa (galaktosa + glukosa) 16% .

Proses Pembuatan Gula Rafinasi Proses rafinasi yang digunakan dalam pabrik gula rafinasi bervariasi tergantung pada bahan yang diolah produk yang dikehendaki dan pertimbangan lain sesuai kondisi lokal. Untuk itu industri makanan membutuhkan kualitas gula yang lebih baik yang diperoleh dari gula rafinasi. Namun demikian secara garis besar dapat diuraikan menjadi stasiun sebagai berikut : . 12 Agustus 2010 GULA RAFINASI DAN PROSES PEMBUATANNYA Posted on/at 00:54 by Admin Gula selain dikonsumsi langsung juga digunakan sebagai bahan baku untuk industri makanan.htm Kamis.Lebih jauh tentang kimiawi karbohidrat dapat dilihat pada topik Karbohidrat (sedang dalam tahap penyusunan) http://www. Gula SHS ini masih belum memenuhi syarat untuk digunakan sebagai bahan baku industri makanan. Kata rafinasi diambil dari kata refinery artinya menyuling. menyaring.net/id/products/sugar/chemistry. Jadi bisa dikatakan bahwa gula rafinasi adalah gula yang mempunyai kualitas kemurnian yang tinggi. membersihkan.food-info. Pada saat ini kebanyakan pabrik gula di Indonesia hanya mampu menghasilkan gula kualitas GKP (gula kristal putih) yang dikonsumsi langsung.

. termasuk pabrik rafinasi di Indonesia.5% brix bersamaan dengan pengaliran CO2 ekivalen dengan jumlah kapur yang ditambahkan. B.A.3. Sumber gas CO2 berasal dari gas cerobong ketel yang sudah dimurnikan melalui scrubber. Proses pengambangan berlangsung dengan bantuan partikel udara yang dibangkitkan dalam aerator. Penurunan warna yang dicapai pada stasiun ini berkisar 30-50 %. Untuk memisahkan gumpalan tersebut oleh karena dalam media liquor yang kental (brix: 65-70) maka gumpalan tidak diendapkan melainkan diambangkan. Teknologi Karbonatasi Pada proses karbonatasi leburan dibubuhi kapur {Ca(OH)2} kemudian dialiri gas CO2 dalam bejana karbonatasi . keduanya banyak dipakai. C. Ada dua pilihan teknologi yaitu fosflotasi dan karbonatasi. Kristal yang telah dicuci dilebur dengan mencampur dengan air atau sweet water menghasilkan leburan (liquor) dengan brix sekitar 65. reaksi ini berlangsung di reaktor. Pada clarifier ini juga pemisahan gumpalan yang mengambang (scum) terjadi. yaitu dengan sekrap yang berputar pada permukaan clarifier dan menyingkirkan scum ke kanal yang dipasang pada sekeliling clarifier. Pembentukan gumpalan sekunder dapat menjerap berbagai pengotor : zat warna. Dekolorisasi Liquor yang dihasilkan dari stasiun klarifikasi setelah ditapis dipompa ke stasiun dekolorisasi. Proses karbonatasi dilakukan dua tahap. proses pengambangan terjadi pada clarifier. Penambahan flokulan (anion) sebelum tangki aerator dilakukan untuk membantu pembentukan gumpalan sekunder yang terbentuk dari gumpalan-gumpalan primer yang terikat oleh rantai molekul flokulan. Afinasi Tujuan afinasi adalah mencuci kristal GKM (raw sugar) agar lapisan molases yang melapisi kristal berkurang sehingga warnanya semakin ringan atau warna ICUMSA lebih kecil. partikel yang melayang dan lain-lain. Pencucian dilakukan dalam mesin sentrifugal yaitu setelah GKM dicampur dengan sirup menjadi magma. Selanjutnya liquor ditapis pada penapis bertekanan (leaf filter) menghasilkan filter liquor dan mud. Kedua pada karbonator akhir menyempurnakan reaksi dengan aliran CO2 sampai pH turun di sekitar 8. fosflotasi pada umumnya digunakan di pabrik rafinasi di negara Amerika Latin dan beberapa di Asia sedangkan selebihnya menggunakan teknologi karbonatasi. Teknologi Fosflotasi Pada proses ini digunakan asam fosfat dan kalsium hidroksida yang akan membentuk gumpalan (primer) kalsium fosfat. zat anorganik. Klarifikasi Pengoperasian unit ini bertujuan untuk membuang semaksimal mungkin pengotor non sugar yang ada dalam leburan (melt liquor). pertama dilakukan pembubuhan kapur sebanyak 0. terbentuk endapan kalsium karbonat yang akan menyerap pengotor termasuk zat warna.

. Warna yang dihasilkan bisa kuning. Bone Char.Pada stasiun dekolorisasi pada prinsipnya ada dua teknologi yang lazim digunakan yaitu karbon aktif dan penukar ion. Bahan ini terdiri dari campuran 90 % kalsium fosfat dan 10 % karbon yang dibuat dari tulangtulang binatang ternak dipanaskan pada suhu 700 oC. Senyawaan Phenolic. Kemampuan karbon aktif dalam mereduksi zat warna sangat tinggi. Bone char dapat digunakan selama 4-5 hari kemudian di regenerasi kembali. Melanoidins. Terbentuk dalam proses bila sukrosa mengalami pemanasan berlebihan sehingga terbentuk senyawaan yang berwarna. Karbon aktif ini dapat digunakan selama 3-6 minggu tergantung dari kualitas dan jumlah bahan yang masuk. Kedua teknologi tersebut dapat menurunkan warna sekitar 75-85 %. 3. Untuk menghilangkan zat warna dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. terbentuk dari reaksi antara gula reduksi dengan asam amino (Reaksi Maillard). Kandungan karbon aktif sekitar 60 % dan dicampur dengan 5% MgO untuk mencegah turunnya pH. 2. Senyawaan ini terdapat dalam tebu yang terbentuk dari hasil reaksi enzimatik flavonoid dan asam cinamic. 4. namun bahan ini tidak mampu menghilangkan zat anorganik yang terlarut. 2. yaitu : 1. namun senyawa ini mudah rusak oleh pemanasan terutama pada pH tinggi akan membentuk senyawaan polimer berwarna coklat yaitu 5-(hydroksimetil)-2-furaldehid. Meskipun kandungan glukosa dan fruktosa dalam proses refinery sangat kecil. Macam zat warna Terdapat beberapa macam zat warna yang terbawa atau terbentuk dalam proses refinery. masing-masing dengan keunggulan dan kelemahannya. pemilihan teknologi harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Produk degradasi gula invert. coklat atau hitam tergantung dari tingkatan reaksi selama pemanasan. Meskipun kemampuan mereduksi zat warna tidak sebaik karbon aktif namun mampu mereduksi kotoran zat anorganik. Dengan granul karbon aktif. terbentuk dalam proses. Warna senyawa ini umumnya hitam. Karamel.

Selain itu penggunaan air juga lebih efisien. namun resin akrilik kurang effektif dibanding resin stiren. Campuran kristal sukrosa dengan liquor disebut masakan.3. Ada dua jenis resin yang digunakan dalam refinery yaitu :Resin anion yang berfungsi mereduksi warna dan resin kation untuk menghilangkan senyawaan anorganik. Penggunaan resin senyawa akrilic lebih tahan dari resin stiren.Exchange Resin) Bahan ini mudah diregenerasi dan dalam penggunaannya mempunyai kapasitas lebih besar dibandingakan dengan karbon aktif maupun bone char. Resin penukar ion (Ion. Gula ditampung dalam sugar bin kapasitas 150 ton. Kristalisasi Produksi gula rafinasi Bahan utama kristalisasi adalah liquor yang sudah melewati tahap dekolorisasi. D. Liquor tersebut kemurniannya tinggi sehingga teknik kristalisasi berbeda dengan kristalisasi pada PG. F. pertama sirup dilewatkan resin akrilik terlebih dahulu kemudian baru dilewatkan resin stiren. dengan berat gula 50 kg setiap kantong. Pembuatan dua jalur dimulai dari stasiun sentrifugal. Pemisahan kristal dilakukan dengan cara memutar masakan dalam mesin sentrifugal menghasilkan kristal (gula A) dan sirop A. Demikian seterusnya sehingga secara berjenjang menghasilkan gula A. Pada kondisi tersebut dimasukkan bibit kristal secara hati-hati sehingga inti kristal akan tumbuh mencapai ukuran yang dikehendaki tanpa menumbuhkan kristal baru. Pengemasan gula produk Produk dikemas dalam kantong polipropilen dengan liner. Pengeringan gula produk Untuk gula produk dibuat dua jalur dengan tujuan agar dapat diproduksi dua macam produk misal GKR dan GKP pada waktu yang bersamaan. Tabel Persyaratan SNI Gula Rafinasi : . Oleh sebab itu dalam proses dekolorisasi dianjurkan untuk menggunakan gabungan dua jenis resin ini secara seri. E. B dan C yang masuk dalam katagori gula rafinasi. Selanjutnya sirop A dimasak seperti yang dilakukan sebelumnya menghasilkan gula B dan sirop B. pengering gula penimbangan dan pengemasan. Kristalisasi (evapocrystalisation) dilakukan di bejana vakum (65 cm Hg) dengan penguapan liquor pada suhu sekitar 70-80 0C sampai mencapai supersaturasi tertentu. Pada umumnya stasiun dekolorisasi menghasilkan liquor dengan warna di bawah 300 IU sehingga dengan bahan tersebut dapat diproduksi gula rafinasi lebih rendah dari 45 IU.

html Selasa.Sumber : http://www.com/2010/08/gula-rafinasi-dan-proses-pembuatannya. Kondisi .com/2008/07/gula-rafinasi-dan-proses-pembuatannya/ http://topagriculture.risvank.blogspot. 10 Agustus 2010 Teknologi Gula Cetak dan Gula Semut Dari Nila Kelapa Posted on/at 21:06 by Admin Proses pengolahan gula merah cetak dan gula semut Penampungan: Nira yang ditampung adalah nira yang belum rusak atau belum mengalami fermentasi.

Dapat pula ditambahkan minyak kelapa (1 sendok makan/25 l) atau menggunakan kopra yang dijepit pada kayu lalu dicelup sekali-kali ke dalam nira yang sedang dimasak. Pengemasan: . maka butiran-butiran yang telah diayak menggunakan ayakan 20 mess. daun pisang kering. Pengayakan: Untuk memperoeh keseragaman. dan lainlain. ada yang berbentuk gelang. dan serangga lainnya tersaring. Macam-macam bahan kemasan yang dapat digunakan yaitu daun jari. Bentuk cetakan bermacam-macam. telah dibasahi dengan air bersih agar mudah dilepaskan. kubus. kerucut. plastik. yakni menuangkan ke wadah tertentu lalu ditumbuk dengan menggunakan sepotong kayu berlangsung kurang lebih 15 menit. Ada juga yang melakukan penumbukan. lama pendinginan 10-15 menit. Bila mulai terbentuk butiran-butiran. Disamping menjaga wadah penampungan agar tetap bersih. Penyaringan: Menggunakan kain blacu agar kotoran seperti ranting/ daun. Sisa ayakan diaduk/ digerus lagi dalam wajan yang masih panas. Pemasakan: Nira dituang ke dalam wajan kemudian dimasak (suhu 110. Untuk menghindari kerusakan nira saat penampungan dapat diberi bahan pengawet kapur sirih.120oC) dan terus menerus dan agar nira tidak meluap.yang terbaik dalam pembuatan gula merah adalah nira yang mengandung kadar gula di atas 12% dan pH 6-7. semut. dan sebagainya. Pengemasan: Gula merah yang dingin dikeluarkan dari cetakan lalu dikemas. Selanjutnya nira dituangkan ke dalam cetakan. bambu. daun lontar. batang pisang kering. Gula semut Pengkristalan: Nira yang telah masak didinginkan dalam wajan sambil diaduk secara perlahan-lahan. lebah. Nira yang telah masak bila ditetaskan ke dalam air akan Gula merah cetak Pencetakan: Nira yang telah masak diaduk terus agar cepat dingin. pengadukan dipercepat dengan menggunakan pengaduk kayu yang berbentuk garpu. setengah lingkaran.

botol plastik. Produknya adalah gula jenis SHS (Superoir Hooft Suiker) 1-A dengan hasil samping berupa tetes dan ampas. sebelum terbentuk kristal dengan menghindari kerusakankerusakan pada sacharosa.com/2010/08/teknologi-gula-cetak-dan-gula-semut. • Pemisahan kristal (stasiun puteran) Untuk memisahkan kristal gula dari larutan induknya. dalam proses penapis hampa dilakukan pemisahan antara blotong dan filtrat (nira tapis). Masakan C & D untuk bibit. Adapun tahapan proses produksi dan tujuan dari tiap tahap meliputi : • Pemerahan nira (stasiun gilingan) Tujuannya untuk memerah nira sebanyak-banyaknya dan menekan kehilangan gula dalam ampas seminimal mungkin. . Masakan A à gula SHS (produk utamanya). Candi Baru ada 3 tahap (A-C-D). tebu diterima di Crane yard untuk didaftarkan dan ditimbang dan selanjutnya diproses. • Kristalisasi (stasiun masakan) Terjadi proses kristalisasi untuk mengubah sakarosa yang terdapat pada nira kental dari stasiun penguapan menjadi kristal-kristal gula yang memenuhi syarat tertentu. yakni mempunyai ukuran dan keseragaman yang telah distandartkan.Gula semut yang telah dingin untuk dikemas. terjadi pemisahan antara ampas dengan nira pada batang tebu. Proses kristalisasi pada PT.html Proses pembuatan gula di PT. • Penguapan (stasiun penguapan) Untuk menghilangkan air yang terdapat dalam nira jernih hasil proses pemurnian sampai dicapai konsentrasi (% brix) tertentu. • Pemurnian (stasiun pemurnian) Untuk menghilangkan atau membuang bahan baku bukan gula yang terdapat pada nira mentah semaksimal mungkin tanpa menimbulkan banyak kerugian berupa kerusakan maupun kelihangan sukrosa. Candi Baru Sidoarjo menggunakan proses sulfitasi alkalis continue. PG.blogspot. Macammacam bahan kemasan yang dapat digunakan antara lain kantong plastik. dan stoples. Sumber: BPTP Sulawesi Utara http://topagriculture.

Masakan C & D untuk bibit. • Penguapan (stasiun penguapan) Untuk menghilangkan air yang terdapat dalam nira jernih hasil proses pemurnian sampai dicapai konsentrasi (% brix) tertentu. dalam proses penapis hampa dilakukan pemisahan antara blotong dan filtrat (nira tapis). • Pemisahan kristal (stasiun puteran) Untuk memisahkan kristal gula dari larutan induknya. • Pemurnian (stasiun pemurnian) Untuk menghilangkan atau membuang bahan baku bukan gula yang terdapat pada nira mentah semaksimal mungkin tanpa menimbulkan banyak kerugian berupa kerusakan maupun kelihangan sukrosa. tebu diterima di Crane yard untuk didaftarkan dan ditimbang dan selanjutnya diproses. • Kristalisasi (stasiun masakan) Terjadi proses kristalisasi untuk mengubah sakarosa yang terdapat pada nira kental dari stasiun penguapan menjadi kristal-kristal gula yang memenuhi syarat tertentu. sedang gula kasar dibawa ke peti leburan. dimana setelah dilebur larutan tersebut dibawa ke tangki sulfitasi II bercampur dengan nira kental Proses pembuatan gula di PT. dimana setelah dilebur larutan tersebut dibawa ke tangki sulfitasi II bercampur dengan nira kental . Candi Baru ada 3 tahap (A-C-D). Masakan A à gula SHS (produk utamanya). Proses kristalisasi pada PT. Candi Baru Sidoarjo menggunakan proses sulfitasi alkalis continue. • Pengeringan dan pengemasan (stasiun pengeringan dan pengemasan) Mengeringkan gula SHS agar bebas dari air karena kristal gula SHS dari puteran SHS masih mempunyai kadar air yang tinggi. Produknya adalah gula jenis SHS (Superoir Hooft Suiker) 1-A dengan hasil samping berupa tetes dan ampas. yakni mempunyai ukuran dan keseragaman yang telah distandartkan. sedang gula kasar dibawa ke peti leburan. Terjadi juga proses pengemasan.• Pengeringan dan pengemasan (stasiun pengeringan dan pengemasan) Mengeringkan gula SHS agar bebas dari air karena kristal gula SHS dari puteran SHS masih mempunyai kadar air yang tinggi. Terjadi juga proses pengemasan. terjadi pemisahan antara ampas dengan nira pada batang tebu. sebelum terbentuk kristal dengan menghindari kerusakankerusakan pada sacharosa. Adapun tahapan proses produksi dan tujuan dari tiap tahap meliputi : • Pemerahan nira (stasiun gilingan) Tujuannya untuk memerah nira sebanyak-banyaknya dan menekan kehilangan gula dalam ampas seminimal mungkin. PG.

com/indeks. September 22.candibaru.php?p=prosesproduksi Wednesday.Proses Pembuatan Gula http://www. 2010 Sekilas Proses Pembuatan Gula Rafinasi Sekilas Proses Pembuatan Gula Rafinasi Oleh Daniyanto Secara umum proses pembuatan gula rafinasi dilakukan melalui beberapa tahapan proses sebagai .

Penguapan (Evaporation) 6. Masakan (Boiling) 7.19. Pengepakan dan Pengarungan (Packing and Bagging) Block diagram proses pembuatan gula rafinasi: Posted by Gula Rafinasi at 12:32 AM http://gularafinasi.2008 PROSES PEMISAHAN NIRA DAN AMPAS Pabrik Gula di Indonesia pada umumnya menggunakan sistem gilingan ( Mill Tandem ) sebagai berikut :     Three Roll Mill + fooding roll ( total 4 roll ) Fourth Roll Mill ( total 4 roll ) Three Roll Mill + pressure feeder ( total 5 roll ) Sixth Roll Mill ( total 6 roll ) . Pemurnian (Purification) 4. Puteran (Sentrifugation) 8.com/2010/09/sekilas-proses-pembuatan-gula-rafinasi.html PROSES PEMBUATAN GULA ( SUGAR FACTORY PROCESS ) 8. Penghilangan warna (Decolourization) 5. Pengeringan (Drying) 9. Affinasi (Affination) 3. Penanganan gula mentah (Raw sugar handling) 2.blogspot.berikut: 1.

merupakan peralatan penggerak roll gilingan Intermediate Carrier ( IMC ). merupakan peralatan utama terjadinya proses pemerahan. Selama ampas dipadatkan maka timbul gaya reaksi dari ampas. Rol pengumpan (feeding roll) akan mengatur tebu sedemikian rupa sehingga masuk ke bukaan depan (voor opening) dengan baik. merupakan peralatan transfer ampas hasil akhir gilingan dikirim sebagai bahan bakar boiler. Pada bukaan depan ampas mengalami pemerahan yang pertama. Mekanisme kerja gilingan: Gilingan memerah nira dengan jalan memadatkan umpan (ampas). Tetapi pada prinsipnya pemerahan utama terjadi pada tiga roll antara lain :    Rol depan (feeding roll) Rol atas (top roll) Rol belakang (bagasse roll) Aliran proses yang terjadi di bagian Gilingan telah ditunjukkan pada bagan di atas. Proses naik turunnya rol gilingan atas (top roll) akan mengurangi kemampuan memerah nira pada bukaan depan maupun bukaan belakang. Selanjutnya ampas melewati ampas plate dan masuk ke bukaan belakang (bagasse opening) dan mengalami pemerahan yang kedua.Semua jenis sistem di atas bertujuan sama yaitu mendapatkan hasil pemerahan tebu yang semaksimal mungkin. Komponen peralatan yang berperan antara lain : Unit Gilingan. Untuk mengatasi hal tersebut tidak hanya menggunakan gaya berat dari rol gilingan atas saja. melainkan diperlukan gaya tambahan untuk menekan rol gilingan atas sehingga . Macam mill tandem telah tersebut diatas. Selanjutnya ampas akan mengalami proses pemerasan di beberapa unit gilingan dengan bukaan depan dan bukaan belakang unit gilingan berikutnya dibuat lebih kecil sebab sebagian nira sudah terperas di gilingan di depannya. merupakan peralatan transfer ampas antar gilingan Bagasse Elevator ( BE ). Gaya reaksi ini menyebabkan rol gilingan atas (top roll) naik turun tergantung besarnya gaya. Turbin Uap ( steam turbine ).

Gaya tambahan yang dipakai merupakan suatu sistem tekanan hidrolik dari pompa hidrolik. Pompa Pelumas Perputaran rol menyebabkan adanya gesekan yang dapat memicu terjadinya panas. Pada saringan DSM ditambahkan susu kapur yang bertujuan untuk mempertahankan kenetralan pH nira mentah. Jumlah penampung nira pada stasiun ini sebanyak 4 buah. pengeluaran ampas pada gilingan juga harus lancar sebab kemacetan pengeluaran akan mengakibatkan ampas melimpah keluar gilingan. Pada top roll dilengkapi dengan alat hidrolik dengan tujuan untuk melawan rol gilingan atas pada saat ada beban dengan menambahkan tekanan. Ampas tebu dari gilingan I dengan kekeringan 41% melalui alat bantu transportasi yaitu intermediate carrier I dialirkan ke gilingan II yang selanjutnya digiling pada gilingan II. Nira hasil penyaringan selanjutnya dialirkan ke stasiun pemurnian. Pada gilingan I umpan masuk pada celah di antara roll depan dan roll atas (bukaan depan) setelah melewati feeding roll sebagai rol pengatur umpan. Sebaliknya. Cara kerjanya menggunakan prinsip pompa piston. kemudian ampasnya terdorong ke celah antara roll atas dan roll belakang (bukaan belakang) melalui perantara ampas plate. Nira yang dihasilkan gilingan III ditampung pada penampung B dan dialirkan sebagai nira imbibisi menuju gilingan II. Pada perlakuan awal dalam mencacah tebu dengan kapasitas tinggi maka diperlukan pisau tebu yang dapat dioperasikan pada kecepatan tinggi. Mekanisme proses pada stasiun gilingan Proses pengolahan tebu menjadi gula pada stasiun gilingan terbagi menjadi dua tahap yaitu : Perlakuan awal dengan memotong dan mencacah tebu. Pada waktu gilingan bekerja diusahakan jangan sampai terjadi slip. Untuk mencegah timbulnya percikan api maka digunakan mesin pendingin pada tiap rol yang dipisahkan dengan bantalan luncur. Ampas tebu dari gilingan II dengan kekeringan 44% digiling oleh gilingan III dan ditambahkan nira imbibisi dari gilingan IV. Menggiling cacahan tebu. Proses penggilingan tebu diawali dari pengumpanan serat tebu dari main carrier ke gilingan I melalui alat bantu donally chute.pemadatan ampas dapat sesuai dengan yang direncanakan. namun jika tekanannya melebihi tekanan optimum 2600 psi – 3000 psi maka hidrolik akan pecah. Nira yang dihasilkan gilingan I disebut NPP (Nira Perahan Pertama) dan dialirkan ke penampung A. Bila terjadi slip maka ampas yang akan digiling bertumpuk di muka roll gilingan sehingga terjadi slip. hasil potongan tebu melewati unigrator untuk menumbuk tebu hingga halus sehingga mempermudah proses penggilingan. Ampas tebu dari gilingan III dengan kekeringan 47% digiling oleh gilingan IV dan ditambahkan . Alat bantu pada unit gilingan yaitu : Pompa hidrolik Menstabilkan gerakan rol gilingan. Nira yang terperah pada gilingan II kemudian dialirkan pada penampung A bercampur dengan nira perahan gilingan I dan dipompa ke saringan DSM untuk memisahkan nira yang masih terkontaminasi ampas dan kotoran. Pisau tebu I cenderung dipasang dengan arah yang searah dan pisau tebu II dengan arah yang berlawanan. Setelah melewati pisau tebu. Dalam pemerahan agar lebih efisien maka perlu ditambahkan nira imbibisi dari gilingan III.

Karena digunakan lima unit gilingan. Selama proses penggilingan tersebut masih tetap dapat terjadi kehilangan gula atau sakarosa. Ampas dapat dipergunakan sebagai bahan bakar ketel uap dimana uapnya digunakan untuk menggerakkan turbin gilingan. Imbibisi ganda Pemberian air imbibisi ditujukan pada lebih dari satu unit gilingan. Ampas halus dihembuskan ke mud mixer dengan menggunakan blower. yaitu:   Imbibisi tunggal Pemberian air imbibisi dilakukan hanya pada ampas yang akan masuk pada unit gilingan terakhir. Ampas akhir diharapkan mengandung kadar gula serendah mungkin karena apabila hal itu tercapai berarti proses pemerahan berjalan dengan baik. Kehilangan gula ini kemungkinan disebabkan oleh :        masih adanya gula yang tidak dapat diperah dan tertinggal di dalam ampas. Nira yang dihasilkan gilingan IV ditampung pada penampung C dan dialirkan menuju gilingan III sebagai nira imbibisi. Pada tiap unit gilingan terjadi dua kali pemerahan nira. Air imbibisi dingin merupakan air imbibisi yang berasal dari air sungai yang sudah dijernihkan dan bertemperatur 30 derajat Celcius. Hasil pemerahan gilingan I merupakan yang terbanyak.80derajat celcius yang dipompa dari stasiun penguapan. banyaknya kebocoran pada talang nira. Pemerahan pertama dilakukan top roll (roll atas) dan voor roll (roll depan). dan V disebut imbibisi. Air Imbibisi Pemberian air maupun campuran nira pada ampas yang akan masuk gilingan II. Keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan air imbibisi panas pada proses penggilingan adalah : . Air imbibisi panas merupakan air imbibisi yang dipompakan ke gilingan V dengan suhu sekitar 70 . maka diperoleh 10 kali pemerahan. IV.80 derajat Celcius. ataupun quadruple compound imbibisi.nira imbibisi dari gilingan V. aktivitas mikroorganisme Leuconostoc kurangnya air imbibisi. tekanan hidrolik yang rendah pada tiap gilingan mantel dari rol gilingan banyak yang pecah atau rompal sehingga nira tidak bisa terperah dengan baik. Ampas tebu dari gilingan IV dengan kekeringan 50% digiling oleh gilingan V dan ditambahkan air imbibisi dengan temperatur 70 . triple compound. III. Ampas dari gilingan V dengan kekeringan 50% dibawa ke baggase silo separator melalui belt conveyor. Imbibisi ganda ini ada yang berupa double compound. Ada dua sistem pemberian imbibisi. kemudian makin ke belakang makin sedikit nira yang dihasilkan. yaitu imbibisi panas dan imbibisi dingin. Dalam penggunaan air imbibisi ada dua macam air imbibisi. Nira yang dihasilkan gilingan V ditampung pada penampung D dan dialirkan sebagai nira imbibisi menuju gilingan IV. Pemerahan kedua dilakukan top roll dan achter roll (roll belakang). Tujuan pemberian imbibisi adalah untuk melarutkan kandungan gula (sukrosa) yang masih tertinggal dalam ampas secara maksimal tanpa memberatkan pada proses selanjutnya. adanya sudut-sudut mati pada peti nira yang mengakibatkan berkurangnya sirkulasi. Nira hasil perahan gilingan I dan II dicampur pada penampung A dan campuran ini disebut nira mentah.

tidak menyulitkan proses penggilingan karena jika temperatur tinggi dapat menyebabkan slip.14. kebutuhan air panas (energi) lebih besar. iklim dan tingkat kemasakan pada saat tebang. mikroorganisme pengganggu masih aktif. dilihat jumlahnya dengan ditimbang yang akhirnya menentukan jumlah gula yang akan dihasilkan. Bersih. daun atau akar yang terikut pada saat tebang. antara lain : 1. tebu ( cane ) yang baik adalah secara umum memenuhi 3 persyaratan. Sementara kerugian dari penggunaan air imbibisi panas adalah:    melarutkan zat-zat bergetah lilin (pektin) sehingga hasil perahan menjadi kurang bagus. Keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan air imbibisi dingin pada proses penggilingan adalah :   tidak melarutkan zat-zat pengotor nira sehingga memudahkan proses pemurnian. sistem tanam. Besarnya kandungan gula dipengaruhi oleh varietas. 2. Sementara kerugian dari penggunaan air imbibisi panas adalah:   proses pelarutan gula dalam ampas kurang sempurna. tingkat kebersihan dan potensi kandungan gula ( rendemen ) di dalamnya. Sedang dari segi kuantitas. baik itu kotoran berupa tanah. Diposkan oleh Ratmanto di 02:48 2 komentar Link ke posting ini 8. Manis. tebu ( cane ) yang akan di giling dipersiapkan. dapat menghambat aktivitas dan membunuh mikroorganisme perusak nira. berarti tebu yang akan di giling harus bersih dari kotoran. . Kualitas meliputi kondisi fisik tebu.  larutan glukosa yang dapat diperah menjadi lebih banyak karena dapat lebih membuka pori-pori pada ampas. Dari segi kualitas. baik itu kualitas maupun kuantitasnya. berarti tebu yang akan di giling harus memiliki kandungan gula ( rendemen ) yang mencukupi.2008 TEBU MASUK PABRIK GULA Tahap Persiapan Bahan Pada tahap ini. pengoperasian dan pengontrolan lebih sulit karena adanya penguapan.

berfungsi untuk transfer dan mengatur jumlah tebu yang akan di giling. kandungan gula dalam tebu juga semakin menurun. Sebagai alatnya ada beberapa jenis mesin yang digunakan di Pabrik Gula. berfungsi untuk mentransfer tebu menuju mesin giling ( milling machine ). truck dumper. Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :    Slate sebagai tempat jatuhan tebu dan menggerakkannya menuju milling machine. Pada tahap ini tebu yang akan di giling dipersiapkan sehingga mempermudah proses pemisahan air tebu ( nira ) di bagian penggilingan. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan putar yang diinginkan. Cane table. Beberapa komponen pada mesin ini. Cane preparation. cane tipler. Spesifikasi disesuaikan dengan mill capasity. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik ( variable speed electric motor ) yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan transfer yang diinginkan. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan putar yang diinginkan. Cane Conveyor ( Cane Carrier ). berfungsi untuk transfer tebu dari kendaraan pengangkutnya ( truck atau lori ). Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan transfer yang diinginkan. Cane leveller yang berfungsi mengatur ketebalan tebu pada conveyor. Segar. Cane leveller yang berfungsi mengatur jumlah tebu yang masuk ke conveyor. antara lain :   Rantai penggerak yang berfungsi mentransfer tebu menuju conveyor. Sedangkan rantai yang dipakai adalah jenis rantai conveyor ( Conveyor chain ) dengan spesial attachment. OHC ( Over Head Crane ).3.Peralatan utama ( machine ) yang digunakan pada tahap ini dalam proses produksi gula di Pabrik Gula akan diuraikan sebagai berikut. berarti waktu yang diperlukan dari mulai tebu ditebang. berfungsi untuk menggerakkan slate.masing menyesuaikan kapasitas giling ( Mill Capasity ) dari PAbrik Gula. masuk pabrik hingga di giling harus secepat mungkin. antara lain MRC ( Mono Rail Crane ). Transfer / lifter machine. . Karena semakin lama waktunya. mulai dari SWL ( Safe Working Load ) 10 hingga 25 ton. Rantai penggerak. Sedangkan rantai yang dipakai adalah jenis rantai conveyor ( Conveyor chain ). Kapasitas masing . Spesifikasi disesuaikan dengan mill capasity.

Bentuk ukuran dan jumlah disesuaikan dengan mill capasity Cane cutter driven dalam hal ini yang sering dipakai adalah steam turbine ( turbin uap ) merupakan penggerak dari cane cutter.Cane Cutter ( cane knife ). tujuannya untuk memperoleh luas permukaan pemerahan yang lebih besar sehingga air tebu ( nira ) dapat semaksimal mungkin terperah di mill station. Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :  Cane shreeder terdiri dari. mata pisau ( hammer tip). Bentuk ukuran dan jumlah disesuaikan dengan mill capasity . tangkai pisau ( disc ) dan disc holder. berfungsi untuk memotong tebu yang masuk masih dalam bentuk batangan. tujuannya untuk memperoleh luas permukaan pemerahan yang lebih besar sehingga air tebu ( nira ) dapat semaksimal mungkin terperah di mill station. Kapasitas turbin uap menyesuaikan kapasitas cane cutter. Cane shreeder ( cane hammer / unigrator / heavy duty cane shreeder )berfungsi untuk mencacah potongan tebu menjadi serat potongan yang lebih kecil. tangkai pisau ( disc ) dan disc holder. menjadi potongan yang lebih kecil berukuran 10 . Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :   Cane cutter ( pisau tebu ) terdiri dari. mata pisau ( cutting edge ).15 cm.

terutama mesin dan peralatan pada stasiun giling. energi. tenaga kerja. dan keefektifan. yaitu : . Kondisi proses penggilingan yang efisien ditunjukkan dengan makin banyak nira yang terekstraksi maka makin banyak pula gula pasir yang diproduksi. Cane cutter driven dalam hal ini yang sering dipakai adalah steam turbine ( turbin uap ) merupakan penggerak dari cane cutter. Proses penggilingan merupakan faktor terpenting dalam penentuan efisiensi proses produksi karena menunjukkan banyaknya nira dalam tebu yang terekstraksi untuk diproses menjadi gula pasir. Proses produksi sangat dipengaruhi oleh sumber daya mesin dan peralatan yang berperan vital sebagai fasilitator terselenggaranya proses pengolahan. Diposkan oleh Ratmanto di 01:34 1 komentar Link ke posting ini GULA DIOLAH BUKAN DI BUAT Dalam proses pembuatan gula membutuhkan sumber daya seperti material. Garis besar proses pembuatan gula mulai dari bahan baku tebu sampai menjadi gula kristal terdiri dari lima tahapan proses. ketersediaan. informasi serta mesin dan peralatan yang terkoordinasi. Kapasitas turbin uap menyesuaikan kapasitas cane cutter. Produksi gula khususnya gula pasir pada pabrik-pabrik gula di Indonesia menggunakan tanaman tebu sebagai bahan baku. Peran utama sumber daya mesin dan peralatan yaitu membantu proses produksi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas khususnya pada proses penggilingan di pabrik gula dalam mencapai target produksi. yang erat hubungannya dengan parameter keandalan adalah faktor pemeliharaan/perawatan. Oleh karena itu keandalan dari mesin dan peralatan harus terjaga dengan baik. Menurut Hajek (1988).

hal lain diluar itu.     Proses pemerahan tebu menjadi nira di bagian / Stasiun Gilingan ( Mill Station ). Proses pengendapan kotoran dari nira di Stasiun Pemurnian ( Purification Station ). Proses Kristalisasi gula di Stasiun Masakan ( Boiling Station ). Proses pemekatan nira encer menjadi nira jernih di Stasiun Penguapan ( Evaporation Station ). Kalo diibaratkan semua disiplin ilmu bisa bermanfaat. Apakah soal harga gula. Oleh karena itu perlu secepatnya dicari solusinya Perlu disadari bersama.2008 TANTANGAN INDUSTRI GULA Pabrik Gula akhir . persaingan harga dengan gula import. bukan karena teknologinya melainkan hal . teknologi di Pabrik Gula sangat kompleks. Diposkan oleh Ratmanto di 05:35 0 komentar Link ke posting ini . gula rafinasi yang berbondongbondong membanjiri pasaran yang menyebabkan harga gula anjlok.akhir ini menjadi sorotan. KArena itu patut kiranya mulai digunakan teknologi-teknologi terbaru untuk lebih memajukannya. Proses Pemisahan kristal gula dari tetes di Stasiun Puteran ( Cetrifuge Station ) Diposkan oleh Ratmanto di 00:49 0 komentar Link ke posting ini 8.06. para pengawal industri gula. Jika ditelaah secara mendalam mungkin hal itu disebabkan oleh kita sendiri.

bagaikan satu titik air di kubangan air di danau toba. Aku yakin masih banyak ilmu yang bisa tertuang. Segala komentar.com/ ned Proses Produksi Gula Pasir Posted by volcano-distro | Label: Pengetahuan | 0 komentar . blog ini bisa menjadi tempat dan ajang berbagi informasi. Mari kita bersama .blogspot.Posting Perdana Hallo Indonesia Hallo para engineer Indonesia Hallo para engineer Pabrik Gula di seluruh Indonesia Ilmu bisa dikatakan sempurna. ide sangat saya butuhkan untuk pelengkap blog ini. ilmu. Sayang memang kalo dilewatkan sia-sia . Ilmu yang disimpan rapi didalam pikiran tak ubahnya seperti buku yang usang teronggok di gudang yang dilirikpun tidak. saran. ide mengenai segala hal mengenai teknologi yang sedang dan akan dipakai di proses pengolahan gula. Dengan demikian bersama bisa diwujudkan cita-cita bersama Indonesia berswasembada gula dan target akhir bisa bersaing dengan pabrik gula di dunia. Saya berharap sekarang dan dikemudian hari.sama berbagi ilmu demi kemajuan teknologi kita. Terimakasih Diposkan oleh Ratmanto di 05:28 1 komentar Link ke posting ini Beranda http://favetech. jika bermanfaat bagi banyak orang. kritik.

Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas.Proses Produksi Gula Pasir Untuk pembuatan gula. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. Sesudah itu. sarinya dikumpulkan dan disaring. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya di gunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak kemurnian. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. Setelah cukup murni. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. campuran tersebut kemudian dimurnikan dengan belerang dioksida. MESIN PENGOLAH: . Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. dimasak. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan.

Penggilingan Penggilingan dimaksudkan untuk mengambil nira mentah dari batang tebu dan memisahkannya dari ampas. persen brix nira dari badan pertama ke badan penguapan selanjutnya akan semakin meningkat. Alat penggilingan disusun seri dengan jumlah alat penggilingan 4-5 unit. sesampai di pabrik akan ditimbang dan dipindahkan ke lori (kereta pengangkut tebu) menuju meja tebu sebagai tempat dimulainya perlakuan pendahuluan pengolahan gula kristal.Penimbangan Penimbangan di sini dimaksudkan untuk mengetahui berat tebu yang akan digunakan dalam proses pembuatan gula. Bahan baku tebu yang diangkut dari kebun dengan truk. Pemurnian dengan susu kapur dilakukan dalam peti defecator (bejana yang berfungsi untuk mencampurkan susu kapur dengan nira mentah) dengan pH 10 Penguapan Tujuan penguapan adalah untuk memekatkan nira encer sehingga diperoleh nira dengan kepekatan yang diharapkan. . maka titik didih dibuat rendah dengan tekanan hampa agar komponen nira tidak rusak. hal ini berkaitan dengan berapa banyak gula yang dihasilkan nantinya. akibat dari kurang sempurnanya daya perah unit gilingan. Di dalam badan penguapan secara seri. Saat penggilingan diberikan air imbibisi untuk mengurangi kehilangan gula dalam ampas. Pemurnian Tujuan pemurnian adalah membuang sebanyak-banyaknya zat bukan gula dan mengusahakan agar kerusakan gula akibat perlakuan proses pabrikasi minimal.

gula kasar dan gula produk. Andry · Labels: Serba-serbi Tebu (bahasa Inggris: sugar cane) adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Fungsi dari penyaringan ini supaya didapatkan bentuk gula yang diinginkan. Selanjutnya gula produk dibawa ke gudang yang memenuhi syarat untuk disimpan dan didistribusikan ke konsumen. gula disaring untuk memisahkan antara gula halus. Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra. Pendinginan berfungsi agar gula menjadi dingin setelah melalui proses pengeringan karena telah dilewati panas. Gula produk ditimbang dengan timbangan curah dengan skala yang sudah diatur untuk berat bersihnya dan langsung masuk ke karung dan dijahit secara otomatis. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. sedangkan gula produk ditimbang dan dikemas.com/2010/05/proses-produksi-gula-pasir-untuk. Gula halus dan gula kasar akan dilebur kembali.html Tentang tanaman tebu Wednesday. Pendinginan dan Penyaringan Fungsi dari pengeringan ini adalah untuk menguapkan kadar air pada bahan sehingga memudahkan proses selanjutnya. Pengemasan Pengemasan berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap produk dari segala macam kerusakan yang terjadi baik untuk produk pangan maupun produk non pangan. Pemutaran Pemutaran berfungsi untuk memisahkan kristal dengan larutannya (stroop) menggunakan proses sentrifugasi dalam saringan sehingga massa akan terlempar. May 19. Untuk pembuatan gula. Pengeringan dilakukan dalam tabung getar. Tanaman ini termasuk jenis rumput-rumputan.blogspot. http://markerinfo.Pengkristalan Pengkristalan bertujuan untuk memisahkan sakarosa dari larutannya dengan cara mengkristalkan molekul-molekul sakarosa dalam pan kristalisasi dan diusahakan hasil kristalisasi yang memenuhi syarat yang dikehendaki. Pendinginan gula dikerjakan dengan menghembuskan udara dingin sampai suhu gula sama dengan suhu gudang. Pengeringan. di mana gula akan melompat-lompat sehingga mempercepat pengeringan karena seluruh kristal terkena hembusan udara panas dari pengering gula. Setelah dingin dan kering. Saat pemutaran sesekali diberikan air siraman untuk mempermudah pemisahan kristal gula dengan larutannya ). batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) . Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. 2010 by Mr.

blogspot.html . Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari. Batuk Bahan: 3-5 ruas tebu hitarn.di pabrik gula. Sakit Panas Bahan: tebu hitam secukupnya. Tebu (Sacharum officinarum) adalah termasuk keluarga Graminae atau rumput-rumputan dan berkembang biak di daerah beriklim udara sedang sampai panas. 3. Manfaat tebu : 1. Sesudah itu. Tebu cocok pada yang mempunyai ketinggian tanah 1 sampai 1300 meter di atas permukaan laut.com/2010/05/tentang-tanaman-tebu. Cara menggunakan: dibakar. Tebu yang tumbuh di lebih dari 200 negara. Cara membuat: diperas untuk diambil airnya Cara menggunakan: diminum. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. kemudian dikupas dan diperas untuk diambil aimya. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. Cara membuat: dicuci dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. India adalah terbesar kedua produsen gula sedangkan penghasil terbesarnya adalah Brasil. Di negera Negara Karibia tebu diolah menjadi Falernum dan dipergunakan sebagai bahan campuran cocktail. Meredakan Jantung Berdebar Bahan: 3 genggam akar tebu hitam. dimasak. Cara membuat: disesap dan diminum aimya. http://mr-andry. 2. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%.

Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. proses ektrasi. yang mengandung 1 hingga 2% gula. penghilangan warna. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”.PROSES PEMBUATAN GULA PASIR (KRISTAL) DARI TEBU Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . semuanya bercampur di dalam gula. Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. penguapan. afinasi. karbonasi. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. 15% gula dan serat residu. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. dinamakan bagasse. pembersihan kotoran. kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula. kritalisasi. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Proses ini dinamakan .

dan hasilnya berupa cairan yang manis. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit.liming. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Evaporasi dalam ‘evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Sayangnya. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. Sekali kristal terbentuk. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. . Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. Olah karena itu. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Pendidihan/ KristalisasiPada tahap akhir pengolahan.

Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). t eknik yang lain berupa fosfatasi. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Selain karbonatasi. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisikondisi reaksi. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. partikelpartikel halus. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang.Sebagai tambahan. Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”.5%. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi . Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Campuran hasil (‘magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Setelah proses ini dilakukan.

tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks, dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula, keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon, GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”, sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.

http://mialkhoiriyah.blogspot.com/2011/01/proses-pembuatan-gula-pasir-kristal.html

PROSES KRISTALISASI GULA
Posted on Mei 8, 2010 by Syamsul Amarudin

Very Poor

Salah satu langkah dalam proses pembuatan gula adalah kristalisasi. Proses kristalisasii merupakan salah satu pekerjaan proses agar mendapatkan bahan murni yang berupa gula kristal yang berwarna putih, berbentuk padat, sehingga gula dapat terpisah dari larutan induknya dalam bentuk kristal. Sebagai hasil dari proses kristalisasi tersebut dihasilkan suatu magma yang terdiri atas larutan induk dan kristal gula. Campuran dari larutan induk dan kristal tersebut biasanya disebut masakan atau dalam bahasa Perancis disebut “massecuite”, yang berarti massa, dan cuite berarti diproses atau dimasak. Proses kristalisasi terjadi di dalam suatu pan masak, yang proses kerjanya dilakukan pada suasana atau kondisi vakum (hampa udara). Disamping itu, proses kristalisasi dilakukan secara single efek (badan tunggal), jadi berbeda dengan kegiatan dalam pan penguapan yang dilakukan secara multiple effect (badan rangkap, > 1 badan). Proses kristalisasi dilakukan pada kondisi vakum untuk mencegah kerusakan dari nira. Bahan Dasar Proses Kristalisasi Dalam proses pembuatan gula, yang dimulai dari pemerahan tebu menghasilkan nira mentah, kemudian dengan pemurnian untuk menghilangkan kotoran dan penguapan untuk menguapkan air maka akan diperoleh nira kental. Nira kental ini adalah bahan baku utama dalam proses

kristalisasi. Dari rangkaian proses sebelumnya nira masih mengandung kotoran dan kadar air. Di proses kristalisasi ini kadar kotoran dan air yang ada dalam nira akan dihilangkan. Di nira kental masih terkandung kotoran sebesar 15 – 20 % zat terlarut, sedangkan kadar airnya 35 – 40 % (memiliki brix 60 – 65). Nira kental sebagian besar mempunyai brix sebesar 60 – 65 % dengan tujuan supaya larutan tersebut mendekati konsentrasi jenuhnya. Faktor – Faktor yang Berpengaruh Terhadap Proses Kristalisasi Pelbagai faktor yang dipandang dapat mempengaruhi proses pemasakan atau proses kristalisasi, a.l. suhu, vakum, proses penguapan sebelumya, kerataan kristal, kadungan kotoran dalam larutan, viskositas larutan dan pencampuran atau sirkulasi larutan. Langkah-langkah proses kristalisasi adalah sebagai berikut :

a. Menarik larutan dan pemekatan

Bahan dasar yang akan dikristalkan dipanaskan sampai mendekati suhu masak, selanjutnya pemekatan dimulai. Dengan demikian koefisien kejenuhannya berangsurangsur meningkat. Pada keadaan lewat jenuh akan terbentuk suatu pola kristal sukrosa. Proses kristalisasi dijaga pada suhu rendah karena molekul sukrosa akan mudah rusak pada suhu tinggi, oleh karena itu digunakan vakum. Pemekatan tidak boleh melewati daerah metastabil, karena akan terjadi inti baru berupa kristal-kristal halus. b. Membuat bibitan v Pembuatan bibit dengan cara serentak (spontan) - Larutan diuapkan sampai berada pada daerah goyah (A) - Bila akan mulai memasak larutan dialihkan ke daerah metastabil dengan menaikkan suhu. (B) - Apabila kristal yang terbentuk kurang maka larutan diarahkan ke daerah goyah lagi (C) - Bila inti kristal telah cukup maka ditarik bahan masak lagi, kemudian menurunkan vakum agar kembali ke daearah metastabil. (D) v Pembuatan bibit dengan cara kejutan (shock seeding) - Larutan gula dikentalkan sampai daerah intermediate kemudian dimasukkan gula halus. - Bila kristal telah terbentuk dan terlihat besar kristal merata maka dikembalikan lagi ke daerah metastabil. v Pembuatan bibit dengan cara pemberian inti penuh (full seeding) Pada cara ini dengan menggunakan bibit (seeding) yang sudah jadi dan dimasukkan pada daearah metastabil. Untuk bahan bibitan sistem ini bisa menggunakan fondan atau FCS (Fine Crystal Seed). b. Membesarkan Inti Kristal. Pada langkah pembesaran kristal diusahakan untuk menempelkan sebanyak mungkin molekul sukrosa pada kristal yang telah jadi dalam waktu yang singkat. c. Merapatkan Inti Kristal

Tujuannya adalah supaya jarak antara kristal yang satu dengan yang lain berdekatan sehingga kecepatan kristalisasi tidak berkurang. Jika masakan sukar diputar.Karena itu masakan sewaktu turun harus dalam keadaan tua karena banyak mengandung pasir keras.com/2010/05/08/proses-kristalisasi-gula/ Libur Asyik Berkunjung PG Toelangan 06Jul2010 Posted by Cempluk at 7/06/2010 10:10:00 AM Labels: wisata Pabrik gula Tulangan.risvank.wordpress. tetapi masakan harus banyak mengandung pasir. sehingga strop yang diperoleh banyak. sedang gula pasirnya menjadi berkurang. kota Sidoarjo. Pada dasarnya masakan boleh diakhiri dan diturunkan kedalampalung pendingin apabila : . Jika tidak banyak pasirnya maka sewaktu masakan tadi berada di dalam palung pendingin (trog). Fungsi palung pendingin adalah untuk mendinginkan masakan dan juga untuk kristalisasi lanjut. Om Pri menawarkan pada kami untuk melihat proses mulai dari bahan baku tebu yang disetor para petani sampai menjadi gula. Akibatnya masakan lalu sukar diputar. Untuk masakan D kecuali tanda-tanda tersebut. artinya masakan sudah tua. Dan perlu dimengerti bahwa tuanya masakan bukan hanya karena hampir habis airnya. Indonesia itu merupakan salah satu pabrik gula milik PT Perkebunan Nusantara X. d. Menurunkan masakan Masakan yang sudah tua akan diturunkan kedalam palung pendingin.Apabila pembesaran dirasa telah cukup dengan kristal yang kuat. tidak terasa ngayiyat (tidak seperti berlendir tidak licin). PG Toelangan berada di kecamatan tulangan. maka selanjutnya adalah merapatkan inti kristal.Brix masakan sudah tinggi. atau disingkat PG Toelangan (ejaan jaman dahulu kala) berdiri pada tahun 1850. propinsi Jawa Timur. Tanda-tandanya adalah masakan harus poro. Sumber : http://www. Hari minggu yang lalu (4/7/2010). kalau dilemparkan ( ke dinding pan misalnya). kalau ditekan dengan jari terasa pasir.saya mendapatkan momen istimewa untuk bisa masuk ke dalam pabrik gula Toelangan. kemungkinan sangat besar akan rusak atau menjadi kotor. tidak mudah menjadi gepeng dan keras.Dalam proses awal inilah seharusnya para petani sdh mensortir kualitas tebu yang dikirim ke pabrik antara lain : bersih dari daun daun dan akar akar tebu .com/ http://sweetcandyind. . biasanya terpaksa diencerkan atau di cuci.

mesin di PG Toelangan masih menggunakan mesin buatan negeri Belanda tahun 1919. Proses pengolahan tebu menjadi gula pasir membutuhkan alur proses yang panjang.kokoh sekali yah buatan dari Belanda ini". maka seluruh rangkaian pengolahan menjadi bermasalah pula. Input berupa bahan baku berasal dari para petani dan output berupa gula pasir nantinya akan diambil dan dijual oleh para investor. bahkan demonstrasi terjadi dari para pegawai sendiri yang menuntut kenaikan gaji. masih terdapat kotoran berupa tanah dan bagian tanaman tebu yang melekat. dan 1928.hati oleh para pegawai yang bertugas. bahwa di PG Toelangan merupakan pabrik gula paling tradisional dari seluruh pabrik gula yang ada di Jawa Timur. dimana pada proses ini juga dimasukkan beberapa zat kimia tak berbahaya untuk bisa menghasilkan gula pasir berkualitas. Apabila terdapat satu proses saja yang bermasalah. Pada proses pemerasan tebu tidak serta merta mengeluarkan air tebu murni. sehingga proses pemilahan air tebu memerlukan beberapa tahapan proses lagi. Pengecekan kekristalan gula juga dilakukan oleh pegawai. Permasalahan tidak hanya proses yang berhubungan dengan mesin dan pegawai yang bekerja pada PG Toelangan. Sedangkan PG Toelangan memperoleh pembayaran jasa pemrosesan dari penjualan tersebut. "Hmm. demonstrasi petani tebu yang mengeluhkan rendahnya daya beli bahan baku dari PG Toelangan selalu ada di kantor PG Toelangan. .batang tidak termasuk pucuk tebu yang berwarna hijau daun karena batang ini tidak berasa manis.juga pengaruh rasa gula dan proses penghancuran batang tebu jadi terhambat... Selain akan mempengaruhi warna cairan gula. dan membutuhkan pengawasan hati . Proses secara sederhananya seperti ini : dimulai dari memasukkan bahan baku. Hampir setiap saat. Sebaiknya petani menjadi sumber pertama yang mensortir mutu batang tebu sebelum dikirim ke pabrik. kemudian dilakukan proses pembersihan lagi. dimana pendapatan perusahaan yang diterima berasal dari pemrosesan mesin bukan berasal dari pembuatan produk. gumamku. 1940. Perlu diketahui juga bahwa PG Toelangan adalah pabrik yang bergerak dalam bidang jasa. Seluruh rangkaian proses mengolah tebu menjadi gula pasir pada mesin . Selepas memilah air tebu maka dilakukan pengadukan pada bak penampung besar. yakni tebu ke dalam mesin pembersihan dan pemotongan tebu. Berdasarkan penuturan om Pri. Bahkan bangunan pun masih asli arsitektur negeri Belanda.

Liburan sekolah akan bernilai positif dan bermanfaat bila digunakan untuk berekreasi sembari belajar. salah satunya di PG Toelangan ini kawan.rekan pembaca budiman meluangkan waktu bersama keluarga/sahabat tuk mengunjungi PG Toelangan.com/2010/07/libur-asyik-berkunjung-pg-toelangan. tak ada salahnya bila rekan . Jadi. http://andibagus.blogspot.html .

Pompa : •Nira mentah dipompa ke Pan Pemanasan .Peti nira mentah: •Nira I dan nira II di campur tangki (Peti nira mentah) •Dihilangkan kotoran kasar seperti pasir (penyaring pasir) •dilakukan penimbangan untuk mengendalikan kapasitas produksi •ditampnung dalam bak nira mentah sebagai nira mentah b. 3. setelah sampai di alat ini tebu dipotong dan dihancurkan menjadi potongan kecil-kecil.Gilingan III ampas II (ditambahkan air imbibisi) diperas menghasilkan nira III dan ampas III d.Gilingan IV ampas III (ditambahkan air imbibisi) diperas menghasilkan nira IV dan ampas IV karena kadar gula sudah kecil.Gilingan I potongan tebu diperas menghasilkan nira I dan ampas I b. masing-masing set terdiri dari 3 silinder baja dengan diameter ± 1 meter.Potongan tebu yang sudah kecil tersebut di masukkan ke Gilingan(umumnya tersusun dalam 4 set gilingan. biasanya ampas ini digunakan sebagai bahan bakar boiler/ketel atau dijual ke pabrik kertas sebagai bahan baku kertas) Perjalanan nira : a.STASIUN PENGGILAN 1. 19 Juli 2010 INDUSTRI GULA TEBU INDUSTRI GULA DARI TEBU Diagram alir proses pengolahan gula dari tebu Penjelasan proses : I.Senin.Tebu Dari meja tebu dipindahkan Cane Cutter (Pemotong tebu).Proses dimulai dari gambar kanan atas (truck pengangkut tebu). Potongan tebu dari Cane Cutter di masukan ke : a. tebu dari Truck pengangkut di pindahkan ke meja tebu 2. peralatan yang Sejenis dengan Cane Cutter adalah Unigrator .Gilingan II ampas I diperas menghasilkan nira II dan ampas II (ampas I pada umumnya ditambahkan air imbibisi berupa air panas yang berfungsi untuk membantu pelarutan gula yang ada dalam ampas ) c.

STASIUN PEMURNIAN Pada stasiun pemurnian nira mengalami proses melewati alat –alat seperti Pan Pemanas.Pan Pemanas I Nira mentah dari stasiun gilingan dipanaskan pada suhu 70oC. selanjut endapan / gumpalan ini (nira kotor) di teruskan ke Rotary Vacum Filter. untuk membantu pembentukan Kristal yang sempurna dibantu dengan pendinginan menggunakan palung pendingin IV. karena perbedaan berat jenis dan gravitasi terjadi pemisahan campuran: a. 4. untuk mengendapkan kotoran-kotoran yang dapat mengendap dengan dalam sulfat dan sulfit.STASIUN PENGUAPAN Nira bersih (dari door Clarifier dan Rotary Vacum filter) mengalami prose sebagai berikut: a.Expander Pada expander ini nira ditambahkan flokulan untuk memperbesar endapan kotoran yang sudah bentuk. nira dipompa ke atas sampai ke expander 5. untuk mengendapkan kotoran-kotoran dalam nira yang dapat membentuk endapan dengan Ca++ dan CO3-2 .Pan Masak Nira kental dari pan penguapan dilanjutkan ke Pan masak (kristalisator) yang juga beroprasi dan kondidisi vakum sampai terjadi kristal . H2O)dimasukkan ke defikator(PH =9.Door Clarifier Kotoran nira yang masuk dalam door Clarifier membentuk gumpalan besar yang turun ke dasar door clarifier yang mulai terpisah dari nira bersih.Pan pemanas II Nira pada Pan Pemanas II dipanaskan sampai 100-105oC.STASIUN PUTERAN (Centrifuge) .5). 3. door Clarifier.2). rotary vacuum filter dan lain lain. expander mencampur flokulan dan nira serta menyebarkannya ke door Clarifier. Proses yang dialami dapat ditampilkan sebagai berikut : 1. b. 2. nira bersih ini langsung diteruskan ke stasiun penguapan 7.II. dilanjutkan proses pemurnian. nira diteruskan sulfitator.Pan Penguapan dipekatkan /diuapkan airnya di Pan Penguapan (evaporator bertingkat ) yang dioperasikan pada kondisi vakum sampai nira hampir jenuh atau sering disebut nirkental.Defikator Nira yang sudah dipanaskan + susu kapur (CaCO3. dilanjutkan ke stasiun penguapan III.Bagian yang bersih berada di bagian atas. di endapan padat yang kadang masih dimanfaatkan petani sebagai pupuk b.Bagian endapan (gumpalan ) akan turun ke dasar Door Clarifier. SO3 dalam sulfitator(PH = 7. defikator.Blotong. b.nira bersih. expander. 6.sulfitator. nira diteruskan ke Pan pemanas II untuk mendapatkan suhu yang lebih tinggi.0-7.Rotary vacuum filter (DSM screen) Nira kotor dari door Clarifier di saring menghasilkan : a.Sulfitator Nira dari defikator di reaksikan dengan SO2.

setelah gula kering siap dikemas dan dipasarkan Diposkan oleh Sugianto di Senin. Rekotomo/pd/09 http://www. alcohol . Kabupaten Rembang. 2010 Label: CHEMICAL TECHNOLOGY http://sugianto-industri. Kamis (8/10).Pengepakan.PRODUKSI GULA.com/2010/07/industri-gula-tebu. Juli 19.blogspot. Kristal gula dilanjutkan ke proses berikutnya sedangkan tetes yang dihasilkan masih laku untuk dijual sebagai bahan baku MSG (mono sodium glutamate. 8/10 .Centrifugasi. Centrifugasi dapat diguanakan yang otomatis maupun yang manual. memisahkan Kristal gula dan tetes. Pamotan. namun sering kali dijumpai masih digunakan gabungan keduanya.Pada bagian akhir dari pengolahan gula ini terdiri dari beberapa tahap meliputi a. di Pabrik Gula Mini Pamotan. Jateng. Sejumlah pekerja melakukan proses pengolahan gula. untuk menjaga kualias gula sangat diperlukan proses pengeringan ini . kecap dan lain-lain) pengeringan b. pada umumnya untuk pengeringan gula dari tebu ini menggunakan talang goyang c. Pabrik gula yang saat ini telah menggunakan mesin dan teknologi dalam negeri sebesar 75 persen itu mampu memproduksi gula pasir sebanyak 3 ton per hari. di Desa Bangunrejo. FOTO ANTARA/R.html REMBANG.com/peristiwa/v1255008505/produksi-gula Gula .antarafoto.Pengeringan.

seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam). juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun . silakan lihat Gula (disambiguasi). bit gula. atau jagung. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Artikel ini berhubungan dengan gula sebagai makanan dan komoditi perdagangan. seperti umbi dahlia. Gula sederhana. cari Kristal Gula yang sudah dimurnikan. Daftar isi 1 Gula sebagai komoditi 2 Sejarah singkat pergulaan di Indonesia 3 Macam-macam gula o 3. Meskipun demikian. menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. anggir. Untuk pengertian lainnya. atau aren. Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Sumber-sumber pemanis lain. terdapat sumber-sumber gula minor lainnya. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.1 Gula merah o 3.2 Gula tebu o 3.3 Gula bit 4 Rujukan 5 Lihat pula 6 Pranala luar [sunting] Gula sebagai komoditi Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu. seperti kelapa.

namum bit yang membeku tidak bisa lagi diproses.5 juta ton. Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an. musim penumbuhan bit berakhir pada pemanenannya di bulan September. dan Thailand. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun. Brazil. Lain halnya dengan bit. Bit yang telah dipanen dapat disimpan untuk di proses lebih lanjut. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan). sisanya adalah gula "kuota c" yang dijual pada harga pasar tanpa subsidi. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto. Amerika Serikat menetapkan harga gula tinggi untuk mendukung pembuatnya. serta cairan batang tebu. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. Seusai Perang Dunia II. dan cuaca. terutama di bagian timur. dan negara-negara Asia Timur. Pada tahun 1957 semua . dengan 93 pabrik dan prduksi 1. lalu berkembang ke arah timur. atau bersaing dengannya di pasar dunia. Peraturan pertanian di EU menetapkan kuota maksimum produksi dari setiap anggota sesuai dengan permintaan. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik. dan harga. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin. Sebagian dari gula ini adalah gula "kuota" dari industry levies. dan beberapa daerah di Amerika Serikat. Pemanenan dan pemrosesan berlanjut sampai Maret di beberapa kasus. penawaran. [sunting] Sejarah singkat pergulaan di Indonesia Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau. hal ini mempunyai efek samping namun. Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara. Dengan mengkombinasikannya dengan pemanis buatan pembuat minuman dapat memproduksi barang dengan harga yang sangat murah. Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17. Subsidi-subsidi tersebut dan pajak impor yang tinggi membuat negara lain susah untuk mengekspor ke negara negara UE. namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an. Sirup tersebut di produksi dari jagung (maizena). Pengimpor gula terbesar adalah Uni Eropa. dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun[1]. negara-negara Karibia. Jepang utara. Lamanya pemanen dan pemrosesan dipengaruhi dari ketersediaan tumbuhan. pertama di sekitar Batavia. gula bit diproduksi di tempat dengan iklim yang lebih sejuk. tersisa 30 pabrik aktif. Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia.dari sukrosa. Eropa Barat Laut dan Timur. banyak para konsumen beralih ke sirup jagung (pembuat minuman) atau pindah dari negara itu (pembuat permen) Pasar gula juga diserang oleh harga sirup glukosa yang murah.

sarinya dikumpulkan dan disaring. Gula kotak/blok adalah gula kristal lembut yang dipres dalam bentuk dadu. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. Pada tahun 2002 dicanangkan target Swasembada Gula 2007[2]. Target ini kemudian diundur terus-menerus[2]. aren. [sunting] Gula tebu Gula tebu kebanyakan dipasarkan dalam bentuk gula kristal curah. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan. Pertama tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. pabrik-pabrik gula di Jawa yang ketinggalan teknologi. Setelah penyaringan campuran yang terbentuk lalu dididihkan hingga kandungan air yang tersisa hanya tinggal 30% saja. Gula merah yang dipasarkan dalam bentuk bubuk curah disebut sebagai gula semut. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. campuran tersebut kemudian diputihkan dengan belerang dioksida.pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya menggunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidakkemurnian. dan siwalan. serta kurangnya investor untuk pembukaan lahan tebu di luar Jawa menjadi penyebab sulitnya swasembada gula[1]. Untuk mendukungnya dibentuk Dewan Gula Indonesia pada tahun 2003 (berdasarkan Kepres RI no. Macetnya riset pergulaan. yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma. tingginya tingkat konsumsi (termasuk untuk industri minuman ringan). endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. Gula batu adalah gula tebu yang tidak melalui tahap kristalisasi. Setelah cukup murni. 63/2003 tentang Dewan Gula Indonesia)[3]. Kristal gula pertama tama dipisahkan dengan mesin sentrifugal . seperti kelapa. bit kemudian di potong potong dan gulanya kemudian di ekstraksi dengan air panas pada sebuah diffuse. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula. Warnanya agak kecoklatan karena masih mengandung molase. [sunting] Gula bit Setelah dicuci. Pemurnian kemudian ditangani dengan menambahkan larutan kalsium oksida dan karbon dioksida. [sunting] Macam-macam gula [sunting] Gula merah Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gula merah Gula merah atau gula Jawa biasanya diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira. Gula mentah (raw sugar) adalah gula kristal yang dibuat tanpa melalui proses pemutihan dengan belerang. Gula kemudian diekstraksi dengan kristalisasi terkontrol.

Stasiun Penguapan 7. Parameter yang digunakan untuk menunjukkan mutu gula antara lain : NIlai Remisi Direduksi (NRD). 2. Secara umum proses produksi di pabrik gula dibagi menjadi : 1. namun tetap merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan sehingga harus dipahami berbagai aspek operasionalnya. Stasiun Listrik / Sentral 4. . mekanis maupun kehilangan tak diketahui seperti pada ampas.6 KG 61. Besar Jenis Butir (BJB). baik brix dalam batang tebu maupun varitas tebu. Emplasement 2.php?option=com_content&task=view&id=42&Itemid=1 PROSES GULA DI PABRIK GULA MINI .wikipedia. Kapasitas giling yang sesuai dengan design capacity. c. Stasiun Gilingan 5. air dan udara bertekanan harus sesuai kebutuhan d.5 ton ditambah ethanol 1000 liter MASAKAN A AIR CUITE A KRISTALISER A PEMISAHAN SYRUP A GULA A MASAKAN D AIR CUITE D KRISTALISER D ETHANOL PEMISAHAN GAS CO2 ETHANOL PLAN TETES GULA D VINASE 2 Illustrasi neraca masa 1. b. selain itu juga menghasilkan limbah yang bisa dimanfaatkan seperti blotong. Warna Icumsa (IU).dan cairan yang tersisa digunakan untuk tambahan pada proses kristalisasi selanjutnya. Disamping itu proses pengolahan tebu ini juga memproduksi ampas tebu. http://www.co.org/wiki/Gula Proses Produksi Gula Tebu adalah bahan baku utama untuk proses produksi di pabrik gula yang akan menghasilkan produk utama yaitu Gula Kristal Putih (GKP) dan tetes. Kehilangan gula selama proses pengolahan baik secara chemis. abu boiler dan lain-lain.75KG GULA CETAK PENGENTAL STROOP A GULA PUTIH MC APP 10% HAMPA BX>80 POL>97 eff 90% Catatan: Dari gambaran diatas terlihat bahwa rendemen ditentukan oleh kwalitas bahan olah/kwalitas tebu.000 KG TEBU BX>20 EXTRAKSI 650 KG 350 KG NIRA KASAR AMPAS BX>20 MC > 50% PEMURNIAN 30 KG 620 KG BLOTONG NIRA JERNIH MC > 60% BX>20 PENGENTAL HAMPA 414 KG 206 KG AIR DIUAPKAN SYRUP KENTAL BX 0 BX> 60 MASAKAN & KRISTALISASI 130 KG MASSECUITE BX>90 PEMISAHAN 54. sehingga jumlah hari giling sesuai dengan rencana. Ampas yang tersisa (dimana sudah tidak bisa lagi diambil gula darinya) digunakan untuk makanan ternak dan dengan itu terbentuklah gula putih yang kemudian disaring ke dalam tingkat kualitas tertentu untuk kemudian dijual. listrik. termasuk pengendalian dan pengawasan prosesnya. makin banyak kandungan serat dalam 3. Stasiun Puteran 9.Document Transcript 1. Biaya penggunaan utilitas seperti uap air. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi biaya pengolahan tebu. http://id. Sedangkan faktor yang menentukan mutu gula adalah kondisi dan mutu tebu yang akan diolah. Kadar Air dan Pol pada suhu 20o C. Tingkat kerusakan peralatan yang berpengaruh pada biaya pemeliharaan disamping hal tersebut juga berimbas pada proses pembuatan gula pasir Pabrik gula di lingkungan PT PG Rajawali I menggunakan sistem proses sulfitasi untuk mengolah gula. Stasiun Penyelesaian dan Pengemasan 10.pgrajawali1.5 KG 61. Stasiun Pemurnian 6.id/index. Stasiun Ketel (Boiler) 3. Stasiun Masakan 8. Proses Pembuatan Gula Putih Pabrik Gula Mini Berbahan baku tebu Teknologi Masakan hampa 1 DESKRIPSI PROSES PROSES PEMBUATAN GULA TEBU Flow Proses BAGAN ALIR PROSES PGM tebu INTEGRATE ETHANOL TEBU PEMERAHAN PROSES AMPAS NIRA INPUT/OUTPUT PEMURNIAN PRODUK BLOTONG NIRA JERNIH lumayan PENGUAPAN dapat gula bisa AIR SYRUP sampai 7. blotong dan tetes. diantaranya adalah : a. Unit Pengolah Limbah (UPL) Masing-masing stasiun atau unit ini mempunyai fungsi dan tugas tersendiri.

2). Peralatan module penerimaan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Jib Crane 1 unit > 5 ton 2 Electric/manual hoist 1/2 unit 5 ton 3 Truck scale 1 unit 30 ton 4 Cane table 1 unit 20 ton Module Extraksi. 2. Nira kotor tersaring ditampung ditangki nira kotor tersaring selanjutnya dipompakan ke juice heater untuk dipanaskan sampai app 75 celsius. Apabila telah siap hidupkan pompa nira kasar dan panaskan nira kasar sampai temperature yang di inginkan. dan selanjutnya dengan melalui intermediate conveyor di masukkan ke gilingan no 2 (dan no 3 disertai dengan penambahan air imbibisi atau tidak).Menghidupkan dan mematikan. Secara kontinu filter pres di buka dan kainnya dilepas untuk dilakukan pencucian. dan harus di ingat probe/sensor pH setelah dibersihkan harus terendam air (artinya tangki pengaduk no 2 setelah di bersihkan diisi air bersih sampai sensor pH tercelup air). apabila telah dicapai kepekatan yang cukup yang disebut syrup. tebu yang telah diremahkan diterima diatas inclined chute untuk diumpankan kegilingan no 1. 7. selanjutnya dimasukkan ke dalam tangki reaksi untuk pemberian larutan asam phosphat sampai pH app 5 diikuti pengadukan agar pencampuran merata. 4. periksa kekencangan van belt dll. 5. Urutan menghidupkan module pemerahan dari paling belakang kedepan sedangkan untuk mematikan dari depan kebelakang. larutan flokulan dengan konsentrasi .Filter press. Standart/procedure operasi.pH adjuster dan dosing pump. untuk diuapkan sampai dicapai kepekatan antara 55-60 Brix. biarkan nira mengalir dari tangki pengaduk pertama kedua dan ketiga. asam phosphate dengan perbandingan 1 : 14 satuan volume. tujuan peremahan adalah untuk memecah sel sel tebu agar kehilangan gula yang terikut diampas pada gilingan berikutnya terkendali. selanjutnya nira dinetralkan dengan susu kapur sampai pH sedikit diatas netral (pH 6.Trouble. 3 Module Penerimaan Tebu. 1. tebu di umpankan secara manual keatas horizontal conveyor untuk di remahkan dengan crusher mill. Tiap selesai operasi dilakukan pembersihan peralatan module pemurnian. ambil contoh dari tangki pengaduk ketiga dan amati apakah sudah sesuai dengan keinginan. pada static sceen ini dipisahkan serpihan serpihan dan kotoran yang terikut dinira kotor. Kalau terjadi masalah segera matikan mesin berurutan dari bagian yang bermasalah kedepan. 7 Module Penguapan Selanjutnya Nira Jernih dimasukkan kedalam pesawat penguap hampa yang dioperasikan dengan kehampaan 40-50 cm kolom air raksa. bagian yang jernih dikeluarkan dari katup katup bagian atas dan ditampung dalam tangki nira jernih yang terletak dibagian bawah tangki pemurnian. selanjutnya tebu dihampar diatas meja tebu. sehingga untuk menurunkan dan menimbang tebu dapat dilakukan dua atau tiga kali angkat dengan menggunakan Jib Crane lengkap dengan Electric Hoist dan ditimbang dengan Digital Scale dengan ketelitian 10 kg.Selesai pemurnian. Lakukan penimbangan 100 kg tebu dan giling kemudian timbang berat ampas yang ada.500 liter 5 Muddy juice tank ½ unit 700 liter 6 Mud pump 1 unit 700 liter 7 Filter press 2 unit 8 Static screen mesh 200 1 unit 1 m2 Juice heater.8-7. kemudian buka katup nira jernih agar mengalir ke tangki nira jernih melalui saringan mesh no 200.Pemeriksaan sebelum operasi. 3. Dari meja tebu. ampas yang keluar dari gilingan diterima conveyor ampas untuk ditranfer ke lapangan ampas sebelum digunakan untuk bahan bakar boiler.10 s/d15 % dari volume) dialirkan ke muddy juice tank untuk selanjutnya dipompakan ke filter press.Pencatatan. 4. bahan pembantu pengolahan adalah susu kapur dengan kepekatan 5 s/d 10 boume. dan bagian endapan (+/.5/5 ton tebu/jam 4 Bagasse conveyor 1 unit 5 – 10 meter 5 Raw juice tank 1 unit 600 liter 6 Static screen 1 unit 7 Raw Juice Pump 2 unit @5 m3/jam 4 Crusher mill dan three roll mill Menimbang 100 kg tebu untuk uji giling Standart / procedure operasi. selanjutnya nira diendapkan dalam klarifier selama tidak lebih dari 50 menit. Peralatan module Extraksi No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Horizontal conveyor 1 unit 8/10 meter 2 Crusher mill 1 unit 5 ton tebu/jam 3 Three Roll Mill 2/3 unit @ 2. 6. Pada akhir proses secara manual sisa nira di masing masing peralatan dikeluarkan melalui katup bawah untuk proses manual/ tidak dibuang. 2. Kebersihan di module pemurnian harus selalu dijaga untuk mengurangi effect bakteriosis (kerusakan gula akibat activitas jasad renik). batang tebu berarti makin sedikit bagian nira yang bisa diperah begitu pula makin rendah brix tebu berarti bagian padatan dalam nira makin rendah yang pada akhirnya mempengaruhi rendemen yang dihasilkan. periksa semua kekencangan mur pengikat roll. Nira kotor yang keluar dari gilingan ditampung dalam tangki/palung nira kotor dan dengan pompa open impeler dipompakan ke module pemurnian setelah melewati static sceen.Kebersihan. untuk mempercepat pengendapan perlu penambahan flokulan pada dosis 3 . 8. dosing pump dan tangki pengendapan 6 Nira jernih dan Filter press. Peralatan module Penguapan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pesawat penguap hampa 1-2-3 unit @ 30/35 m2 HS 2 Tangki syrup hampa 1 unit 200400 liter 3 Syrup pump 1 unit 1000 liter Syrup hasil penguapan selanjutnya diproses sesuai dengan produk akhir . derajat brix nira jernih dan temperature nira jernih. selanjutnya diturunkan kedalam syrup vacuum tank untuk selanjutnya dialirkan ke tangki pengumpan syrup melalui montejus tank. Biarkan mengendap sampai bagian permukaan sudah jernih. Pengontrol automatic pH di set pada posisi netral pH 7 begitu pula semua dosing pump harus sudah di kalibrasi. Dari nira jernih yang dihasilkan dilakukan pencatatan tiap jam meliputi pH nira jernih. 025%.4. lapaorkan kepada supervisor atau manager apakah sudah cukup atau perlu di stel ulang. 8. 5. filtrat dialirkan ke clear juice tank sedangkan cake (blotong) ditampung ditempat penampungan blotong.Persiapan peralatan dan bahan pembantu. Periksa minyak pelumas pada oil pot. tangki reaksi . 3. Lakukan pembersihan tiap kali selesai operasi dengan penyemprotan air bersih. periksa semua mulit roll barangkali ada benda asing. 5 Module Pemurnian. 1. 5. Periksa peralatan pemurnian dan siapkan bahan pembantu pengolahan.Pengendapan. Pengangkutan tebu dari ladang sudah direncanakan dengan truk dengan menggunakan double atau triple wire rope. 7.Kebersihan. tiap tiga jam bagian kotor di tap ke tangki nira Lumpur untuk di pompakan ke filter press.Menjalankan module pemurnian.20 ppm. Peralatan module pemurnian No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Reaksi tank c/w reagen tank 3 unit @ 200 liter 2 Juice heater ½ unit @ 10 m2 HS 3 Continous Settling tank ½ unit 4 Clear Juice Tank ½ unit @ 2.Uji giling harian. 6.

Pesawat penguap hampa Standart/procedure operasi. massecuite A selanjutnya diumpankan kedalam sentrifugal separator untuk dipisahkan bagian kristal gulanya dengan bagian cairannya. safety belt dan safety cloth. waktu penguapan. penggerak penggerak conveyor. Setiap selesai operasi pesawat penguap harus dibersihkan dengan mengisi air kedalamnya dan dipanasi dengan sisa uap yang ada kemudian keluarkan. 13. safety glass. dengan demikian gula yang dihasilkan mempunyai ketahanan simpan yang cukup baik. 2. 12 Pompa air condenser dan pompa vacuum Kelistrikan. sehingga masakan adalah seni membuat gula. tabung reaksi. Workshop Equipment. misalnya kapan bibit gula harus dimasukkan. timbangan analisa.000 liter/ lebih Masakan hampa 9 Standart/procedure operasi. 1. Persiapan meliputi persiapan alat utama dan alat bantu. Massecuite/Gula kental yang dihasilkan pada proses pengentalan dicampur dalam mixer/filler untuk proses homogenisasi dalam keadaan panas sambil memberi kesempatan menurunkan fraksi air. oxy acetilene aparat. No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pan masakan hampa 1 unit @ 24 m2 HS 2 Mixer/ filler 1 unit 1. 12. Statiun Pemisahan. sedangkan cairan yang keluar disebut Molase A ditransfer ke Molase A Feeder Tank untuk proses lanjut apakah dijadikan gula kristal lagi atau dijadikan gula cetak tergantung dari kondisi bahan olah yang diproses.5 ton/jam 2 Water jet condenser 4 unit 3 Diesel genset 2 unit @ 150 Kw 4 Lab equipment 1 lot 5 Office equipment 1 lot 6 Workshop equipment 1 lot 7 Safety equipment 1 lot 13 http://www. Dari mesin mixing selanjutnya dilakukan pencetakan sesuai dengan bentuk dan ukuran berat yang diinginkan.Memindahkan syrup dari tangki vacuum. Office equipment.Pembersihan. polarimeter. Tangki syrup hampa Statiun Masakan (Proses gula Putih combinasi gula merah) Selanjutnya syrup pekat dimasukkan kedalam pesawat masakan “Gula A” untuk diuapkan lebih lanjut sampai terbentuk massecuite A. Proses masakan merupakan bagian dari proses yang relative sulit dan tidak ada batasan yang pasti.9. massa yang kental ini lazimnya disebut massecuite. Peralatan statiun Pemisahan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Kristaliser A 1 unit 1. apabila brix sudah 8 dicapai tutup kran uap. Tersedia fasilitas perkantoran yang memadai lengkap dengan sistem komunikasi. yang diinginkan.net/ss170952/proses-gula-di-pabrik-gula-mini . 11. pemisahan gula.000 liter 2 Molasse A tank 1 unit 500 liter 3 Final Molasse Tank 1 unit 10. Selanjutnya harap diikuti apa yang dilakukan intruktur masakan waktu melakukan tugasnya untuk dicatat dan diingat. Barometric condenser dan spray pond.000 liter/ lebih 3 Molasse A Feeder Tank 1 unit 1. pemadam kebakaran. gula A yang dihasilkan selanjutnya diturunkan ke talang goyang untuk menghilangkan sisa uap air agar tidak terjadi caking waktu penyimpanan. pesawat las listrik. kevacuuman dan hasil penguapan. Safety equipment. 4. pengentalan dilakukan tanpa penambahan seeding (bibit gula). bagaimana methode pemasukannya.Memasukan nira dan uap. ikuti kondisi kevacuuman. Peralatan bengkel sederhana minimal untuk kerja bangku. Pesawat penghasil uap yang digunakan untuk seluruh proses utamanya proses pemurnian. computer dll. Minimal disediakan alat alat lab.dan apabila diinginkan gula mawur/gula semut hasil dari masakan dituangkan kedalam cooling pan. 10. buka kran keseimbangan vacuum dan selanjutnya buka kran pengeluaran syrup. Dengan asumsi jumlah air yang diuapkan 2/3 bagian maka dapat diperkirakan apakah tujuan penguapan sudah dicapai.Operasi single effect. standart tool dll. Ketel pipa air tekanan rendah Barometric Condenser dan tower Pesawat pengembun uap yang dihasilkan pada proses penguapan dan masakan sekaligus sebagai pompa vacuum untuk membuat dan mempertahankan tingkat kehampaan yang diperlukan selama proses. Massecuite A yang dihasilkan pesawat masakan diturunkan dan ditampung dalam palung kristaliser A. 3. semua tahapan operasi penguapan dicatat dalam buku penguapan meliputi start penguapan. yang dilengkapi dengan slow moving agitator agar kristal gula yang terbentuk tidak mengendap dan mengeras yang akan menyulitkan proses pemisahan. sehingga akan didapatkan gula cetak dengan kadar air yang rendah. helmet dll. Daya listrik diperlukan untuk mendukung sistem pompa. No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Boiler 1 unit 3. Buka katup nira masuk dan katup uap untuk memulai proses penguapan.500 liter 3 Cooling pan 1 unit 1. utamanya kondisi kevacuuman harus sudah dicapai untuk operasi Diatas 40 cm kolam air raksa (untuk operasi double effect badan 1 dengan vacuum 20 cm kolom air raksa badan 2 dengan vacuum 50-55 cm kolom air raksa). ph meter. 5. barometric condenser diletakkan diatas tower setinggi 12 meter. kapan dilakukan manipulasi air dll. alat bantu meliputi boume hydrometer atau refractometer dll. Laboratorium Equipment. dapat dijual langsung sebagai gula pekat apabila diturunkan pada brix 67. Buka kran udara agar tekanan sama dengan tekanan udara luar kemudian jalankan pompa syrup. syrup dihisap kedalam pesawat masakan/pengentalan untuk diuapkan dengan kondidi kehampaan app 60 cm kolom air raksa. biasanya awalnya selalu diikuti dengan turunnya vacuum .500 liter 11 Module utility/bantu. masakan. periksa tekanan ketel apa sudah siap. Guna mendukung proses tersebut diperlukan module pendukung antara lain: Boiler.Persiapan. kristal gula A yang menempel didinding separator dicuci dengan aliran air hangat dan dikeringkan dengan pemanas listrik untuk menurunkan kadar airnya. pembersihan dll. sampai dicapai kekentalan app 90-93 Brix. Peralatan module masakan dan pencetakan.slideshare. Peralatan statiun Masakan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pesawat Masakan 1/2/3 unit @ 20/24 M2 HS 2 Syrup feeder tank 1 unit 1. hoisting crane dll yang dipenuhi dari PLN dan dibackup dengan emergensi genset. penguapan. Tersedia alat keselamatan kerja meliputi system penangkal petir. brix weigher.000 liter 4 Sentrifugal Separator A 1 unit Kristaliser 10 Separator vertical dan horizontal Talang goyang Module Pengentalan dan Pencetakan (Untuk Produk Gula Merah) Dari tangki pengumpan syrup A. yaitu larutan gula jenuh dan pekat yang berisi butiran butiran gula.

. . Secara bertahap pabrik dikembangkan dan dimodernisasi sejalan dengan kemajuan yang dialami Perusahaan.000 TCD (Ton Cane Per Day).000 TCD dan memproduksi gula putih sebesar 218.000 ton. yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kuok Investment. tepatnya berada di Kabupaten Lampung Tengah. beraroma dan halal . Merupakan industri gula patungan antara perusahaan swasta asing dan swasta nasional yang berstatus PMA. SEJARAH SINGKAT Pabrik Gula Gunung Madu terletak diujung selatan Pulau Sumatera.248 ton dengan jumlah tebu digiling 2... Pada awal pendiriannya. 90 km ke arah utara dari Ibukota Propinsi Lampung (Bandar Lampung). Pada musim giling ke 31 ditahun 2008. Didirikan sejak tahun 1975 dan melaksanakan musim giling yang pertama pada tahun 1978 dengan produksi gula 18. Dengan Pabrik yang modern untuk menghasilkan gula yang lebih manis. alami.. Ltd (Hongkong). kemampuan giling sudah mencapai 14. Propinsi Lampung. semula pabrik gula ini merupakan pabrik yang sederhana dengan kapasitas giling awal 4.[«] Proses pengolahan tebu menjadi gula .374.619 ton.

meninggalkan pabrik melewati jembatan timbang keluar untuk pengambilan data berat kendaraan kosong. truk dan trailer yang telah dibongkar. . melewati jembatan timbang dengan sistem komputerisasi untuk pengambilan data berat kotor. lokasi. jenis tebang. truk bak dan truk loss bak (tebu ikat). Selanjutnya.Timbangan tebu PENGIRIMAN DAN PENIMBANGAN TEBU Tebu dari kebun dikirim ke pabrik menggunakan beberapa model angkutan : trailer (tebu urai). nomor petak. nama pelaksana tebang dan jam ditebang (kesegaran).

dilengkapi dengan kamera CCTV dari pusat ruang kendali. . Pada bagian tertentu yang tidak memungkinkan bagi operator melihat langsung secara visual.Ruang pusat kendali unit preparasi dan ekstraksi PENGENDALIAN OPERASIONAL PERALATAN PABRIK Pengendalian peralatan pabrik pada masing-masing stasiun melalui ruang pusat kendali yang ditempatkan pada posisi paling leluasa bagi operator untuk memonitor aktivitas dan berhubungan dengan petugas jaga peralatan di lapangan. Sistem pengendalian menggunakan programmable logic control (PLC) dipadukan dengan supervisory system sebagai piranti kendali dan informasi data trending.

Pelataran tebu dan peralatan penanganan tebu PENANGANAN TEBU Berbagai peralatan bongkar (unloading) tebu dipasang menyesuaikan dengan model angkutan yang ada. tahun 2001 dipasang 1 unit cane feeder table yang dilengkapi dengan hydraulic cane lifter yang dapat melayani tebu yang diangkut dengan trailer dan hydraulic truck tippler untuk melayani truk bak ataupun truk loss bak. . selanjutnya Hydraulic cane grab pada gantry crane bekerja menumpuk dan mengumpan pada cross cane carrier. Wheel loader disamping digunakan untuk membongkar dan menumpuk tebu loss bak di pelataran juga dipergunakan sebagai sarana pengumpan dan perata pada main cane carrier. tebu yang diangkut menggunakan trailer dibongkar menggunakan side unloader yang terpasang pada 2 unit gantry crane. Untuk meningkatkan kapasitas umpan langsung pada main cane carrier .

cane cutter). cane cutter). elevating cane carrier menuju unit pemotong tebu kedua (2nd. dan selanjutnya menggunakan unit heavy duty shredder hammer tebu dihancurkan. . Tingkat open cell yang dicapai pada unit preparasi ini 90. kemudian dengan 2nd.Pengisian dan preparasi tebu PREPARASI TEBU Sebelum tebu diperah pada unit gilingan. terlebih dahulu dilakukan preparasi untuk membuka sel-sel tebu. tebu diumpankan kedalam 1st. cross carrier #2 dan Feeder table diangkut menuju unit mesin pemotong pertama (1st. main cane carrier dari cross carrier #1.92%.

kemudian ampas tebu yang disebut bagasse menuju stasiun pembangkit uap untuk digunakan sebagai bahan bakar pada ketel uap (Boiler).96%. masingmasing unit gilingan digerakkan dengan tenaga turbin uap. Nira mentah dari gilingan dipompa menuju stasiun pemurnian setelah terlebih dahulu melewati sebuah magnetic flow meter untuk memonitor dan merekam laju alirannya dalam satuan m3/jam. .Stasiun gilingan EKSTRAKSI NIRA Enam unit gilingan jenis 4-roller disusun secara seri digunakan sebagai unit ekstraksi nira. Tingkat ekstraksi sukrosa dari unit gilingan ini pada kisaran 95 .

Boiler dan pembangkit tenaga listrik BOILER DAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK 3 unit boiler dengan kapasitas terpasang masing-masing : No. perkantoran.2 = 80 ton/jam.3 = 120 ton/jam dengan tekanan kerja masing masing 20kg/cm2G. No. Pada masa tidak giling (off-season) 1 unit boiler tetap beroperasi dan memanfaatkan bahan bakar (ampas tebu) kelebihan dari masa giling untuk melayani kebutuhan uap penggerak turbine generator dalam memenuhi kebutuhan listrik perumahan divisi I s/d divisi VI.1 = 120 ton/jam. Energi potensial uap yang dibangkitkan digunakan untuk menggerakkan 3 buah back pressure turbo-alternator yang masing masing mampu membangkitkan tenaga listrik sebesar 5MW. juga digunakan untuk menggerakkan turbin uap penggerak unit preparasi (cane cutter dan shredder) dan unit ekstraksi (gilingan). dan No. . maintenance peralatan di pabrik dan pompa irigasi pertanian.

100 derajat NTU. waktu dan penambahan bahan pembantu (susu kapur. pH.Clarifier dan Vacuum filter PEMURNIAN Pemisahan kotoran dilakukan dalam bejana pengendap single tray SRI clarifier ( yang telah dimodifikasi menjadi perforated clarifier ) yang merupakan rangkaian tahapan pengaturan suhu. . gas belerang dan flokulan). Endapan kotoran dari clarifier dicampur dengan bagacillo kemudian ditapis menggunakan 6 buah vacuum filter menghasilkan limbah padat berupa blotong (filter cake) yang kemudian dikirim kembali ke kebun sebagai pupuk organik. Tingkat kekeruhan (turbidity) nira yang dicapai pada level 70 .

Uap dari badan pertama digunakan sebagai media pemanas badan kedua.Evaporator PENGUAPAN (EVAPORATION) Proses pengentalan nira jernih dilaksanakan dengan bejana penguap (evaporator). Evaporator dibersihkan secara periodik setiap dua minggu sekali dengan cara kimiawi selama 12 jam. Bejana (evaporator) disusun dengan sistem quintuple effect yang terdiri dari sembilan buah bejana jenis Roberts. Uap dari badan dua digunakan untuk media pemanas pada pan kristalisasi "C". pan kristalisasi "A" dan bejana pemanas nira tersulfitir. Guna meminimalisasikan kebutuhan uap. Brix nira kental dijada pada level 52-55%. stasiun evaporator dirancang dengan konsep maximum vapour bleed. .

Nira kental. .Vacuum Pans KRISTALISASI Kristal gula dibuat dalam Vacuum Pans melalui proses pembesaran kristal hingga mencapai ukuran yang dikehendaki dengan cara memasukkan nira kental (syrup). leburan gula "B" dan "C" sebagai bahan masakan "A" massecuite. Tingkatan masak (kristalisasi) dilaksanakan dengan sistem ABC. Bahan masakan "C" massecuite berasal dari "B" molasses dan bibitnya menggunakan "A" molasses. Hasil resultan dari kristalisasi adalah berupa massecuite (campuran kristal gula dengan molasses). Bahan masakan "B" massecuite berasal dari "A" molasses dan nira kental. Kristalisasi untuk "A" dan "B" Massecuite dikerjakan dengan menggunakan batch pan yang dilengkapi dengan pengaduk. molasses kedalam pans pada kondisi temperatus dan vacuum yang terkendali. gula leburan. sedangkan untuk "C" massecuite dikerjakan dengan continous pan.

Pemisahan "B" massecuite menggunakan continuous centrifugals menghasilkan gula "B" dan "B" molasses. . Kristal gula dipisahkan dari molasses menggunakan sebuah basket berlubang yang diputar sampai pada kecepatan tertentu sehingga molasses terlepas dari kristal gula akibat gaya sentrifugal (centrifugals machine). massecuite dari vacuum pans kristalisasi dituangkan kedalam strike receiver sambil melanjutkan pertumbuhannya. Pemisahan "A" massecuite menggunakan batch centrifugals menghasilkan kristal gula SHS (produk) dan "A" moolasses. pemisahan "C" massecuite menggunakan continuous centrifugals menghasilkan gula "C" dan final molasses.Batch centrifugal dan Continuous centrifugal PEMISAHAN KRISTAL GULA DAN MOLASSES Bila satu siklus proses masak pembesaran kristal telah selesai.

Sensor pengirim sinyal bobot pada timbangan digunakan jenis load cell. Setiap informasi penyimpangan terekam dan secara otomatis sistem memberi peringatan. .Pengemasan PENANGANAN DAN PENGEMASAN PRODUK Setelah proses pemisahan kristal gula produk (SHS) dikondisikan melalui sebuah unit fluidized bed vibrating cooler dengan maksud untuk menurunkan tingkat kelembaban serta meningkatkan kualitas penyimpanan. mekanisme kerja mesin timbangan dan pengemasan bekerja secara integral yang dikendalikan secara otomatis. Untuk menjamin keakuratan berat kristal dalam kemasan. kemudian dilakukan pemilahan ukuran butiran menggunakan vibrating screen. Kristal gula kemudian ditampung dalam sugar bin untuk selanjutnya dilakukan penimbangan dan pengemasan.

Sertifikasi jaminan mutu

STANDARISASI KUALITAS DAN KEAMANAN PRODUK Guna menjamin kualitas, keamanan dan kehalalan produk baik gula maupun final molasses, telah diterapkan secara konsisten Quality & Management System yang mengacu pada standarc HACCP (SNI 01-4582-1998) dan GMP STANDARD B2, telah mendapatkan sertifikasi dari PDV the Netherland (Certifiate No. GMP'B2 0016), HACCP (Certificate No. PSC 00015) dan sertifikat HALAL dari MUI (Halal No.:02100005008608). Kembali keatas

http://www.gunungmadu.co.id/index.php?modul=artikel&id=utama&kodebrt=pabrik&colvis=false Lampung

PROPOSAL
EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA NAMA : ABDUL RAHMAN NIM : 41609010020

UNIVERSITAS MERCUBUANA JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI TAHUN 2009/2010
JUDUL PENELITIAN : 1. SISTEM PENANGANAN LIMBAH GAS PABRIK KARET REMAH’ 2. EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA 3. PEMANFAATAN SELLULOSA BAGAS UNTUK PRODUKSI ETHANOL MELALUI SAKARIFIKASI DAN FERMENTASI SERENTAK DENGAN ENZIM XYLANASE 4. MANAGEMENT OF LANDFILL LEACHATE 5. ANALISIS KINERJA PENGOLAHAN AIR LIMBAH PAVILYUN KARTIKA RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA

1. MODIFIKASI KIMIA DARI KITOSAN DAN APLIKASI PRODUK YANG DIHASILKAN 1. DAMPAK PEMBANGUNAN TERMINAL KARGO TERHADAP SISTEM TRANSPORTASI ANGKUTAN BARANG INDUSTRI BESAR DI KOTA KUDUS 1. PENGARUH SARI KERING LIMBAH PABRIK KULIT ATAS POPULASI MIKROBIA DAN SUSUNAN PADA BERBAGAI JENIS TANAH 1. PENINGKATAN EFEKTIVITAS PENGOLAHAN AIR LIMBAH PROSES PEMUTIHAN PULP DENGAN REAKTOR UP-FLOW ANAEROBIC SLUDGE BLANKET (UAS-B) DAN LUMPUR AKTIF TERMOBILISASI 1. TEKNOLOGI MINERAL DAN BATU BARA I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Motivasi studi ini berkaitan dengan maraknya isu mengenai pro-kontra impor produk pertanian khususnya gula. Isu tersebut merebak karena dihadapkan kepada kekuatan pihak produsen gula domestik, khususnya petani tebu, akan terancam kelangsungan produksi gula dalam negeri. Kekuatan produsen gula domestik dapat dipahami karena harga pasar gula impor lebih rendah dari harga gula produksi domestik. Produksi gula nasional semakin menurun selama beberapa tahun terakhir. Produksi gula nasional pernah meningkat relatif cepat dalam periode 1980-an, akan tetapi lambat sekali dalam periode awal 1990-an, dan setelah tahun 1994 produksi gula nasional terus menurun. Peningkatan produksi gula adalah disebabkan oleh perluasan areal tanaman tebu, bukan disebabkan oleh peningkatan produktivitas (Sekretariat Dewan Gula, 2001). Menurut Statistik Impor, Badan Pusat Statistik 2000, pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. Kondisi ini dapat menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah besar. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan gula di dalam negeri. 1.2 Identifikasi Masalah Para petani tebu hanya memiliki dua pilihan, jika krisis industri gula tidak tertangani. Petani akan membongkar kebun tebu dan beralih ke tanaman lain atau mereka akan membiarkan tanaman tebu yang ada tanpa perawatan, sehingga hasilnya minim. Apabila langkah ini dilakukan, maka

Situasi demikian akan membawa industri gula pada situasi krisis karena pabrik gula mengalami kesulitan pasokan tebu. 14 September 2002). 2. 1. 10 September 2002). Untuk maksud tersebut. Pemicu rendahnya suplai bahan baku ini karena petani tertarik menanam tebu akibat merosotnya nilai ekonomisnya (Harian Kompas. Gula impor legal dan ilegal yang masuk ke pasar telah menekan harga gula produksi dalam negeri.pasokan tebu ke pabrik gula akan anjlok yang mengakibatkan pabrik gula dapat ditutup. Mengidentifikasi alokasi input yang sudah dan belum efisien dan cara mengatasinya dalam pengelolaan pabrik gula di Indonesia. 2. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. yaitu : 1. Kesulitan memperoleh lahan. sudah efisien ? 2. Apakah industri gula di Indonesia.3 Perumusan Masalah Efisiensi merupakan salah satu indikator kinerja unit kegiatan ekonomi dalam industri gula agar dapat bersaing dengan gula impor. . Pengembangan lahan tebu mengarah ke lahan kering sehingga biaya angkut tebu meningkat.4 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1.5 Batasan Masalah Terdapat lima kriteria pokok yang dapat dijadikan pedoman awal untuk menentukan tidak efisiennya suatu pabrik gula. Mengukur efisiensi relatif pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi di Indonesia. Hal ini terjadi karena masuknya gula impor sehingga gula dalam negeri tidak dapat bersaing (Harian Kompas. masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. 1. Alokasi input mana dalam pengelolaan pabrik gula yang sudah dan belum efisien ? 3. Sebanyak 44 pabrik gula di Indonesia terancam bangkrut. Pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi mana yang efisien ? 1.

Jumlah produksi gula kurang dari 250. sehingga harga pokok per unit hasil masih mahal. khususnya industri gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu pabrik gula Tasik Madu.000 kwintal per tahun. perlu diketahui apakah industri gula domestik di masa mendatang masih dapat diharapkan untuk dipertahankan eksistensinya. terdapat aspek-aspek yang erat kaitannya dengan biaya produksi gula yaitu : (1) produksi gula. Rejoagung Baru. 1. Mutu bahan baku belum optimal sehingga biaya produksi pabrik gula tidak efisien. Setelah mengemukakan kriteria pokok efisiensi pabrik gula sebagaimana diuraikan di atas. Gondang Baru. memuat: a) Judul Makalah b) Nama. Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. 4. memuat: . 5. 1997). (3) impor gula. (2) produksi tebu. maka Makalah hendaknya disesuaikan dengan sistematika sebagai berikut : 1) Lembar Judul . Sehubungan dengan itu. Kapasitas giling masih banyak yang dibawah 2000 ton tebu per hari. Berdasarkan lima kriteria pokok tersebut terdapat indikasi bahwa efisiensi pabrik gula Indonesia masih rendah khususnya pabrik gula milik BUMN yang dapat disebabkan karena biaya produksi gula belum efisien (Sekretariat Dewan Gula Indonesia. dan (4) liberalisasi perdagangan.3. NIM c) Nama dan Tempat Perguruan Tinggi d) Tahun 2) Lembar Pendahuluan.6 Sistematika Penulisan Untuk mendukung terhadap penyusunan proposal yang baik.

2.a) Latar Belakang b) Identifikasi Masalah c) Perumusan Masalah d) Tujuan dan manfaat penelitian e) Batasan Masalah 3) Lembar Tinjauan Pustaka 4) Metodologi Penelitian.2 (Harian Kompas. Komponen Input a. Biaya bahan bakar (CX2. 10 September 2002).4 Ferrantino. 1000Rp) c. 2. Jumlah tebu giling (X1. 14 September 2002). M.J. memuat: a) Variabel penelitian b) Metode Analisis Data 5) Daftar Pustaka II.1 Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan dalam kajian efesiensi relatif antar pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu: 1.3 P3GI 2. kg) d. 1000Rp) . dari US International Trade Commission Office of Economics III. ton) b. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 (Harian Kompas. Biaya tebu giling ( CX1. Jumlah bahan bakar (X2. METODOLOGI PENELITIAN 3.

efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya (total weight output/total weighted input). dimana penggabungan input dan output tersebut tidak mungkin dilakukan.e. Jumlah Tenaga kerja (X3. karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan kombinasi output yang berbeda pula. orang) f. 1000Rp) c. Bobot tersebut memiliki sifat : (1) tidak bernilai negatif. 1000Rp) g. Biaya tenaga kerja (CX3. dan (2) bersifat universal. efisiensi relatif suatu UKE adalah efisiensi suatu UKE dibanding dengan UKE lain dalam sample (sekelompok UKE yang saling diperbandingkan) yang menggunakan jenis input dan output yang sama.2 Metode Analisis Data Metode Analisis Penelitian ini menggunakan alat analisis DEA (Data Envelopment Analysis). maka perusahaan . Untuk mengukur efisiensi industri digunakan alat analisis DEA. ton) b. Secara umum UKE akan menetapkan bobot yang tinggi untuk input yang penggunaannya sedikit dan untuk output yang dapat diproduksi dengan banyak. Data Envelopment Analysis (DEA) dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial dan regresi berganda. melainkan sebagai penentu untuk memaksimumkan efisiensi dari suatu UKE. maka setiap UKE akan memiliki seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. 1000Rp) h. 1000Rp) 2. Inti dari DEA adalah menentukan bobot (weights) atau timbangan untuk setiap input dan output UKE. Setiap unit kegiatan ekonomi (UKE) yaitu setiap pabrik gula diukur efisiensi relatifnya. Produksi Tetes (Q2. ton) d. artinya setiap UKE dalam sampel harus dapat menggunakan seperanagkat bobot yang sama untuk mengevaluasi rasionya (total weighted output / total weighted input ≤ 1). Komponen Output a. Dalam DEA. Sebagai gambaran jika suatu UKE merupakan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan (profit-maximizing firm). Biaya Management (Z1. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu unit kegiatan ekonomi (yang selanjutnya disingkat UKE) yang menggunakan banyak input dan banyak output. Penerimaan tetes (TRQ2. Produksi Gula (Q1. dan setiap input dan outputnya memiliki biaya per unit serta harga jual per unit. Biaya Penyusutan (Z2. 1000Rp) 3. DEA berasumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimalkan rasio efisiensinya (maximum total weighted output/total weighted input). Penerimaan gula (TRQ1. Bobot-bobot tersebut bukan merupakan nilai ekonomis dari input dan outputnya.

relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. Jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi < 100%). Nilai Manajerial DEA 1. DEA dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial maupun regresi berganda.tersebut akan berusaha menggunakan sedikit mungkin input yang biaya per unitnya termahal dan berusaha memproduksi sebanyak mungkin output yang harga jualnya tertinggi. Bersifat Universal Metode DEA memiliki asumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimumkan rasio efisiensinya. DEA menunjukkan sejumlah UKE . Analisis fisiensi silang dapat membantu seorang manajer untuk mengenali UKE yang efisien tetapi menggunakan kombinasi input dan menghasilkan kombinasi output yang sangat berbeda dengan UKE yang lain (PAU-SE UGM. 2. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. Karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan output yang berbeda pula. Efisiensi silang UKE A terhadap KE B merupakan rasio dari output tertimbang dibagi input tertimbang yang dihitung dengan enggunakan tingkat input dan output UKE A dan bobot input dan output UKE B. Konsep Dasar Data Envelopment Analysis (DEA) Data Envelopment Analysis (DEA) adalah pengembangan programasi linier yang didasarkan pada teknik pengukuran kinerja relatif dari sekelompok unit input dan output. 2000). Dalam DEA efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya. Tidak bernilai negatif b. Inti dari DEA adalah menentukan bobot yang memiliki sifat: a. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) yang menggunakan banyak input maupun output. maka setiap UKE akan memilih seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut.

Monitoring dan Analisa Prospek Industri Gula di Jawa. Jurnal Agro Ekonomi 1 : 28-49. Agr. Center for Policy . Journal of Political Economics. 1996. Keterbatasan DEA 1. 68:162-164. Statistik Impor.S. Agr. R. Bobot input dan output yang dihasilkan oleh DEA tidak dapat diinterpretasikan dalam nilai ekonomi.S. 1976. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. Green. IV. K. 1982. 3. 84:655-676. D. 1974. 2000. 3. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. Amer J. DEA berasumsi bahwa setiap unit input atau output identik dengan unit lain dalam tipe yang sama. “Economic of Scale in U. 56 : 377-386. Chand. Dalam bentuk dasarnya DEA berasumsi adanya Constrant Return To Scale (CRTS). A. Pakpahan. 1996. Binswanger. Kaul. Jurnal Agro Ekonomi 15:1-19.L. Analisis Fungsi Produksi Usahatani untuk Menunjang Pengembangan Daerah Aliran Sungai Cimanuk.H. Econ. L.R. 1986. 4. and W. Christensen. “A Cost Function Approach to the Measurement of Elasticities of Factor Demand and Elasticities of Distribution”.yang memiliki efisiensi sempurna (100%). Dewa. “A Note on the Use of the Cobb-Douglass Profit Function”. DEA mensyaratkan semua input dan output harus spesifik dan dapat diukur. Amer. “The Measurement of Total Factor Productivity Growth using Production Frontier : A Case of Irrigated Rice Farming in West Java”. Prabowo. Electric Power Generator”. and J. Econ. J.S.P. H. 2.

L. Saerfudin. Washington D. Pusat Penelitian Perusahaan Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). dan Mewa. Simatupang. Gonzales. Jurnal Agro Ekonomi. Sawit.. P. M. Data Envelopment Analysis. 2001.and Implementation Studies (CPIS).W. 2000. Rosegrant.. F.H. Rencana Operasional Pemecahan Permasalahan Industri Gula di Indonesia. 1997. 1987. Fungsi Keuntungan : Landasan Teori dan Terapannya. Simatupang P. PSE dan P3GI Buku II. Produksi Gula Nasional. 1996. Kasryno. C. 1998. PAU Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada. 7:1-16. 16 ______. ________.. Bogor. Sumatera Barat. PSE dan P3GI. 1987. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.A. Sekretariat Dewan Gula Indonesia 1997. M. Dinamika Ekonomi Tebu Rakyat dan Industri Gula Indonesia. and CASER Bogor. IFTRI. Departeman Pertanian. Rasahan and Y. Efisiensi Teknis Usahatani Kubis di Desa Galagah. Dua Puluh Dua Tahun Program TRI di Jawa.C.A. 1988. Studi Panel Petani Tebu. Mimeo. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Penentuan Ekonomi Skala Usaha dengan Fungsi Keuntungan : Landasan Teoritis dengan Contoh Fungsi Cobb-Douglass dan Translog. Agro Ekonometrika XXVIII (1): 37-56. Jakarta. Bogor. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1980-1997. 1987. . Price and Investment Policies in the Indonesian Food Crop Sector. Pusat Penelitian Agro Ekonomi.

H. Jurnal Agro Ekonomi 4 : 27-39. Agar dapat meminimalisasikan kecacatan produk dan juga kegagalan proses produksi. pipa pecah. Tujuan pengendalian dan pengawasan proses adalah agar kegiatan produksi dan operasi yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang direncanakan. Penerbit Institut Pertanian Bogor. hal ini tentunya akan dapat meningkatkan kualitas hasil produksi.. para pekerja hendaknya lebih memanfaatkan waktu kerja semaksimal mungkin dalam melakukan kegiatan produksi pada ”stasiun masakan”. West Java. Sugianto. Jurnal Agro Ekonomi 6 : 19-28 http://industri09abdul.S.ac. Usaha Tani dan Tebu Rakyat Intensifikasi di Jawa. Untuk terus meningkatkan hasil produksi yang baik maka pada saat proses produksi PG Tasikmadu harus mampu mengendalikan dan melakukan pengawasan produksi secara maksimal dari tahap awal hingga tahap akhir yaitu pengemasan. 1985. PG Tasikmadu sebaiknya menambah upah untuk buruh tebang angkut. Dalam Ekonomi Gula di Indonesia Disunting oleh Sawit. 1987. “Production Efficiency of Cauliflower (Brassica Oleracca var Botrytys) at Ciarutan.Soentoro. (1)metode seperti salah dalam perencanaan proses yang mengakibatkan skema masak menjadi keliru.blog. Dalam melakukan pengendalian proses untuk mengetahui penyebab terhambatnya kecepatan proses kristalisasi pada “stasiun masakan” maka dilakukan analisis dengan menggunakan diagram sebab akibat. Mengingat saat ini kebutuhan akan gula belum mampu memenuhi target yang diharapkan. Suryana. (2)material seperti bahan baku habis. P.id/pengguna. Berdasarkan diagram sebab akibat tersebut diketahui bahwa terdapat empat faktor yang dapat dianalisis keempat kategori tersebut yaitu.id/category/ringkasan-skripsi/ ENDALIAN DAN PENGAWASAN PROSES PADA STASIUN MASAKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GULA PASIR DI PABRIK GULA TASIKMADU KARANGANYAR Oleh : Tiyas Widiyaningsih ABSTRAKSI Pengendalian dan pengawasan proses merupakan hal utama yang harus diperhatikan dalam kegiatan proses produksi. Berdasarkan hasil pembahasan maka sebaiknya PG tasikmadu lebih mengoptimalkan perencanaan produksi khususnya untuk inventory control karena jika bahan baku yang diperlukan kurang hal itu akan menyebabkan proses kristalisasi menjadi lama. M. 1999. Keyword: Pengendalian dan Pengawasan proses Proses kristalisasi “Stasiun Masakan” Analisis Fish bone http://digilib. Sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan maka dilakukan analisis mengenai proses yang terjadi di ”stasiun masakan ” yaitu proses kristalisasi sesuai dengan SOP (Standar Operating Prosedure) PG Tasikmadu dan bagaimana pengendalian dan pengawasan proses di ”stasiun masakan”. Suharno dan A. hal ini disebabkan karena kurangnya bahan baku yaitu tebu. negara kita masih harus mengimpor gula dari negara lain.uns. Tujuan penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan pada stasiun masakan dan bagaimana cara pengendalian dan pengawasan proses pada ”stasiun masakan”.ac. (4)mesin seperti terjadi kerusakan alat contoh pan jebol. “Keterbatasan Fungsi Cobb-Douglass dalam Pendugaan Elastisitas Permintaan Input”. Indonesia”. berjalan dengan lancar dan cepat serta apabila terjadi penyimpangan maka penyimpangan tersebut dapat langsung dikoreksi. Rachman. N. A. (3)sumber daya manusia seperti pekerja tidak mengindahkan aturan dalam SOP. Ali.php?mn=detail&d_id=16046 . nira kental basi yang mengakibatkan kualitas gula yang dihasilkan kurang baik.mercubuana. Indarto dan A.M. T.

Wawancara ditujukan kepada para abdi . http://www. Sumber data berupa arsip-arsip tentang perusahaan gula Mangkunegaran dan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan proses pengambilalihan perusahaan gula yang diantaranya meliputi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan wawancara. No. Sebuah lori tebu kuno di lokasi wisata ini telah disiapkan untuk mengantar wisatawan berkeliling lokasi wisata. Studi pustaka yaitu memperoleh data dengan cara membaca literatur. hanya Rp 8. dokumen atau arsip yang tersimpan dalam perpustakan. PP. kemudian merekonstruksikan berdasarkan data yang diperoleh sehingga dapat menghasilkan historiografi.html PERUBAHAN KEPEMILIKAN PERUSAHAAN GULA MANGKUNEGARAN TAHUN 1946-1952 Oleh : Wahyuningsih ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) latar belakang berdirinya perusahaan gula Mangkunegaran. No. Sondokoro juga memberikan suasana sejuk yang mendukung. Sejumlah kendaraan kuno pun ditampilkan di lokasi wisata ini untuk menambah daya tarik juga menambah pengetahuan.2. Sumber tertulis sekunder berupa buku-buku yang mempunyai relevansi dengan masalah penelitian. 16/ S. Metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. Dan penulis mengetahui adanya alat modern yang membantu dalam proses tebu menjadi gula. di pabrik gula PG Tasikmadu. dan PP. SONDOKORO PABRIK GULA TASIKMADU Adanya Sondokoro sangat bermanfaat. Penulis dapat mengetahui proses tebu menjadi gula. lori ini juga mengantar Anda ke area pabrik gula Tasikmadu. PP No. Selain akan membawa Anda menikmati pemandangan indah. mungkin bisa menjadi pilihan untuk berlibur. (2) proses perubahan status kepemilikan dari perusahaan gula Mangkunegaran pasca Kemerdekaan Republik Indonesia.scribd.D tahun 1946. Di lokasi wisata ini Anda akan diperlihatkan proses pembuatan gula dari awal hingga selesai. Jawa Tengah.com/mesin-pabrik-gula. 3 dan 4 tahun 1946. Mulai dari penghancuran tebu dalam penggilingan besar hingga gula benar-benar siap untuk dipasarkan.000 per orang. Dan adanya Pabrik Gula Tasikmadu bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. 9 tahun 1947. Sejalan dengan tujuan di atas. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer maupun sumber data sekunder. Sejumlah petugas juga siap mengantar dan menjelaskan kepada para pengunjung mengenai berbagai proses pembuatan gula. maka penelitian ini menggunakan metode historis. (3) pengaruh pengambilalihan perusahaan gula Mangkunegran terhadap perubahan ekonomi “praja” dan pegawai perusahaan gula Mangkunegaran. para pengunjung tetap diizinkan masuk dan berkeliling pabrik. Harga masuk ke lokasi wisata ini relatif murah. Karanganyar. Meski proses produksi sedang berlangsung.mitrasites. Selain mengunjungi pabrik gula. pengunjung juga bisa menikmati keindahan taman dan berbagai permainan. -http://gambar.com/doc/37674093/BAB-I-Lengkap AZ Cara Membuat Gula Pasir Lokasi Wisata Sondokoro. surat kabar. Sondokoro merupakan tempat merilekskan diri dengan kegiatan outbond.

dan (3) Pengambilalihan perusahaan gula Mangkunegaran berpengaruh besar pada aspek ekonomi “praja”. (2) the changing process of ownership status Mangkunegaran’s sugar factory post Indonesia Independence Day.mitrasites. newspapers.D 1946. there are implication which can be stated as: (1) The status changing of the ownership of farming factory is a part of the social changing in the farming system that had happened because of Indonesian Republics government policy in post independence day.html PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROSES PADA STASIUN PEMURNIAN UNTUK MENUNJANG KUALITAS GULA PG TASIKMADU KARANGANYAR . Hal ini berdasarkan UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3. (3) the influece of take over Mangkunegaran’s sugar factory to the economic life of “praja” and staffs sugar factory. The source of data used primary and secondary data is archives of Mangkunegaran sugar factory and the regulation related to the taking over of the sugar factory. Interview was done to the internal staffs of Mangkunegaran and the staffs that worked to Mangkunegaran’s sugar factory. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Berdirinya perusahaan gula Mangkunegaran terjadi setelah diterapkannya Undang-Undang Agraria tahun 1870an untuk berkembangnya usaha penanaman tebu. Di sisi lain adanya perubahan kepemilikan perusahaan gula Mangkunegaran membawa dampak yang positif bagi pegawai perusahaan gula bumiputera untuk menggantikan posisi para pegawai Belanda. PP No. Along with the aims. PP. (2) Proses perubahan status kepemilikan dari perusahaan gula Mangkunegaran pasca kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan melalui kebijakan pengambilalihan perusahaan-perusahaan perkebunan Mangkunegaran oleh pemerintah. The technique of collecting data is literary study and interview.ac. 16/S.id/pengguna. (2) The changing process of ownership status Mangkunegaran’s sugar factory post RI independence day was marked by taking over the farming factory of Mangkunegaran by the Government. documents or archives. Dari kesimpulan di atas maka muncul implikasi. In the other side. yaitu: (1) Perubahan status kepemilikan perusahaan perkebunan merupakan bagian dari adanya perubahan sosial dalam sistem perkebunan yang terjadi karena kebijakan ekonomi pemerintah RI pasca kemerdekaan. (2) the status changing of sugar factory that last in 1946-1952 gave large influence especially in economic aspects. This is based to the UUD 1945 chapter 33 verse 2 and 3. (2) Perubahan status kepemilikan perusahaan gula Mangkunegaran (Tasikmadu dan Colomadu) yang berlangsung tahun 1946-1952 membawa pengaruh yang besar terhadap Mangkunegaran terutama dalam aspek ekonomi. PP. 9 1947. (3) The taking over of Mangkunegaran’s sugar factory was influence very important to the economic life of “praja” and staffs sugar factory. No. it can be seen the changing of land rent price is increasing and the alteration of Dutch workers to the internal worker. ABSTRACT The aims of this research are to describe: (1) the background of the building of Mangkunegaran’s sugar factory. this research to use historical method. yang ditandai dengan adanya perubahan harga sewa tanah yang naik dan adanya perubahan pegawai Belanda ke dalam tenaga kerja dari golongan bumiputera. The secondary data source is the books that relevance with the problem of the research. Selain itu didukung oleh adanya kondisi geografis yang baik dan adanya usaha KPAA Mangkunegara IV untuk mendirikan perusahaan gula Colomadu dan perusahaan gula Tasikmadu. Historical method is the process of testing and analyzing critically of the record and inheritance of the past and reconstructed to historiography.uns. From the above conclusion. 3 and 4 1946. No. besides supported by geographical condition and efforts of KPAA Mangkunegara IV to built Colomadu and Tasikmadu sugar factory.dalem Mangkunegaran dan pegawai perusahaan gula Mangkunegaran. this gave positive influence to the staffs of the sugar factory to replace the Dutch staffs.php?mn=detail&d_id=13318 http://gambar. The literary study is review of literatures. Based on the result of the research was conclude that: (1) The building of Mangkunegaran’s sugar factory was happened after the implementation of the growth of plantation and Agrarische Wet 1870’s.com/gula-pasir. Pengaruh lainnya terhadap kehidupan ekonomi pegawai perusahaan gula Mangkunegaran. http://digilib.

9 %. Adapun hal yang perlu dilakukan proses pemurnian sebelum proses produksi adalah menyiapkan bahan baku. dari hasil analisis menggunakan diagram pareto maka dapat diambil kesimpulan bahwa Jumlah kerusakan yang paling besar adalah tidak tercapainya suhu pada PPI yaitu 2277 jam dengan presentase 65. stasiun kristalisasi. Pada perusahaan proses produksi mempunyai peran yang penting dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Keyword : Perencanaan dan Pengendalian Proses http://digilib. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui yang perlu dilakukan pada stasiun pemurnian sebelum proses produksi. bahan pembantu. Mereka seakan tak kenal lelah bermain dan belajar di sini.61 %.49 % Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan dari penelitian yang dikemukakan diatas.id/pengguna.uns. diorganisasi. Penyebab kerusakan yang ketiga yaitu kejernihan pada nira yaitu 86 jam dengan presentase 2. diarahkan. Membersihkan peralatan pada stasiun pemurnian secara rutin supaya kerak nira tidak menghambat proses pemanasan pada PPI dan PPII. Tempat ini merupakan area wisata. maka peneliti memberikan saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan. sebagai dokumentasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan. yaitu stasiun pemerahan. mesin. Sebaiknya pengendalian pada stasiun pemurnian perlu di tingkatkan. stasiun puteran dan stasiun penyelesaian. Sehingga pemanasan dapat tercapai. baik pengendalian bahan baku.ac. Perusahaan yang mempunyai manajemen yang baik apabila segala kegiatannya direncanakan.php?mn=detail&d_id=10311 Namanya adalah Agro Wisata Sondrokoro. mesin-mesin dan tenaga kerja. Mencatat semua ketidak sesuaian proses khususnya pada setasiun pemurnian untuk dilakukan perbaikan segera dan sebagai dasar dalam proses berikutnya. Kemudian Untuk penyebab kerusakan terbesar kedua yaitu tidak tercapainya suhu pada PP II. pengendalian proses. dan untuk mengetahui apa saja yang perlu dikendalikan di stasiun pemurnian dalam proses produksi untuk menjaga kulitas gula supaya tetap memenuhi standar perusahaan. Sesuai dengan masalah yang telah ada maka dilakukan analisis menggunakan diagram pareto untuk mengetahui kerusakan apa saja yang paling sering terjadi pada stasiun pemurnian. dan pengendalian terhadap tenaga kerja. Penyebab kerusakan nira pada stasiun pemurnian yaitu pada PP I. untuk mengetahui proses produksi gula. Apalagi anak-anak.Oleh : Qodarul Laili ABSTRAK PG Tasikmadu merupakan perusahaan yang memproduksi gula pasir. Dokomen-dokumen pada giling sebelumnya sebaiknya di simpan. Proses produksi yang berlangsung pada PG Tasikmadu ada beberapa stasiun. Yaitu 1092 jam dengan presentase 31. supaya tidak menghambat kelancaran proses. stasiun pemurnian. yang selalu ditunggu oleh keluarga. dan diagram sebab-akibat untuk mengetahui penyebab dari kerusakan. PP II dan Clarity. stasiun penguapan. Foto: Berita Daerah-Sudaryono Agro Wisata Sondrokoro karena mempunyai nilai pendidikan dan sejarah dengan bernuansa . maka diperlukan manajemen yang baik. diawasi serta dikendalikan.

Jika anda tertarik mengunjungi tempat ini. keduanya mampu menjadi obyek wisata andalan Kabupaten Karanganyar yang saat ini terus dikembangkan baik dalam hal penataan obyek wisata yang dipetakan menjadi beberapa kelompok yang terpisah antara wahana haritage yang bersifat sejarah . anda bisa menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 15 km dari kota Solo ke arah timur sebelum memasuki kota Karanganyar. Foto: Berita Daerah-Sudaryono Dengan aset yang telah ada. dimana PG Tasikmadu sebagai pabrik gula yang sampai saat ini masih aktif telah dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata yang memiliki nilai sejarah dan pendidikan dimana kita bisda mengetahui tentang proses pembuatan gula. Keberadaan tempat ini tidak dapat dipisahkan dengan PG Tasikmadu yang merupakan rangkaian yang tak terpisahkan. . mulai dari tanaman tebu hingga proses penggilingan serta pengepakan gula. permainan anak dan penunjang lainnya. dan ditempuh 30 menit dari kota Solo. Keduanya dalam satu lokasi yang saling mendukung.tempo doeloe. wahana pendidikan . lalu belok kiri menuju PG Tasikmadu Karanganyar.

(Sudaryono/DN/bd) http://beritadaerah. anda pun bisa bertamasya dan bisa memilih sendiri wahana yang disuka dengan biaya yang terjangkau.000.com/budaya/jawa/38157 Target giling PG Tasikmadu.Foto: Berita Daerah-Sudaryono Dengan membayar tiket masuk Rp.-/orang. Wahana yang paling disukai adalah sepur tebu . Tak perlu mahal kan untuk menikmati wisata bermanfaat ini? Tunggu apalagi. Mulai dari Rp. tahun ini meningkat . 4000-7000.-. 5. ajak keluarga anda untuk menikmati agrowisata seru ini. ini merupakan ikon Sondrokoro. tak hanya rekreasi saat musim giling bulan Mei – Oktober pengunjung bisa belajar dengan menyaksikan proses penggilingan nya ( proses dari tebu menjadi gula ).

Target ini meningkat dibanding musim giling tahun sebelumnya yang total hanya menggiling 3. kalau sebelumnya kami mempersembahkan tujuh kepala. Padahal pada tahun sebelumnya. sesajen itu dipercaya membawa berkah.2 juta kuintal tebu pada musim giling tahun 2011 ini. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2. Ritual yang lain tetap dilaksanakan sama. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya kepala kerbau yang membedakan. Kamis (14/4). serta kembang telon.Dimuat admin Apr 14th. kali .9 juta kuintal tebu. sesajen kepala kerbau pada selamatan musim giling tahun 2011 ini hanya satu. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini prosesi ritual jelang giling Karanganyar (Soloraya Online). Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pabrik Gula (PG) Tasikmadu Karanganyar menargetkan bisa menggiling 4. Selamatan giling tebu diawali dengan arak-arakan budaya. Bagi masyarakat sekitar. Ikut diarak pula dalam ritual itu dua pohon batang tebu. selamatan giling tebu diawali dengan mempersembahkan berbagai macam sesaji. 2011 dalam Kategori Breaking news. dan hasil bumi yang lain diarak menuju tempat penggilingan. Tebu bagi masyarakat Tasikmadu telah menjadi tumpuan harapan petani dan keluarga karyawan pabrik gula. Dari cairannya yang manis dihasilkan gula yang berarti besar bagi kehidupan mereka. Ragam Peristiwa. tumpeng. sebanyak tujuh ekor kepala kerbau dijadikan sesajen. termasuk persembahan kepala kerbau sebagai simbol diawalinya musim giling. Liputan Utama. Ribuan warga Karanganyar dan sekitarnya ikut menjadi saksi menyaksikan dari dekat ritual selamatan giling tebu tersebut.0. satu saja cukup. Sesajen yang dibawa menggunakan jolen atau joli ini diarak oleh sejumlah pegawai pabrik dan masyarakat sekitar. Iringan musik dan berbagai sesajen seperti bubur. “Nggak ada maksud apa-apa.

"Tradisi ini selalu kami adakan setiap menjelang musim giling. suasana berlangsung meriah tidak ubahnya seperti pesta pernikahan pengantin.” ujar Administratur PG Tasikmadu. Harapannya kegiatan giling tebu yang akan segera dimulai bisa berjalan lancar. tumpeng dan kembang telon. ungkap Administratur PG Tasikmadu Karanganyar.2 juta kuintal tebu atau . Kenapa kerbau yang dipilih sebagai sesajen karena mempunyai simbol etos kerja karyawan. Tebu yang merupakan pasangan Manten Tebu Pria dan Manten Tebu wanita lengkap dengan iringiringan Joli yang terbuat dari anyaman bambu dan hiasan kertas yang dibawa para pegawai pabrik gula. Karanganyar : Ribuan warga masyarakat menyaksikan tradisi "Selamatan Giling Tebu Tahun 2011" di Pabrik Gula PG Tasikmadu Karanganyar Jum‟at (15/4). Bambang ucahyo di sela acara ritual. Jum‟at (15/4). ritual menjelang dimulainya giling tebu ini digelar dengan maksud untuk “nguri-uri” budaya dan manifestasi doa kepada Tuhan. untuk kelengkapan sesajen berupa bubur. Bambang Sucahyono. sebagai upacara selamatan dan permohonan doa kepada Tuhan YME untuk kelancaran giling tebu dalam proses pembuatan gula kristal".ini satu saja kami anggap cukup. * (dit) http://solorayaonline. Tradisi ini ditandai dengan arak-arakan Temanten (pengantin).com/2011/04/14/target-giling-pg-tasikmadsu-tahun-ini-meningkat/ Ribuan Warga Karanganyar Saksikan Tradisi Selamatan Giling Tebu 2011 Written by Leni Widiya | 15 April 2011 Share KBRN. Kerbau selama ini dikenal sebagai binatang yang kuat dan tak gampang menyerah di segala medan. Menurut Bambang. aman dan proses giling mencapai target. Disebutkan dalam musim giling tahun 2011 ini PG Tasikmadu siap menggiling 4.

"Dari 4. brondong jagung dan jajan pasar. Boyolali.963 kuintal". KLIPING BERITA. .id/index. (Sriyanto/Leni/WDA) http://www2. Ada juga beberapa hiburan anak-anak semacam komidi putar. dan tong setan. Grobogan bahkan dari Kabupaten Semarang.php/component/content/article/44-index-berita-terbaru/9489-wargakaranganyar-saksikan-tradisi-selamatan-giling-tebu Arak Temanten Tebu Jelang Musim Giling Dimuat Editor Jun 17th.9 juta kuintal tebu. Hiburan “jadul” itu memang seperti mengingatkan kembali kenangan masa lalu. Sebutan itu sebenarnya merujuk pada keramaian pasar malam yang selalu digelar setiap awal bulan April. es dawet. yang disebut cembengan. SENI BUDAYA. Puluhan lapak berderet-deret. serta Sragen. Musim giling tebu itu akan dimulai 20 Mei mendatang dan berlangsung selama 135 hari. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini Menjelang musim giling tebu. dapat dipastikan hampir semua pabrik gula menggelar serangkaian ritual sakral untuk keselamatan.2 juta kuintal tebu itu akan menghasilkan gula kristal atau ngula pasir sebanyak 307. menjajakan berbagai makanan khas pasar malam tradisional. Di Karanganyar. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2. Pasar malam yang digelar masyarakat tersebut biasanya bertempat di sekitar lokasi pabrik gula. HEADLINE. Wonogiri. Sedangkan tebu yang diling PG tersebut berasal dari Karanganyar sendiri.co.meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 3.0. 2010 dalam Kategori DOKUMENTASI SOLORAYA. Sukoharjo. Jawa Tengah. bulan di mana masa panen raya tebu datang. pasar malam cembengan menempati sekitar Pabrik Gula (PG) Tasik Madu. seperti arum manis.rri. jelas Bambang Sucahyono . sekitar 15 kilometer arah timur Kota Solo. WISATA BUDAYA.

Maka sungguh wajar jika wajah-wajah mereka terlihat sumringah (gembira). dan hasil bumi. bermacam sesaji diletakkan di dalam jolen atau joli (semacam tandu kecil) yang dihias dengan kertas warna-warni. masa seperti sekarang ini adalah masa gembira bagi masyarakat di sekitar pabrik gula. atau kirab pengantin tebu yang digelar pihak pabrik gula. anak dan istri. terutama tujuh kepala kerbau. Ya. ritual dimulai dengan penebangan dua batang tebu temanten (pengantin). dan pasar malam cembengan adalah gambaran perayaan kebahagiaan itu. Batang tebu tersebut akan dijadikan sebagai tebu pertama saat dilakukan giling tebu pada keesokan harinya atau Jumat (30/4). Selain tujuh kepala kerbau. Sebelum dikirab. pihak pabrik gula terlebih dulu menggelar prosesi kirabn sesaji. Ritual ini digelar untuk memohon keselamatan selama proses penggilingan tebu yang dimulai pada keesokan harinya. Namun sebelum giling tebu. Arak-arakan sesaji dimulai dari halaman Balai Desa Suruh menuju pabrik gula yang berjarak sekitar 5 kilometer. Konon. sebelum akhirnya meletakkannya di ruang mesin produksi di dalam pabrik. Di PG Tasik Madu. pasar malam yang berlangsung selama dua pekan itu dipadati pengunjung. Pada hari pertama. kegembiraan panen yang kemudian dilanjutkan dengan menggiling tebu itulah yang melahirkan ritual cembengan. Mereka datang dengan gembira bersama keluarga. dan karyawan pabrik. para petani tebu. sesaji tersebut antara lain berupa jenang merah dan putih. Kamis (29/4) pagi. Kepala kerbau ini . buruh tebang. Bagi masyarakat di sekitar pabrik gula. Bermacam sesaji selanjutnya diarak bersama gagar mayang dari dua batang tebu.Pasar malam tersebut memang sangat kental dengan warna tradisional. yaitu mengarak atau mengkirab aneka sesaji keliling kampung. buruh angkut. Setelah dilakukan pembacaan doa. pendapatan akan mengalir. aneka sesaji. lapangan kerja akan terbuka. diletakkan di bagian bawah mesin produksi. kinangan (perlengkapan menginang). Impian setelah selama satu tahun (periode tanam tebu) akan segera bisa dinikmati. Sebab sebentar lagi roda ekonomi akan bergerak. Namun justru itulah kekuatannya. telur asin. nasi tumpeng. musim panen memang identik dengan musim kebahagiaan. Setiap malam. ritual cemengan itu sendiri dilakukan selama dua hari.

Hingga akhirnya. mulai awal tebang.” ungkap Sri Harjanto. tebu yang menjadi pengantin merupakan tebu pilihan. warga mengelu-elukan kirab pengantin. sepasang tebu temanten pun didandani layaknya sepasang mempelai. Atraksi reog menyambut kedatangan tebu temanten dan pengiringnya di halaman pabrik gula. Tapia pa pun. Keduanya mengenakan topeng Dewi Sri dan Dewa Sadana. penggilingan hingga dengan akhir penggilingan nanti. Jumat (30/4) pagi. sekaligus membawa berkah bagi karyawan dan warga sekitar pabrik. yang nantinya akan menjadi gula.(Ganug Nugroho Adi) . yang diambil dari Kebun Sroyo di Kebakkramat dan Kebun Wonolopo. Tentu saja. Maka. Lambang kemakmuran masyarakat agraris. sungguh sangat berarti kehidupan mereka. pabrik. menuju besaran atau rumah dinas administratur pabrik gula. dan karyawan pabrik. lalu hasil produksi gula menurun. sehingga tidak terjadi sesuatu yang buruk selama musim giling. “Yang mengikuti syukuran atau selamatan ini adalah para pekerja kebun tebu. disusul kemudian 14 pasang tebu pengirinyanya. pasangan temanten yang “dinikahkan” adalah pasangan Bagus Wijaya dan Raden Roro Sri Rejeki dari varietas tebu PS 864. Selain batang tebunya dipilih yang paling baik dan memiliki rendemen tinggi. “Sepasang tebu temanten ini sebagai simbol adanya tebu lanang (laki-laki) atau tebu yang berasal dari daerah lain. Dari sepanjang pinggir jalan. yaitu prosesi kirab tebu temanten. musim giling tebu barangkali menjadi musim yang paling ditunggu. Begitulah. sehingga diperlakukan secara khusus dan khas. ritual ini adalah cara kami memohon keselamatan. mengandung harapan agar kelak gula yang dihasilkan nantinya berlimpah dan kualitasnya bersih. Syukuran ini bertujuan agar prosesi giling tebu berjalan lancer. yaitu menggunakan nasi tumpeng dan perlengkapan lainnya. karyawan. Glek! Mesin penggiling pun bergerak. Ritual untuk memohon keselamatan selama masa giling tebu dipimpin Administratur PG Tasik Madu Sri Harjanto. dulu pabrik gula ini pernah tidak melakukan cembengan. sebelum memimpin prosesi. dan orangorang di sekitar pabrik. Kami juga memohon kepada Tuhan agar hasil giling tebu nantinya bisa bermanfaat bagi petani. Malam sebelum proses giling pertama. kami menggelar pentas wayang kulit semalam suntuk. tak ubahnya pasangan pengantin manusia.” terang dia. mulai menggilas dan melumat batang-batang tebu. kata Sri harjanto.” kata Sri Harjanto. Ritual cembengan tersebut konon juga berkaitan dengan hasil produksi gula. angkut. serta tebu wadon (wanita) yang ditanam sendiri oleh pabrik gula Tasik Madu PG sendiri. Tahun ini. Tasikmadu. Tebu telah menjadi tumpuan harapan para petani. dari rumah dinas kepala tanaman pasangan tebu temanten dikirab bersama 14 pasang tebu pengiring keliling desa. Tebu Temanten Puncak ritual cembengan berlangsung pada keesokan harinya. Sri Harjanto menambahkan syukuran atau selamatan ini dilakukan seperti syukuran yang dilakukan oleh masyarakat. Karanganyar. Bergeraknya mesin giling itu pun menandai dimulainya proses giling tebu hingga 100 hari mendatang.diyakini sebagai penolak bala atau bencana. Begitu arak-arakan pengantin memasuki ruang giling. dan masyarakat sekitar. karyawan pabrik gula. sekaligus mengakhiri ritual cembengan di PG tasik Madu. “Entah kebetulan atau tidak. Air manis dari tebu yang digiling. Soal pemeilihan nama tebu temanten itu. sepasang temanten tebu kemudian diletakkan di atas mesin giling.

Kolam Renang. Ruang Metting. Jalan Refleksi. Griya Resto. Monumen Giling. Live Music. Jembatan Gantung. Lapangan Tennis. Museum Mesin Gula museum gula .com/2010/06/17/1693/ Agro Wisata Sondokoro Spoor Uap Agrowisata Sondokoro Terletak diantara jalan raya Solo dan Karanganyar desa Ngijo kecamatan Tasikmadu. Graha Sondokoro.Popularity: 1% [?] http://kabarsoloraya. Flying Fox. Fasilitas yang ditawarkan di Agro Wisata Sondokoro Tasikmadu ini adalah Tour keliling Pabrik Gula dengan naik lokomotif. Dunia Kreasi. Panjat Dinding.

Disini anda dapat melihat bekas-bekas mesin yang dahulu digunakan dalam pembuatan gula di pabrik ini karena terletak di area taman, jadi tempat ini sangat nyaman untuk bersantai dan berfoto Sejarah Singkat Sondokoro SONDOKORO sebenarnya adalah nama desa yang dulu konon cerita berasal dari nama Kyai Sondo dan Kyai Koro yang bertarung 40 hari 40 malam demi mendapatkan menantu bagi anak gadis mereka yang sama-sama mencintai Tumenggung Joyo Lelono. Namun pertarungan tersebut berakhir imbang tanpa ada yang menang ataupun kalah di karenakan mereka berasal dari satu perguruan yang sama. Kemudian oleh penduduk setempat tempat tersebut di namai SONDOKORO yang di ambil dari nama Kyai Sondo dan Kyai Koro, yang petilasannya dapat dilihat di lokasi Jalan Refleksi yang berada di Wahana SRI WIDOWATI, yang diambil dari nama anak gadis Kyai Sondo. Agrowisata SONDOKORO memulai kegiatannya pada tahun 2005 yang dahulu hanya berupa pabrik gula, yang berkapasitas 31.000 TCD dan sangat tertutup untuk kepentingan umum. pada tahun tersebut terbentuk pemikiran membuka diri dengan wisata Agro dan industri Gula yang bernuansa tempoe Doeloe. Agrowisata SONDOKORO meliputi wisata Spoor Teboe, Spoor Sakarosa, Spoor Gula yang melintasi kawasan sekeliling dan kebun tebu sekitar Pabrik Gula Tasikmadu, dilengkapi dengan beragam fasilitas permainan untuk dewasa dan anak dan juga berbagai wahana kesehatan. Kami juga melengkapi dengan fasilitas Edukasi yaitu Wisata Pendidikan dan Wisata Pabrik untuk melihat proses pembuatan gula beserta Instalasinya.

http://kabaena.forumplatinum.com/t2969-obyek-wisata-tawangmangu-candi-sukuh-argowisatasondokoro

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROSES PRODUKSI DI PTP NUSANTARA IX (PERSERO) PABRIK GULA TASIKMADU KARANGANYAR Oleh : Lisa Indriastuti

Tujuan penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui perencanaaan dan pengendalian proses produksi. Tujuan dari perencanaan dan pengawasan produksi adalah mengusahakan agar barang jadi hasil proses produksi itu tepat sesuai dengan kebutuhan langganan dengan memperhatikan kualitas dan harganya. Sesuai dengan masalah yang telah ditetapkan yaitu Bagaimana perencanaan proses produksi dan Bagaimana efektifitas pengendalian proses produksi pada PG. Tasikmadu, maka dilakukan analisis mengenai perencanaan proses produksi, kemudian Diagram Pareto untuk mengetahui kerusakan apa saja yang paling sering terjadi pada produk yang dihasilkan, Diagram Sebab-Akibat untuk mengetahui penyebab dari kerusakan. Analisis pareto kerusakan tertinggi pada jenis kerikil yaitu sebesar 4.623,50 atau 95 % kemudian pada jenis debu sebesar 243.00 atau 5% dari semua jumlah kerusakan. Penyebabnya antara lain peralatan yang kurang seksama, kurangnya kontrol pada mesin, bahan baku yang kurang baik untuk diproduksi dan konsentrasi tenaga kerja yang

menurun. Berdasarkan pembahasan analisis data dan kesimpulan hasil penelitian yang dikemukakan diatas, maka peneliti memberikan saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak perusahaan untuk menentukan langkah lebih lanjut mengenai pengendalian kualitas. Agar perusahaan meninjau kembali mengenai perencanaan yang telah dibuat mengingat masih banyak kesalahan dari manajemen mulai dari bahan baku, tenaga kerja, alat bantu proses, urutan proses dengan cara membuat, mengganti atau menambah langkah-langkah yang perlu dibuat dan dilakukan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan.

http://digilib.uns.ac.id/pengguna.php?mn=detail&d_id=1696

Paradigma Baru bagi Limbah
Reply

Topic List < Prev Topic | Next Topic >

< Prev Message | Next Message >

Kompas - Rabu, 12 Juli 2000 Paradigma Baru bagi Limbah TIGA tahun yang lalu, limbah pabrik gula masih menjadi masalah besar bagi PG Tasikmadu di Solo. Kecuali tetes tebu yang sudah lama dimanfaatkan untuk pembuatan ethanol dan bahan pembuatan monosodium glutamate (MSG/salah satu bahan untuk membuat bumbu masak), beraneka limbah dalam proses produksi gula seperti blothong, abu, dan ampas tebu terbuang percuma. Bahkan untuk buangan limbahnya pun menimbulkan pencemaran lingkungan, sehingga PG mesti keluar biaya Rp 200 juta setahun. Di luar limbah pabrik itu, tanaman tebu menghasilkan limbah pula sejak masa tanam hingga penebangan. Daun tebu kering yang disebut klethekan, pucuk tebu hingga sogolan (pangkal tebu); menimbulkan kesulitan tersendiri untuk membuangnya. Padahal semua itu bisa dimanfaatkan, dan punya nilai ekonomis pula. "Lebih tepat menyebut limbah-segala limbah dalam suatu proses produksi pertanian-sebagai hasil samping produksi, yang belum dimanfaatkan karena belum diketahui manfaatnya," kata Ir Suharto MS, seorang pakar kompos. Ia menunjuk jerami atau batang padi yang lebih banyak terbuang pada saat panen padi, kecuali dibakar untuk "pupuk" di sawah, atau pakan ternak. Padahal jumlahnya luar biasa banyak dan sebagai bahan organik, jerami juga amat bagus untuk pembuatan pupuk kompos. Sejak 1998, PG Tasikmadu mengolah hasil limbah produksinya seperti blothong, abu, tetes, dan ampas, dicampur kotoran hewan,

menjadi pupuk kompos unggul (fine compost) yang punya nilai tinggi. Tasikmadu sudah mengantungi untung Rp 8 milyar dari bahan yang semula limbah ini. Limbah tebu yang lain seperti pucuk tebu segera akan berubah menjadi produk yang mendatangkan keuntungan ekstra. Pucuk tebu bisa diolah jadi pakan ternak (sapi), dengan harga antara Rp 300-Rp 400 per kg. Harga ekspor 0,5 dollar AS. Selain peternak dalam negeri, pasar ekspor pun siap menerima produk pakan ternak dari pucuk tebu ini. Jumlah limbah pucuk tebu ini mencapai 15 persen dari total tanaman, ditambah sogolan dua persen. Sementara ampas tebu diserap untuk bahan pembuatan kertas oleh pabrik kertas. "Tetapi kami belum siap untuk memproduksi pakan ternak. Mungkin mulai tahun 2001 nanti," kata Administratur PG Tasikmadu, Soeparno DS. Ia menyayangkan, kebutuhan akan modal terbentur oleh birokrasi di PTP Nusantara IX (Jateng) yang masih menerapkan manajemen konservatif. Soeparno melukiskan, prospek usaha pembuatan pupuk kompos dan pakan ternak sangat cerah, dan pasar nyaris "tak terbatas". Untuk tambahan modal usahanya itu pihaknya membutuhkan dana segar Rp 5 milyar. Untuk itu PG Tasikmadu siap bekerjasama dengan pihak ketiga. Asisten Ahli Menteri Pertanian Ir Erwin Soetirto menyebutkan, diversifikasi usaha seperti yang dilakukan PG Tasikmadu itu merupakan bisnis baru yang patut memperoleh dukungan. Ia menjanjikan akan mempertemukan PG Tasikmadu dengan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) yang akan siap menyerap produk pakan ternak. *** SELAIN industri gula (tebu), industri perkebunan besar lain sebenarnya memiliki potensi yang kurang lebih sama, seperti perkebunan kelapa sawit, kakao (cokelat). Pengelola perkebunan-perkebunan itu selama ini kesulitan membuang limbahnya yang jumlahnya amat banyak. "Perkebunan kakao di Inderagiri Hulu, Riau (Sumatera) setiap hari membuang kulit, daging buah serta kulit biji kakao. Jumlahnya sangat banyak sampai membentuk gunung tinggi, sehingga menimbulkan masalah lingkungan sendiri," cerita Ir Suharto. Limbah kakao itu sebenarnya mengandung protein yang lumayan. Atas sarannya, limbah tersebut oleh pengelolanya PT Tri Bhakti Sari Mas diolah menjadi pakan ternak sebagai pengganti rumput. Caranya, limbah kakao itu difermentasikan, dan hasilnya bisa menjadi subtitusi rumput yang aman bagi ternak. Perusahaan tersebut kemudian juga membuka usaha peternakan sapi dengan memanfaatkan limbah kakao sebagai pakan ternak. Jumlah sapinya sekarang mencapai 4.000 ekor. Begitu pula dalam perkebunan kelapa sawit. Selama ini banyak cangkang kelapa sawit yang terbuang, padahal jumlah limbah ini setiap hari teramat banyak. Setiap tandan sawit, 60 persennya kosong, dan ini menjadi limbah yang

setelah diproses. using carbonatization process. tetapi juga menghasilkan sapi dan pakan ternak. increasing in sugar price and imported sugar. (asa) http://groups. Increased sugar import either legal or illegal must be concerned because international sugar market is thin market and also sugar industry is capital intensive. DEA calculates relative efficiency to peer unit namely sugar factories in which have highly efficiency score. Kompos dari bahan sawit ini telah diproduksi menjadi komplet-vit (pelet). more over in the beginning of trade liberalization. There are three sugar factories. bahkan mulai dilirik oleh pengusaha perkebunan sawit di Malaysia. 12 persennya bisa menjadi pakan ternak (sapi). Dari setiap produk limbah cangkang sawit ini. tetapi juga peternakan sapi. high cost economy. Begitu pula perkebunan kelapa sawit tidak hanya menjual CPO (crude palm oil). Dan sisanya. Sedangkan untuk pembuatan kompos. One of the methods for eliminating imported sugar namely to identified sugar industry efficiency especially carbonatization sugar industry using Data Envelopment Analysis (DEA). have lowly efficiency score and need input multiplier or reallocation in using input from peer unit. "Jadi usaha perkebunan cokelat sekarang tidak lagi hanya mengandalkan produk dari biji cokelat. Dengan demikian terjadi siklus alam yang tak terputus. Mereka siap mengimpor kompos sawit dari Riau ini.com/group/mmaipb/message/4346 JURNAL 01 EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA VICTOR SIAGIAN 21/10/2010 abdulrahman2009 No comments EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA VICTOR SIAGIAN Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. Jakarta ABSTRACT Highly government intervention caused crucial Indonesian sugar market structure." paparnya. dengan memanfaatkan limbah bungkil sawit ditambah kotoran sapi. bisa dijadikan kompos untuk pemupukan tanaman sawit.menimbulkan pencemaran udara karena asap. This condition stimulated low productivity.yahoo. .

DEA. Gula impor legal dan ilegal yang masuk ke pasar telah menekan harga gula produksi dalam negeri. sejumlah besar pabrik gula (PG) di Jawa menghadapi kesulitan . Kondisi ini dapat menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah besar. tingginya harga gula di tingkat konsumen serta meningkatnya impor gula. Produksi gula nasional semakin menurun selama beberapa tahun terakhir. Tingginya intervensi pemerintah menyebabkan berbagai masalah dalam struktur pasar gula Indonesia yang pada akhirnya mendorong rendahnya peningkatan produktivitas. bukan disebabkan oleh peningkatan produktivitas (Sekretariat Dewan Gula. Sebanyak 44 pabrik gula di Indonesia terancam bangkrut. Pemicu rendahnya suplai bahan baku ini karena petani tertarik menanam tebu akibat merosotnya nilai ekonomisnya (Harian Kompas. Meningkatnya impor gula patut diwaspadai mengingat pasar internasional gula termasuk pasar yang tipis (Thin Market). Situasi demikian akan membawa industri gula pada situasi krisis karena pabrik gula mengalami kesulitan pasokan tebu. PENDAHULUAN Latar Belakang Motivasi studi ini berkaitan dengan maraknya isu mengenai pro-kontra impor produk pertanian khususnya gula. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. Petani akan membongkar kebun tebu dan beralih ke tanaman lain atau mereka akan membiarkan tanaman tebu yang ada tanpa perawatan. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan gula di dalam negeri. Isu tersebut merebak karena dihadapkan kepada kekuatan pihak produsen gula domestik. Staf pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Para petani tebu hanya memiliki dua pilihan. Badan Pusat Statistik 2000. Akhir-akhir ini. Kekuatan produsen gula domestik dapat dipahami karena harga pasar gula impor lebih rendah dari harga gula produksi domestik. Peningkatan produksi gula adalah disebabkan oleh perluasan areal tanaman tebu..5 juta ton setahun. khususnya petani tebu. sehingga hasilnya minim. 700. 2001). Hal ini terjadi karena masuknya gula impor sehingga gula dalam negeri tidak dapat bersaing (Harian Kompas.perkilogram dan gula mentah (Raw Sugar) Rp.. Menurut Statistik Impor. Victor Siagian. Apabila langkah ini dilakukan. Selain itu tarif bea masuk gula putih (White Sugar) Rp. akan terancam kelangsungan produksi gula dalam negeri. 550. sementara industri gula nasional merupakan industri yang padat karya. Salah satu upaya untuk menghadapi ancaman gula impor adalah mengkaji industri gula dalam negeri. Thin Market.per kilogram yang cukup tinggi sehingga mendorong masuknya gula impor ilegal. Kondisi ini mengakibatkan daya saing gula dalam negeri menurun. apalagi dengan semakin meningkatnya arus liberalisasi perdagangan. pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. Produksi gula nasional pernah meningkat relatif cepat dalam periode 1980-an. Legal and Illegal Import. 10 September 2002). Sugar Market Structure. akan tetapi lambat sekali dalam periode awal 1990-an. Peluang masuknya gula impor karena produksi gula nasional mencapai 3. Peer Unit.2 sampai 3. Relative Efficiency.Keywords : Government Intervention. jika krisis industri gula tidak tertangani. 14 September 2002). maka pasokan tebu ke pabrik gula akan anjlok yang mengakibatkan pabrik gula dapat ditutup. dan setelah tahun 1994 produksi gula nasional terus menurun.

Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya efisiensi pabrik gula adalah : (1) pabrik yang sudah tua. telah mendorong pemerintah untuk meningkatkan impor gula pasir. 1997). yaitu dari 20. Tampaknya program Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) yang diimplementasikan selama ini telah mempersulit perkembangan industri gula nasional yang efisien. dan meningkatnya permintaan gula di lain pihak.9 persen.3 persen/tahun. dan diperkirakan akan semakin memberatkan perekonomian nasional dalam kondisi rupiah yang mengalami depresiasi yang cukup tinggi sekarang ini.6 persen atau meningkat dengan laju 7. 1996). Kondisi ini bisa menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah yang besar.9 persen menjadi 48. petani akan beralih kepada komoditas lain. Badan Pusat Statistik. Kategori tanaman tebu kepras (ratoon) meningkat dari 31. kendala utama yang dihadapi pabrik gula saat ini adalah : . pengembangan tebu di lahan kering yang semakin meluas memunculkan masalah baru seperti meningkatnya biaya pengangkutan tebu ke pabrik.al (1987) mengemukakan bahwa industri gula Indonesia tidak memiliki keunggulan komparatif dan tanpa penjatahan areal. (3) kapasitas giling yang kurang dari 2. Menurut Sekretariat Dewan Gula Indonesia (2001). Kegagalan peningkatan produksi gula di satu pihak. 1996 dan Sekretariat Dewan Gula. Kesemuanya ini akan memperlemah keunggulan komparatif pengembangan tebu di lahan tegalan yang akhirnya akan memberikan dampak secara agregat. (Soentoro et. Kondisi PG yang telah tua dan kesulitan tebang dan angkut telah mempengaruhi rendemen dan kualitas tebu.al. salah satu langkah yang perlu ditempuh dalam pembangunan industri gula adalah melalui peningkatan efisiensi pabrik gula. (2) harigiling yang belum optimal. sehingga biaya produksi gula lebih mahal (Sawit. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan di dalam negeri.3 persen menjadi 62. Dalam periode 1980-1990 proporsi areal tebu lahan kering meningkat dengan laju 11. Menurut Statistik Impor. Dengan demikian peranan tebu kepras dan tebu lahan kering menjadi semakin penting dalam penentuan keunggulan komparatif industri gula secara keseluruhan. Pengembangan industri gula untuk tujuan substitusi impor dan promosi ekspor tidak memiliki daya saing (Rosegrant et. melemahnya lingkup kendali (span of control) dan skala ekonomi (PSE dan P3GI. Peningkatan efisiensi perlu terus diupayakan untuk memantapkan daya saing komoditas gula.000 ton tebu per hari dan (4) jam berhenti giling yang tinggi. Dengan demikian impor gula menguras devisa negara cukup besar. Tebu rakyat nantinya diperkirakan akan berkembang pada wilayah yang secara tradisional telah mengenalnya seperti di Pati dan Malang Selatan. 1998.al. Hasil studi PSE dan P3GI (1996) menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan struktur pertanaman dan katagori tanaman tebu yang berlangsung sejak awal tahun delapan puluhan.9 persen/tahun. Prabowo. Rosengrant et.dalam penyediaan bahan baku tebu. Selain faktor produktivitas. pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. hal ini dilihat dari menurunnya Hari Giling serta meningkatnya Jam Berhenti Giling yang disebabkan oleh kekurangan bahan baku. 1987). Menurut P3GI (1997). 1999).

Simatupang. Contoh penggunaan fungsi produksi dapat dilihat pada Sawit (1985). . kedua penelitian tersebut mempergunakan fungsi produksi frontier. (2) rendahnya kapasitas sebagian pabrik serta rendahnya efisiensi pabrik (tingginya jam berhenti dan (3) tingginya biaya produksi. C. fungsi keuntungan ini banyak memiliki kelemahan (Chand and Kaul. 2.J. 1987). Dengan alat analisa ini hampir semua parameter yang berkaitan langsung dengan produksi dapat diperoleh. G. 1986. Oleh karena itulah ia lebih banyak digunakan. Berbagai efisiensi alokatif dapat dibaca pada Pakpahan (1982) dan Sugianto (1985).000 kwintal per tahun. terdapat lima kriteria pokok yang dapat dijadikan pedoman awal untuk menentukan tidak efisiennya suatu pabrik gula. Mutu bahan baku belum optimal sehingga biaya produksi pabrik gula tidak efisien. Menurut P3GI (1997). Fungsi produksi yang banyak dipergunakan adalah fungsi produksi Cobb-douglass. Kapasitas giling masih banyak yang dibawah 2000 ton tebu per hari. Berdasarkan lima kriteria pokok tersebut terdapat indikasi bahwa efisiensi pabrik gula Indonesia masih rendah khususnya pabrik gula milik BUMN yang dapat disebabkan karena biaya produksi gula belum efisien (Sekretariat Dewan Gula Indonesia. Suryana. Fungsi keuntungan Cobbdouglass adalah salah satu bentuk khusus dan fungsi translog (Simatupang. M. sehingga harga pokok per unit hasil masih mahal. Jumlah produksi gula kurang dari 250. Pengembangan lahan tebu mengarah ke lahan kering sehingga biaya angkut tebu meningkat. dari US International Trade Commission Office of Economics disertai Ferrier. Setelah mengemukakan kriteria pokok efisiensi pabrik gula sebagaimana diuraikan di atas. yaitu : 1. Kesulitan memperoleh lahan. Fungsi ini terkenal kesederhanaannya. Namun fungsi keuntungan Cobb-Douglass ini lebih mudah dalam penerapan secara empiris. efisiensi pabrik gula yang diteliti meliputi efisiensi teknis. 3.(1) rendahnya kualitas bahan baku. 1987. Ini merupakan suatu kemajuan dibandingkan dengan penelitian lainnya yang mempergunakan fungsi rata-rata.D. Penentuan skala ekonomi dengan fungsi biaya dapat dibaca pada Christiansen dan Green (1976) dan Binswanger (1974). 1997). Simatupang (1988) mengemuka-kan akhir-akhir ini analisa yang banyak dipakai dalam penelitian ekonomi produksi adalah fungsi keuntungan.B. Karena sifatnya yang banyak batasan. dan Linvill. 1987). masing-masing dari Departemen Ekonomi Universitas Arkansas pada tahun 1994. 4. Penelitian tentang efisiensi teknis dapat dibaca pada Simatupang dan Mewa (1987) dan Dewa (1996). terdapat aspek-aspek yang erat kaitannya dengan biaya produksi gula yaitu : (1) produksi gula. 5. Penelitian tentang efisiensi pabrik gula di India dilakukan oleh Ferrantino. efisiensi harga dan efisiensi alokatif dengan menggunakan pendekatan nonstocastik-nonparametric production dan cost frontiers yang diestimasi dengan metode linear programming. Jenis fungsi keuntungan yang banyak dipakai dalam penelitian adalah fungsi Cobbgotglass dan translog.

Dewan Gula Indonesia (DGI). Gondang Baru. dalam bagian ini akan diuraikan : (1) Obyek penelitian. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi sebagai Unit-unit Kegiatan Ekonomi (UKE). Sehubungan dengan itu. Rejoagung Baru. (3) impor gula. (3) Variabel Penelitian dan (4) Metode Analisis. 2. perumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dikemukakan. Data dan Sumber Data Data diperoleh dari Pusat Penelitian Industri Gula (P3GI). perlu diketahui apakah industri gula domestik di masa mendatang masih dapat diharapkan untuk dipertahankan eksistensinya. Untuk maksud tersebut. Mengukur efisiensi relatif pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi di Indonesia. Kantor Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Urusan Logistik. Alokasi input mana dalam pengelolaan pabrik gula yang sudah dan belum efisien ? 3. Asosiasi Gula Indonesia (AGI). sebagai data sekunder. METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan latar belakang. Pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi mana yang efisien ? Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Apakah industri gula di Indonesia. masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. khususnya industri gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu pabrik gula Tasik Madu. (2) Data dan Sumberdata. Perumusan Masalah Efisiensi merupakan salah satu indikator kinerja unit kegiatan ekonomi dalam industri gula agar dapat bersaing dengan gula impor. Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. Data mengenai input – output pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi tahun 2002. sudah efisien ? 2. Mengidentifikasi alokasi input yang sudah dan belum efisien dan cara mengatasinya dalam pengelolaan pabrik gula di Indonesia.(2) produksi tebu. dan (4) liberalisasi perdagangan. Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan dalam kajian efesiensi relatif antar pabrik-pabrik gula yang .

Komponen Input a. Jumlah Tenaga kerja (X3. Komponen Output a. 1000Rp) c. Jumlah tebu giling (X1. melainkan sebagai penentu untuk memaksimumkan efisiensi dari suatu UKE. 1000Rp) e. Produksi Gula (Q1. Biaya bahan bakar (CX2. Biaya Penyusutan (Z2. Bobot-bobot tersebut bukan merupakan nilai ekonomis dari input dan outputnya. 1000Rp) 2. 1000Rp) h. maka perusahaan tersebut akan berusaha menggunakan sedikit mungkin input yang biaya per unitnya termahal dan berusaha memproduksi sebanyak mungkin output yang harga jualnya tertinggi. Penerimaan gula (TRQ1. Data Envelopment Analysis (DEA) dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial dan regresi berganda. Produksi Tetes (Q2. Bobot tersebut memiliki sifat : (1) tidak bernilai negatif. ton) d. dan setiap input dan outputnya memiliki biaya per unit serta harga jual per unit. karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan kombinasi output yang berbeda pula. dan (2) bersifat universal. Biaya tenaga kerja (CX3. 1000Rp) Metode Analisis Penelitian ini menggunakan alat analisis DEA (Data Envelopment Analysis). 1000Rp) c. Biaya Management (Z1. maka setiap UKE akan memiliki seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya (total weight output/total weighted input). Untuk mengukur efisiensi industri digunakan alat analisis DEA. DEA berasumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimalkan rasio efisiensinya (maximum total weighted output/total weighted input).menggunakan proses karbonatasi yaitu: 1. 1000Rp) g. efisiensi relatif suatu UKE adalah efisiensi suatu UKE dibanding dengan UKE lain dalam sampel (sekelompok UKE yang saling diperbandingkan) yang menggunakan jenis input dan output yang sama. Sebagai gambaran jika suatu UKE merupakan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan (profit-maximizing firm). ton) b. Jumlah bahan bakar (X2. DEA memiliki beberapa . Setiap unit kegiatan ekonomi (UKE) yaitu setiap pabrik gula diukur efisiensi relatifnya. artinya setiap UKE dalam sampel harus dapat menggunakan seperanagkat bobot yang sama untuk mengevaluasi rasionya (total weighted output / total weighted input ≤ 1). DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu unit kegiatan ekonomi (yang selanjutnya disingkat UKE) yang menggunakan banyak input dan banyak output. Dalam DEA. ton) b. kg) d. Biaya tebu giling ( CX1. orang) f. Secara umum UKE akan menetapkan bobot yang tinggi untuk input yang penggunaannya sedikit dan untuk output yang dapat diproduksi dengan banyak. dimana penggabungan input dan output tersebut tidak mungkin dilakukan. Inti dari DEA adalah menentukan bobot (weights) atau timbangan untuk setiap input dan output UKE. Penerimaan tetes (TRQ2.

sehingga UKE hipotesis tersebut akan memiliki efisiensi yang sempurna jika menggunakan bobot input dan bobot output dari UKE yang tidak efisien. Sehingga seorang manajer tidak hanya mengetahui UKE yang tidak efisien. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. Efisiensi silang UKE A terhadap UKE B merupakan rasio dari output tertimbang dibagi input tertimbang yang dihitung dengan menggunakan tingkat input dan output UKE A dan bobot input dan output UKE B. Karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan output yang berbeda pula. Kedua. 2000). Bersifat Universal Metode DEA memiliki asumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimumkan rasio efisiensinya. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. 2. DEA menunjukkan sejumlah UKE yang memiliki efisiensi sempurna (100%). maka setiap UKE akan memilih seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. Pertama. Inti dari DEA adalah menentukan bobot yang memiliki sifat: a. Analisis efisiensi silang dapat membantu seorang manajer untuk mengenali UKE yang efisien tetapi menggunakan kombinasi input dan menghasilkan kombinasi output yang sangat berbeda dengan UKE yang lain (PAU-SE UGM. DEA mensyaratkan semua input dan output harus spesifik dan dapat diukur. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. Tidak bernilai negatif b. Angka efisiensi ini memungkinkan seorang analis untuk mengenali UKE yang paling membutuhkan perhatian dan merencanakan tindakan perbaikan bagi UKE yang tidak / kurang efisien. Nilai Manajerial DEA 1. . jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi<100%). Pendekatan tersebut memberi arah strategis bagi manajer untuk meningkatkan efisiensi suatu UKE yang tidak efisien melalui pengenalan terhadap input yang terlalu banyak digunakan serta output yang produksinya terlalu rendah. efisiensi = 100%) dan seperangkat angka pengganda (multipliers) yang dapat digunakan oleh manajer untuk menyusun strategi perbaikan. DEA menunjukkan sejumlah UKE yang memiliki efisiensi sempurna (efficient reference set. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) yang menggunakan banyak input maupun output. Ketiga. Informasi tersebut memungkinkan seorang analis membuat UKE hipotesis yang menggunakan input yang lebih sedikit dan menghasilkan output yang paling tidak sama atau lebih banyak dibanding UKE yang tidak efisien. 3.nilai manajerimal. Keterbatasan DEA 1. Dalam DEA efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya. DEA dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial maupun regresi berganda. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. Konsep Dasar Data Envelopment Analysis (DEA) Data Envelopment Analysis (DEA) adalah pengembangan programasi linier yang didasarkan pada teknik pengukuran kinerja relatif dari sekelompok unit input dan output. tetapi ia juga mengetahui seberapa besar tingkat input dan output harus disesuaikan agar dapat memiliki efisiensi yang tinggi. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. Jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi < 100%).

penelitian ini dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. 3.2. 2. Nilai fungsi tujuan 100 (100%) berarti bahwa UKE tersebut efisien sementara yang kurang dari 100 berarti tidak efisien. Dalam tabel ini akan ditunjukkan nilai aktual dan target yang harus dicapai dari setiap input maupun setiap output. Bobot input dan output yang dihasilkan oleh DEA tidak dapat diinterpretasikan dalam nilai ekonomi. Sebaliknya jika nilai antara aktual dengan target tidak sama maka efisiensi belum tercapai. . Table of Target Values Analisis ini digunakan untuk menentukan berapa persen efisiensi sudah terjadi untuk setiap UKE baik dari setiap struktur input maupun struktur output. Sehingga semakin tinggi tingkat penerimaan dengan biaya semakin kecil akan berdampak pada peningkatan perolehan keuntungan perusahaan. 2. 3. Table of Peer Units Tabel ini digunakan untuk menentukan jika suatu UKE tidak efisien maka akan ditunjukkan bagaimana cara mencapai tingkat efisiensi (mencapai angka 100) dengan melihat peer (UKE yang menjadi acuan / pedoman untuk mencapai tingkat efisiensi). Terdapat dua pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi yang memiliki tingkat skor efisiensi paling tinggi yaitu Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. 4. Pabrik-pabrik gula yang efisiensi relatifnya masih rendah dapat ditingkatkan efisiensinya melalui multiplier input dari pabrik acuannya. Dalam bentuk dasarnya DEA berasumsi adanya Constrant Return To Scale (CRTS). HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis DEA terhadap Efisiensi UKE Indusri Gula yang Menggunakan proses karbonatasi Penggunaan Input dan Perolehan Output Perbandingan secara kasar tingkat efisiensi antar pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi dapat dilihat dari rasio antara biaya yang dikeluarkan dengan penerimaan yang diperoleh. Jika besarnya nilai aktual sudah sama dengan nilai targetnya maka efisiensi untuk setiap input atau output sudah terjadi. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan. Table of Efficiencies (Radial) Analisis ini menunjukkan Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) mana yang paling efisien. Hal ini diakibatkan oleh hubungan adanya hubungan positif antara penerimaan dengan keuntungan dan hubungan negatif antar biaya dengan keuntungan. Dalam analisis DEA pada dasarnya ada tiga tahapan yang dilakukan yaitu : 1. DEA berasumsi bahwa setiap unit input atau output identik dengan unit lain dalam tipe yang sama. Semakin kecil rasio biaya dengan penerimaan mengindikasikan bahwa proses produksi berjalan semakin efisien dan berlaku sebaliknya. Efisiensi ditunjukkan dengan nilai optimal dari fungsi tujuan yang dikembangkan dari Linear Programming (LP).

S. Kaul. . Sawit. Kasryno. Sumatera Barat. 1987. J. Penentuan Ekonomi Skala Usaha dengan Fungsi Keuntungan : Landasan Teoritis dengan Contoh Fungsi Cobb-Douglass dan Translog. Dinamika Ekonomi Tebu Rakyat dan Industri Gula Indonesia. Analisis Fungsi Produksi Usahatani untuk Menunjang Pengembangan Daerah Aliran Sungai Cimanuk. Econ.C. dan Mewa. Studi Panel Petani Tebu. 16 ______.. M. Pabrik-pabrik gula yang skor efisiensinya rendah. Agr. Jakarta. Fungsi Keuntungan : Landasan Teori dan Terapannya. Pusat Penelitian Agro Ekonomi.H. Price and Investment Policies in the Indonesian Food Crop Sector. 1996. 1996. 1982. Agro Ekonometrika XXVIII (1): 37-56. Data Envelopment Analysis. Washington D. “The Measurement of Total Factor Productivity Growth using Production Frontier : A Case of Irrigated Rice Farming in West Java”. Agr. Mimeo.. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1980-1997. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. Pusat Penelitian Perusahaan Perkebunan Gula Indonesia (P3GI).P.3. Amer J. Simatupang. 1988. Jurnal Agro Ekonomi 1 : 28-49. and W.S. Econ. Statistik Impor. memiliki alokasi penggunaan seluruh input yang belum optimal. Monitoring dan Analisa Prospek Industri Gula di Jawa.S. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. L. Center for Policy and Implementation Studies (CPIS). Amer. L. 1997. Binswanger. H. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Gonzales. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi.H. 1986. Sekretariat Dewan Gula Indonesia 1997. Rosegrant. Institusi yang terkait dengan pengelolaan industri gula segera menindaklanjuti upaya peningkatan efisiensi pabrik-pabrik gula di Indonesia. Bogor. Saerfudin. “Economic of Scale in U. 1974. F. Pakpahan. Saran 1. 1996. 7:1-16. “A Cost Function Approach to the Measurement of Elasticities of Factor Demand and Elasticities of Distribution”. 2000. 84:655-676. Simatupang P. IFTRI.W. Realokasi penggunaan input untuk pabrik-pabrik gula yang belum efisien agar segera dilakukan. Prabowo. 1976. 1987. Jurnal Agro Ekonomi 15:1-19. PSE dan P3GI Buku II. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Journal of Political Economics. and J. “A Note on the Use of the Cobb-Douglass Profit Function”. Bogor. C. R. 1987. Chand.R. PAU Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada. ________.A. P. A. Rencana Operasional Pemecahan Permasalahan Industri Gula di Indonesia. Dewa. K. Dua Puluh Dua Tahun Program TRI di Jawa. D. 2000. Produksi Gula Nasional. Green. 68:162-164. Electric Power Generator”. 56 : 377-386. 1998. and CASER Bogor..A. Departeman Pertanian. Christensen. 2. PSE dan P3GI. 2001. Jurnal Agro Ekonomi. M. Rasahan and Y. Efisiensi Teknis Usahatani Kubis di Desa Galagah.L.

Kremoon yakni gerbong kereta yang digunakan oleh Mangkunegaran IV untuk meninjau perkebunan tebu.ac. Suharno dan A.S.. Di pabrik itu banyak terdapat peninggalan Raja Mangkunegaran IV di antaranya. dan Loko Doen Masyarakat di sekitar pabrik menamakan Loko Doen karena apabila loko tersebut datang selalu berbunyi peluit doen. Sugianto. M. T. Dalam Ekonomi Gula di Indonesia Disunting oleh Sawit. Jurnal Agro Ekonomi 6 : 19-28 http://industri09abdul. http://www.id/2010/10/21/efisiensi-unit-unit-kegiatan-ekonomiindustri-gula-yang-menggunakan-proses-karbonatasi-di-indonesia-victor-siagian/ Agrowisata Sondokoro Sondokoro di kompleks Pabik Gula Tasikmadu Karanganyar yang dikembangkan menjadi suatu objek wisata.Soentoro. Indonesia”. “Production Efficiency of Cauliflower (Brassica Oleracca var Botrytys) at Ciarutan. kolam renang. Penerbit Institut Pertanian Bogor.php?id=896 . A. Lorri Bader yang sarat dengan mistis.promojateng-pemprovjateng. 1999. Selain banyak peninggalan masa lampau yang dapat dilihat pengunjung juga bisa menikmati lingkungan pabrik dengan menumpang kereta lorri atau membuat proses pembuatan gula.blog.. Rachman. Suryana. Pabrik gula ini dibangun pada zaman pemerintahan KPAA Mangkunegaran IV. flying fox. P. N.H. “Keterbatasan Fungsi Cobb-Douglass dalam Pendugaan Elastisitas Permintaan Input”. Ali.. 1987. Jurnal Agro Ekonomi 4 : 27-39. Indarto dan A.com/detail. Usaha Tani dan Tebu Rakyat Intensifikasi di Jawa. panggung hiburan dan setelah penat pengunjung dapat meningmati lezatnya makanan di resto Sondokoro.M. West Java.doen. 1985. Di lokasi tersebut pengunjung juga dapat rileks di tempat refleksi.mercubuana.

Salah satunya yang digelar oleh warga Desa Boron.Ritual Cembengan. Ritual ini digelar untuk memohon keselamatan selama proses penggilingan tebu yang dimulai hari Jum'at (25/4/08) ini.indosiar. Ikut diarak dalam ritual ini adalah gagar mayang dari dua batang pohon tebu. Setelah dilakukan pembacaan doa aneka sesaji diletakkan disejumlah tempat didalam pabrik terutama di deretan mesin giling.com.Indonesia dikenal memiliki beragam budaya. Giling tebu di pabrik gula Tasik Madu ini akan berlangsung hingga seratus hari mendatang. Sesaji dibawa dengan menggunakan jolen atau joli yang dibuat dari bambu kertas hias diusung warga secara bergantian.arakan sesaji ini dimulai dari halaman Balai Desa Boron menuju pabrik gula Tasik Madu yang berjarak sekitar 5 kilometer. Bermacam . Kabupaten Karanganyar. Kecamatan Tasik Madu. Tandai Datangnya Musim Giling Tebu indosiar.com/ragam/69553/ritual-cembengan-tandaidatangnya-musim-giling-tebu . (Ganuk Nugroho Adi/Dv/Sup/Ijs) http://www.macam sesaji disiapkan untuk diarak dalam ritual ini. kembang telon serta delapan kepala kerbau yang merupakan simbol kekuatan untuk menolak bencana atau bala. Jawa Tengah yang menggelar ritual cembengan. Karanganyar . termasuk delapan kepala kerbau sebagai simbol penolak bencana atau bala. Arak . Ritual ini merupakan tradisi yang sudah berumur sekitar 150 tahun peninggalan Pakubowono ke X Kasunanan Surakarta. Ritual menjelang giling tebu ini ditandai dengan mengarak bermacam sesaji. tumpeng dan hasil bumi. antara lain berbagai jenis bubur.

 Upacara tasikmadu OLEH MAKSUMNURFAUZAN • 6 BULAN LALU Suatu acara yang dilakukan secara turun temurun guna mengawali proses penggilingan gula di tasikmadu karangayar .

. Mulai dari penghancuran tebu dalam penggilingan besar hingga gula benar-benar siap untuk dipasarkan. saat sinder-sinder Belanda berkeliling kebun tebu dengan kudanya. Berbeda dengan kereta kuno di Ambarawa. Meski proses produksi sedang berlangsung. tak perlu khawatir. Masih ada sisa-sisa romantisme masa lalu yang bisa dinikmati. Mulai dari upacara kirab "tebu manten" atau yang dikenal dengan sebutan "cembengan" hingga proses penggilingan dengan mesin-mesin peninggalan zaman Belanda. Selain akan membawa Anda menikmati pemandangan indah. Namun.000 per orang. maka tak mengherankan kalau bahan bakarnya pun kayu. Kereta ini buatan Jerman pada abad ke-20. Harga masuk ke lokasi wisata ini relatif murah.recettes-de-cuisine. wisatawan bisa melihat secara langsung proses penggilingan tebu. para pengunjung tetap diizinkan masuk dan berkeliling pabrik. Sejumlah kendaraan kuno pun ditampilkan di lokasi wisata ini untuk menambah daya tarik juga menambah pengetahuan. Dan bila datang tepat waktunya. mungkin bisa menjadi pilihan untuk berlibur. Sangat murah untuk bisa kembali ke masa lalu.http://fotokita. Sejumlah petugas juga siap mengantar dan menjelaskan kepada para pengunjung mengenai berbagai proses pembuatan gula. gerbong yang diangkut dengan lokomotif berwarna hijau ini sengaja dibuat seperti layaknya kereta kelinci. di pabrik gula PG Tasikmadu. hanya Rp 8. Karanganyar. Jawa Tengah. Mereka akan melihat langsung mesin-mesin penggilingan tebu yang sampai saat ini masih digunakan untuk memproses tebu menjadi gula. 5 Desember 2007 Ingin merasakan romantisme masa lalu di kebun tebu? Datang saja ke tempat agrowisata Sondokoro yang terletak di Kabupaten Karanganyar.net/foto/130606886910_0034208/upacara--tasikmadu A-Z Cara Membuat Gula Pasir Lokasi Wisata Sondokoro. bagi mereka yang datang tidak pada waktu itu. yakni dari Mei sampai Oktober.html Agrowisata Sondokoro Naik Kereta Kuno Keliling Kebun Tebu Tasikmadu Rabu. Jika datang tepat waktu penggilingan tebu. Sebuah lori tebu kuno di lokasi wisata ini telah disiapkan untuk mengantar wisatawan berkeliling lokasi wisata. sehingga wisatawan bisa menikmati secara langsung pemandangan di sekitar pabrik tebu Tasikmadu. Harga tiketnya pun hanya Rp 3. wisatawan juga akan disuguhi minuman segar dari sari tebu yang banyak dijajakan di kawasan itu.000 per orang. Selain mengunjungi pabrik gula. Wisatawan akan diajak berkeliling pabrik gula Tasikmadu dengan menggunakan kereta wisata Spoor Teboe yang sudah sangat kuno. pengunjung juga bisa menikmati keindahan taman dan berbagai permainan. Di lokasi wisata ini Anda akan diperlihatkan proses pembuatan gula dari awal hingga selesai. Tempat yang semula hanya ada bangunan pabrik gula Tasikmadu milik PTP Nusantara (persero) IX itu kini ditambah dengan fasilitas wisata yang cukup menarik. -- http://videos.eu/0/video/Tebu/GQt2XbfFzgc. Wisatawan yang datang akan diajak berwisata dengan melihat dan merasakan kembali apa yang dilakukan pekerja-pekerja di kebun tebu puluhan tahun lalu. Jawa Tengah. lori ini juga mengantar Anda ke area pabrik gula Tasikmadu.

Untuk naik ke atas rumah pohon itu memang dibutuhkan keberanian yang cukup. lantas berkeliling di kawasan pabrik gula Tasikmadu yang dikelilingi kebun tebu. Fasilitas yang cukup menarik adalah rumah yang terletak di atas sebuah pohon sangat rindang. dimana PG Tasikmadu adalah salah satu dari delapan PG ( Sub Unit) Devisi Tanaman Semusim dari PTP NUSANTARA IX dengan lokasi tepatnya di Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Fasilitas yang disediakan juga lumayan lengkap. pengunjung harus menaiki jembatan tali yang cukup tinggi. sebanyak 7. Lokasi Agrowisata Sondokoro yang terletak di Desa Ngijo. Latar Belakang Sesuai visi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah suatu perusahaan agro busines dan agro industri yang tangguh dan berkembang yang berwawasan lingkungan. tak mengherankan jika setiap hari Sabtu dan Minggu.html?id=188010 AGROWISATA SONDOKORO BAB 1 PENDAHULUAN A. tetapi ada juga arena outbound yang baik untuk anak-anak. Dengan fasilitas yang disediakan itu. Berbagai kereta kuno juga tampak dipamerkan di sana. Di Agrosiwata Sondokoro ini tidak hanya disuguhkan perjalanan masa lalu di kebun tebu. kawasan ini dipadati oleh rombongan anak-anak sekolah TK maupun SD.000 pengunjung datang ke sini. (Endang Kusumastuti) http://www. Bahkan saat libur Lebaran kemarin. Program Agrowisata telah dicanangkan di lingkungan PTP NUSANTARA IX (PERSERO) seperti telah diresmikannya agrowisata di PG Pangka Slawi dan agrowisata di PG Gondang Baru Klaten yang sudah berkembang. mulai dari flying frog hingga jembatan tali. "Musim liburan dan akhir pekan tempat ini selalu dipadati pengunjung." ujar Manajer Agrowisata Sondokoro. Dari pusat Kota Solo hanya berjarak 15 kilometer ke arah timur atau arah ke Karanganyar. ini sangat mudah dijangkau. Wisatawan yang datang ke lokasi tersebut langsung disambut dengan bangunan kuno pabrik tebu peninggalan Belanda lengkap dengan pohon-pohon yang rindang serta udara yang masih sejuk.Wisata dengan lokomotif yang dibuat sekitar tahun 1920-an ini dimulai dari Spoor Teboe Stasion Remise. . Pasalnya.suarakarya-online. Megantoro.com/news. Kereta tebu atau yang disebut juga lori itu terus merambat pelan dengan kecepatan kurang dari 10 km per jam hingga akhir perjalanan. Wisatawan diajak melihat bengkel lokomotif penarik tebu yang saat ini telah diubah menjadi museum kereta. Kecamatan Tasikmadu. Ada juga arena yang menggunakan bagian-bagian kereta pengangkut tebu yang sudah tidak terpakai. mengikuti jejak pendahulunya PG Tasikmadu sudah semenjak satu tahun yang lalu diresmikan AGROWISATA SONDOKORO akan semakin memperkaya asset wisata diwilayah propinsi Jawa Tengah bagian selatan.

remaja dan orang tua.hampir tidak ada yang ahli dalam mengelola pariwisata. Dibukanya AGROWISATA SONDOKORO menambah luasnya wawasan llingkungan mengenai teknologi proses produksi pembuatan gula dari tebu.Selama ini PTPN IX (PERSERO) hanya memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni dalam mengelola budidaya perkebunan dan hampir. yang pada mulanya masyarakat umum hanya merasakan manisnya gula namun sekarang semakin banyak pengunjung melalui jalur sekolah . seperti menjadi indikator sangat makmurnya masyarakat lingkungan . Demikian halnya dengan peninggalan masa lalu yang mempunyai nilai historis tinggi yang setiap tahun dilaksanakan yaitu suatu upacara selamatan giling yang berlangsung pada waktu selama kurang lebih satu bulan sebelum pabrik mulai melaksanakan proses produksi (giling) secara umum dinamakan cembengan sudah menjadi kebiasan masyarakat umum ikut menyaksikan dan meramaikan suasana dan menimbulkan kesan tradisi sosial yang sangat menguntungkan bagi lingkungan baik untuk pedagang maupun penyelenggara hiburan dan mainan baik untuk anak-anak. Selama tidak lebih dalam waktu satu bulan sudah menimbulkan terjadinya peredaran uang yang sangat berlebihan. sehingga perlu mencetak kader-kader untuk menangani dan mengembangkan agrowisata .

keberadaanya akan dapat tumbuh berkembang dengan baik. pujangga sekaligus ahli ekonomi dengan hati yang bening mampu menatap jauh kedepan. Potensi Agrowisata Sondokoro Agrowisata Sondokoro tepatnya berlokasi dilingkungan emplasmen PG Tasikmadu dengan luas lahan kurang lebih 10 Ha. yang namanya diabadikan untuk sebuah desa yaitu Sondokoro. baik untuk masyarakat lingkungan maupun karyawan dan keluarganya. Selain seperti tersebut diatas juga memperkenalkan Wisata Edukasi adalah salah satu misi yang diemban guna memberikan pemahaman kepada generasi penerus tentang teknologi gula melalui budi daya tanaman tebu yang pernah mengalami masa kejayaan ditahun tujuh puluhan. B. sanadyan ora nyugihi nanging nguripi. sehingga perlu diangkat kembali sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global . dengan petuahnya pada saat itu yang tak lekang oleh jaman adalah:”Pabrik iki openono. kinaryo papan pangupo jiwane kawulo dasih”. selain menikmati suasana lingkungan pabrik dengan mempergunakan sepoor tebu juga dapat melihat langsung dari dekat proses produksi dari awal tebu yang dibawa dari kebun digiling sampai menjadi gula pasir yang sudah bisa dikonsumsi. KGPAA Mangkunegoro IV adalah seorang raja jawa.murid-murid dari TK sampai perguruan tinggi dan juga turis asing. Seperti kisah yang melegenda dimasyarakat tentang dua tokoh ulama yang sama-sama berilmu tinggi Kyai Sondo dan Kyai Koro. sehingga menambah profit perusahaan dan akan dikenang sepanjang masa seperti keberadaan PG Tasikmadu yang telah menjalankan proses produksi semenjak tahun 1817 yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegoro IV. Pertanian dan Pariwisata. . pada kawasan dahulu kala nama Desa Sondokoro adalah kawasan yang mempunyai potensi yang subur. ulama. Semoga dengan ridho Allah SWT AGROWISATA SONDOKORO akan menambah manfaat yang sangat berarti. Agrobisnes dan agrowisata juga sejalan dengan program INTANPARI yang dicanangkan Pemkab Karanganyar adalah program sinergi antara Industri. Tujuan Visi dan misi utama dibukanya Agrowisata Sondokoro ini untuk menggali keunggulan potensi wisata dalam mendukung revitalisasi dan profitisasi core business PG Tasikmadu. semua akan mampu mempertahankan kelestarian pabrik ini untuk kepentingan masyarakat pada umumnya juga karyawan serta keluarganya. mengandung arti bahwa dengan melalui suatu keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan. C.

.

Diketahui secara seksama bahwa kesehatan mempunyai nilai yang tak terhingga atau mahal harganya. Selain usaha menarik wisatawan untuk sarana hiburan dan mainan terdapat pula sarana untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yaitu sarana berupa jalan refleksi . • Jalan refleksi. sehingga diharapkan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hiburan melalui obyek wisata juga dapat secara gratis menjaga kesehatan sambil berjalan dijalan refleksi. waktu tempuh perjalanan wisata Spoor Teboe kurang lebih 1. setiap gerbong mempunyai fasilitas tempat duduk sebanyak 32 kursi.karena jalan dibuat secara khusus dengan penataan batu-batu sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi seperti pijat refleksi.5 jam . sehingga wisatawan yang sudah pernah datang . Kegiatan berwiraswasta adalah kegiatan untuk mendapatkan penyegaran baik jasmani maupun rokhani.Gerbong penumpang ada 2 buah.

.

• Kolam Renang Pada lokasi yang sama sebelum memasuki areal jalan refleksi terdapat pula kolam renang anak-anak.berkunjung akan selalu mengenang dan akan datang kembali untuk dapat juga megajak keluarganya secara rutin. . pengunjung terutama anak-anak dapat menikmati dengan bergembira dan saling bercanda ria bermainmain dalam kolang renang.

Dunia anak adalah dunia bermain sehingga orang tua sadar kwajibannya untuk selalu memperhatikan kesenangan anak-anak . Jembatan gantung sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga anak-anak selain bermain juga akan merasakan suatu kelebihan yaitu suatu keberanian karena sudah berani dan menikmati berjalan dijembatan gantung. Ketinggian jembatan gantung dari awal dari permukaan tanah (0 m) sepanjang 130 m dengan ketinggian ada 20 m dari permukaan tanah dan pada tempat . • Jembatan gantung. Anak-anak yang masih berumur 4-6 tahun akan merasa bergembira dan senang. Rumah pohon.• Taman Bermain Anak-anak. serata bercandaria karena disediakan pula arena bermain yaitu dengan mengendarai mobil kecil dengan tenaga bateray yang bisa berjalan dengan kecepatan rendah dengan mengelilingi kolam ikan atau yang ada disekitar kolam renang. dan Flying Fox Fasilitas bermain anak-anak yang berumur diatas 7 tahun dapat menikmati suatu permainan yang sudah mempunyai sifat agak menantang dimana anak-anak dapat berjalan pada jembatan gantung.

.pemberhentian sebagai tempat istirahat ada 2 buah yang dinamakan rumah pohon. anak-anak pemberani akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dan merupakan uji keberanian setelah sampai dipermukaan tanah. Diantara kedua rumah pohon terdapat flyingfox atau suatu luncuran dengan kawat sling dengan diameter 16 mm dimana peluncur akan diberi suatu alat yang mengait pada sling dan turun meluncur dengan cepat kebawah.

Selain itu juga terdapat dua buah monumen loko uap terpampang dengan gagahnya . terdapat beberapa bekas peralatan mesin-mesin gilingan yang sangat besar ditata dan diatur sedemian rupa sehingga sangat elok dan mempesona dipandang mata. Wisatawan akan merasa kagum dan terpesona karena Agrowisata Sondokoro mempunyai ciri khusus. dengan loko uap tersebut pada saat itu dapat menarik lori yang berisi tebu seberat 30 ton sebanyak .• Monumen mesin-mesin peralatan dan Loko uap PG Tasikmadu. Salah satu diantaranya terletak disebelah utara dimana wisatawan yang melalui pintu gerbang utara pertama kali dipandang adalah monumen loko uap. Sambil menikmati gagahnya loko uap terbayang betapa hebatnya dahulu kala sebelum ada sarana angkutan truck seperti saat sekarang ini. dan loko uap satu lagi berada dipintu gerbang selatan. serta satu lagi berada disebelah lapangan tennis . pada lokasi disebelah utara Rumah Dinas Administratur (Besaran).

srirejeki (aglonema).1  . sansivera. palem. B. suklir. sikas.anaknya bermain dikolam renang dapat menikmati indahnya tanaman tomat chery yang berasal dari kota Malang dalam green house atau rumah kaca. http://www.scribd.com/doc/24451443/tugas-kuL-1 Hal. dan berbagai jenis tanaman buah seperti jeruk. terdapat pula tanaman hias yang dapat diperjual belikan dengan harga yang sangat memadai. adenium. 1. Potensi Pertanian Sesuai progam INTANPARI dari Pemkab Karanganyar bahwa PG Tasikmadu selain melaksanakan program pariwisata terdapat pula program dari sub sektor pertanian selain budidaya tanaman tebu juga terdapat pengembanga hortikultura antara lain adalah tanaman hias dan sayuran. rambutan. antorium. mangga.20-30 lori ditarik dari kebun ke PG Tasikmadu menempuh perjalanan baik siang maupun malam hari sejauh 2-30 km.Beberapa macam tanaman yang tersedia antara lain berbagai jenis anggrek. Wisatawan yang memasuki areal Graha Sondokoro sambil menunggu anak.

yang pada mulanya masyarakat umum hanya merasakan manisnya gula namun sekarang semakin banyak pengunjung melalui jalur sekolah murid-murid dari TK sampai perguruan tinggi dan juga turis asing. seperti menjadi indikator sangat makmurnya masyarakat lingkungan . Selama tidak lebih dalam waktu satu bulan sudah menimbulkan terjadinya peredaran uang yang sangat berlebihan. Program Agrowisata telah dicanangkan di lingkungan PTP NUSANTARA IX (PERSERO) seperti telah diresmikannya agrowisata di PG Pangka Slawi dan agrowisata di PG Gondang Baru Klaten yang sudah berkembang. mengikuti jejak pendahulunya PG Tasikmadu sudah semenjak satu tahun yang lalu diresmikan AGROWISATA SONDOKORO akan semakin memperkaya asset wisata diwilayah propinsi Jawa Tengah bagian selatan.hampir tidak ada yang ahli dalam mengelola pariwisata.AGROWISATA SONDOKORO BAB 1 PENDAHULUAN A. dimana PG Tasikmadu adalah salah satu dari delapan PG ( Sub Unit) Devisi Tanaman Semusim dari PTP NUSANTARA IX dengan lokasi tepatnya di Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Latar Belakang Sesuai visi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah suatu perusahaan agro busines dan agro industri yang tangguh dan berkembang yang berwawasan lingkungan.2 tuk pedagang maupun penyelenggara hiburan dan mainan baik untuk anak-anak. remaja dan orang tua. Demikian halnya dengan peninggalan masa lalu yang mempunyai nilai historis tinggi yang setiap tahun dilaksanakan yaitu suatu upacara selamatan giling yang berlangsung pada waktu selama kurang lebih satu bulan sebelum pabrik mulai melaksanakan proses produksi (giling) secara umum dinamakan cembengan sudah menjadi kebiasan masyarakat umum ikut menyaksikan dan meramaikan suasana dan menimbulkan kesan tradisi sosial yang sangat menguntungkan bagi lingkungan baik Hal. sehingga perlu mencetak kader-kader untuk menangani dan mengembangkan agrowisata . Selama ini PTPN IX (PERSERO) hanya memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni dalam mengelola budidaya perkebunan dan hampir. Dibukanya AGROWISATA SONDOKORO menambah luasnya wawasan llingkungan mengenai teknologi proses produksi pembuatan gula dari tebu. selain menikmati suasana lingkungan .

ulama. mengandung arti bahwa dengan melalui suatu keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan. Tujuan Visi dan misi utama dibukanya Agrowisata Sondokoro ini untuk menggali keunggulan potensi wisata dalam mendukung revitalisasi dan profitisasi core business PG Tasikmadu. pujangga sekaligus ahli ekonomi dengan hati yang bening mampu menatap jauh kedepan. kinaryo papan pangupo jiwane kawulo dasih”. Hal. dengan petuahnya pada saat itu yang tak lekang oleh jaman adalah:”Pabrik iki openono. Pertanian dan Pariwisata. Semoga dengan ridho Allah SWT AGROWISATA SONDOKORO akan menambah manfaat yang sangat berarti. yang namanya diabadikan untuk sebuah desa yaitu Sondokoro. semua akan mampu mempertahankan kelestarian pabrik ini untuk kepentingan masyarakat pada umumnya juga karyawan serta keluarganya. sanadyan ora nyugihi nanging nguripi. C. baik untuk masyarakat lingkungan maupun karyawan dan keluarganya. keberadaanya akan dapat tumbuh berkembang dengan baik. Selain seperti tersebut diatas juga memperkenalkan Wisata Edukasi adalah salah satu misi yang diemban guna memberikan pemahaman kepada generasi penerus tentang teknologi gula melalui budi daya tanaman tebu yang pernah mengalami masa kejayaan ditahun tujuh puluhan. Agrobisnes dan agrowisata juga sejalan dengan program INTANPARI yang dicanangkan Pemkab Karanganyar adalah program sinergi antara Industri. Seperti kisah yang melegenda dimasyarakat tentang dua tokoh ulama yang sama-sama berilmu tinggi Kyai Sondo dan Kyai Koro.pabrik dengan mempergunakan sepoor tebu juga dapat melihat langsung dari dekat proses produksi dari awal tebu yang dibawa dari kebun digiling sampai menjadi gula pasir yang sudah bisa dikonsumsi. sehingga perlu diangkat kembali sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global . Potensi Agrowisata Sondokoro Agrowisata Sondokoro tepatnya berlokasi dilingkungan emplasmen PG Tasikmadu dengan luas lahan kurang lebih 10 Ha. B. pada kawasan dahulu kala nama Desa Sondokoro adalah kawasan yang mempunyai potensi yang subur. 4 . KGPAA Mangkunegoro IV adalah seorang raja jawa. Hal. 3 sehingga menambah profit perusahaan dan akan dikenang sepanjang masa seperti keberadaan PG Tasikmadu yang telah menjalankan proses produksi semenjak tahun 1817 yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegoro IV.

gerbong antik berjalan karena ditarik oleh loko uap dimana loko uap tersebut tertera buatan tahun 1912. lapangan tennis. Hal. sehingga wisatawan dapat melihat secara jelas dan dapat menambah pengetahuan mengenai perkembangan pergulaan di PG Tasikmadu secara gamblang.Mengharapkan hasil produksi gula yang melimpah bagai “Danau Semanis Gula Madu” maka dinamai Pabrik Goela Tasikmadoe. Route perjalanan Spoor Mini juga akan melewati lingkungan halaman PG Tasikmadu dengan melewati beberapa sarana antara lain Rumah dinas Administratur (Besaran). yang dapat dinikmati pengunjung atau wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri diantaranya terdapat antara lain: • Wisata Spoor Teboe. gudang gula. Potensi Wisata Diobyek Agrowisata Sondokoro terdapat beberapa sarana hiburan dan mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi dan berbeda dengan obyek wisata yang pernah ada di Indonesia. pertokoan koperasi.taman bermain anak-anak. garasi. setiap gerbong mempunyai fasilitas tempat duduk sebanyak 32 kursi. sejalan dengan perubahan nama desa. Hal. yang terdapat di Agrowisata Sondokoro dimana wisatawan dapat merasakan dan menikmati sambil menumpang gerbong yang kondisinya selain bersih juga unik sambil mendengarkan suara alunan musik yang merdu. homestay. waktu tempuh perjalanan wisata Spoor Teboe kurang lebih 1. 5 BAB 2 ISI A. balai pertemuan (soositeit). Wisatawan akan merasa kagum dan bangga karena selain menikmati perjalanan diwilayah seputar PG Tasikmadu yang pada mulanya sebelum diresmikanya Agrowisata Sondokoro hanya dapat melihat saja namun sekarang sudah secara terbuka untuk wisatwan. jembatan gantung. 6  Gerbong penumpang ada 2 buah. perkantoran.5 jam . perumahan dinas. Sekolah TK. monumen peralatan mesin-mesin. cafe. graha ratu lesung dan taman monumen PTPN IX. Merupakan salah satu obyek unggulan diantara beberapa obyek wisata yang lain. monumen loko. resto pancingan. selain itu apabila wisatawan mengengok arah timur pada saat pagi hari dapat melihat dengan jelas keelokan dan kemegahan dan asrinya pemandangan gunung Lawu yang berada diarah sebelah timur dari PG Tasikmadu. gudang pupuk. homestay.

sehingga diharapkan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hiburan melalui obyek wisata juga dapat secara gratis menjaga kesehatan sambil berjalan dijalan refleksi.karena jalan dibuat secara khusus dengan penataan batu-batu sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi seperti pijat refleksi. Diketahui secara seksama bahwa kesehatan mempunyai nilai yang tak terhingga atau mahal harganya. sehingga wisatawan yang sudah pernah datang Hal.• Jalan refleksi. Kegiatan berwiraswasta adalah kegiatan untuk mendapatkan penyegaran baik jasmani maupun rokhani. Selain usaha menarik wisatawan untuk sarana hiburan dan mainan terdapat pula sarana untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yaitu sarana berupa jalan refleksi . 7  .

pengunjung terutama anak-anak dapat menikmati dengan bergembira dan saling bercanda ria bermainmain dalam kolang renang. 8  . • Kolam Renang Pada lokasi yang sama sebelum memasuki areal jalan refleksi terdapat pula kolam renang anak-anak. Hal.berkunjung akan selalu mengenang dan akan datang kembali untuk dapat juga megajak keluarganya secara rutin.

serata bercandaria karena disediakan pula arena bermain yaitu dengan mengendarai mobil kecil dengan tenaga bateray yang bisa berjalan dengan kecepatan rendah dengan mengelilingi kolam ikan atau yang ada disekitar kolam renang. Jembatan gantung sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga anak-anak selain bermain juga akan merasakan suatu kelebihan yaitu suatu keberanian karena sudah berani dan menikmati berjalan dijembatan gantung.• Taman Bermain Anak-anak. Dunia anak adalah dunia bermain sehingga orang tua sadar kwajibannya untuk selalu memperhatikan kesenangan anak-anak . Ketinggian jembatan gantung dari awal dari permukaan tanah (0 m) sepanjang 130 m dengan ketinggian ada 20 m dari permukaan tanah dan pada tempat hal. • Jembatan gantung. Anak-anak yang masih berumur 4-6 tahun akan merasa bergembira dan senang. dan Flying Fox Fasilitas bermain anak-anak yang berumur diatas 7 tahun dapat menikmati suatu permainan yang sudah mempunyai sifat agak menantang dimana anak-anak dapat berjalan pada jembatan gantung. Rumah pohon. 9  .

10  . anak-anak pemberani akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dan merupakan uji keberanian setelah sampai dipermukaan tanah. Diantara kedua rumah pohon terdapat flyingfox atau suatu luncuran dengan kawat sling dengan diameter 16 mm dimana peluncur akan diberi suatu alat yang mengait pada sling dan turun meluncur dengan cepat kebawah. Hal.pemberhentian sebagai tempat istirahat ada 2 buah yang dinamakan rumah pohon.

Selain itu juga terdapat dua buah monumen loko uap terpampang dengan gagahnya . 11  . terdapat beberapa bekas peralatan mesin-mesin gilingan yang sangat besar ditata dan diatur sedemian rupa sehingga sangat elok dan mempesona dipandang mata. dengan loko uap tersebut pada saat itu dapat menarik lori yang berisi tebu seberat 30 ton sebanyak Hal. Sambil menikmati gagahnya loko uap terbayang betapa hebatnya dahulu kala sebelum ada sarana angkutan truck seperti saat sekarang ini. pada lokasi disebelah utara Rumah Dinas Administratur (Besaran). dan loko uap satu lagi berada dipintu gerbang selatan. Salah satu diantaranya terletak disebelah utara dimana wisatawan yang melalui pintu gerbang utara pertama kali dipandang adalah monumen loko uap.Monumen mesin-mesin peralatan dan Loko uap PG Tasikmadu. Wisatawan akan merasa kagum dan terpesona karena Agrowisata Sondokoro mempunyai ciri khusus. serta satu lagi berada disebelah lapangan tennis .

20-30 lori ditarik dari kebun ke PG Tasikmadu menempuh perjalanan baik siang maupun malam hari sejauh 2-30 km. Hal.anaknya bermain dikolam renang dapat menikmati indahnya tanaman tomat chery yang berasal dari kota Malang dalam green house atau rumah kaca. adenium. 1. suklir. sansivera. srirejeki (aglonema).Beberapa macam tanaman yang tersedia antara lain berbagai jenis anggrek. palem. B. Wisatawan yang memasuki areal Graha Sondokoro sambil menunggu anak. rambutan. 12 . mangga. dan berbagai jenis tanaman buah seperti jeruk. antorium. terdapat pula tanaman hias yang dapat diperjual belikan dengan harga yang sangat memadai. sikas. Potensi Pertanian Sesuai progam INTANPARI dari Pemkab Karanganyar bahwa PG Tasikmadu selain melaksanakan program pariwisata terdapat pula program dari sub sektor pertanian selain budidaya tanaman tebu juga terdapat pengembanga hortikultura antara lain adalah tanaman hias dan sayuran.

tahan kepras. Terletak disebelah selatan Graha Sondokoro ditanam berbagai varietas unggul yang bermaksud dapat diketahui bersama oleh wisatawan yang berkunjung bahwa saat ini varietas unggul tersebut dibudidayakan diwilayah kerja PG Tasikmadu . Varietas tebu. Kantor pusat Direksi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) di Jalan Rongowarsito no 164 Sala . 13  Semenjak rehab pada tahun 1989 kapasitas giling eklusif menjadi 3500 tcd (ton cane per day) . .2. tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Varietas unggul tersebut mempunyai ciri produktifitas tinggi. PS 921. hal. Varietas unggul tersebut anatara lain: PS 864. POTENSI INDUSTRI PG Tasikmadu didirikan pada tahun 1817 oleh KGPAA Mangkunegoro IV berbasis industri gula yang merupakan salah satu diantara sembilan bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari . PS 951 C. Pada tahun 2007 akan direhab sistem proses dari semula sistem karbonatasi menjadi sulfitasi.

dan yang ketiga TRMd (Tebu Rakyat Mandiri) adalah petani mengusahakan budidaya tanaman tebu dengan mempergunakan biaya dan saprodi secara mandiri.Pola tatatanam saat sekarang mempergunakan sistem pola antara lain yang pertama TRKm A (Tebu Rakyat Kemitraan pola A) dimana PG Tasikmadu mengusahakan budidaya tanaman tebu dengan menyewa lahan milik petani. 14  Hasil samping tetes ini dipergunakan antara lain untuk dijadikan spiritus. Hasil samping yang lain ada yang namanya ampas yaitu suatu hasil samping kering dari kulit tebu bisa dipergunakan kembali untuk bahan bakar ketel. Hasil samping yang lain adalah yang blotong dapat dipergunakan sebagai pupuk kompos dan blotong tersebut juga banyak sekali dibutuhkan oleh masyarakat untuk bahan penimbun tanah sebagai dasar bangunan. PG Tasikmadu selain memproduksi gula pasir sebagai hasil utama dan juga meproduksi hasil samping yaitu berupa tetes dan produksi tetes pada tahun 2006 sebanyak 11. D. Sarana dan Prasarana Penunjang Argowisata Sondokoro adalah diversifikasi dari PG Tasikmadu yang sesuai dengan misi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah mengusahakan agrobisnis dan agro industri yang tangguh dan berkembang . dan bahan penyedap masakan (ajinomoto). bahan bakar loko uap. . Pola kedua adalah TRKm B (Tebu Rakyat Kemitraan pola B) merupakan system kemitraan antara petani pemilik lahan dan PG Tasikmadu sebagai avalis berfungsi mengolah bahan baku berupa tebu melalui proses produksi dihasilkan gula pasir. Pada saat hasil samping ampas berlimpah dapat dibutuhkan oleh pabrik jamur. diharapkan wisatawan yang berkunjung juga dapat mengetahui wawasan mengenai pergulaan.000 ton . Pada pola TRKm B dan TRMd kemitraannya antara PG Tasikmadu dan petani sesuai ketentuan bersama merupakan hasil kesepakatan dan tertuang dalam SK Mentan adalah dengan mempergunakan sistem bagi hasil . Hal. pabrik kertas . bahan baku tebu diproses produksi di PG Tasikmadu. Dalam bidang industri sudah dapat terangkum sedemikian rinci dan detail baik pada produksi utama dan produksi hasil samping.

Hal. sampai dengan perkembangan terakhir mengenai pergulaan serta terdapat pula informasi jadwal kegiatan event-event tertentu yang berhubungan dengan agrowisata. Digraha Sondokoro juga disediakan penjualan berbagai macam souvenir sebagi kenang-kenangan antara lain miniatur loko terbuat dari kayu. 15  • Tempat Ibadah . gula pasir dan lain lain. Beberapa sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan antara lain: • Graha Sondokoro Sebagai kantor pusat Agrowisata Sondokoro terdapat berbagai informasi mengenai PG Tasikmadu dari peninggalan alat-alat perkantoran pada jaman dahulu sebagai museum perkantoran. kaos . topi.Diharapkan wisatawan akan selalu bertambah jumlahnya setiap berkunjung dan menikmati lingkungan emplasmen PG Tasikmadu karena sudah tersedia beberapa sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan untuk wisatawan atau pengunjung.

Bagi umat muslim yang akan melakukan ibadah ada Masjid Nurul Huda yang berkapasitas 250 orang dan ada beberapa mushola antara lain berada di Graha Sondokoro, di Resto pancingan dan di home stay.

Lapangan tennis, Lapangan volly ball, gedung badminton. Sebagai sarana olahraga dimana wisatawan yang berkehendak untuk melakukan kegiatan olah raga merupakan suatu paket yang dapat diperoleh oleh wisatawan .

Gedung pertemuan (Sositeit). Mempunyai kapasitas sebanyak 500 orang dapat dipergunakan untuk suatu pertemuan atau rapat .

Resto pancingan Sondokoro

Hal. 16 

Wisatawan yang datang berkunjung dapat menikmati masakan khas . Penempatan lokasi didesain dengan begitu indah dengan beberapa Gazebo ada juga sarana hiburan musik sehingga wisatawan dapat menikmati hidangan juga dapat menikmati hiburan musik secara langsung ( live).

Terdapat pula ruangan sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan rapat dengan kapasitas untuk 75 orang dengan ruangan ber AC, fasilitas LCD, fasilitas parkir sangat luas dan aman.

Homestay Bagi wisatawan yang datang berkunjung karena memerlukan penginapan juga disediakan tempat untuk bermalam, dan akan menikamti keindahan suasana emplasmen pada malam hari. Fasilitas kamar ada 6 kamar keluarga dan ada 2 kamar untuk pengemudi, terdapat garasi, halaman luas cukup untuk parkir mobil sebanyak 5 buah. Hal. 17 

Graha Ratu Lesung Hasil kerjasama dengan Pemkab Karanganyar disediakan 1 rumah dinas yang bertujuan bagi wisatawan yang berkunjung akan mencintai dan mengenal Karanganyar secara mendalam, disediakan berbagai souvenir ciri khas Karanganyar dengan menonjolkan lesungnya, dan sebagai pusat informasi wisata lain yang berada di Kabupaten Karanganyar.

Sarana Parkir Wisatawan yang berkunjung di Agrowisata Sondokoro dengan mempergunakan sarana kendaraan mobil, motor, dan sepeda dapat dengan leluasa untuk menempatkan sarana tersebut pada tempat parkir yang telah disediakan dengan jaminan aman .

Agrowisata Sondokoro menyediakan sarana hiburan musik. secara live yang dbuka setiap hari munggu, terdapat pula tempat untuk pedagang berjualan hasil dagangannya, dengan kondisi yang sangat mengasikkan karena bertempat pada lokasi yang teduh. Hal. 18  BAB 3 PENUTUP 1. Kesimpulan Pengembangan Agrowisata Sondokoro kedepan memerlukan kader-kader yang mempunyai kompetensi mengenai bisnis agrowisata dengan latar belakang etos kerja 3 K: Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, sehingga akan menambah dan memperbesar profit perusahaan selain dari usaha agrowisata merupakan deversifikasi dari PG Tasikmadu, dan komoditi gula adalah sebagai komoditi utama yang selalu dibutuhkan dan dimanfaatkan insan manusia sehari-hari. Mengacu pada kebutuhan hidup manusia antara lain adalah kebutuhan jasmani dan

rohani sehingga perlu selalu ada penyegaran, insya Allah keberadaan PG Tasikmadu dan Agrowisata Sondokoro akan berkembang dan dengan ridho Allah dapat bermanfaat bagi umat manusia baik secara khusus untuk karyawan dan keluarganya juga untuk masyarakat pada umumnya. http://www.scribd.com/doc/24451443/tugas-kuL-1

Rekayasa dan Pengembangan Penyadap Gas CO2 Dari Cerobong Ketel untuk Pabrik Gula Rafinasi (2001)
Saechu, Muhammad ; Santoso, Bambang Edy ; Bahri, Subhanuel Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dan PG Tasikmadu Pemanfaatan CO2 dari gas cerobong ketel untuk proses karbonatasinira atau leburan telah dilakukan oleh banyak pabrik gula rafinasi di luar negeri dengan sasaran untuk menurunkan biaya produksi disamping perbaikan kualitas gula. Memperhatikan hal diatas nampaknya pengembangan gas CO2 scrubber di Indonesia adalah sangat penting. Untuk menciptakan gas CO2 crubber yang handal, pada tahun 2001 dengan didasarkan pada hasil studi literatur, survai lapang dan konsultasi telah didisain dan rekayasa CO2 scrubber pada skala pilot plant yang ditempatkan di PG Tasikmadu. Proses rancang bangun CO2 scrubber telah selesai sekitar 50% fisik, sesuai rencana kerja.

http://mekanisasi.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=147:rekayasadan-pengembangan-penyadap-gas-co2-dari-cerobong-ketel-untuk-pabrik-gula-rafinasi2001&catid=36:abstrak-litbang-mektan-2001&Itemid=51

TAMAN BERMAIN SONDOKORO
August 26th, 2009 | Author: redaksi

SIS Kroyo Campus - Agrowisata Sondokoro ini terletak di area Pabrik Gula Tasikmadu PTPN IX. Wisata ini menawarkan wisata historis tempo dulu, dengan dioperasikannya Spoor Teboe, kereta api uap pengangkut tebu. Penumpang diajak untuk menjelajah masuk area pabrik gula dengan kereta berbahan bakar kayu itu. Selain itu di kawasan wisata ini terdapat pula, taman bermain, outbound, kolam renang dan resto Sondokoro dengan hidangan khas ikan bakarnya. Melengkapi keindahan alam, Karanganyar menyiapkan agrowisata Sondokoro. Objek ini sangat tepat bagi pelajar untuk menyelami proses produksi gula. Kawasan ini tidak hanya memanjakan pengunjung dengan keindahan tanaman pohon langka yang tua nan rindang yang mengelilingi pabrik gula Tasikmadu. Pabriknya bukan semata-mata bangunan gedung kuno, pengunjung akan terpana dan menikmati fasilitas yang relatif lengkap di perusahaan ini. Sekadar contoh, fasilitas kolam renang, lapangan bermain, flying fox, restoran, dan tur keliling lokasi dengan sepur tua produksi Jerman tahun 1700, adalah beberapa di antara fasilitas-fasilitas yang tersedia di sana. Perusahaan juga menyediakan cottage dan guest house yang disewakan. Menyempurnakan kunjungan wisata alam, Kebun Teh Kemuning Ngargoyoso dan air terjun Parangijo.

Dari situ bisa dihasilkan gula kristal putih sebanyak 27.5 persen per tahun. tambah Hanung.893 ton dengan total produksi 24. jelas Hanung.Total produksi gula kristal putih di Pabrik Gula Tasikmadu.727 ton gula kristal putih dengan rendemen rata-rata masih 6. Bisa dibilang ada kenaikan 36 persen selama lima tahun atau 7. total bahan baku yang tergiling sebanyak 407.179 ton menjadi 407.254 ton kini menjadi 24. Dengan kata lain.kr. Namun demikian jumlah tersebut dirasa belum cukup untuk memenuhi skala usaha dari total kapasitas terpasang PG Tasikmadu.000 ton setiap musim giling dengan total produk GKP sebanyak 35. Pada musim giling yang rencananya dimulai pada 18 Mei 2008 mendatang.1 persen per tahun. PG Tasikmadu merencanakan bisa mengolah sebanyak 425. sejak 2003 hingga 2007.id/web/detail. Sementara. maka pola tanam banyak dilakukan pada saat turun hujan sehingga umur tebu menjadi kurang atau berkisar 8-10 bulan dari yang seharusnya tidak kurang dari 12 bulan. Selain itu.co.sch.sch.http://sbikroyo. kenaikan gula kristal putih dari tahun 2003 yang sebanyak 18. (M-1/Ths)-k http://www. direncanakan bisa mengolah tebu sebanyak 425. sehingga menyebabkan inefisiensi pada pascapanen. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Kabupaten Karanganyar. Terkait hal itu.915 ton dengan rendemen ratarata 6.5 persen. di mana kebutuhan total bahan baku adalah 500. jumlah tebu rakyat tergiling dari 286.04 persen.id/2009/08/taman-bermain-sondokoro/ Produksi PG Tasikmadu Diprediksi Naik 12 Persen 29/04/2008 07:28:24 KARANGANYAR (KR) . pada musim giling tahun 2008 ini dipastikan bakal mengalami kenaikan hingga 12 persen dibandingkan tahun lalu. dalam tiga tahun ke depan pihaknya berharap banyak melalui program yang berfokus pada intensivikasi akan dicapai skala usaha yang ideal. telah terjadi pertumbuhan produksi ratarata 8. Beberapa kendala atau permasalahan yang dihadapi PG Tasikmadu bersama petani tebu rakyat (PTR) dalam upaya meningkatkan kapasitas maupun kualitas produksi serta usaha taninya di antaranya sebanyak 90% budidaya tebu dilakukan di lahan kering yang letaknya tersebar di tujuh wilayah kabupaten. "Karena kesulitan air.000 ton dari capaian rendemen rata-rata 7 persen. Hal itu diungkapkan Administratur PG Tasikmadu Afdeling Colomadu Hanung Trihutomo.915 ton tebu.php?sid=161404&actmenu=38 http://sbikroyo. Pada tahun 2007.id/2009/08/taman-bermain-sondokoro/ ." tambahnya.727 ton pada tahun 2007. Persoalan lain adalah komposisi varietas tebu yang belum ideal yang menyebabkan kesulitan dalam manajemen pascapanen maupun ketepatan tingkat kemasakan tebu yang kurang optimal pada saat proses pengolahannya.670 ton atau naik 12 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan pada tahun ini. belum lama ini. kondisi lahan tersebar.893 ton lebih atau terjadi kenaikan 43 persen selama lima tahun. pada acara resepsi Selamatan Giling PG Tasikmadu Tahun 2008.

com Sebuah truk melakukan proses bongkar tebu.Kebutuhan Gula Main Photo | Tue. Bantul. makasih Quote: .000 ton per Tahun. Yogyakarta. dan TS harapkan feedback dari agan berupa komen dan rate sebagai bentuk penghargaan bagi kami trit maker. Perluasan lahan tebu di Bantul yang dikelola olah petani diharapkan dapat meningkatkan produksi gula untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY rata-rata 50. matanews.matanews. Selasa (29/9). 2009 at 16:47 | Jakarta. Sep 29.com/2009/09/29/kebutuhan-gula/ pembaca. Kasihan. di Pabrik Gula Madukismo. (*z/ Wahyu Putro A/ant) http://beta.

negara-negara Karibia. Sumber-sumber pemanis lain. menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.Quote: Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara. namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. terutama di bagian timur. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin. atau aren. Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau. Meskipun demikian. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. anggir. . atau jagung. bit gula. seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam). seperti umbi dahlia. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an. seperti kelapa. Brazil. Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. terdapat sumber-sumber gula minor lainnya. juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa. Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia. dan Thailand. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan). Gula sederhana. dan negara-negara Asia Timur. serta cairan batang tebu.

Pada tahun 1957 semua pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini.wordpress.5 juta ton. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto.com/thread/gula-tebu-sejarah-amp-proses-pembuatannya. tersisa 30 pabrik aktif.google.com/imgres?q=proses+gula&um=1&hl=en&sa=N&biw=1152&bih=562&tbm=isch&tbnid =iJtVM_PUDf4igM:&imgrefurl=http://sweetcandyind.wordpress. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula.r:7.Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17.html http://www. Seusai Perang Dunia II. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik. Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an. dengan 93 pabrik dan prduksi 1. lalu berkembang ke arah timur. dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun.com/2010/05/gulapasir.s:31 .com/2010/05/08/proses-kristalisasigula/&docid=SKez3_WC0sOpM&imgurl=http://sweetcandyind.files.jpg&w=400&h=300&ei=d 8C8TrP6JoizrAea06nYAQ&zoom=1&iact=hc&vpx=498&vpy=249&dur=5281&hovh=194&hovw=259&tx=1 24&ty=133&sig=103802494352508878247&page=3&tbnh=149&tbnw=195&start=31&ndsp=10&ved=1t:4 29. pertama di sekitar Batavia. http://kaskushotthread.

Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. r:6.google. .candibaru.candibaru.php%3Fp%3Dprosesproduksi&docid= AthtxIwIwFQiQM&imgurl=http://www.com/indeks.com/images/pros_pemb_gula. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. Tebu ini termasuk jenis rumputrumputan.http://www.com/imgres?q=proses+gula&um=1&hl=en&sa=N&biw=1152&bih=562&tbm=isch&tbnid =NDnlQgKSLzX93M:&imgrefurl=http://www.gif&w=600&h=695&ei=d8C 8TrP6JoizrAea06nYAQ&zoom=1&iact=hc&vpx=303&vpy=125&dur=3258&hovh=242&hovw=209&tx=132 &ty=139&sig=103802494352508878247&page=8&tbnh=154&tbnw=133&start=81&ndsp=10&ved=1t:429.s:81 Proses Pembuatan Gula Pasir Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula.

dinamakan bagasse. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. penghilangan warna. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. kritalisasi. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula.Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. penguapan. Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. proses ektrasi. pembersihan kotoran. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. yang mengandung 1 hingga 2% gula. Proses ini dinamakan liming. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). . semuanya bercampur di dalam gula. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. afinasi. dan hasilnya berupa cairan yang manis. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. 15% gula dan serat residu. karbonasi.

Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. Olah karena itu. Sebagai tambahan. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%.5%. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Campuran hasil („magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup . Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga.proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Sayangnya. Evaporasi dalam „evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Sekali kristal terbentuk. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan.

Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. t eknik yang lain berupa fosfatasi. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika . Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. Selain karbonatasi.sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materimateri non gula. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. partikel-partikel halus. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Setelah proses ini dilakukan. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh.

Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan. Sesudah itu. Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya di gunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak kemurnian. campuran tersebut kemudian dimurnikan dengan . Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. dimasak.html Produksi gula pasir Februari 1. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula.blogspot. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. sumber http://terselubung.jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar.com/2010/10/proses-pembuatan-gula-pasir. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. sarinya dikumpulkan dan disaring. 2010 Filed under: Uncategorized — faritdc @ 5:24 am Proses Produksi Gula Pasir Untuk pembuatan gula.

Pemurnian .belerang dioksida. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan. akibat dari kurang sempurnanya daya perah unit gilingan. Alat penggilingan disusun seri dengan jumlah alat penggilingan 4-5 unit. Saat penggilingan diberikan air imbibisi untuk mengurangi kehilangan gula dalam ampas. sesampai di pabrik akan ditimbang dan dipindahkan ke lori (kereta pengangkut tebu) menuju meja tebu sebagai tempat dimulainya perlakuan pendahuluan pengolahan gula kristal. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. Penggilingan Penggilingan dimaksudkan untuk mengambil nira mentah dari batang tebu dan memisahkannya dari ampas. Bahan baku tebu yang diangkut dari kebun dengan truk. Setelah cukup murni. MESIN PENGOLAH: Penimbangan Penimbangan di sini dimaksudkan untuk mengetahui berat tebu yang akan digunakan dalam proses pembuatan gula. hal ini berkaitan dengan berapa banyak gula yang dihasilkan nantinya.

Pemutaran Pemutaran berfungsi untuk memisahkan kristal dengan larutannya (stroop) menggunakan proses sentrifugasi dalam saringan sehingga massa akan terlempar. Saat pemutaran sesekali diberikan air siraman untuk mempermudah pemisahan kristal gula dengan larutannya ). Pengkristalan Pengkristalan bertujuan untuk memisahkan sakarosa dari larutannya dengan cara mengkristalkan molekul-molekul sakarosa dalam pan kristalisasi dan diusahakan hasil kristalisasi yang memenuhi syarat yang dikehendaki.Tujuan pemurnian adalah membuang sebanyak-banyaknya zat bukan gula dan mengusahakan agar kerusakan gula akibat perlakuan proses pabrikasi minimal. Di dalam badan penguapan secara seri. persen brix nira dari badan pertama ke badan penguapan selanjutnya akan semakin meningkat. di mana gula akan melompat-lompat sehingga mempercepat pengeringan karena seluruh kristal terkena hembusan udara panas dari pengering gula. Gula halus dan gula kasar akan dilebur kembali. gula kasar dan gula produk. gula disaring untuk memisahkan antara gula halus. Fungsi dari penyaringan ini supaya didapatkan bentuk gula yang diinginkan. Pengeringan dilakukan dalam tabung getar. Pengeringan. Pendinginan berfungsi agar gula menjadi dingin setelah melalui proses pengeringan karena telah dilewati panas. Pendinginan dan Penyaringan Fungsi dari pengeringan ini adalah untuk menguapkan kadar air pada bahan sehingga memudahkan proses selanjutnya. Pendinginan gula dikerjakan dengan menghembuskan udara dingin sampai suhu gula sama dengan suhu gudang. Setelah dingin dan kering. . Pemurnian dengan susu kapur dilakukan dalam peti defecator (bejana yang berfungsi untuk mencampurkan susu kapur dengan nira mentah) dengan pH 10 Penguapan Tujuan penguapan adalah untuk memekatkan nira encer sehingga diperoleh nira dengan kepekatan yang diharapkan. maka titik didih dibuat rendah dengan tekanan hampa agar komponen nira tidak rusak. sedangkan gula produk ditimbang dan dikemas.

wordpress.com/2010/02/ Tahapan tahapan pembuatan gula Pasir Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu . Selanjutnya gula produk dibawa ke gudang yang memenuhi syarat untuk disimpan dan didistribusikan ke konsumen. Gula produk ditimbang dengan timbangan curah dengan skala yang sudah diatur untuk berat bersihnya dan langsung masuk ke karung dan dijahit secara otomatis. KANDUNGAN GULA PASIR: http://faritdc.Pengemasan Pengemasan berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap produk dari segala macam kerusakan yang terjadi baik untuk produk pangan maupun produk non pangan.

Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun.Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai "abu". afinasi. kritalisasi. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan.Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. penghilangan warna. Proses ini dinamakan liming. yang mengandung 1 hingga 2% gula. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. penguapan. proses ektrasi. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen.Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. 1. semuanya bercampur di dalam gula. 2. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. pembersihan kotoran. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. karbonasi. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. dan hasilnya berupa cairan yang manis. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. dinamakan bagasse. Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. Jus dan cairan manis ini . 15% gula dan serat residu.

Sebagai tambahan. Gula ini . Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. Evaporasi dalam 'evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi).5%. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. 4. Sayangnya. Sekali kristal terbentuk. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99.kemudian dikembalikan ke proses. 3.Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). 5. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit.Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Olah karena itu. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali.Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming.

Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. 7. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. t eknik yang lain berupa fosfatasi. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisikondisi reaksi. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. 6. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Selain karbonatasi. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi . gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Setelah proses ini dilakukan. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. partikelpartikel halus. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat).Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan "afinasi". Campuran hasil ('magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi.sebenarnya sudah dapat digunakan. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna.

Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan. GAC merupakan cara modern setingkat "bone char".Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. 8. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan.gallerydunia. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. http://www. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian.com/2011/01/tahapan-tahapan-pembuatan-gula-pasir. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. 9.Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula.tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada.html .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful