P. 1
diktat kosmetik (1)

diktat kosmetik (1)

|Views: 6,250|Likes:

More info:

Published by: Taramitha Octoverina Aira on May 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2015

pdf

text

original

Sediaan Kosmetika

BAB I ( KOSMETIKA BAYI dan WANGI-WANGIAN ) PENDAHULUAN Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan peradaban manusia maka bertambah pula kebutuhan manusia dalam berbagai bidang, khususnya kosmetika. Dalam peradaban sekarang kosmetika tidak hanya dibutuhkan untuk kaum wanita saja, tapi juga dibutuhkan untuk semua golongan dan semua umur. Kosmetika dibutuhkan untuk berbagai keperluan tubuh yaitu sebagai pembersih tubuh, pengharum tubuh, memperelok atau memperindah penampilan. Sediaan mengenai kosmetik juga mengalami perkembangan yaitu bentuk gel, aerosol, lotio,cream dan lain sebagainya. Singkat kata, era zaman sekarang ini sangat membutuhkan keberadaan dan manfaat dari kosmetik. Kosmetika untuk bayi dan wangi-wangian yang akan diulas dalam makalah ini mengemukakan mengenai macam-macam sediaan kosmetika wangiwangian dan untuk bayi yang beredar sekarang. Sebagai contoh sediaan kosmetika untuk bayi adalah shampo bayi, bedak bayi, minyak bayi dan krim bayi. Sedangkan untuk wangi-wangian dapat berupa aerosol, larutan maupun bentuk sedian setengah padat misalnya gel dan lotio. Secara umum kosmetika untuk wangi-wangian didapat dari hewan dan tumbuhan. Dari tumbuhan biasanya senyawa-senyawa alkaloid yang mudah menguap yang biasanya digunakan sebagai komponen utama. Alkaloid ini dapat ditarik dengan pelarut-pelarut organik yang dibasakan terlebih dahulu atau dengan mengekstrak sari-sari tumbuhan dengan cara-cara yang paling tepat untuk zat tersebut. Sedangkan untuk Hewan juga diperoleh dengan cara mengambil zat-zat tertentu yang disekresikan oleh hewan tersebut sebagai komponen utama suatu kosmetik. KOSMETIKA UNTUK BAYI Sehat menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) adalah keadaan yang sempurna baik fisik, mental, dan ekonomis. Dalam arti kata yang sempit sehat berarti tidak sakit. Kulit yang sehat adalah kulit yang tidak menderita suatu penyakit baik dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Setiap organ tubuh manusia, termasuk pula kulit, mempunyai fungsi tertentu untuk kesehatan. Kulit dengan luas kurang lebih 1,2 m2 dan berat kurang lebih 15% dari berat badan terdiri dari susunan sel-sel yang membentuk lapisan-lapisan kulit epidermis,, dermis dan jaringan bawah dermis. Kulit mempunyai fungsi proteksi, sekresi, termoregulasi, sensorik, ekspresi, produksi (vit D), respirasi dan absorpsi, yang dilakukan baik oleh sel-sel kulitnya maupun oleh appendagesnya seperti otot, kelenjar lemak, kelenjar keringat, rambut atau kuku. Kulit yang sehat terlihat sebagai kulit yang optimal secara fisik maupun fisiologik. Secara fisis kulit yang sehat terlihat dari warna, konsistensi, kelenturan, struktur bentuk dan besarnya sel-sel dan jaringan kulit lain. Secara fisiologis terlihat dari keratinisasi, pigmentasi, persarafan, pembentukan keringat, pembentukan minyak kulit, pertumbuhan rambut.

1

Sediaan Kosmetika
Untuk kesehatan kulit, kegunaan terutama terletak pada kemampuan perawatan dan pemeliharaannya. Berbeda dengan kulit dewasa yang tebal dan mantap, kulit bayi dan balita relatif tipis dengan ikatan antarsel yang longgar. Karena itu kulit anak lebih rentan terhadap infeksi, iritasi, dan alergi. Secara struktural kulit bayi dan balita belum berkembang dan berfungsi optimal sehingga diperlukan perawatan khusus. Perawatan yang lebih menekankan pada pemeliharaan kulit ketimbang dekorasi ini diharapkan bisa meningkatkan fungsi utama kulit sebagai pelindung dari pengaruh luar tubuh. Perawatan kulit bayi dan balita bisa dimulai dari kegiatan sehari-hari. Misalnya dengan memandikan secara teratur, membersihkan rambut, dan mengganti popok atau baju pada saat tepat. Mandi misalnya, diwajibkan dua kali sehari, pagi dan sore. Dalam memandikan, perhatikan hal-hal berikut: suhu air disesuaikan dengan umur anak, gunakan sabun bayi yang lunak, gunakan sampo bayi untuk membersihkan rambut, keringkan badan dengan handuk sendiri sampai lipatan kulit, dan berikan bedak dengan sapuan tipis. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa perbandingan luas permukaan kulit dengan berat badan pada bayi lebih besar daripada orang dewasa, "Sehingga, kemungkinan keracunan berbagai bahan toksik menjadi lebih besar pada bayi, karena tingginya penyerapan melalui kulit," kata dokter spesialis kulit, dr. Lily Soepardiman, SpKK, dalam seminar tentang Perawatan Kulit Pada Bayi dan Balita beberapa waktu lalu. Karena itu, "Orang tua sebaiknya memperhatikan label bahan pembuat kosmetik yang akan dipakai." Nah, kosmetik apa saja yang harus diperhatikan? 1. Sabun Sulfur dapat mengurangi lemak kulit sehingga menyebabkan kekeringan dan gatal. Sementara heksaklorofen dapat menimbulkan keracunan pada susunan saraf pusat. "Selain itu, TBS, TCA, dan yodium dapat menyebabkan alergi pada kulit," tambah Lily. Sampo Sebaiknya keramas dilakukan 2-3 kali seminggu. Bila terlalu sering, rambut malah bisa menjadi kusam dan kering. Bahan kondisioner sebaiknya dipakai bila anak sudah berumur 5 tahun. Sampo bayi biasanya dibuat dengan pH yang mendekati pH air mata, sehingga tidak menimbulkan pedih di mata. Sebaiknya, pilih sampo yang tidak mengandung selenium sulfida. Pelembab Di negara tropis yang kelembabannya relatif tinggi, pelembab sebetulnya kurang dibutuhkan. "Bahkan penggunaan yang berlebihan bisa menyumbat pori-pori dan menimbulkan biang keringat," kata Lily. Namun, bila perlu, pelembab dapat digunakan untuk mencegah eksim popok. Khusus untuk baby oil, bisa dipakai untuk membersihkan kotoran bayi dan lemak di kulit kepala. Bedak Bedak dapat digunakan untuk mencegah gesekan. Namun, bila sampai

2.

3.

4.

2

Sediaan Kosmetika
terhirup dapat menimbulkan kelainan pada paru-paru, karena mengandung magnesium silikat yang sama dengan asbes. Makanya, "Bedak jangan ditaburkan, tapi ditutul-tutulkan saja pada kulit bayi," saran Lily. Penggolongan kosmetika bayi Sediaan kosmetika bayi dapat digolongkan sebagai berikut : 1. bedak bayi (Baby Powder) Bedak bayi merupakan sediaan bayi berbentuk serbuk yang digunakan untuk mempercepat penguapan keringat juga sebagai zat pelicin untuk mencegah lecet. Fungsi utamanya adalah menyerap uap lembab pada kulit dan mencegah lecet karena pakaian yang dikenakan bayi. Karena mempunyai luas permukaan yang besar, bedak dapat menahan radiasi panas pada kulit dan juga mempunyai efek penyejuk. Talk adalah kosmetika dasar utama yang terbaik dan kadang merupakan satu-satunya konstituen dari bedak bayi karena membantu untuk melumasi permukaan kulit. Zat yang mempunyai daya serap bagus adalah kaolin, hidrat Al silikat, magnesium, kapur presipitat , kanji. Kaolin dapat menyerap uap lembab degan cepat dan mudah. Kalsium dan magnesium karbonat juga dapat digunakan karena mengandung absorban yang baik. Aluminium dan Zn stearat dapat menyebabkab iritasi kulit, oleh karena itu Mg stearat lebih dianjurkan. Penggunaan bubuk silica hingga 10% dapat meningkatkan kehalusan dan membantu dalam penyebaran zat. Kanji memiliki bahan absorbsi yang bagus dan memberi rasa lembut pada kulit namun ketika kanji berkontak dengan uap lembab, maka akan memberikan substrat untuk pertumbuhan bakteri yang menyebabkan iritasi pada kulit dan cenderung lengket, tetapi garam aluminium tidak lengket pada kulit dan lebih resisten terhadap serangan bakteri. Daya tarik dari bedak pada kulit dapat dibuat dengan menggunakan setil alcohol dan steril alcohol yang dipakai pada konsentrasi 0,5 – 1,5 % sedang ZnO pada konsentrasi antara 2% dan 5%. Talk dan mineral tambang lain sering terkontaminasi oleh spora mikroorganisme seperti Clostridium tetani, dan untuk itu harus dilakukan sterilisasi dengan pemanasan. Tahun 1946 kematian 5 bayi di New Zealand disebabkan oleh tetanus yang ada pada bedak bayi. sterilisasi dilakukan pada suhu 150-160o C selama 1 jam Antiseptic sering ditambahkan pada bedak bayi untuk mengontrol pertumbuhan mikroorganisme pada kulit, biasanya Bacterium ammoniagenes dan micrococcus. Bedak asam borat dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut. 2. Losion dan krim bayi (baby lotion and creams) Losion bayi merupakan suatu emulsi yang banyak mengandung air sehingga tidak memungkinkan terbentuknya suatu lapisan tipis di permukaan kulit, untuk membersihkan kotoran yang menempel pada kulit serta memberikan rasa segar dan dingin. Sedangkan krim bayi merupakan sediaan

3

dan antiiflamasi. sedangkan senyawa ammonium kwartener digunakan dalam produk berbasis non-ionik. derivate lanolin merupakan pembawa yang bagus untuk antiseptic ammonium kwartener. perhidroskualena dan minyak silicon juga digunakan. ZnO sering ditambahkan dalam jumlah antara 2-10% karena memiliki sifat antiseptic yang lembut. Antiseptic digunakan pada konsentrasi rendah dalam losion dan krim bayi untuk membantu kontrol pertumbuhan mikroorganisme penghasil ammonia pada kulit. Zn. Heksaklorofan digunakan pada emulsi dengan surfaktan anionic. alkildimetil benzilammonium klorida. maka antioksidan harus ditambahkan. Minyak sayur kadang-kadang digunakan tetapi karena ketengikan dan pembentukan produk sampingan yang dapat mengiritasi kulit. Minyak silicon dan pasta atau malam polietilen juga baru-baru ini direkomendasikan sebagai basis salep anhidrat. lanolin. 3. Komponen utama yang digunakan dalam minyak bayi adalah minyak mineral dengan kemurnian tinggi. Setil trimetil ammonium bromide. Walaupun demikian minyak bayi masih banyak digunakan di rumah sakit dan direkomendasikan untuk membersikan kulit ketika mengganti popok. magnesium dan kalsium stearat dan oleat digunakan untuk memperbaiki efek penolak air dari krim dan menstabilkan emulsi. Isopropyl myristate. Minyak bayi membentuk suatu lapisan berlemak yang melindungi kulit dari basah dan luka dan efek proteksinya harus bekerja tanpa minyak tersebut membentuk suatu lapisan yang kontinu dan kedap air karena dapat membatasi pengeluaran keringat dan dapat menyebabkan kulit kering. adstringen.Sediaan Kosmetika kosmetika bayi yang berbentuk emulsi air dalam minyak dengan kadar lemak relative tinggi yang berguna sebagai pelembut dan pelembab kulit. Basis krim biasanya berupa malam. setil piridiniumklorida dan benzetoniumklorida juga cocok digunakan dalam losion bayi pada konsentrasi 0-2%. Ada beberapa kontroversi tentang kegunaan minyak bayi. Aluminum. Antiseptic untuk melawan infeksi kulit minor dan fraksi lanolin cair yang larut dalam minyak mineral sering ditambahkan sedangkan minyak silicon diapakai untuk memperbaiki efek hidrofobik dari produk. Emulsi dengan emulgator non-ionik. Dalam penggunaannya krim bayi lebih bertindak sebagai baby oil daripada losion karena mereka cenderung membentuk suatu lapisan pada permukaan kulit. contohnya gliseril stearat atau kombinasi Arlacel dan tween. 4 . Perlstein mengatakan bahwa dengan melapisi kulit dengan lapisan kedap air yang kontinu minyak bayi mungkin mengganggu fungsi respirasi dan eksretori kulit. trigliserida atau alcohol berlemak. petrolatum. dan pengemulsi air dalam minyak lainnya seperti yang digunkan pada krim malam. Minyak Bayi (Baby Oil) Minyak bayi merupakan sediaan kosmetik bayi berbentuk minyak mineral jernih dengan tambahan zat pelembut untuk membersikan kotoran dari kulit termasuk sisa bedak dan krim.

5. tidak mengiritasi kulit dan hanya boleh digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. Kombinasi dengan deterjen anionic juga meningkatkan kelembutan. Beberapa surfaktan memiliki efek anestesi pada mukosa mata dan jika zat-zat ini dapat menyebabkan kerusakan kornea yang dapat menyebabkan kerusakan yang serius karena membilas mata dengan cepat adalah tidak memungkinkan. KOH. berwarna putih dan keras. dsb. Syarat-syarat Sediaan Kosmetika Bayi Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sediaan kosmetika bayi. memberikan kesegaran. Pada umumnya mempunyai pH sekitar 10. Sulfo-suksinat anionic dan derivate siklo imidinium amphoter dilaporkan menyebabkan iritasi pada mata kelinci dan penambahan alcohol lanolin teretoksilasi secara signifikan mengurangi potensi iritasi mata dari formula tertentu.Sediaan Kosmetika 4. Shampo Bayi (Baby Shampoos) Shampoo bayi merupakan sediaan bayi yang digunakan untuk membersihkan kulit kepala dan rambut bayi. 2. Ke dalam sabun bayi dapat juga ditambahkan suatu antiseptic seperti heksaklorofen. Sabun bayi biasanya dibuat dari reaksi antara asam lemak tinggi yang terdapat dalam minyak-minyak lembak seperti oleum alivarum. dan magnesium laurel eter sulfat dapat juga digunakan karena indeks iritasi mata yang relative rendah. Sabun bayi mengandung banyak lemak. Sabun bayi (Baby Soap) Sabun bayi merupakan sediaan bayi yang berfungsi untuk membersihkan kulit. shampoo ini tidak jauh berbeda dari shampoo untuk dewasa walaupun di dalamnya terdapat perawatan khusus yaitu surfaktan yang memiliki indeks iritasi mata yang sangat rendah. Zat-zat ini cocok dengan asam dan oleh karena itu dapat disesuaikan dengan pH yang diinginkan. Surfaktan yang memilliki efek anestetik kebanyakan senyawa alkylaril yang berkondensasi dengan sejumlah molekul polietilen oksida dan amina asam lemak. biasanya termasuk ke dalam deterjen sekunder bersama zat-zat ampholitik. parfum untuk bayi harus telah diperiksa. tapi mungkin dapat menyebabkan dermatitis pada kulit. Produk kondensasi dari protein asam lemak yang juga termasuk bahan baku deterjen anion-aktif yang lembut dan ditoleransi dengan baik oleh membrane mukosa mata. merupakan sabun lunak sehingga tidak akan mengiritasi kulit. menghaluskan dan melembutkan kulit. zat yang dipergunakan harus betul-betul aman dan murni. dibuat dengan cara cetak. Asam lemak sakrosinat mengkombinasikan kelembutan dengan busa yang banyak dan efek pembersih dalam rentang pH asam yang rendah. antara lain : 1. oleum cocos dengan suatu alkali seperti NaOH. dsb. 5 . Beberapa surfaktan nonionic dapat juga digunakan dalam shampoo bayi tetapi karena kapasitas pembentukan busanya relative rendah. triklorokarbanilid.

Antiseptik : undesilenat. metal nonil asetaldehid. resin olibanum dan vanillin). 2.Sediaan Kosmetika Selain faktor-faktor di atas. 5. serta tidak menghalangi kulit. cinnamat aldehid sitral. aluminium silikat terhidrasi Pelembut dan penambah daya lekat : Zn. • tidak mengganggu aktivitas fisiologi dari kulit. Li. • konsentrasi pewangi tidak boleh lebih dari 2% karena dapat menyebabkan iritasi kulit.05 %( dipakai jika pembawanya pati/zat tepung pengganti talk) Beberapa tipe formula dari bedak bayi adalah : 6 . setil atau stearil alcohol 0. minyak zaitun 1-3 . • tidak menghalangi keluarnya keringat. • tidak menimbulkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan kulit (lotion bayi) 3. Mg stearat 3-5%. • tidak menghalangi keluarnya keringat. • pH harus sesuai dengan pH cairan mata. antara lain : 1. ada syarat-syarat khusus untuk beberapa sediaan bayi. hidroksicitronellal. eugenol. metal heptine karbonat. bedak bayi • bahan yang dipakai harus steril • zat pembawa harus bersifat licin. shampo bayi • tidak menimbulkan iritasi pada kulit kepala dan mata. • konsentrasi surfaktan tidak boleh terlalu tinggi. minyak bayi • tidak menimbulkan iritasi pada kulit • tidak mengganggu aktivitas fisiologi dari kulit. lotion dan cream bayi. metal benzethonium kloroda 0. dan melekat baik pada kulit. membantu melemaskan kulit. heliotropin. • zat aktif yang digunakan harus mempunyai daya iritasi yang sangat lemah terhadap kornea mata. Formula Umum Sediaan Kosmetika Bayi Bedak Bayi Zat pembawa : talk Zat penyerap : koloidal kaolin. • ukuran partikel yang dianjurkan adalah antara 10-40µm. ZnO 2-5 . 4. • perlu ditambahkan antioksidan jika menggunakan minyak sayur.(parfum yang tidak boleh digunakan antara lain: benzilidin aseton. • bilangan kuman tidak melebihi 500 per gram. • tidak menimbulkan iritasi pada kulit.5-15%. • zat pembawa tidak mudah mengendap uap lembab dan tidak dapat digabung dengan absorben yang lain. sabun bayi tidak mengiritasi dan menyebabkan dermatitis pada kulit.

steril talcum mg stearat kapur presipitat perfume steril talcum kaolin mg stearat gliseril monostearat (non emulsi) setil alcohol perfume steril talcum benzalkonium klorida 0. etil piridinium klorida. steril talcum as. Zat pelembut : lanolin. trietanolamin stearat.00 1.5 kaolin 20.0 5.0 1. heksakloropen. qs 3.94 0. sorbitol.25 69.15 0. tipe anionic minyak mineral ringan lanolin stearil alcohol cetyl alcohol propil p-hidroksibenzoat asam stearat trietanolamin metil p. Beberapa tipe formula lotion dan krim bayi : Persen 1.04 0.hidroksibenzoat natrium alginate perfume air 26. Monoetanolamida kanji perfume qs 2. qs 94.Sediaan Kosmetika Persentase 1.09 0.0 perfume 4.0 qs Lotion dan krim bayi Zat pengemulsi : ester sukrosa dari asam palmitat dan asam stearat (crodesta).36 0.52 0.52 0. Antiseptik : p-diisobutil kresoksi etoksietil dimetil benzyl ammonium klorida monohidrat.19 7 .94 0. Zat tambahan : pewangi.

5 Parfum 0.1 Minyak Bayi Zat pembawa : minyak mineral jernih.A (termodifikasi) 20.0 0. minyak mineral ringan lanolin cair etil stearat isopropyl myristat minyak mineral ringan isopropyl myristat minyak zaitun minyak silicon propil gallat parfum Persen 90 3 4 3 64.Sediaan Kosmetika 2.0 Hexylene glycol 0. trigliserida cair.1 Air 79.0 0. dll).15 0. Zat pelembut : minyak tumbuhan ( minyak zaitum. tokoperol.C.05 qs 2. Shampoo Bayi Contoh formula umum shampoo bayi yang tidak mengiritasi kulit dan mata : Persen Minarol 2 M. Pewangi < 0.9 5.4 8 . tipe nonionic minyak mineral ringan lanolin setil alcohol arlacel 80 tween 80 cairan silicon propil p-hidroksibenzoat air metal p-hidroksibenzoat parfum 35. minyak tumbuhan.00 5.5 1 1 2. propil galat. lanolin atau derivate minyak terlarutnya (isopropyl ester) Antiseptik : bithionol Antioksidan : butyl hidroksi anisol (BHA).00 25.15 50. dll. butyl hidroksi toluene (BHT).2 % Beberapa tipe formula umum minyak bayi : 1.95 5.00 0.1 4. biji kapas.

produk bahan bangunan seperti cat tembok. Kala itu banyak orang belajar serta mengagumi “khasiat“ fragrans sebagai pengharum terutama sebagai parfum. Maka. Sejak zaman sebelum masehi pun sudah dikenal kemenyan yang kala itu diekstrak dari tetumbuhan. terutama untuk parfum kelas atas yang dibikin dalam jumlah terbatas atau menurut pesanan. tapi juga meliputi sabun. Produk kosmetik tak terbatas parfum. misalnya arab. Contohnya parfum bermerk Chanel no. Orang Romawi memikat lawan jenisnya lewat wewangian. Baru setelah abad XVI fragrans mengawali zaman keemasannya. mandi atau berendam di air tidak sehat. Menurut Food and Drugs Administration (FDA ) Amerika. dll. fragrans berarti semua substansi baik alami maupun sintetis yang semata-mata digunakan untuk memberi bau pada produk-produk kosmetik. Yang menarik. Umpamanya produkproduk perawatan tubuh seperti sabun dan sampo. Semua yang berbau harum berasal dari fragrans. industri perlengkapan rumah tangga macam pembersih lantai. Fragrans itu biang segala wewangian. Namun hanya kalangan bangsawan dan kaum jetset yang sanggup membelinya. namun juga untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Selama abad XIV fragrans lebih untuk keperluan pengobatan. fragrans dipakai untuk menutupi bau busuk penyakit. Dari mereka orang Eropa belajar cara menyuling minyak-minyak esensial menjadi wewangian. Venesia adalah negara pertama di Eropa yang mengawali perdagangan wewangian hingga menyebar kekota-kota lain di Eropa. Juga untuk pertama kalinya fragrans dari bahan sintetis diperkenalkan. Pori-pori yang terbuka akan memudahkan penyakit masuk dan menginfeksi tubuh. Harganya memang mahal karena faktor sulitnya menemukan oplosan yang tepat serta pembuatannya yang makan waktu lama. wewangian mampu jadi media kontak dengan dewa-dewi mereka.Sediaan Kosmetika SEDIAAN KOSMETIK WANGI-WANGIAN Sejarah fragrans atau wewangian sebenarnya sudah dimulai sejak berabad-abad lalu. sampo. Cleopatra adalah salah satu pelaku sejarah penggemar wewangian. krayon dan banyak lagi yang alami dan sintetis. sepanjang dua abad setelah itu dsejarah mencatat peningkatan pemakaian wewangian. selain sebagai simbol status sosial bagi sipemakai. karet penghapus spidol. banyak orang lama tak mandi. Bangsa Mesir kuno memakai wewangian dalam acara ritual penguburan. Bahannya waktu itu terbanyak didapat dari tumbuhan atau hewan. Hingga kini pun persepsi itu masih berlaku. alat tulis macam balpoint . Tidak hanya sebagai bahan utama pembuatan parfum. Pasalnya. lilin juga rokok. 5 buatan Prancis tahun 1921. Orang Yunani percaya. dipakailah minyak wangi. 9 . industri makanan dan minuman seperti permen atau sirup. Cara pembuatannya dianggap seni dengan cita rasa tinggi. Namun menyusul runtuhnya kekaisaran Romawi pada abad pertengahan. sementara itu reputasi fragrans semakin menanjak. Eropa mengenal fragrans justru dari orang-orang timur. banyak orang kala itu percaya. Sudah sejak akhir abad XVII Prancis dikenal sebagai pusat parfum dunia. Untuk menutupi bau badan. kertas .

Contohnya pada parfum. atau produk kosmetik lain. baru dihasilkan fragrans dalam bentuk konsentrat pekat. Minyak wangi pada umumnya terdiri dari minyak atsiri yang mudah menguap. Setelah melewati proses cukup rumit seperti destilasi dan ekstraksi. harga fragrans sintetis jauh lebih murah. eau cologne. PENGGOLONGAN Bentuk sediaan wangi-wangian dibagi menjadi : 1. juga bolpoin wangi yang memabukkan itu. deterjen. penghapus cat kuku. dihasilkan konsentrat seperti yang alami tadi. Pengusaha lain lalu membelinya untuk membuat parfum. karena ada bau-bauan tertentu Yang tidak bisa dihasilkan secara sintetis. cairan pembersih rumah tangga. Yang paling banyak dipakai dari golongan hidrokarbon. namun dengan rumus kimia baru. 10 . dsb. eau de toilette. Eau de Toilette mempunyai kadar alkohol yang lebih banyak dari essence-nya wanginya tidak begitu tahan lama. Namun yang natural tidak ditinggalkan 100%.Sediaan Kosmetika Karena pengertian itu banyak kelemahannya. Karena itu hampir 80 % produsen fragrans menggunakan bahan sintetis. Sedangkan yang sintetis bahannya dari berbagai macam zat kimia yang sudah jadi. Meski yang sintetis dan alami tak banyak bedanya. Air wangi biasanya dipergunakan untuk mewangikan rambut. deodoran. terbukalah peluang bagi para produsen kosmetik khususnya serta produk-produk lain. Eau de Parfum Eau de Parfum merupakan larutan alkohol yang mengandung minyak atsiri dalam kadar yang relatif tinggi dan kekuatan keharuman serta keawetannya relatif baik. after shave lotion. Bisnis multimiliaran dolar. hairspray. sampo. Saat ini minyak atsiri dibuat secara sintetis. lebih mudah didapat. yang sayangnya bakal membawa masalah kesehatan maupun lingkungan. Sumber alam kebanyakan dari tumbuhan atau hewan. cairan pembersih lantai. biasanya produsen menambahkan solvent atau zat terlarut yang mudah menguap. Minyak atsiri inilah yang dipergunakan sebagai bahan untuk pembuatan parfum. Ada juga yang menambahkannya dalam sabun. Eau de Toilette Eau de Toilette merupakan suatu larutan minyak-minyak atsiri dalam alkohol yang bentuknya lebih encer dari pada parfum dan biasanya diberi suatu zat warna. Yang dimaksud dengan sediaan wangi-wangian adalah suatu sediaan kosmetik yang mengandung wangi-wangian baik dari alam maupun sintesis yang dibutuhkan untuk memberi kesenangan dan kesegaran pada pemakainya. Bahan dasarnya amat banyak. Fragrans pun digunakan dalam bahan -bahan pembersih rumah tangga seperti detergen atau larutan pembersih peralatan dapur dan makan. Mempunyai kadar essence yang lebih tinggi dari Eau de Toilette dan Eau de Cologne sehingga wanginya lebih menyengat. pengharum ruangan. Biasa dari alam atau bikinan manusia (sintetis). Agar mudah dihirup. tangan dan lain-lain. 2. Hanya pada kasus ini konsentrasi fragrans lebih rendah dibandingkan dengan pelarutnya. Sesudah melewati reaksi-reaksi kimiawi yang terjadi di laboratorium. dan daya tahan baunya lebih lama. muka. Ada fragrans yang diperdagangkan hanya dalam bentuk bahan mentah.

contohnya Oleum Citri 2. Merupakan suatu larutan yang jernih a. b. Eau de Cologne Eau de Cologne merupakan suatu larutan alkohol dari minyak-minyak atsiri yang lebih encer daripada parfum. Apabila mengandung metanol sebagai denaturant. 4. 5. Sacchet Merupakan suatu produk wangi-wangian yang menggunakan bahan-bahan alam dan dimasukkan ke dalam suatu kantong kecil. maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : 1. daun. Selain memberikan keharuman. Eau de Cologne meerupakan wewangian yang paling ringan dan paling tidak tahan lama karena memiliki campuran cairan dan alkohol yang lebih banyak dari essence-nya. Syarat Yang Harus Dipenuhi Oleh karena sediaan wangi-wangian dipergunakan pada bagian tubuh tertentu untuk kesegaran. tidak berbahaya bagi kulit Dapat menyerap keringat Sacchet Stabil konsistensi dan warna Bentuknya menarik dan tidak meninggalkan sisa lemak FORMULA UMUM Bahan dasar wangi-wangian adalah : 1. bunga. lavender. kayu Cendana. contohnya musk 3.Sediaan Kosmetika 3. daun Nilam. fungsinya hanya untuk menyegarkan aroma tubuh. bunga orange dan lain-lain. Sekresi hewan. Sacchet dibuat dari kumpulan dan pengeringan bunga-bungaan seperti mawar. Bedak (powder) Wangi-wangian ini berbentuk serbuk dengan talk sebagai zat pembawa. biasanya minyak atsiri yang terkandung di dalamnya merupakan minyak-minyak atsiri dari bermacam-macam jeruk seperti Oleum Citri. Beberapa persyaratan khusus untuk beberapa sediaan wangi-wangian ini: Powder (Bedak tabur) Aman. kadarnya adalah 5 % dari yang didenaturasi 2. Bahan Kimia. Minyak Atsiri. kehalusan kulit serta menyerap keringat. akar Kapulaga dan lain-lain. bedak wangi juga digunakan untuk memberi kesejukan. Oleum Aurantii. akar dan kayu seperti biji Katsuri. contohnya sitrol Beberapa contoh resep dari sediaan wangi-wangian : 1. Selain itu di dalamnya juga ditemukan biji-bijian. keharuman seseorang. Parfum R/ Mawar (sintesis) 10 Heliotropin 10 11 . bunga Lavender.

2 1. Aurant Aquadest Alkohol sampai 20 10 25 10 15 7 mL 4 mL 3 mL 5 mL 0.2 0. Eau de Cologne R/ Oleum Bergamot 15 mL Oleum Citri 8 mL Oleum Rosmarini 7 mL Oleum Lavandulae 4 mL Oleum Flor.2 1.7 mL 200 mL 1000 mL 3.7 mL 0. Konsep penampilan masa kini yang sifatnya 12 . R/ Eau de Toillete Oleum Bergamot Oleum citri Oleum Aurantii Oleum Lavandulae Oleum Caryophylii Oleum Cinnamomi Oleum Flor.4 0. 5.2 1. Kepribadian suasana hati.4 1. Aurant 4 mL Etil asetat 2 mL Air 120 mL Alkohol 840 mL Bedak (powder) R/ ZnO Amylum Talk Parfum Sacchet R/ Bunga Lavender Daun bunga mawar Vanilla Serbuk kuntum cengkeh Serbuk Resin Styrax Serbuk Benzoin siam Ambergris Oleum Rosarum 5% 10 % 85 % q. gaya hidup dan sebagainya.7 mL 0.4 4. WANGI-WANGIAN DAN KEPRIBADIAN Sudah lama wewangian itu dikaitkan dengan banyak hal.Sediaan Kosmetika Alkohol sinamat Oleum Bergamot Fenil asetaldhid (50%) Jasmin (sintetis) Terpineol 2.s 65 29.

Agar wewangian lebih awet. Penerapan layering semacam ini membuat aroma bertahan lebih lama. Untuk kesempatan yang berbeda. wewangian yang digunakan juga berbeda. Ada beberapa cara pencampuran yaitu layering atau teknik pengaplikasian wewangian secara berlapis. jahe atau cengkih) dengan wewangian yang segar (bunga atau buah-buahan) Wewangian yang berkesan seksi (mengandung musk) dengan wewangian yang manis (antara lain yang mengandung buah peach atau raspberry) Layering dengan memanfaatkan serangkaian produk yang mengandung wewangian yang sama juga banyak digunakan banyak produsen kosmetik yang memproduksi bedak. simpan pada tempat yang sejuk. Iklim bisa mempengaruhi kita dalam memilih wewangian. Kombinasikan wangi parfum dengan wangi produk lain seperti sabun. dan bersifat personal. bedak.Sediaan Kosmetika personal. pastikan kulit bebas dari produk lain yang mengandung wewangian misalnya body lotion atau deodorant. perhatikan hal-hal berikut : 1. Dalam memilih wewangian. asalkan kandungan wewangiannya sama. misalnya Lavender. Wewangian beraroma keras sering jadi pilihan diiklim tropis seperti Indonesia. Reaksi wewangian terhadap kulit terkadang sulit untuk ditebak. sehingga penciuman menjadi kurang sensitif. Memilih wewangian bisa dikatakan gampang-gampang susah. Saat mencium langsung dari botolnya. Beberapa jenis wewangian yang dapat digabungkan antara lain : Citrus dengan fruty floral (misalnya jeruk dan apel) Vanilla dengan Sandal wood atau musk White florals (misalnya Lily of Valley) dengan Freesia Wewangian dengan kandungan berikut ini sebaiknya tidak digabungkan : Spicy (seperti kayu manis. tak terbayang baunya akan sangat berbeda setelah kita membubuhkan di kulit. jangan terburu-buru memutuskan membeli. sabun dan parfum dalam satu seri arom. Kepribadian sering menjadi acuan dalam menentukan pilihan kita. 13 . tidak perlu membeli satu rangkaian produk. sehingga diperoleh aroma yang lain daripada yang lain. Wangi yang eksklusif dan tidak pasaran tentu akan membuat tubuh terasa lebih nyaman. 4. Untuk itu bisa mencampur beberapa wewangian. Bedak merk A dengan parfum merk B dapat saja kita gabungkan. aplikasikan pada bagian tubuh yang berbeda untuk menghindari penumpukan aroma. Sebelum mencoba wewangian. Jika akan 2. Udara yang panas dan timpaan sinar matahari dapat mengubah aroma. Suhu yang sangat panas dan udar kering dapat membuat selaput mukosa pada hidung menjadi kering. mendorong kita untuk memilih wewangian yang bersifat pribadi. lotion tubuh untuk mendapatkan aroma baru. Tunggu ± 10-15 menit untuk mengetahui reaksi wewangian terhadap kulit. Blia ingin mencoba lebih dari satu wewangian. 3. Setelah mencoba wewangian. Untuk mengaplikasikannya.

Ester-ester metil f. Asam-asam Lemak dan Alkohol Lemak : Asam Stearat d. rempah dan buah. Golongan Minyak silicon : Dimetil Polisilokson Silicone Oil c. lalu diamkan selama 24 jam setelah itu cuci sekali lagi. 14 . Etoksilasi Gliserida h. wewangian beraroma bungabungaan Modern. wewangian yang beraroma ringan dan lembut dengan campuran keharuman bunga. Ester Sitogliserida g. Minyak Tumbuhan dan Lemak e. beraroma unik ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN UNTUK BAYI Zat /bahan Umum Terkandung dalam Sediaan Kosmetika Bayi dan Wangi-wangian 1. Anggun. Wewangian yang digunakan oleh seseorang dapat mencerminkan kepribadiannya. Macam-macam sediaan kosmetika untuk bayi : 1. Golongan Minyak Hidrokarbon dan Malam : Parafin Vaselin Cera b. Cuci botol.Sediaan Kosmetika memindahkan wewangian ke dalam botol yang lebih kecil pastikan botol yang akan digunakan bersih dan netral (tidak berbau). Lanolin. seperti : Sportif dan dinamis.2 Bedak Bayi (Baby Powder) Kandungannya secara umum : talk magnesium stearat endapan CaCO3 pewangi kaolin glyseril monostearate cetyl alkohol benzalkonium klorida asam undesilenat I. sterol 1.1 Pelembut/ Pelunak Emulient a. wewangian berbau rempah-rampah yang hangat Romantis.

Sediaan Kosmetika 1. minyak –minyak mineral larutan lanolin ethyl stearate isopropyl myristate minyak zaitun minyak silikon propil gallate 1.3 amilum Sabun Bayi (Baby Soap) Basa ( NaOH.C.5 Baby Lotion dan Krim Kandungan secara umum : minyak-minyak mineral adeps lanae stearyl alcohol cetyl alcohol propyl p-hidrokxybenzoat asam stearat triethanolamin metil p-hidroksibenzoat natrium alginate pewangi air isopropyl palmitat beeswax P.E.G 400monostearat Propilen glikol Arlacel 80 Tween 80 Cairan silicone f 110/1000 Gliseril monostearat Larutan sorbitol 70% Air destilasi Atlas G-1425 Atlas G-1441 1.4 Minyak Bayi (Baby Oil) Kandungannya secara umum . KOH) Asam Lemak tinggi ( Oleum cocos) 1.6 Shampoo Bayi (Baby Shampoo) Kandungan secara umum : Miranol 2 M.A Hexylene glycol Pewangi 15 .

Efek Farmakologis : . • Larutan + NaOH dikocok.01 M NaOHH dibutuhkan untuk merubah warna indicator menjadi biru. tetes minyak pada permujkaan ( juga tanpa HCl).larut dalam kloroform P. B. kristal putih. Air Analisis Bahan Yang Terkandung Dalam Sediaan Kosmetika bayi Dan Wangi-wangian 1. • Cera C. jernih. seperti agar berbusa pada pengenceran • Zat + HCL encer. 1. tidak lebih dari 0. • Bereaksi asam terhadap lakmus.agak suka larut dalam etanol (95%) P dingin .laksativum • vaselin Uji fluoresensi : warna biru lemah. • 500 mg zat + 10 cc spiritus + 100 mg K2CO3 • Sampai larut pada pendinginan. dalam minyak lemak dan mimyak atsiri. larut dalam kloroform P . Cera Alba (malam putih) Dibuat dengan memutihkan malam yang diperoleh dari sarang lebah Apis mellifera L atau spesies Apis lain. dinginkan : memadat.2 mL brom tymol biru kocok. dalam eter P hangat. Asam-asam Lemak Dan Alkohol Lemak Asam stearat • Saat dibakar ada bau seperti malam. Praktis tidak larut dalam air. Sediaan Kosmetika Bayi 1. Kelarutan :Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%)P. Golongan Minyak Silikon • Dimetil Polisilokson • Silicone Oil Uji Keasaman : 2 g tambahkan 25 mL campuran etanol dan ester (1:1) tambahkan 0.2 Bedak Bayi (Baby Powder) 16 .15 mL 0.1 Pelembut/Pelunak/ Emolient yang biasa dianalisis : A.Sediaan Kosmetika II. Golongan Minyak Hidrokarbon dan Malam • paraffin Parafin padat adalah campuran hidrolkarbon yang diperoleh dari minyak mineral .

Sediaan Kosmetika 1. Jika perlu lanjutkan pengenceran hingga 1 ml diharapkan menghasilkan antara 30 dan 300 koloni. campur : sisihkan 1 tabung hingga kelompok pertama hingga kelompok pertama tinggal 3 tabung.015 MgO (MgCO3 mengandung 40-45 % MgO) Bilangan kuman : cara uji ( Uji Hayati Jasad Renik ) Cara pengujian Perhitungan banyaknya jasad renik aerob Timbang seksama 10 g zat uji atau ukur saksama 10 ml cairan yang diuji. hitung banyaknya koloni masing-masing cawan. Jika terdapat pertumbuhan . b) Cara tabung. masukan ke dalam labu ukur 100 ml. biarkan membeku pada suhu kamar. 1 ml Na EDTA 0.2 Bahan dasar : talk : dalam tabung reaksi berisi air  mendaki dinding tabung. kelompok pertama dan kedua masing-masing terdiri dari 4 tabung. tamahkan dapar fosfat (pH 7.05 M ≈ 2. lakukan menurut cara nomor 2.2.2). Jika campuran yang diperoleh berupa larutan atau cairan bening. Mikroskopik  mengambang diatas permukaan air. lanjutkan pengujian dengan cara tabung . segera tambahkan masing-masing 15 ml sampai 20 ml perbenihan A. Pipet 1 ml larutan atau zat yang diuji kedalam masing-masing tabung kelompok pertama. campur dengan memiringkan atau memutar cawan. campur. Pipet 1 ml dari tabung yang disisihkan ke dalam masing-masing 1.3 17 . Pipet 1 ml dari tabung yang disisihkan ke dalam masingmasing tabung kelompok kedua tinggal 3 tabung. Bahan penyerap : Amilum : tambah agua iod  seperti kanji + HCl  biru hitam kembali. secukupnya hingga 100 ml. inkubasikan pada suhu antara 30o dan 35o selam 48 jam sampai 72 jam. Tutup masingmasing cawan.2. dengan menggunakan alat yang cocok dan tetapkan jumlah rata-rata jasad renik per g atau per ml sedian uji.0 ml perbenijhan B ke dalam masing-masing 14 tabung 20 x 150 mm. a) Cara lempeng. Balikkan cawan. lanjutkan pengujian dengan cara lempeng.2. yang sebelumnya telah dicairkan dan dibiarkan hingga suhu lebih kurang 45 o.1 1. Masukkan 9. Secara kuantitatif : Titrasi Kompleksometri. jika campuran tidak berupa larutan atau cairan bening. Untuk Gelatin. Pipet 1 ml enceran kedalam masing-masing 2 cawan Petri steril. bagi tabung dalam 4 kelompok. MgCO3 ditambah agua + HCl encer. kelompok ketiga dan keempat masingmasing terdiri dari 3 tabung.

4. tidak tengik. Jika terdapat pertumbuhan.1 ml sediaan yang diuji.001 ml dan kelompok keempat digunakan senagai blangko. • Asam lemak tinggi : Oleum Cocos : Minyak kelapa adalah minyak lemak yang diperoleh dengan pemerasan endosperm kering cocos nucifera L Pemerian : Cairan jernih. Uji K : Uji nyala dengan kawat nikrom memberikan warna merah ungu. Uji OH : membirukan lakmus merah. • Basa NaOH Uji Na : Uji nyala dengan kawat nikrom memberikan warna kuning emas.4 1.01 ml. Kelompok pertama mengandung 100 mg atau 0. Bekukan secepat mungkin. Suhu lebur 23o sampai 26oC Bilangan penyabunan 250 sampai 264 Minyak Bayi (Baby Oil) Lanolin (adeps lanae) Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan. campur.3 Sabun Bayi (Baby Soap) Penetapan Berat jenis kuman sama seperti pada bedak. diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Fam Bovidae) mengandung air tidak lebih dari 0. pada tabung blangko tidak terdapat pertumbuhan.1 18 . Inkubasikan pada suhu antara 30o dan 50o selama 24 jam sampai 48 jam. 1. kelompok ketiga 1 mg atau 0. Amati adanya pertumbuhan pada masingmasing tabung tiap kelompok .Sediaan Kosmetika tabung kelompok ketiga. Jika zat yang diuji adalah gelatin. kelompok kedua 10 mg atau 0. Uji OH : membirukan lakmus merah. bau khas. dan tetapkan jumlah ratarata jasadrenik tiap g zat yang diuji. hitung jumlah koloni masing-masing cawan dengan menggunakan alat yang cocok.25 %. buang tabung yang sudah disihkan. pipet 1 ml sediaan yang diuji yang dikosok baik-baik ke dalam masing-masing 2 cawan petri 15 mm x 100 mm.balikan cawan dan inkubasikan pada suhu antara 30o dan 35o selama 48 jam. 1. tidak berwarna atau kuning pucat. tambahkan segera 10 ml perbenihan A atau memutar cawan. Zat penambah Daya Rekat : Cetil alcohol : 1 bagian zat + asam asetat 20 bagian di water bath  larut + kromat  hijau.

Identifikasi : 500 mg larutan + 5 ml kloroform P + 1 ml asetat anhidrat P dan 2 tetes asam sulfat P. terjadi warna biru tua. agak sukar dalam etanol (95 %) P. Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air. Titrasi dengan HCl 1 N 1.00 g tambahkan 25 ml campur dengan etanol dan eter (1: 1). larut dalam kloroform P Identifikasi : Pada 1 ml + 0. dinginkan.25 %. tidak lebih dari 0. diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Fam Bovidae) mengandung air tidak lebih dari 0. Trietanol Amina Trietanolamina adalah campuran dari trietanolamina.01 M sodium hidroksida dibutuhkan untuk merubah warna indicator menjadi biru. Isopropil Miristat Bilangan Penyabunan 202-212 Bilangan asam tidak lebih dari 1 Bilangan yodium tidak lebih dari 1 Minyak Silikon Uji keasaman 2.4. Timbang seksama 2 g. didihkan hingga sisa sepertiga volume semula.5 1.Sediaan Kosmetika Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air. mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P. Propil Galat Titik leleh 150o C Baby Cream dan Baby Lotion Lanolin (Adeps Lanae) Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan. terjadi warna hijau tua.4.3 1. kocok dengan air panas dengan volume sama selama 2 menit.15 ml 0. Kelarutan :Mudah larut dalam air dan dalam etanol (95 %) P.1 1. warna biru tetap. tidak terjadi warna merah.5. agak sukar dalam etanol (95 %) P. Pada filtrate tambahkan 1 tetes larutan jingga metil P.hijau Asam Stearat Identifikasi : Lebur 5 gram. Tambahkan 5 ml larutan NaOH encer P. saring. Identifikasi : 500 mg larutan + 5 ml kloroform P + 1 ml asetat anhidra P dan 2 tetes asam sulfat P.2 1.1 ml larutan tembaga (II) sulfat P.4 1.4 19 . dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer 300 ml tambahkan 75 ml air. dietanolamina dan monoetanolamina. Cetyl alcohol 1 bagian zat + asam asetat 20 bagian di awter bath  larut + kromat .3 1. lalu kocok. terjadi warna hijau tua.2 1.5. mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P.4.2 ml bromtimol biru.5. Tambahkan 0.5.

bedak wangi bentuk sediaan : ser buk tabur 20 . contoh : propilen glikol. Eau de Cologne bentuk sediaan : larutan gel komposisi : minyak atsiri (oleum citric) dalam alkohol 85-90% fixative : resion.untuk menyegarkan (tidak tahan lama) . tidak berbau. dietil ftalat. 1 ml asam klorida 1 N setara dengan 149. Kelarutan : Dapat campur dengan air. tidak terjadi bau akrolein. rasa agak manis. Identifikasi : Panaskan perlahan-lahan dengan Kalium Bisulfat P. dioleskan dikulit. dipropilen glikol. 4. eau de perfume Bentuk sediaan : larutan Komposisi : minyak atsiri atau campurannya dengan sekresi hewan . higroskopik. Penggunaan : ditubuh. jernih. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN WANGI-WANGIAN Formulasi umum yang terdapat dalam sediaan kosmetik wangi-wangian : 1. penyegar 2. dihitung sebagai N (C2H4OH)3 Propilen Glikol Cairan kental. dengan etanol (95 %) P dan dengan kloroform P. Kegunaan :sebagai pewangi. tidak dapat bercampur dengan eter minyak tanah P dan dengan minyak lemak. balsem benzoe untuk yang sakit kepala dapat ditambahkan mentol dan untuk menyegarkan sering ditambahkan amoniak liquida. larut dalam 6 bagian eter P. eau de toilete bentuk sediaan : larutan . dioleskan di tubuh Kegunaan : . tidak berwarna.zat pelekat atau fiksative: benzil benzoat.5 menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil P. Lanjutkan pemanasan hingga kering.5.2 mg trietanol amina. span dan twin. lebih encer dari parfum dan diberi zat warna komposisi : minyak atsiri dalam alkohol 95 % (85-90%) zat pelekat : benzil benzoat penggunaan : ditubuh untuk muka diusapkan seperti tisu basah kegunaan : pewangi muka dan tangan 3. Zat pembawa : alkohol atau larutan hidro alkohol ≥ 65% Untuk menambah kelarutan minyak atsiri dapat digunakan solubiliozer.aromaterapi.Sediaan Kosmetika 1. Penggunaan di tubuh: disemprotkan . terjadi uap berbau enak.

diencerkan makin jelas. Kadar minyak atsiri 1-10 %. dan 500 mg piperazina hidrat p. penetapan kadar minyak atsiri a. cream.Sediaan Kosmetika komposisi : talk dalam jumlah besar. Terjadi warnabiru intensif pada kertas saring yang setelah beberapa menit menjadi lebih pucat. 21 . campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cairan penyuling  pasang alat. Kegunaan : pewangi.cologne stick ( wangi-wangian bentuk padat ). 940. a. * sediaan cream. daun. stearat.  catat volume minyak atsiri pada buret.antiseptikum (ZnO. kalamin) dan parfum yang tidak berbahaya untuk kulit. 5. b. Zat warna seperti : D dan C red no. menghaluskan dan melembabkan kulit. liquid cream komposisi : bahan alam dari bunga. bau harum yang khas dari minyak atsiri mengidentifikasikan adanya suatu minyak atsiri dalam suatu campuran. dan 5 tetes asam sulfat pekat p.deodorant : * sediaan larutan. Na lauryl sulfat. dalam 5 ml air. menghilangkan iritasi.  panaskan dengan tangas udara sehingga penyulingan berlangsung lambat tapi teratur  setelah penyulingan biarkan selama lebih kurang 15 menit. Kadang-kadang ditambahkan dario sekresi hewan atau bahan kimia lain. Pengisi : MgCO3 Pelekat : amylum dan Zn atau Mg stearat. 19 Emulgator : karbopol 936. tutup segera dengan kertas saring yang dibasahi dengan larutan segar yang dibuat dengan melarutkan 100 mg natrium nitroprusida p. b. hitung kadar minyak atsiri dalam % b/v. Penggunaan di tubuh : ditaburkan. 2. biji. penetapan kadar etanol. esterifikasi : Dengan asam benzoat : bau spesifik ( bau pisang ambon ). 94 yang dinetralkan dietanol amin atau trietanol amin. Na stearat. isi buret dengan air hingga penuh. Sachet bentuk sediaan : larutan. menghaluskan. akar dan kayu. Identifikasi 1.campur 5 tetes dalam gelas kimia kecil dengan 1 ml larutan kalium permangat p. . Bentuk sediaan wangi-wangian lain : . K. . Pembawa : alkohol Pelekat : benzyl benzoat Penggunaan : dioleskan Kegunaan : pewangi. Tween.

dinginkan. tambahkan 20 ml air. dan 1 ml – 2 ml lebih banyak dari volume kalium hidroksida etanol 0. talkum campur 500 mg dengan lebih kurang 200 mg natrium karbonat anhidrat p.terjadi endapan hablur putih amonium magnesium fosfat. com 5. saring. uapkan etanol di atas tangas air. Inc. tercium bau iodoform dan terbentuk endapan kuning.5 g kalium permanganat p. tambahkan larutan natrium fosfat p. Asamkan cairan yang tertinggal dalam labu dengan asam klorida encer p. DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA.Sediaan Kosmetika . .pada 5 ml larutan 0. selama 2 jam. hingga pembuihan berhenti. oleum citric lakukan penetapan menurut cara penetapan kadar aldehida minyak atsiri yang tertera pada olea volatilia menggunakan 10 g yang ditimbang seksama tanpa toluen p. Panaskan hingga melebur sempurna. Dinginkan dan saring. Asamkan filtrat dengan asam klorida encer. didihkan. 7.dan 2 ml larutan natrium hidroksida p. com Website internet : www. sisa adalah silika. Terbentuk endapan habllur putih dari asam benzoat. pindahkan ke dalam cawan dengan pertolongan lebih kurang 50 ml air panas. New York. Balita Anda .5 N yang digunakan. reflux 2 g dengan 25 ml larutan kalium hidroksida etanol p. b. 158-165. Website Internet : www. Tambahkan lagi 10 ml asam klorida p. DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Pada sulingan tambahkan 2. Tambahkan asam klorida p. uapkan di atas tangas air hingga kering. suling hingga sulingan jernih. saring. dilarutkan dalam tidak kurang dari 7 ml larutan hidroksil amina etanol 60 % p. 6.Suara Karya . 22 . 1973. reflux selama 15 menit. 2. FARMAKOPE INDONESIA IV : 1995 . jika terjadi endapan. tambahkan 50 ml air. Intisari Mediatama : Jakarta : 2001.5 % b/v tambahkan 1 ml larutan natrium hidroksida 0. et.1 N kemudian tambahkan perlahan-lahan 2 ml larutan iodium p. Pada filtrat tambahkan lebih kurang 2 g amonium klorida p. com Website internet : www. terbentuk endapan hablur putih dari asam benzoat. FARMAKOPE INDONESIA III :1979 . 1. 3. dan 5 ml amoniak encer p. No 425 : Penerbit PT. 4. Tabloid Intisari : Edisi Maret 2001 . Hal. 4. Tabloid Nova . pindahkan kedalam krus platina atau krus nikel. Harry’s Cosmeticology Chemical Publishing Co. 3. suhu didih lebih kurang 320o 5. Page 540 – 551. dinginkan. onat anhidrat p. DAFTAR PUSTAKA Harry’s Ralfgh. benzyl benzoat a. Al.

Demikian hal-nya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu melahirkan penemuan-penemuan baru. Sejak pertama kala dikenal (pada zaman mesir kuno) hingga detik ini kosmetika selalau mengalami perubahan dan perkembangan baru. Mulai dari alis dan kulit di bawah alis. Oleh karena itu. atau saat mandi atau perawatan setelah mandi. perawatan yang semuanya merupakan tujuan dari kosmetika. Mungkin jangka di luar negeri kosmetika mandi ini sudah banyak digunakan. Sediaan kosmetika mata adalah kosmetika yang digunakan untuk memperindah daerah di sekeliling mata. keindahan. Seperti kita ketahui. Namun bagi sebagian orang kosmetika mandi ini masih asing. Karena banyaknya produk kosmetika yang beredar di pasaran. Kosmetika mandi meliputi sediaan yang digunakan sebelum mandi. bulu mata. mandi merupakan aktivitas sehari – hari yang penting dan tidak akan terlewatkan oleh setiap orang. namun di Indonesia baru beberapa kalangan yang menggunakannya. Pada zaman sekarang. dan jaringan dalam garis keliling bawah lubang mata.Sediaan Kosmetika BAB II SEDIAAN KOSMETIKA MANDI DAN MATA Kehidupan manusia dan percobaannya tidak pernah statis. bahkan dibutuhkan oleh berbagai kalangan masyarakat. Pada makalah ini akan diulas mengenai kosmetika mandi dan sediaan kosmetika mata. sedangkan diera milenium tiga ini kosmetika sudah dikenal. dalam melakukan kegiatan sehari-hari masyarakat selalu berhubungan dengan kebersiahan. Termasuk dalam bidang kosmetika. kantung selaput mata. karena kosmetika mandi tidak umumm digunakan orang. kelopak mata. SEDIAAN KOSMETIKA MANDI 23 . maka konsumen harus mempunyai ilmu dan informasi tentang kosmetika yang baik dan cara penggunaannya. Kosmetika pada zaman mesir kuno hanya digunakan oleh kalangan bangsawan. penemuanpenemuan tersebut membawa manusia ke arah kehidupan yang lebih baik dan modern. selalu berkembang setiap saat.

2.Sediaan Kosmetika I.H2O ( Natrium Karbonat Monohidrat ) Na2CO3. 2. NaHCO3 55 % Asam tartrat 20 % Na-sesquikarbonat 20 % Parfum dan pewarna 5 % D. 2 H2O ( Natrium seskui karbonat ) Trisodium fosfat NaCl Boraks Pewarna. 7. 3. Ext D & C Red No. 3. Na2CO3 Na sesquikarbonat Na-tetraborat Tablet mandi 1. 19 B. Minyak mineral (Castrol oli/ Olive oil) Isopropyl myristate Parfume 46 % 48 % 5% 24 . NaHCO3. atau segera setelah mandi. menurt USP: Ext D & C Yellow No. PENGERTIAN DAN TUJUAN PEMAKAIAN Sediaan kosmetika mandi merupakan sediaan-sediaan atau bahan-bahan yang dapat digunakan dalam air mandi. 3. 2. Garam mandi ( Bath salts) II. Minyak mandi Formula menurut Atlas Industries: 1. 4. 5. 3. 7. 5. Tujuan:  Membersihkan tubuh dengan menghilangkan kotoran  Menambah harum pada tubuh  Membuat kesegaran bagi penggunanya  Memperhalus kulit  Menambah kenyamanan misalnya dengan wangi-wangian dan warna  Menghindari permukaan kotor pada bak mandi FORMULA UMUM A. Na2CO3 Na2CO3. Ext D & C Green No. 6. dan No. 1. Kristal mandi ( Bath cuber ) 1. 4. 1. selama mandi. 2.

menyegarkan. Natrium alkyl benzene Sulphonate 2. 5. Na Sesquicarbonat 3. G. zat pewangi ( corigens odoris ) dan zat pewarna ( corigens coloris ). Na Lauril Sulfat 3. 1.Sediaan Kosmetika 4. Serbuk mandi ( Bath Powder ) 5. Air yang telah didestilasi 4. Gelembung mandi ( Bubble Bath ) 4. Pembahasan: Garam mandi ( Bath Salt ) Garam mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang digunakan untuk melunakkan air sadah.Lauryl Sulphate 80 % Parfum 10 % Lauric diethanolamide 5% Hexylene glycol 5% Serbuk Mandi (Bath Powder ) 1. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh garam mandi adalah: a. Amilum maidis 4. Biasanya terdiri dari suatu garam amorganik atau campurannya. Artatone T 1% Zat tambahan : Tween 81 untuk emulsi agent yang larut air 50 % 5% qs E. Na hexametaphosphate Susu mandi (Bath Milk) 1. Minyak mandi ( Bath Oil ) 10 9 81 2 55% 21% 10% 2% F. Susu mandi ( Bath Milk ) 6. Gelembung Mandi ( Buble bath ) Contoh formulanya TEA Lauryl Sulphate Liquid Air 45 % Penstabil busa Warna Parfum qs Na. dan menghilangkan bau badan serta membersihkan tubuh. Minyak pengharum (Lavender) 2. Tablet mandi ( Bath Tablet ) 3. harus mudah larut dan melunakkan air sadah dengan efektif 25 . PENGGOLONGAN 1. Garam mandi ( Bath Salt ) 2. Urea ( 5% dalam alcohol ) III.

pada 330C sebagian dari air kristalnya akan berdissosiasi hingga akan terbentuk massa yang melekat. menghilangkan garam mandi yang menarik. Dipermutasikan dengan kristal garam. murah harganya Tipe utama garam mandi: a. 2 H2O ) 26 . Tipe ini tidak melunakkan air sadah atau membantu dalam membersihkan. Sodium chlorida.Sediaan Kosmetika b. Garam umum ( Rock salt. sebaliknya dia akan cepat kehilangan bentuknya jika terkontaminasi MgCl2 ). Produk harus dijaga dari sinar matahari secara langsung. karena dapat terjadi kemekaran meski disimpan pada kondisi biasa. 3. efektif melunakkan air. - Natrium karbonat ( Na2CO3) Mudah larut dalam air. Natrium karbonat monohidrat ( Na2CO3. etilen glikol. H2O ) Merupakan hasil / produk dari kristal Na2CO3 yang mengalami pemekaran. menghasilkan air yang lunak dan bercampur dengan busa sabun dan dapat digunakan sebagai penggelembung mandi. Ketika diwarnai kristalnya akan memiliki bentuk yang menarik. NaHCO3. zat pewarna dan zat pewangi. Natrium sesquikarbonat ( Na2CO3. Tipe pelunak air. higroskopis. dimana garam kristalnya lambat laun larut dalam air sadah. Titik leleh rendah. lebih lagi tegangan permukaan air diturunkan sehingga memudahkan dalam membasahkan kulit. Sulit diberi zat pewarna dan zat pewangi dengan baik. NaCl ) Garam ini berbentuk kristal yang menarik dan stabil ( jika garam ini bebas dari MgCl2. harus memiliki bentuk yang menarik dan stabil pada kondisi iklim biasa dan mudah diberi zat pewarna dan zat pewangi c. namun tidak kehilangan kelembaban. Namun hal ini dapat dicegah sebagian dengan melapisi kristal dengan substansi higroskopis. 4. b. biasanya didasarkan pada satu sediaan fosfat atau sodium sesquicarbonat. 2. Keuntungan tipe garam ini adalah mempunyai pelarut air dan ini membantu dalam pembersihan. karena untuk mengurangi polaritas partikel yang tersedia. Garam ini juga mudah larut dalam air tetapi tidak memberikan efek melunakkan air sadah dan akan menghilangkan busa sabun. seperti gliserin. Dapat menyegarkan kulit. Garam-garam anorganik yang sering digunakan sebagai garam-garam mandi: 1. dll dalam jumlah kecil yang dicelupkan dalam pelarut. NaCl mempunyai sifat mudah diwarnai dan diberi pewangi. Kerugiannya: bisa menimbulkan iritasi pada kulit bagi orang-orang yang sensitif terhadap alkali yang tinggi.

Borax atau Natrium tetraborat ( Na2B4O7. 12 H2O ) Merupakan pelunak air yang baik dan tidak higroskopis.2 Pewarna qs Kristal mandi ( Bath Cubes ) Biasanya terdiri dari Natrium karbonat ata Na-sesquikarbonat dan atau borax. Natrium tiosulfat ( Na2S2O3. minyak parfum. Tablet mandi sering mengandung kristal-kristal asam organik ( seperti asam sitrat atau tartrat ) dalam sodium karbonat. 5.5 . 7. Tablet mandi ( Bath Tablet ) Tablet mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk membersihkan dan menyegarkan badan. bila tidak maka Na2CO3 yang keras seperti batu karang akan sukar larut dalam air mandi. Cara pembuatan: Mula-mula semua bahan dihancurkan dulu menjadi bagian yang kecil-kecil. mudah diwarnai. tetapi mempunyai sifat basa yang kuat sekali. atau bikarbonat. Dinatrium pirofosfat dan tri natrium fosfat kadang-kadang juga digunakan sebagai garam mandi. tetapi dapat mengeruhkan air mandi. Tidak higroskopis namun sukar larut dalam air. 10 H2O ) Borax berbentuk kristal-kristal halus. Contoh formula garam mandi: Trisodium fosfat 50 – 49 Na-sesquikarbonat 49. akan mengeluarkan CO2 dengan efek effervescent. Bila digunakan Na2CO3 maka harus ditambahkan zat penghancur terlebih dahulu. bereaksi sebagai basa lemah dan mudah diwarnai. 8. Dinatrium fosfat ( Na2HPO4.5 – 49 Garam kristal NaCl Parfum / pewangi 0. Segera setelah dimasukkan ke dalam air. dan mudah tercampur dengan zat pewangi.Sediaan Kosmetika Merupakan suatu garam yang berbentuk kristal jarum yang halus dengan kemurnian tinggi. menghasilkan air yang berwarna keruh bila sabun digunakan. Tri Natrium fosfat Bentuk menyerupai flake atau bundar. Zat penghancur yang umum digunakan adalah Na lauril sulfat. 6. Tujuan pembuatan tablet mandi adalah untuk mencegah garamgaram halus. Jika digunakan dalam jumlah besar akan menimbulkan bau yang kurang sedap pada air mandi atau kulit. Kerugian dari penggunaan garam ini adalah sukar diwarnai. 5 H2O ) Merupakan bentuk kristal jarum yang bagus yang mudah larut dalam air. mudah larut dalam air. 27 . Garam ini sangat stabil. 2. sesquikarbonat. dan pewarna dari sukar larut.

4. seperti Nalauril sulfat . Titanium dioksida sebanyak 1. Sediaan ini akan terdispersi dalam air dengan mengeruhkannya. b. dsb. digunakan untuk menyerap parfum dan menahannya dalam produk akhir. zat pembuat busa. tablet. Susu mandi mempunyai efek yang sama seperti minyak mandi tetapi sedikit mahal dalam penyimpanannya. dan pelunak air yang tidak higroskopis. 5. d. kapsul. Selain lemak-lemak dapat digunakan garam-garam asam lemak atau esternya. Gelembung Mandi ( Bubble / Foam bath ) Adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk memenuhi bak mandi dengan gelembung-gelembung atau busa-busa yang dapat berfungsi untuk menghilangkan rasa lelah dan mencegah adanya noda pada bak mandi. Tablet mandi juga sering mengandung garam yang melepaskan oksigen dalam air. larutan. karena gunanya adalah untuk melembutkan kulit. c. dan batang. Susu mandi ( Bath Milk ) Susu mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk membersihkan dan menjaga kelembutan kulit. Larutan yang digunakan dalam tubuh tidak mengiritasi kulit dan membran mukosa. e. MgCO3 sebanyak 5 %. maka gas CO2 yang terbentuk akan membantu pembentukan busa. Gelembung harus tahan terhadap kesadahan air. Contoh formula susu mandi: 3. kristal.Sediaan Kosmetika Tablet ini mudah terurai dan terlarut.2 % akan memberikan opacity pada talk. Serbuk mandi ( Bath Powder ) Dahulu serbuk mandi dibuat dari jagung. Mencegah pembentukan noda-noda busa di sekitar bak mandi. Mudah menggelembung tanpa memerlukan tekanan air yang berlebihan. 28 . Semua produk harus dites untuk melihat apakah terjadi endapan yang keras pada kelembaban tinggi. Harganya sebaiknya cukup murah. granul atau manik-manik. Susu mandi merupakan emulsi m/a dimana fasa minyak hampir terdiri dari minyak parfum seluruhnya. cairan. Kaolin akan membantu serbuk berkilau. tepung beras dan asam borat namun sekarang dibuat dari 60 – 90 % talk. Gelembung mandi dibuat dari detergen. Trietanol amin stearat. Sediaan gelembung / busa mandi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. contoh sodium perborat atau hydrogen peroksida-kompleks urea. Jika tablet ini juga mengandung sabun ( bahan pembentuk sabun. gel. seperti sodium lauril sulfat ). Gelembung mandi biasanya berbentuk serbuk. Oksigen ini diharapkan mempunyai kegunaan untuk menyegarkan badan. Zat aktif dari sediaan ini adalah minyak lemak.

dan mencegah kekeringan kulit. dan alkalis Kualitatif  Uji Na : Uji nyala dengan kawat niktom. Kuantitatif Larutkan sisa yang diperoleh pada kadar air dalam 50 mL air. NaCl Merupakan hablur heksahedral tak berwarna/ hablur putih. atau kapsul dari gelatin.Sediaan Kosmetika Minyak pengharum 10 Na lauril sulfat 9 Air yang telah didestilasi 81 Uranin ( 5 % dalam alcohol ) 2 Pembuatan: Larutkan Na lauril sulfat dalam air dengan pemanasan dan tambahkan unsur-unsur lain setelah dingin. Analisis Formula Sediaan kosmetika Mandi 1. 6. memberikan warna kuning  Uji CO3: Tambahkan larutan Magnesium Sulfat p akan terbentuk endapan putih. dengan pertolongan surfaktan minyak dapat menembus lapisan kulit paling atas kemudian minyak akan bekerja sebagai pelembut. menghaluskan. Percobaan membuktikan bahwa 4 mL minyak mandi dalam 10 L air mandi. mudah larut air. cukup untuk membentuk lapisan minyak pada kulit secara merata dan setelah dicuci dengan sabun ternyata masih dapat diamati selama 3 jam setelah mandi. botol. rasa asin. tak berbau. Minyak mandi tidak larut dalam air dan akan membentuk lapisan tipis yang terapung di atas permukaan air mandi.  Kualitatif 29 . Mekanisme kerja dari minyak mandi adalah mila-mula minyak mandi diabsorbsi oleh permukaan kulit. penghalus. Na2CO3 Merupakan serbuk putih. akan tetapi sebaliknya justru akan menghalangi terbentuknya busa dan tetap tinggal sebagai lapisan tipis yang sukar dihilangkan pada bak mandi. Untuk meningkatkan efek kelarutnnya sering ditambahkan surfaktan yang larut ke dalam minyak mandi. Sebetulnya sediaan minyak mandi ini tidak membantu pembersihan kulit. dan pencegah kekeringan pada kulit. kemudian titrasi dengan asam sulfat menggunakan indicator larutan jingga metil p. Biasanya sediaan minyak dijual dalam bentuk kantung plastik. A. Garam Mandi A. Minyak mandi ( Bath Oil ) Adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk melembutkan.

5 N 2. Larutkan dalam 40 liter air. B.  Kualitatif Uji HCO3 : Dengan pendidihan akan membentuk gas CO2 yang dapat diidentifikasi dengan air barit. B. refluks selama 2 jam. Asam Tartrat Merupakan hablur tidak berwarna atau warna putih. buram. tambahkan asam nitrat p maka terjadi endapan lagi.  Kuantitatif Larutkan 1g yang ditimbang dengan seksama dalam 20 mL air. Tablet Mandi A. masukkan kedalam labu Erlenmeyer. Sangat mudah larut dalam air. tidak berbau.  Kualitatif Uji : Zat + FeCl3  Kuning Zat + FeSO4+ H2O2 + NaOH  Ungu biru Reaksi Kristal : dikocok dengan K-Ac  kristal putih  Kuantitatif Timbang seksama 2g yang sebelumnya telah dikeringkan.  Kuantitatif Timbang seksama 250 mg. tidak berbau.Lauryl Sulfat Pada 5 g yang telah dikeringkan pada suhu 105 o hingga bobot tetap tambahkan 25 mL H2SO4 1 N. tambahkan larutan merah p. Larut dalam 8 bagian air.tor larutan Kalium Kromat p. Gliserin 30 . Bilas pendingin dengan 30 mL etanol mutlal p kemudian dengan air. mudah larut dalam etanol. Gelembung Mandi dan Serbuk Mandi A. Titrasi dengan perak nitrat 0. Titrasi dengan asam klorida 0. larutkan dalam 50 mL air.Sediaan Kosmetika Uji Cl : tambahkan larutan perak nitrat p terbentuk endapan putih yang tidak larut. dinginkan. Titrasi dengan HCl 0. rasa asin. 3.5 N menggunakan indicator larutan jingga metil. Na. praktis tidak larut dalam etanol (95%)p. Titrasi dengan NaOH 1N menggunakan indicator larutan fenolptalen p. larutkan dalam 50 mL air. NaHCO3 Merupakan serbuk putih atau hablur monoklin kecil.1 N menggunakan Indica. Kuantitatif Timbang seksama 3 g. larut dalam ammonia encer p.tambahkan Fenolftalein & titrasi dengan NaOH 1 N. rasa asam dan stabil di udara. B. Setelah sebelumnya dicuci dengan air. Boraks Kualitatif Uji: Campur sejumlah zat dengan asam sulfat p dan methanol p.

encerkan dengan 50 mL air. tak berwarnaa.Sediaan Kosmetika  Kualitatif Uji : Panaskan dengan Kalium bisulfat p. Na2SO4 Merupakan serbuk tak berwarna.masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 mL. masukkan ke dalam gelas piala 600 mL. terjadi uap merangsang.  Kualitatif C. tak berbau. agak higroskopis. Susu Mandi Urea Merupakan hablur prismatic. Lakukan penetapan blanko. higroskopis.  Kuantitatif Timbang seksama 3g.tetraborat p diatas nyala api terjadi warna hijau. 4. rasa pahit. Asam Laktat  Kualitatif Uji : Mengubah lakmus biru menjadi putih. tak berwarna hingga kuning pucat. rasa pahit. terjadi bau asetaldehid. bau lemah mirip amoniak. 31 . tambahkan biru brom timol LP dan asamkan dengan H2SO4 0. Netralkan dengan NaOH 0.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan. hangatkan 1g dengan 100 mg KMnO4. Jika dibakar dengan sedikit Na. Jika berubah warna menjadi biruair E.05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau. tambahkan 75 mL air. dinginkan. tak berbau/ praktis tak berbau. didihkan perlahan selama 5 menit. Tambahkan 50 mL NaOH 1 N. mudah larut air. titrasi dengan HCl 1 N menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil p.  Kuantitatif Timbang seksama 400 mg. TEA Merupakan cairan kental.  Kualitatif Uji SO4 : Zat + BaCl2  Endapan putih Zat + Pb Asetat Endapan putih D.  Kualitatif Uji : Zat + Parri Ungu Zat + AgNO3 Cincin perak  Kuantitatif Timbang seksama 2g. Titrasi dengn HCl 1 N menggunakan indicator larutan fenolftalein p. rasa dingin dan asin. transparan. larut dalam air. asin. kemudian teteskan larutan pada CuSO4 tersebut. Air Panaskan CuSO4 hingga berubah warna dari biru menjadi putih. encerkan 50 mL air. F.

dan jaringan dalam garis keliling bawah lubang mata. PENGERTIAN Sediaan kosmetika mata sering juga disebut sebagai sediaan “make up” mata adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mempermudah daerah sekitar mata. yaitu daerah sekitar mata. Jadi tujuan utamanya adalah menandai daerah mata dengan warna. kantung selaput mata. maka dalam formalasinya hanya boleh digunakan bahanbahan baku yang betul-betul murni. Mascara (mascara) 3. Eye make-up remorer (penghapus ‘make-up’ mata) 6.lama coklat 32 .212 Bilangan asam tak lebih dari 1 Bilangan yodium tak lebih dari 1 B.88 KOSMETIKA MATA I. tidak toksik dan tidak merangsang. Minyak mandi A. Jadi sediaan ini hanya digunakan pada daerah sekitar mata. yaitu alis mata. II. Eye shadow (pembentuk bayangan mata) 4. Yang dimaksud dengan dareah sekitar mata adalah daerah yang dibatasi oleh bagian atas dan bawah dari lubang mata. Isopropyl Myristate Bilangan penyabunan : 202.basa 5. Karena pemakaian dari sediaan ini adalah pada daerah yang peka. Eye Cream / Eye stick (krim mata) 7. bola mata. Eyebrow pencil (pensil alis) 2. Eye liner (pembentuk garis mata) 5. Kecuali bahan-bahan yang akan digunakan harus betul-betul murni dari sediaan kosmetika lainnya. Cover Make-Up : Ungu : Endapan Ungu : Hijau muda : Merah darah anggur : Hijau sebentar : Hijau lama. Sediaan dari kosmetika mata adalah menitik beratkan daerah mata dengan penggunaan warna. PENGGOLONGAN Sediaan kosmetika mata dibagi menjadi: 1.Sediaan Kosmetika Uji : Reaksi biuret Laco Millon p-DAB HCl Roux Beilstein NaOH  Kuantitatif Titrasi asam. kulit dibawah alis. Olive oil Bilangan asam tak lebih dari 2 Bilangan iodium 79. kelopak mata bulu mata.

Sediaan Kosmetika III. Karnauba Lilin ini tersedia dalam berbagai jenis tetapi yang biasa digunakan adalah yang berwarna kuning dengan titik lebur 85 ºC. biasanya digunakan kresin dengan titik lebur 68 ºC. karena fleksibelitas dan elastisitasnya. sehingga dapat memberikan kilauan pada bulu mata. Suatu petrolatum yang bermutu tinggi tidak akan menghasilkan bau tidak enak selama penyimpanan. Bahan Oksida dasar atau zat pembawa Petrolatum Berwarna putih. digunakan untuk eye shadow dan mascara sebagai pelumas. krom oksida dan karmin. tanpa harus membuatnya kaku. Dalam produk-produk yang dicetak. zat ini dapat mengeraskan sediaan dalam penggunaannya. Kresin Merupakan campuran mikrokristal dari hidrokarbon yang tersusun kompleks. arang hitam. Untuk produk-produk mata. b. d. Karnauka ini biasa digunakan pada formulasi mascara. Beeswax (Lilin tawon lebah) Berwarna putih dengan titik lebur 64 ºC. Lanalin Lanalin anhidrat miliki titik lebur 38-40º C. 2. bahan berserabut pendek. memiliki titik lebur 43ºC propil fisik dan stabilitasnya memiliki stabilitas yang baik untuk produkproduk ini. FORMULA UMUM 1. e. telah dimurnikan dan diputihkan. besi. lilin-lilin haruslah  a. dan pewarnaan dengan sediaan ini dilakukan dengan zat warna anorganik dan zat warna alam. seperti pada mascara padat. besi oksida hitam (F e 3 O4)  Biru : Biru ultra marine  Hijau : Krom oksida  Coklat : Besi oksida coklat  Kuning: Oksida besi kuning  Merah : Karmin Untuk memperoleh bayangan mata yang lebih terang biasanya ditambahkan titanium oksida atau seng oksida. Semua warna yang digunakan pada kosmetika mata harus tidak larut dalam air. 33 . dan menetralkan larutan sabun dalam air. Zat-zat warna utama adalah karbon hitam. Kresin tersedia dalam berbagai tingkatan dengan titik lebur bermacam-macam. Warna-warna yang sering didunakan pada kosmetika mata : Hitam : karbon hitam. kombinasi. c. Zat warna Zat-zat warna dari bahan batu bara tidak dapat digunakan. Zat ini akan membentuk lapisan yang menolak air.

Gom Tragakan Suatu zat yang didapat dari Astragalus gummifer. Dalam bentuk serbuknya. maka viskositasnya dapat dikendalikan dan viskositas yang konstan ini membuat metil selulosa sering digunakan sebagai zat pengikat. Bahan Pengawet Meskipun semua formula tidak memerlukan bahan pengawet.Sediaan Kosmetika seimbang sehingga padatan tidak akan menyusut atau melekat di dalam cetakan. meskipun pengembangan emulgatoremulgator nonionik sekarang ini dapat menggeser posisi stearatstearat dimasa depan. h. kadang-kadang dihilangkan dari kosmetik mata. Karena metil selulose adalah zat sintetik. gom tragakan merupakan zat pengental yang digunakan untuk mencapai viskositas yang lebih besar. Zat ini banyak ditemukan dalam produk kosmetika termasuk eye shadow. Beeswax ini sangat baik untuk kombinasi. Propilen glikal bersifat tidak lengket dan merupakan pelumas yang baik. memiliki titik didih 55ºC. 34 . cairan pucat bersih yang bebas dari berbagai bau tidak enak. g. paraffin.1 %. Asam Stearat Terdiri dari 3 lapisan yang tercetak (triple-pressed grade). Propilen Glikol Suatu humektan biasa digunakan untuk eye shadow. Trietanolamin stearat adalah jenis yang sering digunakan secara luas. Zat ini dapat secara mudah membentuk sabun dan dinetralisir. diantaranya adalah Lamp black. yng terlarut dalam air dengan cara yang sama dengan gom tragakan. Pensil alis mengandung berbagai jenis bahan kimia. petrolatum. namun akhir-akhir ini zat pengawet sering ditambahkan pada kosmetika mata. Raetil Selulosae Merupakan suatu gomsintetik. f. EYEBROW PENCIL (Pensil Alis) Pensil alis adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menebalkan atau mengubah bentuk alis. j. Bahan-bahan pengawet pilihan um\ntuk produk-produk mata adalah dari golongan alkil-p-hidroksi benzoat. dan mencegah rangsangan pada mata. kemudian menuangkannya pelan .pelan ke dalam air sampai terdispersi sempurna. Alumunium silikar dan acid stearat. memberikan sabun yang stabil yang sesuai dengan bahanbahan hidrofilik dan lipofilik. i. zat pengental dan zat pengemulsi. biasa dilakukan dengan cara membasahinya dengan alcohol atau propilen glikol. Apabila diperlukan untuk menutupi bau tertentu digunakan pewangi dari minyak atsiri alami atau zat kimia asumatik yang ringan dan aman kadar kurang dari 0. Isopropil Miristat Merupakan suatu ester asam lemak sintetik. Biasanya terdiri suatu zat warna yang terdispersi dalam dasar malam. Bahan pewangi Bahan pewangi digunakan hanya sebagai pencegahan ekstra melawan iritasi.

peradangan. pemakaian cepat dan tahan lama. mata menjadi merah. Contoh formula: Minyak kastor terhidrogenasi Minyak biji kapas terhidrogenasi Cocoa botter Minyak kastor terhidrogenasi Bahan dasar penyerap lanolin Lampblack (yang cocok) 46% 12% 8% 80% 17% 9% Jika pensil coklat yang dibuat maka lampblack dapat diganti dengan Umber (sejenis tanah pewarna yang berwarna coklat kemerahan) dan sienna bakar (sejenis tanah liat berwarna coklat kemerahan). penggunaan pensil alis tidak dianjurkan untuk daerah dibawah kelopak mata karena dapat menimbulkan pigmentasi pada lapisan mukasa mata. Maskara Bentuk Padat Diperoleh dengan cara pengempaan atau pencetakan. Jenis mascara ada 3. lilin dan zat warna sedemikian rupa hingga diperoleh massa yang padat. Stearat Parafin padat Cera alba 40% 30% 12% 35 . cepat kering tapi tak kering pada wadah. mata terasa gatal dan dapat mengalami iritasi pada mata. Penggunaan mascara harus hati-hati karena dapat menimbulkan rasa pedih dan berair. Maskara biasanya mengandung garam acid stearic bersama pigmen dan lanolin. R/ Trietanolamin.Sediaan Kosmetika Syarat pensil alis adalah mudah dipakai. dibuat dari sabun yang dilelehkan bersama – sama minyak. MASCARA (Maskara) Maskara adalah sediaan kosmetika yang termasuk sediaan tata rias mata. mempunyai kegunaan untuk menghitamkan dan mempertebal bulu mata dengan tujuan untuk memperindah mata. Terdapat 2 tipe pensil alis. yaitu: a. yaitu: a) Pensil Alis Bentuk Crayon Merupakan campuran zat warna coklat atau hitam dengan kadar tinggi. setelah hampir kering diusapkan pada bulu mata. sama rata dalam pengolesan dan tidak rapuh. Cara pemakaiannya dengan menggosokkan silikat (yang telah dibasahi) pada permukaan padatnya sampai menempel. dan pandangan menjadi kabur. b) Pensil Alis Bentuk Potlot Formulanya sama dengan pensil alis bentuk crayon hanya dimasukkan ke dalam selubung dari kayu. tidak beracun dan merangsang. tidak melengketkan bulu mata. rata hasil pengolesannya. halus. paraffin serta lilin karnauba syarat mascara adalah mudah dipakai.

45% Zat warna 9. Maskara Bentuk Cream Dapat dihasilkan dari penambahan zat warna ke dalam suatu vanishing cream atau dengan melarutkan zat warna pada minyak yang sesuai.1% Vaselin putih 5. Maskara bentuk krim ini paling disukai oleh konsumen karena konsistensinya dan susunannya rata.1% Cara pembuatan : Formula A dipanaskan pada suhu 60°C. diaduk sedemikian rupa sehingga diperoleh fasa atau bentuk yang diinginkan (padat). kemudian tambahkan zat lain (minyak jarak yang telah dilarutkan dalam alcohol).1% Formula B : Tretanolamin 2.Sediaan Kosmetika Lanolin anhidrat 5% Karbon hitam 13% Cara pembuatan : bahan – bahan diatas dilelehkan bersama – sama.5% Minyak mineral 9. mudah digunakan.75% Air 4. formula B dipanaskan pada suhu 60°C. c. Contoh formula: R/ Formula A : asam stearat 9. Masukkan formula B perlahan-lahan kedalam formula A sehingga zat warna tercampur homogen dan terbentuk massa krim. Bentuk ini kurang disukai karena sifatnya mudah larut dalam air dan lengket. Contoh formula : R/ Resin (10% dalam alcohol) 3% Minyak jarak 3% Etilalkohol 84% Zat warna 10% Cara pembuatan : Suspensikan zat warna (umumnya karbon hitam) kedalam larutan resin. Untuk ini diperlukan zat pembasah yang sesuai. diaduk hingga zat warna tercampur homogen. sehingga zat warna akan menempel pada sikat. Karemna bentuk sediaan lunak maka dapat dimasukkan dalam tube dan sikatnya menempel pada tube sehingga pemakaiannya akan lebih praktis dan tahan lama. EYE SHADOW (Pembentuk Bayangan Mata) 36 . b. cukup cepat kering dan tahan air. yang berguna untuk menurunkan tegangan permukaan. Mascara Bentuk Cair Dapat diperoleh dengan cara mensuspensikan zat warna ke dalam zat pembawa. Maskara bentuk krim tidak boleh mongering dalam penyimpanan dan harus menempel dengan balik pada bulu mata.

Sediaan Kosmetika Eye shadow adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk memberikan latar belakang atau bayangn pada kelopak mata. bentuk krim cair 3. Dalam kontainer yang terpisah. Untuk bayangn yang telah terang. pekerjaan pengisian dapat dilakukan dengan menggunakan hand filler / unit pengisi yang dikendalikan secara termostatik. sehingga mata akan kelihatan lebih indah. Sedangkan untuk mendapatkan warna biru gelap. Bentuk-bentuk Eye shadow yang ada dalam peredaran adalah : 1. Untuk memperoleh nuansa violet (ungu). bisa ditambahkan alumunium pada bayangan-bayangan ini. Contoh formulanya : Bahan dsar untuk Eye shadow krim cair R/ Petrolatum putih serat pendek 65% Lanolin anhidrat 5% Keresin putih 10% Beeswax putih 5% Minyak mineral 65 / 75 15% Cara pembuatan : Campurkan sejumlah titanium dioksida / seng oksida yang diperlukan dengan warna-warna dan dengan petrolatum yang telah dilelehkankemudian giling campuran menggunakan gilingan putar. Janistyn telah menyarankan agar diperoleh bayangan yang indah pada Eye shadow : Biru : 20 bagian ultramarin. lil. dilelehkan bersama-sama dengan bahan-bahan lain. kalsium karbonat. 5 bagian titanium dioksida. bentuk krim 4. Sejumlah kecil karmin NF dapat ditambahkan pada bayangan biru. Seperti halnya denagn sediaan kosmetika mata lainnya. bentuk cair / “liquid” 2. Eye shadow biasanya mengandung lanolin. ceresin. bisa ditambahkan ultramarin dan dikurangi titanium dioksida. Eye shadow juga mengandung zat warna sebagai komponen aktifnya. Untuk memperoleh efek “emas” bisa digunakan serbuk alumunium dengan berbagai pigmen. minyak mineral. dan tambahkan warna dasar pada campuran tersebut. seperti misalnya bentuk pensil dan bentuk “stick” akan lebih menguntungkan dari pada bentuk cair / krim cair. Tuangkan campuran tersebut pada kontainer . soebitan oleat dan talcum. 10 bagian titanium dioksida Hijau : 15 bagian titanium dioksida. bentuk “stick” / “cake” 5. kocok campuran tersebut dengan baik. 10 bagian kromium oksida hijau Coklat : 30 bagian besi oksida coklat. EYE LINER (Pembentukan Baris Mata) Eye liner adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menonjolkan garis mata pada tepi kelopak mata atas dan bawah serta 37 .in lebah. Untuk memperoleh efk warna-warni. zat utamanya adalah titanium dioksida / seng oksida. bentuk pensil Masing-masing bentuk diatas mempunyai keuntungan dan kerugian sendiri-sendiri.

30% pewarna. Biasanya sediaan cover make-up warnanya seperti warna daging (flesh colour).0% Shelloe 1. krim yang dimaksudkan kedalam botol atau berbentuk padat yang disediakan dalam bentuk pensil. 38 . Contoh formula eye liner cair dalam American Perfumer and Cosmetics : R/ Air 20% Methosel HG 60-50 V 40% Veegum 1. Eye liner biasanya mengandung alkanolamin. Larutan dalam HCl 3N sedikit berlebih menunjukkan reaski zink. Jika dipanaskan dengan kuat dihasilkan warna kuning yang akan hilang pada pendinginan. Eye liner didapatkan dalam sediaan cair.2% Alcohol 50-40 5. Minyak Biji Kapas Merupakan minyak lemak yang diperoleh dari biji masak dari Gossypium sp. minyak tengkawang. Eye Brow Pencil (Pensil Alis) 1. Krim tersebut mengandung lanolin.08% TEA 0.02% Pigmen 18. Umumnya merupakan suatau emulsi air dalkam minyak (a/m). titanium dioksidan dan minyak mineral untuk menghasilkan eye liner yang mengkilat dapat ditambahkan larutan shellae. Eye liner dalam sediaan padat mengandung 60% talcum. paraffin. Analisis Kualitatif a.0% Asam oleat 1. COVER MAKE UP Cover make-up adalah sediaan kosmetika mata yang dapat digunakan untuk mengurangi lingkaran-lingkaran gelap / bayangan-bayangan yang terdapat dibawah atau diatas mata.0% Air dan zat pengawet hingga 100 EYE CREAM / EYE STICK (Krim Mata) Krim mata adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk melumasi daerah sekeliling mata dengan tujuan untuk mengurangi kekeringan atau melembutkan mata. antioksidan.Sediaan Kosmetika mengubahkan penampilan garis mata yang besar nampak lebih kecil. polivinil pirolidon. Biasanya digunakan pada sekeliling mata dekat dengan bulu mata. metil paraben.5% Air 3. polivinil alcohol atau polivinil asetat. eter selulosa. pewangi dan titanium dioksida. IV. alcohol lemak. Kalau terlalu mengkilat maka lemak / minyak yang terdapat dalam formula dapat diganti dengan talk / titat dioksida. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN KOSMETIKA MATA A. setil alcohol dan minyak karamel. b. Sediaan ini tidak boleh memberikan kilauan / kilatan pada daerah sekitar mata.

Lempeng KLT dipanaskan sebentar dalam lemari pengering.69 mg ZnO. Tes untuk lanolin: a. b. lalu ditambah 510 tetes Asam Sulfat kemudian diaduk. 2.5 gram amonium klorida P. tutup dan masukkan ke dalam hot plate selama 5 menit sampai ada pemisahan. Petrolatum Putih Adalah campuran murni dari hidrokarbon semisolid yang dihasilkan dari petroleum dan mengandung penstabil yang cocok. Tuangkan lapisan airnya ke dalam kaserol. Pendeteksi: lampu UV pada 366 nm. titrasi dihentika hingga warna pink tidak terbentuk. Lanolin / Adeps Lanae Bersifat lilin. Masukkan petrolatum yang telah dicuci ke dalam kaserol. ditambah 5 ml asetat anhidrat. Analisis Kualitatif dengan regen Lieberman-Burchard Zat dalam 10 ml kloroform. Ssetelah larut sempurna tambhakna metal jingga LD dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1N LV. Uji keasaman: Jika penambahan fenolftalein pada uni kebasaan tidak berwarna pink tambahkan 0. tambhakan 2. merupakan campuran kompleks ester dalam polyester. Penyerap lempeng KLT siap pakai Qiesel 60 F254. Setil Alkohol Dengan cara kromatografi gas 39 . 4. transparan. larut dalam kloroform atau eter. dalam etanol. warna hijau yang muncul menunjukkan lanolin. Jika perlu.Sediaan Kosmetika Analisis Kuantitatif Timbang seksama 1. warna tidak berubah. Tinggi rambat = 15 cm dalam 30 menit. Cairan yang ditotolkan 10-50 mikrogram dengan garis. larutan tidak membentuk warna pink. 1 ml asam sulfat 1N setara dengan 40. tidak berasa. larut dalam eter dan kloroform. Lanolin praktis tidak larut dalam air. Larutkan 50 ml asam sulfat 1N. masukkan 1 tetes fenolftalein dan panaskan.5 gram zat uji yang baru dipijarkan. Pelarut pengembang sama dengan eter minyak bumi:dietil eter:biang asam cuka = 50:50:1. Identifikasi secara KLT Untuk produk yang mengandung air. 5. 3.1 ml metal orange. Tidak larut dalam air. Keasaman-Kebasaan : Didihkan 5 gram dengan 10 ml etanol yang telah dinetrlakan terhadap kertas lakmus. Parafin Cairan kental. pertama ekstrak lanolin dengan kloroform dan saring ekstrak klroform dengan kapas untuk menghilangkan airnya. bantu dengan pemanasan lemah. tambahkan 100 ml air panas. Uji kebasahan: Masukkan 35 gram kedalam beaker glass. Disemprot dengan larutan 250 gram antimon III klorida dalam 75 gram kloroform sterioda menunjukkan berbagai warna yang manjadi kuat jelas setelah pemanasan dalam lemari pengering pada 100 ° C. cuci petrolatum dengan 50 ml air panas sebanyak dua kali.

methanol. masisng masing sekitar 1. 2. 7. Analisis Kualitatif: Larutan plus NaOH dikocok seperti agar busa pada pengenceran. Setelah larut sempurna tambahkan metal jingga.Sediaan Kosmetika -larutan kesesuaian sistem: timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal -Uji kesesuaian sistem: suntikan 2 mikroliter larutan kesesuaian sistem dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol: tidak kurang dari 4. ZnO Analisis Kualitatif: Jika dipanaskan dengan kuat/pirolisa terjadi warna kuning yang akan hilang dengan pendinginan. kloroform.5 % terhadap rata rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan. TiO 2 Identifikasi: pada 500 mg zat tambahkan 5 ml asam sulfat dan dipanaskan perlahan.5 g zat uji yang baru dipijarkan. sifatnya tetap setelah dileburkan dan didinginkan. Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alakohol dan stearil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang.0. tambahan 2. Analisis Kuantitaf: timbang seksama 1. b. Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol. . Maskara Asam Stearat Berbentuk kristal putih kekuningan. Pada 5 ml filtrate bersih tambahkan hidrogen peroksida akan muncul warna kuning merah. aseton. 6. tidak berbau. mengkilap. Analisis Kuantitatif: 1. Dengan reagen Parri reaksinya positif.3ml Kobal (II) nitrat terjadi warna merah karmin. dinginkan dengan air lalu disaring. pahit. Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa. larutkan dalam 50 ml asam sulfat 1N. . Setelah uap sulphur trioksida mucul lanjutkan pemanasan selama 1menit. Analisis Kualitatif: berfluorosensi lemah bila dicairkan. Analisis Kualitatif: a. benzene. Pada 1 ml zat tambahkan 0. terus titrasi kelebihan sam sulfat dengan NaOH. sukar larut dalam eter. Tri Etanol Amin (TEA) Berupa cairan kental. b. hamper tidak berasa.5 g ammonium klorida Pasal . lengket.Sistem kromatografi: kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisai nyala dan kolom 2 m x 3 m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA. bening. Pigmen a. B. Dapat campur dengan air. 40 . Bila perlu Bantu dengan pemanasan lemah. bau seperti malam.Prosedur: suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak. Vaselin Ialah benda dengan massa lunak. higroskopis.

masukkan ke Erlemeyer 300 ml. titrasi dengan kalium tiosulfat 0. Silikon Fluid (L43) Merupakan silicon dalam krim. Gliseril Monostearat Identifikasi: kromatografi gas dengan instrument yang dilengkapi dengan flame ionozation detector. 3. Prosedur: suntikkan 10 mikro liter ke dalam kromatograf dan rekam kromatogram. 6. dikerjakan pada sushu 205 ° C.Sediaan Kosmetika Timbang 2 g zat. Gunakan nitrogen Pasal sebagai pembawa dengan laju aliran 45 ml/menit. dengan membagi luas puncak propilen glikol dengan jumlah seluruh puncak kecuali puncak udara dan air lalu kalikan 100. 8. 4. gas pembawa helium kering. Propilen Glikol Analisis Kualitatif: spektrum serapan infra merah dari lapisan tipis menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada propilen glikol. tambahkan 75 ml air dan 2 tetes metal LB. Pindahkan ke labu bersumbat kaca. Uji residu dengan spektrum infra merah untuk melihat silicon. atur suhu kolom dari 90 ° -290 ° C dengan kecepatan 2 ° /menit. Gunakan helium Pasal sebagai gas pembawa. dan tarik lapisan atasnya lalu uapkan. Analisis Kuantitatif: dengan kromatografi gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas dan kolom 1m x 4mm berisis bahan pengisi 5% G16 pada partikel penyangga S. Identifikasi: kocok emulsi 2 kali volume dari 1:1 campuran dioksan-toluen. Dan tambahkan pula 5 tetes asam sulfat 2N. tambahkan segera 50 ml brom 1N dan HCl Pasal dan kocok selama 15 menit.1N. Prosedur: suntikan secara terpisah sejumlah volume sama 5 mikro liter larutan baku dan larutan uji ke dalam kromatograf yang dilengkapi dengan detector ionisasi nyala. Tambahkan 50 ml KIO 3 Pasal . Etil Alkohol Analisis Kualitatif: campurkan 5 tetes zat uji dalam gelas piala kecil dengan 1 ml larutan kalium permanganate 1 dalam 100. Titrasi dengan HCl 1N. 7. 9. Setelah mencapai 210 ° suhu dipertahankan selama 8 menit. Isopropil Palmitat/Isopropil Miristat Analisis Kualitatif: dengan kromatografi gas. Hitung percentase C 3 H 8 O 2 dalam propilen glikol. tutup segera dengan kertas saring yang dibasahi 41 . sentrifugasi.. terdiri dari kolom borosilikat. didihkan dengan 50 ml NaOH 1N selama 30 menit sambil mengganti kehilangan air karena penguapan. 5. Propil P-Hidroksi Benzoate (Nipasol) Penetapan kadar: timbang 100 mg. Stearil Alkohol Identifikasi: Kromatografi gas dengan detector ionisasi nyala kolom berisi 10 % fasa G pada sistem penyangga SIA.

dicatat antara jarak sinar tampak 350.Ketika larutan mencapai garis teratas. Uapkan diatas penangas air hingga kering. 2.Pada filtrate tambahkan 2 g ammonium klorida Pasal dan 5 mL ammonia encer. merupakan serbuk halus berwarna putih kelabu. sisanya adalah silica. Lalu ditetesi dengan reagen-reagen asam. saring. Sulfat . Pindahkan ke dalam krus platinum. lalu lihat perubahan warnanya. Eye Shadow 1. tambahkan 20 mL air. E. Jika terjadi endapan. Eyeliner 1. kromatogram dipindahkan dan dikeringkan # Reaksi tetes dan karakteristik kelarutan dalam asam sulfat pekat Sebanyak 0. dikeringkan. larutan natrium fosfat P.Zat 42 . Zat Warna Kosmetika Mata 1. Secarik kertas saring dicelupkan ke dalam zat warna . kertasnya digantung pada bejana kromatografi yang berisi pelarut. Tambahkan HCL Pasal hingga pembuihan berhenti.5 g zat warna dilarutkan dalam 100 mL aquades panas. warna akan memucat pada beberapa menit. dinginkan. dinginkan.keringkan dalam udara terbuka. Campuran warna sebaiknya dipisahkan dengan kromatografi kertas.750 nm. Shellac Analisis Kualitatif : Pada 50 mg shellac tambahkan beberapa tetes campuran 1 g ammonium molibdat dan 3 mL as. 1% larutan zat diteteskan pada garis awal. Identifikasi: campur 500 mg dengan Na 2 CO3 Pasal dan 2 g kalium karsonat P. D. panaskan hingga melebur sempurna.Sediaan Kosmetika dengan larutan segar 100 mg natrium nitroferisianida Pasal dan 250 mg piperazin Pasal dalam 5 ml air. terjadi warna biru intensif pada kertas saring. saring tambahkan. lalu berubah menjadi lila. C. Talk Adalah magnesium hidrat silikat hidrat alam . dengan tinggi pelarut 1-1. Zat warna larut air Ada beragam cara pendeteksian. absorpsi spektrum pada larutan berwarna diencerkan berlebih. Terjadi endapan hablur ammonium magnesium fosfat. dinginkan.5 cm. yaitu : # Kromatografi Kertas Pada kertas dibuat garis awal 2 cm di atas dasar kertas. begitupun untuk garis akhir ( 15-20 cm dari garis awal). pindahklan dalam cawan dengan bantuan 150 mL air panas. Minyak Mineral Analisis Kualitatif: didihkan 50 ml zat uji dengan 10 ml larutan KOH P 8% b/v dalam etanol 95 %P selama 2 menit.Encerkan dengan 50 mL air. larutan harus tetap jernih. Terbentuk warna hijau yang bertahan selama 5 menit. # Spektrum Fotometri Dalam spektrum fotometri. tambahkan lagi 10 mL HCL P.

3.) Pigmen Anorganik b.PENDAHULUAN I.SEJARAH 43 . Zat Warna Larut Minyak Digunakan identifikasi kromatografi lapis tipis.2. I. 2.Sediaan Kosmetika warna diindikasikan berdasarkan panjang gelombang absporpsi maksimum. DEFINISI Sediaan kosmetika rambut (bukan cat )adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk pemeliharaan/ perawatan serta pengobatan rambut agar rambut tetap sehat .1.) Pigmen Organik Pigmen yang larut dalam dimetil fornamioda dapat diidentifikasi dengan spektrofotometri ataupun dengan kromatografi lapis tipis. bagus dan menarik. BAB III SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT (BUKAN CAT) I. Pigmen Warna bubuk pigmen dapat digunakan sebagai indikasi pigmen yang dipakai di kosmetika a.

Shampo berasal dari kata "champo" yang artinya meremas. yaitu lapisan luar yang tipis dan terdiri dari jaringa ephitelium. yaitu lapisan dalam yang tebal. 4. Anatomi Rambut Rambut adalah suatu bentuk tonjolan dari dalam kulit yang merupakan hasil pertumbuhan istimewa/ modifikasi di sel-sel epitel kulit yang terbentuk sebagai hasil keratinisasi sel germinative (tunas). Jadi sabun tidak begitu efektif untuk membersihkan rambut karena sabun meninggalkan kotoran pada batang rambut. 3. Shampo memerlukan busa untuk menghilangkan ketombe berminyak dari kepela. diman sel-selnya terdapat pada lapisan papila paling atas. Pigmen rambut. Sabun. Kebiasaan ini juga dilakukan oleh orang yang hidup pada zaman itu dari mulai India sampai di Inggris. Jaringan subkutan dan jaringan adiposa. penata rambut Inggris memiliki budaya massage dan mencuci ketombe dengan campuran sabun. Epidermis. air dan soda. 3. 2. Diakhir tahun 1870. Bagian-bagian rambut: 1. otot polos kecil pada folikel rambut yang berfungsi sebagai penegak rambut.3. Sel-sel ini memiliki tentakel yang panjang seperti dendrit yang berperan dalam permulaan partikel pigmen ke dalam sel kortikol. Jhon Breck. B. 2. kelenjar yang mengeluarkan sekret sehingga memelihara kulit tetap halus dan rambut mengkilat. Sabun yang mula-mula menggunakan busa dikembangkan pada tahun 1890 oleh seorang pemadam kebakaran Massachusetts. terdiri dari jaringan ikat/jaringan fibrosa. Akar rambut berada di dalam folikel. bagian yang keluar ke permukaan. II. TENTANG KULIT DAN RAMBUT A. Ia menghabiskan hidupnya untuk mengembangkan produk perawatan rambut. I. Ia juga membuka perawatan ketombe pertama di Inggris pada tahun 1908.Sediaan Kosmetika Kosmetika rambut telah dipakai sejak jaman sebelum masehi dan setiap negara mempunyai ciri khasnya masing-masing. Saat itu setiap salon mengembangkan variasi resep yang berbeda dari resep dasar tersebut. 5. 6. Folikel rambut dibatasi oleh sel epidrmis dan diatas dasarnya terdapat papil tempat awal tumbuhnya rambut. Keduanya dibentuk didalam melanosit. ada dua pigmen utama pada rambut yaitu melanin dan pheomelanin. sebagai contoh: orang mesir kuno menggunakan jus jeruk dan asam sitrat yang efektif untuk mengurangi minyak dari rambut. Dermis. Batang rambut. Erektor pilorum. Anatomi Kulit Kulit terdiri dari lapisan utama: 1. Pada abad ke-19 di Inggris telah dikenal shampo yaitu sejenis massage yang ditemui pada waktu orang-orang Turki mandi uap.JENIS-JENIS SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT DAN FORMULANYA 44 .

garam-garam fenil merkuri . Tidak toksik. misalnya: • Clarifing agent : zat yang digunakan untuk mencegah kekeruhan pada shampo.5 Formula umum shampo: 1. Tidak merusak kulit. methyl selulosa. metilen glikol dan EDTA. Syarat-syarat shampo: 1. 4. 2. c. 2. Contoh: gom. • Zat pengawet: zat yang berguna untuk melindungi rusaknya shampo dari pengaruh mikroba yang dapat menyebabkan rusaknya sediaan. Biasanya sapat membentuk busa dan bersifat . Bahan Tambahan Adalah bahan yang digunakan untuk memberiakn sifat tertentu pada shampo. Deterjen non ionik Daya membusanya melemah. Contoh: lanolin. Deterjen kationik Busanya bagus dan banyak. Sangat penting pada pembuatan shampo krim dan shampo krim cair. • Zat pembusa: zat yang menghasilkan busa. isopropil alkohol.Contoh: komplekson III. etil alkohol. yang sering digunakan adalah C-12 metoksi polietilen glikol laurat yang juga berfungsi sebagai pelarut dari zat pewangi (parfum) b.Tween 80.dll. Sanga tdiperlukan pada pembuatan shampo cair dan shampo cair jernih. tragakan . rambut dan mata. Ada pada rentang pH 4.SHAMPO Shampo adalah sediaan kosmetika rambut yang beruguna untuk membersihkan rambut serta kulit kepala. formaldehida. Contoh: butil alkohol. • Opacifying agent: sediaan yang menimbulkan kekeruhan. Contoh ester-ester hidroksi benzoat. minyak mineral. Deterjen yang dapat digunakan ada bermacam-macam diantaranya adalah: a. CMC. Contoh: dietanolamin laurat. • Zat pengental: zat yang perlu ditambahkan terutma untuk shampo cair jernih dan shampo krim cair. 3.1. 45 . tetapi bila kena mata sangat perih dan beracun. untuk melemaskan . menghaluskan serta memberikan kilauan pada rambut dan mencegah kerontokan.Sediaan Kosmetika II. Tidak mengiritasi. Bahan utama Bahan utama merupakan basis dari shampo. • Finishing agent : Zat yang berguna untuk melindiungi rambut dari kekurangan minyak pada waktu pencucian rambut. • zat pendispersi: zat yang berguna untuk mendispersikan sabun Ca dan Mg yang terbentuk dari air sadah.5-5. Deterjen anionik dan amfofilik Deterjen golongan ini juga dapat merupakan zat tambahan sebagai surfaktan sekunder. fenol halogen.

Sediaan Kosmetika • Antiseptik: zat yang dapat ditambahkan ke shampo dengan maksud untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme lain. Contoh formula : Gliserin 20 Dietilftlat 50 Alkohol 650 Parfum 0. Jenis-jenis Shampoo: 1. Na seskaikarbonat. Sodium lauryl sulfat biasanya dipakai untuk basis shampoo jenis ini. Sebagai basis sering digunakan serbuk pengabsorpsi seperti talk.5% 4. karena kurang praktis. shampoo berbasis serbuk dalam sabun telah banyak digantikan oleh ditergen sintetik. Serbuk Shampoo (shampoo powder) merupakan bentuk shampoo yang kurang disenangi. amilum. Biasanya shampoo ini didiamkan selama 10 menit pada rambut dan kemudian disikat. Sifat dari detergen ini tergantung pada panjang rantai asam lemak alkohol yang dipakai. dimana ketika dipakai dengan pemijatan yang lembut pada kulit kepala. Shampoo cair jernih (clear liquid shampoo) Sebagian besar shampoo yang beredar di pasaran merupakan shampoo jenis ini. • Zat pewangi atau zat pewarna: sering ditambahkan agar shampo menjadi menarik dalam bau dan warna. Contoh formulanya : Talk 40% Amilum 15% Na seskaikarbonat 20% Barax 5% Fullerr’s Earth 20% 3. Untuk sekali pakai biasanya digunakan 3-4 gram. Contoh formulanya : Sodium bikarbonat 500 Disodium pospat 200 Serbuk sabun 300 Parfum 0. 2. Shampoo kering cair (Liquid dry shampoo) Shampoo ini digunakan untuk membersihkan rambut dan kulit kepala pada saat tidak tesedia waktu untuk bershampoo dengan shampoo jenis busa biasa. Contoh formulanya : 46 .5% Karena kurang baik dalam air sadah. memberikan efek yang menyegarkan. juga termasuk alkohol monohidrat dengan panjang rantai C10-C18. Shampoo ini didesain untuk menghilangkan minyak dengan menggunakan pelarut yang sesuai seperti alkohol. dengan bahan dasar lemak alkohol tersulfatasi atau lebih dikenal dengan lauril atau alkil sulfat. Shampoo kering (dry shampoo) Shampoo jenis ini berguna untuk pemakaian pada saat merasa kurang nyaman bila bershampoo menggunakan air.

water to100% Shampoo krim cair atau lotion (liquid creame or lotion shampoo) Shampoo ini merupakan sediaan yang mudah dituang yang dibuat dari asam lemak alkohol sulfat atau dari detergan cair jernih dengan dicampur bersama stabilator atau apocifying agent yang sesuai. Sediaan ini mempunyai basis Natrium alkil sulfat yang dibuat dari fraksi alkohol yang memberikan produk yang mempunyai konsistensi tetap dengan kecenderungan untuk mengkristal seperti mutiara.7% Phenyl merkuri Gorat 0.01% Counter charge: Basis shampoo 92 Propillent-2/114(50:50) 8 Shampoo berminyak (oil shampoo) Adalah shampoo yang berguna untuk menghilangkan kotoran serta minyak berlebihan pada rambut.busa shampoo disemprotkan pada telapak tangan dan diusapkan pada rambut yang sudah dibasahi lalu digunakan seperti shampoo biasa. 7. tapi cukup kuat untuk dipakai secara efisien pada rambut di saat keramas. Untuk mempersiapkan pasta diperlukan lilin (wax) seperti setil alkohol sebagai pembangun dan sodium alkil sulfat berbentuk jarum atau pasta. Contoh formulanya : Monoethanolamin lauryl sulfat (27% aktif) 400 Ethylene glycol monostearat 50 Air 550 Shampoo krim padat ( solid creame shampoo). Contoh formula: Basis shampoo . Penggunaannya hanya sebentar saja lalu dicuci sampai bersih. colour. Di dalam perdagangan produk ini lebih dikenal dengan shampoo krim tapi ini merupakan nama lain dari shampoo pasta.Sediaan Kosmetika 5. Contoh formulanya: Sodium lauryl sulfat paste (34% active matter) 800 Cetyl alkohol 50 Air 150 Shampoo Aerosol (aerosol shampoo) Shampoo jenis ini dikemas secara khusus dalam bentuk sprayer. Kosentrat shampoo ini mudah didapat dari produsen detergen dan cukup hanya dengan dilarutkan dan ditambahkan zat pewarna serta parfum. 6. Triethanolamine Lauril sulfat (33%) 45% Coconut monoethanolamida 2% Perfume. 8.3-0. Formulanya harus bisa muncul dari kepala sprayer dalam bentuk busa yang lembut dan mudah diatur. Amonium Tietanolamin lauryl sulfat 600 Coconut dietanolamida 10 Ethoxylated lanolin alkohol 25 Air 365 Parfume 0. 47 .

tinctura capsici 15 %. tidak berbusa. Ketombe bukan disebabkan oleh kulit kepala yang kotor dan bukan karena jenis shampoo yang salah. wabe to 100% 9. 3) Zat-zat keratolitik atau zat-zat yang dapat memecahkan keratin. asam askorbat.5% Hexacholorophene 0. Contoh formula umumnya : (phenol dan alkohol) β-naftol 0. Sebagai contoh cloral hidrat 2-4 %. dan sebagainya. mengandung alkohol dengan konsentrasi yang tidak begitu tinggi. Sebagai contoh asam pantolenat.5-2 % Alkohol 50 % 2) 48 .2. resorsin dan belerang. Shampoo anti ketombe umumnya merupakan campuran antara basis shampoo dengan suatu germisida. Seabagai contoh resorsin. Pada umumnya berbentuk larutan jernih atau krim cair. Penyebabnya diduga karena jamur yang disebut pityrosporum ovale. Suatu Hair Tonic biasanya mengandung : 1) Zat-zat rubifacient (dari kata rubus artinya merah) atau zat-zat yang dapat bekerja merangsang pembuluh darah yang ada pada pembuluh kulit kepala dan juga dapat merangsang kerja kulit kepala. tinctura cantharides (dari sejenis kutu yang diperoleh dari maserasi /perkolasi) 1-5 %. biasanya mengandung vitamin untuk rambut dan suatu germisida untuk membunuh jamur atau bakteri. Zat-zat antiseptik atau zat-zat yang berguna untuk membunuh kuman-kuman yang dapat menimbulkan penyakit sehingga dapat mengganggu perkembangan rambut. Sebagai contoh asam salisilat. II. β-naftol. Hal ini terjadi karena percepatan pergantian pelepasan sel epidermal dari aktifitas kelenjar lemak. 4) Vitamin-vitamin/ senyawa sulfur yang mengadung asam amino yang berguna untuk biosintesis dari keratin. kinina (antiseptik) 0.1-1 %. asam salisilat/ turunan belerang. Contoh formula : Tritanolamin lauryl sulphate 14% Lauric monoethanollamide 1. Ketombe adalah suatu kelainan kulit terutama pada kulit kepala yang ditandai dengan tumbuhnya sisik yang berlebihan. dan sebagainya.5% Colour.Sediaan Kosmetika Contoh formula : Sulphonated olive oil 16% Sulphonated castor oil 16% Water 68% Colour&parfume 2-5 Shampoo anti ketonbe (anti dandruff shampoo) atau medicated shampoo.Penyubur Rambut (Hair Tonic) Sering juga disebut dengan Hair Lotion. parfume.

s. Jika produk-produk digunakan dengan jumlah yang banyak efek yang digunakan dapat dicapai.s. Formula : Oley/ alkohol 15 % Perfomety quality alkohol 85 % Perfume. pewarna 48 % q. Untuk wanita pada umunya mengandung zat-zat berlemak dan polimer harsa. castor oil atau ester dari tipe miristin isopropil.5 % 0. Hair dressing pria atau brilliantine atau lebih umum dikenal sebagai minyak rambut. 50 % 1. digunakan baik pada wanita maupun pria. Contoh : Stearyl dimetil benzol ammonium chlorida 250 mg Ethylen glikol monostearat 50 mg Asam laktat 1 mg Air 699 mg 49 . dibuat emulsi atau krim dengan jumlah kecil asam lemak dan emulgator. 0.s. q. Bahan-bahan yang digunakan  Stearyl dimetil benzol ammonium chlorida Sedikit bakteriostatik. warna q. sedangkan untuk pria lebih banyak mangandung minyak.s.3.2 % 30 % 69 % q. Penggunaan lotion dan dressing memberikan efek yang berbeda dengan yang diberikan oleh produk konvensional. atau dapat juga berbentuk gel.Sediaan Kosmetika Air Gliserin Parfum (ekstrak alam) Quinin Quinin hydrochlorida Alkohol Air Parfum.01-0. Penambahan parfum yang digunakan pada produk perawatan rambut dengan bentuk lotion dengan atau tanpa penambahan minyak lemah. Produk-produk yang dapat memberikan efek mengkilap harus mengandung alkohol terlarut dengan minyak seperti oley atau alkohol. dapat berbentuk campuran minyak-minyak atau lemak baik M/A atau A/M.5 % 40 % (vitamin dan asam tak jenuh) Etanol Birch cambiumsap Asam Borat Gliserin Diasetat 2% Air II. Sebagai contoh Hair Dressing wanita atau musilago lotion (setting lotion atau wave set). rwesin lotion.Pemelihara Bentuk Rambut (Hair Dressing) Merupakan sediaan kosmetik rambut yang berguna untuk memelihara bentuk yang diingini dari rambut. alkoholik lotion.

Pengilau cair (liquid brilliantines) Formula : Minyak mineral 60 % Deodorized kerosin 40 % Pewarna dan parfum q. B.s.0 % Alkohol 6.s.s. parfum q. 2. c.5 96. Mucinago lotion (setting lotion/ wave set) Formula : Tragakan gom 1.s. Pengilau padat (solid brilliantines) Formula : Petrollum jelly 90 % Parrin wax 10 % Pewarna. 2. Triton X-400 75 mg Cetylalkohol 3 mg Korl 8 mg A.Hair Dressing Wanita 1.0 Karbovinil polimer Alkohol 40.0 Pewarna.0 % Air 83. pewarna q.8 % Zat pelindung q.8 1. Pelekat tanpa minyak (non-oily flyative) Formula : Tragakan gom 1.Hair Dressing Pria Pengilau (brilintines) a.0 Air 54.2 % Alkolhol 10 % Gliserin 5.5 1. Pengilau alkohol (alcoholic brilliantines) Formula : Minyak kastor 20 % Alkohol industri 80 % Parfum. Rean lotion Formula : % clear lotion Polivinil pirolidon 4.s.Sediaan Kosmetika  Triton X-400 Terbuat dari campuran stearyl dimetil benzol ammonium chlorida dengan alkohol.0 % Minyak kastor 2.s. b.parfum q. % aerated gel 0.0 % Air 90 % 1.0 PEG 2. 50 .2 q.

Gel Menjadikan tatanan rambut tahan lama. parfum q. Zaman dahulu dikenal dengan nama lemak beruang (bears grease) dan antimacassar.s. ceresin.Sediaan Kosmetika Gliserin 1.07 % Asam oleat 1.0 % Air 19.00 % Minyak mineral 40.s. 4. Minyak rambut semi solid non-aqueous Merupakan tipe yang tertua. Pengemulsi (emulsions) Ada tiga tipe : a. ozokerite. 3. mudah dicuci dengan air. Contoh campuran yang sederhana adalah : Petroleum jelly 90 % Parafin wax 10 % Warna. Minyak rambut padat atau solid Mengandung petroleum jelly yang telah dikentalkan.0 % Preservatif q. Formula : Sorbitol monolaurat 12.s. Atau campuran yang sedikit lebih kompleks : Carnauba wax 5% Parafin wax 5% Petroleum jelly 70 % Minyak mineral 20 % 51 .0 % Mannitol monolaurat 19.0 % 5.6 % Parfum 1. wangi-wangian q. Minyak dalam krim air (oil in water creams) Formula : Minyak mineral putih 45. beeswax (lilin).0 % Mineral oil 5. telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu. Minyak Rambut a. Sebagai pengental digunakan jelly. carnauba wax atau lilin sintetis lainnya.5 % Kalsium hidroksida 0.0 % Preservatif. tampak basah. tidak lengket.00 % b. b. diwarnai dan diberi wangi-wangian.0 % Petroleum terdistilasi 45.00 % 25% larutan kristal magnesium sulfat 2. parafin wax.0 % Asam stearat 3. Air dalam krim minyak (water in oil creams) Formula : Beeswax 1. dan memberikan kesan rapi.5 % Triatanolamin 1.5 % Air 50.

s. pewangi q.s. alpukat. pewangi q. 52 . c. Contoh komposisinya adalah : Aluminium/lithium stearat 5% Minyak parafin 95 % Minyak kastor. dll q. d. Dengan penambahan zat kerosen tadi dapat menurunkan viskositas minyak petroleum encer. Dapat ditambahkan minyak yang berasal dari sayuran seperti minyak zaitun. Sebagai alternatif dapat ditambahkan lanolin dalam jumlah kecil.s. Bahan-bahan tersebut dilelehkan bersama-sama kemudian diaduk hingga homogen.Sediaan Kosmetika Minyak rambut padat dapat dibuat dari campuran minyak mineral dan R-hidroksi asam stearat (diperoleh dari asam lemak minyak kastor yang dikeraskan). Metode yang terbaik untuk mendinginkannya adalah dengan membiarkan temperatur turun dari 120°C hingga 50°selama lebih dari 1 jam. Minyak rambut dengan pembawa alkohol Sediaan ini biasanya terdiri dari minyak jarak dalam pembawa alkohol yang diberi pewarna dan parfum. Formulanya adalah sebagai berikut : Minyak kastor 20 % Alkohol 80 % Pewarna.s. Zat yang dapat digunakan untuk membentuk gel minyak mineral adalah turunan gliseril tris-12-hidroksi-stearat. Tetapi perlu ditambahkan antioksida untuk mencegah minyaminyak tersebut menjadi tengik. Campuran dipanaskan hingga 130°C dan diaduk hingga homogen. pewangi. pewangi q. yang dapat membentuk lapisan film tipis pada helain rambut.s. aprikot. atau minyak wijen sebagai pengganti minyak mineral. Bentuk sediaan yang transparan dapat dibuat dengan membentuk gel antara minyak mineral dengan zat yang cocok. Formulanya adalah : Minyak mineral encer 60 % Deodoran kerosen 40 % Pewarna. asam dialkil amino propionat dan polietilen. pewangi q. Pada sediaan ini ditambahkan zat kerosen yang tidak berbau busuk atau senyawa ester seperti isopropil miristat. Minyak rambut cair Sediaan ini bertujuan untuk mempertahankan kilau rambut dan mempertahankan tata rambut tetapi tetap terlihat alami. Formula yang cocok adalah : Minyak mineral 90 % 12 hidroksi asam stearat 3% Mikrokristalin wax 7% Pewarna. seperti pada formula berikut ini : Isopropil miristat 24 % Lanolin 1% Minyak mineral encer 75 % Pewarna.

dan penggunaan sediaan minyak rambut seperti ini dapat dipakai dan terdistribusi dengan baik tanpa penambahan pelarut organik. pewangi q. dan sebagainya.Sediaan Kosmetika Walaupun telah diberi parfum. asam-asam tidak jenuh. pH yang lebih tinggi akan menyebabkan protein pada rambut akan hilang dan rambut akan menjadi rusak. Sebagai dasar formula digunakan suatu kabionik deterjen dicampur dengan zat-zat berlemak seperti alkohol bermanfaat tinggi. ester atau derivat protein.rniny atau lemak. zat penguat rambut seperti dimetil tiourea. protein yang dapat membantu memberikan kelembutan pada rambut. Kondisioner yang berkualitas baik menambahkan sedikit peptida ke dalam kutikula sehingga kutikula tidak dilang. minyak. Zat-zat berlemak pengawet. Bertambahya kelarutan zat berlemak menambah fleksibilitas formula. Kondisioner juga dapat menambah cahaya pada rambut dengan mengubah indeks reflkesi dari rambut. Kondisioner juga berisi vitamin.s. Kondisioner biasanya digunakan sebagai bagian dari shampoo 2 in 1 atau setelah mencuci rambut melindungi kerusakan rambut dengan mengikat atau menempel pada bagian rambut yang kasar sehingga rambut menjadi lebih lembut dan mudah disisir. menjaga kelembutan rambut. lanolin. Sebagai pembilas setelah bershampo dan dibilas lagi selagi rambut masih basah. Biasanya merupakan suatu emulsi minyak dalam air (M/A) yang apabila digunakan emulsi ini akan segera pecah dan akan meninggalkan campuran lemak atau minyak yang dapat melindungi. 53 . II. seperti pada formula berikut : Isopropil miristat 20 % Setil alkohol 2% Alkohol 78 % Pewarna. yang mirip dengan minyak rambut. Kondisioner harus pada rentang pH 4. aroma ringan minyak jarak masih dapat tercium walaupun telah dikeramas berkali-kali. Pada perkembangan selanjutnya digunakan hdirofilik dari beeswax dan lanolin. agar rambut menjadi lembut dan mudah disisir. Hal ini dapat diatasi dengan mengganti minyak jarak dengan alcohol oleyl tetapi dapat timbul aroma berlemak pada botol dan sisir. Alkoholik tetapi sangat encer.5. Kemudian digunakan polioksialkilena glikol yang memberikan efek penataan yang baik tanpa rasa lengket yang berlebih atau terlalu berminyak karena senyawa ini sangat larut dalam air.Kondisioner rambut (Hair Conditioner) Adalah sediaan kosmetik yang digunakan segera setelah mencuci rambut ketika rambut masih basah.4. membuat rambut mengkilap dan mudah disisir. Kondisioner rambut terdiri dari 2 jenis yaitu : a. Shampo atau sabun dapat menghilangkan polipeptida dan menyebabkan kutikula hilang. Sedikit lemak akan menyebabkan rambut lebih mengkilap. Protein pada rambut akan bertahan pada pH rendah. mineral.0-4. Isopropil miristat dapat menggantikan minyak jarak dan tidak meninggalkan aroma tertentu. contohnya lamolin yang teretolsilasi.

Oleh karena penggunaan hair spray ini cara menyemprotkan. serta karena hair spray juga mengandung alkali maka kemungkinan juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit.6. isopropil. Resin tersebut dapat menimbulkan dermititis pada orang yang tidak faham. dapat ditambahkan lanolin atau isopropil ministat 20-50 %. maka pada pemakainnya akan meninggalkan lapisan yang keras dan rapuh pada rambut hingga rambut menjadi kaku dan rapuh. Kejernihan 3. Sebagian resin yang digunakan shellac.s. Air 97. Kelembutan II.Pembentuk Rambut (Hair Spray) Adalah sediaan kosmetika rambut yang berguna untuk menjaga supaya rambut tetap pada susunan yang diingini. parfum q. Stearil alkohol monostearat 0.s. • 54 .2 % Sodium elonida 0. campuran shellac dengan hasil etoksilasi shellac atau resin lain yang larut dalam alkohol atau etanol. Sifat mempertahankan kekeritingan 4.5 % II.6 % Benzalkenium chlorida 1. boraks. Dipakai pada rambut kering baik setelah penataan maupun pengeringan. shellac akan lebih mudah larut bila ditambah soda.Pengeriting Rambut (Permanent Wave) Adalah sediaan kosmetika rambut yang berguna untuk merubah bentuk serta susunan rambut atau membuat rambut lurus menjadi keras.5 % Pewarna. Oleh karena itu pada umumnya hair spray mengandung resin. dengan atau tanpa penambahan NH4OH. Evaluasi Hair Spray Root dan Bohac (20) telah menetapkan prosedur dalam pengukuran sifat-sifat formula zat kimia yang terdapat pada hair spray yaitu : 1.2 % Gliserol 0. Contoh formula kondisioner : • Mineral oil 25 % Deodorized kerosene 25 % Polyetilen glikol 200 stearat 9% Polyetilen glikol 200 oleat 3% Air 38 % Parfum q.Sediaan Kosmetika b. Kekerasan 2. Untuk melunakkan lapisan yang terbentuk.5. maka sangat diperlukan zat pendorong (propelant) dan wadah yang sesuai. Hair Dressing (perias) atau cream dan mengkilap. Sebagai komponen utama digunakan resin atau damar atau harsa dengan konsentrasi 8-15 %. Polivinil pivolidon (PVP) dalam konsentrasi 3 % dilarutkan dalam alkohol dapat menghasilkan lapisan kuat dan elastis. juga kadang-kadang berguna agar rambut kelihatan kaku dan bercahaya.

5 % digunakan untuk rambut yang sukar dibentuk.Sediaan Kosmetika Untuk merubah bentuk batang rambut. Ada 2 cara proses pengeritingan. Untuk memperoleh keriting yang lebih awet digunakan amonia dengan boraks dan natrium atau kalium karbonat. kolesterol. yaitu : A. Dengan adanya suatu reduktor. maka dibuat sediaan emulsi. alat-alat yang dipanaskan. Contoh Formula : Boraks 40 ml Ol. Misalnya K Bromat. Reduktor. dan minyak-minyak tersulfonasi. 3. Dianjurkan untuk melakukan tes aplikan pada sehelai rambut. kemudian dibentuk keriting seperti yang diinginkan. minyak jarak yang tersulfonasi. karena suhu minumnya yang tertentu dan dapat diatur. Selain itu juga untuk mengurangi kemungkinan keracunan asam tioglikolat dan daya tembus obat ke dalam kulit kepala. garam tioglikolat. garam amonia. Untuk profesional. Na perborat atau hidrogen peroksida.0 % asam tioglikolat Cocok untuk rambut yang mudah dibentuk atau rambut yang diwarnai. Aturan umum konsentrasi yang dianjurkan : 1. obat cuci yang digunakan berisi maksimum 10 % asam tioglikolat.amonia 25 % 200 ml Air ad 1000 ml B.0 % asam tioglikolat Cocok untuk rambut normal.Larutan basa yang tidak menguap Misalnya : boraks. lanolin. 1. 2.riani tersulfonasi 20 ml Lar. garam sulfit. Untuk menghambat kekeringan dan kerapuhan digunakan gliserin. Keriting panas (heat wave) Adalah cara pengeritingan rambut dengan pemanasan pada suhu 95-104°C. Obat suci 5. Na bikarbonat.Pada umunnya hanya rambut yang sehat yang akan menghasilkan keriting yang bagus. Na atau K karbonat. minyak mineral. Untuk mengatasi ketidakjernihan dan kurang menariknya larutan. Konsentrasi sampai 8 atau 8. 2. untuk menghilangkan kelebihan reduktor. garam amonium. Cara kimia adalah cara yang paling praktis.Larutan basa yang mudah menguap Misalnya : amonia. 55 . Pada konsentrasi diatas 10 % dapat mengakibatkan resiko terjadi iritasi kulit kepala dan kerusakan permanen rambut. maka keratin dari rambut harus dilunakkan terlebih dahulu. Obat cuci disiapkan dalam berbagai konsentrasi asam tioglikolat. Namun kekurangannya adalah waktu dan intensitas pemanasan sukar diatur.0-7.Keriting dingin (cold wave) Adalah cara pengeritingan rambut tanpa menggunakan pemanasan. digunakan Na atau K sulfit. Obat cuci 6. Oksidator. 2.0-6. dengan menggunakan listrik. Na atau monoetanol amin. dan keratin dikeraskan kembali dengan menggunakan reduktor. atau dengan reaksi kimia. Larutan zat kimia yang biasa digunakan adalah : 1. maka struktur rambut akan berubah hingga timbul gelombang.

Beberapa pelurus mengandung 4 % Amonium Tioglikolat sebagai bahan aktif. rasa tawar Bilangan asam: tidak lebih dari 2 Bilangan iodium: Tidak lebih dari 2 Identifikasi: Kromatografi gas dengan kondisi detektor dengan api ionisasi. kolom berukuran 2mx3mm dengan 10% fasa G2 pada sistem penyangga SIA.5% 1. larutkan dalam 50 ml air. Ikatan-ikatan disulfida yang membuat rambut keriting dipecah oleh reduksi alkaloid. Krim ini digunakan pada rambut dengan menggunakan sikat atau sarung tangan pelindung. helai per helai secara merata setiap bagian. Injeksi dan detektor dipertahankan pada suhu + 275o dan 2500C.s 0.Sodium Chloride Nyala pijar: kuning emas Beilstein: kuning hijau Rasa : asin Reaksi kristal: zinc uranil asetat Kuantitatif: timbang seksama 250 mg. 56 . 1 ml perak nitrat setara dengan 5. Setelah beberapa waktu pelurusan tersebut membuat rambut kendur dan rambut keriting disisir menjadi lurus dan akhirnya rambut dicuci dengan shampoo.2% 1.1 N menggunakan indikator kalium kromat P.7. Pelurus rambut hampir semuanya berbentukkrim atau lotion krim yang mengandung 2-4 % basa-basa kuat seperti NaOH.Kondisioner (hair conditioner) Contoh formula: Stearil alkohol monostearat Sodium chlorida Glyserol 0. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT A.Stearil monostearat Pemerian: butiran atau potongan. LiOH. atau 5 % Ca(OH)2 ditambah guanidin karbonat dan pH nya sekitar 12.Pelurus Rambut Teknik yang biasa diapakai untuk membuat rambut keriting menjadi lurus disebut hair shaigh tening adalah suatu prosedur yang sulit menggunakan senyawa-senyawa kimia yang berbahaya dan harus dikerjakan oleh penata rambut profesional. licin. Gas pembawa helium kering dikerjakan pada suhu 205oC.884 mg NaCl. bahan-bahan dasar yang dapat membakar kulit ini.6% Benzalkonium chloride Water Colour. menjadikan krim ini berbahaya bagi kulit dan mata dan harus ditangani secara hati-hati oleh orangorang yang terampil.Sediaan Kosmetika II. perfume q. bau khas lemah. 2.5% 97. KOH.2% 0. III. titrasi dengan perak nitrat 0. putih.

terjadi warna nyala hijau. larutan harus tetap jernih. tambahkan 3 ml larutan α-naftol P. Kualitatif: Larutkan 200mg dalam 1ml asam sulfat P. aduk sempurna.Minyak mineral Kualitatif:didihkan 15ml zat uji dengan 10ml larutan kalium hidroksida P 8% b/v dalam etanol (90%)P selama 2 menit. 6. bau aromatik rasa pahit. 7. 4. panaskan diatas penangas air selama 5 menit. tidak berasa. tambahkan 100 mg Natrium sitrat P. b. terbentuk endapan putih yang larut dalam etanol (95%)P. 57 . tidak bau. warna putih atau putih kekuningan.Air Pemerian cairan jernih. Pada 5ml 1. Jika dibakar dengan sedikit natrium P diatas nyala api. tidak berwarna. jernih.0% b/v dalam campuran air dan etanol (95%) P volume sama. Larutakan 1.Sediaan Kosmetika 3. rasa manis diikuti rasa hangat. putar beaker glass untuk membasahi sisa zat. tidak berwarna. tambahkan 500 mg senyawa serbuk P.Methyl Celullose Identifikasi a. Ketuk puncak kontainer untuk memastikan spesimen terdispersi.Glycerol Pemerian: cairan seperti sirup. Pada 2 ml bningan tambahkan 5 ml larutan Natrium nitrit P. Panaskan dengan kalium bisulfat pekat: terjadi uap merangsang. hangatkan diatas penangas air selama 5 menit. Kualitatif: a. Biarkan sampai spesimen transparan dan mirip getah (+ 5 jam) . dinginkan dalam air es.0% b/v tambahkan 1 ml asam nitrat encer P atau larutan raksa (III) klorida P. Perlahan-lahan tambahkan 1 g zat ke atas permukaan 100 ml air dalam beaker glass. b. biarkan tersebar. Benzalkonium chloride Pemerian: gudir tebal atau potongan seperti gelatin .Lanolin Identifikasi KLT (kromatografi lapis tipis) Analisis kualitatif dengan reagen Lieberman-Bouchard 8. dinginkan. terjadi warna merah jingga. terjadi perubahan warna CuSO 4 anhidrat dari putih menjadi biru. c. tidak berbau. Encerkan dengan 58 ml air. Kualitatif: tambahkan pada CuSO4 anhidrat. Encerkan dengan air secukupnya hingga 10 ml. Jika disimpan beberapa lama membentuk massa hablur tidak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai + 200C. a. memberikan reaksi terhadap klorida. 5. higroskopik.

Pembentuk Rambut (Hair Spray) Contoh formula: PVP 0. C. terasa panas. berbau lemah atau tidak berbau. Campurkan 5 tetes dalam gelas kimia kecil dengan 1ml larutan kalium permanganat P dan 5 tetes asam sulfat dengan larutan segar yang dibuat dengan melarutkan 100 mg Natrium Nitroprusida P dan 500 mg piperazina anhidrat P dalam 5 ml air. 4. Borax Pemerian: hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih. tidak berbau. kemudian tambahkan perlahan-lahan 2 ml larutan iodium P. Terbentuk warna hijau yang bertahan selama 5 menit dan kemudian berubah menjadi nila. B.s Propellant 70% 1.3% Alcohol 26% Perfume q. Keriting Panas 1. biarkan airnya menguap terbentuk lapisan film tipis. b. terjadi warna biru intensif pada kertas saring setelah beberapa menit menjadi lebih pucat.5 % b/v. Kualitatif: 10ml larutan 2% b/v tambahkan 20 ml HCl 1N dan 5 ml larutan kalium bikromat P terbentuk lanolin anhidrat kuning jingga. Tuangkan beberapa ml larutan yang disiapkan untuk tes a ke dalam piringan gelas.75% Ethyl cellulose 2. Panaskan beberapa ml larutan zat yang disiapkan untuk test a larutan menjadi berawan eandapan diatas (serpihan).1 N. tidak berwarna. 2. tambahkan 1 ml NaOH o. Shellac (sebagai resin) Kualitatif: Pada 50 mg tambahkan beberapa tetes camperan 1 g amonium molibdat dan 3ml asam sulfat.PVP (polivinil pirolidon) Pemerian: sebuk putih atau putih kekuningan. Suhu Lebur:380-420 C 3. tercium bau iodoform dan terbentuk endapan kuning.Sediaan Kosmetika b.45% Anhydrous lanolin 0. lemak solid. Pengeriting Rambut Ion (Permanent Wave) a. rasa asin dan basa. 58 .Lanolin anhidrat Pemerian: kuning . c. sedikit berbau atau praktis tidak berbau. Kualitatif: a.Etanol Pemerian: cairan jernih. larutan menjadi kemerahan ketika dingin. higroskopik. mudah menguap. Pada 5 ml larutan 0.

Kuantitatif: Larutkan 1g yang ditimbang seksama dalam 20 ml air.Kolesterol Kualitatif: Pada larutan 10 mg dalam 1 ml kloroform P tambahkan 1 ml H 2SO4 P. tidak berbau. titrasi dengan HCl 0. larutkan dalam 50 ml air. 3. titrasi dengan H2SO4 1 N menggunakan indikator jingga metil. rasa asin. terbentuk nyala warna biru. asam risinolenat . bau khas menusuk hidung. Kualitatif: Na: uji nyala denga kawat nikrom memberikan warna kuning. asam palmitat) Bilangan penyabunan 177-187 Bilangan asam tidak lebih dari 2. Na2CO3 Pemerian: serbuk putih mudah larut dalam air dan alkalis. Minyak Jarak Merupakan minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin biji Ricinus comunis. Amonia Pemerian:cairan jernih. lapisan kloroform berwarna merah darah dan H2SO4 berfluoresensi hijau. Natrium sulfit Pemerian: hablur putih atau tidak berwarna. 2. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat.5 N. Kualitatif: HCO3: Dengan pendidihan akan membentuk gas CO2 yang diidentifikasi dengan air barit. Keriting Dingin 1. Kuantitatif: Timbang seksama 3 g. asam dihidrostearat. pijarkan.5 N dengan indikator jingga metil. Kuantitatif: Larutkan sisa yang diperoleh pada kadar air dalam 50 ml air. CO3: Tambahkan larutan Magnesium sulfat akan terbentuk endapan putih. tambahkan larutan merah metil P. asam linoleat.0 b. 4.Sediaan Kosmetika Kualitatif: Campur sejumlah zat dengan asam sulfat P dan metanol P. 5. 59 . 6. NaHCO3 Pemerian: serbuk putih atau hablur monoktin kecil buram. Titrasi dengan HCL 0. tidak berwarna. Kualitatif: bereaksi alkalis Kuantitatif: Timbang seksama 2g tambahklan dalam 20 ml HCL 1 N sambil mencegah penguapan titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan indikator merah metil.

b. titrasi dengan Natrium tiosulfat 0. encerkan dengan air secukupnya hingga 100 ml. Kuantitatif: Larutkan 1 g dalam air dan encerkan dengan air secukupnya hingga 250 ml pada 25 ml tambahkan 3 g KIP dan 10 ml HCl P .Sediaan Kosmetika Kuantitatif: Pada + 500 mg yang ditimbang seksama tambahkan 50 ml iodium 0. hampir tidak berbau. 3. mudah larut dalam air. Pencuci Rambut (Hair Shampoo) a. Hidrogen Peroksida Pemerian:cairan tidak berwarna. Tambahkan 1 ml HCl P dan titrasi dengan Natrium tiosulfat 0. Shampo krim cair ( Liquid cream shampoo) 60 . TEA Pemerian: cairan kental. Pada 10 ml tambahkan campuran dingin 2.emenuhi syarat.1 N D. mudah terurai. rasa pahit. Pada 5 ml tambahkan BaCl2 P dengan volume sama . tidak berwarna hingga kuning pucat. Titrasi dengan HCl 1 N menggunakan indikator 2 tetes larutan merah metil. lanjutkan pengadukan hingga diperoleh suspensi koloidal. Titrasi dengan kalium permanganat 0. Shampo cair jernih (clear liquid shampoo) Contoh formula: Trietanolamin Lauryl Sulfat 45% Coconut monoetanolamide 2% Perfume colour to 100% 1. mudah terurai dan membuih kuat. bau lemah mirip amoniak.1 N biarkan selam 5 menit.1 N. Kualitatif: Jika ditambahkan alkali. masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 ml. Kuantitatif: Ukur 1 ml encerkan dengan air secukupnya hingga 1000 ml. Kuantitatif: Timbang seksama 2 g.1 N dengan indikator kanji P. Zat untuk menambah viskositas: NaCMC Kualitatif: Tambahkan sedikit demi sedikit + 1g pada 50 ml air hangat sambil diaduk hingga mendispersi denga rata. dinginkan m. terbentuk endapan halus putih. higroskopik. tambahkan 75 ml air. Kualitatif: Parri :ungu + AgNO3 dipanaskan : cincin perak.5 ml H2SO4 P dan 20 ml air. Kalium Bromat Pemerian:serbuk habluur putih. 2.

Sisa pijar tambahkan 10 ml HCl (100 %)P.0% Sodium hydroxide 2. Larutan menunjukkan reaksi Na yang tertera pada reaksi identifikasi dan telah diasamkan dengan HCl P kemudian didihkan perlahan-lahan selama 20 menit. c. dingikan. terjadi endapan kristalin kuning.Uji nyala. Kuantitatif: Timbang 500 mg lalu pijarkan. Uji Natrium . menunjukkan reaksi sulfat. refluks selam 2 jam . Titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan indikator larutan fenolftalein.2% Stearic acid 4.s Water to 100% 61 . 2. kocok lalu diamkan 12 menit.s Parfume q. c. Uji SO4 Sampel ditambahkan Ba(OH)2 terbentuk endapan putih Kuantitatif: Pada 5g yang telah dikeringkan pada suhu 1050C hingga bobot tetap tambahkan 25 ml H2SO4 1 N . Shampo krim padat (solid cream shampoo) Contoh formula: Sodium lauryl sulfate 90% 20% Sodium lauryl ether sulfate 27-30 % 20% Coconut diethanolamide 6% Anhydrous lanolin 6% Sodium chloride 1.s Oleyl alkohol q. b. Titrasi dengan Na2EDTA 0. Magnesium Stearat Kualitatif: a. warna kuning emas tidak tampak dengan kaca kobalt. perfume.s 1. preservative q.Sediaan Kosmetika Contoh formula: Sodium lauryl sulfate 30% Magnesium Stearat 5% Distilled water 68% Ninol AB 21 q. Bilas pendingin dengan 30 ml etanol mutlak P kemudian dengan air. Dinginkan. Panaskan 1g zat dengan campuran 25 ml air dan 5ml HCl P b. Natrium lauril sulfat Kualitatif: a.005 M dengan indikator hitam eriokrom campur P.12% Colour. Panaskan pada penangas air10 menit lalu tambahkan 50 ml air dan 10 ml amonia P.Filtrat tambahkan sedikit larutan seng uranil asetat. . lapidan minyak memadat pada suhu kira-kira 50 0C dan lapidan air menunjukan reaksi Mg.

Indeks bias: 1. Shampo berminyak Contoh formula: Sulphonated olive oil Sulphonated castor oil 16% Water Colour and perfume 16% 68% q. Jika dibakar bau mirip malam.terjadi cairan tidak berwarna/ coklat kuning.membirukan lakmus. Anti dandruff dan medicated shampoo Contoh formula: TEA lauryl sulfate 14% Lauric monoethnolamic 1. biru kemudian ungu. d. Kualitatif a. 2.468-1.+ Zn-uranil asetat: kristal kuning. NaOH Kualitatif: .pucat atau kuning kehijauan. kocok. dan pada suhu rendah sebagian dan seluruhnya membeku. bau lemah. rasa khas. c.s 1. beraksi asam pada lakmus. terdapat busa pada pengenceran. Zat ditambahkan HCl dilatasi akan jenuh dan ditambqahkan tetes minyak pada permukaan akan menjadi padat. b) Pada larutan 5 mg dalam etanol (95%) P tambahkan 1 tetes larutan besi (III) klorida P . yang pada pemanasan lebih lanjut berubah menjadi hijau. .471 Bilangan asam tidak lebih dari 12 Bilangan iodium 79-78 62 . Asam Stearat Pemerian: zat padat keras mengkilat menunjukkan susunan hablur. c) Pada larutan 100 mg dalam 0. . putih atau kuning pucat mirip lemak lilin.5% Colour. Hexachlorophen Kualitatif: a) Panaskan perlahan-lahan 100 mg dalam tabung kimia .5 ml aseton P kocok. b. terjadi sekilas warna ungu.Sediaan Kosmetika 1. terpisah cairan berwarna jinga kuning larut dalam kloroform P dan eter P e.Uji nyala(Ni) : kuning keemasan. perfume. Larutan ditambah NaOH. water to 100% 1.5% Hexachlorophene 0. tidak tengik. Olive oil Pemerian : cairan kuning .

Kualitatif: -Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air. Amilum 63 . 2. praktis tidak berwarna bau lemah. Shampo Aerosol Contoh formula: Na lauril sulfat (100%) 30% TEA lauril sulfat(100%) 5% PEG stearat 3% Parfum 0. h. tidak berasa. putih . panaskan 30 menit diatas penangas air sambil diaduk.Sediaan Kosmetika f.5 2. tidak berbau rasa pahi tdan asin. tidak berbau. panaskan sampai dengan mendidih. tambahkan 1 ml HCl P. g. Shampo Kering Contoh formula: Talk Amilum Na seskuikarbonat Borax Fuller’s earth 40% 15% 20% 5% 20% 1. Talk Pemerian:serbuk halus.2 % dari bobot sisa. -Netral -Tambahkan larutan titan kuning. Kumpulkan endapan dan pijarkan + 6000 hingga jika dilakukan penimbangan 2 kali berturut-turut tidak berbeda > 0. Na2SO4 Pemerian : hablur tidak berwarna. Shampo Serbuk (powder shampoo) 1. tidak berwarna merah terang. Tambahkan perlahan-lahan larutan BaCl2 panas sedikit berlebihan.3% Air to 100% 1. PEG-400 Nama lain: Makrogol-400 Pemerian: cairan kental hjernih tidak berwarna. Natrium pirophosphate Pemerian: hablur tidak berwarna Kuantitatif: + 3g yang ditimbang seksama dilarutkan dalam 50 ml air dan titrasi dengan HCl 1N menggunakan indikator warna hijau brom kresol hingga warna hijau yang menunjukan pH 4. Kuantitatif: Timbang seksama 500 mg larutkan dalam 250 ml air.

Shampo Tumbuh-tumbuhan 1. -Larutkan dengan pengocokan 250 mg dalam 5 ml air ditambahkan 0.8% Zat pelindung q. 64 . Tambahkan larutan iodium P terjadi warna biru yang bila dipanaskan hilang dan jika didinginkan timbul lagi. j. terjadi flokulasi putih.5 ml larutan benzidina P 1% b/v dalam etanol 90% P . setelah disaring filtrat dikocok dengan HCl 2N. tambahkan 1 ml larutan tiombal (III) subasetat P. Shampo Telur Kuning telur Isi: protein albumin. Daun urang aring adalah daun dari tanaman Eclipta prostata (Asteraceae) Isi: alkaloid Analisis: Simplisia dibasakan dengan amonia encer. kocok. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan.Gom arab Pemerian: Hampir tidak berbau. kemudian ditambahkan kloroform sambil terus digerus.tidak berbau. Lapisan asam akan dipisahkan kemudian dibagi #: # Bagian pertama digunakan sebagai blanko # Bagian kedua + Mayer → endapan putih # Bagian ketiga + dragendorff → endapan jingga coklat 2. asamkan terkadi warna biru tua. hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. Lidah Buaya Adalah Dried juice dari daun Aloe vera (Liliaceae) Isi:glikosida antrakinon Analisis: KLT E. -Sedikit serbuk dalam larutan merah nitenium P. rasa tawar seperti lendir.2% Alkohol 10% Gliserin 5% Air 83. Kualitatif: -Pada 5 ml larutan 2 % b/v. diperiksa dengan mikroskop tidak terlihat butiran merah. tidak berasa. Lotion mucilago Formula: Tragakan gom 1.s 1. i. digerus dalam mortir.Sediaan Kosmetika Pemerian:Serbuk sangat halus.putih. Kualitatif: Didihkan satu bagian dengan 50 bagian air. Pemelihara Bentuk Rambut (hair dressing) 1.

2.02 N. Kualitatif: -Sedikit zat dalam larutan merah nitenium.Tragakan Pemerian: tidak berbau.s (Analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 3.5 96. panaskan. Keasam-basaan:Didihkan 5 g dengan 10 ml etanol 90% yang telah dinetralkan terhadap lar. warna tidak berubah. Masukkan zat yang telah dicuci kedalam casserole. cuci dengan 50 ml air panas 2 kali.0 Karbovinil polimer Alkohol 40 Air 54. tambahkan 0. Parafin Pemerian:cairan kental. -Pada 100mg serbuk tambahkan 1 ml Iodium 0.0 Pewarna. Pengilau Cair Formula: Minyak minyak60% Deodorized kerosin 40% Pewarna dan parfum q.Titrasi dihentikan hingga warna pink atau merah tidak terbentuk. 2. tidak berwarna.5 1.1 ml metil orang. Pengilau Padat Formula: Petroleum Jelly Parafin wax Pewarna.parfum q. diperiksa dibawah mikroskop terjadi butiran merah jambu. tidak berfluoresensi. campuram berwarna hijau.s 1.parfum % aerated gel 0.Sediaan Kosmetika 2.8 1.lakmus P. Lotion Resin Formula: % clear lotion PVP 4 PEG 2. tutup dan masukkan ke dalam stirring hot plate selam 5 menit sampai memisah.s (analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 65 . 3. hampir tidak berbau dan hampir tidak berasa. Petroleum Tidak berfluoresensi Suhu lebur= 380-600 Uji keasaman: jika penambahan fenolftaleins pada uji kebasaan tidak berwarna pink. transparan. Tuang lapisan air ke casserole. hampir tidak berasa.s 90% 10% q.2 q. larutan tidak membentuk warna pink. masukkan 1 tetes fenolftalein. Uji kebasaan: Masukkan 35 g zat kedalam beaker + 100 ml air panas.

Sediaan Kosmetika 4. Suhu lebur: 62-650C 2.0% 66 .0% 19.0% Alkaloid 6.s (Analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 7.5% 0.5% TEA 1.07% 1.0% 19.00% 40.0% 5. Gel Formula: Sorbitol monolaurat Petroleum terdistilasi Mineral Oil Mannitol monolaurat Air 12% 45.0% Preservatif&parfum q.0% Minyak kastor 2. Pengemulsi Formula a/m Bee wax Kalsium hidroksida Asam Oleat Minyak mineral Parfum Air 25% lar.83% 2. Asam Oleat Bilangan asam 195-202 Bilangan iodium 85-92 Formula m/a Minyak mineral putih 45% Asam stearat 3.0% Air 90% Gliserin 1% Preservatif q. Bee wax Pemerian:kuning hingga kuning kecoklatan. Pengilau alkohol Minyak kastor Alkohol industri Parfum dan pewarna 20% 80% q.halus.5% Air 50.s 8. Pelekat tanpa minyak Tragakan gom 1.bau seperti madu.0% 1.s 5. rasa seperti balsam.6% 1% 53.MgSO4 1.

warna ungu Jika larutan suatu senyawa salisilat direaksikan dengan asam klorida akan terjadi endapan kristal putih yang setelah direkristalisasi dengan air panas dan pengeringan akan meleleh pada suhu antara 156-1610C d.rasa manis.1N hingga warna merah muda hilang dari lapisan organik.1 N daaan 20 ml HCl encer.higroskopis. kuning e. b. b. Penyubur Rambut (Hair Tonic) 1. Encerkan dengan 25 ml air+ 50 ml brom 0.5N dengan indikator merah fenol. timbul bau metil salisilat.kocok dan biarkan dalam gelap 5 menit. Pada asam atau garamnya ditambahkan asam sulfat pekat dengan mentol kemudian dipanskan. +H SO P→ kuning –hijau –hitam 2 4 4. TL: 109-1120C a. tutup labu. Resorsinol Kualitatif: Tambahkan 2 tetes FeCl3 terjadi warna violet kebiruan yang jika ditambah amonia encer menjadi kuning coklat c. Beta-Naftol Kualitatif: Dalam suasana basa berfluoresensi. Asam Salisilat Kualitatif: a. panaskan terjadi warna merah tua+ HCl sedikit berlebih warna menjadi kuning pucat. Tambahkan 2 g KI dan 25 ml CCl4 dan titrasi segera dengan Na tiosulfat 0.+ 20 ml air.pindahkan 50 ml ke dalam larutan iodium. b.butiran atau kepingan. 3. Ditambah FeCl3 menjadi ungu stabil dalam spirtus ditambah aqua brom menjadi endapan putih Reaksi besi (III) klorida. +FeCl → reaksi warna c. Belerang Endap 67 . titrasi dengan NaOH 0. Tambahkan 2 ml larutan NaOH+ 1 tetes kloroform. Kuantitatif: Larutkan 700 mg dalam air secuknya hingga 500ml . 2.Sediaan Kosmetika 1. a. 3 c.putih. Reaksi tetes dengan NBD-klorida . Sorbitol Pemerian:serbuk. Klorida tidak lebih dari 50 bpj Sulfat tidak lebih dari 100 bpj Arsen tidak lebih dari 8 bpj F. Kuantitatif: Timbang seksama 3g larutan dalam 15 ml etanol (95%0P hangat yang telah dinetralkan terhadap larutan merah fenol.

JENIS RAMBUT DAN PERAWATANNYA 1. dua hari atau bahkan sehari setelah cuci rambut langsung berminyak lagi. kita dapat memakai resep tradisional. G. Sesudah keramas. dan tidak mudah patah. 68 . Asam Askorbat Kualitatif: a. Kuantitatif: 50 mg zat = 5 ml NaOH. titrasi segera dengan iodium 0. protein. Asam Pantotenat Kualitatif: a. 6. Rambut berminyak Ciri utama : cepat kotor. 7. Zat Warna 1. bersihkan kulit kepala dengan irisan jeruk nipis. pada pemijaran bau kacang. pakai konditioner mulai dari pertengahan batang rambut sampai ujungnya. Kromatografi kertas atau KLT b. Zat warna larut minyak Identifikasi menggunakan KLT. IV. Zat warna larut air a. tidak bercahaya. dimasak 1 menit. Untuk menghilangkan minyak yang berlebihan. 5. Cara Merawatnya : keramas sedikitnya dua kali seminggu. Rambut kering Ciri utama : kusam.Sediaan Kosmetika Kualitatif: Melebur pada suhu 1150C berupa cairan mudah bergerak berwarna kuning dipanaskan pada suhu 1600C menjadi kental berwarna gelap.larutan + NaOH + Cu asetat → jingga Kuantitatif: Timbang seksama 400 mg larutkan dalam campuran 100 ml air bebas CO2 dan 25 ml H2SO4. 2. Caranya. sesudah dingin + 5 cc HCl 1 N dan 2 tetes FeCl3 menjadi kuning tua. Gunakan konditioner yang mengandung protein. dan kuning telur.1% b/v = 2 atau 3 tetes larutan brom P dan 1 ml ammonia encer terjadi warna hijau jamrud dalam H2SO4 berfluoresensi biru kuat. lentur. Fotometri spektral 2.1 N menggunakan indikator larutan kanji.Larutan + CuSO4 + NaOH → biru ungu b. +FeCl3→kuning kehijauan b. Kinin Kualitatif: Pada 5 ml larutan 0. Cara merawatnya : shampo yang cocok untuk jenis rambut ini adalah yang mengandung bahan pelembab.

lentur. karena menurut penelitian. (SALAH) Conditioner sebenarnya hanya melapisi rambut. (SALAH) Busa yang banyak tidak menjamin shampo makin efektif dalam membersihkan rambut. BENAR DAN SALAH SOAL RAMBUT 1. Sebaiknya tidak membilas setelah menggunakan conditioner. Kalau rambut kita berminyak. Lalu jangan lupa 69 . (SALAH) Kita harus membilas rambut kita dengan air setelah conditioner didiamkan selama satu menit. Conditioner ini akan efektif bekerja setelah didiamkan hanya dalam waktu satu menit. 2. (SALAH) Dalam menggunakan shampo kita harus menyesuaikan dengan panjang pendeknya rambut kita. pemecahannya dengan menggunting ujung rambut tersebut. Hati-hati bila anda sedang berenang. Gantilah shampo anda secara berkala dengan merek lain atau boleh juga mempertahankan merek yang sama namun dengan menggunakan jenis lain. akan makin efektif kerjanya. Memijit kulit kepala dengan keras adalah baik. Apabila rambut sudah pecah-pecah. 3. kemudian merawatnya dengan conditioner. Makin banyak busanya maka makin efektif shampo dan makin bersih rambut kita. dibutuhkan shampo lebih banyak dari jenis yang kering.Sediaan Kosmetika 3. 2. Menyikat rambut 100 kali setiap malam adalah baik. normal. makin banyak shampo yang kita butuhkan. 7. kemudian gunakan konditioner untuk mencegah rambut agar tidak patah. Makin lama kita membiarkan conditioner diam di rambut. (SALAH) Sekalipun menggunakan sikat rambut yang baik. kita tidak perlu menyikat rambut sampai 100 kali karena dapat menyebabkan rambut rontok. karena klorin pada air kolam renang bisa jadi problem besar bagi anda. Rambut normal Ciri utama : tampak sedikit bercahaya. Conditioner membantu memelihara agar rambut tidak pecah-pecah (BENAR) Conditioner membantu melembutkan dan membuat rambut lebih sehat. Hindari menggunakan satu merek shampo secara terus menerus karena akan membuat rambut “kebal” sehingga zat-zat aktif pada shampo tidak lagi efektif bagi rambut. dan tidak mudah patah. 6. Selain itu kita juga mesti menyesuaikan dengan jenis rambut kita (berminyak. TIPS AGAR RAMBUT TETAP INDAH 1. Cara merawatnya : keramas seperlunya. Makin banyak shampo yang digunakan rambut akan makin bersih pula. (SALAH) Pijitan kepala yang keras malah akan berakibat lebih banyak rambut yang akan rontok dari pada yang tumbuh 5. Makin panjang rambut. atau kering). basahi rambut dengan air bersih sebelum masuk ke kolam. air ternyata memiliki efek proteksi terhadap rambut. Untuk mengatasinya. 4. gunakan sedikit shampo dan bilas sampai bersih.

hindari menggunakan kosmetika rambut secara berlebihan seperti wax atau hair spray. Setelah selesai berenang. rambut juga harus dirawat khusus agar terjaga kelembabannya.html 70 . Farmakope III.Jakarta:PT. Pearce.Farmakope IV. warna rambut lainnya tidak boleh langsung “ditumpuk” di atas warna sebelumnya. gunakan shampo khusus unutk rambut diwarnai. Gramedia.Edisi 21/XXVII.1997) Http:www.Sediaan Kosmetika menyemprotkan leave-inconditioner. Biasanya. Bila gagal mewarnai rambut. Departemen Kesehatan RI .evelyn.com/beauty/toptips/b-tips05. Satu lagi.org/obat/paten/ketombe. karena akan membuat rambut kering dan rusak. DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan RI . Bila perbaikan telah dilakukan.1987. memudar.hanyawanita. cuci rambut bersih-bersih. 3. Matahari dapat menyebabkan warna rambut yang diwarnai.1995. Agar hal ini tak terjadi pada rambut anda. Jakarta. Jakarta. Sebelum keluar ruangan. Pilih jenis ekstra lembut yang dilengkapi conditioner.htm Http:www. Pergilah ke penata rambut yang memang ahli dalam mewarnai dan mintalah pendapatnya. dan mengenakan topi renang (swimming cap).indoline. Perawatan Rambut Indah (bonus majalah kawanku.1979. jangan berusaha untuk memperbaikinya sendiri. 4. gunakan sunspray. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis.

orang berupaya untuk mendapatkan tubuh yang bersih. dijumpai zat-zat warna sebagai hiasan pada kelopak mata serta rambut yang berwarna-warni. mulus. SEJARAH Tatalaksana kosmetika secara umum sudah dilakukan sejak zaman Mesir Purba. minyak tumbuh-tumbuhan atau salep yang berbau harum. mengharumkan tubuh dan lain-lain. putraputri keraton sangat memperhatikan perawatan kesehatan dan kecantikan secara tradisional dengan menggunakan jamu dan kosmetik tradisional. terutama tumbuh-tumbuhan. harum. seni berhias. Kosmetik semacam ini sering disebut sebagai kosmetik tradisional atau masyarakat mengenal sebagai jamu. artinya diri seseorang dinilai dengan penampilannya. pengecatan rambut. lembut.Sediaan Kosmetika KOSMETIKA TRADISIONAL I. Di keraton ada ungkapan “Ajining raga gumantung agunging driyo”. Merawat tubuh merupakan bagian dari kegiatan sehari-hari bagi setiap orang. kosmetik yang digunakan pada waktu itu berasal dari ramuan-ramuan yang berasal dari bahan alam. dan putih. Kosmetik Tradisional Keraton Pada zaman dahulu kala keraton menjadi pusat pemerintahan. 71 . Disamping aksesoris kebesaran. dan untuk menutupi kekurangan-kekurangan. oleh karena itu banyak menyimpan data sejarah dan catatan budaya serta merupakan narasumber dari ilmu pengetahuan dan kebudayaan. menggosok atau melapisi tubuh orang hidup maupun mati dengan lemak hewan. seperti misalnya membakar dupa wangi. Penampilan para pria agung dan putrid-putri keraton dapat dibedakan dari masyarakat biasa. pengertian kosmetika pada zaman dahulu sudah memberikan pencerminan sesuatu yang terawat. ada yang tradisional dan yang modern. Pada waktu itu penggunaan kosmetik selalu diasosiasikan dengan kebiasaan menjalankan upacara keagamaan. keriting dan pembalseman. Sejak zaman dahulu hingga kini. Sejak zaman dahulu orang harus membedakan antara tanaman yang beracun dan yang tidak sehingga lambat laun pengetahuan ini berkembang menjadi pengetahuan mengenai tanaman yang dapat digunakan untuk membuat ramuan-ramuan yang dapat menghilangkan rasa sakit dan melawan penyakit maupun memberikan khasiat yang lain seperti dapat menghilangkan noda pada kulit. dimana hal ini terbukti yaitu dengan penggalian makam-makam raja (mumi) Mesir kuno. Penampilan banyak dipengaruhi oleh kesehatan. Jadi. Sumbangan yang besar dari bangsa Mesir Purba pada bidang kecantikan atau pengetahuan mengenai adalah soal mandi. Bagi orang Timur umumnya dan bangsa Indonesia. Caranya bermacam-macam. seni tata rambut.

Pembersih Berguna untuk membersihkan kulit dan dapat digunakan sebagai pengganti sabun terutama untuk kulit kering yang peka terhadap udara dingin. Penghalus Kulit Penghalus kulit berfungsi untuk mencegah keriput dini pada kulit dan menjaga kulit agar tetap halus dan lentur. c. Adstringen Adstringen berguna untuk memperkecil pori-pori kulit yang melebar. Sebagai contoh adalah : a. daun petai cina. umumnya digunakan untuk kulit yang berminyak. 72 . b. Contohnya sebagai berikut : a. daun kemiri tua. bahan-bahan yang digunakan dalam sediaan kosmetik tradisional ini umumnya didapat dalam kehidupan sehari-hari dan harganya pun terhitung murah. Seduhan daun salam kering yang telah diembunkan semalam. daun dukuh. 3. Buah segar yang dapat langsung dioleskan pada wajah yaitu buah pisang dan buah alpukat. Parutan daging buah kelapa yang sudah tua. diambil santannya untuk dioleskan pada wajah. berupa jamujamuan. namun tidak sedikit para ahli kosmetik yang mengalihkan perhatiannya kembali pada kosmetik tradisional. digunakan untuk mencuci muka. 2. kemudian airnya digunakan untuk mencuci muka. Remasan daun dadap yang tidak terlalu tua. SIFAT BAHAN Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam kosmetik tradisional mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1. Hal ini disebabkan oleh : 1. sediaan kosmetik tradisioanl ini telah digunakan oleh orang-orang tua dan menurut pengalaman hasilnya tidak mengecewakan karena sesuai dengan keadaan iklim Indonesia yang bersifat tropis. c. 2.Sediaan Kosmetika DEFINISI Kosmetik tradisional adalah kosmetik yang berasal dari bahan alam yang dapat dibuat sendiri secara langsung dari bahan segar atau bahan-bahan yang telah digunakan berdasarkan pengalaman atau penggunaan yang dilakukan secara tradisional atau turun temurun. Tomat yang dipotong-potong dan ditempelkan pada wajah. Caranya : Daun tersebut diremas-remas dan airnya digunakan untuk mencuci muka. Contoh : daun sirih. Meskipun sediaan kosmetik yang dibuat dari bahan kimia telah memenuhi pasaran dunia. Seduhan daun teh yang telah diembunkan semalam di tempat terbuka. cara pengolahan sediaan yang digunakan sangat sederhana sehingga setiap orang dapat dengan mudah membuatnya. untuk digunakan mencuci muka pada pagi hari. 3. b.

• Kalau ada es batu kompreslah muka dengan memasukkan es batu ke dalam lap dan menekan-nekannya dengan selembut mungkin. atau sampai kering. setengah putih telur dan susu secukupnya. Madu Sekresi sakarin yang terdeposit dari sarang lebah Apis mellifera. lemak. madu dan wortel. • Muka dibersihkan dengan cleansing milk. Susu Untuk kulit muka yang sangat peka terhadap sinar matahari. laktosa. bersihkan dengan lap dan air hangat kemudian dilap dengan air dingin. Pemakaian 5-10 menit tiap satu kali pemakaian dalam satu minggu. protein dan vitamin yang berfungsi untuk memberi gizi pada kulit. kira-kira 15 menit. Caranya: • 3 sampai 5 sendok makan susu sapi dicampur dengan 1 sendok makan tepung terigu. 1 sendok teh madu. Bahan-bahan yang digunakan untuk masker wajah antara lain adalah buah alpukat. dan dapat menghilangkan sisa-sisa make-up pada wajah. Digunakan untuk kulit muka yang kering. Perawatan tubuh 3. bengkoang. Contoh sediaan untuk masker wajah yaitu: a. Kelima bahan tersebut dicampur sampai terbentuk adonan yang lembek. Caranya: • 1 sendok makan tepung terigu. putih telur. Mengandung protein kasein. Perawatan mata dan sekitarnya 5. Mengandung glukosa. Perawatan rambut dan kulit kepala 4.1. • Tepuk-tepuk muka dengan ujung jari dengan sedikit adstringens. • Poleskan adonan susu dengan tangan. susu. 1 sendok teh minyak. kosmetik tradisional dibagi menjadi : 1. Masker biasanya digunakan dengan cara mengoleskannya pada wajah dan membiarkannya selama beberapa saat. b. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu berbagai jenis sediaan yang digunakan untuk perawatan secara tradisional berurutan sesuai penggolongan di atas. kentang. menyerap kotoran dari kulit. Perawatan wajah 2. Perawatan wajah Sediaan perawatan wajah dalam kosmetika tradisional antara lain adalah:  Masker wajah Masker wajah memberi rasa hangat. Perawatan mulut dan gigi 6. I. kemudian membersihkannya dengan cara mencuci muka dengan air. mentimun. 73 .Sediaan Kosmetika JENIS SEDIAAN PERAWATAN TRADISIONAL Berdasarkan jenis sediaan perawatan tradisional.

Isi : gula alcohol persiit 4. Isi: alkaloid kukurbitasin C dan stigmasterol. Bermanfaat untuk mengencangkan kembali kulit yang mulai mengendur dan memulihkan kembali sel-sel yang sudah menua. tomatin. Telur Untuk kulit kering dan keriput.7 %. 2 jagung muda. Bagian dekat bijinya diparut lalu dipakai untuk kompres muka. Jenis bahan yang digunakan disesuaikan dengan keadaan kulit pemakai. Alpukat Dari buah Persea gratissima. cucilah wajah dan leher dengan air hangat kemudian dengan air es dan keringkan dengan handuk bersih. Fe. Buah tomat ini berkhasiat menghaluskan kulit. Wortel Mengandung vitamin A yang dapat memperbaiki sel-sel yang rusak. Masker ini dipakai setiap pagi sebelum mandi atau sore setelah beraktivitas. Pemakaiannya: potong buah yang segar dan tidak terlalu tua. mengandung protein albumin. e. alkaloid adenine. d. Ketimun (Cucumis sativus Linn) Buah dari Cucumis sativum. dan C. Bahan: 2-3 wortel muda. Tomat Isi: asam sitrat. bila telah kering bersihkan dengan air biasa. Caranya: Jagung muda diparut dan diperas. Lebih baik masker ini dipakai hanya sekali pakai. biarkan mengering dan kemudian dicuci bersih. trigonelin. • Bersihkan dengan air biasa. Pemakaiannya: potong dua buah tomat yang telah masak lalu diambil bagian daging buah sebelah dalam yang mengandung biji. Biarkan sampai 30 menit atau sampai kering. Vitamin A yang dikandung oleh wortel menurunkan zat semacam kolagen dan elastin yang membuat kulit wajah menjadi mengembang. karena masing-masing bahan mempunyai kelebihan tertentu: c. Khasiatnya untuk menghaluskan dan melembutkan kulit terutama untuk kulit berminyak. B2.Sediaan Kosmetika • Poleskan pada muka yang telah bersih. Kemudian dioleskan pada muka sampai kering dan dicuci bersih. Wortel diparut dan dicampurkan dengan pati jagung muda. • Dilap dengan lap lunak yang dibasahi air hangat. untuk obat jerawat dan memberi vitamin pada kulit. Ca. Caranya: Oleskan 2 sendok makan masker alpukat pada wajah dan leher dengan gerakan memutar. Vit. • Kompres dengan es. biarkan sesaat hingga pati dan airnya terpisah. sebab pada pemakaian berikutnya bahan-bahan akan mengalami perubahan. kolin. 74 . B1. Untuk mengangkat masker. biarkan agak kering sambil berbaring. • Oleskan pada muka yang telah bersih. f. Caranya: • Kuning telur dikocok lalu ditambah minyak. g.

Larutan ini khususnya cocok bagi mereka yang memiliki kulit berminyak atau berjerawat. biasanya digunakan masker telur atau madu • untuk menghilangkan noda-noda hitam. digunakan sebagai penyegar terutama untuk kulit berminyak. Setelah wajah dibersihkan. Cara pemakaian: letakkan irisan mentimun pada wajah beberapa saat lalu gosokkan perlahan-lahan pada seluruh wajah dan leher. Jadilah krim pemutih yang bisa langsung digunakan. Campurkan air jeruk nipis dan madu ke dalam sari bengkoang dan aduk hingga tercampur merata. zat besi. kemudian campurkan 2-3 sendok makan air rebusan serai dengan endapan bengkoang tersebut. Caranya: Batang serai dimemarkan dan direbus hingga mendidih lalu didinginkan. dibilas bersih dengan air hangat. air jeruk nipis (1 sendok teh). Bahan: 2 buah bengkoang dan sebatang serai. b. madu (1 sendok makan). diperas lalu disaring. Pemakaian secara rutin dua kali seminggu. diperas. Pembersih a. Bengkoang diparut. simpan krim ini di dalam lemari pendingin sehingga dapat digunakan lagi. Endapan putih yang terbentuk itulah pati bengkoang. c. Jeruk nipis Mengandung vitamin C. kalium. Caranya: Bengkoang diparut.Sediaan Kosmetika • untuk kulit kering dan keriput. digunakan masker susu Pemutih Umbi bengkoang memiliki pati yang dapat memutihkan kulit wajah. Kandungan airnya mampu menyegarkan kulit wajah. Mentimun Sangat cocok digunakan sebagai bahan perawatan untuk semua jenis kulit. Mentimun    75 . d. madu dan putih telur yang cocok untuk semua kulit. Supaya tahan lama. Sifat asamnya dapat mengurangi kadar minyak pada wajah dan mengecilkan poripori. Pisang dan alpukat Sebagai penyegar digunakan masker campuran dari pisang. digunakan masker kentang • untuk kulit muka yang sangat peka terhadap sinar matahari. Setelah mengering. Pemakaiannya: Pada pagi hari dan cukup dioleskan secara merata pada kulit hingga mengering. dan disaring lalu diendapkan. Bengkoang Bahan: bengkoang segar. dan vitamin A. Penyegar a. Pisahkan pati dari air perasan atau sari bengkoang. Pisahkan pati dari sari bengkoang. gunakan larutan ini sebagai penyegar khususnya pada siang hari atau setelah beraktivitas. Diamkan air perasan ini selama setengah sampai satu jam hingga terbentuk endapan putih di dasar wadah.

kallium. Simpan sisanya dalam lemari pendingin sehingga dapat digunakan lagi sesudahnya. berguna untuk mengurangi jerawat. Bermanfaat menghilangkan jerawat yang sudah parah. serta memberikan efek kuning pada wajah. Mawar Mengandung minyak atsiri yang digunakan untuk menghaluskan kulit wajah. Setelah dingin. b. Bedak asam    76 .Sediaan Kosmetika Untuk pembersih digunakan masker campuran mentimun yang dihancurkan dalam yoghurt. mengandung minyak atsiri dan zat warna alkaloid kurkumin Jinten (Carvi fructus) mengandung 2. Temu lawak ( Curcuma xhantorrhiza). Daun bunganya dapat digunakan sebagai pembersih. dan adanya sifat antibakteri menyebabkan adanya daya penyembuhan jerawat. Bedak Dalam kosmetika tradisional dikenal bedak dingin yang berfungsi sebagai foundation. Terakhir semua bahan ini dicampurkan dengan pati bengkoang yang telah diendapkan dari sarinya. Jojoba Bermanfaat dalam merawat kulit wajah yang sensitif sebagai bahan dalam pembersih. Penghalus/ pelembut wajah Pisang dan alpukat Bersifat lembut dan mengandung minyak yang dapat menghaluskan kulit wajah. Batang serai dimemarkan dan direbus dengan sedikit air. sehingga larutan yang dicampurkan cukup 2 atau 3 sendok teh saja. Anti jerawat Bengkoang (krim anti jerawat) Bahan: 2 buah bengkoang segar. 1 cm kunyit. sebatang serai. Apel Sari buah apel dapat digunakan sebagai tonik pembersih wajah. c. Beberapa contoh sediaan bedak dingin adalah sebagai berikut : a. Meniran mengandung alkaloid filantin dan hipofilantin. mengecilkan pori-pori. Wortel Mengandung provitamin A yang berkhasiat menghaluskan kulit wajah. Perlu diperhatikan bahwa endapan yang terjadi dari parutan bengkoang tidak terlalu banyak. Krim ini dioleskan pada wajah setiap malam sebelum tidur. 2 buah belimbing wuluh. Esok paginya wajah cukup dibilas dengan air bersih. Cocok untuk semua jenis kulit. Camomile Mengandung azualen yang dapat menghaluskan kulit wajah. diperas dan disaring.5 – 7 % minyak atsiri. Camomile Mengandung azualen yang berkhasiat mencegah timbulnya jerawat. air rebusan serai dicampurkan dengan campuran belimbing wuluh dan kunyit. Caranya: belimbing wuluh dan kunyit diparut.

Cara pembuatan : beras direndam lebih kurang satu minggu dengan mengganti air tiap hari. sirih (Pipper betle Linn). disaringkan.). bidara laut. • Lulur Pengantin 77 .Sediaan Kosmetika Bahan : campuran dari satu (1) ruas jari asam kawak (Tamarandus indica Linn. jeruk nipis (Citrus aurantifolia). tambahkan asam dan garam. diantaranya disebabkan oleh pigmentasi yang berlebihan pada satu tempat. Contoh sediaan lulur adalah sebagai berikut : • Lulur Ramuan : Daun kemuning. menguningkan. Bedak jerawat Bahan : campuran batu tahu Banyuwangi dengan beras. Setelah itu digerus halus tanpa air. Khasiatnya untuk menyembuhkan jerawat dan menghaluskan kulit. menghaluskan. b. Setelah itu digerus halus dengan beras yang telah direndam sampai homogen kemudian ditambah air secukupnya. digerus lagi sampai homogen. bunga melati. biarkan sampai kering baru dicuci dengan air hangat. mengecilkan pori-pori dan memberi efek kuning langsat. bidara laut kayunya dikir halus. basahi dengan filtrat. Bila perlu ditambah air sampai didapat sediaan yang seperti pasta kemudian dibuat bulat-bulat kecil dan dijemur sampai kering. Pembuatannya adalah dengan cara menggerus lembut sirih segar atau kering dengan ragi. Cara pemakaian : Ramuan yang sudah kering tersebut dihancurkan dengan sedikit air dan digosokkan kuat-kuat pada seluruh tubuh hingga kotoran terlepas. Bedak kekolotan (penghilang noda) Kekolotan adalah bintik bintik hitam yang terdapat pada muka. Khasiatnya untuk mengurangi jerawat. Diseduh dengan air hangat. kunir gede. Campuran bahan yang digunakan adalah ragi. beras yang sudah direndam dan ditumbuk. kunir gede disayat atipis. I. kemudian ditambah air jeruk nipis dan dibuat bulat-bulat atau pipih. mencegah terjadinya kerutan dan menghilangkan jamurjamur yang kerap terdapat pada lipatan-lipatan kulit. Beras direndam kemudian dihaluskan. Bedak kekolotan ini berkhasiat menghilangkan bintik-bintik hitam pada muka. dibuat bulatan-bulatan kecil kemudian dikeringkan. lalu digerus lagi sampai homogen. lalu dicetak bulat-bulat atau pipih supaya cepat kering.2. segengam beras (Oryza sativa) dan sedikit garam NaCl. Perawatan Tubuh Jenis-jenis sediaan untuk perawatan tubuh antara lain adalah :  Lulur Tubuh Lulur tubuh digunakan untuk membersihkan. c. Cara pembuatan : Rendam batu tersebut beberapa hari dan airnya diganti berkali-kali sampai rapuh. ditambah beras dan sedikit garam. beras (Oryza sativa) dan garam NaCl. Pembuatan : Daun kemuning dan bunga melati dihaluskan.

kapur sirih dan jeruk nipis. menguatkan. dan menghitamkan rambut.  Penyubur rambut 78 . adalah bunga dari tanaman Hibiscus rosasinensis (famili Malvaceae) . disaring.Sediaan Kosmetika Bunga kenanga (Canangium odoratum) 5 kuntum Daun kemuning (Muraya paniculata) 1 genggam Krangean (Litsea cubeba) 2 jari Jeruk purut (Citrus hystrix)-kulitnya 1 buah Temu giring (Curcuma heyneana) 2 jari Beras yang sudah ditumbuk 1 sendok makan Mandi Rempah/ Mandi air Bunga Mandi rempah atau mandi air bunga dimaksud untuk menutup kembali pori-pori dan memberikan keharuman pada kulit. biarkan kirakira 5 menit kemudian dicuci dengan air. adalah daun dari Plucea indica (famili Asteraceae). Sediaan kosmetik tradisional untuk perawatan rambut dan kulit kepala adalah sebagai berikut :  Pencuci rambut a. c. Isi: alkaliod minyak atsiri R/  R/  I. Ini dilakukan setelah masker dan lulur atau mangir tubuh yang telah dibersihkan. adalah daun dari tanaman Ecliptica prostate (famili Asteraceae). Daun urang-aring. zat pahit . Jeruk nipis Cara pemakaian : jeruk dibelah dan digosokkan ke kulit kepala dan rambut. kemudian diembunkan selama satu malam.3.lendir.Isi: alkaloid. Daun Belutas (Plucheae folium). Buah mengkudu Cara pemakaian : buah mengkudu yang telah masak diperas dengan air kemudian disaring. b. Air perasannya dipakai keramas. Kembang sepatu.Isi: alkaloid hibisetin. Tangkai padi (merang) Cara pemakaian : tangkai padi dibakar.tawas . ditambah air. Perawatan rambut dan kulit kepala Perawatan ini bertujuan untuk melembutkan. Contoh sediaan untuk mandi rempah adalah sebagai berikut : Bunga kenanga (Canangium odoratum) 5 kuntum Bunga mawar (Rosa hybrida) 4 kuntum Bunga melati (Jasminum sambae) 1 gengam Krangean (Litsea cubeba) 2 jari Rimpang temu giring (Curcuma heyneana) 1 ruas Rimpang kunyit (Curcuma domestica) 1 ruas Pencegah Bau Badan Bahan yang umum digunakan daun beluntas . d. dan filtratnya digosokkan ke kulit kepala dan rambut. e.

Keuntungan pengguanan henna sebagai pewarna rambut antara lain tidak menyebabkan iritasi. Lawsonia spinosa. Jika sudah selesai. aloe emodin. wortel. dan dioleskan pada rambut dengan menambahkan sedikit air terlebih dahulu. dan Lawsonia inemis. Penghitam rambut   a. Cara pemakaian : pengobatan dilakukan sehari sekali setelah mandi sore. asam amino dan catalas. sensitisasi dan tidak menyebabkan toksisitas local maupun sistemik. Santan kelapa Cara pemakaian : siram rambut dengan santan dan diamkan selama 30 menit sampai satu jam kemudian bilas dengan air hangat hingga bersih dan tidak lengket. a. b. Urang aring Mengandung getah yang berwarna hitam dan alkaloid yang berfungsi menghitamkan rambut. seledri dan lain-lain. jeruk nipis. diambil bagian dalamnya yang berbentuk seperti agar-agar. selama semalam dan digunakan untuk keramas. rambut kemudian diselimuti dengan handuk atau kain bersih.4 naftoquinon yang larut dalam air panas dan larutan asam serta dapat mewarnai keratin. Caranya : 79 . Merang Cara pemakaian : 1 genggam merang. Cara pembuatan : daun lidah buaya dibelah.  Biji pepaya tua (Carica papaya ) Cara pemakaian : 1 genggam biji pepaya tua (Carica papaya) disangrai kemudian ditumbuk halus. Penghilang ketombe a. Daun lidah buaya Mengandung aloin. Pewarna rambut Henna Henna merupakan zat warna rambut yang mengandung serbuk kering dari Lawsonia alba. dimasak hingga keluar minyaknya dan minyak inilah yang kemudian dioleskan pada kulit kepala dan didiamkan selama 1 jam. Kelapa Cara pemakaian : 1 buah kelapa (Cocos nucifera) diambil santannya. diperas lalu disaring. Bahan yang biasa digunakan adalah daun lidah buaya (Aloe vera). dan warna yang dihasilkan relatif stabil.Sediaan Kosmetika Sediaan penyubur rambut digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan rambut. dibakar lalu direndam dalam 1 L air. yang diperoleh dari tanamanyang sudah berbunga. santan kelapa daun urang aring. Bagian dalam dari daun digosokkan di kulit kepala sambil dipijatpijat. Henna mengandung zat warna 2-hidroksi-1. bonggol pisang (Musa paradise). Keesokan harinya rambut dikeramas. b. b.

Hasil olesan ini ditutupi dengan handuk. asam adipat atau asam-asam lainnya yang sesuai hingga pH mencapai 5. tannin. Penguat rambut Sediaan ini berguna untuk mengatasi kerontokan rambut yang berlebihan dengan menggunakan bahan-bahan alami antara lain. b. Sediaannya meliputi :  Pencuci mata 80 .   1. Untuk rambut kering Basahi rambut dengan air. 3. cuci dengan air biasa. biarkan 15 menit kemudian cuci dengan air hangat-hangat kuku. 2. Untuk rambut berminyak Digunakan kuning telur yang telah dikocok dicampur dengan perasan jeruk nipis. lalu dibersihkan dengan shampo dan dikeringkan. seperti alis. pulaskan kuning telur yang sudah dikocok pada rambut hingga rata. minyak atsiri. steroid. bulu mata. Daun pandan ( Pandanis folium )mengandung minyak menguap. 1.  Oleskan pasta tersebut pada rambut yang telah dikeramas terlebih dahulu. oleskan santan yang telah ditambah dengan perasan jeruk nipis. dan kelopak mata agar senantiasa sehat dan tetap kelihatan cerah bersinar. R/ Daun mangkokan (Nothopanax scuttellarium) 4 helai Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) 4 helai Bunga kenanga (Canangium odoratum) 4 kuntum Kulit jeruk purut (Citrus hystrix) 1 buah Krangen (Litsea cubebae) 2 jari Minyak kelapa 10 sendok c. Teh Cara pemakaian : air teh sisa kemarin dipakai untuk mengompres kepala. Dikerjakan seperti di atas.Sediaan Kosmetika  Serbuk henna dan air panas dibuat menjadi pasta kemudian diasamkan dengan asam nitrat. Jeruk nipis Setelah rambut dikeramas. glikosida. Adapun contoh sediaannya adalah sebagai berikut: a. Kulit buah jeruk purut merupakan bagian luar kulit buah Citrus hytrix. Ginseng (Panax radix) mengandung triterpenoid. biarkan selama 50-60 menit.4. R/ Jeruk nipis yang sudah tua 1 buah Telur ayam 1 butir Pelembut rambut (hair conditioner) Telur a. lalu biarkan 15 menit.5. saponin. 2. I. mengandung saponin. Perawatan mata dan sekitarnya Perawatan mata dan sekitarnya dimaksudkan untuk melindungi mata dan memperindah mata dan sekitarnya. b.

I. dipanaskan diatas api sampai kental. lebih lentik dan menarik. kemudian digosokkan pada gigi agar menjadi lebih putih. gambir. pinang. daun saga. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Sediaan perawatan kuku dan kulit sekitarnya digunakan dengan maksud untuk menjaga kesehatan dan memperindah kuku dan kulit sekitarnya. penggunaannya dilakukan dengan cara dioleskan. baru dioleskan pada bulu mata.5. Minyak pale dibuat dari memanaskan sarang lebah dan minyak kelapa. Bahan-bahan yang digunakan adalah minyak pale atau air jeruk nipis. kapur sirih. Malam q. bahan yang digunakan antara lain adalah daun sirih. Penggunaannya dilakukan dengan dicampur sedikit air terlebih dahulu. daun saga. Contoh sediaannya adalah sebagai berikut :  Pembersih dan pelunak kuku Bahan yang bias digunakan antara lain adalah : 81 .s Minyak kelapa q.s Cara penggunaan: laba-laba dibakar sampai hangus. dan cengkeh. gambir. lalu digerus halus. Perawatan mulut dan gigi Untuk perawatan mulut dan gigi. bersih dan tidak terlihat letih. pinang. I. Bahan-bahan yang digunakan adalah : R/ Laba-laba besar (Mygale yavanica) 1 ekor. kapulaga. Bahan yang digunakan antara lain adalah : Daun kecipir muda yang direbus Air dari pohon kelor Daun sirih segar yang diremas-remas kemudian diseduh dengan air dingin.Sediaan Kosmetika Digunakan agar mata tetap tampak jernih.  Pemutih gigi Bahan yang digunakan adalah biji asam yang sudah disangrai dan dihaluskan.  Penghitam alis Bahan yang digunakan adalah daging buah kemiri yang disangrai lalu ditumbuk sampai halus. kapulaga dan cengkeh. antara lain :  Pelemas bibir Digunakan untuk menghindari atau mengatasi pecah-pecah pada bibir dan bibir tampak selalu basah.  Maskara Digunakan agar bulu mata kelihatan lebat. ditambahkan malam dan minyak kelapa. Juga digunakan daun sirih. setelah dingin dan memadat baru dioleskan ke bibir. kapur sirih. digunakan beberapa sediaan. Pemakaian dilakukan dengan cara dikompres.6.  Pemerah bibir Digunakan untuk memberi warna merah pada bibir. kemudian didinginkan terlebih dahulu.

putih telur. Isi : gliserida asam lemak (asam laurat. Perawatan rambut dan kulit kepala 4. lalau ditetesi dengan jeruk nipis agar lebih lembut. Bahan yang digunakan yaitu : R/ Pacar Kuku Kapur sirih Jeruk nipis Tawas Cara pemakaian : daun pacar kuku. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KOSMETIKA TRADISIONAL Berdasarkan tempat pemakaiannya. asam miristat) Analisa :  82 . Pemerah kuku Pemerah kuku digunakan untuk memberi warna merah pada kuku. bengkuang. susu. Masker Bahan yang umum digunakan sebagai masker wajah antara lain buah mentimun. Perawatan Wajah Sediaan kosmetika yang digunakan untuk perawatan wajah antara lain : a.Sediaan Kosmetika  ♥ Minyak zaitun. tomat. dioleskan pada kuku. Perawatan wajah 2. dipanaskan terlebih dahulu kemudian kuku direndam di dalamnya. ♥ Minyak castor/minyak jarak. tepung beras dan talk. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu sediaan kosmetika tradisional sesuai dengan penggolongan di atas : 1. alpukat. madu. jeruk nipis. R/ Madu 1 sdt Tepung terigu 1 sdm Minyak kelapa 1 sdm Putih telur 1 butir Susu secukupnya 1. kapur sirih dan tawas digerus. sediaan kosmetika tradisional dibagi menjadi beberapa kategori : 1. Perawatan mata dan sekitarnya 5. Minyak kelapa (Oleum cocos) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan panas daging biji Cocos nucifera. Penghalus kuku Untuk menghaluskan kuku biasanya digunakan campuran tepung kanji. Perawatan tubuh 3. Perawatan mulut dan gigi 6.

Mentimun Adalah buah dari Cucumis sativum (famili Cucurbitaceae) Isi : alkohol kukurbitasin C dan stigmasterol Analisa : Alkaloid Adalah senyawa metabolit sekunder yang dalam struktur molekulnya terdapat atom Nitrogen (umumnya heterosiklik).Sediaan Kosmetika Gliserida asam lemak jika dihidrolisa dengan asam (misalnya HCl atau H2SO4) akan terurai menjadi gliserin dan asam lemak pembentuknya. membentuk endapan hitam • Mollisch (3% α-naftol dalam alkohol) : terbentuk cincin ungu Deniges (HgSO4 + H2SO4) : endapan putih Dekstrin : Mollisch positif. Bagian pertama digunakan sebagai blanko pembanding 83 . setelah disaring filtrat dikocok dengan HCl 2N. Metode : simplisia dibasakan dengan amonia encer.  Asam-asam lemak mempunyai rumus struktur yang mirip.7% Analisa : Memberi reaksi positif pada reagen gula dan alkohol. Madu Adalah sekresi sakarin dari yang terdeposit pada sarang lebah Apis mellifera (famili Apiadae) Isi : karbohidrat fruktosa dan dekstrin Analisa :  Fruktosa :  2. 4. digerus dalam mortir. Adanya pasangan elektron bebas dalam atom nitrogen menyebabkan alkaloid dapat membentuk kompleks yang tidak larut dengan logam-logam berat. • •  • • • • Luff (CuSO4 + asam sitrat + Na2CO3) : mereduksi. Luff positif Dengan aqua iod : terbentuk warna merah ungu Dipanaskan dengan larutan air aksn berbusa Cuprifil positif Dibawah mikroskop tampak seperti amilum • 3. Avokat Adalah buah dari Persea gratissima (famili Lauraceae) Isi : gula alkohol persiit 4. dimana gliserin dapat dideteksi dengan uji Carletti. kemudian ditambah beberapa mililiter kloroform sambil terus digerus. sehingga untuk menganalisisnya menggunakan analisis instrumen misalnya HPLC dan GC. Lapisan asam dipisahkan kemudian dibagi menjadi 3 : 1.

• Kocok sejumlah minyak dengan larutan NaCl P jenuh volume sama.Sediaan Kosmetika 2. Analisa :  Karbohidrat • Memberi reaksi positif pada pereaksi karbohidrat (Tromer. volume air tidak boleh bertambah. Fehling. diamati ada tidaknya endapan putih. glikosida. dimana endapannya tidak larut dalam spiritus berlebih. Bouchardat.  Lemak • Mengendapkan pereaksi Liebermann-Burchard (asam asetat anhidrat dan asam sulfat pekat) memberi warna hijau Jeruk Nipis (Citri fructus) Adalah buah dari tanaman Citrus sinensis (famili Rutaceae) Isi : Minyak atsiri. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. panaskan dengan tangas udara. dll)  Protein • Mengendapkan larutan Tanin 1% • Mengendapkan pereaksi Dragendorf. diamati ada tidaknya endapan warna jingga coklat.73%. asam sitrat. permukaan air tidak keruh • Pada sepotong kertas. Deniges. biarkan memisah. terjadi warna yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali. 6. Osazon. 7. isi buret hingga penuh. Bagian ketiga ditetesi pereaksi Dragendorf. dalam suasana asam. teteskan minyak tidak terjadi noda transparan. Isi : karbohidrat 10. protein dan lemak. Tepung terigu (Amylum tritici) Adalah pati dari Triticum vulgare (famili Graminae) Isi : Amilum Analisa : Didihkan satu bagian dengan 50 bagian air. 84 . Tambahkan larutan Iodium P. 3. • Penetapan kadar minyak atsiri Campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cara penyulingan. Identifikasi spesifik untuk alkaloid dengan analisa instrumen karena mempunyai struktur yang mirip pada beberapa senyawa alkaloid tersebut. damar. Bagian kedua diberi pereaksi Mayer. pasang alat. Analisa : Minyak atsiri • Teteskan 1 tetes minyak pada permukaan air. Mayer. Bengkuang Adalah buah dari tanaman Pachyrrhizus erosus. sehingga penyulingan berlangsung dengan 5.

dinginkan. Diterpenoid Secara kimia sangat mirip. kemudian sari eter diuapkan hingga kering.Sediaan Kosmetika lambat tapi teratur. diamkan selama 5 menit. kocok. dan uapkan pada suhu tidak lebih dari 50°. Metode : simplisia disari dengan eter kemudian sari eter diuapkan hingga kering. Terbentuknya warna ungu menunjukkan adanya senyawa triterpenoid dan warna hijaubiru menunjukkan adanya senyawa kelompok steroid. larutkan dalam 100 ml air. saring. terbentuk warna-warna yang menunjukkan adanya senyawa monoterpenoid dan seskuiterpenoid. Metode : simplisia disari dengan eter. titrasi dengan larutan NaOH 1N menggunakan indikator fenolftalein P. Sari filtrat 3 kali. saring. Pada kumpulan sari ditambahkan natrium sulfat anhidrat P. 85 .4 M. Larutkan sisa dengan 2 ml metanol P. ♥ Kualitatif : Dengan larutan perak nitrat membentuk endapan perak sitwarna putih yang larut dalam larutan amonia encer. Pada 20 ml filtrat ditambahkan 25 ml air dan 25 ml timbal (II) asetat 0. kemudian catat volume dalam % v/b (lihat lampiran 1) • Minyak atsiri adalah campuran senyawa hidrokarbon yaitu terpenterpen yang dianalisis sebagai berikut : 1. Steroid dan triterpenoid Pengenalan didasarkan pada kemampuannya membentuk warna dengan pereaksi Liebermann-Burchard. saring. Senyawa-senyawa terpen ini sangat mirip strukturnya sehingga biasanya dianalisa dengan instrumen (HPLC atau GC) • Asam sitrat ♥ Kuantitatif : Timbang seksama 3 g. tiap kali dengan 20 ml campuran 3 bagian volume kloroform P dan 2 bagian isopropanol P.setelah penyulingan selesai biarkan 15 menit. Pada residu diteteskan pereaksi Liebermann-Burchard. Mono dan seskuiterpenoid Pengenalan didasarkan pada kemampuannya membentuk warna-warna dengan pereaksi anisaldehid-asam sulfat atau pereaksi asam sulfat. • Glikosida Cara identifikasi glikosida : • Larutan percobaan Sari 3 g serbuk simplisia dengan 30 ml campuran 7 bagian volume etanol 95% P dan 3 bagian volume air dalam alat pendingin alir balik selama 10 menit. 2. 3. cara penentuan yang paling cocok adalah dengan KGC.

saring. Evaluasi dengan campuran benzen P – etanol 95% P (70 : 30) dengan jarak rambat 15 cm. Tambahkan hati-hati 2 ml asam sulfat P.25 mm. pada dua titik masing-masing 20μl filtrat pada lempeng KLT silika gel GP setebal 0. terjadi warna biru atau hijau. Analisa : • Vitamin C ♥ Penetapan kadar : B. berfluoresensi hijau kekuningan intensif. Ca. vitamin B1. dilihat dengan cahaya yang diteruskan larutan berwarna kuning pucat kahijauan. tomatin.1 ml larutan percobaan dalam tabung reaksi. Semprot kromatogram pertama dengan anisaldehida-asam sulfat LP. Uapkan 0. (reaksi LiebermannBurchard). kolin. Pada sisa tambahkan 2 ml air dan 5 tetes Mollisch P. Tomat Adalah buah dari tanaman Solanum lycopersicum (famili Solanaceae) Isi : asam sitrat.Sediaan Kosmetika • Percobaan umum terhadap glikosida Cara percobaan A. uapkan diatas tangas air. larutkan sisa dalam 5 ml asam asetat anhidrat P. Tambahkan 10 tetes asam sulfat P. titrasi dengan iodium 0. panaskan pada suhu 110˚ selama 10 menit. trigonelin. menunjukkan adanya glikosida. amati dengan sinar UV 366 nm. Masukkan 8.1%. B2. ♥ Mereduksi kuat larutan iod 0. 0. C. bercak tidak berfluoresensi. • Ion kalsium • Dengan asam pikrolon membentuk kristal persegi panjang • Dengan asam asetat + meditren membentuk kristal sapu berwarna kuning 86 . Fe. terbentuk cincin warna ungu pada batas cairan. alkaloid adenin. ♥ Timbang 400 mg. menunjukkan adanya ikatan gula (reaksi Mollisch) • Komatografi Lapis Tipis Sari 300 mg serbuk simplisia dengan 5 ml metanol P. yang dengan penambahan asam mineral atau alkali fluoresensi hilang.1 ml larutan percobaan diatas tangas air. dengan indikator larutan kanji. larutkan dalam campuran 100 ml air bebas CO2 dan 25 ml asam sulfat 10% v/v.1 N ♥ Menghilangkan warna larutan diklorofenol-indofenol ♥ Larutan dalam air + NaOH + asam lemah + 1 tetes FeSO ungu 4 : • Vitamin B 2 Larutan 1 mg dalam 100 ml air.

ditambah NaOH : endapan Cu2O Larutan zat ditambah NaOH dan CuSO4 : biru jernih. laktosa 5%. terbentuk warna biru hijau. Jinten (Carvi fructus) Adalah buah dari tanaman Carum carvum (famili Apiaceae) Isi :2.5 – 7% minyak atsiri 3. saring. filtrat ditambah HCl encer. endapan kuning jingga. 10. Susu Adalah susu segar dari Bos taurus (famili Bovidae) Isi : protein kasein 3%. Penghilang jerawat Bahan yang umum digunakan adalah meniran dan temulawak serta jinten dengan gula. lemak 2-5% Analisa : Laktosa Memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Mollisch. dimasak 2 menit. Kalium. 1. + 2. Luff. c. dipanaskan sampai mendidih. Putih telur Isi : protein albumin b. Temu Lawak (Curcumae rhizoma) Adalah rimpang dari tanaman Curcuma xanthoriza (famili Zingiberaceae) Isi : minyak atsiri dan kurkumin 2. memberikan reaksi negatif atau positif setelah beberapa lama terhadap pereaksi Barfoed.Sediaan Kosmetika • Dengan amonium oksalat membentuk kristal amplop tak berwarna • Ferrum Dengan kalium tiosianat terbentuk warna merah darah 9. Penghilang noda 87 . Fehling. Meniran Adalah herba dari tanaman Phyllantus niruri (famili Euphorbiaceae) Isi : alkaloid filantin dan hipofilantin. ditambah HCl dil dan NaOH lagi. Gula Analisa : • Fehling : negatif • • 100 mg zat ditambah Fehling 10 ml. Kalium + larutan ammonium → endapan kuning + larutan asam tartrat → endapan kristalin putih + larutan asam peklorat → endapan kristalin putih + larutan asam heksakloroplatinat → endapan kuning + tes nyala : kuning keemasan 4. panaskan.5 ml kalsium asetat 2N. dipanaskan warnanya tetap.

2. kelembak. klabet.844 mg NaCl. mawar. Lulur dan Mangir Bahan yang umum digunakan adalah pulasari. Garam dapur (NaCl) • Nyala pijar : kuning keemasan • Bellstein : kuning hijau • Rasa : garam dapur (asin) • Reaksi kristal : Zinc uranil asetat • Kuantitatif Timbang seksama 250 mg. 1. Perawatan Tubuh Jenis-jenis sediaan untuk perawatan tubuh antara lain : a. Analisa : • Asam benzoat ♦ Esterifikasi dengan alkohol dan ditambah asam sulfat pekat : bau pisang ambon. kaolin. temu kunci. asam asetat. titrasi dengan perak nitrat 0. Bunga melati (jasmini flos) Adalah bunga dari tanaman Jasminum sambac (famili Oleaceae) Isi : minyak atsiri. 1. kayu manis. tahi angin. Lengkuas (Languitis rhizoma) Adalah rimpang dari Langua galanga (famili zingiberaceae) Isi : minyak atsiri yang mengandung kamfer. lengkuas. seskuiterpen alkohol. asam format.1 N menggunakan indikator kalium kromat P. • Asam asetat ♦ Esterifikasi menghasilkan bau kuteks ♦ Dengan FeCl3 : merah coklat yang hilang pada penambahan asam ♦ Digerus dengan KHSO4 : bau cuka 2. temu giring. sineol dan asam metil sinamat. cendana. seskuiterpen. masoji. garam. larutkan dalam 50 ml air. melati. akar wangi. 1 ml perak nitrat setara dengan 5. ♦ Ditambah HgO dan FeCl3 : endapan Fe-benzoat • Asam format Direduksi membentuk formaldehid yang dapat diidentifikasikan dengan Schiff (fuchsin yang telah dihilangkan warnanya dengan Na-bisulfit yang diasamkan) : terbentuk warna merah.Sediaan Kosmetika Bahan yang umum digunakan adalah jeruk nipis. beras. kenanga. jeruk wangi. Tepung beras (Amylum oryzae) Adalah pati dari Oryzae sativa (famili Graminae) Isi : amilum 2. lawet (beras yang direndam 2 hari ditambah daun sirih dan ragi). 88 . temu lawak. asam benzoat. d. Bedak dingin Bahan yang umum digunakan adalah pati beras dan bengkuang. gadung. pinang. kemuning. kunyit.

adanya endapan putih menunjukan bahwa dalam simplisia terdapat tanin. saring sisa dengan air mendidih.  Analisa kuantitatif: Timbang seksama kurang lebih 2 g serbuk. Kapulaga (Cardamomi fructus) Adalah buah dari Amomum cardamomum (fam. 89 . kocok. Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri Kelembak (Rhei radix) Adalah akar dari Rheum officinale atau Rheum palmatum (fam. Ulangi penyarian beberapa kali hingga larutan bila di reaksikan dengan ferri ammonium sulfat tidak menunjukan adanya tanin. Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri tidak kurang dari 1. tanin Tanin  Analisa kualitatif: Simplisia digerus dan dipanaskan dengan air. tidak berwarna.1 N ekuivalen dengan 0. kemudian disaring panas-panas. 004157 g tanin. Kocok lapisan benzen dengan 1 ml sampai 2 ml natrium hidroksida 2 N.5 % tanin dan alkaloid kurkumin. Tambahkan 10 ml benzen P.Sediaan Kosmetika 3. Polygonaceae) Isi: glikosida antrakuinon. saring. Pisahkan lapisan benzen. Kayu cendana (Santali lignum) Adalah kayu galih dari dahan. diamkan beberapa menit. tambahkan kalium permanganat 0. lapisan berwarna merah intensif dan lapisan benzen. 7. saring larutan kedalam labu takar yang sama. diamkan. Dinginkan cairan dan tambahkan air secukupnya hingga 250 ml. lakukan uji blanko. Sebagian kecil filtrat diuji ulang dengan penambahan larutan gelatin 1 %. Temu giring ( Curcumae heyneanae rhizoma) Adalah rimpang dari Curcumae heyneanae ( fam. batang dan akar Santalum album (famili Santalaceae) Isi : minyak atsiri. diamkan. Sebagian kecil filtrat ditetesi larutan Pereaksi FeCl3. Pipet 25 ml larutan kedalam labu 1000 ml. Terbentuknya warna biru hitam menunjukan adanya tanin atau polifenol alam. Analisa: Campur 200 mg serbuk simplisia dengan 5 ml asam sulfat 2 N. dinginkan. Kunyit (Curcumae domesticae rhizoma) Adalah rimpang dari tanaman Curcuma domestica(fam Zingiberaceae) Isi: 5 % minyak atsiri dan kurkumin 6. panaskan sebentar. menunjukan adanya antrakinon. enap tuangkan melalui segumpal kapas kedalam labu takar 250 ml. panaskan dengan 50 ml air mendidih diatas penangas air selama 30 menit sambil diaduk. filtrat berwarna kuning. 4. 5.

Kulit pulasari Adalah kulit batang dan kulit cabang dari tanaman Alyxia reinwarditii Isi: minyak atsiri. isoguvasin. asam usnetin. Warna yang dapat ditarik oleh amil alkohol. asam organik. Analisa: Asam organik Terdiri dari campuran banyak asam yang strukturnya mirip sehingga pemisahan dilakukan dengan instrumentasi. Analisa : • Kalsium oksalat Memberi identifikasi positif dengan ion kalsium dan anion oksalat • Anion oksalat + kalsium klorida membentuk kristal amplop warna putih + kalium permanganat kemudian dipanaskan : tak berwarna 11.galica. 12. dan Ca-oksalat. arekolin. dioskorina 13. sitronelol dan nerol 9. Kulit kayu manis Adalah kulit kayu dari tanaman Cinnamomum burmani (fam Lauraceae) Isi: minyak atsiri 1-3 %. tanin. Pinang Adalah biji Areca catechu (fam Arecaceae) Isi: glikosida arekaidin. Rutaceae) Isi: flavonoid Analisa: Pengenalan flavonoid didasarkan pada reaksi reduksi gugusan karbonil pada lingkar δ-lakton menjadi gugusan alkohol membentuk senyawa hidroksi yang berwarna-warna tergantung gugusan fungsional yang terdapat dalam lingkar A dan B.Sediaan Kosmetika 8. Analisa: Asam-asam ini mempunyai struktur yang sangat mirip sehingga identifikasi biasanya dilakukan dengan analisis instrumen HPLC dan GC. Umbi gadung Adalah umbi dari tanaman Dioscoreae hispida (fam Dioscoreaceae) Isi: glikosida diesin. damascena Isi: minyak atsiri berisi geraniol. guvasin. 14. R. Kayu angin Berasal dari tanaman Usnea misa-sinensis Isi: asam usnin. dan asam barbatin. alkaloid kumarin. 15. Metode: • 90 . gula. guvakolin. R. Akar wangi Adalah akar dari tanaman Andropogon zizanioides (fam Poaceae) Isi : minyak atsiri 10. Jeruk wangi (Citri fructus) Adalah buah dari tanaman Citrus aurantiifolium (fam. dan senyawa depsida seperti asam barbatolat. Mawar (Rosae flos) Adalah bunga dari tanaman Rosa alba.

titrasi dengan asam klorida 0. campur. glikosida. tanin. linalool. albumin. Kenanga (Canangium flos) Adalah bunga dari tanaman Canangium odoratum Isi :52-55 % alkohol dengan ester-ester (metil benzoat. buang dekantat. Pusingkan selama 5 menit. Analisa: + pereaksi King terbentuk warna merah anggur yang tidak tertarik oleh eter/amil alkohol 17.2 ml campuran 1 bagian volume asam sulfat bebas nitrogen dan 30 bagian volume air.02 ml. Tambahkan 1g Na-sulfat anhidrat dan 10 mg selenium. tambahkan berturut-turut 0.dinginkan. tambahkan 5 ml air. 32 %. Temu kunci Adalah rimpang dari tanaman Boesenbergia pandurata (fam Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri 0. adanya flavonoid akan menyebabkan filtrat berwarna yang dapat ditarik oleh amil alkohol. zat besi (ferrum). Simplisia dipanaskan dengan campuran logam magnesium dan asam klorida 5 N. dan pati (amilum) Daun kemuning Adalah daun dari tanaman Murraya paniculata Isi: minyak atsiri. Letakkan tabung terbalik diatas kertas saring sehingga semua cairan terhisap.2 ml Na-molibdat. Analisa albumin: o Mengendapkan larutan tanin 1% o Penetapan kadar: Encerkan dengan air secukupnya sampai kadar 5 % b/v. • Alkohol • Fenol + pereaksi King terbentuk warna merah anggur yang tertarik oleh eter/amil alkohol • Aldehid Mereduksi Ag-amoniakal Mereduksi fehling 20. pada residu tambahkan 3 tetes larutan tembaga sulfat dan 1 ml asam sulfat bebas nitrogen. tampung sulingan dalam campuran 5 ml asam borat jenuh.Sediaan Kosmetika 16. alkaloid. minyak lemak. 0. terpineol). Dinginkan. 18.06 %-0. pindahkan ke dalam alat sulinh amoniak. masukan dalam tabung pusing berdasar bundar. kemudian disaring. 33-38% sesquiterpen. kocok. tambahkan 6 ml NaOH jenuh. ambil 0. terdapat pula fenol-fenol.014 N. Didihkan lagi 1 jam. Biji klabet (Foenigraeci semen) Adalah biji dari Trigonella foenigraecum (fam Papilionaceae) Isi: minyak atsiri. Kulit masoji (Massoiae cortex) 91 . aldehid dan aseton. didihkan 10 nenit. 19. suling selama 7 menit. 5 ml air dan 1 tetes merah metil dalam etanol 95 %. terpenterpen.

zat penyamak(tanin). Analisa: gliserin 92 . terbentuk endapan yang menyerupai gelatin. Larutkan sisa dalam 10 ml asam klorida P. Biji kemiri (Aleuritis endosperm) Adalah biji Aleuritas molucana (fam. Pencuci rambut Bahan yang umum digunakan adalah kembang sepatu. cuci penyaring dengan 5 ml air. zat pahit.5% atau lebih) bagian terpenting citrae. • Kuantitatif: Lebur dengan 2g natrium karbonat P. eugeunol. kemiri. 3. rimpang temu giring. bunga mawar. citroneale c. saprol. vitamin B1. hangatkan sisa dengan 10 ml air. larutan menunjukan reaksi aluminium yang tertera pada reaksi identifikasi. Kembang sepatu Adalah bunga dari tanaman Hibiscus rosasinensis (fam. Pada kumpulan filtrat dan cairan cucian. tambahkan 3 ml asam klorida P. kumpulkan filtrat dan cairan cucian. Perawatan rambut dan kulit kepala Sediaan kosmetika tradisional untuk perawatan rambut dan kulit kepala adalah sebagai berikut : a. Daun urang-aring Adalah daun dari tanaman Eclipta prostata (fam Asteraceaea) Isi: alkaloid 2. terpen. lendir.Sediaan Kosmetika Isi: minyak atsiri yang mengandung sinamil aldehid. b. 1. Kulit krangean Isi: minyak atsiri (dalam buah 5. Kaolin Analisa: • Kualitatif: Gerus dengan 2 ml air. 21. bunga melati. kapur sirih. tawas. Asteraceae) Isi: alkaloid. Pencegah bau badan Bahan yang umum digunakan daun beluntas. Daun beluntas (Plucheae folium) Adalah daun dari Pluchea indica (fam. protein. 1. Euphorbiceae) Isi: sterol/terpen. rimpang kunyit. saring. minyak lemak. gliserin. minyak atsiri. asam sinamat. daun urangaring. Mandi kembang Bahan yang umum digunakan bunga kenanga. kulit krangean. Penyubur rambut Bahan yang umum digunakan adalah lidah buaya. Malvaceae) Isi : alkaloid hibisetin. campuran dapat mengalir. b. dan jeruk nipis.

Lidah buaya Adalah ‘dried juice’ dari daun Aloe vera ( fam. Reaksi pengenalan saponin didasarkan pada sifatnya yang mampu memberi busa pada pengocokan yang persisten pada sedikit penambahan asam atau pendiaman.Sediaan Kosmetika Reaksi gula: + asam nitrat. Terbentuk busa minimal setinggi 1 cm dan persisten selama beberapa menit serta tidak hilang dengan penambahan asam klorida encer 1 tetes menunjukkan bahwa dalam simplisia terdapat saponin. simplisia dicampur dengan air dan dipanaskan beberapa saat. 1. Sediaan untuk melawan ketombe Bahan yang umum digunakan adalah minyak kelapa asli. 2. Penghilang rambut Bahan yang umum digunakan adalah daun sirih dengan merica atau daun sirih. saponin. asam sitrat. kemudian disaring. e. encerkan. Liliaceae) Isi: glikosida antrakinon. Pelembut Bahan yang umum digunakan adalah asam jawa. jeruk nipis. Lada hitam (Piperis nigri fructus) Adalah buah Piper nigrum (fam. limonen. Leguminosae) Isi: sterol/terpen. yang bila dihidrolisis akan menghasilkan glikon dan aglikon. yang larut dalam larutan tatrat berlebih dalam amonia encer dan dalam asam nitrat encer. saponin dapat dibagi menjadi saponin triterpenoid dan saponin steroid. Daun sirih (Piperis folium) 1. 93 . dimasak. dipenten. enthoksilin. Piperaceae) yang belum masak Isi: minyak atsiri yang mengandung felandren. dan dinetralkan dengan natrium karbonat. asam tartrat Analisa: • Saponin Saponin adalah senyawa metabolit sekunder dalam tumbuhan yang bersifat dapat membentuk busa. d. Metode: diatas air. Reaksi Cuprifil : + Reaksi Carletti : + 2. Struktur glikon saponin umumnya merupakan struktur triterpenoid dan struktur steroid. • Asam tartrat Kualitatif: dengan larutan perak tatrat membentuk endapan putih perak tatrat. alkaloida piperina dan kavisina. Asam jawa Adalah daging buah Tamarindus indica (fam. dalam tabung reaksi. Struktur umumnya merupakan glikosida. kariopilen. menghasilkan aldehid + dioksiaseton. Dinginkan. sehingga ditinjau dari strukturnya. Setelah dingin filtrat dalam tabung reaksi dikocok kuat-kuat selama lebih kurang 30 detik. c. + luff menghasilkan endapan CuO. serta dapat menghemolisis sel darah merah.

estragol. Caricaceae) Isi: alkaloid glukotropaelin. stearin. air perasan biji pepaya yang telah disangrai. 2. Pandanaceae). minyak atsiri yang mengandung sitral 2 – 2. kulit krangean. minyak lemak. karpain. Isi: minyak menguap. 1. eugenol. kavibetol. Daun pandan (Pandanis folium) Adalah daun dari Pandanus amarylifolius (fam. Biji pepaya (Caricae semen) Adalah biji dari buah Carica papaya (fam. Penghitam alis Bahan yang digunakan adalah kemiri disangrai lalu ditumbuk. Minyak kemiri (Aleuritis endosperm) Adalah minyak Aleuritas molucana (fam. vitamin B1. f. Moringaceae) Isi: alkaloid a. bunga kenanga. Kompres mata Bahan yang digunakan adalah garam fisiologis dilarutkan dalam air. Kulit buah jeruk purut (Citri hystricis pericarpium) Adalah bagian luar dari kulit buah citrus hytrix yang masak atau hampir masak (fam rutaceae) Isi: saponin. daun sirih segar. glikosida.tanin 1 %. 1. Araliaceae) Isi: triterpenoid saponin. dan ginseng. telur ayam. Sediaan untuk menguatkan akar rambut (tonik rambut) Bahan yang digunakan adalah daun pandan. kulit jeruk purut. c. jeruk nipis. Daun kelor Adalah daun dari tanaman Moringa pterygosperma (fam. Perawatan mata dan sekitarnya Sediaan kosmetika tradisional untuk mata dan sekitarnya Pencuci mata Bahan yang digunakan antara lain: air rendaman dari daun kelor. minyak kelapa. Sediaan penghitam rambut Bahan yang umum digunakan adalah minyak kemiri.5 %. 94 .Sediaan Kosmetika Adalah daun dari Piper bettle (fam Piperaceae) Isi: minyak atsiri mengandung hidroksi kavikol. steroid/triterpenoid. 4. sterol/terpen. b. Ginseng (Panax radix) Adalah akar dari tanaman Panax quinguefolium dan Panax ginseng (fam. 1. Euphorbiceae) Isi: gliserida asam lemak (palmitin. 2. protein. g. miristin).

cairan tetap jernih atau menunjukkan tidak lebih dari sedikit kekeruhan atau endapan. kapur sirih.005 M dan 100 ml air. Zingiberaceae). dinginkan.7 g. d. Myrtaceae). Titrasi dengan timbal nitrat 0. dan cengkeh. c. Isi: minyak atsiri. masukkan dalam gelas piala 100 ml +35 ml NaOH 3. keruh atau tembus cahaya tapi tidak buram. Pemerah bibir Bahan yang digunakan antara lain daun sirih. pertahankan volume dengan sesekali menambahkan air. a. Perawatan kuku dan kulit dan sekitarnya Sediaan kosmetika tradisional untuk perawatan kuku dan kulit antara lain: 95 . menggunakan cairan jernih.Sediaan Kosmetika Maskara Bahan yang digunakan : R/ minyak kelapa Malam Analisa malam : • bilangan asam 17-24 • bilangan ester 72-79 • timbang 1 g. • Kuantitatif: Timbang seksama 1. Kapulaga (Cardommomi fructus) Adalah buah dari Amomum cardamomum (fam. panaskan diatas tangas air selama 10 menit. kapulaga. larutkan dalam air secukupnya hingga 100 ml. didihkan selama 30 menit. Isi: 14-20 % minyak atsiri. pinang. Perawatan mulut dan gigi Kosmetika tradisional yang digunakan untuk perawatan mulut dan gigi : d. malam akan memisah. biarkan campuran mendidih selama lebih kurang 2 jam. Isi: alkaloid glisirisin tidak kurang dari 15 %. Daun saga Adalah daun dari tanaman Abrus precatorius. 6. b. tambahkan 5 g heksamina P.4 ml larutan jingga xilanol P. saring campuran dingin dan asamkan filtrat jernih dengan HCl P. 5. Pada 200 ml tambahkan 30 ml dinatrium edetat 0. Pelembut bibir Bahan yang digunakan air jeruk nipis.5 N. Cengkeh (Caryophylli flos) Adalah kuncup bunga dari tanaman Syzigium aromaticum (fam. gambir.05 M menggunakan indikator 0. daun saga. Pemutih gigi Bahan yang digunakan biji asam disangrai dan dihaluskan. Penghilang bau mulut Bahan yang digunakan daun sirih dan jeruk nipis.

tambahkan lagi 10 ml asam klorida P. kapur sirih. asam linoleat. • Tawas Menunjukan reaksi K. tambahkan asam klorida P hingga pembuihan berhenti. asam risinoleat. saring. • Campur 500 mg dengan lebih kurang 200 mg natrium karbonat anhidrat P dan 2 g kalium karbonat anhidrat dengan sempurna. dinginkan. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. dll) b. Tepung kanji Adalah pati dari tanaman Manihot utilissima (fam. Al. uapkan diatas tangas air hingga kering. dinginkan. tambahkan larutan natrium fosfat P. Euphorbiaceae) Isi: amilum Analisa: • Talk • Dalam tabung reaksi berisi air. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. jeruk nipis. jika terjadi endapan. • Mikroskopik : mengembang di permukaan air. hingga terjadi endapan hablur putih ammonium magnesium fosfat. 96 . tepung beras dan talk. asam dihidrostearat. Penghalus kuku Bahan yang digunakan campuran tepung kanji. sisa adalah silika. Pindahkan kedalam cawan dengan pertolongan lebih kurang 50 ml air panas. didihkan. SO4 Sulfat + larutan BaCl2 ⇒ endapan putih yang larut dalam HCl + larutan Hg(NO)3 ⇒ endapan kuning + larutan Pb-asetat ⇒ endapan putih • Aluminium + larutan amonium ⇒ endapan kuning + NaOH ⇒ endapan putih + larutan ammonium fosfat ⇒ endapan putih + natrium fosfat ⇒ endapan putih + natrium karbonat ⇒ endapan putih c.. asam palmitat. mendaki dinding tabung. tambahkan 20 ml air. dan tawas. Pembersih dan pelunak Bahan yang digunakan minyak zaitun dan minyak jarak Minyak jarak (Oleum ricini) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin biji Ricinus communis. Pada filtrat tambahkan lebih kurang 2 g ammonium klorida P dan 5 ml ammonia encer P.Sediaan Kosmetika a. Pemerah kuku Bahan yang digunakan. asam linoleat. asam palmitat) Minyak zaitun (Oleum olivae) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin pericarpium buah dari Olea europea.

d kecil. yang terdapat pada zat padat dengan ukuran tertentu (penyangga padat). umumnya 4. 4) Memeriksa aliran fase gerak. HPLC Adalah analisa zat dengan instrumen yang merupakan kromatografi kolom dengan menggunakan : Kolom dengan i. campuran cuplikan terbagi diantara gas pembawa dan pelarut tak atsiri (fase diam). Keuntungan: kolom terus menerus dipulihkan oleh fase gas lembam. 2) Hidupkan pompa dengan pengatur aliran dipasang pada laju aliran yang tepat. 3) HPLC dilakukan pada suhu kamar. Tekanan tinggi. 5) Menghidupkan tenaga listrik ke detektor. dengan kadar yang kadang-kadang sangat kecil. Daftar Pustaka 97 . Ukuran partikel fase diam (pendukung) kecil 3 – 10 µm. dalam satu kali pengukuran diperoleh analisis kualitatif dan kuantitatif. KROMATOGRAFI GAS (GC) Pada GC komponen yang akan dipisahkan dibawa oleh gas lembam (gas pembawa) melalui kolom. 6) Menyaring cuplikan. laju diinjeksikan ke kolom. A.Sediaan Kosmetika Kosmetika tradisional berisi bahan-bahan alam yang mengandung banyak sekali senyawa-senyawa dengan struktur yang mirip dan sifat kimia yang hampir sama. pengolahan data Sampel: Cairan Padatan yang dilarutkan Labil terhadap pemanasan Cara kerja: 1) Sistem diperiksa dan dicek untuk meyakinkan apakah sistem pengalir pelarut dapat disambungkan dengan baik dan apakah kolom yang tepat telah dipasang.6 mm. Pelarut ini akan menahan komponen secara selektif berdasarkan koefisien distribusinya sehingga terbentuk sejumlah pita yang berlainan pada gas pembawa. 7) Merekam puncak pada integrator data. pita komponen ini meninggalkan kolom bersama aliran gas pembawa dan dicatat sebagai fungsi waktu oleh detektor. komponen cuplikan terpisah sempurna sehingga penetapan kadar mudah. sehingga pada umumnya untuk analisa kualitatif dan kuantitatif digunakan instrumen antara lain : HPLC dan GC.. mencapai 400 bar. B. waktu analisa pendek. deteksi. • • • • • • • Keuntungan: Efisiensi pemisahan tinggi Selektifitas tinggi Otomatisasi Kemudahan injeksi.

Alam Sumber Kesehatan : Manfaat dan Kegunaannya. Hadiningrat. Ariyanti. Mengatasi Rambut Rontok dengan Bahan-bahan Alami. Surabaya. PR 16 Juni 1996. R. 1984. BRA Mooryati Soedidibyo. Gramedia. Maria Sutarto. Hadijoewono. Jakarta. 1990. BAB IV SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT DAN MAKE UP (bukan untuk mata) 98 .Sediaan Kosmetika Hadiningrat. Traditional Medical Philosophy. Jakarta. Mustika Ratu. Sehat dan Ayu dengan Ramuan Tradisional Jawa. Balai Pustaka. BRA Mooryati Soedidibyo. 1998. 2000.

Epidermis terdiri dari beberapa jenis sel. mineral dari extract tumbuhan . Umur Tabel: Perubahan Kulit Seiring Dengan Waktu Fisiologi Penampilan 99 . Pada dasarnya kulit kita terdiri dari 3 lapisan. kadar elastisitas kulit pun cenderung menurun. D. B. berbagai pengaruh luar dan faktor usia dapat mempengaruhi penampilan kulit. yaitu dermis dengan ketebalan 2 mm. 2. Namun ketika lingkungan kita berubah. antara lain : 1. yang berfungsi melindungi organ tubuh dalam dari efek-efek lingkungan yang merusak kulit.Sediaan Kosmetika Beserta Analisis Kimianya SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT Pendahuluan Kulit merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia. penuaan dini bahkan kanker kulit. Lapisan kulit yang paling luar atau disebut epidermis hanya mempunyai ketebalan 0. Pengaruh AC Yang dapat menyebabkan kekeringan atau dehidrasi kulit yang bila dibiarkan akan mengakibatkan kulit kering mengelupas dan berkurangnya kelembaban. C. sedangkan radiasi UVB berpengaruh buruk pada lapisan epidermis kulit yang menyebabkan kulit seperti terbakar.sehat dan segar berseri. yang mempunyai tugas/kemampuan yang besar untuk mengangkat sel-sel yang rusak pada lapisan ini. pigmentasi. Karena itu. Jaringan penyangga pada lapisan dermis akan menghasilkan melanin yang sehat dan berwarna cerah yang akan menjadikan kut wajah cerah. Lapisan epidermis kerap terkena langsung sinar matahari. polusi dan zat-zat renik yang tidak terlihat. K. collagen dll. E. Cara menghindarinya adalah dengan memberi nutrisi pada kulit seperti vitamin A.2 mm dan disangga oleh lapisan di dalamnya. Radiasi dari sinar UVA yang mengandung radikal bebas dan zat-zat oksidan menghasilkan pengaruh buruk pada jaringan epidermis sehingga menyebabkan terjadinya penuaan dini. 3. Pengaruh usia atau hormonal Seiring dengan bertambahnya usia. sel-sel kulit yang sehat membentuk jaringan-jaringan penyangga yang sehat (kolagen) yang diperlukan untuk menjaga elastisitas dan kehalusan kulit. Dlm keadaan normal dan ideal. sangatlah penting untuk menjaga kesehatan kulit dari efek-efek lingkungan yang merusak. hiper pigmentasi. bahkan dapat memicu timbulnya kanker kulit. Pengaruh sinar matahari Yang dapat menyebabkan kulit menjadi rusak.

Kulit semakin kendur. Tanda awal kulit di sekitar sudut mata mulai kendur. Kulit berfungsi antara lain melindungi tubuh terhadap kehilangan cairan. Epidermis dan lapisan tanduk menipis. Kadar air dalam kulit bagus. Kerut dan garis halus semakin banyak. Seringkali seseorang memilih kosmetika tanpa mempertimbangkan efek sampingnya terhadap kulit. Kulit cenderung menjadi kering. Sedikit penurunan pada proses perbaikan dermis. Degenerasi dermis berlanjut. pori-pori kecil. Namun demikian seiring dengan 100 . pori-pori terlihat meskipun tidak lebar-lebar. Kemampuan kulit memperbaiki sel-sel yang rusak masih bagus. Warna pucat kekuning-kuningan mulai muncul. Aktivitas kelenjar sebaceoas rendah. Warna kulit tidak merata. Produksi melanin meningkat. Ikatan antar lapisan kulit semakin menurun. Sistem kekebalan tubuh dan ikatan kolagen. Dilihat dari tipenya. Penyerapan air mulai berkurang. Garis wajah mulai muncul. Kerutan halus (fine lines) mulai muncul. Kulit normal Kulit tipe ini biasanya tidak memiliki kelainan. Semakin banyak kerut. Produksi sebum sangat berkurang.Sediaan Kosmetika < 15 Kulit bisa dibilang dalam keadaan hampir sempurna. 15-25 25-45 45-55 55- Memilih Kosmetik Sesuai Jenis Kulit Seseorang sebaiknya terlebih dahulu mengenali jenis kulitnya sebelum memutuskan memakai kosmetik tertentu. pigmentasi. pori-pori kulit membesar. Jerawat akan bermunculan. Kulit mulai mengalami dehidrasi yang cukup berpengaruh. tetapi tidak menetap. apabila diraba terasa lembut. Penurunan proses perbaikan dermis dan kekebalan tubuh yang cukup tajam. kolagen dan elastin berkurang. Kerusakan kolagen dan elastin berlanjut. Penurunan proses perbaikan dermis menyebabkan kurangnya kolagen dan meningkatnya kerusakan jaringan. masuknya bahan beracun dan mikroorganisme serta kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet dan kekuatan mekanis (benturan). Elastisitas sedikit berkurang. Pemilihan itu sangat berhubungan dengan fungsi kulit untuk manusia. kerutan mulai terlihat. kulit terbagi atas tiga jenis dengan ciri yang berbeda: 1. tekstur kulit menjadi kasar. Pori-pori dan noda hitam membesar dan semakin jelas. Jerawat dewasa. Kulit di sudut mata dan leher semakin kendur. Lingkaran hitam di sekitar mata. Aktivitas kelenjar sebaceous tinggi. Tekstur halus.

seperti terpapar sinar ultraviolet. Namun demikian pemakaian tabir surya dibutuhkan jika melakukan aktivitas di luar ruangan. Jenis kulit ini terbagi dua : ♦ Kulit kering karena faktor lain Terkadang kulit itu sebelumnya normal atau berminyak. Kulit berminyak jelas secara klinis Biasanya diikuti dengan penyakit. seperti terlihat pada penyakit kulit bersisik (ichtyosis). Kulit tipe ini tidak memerlukan krim pelembab. Kemudian sisa minyak dibersihkan dengan toner atau astringens. Kulit berminyak Timbul saat pubertas dan hanya terjadi pada bagian atas yang mengandung kelenjar sebasea dalam jumlah besar. maka pembersihan kulit dilakukan dengan memakai sabun yang tidak mengandung soda. b. Jenis kulit berminyak ini ada dua : a. selalu melakukan perlindungan untuk kulit berupa pemakaian produk tabir surya. kasar dan kadang pecah-pecah. Pada kasus yang menyolok. hawa panas. terutama pada dahi dan hidung. yang dipengaruhi faktor luar. seperti yang terlihat pada kulit orang tua atau seseorang dengan kekeringan kulit ringan. 101 . Untuk kulit kering. sebelum dilakukan perawatan perlu ditentukan dulu apakah termasuk tipe patologis atau tidak patologis. pelembab dalam bentuk campuran air dan minyak dan jangan dilupakan. terbagi atas : Kulit kering yang ada hubungannya dengan penyakit (patologis). Yang diperlukan adalah mempertahankan keseimbangan kulit agar selalu berfungsi secara nornal.Sediaan Kosmetika berjalannya waktu. mengkilat. sisik yang berminyak. ♦ Kulit kering alamiah. tidak lentur. atau susu pembersih. Kulit kering yang tidak ada hubungannya dengan penyakit (tidak patologis). atau pembersih dengan bahan dasar minyak. baik saat di rumah atau di luar rumah. lipatan hidung. air hangat atau dengan susu pembersih. kulit menebal. Untuk kulit normal tidak diperlukan perawatan khusus. alis mata. dimana terdapat kelainan genetik dalam proses pembentukan kulit. kulit akan mengalami perubahan. keriput. kerutan di daerah batas rambut. dagu dan daerah dada. angin yang mengeringkan . Ciri-cirinya. b. Kulit berminyak ringan Biasanya dialami remaja dan dewasa muda. bersisik halus. seperti akne dan dermatitis seborik yang ditandai adanya bercak menimbul warna merah. hawa dingin. 2. Seseorang dengan kulit berminyak membersihkan kulitnya beberapa kali dengan sabun. Kulit kering Terlihat kering. Jika diperlukan dapat juga menggunakan pengelupas kulit atau masker. 3. pori-pori terlihat lebar (kerosis). Oleh karena tipe ini sering termasuk sensitif. a. pori-pori hampir tidak kelihatan. Pakailah pembersih tanpa sabun syndet. pemakaian bahan detergen atau pengobatan tertentu. Kulit menjadi kering akibat pengaruh lingkungan. Dibutuhkan krim pelembab.

Sediaan krim dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor korelasi. Penyegar 2. pH krim Bila krim tersebut termasuk tipe minyak dalam air maka pH krim tersebut harus meliputi pH seluruh sediaa. Krim Pembersih (cleansing cream) I. dibuat berdasarkan pemakaiannya.Sediaan Kosmetika Tipe kulit seseorang tidak dapat diubah. 2. krim malam dan krim urut (night cream and massage cream).1. krim dingin (cold cream) dan krim serbaguna (all-purpose cream). kekakuannya.1. Perawatan tersebut antara lain dengan menggunakan kosmetik. krim pembersih (cleansing cream). 4. Penggolongan Sediaan kosmetika perawatan kulit digolongkan sebagai berikut : 1. Losio pengencang 2. faktor tersebut dapat ditanggulangi dengan berbagai faktor dalam metode pembuatannya. Definisi Sediaan perawatan dan pembersih kulit merupakan sediaan yang digunakan untuk maksud perawatan kulit agar kulit menjadi bersih dan sehat. dan sebagainya yang dihubungkan dengan fungsinya seperti pembersih. Penampilan fisik Krim tidak hanya diklasifikasikan dari bentuk cair atau padatnya saja. Tonik Kulit 2. Jika tipe air dalam minyak maka harus terdispersi dalam 50% etanol.1. Astringent Cream 102 .2 Susu Pembersih (cleansing milk) I. hal ini dipengaruhi oleh dimana krim tersebut digunakan. Umumnya sediaan kosmetik perawatan kulit berupa krim yaitu suatu produk emulsi yang secara fisik dapat memiliki banyak bentuk. kerapatan. Tipe emulsi Setiap krim dapat dibuat dengan tipe miyak dalam air atau air dalam minyak. dan nampak segar dengan tekstur kulit yang lembut dan menarik. tetapi perlu dirawat secara teratur sesuai dengan tipe kulitnya masing-masing. baik panas matahari maupun dingin. tebal tipisnya krim tersebut. Fungsi Krim yang termasuk dalam kelompok yang dipengaruhi fungsi. meliputi : 1. Perawatan kulit wajah (face care). Pembersih 1. terlindung dari kekeringan dan sengatan cuaca. contohnya krim tangan dan tubuh (hand and body lation). tetapi dideskripsikan dari lembutnya. vanishing cream.3. pemberi nutrisi kulit dan sebagainya. 3.3 Krim Penghapus (vanishing cream) 2. biasanya parameter yang digunakan berupa kekentalan.2.1. Setiap krim dipengaruhi oleh berbagai faktor : 1. mulai dari bentuk cair sampai nyaris padat.

tanpa memahami benar efek dari setiap gerakan yang dilakukannya. menimbulkan rasa nyaman pada kulit baik yang berfarfum lembut maupun tanpa farfum. Berikut adalah tata cara pembersihan kulit wajah yang benar : 1. Krim urut. memiliki bentuk yang tepat sehingga dapat digunakan dengan mudah.5 Krim Antikerut 2. Umumnya mereka hanya melakukan tindakan yang sesuai dengan apa yang mereka baca dari buku panduan. debu. Dengan demikian tindakan perawatan yang dilakukan (terutama tindakan masase pada daerah tersebut) harus sesuai dengan arah ototnya sehingga tidak menyebabkan kerutan atau otot menjadi kendor.6 Masker II. 103 .Sediaan Kosmetika 2. Pembersihan kulit wajah dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pembersihan manual menggunakan Cleansing cream atau cleansing milk (simple cleansing) dan pembersihan pori-pori kulit lebih dalam (deep pore cleansing) dengn menggunakan suatu peralatan listrik berupa sikat listrik atau galvanic desincrustation. Pembersihan wajah juga berfungsi sebagai persiapan kulit wajah untuk mendapatkan tindakan perawatan lebih lanjut. dan harganya ekonomis. otot frontalis pada dahi mempunyai serabut otot yang menuju ke arah atas dan berfungsi untuk mengerutkan kening dan menaikan bulu mata. Bahan yang dipilih untuk digunakan sebagai pembersih adalah bahan yang mampu membersihkan kotoran atau make up sesuai jenis kulit. Untuk mendapat hasil yang baik. krim Pelembut 2. Setiap otot wajah masing-masing mempunya fungsi sendiri sehinga setiap gerakan yang dilakukan pada wajah harus sesuai dengan fungsi otot yang mendasarinya.1 Pembersih Pembersihan kulit wajah merupakan tindakan paling penting untuk menjaga kebugaran wajah dengan tujuan menghilangkan sel-sel kulit yang mati. Kulit wajah sangat sensitif sehingga pembersihan yang dilakukan harus tepat dan benar serta sesuai dengan tata cara yang berlaku.4 Krim nutritif. meliputi : Krim tangan dan krim tubuh (Hand and Body Cream) PERAWATAN KULIT WAJAH (FACE CARE) Saat ini tubuh bugar sangat populer. 1. Tetapi banyak orang yang tidak memperhatikan kebugaran wajahnya. kotoran dan sisa-sisa make up yang menempel pada kulit wajah tersebut. proses pembersihan wajah sebaiknya dilakukan dengan menggunakan produk kosmetik pembersih yang sesuai dengan umur dan jenis kulit seseorang. Membangun dan menjaga tubuh untuk tetap selalu kuat dan bugar merupakan perhatian setiap orang. Misalnya. Para ahli kecantikan kebanyakan juga kurang tanggap terhadap prosedur atau penatalaksanaan perawatan wajah. Manfaat perawatan wajah akan diperoleh bila sasaran tindakan sesuai dengan struktur anatomis dari otot-otot wajah. Perawatan Kulit Tubuh (Body Care).

Sediaan ini mudah digunakan. minyak almon atau parafin cair 60-61%. dan dagu lakukan gerakan beberapa kali karena di daerah terdebut banyak terdapat kelenjar minyak dan sering mengalami sumbatan Pembersihan wajah yang baik adalah yang dapat menghilangkan semua kotoran yang menempel pada permukaan kulit. Beeswax 13%. Secara fisik krim dingin memiliki massa yang lebih berat. Krim pendingin termasuk dalam tipe krim air dalam minyak. 104 . minyak almon 56%. boraks 0-5% 3. 7. merangsang aliran darah balik pada permukaan kulit.mata dan tenggorokan) hindari penekanan berat.1 Krim Pembersih (cleansing cream) Sejarah Dahulu krim dingin digunakan sebagai cleansing cream dengan penambahan berbagai zat. Telapak tangan harus melakukan kontak sebanyak mungkin dengan kulit wajah Pada daerah sensitif (di atas pipi. spermaceti 12%. Berbagai variasi penggunaan boraks dalam formula krim : 1. gerakan yang cepat. 3. 5. minyak almon atau parafin cair 53-55%. dan tidak stabildibandingkan dengan cleansing cream.1. tujukan perhatian pada daerah ber. menyebabkan perubahan warna kulit. seorang ahli pengobatan Romawi pada abad pertengahan. memberikan rasa dingin yang menyenangkan selama penggunaan serta melembutkan kulit dengan baik. Formulasi yang diberikan oleh Galen telah mengalami perkembangan menjadi formula yang lebih kompleks yang dikenal dengan krim pembersih dan krim pendingin yang mana dalam penggunaanya dapat dikombinasikan. pemakaian yang lebih rumit. Pada tindakan manual. Beeswax 12%. dan meningkatkan temperatur permukaan kulit Lakukan gerakan effeleurage secara berkesinambungan dengan tekanan yang seragam dan berirama. 1. 2. dan lakukan pengulangan penekanan secara bergantian Banyaknya jari tangan yang digunakan pada gerakan tergantung luas daerah yang dibersihkan. hidung.Sediaan Kosmetika 1. Menurut Galen. pada waktu mengeringkan malam/lilin harus dengan hati-hati yaitu dengan dicairkan dalam mortir dengan tiga atau empat bagian minyak zaitun kemudian didinginkan lalu ditambahkan air sebanyak yang diperlukan ke dalam massa tersebut. lakukan gerakan yang benar dan hindari rangsangan yang terlalu berlebihan pada kulit Pada bagian tengah dahi. Beeswax 18-20%.make up dan pada daerah dengan distribusi kelenjar lemak kulit yang banyak. Pada akhir abad ke-19 formulanya digunakan boraks yang direaksikan dengan asam lemak bebas yang terkandung dalam beeswax untuk membentuk sabun natrium sehingga terbentuk sediaan yang stabil. 4. 6. boraks 1% 2. boraks 0-5%. Penemuan krim ini dilakukan oleh Galen.

seperti pelembut. Penggunaan cleansing cream memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan menggunakan sabun pembersih karena bahan kimia natural lebih cepat terangkat dengan menggunakan cleansing cream. Untuk membersihkan partikel-partikel yang berminyak. juga bermuatan negetif. Kerja krim pembersih pada umunya membentuk ikatan antara larutan minyak mineral dengan kotoran-kotoran pada permukaan kulit. yaitu : 1. Lapisan krim yang tertinggal harus melembutkan dan mencegah kekeringan Syarat-syarat krim pendingin : 1. Syarat-syarat Krim pembersih : 1. dan lipstik. Mempunyai kemampuan untuk melembutkan 2. cake make up. Permukaan kulit yang normal bermuatan elektrostatik negatif. Cleansing cream yang modern dapat menjaga keseimbangan kulit dengan meninggalkan lapisan emollient (pelembut) pada kulit yang menjaga kulit dari kekeringan. perlu digunakan larutan atau proses emulsifikasi. Formula cleansing cream dan lotion yang baik dapat dengan cepat mengangkat kosmetik yang digunakan seperti bedak muka. 4. Krim cair berminyak dengan kandungan minyak sedang 105 . Krim padat berminyak dengan kandungan minyak tinggi 2. Meleleh atau menjadi lembut pada pemakaian di wajah 3. sabun dan deterjen sintetik. pelumas dan pelindung. dan berbagai macam partikel termasuk bakteri. seperti air. Selain itu cleansing cream merupakan faktor iritasi yang sangat kecil. 2. Sisa minyak yang tertinggal di permukaan kulit tidak menutupi pori-pori Terdapat lima jenis tipe krim berdasarkan komposisinya. Oleh karena itu dalam air . Krim dapat disebarkan pada permukaan kulit dengan mudah. Beberapa zat tambahan dapat diberikan pada krim pembersih agar menjadi formula yang lebih baik. campuran larutan gasoline dan terpentin. minyak mineral. Krim cair berair dengan kandungan minyak sedang 5. kotoran dan minyak dari kulit leher. Krim cair berair dengan kandungan minyak rendah 4. Memberi rasa dingin selama penggunaan 3.Sediaan Kosmetika Fungsi Fungsi utama dari cleansing cream dan lation adalah untuk mengangkat sisa-sisa make up. Kotoran harus dapat ditarik oleh air dan minyak yang ada dalam formula. Air adalah zat yang baik digunakan sebagai cleaning agent dan dapat mengangkat kotoran-kotoran yang larut dalam air. Sabun dan deterjen sintetik dengan penambahan air akan membentuk emulsi yang dapat mengangkat kotoran. partikel-partikel ini dapat dibuang. Krim padat berair dengan kandungan minyak sedang 3. pemerah pipi. Aksi fisik pada kulit 5. Terdapat beberapa zat yang dapat digunakan sebagai pembersih muka. dasar bedak.

Beewax adalah campuran kompleks dari ester lemak.add 100% Pada krim parat berminyak dengan kandungan minyak tinggi dapat digunakan metode lain yaitu dengan mengganti beewax dengan sabun seperti trietanolamin stearat sebagai zat pengemulsi.35% Minyak mineral ……………………………15% Parafin wax ……………………………….5% Minyak mineral ……………………………45% Wax parafin ………………………………..Sediaan Kosmetika Krim padat berminyak dengan kandungan minyak tinggi Krim dingin yang ditemukan oleh Galen termasuk pada tipe ini..0..4% Larutan sorbitol 70% ………………………. 106 . alkohol dan hidrokarbon.……………….10% Wax mikrokristalin ……………………….. asam. dll ……………………………. Pada waktu larutan borks dicampur dengan akan terbentuk garam Na asam wax diantara permukaan minyak dan air sehingga tegangan antar muka menjadi turun dan terbentuk emulsi... Contoh formula: Petroleum …………………………………. A. Contoh formula: Beeswax …………………………………….qs Pengawet …………………………………. Sistem emulsi dalam jenis ini berdasarkan beewax-boraks.2% Air …………………………………………32..3% Ceresin ……………. Pada sistem beewax-boraks digunakan digunakan jumlah boraks yang lebih sedikit untuk menetralkan asam lemak bebas dan beewax sehingga menghasilkan krim yang stabil...5% Arlacel 83 …………………………………..2.2% Air.qs Krim beeswax memiliki aroma yang spesifik dan biasanya digunakan dengan parfum mawar..5% MgSO4 ……………………………………. Formulasi yang menggambarkan penggunaan zat pengemulsi non-ionik yang tidak menggunakan beeswax tetapi dengan menambahkan magnesium sulfat. parfum.……... 7% Boraks …………………………………….8% Parfum …………………………………….5% Lanolin …………………………………….. Krim padat berair dengan kandungan minyak sedang Dari krim padat berair dengan kandungan minyak tinggi hanya diperlukan satu langkah lagi untuk mendapatkan krim krim yang lebih ringan dengan kandungan minyak sedang pada formula ini beeswax digantikan dengan pengemulsi anionik atau non ionik.0.

Biasanya dikenal sebagai “Laits de Beaute...1.2% Karbopol 939 …………………………….10% Trietanolamin ……………………………..1.qs Pada formula di atas digunakan trietanolamin stearat sebagai zat pengemulsi dan turunan hidrokoloid sebagai pengental.. tujuannya untuk pemakaian luar.. Sediaan ini mengandung larutan sabun dalam air dengan penambahan gliserin.8% Air ……………………………………………84.84.. Contoh formula: Minyak mineral ……………………………. Contoh formula : Minyak mineral……………………….2. Susu Pembersih Susu pembersih adalah sediaan padat berupa emulsi kental yang mengandung air kurang lebih 60 %.. Krim cair berminyak dengan kandungan minyak sedang Hanya ada beberapa yang termasuk kategori ini karena produk ini sulit dibuat dan mengandung lebih dari 40% fase minyak. Krim cair berair dengan kandungan minyak sedang atau rendah. bentuk ini lebih encer dari krim. Laits de Tiollete”.10% Setil alkohol …………………………………0. Penambahan tinktur alkohol ini ke fase air diendapkan dalam bentuk dispersi halus sehingga memberikan bentuk susu pada larutan. Zat pengemulsi yang biasa digunakan adalah sorbitan oleat atau turunan lanolin.. Besarnya viskositas dapat divariasikan dengan menyesuaikan jumlah dan jenis zat pengemulsi. I. B...qs C..0.6...7% Parfum dan pengawet ………………………. Kestabilan selama penyimpanan dapat mempertinggi viskositas tetapi harus tetap dijaga agar tetap bisa mengalir.10 Setil alkohol………………………….5% Air …………………………………………57. Lebih dari setengah sedian krim pendingin dan pembersih termasuk dalam krim cair dan 75% dari krim cair termasuk dalam kelompok ini.5% Asam stearat …………………………………3% Trietanolamin ……………………………….Sediaan Kosmetika Contoh formula: Minyak mineral ………………………….8 Air……………………………………. Perubahan viskositas selama penyimpanan menjadi masalah dalam pembuatan krim cair.5 Asam stearat……………………………3 Trietanolamin………………………… 1.7 107 .5% Parfum dan pengawet …………………….30% Asam stearat ……………………………. ekstrak hazel dan air mawar dan setelah ini ditambahkan tinktur alkohol dari gom sepeti gom benzoin.

larutan harus tetap jenih. Encerkan dengan 50 ml air.0 .1 ml tembaga (II) stearat → warna biru tua + % ml NaOH 1N dan pekatkan dengan mendidihkan hingga 1/3 vol semla → biru tetap Pada 1 ml + 0.3 Co (III) Nitrat → merah karmin Panaskan hati-hati dalam tabung reaksi → terjadi uap yang membirukan lakmus merah basah • • • • • 108 . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol . Asam stearat • bilangan iodium tidak lebih dari 4 • suhu lebur tidak lebih dari 54 • • • jika dibakar→bau malam bereaksi asam pada tes lakmus zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat larutan + NaOH lalu dikocok→ agak berbusa pada pengenceran. • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . masing – masing sekitar 1.5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . larutan harus tetap jernih ( FI III. Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA .Sediaan Kosmetika Analisis Minyak mineral Didihkan 15 tetes zat uji dengan 10 ml larutan KOH p 8% b/v dalam etanol (90%)p selama 2 jam. Trietanolamin Pada 1 ml + 0. • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . hal 21 ) Setil alkohol 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas .

Krim Penghapus ( Vanishing Cream ) Vanishing Cream adalah sediaan kosmetika untuk kulit yang berfungsi sebagai penghilang kotoran. masukkan ke dalam gelas piala 600 .. Contoh formula : Asam stearat………………15 % KOH………………………0. Timbang seksama 400 mg . Vanishing cream ini harus mempunyai fase minyak yang meleleh diatas suhu tubuh dan mengkristal pada bentuk yang sesuai sehingga dalam penggunaannya tidak terlihat dan memberikan lapisan yang tidak berminyak.. yang biasa digunakan sebanyak 20-30%.7% Gliserin……………………. terjadi nyala hijau.Sediaan Kosmetika • Reaksi Parri : + Zat + Co (NO3)2 + NH4OH → warna ungu Zat + AgNO3 dipanaskan di waterbath selama 2 menit → cincin merah Larutan zat + sedikit garam Co + beberapa tetes NaOH → ungu intersip → panaskan → biru ungu kemudian kuning kotor. Formula vanishing cream didasarkan pada kualitas yang tinggi dan asam stearat sebagai fase minyak. • • • 1.8 % Air…………………………76.3. Kuning + Larutan asam tartrat H2C4H4O6 → end kristalin putih + Larutan asam perklorat HClO4 → end kristalin putih + Asam Heksakloroplatinat ( IV) H2[PtCl6] → end kuning + tes nyala → ungu Gliserin • panaskan dengan Kalium Bisulfat : terjadi uap merangsang • jika dibakar dengan sedikit Na-tetraborat p diatas nyala api. encerkan dengan 50 ml air .3 % Parfum dan pengawet………. Pengemulsi yang digunakan in situ dengan penambahan alkalis atau basa. membersihkan dengan cepat sehingga membuat kulit bersih dan bercahaya. lebih dari itu dapat memberikan penampilan yang menarik pada produknya. untuk menetralisir jumlah asam lemak bebas. tambahkan biru brom LP dan asamkan dengan H2SO4 109 . Kuantitatif .qs Analisis Asam Stearat Telah dijelaskan diatas KOH ( Kalium Hidroksida ) • larutan 4 % b/v memberikan reaksi terhadap Kalium : + Heksanitritokobaltat ( III ) Na3[Co(NO2)6] → end.1.

sedangkan tinktur arnica dapat memberikan rasa yang enak pada kulit. Larutan kamfer dengan kekuatan 1 : 1000.01 N.2.2. Tinktur sage dapat memberikan kesegaran bagi kulit. Penyegar I.2 % untuk memberikan efek yang menyejukan Contoh formula : Alkohol………………………20 % Air bunga jeruk………………30 % Air mawar……………………30 % Kalium Aluminium Sulfat……0.. Netralkan dengan NaOH 0. Preparat ini harus menyegarkan dan mendinginkan kulit sehingga cocok apabila disebut sebagai penyegar kulit. eau de cologne dan hazel witch. Tonik kulit Tonikum kulit wajah ( face tonic ) digunakan untuk membersihkan dan menjaga kulit wajah dan mengandung beberapa zat yang diklaim mampu merangsang kulit wajah. Sedikit borax dan alkali lemah serta larutan kamfer juga dapat ditambahkan. Beberapa tinktur seperti tinktur sage atau arnica. Kandungan sediaan tonik kulit sama halnya dengan losio pengencang.qs Analisis Alkohol 95 % ( etanol 95 % ) Zat mereduksi pada 20 ml + 1ml Kalium Permanganat 0. Jika diinginkan dapat ditambahkan sari buah. I.1. • Dengan cara kromatografi gas.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan .05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau . biarkan pada suhu 200 selama 10 menit terlindung dari cahaya.5 % Pengawet……………………. dapat ditambahkan pada sediaan untuk memperkuat efek tonik.Sediaan Kosmetika 0.5 % Air……………………………19. dengan dasar alkohol. warna larutan tidak hilang sempurna. dapat mendilatasi jaringan kulit serta memberikan efek stimulasi. Jika diinginkan dapat ditambahkan mentol pada sediaan ini dengan jumlah tidak lebih dari 0.cair ( FI III hal 65 ) Kalium alumunium sulfat ( KAlSO4) * Kalium + eksanitritokobaltat ( III) Na3[Co(NO2)6] → end kuning + larutan asam tartrat H2C2H4O6 → end kristalin putih + larutan asam perklorat → end kristalin putih + asam heksakloroplatinat (IV) H2(PtCl6) → end kuning + tes nyala : kuning keemasan * Al + Larutan amonium → end putih seperti gelatin + NaOH → end putih + Larutan Amonium sulfat → end putih + Na-Posfat → end putih + Na-Karbonat → end putih • 110 .

Sediaan Kosmetika
* SO4 + Larutan Barium klorida → end putih yang tidak larut dalam HCl p + Larutan Timbal ( II ) asetat → end putih yang larut dalam larutan amonium asetat dan dalam natrium hidroksida 1.2.2. Losio Pengencang ( Astringent Lotion ) Astringent lotion merupakan sediaan kosmetik yang baik digunakan untuk perawatan bagi kulit berminyak, serta dapat menghilangkan atau mengurangi keriput pada kulit. Keriput disebabkan karena hilangnya atau berkurangnya elastisitas kulit akibat degenerasi kulit. Astringent lotion bekerja dengan cara memperkecil atau menciutkan poripori kulit. Sediaan ini digunakan setelah penggunaan krim atau cleansing lotion ( pembersih), kemudian diikuti oleh penggunaan make up pada wajah. Pada perawatan kulit, astringen juga dapat digunakan untuk memperbaesar pori-pori, namun akibatnya folikel-folikel rambut akan terbuka. Astringent lotion juga dapat disebut sebagai antiprespirant ringan, karena didalamnya terkandung garam-garam alumunium, potasium alam, dan garamgaram zinc, sulfat atau fenol sulfonat. Pada beberapa astringent lotion juga terkandung alkohol, dimana jika jumlahnya melebihi 20 % maka akan menyebabkan rangsangan pada kulit wajah pada sengatan. Air aromatik sebagai pengaroma seperti air bunga mawar dan air bunga jeruk juga sering ditambahkan. Komposisi lain yang dapat ditambahkan ialah kamfer, tincture benzoin, tinture sage dan ekstrak destilasi dari hazel. Contoh Formula : Potasium alumunium sulfat……………………...1 % Zinc Sulfat……………………………………...0,3 % Gliserin…………………………………………...5 % Air mawar……………………………………….50 % Air……………………………………………..43,7 % Pengawet…………………………………………..qs Analisis : Potasium + Tes Nyala dengan kawat platina : nyala kuning + larutan kalium antimonat P , terbentuk hablur putih perlahan-lahan Alumunium, Sulfat dan Gliserin telah dituliskan diatas 1.2.3. Krim Pengencang ( Astringent Cream ) Sediaam krim astringent sama halnya dengan anti presipirant, namun untuk penggunaan pada wajah, krim astringent mengandung zat yang lebih lembut atau astringent yang lebih kuat dengan kadar lebih rendah. Astringent ringan bisa dibuat dengan cara mengganti bagian air dengan minyak kemiri atau menggunakan emulsi non-ionik. Sebelum digunakan, sediaan ini diuji terlebih dahulu pada kulit, untuk meyakinkan bahwa krim ini tidak terlalu keras untuk kulit wajah. Efek krim astringent yang sangat lembut ini diberikan oleh adanya kandungan air dan ekstrak hazel witch atau emulsifier non-ionik. Fase airnya

111

Sediaan Kosmetika
mengandung larutan encer dari zinc fenolsulfonat, atau potasium alumunium sulfat. Contoh formula : Propilen Glikol Monostearat………………………... 12 % Isopropil miristat……………………………………... 1% Ekstrapon VC ( Dragoco )…………………………… 1% Setil alkohol……………………………………. ........ 3% Sorbitol 70 %…………………………………... ........ 5% Ekstrak minyak kemiri…………………………........ 10 % Aquades………………………………………........... 67,6 % Parfum………………………………………….......... 0,4 % Analisis Propilen Glikol Analisis Kualitatif : Spektrum serapan infra merah dari lapisan tipis menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada propilen glikol . Analisis Kuantitatif : Dengan kromatografi gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas dan kolom 1m X 4mm berisi bahan pengisi 5 % G16 pada partikel penyangga S . Gunakan helium Pasal sebagai gas pembawa . Prosedur : Suntikkan 10 mikro liter ke dalam kromatograf dan rekam kromatogram . Hitung persentase C3H8O2 dalam propilen glikol , dengan membagi luas puncak propilen glikol dengan jumlah seluruh puncak kecuali puncak udara dan air lalu kalikan 100 . Isopropil miristat • bilangan penyabunan 202-212 • bilangan asam tidak lebih dari 1 • bilangan iodium tidak lebih dari 1 • secara kualitatif dan kuntitatif dapat dilakukan dengan kromatografi gas Sorbitol • Mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol (95 %), dalam metanol p dan asam asetat p Pada larutan 5 g dalam 4 ml, tambahkan 1 ml metanol p, 1 ml benzaldehid p dan 1 ml HCl a, kocok dalam pengocok mekanik sehingga terbentuk hablur. Saring dengan penghisap, larutkan hablur dalam 20 ml air mendidih yang mengandung 1 g Na-bikarbonat p, saring selagi panas, dinginkan filtrat. Saring dengan penghisapan, cuci dengan 5 ml campuran metanol p dan air volume sama, keringkan di udara, suhu lebur antara 174-179 0. Setil alkohol telah dituliskan diatas

112

Sediaan Kosmetika
I.4 Pelindung Wajah dan Masker Sediaan ini mengandung koloid dan bersifat menyerap sehingga dapat menyerap lemak atau kotoran di kulit wajah. Sediaan ini mengandung beberapa sifat, terutama harus dalam bentuk pasta yang lembut, tanpa adanya tanpa adanya partikel-partikel kecil dan tidak boleh melekat serta menimbulkan bau yang menyenangkan. Terdapat tiga system dasar yang menghasilkan produk yang memenuhi karakteristik diatas adalah : 1. System dengan dasar lilin Masker dengan dasar lilin secara umum hanya mengandung paraffin wax dengan titik didih yang sesuai atau merupakan campuran dari lilin dengan penambahn petroleum jelly serta bahan-bahan polar seperti setil dan stearil alcohol. Produk ini akan berbentuk padat pada temperatur kamar dan diginakan dengan cara dilelehkan terlebih dahulu dan dioleskan dalam keadaan panas. Ketika lilin mengeras akan timbul perasan mengencang pada kulit. Dengan terbentuknya lapisan lilin maka terbentuk juga penghalang air, pengeluaran keringat yang berlebihan akan membantu untuk membersihkan kotoran dari permukaan kulit. Contoh formula : Mikrokristalin wax …………………..13% Paraffin wax …………………………60% Setil alcohol ………………………… 5% Minyak mineral …………………….. 20% Benton 38 ……………………………1,4% Isopropyl …………………………….0,6% Analisis Paraffin wax, setil alcohol, minyak mineral Analisisnya telah dijelaskan diatas. Isopropyl alcohol. Campur 2mL larrutan 10% v/v dan 2mL raksa (II) Sulfat Ip, panaskan hingga tepat mendidih, membentuk endapan putih atau putih kekuningan. b. Panaskan hati-hati 1mL dengan 4mL K-bikromat Ip dan 1mL H2SO4 c → terbentk aseton. 2. System dengan dasar karet. Sediaan yang menggunakan system dasr karet adalah pelindung wajah. Setelah sediaan pelindung ini mongering maka akan membentuk lapisan yang elastis dan impermeable terhadap air pada wajah. Dengan adanya respirasi kulit yang normal, lapisan akan menghasilkan panas yang diyahan oleh kulit sehingga terjadi peningkatan temperatur dan peningkatan sirkulasi darah. Masker yang berasal dari karet dapat mudah dilepas dari kulit dengan hanya menarik saja.

a.

113

Larutkan sisa dalam 10 mL HCl p. cuci. sperti tragakan. kumpulkan filtrat dan cairan cuvian. b. Kaolin a.5% Gelatin …………….24. saring.2. gliserin dan ZnO Analisisnya telah dijelaskan diatas. 3. Gerus 2g dan 2 mL dan campuran dapat mengalir. System dengan dasar hidrokoloid Digunakan beberapa jenis gom.. • Panaskan dengan Kalium antasida p → terjadi gas amoniak.Sediaan Kosmetika Contoh formula : Emulsi lateks …………………25% Sorbitol ……………………….3% Air ………………. Kemampuan membersihkan dari masker ini kurang penting karena tidak mengandung zat padat yang dapat mengabsorpsi kotoran. larutan menunjukkan reaksi Al. gom kasaben. kumpulkan filtrat dengan cairan cucian. Masker dengan dasar hidrokoloid ini juga mengandung sejumlah kecil zat terbagi yang berfungsi sebagai opaficier dan mempermudah penggunaan. Gelatin. gelatin. tambahkan 3 mL HCl p → terbentuk endapan menyerupai gelatin. 7% Metil selulosa …………………10% Kaolin ………………………… 3% Boraks ………………………… 1% Air …………………………….2. penyaringan dengan 5 mL air..3% ZnO ………………. NaCMC.2% Gliserin ……………2. • Larutan encer membentuk endapan dengan trinitrofenol Ip dan asam tanat Ip → tidak membentuk endapan dengan asam lain. metil selulosa dan boraks Telah dijelaskan analisisnya diatas. Contoh formula (untuk masker) : Tragakan ………….55% Pengawet ……………………… 1% Analisis. Sorbitol.. Lebur 2g dan 2g Na-karbonat anhidrat p. dengan larutan encer tawasp dan timbal (II) asetat Ip atau dengan besi (II) klorida Ip. 114 . akasia dan polivilin pirilidon.5% Analisis Tragakan. hangatkan sisa dengan 10 mL air. Contohnya kaolin dan bentonit yang digunakan dalam jumlah tidak lebih dari 5%.2.

tidak memerlukan waktu yang lama untuk pengeringan. merangsang dan melembutkan kulit. masker yang digunakan sebaiknya lebih tipis dan segera dilepaskan pada satu daerah sesaat ketika akan meletakkan masker pada daerah lain.. Istilah face pack biasanya dipakai bila bahan dasar masker terdidri dari unsure yang memiliki molekul agak besar.5% Titanium dioksida …….2% Air ….0.. 5. Bila kulit seseorang sangat halus dan sensitive. Tetapi bisa juga dilakukan pelepasan 115 .…. seperti menanggalkan sel kulit yang telah mati.. Contoh formula untuk pelindung wajah : Gelatin ………………….……………………. 3. memiliki kemampuan daya adsorben yang cukup untuk memberikan efek membersihkan kulit. Penggunaan masker dilakukan setelah tindakan pembersihan dan sebelum tindaka perawatan atau pengobatan lainnya. cara pemakaian dan penggantian/pelepasan yang mudah. dapat memberikan efek pengencanagan kulit setelah pemakaian. Dalam dunia kecantikan masker wajah dikenal dengan istilah face pack atau face mask. Hindari daerah kulit sekitar mata. 4. Penggunaan masker dapat dilakukan untuk mendapatkan beberapa manfaat.05% Zn ……………………….. tambahkan raksa(II) nitrat Ip → terbentuk endapan putih yang jika dihangatkan berwarna merah bata. Alat Bantu yang disebut gauze ini merupakan bahan pelapis yang berguna untuk mempertahankan keutuhan masker selama berada di kulit wajah.Sediaan Kosmetika • Pada larutan zat. peletakannya di wajah harus dilakukan dengan bantuan spatula dan dilakukan secara cepat. Face mask dengan bahan yang sedikit lembut dapat dioleskan pada kulit yang kering dengan menggunakan suatu alat Bantu.. yang memiliki arti yang sama. Masker jenis ini digunakan pada orang yang berkulit normal atau berminyak dengan pengginaan langsung dioleskan ke permukaan kulit wajah.50% Analisis Semua analisisnya telah dijelaskan diatas. tidak berbahaya (iritasi) terhadap kulit serta tidak beracun. memberikan kenyamanan pada kulit dan memberikan asupan sumber makanan pada kulit. 2.10% Kamfer …………………0. 1. bersih dan dalam keadaan masker masih lembab. Untuk masker yang sudah jadi. seperti Lumpur atau clay.3% Kaolin ……………………. Sebagian orang merasa lebih menggunakannya bila dimulai dari daerah leher walaupun ada juga yang merasa lebih mudah dari daerah dahi. lubang hidung dan mulut.5 Masker Wajah. Sifat-sifat dari sediaan masker : 1.

mengurani iritasi kulit serta merupakan pelembab dan penyegar kulit. Kemasan atau jenis masker terdiri dari setting mask dan non. Bahan dasar clay setting mask terdiri dari :  Kalamin. meningginya proses difusi aliran darah atau pada infeksi atau penyakit kulit.setting mask. Masker sebaiknya dilepaskan dengan menggunakan kapas yang telah dicelup di air hangat. hidung atau mulut. penggunaan masker dilakukan selama kurang lebih 5-20 menit tergantung kepekaan kulit. Masker jenis ini dapat ditemukan dalam beberapa variasi warna. Masker merupakan alat yang memiliki efek dan manfaat sebagai deep cleansing. Masker merupakan salah satu bentuk tindakan perawatn wajah yang telah ditemukan seajak dahulu secara tradisional untuk membersihkan pori-pori dan memperbaiki kulit wajah. gunakan lapisan masker yang sedikit lebih tebal.  Magnesium karbonat. yaitu apakah sudah jadi atau harus diolah terlebih dahulu. Secara sistemik penggunaan masker berguna untuk merangsang kerja sirkulasi aliran darah maupun aliran limfe. Penggunaan kapas sekali pakai (disposable) lebih sehat dan lebih baik. Pada daerah yang mengalami penyumbatan atau bercak. Yaitu tepung berwarna merah muda dan mengandung seng karbonat untuk menyejukkan kulit yang meradang dan mengurang pelebaran pembuluh darah kulit. kenyamanan. Yaitu tepung berwarna putih yang berfungsi sebagai astringen ringan yang cocok untuk memperbaiki kulit yang berpori-pori terbuka serta menguatkan dan mengncangkan kulit. 1.Sediaan Kosmetika secara bersama-sama sesegera mungkin. merangsang dan memperbaiki kulit melalui percepatan proses regenerasi dan memberikan nutrisi pada jaringan kulit. Kemasannya dilengkapi dengaqn lapisan tipis karena umumnya masker ini berbahan dasar seperti Lumpur. terdapat kerusakan pembuluh darah kapiler. dapat digunakan masker lebih dari satu jenis. memperbaiki pori-pori kulit. memiliki jarringan parut baru.  Kaolin 116 . Pada kulit kombinasi. Setting Mask Merupakan masker yang terbuat dari tepung yang telah diolah dan dikemas sedemikian rupa. jenis masker yang digunakan dan suhu udara disekitar. Jenis Masker : Dapat dibedakan berdasarkan kesiapannya untuk digunakan. Clay setting mask. Normalnya. mengangkat se-sel kulit yang telah mati. Tindakan harus dilakukan secara hati-hati agar air tidak menetes ke pelipuk mata. Terdapat dua macam masker jenis ini yaitu clay setting mask dan sulphur. Sebaiknya hindari penggunaan masker pada orang yang mempunyai riwayat alergiatau pada keadaan kulit sangat sensitive. yaitu membersihkan kotoran yang menempel pada lapisan kulit yang lebih dalam. membersihkan sisa-sisa kelebihan lemak pada permukaan kulit. peeling dan astringent.

Sediaan Kosmetika
Yaitu tepung berwarna putih krem yang mempunyai efekk lebih kuat daripada Magnesium karbonat serta berfungsi membersihkan kulit, merangsang sirkulasi dan merupakan sumbernutrisi kulit.  Lumpur steril yang akan merangsang sirkulasi dan sangat baik untuk kulit berjerawat. Selain itu masker jenis ini juga mengandung bahan aktif seperti air mawar (sebagai toner dan meningkatkan kerja masker, air bunga jeruk dan digunakan sebagai refining mask- masker yang berfungsi untuk memperbaiki fungsi kulit yang terganggi dan mengencangkan kulit dengan cara mengecilkan pori-pori kulit), witch hazel (astringent, baik digunakan pada orang berjerawat tetapi tidak boleh digunakan pada kulit halus dan sensitive) dan minyak almon (tidak mengeringkan kulit sehingga sangat baik digunakan pada kulit dehidrasi, kulit orang tua dan untuk menjaga kulit agar tetap awet muda). Sulphur, peeling dan astringent. Bahan dasar kemasan ini umumnya terdiri dari beberapa bahan organic maupun bahan kimiawi yang telah diforrmulasikan sendiri oleh suatu perusahaan kosmetik. Bahan sulfur yang digunakan sangat baik untuk proses penyembuhan. Namun jangan menggunakan masker jenis ini untuk kulit kering, kulit orang tua dan kulit yang sangat sensitive. Lateks atau alginate. Kemasan ini merupakan bentuk lain setting mask yang pada lateks tebuat dari unsure karet pada alginate tebuat dari tumbuhan laut. 2. Non-setting mask. Merupakan suatu masker yang berasl dari bahan-bahan biologis (terbuat dari tumbuhan baik berupa buah-buahan, sayuran atau daun). Gunakan gauze untuk memudahkan pengolesannya pada kulit, terutama untuk masker yang terbuat dari buah-buahan. Buah-buahan seperti ketimun yang sering digunakan sebagai masker sangat baik untuk semua jenis kulit dan untuk mendapatkan efek yang lebih baik lagi, tambahkan air bunga mawar. Specialized Mask Merupakan bentuk masker yang berasal dari bahanbahan tertentu sesuai dengan fungsinya. Gelatin. Berfungsi sebagai deep clanking dan mild astringent. Oleskan sampai memenuhi seluruh permukaan wajah hingga kulit teras lembut dan lentur. Kemudian tekan-tekan sedikit dan biarkan selama 20 menit. Paraffin wax. Bahan yang terdiri dari paraffin (lilin), bees wax, petroleum jelly dan benzoin ini setelah cair dicampur dengan air panas dan selanjutnya dalamkeadaan hangat dioleskan dengan sikat. Keringat yang banyak dikeluarkan dalam proses ini sangat baik untuk mengangkat kotoran. Hot oil mask. Sangat dianjurkan untuk kulit kering, berkerak atau kulit dengan kerutan halus. Minyak yang digunakan bisa minyak almon, zaitun atau minyak gandum. Dengan bantuan sinar infra merah, wajah yang ditutupi masker disinari selama 5-10 menit. Stimulating mask. Bahan berbentuk pasta yang terdiri dari Magnesium, Lumpur steril (fuller’s earth) dan air mawar ini sangat berguna untuk memperbaiki kerusakan sel-sel kulit wajah. Digunakan selama 5-15 menit.

117

Sediaan Kosmetika
Milk pack. Sangat baik digunakan sebagai masker karena selain memperbaiki fungsi kulit juga dapat memberikan zat-zat gizi pada kulit. Bahan ini sangat baik digunakan untuk kulit kering, berumur, berkerut dan kurang gizi. Terbuat dari campuran buah almon dan susu. II. Krim Tangan dan Krim Tubuh (Hand cream dan body cream). Krim tangan dan krim tubuh adalah sediaan yang digunakan untuk melindungi kulit supaya tetap halus dan lembut, tidak kering, bersisik dan mudah pecah. Kulit kering dan kasar pada umumnya disebabkan karena kulit sering kontak dengan air atau larutan deterjen/sabun, terutama pada cuaca dingin. Kulit kering yang disertai pecah-pecah terjadi karena pecahnya lapisan tanduk dari kulit dan berkurangnya jumlah air pada lapisan korneum. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan cuaca menjadi lembab secara tiba-tiba. Menurut Frazier dan Blank, mekanismenya dalah sebagai berikut : Ketika air mengenai kulit, jaringan epitel akan menyerap air dan kemudian membengkak karena tejadinya hidrasi. Terjadinya pembengkakan ini menyebabkan lapisan korneum menjadi pecah. Ketika kulit keluar dari air, jaringan epitel kemudian mongering dan berusaqha kembali ke bentuk dan ukuran semula. Karena pecahnya lapisan korneum, sel-sel tidak kembali ke tempat semula tetapi berusaha keluar ke permukaan sehingga kulit terasa kasar. Berpindahnya lipid dari permukaan kulit yang diakibatkan larutan deterjen juga dapat menyebabkan kulit menjadi kasar. Lipid berperan sebagai pengikat untuk menahan lapisan sel epidermis agar berada di tempatnya. Sebum merupakan secret kulit yang berfungsi menjaga kelembutan, kelembapan dan melindungi kulit. Lapisan sebum apabila rusak atau hilang karena proses pencucian oleh larutan sabun atau deterjen, akan menyebabkan kekeringan dan bersisik. Keretakan akan muncul pad permukaan kulit dan menyebabkan infeksi yang diikuti dengan dermatitis. Kelembaban kulit sangatlah penting dan juga dengan sebum karena memberikan lapisan asam emollient, membantu dalam mengontrol evaporasi kelembaban walaupun kulit tidak selalu mensekresi agen pelembab alam. Keseimbangan kandungan air pada kulit juga perlu diperhatikan. Krim tangan (Hand Cream) memiliki sifat-sifat : 1. untuk memberikan kelembaban pada kulit secara langsung. 2. untuk memberikan lapisan minyak dan zat-zat lain yang sifatnya tidak jauh berbeda dengan sebum. 3. untuk menjadikan kulit lebih lembut dan lentur tetapi tidak terlalu berminyak. 4. tidak bereaksi dengan keringat normal pada tangan. 5. bersifat antiseptik. 6. memiliki bau yang harum. 7. memiliki warna yang stabil dan menarik. 8. mudah dihilangkan dalam penggunaanya.

118

Sediaan Kosmetika
Umumnya krim tangan (hand cream) dan krim tubuh (body crem) berupa cream yang ringan yang mudaah menyerap ke dalam kulit, lembut tetapi tidak terlalu berminyak pada kulit. Parfum harus sesedikit mungkin dan mudah dihilangkan. Supaya cream tidak menjadi terlalu berminyak pada kulit maka kandungan lemaknya harus rendah. Water continuous cream lebih umum digunakan daripada oil continuous cream. Bahan Dasar. Yang paling umum digunakan pada produk krim dan lotion tangan adalah emollient (zat pelemak). Zat ini dapat menginduksi proses dehidrasi pada kulit. Bahan-bahan dasar yang digunakan dalam produk perawatan kulit adalah : 1. pelembut (emollient). 2. zat pelindung. 3. zat penyembuh (Healing agent). 4. pelembab (Humektan) 5. zat pengemulsi. 6. zat pengawet. 7. zat pewangi (parfum). 8. zat pewarna.

1.

Pelembut (emollient)

Bahan yang sangat spesifik yang membantu dalam formuka pelembut kulit adalah lanolin dan turunannya, sterol, fosfolipid, hidrokarbon, asam lemak, ester asam lemak dan lemak alcohol. Lanolin dan turunannya. Bekerja dengan merawat bagian epidermis kulit normal, lanolin tidak berpenetrasi ke dalam kulit, tertahan dalam bagian permukaan dari epidermis. Lanolin merupakan lilin alami yang terdiri dari ester-ester dalam jumlah besar diman ester ini dibentuk oleh gabungan alcohol bermartabat tinggi dan asam lemak tinggi. Secara umum lanolin yang digunakan dalam formula tidak lebih dari 5%. Selain sebagai emollient, lanolin termasuk juga berfungsi sebagai zat pengemulsi. Turunan dari lanolin : ☺ Lanolin cair yang umum dijual dipasaran dengan nama dagang lanogene, lantrol, viscolan, lanoil, ritalan, argotol 60 dan fluilan. ☺ Lanolin wax yang umumnya dijual di pasaran dikenal dengan nama waxolan, lanfraks, lanocerin dan albalan. ☺ Lanolin alcohol. Terdiri dari tiga macam yaitu sterol, alcohol triterpen dan alcohol alifatik. Efek emollient yang dihasilkan oleh lanolin alcohol adalah sifat hidrofilik yang berasal dari sterol, dalam hal ini mendekati kolesterol. Lipid yang berada pada lapisa lemak di kulit, seperti kolesterol, bersifat hidrofilik dan apabila kontak dengan kulit, maka lapisan kulit akan menyerap air hingga kondisi yang normal. Proses dehidrasi kulit (pada korneum) ini disebabakan adanya kolesterol. Lanolin alcohol terdiri dari 3 bentuk, yaitu :

119

Fosfolipid. yaitu : a) krim dan lotion penolak air. 3. Lanolin yang dimodifikasi. kekeringan dan kulit berkerut. paraffin wax dan ozokerit. 2) Zat melekat dengan baik pada kulit. Nimlesterol. lentur dan tidak mudah retak. lanolin asam lemak. lanolin alcohol terasetilasi. berperan untuk melindungi kulit dari air dan zat yang larut dalam air yang dapat mengiritasi kulit. 2. 4) Tidak mengiritasi kulit. 5. terdapat beberapa persyaratan untuk formulasi krim pelindung : 1) Stabil dan cara pemakain yanh mudah dan nyaman. lanolin alcohol teretoksilasi. warna kuning. Jenis asam lemak yang paling sering digunakan dalam pembuatan produk ini adalah asam stearat seperti Kalium stearat atau etanolamin stearat. Jenis fosfolipid yang banyak digunakan dalam krim tangan dan badan adlah lesitin. 3) Dapat membentuk selaput yang tidak tembus. Contoh: Amerchol L-101.Sediaan Kosmetika 1. 5) Proses pelepasan yang mudah dan nyaman. Kolesterol ini harus efektif dalam perawatan kulit yang disebabkan oleh iritasi. 120 . 2. 1. Sterol Satu-satunya sterol yang digunakan khusus dalam sediaan krim tangan dan tubuh adalah kolesterol. Ceralan. Zat Pelindung. dll. 2. Jenis emollient ini kurang disukai karena menimbulkan rasa tidak nyaman serta efek berminyak. Komposisi asam stearat yang digunakan dalam formula 1-20%. Bentuk cairan biasanya dalam bentuk minyak mineral. Menurut Peel. yang penggunaanya tidak boleh lebih dari 5%. 6. Asam lemak. 6) Memiliki nilai estetika dalam hal kenyamanan. bahan lilin padat. larutan. jenis ini ada berbagai macam seperti lanolin terasetilasi. 4. Hidrokarbon. adalah senyawa kompleks lemak yang larut terdiri dari asam lemak dan gliserol serta basa nitrogen seperti kaoln dan etanolamin. warna kuning contoh: Hartolan. Merupakan kandungan dasar yang paling banyak digunakn dalam formula krim tangan dan badan. juga mengandung asam fosfat. 3. minyak mineral. Yang digunakan adalah petrolatum. dll. Krim pelindung tangan dibagi menjadi dua kelompok. lanolin polioksi alkalin. basa lemak.

Ammonium stearat dan garam amin dari asam lemak dapat menghasilkan krim yang putih tapi cenderung untuk 121 . dan non-ionik. sabun asam lemak yang sering digunakan adalah triacthanolamin stearat sebanyak 0. Zat lain yang juga memiliki sifat humectan adalah polioksietilen gliserol. propilenglikol dan sorbitol. Zat penyembuh (Healing Agent). Contoh sediaan : Tipe Contoh Sabun asam lemak K-stearat. glukosa dan Na laktat. Humectan adalah senyawa yang menjaga perubahan kelembaban antara produk dan air baik dalam wadah yang digunakan maupun kulit. Sekitar 75% krim tangan dan tubuh yang dijual di pasaran. kationik. mengandung mengandung sabun asam lemak kalium atau natrium Ester Sulfur (garam natrium) Natrium lauril sulfat. Produk perawatan tangan pada awalnya terdiri dari campuran yang sangat sederhana yaitu 50% humectan dan 50% air. Sabun asam lemak dan garam natrium dari ester sulfur bersifat sangat hidrofilik dan cenderung untuk menghasilkan emulsi tipe minyak dalam air. 4) Zat ini terdapat pada sediaan larutan. Penggunaan zat penyembuh didasarkan pada kulit tangan yang pecah. 3. 5. Amonium stearat.5-3%. Penggunaan allantoin sebagai zat penyembuh (Mecca) : 1) Efektif untuk membersihkan bahan nekrtotik. Zat Pengemulsi Zat pengemulsi yang digunakan pada krim tangan dan tubuh dibagi menjadi 3 kelas utama yaitu anionic. Pada formulasi lotion tangan. emulsi ointment. manitol. 1. 2) Menstimulasi perkembagnagan lapisan granulasi yang dapat mereduksi waktu penyembuhan 3) Reaksi ini tidak menimbulkan rasa sakit. natrium setil sulfat.Sediaan Kosmetika b) krim dan lotion penolak minyak. polioksietilen sorbitol. Na stearat. berperan untuk melindungi kulit dari minyak atau zat yang larut dalam minyak yang dapat mengiritasi kulit. Trietanolamin stearat Asam lemak poliol monoester. Pelembab (Humectan). Zat pengemulsi anionic Zat pengemulsi kelompok ini telah sering digunakan dalam formulasi krim tangan dan krim tubuh. 4. diemulsikan menggunakan zat pengemulsi kelompok ini. Gliseril monostearat. Penggunaan alantoin urea pada krim tangan karena memiliki efek menembuhkan jika dipakai pada bagian kulit tangan yang terluka dan tidak memiliki efek racun. Humectan yangumum digunakan adalah gliserol.

Pada umumnya zat kationik bereaksi dengan asam lemak seperti asam stearat. polioksietilen sorbitan monostearat. substansif terhadap protein pada pH asam. Pada krim tangan cenderung tidak membentuk lapisan kulit b. Emulsi cenderung stabil dan dalam hal viskositas tidak membentuk gel bhkan cenderung viskositas semakin kecil jika formula tidak seimbang. dalam hal ini berperan sebagai zat aktif permukaan. e. b. maka akan terbentuk garam terionisasai yang kurang baik antara kation dan anion hidrofob. Penggunaan zat kationik didasarkan pada reaksi antara senyawa kation dengan senyawa anion pada sediaan. netral. 6. pada waktu penguapan. ester asam lemak sorbitan. Pengawet 122 .Sediaan Kosmetika berubah menjadi kuning pada penyimpanan yang lama. Selain itu juga suhu pada emulsifikasi juga berperan pada proses pengotoran tersebut sehingga disarankan untuk krim yang mengandung ammonium stearat atau garam –garam amin lainnya sebagai zat pengemulsi. cenderung untuk membentuk emulsi pada pH asam. bersifat membunuh kuman bila tidak bereaksi dengan zat anionic atau bahan lain yang tidak cocok. dll. Krim tangan tipe minyak dalam air yang terdiri dari zat penemulsi non ionic. Contoh ester asam lemak polietilenglikol yang ber-BM rendah. Ketika suatu kation dengan berta molekul yang tinggi bereaksi dengan anion dengan berta molekul tinggi. Contoh zat nonionic adalah : polioksietilen lauril alcohol. Penggunaan zat kationik sebagai pembunuh kuman dapat digunakan dalam krim tangan tanpa kuatir dengan ketidakcocokan. harus dibuat pada temperatur serendah mungkin. Penggunaan zat non ionic pada sediaan krim dan lotion tangan adalah : a. maupun basa bisa direaksikan dengan zat kationik. 3. Zat pengemusi non ionik Pembagian :  Ester yang bersifat hidrofilik. c. Krim tangan dengan suasana asam. Zat pengemulsi kationik Penggunaan senyawa kationik dalam sediaan krim dan lotion tangan disebabkan : a. polioksietilen stearat. namun terdapat beberapa garam yang terbentuk tapi larut. Contoh zat pengemulsinya adalah polioksietilen sorbitan mono stearat atau polioksi etilen glikol 1000 monostearat  Ester lipofilik. 2. Konsentrasi yang digunakan pada masing-masing tipe ini adalah 1-10%. Proses pengotoran ini terkadang dikatalisasi oleh sejumlah logam terutama logam besi. Sediaannya tahan terhadap pembekuan d. proses pengerutan cenderung kecil c. dan reaksi ini membentuk suatu emulsi pH yang dihasilkan berkisar antara 2 sampai 4. Senyawa yang terbentuk berbentuk endapan.

Propil ester dapat diganti dengan butyl ester dengan konsentrasi yang sama. propil p-hidroksibenzoat dapat ditambahkan sebanyak 0. Menurut Harry. tergantung pada konsentrasi dan tipe emulsi. 123 .05% pada fase tersebut. Metil. Metil ester yang paling mudah larut sedangkan butil ester yang sukar larut dalam air. konsentrasi metil p-hidroksibenzoat adalah sekitar 0. Zat pewangi (parfum). Tetapi banyak pula pengawet yang dilarang penggunaannya karena alasan tertentu.1 % propil ester dalam fase minyak dapat memberikan efek antiseptik. dan butyl ester dari asam hidroksibenzoat umum digunakan dalam krim tangan dan lotion. fase air mengandung campuran dari metil ester 0.05% dan butyl 0.05% propil ester ditambahkan dalam fase minyak.  Cocok. etil. Menurut Deakers. zat tambahan yang ditambahkan dalam formula krim tangan bebgai berikut : metil ester ditambahka kedalam fase air dan dipanaskan 600C dibantu dengan pengadukan selama waktu pemanasan. diperkirakan 0. Na propionat efektif hanya dalam media asam. Efek dari parfum bervariasi. Pada krim tangan yang kandungan minyaknya lebih tinggi. serta harus netral sehingga tidak merubah pH sediaan.25% metil ester dilarutkan dalam fase air dan 0.  Harganya tidak boleh meningkatkan harga sediaan. Ester yang umum digunakan pada krim tangan dan lotion yaitu :metil. Pada lotion.15%.02%. 7.05%-0. Na benzoat. Jika fase minyak mengandung sejumlah kolesterol atau lecithin. Propil dan butyl ester ditambahkan kedalam fase minyak dan dilarutkan dengan pemanasan dan pengadukan. misalnya : asam salisilat dapat menyebabkan iritasi kulit sehingga tidak digunakan lagi.  Harus larut dalam konsentrasi yang digunakan. warna. metil ester sebanyak 0.1-0.  Tidak boleh mempengaruhi efek sediaan. propil 0. Pemilihan parfum yang digunakan dalam penggunaan krim tangan dan krim tubuh semata-mata berdasarkan nilai estetika.  Bersifat non toksik secara internal maupun eksternal. Pengawet seperti asam benzoat. senyawa aromatik sintetik dan zat-zat parfum yang lain yang memiliki sifat sebagai surfaktan sehingga dapat berkompetisi dengan zat pengemulsi untuk posisi pada tegangan antarmuka. misalnya essential oil. Senyawa parfum dan zat yang terkandung di dalamnya bisa mempengaruhi stabilitas emulsi dari krim tangan tersebut. rasa dan sebagainya. Syarat pengawet yang baik :  Harus efektif melawan berbagai tipe mikroorganisme yang menyebabkan penguraian.2 %. Dalam kenyataannya. dalam arti tidak merubah karakteristik sediaan seperti aroma. propil.Sediaan Kosmetika Karena krim tangan dan tubuh mengandung air dan zat yang dapat dirusak oleh mikroorganisme maka sediaan harus dilindungi dari mikroorganisme.12% dapat ditambahkan ke dalam fase air dan 0. propil dan butyl. Komponen parfum yang dapat menyebabkan konsistensi dan stabilitas emulsi.

rose de mai absolute.5% Larutan sorbitol 70% ………10% Air. Zat pewarna Pemilihan pewarna harus disesuaikan dengan produk pad setiap kondisi penyimpanan begitu juga dengn keamananya secara fisiologi.23 stabil dalam media basa tetapi dalam media asam akan mengendap. geraniol murni. kelarutan stabilitas.20 yang mengendap dalam larutan pada media media basa.. • Larutan+ NaOH lalu dikocok → agak berbusa pada pengenceran Lanolin 124 . Akan lebih menguntungkan jika mewaranai kedua fase dengan menggunakan kedua pewarna yaitu yang larut dalam air dan larut dalam minyak dalamsatu produk.. hidroksi citonella dan amil sinamat aldehid. Umumnya krim tangan adalah emulsi minyak dalam air. 3) Komponen minyak parfum : Bouquet medium. 2) Minyak atsiri : geranim borbon. 8. lavender.Sediaan Kosmetika 1) Aromatik sintetik: ekstrak terpineol. tipe lilac. Contoh formula : Asam stearat ………….….. sehingga zat pewarna yang larut dalam air digunakan untuk mewarnai air pada fase luarnya. sedangkan D&C Red No. Emulsi air dalm minyak digunakan pewarna yang larut dalam minyak dengan kondisi yang sama. Masalah kesesuaian produk dengan zat pewarna berhubungan dengan pH. tipe tumbuh-tumbuhan dan rose.5% Arlasel 80…………………. feniletil alcohol. contohnya adalah D&C Red No. pengawet….0.…7% Lanolin ……………………0. Macam-macam Bentuk Krim Tangan :  Krim cair. Krim tangan dan tubuh (Hand body cream) yang sering digunakan adalah krim tangan (Hand cream) berupa cairan. PH pada krim tangan dan kulit sekitar 5-8. parfum. ada beberapa pewarna yang cukup stabil dalam media asam tetepi menunjukkan stabilitas yang rendah dalam media basa.5% Tween 60 ………………….ad100 Analisis Asam stearat • Bilangan iodium tidak lebih dari 4 • Suhu lebur tidak lebih dari 54 • Jika dibakar→ bau malam • Bereaksin sam pada tes lakmus • Zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat.0. zat pengoksidasi dan pereduksi.

parfum dsb ………………….. Cetil trimethyllammmonium bromida ………………………1.5% Arlacel 80 …………………………………0. Hand cream dengan formula yang sederhana terdiri dari asam stearat ...Sediaan Kosmetika • Bilangan ioddium 18-36 • • Praktis tidak larut dalam air.3% Air.1% Sorbitol syrup 70% ………………..….ad100%  Krim padat Umumnya krim padat digunakan untuk menghilangkan kotoran. alkali dan air tetapi akan lebih stabil jika ditambahkan humektan dan ester lemak.8% Air. parfum. Telah dijelaskan diatas Isopropyl miristat.…2% Potassium hidroksida ……………. dsb ………………………………………….5% Isoproppil myristat ……………………………………………3% Cetyl alcohol …………………………………………………..18. 125 ..5% Tween 60 ……………………………….eter p • Larutan 25g dalam 10 mL eter p + 10 tetes fenolftalein → larutan tidak berwarna merah Larutan 500 mg dalam 5 mL kloroform + 1 mL anhidrida asetat + 2 tetes H2SO4 p → tidak terjadi warna hijau tua Formula dengan emulsi non ionic : Asam stearat ……………………………….7% Lanolin ……………………………………0.5% Petroleum jelly.15% Isopropyl meristat ………………. parfum dan zat tambahan lainnya …ad100% Formula krim tangan (Hand cream ) dibawah ini khusus untuk melawan deterjen anionic yang terabsorpsi pada kulit atau untuk memberikan khasiat germisida.. 10% Air.. dsb ……………………………….ad100% Analisis Asam stearat. Prinsip emulsinya yang juga memperantarai iritsi kationik sebagai surfaktan kationik yang disuplemen oleh Cetil alcohol. lanolin. Contoh formula : Asam stearat ……………………….55% Sorbitol solution 70% ……………………..…2% Gliserin……………………………………………………. larut dalam kloroform p ..….2.

10% Air.0.…0.………….…………10% Isopropyl meristat ……………. jelly 126 .10. Sorbitol. Cream dapat juga dikentalkan dengan penambahn gom. parfum dan zat tambahan lainnya …………………ad100% Lanolin atau minyak silicon dapat juga digunakan dan menghasilkan formula yang lebih kompleks dan menghasilkan cream yang lebih fungsional serta memenuhi keinginan pasar. selulosa dan akan memberikan fase kontinue dengan sedikit kepadatan sehingga akan mengontrol kelembaban dengan baik.add100% Formula yang menggunakan pelarut air-resin : Glycerin ………………………………………………….………..17% Carbopol 934 ……………………………………………. Contoh formula : Manutex SA ………………………………………………..5% Air...10% Emulsene 1219 …………………………. parfum dan zat tambahan lainnya ……………….2% Ethomenn C25 ………………………………………….5% Bentonite ………………………………………………….. Mucilago.. Telah dijelaskan diatas. KOH (Kalium Hidroksida) • Larutan4% b/v memberikan reaksi terhadap Kalium : + Heksanitritokobaltat (III) Na3(Co(NO2)6) → endapan kuning + Larutan asam tartrat H2C4O6 → endapan kristalin putih + larutan asam perklorat HclO4 → endapan kristalin putih + Asam Heksakloroplatinat (IV) H2(PtCl6) → endapan kuning + tes nyala : ungu.2% Cetyl alcohol ………………………………………………10% Minyak mineral ……………………………………………..6% Minyak mineral ……………….12% Triethanolamine ……………………………………….5% Lotion.7..………….3% Soap chips ……………………………………………….10% Silicon M555 ………………….Sediaan Kosmetika • • • • Bilangan penyabunan 202-212 Bilangan asam tidak lebih dari 1 Bilangan iodium tidak lebih dari 1 Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan dengan kromatografi gas.12% Liquid paraffin ……………………………………………...... Contoh formula : Asam stearat …………………….

.Sediaan Kosmetika Merupakan sediaan perawatan tangan yang secara definisi yang hampir tidak sama dengan krim.2% Gliserin ……………………………….. biasanya terdapat dalam wadah tube atau berupa hand blocks. Analisis Tragakan • Sedikit zat dalam larutan merah ruthenium p. Prototype dari sediaan ini adalah gliserin dan air mawar yang merupakan campuran sederhana. Netralkan dengan NaOH 0. tambahkan biru brom LP dan asamkan dengan H2SO4 0. Titanium dioksida..05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau . lanjutkan selama 1 menit.10% Titanium dioksida …………………. (perbedaan dari gom akasia dan agar).………. • Pada 100 mg serbuk + 1 mL Iodium 0. cairkan dengan air sampai 100 mL lalu saring. pewarna ……………………. encerkan dengan 50 ml air ..2% Air …………………………………. Setelah uap Sulfur trioksida muncul. • Panaskan dengan Kalium bisulfat : terjadi uap merangsang. karena ini tidak terdiri dari 2 fase. masukkan ke dalam gelas piala 600 . pengawet..02 N : campuran berwarna hijau. • Jika dibakar dengan sedikit Na-tetraborat p diatas nyala api.87.…………0.25% b/v + 10 mL larutan timbal asetat p 20% b/v : terbentuk endapan merah jonjot → saring.. perbedaan dari agar.74% • • 127 .……. Sediaan pekat (non-aqueos) Bentuk umumnya adalah lanolin anhidrat dan petroleum jelly. Formula dibawah ini merupakan tipe preparat hand block asam-basa : Paraffin wax …………………………26% Petroleum jelly ………………………. Contoh formula untuk sediaan gom mucilage yang tidak mengandung fase minyak Gom tragakan …………………………….………. Gliserin. Pada 5 mL filtrat bersih + beberapa tetes Hidrogen feroksida → warna kuning merah atau orange segera muncul. Dinginkan suspensi. • Pada 20 mL larutan 0. Pada 500 mg zat + 5mL H2SO4 panaskan perlahan. pada filtrat + 10mL larutan timbal subasetat p : larutan berkabut tapi tidak terjadi endapan.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan . Timbang seksama 400 mg . tidak menunjukkan butiran berwarna merah jambu. Kuantitatif . jika diperiksa dibawah mikroskop. terjadi nyala hijau.qs.8% Parfum.

Sediaan Kosmetika
Untuk beberapa campuran biasanya ditambahkan preparat herbal misalnya klorofil, daun marshmallow, minyak atsiri, terpenti, eucalyptus, kamfer, ZnO, mono klorotimol, dsb. Beberapa jenis malam yang digunakan untuk merekatkan minyak misalnya polietilen yang penggunaanya dicampurkan dengan bahan pengemulsi. SEDIAAN KOSMETIKA MAKE UP (BUKAN UNTUK MATA ) Sediaan kosmetika “ make up “ adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk memperindah , menutupi noda – noda , serta kekurangan yang terdapat pada muka seseorang , pada umumnya wanita . Berdasarkan urutan pemakaiannya sediaan “ make up “ dapat dibagi menjadi : I . Dasar “ make up “ . Sering juga disebut “ foundation make up “ atau “ cream make up “ , berguna agar bedak dapat merata pada permukaan kulit dan tahan lama . Ketika memakai “ make up “ , foundation digunakan pertama kali sebagai dasar untuk pemerah pipi dan bedak . Pada umumnya merupakan suatu lotion atau emulsi dengan penambahan suatu zat warna . Mula – mula dikenal bentuk seperti salep , kemudian cairan / liquid dengan dua lapisan dan yang terakhir dikenal bentuk batang / stick . Zat – zat yang sering digunakan dalam dasar “ make up “ adalah titan dioksida , seng oksida , Na searat , minyak – minyak dan lemak . Contoh formulanya adalah : Persen Minyak mineral 23 , 5 Ozokerite mp 75 – 80 0C 05 , 5 Petrolatum 47 , 5 Lanolin 04 , 4 Paraffin mp 56 – 58 0C 05 , 5 Dry powder ( titanium dioksida , pigmen anorganik dan talk ) 13 , 6 Parfum qs Penambahan talk dalam formula ialah untuk meratakan bahan kering , sedangkan udara kering yang terjebak ketika serbuk kering ditambahkan pada semi solid dapat dihilangkan dengan memanaskan campuran pada suhu 70 0C dan diaduk pada 50 – 80 rpm . Bentuk formula diatas dapat menghasilkan formula 2 yang berbentuk cake , contoh formulanya adalah : Persen Isopropil miristat 54 Lilin carnauba 05 Beeswax 01 Serbuk kering ( Titanium dioksida , pigmen anorganik dan talk ) 40 Parfum qs Sedangkan untuk memperoleh “ make up “ yang berbentuk stick , formulanya dapat diubah dan dalam membuatnya menggunakan cetakan , contoh formulanya adalah :

128

Sediaan Kosmetika
Isopropil miristat Lilin carnauba Beeswax Minyak mineral 70 / 80 Dry powder Parfum Persen 37 14 04 10 35 qs

“ Make up “ stick ini dapat dibuat untuk lebih lunak dengan meningkatkan jumlah beeswax atau menambahkan ozokerite , isopropyl miristat dapat diganti dengan isopropyl palmitat , butyl stearat , butyl oleat , propilen glikol monooleat , atau propilen glikol monolaurat . Untuk jenis “ make up “ bentuk lain yaitu bentuk krim , contoh formulanya adalah : Bagian.1: Asam stearat Sorbitol monostearat Isopropil palmitat Bagian.2 : Tween 80 Propilen glikol Air Dry powder Pengawet Parfum 15 2,5 2,0 1,5 1,5 54 15 qs qs

Dalam pembuatan alas bedak dengan pijatan , dilakukan dengan gerakan halus dan lemah lembut pada kulit muka dan leher. Dengan pijatan, ini dapat memberikan kehalusan dan dapat membuat foundation kelihatan lebih merata . Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Talk . Pemerian Serbuk halus ; putih ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif • Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air . • Netral . • Tambahan larutan titan kuning , terbentuk warna merah terang . Asam stearat • Bilangan iodium tidak lebih dari 4


• •

Suhu lebur tidak lebih dari 54 Jika dibakar→ bau malam Bereaksin sam pada tes lakmus

129

Sediaan Kosmetika
• Zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat. • Larutan+ NaOH lalu dikocok → agak berbusa pada pengenceran Zinci oxydum . Pemerian . Serbuk amorf ; putih atau putih kekuningan ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif . • Panaskan sejumlah ZnO , terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang . • Larutkan asam klorida encer , setelah ditambahkan larutan alkali hidroksida , terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan alkali hidroksida berlebih . Analisis Kuantitatif . Timbang seksama lebih kurang 1,5 gram zat uji yang baru dipijarkan , tambahkan 2,5 gram ammonium klorida P , larutkan dalam 50,0 ml asam sulfat 1 N LV , jika perlu bantu dengan pemanasan lemah . Setelah larut sempurna tambahkan jingga metil LP dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1 N LV . Khasiat : Antiseptikum lokal . Lima formula dasar dasar “ make up “ : 1. Cairan / liquid : Terdapat dalam formula pelembut dengan tambahan satin untuk kulit kering atau beraneka macam minyak bebas dengan tambahan matte untuk kulit berminyak . 2. Cream : Bagus untuk kulit kering . 3. Stick : Bekerja baik pada kulit orang dewasa , mudah diatur pemakaiannya . 4. Gabungan dua formula ( cair ke serbuk atau cream ke serbuk ) : Biasa untuk orang yang tidak suka menggunakan formula dasar yang banyak dan lebih efisien waktu . Cocok untuk beraneka jenis kulit tetapi hindarkan dari kulit yang kering sekali. 5. Pelembut warna : Biasa dipakai pada remaja kesegaran wajah dan menambah lebih muda . II. BEDAK ( FACE POWDER ) Bedak berguna untukmelicinkzn kulit,melindungi kulit dari sinar matahari,melindungi dari kekeringan dan kelembaban serta merupakan dasar dari “make-up” secara keseluruhan. Persyaratan Umum Untuk Bedak Bedak yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan,antara lain: 1. Bedak harus memiliki kemampuan untuk membungkus yang baik,sehingga dapat bekerja untuk melapisi kulit,menutupi pori-pori dan nodanoda. 2. Harus dapat menyebar dengan baik tampa adanya gumpalan,hingga dapat melicinkan dan menghaluskan kulit. 3. Harus memiliki daya lekat yang baik sehingga dapat tahan lama pada muka.

130

B.isoprofil ministat dan bionding agent emulsi seperti trietanolamin stearat. 2. Harus dapat memberikan perasaan yang lembut .Sediaan Kosmetika 4. Penggolongan Bedak A. Sebagai “Binding agent” dapat digunakan zat yang dapat larut dalam air seperti Amilum dan CMC dan zat yang tidak larut dalam air sepertiGliseril monostearat.( binding agent ) dalam campuran serbuk kemudian dicetak. kaolin.merah. Zat pewarna .merah muda.Harus mudah rata dan tidak menyebabkan perubahan warna .harus stabil. Bedak jenis ringan ( Light ) digunakan untuk kulit ringan. Zat pewangi .Selain itu juga dapat digunakan binding agent kering misalnya Mg stearat . dapat merupakan zat warna organic atau anorganik yang mempunyai sifat tidak larut dalam air dan dalam minyak. Pada umumnya hanya bersifat ringan.cera atau paraffin.tidak mudah teroksidasi dan tidak mengiritasi.propilenglikol dan zat berlemak 131 .CaO.pori-pori 2.Selain zat-zat diatas dapat pula digunakan talk .gliserin monostearat.Binding agent berminyak misalnya minyak mineral .Ca Carbonat. Zat-zat yang memiliki sifat dapat melapisi misalnya Tiatan dioksida.Lanolin.Avisel .bedak dapat dibagi menjadi 1.Tekanan tidak boleh terlalu besar dan tidak boleh terlallu kcil karena dapat menimbulkan kerapuhan dan pecahpecah pada bedak.ditekan dan dikeringkan dengan menggunakan aliran udara panas.Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan bedak adalah: 1. Berdasarkan jenis kulit. Dapat menutupi bekas-bekas luka. Mg oksida.dipilih yang segar dan menarik. 3.Kuning.kedalam sediaan ini sering juga ditambahkan humektan seperti Sorbitol.Tidak boleh terlalu cepat menguap .Mg Carbonat . 3. Bedak padat ( Compact Powders ). Atau “ blusher “ .2%-1 % kalau terlalu banyak akan mengiritasi kulit. Bedak jenis medium digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak. Berdasarkan Bentunya bedak dapat dibagi menjadi. 5. amilum . Bedak Jenis berat (Heavy) digunakan untuk kulit berminyak. 4. hingga dapat menyerap keringat.lunak dan halus. besar dan dapat melindungi kulit dari sinar matahari.Secara garis besar pembuatan bedak padat adalah dengan menmbahkan suatu pengikat.Warna-warna yang sering digunakan adalah Krem. Formula Umum Bedak Pada umumnya bedak yang baik ditentukan oleh pemilihan bahan dasar yang akan digunakan. Cetil alcohol .Seng oksida. Noda-noda hitam.Zn stearat . 1.Silika.Harus mudah rata dan tidak mengiritasi.Konsentrasinya harus serendah mungkin 0. Banyak digunakan karena bentuknya praktis. Harus memiliki daya serap yang baik. minyak. Bila bedak padat ini digunakan dengan menggunakan sikat yang halus dan dengan menggunakan zat warna yang agak banyak maka sediaan ini disebut dengan pemerah pipi .

Kedalamnya sering ditambahkan surfaktan seperti. Bedak untuk kaki Merupakan sediaan yang berguna untuk memperindah kaki atau pada oreang tua digunakan untuk menutupi urat-urat yang menonjol. yaitu: • Titanium dioksid bukanlah zat yang dapat mengecilkan pori-pori • Kemampuan melindungi kulit dari sinar matahari lebih lemah dibandingkan dengan ZnO • Kadang-kadang sulit dicampur dengan bahan dasar bedak 1. Bila dioleskan dilihat rapuh dan tidak melekat. 2. Juga: carbopol. 3. ZnO. dan. cetilalkohol. 4. 934. • Biasannya digunakan pada kasus-kasus yang alergi terhadap ZnO. Bila dijatuhkan dengan jarak 8-10 inci bentuk harus tetap tidak boleh berubah. Bi Oksiklorida .serta harus melekat dengan baik. 5. Isoprofil miristat.berpori dan tahan terhadap air. 132 .serta kulit yang kering Titanium dioksid bersifat inert dan memiliki beberapa kekurangan dibandingkan dengan ZnO.tidak tahan terhadap air dan ada kecenderungan kulit akan menjadi keriput. Pada umumnya digunakan pada malam hari dan berguna untuk memutihkan tangan dan leher . bentonit. Pengisi yang sering dipergunakan adalah air .Bentonit mempunyai sifat yang sukar menyebar . Titanium dioksid Titaniun dioksid memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan Zink oksid yaitu : • Memiliki kemanpuan yang lebih dalam menutup wadah. Ca carbonat. Bi Subnitrat dalam air dan Gliserin . 4. 3. baik noda bawaan sejak lahir atau noda pigmentasi. tetapi yang terbaik adalah ester asam lemak. 2. Bedak Cair Merupakan bedak bentuk basah sering juga disebut sebagai liquid makeup . Propilenglikol. 941. Talk. lanolin dan PEG. Kaolin. pemeriksaan tersebut meliputi: Bentuk dan warna harus stabil dalam waktu lama dan disinari. Mudah dioleskan dan tidak rapuh Warna harus homogen dapat dilihat dengan menaburkan dengan kertas putih dan diperiksa dengan kaca pembesar.Sebagai bahan dasarnya sering digunakan bentonit air dan zat warna.alcohol dalam emulsi atau hidro alcohol . Pemerisaan hasil akhir harus dilakukan terhadap bedak padat yang beredar. Pada umumnya sebagai zat pembawa adalah campuran lemak.Sediaan Kosmetika seperti lanolim mimyak mineral. veegum. TiO2. Biasanya merupakan suspensi dari ZnO . Bedak Penutup Noda Merupakan sediaan yang berguna untuk menyembunyikan noda-noda pada wajah . gom.Juga sering ditambahkan zat pengisi dan disprsing agent yang larut dalam air.Persyaratannya antara lain lapisan yang terbentuk harus elastis.

Bahan-bahan yang dipergunakan untuk itu adalah bahan –bahan dengan daya serap yang tinggi. 133 .dan MgCO3.Sebenarnya tergantung pada jenis kulit. Kaolin Koloidal Kaolin Koloidal ( Hidrated alumunium silikat )digunakan dalam bedak karena ia memiliki daya serap yang tinggi.Kaolin ini bersit kasar dan sedikit licin. sehingga jika digunakan dalan waktu yang lama akan menyebabkan iritasi pada kulit. Harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorpsi air pada wajah (berkeringat ) 2. Kanji Kanji beras pernah digunakan sebagai dasar dari beberapa Formula bedak karena memiliki beberapa keungulan sebagai berikut: • Memiliki daya serap yang baik • Memiliki daya tutp yang baik pada kulit • Memberikan rasa halus pada kulit. 3.tipe krim yang digunakan pada wajah. Absorbansi Telah disebutkan bahwa fungsi bedak salah satunya untuk menghilangkan kilapan yang ada pada wajah. Harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorpsi minyak pada wajah. Harus mempunyai kemampuan unutk bertahan lama.sehingga dapat menyerap minyak.Bahan-bahan tersebut antara lain adalah:Kaolin koloidal.Kapur precipite. Kanji.pemakaian dan jenis pekerjaan yang dilakukan.Kaolin koloidal juga memiliki memiliki daya lekat yang baik dari pada talk.Hal ini merupakan fenomena komplek yang tidak berhubungan dengan tes ilmiah manapun.Sediaan Kosmetika • Lebih mahal dari ZnO Zink Oksida Keunggulan Zink oksid dibandingkan dengan dengan zat lin yang sering digunakan dalam bedak yaitu: • Dapat melindungi kulit dari UV lebih baik daripada bahan lainnya • Dapat mengecilkan pori-pori • Dapat dipakai sebagai antiseptic • Merupakan bahan untuk melembutkan • Meningkatkan kemampuan bedak untuk menutupi wajah. Seseorang akan menilai kebaikan dari suatu bedak dari kilapan yang ada pada wajah .kadarnya tidak boleh melebihi 30 %. Beberapa hal yang perllu diingat bahwa criteria yang penting untuk membuat bedak yang baik adalah 1. Tetapi kanji beras tidak digunakan lagi sebagai bahan bedak dengan alasan: • Kecenderungan untuk membentuk Cake Pada suhuyang lembab atau apabila ada sekresi pada kullit • Dapat diubah menjadi pasta yang lengket jika basah • Kanji merupakan nutrisi yang baik untuk bakteri .

. Kadar talk dalam bedak dapat melebihi 70%.India . Zat pewarna bedak Zat pewarna yang biasa digunakan adalah zat warna organic atau anorganik yang tidak larut dalam air dan dalam minyak.dan dapat menempel dengan baik.5%.Kelembutan ini biasanya didapat dari talcum yang ditambah dengan Zn Stearat. Magnesium karbonat memiliki daya serap tiga kali lebih baik dari pada kapur. Kelicinan ( slip ) Kemampuan untuk mudah disebarkan dan penggunaannya ditalk bertujuan untuk memberikan rasa halus dikulit.seperti daya serap yang baik dan dapat menghilangkan kilapan pada wajah. 134 .contohnya adalah Oracid yang bentuknya busa kuku urea-formaldehid. Fungsi talk dalam bedak adalah sebagai pemberi rasa licin dan daya lekat yang baik ‘akan tetapi daya daya menutupi dan daya serap dari talk kurang baik. contohnya Besi ( II ) klorida memberikan warna kuning merah dan cokalt. Plastik Bahan dasar bedak dari plastic telah dikembangkan untuk digunakan dikulit . Talk berasal dari Italia . Magsium Karbonat. contohnya seperti Kanji ANM.Polietilen tidak mengiritasi kulit dan memiliki daya rekat dan daya penutup yang baik .Pelekatanbedak dapat ditingkatkan dengan penambahan emuliens seperti setil/stearil alcohol dan gliseril monostearat dengan kadar 0.dan mempunyai efek bakteriosida .5-1. Varietas dari Italia biasanya digunakan untuk mendapatkan kualitas yang baik.Akan tetapi kapur dapat merusak kelicinan produk. Talk Talkum adalah Hidrat magnesium silikat.Sedangkan warna hijau dan biru dihasilkan oleh zat warna ultramarine.Komponen-komponen anorganik yang bersifat racun superti timah hitan dan turunan arsen tidak boleh digunakan karena dapat mengiritasi kulit.licin dan menempel dengan baik.Kadar kapur tidak boleh lebih dari 15%.dengan ukuran 1-10 mikrons.mesir.Sediaan Kosmetika Pada saat ini kanji telah banyak dimodifikasi dan digunakan dibanyak industri kosmetik. Bahan Pelekat Bahan pelekat merupakan satu bagian penting dri bedak. Talk harus disterilisasi dengan baik.Kanji jenis ini memiliki keunggulan yaitu memiliki daya serap yang tinggi . Kapur juga sudah memenuhi persyaratan USP.karena bila tidak dapat mengan dung spora tetanus. Kadar MgCO3 dalam Formula biasanya 5%. dan jepang.sehingga untuk menutupi kesalahan ini talk harus dikombinasikan dengan bahan lain.Kapur tidak menyebabkan kulit menjadi kering. Kadar polietilen tidak boleh lebih dari 44 mikron Polimer yang digunakan adalah polimer BM tinggi seperti polietilen terftalat.( slip ). Penggunaan Polietilen sebagai pengganti talk pada bedak telah banyak digunakan.Zat warna anorganik ini baik diperolehsecara alamiah ataupun secara sintetik .Isophtalat atau kopolimer dari 2monomer tersebut . Kalsium karbonat precipitated ( kapur Precipitates) Kapur juga memiliki keunggulan yang hampir sama dengan kaolin.

Namun Winter ( 19 ) membuat suatu formula bedak yang banyak diminati orang yang berjenis kulit Kasar dan kering karena mengandung lemak “ fatty Powder “ .tidak bo0leh terlalu cepat menguap.maka dibuat lah berbagai formula bedak. Formulasi Bedak Berdasarkan jenis kulit yang berbeda-beda dari setiap orang . dipilih yang segar dan menarik .harus mudah merata dan tidak boleh menyebabkan perubahan warna.Konsentrasinya harus serendah mungkin 0. Talk 80% Zink oksid 5% Zink Stearat 5% Kanji beras 10% Pewangi dan pewarna qs 2. Bedak jenis medium .Dengan maksud untuk menyesuaikan jenis kulit tersebut . digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak.Sediaan Kosmetika Zat Pewangi Bedak Pada umumnya hanya bersifat ringan . Formulanya adalah sebagai berikut.2-1%.Harus stabil dan tidak teroksidasi dan tidak mengiritasi.Berikut ini akan dipaparkan beberapa variasi formula bedak sesuai dengan jenis kulit yang ada : Bedak jenis ringan ( Light powder ) Yang dipergunakan untuk kulit kering . 1. Bedak jenis berat( Heavy ) Digunakan untuk kulit berminyak Formulanya adalah sebagai berikut: Talk Zink oksid Zink Stearat Kapur precipitate Pewangi dan pewarna 30% 24% 6% 40% qs.karena jika terlalu banyak akan mengiritasi kulit. Formulanya adalah sebagai berikut : Talk 50% Kanji beras 15% Kapur Precipitete 15% Zink Oksida 15% Zink stearat 5% 3. Formulanya adalah sebagai berikut: Vaselin 50 bagian Beeswax Putih 40 bagian Petroleum Jely 40 bagian Stearin 20 bagian Gliseril monostearat 75 bagian 135 .

terbentuk warna merah terang . Analisis Kualitatif . tidak berasa . • Tambahan larutan titan kuning .. kaolin ... Analisis Kualitatif • Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air .. Zno . • Zat pewarna . Precipated chalk…………………………………………………. terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang . Serbuk amorf .. amilum ... 136 . tidak berasa ..... • Zat pewangi .. Talk . vicel . Zinci oxydum . CaO . • Zat yang mempunyai sifat dapat melapisi .. Rice starch………………………………………………………… Parfum dan Warna ………………………………………………. • Panaskan sejumlah ZnO . tidak berbau .. Pemerian Serbuk halus . putih . Pemerian ... Parfum dan Warna………………………………………………. Zn stearat………………………………………………………….. MgCO3 .. Talk.. Formulasi Umum Bedak . CaCO3 .... misalnya TiO2 ... 80 % 5% 5% 10 % qs 30 % 24 % 6% 40 % qs Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat . Zn stearat .... Contoh Formulasi untuk face powder : A. talk .... MgO ... silica . putih atau putih kekuningan ... B..... Talk………………………………………………………………… ZnO………………………………………………………………… Zn stearat…………………………………………………………..………………………………………………………………… ZnO…………………………………..lalu tambahkan : Talk 1000 bagian Gerus kembali biarka sampai kering diayak dengan pengayak lalu kemudian ditambahkan zat pewagi secukupnya.Sediaan Kosmetika Prosedur: Dalam pembuatanya semua bahan diatas dilelehkan secara bersama-sama sambil terus diaduk lalu ditambahkan : Air panas 500 bagian Lanjutkan penggerusan sampai terbantuk emulsi .. • Netral .... tidak berbau ...

tidak berasa Analisis Kualitatif Didihkan 1 bagian dengan 50 bagian air. dinginkan dan saring . Cuci saringan dan labu terus menerus dengan air sampai tidak ada asam.tidak berbau. Analisis Kuantitatif . Talk 65% ZnO 20% Zn sterarat 5% Pricepated 10% Parfum dan warna qs 137 . Beberapa variasi formula dari face powder : a. larutkan dalam 50. Khasiat : Antiseptikum lokal . cairan sisa ditest dengan zink test .5 gram ammonium klorida P .05 M disodium etilen diamide tetra asetate sampai larutan berwarna biru . Masukkan filtrat dan cuci dengan 15ml amonia-amonium klorida buffer dan 0. Campur 25 gram dengan 200 ml air hangat . terbentuk larutan kanji yang tidak transparan hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P .Sediaan Kosmetika • Larutkan asam klorida encer . Tambahkan larutan iodium P. Panaskan kira – kira 1 gram Zn stearat dengan 50 ml asam sulfat 0. panaskan larutan sampai kira-kira 40˚ dan tetrasi dengan 0. Zn stearat . Setelah larut sempurna tambahkan jingga metil LP dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1 N LV . lalu uji dengan keras lakmus . dinginkan campuran dan pindahkan permukaan padat dari asam lemak . Simpan asam lemak yang dipisahkan pada identifikasi A dalam filter wetted dengan air . Timbang seksama lebih kurang 1.2ml eriochrome black T. kemudian larutkan dengan asam . Rice Strach Pemerian Serbuk sangat halus. atau sampai permukaan asam lemak bersih. saring dalam beaker kering saat panas . tambahkan air jika perlu untuk menjaga volume asli.0 ml asam sulfat 1 N LV . Analisis Kualitatif . jika perlu bantu dengan pemanasan lemah .putih. tambahkan 2. biarkan dingin .1N selama 10 menit .5 gram zat uji yang baru dipijarkan . Kumpulkan asam lemak dalam beaker glass kecil . Analisis Kuantitatif . dan cuci dengan air mendidih sampai bebas dari sulfat . terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan alkali hidroksida berlebih . terjadi warna biru yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali . setelah ditambahkan larutan alkali hidroksida . dan keringkan pada suhu 105 0C selama 20 menit sampai asam lemak mengental tidak di bawah 54 0C . tuangkan airnya . tambahkan 60 ml H 2SO4 2N dan didihkan sampai asam lemak terpisah dan membentuk permukaan transparan .

ZnO Talc Zn strerat Pricepated chalk (light) Rice strat Kaolin f. Vaseline White beeswax Petroleum jelly Stearin Gleceryl monostrearat 60% 15% 5% 20% qs 15% 5% 15% 15% 50% 10 % 20% 6% 14% qs 16% 37 % 5% 8% 8% qs 50% 10 % 20% 6% 14% Analisis Kualitatif dan kuantitatif zat TiO Analisis Kulitatif Pada 500 mg asam sulfat dan di panaskan perlahan . massa tidak berubah . Water proof chalk base Zn atau Mg strearat Kaolin TiO Talc Parfum dan warna e. Didinginkan pada suhu 0 C.Sediaan Kosmetika b. Petrolium Jelly Analisis Kualitatif Berwarna kunimg gadimg atau putih dan lunak . Setelah uap sulfur trioksida muncul lanjutkan pemanasan selama 1 menit . ZnO Zn sterarat Rice starch Pricipted chalk d. Pada 5 ml filtrat bersih tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida maka akan muncul warna merah/orange.Dinginkan suspensi. Larut dalam pelarut organic dan tidak larut dalam air dan alcohol. Magnesium Strearat 138 . Talk ZnO Zn sterarat Kaolin Parfum dan warna c. cairkan dengan air sampai 100ml lalu disaring .

dinginkan. hangatkan sisa dengan 10ml air saring cuci penyaring dengan 5ml air.licin. tanbahkan 50ml air dan 10 ml larutan ammonia P.kumpulkan filtrat dan cairan cucian. Panaskan diatas penamgas air selama 10 menit.05% b/v Dalam Trimetil pentana P pada 290mm tidak lebih dari 0. dinginkan saring .Sediaan Kosmetika Pemerian Serbuk halus.pijarkan pada sisa tambahkan 10HCL 100% v/v P. Analisis Kuantitatif • Refluk 2g dengan 100ml asam klorida 0.tidak berasa. Analisis Kualitatif Panaskan 1g dengan campuran 25ml air dan 5ml asam klorida P.kuning muda sampai kuning.dan tidak berasa Analisis Kualitatif 139 .tidak berbau.licin . Analisis kulitatif Lebur 1g dengan 2g natrium karbonat anhidrat P. dinginkan dan saringkan. 1ml dinatrium edetat 0. pijarkan hingga kering .2 N selama 5 menit .dan mudah melekatpada kulit.yang diperoleh lebih dari 10mg . Khasiat: Zat tambahan.Penyerap .bening.5 Khasiat : zat Tambahan. Vaseline album Pemerian Massa lunak.putihlbebas dari butiran kasarltidak berbau. Kaolin Pemerian Serbuk ringan. sifat ini tetap setelah zat di leburkan dan di biarkan himgga dingin tanpa di aduk.05 M sebanding dengan 20015 MgO.uapkan 50ml filtrat . Larutkan sisa dalam 10ml asam klorida P.lapisan minyak memadat pada suhu 50 Cdan la[pisan air menunjukkan reaksi magnesium. Analisis Kualitatif Serapan Ultraviolet serapan –1 cm larutan 0.lengket.pijarkan pada suhu 600 .berflouresensi lemah.didihkan 2g dengan 200ml dan 20ml asam nitrat encer P menggunakan pendingin alir balik selama 5 menit .bening.putih.lengket. Analisis kuantitatif Timbang seksama 500mg . • Memenuhi uji batas klorida : pengujian dilakukan menggunakan 50ml filtrat yang di peroleh sebagai berikut .juga tidak di cairkan.zat tambahan .bau lemah khas.putih. Vaselin flavum Pemerian Massa lunak.terbentuk endapan menyerupai gelatin .sifat ini tetao setelah zat di leburkan dan dibiarkan dingin tanpa di aduk. Khasiat :Antasidium . Pada kumpulan filtrat dan ciran cucian tambahkan 3ml asam klorida P.

Talcum Sodium lauryl sulphate TiO2 Zn stearat In organic pigment Mineral oil Spermaceti Cetylalkohol Lanolin Glycerine Hexa chloroprophane Alkil dimetil benzyl ammonium ( klond 50 % ) Methyl – p – hydroxybenzoate Propyl – p – hydroxybenzoat Perfume Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat .05% b/v dalam trimetilpentana p pada 290mm tidak lebih dari 0. Gliserin .09 % 0.50 % 1.09 % 0. tidak berwarna . Jika disimpan beberapa lama membentuk massa hablur tak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai lebih kurang 20 0 C. manis diikuti rasa hangat . Analisis Kuantitatif .25 % 1. Berdasarkan Bentuk bedak dapat di bagi menjadi: 1.25 % 0.00 % 4.20 % 0. Koalin ZnO Principated chalk Talc Compact Binder (e. terjadi uap merangsang .50 % 11.00 % 1.25 % 0.50 % 0. higroskopik . jernih . Laju aliran gas pembawa sekitar 70ml/menit .75 Khasiat :zat tambahan Gliceryl Monostrerat Analisis Dengan kromatografi gas dengan instrumen yang dilengkapi dengan flame ionization detector dan terdiri dari kolom bororsilikat .Bedak padat (compact powder) Formulasi umum : a.12 % b. Suhu dipertahankan pada 190 C-220 C. • Panaskan dengan kalium bisulfat P. 140 .g soap) Parfum dan warna 20% 15 % 25% 32% 8% qs 61. tidak berbau .00 % 7.Sediaan Kosmetika Serapan Ultraviolet serapan –1 larutan 0.50 % 3.75 % 7. Pemerian : Cairan seperti sirop .

Analisis Kuantitatif : Refluks perlahan 5 g dengan 5 ml asam sulfat encer P selama 5 menit saring selagi panas . • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . Spermaceti / setaseum . putih mutiara . Propil – P – hidroxybenzoat . suhu lebur 42 0 – 50 0C . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . Titrasi dengan Natrium tiosulfat 0. Kocok berulang – ulang selama 15 menit . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . Tambahkan 0.Sediaan Kosmetika Jika dibakar dengan sedikit natrium tetraborat P di atas nyala api . masing – masing sekitar 1. tambahkan segera 50 ml brom 0. didihkan dengan 50 ml NaOH 1N selama 30 menit . Bedak Cair ( Liquid Powder ) . licin .1N dan 10 ml asam klorida P . 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . pindahkan labu bersumbat kaca .0 . Khasiat : Zat tambahan .1N . Pemerian : Massa hablur .3 ml larutan dimetilglioksin P 1 % b/v dalam etanol ( 95 % ) P . lakukan penetapan blanko .5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol . Tambahkan 30 ml larutan iodida P . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. Setil alcohol . Khasiat : Zat tambahan . Dinginkan . Dinginkan . • 141 . kemudian ammonia encer P secukupnya hingga tepat bereaksi alkalis terhadap kertas lakmus P . 2. Analisis Kuantitatif : Timbang seksama 100 mg . Tidak terjadi warna merah jambu . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . terjadi warna nyala hijau . sambil mengganti kehilangan air karena penguapan . bening . bau dan rasa lemah .

... Pemerian : Serbuk hablur renik . Preservative and perfume ………………………. 65 % Preservative and perfume ………………………... putih . 7% Perfume …………………………………………. Colouring Water Gum Tragacanth ( 0. TiO2 …………………………………………. Bi subnitrate……………………………………. Terjadi uap nitrogen oksida . Menunjukkan reaksi bismuth dan nitrat . ZnO……………………………………………... sisa berwarna kuning . Na karraginate…………………………………. ZnO…………………………………………….. 65 % B. 10 % 10 % 10 % 25 % 15 % 30 % qs 5% D. Talc……………………………………………...5 % Viegum HV…………………………………… 0. 15 % Water………………………………………….Sediaan Kosmetika Formulasi Umum : A.5 % Talc……………………………………………. qs C. qs Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat : Bi – subnitrat . 3 % Chalk…………………………………………… 15 % Kaolin…………………………………………… 2% Colouring matter Glycerine………………………………………. Analisis Kuantitatif : 142 . tidak berasa .. tidak berbau . berat . Starch ( amilum )……………………………….. l2 % Propylene glyco………………………………. 5% ZnO……………………………………………. 2% N – propilalkoho……………………………….... Analisis Kualitatif : Pijarkan . 10 % MgCO3 ………………………………………… 4% TiO2 …………………………………………………………………… 1 % Colour pigments………………………………..5 % solution )…………… Glycerine……………………………………… Water…………………………………………. 10 % Glycerine ……………………………………… 15 % Rose water…………………………………….. l5 % Water………………………………………… 68.

Analisis Kualitatif : • Iodoform test : ( . dan 4 ml air .) Zat + P. Pemerian : Hampir tidak berbau . Khasiat : Zat tambahan . tidak berwarna . Propilen glikol . kocok .2 ml larutan timbal ( III ) asetat P 20 % b/v . Propanol . Analisis Kualitatif : • Pada 5 ml larutan timbal ( III ) subasetat P . 143 . tambahkan tetes demi tetes ammonia encer P hingga terjadi warna biru . Khasiat : Adstringen saluran pencernaan . terjadi warna biru tua . saring . Khasiat : Zat tambahan . Gom Arab .05 M hingga terjadi warna kuning . • Pada 20 ml larutan 0. campuran berwarna hijau ( perbedaan dari gom akasia dan agar ) . • Sedikit serbuk dalam larutan merah nitenium P . tambahkan 0. Tragakan .25 % b/v tambahkan 100 ml larutan timbal asetat 20 % b/v terbentuk endapan menjonjot . Zat + piperonal---------→ merah . jika terjadi warna ungu . tidak terbentuk endapan . Tambahkan 200 ml air dan 0.3 ml larutan ungu kateka P . seperti lendir . asamkan . larutkan dalam campuran 2 ml asam nitrat P . hampir tidak berasa . Titrasi dengan Dinatrium edetat 0. 20 ml glycerol P .02 N .Sediaan Kosmetika Timbang seksama 500 mg .05 M setara dengan 19.5 ml larutan benzidina P 1 % b/v dalam etanol ( 90 % ) P . biarkan selama 1 menit . tidak terlihat butir – butir merah . diperiksa dengan mikroskop . Pemerian : Tidak berbau . 1ml dinatrium edetat 0. • Larutan dengan pengocokan 250 mg dalam 5 ml air . nitrobenzoat -------→ ↓ terjadi endapan . larutan berkabut tapi tidak terjadi endapan . Pemerian : Cairan jernih . pada filtrat tambahkan 10 ml larutan timbal subasetat P . • Pada 10 ml larutan 2 % b/v tambahkan 0.45 mg Bi . tambahkan 50 ml air . terjadi flokulasi putih . rasa tawar . Analisis Kualitatif : • Pada 100 mg serbuk tambahkan 1 ml iodium 0. Pemerian : • • • Zat + H2SO4 --------→ propilen .

6 % Umber ………………………………………………. preservative and perfume …………. Uapkan filtrat hingga lebih kurang 50 ml ...2. Analisis Kuantitatif : Refluks 500 mg dengan 3. tidak terjadi bau akrolein . Ditambahkan larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih ..20 % Isopropyl alcohol ………………………………………. biarkan 1 malam pada suhu 4 0C . Formula yang mengandung TiO2 : 144 ..2. • Ditambahkan reagensia kuning titan menghasilkan endapan merah .….9 g trifenilmetilklorida P dan 5 ml piridina P di tangas air selama 1 jam . ZnO……………………………………………………6 % Chalk …………………………………………………16 % Methyl selulosa ………………………………………0...5 % Propylene glycol …………………………………….100 % 4. tak berwarna . Formulasi : A. Saring .. tak berbau .1 % Metyl cellulose ( 1500 viscosity grade ) ………………0.5 % Water . Suhu hablur sekitar 176 0C . tambahkan 100 mg arang jerap P . • Ditambahkan NaOH menghasilkan endapan putih . larutkan dalam aseton P 100 ml hangat . Bedak untuk Kaki . campur .qs B. Bedak Penutup Noda . Zn stearat……………………………………………… 2 % TiO2 …………………………………………………. Analisis Kualitatif : Panaskan perlahan – lahan dengan kalium bisulfat P ..5 % Colouring matter . Lanjutkan pemanasan hingga kering . jernih .5 % Glycerine ……………………………………………. dinginkan . keringkan hablur dengan aliran udara .5 % Veegum ………………………………………………. perfume . 3.16 % Water ……………………………………………….5 % Red oxide ……………………………………………..5 % Yellow oxide …………………………………………. 61. saring .Sediaan Kosmetika Cairan kental . terjadi uap berbau enak . Analisis Kualitatif : • Ditambahkan larutan ammonia menghasilkan endapan putih seperti gelatin .0. • • • Ditambahkan HCl encer menghasilkan gas CO2 ditandai adanya gelembung – gelembung gas .. Magnecium carbonate ( MgCO3 ) .3. higroskopik . representative sampai …………….. Ditambahkan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih . rasa agak manis .

III. Harus stabil baik warna maupun bentuk 2. Persyaratan dari pemerah pipi 1.Sediaan Kosmetika Trietanol amin …………………………………………. tidak berwarna hingga kuning pucat . baik berupa cacat.0 % Aquades ……………………………………………….5 % Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat : Trietanol amin .0 % CMC ……………………………………………………. Analisis Kualitatif : Tambahkan sedikit demi sedikit lebih kurang 1 gram pada 50 ml air hangat sambil diaduk hingga mendispersi dengan rata . Analisis Kualitatif : Pada 1 ml tambahkan 0. bercak atau noda hitam.3. red ochre.2 mg triethanolamine dihitung sebagai N( C2H4OH )3 CMC . karmin+NH4OH.cochineal. terjadi uap yang merubah warna kertas lakmus merah P basah menjadi biru .1 ml larutan tembaga ( II ) sulfat P . Pada 1 ml tambahkan 0. 1 ml asam klorida 1 N setara dengan 149. Titrasi dengan asam klorida 1 N menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil P .. vermillion. Panaskan perlahan – lahan 1 ml .5 % Propilen glikol …………………………………………. brazilwood. dinginkan memenuhi syarat : pada 5 ml tambahkan larutan barium klorida P dengan volume yang sama ..5 % TiO2 …………………………………………………….0. terjadi warna biru tua .62. sandalwood. higrokopis .6. Harus homogen dan halus 3.3 ml larutan kobalt ( II ) klorida P . lanjutkan pengadukan hingga diperoleh suspensi koloidal . Zat warna yang digunakan adalah Zat warna yang tak larut air seperti ferri oksidsa.5.. Harus mudah digunakan 145 . bau lemah mirip amoniak . Tambahkan 5 ml larutan natrium hidoksida encer P didihkan hingga sisa sepertiga volume semula . tambahkan 75 ml air . terbentuk endapan halus putih . warna biru tetap . PEMERAH PIPI (Raugh/ blusher/ blush on) Pemerah pipi adalah sediaan yang berguna untuk memberi warna merah pada pipi.. masukkan ke dalam labu erlenmeyer – 300 ml .9. cinnabar. Analisis Kuantitatif : Timbang seksama 2 gram . Pemerian : Cairan kental . terjadi warna merah karmin .0 % Pewarna …………………………………………………. menampilkan warna kosmetik yang lebih lembut pada wajah dengan membuat garis bentuk muka (contour) yang lebih baik dan mengurangi tampilan yang kurang baik pada wajah.

Titanium dioksid. Pemerah pipi padat adalah bentuk yang paling dikenal dan paling susah dibuat. Berdasarkan basisnya pemerah pipi dapat dibagi menjadi : • Pemerah pipi dengan dasar emulsi A/M • Pemerah pipi dengan dasar emulsi M/A • Pemerah pipi dengan salep yang tidak berair 2. oksida-oksida organic. karena tidak hanya membutuhkan pengetahuan cara untuk membuat. 146 . kaolin.Sediaan Kosmetika Penggolongan Pemerah Pipi 1. menyebabkan iritasi. rusak. Pada dasarnya pemerah pipi padat adalah bedak berwarna yang mengandung bahan pengikat yang membantu memadatkan bedak Bahan mentah dalam pembuatan pemerah pipi padat adalah talk. Berdasarkan bentuknya pemerah pipi dapat dibagi menjadi : • Bentuk padat (“Dry Rouge”) sering juga disebut “compact rouge/ blush on rauge” . Logam-logam stearat sekarang digunakan secara luas sebagai pengikat kering untuk pemerah pipi padat. Jumlah yang digunakan antara 4-10 %. MgCO3. Pewarna yang digunakan adalah bahan pewarna dengan toner organic. toner yang dikurangi derajat pengurangan (anorganik oksid) adalah pewarna utama karena pewarna itu sendiri memberikan bayangan yang diinginkan. retak atau terlalu keras Diantara kerusakan umum dari pemerah pipi padat. Zinc oksid digunakan untuk meningkatkan daya adhesi dari pemerah pipi memberi opositas dan digunakan dalam jumlah antara 5-10 %. tetapi juga peralatan pabrik yang khusus. Formulanya: persen Talk Kaolin Zn stearat Zn oksid MgCO3 Kanji beras Titanium dioksid Pewarna 48 16 6 5 5 10 4 6 Pemerah pipi padat harus memenuhi persyaratan : 1) Halus dan bebas dari gumpalan-gumpalan seperti pasir 2) Mudah digunakan dan dapat melapisi serta melekat baik 3) Warna harus homogen dan tidak mengandung air sama sekali 4) Kekuatan menutup baik 5) Ukutran partikel sangat kecil 6) Sesuai dipadukaaan dengan warna kulit 7) Mudah dibersihkan tanpa pembersih Khusus 8) Tidak boleh patah. Zinc stearat. kapur precipitate. juga ditemukan bentuk yang terlalu bubuk menjadi debu. pewarna dan parfum. keras tidak menyatu dengan baik pada kulit atau berlapis saat dihapus dengan tiupan.

vermillion.Bagaimanapun harus diingat bahwa pemerah pipi padat yang kering itu digunakan dengan hemat. sehingga bisa terpakai sampai lama. Tipe umum adalah sebagai berikut: o Bahan pengikat yang larut dalam air o Bahan pengikat yang tidak latut dalam air o Bahan pengikat emulsi o Bahan pengikat kering Bentuk batang (“stick rouge”) Merupakan pemerah pipi dengan basis malam. cinnabar. Sebagai basis dapat digunakan basis teremulsi atau basis yang tak mengandung air (“nonaques/anhidrat) Pemerah pipi bentuk krim harus memenuhi persyaratan: 1) Harus mempunyai titik leleh 50 2) C Pembagian Zat warna dan partikelnua harus homogen 0 147 . Banyak macam kombinasi bahan pengikat yang ditawarkan dan digunakan. untuk menyamarkan permukan wajah atau lebih dikenal penyamar pipi. Penggunaan zat warna asam Bromo tidak bijaksana karena kemungkinan menyebabkan dermatitis pada kulit dengan pencahayaan langsung.0 30.6 5.0 2. Contoh formulanya: Persen Lilin Candelilla Lilin Carnauba Beeswax Minyak mineral Lanolin Isopropil miristat Pewarna • 8.0 • Bentuk Krim (“Krim Rauge”) Tipe ini istimewa karena pemakaiannya mudah. Red ochre. teksturnya lembut.4 4. walau kadang juga digunakan warna kuning muda dan coklat bahkan putih.0 17. Zat warna tersebut diantaranya adalah feri oksida. hampir sama dengan basis pemerah bibir hanya lebih banyak emoliennya dan lebih lunak. sandalwood. Warna pada umumnya merah atau merah muda.0 33. cochineal.Sediaan Kosmetika biasanya ditambah air dan minyak yang mudah larut. Karena bentuk padat yang tebal maka parfumnya dapat terlepas dengan lambat. Faktor yang penting dalam membuat pemerah pipi padat yang baik adalah bahan pengikat yang tepat. karmin+NH4OH. Bentuknya secara umum sama walaupun lebih sering diameternya lebih besar (sekitar 2 cm). tercampur sempurna dengan bedak. Parfum yang digunakan dalam pemerah pipi padat harus mempunyai wangi yang khas (sesuai). penampilannya menarik. brazilwood.

Pemerah pipi cair harus memenuhi persyaratan yaitu viskisitas yang cukup agar dapat mengalirdengan baik dan dapat mongering dengan cepat. juga bisa berupa cairan yang kental atau bentuk “clear gel” yaitu suatu bentuk dengan penambahaan “gelling agent” seperti karbopol.4 3. Tidak boleh bereaksi dengan wadahnya . Contoh formulanya : Air D&C merah no. tidak berbau. tidak berasa Analisis Kualitatif • Jika dimasukan ke dalam air akan segera memeasuki dinding tabung 148 .2 qs Sebagai zat pewarna sering digunakan campuran karmin dan NH4OH.Sediaan Kosmetika 3) Bila ditaruh dalam lemari pemanas dengan sssuhu40 4) C selama 1 bulan tidak boleh ada perubahan. • 0 Bentuk Cair (“Liquid Rauge”) Merupakan pemerah pipi bentuk cair biasanya dalam bentuk suspensi. putih.8 2.1 qs Dalam hal pencegahan pewarnaan yang tebal dan partikel putih yang inert maka dapat disempurnakan dengan pemakaian zinc stearat yang dilumatkan dalam air untuk mendapatkan hasil yang berbentuk lotio.6 4. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Talk Pemerian Serbuk halus. biasanya ditaruh pada suhu kamar selama 2 minggu tidah boleh ada perubahan. Contoh formulanya adalah sebagai berikut: Propilen glikol Polovinil alcohol Sorbitol heksaasetat Titanium dioksid Kapur Zinc stearat Pewarna Parfum Persen 34 25 25 5. Pada bentuknya yang paling sederhana.4 0.5 10. dengan akhir matte. emulsi M/A atau A/M. 28 Carbowax Metil-p-hidroksi benzoate Parfum Persen 89.0 0. beberapa suspensi agak cepat menempatinya dan konsekuen diperlukan pengocokan yang seksama sebelum pemakaian . Pemerah pipi cair dibuat dengan penambahan gom atau pengental sintesis untuk meningkatkan viskositas dan sejumlah kecil zat pembasah untuk memudahkan penyebarannya.

putih atau putih kekuningan. saring. terbentuk warna merah terang Kaolin Pemerian Serbuk ringan. tambahkan 60 mL asam sulfat 2N dan didihkan sampai asam lemak terpisah dan membentuk permukaan transparan. lalu diuji dengan kertas lakmus. tuangkan airnya. Simpan asam lemak yang dipisahkan pada identifikasi A dalam filter watted dengan air. dinginkan. dinginkan campuran.05 M disodium etilen diamid tetra asetat sampai larutan berwarna biru. cuci penyaring dengan 5 mL air. Saring dalam beaker kering saat panas.2 N selama 5 menit. uapkan 50 mL filtrat hingga kering. Analisis Kuantitatif • Refluks 2g dengan 100 mL asam klorida 0. Cuci saringan dan lab uterus menerus dengan air sampai tidak ada asam. cairan sisa di test dengan Zink test. hangatkan sisa dengan 10 mL air. atau sampai permukaan asam lemak bersih. tidak berasa.2 mL eriochrome black T. pengujian dilakuka menggunakan 50 mL filtrat yang diperoleh sebagai berikut. pijarkan pada suhu + 6000C . Masukan filtrate dan cuci dengan 15 mL ammonium-amonium klorida buffer 0. tidak berbau .licin.1N selam 10 menit. putih. didihkan 2g dengan 80 mL dan 20 mL asam nitrat encer pekat menggunakan pendingin alir balik selama 5 menit.Sediaan Kosmetika • • Netral Tambahkan larutan titan kuning. dinginkan dan saring. tambahkan air jika perlu untuk menjaga volume asli. Zinci Oxydum Pemerian Serbuk amorf. Panaska larutan sampai kira-kira 400 dan titrasi dengan 0. terbentuk endapan menyerupai gelatin. dinginkan dan saring Khasiat : Zat tambahan: penyerapan Zn stearat Analisis Kualitatif Campur 25 gram dengan200mL air hangat. tidak berasa 149 . dan keringkan pada suhu 1050 selama 20 menit sampai asam lemak mengental tidak dibawah 540C Analisis kuantitatif Panaskan kira-kira 1g Zn Stearat dengan 50 mL asamsulfat 0. saring. kumpulkan filtrat dan cairan cucian tambahkan 3 mL asam klorida P. kemudian larutkan dengan asam. dan cuci dengan air mendidih sampai bebs sulfat.bebas dari butiran kasar. tidak berbau. Umpulkan asam lemak dalam beaker glass kecil. licin Analisis Kualitatif Lebur 1 g dengan 2g Natrium karbonat anhidrat P. yang diperoleh lebih dari 10 mg • Memenuhi uji batas klorida . biarkan dingin. dan pindahkan permukaan padat dari asam lemak.

Khasiat : antiseptikum local MgCO3 Analisis Kualitatif • Ditambahkan larutan ammonia menghasilkan endapan putih seperti gelatin • Ditambahkan NaOH menghasilkan endapan putih • Ditambahkan regensia kuning titan menghasilkan endapan merah • • • Ditambahkan HCl encer menghasilkan gas CO2 ditandai adanya gelembunggelembung gas Ditambahkan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih Ditambahkan larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih Kanji beras (Rice Starch) Pemerian Serbuk sangat halus.Sediaan Kosmetika Analisis kualitatif • Panaskan sejumlah ZnO. terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang • Larutkan asam klorida encer. terbentuk endapan putih yang larut dalm larutan alkali hidroksi berlebih Analisis kuantitatif : Timbang seksama 1. labu didih 100 mL disatukan dengan gelas erlenmayer. terus titrasi kelebihan asam sulfat dengan NaOH . Tambahkan larutan yodium P. tambahkan 30 mL larutan yang dibuat dengan melarutka 40 g potasium hidroksida didalam 500mL aldehid bebas alcohol pada temperature tidak melebihi 15. larutkan dalam 50 ml asam sulfat 1N . terjadi warna biru yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali.5 g ammonium klorida Pasal . terbentuk larutan kanji yang tidak transparan. Pada 5 mL filtrate bersih tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida. Setelah uap sulphur trioksida muncul. hamper tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. Bila perlu bantu dengan pemanasan lemah . setelah larutan sempurna terbentuk hangatkan hingga suhu 150 . Maka akan muncul warna kuning merah/orange Beeswax Tes awan safonifikasi Masukkan 3 g kedalam labu ukur. Setelah larut sempurna tambahkan metil jingga . Titanium dioksid Analisis Kualitatif Pada 500 mg asam sulfat dandipanaskan perlahan. cairkan dengan air sampai 100 mL lalu disaring. lanjutkan pemanasan selama 1 menit.5 g zat uji yang baru dipijarkan . tidak berasa Analisis Kualitatif Didihkan 1 bagian dengan 50 bagian air. tambahan 2. Dinginkan suspensi. tidak berbau. setelah ditambahkan alkali hidroksida. putih.

saring.terjadi uap berbau enak. keringkan hablur dengan aliran udara.3% . Merupakan turunan fluorescein yang terhalogenasi sperti bromo acid. Zat warna harus mempunyai viskositas rendah. Zat warna yang digunakan harus memenuhi syarat :  Dapat bersifat sebagai penetrasi pada kulit bibir . Putar labu pada penangas tadi ketika penangas dan larutan dingin. merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pemerah bibir. dapat memnbentuk lapisan yang stabil . Zat warna. ros dan jingga. carnauba wax. Zat warna yang sering digunakan yaitu : ♦ Staining Dyes.9 g Trifenilmetilklorida Pdan 5 mL piridina P di tangas air selama 1 jam. minyak wijen. Minyak-minyak ini juga berguna untuk melarutkan . Sering juga digunakan minyak mineral. biasanya digunakan minyak tumbuh-tumbuhan seperti minyak zaitun. digunakan dalam konsentrasi 2 . Tidak boleh ada pemisahan. lemak dan malam. cetaceum. campur. jernih. 2.  Dapat melapisi bibir dengan baik untuk menutupi kekasaran. Refluks campuran selama 2 jam. tidak kering dan mudah dihapus. mudah digunakan. Untuk memadatkan formula dapat digunakan malam.Sediaan Kosmetika kamardan tambahkan aldehid bebas alcohol hingga 1000 mL. Larutan tidak menunjukkan bentuk awan/globul sebelumsuhu mencapai 650 C Propilen glikol Pemerian Cairan kental. Warna – warna yang digunakan bervariasi dari merah. candelilla wax. 3. terlalu keras dan terlalu lunak karena adanya pengaruh suhu. 2. tidak berbau dan stabil. higroskopik Analisis kualitatif Panaskan perlahan-lahan dengan kalium bisulfat P. halus dan homogen. ozokerite. 151 . eosin. Bentuk dan bau harus menarik. stearil alkohol dsb. masukkan thermometer kedalam larutan kemudian masukkan labu kedalam penangas air pada temperature 800C. tidak terjadi bau akrolein Analisis Kuantitatif Refluks 500 mg dengan 3. Pemerah Bibir (Lipstick) Merupakan sediaan kosmetika yang berguna untuk memerahkan bibir atau merubah bentuk bibir hingga kelihatan lebih menarik. takberbau. Pemerah bibir umumnya merupakan suatu dispersi zat warna dalam minyak . Uapkan filtrate hingga lebih kurang 50 mL. larutkan dalam aseton P 100 mL hangat. minyak jarak dsb. Tidak berbahaya pada kulit. parafin. Tidak boleh rapuh. Basis/ Dasar. rsa agak manis. 4. saring. merupakan zat warna yang dapat menodai bibir dengan warna yang diingini. Pemerah bibir harus memenuhi persyaratan : 1. Basis merupakan basis berlemak yang mudah dioleskan pada bibir. dan tetrafluorescein. biaaarkan 1 malam pada suhu 40C. tak berwarna. dinginkan. Pada akhir refluks buka labu. Suhu hablur sekitar 1760C IV. cetyl alkohol. tambahkan 100 mg arang jerap P. Formula umum pemerah bibir biasanya terdiri dari : 1. Lanjutkan pemanasan hingga kering.

3. propil galat. Pembagian zat warna dalam basis minyak harus homogen. Dapat bersifat anorganik maupun orfganik. Zat pewangi ini sangat berguna untuk menutupi bau yang tidak enak dari lemak. Waktu pecah ( breaking point) dapat diperiksa dengan menegakkan sediaan dan diberi tekanan dengan suhu diatur 250C. Kestabilan dari parfum dapat diperiksa dengan memasukkannya kedalam pemanas dengan suhu diatur 400C dan dibandingkan dengan standar. 7. Non Eosin Staining Dyes. Pemeriksaan titik leleh dapat dilakukan dengan tabung kapiler yang diberi tekanan dan suhu dinaikkan 45-500C. Digunakan dalam jumlah 1% . Jenis aliran dapat diperiksa dengan alat penetrometer. merupakan campuran zat warna D&C (Drugs and Cosmetics) dan logam – logam seperti Al. Ba. Kestabilan dapat diperiksa dengan mengamati pada suhu 400C. merupakan zat warna logam yang dapat bercampur dengan bahan dasar. yang sering digunakan adalah yang bersifat lipofilik dan yang tidak larut dalam air yaitu bentuk sulfo acidnya. Digunakan dalam jumlah 8 – 10% . Sebagai contoh misalnya butil hidroksi anisol. Titan dioksida. Lapisan yang terbentuk. sesuai dengan namanya dapat digunakan untuk melarutkan zat warna dalam formula pemerah bibir.  Teknik pembuatan dan pencetakan harus betul dan hati-hati. Yang harus diperhatikan pada pembuatan pemerah bibir adalah :  Pemilihan basis yang sesuai  Pemilihan zat warna dan pelarutnya harus hati-hati. lemak-lemak dan zat yang bersifat lipofilik. digunakan dalam jumlah 5 – 15 %. glikol-glikol. Sebagai contoh pelarut yang sering digunakan adalah minyak jarak.dsb. 5. 6. butil stearat. harus dipilih yang tidak mengiritasi dan stabil terhadap komponen yang lain. butil hidroksi toluen. Konsentrasi yang digunakan 2-4% . agak keruh keputihan. 5. alkohol berlemak. isopropil meristat. Kestabilan terhadap oksidasi sinar matahari diperiksa selama penyimpanan. Ca dan Sr. Zat-zat antioksidan berguna untuk mencegah ketengikan dari minyak-minyak lemak yang digunakan. berguna untuk memudakan serta menyinarkan warna. 152 . dapat digunakan yang ringan dan segar. Pelarut dari zat warna. Dapat digunakan pelarut nonpolar. 4. isopropil palmitat dsb. Pigment.  Parfum harus segar dan ringan. Cara pemeriksaan hasil akhir dari suatu pemerah bibir : 1. 2.Sediaan Kosmetika ♦ ♦ ♦ ♦ 3. Zat pewangi. apakah ada minyak yang keluar atau apakah ada kristalisasi dari lemak-lemak. dapat diperiksa dengan menekan ibu jari dan telunjuk tidak menunjukkan adanya gumpalan seperti pasir. 4. juga merupakan turunan fluoroscein. Lakes.

Sediaan Kosmetika 8. memilih suatu jenis kosmetik yang tepat dan menonjolkan lekukan atau tekstur wajah. 153 . Kombinasi yang baik pada penggunaannya dapat mempercantik penampilan make up. mulut dan bibir seseorang. tonjolan-tonjolan lemak padat. mata yang membengkak. warna merata dan tidak berubah. terdapatnya lipatan kasar pada daerah mulut dan bibir. Bromat. penampilan seseorang akan terlihat lebih sempurna dan kekurangan yang terdapat didalamnya bisa lebih disembunyikan atau dihilangkan sama sekali. perlekatan yang baik dan tidak meninggalkan bekas. tidak terpengaruh oleh perubahan suhu. Dengan menggunakan suatu pewarnaan yang menarik. Corrective make up pertama dapat digunakan pada kondisi dimana seseorang ingin mengubah penampilannya kembali ke keadaan aslinya dulu. Yang terakhir adalah pemerikasaan terhadap adanya penyimpangan yang terjadi pada permukaan sediaan selama penyimpanan. pertumbuhan jamur. bebas dari perubahan fisik.5 % 1% 1. kosmetik ini juga dapat digunakan untuk mengoreksi bentuk wajah. hidung. hidung yang terlihat besar dan lebar . Tampilan muka dari depan secara keseluruhan merupakan pertimbangan utama untuk dasar melakukan suatu make up. Tambahkan asam mineral pada larutan 1% b/v terbentuk endapan biru. seperti adanya kristal. mata. Corrective Make -up Metode ini digunakan untuk menonjolkan penampilan make up pada wajah dan menyembunyikan segala kekurangan yang terdapat pada wajah. atau hidung yang terlalu panjang atau pesek. Biasanya sering dilakukan oleh mereka yang memiliki gambaran dagu yang seperti dua buah (pada orang gemuk) . TiO2 Flavour 16% 16% 24% 24% 10% 7. mudah digunakan. Formula Lipstick (pemerah bibir): Carnauba wax Ozokert Lanolin Parafin liquid Eosin As. pengeluaran minyak atau cairan lainnya. dan bentuk padatnya tidak mudah hancur. mempunyai rasa yang menyenangkan.5% Analisis : Eosin Pemerian : Serbuk atau bongkahan berwarna merah hingga merah kecoklatan Analisis Kualitatif: a. Selain itu. Lipstick merupakan kosmetik yang sangat sulit dihasilkan karena persyaratannya yaitu harus berpenampilan atraktif. fluoresensi berwarna jingga .

00% 14. Analisis Kualitatif Masukkan 100 ml zat diaduk perlahan dan dipindahkan ke dalam tube pembanding warna dan bandingkan dengan blanko . masukkan termometer ke dalam larutan. putar labu pada penangas tadi ketika penangas dan larutan dingin.94% 65. sering menunjukkan susunan hablur agak licin. tambahkan 30 ml larutan yang dibuat dengan melarutkan 40 g Potassium hidroksida didalam 500 ml aldehid bebas alkohol pada temperatur tidak melebihi 15. Larutan tidak menunjukkan bentuk awan atau globul sebelum suhu mencapai 650C.06% 4.Sediaan Kosmetika b. Pada tube yang sama yang mengandung 2 ml platinum dan kobalt TS dengan volume yang sama . Analisis Kualitatif Dibakar pada nyala oksidasi akan menghasilkan warna nyala yang terang. Formula Salep bibir Parafin wax 30% White petroleum jelly 35 % Technical white oil 20% Beeswax 14% Analisis : Beeswax Kualitatif : Tes awan saponifikasi Masukkan 3 g kedalam labu ukur. tidak berwarna atau putih.3 % 0. Pada akhir refluks. labu didih 100 ml disatukan dengan gelas erlenmeyer . kemudian masukkan labu kedalam penangas air pada temperatur 800C. Refluks campuran selama 2 jam.04% Petroleum eter Pemerian Larutan jernih: mudah menguap . buka labu.66% 12 % 0. kedua larutan akan menjadi jernih dan bebas dari pengendapan atau sedimentasi. berbau khas. Jika dileburkan menghasilkan cairan yang tidak berfluoresensi. setelah larutan sempurna terbentuk. tidak mempunyai rasa . Parafin Pemerian : Padat. Jika 154 . hangatkan hingga suhu kamar dan tambahkan aldehid bebas alkohol hingga 1000 ml. Tambahkan 2 ml larutan jenuh NaOH p pada 10 ml larutan zat 1% b/v terbentuk endapan merah. Formula Lipstick cair Etil selulosa Bleached wax –free shellac Etil alkohol Petroleum eter Polietilen glikol Fuchsin Sakarin Analisis : 3.

6% 21 0. Kocok 10 ml zat dengan 5 ml air selama 5 menit. titrasi dengan NaOH 0.Sediaan Kosmetika dilihat sejajar kolom dengan transmitted light . larutkan dalam 50 ml air. biarkan dingin . • Bilangan yodium tidak lebih dari 1 .01 N . bau khas lemah agak higroskopis. Jika larutan berwarna kuning. diperlukan tidak lebih dari 2 ml. tidak berwarna atau praktis tidak berwarna. Campurkan 20 mg dengan 40 mg resorsinol. Sakarin Analisis Kualitatif a. • Bilangan asam tidak lebih dari 1 . netralkan larutan dengan HCl 3 N dan saring . Fuchsin . b.01 N. kemudian dilewati melalui api kecil hingga terbentuk ammonia.3% 8% 10% 10. Analisis Kuantitatif Timbang seksama 5 g . penambahan 1 tetes FeCl 3 TS kedalam filtrat menghasilkan warna ungu. titrasi dengan HCl 0. tambahkan 10 tetes asam sulfat dan panaskan campuran dalam penangas air pada suhu 200 0C selama 3 menit. uapkan atau kisatkan hingga kering. biarkan dingin dan tambahkan 10 ml air dan NaOH I N berlebih akan menghasilkan larutan yang berfluoresensi hijau. akan memeberikan warna yang tidak lebih tua dibandingkan blanko. Analisis Kualitatif Dengan kromatografi gas Formula Lipstick transparan Poliamide resin ( rata-rata BM 8000) Poliamide resin (rata-rata BM 600-800) Propilen glikol mono laurat Minyak castor D&C merah nomor Lanolin alkohgol Dipropilen glikol metil eter Etoksi lonolin alkohol ( 5 mol Et2O) Isopropanol anhidrat Parfum 20% 5% 28% 12. tambahkan larutan fenolftalein. setelah itu larutkan dalm 20 ml aquades.1 % 5% 1% 155 . Larutkan 100 mg dalam 5 ml larutan NaOH. Jika larutan berwarna merah. lapisan air tidak akan mengubah lakmus merah menjadi biru selama 15 menit . Isopropil miristat • Bilangan penyabunan : 202 – 212 . Pemerian : Cairan kental jernih .

Sperma ceti/ setaseum Pemerian : 156 . massa lunak . Maka akan muncul warna merah/ orange. karbon disulfida .5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . Petroleum putih tidak berwarna bila dioles . larut dalam bensin . Analisis Kualitatif : Berfluoresensi lemah bila dicairkan .Sediaan Kosmetika Formula dasar Lipgloss Parafin wax Petroleum jelly putih Minyak technical putih Beeswax 30% 35% 20 % 15 % Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat . Tidak larut dalam air . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol TiO2 Analisis Kualitatif Pada 500 mg asam sulfat dan dipanaskan perlahan. tidak berbau . gliserol . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . Pada 5 ml filtrat bersih tambahkan beberapa tetes hidrogen peroksida . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . alcohol . eter . Setil alkohol 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . cairkan dengan air sampai 100 ml lalu disaring . Petroleum Jelly Pemerian : Berwarna kuning hingga gading atau putih . setengah padat . • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. masing – masing sekitar 1. tidak berasa . kloroform . petroleum eter . Setelah uap sulfur trioksida muncul . lanjutkan pemanasan selama 1 menit. Dinginkan suspensi.0 . massa tidak berubah pada suhu 00 . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal .

seperti lilin hasil pemanasan tinggi yang tidak dipergunakan lagi . kemudian dicampur dengan bahan lainnya . dilebur dan dicampur bersama – sama . kemudian ammonia encer P secukupnya hingga tepat bereaksi alkalis terhadap kertas lakmus P. menghilangkan minyak dan memberikan efek pembasahan yang tidak sempurna . Dalam mempersiapkan dispensi zat warna .3 ml larutan dimetilglioksin p 1 % b/v dalam etanol (95%) P. dsb . menggunakan pemanasan jika diperlukan . pigmen dan “ lakes “ mendapat perlakuan : A. suhu lebur 420-500C. senyawa polyglikol dan terakhir ditambahkan bahan non polar . Dicampurkan secara terpisah dengan konstituen yang tepat dari campuran dasar . “ sand mills “ . zat warna yang dapat larut dicampur dengan zat pelarut .Sediaan Kosmetika Massa hablur. Pembuatan Lipstik . Analisis Kualitatif Refluks perlahan 5 g derngan 5 ml asam sulfat encer selama 5 menit saring selagi panas. Pertama . kecuali jika digunakan dasar yang lengkap . Cara ini jarang digunakan . yang bertindak sebagai penghalang dan menyebabkan pembasahan tidak sempurna . dispensi warna dan campuran lilin . campuran sebaiknya 157 . Tujuan proses ini adalah untuk menghasilkan dispensi warna yang homogen dan kondusif untuk membentuk batangan lipstik yang lembut . Didispensikan dalam dasar lipstik yang lengkap . Jakovies menyarankan proses vakum dalam peleburan lipstik untuk dispersi zat warna dengan menghilangkan lapisan gas yang diabsorbsi pada partikel zat . Pencampuran bahan – bahan untuk membentuk massa lipstik . Pencetakan massa lipstik menjadi batangan lipstik . contoh : campuran minyak . Persiapan dan Pencampuran . tambahkan 0. Meskipun warna – warna yang digunakan diterima dalam bentuk dasar yang baik . warna – warna dicampur dengan bahan tadi untuk membasahi . Warna – warna seperti asam bromo . Secara umum . bening . seperti lanolin . Pembuatan lipstik sebaiknya dilakukan pada temperatur rendah yang cukup untuk proses ini . Sisa bahan dasar . pembuatan lipstik terdiri dari 3 tahap : 1. Telah disebutkan bahwa petroleum jelly akan melarutkan 10 % udara pada 90 0C tetapi hanya 50 % pada suhu 20 oC . 3. Jika pencampuran dilakukan pada temperatur tinggi dan mengabsorbsi banyak udara dan didinginkan . Dalam penggilingan . dan perlu dilakukan beberapa proses penggilingan . Ada beberapa type penggilingan . udara tidak diberhentikan sampai viskositas massa terlalu besar untuk melepas udara dan hal itu menyebabkan terkumpulnya partikel – partikel zat disekitarnya . Dinginkan . namun mereka cenderung sukar untuk menjadi campuran yang basah dan berminyak . Dan saat pencampuran . licin. 2. bau dan rasa lemah. Persiapan campuran komponen . putih mutiara. B. tidak terjadi warna merah jambu. yaitu : “ ball mills “ . sebaiknya dasar yang digunakan adalah plastik semi solid dan dilakukan dalam kondisi hangat .

Massa yang dilebur kemudian dicetak . Pencetakan . Campuran lilin dimasukkan ke dalam panci uap secara simultan dan dicampur dengan bahan lain . Kemudian massa lipstik dipompa ke panci penyimpanan . Lemari pendingin tidak diperlukan selama ada cetakan tipe “ water – jacket automatic ejection “ . menghilangkan noda dan menghasilkan permukaan yang terang . dengan menggunakan mixer sebagai pemompa . cetakan dibuka . Saat didinginkan . secara otomatis batangan lipstik akan terdorong keluar atau dengan bantuan jari . Cetakan biasanya diisi untuk mempertahankan bentuk tekanan dipusat batangan lipstik . Tak satupun cetakan tipe “ automatic ejection “ ( baik pendingin udara atau air ) yang menghasilkan batangan lipstik bentuk peluru yang sempurna . hasil cetakan dibersihkan dan didinginkan agar terbentuk . Hasilnya diuji untuk corak . karena meninggalkan lingkaran kecil di ujung batang lipstik yang disebabkan oleh ketebalan tepi logam alat ejeksi . parfum dan rasa yang ditambahkan . setelah sebelumnya lipstik di “ flaming “ yaitu dilewatkan dengan cepat ke atas api flame untuk meleburkan lapisan permukaan . Setelah Pencetakan . Saat dibutuhkan . Saat udara sudah dikeluarkan .Sediaan Kosmetika dimasukkan ke suatu tempat tertutup yang dapat menjaga cairan dan mengaduknya . batangan lipstik disimpan sekitar 1 minggu untuk diisi ke lipstik holder . Jaket diisi dengan air hangat untuk menuangkan massa lipstik . lembut dan glossy . massa lipstik diaduk . Cetakan ini lebih baik digunakan untuk menghasikan batangan lipstik bentuk biji . campuran lilin disiapkan dan disimpan dalam bentuk leburan dimana seluruh konstituen minyak disimpan dalam suatu tangki penyimpanan dengan alat pengaduk yang sesuai . vacuum dijalankan untuk mengeluarkan seluruh udara yang tertahan . Alat pra – pemanasan digunakan agar cetakan dapat ditingkatkan ke temperatur 40 0C sebelum diisi dengan massa lipstik dan menghindari “ flow marks “ yang terlihat pada batangan lipstik yang sudah dicetak . Pembuatan lipstik modern juga dibahas oleh Daley . Sisa campuran minyak kemudian melewati panci pra – pencampuran dan “ sand mill “ untuk membersihkan residu warna . massa lipstik kembali dalam sebuah panci tertutup dan diaduk perlahan sekitar ½ jam agar udara naik ke puncak dan menjaga “ pin holing “ produk . Dengan kombinasi alat pengaduk dan pompa . Pada satu dari dua metode yang digambarkan . kemudian tambahkan parfum dan siap dicetak atau dibentuk menjadi blok yang disimpan dan dicetak jika diperlukan . vacuum dimatikan . Cetakan dibuat dari kuningan dan alumunium . dan merupakan tipe “ vertical split “ atau tipe “ automatic ejection “ . Salah satu bagian dari campuran minyak dicampur dengan zat kering dalam suatu panci pra – pencampuran ( pre – mix pan ) yang terletak pada “ sand mill “ menuju ke panci uap . 158 . Setelah mengental . Dalam waktu yang bersamaan .

lalu ambil tisu lain yang sudah ditaburi bedak. lipstik dapat bertahan lama. tapi air tak dapat mengubah kulit dasar. Hal ini berguna untuk menyamakan kulit bibir dengan kulit wajah. Lipstik awet  Foundation ternyata dapat membuat lipstik tahan lama . karena pengaruh kondisi tubuh juga mengakibatkan buruknya kondisi bibir. juga berguna untuk bibir setidaknya air putih bisa mengatasi bibir pecah-pecah. Tapi sebagian air dapat meningkatkan pembengkakan tubuh.  Agar hasilnya maksimal. MITOS DAN FAKTA TENTANG KECANTIKAN Mitos 1 : Minum banyak air membuat keremajaan kulit terjaga Fakta : Air membantu ginjal dalam menghilangkan zat-zat beracun dalam tubuh dan bekerja sebagai penekan/penahan. oleskan lipstik dengan kuas. kuas dapat membuat olesan menjadi lebih rapi. lukis garis batas di dalam garis bibir asli. bibir juga jadi terlindungi.Sediaan Kosmetika TIPS  Sebelum menggunakan lipstick .  Terakhir. kemudian ditempelkan ke bibir. Dengan cara ini. oleskan alas bedak (foundation) yang biasa kita gunakan untuk wajah ke bibir.  Minum air putih selain menyehatkan tubuh. kalau bibir kita tipis.  Lukis bibir dengan lipliner sesuai dengan yang kita kehendaki . Hasilnya selain warna lipstik jadi lebih bagus .  Lukis garis batas bibir dan seluruh bagian dalamnya dengan lipliner. lukis garis bibir diluar garis bibir asli .  Perhatikan nutrisi yang masuk ke tubuh kita.  Oleskan lipstik dengan kuas bibir. Mitos 2 : Sabun tidak bagus untuk kulit Fakta : Sabun biasa yang banyak digunakan sekarang ini mengandung sebagian besar campuran lemak-lemak hewan dan minyak tumbuhan. Membentuk bibir  Sebelum memperbaiki bentuk bibir. Sabun ini 159 . kemudian timpa dengan lipstik yang warnanya tidak jauh berbeda dengan warna lipliner. Tapi kalau bibir kita sedikit tebal . Jadi tidak ada salahnya mengoleskan foundation sebelum memakai lipstik. Selain itu. usahakan kita selalu menggunakan pelembab bibir. dalam hal ini kulit. Jadi minum air secukupnya adalah penting tapi tak perlu berlebihan karena kulit sudah menyediakan. dengan menggunakan kuas kita dapat menghemat lipstik. coba tempelkan tisu ke bibir yang sudah dioleskan lipstik tadi . Sedikit kerutan dapat menghilang.

Sehingga menghentikan radiasi sekurang-kurangnya dapat menghentikan beberapa kerusakkan. Rambut pecah terjadi sebagai hasil dari perawatan yang terlalu sering dan berlebihan. Industri kosmetik membuat sebuah bisnis besar dengan membuat wanita percaya bahwa pori-pori dapat dikecilkan. pemakaian produk kimia yang berganti-ganti atau pencucian yang terlalu sering. tapi hanya jika seseorang memotongnya secara keseluruhan. Pada ujungnya dapat terjadi kehabisan zat-zat tanduk sehingga terjadi pecahpecah. Mitos 4 : Pori-pori dapat dikecilkan Fakta : Ukuran pori-pori secara genetik telah ditetapkan. Siapa pun akan suka menggunakan sabun modern yang mempunyai efek samping sekecil mungkin dan dapat digunakan tanpa terjadinya kerusakan kulit..tapi memungkinkan berlangsung dengan perawatan secara kontinyu dan perlindungan.Ada fakta klinik bahwa setelah memulai perlindungan………. Mitos 6 : Kulit kering adalah alasan untuk berkerut 160 . untuk memperbaiki dirinya sendiri sampai tingkat tertentu. shampoo dapat dibersihkan dengan mudah.Efek kerusakkan oleh cahaya yang tidak pernah berhenti selama radiasi berlangsung. Pada pembilasan terakhir. Pada saat kamu mencapai masa pubertas. pori-pori berada pada ukuran yang paling besar. Rambut menerima bentuk produk biologi dan tumbuh hanya pada akar. termasuk pada kulit wajah. Mereka juga bagus untuk kulit.Beberapa kondisioner dapat merekatkan ujung rambut yang pecah tersebut tapi efeknya tidak lama. konsentrasikan untuk mencuci kulit kepala karena terdapat akumulasi kotoran dan lemak di sana. kebanyakan sabun diproduksi dari bahan-bahan pembersih sintetik (surfaktan) yang membersihkan kulit dengan efek sejuk yang lebih nyaman daripada sabun-sabun sebelumnya. Ketika memakai shampoo. Bagaimanapun mereka dapat terlihat lebih besar lagi jika dipengaruhi oleh adanya keratin. bahan-bahan sebaceous atau bakteri.sudah sangat terlambat menggunakan sunscreen Fakta : Tidak pernah terlambat untuk melindungi kulitmu dari matahari dan radiasi sinar uv. Hal ini tidak berlangsung dalam waktu singkat. Mitos 3 : Rambut pecah dapat diperbaiki Fakta : Ya. Mereka bahkan dapat terlihat gelap jika keratinnya berpigmen. Obat-obat luar seperti Retin-A dan alpha-hydroxy acids (AHA) dapat memecahkan bahan-bahan tersebut sehingga pori-pori kembali berada pada ukuran yang normal.Sediaan Kosmetika mempunyai pH yang tinggi (larutan alkali) dan dapat mengeringkan kulit terutama kulit yang tua. Mitos 5 : Sekarang. Bagaimanapun sekarang ini. Beberapa sabun modern punya zat-zat tambahan pelumas dan pelembab kulit.

kulit akan membuat minyak alami lebih sedikit sehingga akan timbul kerut.kulitnya akan tampak berkerut dan akan kembali normal sesudah meminum air yang cukup.Bagian terkecil adalah hasil dari depresi wajah tersenyum dan cemberut.Aplikasi yang sama untuk mencukur.yang benar adalah bedah kecantikkan tidak menghentikan proses penuaan.secara normal.Ada lebih sering tampak dalam cuaca dingin pada kulitmu.penampakkan kerutan-kerutan ini akan lebih cepat.dalam beberapa kasus. Fakta : Itulah apa yang banyak orang percayai tapi itu tidak benar.Ini hanya membuat kamu terlihat lebih baik. Perawatan kulit terbaik dengan semua bahan-bahan penting. kamu hanya membutuhkan pelembab jika kamu ……… tanda-tanda seperti kemerahan. Mitos 9 : Semakin sering dipotong maka rambut akan semakin cepat panjang Fakta : Rambut tidak dapat disangkal merupakan produk biologi.gatal-gatal.Pelembab akan monolong memperlembut garis-garis kerut tersebut.Dalam realitanya.sebagai contoh. Mitos 7: Setiap kulit membutuhkan pelembab Fakta : Ada mitos lain dari bisnis besar industri kosmetik yang ingin Anda percayai.2 161 . Mitos 8 : Jika kamu melakukan bedah kecantuikan sekali saja maka kamu akan membutuhkan yang lainnya.tapi ia hanya dibentuk dan tumbuh.bersisik.lebih berat sebuah pelembab yang kamu butuhkan.membutuhkan pelembab yang berbeda.Kaki dan tanganmu.Tidak ada hubungan sama sekali dengan zat tanduk rambut yang sudah mati untuk memerintahkan pembentukkan sesuatu mengenai panjangnya atau berupa banyaknya dan ketika rambut dipotong.Adalah biasa bagi orang yang pernah melakukan bedah kecantikan untuk memutuskan bahwa dia tetap terlihat cantik.Jika seseorang merokok.Sediaan Kosmetika Fakta : Realitanya bahwa kerut-kerut dan garis-garis yang kamu lihat dikulitmu disebabkan oleh curahan sinar matahari atau sinar uv di dalam sebuah studio matahari.Jika seseorang kekeringan. Bagian yang berbeda pada kulitmu mungkin.Juga setiap bertambah umurnya.

Mekanisme pewarna rambut Proses pembentukan warna pada rambut harus berjalan cepat. berasal dari tanaman Lawsonia alba. Zat warna akan masuk seluruhnya kedalam batang rambut dan warna yang terbentuk akan stabil dan tahan lama. Hena. 3. shampo dan sebagainya. seperti minyak rambut. Dapat membentuk warna yang sesuai dan tahan lama 5. 2. kemudian ditambah air panas dengan pertolongan asam sitrat/asam adipat/asam tartrat 1-2 % akan diperoleh pasta yang mempunyai pH 5. a. Karena zat warnanya mengendap pada akar rambut. Harus stabil atau tidak berubah pada udara terbuka. cahaya matahari atau larutan garam. warna yang dihasilkannya sangat terbatas dan cara penggunaannya kurang praktis. Zat warna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Dalam perdagangan dijumpai bermacam-macam warna. Proses pewarnaan ini tidak boleh menyebabkan adanya iritasi. semua rambut terwarna dan struktur dari keratin rambut tidak boleh berubah. Harus tersatukan dengan sediaan rambut yang lain. Sediaan pewarna rambut (Hair Dye) Disebut sebagai cat rambut. Daun dan bunga yang sudah dikeringkan ditumbuk menjadi tepung.Sediaan Kosmetika BAB V SEDIAAN KOSMETIKA PEWARNA RAMBUT BUKAN CAT Sediaan kosmetika pewarna rambut (cat) adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk merubah atau memperjelas warna rambut seseorang. Selain cat rambut akan diuraikan juga sediaan yang erat hubungannya dengan cat rambut dan sediaan pengkilat rambut. spinosa atau inermis. Tidak berbahaya dan tidak mengiritasi kulit 4. Pasta ini dapat dioleskan pada rambut. Macam-macam zat warna yang dapat digunakan dalam cat rambut 1. harus memenuhi berbagai persyaratan antara lain : 1. dan stelah dicuci dengan shampo dan dikeringkan. alergi dan pH-nya harus mendekati netral. tetapi di Indonesia yang sering digunakan adalah warna hitam.5. obat keriting rambut. maka mungkin henna ini dapat 162 . Tidak merusak atau melemahkan akar rambut serta dapat mempertahankan kilatan rambut. Tumbuhan yang seing digunakan adalah : a.

Fe. Zat yang memberikan warna adalah 2-hidroksi-1-4-naftokuinon atau Lawsone. Zat warna organik sintetis yang sering digunakan adalah pfenilen diamin. p-aminofenol. Untuk membentuk warna sangat diperlukan suatu oksidator seperti hidrogen peroksida. perborat. Hal ini disebabkan karena sulfur dari keratin rambut dengan logam atau oksida logam akan membentuk logam sulfida dan ini yang harus direduksi. pirogalol. Fe. Tidak menembus keratin rambut. tanin dsb. b. Ni.3. Zat warna organik sintetis. Zat warna logam. zat tersebut adalah NaOH atau NH4OH. Selain oksidator juga diperlukan zat yang dapat mengatur pH karena umumnya diperlukan suasana alkalis. Co.Sediaan Kosmetika menimbulkan keracunana lokal maupun sistematis. Penggunaan garam-garam Cu. serta turunan-turunannya. merupakan zat warna rambut terbaru. Reduktor yang sering digunakan adalah Na tiosulfat. pirokatekol. Sediaan penghilang warna Cat rambut (Hair Dye Remover) Sediaan ini sering digunakan apabila terjadi kesalah pada pengecatan rambut. Garam-garam Ni. Sekarang banyak digunakan karena mudah dipakai dan keaslian rambut tidak berkurang. belerang. Proses penghilangan warna dari cat rambut juga 163 . pirogalol. hipoklorit. sulfida organik. Co. Cu. Bila pengecatan rambut menggunakan zat warna logam harus berhati-hati karena logam adalah suatu katalisator hingga akan terjadi reaksi dan timbul panas. Mg bila ditambah dengan larutan tio atau tioglikolat akan membentuk warna coklat hitam. Na hidrosulfat. 2. Chamomille berasal dari tanaman Arthemis nobilis. p-toluen diamin. dan Bi. 3.klorat-klorat dsb. dan Co dapat dilakukan sendiri-sendiri atau campurannya dengan garma perak. Matricaria chamomilla. tapai hanya melapisi permukaan rambut saja. Ni. Ag. warna akan timbul setalah ditambahkan larutan pirogalol 3-5% dalam air. Campurannya dengan daun indigo disebut henna reng dan akan mengjhasilkan warna biru hitam. Logam-logam yang sering digunakan adalah Pb. kemudian setelah 15-60 menit rambut dicuci dan dikeringkan.dsb.6-trihidroksi flavon. untuk membentuk warna yang diperlukan zat pembantuk yaitu suatu reduktor yang umumnya diberikan secara terpisah dan baru dicampur setelah akan digunakan. Yang digunakan adalah kepala bungan yang dibuat ekstrak yang akan melapisis kutikula. Dapat juga digunakan dalam shampo yang berguna untuk mengkilatkan rambut. Untuk mencegah teroksidasinya zat-zat warna ini oleh udara maka diperlukan penambahan suatu antioksidan seperti Na sulfat. Campurannya dengan pirogalol dan Cu atau garam logam lain akan menghasilkan warna yang lebih bervariatif dari coklat muda ke hitam. Zat yang memberikan warna adalah 1. Untuk mewarnai rambut sering digunakan campurannya dengan kaolin ditambah air panas hingga terbentuk krim kental. larutan alkali sulfida. Pembentukan warna pada penggunaan zat warna logam terjadi tidak masuk kedalam batang rambut.

tetranatrium pirofosfat. Biasanya lapisan ini terdiri dari sel-sel yang telah mati dan bergerigi. pada umumnya merupakan suatu larutan basa yang dapat merusak keratin(gugus sulfa). Bentuk sediaan cairan/solutio atau krim. Penggolongan sediaan kosmetika kuku Berdasarkan tujuan pengunaannya sediaan kosmetika kuku dapat dibagi menjadi : 1) Pembersih kulit. reduktor dan “bleaching agent” Sediaan pengkilat rambut (Hair bleaching/Hair Lightening) Sediaan ini sering digunakan untuk merubah wearna rambut serta untuk mentgkilatkan rambut. 2) Pembersih kuku. bekas tinta. Pada umumnya dasar penghilangan noda tersebut adalah reaksi oksidasi dan reduksi. EDTA dan turunan amonium kuartener seperti setiltrimetil amonium bromida dan setiltrimetil amonium hidroksida. Hanya dapat dilepaskan setelah dilunakkan terlebih dahulu. SEDIAAN KOSMETIKA KUKU Sediaan kosmetika kuku adalah sediaan yang berguna untuk membersihkan. merawat. sebagai basa dapat digunakan larutan KOH atau NaOH 1-5% dan untuk mencegah kristalisasi dapat digunakan oleum cocos atau sabun oleat. Juga dapat digunakan campuran minyak mineral dan asam oleat dalam suasana basa. Sediaan zat pengoksidasi dapat digunakan larutan peroksida. menghaluskan dan memperindah kuku. bekas sayuran dsb. Sediaan pembersih kulit sekitar kuku.Sediaan Kosmetika berdasarkan suatu reaksi kimia. sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk membersihkan atau menghilangkan noda-noda yang terdapat pada kuku seperti noda bekas nikotin. adalah 164 . adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna memudahkan melepaskan lapisan kulit yang menebal disekitar kuku. seperrti cat rambut dari zat warna oksidasi dapat dihilangkan dengan pencucian berulang-ulang dengan shampo yang kadang-kadang perlu ditambahkan NH4OH. tidak boleh dipotong dengan gunting. Sediaan pembersih kuku dapat dijumpai dalam bentuk larutan/solution atau krim. maka pH dari larutan harus betul-betul diperhatikan dan biasanya juga ditambahkan suatu stabilisator. Kelainan-kelainan pada kuku dapat meliputi perubahan bentuk. karena tidak terpeliharanya daerah sekitar kuku atau mungkin karena penggunaan cat kuku yang merusak. larutan Na perborat. perubahan warna atau perubahan permukaan kuku. Sebagai “bleaching agent” dapat digunakan NH4OH dan H2O2 untuk mengkilatkan rambut dapat digunakan solutio H 2O2 1-3% disisir secara perlahan. Sediaan kosmetika kuku ini biasanya disebut dengan istilah “pedicure manicure” Kelainan-kelainan yang sering terjadi pada kuku Hal ini karena pengaruh susunan syaraf pusat. Basa-basa lain yang dapat digunakan adalah trinatrium fosfat.

viskositasnya baik. mudah kering dan tidak dapat mengelupas. Pada umumnua terdiri dari zat-zat yang mudah terbakar. selulosa sendiri diperoleh dari sejenis kayu. dilika koloidal. c) Tidak mudah retak-retak dan tidak bersisik. serta stabil pada penyimpanan. lithopon dan CaO. Juga dapat digunakan sebagai dasar dari cat kuku (“base coat/under coat”) yang berguna untuk melindungi kuku terhadap zat-zat yang terdapat dalam cat kuku yang bekerja terlalu kuat. Ti oksida.adalah zat-zat yang dapat membentuk lapisan film halus pada permukaan kuku. Na sulfit.  Melekat pada kuku dengan baik  Cukup elastis hingga tidak mudah pecah dan patah  Dapat membentuk permukaan yang keras dan kering pada waktu yang sangat singkat Sebagai ‘film former’ yang biasa digunakan adalah selulosa nitrat yang dihasilkan dari reaksi antara selulosa dengan HNO3. Formula umum suatu cat kuku terdiri dari 4) 5) Cat 1) Primary Fil Former. batang. Pemutih kuku. Sering dijumpai dalam bentuk serbuk. talk. Zat-zat yang digunakan untuk pembuatannya tidak boleh merusak pigmen kuku. mudah dioleskan dan kebasahannya baik  Halus dan mengkilat. d) Warna harus rata dan homogen. kuku. krim. vinil resin. mudah larut dalam pelarut tertentu. jadi pembuatannya dan pemakaiannya harus jauh dari sumber api. Sebagai zat pereduksi dapat digunakan sulfat-sulfat. Yang umum digunakan adalah Zn oksida. asam tartrat. adalah merupakan sediaan kosmetika terbesar yang sering digunakan dalam sediaan untuk memperindah dan merawat kuku. bolus alba. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh cat kuku adalah a) Cairan harus mudah dioleskan dengan rata b) Tidak berlendir dan bila sudah kering tidak mengelupas.Sediaan Kosmetika 3) larutan hipoklorit. selulosa asetobutirat. bentuknya serat putih seperrti kapas. 165 . asam sitrat. larutan Zn peroksida dsb. Selain selulosa nitrat dapat juga digunakan selulosa aseta. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk mengkilatkan kuku supaya kelihatan lebih sehat dan segar. tidak terlalu kental. Bentuk sediaan pemutih kuku yang sering dijumpai adalah pasta. e) Harus cepat kering dan membentuk lapisan yang halus f) Tidak berbahaya serta tidak merusak/mengiritasi kuku dan kulit sekitarnya. asam oksalat dan asam asetat. Suatu cat kuku yang baik adalah dapat membentuk lapisan :  Cukup tebal. polimer metakrilat atau polimer vinil. pensil atau cairan/lotion Pengkilat kuku. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk memutihkan kuku.

Tidak berwarna dan tidak berbau. resin dan plasticizer juga untuk maksud agar cat kuku ini menguapnya perlahan-lahan. ester poliakrilat. seperti zat warna. Tidak mempengaruhi kestabilan kimia nitroselulosa f. tidak merusak kuku dan kulit e. Cat kuku pada umumnya mengandung dua atau lebih campuran plasticizer. Tidak menggumpal bila dioleskan c. Sebagai plasticizer harus memenuhi syarat-syarat a. Pelarut.Sediaan Kosmetika 2) Secondary Film Former. butil stearat dsb. Harus stabil dan tidak mudah menguap b.pada umunya tidak membentuk lapisan karena merupakan larutan jernih mendekati air dan berguna untuk membentuk lapisan.  Lebih tahan lama dan lebih tahan air  Lapisan yang terbentuk tipis. Plasticizer yang sering digunakan adalah benzil benzoat. resin sulfonamida dan formaldehida. Dapat bercampur dengan komponen-komponen lain. turunan urea.merupakan bagian yang menguap dari suatu cat kuku. Berguna untuk mendispersikan zat-zat ‘film former’ dan zatzat lain yang tidak dapat larut serta tak menguap hingga didapat suatu suspensi yang homogen. copal dsb. g. Dapat bersifat sebagai pelarut yang tercampur dengan nitroselulosa dalam segala perbandingan. pelarut. berasal dari alam sebagai contoh shellac. film former dsb d. Maksud dari penggunaan campuran ini adalah selain untuk melarutkan nitroselulosa. butil glikolat. benzoe. damar. Apabila hanya digunakan 3) 4) 166 . kopolimer vinil asetat dan vinil klorida.adalah zat-zat yang berguna untuk melembukan dan memberikan elastisitas pada lapisan cat kuku yang terbentuk. Plasticizer. dioktil adipat. tributil fosfat. dibuat secara sintetis. trifenil fosfat. butil ftalat. sandarak. elemi. polisteren. Sifat dari plasticizer adalah pada konsentrasi rendah dapat membentuk lapisan tipis dan mengkilat. dioktil ftalat. trikresil fosfat. b. seluloid. Resin alami. Resin sintetis. Pemilihan zat pelarut tergantung pada jenis ‘film former’ yang akan digunakan. Berdasarkan asalnya ‘secondary film former’ ini dapat dibagi menjadi a. Contoh : polivinil asetat. Pada umunya digunakan satu atau campuran pelarut. sehingga :  Cat kuku menjadi lebih mengkilat. Tidak beracun. polivinil asetat. lembut dan liat Selain dapat digunakan sebagai pembantu pembentuk lapisan juga dapat digunakan sebagai dispersing agent untuk zat warna yang tidak larut. butil stearat. Dapat memberikan elastisitas dan kelembutan yang dikehendaki dalam trayek suhu luas h. trietil sitrat.

Penggunaan pelarut berdasarkan titik didihnya : a. Penggunaan pelarut diluen ada batasnya yaitu jumlah pelarut diluen terbanyak yang dapat diterima oleh larutan nitroselulosa tanpa adanya endapan. Mempunyai viskositas kecil dan viskositas ini tergantung pada % alkohol walaupun alkohol masih harus dicampur dengan ester-esternya. b. misalnya selusolve. aseton. Kalalu jumlah pelarut diluen terlalu banyak larutan akan menjadi kental (viscous). maka pelarut diluen dapat digunakan untuk mengurangi biaya. Penggolongan pelarut berdasarkan sifatnya a. lauril eter. Sebagai contoh butil asetat. d. a. Titik didih sedang. Contoh golongan alkohol. Harus cepat kering. Jadi kecepatan menguap dari pelarut akan sangat menentukan lapisan yang terbentuk. Pelarut aktif. 167 . dimetilsulfoksida dan nitro parafin. Pelarut diluen. Harus beraroma yang menyenangkan dan tidak boleh terlalu keras. mudah dipakai dan tidak berbahaya. Karena pelarut nitriselulosa mahal harganya.toluen . amil asetat. Mempunyai titik leleh tidak lebih dari 300C c. batas ini disebut dengan istilan ‘dilution ratio’. dan lemah. lebih besar dari 1500C. golongan hidrokarbon alifatik :petroluem naftol. diisobutil keton. Dilakukan terhadap pelarut yang tak dapat digunakan sendri lebih baik kalau dicampur dengan pelarut aktif. sebenarnya bukan merupakan pelarut. Mempunyai sifat mudah menyebar dan membentuk viskositas yang baik dengan film former dan resin. tetapi sebagai stabilisator viskositas.Sediaan Kosmetika satu macam pelarut saja maka karena cepat menguap.etilen glikol. Pelarut yang digunakan harus memenuhi persyaratan. b. c. lebih kecil dari 1000C. Titik didih tinggi. Bila terlalu perlahan-lahan juga kurang baik karena cat kuku akan lama kering dan lapisan yang terbentuk agak tebal hingga sukar merata. nitroselulosa akan segera mengendap dan lapisan yang terbentuk tidak akan baik serta cat kuku sukar untuk dioleskan. etil eter. Titik didih rendah. adalah pelarut yang baik untuk nitroselulosa. 100-150 0C misalnya n-butil asetat. Pada umunya bukan pelarut biasa tapi pelarut organik yang mempunayi sifat tercampur dengan pelarut nitroselulosa. sedang. dietilen glikol. misalnya aseton.butil selusolve. golongan hidrokarbon aromatik :silen. mempunyai viskositas besar dan kecepatan menguapnya dapat dibagi menjadi kuat. Pelarut campuran “latent”. c. b. etil asetat.

Kadang-kadang juga diperlukan zat pengisi seperti tanah liat yang tak boleh dikotori oleh minyak atau pelarut lain hingga dapat stabil lama. Nitroselulosa ditambahkan sedikit demi sedikit pada campuran pertama. d. Warna harus sesuai dengan yang diinginkan dan stabil c. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan alergi Contoh zat-zat warna yang sering digunakan adalah: D&C red No. 5. Pada umumnya merupakan zat warna sintetis. Pertama-tama zat warna digerus bersama-sama dengan plasticizer. Baru kemudian yang terakhir adalah sisa pelarut dan dicek kekentalannya (viskositasnya).Sediaan Kosmetika 4. Bi oksida + mika. warna yang terbentuk. Pada interval waktu tertentu 168 . Untuk pengamanannya maka sebaiknya pembuatan. Tidak berbahaya. 10. tidak larut dalam pelarut dan tidak diserap oleh kuku. campurannya dengan D&C yellow No. kekentalan.kadang-kadang diperlukan agar terbentuk cat kuku yang transparan. 7. pengolesan. kelembutan. Tempat pencampuran dan tempat penyimpanan harus dibuat dari aluminium atau stainless steel. daya lekat dan keliatannya. b. penggunaannya diatur oleh undang-undang FD&C act. Cara melakukannya adalah sebagai berikut : a. dapt dilakukan dengan menipiskan sampai berat = 0. taruh didalam oven dengan panas 1050C + 2 0C. Lama pengeringan. 11.2 gram dan garis tengah 8 cm pada sebuah lempeng gelas. Zat pengisi. Untuk ini diperlukan zat pengisi yang berwarna seperti pelangi misalnya guanin yang harus dilarutkan dahulu dalam butil asetat baru ditambahkan kedalam larutan nitroselulosa. 5. hal ini untuk menghindari hilangnya warna karena adanya reaksi dengan besi. Apabila terjadi pengotoran maka dapat dilakukan penyaringan atau sentrifus. 12. Pencampuran dilakukan dengan menggunakan mixer kecepatan tinggi terutama pada pembuatan cat kuku dengan tanah liat. Zat warna. 34. Bagian pencampuran warna. 6. ketahanan terhadap air.penyimpanan bahan baku dan hasil produksi harus jauh dari sumber api. 13. Stabil tidak hanya terhadap cahaya tetapi juga terhadap komponen yang lain seperti pelarut organik. penggerusan. dan Al+mika. Untuk menghasilkan warna yang sesuai dapat dilakukan perbandingan warna dengan “master color standar”. harus dilakukan terhadap lama pengeringan. sangat berguna untuk memberi efek keruh/gelap pada lapisan dan kuku akan terlihat bagus dan indah. Pemeriksaan hasil akhir. Pengamanan pada pembuatan sediaan kuku : Pada umumnya pabrik cat kuku terdiri dari dua bagian yaitu : Bagian pembuatan basis/dasar cat kuku. kemudian ditambahkan resin dan campuran ini baru ditambahkan pada campuran pelarut 75% dengan pelarut diluen. 6 atau campuran TiO2 + mika. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh zat warna : a.

Warna yang terbentuk. b. bila telah dikeringkan dengan kertas saring lalu ditimbang apakah tahan terhadap uap air atau tidak. Ketahanannya terhadap air. i. dapat disamakan dengan standar Kekerasan lapisan.006 inchi sampel. dapat diperiksan dengan mengoleskan 0. Kekentalan atau viskositas.006 inchi pada lempeng kaca. lalu ditekan dengan ibu jari. Karena dalam cat kuku terdapat zat atau pelarut yang larut atau tercampur dengan lemak atau minyak seperti oleum 169 . dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca setebal 0. yang disebut sebagai zat yang tidak menguap.006 inchi pada kaca. Dengan menggunakan stop watch hitung waktunya sampai terbentuk lapisan yang bila disentuh dengan jari bersih tidak akan lengket. e. sampai didapat berat yang hilang dan ini. apakah ada yang lepas atau tidak.006 inchi keringkan selama 24 jam pada suhu kamar. kemudian bandingkan dengan “master colour standar” Pengolesan atau penggunaannya. dan kembali lagi 250C selama 48 jam. adalah merupakan sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk menghapus cat kuku. 6) Penghapus Cat Kuku. g. Waktu kering ini juga dapat diperiksa dengan mengoleskan sampel setebal 0. kemudian panaskan lagi dan setelah 1 jam timbang lagi. dan apakah gelembung udara tersebut cepat pecah atau tidak. lihat daya lekatnya. dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca hitam atau putih setebal 0. dan dilihat harus bebas zat asing atau gumpalan.Sediaan Kosmetika ambil dengan kawat. h. setebal 1.006 inchi. c. Daya abrasinya. Keringkan dalam oven 250C selam 24 jam. dapat diperiksa dengan melihat setelah dioleskan. keringkan pada suhu 250C selama 48 jam. dengan suhu 250C dan kelembaban 50%. d. apakah pada lapisan yang terbentuk ada gelembung udara atau tidak. dapat diperiksa dengan menggunakan 3 lempeng kaca yang masing-masing telah diolesi dengan 0. taruh dalam desikator selama 24 jam dan ditimbang kemudian lempeng ditaruh diatas penangas air 37 0C selam 24 jam. dapat diperiksa dengan alat viskometer Brookfield. Kehalusan alirannya. Daya lengket. dapat diperiksa dengan digosok-gosokkan.5 inchi. j. kemudian pada 710C selama 2 jam. Zat yang tidak menguap ini sangat menentukan waktu kering dari suatu cat kuku.dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca dengan gelas pengaduk. Setelah 1 jam angkat dinginkan dan timbang. Daya kilatnya. f.

Sediaan berminyak atau berlemak. garam-garam stearat. atau minyak tumbuh-tumbuhan. oleum amygdalarum. adalah sediaan kosmetika kuku yang beguna untuk mencegah dan menjaga agar kuku jangan sampai retak-retak dan kering karena adanya dehidrasi. 8) Penguat kuku. Prinsip kerjanya adalah dengan memberikan lapisan minyak pada lapisan cat kuku yang baru dioleskan.dsb dengan konsentrasi 5-20% 9) Pengering kuku.silikon. Na atau NH4 dan Zn asetat. Cata yang paling sederhana adalah dengan memijat kuku dengan oleum olivarum. Untuk kuku yang kering dapat digunakan campuran air dan gliserin 5%. hingga sukar dirawat dan kadang-kadang terasa sakit. Sediaan yang tak meninggalkan bekas c. Sebagai penghapus cat kuku yang sering digunakan adalah campuran pelarut nitroselulosa dengan minyak-minyak. mengandung minyak mineral.adalah sediaan yang berguna untuk mencegah kuku menjadi kering karena kuku yang kering akan cepat retak dan pecah-pecah. untuk kuku yang mudah patah dapt dengan krim yang mengandung lanolin. Juga dapat digunakan zat-zat yang dapat mencegah penguapan air (“humectan”) seperti gliserin. seperti logam Al. adalah sediaan kosmetika kuku yang dapat digunakan untuk mempercepat pengeringan cat kuku. propilen glikol. Untuk ini dapat digunakan larutan garam-garam logam yang bersifat astringens dalam air. Garam-garam logam ini juga bersifat bakterisida. Kadang-kadang juga ditambahkan suatu antibakteri supaya kulit disekitarnya tidak terinfeksi. kemudian dengan air hangat dan dengan krim ini dibiarkan semalam. b.dsb. 170 . Cara penggunaannya adalah dengan merendam kuku dalam larutan garam 1-5% selama 5-10 menit. Pada umumnya sediaan pengering kuku ini berbentuk aerosol/spray. lapisan ini akan mengurangi kepekatan dari cat kuku yang masih basah dengan membentuk emersi dengan air hingga cat kuku akan cepat menjadi kering. 7) Krim dan Lotion kuku. Sediaan bentuk krim. sering juga ditambahkan suatu emolien yang dapat mencegah keringnya kuku dan kulit sekitarnya. maka sebagai penghapus kuku dapat digunakan minyak-minyak tersebut. Penghapus cat kuku dapt digolongkan menjadi : a. Retak-retak dan kekeringan pada kuku dapt disebabkan karena kerja dari pelarut pada penghapus cat kuku. Emolien yang sering digunakan adalah lanolin. dsb. K. atau propilen glikol. Kadang-kadang juga digunakan emulsi dari minyak-minyak diatas. Penggunaannya harus secara teratur dan dapt digunakan sebelum atau sesudah kuku dicat. jadi sediaan penguat kuku harus dapat bekerja melawan kerja pelarut tersebut.Sediaan Kosmetika olivarum . minyak mineral.

Antiperspiran & Deodorant. juga apabila keringat didiamkan akan mengalami perubahan oleh bakteri hingga dapat menjadi berbau tidak enak. Bau dari keringat selain ditentukan oleh keadaan fisik. 171 . Sebenarnya sukar untuk membedakan kedua sediaan tersebut karena selalu dipakai bersama-sama dengan maksud untuk mencegah. mengurangi atau menghilangkan keringat yang berlebihan dan baunya.Sediaan Kosmetika SEDIAAN KOSMETIKA KEBERSIHAN BADAN Sediaan kosmetika untuk kebersihan badan adalah semua sediaan kosmetika yang dapat digunakan untuk menjaga kebersihan badan. adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk mengurangi atau mencegah keluarnya keringat yang berlebihan dan dapat menghilangkan bau keringat. emosi dan diet seseorang. Secara garis besar sediaan kosmetika untuk kebersihan badan ini dapat dibagi menjadi 2 golongan : 1.

larutan buffer (kalau diperlukan) untuk pemakaian Al sulfat atau Al klorida. Bentuknya harus menyenangkan Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai antipersirant adalah :  Zat-zat yang dapat bekerja sebagai astringens seperti garam-garam Al. Mg stearat. Zn salisilat. Zn dsb. atau zat-zat yang dapat bekerja sebagai antikolinergik dan anti adrenergik. tanpa resep dari dokter. 2.  Zat-zat antiadrenergik misalnya dibenamin. Bedak (powder). dapat dibagi lagi menjadi :  Zat-zat antikolinergik misalnya banthin. asam borat. pada umumnya antiperspiran bentuk cair mengandung larutan garam-garam astringens adalah air atau alkohol. resin dsb. bithionol. merupakan suatu bentuk yang tidak efisien karena pemakaiannya kurang praktis. Mekanisme kerja deodorant adalah bau badan pada umumnya lebih keras pada bagian-bagian tertentu dimana terdapat kelenjar apokrin dan bau keringat pada umumnya disebabkan karena penguraian oleh bakteri. Digunakan secara lokal. kaolin. talk. maka deodoran pada umumnya adaah zat-zat antibakteri yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. b.Sediaan Kosmetika Mekanisme kerja dari antiperspiran adalah dapat menutupi pori-pori mulut kelenjar keringat sehingga akan mengurangi keluarnya keringat yang berlebihan. heksaklorofen. sejumlah kecil pelembab (humektan) untuk mencegah pengeringan alat penyemprot. untuk mencegahnya dapat digunakan zat-zat yang bersifat astringens. Mekanisme kerja deodoran juga dapat terjadi karena proses adsorpsi. sejumlah kecil zat pengemulsi yang berguna untuk mendispersikan parfum dalam larutan. Atau dapat juga secara sistemis. setipiridinium klorida. hiamain. ZnO. Hal ini juga memungkinkan karena adanya reaksi reduksi oksidasi dimana zat tersebut dapat mengoksidasi benzil merkaptan atau metil merkaptan yang dapat menyebabkan bau keringat menjadi dibenzil sulfida atau dimetil sulfida yang tidak berbau. Memberikan rasa nyaman dan tidak mengiritasi. streptomisin. berdasarkan bentuknya antiperspirant dapat dibagi menjadi : a. asam benzoat. penisilin.  Zat-zat yang dapat mengikat zat-zat yang berbau baik secara kimia maupun fisika misalnya klorofil. dimana zat tersebut dapat mengikat bau secara adsorpsi kimia atau dapat mengadsorpsi asam amino yang terdapat dalam keringat hingga tidak terjadi penguraian oleh bakteri. e.  Zat-zat yang dapat bekerja secara sistemis. 172 . b. Antiperspirant. pH-nya harus tepat dan tidak merusak baju. d. c. Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai deodoran adalah :  Zat-zat antibakteri misalnya. Cair. zat pendorong (‘propellant’) dan parfum. Mudah dioleskan pada kulit dan menyebar dengan rata. benzalkonium. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sediaan antiperspiran deodoran untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan adalah : a.

J rendah. umunya diberikan dalam bentuk spray atau aerosol dengan zat berkhasiat dilarutkan dalam air 1. d. e. Zat pewarna yang digunakan harus dicari yang stabil terhadap zat-zat lain yang terdapat dalam formula. maka pada pendinginannya akan menghasilkan bentuk gel yang padat. Pada umumnya yang bekerja sebagai deodoran adalah 173 . harus homogen dan rata. Gas yang diberi tekanan tinggi seperti gas CO2. isobutana dsb. 3. dan N2 Deodoran bentuk ‘spray’ ini dalam perdagangan sering disebut sebagai “cologne deodorant”. Bentuk krim ini sangat menguntungkan karena mudah tercuci dengan air. Mg karbonat dsb. Antiperspiran bentuk krim harus memenuhi persyaratan :  Stabil dan tahan terhadap perubahan suhu. Zat-zat yang seing diberikan dalam bentuk ini adalah senyawa-senyawa amonium kuartener dan heksaklorofen. untuk mencegah supaya tidak mudah terbakar maka penggunaannya sering dicampur dengan propelan golongan fluorokarbon. Krim. Krim. Bentuk tetap bagus dan menarik setelah disimpan 7-10 hari pada suhu 400C atau tahan beberapa hari pada suhu 50C. beberapa zat yang bersifat deodoran juga dapat bereaksi dengan parfum. asal tidak dipengaruhi oleh zat-zat lain seperti kaolin dapat menyerap bau parfum. Jenis zat pendorong yang sering digunakan adalah : 1. sifatnya mudah terbakar. contohnya trikloromonofluor metan (propellant 11) dan diklorofluor metan (propellant 12) 2. Bedak (powder). Pada umumnya merupakan emulsi M/A sebab garam-garam astringens bekerja dalam keadaan terlarut dalam air. tidak tercampur dengan air dan larut baik dalam pelarut organik.  3. talk. tidak larut dalam pelarut organik misalnya butana .5% atau dalam alkohol 50%. Cair (liquid). Propelan ini mempunyai B. Sebagai parfum dapat dipilih sesukanya. Batang (stick). Pada umumnya merupakan bentuk emulsi yang encer sekali hingga penambahan garamgaram astringens kedalamnya harus hati-hati sekali agar emulsi tidak pecah. berdasarkan bentuknya deodorant dapat dibagi menjadi : a. Sebagai bahan pengisi dapat digunakan kaolin. Untuk membuta bentuk aerosol/spray diperlukan suatu zat pendorong hingga cairan dapat disemprotkan keluar seperti kabut. biasanya menggunakan basis krim K/Na stearat dan asam stearat. sekarang banyak disukai mungkin karena bentuknya menarik dan pemakaiannya cukup praktis. Fluorokarbon. Hidrokarbon. bentuk ini adalah bentuk yang paling banyak disukai. mungkin karena bentuknya kurang menarik atau pemakaiannya kurang praktis. Sebagai basis biasanya digunakan malam dengan garam-garam astringens dalam pelarut alkohol dengan pemanasan. Klorofil kurang baik. adalah bentuk yang kurang disenangi. sifatnya tidak mudah terbakar. NO2. Supaya tidak rapuh dapat ditambahkan suatu asam lemak tinggi atau suatu ester. Lotion. b.Sediaan Kosmetika c. Deodorant. Ca karbonat. c.

DiAmerika selatan orang menggunakan getah pohon. merupakan sediaan-sediaan yang berguna untuk menghilangkan rambut yang tumbuh pada tempat-tempat yang tidak diingini. atau dengan sedaan yang lengket (“epilatory cream”). Al klorida. Caranya ada bermacam-macam antara lain adalah dengan cara mencabut atau menarik.Na stearat 5-10% . “Depilatory adalah proses menghilangkan rambut berdasarkan reaksi kimia dimana terjadi pengrusakan akar rambut. benzalkonium klorida dan setilpiridinum. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan penghilang rambut (“depilatory & epilatory”) adalah : a. Sebagai zat kimia dapat digunakan sulfida-sulfida atau thiol organik. Zat-zat yang dapat bekerja baik sebagai antiperspiran maunpun deodoran adalah Al fenol sulfonat. 174 . e. 4. Sediaan Penghilang Rambut. heksamin. akan tetapi hanya membentuk lapisan yang tipis apabila digunakan. dengan cara elektrolisis. sorbitol dan polietilen glikol. bentuk ini jarang dijumpai dipasaran akan tetapi pada umumnya orang Amerika lebih menyukai bentuk pasta ini. deodorant bentuk stick ini dapat dibedakan menjadi 2 tipe yaitu a. Krim deodoran yang baik adalah krim yang dibuat dari emulsi A/M karena dapat melarutkan minyak-minyak /lemak-lemak.Sediaan Kosmetika zat-zat yang dapat menyerap bau keringat dan mencegah perkembangan dari bau selanjutnya. dengan malam epilasi (“epilating wax”). atau senyawa amonium kuartener. Perbedaan antara ‘depilatory’ dan ‘epilatory’ adalah pada mekanisme kerjanya. cara radiasi. Batang (Stick). Tidak boleh beracun dan tidak boleh mengiritasi kulit. 5. Tipe alkohol-gel. bentuk ini lebih populer dengan nama “stick deodorant cologne”. Tipe malam (Wax) mempunyai efek penggosokkan yang halus. Formula dasar dari suatu deodorant stick tipe alkohol-gel adalah selalu terdiri dari : . propilen glikol. Pada proses epilasi sering timbul rasa sakit dan sering pula timbul infeksi. Sebagai contoh ZnO yang dapat bekerja sebagai antibakteri. Bithionol. atausecara topikal dengan kompleks thalium. sebagai zat aktif dapat digunakan heksaklorofen. “Epilatory” adalah proses menghilangkan rambut dengan mencabut sampai akar-akarnya. Tetapi yang lebih disenangi adalah krim tipe M/A karena tidak akan meninggalkan bekas berminyak pada kulit. selain dapat untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan juga dapat mencegah pertumbuhan rambut selanjutnya. merupakan suatu sediaan yang dapat digunakan sekaligus bekerja sebagai antiperspiran dan deodoran atau dengan kata lain sediaan tersebut mengandung zat yang dapat bekerja sebagai antiperspiran dan zat yang dapat bekerja sebagai deodoran. Proses epilasi ini dapat dilakukan dengan gunting cabut.Alkohol dan parfum Sebagai humektan dapat digunakan gliserin. Pasta. Al asetat. Sediaan ini sebenarnya sudah sejak zaman dahulu digunakan orang. Zn fenol sulfonat. b. d.Humektan 3-5% . Antiperspirant-Deodorant.

Rambut akan terurai menjadi logam alkali sulfida. Zat-zat kimia yang dapat digunakan untuk maksud diatas antara lain : 175 . amin. atau sejenis karet kasar yang dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap hingga setelah kering lapisan dapat dibuang bersam-sama dengan rambut. molase. Tidak boleh berbau merangsang. Sebagai penggantinya dapat digunakan larutan glukosa. sulfit. Setelah dingin masa dihilangkan hingga rambut akan ikut terhilangkan. Bentuknya menarik. e. Proses penghilang rambut dengan cara tuang : Mula-mula masa yang leleh dituangkan pada tempat yang akan dhilangkan rambutnya. Proses kimia yang terjadi penghilangan rambut : Keratin adalah merupakan protein dimana rambut menempel pada kulit. ikatannya menjadi kurang kuat dan akhirnya rambut akan lepas. mudah digunakan dan stabil d. Juga dapt digunakan emulsi malam dalam minyak silkon dalam keadaan dingin dengan penambahan butil p-amino benzoat yang berguna sebagai penghilang rasa sakit setempat. tidak melekat pada baju dan tidak menimbulkan noda pada kulit. c. Kerjanya akan lebih cepat dan kedalam. Harus stabil pada penyimpanan.Sediaan Kosmetika b. Proses penghilangan rambut secara kimia : Cara ini sangat baik untuk menghilangkan rambut pada tempat-tempat yang sukar dicapai. f. Tidak boleh beraksi dengan baju. tidak dapat kering hingga pada pemakaiannya tidak perlu pemanasan. Sebetulnya zat berkhasiat dapat digunakan berbagai macam zat. Penguraian belerang dari akar rambut dapat menghasilkan jembatan –S-Spada ikatan polipeptida R-CH2-S-S-CH2-R. H2O2. bau menarik. Sebagai masa dapat digunakan campuran resin dengan malam yang berbentuk cairan kental seperti madu. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan penghilang rambut ditinjau dari segi pembuatannya adalah : a. tergantung pada proses reaksi yang diingini. minyak terpentin. zat warna dan parfum yang berguna untuk mencegah pertumbuhan rambut selanjutnya. Bentuk dan bau harus menyenangkan. Pada penggunaan yang lama tidak akan menimbulkan keracunan secara sistematis dan tidak akan mengiritasi kulit. madu. Setelah penggunaan diatas perlu juga digunakan campuran air kapur. dan merkaptan yang dengan –S-S. sianida. benzokain sebagai penghilang rasa sakit setempat dan heksaklorofen sebagai antibakteri. Dalam formula umum dari sediaan penghilang rambut sering digunakan kamfer sebagai pendingin. c. berwarna putih atau netral. antara lain mengandung belerang seperti asam aspartat dan asam glutamat. Bentuk sediaan umumnya adalah pasta atau krim akan tetapi lebih disenangi bentuk krim. Harganya murah. Dalam waktu 2-5 menit telah berubah menjadi lunak dan masa bening yang terbentuk mudah dihilangkan dengan mencucinya. b. Dapat bekerja secara efisien dan dapat menghilangkan rambut dalam waktu yang singkat (4-6 menit) d.dari keratin akan menambah tekanan akar rambut hingga akar rambut akan mengembang.

setanit (Sn klorida). termasuk didalamnya penggunaan talk. tetapi baunya seperti sulfida. Monoetanolamin. Dengan penambahan Na sulfit atau sulfoksilat.1-1. hidrazin.5 mol/liter. Zatzat pereduksi yang seing digunakan adalah sulfida (Ba polisulfida. shampoo.5 . Sulfihidrat). Mekanisme kerja enzim sebagai penghilang rambut sangat kompleks. dengan maksud untuk mencukur rambut pada janggut. b. Na sulfida. serta parfum untuk muka. Dalam keadaan murni perlu dibuffer pada pH 7-8. fradie dapat merusak keratin rambut.Bentuk yang terbaik adalah bentuk pasta Enzim-enzim. sebagai contoh enzim yang dihasilkan oleh streptomyces. Sediaan yang mengandung enzim keratinase ini lebih peka daripada sediaan thiogliklat atau sulfida. kemudian untuk mempercepat proses dapt ditambahkan zat-zat organik seperti metil/dimetil amin. Kadang-kadang kedalam sediaan penghilang rambut ini sering ditambahkan juga kamfer. serta menghasilkan busa yang banyak. Enzim-enzim ini dapat disebut sebagai enzim keratinase. maka konsentrasi zat alkalis dalam larutan tidak boleh lebih besar dari 12 x konsentrasi merkaptan. . Sering digunakan karena tidak mengiritasi.pH harus terletak antara 9-12. . SEDIAAN KOSMETIKA CUKUR Sediaan kosmetika cukur adalah sediaan kosmetika khusus untuk pria. Enzim lain yang dapat bekerja proteolitik adalah tripsin yang akan larut dalam lemak hingga dapat bekerja pada keratin pada protein kulit dan rambut dapat lepas.Sediaan Kosmetika a. Sediaan kosmetika cukur meliputi semua sediaan yang digunakan sebelum. Zat-zat pereduksi juga dapat bekerja mengembangkan akar rambut dan menghasilkan sistin dan polipeptida hingga rambut juga akan terlepas. mula-mula digunakan secara sendiri atau dicampur dengan kaustik soda. atau ester linalil asetat yang berguna untuk menutupi bau pada sulfida yang tidak enak. merkaptan sebagai zat berkhasiat penghilang rambut (“depilating agent”) harus memenuhi beberapa persyaratan : . Mudah dan cepat digunakan.Konsentrasi merkaptan 0. Keaktifan keratinase akan bertambah tanpa mengiritasi walalu dibiarkan semalaman. 176 .Untuk menghindari pengaruhnya pada kulit. deodorant. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan cukur adalah : 1. kumis dan sekitar muka. Kapur tohor (CaO). atau kaolin dan apabila akan digunakan baru ditambahkan dengan air sedikit demi sedikit hingga diperoleh bentuk pasta. c.Zat alkalis harus mempunyai konstanta kesetimbangan lebih besar dari 2 10-5. amino guanidin dan piperidin. selama dan sesudah bercukur. bentonit.eukaliptol. . Sediaan pada umumnya berbentuk pasta yang dibuat dengan menambahkan enzim kering kedalam campuran talk. guanidin.

Sediaan Kosmetika
2. Harus cepat kering dan tetap dimuka selama waktu mencukur. 3. Tidak mengiritasi terutama pada mata dan hidung. 4. Cepat bekerja sebagai pelunak kulit, dimana viskositas sangat menentukan kekerasan rambut hingga mudah dicukur. 5. Mudah dilapisi kulit hingga alat listrik, atau silet yang digunakan dapat berjalan dengan mudah tanpa rasa sakit. 6. Stabil pada waktu lama dan pada beberapa suhu. 7. Tidak menyebabkan silet berkarat dan menjadi tumpul. A. Sediaan sebelum cukur Sediaan yang digunakan sebelum bercukur (“preshave preparation”) adalah sediaan-sediaan yang digunakan sebelum bercukur, dengan maksud agar janggut, kumis, serta kulit disekitar muka siap untuk dicukur. Jadi maksud utama dari sediaan-sediaan ini adalah untuk menghindari luka serta iritasi pada kulit yang mungkin dapat ditimbulkan oleh alat pencukur rambut listrik atau silet. Sediaansediaan yang umum digunakan sebelum bercukur adalah : 1. Pengkondisi Kulit (Skin Conditioner): adalah sediaan yang berguna untuk membuat kulit agar mudah dicukur rambutnya, serta menimbulkan rasa yang nyaman pada waktu bercukur. Sediaan ini juga berguna untuk setelah bercukur. Sebagai contoh “vanishing cream” dapat digunakan sebelum bercukur, dan “cold cream” dapat digunakan sesudah bercukur. Pada umumnya sediaan ini digunakan tanpa sikat, dapat bekerja untuk melunakkan, melembutkan dan melindungi kulit.Kedalamnya sering ditambahkan suatu zat yang dapat menimbulkan rasa dingin seperti menthol dan camphor, atau digunakan suatu antiseptika seperti heksaklorofen, triklorokarbanilid,dsb. 2. Pelembut kulit (Beard Softener) : adalah sediaan yang berguna untuk membasahkan, melunakkan dan melapisi janggut serta kulit disekitarnya hingga mudah dan lembut untuk dicukur. Biasanya mengandung suatu “sequestering agent” dan sabun alkali yang tidak larut atau dapat juga digunakan sabun dan deterjen sintetis. Sediaan dapat merupakan krim tanpa sikat dan tanpa busa atau suatu lotion. Bentuk lotion ini biasanya sangat diperlukan untuk pencukuran dengan alat pencukur listrik. Sediaan ini biasanya mengandung larutan homopolimer asam akrilat atau akrilamida atau juga larutan kopolimer asam akrilat dan akrilamida dalam air. Larutan polimer ini kental pada konsentrasi rendah hingga mudah untuk dioleskan pada kulit. Kadang-kadang juga diperlukan penambahan suatu “wetting agent” dalam jumlah sedikit (0,1 %) yang berguna untuk memudahkan tersebarnya lotion pada kulit yang berminyak. Sebagai “wetting agent” dapat digunakan campuran alkohol dengan larutan silikon Sediaan sebelum cukur dengan alat cukur listrik sekarang ini lebih sering digunakan karena lebih cepat dan penggunaannya lebih praktis. Pada cukur basah mula-mula kulit dibasahkan terlebih dahulu agar menjadi lunak, sedangkan pada cukur dengan alat listrik kulit harus dibuat menjadi kering. Jadi sediaan sebelum cukur dengan alat listrik harus dapat berguna menghilangkan keringat, mencegah timbulnya luka, mengeraskan serta

177

Sediaan Kosmetika
menegakkan rambut, hingga rambut mudah untuk dicukur. Sediaan-sediaan tersebut adalah : Serbuk,sebelum cukur (“preshave powder”), biasanya sebagai komponen terbesar adalah talk yang berguna untuk menyerap kelembaban karena keringat, serta untuk melicinkan kulit, hingga pada waktu pencukuran kulit menjadi licin dan bersih, selain talk dapat digunakan kaolin yang dapat menyerap kelembaban dan dapat melekat dengan baik pada kulit. Zn atau Mg stearan sering digunakan sebagai pelicin dan pelekat, Mg karbonat untuk menaikkan daya serap dan merupakanbahan pembawa dari parfum. Dari talk dapat dibuat bentuk batang dengan penambahan Ca sulfat dan air, sebagai zat pengikat dapat digunakan veegum. Lotio sebelum cukur adalah sediaan yang berguna untuk membuat agar rambut menjadi tegak dan keras, untuk ini diperlukan alkohol dalam jumlah banyak. Pada pembuatannya perlu diperhatikan : Penambahan suatu adstringens sangat berguna untuk menegakkan, mengeraskan, serta merangsang otot rambut. Sediaan harus cepat kering, yang berarti sediaan harus cepat menguap. pH-nya harus berada dibawah isoelektrik dari keratin yaitu antara 4,5-4,8. Harus dapat melapisi kulit dengan baik, hingga dapat mencegah luka atau iritasi karena alat cukur. Harus bebas dari zat-zat yang dapat bereaksi dengan silet atau logam dari alat cukur. Sediaan ini sering disebut sebagai astringens lotion. Sebagai zat berkhasiat dapat digunakan asam laktat, Zn fenol sulfonat, dsb. Alkohol dapat digunakan sampai 70-80%. Dapat sebagai astringens, untuk mengeraskan dan menegakkan rambut, hingga cukur dapat lebih bersih dan terhindari dari infeksi. Kadang-kadang juga kedalamnya juga ditambahkan suatu antiseptika atau analgetika dengan konsentrasi rendah, sebagai contoh adalah benzokain, menthol,dsb. Kerugian pengguanaan sediaan ini adalah rambut akan mengerut, masuk kedalam folikel rambut hingga sukar untuk disukur, selain lotion dalam alkohol, sediaan ini juga dapat merupakan lotion yang mengandung minyak seperti isopropil miristat, heksadesil alkohol, yang berguna untuk melapisi dan melicinkan (“lubrikan”), lotion yang mengandung minyak ini pada umumnya merupakan emulsi M/A dengan 5-20% berat ester asam lemak seperti isopropil miristat, isopropil palmitat, dan zat pengemulsi campuran logam alkali atau garam amin dari asam poliakrilat. Batang yang digunakan sebelum cukur, dapat dibuat dengan menggunakan suatu cetakan dengan tekanan tertentu, kemudian dilapisi atau dibungkus dengan suatu “fil former” yang berguan untuk mencegah pecah atau rapuhnya sediaan. Jadi sediaan sebelum cukur bentuk batang harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Tidak boleh cepat patah, rapuh, pecah. Harus mudah dioleskan dan halus Sediaan sebelum cukur bentuk semprot ( aerosol ), biasanya lebih disenangi karena praktis cara penggunaannya sering juga mengandung antiseptika,

-

-

178

Sediaan Kosmetika
lemak dan alkohol. Sebagai zat pendorong sering digunakan fluorokarbon propelan. Selain sediaan sebelum cukur bentuk cair yang disemprotkan, juga dikenal sediaan sebelum cukur bentuk serbuk yang disemprotkan sediaan ini mudah terbagi secara halus dan talk adalah merupakan komponen terbesarnya. Selain talk juga digunakan Mg stearat, Mg karbonat dan amilum. Sebagai zat pelapis dan pendispersi diguanakan isopropil miristat atau minyak mineral. Sering juga ditambahkan antibakteri dan aerosil (silika koloidal), sebagai propelan digunakan campuran propelan 12 dan 14, campuran propelan 12 dan 11

B.

Sediaan untuk Cukur, adalah sediaan yang dapat digunakan selama bercukur, dengan maksud mengurangi iritasi serta luka-luka pada kulit dan supaya alat cukur berjalan lancar pada kulit yang menimbulkan perasaan segar setelah bercukur. Penggunaan serbutk untuk cukur sudah agak jarang, sekarang sering digunakan bentuk batang (“shaving stick”) yang diproduksi oleh pabrik sabun.

1.

Sabun Cukur, mula-mula bentuknya seperti batang kemudian berubah menjadi bundar. Sekarang digunakan dalam bentuk aerosol, atau bentuk lain dengan menggunakan sikat, sehingga suatu sabun cukur mempunyai persyaratan harus cepat menghasilkan busa yang berlimpah. Pada permulaannya sabun cukur ini dibuat dari lemak dan KOH/NaOH dengan proses penyabunan. Sebagai lemak sering digunakan minyak kelapa atau busanya lebih berlimpah dan tahan lama tepi juga sering digunakan minya palma atau sejenis lilin (tallow) yang busanya memang kurang tapi lebih baik. Jenis busa sangat ditentukan oleh kelarutan dari sabun, dimana sabun K lebih mudah larut dari pada Na, dan pada umumnya sabun K lebih lunak. Apabila sabun yang terbentuk terlalu kuat maka kemungkinan akan mengiritasi kulit, pada umumnya sabun K akan mengiritasi daripada sabun Na walaupun sifat alkali, kelarutan, ikatan rangkap, dan pH-nya hampir bersamaan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sabun cukur : a. Harus berbusa banyak, kecil-kecil dan lunak. b. Tidak mengiritasi kulit dan dapat membasahi dengan baik. c. Konsistensi harus lunak, halus, dan tidak menggumpal d. Melekat dengan baik pada muka dan pada sikat serta mudah dihilangkan dengan pencucian. Konsistensi harus tetap selama penyimpanan dan pada berbagai suhu. e. Mudah untuk dioleskan pada muka, mudah terbagi rata hingga memudahkan untuk dicukur. f. Mudah dihilangkan serta mudah tercampur dengan parfum g. Tidak bereaksi dengan alat cukur yang digunakan. Kualitas dari sediaan sabun cukur sangat ditentukan oleh pemiliohan dari bahan-bahan bakunya. Asam stearat kurang memberikan busa ringan hingga sering diganti dengan oleum cocos dengan perbandingan 3:1 . Untuk penyabunan digunakan NaOH atau KOH, tidak digunakannya garam karbonat, karena mengeluarkan gas CO2.

179

1-20% yang berguna untuk melunakkan. ester. Yang mula-mula digunakan adalah campuran gula. tidak menyebabkan rambut tegak dan kaku karena selalu lembab. propilen glikol dan larutan sorbitol. tragakan. sebab mengandung banyak air. Untuk mengeraskan rambut dapat digunakan metil selulosa. amida asam lemak dan sebagainya. a. terpenten dan air. kurang mengiritasi. Sebagai sabun sering digunakan campuran sabun p-palmitat dan stearat yang dapat menghasilkan busa yang baik dan kurang mengiritasi. Minyak untuk cukur.1-1%. Hemostatika misalnya adrenalin dan garam-garamnya. b. dapat digunakan secara sendiri atau sebelum sediaan lain digunakan. Untuk mengeraskan rambut dapat digunakan hidrokarbon tersulfonasi.ester asam sulfat dengan lauril alkohol. 2. talk dalam konsentrasi 10-15% berguna untuk menambah busa dan mengurangi luka karena penggunaan silet. Untuk menetralisir alkali yang bebas serta untuk menstabilkan krim serta busanya dapat ditambahkan “superfatting agent”. Jumlah asam lemaknya 35-50% dan pH harus sekitar 10. hampir sama dengan sabun cukur. Bekerja tanpa menggunakan sikat. asam sulfat dengan lauril alkohol. Pelunak yang sering digunakan adalah lanolin dan setil alkohol. akrilat dan campuran dimetil siloksan dengan alkohol dan surfaktan serta minyak mineral. Kadang-kadang juga ditambahkan asam alginat atau garam-garamnya 0. atau sebagian dari gliserin dapat diganti dengan larutan sorbitol dengan konsentrasi rendah. jadi merupakan suatu emulsi M/A. Untuk mengubah konsistensi dapat ditambahkan larutan Na biborat. lanolin dan alkohol lemak. Untuk menjaga agar krim tetap lembut dan berbusa dapat ditambahkan gliserin 5-10%.Sediaan Kosmetika Untuk mencegah kekeringan dapat digunakan gliserin 10-15%. sering juga ditambahkan zat yang berguna untuk menambah busa. hanya konsistensinya lebih menyerupai krim atau pasta. adalah cream untuk cukur yang dapat bekerja untuk melunakkan dan melicinkan kulit hampir sama dengan vanishing cream. Sebagai “wetting agent” dapat digunakan hidrokarbon tersulfonasi. Propilen glikol atau larutan sorbitol. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan “brushes shaving cream” adalah 180 . bentuknya bermacam-macam antara lain : 3. akrilamid. “Non Latering/brushless shaving cream”. minyak mineral atau lanolin. Sebagai pelembab (humektan) sering digunakan gliserin. Sebagai emolien dapat digunakan minyak tumbuhtumbuhan. amida asam lemak dsb. alginat. astringens dalam jumlah kecil untuk mencegah perdarahan. Untuk mengubah konsistensinya dapat ditambahkan Na biborat 0. dan sebagainya. kedalamnya juga sering ditambahkan pelunak seperti lemak. Sebagai anti karat sedapat mungkin digunakan oksidator. Krim untuk cukur. “Later shaving cream”. Sering juga digunakan Na CMC. boraks. Dengan konsentrasi rendah (lebih kecil dari 1%).

Biasanya digunakan dengan mengoleskan pada kulit yang lembab yang dengan sikat akan membusa. d. Fasa gas terdapat diatas dan fasa cair ada dibawah. sering juga disebut sebagai “alkoholic lotion” atau “clear lotion”. Biasanya juga mengandung 181 . Batang untuk cukur (shaving stick). keluaran pabrik Atlas dengan konsentrasi 0. Liquid shaving cream. Serbuk Cukur. Bentuk sediaannya bermacam-macam : 1. dapat berbentuk “cleansing milk”. asam stearat lebih banyak daripada formula sabun cukur. dapat dikentalkan dengan penambahan karbofol 934 2-1%. Propelan hanya sedikit larut dalam larutan sabun yang bila tempatnya dikocok akan teremulsifikasi dan bila diberi tekanan / terdorong cairan akan membentuk gelembung-gelembung yang keluar sebagai busa. C. Sediaan setelah Bercukur Merupakan sediaan yang berguna untuk memberikan rasa nyaman setelah bercukur.  Harus cepat hilang dan meninggalkan rasa nyaman. adalah sediaan cukur berbentuk krim cair biasanya juga disebut sebagai liquid brushless cream. dapat menghasilkan busa yang dapat langsung digunakan tanpa sikat.Sediaan Kosmetika  Harus mudah tersebar. “Aerosol shaving cream”. Dengan air akan membentuk sabun yang dapat digunakan dengan sikat. Kadang-kadang mengandung cairan silikon yang berguna untuk membentuk lapisan pelindung pada kulit yang dapat mencegah emulsifikasi dari sabun hingga mengurangi iritasi pada kulit. Kedalam sediaan ini sering ditambahkan suatu antiseptika yang dapat bekerja sebagai antibakteri atau antiinfeksi yang mungkin timbul karena proses pencukuran.  Tidak boleh mengiritasi  Pada penyimpanan tidak boleh ada perubahan konsistensi dan tidak boleh ada pemisahan.2. Sebagai “emulsifying agent” dapat digunakan alkohol lemak yang teroksilasi seperti polietoksi lauril eter. atau “cleansing lotion”. halus dan tidak menggumpal. 5. Dan dinetralkan dengan trietanolamin sampai pH 6.  Mudah digunakan dan pada penggunaannya tidak boleh menimbulkan rasa sakit. dengan propelan yang mudah menguap dan ditempatkan dalam wadah yang bertekanan. Sebagai surfaktan digunakan Na lauril sulfat 0. BRIJ 30.5-6% dan sebagai penstabil busa dapat digunakan gliserin sebanyak 5%.5-7. serta dapat menghilang rasa sakit akibat adanya luka karena alat cuku. Formula pada umumnya mengandung gliserin sedikit. Pada umunya terdiri dari campuran minyak menguap dengan air atau sering juga disebut sebagai “aqua aromaticum”. After shave Lotion.7%.3-0. Formulasi biasanya terdiri dari larutan sabun dalam air. Pada umunya merupakan emulsi M/A dengan jumlah air 87-95%. kerjanya hampir sama dengan sabun cukur. pelunak. c. sekarang jarang digunakan. Sediaan-sediaan ini dapat bekrja sebagai pendingin. 4.

Biasanya terdiri dari Al-K sulfat 10 H2O atau kombinasi antara suatu astringens dengan garam-garam penahan perdarahan seperti aluim+talk 5% dan gliserin 5% 6. 5.025-0. d. 2. Dapat menghilangkan iritasi dan rasa sakit. maka akan timbul rasa pedih dan apabila kurang dari 40% maka minyak menguapnya tidak larut hingga tidak terbentuk larutan yang jernih. merupakan suatu sediaan yang disemprotkan.1-0. asam benzoat. sering disebut “alum blok”. Sekarang jarang digunakan. dapat berfungsi sebagai penyegar dan pendingin. sering disebut sebagai “stick lotion”. Bekerja sebagai astringenss. Kedalamnya sering ditambahkan suatu antiseptika dan astringens. lebih sering digunakan sebagai “hand lotion”. serta pelicin kulit. After Shave Powder. After shave Cream. Alkohol yang sering digunakan adalah etil alkohol lebih dari 60%. b. Zn klorohidoksida dsb. Kalau lebih akan mengiritasi kulit dengan menimbulkan warna merah dan bau yang menyengat. Sebagai pendingin dan penghilang rasa sakit sering digunakan menthol dan camphor dengan konsentrasi 0. Astringens yang sering digunakan adalah Al klorohidroksida. Kedalam sediaan ini sering ditambahkan suatu antibakteri atau germisida seperti paraklorometakresol atau amonium kuartener. Khusus sebagai penghilang rasa sakit dapat digunakan benzokain atau lignokain dengan konsentrasi 0. After Shave Styptic. Dapat bekerja sebagai pendingin dan penyegar. Dapat menetralkan sabun yang tertinggal pada kulit hingga kulit akan menjadi netral/norma kembali e. Merupakan larutan kental dari alkohol dan air. Dapat bekerja sebagai anti bakteri.050%. sering disebut sebagai “after shave emulsified lotion” sangat jarang digunakan. terdiri dari alkohol. c. 3. Untuk menetralkan alkali yang berlebihan dapat digunakan asam laktat.Sediaan Kosmetika alkohol akan tetapi konsentrasinya tidak sebanyak pada preshave lotion”. asam borat. 182 . surfaktan dan humektan.2%. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu aftershave preparation adalah : a. After Shave Gel. Dari bentuk serbuk ini juga dapat dibuat bentuk batang (stick). tidak boleh rapuh dan berguna untuk menghentikan perdarahan. Merupakan sediaan berbentuk pensil. After Shave aerosol. Sebagai antiseptika sering digunakan asam borat dan sebagai astringens digunakan garam-garam Zn dan Al. Sebagai emolien dan humektan sering digunakan gliserin 3%. 4.

4. Garam-garam Na dari Naftosulfonat. gliseril. Sinar matahari adalah merupakan sinar monokromatis dengan λ yang berbeda dan sinar matahari yang berpengaruh buruk adalah sinar monokromatis dengan λ 2800-3900. 7. melepuh. kepekaan seseorang dan energi radiasi sinar matahari. turunan kumarin sepeti 7-metil. sakit kalau sudah pecah dan dapat mengandung nanah. butil sinamoil piruvat. benzal asetofenon. dan propilen glikol. ZnO. MgO. fenil. dan sebagainya. 5. feniletil. isobutil. Berdasarkan cara kerjanya “screening agent” dapat dibagi menjadi : 1. Penggolongan Screening Agent menurut Klarmant : 1. Bekerja secara fisika. Sebagai contoh adalah TiO2. Asam-asam dihidroksi nafteat. kaolin dan talk 2. seperti amil. 2. seperti metil eskuletin. zat-zat tersebut dapat memantulkan kembali sinar ultraviolet dari sinar matahari. Asam p-amino benzoat dan turunan-turunannya seperti etil. merupakan sediaan kosmetika yang luas penggunaannya karena selain sebagai pelindung kulit terhadap panas dan dapat digunakan untuk semua umur.Sediaan Kosmetika SEDIAAN “SUNTAN & SUNSCREEN” Sediaan “sunscreen” adalah sediaan kosmetika yang digunakan pada permukaan kulit untuk menahan pengaruh buruk dari sinar matahari dan pengaruh luar lainnya. 3. Antranilaq-antranilat seperti orto amino benzoat. ester-ester. Turunan-turunan asam sinamat. dari asam p-dimetilaminobenzoat. Terjadinya kerusakan pada kulit dapat disebabkan oleh adanya penyerapan energi radiasi sinar matahari oleh kulit. 8. kekuatan cahaya matahari. Zat-zat yang dapat bersifat sebagai “screening agent” adalah zat-zat yang dapat menyerap cahaya matahari dengan panjang gelombang 2800-3200. metil. Mula-mula sediaan ini dikenal di amerika pada tahun 1928. 3-fenil. fenil. trifenil. Zat-zat tersebut harus mempunyai bau yang enak dan dalam konsentrasi yang digunakan tidak boleh memberi warna pada kulit. zat-zat tersebut dapat menyerap radikal-radikal bebas dari sinar ultraviolet pada panjang gelombang 2800-3200. seperti metil. metil. 10. Hidrokarbon-hidrokarbon. maka akan mempunyai efek baik yaitu akan merangsang peredaran darah serta dapat menghasilkan vitamin D serta pro vitamin d pada epidermis kulit. fenil. Bila sianr matahari itu tidak begitu lama pada kulit. Bekerja secara kimia. turunan asam dihidroksi sinamat. linalil danester-ester dari siklohaksenil. Salisilat-salisilat. CaCO3. Kerusakan kulit ini disebut eritemia dengan tanda-tanda kulit berwarna kemerah-merahan. benzil. 6. 183 . 9. ester-ester gliseril. eskuletin. sehingga tidak terserap kulit. Diobenzal aseton. Eritema dapat timbul tergantung pada lamanya penyinaran. benzil.

Zat pembawa atau Basic. homometil salisilat.Sediaan Kosmetika 11. meksaon. seperti metil naftoxazol. jadi penggunaannya harus dicampur dengan lemak terlebih dahulu supaya terbentuk lapisan tipis yang tidak tahan terhadap air dan keringat serta tidak akan menggulung. escalol 106. dan sebagainya 12. rata dan kuat. Dibuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh. 7. Harus stabil terhadap suhu. klorida. 13. Asam tanat dan turunan-turunannya Persyaratan umum yang harus dipenuhi sediaan sunscreen : 1. escalol 506. solprotex. dipropilenglikol salisilat. Garam-garam kinin seperti bisulfat. benzalaseton. Lapisan yang terbentuk tipis dan mudah kering. sinar matahari dan kelembaban. melekat dengan baik dan mempunyai daya melindungi. 184 . karena jenis zat pembawa ini menentukan sifat lekat dan tebal lapisan yang terbentuk. sifatnya dapat membentuk gel bila dicampur dengan air. tanat. dan sebagainya. 2-asetinalazol. 2. yang mudah kering dan liat (elastisitas). Mudah digunakan dan tersebar dengan rata 8. oleum ricini. juga dapat membentuk lapisan yang tipis. olet. Screening Agent merupakan zat berkhasiat yang harus terdapat dalam sediaan “sunscreen”. Sebagai contoh yang dapat digunakan sebagai zat pembawa dalam sediaan “sunscreen” adalah : a) Bentonit. 5. dan tahan terhadap air maupun gosokan. tetapi pada umumnya tidak tersatukan dengan “screening agent” c) Polivinil alkohol. Sebagai contoh adalah oktabenon. gel tersebut cukup stabil dan mudah tersebar dengan rata dan luas bila dioleskan. b) Metil selulosa. Bila dioleskan pada kulit juga memberikan rasa halus dan nyaman. Azol-azol. Formula Umum Sediaan Sunscreen : Hampir semua sediaan “sunscreen” mengandung zat-zat sebagai berikut : 1. etoksi etil p metoksi sinamat. isobutil salisilat sinamat. Lapisan yang terbentuk harus tipis dan mudah kering. sumarome. benzalesefenon. Sebagai zat pembawa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Tidak mudah menguap dan tidak diserap oleh kulit. dioksi benzon. 4. 9. b. Harus dapat meneruskan sinar dengan panjang gelombang 3000-4000 A 3. Harus dapat menyerap radiasi sinar ultraviolet pada panjang gelombang 2800-3150 A 2. Tidak toksis dan tidak merangsang. Bila dioleskan pada kulit akan membentuk lapisan yang tipis. Tetapi lapisan ini tidak tahan terhadap air dan keringat. merupakan bagian yang sangat menentukan bekerja atau tidaknya sediaan tersebut. etil p-amino benzoat. Tahan terhadap keringat dan gosokan. minyak silikon yang teresterifikasi dengan asam salisilat. 6. dengan air juga akan membentuk lapisan tipis.

merupakan sediaan yang tidak mengandung air. larutannya dalam alkohol akan membentuk lapisan tipis. pada umumnya akan hilang dengan sendirinya bila terkena keringat. Biasanya digunakan minyak-minyak karena minyak dapat menyerap sinar ultraviolet. kurang mengiritasi.03 mm. Zat tambahan. Tipe “greaseless” (tanpa butiran).Sediaan Kosmetika d) Vinil resin (Vinyllite). Dapat juga digunakan minyakminyak mineral tetapi harus dengan viskositas rendah seperti isopropil miristat. Tipe anhidrid. 3. Tipe emulsi. mengandung alkohol tinggi atau rendah seperti isopropil miristat. antihistaminika dan antiseptika. 3. kadang-kadang zat-zat ini sangat diperlukan karena dapat untuk mencegah terjadinya infeksi. yang terbaik adalah minyak tumbuh-tumbuhan. Adanya kapasitas absorpsi yang dapat hilang disebabkan karena adanya modifikasi kimia karena sinar matahari.dsb. tidak larut dalam air dan pada umumnya tidak tersatukan dengan “screening agent”. sedangkan bau yang kurang enak dari isopropil alkohol dapat ditutupi dengan memberikan suatu pewangi. Sunscreen dapat dibagi menjadi : 1. 1. 2. isopropil palmitat atau minyak silikon. 185 . minyak silikon. melekat pada kulit dan sukar dicuci dengan air tetapi tercuci dengan alkohol. Faktor-faktor yang sangat menentukan Kerja dari Sunscreen adalah : Tebal lapisan antara 0. Bentuk ini lebih disukai karena dapat dimasukkan dalam tube. dimana lapisan yang terbentuk akan sergam dan lebih tipis. Penambahan zat pengental seperti gliserin atau sorbitol kadangkadang diperlukan untuk menambah ketebalan dari lapisan hingga pemakaiannya lebih mudah dan tidak boleh terlalu banyak karena akan meninggalkan lapisan kulit yang kaku. Alkohol (etil alkohol) sering diganti degan isopropil alkohol hingga menghasilkan sediaan yang murah. Parfum yang berasa manis hingga dapat menarik lalat atau semut dihindarkan. dapat digunakan semua jenis emulsi A/M atau M/A dengan lemak dalam jumlah besar. Sifat lainnya. sangat disenangi. seperti untuk para atlet digunakan parfum yang berbau segar misalnya oleum lavandule. Untuk keperluan berjemur dipantai digunakan parfum yang lebih berat. oleum citri dsb. Bentuk aerosol. Parfum. Biasanya dengan penambahan suatu zat pengental akan terbentuk gel yang dapat dimasukkan kedalam tube. Penggolongan sediaan Sunscreen Berdasarkan Tipenya. Kalau alkoholnya menguap akan meninggalkan lapisan yang bersifat dapat menolak air. tergantung pada cara penggunaan dan suhu pada waktu dipakai. e) Etil selulosa (ethocel). Untuk sediaan bentuk emulsi ini sebagai zat berkhasiat dapat digunakan “screening agent” yang larut dalam air untuk emulsi tipe M/A dan yang larut dalam minyak untuk emulsi tipe A/M.001-0. dalam aseton akan membentuk lapisan yang tipis dan sangat liat. serta sangat lekat. digunakan sesuai dengan pemakaiannya. 4. Zat-zat yang sering ditambahkan kedalam sediaan “sunscreen” adalah beberapa antibiotika.

Pada umumnya sediaan ini digunakan oleh orang kulit putih atau penderita vitiligo. Setelah penguapan dari pelarut mungkin “screening agent” akan mengkristal dan akan menyebabkan sediaan “sunscreen” menjadi tidak aktif lagi. aerosol dan aerosol foam. Tidak digunakan zat warna yang larut dalam air karena warna akan hilang apabila kena air keringat dan kelembaban. larutan hidroalkohol. Formulnya biasanya terdiri dari zat warna larut dalam minyak atau larut dalam zat-zat tak berlemak. Terjadinya penguapan dari pelarut yang menyebabkan lapisan menjadi keras dan retak-retak. Campurannya dengan sekresi kulit akan menyebabkan perubahan konsentrasi zat berkhasiat. batang. Zat warna yang sering digunakan adalah alkoksipsoralen atau metoksasalen yang dalam konsentrasi 10-20 mg selama 12-4 jam akan terjadi pigmentasi. gel. Adanya perubahan jenis emulsi pada kulit hingga menyebabkan kerja dari sediaan berkurang. 4. minyak. 186 .Sediaan Kosmetika 2. Sediaan SUNTAN adalah sediaan kosmetika yang dapat membuat warna kulit menjadi coklat dalam waktu singkat tanpa terjadinya eritema (luka melepuh). Dalam perdagangan sediaan “suntan” sering dijumpai dalam bentuk krim. 3. krim cair.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->