P. 1
Calculus Vektor & Integral Fungsi Vektor [Compatibility Mode]

Calculus Vektor & Integral Fungsi Vektor [Compatibility Mode]

|Views: 488|Likes:
Published by Ridhani Aipassa

More info:

Published by: Ridhani Aipassa on May 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2014

pdf

text

original

Talk less... Talk less... Talk less... Talk less... Talk less... Talk less... Talk less...

Talk less...
do more.............!!!!! do more.............!!!!! do more.............!!!!! do more.............!!!!! do more.............!!!!! do more.............!!!!! do more.............!!!!! do more.............!!!!!
CALCULUS CALCULUS VEKTOR VEKTOR
Diferensiasi fungsi Diferensiasi fungsi VEKTOR VEKTOR
Integrasi fungsi Vektor Integrasi fungsi Vektor
Diferensiasi fungsi Diferensiasi fungsi VEKTOR VEKTOR
Jika zk yj xi r + + =
r
) ( ; ) ( ; ) ( u z z dan u y y u x x = = = Dan
Dimana u adalah suatu skalar, maka diferensiasi r terhadap u :
Diferensiasi Biasa dari fungsi vektor
du
dk
z k
du
dz
du
dj
y j
du
dy
du
di
x i
du
dx
du
r d
+ + + + + =
r
Dimana u adalah suatu skalar, maka diferensiasi r terhadap u :
y
i
j
i
j
Sistem
koordinat
Kartesian (x,y)
x
i
j
i
j
Vektor satuan arah sumbu x dan arah sumbu y selalu
tetap kapan pun dimana pun, tidak bergantung posisi
dan waktu
dk
z k
dz dj
y j
dy di
x i
dx r d
+ + + + + =
r
0
0
0
Tapi karena i, j, dan k dalam sistem koordinat
kartesian adalah konstan tidak bergantung posisi
dan waktu, maka diferensiasi dari r terhadap u
(biasanya variabel ruang) menjadi :
du
dk
z k
du
dz
du
dj
y j
du
dy
du
di
x i
du
dx
du
r d
+ + + + + =
k
du
dz
j
du
dy
i
du
dx
du
r d
+ + =
r
Sistem
koordinat
Polar (r,θ)
x
y
u
r
u
θ
θ
u
r
u
θ
u
r
Vektor satuan arah r dan arah θ tidak tetap bergantung
posisi
u
θ
u
r
u
r
u
θ
Rumus-rumus diferensiasi fungsi vektor yang lain :
( )
du
B d
du
A d
B A
du
d
r r
r r
+ = + . 1
( ) B
du
A d
du
B d
A B A
du
d
• + • = •
r r
r r r
. 2
Jika A, B, dan C adalah fungsi-fungsi vektor dari
sebuah skalar u yang diferensiabel dan φ sebuah
fungsi skalar dari u yang diferensiabel, maka :
( ) B
du
A d
du
B d
A B A
du
d
r
r r
r r r
× + × = × . 3
( ) A
du
d
du
A d
A
du
d
r
r
r
φ
φ φ + = . 4
( ) A
du
d
du
A d
B A C B A
du
d
r
r
r v
r r r
φ
+ × • = × • . 5
( ) ( ) C B
du
A d
C
du
B d
A
du
C d
B A C B A
du
d
r r
r
r
r
r
r
r v
r r r
× × + × × + × × = × × ) ( ) ( . 6
Diferensial Parsial dari fungsi vektor
Jika A adalah sebuah vektor yang bergantung pada lebih dari satu variabel
skalar, misalkan x, y, z, maka kita tuliskan A = A(x,y,z).
Maka A dapat diturunkan secara parsial terhadap x, terhadap y, atau
terhadap z, dengan menganggap veriabel bebas lainnya konstan.
A A ∂ ∂
A A ∂
=

tan , kons z y
x
A
x
A
=


=


tan , kons z x
y
A
y
A
=


=


tan , kons y x
z
A
z
A
=


=


Diferensiasi-diferensiasi yang lebih tinggi dapat
didefinisikan seperti dalam kalkulus, sbb :
|
|
¹
|

\
|




=


x
A
x x
A
r r
2
2
|
|
¹
|

\
|




=


y
A
y y
A
r r
2
2
|
|
¹
|

\
|




=


z
A
z z
A
r r
2
2
|
|
¹
|

\
|




=
∂ ∂

y
A
x y x
A
r r
2
|
|
¹
|

\
|




=
∂ ∂

x
A
y x y
A
r r
2
|
¹

\
∂ ∂ ∂ ∂ y x y x
|
¹

\
∂ ∂ ∂ ∂ x y x y
(
(
¸
(

¸

|
|
¹
|

\
|






=
|
|
¹
|

\
|




=
∂ ∂

z
A
z x z
A
x z x
A
r r r
2
2
2
3
Apakah
x y
A
y x
A
∂ ∂

=
∂ ∂

r r
2 2
???
Jika A memiliki sekurang-kurangnya diferensiasi-
diferensiasi parsial orde kedua yang kontinyu
(fungsi vektor berkelakuan baik), maka
A A ∂
=

r r
2 2
x y y x ∂ ∂
=
∂ ∂
Aturan-aturan untuk diferensiasi parsial dari fungsi-
fungsi vektor mirip dengan yang dipergunakan dalam
kalkulus dasar dari fungsi-fungsi skalar. Jadi jika A
dan B adalah fungsi-fungsi dari x, y, z, maka :
( ) B
x
A
x
B
A B A
x
r
r r
r r r



+


• = •


. 1
x x x ∂ ∂ ∂
( ) B
x
A
x
B
A B A
x
r
r r
r r r
×


+


× = ×


. 2
( ) ( )
)
`
¹
¹
´
¦



+





=
)
`
¹
¹
´
¦





= •
∂ ∂

B
y
A
y
B
A
x
B A
y x
B A
y x
r
r r
r r r r r
2
. 3
Diferensial dari vektor-vektor
Mengikuti aturan-aturan yang mirip dengan yang dari
kalkulus dasar, seperti :
k dA j dA i dA A d maka k A j A i A A Jika
3 2 1 3 2 1
, . 1 + + = + + =
r r
( ) B A d B d A B A d
r r r r r r
• + • = • . 2 ( ) B A d B d A B A d • + • = • . 2
( ) B A d B d A B A d
r r r r r r
× + × = × . 3
( ), , , . 4 z y x A A Jika
r r
=
dz
z
A
dy
y
A
dx
x
A
A d maka


+


+


=
r r r
r
Contoh soal
Sebuah partikel bergerak sepanjang kurva :
5 3 , 4 , 2
2 2
− = − = = t z t t y t x
dimana t adalah variabel waktu. Tentukan komponen kecepatan dan
percepatan pada saat t=1 dalam arah vektor A = i – 3j + 2k
Jawab
Kecepatan didefinisikan sebagai laju perubahan posisi terhadap waktu, Kecepatan didefinisikan sebagai laju perubahan posisi terhadap waktu,
ditulis :
dt
r d
v
r
r
=
( ) ( )k t j t t i t r 5 3 4 2
2 2
− + − + =
r
Dari soal diketahui :
Maka :
( ) ( ) } 5 3 4 2 {
2 2
k t j t t i t
dt
d
dt
r d
v − + − + = =
r
r
Contoh soal
( ) k j t i t v 3 4 2 4 + − + =
r
k j i v 3 2 4 + − =
r
Pada t = 1,
Komponen kecepatan dalam arah vektor A adalah proyeksi dari v terhadap Komponen kecepatan dalam arah vektor A adalah proyeksi dari v terhadap
u dimana u adalah vektor satuan arah A
14
2 3
4 9 1
2 3
ˆ
k j i k j i
A
A
u
+ −
=
+ +
+ −
= = r
r
u v Komponen
ˆ
• =
r
Contoh soal
( )
14
16
14
2 3
3 2 4
ˆ
=
|
¹
|

\
| + −
• + − = •
k j i
k j i a v
r
Komponen kecepatan dalam arah vekor A adalah
Percepatan didefinisikan sebagai laju perubahan kecepatan terhadap waktu,
ditulis :
dt
v d
a
r
r
=
( ) k j t i t v 3 4 2 4 + − + =
r
Sebelumnya didapat
( ) } 3 4 2 4 { k j t i t
dt
d
dt
v d
a + − + = =
r
r
maka
Contoh soal
j i a 2 4 + =
r
Pada t = 1,
Komponen percepatan dalam arah vektor A adalah proyeksi dari a
j i a 2 4 + =
r
Komponen percepatan dalam arah vektor A adalah proyeksi dari a
terhadap u dimana u adalah vektor satuan arah A
u a Komponen
ˆ
• =
r
Komponen percepatan dalam arah vekor A adalah
( )
14
2
14
2 3
2 4
ˆ

=
|
¹
|

\
| + −
• + = •
k j i
j i u a
r
Soal Latihan
Jika
( ) ( ) ( ) , cos sin 2
2 4 2
k y x j x y e i x y x A
xy
+ − + − =
r
Tentukan :
A A A A ∂ ∂ ∂ ∂
r r r r
2 2
, , ,
x y
A
y x
A
y
A
x
A
∂ ∂

∂ ∂





, , ,
Apakah A berkelakuan baik ?
Tugas PR
Vektor kedudukan dari sebuah partikel yang bergerak diberikan oleh:
j t i t r ω ω sin cos + =
r
dimana ω konstan. Buktikan bahwa :
a. Kecepatan v dari partikel tegak lurus r
b. Percepatan a arahnya menuju titik asal dan besarnya
sebanding dengan jarak ke titik asal
c. r x v = vektor konstan
Operator Diferensial Vektor
Lambang : ∇
Baca : “del” atau Nabla
Definisi : Definisi :
z
k
y
j
x
i


+


+


≡ ∇
Operator vektor ini memiliki sifat-sifat yang analog dengan vektor-vektor
biasa, bermanfaat untuk mendefinisikan tiga buah besaran berikut yang
sering muncul dalam pemakaian praktis termasuk dalam Fisika yang
dikenal sebagai Gradien, Divergensi, dan Curl.
Gradien
Misalkan φ (x,y,z) adalah suatu fungsi skalar yang terdefinisikan dan
diferensiabel pada titik-titik (x,y,z) dalam suatu daerah tertentu dalam
ruang, maka :
Gradien φ atau Grad φ atau ditulis ∇φ didefinisikan sebagai :
z
k
y
j
x
i
z
k
y
j
x
i


+


+


=
|
|
¹
|

\
|


+


+


= ∇
φ φ φ
φ φ
Perhatikan bahwa ∇φ merupakan suatu fungsi vektor
Komponen dari ∇φ dalam arah sebuah vektor satuan a, diberikan
oleh :
a
ˆ
• ∇φ
Disebut “ Directional derivative” atau
“Turunan Berarah” dari φ dalam arah a. Secara fisis “Turunan Berarah” dari φ dalam arah a. Secara fisis
memiliki pengertian laju perubahan kuantitas fisika φ pada (x,y,z)
dalam arah a, dan ditulis :
a
ds
d
ˆ
• ∇ = φ
φ
Turunan Berarah Turunan Berarah
Contoh Contoh kuantitas kuantitas fisis fisis yang yang tergolong tergolong medan medan skalar skalar ((φ φ))
adalah adalah potensial potensial listrik listrik (V) (V),, temperatur temperatur (T) (T) dan dan
potensial potensial gravitasi gravitasi (Ep) (Ep)
a T
ds
dT
ˆ
• ∇ =
Medan Listrik Medan Listrik dan Potensial listrik dan Potensial listrik
r
kq
V
r
r
kq
=
=
ˆ
2
E
+
E
q
E
E a
b
c
V
V
V
r
V =
Karena r yang sama, maka
Va = Vb = Vc = Vd
tapi
Ea ≠ Eb ≠ Ec ≠ Ed
d c b a
E E E E = = =
+
E
q
E
E a
c
d
V
V V
Medan Listrik Medan Listrik dan Potensial listrik dan Potensial listrik
b
V1
V2
+
q
a c
d
V1
V1
V1
V2
V2
V2
Medan Listrik Medan Listrik dan Potensial listrik dan Potensial listrik
Bidang-bidang
equipotensial
c
d
e
f
g
Ketika bergerak dari c ke d
atau ke e, atau ke f, atau ke
g, atau ke h, menempuh
selisih potensial listriknya
yang sama, yaitu V1-V2 = ∆V
Yang berbeda adalah
V1
V2
c
g
h
Yang berbeda adalah
panjang lintasan yang
ditempuh. Hal ini
menunjukkan laju perubahan
potensial berbesa, semakin
panjang lintasan berarti laju
perubahannya kecil dan
sebaliknya
Hal ini menunjukkan laju perubahan potensial
bergantung arah = turunan berarah
Medan Listrik Medan Listrik dan Potensial listrik dan Potensial listrik
θ cos ˆ a V
ds
dV
∇ =
a V
ds
dV
ˆ
• ∇ =
Bidang-bidang
equipotensial
c
d
e
f
g
∇V
V1
V2
c
g
h
θ Adalah sudut antara ∇V
dan a
∇V adalah vektor tegak
lurus V di suatu titik.
∇V
Pada perpindahan dari c ke g, vektor
a(arah perpindahan) searah dengan
∇φ ∇φ ∇φ ∇φ, sehingga θ θθ θ adalah 0 (nol)
maksimum V V
ds
dV
= ∇ = ∇ = 0 cos
φ
∇φ
∇φ
∇φ
∇φ
∇φ
∇φ
∇φ
φ
∇φ
∇φ
∇φ
P(xo,yo,zo)
a
C
B
φ = C
Titik P, C, B, A terletak pada
satu bidang φ, sehingga ketika
bergerak dari P ke C atau ke
B atau ke A tidak terjadi
perubahan nilai φ, sehingga
∆φ = 0. dengan demikian :
Bukti
A
0 =


s
φ
Dari kalkulus
0 lim
0
= =


→ ∆
ds
d
s
s
φ φ
0 =
ds

Berarti antara ∇φ ∇φ ∇φ ∇φ dan a di titik p
membentuk sudut 90
o
. Dengan
demikian ∇φ ∇φ ∇φ ∇φ tegak lurus a.
θ φ
φ
cos ˆ a
ds
d
∇ =
P(xo,yo,zo)
a
φ = C
∇φ
90
o
Bukti
C
B
A
φ = C
Contoh Soal
x z yz xy V sin
2
+ + =
Diberikan fungsi potensial listrik dalam ruang :
Tentukan :
a. ∇V di titik (0,1,2)
b. Directional derivative dari V di (0,1,2) dalam arah
k j i A − + = 2 2
r
b. Directional derivative dari V di (0,1,2) dalam arah
k j i A − + = 2 2
Jawab :
z
V
k
y
V
j
x
V
i V


+


+


= ∇
a.
( ) ( ) ( ) x y k z xy j x z y i V sin 2 cos
2
+ + + + + = ∇
Di titik (0,1,2)
k j i V + + = ∇ 2 3
Contoh Soal
u V
ds
dV
ˆ
• ∇ =
b.
Di titik (0,1,2)
u adalah satuan vektor dalam arah A, sehingga :
3
2 2
1 4 4
2 2
ˆ
k j i k j i
A
A
u
− +
=
+ +
− +
= = r
r
3
1 4 4
A
+ +
sehingga
( )
|
¹
|

\
|
− +
• + + =
3
2 2
2 3
k j i
k j i
ds
dV
3 =
ds
dV
Soal latihan
yz x T − =
2
Diberikan fungsi temperatur dalam ruang dan titik P(3,4,1) :
Tentukan :
a. ∇T di titik P a. ∇T di titik P
b. Suatu vektor satuan normal permukaan T=5 di P
c. Suatu vektor dalam arah peningkatan dari T paling cepat di P
d. Besar vektor pada soal c
e. Turunan dari T di P dalam arah sejajar garis :
t k j i k j i r ) 4 6 ( 2 − − + + − =
r
Divergensi
Misalkan
( ) k V j V i V z y x V
3 2 1
, , + + =
r
Adalah suatu fungsi vektor yang terdefinisikan dan diferensiabel dalam
suatu daerah tertentu dari ruang maka :
Divergensi V atau Div V atau ditulis ∇.V, didefinisikan sebagai : Divergensi V atau Div V atau ditulis ∇.V, didefinisikan sebagai :
( ) k V j V i V
z
k
y
j
x
i V
3 2 1
+ + •
|
|
¹
|

\
|


+


+


= • ∇
z
V
y
V
x
V
V


+


+


= • ∇
3 2 1
Curl
Misalkan
( ) k A j A i A z y x A
3 2 1
, , + + =
r
Adalah suatu fungsi vektor yang terdefinisikan dan diferensiabel dalam
suatu daerah tertentu dari ruang maka :
Curl A atau Rot A atau ditulis ∇xA, didefinisikan sebagai :
( ) k A j A i A
z
k
y
j
x
i A
3 2 1
+ + ×
|
|
¹
|

\
|


+


+


= × ∇
r
3 2 1
A A A
z y x
k j i
A






= × ∇
r
Contoh soal
Hitung divergensi dan Curl dari medan vektor berikut :
xk yj zi A + + =
r
Jawab :
Divergensi V atau Div V atau ditulis ∇.V, didefinisikan sebagai :
z
A
y
A
x
A
A


+


+


= • ∇
3 2 1
r
1 0 1 0 = + + = • ∇ A
r
z
x
y
y
x
z
A


+


+


= • ∇
r
Curl A atau ditulis ∇xA, didefinisikan sebagai :
3 2 1
A A A
z y x
k j i
A






= × ∇
r
x y z
z y x
k j i
A






= × ∇
r
0 = × ∇ A
r
Variasi Formula Mengandung Variasi Formula Mengandung ∇∇
Lapla Laplaccian ian
Misalkan U (x,y,z) adalah suatu fungsi skalar yang terdefinisikan dan
diferensiabel pada titik-titik (x,y,z) dalam suatu daerah tertentu dalam
ruang, maka :
Laplacian U atau ditulis ∇
2
U didefinisikan sebagai :
|
|
¹
|

\
|


+


+



|
|
¹
|

\
|


+


+


= ∇ • ∇
z
U
k
y
U
j
x
U
i
z
k
y
j
x
i U
2
2
2
2
2
2
2
z
U
y
U
x
U
U


+


+


= ∇
Contoh soal Contoh soal
2 2 2
2
U U U
U

+

+

= ∇
3 2 3
3 y xy x U + − =
Hitung Laplacian dari fungsi skalar berikut :
Laplacian U atau ditulis ∇
2
U didefinisikan sebagai :
2 2 2
2
z
U
y
U
x
U
U


+


+


= ∇
y U 6
2
= ∇
( ) 0 6 6 6
2
+ + − + = ∇ y x x U
Soal latihan Soal latihan
|
|
¹
|

\
|
• ∇
r
r
r
r
( )
2 2
ln y x U + =
1. Hitung Laplacian dari fungsi skalar berikut :
2. Hitunglah :
k z j y i x r + + =
r
jika
INTEGRASI FUNGSI INTEGRASI FUNGSI
VEKTOR VEKTOR VEKTOR VEKTOR
Integral Biasa Integral Biasa
k u R j u R i u R u R
ˆ
) (
ˆ
) (
ˆ
) ( ) (
3 2 1
+ + =
r
merupakan merupakan ssebuah ebuah vektor vektor yang yang bergantung bergantung pada pada
variabel variabel skalar skalar tunggal tunggal u, u, dimana dimana RR
11
(u), (u), RR
22
(u), (u), RR
33
(u) (u)
kontinu kontinu dalam dalam suatu suatu selang selang yang yang ditentukan ditentukan..
Maka Maka::
du u R k du u R j du u R i du u R
∫ ∫ ∫ ∫
+ + = ) (
ˆ
) (
ˆ
) (
ˆ
) (
3 2 1
r
Disebut integral tak tentu dari R(u)
Jika terdapat suatu vektor Jika terdapat suatu vektor
) (u S
r
sehingga
{ } ) ( ) ( u S
du
d
u R
r r
=
Maka:
{ }du u S
du
d
du u R =
∫ ∫
) ( ) (
r r
{ }
C u S u S d du u R
du
+ = =
∫ ∫
∫ ∫
) ( ) ( ) (
r r r
C adalah vektor konstanta
Integral Integral tentu tentu antara antara limit limit--limit limit uu == aa dan dan uu == b, b, ditulis ditulis sbb sbb ::
{ }
) ( ) (
) ( ) (
du u S d du u R
du u S
du
d
du u R
b u b u
b u
a u
b u
a u
r r
r r
=
=
= =
=
=
=
=
∫ ∫
∫ ∫
) ( ) ( ) ( ) (
) ( ) (
a S b S u S du u R
du u S d du u R
b u
a u
b u
a u
a u a u
r r r r
− = =
=
=
=
=
=
= =

∫ ∫
Contoh Soal Contoh Soal
( ) ( ) ( )k t j t i t a
ˆ
16
ˆ
2 sin 8
ˆ
2 cos 12 + − =
r
Jika, Jika, kecepatan kecepatan dan dan posisi posisi awal awal adalah adalah nol nol,, Tentukan Tentukan
kecepatan kecepatan dan dan posisi posisi partikel partikel setiap setiap saat! saat!
Percepatan Percepatan suatu suatu partikel partikel pada pada setiap setiap saat saat tt >> 0 0
diberikan diberikan oleh oleh::


=
=
dt v r
dt a v
r r
r r
0 ) 0 (
0 ) 0 ( 0
0
0
= = =
= = = → =
r t r
v t v t
r
r
kecepatan kecepatan dan dan posisi posisi partikel partikel setiap setiap saat! saat!
Solusi Solusi
1
2
ˆ
8
ˆ
2 cos 4
ˆ
2 sin 6 C k t j t i t v + + + =
r
( )
1
2
8
ˆ
2 cos
2
1
) 8 (
ˆ
2 sin
2
1
12
ˆ
. 16
ˆ
. 2 sin 8
ˆ
. 2 cos 12
ˆ
C t k t j t i v
dt t k dt t j dt t i v
+ +
|
¹
|

\
|
⋅ ⋅ − −
|
¹
|

\
|
⋅ ⋅ =
+ − =
∫ ∫ ∫
r
r
;
ˆ
) 0 ( 8
ˆ
0 cos 4
ˆ
0 sin 6 0
1
2
C k j i + + + =
j C 4
1
− =
dengan mengambil v = 0 pada saat t = 0, diperoleh :
j k t j t i t v 4
ˆ
8
ˆ
2 cos 4
ˆ
2 sin 6
2
− + + =
r
Sehingga :
k t j t i t v
ˆ
8
ˆ
) 4 2 cos 4 (
ˆ
2 sin 6
2
+ − + =
r
atau
Solusi Solusi
( )
2
3
3
8
4 2 sin 2 2 cos 3 C k t j t t i t r + + − + − =
r
( )dt k t j j t i t dt v r
∫ ∫
+ − + = =
2
8 4 2 cos 4 2 sin 6
r r
dengan mengambil r = 0 pada saat t = 0, diperoleh :
( ) ; ) 0 (
3
8
0 0 sin 2 0 cos 3 0
2
3
C k j i + + − + − =
i C 3
2
=
sehingga
( ) i k t j t t i t r 3
3
8
4 2 sin 2 2 cos 3
3
+ + − + − =
r
( ) k t j t t i t r
3
3
8
4 2 sin 2 ) 2 cos 3 3 ( + − + − =
r
atau
Soal Soal latihan latihan
( ) k t j t i e a
t
ˆ
sin 3
ˆ
1 6
ˆ
+ + − =

r
Jika, Jika, kecepatan kecepatan dan dan posisi posisi awal awal adalah adalah nol nol,, Tentukan Tentukan
kecepatan kecepatan dan dan posisi posisi partikel partikel setiap setiap saat! saat!
Percepatan Percepatan suatu suatu partikel partikel pada pada setiap setiap saat saat tt >> 0 0
diberikan diberikan oleh oleh::
kecepatan kecepatan dan dan posisi posisi partikel partikel setiap setiap saat! saat!
Integral Integral Garis Garis
k A j A i A A
3 2 1
+ + =
r
Misalkan
dan r(u) adalah vektor posisi dari (x,y,z) mendefinisikan kurva C yang
menghubungkan titik-titik P dan Q, dimana u = u
1
dan u = u
2
untuk
masing-masingnya
C dianggap tersusun dari sejumlah berhingga kurva-kurva dimana untuk
( ) ( ) ( ) ( )k u z j u y i u x u r + + =
r
C dianggap tersusun dari sejumlah berhingga kurva-kurva dimana untuk
masing-masingnya r(u) memiliki turunan yang kontinu. Misalkan :
Sebuah fungsi vektor dari posisi yang didefinisikan dan kontinu
sepanjang C, maka integral dari komponen tangensial A sepanjang C
dari P ke Q ditulis sebagai :
∫ ∫ ∫
+ + = • = •
Q
P C C
dz A dy A dx A r d A r d A
3 2 1
r
r
r
r
Integral Integral Garis Garis
θ
P
r
1
r
3
r
2
Q
A
dr
z
C
0
x
y
∫ ∫ ∫
+ + = • = •
Q
P C C
dz A dy A dx A r d A r d A
3 2 1
r
r
r
r
Adalah contoh integral garis. Jika A adalah sebuah gaya F yang bekerja
pada suatu partikel yang bergerak sepanjang C, maka integral garis in i
menyatakan usaha (W) yang dilakukan gaya F.
Integral Integral Garis Garis
∫ ∫
+ + = •
C C
dz A dy A dx A r d A
3 2 1
r
r
Jika C adalah kurva tertutup sederhana (kurva yang tidak memotong
dirinya sendiri), maka integral mengelilingi C sering dituliskan :
Teorema
Jika A = -∇φ pada semua titik dalam suatu daerah R dalam ruang, yang


Q
P
r d A
r
r
. 1
Jika A = -∇φ pada semua titik dalam suatu daerah R dalam ruang, yang
didefinisikan oleh a
1
≤ x ≤ a
2
, b
1
≤ y ≤ b
2
, c
1
≤ z ≤ c
2
, dimana φ(x,y,z)
berharga tunggal dan memiliki turunan-turunan yang kontinu dalam R,
maka

= •
C
r d A 0 . 2
r
r
Tidak bergantung pada lintasan C dalam R yang
menghubungkan P dan Q
Mengelilingi setiap kurva tertutup C dalam R
Q
Tertutup sederhana
z
Kurva tertutup sederhana
P
C
Berlawanan dengan arah
Putar jarum jam
y
x
Integral Integral Garis Garis
0 = × ∇ A
r
Dalam hal demikian, A disebut sebuah medan vektor konservatif dan φ
adalah potensial skalarnya.
Sebuah medan vektor A adalah konservatif jika dan hanya jika :
Atau ekivalen juga dengan A = -∇φ. Dalam hal demikian :
φ ∇ − = + + = • dz A dy A dx A r d A
3 2 1
r
r
Contoh Soal Contoh Soal
Hitunglah usaha untuk memindahkan partikel dari titik (0,0) ke (3,4)
melalaui lintasan seperti gambar di bawah ini :
Jika j x i y F
ˆ ˆ
+ =
r
y
(3,4)
x
(0,0)
(3,0)
Apakah F merupakan medan vektor konservatif ?
Soal Soal Latihan Latihan
k x j y i xz F
2
1
2 + + =
r
c. Untuk gaya yang tidak konservatif, hitunglah usaha untuk
Diberikan j x i y F − =
2
r
dan
a. Yang manakah dari kedua gaya tersebut yang konservatif ?
b. Untuk gaya yang konservatif, cari fungsi skalar φ sehingga F = - ∇φ !
c. Untuk gaya yang tidak konservatif, hitunglah usaha untuk
memindahkan partikel sepanjang garis lurus dari titik (0,1)
ke (1,0)
Tugas PR Tugas PR
b. Carilah potensial skalar (φ) untuk F
a. Buktikan bahwa medan gaya berikut bersifat konservatif
( ) ( ) ( )k xz j x y i z x y F 2 3 4 sin 2 cos
2 3 2
+ + − + + =
r
c. Carilah usaha yang dilakukan F dalam menggerakan sebuah c. Carilah usaha yang dilakukan F dalam menggerakan sebuah
partikel dari (0,1,-1) ke (π/2, -1,2)
Teorema Green dalam Bidang Teorema Green dalam Bidang
Jika R adalah suatu daerah tertutup dalam bidang xy yang dibatasi oleh
sebuah kurva tertutup sederhana C dan jika P dan Q adalah fungsi-fungsi
kontinu dari x dan y yang memiliki turunan-turunan kontinu dalam R, maka :
( ) ( ) dy dx
y
P
x
Q
dy y x Q dx y x P
R
C
∫∫ ∫ |
|
¹
|

\
|





= + , ,
dimana C dilintasi dalam arah positif (berlawanan arah putar jarum jam)
Bukti
x
y
A C
a b
c
d
Teorema Green dalam Bidang Teorema Green dalam Bidang
( ) ( )
( ) ( ) [ ]dy y a Q y b Q dy dx
x
y x Q
dy dx
x
y x Q
d
c
d
c
b
a A
∫ ∫ ∫ ∫∫
− =


=


, ,
, ,
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
c b c a
Lakukan integral rangkap 2 terhadap luas bidang A
Lakukan integral garis sepanjang kurva C mengelilingi bidang A
berlawanan arah putar jarum jam
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
∫ ∫ ∫ ∫ ∫
+ + + =
c
d
C
b
a
c
b
a
b
dy y a Q dy d x Q dy y b Q dy c x Q dy y x Q , , , , ,
( )
∫∫ ∫
=


A
C
dy y x Q dy dx
x
Q
,
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) [ ]
∫ ∫ ∫ ∫
− = + =
d
c
c
d
d
c
C
dy y a Q y b Q dy y a Q dy y b Q dy y x Q , , , , ,
Teorema Green dalam Bidang Teorema Green dalam Bidang
( ) ( )
( ) ( ) [ ]dx c x P d x P dx dy
y
y x P
dy dx
y
y x P
b
a
b
a
d
c A
∫ ∫ ∫ ∫∫
− =


=


, ,
, ,
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
c b d a
Lakukan pula integral rangkap 2 terhadap luas bidang A
Lakukan integral garis sepanjang kurva C mengelilingi bidang A
berlawanan arah putar jarum jam
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
∫ ∫ ∫ ∫ ∫
+ + + =
c
d
C
b
a
d
c
a
b
dx y a P dx d x P dx y b P dx c x P dx y x P , , , , ,
( )
∫∫ ∫
=



A
C
dx y x P dx dy
x
P
,
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) [ ]
∫ ∫ ∫ ∫
− = + =
b
a
a
b
b
a
C
dx d x P c x P dx d x P dx c x P dx y x P , , , , ,
Teorema Green dalam Bidang Teorema Green dalam Bidang
dy dx
y
P
x
Q
dy Q dx P
C
A
∫ ∫∫ |
|
¹
|

\
|





= +
A
¹ \
Contoh Soal Contoh Soal
Dimana C adalah kurva segiempat seperti gambar di bawah :
Gunakan teorema Green untuk menghitung integral berikut :


C
dx y dy x 3 2
y
x
y
(0,2)
(-2,0) (2,0)
(0,-2)
Soal Soal Latihan Latihan
Dimana C adalah kurva tertutup seperti gambar di bawah :
Gunakan teorema Green untuk menghitung integral berikut :

+
C
dy x dx xy
2
y
x
y
2
4
4
1
Tugas PR Tugas PR
( )

− =
C
dx y dy x A
2
1
a. Untuk kurva tertutup sederhana C dalam bidang, Tunjukkan
dengan teorema Green bahwa luas area yang dilingkupinya
adalah :
b. Dengan menggunakan formula pada soal a), tunjukkan bahwa
area yang dibatasi elips x = a cos θ, y = b sin θ, 0 ≤ θ ≤ 2π
memiliki luas :
ab A π =
Teorema Divergensi (Teorema Gauss) Teorema Divergensi (Teorema Gauss)
Menyatakan bahwa jika V adalah volum yang dibatasi oleh suatu
permukaan tertutup S dan A sebuah vektor yang adalah fungsi dari
kedudukan dengan turunan-turunan yang kontinu, maka :
∫∫∫ ∫∫
• = • ∇ dS n A dV A
ˆ
r r
∫∫∫ ∫∫
V S
dimana n adalah normal positif dari permukaan S
Contoh Soal Contoh Soal
∫∫

S
dS n F
ˆ
r
dimana
Gunakan teorema Divergensi untuk menghitung integral berikut :
k yz j y i xz F + − =
2
4
r
dan S adalah permukaan kubus yang dibatasi oleh : x = 0, x = 1,
y = 0, y = 1, z = 0, z = 1
Soal Soal Latihan Latihan
k z j y i x A
2 2
2 4 + − =
r
Periksa kebenaran teorema Divergensi untuk :
Yang diintegrasi melalui ruang yang dibatasi oleh x
2
+ y
2
= 3,
z = 0 dan z = 3 z = 0 dan z = 3
Hukum Gauss Hukum Gauss
∫∫∫ ∫∫
• = • ∇ dS n A dV A ˆ
r r
Dalam bidang kelistrikan, salah satu materi yang dibahas adalah
menentukan medan listrik disekitar benda bermuatan listrik. Salah satu
teknik yang digunakan adalah hukum Gauss. Hukum ini sebetulnya
adalah teorema Divergensi yang diterapkan dalam materi bahasan
kelistrikan.
∫∫∫ ∫∫
• = • ∇
V S
dS n A dV A ˆ
dimana E adalah medan listrik, n adalah vektor normal bidang, S adalah
permukaan Gauss, ρ adalah rapat muatan pada benda dan V adalah
volume benda.
( )
∫∫∫ ∫∫
= •
V S
o
dV V dS n E ρ ε ˆ
r
Hukum Gauss Hukum Gauss
Kasus distribusi muatan +Q pada bola dengan rapat muatan konstan.
+Q E E
n n
Permukaan Gauss S harus dipilih sedemikian rupa sehingga arah E dengan n
sejajar (membentuk sudut 0) di setiap titik pada permukaan Gauss. Jadi
pemilihan permukaan Gauss harus mempertimbangkan bentuk geometri
benda bermuatan. Dalam kasus kita benda bermuatan +Q bergeometri bola,
sehingga permukaan Gauss yang paling tepat adalah permukaan bola (kulit
bola)
S = permukaan Gauss
= kulit bola
Hukum Gauss Hukum Gauss
Kasus distribusi muatan +Q pada bola dengan rapat muatan konstan.
+Q
E E
n n
r
( ) Q r E + =
2
0
4π ε
Q dS E
S
+ =
∫∫
0
ε
2 2
0
4 r
Q
k
r
Q
E
+
=
+
=
πε
S = permukaan Gauss
= kulit bola
Teorema Stokes Teorema Stokes
Menyatakan bahwa jika S adalah suatu permukaan terbuka bersisi dua
yang dibatasi oleh sebuah kurva tertutup sederhana C maka jika A
memiliki turunan-turunan yang kontinu :
( )
∫ ∫∫
• = • × ∇
C
r d A dS n A
r
r r
ˆ
∫ ∫∫
C
S
dimana C dilintasi dengan arah positif. Arah dari C disebut positif jika
seorang pengamat berjalan pada daerah batas dari S dalam arah ini
dengan kepalanya menunjuk pada arah normal positif terhadap S, maka
ia mendapatkan permukaan ini di sebelah kirinya
Contoh Contoh Soal Soal
( ) k z y j yz i y x A
2 2
2 − − − =
r
Periksa kebenaran teorema Stokes untuk :
Dimana S adalah separuh dari permukaan bola bagian atas
x
2
+ y
2
+ z
2
= 1 dan C batasnya. x
2
+ y
2
+ z
2
= 1 dan C batasnya.
Soal Soal Latihan Latihan
( ) ( ) k xz j yz i z y A − + − + − = 4 2
r
Periksa kebenaran teorema Stokes untuk :
Dimana S adalah permukaan kubus x=0, y=0, z=0, x=2, y=2,
z=2 di atas bidang xy. z=2 di atas bidang xy.
Hukum Ampere Hukum Ampere
( )
∫ ∫∫
• = • × ∇
C
r d A dS n A
r
r r
ˆ
Dalam bidang kemagnetan, salah satu materi yang dibahas adalah
menentukan medan magnet disekitar penghantar berarus listrik (i). Salah
satu teknik yang digunakan adalah hukum Ampere. Hukum ini sebetulnya
adalah teorema Stokes yang diterapkan dalam materi bahasan
kemagnetan.
( )
∫ ∫∫
C
S
dimana H adalah medan magnet, C adalah kurva tertutup yang
melingkupi penghantar berarus listrik, n adalah vektor normal geometri
benda berarus listrik.
( )
∫∫ ∫
• × ∇ = •
S C
dS n H r d H
ˆ
r
r
r
Hukum Ampere Hukum Ampere
Kasus penghantar lurus bergeometri silinder mengangkut arus listrik i
i
r
Kurva tertutup C harus dipilih sedemikian rupa sehingga arah B dengan arah
vektor yang menyinggung kurva sejajar (membentuk sudut 0) di setiap titik
pada kurva C. Jadi pemilihan permukaan Gauss harus mempertimbangkan
bentuk geometri penghantar. Dalam kasus kita penghantar berarus listrik i
bergeometri silinder, sehingga kurva C yang paling tepat adalah kurva
lingkaran.
C = kurva tertutup
= lingkaran
r
Hukum Ampere Hukum Ampere
Kasus penghantar lurus bergeometri silinder mengangkut arus listrik i
i
r
A
( )
∫∫ ∫
• = •
S C
dA n J r d B
ˆ
1
0
r
r
r
µ
( )
∫∫ ∫
• × ∇ = •
A C
dA n H r d H ˆ
r
r
r
( ) i dA n J dr B
S C
0 0
ˆ
µ µ = • =
∫∫ ∫
r
C = kurva tertutup
= lingkaran
r
J adalah rapat arus, A adalah luas
permukaan silinder
( ) i r B
0
2 µ π =
r
i
B
π
µ
2
0
=

CALCULUS VEKTOR

Diferensiasi fungsi VEKTOR Integrasi fungsi Vektor

Diferensiasi fungsi VEKTOR .

y = y (u ) .Diferensiasi Biasa dari fungsi vektor Jika Dan r r = xi + yj + zk x = x(u ) . dan z = z (u ) Dimana u adalah suatu skalar. maka diferensiasi r terhadap u : r dr dx di dy dj dz dk = i+x + j+ y + k+z du du du du du du du .

tidak bergantung posisi dan waktu .y) j i y j i j j i i x Vektor satuan arah sumbu x dan arah sumbu y selalu tetap kapan pun dimana pun.Sistem koordinat Kartesian (x.

dan k dalam sistem koordinat kartesian adalah konstan tidak bergantung posisi dan waktu. maka diferensiasi dari r terhadap u (biasanya variabel ruang) menjadi : 0 0 0 r dr dx di dy dj dz dk = i+x + j+ y + k+z du du du du du du du r dr dx dy dz = i+ j+ k du du du du .Tapi karena i. j.

θ) y ur uθ uθ ur θ ur uθ ur uθ x Vektor satuan arah r dan arah θ tidak tetap bergantung posisi .Sistem koordinat Polar (r.

A× B = A× + ×B du du du ( ) r r d dA dφ r 4. A× B × C du ( ) ( ) r v r dA dφ r = A• B× + A du du r r r r dB r dA r r v r dC = A × (B × ) + A× ( × C) + × B×C du du du ( ) . du du du du ( ) r r r dB dA r d r r 3. A• B = A• + •B (A + B ) = du + du 1. dan C adalah fungsi-fungsi vektor dari sebuah skalar u yang diferensiabel dan φ sebuah fungsi skalar dari u yang diferensiabel.Rumus-rumus diferensiasi fungsi vektor yang lain : Jika A. + A φA = φ du du du ( ) d r r r 5. maka : r r r r r r r dB dA d d r r dA dB 2. A• B×C du d r r r 6. B.

y. z = kons tan ∂A ∂A = ∂y ∂y x . dengan menganggap veriabel bebas lainnya konstan.Diferensial Parsial dari fungsi vektor Jika A adalah sebuah vektor yang bergantung pada lebih dari satu variabel skalar. z = kons tan ∂A ∂A = ∂z ∂z x . z.z). Maka A dapat diturunkan secara parsial terhadap x. terhadap y. maka kita tuliskan A = A(x. atau terhadap z. misalkan x. y = kons tan .y. ∂A ∂A = ∂x ∂x y .

Diferensiasi-diferensiasi yang lebih tinggi dapat didefinisikan seperti dalam kalkulus. sbb : r r ∂ A ∂  ∂A    = 2 ∂x ∂x  ∂x    r r 2 ∂ A ∂  ∂A    = ∂x∂y ∂x  ∂y    2 r r ∂ A ∂  ∂A    = 2 ∂y ∂y  ∂y    r r 2 ∂ A ∂  ∂A    = ∂y∂x ∂y  ∂x    2 r r ∂ A ∂  ∂A  =   2 ∂z ∂z  ∂z    2 r r r 2 ∂ A ∂  ∂ A  ∂  ∂  ∂A   2= =    ∂x∂z 2 ∂x  ∂z  ∂x  ∂z  ∂z       3 Apakah r r ∂2 A ∂2 A ??? = ∂x∂y ∂y∂x .

Jika A memiliki sekurang-kurangnya diferensiasidiferensiasi parsial orde kedua yang kontinyu (fungsi vektor berkelakuan baik). maka r r ∂2 A ∂2 A = ∂x∂y ∂y∂x .

y. + ×B ∂x ∂x ∂x ( ) r r r r ∂ ∂  ∂ r r  ∂  r ∂B ∂A r  3. A• B = A• + •B ∂x ∂x ∂x ( ) r r r ∂B ∂A r ∂ r r A× B = A× 2. maka : r r r ∂B ∂A r ∂ r r 1. A• B = A• B = + • B  A• ∂x∂y ∂x  ∂y ∂y ∂y  ∂x   2 ( ) ( ) . z.Aturan-aturan untuk diferensiasi parsial dari fungsifungsi vektor mirip dengan yang dipergunakan dalam kalkulus dasar dari fungsi-fungsi skalar. Jadi jika A dan B adalah fungsi-fungsi dari x.

Jika A = A( x. d A × B = A × dB + dA × B r r 4. seperti : r r 1.Diferensial dari vektor-vektor Mengikuti aturan-aturan yang mirip dengan yang dari kalkulus dasar. ( ( ) ) r r r r ∂A ∂A ∂A maka dA = dx + dy + dz ∂x ∂y ∂z . maka dA = dA1i + dA2 j + dA3 k r r r r r r 2. z ). Jika A = A1i + A2 j + A3 k . d A • B = A • dB + dA • B r r r r r r 3. y.

ditulis : r r dr v = dt r 2 2 Dari soal diketahui : r = 2t i + t − 4t j + (3t − 5)k Maka : ( ) r r dr d v= = {2t 2i + t 2 − 4t j + (3t − 5)k} dt dt ( ) . z =3t −5 dimana t adalah variabel waktu. Tentukan komponen kecepatan dan percepatan pada saat t=1 dalam arah vektor A = i – 3j + 2k Jawab Kecepatan didefinisikan sebagai laju perubahan posisi terhadap waktu.Contoh soal Sebuah partikel bergerak sepanjang kurva : x = 2t 2 . y =t 2 − 4t.

Contoh soal r v = 4t i + (2t − 4 ) j + 3k Pada t = 1. r v = 4 i − 2 j + 3k Komponen kecepatan dalam arah vektor A adalah proyeksi dari v terhadap u dimana u adalah vektor satuan arah A r ˆ Komponen = v • u r A i − 3 j + 2k i − 3 j + 2k ˆ= r = u = 1+ 9 + 4 14 A .

ditulis : r r dv a= dt Sebelumnya didapat r v = 4t i + (2t − 4 ) j + 3k maka r r dv d a= = {4t i + (2t − 4 ) j + 3k} dt dt .Contoh soal Komponen kecepatan dalam arah vekor A adalah r 16  i − 3 j + 2k  ˆ v • a = (4i − 2 j + 3k ) •  = 14  14  Percepatan didefinisikan sebagai laju perubahan kecepatan terhadap waktu.

Contoh soal r a = 4i + 2 j Pada t = 1. r a = 4i + 2 j Komponen percepatan dalam arah vektor A adalah proyeksi dari a terhadap u dimana u adalah vektor satuan arah A r ˆ Komponen = a • u Komponen percepatan dalam arah vekor A adalah r  i − 3 j + 2k  − 2 ˆ a • u = (4i + 2 j ) •  = 14  14  .

Soal Latihan Jika r A = 2 x 2 y − x 4 i + e xy − y sin x j + x 2 cos y k . ( ) ( ) ( ) Tentukan : r r r r 2 2 ∂A ∂A ∂ A ∂ A . ∂x ∂y ∂x∂y ∂y∂x Apakah A berkelakuan baik ? . . .

Buktikan bahwa : a. Percepatan a arahnya menuju titik asal dan besarnya sebanding dengan jarak ke titik asal c. Kecepatan v dari partikel tegak lurus r b. r x v = vektor konstan .Tugas PR Vektor kedudukan dari sebuah partikel yang bergerak diberikan oleh: r r = cos ωt i + sin ωt j dimana ω konstan.

dan Curl. .Operator Diferensial Vektor Lambang : ∇ Baca : “del” atau Nabla Definisi : ∂ ∂ ∂ ∇≡i + j +k ∂x ∂y ∂z Operator vektor ini memiliki sifat-sifat yang analog dengan vektor-vektor biasa. Divergensi. bermanfaat untuk mendefinisikan tiga buah besaran berikut yang sering muncul dalam pemakaian praktis termasuk dalam Fisika yang dikenal sebagai Gradien.

maka : Gradien φ atau Grad φ atau ditulis ∇φ didefinisikan sebagai :  ∂ ∂ ∂ ∂φ ∂φ ∂φ ∇φ =  i + j + k  φ = i +j +k  ∂x  ∂y ∂z  ∂x ∂y ∂z  Perhatikan bahwa ∇φ merupakan suatu fungsi vektor .Gradien Misalkan φ (x.z) dalam suatu daerah tertentu dalam ruang.y.z) adalah suatu fungsi skalar yang terdefinisikan dan diferensiabel pada titik-titik (x.y.

Komponen dari ∇φ dalam arah sebuah vektor satuan a.y.z) dalam arah a. diberikan oleh : ˆ ∇φ • a “ Directional derivative” atau “Turunan Berarah” dari φ dalam arah a. Secara fisis Disebut memiliki pengertian laju perubahan kuantitas fisika φ pada (x. dan ditulis : dφ ˆ = ∇φ • a ds .

adalah potensial gravitasi (Ep) dT ˆ = ∇T • a ds .Turunan Berarah Contoh kuantitas fisis yang tergolong medan skalar (φ) potensial listrik (V). temperatur (T) dan (V).

maka Va = Vb = Vc = Vd tapi Ea ≠ Eb ≠ Ec ≠ Ed E a = Eb = Ec = E d .Medan Listrik dan Potensial listrik E V b E V a + d V E q c V E kq ˆ E= 2 r r kq V = r Karena r yang sama.

Medan Listrik dan Potensial listrik V2 V1 b V2 V1 a q + d V1 c V1 V2 V2 .

Medan Listrik dan Potensial listrik d e Bidang-bidang equipotensial c V1 f g h V2 Ketika bergerak dari c ke d atau ke e. atau ke g. yaitu V1-V2 = ∆V Yang berbeda adalah panjang lintasan yang ditempuh. semakin panjang lintasan berarti laju perubahannya kecil dan sebaliknya Hal ini menunjukkan laju perubahan potensial bergantung arah = turunan berarah . menempuh selisih potensial listriknya yang sama. atau ke h. Hal ini menunjukkan laju perubahan potensial berbesa. atau ke f.

Medan Listrik dan Potensial listrik d e Bidang-bidang equipotensial c V1 f g h V2 dV ˆ = ∇V • a ds dV ˆ = ∇V a cos θ ds ∇V θ Adalah sudut antara ∇V dan a ∇V adalah vektor tegak lurus V di suatu titik. sehingga θ adalah 0 (nol) ∇φ dV = ∇V cos 0 = ∇V = maksimum ds . Pada perpindahan dari c ke g. vektor a(arah perpindahan) searah dengan ∇φ.

φ ∇φ ∇φ ∇φ ∇φ ∇φ ∇φ ∇φ φ ∇φ .

dengan demikian : φ=C C B dφ ˆ = ∇φ a cos θ ds dφ =0 ds A ∆φ =0 ∆s Dari kalkulus ∆s →0 Berarti antara ∇φ dan a di titik p membentuk sudut 90o. Dengan demikian ∇φ tegak lurus a. A terletak pada satu bidang φ.P(xo. B.yo. sehingga ∆φ = 0. sehingga ketika bergerak dari P ke C atau ke B atau ke A tidak terjadi perubahan nilai φ.zo) Bukti a Titik P. lim ∆φ dφ = =0 ∆s ds . C.

yo.Bukti ∇φ 90o P(xo.zo) a φ=C C B A .

∇V = i ∂V + j ∂V + k ∂V ∇V = i y 2 + z cos x + j (2 xy + z ) + k ( y + sin x ) Di titik (0.1.Contoh Soal Diberikan fungsi potensial listrik dalam ruang : V = xy 2 + yz + z sin x Tentukan : a. Directional derivative dari V di (0.1.2) ( ∂x ∂y ) ∂z ∇V = 3i + 2 j + k . ∇V di titik (0.2) r b.2) dalam arah A = 2i + 2 j − k Jawab : a.1.

Contoh Soal b. sehingga : r A 2i + 2 j − k 2i + 2 j − k ˆ u= r = = 3 4 + 4 +1 A sehingga dV  2i + 2 j − k  = (3i + 2 j + k ) •   ds 3   dV =3 ds .2) u adalah satuan vektor dalam arah A.1. dV ˆ = ∇V • u ds Di titik (0.

Suatu vektor satuan normal permukaan T=5 di P c. Turunan dari T di P dalam arah sejajar garis : r r = i − j + 2k + (6i − j − 4k )t . ∇T di titik P b. Suatu vektor dalam arah peningkatan dari T paling cepat di P d.4.Soal latihan Diberikan fungsi temperatur dalam ruang dan titik P(3.1) : T = x 2 − yz Tentukan : a. Besar vektor pada soal c e.

z ) = V1i + V2 j + V3 k Adalah suatu fungsi vektor yang terdefinisikan dan diferensiabel dalam suatu daerah tertentu dari ruang maka : Divergensi V atau Div V atau ditulis ∇. y. didefinisikan sebagai :  ∂ ∂ ∂ ∇ • V =  i + j + k  • (V1i + V2 j + V3 k )  ∂x ∂y ∂z    ∂V1 ∂V2 ∂V3 ∇ •V = + + ∂z ∂x ∂y .Divergensi Misalkan r V ( x.V.

y.Curl Misalkan Adalah suatu fungsi vektor yang terdefinisikan dan diferensiabel dalam suatu daerah tertentu dari ruang maka : Curl A atau Rot A atau ditulis ∇xA. didefinisikan sebagai : r A( x. z ) = A1i + A2 j + A3 k r  ∂ ∂ ∂ ∇ × A =  i + j + k  × ( A1i + A2 j + A3 k )  ∂x ∂y ∂z    r ∇× A= ∂ i ∂ j ∂y A2 ∂ k ∂z A3 ∂x A1 .

V.Contoh soal Hitung divergensi dan Curl dari medan vektor berikut : r A = zi + yj + xk Jawab : Divergensi V atau Div V atau ditulis ∇. didefinisikan sebagai : r ∂A1 ∂A2 ∂A3 ∇ • A= + + ∂x ∂y ∂z r ∂z ∂y ∂x ∇ • A= + + ∂x ∂y ∂z r ∇ • A = 0 +1 + 0 = 1 .

Curl A atau ditulis ∇xA. didefinisikan sebagai : r ∇× A= ∂ i ∂ j ∂y A2 j ∂ ∂y y ∂ k ∂z A3 k ∂ ∂z x ∂x A1 i ∂x z r ∇× A= ∂ r ∇× A= 0 .

Variasi Formula Mengandung ∇ .

y.Laplac Laplacian Misalkan U (x. maka : Laplacian U atau ditulis ∇2U didefinisikan sebagai :  ∂ ∂U  ∂ ∂   ∂U ∂U  +j +k ∇ • ∇U =  i + j + k  •  i  ∂x   ∂x ∂y ∂z   ∂y ∂z    ∂ 2U ∂ 2U ∂ 2U ∇ 2U = + 2 + 2 2 ∂x ∂y ∂z .z) adalah suatu fungsi skalar yang terdefinisikan dan diferensiabel pada titik-titik (x.z) dalam suatu daerah tertentu dalam ruang.y.

Contoh soal
Hitung Laplacian dari fungsi skalar berikut :

U = x 3 − 3xy 2 + y 3
Laplacian U atau ditulis ∇2U didefinisikan sebagai :

∂ 2U ∂ 2U ∂ 2U ∇U = + 2 + 2 2 ∂x ∂y ∂z
2

∇ 2U = 6 x + (− 6 x + 6 y ) + 0
∇ 2U = 6 y

Soal latihan
1. Hitung Laplacian dari fungsi skalar berikut :

U = ln x 2 + y 2
2. Hitunglah :  ∇•   r r r r    

(

)

jika

r r = xi + y j + z k

INTEGRASI FUNGSI VEKTOR

Maka: Maka: r ˆ ˆ R(u ) du = i ∫ R1 (u ) du + ˆ ∫ R2 (u ) du + k ∫ R3 (u ) du j ∫ Disebut integral tak tentu dari R(u) . ditentukan. R3(u) kontinu dalam suatu selang yang ditentukan. dimana R1(u). R2(u).Integral Biasa r ˆ ˆ R(u ) = R1 (u )i + R2 (u ) ˆ + R3 (u )k j merupakan sebuah vektor yang bergantung pada variabel skalar tunggal u.

Jika terdapat suatu vektor r S (u ) Maka: sehingga r d r R(u ) = S (u ) du { } r d r ∫ R(u ) du = ∫ du S (u ) du r r r ∫ R(u ) du = ∫ d S (u ) = S (u ) + C C adalah vektor konstanta { } .

Integral tentu antara limit-limit u = a dan u = b. ditulis sbb : limitu =b r d r ∫aR(u)du = u∫a du S (u ) du u= = u =b u =b r r ∫ R(u)du = ∫ dS (u )du u =a u =b { } u =a u =b u =a r u =b r r r ∫ R(u)du = S (u ) = S (b) − S (a) u =a .

Tentukan nol. kecepatan dan posisi awal adalah nol. kecepatan dan posisi partikel setiap saat! r r v = ∫ a dt r r r = ∫ v dt r t = 0 → v (t = 0) = v0 = 0 r r (t = 0) = r0 = 0 .Contoh Soal Percepatan suatu partikel pada setiap saat t > 0 diberikan oleh: oleh: r ˆ ˆ a = (12 cos 2t )i − (8 sin 2t ) ˆ + (16t )k j Jika.

Solusi r ˆ ˆ v = i ∫ 12 cos 2t. j Sehingga : C1 = − 4 j r ˆ ˆ v = 6 sin 2t i + 4 cos 2t ˆ + 8t 2 k − 4 j atau j r ˆ ˆ v = 6 sin 2t i + (4 cos 2t − 4) ˆ + 8t 2 k j .dt + k ∫ 16t. diperoleh : ˆ ˆ 0 = 6 sin 0 i + 4 cos 0 ˆ + 8(0) 2 k + C1 .dt − ˆ ∫ 8 sin 2t.dt j r ˆ 1  v = i 12 ⋅ ⋅ sin 2t  − 2   ˆ (−8) ⋅ 1 ⋅ cos 2t  + k 8t 2 + C1 j  ˆ 2   ( ) r ˆ ˆ v = 6 sin 2t i + 4 cos 2t ˆ + 8t 2 k + C1 j dengan mengambil v = 0 pada saat t = 0.

3 C2 = 3 i r 8 3 r = − 3 cos 2t i + (2 sin 2t − 4t ) j + t k + 3 i 3 r 8 3 r = (3 − 3 cos 2t ) i + (2 sin 2t − 4t ) j + t k 3 atau .Solusi r r r = ∫ v dt = ∫ (6 sin 2t i + 4 cos 2t j − 4 j + 8t k )dt 2 r 8 r = − 3 cos 2t i + (2 sin 2t − 4t ) j + t 3 k + C2 3 dengan mengambil r = 0 pada saat t = 0. diperoleh : 0 = − 3 cos 0 i + (2 sin 0 − 0 ) j + sehingga 8 3 (0) k + C2 .

kecepatan dan posisi partikel setiap saat! . kecepatan dan posisi awal adalah nol. Tentukan nol.Soal latihan Percepatan suatu partikel pada setiap saat t > 0 diberikan oleh: oleh: r −t ˆ ˆ a = e i − 6(t + 1) ˆ + 3 sin t k j Jika.

y. maka integral dari komponen tangensial A sepanjang C dari P ke Q ditulis sebagai : Q r r r r ∫ A • dr = ∫ A • dr = ∫ A1dx + A2 dy + A3dz P C C .z) mendefinisikan kurva C yang menghubungkan titik-titik P dan Q.Integral Garis Misalkan r A = A1i + A2 j + A3k dan r(u) adalah vektor posisi dari (x. dimana u = u1 dan u = u2 untuk masing-masingnya C dianggap tersusun dari sejumlah berhingga kurva-kurva dimana untuk masing-masingnya r(u) memiliki turunan yang kontinu. Misalkan : r r(u) = x(u)i +y(u) j +z(u) k Sebuah fungsi vektor dari posisi yang didefinisikan dan kontinu sepanjang C.

maka integral garis in i menyatakan usaha (W) yang dilakukan gaya F. .Integral Garis z θ A C dr P r1 r2 r3 Q 0 x Q y r r r r ∫ A • dr = ∫ A • dr = ∫ A1dx + A2 dy + A3dz P C C Adalah contoh integral garis. Jika A adalah sebuah gaya F yang bekerja pada suatu partikel yang bergerak sepanjang C.

c1 ≤ z ≤ c2. dimana φ(x.z) berharga tunggal dan memiliki turunan-turunan yang kontinu dalam R. ∫ Q P r r A • dr Tidak bergantung pada lintasan C dalam R yang menghubungkan P dan Q Mengelilingi setiap kurva tertutup C dalam R C r r A • dr = 0 . maka integral mengelilingi C sering dituliskan : ∫ Teorema C r r A • dr = ∫ C A1dx + A2 dy + A3dz Jika A = -∇φ pada semua titik dalam suatu daerah R dalam ruang. maka 1. yang didefinisikan oleh a1 ≤ x ≤ a2. b1≤ y ≤ b2.y. ∫ 2.Integral Garis Jika C adalah kurva tertutup sederhana (kurva yang tidak memotong dirinya sendiri).

Kurva tertutup sederhana z Q Tertutup sederhana P C Berlawanan dengan arah Putar jarum jam y x .

Sebuah medan vektor A adalah konservatif jika dan hanya jika : r ∇× A = 0 Atau ekivalen juga dengan A = -∇φ. Dalam hal demikian : r r A • dr = A1dx + A2 dy + A3 dz = − ∇φ . A disebut sebuah medan vektor konservatif dan φ adalah potensial skalarnya.Integral Garis Dalam hal demikian.

4) melalaui lintasan seperti gambar di bawah ini : y (3.Contoh Soal Jika r ˆ F = yi + x ˆ j Hitunglah usaha untuk memindahkan partikel dari titik (0.4) (0.0) x Apakah F merupakan medan vektor konservatif ? .0) (3.0) ke (3.

cari fungsi skalar φ sehingga F = . Yang manakah dari kedua gaya tersebut yang konservatif ? b.1) ke (1. hitunglah usaha untuk memindahkan partikel sepanjang garis lurus dari titik (0.Soal Latihan Diberikan r F1 = 2 xz i + y j + x 2 k dan r F2 = y i − x j a.∇φ ! c. Untuk gaya yang konservatif. Untuk gaya yang tidak konservatif.0) .

-1) ke (π/2. Buktikan bahwa medan gaya berikut bersifat konservatif r F = y 2 cos x + z 3 i + (2 y sin x − 4) j + 3xz 2 + 2 k b. Carilah usaha yang dilakukan F dalam menggerakan sebuah partikel dari (0. Carilah potensial skalar (φ) untuk F c.2) ( ) ( ) .1.Tugas PR a. -1.

maka : ∫ C  ∂Q ∂P  P ( x . y )dx + Q ( x . y )dy = ∫∫   ∂ x − ∂ y dx dy   R  y d A c a b x C dimana C dilintasi dalam arah positif (berlawanan arah putar jarum jam) Bukti .Teorema Green dalam Bidang Jika R adalah suatu daerah tertutup dalam bidang xy yang dibatasi oleh sebuah kurva tertutup sederhana C dan jika P dan Q adalah fungsi-fungsi kontinu dari x dan y yang memiliki turunan-turunan kontinu dalam R.

Teorema Green dalam Bidang Lakukan integral rangkap 2 terhadap luas bidang A ∂Q( x. y )dy + ∫ Q(x. d )dy + ∫ Q(a. y )dy = ∫ [Q(b. c )dy + ∫ Q(b. y ) dy = ∫ Q(x. y ) dy = ∫ Q(b. y )]dy C c d c ∂Q ∫∫ ∂x dx dy = A ∫ Q(x. y ) − Q(a. y )]dy c a c d b d Lakukan integral garis sepanjang kurva C mengelilingi bidang berlawanan arah putar jarum jam b c a c A ∫ Q(x. y ) ∫∫ ∂x dx dy = A ∂Q(x. y )dy C . y )dy + ∫ Q(a. y )dy C a d c b d b d ∫ Q(x. y ) ∫ ∫ ∂x dx dy = ∫ [Q(b. y ) − Q(a.

c ) − P(x. d ) − P(x. y )dx C a b a c b b d ∫ P(x. c )dx + ∫ P(b. y ) dx = ∫ P(x. d )dx + ∫ P(a. y ) dx = ∫ P(x. c )dx + ∫ P(x. d )dx = ∫ [P(x. y ) ∫∫ ∂y dx dy = A ∂P( x. c )]dx a c a b d b Lakukan integral garis sepanjang kurva C mengelilingi bidang berlawanan arah putar jarum jam b d a c A ∫ P(x. d )]dx C a b a ∂P − ∫∫ dy dx = ∂x A ∫ P(x. y )dx + ∫ P(x.Teorema Green dalam Bidang Lakukan pula integral rangkap 2 terhadap luas bidang A ∂P(x. y ) ∫ ∫ ∂y dy dx = ∫ [P(x. y )dx C .

Teorema Green dalam Bidang  ∂Q ∂P  ∫C P dx + Q dy = ∫∫  ∂x − ∂y  dx dy    A  .

2) (-2.-2) (2.0) x .0) (0.Contoh Soal Gunakan teorema Green untuk menghitung integral berikut : ∫ 2 x dy − 3 y dx C Dimana C adalah kurva segiempat seperti gambar di bawah : y (0.

Soal Latihan Gunakan teorema Green untuk menghitung integral berikut : ∫ C xy dx + x 2 dy Dimana C adalah kurva tertutup seperti gambar di bawah : y 4 2 1 4 x .

Untuk kurva tertutup sederhana C dalam bidang. tunjukkan bahwa area yang dibatasi elips x = a cos θ.Tugas PR a. Tunjukkan dengan teorema Green bahwa luas area yang dilingkupinya adalah : 1 A = ∫ ( x dy − y dx ) 2 C b. 0 ≤ θ ≤ 2π memiliki luas : A = πab . Dengan menggunakan formula pada soal a). y = b sin θ.

maka : r ∫∫∫ ∇ • A dV = V r ˆ ∫∫ A • n dS S dimana n adalah normal positif dari permukaan S .Teorema Divergensi (Teorema Gauss) Menyatakan bahwa jika V adalah volum yang dibatasi oleh suatu permukaan tertutup S dan A sebuah vektor yang adalah fungsi dari kedudukan dengan turunan-turunan yang kontinu.

z = 0. y = 0.Contoh Soal Gunakan teorema Divergensi untuk menghitung integral berikut : r ˆ ∫∫ F • n dS dimana S r F = 4 xz i − y 2 j + yz k dan S adalah permukaan kubus yang dibatasi oleh : x = 0. y = 1. x = 1. z = 1 .

z = 0 dan z = 3 .Soal Latihan Periksa kebenaran teorema Divergensi untuk : r A = 4x i − 2 y2 j + z 2 k Yang diintegrasi melalui ruang yang dibatasi oleh x2 + y2 = 3.

.Hukum Gauss Dalam bidang kelistrikan. r ∫∫∫ ∇ • A dV = V r ˆ ∫∫ A • n dS S r ˆ ε o ∫∫ E • n dS = S ∫∫∫ ρ (V ) dV V dimana E adalah medan listrik. Salah satu teknik yang digunakan adalah hukum Gauss. n adalah vektor normal bidang. S adalah permukaan Gauss. ρ adalah rapat muatan pada benda dan V adalah volume benda. Hukum ini sebetulnya adalah teorema Divergensi yang diterapkan dalam materi bahasan kelistrikan. salah satu materi yang dibahas adalah menentukan medan listrik disekitar benda bermuatan listrik.

Hukum Gauss Kasus distribusi muatan +Q pada bola dengan rapat muatan konstan. sehingga permukaan Gauss yang paling tepat adalah permukaan bola (kulit bola) . Jadi pemilihan permukaan Gauss harus mempertimbangkan bentuk geometri benda bermuatan. E n +Q n E S = permukaan Gauss = kulit bola Permukaan Gauss S harus dipilih sedemikian rupa sehingga arah E dengan n sejajar (membentuk sudut 0) di setiap titik pada permukaan Gauss. Dalam kasus kita benda bermuatan +Q bergeometri bola.

E n +Q r n E S = permukaan Gauss ε 0 E ∫∫ dS = + Q S = kulit bola ε 0 E (4πr 2 )= + Q +Q +Q E= =k 2 2 4πε 0 r r .Hukum Gauss Kasus distribusi muatan +Q pada bola dengan rapat muatan konstan.

Arah dari C disebut positif jika seorang pengamat berjalan pada daerah batas dari S dalam arah ini dengan kepalanya menunjuk pada arah normal positif terhadap S. maka ia mendapatkan permukaan ini di sebelah kirinya .Teorema Stokes Menyatakan bahwa jika S adalah suatu permukaan terbuka bersisi dua yang dibatasi oleh sebuah kurva tertutup sederhana C maka jika A memiliki turunan-turunan yang kontinu : ∫∫ ( S r r r ˆ ∇ × A • n dS = ∫ A • dr C ) dimana C dilintasi dengan arah positif.

.Contoh Soal Periksa kebenaran teorema Stokes untuk : r A = (2 x − y )i − yz 2 j − y 2 z k Dimana S adalah separuh dari permukaan bola bagian atas x2 + y2 + z2 = 1 dan C batasnya.

z=0. . y=0. z=2 di atas bidang xy. y=2. x=2.Soal Latihan Periksa kebenaran teorema Stokes untuk : r A = ( y − z + 2 )i − ( yz + 4 ) j − xz k Dimana S adalah permukaan kubus x=0.

Hukum Ampere Dalam bidang kemagnetan. . Hukum ini sebetulnya adalah teorema Stokes yang diterapkan dalam materi bahasan kemagnetan. C adalah kurva tertutup yang melingkupi penghantar berarus listrik. n adalah vektor normal geometri benda berarus listrik. ∫∫ ( S r r r ˆ ∇ × A • n dS = ∫ A • dr C ) r r ∫ H • dr = C ∫∫ ( S r ˆ ∇ × H • n dS ) dimana H adalah medan magnet. salah satu materi yang dibahas adalah menentukan medan magnet disekitar penghantar berarus listrik (i). Salah satu teknik yang digunakan adalah hukum Ampere.

.Hukum Ampere Kasus penghantar lurus bergeometri silinder mengangkut arus listrik i i r C = kurva tertutup = lingkaran Kurva tertutup C harus dipilih sedemikian rupa sehingga arah B dengan arah vektor yang menyinggung kurva sejajar (membentuk sudut 0) di setiap titik pada kurva C. Jadi pemilihan permukaan Gauss harus mempertimbangkan bentuk geometri penghantar. Dalam kasus kita penghantar berarus listrik i bergeometri silinder. sehingga kurva C yang paling tepat adalah kurva lingkaran.

Hukum Ampere Kasus penghantar lurus bergeometri silinder mengangkut arus listrik i A i r r ∫ H • dr = C ∫∫ ( A r ˆ ∇ × H • n dA ) r C = kurva tertutup = lingkaran J adalah rapat arus. A adalah luas permukaan silinder µ0 C 1 r r ∫ B • dr = C ∫∫ ( ) S r ˆ J • n dA B ∫ dr = µ 0 ∫∫ S () r ˆ J • n dA = µ 0 i B (2πr ) = µ 0 i µ 0i B= 2πr .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->