P. 1
Hakikat Negara

Hakikat Negara

5.0

|Views: 5,358|Likes:
Published by Suzy Andriani

More info:

Published by: Suzy Andriani on May 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

08/10/2014

I.HAKIKAT NEGARA Manusia merupakan makhluk pribadi dan makhluk social.

Falam hidupnya manusia membutuhkan orang lain.Manusia tidak dapat hidup tanoa bantuan orang lain.Manusia menjadi bermakna atau berarti,jika brada di antara manusia lain.Dalam rangka memenuhi kehidupan hidup itulah manusia membentuk kelompok-kelompok masyarakat. Akan tetapi,dalam kelompok masyarakat pun,ternyata ahl itu belum dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan manusia.Terutama kebutuhan-kebutuhan besar seoerti keamanan,kepastian hukum,dan pendidikan tinggi.Manusia membutuhkan suatu organisasi kemasyarakatan yang mampu mengatur segala hal dan memusatkan perhatian dan kegiatannya pada kesejahteraan umum semua anggota.Oraganisasi inilah yang disebut negara. 1. Pengertian Negara Kata “negara” berasal dari bahasa sanskerta “nagari” atau “nagara” yang berarti kota.Lalu apakah negara itu?Banyak sekali pendapat ahli mengenai pengertian negara itu sendiri.Secara singkat negara dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang menempati wilayah tertentu dan diorgasnisasi oleh pemerintah Negara yang sah,yang umumnya mempunyai kedaulatan ,baik kedaulatan ke dalam maupun kedaulatan ke luar. 2. Sifat-sifat Negara Negara merupakan satu-satunya organisasi yang memiliki kedaulatan atau kekuasaan tertinggi.Negara mempunyai sifat-sifat khusus berikut a.Memaksa Negara memiliki kekuasaan memeksa agar peraturan perundang-undangan ditaati sehingga ketertiban dalam masyarakat terjamin dan anarki atau kekacauan dapat dicegah. b.Monopoli Negara memiliki monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat. c.Menyeluruh Menyeluruh bermakna mencakup semua.maksudnya peraturan perundang-undangan yang diburt Negara berlaku untuk sumua warga negara tanpa terkecuali. 3. Unsur-unsur Negara Ada tiga unsur pokok terbentuknya suatu negara.Ketiga unsur pokok tersebut adalah wilayah,rakyat dan pemerintahan yang berdaulat. a.Wilayah Wilayah dimaksudkan sebagai daerah kekuasaan suatu Negara,baik darat,laut maupun udara.Setiap negara menduduki tempat tertentu dan memiliki batas tertentu pula.Kekuasaan negara mencakup seluruh wilayah,bukan hanya tanah atau daratan,tetapi juga laut dan angkasa di atasnya. b.Rakyat Salah satu unsur Negara adalah rakyat .Rakyat adalah sekelompok manusia yang menjadi penghuni negara dan taat pada peraturan yang berlaku di negara tersebut. Warga

Negara adalah bagian dari penduduk suatu Negara. Kedudukannya sebagai warga Negara menciptakan hubungan berupa peranan, hak, dan kewajiban yang bersifat timbal balik.

c.Pemerintah yang berdaulat Pemerintah yang berdaulat adalah pemerintah yang memiliki kedaulatan atau kekuasaan tertinggi,baik kedaulatan ke dalam maupun kedaulatan ke luar.Kedaulatan ke dalam yaitu kekuasaan untuk mengatur rumah tangga negaranya sendiri tanpa campur tangan dari bangsa atau negara lain.Kedaulatan ke luar maksudnya kekuasaan untuk mengadakan hubungan atau kerjasama denga negara lain. Ketiga unsur tersebut merupakan syarat mutlak bagi terbentuknya suatu negara.Dalam ilmu tata negara,ketigaunsur tersebut sering disebut unsur konstitutif (unsur pembentuk).Unsur lain yang bukan menjadi syarat mutlak tetapi juga penting dalam kehidupan bernegara adalah unsur deklaratif,yakni adanya pengakuan dari negara lain. Setelah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melalui sidangnya pada 18 Agustus 1945 menetapkan Ir.Soekarno sebagai presiden,dan Drs.Muhammad Hatta sebagai wakil presiden,maka Indonesia telah memenuhi syarat terpenuhinya unsur menjadi negara.Hal ini disebabkan terpenuhinya unsur pokok terbentuknya negara,yaitu ada wilayah,rakyat dan pemerintahan yang berdaulat.

II.ASAL MULA TERJADINYA NEGARA Ada dua sudut pandang mengenai asal mulanya terjadinya negara yaitu berdasarkan kenyataan dan berdasarkan teori. 1. Berdasarkan kenyataan Berdasarkan kenyataan yang ada,negara terjadi akibat adanya hal-hal berikut. a.Pendudukan Suatu daerah belum ada yang menguasai dan kemudian diduduki sekelompok manusia (bangsa).Contoh: Liberia yang diduduki oleh budak-budak negro yang dimerdekakan pada tahun 1847. b.Pelepasan Suatu daerah yang semula menjadi wilayah atau termasuk daerah negara tertentu,kemudian melepaskan diri dan menyatakan kemerdekaannya.Contoh: Belgia melepaskan diri dari Belanda dam merdeka tahun 1839. c.Peleburan Beberapa negara melakukan peleburan menjadi suatu negara baru.Contoh: pembentukan kerajaan Jerman tahun 1871 d.Pemecahan Suatu negara pecah dan lenyap,kemudian di atas bekas wilayah negara itu timbul negara-negara baru.Contoh: Kolombia pecah tahun 1832 menjadi Venezuela dan Kolombia. 2. Berdasarkan teori Berdasarkan teori yang ada,negara terjadi akibat adanya hal-hal berikut. a.Teori Ke-Tuhanan Menurut teori ini negara terbentuk karena adanya kehendak Tuhan.hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada terjadi karena kehendak Tuhan,termasuk negara. b.Teori Perjanjian Masyarakat Menurut teori ini,negara terbentuk karena adanya perjanjian antar individu-individu yang disebut perjanjian masyarakat (contract social). Bersamaan dengan perjanjian masyarakat tersebut ,diadaka pula perjanjian antara masyarakat dengan penguasa,yang isinya pernyataan manusia untuk menyerahkan hak-hak yang diberikan alam kepada penguasa serta mereka berjanji akan taat kepadanya. c.Teori Kekuasaan Menurut teori ini,negara ada atau terbentuk karena factor kekuasaan ataupun kekuatan.Jadi,negara terbentuk karena adanya orang kuat yang mendirikan negara.Dengan kekuatannya,orang tersebut dapat memeksakan kehendaknya terhadap orang lain. d.Teori Hukum Alam Menurut teori ini,negara ada karena adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang bermacam-macam. Oleh karena itu manusia memerlukan kerjasama dengan manusia lain.Dalam kerjasama itu muncul kelompok masyarakat,yang kemudian berkembang menjadi besar dan akhirnya terbentuklah negara.

III.TUJUAN DAN FUNGSI NEGARA Pada umumnya,tujuan negara dibentuk adalah unruk menciptakan kesejahreraan dan Ikebahagiaan bagi rakyatnya.Hal ini berbeda dengan fungsi negara yang beragam.berikut fungsi negara secara umum. 1. Melaksanakan Penertiban Negara diadakan untuk mencegah terjadinya bentrokan-bentrokan dalam masyarakat sehingga stabilitas negara terjamin.Negara mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubunganhubungn antarmanusia dalam masyarakat agar terjadi ketertiban.Namun demikian,untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan,upaya negara untuk melaksanakan penertiban harus berpedoman pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 2. Mengusahakan Kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya Negara dibentuk untuk menciptakan kesejahteraan rakyat.Negara juga berfungsi mengupayakan secara sungguh-sungguh kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.Upaya dilakukan melalui pembangunan di segala bidang yang dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah dan seluruh rakyatnya. 3. Pertahanan Fungsi pertahanan diperlukan untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar sehingga negara dilengkapi alat-alat pertahanan negara.Masalah pertahanan ini sangat penting karena menyangkut kelangsungan hidup bangsa dan negara.Oleh sebab itu,pertahanan negara harus kuat agar negara tetap berdiri tegak dan terjaga kelangsungan hidupnya. 4. Menegakkan Keadilan Fungsi negara lainnya yaitu menegakkan keadilan.Keadilan harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat agar tercipta kondisi yang aman ,damai dan tertib.Badan-badan peradilan harus dapat menegakkan keadilan dengan memberikan keputusan yang adil bagi pencari keadilan.Keadilan yang tidak ditegakkan akan menimbulkan gejolak dalam masyarakat,yang pada gilirannya akan mengganggu keamanan negara.Oleh sebab itu,negara harus berusaha sungguh-sungguh untuk dapat menegakkan hukum dam keadilan.

IV.HAKIKAT WARGA NEGARA Sebelum kita membahas amengenai kewajiban warga negara,terlebih dahulu kita harus memahami hal-hal yang berkaitan dengan penduduk dan warga negara. 1. Penduduk dan warga negara Orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah negara tertentu,belum tentu merupakan penduduk negara tersebut.Artinya,orang-orang yang berada dalam suatu wilayah negara tertentu ada yang berstatus penduduk dan ada pula yang buka penduduk negara itu. Penduduk negara adalah mereka yang bertempat tinggal di wilayah suatu negara dan memenuhi syarat sebagai penduduk sesuai peraturan atau hukum yang berlaku di suatu negara tersebut.Contoh dari bukan penduduk adalah wisatawan asing.Jadi jelas bahwa tidak semua orang yang berada dalam wilayah suatu negara tertentu merupakan penduduk negara itu. Berdasarkan penjelasan di atas penduduk negar adi bagi dua a.Penduduk negara Penduduk negara (warga negara ) adalah mereka yang berdasarkan hukum menjadi anggota suatu negara. Warga mengandung arti peserta, anggota atau warga dari suatu organisasi perkumpulan. Warga Negara artinya warga atau anggota dari suatu Negara. Warga diartikan sebagai anggota atau peserta. Jadi, warga Negara secara sedehana diartikan sebagai anggota dari suatu Negara. Istilah warga merupakan terjemahan kata citizen (bahasa Inggris) yang mempunyai arti sebagai berikut:  Warga Negara  Petunjuk dari sebuah kota  Sesama warga negara, sesama penduduk orang setanah air  Bawahan atau kawula Menurut As Hikam dalam Ghazalli (2004), warga Negara sebagai terjemahan dari citizen artinya adalah dari suatu komunitas yang membentuk Negara itu sendiri. b.Penduduk Bukan warga negara Penduduk bukan warga negara atau orang asing adalah mereka yang belummenjadi warga negara.dengan demikian,tidak semua penduduk telah menjadi warga negara dari suatu negara.JIka orang asing itu ingin menjadi warga negara,maka harus melalui proses yang disebut naturalisasi.Naturalisasi adalah pewarganegaraan yang diperoleh warga negara asing setelah memenuhi syarat dalam undang-undang. 2. Kewarganegaraan Kewarganegaraan diartikan segala jenis hubungan dengan suatu Negara yang mengakibatkan adanya kewajiban Negara itu untuk melindungi orang yang bersangkutan. a. Kewarganeraan Dalam Arti Yuridis dan Sosiologis 1) Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum antara orang-orang dengan Negara. 2) Kewarganegaraan dalam arti sosiologis, tidak ditandai dengan adanya ikatan hukum, tetapi ikatan emosional, seperti ikatan perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah dan ikatan tanah air. b. Kewarganegaraan dalam arti formil dan materiil 1) Kewarganegaraan dalam arti formil menunjuk pada tempat kewanegaraan. 2) Kewarganegaraan dalam arti materiil menunjuk pada akibat hukum dari status kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan kewaiban warga Negara.

3. Asas Kewarganegaraan Setiap Negara berdaulat berwenang menetukan siapa-siapa yang menjadi warga Negara. Dalam penetuan kewarganegaraan didasarkan pada sisi kelahiran dikenal dua asas ius solis dan asas ius sanguinis.ius artinya hukumatau dalil. Soli berasal dari kata solum yang artinya negeri atau tanah. Sanguinis berasal dari kata sanguis yang artinya darah. a. Asas Ius Soli Asas yang menyatakan bahwa kewarganegaraan seseorang ditentukan dari tempat di mana orang tersebut dilahirkan.Contohnya,seseorang yang lahir di negara X adala warga negara X,meskipun orang tuanya warga negara Y. b. Asas Ius Sanguinis Asas yang menyatakan bahwa kewarganegaraan seseorang ditentukan berdasarkan keturunan atau pertalian darah dari orang tersebut.Contohnya,seseorang yang lahir di negara X yang oran tuanya warga negara Y,maka ia adalah warga negara Y. Sehubungan dengan asas kewarganegaraan ini,kenyataan seseorang bias tidak mempunyai kewarganegaraan (apatride) atau mempunyai kewarganegaraan yang rangkap (bipatride).Hal ini dimungkinkan karena ada negara yang menggunakan asas ius sanguinis (Keturunan),tetapi ada pula negara yang menggunakan asas Ius soli (tempat kelahiran). Kasus Apatride terjadi jika seorang anak lahir dari orang tuanya yang warga negara X dan menggunakan asas ius soli (tempat kelahiran),tetapi ia lahir di negara Y yang menggunakan asas Ius Sangunis(Keturunan).Akibatnya anak tersebut tidak diakui sebagai warga negara X karena tidak lahir di negara X yang menggunakan asas Ius Soli.Namun,anak itu tidak diakui oleh negara Y,karena orang tuanya bukan warga negara Y. Kasus Bipatride terjadi jika anak lahir di negara X yang menggunakan asas Ius Soli(tempat Kelahiran),padahal orang tuanya warga negara Y yang menggunakan asas Ius Sangunis (Keturunan).Akibatnya anak tersebut diakui sebagai warga negara Y karena oranf tuanya merupakan warga negara Y yang menggunakan asas Ius sanguinis.Namun ia diakui juga sebagai warga negara X karena ia lahir di negara X yang menggunakan asas Ius Soli. Selain dari sisi kelahiran, penen tuan kewarganegaraan dapat didasarkan suatu perkawinan yang mencakup asas kesatuan hukum dan asas persemaan derajat. a. Asas persamaan hukum didasarkan pandangan bahwa suami istri adalah suatu ikatan yang tidak terpecah sebagai inti dari masyarakat. b. Asas persamaan derajat berasumsi bahwa suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan suami atau istri. 4. Hak dan kewajiban warga Negara Indonesia a. Wujud hubungan warga Negara dengan Negara Wujud hubungan antara warga Negara pada umunya berupa peranan (role). Perana pada dasarnya adalah tugas apa yang dilakukan sesuai dengan status yang dimiliki, dalam hal ini sebagai warga Negara. Secara teori, status warga Negara meliputi status pasif, aktif, negative, dan positif. Peranan warga Negara juga meliputi peranan pasif, aktif, negative dan positif. b. Hak dan kewaiban warga Negara Indonesia Hak dan kewajiban warga Negara tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal 34 UUD 1945 beberapa hak dan kewajiban tersebut antara lain sebagai berikut. 1) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. 2) Hak membela Negara. 3) Hak berpendapat. 4) Hak kemerdekaan memeluk agama.

5) 6) 7) 8) 9)

Hak dan kewajiban dalam membela Negara. Hak untuk mendapatka pengajaran. Hak untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Hak ekonomi atau hak untuk mendapatkan kesejahteraan sosial. Hak untuk mendapatkan jaminan keadilan sosial. Kewajiban warga Negara terhadap Negara Indonesia, antara lain a. Kewajibaan menaati hukum dan pemerintahan. b. Kewajiban membela Negara. c. Kewajiban dalam upaya pertahanan Negara. Hak dan kewajiban negara terhadap warga Negara pada dasarnya merupakan kewajiban dan hak warga Negara terhadap Negara. Beberapa ketentuan tersebut antara lain: a. Hak Negara untuk ditaati hukum dan pemerintahan b. Hak Negara untuk dibela c. Hak Negara untuk memguasai bumi, air, dan kekayaan untuk kepentingan rakyat d. Kewajiban rakyat untuk menjamin system hokum yang adil e. Kewajiban Negara untuk menjamin hak asasi warga Negara f. Kewajiban warga Negara untuk mengembangkan system pendidikan nasional untuk rakyat g. Kewajiban Negara untuk memberi jaminan social h. Kewajiban Negara memberi kebebasan beribadah. Secara garis besar, hak dan kewajiban arga Negara yang bertuang dalam UUD 1945 mencakup berbagai bidang, diantaranya: bidang politik dann pemerintahan, social, keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan pertahanan.

V.NEGARA DAN KONSTITUSI Negara yang berlandaskan pada suatu konstitusi dinamakan Negara konstitusional (constitutional state). Akan tetapi, untuk dapat dikatakan secar ideal sebagai Negara konstitusional maka konstitusi Negara tersebut harus memenuhi sifat atau ciri-ciri dari konstitusionalisme (constitutionalism). Jadi, Negara tersebut harus pula menganut gagasan tentang konstitusionalisme. Konstitusionalisme sendiri merupakan suatu ide, gagasan, atau paham. 1.Konstitualisme a.Gagasan tentang konstitusionalisme Negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang terdiri atas unsure rakyat (penduduk), wilayah pemerintah. Pemerintah adalah satu unsur Negara. Pemerintahanlah yang menyenggalarakan dan melaksanakan tugas-tugas demi terwujudnya tujuan bernegara. Gagasan bahwa kekuasaan Negara harus dibatasi serta hak-hak dasar rakyat dijamin dalam suatu konstitusi negar dinamakan konstitusionalisme. Carl J. Friedrich berpendapat “konstitusionalisme adalah gagasan bahwa pemerintah merupakan suatu kumpulan aktivitas yang diselenggarakan atas nama rakyat, tetapi yang tunduk pada beberapa pembatasan yang dimaksud untuk pemberi jaminan bahwa kekuasaan yang diperlukan untuk pemerintahan tidak disalahgunakan oleh mereka yang mendapat tugas untuk memerintah. Pembatasan yang dimaksud termasuk dala konstitusi”.(Tafiqurrohman Syahuri,2004) Jadi dapat disimpulkan, di dalam gagasan kontitusionalisme, isi daripada konstitusi Negara berdirikan dua hal pokok, yaitu sebagai berikut.  Konstitusi itu membatasi kekuasan pemerintah atau penguasa agar tidak bertindak sewenangwenang terhadap warganya.  Konstitusi itu menjamin hak-hak dasar dan kebebasan Negara. b.Negara konstitusi Konsttusionalime merupakan gagasan bahwa konstitusi suatu Negara harus mampu memberi batasan kekuasaan pemerintahan serta memberi perlindungan pada hak-hak dasar warga Negara. Negara yang menganut gagasan konstitualisme inilah yang disebut Negara konstitusional (Contitusional State). Adnan Buyung Nasution menyatakan Negara konstitusional adalah Negara yang mengakui dan menjamin hak-hak warga Negara serta membatasi dan mengatur kekuasaannya secara hukum. 2.Konstitusi Negara a. Pengertian konstitusi Konstitusi berasal dari istilah bahasa Prancis “constituer” yang artinya membentuk. Konstitudi bisa berarti pula peraturan dasar (awal)mengenai pembentukan Negara. Istilah konstitusi bisa dipersamakan dengan hukum dasar atau undang-undang dasar. Konstitusi bisa juga diartikan sebagai hukum dasar. Pengertian konstitusi dalam praktik dapat berarti lebih luas dari pengertian undang-undang dasar, tetapi ada juga yang menyamakan dengan pengertian undang-undang dasar. Konstitusi juga dapat diartikan sebagai hukum dasar.

Terdapat beberapa definisi dari beberapa ahli: a. K.C Wheare mengartikan konstitusi sebagai “keseluruhan system ketatanegaraan dari suatu Negara, berupa kumpulan peraturan yang membentuk, mengatur atau memerintah dalam pemerintahan suatu Negara. b. Prof. Prayudi Atmosudirjo merumuskan konstitusi suatu Negara adalah hasil atau produk sejarah dan perjuangan bangsa yang bersangkutan. c. EC Wade. Konstitusi adalah naskah yang memaparkan rangka dan tugas pokok dari badan pemerintahan suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan tersebut. d. Herman Heller menamakan undang-undang dasar sebagai riwayat hidup suatu hubungan kekuasaan. e. Lasalle. konstitusi adalah Kekuasaan antara kekuasaan yang terdapat dalam masyarakat (faktor kekuatan riil : presiden, TNI, Partai; buruh, tani dsb). f. Carl Schmitt dari mazhab politik. adalah : a) Kosntitusi dalam arti absolut, seluruh keadaan atau struktur dalam negara, konstitusi harus menentukan segaa apa dalam negara. b) Konstitusi dalam arti relatif, maksudnya dapat menjamin kepastian hukum. c) Konstitusi dalam arti positif, merupakan suatu putusan tertinggi dari pada rakyat atau orang yang tergabung dalam suatu organisasi yang disebut negara. d) Konstitusi dalam arti ideal, segala wadah yang mampu menampung segala ide yang dicantumkan satu persatu sebagai konstitusi sebagai mana disebut dalam konstitusi dalam arti relatif. b. Kedudukan konstitusi Konstitusi secara umum berisi hal-hal yang mendasar dari suatu Negara. Hal-hal mendasar itu adalha aturan-aturan atau norma-norma dasar yang dipakai sebagai pedoman pokok bernegara.  Konstitusi sebagai hukum dasar Konstitusi berkedudukan sebagai Hukum Dasar karena ia berisi aturan dan ketentuan hal-hal yang mendasar dalam kehidupan suatu Negara.  Konstitusi sebagai hukum tertinggi Konstitusi lazimnya juga diberi kedudukan sebagai hukum tetinggi dalam tata hukum Negara yang bersangkutan. c. Isi, tujuan, dan fungsi konstitusi Negara Konstitusi merupakan tonggak atau awal terbentuknya suatu Negara. Hal-hal yang diatur dalam konstitusi negar umumnya berisi tentang pembagian kekuasaan Negara, hubungan antarlembaga Negara, dan hubungan Negara dan warga Negara. Menurut Miriam Budiardjo dalam bukunya Dasar-Dasar Ilmu Politik, kontitusi atau undang-undang dasar memuat ketentuan-ketentuan sebagai berikut. 1. 2. 3. 4. Organisasi Negara Hak-hak asasi manusia Prosedur mengubah undang-undan dasar Adakalanya memuat larangan untuk mengubah sifat-sifat tertentu dari undang-undang dasar.

Gagasan konstitusionalisme menyatakan bahwa konstitusi di suatu Negara memiliki sifat membatasi kekuasaan pemerintah dan menjamin hak-hak dasar warga Negara. Sejalan dengan sifat membatasi kekuasaan pemerintahan maka konstitusi secara ringkas memiliki 3 tujuan, yaitu a. Memberi pembatasan sekaligus pengawasan terhadap kekuasaan polotik b. Melepaskan kontrol kekuasaan dari penguasa itu sendiri c. Memberi batasan-batasan ketepatan bagi para penguasa dalam menjalankan kekuasannya 3.UUD 1945 Sebagai konstitusi Negara Konstitusi Negara Indonesia adalah Undang-Undang Dasar 1945 yang untuk pertama kali disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945. Dalam tata susunan peraturan perundangan Negara, UUD 1945 menempati tingkat tertinggi. a. Konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia Penetapan UUD 1945 sebagai konstitusi Negara Indonesia oleh PPKI dilakukan dalam dua tahap, yaitu sebagai berikut.  Pengesahan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terdiri dari 4 alinea.  Pengesahan Batang Tubuh Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terdiri atas 16 bab, 37 pasal, 4 pasal Aturan Peralihan, dan 2 ayat aturan tambahan. Konstitusi yang berlaku sesudah UUD RIS adalah Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950. Undang-Undang Dasar Sementara dimaksudkan sebagai pengganti dari UUD RIS menjadi UUDS 1950 setelah Indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan. Perubahan UUD RIS menjadi UUDS 1950 dituangkan dalam Undang-Undang Federal No. 7 Tahun 1950 tentang Perubahan Konstitusi Republik Indonesia Serikat menjadi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia.  UUDS 1950 terdiri atas: a. Mukadimah yang terdiri dari 4 alinea b. Batang Tubuh yang terdiri atas 6 bab dan 146 pasal.  Isi pokok diatur dalam UUDS 1950 antara lain: a. Bentuk Negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republic b. System pemerintahan adalah parlementer menurut UUDS 1950 c. Adanya badan konstitunte yang akan menyusun undang-undang dasar tetap sebagai pengganti dari UUDS 1950. b.Proses amandemen Amandemen (bahasa Inggris: amendment) artinya perubahan. Mengamandemen artinya mengubah atau mengadakan perubahan. Istilah perubahan konstitusi itu sendiri mencakup dua pengertian  Amandemen konstitusi (constitutional amandement)  Pembaruan konstitusi (constitutional reform) Amandemen atas UUD 1945 dimaksudkan untuk mengubah memperbaharui konstitusi Negara Indonesia agar sesuai dengan prinsip-prinsip negar demokrasi. Dengan adanya amandemen terhadap UUD 1945 maka konstitusi kita diharapkan semakin baik dan lengkap menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan dan kehidupan kenegaraan yang demokratis.

Secara filosofis, konstitusi suatu Negara dalam jangka waktu tertentu harus diubah. Hal ini disebabkan perubahan kehidupan manusia, baik perubahan internal masyarakat yang bersangkutan, seperti pemikiran, kebutuhan hidup, kemampuan diri maupun kehidupan eksternal (luar) masyarakat, seperti lingkungan hidup yang berubah dan hubungan dengan masyarakat lain.     Amandemen pertama terjadi pada sidang umum MPR tahun 1999, disahkan 19 oktober 1999 Amandemen kedua terjadi pada sidang tahunan MPR, disahkan 18 agustus 2000 Amandemen ketiga terjadi pada sidang tahunan MPR, disahkan 10 november 2001 Amandemen keempat terjadi pada sidang tahunan MPR, disahkan 10 agustus 2002 Dengan demikian, naskah UUD 1945 kita terdiri atas:

1. Naskah asli UUD 1945 2. Naskah Perubahan Pertama UUD 1945 3. Naskah Perubahan Kedua UUD 1945 4. Naskah Perubahan Keempat UUD 1945 c.Isi Undang-Undang Dasar Negara Indonesia tahun 1945 UUD 1945 sekarang hanya terdiri atas dua bagian, yaitu bagian pembukaan dan bagian pasalpasal. Pembukaan UUD 1945 mengandung pokok-pokok pikiran. Pokok-pokok pikiran ini merupakan pancaran dari pancasila. Pokok-pokok pikiran itu ialah:  Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan. Dalam pokok pikiran ini diterima paham Negara persatuan.  Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.  Negara berkedaulatan rakyat, berdasar atas asas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan.  Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Adapun bagian pasal-pasal dari UUD 1945 berisi pokok-pokok dari isi konstitusi. Setelah dilakukan amandemen sebanyak 4 kali maka jumlah pasal menjadi 73 pasal ditambah 3 pasal aturan peralihan 2 pasal aturan tambahan. 4.Sistem ketatanegaraan di Indonesia System ketatanegaraan Indonesia menurut UUD 1945 adalah sebagai berikut. a.Bentuk Negara Kesatuan UUD 1945 menetapkan bahwa bentuk susunan Negara Indonesia adalah kesatuan bukan serikat atau federal. Secara teori, ada dua klasifikasi bentuk Negara yaitu bentuk Negara serikat atau fedral dan bentuk Negara kesatuan. Negara federal adalah Negara yang bersusunan jamak, artinya Negara yang didalamnya masih terdapat Negara yang disebut Negara bagian. Negara kesatuan adalah Negara yang bersusunan tunggal. Suatu bentuk Negara yang terdiri atas negara-negara bagian atau Negara yang didalamnya tidak terdapat daerah yang bersifat Negara. Di dalam Negara kesatuan, kekuasaan mengatur seluruh daerahnya ada ditangan pemerintah pusat. Pemerintahan pusat inilah yang ada pada tingkat terakhir dan tetinggi dapat memutuskan segala sesuatu yang terjadi di dalam Negara. b.Bentuk Pemerintahan Republik UUD 1945 menetapkan bahwa bentuk pemerintahan Indonesia adalah rebublik bukan monarki atau kerajaan. Secara teoritis, ada dua klasifikasi bentuk pemerintahan di era modern, yaitu

republic dan monarki atau kerajaan.Bentuk pemerintahan disebut republic apabila cara pengangkatan kepala Negara melalui pemilihan, sedangkan bentuk pemerintahan disebut kerajaan apabila cara pengangkatan kepala Negara melalui pewarisan secara turun-temurun. c.Sistem Pemerintahan Presidensial Berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam UUD 1945, Indonesia menganut system pemerintahan presidensiil. Secara teoritis, system pemerintahan dibagi dalam dua klasifikasi besar, yaitu system pemerintahn parlementer dan system pemerintahan presidensiil. Klasifikasi system pemerintahan parlementer dan presidensiil didasarkan kepada hubungan antara kekuasaan esekutif dan legislatif. System pemerintahan disebut parlementer apabila badan esekutif sebagai pelaksana kekuasaan esekutif mendapat pengawasan langsung dari badan legislatif. System pemerintahan disebut presidensiil apabila badan esekutif berada diluar pengawasan langsung badan legislatif. Dalam system pemerintahan presidensiil, badan esekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang indepeden. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam system pemerintahan parlementer. d.Sistem Politik Demokrasi System politik yang dianut Negara Indonesia adalah system politik demokrasi. Secara teoritis, klasifikasi system politik di era modern ini terbagi dua yaitu system politik demokrasi dan system politik otoritan. Pembagian atas system politik demokrasi dan system politik otoriter ini didasarkan atas:  Kewenangan pemerintah terhadap aspek-aspek kehidupan warganya.  Tanggung jawab pemerintah terhadap warga Negara. Adapun system politik disebut demokrasi apabila kewenangan pemerintah terhadap kehidupan warga Negara amat terbatas. Pemerintahan Negara tidak turut campur atas semua aspek kehidupan warganya. Warga Negara dapat mengatur sendiri kehidupannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->