PEMBELAJARAN KETRAMPILAN PROSES,INQUIRY DAN DISCOVERY LEARNING

Posted by umifatmawati on July 17th, 2009 in Teknologi Pembelajaran. Diakses tanggal 2 Mei 2012 22:08 WIB Link : http://umifatmawati.blog.uns.ac.id/2009/07/17/8/

Pendekatan keterampilan proses dapat diartikan sebagai wawasan atau anutan pengembangan keterampilan–keterampilan intelektual, sosial dan fisik yang bersumber dari kemampuan-kemampuan mendasar yang prinsipnya telah ada dalam diri siswa. Pendekatan keterampilan proses pada pembelajaran sains lebih menekankan pembentukan keterampilan untuk memperoleh pengetahuan dan mengkomunikaskan hasilnya. Mukminan (2003:2) menyatakan bahwa pendekatan yang sekarang dikenal dengan keterampilan proses dan cara belajar siswa aktif (CBSA) masih belum banyak terwujud, serta pembelajaran kurang memperhatikan ketuntasan belajar secara individual. Pendekatan keterampilan proses dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuankemampuan yang dimiliki oleh individu siswa. Dimyati dan Mudjiono (2002:138) memuat ulasan pendekatan keterampilan proses yang diambil dari pendapat Funk (1985) sebagai berikut: (1) Pendekatan keterampilan proses dapat mengembangkan hakikat ilmu pengetahuan siswa. Siswa terdorong untuk memperoleh ilmu pengetahuan dengan baik karena lebih memahami fakta dan konsep ilmu pengetahuan; (2) Pembelajaran melalui keterampilan proses akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja dengan ilmu pengetahuan, tidak hanya menceritakan, dan atau mendengarkan sejarah ilmu pengetahuan; (3) Keterampilan proses dapat digunakan oleh siswa untuk belajar proses dan sekaligus produk ilmu pengetahuan. Pendekatan Keterampilan Proses sains memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara nyata bertindak sebagai seorang ilmuwan (Dimyati dan Mudjino, 2002:139). Dari uraian di atas dapat diutarakan bahwa dengan penerapan pendekatan keterampilan proses menuntut adanya keterlibatan fisik dan mental-intelektual siswa. Hal ini dapat digunakan untuk melatih dan mengembangkan keterampilan intelektual atau kemampuan berfikir siswa. Selain itu juga mengembangkan sikap-sikap ilmiah dan kemampuan siswa untuk menemukan dan mengembangkan fakta, konsep, dan prinsip ilmu atau pengetahuan. Selanjutnya dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari secara obyektif dan rasional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains merupakan kegiatan intelektual yang biasa dilakukan oleh para ilmuwan dalam menyelesaikan masalah dan menghasilkan produk-produk sains. Keterampilan proses dalam pengajaran sains merupakan suatu model atau alternatif pembelajaran sains yang dapat melibatkan siswa dalam tingkah laku dan proses mental, seperti ilmuwan. Funk (1985) dalam Dimyati dan Mudjiono, (2002: 140) mengutarakan bahwa berbagai keterampilan proses dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu: keterampilan proses dasar (basic skill) dan keterampilan terintegrasi (integarted skill). Keterampilan

pendengar. Observasi Melalui kegiatan mengamati. perbedaan dan hubungan serta pengelompokan objek berdasarkan kesesuaian dengan berbagai tujuan.proses dasar meliputi kegiatan yang berhubungan dengan observasi. 1. prediksi. Manusia mengamati objek-objek dan fenomena alam dengan melibatkan indera penglihat. pengukuran. Mengkomunikasikan dapat diartikan sebagai penyampaikan dan memperoleh fakta. dan prinsip ilmu pengetahuan dalam bentuk suara. Komunikasi Manusia mulai belajar pada awal-awal kehidupan bahwa komunikasi merupakan dasar untuk memecahkan masalah. demontrasi visual. Pengukuran Mengukur dapat diartikan sebagai membandingkan yang diukur dengan satuan ukuran tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. konsep. garfik. Contoh membaca peta. Keterampilan dalam menggunakan alat dalam memperoleh data dapat disebut pengukuran. siswa mengumpulkan data tentang tanggapan-tanggapan terhadap objek yang diamati. Keterampilan mengidentifikasi persamaan dan perbedaan berbagai objek peristiwa berdasarkan sifat-sifat khususnya sehingga didapatkan golongan atau kelompok sejenis dari objek peristiwa yang dimaksud. Bila kita kaji lebih lanjut sebagai berikut. visual. berdasarkan gejala yang ada. dapat menuntut interpretasi siswa tentang lingkungan dan menelitinya lebih lanjut. Dengan obsevasi. Prediksi Predeksi merupakan keterampilan meramal yang akan terjadi. lambang-lambang. peraba. 3. Mengamati merupakan tanggapan terhadap berbagai objek dan peristiwa alam dengan pancaindra. komunikasi. Klasifikasi Sejumlah besar objek. bagan. Keteraturan dalam lingkungan kita mengizinkan kita untuk mengenal pola dan untuk memprediksi terhadap pola-pola apa yang mungkin dapat diamati. Kemampuan mengamati merupakan keterampilan paling dasar dalam proses dan memperoleh ilmu serta hal terpenting untuk mengembangkan keterampilan proses yang lain. tabel. 4. Informasi yang diperoleh itu. klasifikasi. atau suara dan visual (Dimyati dan Mudjiono. 5. Menggolongkan dan mengamati persamaan. dan segala yang ada dalam kehidupan di sekitar. pembau. pengecap. 2. inferensi. Dimyati dan . diagaram. Keterampilan menyapaikan sesuatu secara lisan maupun tulisan termasuk komunikasi. lebih mudah dipelajari apabila dilakukan dengan cara menentukan berbagai jenis golongan. siswa belajar tentang dunia sekitar yang fantastis. peristiwa. 2002: 143).

Inferensi Melakukan inferensi adalah menyimpulkan. hipotesis ekperimen. B. diskripsi hubungan variabel. 3. Deskripsi hubungan variabel Keterampilan membuat menentukan perubahan. 1. Ini dapat diartikan sebagai suatu keterampilan untuk memutuskan keadaan suatu objek atau peristiwa berdasarkan fakta. konsep dan prinsip yang diketahui. grafik. analisis penyelidikan. konsep. 6. 2. Keterampilan terintegrasi terdiri atas: mengidentifikasi variabel. Tabulasi Keterampilan penyajian data dalam bentuk tabel. KETERAMPILAN PROSES TERINTEGRASI Keterampilan terintegrasi merupakan perpaduan dua kemampuan keterampilan proses dasar atau lebih. perolehan dan proses data. atau hubungan antara fakta. 5. tabulasi. Perolehan dan proses data Keterampilan melakukan langkah secara urut untuk meperoleh data 6. untuk mempermudah pembacaan hubungan antarkomponen (penyusunan data menurut lajur-lajur yang tersedia). dan prinsip dalam pengetahuan. sinopsis/pernyataan hubungan faktor-faktor yang . Analisis penyelidikan Keterampilan menguraikan pokok persoalan atas bagian-bagian dan terpecahkannya permasalahan berdasarkan metode yang konsisten untuk mencapai pengertian tentang prinsip -prinsip dasar. Grafik Keterampilan penyajian dengan garis tentang turun naiknya sesuatu keadaan 4.Mudjiono (2002: 144) menyatakan bahwa memprediksi dapat diartikan sebagai mengantisipasi atau membuat ramalan tentang segala hal yang akan terjadi pada waktu mendatang. berdasarkan perkiraan pada pola atau kecenderungan tertentu. Identifikasi Variabel Keterampilan mengenal ciri khas dari faktor yang ikut menentukan perubahan.

telah memberikan argumentasi. Oleh karena Sains merupakan cara berpikir dan bekerja yang setara dengan kumpulan pengetahuan. bahwa teknik-teknik yang diperlukan untuk pembelajaran Sains sama dengan teknik-teknik yang digunakan untuk penyelidikan ilmiah. tetapi merupakan pembentukan oleh anak suatu kerangka atau jaringan mental untuk memahami lingkungan. Daya pikir dan daya kreasi merupakan indikator perkembangan kognitif. Keterampian proses seperti yang diutarakan oleh Funk merupakan keterampilan proses yang harus diaplikasikan pada pendidikan di sekolah oleh guru. Pengamatan Sains diawali dengan pengamatan materi atau gejala. maka dalam pembelajaran Sains perlu menekankan pada cara berpikir dan aktivitas saintis melalui metode inkuiri.7. INQUIY Menurut Supriyono Koes H (2003).Welch telah mengidentifikasi lima sifat pembelajaran inkuiri. yaitu: a. mencari pengetahuan atau informasi. Keterampilan memperoleh pengetahuan yang ingin dibentuk adalah daya pikir dan kreasi. Dengan demikian inkuiri seharusnya menjadi “roh” pembelajaran Sains. Para ahli psikologi pendidikan menemukan bahwa pekembangan kognitif bukan merupakan akumulasi kepingan informasi atau kepingan perubahan informasi yang terpisah. 8. atau mempelajari suatu gejala. C. Ekperimen Keterampilan melakukan percobaan untuk membuktikan suatu teori/penjelasan berdasarkan pengamatan dan penalaran. Pengukuran Dalam Sains diperlukan deskripsi kuantitatif suatu objek dan gejala melalui pengukuran . Metode ilmiah dapat dianggap sebagai proses inkuiri. Wayne Welch. Pengamatan merupakan langkah awal dalam proses inkuiri b. Metodemetode yang digunakan oleh para saintis harus menjadi bagian integral dari metode pembelajaran Sains. Hipotesis Keterampilan merumuskan dugaan sementara. Hal ini bisa tercapai apabila dalam pembelajaran menggunakan pendekatan keterampilan proses baik keterampilan proses dasar maupun keterampilan proses terintegrasi (terpadu) seperti terungkap di atas. inkuiri dapat dikatakan sebagai suatu metode yang mengacu pada suatu cara untuk mempertanyakan. Pembelajaran sains menekankan pada pembentukan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengembangkan sikap ilmiah.

e. Guru yang menerapkan metode pemecahan masalah akan menggunakan perspektif bahwa siswa-siswa akan mengusulkan penyelesaian masalah dan mengajukan rekomendasi ke arah apa yang harus dikerjakan agar terjadi perubahan. kesimpulan. ekstrapolasi. Dalam inkuiri deduktif. DISCOVERY LEARNING J.c. Dalam bentuk inkuiri induktif. Sebaliknya. peningkatan. Dalam pembelajaran Sains. siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran tentang konsep dan gejala Sains melalui pengamatan. sedangkan siswa ditempatkan sebagai pusat pembelajaran. analogi. pengamatan-pengamatan dan pengukuran. siswa mengawali belajarnya melalui topik yang besar. Inkuiri induktif terbimbing merupakan bentuk pembelajaran yang berpusat pada guru. Sebagai contoh. Eksperimen merupakan landasan Sains yang dirancang untuk menguji pertanyaan-pertanyaan dan ide-ide d. Oleh arena itu inkuiri merupakan filosofi utama dalam proses pembelajaran sains. yaitu: inkuiri induktif terbimbing dan tak terbimbing. pencegahan atau situasi yang lebih baik. Terdapat beberapa model inkuiri. dan pemecahan masalah. yaitu: penalaran induktif. dalam pembelajaran Sains perlu juga digunakan metode pembelajaran lainnya D. Bruner telah mengembangkan belajar penemuan (discovery learning) yang berdasarkan kepada pandangan kognitif tentang pembelajaran dan prinsip-prinsip konstruktivis. Pada discovery learning siswa didorong untuk belajar secara mandiri. Eksperimentasi Eksperimen melibatkan pertanyaan-pertanyaan. Metode ini memungkinkan siswa memilih gejala dan metode penyelidikan. Proses-proses mental Welch mendeskripsikan beberapa proses berpikir yang merupakan bagian integral dari inkuiri ilmiah. penalaran deduktif. atau konsep umum dan bergerak menuju ke asus-kasus khusus. Siswa belajar melalui keterlibatan aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk mendapatkan pengalaman dengan melakukan kegiatan yang . Memecahkan masalah merupakan bentuk lain pembelajaran inkuiri. merumuskan hipotesis dan teori. seorang guru yang membawa siswanya keluar kelas dan meminta mereka untuk menentukan titik api sebuah lensa cembung merupakan aktivitas yang melibatkan siswa untuk melakukan inkuiri induktif terbimbing. inkuiri deduktif. guru diharapkan memiliki filosofi inkuiri. pengukuran dan pengumpulan data untuk menarik kesimpulan. pembetulan. Namun demikian. Komunikasi Komunikasi merupakan bagian yang esensial dari proses inkuiri. sehingga akan lebih berperilaku sebagai fasilitator pembelajaran. sintesis dan evaluasi. inkuiri induktif tak terbimbing merupakan inkuiri yang berpusat pada siswa.

karena mereka harus menganalisis dan memanipulasi informasi untuk memecahkan permasalahan.Discovery learning memiliki beberapa keuntungan. memotivasi sisa untuk bekerja terus sampai mereka menemukan jawabannya.memungkinkan mereka menemukan konsep dan prinsip-prinsip. hasrat ingin tahu dan terbuka (inilah yang dimaksud dengan sikap ilmiah). (2) dapat meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berpikir. serta menarik kesimpulan. merumuskan hipotesis. mengumpulkan dan menganalisis data. . Menurut Carin (1985). discovery merupakan suatu proses di mana anak atau individu mengasimilasi proses konsep dan prinsip-prinsip. melaksanakan eksprimen. Di samping itu juga diperlukan sikap obyektif. Proses-proses mental itu melibatkan perumusan masalah. sehingga memungkinkan untuk menemukan konsep atau prinsip. Discovery terjadi apabila siswa terlibat secara aktif dalam menggunakan mentalnya agar memperoleh pengalaman. jujur. atau lebih mudah diingat. dibandingkan dengan caracara lain. yaitu: (1) pengetahuan ang diperoleh dapat bertahan lebih lama dalam ingatan. (3) dapat membangkitkan keingintahuan siswa. merancang eksperimen.