P. 1
Proses Spermatogenesis

Proses Spermatogenesis

|Views: 93|Likes:

More info:

Published by: Ayhue Damaiyanty Yua on May 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2012

pdf

text

original

Proses Spermatogenesis

Proses spermatogenesis terjadi didalam tubula seminiferus testis. Proses ini dimulai dari proses diferensiasi sel-sel germinal primordial menjadi spermatogonium. Spermatogonium ini mempunyai jumlah kromososm diploid (2n). Spermatogonia ini menempati membran basah atau bagian terluar dari tubulus seminiferus. Spermatogonia ini akn mendapatkan nutrisi dari sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer. Spermatogonia akan bermitosis berkali-kali mebentuk spermatosit primer. Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti selnya dan mengalami meiosis. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit sekunder (Anonim, 2009 (a)). (Barlian dkk, 2009) Proses pembentukan spermatosit sekunder, dimulai saat spermatosit primer menjauhi dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak, dan terjadilah meiosis pertama membentuk dua spermatosit sekunder yang masing-masing memiliki kromososm haploid (1n). Proses meiosis pertama ini langsung diikuti dengan pembelahan meiosis kedua yang membentuk empat spermatid masingmasing dengan kromosom haploid. Akhirnya spermatid akan bertranformasi membentuk spermatozoa. Proses spermatogenesis ini terjadim pada suhu normal tetapi lebih rendah dari pada suhu tubuh, dan proses ini juga dipengaruhi oleh sel sertoli (Isnaeni, 2006). Jadi jika dilihat dari tahapannya, proses spermatogenesis dibagi menjadi tiga tahapan : 1. Tahapan Spermatocytogenesis Yaitu tahapan dimana spermatogonia bermitosis menjadi spermatid primer, proses ini dipengarui oleh sel sertoli, dimana sel sertoli yang meberi nutrisi-nutrisi kepada spermatogonia, sehingga dapat berkembang menjadi spermatosit. 1. Tahapan Meiosis Merupakan tahapan spermatosit primer bermiosis I membentuk spermatosis sekunder dan langsung terjadi meiosis II yaitu pembentukan spermatid, dari spermatosit sekunder. Proses ini terjadi saat spermatosit primer menjauhi lamina basalis, dan sitoplasma semakin banyak. 1. Tahapan Spermiogenesis Merupakan tahapan terakhir pembentukan spermatozoa, dimana terjadi transformasi dari spermatid menjadi spermatozoa. Tahapan ini terdiri dari empat fase : yaitu fase golgi, fase tutup. fase akrosom, dan fase pematangan (Anonim, 2009 (b)). (Barlian, dkk, 2009) Setelah terbentuk spermatozoa, Sperma ini terdiri dari tiga bagian yaitu kepala sperma, leher sperma, dan ekor sperma.

1. mesenterium ini menjadi ligamentum genitalis kaudal. FSH pada khusunya berfungsi pada pembentukan spermatid menjadi spermatozoa.A. Kearah kaudal. B. yang berfungsi untuk merangsang hipofisis atau pituitary bagian anterior untuk mengeluarkan FSH dan LH. Selama proses penurunannya. Sruktur lain yang berjalan dari kutub kaudal testis adalah gubernakulum yaitu pemadatan mesenkim yang kaya matriks ekstraseluar. pada bagian ini banyak mengandung mitokondria. Testosteron : Merupakan hormone yang terletak dan dihasilakn oleh testis tepatnya hormone ini dikeluarkan oleh sel leydig). testis diselubungi oleh perpanjangan peritoneum (prosessus vaginalis) yang mengarah ke skrotum fetal. 2006). 2003). C. dengan terjadinya degenerasi mesonefros pita pelekat tersebut berguna sebagai mesenterium untuk gonad. jadi ABP juga berfungsi memacu pembentukan sperma. 5. pada manusia sekitar bulan ketujuh. FSH (Follicle Stimulating Hormone) : Hormon ini juga disekresikan oleh kelenjar hipofisis bagian anterior. Testis turun ke bawah di belakang prosessus vaginalis yang normalnya terobliterasi pada saat kelahiran membentuk pelapis testis paling . Hormon ini berfungsi untuk merangsang sel-sel leydig agar mensekresikan hormone testosterone (Syamsuri. dan berfungsi untuk mempengaruhi dan merangsang perkembangan tubulus seminiferus dan sel sertoli untuk menghasikan ABP (Androgen Binding Protein/protein pengikat androgen) yang berfungsi untuk mengikat estrogen dan testosterone dan membawa kedua hormone tersebut ke dalam cairan tubulus seminiferus.  Mekanisme Descendens Testiculorum Dilihat penurun testes secara embriologi. Selanjutnya testis akan turun mencapai cincin inguinal interna. hormone ini berfungsi untuk pematangan sperma ( Anonim. sehingga sperma dapat bergerak aktif. 2009 (a)). bagian ini merupakan alat gerak sperma menuju ovum (Syamsuri. 2. dan kemudian baru akan melewati kanalis inguinalis menuju ke scrotum. Pada bagian ini juga terdapat inti sperma yang menyimpan sejumlah kode/informasi genetik yang akan diwariskan kepada keturunannya. LH (Luteinizing Hormone) : Hormon ini disekresikan oleh kelenjar hipofisis bagian anterior. Kepala sperma. Estrogen : Hormon ini dihasilkan oleh sel-sel sertoli. Pelepasan hormone ini dikendalikan oleh hormone LH (Luteinizing Hormone) (Isnaeni. pada kepala sperma terdapat akrosoma yang terbentuk dari badan golgi dan mengandung enzim hialuronidase yang berfungsi untuk melisiskan bentuk telur. 3. Hormone ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi serta cirri seks sekunder pada hewan jantan dan hormone ini terutam bertanggung jawab pada pembentukan spermatosit sekunder.  Hormon Reproduksi pada hewan jantan. fungsi dan letak. Leher Sperma. GnRH : Hormon ini dihasilkan oleh hipotalamus. 2003). 4. sehingga tempat ini merupakan tempat oksidasi sel untuk membentuk energi. Ekor Sperma. testis dan mesonefros dilekatkan pada dinding belakang perut melalui mesenterium urogenital.

Penahanan ini mencegah testis untuk bergerak naik seperti halnya ovarium pada betina. testis bermigrasi dari area inguinalis interna menuju skrotum. Lebih mudahnya penurunan testes terjadi melalu dua tahap atau dua fase.dalam (tunica vaginalis). pertambahan tekanan intrabdomen yang disebabkan pertumbuhan organ mengakibatkan turunnya testis melalui canalis inguinalis dan regresi bagian ekstraabdomen gubernakulum menyempurnakan pergerakan testis masuk ke dalam skrotum. Fase inguino-skrotal ini tergantung pada androgen. Gubernakulum akan membesar dan akan menyebabkan pelebaran pada canalis inguinalis. Faktor yang mengendalikan testis antara lain pertumbuhan keluar bagian ekstraabdomen gubernakulum menimbulkan migrasi intrabdomen. 2008)  Penyebab Cristochisdismus . Proses ini juga dipengaruhi oleh hormon androgen dan MIS ( mullerian inhibiting substances). yaitu fase penurunan transabdominal dan fase migrasi inguino-scrotal. Dan faktor-faktor yang mempengaruhi turunnya testes adalah Faktor yang mempengaruhi fase I (penurunan testis transabdominal) INSL-3 LGR-8 Estrogen Faktor yang mempengaruhi fase II (inguino-skrotal) Androgen Androgen Receptor Gen Gonadotropin Genoito Femoral Nerve Calcitonin Gene Related Peptide (CGRP) Faktor lainnya HoxA10 AMH AMH receptor Gene (Fajrin. Pada fase pertama testis tertahan di annulus inguinalis internus oleh ligamentum kaudal yang disebut dengan Gubernakulum. Kemudian pengerutan dari gubernakulum dan adanya tekanan intra abdominal yang tinggi yang dapat mendesak testis untuk bergerak melalui canalis inguinalis. Perkembangan gubernakulum tergantung pada Insuline-Like Hormone 3 (INSL-3) dan reseptornya yaitu Leucine-rich repeat-containing G protein coupled receptor 8 (LGR-8). Pada fase yang kedua.

namun hanya sampai di daerah inguinal saja. yang merupakan not trully undescended testicle. www. Spermatogenesis. Jika dilihat dari segi medis. (diakses pada tanggal 17 Juni 2009) Anonim. Unilateral cryptorchismus adalah suatu keadaan dimana hanya satu testis saja yang turun dan masuk ke dalam scrotum. Ectopic Testicle. 2009 (a). yaitu : 1. sedangkan bila kedua testis tidak berada di dalam scrotum. Cryptorchidism juga muncul pada beberapa sindrom lain seperti Down.net/mapok/mp_files/swf/f74. 2008). maka keadaan itu disebut sebagai bilateral cryptorchismus. miksi di annulus interna dan canalicular testis.com/forum/index. 2008. termasuk intra abdominal. Hal ini berarti fase transabdominal telah terganggu.kittenspark. Pada sindrom ini. Terjadinya indrom duktus mullerian persisten disebabkan oleh abnormalitas pada hormone anti-mullerian dan reseptornya.Cryptorchisdismus merupakan keadaan dimana satu atau kedua testis tidak turun ke dalam kantong scrotum. Kadang-kadang testis dapat keluar dari abdomen. True undescended testicles.e-dukasi. yang memiliki insersi gubernakulum yang abnormal 3. bahwasanya INSL-3 juga berperan penting pada proses penurunan testis pada fase 2. Hal ini juga bisa terjadi akibat tidak sempurnanya atau tidak memadainya besarnya saluran sehingga testis tidak dapat melewatinya. Efek dari mpasial androgen. 2. Cryptorchidism dapat dikelompokkan berdasarkan temuan fisik dan operatif. yang berada sepanjang jalur penurunan normal dan memiliki insersi gubernakulum yang normal. 2008). karena fase inguino scrotal tergantung pada androgen 1. hal ini menurut penelitian terbukti. penyakit ini disebabkan karena beberapa faktor 1. 2008). karena tidak ada terapi hormone atau operasi yang dibutuhkan pada kondisi ini (Fajrin. namun merupakan kelainan yang berhubungan dengan faktor genetik (Koesharyono.php?f=34&t=1146&rb_v=viewtopic&start=15. http://www. Adanya mutasi gen pada gen INSL-3 dan LGR-8.swf (diakses pada tanggal 11 Juni 2009) . dan ditemukan juga bahwa gubernakulum terlah mengalami feminisasi pada sindrom ini. atau didalam hernia inguinal bersama dengan aksesori organ reproduksi perempuan dan testis kolateral. Kelainan anatomi tersebut juga masih berhubungan dengan faktor genetik (Anonim. sehingga testis tersebut tidak dapat turun ke scrotum pada waktunya. Criptorchid. Retractile Testicle. Daftar Pustaka Anonim. Cryptorchidismus ini diduga bukan merupakan penyakit. prune belly dan Prader-Willi. 2. lokasi testis dapat di intra abdominal.

com/2008/08/undescended-testis-cryptorchidism. Spermatogenesis vs Oogenesis. Biologi SMA kelas IX.Anonim. Jakarta. Istamar. dr. (diakses pada tanggal 17 Juni 2009) Isnaeni. 2006. dkk. Erlangga. http://www. Undescended Testis (Cryptorchidism). (diakses pada tanggal 11 Juni 2009) Barlian.cox.html. wiwi.php?ArtCat=61 (diakses pada tanggal 17 Juni 2009) Syamsuri. . SITH ITB : Bandung. Fisiologi Hewan. Penanganan Kasus Cryptorchismus (Testis Mono) Pada Anjing. Gametogenesis. 2003. www.fig.anjingkita. Penerbit Kanisius : Yogyakarta. Koesharyono. http://dokterkharisma. 2009 (b).blogspot.com/wmview.edu. drh. 2008. Fajrin.miami. 2008. 2009.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->