P. 1
Proposal PTK TK

Proposal PTK TK

|Views: 9,658|Likes:
Published by Satria Dwi Saputra

More info:

Published by: Satria Dwi Saputra on May 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2013

pdf

text

original

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN METODE BERMAIN PADA SlSWA KELAS A DI TK DHARMA WANITA

TANGUNAN KECAMATAN PURI KABUPATEN MOJOKERTO SEMESTER l TAHUN PELAJARAN 2012 – 2011

Disusun Oleh: HASTITIK NUR HANIFA

PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) 2012 RAYON 114 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

tugas utama TK adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan. emosional dan kemandirian kognitif. Alur pemikiran tersebut tidak selalu sejalan dengan praktik kependidikan baik di TK ataupun SD di lndonesia. Pendahuluan Sebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003. Sebagai lembaga pendidikan prasekolah. fisik/motorik. TK tidak mengemban tanggung jawab utama dalam membelajarkan keterampilan membaca dan menulis. ayat 3 menyatakan bahwa Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) merupakan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal. Substansi pembinaan kemampuan Skolastik atau akademik ini haruslah menjadi tanggung jawab utama lembaga pendidikan sekolah dasar. membelajarkan persiapan membaca dan menulis di TK dapat saja dilaksanakan selama dalam batas-batas aturan pengembangan pra-Skolastik atau praakademik. TK merupakan lembaga pendidikan pra-skolastik atau pra-akademik. yang bertujuan membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai agama. Bidang Kajian Kemampuan membaca dan metode bermain C. Pada dasarnya. dalam hal ini bidang pengembangan berbahasa dan motorik. Pembelajaran persiapan membaca dan menulis di TK hendaknya dapat diberikan secara terpadu dalam program pengembangan kemampuan dasar.A. Judul MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN METODE BERMAIN PADA SISWA KELAS A DI TK DHARMA WANITA TANGUNAN KECAMATAN PURI KABUPATEN MOJOKERTO SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2012 – 2011 B. Pergeseran tanggung jawab dalam membelajarkan kemampuan Skolastik/akademik khususnya yang berhubungan dengan kemampuan membaca dan menulis ini seolah-olah telah bergeser dari sekolah dasar ke TK. dan seni untuk siap memasuki sekolah dasar. bahasa. terutama tes membaca dan menulis. Bahkan terdapat SD yang dengan sengaja mengajukan persyaratan atau tes masuk dengan menggunakan konsep akademik. . sosial. sikap/perilaku. tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan keterampilan agar anak dapat melanjutkan kegiatan belajar yang sesungguhnya di sekolah dasar. pasal 28. Itu artinya. Akibatnya banyak TK yang tidak lagi menjalankan fungsinya sebagai tempat bermain yang menyenangkan bagi anak.

khususnya tayangan asing ke dalam bahasa lndonesia. pengendalian diri. Penyelenggaraan Pendidikan TK disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak TK. Secara umum. akhlak mulia. Di samping itu.Dalam rangka memenuhi kebutuhan dan masa peka anak pada aspek perkembangan membaca dan menulis ini dapat disusun berbagai bentuk kegiatan pembelajaran membaca dan menulis bagi anak TK. Koran dan majalah. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. kepribadian. Pada hakikatnya pendidikan anak TK adalah pemberian upaya untuk menstimulasi. mengasuh. Membaca merupakan awal dan dasar dari kemampuan seseorang. upaya meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada diri siswa masih mengalami beberapa kendala yakni karena mahalnya bahan bacaan seperti buku. kecerdasan jamak (multiple intelegence). membimbing. tidak mungkin memiliki kemampuan matematik yang tinggi. . UU Sisdiknas (2003) pada pasal 1 ayat (14) menyatakan bahwa pendidikan anak TIU Usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang diajukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Berdasarkan Kompetensi membaca di tingkat pendidikan dasar merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. Pendidikan anak TK merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan baik koordinasi motorik (halus dan kasar). Merupakan salah satu penghambat untuk mengembangkan kebiasaan membaca. dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. Sesuai dengan keunikan dan penumbuhan anak TK. Apabila kemampuan membaca rendah dapat dipastikan bahwa kemampuan yang lain juga rendah. bangsa. Sesungguhnya yang paling penting adalah kemudahan mendapatkan bahan bacaan dan timbul keniatan pada diri seseorang akan pentingnya membaca. maupun kecerdasan spiritual. masyarakat. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. dan negara. kecerdasan.

Karakteristik tujuan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak rnemiliki lima bidang pengembangan yaitu: (1) pengembangan sikap dan nilai. Untuk mencapai kegiatan membaca tersebut diperlukan metode yang tepat. Penelitian ini penulis tuangkan dalam bentuk Proposal Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “Meningkatkan Kemampuan Membaca dengan Metode Bermain pada Siswa Kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Semester 1 Tahun Pelajaran 2011/2012. maka hal ini memungkinkan anak memperluas kemampuan memecahkan persoalan yang dihadapi dan memungkinkan anak belajar dari sesuatu yang telah dibacanya. Membaca adalah kemampuan memperluas cakrawala pengetahuan kita. memahami dan menafsirkan apa yang dibaca (Fawzia Aswin. . 1999: 18). (2) pengembangan bahasa. seseorang harus mampu memahami dan mereaksi apa yang baru saja dikatakan dan didengar. membaca merupakan dasar dari pada keterampilan bahasa lainnya Tarigan (dalam Tarigan 1987: 48) Pentingnya pemahaman terhadap suatu kata dalam interaksi komunikatif memang sangat nyata. pada usia TK kemampuan anak masih terbatas dalam memahami bahasa dari pandangan orang lain. dan (5) pengembangan seni. Semakin banyak dan sering anak membaca maka semakin berkembang pula keterampilan memahami kata. membaca dan menulis. Dengan latar belakang tersebut penulis merasa tertarik untuk meneliti tentang pembelajaran kemampuan membaca dengan Metode Bermain. Akselerasi perkembangan bahasa anak terjadi sebagai hasil perkembangan fungsi simbolis Hetherington (dalam Mocslichatocn. guru dapat menggunakan strategi / metode pembelajaran yang memungkinkan anak dapat mengembangkan keterampilan berbicara.H. Untuk mengembangkan kemampuan berbahasa. Metode bermain merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menyenangkan karena anak mendapat pengalaman langsung yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak TK. Berdasarkan karakteristik dan aspek pengembangan kebahasaan. Dengan mahir membaca akan timbul keinginan menemukan bacaan. mendengar. 1999). Metode bermain merupakan salah satu metode yang banyak di pergunakan di Taman Kanak-Kanak. (3) pengembangan kognitif (4) pengembangan fisik dan motorik. Untuk dapat terlibat dalam suatu komunikasi. Jika pengembangan simbol bahasa telah berkembang. tidaklah mengherankan apabila para ahli menyimpulkan. Konsekwensinya pembelajaran perlu melatih keterampilan membaca. Oleh karena itu.

Tujuan Khusus Diharapkan siswa dapat menumbuh kembangkan kemampuan membaca menjadi sebuah minat. Tujuan Penelitian 1. Bagaimana keaktifan siswa dalam pembelajaran kemampuan metode bermain pada siswa kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2011/2012? 2. Manfaat Penelitian 1. Pemecahan Masalah Siswa yang mendapatkan pengetahuan dari lingkungan secara langsung melalui pembelajaran yang menyenangkan lewat metode bermain tentunya akan menghasilkan atau menguasai materi (dalam hal ini kemampuan membaca) yang lebih baik karena materi didapat dengan permainan yang menyenangkan. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas. Rumusan Masalah dan Pemecahan Masalah 1. peneliti akan mencoba membuat rumusan masalah sebagai berikut : 1. F.D. Memberikan motivasi dan dorongan untuk kemampuan membaca pada anak. kegemaran. . Hipotensis Hipotensis yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah : Melalui metode bermain dapat meningkatkan kemampuan mcmbaca pada siswa kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2011/2012 E. Bagaimana hasil pembelajaran kemampuan membaca dengan metode bermain pada siswa kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2011/2012? 2. Tujuan Umum Guna meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelompok A di TK Dharma Wanita Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2011/2012. 2. dan kebiasaan positif baik di sekolah. 3. di keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Manfaat Bagi Siswa a.

siswa dapat berperan aktif dan bertanggung jawab dalam mengembangkan kemajuan belajar mereka sendiri. Pengembangan sikap dan nilai. Dengan kemampuan membaca pemahaman. Kompetensi Dasar Membaca Sesuai dengan Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak & Raudhatul Athfal (RA) tentang membaca tertuang dalam Standar Kompetensi SK : 2. c. Manfaat Bagi Guru a. Pengembangan kognitif d. guru dapat menggunakan berbagai macam teknik. benar. b. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan belajar mengajar. G.b. Karakteristik Tujuan Pembelajaran di TK Karakteristik tujuan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak memiliki empat bidang pengembangan yaitu: a. efektif dan efisien 3. Sebagai fasilitator. Dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang bersifat dinamis dan menyenangkan c. Anak mampu mendengarkan. membimbing dan mengarahkan siswa agar terampil dalam membaca pemahaman secara baik. Meningkatkan prestasi sekolah melalui peningkatan prestasi belajar siswa dan prestasi kinerja guru. b. Pengembangan bahasa c. Pengembangan fisik dan motorik e. b. 2. metode. dan pendekatan dalam pembelajaran membaca. Kompetensi Dasar (KD) : 2. Kajian Pustaka 1. Manfaat Bagi Sekolah a.2 Dapat . berkomunikasi secara lisan. efektif dan psikomotorik dalam konteks pembelajaran. memiliki perbendaharaan kata dan mengenal simbol-simbol yang melambangkannya. Mengevaluasi hasil akhir pembelajaran dengan upaya membina. Meningkatkan kemampuan kognitif. Pengembangan seni 2.

(Pusat Kurikulum. Pada periode ini anak harus didorong untuk mengembangkan prakarsa. Jika anak tidak mendapat hambatan dari lingkungannya. suatu proses evolusi manusia dari ketergantungan menjadi makhluk dewasa yang mandiri. seperti kesenangan untuk mengajukan pertanyaan dari apa yang dilihat. Erikson (Helms & Turner. dan interaksi baik dengan sesama maupun dengan benda-benda dalam lingkungan hidupnya. Guru yang selalu menolong. yang merupakan sosok individu yang sedang berada dalam proses perkembangan. serta terhadap aspek-aspek sosial kehidupan. menurut Erikson dapat membuat anak tidak mendapatkan kesempatan untuk berbuat kesalahan atau belajar dari kesalahan. 1994164) memandang periode usia 4-6 tahun sebagai fase . dan membantu mengerjakan sesuatu padahal anak dapat melakukannya sendiri. Misalnya masa peka untuk berbicara pada periode ini tidak terlewati maka anak akan mengalami kesukaran dalam kemampuan berbahasa untuk periode selanjutnya. didengar dan dirasakan. perasaan. memberi nasehat. dan hal-hal yang produktif dalam bidang yang disenanginya. Erik 1-1. Perkembangan anak adalah suatu proses perubahan dimana anak belajar menguasai tingkat yang lebih tinggi dari aspek-aspek : gerakan. . mengenal bahwa ada hubungan antara bahasa lisan dengan tulisan (pra membaca). Karakteristik anak TK Anak taman kanak-kanak adalah anak yang sedang berada dalam rentang usia 4-6 tahun. maka anak akan mampu mengembangkan prakarsa.sensre ofinitiative.menceritakan gambar (pra membaca). 1978113) berpendapat bahwa usia 3-6 tahun merupakan periode sensitif atau masa peka pada anak. berjalan. sensitivitas terhadap obyek-obyek kecil dan detail. yaitu suatu periode dimana suatu fungsi tertentu perlu dirangsang. Masa-masa sensitif anak pada usia ini menurut Montessori mencakup sensitivitas terhadap keteraturan lingkungan. Perkembangan anak merupakan proses perubahan perilaku dari tidak matang menjadi matang. diarahkan sehingga tidak terhambat perkembangannya. dari sederhana menjadi kompleks. Beberapa ahli dalam bidang pendidikan dan psikologi memandang periode usia dini merupakan periode yang penting yang perlu mendapat penanganan sedini mungkin. mengeksplorasi lingkungan dengan lidah dan tangan. berpikir. dan daya kreatifnya. Hurloek. Balitbang Depdiknas 2003) 3. Maria Montessori (Elizabeth B.

Froebel (Roopnaire. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. cara/tujuan. J. Untuk melepaskan dorongan yang tidak dapat diterirna.L & Jhonson J. Untuk menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng. Untuk mengembangkan sosial anak. maka anak akan berkembang secara wajar. Kelenturan. • Menyempurnakan keterampilan memecahkan masalah. bermain itu perilaku yang lentur. Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidup yang nyata. Pengaruh positif tingkah laku itu menyenangkan atau menggembirakan untuk dilakukan. dan merupakan masa pembentukan dalam periode kehidupan manusia (a noble and malleable phase of human life). Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan sangat pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Fungsi bermain bagi anak TK. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. Anak memiliki dunia dan karakteristik tersendiri yang jauh berbeda dari dunia dan karakteristik orang dewasa.E 1993:56) berpendapat bahwa masa anak merupakan suatu fase yang sangat penting dan berharga. Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. 4. antusias dan hampir selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya. Untuk kilas balik pesan-pesan yang biasa dilakukan. Oleh karenanya masa anak sering dipandang sebagai masa emas (golden age) bagi penyelenggaraan pendidikan. Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang berkembang secara wajar. Mencerminkan pertumbuhan. Beberapa fungsi bermain : • Mempertahankan keseimbangan • Menghayati berbagai pengalaman yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari • Mengantisipasi peran yang akan dilakukan di masa yang akan datang • Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari. . seolah-olah tak pernah berhenti untuk belajar. Metode Bermain Anak TK Motivasi lntrinsik tingkah laku bermain dimotivasi dari dalam diri anak. Tingkah laku itu bukan dilakukan sambil lalu. Anak sangat aktif. dinamis. • Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain. Masa anak merupakan fase yang sangat fundamental bagi perkembangan individu karena pada fase inilah terjadinya peluang yang sangat besar untuk pembentukan dan pengembangan pribadi seseorang. Menurut Froebel. jika orang dewasa mampu menyediakan suatu “taman” yang dirancang sesuai dengan potensi dan bawaan anak.

Bermain secara soliter 2. Implementasi Metode Bermain dalam pembelajaran Membaca di TK Permainan membaca anak TK meliputi kemampuan mendengar. 4. mengadakan penggolongan kegiatan bermain sesuai dengan dimensi perkembangan sosial anak dalam bentuk : 1. 6. 4. Bermain asosiatif. berapa. Bermain secara paralel 3. berbicara dan membaca gambar. Penggolongan Kegiatan Bermain Anak TK. Bermain dengan cara membangun atau menyusun. 4. 3. melihat dan memahami. 2. Bermain secara kooperatif. 2. Penggolongan kegiatan bermain sesuai dengan dimensi perkembangan sosial anak. a. Gorden & Browne 1985. mengapa. Kegiatan bermain berdasarkan pada kegemaran anak yaitu bermain bebas dan spontan : 1.5. . 5. 6 kalimat yang sudah diceritakan guru Mendengar cerita dan menceritakan kembali secara sederhana Melengkapi kalimat sederhana yang sudah dimulai guru. dan bagaimana Menjawab pertanyaan tentang cerita pendek 5 sd. b. Bermain bebas dan spontan.d 4 urutan angka/kata Mengikuti beberapa perintah secara berurutan Menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa. Kemampuan Mendengar Kemampuan mendengar merupakan kemampuan untuk dapat mendeskripsi-kan alam sekitar dan mendengar pendapat orang lain dengan indera pendengaran. Melanjutkan cerita/sajak sederhana yang sudah dimulai guru. Kemampuan ini berkaitan dengan kesanggupan anak menangkap isi pesan dari orang lain secara benar. 7. 6. Bertanding atau berolahraga. a. Bermain pura-pura. di mana. Menirukan kembali 2 s. Termasuk dalam kelompok kemampuan ini adalah: 1. 3.

Termasuk dalam kelompok kemampuan ini adalah: 1. warna atau menurut ciri-ciri tertentu. Mengenal bunyi huruf akhir dari kata-kata yang berarti. di luar. dan sebagainya. jongkok. Menyebutkan berbagai bunyi/ suara tertentu. di atas. Menghubungkan gambar/benda dengan kata. misalnya duduk. 5. Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri 4-6 gambar. 8. Kemampuan Melihat dan Memahami Kemampuan melihat merupakan kemampuan anak untuk dapat menghayati dan mengamati alam dengan menggunakan indera penglihatan. baju. Menunjuk. Mengenal suara huruf dari kata yang berarti. dan tanaman yang mempunyai bentuk. makan. 7. Menyebutkan sebanyak-banyaknya kegunaan dari suatu benda. dan sebagainya. Menghubungkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. malam. 4. di bawah.8. Kemampuan Berbicara (Berkomunikasi) Kemampuan berbicara merupakan kemampuan anak untuk berkomunikasi secara lisan dengan orang lain. 3. b. ayam. 9. batu. 10. 9. berlari. binatang. Kemampuan ini merupakan bentuk kesanggupan anak melihat benda atau peristiwa serta memahami hal-hal yang berkaitan dengan benda atau peristiwa yang dilihatnya. 10. dan sebagainya. 2. 6. menyebut. c. biji. Mengenal kata-kata yang menunjukkan posisi di dalam. dan memperagakan gerakan-gerakan sederhana. Menceritakan gambar yang telah disediakan. Bercerita tentang gambar yang telah dibuat sendiri. Kemampuan ini memberikan gambaran tentang kesanggupan anak menyusun berbagai kosa kata yang telah dikuasai menjadi suatu rangkaian pembicaraan secara berstruktur. Bercerita tentang kejadian di sekitamya secara sederhana. misalnya: bola. Menyebut sebanyak-banyaknya nama benda. Termasuk dalam kelompok kemampuan ini adalah: . misalnya: kolam. menangis.

8. Bicara lancar dengan kalimat sederhana. Termasuk dalam kemampuan ini adalah: 1.1. Bercerita tentang gambar yang dibuat sendiri. 4. 12. yang berjumlah 12 siswa yang terdiri 7 orang siswa perempuan dan 5 orang siswa laki . Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri. Membaca gambar yan memiliki kata atau kalimat sederhana H. Pemilihan subjek penelitian sebagai tempat dilaksanakannya penelitian didasarkan atas beberapa pertimbangan. 3.laki. Melanjutkan cerita/sajak sederhana yang sudah dimulai guru. 9. 10. 7. Memberikan keterangan atau informasi tentang suatu hal. 3. Bercerita tentang gambar yang dibuat sendiri. 2. Membaca Gambar Kemampuan ini mengungkapkan kesanggupan anak membaca sesuatu dengan menggunakan gambar. dan bagaimana secara sederhana. Kemampuan ini sebagai tahap awal dalam membaca permulaan. 6. 11. Menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa. Menyebutkan sebanyak-banyaknya kegunaan dari suatu benda. 2. Membuat sebanyak-banyaknya kata dari suku kata awal yang disediakan bentuk lisan. Menceritakan gambar yang telah disediakan Menyanyikan beberapa lagu anak-anak. Subyek Penelitian Adapun subyek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas A TK Dharma Wanita 1. Rencana dan Prosedur Penelitian 1. yaitu sebagai berikut: . berapa. d. Mengucapkan beberapa sajak sederhana. Bercerita tentang kejadian di sekitamya secara sederhana. Tempat Penelitian Penelitian yang berjudul “Meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelompok A diadakan di TK Dharma Wanita yang beralamat di Dcsa Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto” b. Rencana Penelitian a. mengapa. Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri. 5. di mana.

metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif sejalan dengan pendapat Atar Semi (1990: 23) yang mengatakan bahwa “Penelitian kualitatif dilakukan dengan tidak mengutamakan pada angka-angka. Waktu Penelitian Penelitian berlangsung selama satu bulan yang dimulai tanggal 18 Juni 2012 sampai 13 Juli 2012. Penelitian yang dilaksanakan tidak akan mengganggu tugas utama Penelitian dilaksanakan di kelas sendiri dengan alasan tidak akan peneliti sebagai guru. . Dasar pertimbangan lain digunakannya metode deskriptif kualitatif ini adalah seperti pendapat yang dikatakan Moleong (2004: 5) sebagai berikut: “Pertama menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. Peneliti merupakan salah seorang staf pengajar di TK Dharma Wanita. Metode dan Desain Penelitian 1. Waktu 24 hari efektif tersebut difokuskan pada kegiatan persiapan pengumpulan data. Hal ini sejalan pula dengan pendapat yang dikemukakan oleh Arikunto (1991: 195) menegaskan bahwa “Dalam penelitian kualitatif. 2.1. sehingga peneliti lebih memahami keadaan. dan pengonsepan laporan. kedua motode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden. dalam arti tidak mengubah jadwal yang berlaku c. mengubah aturan yang sudah ditentukan. Tingkat kemampuan baca rendah. karakteristik permasalahan yang dihadapi sekolah ini jika dibandingkan dengan mengadakan penelitian di sekolah lain. tetapi mengutamakan hubungan antar konsep yang sedang dikaji secara empiris”. data digambarkan dengan kata-kata atau kalimat dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan”. Penelitian dilakukan sesuai dengan jadwal yang berlaku di TK Dharma Wanita terutama yang berkaitan dengan bidang pengembangan bahasa. pengorganisasian. 4. Metode penelitian Penelitian yang penulis lakukan bercorak penelitian tindakan kelas. d. ketiga metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap nilai yang dihadapi”. 3.

observasi (Observation). Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan mengacu pada bentuk desain bercorak Penelitian Tindakan Kelas (Classroom action research). Jadi dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis. sehingga model penelitian yang digunakan adalah model daur (siklus) yang mencakup empat komponen. tindakan (action) dan refleksi (reflection). Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). 2004: 3) menyatakan sebagai berikut: “Metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. dalam penelitian kualitatif juga perlu dipertimbangkan pendapat yang dikemukakan oleh Bog dan Taylor (Moleong. Rancangan penelitian seperti tergambar dari bagan berikut ini. yaitu: rencana (planning).Selain itu. tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan” 2. Penjelasan dari bagan tersebut adalah sebagai berikut : Tahap 1: Menyusun Rancangan Tindakan (Planning) .

kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi kekurangan atau kelebihan pembelajaran yang telah selesai dilaksanakan dan merencanakan rancangan tindakan selanjutnya. Tahap 3: Pengamatan (Observation) Tahap ke-3. pihak yang melakukan tindakan adalah guru kelas A sendiri. Dalam penelitian kolaborasi. Istilah berasal dari kata bahasa Inggris refIection. pengamatan dilakukan pada waktu tindakan berlangsung. Dalam hal tahap menyusun rancangan ini. Tahap 4: Refleksi (Reflection) Tahap ke-4 merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. guru harus selalu membuat perencanaan pembelajaran terlebih dahulu. yaitu mengenakan tindakan pembelajaran di kelas. baru kemudian pelaksanaan tindakan sebagai implementasi perencanaan tersebut. peneliti menentukan titik atau fokus peristivva yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk diamati. Untuk mengatasi setiap permasalahan yang muncul atau mungkin terjadi dalam proses pembelajaran. sedangkan yang diminta melakukan pengamatan terhadap berlangsungnya proses/tindakan adalah observer (guru kelas A). baik oleh pelaku itu . Kegiatan ini sangat tepat dilakukan ketika guru pelaksana sudah selesai melakukan tindakan. Pelaksanaan tindakan selalu disertai dengan pengamatan. kemudian membuat sebuah instrumen Tahap 2: Pelaksanaan Tindakan (Acting) Tahap ke-2 dari penelitian tindakan adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan. yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi pemantulan. Hal yang perlu diingat adalah bahwa dalam tahap ke-2 ini pelaksana guru harus ingat dan berusaha menaati apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan. Bagian di atas dapat memperjelas bagaimana prosedur pelaksanaan penelitian dalam upaya memecahkan permasalahan. yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat atau observer. dan harus pula berlaku wajar. Istilah untuk cara ini adalah penelitian kolaborasi. Pengamatan ini tidak dapat dipisahkan dengan pelaksanaan tindakan. tidak dibuat-buat.Dalam tahap ini penelitian dilakukan secara berpasangan antara pihak yang melakukan tindakan dengan pihak yang mengamati proses jalannya tindakan.

Observer berperan melihat. maka kegiatan pembelajaran atau pelaksanaan tindakan akan selalu bermuara pada hasil dari suatu tindakan yaitu penyusunan perencanaan dan tindakan perbaikan berikutnya. Dari tiap siklus ini diamati kualitas proses pembelajaran yang terdiri dari aktifitas siswa dan guru. Observer hendaknya tidak menyalahkan tetapi bersifat mendukung. Refleksi dilakukan secara bersama-sama untuk mengetahui hal-hal mana yang harus dipertahankan dan hal-hal mana yang masih harus ditingkatkan atau ditinggalkan. pelaksanaan. diorganisasikan secara sistematik dan rasional serta dengan teknik tri-angulasi akan diperoleh suatu kesimpulan. mendengar dan mencatat segala yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan refleksi. baik dengan atau tanpa menggunakan alat bantu pengamatan. pengamatan dan refleksi. 4. Dalam pelaksanaan diskusi tentang data yang diperoleh dari hasil pengamatan maupun dari tes akan diseleksi. kepala sekolah atau yang lainnya. dihitung nilai ratarata kelas dan yang disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi. disederhanakan. bukan menilai dan setelah diperoleh data sesegera mungkin dilakukan diskusi balikan. Jika kegiatan yang disebut refleksi ini dilakukan dengan benar telah melibatkan semua yang terkait. I. serta hasil belajar siswa yang diukur dari hasil test. Tiap siklus meliputi 4 tahap yaitu perencanaan. Dalam hal ini observer yang dimaksud juga boleh siswa. Prosedur Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). 3. JADWAL PENELITIAN .sendiri maupun oleh observer lain. rekan guru. Observasi dilakukan sebagai upaya mengumpulkan data. diagram batang. Metode Analisa Data Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Analisis trend (analisis perkembangan) digunakan untuk mengetahui perkembangan kemampuan membaca siswa dalam bentuk hasil tes baik tulis maupun lisan.

00 20. Konsumsi 75.000. 4.00 20. 6.00 10.00 20.000.NO 1.00 50. Pengolahan Data 5. 3.00 20. 3.000. 2.00 100. Pengumpulan Data 4. Analisis Data 2. Penyusunan Proposal 2.000.000.000. 1. KOMPONEN BIAYA Komponen biaya yang diperlukan untuk penelitian ini antara lain sebagai berikut: NO. KEGIATAN Persiapan Pelaksanaan Pengolahan Data Pembuatan Laporan MINGGU III JUNI – JULI 2012 MINGGU IV MINGGU I MINGGU II J. URAIAN Untuk Penyususnan : 1. Penulisan Laporan Bahan: Pembelian ATK Lain-lain : 1.00 BIAYA (Rp. PERSONALIA Peneliti Nama : Hastitik Nur Hanifa NIM :Jabatan : Guru TK A Instansi : TK Dharma Wanita Tanda Tangan : Observer Nama : NIP : Jabatan : Instansi : Tanda Tangan : K.) .000.000. Penyusunan Instrumen 3.

4. (2001). Foto Copy JUMLAH Mojokerto. Suharsimi. Persiapan Membaca dan Menulis melalui Permaianan di Taman Kana-Kanak.Pd DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Zaenal.000. Juni 2012 10.00 Kepala TK Dharma Wanita Tangunan HAYATI. Menyetujui. Aqib.Bandung : Yrama Widya. 2006. 2.00 400. Penelitian Tindakan Kelas. S. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan.000. 2007. Departemen Pendidikan Nasioanal. Jakarta: . Jakarta: Bumi Aksara.

Jakarta : Grasindo.http://yatna234. Jakarta Rachmawati. (2003). Dasar-dasar Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. 2007. UU Sistem Pendidikan Nasional No. Munandar. (1995).html. 20.blogsp0t. 2003. 2001 dalam Anonymous. Eusis. Jakarta. . Standar Kompetensi Anak Usia Dini Taman Kanak-kanak & Raudhatul Athfal. Bahasa Indonesia Kelas 1. & Kurniati. Utami. Pedoman Penulisan Skripsi dan Laporan Penelitian. Balitbang Depdiknas: 2003.com/2008/11/penggunaan-dan-pengertian-metode-bagi. Strategi Pengembangan Kreativitas Anak Taman Kanak-kanak. Jakarta. 2008.Jaruki. Tulungagung: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pedidikan Ilmu Pedidikan (STKIP) PGRI Tulungagung. Pusat Kurikulum. Muhammad. Jakarta : Dirjen Dikti Depdikbud. Departemen Pendidikan Nasional. diakses 3 Juni 2012 Moleong. Yeni. Dikti.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->