P. 1
Pembuatan gula tebu

Pembuatan gula tebu

|Views: 1,862|Likes:
Published by Elisabeth Wahyuni

More info:

Published by: Elisabeth Wahyuni on May 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2013

pdf

text

original

fo.

net> Produk Makanan > Gula

Gula

Rasa manis, seperti halnya rasa asin, merupakan rasa yang sangat dikenal. Rasa manis terutama disebabkan oleh gula, yaitu jenis dari karbohidrat dapat larut (dalam air) yang berukuran kecil, terdapat dalam buah-buahan, tanaman dan produk alam lainnya. Gula yang umum dijumpai adalah fruktosa (levulosa, gula buah), maltosa (gula malt), laktosa (gula susu), glukosa (dekstrosa) dan sakarosa (sukrosa, gula meja yang biasa kita kenal). Sakarosa terutama digunakan dalam berbagai makanan olahan. Gula ini bisa didapatkan dari tebu ataupun dari bit. Gula tidak hanya digunakan dalam makanan karena rasanya yang manis, tetapi juga karena hasil reaksi yang terjadi selama pemanasan; berupa karamel dan produk Maillard. Karamel diperoleh dari pemanasan gula secara langsung tanpa adanya bahan tambahan ataupun air. Karamel yang dihasilkan berwarna coklat hingga hitam dan memiliki rasa yang lezat. Produk Maillard dihasilkan dari pemanasan gula dan protein. Ini merupakan reaksi yang sangat kompleks, menghasilkan berbagai cita rasa yang khas seperti flavor roti, cookies, popcorn, daging goreng, dll. Gula dapat mengikat air secara efisien. Oleh karenanya penambahan gula ke dalam sebuah produk akan memberikan efek pengawetan karena air tidak lagi tersedia untuk pertumbuhan organisme pembusuk. Pengawetan buah-buahan ataupun produk-produk lainnya dengan gula (seperti selai) atau madu telah dipraktekkan selama lebih dari 2000 tahun.

Gula merupakan bagian dasar yang penting pada berbagai makanan olahan. Permen tanpa gula akan kehilangan volumenya hingga 60%, sedangkan berbagai jenis cake akan kehilangan 1530% volumenya tanpa adanya gula. Untuk informasi lebih lanjut mengenai topik gula silakan klik di sini:
  

 

Sejarah gula Sumber-sumber gula Pembuatan gula o Gula bit o Gula tebu Jenis-jenis gula dan produk-produk terkait Kimia gula

http://www.food-info.net/id/products/sugar/intro.htm

Sejarah gula
Gula tebu
Pada awalnya gula tebu dikenal oleh orang-orang Polinesia, kemudian menyebar ke India. Pada tahun 510 Sebelum Masehi, ketika menguasai India, Raja Darius dari Persia menemukan ”batang rerumputan yang menghasilkan madu tanpa lebah”. Seperti halnya pada berbagai penemuan manusia lainnya, keberadaan tebu sangat dirahasiakan dan dijaga ketat, sedangkan produk olahannya diekspor dan untuk menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Rahasia tanaman tebu akhirnya terbongkar setelah terjadi ekspansi besar-besaran oleh orangorang Arab pada abad ketujuh sebelum sesudah masehi. Ketika mereka menguasai Persia pada tahun 642 mereka menemukan tanaman tebu yang sedang tumbuh dan kemudian mempelajari cara pembuatan gula. Selama ekspansi berlanjut mereka mendirikan pengolahan-pengolahan gula di berbagai daratan lain yang mereka kuasai, termasuk di Afrika Utara dan Spanyol. Gula dikenal oleh orang-orang barat Eropa sebagai hasil dari Perang Salib pada abad ke-11. Para prajurit yang pulang menceritakan keberadaan “rempah baru” yang enak ini. Gula pertama diketahui tercatat di Inggris pada tahun 1099. Abad-abad berikutnya merupakan periode ekspansi besar-besaran perdagangan barat Eropa dengan dunia timur, termasuk di dalamnya adalah impor gula. Sebagai contoh, dalam sebuah catatan pada tahun 1319 harga gula di London sebesar “dua shilling tiap pound”. Nilai ini setara dengan beberapa bulan upah buruh rata-rata, sehingga dapat dikatakan gula sangatlah mewah pada waktu itu. Orang-orang kaya menyukai pembuatan patung-patung dari gula sebagai penghias meja-meja mereka. Ketika Henry III dari Perancis mengunjungi Venice, sebuah pesta diadakan untuk menghormatinya dengan menampilkan piring-piring, barang-barang perak, dan kain linen yang semuanya terbuat dari gula.

Karena merupakan barang mahal, gula seringkali dianggap sebagai obat. Banyak petunjuk kesehatan dari abad ke-13 hingga 15 yang merekomendasikan pemberian gula kepada orangorang cacat untuk memperkokoh kekuatan mereka. Pada abad ke-15, pemurnian gula Eropa umumnya dilakukan di Venice. Venice tidak bisa lagi melakukan monopoli ketika Vasco da Gama berlayar ke India pada tahun 1498 dan mendirikan perdagangan di sana. Meskipun demikian, penemuan orang-orang Amerika lah yang telah mengubah konsumsi gula di dunia. Dalam salah satu perjalanan pertamanya, Columbus membawa tanaman tebu untuk ditanam di kawasan Karibia. Iklim yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman tebu menyebabkan berdirinya sebuah industri dengan cepat. Kebutuhan terhadap gula yang besar bagi Eropa menyebabkan banyak kawasan hutan di kepulauan Karibia menjadi hampir seluruhnya hilang digantikan perkebunan tebu, seperti misalnya di Barbados, Antigua dan separuh dari Tobago. Tanaman tebu dibudidayakan secara massal. Jutaan orang dikirim dari Afrika dan India untuk bekerja di penggilingan tebu. Oleh karenanya, produksi gula sangat erat kaitannya dengan perdagangan budak di dunia barat. Secara ekonomi gula sangatlah penting sehingga seluruh kekuatan Eropa membangun atau berusaha membangun jajahan di pulau-pulau kecil Karibia dan berbagai pertempuran terjadi untuk menguasai pulau-pulau tersebut. Selanjutnya tanaman tebu dibudidayakan di berbagai perkebunan besar di kawasan-kawasan lain di dunia (India, Indonesia, Filipina dan kawasan Pasifik) untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa dan lokal.

Pabrik gula tebu di Hindia Belanda sekitar tahun 1850 oleh A. Salm (Sumber)

Pada tahun 1750 terdapat 120 pabrik pemurnian gula yang beroperasi di Britania dengan hanya menghasilkan 30.000 ton per tahun. Pada tahap ini gula masih merupakan sesuatu yang mewah

Catatan perdagangan impor gula dari Jamaika pada tahun 1739 (Sumber) Para pemerintah menyadari keuntungan besar yang didapat dari gula dan oleh karenanya mengenakan pajak yang tinggi. Uni-Eropa. Keadaan ini bertahan sampai dengan perang-perang Napoleon pada awal abad ke-19 ketika Britania menblokade impor gula ke benua Eropa. . Masa kini Konsumsi gula per tahun saat ini berkisar 120 juta ton dan terus bertambah pada laju sekitar 2 juta ton per tahun.dan memberi keuntungan yang sangat besar sehingga gula dijuluki “emas putih”. Brazil dan India adalah tiga produsen terbesar dan gabungan dari ketiganya menyumbang sekitar 40% produksi per tahun. Keadaan ini terus bertahan sampai dengan akhir abad ke-19 ketika kebanyakan pemerintahan mengurangi atau menghapus pajak dan menjadikan harga gula terjangkau untuk warga biasa. Akibatnya gula tetap merupakan sebuah barang mewah. Tidak diragukan lagi. Masuknya gula bit ke Inggris tertunda sampai dengan Perang dunia Pertama ketika impor gula Britain terancam. Gula Bit Gula bit pertama kali diketahui sebagai sumber gula pada tahun 1747. Sebelumnya Britain mengimpor gula tebu dari jajahannya di kawasan tropis. Pada tahun 1880 gula bit menggantikan gula tebu sebagai sumber utama gula di benua Eropa. Namun demikian kebanyakan gula dikonsumsi di negara penghasil dan hanya sekitar 25% yang diperdagangkan secara internasional. tanaman ini tidak begitu menarik perhatian dan hanya sekedar keingintahuan beberapa negara Eropa karena kepentingan nasional dan ekonomi lebih tertuju pada perkebunan tebu. Keadaan ini juga berlaku di negara-negara Eropa Barat lainnya.

barberi dan S. berasal dari kawasan bersuhu hangat hingga tropis di Dunia Tua (sebagian Eropa.essortment.uk http://www.pantrinbago.com/Landofbeginings12.food-info. dan mapel (Acer saccharum).htm http://www. Seluruh spesies saling berkawinan. S. Tebu Tebu (Saccharum) merupakan genus yang terdiri dari 6-37 spesies (tergantung dari pengertian taksonominya) dari rerumputan tinggi (famili Poaceae). Tanaman ini memiliki batang berserat yang kuat dan beruas dengan ketinggian 2-6 m dan mengandung cairan yang kaya dengan gula. S.Tebu dibudidayakan di lebih dari 100 negara dan gula yang dihasilkan dari tebu berkisar 6 kali lebih besar dari pada gula bit.britishsugar.htm Sumber – sumber Gula Sukrosa Gula atau gula meja sukrosa yang kita kenal berasal dari hasil ekstraksi tanaman. Asia dan Afrika) dan Pasifik.20% dari berat kering tanaman. . dan varietas komersial yang paling banyak ditemui adalah jenis hibrida kompleks terutama dari varietas Saccharum officinarum. sinense. Sumber:     http://www. Beberapa tanaman gula komersial lainnya termasuk kurma (Phoenix dactylifera). dengan kadar gula bisa mencapai 12% . Dua tanaman gula yang paling penting adalah tebu (Saccharum spp.html http://www.com http://wv.com/historysugarca_ruef.) dan bit (Beta vulgaris). sorgum (Sorghum vulgare).net/id/products/sugar/history. spontaneum.sucrose.co.

dan dimana dapat mengubah sebanyak 2% energi matahari menjadi biomasa. khususnya yang dilakukan di negara-negara yang berkembang. . Para pemanen kemudian memotong batang tepat di atas tanah dengan parang. Rata-rata tebu yang dihasilkan adalah 100 ton tebu per hektar atau 10 ton gula per hektar. Lebih dari separuh produksi tebu di dunia dipanen secara manual dengan tangan. Setiap potong paling tidak musti harus mengandung satu ruas bakal-tanaman (bud). dan potongan-potongan tersebut biasanya ditanam secara manual dengan tangan. Hasil yang didapat pada pemanenan berikutnya biasanya lebih rendah.Tebu (Sumber) Budidaya tanaman tebu membutuhkan iklim tropis atau subtropis dengan curah hujan paling sedikit 600 mm per tahun. setelah tiap kali pemanenan. Tanaman ini memiliki kemampuan fotosintesis yang paling efisien dibandingkan dengan seluruh jenis tanaman lainnya. panen dapat dilakukan 2 hingga 10 kali tergantung pada praktik pertanian yang dilakukan. oleh karena itu dilakukan penanaman kembali. Jumlah tebu Tebu diperbanyak dibiakkan dari pemotongan batang-batangnya dan bukan dari benih. Tebu dapat dipanen secara manual dengan tangan atau menggunakan mesin. Dalam sekali tanam. Pemanenan cara ini diawali dengan pembakaran lahan. Pemanen tebu yang sudah terlatih dapat memotong 500 kg tebu dalam satu jam. tetapi meninggalkan batang-batang yang kaya air dan akar juga tidak rusak. Pada tiap penanaman. satu batang tebu dapat dipanen hingga beberapa kali. anakan tebu akan tumbuh menjadi batang-batang baru dinamakan ratoons. Api yang menyebar cepat akan membakar daun-daun.

Bit merupakan tanaman yang umbinya mengandung sukrosa dalam jumlah yang dengan konsentrasi tinggi. chard dan fodder beet. Secara . Bit merupakan tanaman umbi biennial (tanaman yang memiliki siklus 12 hingga 24 bulan) dari wilayah beriklim sedang (temperate). Oleh karena itu bit mulai ditanam pada musim semi dan dipanen pada permulaan musim gugur atau awal musim dingin.Pemanenan (Sumber) Bit Bit (Beta vulgaris L. Bit mengandung gula yang tersimpan dalam umbi yang memiliki suatu kemiripan mirip dengan parsnip (semacam wortel) bulat. Kandungan gula di dalam bit umumnya adalah 17% dari berat.) termasuk dalam anggota sub-famili Chenopodiaceae dan famili Amaranthaceae. Bit secara langsung memiliki hubungan dengan beetroot. tetapi angka ini tergantung dari varietas dan juga bervariasi dari tahun ke tahun dan dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Tanaman ini menghasilkan gula selama tahun pertama pertumbuhan dan kemudian muncul bunga-bunga dan benih di tahun kedua.

Para pekerja yang lain dilengkapi dengan semacam pengait untuk mengangkat bit-bit tersebut dan memotong mahkota . Para pekerja membersihkan bit-bit dengan memegang daun-daunnya kemudian dihentakkan untuk menghilangkan sisa-sisa tanah yang menempel. yang kemudian harus dipangkas secara manual dengan sabit/ parang tiap dua atau tiga kali selama musim tanam. Meskipun akar umbinya dapat diambil keluar dengan alat seperti bajak yang bisa ditarik oleh sekelompok kuda. Pemanenan juga membutuhkan banyak pekerja. karena penanganan gulma dilakukan dengan mengatur tanaman dengan jarak yang rapat. Bit (Sumber) Sampai dengan akhir pertengahan abad ke-20. namun pekerjaan selanjutnya musti menggunakan tangan. sehingga hasil yang diharapkan untuk menghasilkan gula hanya sekitar 7 ton per hektar. jumlah ini lebih besar dari kandungan gula tebu yang sudah dewasa tetapi hasil dari bit per hektar jauh lebih kecil dari tebu.mendasar Pada dasarnya. umbi akar di satu sisi dan bagian berdaun di sisi yang lain. pembudidayaan bit membutuhkan buruh dalam jumlah yang sangat banyak. dan kemudian menaruhnya dalam sebuah barisan/lajur.

mencabut akar. Kurma Tanaman kurma (Phoenix dactylifera) merupakan tanaman palma yang secara luas dibudidayakan dan diambil buahnya. Tangkai-tangkai daun muncul dari bagian petiola dan terdiri dari sekitar 150 helai daun. Daunnya menyerupai daun kelapa. dengan panjang mencapai 3m. Pada saat ini. Dengan menggunakan ban berjalan (konveyor). dan menghilangkan sisa-sisa tanah dari umbi akar dalam satu urutan sekaligus. Bit ini ditampung di tepi lahan dan kemudian dialirkan ke dalam trailer pengangkut untuk dibawa ke pabrik. tetapi bisa juga berupa batang-batang yang tumbuh sendiri-sendiri. dengan tinggi 15-25 m. Dari satu sistem akar seringkali terdiri dari kumpulan beberapa batang. Gula dapat diekstrak dari buah kurma. Pemanen yang modern biasanya dapat mengerjakan 6 baris dalam waktu bersamaan. berupa tangkai panjang dengan banyak helaian daun (pinnate ). sisa-sisa tanah di bit dapat lebih banyak dibersihkan – seorang petani akan didenda oleh pabrik jika sisasisa tanah di panenannya melebihi batas yang dipersyaratkan. helaian daun ini bisa mencapai panjang 30 cm dan lebar 2 cm.dan daun-daun dari umbi akar dalam sekali potong. Para pekerja ini kemudian menempatkan barisan bit yang kemudian dapat diangkut ke dalam gerobak. tetapi tanaman kurma kemungkinan berasal dari suatu tempat di oase-oase padang gurun Afrika Utara. Sejarah budidaya tanaman ini sangat panjang sehingga penyebaran alaminya tidak diketahui secara pasti. pemanenan seluruhnya dilakukan secara mekanis. tetapi ini hanya dilakukan secara lokal pada skala kecil. dan mungkin juga di Asia B b arat D d aya. . Para pekerja memotong daun dan mahkota dari umbi akar. Tanaman ini berukuran sedang.

dengan satu spesies di antaranya berasal dari Meksiko. berasal dari kawasan tropis hingga subtropis di Afrika Timur. Gula dapat diekstrak dari biji-bijinya. . Tanaman ini dibudidayakan di Eropa Selatan. ekstraksi ini hanya dilakukan secara lokal dalam skala kecil. tetapi seperti halnya kurma. Amerika Tengah dan Asia Selatan.Tanaman kurma di Siprus (Sumber) Sorgum Sorgum merupakan genus yang terdiri dari 20 spesies rumput-rumputan.

Tanaman ini merupakan spesies mapel Amerika yang terbesar. tetapi penyusun utamanya adalah fruktosa. Pohon mapel (Sumber) Sumber utama:  www. Gula mapel memiliki kemanisan dua kali lipat dari gula pasir standar.sucrose. dan gula mapel ini tidak mengandung gula yang sesungguhnya (sukrosa.Sorgum (Sumber) Mapel Pohon mapel (Acer saccharum) merupakan tanaman yang sangat dikenal di kawasan hutan di Amerika Utara bagian timur. dapat mencapai ketinggian hingga 30-37 m. sakarosa).com . Gula mapel sudah diproduksi di Amerika Utara selama beberapa abad dan hingga sekarang masih digunakan untuk pemanis. terutama dibuat menjadi sirup mapel yang dimurnikan sebagian.

yang sekarang berupa bubur.food-info. dan bit yang sudah dikempa. Diffuser merupakan tangki pengaduk berukuran besar dengan posisi horisontal ataupun vertikal. Karena letaknya di dalam tanah. . Oleh karenanya dilakukan pengempaan/pengepresan dalam kempa-kempa ulir untuk memeras jus sebanyak mungkin. Jus ini digunakan sebagai bagian dari air dalam diffuser. Jus dari proses diffusi yang masih 'mentah' ini mengandung sekitar 14% gula dan bubur residu atau bubur sisanya mengandung 1 hingga 2% gula dan total 8-12 % padatan. bit-bit tersebut jauh lebih kotor dibandingkan tebu dan harus dibersihkan dan dipisahkan dari daun-daun bit yang masih tertinggal. Jus ini tentu saja ini juga mengandung banyak substansi lain dari daging bit. Ekstraksi Tahap ini diawali dengan pemotongan bit menjadi irisan-irisan tipis. Ekstraksi berlangsung dalam sebuah diffuser dimana bit mengalami kontak dengan air panas selama kurang lebih satu jam.wikipedia.htm Pembuatan gula bit Gula bit putih dibuat dari bit dalam suatu proses tunggal. di dalamnya irisan-irisan bit digerakkan dengan pelan dari ujung satu ke ujung yang lain dan air panas bergerak dari arah berlawanan. Biasanya bit-bit tersebut dikirim ke pabrik dengan truk-truk besar karena jarak kirim yang lebih jauh dibandingkan industri gula tebu. Pengempaan Irisan-irisan bit yang diekstrak dari diffuser masih sangat basah dan kandungan air di dalamnya masih mengandung sejumlah gula yang bermanfaat.org http://www. Hal ini karena bit merupakan tanaman rotasi yang membutuhkan hampir 4 kali luas lahan tanaman tebu yang ditanam dalam kultur tunggal (monokultur).net/id/products/sugar/sources. bukan dua tahap seperti pada pembuatan gula tebu. air pengekstrak akan menjadi larutan gula yang semakin kental dan umumnya dinamakan jus. Proses ini dapat diumpamakan dengan proses ketika daun teh diseduh sehingga warna dan cita rasanya keluar. Ini dinamakan dengan aliran berlawanan (counter-current flow) dan seiring dengan alirannya. http://en. sedangkan diffuser khusus gula bit mampu menampung beberapa ratus ton bit dan air ekstraksi. batu-batu dan kotoran-kotoran lainnya sebelum diolah. Proses ini akan meningkatkan luas permukaan bit sehingga mempermudah ekstraksi gula. Pemanenan Bit dipanen pada saat musim gugur dan awal musim dingin dengan cara menggalinya keluar dari tanah. dikirim ke bagian pengeringan dan nantinya akan diolah menjadi pelet-pelet yang merupakan bahan penting untuk pakan hewan.

Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Demikian juga tahap penghilangan warna secara terpisah umumnya tidak dilakukan. cairan induk pada pembuatan gula bit masih mengandung sejumlah gula sehingga kristalisasi diulang beberapa kali. Seperti pada pembuatan gula mentah. baik itu untuk rumah tangga maupun industri seperti pabrik pembuatan minuman ringan. Hal ini biasanya terjadi setelah 3 tahap. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. Seperti pada pembuatan gula tebu.Karbonatasi Tahap pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Hal ini khususnya terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikelpartikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Di dalam panci tersebut dilakukan pendidihan dan penguapan sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. gula yang masih terkandung dalam jus diolah lebih lanjut menjadi produk samping berupa: molase bit. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. proses fosfatasi tidak dilakukan di sini. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. dinamakan dengan karbonatasi. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Tidak seperti pada pembuatan gula tebu. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. biasanya mampu menampung 60 ton sirup gula bahkan lebih. Setelah proses ini dilakukan. Pendidihan Pada tahap akhir ini. Olah karena itu. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau dikirim ke . Salah satu dari dua teknik pengolahan umum. Sayangnya. campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. cairan gula yang sudah berupa sirup ditempatkan dalam sebuah panci yang sangat besar. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/atau disimpan siap untuk didistribusikan. Ketika kristal sudah tumbuh. sampai kemudian diraih suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur / lime [kalsium hidroksida. Hasil Gula yang dihasilkan berwarna putih dan siap untuk digunakan.

Ekstraksi . Sebelum panen. solusi ini tidak tepat untuk kebanyakan pabrik gula karena modal yang dikeluarkan untuk pengadaan mesin dan hilangnya banyak tenaga kerja kerja. Potongan-potongan batang tebu yang telah diikat tersebut kemudian dibawa dari areal perkebunan dengan menggunakan pengangkut-pengangkut kecil dan kemudian dapat diangkut lebih lanjut dengan kendaraan yang lebih besar ataupun lori tebu menuju ke penggilingan.htm Pembuatan gula tebu Pemanenan Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung dan ketika dewasa hampir seluruh daun-daunnya mengering. Pemotongan tebu secara manual dengan tangan merupakan pekerjaan kasar yang sangat berat tetapi dapat mempekerjakan banyak orang di area di mana banyak terjadi pengangguran. Sumber :  www. pembakaran areal tanaman tebu tidak diijinkan karena asap dan senyawasenyawa karbon yang dilepaskan dapat membahayakan penduduk setempat. Di beberapa wilayah.pabrik fermentasi tanaman seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol. dedauan hijau di bagian atas dihilangkan dan batangbatang tersebut diikat menjadi satu. Besarnya areal tanam dan jumlah tanaman tebu dapat dikurangi jika ekstraksi gula dapat dilakukan semakin baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan gula dunia. namun masih mempunyai beberapa daun hijau. tidak ada dampak lingkungan. jika memungkinkan. Meskipun demikian.net/id/products/sugar/prodbeet. Pemanenan dapat dilakukan baik secara manual dengan tangan ataupun dengan mesin.food-info.com http://www. Pemotongan dengan mesin umumnya mampu memotong tebu menjadi potongan pendek-pendek.sucrose. Api membakar pada suhu yang cukup tinggi dan berlangsung sangat cepat sehingga tebu dan kandungan gulanya tidak ikut rusak. Mesin-mesin hanya dapat digunakan ketika kondisi lahan memungkinkan dengan topografi yang relatif datar. karena CO2 yang dilepaskan sebenarnya memiliki proporsi yang sangat kecil dibandingkan dengan CO2 yang terikat melalui fotosintesis selama pertumbuhan.Tebu dipotong di bagian atas permukaan tanah. Mutu dari segi bau dan rasa molase bit tidak sama dengan molase tebu sehingga tidak dapat digunakan untuk pembuatan rum. Sebagai tambahan. seluruh tanaman tebu dibakar untuk menghilangkan daundaun yang telah kering dan lapisan lilin.

Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. sebuah diffuser digunakan seperti yang digambarkan pada pengolahan gula bit.Tahap pertama pengolahan adalah ekstraksi jus atau sari tebu. untuk selanjutnya digunakan di mesin pemanas (boiler). dinamakan bagasse. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Pabrik dapat membersihkan jus dengan mudah dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran untuk kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. Di kebanyakan pabrik. Cairan tebu manis dikeluarkan dan serat tebu dipisahkan. Di lain pabrik. sekitar 50% air serta pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang terhitung sebagai “abu”. Ekstraksi gula Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 15% gula dan serat residu. dan hasilnya berupa cairan yang manis. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. Penguapan (Evaporasi) . Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. Proses ini dinamakan liming. yang mengandung 1 hingga 2% gula. tebu dihancurkan dalam sebuah serial penggiling putar yang berukuran besar. Sebuah tebu bisa mengandung 12 hingga 14% serat dimana untuk setiap 50% air mengandung sekitar 25 hingga 30 ton bagasse untuk tiap 100 ton tebu atau 10 ton gula. semuanya bercampur di dalam gula.

Setelah mengalami proses liming. Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Di dalam panci ini sejumlah air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. Sentifugasi gula (Sumber) . Evaporasi dalam „evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). jus dikentalkan menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas dalam suatu proses yang dinamakan evaporasi. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. sirup ditempatkan ke dalam panci yang sangat besar untuk dididihkan. Sekali kristal terbentuk. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi.

. pabrik yang lain menggunakan kristal sebagai umpan untuk pendidihan A dan pabrik yang lainnya menggunakan cara mencampur gula A dan B untuk dijual. Beberapa pabrik melakukan pencairan ulang untuk gula B yang selanjutnya digunakan sebagai umpan untuk pendidihan A. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Sebagai tambahan. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. partikel-partikel halus. Pendidihan “C” membutuhkan waktu secara proporsional lebih lama daripada pendidihan B dan juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terbentuk kristal. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Pendidihan “B” membutuhkan waktu yang lebih lama dan waktu tinggal di dalam panci pengkristal juga lebih lama hingga ukuran kristal yang dinginkan terbentuk. Pertama atau pendidihan “A” akan menghasilkan gula terbaik yang siap disimpan. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Dalam sebuah pabrik pengolahan gula kasar (raw sugar) umumnya dilakukan tiga proses pendidihan. Olah karena itu. Campuran hasil („magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga pengotor dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum perlakuan berikutnya (karbonatasi). materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. Gula yang dihasilkan biasanya digunakan sebagai umpan untuk pendidhan B dan sisanya dicairkan lagi. Sayangnya. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat).Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. Inilah yang menyebabkan lokasi pabrik rum di Karibia selalu dekat dengan pabrik gula tebu. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit.

GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. t eknik yang lain berupa fosfatasi. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Selain karbonatasi. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Kristal-kristal . keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Setelah proses ini dilakukan. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil.Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan.

         Brix (derajat): suatu pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah gula dalam sebuah larutan. Gula Barley : bukan termasuk gula.tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.com http://www.net/id/products/sugar/prodcane. Glukosa (padanan kata dekstrosa): gula yang terdapat pada berbagai tanaman. Seperti pada pengolahan gula lainnya. Gula Barbados : gula tebu yang berwarna coklat. Gula: umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau dikirim ke pabrik fermentasi seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol. Dekstrosa : Istilah bahasa Inggris untuk glukosa. seperti laktosa (gula susu) dan raffinosa (gula dalam kacang-kacangan).sucrose. bertujuan untuk membuat gula dengan mutu yang setara dengan gula kasar hasil pembersihan setelah afinasi. melainkan permen Amerika yang keras dan memiliki citarasa jeruk lemon. gula buah): gula yang agak manis (1.food-info. kecuali sebagai bagian dari jenis gula yang lain. Cairan-cairan ini diolah di ruang pengolahan ulang (recovery) yang beroperasi seperti pengolahan gula kasar. Fruktosa (padanan kata levulosa. Gula anggur : padanan kata dari glukosa. terbuat dari cairan barley dengan penambahan gula. gula yang ada tidak dapat seluruhnya diekstrak dari cairan sehingga diolah menjadi produk samping: molase murni.7 kali lebih manis dari gula biasa) umumnya didapat dari buah-buahan dan madu. Pengolahan sisa (Recovery) Cairan sisa baik dari tahap penyiapan gula putih maupun dari pembersihan pada tahap afinasi masih mengandung sejumlah gula yang dapat diolah ulang. Seringkali merupakan bagian dari komponen dinding sel tanaman. . Secara kimiawi gula identik dengan karbohidrat. Terutama digunakan dalam industri minuman ringan dan minuman buah.htm Jenis-jenis gula dan berbagai produk terkait Kata-kata yang dicetak miring dapat ditemukan pengertiannya di bagian lain di daftar ini. Sumber energi yang utama bagi tubuh. Galaktosa: suatu gula yang tidak umum dijumpai dalam makanan. Kurang manis dibandingkan sakarosa. berdasarkan pada pembiasan cahaya. juga dalam darah. Sumber :  www.

gula batu diperoleh dari kristal bening berukuran besar berwarna putih atau kuning kecoklatan. . Gula batu putih memiliki rekahan-rekahan kecil yang memantulkan cahaya. Terkadang gula ini dicampur dengan sedikit pati atau bahan anti kempal untuk mencegah penggumpalan. Gula bubuk : Gula granulasi (gula pasir) bubuk.    Gula Bit : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman bit. dan oleh karenanya gula ini secara khusus bermanfaat dalam pembuatan „meringues' dan cairan dingin. Dinamai demikian karena ukuran butirannya sangat kecil sehingga dapat ditaburkan dari wadah berlubang-lubang kecil. terdapat di Britania. Gula batu : tidak semanis gula granulasi biasa. Gula Castor : Gula castor atau caster adalah nama dari gula pasir yang sangat halus. Gula ini didapat dari penghancuran secara mekanis sehingga tidak ada cristal-kristal yang tertinggal. Gula ini tidaklah sehalus gula bubuk yang dihaluskan secara mekanis (dan biasanya dicampur dengan sedikit pati untuk menghindari penggumpalan). juga dikenal sebagai gula „confectionary'. Kristal bening dan putih dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami kristalisasi secara lambat. Gula ini kurang manis karena adanya air dalam kristal. Kristal berwarna kuning kecoklatan mengandung berbagai karamel. Karena kehalusannya. gula ini lebih cepat larut dibandingkan gula putih pada umumnya.

Digunakan dalam pembuatan selai dan „marmelade'.   Gula Dekorasi : lihat gula sdaning. . gula selai/ jam): campuran dari gula granulasi dan pektin.  Gula Granulasi (Gula pasir) : Kristal-kristal gula berukuran kecil yang pada umumnya dijumpai dan digunakan di rumah (gula pasir). Gula Gelatin (padanan kata gula gel. Gula Coklat : gula yang ditambah dengan sedikit molase (tetes) untuk memberikan citarasa dan warna.

glukosa dan fruktosa. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). berasal dari Indonesia. Gula kristal: gula bit atau tebu berbentuk granulasi seperti gula pada umumnya. . dan berbagai sirup. sehingga menurunkan ukuran kristal-kristal gula. Kristalnya berukuran 4 kali lipat lebih besar dari gula granulasi pada umumnya. sakarosa menjadi dua komponen. Gula meja: gula tebu atau gula bit butiran pada umumnya.Terutama mengandung sakarosa. Digunakan untuk menghias makanan-makanan yang dipanggang dengan oven . Gula sangat halus: suatu jenis gula di USA. gula inversi menghasilkan produk yang lebih halus dan digunakan dalam pembuatan berbagai jenis permen seperti fondant. Proses pembuatan jam dan selai secara otomatis menghasilkan gula inversi dengan menggabungkan asam alami dalam buah dengan gula granulasi dan memanaskan campuran tersebut. Proses ini mengubah. Karena struktur kristalnya yang halus. Gula mutiara (Pearl sugar) : lihat gula sdaning. Gula Jawa : gula yang mengalami pemurnian sebagian. Dijual dalam bentuk gula butiran/pasir atau dicetak dalam bentuk gula kubus.    Gula inversi : Gula inversi dibuat dengan menggabungkan sirup gula dengan sedikit asam (seperti pada krim tartar atau jus lemon) dan pemanasan. Gula Muscovado : gula coklat gelap. Gula Jagung: glukosa yang diperoleh dari jagung.        Gula Malt: lihat maltosa. Gula Sdaning: Gula Sdaning merupakan gula kasar atau gula dekorasi. Merupakan gula granulasi yang sangat halus. atau memecah. Gula Palma (kelapa/ kurma) : gula yang didapatkan dari palma ataupun kurma. lihat sakarosa. lihat sakarosa. lihat gula Castor.

Pembuatan gula spun diawali dengan pemasakan gula. Gula ini dinamai gula-vanillin. biasanya dengan takaran dua biji vanila untuk setiap satu pound gula. Gula Vanila : gula beraroma dan citarasa harum yang khas dibuat dengan cara memendam biji-biji vanilla dalam gula pasir. Campuran tersebut disimpan dalam wadah kedap udara selama sekitar satu minggu sebelum biji-biji vanila tadi dipisahkan kembali. Gula Vanilla dapat juga dibuat dari ekstrak vanillin (vanili) murni. Kemudian dapat dibentuk seperti gumpalan helaian benang dengan menggunakan garpu pengocok dan dioleskan ke permukaan kue untuk dekorasi    Gula susu: lihat laktosa. Citarasanya sama kuatnya dengan vanilla tetapi tetap dapat dibedakan. Gula Tebu : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman tebu. Hasilnya berupa gula dengan rasa dan aroma yang harum yang dapat digunakan untuk bahan baku ataupun penghias „baked goods'. Gula Spun (Spun sugar) : gula lembut hasil dari pendidihan gula sehingga dapat dibentuk dan digunakan untuk dekorasi berbagai hidangan penutup. . air dan krim tartar hingga menjadi keras tapi tetap mudah dibentuk. Biji-biji vanila dapat digunakan kembali sampai dengan dengan 6 bulan. Terkadang dijual dalam bentuk gula coklat (brown sugar) di Eropa. buah dan hidangan penutup lainnya.

Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). berasal dari India. Icing (Icing sugar) : gula bubuk yang digunakan sebagai krim gula (gula pelapis) pada cake. berasal dari India. kemudian glukosa ini diubah lagi secara enzimatis menjadi fruktosa yang memiliki rasa lebih manis. Mula-mula pati dipecah menjadi glukosa secara enzimatis.  Karamel : berbagai produk yang diperoleh dari hasil pemanasan gula. Terbuat dari tebu ataupun palm (kelapa). . Senyawa-senyawa ini berwarna coklat hingga hitam dan menghasilkan aroma khas. Digunakan sebagai pewarna makanan dan aroma rasa. Suatu sirup yang didapatkan dari pati jagung.   Gur (padanan kata jaggery): gula yang mengalami pemurnia n sebagian. Digunakan sebagai pemanis kadar tinggi.  Jaggery (padanan kata gur): gula yang mengalami pemurnian sebagian. HFCS : High Fruktose Corn Syrup (Gula Jagung Kaya Fruktosa).

yang agak halus. glukosa dan sakarosa.  Oligosakarida : karbohidrat rantai pendek yang didapatkan dari polisakarida berukuran besar atau dengan proses enzimatis. Sirup ini merupakan larutan 70% sakarosa dan glukosa dalam air. . Dipakai dalam pembuatan gula coklat (brown sugar). Terutama tersusun dari berbagai karamel dan mineral.   Melis : jenis gula meja pada umumnya. Penyusun utamanya adalah sakarosa.   Laktosa: gula yang terdapat pada susu. suatu kombinasi dari galaktosa dan glukosa. berwarna coklat. Banyak terdapat dalam tanaman (kacang-kacangan. Levulosa : padanan kata untuk fruktosa Madu : merupakan larutan 80% gula dalam air.   Maltosa (padanan kata gula malt) : gula yang terdapat pada malt dan bir. Sirup Mapel : sirup yang didapatkan dari pohon mapel yang terdapat di America Utara. Molase : Produk samping dari pembuatan gula. Dari kawasan Skandinavia. Gula utama yang ada dalam madu adalah fruktosa.

llnwd. panocha): gula tebu dari Mexico yang mengalami pemurnian sebagian. namanya berarti menara kerucut kecil .jpg http://www.com/acatalog/barley-sugars.jpg http://myspace-283. Kandungan gula berkisar 50-80%.htm http://www.com/Logos/Kolner%20Klutje.net/00110/38/24/110204283_m.htm Food-Info.uni-graz.food-info.html http://www. Kebanyakan merupakan pemanis buatan tetapi beberapa di antaranya adalah pemanis alami. gula meja.    Sakarosa (padanan kata sukrosa.at/~katzer/engl/Vani_pla. Gula ini dicetak dalam bentuk kerucut. Tingkat kemanisan pemanis berkisar dari 0.net/id/products/sugar/types.net> Produk Makanan > Gula .fi/~marianna/gourmet/i_sugars.    bawang) atau susu. Piloncillo (padanan kata panela.vo. Panela: lihat piloncillo Panocha: lihat piloncillo Pemanis: senyawa pemanis bukan karbohidrat. Rasanya tidak manis atau sedikit manis.8 kali manisnya gula (seperti misalnya sorbitol) hingga 2000 kali (protein thaumatin). Sukrosa : Istilah bahasa Inggris untuk sakarosa.fermacol. Sirup : suatu larutan yang sangat kental berupa gula dalam air.jpg http://www. gula kristal): nama kimia resmi dari jenis utama gula dan gula ini terutama digunakan dalam berbagai produk maupun di rumah tangga.dlc. bukan untuk pemanis produk. Gambar-gambar dari :      http://www.sweetstall. Digunakan sebagai prebiotik.

susu tidak memiliki rasa manis. Madu merupakan larutan yang terdiri dari glukosa. Karena laktosa memiliki tingkat kemanisan yang lebih rendah dibandingkan fruktosa dan sakarosa. An initiative of : Wageningen University Gula Struktur Tingkat kemanisan dibandingkan dengan sakarosa . Seluruh gula yang dicerna oleh hewan akan diubah di dalam hati menjadi glukosa. salah satunya adalah gula malt (maltosa) yang memiliki sedikit rasa manis. oleh karena itu gula di dalam darah hewan (dengan kata lain di dalam daging) adalah glukosa.5% pada susu sapi. tetapi umumnya pengertian gula mengacu pada karbohidrat yang memiliki rasa manis. Gula-gula ini berada secara sendiri-sendiri ataupun dalam bentuk campuran satu dengan yang lain.Kimia Gula Secara kimiawi gula sama dengan karbohidrat. berukuran kecil dan dapat larut. Dalam pembuatan bir. yaitu gula yang terdapat dalam semua susu hewan. 7% pada ASI). Kata gula pada umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa (sukrosa). tetapi tidak satupun yang berasa sangat manis dan menarik secara komersial. Rasa manis yang biasa dijumpai pada tanaman terutama disebabkan oleh tiga jenis gula. Selain lima jenis gula utama ini. fruktosa dan glukosa. berukuran kecil dan dapat larut (dalam air). yaitu sakarosa. fruktosa dan sakarosa dalam air. meskipun kadar gulanya cukup tinggi (4. pati (karbohidrat berukuran besar yang tidak manis) dari biji-bijian terpecah menjadi karbohidrat yang berukuran lebih kecil. dengan komposisi sekitar 80% gula dan 20% air. Komposisi sesungguhnya sangat tergantung pada asal tanaman. terdapat ratusan jenis karbohidrat berukuran kecil lainnya yang terdapat pada tanaman dan susu. Satu-satunya gula utama yang dihasilkan oleh hewan adalah laktosa. Pada bagian ini pengertian gula mengacu pada karbohidrat yang memiliki rasa manis.

Sakarosa (glukosa + fruktosa) 100% Glukosa 74% Fruktosa 173% Maltosa (glukosa + glukosa) 33% Laktosa (galaktosa + glukosa) 16% .

Lebih jauh tentang kimiawi karbohidrat dapat dilihat pada topik Karbohidrat (sedang dalam tahap penyusunan) http://www. menyaring. Gula SHS ini masih belum memenuhi syarat untuk digunakan sebagai bahan baku industri makanan. Pada saat ini kebanyakan pabrik gula di Indonesia hanya mampu menghasilkan gula kualitas GKP (gula kristal putih) yang dikonsumsi langsung. Kata rafinasi diambil dari kata refinery artinya menyuling. membersihkan. 12 Agustus 2010 GULA RAFINASI DAN PROSES PEMBUATANNYA Posted on/at 00:54 by Admin Gula selain dikonsumsi langsung juga digunakan sebagai bahan baku untuk industri makanan. Proses Pembuatan Gula Rafinasi Proses rafinasi yang digunakan dalam pabrik gula rafinasi bervariasi tergantung pada bahan yang diolah produk yang dikehendaki dan pertimbangan lain sesuai kondisi lokal. Untuk itu industri makanan membutuhkan kualitas gula yang lebih baik yang diperoleh dari gula rafinasi. Namun demikian secara garis besar dapat diuraikan menjadi stasiun sebagai berikut : .net/id/products/sugar/chemistry.food-info.htm Kamis. Jadi bisa dikatakan bahwa gula rafinasi adalah gula yang mempunyai kualitas kemurnian yang tinggi.

Ada dua pilihan teknologi yaitu fosflotasi dan karbonatasi. . Penambahan flokulan (anion) sebelum tangki aerator dilakukan untuk membantu pembentukan gumpalan sekunder yang terbentuk dari gumpalan-gumpalan primer yang terikat oleh rantai molekul flokulan. B. C. keduanya banyak dipakai. Proses pengambangan berlangsung dengan bantuan partikel udara yang dibangkitkan dalam aerator. terbentuk endapan kalsium karbonat yang akan menyerap pengotor termasuk zat warna. Afinasi Tujuan afinasi adalah mencuci kristal GKM (raw sugar) agar lapisan molases yang melapisi kristal berkurang sehingga warnanya semakin ringan atau warna ICUMSA lebih kecil. Dekolorisasi Liquor yang dihasilkan dari stasiun klarifikasi setelah ditapis dipompa ke stasiun dekolorisasi. Kristal yang telah dicuci dilebur dengan mencampur dengan air atau sweet water menghasilkan leburan (liquor) dengan brix sekitar 65. Teknologi Fosflotasi Pada proses ini digunakan asam fosfat dan kalsium hidroksida yang akan membentuk gumpalan (primer) kalsium fosfat. zat anorganik. Pada clarifier ini juga pemisahan gumpalan yang mengambang (scum) terjadi. proses pengambangan terjadi pada clarifier. termasuk pabrik rafinasi di Indonesia. Sumber gas CO2 berasal dari gas cerobong ketel yang sudah dimurnikan melalui scrubber.5% brix bersamaan dengan pengaliran CO2 ekivalen dengan jumlah kapur yang ditambahkan. yaitu dengan sekrap yang berputar pada permukaan clarifier dan menyingkirkan scum ke kanal yang dipasang pada sekeliling clarifier. partikel yang melayang dan lain-lain. Selanjutnya liquor ditapis pada penapis bertekanan (leaf filter) menghasilkan filter liquor dan mud. Proses karbonatasi dilakukan dua tahap. Kedua pada karbonator akhir menyempurnakan reaksi dengan aliran CO2 sampai pH turun di sekitar 8. reaksi ini berlangsung di reaktor.3. fosflotasi pada umumnya digunakan di pabrik rafinasi di negara Amerika Latin dan beberapa di Asia sedangkan selebihnya menggunakan teknologi karbonatasi. pertama dilakukan pembubuhan kapur sebanyak 0. Pembentukan gumpalan sekunder dapat menjerap berbagai pengotor : zat warna. Pencucian dilakukan dalam mesin sentrifugal yaitu setelah GKM dicampur dengan sirup menjadi magma. Teknologi Karbonatasi Pada proses karbonatasi leburan dibubuhi kapur {Ca(OH)2} kemudian dialiri gas CO2 dalam bejana karbonatasi .A. Penurunan warna yang dicapai pada stasiun ini berkisar 30-50 %. Untuk memisahkan gumpalan tersebut oleh karena dalam media liquor yang kental (brix: 65-70) maka gumpalan tidak diendapkan melainkan diambangkan. Klarifikasi Pengoperasian unit ini bertujuan untuk membuang semaksimal mungkin pengotor non sugar yang ada dalam leburan (melt liquor).

Meskipun kandungan glukosa dan fruktosa dalam proses refinery sangat kecil. Kemampuan karbon aktif dalam mereduksi zat warna sangat tinggi. 2. Bone char dapat digunakan selama 4-5 hari kemudian di regenerasi kembali. Senyawaan ini terdapat dalam tebu yang terbentuk dari hasil reaksi enzimatik flavonoid dan asam cinamic. 4.Pada stasiun dekolorisasi pada prinsipnya ada dua teknologi yang lazim digunakan yaitu karbon aktif dan penukar ion. Karamel. terbentuk dari reaksi antara gula reduksi dengan asam amino (Reaksi Maillard). namun senyawa ini mudah rusak oleh pemanasan terutama pada pH tinggi akan membentuk senyawaan polimer berwarna coklat yaitu 5-(hydroksimetil)-2-furaldehid. 3. Kedua teknologi tersebut dapat menurunkan warna sekitar 75-85 %. yaitu : 1. Untuk menghilangkan zat warna dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Terbentuk dalam proses bila sukrosa mengalami pemanasan berlebihan sehingga terbentuk senyawaan yang berwarna. Bahan ini terdiri dari campuran 90 % kalsium fosfat dan 10 % karbon yang dibuat dari tulangtulang binatang ternak dipanaskan pada suhu 700 oC. masing-masing dengan keunggulan dan kelemahannya. Warna yang dihasilkan bisa kuning. pemilihan teknologi harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Senyawaan Phenolic. Meskipun kemampuan mereduksi zat warna tidak sebaik karbon aktif namun mampu mereduksi kotoran zat anorganik. Bone Char. Warna senyawa ini umumnya hitam. 2. coklat atau hitam tergantung dari tingkatan reaksi selama pemanasan. namun bahan ini tidak mampu menghilangkan zat anorganik yang terlarut. terbentuk dalam proses. Macam zat warna Terdapat beberapa macam zat warna yang terbawa atau terbentuk dalam proses refinery. Melanoidins. Kandungan karbon aktif sekitar 60 % dan dicampur dengan 5% MgO untuk mencegah turunnya pH. Produk degradasi gula invert. . Dengan granul karbon aktif. Karbon aktif ini dapat digunakan selama 3-6 minggu tergantung dari kualitas dan jumlah bahan yang masuk.

Penggunaan resin senyawa akrilic lebih tahan dari resin stiren. Pemisahan kristal dilakukan dengan cara memutar masakan dalam mesin sentrifugal menghasilkan kristal (gula A) dan sirop A. B dan C yang masuk dalam katagori gula rafinasi. Pembuatan dua jalur dimulai dari stasiun sentrifugal. pertama sirup dilewatkan resin akrilik terlebih dahulu kemudian baru dilewatkan resin stiren. Pada umumnya stasiun dekolorisasi menghasilkan liquor dengan warna di bawah 300 IU sehingga dengan bahan tersebut dapat diproduksi gula rafinasi lebih rendah dari 45 IU. Ada dua jenis resin yang digunakan dalam refinery yaitu :Resin anion yang berfungsi mereduksi warna dan resin kation untuk menghilangkan senyawaan anorganik. Tabel Persyaratan SNI Gula Rafinasi : . Resin penukar ion (Ion. Liquor tersebut kemurniannya tinggi sehingga teknik kristalisasi berbeda dengan kristalisasi pada PG. Selanjutnya sirop A dimasak seperti yang dilakukan sebelumnya menghasilkan gula B dan sirop B. Kristalisasi Produksi gula rafinasi Bahan utama kristalisasi adalah liquor yang sudah melewati tahap dekolorisasi. Pada kondisi tersebut dimasukkan bibit kristal secara hati-hati sehingga inti kristal akan tumbuh mencapai ukuran yang dikehendaki tanpa menumbuhkan kristal baru. namun resin akrilik kurang effektif dibanding resin stiren. Selain itu penggunaan air juga lebih efisien. E. Demikian seterusnya sehingga secara berjenjang menghasilkan gula A. Oleh sebab itu dalam proses dekolorisasi dianjurkan untuk menggunakan gabungan dua jenis resin ini secara seri. Gula ditampung dalam sugar bin kapasitas 150 ton. D.Exchange Resin) Bahan ini mudah diregenerasi dan dalam penggunaannya mempunyai kapasitas lebih besar dibandingakan dengan karbon aktif maupun bone char. pengering gula penimbangan dan pengemasan. Kristalisasi (evapocrystalisation) dilakukan di bejana vakum (65 cm Hg) dengan penguapan liquor pada suhu sekitar 70-80 0C sampai mencapai supersaturasi tertentu.3. Pengeringan gula produk Untuk gula produk dibuat dua jalur dengan tujuan agar dapat diproduksi dua macam produk misal GKR dan GKP pada waktu yang bersamaan. Pengemasan gula produk Produk dikemas dalam kantong polipropilen dengan liner. F. Campuran kristal sukrosa dengan liquor disebut masakan. dengan berat gula 50 kg setiap kantong.

blogspot.com/2010/08/gula-rafinasi-dan-proses-pembuatannya.Sumber : http://www.com/2008/07/gula-rafinasi-dan-proses-pembuatannya/ http://topagriculture.risvank.html Selasa. 10 Agustus 2010 Teknologi Gula Cetak dan Gula Semut Dari Nila Kelapa Posted on/at 21:06 by Admin Proses pengolahan gula merah cetak dan gula semut Penampungan: Nira yang ditampung adalah nira yang belum rusak atau belum mengalami fermentasi. Kondisi .

Disamping menjaga wadah penampungan agar tetap bersih. lama pendinginan 10-15 menit. Bila mulai terbentuk butiran-butiran. Penyaringan: Menggunakan kain blacu agar kotoran seperti ranting/ daun. Sisa ayakan diaduk/ digerus lagi dalam wajan yang masih panas. Macam-macam bahan kemasan yang dapat digunakan yaitu daun jari. Bentuk cetakan bermacam-macam. batang pisang kering. plastik. daun pisang kering. setengah lingkaran. Pengemasan: Gula merah yang dingin dikeluarkan dari cetakan lalu dikemas. pengadukan dipercepat dengan menggunakan pengaduk kayu yang berbentuk garpu. bambu. Pengayakan: Untuk memperoeh keseragaman. Pengemasan: .yang terbaik dalam pembuatan gula merah adalah nira yang mengandung kadar gula di atas 12% dan pH 6-7. telah dibasahi dengan air bersih agar mudah dilepaskan. Selanjutnya nira dituangkan ke dalam cetakan. daun lontar. kubus. Untuk menghindari kerusakan nira saat penampungan dapat diberi bahan pengawet kapur sirih. Dapat pula ditambahkan minyak kelapa (1 sendok makan/25 l) atau menggunakan kopra yang dijepit pada kayu lalu dicelup sekali-kali ke dalam nira yang sedang dimasak. Gula semut Pengkristalan: Nira yang telah masak didinginkan dalam wajan sambil diaduk secara perlahan-lahan. Ada juga yang melakukan penumbukan. ada yang berbentuk gelang. maka butiran-butiran yang telah diayak menggunakan ayakan 20 mess. dan lainlain. Nira yang telah masak bila ditetaskan ke dalam air akan Gula merah cetak Pencetakan: Nira yang telah masak diaduk terus agar cepat dingin. dan serangga lainnya tersaring. yakni menuangkan ke wadah tertentu lalu ditumbuk dengan menggunakan sepotong kayu berlangsung kurang lebih 15 menit. Pemasakan: Nira dituang ke dalam wajan kemudian dimasak (suhu 110. kerucut. dan sebagainya. lebah.120oC) dan terus menerus dan agar nira tidak meluap. semut.

tebu diterima di Crane yard untuk didaftarkan dan ditimbang dan selanjutnya diproses. PG. Proses kristalisasi pada PT. dan stoples. • Pemurnian (stasiun pemurnian) Untuk menghilangkan atau membuang bahan baku bukan gula yang terdapat pada nira mentah semaksimal mungkin tanpa menimbulkan banyak kerugian berupa kerusakan maupun kelihangan sukrosa. Produknya adalah gula jenis SHS (Superoir Hooft Suiker) 1-A dengan hasil samping berupa tetes dan ampas.Gula semut yang telah dingin untuk dikemas. terjadi pemisahan antara ampas dengan nira pada batang tebu. . Masakan C & D untuk bibit. • Penguapan (stasiun penguapan) Untuk menghilangkan air yang terdapat dalam nira jernih hasil proses pemurnian sampai dicapai konsentrasi (% brix) tertentu. • Kristalisasi (stasiun masakan) Terjadi proses kristalisasi untuk mengubah sakarosa yang terdapat pada nira kental dari stasiun penguapan menjadi kristal-kristal gula yang memenuhi syarat tertentu.com/2010/08/teknologi-gula-cetak-dan-gula-semut. Masakan A à gula SHS (produk utamanya).blogspot. yakni mempunyai ukuran dan keseragaman yang telah distandartkan. Sumber: BPTP Sulawesi Utara http://topagriculture. Candi Baru Sidoarjo menggunakan proses sulfitasi alkalis continue. Candi Baru ada 3 tahap (A-C-D). dalam proses penapis hampa dilakukan pemisahan antara blotong dan filtrat (nira tapis). sebelum terbentuk kristal dengan menghindari kerusakankerusakan pada sacharosa. Adapun tahapan proses produksi dan tujuan dari tiap tahap meliputi : • Pemerahan nira (stasiun gilingan) Tujuannya untuk memerah nira sebanyak-banyaknya dan menekan kehilangan gula dalam ampas seminimal mungkin.html Proses pembuatan gula di PT. botol plastik. • Pemisahan kristal (stasiun puteran) Untuk memisahkan kristal gula dari larutan induknya. Macammacam bahan kemasan yang dapat digunakan antara lain kantong plastik.

PG. Candi Baru Sidoarjo menggunakan proses sulfitasi alkalis continue. Proses kristalisasi pada PT. • Penguapan (stasiun penguapan) Untuk menghilangkan air yang terdapat dalam nira jernih hasil proses pemurnian sampai dicapai konsentrasi (% brix) tertentu. Terjadi juga proses pengemasan. dimana setelah dilebur larutan tersebut dibawa ke tangki sulfitasi II bercampur dengan nira kental . Terjadi juga proses pengemasan. tebu diterima di Crane yard untuk didaftarkan dan ditimbang dan selanjutnya diproses. • Pemisahan kristal (stasiun puteran) Untuk memisahkan kristal gula dari larutan induknya. sebelum terbentuk kristal dengan menghindari kerusakankerusakan pada sacharosa. Masakan C & D untuk bibit. terjadi pemisahan antara ampas dengan nira pada batang tebu. dimana setelah dilebur larutan tersebut dibawa ke tangki sulfitasi II bercampur dengan nira kental Proses pembuatan gula di PT. dalam proses penapis hampa dilakukan pemisahan antara blotong dan filtrat (nira tapis). yakni mempunyai ukuran dan keseragaman yang telah distandartkan. Masakan A à gula SHS (produk utamanya). sedang gula kasar dibawa ke peti leburan. Produknya adalah gula jenis SHS (Superoir Hooft Suiker) 1-A dengan hasil samping berupa tetes dan ampas. • Pengeringan dan pengemasan (stasiun pengeringan dan pengemasan) Mengeringkan gula SHS agar bebas dari air karena kristal gula SHS dari puteran SHS masih mempunyai kadar air yang tinggi.• Pengeringan dan pengemasan (stasiun pengeringan dan pengemasan) Mengeringkan gula SHS agar bebas dari air karena kristal gula SHS dari puteran SHS masih mempunyai kadar air yang tinggi. • Pemurnian (stasiun pemurnian) Untuk menghilangkan atau membuang bahan baku bukan gula yang terdapat pada nira mentah semaksimal mungkin tanpa menimbulkan banyak kerugian berupa kerusakan maupun kelihangan sukrosa. sedang gula kasar dibawa ke peti leburan. Adapun tahapan proses produksi dan tujuan dari tiap tahap meliputi : • Pemerahan nira (stasiun gilingan) Tujuannya untuk memerah nira sebanyak-banyaknya dan menekan kehilangan gula dalam ampas seminimal mungkin. Candi Baru ada 3 tahap (A-C-D). • Kristalisasi (stasiun masakan) Terjadi proses kristalisasi untuk mengubah sakarosa yang terdapat pada nira kental dari stasiun penguapan menjadi kristal-kristal gula yang memenuhi syarat tertentu.

2010 Sekilas Proses Pembuatan Gula Rafinasi Sekilas Proses Pembuatan Gula Rafinasi Oleh Daniyanto Secara umum proses pembuatan gula rafinasi dilakukan melalui beberapa tahapan proses sebagai .com/indeks.candibaru. September 22.php?p=prosesproduksi Wednesday.Proses Pembuatan Gula http://www.

Masakan (Boiling) 7. Pengepakan dan Pengarungan (Packing and Bagging) Block diagram proses pembuatan gula rafinasi: Posted by Gula Rafinasi at 12:32 AM http://gularafinasi. Penanganan gula mentah (Raw sugar handling) 2. Affinasi (Affination) 3. Puteran (Sentrifugation) 8.blogspot.html PROSES PEMBUATAN GULA ( SUGAR FACTORY PROCESS ) 8. Penghilangan warna (Decolourization) 5.berikut: 1. Pemurnian (Purification) 4.2008 PROSES PEMISAHAN NIRA DAN AMPAS Pabrik Gula di Indonesia pada umumnya menggunakan sistem gilingan ( Mill Tandem ) sebagai berikut :     Three Roll Mill + fooding roll ( total 4 roll ) Fourth Roll Mill ( total 4 roll ) Three Roll Mill + pressure feeder ( total 5 roll ) Sixth Roll Mill ( total 6 roll ) . Penguapan (Evaporation) 6. Pengeringan (Drying) 9.19.com/2010/09/sekilas-proses-pembuatan-gula-rafinasi.

Rol pengumpan (feeding roll) akan mengatur tebu sedemikian rupa sehingga masuk ke bukaan depan (voor opening) dengan baik. Macam mill tandem telah tersebut diatas. Untuk mengatasi hal tersebut tidak hanya menggunakan gaya berat dari rol gilingan atas saja. Proses naik turunnya rol gilingan atas (top roll) akan mengurangi kemampuan memerah nira pada bukaan depan maupun bukaan belakang. Gaya reaksi ini menyebabkan rol gilingan atas (top roll) naik turun tergantung besarnya gaya. merupakan peralatan transfer ampas antar gilingan Bagasse Elevator ( BE ). Pada bukaan depan ampas mengalami pemerahan yang pertama. merupakan peralatan utama terjadinya proses pemerahan. Mekanisme kerja gilingan: Gilingan memerah nira dengan jalan memadatkan umpan (ampas). melainkan diperlukan gaya tambahan untuk menekan rol gilingan atas sehingga . Tetapi pada prinsipnya pemerahan utama terjadi pada tiga roll antara lain :    Rol depan (feeding roll) Rol atas (top roll) Rol belakang (bagasse roll) Aliran proses yang terjadi di bagian Gilingan telah ditunjukkan pada bagan di atas.Semua jenis sistem di atas bertujuan sama yaitu mendapatkan hasil pemerahan tebu yang semaksimal mungkin. Selama ampas dipadatkan maka timbul gaya reaksi dari ampas. merupakan peralatan transfer ampas hasil akhir gilingan dikirim sebagai bahan bakar boiler. Selanjutnya ampas melewati ampas plate dan masuk ke bukaan belakang (bagasse opening) dan mengalami pemerahan yang kedua. Turbin Uap ( steam turbine ). Komponen peralatan yang berperan antara lain : Unit Gilingan. merupakan peralatan penggerak roll gilingan Intermediate Carrier ( IMC ). Selanjutnya ampas akan mengalami proses pemerasan di beberapa unit gilingan dengan bukaan depan dan bukaan belakang unit gilingan berikutnya dibuat lebih kecil sebab sebagian nira sudah terperas di gilingan di depannya.

Sebaliknya. Pompa Pelumas Perputaran rol menyebabkan adanya gesekan yang dapat memicu terjadinya panas. Cara kerjanya menggunakan prinsip pompa piston.pemadatan ampas dapat sesuai dengan yang direncanakan. Mekanisme proses pada stasiun gilingan Proses pengolahan tebu menjadi gula pada stasiun gilingan terbagi menjadi dua tahap yaitu : Perlakuan awal dengan memotong dan mencacah tebu. Proses penggilingan tebu diawali dari pengumpanan serat tebu dari main carrier ke gilingan I melalui alat bantu donally chute. Bila terjadi slip maka ampas yang akan digiling bertumpuk di muka roll gilingan sehingga terjadi slip. Pada top roll dilengkapi dengan alat hidrolik dengan tujuan untuk melawan rol gilingan atas pada saat ada beban dengan menambahkan tekanan. Nira yang terperah pada gilingan II kemudian dialirkan pada penampung A bercampur dengan nira perahan gilingan I dan dipompa ke saringan DSM untuk memisahkan nira yang masih terkontaminasi ampas dan kotoran. namun jika tekanannya melebihi tekanan optimum 2600 psi – 3000 psi maka hidrolik akan pecah. Nira yang dihasilkan gilingan I disebut NPP (Nira Perahan Pertama) dan dialirkan ke penampung A. Pada perlakuan awal dalam mencacah tebu dengan kapasitas tinggi maka diperlukan pisau tebu yang dapat dioperasikan pada kecepatan tinggi. pengeluaran ampas pada gilingan juga harus lancar sebab kemacetan pengeluaran akan mengakibatkan ampas melimpah keluar gilingan. Nira hasil penyaringan selanjutnya dialirkan ke stasiun pemurnian. Dalam pemerahan agar lebih efisien maka perlu ditambahkan nira imbibisi dari gilingan III. hasil potongan tebu melewati unigrator untuk menumbuk tebu hingga halus sehingga mempermudah proses penggilingan. Jumlah penampung nira pada stasiun ini sebanyak 4 buah. Gaya tambahan yang dipakai merupakan suatu sistem tekanan hidrolik dari pompa hidrolik. Pada waktu gilingan bekerja diusahakan jangan sampai terjadi slip. Ampas tebu dari gilingan I dengan kekeringan 41% melalui alat bantu transportasi yaitu intermediate carrier I dialirkan ke gilingan II yang selanjutnya digiling pada gilingan II. Setelah melewati pisau tebu. kemudian ampasnya terdorong ke celah antara roll atas dan roll belakang (bukaan belakang) melalui perantara ampas plate. Alat bantu pada unit gilingan yaitu : Pompa hidrolik Menstabilkan gerakan rol gilingan. Pada saringan DSM ditambahkan susu kapur yang bertujuan untuk mempertahankan kenetralan pH nira mentah. Menggiling cacahan tebu. Pada gilingan I umpan masuk pada celah di antara roll depan dan roll atas (bukaan depan) setelah melewati feeding roll sebagai rol pengatur umpan. Nira yang dihasilkan gilingan III ditampung pada penampung B dan dialirkan sebagai nira imbibisi menuju gilingan II. Pisau tebu I cenderung dipasang dengan arah yang searah dan pisau tebu II dengan arah yang berlawanan. Ampas tebu dari gilingan III dengan kekeringan 47% digiling oleh gilingan IV dan ditambahkan . Untuk mencegah timbulnya percikan api maka digunakan mesin pendingin pada tiap rol yang dipisahkan dengan bantalan luncur. Ampas tebu dari gilingan II dengan kekeringan 44% digiling oleh gilingan III dan ditambahkan nira imbibisi dari gilingan IV.

yaitu imbibisi panas dan imbibisi dingin.80derajat celcius yang dipompa dari stasiun penguapan. tekanan hidrolik yang rendah pada tiap gilingan mantel dari rol gilingan banyak yang pecah atau rompal sehingga nira tidak bisa terperah dengan baik. Selama proses penggilingan tersebut masih tetap dapat terjadi kehilangan gula atau sakarosa. Pada tiap unit gilingan terjadi dua kali pemerahan nira.80 derajat Celcius. Nira hasil perahan gilingan I dan II dicampur pada penampung A dan campuran ini disebut nira mentah. Air Imbibisi Pemberian air maupun campuran nira pada ampas yang akan masuk gilingan II.nira imbibisi dari gilingan V. Kehilangan gula ini kemungkinan disebabkan oleh :        masih adanya gula yang tidak dapat diperah dan tertinggal di dalam ampas. Pemerahan kedua dilakukan top roll dan achter roll (roll belakang). Air imbibisi dingin merupakan air imbibisi yang berasal dari air sungai yang sudah dijernihkan dan bertemperatur 30 derajat Celcius. Imbibisi ganda ini ada yang berupa double compound. Imbibisi ganda Pemberian air imbibisi ditujukan pada lebih dari satu unit gilingan. Ada dua sistem pemberian imbibisi. Keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan air imbibisi panas pada proses penggilingan adalah : . Karena digunakan lima unit gilingan. kemudian makin ke belakang makin sedikit nira yang dihasilkan. Nira yang dihasilkan gilingan IV ditampung pada penampung C dan dialirkan menuju gilingan III sebagai nira imbibisi. Hasil pemerahan gilingan I merupakan yang terbanyak. ataupun quadruple compound imbibisi. adanya sudut-sudut mati pada peti nira yang mengakibatkan berkurangnya sirkulasi. Ampas halus dihembuskan ke mud mixer dengan menggunakan blower. Ampas dari gilingan V dengan kekeringan 50% dibawa ke baggase silo separator melalui belt conveyor. dan V disebut imbibisi. III. yaitu:   Imbibisi tunggal Pemberian air imbibisi dilakukan hanya pada ampas yang akan masuk pada unit gilingan terakhir. aktivitas mikroorganisme Leuconostoc kurangnya air imbibisi. Ampas akhir diharapkan mengandung kadar gula serendah mungkin karena apabila hal itu tercapai berarti proses pemerahan berjalan dengan baik. Pemerahan pertama dilakukan top roll (roll atas) dan voor roll (roll depan). Tujuan pemberian imbibisi adalah untuk melarutkan kandungan gula (sukrosa) yang masih tertinggal dalam ampas secara maksimal tanpa memberatkan pada proses selanjutnya. Ampas tebu dari gilingan IV dengan kekeringan 50% digiling oleh gilingan V dan ditambahkan air imbibisi dengan temperatur 70 . Air imbibisi panas merupakan air imbibisi yang dipompakan ke gilingan V dengan suhu sekitar 70 . Nira yang dihasilkan gilingan V ditampung pada penampung D dan dialirkan sebagai nira imbibisi menuju gilingan IV. maka diperoleh 10 kali pemerahan. triple compound. banyaknya kebocoran pada talang nira. IV. Ampas dapat dipergunakan sebagai bahan bakar ketel uap dimana uapnya digunakan untuk menggerakkan turbin gilingan. Dalam penggunaan air imbibisi ada dua macam air imbibisi.

mikroorganisme pengganggu masih aktif. . Manis. Sementara kerugian dari penggunaan air imbibisi panas adalah:   proses pelarutan gula dalam ampas kurang sempurna. tidak menyulitkan proses penggilingan karena jika temperatur tinggi dapat menyebabkan slip. baik itu kotoran berupa tanah. Keuntungan yang diperoleh dengan pemanfaatan air imbibisi dingin pada proses penggilingan adalah :   tidak melarutkan zat-zat pengotor nira sehingga memudahkan proses pemurnian. daun atau akar yang terikut pada saat tebang. berarti tebu yang akan di giling harus memiliki kandungan gula ( rendemen ) yang mencukupi. sistem tanam. kebutuhan air panas (energi) lebih besar. pengoperasian dan pengontrolan lebih sulit karena adanya penguapan. iklim dan tingkat kemasakan pada saat tebang.2008 TEBU MASUK PABRIK GULA Tahap Persiapan Bahan Pada tahap ini. Kualitas meliputi kondisi fisik tebu. tingkat kebersihan dan potensi kandungan gula ( rendemen ) di dalamnya. antara lain : 1.  larutan glukosa yang dapat diperah menjadi lebih banyak karena dapat lebih membuka pori-pori pada ampas. baik itu kualitas maupun kuantitasnya. Besarnya kandungan gula dipengaruhi oleh varietas. tebu ( cane ) yang akan di giling dipersiapkan. 2. Dari segi kualitas. dilihat jumlahnya dengan ditimbang yang akhirnya menentukan jumlah gula yang akan dihasilkan. tebu ( cane ) yang baik adalah secara umum memenuhi 3 persyaratan. berarti tebu yang akan di giling harus bersih dari kotoran. Diposkan oleh Ratmanto di 02:48 2 komentar Link ke posting ini 8. dapat menghambat aktivitas dan membunuh mikroorganisme perusak nira. Sedang dari segi kuantitas. Sementara kerugian dari penggunaan air imbibisi panas adalah:    melarutkan zat-zat bergetah lilin (pektin) sehingga hasil perahan menjadi kurang bagus. Bersih.14.

OHC ( Over Head Crane ). Rantai penggerak. berfungsi untuk mentransfer tebu menuju mesin giling ( milling machine ). truck dumper. Cane preparation. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan putar yang diinginkan. Sebagai alatnya ada beberapa jenis mesin yang digunakan di Pabrik Gula.3. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik ( variable speed electric motor ) yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan transfer yang diinginkan. berarti waktu yang diperlukan dari mulai tebu ditebang. Spesifikasi disesuaikan dengan mill capasity. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan transfer yang diinginkan. kandungan gula dalam tebu juga semakin menurun. Cane leveller yang berfungsi mengatur jumlah tebu yang masuk ke conveyor. Sedangkan rantai yang dipakai adalah jenis rantai conveyor ( Conveyor chain ) dengan spesial attachment.masing menyesuaikan kapasitas giling ( Mill Capasity ) dari PAbrik Gula. antara lain :   Rantai penggerak yang berfungsi mentransfer tebu menuju conveyor. masuk pabrik hingga di giling harus secepat mungkin. Segar. berfungsi untuk transfer dan mengatur jumlah tebu yang akan di giling. Karena semakin lama waktunya.Peralatan utama ( machine ) yang digunakan pada tahap ini dalam proses produksi gula di Pabrik Gula akan diuraikan sebagai berikut. berfungsi untuk transfer tebu dari kendaraan pengangkutnya ( truck atau lori ). antara lain MRC ( Mono Rail Crane ). berfungsi untuk menggerakkan slate. Sebagai penggeraknya digunakan motor listrik yang dirangkai dengan gear reducer untuk memperoleh kecepatan putar yang diinginkan. Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :    Slate sebagai tempat jatuhan tebu dan menggerakkannya menuju milling machine. Cane Conveyor ( Cane Carrier ). Sedangkan rantai yang dipakai adalah jenis rantai conveyor ( Conveyor chain ). Spesifikasi disesuaikan dengan mill capasity. Pada tahap ini tebu yang akan di giling dipersiapkan sehingga mempermudah proses pemisahan air tebu ( nira ) di bagian penggilingan. mulai dari SWL ( Safe Working Load ) 10 hingga 25 ton. . Kapasitas masing . Cane table. Cane leveller yang berfungsi mengatur ketebalan tebu pada conveyor. Beberapa komponen pada mesin ini. cane tipler. Transfer / lifter machine.

berfungsi untuk memotong tebu yang masuk masih dalam bentuk batangan. tangkai pisau ( disc ) dan disc holder.15 cm. Bentuk ukuran dan jumlah disesuaikan dengan mill capasity Cane cutter driven dalam hal ini yang sering dipakai adalah steam turbine ( turbin uap ) merupakan penggerak dari cane cutter. mata pisau ( hammer tip). Kapasitas turbin uap menyesuaikan kapasitas cane cutter. tujuannya untuk memperoleh luas permukaan pemerahan yang lebih besar sehingga air tebu ( nira ) dapat semaksimal mungkin terperah di mill station. mata pisau ( cutting edge ). tangkai pisau ( disc ) dan disc holder. Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :  Cane shreeder terdiri dari. Bentuk ukuran dan jumlah disesuaikan dengan mill capasity . Beberapa komponen ( part ) pada mesin ini antara lain :   Cane cutter ( pisau tebu ) terdiri dari. tujuannya untuk memperoleh luas permukaan pemerahan yang lebih besar sehingga air tebu ( nira ) dapat semaksimal mungkin terperah di mill station.Cane Cutter ( cane knife ). menjadi potongan yang lebih kecil berukuran 10 . Cane shreeder ( cane hammer / unigrator / heavy duty cane shreeder )berfungsi untuk mencacah potongan tebu menjadi serat potongan yang lebih kecil.

Proses produksi sangat dipengaruhi oleh sumber daya mesin dan peralatan yang berperan vital sebagai fasilitator terselenggaranya proses pengolahan. Peran utama sumber daya mesin dan peralatan yaitu membantu proses produksi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas khususnya pada proses penggilingan di pabrik gula dalam mencapai target produksi. Cane cutter driven dalam hal ini yang sering dipakai adalah steam turbine ( turbin uap ) merupakan penggerak dari cane cutter. tenaga kerja. Proses penggilingan merupakan faktor terpenting dalam penentuan efisiensi proses produksi karena menunjukkan banyaknya nira dalam tebu yang terekstraksi untuk diproses menjadi gula pasir. Menurut Hajek (1988). energi. Produksi gula khususnya gula pasir pada pabrik-pabrik gula di Indonesia menggunakan tanaman tebu sebagai bahan baku. Garis besar proses pembuatan gula mulai dari bahan baku tebu sampai menjadi gula kristal terdiri dari lima tahapan proses. informasi serta mesin dan peralatan yang terkoordinasi. ketersediaan. Oleh karena itu keandalan dari mesin dan peralatan harus terjaga dengan baik. Kapasitas turbin uap menyesuaikan kapasitas cane cutter. yang erat hubungannya dengan parameter keandalan adalah faktor pemeliharaan/perawatan. Kondisi proses penggilingan yang efisien ditunjukkan dengan makin banyak nira yang terekstraksi maka makin banyak pula gula pasir yang diproduksi. Diposkan oleh Ratmanto di 01:34 1 komentar Link ke posting ini GULA DIOLAH BUKAN DI BUAT Dalam proses pembuatan gula membutuhkan sumber daya seperti material. dan keefektifan. yaitu : . terutama mesin dan peralatan pada stasiun giling.

Apakah soal harga gula.06.     Proses pemerahan tebu menjadi nira di bagian / Stasiun Gilingan ( Mill Station ). Kalo diibaratkan semua disiplin ilmu bisa bermanfaat. gula rafinasi yang berbondongbondong membanjiri pasaran yang menyebabkan harga gula anjlok. Proses Pemisahan kristal gula dari tetes di Stasiun Puteran ( Cetrifuge Station ) Diposkan oleh Ratmanto di 00:49 0 komentar Link ke posting ini 8. Proses pengendapan kotoran dari nira di Stasiun Pemurnian ( Purification Station ). Proses pemekatan nira encer menjadi nira jernih di Stasiun Penguapan ( Evaporation Station ). Jika ditelaah secara mendalam mungkin hal itu disebabkan oleh kita sendiri. Diposkan oleh Ratmanto di 05:35 0 komentar Link ke posting ini . teknologi di Pabrik Gula sangat kompleks. Proses Kristalisasi gula di Stasiun Masakan ( Boiling Station ). para pengawal industri gula.2008 TANTANGAN INDUSTRI GULA Pabrik Gula akhir .hal lain diluar itu. Oleh karena itu perlu secepatnya dicari solusinya Perlu disadari bersama. bukan karena teknologinya melainkan hal .akhir ini menjadi sorotan. KArena itu patut kiranya mulai digunakan teknologi-teknologi terbaru untuk lebih memajukannya. persaingan harga dengan gula import.

Terimakasih Diposkan oleh Ratmanto di 05:28 1 komentar Link ke posting ini Beranda http://favetech.Posting Perdana Hallo Indonesia Hallo para engineer Indonesia Hallo para engineer Pabrik Gula di seluruh Indonesia Ilmu bisa dikatakan sempurna. Aku yakin masih banyak ilmu yang bisa tertuang. Sayang memang kalo dilewatkan sia-sia .com/ ned Proses Produksi Gula Pasir Posted by volcano-distro | Label: Pengetahuan | 0 komentar . saran.sama berbagi ilmu demi kemajuan teknologi kita. Saya berharap sekarang dan dikemudian hari.blogspot. Mari kita bersama . ide sangat saya butuhkan untuk pelengkap blog ini. ilmu. ide mengenai segala hal mengenai teknologi yang sedang dan akan dipakai di proses pengolahan gula. bagaikan satu titik air di kubangan air di danau toba. blog ini bisa menjadi tempat dan ajang berbagi informasi. Ilmu yang disimpan rapi didalam pikiran tak ubahnya seperti buku yang usang teronggok di gudang yang dilirikpun tidak. Segala komentar. kritik. jika bermanfaat bagi banyak orang. Dengan demikian bersama bisa diwujudkan cita-cita bersama Indonesia berswasembada gula dan target akhir bisa bersaing dengan pabrik gula di dunia.

Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. sarinya dikumpulkan dan disaring. Setelah cukup murni. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. nira atau air perasan tebu tersebut disaring.Proses Produksi Gula Pasir Untuk pembuatan gula. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. dimasak. Sesudah itu. MESIN PENGOLAH: . campuran tersebut kemudian dimurnikan dengan belerang dioksida. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya di gunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak kemurnian.

. Bahan baku tebu yang diangkut dari kebun dengan truk. Penggilingan Penggilingan dimaksudkan untuk mengambil nira mentah dari batang tebu dan memisahkannya dari ampas. hal ini berkaitan dengan berapa banyak gula yang dihasilkan nantinya. Alat penggilingan disusun seri dengan jumlah alat penggilingan 4-5 unit. persen brix nira dari badan pertama ke badan penguapan selanjutnya akan semakin meningkat.Penimbangan Penimbangan di sini dimaksudkan untuk mengetahui berat tebu yang akan digunakan dalam proses pembuatan gula. Pemurnian dengan susu kapur dilakukan dalam peti defecator (bejana yang berfungsi untuk mencampurkan susu kapur dengan nira mentah) dengan pH 10 Penguapan Tujuan penguapan adalah untuk memekatkan nira encer sehingga diperoleh nira dengan kepekatan yang diharapkan. sesampai di pabrik akan ditimbang dan dipindahkan ke lori (kereta pengangkut tebu) menuju meja tebu sebagai tempat dimulainya perlakuan pendahuluan pengolahan gula kristal. Saat penggilingan diberikan air imbibisi untuk mengurangi kehilangan gula dalam ampas. maka titik didih dibuat rendah dengan tekanan hampa agar komponen nira tidak rusak. Pemurnian Tujuan pemurnian adalah membuang sebanyak-banyaknya zat bukan gula dan mengusahakan agar kerusakan gula akibat perlakuan proses pabrikasi minimal. Di dalam badan penguapan secara seri. akibat dari kurang sempurnanya daya perah unit gilingan.

di mana gula akan melompat-lompat sehingga mempercepat pengeringan karena seluruh kristal terkena hembusan udara panas dari pengering gula. Saat pemutaran sesekali diberikan air siraman untuk mempermudah pemisahan kristal gula dengan larutannya ).blogspot. Pengemasan Pengemasan berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap produk dari segala macam kerusakan yang terjadi baik untuk produk pangan maupun produk non pangan. Gula produk ditimbang dengan timbangan curah dengan skala yang sudah diatur untuk berat bersihnya dan langsung masuk ke karung dan dijahit secara otomatis. Selanjutnya gula produk dibawa ke gudang yang memenuhi syarat untuk disimpan dan didistribusikan ke konsumen. Setelah dingin dan kering. http://markerinfo. Pemutaran Pemutaran berfungsi untuk memisahkan kristal dengan larutannya (stroop) menggunakan proses sentrifugasi dalam saringan sehingga massa akan terlempar. Pengeringan. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) . Untuk pembuatan gula. Pendinginan gula dikerjakan dengan menghembuskan udara dingin sampai suhu gula sama dengan suhu gudang. Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra. Andry · Labels: Serba-serbi Tebu (bahasa Inggris: sugar cane) adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. May 19. Pendinginan berfungsi agar gula menjadi dingin setelah melalui proses pengeringan karena telah dilewati panas. sedangkan gula produk ditimbang dan dikemas. Tanaman ini termasuk jenis rumput-rumputan. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun.com/2010/05/proses-produksi-gula-pasir-untuk. 2010 by Mr. Pendinginan dan Penyaringan Fungsi dari pengeringan ini adalah untuk menguapkan kadar air pada bahan sehingga memudahkan proses selanjutnya. Fungsi dari penyaringan ini supaya didapatkan bentuk gula yang diinginkan.Pengkristalan Pengkristalan bertujuan untuk memisahkan sakarosa dari larutannya dengan cara mengkristalkan molekul-molekul sakarosa dalam pan kristalisasi dan diusahakan hasil kristalisasi yang memenuhi syarat yang dikehendaki. gula kasar dan gula produk. Pengeringan dilakukan dalam tabung getar. Gula halus dan gula kasar akan dilebur kembali. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. gula disaring untuk memisahkan antara gula halus.html Tentang tanaman tebu Wednesday.

Tebu (Sacharum officinarum) adalah termasuk keluarga Graminae atau rumput-rumputan dan berkembang biak di daerah beriklim udara sedang sampai panas. dimasak. Cara membuat: dicuci dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Sesudah itu. Manfaat tebu : 1. kemudian dikupas dan diperas untuk diambil aimya.blogspot. Sakit Panas Bahan: tebu hitam secukupnya. Di negera Negara Karibia tebu diolah menjadi Falernum dan dipergunakan sebagai bahan campuran cocktail. Cara membuat: disesap dan diminum aimya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari. Tebu yang tumbuh di lebih dari 200 negara. Tebu cocok pada yang mempunyai ketinggian tanah 1 sampai 1300 meter di atas permukaan laut. Cara membuat: diperas untuk diambil airnya Cara menggunakan: diminum. Batuk Bahan: 3-5 ruas tebu hitarn. Meredakan Jantung Berdebar Bahan: 3 genggam akar tebu hitam. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. Cara menggunakan: dibakar.di pabrik gula. http://mr-andry. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. 2.html . Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. 3. India adalah terbesar kedua produsen gula sedangkan penghasil terbesarnya adalah Brasil.com/2010/05/tentang-tanaman-tebu. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal.

kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan.PROSES PEMBUATAN GULA PASIR (KRISTAL) DARI TEBU Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. Proses ini dinamakan . Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. afinasi. kritalisasi. semuanya bercampur di dalam gula. 15% gula dan serat residu. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. proses ektrasi. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. yang mengandung 1 hingga 2% gula. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. penghilangan warna. pembersihan kotoran. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. karbonasi. dinamakan bagasse. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”. penguapan. Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu.

Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. Olah karena itu. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan.liming. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. . proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. Sayangnya. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. dan hasilnya berupa cairan yang manis. Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. Sekali kristal terbentuk. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. Evaporasi dalam ‘evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. Pendidihan/ KristalisasiPada tahap akhir pengolahan.

tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi . Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. Campuran hasil (‘magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. partikelpartikel halus. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Setelah proses ini dilakukan. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Selain karbonatasi.Sebagai tambahan. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. t eknik yang lain berupa fosfatasi. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisikondisi reaksi. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya.5%.

tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks, dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula, keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon, GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”, sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.

http://mialkhoiriyah.blogspot.com/2011/01/proses-pembuatan-gula-pasir-kristal.html

PROSES KRISTALISASI GULA
Posted on Mei 8, 2010 by Syamsul Amarudin

Very Poor

Salah satu langkah dalam proses pembuatan gula adalah kristalisasi. Proses kristalisasii merupakan salah satu pekerjaan proses agar mendapatkan bahan murni yang berupa gula kristal yang berwarna putih, berbentuk padat, sehingga gula dapat terpisah dari larutan induknya dalam bentuk kristal. Sebagai hasil dari proses kristalisasi tersebut dihasilkan suatu magma yang terdiri atas larutan induk dan kristal gula. Campuran dari larutan induk dan kristal tersebut biasanya disebut masakan atau dalam bahasa Perancis disebut “massecuite”, yang berarti massa, dan cuite berarti diproses atau dimasak. Proses kristalisasi terjadi di dalam suatu pan masak, yang proses kerjanya dilakukan pada suasana atau kondisi vakum (hampa udara). Disamping itu, proses kristalisasi dilakukan secara single efek (badan tunggal), jadi berbeda dengan kegiatan dalam pan penguapan yang dilakukan secara multiple effect (badan rangkap, > 1 badan). Proses kristalisasi dilakukan pada kondisi vakum untuk mencegah kerusakan dari nira. Bahan Dasar Proses Kristalisasi Dalam proses pembuatan gula, yang dimulai dari pemerahan tebu menghasilkan nira mentah, kemudian dengan pemurnian untuk menghilangkan kotoran dan penguapan untuk menguapkan air maka akan diperoleh nira kental. Nira kental ini adalah bahan baku utama dalam proses

kristalisasi. Dari rangkaian proses sebelumnya nira masih mengandung kotoran dan kadar air. Di proses kristalisasi ini kadar kotoran dan air yang ada dalam nira akan dihilangkan. Di nira kental masih terkandung kotoran sebesar 15 – 20 % zat terlarut, sedangkan kadar airnya 35 – 40 % (memiliki brix 60 – 65). Nira kental sebagian besar mempunyai brix sebesar 60 – 65 % dengan tujuan supaya larutan tersebut mendekati konsentrasi jenuhnya. Faktor – Faktor yang Berpengaruh Terhadap Proses Kristalisasi Pelbagai faktor yang dipandang dapat mempengaruhi proses pemasakan atau proses kristalisasi, a.l. suhu, vakum, proses penguapan sebelumya, kerataan kristal, kadungan kotoran dalam larutan, viskositas larutan dan pencampuran atau sirkulasi larutan. Langkah-langkah proses kristalisasi adalah sebagai berikut :

a. Menarik larutan dan pemekatan

Bahan dasar yang akan dikristalkan dipanaskan sampai mendekati suhu masak, selanjutnya pemekatan dimulai. Dengan demikian koefisien kejenuhannya berangsurangsur meningkat. Pada keadaan lewat jenuh akan terbentuk suatu pola kristal sukrosa. Proses kristalisasi dijaga pada suhu rendah karena molekul sukrosa akan mudah rusak pada suhu tinggi, oleh karena itu digunakan vakum. Pemekatan tidak boleh melewati daerah metastabil, karena akan terjadi inti baru berupa kristal-kristal halus. b. Membuat bibitan v Pembuatan bibit dengan cara serentak (spontan) - Larutan diuapkan sampai berada pada daerah goyah (A) - Bila akan mulai memasak larutan dialihkan ke daerah metastabil dengan menaikkan suhu. (B) - Apabila kristal yang terbentuk kurang maka larutan diarahkan ke daerah goyah lagi (C) - Bila inti kristal telah cukup maka ditarik bahan masak lagi, kemudian menurunkan vakum agar kembali ke daearah metastabil. (D) v Pembuatan bibit dengan cara kejutan (shock seeding) - Larutan gula dikentalkan sampai daerah intermediate kemudian dimasukkan gula halus. - Bila kristal telah terbentuk dan terlihat besar kristal merata maka dikembalikan lagi ke daerah metastabil. v Pembuatan bibit dengan cara pemberian inti penuh (full seeding) Pada cara ini dengan menggunakan bibit (seeding) yang sudah jadi dan dimasukkan pada daearah metastabil. Untuk bahan bibitan sistem ini bisa menggunakan fondan atau FCS (Fine Crystal Seed). b. Membesarkan Inti Kristal. Pada langkah pembesaran kristal diusahakan untuk menempelkan sebanyak mungkin molekul sukrosa pada kristal yang telah jadi dalam waktu yang singkat. c. Merapatkan Inti Kristal

biasanya terpaksa diencerkan atau di cuci. tidak mudah menjadi gepeng dan keras. Jika tidak banyak pasirnya maka sewaktu masakan tadi berada di dalam palung pendingin (trog). sehingga strop yang diperoleh banyak. kemungkinan sangat besar akan rusak atau menjadi kotor. Menurunkan masakan Masakan yang sudah tua akan diturunkan kedalam palung pendingin. Tanda-tandanya adalah masakan harus poro.Karena itu masakan sewaktu turun harus dalam keadaan tua karena banyak mengandung pasir keras. Dan perlu dimengerti bahwa tuanya masakan bukan hanya karena hampir habis airnya.com/ http://sweetcandyind. propinsi Jawa Timur. Indonesia itu merupakan salah satu pabrik gula milik PT Perkebunan Nusantara X. Jika masakan sukar diputar. atau disingkat PG Toelangan (ejaan jaman dahulu kala) berdiri pada tahun 1850. kalau dilemparkan ( ke dinding pan misalnya). Tujuannya adalah supaya jarak antara kristal yang satu dengan yang lain berdekatan sehingga kecepatan kristalisasi tidak berkurang.wordpress. sedang gula pasirnya menjadi berkurang. Om Pri menawarkan pada kami untuk melihat proses mulai dari bahan baku tebu yang disetor para petani sampai menjadi gula. tetapi masakan harus banyak mengandung pasir.Dalam proses awal inilah seharusnya para petani sdh mensortir kualitas tebu yang dikirim ke pabrik antara lain : bersih dari daun daun dan akar akar tebu . . PG Toelangan berada di kecamatan tulangan.Apabila pembesaran dirasa telah cukup dengan kristal yang kuat. Untuk masakan D kecuali tanda-tanda tersebut. Pada dasarnya masakan boleh diakhiri dan diturunkan kedalampalung pendingin apabila : . maka selanjutnya adalah merapatkan inti kristal. artinya masakan sudah tua. Hari minggu yang lalu (4/7/2010).com/2010/05/08/proses-kristalisasi-gula/ Libur Asyik Berkunjung PG Toelangan 06Jul2010 Posted by Cempluk at 7/06/2010 10:10:00 AM Labels: wisata Pabrik gula Tulangan. d. tidak terasa ngayiyat (tidak seperti berlendir tidak licin).risvank. kalau ditekan dengan jari terasa pasir. Fungsi palung pendingin adalah untuk mendinginkan masakan dan juga untuk kristalisasi lanjut. Akibatnya masakan lalu sukar diputar.saya mendapatkan momen istimewa untuk bisa masuk ke dalam pabrik gula Toelangan. Sumber : http://www.Brix masakan sudah tinggi. kota Sidoarjo.

maka seluruh rangkaian pengolahan menjadi bermasalah pula. yakni tebu ke dalam mesin pembersihan dan pemotongan tebu. bahkan demonstrasi terjadi dari para pegawai sendiri yang menuntut kenaikan gaji. masih terdapat kotoran berupa tanah dan bagian tanaman tebu yang melekat. Hampir setiap saat.hati oleh para pegawai yang bertugas. dan membutuhkan pengawasan hati . Input berupa bahan baku berasal dari para petani dan output berupa gula pasir nantinya akan diambil dan dijual oleh para investor. . Seluruh rangkaian proses mengolah tebu menjadi gula pasir pada mesin . dan 1928. dimana pendapatan perusahaan yang diterima berasal dari pemrosesan mesin bukan berasal dari pembuatan produk. 1940.kokoh sekali yah buatan dari Belanda ini". Sebaiknya petani menjadi sumber pertama yang mensortir mutu batang tebu sebelum dikirim ke pabrik. Proses pengolahan tebu menjadi gula pasir membutuhkan alur proses yang panjang. bahwa di PG Toelangan merupakan pabrik gula paling tradisional dari seluruh pabrik gula yang ada di Jawa Timur. gumamku. "Hmm. Selepas memilah air tebu maka dilakukan pengadukan pada bak penampung besar. sehingga proses pemilahan air tebu memerlukan beberapa tahapan proses lagi.batang tidak termasuk pucuk tebu yang berwarna hijau daun karena batang ini tidak berasa manis.mesin di PG Toelangan masih menggunakan mesin buatan negeri Belanda tahun 1919. Apabila terdapat satu proses saja yang bermasalah. Sedangkan PG Toelangan memperoleh pembayaran jasa pemrosesan dari penjualan tersebut. Permasalahan tidak hanya proses yang berhubungan dengan mesin dan pegawai yang bekerja pada PG Toelangan.juga pengaruh rasa gula dan proses penghancuran batang tebu jadi terhambat. Selain akan mempengaruhi warna cairan gula.. Berdasarkan penuturan om Pri. demonstrasi petani tebu yang mengeluhkan rendahnya daya beli bahan baku dari PG Toelangan selalu ada di kantor PG Toelangan. Pengecekan kekristalan gula juga dilakukan oleh pegawai. Proses secara sederhananya seperti ini : dimulai dari memasukkan bahan baku. Pada proses pemerasan tebu tidak serta merta mengeluarkan air tebu murni. kemudian dilakukan proses pembersihan lagi. dimana pada proses ini juga dimasukkan beberapa zat kimia tak berbahaya untuk bisa menghasilkan gula pasir berkualitas. Bahkan bangunan pun masih asli arsitektur negeri Belanda. Perlu diketahui juga bahwa PG Toelangan adalah pabrik yang bergerak dalam bidang jasa..

rekan pembaca budiman meluangkan waktu bersama keluarga/sahabat tuk mengunjungi PG Toelangan.blogspot. Jadi. salah satunya di PG Toelangan ini kawan.com/2010/07/libur-asyik-berkunjung-pg-toelangan. tak ada salahnya bila rekan . http://andibagus.Liburan sekolah akan bernilai positif dan bermanfaat bila digunakan untuk berekreasi sembari belajar.html .

Potongan tebu yang sudah kecil tersebut di masukkan ke Gilingan(umumnya tersusun dalam 4 set gilingan. masing-masing set terdiri dari 3 silinder baja dengan diameter ± 1 meter.Gilingan III ampas II (ditambahkan air imbibisi) diperas menghasilkan nira III dan ampas III d.Pompa : •Nira mentah dipompa ke Pan Pemanasan . setelah sampai di alat ini tebu dipotong dan dihancurkan menjadi potongan kecil-kecil.STASIUN PENGGILAN 1. peralatan yang Sejenis dengan Cane Cutter adalah Unigrator .Peti nira mentah: •Nira I dan nira II di campur tangki (Peti nira mentah) •Dihilangkan kotoran kasar seperti pasir (penyaring pasir) •dilakukan penimbangan untuk mengendalikan kapasitas produksi •ditampnung dalam bak nira mentah sebagai nira mentah b.Tebu Dari meja tebu dipindahkan Cane Cutter (Pemotong tebu).Senin.Gilingan I potongan tebu diperas menghasilkan nira I dan ampas I b. biasanya ampas ini digunakan sebagai bahan bakar boiler/ketel atau dijual ke pabrik kertas sebagai bahan baku kertas) Perjalanan nira : a.Proses dimulai dari gambar kanan atas (truck pengangkut tebu). 3.Gilingan II ampas I diperas menghasilkan nira II dan ampas II (ampas I pada umumnya ditambahkan air imbibisi berupa air panas yang berfungsi untuk membantu pelarutan gula yang ada dalam ampas ) c.Gilingan IV ampas III (ditambahkan air imbibisi) diperas menghasilkan nira IV dan ampas IV karena kadar gula sudah kecil. 19 Juli 2010 INDUSTRI GULA TEBU INDUSTRI GULA DARI TEBU Diagram alir proses pengolahan gula dari tebu Penjelasan proses : I. Potongan tebu dari Cane Cutter di masukan ke : a. tebu dari Truck pengangkut di pindahkan ke meja tebu 2.

6.Bagian yang bersih berada di bagian atas.0-7.Rotary vacuum filter (DSM screen) Nira kotor dari door Clarifier di saring menghasilkan : a.5).Pan pemanas II Nira pada Pan Pemanas II dipanaskan sampai 100-105oC.Pan Masak Nira kental dari pan penguapan dilanjutkan ke Pan masak (kristalisator) yang juga beroprasi dan kondidisi vakum sampai terjadi kristal . untuk membantu pembentukan Kristal yang sempurna dibantu dengan pendinginan menggunakan palung pendingin IV.Blotong. nira bersih ini langsung diteruskan ke stasiun penguapan 7. selanjut endapan / gumpalan ini (nira kotor) di teruskan ke Rotary Vacum Filter. 4.Pan Penguapan dipekatkan /diuapkan airnya di Pan Penguapan (evaporator bertingkat ) yang dioperasikan pada kondisi vakum sampai nira hampir jenuh atau sering disebut nirkental. defikator.II.Bagian endapan (gumpalan ) akan turun ke dasar Door Clarifier. Proses yang dialami dapat ditampilkan sebagai berikut : 1.STASIUN PENGUAPAN Nira bersih (dari door Clarifier dan Rotary Vacum filter) mengalami prose sebagai berikut: a.sulfitator. nira diteruskan sulfitator. nira diteruskan ke Pan pemanas II untuk mendapatkan suhu yang lebih tinggi.STASIUN PUTERAN (Centrifuge) .STASIUN PEMURNIAN Pada stasiun pemurnian nira mengalami proses melewati alat –alat seperti Pan Pemanas. b. 2. expander mencampur flokulan dan nira serta menyebarkannya ke door Clarifier. di endapan padat yang kadang masih dimanfaatkan petani sebagai pupuk b.Pan Pemanas I Nira mentah dari stasiun gilingan dipanaskan pada suhu 70oC. SO3 dalam sulfitator(PH = 7. rotary vacuum filter dan lain lain. H2O)dimasukkan ke defikator(PH =9. dilanjutkan proses pemurnian. door Clarifier.Sulfitator Nira dari defikator di reaksikan dengan SO2. expander.nira bersih. nira dipompa ke atas sampai ke expander 5. untuk mengendapkan kotoran-kotoran yang dapat mengendap dengan dalam sulfat dan sulfit. b.Defikator Nira yang sudah dipanaskan + susu kapur (CaCO3. 3. karena perbedaan berat jenis dan gravitasi terjadi pemisahan campuran: a.Door Clarifier Kotoran nira yang masuk dalam door Clarifier membentuk gumpalan besar yang turun ke dasar door clarifier yang mulai terpisah dari nira bersih.Expander Pada expander ini nira ditambahkan flokulan untuk memperbesar endapan kotoran yang sudah bentuk. untuk mengendapkan kotoran-kotoran dalam nira yang dapat membentuk endapan dengan Ca++ dan CO3-2 .2). dilanjutkan ke stasiun penguapan III.

Kabupaten Rembang. 8/10 . 2010 Label: CHEMICAL TECHNOLOGY http://sugianto-industri. di Pabrik Gula Mini Pamotan. Juli 19.blogspot.Pengepakan. Kristal gula dilanjutkan ke proses berikutnya sedangkan tetes yang dihasilkan masih laku untuk dijual sebagai bahan baku MSG (mono sodium glutamate. Pabrik gula yang saat ini telah menggunakan mesin dan teknologi dalam negeri sebesar 75 persen itu mampu memproduksi gula pasir sebanyak 3 ton per hari.com/peristiwa/v1255008505/produksi-gula Gula . pada umumnya untuk pengeringan gula dari tebu ini menggunakan talang goyang c.com/2010/07/industri-gula-tebu. alcohol . setelah gula kering siap dikemas dan dipasarkan Diposkan oleh Sugianto di Senin. Jateng. namun sering kali dijumpai masih digunakan gabungan keduanya.PRODUKSI GULA. untuk menjaga kualias gula sangat diperlukan proses pengeringan ini .Pengeringan. Sejumlah pekerja melakukan proses pengolahan gula. memisahkan Kristal gula dan tetes. Rekotomo/pd/09 http://www. kecap dan lain-lain) pengeringan b.html REMBANG. Kamis (8/10).antarafoto. di Desa Bangunrejo.Pada bagian akhir dari pengolahan gula ini terdiri dari beberapa tahap meliputi a. Centrifugasi dapat diguanakan yang otomatis maupun yang manual.Centrifugasi. FOTO ANTARA/R. Pamotan.

3 Gula bit 4 Rujukan 5 Lihat pula 6 Pranala luar [sunting] Gula sebagai komoditi Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu. seperti kelapa. anggir. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun . atau aren.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.2 Gula tebu o 3. Untuk pengertian lainnya. menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. Sumber-sumber pemanis lain. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. silakan lihat Gula (disambiguasi). seperti umbi dahlia. terdapat sumber-sumber gula minor lainnya. Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam).1 Gula merah o 3. cari Kristal Gula yang sudah dimurnikan. Daftar isi 1 Gula sebagai komoditi 2 Sejarah singkat pergulaan di Indonesia 3 Macam-macam gula o 3. atau jagung. bit gula. Gula sederhana. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Meskipun demikian. Artikel ini berhubungan dengan gula sebagai makanan dan komoditi perdagangan.

hal ini mempunyai efek samping namun. banyak para konsumen beralih ke sirup jagung (pembuat minuman) atau pindah dari negara itu (pembuat permen) Pasar gula juga diserang oleh harga sirup glukosa yang murah. Eropa Barat Laut dan Timur. terutama di bagian timur. penawaran. Pengimpor gula terbesar adalah Uni Eropa. Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia.dari sukrosa. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin. namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an. tersisa 30 pabrik aktif. Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara. atau bersaing dengannya di pasar dunia. Seusai Perang Dunia II. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik. Brazil. Sebagian dari gula ini adalah gula "kuota" dari industry levies. gula bit diproduksi di tempat dengan iklim yang lebih sejuk. Amerika Serikat menetapkan harga gula tinggi untuk mendukung pembuatnya. musim penumbuhan bit berakhir pada pemanenannya di bulan September. namum bit yang membeku tidak bisa lagi diproses. dan cuaca. Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17.5 juta ton. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an. Pemanenan dan pemrosesan berlanjut sampai Maret di beberapa kasus. dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun[1]. Dengan mengkombinasikannya dengan pemanis buatan pembuat minuman dapat memproduksi barang dengan harga yang sangat murah. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto. sisanya adalah gula "kuota c" yang dijual pada harga pasar tanpa subsidi. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan). Sirup tersebut di produksi dari jagung (maizena). pertama di sekitar Batavia. dengan 93 pabrik dan prduksi 1. Lamanya pemanen dan pemrosesan dipengaruhi dari ketersediaan tumbuhan. negara-negara Karibia. Jepang utara. Peraturan pertanian di EU menetapkan kuota maksimum produksi dari setiap anggota sesuai dengan permintaan. Lain halnya dengan bit. Pada tahun 1957 semua . dan Thailand. dan harga. [sunting] Sejarah singkat pergulaan di Indonesia Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau. serta cairan batang tebu. lalu berkembang ke arah timur. Bit yang telah dipanen dapat disimpan untuk di proses lebih lanjut. Subsidi-subsidi tersebut dan pajak impor yang tinggi membuat negara lain susah untuk mengekspor ke negara negara UE. dan beberapa daerah di Amerika Serikat. dan negara-negara Asia Timur.

Pertama tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. pabrik-pabrik gula di Jawa yang ketinggalan teknologi. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan. Gula kotak/blok adalah gula kristal lembut yang dipres dalam bentuk dadu. seperti kelapa. 63/2003 tentang Dewan Gula Indonesia)[3]. Target ini kemudian diundur terus-menerus[2]. yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya menggunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidakkemurnian. [sunting] Gula bit Setelah dicuci. tingginya tingkat konsumsi (termasuk untuk industri minuman ringan). sarinya dikumpulkan dan disaring. Gula kemudian diekstraksi dengan kristalisasi terkontrol. Setelah penyaringan campuran yang terbentuk lalu dididihkan hingga kandungan air yang tersisa hanya tinggal 30% saja. Untuk mendukungnya dibentuk Dewan Gula Indonesia pada tahun 2003 (berdasarkan Kepres RI no. bit kemudian di potong potong dan gulanya kemudian di ekstraksi dengan air panas pada sebuah diffuse. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi. Pada tahun 2002 dicanangkan target Swasembada Gula 2007[2]. [sunting] Macam-macam gula [sunting] Gula merah Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gula merah Gula merah atau gula Jawa biasanya diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira. [sunting] Gula tebu Gula tebu kebanyakan dipasarkan dalam bentuk gula kristal curah. Gula batu adalah gula tebu yang tidak melalui tahap kristalisasi. Setelah cukup murni. Pemurnian kemudian ditangani dengan menambahkan larutan kalsium oksida dan karbon dioksida. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. Gula merah yang dipasarkan dalam bentuk bubuk curah disebut sebagai gula semut. Macetnya riset pergulaan. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. serta kurangnya investor untuk pembukaan lahan tebu di luar Jawa menjadi penyebab sulitnya swasembada gula[1]. Warnanya agak kecoklatan karena masih mengandung molase.pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini. aren. Gula mentah (raw sugar) adalah gula kristal yang dibuat tanpa melalui proses pemutihan dengan belerang. Kristal gula pertama tama dipisahkan dengan mesin sentrifugal . campuran tersebut kemudian diputihkan dengan belerang dioksida. dan siwalan.

5 ton ditambah ethanol 1000 liter MASAKAN A AIR CUITE A KRISTALISER A PEMISAHAN SYRUP A GULA A MASAKAN D AIR CUITE D KRISTALISER D ETHANOL PEMISAHAN GAS CO2 ETHANOL PLAN TETES GULA D VINASE 2 Illustrasi neraca masa 1. Stasiun Gilingan 5.wikipedia. http://id. http://www. Stasiun Masakan 8. c. Secara umum proses produksi di pabrik gula dibagi menjadi : 1. Parameter yang digunakan untuk menunjukkan mutu gula antara lain : NIlai Remisi Direduksi (NRD). Stasiun Penguapan 7. Unit Pengolah Limbah (UPL) Masing-masing stasiun atau unit ini mempunyai fungsi dan tugas tersendiri. sehingga jumlah hari giling sesuai dengan rencana. Emplasement 2. Warna Icumsa (IU). Tingkat kerusakan peralatan yang berpengaruh pada biaya pemeliharaan disamping hal tersebut juga berimbas pada proses pembuatan gula pasir Pabrik gula di lingkungan PT PG Rajawali I menggunakan sistem proses sulfitasi untuk mengolah gula.Document Transcript 1. Stasiun Listrik / Sentral 4. abu boiler dan lain-lain. Biaya penggunaan utilitas seperti uap air. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi biaya pengolahan tebu. Kadar Air dan Pol pada suhu 20o C. termasuk pengendalian dan pengawasan prosesnya.5 KG 61. Stasiun Puteran 9. listrik. diantaranya adalah : a. mekanis maupun kehilangan tak diketahui seperti pada ampas. selain itu juga menghasilkan limbah yang bisa dimanfaatkan seperti blotong.pgrajawali1. . Sedangkan faktor yang menentukan mutu gula adalah kondisi dan mutu tebu yang akan diolah.org/wiki/Gula Proses Produksi Gula Tebu adalah bahan baku utama untuk proses produksi di pabrik gula yang akan menghasilkan produk utama yaitu Gula Kristal Putih (GKP) dan tetes. Stasiun Penyelesaian dan Pengemasan 10. b.id/index.000 KG TEBU BX>20 EXTRAKSI 650 KG 350 KG NIRA KASAR AMPAS BX>20 MC > 50% PEMURNIAN 30 KG 620 KG BLOTONG NIRA JERNIH MC > 60% BX>20 PENGENTAL HAMPA 414 KG 206 KG AIR DIUAPKAN SYRUP KENTAL BX 0 BX> 60 MASAKAN & KRISTALISASI 130 KG MASSECUITE BX>90 PEMISAHAN 54.dan cairan yang tersisa digunakan untuk tambahan pada proses kristalisasi selanjutnya.75KG GULA CETAK PENGENTAL STROOP A GULA PUTIH MC APP 10% HAMPA BX>80 POL>97 eff 90% Catatan: Dari gambaran diatas terlihat bahwa rendemen ditentukan oleh kwalitas bahan olah/kwalitas tebu. air dan udara bertekanan harus sesuai kebutuhan d. Stasiun Pemurnian 6. 2. Disamping itu proses pengolahan tebu ini juga memproduksi ampas tebu. Stasiun Ketel (Boiler) 3. Kehilangan gula selama proses pengolahan baik secara chemis.php?option=com_content&task=view&id=42&Itemid=1 PROSES GULA DI PABRIK GULA MINI . namun tetap merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan sehingga harus dipahami berbagai aspek operasionalnya. baik brix dalam batang tebu maupun varitas tebu. makin banyak kandungan serat dalam 3.co. Ampas yang tersisa (dimana sudah tidak bisa lagi diambil gula darinya) digunakan untuk makanan ternak dan dengan itu terbentuklah gula putih yang kemudian disaring ke dalam tingkat kualitas tertentu untuk kemudian dijual. blotong dan tetes. Besar Jenis Butir (BJB). Kapasitas giling yang sesuai dengan design capacity. Proses Pembuatan Gula Putih Pabrik Gula Mini Berbahan baku tebu Teknologi Masakan hampa 1 DESKRIPSI PROSES PROSES PEMBUATAN GULA TEBU Flow Proses BAGAN ALIR PROSES PGM tebu INTEGRATE ETHANOL TEBU PEMERAHAN PROSES AMPAS NIRA INPUT/OUTPUT PEMURNIAN PRODUK BLOTONG NIRA JERNIH lumayan PENGUAPAN dapat gula bisa AIR SYRUP sampai 7.6 KG 61.

Pengontrol automatic pH di set pada posisi netral pH 7 begitu pula semua dosing pump harus sudah di kalibrasi.Pengendapan. Biarkan mengendap sampai bagian permukaan sudah jernih.Uji giling harian. periksa semua kekencangan mur pengikat roll. Nira kotor tersaring ditampung ditangki nira kotor tersaring selanjutnya dipompakan ke juice heater untuk dipanaskan sampai app 75 celsius.4.20 ppm. kemudian buka katup nira jernih agar mengalir ke tangki nira jernih melalui saringan mesh no 200. tujuan peremahan adalah untuk memecah sel sel tebu agar kehilangan gula yang terikut diampas pada gilingan berikutnya terkendali. Peralatan module penerimaan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Jib Crane 1 unit > 5 ton 2 Electric/manual hoist 1/2 unit 5 ton 3 Truck scale 1 unit 30 ton 4 Cane table 1 unit 20 ton Module Extraksi. Lakukan pembersihan tiap kali selesai operasi dengan penyemprotan air bersih. 3 Module Penerimaan Tebu. tiap tiga jam bagian kotor di tap ke tangki nira Lumpur untuk di pompakan ke filter press. 4. selanjutnya nira dinetralkan dengan susu kapur sampai pH sedikit diatas netral (pH 6. Kalau terjadi masalah segera matikan mesin berurutan dari bagian yang bermasalah kedepan. tangki reaksi . 8. selanjutnya tebu dihampar diatas meja tebu. Standart/procedure operasi. selanjutnya nira diendapkan dalam klarifier selama tidak lebih dari 50 menit.500 liter 5 Muddy juice tank ½ unit 700 liter 6 Mud pump 1 unit 700 liter 7 Filter press 2 unit 8 Static screen mesh 200 1 unit 1 m2 Juice heater. Urutan menghidupkan module pemerahan dari paling belakang kedepan sedangkan untuk mematikan dari depan kebelakang. 7 Module Penguapan Selanjutnya Nira Jernih dimasukkan kedalam pesawat penguap hampa yang dioperasikan dengan kehampaan 40-50 cm kolom air raksa. derajat brix nira jernih dan temperature nira jernih. Periksa peralatan pemurnian dan siapkan bahan pembantu pengolahan. ambil contoh dari tangki pengaduk ketiga dan amati apakah sudah sesuai dengan keinginan. 4. Lakukan penimbangan 100 kg tebu dan giling kemudian timbang berat ampas yang ada. 3. 2. lapaorkan kepada supervisor atau manager apakah sudah cukup atau perlu di stel ulang. dan harus di ingat probe/sensor pH setelah dibersihkan harus terendam air (artinya tangki pengaduk no 2 setelah di bersihkan diisi air bersih sampai sensor pH tercelup air). larutan flokulan dengan konsentrasi .pH adjuster dan dosing pump.10 s/d15 % dari volume) dialirkan ke muddy juice tank untuk selanjutnya dipompakan ke filter press. Dari meja tebu.2). dosing pump dan tangki pengendapan 6 Nira jernih dan Filter press. Pada akhir proses secara manual sisa nira di masing masing peralatan dikeluarkan melalui katup bawah untuk proses manual/ tidak dibuang. Pengangkutan tebu dari ladang sudah direncanakan dengan truk dengan menggunakan double atau triple wire rope. bagian yang jernih dikeluarkan dari katup katup bagian atas dan ditampung dalam tangki nira jernih yang terletak dibagian bawah tangki pemurnian. pada static sceen ini dipisahkan serpihan serpihan dan kotoran yang terikut dinira kotor. dan bagian endapan (+/. Secara kontinu filter pres di buka dan kainnya dilepas untuk dilakukan pencucian. 7. 3. dan selanjutnya dengan melalui intermediate conveyor di masukkan ke gilingan no 2 (dan no 3 disertai dengan penambahan air imbibisi atau tidak). untuk diuapkan sampai dicapai kepekatan antara 55-60 Brix. Nira kotor yang keluar dari gilingan ditampung dalam tangki/palung nira kotor dan dengan pompa open impeler dipompakan ke module pemurnian setelah melewati static sceen. tebu di umpankan secara manual keatas horizontal conveyor untuk di remahkan dengan crusher mill. bahan pembantu pengolahan adalah susu kapur dengan kepekatan 5 s/d 10 boume.8-7.5/5 ton tebu/jam 4 Bagasse conveyor 1 unit 5 – 10 meter 5 Raw juice tank 1 unit 600 liter 6 Static screen 1 unit 7 Raw Juice Pump 2 unit @5 m3/jam 4 Crusher mill dan three roll mill Menimbang 100 kg tebu untuk uji giling Standart / procedure operasi. Peralatan module Penguapan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pesawat penguap hampa 1-2-3 unit @ 30/35 m2 HS 2 Tangki syrup hampa 1 unit 200400 liter 3 Syrup pump 1 unit 1000 liter Syrup hasil penguapan selanjutnya diproses sesuai dengan produk akhir . 8.Kebersihan. 5. Periksa minyak pelumas pada oil pot. apabila telah dicapai kepekatan yang cukup yang disebut syrup. batang tebu berarti makin sedikit bagian nira yang bisa diperah begitu pula makin rendah brix tebu berarti bagian padatan dalam nira makin rendah yang pada akhirnya mempengaruhi rendemen yang dihasilkan.Menghidupkan dan mematikan.Trouble. Tiap selesai operasi dilakukan pembersihan peralatan module pemurnian. selanjutnya diturunkan kedalam syrup vacuum tank untuk selanjutnya dialirkan ke tangki pengumpan syrup melalui montejus tank. 2. 5. periksa semua mulit roll barangkali ada benda asing. Kebersihan di module pemurnian harus selalu dijaga untuk mengurangi effect bakteriosis (kerusakan gula akibat activitas jasad renik). 5 Module Pemurnian. biarkan nira mengalir dari tangki pengaduk pertama kedua dan ketiga. untuk mempercepat pengendapan perlu penambahan flokulan pada dosis 3 . selanjutnya dimasukkan ke dalam tangki reaksi untuk pemberian larutan asam phosphat sampai pH app 5 diikuti pengadukan agar pencampuran merata.Kebersihan. tebu yang telah diremahkan diterima diatas inclined chute untuk diumpankan kegilingan no 1. ampas yang keluar dari gilingan diterima conveyor ampas untuk ditranfer ke lapangan ampas sebelum digunakan untuk bahan bakar boiler. Apabila telah siap hidupkan pompa nira kasar dan panaskan nira kasar sampai temperature yang di inginkan.Filter press. sehingga untuk menurunkan dan menimbang tebu dapat dilakukan dua atau tiga kali angkat dengan menggunakan Jib Crane lengkap dengan Electric Hoist dan ditimbang dengan Digital Scale dengan ketelitian 10 kg.Persiapan peralatan dan bahan pembantu. 6. 5. 1. Peralatan module Extraksi No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Horizontal conveyor 1 unit 8/10 meter 2 Crusher mill 1 unit 5 ton tebu/jam 3 Three Roll Mill 2/3 unit @ 2. Dari nira jernih yang dihasilkan dilakukan pencatatan tiap jam meliputi pH nira jernih. periksa kekencangan van belt dll. 6. asam phosphate dengan perbandingan 1 : 14 satuan volume.Menjalankan module pemurnian. Peralatan module pemurnian No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Reaksi tank c/w reagen tank 3 unit @ 200 liter 2 Juice heater ½ unit @ 10 m2 HS 3 Continous Settling tank ½ unit 4 Clear Juice Tank ½ unit @ 2.Pemeriksaan sebelum operasi. 7.Selesai pemurnian. 1.Pencatatan. 025%. filtrat dialirkan ke clear juice tank sedangkan cake (blotong) ditampung ditempat penampungan blotong.

Peralatan bengkel sederhana minimal untuk kerja bangku. syrup dihisap kedalam pesawat masakan/pengentalan untuk diuapkan dengan kondidi kehampaan app 60 cm kolom air raksa. alat bantu meliputi boume hydrometer atau refractometer dll. 1. standart tool dll. 3. Laboratorium Equipment. sehingga masakan adalah seni membuat gula. Buka kran udara agar tekanan sama dengan tekanan udara luar kemudian jalankan pompa syrup. kristal gula A yang menempel didinding separator dicuci dengan aliran air hangat dan dikeringkan dengan pemanas listrik untuk menurunkan kadar airnya.net/ss170952/proses-gula-di-pabrik-gula-mini .Persiapan. bagaimana methode pemasukannya.Operasi single effect. sampai dicapai kekentalan app 90-93 Brix. waktu penguapan. 4. buka kran keseimbangan vacuum dan selanjutnya buka kran pengeluaran syrup. 2. computer dll. Workshop Equipment. sedangkan cairan yang keluar disebut Molase A ditransfer ke Molase A Feeder Tank untuk proses lanjut apakah dijadikan gula kristal lagi atau dijadikan gula cetak tergantung dari kondisi bahan olah yang diproses.dan apabila diinginkan gula mawur/gula semut hasil dari masakan dituangkan kedalam cooling pan.9. tabung reaksi.000 liter/ lebih Masakan hampa 9 Standart/procedure operasi. yaitu larutan gula jenuh dan pekat yang berisi butiran butiran gula. utamanya kondisi kevacuuman harus sudah dicapai untuk operasi Diatas 40 cm kolam air raksa (untuk operasi double effect badan 1 dengan vacuum 20 cm kolom air raksa badan 2 dengan vacuum 50-55 cm kolom air raksa). masakan. Daya listrik diperlukan untuk mendukung sistem pompa.Memasukan nira dan uap.Memindahkan syrup dari tangki vacuum. Peralatan statiun Pemisahan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Kristaliser A 1 unit 1. Tersedia alat keselamatan kerja meliputi system penangkal petir. Dengan asumsi jumlah air yang diuapkan 2/3 bagian maka dapat diperkirakan apakah tujuan penguapan sudah dicapai. 12. oxy acetilene aparat. safety glass.5 ton/jam 2 Water jet condenser 4 unit 3 Diesel genset 2 unit @ 150 Kw 4 Lab equipment 1 lot 5 Office equipment 1 lot 6 Workshop equipment 1 lot 7 Safety equipment 1 lot 13 http://www. kapan dilakukan manipulasi air dll. massa yang kental ini lazimnya disebut massecuite. Peralatan statiun Masakan No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pesawat Masakan 1/2/3 unit @ 20/24 M2 HS 2 Syrup feeder tank 1 unit 1. Safety equipment. 11. penguapan. Office equipment. Pesawat penguap hampa Standart/procedure operasi. Setiap selesai operasi pesawat penguap harus dibersihkan dengan mengisi air kedalamnya dan dipanasi dengan sisa uap yang ada kemudian keluarkan.000 liter 4 Sentrifugal Separator A 1 unit Kristaliser 10 Separator vertical dan horizontal Talang goyang Module Pengentalan dan Pencetakan (Untuk Produk Gula Merah) Dari tangki pengumpan syrup A.500 liter 11 Module utility/bantu. gula A yang dihasilkan selanjutnya diturunkan ke talang goyang untuk menghilangkan sisa uap air agar tidak terjadi caking waktu penyimpanan. Barometric condenser dan spray pond. misalnya kapan bibit gula harus dimasukkan. pesawat las listrik. penggerak penggerak conveyor. Selanjutnya harap diikuti apa yang dilakukan intruktur masakan waktu melakukan tugasnya untuk dicatat dan diingat.slideshare. semua tahapan operasi penguapan dicatat dalam buku penguapan meliputi start penguapan. Massecuite A yang dihasilkan pesawat masakan diturunkan dan ditampung dalam palung kristaliser A. kevacuuman dan hasil penguapan. dengan demikian gula yang dihasilkan mempunyai ketahanan simpan yang cukup baik. 5. No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Pan masakan hampa 1 unit @ 24 m2 HS 2 Mixer/ filler 1 unit 1.000 liter 2 Molasse A tank 1 unit 500 liter 3 Final Molasse Tank 1 unit 10. yang diinginkan. Guna mendukung proses tersebut diperlukan module pendukung antara lain: Boiler. Tangki syrup hampa Statiun Masakan (Proses gula Putih combinasi gula merah) Selanjutnya syrup pekat dimasukkan kedalam pesawat masakan “Gula A” untuk diuapkan lebih lanjut sampai terbentuk massecuite A. Pesawat penghasil uap yang digunakan untuk seluruh proses utamanya proses pemurnian.500 liter 3 Cooling pan 1 unit 1. brix weigher. helmet dll. sehingga akan didapatkan gula cetak dengan kadar air yang rendah. pengentalan dilakukan tanpa penambahan seeding (bibit gula). yang dilengkapi dengan slow moving agitator agar kristal gula yang terbentuk tidak mengendap dan mengeras yang akan menyulitkan proses pemisahan. safety belt dan safety cloth. massecuite A selanjutnya diumpankan kedalam sentrifugal separator untuk dipisahkan bagian kristal gulanya dengan bagian cairannya. timbangan analisa. dapat dijual langsung sebagai gula pekat apabila diturunkan pada brix 67. Dari mesin mixing selanjutnya dilakukan pencetakan sesuai dengan bentuk dan ukuran berat yang diinginkan. No Nama Peralatan Jumlah Kapasitas 1 Boiler 1 unit 3. biasanya awalnya selalu diikuti dengan turunnya vacuum . 10. pemisahan gula. Peralatan module masakan dan pencetakan. 13. Ketel pipa air tekanan rendah Barometric Condenser dan tower Pesawat pengembun uap yang dihasilkan pada proses penguapan dan masakan sekaligus sebagai pompa vacuum untuk membuat dan mempertahankan tingkat kehampaan yang diperlukan selama proses. Statiun Pemisahan. pembersihan dll. periksa tekanan ketel apa sudah siap. Proses masakan merupakan bagian dari proses yang relative sulit dan tidak ada batasan yang pasti. Tersedia fasilitas perkantoran yang memadai lengkap dengan sistem komunikasi. polarimeter.Pembersihan. Persiapan meliputi persiapan alat utama dan alat bantu.000 liter/ lebih 3 Molasse A Feeder Tank 1 unit 1. apabila brix sudah 8 dicapai tutup kran uap. pemadam kebakaran. Minimal disediakan alat alat lab. 12 Pompa air condenser dan pompa vacuum Kelistrikan. ikuti kondisi kevacuuman. Buka katup nira masuk dan katup uap untuk memulai proses penguapan. ph meter. barometric condenser diletakkan diatas tower setinggi 12 meter. Massecuite/Gula kental yang dihasilkan pada proses pengentalan dicampur dalam mixer/filler untuk proses homogenisasi dalam keadaan panas sambil memberi kesempatan menurunkan fraksi air. hoisting crane dll yang dipenuhi dari PLN dan dibackup dengan emergensi genset.

374.000 ton. beraroma dan halal . Merupakan industri gula patungan antara perusahaan swasta asing dan swasta nasional yang berstatus PMA. Secara bertahap pabrik dikembangkan dan dimodernisasi sejalan dengan kemajuan yang dialami Perusahaan. . 90 km ke arah utara dari Ibukota Propinsi Lampung (Bandar Lampung). Pada musim giling ke 31 ditahun 2008. Pada awal pendiriannya. Propinsi Lampung.[«] Proses pengolahan tebu menjadi gula . semula pabrik gula ini merupakan pabrik yang sederhana dengan kapasitas giling awal 4..000 TCD dan memproduksi gula putih sebesar 218. tepatnya berada di Kabupaten Lampung Tengah... SEJARAH SINGKAT Pabrik Gula Gunung Madu terletak diujung selatan Pulau Sumatera. Dengan Pabrik yang modern untuk menghasilkan gula yang lebih manis.. kemampuan giling sudah mencapai 14.248 ton dengan jumlah tebu digiling 2.619 ton.000 TCD (Ton Cane Per Day). alami. Ltd (Hongkong). Didirikan sejak tahun 1975 dan melaksanakan musim giling yang pertama pada tahun 1978 dengan produksi gula 18. yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kuok Investment.

Selanjutnya. nomor petak. melewati jembatan timbang dengan sistem komputerisasi untuk pengambilan data berat kotor. truk dan trailer yang telah dibongkar.Timbangan tebu PENGIRIMAN DAN PENIMBANGAN TEBU Tebu dari kebun dikirim ke pabrik menggunakan beberapa model angkutan : trailer (tebu urai). nama pelaksana tebang dan jam ditebang (kesegaran). meninggalkan pabrik melewati jembatan timbang keluar untuk pengambilan data berat kendaraan kosong. truk bak dan truk loss bak (tebu ikat). jenis tebang. . lokasi.

.Ruang pusat kendali unit preparasi dan ekstraksi PENGENDALIAN OPERASIONAL PERALATAN PABRIK Pengendalian peralatan pabrik pada masing-masing stasiun melalui ruang pusat kendali yang ditempatkan pada posisi paling leluasa bagi operator untuk memonitor aktivitas dan berhubungan dengan petugas jaga peralatan di lapangan. Pada bagian tertentu yang tidak memungkinkan bagi operator melihat langsung secara visual. Sistem pengendalian menggunakan programmable logic control (PLC) dipadukan dengan supervisory system sebagai piranti kendali dan informasi data trending. dilengkapi dengan kamera CCTV dari pusat ruang kendali.

Pelataran tebu dan peralatan penanganan tebu PENANGANAN TEBU Berbagai peralatan bongkar (unloading) tebu dipasang menyesuaikan dengan model angkutan yang ada. tahun 2001 dipasang 1 unit cane feeder table yang dilengkapi dengan hydraulic cane lifter yang dapat melayani tebu yang diangkut dengan trailer dan hydraulic truck tippler untuk melayani truk bak ataupun truk loss bak. . tebu yang diangkut menggunakan trailer dibongkar menggunakan side unloader yang terpasang pada 2 unit gantry crane. Untuk meningkatkan kapasitas umpan langsung pada main cane carrier . selanjutnya Hydraulic cane grab pada gantry crane bekerja menumpuk dan mengumpan pada cross cane carrier. Wheel loader disamping digunakan untuk membongkar dan menumpuk tebu loss bak di pelataran juga dipergunakan sebagai sarana pengumpan dan perata pada main cane carrier.

. cane cutter). main cane carrier dari cross carrier #1. elevating cane carrier menuju unit pemotong tebu kedua (2nd. cross carrier #2 dan Feeder table diangkut menuju unit mesin pemotong pertama (1st. terlebih dahulu dilakukan preparasi untuk membuka sel-sel tebu.Pengisian dan preparasi tebu PREPARASI TEBU Sebelum tebu diperah pada unit gilingan. tebu diumpankan kedalam 1st. Tingkat open cell yang dicapai pada unit preparasi ini 90. cane cutter).92%. kemudian dengan 2nd. dan selanjutnya menggunakan unit heavy duty shredder hammer tebu dihancurkan.

Nira mentah dari gilingan dipompa menuju stasiun pemurnian setelah terlebih dahulu melewati sebuah magnetic flow meter untuk memonitor dan merekam laju alirannya dalam satuan m3/jam.Stasiun gilingan EKSTRAKSI NIRA Enam unit gilingan jenis 4-roller disusun secara seri digunakan sebagai unit ekstraksi nira. Tingkat ekstraksi sukrosa dari unit gilingan ini pada kisaran 95 . kemudian ampas tebu yang disebut bagasse menuju stasiun pembangkit uap untuk digunakan sebagai bahan bakar pada ketel uap (Boiler).96%. masingmasing unit gilingan digerakkan dengan tenaga turbin uap. .

dan No. Pada masa tidak giling (off-season) 1 unit boiler tetap beroperasi dan memanfaatkan bahan bakar (ampas tebu) kelebihan dari masa giling untuk melayani kebutuhan uap penggerak turbine generator dalam memenuhi kebutuhan listrik perumahan divisi I s/d divisi VI.Boiler dan pembangkit tenaga listrik BOILER DAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK 3 unit boiler dengan kapasitas terpasang masing-masing : No. maintenance peralatan di pabrik dan pompa irigasi pertanian. .1 = 120 ton/jam. perkantoran.2 = 80 ton/jam. No. Energi potensial uap yang dibangkitkan digunakan untuk menggerakkan 3 buah back pressure turbo-alternator yang masing masing mampu membangkitkan tenaga listrik sebesar 5MW.3 = 120 ton/jam dengan tekanan kerja masing masing 20kg/cm2G. juga digunakan untuk menggerakkan turbin uap penggerak unit preparasi (cane cutter dan shredder) dan unit ekstraksi (gilingan).

100 derajat NTU. Tingkat kekeruhan (turbidity) nira yang dicapai pada level 70 . pH. Endapan kotoran dari clarifier dicampur dengan bagacillo kemudian ditapis menggunakan 6 buah vacuum filter menghasilkan limbah padat berupa blotong (filter cake) yang kemudian dikirim kembali ke kebun sebagai pupuk organik. gas belerang dan flokulan).Clarifier dan Vacuum filter PEMURNIAN Pemisahan kotoran dilakukan dalam bejana pengendap single tray SRI clarifier ( yang telah dimodifikasi menjadi perforated clarifier ) yang merupakan rangkaian tahapan pengaturan suhu. waktu dan penambahan bahan pembantu (susu kapur. .

Uap dari badan dua digunakan untuk media pemanas pada pan kristalisasi "C".Evaporator PENGUAPAN (EVAPORATION) Proses pengentalan nira jernih dilaksanakan dengan bejana penguap (evaporator). pan kristalisasi "A" dan bejana pemanas nira tersulfitir. Uap dari badan pertama digunakan sebagai media pemanas badan kedua. Brix nira kental dijada pada level 52-55%. stasiun evaporator dirancang dengan konsep maximum vapour bleed. . Guna meminimalisasikan kebutuhan uap. Bejana (evaporator) disusun dengan sistem quintuple effect yang terdiri dari sembilan buah bejana jenis Roberts. Evaporator dibersihkan secara periodik setiap dua minggu sekali dengan cara kimiawi selama 12 jam.

Hasil resultan dari kristalisasi adalah berupa massecuite (campuran kristal gula dengan molasses). sedangkan untuk "C" massecuite dikerjakan dengan continous pan. Bahan masakan "B" massecuite berasal dari "A" molasses dan nira kental. Nira kental. gula leburan. leburan gula "B" dan "C" sebagai bahan masakan "A" massecuite.Vacuum Pans KRISTALISASI Kristal gula dibuat dalam Vacuum Pans melalui proses pembesaran kristal hingga mencapai ukuran yang dikehendaki dengan cara memasukkan nira kental (syrup). Bahan masakan "C" massecuite berasal dari "B" molasses dan bibitnya menggunakan "A" molasses. Tingkatan masak (kristalisasi) dilaksanakan dengan sistem ABC. . Kristalisasi untuk "A" dan "B" Massecuite dikerjakan dengan menggunakan batch pan yang dilengkapi dengan pengaduk. molasses kedalam pans pada kondisi temperatus dan vacuum yang terkendali.

massecuite dari vacuum pans kristalisasi dituangkan kedalam strike receiver sambil melanjutkan pertumbuhannya. Kristal gula dipisahkan dari molasses menggunakan sebuah basket berlubang yang diputar sampai pada kecepatan tertentu sehingga molasses terlepas dari kristal gula akibat gaya sentrifugal (centrifugals machine). Pemisahan "A" massecuite menggunakan batch centrifugals menghasilkan kristal gula SHS (produk) dan "A" moolasses.Batch centrifugal dan Continuous centrifugal PEMISAHAN KRISTAL GULA DAN MOLASSES Bila satu siklus proses masak pembesaran kristal telah selesai. . Pemisahan "B" massecuite menggunakan continuous centrifugals menghasilkan gula "B" dan "B" molasses. pemisahan "C" massecuite menggunakan continuous centrifugals menghasilkan gula "C" dan final molasses.

Setiap informasi penyimpangan terekam dan secara otomatis sistem memberi peringatan. . Kristal gula kemudian ditampung dalam sugar bin untuk selanjutnya dilakukan penimbangan dan pengemasan.Pengemasan PENANGANAN DAN PENGEMASAN PRODUK Setelah proses pemisahan kristal gula produk (SHS) dikondisikan melalui sebuah unit fluidized bed vibrating cooler dengan maksud untuk menurunkan tingkat kelembaban serta meningkatkan kualitas penyimpanan. Untuk menjamin keakuratan berat kristal dalam kemasan. kemudian dilakukan pemilahan ukuran butiran menggunakan vibrating screen. mekanisme kerja mesin timbangan dan pengemasan bekerja secara integral yang dikendalikan secara otomatis. Sensor pengirim sinyal bobot pada timbangan digunakan jenis load cell.

Sertifikasi jaminan mutu

STANDARISASI KUALITAS DAN KEAMANAN PRODUK Guna menjamin kualitas, keamanan dan kehalalan produk baik gula maupun final molasses, telah diterapkan secara konsisten Quality & Management System yang mengacu pada standarc HACCP (SNI 01-4582-1998) dan GMP STANDARD B2, telah mendapatkan sertifikasi dari PDV the Netherland (Certifiate No. GMP'B2 0016), HACCP (Certificate No. PSC 00015) dan sertifikat HALAL dari MUI (Halal No.:02100005008608). Kembali keatas

http://www.gunungmadu.co.id/index.php?modul=artikel&id=utama&kodebrt=pabrik&colvis=false Lampung

PROPOSAL
EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA NAMA : ABDUL RAHMAN NIM : 41609010020

UNIVERSITAS MERCUBUANA JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI TAHUN 2009/2010
JUDUL PENELITIAN : 1. SISTEM PENANGANAN LIMBAH GAS PABRIK KARET REMAH’ 2. EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA 3. PEMANFAATAN SELLULOSA BAGAS UNTUK PRODUKSI ETHANOL MELALUI SAKARIFIKASI DAN FERMENTASI SERENTAK DENGAN ENZIM XYLANASE 4. MANAGEMENT OF LANDFILL LEACHATE 5. ANALISIS KINERJA PENGOLAHAN AIR LIMBAH PAVILYUN KARTIKA RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA

1. MODIFIKASI KIMIA DARI KITOSAN DAN APLIKASI PRODUK YANG DIHASILKAN 1. DAMPAK PEMBANGUNAN TERMINAL KARGO TERHADAP SISTEM TRANSPORTASI ANGKUTAN BARANG INDUSTRI BESAR DI KOTA KUDUS 1. PENGARUH SARI KERING LIMBAH PABRIK KULIT ATAS POPULASI MIKROBIA DAN SUSUNAN PADA BERBAGAI JENIS TANAH 1. PENINGKATAN EFEKTIVITAS PENGOLAHAN AIR LIMBAH PROSES PEMUTIHAN PULP DENGAN REAKTOR UP-FLOW ANAEROBIC SLUDGE BLANKET (UAS-B) DAN LUMPUR AKTIF TERMOBILISASI 1. TEKNOLOGI MINERAL DAN BATU BARA I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Motivasi studi ini berkaitan dengan maraknya isu mengenai pro-kontra impor produk pertanian khususnya gula. Isu tersebut merebak karena dihadapkan kepada kekuatan pihak produsen gula domestik, khususnya petani tebu, akan terancam kelangsungan produksi gula dalam negeri. Kekuatan produsen gula domestik dapat dipahami karena harga pasar gula impor lebih rendah dari harga gula produksi domestik. Produksi gula nasional semakin menurun selama beberapa tahun terakhir. Produksi gula nasional pernah meningkat relatif cepat dalam periode 1980-an, akan tetapi lambat sekali dalam periode awal 1990-an, dan setelah tahun 1994 produksi gula nasional terus menurun. Peningkatan produksi gula adalah disebabkan oleh perluasan areal tanaman tebu, bukan disebabkan oleh peningkatan produktivitas (Sekretariat Dewan Gula, 2001). Menurut Statistik Impor, Badan Pusat Statistik 2000, pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. Kondisi ini dapat menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah besar. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan gula di dalam negeri. 1.2 Identifikasi Masalah Para petani tebu hanya memiliki dua pilihan, jika krisis industri gula tidak tertangani. Petani akan membongkar kebun tebu dan beralih ke tanaman lain atau mereka akan membiarkan tanaman tebu yang ada tanpa perawatan, sehingga hasilnya minim. Apabila langkah ini dilakukan, maka

1. Alokasi input mana dalam pengelolaan pabrik gula yang sudah dan belum efisien ? 3. 10 September 2002). Mengidentifikasi alokasi input yang sudah dan belum efisien dan cara mengatasinya dalam pengelolaan pabrik gula di Indonesia. 2. . yaitu : 1. 1. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi.5 Batasan Masalah Terdapat lima kriteria pokok yang dapat dijadikan pedoman awal untuk menentukan tidak efisiennya suatu pabrik gula. Hal ini terjadi karena masuknya gula impor sehingga gula dalam negeri tidak dapat bersaing (Harian Kompas. Pengembangan lahan tebu mengarah ke lahan kering sehingga biaya angkut tebu meningkat.4 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Situasi demikian akan membawa industri gula pada situasi krisis karena pabrik gula mengalami kesulitan pasokan tebu.3 Perumusan Masalah Efisiensi merupakan salah satu indikator kinerja unit kegiatan ekonomi dalam industri gula agar dapat bersaing dengan gula impor. Pemicu rendahnya suplai bahan baku ini karena petani tertarik menanam tebu akibat merosotnya nilai ekonomisnya (Harian Kompas. Pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi mana yang efisien ? 1. Apakah industri gula di Indonesia. 2. 14 September 2002). Gula impor legal dan ilegal yang masuk ke pasar telah menekan harga gula produksi dalam negeri. Kesulitan memperoleh lahan. Untuk maksud tersebut. sudah efisien ? 2. masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1.pasokan tebu ke pabrik gula akan anjlok yang mengakibatkan pabrik gula dapat ditutup. Sebanyak 44 pabrik gula di Indonesia terancam bangkrut. Mengukur efisiensi relatif pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi di Indonesia.

Sehubungan dengan itu.000 kwintal per tahun. Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. NIM c) Nama dan Tempat Perguruan Tinggi d) Tahun 2) Lembar Pendahuluan. khususnya industri gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu pabrik gula Tasik Madu. Gondang Baru. 5. Kapasitas giling masih banyak yang dibawah 2000 ton tebu per hari. Setelah mengemukakan kriteria pokok efisiensi pabrik gula sebagaimana diuraikan di atas. maka Makalah hendaknya disesuaikan dengan sistematika sebagai berikut : 1) Lembar Judul . 1. Rejoagung Baru. (2) produksi tebu. 4. memuat: a) Judul Makalah b) Nama.3. sehingga harga pokok per unit hasil masih mahal. perlu diketahui apakah industri gula domestik di masa mendatang masih dapat diharapkan untuk dipertahankan eksistensinya. memuat: . Berdasarkan lima kriteria pokok tersebut terdapat indikasi bahwa efisiensi pabrik gula Indonesia masih rendah khususnya pabrik gula milik BUMN yang dapat disebabkan karena biaya produksi gula belum efisien (Sekretariat Dewan Gula Indonesia. (3) impor gula. dan (4) liberalisasi perdagangan. Jumlah produksi gula kurang dari 250. 1997). Mutu bahan baku belum optimal sehingga biaya produksi pabrik gula tidak efisien. terdapat aspek-aspek yang erat kaitannya dengan biaya produksi gula yaitu : (1) produksi gula.6 Sistematika Penulisan Untuk mendukung terhadap penyusunan proposal yang baik.

10 September 2002). METODOLOGI PENELITIAN 3.a) Latar Belakang b) Identifikasi Masalah c) Perumusan Masalah d) Tujuan dan manfaat penelitian e) Batasan Masalah 3) Lembar Tinjauan Pustaka 4) Metodologi Penelitian. 2. kg) d.J. memuat: a) Variabel penelitian b) Metode Analisis Data 5) Daftar Pustaka II. Jumlah tebu giling (X1.1 Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan dalam kajian efesiensi relatif antar pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu: 1. 1000Rp) c.3 P3GI 2. Jumlah bahan bakar (X2. 1000Rp) . ton) b. 2.1 (Harian Kompas. 14 September 2002). M.4 Ferrantino. Biaya bahan bakar (CX2. dari US International Trade Commission Office of Economics III. Komponen Input a. TINJAUAN PUSTAKA 2.2 (Harian Kompas. Biaya tebu giling ( CX1.

maka perusahaan . Sebagai gambaran jika suatu UKE merupakan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan (profit-maximizing firm). Biaya Penyusutan (Z2. melainkan sebagai penentu untuk memaksimumkan efisiensi dari suatu UKE. 1000Rp) g. Untuk mengukur efisiensi industri digunakan alat analisis DEA. Jumlah Tenaga kerja (X3. artinya setiap UKE dalam sampel harus dapat menggunakan seperanagkat bobot yang sama untuk mengevaluasi rasionya (total weighted output / total weighted input ≤ 1). Setiap unit kegiatan ekonomi (UKE) yaitu setiap pabrik gula diukur efisiensi relatifnya. Biaya tenaga kerja (CX3. Produksi Gula (Q1. 1000Rp) h. karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan kombinasi output yang berbeda pula. Komponen Output a.e.2 Metode Analisis Data Metode Analisis Penelitian ini menggunakan alat analisis DEA (Data Envelopment Analysis). Secara umum UKE akan menetapkan bobot yang tinggi untuk input yang penggunaannya sedikit dan untuk output yang dapat diproduksi dengan banyak. Bobot tersebut memiliki sifat : (1) tidak bernilai negatif. Penerimaan tetes (TRQ2. DEA berasumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimalkan rasio efisiensinya (maximum total weighted output/total weighted input). Bobot-bobot tersebut bukan merupakan nilai ekonomis dari input dan outputnya. dan setiap input dan outputnya memiliki biaya per unit serta harga jual per unit. maka setiap UKE akan memiliki seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. efisiensi relatif suatu UKE adalah efisiensi suatu UKE dibanding dengan UKE lain dalam sample (sekelompok UKE yang saling diperbandingkan) yang menggunakan jenis input dan output yang sama. dimana penggabungan input dan output tersebut tidak mungkin dilakukan. orang) f. ton) d. efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya (total weight output/total weighted input). Biaya Management (Z1. 1000Rp) 2. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu unit kegiatan ekonomi (yang selanjutnya disingkat UKE) yang menggunakan banyak input dan banyak output. 1000Rp) 3. Penerimaan gula (TRQ1. ton) b. 1000Rp) c. Produksi Tetes (Q2. Dalam DEA. dan (2) bersifat universal. Inti dari DEA adalah menentukan bobot (weights) atau timbangan untuk setiap input dan output UKE. Data Envelopment Analysis (DEA) dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial dan regresi berganda.

maka setiap UKE akan memilih seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. Dalam DEA efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya. DEA menunjukkan sejumlah UKE . Konsep Dasar Data Envelopment Analysis (DEA) Data Envelopment Analysis (DEA) adalah pengembangan programasi linier yang didasarkan pada teknik pengukuran kinerja relatif dari sekelompok unit input dan output. Jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi < 100%). Inti dari DEA adalah menentukan bobot yang memiliki sifat: a. Efisiensi silang UKE A terhadap KE B merupakan rasio dari output tertimbang dibagi input tertimbang yang dihitung dengan enggunakan tingkat input dan output UKE A dan bobot input dan output UKE B.tersebut akan berusaha menggunakan sedikit mungkin input yang biaya per unitnya termahal dan berusaha memproduksi sebanyak mungkin output yang harga jualnya tertinggi. DEA dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial maupun regresi berganda. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. Nilai Manajerial DEA 1. Karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan output yang berbeda pula. Tidak bernilai negatif b. Bersifat Universal Metode DEA memiliki asumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimumkan rasio efisiensinya. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. 2000). 2. Analisis fisiensi silang dapat membantu seorang manajer untuk mengenali UKE yang efisien tetapi menggunakan kombinasi input dan menghasilkan kombinasi output yang sangat berbeda dengan UKE yang lain (PAU-SE UGM. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) yang menggunakan banyak input maupun output.

Dewa. Electric Power Generator”. Monitoring dan Analisa Prospek Industri Gula di Jawa. 56 : 377-386. “Economic of Scale in U. Agr. Kaul. J. 1996. DEA mensyaratkan semua input dan output harus spesifik dan dapat diukur. IV. 84:655-676. 1986. and J. “A Note on the Use of the Cobb-Douglass Profit Function”.S. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. 3. 1996. DEA berasumsi bahwa setiap unit input atau output identik dengan unit lain dalam tipe yang sama. 1976. 1982. Dalam bentuk dasarnya DEA berasumsi adanya Constrant Return To Scale (CRTS).H. 2000.L. Statistik Impor.R. 4. Green. Jurnal Agro Ekonomi 15:1-19. Chand. R. Christensen. Analisis Fungsi Produksi Usahatani untuk Menunjang Pengembangan Daerah Aliran Sungai Cimanuk. Amer. 2. Binswanger. Jurnal Agro Ekonomi 1 : 28-49.S. Econ. Prabowo. 68:162-164. Journal of Political Economics. Amer J. D.S. Center for Policy .P. Keterbatasan DEA 1. Econ. Bobot input dan output yang dihasilkan oleh DEA tidak dapat diinterpretasikan dalam nilai ekonomi. L. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. Agr. K. Pakpahan. H. “The Measurement of Total Factor Productivity Growth using Production Frontier : A Case of Irrigated Rice Farming in West Java”. and W. 1974. 3. “A Cost Function Approach to the Measurement of Elasticities of Factor Demand and Elasticities of Distribution”. A.yang memiliki efisiensi sempurna (100%).

1987. Efisiensi Teknis Usahatani Kubis di Desa Galagah. Agro Ekonometrika XXVIII (1): 37-56. Data Envelopment Analysis. Rencana Operasional Pemecahan Permasalahan Industri Gula di Indonesia. C.C. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1980-1997. 1998. 1987. 2000.. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. PSE dan P3GI. ________. Saerfudin. 1997.and Implementation Studies (CPIS).W.. Bogor. Jurnal Agro Ekonomi.A. 2001. 1996. L. M. Kasryno. and CASER Bogor. Fungsi Keuntungan : Landasan Teori dan Terapannya. Studi Panel Petani Tebu. . PSE dan P3GI Buku II.. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Penentuan Ekonomi Skala Usaha dengan Fungsi Keuntungan : Landasan Teoritis dengan Contoh Fungsi Cobb-Douglass dan Translog. P. M. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. F. Washington D. Simatupang. Gonzales. Sumatera Barat. Departeman Pertanian. Dinamika Ekonomi Tebu Rakyat dan Industri Gula Indonesia. Produksi Gula Nasional. Jakarta. 1987. dan Mewa. 7:1-16. Rasahan and Y. Sekretariat Dewan Gula Indonesia 1997. Price and Investment Policies in the Indonesian Food Crop Sector. Bogor. 1988. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Mimeo. PAU Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada.A. Dua Puluh Dua Tahun Program TRI di Jawa.H. Rosegrant. Sawit. Pusat Penelitian Perusahaan Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). 16 ______. IFTRI. Simatupang P.

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan maka dilakukan analisis mengenai proses yang terjadi di ”stasiun masakan ” yaitu proses kristalisasi sesuai dengan SOP (Standar Operating Prosedure) PG Tasikmadu dan bagaimana pengendalian dan pengawasan proses di ”stasiun masakan”. T. 1999.ac. Tujuan penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan pada stasiun masakan dan bagaimana cara pengendalian dan pengawasan proses pada ”stasiun masakan”. nira kental basi yang mengakibatkan kualitas gula yang dihasilkan kurang baik. negara kita masih harus mengimpor gula dari negara lain. Jurnal Agro Ekonomi 6 : 19-28 http://industri09abdul.uns. pipa pecah.H. “Keterbatasan Fungsi Cobb-Douglass dalam Pendugaan Elastisitas Permintaan Input”. Indarto dan A.id/category/ringkasan-skripsi/ ENDALIAN DAN PENGAWASAN PROSES PADA STASIUN MASAKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GULA PASIR DI PABRIK GULA TASIKMADU KARANGANYAR Oleh : Tiyas Widiyaningsih ABSTRAKSI Pengendalian dan pengawasan proses merupakan hal utama yang harus diperhatikan dalam kegiatan proses produksi.php?mn=detail&d_id=16046 .blog. Berdasarkan diagram sebab akibat tersebut diketahui bahwa terdapat empat faktor yang dapat dianalisis keempat kategori tersebut yaitu.. PG Tasikmadu sebaiknya menambah upah untuk buruh tebang angkut. P. Rachman. Untuk terus meningkatkan hasil produksi yang baik maka pada saat proses produksi PG Tasikmadu harus mampu mengendalikan dan melakukan pengawasan produksi secara maksimal dari tahap awal hingga tahap akhir yaitu pengemasan. Dalam melakukan pengendalian proses untuk mengetahui penyebab terhambatnya kecepatan proses kristalisasi pada “stasiun masakan” maka dilakukan analisis dengan menggunakan diagram sebab akibat. A. (1)metode seperti salah dalam perencanaan proses yang mengakibatkan skema masak menjadi keliru. M. 1987. berjalan dengan lancar dan cepat serta apabila terjadi penyimpangan maka penyimpangan tersebut dapat langsung dikoreksi.M.S.id/pengguna. Keyword: Pengendalian dan Pengawasan proses Proses kristalisasi “Stasiun Masakan” Analisis Fish bone http://digilib. para pekerja hendaknya lebih memanfaatkan waktu kerja semaksimal mungkin dalam melakukan kegiatan produksi pada ”stasiun masakan”. Ali. “Production Efficiency of Cauliflower (Brassica Oleracca var Botrytys) at Ciarutan. Indonesia”. West Java. Jurnal Agro Ekonomi 4 : 27-39. Penerbit Institut Pertanian Bogor.Soentoro. (3)sumber daya manusia seperti pekerja tidak mengindahkan aturan dalam SOP. 1985. Usaha Tani dan Tebu Rakyat Intensifikasi di Jawa. (2)material seperti bahan baku habis. Agar dapat meminimalisasikan kecacatan produk dan juga kegagalan proses produksi. hal ini tentunya akan dapat meningkatkan kualitas hasil produksi. hal ini disebabkan karena kurangnya bahan baku yaitu tebu. Dalam Ekonomi Gula di Indonesia Disunting oleh Sawit. Mengingat saat ini kebutuhan akan gula belum mampu memenuhi target yang diharapkan. Berdasarkan hasil pembahasan maka sebaiknya PG tasikmadu lebih mengoptimalkan perencanaan produksi khususnya untuk inventory control karena jika bahan baku yang diperlukan kurang hal itu akan menyebabkan proses kristalisasi menjadi lama.ac. Sugianto. N.mercubuana. Suryana. Suharno dan A. (4)mesin seperti terjadi kerusakan alat contoh pan jebol. Tujuan pengendalian dan pengawasan proses adalah agar kegiatan produksi dan operasi yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang direncanakan.

(3) pengaruh pengambilalihan perusahaan gula Mangkunegran terhadap perubahan ekonomi “praja” dan pegawai perusahaan gula Mangkunegaran. Jawa Tengah. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer maupun sumber data sekunder. No.D tahun 1946.mitrasites. Penulis dapat mengetahui proses tebu menjadi gula. No.scribd. mungkin bisa menjadi pilihan untuk berlibur. Sebuah lori tebu kuno di lokasi wisata ini telah disiapkan untuk mengantar wisatawan berkeliling lokasi wisata. (2) proses perubahan status kepemilikan dari perusahaan gula Mangkunegaran pasca Kemerdekaan Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan wawancara. http://www. kemudian merekonstruksikan berdasarkan data yang diperoleh sehingga dapat menghasilkan historiografi. Sejalan dengan tujuan di atas. Sondokoro juga memberikan suasana sejuk yang mendukung. Studi pustaka yaitu memperoleh data dengan cara membaca literatur. 3 dan 4 tahun 1946.com/mesin-pabrik-gula. Sejumlah petugas juga siap mengantar dan menjelaskan kepada para pengunjung mengenai berbagai proses pembuatan gula. 16/ S. Selain akan membawa Anda menikmati pemandangan indah. para pengunjung tetap diizinkan masuk dan berkeliling pabrik. lori ini juga mengantar Anda ke area pabrik gula Tasikmadu. PP No. pengunjung juga bisa menikmati keindahan taman dan berbagai permainan. di pabrik gula PG Tasikmadu. PP. -http://gambar. Sumber tertulis sekunder berupa buku-buku yang mempunyai relevansi dengan masalah penelitian. Sumber data berupa arsip-arsip tentang perusahaan gula Mangkunegaran dan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan proses pengambilalihan perusahaan gula yang diantaranya meliputi. surat kabar. Di lokasi wisata ini Anda akan diperlihatkan proses pembuatan gula dari awal hingga selesai. Harga masuk ke lokasi wisata ini relatif murah. Mulai dari penghancuran tebu dalam penggilingan besar hingga gula benar-benar siap untuk dipasarkan. Sejumlah kendaraan kuno pun ditampilkan di lokasi wisata ini untuk menambah daya tarik juga menambah pengetahuan. Wawancara ditujukan kepada para abdi . 9 tahun 1947.html PERUBAHAN KEPEMILIKAN PERUSAHAAN GULA MANGKUNEGARAN TAHUN 1946-1952 Oleh : Wahyuningsih ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) latar belakang berdirinya perusahaan gula Mangkunegaran. Meski proses produksi sedang berlangsung. dokumen atau arsip yang tersimpan dalam perpustakan. maka penelitian ini menggunakan metode historis. Dan penulis mengetahui adanya alat modern yang membantu dalam proses tebu menjadi gula. Dan adanya Pabrik Gula Tasikmadu bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. dan PP. Selain mengunjungi pabrik gula. Karanganyar.2.com/doc/37674093/BAB-I-Lengkap AZ Cara Membuat Gula Pasir Lokasi Wisata Sondokoro. Metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau.000 per orang. SONDOKORO PABRIK GULA TASIKMADU Adanya Sondokoro sangat bermanfaat. hanya Rp 8. Sondokoro merupakan tempat merilekskan diri dengan kegiatan outbond.

The source of data used primary and secondary data is archives of Mangkunegaran sugar factory and the regulation related to the taking over of the sugar factory.dalem Mangkunegaran dan pegawai perusahaan gula Mangkunegaran.php?mn=detail&d_id=13318 http://gambar. yaitu: (1) Perubahan status kepemilikan perusahaan perkebunan merupakan bagian dari adanya perubahan sosial dalam sistem perkebunan yang terjadi karena kebijakan ekonomi pemerintah RI pasca kemerdekaan. Selain itu didukung oleh adanya kondisi geografis yang baik dan adanya usaha KPAA Mangkunegara IV untuk mendirikan perusahaan gula Colomadu dan perusahaan gula Tasikmadu. PP. This is based to the UUD 1945 chapter 33 verse 2 and 3. (2) the status changing of sugar factory that last in 1946-1952 gave large influence especially in economic aspects. Hal ini berdasarkan UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3.uns. 3 and 4 1946. The literary study is review of literatures. 16/S. Pengaruh lainnya terhadap kehidupan ekonomi pegawai perusahaan gula Mangkunegaran. Interview was done to the internal staffs of Mangkunegaran and the staffs that worked to Mangkunegaran’s sugar factory. Di sisi lain adanya perubahan kepemilikan perusahaan gula Mangkunegaran membawa dampak yang positif bagi pegawai perusahaan gula bumiputera untuk menggantikan posisi para pegawai Belanda.D 1946. Based on the result of the research was conclude that: (1) The building of Mangkunegaran’s sugar factory was happened after the implementation of the growth of plantation and Agrarische Wet 1870’s. PP No. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Berdirinya perusahaan gula Mangkunegaran terjadi setelah diterapkannya Undang-Undang Agraria tahun 1870an untuk berkembangnya usaha penanaman tebu. dan (3) Pengambilalihan perusahaan gula Mangkunegaran berpengaruh besar pada aspek ekonomi “praja”. Historical method is the process of testing and analyzing critically of the record and inheritance of the past and reconstructed to historiography. (3) the influece of take over Mangkunegaran’s sugar factory to the economic life of “praja” and staffs sugar factory. this gave positive influence to the staffs of the sugar factory to replace the Dutch staffs. (2) The changing process of ownership status Mangkunegaran’s sugar factory post RI independence day was marked by taking over the farming factory of Mangkunegaran by the Government. yang ditandai dengan adanya perubahan harga sewa tanah yang naik dan adanya perubahan pegawai Belanda ke dalam tenaga kerja dari golongan bumiputera. (3) The taking over of Mangkunegaran’s sugar factory was influence very important to the economic life of “praja” and staffs sugar factory. it can be seen the changing of land rent price is increasing and the alteration of Dutch workers to the internal worker. In the other side. No. http://digilib. (2) Proses perubahan status kepemilikan dari perusahaan gula Mangkunegaran pasca kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan melalui kebijakan pengambilalihan perusahaan-perusahaan perkebunan Mangkunegaran oleh pemerintah. this research to use historical method.html PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROSES PADA STASIUN PEMURNIAN UNTUK MENUNJANG KUALITAS GULA PG TASIKMADU KARANGANYAR . 9 1947. (2) Perubahan status kepemilikan perusahaan gula Mangkunegaran (Tasikmadu dan Colomadu) yang berlangsung tahun 1946-1952 membawa pengaruh yang besar terhadap Mangkunegaran terutama dalam aspek ekonomi. From the above conclusion.id/pengguna. The secondary data source is the books that relevance with the problem of the research. documents or archives. besides supported by geographical condition and efforts of KPAA Mangkunegara IV to built Colomadu and Tasikmadu sugar factory. The technique of collecting data is literary study and interview. (2) the changing process of ownership status Mangkunegaran’s sugar factory post Indonesia Independence Day. ABSTRACT The aims of this research are to describe: (1) the background of the building of Mangkunegaran’s sugar factory. PP.com/gula-pasir. newspapers. Dari kesimpulan di atas maka muncul implikasi. there are implication which can be stated as: (1) The status changing of the ownership of farming factory is a part of the social changing in the farming system that had happened because of Indonesian Republics government policy in post independence day.ac. Along with the aims. No.mitrasites.

61 %.uns. supaya tidak menghambat kelancaran proses.id/pengguna. Yaitu 1092 jam dengan presentase 31. stasiun pemurnian.49 % Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan dari penelitian yang dikemukakan diatas. stasiun penguapan. bahan pembantu. maka diperlukan manajemen yang baik. PP II dan Clarity.9 %. Sehingga pemanasan dapat tercapai. Pada perusahaan proses produksi mempunyai peran yang penting dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Dokomen-dokumen pada giling sebelumnya sebaiknya di simpan. mesin. Keyword : Perencanaan dan Pengendalian Proses http://digilib. yaitu stasiun pemerahan. yang selalu ditunggu oleh keluarga. baik pengendalian bahan baku. dan diagram sebab-akibat untuk mengetahui penyebab dari kerusakan.Oleh : Qodarul Laili ABSTRAK PG Tasikmadu merupakan perusahaan yang memproduksi gula pasir.php?mn=detail&d_id=10311 Namanya adalah Agro Wisata Sondrokoro.ac. dan untuk mengetahui apa saja yang perlu dikendalikan di stasiun pemurnian dalam proses produksi untuk menjaga kulitas gula supaya tetap memenuhi standar perusahaan. Proses produksi yang berlangsung pada PG Tasikmadu ada beberapa stasiun. Perusahaan yang mempunyai manajemen yang baik apabila segala kegiatannya direncanakan. dan pengendalian terhadap tenaga kerja. Mereka seakan tak kenal lelah bermain dan belajar di sini. stasiun kristalisasi. Foto: Berita Daerah-Sudaryono Agro Wisata Sondrokoro karena mempunyai nilai pendidikan dan sejarah dengan bernuansa . Sebaiknya pengendalian pada stasiun pemurnian perlu di tingkatkan. mesin-mesin dan tenaga kerja. pengendalian proses. maka peneliti memberikan saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan. Adapun hal yang perlu dilakukan proses pemurnian sebelum proses produksi adalah menyiapkan bahan baku. untuk mengetahui proses produksi gula. Kemudian Untuk penyebab kerusakan terbesar kedua yaitu tidak tercapainya suhu pada PP II. Apalagi anak-anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui yang perlu dilakukan pada stasiun pemurnian sebelum proses produksi. Tempat ini merupakan area wisata. diorganisasi. diarahkan. diawasi serta dikendalikan. Membersihkan peralatan pada stasiun pemurnian secara rutin supaya kerak nira tidak menghambat proses pemanasan pada PPI dan PPII. sebagai dokumentasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Sesuai dengan masalah yang telah ada maka dilakukan analisis menggunakan diagram pareto untuk mengetahui kerusakan apa saja yang paling sering terjadi pada stasiun pemurnian. dari hasil analisis menggunakan diagram pareto maka dapat diambil kesimpulan bahwa Jumlah kerusakan yang paling besar adalah tidak tercapainya suhu pada PPI yaitu 2277 jam dengan presentase 65. Penyebab kerusakan nira pada stasiun pemurnian yaitu pada PP I. Mencatat semua ketidak sesuaian proses khususnya pada setasiun pemurnian untuk dilakukan perbaikan segera dan sebagai dasar dalam proses berikutnya. Penyebab kerusakan yang ketiga yaitu kejernihan pada nira yaitu 86 jam dengan presentase 2. stasiun puteran dan stasiun penyelesaian.

tempo doeloe. anda bisa menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 15 km dari kota Solo ke arah timur sebelum memasuki kota Karanganyar. keduanya mampu menjadi obyek wisata andalan Kabupaten Karanganyar yang saat ini terus dikembangkan baik dalam hal penataan obyek wisata yang dipetakan menjadi beberapa kelompok yang terpisah antara wahana haritage yang bersifat sejarah . Keduanya dalam satu lokasi yang saling mendukung. permainan anak dan penunjang lainnya. Foto: Berita Daerah-Sudaryono Dengan aset yang telah ada. lalu belok kiri menuju PG Tasikmadu Karanganyar. Jika anda tertarik mengunjungi tempat ini. dan ditempuh 30 menit dari kota Solo. . wahana pendidikan . mulai dari tanaman tebu hingga proses penggilingan serta pengepakan gula. dimana PG Tasikmadu sebagai pabrik gula yang sampai saat ini masih aktif telah dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata yang memiliki nilai sejarah dan pendidikan dimana kita bisda mengetahui tentang proses pembuatan gula. Keberadaan tempat ini tidak dapat dipisahkan dengan PG Tasikmadu yang merupakan rangkaian yang tak terpisahkan.

tak hanya rekreasi saat musim giling bulan Mei – Oktober pengunjung bisa belajar dengan menyaksikan proses penggilingan nya ( proses dari tebu menjadi gula ). 4000-7000. ini merupakan ikon Sondrokoro. tahun ini meningkat . (Sudaryono/DN/bd) http://beritadaerah. ajak keluarga anda untuk menikmati agrowisata seru ini.-/orang. Mulai dari Rp.000.-.com/budaya/jawa/38157 Target giling PG Tasikmadu. anda pun bisa bertamasya dan bisa memilih sendiri wahana yang disuka dengan biaya yang terjangkau. Tak perlu mahal kan untuk menikmati wisata bermanfaat ini? Tunggu apalagi. 5.Foto: Berita Daerah-Sudaryono Dengan membayar tiket masuk Rp. Wahana yang paling disukai adalah sepur tebu .

Iringan musik dan berbagai sesajen seperti bubur. Ritual yang lain tetap dilaksanakan sama. Selamatan giling tebu diawali dengan arak-arakan budaya.0. Tebu bagi masyarakat Tasikmadu telah menjadi tumpuan harapan petani dan keluarga karyawan pabrik gula. kali . selamatan giling tebu diawali dengan mempersembahkan berbagai macam sesaji.9 juta kuintal tebu. Pabrik Gula (PG) Tasikmadu Karanganyar menargetkan bisa menggiling 4. Ikut diarak pula dalam ritual itu dua pohon batang tebu.Dimuat admin Apr 14th. Bagi masyarakat sekitar.2 juta kuintal tebu pada musim giling tahun 2011 ini. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini prosesi ritual jelang giling Karanganyar (Soloraya Online). sesajen itu dipercaya membawa berkah. Dari cairannya yang manis dihasilkan gula yang berarti besar bagi kehidupan mereka. dan hasil bumi yang lain diarak menuju tempat penggilingan. satu saja cukup. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. tumpeng. “Nggak ada maksud apa-apa. sesajen kepala kerbau pada selamatan musim giling tahun 2011 ini hanya satu. Target ini meningkat dibanding musim giling tahun sebelumnya yang total hanya menggiling 3. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2. kalau sebelumnya kami mempersembahkan tujuh kepala. sebanyak tujuh ekor kepala kerbau dijadikan sesajen. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Liputan Utama. Ragam Peristiwa. Kamis (14/4). 2011 dalam Kategori Breaking news. Sesajen yang dibawa menggunakan jolen atau joli ini diarak oleh sejumlah pegawai pabrik dan masyarakat sekitar. serta kembang telon. Hanya kepala kerbau yang membedakan. Ribuan warga Karanganyar dan sekitarnya ikut menjadi saksi menyaksikan dari dekat ritual selamatan giling tebu tersebut. termasuk persembahan kepala kerbau sebagai simbol diawalinya musim giling. Padahal pada tahun sebelumnya.

Menurut Bambang.ini satu saja kami anggap cukup. "Tradisi ini selalu kami adakan setiap menjelang musim giling.” ujar Administratur PG Tasikmadu.2 juta kuintal tebu atau . Bambang ucahyo di sela acara ritual. ungkap Administratur PG Tasikmadu Karanganyar. untuk kelengkapan sesajen berupa bubur. * (dit) http://solorayaonline. aman dan proses giling mencapai target. Jum‟at (15/4). Karanganyar : Ribuan warga masyarakat menyaksikan tradisi "Selamatan Giling Tebu Tahun 2011" di Pabrik Gula PG Tasikmadu Karanganyar Jum‟at (15/4).com/2011/04/14/target-giling-pg-tasikmadsu-tahun-ini-meningkat/ Ribuan Warga Karanganyar Saksikan Tradisi Selamatan Giling Tebu 2011 Written by Leni Widiya | 15 April 2011 Share KBRN. suasana berlangsung meriah tidak ubahnya seperti pesta pernikahan pengantin. tumpeng dan kembang telon. Bambang Sucahyono. Kerbau selama ini dikenal sebagai binatang yang kuat dan tak gampang menyerah di segala medan. Tebu yang merupakan pasangan Manten Tebu Pria dan Manten Tebu wanita lengkap dengan iringiringan Joli yang terbuat dari anyaman bambu dan hiasan kertas yang dibawa para pegawai pabrik gula. Disebutkan dalam musim giling tahun 2011 ini PG Tasikmadu siap menggiling 4. sebagai upacara selamatan dan permohonan doa kepada Tuhan YME untuk kelancaran giling tebu dalam proses pembuatan gula kristal". Tradisi ini ditandai dengan arak-arakan Temanten (pengantin). ritual menjelang dimulainya giling tebu ini digelar dengan maksud untuk “nguri-uri” budaya dan manifestasi doa kepada Tuhan. Harapannya kegiatan giling tebu yang akan segera dimulai bisa berjalan lancar. Kenapa kerbau yang dipilih sebagai sesajen karena mempunyai simbol etos kerja karyawan.

2010 dalam Kategori DOKUMENTASI SOLORAYA. Hiburan “jadul” itu memang seperti mengingatkan kembali kenangan masa lalu. pasar malam cembengan menempati sekitar Pabrik Gula (PG) Tasik Madu. Boyolali. bulan di mana masa panen raya tebu datang. HEADLINE. dan tong setan.rri. Jawa Tengah. Sedangkan tebu yang diling PG tersebut berasal dari Karanganyar sendiri. es dawet.2 juta kuintal tebu itu akan menghasilkan gula kristal atau ngula pasir sebanyak 307.php/component/content/article/44-index-berita-terbaru/9489-wargakaranganyar-saksikan-tradisi-selamatan-giling-tebu Arak Temanten Tebu Jelang Musim Giling Dimuat Editor Jun 17th. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.id/index.co. Pasar malam yang digelar masyarakat tersebut biasanya bertempat di sekitar lokasi pabrik gula. menjajakan berbagai makanan khas pasar malam tradisional.9 juta kuintal tebu. Sebutan itu sebenarnya merujuk pada keramaian pasar malam yang selalu digelar setiap awal bulan April. Grobogan bahkan dari Kabupaten Semarang. sekitar 15 kilometer arah timur Kota Solo. seperti arum manis. dapat dipastikan hampir semua pabrik gula menggelar serangkaian ritual sakral untuk keselamatan. KLIPING BERITA. SENI BUDAYA. Ada juga beberapa hiburan anak-anak semacam komidi putar. WISATA BUDAYA.0. brondong jagung dan jajan pasar. jelas Bambang Sucahyono . "Dari 4.963 kuintal". Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini Menjelang musim giling tebu. (Sriyanto/Leni/WDA) http://www2. Wonogiri. Di Karanganyar.meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 3. serta Sragen. yang disebut cembengan. . Musim giling tebu itu akan dimulai 20 Mei mendatang dan berlangsung selama 135 hari. Puluhan lapak berderet-deret. Sukoharjo.

masa seperti sekarang ini adalah masa gembira bagi masyarakat di sekitar pabrik gula. kegembiraan panen yang kemudian dilanjutkan dengan menggiling tebu itulah yang melahirkan ritual cembengan. pasar malam yang berlangsung selama dua pekan itu dipadati pengunjung. Maka sungguh wajar jika wajah-wajah mereka terlihat sumringah (gembira). Namun sebelum giling tebu. atau kirab pengantin tebu yang digelar pihak pabrik gula. Impian setelah selama satu tahun (periode tanam tebu) akan segera bisa dinikmati. sebelum akhirnya meletakkannya di ruang mesin produksi di dalam pabrik. yaitu mengarak atau mengkirab aneka sesaji keliling kampung. Setelah dilakukan pembacaan doa. Pada hari pertama. terutama tujuh kepala kerbau. Batang tebu tersebut akan dijadikan sebagai tebu pertama saat dilakukan giling tebu pada keesokan harinya atau Jumat (30/4). Bagi masyarakat di sekitar pabrik gula. lapangan kerja akan terbuka. Namun justru itulah kekuatannya. telur asin. Di PG Tasik Madu. dan karyawan pabrik. Konon. Kepala kerbau ini . pihak pabrik gula terlebih dulu menggelar prosesi kirabn sesaji.Pasar malam tersebut memang sangat kental dengan warna tradisional. Setiap malam. aneka sesaji. Sebab sebentar lagi roda ekonomi akan bergerak. pendapatan akan mengalir. Kamis (29/4) pagi. para petani tebu. ritual cemengan itu sendiri dilakukan selama dua hari. ritual dimulai dengan penebangan dua batang tebu temanten (pengantin). Sebelum dikirab. dan hasil bumi. anak dan istri. dan pasar malam cembengan adalah gambaran perayaan kebahagiaan itu. diletakkan di bagian bawah mesin produksi. Selain tujuh kepala kerbau. kinangan (perlengkapan menginang). Bermacam sesaji selanjutnya diarak bersama gagar mayang dari dua batang tebu. Arak-arakan sesaji dimulai dari halaman Balai Desa Suruh menuju pabrik gula yang berjarak sekitar 5 kilometer. buruh tebang. buruh angkut. Mereka datang dengan gembira bersama keluarga. musim panen memang identik dengan musim kebahagiaan. Ritual ini digelar untuk memohon keselamatan selama proses penggilingan tebu yang dimulai pada keesokan harinya. sesaji tersebut antara lain berupa jenang merah dan putih. bermacam sesaji diletakkan di dalam jolen atau joli (semacam tandu kecil) yang dihias dengan kertas warna-warni. nasi tumpeng. Ya.

mengandung harapan agar kelak gula yang dihasilkan nantinya berlimpah dan kualitasnya bersih. menuju besaran atau rumah dinas administratur pabrik gula. karyawan pabrik gula. yaitu prosesi kirab tebu temanten.” terang dia. Syukuran ini bertujuan agar prosesi giling tebu berjalan lancer. “Sepasang tebu temanten ini sebagai simbol adanya tebu lanang (laki-laki) atau tebu yang berasal dari daerah lain. Hingga akhirnya. ritual ini adalah cara kami memohon keselamatan. sehingga diperlakukan secara khusus dan khas. Karanganyar. yaitu menggunakan nasi tumpeng dan perlengkapan lainnya. dan karyawan pabrik. pabrik. Malam sebelum proses giling pertama. Bergeraknya mesin giling itu pun menandai dimulainya proses giling tebu hingga 100 hari mendatang. Ritual untuk memohon keselamatan selama masa giling tebu dipimpin Administratur PG Tasik Madu Sri Harjanto.(Ganug Nugroho Adi) . dulu pabrik gula ini pernah tidak melakukan cembengan. Glek! Mesin penggiling pun bergerak. sepasang temanten tebu kemudian diletakkan di atas mesin giling. Ritual cembengan tersebut konon juga berkaitan dengan hasil produksi gula. Begitu arak-arakan pengantin memasuki ruang giling. serta tebu wadon (wanita) yang ditanam sendiri oleh pabrik gula Tasik Madu PG sendiri. Soal pemeilihan nama tebu temanten itu. sungguh sangat berarti kehidupan mereka.” kata Sri Harjanto. dari rumah dinas kepala tanaman pasangan tebu temanten dikirab bersama 14 pasang tebu pengiring keliling desa. Kami juga memohon kepada Tuhan agar hasil giling tebu nantinya bisa bermanfaat bagi petani. kata Sri harjanto. Sri Harjanto menambahkan syukuran atau selamatan ini dilakukan seperti syukuran yang dilakukan oleh masyarakat. mulai menggilas dan melumat batang-batang tebu. Tasikmadu. yang nantinya akan menjadi gula. Air manis dari tebu yang digiling. Tebu Temanten Puncak ritual cembengan berlangsung pada keesokan harinya. Maka. Tentu saja. angkut. yang diambil dari Kebun Sroyo di Kebakkramat dan Kebun Wonolopo. “Yang mengikuti syukuran atau selamatan ini adalah para pekerja kebun tebu. sebelum memimpin prosesi. lalu hasil produksi gula menurun. dan orangorang di sekitar pabrik. Tebu telah menjadi tumpuan harapan para petani. kami menggelar pentas wayang kulit semalam suntuk. sekaligus mengakhiri ritual cembengan di PG tasik Madu. Atraksi reog menyambut kedatangan tebu temanten dan pengiringnya di halaman pabrik gula. karyawan. sekaligus membawa berkah bagi karyawan dan warga sekitar pabrik.” ungkap Sri Harjanto. warga mengelu-elukan kirab pengantin. musim giling tebu barangkali menjadi musim yang paling ditunggu.diyakini sebagai penolak bala atau bencana. dan masyarakat sekitar. Begitulah. Dari sepanjang pinggir jalan. Keduanya mengenakan topeng Dewi Sri dan Dewa Sadana. mulai awal tebang. tebu yang menjadi pengantin merupakan tebu pilihan. Jumat (30/4) pagi. Lambang kemakmuran masyarakat agraris. Tapia pa pun. sehingga tidak terjadi sesuatu yang buruk selama musim giling. Selain batang tebunya dipilih yang paling baik dan memiliki rendemen tinggi. “Entah kebetulan atau tidak. tak ubahnya pasangan pengantin manusia. penggilingan hingga dengan akhir penggilingan nanti. sepasang tebu temanten pun didandani layaknya sepasang mempelai. Tahun ini. pasangan temanten yang “dinikahkan” adalah pasangan Bagus Wijaya dan Raden Roro Sri Rejeki dari varietas tebu PS 864. disusul kemudian 14 pasang tebu pengirinyanya.

com/2010/06/17/1693/ Agro Wisata Sondokoro Spoor Uap Agrowisata Sondokoro Terletak diantara jalan raya Solo dan Karanganyar desa Ngijo kecamatan Tasikmadu. Flying Fox. Griya Resto. Ruang Metting. Jembatan Gantung. Graha Sondokoro. Fasilitas yang ditawarkan di Agro Wisata Sondokoro Tasikmadu ini adalah Tour keliling Pabrik Gula dengan naik lokomotif. Monumen Giling. Kolam Renang. Museum Mesin Gula museum gula . Live Music. Lapangan Tennis. Jalan Refleksi. Dunia Kreasi.Popularity: 1% [?] http://kabarsoloraya. Panjat Dinding.

Disini anda dapat melihat bekas-bekas mesin yang dahulu digunakan dalam pembuatan gula di pabrik ini karena terletak di area taman, jadi tempat ini sangat nyaman untuk bersantai dan berfoto Sejarah Singkat Sondokoro SONDOKORO sebenarnya adalah nama desa yang dulu konon cerita berasal dari nama Kyai Sondo dan Kyai Koro yang bertarung 40 hari 40 malam demi mendapatkan menantu bagi anak gadis mereka yang sama-sama mencintai Tumenggung Joyo Lelono. Namun pertarungan tersebut berakhir imbang tanpa ada yang menang ataupun kalah di karenakan mereka berasal dari satu perguruan yang sama. Kemudian oleh penduduk setempat tempat tersebut di namai SONDOKORO yang di ambil dari nama Kyai Sondo dan Kyai Koro, yang petilasannya dapat dilihat di lokasi Jalan Refleksi yang berada di Wahana SRI WIDOWATI, yang diambil dari nama anak gadis Kyai Sondo. Agrowisata SONDOKORO memulai kegiatannya pada tahun 2005 yang dahulu hanya berupa pabrik gula, yang berkapasitas 31.000 TCD dan sangat tertutup untuk kepentingan umum. pada tahun tersebut terbentuk pemikiran membuka diri dengan wisata Agro dan industri Gula yang bernuansa tempoe Doeloe. Agrowisata SONDOKORO meliputi wisata Spoor Teboe, Spoor Sakarosa, Spoor Gula yang melintasi kawasan sekeliling dan kebun tebu sekitar Pabrik Gula Tasikmadu, dilengkapi dengan beragam fasilitas permainan untuk dewasa dan anak dan juga berbagai wahana kesehatan. Kami juga melengkapi dengan fasilitas Edukasi yaitu Wisata Pendidikan dan Wisata Pabrik untuk melihat proses pembuatan gula beserta Instalasinya.

http://kabaena.forumplatinum.com/t2969-obyek-wisata-tawangmangu-candi-sukuh-argowisatasondokoro

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROSES PRODUKSI DI PTP NUSANTARA IX (PERSERO) PABRIK GULA TASIKMADU KARANGANYAR Oleh : Lisa Indriastuti

Tujuan penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui perencanaaan dan pengendalian proses produksi. Tujuan dari perencanaan dan pengawasan produksi adalah mengusahakan agar barang jadi hasil proses produksi itu tepat sesuai dengan kebutuhan langganan dengan memperhatikan kualitas dan harganya. Sesuai dengan masalah yang telah ditetapkan yaitu Bagaimana perencanaan proses produksi dan Bagaimana efektifitas pengendalian proses produksi pada PG. Tasikmadu, maka dilakukan analisis mengenai perencanaan proses produksi, kemudian Diagram Pareto untuk mengetahui kerusakan apa saja yang paling sering terjadi pada produk yang dihasilkan, Diagram Sebab-Akibat untuk mengetahui penyebab dari kerusakan. Analisis pareto kerusakan tertinggi pada jenis kerikil yaitu sebesar 4.623,50 atau 95 % kemudian pada jenis debu sebesar 243.00 atau 5% dari semua jumlah kerusakan. Penyebabnya antara lain peralatan yang kurang seksama, kurangnya kontrol pada mesin, bahan baku yang kurang baik untuk diproduksi dan konsentrasi tenaga kerja yang

menurun. Berdasarkan pembahasan analisis data dan kesimpulan hasil penelitian yang dikemukakan diatas, maka peneliti memberikan saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak perusahaan untuk menentukan langkah lebih lanjut mengenai pengendalian kualitas. Agar perusahaan meninjau kembali mengenai perencanaan yang telah dibuat mengingat masih banyak kesalahan dari manajemen mulai dari bahan baku, tenaga kerja, alat bantu proses, urutan proses dengan cara membuat, mengganti atau menambah langkah-langkah yang perlu dibuat dan dilakukan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan.

http://digilib.uns.ac.id/pengguna.php?mn=detail&d_id=1696

Paradigma Baru bagi Limbah
Reply

Topic List < Prev Topic | Next Topic >

< Prev Message | Next Message >

Kompas - Rabu, 12 Juli 2000 Paradigma Baru bagi Limbah TIGA tahun yang lalu, limbah pabrik gula masih menjadi masalah besar bagi PG Tasikmadu di Solo. Kecuali tetes tebu yang sudah lama dimanfaatkan untuk pembuatan ethanol dan bahan pembuatan monosodium glutamate (MSG/salah satu bahan untuk membuat bumbu masak), beraneka limbah dalam proses produksi gula seperti blothong, abu, dan ampas tebu terbuang percuma. Bahkan untuk buangan limbahnya pun menimbulkan pencemaran lingkungan, sehingga PG mesti keluar biaya Rp 200 juta setahun. Di luar limbah pabrik itu, tanaman tebu menghasilkan limbah pula sejak masa tanam hingga penebangan. Daun tebu kering yang disebut klethekan, pucuk tebu hingga sogolan (pangkal tebu); menimbulkan kesulitan tersendiri untuk membuangnya. Padahal semua itu bisa dimanfaatkan, dan punya nilai ekonomis pula. "Lebih tepat menyebut limbah-segala limbah dalam suatu proses produksi pertanian-sebagai hasil samping produksi, yang belum dimanfaatkan karena belum diketahui manfaatnya," kata Ir Suharto MS, seorang pakar kompos. Ia menunjuk jerami atau batang padi yang lebih banyak terbuang pada saat panen padi, kecuali dibakar untuk "pupuk" di sawah, atau pakan ternak. Padahal jumlahnya luar biasa banyak dan sebagai bahan organik, jerami juga amat bagus untuk pembuatan pupuk kompos. Sejak 1998, PG Tasikmadu mengolah hasil limbah produksinya seperti blothong, abu, tetes, dan ampas, dicampur kotoran hewan,

menjadi pupuk kompos unggul (fine compost) yang punya nilai tinggi. Tasikmadu sudah mengantungi untung Rp 8 milyar dari bahan yang semula limbah ini. Limbah tebu yang lain seperti pucuk tebu segera akan berubah menjadi produk yang mendatangkan keuntungan ekstra. Pucuk tebu bisa diolah jadi pakan ternak (sapi), dengan harga antara Rp 300-Rp 400 per kg. Harga ekspor 0,5 dollar AS. Selain peternak dalam negeri, pasar ekspor pun siap menerima produk pakan ternak dari pucuk tebu ini. Jumlah limbah pucuk tebu ini mencapai 15 persen dari total tanaman, ditambah sogolan dua persen. Sementara ampas tebu diserap untuk bahan pembuatan kertas oleh pabrik kertas. "Tetapi kami belum siap untuk memproduksi pakan ternak. Mungkin mulai tahun 2001 nanti," kata Administratur PG Tasikmadu, Soeparno DS. Ia menyayangkan, kebutuhan akan modal terbentur oleh birokrasi di PTP Nusantara IX (Jateng) yang masih menerapkan manajemen konservatif. Soeparno melukiskan, prospek usaha pembuatan pupuk kompos dan pakan ternak sangat cerah, dan pasar nyaris "tak terbatas". Untuk tambahan modal usahanya itu pihaknya membutuhkan dana segar Rp 5 milyar. Untuk itu PG Tasikmadu siap bekerjasama dengan pihak ketiga. Asisten Ahli Menteri Pertanian Ir Erwin Soetirto menyebutkan, diversifikasi usaha seperti yang dilakukan PG Tasikmadu itu merupakan bisnis baru yang patut memperoleh dukungan. Ia menjanjikan akan mempertemukan PG Tasikmadu dengan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) yang akan siap menyerap produk pakan ternak. *** SELAIN industri gula (tebu), industri perkebunan besar lain sebenarnya memiliki potensi yang kurang lebih sama, seperti perkebunan kelapa sawit, kakao (cokelat). Pengelola perkebunan-perkebunan itu selama ini kesulitan membuang limbahnya yang jumlahnya amat banyak. "Perkebunan kakao di Inderagiri Hulu, Riau (Sumatera) setiap hari membuang kulit, daging buah serta kulit biji kakao. Jumlahnya sangat banyak sampai membentuk gunung tinggi, sehingga menimbulkan masalah lingkungan sendiri," cerita Ir Suharto. Limbah kakao itu sebenarnya mengandung protein yang lumayan. Atas sarannya, limbah tersebut oleh pengelolanya PT Tri Bhakti Sari Mas diolah menjadi pakan ternak sebagai pengganti rumput. Caranya, limbah kakao itu difermentasikan, dan hasilnya bisa menjadi subtitusi rumput yang aman bagi ternak. Perusahaan tersebut kemudian juga membuka usaha peternakan sapi dengan memanfaatkan limbah kakao sebagai pakan ternak. Jumlah sapinya sekarang mencapai 4.000 ekor. Begitu pula dalam perkebunan kelapa sawit. Selama ini banyak cangkang kelapa sawit yang terbuang, padahal jumlah limbah ini setiap hari teramat banyak. Setiap tandan sawit, 60 persennya kosong, dan ini menjadi limbah yang

(asa) http://groups. setelah diproses. There are three sugar factories.menimbulkan pencemaran udara karena asap. Dengan demikian terjadi siklus alam yang tak terputus. bahkan mulai dilirik oleh pengusaha perkebunan sawit di Malaysia. bisa dijadikan kompos untuk pemupukan tanaman sawit. increasing in sugar price and imported sugar. more over in the beginning of trade liberalization. Kompos dari bahan sawit ini telah diproduksi menjadi komplet-vit (pelet).yahoo. tetapi juga menghasilkan sapi dan pakan ternak. Begitu pula perkebunan kelapa sawit tidak hanya menjual CPO (crude palm oil)." paparnya.com/group/mmaipb/message/4346 JURNAL 01 EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA VICTOR SIAGIAN 21/10/2010 abdulrahman2009 No comments EFISIENSI UNIT-UNIT KEGIATAN EKONOMI INDUSTRI GULA YANG MENGGUNAKAN PROSES KARBONATASI DI INDONESIA VICTOR SIAGIAN Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. tetapi juga peternakan sapi. Mereka siap mengimpor kompos sawit dari Riau ini. dengan memanfaatkan limbah bungkil sawit ditambah kotoran sapi. high cost economy. have lowly efficiency score and need input multiplier or reallocation in using input from peer unit. Dan sisanya. 12 persennya bisa menjadi pakan ternak (sapi). . Increased sugar import either legal or illegal must be concerned because international sugar market is thin market and also sugar industry is capital intensive. "Jadi usaha perkebunan cokelat sekarang tidak lagi hanya mengandalkan produk dari biji cokelat. One of the methods for eliminating imported sugar namely to identified sugar industry efficiency especially carbonatization sugar industry using Data Envelopment Analysis (DEA). DEA calculates relative efficiency to peer unit namely sugar factories in which have highly efficiency score. This condition stimulated low productivity. using carbonatization process. Jakarta ABSTRACT Highly government intervention caused crucial Indonesian sugar market structure. Sedangkan untuk pembuatan kompos. Dari setiap produk limbah cangkang sawit ini.

perkilogram dan gula mentah (Raw Sugar) Rp. dan setelah tahun 1994 produksi gula nasional terus menurun. Kondisi ini dapat menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah besar. Kondisi ini mengakibatkan daya saing gula dalam negeri menurun. khususnya petani tebu. Pemicu rendahnya suplai bahan baku ini karena petani tertarik menanam tebu akibat merosotnya nilai ekonomisnya (Harian Kompas. akan tetapi lambat sekali dalam periode awal 1990-an. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan gula di dalam negeri. Legal and Illegal Import.5 juta ton setahun. Relative Efficiency. akan terancam kelangsungan produksi gula dalam negeri. sementara industri gula nasional merupakan industri yang padat karya. Gula impor legal dan ilegal yang masuk ke pasar telah menekan harga gula produksi dalam negeri. Sugar Market Structure. Peluang masuknya gula impor karena produksi gula nasional mencapai 3.Keywords : Government Intervention. Thin Market. sehingga hasilnya minim. bukan disebabkan oleh peningkatan produktivitas (Sekretariat Dewan Gula. Victor Siagian. 2001). Produksi gula nasional pernah meningkat relatif cepat dalam periode 1980-an. maka pasokan tebu ke pabrik gula akan anjlok yang mengakibatkan pabrik gula dapat ditutup. Peningkatan produksi gula adalah disebabkan oleh perluasan areal tanaman tebu. Peer Unit. tingginya harga gula di tingkat konsumen serta meningkatnya impor gula. Staf pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Para petani tebu hanya memiliki dua pilihan. Petani akan membongkar kebun tebu dan beralih ke tanaman lain atau mereka akan membiarkan tanaman tebu yang ada tanpa perawatan. Isu tersebut merebak karena dihadapkan kepada kekuatan pihak produsen gula domestik. jika krisis industri gula tidak tertangani. Apabila langkah ini dilakukan.. Akhir-akhir ini. PENDAHULUAN Latar Belakang Motivasi studi ini berkaitan dengan maraknya isu mengenai pro-kontra impor produk pertanian khususnya gula.. Situasi demikian akan membawa industri gula pada situasi krisis karena pabrik gula mengalami kesulitan pasokan tebu. Menurut Statistik Impor. Selain itu tarif bea masuk gula putih (White Sugar) Rp. Sebanyak 44 pabrik gula di Indonesia terancam bangkrut. 550. DEA.per kilogram yang cukup tinggi sehingga mendorong masuknya gula impor ilegal. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. Salah satu upaya untuk menghadapi ancaman gula impor adalah mengkaji industri gula dalam negeri. pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. apalagi dengan semakin meningkatnya arus liberalisasi perdagangan. Meningkatnya impor gula patut diwaspadai mengingat pasar internasional gula termasuk pasar yang tipis (Thin Market). Kekuatan produsen gula domestik dapat dipahami karena harga pasar gula impor lebih rendah dari harga gula produksi domestik. sejumlah besar pabrik gula (PG) di Jawa menghadapi kesulitan . Hal ini terjadi karena masuknya gula impor sehingga gula dalam negeri tidak dapat bersaing (Harian Kompas. 700.2 sampai 3. Badan Pusat Statistik 2000. 10 September 2002). Produksi gula nasional semakin menurun selama beberapa tahun terakhir. Tingginya intervensi pemerintah menyebabkan berbagai masalah dalam struktur pasar gula Indonesia yang pada akhirnya mendorong rendahnya peningkatan produktivitas. 14 September 2002).

pasokan gula dunia akan semakin terbatas pada sejumlah kecil negara. Kondisi ini bisa menjadi rawan bila ketergantungan impor gula Indonesia dalam jumlah yang besar. Peningkatan efisiensi perlu terus diupayakan untuk memantapkan daya saing komoditas gula. Rosengrant et. sehingga biaya produksi gula lebih mahal (Sawit. kendala utama yang dihadapi pabrik gula saat ini adalah : . Dengan demikian impor gula menguras devisa negara cukup besar.dalam penyediaan bahan baku tebu. Menurut Sekretariat Dewan Gula Indonesia (2001). telah mendorong pemerintah untuk meningkatkan impor gula pasir.al (1987) mengemukakan bahwa industri gula Indonesia tidak memiliki keunggulan komparatif dan tanpa penjatahan areal. 1999). Dengan demikian peranan tebu kepras dan tebu lahan kering menjadi semakin penting dalam penentuan keunggulan komparatif industri gula secara keseluruhan. Hasil studi PSE dan P3GI (1996) menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan struktur pertanaman dan katagori tanaman tebu yang berlangsung sejak awal tahun delapan puluhan. pengembangan tebu di lahan kering yang semakin meluas memunculkan masalah baru seperti meningkatnya biaya pengangkutan tebu ke pabrik.al. Tampaknya program Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) yang diimplementasikan selama ini telah mempersulit perkembangan industri gula nasional yang efisien.al. yaitu dari 20.6 persen atau meningkat dengan laju 7. 1998. (Soentoro et. (2) harigiling yang belum optimal. 1997). melemahnya lingkup kendali (span of control) dan skala ekonomi (PSE dan P3GI. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya efisiensi pabrik gula adalah : (1) pabrik yang sudah tua. salah satu langkah yang perlu ditempuh dalam pembangunan industri gula adalah melalui peningkatan efisiensi pabrik gula. Pengembangan industri gula untuk tujuan substitusi impor dan promosi ekspor tidak memiliki daya saing (Rosegrant et. (3) kapasitas giling yang kurang dari 2.9 persen/tahun. Menurut P3GI (1997). Dalam periode 1980-1990 proporsi areal tebu lahan kering meningkat dengan laju 11. Prabowo. Kegagalan peningkatan produksi gula di satu pihak. dan meningkatnya permintaan gula di lain pihak. Kondisi PG yang telah tua dan kesulitan tebang dan angkut telah mempengaruhi rendemen dan kualitas tebu. hal ini dilihat dari menurunnya Hari Giling serta meningkatnya Jam Berhenti Giling yang disebabkan oleh kekurangan bahan baku.9 persen menjadi 48. Badan Pusat Statistik. 1987). 1996). petani akan beralih kepada komoditas lain. Kesemuanya ini akan memperlemah keunggulan komparatif pengembangan tebu di lahan tegalan yang akhirnya akan memberikan dampak secara agregat. Kecenderungan ini hendaknya dapat menstimulir untuk meningkatkan produksi gula nasional melalui upaya perbaikan produktivitas dan efisiensi dengan sasaran kemandirian dan peningkatan daya saing industri gula nasional dengan prioritas utama pemenuhan kebutuhan di dalam negeri.000 ton tebu per hari dan (4) jam berhenti giling yang tinggi.3 persen menjadi 62. Selain faktor produktivitas. Menurut Statistik Impor. 1996 dan Sekretariat Dewan Gula.9 persen. dan diperkirakan akan semakin memberatkan perekonomian nasional dalam kondisi rupiah yang mengalami depresiasi yang cukup tinggi sekarang ini.3 persen/tahun. Tebu rakyat nantinya diperkirakan akan berkembang pada wilayah yang secara tradisional telah mengenalnya seperti di Pati dan Malang Selatan. Kategori tanaman tebu kepras (ratoon) meningkat dari 31.

Fungsi produksi yang banyak dipergunakan adalah fungsi produksi Cobb-douglass. 1997). masing-masing dari Departemen Ekonomi Universitas Arkansas pada tahun 1994.J. 1987. Namun fungsi keuntungan Cobb-Douglass ini lebih mudah dalam penerapan secara empiris. sehingga harga pokok per unit hasil masih mahal. Penentuan skala ekonomi dengan fungsi biaya dapat dibaca pada Christiansen dan Green (1976) dan Binswanger (1974). Dengan alat analisa ini hampir semua parameter yang berkaitan langsung dengan produksi dapat diperoleh. Menurut P3GI (1997). (2) rendahnya kapasitas sebagian pabrik serta rendahnya efisiensi pabrik (tingginya jam berhenti dan (3) tingginya biaya produksi. Jumlah produksi gula kurang dari 250. dan Linvill. G. Fungsi keuntungan Cobbdouglass adalah salah satu bentuk khusus dan fungsi translog (Simatupang. Penelitian tentang efisiensi teknis dapat dibaca pada Simatupang dan Mewa (1987) dan Dewa (1996). kedua penelitian tersebut mempergunakan fungsi produksi frontier. fungsi keuntungan ini banyak memiliki kelemahan (Chand and Kaul. Karena sifatnya yang banyak batasan. efisiensi harga dan efisiensi alokatif dengan menggunakan pendekatan nonstocastik-nonparametric production dan cost frontiers yang diestimasi dengan metode linear programming.B.D. Jenis fungsi keuntungan yang banyak dipakai dalam penelitian adalah fungsi Cobbgotglass dan translog. 1987). Kapasitas giling masih banyak yang dibawah 2000 ton tebu per hari. Simatupang (1988) mengemuka-kan akhir-akhir ini analisa yang banyak dipakai dalam penelitian ekonomi produksi adalah fungsi keuntungan. C. terdapat aspek-aspek yang erat kaitannya dengan biaya produksi gula yaitu : (1) produksi gula.000 kwintal per tahun. Ini merupakan suatu kemajuan dibandingkan dengan penelitian lainnya yang mempergunakan fungsi rata-rata.(1) rendahnya kualitas bahan baku. Simatupang. 4. 2. Berdasarkan lima kriteria pokok tersebut terdapat indikasi bahwa efisiensi pabrik gula Indonesia masih rendah khususnya pabrik gula milik BUMN yang dapat disebabkan karena biaya produksi gula belum efisien (Sekretariat Dewan Gula Indonesia. . Pengembangan lahan tebu mengarah ke lahan kering sehingga biaya angkut tebu meningkat. terdapat lima kriteria pokok yang dapat dijadikan pedoman awal untuk menentukan tidak efisiennya suatu pabrik gula. yaitu : 1. Berbagai efisiensi alokatif dapat dibaca pada Pakpahan (1982) dan Sugianto (1985). Fungsi ini terkenal kesederhanaannya. Penelitian tentang efisiensi pabrik gula di India dilakukan oleh Ferrantino. Oleh karena itulah ia lebih banyak digunakan. 1987). Mutu bahan baku belum optimal sehingga biaya produksi pabrik gula tidak efisien. efisiensi pabrik gula yang diteliti meliputi efisiensi teknis. Kesulitan memperoleh lahan. Setelah mengemukakan kriteria pokok efisiensi pabrik gula sebagaimana diuraikan di atas. M. Contoh penggunaan fungsi produksi dapat dilihat pada Sawit (1985). 5. dari US International Trade Commission Office of Economics disertai Ferrier. Suryana. 1986. 3.

(2) Data dan Sumberdata. Asosiasi Gula Indonesia (AGI). Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan dalam kajian efesiensi relatif antar pabrik-pabrik gula yang . Dewan Gula Indonesia (DGI). Rejoagung Baru. Alokasi input mana dalam pengelolaan pabrik gula yang sudah dan belum efisien ? 3. Apakah industri gula di Indonesia. khususnya industri gula yang menggunakan proses karbonatasi yaitu pabrik gula Tasik Madu. Data dan Sumber Data Data diperoleh dari Pusat Penelitian Industri Gula (P3GI). sebagai data sekunder. dalam bagian ini akan diuraikan : (1) Obyek penelitian. Sehubungan dengan itu. Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. Pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi mana yang efisien ? Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. sudah efisien ? 2. (3) impor gula. Data mengenai input – output pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi tahun 2002. Kantor Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Urusan Logistik. (3) Variabel Penelitian dan (4) Metode Analisis. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. perumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dikemukakan. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi sebagai Unit-unit Kegiatan Ekonomi (UKE). Untuk maksud tersebut. perlu diketahui apakah industri gula domestik di masa mendatang masih dapat diharapkan untuk dipertahankan eksistensinya. Mengidentifikasi alokasi input yang sudah dan belum efisien dan cara mengatasinya dalam pengelolaan pabrik gula di Indonesia. dan (4) liberalisasi perdagangan. METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan latar belakang. masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Gondang Baru. Perumusan Masalah Efisiensi merupakan salah satu indikator kinerja unit kegiatan ekonomi dalam industri gula agar dapat bersaing dengan gula impor. 2.(2) produksi tebu. Mengukur efisiensi relatif pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi di Indonesia.

Sebagai gambaran jika suatu UKE merupakan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan (profit-maximizing firm). Bobot-bobot tersebut bukan merupakan nilai ekonomis dari input dan outputnya. 1000Rp) h. maka setiap UKE akan memiliki seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. Komponen Output a. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu unit kegiatan ekonomi (yang selanjutnya disingkat UKE) yang menggunakan banyak input dan banyak output. Biaya Penyusutan (Z2. dimana penggabungan input dan output tersebut tidak mungkin dilakukan. efisiensi relatif suatu UKE adalah efisiensi suatu UKE dibanding dengan UKE lain dalam sampel (sekelompok UKE yang saling diperbandingkan) yang menggunakan jenis input dan output yang sama. Produksi Gula (Q1. Biaya tebu giling ( CX1. DEA berasumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimalkan rasio efisiensinya (maximum total weighted output/total weighted input). 1000Rp) c. ton) b. Biaya Management (Z1. Biaya tenaga kerja (CX3. Secara umum UKE akan menetapkan bobot yang tinggi untuk input yang penggunaannya sedikit dan untuk output yang dapat diproduksi dengan banyak. 1000Rp) g. ton) b. Komponen Input a. Bobot tersebut memiliki sifat : (1) tidak bernilai negatif. Penerimaan tetes (TRQ2. Jumlah bahan bakar (X2. dan setiap input dan outputnya memiliki biaya per unit serta harga jual per unit. maka perusahaan tersebut akan berusaha menggunakan sedikit mungkin input yang biaya per unitnya termahal dan berusaha memproduksi sebanyak mungkin output yang harga jualnya tertinggi. 1000Rp) c. 1000Rp) e. dan (2) bersifat universal. 1000Rp) Metode Analisis Penelitian ini menggunakan alat analisis DEA (Data Envelopment Analysis). efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya (total weight output/total weighted input). kg) d. Penerimaan gula (TRQ1. Data Envelopment Analysis (DEA) dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial dan regresi berganda. Dalam DEA. 1000Rp) 2. Jumlah tebu giling (X1.menggunakan proses karbonatasi yaitu: 1. Jumlah Tenaga kerja (X3. melainkan sebagai penentu untuk memaksimumkan efisiensi dari suatu UKE. karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan kombinasi output yang berbeda pula. DEA memiliki beberapa . Inti dari DEA adalah menentukan bobot (weights) atau timbangan untuk setiap input dan output UKE. artinya setiap UKE dalam sampel harus dapat menggunakan seperanagkat bobot yang sama untuk mengevaluasi rasionya (total weighted output / total weighted input ≤ 1). ton) d. Setiap unit kegiatan ekonomi (UKE) yaitu setiap pabrik gula diukur efisiensi relatifnya. orang) f. Biaya bahan bakar (CX2. Produksi Tetes (Q2. Untuk mengukur efisiensi industri digunakan alat analisis DEA.

sehingga UKE hipotesis tersebut akan memiliki efisiensi yang sempurna jika menggunakan bobot input dan bobot output dari UKE yang tidak efisien. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. Nilai Manajerial DEA 1. Kedua. Keterbatasan DEA 1. Tidak bernilai negatif b. Bersifat Universal Metode DEA memiliki asumsi bahwa setiap UKE akan memilih bobot yang memaksimumkan rasio efisiensinya. DEA dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki analisis rasio parsial maupun regresi berganda. maka setiap UKE akan memilih seperangkat bobot yang mencerminkan keragaman tersebut. Angka efisiensi ini memungkinkan seorang analis untuk mengenali UKE yang paling membutuhkan perhatian dan merencanakan tindakan perbaikan bagi UKE yang tidak / kurang efisien. DEA mensyaratkan semua input dan output harus spesifik dan dapat diukur. 3. Pertama. DEA merupakan prosedur yang dirancang secara khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) yang menggunakan banyak input maupun output. Konsep Dasar Data Envelopment Analysis (DEA) Data Envelopment Analysis (DEA) adalah pengembangan programasi linier yang didasarkan pada teknik pengukuran kinerja relatif dari sekelompok unit input dan output. Sehingga seorang manajer tidak hanya mengetahui UKE yang tidak efisien. efisiensi = 100%) dan seperangkat angka pengganda (multipliers) yang dapat digunakan oleh manajer untuk menyusun strategi perbaikan. DEA menghasilkan efisiensi untuk setiap UKE. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. Efisiensi silang UKE A terhadap UKE B merupakan rasio dari output tertimbang dibagi input tertimbang yang dihitung dengan menggunakan tingkat input dan output UKE A dan bobot input dan output UKE B. Ketiga. Jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi < 100%). tetapi ia juga mengetahui seberapa besar tingkat input dan output harus disesuaikan agar dapat memiliki efisiensi yang tinggi. DEA menyediakan matriks efisiensi silang. DEA menunjukkan sejumlah UKE yang memiliki efisiensi sempurna (100%). DEA menunjukkan sejumlah UKE yang memiliki efisiensi sempurna (efficient reference set. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. Analisis efisiensi silang dapat membantu seorang manajer untuk mengenali UKE yang efisien tetapi menggunakan kombinasi input dan menghasilkan kombinasi output yang sangat berbeda dengan UKE yang lain (PAU-SE UGM. . Karena setiap UKE menggunakan kombinasi input yang berbeda untuk menghasilkan output yang berbeda pula.nilai manajerimal. 2. Informasi tersebut memungkinkan seorang analis membuat UKE hipotesis yang menggunakan input yang lebih sedikit dan menghasilkan output yang paling tidak sama atau lebih banyak dibanding UKE yang tidak efisien. jika suatu UKE kurang efisien (efisiensi<100%). 2000). Inti dari DEA adalah menentukan bobot yang memiliki sifat: a. Dalam DEA efisiensi relatif UKE didefinisikan sebagai rasio dari total output tertimbang dibagi total input tertimbangnya. relatif terhadap UKE yang lain didalam sampel. Pendekatan tersebut memberi arah strategis bagi manajer untuk meningkatkan efisiensi suatu UKE yang tidak efisien melalui pengenalan terhadap input yang terlalu banyak digunakan serta output yang produksinya terlalu rendah.

Bobot input dan output yang dihasilkan oleh DEA tidak dapat diinterpretasikan dalam nilai ekonomi. Dalam analisis DEA pada dasarnya ada tiga tahapan yang dilakukan yaitu : 1. Hal ini diakibatkan oleh hubungan adanya hubungan positif antara penerimaan dengan keuntungan dan hubungan negatif antar biaya dengan keuntungan. Table of Peer Units Tabel ini digunakan untuk menentukan jika suatu UKE tidak efisien maka akan ditunjukkan bagaimana cara mencapai tingkat efisiensi (mencapai angka 100) dengan melihat peer (UKE yang menjadi acuan / pedoman untuk mencapai tingkat efisiensi). 4. DEA berasumsi bahwa setiap unit input atau output identik dengan unit lain dalam tipe yang sama. 3. Table of Efficiencies (Radial) Analisis ini menunjukkan Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) mana yang paling efisien. Pabrik-pabrik gula yang efisiensi relatifnya masih rendah dapat ditingkatkan efisiensinya melalui multiplier input dari pabrik acuannya. Jika besarnya nilai aktual sudah sama dengan nilai targetnya maka efisiensi untuk setiap input atau output sudah terjadi. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis DEA terhadap Efisiensi UKE Indusri Gula yang Menggunakan proses karbonatasi Penggunaan Input dan Perolehan Output Perbandingan secara kasar tingkat efisiensi antar pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi dapat dilihat dari rasio antara biaya yang dikeluarkan dengan penerimaan yang diperoleh. Sehingga semakin tinggi tingkat penerimaan dengan biaya semakin kecil akan berdampak pada peningkatan perolehan keuntungan perusahaan. Semakin kecil rasio biaya dengan penerimaan mengindikasikan bahwa proses produksi berjalan semakin efisien dan berlaku sebaliknya.2. Sebaliknya jika nilai antara aktual dengan target tidak sama maka efisiensi belum tercapai. Dalam tabel ini akan ditunjukkan nilai aktual dan target yang harus dicapai dari setiap input maupun setiap output. Dalam bentuk dasarnya DEA berasumsi adanya Constrant Return To Scale (CRTS). penelitian ini dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. 2. . Terdapat dua pabrik gula yang menggunakan proses karbo-natasi yang memiliki tingkat skor efisiensi paling tinggi yaitu Sweet Indo Lampung dan Indo Lampung Perkasa. Nilai fungsi tujuan 100 (100%) berarti bahwa UKE tersebut efisien sementara yang kurang dari 100 berarti tidak efisien. 3. Table of Target Values Analisis ini digunakan untuk menentukan berapa persen efisiensi sudah terjadi untuk setiap UKE baik dari setiap struktur input maupun struktur output. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan. Efisiensi ditunjukkan dengan nilai optimal dari fungsi tujuan yang dikembangkan dari Linear Programming (LP). 2.

Center for Policy and Implementation Studies (CPIS). Agr. memiliki alokasi penggunaan seluruh input yang belum optimal. K. Electric Power Generator”.A. Amer J. Analisis Fungsi Produksi Usahatani untuk Menunjang Pengembangan Daerah Aliran Sungai Cimanuk. Bogor. Jurnal Agro Ekonomi. Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Binswanger. Saerfudin. Agro Ekonometrika XXVIII (1): 37-56. 1982. R.R. Jurnal Agro Ekonomi 15:1-19. Dua Puluh Dua Tahun Program TRI di Jawa. 2000. H. 2001. Simatupang. and CASER Bogor.S. Bogor. Efisiensi Teknis Usahatani Kubis di Desa Galagah. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. P. Jurnal Agro Ekonomi 1 : 28-49. Journal of Political Economics. 1996. Pabrik-pabrik gula yang skor efisiensinya rendah. Washington D. Chand. Dinamika Ekonomi Tebu Rakyat dan Industri Gula Indonesia. 1974. Kaul. 1987. A. Mimeo. and J. PAU Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada. 2. ________. 7:1-16. Green.P. Pusat Penelitian Agro Ekonomi.A..C. 1987. D. 1986. . PSE dan P3GI Buku II. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. and W. Price and Investment Policies in the Indonesian Food Crop Sector. J. “A Note on the Use of the Cobb-Douglass Profit Function”. Departeman Pertanian. 1996. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1980-1997. Monitoring dan Analisa Prospek Industri Gula di Jawa.H. Rencana Operasional Pemecahan Permasalahan Industri Gula di Indonesia. khususnya pabrik-pabrik gula yang menggunakan proses karbonatasi. Rasahan and Y. 16 ______. Rosegrant. Produksi Gula Nasional. Data Envelopment Analysis. Jakarta. M. Amer. Pusat Penelitian Perusahaan Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). Sumatera Barat. Simatupang P. Agr. Saran 1. L. 1988. “A Cost Function Approach to the Measurement of Elasticities of Factor Demand and Elasticities of Distribution”. L.. Gonzales. 1997. M. Econ.S. 1976. Fungsi Keuntungan : Landasan Teori dan Terapannya. Christensen. “Economic of Scale in U. PSE dan P3GI. Studi Panel Petani Tebu. F. Penentuan Ekonomi Skala Usaha dengan Fungsi Keuntungan : Landasan Teoritis dengan Contoh Fungsi Cobb-Douglass dan Translog. dan Mewa. 2000. “The Measurement of Total Factor Productivity Growth using Production Frontier : A Case of Irrigated Rice Farming in West Java”.W.S. 1987. 1998. 68:162-164. C. Realokasi penggunaan input untuk pabrik-pabrik gula yang belum efisien agar segera dilakukan. 56 : 377-386. Pusat Penelitian Agro Ekonomi.H. Kasryno. IFTRI. Institusi yang terkait dengan pengelolaan industri gula segera menindaklanjuti upaya peningkatan efisiensi pabrik-pabrik gula di Indonesia.. 84:655-676. Statistik Impor. Sekretariat Dewan Gula Indonesia 1997. Sawit. Prabowo. Econ.3. Pakpahan.L. Dewa. 1996.

1985.H. Rachman. Suharno dan A.. N. 1999. 1987. flying fox. Pabrik gula ini dibangun pada zaman pemerintahan KPAA Mangkunegaran IV. Ali. A..com/detail. Jurnal Agro Ekonomi 6 : 19-28 http://industri09abdul. Indonesia”. panggung hiburan dan setelah penat pengunjung dapat meningmati lezatnya makanan di resto Sondokoro. Usaha Tani dan Tebu Rakyat Intensifikasi di Jawa.. Sugianto. “Keterbatasan Fungsi Cobb-Douglass dalam Pendugaan Elastisitas Permintaan Input”.Soentoro.promojateng-pemprovjateng. Suryana.mercubuana. West Java.doen.blog. Jurnal Agro Ekonomi 4 : 27-39. “Production Efficiency of Cauliflower (Brassica Oleracca var Botrytys) at Ciarutan.ac. Selain banyak peninggalan masa lampau yang dapat dilihat pengunjung juga bisa menikmati lingkungan pabrik dengan menumpang kereta lorri atau membuat proses pembuatan gula. Indarto dan A. kolam renang.S. Di lokasi tersebut pengunjung juga dapat rileks di tempat refleksi.php?id=896 . T. P. Di pabrik itu banyak terdapat peninggalan Raja Mangkunegaran IV di antaranya.M. Dalam Ekonomi Gula di Indonesia Disunting oleh Sawit. Lorri Bader yang sarat dengan mistis.id/2010/10/21/efisiensi-unit-unit-kegiatan-ekonomiindustri-gula-yang-menggunakan-proses-karbonatasi-di-indonesia-victor-siagian/ Agrowisata Sondokoro Sondokoro di kompleks Pabik Gula Tasikmadu Karanganyar yang dikembangkan menjadi suatu objek wisata. dan Loko Doen Masyarakat di sekitar pabrik menamakan Loko Doen karena apabila loko tersebut datang selalu berbunyi peluit doen. http://www. M. Penerbit Institut Pertanian Bogor. Kremoon yakni gerbong kereta yang digunakan oleh Mangkunegaran IV untuk meninjau perkebunan tebu.

(Ganuk Nugroho Adi/Dv/Sup/Ijs) http://www. Tandai Datangnya Musim Giling Tebu indosiar. Jawa Tengah yang menggelar ritual cembengan. Ritual ini digelar untuk memohon keselamatan selama proses penggilingan tebu yang dimulai hari Jum'at (25/4/08) ini.Indonesia dikenal memiliki beragam budaya.Ritual Cembengan. Salah satunya yang digelar oleh warga Desa Boron. termasuk delapan kepala kerbau sebagai simbol penolak bencana atau bala.com. Sesaji dibawa dengan menggunakan jolen atau joli yang dibuat dari bambu kertas hias diusung warga secara bergantian. Kecamatan Tasik Madu.macam sesaji disiapkan untuk diarak dalam ritual ini. tumpeng dan hasil bumi. Bermacam . Setelah dilakukan pembacaan doa aneka sesaji diletakkan disejumlah tempat didalam pabrik terutama di deretan mesin giling. antara lain berbagai jenis bubur.indosiar. Arak . Ikut diarak dalam ritual ini adalah gagar mayang dari dua batang pohon tebu. Karanganyar . Ritual menjelang giling tebu ini ditandai dengan mengarak bermacam sesaji. Ritual ini merupakan tradisi yang sudah berumur sekitar 150 tahun peninggalan Pakubowono ke X Kasunanan Surakarta. kembang telon serta delapan kepala kerbau yang merupakan simbol kekuatan untuk menolak bencana atau bala. Giling tebu di pabrik gula Tasik Madu ini akan berlangsung hingga seratus hari mendatang. Kabupaten Karanganyar.com/ragam/69553/ritual-cembengan-tandaidatangnya-musim-giling-tebu .arakan sesaji ini dimulai dari halaman Balai Desa Boron menuju pabrik gula Tasik Madu yang berjarak sekitar 5 kilometer.

 Upacara tasikmadu OLEH MAKSUMNURFAUZAN • 6 BULAN LALU Suatu acara yang dilakukan secara turun temurun guna mengawali proses penggilingan gula di tasikmadu karangayar .

Sejumlah kendaraan kuno pun ditampilkan di lokasi wisata ini untuk menambah daya tarik juga menambah pengetahuan. Harga tiketnya pun hanya Rp 3. sehingga wisatawan bisa menikmati secara langsung pemandangan di sekitar pabrik tebu Tasikmadu. saat sinder-sinder Belanda berkeliling kebun tebu dengan kudanya. Wisatawan yang datang akan diajak berwisata dengan melihat dan merasakan kembali apa yang dilakukan pekerja-pekerja di kebun tebu puluhan tahun lalu.eu/0/video/Tebu/GQt2XbfFzgc. -- http://videos. mungkin bisa menjadi pilihan untuk berlibur. 5 Desember 2007 Ingin merasakan romantisme masa lalu di kebun tebu? Datang saja ke tempat agrowisata Sondokoro yang terletak di Kabupaten Karanganyar. pengunjung juga bisa menikmati keindahan taman dan berbagai permainan. bagi mereka yang datang tidak pada waktu itu. hanya Rp 8. Jawa Tengah. yakni dari Mei sampai Oktober. Sangat murah untuk bisa kembali ke masa lalu. para pengunjung tetap diizinkan masuk dan berkeliling pabrik. Wisatawan akan diajak berkeliling pabrik gula Tasikmadu dengan menggunakan kereta wisata Spoor Teboe yang sudah sangat kuno. maka tak mengherankan kalau bahan bakarnya pun kayu. gerbong yang diangkut dengan lokomotif berwarna hijau ini sengaja dibuat seperti layaknya kereta kelinci.http://fotokita.html Agrowisata Sondokoro Naik Kereta Kuno Keliling Kebun Tebu Tasikmadu Rabu. . Berbeda dengan kereta kuno di Ambarawa. Harga masuk ke lokasi wisata ini relatif murah.net/foto/130606886910_0034208/upacara--tasikmadu A-Z Cara Membuat Gula Pasir Lokasi Wisata Sondokoro. Mulai dari upacara kirab "tebu manten" atau yang dikenal dengan sebutan "cembengan" hingga proses penggilingan dengan mesin-mesin peninggalan zaman Belanda. Masih ada sisa-sisa romantisme masa lalu yang bisa dinikmati.recettes-de-cuisine. Karanganyar. Kereta ini buatan Jerman pada abad ke-20. Meski proses produksi sedang berlangsung. Mereka akan melihat langsung mesin-mesin penggilingan tebu yang sampai saat ini masih digunakan untuk memproses tebu menjadi gula. di pabrik gula PG Tasikmadu. Namun. Selain akan membawa Anda menikmati pemandangan indah. wisatawan bisa melihat secara langsung proses penggilingan tebu. Jika datang tepat waktu penggilingan tebu. Mulai dari penghancuran tebu dalam penggilingan besar hingga gula benar-benar siap untuk dipasarkan. Di lokasi wisata ini Anda akan diperlihatkan proses pembuatan gula dari awal hingga selesai.000 per orang. Dan bila datang tepat waktunya.000 per orang. Selain mengunjungi pabrik gula. tak perlu khawatir. wisatawan juga akan disuguhi minuman segar dari sari tebu yang banyak dijajakan di kawasan itu. lori ini juga mengantar Anda ke area pabrik gula Tasikmadu. Sebuah lori tebu kuno di lokasi wisata ini telah disiapkan untuk mengantar wisatawan berkeliling lokasi wisata. Tempat yang semula hanya ada bangunan pabrik gula Tasikmadu milik PTP Nusantara (persero) IX itu kini ditambah dengan fasilitas wisata yang cukup menarik. Jawa Tengah. Sejumlah petugas juga siap mengantar dan menjelaskan kepada para pengunjung mengenai berbagai proses pembuatan gula.

Latar Belakang Sesuai visi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah suatu perusahaan agro busines dan agro industri yang tangguh dan berkembang yang berwawasan lingkungan. Fasilitas yang cukup menarik adalah rumah yang terletak di atas sebuah pohon sangat rindang. sebanyak 7. Lokasi Agrowisata Sondokoro yang terletak di Desa Ngijo. Kecamatan Tasikmadu. mengikuti jejak pendahulunya PG Tasikmadu sudah semenjak satu tahun yang lalu diresmikan AGROWISATA SONDOKORO akan semakin memperkaya asset wisata diwilayah propinsi Jawa Tengah bagian selatan. Wisatawan yang datang ke lokasi tersebut langsung disambut dengan bangunan kuno pabrik tebu peninggalan Belanda lengkap dengan pohon-pohon yang rindang serta udara yang masih sejuk." ujar Manajer Agrowisata Sondokoro. Program Agrowisata telah dicanangkan di lingkungan PTP NUSANTARA IX (PERSERO) seperti telah diresmikannya agrowisata di PG Pangka Slawi dan agrowisata di PG Gondang Baru Klaten yang sudah berkembang. tak mengherankan jika setiap hari Sabtu dan Minggu. tetapi ada juga arena outbound yang baik untuk anak-anak.com/news. ini sangat mudah dijangkau. Untuk naik ke atas rumah pohon itu memang dibutuhkan keberanian yang cukup.suarakarya-online. Pasalnya. (Endang Kusumastuti) http://www. Di Agrosiwata Sondokoro ini tidak hanya disuguhkan perjalanan masa lalu di kebun tebu. Kereta tebu atau yang disebut juga lori itu terus merambat pelan dengan kecepatan kurang dari 10 km per jam hingga akhir perjalanan. lantas berkeliling di kawasan pabrik gula Tasikmadu yang dikelilingi kebun tebu.html?id=188010 AGROWISATA SONDOKORO BAB 1 PENDAHULUAN A. Berbagai kereta kuno juga tampak dipamerkan di sana. Wisatawan diajak melihat bengkel lokomotif penarik tebu yang saat ini telah diubah menjadi museum kereta. kawasan ini dipadati oleh rombongan anak-anak sekolah TK maupun SD. Megantoro. Ada juga arena yang menggunakan bagian-bagian kereta pengangkut tebu yang sudah tidak terpakai. Bahkan saat libur Lebaran kemarin. Fasilitas yang disediakan juga lumayan lengkap. "Musim liburan dan akhir pekan tempat ini selalu dipadati pengunjung. mulai dari flying frog hingga jembatan tali.Wisata dengan lokomotif yang dibuat sekitar tahun 1920-an ini dimulai dari Spoor Teboe Stasion Remise. . Dari pusat Kota Solo hanya berjarak 15 kilometer ke arah timur atau arah ke Karanganyar. pengunjung harus menaiki jembatan tali yang cukup tinggi.000 pengunjung datang ke sini. dimana PG Tasikmadu adalah salah satu dari delapan PG ( Sub Unit) Devisi Tanaman Semusim dari PTP NUSANTARA IX dengan lokasi tepatnya di Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Dengan fasilitas yang disediakan itu.

sehingga perlu mencetak kader-kader untuk menangani dan mengembangkan agrowisata .hampir tidak ada yang ahli dalam mengelola pariwisata. Dibukanya AGROWISATA SONDOKORO menambah luasnya wawasan llingkungan mengenai teknologi proses produksi pembuatan gula dari tebu. Selama tidak lebih dalam waktu satu bulan sudah menimbulkan terjadinya peredaran uang yang sangat berlebihan. seperti menjadi indikator sangat makmurnya masyarakat lingkungan . remaja dan orang tua. yang pada mulanya masyarakat umum hanya merasakan manisnya gula namun sekarang semakin banyak pengunjung melalui jalur sekolah . Demikian halnya dengan peninggalan masa lalu yang mempunyai nilai historis tinggi yang setiap tahun dilaksanakan yaitu suatu upacara selamatan giling yang berlangsung pada waktu selama kurang lebih satu bulan sebelum pabrik mulai melaksanakan proses produksi (giling) secara umum dinamakan cembengan sudah menjadi kebiasan masyarakat umum ikut menyaksikan dan meramaikan suasana dan menimbulkan kesan tradisi sosial yang sangat menguntungkan bagi lingkungan baik untuk pedagang maupun penyelenggara hiburan dan mainan baik untuk anak-anak.Selama ini PTPN IX (PERSERO) hanya memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni dalam mengelola budidaya perkebunan dan hampir.

pada kawasan dahulu kala nama Desa Sondokoro adalah kawasan yang mempunyai potensi yang subur. Selain seperti tersebut diatas juga memperkenalkan Wisata Edukasi adalah salah satu misi yang diemban guna memberikan pemahaman kepada generasi penerus tentang teknologi gula melalui budi daya tanaman tebu yang pernah mengalami masa kejayaan ditahun tujuh puluhan. pujangga sekaligus ahli ekonomi dengan hati yang bening mampu menatap jauh kedepan. Seperti kisah yang melegenda dimasyarakat tentang dua tokoh ulama yang sama-sama berilmu tinggi Kyai Sondo dan Kyai Koro. Potensi Agrowisata Sondokoro Agrowisata Sondokoro tepatnya berlokasi dilingkungan emplasmen PG Tasikmadu dengan luas lahan kurang lebih 10 Ha. yang namanya diabadikan untuk sebuah desa yaitu Sondokoro. semua akan mampu mempertahankan kelestarian pabrik ini untuk kepentingan masyarakat pada umumnya juga karyawan serta keluarganya. selain menikmati suasana lingkungan pabrik dengan mempergunakan sepoor tebu juga dapat melihat langsung dari dekat proses produksi dari awal tebu yang dibawa dari kebun digiling sampai menjadi gula pasir yang sudah bisa dikonsumsi. C. sehingga perlu diangkat kembali sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global . B. sanadyan ora nyugihi nanging nguripi. Tujuan Visi dan misi utama dibukanya Agrowisata Sondokoro ini untuk menggali keunggulan potensi wisata dalam mendukung revitalisasi dan profitisasi core business PG Tasikmadu. sehingga menambah profit perusahaan dan akan dikenang sepanjang masa seperti keberadaan PG Tasikmadu yang telah menjalankan proses produksi semenjak tahun 1817 yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegoro IV.murid-murid dari TK sampai perguruan tinggi dan juga turis asing. baik untuk masyarakat lingkungan maupun karyawan dan keluarganya. dengan petuahnya pada saat itu yang tak lekang oleh jaman adalah:”Pabrik iki openono. keberadaanya akan dapat tumbuh berkembang dengan baik. Pertanian dan Pariwisata. ulama. mengandung arti bahwa dengan melalui suatu keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan. Semoga dengan ridho Allah SWT AGROWISATA SONDOKORO akan menambah manfaat yang sangat berarti. Agrobisnes dan agrowisata juga sejalan dengan program INTANPARI yang dicanangkan Pemkab Karanganyar adalah program sinergi antara Industri. kinaryo papan pangupo jiwane kawulo dasih”. KGPAA Mangkunegoro IV adalah seorang raja jawa. .

.

Diketahui secara seksama bahwa kesehatan mempunyai nilai yang tak terhingga atau mahal harganya. sehingga diharapkan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hiburan melalui obyek wisata juga dapat secara gratis menjaga kesehatan sambil berjalan dijalan refleksi. setiap gerbong mempunyai fasilitas tempat duduk sebanyak 32 kursi.5 jam .karena jalan dibuat secara khusus dengan penataan batu-batu sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi seperti pijat refleksi. Selain usaha menarik wisatawan untuk sarana hiburan dan mainan terdapat pula sarana untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yaitu sarana berupa jalan refleksi . • Jalan refleksi. sehingga wisatawan yang sudah pernah datang . Kegiatan berwiraswasta adalah kegiatan untuk mendapatkan penyegaran baik jasmani maupun rokhani.Gerbong penumpang ada 2 buah. waktu tempuh perjalanan wisata Spoor Teboe kurang lebih 1.

.

pengunjung terutama anak-anak dapat menikmati dengan bergembira dan saling bercanda ria bermainmain dalam kolang renang. . • Kolam Renang Pada lokasi yang sama sebelum memasuki areal jalan refleksi terdapat pula kolam renang anak-anak.berkunjung akan selalu mengenang dan akan datang kembali untuk dapat juga megajak keluarganya secara rutin.

dan Flying Fox Fasilitas bermain anak-anak yang berumur diatas 7 tahun dapat menikmati suatu permainan yang sudah mempunyai sifat agak menantang dimana anak-anak dapat berjalan pada jembatan gantung. Dunia anak adalah dunia bermain sehingga orang tua sadar kwajibannya untuk selalu memperhatikan kesenangan anak-anak .• Taman Bermain Anak-anak. Anak-anak yang masih berumur 4-6 tahun akan merasa bergembira dan senang. serata bercandaria karena disediakan pula arena bermain yaitu dengan mengendarai mobil kecil dengan tenaga bateray yang bisa berjalan dengan kecepatan rendah dengan mengelilingi kolam ikan atau yang ada disekitar kolam renang. Ketinggian jembatan gantung dari awal dari permukaan tanah (0 m) sepanjang 130 m dengan ketinggian ada 20 m dari permukaan tanah dan pada tempat . Jembatan gantung sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga anak-anak selain bermain juga akan merasakan suatu kelebihan yaitu suatu keberanian karena sudah berani dan menikmati berjalan dijembatan gantung. • Jembatan gantung. Rumah pohon.

. Diantara kedua rumah pohon terdapat flyingfox atau suatu luncuran dengan kawat sling dengan diameter 16 mm dimana peluncur akan diberi suatu alat yang mengait pada sling dan turun meluncur dengan cepat kebawah. anak-anak pemberani akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dan merupakan uji keberanian setelah sampai dipermukaan tanah.pemberhentian sebagai tempat istirahat ada 2 buah yang dinamakan rumah pohon.

Wisatawan akan merasa kagum dan terpesona karena Agrowisata Sondokoro mempunyai ciri khusus. pada lokasi disebelah utara Rumah Dinas Administratur (Besaran). terdapat beberapa bekas peralatan mesin-mesin gilingan yang sangat besar ditata dan diatur sedemian rupa sehingga sangat elok dan mempesona dipandang mata. dengan loko uap tersebut pada saat itu dapat menarik lori yang berisi tebu seberat 30 ton sebanyak . Salah satu diantaranya terletak disebelah utara dimana wisatawan yang melalui pintu gerbang utara pertama kali dipandang adalah monumen loko uap. Sambil menikmati gagahnya loko uap terbayang betapa hebatnya dahulu kala sebelum ada sarana angkutan truck seperti saat sekarang ini. serta satu lagi berada disebelah lapangan tennis . Selain itu juga terdapat dua buah monumen loko uap terpampang dengan gagahnya . dan loko uap satu lagi berada dipintu gerbang selatan.• Monumen mesin-mesin peralatan dan Loko uap PG Tasikmadu.

Beberapa macam tanaman yang tersedia antara lain berbagai jenis anggrek.scribd. Potensi Pertanian Sesuai progam INTANPARI dari Pemkab Karanganyar bahwa PG Tasikmadu selain melaksanakan program pariwisata terdapat pula program dari sub sektor pertanian selain budidaya tanaman tebu juga terdapat pengembanga hortikultura antara lain adalah tanaman hias dan sayuran. srirejeki (aglonema). rambutan. Wisatawan yang memasuki areal Graha Sondokoro sambil menunggu anak. B. sikas. adenium. sansivera. 1.anaknya bermain dikolam renang dapat menikmati indahnya tanaman tomat chery yang berasal dari kota Malang dalam green house atau rumah kaca. suklir. palem.20-30 lori ditarik dari kebun ke PG Tasikmadu menempuh perjalanan baik siang maupun malam hari sejauh 2-30 km. antorium. http://www.com/doc/24451443/tugas-kuL-1 Hal.1  . dan berbagai jenis tanaman buah seperti jeruk. terdapat pula tanaman hias yang dapat diperjual belikan dengan harga yang sangat memadai. mangga.

Program Agrowisata telah dicanangkan di lingkungan PTP NUSANTARA IX (PERSERO) seperti telah diresmikannya agrowisata di PG Pangka Slawi dan agrowisata di PG Gondang Baru Klaten yang sudah berkembang.2 tuk pedagang maupun penyelenggara hiburan dan mainan baik untuk anak-anak. Selama tidak lebih dalam waktu satu bulan sudah menimbulkan terjadinya peredaran uang yang sangat berlebihan. yang pada mulanya masyarakat umum hanya merasakan manisnya gula namun sekarang semakin banyak pengunjung melalui jalur sekolah murid-murid dari TK sampai perguruan tinggi dan juga turis asing. seperti menjadi indikator sangat makmurnya masyarakat lingkungan . selain menikmati suasana lingkungan . sehingga perlu mencetak kader-kader untuk menangani dan mengembangkan agrowisata . mengikuti jejak pendahulunya PG Tasikmadu sudah semenjak satu tahun yang lalu diresmikan AGROWISATA SONDOKORO akan semakin memperkaya asset wisata diwilayah propinsi Jawa Tengah bagian selatan. dimana PG Tasikmadu adalah salah satu dari delapan PG ( Sub Unit) Devisi Tanaman Semusim dari PTP NUSANTARA IX dengan lokasi tepatnya di Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Demikian halnya dengan peninggalan masa lalu yang mempunyai nilai historis tinggi yang setiap tahun dilaksanakan yaitu suatu upacara selamatan giling yang berlangsung pada waktu selama kurang lebih satu bulan sebelum pabrik mulai melaksanakan proses produksi (giling) secara umum dinamakan cembengan sudah menjadi kebiasan masyarakat umum ikut menyaksikan dan meramaikan suasana dan menimbulkan kesan tradisi sosial yang sangat menguntungkan bagi lingkungan baik Hal. Latar Belakang Sesuai visi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah suatu perusahaan agro busines dan agro industri yang tangguh dan berkembang yang berwawasan lingkungan.AGROWISATA SONDOKORO BAB 1 PENDAHULUAN A. remaja dan orang tua.hampir tidak ada yang ahli dalam mengelola pariwisata. Selama ini PTPN IX (PERSERO) hanya memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni dalam mengelola budidaya perkebunan dan hampir. Dibukanya AGROWISATA SONDOKORO menambah luasnya wawasan llingkungan mengenai teknologi proses produksi pembuatan gula dari tebu.

3 sehingga menambah profit perusahaan dan akan dikenang sepanjang masa seperti keberadaan PG Tasikmadu yang telah menjalankan proses produksi semenjak tahun 1817 yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegoro IV. Semoga dengan ridho Allah SWT AGROWISATA SONDOKORO akan menambah manfaat yang sangat berarti. dengan petuahnya pada saat itu yang tak lekang oleh jaman adalah:”Pabrik iki openono. C. Hal. ulama. B. yang namanya diabadikan untuk sebuah desa yaitu Sondokoro. KGPAA Mangkunegoro IV adalah seorang raja jawa. pujangga sekaligus ahli ekonomi dengan hati yang bening mampu menatap jauh kedepan. Hal. keberadaanya akan dapat tumbuh berkembang dengan baik. Seperti kisah yang melegenda dimasyarakat tentang dua tokoh ulama yang sama-sama berilmu tinggi Kyai Sondo dan Kyai Koro. pada kawasan dahulu kala nama Desa Sondokoro adalah kawasan yang mempunyai potensi yang subur. mengandung arti bahwa dengan melalui suatu keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan. sehingga perlu diangkat kembali sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global . 4 . semua akan mampu mempertahankan kelestarian pabrik ini untuk kepentingan masyarakat pada umumnya juga karyawan serta keluarganya. Potensi Agrowisata Sondokoro Agrowisata Sondokoro tepatnya berlokasi dilingkungan emplasmen PG Tasikmadu dengan luas lahan kurang lebih 10 Ha. baik untuk masyarakat lingkungan maupun karyawan dan keluarganya. Selain seperti tersebut diatas juga memperkenalkan Wisata Edukasi adalah salah satu misi yang diemban guna memberikan pemahaman kepada generasi penerus tentang teknologi gula melalui budi daya tanaman tebu yang pernah mengalami masa kejayaan ditahun tujuh puluhan. Agrobisnes dan agrowisata juga sejalan dengan program INTANPARI yang dicanangkan Pemkab Karanganyar adalah program sinergi antara Industri. Pertanian dan Pariwisata. sanadyan ora nyugihi nanging nguripi.pabrik dengan mempergunakan sepoor tebu juga dapat melihat langsung dari dekat proses produksi dari awal tebu yang dibawa dari kebun digiling sampai menjadi gula pasir yang sudah bisa dikonsumsi. Tujuan Visi dan misi utama dibukanya Agrowisata Sondokoro ini untuk menggali keunggulan potensi wisata dalam mendukung revitalisasi dan profitisasi core business PG Tasikmadu. kinaryo papan pangupo jiwane kawulo dasih”.

Route perjalanan Spoor Mini juga akan melewati lingkungan halaman PG Tasikmadu dengan melewati beberapa sarana antara lain Rumah dinas Administratur (Besaran). jembatan gantung. gudang gula. Hal. waktu tempuh perjalanan wisata Spoor Teboe kurang lebih 1. perkantoran. yang dapat dinikmati pengunjung atau wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri diantaranya terdapat antara lain: • Wisata Spoor Teboe. monumen peralatan mesin-mesin. Potensi Wisata Diobyek Agrowisata Sondokoro terdapat beberapa sarana hiburan dan mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi dan berbeda dengan obyek wisata yang pernah ada di Indonesia. resto pancingan. yang terdapat di Agrowisata Sondokoro dimana wisatawan dapat merasakan dan menikmati sambil menumpang gerbong yang kondisinya selain bersih juga unik sambil mendengarkan suara alunan musik yang merdu.taman bermain anak-anak. perumahan dinas.Mengharapkan hasil produksi gula yang melimpah bagai “Danau Semanis Gula Madu” maka dinamai Pabrik Goela Tasikmadoe. balai pertemuan (soositeit). homestay.5 jam . Hal. pertokoan koperasi. homestay. setiap gerbong mempunyai fasilitas tempat duduk sebanyak 32 kursi. graha ratu lesung dan taman monumen PTPN IX. garasi. sehingga wisatawan dapat melihat secara jelas dan dapat menambah pengetahuan mengenai perkembangan pergulaan di PG Tasikmadu secara gamblang. Merupakan salah satu obyek unggulan diantara beberapa obyek wisata yang lain. selain itu apabila wisatawan mengengok arah timur pada saat pagi hari dapat melihat dengan jelas keelokan dan kemegahan dan asrinya pemandangan gunung Lawu yang berada diarah sebelah timur dari PG Tasikmadu. lapangan tennis. monumen loko. sejalan dengan perubahan nama desa. Sekolah TK. 6  Gerbong penumpang ada 2 buah. Wisatawan akan merasa kagum dan bangga karena selain menikmati perjalanan diwilayah seputar PG Tasikmadu yang pada mulanya sebelum diresmikanya Agrowisata Sondokoro hanya dapat melihat saja namun sekarang sudah secara terbuka untuk wisatwan. 5 BAB 2 ISI A. gudang pupuk. gerbong antik berjalan karena ditarik oleh loko uap dimana loko uap tersebut tertera buatan tahun 1912. cafe.

karena jalan dibuat secara khusus dengan penataan batu-batu sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi seperti pijat refleksi. Selain usaha menarik wisatawan untuk sarana hiburan dan mainan terdapat pula sarana untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yaitu sarana berupa jalan refleksi . Diketahui secara seksama bahwa kesehatan mempunyai nilai yang tak terhingga atau mahal harganya.• Jalan refleksi. 7  . sehingga diharapkan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hiburan melalui obyek wisata juga dapat secara gratis menjaga kesehatan sambil berjalan dijalan refleksi. Kegiatan berwiraswasta adalah kegiatan untuk mendapatkan penyegaran baik jasmani maupun rokhani. sehingga wisatawan yang sudah pernah datang Hal.

berkunjung akan selalu mengenang dan akan datang kembali untuk dapat juga megajak keluarganya secara rutin. • Kolam Renang Pada lokasi yang sama sebelum memasuki areal jalan refleksi terdapat pula kolam renang anak-anak. 8  . pengunjung terutama anak-anak dapat menikmati dengan bergembira dan saling bercanda ria bermainmain dalam kolang renang. Hal.

dan Flying Fox Fasilitas bermain anak-anak yang berumur diatas 7 tahun dapat menikmati suatu permainan yang sudah mempunyai sifat agak menantang dimana anak-anak dapat berjalan pada jembatan gantung. Ketinggian jembatan gantung dari awal dari permukaan tanah (0 m) sepanjang 130 m dengan ketinggian ada 20 m dari permukaan tanah dan pada tempat hal.• Taman Bermain Anak-anak. Rumah pohon. Jembatan gantung sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga anak-anak selain bermain juga akan merasakan suatu kelebihan yaitu suatu keberanian karena sudah berani dan menikmati berjalan dijembatan gantung. serata bercandaria karena disediakan pula arena bermain yaitu dengan mengendarai mobil kecil dengan tenaga bateray yang bisa berjalan dengan kecepatan rendah dengan mengelilingi kolam ikan atau yang ada disekitar kolam renang. Dunia anak adalah dunia bermain sehingga orang tua sadar kwajibannya untuk selalu memperhatikan kesenangan anak-anak . • Jembatan gantung. 9  . Anak-anak yang masih berumur 4-6 tahun akan merasa bergembira dan senang.

Diantara kedua rumah pohon terdapat flyingfox atau suatu luncuran dengan kawat sling dengan diameter 16 mm dimana peluncur akan diberi suatu alat yang mengait pada sling dan turun meluncur dengan cepat kebawah. anak-anak pemberani akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dan merupakan uji keberanian setelah sampai dipermukaan tanah. Hal.pemberhentian sebagai tempat istirahat ada 2 buah yang dinamakan rumah pohon. 10  .

Sambil menikmati gagahnya loko uap terbayang betapa hebatnya dahulu kala sebelum ada sarana angkutan truck seperti saat sekarang ini. Salah satu diantaranya terletak disebelah utara dimana wisatawan yang melalui pintu gerbang utara pertama kali dipandang adalah monumen loko uap. Wisatawan akan merasa kagum dan terpesona karena Agrowisata Sondokoro mempunyai ciri khusus. pada lokasi disebelah utara Rumah Dinas Administratur (Besaran). 11  .Monumen mesin-mesin peralatan dan Loko uap PG Tasikmadu. Selain itu juga terdapat dua buah monumen loko uap terpampang dengan gagahnya . terdapat beberapa bekas peralatan mesin-mesin gilingan yang sangat besar ditata dan diatur sedemian rupa sehingga sangat elok dan mempesona dipandang mata. dan loko uap satu lagi berada dipintu gerbang selatan. dengan loko uap tersebut pada saat itu dapat menarik lori yang berisi tebu seberat 30 ton sebanyak Hal. serta satu lagi berada disebelah lapangan tennis .

suklir. mangga. sikas. Hal. dan berbagai jenis tanaman buah seperti jeruk. rambutan. antorium. Wisatawan yang memasuki areal Graha Sondokoro sambil menunggu anak. 1.Beberapa macam tanaman yang tersedia antara lain berbagai jenis anggrek. Potensi Pertanian Sesuai progam INTANPARI dari Pemkab Karanganyar bahwa PG Tasikmadu selain melaksanakan program pariwisata terdapat pula program dari sub sektor pertanian selain budidaya tanaman tebu juga terdapat pengembanga hortikultura antara lain adalah tanaman hias dan sayuran. 12 . palem. adenium. sansivera. B.anaknya bermain dikolam renang dapat menikmati indahnya tanaman tomat chery yang berasal dari kota Malang dalam green house atau rumah kaca. terdapat pula tanaman hias yang dapat diperjual belikan dengan harga yang sangat memadai. srirejeki (aglonema).20-30 lori ditarik dari kebun ke PG Tasikmadu menempuh perjalanan baik siang maupun malam hari sejauh 2-30 km.

. PS 951 C. tahan terhadap serangan hama dan penyakit. hal.2. Varietas unggul tersebut anatara lain: PS 864. Kantor pusat Direksi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) di Jalan Rongowarsito no 164 Sala . tahan kepras. Terletak disebelah selatan Graha Sondokoro ditanam berbagai varietas unggul yang bermaksud dapat diketahui bersama oleh wisatawan yang berkunjung bahwa saat ini varietas unggul tersebut dibudidayakan diwilayah kerja PG Tasikmadu . Pada tahun 2007 akan direhab sistem proses dari semula sistem karbonatasi menjadi sulfitasi. Varietas tebu. Varietas unggul tersebut mempunyai ciri produktifitas tinggi. 13  Semenjak rehab pada tahun 1989 kapasitas giling eklusif menjadi 3500 tcd (ton cane per day) . POTENSI INDUSTRI PG Tasikmadu didirikan pada tahun 1817 oleh KGPAA Mangkunegoro IV berbasis industri gula yang merupakan salah satu diantara sembilan bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari . PS 921.

pabrik kertas . Pada pola TRKm B dan TRMd kemitraannya antara PG Tasikmadu dan petani sesuai ketentuan bersama merupakan hasil kesepakatan dan tertuang dalam SK Mentan adalah dengan mempergunakan sistem bagi hasil .000 ton . diharapkan wisatawan yang berkunjung juga dapat mengetahui wawasan mengenai pergulaan. Hasil samping yang lain ada yang namanya ampas yaitu suatu hasil samping kering dari kulit tebu bisa dipergunakan kembali untuk bahan bakar ketel. dan bahan penyedap masakan (ajinomoto). Pola kedua adalah TRKm B (Tebu Rakyat Kemitraan pola B) merupakan system kemitraan antara petani pemilik lahan dan PG Tasikmadu sebagai avalis berfungsi mengolah bahan baku berupa tebu melalui proses produksi dihasilkan gula pasir. bahan bakar loko uap. Hasil samping yang lain adalah yang blotong dapat dipergunakan sebagai pupuk kompos dan blotong tersebut juga banyak sekali dibutuhkan oleh masyarakat untuk bahan penimbun tanah sebagai dasar bangunan. bahan baku tebu diproses produksi di PG Tasikmadu. Sarana dan Prasarana Penunjang Argowisata Sondokoro adalah diversifikasi dari PG Tasikmadu yang sesuai dengan misi PTP NUSANTARA IX (PERSERO) adalah mengusahakan agrobisnis dan agro industri yang tangguh dan berkembang . .Pola tatatanam saat sekarang mempergunakan sistem pola antara lain yang pertama TRKm A (Tebu Rakyat Kemitraan pola A) dimana PG Tasikmadu mengusahakan budidaya tanaman tebu dengan menyewa lahan milik petani. Pada saat hasil samping ampas berlimpah dapat dibutuhkan oleh pabrik jamur. 14  Hasil samping tetes ini dipergunakan antara lain untuk dijadikan spiritus. Dalam bidang industri sudah dapat terangkum sedemikian rinci dan detail baik pada produksi utama dan produksi hasil samping. dan yang ketiga TRMd (Tebu Rakyat Mandiri) adalah petani mengusahakan budidaya tanaman tebu dengan mempergunakan biaya dan saprodi secara mandiri. Hal. PG Tasikmadu selain memproduksi gula pasir sebagai hasil utama dan juga meproduksi hasil samping yaitu berupa tetes dan produksi tetes pada tahun 2006 sebanyak 11. D.

sampai dengan perkembangan terakhir mengenai pergulaan serta terdapat pula informasi jadwal kegiatan event-event tertentu yang berhubungan dengan agrowisata. Beberapa sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan antara lain: • Graha Sondokoro Sebagai kantor pusat Agrowisata Sondokoro terdapat berbagai informasi mengenai PG Tasikmadu dari peninggalan alat-alat perkantoran pada jaman dahulu sebagai museum perkantoran. kaos . Digraha Sondokoro juga disediakan penjualan berbagai macam souvenir sebagi kenang-kenangan antara lain miniatur loko terbuat dari kayu. 15  • Tempat Ibadah . topi.Diharapkan wisatawan akan selalu bertambah jumlahnya setiap berkunjung dan menikmati lingkungan emplasmen PG Tasikmadu karena sudah tersedia beberapa sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan untuk wisatawan atau pengunjung. gula pasir dan lain lain. Hal.

Bagi umat muslim yang akan melakukan ibadah ada Masjid Nurul Huda yang berkapasitas 250 orang dan ada beberapa mushola antara lain berada di Graha Sondokoro, di Resto pancingan dan di home stay.

Lapangan tennis, Lapangan volly ball, gedung badminton. Sebagai sarana olahraga dimana wisatawan yang berkehendak untuk melakukan kegiatan olah raga merupakan suatu paket yang dapat diperoleh oleh wisatawan .

Gedung pertemuan (Sositeit). Mempunyai kapasitas sebanyak 500 orang dapat dipergunakan untuk suatu pertemuan atau rapat .

Resto pancingan Sondokoro

Hal. 16 

Wisatawan yang datang berkunjung dapat menikmati masakan khas . Penempatan lokasi didesain dengan begitu indah dengan beberapa Gazebo ada juga sarana hiburan musik sehingga wisatawan dapat menikmati hidangan juga dapat menikmati hiburan musik secara langsung ( live).

Terdapat pula ruangan sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan rapat dengan kapasitas untuk 75 orang dengan ruangan ber AC, fasilitas LCD, fasilitas parkir sangat luas dan aman.

Homestay Bagi wisatawan yang datang berkunjung karena memerlukan penginapan juga disediakan tempat untuk bermalam, dan akan menikamti keindahan suasana emplasmen pada malam hari. Fasilitas kamar ada 6 kamar keluarga dan ada 2 kamar untuk pengemudi, terdapat garasi, halaman luas cukup untuk parkir mobil sebanyak 5 buah. Hal. 17 

Graha Ratu Lesung Hasil kerjasama dengan Pemkab Karanganyar disediakan 1 rumah dinas yang bertujuan bagi wisatawan yang berkunjung akan mencintai dan mengenal Karanganyar secara mendalam, disediakan berbagai souvenir ciri khas Karanganyar dengan menonjolkan lesungnya, dan sebagai pusat informasi wisata lain yang berada di Kabupaten Karanganyar.

Sarana Parkir Wisatawan yang berkunjung di Agrowisata Sondokoro dengan mempergunakan sarana kendaraan mobil, motor, dan sepeda dapat dengan leluasa untuk menempatkan sarana tersebut pada tempat parkir yang telah disediakan dengan jaminan aman .

Agrowisata Sondokoro menyediakan sarana hiburan musik. secara live yang dbuka setiap hari munggu, terdapat pula tempat untuk pedagang berjualan hasil dagangannya, dengan kondisi yang sangat mengasikkan karena bertempat pada lokasi yang teduh. Hal. 18  BAB 3 PENUTUP 1. Kesimpulan Pengembangan Agrowisata Sondokoro kedepan memerlukan kader-kader yang mempunyai kompetensi mengenai bisnis agrowisata dengan latar belakang etos kerja 3 K: Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, sehingga akan menambah dan memperbesar profit perusahaan selain dari usaha agrowisata merupakan deversifikasi dari PG Tasikmadu, dan komoditi gula adalah sebagai komoditi utama yang selalu dibutuhkan dan dimanfaatkan insan manusia sehari-hari. Mengacu pada kebutuhan hidup manusia antara lain adalah kebutuhan jasmani dan

rohani sehingga perlu selalu ada penyegaran, insya Allah keberadaan PG Tasikmadu dan Agrowisata Sondokoro akan berkembang dan dengan ridho Allah dapat bermanfaat bagi umat manusia baik secara khusus untuk karyawan dan keluarganya juga untuk masyarakat pada umumnya. http://www.scribd.com/doc/24451443/tugas-kuL-1

Rekayasa dan Pengembangan Penyadap Gas CO2 Dari Cerobong Ketel untuk Pabrik Gula Rafinasi (2001)
Saechu, Muhammad ; Santoso, Bambang Edy ; Bahri, Subhanuel Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dan PG Tasikmadu Pemanfaatan CO2 dari gas cerobong ketel untuk proses karbonatasinira atau leburan telah dilakukan oleh banyak pabrik gula rafinasi di luar negeri dengan sasaran untuk menurunkan biaya produksi disamping perbaikan kualitas gula. Memperhatikan hal diatas nampaknya pengembangan gas CO2 scrubber di Indonesia adalah sangat penting. Untuk menciptakan gas CO2 crubber yang handal, pada tahun 2001 dengan didasarkan pada hasil studi literatur, survai lapang dan konsultasi telah didisain dan rekayasa CO2 scrubber pada skala pilot plant yang ditempatkan di PG Tasikmadu. Proses rancang bangun CO2 scrubber telah selesai sekitar 50% fisik, sesuai rencana kerja.

http://mekanisasi.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=147:rekayasadan-pengembangan-penyadap-gas-co2-dari-cerobong-ketel-untuk-pabrik-gula-rafinasi2001&catid=36:abstrak-litbang-mektan-2001&Itemid=51

TAMAN BERMAIN SONDOKORO
August 26th, 2009 | Author: redaksi

SIS Kroyo Campus - Agrowisata Sondokoro ini terletak di area Pabrik Gula Tasikmadu PTPN IX. Wisata ini menawarkan wisata historis tempo dulu, dengan dioperasikannya Spoor Teboe, kereta api uap pengangkut tebu. Penumpang diajak untuk menjelajah masuk area pabrik gula dengan kereta berbahan bakar kayu itu. Selain itu di kawasan wisata ini terdapat pula, taman bermain, outbound, kolam renang dan resto Sondokoro dengan hidangan khas ikan bakarnya. Melengkapi keindahan alam, Karanganyar menyiapkan agrowisata Sondokoro. Objek ini sangat tepat bagi pelajar untuk menyelami proses produksi gula. Kawasan ini tidak hanya memanjakan pengunjung dengan keindahan tanaman pohon langka yang tua nan rindang yang mengelilingi pabrik gula Tasikmadu. Pabriknya bukan semata-mata bangunan gedung kuno, pengunjung akan terpana dan menikmati fasilitas yang relatif lengkap di perusahaan ini. Sekadar contoh, fasilitas kolam renang, lapangan bermain, flying fox, restoran, dan tur keliling lokasi dengan sepur tua produksi Jerman tahun 1700, adalah beberapa di antara fasilitas-fasilitas yang tersedia di sana. Perusahaan juga menyediakan cottage dan guest house yang disewakan. Menyempurnakan kunjungan wisata alam, Kebun Teh Kemuning Ngargoyoso dan air terjun Parangijo.

Total produksi gula kristal putih di Pabrik Gula Tasikmadu.sch. di mana kebutuhan total bahan baku adalah 500. Namun demikian jumlah tersebut dirasa belum cukup untuk memenuhi skala usaha dari total kapasitas terpasang PG Tasikmadu. sehingga menyebabkan inefisiensi pada pascapanen. Selain itu.04 persen.sch. pada acara resepsi Selamatan Giling PG Tasikmadu Tahun 2008. "Karena kesulitan air. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir.kr.670 ton atau naik 12 persen dari tahun sebelumnya.915 ton tebu. pada musim giling tahun 2008 ini dipastikan bakal mengalami kenaikan hingga 12 persen dibandingkan tahun lalu. sejak 2003 hingga 2007.893 ton lebih atau terjadi kenaikan 43 persen selama lima tahun. Sedangkan pada tahun ini. maka pola tanam banyak dilakukan pada saat turun hujan sehingga umur tebu menjadi kurang atau berkisar 8-10 bulan dari yang seharusnya tidak kurang dari 12 bulan.727 ton gula kristal putih dengan rendemen rata-rata masih 6. total bahan baku yang tergiling sebanyak 407.893 ton dengan total produksi 24. jumlah tebu rakyat tergiling dari 286. Pada musim giling yang rencananya dimulai pada 18 Mei 2008 mendatang. (M-1/Ths)-k http://www.000 ton setiap musim giling dengan total produk GKP sebanyak 35.179 ton menjadi 407. Terkait hal itu. tambah Hanung. dalam tiga tahun ke depan pihaknya berharap banyak melalui program yang berfokus pada intensivikasi akan dicapai skala usaha yang ideal. kondisi lahan tersebar. telah terjadi pertumbuhan produksi ratarata 8. direncanakan bisa mengolah tebu sebanyak 425.5 persen.5 persen per tahun. kenaikan gula kristal putih dari tahun 2003 yang sebanyak 18.co. Sementara.id/web/detail. Bisa dibilang ada kenaikan 36 persen selama lima tahun atau 7. Pada tahun 2007.915 ton dengan rendemen ratarata 6. Dari situ bisa dihasilkan gula kristal putih sebanyak 27.http://sbikroyo. Dengan kata lain.id/2009/08/taman-bermain-sondokoro/ Produksi PG Tasikmadu Diprediksi Naik 12 Persen 29/04/2008 07:28:24 KARANGANYAR (KR) . jelas Hanung.1 persen per tahun. Beberapa kendala atau permasalahan yang dihadapi PG Tasikmadu bersama petani tebu rakyat (PTR) dalam upaya meningkatkan kapasitas maupun kualitas produksi serta usaha taninya di antaranya sebanyak 90% budidaya tebu dilakukan di lahan kering yang letaknya tersebar di tujuh wilayah kabupaten.254 ton kini menjadi 24. Persoalan lain adalah komposisi varietas tebu yang belum ideal yang menyebabkan kesulitan dalam manajemen pascapanen maupun ketepatan tingkat kemasakan tebu yang kurang optimal pada saat proses pengolahannya. belum lama ini.727 ton pada tahun 2007." tambahnya.php?sid=161404&actmenu=38 http://sbikroyo. PG Tasikmadu merencanakan bisa mengolah sebanyak 425.000 ton dari capaian rendemen rata-rata 7 persen. Hal itu diungkapkan Administratur PG Tasikmadu Afdeling Colomadu Hanung Trihutomo.id/2009/08/taman-bermain-sondokoro/ . Kabupaten Karanganyar.

Yogyakarta. Kasihan. makasih Quote: .com/2009/09/29/kebutuhan-gula/ pembaca.000 ton per Tahun. Perluasan lahan tebu di Bantul yang dikelola olah petani diharapkan dapat meningkatkan produksi gula untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY rata-rata 50.com Sebuah truk melakukan proses bongkar tebu. Sep 29. dan TS harapkan feedback dari agan berupa komen dan rate sebagai bentuk penghargaan bagi kami trit maker. 2009 at 16:47 | Jakarta.Kebutuhan Gula Main Photo | Tue. di Pabrik Gula Madukismo. matanews. Bantul. (*z/ Wahyu Putro A/ant) http://beta.matanews. Selasa (29/9).

Sumber-sumber pemanis lain. seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam). atau jagung. Meskipun demikian. Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu. namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa. serta cairan batang tebu. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. dan Thailand. Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau. terdapat sumber-sumber gula minor lainnya. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. anggir. seperti umbi dahlia. atau aren. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an. . Brazil. dan negara-negara Asia Timur. seperti kelapa. negara-negara Karibia. Gula sederhana. terutama di bagian timur. Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan). menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.Quote: Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. bit gula. Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia.

tersisa 30 pabrik aktif.r:7. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto. lalu berkembang ke arah timur.wordpress.html http://www.google.Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17. Pada tahun 1957 semua pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini. Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an. Seusai Perang Dunia II. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik. http://kaskushotthread. dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun. pertama di sekitar Batavia. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula. dengan 93 pabrik dan prduksi 1.com/thread/gula-tebu-sejarah-amp-proses-pembuatannya.com/2010/05/08/proses-kristalisasigula/&docid=SKez3_WC0sOpM&imgurl=http://sweetcandyind.com/imgres?q=proses+gula&um=1&hl=en&sa=N&biw=1152&bih=562&tbm=isch&tbnid =iJtVM_PUDf4igM:&imgrefurl=http://sweetcandyind.files.com/2010/05/gulapasir.jpg&w=400&h=300&ei=d 8C8TrP6JoizrAea06nYAQ&zoom=1&iact=hc&vpx=498&vpy=249&dur=5281&hovh=194&hovw=259&tx=1 24&ty=133&sig=103802494352508878247&page=3&tbnh=149&tbnw=195&start=31&ndsp=10&ved=1t:4 29.5 juta ton.wordpress.s:31 .

com/imgres?q=proses+gula&um=1&hl=en&sa=N&biw=1152&bih=562&tbm=isch&tbnid =NDnlQgKSLzX93M:&imgrefurl=http://www.candibaru. .s:81 Proses Pembuatan Gula Pasir Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung.google. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun.gif&w=600&h=695&ei=d8C 8TrP6JoizrAea06nYAQ&zoom=1&iact=hc&vpx=303&vpy=125&dur=3258&hovh=242&hovw=209&tx=132 &ty=139&sig=103802494352508878247&page=8&tbnh=154&tbnw=133&start=81&ndsp=10&ved=1t:429.com/indeks.http://www.candibaru. Tebu ini termasuk jenis rumputrumputan.com/images/pros_pemb_gula.php%3Fp%3Dprosesproduksi&docid= AthtxIwIwFQiQM&imgurl=http://www. r:6.

Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. dinamakan bagasse. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses. Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). 15% gula dan serat residu. yang mengandung 1 hingga 2% gula. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. . Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan. kritalisasi. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming. penguapan. afinasi. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. semuanya bercampur di dalam gula. pembersihan kotoran. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. dan hasilnya berupa cairan yang manis. proses ektrasi. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula. Proses ini dinamakan liming. penghilangan warna.Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. karbonasi.

maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Sekali kristal terbentuk. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Campuran hasil („magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup . Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. Olah karena itu. tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Sayangnya.5%. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Evaporasi dalam „evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan.proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99. Sebagai tambahan. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya.

Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. t eknik yang lain berupa fosfatasi. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Selain karbonatasi. partikel-partikel halus. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika . Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materimateri non gula. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi.sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks. Setelah proses ini dilakukan.

Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya di gunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak kemurnian. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. 2010 Filed under: Uncategorized — faritdc @ 5:24 am Proses Produksi Gula Pasir Untuk pembuatan gula. Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas. dimasak. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. campuran tersebut kemudian dimurnikan dengan . Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. sumber http://terselubung.html Produksi gula pasir Februari 1.blogspot. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula. Sesudah itu. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar.com/2010/10/proses-pembuatan-gula-pasir. dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi. sarinya dikumpulkan dan disaring. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. nira atau air perasan tebu tersebut disaring.

hal ini berkaitan dengan berapa banyak gula yang dihasilkan nantinya. Alat penggilingan disusun seri dengan jumlah alat penggilingan 4-5 unit. akibat dari kurang sempurnanya daya perah unit gilingan. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan.belerang dioksida. cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. Saat penggilingan diberikan air imbibisi untuk mengurangi kehilangan gula dalam ampas. Penggilingan Penggilingan dimaksudkan untuk mengambil nira mentah dari batang tebu dan memisahkannya dari ampas. Setelah cukup murni. sesampai di pabrik akan ditimbang dan dipindahkan ke lori (kereta pengangkut tebu) menuju meja tebu sebagai tempat dimulainya perlakuan pendahuluan pengolahan gula kristal. Pemurnian . Bahan baku tebu yang diangkut dari kebun dengan truk. endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. MESIN PENGOLAH: Penimbangan Penimbangan di sini dimaksudkan untuk mengetahui berat tebu yang akan digunakan dalam proses pembuatan gula. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi.

persen brix nira dari badan pertama ke badan penguapan selanjutnya akan semakin meningkat. Pengeringan. Fungsi dari penyaringan ini supaya didapatkan bentuk gula yang diinginkan. Pendinginan berfungsi agar gula menjadi dingin setelah melalui proses pengeringan karena telah dilewati panas. Pendinginan gula dikerjakan dengan menghembuskan udara dingin sampai suhu gula sama dengan suhu gudang. . Pendinginan dan Penyaringan Fungsi dari pengeringan ini adalah untuk menguapkan kadar air pada bahan sehingga memudahkan proses selanjutnya. Pengkristalan Pengkristalan bertujuan untuk memisahkan sakarosa dari larutannya dengan cara mengkristalkan molekul-molekul sakarosa dalam pan kristalisasi dan diusahakan hasil kristalisasi yang memenuhi syarat yang dikehendaki. maka titik didih dibuat rendah dengan tekanan hampa agar komponen nira tidak rusak. Pemurnian dengan susu kapur dilakukan dalam peti defecator (bejana yang berfungsi untuk mencampurkan susu kapur dengan nira mentah) dengan pH 10 Penguapan Tujuan penguapan adalah untuk memekatkan nira encer sehingga diperoleh nira dengan kepekatan yang diharapkan. Saat pemutaran sesekali diberikan air siraman untuk mempermudah pemisahan kristal gula dengan larutannya ). Pengeringan dilakukan dalam tabung getar. sedangkan gula produk ditimbang dan dikemas. Gula halus dan gula kasar akan dilebur kembali. gula disaring untuk memisahkan antara gula halus. gula kasar dan gula produk. Setelah dingin dan kering. di mana gula akan melompat-lompat sehingga mempercepat pengeringan karena seluruh kristal terkena hembusan udara panas dari pengering gula. Di dalam badan penguapan secara seri. Pemutaran Pemutaran berfungsi untuk memisahkan kristal dengan larutannya (stroop) menggunakan proses sentrifugasi dalam saringan sehingga massa akan terlempar.Tujuan pemurnian adalah membuang sebanyak-banyaknya zat bukan gula dan mengusahakan agar kerusakan gula akibat perlakuan proses pabrikasi minimal.

com/2010/02/ Tahapan tahapan pembuatan gula Pasir Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu . KANDUNGAN GULA PASIR: http://faritdc. Selanjutnya gula produk dibawa ke gudang yang memenuhi syarat untuk disimpan dan didistribusikan ke konsumen. Gula produk ditimbang dengan timbangan curah dengan skala yang sudah diatur untuk berat bersihnya dan langsung masuk ke karung dan dijahit secara otomatis.wordpress.Pengemasan Pengemasan berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap produk dari segala macam kerusakan yang terjadi baik untuk produk pangan maupun produk non pangan.

Ekstraksi Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula.Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. dan hasilnya berupa cairan yang manis. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu. 15% gula dan serat residu. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air. dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai "abu". Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. proses ektrasi. pembersihan kotoran. afinasi. yang mengandung 1 hingga 2% gula. kritalisasi. dinamakan bagasse. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. semuanya bercampur di dalam gula. Jus dan cairan manis ini . penghilangan warna. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan.Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming) Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran . 2. serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman. penguapan. 1. karbonasi. Proses ini dinamakan liming. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya.

Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. 5.Penguapan (Evaporasi) Setelah mengalami proses liming.kemudian dikembalikan ke proses. Evaporasi dalam 'evaporator majemuk' (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi). Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . 4.5%. tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. Olah karena itu. karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. 3. maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Sayangnya. Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Sebagai tambahan. bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Gula ini . sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan.Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Sekali kristal terbentuk. materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99.Pendidihan/ Kristalisasi Pada tahap akhir pengolahan. sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan.

tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi . Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna. Selain karbonatasi.Afinasi (Affination) Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan "afinasi". t eknik yang lain berupa fosfatasi. 7. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Campuran hasil ('magma') di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi.Karbonatasi Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Setelah proses ini dilakukan. Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. 6. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. partikelpartikel halus. sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal. cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisikondisi reaksi.sebenarnya sudah dapat digunakan. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula.

keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks.html .com/2011/01/tahapan-tahapan-pembuatan-gula-pasir. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar.gallerydunia.tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. 9. sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan. dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas. 8. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. GAC merupakan cara modern setingkat "bone char".Penghilangan warna Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula. GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. http://www. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi.Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->