PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN METODE BERMAIN PADA SlSWA KELAS A DI TK DHARMA WANITA

TANGUNAN KECAMATAN PURI KABUPATEN MOJOKERTO SEMESTER l TAHUN PELAJARAN 2012 – 2011

Disusun Oleh: HASTITIK NUR HANIFA

PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) 2012 RAYON 114 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

yang bertujuan membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai agama. emosional dan kemandirian kognitif. Pendahuluan Sebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003. membelajarkan persiapan membaca dan menulis di TK dapat saja dilaksanakan selama dalam batas-batas aturan pengembangan pra-Skolastik atau praakademik. Akibatnya banyak TK yang tidak lagi menjalankan fungsinya sebagai tempat bermain yang menyenangkan bagi anak. Judul MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN METODE BERMAIN PADA SISWA KELAS A DI TK DHARMA WANITA TANGUNAN KECAMATAN PURI KABUPATEN MOJOKERTO SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2012 – 2011 B. Pergeseran tanggung jawab dalam membelajarkan kemampuan Skolastik/akademik khususnya yang berhubungan dengan kemampuan membaca dan menulis ini seolah-olah telah bergeser dari sekolah dasar ke TK. Bahkan terdapat SD yang dengan sengaja mengajukan persyaratan atau tes masuk dengan menggunakan konsep akademik. Itu artinya. sosial. Pada dasarnya. . pasal 28. tentang Sistem Pendidikan Nasional. tugas utama TK adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan. TK merupakan lembaga pendidikan pra-skolastik atau pra-akademik. Alur pemikiran tersebut tidak selalu sejalan dengan praktik kependidikan baik di TK ataupun SD di lndonesia. Pembelajaran persiapan membaca dan menulis di TK hendaknya dapat diberikan secara terpadu dalam program pengembangan kemampuan dasar. dan seni untuk siap memasuki sekolah dasar. Sebagai lembaga pendidikan prasekolah. Substansi pembinaan kemampuan Skolastik atau akademik ini haruslah menjadi tanggung jawab utama lembaga pendidikan sekolah dasar. TK tidak mengemban tanggung jawab utama dalam membelajarkan keterampilan membaca dan menulis. fisik/motorik. terutama tes membaca dan menulis.A. Bidang Kajian Kemampuan membaca dan metode bermain C. dalam hal ini bidang pengembangan berbahasa dan motorik. sikap/perilaku. dan keterampilan agar anak dapat melanjutkan kegiatan belajar yang sesungguhnya di sekolah dasar. ayat 3 menyatakan bahwa Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) merupakan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal. bahasa.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan dan masa peka anak pada aspek perkembangan membaca dan menulis ini dapat disusun berbagai bentuk kegiatan pembelajaran membaca dan menulis bagi anak TK. Apabila kemampuan membaca rendah dapat dipastikan bahwa kemampuan yang lain juga rendah. mengasuh. Berdasarkan Kompetensi membaca di tingkat pendidikan dasar merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. kepribadian. dan negara. maupun kecerdasan spiritual. Pada hakikatnya pendidikan anak TK adalah pemberian upaya untuk menstimulasi. Sesuai dengan keunikan dan penumbuhan anak TK. kecerdasan. Koran dan majalah. masyarakat. Merupakan salah satu penghambat untuk mengembangkan kebiasaan membaca. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. khususnya tayangan asing ke dalam bahasa lndonesia. Membaca merupakan awal dan dasar dari kemampuan seseorang. bangsa. . Pendidikan anak TK merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan baik koordinasi motorik (halus dan kasar). dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. kecerdasan jamak (multiple intelegence). upaya meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada diri siswa masih mengalami beberapa kendala yakni karena mahalnya bahan bacaan seperti buku. Secara umum. Penyelenggaraan Pendidikan TK disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak TK. membimbing. UU Sisdiknas (2003) pada pasal 1 ayat (14) menyatakan bahwa pendidikan anak TIU Usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang diajukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. tidak mungkin memiliki kemampuan matematik yang tinggi. Sesungguhnya yang paling penting adalah kemudahan mendapatkan bahan bacaan dan timbul keniatan pada diri seseorang akan pentingnya membaca. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. pengendalian diri. Di samping itu. akhlak mulia.

membaca merupakan dasar dari pada keterampilan bahasa lainnya Tarigan (dalam Tarigan 1987: 48) Pentingnya pemahaman terhadap suatu kata dalam interaksi komunikatif memang sangat nyata. tidaklah mengherankan apabila para ahli menyimpulkan. maka hal ini memungkinkan anak memperluas kemampuan memecahkan persoalan yang dihadapi dan memungkinkan anak belajar dari sesuatu yang telah dibacanya. Oleh karena itu. Untuk mencapai kegiatan membaca tersebut diperlukan metode yang tepat. Untuk mengembangkan kemampuan berbahasa. Semakin banyak dan sering anak membaca maka semakin berkembang pula keterampilan memahami kata. dan (5) pengembangan seni. memahami dan menafsirkan apa yang dibaca (Fawzia Aswin. . 1999). mendengar. (2) pengembangan bahasa. Konsekwensinya pembelajaran perlu melatih keterampilan membaca. Metode bermain merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menyenangkan karena anak mendapat pengalaman langsung yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak TK. Dengan latar belakang tersebut penulis merasa tertarik untuk meneliti tentang pembelajaran kemampuan membaca dengan Metode Bermain. Untuk dapat terlibat dalam suatu komunikasi. Penelitian ini penulis tuangkan dalam bentuk Proposal Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “Meningkatkan Kemampuan Membaca dengan Metode Bermain pada Siswa Kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Semester 1 Tahun Pelajaran 2011/2012. Membaca adalah kemampuan memperluas cakrawala pengetahuan kita. Metode bermain merupakan salah satu metode yang banyak di pergunakan di Taman Kanak-Kanak. Berdasarkan karakteristik dan aspek pengembangan kebahasaan. guru dapat menggunakan strategi / metode pembelajaran yang memungkinkan anak dapat mengembangkan keterampilan berbicara. (3) pengembangan kognitif (4) pengembangan fisik dan motorik. membaca dan menulis. Dengan mahir membaca akan timbul keinginan menemukan bacaan. 1999: 18).Karakteristik tujuan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak rnemiliki lima bidang pengembangan yaitu: (1) pengembangan sikap dan nilai. seseorang harus mampu memahami dan mereaksi apa yang baru saja dikatakan dan didengar. Akselerasi perkembangan bahasa anak terjadi sebagai hasil perkembangan fungsi simbolis Hetherington (dalam Mocslichatocn.H. pada usia TK kemampuan anak masih terbatas dalam memahami bahasa dari pandangan orang lain. Jika pengembangan simbol bahasa telah berkembang.

F. Bagaimana keaktifan siswa dalam pembelajaran kemampuan metode bermain pada siswa kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2011/2012? 2. Manfaat Bagi Siswa a. Memberikan motivasi dan dorongan untuk kemampuan membaca pada anak. Hipotensis Hipotensis yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah : Melalui metode bermain dapat meningkatkan kemampuan mcmbaca pada siswa kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2011/2012 E. dan kebiasaan positif baik di sekolah. . 3. 2. kegemaran. Tujuan Penelitian 1. peneliti akan mencoba membuat rumusan masalah sebagai berikut : 1. Pemecahan Masalah Siswa yang mendapatkan pengetahuan dari lingkungan secara langsung melalui pembelajaran yang menyenangkan lewat metode bermain tentunya akan menghasilkan atau menguasai materi (dalam hal ini kemampuan membaca) yang lebih baik karena materi didapat dengan permainan yang menyenangkan. Tujuan Umum Guna meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2011/2012. Manfaat Penelitian 1. Bagaimana hasil pembelajaran kemampuan membaca dengan metode bermain pada siswa kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2011/2012? 2. di keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Rumusan Masalah dan Pemecahan Masalah 1.D. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas. Tujuan Khusus Diharapkan siswa dapat menumbuh kembangkan kemampuan membaca menjadi sebuah minat.

G. Pengembangan seni 2. Kajian Pustaka 1. Manfaat Bagi Guru a. Anak mampu mendengarkan. Kompetensi Dasar (KD) : 2. Mengevaluasi hasil akhir pembelajaran dengan upaya membina. siswa dapat berperan aktif dan bertanggung jawab dalam mengembangkan kemajuan belajar mereka sendiri. Dengan kemampuan membaca pemahaman. Pengembangan kognitif d. Kompetensi Dasar Membaca Sesuai dengan Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak & Raudhatul Athfal (RA) tentang membaca tertuang dalam Standar Kompetensi SK : 2. c. b. 2. Meningkatkan kemampuan kognitif.b. Karakteristik Tujuan Pembelajaran di TK Karakteristik tujuan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak memiliki empat bidang pengembangan yaitu: a. metode. b. Meningkatkan prestasi sekolah melalui peningkatan prestasi belajar siswa dan prestasi kinerja guru. b. Sebagai fasilitator. membimbing dan mengarahkan siswa agar terampil dalam membaca pemahaman secara baik. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan belajar mengajar. benar. berkomunikasi secara lisan. Pengembangan fisik dan motorik e. Manfaat Bagi Sekolah a.2 Dapat . Dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang bersifat dinamis dan menyenangkan c. efektif dan psikomotorik dalam konteks pembelajaran. Pengembangan sikap dan nilai. Pengembangan bahasa c. guru dapat menggunakan berbagai macam teknik. efektif dan efisien 3. dan pendekatan dalam pembelajaran membaca. memiliki perbendaharaan kata dan mengenal simbol-simbol yang melambangkannya.

menceritakan gambar (pra membaca). dan daya kreatifnya. didengar dan dirasakan. berpikir. Jika anak tidak mendapat hambatan dari lingkungannya. perasaan. Balitbang Depdiknas 2003) 3. serta terhadap aspek-aspek sosial kehidupan. dan membantu mengerjakan sesuatu padahal anak dapat melakukannya sendiri. dan interaksi baik dengan sesama maupun dengan benda-benda dalam lingkungan hidupnya. 1978113) berpendapat bahwa usia 3-6 tahun merupakan periode sensitif atau masa peka pada anak. diarahkan sehingga tidak terhambat perkembangannya. Beberapa ahli dalam bidang pendidikan dan psikologi memandang periode usia dini merupakan periode yang penting yang perlu mendapat penanganan sedini mungkin. mengenal bahwa ada hubungan antara bahasa lisan dengan tulisan (pra membaca). dari sederhana menjadi kompleks. suatu proses evolusi manusia dari ketergantungan menjadi makhluk dewasa yang mandiri. Perkembangan anak adalah suatu proses perubahan dimana anak belajar menguasai tingkat yang lebih tinggi dari aspek-aspek : gerakan. (Pusat Kurikulum. menurut Erikson dapat membuat anak tidak mendapatkan kesempatan untuk berbuat kesalahan atau belajar dari kesalahan. seperti kesenangan untuk mengajukan pertanyaan dari apa yang dilihat. Perkembangan anak merupakan proses perubahan perilaku dari tidak matang menjadi matang. . Erik 1-1. Karakteristik anak TK Anak taman kanak-kanak adalah anak yang sedang berada dalam rentang usia 4-6 tahun. berjalan. mengeksplorasi lingkungan dengan lidah dan tangan. Erikson (Helms & Turner. 1994164) memandang periode usia 4-6 tahun sebagai fase . dan hal-hal yang produktif dalam bidang yang disenanginya. yang merupakan sosok individu yang sedang berada dalam proses perkembangan. sensitivitas terhadap obyek-obyek kecil dan detail. Maria Montessori (Elizabeth B. memberi nasehat. maka anak akan mampu mengembangkan prakarsa. Hurloek. Masa-masa sensitif anak pada usia ini menurut Montessori mencakup sensitivitas terhadap keteraturan lingkungan.sensre ofinitiative. Pada periode ini anak harus didorong untuk mengembangkan prakarsa. Guru yang selalu menolong. yaitu suatu periode dimana suatu fungsi tertentu perlu dirangsang. Misalnya masa peka untuk berbicara pada periode ini tidak terlewati maka anak akan mengalami kesukaran dalam kemampuan berbahasa untuk periode selanjutnya.

.Froebel (Roopnaire. Beberapa fungsi bermain : • Mempertahankan keseimbangan • Menghayati berbagai pengalaman yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari • Mengantisipasi peran yang akan dilakukan di masa yang akan datang • Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari. Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. • Menyempurnakan keterampilan memecahkan masalah. Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan sangat pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Untuk melepaskan dorongan yang tidak dapat diterirna. Oleh karenanya masa anak sering dipandang sebagai masa emas (golden age) bagi penyelenggaraan pendidikan. jika orang dewasa mampu menyediakan suatu “taman” yang dirancang sesuai dengan potensi dan bawaan anak. Untuk menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng. dan merupakan masa pembentukan dalam periode kehidupan manusia (a noble and malleable phase of human life). Pengaruh positif tingkah laku itu menyenangkan atau menggembirakan untuk dilakukan. cara/tujuan. Tingkah laku itu bukan dilakukan sambil lalu. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. maka anak akan berkembang secara wajar. Fungsi bermain bagi anak TK. Anak sangat aktif. Anak memiliki dunia dan karakteristik tersendiri yang jauh berbeda dari dunia dan karakteristik orang dewasa. • Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain. bermain itu perilaku yang lentur. J. 4. Untuk kilas balik pesan-pesan yang biasa dilakukan. dinamis. Menurut Froebel. Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidup yang nyata. Masa anak merupakan fase yang sangat fundamental bagi perkembangan individu karena pada fase inilah terjadinya peluang yang sangat besar untuk pembentukan dan pengembangan pribadi seseorang. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. Untuk mengembangkan sosial anak. Kelenturan. antusias dan hampir selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya. Mencerminkan pertumbuhan. seolah-olah tak pernah berhenti untuk belajar.E 1993:56) berpendapat bahwa masa anak merupakan suatu fase yang sangat penting dan berharga. Metode Bermain Anak TK Motivasi lntrinsik tingkah laku bermain dimotivasi dari dalam diri anak.L & Jhonson J. Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang berkembang secara wajar.

. Menirukan kembali 2 s. Bermain asosiatif. 3. 4. mengadakan penggolongan kegiatan bermain sesuai dengan dimensi perkembangan sosial anak dalam bentuk : 1. Bermain dengan cara membangun atau menyusun.5. Bermain pura-pura. Gorden & Browne 1985.d 4 urutan angka/kata Mengikuti beberapa perintah secara berurutan Menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa. Penggolongan kegiatan bermain sesuai dengan dimensi perkembangan sosial anak. 4. 3. Implementasi Metode Bermain dalam pembelajaran Membaca di TK Permainan membaca anak TK meliputi kemampuan mendengar. melihat dan memahami. Termasuk dalam kelompok kemampuan ini adalah: 1. Bertanding atau berolahraga. Penggolongan Kegiatan Bermain Anak TK. 6 kalimat yang sudah diceritakan guru Mendengar cerita dan menceritakan kembali secara sederhana Melengkapi kalimat sederhana yang sudah dimulai guru. 6. 7. dan bagaimana Menjawab pertanyaan tentang cerita pendek 5 sd. Bermain secara paralel 3. 5. a. 2. Melanjutkan cerita/sajak sederhana yang sudah dimulai guru. 2. Kegiatan bermain berdasarkan pada kegemaran anak yaitu bermain bebas dan spontan : 1. mengapa. Kemampuan ini berkaitan dengan kesanggupan anak menangkap isi pesan dari orang lain secara benar. di mana. Bermain bebas dan spontan. b. 4. Kemampuan Mendengar Kemampuan mendengar merupakan kemampuan untuk dapat mendeskripsi-kan alam sekitar dan mendengar pendapat orang lain dengan indera pendengaran. berbicara dan membaca gambar. a. berapa. Bermain secara soliter 2. 6. Bermain secara kooperatif.

9. dan memperagakan gerakan-gerakan sederhana. Kemampuan Melihat dan Memahami Kemampuan melihat merupakan kemampuan anak untuk dapat menghayati dan mengamati alam dengan menggunakan indera penglihatan. Menghubungkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. binatang. misalnya: bola. 9. Mengenal suara huruf dari kata yang berarti. Mengenal bunyi huruf akhir dari kata-kata yang berarti. Mengenal kata-kata yang menunjukkan posisi di dalam. ayam. 6. 4. Bercerita tentang gambar yang telah dibuat sendiri. batu. Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri 4-6 gambar.8. Kemampuan ini memberikan gambaran tentang kesanggupan anak menyusun berbagai kosa kata yang telah dikuasai menjadi suatu rangkaian pembicaraan secara berstruktur. Termasuk dalam kelompok kemampuan ini adalah: . Bercerita tentang kejadian di sekitamya secara sederhana. 10. Kemampuan Berbicara (Berkomunikasi) Kemampuan berbicara merupakan kemampuan anak untuk berkomunikasi secara lisan dengan orang lain. 7. menangis. biji. b. c. dan sebagainya. Menghubungkan gambar/benda dengan kata. Menyebutkan sebanyak-banyaknya kegunaan dari suatu benda. dan sebagainya. di luar. 10. 5. Menyebutkan berbagai bunyi/ suara tertentu. Kemampuan ini merupakan bentuk kesanggupan anak melihat benda atau peristiwa serta memahami hal-hal yang berkaitan dengan benda atau peristiwa yang dilihatnya. Termasuk dalam kelompok kemampuan ini adalah: 1. di atas. di bawah. menyebut. jongkok. Menunjuk. berlari. warna atau menurut ciri-ciri tertentu. Menyebut sebanyak-banyaknya nama benda. malam. 3. dan sebagainya. dan tanaman yang mempunyai bentuk. misalnya duduk. baju. makan. 8. Menceritakan gambar yang telah disediakan. misalnya: kolam. 2.

Memberikan keterangan atau informasi tentang suatu hal.1. Termasuk dalam kemampuan ini adalah: 1. Membaca gambar yan memiliki kata atau kalimat sederhana H. Menceritakan gambar yang telah disediakan Menyanyikan beberapa lagu anak-anak. d. Bicara lancar dengan kalimat sederhana. Membuat sebanyak-banyaknya kata dari suku kata awal yang disediakan bentuk lisan. 3. 10. Rencana dan Prosedur Penelitian 1. mengapa. Subyek Penelitian Adapun subyek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas A TK Dharma Wanita 1. yang berjumlah 12 siswa yang terdiri 7 orang siswa perempuan dan 5 orang siswa laki . 2. 2. Rencana Penelitian a. Menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa. yaitu sebagai berikut: . 6. Membaca Gambar Kemampuan ini mengungkapkan kesanggupan anak membaca sesuatu dengan menggunakan gambar. dan bagaimana secara sederhana. 8. 5. Bercerita tentang gambar yang dibuat sendiri. Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri. Menyebutkan sebanyak-banyaknya kegunaan dari suatu benda. Bercerita tentang kejadian di sekitamya secara sederhana. berapa. 7. Pemilihan subjek penelitian sebagai tempat dilaksanakannya penelitian didasarkan atas beberapa pertimbangan. 3. di mana. Kemampuan ini sebagai tahap awal dalam membaca permulaan. 12. 11. Mengucapkan beberapa sajak sederhana.laki. 9. Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri. Tempat Penelitian Penelitian yang berjudul “Meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelompok A diadakan di TK Dharma Wanita yang beralamat di Dcsa Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto” b. 4. Bercerita tentang gambar yang dibuat sendiri. Melanjutkan cerita/sajak sederhana yang sudah dimulai guru.

. ketiga metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap nilai yang dihadapi”. Metode penelitian Penelitian yang penulis lakukan bercorak penelitian tindakan kelas. d. karakteristik permasalahan yang dihadapi sekolah ini jika dibandingkan dengan mengadakan penelitian di sekolah lain. kedua motode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden. sehingga peneliti lebih memahami keadaan. tetapi mengutamakan hubungan antar konsep yang sedang dikaji secara empiris”. mengubah aturan yang sudah ditentukan. Penelitian dilakukan sesuai dengan jadwal yang berlaku di TK Dharma Wanita terutama yang berkaitan dengan bidang pengembangan bahasa.1. Waktu 24 hari efektif tersebut difokuskan pada kegiatan persiapan pengumpulan data. Penelitian yang dilaksanakan tidak akan mengganggu tugas utama Penelitian dilaksanakan di kelas sendiri dengan alasan tidak akan peneliti sebagai guru. 2. pengorganisasian. Hal ini sejalan pula dengan pendapat yang dikemukakan oleh Arikunto (1991: 195) menegaskan bahwa “Dalam penelitian kualitatif. 3. Dasar pertimbangan lain digunakannya metode deskriptif kualitatif ini adalah seperti pendapat yang dikatakan Moleong (2004: 5) sebagai berikut: “Pertama menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. Peneliti merupakan salah seorang staf pengajar di TK Dharma Wanita. Waktu Penelitian Penelitian berlangsung selama satu bulan yang dimulai tanggal 18 Juni 2012 sampai 13 Juli 2012. data digambarkan dengan kata-kata atau kalimat dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan”. 4. metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif sejalan dengan pendapat Atar Semi (1990: 23) yang mengatakan bahwa “Penelitian kualitatif dilakukan dengan tidak mengutamakan pada angka-angka. Metode dan Desain Penelitian 1. dan pengonsepan laporan. dalam arti tidak mengubah jadwal yang berlaku c. Tingkat kemampuan baca rendah.

Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). dalam penelitian kualitatif juga perlu dipertimbangkan pendapat yang dikemukakan oleh Bog dan Taylor (Moleong. 2004: 3) menyatakan sebagai berikut: “Metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. yaitu: rencana (planning). Penjelasan dari bagan tersebut adalah sebagai berikut : Tahap 1: Menyusun Rancangan Tindakan (Planning) . tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan” 2.Selain itu. sehingga model penelitian yang digunakan adalah model daur (siklus) yang mencakup empat komponen. Rancangan penelitian seperti tergambar dari bagan berikut ini. observasi (Observation). tindakan (action) dan refleksi (reflection). Jadi dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan mengacu pada bentuk desain bercorak Penelitian Tindakan Kelas (Classroom action research).

Tahap 3: Pengamatan (Observation) Tahap ke-3. Dalam hal tahap menyusun rancangan ini. Bagian di atas dapat memperjelas bagaimana prosedur pelaksanaan penelitian dalam upaya memecahkan permasalahan. tidak dibuat-buat. baru kemudian pelaksanaan tindakan sebagai implementasi perencanaan tersebut. Tahap 4: Refleksi (Reflection) Tahap ke-4 merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Kegiatan ini sangat tepat dilakukan ketika guru pelaksana sudah selesai melakukan tindakan. Untuk mengatasi setiap permasalahan yang muncul atau mungkin terjadi dalam proses pembelajaran. yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat atau observer. dan harus pula berlaku wajar. yaitu mengenakan tindakan pembelajaran di kelas. baik oleh pelaku itu . guru harus selalu membuat perencanaan pembelajaran terlebih dahulu. sedangkan yang diminta melakukan pengamatan terhadap berlangsungnya proses/tindakan adalah observer (guru kelas A). peneliti menentukan titik atau fokus peristivva yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk diamati. Istilah berasal dari kata bahasa Inggris refIection. pengamatan dilakukan pada waktu tindakan berlangsung. Dalam penelitian kolaborasi. kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi kekurangan atau kelebihan pembelajaran yang telah selesai dilaksanakan dan merencanakan rancangan tindakan selanjutnya. Pelaksanaan tindakan selalu disertai dengan pengamatan.Dalam tahap ini penelitian dilakukan secara berpasangan antara pihak yang melakukan tindakan dengan pihak yang mengamati proses jalannya tindakan. Hal yang perlu diingat adalah bahwa dalam tahap ke-2 ini pelaksana guru harus ingat dan berusaha menaati apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan. Istilah untuk cara ini adalah penelitian kolaborasi. pihak yang melakukan tindakan adalah guru kelas A sendiri. Pengamatan ini tidak dapat dipisahkan dengan pelaksanaan tindakan. yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi pemantulan. kemudian membuat sebuah instrumen Tahap 2: Pelaksanaan Tindakan (Acting) Tahap ke-2 dari penelitian tindakan adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan.

Observasi dilakukan sebagai upaya mengumpulkan data. diagram batang. Tiap siklus meliputi 4 tahap yaitu perencanaan. 4. disederhanakan. Observer hendaknya tidak menyalahkan tetapi bersifat mendukung. rekan guru. Jika kegiatan yang disebut refleksi ini dilakukan dengan benar telah melibatkan semua yang terkait. Analisis trend (analisis perkembangan) digunakan untuk mengetahui perkembangan kemampuan membaca siswa dalam bentuk hasil tes baik tulis maupun lisan. 3. Prosedur Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). mendengar dan mencatat segala yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. dihitung nilai ratarata kelas dan yang disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi. JADWAL PENELITIAN . pelaksanaan. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan refleksi. Observer berperan melihat. baik dengan atau tanpa menggunakan alat bantu pengamatan. maka kegiatan pembelajaran atau pelaksanaan tindakan akan selalu bermuara pada hasil dari suatu tindakan yaitu penyusunan perencanaan dan tindakan perbaikan berikutnya. kepala sekolah atau yang lainnya. diorganisasikan secara sistematik dan rasional serta dengan teknik tri-angulasi akan diperoleh suatu kesimpulan. Dalam hal ini observer yang dimaksud juga boleh siswa.sendiri maupun oleh observer lain. Dari tiap siklus ini diamati kualitas proses pembelajaran yang terdiri dari aktifitas siswa dan guru. pengamatan dan refleksi. serta hasil belajar siswa yang diukur dari hasil test. I. Metode Analisa Data Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. bukan menilai dan setelah diperoleh data sesegera mungkin dilakukan diskusi balikan. Refleksi dilakukan secara bersama-sama untuk mengetahui hal-hal mana yang harus dipertahankan dan hal-hal mana yang masih harus ditingkatkan atau ditinggalkan. Dalam pelaksanaan diskusi tentang data yang diperoleh dari hasil pengamatan maupun dari tes akan diseleksi.

1.) .00 20. Penyusunan Instrumen 3. Penulisan Laporan Bahan: Pembelian ATK Lain-lain : 1. Analisis Data 2. PERSONALIA Peneliti Nama : Hastitik Nur Hanifa NIM :Jabatan : Guru TK A Instansi : TK Dharma Wanita Tanda Tangan : Observer Nama : NIP : Jabatan : Instansi : Tanda Tangan : K.00 BIAYA (Rp.00 100. 6. KOMPONEN BIAYA Komponen biaya yang diperlukan untuk penelitian ini antara lain sebagai berikut: NO.000. Pengolahan Data 5. 4. URAIAN Untuk Penyususnan : 1. Konsumsi 75. Penyusunan Proposal 2.00 20.NO 1.000.00 50.00 10.000. KEGIATAN Persiapan Pelaksanaan Pengolahan Data Pembuatan Laporan MINGGU III JUNI – JULI 2012 MINGGU IV MINGGU I MINGGU II J. 2.00 20. 3. Pengumpulan Data 4.00 20.000.000.000.000.000. 3.

00 Kepala TK Dharma Wanita Tangunan HAYATI. Penelitian Tindakan Kelas. Juni 2012 10.Bandung : Yrama Widya. Foto Copy JUMLAH Mojokerto. 2007. Zaenal.000. Persiapan Membaca dan Menulis melalui Permaianan di Taman Kana-Kanak. S. 2006. Jakarta: . 2. Suharsimi. Departemen Pendidikan Nasioanal.00 400. Jakarta: Bumi Aksara. Aqib. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan.Pd DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Menyetujui. (2001).4.000.

(2003). Tulungagung: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pedidikan Ilmu Pedidikan (STKIP) PGRI Tulungagung. Strategi Pengembangan Kreativitas Anak Taman Kanak-kanak.com/2008/11/penggunaan-dan-pengertian-metode-bagi.blogsp0t. Jakarta : Dirjen Dikti Depdikbud. Pusat Kurikulum. Pedoman Penulisan Skripsi dan Laporan Penelitian. Yeni. 20. 2003. Jakarta Rachmawati. Balitbang Depdiknas: 2003. & Kurniati. Jakarta : Grasindo. diakses 3 Juni 2012 Moleong. Munandar. Bahasa Indonesia Kelas 1. Dasar-dasar Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. . Eusis. Muhammad.Jaruki. UU Sistem Pendidikan Nasional No. Utami. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional. Dikti. 2008. (1995).html. 2001 dalam Anonymous. Jakarta. 2007. Standar Kompetensi Anak Usia Dini Taman Kanak-kanak & Raudhatul Athfal.http://yatna234.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful