PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN METODE BERMAIN PADA SlSWA KELAS A DI TK DHARMA WANITA

TANGUNAN KECAMATAN PURI KABUPATEN MOJOKERTO SEMESTER l TAHUN PELAJARAN 2012 – 2011

Disusun Oleh: HASTITIK NUR HANIFA

PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) 2012 RAYON 114 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

dan seni untuk siap memasuki sekolah dasar. Pembelajaran persiapan membaca dan menulis di TK hendaknya dapat diberikan secara terpadu dalam program pengembangan kemampuan dasar. Pendahuluan Sebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003. tugas utama TK adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan. dan keterampilan agar anak dapat melanjutkan kegiatan belajar yang sesungguhnya di sekolah dasar. Pada dasarnya. Akibatnya banyak TK yang tidak lagi menjalankan fungsinya sebagai tempat bermain yang menyenangkan bagi anak. fisik/motorik. Alur pemikiran tersebut tidak selalu sejalan dengan praktik kependidikan baik di TK ataupun SD di lndonesia. Bidang Kajian Kemampuan membaca dan metode bermain C. pasal 28. ayat 3 menyatakan bahwa Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) merupakan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal. dalam hal ini bidang pengembangan berbahasa dan motorik. terutama tes membaca dan menulis. Itu artinya. TK tidak mengemban tanggung jawab utama dalam membelajarkan keterampilan membaca dan menulis. tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sebagai lembaga pendidikan prasekolah. Pergeseran tanggung jawab dalam membelajarkan kemampuan Skolastik/akademik khususnya yang berhubungan dengan kemampuan membaca dan menulis ini seolah-olah telah bergeser dari sekolah dasar ke TK. Bahkan terdapat SD yang dengan sengaja mengajukan persyaratan atau tes masuk dengan menggunakan konsep akademik. . TK merupakan lembaga pendidikan pra-skolastik atau pra-akademik.A. Substansi pembinaan kemampuan Skolastik atau akademik ini haruslah menjadi tanggung jawab utama lembaga pendidikan sekolah dasar. bahasa. sikap/perilaku. membelajarkan persiapan membaca dan menulis di TK dapat saja dilaksanakan selama dalam batas-batas aturan pengembangan pra-Skolastik atau praakademik. Judul MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN METODE BERMAIN PADA SISWA KELAS A DI TK DHARMA WANITA TANGUNAN KECAMATAN PURI KABUPATEN MOJOKERTO SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2012 – 2011 B. sosial. emosional dan kemandirian kognitif. yang bertujuan membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai agama.

khususnya tayangan asing ke dalam bahasa lndonesia. Penyelenggaraan Pendidikan TK disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak TK. Di samping itu. membimbing. upaya meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada diri siswa masih mengalami beberapa kendala yakni karena mahalnya bahan bacaan seperti buku. Apabila kemampuan membaca rendah dapat dipastikan bahwa kemampuan yang lain juga rendah. akhlak mulia. bangsa. Berdasarkan Kompetensi membaca di tingkat pendidikan dasar merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. kepribadian. pengendalian diri. Merupakan salah satu penghambat untuk mengembangkan kebiasaan membaca. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. mengasuh. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. UU Sisdiknas (2003) pada pasal 1 ayat (14) menyatakan bahwa pendidikan anak TIU Usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang diajukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Koran dan majalah. Sesuai dengan keunikan dan penumbuhan anak TK. Secara umum. kecerdasan. Membaca merupakan awal dan dasar dari kemampuan seseorang. Pada hakikatnya pendidikan anak TK adalah pemberian upaya untuk menstimulasi. dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. maupun kecerdasan spiritual.Dalam rangka memenuhi kebutuhan dan masa peka anak pada aspek perkembangan membaca dan menulis ini dapat disusun berbagai bentuk kegiatan pembelajaran membaca dan menulis bagi anak TK. dan negara. kecerdasan jamak (multiple intelegence). . Pendidikan anak TK merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan baik koordinasi motorik (halus dan kasar). Sesungguhnya yang paling penting adalah kemudahan mendapatkan bahan bacaan dan timbul keniatan pada diri seseorang akan pentingnya membaca. tidak mungkin memiliki kemampuan matematik yang tinggi. masyarakat.

(2) pengembangan bahasa. Untuk dapat terlibat dalam suatu komunikasi. Untuk mengembangkan kemampuan berbahasa. guru dapat menggunakan strategi / metode pembelajaran yang memungkinkan anak dapat mengembangkan keterampilan berbicara. seseorang harus mampu memahami dan mereaksi apa yang baru saja dikatakan dan didengar. Semakin banyak dan sering anak membaca maka semakin berkembang pula keterampilan memahami kata. membaca dan menulis. Dengan latar belakang tersebut penulis merasa tertarik untuk meneliti tentang pembelajaran kemampuan membaca dengan Metode Bermain. Untuk mencapai kegiatan membaca tersebut diperlukan metode yang tepat. Berdasarkan karakteristik dan aspek pengembangan kebahasaan. . Metode bermain merupakan salah satu metode yang banyak di pergunakan di Taman Kanak-Kanak. Oleh karena itu. Jika pengembangan simbol bahasa telah berkembang. mendengar. maka hal ini memungkinkan anak memperluas kemampuan memecahkan persoalan yang dihadapi dan memungkinkan anak belajar dari sesuatu yang telah dibacanya. (3) pengembangan kognitif (4) pengembangan fisik dan motorik. pada usia TK kemampuan anak masih terbatas dalam memahami bahasa dari pandangan orang lain.H. Akselerasi perkembangan bahasa anak terjadi sebagai hasil perkembangan fungsi simbolis Hetherington (dalam Mocslichatocn.Karakteristik tujuan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak rnemiliki lima bidang pengembangan yaitu: (1) pengembangan sikap dan nilai. Dengan mahir membaca akan timbul keinginan menemukan bacaan. Konsekwensinya pembelajaran perlu melatih keterampilan membaca. Membaca adalah kemampuan memperluas cakrawala pengetahuan kita. 1999). tidaklah mengherankan apabila para ahli menyimpulkan. memahami dan menafsirkan apa yang dibaca (Fawzia Aswin. Penelitian ini penulis tuangkan dalam bentuk Proposal Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “Meningkatkan Kemampuan Membaca dengan Metode Bermain pada Siswa Kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Semester 1 Tahun Pelajaran 2011/2012. membaca merupakan dasar dari pada keterampilan bahasa lainnya Tarigan (dalam Tarigan 1987: 48) Pentingnya pemahaman terhadap suatu kata dalam interaksi komunikatif memang sangat nyata. dan (5) pengembangan seni. 1999: 18). Metode bermain merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menyenangkan karena anak mendapat pengalaman langsung yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak TK.

Pemecahan Masalah Siswa yang mendapatkan pengetahuan dari lingkungan secara langsung melalui pembelajaran yang menyenangkan lewat metode bermain tentunya akan menghasilkan atau menguasai materi (dalam hal ini kemampuan membaca) yang lebih baik karena materi didapat dengan permainan yang menyenangkan. Hipotensis Hipotensis yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah : Melalui metode bermain dapat meningkatkan kemampuan mcmbaca pada siswa kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2011/2012 E. Tujuan Penelitian 1. 3. kegemaran. Manfaat Penelitian 1. Bagaimana keaktifan siswa dalam pembelajaran kemampuan metode bermain pada siswa kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2011/2012? 2. Tujuan Khusus Diharapkan siswa dapat menumbuh kembangkan kemampuan membaca menjadi sebuah minat. Memberikan motivasi dan dorongan untuk kemampuan membaca pada anak. F. Bagaimana hasil pembelajaran kemampuan membaca dengan metode bermain pada siswa kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2011/2012? 2. di keluarga maupun di lingkungan masyarakat. . Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas. peneliti akan mencoba membuat rumusan masalah sebagai berikut : 1. 2. Tujuan Umum Guna meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2011/2012. Manfaat Bagi Siswa a. dan kebiasaan positif baik di sekolah.D. Rumusan Masalah dan Pemecahan Masalah 1.

b. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan belajar mengajar.2 Dapat . metode. guru dapat menggunakan berbagai macam teknik. Manfaat Bagi Sekolah a. Kompetensi Dasar (KD) : 2. Manfaat Bagi Guru a. 2. memiliki perbendaharaan kata dan mengenal simbol-simbol yang melambangkannya. Dengan kemampuan membaca pemahaman. Pengembangan kognitif d. Kompetensi Dasar Membaca Sesuai dengan Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak & Raudhatul Athfal (RA) tentang membaca tertuang dalam Standar Kompetensi SK : 2. G. c. membimbing dan mengarahkan siswa agar terampil dalam membaca pemahaman secara baik. efektif dan efisien 3. Meningkatkan prestasi sekolah melalui peningkatan prestasi belajar siswa dan prestasi kinerja guru. Pengembangan sikap dan nilai. Anak mampu mendengarkan. berkomunikasi secara lisan. Dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang bersifat dinamis dan menyenangkan c. Pengembangan bahasa c. Meningkatkan kemampuan kognitif. b. b. benar. efektif dan psikomotorik dalam konteks pembelajaran. Pengembangan seni 2. b. siswa dapat berperan aktif dan bertanggung jawab dalam mengembangkan kemajuan belajar mereka sendiri. Karakteristik Tujuan Pembelajaran di TK Karakteristik tujuan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak memiliki empat bidang pengembangan yaitu: a. Kajian Pustaka 1. Mengevaluasi hasil akhir pembelajaran dengan upaya membina. Pengembangan fisik dan motorik e. dan pendekatan dalam pembelajaran membaca. Sebagai fasilitator.

dan interaksi baik dengan sesama maupun dengan benda-benda dalam lingkungan hidupnya. Pada periode ini anak harus didorong untuk mengembangkan prakarsa. dan hal-hal yang produktif dalam bidang yang disenanginya. mengeksplorasi lingkungan dengan lidah dan tangan. berpikir. didengar dan dirasakan. serta terhadap aspek-aspek sosial kehidupan.menceritakan gambar (pra membaca). Hurloek. memberi nasehat. dan daya kreatifnya. yaitu suatu periode dimana suatu fungsi tertentu perlu dirangsang. Masa-masa sensitif anak pada usia ini menurut Montessori mencakup sensitivitas terhadap keteraturan lingkungan. suatu proses evolusi manusia dari ketergantungan menjadi makhluk dewasa yang mandiri. Karakteristik anak TK Anak taman kanak-kanak adalah anak yang sedang berada dalam rentang usia 4-6 tahun. berjalan. 1978113) berpendapat bahwa usia 3-6 tahun merupakan periode sensitif atau masa peka pada anak. Maria Montessori (Elizabeth B. perasaan. maka anak akan mampu mengembangkan prakarsa. Erik 1-1. Misalnya masa peka untuk berbicara pada periode ini tidak terlewati maka anak akan mengalami kesukaran dalam kemampuan berbahasa untuk periode selanjutnya. sensitivitas terhadap obyek-obyek kecil dan detail. 1994164) memandang periode usia 4-6 tahun sebagai fase . dari sederhana menjadi kompleks. menurut Erikson dapat membuat anak tidak mendapatkan kesempatan untuk berbuat kesalahan atau belajar dari kesalahan. dan membantu mengerjakan sesuatu padahal anak dapat melakukannya sendiri. Erikson (Helms & Turner.sensre ofinitiative. seperti kesenangan untuk mengajukan pertanyaan dari apa yang dilihat. (Pusat Kurikulum. mengenal bahwa ada hubungan antara bahasa lisan dengan tulisan (pra membaca). Perkembangan anak merupakan proses perubahan perilaku dari tidak matang menjadi matang. Beberapa ahli dalam bidang pendidikan dan psikologi memandang periode usia dini merupakan periode yang penting yang perlu mendapat penanganan sedini mungkin. . Jika anak tidak mendapat hambatan dari lingkungannya. Guru yang selalu menolong. diarahkan sehingga tidak terhambat perkembangannya. Balitbang Depdiknas 2003) 3. Perkembangan anak adalah suatu proses perubahan dimana anak belajar menguasai tingkat yang lebih tinggi dari aspek-aspek : gerakan. yang merupakan sosok individu yang sedang berada dalam proses perkembangan.

Untuk menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng. J. Kelenturan. Untuk melepaskan dorongan yang tidak dapat diterirna. • Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain. Oleh karenanya masa anak sering dipandang sebagai masa emas (golden age) bagi penyelenggaraan pendidikan. maka anak akan berkembang secara wajar. Anak memiliki dunia dan karakteristik tersendiri yang jauh berbeda dari dunia dan karakteristik orang dewasa. 4. Pengaruh positif tingkah laku itu menyenangkan atau menggembirakan untuk dilakukan. Metode Bermain Anak TK Motivasi lntrinsik tingkah laku bermain dimotivasi dari dalam diri anak.Froebel (Roopnaire. Anak sangat aktif. Masa anak merupakan fase yang sangat fundamental bagi perkembangan individu karena pada fase inilah terjadinya peluang yang sangat besar untuk pembentukan dan pengembangan pribadi seseorang. . Mencerminkan pertumbuhan.E 1993:56) berpendapat bahwa masa anak merupakan suatu fase yang sangat penting dan berharga. • Menyempurnakan keterampilan memecahkan masalah. seolah-olah tak pernah berhenti untuk belajar. Fungsi bermain bagi anak TK. bermain itu perilaku yang lentur. Untuk kilas balik pesan-pesan yang biasa dilakukan. Untuk mengembangkan sosial anak. Beberapa fungsi bermain : • Mempertahankan keseimbangan • Menghayati berbagai pengalaman yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari • Mengantisipasi peran yang akan dilakukan di masa yang akan datang • Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari. cara/tujuan. jika orang dewasa mampu menyediakan suatu “taman” yang dirancang sesuai dengan potensi dan bawaan anak. Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidup yang nyata. Tingkah laku itu bukan dilakukan sambil lalu. Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang berkembang secara wajar. dinamis. Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan sangat pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. dan merupakan masa pembentukan dalam periode kehidupan manusia (a noble and malleable phase of human life). Menurut Froebel.L & Jhonson J. antusias dan hampir selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata.

Kemampuan ini berkaitan dengan kesanggupan anak menangkap isi pesan dari orang lain secara benar. 4. 3. 6. Bermain secara kooperatif. Penggolongan Kegiatan Bermain Anak TK. 2. 3. Bermain secara soliter 2. mengadakan penggolongan kegiatan bermain sesuai dengan dimensi perkembangan sosial anak dalam bentuk : 1. . Bermain secara paralel 3. 4. Gorden & Browne 1985. 6 kalimat yang sudah diceritakan guru Mendengar cerita dan menceritakan kembali secara sederhana Melengkapi kalimat sederhana yang sudah dimulai guru. Penggolongan kegiatan bermain sesuai dengan dimensi perkembangan sosial anak. mengapa. dan bagaimana Menjawab pertanyaan tentang cerita pendek 5 sd. a. a. Bertanding atau berolahraga. b. Bermain bebas dan spontan. di mana. Melanjutkan cerita/sajak sederhana yang sudah dimulai guru. 4. 7. Bermain dengan cara membangun atau menyusun. 5. Kemampuan Mendengar Kemampuan mendengar merupakan kemampuan untuk dapat mendeskripsi-kan alam sekitar dan mendengar pendapat orang lain dengan indera pendengaran. melihat dan memahami.d 4 urutan angka/kata Mengikuti beberapa perintah secara berurutan Menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa. 6. Implementasi Metode Bermain dalam pembelajaran Membaca di TK Permainan membaca anak TK meliputi kemampuan mendengar. Termasuk dalam kelompok kemampuan ini adalah: 1. berbicara dan membaca gambar. Bermain asosiatif. Kegiatan bermain berdasarkan pada kegemaran anak yaitu bermain bebas dan spontan : 1. Bermain pura-pura. Menirukan kembali 2 s.5. 2. berapa.

Bercerita tentang gambar yang telah dibuat sendiri. Menghubungkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. 10. malam. 6. batu. 8. di luar. Kemampuan Berbicara (Berkomunikasi) Kemampuan berbicara merupakan kemampuan anak untuk berkomunikasi secara lisan dengan orang lain. misalnya: bola. Mengenal bunyi huruf akhir dari kata-kata yang berarti. Kemampuan ini memberikan gambaran tentang kesanggupan anak menyusun berbagai kosa kata yang telah dikuasai menjadi suatu rangkaian pembicaraan secara berstruktur. menangis. berlari. baju. Bercerita tentang kejadian di sekitamya secara sederhana. 3. Menceritakan gambar yang telah disediakan. 9. Menghubungkan gambar/benda dengan kata. Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri 4-6 gambar. 7. binatang. Menyebut sebanyak-banyaknya nama benda. Menyebutkan berbagai bunyi/ suara tertentu. jongkok. dan memperagakan gerakan-gerakan sederhana. 4. makan. Menyebutkan sebanyak-banyaknya kegunaan dari suatu benda. Mengenal kata-kata yang menunjukkan posisi di dalam. dan sebagainya. di atas. dan tanaman yang mempunyai bentuk. Menunjuk. misalnya: kolam.8. menyebut. di bawah. 2. dan sebagainya. Termasuk dalam kelompok kemampuan ini adalah: 1. Kemampuan Melihat dan Memahami Kemampuan melihat merupakan kemampuan anak untuk dapat menghayati dan mengamati alam dengan menggunakan indera penglihatan. misalnya duduk. b. Termasuk dalam kelompok kemampuan ini adalah: . Mengenal suara huruf dari kata yang berarti. ayam. 5. biji. c. dan sebagainya. 9. warna atau menurut ciri-ciri tertentu. Kemampuan ini merupakan bentuk kesanggupan anak melihat benda atau peristiwa serta memahami hal-hal yang berkaitan dengan benda atau peristiwa yang dilihatnya. 10.

Melanjutkan cerita/sajak sederhana yang sudah dimulai guru. 10. Bercerita tentang gambar yang dibuat sendiri. Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri. Mengucapkan beberapa sajak sederhana. Membaca Gambar Kemampuan ini mengungkapkan kesanggupan anak membaca sesuatu dengan menggunakan gambar. 9. 3. Memberikan keterangan atau informasi tentang suatu hal. 2. Rencana Penelitian a. Pemilihan subjek penelitian sebagai tempat dilaksanakannya penelitian didasarkan atas beberapa pertimbangan. Menyebutkan sebanyak-banyaknya kegunaan dari suatu benda. Menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa. Membaca gambar yan memiliki kata atau kalimat sederhana H. mengapa. Bercerita tentang gambar yang dibuat sendiri. 7.laki.1. d. 8. Tempat Penelitian Penelitian yang berjudul “Meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelompok A diadakan di TK Dharma Wanita yang beralamat di Dcsa Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto” b. Menceritakan gambar yang telah disediakan Menyanyikan beberapa lagu anak-anak. 11. Rencana dan Prosedur Penelitian 1. yaitu sebagai berikut: . 12. 6. dan bagaimana secara sederhana. Membuat sebanyak-banyaknya kata dari suku kata awal yang disediakan bentuk lisan. Termasuk dalam kemampuan ini adalah: 1. 2. di mana. 3. Subyek Penelitian Adapun subyek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas A TK Dharma Wanita 1. Kemampuan ini sebagai tahap awal dalam membaca permulaan. berapa. yang berjumlah 12 siswa yang terdiri 7 orang siswa perempuan dan 5 orang siswa laki . 5. 4. Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri. Bicara lancar dengan kalimat sederhana. Bercerita tentang kejadian di sekitamya secara sederhana.

Waktu Penelitian Penelitian berlangsung selama satu bulan yang dimulai tanggal 18 Juni 2012 sampai 13 Juli 2012. Tingkat kemampuan baca rendah. pengorganisasian.1. mengubah aturan yang sudah ditentukan. Hal ini sejalan pula dengan pendapat yang dikemukakan oleh Arikunto (1991: 195) menegaskan bahwa “Dalam penelitian kualitatif. Metode dan Desain Penelitian 1. Waktu 24 hari efektif tersebut difokuskan pada kegiatan persiapan pengumpulan data. dan pengonsepan laporan. 3. sehingga peneliti lebih memahami keadaan. data digambarkan dengan kata-kata atau kalimat dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan”. tetapi mengutamakan hubungan antar konsep yang sedang dikaji secara empiris”. 4. dalam arti tidak mengubah jadwal yang berlaku c. . Metode penelitian Penelitian yang penulis lakukan bercorak penelitian tindakan kelas. 2. metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif sejalan dengan pendapat Atar Semi (1990: 23) yang mengatakan bahwa “Penelitian kualitatif dilakukan dengan tidak mengutamakan pada angka-angka. kedua motode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden. Dasar pertimbangan lain digunakannya metode deskriptif kualitatif ini adalah seperti pendapat yang dikatakan Moleong (2004: 5) sebagai berikut: “Pertama menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. Penelitian yang dilaksanakan tidak akan mengganggu tugas utama Penelitian dilaksanakan di kelas sendiri dengan alasan tidak akan peneliti sebagai guru. ketiga metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap nilai yang dihadapi”. karakteristik permasalahan yang dihadapi sekolah ini jika dibandingkan dengan mengadakan penelitian di sekolah lain. d. Peneliti merupakan salah seorang staf pengajar di TK Dharma Wanita. Penelitian dilakukan sesuai dengan jadwal yang berlaku di TK Dharma Wanita terutama yang berkaitan dengan bidang pengembangan bahasa.

Penjelasan dari bagan tersebut adalah sebagai berikut : Tahap 1: Menyusun Rancangan Tindakan (Planning) . Jadi dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis. tindakan (action) dan refleksi (reflection). Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan mengacu pada bentuk desain bercorak Penelitian Tindakan Kelas (Classroom action research). Rancangan penelitian seperti tergambar dari bagan berikut ini. Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan” 2. sehingga model penelitian yang digunakan adalah model daur (siklus) yang mencakup empat komponen. observasi (Observation). 2004: 3) menyatakan sebagai berikut: “Metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. dalam penelitian kualitatif juga perlu dipertimbangkan pendapat yang dikemukakan oleh Bog dan Taylor (Moleong.Selain itu. yaitu: rencana (planning).

Bagian di atas dapat memperjelas bagaimana prosedur pelaksanaan penelitian dalam upaya memecahkan permasalahan. Dalam penelitian kolaborasi. Untuk mengatasi setiap permasalahan yang muncul atau mungkin terjadi dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini sangat tepat dilakukan ketika guru pelaksana sudah selesai melakukan tindakan. Hal yang perlu diingat adalah bahwa dalam tahap ke-2 ini pelaksana guru harus ingat dan berusaha menaati apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan. kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi kekurangan atau kelebihan pembelajaran yang telah selesai dilaksanakan dan merencanakan rancangan tindakan selanjutnya. guru harus selalu membuat perencanaan pembelajaran terlebih dahulu. Istilah berasal dari kata bahasa Inggris refIection. sedangkan yang diminta melakukan pengamatan terhadap berlangsungnya proses/tindakan adalah observer (guru kelas A). Dalam hal tahap menyusun rancangan ini. baik oleh pelaku itu . Istilah untuk cara ini adalah penelitian kolaborasi. pengamatan dilakukan pada waktu tindakan berlangsung. Pelaksanaan tindakan selalu disertai dengan pengamatan. yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat atau observer. kemudian membuat sebuah instrumen Tahap 2: Pelaksanaan Tindakan (Acting) Tahap ke-2 dari penelitian tindakan adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan. yaitu mengenakan tindakan pembelajaran di kelas.Dalam tahap ini penelitian dilakukan secara berpasangan antara pihak yang melakukan tindakan dengan pihak yang mengamati proses jalannya tindakan. pihak yang melakukan tindakan adalah guru kelas A sendiri. Tahap 4: Refleksi (Reflection) Tahap ke-4 merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. tidak dibuat-buat. dan harus pula berlaku wajar. peneliti menentukan titik atau fokus peristivva yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk diamati. Pengamatan ini tidak dapat dipisahkan dengan pelaksanaan tindakan. baru kemudian pelaksanaan tindakan sebagai implementasi perencanaan tersebut. yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi pemantulan. Tahap 3: Pengamatan (Observation) Tahap ke-3.

pengamatan dan refleksi. mendengar dan mencatat segala yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Jika kegiatan yang disebut refleksi ini dilakukan dengan benar telah melibatkan semua yang terkait. Observer hendaknya tidak menyalahkan tetapi bersifat mendukung.sendiri maupun oleh observer lain. baik dengan atau tanpa menggunakan alat bantu pengamatan. Observasi dilakukan sebagai upaya mengumpulkan data. kepala sekolah atau yang lainnya. disederhanakan. Refleksi dilakukan secara bersama-sama untuk mengetahui hal-hal mana yang harus dipertahankan dan hal-hal mana yang masih harus ditingkatkan atau ditinggalkan. I. serta hasil belajar siswa yang diukur dari hasil test. Metode Analisa Data Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Tiap siklus meliputi 4 tahap yaitu perencanaan. 4. 3. rekan guru. bukan menilai dan setelah diperoleh data sesegera mungkin dilakukan diskusi balikan. JADWAL PENELITIAN . diagram batang. maka kegiatan pembelajaran atau pelaksanaan tindakan akan selalu bermuara pada hasil dari suatu tindakan yaitu penyusunan perencanaan dan tindakan perbaikan berikutnya. Observer berperan melihat. Dalam hal ini observer yang dimaksud juga boleh siswa. Dalam pelaksanaan diskusi tentang data yang diperoleh dari hasil pengamatan maupun dari tes akan diseleksi. dihitung nilai ratarata kelas dan yang disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan refleksi. pelaksanaan. diorganisasikan secara sistematik dan rasional serta dengan teknik tri-angulasi akan diperoleh suatu kesimpulan. Dari tiap siklus ini diamati kualitas proses pembelajaran yang terdiri dari aktifitas siswa dan guru. Analisis trend (analisis perkembangan) digunakan untuk mengetahui perkembangan kemampuan membaca siswa dalam bentuk hasil tes baik tulis maupun lisan. Prosedur Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK).

3. PERSONALIA Peneliti Nama : Hastitik Nur Hanifa NIM :Jabatan : Guru TK A Instansi : TK Dharma Wanita Tanda Tangan : Observer Nama : NIP : Jabatan : Instansi : Tanda Tangan : K. KOMPONEN BIAYA Komponen biaya yang diperlukan untuk penelitian ini antara lain sebagai berikut: NO.NO 1.00 100. Penyusunan Proposal 2.00 20.000. URAIAN Untuk Penyususnan : 1.00 20. 3.000. Konsumsi 75.00 20.00 BIAYA (Rp.) . 6. 4.00 10.000. Penulisan Laporan Bahan: Pembelian ATK Lain-lain : 1.000.000.000.00 20.000.000. 1. Penyusunan Instrumen 3. Pengumpulan Data 4. Pengolahan Data 5. Analisis Data 2.00 50. 2. KEGIATAN Persiapan Pelaksanaan Pengolahan Data Pembuatan Laporan MINGGU III JUNI – JULI 2012 MINGGU IV MINGGU I MINGGU II J.

4. Juni 2012 10. 2006. Persiapan Membaca dan Menulis melalui Permaianan di Taman Kana-Kanak.000. Foto Copy JUMLAH Mojokerto. (2001). Penelitian Tindakan Kelas.00 400. Departemen Pendidikan Nasioanal. Jakarta: . Jakarta: Bumi Aksara.Pd DAFTAR PUSTAKA Arikunto. 2.00 Kepala TK Dharma Wanita Tangunan HAYATI. 2007. S. Suharsimi. Aqib.Bandung : Yrama Widya. Menyetujui. Zaenal.000. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan.

Munandar. Muhammad.blogsp0t. (1995). (2003). Pedoman Penulisan Skripsi dan Laporan Penelitian. . Jakarta : Dirjen Dikti Depdikbud. Standar Kompetensi Anak Usia Dini Taman Kanak-kanak & Raudhatul Athfal. Strategi Pengembangan Kreativitas Anak Taman Kanak-kanak.html. 2007. UU Sistem Pendidikan Nasional No. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. Balitbang Depdiknas: 2003.Jaruki. Dasar-dasar Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Yeni. Jakarta : Grasindo. 20. 2003. Jakarta Rachmawati. diakses 3 Juni 2012 Moleong. Bahasa Indonesia Kelas 1. Tulungagung: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pedidikan Ilmu Pedidikan (STKIP) PGRI Tulungagung. Dikti. Utami. 2008.com/2008/11/penggunaan-dan-pengertian-metode-bagi. Jakarta. Eusis. 2001 dalam Anonymous. & Kurniati.http://yatna234. Pusat Kurikulum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful