Sediaan Kosmetika

BAB I ( KOSMETIKA BAYI dan WANGI-WANGIAN ) PENDAHULUAN Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan peradaban manusia maka bertambah pula kebutuhan manusia dalam berbagai bidang, khususnya kosmetika. Dalam peradaban sekarang kosmetika tidak hanya dibutuhkan untuk kaum wanita saja, tapi juga dibutuhkan untuk semua golongan dan semua umur. Kosmetika dibutuhkan untuk berbagai keperluan tubuh yaitu sebagai pembersih tubuh, pengharum tubuh, memperelok atau memperindah penampilan. Sediaan mengenai kosmetik juga mengalami perkembangan yaitu bentuk gel, aerosol, lotio,cream dan lain sebagainya. Singkat kata, era zaman sekarang ini sangat membutuhkan keberadaan dan manfaat dari kosmetik. Kosmetika untuk bayi dan wangi-wangian yang akan diulas dalam makalah ini mengemukakan mengenai macam-macam sediaan kosmetika wangiwangian dan untuk bayi yang beredar sekarang. Sebagai contoh sediaan kosmetika untuk bayi adalah shampo bayi, bedak bayi, minyak bayi dan krim bayi. Sedangkan untuk wangi-wangian dapat berupa aerosol, larutan maupun bentuk sedian setengah padat misalnya gel dan lotio. Secara umum kosmetika untuk wangi-wangian didapat dari hewan dan tumbuhan. Dari tumbuhan biasanya senyawa-senyawa alkaloid yang mudah menguap yang biasanya digunakan sebagai komponen utama. Alkaloid ini dapat ditarik dengan pelarut-pelarut organik yang dibasakan terlebih dahulu atau dengan mengekstrak sari-sari tumbuhan dengan cara-cara yang paling tepat untuk zat tersebut. Sedangkan untuk Hewan juga diperoleh dengan cara mengambil zat-zat tertentu yang disekresikan oleh hewan tersebut sebagai komponen utama suatu kosmetik. KOSMETIKA UNTUK BAYI Sehat menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) adalah keadaan yang sempurna baik fisik, mental, dan ekonomis. Dalam arti kata yang sempit sehat berarti tidak sakit. Kulit yang sehat adalah kulit yang tidak menderita suatu penyakit baik dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Setiap organ tubuh manusia, termasuk pula kulit, mempunyai fungsi tertentu untuk kesehatan. Kulit dengan luas kurang lebih 1,2 m2 dan berat kurang lebih 15% dari berat badan terdiri dari susunan sel-sel yang membentuk lapisan-lapisan kulit epidermis,, dermis dan jaringan bawah dermis. Kulit mempunyai fungsi proteksi, sekresi, termoregulasi, sensorik, ekspresi, produksi (vit D), respirasi dan absorpsi, yang dilakukan baik oleh sel-sel kulitnya maupun oleh appendagesnya seperti otot, kelenjar lemak, kelenjar keringat, rambut atau kuku. Kulit yang sehat terlihat sebagai kulit yang optimal secara fisik maupun fisiologik. Secara fisis kulit yang sehat terlihat dari warna, konsistensi, kelenturan, struktur bentuk dan besarnya sel-sel dan jaringan kulit lain. Secara fisiologis terlihat dari keratinisasi, pigmentasi, persarafan, pembentukan keringat, pembentukan minyak kulit, pertumbuhan rambut.

1

Sediaan Kosmetika
Untuk kesehatan kulit, kegunaan terutama terletak pada kemampuan perawatan dan pemeliharaannya. Berbeda dengan kulit dewasa yang tebal dan mantap, kulit bayi dan balita relatif tipis dengan ikatan antarsel yang longgar. Karena itu kulit anak lebih rentan terhadap infeksi, iritasi, dan alergi. Secara struktural kulit bayi dan balita belum berkembang dan berfungsi optimal sehingga diperlukan perawatan khusus. Perawatan yang lebih menekankan pada pemeliharaan kulit ketimbang dekorasi ini diharapkan bisa meningkatkan fungsi utama kulit sebagai pelindung dari pengaruh luar tubuh. Perawatan kulit bayi dan balita bisa dimulai dari kegiatan sehari-hari. Misalnya dengan memandikan secara teratur, membersihkan rambut, dan mengganti popok atau baju pada saat tepat. Mandi misalnya, diwajibkan dua kali sehari, pagi dan sore. Dalam memandikan, perhatikan hal-hal berikut: suhu air disesuaikan dengan umur anak, gunakan sabun bayi yang lunak, gunakan sampo bayi untuk membersihkan rambut, keringkan badan dengan handuk sendiri sampai lipatan kulit, dan berikan bedak dengan sapuan tipis. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa perbandingan luas permukaan kulit dengan berat badan pada bayi lebih besar daripada orang dewasa, "Sehingga, kemungkinan keracunan berbagai bahan toksik menjadi lebih besar pada bayi, karena tingginya penyerapan melalui kulit," kata dokter spesialis kulit, dr. Lily Soepardiman, SpKK, dalam seminar tentang Perawatan Kulit Pada Bayi dan Balita beberapa waktu lalu. Karena itu, "Orang tua sebaiknya memperhatikan label bahan pembuat kosmetik yang akan dipakai." Nah, kosmetik apa saja yang harus diperhatikan? 1. Sabun Sulfur dapat mengurangi lemak kulit sehingga menyebabkan kekeringan dan gatal. Sementara heksaklorofen dapat menimbulkan keracunan pada susunan saraf pusat. "Selain itu, TBS, TCA, dan yodium dapat menyebabkan alergi pada kulit," tambah Lily. Sampo Sebaiknya keramas dilakukan 2-3 kali seminggu. Bila terlalu sering, rambut malah bisa menjadi kusam dan kering. Bahan kondisioner sebaiknya dipakai bila anak sudah berumur 5 tahun. Sampo bayi biasanya dibuat dengan pH yang mendekati pH air mata, sehingga tidak menimbulkan pedih di mata. Sebaiknya, pilih sampo yang tidak mengandung selenium sulfida. Pelembab Di negara tropis yang kelembabannya relatif tinggi, pelembab sebetulnya kurang dibutuhkan. "Bahkan penggunaan yang berlebihan bisa menyumbat pori-pori dan menimbulkan biang keringat," kata Lily. Namun, bila perlu, pelembab dapat digunakan untuk mencegah eksim popok. Khusus untuk baby oil, bisa dipakai untuk membersihkan kotoran bayi dan lemak di kulit kepala. Bedak Bedak dapat digunakan untuk mencegah gesekan. Namun, bila sampai

2.

3.

4.

2

Sediaan Kosmetika
terhirup dapat menimbulkan kelainan pada paru-paru, karena mengandung magnesium silikat yang sama dengan asbes. Makanya, "Bedak jangan ditaburkan, tapi ditutul-tutulkan saja pada kulit bayi," saran Lily. Penggolongan kosmetika bayi Sediaan kosmetika bayi dapat digolongkan sebagai berikut : 1. bedak bayi (Baby Powder) Bedak bayi merupakan sediaan bayi berbentuk serbuk yang digunakan untuk mempercepat penguapan keringat juga sebagai zat pelicin untuk mencegah lecet. Fungsi utamanya adalah menyerap uap lembab pada kulit dan mencegah lecet karena pakaian yang dikenakan bayi. Karena mempunyai luas permukaan yang besar, bedak dapat menahan radiasi panas pada kulit dan juga mempunyai efek penyejuk. Talk adalah kosmetika dasar utama yang terbaik dan kadang merupakan satu-satunya konstituen dari bedak bayi karena membantu untuk melumasi permukaan kulit. Zat yang mempunyai daya serap bagus adalah kaolin, hidrat Al silikat, magnesium, kapur presipitat , kanji. Kaolin dapat menyerap uap lembab degan cepat dan mudah. Kalsium dan magnesium karbonat juga dapat digunakan karena mengandung absorban yang baik. Aluminium dan Zn stearat dapat menyebabkab iritasi kulit, oleh karena itu Mg stearat lebih dianjurkan. Penggunaan bubuk silica hingga 10% dapat meningkatkan kehalusan dan membantu dalam penyebaran zat. Kanji memiliki bahan absorbsi yang bagus dan memberi rasa lembut pada kulit namun ketika kanji berkontak dengan uap lembab, maka akan memberikan substrat untuk pertumbuhan bakteri yang menyebabkan iritasi pada kulit dan cenderung lengket, tetapi garam aluminium tidak lengket pada kulit dan lebih resisten terhadap serangan bakteri. Daya tarik dari bedak pada kulit dapat dibuat dengan menggunakan setil alcohol dan steril alcohol yang dipakai pada konsentrasi 0,5 – 1,5 % sedang ZnO pada konsentrasi antara 2% dan 5%. Talk dan mineral tambang lain sering terkontaminasi oleh spora mikroorganisme seperti Clostridium tetani, dan untuk itu harus dilakukan sterilisasi dengan pemanasan. Tahun 1946 kematian 5 bayi di New Zealand disebabkan oleh tetanus yang ada pada bedak bayi. sterilisasi dilakukan pada suhu 150-160o C selama 1 jam Antiseptic sering ditambahkan pada bedak bayi untuk mengontrol pertumbuhan mikroorganisme pada kulit, biasanya Bacterium ammoniagenes dan micrococcus. Bedak asam borat dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut. 2. Losion dan krim bayi (baby lotion and creams) Losion bayi merupakan suatu emulsi yang banyak mengandung air sehingga tidak memungkinkan terbentuknya suatu lapisan tipis di permukaan kulit, untuk membersihkan kotoran yang menempel pada kulit serta memberikan rasa segar dan dingin. Sedangkan krim bayi merupakan sediaan

3

Minyak Bayi (Baby Oil) Minyak bayi merupakan sediaan kosmetik bayi berbentuk minyak mineral jernih dengan tambahan zat pelembut untuk membersikan kotoran dari kulit termasuk sisa bedak dan krim. derivate lanolin merupakan pembawa yang bagus untuk antiseptic ammonium kwartener. Komponen utama yang digunakan dalam minyak bayi adalah minyak mineral dengan kemurnian tinggi. Minyak sayur kadang-kadang digunakan tetapi karena ketengikan dan pembentukan produk sampingan yang dapat mengiritasi kulit. contohnya gliseril stearat atau kombinasi Arlacel dan tween.Sediaan Kosmetika kosmetika bayi yang berbentuk emulsi air dalam minyak dengan kadar lemak relative tinggi yang berguna sebagai pelembut dan pelembab kulit. lanolin. Antiseptic untuk melawan infeksi kulit minor dan fraksi lanolin cair yang larut dalam minyak mineral sering ditambahkan sedangkan minyak silicon diapakai untuk memperbaiki efek hidrofobik dari produk. Perlstein mengatakan bahwa dengan melapisi kulit dengan lapisan kedap air yang kontinu minyak bayi mungkin mengganggu fungsi respirasi dan eksretori kulit. Minyak silicon dan pasta atau malam polietilen juga baru-baru ini direkomendasikan sebagai basis salep anhidrat. dan antiiflamasi. adstringen. ZnO sering ditambahkan dalam jumlah antara 2-10% karena memiliki sifat antiseptic yang lembut. 3. trigliserida atau alcohol berlemak. Minyak bayi membentuk suatu lapisan berlemak yang melindungi kulit dari basah dan luka dan efek proteksinya harus bekerja tanpa minyak tersebut membentuk suatu lapisan yang kontinu dan kedap air karena dapat membatasi pengeluaran keringat dan dapat menyebabkan kulit kering. 4 . maka antioksidan harus ditambahkan. Isopropyl myristate. Emulsi dengan emulgator non-ionik. petrolatum. Aluminum. Ada beberapa kontroversi tentang kegunaan minyak bayi. perhidroskualena dan minyak silicon juga digunakan. Setil trimetil ammonium bromide. setil piridiniumklorida dan benzetoniumklorida juga cocok digunakan dalam losion bayi pada konsentrasi 0-2%. Heksaklorofan digunakan pada emulsi dengan surfaktan anionic. Antiseptic digunakan pada konsentrasi rendah dalam losion dan krim bayi untuk membantu kontrol pertumbuhan mikroorganisme penghasil ammonia pada kulit. magnesium dan kalsium stearat dan oleat digunakan untuk memperbaiki efek penolak air dari krim dan menstabilkan emulsi. Walaupun demikian minyak bayi masih banyak digunakan di rumah sakit dan direkomendasikan untuk membersikan kulit ketika mengganti popok. Basis krim biasanya berupa malam. Dalam penggunaannya krim bayi lebih bertindak sebagai baby oil daripada losion karena mereka cenderung membentuk suatu lapisan pada permukaan kulit. Zn. dan pengemulsi air dalam minyak lainnya seperti yang digunkan pada krim malam. alkildimetil benzilammonium klorida. sedangkan senyawa ammonium kwartener digunakan dalam produk berbasis non-ionik.

Asam lemak sakrosinat mengkombinasikan kelembutan dengan busa yang banyak dan efek pembersih dalam rentang pH asam yang rendah. triklorokarbanilid. tidak mengiritasi kulit dan hanya boleh digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. Sulfo-suksinat anionic dan derivate siklo imidinium amphoter dilaporkan menyebabkan iritasi pada mata kelinci dan penambahan alcohol lanolin teretoksilasi secara signifikan mengurangi potensi iritasi mata dari formula tertentu. dan magnesium laurel eter sulfat dapat juga digunakan karena indeks iritasi mata yang relative rendah. dsb. Sabun bayi biasanya dibuat dari reaksi antara asam lemak tinggi yang terdapat dalam minyak-minyak lembak seperti oleum alivarum. memberikan kesegaran. dibuat dengan cara cetak. Sabun bayi mengandung banyak lemak. Sabun bayi (Baby Soap) Sabun bayi merupakan sediaan bayi yang berfungsi untuk membersihkan kulit. Pada umumnya mempunyai pH sekitar 10. shampoo ini tidak jauh berbeda dari shampoo untuk dewasa walaupun di dalamnya terdapat perawatan khusus yaitu surfaktan yang memiliki indeks iritasi mata yang sangat rendah. dsb. Kombinasi dengan deterjen anionic juga meningkatkan kelembutan. Shampo Bayi (Baby Shampoos) Shampoo bayi merupakan sediaan bayi yang digunakan untuk membersihkan kulit kepala dan rambut bayi. zat yang dipergunakan harus betul-betul aman dan murni. 2. antara lain : 1. parfum untuk bayi harus telah diperiksa. Syarat-syarat Sediaan Kosmetika Bayi Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sediaan kosmetika bayi. menghaluskan dan melembutkan kulit. Beberapa surfaktan memiliki efek anestesi pada mukosa mata dan jika zat-zat ini dapat menyebabkan kerusakan kornea yang dapat menyebabkan kerusakan yang serius karena membilas mata dengan cepat adalah tidak memungkinkan. oleum cocos dengan suatu alkali seperti NaOH. Beberapa surfaktan nonionic dapat juga digunakan dalam shampoo bayi tetapi karena kapasitas pembentukan busanya relative rendah. 5 . Produk kondensasi dari protein asam lemak yang juga termasuk bahan baku deterjen anion-aktif yang lembut dan ditoleransi dengan baik oleh membrane mukosa mata. 5. biasanya termasuk ke dalam deterjen sekunder bersama zat-zat ampholitik. Ke dalam sabun bayi dapat juga ditambahkan suatu antiseptic seperti heksaklorofen. tapi mungkin dapat menyebabkan dermatitis pada kulit. KOH. merupakan sabun lunak sehingga tidak akan mengiritasi kulit. Zat-zat ini cocok dengan asam dan oleh karena itu dapat disesuaikan dengan pH yang diinginkan. Surfaktan yang memilliki efek anestetik kebanyakan senyawa alkylaril yang berkondensasi dengan sejumlah molekul polietilen oksida dan amina asam lemak. berwarna putih dan keras.Sediaan Kosmetika 4.

metal heptine karbonat. shampo bayi • tidak menimbulkan iritasi pada kulit kepala dan mata. • zat pembawa tidak mudah mengendap uap lembab dan tidak dapat digabung dengan absorben yang lain. bedak bayi • bahan yang dipakai harus steril • zat pembawa harus bersifat licin. • konsentrasi surfaktan tidak boleh terlalu tinggi. metal nonil asetaldehid. eugenol. 4. ada syarat-syarat khusus untuk beberapa sediaan bayi. Antiseptik : undesilenat. Mg stearat 3-5%. serta tidak menghalangi kulit. • tidak menghalangi keluarnya keringat. setil atau stearil alcohol 0. dan melekat baik pada kulit.Sediaan Kosmetika Selain faktor-faktor di atas. • zat aktif yang digunakan harus mempunyai daya iritasi yang sangat lemah terhadap kornea mata. lotion dan cream bayi. Li. heliotropin. • tidak menimbulkan iritasi pada kulit. ZnO 2-5 . hidroksicitronellal.05 %( dipakai jika pembawanya pati/zat tepung pengganti talk) Beberapa tipe formula dari bedak bayi adalah : 6 . • perlu ditambahkan antioksidan jika menggunakan minyak sayur. resin olibanum dan vanillin). 2. minyak zaitun 1-3 . sabun bayi tidak mengiritasi dan menyebabkan dermatitis pada kulit.(parfum yang tidak boleh digunakan antara lain: benzilidin aseton. • tidak menghalangi keluarnya keringat. minyak bayi • tidak menimbulkan iritasi pada kulit • tidak mengganggu aktivitas fisiologi dari kulit. aluminium silikat terhidrasi Pelembut dan penambah daya lekat : Zn.5-15%. • ukuran partikel yang dianjurkan adalah antara 10-40µm. cinnamat aldehid sitral. • tidak mengganggu aktivitas fisiologi dari kulit. metal benzethonium kloroda 0. antara lain : 1. • tidak menimbulkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan kulit (lotion bayi) 3. • konsentrasi pewangi tidak boleh lebih dari 2% karena dapat menyebabkan iritasi kulit. 5. membantu melemaskan kulit. Formula Umum Sediaan Kosmetika Bayi Bedak Bayi Zat pembawa : talk Zat penyerap : koloidal kaolin. • pH harus sesuai dengan pH cairan mata. • bilangan kuman tidak melebihi 500 per gram.

5 kaolin 20. qs 3.0 perfume 4. qs 94.0 qs Lotion dan krim bayi Zat pengemulsi : ester sukrosa dari asam palmitat dan asam stearat (crodesta). Antiseptik : p-diisobutil kresoksi etoksietil dimetil benzyl ammonium klorida monohidrat.hidroksibenzoat natrium alginate perfume air 26. Beberapa tipe formula lotion dan krim bayi : Persen 1. steril talcum as. trietanolamin stearat. Zat tambahan : pewangi. etil piridinium klorida.0 1.52 0. sorbitol.94 0.Sediaan Kosmetika Persentase 1.52 0. tipe anionic minyak mineral ringan lanolin stearil alcohol cetyl alcohol propil p-hidroksibenzoat asam stearat trietanolamin metil p. Zat pelembut : lanolin. heksakloropen.94 0.36 0.25 69.00 1. Monoetanolamida kanji perfume qs 2.15 0.04 0. steril talcum mg stearat kapur presipitat perfume steril talcum kaolin mg stearat gliseril monostearat (non emulsi) setil alcohol perfume steril talcum benzalkonium klorida 0.0 5.19 7 .09 0.

A (termodifikasi) 20. minyak mineral ringan lanolin cair etil stearat isopropyl myristat minyak mineral ringan isopropyl myristat minyak zaitun minyak silicon propil gallat parfum Persen 90 3 4 3 64.95 5. Shampoo Bayi Contoh formula umum shampoo bayi yang tidak mengiritasi kulit dan mata : Persen Minarol 2 M. propil galat. Pewangi < 0.4 8 .1 4. Zat pelembut : minyak tumbuhan ( minyak zaitum.1 Air 79.0 0.15 50.1 Minyak Bayi Zat pembawa : minyak mineral jernih.Sediaan Kosmetika 2.05 qs 2.5 Parfum 0.0 Hexylene glycol 0.2 % Beberapa tipe formula umum minyak bayi : 1. butyl hidroksi toluene (BHT).5 1 1 2.00 25.15 0. dll. tokoperol. lanolin atau derivate minyak terlarutnya (isopropyl ester) Antiseptik : bithionol Antioksidan : butyl hidroksi anisol (BHA). biji kapas.00 5.9 5. dll). minyak tumbuhan.00 0.C.0 0. trigliserida cair. tipe nonionic minyak mineral ringan lanolin setil alcohol arlacel 80 tween 80 cairan silicon propil p-hidroksibenzoat air metal p-hidroksibenzoat parfum 35.

5 buatan Prancis tahun 1921. Pasalnya. lilin juga rokok. wewangian mampu jadi media kontak dengan dewa-dewi mereka. namun juga untuk kebutuhan hidup sehari-hari. selain sebagai simbol status sosial bagi sipemakai. produk bahan bangunan seperti cat tembok. Cleopatra adalah salah satu pelaku sejarah penggemar wewangian. Dari mereka orang Eropa belajar cara menyuling minyak-minyak esensial menjadi wewangian. Tidak hanya sebagai bahan utama pembuatan parfum. sepanjang dua abad setelah itu dsejarah mencatat peningkatan pemakaian wewangian. Namun hanya kalangan bangsawan dan kaum jetset yang sanggup membelinya. Produk kosmetik tak terbatas parfum. kertas . Sejak zaman sebelum masehi pun sudah dikenal kemenyan yang kala itu diekstrak dari tetumbuhan. Harganya memang mahal karena faktor sulitnya menemukan oplosan yang tepat serta pembuatannya yang makan waktu lama. Bahannya waktu itu terbanyak didapat dari tumbuhan atau hewan. terutama untuk parfum kelas atas yang dibikin dalam jumlah terbatas atau menurut pesanan. fragrans dipakai untuk menutupi bau busuk penyakit. Namun menyusul runtuhnya kekaisaran Romawi pada abad pertengahan. sementara itu reputasi fragrans semakin menanjak. Cara pembuatannya dianggap seni dengan cita rasa tinggi. Umpamanya produkproduk perawatan tubuh seperti sabun dan sampo. industri makanan dan minuman seperti permen atau sirup. Sudah sejak akhir abad XVII Prancis dikenal sebagai pusat parfum dunia. banyak orang kala itu percaya. Bangsa Mesir kuno memakai wewangian dalam acara ritual penguburan. Eropa mengenal fragrans justru dari orang-orang timur.Sediaan Kosmetika SEDIAAN KOSMETIK WANGI-WANGIAN Sejarah fragrans atau wewangian sebenarnya sudah dimulai sejak berabad-abad lalu. Fragrans itu biang segala wewangian. Pori-pori yang terbuka akan memudahkan penyakit masuk dan menginfeksi tubuh. krayon dan banyak lagi yang alami dan sintetis. dll. Venesia adalah negara pertama di Eropa yang mengawali perdagangan wewangian hingga menyebar kekota-kota lain di Eropa. Contohnya parfum bermerk Chanel no. mandi atau berendam di air tidak sehat. Hingga kini pun persepsi itu masih berlaku. Semua yang berbau harum berasal dari fragrans. Untuk menutupi bau badan. Orang Romawi memikat lawan jenisnya lewat wewangian. karet penghapus spidol. Maka. 9 . sampo. dipakailah minyak wangi. Selama abad XIV fragrans lebih untuk keperluan pengobatan. Kala itu banyak orang belajar serta mengagumi “khasiat“ fragrans sebagai pengharum terutama sebagai parfum. Baru setelah abad XVI fragrans mengawali zaman keemasannya. Menurut Food and Drugs Administration (FDA ) Amerika. misalnya arab. Orang Yunani percaya. fragrans berarti semua substansi baik alami maupun sintetis yang semata-mata digunakan untuk memberi bau pada produk-produk kosmetik. industri perlengkapan rumah tangga macam pembersih lantai. Yang menarik. tapi juga meliputi sabun. banyak orang lama tak mandi. alat tulis macam balpoint . Juga untuk pertama kalinya fragrans dari bahan sintetis diperkenalkan.

yang sayangnya bakal membawa masalah kesehatan maupun lingkungan. Hanya pada kasus ini konsentrasi fragrans lebih rendah dibandingkan dengan pelarutnya. deodoran. Sesudah melewati reaksi-reaksi kimiawi yang terjadi di laboratorium. pengharum ruangan. penghapus cat kuku. Fragrans pun digunakan dalam bahan -bahan pembersih rumah tangga seperti detergen atau larutan pembersih peralatan dapur dan makan. Pengusaha lain lalu membelinya untuk membuat parfum. eau de toilette. biasanya produsen menambahkan solvent atau zat terlarut yang mudah menguap. eau cologne. terbukalah peluang bagi para produsen kosmetik khususnya serta produk-produk lain. karena ada bau-bauan tertentu Yang tidak bisa dihasilkan secara sintetis. dihasilkan konsentrat seperti yang alami tadi. lebih mudah didapat. Bahan dasarnya amat banyak. Eau de Parfum Eau de Parfum merupakan larutan alkohol yang mengandung minyak atsiri dalam kadar yang relatif tinggi dan kekuatan keharuman serta keawetannya relatif baik. Contohnya pada parfum. dsb. Eau de Toilette mempunyai kadar alkohol yang lebih banyak dari essence-nya wanginya tidak begitu tahan lama. Setelah melewati proses cukup rumit seperti destilasi dan ekstraksi. Agar mudah dihirup. after shave lotion. Namun yang natural tidak ditinggalkan 100%. Eau de Toilette Eau de Toilette merupakan suatu larutan minyak-minyak atsiri dalam alkohol yang bentuknya lebih encer dari pada parfum dan biasanya diberi suatu zat warna. Minyak wangi pada umumnya terdiri dari minyak atsiri yang mudah menguap. PENGGOLONGAN Bentuk sediaan wangi-wangian dibagi menjadi : 1. Sedangkan yang sintetis bahannya dari berbagai macam zat kimia yang sudah jadi. Mempunyai kadar essence yang lebih tinggi dari Eau de Toilette dan Eau de Cologne sehingga wanginya lebih menyengat. Air wangi biasanya dipergunakan untuk mewangikan rambut. Minyak atsiri inilah yang dipergunakan sebagai bahan untuk pembuatan parfum. Ada fragrans yang diperdagangkan hanya dalam bentuk bahan mentah. cairan pembersih rumah tangga.Sediaan Kosmetika Karena pengertian itu banyak kelemahannya. Yang dimaksud dengan sediaan wangi-wangian adalah suatu sediaan kosmetik yang mengandung wangi-wangian baik dari alam maupun sintesis yang dibutuhkan untuk memberi kesenangan dan kesegaran pada pemakainya. 10 . sampo. atau produk kosmetik lain. 2. Meski yang sintetis dan alami tak banyak bedanya. dan daya tahan baunya lebih lama. tangan dan lain-lain. Bisnis multimiliaran dolar. baru dihasilkan fragrans dalam bentuk konsentrat pekat. Saat ini minyak atsiri dibuat secara sintetis. Yang paling banyak dipakai dari golongan hidrokarbon. Ada juga yang menambahkannya dalam sabun. muka. Karena itu hampir 80 % produsen fragrans menggunakan bahan sintetis. hairspray. deterjen. Sumber alam kebanyakan dari tumbuhan atau hewan. Biasa dari alam atau bikinan manusia (sintetis). cairan pembersih lantai. juga bolpoin wangi yang memabukkan itu. harga fragrans sintetis jauh lebih murah. namun dengan rumus kimia baru.

kehalusan kulit serta menyerap keringat. Selain itu di dalamnya juga ditemukan biji-bijian. Oleum Aurantii. contohnya sitrol Beberapa contoh resep dari sediaan wangi-wangian : 1. Syarat Yang Harus Dipenuhi Oleh karena sediaan wangi-wangian dipergunakan pada bagian tubuh tertentu untuk kesegaran. b. bunga. Parfum R/ Mawar (sintesis) 10 Heliotropin 10 11 . Eau de Cologne meerupakan wewangian yang paling ringan dan paling tidak tahan lama karena memiliki campuran cairan dan alkohol yang lebih banyak dari essence-nya. kadarnya adalah 5 % dari yang didenaturasi 2. Sekresi hewan. biasanya minyak atsiri yang terkandung di dalamnya merupakan minyak-minyak atsiri dari bermacam-macam jeruk seperti Oleum Citri. Sacchet Merupakan suatu produk wangi-wangian yang menggunakan bahan-bahan alam dan dimasukkan ke dalam suatu kantong kecil. fungsinya hanya untuk menyegarkan aroma tubuh. bunga Lavender. maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : 1. contohnya musk 3. Bedak (powder) Wangi-wangian ini berbentuk serbuk dengan talk sebagai zat pembawa. lavender. bunga orange dan lain-lain.Sediaan Kosmetika 3. daun Nilam. Apabila mengandung metanol sebagai denaturant. Selain memberikan keharuman. akar dan kayu seperti biji Katsuri. Beberapa persyaratan khusus untuk beberapa sediaan wangi-wangian ini: Powder (Bedak tabur) Aman. keharuman seseorang. Minyak Atsiri. 5. daun. contohnya Oleum Citri 2. kayu Cendana. tidak berbahaya bagi kulit Dapat menyerap keringat Sacchet Stabil konsistensi dan warna Bentuknya menarik dan tidak meninggalkan sisa lemak FORMULA UMUM Bahan dasar wangi-wangian adalah : 1. Bahan Kimia. 4. Eau de Cologne Eau de Cologne merupakan suatu larutan alkohol dari minyak-minyak atsiri yang lebih encer daripada parfum. Sacchet dibuat dari kumpulan dan pengeringan bunga-bungaan seperti mawar. Merupakan suatu larutan yang jernih a. bedak wangi juga digunakan untuk memberi kesejukan. akar Kapulaga dan lain-lain.

gaya hidup dan sebagainya. Kepribadian suasana hati. R/ Eau de Toillete Oleum Bergamot Oleum citri Oleum Aurantii Oleum Lavandulae Oleum Caryophylii Oleum Cinnamomi Oleum Flor.4 0.2 1. WANGI-WANGIAN DAN KEPRIBADIAN Sudah lama wewangian itu dikaitkan dengan banyak hal.s 65 29.Sediaan Kosmetika Alkohol sinamat Oleum Bergamot Fenil asetaldhid (50%) Jasmin (sintetis) Terpineol 2.2 0. Aurant 4 mL Etil asetat 2 mL Air 120 mL Alkohol 840 mL Bedak (powder) R/ ZnO Amylum Talk Parfum Sacchet R/ Bunga Lavender Daun bunga mawar Vanilla Serbuk kuntum cengkeh Serbuk Resin Styrax Serbuk Benzoin siam Ambergris Oleum Rosarum 5% 10 % 85 % q. Aurant Aquadest Alkohol sampai 20 10 25 10 15 7 mL 4 mL 3 mL 5 mL 0.4 1.2 1. 5.7 mL 0.2 1.7 mL 200 mL 1000 mL 3. Konsep penampilan masa kini yang sifatnya 12 .7 mL 0.4 4. Eau de Cologne R/ Oleum Bergamot 15 mL Oleum Citri 8 mL Oleum Rosmarini 7 mL Oleum Lavandulae 4 mL Oleum Flor.

Wewangian beraroma keras sering jadi pilihan diiklim tropis seperti Indonesia. pastikan kulit bebas dari produk lain yang mengandung wewangian misalnya body lotion atau deodorant. perhatikan hal-hal berikut : 1. Tunggu ± 10-15 menit untuk mengetahui reaksi wewangian terhadap kulit. Sebelum mencoba wewangian. dan bersifat personal. Reaksi wewangian terhadap kulit terkadang sulit untuk ditebak. Untuk kesempatan yang berbeda. Untuk itu bisa mencampur beberapa wewangian. asalkan kandungan wewangiannya sama. jahe atau cengkih) dengan wewangian yang segar (bunga atau buah-buahan) Wewangian yang berkesan seksi (mengandung musk) dengan wewangian yang manis (antara lain yang mengandung buah peach atau raspberry) Layering dengan memanfaatkan serangkaian produk yang mengandung wewangian yang sama juga banyak digunakan banyak produsen kosmetik yang memproduksi bedak. Saat mencium langsung dari botolnya. Ada beberapa cara pencampuran yaitu layering atau teknik pengaplikasian wewangian secara berlapis. Dalam memilih wewangian. Untuk mengaplikasikannya. sabun dan parfum dalam satu seri arom. Udara yang panas dan timpaan sinar matahari dapat mengubah aroma. misalnya Lavender. tak terbayang baunya akan sangat berbeda setelah kita membubuhkan di kulit. Iklim bisa mempengaruhi kita dalam memilih wewangian. 13 . Agar wewangian lebih awet. Setelah mencoba wewangian.Sediaan Kosmetika personal. sehingga penciuman menjadi kurang sensitif. bedak. wewangian yang digunakan juga berbeda. Kepribadian sering menjadi acuan dalam menentukan pilihan kita. 3. Blia ingin mencoba lebih dari satu wewangian. Kombinasikan wangi parfum dengan wangi produk lain seperti sabun. Beberapa jenis wewangian yang dapat digabungkan antara lain : Citrus dengan fruty floral (misalnya jeruk dan apel) Vanilla dengan Sandal wood atau musk White florals (misalnya Lily of Valley) dengan Freesia Wewangian dengan kandungan berikut ini sebaiknya tidak digabungkan : Spicy (seperti kayu manis. Memilih wewangian bisa dikatakan gampang-gampang susah. sehingga diperoleh aroma yang lain daripada yang lain. tidak perlu membeli satu rangkaian produk. jangan terburu-buru memutuskan membeli. Penerapan layering semacam ini membuat aroma bertahan lebih lama. mendorong kita untuk memilih wewangian yang bersifat pribadi. lotion tubuh untuk mendapatkan aroma baru. aplikasikan pada bagian tubuh yang berbeda untuk menghindari penumpukan aroma. 4. Bedak merk A dengan parfum merk B dapat saja kita gabungkan. Jika akan 2. simpan pada tempat yang sejuk. Suhu yang sangat panas dan udar kering dapat membuat selaput mukosa pada hidung menjadi kering. Wangi yang eksklusif dan tidak pasaran tentu akan membuat tubuh terasa lebih nyaman.

seperti : Sportif dan dinamis. wewangian berbau rempah-rampah yang hangat Romantis.2 Bedak Bayi (Baby Powder) Kandungannya secara umum : talk magnesium stearat endapan CaCO3 pewangi kaolin glyseril monostearate cetyl alkohol benzalkonium klorida asam undesilenat I. wewangian beraroma bungabungaan Modern.1 Pelembut/ Pelunak Emulient a.Sediaan Kosmetika memindahkan wewangian ke dalam botol yang lebih kecil pastikan botol yang akan digunakan bersih dan netral (tidak berbau). rempah dan buah. Etoksilasi Gliserida h. wewangian yang beraroma ringan dan lembut dengan campuran keharuman bunga. 14 . Macam-macam sediaan kosmetika untuk bayi : 1. sterol 1. Ester Sitogliserida g. Lanolin. Ester-ester metil f. beraroma unik ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN UNTUK BAYI Zat /bahan Umum Terkandung dalam Sediaan Kosmetika Bayi dan Wangi-wangian 1. Wewangian yang digunakan oleh seseorang dapat mencerminkan kepribadiannya. Golongan Minyak Hidrokarbon dan Malam : Parafin Vaselin Cera b. Minyak Tumbuhan dan Lemak e. Anggun. Asam-asam Lemak dan Alkohol Lemak : Asam Stearat d. Golongan Minyak silicon : Dimetil Polisilokson Silicone Oil c. Cuci botol. lalu diamkan selama 24 jam setelah itu cuci sekali lagi.

E.5 Baby Lotion dan Krim Kandungan secara umum : minyak-minyak mineral adeps lanae stearyl alcohol cetyl alcohol propyl p-hidrokxybenzoat asam stearat triethanolamin metil p-hidroksibenzoat natrium alginate pewangi air isopropyl palmitat beeswax P.3 amilum Sabun Bayi (Baby Soap) Basa ( NaOH.A Hexylene glycol Pewangi 15 .4 Minyak Bayi (Baby Oil) Kandungannya secara umum . KOH) Asam Lemak tinggi ( Oleum cocos) 1.C. minyak –minyak mineral larutan lanolin ethyl stearate isopropyl myristate minyak zaitun minyak silikon propil gallate 1.Sediaan Kosmetika 1.G 400monostearat Propilen glikol Arlacel 80 Tween 80 Cairan silicone f 110/1000 Gliseril monostearat Larutan sorbitol 70% Air destilasi Atlas G-1425 Atlas G-1441 1.6 Shampoo Bayi (Baby Shampoo) Kandungan secara umum : Miranol 2 M.

• Bereaksi asam terhadap lakmus.2 mL brom tymol biru kocok.laksativum • vaselin Uji fluoresensi : warna biru lemah. 1. Golongan Minyak Hidrokarbon dan Malam • paraffin Parafin padat adalah campuran hidrolkarbon yang diperoleh dari minyak mineral . Kelarutan :Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%)P.larut dalam kloroform P. Asam-asam Lemak Dan Alkohol Lemak Asam stearat • Saat dibakar ada bau seperti malam. Cera Alba (malam putih) Dibuat dengan memutihkan malam yang diperoleh dari sarang lebah Apis mellifera L atau spesies Apis lain. B. dalam eter P hangat. • Cera C. dalam minyak lemak dan mimyak atsiri. • 500 mg zat + 10 cc spiritus + 100 mg K2CO3 • Sampai larut pada pendinginan.01 M NaOHH dibutuhkan untuk merubah warna indicator menjadi biru.15 mL 0. Praktis tidak larut dalam air. Golongan Minyak Silikon • Dimetil Polisilokson • Silicone Oil Uji Keasaman : 2 g tambahkan 25 mL campuran etanol dan ester (1:1) tambahkan 0. Sediaan Kosmetika Bayi 1. tetes minyak pada permujkaan ( juga tanpa HCl). jernih. kristal putih.agak suka larut dalam etanol (95%) P dingin . seperti agar berbusa pada pengenceran • Zat + HCL encer.1 Pelembut/Pelunak/ Emolient yang biasa dianalisis : A. larut dalam kloroform P . • Larutan + NaOH dikocok. tidak lebih dari 0. dinginkan : memadat.2 Bedak Bayi (Baby Powder) 16 . Air Analisis Bahan Yang Terkandung Dalam Sediaan Kosmetika bayi Dan Wangi-wangian 1. Efek Farmakologis : .Sediaan Kosmetika II.

kelompok pertama dan kedua masing-masing terdiri dari 4 tabung. Pipet 1 ml dari tabung yang disisihkan ke dalam masingmasing tabung kelompok kedua tinggal 3 tabung. secukupnya hingga 100 ml.05 M ≈ 2. Jika campuran yang diperoleh berupa larutan atau cairan bening.Sediaan Kosmetika 1. Pipet 1 ml dari tabung yang disisihkan ke dalam masing-masing 1. hitung banyaknya koloni masing-masing cawan. lanjutkan pengujian dengan cara tabung . Mikroskopik  mengambang diatas permukaan air. Pipet 1 ml larutan atau zat yang diuji kedalam masing-masing tabung kelompok pertama. Pipet 1 ml enceran kedalam masing-masing 2 cawan Petri steril.1 1. Jika perlu lanjutkan pengenceran hingga 1 ml diharapkan menghasilkan antara 30 dan 300 koloni. Untuk Gelatin. MgCO3 ditambah agua + HCl encer. bagi tabung dalam 4 kelompok. tamahkan dapar fosfat (pH 7.2.015 MgO (MgCO3 mengandung 40-45 % MgO) Bilangan kuman : cara uji ( Uji Hayati Jasad Renik ) Cara pengujian Perhitungan banyaknya jasad renik aerob Timbang seksama 10 g zat uji atau ukur saksama 10 ml cairan yang diuji. b) Cara tabung. 1 ml Na EDTA 0.2. Bahan penyerap : Amilum : tambah agua iod  seperti kanji + HCl  biru hitam kembali. Tutup masingmasing cawan. jika campuran tidak berupa larutan atau cairan bening. biarkan membeku pada suhu kamar. lanjutkan pengujian dengan cara lempeng.0 ml perbenijhan B ke dalam masing-masing 14 tabung 20 x 150 mm. campur : sisihkan 1 tabung hingga kelompok pertama hingga kelompok pertama tinggal 3 tabung. yang sebelumnya telah dicairkan dan dibiarkan hingga suhu lebih kurang 45 o.2. masukan ke dalam labu ukur 100 ml.2). Secara kuantitatif : Titrasi Kompleksometri.2 Bahan dasar : talk : dalam tabung reaksi berisi air  mendaki dinding tabung. dengan menggunakan alat yang cocok dan tetapkan jumlah rata-rata jasad renik per g atau per ml sedian uji. Jika terdapat pertumbuhan . lakukan menurut cara nomor 2.3 17 . Masukkan 9. segera tambahkan masing-masing 15 ml sampai 20 ml perbenihan A. kelompok ketiga dan keempat masingmasing terdiri dari 3 tabung. campur dengan memiringkan atau memutar cawan. campur. inkubasikan pada suhu antara 30o dan 35o selam 48 jam sampai 72 jam. Balikkan cawan. a) Cara lempeng.

4 1. dan tetapkan jumlah ratarata jasadrenik tiap g zat yang diuji.Sediaan Kosmetika tabung kelompok ketiga. bau khas. hitung jumlah koloni masing-masing cawan dengan menggunakan alat yang cocok.1 18 . tambahkan segera 10 ml perbenihan A atau memutar cawan.1 ml sediaan yang diuji. Amati adanya pertumbuhan pada masingmasing tabung tiap kelompok . pada tabung blangko tidak terdapat pertumbuhan. Bekukan secepat mungkin. Jika terdapat pertumbuhan.4.balikan cawan dan inkubasikan pada suhu antara 30o dan 35o selama 48 jam.3 Sabun Bayi (Baby Soap) Penetapan Berat jenis kuman sama seperti pada bedak. Kelompok pertama mengandung 100 mg atau 0. Uji OH : membirukan lakmus merah. • Basa NaOH Uji Na : Uji nyala dengan kawat nikrom memberikan warna kuning emas.001 ml dan kelompok keempat digunakan senagai blangko. 1. Uji OH : membirukan lakmus merah. Zat penambah Daya Rekat : Cetil alcohol : 1 bagian zat + asam asetat 20 bagian di water bath  larut + kromat  hijau. diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Fam Bovidae) mengandung air tidak lebih dari 0.01 ml. 1. tidak berwarna atau kuning pucat. Uji K : Uji nyala dengan kawat nikrom memberikan warna merah ungu. kelompok ketiga 1 mg atau 0. Suhu lebur 23o sampai 26oC Bilangan penyabunan 250 sampai 264 Minyak Bayi (Baby Oil) Lanolin (adeps lanae) Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan. pipet 1 ml sediaan yang diuji yang dikosok baik-baik ke dalam masing-masing 2 cawan petri 15 mm x 100 mm. buang tabung yang sudah disihkan. campur. kelompok kedua 10 mg atau 0. tidak tengik. Jika zat yang diuji adalah gelatin.25 %. Inkubasikan pada suhu antara 30o dan 50o selama 24 jam sampai 48 jam. • Asam lemak tinggi : Oleum Cocos : Minyak kelapa adalah minyak lemak yang diperoleh dengan pemerasan endosperm kering cocos nucifera L Pemerian : Cairan jernih.

5.1 1. Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air. tidak terjadi warna merah. dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer 300 ml tambahkan 75 ml air. Tambahkan 0.5.4. didihkan hingga sisa sepertiga volume semula. saring.5.Sediaan Kosmetika Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air. terjadi warna biru tua. larut dalam kloroform P Identifikasi : Pada 1 ml + 0.3 1. dietanolamina dan monoetanolamina. mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P.4. Propil Galat Titik leleh 150o C Baby Cream dan Baby Lotion Lanolin (Adeps Lanae) Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan.25 %.2 1. terjadi warna hijau tua. Pada filtrate tambahkan 1 tetes larutan jingga metil P. terjadi warna hijau tua. Identifikasi : 500 mg larutan + 5 ml kloroform P + 1 ml asetat anhidrat P dan 2 tetes asam sulfat P.15 ml 0. dinginkan.4. mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P.1 ml larutan tembaga (II) sulfat P. warna biru tetap.00 g tambahkan 25 ml campur dengan etanol dan eter (1: 1). agak sukar dalam etanol (95 %) P.5 1.hijau Asam Stearat Identifikasi : Lebur 5 gram. Identifikasi : 500 mg larutan + 5 ml kloroform P + 1 ml asetat anhidra P dan 2 tetes asam sulfat P. Timbang seksama 2 g.5. kocok dengan air panas dengan volume sama selama 2 menit. lalu kocok. Trietanol Amina Trietanolamina adalah campuran dari trietanolamina. Tambahkan 5 ml larutan NaOH encer P. Kelarutan :Mudah larut dalam air dan dalam etanol (95 %) P.3 1. tidak lebih dari 0.4 19 . agak sukar dalam etanol (95 %) P. Titrasi dengan HCl 1 N 1.01 M sodium hidroksida dibutuhkan untuk merubah warna indicator menjadi biru. Isopropil Miristat Bilangan Penyabunan 202-212 Bilangan asam tidak lebih dari 1 Bilangan yodium tidak lebih dari 1 Minyak Silikon Uji keasaman 2.2 ml bromtimol biru. Cetyl alcohol 1 bagian zat + asam asetat 20 bagian di awter bath  larut + kromat .2 1. diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Fam Bovidae) mengandung air tidak lebih dari 0.4 1.

larut dalam 6 bagian eter P.5. balsem benzoe untuk yang sakit kepala dapat ditambahkan mentol dan untuk menyegarkan sering ditambahkan amoniak liquida. tidak berwarna. bedak wangi bentuk sediaan : ser buk tabur 20 . dipropilen glikol. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN WANGI-WANGIAN Formulasi umum yang terdapat dalam sediaan kosmetik wangi-wangian : 1. dietil ftalat. dihitung sebagai N (C2H4OH)3 Propilen Glikol Cairan kental. rasa agak manis. Identifikasi : Panaskan perlahan-lahan dengan Kalium Bisulfat P. Penggunaan di tubuh: disemprotkan .zat pelekat atau fiksative: benzil benzoat. 1 ml asam klorida 1 N setara dengan 149. 4. Lanjutkan pemanasan hingga kering.Sediaan Kosmetika 1. dengan etanol (95 %) P dan dengan kloroform P. penyegar 2. Kelarutan : Dapat campur dengan air. lebih encer dari parfum dan diberi zat warna komposisi : minyak atsiri dalam alkohol 95 % (85-90%) zat pelekat : benzil benzoat penggunaan : ditubuh untuk muka diusapkan seperti tisu basah kegunaan : pewangi muka dan tangan 3. dioleskan dikulit. tidak berbau. Eau de Cologne bentuk sediaan : larutan gel komposisi : minyak atsiri (oleum citric) dalam alkohol 85-90% fixative : resion.aromaterapi.2 mg trietanol amina. eau de perfume Bentuk sediaan : larutan Komposisi : minyak atsiri atau campurannya dengan sekresi hewan . tidak dapat bercampur dengan eter minyak tanah P dan dengan minyak lemak. Penggunaan : ditubuh. dioleskan di tubuh Kegunaan : . tidak terjadi bau akrolein.5 menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil P. contoh : propilen glikol. Kegunaan :sebagai pewangi. Zat pembawa : alkohol atau larutan hidro alkohol ≥ 65% Untuk menambah kelarutan minyak atsiri dapat digunakan solubiliozer. higroskopik. span dan twin.untuk menyegarkan (tidak tahan lama) . terjadi uap berbau enak. jernih. eau de toilete bentuk sediaan : larutan .

akar dan kayu. 94 yang dinetralkan dietanol amin atau trietanol amin. penetapan kadar minyak atsiri a. hitung kadar minyak atsiri dalam % b/v. b. b. kalamin) dan parfum yang tidak berbahaya untuk kulit. Kegunaan : pewangi. liquid cream komposisi : bahan alam dari bunga. 21 . penetapan kadar etanol. Na lauryl sulfat.deodorant : * sediaan larutan. . . 5. dan 500 mg piperazina hidrat p. bau harum yang khas dari minyak atsiri mengidentifikasikan adanya suatu minyak atsiri dalam suatu campuran. Tween. 940.campur 5 tetes dalam gelas kimia kecil dengan 1 ml larutan kalium permangat p. Penggunaan di tubuh : ditaburkan. campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cairan penyuling  pasang alat. * sediaan cream.  panaskan dengan tangas udara sehingga penyulingan berlangsung lambat tapi teratur  setelah penyulingan biarkan selama lebih kurang 15 menit. diencerkan makin jelas. Kadar minyak atsiri 1-10 %. Kadang-kadang ditambahkan dario sekresi hewan atau bahan kimia lain. isi buret dengan air hingga penuh. cream. stearat. 2. K.cologne stick ( wangi-wangian bentuk padat ). menghaluskan dan melembabkan kulit. menghaluskan. Na stearat. a. Zat warna seperti : D dan C red no. biji. dalam 5 ml air. tutup segera dengan kertas saring yang dibasahi dengan larutan segar yang dibuat dengan melarutkan 100 mg natrium nitroprusida p. Terjadi warnabiru intensif pada kertas saring yang setelah beberapa menit menjadi lebih pucat. Bentuk sediaan wangi-wangian lain : . menghilangkan iritasi. esterifikasi : Dengan asam benzoat : bau spesifik ( bau pisang ambon ). Pembawa : alkohol Pelekat : benzyl benzoat Penggunaan : dioleskan Kegunaan : pewangi. daun.Sediaan Kosmetika komposisi : talk dalam jumlah besar. dan 5 tetes asam sulfat pekat p. Pengisi : MgCO3 Pelekat : amylum dan Zn atau Mg stearat.  catat volume minyak atsiri pada buret. Sachet bentuk sediaan : larutan. 19 Emulgator : karbopol 936. Identifikasi 1.antiseptikum (ZnO.

. 3. com 5. Al. jika terjadi endapan. talkum campur 500 mg dengan lebih kurang 200 mg natrium karbonat anhidrat p. tambahkan larutan natrium fosfat p. dilarutkan dalam tidak kurang dari 7 ml larutan hidroksil amina etanol 60 % p. 3. dan 5 ml amoniak encer p.5 N yang digunakan.Sediaan Kosmetika . Page 540 – 551. uapkan di atas tangas air hingga kering. uapkan etanol di atas tangas air. FARMAKOPE INDONESIA III :1979 . dinginkan. saring. dinginkan. Asamkan filtrat dengan asam klorida encer. 2. tercium bau iodoform dan terbentuk endapan kuning. com Website internet : www. Tabloid Intisari : Edisi Maret 2001 . com Website internet : www.5 % b/v tambahkan 1 ml larutan natrium hidroksida 0. onat anhidrat p. DAFTAR PUSTAKA Harry’s Ralfgh.dan 2 ml larutan natrium hidroksida p. 7. Inc. DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. 1973. tambahkan 20 ml air. sisa adalah silika. FARMAKOPE INDONESIA IV : 1995 . et. didihkan. Website Internet : www. Asamkan cairan yang tertinggal dalam labu dengan asam klorida encer p. selama 2 jam.5 g kalium permanganat p. 6. Panaskan hingga melebur sempurna. b. oleum citric lakukan penetapan menurut cara penetapan kadar aldehida minyak atsiri yang tertera pada olea volatilia menggunakan 10 g yang ditimbang seksama tanpa toluen p. saring. pindahkan kedalam krus platina atau krus nikel. Intisari Mediatama : Jakarta : 2001. DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Dinginkan dan saring. Hal. terbentuk endapan hablur putih dari asam benzoat. benzyl benzoat a. 4. suhu didih lebih kurang 320o 5. Tabloid Nova . suling hingga sulingan jernih. reflux selama 15 menit. 1. 4. Pada sulingan tambahkan 2.1 N kemudian tambahkan perlahan-lahan 2 ml larutan iodium p. No 425 : Penerbit PT. pindahkan ke dalam cawan dengan pertolongan lebih kurang 50 ml air panas. Pada filtrat tambahkan lebih kurang 2 g amonium klorida p. reflux 2 g dengan 25 ml larutan kalium hidroksida etanol p. hingga pembuihan berhenti. Tambahkan lagi 10 ml asam klorida p. Tambahkan asam klorida p. Terbentuk endapan habllur putih dari asam benzoat. dan 1 ml – 2 ml lebih banyak dari volume kalium hidroksida etanol 0.pada 5 ml larutan 0.terjadi endapan hablur putih amonium magnesium fosfat. tambahkan 50 ml air. Harry’s Cosmeticology Chemical Publishing Co.Suara Karya . 22 . New York. Balita Anda . 158-165.

Karena banyaknya produk kosmetika yang beredar di pasaran. Seperti kita ketahui. kantung selaput mata. atau saat mandi atau perawatan setelah mandi. Oleh karena itu. Kosmetika mandi meliputi sediaan yang digunakan sebelum mandi. maka konsumen harus mempunyai ilmu dan informasi tentang kosmetika yang baik dan cara penggunaannya. bulu mata. Kosmetika pada zaman mesir kuno hanya digunakan oleh kalangan bangsawan. Sediaan kosmetika mata adalah kosmetika yang digunakan untuk memperindah daerah di sekeliling mata. Pada makalah ini akan diulas mengenai kosmetika mandi dan sediaan kosmetika mata. selalu berkembang setiap saat. mandi merupakan aktivitas sehari – hari yang penting dan tidak akan terlewatkan oleh setiap orang. keindahan. sedangkan diera milenium tiga ini kosmetika sudah dikenal. dalam melakukan kegiatan sehari-hari masyarakat selalu berhubungan dengan kebersiahan.Sediaan Kosmetika BAB II SEDIAAN KOSMETIKA MANDI DAN MATA Kehidupan manusia dan percobaannya tidak pernah statis. Pada zaman sekarang. Mungkin jangka di luar negeri kosmetika mandi ini sudah banyak digunakan. Sejak pertama kala dikenal (pada zaman mesir kuno) hingga detik ini kosmetika selalau mengalami perubahan dan perkembangan baru. Termasuk dalam bidang kosmetika. penemuanpenemuan tersebut membawa manusia ke arah kehidupan yang lebih baik dan modern. dan jaringan dalam garis keliling bawah lubang mata. karena kosmetika mandi tidak umumm digunakan orang. bahkan dibutuhkan oleh berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari alis dan kulit di bawah alis. kelopak mata. Demikian hal-nya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu melahirkan penemuan-penemuan baru. SEDIAAN KOSMETIKA MANDI 23 . namun di Indonesia baru beberapa kalangan yang menggunakannya. Namun bagi sebagian orang kosmetika mandi ini masih asing. perawatan yang semuanya merupakan tujuan dari kosmetika.

Garam mandi ( Bath salts) II. selama mandi. Minyak mandi Formula menurut Atlas Industries: 1. 2. 2 H2O ( Natrium seskui karbonat ) Trisodium fosfat NaCl Boraks Pewarna. 19 B. NaHCO3. 4. 3. 1. Ext D & C Red No. 2. Ext D & C Green No. 4. dan No. 2.H2O ( Natrium Karbonat Monohidrat ) Na2CO3. Minyak mineral (Castrol oli/ Olive oil) Isopropyl myristate Parfume 46 % 48 % 5% 24 . Na2CO3 Na sesquikarbonat Na-tetraborat Tablet mandi 1. 5. 6. 5. Kristal mandi ( Bath cuber ) 1. 7. NaHCO3 55 % Asam tartrat 20 % Na-sesquikarbonat 20 % Parfum dan pewarna 5 % D. atau segera setelah mandi. 2. 1. Na2CO3 Na2CO3. 3. Tujuan:  Membersihkan tubuh dengan menghilangkan kotoran  Menambah harum pada tubuh  Membuat kesegaran bagi penggunanya  Memperhalus kulit  Menambah kenyamanan misalnya dengan wangi-wangian dan warna  Menghindari permukaan kotor pada bak mandi FORMULA UMUM A. 3.Sediaan Kosmetika I. PENGERTIAN DAN TUJUAN PEMAKAIAN Sediaan kosmetika mandi merupakan sediaan-sediaan atau bahan-bahan yang dapat digunakan dalam air mandi. 7. menurt USP: Ext D & C Yellow No. 3.

Amilum maidis 4. menyegarkan. Pembahasan: Garam mandi ( Bath Salt ) Garam mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang digunakan untuk melunakkan air sadah. Na Lauril Sulfat 3. Artatone T 1% Zat tambahan : Tween 81 untuk emulsi agent yang larut air 50 % 5% qs E. G. Minyak pengharum (Lavender) 2. Air yang telah didestilasi 4. Gelembung mandi ( Bubble Bath ) 4. zat pewangi ( corigens odoris ) dan zat pewarna ( corigens coloris ). Natrium alkyl benzene Sulphonate 2. 1. Tablet mandi ( Bath Tablet ) 3. Susu mandi ( Bath Milk ) 6.Sediaan Kosmetika 4. Na hexametaphosphate Susu mandi (Bath Milk) 1. Urea ( 5% dalam alcohol ) III. Serbuk mandi ( Bath Powder ) 5. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh garam mandi adalah: a. Biasanya terdiri dari suatu garam amorganik atau campurannya. harus mudah larut dan melunakkan air sadah dengan efektif 25 . 5. Garam mandi ( Bath Salt ) 2. PENGGOLONGAN 1. dan menghilangkan bau badan serta membersihkan tubuh. Gelembung Mandi ( Buble bath ) Contoh formulanya TEA Lauryl Sulphate Liquid Air 45 % Penstabil busa Warna Parfum qs Na.Lauryl Sulphate 80 % Parfum 10 % Lauric diethanolamide 5% Hexylene glycol 5% Serbuk Mandi (Bath Powder ) 1. Na Sesquicarbonat 3. Minyak mandi ( Bath Oil ) 10 9 81 2 55% 21% 10% 2% F.

sebaliknya dia akan cepat kehilangan bentuknya jika terkontaminasi MgCl2 ). Natrium karbonat monohidrat ( Na2CO3. lebih lagi tegangan permukaan air diturunkan sehingga memudahkan dalam membasahkan kulit. 2 H2O ) 26 . NaCl ) Garam ini berbentuk kristal yang menarik dan stabil ( jika garam ini bebas dari MgCl2. higroskopis. Sodium chlorida. Tipe pelunak air. Garam-garam anorganik yang sering digunakan sebagai garam-garam mandi: 1. pada 330C sebagian dari air kristalnya akan berdissosiasi hingga akan terbentuk massa yang melekat. H2O ) Merupakan hasil / produk dari kristal Na2CO3 yang mengalami pemekaran. NaHCO3. 3. menghilangkan garam mandi yang menarik. dll dalam jumlah kecil yang dicelupkan dalam pelarut. seperti gliserin. zat pewarna dan zat pewangi. karena dapat terjadi kemekaran meski disimpan pada kondisi biasa. Tipe ini tidak melunakkan air sadah atau membantu dalam membersihkan. Keuntungan tipe garam ini adalah mempunyai pelarut air dan ini membantu dalam pembersihan. Garam ini juga mudah larut dalam air tetapi tidak memberikan efek melunakkan air sadah dan akan menghilangkan busa sabun. etilen glikol. biasanya didasarkan pada satu sediaan fosfat atau sodium sesquicarbonat. menghasilkan air yang lunak dan bercampur dengan busa sabun dan dapat digunakan sebagai penggelembung mandi. dimana garam kristalnya lambat laun larut dalam air sadah. Namun hal ini dapat dicegah sebagian dengan melapisi kristal dengan substansi higroskopis. namun tidak kehilangan kelembaban. Garam umum ( Rock salt.Sediaan Kosmetika b. 4. Sulit diberi zat pewarna dan zat pewangi dengan baik. NaCl mempunyai sifat mudah diwarnai dan diberi pewangi. Kerugiannya: bisa menimbulkan iritasi pada kulit bagi orang-orang yang sensitif terhadap alkali yang tinggi. 2. murah harganya Tipe utama garam mandi: a. Dapat menyegarkan kulit. Titik leleh rendah. karena untuk mengurangi polaritas partikel yang tersedia. efektif melunakkan air. Natrium sesquikarbonat ( Na2CO3. Dipermutasikan dengan kristal garam. harus memiliki bentuk yang menarik dan stabil pada kondisi iklim biasa dan mudah diberi zat pewarna dan zat pewangi c. Produk harus dijaga dari sinar matahari secara langsung. - Natrium karbonat ( Na2CO3) Mudah larut dalam air. b. Ketika diwarnai kristalnya akan memiliki bentuk yang menarik.

tetapi dapat mengeruhkan air mandi. 8. Tablet mandi sering mengandung kristal-kristal asam organik ( seperti asam sitrat atau tartrat ) dalam sodium karbonat. bereaksi sebagai basa lemah dan mudah diwarnai. Borax atau Natrium tetraborat ( Na2B4O7. minyak parfum.Sediaan Kosmetika Merupakan suatu garam yang berbentuk kristal jarum yang halus dengan kemurnian tinggi. 6. Dinatrium pirofosfat dan tri natrium fosfat kadang-kadang juga digunakan sebagai garam mandi. Garam ini sangat stabil. 10 H2O ) Borax berbentuk kristal-kristal halus. 2. 5. Tablet mandi ( Bath Tablet ) Tablet mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk membersihkan dan menyegarkan badan. mudah diwarnai. dan mudah tercampur dengan zat pewangi. Natrium tiosulfat ( Na2S2O3. Tidak higroskopis namun sukar larut dalam air. Tujuan pembuatan tablet mandi adalah untuk mencegah garamgaram halus. Kerugian dari penggunaan garam ini adalah sukar diwarnai.2 Pewarna qs Kristal mandi ( Bath Cubes ) Biasanya terdiri dari Natrium karbonat ata Na-sesquikarbonat dan atau borax. 27 . atau bikarbonat. Bila digunakan Na2CO3 maka harus ditambahkan zat penghancur terlebih dahulu.5 – 49 Garam kristal NaCl Parfum / pewangi 0. 5 H2O ) Merupakan bentuk kristal jarum yang bagus yang mudah larut dalam air. Jika digunakan dalam jumlah besar akan menimbulkan bau yang kurang sedap pada air mandi atau kulit. Segera setelah dimasukkan ke dalam air. Contoh formula garam mandi: Trisodium fosfat 50 – 49 Na-sesquikarbonat 49. menghasilkan air yang berwarna keruh bila sabun digunakan. Cara pembuatan: Mula-mula semua bahan dihancurkan dulu menjadi bagian yang kecil-kecil. akan mengeluarkan CO2 dengan efek effervescent.5 . 12 H2O ) Merupakan pelunak air yang baik dan tidak higroskopis. 7. Tri Natrium fosfat Bentuk menyerupai flake atau bundar. Dinatrium fosfat ( Na2HPO4. Zat penghancur yang umum digunakan adalah Na lauril sulfat. sesquikarbonat. mudah larut dalam air. dan pewarna dari sukar larut. bila tidak maka Na2CO3 yang keras seperti batu karang akan sukar larut dalam air mandi. tetapi mempunyai sifat basa yang kuat sekali.

Gelembung Mandi ( Bubble / Foam bath ) Adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk memenuhi bak mandi dengan gelembung-gelembung atau busa-busa yang dapat berfungsi untuk menghilangkan rasa lelah dan mencegah adanya noda pada bak mandi. Kaolin akan membantu serbuk berkilau. b. cairan. kapsul. seperti sodium lauril sulfat ). Semua produk harus dites untuk melihat apakah terjadi endapan yang keras pada kelembaban tinggi. Zat aktif dari sediaan ini adalah minyak lemak. seperti Nalauril sulfat . MgCO3 sebanyak 5 %. Contoh formula susu mandi: 3. Larutan yang digunakan dalam tubuh tidak mengiritasi kulit dan membran mukosa. e. Selain lemak-lemak dapat digunakan garam-garam asam lemak atau esternya. Tablet mandi juga sering mengandung garam yang melepaskan oksigen dalam air. contoh sodium perborat atau hydrogen peroksida-kompleks urea. Susu mandi merupakan emulsi m/a dimana fasa minyak hampir terdiri dari minyak parfum seluruhnya. Trietanol amin stearat. maka gas CO2 yang terbentuk akan membantu pembentukan busa. Gelembung mandi biasanya berbentuk serbuk. larutan. 4.Sediaan Kosmetika Tablet ini mudah terurai dan terlarut. d. c. 5. kristal. Serbuk mandi ( Bath Powder ) Dahulu serbuk mandi dibuat dari jagung. Susu mandi mempunyai efek yang sama seperti minyak mandi tetapi sedikit mahal dalam penyimpanannya. Mencegah pembentukan noda-noda busa di sekitar bak mandi. Sediaan gelembung / busa mandi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. dan pelunak air yang tidak higroskopis. Titanium dioksida sebanyak 1. Gelembung mandi dibuat dari detergen. zat pembuat busa. digunakan untuk menyerap parfum dan menahannya dalam produk akhir. 28 . Susu mandi ( Bath Milk ) Susu mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk membersihkan dan menjaga kelembutan kulit. Sediaan ini akan terdispersi dalam air dengan mengeruhkannya.2 % akan memberikan opacity pada talk. dan batang. gel. Oksigen ini diharapkan mempunyai kegunaan untuk menyegarkan badan. Jika tablet ini juga mengandung sabun ( bahan pembentuk sabun. dsb. tablet. granul atau manik-manik. Harganya sebaiknya cukup murah. Mudah menggelembung tanpa memerlukan tekanan air yang berlebihan. tepung beras dan asam borat namun sekarang dibuat dari 60 – 90 % talk. karena gunanya adalah untuk melembutkan kulit. Gelembung harus tahan terhadap kesadahan air.

dan pencegah kekeringan pada kulit. rasa asin.  Kualitatif 29 . dengan pertolongan surfaktan minyak dapat menembus lapisan kulit paling atas kemudian minyak akan bekerja sebagai pelembut. Sebetulnya sediaan minyak mandi ini tidak membantu pembersihan kulit. Analisis Formula Sediaan kosmetika Mandi 1. dan mencegah kekeringan kulit. cukup untuk membentuk lapisan minyak pada kulit secara merata dan setelah dicuci dengan sabun ternyata masih dapat diamati selama 3 jam setelah mandi. Kuantitatif Larutkan sisa yang diperoleh pada kadar air dalam 50 mL air. menghaluskan. Untuk meningkatkan efek kelarutnnya sering ditambahkan surfaktan yang larut ke dalam minyak mandi. Mekanisme kerja dari minyak mandi adalah mila-mula minyak mandi diabsorbsi oleh permukaan kulit.Sediaan Kosmetika Minyak pengharum 10 Na lauril sulfat 9 Air yang telah didestilasi 81 Uranin ( 5 % dalam alcohol ) 2 Pembuatan: Larutkan Na lauril sulfat dalam air dengan pemanasan dan tambahkan unsur-unsur lain setelah dingin. penghalus. kemudian titrasi dengan asam sulfat menggunakan indicator larutan jingga metil p. Percobaan membuktikan bahwa 4 mL minyak mandi dalam 10 L air mandi. tak berbau. 6. Minyak mandi ( Bath Oil ) Adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk melembutkan. Biasanya sediaan minyak dijual dalam bentuk kantung plastik. dan alkalis Kualitatif  Uji Na : Uji nyala dengan kawat niktom. Garam Mandi A. botol. mudah larut air. Minyak mandi tidak larut dalam air dan akan membentuk lapisan tipis yang terapung di atas permukaan air mandi. akan tetapi sebaliknya justru akan menghalangi terbentuknya busa dan tetap tinggal sebagai lapisan tipis yang sukar dihilangkan pada bak mandi. Na2CO3 Merupakan serbuk putih. NaCl Merupakan hablur heksahedral tak berwarna/ hablur putih. atau kapsul dari gelatin. A. memberikan warna kuning  Uji CO3: Tambahkan larutan Magnesium Sulfat p akan terbentuk endapan putih.

5 N 2. tidak berbau. Larutkan dalam 40 liter air. Asam Tartrat Merupakan hablur tidak berwarna atau warna putih. Tablet Mandi A.tor larutan Kalium Kromat p. larutkan dalam 50 mL air. tidak berbau. rasa asin. mudah larut dalam etanol. tambahkan larutan merah p.Lauryl Sulfat Pada 5 g yang telah dikeringkan pada suhu 105 o hingga bobot tetap tambahkan 25 mL H2SO4 1 N.tambahkan Fenolftalein & titrasi dengan NaOH 1 N. buram.1 N menggunakan Indica. praktis tidak larut dalam etanol (95%)p. B. B. Gelembung Mandi dan Serbuk Mandi A.  Kualitatif Uji : Zat + FeCl3  Kuning Zat + FeSO4+ H2O2 + NaOH  Ungu biru Reaksi Kristal : dikocok dengan K-Ac  kristal putih  Kuantitatif Timbang seksama 2g yang sebelumnya telah dikeringkan. dinginkan. Sangat mudah larut dalam air. Bilas pendingin dengan 30 mL etanol mutlal p kemudian dengan air. Titrasi dengan perak nitrat 0. masukkan kedalam labu Erlenmeyer. rasa asam dan stabil di udara.5 N menggunakan indicator larutan jingga metil.  Kualitatif Uji HCO3 : Dengan pendidihan akan membentuk gas CO2 yang dapat diidentifikasi dengan air barit.  Kuantitatif Timbang seksama 250 mg. Setelah sebelumnya dicuci dengan air. Titrasi dengan NaOH 1N menggunakan indicator larutan fenolptalen p. Boraks Kualitatif Uji: Campur sejumlah zat dengan asam sulfat p dan methanol p.Sediaan Kosmetika Uji Cl : tambahkan larutan perak nitrat p terbentuk endapan putih yang tidak larut. NaHCO3 Merupakan serbuk putih atau hablur monoklin kecil. refluks selama 2 jam. larutkan dalam 50 mL air. Gliserin 30 . larut dalam ammonia encer p. Na. Titrasi dengan HCl 0. Kuantitatif Timbang seksama 3 g. Larut dalam 8 bagian air.  Kuantitatif Larutkan 1g yang ditimbang dengan seksama dalam 20 mL air. 3. tambahkan asam nitrat p maka terjadi endapan lagi. B. Titrasi dengan asam klorida 0.

masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 mL. Na2SO4 Merupakan serbuk tak berwarna.05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau. bau lemah mirip amoniak.  Kuantitatif Timbang seksama 3g. terjadi uap merangsang. kemudian teteskan larutan pada CuSO4 tersebut. tak berbau.Sediaan Kosmetika  Kualitatif Uji : Panaskan dengan Kalium bisulfat p. Titrasi dengn HCl 1 N menggunakan indicator larutan fenolftalein p. F. larut dalam air. tambahkan biru brom timol LP dan asamkan dengan H2SO4 0. hangatkan 1g dengan 100 mg KMnO4. Tambahkan 50 mL NaOH 1 N. Susu Mandi Urea Merupakan hablur prismatic. encerkan dengan 50 mL air. rasa pahit.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan. 4. titrasi dengan HCl 1 N menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil p. agak higroskopis. Netralkan dengan NaOH 0. asin. Lakukan penetapan blanko.tetraborat p diatas nyala api terjadi warna hijau.  Kuantitatif Timbang seksama 400 mg.  Kualitatif C. transparan. terjadi bau asetaldehid. Air Panaskan CuSO4 hingga berubah warna dari biru menjadi putih. didihkan perlahan selama 5 menit. tambahkan 75 mL air. tak berwarnaa. Jika berubah warna menjadi biruair E. tak berbau/ praktis tak berbau. Asam Laktat  Kualitatif Uji : Mengubah lakmus biru menjadi putih. rasa dingin dan asin. TEA Merupakan cairan kental. encerkan 50 mL air. rasa pahit. dinginkan. Jika dibakar dengan sedikit Na. mudah larut air. higroskopis.  Kualitatif Uji : Zat + Parri Ungu Zat + AgNO3 Cincin perak  Kuantitatif Timbang seksama 2g. 31 . tak berwarna hingga kuning pucat.  Kualitatif Uji SO4 : Zat + BaCl2  Endapan putih Zat + Pb Asetat Endapan putih D. masukkan ke dalam gelas piala 600 mL.

Cover Make-Up : Ungu : Endapan Ungu : Hijau muda : Merah darah anggur : Hijau sebentar : Hijau lama. Minyak mandi A.212 Bilangan asam tak lebih dari 1 Bilangan yodium tak lebih dari 1 B. Mascara (mascara) 3.lama coklat 32 . Kecuali bahan-bahan yang akan digunakan harus betul-betul murni dari sediaan kosmetika lainnya. II. dan jaringan dalam garis keliling bawah lubang mata. kelopak mata bulu mata. maka dalam formalasinya hanya boleh digunakan bahanbahan baku yang betul-betul murni. PENGGOLONGAN Sediaan kosmetika mata dibagi menjadi: 1. Olive oil Bilangan asam tak lebih dari 2 Bilangan iodium 79. Jadi sediaan ini hanya digunakan pada daerah sekitar mata. bola mata. yaitu daerah sekitar mata. Eye Cream / Eye stick (krim mata) 7. kulit dibawah alis.Sediaan Kosmetika Uji : Reaksi biuret Laco Millon p-DAB HCl Roux Beilstein NaOH  Kuantitatif Titrasi asam. yaitu alis mata. Sediaan dari kosmetika mata adalah menitik beratkan daerah mata dengan penggunaan warna.88 KOSMETIKA MATA I. Jadi tujuan utamanya adalah menandai daerah mata dengan warna. Yang dimaksud dengan dareah sekitar mata adalah daerah yang dibatasi oleh bagian atas dan bawah dari lubang mata. tidak toksik dan tidak merangsang. Eye liner (pembentuk garis mata) 5.basa 5. Eye make-up remorer (penghapus ‘make-up’ mata) 6. kantung selaput mata. Isopropyl Myristate Bilangan penyabunan : 202. Karena pemakaian dari sediaan ini adalah pada daerah yang peka. PENGERTIAN Sediaan kosmetika mata sering juga disebut sebagai sediaan “make up” mata adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mempermudah daerah sekitar mata. Eyebrow pencil (pensil alis) 2. Eye shadow (pembentuk bayangan mata) 4.

Suatu petrolatum yang bermutu tinggi tidak akan menghasilkan bau tidak enak selama penyimpanan. c. Semua warna yang digunakan pada kosmetika mata harus tidak larut dalam air. tanpa harus membuatnya kaku. d. e. Untuk produk-produk mata. kombinasi. Karnauba Lilin ini tersedia dalam berbagai jenis tetapi yang biasa digunakan adalah yang berwarna kuning dengan titik lebur 85 ºC. Beeswax (Lilin tawon lebah) Berwarna putih dengan titik lebur 64 ºC. b. telah dimurnikan dan diputihkan. dan pewarnaan dengan sediaan ini dilakukan dengan zat warna anorganik dan zat warna alam. 33 . lilin-lilin haruslah  a. Lanalin Lanalin anhidrat miliki titik lebur 38-40º C. bahan berserabut pendek. Bahan Oksida dasar atau zat pembawa Petrolatum Berwarna putih. Kresin Merupakan campuran mikrokristal dari hidrokarbon yang tersusun kompleks. 2. biasanya digunakan kresin dengan titik lebur 68 ºC. Zat ini akan membentuk lapisan yang menolak air. seperti pada mascara padat. zat ini dapat mengeraskan sediaan dalam penggunaannya. arang hitam. besi oksida hitam (F e 3 O4)  Biru : Biru ultra marine  Hijau : Krom oksida  Coklat : Besi oksida coklat  Kuning: Oksida besi kuning  Merah : Karmin Untuk memperoleh bayangan mata yang lebih terang biasanya ditambahkan titanium oksida atau seng oksida. sehingga dapat memberikan kilauan pada bulu mata. Kresin tersedia dalam berbagai tingkatan dengan titik lebur bermacam-macam. Zat warna Zat-zat warna dari bahan batu bara tidak dapat digunakan. krom oksida dan karmin. Dalam produk-produk yang dicetak. Karnauka ini biasa digunakan pada formulasi mascara. FORMULA UMUM 1. Zat-zat warna utama adalah karbon hitam. memiliki titik lebur 43ºC propil fisik dan stabilitasnya memiliki stabilitas yang baik untuk produkproduk ini.Sediaan Kosmetika III. digunakan untuk eye shadow dan mascara sebagai pelumas. karena fleksibelitas dan elastisitasnya. besi. dan menetralkan larutan sabun dalam air. Warna-warna yang sering didunakan pada kosmetika mata : Hitam : karbon hitam.

Zat ini banyak ditemukan dalam produk kosmetika termasuk eye shadow. i. Gom Tragakan Suatu zat yang didapat dari Astragalus gummifer. kadang-kadang dihilangkan dari kosmetik mata. cairan pucat bersih yang bebas dari berbagai bau tidak enak. Dalam bentuk serbuknya. Alumunium silikar dan acid stearat. maka viskositasnya dapat dikendalikan dan viskositas yang konstan ini membuat metil selulosa sering digunakan sebagai zat pengikat. zat pengental dan zat pengemulsi. Apabila diperlukan untuk menutupi bau tertentu digunakan pewangi dari minyak atsiri alami atau zat kimia asumatik yang ringan dan aman kadar kurang dari 0. memberikan sabun yang stabil yang sesuai dengan bahanbahan hidrofilik dan lipofilik. kemudian menuangkannya pelan . dan mencegah rangsangan pada mata. meskipun pengembangan emulgatoremulgator nonionik sekarang ini dapat menggeser posisi stearatstearat dimasa depan.1 %. diantaranya adalah Lamp black. Isopropil Miristat Merupakan suatu ester asam lemak sintetik. Trietanolamin stearat adalah jenis yang sering digunakan secara luas. g. Propilen Glikol Suatu humektan biasa digunakan untuk eye shadow. Propilen glikal bersifat tidak lengket dan merupakan pelumas yang baik. Biasanya terdiri suatu zat warna yang terdispersi dalam dasar malam. Bahan pewangi Bahan pewangi digunakan hanya sebagai pencegahan ekstra melawan iritasi. f.pelan ke dalam air sampai terdispersi sempurna. Karena metil selulose adalah zat sintetik. Pensil alis mengandung berbagai jenis bahan kimia. h. j. Raetil Selulosae Merupakan suatu gomsintetik. petrolatum. memiliki titik didih 55ºC. paraffin. Bahan Pengawet Meskipun semua formula tidak memerlukan bahan pengawet. 34 . EYEBROW PENCIL (Pensil Alis) Pensil alis adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menebalkan atau mengubah bentuk alis. Asam Stearat Terdiri dari 3 lapisan yang tercetak (triple-pressed grade). gom tragakan merupakan zat pengental yang digunakan untuk mencapai viskositas yang lebih besar. Beeswax ini sangat baik untuk kombinasi. Zat ini dapat secara mudah membentuk sabun dan dinetralisir. biasa dilakukan dengan cara membasahinya dengan alcohol atau propilen glikol. Bahan-bahan pengawet pilihan um\ntuk produk-produk mata adalah dari golongan alkil-p-hidroksi benzoat. namun akhir-akhir ini zat pengawet sering ditambahkan pada kosmetika mata. yng terlarut dalam air dengan cara yang sama dengan gom tragakan.Sediaan Kosmetika seimbang sehingga padatan tidak akan menyusut atau melekat di dalam cetakan.

Sediaan Kosmetika Syarat pensil alis adalah mudah dipakai. paraffin serta lilin karnauba syarat mascara adalah mudah dipakai. dan pandangan menjadi kabur. tidak beracun dan merangsang. Maskara biasanya mengandung garam acid stearic bersama pigmen dan lanolin. mata menjadi merah. yaitu: a. Terdapat 2 tipe pensil alis. b) Pensil Alis Bentuk Potlot Formulanya sama dengan pensil alis bentuk crayon hanya dimasukkan ke dalam selubung dari kayu. mempunyai kegunaan untuk menghitamkan dan mempertebal bulu mata dengan tujuan untuk memperindah mata. peradangan. mata terasa gatal dan dapat mengalami iritasi pada mata. Jenis mascara ada 3. Penggunaan mascara harus hati-hati karena dapat menimbulkan rasa pedih dan berair. penggunaan pensil alis tidak dianjurkan untuk daerah dibawah kelopak mata karena dapat menimbulkan pigmentasi pada lapisan mukasa mata. lilin dan zat warna sedemikian rupa hingga diperoleh massa yang padat. MASCARA (Maskara) Maskara adalah sediaan kosmetika yang termasuk sediaan tata rias mata. dibuat dari sabun yang dilelehkan bersama – sama minyak. yaitu: a) Pensil Alis Bentuk Crayon Merupakan campuran zat warna coklat atau hitam dengan kadar tinggi. rata hasil pengolesannya. setelah hampir kering diusapkan pada bulu mata. Stearat Parafin padat Cera alba 40% 30% 12% 35 . tidak melengketkan bulu mata. Maskara Bentuk Padat Diperoleh dengan cara pengempaan atau pencetakan. Cara pemakaiannya dengan menggosokkan silikat (yang telah dibasahi) pada permukaan padatnya sampai menempel. cepat kering tapi tak kering pada wadah. pemakaian cepat dan tahan lama. sama rata dalam pengolesan dan tidak rapuh. R/ Trietanolamin. Contoh formula: Minyak kastor terhidrogenasi Minyak biji kapas terhidrogenasi Cocoa botter Minyak kastor terhidrogenasi Bahan dasar penyerap lanolin Lampblack (yang cocok) 46% 12% 8% 80% 17% 9% Jika pensil coklat yang dibuat maka lampblack dapat diganti dengan Umber (sejenis tanah pewarna yang berwarna coklat kemerahan) dan sienna bakar (sejenis tanah liat berwarna coklat kemerahan). halus.

1% Vaselin putih 5. sehingga zat warna akan menempel pada sikat.1% Cara pembuatan : Formula A dipanaskan pada suhu 60°C. b. Maskara bentuk krim ini paling disukai oleh konsumen karena konsistensinya dan susunannya rata. yang berguna untuk menurunkan tegangan permukaan.45% Zat warna 9.Sediaan Kosmetika Lanolin anhidrat 5% Karbon hitam 13% Cara pembuatan : bahan – bahan diatas dilelehkan bersama – sama. c.5% Minyak mineral 9. diaduk sedemikian rupa sehingga diperoleh fasa atau bentuk yang diinginkan (padat). kemudian tambahkan zat lain (minyak jarak yang telah dilarutkan dalam alcohol). formula B dipanaskan pada suhu 60°C. diaduk hingga zat warna tercampur homogen. Maskara bentuk krim tidak boleh mongering dalam penyimpanan dan harus menempel dengan balik pada bulu mata. mudah digunakan. Bentuk ini kurang disukai karena sifatnya mudah larut dalam air dan lengket.75% Air 4. Contoh formula : R/ Resin (10% dalam alcohol) 3% Minyak jarak 3% Etilalkohol 84% Zat warna 10% Cara pembuatan : Suspensikan zat warna (umumnya karbon hitam) kedalam larutan resin. Karemna bentuk sediaan lunak maka dapat dimasukkan dalam tube dan sikatnya menempel pada tube sehingga pemakaiannya akan lebih praktis dan tahan lama. EYE SHADOW (Pembentuk Bayangan Mata) 36 . Masukkan formula B perlahan-lahan kedalam formula A sehingga zat warna tercampur homogen dan terbentuk massa krim. Maskara Bentuk Cream Dapat dihasilkan dari penambahan zat warna ke dalam suatu vanishing cream atau dengan melarutkan zat warna pada minyak yang sesuai. Contoh formula: R/ Formula A : asam stearat 9. Untuk ini diperlukan zat pembasah yang sesuai. cukup cepat kering dan tahan air. Mascara Bentuk Cair Dapat diperoleh dengan cara mensuspensikan zat warna ke dalam zat pembawa.1% Formula B : Tretanolamin 2.

kocok campuran tersebut dengan baik. EYE LINER (Pembentukan Baris Mata) Eye liner adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menonjolkan garis mata pada tepi kelopak mata atas dan bawah serta 37 . dilelehkan bersama-sama dengan bahan-bahan lain. Janistyn telah menyarankan agar diperoleh bayangan yang indah pada Eye shadow : Biru : 20 bagian ultramarin. 10 bagian kromium oksida hijau Coklat : 30 bagian besi oksida coklat. bisa ditambahkan alumunium pada bayangan-bayangan ini. bentuk pensil Masing-masing bentuk diatas mempunyai keuntungan dan kerugian sendiri-sendiri. bentuk krim 4. bentuk “stick” / “cake” 5. bisa ditambahkan ultramarin dan dikurangi titanium dioksida. pekerjaan pengisian dapat dilakukan dengan menggunakan hand filler / unit pengisi yang dikendalikan secara termostatik. Contoh formulanya : Bahan dsar untuk Eye shadow krim cair R/ Petrolatum putih serat pendek 65% Lanolin anhidrat 5% Keresin putih 10% Beeswax putih 5% Minyak mineral 65 / 75 15% Cara pembuatan : Campurkan sejumlah titanium dioksida / seng oksida yang diperlukan dengan warna-warna dan dengan petrolatum yang telah dilelehkankemudian giling campuran menggunakan gilingan putar. Untuk memperoleh efek “emas” bisa digunakan serbuk alumunium dengan berbagai pigmen. Bentuk-bentuk Eye shadow yang ada dalam peredaran adalah : 1.Sediaan Kosmetika Eye shadow adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk memberikan latar belakang atau bayangn pada kelopak mata. 10 bagian titanium dioksida Hijau : 15 bagian titanium dioksida. sehingga mata akan kelihatan lebih indah. seperti misalnya bentuk pensil dan bentuk “stick” akan lebih menguntungkan dari pada bentuk cair / krim cair. zat utamanya adalah titanium dioksida / seng oksida. Untuk memperoleh nuansa violet (ungu). 5 bagian titanium dioksida. lil. Dalam kontainer yang terpisah.in lebah. Sejumlah kecil karmin NF dapat ditambahkan pada bayangan biru. Eye shadow juga mengandung zat warna sebagai komponen aktifnya. bentuk cair / “liquid” 2. soebitan oleat dan talcum. Sedangkan untuk mendapatkan warna biru gelap. Untuk bayangn yang telah terang. kalsium karbonat. ceresin. Tuangkan campuran tersebut pada kontainer . minyak mineral. bentuk krim cair 3. dan tambahkan warna dasar pada campuran tersebut. Seperti halnya denagn sediaan kosmetika mata lainnya. Untuk memperoleh efk warna-warni. Eye shadow biasanya mengandung lanolin.

Analisis Kualitatif a. Umumnya merupakan suatau emulsi air dalkam minyak (a/m). pewangi dan titanium dioksida. Jika dipanaskan dengan kuat dihasilkan warna kuning yang akan hilang pada pendinginan.0% Shelloe 1. krim yang dimaksudkan kedalam botol atau berbentuk padat yang disediakan dalam bentuk pensil. COVER MAKE UP Cover make-up adalah sediaan kosmetika mata yang dapat digunakan untuk mengurangi lingkaran-lingkaran gelap / bayangan-bayangan yang terdapat dibawah atau diatas mata. polivinil pirolidon.2% Alcohol 50-40 5. Biasanya digunakan pada sekeliling mata dekat dengan bulu mata. Krim tersebut mengandung lanolin.Sediaan Kosmetika mengubahkan penampilan garis mata yang besar nampak lebih kecil. Eye liner biasanya mengandung alkanolamin. Eye liner dalam sediaan padat mengandung 60% talcum. polivinil alcohol atau polivinil asetat. titanium dioksidan dan minyak mineral untuk menghasilkan eye liner yang mengkilat dapat ditambahkan larutan shellae. Minyak Biji Kapas Merupakan minyak lemak yang diperoleh dari biji masak dari Gossypium sp.5% Air 3. Contoh formula eye liner cair dalam American Perfumer and Cosmetics : R/ Air 20% Methosel HG 60-50 V 40% Veegum 1.08% TEA 0. alcohol lemak. minyak tengkawang. Eye liner didapatkan dalam sediaan cair. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN KOSMETIKA MATA A. paraffin. b. 30% pewarna. Biasanya sediaan cover make-up warnanya seperti warna daging (flesh colour). eter selulosa. Kalau terlalu mengkilat maka lemak / minyak yang terdapat dalam formula dapat diganti dengan talk / titat dioksida.02% Pigmen 18. Larutan dalam HCl 3N sedikit berlebih menunjukkan reaski zink. antioksidan. 38 . Eye Brow Pencil (Pensil Alis) 1. setil alcohol dan minyak karamel. Sediaan ini tidak boleh memberikan kilauan / kilatan pada daerah sekitar mata.0% Asam oleat 1.0% Air dan zat pengawet hingga 100 EYE CREAM / EYE STICK (Krim Mata) Krim mata adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk melumasi daerah sekeliling mata dengan tujuan untuk mengurangi kekeringan atau melembutkan mata. metil paraben. IV.

Pendeteksi: lampu UV pada 366 nm. 4.Sediaan Kosmetika Analisis Kuantitatif Timbang seksama 1. b. bantu dengan pemanasan lemah. Petrolatum Putih Adalah campuran murni dari hidrokarbon semisolid yang dihasilkan dari petroleum dan mengandung penstabil yang cocok. tambhakan 2. Pelarut pengembang sama dengan eter minyak bumi:dietil eter:biang asam cuka = 50:50:1. warna tidak berubah. Disemprot dengan larutan 250 gram antimon III klorida dalam 75 gram kloroform sterioda menunjukkan berbagai warna yang manjadi kuat jelas setelah pemanasan dalam lemari pengering pada 100 ° C. Tidak larut dalam air. Lanolin / Adeps Lanae Bersifat lilin. Uji keasaman: Jika penambahan fenolftalein pada uni kebasaan tidak berwarna pink tambahkan 0. dalam etanol.69 mg ZnO. Larutkan 50 ml asam sulfat 1N. 3. masukkan 1 tetes fenolftalein dan panaskan. Masukkan petrolatum yang telah dicuci ke dalam kaserol. tidak berasa. Uji kebasahan: Masukkan 35 gram kedalam beaker glass. 5. Lanolin praktis tidak larut dalam air. warna hijau yang muncul menunjukkan lanolin. 1 ml asam sulfat 1N setara dengan 40. Tuangkan lapisan airnya ke dalam kaserol. larutan tidak membentuk warna pink. Cairan yang ditotolkan 10-50 mikrogram dengan garis. Penyerap lempeng KLT siap pakai Qiesel 60 F254. Tes untuk lanolin: a. Setil Alkohol Dengan cara kromatografi gas 39 . larut dalam kloroform atau eter. Lempeng KLT dipanaskan sebentar dalam lemari pengering. titrasi dihentika hingga warna pink tidak terbentuk. tambahkan 100 ml air panas. 2. larut dalam eter dan kloroform. Identifikasi secara KLT Untuk produk yang mengandung air. merupakan campuran kompleks ester dalam polyester. ditambah 5 ml asetat anhidrat. transparan.5 gram amonium klorida P.5 gram zat uji yang baru dipijarkan. pertama ekstrak lanolin dengan kloroform dan saring ekstrak klroform dengan kapas untuk menghilangkan airnya. cuci petrolatum dengan 50 ml air panas sebanyak dua kali. Analisis Kualitatif dengan regen Lieberman-Burchard Zat dalam 10 ml kloroform. Jika perlu. Keasaman-Kebasaan : Didihkan 5 gram dengan 10 ml etanol yang telah dinetrlakan terhadap kertas lakmus.1 ml metal orange. Parafin Cairan kental. Ssetelah larut sempurna tambhakna metal jingga LD dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1N LV. tutup dan masukkan ke dalam hot plate selama 5 menit sampai ada pemisahan. lalu ditambah 510 tetes Asam Sulfat kemudian diaduk. Tinggi rambat = 15 cm dalam 30 menit.

bau seperti malam. Analisis Kualitatif: berfluorosensi lemah bila dicairkan. Vaselin Ialah benda dengan massa lunak.5 g ammonium klorida Pasal . Analisis Kuantitaf: timbang seksama 1. kloroform. .methanol.0. sukar larut dalam eter. masisng masing sekitar 1. Analisis Kualitatif: Larutan plus NaOH dikocok seperti agar busa pada pengenceran. Setelah uap sulphur trioksida mucul lanjutkan pemanasan selama 1menit. Maskara Asam Stearat Berbentuk kristal putih kekuningan. ZnO Analisis Kualitatif: Jika dipanaskan dengan kuat/pirolisa terjadi warna kuning yang akan hilang dengan pendinginan. Dapat campur dengan air.5 g zat uji yang baru dipijarkan. B. aseton. Tri Etanol Amin (TEA) Berupa cairan kental. Pigmen a. Bila perlu Bantu dengan pemanasan lemah. Dengan reagen Parri reaksinya positif. tidak berbau. TiO 2 Identifikasi: pada 500 mg zat tambahkan 5 ml asam sulfat dan dipanaskan perlahan.3ml Kobal (II) nitrat terjadi warna merah karmin. Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol. larutkan dalam 50 ml asam sulfat 1N. terus titrasi kelebihan sam sulfat dengan NaOH. Analisis Kuantitatif: 1.Sistem kromatografi: kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisai nyala dan kolom 2 m x 3 m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA. 2. pahit. higroskopis. lengket. sifatnya tetap setelah dileburkan dan didinginkan. Pada 5 ml filtrate bersih tambahkan hidrogen peroksida akan muncul warna kuning merah. hamper tidak berasa. bening. Pada 1 ml zat tambahkan 0. 7. b. Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa. Analisis Kualitatif: a. b.Prosedur: suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak. . Setelah larut sempurna tambahkan metal jingga. 40 . benzene. mengkilap.5 % terhadap rata rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan. 6. Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alakohol dan stearil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang. tambahan 2. dinginkan dengan air lalu disaring.Sediaan Kosmetika -larutan kesesuaian sistem: timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal -Uji kesesuaian sistem: suntikan 2 mikroliter larutan kesesuaian sistem dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol: tidak kurang dari 4.

Pindahkan ke labu bersumbat kaca. sentrifugasi. dikerjakan pada sushu 205 ° C. dan tarik lapisan atasnya lalu uapkan. Identifikasi: kocok emulsi 2 kali volume dari 1:1 campuran dioksan-toluen. Hitung percentase C 3 H 8 O 2 dalam propilen glikol. 8. gas pembawa helium kering.1N. atur suhu kolom dari 90 ° -290 ° C dengan kecepatan 2 ° /menit. 9.Sediaan Kosmetika Timbang 2 g zat. Uji residu dengan spektrum infra merah untuk melihat silicon. Gunakan nitrogen Pasal sebagai pembawa dengan laju aliran 45 ml/menit. Stearil Alkohol Identifikasi: Kromatografi gas dengan detector ionisasi nyala kolom berisi 10 % fasa G pada sistem penyangga SIA. Dan tambahkan pula 5 tetes asam sulfat 2N. Analisis Kuantitatif: dengan kromatografi gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas dan kolom 1m x 4mm berisis bahan pengisi 5% G16 pada partikel penyangga S. terdiri dari kolom borosilikat. Gliseril Monostearat Identifikasi: kromatografi gas dengan instrument yang dilengkapi dengan flame ionozation detector. masukkan ke Erlemeyer 300 ml. Tambahkan 50 ml KIO 3 Pasal . 6. dengan membagi luas puncak propilen glikol dengan jumlah seluruh puncak kecuali puncak udara dan air lalu kalikan 100. tutup segera dengan kertas saring yang dibasahi 41 . Propil P-Hidroksi Benzoate (Nipasol) Penetapan kadar: timbang 100 mg. titrasi dengan kalium tiosulfat 0. Etil Alkohol Analisis Kualitatif: campurkan 5 tetes zat uji dalam gelas piala kecil dengan 1 ml larutan kalium permanganate 1 dalam 100. Setelah mencapai 210 ° suhu dipertahankan selama 8 menit. 4.. Silikon Fluid (L43) Merupakan silicon dalam krim. 3. Propilen Glikol Analisis Kualitatif: spektrum serapan infra merah dari lapisan tipis menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada propilen glikol. Gunakan helium Pasal sebagai gas pembawa. Prosedur: suntikan secara terpisah sejumlah volume sama 5 mikro liter larutan baku dan larutan uji ke dalam kromatograf yang dilengkapi dengan detector ionisasi nyala. Titrasi dengan HCl 1N. tambahkan segera 50 ml brom 1N dan HCl Pasal dan kocok selama 15 menit. didihkan dengan 50 ml NaOH 1N selama 30 menit sambil mengganti kehilangan air karena penguapan. 5. 7. tambahkan 75 ml air dan 2 tetes metal LB. Isopropil Palmitat/Isopropil Miristat Analisis Kualitatif: dengan kromatografi gas. Prosedur: suntikkan 10 mikro liter ke dalam kromatograf dan rekam kromatogram.

yaitu : # Kromatografi Kertas Pada kertas dibuat garis awal 2 cm di atas dasar kertas. Terbentuk warna hijau yang bertahan selama 5 menit. absorpsi spektrum pada larutan berwarna diencerkan berlebih. Talk Adalah magnesium hidrat silikat hidrat alam . # Spektrum Fotometri Dalam spektrum fotometri. terjadi warna biru intensif pada kertas saring. larutan natrium fosfat P. tambahkan lagi 10 mL HCL P. E. tambahkan 20 mL air. lalu berubah menjadi lila. pindahklan dalam cawan dengan bantuan 150 mL air panas.750 nm. Pindahkan ke dalam krus platinum. Eye Shadow 1. saring tambahkan.Pada filtrate tambahkan 2 g ammonium klorida Pasal dan 5 mL ammonia encer. warna akan memucat pada beberapa menit. 1% larutan zat diteteskan pada garis awal. Eyeliner 1. panaskan hingga melebur sempurna. Shellac Analisis Kualitatif : Pada 50 mg shellac tambahkan beberapa tetes campuran 1 g ammonium molibdat dan 3 mL as. D. dicatat antara jarak sinar tampak 350. larutan harus tetap jernih. kromatogram dipindahkan dan dikeringkan # Reaksi tetes dan karakteristik kelarutan dalam asam sulfat pekat Sebanyak 0. 2. saring. dinginkan.keringkan dalam udara terbuka. sisanya adalah silica. dinginkan. Uapkan diatas penangas air hingga kering. Zat warna larut air Ada beragam cara pendeteksian. Jika terjadi endapan.5 cm. kertasnya digantung pada bejana kromatografi yang berisi pelarut. Minyak Mineral Analisis Kualitatif: didihkan 50 ml zat uji dengan 10 ml larutan KOH P 8% b/v dalam etanol 95 %P selama 2 menit. Sulfat .Encerkan dengan 50 mL air. begitupun untuk garis akhir ( 15-20 cm dari garis awal).5 g zat warna dilarutkan dalam 100 mL aquades panas. dinginkan. Identifikasi: campur 500 mg dengan Na 2 CO3 Pasal dan 2 g kalium karsonat P.Zat 42 . Campuran warna sebaiknya dipisahkan dengan kromatografi kertas. lalu lihat perubahan warnanya. dikeringkan.Sediaan Kosmetika dengan larutan segar 100 mg natrium nitroferisianida Pasal dan 250 mg piperazin Pasal dalam 5 ml air.Ketika larutan mencapai garis teratas. Tambahkan HCL Pasal hingga pembuihan berhenti. Secarik kertas saring dicelupkan ke dalam zat warna . dengan tinggi pelarut 1-1. Zat Warna Kosmetika Mata 1. C. Terjadi endapan hablur ammonium magnesium fosfat. Lalu ditetesi dengan reagen-reagen asam. merupakan serbuk halus berwarna putih kelabu.

3.2. Zat Warna Larut Minyak Digunakan identifikasi kromatografi lapis tipis. DEFINISI Sediaan kosmetika rambut (bukan cat )adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk pemeliharaan/ perawatan serta pengobatan rambut agar rambut tetap sehat .PENDAHULUAN I. bagus dan menarik.) Pigmen Anorganik b. I. BAB III SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT (BUKAN CAT) I. Pigmen Warna bubuk pigmen dapat digunakan sebagai indikasi pigmen yang dipakai di kosmetika a.SEJARAH 43 .Sediaan Kosmetika warna diindikasikan berdasarkan panjang gelombang absporpsi maksimum. 2.) Pigmen Organik Pigmen yang larut dalam dimetil fornamioda dapat diidentifikasi dengan spektrofotometri ataupun dengan kromatografi lapis tipis.1.

Ia menghabiskan hidupnya untuk mengembangkan produk perawatan rambut. Bagian-bagian rambut: 1. Batang rambut. 3. Kebiasaan ini juga dilakukan oleh orang yang hidup pada zaman itu dari mulai India sampai di Inggris. Anatomi Kulit Kulit terdiri dari lapisan utama: 1. yaitu lapisan luar yang tipis dan terdiri dari jaringa ephitelium. Dermis. air dan soda. terdiri dari jaringan ikat/jaringan fibrosa. Pada abad ke-19 di Inggris telah dikenal shampo yaitu sejenis massage yang ditemui pada waktu orang-orang Turki mandi uap. Anatomi Rambut Rambut adalah suatu bentuk tonjolan dari dalam kulit yang merupakan hasil pertumbuhan istimewa/ modifikasi di sel-sel epitel kulit yang terbentuk sebagai hasil keratinisasi sel germinative (tunas). kelenjar yang mengeluarkan sekret sehingga memelihara kulit tetap halus dan rambut mengkilat. ada dua pigmen utama pada rambut yaitu melanin dan pheomelanin. Jhon Breck.3. I. Sel-sel ini memiliki tentakel yang panjang seperti dendrit yang berperan dalam permulaan partikel pigmen ke dalam sel kortikol. Diakhir tahun 1870. Shampo memerlukan busa untuk menghilangkan ketombe berminyak dari kepela. diman sel-selnya terdapat pada lapisan papila paling atas. 2. II. Shampo berasal dari kata "champo" yang artinya meremas. bagian yang keluar ke permukaan. Ia juga membuka perawatan ketombe pertama di Inggris pada tahun 1908. Jadi sabun tidak begitu efektif untuk membersihkan rambut karena sabun meninggalkan kotoran pada batang rambut. penata rambut Inggris memiliki budaya massage dan mencuci ketombe dengan campuran sabun. 4. 3. Sabun yang mula-mula menggunakan busa dikembangkan pada tahun 1890 oleh seorang pemadam kebakaran Massachusetts. yaitu lapisan dalam yang tebal. Sabun.Sediaan Kosmetika Kosmetika rambut telah dipakai sejak jaman sebelum masehi dan setiap negara mempunyai ciri khasnya masing-masing. 5. Saat itu setiap salon mengembangkan variasi resep yang berbeda dari resep dasar tersebut. 2. otot polos kecil pada folikel rambut yang berfungsi sebagai penegak rambut. Folikel rambut dibatasi oleh sel epidrmis dan diatas dasarnya terdapat papil tempat awal tumbuhnya rambut. 6. sebagai contoh: orang mesir kuno menggunakan jus jeruk dan asam sitrat yang efektif untuk mengurangi minyak dari rambut. TENTANG KULIT DAN RAMBUT A. Keduanya dibentuk didalam melanosit. Pigmen rambut. B.JENIS-JENIS SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT DAN FORMULANYA 44 . Epidermis. Akar rambut berada di dalam folikel. Jaringan subkutan dan jaringan adiposa. Erektor pilorum.

1. formaldehida. rambut dan mata. Contoh: dietanolamin laurat. methyl selulosa. Tidak mengiritasi. Biasanya sapat membentuk busa dan bersifat . Deterjen yang dapat digunakan ada bermacam-macam diantaranya adalah: a. 3. untuk melemaskan .5-5. • Zat pengawet: zat yang berguna untuk melindungi rusaknya shampo dari pengaruh mikroba yang dapat menyebabkan rusaknya sediaan. Syarat-syarat shampo: 1. Bahan Tambahan Adalah bahan yang digunakan untuk memberiakn sifat tertentu pada shampo. Deterjen kationik Busanya bagus dan banyak. c. Contoh ester-ester hidroksi benzoat. Contoh: gom. Tidak toksik. 2. tetapi bila kena mata sangat perih dan beracun. Contoh: lanolin.SHAMPO Shampo adalah sediaan kosmetika rambut yang beruguna untuk membersihkan rambut serta kulit kepala. 45 . yang sering digunakan adalah C-12 metoksi polietilen glikol laurat yang juga berfungsi sebagai pelarut dari zat pewangi (parfum) b. 2. menghaluskan serta memberikan kilauan pada rambut dan mencegah kerontokan. • Finishing agent : Zat yang berguna untuk melindiungi rambut dari kekurangan minyak pada waktu pencucian rambut. etil alkohol. Ada pada rentang pH 4. misalnya: • Clarifing agent : zat yang digunakan untuk mencegah kekeruhan pada shampo. Tidak merusak kulit. tragakan . garam-garam fenil merkuri . Sangat penting pada pembuatan shampo krim dan shampo krim cair.Contoh: komplekson III.5 Formula umum shampo: 1. • zat pendispersi: zat yang berguna untuk mendispersikan sabun Ca dan Mg yang terbentuk dari air sadah. fenol halogen. isopropil alkohol. metilen glikol dan EDTA. Deterjen non ionik Daya membusanya melemah. Bahan utama Bahan utama merupakan basis dari shampo.dll. minyak mineral. CMC. 4. • Opacifying agent: sediaan yang menimbulkan kekeruhan.Tween 80. Contoh: butil alkohol. Sanga tdiperlukan pada pembuatan shampo cair dan shampo cair jernih. • Zat pengental: zat yang perlu ditambahkan terutma untuk shampo cair jernih dan shampo krim cair. Deterjen anionik dan amfofilik Deterjen golongan ini juga dapat merupakan zat tambahan sebagai surfaktan sekunder. • Zat pembusa: zat yang menghasilkan busa.Sediaan Kosmetika II.

Shampoo kering (dry shampoo) Shampoo jenis ini berguna untuk pemakaian pada saat merasa kurang nyaman bila bershampoo menggunakan air. Sifat dari detergen ini tergantung pada panjang rantai asam lemak alkohol yang dipakai. shampoo berbasis serbuk dalam sabun telah banyak digantikan oleh ditergen sintetik. Contoh formulanya : 46 . Biasanya shampoo ini didiamkan selama 10 menit pada rambut dan kemudian disikat.Sediaan Kosmetika • Antiseptik: zat yang dapat ditambahkan ke shampo dengan maksud untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme lain. Shampoo ini didesain untuk menghilangkan minyak dengan menggunakan pelarut yang sesuai seperti alkohol. Sodium lauryl sulfat biasanya dipakai untuk basis shampoo jenis ini.5% Karena kurang baik dalam air sadah. Shampoo kering cair (Liquid dry shampoo) Shampoo ini digunakan untuk membersihkan rambut dan kulit kepala pada saat tidak tesedia waktu untuk bershampoo dengan shampoo jenis busa biasa. Serbuk Shampoo (shampoo powder) merupakan bentuk shampoo yang kurang disenangi. Sebagai basis sering digunakan serbuk pengabsorpsi seperti talk. Untuk sekali pakai biasanya digunakan 3-4 gram. Shampoo cair jernih (clear liquid shampoo) Sebagian besar shampoo yang beredar di pasaran merupakan shampoo jenis ini. 2. juga termasuk alkohol monohidrat dengan panjang rantai C10-C18. Jenis-jenis Shampoo: 1. Contoh formula : Gliserin 20 Dietilftlat 50 Alkohol 650 Parfum 0. Na seskaikarbonat. dimana ketika dipakai dengan pemijatan yang lembut pada kulit kepala.5% 4. dengan bahan dasar lemak alkohol tersulfatasi atau lebih dikenal dengan lauril atau alkil sulfat. karena kurang praktis. Contoh formulanya : Talk 40% Amilum 15% Na seskaikarbonat 20% Barax 5% Fullerr’s Earth 20% 3. amilum. Contoh formulanya : Sodium bikarbonat 500 Disodium pospat 200 Serbuk sabun 300 Parfum 0. • Zat pewangi atau zat pewarna: sering ditambahkan agar shampo menjadi menarik dalam bau dan warna. memberikan efek yang menyegarkan.

01% Counter charge: Basis shampoo 92 Propillent-2/114(50:50) 8 Shampoo berminyak (oil shampoo) Adalah shampoo yang berguna untuk menghilangkan kotoran serta minyak berlebihan pada rambut. Triethanolamine Lauril sulfat (33%) 45% Coconut monoethanolamida 2% Perfume. 8. tapi cukup kuat untuk dipakai secara efisien pada rambut di saat keramas. Di dalam perdagangan produk ini lebih dikenal dengan shampoo krim tapi ini merupakan nama lain dari shampoo pasta. Sediaan ini mempunyai basis Natrium alkil sulfat yang dibuat dari fraksi alkohol yang memberikan produk yang mempunyai konsistensi tetap dengan kecenderungan untuk mengkristal seperti mutiara. Contoh formulanya : Monoethanolamin lauryl sulfat (27% aktif) 400 Ethylene glycol monostearat 50 Air 550 Shampoo krim padat ( solid creame shampoo). Formulanya harus bisa muncul dari kepala sprayer dalam bentuk busa yang lembut dan mudah diatur. colour. Untuk mempersiapkan pasta diperlukan lilin (wax) seperti setil alkohol sebagai pembangun dan sodium alkil sulfat berbentuk jarum atau pasta. water to100% Shampoo krim cair atau lotion (liquid creame or lotion shampoo) Shampoo ini merupakan sediaan yang mudah dituang yang dibuat dari asam lemak alkohol sulfat atau dari detergan cair jernih dengan dicampur bersama stabilator atau apocifying agent yang sesuai. 6.7% Phenyl merkuri Gorat 0.Sediaan Kosmetika 5.busa shampoo disemprotkan pada telapak tangan dan diusapkan pada rambut yang sudah dibasahi lalu digunakan seperti shampoo biasa.3-0. Amonium Tietanolamin lauryl sulfat 600 Coconut dietanolamida 10 Ethoxylated lanolin alkohol 25 Air 365 Parfume 0. Contoh formulanya: Sodium lauryl sulfat paste (34% active matter) 800 Cetyl alkohol 50 Air 150 Shampoo Aerosol (aerosol shampoo) Shampoo jenis ini dikemas secara khusus dalam bentuk sprayer. Contoh formula: Basis shampoo . 7. Penggunaannya hanya sebentar saja lalu dicuci sampai bersih. 47 . Kosentrat shampoo ini mudah didapat dari produsen detergen dan cukup hanya dengan dilarutkan dan ditambahkan zat pewarna serta parfum.

tinctura cantharides (dari sejenis kutu yang diperoleh dari maserasi /perkolasi) 1-5 %. mengandung alkohol dengan konsentrasi yang tidak begitu tinggi.2. Suatu Hair Tonic biasanya mengandung : 1) Zat-zat rubifacient (dari kata rubus artinya merah) atau zat-zat yang dapat bekerja merangsang pembuluh darah yang ada pada pembuluh kulit kepala dan juga dapat merangsang kerja kulit kepala.5-2 % Alkohol 50 % 2) 48 . β-naftol. tidak berbusa. resorsin dan belerang. biasanya mengandung vitamin untuk rambut dan suatu germisida untuk membunuh jamur atau bakteri. Sebagai contoh cloral hidrat 2-4 %. Ketombe adalah suatu kelainan kulit terutama pada kulit kepala yang ditandai dengan tumbuhnya sisik yang berlebihan. parfume.Penyubur Rambut (Hair Tonic) Sering juga disebut dengan Hair Lotion. Sebagai contoh asam pantolenat. Hal ini terjadi karena percepatan pergantian pelepasan sel epidermal dari aktifitas kelenjar lemak. dan sebagainya. Zat-zat antiseptik atau zat-zat yang berguna untuk membunuh kuman-kuman yang dapat menimbulkan penyakit sehingga dapat mengganggu perkembangan rambut. asam salisilat/ turunan belerang. Penyebabnya diduga karena jamur yang disebut pityrosporum ovale. Pada umumnya berbentuk larutan jernih atau krim cair. Ketombe bukan disebabkan oleh kulit kepala yang kotor dan bukan karena jenis shampoo yang salah. Contoh formula umumnya : (phenol dan alkohol) β-naftol 0. II. dan sebagainya. asam askorbat. Shampoo anti ketombe umumnya merupakan campuran antara basis shampoo dengan suatu germisida. 3) Zat-zat keratolitik atau zat-zat yang dapat memecahkan keratin. Sebagai contoh asam salisilat. 4) Vitamin-vitamin/ senyawa sulfur yang mengadung asam amino yang berguna untuk biosintesis dari keratin.Sediaan Kosmetika Contoh formula : Sulphonated olive oil 16% Sulphonated castor oil 16% Water 68% Colour&parfume 2-5 Shampoo anti ketonbe (anti dandruff shampoo) atau medicated shampoo.1-1 %.5% Hexacholorophene 0. kinina (antiseptik) 0. Seabagai contoh resorsin. Contoh formula : Tritanolamin lauryl sulphate 14% Lauric monoethanollamide 1.5% Colour. tinctura capsici 15 %. wabe to 100% 9.

3. Penambahan parfum yang digunakan pada produk perawatan rambut dengan bentuk lotion dengan atau tanpa penambahan minyak lemah. Sebagai contoh Hair Dressing wanita atau musilago lotion (setting lotion atau wave set). Formula : Oley/ alkohol 15 % Perfomety quality alkohol 85 % Perfume. rwesin lotion. Jika produk-produk digunakan dengan jumlah yang banyak efek yang digunakan dapat dicapai. q. 0.Sediaan Kosmetika Air Gliserin Parfum (ekstrak alam) Quinin Quinin hydrochlorida Alkohol Air Parfum. 50 % 1. alkoholik lotion. Produk-produk yang dapat memberikan efek mengkilap harus mengandung alkohol terlarut dengan minyak seperti oley atau alkohol. Penggunaan lotion dan dressing memberikan efek yang berbeda dengan yang diberikan oleh produk konvensional.5 % 40 % (vitamin dan asam tak jenuh) Etanol Birch cambiumsap Asam Borat Gliserin Diasetat 2% Air II. Hair dressing pria atau brilliantine atau lebih umum dikenal sebagai minyak rambut.s. Bahan-bahan yang digunakan  Stearyl dimetil benzol ammonium chlorida Sedikit bakteriostatik. Contoh : Stearyl dimetil benzol ammonium chlorida 250 mg Ethylen glikol monostearat 50 mg Asam laktat 1 mg Air 699 mg 49 .5 % 0. dibuat emulsi atau krim dengan jumlah kecil asam lemak dan emulgator.s.2 % 30 % 69 % q. sedangkan untuk pria lebih banyak mangandung minyak.01-0. Untuk wanita pada umunya mengandung zat-zat berlemak dan polimer harsa.s. castor oil atau ester dari tipe miristin isopropil. warna q. dapat berbentuk campuran minyak-minyak atau lemak baik M/A atau A/M. atau dapat juga berbentuk gel. digunakan baik pada wanita maupun pria.Pemelihara Bentuk Rambut (Hair Dressing) Merupakan sediaan kosmetik rambut yang berguna untuk memelihara bentuk yang diingini dari rambut. pewarna 48 % q.s.

parfum q.2 % Alkolhol 10 % Gliserin 5. Pengilau alkohol (alcoholic brilliantines) Formula : Minyak kastor 20 % Alkohol industri 80 % Parfum.0 PEG 2. b.Sediaan Kosmetika  Triton X-400 Terbuat dari campuran stearyl dimetil benzol ammonium chlorida dengan alkohol.2 q.s.5 1.s.0 Karbovinil polimer Alkohol 40.8 1. 2.0 Pewarna.s.0 % Air 90 % 1.Hair Dressing Wanita 1.0 % Minyak kastor 2.s. parfum q. B. Pengilau padat (solid brilliantines) Formula : Petrollum jelly 90 % Parrin wax 10 % Pewarna. c.s.Hair Dressing Pria Pengilau (brilintines) a.0 Air 54.8 % Zat pelindung q. 50 .s. Pengilau cair (liquid brilliantines) Formula : Minyak mineral 60 % Deodorized kerosin 40 % Pewarna dan parfum q.0 % Alkohol 6.5 96. Mucinago lotion (setting lotion/ wave set) Formula : Tragakan gom 1.0 % Air 83. Triton X-400 75 mg Cetylalkohol 3 mg Korl 8 mg A. % aerated gel 0. pewarna q. Pelekat tanpa minyak (non-oily flyative) Formula : Tragakan gom 1. Rean lotion Formula : % clear lotion Polivinil pirolidon 4. 2.

parfum q. 3.s. Formula : Sorbitol monolaurat 12. Air dalam krim minyak (water in oil creams) Formula : Beeswax 1. ozokerite. parafin wax. tidak lengket.0 % 5. Gel Menjadikan tatanan rambut tahan lama. tampak basah.0 % Mannitol monolaurat 19. diwarnai dan diberi wangi-wangian.0 % Asam stearat 3. Atau campuran yang sedikit lebih kompleks : Carnauba wax 5% Parafin wax 5% Petroleum jelly 70 % Minyak mineral 20 % 51 . telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu.0 % Air 19.5 % Kalsium hidroksida 0. 4.0 % Preservatif q.07 % Asam oleat 1.00 % Minyak mineral 40. dan memberikan kesan rapi.5 % Triatanolamin 1. Pengemulsi (emulsions) Ada tiga tipe : a. wangi-wangian q. carnauba wax atau lilin sintetis lainnya.0 % Preservatif. ceresin. Minyak rambut padat atau solid Mengandung petroleum jelly yang telah dikentalkan.5 % Air 50.s. Zaman dahulu dikenal dengan nama lemak beruang (bears grease) dan antimacassar. Minyak Rambut a. Minyak rambut semi solid non-aqueous Merupakan tipe yang tertua.00 % b. beeswax (lilin).00 % 25% larutan kristal magnesium sulfat 2.0 % Mineral oil 5. Contoh campuran yang sederhana adalah : Petroleum jelly 90 % Parafin wax 10 % Warna.Sediaan Kosmetika Gliserin 1.s. b.0 % Petroleum terdistilasi 45. mudah dicuci dengan air. Sebagai pengental digunakan jelly.6 % Parfum 1. Minyak dalam krim air (oil in water creams) Formula : Minyak mineral putih 45.

Zat yang dapat digunakan untuk membentuk gel minyak mineral adalah turunan gliseril tris-12-hidroksi-stearat.s. pewangi q. Metode yang terbaik untuk mendinginkannya adalah dengan membiarkan temperatur turun dari 120°C hingga 50°selama lebih dari 1 jam.s. yang dapat membentuk lapisan film tipis pada helain rambut. Formula yang cocok adalah : Minyak mineral 90 % 12 hidroksi asam stearat 3% Mikrokristalin wax 7% Pewarna. alpukat.s. pewangi q. Sebagai alternatif dapat ditambahkan lanolin dalam jumlah kecil. dll q.Sediaan Kosmetika Minyak rambut padat dapat dibuat dari campuran minyak mineral dan R-hidroksi asam stearat (diperoleh dari asam lemak minyak kastor yang dikeraskan). Tetapi perlu ditambahkan antioksida untuk mencegah minyaminyak tersebut menjadi tengik. aprikot. Pada sediaan ini ditambahkan zat kerosen yang tidak berbau busuk atau senyawa ester seperti isopropil miristat. asam dialkil amino propionat dan polietilen. pewangi. seperti pada formula berikut ini : Isopropil miristat 24 % Lanolin 1% Minyak mineral encer 75 % Pewarna. Minyak rambut cair Sediaan ini bertujuan untuk mempertahankan kilau rambut dan mempertahankan tata rambut tetapi tetap terlihat alami. atau minyak wijen sebagai pengganti minyak mineral.s. 52 . Dengan penambahan zat kerosen tadi dapat menurunkan viskositas minyak petroleum encer. d. pewangi q.s. Minyak rambut dengan pembawa alkohol Sediaan ini biasanya terdiri dari minyak jarak dalam pembawa alkohol yang diberi pewarna dan parfum. c. Bahan-bahan tersebut dilelehkan bersama-sama kemudian diaduk hingga homogen. Contoh komposisinya adalah : Aluminium/lithium stearat 5% Minyak parafin 95 % Minyak kastor. pewangi q. Bentuk sediaan yang transparan dapat dibuat dengan membentuk gel antara minyak mineral dengan zat yang cocok. Dapat ditambahkan minyak yang berasal dari sayuran seperti minyak zaitun. Formulanya adalah : Minyak mineral encer 60 % Deodoran kerosen 40 % Pewarna. Formulanya adalah sebagai berikut : Minyak kastor 20 % Alkohol 80 % Pewarna. Campuran dipanaskan hingga 130°C dan diaduk hingga homogen.

Kondisioner juga berisi vitamin. Kemudian digunakan polioksialkilena glikol yang memberikan efek penataan yang baik tanpa rasa lengket yang berlebih atau terlalu berminyak karena senyawa ini sangat larut dalam air. Shampo atau sabun dapat menghilangkan polipeptida dan menyebabkan kutikula hilang. Sebagai dasar formula digunakan suatu kabionik deterjen dicampur dengan zat-zat berlemak seperti alkohol bermanfaat tinggi. Kondisioner biasanya digunakan sebagai bagian dari shampoo 2 in 1 atau setelah mencuci rambut melindungi kerusakan rambut dengan mengikat atau menempel pada bagian rambut yang kasar sehingga rambut menjadi lebih lembut dan mudah disisir. II. seperti pada formula berikut : Isopropil miristat 20 % Setil alkohol 2% Alkohol 78 % Pewarna. minyak. pH yang lebih tinggi akan menyebabkan protein pada rambut akan hilang dan rambut akan menjadi rusak. Biasanya merupakan suatu emulsi minyak dalam air (M/A) yang apabila digunakan emulsi ini akan segera pecah dan akan meninggalkan campuran lemak atau minyak yang dapat melindungi. membuat rambut mengkilap dan mudah disisir.Kondisioner rambut (Hair Conditioner) Adalah sediaan kosmetik yang digunakan segera setelah mencuci rambut ketika rambut masih basah. lanolin.Sediaan Kosmetika Walaupun telah diberi parfum. Kondisioner yang berkualitas baik menambahkan sedikit peptida ke dalam kutikula sehingga kutikula tidak dilang. Alkoholik tetapi sangat encer. Kondisioner harus pada rentang pH 4. pewangi q. Kondisioner rambut terdiri dari 2 jenis yaitu : a. zat penguat rambut seperti dimetil tiourea. asam-asam tidak jenuh. dan penggunaan sediaan minyak rambut seperti ini dapat dipakai dan terdistribusi dengan baik tanpa penambahan pelarut organik.rniny atau lemak. Protein pada rambut akan bertahan pada pH rendah. agar rambut menjadi lembut dan mudah disisir. ester atau derivat protein. mineral. dan sebagainya.4. Bertambahya kelarutan zat berlemak menambah fleksibilitas formula. Hal ini dapat diatasi dengan mengganti minyak jarak dengan alcohol oleyl tetapi dapat timbul aroma berlemak pada botol dan sisir. contohnya lamolin yang teretolsilasi. yang mirip dengan minyak rambut. Kondisioner juga dapat menambah cahaya pada rambut dengan mengubah indeks reflkesi dari rambut. Pada perkembangan selanjutnya digunakan hdirofilik dari beeswax dan lanolin. Zat-zat berlemak pengawet.0-4. 53 . Sebagai pembilas setelah bershampo dan dibilas lagi selagi rambut masih basah. Isopropil miristat dapat menggantikan minyak jarak dan tidak meninggalkan aroma tertentu. menjaga kelembutan rambut.s. protein yang dapat membantu memberikan kelembutan pada rambut. Sedikit lemak akan menyebabkan rambut lebih mengkilap. aroma ringan minyak jarak masih dapat tercium walaupun telah dikeramas berkali-kali.5.

s. Oleh karena itu pada umumnya hair spray mengandung resin. Air 97. Untuk melunakkan lapisan yang terbentuk. Contoh formula kondisioner : • Mineral oil 25 % Deodorized kerosene 25 % Polyetilen glikol 200 stearat 9% Polyetilen glikol 200 oleat 3% Air 38 % Parfum q. campuran shellac dengan hasil etoksilasi shellac atau resin lain yang larut dalam alkohol atau etanol. serta karena hair spray juga mengandung alkali maka kemungkinan juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Sebagian resin yang digunakan shellac. dengan atau tanpa penambahan NH4OH. Kejernihan 3.Pembentuk Rambut (Hair Spray) Adalah sediaan kosmetika rambut yang berguna untuk menjaga supaya rambut tetap pada susunan yang diingini. maka sangat diperlukan zat pendorong (propelant) dan wadah yang sesuai. isopropil.Pengeriting Rambut (Permanent Wave) Adalah sediaan kosmetika rambut yang berguna untuk merubah bentuk serta susunan rambut atau membuat rambut lurus menjadi keras. Dipakai pada rambut kering baik setelah penataan maupun pengeringan. Kelembutan II.5 % Pewarna. Polivinil pivolidon (PVP) dalam konsentrasi 3 % dilarutkan dalam alkohol dapat menghasilkan lapisan kuat dan elastis.Sediaan Kosmetika b. juga kadang-kadang berguna agar rambut kelihatan kaku dan bercahaya.2 % Sodium elonida 0.6. Oleh karena penggunaan hair spray ini cara menyemprotkan. boraks. maka pada pemakainnya akan meninggalkan lapisan yang keras dan rapuh pada rambut hingga rambut menjadi kaku dan rapuh. Sifat mempertahankan kekeritingan 4. parfum q. Sebagai komponen utama digunakan resin atau damar atau harsa dengan konsentrasi 8-15 %.5.5 % II.6 % Benzalkenium chlorida 1. Evaluasi Hair Spray Root dan Bohac (20) telah menetapkan prosedur dalam pengukuran sifat-sifat formula zat kimia yang terdapat pada hair spray yaitu : 1.s.2 % Gliserol 0. dapat ditambahkan lanolin atau isopropil ministat 20-50 %. Stearil alkohol monostearat 0. • 54 . Kekerasan 2. Hair Dressing (perias) atau cream dan mengkilap. Resin tersebut dapat menimbulkan dermititis pada orang yang tidak faham. shellac akan lebih mudah larut bila ditambah soda.

Selain itu juga untuk mengurangi kemungkinan keracunan asam tioglikolat dan daya tembus obat ke dalam kulit kepala.riani tersulfonasi 20 ml Lar. lanolin. Na atau K karbonat.0-7. Aturan umum konsentrasi yang dianjurkan : 1. garam amonia. Namun kekurangannya adalah waktu dan intensitas pemanasan sukar diatur. 1.Sediaan Kosmetika Untuk merubah bentuk batang rambut. maka keratin dari rambut harus dilunakkan terlebih dahulu. untuk menghilangkan kelebihan reduktor.0 % asam tioglikolat Cocok untuk rambut yang mudah dibentuk atau rambut yang diwarnai.Keriting dingin (cold wave) Adalah cara pengeritingan rambut tanpa menggunakan pemanasan. Keriting panas (heat wave) Adalah cara pengeritingan rambut dengan pemanasan pada suhu 95-104°C. dan keratin dikeraskan kembali dengan menggunakan reduktor. Untuk memperoleh keriting yang lebih awet digunakan amonia dengan boraks dan natrium atau kalium karbonat.Larutan basa yang mudah menguap Misalnya : amonia.0 % asam tioglikolat Cocok untuk rambut normal. Oksidator. Na bikarbonat. minyak mineral. Konsentrasi sampai 8 atau 8. garam amonium. digunakan Na atau K sulfit. Obat cuci 6. Na atau monoetanol amin. 2.5 % digunakan untuk rambut yang sukar dibentuk. Untuk mengatasi ketidakjernihan dan kurang menariknya larutan. garam sulfit. Misalnya K Bromat. obat cuci yang digunakan berisi maksimum 10 % asam tioglikolat. 3. kolesterol. Contoh Formula : Boraks 40 ml Ol. Untuk menghambat kekeringan dan kerapuhan digunakan gliserin. Reduktor. Dianjurkan untuk melakukan tes aplikan pada sehelai rambut. Untuk profesional. yaitu : A. kemudian dibentuk keriting seperti yang diinginkan. 2.Larutan basa yang tidak menguap Misalnya : boraks. Cara kimia adalah cara yang paling praktis. atau dengan reaksi kimia. dengan menggunakan listrik. Obat cuci disiapkan dalam berbagai konsentrasi asam tioglikolat. Larutan zat kimia yang biasa digunakan adalah : 1. Na perborat atau hidrogen peroksida. karena suhu minumnya yang tertentu dan dapat diatur. Dengan adanya suatu reduktor. maka struktur rambut akan berubah hingga timbul gelombang.Pada umunnya hanya rambut yang sehat yang akan menghasilkan keriting yang bagus. dan minyak-minyak tersulfonasi. alat-alat yang dipanaskan.0-6. 55 . garam tioglikolat. Pada konsentrasi diatas 10 % dapat mengakibatkan resiko terjadi iritasi kulit kepala dan kerusakan permanen rambut. Obat suci 5. Ada 2 cara proses pengeritingan. maka dibuat sediaan emulsi. 2.amonia 25 % 200 ml Air ad 1000 ml B. minyak jarak yang tersulfonasi.

56 .Pelurus Rambut Teknik yang biasa diapakai untuk membuat rambut keriting menjadi lurus disebut hair shaigh tening adalah suatu prosedur yang sulit menggunakan senyawa-senyawa kimia yang berbahaya dan harus dikerjakan oleh penata rambut profesional.Kondisioner (hair conditioner) Contoh formula: Stearil alkohol monostearat Sodium chlorida Glyserol 0. atau 5 % Ca(OH)2 ditambah guanidin karbonat dan pH nya sekitar 12.2% 1. menjadikan krim ini berbahaya bagi kulit dan mata dan harus ditangani secara hati-hati oleh orangorang yang terampil. rasa tawar Bilangan asam: tidak lebih dari 2 Bilangan iodium: Tidak lebih dari 2 Identifikasi: Kromatografi gas dengan kondisi detektor dengan api ionisasi.6% Benzalkonium chloride Water Colour.Sodium Chloride Nyala pijar: kuning emas Beilstein: kuning hijau Rasa : asin Reaksi kristal: zinc uranil asetat Kuantitatif: timbang seksama 250 mg.Sediaan Kosmetika II. licin. KOH. titrasi dengan perak nitrat 0. 2. kolom berukuran 2mx3mm dengan 10% fasa G2 pada sistem penyangga SIA. Krim ini digunakan pada rambut dengan menggunakan sikat atau sarung tangan pelindung. III. Beberapa pelurus mengandung 4 % Amonium Tioglikolat sebagai bahan aktif. putih. helai per helai secara merata setiap bagian.1 N menggunakan indikator kalium kromat P. perfume q. Gas pembawa helium kering dikerjakan pada suhu 205oC. bau khas lemah. larutkan dalam 50 ml air. Ikatan-ikatan disulfida yang membuat rambut keriting dipecah oleh reduksi alkaloid.5% 1.Stearil monostearat Pemerian: butiran atau potongan.7. Injeksi dan detektor dipertahankan pada suhu + 275o dan 2500C. LiOH. bahan-bahan dasar yang dapat membakar kulit ini.5% 97. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT A.2% 0.884 mg NaCl.s 0. Setelah beberapa waktu pelurusan tersebut membuat rambut kendur dan rambut keriting disisir menjadi lurus dan akhirnya rambut dicuci dengan shampoo. 1 ml perak nitrat setara dengan 5. Pelurus rambut hampir semuanya berbentukkrim atau lotion krim yang mengandung 2-4 % basa-basa kuat seperti NaOH.

7. 4. Larutakan 1. Kualitatif: tambahkan pada CuSO4 anhidrat. hangatkan diatas penangas air selama 5 menit.Lanolin Identifikasi KLT (kromatografi lapis tipis) Analisis kualitatif dengan reagen Lieberman-Bouchard 8.Air Pemerian cairan jernih. putar beaker glass untuk membasahi sisa zat. Perlahan-lahan tambahkan 1 g zat ke atas permukaan 100 ml air dalam beaker glass.Minyak mineral Kualitatif:didihkan 15ml zat uji dengan 10ml larutan kalium hidroksida P 8% b/v dalam etanol (90%)P selama 2 menit. b. tidak berbau.Glycerol Pemerian: cairan seperti sirup. c. tambahkan 500 mg senyawa serbuk P. panaskan diatas penangas air selama 5 menit. rasa manis diikuti rasa hangat. biarkan tersebar. b. 57 . aduk sempurna. Kualitatif: a. Panaskan dengan kalium bisulfat pekat: terjadi uap merangsang. Ketuk puncak kontainer untuk memastikan spesimen terdispersi. higroskopik. jernih. tidak bau. Pada 2 ml bningan tambahkan 5 ml larutan Natrium nitrit P. terjadi perubahan warna CuSO 4 anhidrat dari putih menjadi biru.Methyl Celullose Identifikasi a. tidak berasa. Encerkan dengan air secukupnya hingga 10 ml.Sediaan Kosmetika 3. terjadi warna nyala hijau. tidak berwarna. 5. Jika disimpan beberapa lama membentuk massa hablur tidak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai + 200C. Pada 5ml 1. Biarkan sampai spesimen transparan dan mirip getah (+ 5 jam) . tambahkan 3 ml larutan α-naftol P. 6. dinginkan.0% b/v tambahkan 1 ml asam nitrat encer P atau larutan raksa (III) klorida P. dinginkan dalam air es. tidak berwarna. larutan harus tetap jernih. terjadi warna merah jingga. warna putih atau putih kekuningan. Encerkan dengan 58 ml air. a. Jika dibakar dengan sedikit natrium P diatas nyala api. memberikan reaksi terhadap klorida. Kualitatif: Larutkan 200mg dalam 1ml asam sulfat P. terbentuk endapan putih yang larut dalam etanol (95%)P. Benzalkonium chloride Pemerian: gudir tebal atau potongan seperti gelatin . tambahkan 100 mg Natrium sitrat P. bau aromatik rasa pahit.0% b/v dalam campuran air dan etanol (95%) P volume sama.

biarkan airnya menguap terbentuk lapisan film tipis. Pembentuk Rambut (Hair Spray) Contoh formula: PVP 0. Terbentuk warna hijau yang bertahan selama 5 menit dan kemudian berubah menjadi nila. Kualitatif: a. tidak berwarna. Pengeriting Rambut Ion (Permanent Wave) a.45% Anhydrous lanolin 0. mudah menguap. tercium bau iodoform dan terbentuk endapan kuning.1 N. Suhu Lebur:380-420 C 3. sedikit berbau atau praktis tidak berbau. Kualitatif: 10ml larutan 2% b/v tambahkan 20 ml HCl 1N dan 5 ml larutan kalium bikromat P terbentuk lanolin anhidrat kuning jingga. B. c.Lanolin anhidrat Pemerian: kuning . Campurkan 5 tetes dalam gelas kimia kecil dengan 1ml larutan kalium permanganat P dan 5 tetes asam sulfat dengan larutan segar yang dibuat dengan melarutkan 100 mg Natrium Nitroprusida P dan 500 mg piperazina anhidrat P dalam 5 ml air. Borax Pemerian: hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih. kemudian tambahkan perlahan-lahan 2 ml larutan iodium P. berbau lemah atau tidak berbau. tidak berbau.3% Alcohol 26% Perfume q. Tuangkan beberapa ml larutan yang disiapkan untuk tes a ke dalam piringan gelas.Etanol Pemerian: cairan jernih. Panaskan beberapa ml larutan zat yang disiapkan untuk test a larutan menjadi berawan eandapan diatas (serpihan).5 % b/v. 2.75% Ethyl cellulose 2. Pada 5 ml larutan 0. larutan menjadi kemerahan ketika dingin. b.s Propellant 70% 1. Keriting Panas 1. lemak solid. higroskopik.PVP (polivinil pirolidon) Pemerian: sebuk putih atau putih kekuningan. C.Sediaan Kosmetika b. terasa panas. Shellac (sebagai resin) Kualitatif: Pada 50 mg tambahkan beberapa tetes camperan 1 g amonium molibdat dan 3ml asam sulfat. rasa asin dan basa. 58 . terjadi warna biru intensif pada kertas saring setelah beberapa menit menjadi lebih pucat. 4. tambahkan 1 ml NaOH o.

Kolesterol Kualitatif: Pada larutan 10 mg dalam 1 ml kloroform P tambahkan 1 ml H 2SO4 P. bau khas menusuk hidung. 59 .5 N. Kuantitatif: Timbang seksama 3 g. Kuantitatif: Larutkan sisa yang diperoleh pada kadar air dalam 50 ml air. tidak berbau.Sediaan Kosmetika Kualitatif: Campur sejumlah zat dengan asam sulfat P dan metanol P. asam risinolenat . rasa asin. terbentuk nyala warna biru. 5. Kuantitatif: Larutkan 1g yang ditimbang seksama dalam 20 ml air. Kualitatif: Na: uji nyala denga kawat nikrom memberikan warna kuning.5 N dengan indikator jingga metil. Kualitatif: bereaksi alkalis Kuantitatif: Timbang seksama 2g tambahklan dalam 20 ml HCL 1 N sambil mencegah penguapan titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan indikator merah metil. asam linoleat. Keriting Dingin 1. NaHCO3 Pemerian: serbuk putih atau hablur monoktin kecil buram. 2. titrasi dengan HCl 0. 6. larutkan dalam 50 ml air. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. Na2CO3 Pemerian: serbuk putih mudah larut dalam air dan alkalis. tambahkan larutan merah metil P. Amonia Pemerian:cairan jernih. titrasi dengan H2SO4 1 N menggunakan indikator jingga metil. tidak berwarna. Minyak Jarak Merupakan minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin biji Ricinus comunis. CO3: Tambahkan larutan Magnesium sulfat akan terbentuk endapan putih. pijarkan.0 b. Titrasi dengan HCL 0. asam palmitat) Bilangan penyabunan 177-187 Bilangan asam tidak lebih dari 2. lapisan kloroform berwarna merah darah dan H2SO4 berfluoresensi hijau. Kualitatif: HCO3: Dengan pendidihan akan membentuk gas CO2 yang diidentifikasi dengan air barit. Natrium sulfit Pemerian: hablur putih atau tidak berwarna. 3. 4. asam dihidrostearat.

emenuhi syarat. Titrasi dengan kalium permanganat 0. Tambahkan 1 ml HCl P dan titrasi dengan Natrium tiosulfat 0. Hidrogen Peroksida Pemerian:cairan tidak berwarna. Kualitatif: Parri :ungu + AgNO3 dipanaskan : cincin perak. lanjutkan pengadukan hingga diperoleh suspensi koloidal. Pada 10 ml tambahkan campuran dingin 2. encerkan dengan air secukupnya hingga 100 ml. 3.1 N D. mudah larut dalam air. Kualitatif: Jika ditambahkan alkali. higroskopik.1 N. Zat untuk menambah viskositas: NaCMC Kualitatif: Tambahkan sedikit demi sedikit + 1g pada 50 ml air hangat sambil diaduk hingga mendispersi denga rata. rasa pahit. tidak berwarna hingga kuning pucat. Pada 5 ml tambahkan BaCl2 P dengan volume sama .Sediaan Kosmetika Kuantitatif: Pada + 500 mg yang ditimbang seksama tambahkan 50 ml iodium 0. dinginkan m. Shampo krim cair ( Liquid cream shampoo) 60 . Pencuci Rambut (Hair Shampoo) a. TEA Pemerian: cairan kental. Kalium Bromat Pemerian:serbuk habluur putih. terbentuk endapan halus putih. b.5 ml H2SO4 P dan 20 ml air. tambahkan 75 ml air. bau lemah mirip amoniak. titrasi dengan Natrium tiosulfat 0. hampir tidak berbau. Kuantitatif: Timbang seksama 2 g. mudah terurai dan membuih kuat. mudah terurai. masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 ml.1 N dengan indikator kanji P. Kuantitatif: Larutkan 1 g dalam air dan encerkan dengan air secukupnya hingga 250 ml pada 25 ml tambahkan 3 g KIP dan 10 ml HCl P . Titrasi dengan HCl 1 N menggunakan indikator 2 tetes larutan merah metil. Shampo cair jernih (clear liquid shampoo) Contoh formula: Trietanolamin Lauryl Sulfat 45% Coconut monoetanolamide 2% Perfume colour to 100% 1. 2. Kuantitatif: Ukur 1 ml encerkan dengan air secukupnya hingga 1000 ml.1 N biarkan selam 5 menit.

Larutan menunjukkan reaksi Na yang tertera pada reaksi identifikasi dan telah diasamkan dengan HCl P kemudian didihkan perlahan-lahan selama 20 menit. Uji SO4 Sampel ditambahkan Ba(OH)2 terbentuk endapan putih Kuantitatif: Pada 5g yang telah dikeringkan pada suhu 1050C hingga bobot tetap tambahkan 25 ml H2SO4 1 N . dingikan.s Water to 100% 61 . Uji Natrium . preservative q. 2. Sisa pijar tambahkan 10 ml HCl (100 %)P.s 1.s Oleyl alkohol q. terjadi endapan kristalin kuning. Bilas pendingin dengan 30 ml etanol mutlak P kemudian dengan air. lapidan minyak memadat pada suhu kira-kira 50 0C dan lapidan air menunjukan reaksi Mg.s Parfume q.Filtrat tambahkan sedikit larutan seng uranil asetat. Kuantitatif: Timbang 500 mg lalu pijarkan. Dinginkan. c.Uji nyala. perfume.005 M dengan indikator hitam eriokrom campur P. Natrium lauril sulfat Kualitatif: a. Panaskan pada penangas air10 menit lalu tambahkan 50 ml air dan 10 ml amonia P. .2% Stearic acid 4. Shampo krim padat (solid cream shampoo) Contoh formula: Sodium lauryl sulfate 90% 20% Sodium lauryl ether sulfate 27-30 % 20% Coconut diethanolamide 6% Anhydrous lanolin 6% Sodium chloride 1. Panaskan 1g zat dengan campuran 25 ml air dan 5ml HCl P b.12% Colour.Sediaan Kosmetika Contoh formula: Sodium lauryl sulfate 30% Magnesium Stearat 5% Distilled water 68% Ninol AB 21 q. c.0% Sodium hydroxide 2. Titrasi dengan Na2EDTA 0. Magnesium Stearat Kualitatif: a. refluks selam 2 jam . kocok lalu diamkan 12 menit. warna kuning emas tidak tampak dengan kaca kobalt. Titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan indikator larutan fenolftalein. b. menunjukkan reaksi sulfat.

b. terpisah cairan berwarna jinga kuning larut dalam kloroform P dan eter P e.+ Zn-uranil asetat: kristal kuning.471 Bilangan asam tidak lebih dari 12 Bilangan iodium 79-78 62 . terdapat busa pada pengenceran. Zat ditambahkan HCl dilatasi akan jenuh dan ditambqahkan tetes minyak pada permukaan akan menjadi padat.5% Hexachlorophene 0.s 1. putih atau kuning pucat mirip lemak lilin.pucat atau kuning kehijauan. . Indeks bias: 1. NaOH Kualitatif: . Kualitatif a. yang pada pemanasan lebih lanjut berubah menjadi hijau. bau lemah. Jika dibakar bau mirip malam.5% Colour.Uji nyala(Ni) : kuning keemasan. .membirukan lakmus. Asam Stearat Pemerian: zat padat keras mengkilat menunjukkan susunan hablur. terjadi sekilas warna ungu. kocok. dan pada suhu rendah sebagian dan seluruhnya membeku.terjadi cairan tidak berwarna/ coklat kuning. b) Pada larutan 5 mg dalam etanol (95%) P tambahkan 1 tetes larutan besi (III) klorida P . c. c) Pada larutan 100 mg dalam 0. d. water to 100% 1. biru kemudian ungu. Anti dandruff dan medicated shampoo Contoh formula: TEA lauryl sulfate 14% Lauric monoethnolamic 1. tidak tengik. rasa khas. beraksi asam pada lakmus. Larutan ditambah NaOH.Sediaan Kosmetika 1. Shampo berminyak Contoh formula: Sulphonated olive oil Sulphonated castor oil 16% Water Colour and perfume 16% 68% q.5 ml aseton P kocok. Olive oil Pemerian : cairan kuning . Hexachlorophen Kualitatif: a) Panaskan perlahan-lahan 100 mg dalam tabung kimia . perfume. 2.468-1.

Kuantitatif: Timbang seksama 500 mg larutkan dalam 250 ml air. tambahkan 1 ml HCl P. Tambahkan perlahan-lahan larutan BaCl2 panas sedikit berlebihan. putih . praktis tidak berwarna bau lemah. tidak berbau rasa pahi tdan asin.3% Air to 100% 1. h. PEG-400 Nama lain: Makrogol-400 Pemerian: cairan kental hjernih tidak berwarna. tidak berasa. panaskan 30 menit diatas penangas air sambil diaduk.2 % dari bobot sisa. Amilum 63 . Kualitatif: -Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air. g. panaskan sampai dengan mendidih. Shampo Serbuk (powder shampoo) 1. Na2SO4 Pemerian : hablur tidak berwarna. Natrium pirophosphate Pemerian: hablur tidak berwarna Kuantitatif: + 3g yang ditimbang seksama dilarutkan dalam 50 ml air dan titrasi dengan HCl 1N menggunakan indikator warna hijau brom kresol hingga warna hijau yang menunjukan pH 4.Sediaan Kosmetika f. tidak berwarna merah terang.5 2. tidak berbau. Kumpulkan endapan dan pijarkan + 6000 hingga jika dilakukan penimbangan 2 kali berturut-turut tidak berbeda > 0. Shampo Kering Contoh formula: Talk Amilum Na seskuikarbonat Borax Fuller’s earth 40% 15% 20% 5% 20% 1. 2. Shampo Aerosol Contoh formula: Na lauril sulfat (100%) 30% TEA lauril sulfat(100%) 5% PEG stearat 3% Parfum 0. Talk Pemerian:serbuk halus. -Netral -Tambahkan larutan titan kuning.

digerus dalam mortir. diperiksa dengan mikroskop tidak terlihat butiran merah.Gom arab Pemerian: Hampir tidak berbau. kocok.Sediaan Kosmetika Pemerian:Serbuk sangat halus. Shampo Tumbuh-tumbuhan 1. terjadi flokulasi putih. Kualitatif: Didihkan satu bagian dengan 50 bagian air.5 ml larutan benzidina P 1% b/v dalam etanol 90% P . hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. Kualitatif: -Pada 5 ml larutan 2 % b/v.s 1. rasa tawar seperti lendir. Lidah Buaya Adalah Dried juice dari daun Aloe vera (Liliaceae) Isi:glikosida antrakinon Analisis: KLT E. tambahkan 1 ml larutan tiombal (III) subasetat P. i. Lapisan asam akan dipisahkan kemudian dibagi #: # Bagian pertama digunakan sebagai blanko # Bagian kedua + Mayer → endapan putih # Bagian ketiga + dragendorff → endapan jingga coklat 2. Daun urang aring adalah daun dari tanaman Eclipta prostata (Asteraceae) Isi: alkaloid Analisis: Simplisia dibasakan dengan amonia encer. kemudian ditambahkan kloroform sambil terus digerus. Lotion mucilago Formula: Tragakan gom 1. tidak berasa.tidak berbau. asamkan terkadi warna biru tua. Tambahkan larutan iodium P terjadi warna biru yang bila dipanaskan hilang dan jika didinginkan timbul lagi. 64 . terbentuk larutan kanji yang tidak transparan.putih.2% Alkohol 10% Gliserin 5% Air 83. j. -Larutkan dengan pengocokan 250 mg dalam 5 ml air ditambahkan 0. Pemelihara Bentuk Rambut (hair dressing) 1. Shampo Telur Kuning telur Isi: protein albumin.8% Zat pelindung q. setelah disaring filtrat dikocok dengan HCl 2N. -Sedikit serbuk dalam larutan merah nitenium P.

parfum % aerated gel 0. Uji kebasaan: Masukkan 35 g zat kedalam beaker + 100 ml air panas. Petroleum Tidak berfluoresensi Suhu lebur= 380-600 Uji keasaman: jika penambahan fenolftaleins pada uji kebasaan tidak berwarna pink.Tragakan Pemerian: tidak berbau.Sediaan Kosmetika 2.8 1. cuci dengan 50 ml air panas 2 kali. Keasam-basaan:Didihkan 5 g dengan 10 ml etanol 90% yang telah dinetralkan terhadap lar. tidak berwarna.1 ml metil orang. tutup dan masukkan ke dalam stirring hot plate selam 5 menit sampai memisah. Kualitatif: -Sedikit zat dalam larutan merah nitenium.s (analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 65 . tambahkan 0.Titrasi dihentikan hingga warna pink atau merah tidak terbentuk.parfum q. panaskan.2 q.5 1.0 Pewarna.lakmus P. Parafin Pemerian:cairan kental. 2. 2. hampir tidak berasa. -Pada 100mg serbuk tambahkan 1 ml Iodium 0. Lotion Resin Formula: % clear lotion PVP 4 PEG 2.02 N. 3. transparan. warna tidak berubah. Pengilau Cair Formula: Minyak minyak60% Deodorized kerosin 40% Pewarna dan parfum q.s (Analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 3.5 96. Masukkan zat yang telah dicuci kedalam casserole. campuram berwarna hijau.0 Karbovinil polimer Alkohol 40 Air 54.s 1.s 90% 10% q. Pengilau Padat Formula: Petroleum Jelly Parafin wax Pewarna. tidak berfluoresensi. hampir tidak berbau dan hampir tidak berasa. Tuang lapisan air ke casserole. larutan tidak membentuk warna pink. diperiksa dibawah mikroskop terjadi butiran merah jambu. masukkan 1 tetes fenolftalein.

Pengilau alkohol Minyak kastor Alkohol industri Parfum dan pewarna 20% 80% q.halus.0% Alkaloid 6.s 8. rasa seperti balsam.0% 5. Suhu lebur: 62-650C 2.6% 1% 53.5% TEA 1.00% 40.0% Preservatif&parfum q.0% Air 90% Gliserin 1% Preservatif q. Bee wax Pemerian:kuning hingga kuning kecoklatan. Asam Oleat Bilangan asam 195-202 Bilangan iodium 85-92 Formula m/a Minyak mineral putih 45% Asam stearat 3.0% Minyak kastor 2.0% 19.0% 66 .Sediaan Kosmetika 4.s 5.MgSO4 1.0% 1.5% 0. Gel Formula: Sorbitol monolaurat Petroleum terdistilasi Mineral Oil Mannitol monolaurat Air 12% 45.0% 19.s (Analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 7.83% 2.bau seperti madu.5% Air 50.07% 1. Pengemulsi Formula a/m Bee wax Kalsium hidroksida Asam Oleat Minyak mineral Parfum Air 25% lar. Pelekat tanpa minyak Tragakan gom 1.

putih. panaskan terjadi warna merah tua+ HCl sedikit berlebih warna menjadi kuning pucat. Resorsinol Kualitatif: Tambahkan 2 tetes FeCl3 terjadi warna violet kebiruan yang jika ditambah amonia encer menjadi kuning coklat c.1N hingga warna merah muda hilang dari lapisan organik. Kuantitatif: Timbang seksama 3g larutan dalam 15 ml etanol (95%0P hangat yang telah dinetralkan terhadap larutan merah fenol. Penyubur Rambut (Hair Tonic) 1. Kuantitatif: Larutkan 700 mg dalam air secuknya hingga 500ml . b. 2. +H SO P→ kuning –hijau –hitam 2 4 4. Pada asam atau garamnya ditambahkan asam sulfat pekat dengan mentol kemudian dipanskan. a. tutup labu.5N dengan indikator merah fenol. Encerkan dengan 25 ml air+ 50 ml brom 0.Sediaan Kosmetika 1. Belerang Endap 67 .pindahkan 50 ml ke dalam larutan iodium. Ditambah FeCl3 menjadi ungu stabil dalam spirtus ditambah aqua brom menjadi endapan putih Reaksi besi (III) klorida. Tambahkan 2 ml larutan NaOH+ 1 tetes kloroform. timbul bau metil salisilat.+ 20 ml air. Tambahkan 2 g KI dan 25 ml CCl4 dan titrasi segera dengan Na tiosulfat 0.butiran atau kepingan. 3.higroskopis. warna ungu Jika larutan suatu senyawa salisilat direaksikan dengan asam klorida akan terjadi endapan kristal putih yang setelah direkristalisasi dengan air panas dan pengeringan akan meleleh pada suhu antara 156-1610C d. Reaksi tetes dengan NBD-klorida . Klorida tidak lebih dari 50 bpj Sulfat tidak lebih dari 100 bpj Arsen tidak lebih dari 8 bpj F. kuning e.1 N daaan 20 ml HCl encer. 3 c. Asam Salisilat Kualitatif: a.kocok dan biarkan dalam gelap 5 menit. b. titrasi dengan NaOH 0.rasa manis. +FeCl → reaksi warna c. b. TL: 109-1120C a. Sorbitol Pemerian:serbuk. Beta-Naftol Kualitatif: Dalam suasana basa berfluoresensi.

dua hari atau bahkan sehari setelah cuci rambut langsung berminyak lagi. dan tidak mudah patah. Zat Warna 1. Cara Merawatnya : keramas sedikitnya dua kali seminggu. tidak bercahaya. Zat warna larut minyak Identifikasi menggunakan KLT. IV. Kinin Kualitatif: Pada 5 ml larutan 0. 7. protein. Cara merawatnya : shampo yang cocok untuk jenis rambut ini adalah yang mengandung bahan pelembab. Fotometri spektral 2. titrasi segera dengan iodium 0. sesudah dingin + 5 cc HCl 1 N dan 2 tetes FeCl3 menjadi kuning tua. Kromatografi kertas atau KLT b. Zat warna larut air a. Untuk menghilangkan minyak yang berlebihan. Caranya. JENIS RAMBUT DAN PERAWATANNYA 1. +FeCl3→kuning kehijauan b. bersihkan kulit kepala dengan irisan jeruk nipis. Asam Askorbat Kualitatif: a.1% b/v = 2 atau 3 tetes larutan brom P dan 1 ml ammonia encer terjadi warna hijau jamrud dalam H2SO4 berfluoresensi biru kuat. kita dapat memakai resep tradisional. 6. Gunakan konditioner yang mengandung protein. lentur. dan kuning telur.larutan + NaOH + Cu asetat → jingga Kuantitatif: Timbang seksama 400 mg larutkan dalam campuran 100 ml air bebas CO2 dan 25 ml H2SO4.Sediaan Kosmetika Kualitatif: Melebur pada suhu 1150C berupa cairan mudah bergerak berwarna kuning dipanaskan pada suhu 1600C menjadi kental berwarna gelap. Kuantitatif: 50 mg zat = 5 ml NaOH. 5.Larutan + CuSO4 + NaOH → biru ungu b. G.1 N menggunakan indikator larutan kanji. dimasak 1 menit. pada pemijaran bau kacang. pakai konditioner mulai dari pertengahan batang rambut sampai ujungnya. Rambut kering Ciri utama : kusam. 68 . Rambut berminyak Ciri utama : cepat kotor. Sesudah keramas. Asam Pantotenat Kualitatif: a. 2.

6. akan makin efektif kerjanya. Makin banyak shampo yang digunakan rambut akan makin bersih pula. 4. BENAR DAN SALAH SOAL RAMBUT 1. (SALAH) Conditioner sebenarnya hanya melapisi rambut. makin banyak shampo yang kita butuhkan. Cara merawatnya : keramas seperlunya. 3. Menyikat rambut 100 kali setiap malam adalah baik. Rambut normal Ciri utama : tampak sedikit bercahaya. atau kering). (SALAH) Busa yang banyak tidak menjamin shampo makin efektif dalam membersihkan rambut. kita tidak perlu menyikat rambut sampai 100 kali karena dapat menyebabkan rambut rontok. dibutuhkan shampo lebih banyak dari jenis yang kering. 7. gunakan sedikit shampo dan bilas sampai bersih. Hindari menggunakan satu merek shampo secara terus menerus karena akan membuat rambut “kebal” sehingga zat-zat aktif pada shampo tidak lagi efektif bagi rambut. 2. 2. (SALAH) Pijitan kepala yang keras malah akan berakibat lebih banyak rambut yang akan rontok dari pada yang tumbuh 5. Untuk mengatasinya. kemudian merawatnya dengan conditioner. Gantilah shampo anda secara berkala dengan merek lain atau boleh juga mempertahankan merek yang sama namun dengan menggunakan jenis lain. Makin banyak busanya maka makin efektif shampo dan makin bersih rambut kita. dan tidak mudah patah. Selain itu kita juga mesti menyesuaikan dengan jenis rambut kita (berminyak. TIPS AGAR RAMBUT TETAP INDAH 1. karena klorin pada air kolam renang bisa jadi problem besar bagi anda.Sediaan Kosmetika 3. Makin panjang rambut. Conditioner membantu memelihara agar rambut tidak pecah-pecah (BENAR) Conditioner membantu melembutkan dan membuat rambut lebih sehat. kemudian gunakan konditioner untuk mencegah rambut agar tidak patah. lentur. air ternyata memiliki efek proteksi terhadap rambut. Kalau rambut kita berminyak. Hati-hati bila anda sedang berenang. Sebaiknya tidak membilas setelah menggunakan conditioner. Apabila rambut sudah pecah-pecah. Memijit kulit kepala dengan keras adalah baik. normal. karena menurut penelitian. basahi rambut dengan air bersih sebelum masuk ke kolam. (SALAH) Sekalipun menggunakan sikat rambut yang baik. Makin lama kita membiarkan conditioner diam di rambut. (SALAH) Dalam menggunakan shampo kita harus menyesuaikan dengan panjang pendeknya rambut kita. Conditioner ini akan efektif bekerja setelah didiamkan hanya dalam waktu satu menit. Lalu jangan lupa 69 . (SALAH) Kita harus membilas rambut kita dengan air setelah conditioner didiamkan selama satu menit. pemecahannya dengan menggunting ujung rambut tersebut.

cuci rambut bersih-bersih. Departemen Kesehatan RI . Pearce. Matahari dapat menyebabkan warna rambut yang diwarnai.hanyawanita.Farmakope IV. Bila gagal mewarnai rambut.Sediaan Kosmetika menyemprotkan leave-inconditioner. hindari menggunakan kosmetika rambut secara berlebihan seperti wax atau hair spray. Bila perbaikan telah dilakukan.htm Http:www.1979. Gramedia. DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan RI . gunakan sunspray.1997) Http:www.indoline. karena akan membuat rambut kering dan rusak. Satu lagi. Biasanya. Jakarta. Pergilah ke penata rambut yang memang ahli dalam mewarnai dan mintalah pendapatnya.org/obat/paten/ketombe.1995. Sebelum keluar ruangan. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. Pilih jenis ekstra lembut yang dilengkapi conditioner. dan mengenakan topi renang (swimming cap). rambut juga harus dirawat khusus agar terjaga kelembabannya. Setelah selesai berenang. gunakan shampo khusus unutk rambut diwarnai. 3. jangan berusaha untuk memperbaikinya sendiri.html 70 . Agar hal ini tak terjadi pada rambut anda.com/beauty/toptips/b-tips05. memudar. 4. warna rambut lainnya tidak boleh langsung “ditumpuk” di atas warna sebelumnya.1987.Edisi 21/XXVII.evelyn. Perawatan Rambut Indah (bonus majalah kawanku. Farmakope III. Jakarta.Jakarta:PT.

71 . mulus. pengertian kosmetika pada zaman dahulu sudah memberikan pencerminan sesuatu yang terawat. dijumpai zat-zat warna sebagai hiasan pada kelopak mata serta rambut yang berwarna-warni. putraputri keraton sangat memperhatikan perawatan kesehatan dan kecantikan secara tradisional dengan menggunakan jamu dan kosmetik tradisional. seni berhias. lembut. Penampilan banyak dipengaruhi oleh kesehatan. Sejak zaman dahulu orang harus membedakan antara tanaman yang beracun dan yang tidak sehingga lambat laun pengetahuan ini berkembang menjadi pengetahuan mengenai tanaman yang dapat digunakan untuk membuat ramuan-ramuan yang dapat menghilangkan rasa sakit dan melawan penyakit maupun memberikan khasiat yang lain seperti dapat menghilangkan noda pada kulit. mengharumkan tubuh dan lain-lain. terutama tumbuh-tumbuhan. menggosok atau melapisi tubuh orang hidup maupun mati dengan lemak hewan. kosmetik yang digunakan pada waktu itu berasal dari ramuan-ramuan yang berasal dari bahan alam.Sediaan Kosmetika KOSMETIKA TRADISIONAL I. seperti misalnya membakar dupa wangi. Kosmetik semacam ini sering disebut sebagai kosmetik tradisional atau masyarakat mengenal sebagai jamu. Bagi orang Timur umumnya dan bangsa Indonesia. minyak tumbuh-tumbuhan atau salep yang berbau harum. Penampilan para pria agung dan putrid-putri keraton dapat dibedakan dari masyarakat biasa. Disamping aksesoris kebesaran. dimana hal ini terbukti yaitu dengan penggalian makam-makam raja (mumi) Mesir kuno. dan untuk menutupi kekurangan-kekurangan. Caranya bermacam-macam. seni tata rambut. orang berupaya untuk mendapatkan tubuh yang bersih. artinya diri seseorang dinilai dengan penampilannya. Merawat tubuh merupakan bagian dari kegiatan sehari-hari bagi setiap orang. Kosmetik Tradisional Keraton Pada zaman dahulu kala keraton menjadi pusat pemerintahan. Jadi. ada yang tradisional dan yang modern. harum. Pada waktu itu penggunaan kosmetik selalu diasosiasikan dengan kebiasaan menjalankan upacara keagamaan. Sejak zaman dahulu hingga kini. dan putih. Sumbangan yang besar dari bangsa Mesir Purba pada bidang kecantikan atau pengetahuan mengenai adalah soal mandi. SEJARAH Tatalaksana kosmetika secara umum sudah dilakukan sejak zaman Mesir Purba. keriting dan pembalseman. oleh karena itu banyak menyimpan data sejarah dan catatan budaya serta merupakan narasumber dari ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Di keraton ada ungkapan “Ajining raga gumantung agunging driyo”. pengecatan rambut.

Sebagai contoh adalah : a. daun kemiri tua. 3.Sediaan Kosmetika DEFINISI Kosmetik tradisional adalah kosmetik yang berasal dari bahan alam yang dapat dibuat sendiri secara langsung dari bahan segar atau bahan-bahan yang telah digunakan berdasarkan pengalaman atau penggunaan yang dilakukan secara tradisional atau turun temurun. kemudian airnya digunakan untuk mencuci muka. 3. Caranya : Daun tersebut diremas-remas dan airnya digunakan untuk mencuci muka. 2. daun petai cina. Pembersih Berguna untuk membersihkan kulit dan dapat digunakan sebagai pengganti sabun terutama untuk kulit kering yang peka terhadap udara dingin. berupa jamujamuan. SIFAT BAHAN Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam kosmetik tradisional mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1. 72 . Hal ini disebabkan oleh : 1. Buah segar yang dapat langsung dioleskan pada wajah yaitu buah pisang dan buah alpukat. bahan-bahan yang digunakan dalam sediaan kosmetik tradisional ini umumnya didapat dalam kehidupan sehari-hari dan harganya pun terhitung murah. c. sediaan kosmetik tradisioanl ini telah digunakan oleh orang-orang tua dan menurut pengalaman hasilnya tidak mengecewakan karena sesuai dengan keadaan iklim Indonesia yang bersifat tropis. Tomat yang dipotong-potong dan ditempelkan pada wajah. Contoh : daun sirih. Penghalus Kulit Penghalus kulit berfungsi untuk mencegah keriput dini pada kulit dan menjaga kulit agar tetap halus dan lentur. Contohnya sebagai berikut : a. digunakan untuk mencuci muka. umumnya digunakan untuk kulit yang berminyak. c. Seduhan daun salam kering yang telah diembunkan semalam. untuk digunakan mencuci muka pada pagi hari. Adstringen Adstringen berguna untuk memperkecil pori-pori kulit yang melebar. Seduhan daun teh yang telah diembunkan semalam di tempat terbuka. daun dukuh. Meskipun sediaan kosmetik yang dibuat dari bahan kimia telah memenuhi pasaran dunia. Remasan daun dadap yang tidak terlalu tua. b. diambil santannya untuk dioleskan pada wajah. cara pengolahan sediaan yang digunakan sangat sederhana sehingga setiap orang dapat dengan mudah membuatnya. 2. namun tidak sedikit para ahli kosmetik yang mengalihkan perhatiannya kembali pada kosmetik tradisional. b. Parutan daging buah kelapa yang sudah tua.

mentimun. 73 . Caranya: • 1 sendok makan tepung terigu. 1 sendok teh minyak.1. laktosa. Perawatan tubuh 3.Sediaan Kosmetika JENIS SEDIAAN PERAWATAN TRADISIONAL Berdasarkan jenis sediaan perawatan tradisional. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu berbagai jenis sediaan yang digunakan untuk perawatan secara tradisional berurutan sesuai penggolongan di atas. kosmetik tradisional dibagi menjadi : 1. Pemakaian 5-10 menit tiap satu kali pemakaian dalam satu minggu. Bahan-bahan yang digunakan untuk masker wajah antara lain adalah buah alpukat. Perawatan rambut dan kulit kepala 4. I. • Tepuk-tepuk muka dengan ujung jari dengan sedikit adstringens. Perawatan wajah Sediaan perawatan wajah dalam kosmetika tradisional antara lain adalah:  Masker wajah Masker wajah memberi rasa hangat. • Kalau ada es batu kompreslah muka dengan memasukkan es batu ke dalam lap dan menekan-nekannya dengan selembut mungkin. bengkoang. Susu Untuk kulit muka yang sangat peka terhadap sinar matahari. putih telur. atau sampai kering. Contoh sediaan untuk masker wajah yaitu: a. b. Kelima bahan tersebut dicampur sampai terbentuk adonan yang lembek. Masker biasanya digunakan dengan cara mengoleskannya pada wajah dan membiarkannya selama beberapa saat. menyerap kotoran dari kulit. lemak. Perawatan mulut dan gigi 6. • Poleskan adonan susu dengan tangan. setengah putih telur dan susu secukupnya. susu. Madu Sekresi sakarin yang terdeposit dari sarang lebah Apis mellifera. bersihkan dengan lap dan air hangat kemudian dilap dengan air dingin. kira-kira 15 menit. 1 sendok teh madu. dan dapat menghilangkan sisa-sisa make-up pada wajah. Perawatan wajah 2. protein dan vitamin yang berfungsi untuk memberi gizi pada kulit. kentang. Mengandung protein kasein. Caranya: • 3 sampai 5 sendok makan susu sapi dicampur dengan 1 sendok makan tepung terigu. Digunakan untuk kulit muka yang kering. madu dan wortel. Perawatan mata dan sekitarnya 5. • Muka dibersihkan dengan cleansing milk. Mengandung glukosa. kemudian membersihkannya dengan cara mencuci muka dengan air.

Caranya: Oleskan 2 sendok makan masker alpukat pada wajah dan leher dengan gerakan memutar. • Kompres dengan es. cucilah wajah dan leher dengan air hangat kemudian dengan air es dan keringkan dengan handuk bersih. Pemakaiannya: potong buah yang segar dan tidak terlalu tua. bila telah kering bersihkan dengan air biasa. Wortel diparut dan dicampurkan dengan pati jagung muda. Pemakaiannya: potong dua buah tomat yang telah masak lalu diambil bagian daging buah sebelah dalam yang mengandung biji. Biarkan sampai 30 menit atau sampai kering. Ketimun (Cucumis sativus Linn) Buah dari Cucumis sativum. Vit. biarkan agak kering sambil berbaring. biarkan sesaat hingga pati dan airnya terpisah.Sediaan Kosmetika • Poleskan pada muka yang telah bersih. Tomat Isi: asam sitrat. Isi : gula alcohol persiit 4. untuk obat jerawat dan memberi vitamin pada kulit. biarkan mengering dan kemudian dicuci bersih. Bermanfaat untuk mengencangkan kembali kulit yang mulai mengendur dan memulihkan kembali sel-sel yang sudah menua. Fe. Wortel Mengandung vitamin A yang dapat memperbaiki sel-sel yang rusak. tomatin. e. Caranya: Jagung muda diparut dan diperas. Bahan: 2-3 wortel muda. • Dilap dengan lap lunak yang dibasahi air hangat. Caranya: • Kuning telur dikocok lalu ditambah minyak. B2. dan C. Kemudian dioleskan pada muka sampai kering dan dicuci bersih. 74 . Vitamin A yang dikandung oleh wortel menurunkan zat semacam kolagen dan elastin yang membuat kulit wajah menjadi mengembang. B1. Jenis bahan yang digunakan disesuaikan dengan keadaan kulit pemakai. Masker ini dipakai setiap pagi sebelum mandi atau sore setelah beraktivitas. d. alkaloid adenine. 2 jagung muda. kolin. Isi: alkaloid kukurbitasin C dan stigmasterol. karena masing-masing bahan mempunyai kelebihan tertentu: c.7 %. Bagian dekat bijinya diparut lalu dipakai untuk kompres muka. • Oleskan pada muka yang telah bersih. trigonelin. Lebih baik masker ini dipakai hanya sekali pakai. f. Telur Untuk kulit kering dan keriput. Alpukat Dari buah Persea gratissima. mengandung protein albumin. Untuk mengangkat masker. Buah tomat ini berkhasiat menghaluskan kulit. sebab pada pemakaian berikutnya bahan-bahan akan mengalami perubahan. • Bersihkan dengan air biasa. Ca. Khasiatnya untuk menghaluskan dan melembutkan kulit terutama untuk kulit berminyak. g.

Sifat asamnya dapat mengurangi kadar minyak pada wajah dan mengecilkan poripori. biasanya digunakan masker telur atau madu • untuk menghilangkan noda-noda hitam. Pembersih a. dibilas bersih dengan air hangat. Pemakaian secara rutin dua kali seminggu. Penyegar a. c. Bahan: 2 buah bengkoang dan sebatang serai. Pemakaiannya: Pada pagi hari dan cukup dioleskan secara merata pada kulit hingga mengering. Bengkoang Bahan: bengkoang segar. Jeruk nipis Mengandung vitamin C. Pisahkan pati dari sari bengkoang. digunakan sebagai penyegar terutama untuk kulit berminyak. Mentimun    75 . madu dan putih telur yang cocok untuk semua kulit.Sediaan Kosmetika • untuk kulit kering dan keriput. Campurkan air jeruk nipis dan madu ke dalam sari bengkoang dan aduk hingga tercampur merata. Supaya tahan lama. d. zat besi. Pisang dan alpukat Sebagai penyegar digunakan masker campuran dari pisang. Mentimun Sangat cocok digunakan sebagai bahan perawatan untuk semua jenis kulit. Setelah mengering. Pisahkan pati dari air perasan atau sari bengkoang. air jeruk nipis (1 sendok teh). diperas. Bengkoang diparut. madu (1 sendok makan). Caranya: Batang serai dimemarkan dan direbus hingga mendidih lalu didinginkan. digunakan masker susu Pemutih Umbi bengkoang memiliki pati yang dapat memutihkan kulit wajah. gunakan larutan ini sebagai penyegar khususnya pada siang hari atau setelah beraktivitas. kalium. Jadilah krim pemutih yang bisa langsung digunakan. dan vitamin A. Diamkan air perasan ini selama setengah sampai satu jam hingga terbentuk endapan putih di dasar wadah. Setelah wajah dibersihkan. b. simpan krim ini di dalam lemari pendingin sehingga dapat digunakan lagi. Kandungan airnya mampu menyegarkan kulit wajah. diperas lalu disaring. Caranya: Bengkoang diparut. Larutan ini khususnya cocok bagi mereka yang memiliki kulit berminyak atau berjerawat. Cara pemakaian: letakkan irisan mentimun pada wajah beberapa saat lalu gosokkan perlahan-lahan pada seluruh wajah dan leher. dan disaring lalu diendapkan. kemudian campurkan 2-3 sendok makan air rebusan serai dengan endapan bengkoang tersebut. digunakan masker kentang • untuk kulit muka yang sangat peka terhadap sinar matahari. Endapan putih yang terbentuk itulah pati bengkoang.

2 buah belimbing wuluh. Wortel Mengandung provitamin A yang berkhasiat menghaluskan kulit wajah. berguna untuk mengurangi jerawat. Penghalus/ pelembut wajah Pisang dan alpukat Bersifat lembut dan mengandung minyak yang dapat menghaluskan kulit wajah. b. kallium. c. Batang serai dimemarkan dan direbus dengan sedikit air. Apel Sari buah apel dapat digunakan sebagai tonik pembersih wajah. Cocok untuk semua jenis kulit. serta memberikan efek kuning pada wajah.5 – 7 % minyak atsiri.Sediaan Kosmetika Untuk pembersih digunakan masker campuran mentimun yang dihancurkan dalam yoghurt. Temu lawak ( Curcuma xhantorrhiza). diperas dan disaring. sehingga larutan yang dicampurkan cukup 2 atau 3 sendok teh saja. mengandung minyak atsiri dan zat warna alkaloid kurkumin Jinten (Carvi fructus) mengandung 2. air rebusan serai dicampurkan dengan campuran belimbing wuluh dan kunyit. Terakhir semua bahan ini dicampurkan dengan pati bengkoang yang telah diendapkan dari sarinya. sebatang serai. Jojoba Bermanfaat dalam merawat kulit wajah yang sensitif sebagai bahan dalam pembersih. Caranya: belimbing wuluh dan kunyit diparut. Meniran mengandung alkaloid filantin dan hipofilantin. Beberapa contoh sediaan bedak dingin adalah sebagai berikut : a. Krim ini dioleskan pada wajah setiap malam sebelum tidur. Bedak asam    76 . Esok paginya wajah cukup dibilas dengan air bersih. Daun bunganya dapat digunakan sebagai pembersih. mengecilkan pori-pori. Perlu diperhatikan bahwa endapan yang terjadi dari parutan bengkoang tidak terlalu banyak. Bedak Dalam kosmetika tradisional dikenal bedak dingin yang berfungsi sebagai foundation. Camomile Mengandung azualen yang berkhasiat mencegah timbulnya jerawat. Mawar Mengandung minyak atsiri yang digunakan untuk menghaluskan kulit wajah. Anti jerawat Bengkoang (krim anti jerawat) Bahan: 2 buah bengkoang segar. Bermanfaat menghilangkan jerawat yang sudah parah. Setelah dingin. Simpan sisanya dalam lemari pendingin sehingga dapat digunakan lagi sesudahnya. 1 cm kunyit. dan adanya sifat antibakteri menyebabkan adanya daya penyembuhan jerawat. Camomile Mengandung azualen yang dapat menghaluskan kulit wajah.

• Lulur Pengantin 77 . Cara pembuatan : beras direndam lebih kurang satu minggu dengan mengganti air tiap hari. digerus lagi sampai homogen. bidara laut. Pembuatannya adalah dengan cara menggerus lembut sirih segar atau kering dengan ragi. kunir gede. b. menguningkan. ditambah beras dan sedikit garam. Diseduh dengan air hangat. Bedak jerawat Bahan : campuran batu tahu Banyuwangi dengan beras.). mengecilkan pori-pori dan memberi efek kuning langsat. bidara laut kayunya dikir halus. basahi dengan filtrat. dibuat bulatan-bulatan kecil kemudian dikeringkan. segengam beras (Oryza sativa) dan sedikit garam NaCl. kemudian ditambah air jeruk nipis dan dibuat bulat-bulat atau pipih. beras (Oryza sativa) dan garam NaCl. jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Bedak kekolotan (penghilang noda) Kekolotan adalah bintik bintik hitam yang terdapat pada muka. beras yang sudah direndam dan ditumbuk. Khasiatnya untuk menyembuhkan jerawat dan menghaluskan kulit. biarkan sampai kering baru dicuci dengan air hangat. Bila perlu ditambah air sampai didapat sediaan yang seperti pasta kemudian dibuat bulat-bulat kecil dan dijemur sampai kering. Bedak kekolotan ini berkhasiat menghilangkan bintik-bintik hitam pada muka. lalu dicetak bulat-bulat atau pipih supaya cepat kering. lalu digerus lagi sampai homogen. Cara pembuatan : Rendam batu tersebut beberapa hari dan airnya diganti berkali-kali sampai rapuh. c. Cara pemakaian : Ramuan yang sudah kering tersebut dihancurkan dengan sedikit air dan digosokkan kuat-kuat pada seluruh tubuh hingga kotoran terlepas. diantaranya disebabkan oleh pigmentasi yang berlebihan pada satu tempat. Setelah itu digerus halus tanpa air.Sediaan Kosmetika Bahan : campuran dari satu (1) ruas jari asam kawak (Tamarandus indica Linn. Setelah itu digerus halus dengan beras yang telah direndam sampai homogen kemudian ditambah air secukupnya. tambahkan asam dan garam. Beras direndam kemudian dihaluskan. I. Khasiatnya untuk mengurangi jerawat.2. sirih (Pipper betle Linn). menghaluskan. Pembuatan : Daun kemuning dan bunga melati dihaluskan. disaringkan. bunga melati. kunir gede disayat atipis. Contoh sediaan lulur adalah sebagai berikut : • Lulur Ramuan : Daun kemuning. Perawatan Tubuh Jenis-jenis sediaan untuk perawatan tubuh antara lain adalah :  Lulur Tubuh Lulur tubuh digunakan untuk membersihkan. Campuran bahan yang digunakan adalah ragi. mencegah terjadinya kerutan dan menghilangkan jamurjamur yang kerap terdapat pada lipatan-lipatan kulit.

kapur sirih dan jeruk nipis. Contoh sediaan untuk mandi rempah adalah sebagai berikut : Bunga kenanga (Canangium odoratum) 5 kuntum Bunga mawar (Rosa hybrida) 4 kuntum Bunga melati (Jasminum sambae) 1 gengam Krangean (Litsea cubeba) 2 jari Rimpang temu giring (Curcuma heyneana) 1 ruas Rimpang kunyit (Curcuma domestica) 1 ruas Pencegah Bau Badan Bahan yang umum digunakan daun beluntas . adalah daun dari Plucea indica (famili Asteraceae). menguatkan. disaring. Jeruk nipis Cara pemakaian : jeruk dibelah dan digosokkan ke kulit kepala dan rambut. dan menghitamkan rambut. ditambah air. d.Sediaan Kosmetika Bunga kenanga (Canangium odoratum) 5 kuntum Daun kemuning (Muraya paniculata) 1 genggam Krangean (Litsea cubeba) 2 jari Jeruk purut (Citrus hystrix)-kulitnya 1 buah Temu giring (Curcuma heyneana) 2 jari Beras yang sudah ditumbuk 1 sendok makan Mandi Rempah/ Mandi air Bunga Mandi rempah atau mandi air bunga dimaksud untuk menutup kembali pori-pori dan memberikan keharuman pada kulit. Sediaan kosmetik tradisional untuk perawatan rambut dan kulit kepala adalah sebagai berikut :  Pencuci rambut a. kemudian diembunkan selama satu malam. Air perasannya dipakai keramas. Perawatan rambut dan kulit kepala Perawatan ini bertujuan untuk melembutkan. dan filtratnya digosokkan ke kulit kepala dan rambut.tawas .lendir. adalah daun dari tanaman Ecliptica prostate (famili Asteraceae). zat pahit . Isi: alkaliod minyak atsiri R/  R/  I. Kembang sepatu.Isi: alkaloid hibisetin.3. biarkan kirakira 5 menit kemudian dicuci dengan air. Ini dilakukan setelah masker dan lulur atau mangir tubuh yang telah dibersihkan. Daun Belutas (Plucheae folium).Isi: alkaloid. Buah mengkudu Cara pemakaian : buah mengkudu yang telah masak diperas dengan air kemudian disaring. c. adalah bunga dari tanaman Hibiscus rosasinensis (famili Malvaceae) .  Penyubur rambut 78 . e. b. Tangkai padi (merang) Cara pemakaian : tangkai padi dibakar. Daun urang-aring.

Keuntungan pengguanan henna sebagai pewarna rambut antara lain tidak menyebabkan iritasi. Keesokan harinya rambut dikeramas. asam amino dan catalas. aloe emodin. dimasak hingga keluar minyaknya dan minyak inilah yang kemudian dioleskan pada kulit kepala dan didiamkan selama 1 jam. dibakar lalu direndam dalam 1 L air. Lawsonia spinosa. Caranya : 79 . Cara pemakaian : pengobatan dilakukan sehari sekali setelah mandi sore. Cara pembuatan : daun lidah buaya dibelah. b. rambut kemudian diselimuti dengan handuk atau kain bersih. bonggol pisang (Musa paradise). selama semalam dan digunakan untuk keramas. Penghilang ketombe a. dan Lawsonia inemis.Sediaan Kosmetika Sediaan penyubur rambut digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan rambut. b. dan dioleskan pada rambut dengan menambahkan sedikit air terlebih dahulu. diperas lalu disaring. Daun lidah buaya Mengandung aloin. Santan kelapa Cara pemakaian : siram rambut dengan santan dan diamkan selama 30 menit sampai satu jam kemudian bilas dengan air hangat hingga bersih dan tidak lengket. Merang Cara pemakaian : 1 genggam merang. b. Jika sudah selesai. Urang aring Mengandung getah yang berwarna hitam dan alkaloid yang berfungsi menghitamkan rambut. Penghitam rambut   a. a. dan warna yang dihasilkan relatif stabil. Bahan yang biasa digunakan adalah daun lidah buaya (Aloe vera). santan kelapa daun urang aring. Henna mengandung zat warna 2-hidroksi-1. seledri dan lain-lain. sensitisasi dan tidak menyebabkan toksisitas local maupun sistemik. Pewarna rambut Henna Henna merupakan zat warna rambut yang mengandung serbuk kering dari Lawsonia alba. diambil bagian dalamnya yang berbentuk seperti agar-agar.  Biji pepaya tua (Carica papaya ) Cara pemakaian : 1 genggam biji pepaya tua (Carica papaya) disangrai kemudian ditumbuk halus. Kelapa Cara pemakaian : 1 buah kelapa (Cocos nucifera) diambil santannya. yang diperoleh dari tanamanyang sudah berbunga. jeruk nipis.4 naftoquinon yang larut dalam air panas dan larutan asam serta dapat mewarnai keratin. Bagian dalam dari daun digosokkan di kulit kepala sambil dipijatpijat. wortel.

asam adipat atau asam-asam lainnya yang sesuai hingga pH mencapai 5. steroid. pulaskan kuning telur yang sudah dikocok pada rambut hingga rata. biarkan 15 menit kemudian cuci dengan air hangat-hangat kuku. Untuk rambut berminyak Digunakan kuning telur yang telah dikocok dicampur dengan perasan jeruk nipis. Adapun contoh sediaannya adalah sebagai berikut: a.   1. 2. saponin. 3. Dikerjakan seperti di atas. Kulit buah jeruk purut merupakan bagian luar kulit buah Citrus hytrix. bulu mata. Sediaannya meliputi :  Pencuci mata 80 . oleskan santan yang telah ditambah dengan perasan jeruk nipis. I. glikosida. biarkan selama 50-60 menit. cuci dengan air biasa. b. Untuk rambut kering Basahi rambut dengan air. Teh Cara pemakaian : air teh sisa kemarin dipakai untuk mengompres kepala. b. Daun pandan ( Pandanis folium )mengandung minyak menguap. tannin. Ginseng (Panax radix) mengandung triterpenoid. 2.5. minyak atsiri.4. seperti alis. R/ Jeruk nipis yang sudah tua 1 buah Telur ayam 1 butir Pelembut rambut (hair conditioner) Telur a. Perawatan mata dan sekitarnya Perawatan mata dan sekitarnya dimaksudkan untuk melindungi mata dan memperindah mata dan sekitarnya. mengandung saponin. dan kelopak mata agar senantiasa sehat dan tetap kelihatan cerah bersinar. lalu dibersihkan dengan shampo dan dikeringkan. Penguat rambut Sediaan ini berguna untuk mengatasi kerontokan rambut yang berlebihan dengan menggunakan bahan-bahan alami antara lain.Sediaan Kosmetika  Serbuk henna dan air panas dibuat menjadi pasta kemudian diasamkan dengan asam nitrat. R/ Daun mangkokan (Nothopanax scuttellarium) 4 helai Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) 4 helai Bunga kenanga (Canangium odoratum) 4 kuntum Kulit jeruk purut (Citrus hystrix) 1 buah Krangen (Litsea cubebae) 2 jari Minyak kelapa 10 sendok c. Hasil olesan ini ditutupi dengan handuk. 1. lalu biarkan 15 menit.  Oleskan pasta tersebut pada rambut yang telah dikeramas terlebih dahulu. Jeruk nipis Setelah rambut dikeramas.

ditambahkan malam dan minyak kelapa.5. lebih lentik dan menarik. Juga digunakan daun sirih. Penggunaannya dilakukan dengan dicampur sedikit air terlebih dahulu. daun saga. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Sediaan perawatan kuku dan kulit sekitarnya digunakan dengan maksud untuk menjaga kesehatan dan memperindah kuku dan kulit sekitarnya.  Maskara Digunakan agar bulu mata kelihatan lebat.Sediaan Kosmetika Digunakan agar mata tetap tampak jernih. digunakan beberapa sediaan. bersih dan tidak terlihat letih. I.6.  Penghitam alis Bahan yang digunakan adalah daging buah kemiri yang disangrai lalu ditumbuk sampai halus. setelah dingin dan memadat baru dioleskan ke bibir. kapur sirih. kapulaga dan cengkeh. dipanaskan diatas api sampai kental. Pemakaian dilakukan dengan cara dikompres. gambir.  Pemutih gigi Bahan yang digunakan adalah biji asam yang sudah disangrai dan dihaluskan. Malam q. pinang. antara lain :  Pelemas bibir Digunakan untuk menghindari atau mengatasi pecah-pecah pada bibir dan bibir tampak selalu basah. baru dioleskan pada bulu mata. gambir. Bahan-bahan yang digunakan adalah minyak pale atau air jeruk nipis. dan cengkeh. kemudian didinginkan terlebih dahulu. kapur sirih. Minyak pale dibuat dari memanaskan sarang lebah dan minyak kelapa.s Cara penggunaan: laba-laba dibakar sampai hangus. Contoh sediaannya adalah sebagai berikut :  Pembersih dan pelunak kuku Bahan yang bias digunakan antara lain adalah : 81 . Perawatan mulut dan gigi Untuk perawatan mulut dan gigi. bahan yang digunakan antara lain adalah daun sirih. Bahan-bahan yang digunakan adalah : R/ Laba-laba besar (Mygale yavanica) 1 ekor. penggunaannya dilakukan dengan cara dioleskan. daun saga. kapulaga.  Pemerah bibir Digunakan untuk memberi warna merah pada bibir. kemudian digosokkan pada gigi agar menjadi lebih putih. Bahan yang digunakan antara lain adalah : Daun kecipir muda yang direbus Air dari pohon kelor Daun sirih segar yang diremas-remas kemudian diseduh dengan air dingin. lalu digerus halus. pinang. I.s Minyak kelapa q.

Bahan yang digunakan yaitu : R/ Pacar Kuku Kapur sirih Jeruk nipis Tawas Cara pemakaian : daun pacar kuku.Sediaan Kosmetika  ♥ Minyak zaitun. R/ Madu 1 sdt Tepung terigu 1 sdm Minyak kelapa 1 sdm Putih telur 1 butir Susu secukupnya 1. tepung beras dan talk. alpukat. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KOSMETIKA TRADISIONAL Berdasarkan tempat pemakaiannya. dioleskan pada kuku. Perawatan Wajah Sediaan kosmetika yang digunakan untuk perawatan wajah antara lain : a. Masker Bahan yang umum digunakan sebagai masker wajah antara lain buah mentimun. asam miristat) Analisa :  82 . susu. putih telur. madu. lalau ditetesi dengan jeruk nipis agar lebih lembut. Perawatan tubuh 3. dipanaskan terlebih dahulu kemudian kuku direndam di dalamnya. Minyak kelapa (Oleum cocos) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan panas daging biji Cocos nucifera. Perawatan wajah 2. sediaan kosmetika tradisional dibagi menjadi beberapa kategori : 1. Isi : gliserida asam lemak (asam laurat. tomat. Perawatan mata dan sekitarnya 5. ♥ Minyak castor/minyak jarak. kapur sirih dan tawas digerus. Perawatan rambut dan kulit kepala 4. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu sediaan kosmetika tradisional sesuai dengan penggolongan di atas : 1. Penghalus kuku Untuk menghaluskan kuku biasanya digunakan campuran tepung kanji. bengkuang. jeruk nipis. Pemerah kuku Pemerah kuku digunakan untuk memberi warna merah pada kuku. Perawatan mulut dan gigi 6.

7% Analisa : Memberi reaksi positif pada reagen gula dan alkohol. • •  • • • • Luff (CuSO4 + asam sitrat + Na2CO3) : mereduksi. setelah disaring filtrat dikocok dengan HCl 2N. digerus dalam mortir. 4. kemudian ditambah beberapa mililiter kloroform sambil terus digerus. Metode : simplisia dibasakan dengan amonia encer. membentuk endapan hitam • Mollisch (3% α-naftol dalam alkohol) : terbentuk cincin ungu Deniges (HgSO4 + H2SO4) : endapan putih Dekstrin : Mollisch positif. Bagian pertama digunakan sebagai blanko pembanding 83 . dimana gliserin dapat dideteksi dengan uji Carletti. Avokat Adalah buah dari Persea gratissima (famili Lauraceae) Isi : gula alkohol persiit 4. Lapisan asam dipisahkan kemudian dibagi menjadi 3 : 1.Sediaan Kosmetika Gliserida asam lemak jika dihidrolisa dengan asam (misalnya HCl atau H2SO4) akan terurai menjadi gliserin dan asam lemak pembentuknya. sehingga untuk menganalisisnya menggunakan analisis instrumen misalnya HPLC dan GC.  Asam-asam lemak mempunyai rumus struktur yang mirip. Luff positif Dengan aqua iod : terbentuk warna merah ungu Dipanaskan dengan larutan air aksn berbusa Cuprifil positif Dibawah mikroskop tampak seperti amilum • 3. Mentimun Adalah buah dari Cucumis sativum (famili Cucurbitaceae) Isi : alkohol kukurbitasin C dan stigmasterol Analisa : Alkaloid Adalah senyawa metabolit sekunder yang dalam struktur molekulnya terdapat atom Nitrogen (umumnya heterosiklik). Madu Adalah sekresi sakarin dari yang terdeposit pada sarang lebah Apis mellifera (famili Apiadae) Isi : karbohidrat fruktosa dan dekstrin Analisa :  Fruktosa :  2. Adanya pasangan elektron bebas dalam atom nitrogen menyebabkan alkaloid dapat membentuk kompleks yang tidak larut dengan logam-logam berat.

Tepung terigu (Amylum tritici) Adalah pati dari Triticum vulgare (famili Graminae) Isi : Amilum Analisa : Didihkan satu bagian dengan 50 bagian air.73%. Bagian kedua diberi pereaksi Mayer. Fehling. 7.Sediaan Kosmetika 2.  Lemak • Mengendapkan pereaksi Liebermann-Burchard (asam asetat anhidrat dan asam sulfat pekat) memberi warna hijau Jeruk Nipis (Citri fructus) Adalah buah dari tanaman Citrus sinensis (famili Rutaceae) Isi : Minyak atsiri. damar. Analisa : Minyak atsiri • Teteskan 1 tetes minyak pada permukaan air. dalam suasana asam. 3. 84 . glikosida. Osazon. panaskan dengan tangas udara. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. asam sitrat. • Penetapan kadar minyak atsiri Campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cara penyulingan. volume air tidak boleh bertambah. dimana endapannya tidak larut dalam spiritus berlebih. Identifikasi spesifik untuk alkaloid dengan analisa instrumen karena mempunyai struktur yang mirip pada beberapa senyawa alkaloid tersebut. teteskan minyak tidak terjadi noda transparan. • Kocok sejumlah minyak dengan larutan NaCl P jenuh volume sama. sehingga penyulingan berlangsung dengan 5. isi buret hingga penuh. biarkan memisah. pasang alat. permukaan air tidak keruh • Pada sepotong kertas. diamati ada tidaknya endapan warna jingga coklat. Mayer. 6. Analisa :  Karbohidrat • Memberi reaksi positif pada pereaksi karbohidrat (Tromer. Isi : karbohidrat 10. dll)  Protein • Mengendapkan larutan Tanin 1% • Mengendapkan pereaksi Dragendorf. Bengkuang Adalah buah dari tanaman Pachyrrhizus erosus. Bagian ketiga ditetesi pereaksi Dragendorf. terjadi warna yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali. protein dan lemak. Tambahkan larutan Iodium P. Deniges. diamati ada tidaknya endapan putih. Bouchardat.

Pada residu diteteskan pereaksi Liebermann-Burchard. titrasi dengan larutan NaOH 1N menggunakan indikator fenolftalein P. cara penentuan yang paling cocok adalah dengan KGC.setelah penyulingan selesai biarkan 15 menit. Mono dan seskuiterpenoid Pengenalan didasarkan pada kemampuannya membentuk warna-warna dengan pereaksi anisaldehid-asam sulfat atau pereaksi asam sulfat. Senyawa-senyawa terpen ini sangat mirip strukturnya sehingga biasanya dianalisa dengan instrumen (HPLC atau GC) • Asam sitrat ♥ Kuantitatif : Timbang seksama 3 g. diamkan selama 5 menit. larutkan dalam 100 ml air.Sediaan Kosmetika lambat tapi teratur. • Glikosida Cara identifikasi glikosida : • Larutan percobaan Sari 3 g serbuk simplisia dengan 30 ml campuran 7 bagian volume etanol 95% P dan 3 bagian volume air dalam alat pendingin alir balik selama 10 menit. Sari filtrat 3 kali. ♥ Kualitatif : Dengan larutan perak nitrat membentuk endapan perak sitwarna putih yang larut dalam larutan amonia encer.4 M. saring. Larutkan sisa dengan 2 ml metanol P. kemudian catat volume dalam % v/b (lihat lampiran 1) • Minyak atsiri adalah campuran senyawa hidrokarbon yaitu terpenterpen yang dianalisis sebagai berikut : 1. saring. Metode : simplisia disari dengan eter. kocok. dinginkan. tiap kali dengan 20 ml campuran 3 bagian volume kloroform P dan 2 bagian isopropanol P. Pada kumpulan sari ditambahkan natrium sulfat anhidrat P. Steroid dan triterpenoid Pengenalan didasarkan pada kemampuannya membentuk warna dengan pereaksi Liebermann-Burchard. dan uapkan pada suhu tidak lebih dari 50°. terbentuk warna-warna yang menunjukkan adanya senyawa monoterpenoid dan seskuiterpenoid. kemudian sari eter diuapkan hingga kering. 85 . Diterpenoid Secara kimia sangat mirip. 2. Metode : simplisia disari dengan eter kemudian sari eter diuapkan hingga kering. saring. Terbentuknya warna ungu menunjukkan adanya senyawa triterpenoid dan warna hijaubiru menunjukkan adanya senyawa kelompok steroid. 3. Pada 20 ml filtrat ditambahkan 25 ml air dan 25 ml timbal (II) asetat 0.

trigonelin. Analisa : • Vitamin C ♥ Penetapan kadar : B.1 N ♥ Menghilangkan warna larutan diklorofenol-indofenol ♥ Larutan dalam air + NaOH + asam lemah + 1 tetes FeSO ungu 4 : • Vitamin B 2 Larutan 1 mg dalam 100 ml air. tomatin. (reaksi LiebermannBurchard). terbentuk cincin warna ungu pada batas cairan.1%.1 ml larutan percobaan dalam tabung reaksi. larutkan sisa dalam 5 ml asam asetat anhidrat P. menunjukkan adanya ikatan gula (reaksi Mollisch) • Komatografi Lapis Tipis Sari 300 mg serbuk simplisia dengan 5 ml metanol P. Evaluasi dengan campuran benzen P – etanol 95% P (70 : 30) dengan jarak rambat 15 cm. kolin. saring. yang dengan penambahan asam mineral atau alkali fluoresensi hilang. vitamin B1.1 ml larutan percobaan diatas tangas air. dilihat dengan cahaya yang diteruskan larutan berwarna kuning pucat kahijauan. • Ion kalsium • Dengan asam pikrolon membentuk kristal persegi panjang • Dengan asam asetat + meditren membentuk kristal sapu berwarna kuning 86 . dengan indikator larutan kanji. Fe. Pada sisa tambahkan 2 ml air dan 5 tetes Mollisch P. Tambahkan 10 tetes asam sulfat P. larutkan dalam campuran 100 ml air bebas CO2 dan 25 ml asam sulfat 10% v/v. alkaloid adenin. Semprot kromatogram pertama dengan anisaldehida-asam sulfat LP. amati dengan sinar UV 366 nm. Tomat Adalah buah dari tanaman Solanum lycopersicum (famili Solanaceae) Isi : asam sitrat. C. ♥ Mereduksi kuat larutan iod 0. B2.25 mm. bercak tidak berfluoresensi. uapkan diatas tangas air. Ca. berfluoresensi hijau kekuningan intensif. pada dua titik masing-masing 20μl filtrat pada lempeng KLT silika gel GP setebal 0.Sediaan Kosmetika • Percobaan umum terhadap glikosida Cara percobaan A. Uapkan 0. Tambahkan hati-hati 2 ml asam sulfat P. menunjukkan adanya glikosida. panaskan pada suhu 110˚ selama 10 menit. titrasi dengan iodium 0. ♥ Timbang 400 mg. Masukkan 8. terjadi warna biru atau hijau. 0.

filtrat ditambah HCl encer. c. Putih telur Isi : protein albumin b. 10. dimasak 2 menit. panaskan. Meniran Adalah herba dari tanaman Phyllantus niruri (famili Euphorbiaceae) Isi : alkaloid filantin dan hipofilantin. lemak 2-5% Analisa : Laktosa Memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Mollisch. dipanaskan sampai mendidih. saring.5 ml kalsium asetat 2N.Sediaan Kosmetika • Dengan amonium oksalat membentuk kristal amplop tak berwarna • Ferrum Dengan kalium tiosianat terbentuk warna merah darah 9. + 2. terbentuk warna biru hijau. Penghilang noda 87 . Susu Adalah susu segar dari Bos taurus (famili Bovidae) Isi : protein kasein 3%. Fehling. ditambah HCl dil dan NaOH lagi. Penghilang jerawat Bahan yang umum digunakan adalah meniran dan temulawak serta jinten dengan gula. Jinten (Carvi fructus) Adalah buah dari tanaman Carum carvum (famili Apiaceae) Isi :2. Luff. Kalium + larutan ammonium → endapan kuning + larutan asam tartrat → endapan kristalin putih + larutan asam peklorat → endapan kristalin putih + larutan asam heksakloroplatinat → endapan kuning + tes nyala : kuning keemasan 4. endapan kuning jingga. laktosa 5%. Temu Lawak (Curcumae rhizoma) Adalah rimpang dari tanaman Curcuma xanthoriza (famili Zingiberaceae) Isi : minyak atsiri dan kurkumin 2. 1. ditambah NaOH : endapan Cu2O Larutan zat ditambah NaOH dan CuSO4 : biru jernih. memberikan reaksi negatif atau positif setelah beberapa lama terhadap pereaksi Barfoed. dipanaskan warnanya tetap. Gula Analisa : • Fehling : negatif • • 100 mg zat ditambah Fehling 10 ml.5 – 7% minyak atsiri 3. Kalium.

kemuning. asam benzoat. Bedak dingin Bahan yang umum digunakan adalah pati beras dan bengkuang. melati. • Asam asetat ♦ Esterifikasi menghasilkan bau kuteks ♦ Dengan FeCl3 : merah coklat yang hilang pada penambahan asam ♦ Digerus dengan KHSO4 : bau cuka 2. temu lawak. 1. titrasi dengan perak nitrat 0. ♦ Ditambah HgO dan FeCl3 : endapan Fe-benzoat • Asam format Direduksi membentuk formaldehid yang dapat diidentifikasikan dengan Schiff (fuchsin yang telah dihilangkan warnanya dengan Na-bisulfit yang diasamkan) : terbentuk warna merah. larutkan dalam 50 ml air. masoji. garam. cendana.1 N menggunakan indikator kalium kromat P. seskuiterpen alkohol. kelembak. seskuiterpen. Lengkuas (Languitis rhizoma) Adalah rimpang dari Langua galanga (famili zingiberaceae) Isi : minyak atsiri yang mengandung kamfer. temu kunci. Analisa : • Asam benzoat ♦ Esterifikasi dengan alkohol dan ditambah asam sulfat pekat : bau pisang ambon. gadung. pinang. Perawatan Tubuh Jenis-jenis sediaan untuk perawatan tubuh antara lain : a. Lulur dan Mangir Bahan yang umum digunakan adalah pulasari. lengkuas. asam asetat. akar wangi. kaolin. kayu manis. temu giring. jeruk wangi. kenanga. sineol dan asam metil sinamat. kunyit. 88 . 2. 1 ml perak nitrat setara dengan 5. Garam dapur (NaCl) • Nyala pijar : kuning keemasan • Bellstein : kuning hijau • Rasa : garam dapur (asin) • Reaksi kristal : Zinc uranil asetat • Kuantitatif Timbang seksama 250 mg. d. asam format. 1. Bunga melati (jasmini flos) Adalah bunga dari tanaman Jasminum sambac (famili Oleaceae) Isi : minyak atsiri. lawet (beras yang direndam 2 hari ditambah daun sirih dan ragi).844 mg NaCl. tahi angin. mawar. beras. klabet.Sediaan Kosmetika Bahan yang umum digunakan adalah jeruk nipis. Tepung beras (Amylum oryzae) Adalah pati dari Oryzae sativa (famili Graminae) Isi : amilum 2.

adanya endapan putih menunjukan bahwa dalam simplisia terdapat tanin. Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri Kelembak (Rhei radix) Adalah akar dari Rheum officinale atau Rheum palmatum (fam.  Analisa kuantitatif: Timbang seksama kurang lebih 2 g serbuk. batang dan akar Santalum album (famili Santalaceae) Isi : minyak atsiri. dinginkan. 4. Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri tidak kurang dari 1. enap tuangkan melalui segumpal kapas kedalam labu takar 250 ml. Pisahkan lapisan benzen. filtrat berwarna kuning. menunjukan adanya antrakinon. Sebagian kecil filtrat ditetesi larutan Pereaksi FeCl3. Sebagian kecil filtrat diuji ulang dengan penambahan larutan gelatin 1 %. lakukan uji blanko. Kunyit (Curcumae domesticae rhizoma) Adalah rimpang dari tanaman Curcuma domestica(fam Zingiberaceae) Isi: 5 % minyak atsiri dan kurkumin 6.1 N ekuivalen dengan 0. lapisan berwarna merah intensif dan lapisan benzen. tambahkan kalium permanganat 0. Dinginkan cairan dan tambahkan air secukupnya hingga 250 ml. 5. tanin Tanin  Analisa kualitatif: Simplisia digerus dan dipanaskan dengan air. kemudian disaring panas-panas. Pipet 25 ml larutan kedalam labu 1000 ml. 004157 g tanin.Sediaan Kosmetika 3. Tambahkan 10 ml benzen P.5 % tanin dan alkaloid kurkumin. Polygonaceae) Isi: glikosida antrakuinon. diamkan. Ulangi penyarian beberapa kali hingga larutan bila di reaksikan dengan ferri ammonium sulfat tidak menunjukan adanya tanin. Temu giring ( Curcumae heyneanae rhizoma) Adalah rimpang dari Curcumae heyneanae ( fam. diamkan beberapa menit. panaskan dengan 50 ml air mendidih diatas penangas air selama 30 menit sambil diaduk. saring sisa dengan air mendidih. Kayu cendana (Santali lignum) Adalah kayu galih dari dahan. saring. 89 . 7. tidak berwarna. Analisa: Campur 200 mg serbuk simplisia dengan 5 ml asam sulfat 2 N. kocok. panaskan sebentar. saring larutan kedalam labu takar yang sama. Terbentuknya warna biru hitam menunjukan adanya tanin atau polifenol alam. diamkan. Kapulaga (Cardamomi fructus) Adalah buah dari Amomum cardamomum (fam. Kocok lapisan benzen dengan 1 ml sampai 2 ml natrium hidroksida 2 N.

damascena Isi: minyak atsiri berisi geraniol.Sediaan Kosmetika 8. dioskorina 13. Warna yang dapat ditarik oleh amil alkohol. dan Ca-oksalat. R. gula. Kulit kayu manis Adalah kulit kayu dari tanaman Cinnamomum burmani (fam Lauraceae) Isi: minyak atsiri 1-3 %. Kulit pulasari Adalah kulit batang dan kulit cabang dari tanaman Alyxia reinwarditii Isi: minyak atsiri. 12. Metode: • 90 . Analisa: Asam-asam ini mempunyai struktur yang sangat mirip sehingga identifikasi biasanya dilakukan dengan analisis instrumen HPLC dan GC. guvakolin. Rutaceae) Isi: flavonoid Analisa: Pengenalan flavonoid didasarkan pada reaksi reduksi gugusan karbonil pada lingkar δ-lakton menjadi gugusan alkohol membentuk senyawa hidroksi yang berwarna-warna tergantung gugusan fungsional yang terdapat dalam lingkar A dan B. asam organik. Akar wangi Adalah akar dari tanaman Andropogon zizanioides (fam Poaceae) Isi : minyak atsiri 10. Pinang Adalah biji Areca catechu (fam Arecaceae) Isi: glikosida arekaidin.galica. Analisa: Asam organik Terdiri dari campuran banyak asam yang strukturnya mirip sehingga pemisahan dilakukan dengan instrumentasi. alkaloid kumarin. sitronelol dan nerol 9. Mawar (Rosae flos) Adalah bunga dari tanaman Rosa alba. Kayu angin Berasal dari tanaman Usnea misa-sinensis Isi: asam usnin. Umbi gadung Adalah umbi dari tanaman Dioscoreae hispida (fam Dioscoreaceae) Isi: glikosida diesin. tanin. 15. 14. Jeruk wangi (Citri fructus) Adalah buah dari tanaman Citrus aurantiifolium (fam. R. dan senyawa depsida seperti asam barbatolat. isoguvasin. Analisa : • Kalsium oksalat Memberi identifikasi positif dengan ion kalsium dan anion oksalat • Anion oksalat + kalsium klorida membentuk kristal amplop warna putih + kalium permanganat kemudian dipanaskan : tak berwarna 11. dan asam barbatin. guvasin. asam usnetin. arekolin.

Didihkan lagi 1 jam. pindahkan ke dalam alat sulinh amoniak. tambahkan 5 ml air. campur.2 ml Na-molibdat. 5 ml air dan 1 tetes merah metil dalam etanol 95 %. Kenanga (Canangium flos) Adalah bunga dari tanaman Canangium odoratum Isi :52-55 % alkohol dengan ester-ester (metil benzoat.Sediaan Kosmetika 16. Temu kunci Adalah rimpang dari tanaman Boesenbergia pandurata (fam Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri 0. Analisa: + pereaksi King terbentuk warna merah anggur yang tidak tertarik oleh eter/amil alkohol 17. zat besi (ferrum). • Alkohol • Fenol + pereaksi King terbentuk warna merah anggur yang tertarik oleh eter/amil alkohol • Aldehid Mereduksi Ag-amoniakal Mereduksi fehling 20. minyak lemak.2 ml campuran 1 bagian volume asam sulfat bebas nitrogen dan 30 bagian volume air. tambahkan 6 ml NaOH jenuh. suling selama 7 menit.02 ml. ambil 0. Letakkan tabung terbalik diatas kertas saring sehingga semua cairan terhisap. dan pati (amilum) Daun kemuning Adalah daun dari tanaman Murraya paniculata Isi: minyak atsiri. masukan dalam tabung pusing berdasar bundar. aldehid dan aseton. terdapat pula fenol-fenol. alkaloid. glikosida. Pusingkan selama 5 menit. Analisa albumin: o Mengendapkan larutan tanin 1% o Penetapan kadar: Encerkan dengan air secukupnya sampai kadar 5 % b/v. pada residu tambahkan 3 tetes larutan tembaga sulfat dan 1 ml asam sulfat bebas nitrogen. kemudian disaring. buang dekantat. tampung sulingan dalam campuran 5 ml asam borat jenuh. kocok.06 %-0. tanin. Tambahkan 1g Na-sulfat anhidrat dan 10 mg selenium. 19. 0. Dinginkan.dinginkan. 18. Simplisia dipanaskan dengan campuran logam magnesium dan asam klorida 5 N. didihkan 10 nenit. tambahkan berturut-turut 0. titrasi dengan asam klorida 0. linalool. terpineol). adanya flavonoid akan menyebabkan filtrat berwarna yang dapat ditarik oleh amil alkohol. Biji klabet (Foenigraeci semen) Adalah biji dari Trigonella foenigraecum (fam Papilionaceae) Isi: minyak atsiri. 33-38% sesquiterpen.014 N. albumin. terpenterpen. 32 %. Kulit masoji (Massoiae cortex) 91 .

Daun urang-aring Adalah daun dari tanaman Eclipta prostata (fam Asteraceaea) Isi: alkaloid 2. Kembang sepatu Adalah bunga dari tanaman Hibiscus rosasinensis (fam. asam sinamat. kumpulkan filtrat dan cairan cucian. b. cuci penyaring dengan 5 ml air. daun urangaring. eugeunol. hangatkan sisa dengan 10 ml air. rimpang temu giring. Malvaceae) Isi : alkaloid hibisetin. Kulit krangean Isi: minyak atsiri (dalam buah 5. Asteraceae) Isi: alkaloid. protein. Analisa: gliserin 92 . Daun beluntas (Plucheae folium) Adalah daun dari Pluchea indica (fam.Sediaan Kosmetika Isi: minyak atsiri yang mengandung sinamil aldehid. 21. 1. Biji kemiri (Aleuritis endosperm) Adalah biji Aleuritas molucana (fam. campuran dapat mengalir. terpen. Pada kumpulan filtrat dan cairan cucian. vitamin B1. lendir. Euphorbiceae) Isi: sterol/terpen. Pencegah bau badan Bahan yang umum digunakan daun beluntas. kemiri. 1. Pencuci rambut Bahan yang umum digunakan adalah kembang sepatu. tawas. Larutkan sisa dalam 10 ml asam klorida P. gliserin. bunga melati. rimpang kunyit. 3. saprol. Penyubur rambut Bahan yang umum digunakan adalah lidah buaya. Kaolin Analisa: • Kualitatif: Gerus dengan 2 ml air. tambahkan 3 ml asam klorida P. kulit krangean.5% atau lebih) bagian terpenting citrae. larutan menunjukan reaksi aluminium yang tertera pada reaksi identifikasi. zat penyamak(tanin). saring. terbentuk endapan yang menyerupai gelatin. kapur sirih. zat pahit. bunga mawar. • Kuantitatif: Lebur dengan 2g natrium karbonat P. minyak atsiri. citroneale c. Perawatan rambut dan kulit kepala Sediaan kosmetika tradisional untuk perawatan rambut dan kulit kepala adalah sebagai berikut : a. dan jeruk nipis. Mandi kembang Bahan yang umum digunakan bunga kenanga. minyak lemak. b.

Piperaceae) yang belum masak Isi: minyak atsiri yang mengandung felandren. dalam tabung reaksi. encerkan. saponin. e. jeruk nipis. + luff menghasilkan endapan CuO. yang bila dihidrolisis akan menghasilkan glikon dan aglikon. limonen. yang larut dalam larutan tatrat berlebih dalam amonia encer dan dalam asam nitrat encer. sehingga ditinjau dari strukturnya. Struktur umumnya merupakan glikosida. menghasilkan aldehid + dioksiaseton. Metode: diatas air. c. dipenten. Penghilang rambut Bahan yang umum digunakan adalah daun sirih dengan merica atau daun sirih. 2. Lidah buaya Adalah ‘dried juice’ dari daun Aloe vera ( fam. Dinginkan. Leguminosae) Isi: sterol/terpen. • Asam tartrat Kualitatif: dengan larutan perak tatrat membentuk endapan putih perak tatrat. asam sitrat. alkaloida piperina dan kavisina. d. 93 . Pelembut Bahan yang umum digunakan adalah asam jawa. Lada hitam (Piperis nigri fructus) Adalah buah Piper nigrum (fam. kariopilen. Setelah dingin filtrat dalam tabung reaksi dikocok kuat-kuat selama lebih kurang 30 detik. saponin dapat dibagi menjadi saponin triterpenoid dan saponin steroid. serta dapat menghemolisis sel darah merah. asam tartrat Analisa: • Saponin Saponin adalah senyawa metabolit sekunder dalam tumbuhan yang bersifat dapat membentuk busa. Reaksi pengenalan saponin didasarkan pada sifatnya yang mampu memberi busa pada pengocokan yang persisten pada sedikit penambahan asam atau pendiaman.Sediaan Kosmetika Reaksi gula: + asam nitrat. Sediaan untuk melawan ketombe Bahan yang umum digunakan adalah minyak kelapa asli. Terbentuk busa minimal setinggi 1 cm dan persisten selama beberapa menit serta tidak hilang dengan penambahan asam klorida encer 1 tetes menunjukkan bahwa dalam simplisia terdapat saponin. Reaksi Cuprifil : + Reaksi Carletti : + 2. kemudian disaring. 1. Liliaceae) Isi: glikosida antrakinon. simplisia dicampur dengan air dan dipanaskan beberapa saat. dan dinetralkan dengan natrium karbonat. Daun sirih (Piperis folium) 1. Asam jawa Adalah daging buah Tamarindus indica (fam. enthoksilin. Struktur glikon saponin umumnya merupakan struktur triterpenoid dan struktur steroid. dimasak.

Pandanaceae). minyak lemak. miristin). 2. telur ayam. Minyak kemiri (Aleuritis endosperm) Adalah minyak Aleuritas molucana (fam. bunga kenanga. sterol/terpen.Sediaan Kosmetika Adalah daun dari Piper bettle (fam Piperaceae) Isi: minyak atsiri mengandung hidroksi kavikol. 4. eugenol. kulit krangean. minyak kelapa. vitamin B1. jeruk nipis. 1. glikosida. Daun kelor Adalah daun dari tanaman Moringa pterygosperma (fam. Sediaan untuk menguatkan akar rambut (tonik rambut) Bahan yang digunakan adalah daun pandan. stearin. steroid/triterpenoid. Araliaceae) Isi: triterpenoid saponin. Ginseng (Panax radix) Adalah akar dari tanaman Panax quinguefolium dan Panax ginseng (fam. Kulit buah jeruk purut (Citri hystricis pericarpium) Adalah bagian luar dari kulit buah citrus hytrix yang masak atau hampir masak (fam rutaceae) Isi: saponin. Euphorbiceae) Isi: gliserida asam lemak (palmitin.5 %. daun sirih segar. karpain. kulit jeruk purut. Moringaceae) Isi: alkaloid a. 94 . c. protein. 1. minyak atsiri yang mengandung sitral 2 – 2. f. dan ginseng. Daun pandan (Pandanis folium) Adalah daun dari Pandanus amarylifolius (fam. Penghitam alis Bahan yang digunakan adalah kemiri disangrai lalu ditumbuk. Isi: minyak menguap. g. kavibetol. 1. b.tanin 1 %. Biji pepaya (Caricae semen) Adalah biji dari buah Carica papaya (fam. estragol. Caricaceae) Isi: alkaloid glukotropaelin. 2. Perawatan mata dan sekitarnya Sediaan kosmetika tradisional untuk mata dan sekitarnya Pencuci mata Bahan yang digunakan antara lain: air rendaman dari daun kelor. Kompres mata Bahan yang digunakan adalah garam fisiologis dilarutkan dalam air. air perasan biji pepaya yang telah disangrai. Sediaan penghitam rambut Bahan yang umum digunakan adalah minyak kemiri.

5. 6. Pada 200 ml tambahkan 30 ml dinatrium edetat 0. • Kuantitatif: Timbang seksama 1. saring campuran dingin dan asamkan filtrat jernih dengan HCl P. biarkan campuran mendidih selama lebih kurang 2 jam. masukkan dalam gelas piala 100 ml +35 ml NaOH 3. Myrtaceae). Isi: 14-20 % minyak atsiri.05 M menggunakan indikator 0. kapulaga. Kapulaga (Cardommomi fructus) Adalah buah dari Amomum cardamomum (fam.7 g. larutkan dalam air secukupnya hingga 100 ml. b. c. d. daun saga. Penghilang bau mulut Bahan yang digunakan daun sirih dan jeruk nipis. pertahankan volume dengan sesekali menambahkan air. Isi: minyak atsiri. didihkan selama 30 menit. keruh atau tembus cahaya tapi tidak buram. malam akan memisah. Perawatan mulut dan gigi Kosmetika tradisional yang digunakan untuk perawatan mulut dan gigi : d. Pemutih gigi Bahan yang digunakan biji asam disangrai dan dihaluskan. kapur sirih. Titrasi dengan timbal nitrat 0.Sediaan Kosmetika Maskara Bahan yang digunakan : R/ minyak kelapa Malam Analisa malam : • bilangan asam 17-24 • bilangan ester 72-79 • timbang 1 g. Cengkeh (Caryophylli flos) Adalah kuncup bunga dari tanaman Syzigium aromaticum (fam. tambahkan 5 g heksamina P. dan cengkeh. Isi: alkaloid glisirisin tidak kurang dari 15 %. pinang.4 ml larutan jingga xilanol P. Pemerah bibir Bahan yang digunakan antara lain daun sirih.5 N. Pelembut bibir Bahan yang digunakan air jeruk nipis. dinginkan. menggunakan cairan jernih. a. Daun saga Adalah daun dari tanaman Abrus precatorius. Perawatan kuku dan kulit dan sekitarnya Sediaan kosmetika tradisional untuk perawatan kuku dan kulit antara lain: 95 . Zingiberaceae). cairan tetap jernih atau menunjukkan tidak lebih dari sedikit kekeruhan atau endapan. panaskan diatas tangas air selama 10 menit.005 M dan 100 ml air. gambir.

Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. saring. tambahkan lagi 10 ml asam klorida P. uapkan diatas tangas air hingga kering. • Campur 500 mg dengan lebih kurang 200 mg natrium karbonat anhidrat P dan 2 g kalium karbonat anhidrat dengan sempurna. 96 . tambahkan larutan natrium fosfat P. asam palmitat. Penghalus kuku Bahan yang digunakan campuran tepung kanji.. tambahkan 20 ml air. SO4 Sulfat + larutan BaCl2 ⇒ endapan putih yang larut dalam HCl + larutan Hg(NO)3 ⇒ endapan kuning + larutan Pb-asetat ⇒ endapan putih • Aluminium + larutan amonium ⇒ endapan kuning + NaOH ⇒ endapan putih + larutan ammonium fosfat ⇒ endapan putih + natrium fosfat ⇒ endapan putih + natrium karbonat ⇒ endapan putih c. asam linoleat. asam palmitat) Minyak zaitun (Oleum olivae) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin pericarpium buah dari Olea europea. asam linoleat. Pembersih dan pelunak Bahan yang digunakan minyak zaitun dan minyak jarak Minyak jarak (Oleum ricini) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin biji Ricinus communis. Pemerah kuku Bahan yang digunakan. asam dihidrostearat. Al. dinginkan. • Tawas Menunjukan reaksi K. Pada filtrat tambahkan lebih kurang 2 g ammonium klorida P dan 5 ml ammonia encer P. mendaki dinding tabung. hingga terjadi endapan hablur putih ammonium magnesium fosfat. tepung beras dan talk. tambahkan asam klorida P hingga pembuihan berhenti. jika terjadi endapan. Tepung kanji Adalah pati dari tanaman Manihot utilissima (fam. didihkan. kapur sirih. asam risinoleat.Sediaan Kosmetika a. sisa adalah silika. jeruk nipis. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. Euphorbiaceae) Isi: amilum Analisa: • Talk • Dalam tabung reaksi berisi air. Pindahkan kedalam cawan dengan pertolongan lebih kurang 50 ml air panas. • Mikroskopik : mengembang di permukaan air. dan tawas. dll) b. dinginkan.

laju diinjeksikan ke kolom. 7) Merekam puncak pada integrator data. 3) HPLC dilakukan pada suhu kamar.Sediaan Kosmetika Kosmetika tradisional berisi bahan-bahan alam yang mengandung banyak sekali senyawa-senyawa dengan struktur yang mirip dan sifat kimia yang hampir sama. pita komponen ini meninggalkan kolom bersama aliran gas pembawa dan dicatat sebagai fungsi waktu oleh detektor. komponen cuplikan terpisah sempurna sehingga penetapan kadar mudah. A. deteksi. pengolahan data Sampel: Cairan Padatan yang dilarutkan Labil terhadap pemanasan Cara kerja: 1) Sistem diperiksa dan dicek untuk meyakinkan apakah sistem pengalir pelarut dapat disambungkan dengan baik dan apakah kolom yang tepat telah dipasang. Ukuran partikel fase diam (pendukung) kecil 3 – 10 µm.6 mm. mencapai 400 bar. Tekanan tinggi.d kecil. waktu analisa pendek.. 6) Menyaring cuplikan. 4) Memeriksa aliran fase gerak. Daftar Pustaka 97 . Pelarut ini akan menahan komponen secara selektif berdasarkan koefisien distribusinya sehingga terbentuk sejumlah pita yang berlainan pada gas pembawa. 2) Hidupkan pompa dengan pengatur aliran dipasang pada laju aliran yang tepat. yang terdapat pada zat padat dengan ukuran tertentu (penyangga padat). HPLC Adalah analisa zat dengan instrumen yang merupakan kromatografi kolom dengan menggunakan : Kolom dengan i. sehingga pada umumnya untuk analisa kualitatif dan kuantitatif digunakan instrumen antara lain : HPLC dan GC. dengan kadar yang kadang-kadang sangat kecil. • • • • • • • Keuntungan: Efisiensi pemisahan tinggi Selektifitas tinggi Otomatisasi Kemudahan injeksi. campuran cuplikan terbagi diantara gas pembawa dan pelarut tak atsiri (fase diam). KROMATOGRAFI GAS (GC) Pada GC komponen yang akan dipisahkan dibawa oleh gas lembam (gas pembawa) melalui kolom. dalam satu kali pengukuran diperoleh analisis kualitatif dan kuantitatif. umumnya 4. B. Keuntungan: kolom terus menerus dipulihkan oleh fase gas lembam. 5) Menghidupkan tenaga listrik ke detektor.

Maria Sutarto. BRA Mooryati Soedidibyo. Balai Pustaka. Alam Sumber Kesehatan : Manfaat dan Kegunaannya. Mustika Ratu. 1984. Ariyanti. Surabaya. BAB IV SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT DAN MAKE UP (bukan untuk mata) 98 . PR 16 Juni 1996. R. Jakarta. Hadijoewono.Sediaan Kosmetika Hadiningrat. Traditional Medical Philosophy. Mengatasi Rambut Rontok dengan Bahan-bahan Alami. 2000. BRA Mooryati Soedidibyo. 1990. Jakarta. Sehat dan Ayu dengan Ramuan Tradisional Jawa. 1998. Gramedia. Hadiningrat.

K. Epidermis terdiri dari beberapa jenis sel. Pengaruh sinar matahari Yang dapat menyebabkan kulit menjadi rusak. Lapisan kulit yang paling luar atau disebut epidermis hanya mempunyai ketebalan 0. antara lain : 1. Pengaruh usia atau hormonal Seiring dengan bertambahnya usia. Pada dasarnya kulit kita terdiri dari 3 lapisan. 2. pigmentasi. D. sel-sel kulit yang sehat membentuk jaringan-jaringan penyangga yang sehat (kolagen) yang diperlukan untuk menjaga elastisitas dan kehalusan kulit. Radiasi dari sinar UVA yang mengandung radikal bebas dan zat-zat oksidan menghasilkan pengaruh buruk pada jaringan epidermis sehingga menyebabkan terjadinya penuaan dini.sehat dan segar berseri. sedangkan radiasi UVB berpengaruh buruk pada lapisan epidermis kulit yang menyebabkan kulit seperti terbakar. polusi dan zat-zat renik yang tidak terlihat. kadar elastisitas kulit pun cenderung menurun. collagen dll. hiper pigmentasi. yang berfungsi melindungi organ tubuh dalam dari efek-efek lingkungan yang merusak kulit. berbagai pengaruh luar dan faktor usia dapat mempengaruhi penampilan kulit. yang mempunyai tugas/kemampuan yang besar untuk mengangkat sel-sel yang rusak pada lapisan ini. mineral dari extract tumbuhan . sangatlah penting untuk menjaga kesehatan kulit dari efek-efek lingkungan yang merusak. E. B. penuaan dini bahkan kanker kulit. Pengaruh AC Yang dapat menyebabkan kekeringan atau dehidrasi kulit yang bila dibiarkan akan mengakibatkan kulit kering mengelupas dan berkurangnya kelembaban. Lapisan epidermis kerap terkena langsung sinar matahari. Namun ketika lingkungan kita berubah. yaitu dermis dengan ketebalan 2 mm.2 mm dan disangga oleh lapisan di dalamnya. C. Dlm keadaan normal dan ideal. Umur Tabel: Perubahan Kulit Seiring Dengan Waktu Fisiologi Penampilan 99 . bahkan dapat memicu timbulnya kanker kulit. Cara menghindarinya adalah dengan memberi nutrisi pada kulit seperti vitamin A. 3. Karena itu. Jaringan penyangga pada lapisan dermis akan menghasilkan melanin yang sehat dan berwarna cerah yang akan menjadikan kut wajah cerah.Sediaan Kosmetika Beserta Analisis Kimianya SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT Pendahuluan Kulit merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia.

Jerawat dewasa. Sistem kekebalan tubuh dan ikatan kolagen. Kerut dan garis halus semakin banyak. Pori-pori dan noda hitam membesar dan semakin jelas. Dilihat dari tipenya. Penurunan proses perbaikan dermis dan kekebalan tubuh yang cukup tajam. Produksi sebum sangat berkurang. Lingkaran hitam di sekitar mata. pori-pori terlihat meskipun tidak lebar-lebar. tetapi tidak menetap. Penyerapan air mulai berkurang. Tekstur halus. Warna kulit tidak merata. pigmentasi. Kerutan halus (fine lines) mulai muncul. pori-pori kulit membesar. 15-25 25-45 45-55 55- Memilih Kosmetik Sesuai Jenis Kulit Seseorang sebaiknya terlebih dahulu mengenali jenis kulitnya sebelum memutuskan memakai kosmetik tertentu. Kulit di sudut mata dan leher semakin kendur. Pemilihan itu sangat berhubungan dengan fungsi kulit untuk manusia. Kemampuan kulit memperbaiki sel-sel yang rusak masih bagus. Tanda awal kulit di sekitar sudut mata mulai kendur. masuknya bahan beracun dan mikroorganisme serta kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet dan kekuatan mekanis (benturan). pori-pori kecil. Epidermis dan lapisan tanduk menipis. Jerawat akan bermunculan. tekstur kulit menjadi kasar. Warna pucat kekuning-kuningan mulai muncul. Garis wajah mulai muncul. Kulit mulai mengalami dehidrasi yang cukup berpengaruh. Elastisitas sedikit berkurang. kerutan mulai terlihat. Kulit semakin kendur. kolagen dan elastin berkurang. Aktivitas kelenjar sebaceoas rendah.Sediaan Kosmetika < 15 Kulit bisa dibilang dalam keadaan hampir sempurna. Kerusakan kolagen dan elastin berlanjut. Kulit cenderung menjadi kering. Aktivitas kelenjar sebaceous tinggi. apabila diraba terasa lembut. Produksi melanin meningkat. kulit terbagi atas tiga jenis dengan ciri yang berbeda: 1. Namun demikian seiring dengan 100 . Sedikit penurunan pada proses perbaikan dermis. Ikatan antar lapisan kulit semakin menurun. Kulit berfungsi antara lain melindungi tubuh terhadap kehilangan cairan. Seringkali seseorang memilih kosmetika tanpa mempertimbangkan efek sampingnya terhadap kulit. Kulit normal Kulit tipe ini biasanya tidak memiliki kelainan. Degenerasi dermis berlanjut. Penurunan proses perbaikan dermis menyebabkan kurangnya kolagen dan meningkatnya kerusakan jaringan. Kadar air dalam kulit bagus. Semakin banyak kerut.

seperti akne dan dermatitis seborik yang ditandai adanya bercak menimbul warna merah. kulit menebal. hawa dingin. kulit akan mengalami perubahan. alis mata. dagu dan daerah dada. Kulit menjadi kering akibat pengaruh lingkungan. atau susu pembersih. ♦ Kulit kering alamiah. hawa panas. Jika diperlukan dapat juga menggunakan pengelupas kulit atau masker. maka pembersihan kulit dilakukan dengan memakai sabun yang tidak mengandung soda. Namun demikian pemakaian tabir surya dibutuhkan jika melakukan aktivitas di luar ruangan. terutama pada dahi dan hidung. atau pembersih dengan bahan dasar minyak. kerutan di daerah batas rambut. air hangat atau dengan susu pembersih. baik saat di rumah atau di luar rumah. seperti terpapar sinar ultraviolet. mengkilat. kasar dan kadang pecah-pecah. Untuk kulit kering. Jenis kulit ini terbagi dua : ♦ Kulit kering karena faktor lain Terkadang kulit itu sebelumnya normal atau berminyak. Kemudian sisa minyak dibersihkan dengan toner atau astringens. pori-pori terlihat lebar (kerosis).Sediaan Kosmetika berjalannya waktu. seperti terlihat pada penyakit kulit bersisik (ichtyosis). selalu melakukan perlindungan untuk kulit berupa pemakaian produk tabir surya. keriput. pori-pori hampir tidak kelihatan. Dibutuhkan krim pelembab. yang dipengaruhi faktor luar. Kulit kering Terlihat kering. tidak lentur. dimana terdapat kelainan genetik dalam proses pembentukan kulit. Ciri-cirinya. 3. Kulit berminyak Timbul saat pubertas dan hanya terjadi pada bagian atas yang mengandung kelenjar sebasea dalam jumlah besar. pemakaian bahan detergen atau pengobatan tertentu. angin yang mengeringkan . b. Yang diperlukan adalah mempertahankan keseimbangan kulit agar selalu berfungsi secara nornal. sebelum dilakukan perawatan perlu ditentukan dulu apakah termasuk tipe patologis atau tidak patologis. Pada kasus yang menyolok. 2. seperti yang terlihat pada kulit orang tua atau seseorang dengan kekeringan kulit ringan. Kulit berminyak jelas secara klinis Biasanya diikuti dengan penyakit. a. Kulit berminyak ringan Biasanya dialami remaja dan dewasa muda. Kulit kering yang tidak ada hubungannya dengan penyakit (tidak patologis). Kulit tipe ini tidak memerlukan krim pelembab. Oleh karena tipe ini sering termasuk sensitif. b. terbagi atas : Kulit kering yang ada hubungannya dengan penyakit (patologis). Untuk kulit normal tidak diperlukan perawatan khusus. Pakailah pembersih tanpa sabun syndet. lipatan hidung. 101 . pelembab dalam bentuk campuran air dan minyak dan jangan dilupakan. bersisik halus. sisik yang berminyak. Jenis kulit berminyak ini ada dua : a. Seseorang dengan kulit berminyak membersihkan kulitnya beberapa kali dengan sabun.

tetapi dideskripsikan dari lembutnya. Jika tipe air dalam minyak maka harus terdispersi dalam 50% etanol. 2. Pembersih 1. Tipe emulsi Setiap krim dapat dibuat dengan tipe miyak dalam air atau air dalam minyak.3. Fungsi Krim yang termasuk dalam kelompok yang dipengaruhi fungsi. Penampilan fisik Krim tidak hanya diklasifikasikan dari bentuk cair atau padatnya saja. Definisi Sediaan perawatan dan pembersih kulit merupakan sediaan yang digunakan untuk maksud perawatan kulit agar kulit menjadi bersih dan sehat. hal ini dipengaruhi oleh dimana krim tersebut digunakan. Perawatan kulit wajah (face care). Setiap krim dipengaruhi oleh berbagai faktor : 1. dibuat berdasarkan pemakaiannya. vanishing cream. kerapatan. tebal tipisnya krim tersebut. faktor tersebut dapat ditanggulangi dengan berbagai faktor dalam metode pembuatannya. Krim Pembersih (cleansing cream) I. Losio pengencang 2. biasanya parameter yang digunakan berupa kekentalan. pemberi nutrisi kulit dan sebagainya. contohnya krim tangan dan tubuh (hand and body lation). Umumnya sediaan kosmetik perawatan kulit berupa krim yaitu suatu produk emulsi yang secara fisik dapat memiliki banyak bentuk. meliputi : 1.1. terlindung dari kekeringan dan sengatan cuaca. Penggolongan Sediaan kosmetika perawatan kulit digolongkan sebagai berikut : 1. pH krim Bila krim tersebut termasuk tipe minyak dalam air maka pH krim tersebut harus meliputi pH seluruh sediaa. dan nampak segar dengan tekstur kulit yang lembut dan menarik.Sediaan Kosmetika Tipe kulit seseorang tidak dapat diubah. Astringent Cream 102 . dan sebagainya yang dihubungkan dengan fungsinya seperti pembersih. krim pembersih (cleansing cream).2. Tonik Kulit 2. mulai dari bentuk cair sampai nyaris padat. krim malam dan krim urut (night cream and massage cream). 4. tetapi perlu dirawat secara teratur sesuai dengan tipe kulitnya masing-masing.1.2 Susu Pembersih (cleansing milk) I. kekakuannya. Sediaan krim dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor korelasi.1. Perawatan tersebut antara lain dengan menggunakan kosmetik. 3. krim dingin (cold cream) dan krim serbaguna (all-purpose cream). baik panas matahari maupun dingin.3 Krim Penghapus (vanishing cream) 2.1. Penyegar 2.

Sediaan Kosmetika 2. Bahan yang dipilih untuk digunakan sebagai pembersih adalah bahan yang mampu membersihkan kotoran atau make up sesuai jenis kulit. Umumnya mereka hanya melakukan tindakan yang sesuai dengan apa yang mereka baca dari buku panduan. Para ahli kecantikan kebanyakan juga kurang tanggap terhadap prosedur atau penatalaksanaan perawatan wajah. Kulit wajah sangat sensitif sehingga pembersihan yang dilakukan harus tepat dan benar serta sesuai dengan tata cara yang berlaku. menimbulkan rasa nyaman pada kulit baik yang berfarfum lembut maupun tanpa farfum.4 Krim nutritif. Dengan demikian tindakan perawatan yang dilakukan (terutama tindakan masase pada daerah tersebut) harus sesuai dengan arah ototnya sehingga tidak menyebabkan kerutan atau otot menjadi kendor. memiliki bentuk yang tepat sehingga dapat digunakan dengan mudah.5 Krim Antikerut 2. Perawatan Kulit Tubuh (Body Care). Setiap otot wajah masing-masing mempunya fungsi sendiri sehinga setiap gerakan yang dilakukan pada wajah harus sesuai dengan fungsi otot yang mendasarinya. 103 . 1.1 Pembersih Pembersihan kulit wajah merupakan tindakan paling penting untuk menjaga kebugaran wajah dengan tujuan menghilangkan sel-sel kulit yang mati. debu. Pembersihan kulit wajah dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pembersihan manual menggunakan Cleansing cream atau cleansing milk (simple cleansing) dan pembersihan pori-pori kulit lebih dalam (deep pore cleansing) dengn menggunakan suatu peralatan listrik berupa sikat listrik atau galvanic desincrustation. Krim urut. kotoran dan sisa-sisa make up yang menempel pada kulit wajah tersebut. Misalnya. meliputi : Krim tangan dan krim tubuh (Hand and Body Cream) PERAWATAN KULIT WAJAH (FACE CARE) Saat ini tubuh bugar sangat populer. tanpa memahami benar efek dari setiap gerakan yang dilakukannya. otot frontalis pada dahi mempunyai serabut otot yang menuju ke arah atas dan berfungsi untuk mengerutkan kening dan menaikan bulu mata. Pembersihan wajah juga berfungsi sebagai persiapan kulit wajah untuk mendapatkan tindakan perawatan lebih lanjut. Tetapi banyak orang yang tidak memperhatikan kebugaran wajahnya. Membangun dan menjaga tubuh untuk tetap selalu kuat dan bugar merupakan perhatian setiap orang. krim Pelembut 2. Berikut adalah tata cara pembersihan kulit wajah yang benar : 1. Untuk mendapat hasil yang baik. dan harganya ekonomis. proses pembersihan wajah sebaiknya dilakukan dengan menggunakan produk kosmetik pembersih yang sesuai dengan umur dan jenis kulit seseorang. Manfaat perawatan wajah akan diperoleh bila sasaran tindakan sesuai dengan struktur anatomis dari otot-otot wajah.6 Masker II.

Pada tindakan manual. boraks 0-5% 3. Berbagai variasi penggunaan boraks dalam formula krim : 1. Sediaan ini mudah digunakan. hidung. Pada akhir abad ke-19 formulanya digunakan boraks yang direaksikan dengan asam lemak bebas yang terkandung dalam beeswax untuk membentuk sabun natrium sehingga terbentuk sediaan yang stabil.1. 2. dan tidak stabildibandingkan dengan cleansing cream. seorang ahli pengobatan Romawi pada abad pertengahan.Sediaan Kosmetika 1. Menurut Galen. pada waktu mengeringkan malam/lilin harus dengan hati-hati yaitu dengan dicairkan dalam mortir dengan tiga atau empat bagian minyak zaitun kemudian didinginkan lalu ditambahkan air sebanyak yang diperlukan ke dalam massa tersebut. dan dagu lakukan gerakan beberapa kali karena di daerah terdebut banyak terdapat kelenjar minyak dan sering mengalami sumbatan Pembersihan wajah yang baik adalah yang dapat menghilangkan semua kotoran yang menempel pada permukaan kulit. tujukan perhatian pada daerah ber.mata dan tenggorokan) hindari penekanan berat. minyak almon 56%. Formulasi yang diberikan oleh Galen telah mengalami perkembangan menjadi formula yang lebih kompleks yang dikenal dengan krim pembersih dan krim pendingin yang mana dalam penggunaanya dapat dikombinasikan. memberikan rasa dingin yang menyenangkan selama penggunaan serta melembutkan kulit dengan baik. dan lakukan pengulangan penekanan secara bergantian Banyaknya jari tangan yang digunakan pada gerakan tergantung luas daerah yang dibersihkan. gerakan yang cepat. 1.make up dan pada daerah dengan distribusi kelenjar lemak kulit yang banyak. 7. lakukan gerakan yang benar dan hindari rangsangan yang terlalu berlebihan pada kulit Pada bagian tengah dahi. 4. Secara fisik krim dingin memiliki massa yang lebih berat. pemakaian yang lebih rumit. minyak almon atau parafin cair 53-55%. dan meningkatkan temperatur permukaan kulit Lakukan gerakan effeleurage secara berkesinambungan dengan tekanan yang seragam dan berirama. 104 .1 Krim Pembersih (cleansing cream) Sejarah Dahulu krim dingin digunakan sebagai cleansing cream dengan penambahan berbagai zat. 6. Beeswax 13%. boraks 0-5%. 3. Beeswax 12%. merangsang aliran darah balik pada permukaan kulit. menyebabkan perubahan warna kulit. 5. Penemuan krim ini dilakukan oleh Galen. minyak almon atau parafin cair 60-61%. boraks 1% 2. spermaceti 12%. Krim pendingin termasuk dalam tipe krim air dalam minyak. Beeswax 18-20%. Telapak tangan harus melakukan kontak sebanyak mungkin dengan kulit wajah Pada daerah sensitif (di atas pipi.

Krim dapat disebarkan pada permukaan kulit dengan mudah. campuran larutan gasoline dan terpentin. minyak mineral. yaitu : 1. dasar bedak. Air adalah zat yang baik digunakan sebagai cleaning agent dan dapat mengangkat kotoran-kotoran yang larut dalam air. Beberapa zat tambahan dapat diberikan pada krim pembersih agar menjadi formula yang lebih baik. Sabun dan deterjen sintetik dengan penambahan air akan membentuk emulsi yang dapat mengangkat kotoran. pemerah pipi. Krim cair berair dengan kandungan minyak rendah 4. Lapisan krim yang tertinggal harus melembutkan dan mencegah kekeringan Syarat-syarat krim pendingin : 1. Formula cleansing cream dan lotion yang baik dapat dengan cepat mengangkat kosmetik yang digunakan seperti bedak muka. 2. Meleleh atau menjadi lembut pada pemakaian di wajah 3. seperti pelembut. Aksi fisik pada kulit 5. Terdapat beberapa zat yang dapat digunakan sebagai pembersih muka. Sisa minyak yang tertinggal di permukaan kulit tidak menutupi pori-pori Terdapat lima jenis tipe krim berdasarkan komposisinya. kotoran dan minyak dari kulit leher. Mempunyai kemampuan untuk melembutkan 2. dan lipstik. pelumas dan pelindung. Krim cair berminyak dengan kandungan minyak sedang 105 . sabun dan deterjen sintetik.Sediaan Kosmetika Fungsi Fungsi utama dari cleansing cream dan lation adalah untuk mengangkat sisa-sisa make up. 4. seperti air. Penggunaan cleansing cream memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan menggunakan sabun pembersih karena bahan kimia natural lebih cepat terangkat dengan menggunakan cleansing cream. juga bermuatan negetif. cake make up. Krim cair berair dengan kandungan minyak sedang 5. Selain itu cleansing cream merupakan faktor iritasi yang sangat kecil. dan berbagai macam partikel termasuk bakteri. Oleh karena itu dalam air . Memberi rasa dingin selama penggunaan 3. Syarat-syarat Krim pembersih : 1. partikel-partikel ini dapat dibuang. Krim padat berminyak dengan kandungan minyak tinggi 2. Krim padat berair dengan kandungan minyak sedang 3. Kerja krim pembersih pada umunya membentuk ikatan antara larutan minyak mineral dengan kotoran-kotoran pada permukaan kulit. Permukaan kulit yang normal bermuatan elektrostatik negatif. Kotoran harus dapat ditarik oleh air dan minyak yang ada dalam formula. Cleansing cream yang modern dapat menjaga keseimbangan kulit dengan meninggalkan lapisan emollient (pelembut) pada kulit yang menjaga kulit dari kekeringan. perlu digunakan larutan atau proses emulsifikasi. Untuk membersihkan partikel-partikel yang berminyak.

Pada sistem beewax-boraks digunakan digunakan jumlah boraks yang lebih sedikit untuk menetralkan asam lemak bebas dan beewax sehingga menghasilkan krim yang stabil. alkohol dan hidrokarbon.…….8% Parfum …………………………………….. Pada waktu larutan borks dicampur dengan akan terbentuk garam Na asam wax diantara permukaan minyak dan air sehingga tegangan antar muka menjadi turun dan terbentuk emulsi.35% Minyak mineral ……………………………15% Parafin wax ………………………………. Formulasi yang menggambarkan penggunaan zat pengemulsi non-ionik yang tidak menggunakan beeswax tetapi dengan menambahkan magnesium sulfat...……………….5% Arlacel 83 …………………………………. 7% Boraks …………………………………….. 106 .5% MgSO4 …………………………………….. parfum. Contoh formula: Petroleum …………………………………. Sistem emulsi dalam jenis ini berdasarkan beewax-boraks.qs Pengawet ………………………………….2% Air …………………………………………32.2% Air.3% Ceresin …………….Sediaan Kosmetika Krim padat berminyak dengan kandungan minyak tinggi Krim dingin yang ditemukan oleh Galen termasuk pada tipe ini. Beewax adalah campuran kompleks dari ester lemak.qs Krim beeswax memiliki aroma yang spesifik dan biasanya digunakan dengan parfum mawar..5% Minyak mineral ……………………………45% Wax parafin ………………………………. dll …………………………….. asam... A... Krim padat berair dengan kandungan minyak sedang Dari krim padat berair dengan kandungan minyak tinggi hanya diperlukan satu langkah lagi untuk mendapatkan krim krim yang lebih ringan dengan kandungan minyak sedang pada formula ini beeswax digantikan dengan pengemulsi anionik atau non ionik.0.0.2.5% Lanolin ……………………………………...add 100% Pada krim parat berminyak dengan kandungan minyak tinggi dapat digunakan metode lain yaitu dengan mengganti beewax dengan sabun seperti trietanolamin stearat sebagai zat pengemulsi. Contoh formula: Beeswax ……………………………………..4% Larutan sorbitol 70% ……………………….10% Wax mikrokristalin ……………………….

. I.. Perubahan viskositas selama penyimpanan menjadi masalah dalam pembuatan krim cair...5% Asam stearat …………………………………3% Trietanolamin ……………………………….6. tujuannya untuk pemakaian luar.7 107 ..10% Setil alkohol …………………………………0. Susu Pembersih Susu pembersih adalah sediaan padat berupa emulsi kental yang mengandung air kurang lebih 60 %.. Sediaan ini mengandung larutan sabun dalam air dengan penambahan gliserin.10% Trietanolamin …………………………….0.2.1.Sediaan Kosmetika Contoh formula: Minyak mineral …………………………. Biasanya dikenal sebagai “Laits de Beaute.qs Pada formula di atas digunakan trietanolamin stearat sebagai zat pengemulsi dan turunan hidrokoloid sebagai pengental. ekstrak hazel dan air mawar dan setelah ini ditambahkan tinktur alkohol dari gom sepeti gom benzoin.8 Air…………………………………….5 Asam stearat……………………………3 Trietanolamin………………………… 1. Contoh formula : Minyak mineral……………………….. Lebih dari setengah sedian krim pendingin dan pembersih termasuk dalam krim cair dan 75% dari krim cair termasuk dalam kelompok ini.5% Parfum dan pengawet …………………….. Kestabilan selama penyimpanan dapat mempertinggi viskositas tetapi harus tetap dijaga agar tetap bisa mengalir. Laits de Tiollete”. Besarnya viskositas dapat divariasikan dengan menyesuaikan jumlah dan jenis zat pengemulsi. Zat pengemulsi yang biasa digunakan adalah sorbitan oleat atau turunan lanolin.qs C.. Contoh formula: Minyak mineral …………………………….5% Air …………………………………………57. Krim cair berminyak dengan kandungan minyak sedang Hanya ada beberapa yang termasuk kategori ini karena produk ini sulit dibuat dan mengandung lebih dari 40% fase minyak.30% Asam stearat …………………………….10 Setil alkohol………………………….8% Air ……………………………………………84.84. Krim cair berair dengan kandungan minyak sedang atau rendah.1. bentuk ini lebih encer dari krim.. Penambahan tinktur alkohol ini ke fase air diendapkan dalam bentuk dispersi halus sehingga memberikan bentuk susu pada larutan...2% Karbopol 939 …………………………….. B.7% Parfum dan pengawet ……………………….

3 Co (III) Nitrat → merah karmin Panaskan hati-hati dalam tabung reaksi → terjadi uap yang membirukan lakmus merah basah • • • • • 108 . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang .1 ml tembaga (II) stearat → warna biru tua + % ml NaOH 1N dan pekatkan dengan mendidihkan hingga 1/3 vol semla → biru tetap Pada 1 ml + 0. hal 21 ) Setil alkohol 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . larutan harus tetap jenih. • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA .Sediaan Kosmetika Analisis Minyak mineral Didihkan 15 tetes zat uji dengan 10 ml larutan KOH p 8% b/v dalam etanol (90%)p selama 2 jam. Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol . larutan harus tetap jernih ( FI III. masing – masing sekitar 1. • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . Encerkan dengan 50 ml air. Asam stearat • bilangan iodium tidak lebih dari 4 • suhu lebur tidak lebih dari 54 • • • jika dibakar→bau malam bereaksi asam pada tes lakmus zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat larutan + NaOH lalu dikocok→ agak berbusa pada pengenceran. Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak .0 . Trietanolamin Pada 1 ml + 0.5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan .

Kuning + Larutan asam tartrat H2C4H4O6 → end kristalin putih + Larutan asam perklorat HClO4 → end kristalin putih + Asam Heksakloroplatinat ( IV) H2[PtCl6] → end kuning + tes nyala → ungu Gliserin • panaskan dengan Kalium Bisulfat : terjadi uap merangsang • jika dibakar dengan sedikit Na-tetraborat p diatas nyala api. tambahkan biru brom LP dan asamkan dengan H2SO4 109 .7% Gliserin……………………. untuk menetralisir jumlah asam lemak bebas. Timbang seksama 400 mg . terjadi nyala hijau.1.8 % Air…………………………76... yang biasa digunakan sebanyak 20-30%. Contoh formula : Asam stearat………………15 % KOH………………………0.qs Analisis Asam Stearat Telah dijelaskan diatas KOH ( Kalium Hidroksida ) • larutan 4 % b/v memberikan reaksi terhadap Kalium : + Heksanitritokobaltat ( III ) Na3[Co(NO2)6] → end.3 % Parfum dan pengawet………. Vanishing cream ini harus mempunyai fase minyak yang meleleh diatas suhu tubuh dan mengkristal pada bentuk yang sesuai sehingga dalam penggunaannya tidak terlihat dan memberikan lapisan yang tidak berminyak.Sediaan Kosmetika • Reaksi Parri : + Zat + Co (NO3)2 + NH4OH → warna ungu Zat + AgNO3 dipanaskan di waterbath selama 2 menit → cincin merah Larutan zat + sedikit garam Co + beberapa tetes NaOH → ungu intersip → panaskan → biru ungu kemudian kuning kotor. Kuantitatif . Krim Penghapus ( Vanishing Cream ) Vanishing Cream adalah sediaan kosmetika untuk kulit yang berfungsi sebagai penghilang kotoran. lebih dari itu dapat memberikan penampilan yang menarik pada produknya. membersihkan dengan cepat sehingga membuat kulit bersih dan bercahaya. Formula vanishing cream didasarkan pada kualitas yang tinggi dan asam stearat sebagai fase minyak.3. masukkan ke dalam gelas piala 600 . encerkan dengan 50 ml air . • • • 1. Pengemulsi yang digunakan in situ dengan penambahan alkalis atau basa.

dapat ditambahkan pada sediaan untuk memperkuat efek tonik.01 N. warna larutan tidak hilang sempurna. biarkan pada suhu 200 selama 10 menit terlindung dari cahaya. eau de cologne dan hazel witch. Jika diinginkan dapat ditambahkan mentol pada sediaan ini dengan jumlah tidak lebih dari 0.2.5 % Pengawet……………………. Netralkan dengan NaOH 0.. Kandungan sediaan tonik kulit sama halnya dengan losio pengencang. Tinktur sage dapat memberikan kesegaran bagi kulit.1. I. dengan dasar alkohol. dapat mendilatasi jaringan kulit serta memberikan efek stimulasi.2 % untuk memberikan efek yang menyejukan Contoh formula : Alkohol………………………20 % Air bunga jeruk………………30 % Air mawar……………………30 % Kalium Aluminium Sulfat……0.5 % Air……………………………19.2.cair ( FI III hal 65 ) Kalium alumunium sulfat ( KAlSO4) * Kalium + eksanitritokobaltat ( III) Na3[Co(NO2)6] → end kuning + larutan asam tartrat H2C2H4O6 → end kristalin putih + larutan asam perklorat → end kristalin putih + asam heksakloroplatinat (IV) H2(PtCl6) → end kuning + tes nyala : kuning keemasan * Al + Larutan amonium → end putih seperti gelatin + NaOH → end putih + Larutan Amonium sulfat → end putih + Na-Posfat → end putih + Na-Karbonat → end putih • 110 . Preparat ini harus menyegarkan dan mendinginkan kulit sehingga cocok apabila disebut sebagai penyegar kulit. sedangkan tinktur arnica dapat memberikan rasa yang enak pada kulit. Sedikit borax dan alkali lemah serta larutan kamfer juga dapat ditambahkan. Larutan kamfer dengan kekuatan 1 : 1000. Jika diinginkan dapat ditambahkan sari buah.05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau .qs Analisis Alkohol 95 % ( etanol 95 % ) Zat mereduksi pada 20 ml + 1ml Kalium Permanganat 0. • Dengan cara kromatografi gas.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan . Beberapa tinktur seperti tinktur sage atau arnica. Tonik kulit Tonikum kulit wajah ( face tonic ) digunakan untuk membersihkan dan menjaga kulit wajah dan mengandung beberapa zat yang diklaim mampu merangsang kulit wajah. Penyegar I.Sediaan Kosmetika 0.

Sediaan Kosmetika
* SO4 + Larutan Barium klorida → end putih yang tidak larut dalam HCl p + Larutan Timbal ( II ) asetat → end putih yang larut dalam larutan amonium asetat dan dalam natrium hidroksida 1.2.2. Losio Pengencang ( Astringent Lotion ) Astringent lotion merupakan sediaan kosmetik yang baik digunakan untuk perawatan bagi kulit berminyak, serta dapat menghilangkan atau mengurangi keriput pada kulit. Keriput disebabkan karena hilangnya atau berkurangnya elastisitas kulit akibat degenerasi kulit. Astringent lotion bekerja dengan cara memperkecil atau menciutkan poripori kulit. Sediaan ini digunakan setelah penggunaan krim atau cleansing lotion ( pembersih), kemudian diikuti oleh penggunaan make up pada wajah. Pada perawatan kulit, astringen juga dapat digunakan untuk memperbaesar pori-pori, namun akibatnya folikel-folikel rambut akan terbuka. Astringent lotion juga dapat disebut sebagai antiprespirant ringan, karena didalamnya terkandung garam-garam alumunium, potasium alam, dan garamgaram zinc, sulfat atau fenol sulfonat. Pada beberapa astringent lotion juga terkandung alkohol, dimana jika jumlahnya melebihi 20 % maka akan menyebabkan rangsangan pada kulit wajah pada sengatan. Air aromatik sebagai pengaroma seperti air bunga mawar dan air bunga jeruk juga sering ditambahkan. Komposisi lain yang dapat ditambahkan ialah kamfer, tincture benzoin, tinture sage dan ekstrak destilasi dari hazel. Contoh Formula : Potasium alumunium sulfat……………………...1 % Zinc Sulfat……………………………………...0,3 % Gliserin…………………………………………...5 % Air mawar……………………………………….50 % Air……………………………………………..43,7 % Pengawet…………………………………………..qs Analisis : Potasium + Tes Nyala dengan kawat platina : nyala kuning + larutan kalium antimonat P , terbentuk hablur putih perlahan-lahan Alumunium, Sulfat dan Gliserin telah dituliskan diatas 1.2.3. Krim Pengencang ( Astringent Cream ) Sediaam krim astringent sama halnya dengan anti presipirant, namun untuk penggunaan pada wajah, krim astringent mengandung zat yang lebih lembut atau astringent yang lebih kuat dengan kadar lebih rendah. Astringent ringan bisa dibuat dengan cara mengganti bagian air dengan minyak kemiri atau menggunakan emulsi non-ionik. Sebelum digunakan, sediaan ini diuji terlebih dahulu pada kulit, untuk meyakinkan bahwa krim ini tidak terlalu keras untuk kulit wajah. Efek krim astringent yang sangat lembut ini diberikan oleh adanya kandungan air dan ekstrak hazel witch atau emulsifier non-ionik. Fase airnya

111

Sediaan Kosmetika
mengandung larutan encer dari zinc fenolsulfonat, atau potasium alumunium sulfat. Contoh formula : Propilen Glikol Monostearat………………………... 12 % Isopropil miristat……………………………………... 1% Ekstrapon VC ( Dragoco )…………………………… 1% Setil alkohol……………………………………. ........ 3% Sorbitol 70 %…………………………………... ........ 5% Ekstrak minyak kemiri…………………………........ 10 % Aquades………………………………………........... 67,6 % Parfum………………………………………….......... 0,4 % Analisis Propilen Glikol Analisis Kualitatif : Spektrum serapan infra merah dari lapisan tipis menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada propilen glikol . Analisis Kuantitatif : Dengan kromatografi gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas dan kolom 1m X 4mm berisi bahan pengisi 5 % G16 pada partikel penyangga S . Gunakan helium Pasal sebagai gas pembawa . Prosedur : Suntikkan 10 mikro liter ke dalam kromatograf dan rekam kromatogram . Hitung persentase C3H8O2 dalam propilen glikol , dengan membagi luas puncak propilen glikol dengan jumlah seluruh puncak kecuali puncak udara dan air lalu kalikan 100 . Isopropil miristat • bilangan penyabunan 202-212 • bilangan asam tidak lebih dari 1 • bilangan iodium tidak lebih dari 1 • secara kualitatif dan kuntitatif dapat dilakukan dengan kromatografi gas Sorbitol • Mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol (95 %), dalam metanol p dan asam asetat p Pada larutan 5 g dalam 4 ml, tambahkan 1 ml metanol p, 1 ml benzaldehid p dan 1 ml HCl a, kocok dalam pengocok mekanik sehingga terbentuk hablur. Saring dengan penghisap, larutkan hablur dalam 20 ml air mendidih yang mengandung 1 g Na-bikarbonat p, saring selagi panas, dinginkan filtrat. Saring dengan penghisapan, cuci dengan 5 ml campuran metanol p dan air volume sama, keringkan di udara, suhu lebur antara 174-179 0. Setil alkohol telah dituliskan diatas

112

Sediaan Kosmetika
I.4 Pelindung Wajah dan Masker Sediaan ini mengandung koloid dan bersifat menyerap sehingga dapat menyerap lemak atau kotoran di kulit wajah. Sediaan ini mengandung beberapa sifat, terutama harus dalam bentuk pasta yang lembut, tanpa adanya tanpa adanya partikel-partikel kecil dan tidak boleh melekat serta menimbulkan bau yang menyenangkan. Terdapat tiga system dasar yang menghasilkan produk yang memenuhi karakteristik diatas adalah : 1. System dengan dasar lilin Masker dengan dasar lilin secara umum hanya mengandung paraffin wax dengan titik didih yang sesuai atau merupakan campuran dari lilin dengan penambahn petroleum jelly serta bahan-bahan polar seperti setil dan stearil alcohol. Produk ini akan berbentuk padat pada temperatur kamar dan diginakan dengan cara dilelehkan terlebih dahulu dan dioleskan dalam keadaan panas. Ketika lilin mengeras akan timbul perasan mengencang pada kulit. Dengan terbentuknya lapisan lilin maka terbentuk juga penghalang air, pengeluaran keringat yang berlebihan akan membantu untuk membersihkan kotoran dari permukaan kulit. Contoh formula : Mikrokristalin wax …………………..13% Paraffin wax …………………………60% Setil alcohol ………………………… 5% Minyak mineral …………………….. 20% Benton 38 ……………………………1,4% Isopropyl …………………………….0,6% Analisis Paraffin wax, setil alcohol, minyak mineral Analisisnya telah dijelaskan diatas. Isopropyl alcohol. Campur 2mL larrutan 10% v/v dan 2mL raksa (II) Sulfat Ip, panaskan hingga tepat mendidih, membentuk endapan putih atau putih kekuningan. b. Panaskan hati-hati 1mL dengan 4mL K-bikromat Ip dan 1mL H2SO4 c → terbentk aseton. 2. System dengan dasar karet. Sediaan yang menggunakan system dasr karet adalah pelindung wajah. Setelah sediaan pelindung ini mongering maka akan membentuk lapisan yang elastis dan impermeable terhadap air pada wajah. Dengan adanya respirasi kulit yang normal, lapisan akan menghasilkan panas yang diyahan oleh kulit sehingga terjadi peningkatan temperatur dan peningkatan sirkulasi darah. Masker yang berasal dari karet dapat mudah dilepas dari kulit dengan hanya menarik saja.

a.

113

.3% ZnO ……………….2. NaCMC. 114 . Masker dengan dasar hidrokoloid ini juga mengandung sejumlah kecil zat terbagi yang berfungsi sebagai opaficier dan mempermudah penggunaan.2. gelatin. metil selulosa dan boraks Telah dijelaskan analisisnya diatas. larutan menunjukkan reaksi Al.. tambahkan 3 mL HCl p → terbentuk endapan menyerupai gelatin. gliserin dan ZnO Analisisnya telah dijelaskan diatas. kumpulkan filtrat dan cairan cuvian.2% Gliserin ……………2. Lebur 2g dan 2g Na-karbonat anhidrat p. • Larutan encer membentuk endapan dengan trinitrofenol Ip dan asam tanat Ip → tidak membentuk endapan dengan asam lain. penyaringan dengan 5 mL air. saring. 7% Metil selulosa …………………10% Kaolin ………………………… 3% Boraks ………………………… 1% Air ……………………………. b. sperti tragakan. Larutkan sisa dalam 10 mL HCl p. Gerus 2g dan 2 mL dan campuran dapat mengalir.55% Pengawet ……………………… 1% Analisis. kumpulkan filtrat dengan cairan cucian. System dengan dasar hidrokoloid Digunakan beberapa jenis gom. dengan larutan encer tawasp dan timbal (II) asetat Ip atau dengan besi (II) klorida Ip. Gelatin..24. gom kasaben.3% Air ………………. • Panaskan dengan Kalium antasida p → terjadi gas amoniak. hangatkan sisa dengan 10 mL air. Contoh formula (untuk masker) : Tragakan ………….5% Gelatin ……………. Kemampuan membersihkan dari masker ini kurang penting karena tidak mengandung zat padat yang dapat mengabsorpsi kotoran. Contohnya kaolin dan bentonit yang digunakan dalam jumlah tidak lebih dari 5%.5% Analisis Tragakan. 3. cuci.Sediaan Kosmetika Contoh formula : Emulsi lateks …………………25% Sorbitol ………………………. Sorbitol. Kaolin a. akasia dan polivilin pirilidon.2.

3% Kaolin ……………………. Istilah face pack biasanya dipakai bila bahan dasar masker terdidri dari unsure yang memiliki molekul agak besar. tambahkan raksa(II) nitrat Ip → terbentuk endapan putih yang jika dihangatkan berwarna merah bata. Hindari daerah kulit sekitar mata.5% Titanium dioksida ……. Sifat-sifat dari sediaan masker : 1.10% Kamfer …………………0. Masker jenis ini digunakan pada orang yang berkulit normal atau berminyak dengan pengginaan langsung dioleskan ke permukaan kulit wajah.…………………….. Untuk masker yang sudah jadi. Bila kulit seseorang sangat halus dan sensitive.…. merangsang dan melembutkan kulit. 2. peletakannya di wajah harus dilakukan dengan bantuan spatula dan dilakukan secara cepat..50% Analisis Semua analisisnya telah dijelaskan diatas. Face mask dengan bahan yang sedikit lembut dapat dioleskan pada kulit yang kering dengan menggunakan suatu alat Bantu. lubang hidung dan mulut. tidak berbahaya (iritasi) terhadap kulit serta tidak beracun. memiliki kemampuan daya adsorben yang cukup untuk memberikan efek membersihkan kulit.5 Masker Wajah. cara pemakaian dan penggantian/pelepasan yang mudah.. 1. Alat Bantu yang disebut gauze ini merupakan bahan pelapis yang berguna untuk mempertahankan keutuhan masker selama berada di kulit wajah. Dalam dunia kecantikan masker wajah dikenal dengan istilah face pack atau face mask. dapat memberikan efek pengencanagan kulit setelah pemakaian. seperti Lumpur atau clay. 4. Tetapi bisa juga dilakukan pelepasan 115 . tidak memerlukan waktu yang lama untuk pengeringan. seperti menanggalkan sel kulit yang telah mati. Sebagian orang merasa lebih menggunakannya bila dimulai dari daerah leher walaupun ada juga yang merasa lebih mudah dari daerah dahi.0.. 3. bersih dan dalam keadaan masker masih lembab. Penggunaan masker dapat dilakukan untuk mendapatkan beberapa manfaat.. masker yang digunakan sebaiknya lebih tipis dan segera dilepaskan pada satu daerah sesaat ketika akan meletakkan masker pada daerah lain. 5. yang memiliki arti yang sama.Sediaan Kosmetika • Pada larutan zat. Penggunaan masker dilakukan setelah tindakan pembersihan dan sebelum tindaka perawatan atau pengobatan lainnya. memberikan kenyamanan pada kulit dan memberikan asupan sumber makanan pada kulit.05% Zn ……………………….2% Air …. Contoh formula untuk pelindung wajah : Gelatin ………………….

merangsang dan memperbaiki kulit melalui percepatan proses regenerasi dan memberikan nutrisi pada jaringan kulit.  Kaolin 116 . yaitu membersihkan kotoran yang menempel pada lapisan kulit yang lebih dalam. Kemasannya dilengkapi dengaqn lapisan tipis karena umumnya masker ini berbahan dasar seperti Lumpur. memperbaiki pori-pori kulit. peeling dan astringent. Masker merupakan alat yang memiliki efek dan manfaat sebagai deep cleansing. memiliki jarringan parut baru. Pada kulit kombinasi. Tindakan harus dilakukan secara hati-hati agar air tidak menetes ke pelipuk mata. kenyamanan. penggunaan masker dilakukan selama kurang lebih 5-20 menit tergantung kepekaan kulit. 1. hidung atau mulut. Bahan dasar clay setting mask terdiri dari :  Kalamin. gunakan lapisan masker yang sedikit lebih tebal.  Magnesium karbonat. membersihkan sisa-sisa kelebihan lemak pada permukaan kulit. Secara sistemik penggunaan masker berguna untuk merangsang kerja sirkulasi aliran darah maupun aliran limfe.setting mask. Yaitu tepung berwarna merah muda dan mengandung seng karbonat untuk menyejukkan kulit yang meradang dan mengurang pelebaran pembuluh darah kulit. jenis masker yang digunakan dan suhu udara disekitar. terdapat kerusakan pembuluh darah kapiler. Yaitu tepung berwarna putih yang berfungsi sebagai astringen ringan yang cocok untuk memperbaiki kulit yang berpori-pori terbuka serta menguatkan dan mengncangkan kulit. Masker merupakan salah satu bentuk tindakan perawatn wajah yang telah ditemukan seajak dahulu secara tradisional untuk membersihkan pori-pori dan memperbaiki kulit wajah. Masker sebaiknya dilepaskan dengan menggunakan kapas yang telah dicelup di air hangat. mengurani iritasi kulit serta merupakan pelembab dan penyegar kulit. Normalnya. Clay setting mask. yaitu apakah sudah jadi atau harus diolah terlebih dahulu. meningginya proses difusi aliran darah atau pada infeksi atau penyakit kulit. Terdapat dua macam masker jenis ini yaitu clay setting mask dan sulphur. Pada daerah yang mengalami penyumbatan atau bercak. Kemasan atau jenis masker terdiri dari setting mask dan non. Setting Mask Merupakan masker yang terbuat dari tepung yang telah diolah dan dikemas sedemikian rupa.Sediaan Kosmetika secara bersama-sama sesegera mungkin. Jenis Masker : Dapat dibedakan berdasarkan kesiapannya untuk digunakan. Penggunaan kapas sekali pakai (disposable) lebih sehat dan lebih baik. dapat digunakan masker lebih dari satu jenis. mengangkat se-sel kulit yang telah mati. Sebaiknya hindari penggunaan masker pada orang yang mempunyai riwayat alergiatau pada keadaan kulit sangat sensitive. Masker jenis ini dapat ditemukan dalam beberapa variasi warna.

Sediaan Kosmetika
Yaitu tepung berwarna putih krem yang mempunyai efekk lebih kuat daripada Magnesium karbonat serta berfungsi membersihkan kulit, merangsang sirkulasi dan merupakan sumbernutrisi kulit.  Lumpur steril yang akan merangsang sirkulasi dan sangat baik untuk kulit berjerawat. Selain itu masker jenis ini juga mengandung bahan aktif seperti air mawar (sebagai toner dan meningkatkan kerja masker, air bunga jeruk dan digunakan sebagai refining mask- masker yang berfungsi untuk memperbaiki fungsi kulit yang terganggi dan mengencangkan kulit dengan cara mengecilkan pori-pori kulit), witch hazel (astringent, baik digunakan pada orang berjerawat tetapi tidak boleh digunakan pada kulit halus dan sensitive) dan minyak almon (tidak mengeringkan kulit sehingga sangat baik digunakan pada kulit dehidrasi, kulit orang tua dan untuk menjaga kulit agar tetap awet muda). Sulphur, peeling dan astringent. Bahan dasar kemasan ini umumnya terdiri dari beberapa bahan organic maupun bahan kimiawi yang telah diforrmulasikan sendiri oleh suatu perusahaan kosmetik. Bahan sulfur yang digunakan sangat baik untuk proses penyembuhan. Namun jangan menggunakan masker jenis ini untuk kulit kering, kulit orang tua dan kulit yang sangat sensitive. Lateks atau alginate. Kemasan ini merupakan bentuk lain setting mask yang pada lateks tebuat dari unsure karet pada alginate tebuat dari tumbuhan laut. 2. Non-setting mask. Merupakan suatu masker yang berasl dari bahan-bahan biologis (terbuat dari tumbuhan baik berupa buah-buahan, sayuran atau daun). Gunakan gauze untuk memudahkan pengolesannya pada kulit, terutama untuk masker yang terbuat dari buah-buahan. Buah-buahan seperti ketimun yang sering digunakan sebagai masker sangat baik untuk semua jenis kulit dan untuk mendapatkan efek yang lebih baik lagi, tambahkan air bunga mawar. Specialized Mask Merupakan bentuk masker yang berasal dari bahanbahan tertentu sesuai dengan fungsinya. Gelatin. Berfungsi sebagai deep clanking dan mild astringent. Oleskan sampai memenuhi seluruh permukaan wajah hingga kulit teras lembut dan lentur. Kemudian tekan-tekan sedikit dan biarkan selama 20 menit. Paraffin wax. Bahan yang terdiri dari paraffin (lilin), bees wax, petroleum jelly dan benzoin ini setelah cair dicampur dengan air panas dan selanjutnya dalamkeadaan hangat dioleskan dengan sikat. Keringat yang banyak dikeluarkan dalam proses ini sangat baik untuk mengangkat kotoran. Hot oil mask. Sangat dianjurkan untuk kulit kering, berkerak atau kulit dengan kerutan halus. Minyak yang digunakan bisa minyak almon, zaitun atau minyak gandum. Dengan bantuan sinar infra merah, wajah yang ditutupi masker disinari selama 5-10 menit. Stimulating mask. Bahan berbentuk pasta yang terdiri dari Magnesium, Lumpur steril (fuller’s earth) dan air mawar ini sangat berguna untuk memperbaiki kerusakan sel-sel kulit wajah. Digunakan selama 5-15 menit.

117

Sediaan Kosmetika
Milk pack. Sangat baik digunakan sebagai masker karena selain memperbaiki fungsi kulit juga dapat memberikan zat-zat gizi pada kulit. Bahan ini sangat baik digunakan untuk kulit kering, berumur, berkerut dan kurang gizi. Terbuat dari campuran buah almon dan susu. II. Krim Tangan dan Krim Tubuh (Hand cream dan body cream). Krim tangan dan krim tubuh adalah sediaan yang digunakan untuk melindungi kulit supaya tetap halus dan lembut, tidak kering, bersisik dan mudah pecah. Kulit kering dan kasar pada umumnya disebabkan karena kulit sering kontak dengan air atau larutan deterjen/sabun, terutama pada cuaca dingin. Kulit kering yang disertai pecah-pecah terjadi karena pecahnya lapisan tanduk dari kulit dan berkurangnya jumlah air pada lapisan korneum. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan cuaca menjadi lembab secara tiba-tiba. Menurut Frazier dan Blank, mekanismenya dalah sebagai berikut : Ketika air mengenai kulit, jaringan epitel akan menyerap air dan kemudian membengkak karena tejadinya hidrasi. Terjadinya pembengkakan ini menyebabkan lapisan korneum menjadi pecah. Ketika kulit keluar dari air, jaringan epitel kemudian mongering dan berusaqha kembali ke bentuk dan ukuran semula. Karena pecahnya lapisan korneum, sel-sel tidak kembali ke tempat semula tetapi berusaha keluar ke permukaan sehingga kulit terasa kasar. Berpindahnya lipid dari permukaan kulit yang diakibatkan larutan deterjen juga dapat menyebabkan kulit menjadi kasar. Lipid berperan sebagai pengikat untuk menahan lapisan sel epidermis agar berada di tempatnya. Sebum merupakan secret kulit yang berfungsi menjaga kelembutan, kelembapan dan melindungi kulit. Lapisan sebum apabila rusak atau hilang karena proses pencucian oleh larutan sabun atau deterjen, akan menyebabkan kekeringan dan bersisik. Keretakan akan muncul pad permukaan kulit dan menyebabkan infeksi yang diikuti dengan dermatitis. Kelembaban kulit sangatlah penting dan juga dengan sebum karena memberikan lapisan asam emollient, membantu dalam mengontrol evaporasi kelembaban walaupun kulit tidak selalu mensekresi agen pelembab alam. Keseimbangan kandungan air pada kulit juga perlu diperhatikan. Krim tangan (Hand Cream) memiliki sifat-sifat : 1. untuk memberikan kelembaban pada kulit secara langsung. 2. untuk memberikan lapisan minyak dan zat-zat lain yang sifatnya tidak jauh berbeda dengan sebum. 3. untuk menjadikan kulit lebih lembut dan lentur tetapi tidak terlalu berminyak. 4. tidak bereaksi dengan keringat normal pada tangan. 5. bersifat antiseptik. 6. memiliki bau yang harum. 7. memiliki warna yang stabil dan menarik. 8. mudah dihilangkan dalam penggunaanya.

118

Sediaan Kosmetika
Umumnya krim tangan (hand cream) dan krim tubuh (body crem) berupa cream yang ringan yang mudaah menyerap ke dalam kulit, lembut tetapi tidak terlalu berminyak pada kulit. Parfum harus sesedikit mungkin dan mudah dihilangkan. Supaya cream tidak menjadi terlalu berminyak pada kulit maka kandungan lemaknya harus rendah. Water continuous cream lebih umum digunakan daripada oil continuous cream. Bahan Dasar. Yang paling umum digunakan pada produk krim dan lotion tangan adalah emollient (zat pelemak). Zat ini dapat menginduksi proses dehidrasi pada kulit. Bahan-bahan dasar yang digunakan dalam produk perawatan kulit adalah : 1. pelembut (emollient). 2. zat pelindung. 3. zat penyembuh (Healing agent). 4. pelembab (Humektan) 5. zat pengemulsi. 6. zat pengawet. 7. zat pewangi (parfum). 8. zat pewarna.

1.

Pelembut (emollient)

Bahan yang sangat spesifik yang membantu dalam formuka pelembut kulit adalah lanolin dan turunannya, sterol, fosfolipid, hidrokarbon, asam lemak, ester asam lemak dan lemak alcohol. Lanolin dan turunannya. Bekerja dengan merawat bagian epidermis kulit normal, lanolin tidak berpenetrasi ke dalam kulit, tertahan dalam bagian permukaan dari epidermis. Lanolin merupakan lilin alami yang terdiri dari ester-ester dalam jumlah besar diman ester ini dibentuk oleh gabungan alcohol bermartabat tinggi dan asam lemak tinggi. Secara umum lanolin yang digunakan dalam formula tidak lebih dari 5%. Selain sebagai emollient, lanolin termasuk juga berfungsi sebagai zat pengemulsi. Turunan dari lanolin : ☺ Lanolin cair yang umum dijual dipasaran dengan nama dagang lanogene, lantrol, viscolan, lanoil, ritalan, argotol 60 dan fluilan. ☺ Lanolin wax yang umumnya dijual di pasaran dikenal dengan nama waxolan, lanfraks, lanocerin dan albalan. ☺ Lanolin alcohol. Terdiri dari tiga macam yaitu sterol, alcohol triterpen dan alcohol alifatik. Efek emollient yang dihasilkan oleh lanolin alcohol adalah sifat hidrofilik yang berasal dari sterol, dalam hal ini mendekati kolesterol. Lipid yang berada pada lapisa lemak di kulit, seperti kolesterol, bersifat hidrofilik dan apabila kontak dengan kulit, maka lapisan kulit akan menyerap air hingga kondisi yang normal. Proses dehidrasi kulit (pada korneum) ini disebabakan adanya kolesterol. Lanolin alcohol terdiri dari 3 bentuk, yaitu :

119

2) Zat melekat dengan baik pada kulit. warna kuning. yang penggunaanya tidak boleh lebih dari 5%. 5) Proses pelepasan yang mudah dan nyaman. 4) Tidak mengiritasi kulit. lentur dan tidak mudah retak. bahan lilin padat. 4. 3. 2. Merupakan kandungan dasar yang paling banyak digunakn dalam formula krim tangan dan badan. Yang digunakan adalah petrolatum. 1. Hidrokarbon. Nimlesterol. Ceralan. larutan. basa lemak. 2. 3. Kolesterol ini harus efektif dalam perawatan kulit yang disebabkan oleh iritasi. 120 . 3) Dapat membentuk selaput yang tidak tembus. lanolin polioksi alkalin. juga mengandung asam fosfat. Zat Pelindung. dll. adalah senyawa kompleks lemak yang larut terdiri dari asam lemak dan gliserol serta basa nitrogen seperti kaoln dan etanolamin. lanolin alcohol terasetilasi.Sediaan Kosmetika 1. Contoh: Amerchol L-101. Bentuk cairan biasanya dalam bentuk minyak mineral. Asam lemak. Fosfolipid. 2. Menurut Peel. Jenis asam lemak yang paling sering digunakan dalam pembuatan produk ini adalah asam stearat seperti Kalium stearat atau etanolamin stearat. Sterol Satu-satunya sterol yang digunakan khusus dalam sediaan krim tangan dan tubuh adalah kolesterol. kekeringan dan kulit berkerut. Jenis emollient ini kurang disukai karena menimbulkan rasa tidak nyaman serta efek berminyak. warna kuning contoh: Hartolan. Lanolin yang dimodifikasi. Krim pelindung tangan dibagi menjadi dua kelompok. 6. yaitu : a) krim dan lotion penolak air. Komposisi asam stearat yang digunakan dalam formula 1-20%. 5. terdapat beberapa persyaratan untuk formulasi krim pelindung : 1) Stabil dan cara pemakain yanh mudah dan nyaman. lanolin asam lemak. Jenis fosfolipid yang banyak digunakan dalam krim tangan dan badan adlah lesitin. 6) Memiliki nilai estetika dalam hal kenyamanan. lanolin alcohol teretoksilasi. dll. paraffin wax dan ozokerit. minyak mineral. jenis ini ada berbagai macam seperti lanolin terasetilasi. berperan untuk melindungi kulit dari air dan zat yang larut dalam air yang dapat mengiritasi kulit.

Produk perawatan tangan pada awalnya terdiri dari campuran yang sangat sederhana yaitu 50% humectan dan 50% air. Zat lain yang juga memiliki sifat humectan adalah polioksietilen gliserol. Humectan adalah senyawa yang menjaga perubahan kelembaban antara produk dan air baik dalam wadah yang digunakan maupun kulit. Pelembab (Humectan). glukosa dan Na laktat. mengandung mengandung sabun asam lemak kalium atau natrium Ester Sulfur (garam natrium) Natrium lauril sulfat. Penggunaan zat penyembuh didasarkan pada kulit tangan yang pecah. propilenglikol dan sorbitol. kationik. manitol. Sabun asam lemak dan garam natrium dari ester sulfur bersifat sangat hidrofilik dan cenderung untuk menghasilkan emulsi tipe minyak dalam air. Penggunaan alantoin urea pada krim tangan karena memiliki efek menembuhkan jika dipakai pada bagian kulit tangan yang terluka dan tidak memiliki efek racun. 1.Sediaan Kosmetika b) krim dan lotion penolak minyak. 4. Gliseril monostearat. 4) Zat ini terdapat pada sediaan larutan. Trietanolamin stearat Asam lemak poliol monoester. emulsi ointment. diemulsikan menggunakan zat pengemulsi kelompok ini. Na stearat. Amonium stearat. Sekitar 75% krim tangan dan tubuh yang dijual di pasaran. Zat Pengemulsi Zat pengemulsi yang digunakan pada krim tangan dan tubuh dibagi menjadi 3 kelas utama yaitu anionic. Humectan yangumum digunakan adalah gliserol. Penggunaan allantoin sebagai zat penyembuh (Mecca) : 1) Efektif untuk membersihkan bahan nekrtotik. polioksietilen sorbitol. 2) Menstimulasi perkembagnagan lapisan granulasi yang dapat mereduksi waktu penyembuhan 3) Reaksi ini tidak menimbulkan rasa sakit. 3. natrium setil sulfat. berperan untuk melindungi kulit dari minyak atau zat yang larut dalam minyak yang dapat mengiritasi kulit. Contoh sediaan : Tipe Contoh Sabun asam lemak K-stearat. dan non-ionik. Zat penyembuh (Healing Agent). sabun asam lemak yang sering digunakan adalah triacthanolamin stearat sebanyak 0. Zat pengemulsi anionic Zat pengemulsi kelompok ini telah sering digunakan dalam formulasi krim tangan dan krim tubuh. Pada formulasi lotion tangan. Ammonium stearat dan garam amin dari asam lemak dapat menghasilkan krim yang putih tapi cenderung untuk 121 .5-3%. 5.

maupun basa bisa direaksikan dengan zat kationik. dan reaksi ini membentuk suatu emulsi pH yang dihasilkan berkisar antara 2 sampai 4. substansif terhadap protein pada pH asam. bersifat membunuh kuman bila tidak bereaksi dengan zat anionic atau bahan lain yang tidak cocok. b. namun terdapat beberapa garam yang terbentuk tapi larut. Proses pengotoran ini terkadang dikatalisasi oleh sejumlah logam terutama logam besi. e. Senyawa yang terbentuk berbentuk endapan. c. Penggunaan zat non ionic pada sediaan krim dan lotion tangan adalah : a. netral. Emulsi cenderung stabil dan dalam hal viskositas tidak membentuk gel bhkan cenderung viskositas semakin kecil jika formula tidak seimbang. 6. Ketika suatu kation dengan berta molekul yang tinggi bereaksi dengan anion dengan berta molekul tinggi. Penggunaan zat kationik sebagai pembunuh kuman dapat digunakan dalam krim tangan tanpa kuatir dengan ketidakcocokan. dll. Zat pengemusi non ionik Pembagian :  Ester yang bersifat hidrofilik. Krim tangan dengan suasana asam. harus dibuat pada temperatur serendah mungkin. Krim tangan tipe minyak dalam air yang terdiri dari zat penemulsi non ionic. Konsentrasi yang digunakan pada masing-masing tipe ini adalah 1-10%. Pengawet 122 . dalam hal ini berperan sebagai zat aktif permukaan. Selain itu juga suhu pada emulsifikasi juga berperan pada proses pengotoran tersebut sehingga disarankan untuk krim yang mengandung ammonium stearat atau garam –garam amin lainnya sebagai zat pengemulsi. polioksietilen sorbitan monostearat. cenderung untuk membentuk emulsi pada pH asam. Pada umumnya zat kationik bereaksi dengan asam lemak seperti asam stearat. Contoh zat nonionic adalah : polioksietilen lauril alcohol. Penggunaan zat kationik didasarkan pada reaksi antara senyawa kation dengan senyawa anion pada sediaan. 3. Sediaannya tahan terhadap pembekuan d. maka akan terbentuk garam terionisasai yang kurang baik antara kation dan anion hidrofob. Zat pengemulsi kationik Penggunaan senyawa kationik dalam sediaan krim dan lotion tangan disebabkan : a. pada waktu penguapan. polioksietilen stearat. proses pengerutan cenderung kecil c. Contoh ester asam lemak polietilenglikol yang ber-BM rendah.Sediaan Kosmetika berubah menjadi kuning pada penyimpanan yang lama. 2. Contoh zat pengemulsinya adalah polioksietilen sorbitan mono stearat atau polioksi etilen glikol 1000 monostearat  Ester lipofilik. Pada krim tangan cenderung tidak membentuk lapisan kulit b. ester asam lemak sorbitan.

 Harganya tidak boleh meningkatkan harga sediaan.05%-0. tergantung pada konsentrasi dan tipe emulsi. Pada krim tangan yang kandungan minyaknya lebih tinggi. Efek dari parfum bervariasi. 123 . Pada lotion.25% metil ester dilarutkan dalam fase air dan 0. dan butyl ester dari asam hidroksibenzoat umum digunakan dalam krim tangan dan lotion.  Tidak boleh mempengaruhi efek sediaan.  Harus larut dalam konsentrasi yang digunakan. Menurut Deakers. Senyawa parfum dan zat yang terkandung di dalamnya bisa mempengaruhi stabilitas emulsi dari krim tangan tersebut. serta harus netral sehingga tidak merubah pH sediaan.02%. warna.05% pada fase tersebut. Ester yang umum digunakan pada krim tangan dan lotion yaitu :metil.2 %. Pemilihan parfum yang digunakan dalam penggunaan krim tangan dan krim tubuh semata-mata berdasarkan nilai estetika. Metil ester yang paling mudah larut sedangkan butil ester yang sukar larut dalam air. Na propionat efektif hanya dalam media asam. fase air mengandung campuran dari metil ester 0. konsentrasi metil p-hidroksibenzoat adalah sekitar 0. rasa dan sebagainya. etil. metil ester sebanyak 0. zat tambahan yang ditambahkan dalam formula krim tangan bebgai berikut : metil ester ditambahka kedalam fase air dan dipanaskan 600C dibantu dengan pengadukan selama waktu pemanasan. misalnya essential oil. Jika fase minyak mengandung sejumlah kolesterol atau lecithin. Zat pewangi (parfum).05% propil ester ditambahkan dalam fase minyak. diperkirakan 0.1-0. Dalam kenyataannya.  Bersifat non toksik secara internal maupun eksternal.  Cocok. dalam arti tidak merubah karakteristik sediaan seperti aroma. propil 0. Na benzoat. Komponen parfum yang dapat menyebabkan konsistensi dan stabilitas emulsi. senyawa aromatik sintetik dan zat-zat parfum yang lain yang memiliki sifat sebagai surfaktan sehingga dapat berkompetisi dengan zat pengemulsi untuk posisi pada tegangan antarmuka.Sediaan Kosmetika Karena krim tangan dan tubuh mengandung air dan zat yang dapat dirusak oleh mikroorganisme maka sediaan harus dilindungi dari mikroorganisme. Tetapi banyak pula pengawet yang dilarang penggunaannya karena alasan tertentu.05% dan butyl 0. Propil dan butyl ester ditambahkan kedalam fase minyak dan dilarutkan dengan pemanasan dan pengadukan. Metil. 7.12% dapat ditambahkan ke dalam fase air dan 0. Propil ester dapat diganti dengan butyl ester dengan konsentrasi yang sama. Menurut Harry. Syarat pengawet yang baik :  Harus efektif melawan berbagai tipe mikroorganisme yang menyebabkan penguraian. Pengawet seperti asam benzoat. misalnya : asam salisilat dapat menyebabkan iritasi kulit sehingga tidak digunakan lagi.15%.1 % propil ester dalam fase minyak dapat memberikan efek antiseptik. propil. propil p-hidroksibenzoat dapat ditambahkan sebanyak 0. propil dan butyl.

kelarutan stabilitas. PH pada krim tangan dan kulit sekitar 5-8.Sediaan Kosmetika 1) Aromatik sintetik: ekstrak terpineol. hidroksi citonella dan amil sinamat aldehid. Krim tangan dan tubuh (Hand body cream) yang sering digunakan adalah krim tangan (Hand cream) berupa cairan. 8. geraniol murni.0.5% Arlasel 80…………………. Zat pewarna Pemilihan pewarna harus disesuaikan dengan produk pad setiap kondisi penyimpanan begitu juga dengn keamananya secara fisiologi.0. sehingga zat pewarna yang larut dalam air digunakan untuk mewarnai air pada fase luarnya.. Emulsi air dalm minyak digunakan pewarna yang larut dalam minyak dengan kondisi yang sama.…7% Lanolin ……………………0. • Larutan+ NaOH lalu dikocok → agak berbusa pada pengenceran Lanolin 124 .5% Larutan sorbitol 70% ………10% Air. sedangkan D&C Red No. contohnya adalah D&C Red No. lavender.5% Tween 60 …………………. 3) Komponen minyak parfum : Bouquet medium. rose de mai absolute. Contoh formula : Asam stearat …………. Masalah kesesuaian produk dengan zat pewarna berhubungan dengan pH. Akan lebih menguntungkan jika mewaranai kedua fase dengan menggunakan kedua pewarna yaitu yang larut dalam air dan larut dalam minyak dalamsatu produk.23 stabil dalam media basa tetapi dalam media asam akan mengendap. tipe lilac. pengawet…. Umumnya krim tangan adalah emulsi minyak dalam air. ada beberapa pewarna yang cukup stabil dalam media asam tetepi menunjukkan stabilitas yang rendah dalam media basa. zat pengoksidasi dan pereduksi.. Macam-macam Bentuk Krim Tangan :  Krim cair.….20 yang mengendap dalam larutan pada media media basa.. feniletil alcohol. tipe tumbuh-tumbuhan dan rose. 2) Minyak atsiri : geranim borbon. parfum.ad100 Analisis Asam stearat • Bilangan iodium tidak lebih dari 4 • Suhu lebur tidak lebih dari 54 • Jika dibakar→ bau malam • Bereaksin sam pada tes lakmus • Zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat.

dsb …………………………………………..15% Isopropyl meristat ………………..5% Tween 60 ……………………………….55% Sorbitol solution 70% ……………………..…2% Gliserin…………………………………………………….…. 125 . 10% Air..3% Air. lanolin. Contoh formula : Asam stearat ………………………. Telah dijelaskan diatas Isopropyl miristat. larut dalam kloroform p . parfum.ad100% Analisis Asam stearat.2..7% Lanolin ……………………………………0. Prinsip emulsinya yang juga memperantarai iritsi kationik sebagai surfaktan kationik yang disuplemen oleh Cetil alcohol.Sediaan Kosmetika • Bilangan ioddium 18-36 • • Praktis tidak larut dalam air.…2% Potassium hidroksida …………….. Hand cream dengan formula yang sederhana terdiri dari asam stearat . dsb ……………………………….eter p • Larutan 25g dalam 10 mL eter p + 10 tetes fenolftalein → larutan tidak berwarna merah Larutan 500 mg dalam 5 mL kloroform + 1 mL anhidrida asetat + 2 tetes H2SO4 p → tidak terjadi warna hijau tua Formula dengan emulsi non ionic : Asam stearat ……………………………….….8% Air. parfum dsb ………………….5% Arlacel 80 …………………………………0...5% Isoproppil myristat ……………………………………………3% Cetyl alcohol …………………………………………………. parfum dan zat tambahan lainnya …ad100% Formula krim tangan (Hand cream ) dibawah ini khusus untuk melawan deterjen anionic yang terabsorpsi pada kulit atau untuk memberikan khasiat germisida. Cetil trimethyllammmonium bromida ………………………1. alkali dan air tetapi akan lebih stabil jika ditambahkan humektan dan ester lemak..1% Sorbitol syrup 70% ……………….5% Petroleum jelly..18.ad100%  Krim padat Umumnya krim padat digunakan untuk menghilangkan kotoran.

. Cream dapat juga dikentalkan dengan penambahn gom.5% Lotion..2% Cetyl alcohol ………………………………………………10% Minyak mineral ……………………………………………. Sorbitol.…………10% Isopropyl meristat …………….6% Minyak mineral ……………….10% Silicon M555 …………………..10% Emulsene 1219 …………………………..……….17% Carbopol 934 …………………………………………….7.12% Triethanolamine ………………………………………. selulosa dan akan memberikan fase kontinue dengan sedikit kepadatan sehingga akan mengontrol kelembaban dengan baik..0.add100% Formula yang menggunakan pelarut air-resin : Glycerin …………………………………………………. Contoh formula : Asam stearat ……………………. jelly 126 .10% Air. KOH (Kalium Hidroksida) • Larutan4% b/v memberikan reaksi terhadap Kalium : + Heksanitritokobaltat (III) Na3(Co(NO2)6) → endapan kuning + Larutan asam tartrat H2C4O6 → endapan kristalin putih + larutan asam perklorat HclO4 → endapan kristalin putih + Asam Heksakloroplatinat (IV) H2(PtCl6) → endapan kuning + tes nyala : ungu.12% Liquid paraffin …………………………………………….. Contoh formula : Manutex SA ……………………………………………….2% Ethomenn C25 ………………………………………….5% Air... Telah dijelaskan diatas. parfum dan zat tambahan lainnya ………………..10.…0.3% Soap chips ………………………………………………..…………..5% Bentonite ………………………………………………….Sediaan Kosmetika • • • • Bilangan penyabunan 202-212 Bilangan asam tidak lebih dari 1 Bilangan iodium tidak lebih dari 1 Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan dengan kromatografi gas. Mucilago.. parfum dan zat tambahan lainnya …………………ad100% Lanolin atau minyak silicon dapat juga digunakan dan menghasilkan formula yang lebih kompleks dan menghasilkan cream yang lebih fungsional serta memenuhi keinginan pasar.…………..

. • Panaskan dengan Kalium bisulfat : terjadi uap merangsang.2% Air …………………………………. karena ini tidak terdiri dari 2 fase.. cairkan dengan air sampai 100 mL lalu saring.87. Analisis Tragakan • Sedikit zat dalam larutan merah ruthenium p. Timbang seksama 400 mg . masukkan ke dalam gelas piala 600 . Sediaan pekat (non-aqueos) Bentuk umumnya adalah lanolin anhidrat dan petroleum jelly.Sediaan Kosmetika Merupakan sediaan perawatan tangan yang secara definisi yang hampir tidak sama dengan krim.25% b/v + 10 mL larutan timbal asetat p 20% b/v : terbentuk endapan merah jonjot → saring. perbedaan dari agar.8% Parfum. Formula dibawah ini merupakan tipe preparat hand block asam-basa : Paraffin wax …………………………26% Petroleum jelly ………………………. Pada 500 mg zat + 5mL H2SO4 panaskan perlahan..…………0. terjadi nyala hijau. Contoh formula untuk sediaan gom mucilage yang tidak mengandung fase minyak Gom tragakan …………………………….2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan . jika diperiksa dibawah mikroskop. Titanium dioksida. tidak menunjukkan butiran berwarna merah jambu. Dinginkan suspensi.……. Setelah uap Sulfur trioksida muncul.. Kuantitatif . • Pada 100 mg serbuk + 1 mL Iodium 0.……….……….05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau . Pada 5 mL filtrat bersih + beberapa tetes Hidrogen feroksida → warna kuning merah atau orange segera muncul. Gliserin. Netralkan dengan NaOH 0. lanjutkan selama 1 menit. • Pada 20 mL larutan 0.10% Titanium dioksida …………………. pada filtrat + 10mL larutan timbal subasetat p : larutan berkabut tapi tidak terjadi endapan. pengawet.qs.74% • • 127 . • Jika dibakar dengan sedikit Na-tetraborat p diatas nyala api. (perbedaan dari gom akasia dan agar).2% Gliserin ……………………………….02 N : campuran berwarna hijau... pewarna ……………………. Prototype dari sediaan ini adalah gliserin dan air mawar yang merupakan campuran sederhana. biasanya terdapat dalam wadah tube atau berupa hand blocks. encerkan dengan 50 ml air . tambahkan biru brom LP dan asamkan dengan H2SO4 0.

Sediaan Kosmetika
Untuk beberapa campuran biasanya ditambahkan preparat herbal misalnya klorofil, daun marshmallow, minyak atsiri, terpenti, eucalyptus, kamfer, ZnO, mono klorotimol, dsb. Beberapa jenis malam yang digunakan untuk merekatkan minyak misalnya polietilen yang penggunaanya dicampurkan dengan bahan pengemulsi. SEDIAAN KOSMETIKA MAKE UP (BUKAN UNTUK MATA ) Sediaan kosmetika “ make up “ adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk memperindah , menutupi noda – noda , serta kekurangan yang terdapat pada muka seseorang , pada umumnya wanita . Berdasarkan urutan pemakaiannya sediaan “ make up “ dapat dibagi menjadi : I . Dasar “ make up “ . Sering juga disebut “ foundation make up “ atau “ cream make up “ , berguna agar bedak dapat merata pada permukaan kulit dan tahan lama . Ketika memakai “ make up “ , foundation digunakan pertama kali sebagai dasar untuk pemerah pipi dan bedak . Pada umumnya merupakan suatu lotion atau emulsi dengan penambahan suatu zat warna . Mula – mula dikenal bentuk seperti salep , kemudian cairan / liquid dengan dua lapisan dan yang terakhir dikenal bentuk batang / stick . Zat – zat yang sering digunakan dalam dasar “ make up “ adalah titan dioksida , seng oksida , Na searat , minyak – minyak dan lemak . Contoh formulanya adalah : Persen Minyak mineral 23 , 5 Ozokerite mp 75 – 80 0C 05 , 5 Petrolatum 47 , 5 Lanolin 04 , 4 Paraffin mp 56 – 58 0C 05 , 5 Dry powder ( titanium dioksida , pigmen anorganik dan talk ) 13 , 6 Parfum qs Penambahan talk dalam formula ialah untuk meratakan bahan kering , sedangkan udara kering yang terjebak ketika serbuk kering ditambahkan pada semi solid dapat dihilangkan dengan memanaskan campuran pada suhu 70 0C dan diaduk pada 50 – 80 rpm . Bentuk formula diatas dapat menghasilkan formula 2 yang berbentuk cake , contoh formulanya adalah : Persen Isopropil miristat 54 Lilin carnauba 05 Beeswax 01 Serbuk kering ( Titanium dioksida , pigmen anorganik dan talk ) 40 Parfum qs Sedangkan untuk memperoleh “ make up “ yang berbentuk stick , formulanya dapat diubah dan dalam membuatnya menggunakan cetakan , contoh formulanya adalah :

128

Sediaan Kosmetika
Isopropil miristat Lilin carnauba Beeswax Minyak mineral 70 / 80 Dry powder Parfum Persen 37 14 04 10 35 qs

“ Make up “ stick ini dapat dibuat untuk lebih lunak dengan meningkatkan jumlah beeswax atau menambahkan ozokerite , isopropyl miristat dapat diganti dengan isopropyl palmitat , butyl stearat , butyl oleat , propilen glikol monooleat , atau propilen glikol monolaurat . Untuk jenis “ make up “ bentuk lain yaitu bentuk krim , contoh formulanya adalah : Bagian.1: Asam stearat Sorbitol monostearat Isopropil palmitat Bagian.2 : Tween 80 Propilen glikol Air Dry powder Pengawet Parfum 15 2,5 2,0 1,5 1,5 54 15 qs qs

Dalam pembuatan alas bedak dengan pijatan , dilakukan dengan gerakan halus dan lemah lembut pada kulit muka dan leher. Dengan pijatan, ini dapat memberikan kehalusan dan dapat membuat foundation kelihatan lebih merata . Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Talk . Pemerian Serbuk halus ; putih ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif • Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air . • Netral . • Tambahan larutan titan kuning , terbentuk warna merah terang . Asam stearat • Bilangan iodium tidak lebih dari 4


• •

Suhu lebur tidak lebih dari 54 Jika dibakar→ bau malam Bereaksin sam pada tes lakmus

129

Sediaan Kosmetika
• Zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat. • Larutan+ NaOH lalu dikocok → agak berbusa pada pengenceran Zinci oxydum . Pemerian . Serbuk amorf ; putih atau putih kekuningan ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif . • Panaskan sejumlah ZnO , terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang . • Larutkan asam klorida encer , setelah ditambahkan larutan alkali hidroksida , terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan alkali hidroksida berlebih . Analisis Kuantitatif . Timbang seksama lebih kurang 1,5 gram zat uji yang baru dipijarkan , tambahkan 2,5 gram ammonium klorida P , larutkan dalam 50,0 ml asam sulfat 1 N LV , jika perlu bantu dengan pemanasan lemah . Setelah larut sempurna tambahkan jingga metil LP dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1 N LV . Khasiat : Antiseptikum lokal . Lima formula dasar dasar “ make up “ : 1. Cairan / liquid : Terdapat dalam formula pelembut dengan tambahan satin untuk kulit kering atau beraneka macam minyak bebas dengan tambahan matte untuk kulit berminyak . 2. Cream : Bagus untuk kulit kering . 3. Stick : Bekerja baik pada kulit orang dewasa , mudah diatur pemakaiannya . 4. Gabungan dua formula ( cair ke serbuk atau cream ke serbuk ) : Biasa untuk orang yang tidak suka menggunakan formula dasar yang banyak dan lebih efisien waktu . Cocok untuk beraneka jenis kulit tetapi hindarkan dari kulit yang kering sekali. 5. Pelembut warna : Biasa dipakai pada remaja kesegaran wajah dan menambah lebih muda . II. BEDAK ( FACE POWDER ) Bedak berguna untukmelicinkzn kulit,melindungi kulit dari sinar matahari,melindungi dari kekeringan dan kelembaban serta merupakan dasar dari “make-up” secara keseluruhan. Persyaratan Umum Untuk Bedak Bedak yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan,antara lain: 1. Bedak harus memiliki kemampuan untuk membungkus yang baik,sehingga dapat bekerja untuk melapisi kulit,menutupi pori-pori dan nodanoda. 2. Harus dapat menyebar dengan baik tampa adanya gumpalan,hingga dapat melicinkan dan menghaluskan kulit. 3. Harus memiliki daya lekat yang baik sehingga dapat tahan lama pada muka.

130

Bedak Jenis berat (Heavy) digunakan untuk kulit berminyak. Penggolongan Bedak A. Bedak jenis ringan ( Light ) digunakan untuk kulit ringan.merah.Kuning.Silika.Seng oksida. 1.lunak dan halus.harus stabil.CaO. 4.2%-1 % kalau terlalu banyak akan mengiritasi kulit.merah muda. Cetil alcohol .isoprofil ministat dan bionding agent emulsi seperti trietanolamin stearat.Secara garis besar pembuatan bedak padat adalah dengan menmbahkan suatu pengikat.Tekanan tidak boleh terlalu besar dan tidak boleh terlallu kcil karena dapat menimbulkan kerapuhan dan pecahpecah pada bedak. hingga dapat menyerap keringat.propilenglikol dan zat berlemak 131 . Mg oksida.Tidak boleh terlalu cepat menguap .gliserin monostearat. Banyak digunakan karena bentuknya praktis. Berdasarkan Bentunya bedak dapat dibagi menjadi. Pada umumnya hanya bersifat ringan.tidak mudah teroksidasi dan tidak mengiritasi.Konsentrasinya harus serendah mungkin 0. Zat pewarna .Selain zat-zat diatas dapat pula digunakan talk . 3. Berdasarkan jenis kulit.Harus mudah rata dan tidak mengiritasi. kaolin.Warna-warna yang sering digunakan adalah Krem. amilum . Noda-noda hitam.Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan bedak adalah: 1. Atau “ blusher “ . 5.Harus mudah rata dan tidak menyebabkan perubahan warna .Avisel .Mg Carbonat . Dapat menutupi bekas-bekas luka. Harus memiliki daya serap yang baik. besar dan dapat melindungi kulit dari sinar matahari.dipilih yang segar dan menarik. Bedak jenis medium digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak. minyak. Bila bedak padat ini digunakan dengan menggunakan sikat yang halus dan dengan menggunakan zat warna yang agak banyak maka sediaan ini disebut dengan pemerah pipi . Zat-zat yang memiliki sifat dapat melapisi misalnya Tiatan dioksida. 2.Zn stearat .pori-pori 2.ditekan dan dikeringkan dengan menggunakan aliran udara panas.Ca Carbonat.Lanolin.Binding agent berminyak misalnya minyak mineral .Sediaan Kosmetika 4.kedalam sediaan ini sering juga ditambahkan humektan seperti Sorbitol. Harus dapat memberikan perasaan yang lembut .bedak dapat dibagi menjadi 1. Formula Umum Bedak Pada umumnya bedak yang baik ditentukan oleh pemilihan bahan dasar yang akan digunakan.Selain itu juga dapat digunakan binding agent kering misalnya Mg stearat . B.( binding agent ) dalam campuran serbuk kemudian dicetak.cera atau paraffin. Sebagai “Binding agent” dapat digunakan zat yang dapat larut dalam air seperti Amilum dan CMC dan zat yang tidak larut dalam air sepertiGliseril monostearat. 3. Bedak padat ( Compact Powders ). dapat merupakan zat warna organic atau anorganik yang mempunyai sifat tidak larut dalam air dan dalam minyak. Zat pewangi .

tidak tahan terhadap air dan ada kecenderungan kulit akan menjadi keriput. Bedak Cair Merupakan bedak bentuk basah sering juga disebut sebagai liquid makeup .Sediaan Kosmetika seperti lanolim mimyak mineral. Bedak Penutup Noda Merupakan sediaan yang berguna untuk menyembunyikan noda-noda pada wajah . 2. ZnO. Bila dijatuhkan dengan jarak 8-10 inci bentuk harus tetap tidak boleh berubah. Biasanya merupakan suspensi dari ZnO . Mudah dioleskan dan tidak rapuh Warna harus homogen dapat dilihat dengan menaburkan dengan kertas putih dan diperiksa dengan kaca pembesar. Juga: carbopol. Titanium dioksid Titaniun dioksid memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan Zink oksid yaitu : • Memiliki kemanpuan yang lebih dalam menutup wadah. Bi Oksiklorida . 5. veegum. Kaolin.Juga sering ditambahkan zat pengisi dan disprsing agent yang larut dalam air. Talk. dan. Kedalamnya sering ditambahkan surfaktan seperti.Bentonit mempunyai sifat yang sukar menyebar . TiO2. lanolin dan PEG. 934. Pada umumnya sebagai zat pembawa adalah campuran lemak. pemeriksaan tersebut meliputi: Bentuk dan warna harus stabil dalam waktu lama dan disinari. 132 . Ca carbonat. 3. Bi Subnitrat dalam air dan Gliserin . bentonit. 941. baik noda bawaan sejak lahir atau noda pigmentasi. 2. 3.Persyaratannya antara lain lapisan yang terbentuk harus elastis. tetapi yang terbaik adalah ester asam lemak.berpori dan tahan terhadap air. Bedak untuk kaki Merupakan sediaan yang berguna untuk memperindah kaki atau pada oreang tua digunakan untuk menutupi urat-urat yang menonjol. Isoprofil miristat.serta harus melekat dengan baik. Bila dioleskan dilihat rapuh dan tidak melekat. cetilalkohol.Sebagai bahan dasarnya sering digunakan bentonit air dan zat warna. Pada umumnya digunakan pada malam hari dan berguna untuk memutihkan tangan dan leher . Pengisi yang sering dipergunakan adalah air . 4.alcohol dalam emulsi atau hidro alcohol . Propilenglikol.serta kulit yang kering Titanium dioksid bersifat inert dan memiliki beberapa kekurangan dibandingkan dengan ZnO. Pemerisaan hasil akhir harus dilakukan terhadap bedak padat yang beredar. gom. 4. yaitu: • Titanium dioksid bukanlah zat yang dapat mengecilkan pori-pori • Kemampuan melindungi kulit dari sinar matahari lebih lemah dibandingkan dengan ZnO • Kadang-kadang sulit dicampur dengan bahan dasar bedak 1. • Biasannya digunakan pada kasus-kasus yang alergi terhadap ZnO.

Kaolin ini bersit kasar dan sedikit licin. Absorbansi Telah disebutkan bahwa fungsi bedak salah satunya untuk menghilangkan kilapan yang ada pada wajah.sehingga dapat menyerap minyak. Harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorpsi minyak pada wajah.Bahan-bahan yang dipergunakan untuk itu adalah bahan –bahan dengan daya serap yang tinggi.Kaolin koloidal juga memiliki memiliki daya lekat yang baik dari pada talk. Harus mempunyai kemampuan unutk bertahan lama. Kaolin Koloidal Kaolin Koloidal ( Hidrated alumunium silikat )digunakan dalam bedak karena ia memiliki daya serap yang tinggi. 3. Beberapa hal yang perllu diingat bahwa criteria yang penting untuk membuat bedak yang baik adalah 1. Tetapi kanji beras tidak digunakan lagi sebagai bahan bedak dengan alasan: • Kecenderungan untuk membentuk Cake Pada suhuyang lembab atau apabila ada sekresi pada kullit • Dapat diubah menjadi pasta yang lengket jika basah • Kanji merupakan nutrisi yang baik untuk bakteri . Kanji.pemakaian dan jenis pekerjaan yang dilakukan.Hal ini merupakan fenomena komplek yang tidak berhubungan dengan tes ilmiah manapun.Bahan-bahan tersebut antara lain adalah:Kaolin koloidal.Sebenarnya tergantung pada jenis kulit.kadarnya tidak boleh melebihi 30 %. Kanji Kanji beras pernah digunakan sebagai dasar dari beberapa Formula bedak karena memiliki beberapa keungulan sebagai berikut: • Memiliki daya serap yang baik • Memiliki daya tutp yang baik pada kulit • Memberikan rasa halus pada kulit. Harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorpsi air pada wajah (berkeringat ) 2.dan MgCO3. Seseorang akan menilai kebaikan dari suatu bedak dari kilapan yang ada pada wajah .tipe krim yang digunakan pada wajah. sehingga jika digunakan dalan waktu yang lama akan menyebabkan iritasi pada kulit. 133 .Kapur precipite.Sediaan Kosmetika • Lebih mahal dari ZnO Zink Oksida Keunggulan Zink oksid dibandingkan dengan dengan zat lin yang sering digunakan dalam bedak yaitu: • Dapat melindungi kulit dari UV lebih baik daripada bahan lainnya • Dapat mengecilkan pori-pori • Dapat dipakai sebagai antiseptic • Merupakan bahan untuk melembutkan • Meningkatkan kemampuan bedak untuk menutupi wajah.

karena bila tidak dapat mengan dung spora tetanus. Zat pewarna bedak Zat pewarna yang biasa digunakan adalah zat warna organic atau anorganik yang tidak larut dalam air dan dalam minyak. Plastik Bahan dasar bedak dari plastic telah dikembangkan untuk digunakan dikulit .licin dan menempel dengan baik. 134 . Kadar polietilen tidak boleh lebih dari 44 mikron Polimer yang digunakan adalah polimer BM tinggi seperti polietilen terftalat.Zat warna anorganik ini baik diperolehsecara alamiah ataupun secara sintetik .Isophtalat atau kopolimer dari 2monomer tersebut . Talk harus disterilisasi dengan baik. contohnya seperti Kanji ANM.5-1. Kadar MgCO3 dalam Formula biasanya 5%.dengan ukuran 1-10 mikrons.Polietilen tidak mengiritasi kulit dan memiliki daya rekat dan daya penutup yang baik .Sediaan Kosmetika Pada saat ini kanji telah banyak dimodifikasi dan digunakan dibanyak industri kosmetik. Magsium Karbonat. dan jepang.. Varietas dari Italia biasanya digunakan untuk mendapatkan kualitas yang baik. Magnesium karbonat memiliki daya serap tiga kali lebih baik dari pada kapur.seperti daya serap yang baik dan dapat menghilangkan kilapan pada wajah. Fungsi talk dalam bedak adalah sebagai pemberi rasa licin dan daya lekat yang baik ‘akan tetapi daya daya menutupi dan daya serap dari talk kurang baik. Kalsium karbonat precipitated ( kapur Precipitates) Kapur juga memiliki keunggulan yang hampir sama dengan kaolin.dan mempunyai efek bakteriosida .dan dapat menempel dengan baik. Talk Talkum adalah Hidrat magnesium silikat.India .Akan tetapi kapur dapat merusak kelicinan produk. Talk berasal dari Italia . Kelicinan ( slip ) Kemampuan untuk mudah disebarkan dan penggunaannya ditalk bertujuan untuk memberikan rasa halus dikulit. Penggunaan Polietilen sebagai pengganti talk pada bedak telah banyak digunakan.Komponen-komponen anorganik yang bersifat racun superti timah hitan dan turunan arsen tidak boleh digunakan karena dapat mengiritasi kulit. Kadar talk dalam bedak dapat melebihi 70%.( slip ).Pelekatanbedak dapat ditingkatkan dengan penambahan emuliens seperti setil/stearil alcohol dan gliseril monostearat dengan kadar 0. Bahan Pelekat Bahan pelekat merupakan satu bagian penting dri bedak.Kadar kapur tidak boleh lebih dari 15%.Kapur tidak menyebabkan kulit menjadi kering.contohnya adalah Oracid yang bentuknya busa kuku urea-formaldehid. Kapur juga sudah memenuhi persyaratan USP.Sedangkan warna hijau dan biru dihasilkan oleh zat warna ultramarine.Kelembutan ini biasanya didapat dari talcum yang ditambah dengan Zn Stearat.5%.mesir. contohnya Besi ( II ) klorida memberikan warna kuning merah dan cokalt.Kanji jenis ini memiliki keunggulan yaitu memiliki daya serap yang tinggi .sehingga untuk menutupi kesalahan ini talk harus dikombinasikan dengan bahan lain.

Harus stabil dan tidak teroksidasi dan tidak mengiritasi. 1. Formulanya adalah sebagai berikut: Vaselin 50 bagian Beeswax Putih 40 bagian Petroleum Jely 40 bagian Stearin 20 bagian Gliseril monostearat 75 bagian 135 . Talk 80% Zink oksid 5% Zink Stearat 5% Kanji beras 10% Pewangi dan pewarna qs 2. Formulasi Bedak Berdasarkan jenis kulit yang berbeda-beda dari setiap orang . Bedak jenis medium .Sediaan Kosmetika Zat Pewangi Bedak Pada umumnya hanya bersifat ringan . Bedak jenis berat( Heavy ) Digunakan untuk kulit berminyak Formulanya adalah sebagai berikut: Talk Zink oksid Zink Stearat Kapur precipitate Pewangi dan pewarna 30% 24% 6% 40% qs.harus mudah merata dan tidak boleh menyebabkan perubahan warna.Konsentrasinya harus serendah mungkin 0. Namun Winter ( 19 ) membuat suatu formula bedak yang banyak diminati orang yang berjenis kulit Kasar dan kering karena mengandung lemak “ fatty Powder “ .karena jika terlalu banyak akan mengiritasi kulit. digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak.Berikut ini akan dipaparkan beberapa variasi formula bedak sesuai dengan jenis kulit yang ada : Bedak jenis ringan ( Light powder ) Yang dipergunakan untuk kulit kering .Dengan maksud untuk menyesuaikan jenis kulit tersebut .tidak bo0leh terlalu cepat menguap. dipilih yang segar dan menarik . Formulanya adalah sebagai berikut : Talk 50% Kanji beras 15% Kapur Precipitete 15% Zink Oksida 15% Zink stearat 5% 3.maka dibuat lah berbagai formula bedak. Formulanya adalah sebagai berikut.2-1%.

Talk………………………………………………………………… ZnO………………………………………………………………… Zn stearat…………………………………………………………. Contoh Formulasi untuk face powder : A. terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang . Formulasi Umum Bedak ..... Rice starch………………………………………………………… Parfum dan Warna ……………………………………………….. Serbuk amorf .. • Netral ... Zno ... MgO . misalnya TiO2 . amilum . terbentuk warna merah terang .... • Zat pewarna .. tidak berasa .... B. putih . silica . kaolin . MgCO3 . • Zat yang mempunyai sifat dapat melapisi ... Zinci oxydum ....lalu tambahkan : Talk 1000 bagian Gerus kembali biarka sampai kering diayak dengan pengayak lalu kemudian ditambahkan zat pewagi secukupnya... Precipated chalk………………………………………………….... vicel . putih atau putih kekuningan .………………………………………………………………… ZnO…………………………………..... Parfum dan Warna……………………………………………….Sediaan Kosmetika Prosedur: Dalam pembuatanya semua bahan diatas dilelehkan secara bersama-sama sambil terus diaduk lalu ditambahkan : Air panas 500 bagian Lanjutkan penggerusan sampai terbantuk emulsi ... 80 % 5% 5% 10 % qs 30 % 24 % 6% 40 % qs Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat .... CaCO3 . • Tambahan larutan titan kuning ... • Zat pewangi . tidak berbau . Zn stearat…………………………………………………………. tidak berasa .... tidak berbau . Talk . • Panaskan sejumlah ZnO . 136 . CaO . Analisis Kualitatif • Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air . Talk. Pemerian ... Zn stearat . Pemerian Serbuk halus .. Analisis Kualitatif ... talk .

tidak berbau. tuangkan airnya .0 ml asam sulfat 1 N LV . Beberapa variasi formula dari face powder : a. cairan sisa ditest dengan zink test . Masukkan filtrat dan cuci dengan 15ml amonia-amonium klorida buffer dan 0.5 gram ammonium klorida P . setelah ditambahkan larutan alkali hidroksida . terbentuk larutan kanji yang tidak transparan hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P . tambahkan 2. biarkan dingin . panaskan larutan sampai kira-kira 40˚ dan tetrasi dengan 0. tambahkan air jika perlu untuk menjaga volume asli. larutkan dalam 50. Campur 25 gram dengan 200 ml air hangat . Analisis Kuantitatif . Timbang seksama lebih kurang 1. kemudian larutkan dengan asam . Simpan asam lemak yang dipisahkan pada identifikasi A dalam filter wetted dengan air .1N selama 10 menit . Analisis Kuantitatif . Panaskan kira – kira 1 gram Zn stearat dengan 50 ml asam sulfat 0. Analisis Kualitatif . dan cuci dengan air mendidih sampai bebas dari sulfat . Khasiat : Antiseptikum lokal . lalu uji dengan keras lakmus . Tambahkan larutan iodium P. jika perlu bantu dengan pemanasan lemah .Sediaan Kosmetika • Larutkan asam klorida encer . saring dalam beaker kering saat panas . dinginkan campuran dan pindahkan permukaan padat dari asam lemak .2ml eriochrome black T. dinginkan dan saring . Setelah larut sempurna tambahkan jingga metil LP dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1 N LV .putih. terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan alkali hidroksida berlebih .5 gram zat uji yang baru dipijarkan . terjadi warna biru yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali . tambahkan 60 ml H 2SO4 2N dan didihkan sampai asam lemak terpisah dan membentuk permukaan transparan .tidak berasa Analisis Kualitatif Didihkan 1 bagian dengan 50 bagian air. Kumpulkan asam lemak dalam beaker glass kecil . Talk 65% ZnO 20% Zn sterarat 5% Pricepated 10% Parfum dan warna qs 137 . Rice Strach Pemerian Serbuk sangat halus. Zn stearat . Cuci saringan dan labu terus menerus dengan air sampai tidak ada asam.05 M disodium etilen diamide tetra asetate sampai larutan berwarna biru . dan keringkan pada suhu 105 0C selama 20 menit sampai asam lemak mengental tidak di bawah 54 0C . atau sampai permukaan asam lemak bersih.

Pada 5 ml filtrat bersih tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida maka akan muncul warna merah/orange. ZnO Zn sterarat Rice starch Pricipted chalk d.Sediaan Kosmetika b. Talk ZnO Zn sterarat Kaolin Parfum dan warna c. Didinginkan pada suhu 0 C. ZnO Talc Zn strerat Pricepated chalk (light) Rice strat Kaolin f. cairkan dengan air sampai 100ml lalu disaring . Larut dalam pelarut organic dan tidak larut dalam air dan alcohol. Water proof chalk base Zn atau Mg strearat Kaolin TiO Talc Parfum dan warna e. massa tidak berubah . Setelah uap sulfur trioksida muncul lanjutkan pemanasan selama 1 menit .Dinginkan suspensi. Vaseline White beeswax Petroleum jelly Stearin Gleceryl monostrearat 60% 15% 5% 20% qs 15% 5% 15% 15% 50% 10 % 20% 6% 14% qs 16% 37 % 5% 8% 8% qs 50% 10 % 20% 6% 14% Analisis Kualitatif dan kuantitatif zat TiO Analisis Kulitatif Pada 500 mg asam sulfat dan di panaskan perlahan . Petrolium Jelly Analisis Kualitatif Berwarna kunimg gadimg atau putih dan lunak . Magnesium Strearat 138 .

uapkan 50ml filtrat .05 M sebanding dengan 20015 MgO.lengket.5 Khasiat : zat Tambahan.dan tidak berasa Analisis Kualitatif 139 . Pada kumpulan filtrat dan ciran cucian tambahkan 3ml asam klorida P.sifat ini tetao setelah zat di leburkan dan dibiarkan dingin tanpa di aduk.zat tambahan .putihlbebas dari butiran kasarltidak berbau. dinginkan. Larutkan sisa dalam 10ml asam klorida P.putih.licin .lapisan minyak memadat pada suhu 50 Cdan la[pisan air menunjukkan reaksi magnesium.bau lemah khas. Khasiat :Antasidium .berflouresensi lemah. hangatkan sisa dengan 10ml air saring cuci penyaring dengan 5ml air.putih. Kaolin Pemerian Serbuk ringan.Penyerap . Panaskan diatas penamgas air selama 10 menit. Vaselin flavum Pemerian Massa lunak.lengket.licin. Analisis Kuantitatif • Refluk 2g dengan 100ml asam klorida 0.tidak berasa. • Memenuhi uji batas klorida : pengujian dilakukan menggunakan 50ml filtrat yang di peroleh sebagai berikut . Analisis kuantitatif Timbang seksama 500mg .05% b/v Dalam Trimetil pentana P pada 290mm tidak lebih dari 0. tanbahkan 50ml air dan 10 ml larutan ammonia P.tidak berbau. Vaseline album Pemerian Massa lunak.2 N selama 5 menit .didihkan 2g dengan 200ml dan 20ml asam nitrat encer P menggunakan pendingin alir balik selama 5 menit . pijarkan hingga kering .dan mudah melekatpada kulit.Sediaan Kosmetika Pemerian Serbuk halus. 1ml dinatrium edetat 0. dinginkan saring .kumpulkan filtrat dan cairan cucian.yang diperoleh lebih dari 10mg . Analisis kulitatif Lebur 1g dengan 2g natrium karbonat anhidrat P.kuning muda sampai kuning.bening.terbentuk endapan menyerupai gelatin . dinginkan dan saringkan. Analisis Kualitatif Serapan Ultraviolet serapan –1 cm larutan 0. sifat ini tetap setelah zat di leburkan dan di biarkan himgga dingin tanpa di aduk.pijarkan pada suhu 600 .juga tidak di cairkan.bening. Khasiat: Zat tambahan.pijarkan pada sisa tambahkan 10HCL 100% v/v P. Analisis Kualitatif Panaskan 1g dengan campuran 25ml air dan 5ml asam klorida P.

Gliserin .09 % 0.50 % 3.09 % 0.50 % 11.25 % 1.Talcum Sodium lauryl sulphate TiO2 Zn stearat In organic pigment Mineral oil Spermaceti Cetylalkohol Lanolin Glycerine Hexa chloroprophane Alkil dimetil benzyl ammonium ( klond 50 % ) Methyl – p – hydroxybenzoate Propyl – p – hydroxybenzoat Perfume Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat .75 Khasiat :zat tambahan Gliceryl Monostrerat Analisis Dengan kromatografi gas dengan instrumen yang dilengkapi dengan flame ionization detector dan terdiri dari kolom bororsilikat .00 % 7. Analisis Kuantitatif . tidak berwarna . • Panaskan dengan kalium bisulfat P. Suhu dipertahankan pada 190 C-220 C.12 % b.00 % 4. manis diikuti rasa hangat . tidak berbau .25 % 0. jernih .20 % 0. terjadi uap merangsang .50 % 0.g soap) Parfum dan warna 20% 15 % 25% 32% 8% qs 61.50 % 1.Bedak padat (compact powder) Formulasi umum : a. Pemerian : Cairan seperti sirop .Sediaan Kosmetika Serapan Ultraviolet serapan –1 larutan 0.00 % 1. Berdasarkan Bentuk bedak dapat di bagi menjadi: 1.25 % 0. Koalin ZnO Principated chalk Talc Compact Binder (e.75 % 7. Jika disimpan beberapa lama membentuk massa hablur tak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai lebih kurang 20 0 C. Laju aliran gas pembawa sekitar 70ml/menit .05% b/v dalam trimetilpentana p pada 290mm tidak lebih dari 0. higroskopik . 140 .

lakukan penetapan blanko . bau dan rasa lemah . • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . 2. Khasiat : Zat tambahan . putih mutiara . tambahkan segera 50 ml brom 0. bening . 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . licin . Setil alcohol . Khasiat : Zat tambahan . Dinginkan . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol . Kocok berulang – ulang selama 15 menit . terjadi warna nyala hijau . kemudian ammonia encer P secukupnya hingga tepat bereaksi alkalis terhadap kertas lakmus P . suhu lebur 42 0 – 50 0C . Pemerian : Massa hablur .1N . masing – masing sekitar 1.Sediaan Kosmetika Jika dibakar dengan sedikit natrium tetraborat P di atas nyala api . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . • 141 . Bedak Cair ( Liquid Powder ) . didihkan dengan 50 ml NaOH 1N selama 30 menit .5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . sambil mengganti kehilangan air karena penguapan .3 ml larutan dimetilglioksin P 1 % b/v dalam etanol ( 95 % ) P . Tambahkan 30 ml larutan iodida P .0 . Titrasi dengan Natrium tiosulfat 0. Analisis Kuantitatif : Timbang seksama 100 mg . Tidak terjadi warna merah jambu .1N dan 10 ml asam klorida P . • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . pindahkan labu bersumbat kaca . Spermaceti / setaseum . Dinginkan . Tambahkan 0. Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . Analisis Kuantitatif : Refluks perlahan 5 g dengan 5 ml asam sulfat encer P selama 5 menit saring selagi panas . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. Propil – P – hidroxybenzoat .

Analisis Kualitatif : Pijarkan .5 % Talc……………………………………………. qs Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat : Bi – subnitrat . ZnO……………………………………………. Analisis Kuantitatif : 142 .5 % solution )…………… Glycerine……………………………………… Water………………………………………….. 10 % MgCO3 ………………………………………… 4% TiO2 …………………………………………………………………… 1 % Colour pigments……………………………….... l5 % Water………………………………………… 68.. 65 % B. 3 % Chalk…………………………………………… 15 % Kaolin…………………………………………… 2% Colouring matter Glycerine………………………………………. 5% ZnO……………………………………………. Pemerian : Serbuk hablur renik . 65 % Preservative and perfume ………………………... putih .. berat . Terjadi uap nitrogen oksida . ZnO……………………………………………. 2% N – propilalkoho………………………………. Colouring Water Gum Tragacanth ( 0. Starch ( amilum )……………………………….. 10 % Glycerine ……………………………………… 15 % Rose water…………………………………….. Preservative and perfume ………………………. tidak berasa . Talc……………………………………………..Sediaan Kosmetika Formulasi Umum : A... sisa berwarna kuning . TiO2 …………………………………………. 7% Perfume …………………………………………...5 % Viegum HV…………………………………… 0.. 15 % Water…………………………………………. Menunjukkan reaksi bismuth dan nitrat . Na karraginate…………………………………. qs C. Bi subnitrate……………………………………. l2 % Propylene glyco……………………………….. tidak berbau . 10 % 10 % 10 % 25 % 15 % 30 % qs 5% D.

diperiksa dengan mikroskop . • Pada 20 ml larutan 0. asamkan . Propilen glikol . terjadi warna biru tua . 143 .) Zat + P. saring .05 M hingga terjadi warna kuning . dan 4 ml air . Pemerian : • • • Zat + H2SO4 --------→ propilen . pada filtrat tambahkan 10 ml larutan timbal subasetat P . • Sedikit serbuk dalam larutan merah nitenium P . Analisis Kualitatif : • Iodoform test : ( . Khasiat : Zat tambahan .02 N . larutkan dalam campuran 2 ml asam nitrat P . Khasiat : Adstringen saluran pencernaan . kocok . terjadi flokulasi putih . • Pada 10 ml larutan 2 % b/v tambahkan 0. 1ml dinatrium edetat 0. seperti lendir .25 % b/v tambahkan 100 ml larutan timbal asetat 20 % b/v terbentuk endapan menjonjot . jika terjadi warna ungu .3 ml larutan ungu kateka P .2 ml larutan timbal ( III ) asetat P 20 % b/v . tidak terlihat butir – butir merah . • Larutan dengan pengocokan 250 mg dalam 5 ml air . Analisis Kualitatif : • Pada 5 ml larutan timbal ( III ) subasetat P . larutan berkabut tapi tidak terjadi endapan . rasa tawar . tidak terbentuk endapan . Gom Arab . nitrobenzoat -------→ ↓ terjadi endapan . tambahkan 0. tambahkan tetes demi tetes ammonia encer P hingga terjadi warna biru . biarkan selama 1 menit . hampir tidak berasa . 20 ml glycerol P . Tragakan .5 ml larutan benzidina P 1 % b/v dalam etanol ( 90 % ) P . Titrasi dengan Dinatrium edetat 0. tambahkan 50 ml air . Propanol . Khasiat : Zat tambahan . campuran berwarna hijau ( perbedaan dari gom akasia dan agar ) .45 mg Bi . Analisis Kualitatif : • Pada 100 mg serbuk tambahkan 1 ml iodium 0. Zat + piperonal---------→ merah . Pemerian : Cairan jernih . tidak berwarna . Pemerian : Tidak berbau .Sediaan Kosmetika Timbang seksama 500 mg . Tambahkan 200 ml air dan 0.05 M setara dengan 19. Pemerian : Hampir tidak berbau .

ZnO……………………………………………………6 % Chalk …………………………………………………16 % Methyl selulosa ………………………………………0.5 % Veegum ………………………………………………. Zn stearat……………………………………………… 2 % TiO2 ………………………………………………….0. 61. campur . Uapkan filtrat hingga lebih kurang 50 ml .20 % Isopropyl alcohol ………………………………………. tidak terjadi bau akrolein .2. Formulasi : A.5 % Water .1 % Metyl cellulose ( 1500 viscosity grade ) ………………0. 3..2. Analisis Kualitatif : Panaskan perlahan – lahan dengan kalium bisulfat P . Suhu hablur sekitar 176 0C . terjadi uap berbau enak . Ditambahkan larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih .. Bedak untuk Kaki ..5 % Propylene glycol ……………………………………. rasa agak manis . Formula yang mengandung TiO2 : 144 ..5 % Yellow oxide …………………………………………. Saring . jernih . dinginkan . tambahkan 100 mg arang jerap P . Analisis Kualitatif : • Ditambahkan larutan ammonia menghasilkan endapan putih seperti gelatin . Bedak Penutup Noda . higroskopik .qs B.5 % Glycerine ……………………………………………... tak berwarna . Lanjutkan pemanasan hingga kering . • Ditambahkan NaOH menghasilkan endapan putih .. larutkan dalam aseton P 100 ml hangat . perfume .. biarkan 1 malam pada suhu 4 0C .3..…. Ditambahkan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih .Sediaan Kosmetika Cairan kental . Magnecium carbonate ( MgCO3 ) ..9 g trifenilmetilklorida P dan 5 ml piridina P di tangas air selama 1 jam . • Ditambahkan reagensia kuning titan menghasilkan endapan merah .5 % Colouring matter .6 % Umber ………………………………………………. preservative and perfume …………. • • • Ditambahkan HCl encer menghasilkan gas CO2 ditandai adanya gelembung – gelembung gas . keringkan hablur dengan aliran udara . saring .5 % Red oxide …………………………………………….100 % 4. tak berbau . Analisis Kuantitatif : Refluks 500 mg dengan 3.16 % Water ………………………………………………. representative sampai ……………..

1 ml larutan tembaga ( II ) sulfat P . Analisis Kuantitatif : Timbang seksama 2 gram .5 % Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat : Trietanol amin . bau lemah mirip amoniak . baik berupa cacat.5 % TiO2 …………………………………………………….0. III. Harus mudah digunakan 145 . vermillion.3 ml larutan kobalt ( II ) klorida P . terjadi uap yang merubah warna kertas lakmus merah P basah menjadi biru .0 % Pewarna …………………………………………………. dinginkan memenuhi syarat : pada 5 ml tambahkan larutan barium klorida P dengan volume yang sama . sandalwood. Analisis Kualitatif : Pada 1 ml tambahkan 0. cinnabar. masukkan ke dalam labu erlenmeyer – 300 ml . warna biru tetap ..3. karmin+NH4OH.. Analisis Kualitatif : Tambahkan sedikit demi sedikit lebih kurang 1 gram pada 50 ml air hangat sambil diaduk hingga mendispersi dengan rata .0 % CMC …………………………………………………….6. lanjutkan pengadukan hingga diperoleh suspensi koloidal . tambahkan 75 ml air .5 % Propilen glikol …………………………………………. terjadi warna biru tua . red ochre.Sediaan Kosmetika Trietanol amin …………………………………………. Panaskan perlahan – lahan 1 ml .0 % Aquades ……………………………………………….9. Pemerian : Cairan kental . Persyaratan dari pemerah pipi 1. Harus stabil baik warna maupun bentuk 2. menampilkan warna kosmetik yang lebih lembut pada wajah dengan membuat garis bentuk muka (contour) yang lebih baik dan mengurangi tampilan yang kurang baik pada wajah. terbentuk endapan halus putih .cochineal. 1 ml asam klorida 1 N setara dengan 149. terjadi warna merah karmin . tidak berwarna hingga kuning pucat .62.5. Pada 1 ml tambahkan 0.. Zat warna yang digunakan adalah Zat warna yang tak larut air seperti ferri oksidsa. bercak atau noda hitam.2 mg triethanolamine dihitung sebagai N( C2H4OH )3 CMC . brazilwood. higrokopis .. Tambahkan 5 ml larutan natrium hidoksida encer P didihkan hingga sisa sepertiga volume semula . PEMERAH PIPI (Raugh/ blusher/ blush on) Pemerah pipi adalah sediaan yang berguna untuk memberi warna merah pada pipi. Titrasi dengan asam klorida 1 N menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil P . Harus homogen dan halus 3.

MgCO3. Berdasarkan bentuknya pemerah pipi dapat dibagi menjadi : • Bentuk padat (“Dry Rouge”) sering juga disebut “compact rouge/ blush on rauge” . kapur precipitate. menyebabkan iritasi. keras tidak menyatu dengan baik pada kulit atau berlapis saat dihapus dengan tiupan. rusak. Pemerah pipi padat adalah bentuk yang paling dikenal dan paling susah dibuat. Jumlah yang digunakan antara 4-10 %. pewarna dan parfum. karena tidak hanya membutuhkan pengetahuan cara untuk membuat.Sediaan Kosmetika Penggolongan Pemerah Pipi 1. tetapi juga peralatan pabrik yang khusus. toner yang dikurangi derajat pengurangan (anorganik oksid) adalah pewarna utama karena pewarna itu sendiri memberikan bayangan yang diinginkan. kaolin. Zinc oksid digunakan untuk meningkatkan daya adhesi dari pemerah pipi memberi opositas dan digunakan dalam jumlah antara 5-10 %. retak atau terlalu keras Diantara kerusakan umum dari pemerah pipi padat. Pewarna yang digunakan adalah bahan pewarna dengan toner organic. Titanium dioksid. oksida-oksida organic. Berdasarkan basisnya pemerah pipi dapat dibagi menjadi : • Pemerah pipi dengan dasar emulsi A/M • Pemerah pipi dengan dasar emulsi M/A • Pemerah pipi dengan salep yang tidak berair 2. Zinc stearat. Logam-logam stearat sekarang digunakan secara luas sebagai pengikat kering untuk pemerah pipi padat. Pada dasarnya pemerah pipi padat adalah bedak berwarna yang mengandung bahan pengikat yang membantu memadatkan bedak Bahan mentah dalam pembuatan pemerah pipi padat adalah talk. juga ditemukan bentuk yang terlalu bubuk menjadi debu. Formulanya: persen Talk Kaolin Zn stearat Zn oksid MgCO3 Kanji beras Titanium dioksid Pewarna 48 16 6 5 5 10 4 6 Pemerah pipi padat harus memenuhi persyaratan : 1) Halus dan bebas dari gumpalan-gumpalan seperti pasir 2) Mudah digunakan dan dapat melapisi serta melekat baik 3) Warna harus homogen dan tidak mengandung air sama sekali 4) Kekuatan menutup baik 5) Ukutran partikel sangat kecil 6) Sesuai dipadukaaan dengan warna kulit 7) Mudah dibersihkan tanpa pembersih Khusus 8) Tidak boleh patah. 146 .

0 2. Faktor yang penting dalam membuat pemerah pipi padat yang baik adalah bahan pengikat yang tepat. cochineal. Warna pada umumnya merah atau merah muda. Zat warna tersebut diantaranya adalah feri oksida.Bagaimanapun harus diingat bahwa pemerah pipi padat yang kering itu digunakan dengan hemat. walau kadang juga digunakan warna kuning muda dan coklat bahkan putih. Parfum yang digunakan dalam pemerah pipi padat harus mempunyai wangi yang khas (sesuai). vermillion. Tipe umum adalah sebagai berikut: o Bahan pengikat yang larut dalam air o Bahan pengikat yang tidak latut dalam air o Bahan pengikat emulsi o Bahan pengikat kering Bentuk batang (“stick rouge”) Merupakan pemerah pipi dengan basis malam. Penggunaan zat warna asam Bromo tidak bijaksana karena kemungkinan menyebabkan dermatitis pada kulit dengan pencahayaan langsung. Karena bentuk padat yang tebal maka parfumnya dapat terlepas dengan lambat. Red ochre. Banyak macam kombinasi bahan pengikat yang ditawarkan dan digunakan.0 33.0 17. teksturnya lembut. sandalwood. karmin+NH4OH.Sediaan Kosmetika biasanya ditambah air dan minyak yang mudah larut.4 4. brazilwood. penampilannya menarik.6 5. cinnabar. hampir sama dengan basis pemerah bibir hanya lebih banyak emoliennya dan lebih lunak. tercampur sempurna dengan bedak. sehingga bisa terpakai sampai lama. untuk menyamarkan permukan wajah atau lebih dikenal penyamar pipi. Contoh formulanya: Persen Lilin Candelilla Lilin Carnauba Beeswax Minyak mineral Lanolin Isopropil miristat Pewarna • 8. Sebagai basis dapat digunakan basis teremulsi atau basis yang tak mengandung air (“nonaques/anhidrat) Pemerah pipi bentuk krim harus memenuhi persyaratan: 1) Harus mempunyai titik leleh 50 2) C Pembagian Zat warna dan partikelnua harus homogen 0 147 . Bentuknya secara umum sama walaupun lebih sering diameternya lebih besar (sekitar 2 cm).0 30.0 • Bentuk Krim (“Krim Rauge”) Tipe ini istimewa karena pemakaiannya mudah.

• 0 Bentuk Cair (“Liquid Rauge”) Merupakan pemerah pipi bentuk cair biasanya dalam bentuk suspensi. Pemerah pipi cair harus memenuhi persyaratan yaitu viskisitas yang cukup agar dapat mengalirdengan baik dan dapat mongering dengan cepat.0 0.Sediaan Kosmetika 3) Bila ditaruh dalam lemari pemanas dengan sssuhu40 4) C selama 1 bulan tidak boleh ada perubahan. beberapa suspensi agak cepat menempatinya dan konsekuen diperlukan pengocokan yang seksama sebelum pemakaian .8 2. dengan akhir matte. emulsi M/A atau A/M. tidak berbau. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Talk Pemerian Serbuk halus.4 0.5 10. biasanya ditaruh pada suhu kamar selama 2 minggu tidah boleh ada perubahan. 28 Carbowax Metil-p-hidroksi benzoate Parfum Persen 89.1 qs Dalam hal pencegahan pewarnaan yang tebal dan partikel putih yang inert maka dapat disempurnakan dengan pemakaian zinc stearat yang dilumatkan dalam air untuk mendapatkan hasil yang berbentuk lotio. putih.4 3. tidak berasa Analisis Kualitatif • Jika dimasukan ke dalam air akan segera memeasuki dinding tabung 148 . Pemerah pipi cair dibuat dengan penambahan gom atau pengental sintesis untuk meningkatkan viskositas dan sejumlah kecil zat pembasah untuk memudahkan penyebarannya. Tidak boleh bereaksi dengan wadahnya . Contoh formulanya adalah sebagai berikut: Propilen glikol Polovinil alcohol Sorbitol heksaasetat Titanium dioksid Kapur Zinc stearat Pewarna Parfum Persen 34 25 25 5. Contoh formulanya : Air D&C merah no. juga bisa berupa cairan yang kental atau bentuk “clear gel” yaitu suatu bentuk dengan penambahaan “gelling agent” seperti karbopol. Pada bentuknya yang paling sederhana.2 qs Sebagai zat pewarna sering digunakan campuran karmin dan NH4OH.6 4.

dan cuci dengan air mendidih sampai bebs sulfat. Panaska larutan sampai kira-kira 400 dan titrasi dengan 0.2 N selama 5 menit. tambahkan air jika perlu untuk menjaga volume asli. dinginkan dan saring. didihkan 2g dengan 80 mL dan 20 mL asam nitrat encer pekat menggunakan pendingin alir balik selama 5 menit. Simpan asam lemak yang dipisahkan pada identifikasi A dalam filter watted dengan air. yang diperoleh lebih dari 10 mg • Memenuhi uji batas klorida . dinginkan.bebas dari butiran kasar. Masukan filtrate dan cuci dengan 15 mL ammonium-amonium klorida buffer 0. pengujian dilakuka menggunakan 50 mL filtrat yang diperoleh sebagai berikut. tidak berasa 149 . lalu diuji dengan kertas lakmus. tidak berbau. tidak berbau . terbentuk warna merah terang Kaolin Pemerian Serbuk ringan. tidak berasa. atau sampai permukaan asam lemak bersih. putih. pijarkan pada suhu + 6000C . uapkan 50 mL filtrat hingga kering. dinginkan dan saring Khasiat : Zat tambahan: penyerapan Zn stearat Analisis Kualitatif Campur 25 gram dengan200mL air hangat. dinginkan campuran. saring.Sediaan Kosmetika • • Netral Tambahkan larutan titan kuning. dan keringkan pada suhu 1050 selama 20 menit sampai asam lemak mengental tidak dibawah 540C Analisis kuantitatif Panaskan kira-kira 1g Zn Stearat dengan 50 mL asamsulfat 0. cuci penyaring dengan 5 mL air. saring. tambahkan 60 mL asam sulfat 2N dan didihkan sampai asam lemak terpisah dan membentuk permukaan transparan. kumpulkan filtrat dan cairan cucian tambahkan 3 mL asam klorida P. kemudian larutkan dengan asam. terbentuk endapan menyerupai gelatin. Saring dalam beaker kering saat panas. Zinci Oxydum Pemerian Serbuk amorf.05 M disodium etilen diamid tetra asetat sampai larutan berwarna biru. Analisis Kuantitatif • Refluks 2g dengan 100 mL asam klorida 0. putih atau putih kekuningan. biarkan dingin.1N selam 10 menit.licin. dan pindahkan permukaan padat dari asam lemak. Umpulkan asam lemak dalam beaker glass kecil. hangatkan sisa dengan 10 mL air. cairan sisa di test dengan Zink test. Cuci saringan dan lab uterus menerus dengan air sampai tidak ada asam.2 mL eriochrome black T. licin Analisis Kualitatif Lebur 1 g dengan 2g Natrium karbonat anhidrat P. tuangkan airnya.

Pada 5 mL filtrate bersih tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida.5 g zat uji yang baru dipijarkan . Setelah uap sulphur trioksida muncul. Bila perlu bantu dengan pemanasan lemah . larutkan dalam 50 ml asam sulfat 1N . terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang • Larutkan asam klorida encer. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan. Maka akan muncul warna kuning merah/orange Beeswax Tes awan safonifikasi Masukkan 3 g kedalam labu ukur. hamper tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. tidak berbau. tambahan 2. setelah larutan sempurna terbentuk hangatkan hingga suhu 150 . cairkan dengan air sampai 100 mL lalu disaring. Setelah larut sempurna tambahkan metil jingga . Khasiat : antiseptikum local MgCO3 Analisis Kualitatif • Ditambahkan larutan ammonia menghasilkan endapan putih seperti gelatin • Ditambahkan NaOH menghasilkan endapan putih • Ditambahkan regensia kuning titan menghasilkan endapan merah • • • Ditambahkan HCl encer menghasilkan gas CO2 ditandai adanya gelembunggelembung gas Ditambahkan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih Ditambahkan larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih Kanji beras (Rice Starch) Pemerian Serbuk sangat halus. terjadi warna biru yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali.Sediaan Kosmetika Analisis kualitatif • Panaskan sejumlah ZnO. putih.5 g ammonium klorida Pasal . terus titrasi kelebihan asam sulfat dengan NaOH . terbentuk endapan putih yang larut dalm larutan alkali hidroksi berlebih Analisis kuantitatif : Timbang seksama 1. setelah ditambahkan alkali hidroksida. tambahkan 30 mL larutan yang dibuat dengan melarutka 40 g potasium hidroksida didalam 500mL aldehid bebas alcohol pada temperature tidak melebihi 15. lanjutkan pemanasan selama 1 menit. Dinginkan suspensi. labu didih 100 mL disatukan dengan gelas erlenmayer. Tambahkan larutan yodium P. Titanium dioksid Analisis Kualitatif Pada 500 mg asam sulfat dandipanaskan perlahan. tidak berasa Analisis Kualitatif Didihkan 1 bagian dengan 50 bagian air.

dan tetrafluorescein. mudah digunakan. tidak berbau dan stabil. Basis merupakan basis berlemak yang mudah dioleskan pada bibir. stearil alkohol dsb. Putar labu pada penangas tadi ketika penangas dan larutan dingin. dapat memnbentuk lapisan yang stabil . 3. minyak wijen. Bentuk dan bau harus menarik. Pemerah Bibir (Lipstick) Merupakan sediaan kosmetika yang berguna untuk memerahkan bibir atau merubah bentuk bibir hingga kelihatan lebih menarik. dinginkan. candelilla wax. 2. 2. Pemerah bibir umumnya merupakan suatu dispersi zat warna dalam minyak . tambahkan 100 mg arang jerap P. Larutan tidak menunjukkan bentuk awan/globul sebelumsuhu mencapai 650 C Propilen glikol Pemerian Cairan kental. Tidak berbahaya pada kulit. campur. cetyl alkohol. Zat warna yang digunakan harus memenuhi syarat :  Dapat bersifat sebagai penetrasi pada kulit bibir . digunakan dalam konsentrasi 2 . Formula umum pemerah bibir biasanya terdiri dari : 1. eosin. Tidak boleh ada pemisahan. Zat warna yang sering digunakan yaitu : ♦ Staining Dyes. Tidak boleh rapuh. Suhu hablur sekitar 1760C IV. Sering juga digunakan minyak mineral. takberbau. saring. lemak dan malam. tak berwarna. tidak kering dan mudah dihapus. keringkan hablur dengan aliran udara. merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pemerah bibir. terlalu keras dan terlalu lunak karena adanya pengaruh suhu.Sediaan Kosmetika kamardan tambahkan aldehid bebas alcohol hingga 1000 mL.9 g Trifenilmetilklorida Pdan 5 mL piridina P di tangas air selama 1 jam. Uapkan filtrate hingga lebih kurang 50 mL. higroskopik Analisis kualitatif Panaskan perlahan-lahan dengan kalium bisulfat P. minyak jarak dsb.  Dapat melapisi bibir dengan baik untuk menutupi kekasaran. jernih. Lanjutkan pemanasan hingga kering. Merupakan turunan fluorescein yang terhalogenasi sperti bromo acid. tidak terjadi bau akrolein Analisis Kuantitatif Refluks 500 mg dengan 3. Zat warna harus mempunyai viskositas rendah. Pada akhir refluks buka labu. carnauba wax. Pemerah bibir harus memenuhi persyaratan : 1. rsa agak manis. cetaceum.terjadi uap berbau enak. Warna – warna yang digunakan bervariasi dari merah. biasanya digunakan minyak tumbuh-tumbuhan seperti minyak zaitun. larutkan dalam aseton P 100 mL hangat. Untuk memadatkan formula dapat digunakan malam. 151 . ros dan jingga. parafin. Basis/ Dasar. Zat warna. biaaarkan 1 malam pada suhu 40C. Refluks campuran selama 2 jam. masukkan thermometer kedalam larutan kemudian masukkan labu kedalam penangas air pada temperature 800C. halus dan homogen. saring. Minyak-minyak ini juga berguna untuk melarutkan .3% . merupakan zat warna yang dapat menodai bibir dengan warna yang diingini. 4. ozokerite.

Dapat digunakan pelarut nonpolar. Ba.Sediaan Kosmetika ♦ ♦ ♦ ♦ 3. 4. isopropil palmitat dsb. butil hidroksi toluen. Titan dioksida. Pigment. Digunakan dalam jumlah 8 – 10% . digunakan dalam jumlah 5 – 15 %. dapat digunakan yang ringan dan segar. Yang harus diperhatikan pada pembuatan pemerah bibir adalah :  Pemilihan basis yang sesuai  Pemilihan zat warna dan pelarutnya harus hati-hati. Zat-zat antioksidan berguna untuk mencegah ketengikan dari minyak-minyak lemak yang digunakan. Zat pewangi. Non Eosin Staining Dyes. Kestabilan dapat diperiksa dengan mengamati pada suhu 400C. Ca dan Sr. Sebagai contoh pelarut yang sering digunakan adalah minyak jarak. Konsentrasi yang digunakan 2-4% . Jenis aliran dapat diperiksa dengan alat penetrometer. propil galat. lemak-lemak dan zat yang bersifat lipofilik. glikol-glikol. alkohol berlemak. dapat diperiksa dengan menekan ibu jari dan telunjuk tidak menunjukkan adanya gumpalan seperti pasir.dsb. apakah ada minyak yang keluar atau apakah ada kristalisasi dari lemak-lemak. 5. 6.  Teknik pembuatan dan pencetakan harus betul dan hati-hati. sesuai dengan namanya dapat digunakan untuk melarutkan zat warna dalam formula pemerah bibir. Pemeriksaan titik leleh dapat dilakukan dengan tabung kapiler yang diberi tekanan dan suhu dinaikkan 45-500C. 5. 7. isopropil meristat. yang sering digunakan adalah yang bersifat lipofilik dan yang tidak larut dalam air yaitu bentuk sulfo acidnya. 152 . agak keruh keputihan. 3. Sebagai contoh misalnya butil hidroksi anisol. 2. Pembagian zat warna dalam basis minyak harus homogen. 4. Kestabilan terhadap oksidasi sinar matahari diperiksa selama penyimpanan. butil stearat. merupakan campuran zat warna D&C (Drugs and Cosmetics) dan logam – logam seperti Al. Kestabilan dari parfum dapat diperiksa dengan memasukkannya kedalam pemanas dengan suhu diatur 400C dan dibandingkan dengan standar. Waktu pecah ( breaking point) dapat diperiksa dengan menegakkan sediaan dan diberi tekanan dengan suhu diatur 250C. Lakes. harus dipilih yang tidak mengiritasi dan stabil terhadap komponen yang lain. merupakan zat warna logam yang dapat bercampur dengan bahan dasar. juga merupakan turunan fluoroscein. Pelarut dari zat warna. Zat pewangi ini sangat berguna untuk menutupi bau yang tidak enak dari lemak. Digunakan dalam jumlah 1% . berguna untuk memudakan serta menyinarkan warna. Cara pemeriksaan hasil akhir dari suatu pemerah bibir : 1. Dapat bersifat anorganik maupun orfganik.  Parfum harus segar dan ringan. Lapisan yang terbentuk.

tidak terpengaruh oleh perubahan suhu. penampilan seseorang akan terlihat lebih sempurna dan kekurangan yang terdapat didalamnya bisa lebih disembunyikan atau dihilangkan sama sekali. seperti adanya kristal. atau hidung yang terlalu panjang atau pesek. terdapatnya lipatan kasar pada daerah mulut dan bibir. Corrective make up pertama dapat digunakan pada kondisi dimana seseorang ingin mengubah penampilannya kembali ke keadaan aslinya dulu. kosmetik ini juga dapat digunakan untuk mengoreksi bentuk wajah. mudah digunakan. dan bentuk padatnya tidak mudah hancur. Bromat. memilih suatu jenis kosmetik yang tepat dan menonjolkan lekukan atau tekstur wajah. Kombinasi yang baik pada penggunaannya dapat mempercantik penampilan make up. bebas dari perubahan fisik. perlekatan yang baik dan tidak meninggalkan bekas. mata. mulut dan bibir seseorang. Selain itu. Dengan menggunakan suatu pewarnaan yang menarik. Yang terakhir adalah pemerikasaan terhadap adanya penyimpangan yang terjadi pada permukaan sediaan selama penyimpanan. pengeluaran minyak atau cairan lainnya. tonjolan-tonjolan lemak padat. warna merata dan tidak berubah. TiO2 Flavour 16% 16% 24% 24% 10% 7. hidung.Sediaan Kosmetika 8. Biasanya sering dilakukan oleh mereka yang memiliki gambaran dagu yang seperti dua buah (pada orang gemuk) . Tampilan muka dari depan secara keseluruhan merupakan pertimbangan utama untuk dasar melakukan suatu make up. pertumbuhan jamur. Formula Lipstick (pemerah bibir): Carnauba wax Ozokert Lanolin Parafin liquid Eosin As. hidung yang terlihat besar dan lebar . mata yang membengkak.5% Analisis : Eosin Pemerian : Serbuk atau bongkahan berwarna merah hingga merah kecoklatan Analisis Kualitatif: a. fluoresensi berwarna jingga . Tambahkan asam mineral pada larutan 1% b/v terbentuk endapan biru. 153 . mempunyai rasa yang menyenangkan. Corrective Make -up Metode ini digunakan untuk menonjolkan penampilan make up pada wajah dan menyembunyikan segala kekurangan yang terdapat pada wajah. Lipstick merupakan kosmetik yang sangat sulit dihasilkan karena persyaratannya yaitu harus berpenampilan atraktif.5 % 1% 1.

tidak berwarna atau putih. buka labu. tidak mempunyai rasa . Analisis Kualitatif Dibakar pada nyala oksidasi akan menghasilkan warna nyala yang terang. Refluks campuran selama 2 jam. Pada tube yang sama yang mengandung 2 ml platinum dan kobalt TS dengan volume yang sama . berbau khas. Pada akhir refluks. tambahkan 30 ml larutan yang dibuat dengan melarutkan 40 g Potassium hidroksida didalam 500 ml aldehid bebas alkohol pada temperatur tidak melebihi 15.94% 65. putar labu pada penangas tadi ketika penangas dan larutan dingin.66% 12 % 0.00% 14. Jika 154 . kemudian masukkan labu kedalam penangas air pada temperatur 800C.04% Petroleum eter Pemerian Larutan jernih: mudah menguap . Formula Salep bibir Parafin wax 30% White petroleum jelly 35 % Technical white oil 20% Beeswax 14% Analisis : Beeswax Kualitatif : Tes awan saponifikasi Masukkan 3 g kedalam labu ukur. masukkan termometer ke dalam larutan. Formula Lipstick cair Etil selulosa Bleached wax –free shellac Etil alkohol Petroleum eter Polietilen glikol Fuchsin Sakarin Analisis : 3. setelah larutan sempurna terbentuk. hangatkan hingga suhu kamar dan tambahkan aldehid bebas alkohol hingga 1000 ml. Jika dileburkan menghasilkan cairan yang tidak berfluoresensi.06% 4. Parafin Pemerian : Padat.3 % 0. Larutan tidak menunjukkan bentuk awan atau globul sebelum suhu mencapai 650C. Analisis Kualitatif Masukkan 100 ml zat diaduk perlahan dan dipindahkan ke dalam tube pembanding warna dan bandingkan dengan blanko .Sediaan Kosmetika b. kedua larutan akan menjadi jernih dan bebas dari pengendapan atau sedimentasi. labu didih 100 ml disatukan dengan gelas erlenmeyer . sering menunjukkan susunan hablur agak licin. Tambahkan 2 ml larutan jenuh NaOH p pada 10 ml larutan zat 1% b/v terbentuk endapan merah.

kemudian dilewati melalui api kecil hingga terbentuk ammonia. Kocok 10 ml zat dengan 5 ml air selama 5 menit. bau khas lemah agak higroskopis. Analisis Kualitatif Dengan kromatografi gas Formula Lipstick transparan Poliamide resin ( rata-rata BM 8000) Poliamide resin (rata-rata BM 600-800) Propilen glikol mono laurat Minyak castor D&C merah nomor Lanolin alkohgol Dipropilen glikol metil eter Etoksi lonolin alkohol ( 5 mol Et2O) Isopropanol anhidrat Parfum 20% 5% 28% 12. b. lapisan air tidak akan mengubah lakmus merah menjadi biru selama 15 menit . • Bilangan yodium tidak lebih dari 1 . Jika larutan berwarna kuning. tambahkan 10 tetes asam sulfat dan panaskan campuran dalam penangas air pada suhu 200 0C selama 3 menit. diperlukan tidak lebih dari 2 ml. Pemerian : Cairan kental jernih . larutkan dalam 50 ml air. biarkan dingin dan tambahkan 10 ml air dan NaOH I N berlebih akan menghasilkan larutan yang berfluoresensi hijau. akan memeberikan warna yang tidak lebih tua dibandingkan blanko. Campurkan 20 mg dengan 40 mg resorsinol. Sakarin Analisis Kualitatif a. uapkan atau kisatkan hingga kering. titrasi dengan HCl 0.01 N .1 % 5% 1% 155 .3% 8% 10% 10.Sediaan Kosmetika dilihat sejajar kolom dengan transmitted light . Fuchsin . tambahkan larutan fenolftalein. netralkan larutan dengan HCl 3 N dan saring . biarkan dingin . Isopropil miristat • Bilangan penyabunan : 202 – 212 .01 N. titrasi dengan NaOH 0. Jika larutan berwarna merah. • Bilangan asam tidak lebih dari 1 . penambahan 1 tetes FeCl 3 TS kedalam filtrat menghasilkan warna ungu. tidak berwarna atau praktis tidak berwarna. setelah itu larutkan dalm 20 ml aquades. Larutkan 100 mg dalam 5 ml larutan NaOH.6% 21 0. Analisis Kuantitatif Timbang seksama 5 g .

5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . cairkan dengan air sampai 100 ml lalu disaring . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . alcohol . lanjutkan pemanasan selama 1 menit. Tidak larut dalam air .0 . karbon disulfida . kloroform . massa tidak berubah pada suhu 00 . massa lunak . Setil alkohol 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol TiO2 Analisis Kualitatif Pada 500 mg asam sulfat dan dipanaskan perlahan. eter . Petroleum putih tidak berwarna bila dioles . petroleum eter . Petroleum Jelly Pemerian : Berwarna kuning hingga gading atau putih . Dinginkan suspensi. Pada 5 ml filtrat bersih tambahkan beberapa tetes hidrogen peroksida . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . gliserol . Sperma ceti/ setaseum Pemerian : 156 . masing – masing sekitar 1. tidak berbau . Analisis Kualitatif : Berfluoresensi lemah bila dicairkan . tidak berasa . Maka akan muncul warna merah/ orange. setengah padat . • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal .Sediaan Kosmetika Formula dasar Lipgloss Parafin wax Petroleum jelly putih Minyak technical putih Beeswax 30% 35% 20 % 15 % Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat . larut dalam bensin . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. Setelah uap sulfur trioksida muncul .

“ sand mills “ . dispensi warna dan campuran lilin . namun mereka cenderung sukar untuk menjadi campuran yang basah dan berminyak . Persiapan dan Pencampuran . Ada beberapa type penggilingan . Dalam mempersiapkan dispensi zat warna . 2. campuran sebaiknya 157 . Pencampuran bahan – bahan untuk membentuk massa lipstik . Analisis Kualitatif Refluks perlahan 5 g derngan 5 ml asam sulfat encer selama 5 menit saring selagi panas. Dinginkan . Warna – warna seperti asam bromo . B. contoh : campuran minyak . bau dan rasa lemah. menghilangkan minyak dan memberikan efek pembasahan yang tidak sempurna . yang bertindak sebagai penghalang dan menyebabkan pembasahan tidak sempurna . Dicampurkan secara terpisah dengan konstituen yang tepat dari campuran dasar . pigmen dan “ lakes “ mendapat perlakuan : A. dan perlu dilakukan beberapa proses penggilingan . Sisa bahan dasar . udara tidak diberhentikan sampai viskositas massa terlalu besar untuk melepas udara dan hal itu menyebabkan terkumpulnya partikel – partikel zat disekitarnya . Dalam penggilingan . sebaiknya dasar yang digunakan adalah plastik semi solid dan dilakukan dalam kondisi hangat . kemudian dicampur dengan bahan lainnya . kecuali jika digunakan dasar yang lengkap . dilebur dan dicampur bersama – sama . dsb . Pembuatan Lipstik . Pembuatan lipstik sebaiknya dilakukan pada temperatur rendah yang cukup untuk proses ini . kemudian ammonia encer P secukupnya hingga tepat bereaksi alkalis terhadap kertas lakmus P. Persiapan campuran komponen . Secara umum . suhu lebur 420-500C. Pertama .3 ml larutan dimetilglioksin p 1 % b/v dalam etanol (95%) P. bening . Pencetakan massa lipstik menjadi batangan lipstik . senyawa polyglikol dan terakhir ditambahkan bahan non polar . tidak terjadi warna merah jambu. Didispensikan dalam dasar lipstik yang lengkap . Jika pencampuran dilakukan pada temperatur tinggi dan mengabsorbsi banyak udara dan didinginkan . Tujuan proses ini adalah untuk menghasilkan dispensi warna yang homogen dan kondusif untuk membentuk batangan lipstik yang lembut . menggunakan pemanasan jika diperlukan . seperti lanolin . tambahkan 0. seperti lilin hasil pemanasan tinggi yang tidak dipergunakan lagi . putih mutiara. Meskipun warna – warna yang digunakan diterima dalam bentuk dasar yang baik . zat warna yang dapat larut dicampur dengan zat pelarut . warna – warna dicampur dengan bahan tadi untuk membasahi . 3. Cara ini jarang digunakan . yaitu : “ ball mills “ .Sediaan Kosmetika Massa hablur. pembuatan lipstik terdiri dari 3 tahap : 1. Telah disebutkan bahwa petroleum jelly akan melarutkan 10 % udara pada 90 0C tetapi hanya 50 % pada suhu 20 oC . Dan saat pencampuran . licin. Jakovies menyarankan proses vakum dalam peleburan lipstik untuk dispersi zat warna dengan menghilangkan lapisan gas yang diabsorbsi pada partikel zat .

Lemari pendingin tidak diperlukan selama ada cetakan tipe “ water – jacket automatic ejection “ . Jaket diisi dengan air hangat untuk menuangkan massa lipstik . Dengan kombinasi alat pengaduk dan pompa . Alat pra – pemanasan digunakan agar cetakan dapat ditingkatkan ke temperatur 40 0C sebelum diisi dengan massa lipstik dan menghindari “ flow marks “ yang terlihat pada batangan lipstik yang sudah dicetak . dan merupakan tipe “ vertical split “ atau tipe “ automatic ejection “ . Saat didinginkan . dengan menggunakan mixer sebagai pemompa . parfum dan rasa yang ditambahkan . Tak satupun cetakan tipe “ automatic ejection “ ( baik pendingin udara atau air ) yang menghasilkan batangan lipstik bentuk peluru yang sempurna . Setelah Pencetakan . karena meninggalkan lingkaran kecil di ujung batang lipstik yang disebabkan oleh ketebalan tepi logam alat ejeksi . cetakan dibuka . menghilangkan noda dan menghasilkan permukaan yang terang . Massa yang dilebur kemudian dicetak .Sediaan Kosmetika dimasukkan ke suatu tempat tertutup yang dapat menjaga cairan dan mengaduknya . Saat dibutuhkan . Salah satu bagian dari campuran minyak dicampur dengan zat kering dalam suatu panci pra – pencampuran ( pre – mix pan ) yang terletak pada “ sand mill “ menuju ke panci uap . Saat udara sudah dikeluarkan . vacuum dijalankan untuk mengeluarkan seluruh udara yang tertahan . lembut dan glossy . 158 . secara otomatis batangan lipstik akan terdorong keluar atau dengan bantuan jari . kemudian tambahkan parfum dan siap dicetak atau dibentuk menjadi blok yang disimpan dan dicetak jika diperlukan . Pencetakan . batangan lipstik disimpan sekitar 1 minggu untuk diisi ke lipstik holder . Sisa campuran minyak kemudian melewati panci pra – pencampuran dan “ sand mill “ untuk membersihkan residu warna . campuran lilin disiapkan dan disimpan dalam bentuk leburan dimana seluruh konstituen minyak disimpan dalam suatu tangki penyimpanan dengan alat pengaduk yang sesuai . Campuran lilin dimasukkan ke dalam panci uap secara simultan dan dicampur dengan bahan lain . massa lipstik kembali dalam sebuah panci tertutup dan diaduk perlahan sekitar ½ jam agar udara naik ke puncak dan menjaga “ pin holing “ produk . Cetakan biasanya diisi untuk mempertahankan bentuk tekanan dipusat batangan lipstik . Cetakan dibuat dari kuningan dan alumunium . Setelah mengental . Hasilnya diuji untuk corak . vacuum dimatikan . setelah sebelumnya lipstik di “ flaming “ yaitu dilewatkan dengan cepat ke atas api flame untuk meleburkan lapisan permukaan . Pembuatan lipstik modern juga dibahas oleh Daley . Pada satu dari dua metode yang digambarkan . Cetakan ini lebih baik digunakan untuk menghasikan batangan lipstik bentuk biji . Dalam waktu yang bersamaan . massa lipstik diaduk . hasil cetakan dibersihkan dan didinginkan agar terbentuk . Kemudian massa lipstik dipompa ke panci penyimpanan .

juga berguna untuk bibir setidaknya air putih bisa mengatasi bibir pecah-pecah. Sedikit kerutan dapat menghilang. Selain itu. kalau bibir kita tipis. Jadi tidak ada salahnya mengoleskan foundation sebelum memakai lipstik. lukis garis batas di dalam garis bibir asli. MITOS DAN FAKTA TENTANG KECANTIKAN Mitos 1 : Minum banyak air membuat keremajaan kulit terjaga Fakta : Air membantu ginjal dalam menghilangkan zat-zat beracun dalam tubuh dan bekerja sebagai penekan/penahan.  Lukis garis batas bibir dan seluruh bagian dalamnya dengan lipliner. Hasilnya selain warna lipstik jadi lebih bagus . kemudian timpa dengan lipstik yang warnanya tidak jauh berbeda dengan warna lipliner.  Agar hasilnya maksimal.  Perhatikan nutrisi yang masuk ke tubuh kita. Dengan cara ini. Hal ini berguna untuk menyamakan kulit bibir dengan kulit wajah. tapi air tak dapat mengubah kulit dasar. lukis garis bibir diluar garis bibir asli .Sediaan Kosmetika TIPS  Sebelum menggunakan lipstick . kemudian ditempelkan ke bibir. usahakan kita selalu menggunakan pelembab bibir. bibir juga jadi terlindungi. coba tempelkan tisu ke bibir yang sudah dioleskan lipstik tadi . oleskan lipstik dengan kuas. dengan menggunakan kuas kita dapat menghemat lipstik. lipstik dapat bertahan lama. oleskan alas bedak (foundation) yang biasa kita gunakan untuk wajah ke bibir.  Lukis bibir dengan lipliner sesuai dengan yang kita kehendaki . Sabun ini 159 . Mitos 2 : Sabun tidak bagus untuk kulit Fakta : Sabun biasa yang banyak digunakan sekarang ini mengandung sebagian besar campuran lemak-lemak hewan dan minyak tumbuhan. Membentuk bibir  Sebelum memperbaiki bentuk bibir. lalu ambil tisu lain yang sudah ditaburi bedak.  Terakhir. Jadi minum air secukupnya adalah penting tapi tak perlu berlebihan karena kulit sudah menyediakan. Lipstik awet  Foundation ternyata dapat membuat lipstik tahan lama .  Minum air putih selain menyehatkan tubuh. karena pengaruh kondisi tubuh juga mengakibatkan buruknya kondisi bibir. Tapi sebagian air dapat meningkatkan pembengkakan tubuh. dalam hal ini kulit. Tapi kalau bibir kita sedikit tebal .  Oleskan lipstik dengan kuas bibir. kuas dapat membuat olesan menjadi lebih rapi.

Bagaimanapun mereka dapat terlihat lebih besar lagi jika dipengaruhi oleh adanya keratin. Bagaimanapun sekarang ini. kebanyakan sabun diproduksi dari bahan-bahan pembersih sintetik (surfaktan) yang membersihkan kulit dengan efek sejuk yang lebih nyaman daripada sabun-sabun sebelumnya.. Ketika memakai shampoo. Pada pembilasan terakhir. Industri kosmetik membuat sebuah bisnis besar dengan membuat wanita percaya bahwa pori-pori dapat dikecilkan.Sehingga menghentikan radiasi sekurang-kurangnya dapat menghentikan beberapa kerusakkan.Ada fakta klinik bahwa setelah memulai perlindungan………. termasuk pada kulit wajah. shampoo dapat dibersihkan dengan mudah.Sediaan Kosmetika mempunyai pH yang tinggi (larutan alkali) dan dapat mengeringkan kulit terutama kulit yang tua. tapi hanya jika seseorang memotongnya secara keseluruhan.Beberapa kondisioner dapat merekatkan ujung rambut yang pecah tersebut tapi efeknya tidak lama. untuk memperbaiki dirinya sendiri sampai tingkat tertentu.sudah sangat terlambat menggunakan sunscreen Fakta : Tidak pernah terlambat untuk melindungi kulitmu dari matahari dan radiasi sinar uv. bahan-bahan sebaceous atau bakteri. Rambut pecah terjadi sebagai hasil dari perawatan yang terlalu sering dan berlebihan. Pada saat kamu mencapai masa pubertas. Rambut menerima bentuk produk biologi dan tumbuh hanya pada akar. pemakaian produk kimia yang berganti-ganti atau pencucian yang terlalu sering.Efek kerusakkan oleh cahaya yang tidak pernah berhenti selama radiasi berlangsung. konsentrasikan untuk mencuci kulit kepala karena terdapat akumulasi kotoran dan lemak di sana. Obat-obat luar seperti Retin-A dan alpha-hydroxy acids (AHA) dapat memecahkan bahan-bahan tersebut sehingga pori-pori kembali berada pada ukuran yang normal. Mereka bahkan dapat terlihat gelap jika keratinnya berpigmen.tapi memungkinkan berlangsung dengan perawatan secara kontinyu dan perlindungan. pori-pori berada pada ukuran yang paling besar. Mitos 3 : Rambut pecah dapat diperbaiki Fakta : Ya. Mereka juga bagus untuk kulit. Pada ujungnya dapat terjadi kehabisan zat-zat tanduk sehingga terjadi pecahpecah. Mitos 4 : Pori-pori dapat dikecilkan Fakta : Ukuran pori-pori secara genetik telah ditetapkan. Mitos 6 : Kulit kering adalah alasan untuk berkerut 160 . Mitos 5 : Sekarang. Beberapa sabun modern punya zat-zat tambahan pelumas dan pelembab kulit. Siapa pun akan suka menggunakan sabun modern yang mempunyai efek samping sekecil mungkin dan dapat digunakan tanpa terjadinya kerusakan kulit. Hal ini tidak berlangsung dalam waktu singkat.

2 161 .lebih berat sebuah pelembab yang kamu butuhkan.membutuhkan pelembab yang berbeda.penampakkan kerutan-kerutan ini akan lebih cepat.Dalam realitanya.secara normal.Juga setiap bertambah umurnya.Tidak ada hubungan sama sekali dengan zat tanduk rambut yang sudah mati untuk memerintahkan pembentukkan sesuatu mengenai panjangnya atau berupa banyaknya dan ketika rambut dipotong. Mitos 7: Setiap kulit membutuhkan pelembab Fakta : Ada mitos lain dari bisnis besar industri kosmetik yang ingin Anda percayai.Sediaan Kosmetika Fakta : Realitanya bahwa kerut-kerut dan garis-garis yang kamu lihat dikulitmu disebabkan oleh curahan sinar matahari atau sinar uv di dalam sebuah studio matahari.gatal-gatal. Mitos 9 : Semakin sering dipotong maka rambut akan semakin cepat panjang Fakta : Rambut tidak dapat disangkal merupakan produk biologi. Bagian yang berbeda pada kulitmu mungkin.Jika seseorang kekeringan.Kaki dan tanganmu. Mitos 8 : Jika kamu melakukan bedah kecantuikan sekali saja maka kamu akan membutuhkan yang lainnya.Aplikasi yang sama untuk mencukur. kamu hanya membutuhkan pelembab jika kamu ……… tanda-tanda seperti kemerahan.yang benar adalah bedah kecantikkan tidak menghentikan proses penuaan.tapi ia hanya dibentuk dan tumbuh.Ada lebih sering tampak dalam cuaca dingin pada kulitmu.kulitnya akan tampak berkerut dan akan kembali normal sesudah meminum air yang cukup. Fakta : Itulah apa yang banyak orang percayai tapi itu tidak benar.kulit akan membuat minyak alami lebih sedikit sehingga akan timbul kerut.dalam beberapa kasus.Adalah biasa bagi orang yang pernah melakukan bedah kecantikan untuk memutuskan bahwa dia tetap terlihat cantik. Perawatan kulit terbaik dengan semua bahan-bahan penting.bersisik.Bagian terkecil adalah hasil dari depresi wajah tersenyum dan cemberut.Pelembab akan monolong memperlembut garis-garis kerut tersebut.sebagai contoh.Jika seseorang merokok.Ini hanya membuat kamu terlihat lebih baik.

3. semua rambut terwarna dan struktur dari keratin rambut tidak boleh berubah. Pasta ini dapat dioleskan pada rambut. shampo dan sebagainya. Mekanisme pewarna rambut Proses pembentukan warna pada rambut harus berjalan cepat. seperti minyak rambut. harus memenuhi berbagai persyaratan antara lain : 1. Zat warna akan masuk seluruhnya kedalam batang rambut dan warna yang terbentuk akan stabil dan tahan lama. Zat warna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. 2. Tidak merusak atau melemahkan akar rambut serta dapat mempertahankan kilatan rambut.Sediaan Kosmetika BAB V SEDIAAN KOSMETIKA PEWARNA RAMBUT BUKAN CAT Sediaan kosmetika pewarna rambut (cat) adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk merubah atau memperjelas warna rambut seseorang. dan stelah dicuci dengan shampo dan dikeringkan. maka mungkin henna ini dapat 162 . Proses pewarnaan ini tidak boleh menyebabkan adanya iritasi. Hena. warna yang dihasilkannya sangat terbatas dan cara penggunaannya kurang praktis. Dapat membentuk warna yang sesuai dan tahan lama 5. berasal dari tanaman Lawsonia alba. a. alergi dan pH-nya harus mendekati netral. Daun dan bunga yang sudah dikeringkan ditumbuk menjadi tepung. spinosa atau inermis. Tidak berbahaya dan tidak mengiritasi kulit 4. Macam-macam zat warna yang dapat digunakan dalam cat rambut 1. Karena zat warnanya mengendap pada akar rambut. kemudian ditambah air panas dengan pertolongan asam sitrat/asam adipat/asam tartrat 1-2 % akan diperoleh pasta yang mempunyai pH 5. Harus tersatukan dengan sediaan rambut yang lain. Selain cat rambut akan diuraikan juga sediaan yang erat hubungannya dengan cat rambut dan sediaan pengkilat rambut. cahaya matahari atau larutan garam. tetapi di Indonesia yang sering digunakan adalah warna hitam. Dalam perdagangan dijumpai bermacam-macam warna.5. Sediaan pewarna rambut (Hair Dye) Disebut sebagai cat rambut. obat keriting rambut. Harus stabil atau tidak berubah pada udara terbuka. Tumbuhan yang seing digunakan adalah : a.

Untuk mewarnai rambut sering digunakan campurannya dengan kaolin ditambah air panas hingga terbentuk krim kental. dan Co dapat dilakukan sendiri-sendiri atau campurannya dengan garma perak. pirogalol. belerang. serta turunan-turunannya. Ni.dsb. 3. hipoklorit. Na hidrosulfat. Chamomille berasal dari tanaman Arthemis nobilis. Ag. Campurannya dengan pirogalol dan Cu atau garam logam lain akan menghasilkan warna yang lebih bervariatif dari coklat muda ke hitam. Yang digunakan adalah kepala bungan yang dibuat ekstrak yang akan melapisis kutikula. Sediaan penghilang warna Cat rambut (Hair Dye Remover) Sediaan ini sering digunakan apabila terjadi kesalah pada pengecatan rambut. Co. zat tersebut adalah NaOH atau NH4OH. Fe. Dapat juga digunakan dalam shampo yang berguna untuk mengkilatkan rambut. Tidak menembus keratin rambut. Zat yang memberikan warna adalah 2-hidroksi-1-4-naftokuinon atau Lawsone. tapai hanya melapisi permukaan rambut saja. Reduktor yang sering digunakan adalah Na tiosulfat. untuk membentuk warna yang diperlukan zat pembantuk yaitu suatu reduktor yang umumnya diberikan secara terpisah dan baru dicampur setelah akan digunakan. Garam-garam Ni. Zat warna logam. Mg bila ditambah dengan larutan tio atau tioglikolat akan membentuk warna coklat hitam. merupakan zat warna rambut terbaru. Selain oksidator juga diperlukan zat yang dapat mengatur pH karena umumnya diperlukan suasana alkalis.3. dan Bi. pirokatekol. p-aminofenol. Zat warna organik sintetis yang sering digunakan adalah pfenilen diamin. Bila pengecatan rambut menggunakan zat warna logam harus berhati-hati karena logam adalah suatu katalisator hingga akan terjadi reaksi dan timbul panas. Cu. Fe. Matricaria chamomilla. tanin dsb. Campurannya dengan daun indigo disebut henna reng dan akan mengjhasilkan warna biru hitam.6-trihidroksi flavon. b. Penggunaan garam-garam Cu. Zat warna organik sintetis. warna akan timbul setalah ditambahkan larutan pirogalol 3-5% dalam air. Pembentukan warna pada penggunaan zat warna logam terjadi tidak masuk kedalam batang rambut. Untuk mencegah teroksidasinya zat-zat warna ini oleh udara maka diperlukan penambahan suatu antioksidan seperti Na sulfat. sulfida organik. Untuk membentuk warna sangat diperlukan suatu oksidator seperti hidrogen peroksida. Ni. perborat. Sekarang banyak digunakan karena mudah dipakai dan keaslian rambut tidak berkurang. Logam-logam yang sering digunakan adalah Pb. Co. 2. larutan alkali sulfida. Proses penghilangan warna dari cat rambut juga 163 . kemudian setelah 15-60 menit rambut dicuci dan dikeringkan.klorat-klorat dsb.Sediaan Kosmetika menimbulkan keracunana lokal maupun sistematis. pirogalol. Zat yang memberikan warna adalah 1. Hal ini disebabkan karena sulfur dari keratin rambut dengan logam atau oksida logam akan membentuk logam sulfida dan ini yang harus direduksi. p-toluen diamin.

Sediaan zat pengoksidasi dapat digunakan larutan peroksida. Pada umumnya dasar penghilangan noda tersebut adalah reaksi oksidasi dan reduksi.Sediaan Kosmetika berdasarkan suatu reaksi kimia. Kelainan-kelainan pada kuku dapat meliputi perubahan bentuk. Sebagai “bleaching agent” dapat digunakan NH4OH dan H2O2 untuk mengkilatkan rambut dapat digunakan solutio H 2O2 1-3% disisir secara perlahan. seperrti cat rambut dari zat warna oksidasi dapat dihilangkan dengan pencucian berulang-ulang dengan shampo yang kadang-kadang perlu ditambahkan NH4OH. reduktor dan “bleaching agent” Sediaan pengkilat rambut (Hair bleaching/Hair Lightening) Sediaan ini sering digunakan untuk merubah wearna rambut serta untuk mentgkilatkan rambut. menghaluskan dan memperindah kuku. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna memudahkan melepaskan lapisan kulit yang menebal disekitar kuku. SEDIAAN KOSMETIKA KUKU Sediaan kosmetika kuku adalah sediaan yang berguna untuk membersihkan. bekas tinta. merawat. tidak boleh dipotong dengan gunting. karena tidak terpeliharanya daerah sekitar kuku atau mungkin karena penggunaan cat kuku yang merusak. Sediaan kosmetika kuku ini biasanya disebut dengan istilah “pedicure manicure” Kelainan-kelainan yang sering terjadi pada kuku Hal ini karena pengaruh susunan syaraf pusat. maka pH dari larutan harus betul-betul diperhatikan dan biasanya juga ditambahkan suatu stabilisator. Penggolongan sediaan kosmetika kuku Berdasarkan tujuan pengunaannya sediaan kosmetika kuku dapat dibagi menjadi : 1) Pembersih kulit. sebagai basa dapat digunakan larutan KOH atau NaOH 1-5% dan untuk mencegah kristalisasi dapat digunakan oleum cocos atau sabun oleat. sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk membersihkan atau menghilangkan noda-noda yang terdapat pada kuku seperti noda bekas nikotin. Bentuk sediaan cairan/solutio atau krim. Sediaan pembersih kuku dapat dijumpai dalam bentuk larutan/solution atau krim. pada umumnya merupakan suatu larutan basa yang dapat merusak keratin(gugus sulfa). tetranatrium pirofosfat. Biasanya lapisan ini terdiri dari sel-sel yang telah mati dan bergerigi. Sediaan pembersih kulit sekitar kuku. bekas sayuran dsb. larutan Na perborat. Hanya dapat dilepaskan setelah dilunakkan terlebih dahulu. adalah 164 . EDTA dan turunan amonium kuartener seperti setiltrimetil amonium bromida dan setiltrimetil amonium hidroksida. 2) Pembersih kuku. Juga dapat digunakan campuran minyak mineral dan asam oleat dalam suasana basa. perubahan warna atau perubahan permukaan kuku. Basa-basa lain yang dapat digunakan adalah trinatrium fosfat.

viskositasnya baik.Sediaan Kosmetika 3) larutan hipoklorit. Suatu cat kuku yang baik adalah dapat membentuk lapisan :  Cukup tebal. larutan Zn peroksida dsb. Ti oksida. c) Tidak mudah retak-retak dan tidak bersisik. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh cat kuku adalah a) Cairan harus mudah dioleskan dengan rata b) Tidak berlendir dan bila sudah kering tidak mengelupas.adalah zat-zat yang dapat membentuk lapisan film halus pada permukaan kuku. Selain selulosa nitrat dapat juga digunakan selulosa aseta. Sering dijumpai dalam bentuk serbuk. Bentuk sediaan pemutih kuku yang sering dijumpai adalah pasta. Juga dapat digunakan sebagai dasar dari cat kuku (“base coat/under coat”) yang berguna untuk melindungi kuku terhadap zat-zat yang terdapat dalam cat kuku yang bekerja terlalu kuat. dilika koloidal. asam oksalat dan asam asetat. e) Harus cepat kering dan membentuk lapisan yang halus f) Tidak berbahaya serta tidak merusak/mengiritasi kuku dan kulit sekitarnya. Na sulfit. asam sitrat. mudah kering dan tidak dapat mengelupas. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk mengkilatkan kuku supaya kelihatan lebih sehat dan segar. vinil resin. kuku. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk memutihkan kuku. Zat-zat yang digunakan untuk pembuatannya tidak boleh merusak pigmen kuku. polimer metakrilat atau polimer vinil. d) Warna harus rata dan homogen. Pada umumnua terdiri dari zat-zat yang mudah terbakar.  Melekat pada kuku dengan baik  Cukup elastis hingga tidak mudah pecah dan patah  Dapat membentuk permukaan yang keras dan kering pada waktu yang sangat singkat Sebagai ‘film former’ yang biasa digunakan adalah selulosa nitrat yang dihasilkan dari reaksi antara selulosa dengan HNO3. mudah dioleskan dan kebasahannya baik  Halus dan mengkilat. serta stabil pada penyimpanan. pensil atau cairan/lotion Pengkilat kuku. adalah merupakan sediaan kosmetika terbesar yang sering digunakan dalam sediaan untuk memperindah dan merawat kuku. jadi pembuatannya dan pemakaiannya harus jauh dari sumber api. bolus alba. bentuknya serat putih seperrti kapas. 165 . Pemutih kuku. Formula umum suatu cat kuku terdiri dari 4) 5) Cat 1) Primary Fil Former. selulosa asetobutirat. mudah larut dalam pelarut tertentu. Yang umum digunakan adalah Zn oksida. Sebagai zat pereduksi dapat digunakan sulfat-sulfat. asam tartrat. selulosa sendiri diperoleh dari sejenis kayu. krim. lithopon dan CaO. talk. tidak terlalu kental. batang.

Sifat dari plasticizer adalah pada konsentrasi rendah dapat membentuk lapisan tipis dan mengkilat. film former dsb d. Pada umunya digunakan satu atau campuran pelarut. Dapat memberikan elastisitas dan kelembutan yang dikehendaki dalam trayek suhu luas h. lembut dan liat Selain dapat digunakan sebagai pembantu pembentuk lapisan juga dapat digunakan sebagai dispersing agent untuk zat warna yang tidak larut. sandarak. turunan urea. Cat kuku pada umumnya mengandung dua atau lebih campuran plasticizer. resin sulfonamida dan formaldehida. Plasticizer yang sering digunakan adalah benzil benzoat. benzoe. trietil sitrat. butil glikolat. Maksud dari penggunaan campuran ini adalah selain untuk melarutkan nitroselulosa. dibuat secara sintetis. butil ftalat. g. Tidak menggumpal bila dioleskan c. Sebagai plasticizer harus memenuhi syarat-syarat a. Berguna untuk mendispersikan zat-zat ‘film former’ dan zatzat lain yang tidak dapat larut serta tak menguap hingga didapat suatu suspensi yang homogen.adalah zat-zat yang berguna untuk melembukan dan memberikan elastisitas pada lapisan cat kuku yang terbentuk. Harus stabil dan tidak mudah menguap b. polisteren. copal dsb. polivinil asetat. berasal dari alam sebagai contoh shellac. sehingga :  Cat kuku menjadi lebih mengkilat. Tidak berwarna dan tidak berbau.merupakan bagian yang menguap dari suatu cat kuku. kopolimer vinil asetat dan vinil klorida. butil stearat.pada umunya tidak membentuk lapisan karena merupakan larutan jernih mendekati air dan berguna untuk membentuk lapisan. Resin alami. Berdasarkan asalnya ‘secondary film former’ ini dapat dibagi menjadi a. seperti zat warna. b. damar. trifenil fosfat. Contoh : polivinil asetat. Dapat bersifat sebagai pelarut yang tercampur dengan nitroselulosa dalam segala perbandingan. tributil fosfat. ester poliakrilat. Tidak mempengaruhi kestabilan kimia nitroselulosa f. Tidak beracun. Resin sintetis. dioktil adipat. resin dan plasticizer juga untuk maksud agar cat kuku ini menguapnya perlahan-lahan. Apabila hanya digunakan 3) 4) 166 . Pemilihan zat pelarut tergantung pada jenis ‘film former’ yang akan digunakan. Pelarut. elemi. pelarut.  Lebih tahan lama dan lebih tahan air  Lapisan yang terbentuk tipis. tidak merusak kuku dan kulit e. butil stearat dsb.Sediaan Kosmetika 2) Secondary Film Former. Dapat bercampur dengan komponen-komponen lain. seluloid. Plasticizer. trikresil fosfat. dioktil ftalat.

dimetilsulfoksida dan nitro parafin. batas ini disebut dengan istilan ‘dilution ratio’. lebih besar dari 1500C. 167 . amil asetat. lauril eter. Pelarut yang digunakan harus memenuhi persyaratan. Pada umunya bukan pelarut biasa tapi pelarut organik yang mempunayi sifat tercampur dengan pelarut nitroselulosa. c. b. etil eter. b. Pelarut campuran “latent”. tetapi sebagai stabilisator viskositas.Sediaan Kosmetika satu macam pelarut saja maka karena cepat menguap. Kalalu jumlah pelarut diluen terlalu banyak larutan akan menjadi kental (viscous). adalah pelarut yang baik untuk nitroselulosa.toluen . Jadi kecepatan menguap dari pelarut akan sangat menentukan lapisan yang terbentuk. aseton. Titik didih sedang. sebenarnya bukan merupakan pelarut. dan lemah. golongan hidrokarbon aromatik :silen. mudah dipakai dan tidak berbahaya. diisobutil keton. Penggunaan pelarut berdasarkan titik didihnya : a. Penggunaan pelarut diluen ada batasnya yaitu jumlah pelarut diluen terbanyak yang dapat diterima oleh larutan nitroselulosa tanpa adanya endapan. nitroselulosa akan segera mengendap dan lapisan yang terbentuk tidak akan baik serta cat kuku sukar untuk dioleskan. Titik didih rendah. d. b. misalnya selusolve. Dilakukan terhadap pelarut yang tak dapat digunakan sendri lebih baik kalau dicampur dengan pelarut aktif. dietilen glikol. mempunyai viskositas besar dan kecepatan menguapnya dapat dibagi menjadi kuat. 100-150 0C misalnya n-butil asetat. a.butil selusolve. Mempunyai titik leleh tidak lebih dari 300C c. Mempunyai viskositas kecil dan viskositas ini tergantung pada % alkohol walaupun alkohol masih harus dicampur dengan ester-esternya. maka pelarut diluen dapat digunakan untuk mengurangi biaya. c. Titik didih tinggi. Harus beraroma yang menyenangkan dan tidak boleh terlalu keras. Bila terlalu perlahan-lahan juga kurang baik karena cat kuku akan lama kering dan lapisan yang terbentuk agak tebal hingga sukar merata. Pelarut aktif. misalnya aseton. Contoh golongan alkohol. Pelarut diluen. sedang. lebih kecil dari 1000C. Sebagai contoh butil asetat.etilen glikol. etil asetat. golongan hidrokarbon alifatik :petroluem naftol. Karena pelarut nitriselulosa mahal harganya. Penggolongan pelarut berdasarkan sifatnya a. Harus cepat kering. Mempunyai sifat mudah menyebar dan membentuk viskositas yang baik dengan film former dan resin.

Tidak berbahaya.penyimpanan bahan baku dan hasil produksi harus jauh dari sumber api. 13. kelembutan. 6. Cara melakukannya adalah sebagai berikut : a. Zat pengisi. Tempat pencampuran dan tempat penyimpanan harus dibuat dari aluminium atau stainless steel. b. campurannya dengan D&C yellow No. sangat berguna untuk memberi efek keruh/gelap pada lapisan dan kuku akan terlihat bagus dan indah. Zat warna. kekentalan.Sediaan Kosmetika 4.2 gram dan garis tengah 8 cm pada sebuah lempeng gelas. Pada interval waktu tertentu 168 . Stabil tidak hanya terhadap cahaya tetapi juga terhadap komponen yang lain seperti pelarut organik. 5. Pemeriksaan hasil akhir. 10. harus dilakukan terhadap lama pengeringan. 12. penggerusan. taruh didalam oven dengan panas 1050C + 2 0C. Pengamanan pada pembuatan sediaan kuku : Pada umumnya pabrik cat kuku terdiri dari dua bagian yaitu : Bagian pembuatan basis/dasar cat kuku.kadang-kadang diperlukan agar terbentuk cat kuku yang transparan. d. penggunaannya diatur oleh undang-undang FD&C act. 7. Warna harus sesuai dengan yang diinginkan dan stabil c. Untuk menghasilkan warna yang sesuai dapat dilakukan perbandingan warna dengan “master color standar”. Untuk pengamanannya maka sebaiknya pembuatan. 34. Lama pengeringan. 5. Pertama-tama zat warna digerus bersama-sama dengan plasticizer. hal ini untuk menghindari hilangnya warna karena adanya reaksi dengan besi. daya lekat dan keliatannya. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan alergi Contoh zat-zat warna yang sering digunakan adalah: D&C red No. pengolesan. kemudian ditambahkan resin dan campuran ini baru ditambahkan pada campuran pelarut 75% dengan pelarut diluen. warna yang terbentuk. dan Al+mika. 11. Kadang-kadang juga diperlukan zat pengisi seperti tanah liat yang tak boleh dikotori oleh minyak atau pelarut lain hingga dapat stabil lama. dapt dilakukan dengan menipiskan sampai berat = 0. Untuk ini diperlukan zat pengisi yang berwarna seperti pelangi misalnya guanin yang harus dilarutkan dahulu dalam butil asetat baru ditambahkan kedalam larutan nitroselulosa. Bagian pencampuran warna. Pencampuran dilakukan dengan menggunakan mixer kecepatan tinggi terutama pada pembuatan cat kuku dengan tanah liat. Bi oksida + mika. tidak larut dalam pelarut dan tidak diserap oleh kuku. Apabila terjadi pengotoran maka dapat dilakukan penyaringan atau sentrifus. Baru kemudian yang terakhir adalah sisa pelarut dan dicek kekentalannya (viskositasnya). Persyaratan yang harus dipenuhi oleh zat warna : a. Nitroselulosa ditambahkan sedikit demi sedikit pada campuran pertama. Pada umumnya merupakan zat warna sintetis. ketahanan terhadap air. 6 atau campuran TiO2 + mika.

dan kembali lagi 250C selama 48 jam.5 inchi. lalu ditekan dengan ibu jari. g. Daya kilatnya. Karena dalam cat kuku terdapat zat atau pelarut yang larut atau tercampur dengan lemak atau minyak seperti oleum 169 . b. Kekentalan atau viskositas. kemudian bandingkan dengan “master colour standar” Pengolesan atau penggunaannya. dapat diperiksan dengan mengoleskan 0.006 inchi pada lempeng kaca. j. Waktu kering ini juga dapat diperiksa dengan mengoleskan sampel setebal 0. setebal 1. apakah pada lapisan yang terbentuk ada gelembung udara atau tidak. dapat disamakan dengan standar Kekerasan lapisan. kemudian pada 710C selama 2 jam. dapat diperiksa dengan alat viskometer Brookfield. sampai didapat berat yang hilang dan ini.Sediaan Kosmetika ambil dengan kawat.006 inchi keringkan selama 24 jam pada suhu kamar. c. e. keringkan pada suhu 250C selama 48 jam. dapat diperiksa dengan menggunakan 3 lempeng kaca yang masing-masing telah diolesi dengan 0. Zat yang tidak menguap ini sangat menentukan waktu kering dari suatu cat kuku. Dengan menggunakan stop watch hitung waktunya sampai terbentuk lapisan yang bila disentuh dengan jari bersih tidak akan lengket. Setelah 1 jam angkat dinginkan dan timbang. yang disebut sebagai zat yang tidak menguap. Ketahanannya terhadap air. dan apakah gelembung udara tersebut cepat pecah atau tidak. Daya lengket. adalah merupakan sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk menghapus cat kuku. dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca hitam atau putih setebal 0. f. i. 6) Penghapus Cat Kuku. d. lihat daya lekatnya. bila telah dikeringkan dengan kertas saring lalu ditimbang apakah tahan terhadap uap air atau tidak. dapat diperiksa dengan digosok-gosokkan.006 inchi sampel. Warna yang terbentuk. Kehalusan alirannya. dapat diperiksa dengan melihat setelah dioleskan. apakah ada yang lepas atau tidak. dengan suhu 250C dan kelembaban 50%. Daya abrasinya. taruh dalam desikator selama 24 jam dan ditimbang kemudian lempeng ditaruh diatas penangas air 37 0C selam 24 jam.006 inchi pada kaca. h. kemudian panaskan lagi dan setelah 1 jam timbang lagi. dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca setebal 0. Keringkan dalam oven 250C selam 24 jam.dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca dengan gelas pengaduk.006 inchi. dan dilihat harus bebas zat asing atau gumpalan.

Garam-garam logam ini juga bersifat bakterisida. Juga dapat digunakan zat-zat yang dapat mencegah penguapan air (“humectan”) seperti gliserin. atau minyak tumbuh-tumbuhan. Penghapus cat kuku dapt digolongkan menjadi : a. propilen glikol. Sediaan yang tak meninggalkan bekas c. untuk kuku yang mudah patah dapt dengan krim yang mengandung lanolin. Untuk kuku yang kering dapat digunakan campuran air dan gliserin 5%. Sediaan bentuk krim. Sediaan berminyak atau berlemak. 8) Penguat kuku. Kadang-kadang juga ditambahkan suatu antibakteri supaya kulit disekitarnya tidak terinfeksi. dsb. Retak-retak dan kekeringan pada kuku dapt disebabkan karena kerja dari pelarut pada penghapus cat kuku.Sediaan Kosmetika olivarum . Na atau NH4 dan Zn asetat. adalah sediaan kosmetika kuku yang beguna untuk mencegah dan menjaga agar kuku jangan sampai retak-retak dan kering karena adanya dehidrasi. Emolien yang sering digunakan adalah lanolin. sering juga ditambahkan suatu emolien yang dapat mencegah keringnya kuku dan kulit sekitarnya. Cata yang paling sederhana adalah dengan memijat kuku dengan oleum olivarum. Untuk ini dapat digunakan larutan garam-garam logam yang bersifat astringens dalam air. seperti logam Al. oleum amygdalarum. adalah sediaan kosmetika kuku yang dapat digunakan untuk mempercepat pengeringan cat kuku. garam-garam stearat. Kadang-kadang juga digunakan emulsi dari minyak-minyak diatas.adalah sediaan yang berguna untuk mencegah kuku menjadi kering karena kuku yang kering akan cepat retak dan pecah-pecah. Sebagai penghapus cat kuku yang sering digunakan adalah campuran pelarut nitroselulosa dengan minyak-minyak. K. maka sebagai penghapus kuku dapat digunakan minyak-minyak tersebut. Pada umumnya sediaan pengering kuku ini berbentuk aerosol/spray. Prinsip kerjanya adalah dengan memberikan lapisan minyak pada lapisan cat kuku yang baru dioleskan.dsb. kemudian dengan air hangat dan dengan krim ini dibiarkan semalam. atau propilen glikol. b. 170 . lapisan ini akan mengurangi kepekatan dari cat kuku yang masih basah dengan membentuk emersi dengan air hingga cat kuku akan cepat menjadi kering. jadi sediaan penguat kuku harus dapat bekerja melawan kerja pelarut tersebut. minyak mineral. mengandung minyak mineral. Cara penggunaannya adalah dengan merendam kuku dalam larutan garam 1-5% selama 5-10 menit. hingga sukar dirawat dan kadang-kadang terasa sakit. 7) Krim dan Lotion kuku.silikon.dsb dengan konsentrasi 5-20% 9) Pengering kuku. Penggunaannya harus secara teratur dan dapt digunakan sebelum atau sesudah kuku dicat.

Secara garis besar sediaan kosmetika untuk kebersihan badan ini dapat dibagi menjadi 2 golongan : 1. Antiperspiran & Deodorant. Sebenarnya sukar untuk membedakan kedua sediaan tersebut karena selalu dipakai bersama-sama dengan maksud untuk mencegah. mengurangi atau menghilangkan keringat yang berlebihan dan baunya. juga apabila keringat didiamkan akan mengalami perubahan oleh bakteri hingga dapat menjadi berbau tidak enak. adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk mengurangi atau mencegah keluarnya keringat yang berlebihan dan dapat menghilangkan bau keringat. emosi dan diet seseorang. 171 . Bau dari keringat selain ditentukan oleh keadaan fisik.Sediaan Kosmetika SEDIAAN KOSMETIKA KEBERSIHAN BADAN Sediaan kosmetika untuk kebersihan badan adalah semua sediaan kosmetika yang dapat digunakan untuk menjaga kebersihan badan.

merupakan suatu bentuk yang tidak efisien karena pemakaiannya kurang praktis. streptomisin. Mudah dioleskan pada kulit dan menyebar dengan rata. penisilin. Cair. Hal ini juga memungkinkan karena adanya reaksi reduksi oksidasi dimana zat tersebut dapat mengoksidasi benzil merkaptan atau metil merkaptan yang dapat menyebabkan bau keringat menjadi dibenzil sulfida atau dimetil sulfida yang tidak berbau. Antiperspirant.Sediaan Kosmetika Mekanisme kerja dari antiperspiran adalah dapat menutupi pori-pori mulut kelenjar keringat sehingga akan mengurangi keluarnya keringat yang berlebihan. atau zat-zat yang dapat bekerja sebagai antikolinergik dan anti adrenergik. sejumlah kecil pelembab (humektan) untuk mencegah pengeringan alat penyemprot. Atau dapat juga secara sistemis. maka deodoran pada umumnya adaah zat-zat antibakteri yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. e. asam benzoat. dimana zat tersebut dapat mengikat bau secara adsorpsi kimia atau dapat mengadsorpsi asam amino yang terdapat dalam keringat hingga tidak terjadi penguraian oleh bakteri. setipiridinium klorida. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sediaan antiperspiran deodoran untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan adalah : a. Zn dsb.  Zat-zat yang dapat bekerja secara sistemis. d. benzalkonium.  Zat-zat antiadrenergik misalnya dibenamin.  Zat-zat yang dapat mengikat zat-zat yang berbau baik secara kimia maupun fisika misalnya klorofil. talk. bithionol. b. b. Mekanisme kerja deodorant adalah bau badan pada umumnya lebih keras pada bagian-bagian tertentu dimana terdapat kelenjar apokrin dan bau keringat pada umumnya disebabkan karena penguraian oleh bakteri. Zn salisilat. dapat dibagi lagi menjadi :  Zat-zat antikolinergik misalnya banthin. Digunakan secara lokal. 2. resin dsb. heksaklorofen. zat pendorong (‘propellant’) dan parfum. Bentuknya harus menyenangkan Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai antipersirant adalah :  Zat-zat yang dapat bekerja sebagai astringens seperti garam-garam Al. c. untuk mencegahnya dapat digunakan zat-zat yang bersifat astringens. Bedak (powder). asam borat. sejumlah kecil zat pengemulsi yang berguna untuk mendispersikan parfum dalam larutan. Mekanisme kerja deodoran juga dapat terjadi karena proses adsorpsi. berdasarkan bentuknya antiperspirant dapat dibagi menjadi : a. Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai deodoran adalah :  Zat-zat antibakteri misalnya. 172 . pH-nya harus tepat dan tidak merusak baju. Memberikan rasa nyaman dan tidak mengiritasi. kaolin. larutan buffer (kalau diperlukan) untuk pemakaian Al sulfat atau Al klorida. tanpa resep dari dokter. ZnO. pada umumnya antiperspiran bentuk cair mengandung larutan garam-garam astringens adalah air atau alkohol. hiamain. Mg stearat.

tidak tercampur dengan air dan larut baik dalam pelarut organik. tidak larut dalam pelarut organik misalnya butana . Fluorokarbon. Cair (liquid). talk. Batang (stick). biasanya menggunakan basis krim K/Na stearat dan asam stearat. Deodorant. Pada umumnya merupakan emulsi M/A sebab garam-garam astringens bekerja dalam keadaan terlarut dalam air. adalah bentuk yang kurang disenangi. Sebagai basis biasanya digunakan malam dengan garam-garam astringens dalam pelarut alkohol dengan pemanasan. dan N2 Deodoran bentuk ‘spray’ ini dalam perdagangan sering disebut sebagai “cologne deodorant”. berdasarkan bentuknya deodorant dapat dibagi menjadi : a. contohnya trikloromonofluor metan (propellant 11) dan diklorofluor metan (propellant 12) 2. c. b. Bentuk tetap bagus dan menarik setelah disimpan 7-10 hari pada suhu 400C atau tahan beberapa hari pada suhu 50C. sifatnya tidak mudah terbakar. Krim.  3. Zat pewarna yang digunakan harus dicari yang stabil terhadap zat-zat lain yang terdapat dalam formula. Jenis zat pendorong yang sering digunakan adalah : 1. maka pada pendinginannya akan menghasilkan bentuk gel yang padat.J rendah. Pada umumnya merupakan bentuk emulsi yang encer sekali hingga penambahan garamgaram astringens kedalamnya harus hati-hati sekali agar emulsi tidak pecah. Zat-zat yang seing diberikan dalam bentuk ini adalah senyawa-senyawa amonium kuartener dan heksaklorofen. Propelan ini mempunyai B. bentuk ini adalah bentuk yang paling banyak disukai. asal tidak dipengaruhi oleh zat-zat lain seperti kaolin dapat menyerap bau parfum. beberapa zat yang bersifat deodoran juga dapat bereaksi dengan parfum. NO2. sifatnya mudah terbakar. Pada umumnya yang bekerja sebagai deodoran adalah 173 . Untuk membuta bentuk aerosol/spray diperlukan suatu zat pendorong hingga cairan dapat disemprotkan keluar seperti kabut.5% atau dalam alkohol 50%. e. Sebagai bahan pengisi dapat digunakan kaolin. Mg karbonat dsb. Sebagai parfum dapat dipilih sesukanya. Klorofil kurang baik. d. harus homogen dan rata. Antiperspiran bentuk krim harus memenuhi persyaratan :  Stabil dan tahan terhadap perubahan suhu. umunya diberikan dalam bentuk spray atau aerosol dengan zat berkhasiat dilarutkan dalam air 1. Gas yang diberi tekanan tinggi seperti gas CO2. 3. Supaya tidak rapuh dapat ditambahkan suatu asam lemak tinggi atau suatu ester. isobutana dsb. Lotion. Krim. mungkin karena bentuknya kurang menarik atau pemakaiannya kurang praktis. Bedak (powder). Hidrokarbon. sekarang banyak disukai mungkin karena bentuknya menarik dan pemakaiannya cukup praktis. untuk mencegah supaya tidak mudah terbakar maka penggunaannya sering dicampur dengan propelan golongan fluorokarbon. Bentuk krim ini sangat menguntungkan karena mudah tercuci dengan air. Ca karbonat.Sediaan Kosmetika c.

atau dengan sedaan yang lengket (“epilatory cream”). DiAmerika selatan orang menggunakan getah pohon. Krim deodoran yang baik adalah krim yang dibuat dari emulsi A/M karena dapat melarutkan minyak-minyak /lemak-lemak. selain dapat untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan juga dapat mencegah pertumbuhan rambut selanjutnya. sebagai zat aktif dapat digunakan heksaklorofen. Sebagai zat kimia dapat digunakan sulfida-sulfida atau thiol organik. Pasta. Al klorida.Na stearat 5-10% . atausecara topikal dengan kompleks thalium. dengan malam epilasi (“epilating wax”). 5. Pada proses epilasi sering timbul rasa sakit dan sering pula timbul infeksi. atau senyawa amonium kuartener. Al asetat. 174 . Proses epilasi ini dapat dilakukan dengan gunting cabut. Sediaan ini sebenarnya sudah sejak zaman dahulu digunakan orang. Bithionol. Formula dasar dari suatu deodorant stick tipe alkohol-gel adalah selalu terdiri dari : . Antiperspirant-Deodorant. benzalkonium klorida dan setilpiridinum. dengan cara elektrolisis. akan tetapi hanya membentuk lapisan yang tipis apabila digunakan. Sebagai contoh ZnO yang dapat bekerja sebagai antibakteri.Sediaan Kosmetika zat-zat yang dapat menyerap bau keringat dan mencegah perkembangan dari bau selanjutnya. Batang (Stick). Caranya ada bermacam-macam antara lain adalah dengan cara mencabut atau menarik. “Depilatory adalah proses menghilangkan rambut berdasarkan reaksi kimia dimana terjadi pengrusakan akar rambut. Zat-zat yang dapat bekerja baik sebagai antiperspiran maunpun deodoran adalah Al fenol sulfonat. Sediaan Penghilang Rambut. Tipe alkohol-gel. cara radiasi. merupakan suatu sediaan yang dapat digunakan sekaligus bekerja sebagai antiperspiran dan deodoran atau dengan kata lain sediaan tersebut mengandung zat yang dapat bekerja sebagai antiperspiran dan zat yang dapat bekerja sebagai deodoran. “Epilatory” adalah proses menghilangkan rambut dengan mencabut sampai akar-akarnya. merupakan sediaan-sediaan yang berguna untuk menghilangkan rambut yang tumbuh pada tempat-tempat yang tidak diingini. heksamin. b. e. Tetapi yang lebih disenangi adalah krim tipe M/A karena tidak akan meninggalkan bekas berminyak pada kulit. sorbitol dan polietilen glikol. deodorant bentuk stick ini dapat dibedakan menjadi 2 tipe yaitu a. d.Humektan 3-5% . Tidak boleh beracun dan tidak boleh mengiritasi kulit. 4. bentuk ini lebih populer dengan nama “stick deodorant cologne”. Tipe malam (Wax) mempunyai efek penggosokkan yang halus.Alkohol dan parfum Sebagai humektan dapat digunakan gliserin. propilen glikol. Zn fenol sulfonat. bentuk ini jarang dijumpai dipasaran akan tetapi pada umumnya orang Amerika lebih menyukai bentuk pasta ini. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan penghilang rambut (“depilatory & epilatory”) adalah : a. Perbedaan antara ‘depilatory’ dan ‘epilatory’ adalah pada mekanisme kerjanya.

tergantung pada proses reaksi yang diingini. H2O2.Sediaan Kosmetika b. e. Zat-zat kimia yang dapat digunakan untuk maksud diatas antara lain : 175 .dari keratin akan menambah tekanan akar rambut hingga akar rambut akan mengembang. Tidak boleh beraksi dengan baju. Rambut akan terurai menjadi logam alkali sulfida. molase. sianida. c. Dalam formula umum dari sediaan penghilang rambut sering digunakan kamfer sebagai pendingin. sulfit. Bentuk dan bau harus menyenangkan. Sebetulnya zat berkhasiat dapat digunakan berbagai macam zat. benzokain sebagai penghilang rasa sakit setempat dan heksaklorofen sebagai antibakteri. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan penghilang rambut ditinjau dari segi pembuatannya adalah : a. tidak melekat pada baju dan tidak menimbulkan noda pada kulit. Setelah penggunaan diatas perlu juga digunakan campuran air kapur. Bentuknya menarik. berwarna putih atau netral. Harus stabil pada penyimpanan. Harganya murah. Sebagai penggantinya dapat digunakan larutan glukosa. Pada penggunaan yang lama tidak akan menimbulkan keracunan secara sistematis dan tidak akan mengiritasi kulit. Dapat bekerja secara efisien dan dapat menghilangkan rambut dalam waktu yang singkat (4-6 menit) d. bau menarik. zat warna dan parfum yang berguna untuk mencegah pertumbuhan rambut selanjutnya. Setelah dingin masa dihilangkan hingga rambut akan ikut terhilangkan. Proses penghilang rambut dengan cara tuang : Mula-mula masa yang leleh dituangkan pada tempat yang akan dhilangkan rambutnya. dan merkaptan yang dengan –S-S. atau sejenis karet kasar yang dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap hingga setelah kering lapisan dapat dibuang bersam-sama dengan rambut. ikatannya menjadi kurang kuat dan akhirnya rambut akan lepas. antara lain mengandung belerang seperti asam aspartat dan asam glutamat. Dalam waktu 2-5 menit telah berubah menjadi lunak dan masa bening yang terbentuk mudah dihilangkan dengan mencucinya. Juga dapt digunakan emulsi malam dalam minyak silkon dalam keadaan dingin dengan penambahan butil p-amino benzoat yang berguna sebagai penghilang rasa sakit setempat. amin. mudah digunakan dan stabil d. tidak dapat kering hingga pada pemakaiannya tidak perlu pemanasan. Penguraian belerang dari akar rambut dapat menghasilkan jembatan –S-Spada ikatan polipeptida R-CH2-S-S-CH2-R. madu. Proses penghilangan rambut secara kimia : Cara ini sangat baik untuk menghilangkan rambut pada tempat-tempat yang sukar dicapai. minyak terpentin. Bentuk sediaan umumnya adalah pasta atau krim akan tetapi lebih disenangi bentuk krim. b. c. Tidak boleh berbau merangsang. Sebagai masa dapat digunakan campuran resin dengan malam yang berbentuk cairan kental seperti madu. Proses kimia yang terjadi penghilangan rambut : Keratin adalah merupakan protein dimana rambut menempel pada kulit. Kerjanya akan lebih cepat dan kedalam. f.

Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan cukur adalah : 1. 176 . shampoo.Zat alkalis harus mempunyai konstanta kesetimbangan lebih besar dari 2 10-5.pH harus terletak antara 9-12. mula-mula digunakan secara sendiri atau dicampur dengan kaustik soda. Zat-zat pereduksi juga dapat bekerja mengembangkan akar rambut dan menghasilkan sistin dan polipeptida hingga rambut juga akan terlepas. Sediaan yang mengandung enzim keratinase ini lebih peka daripada sediaan thiogliklat atau sulfida. atau ester linalil asetat yang berguna untuk menutupi bau pada sulfida yang tidak enak. guanidin. Na sulfida. termasuk didalamnya penggunaan talk. kemudian untuk mempercepat proses dapt ditambahkan zat-zat organik seperti metil/dimetil amin. Mudah dan cepat digunakan. b.Untuk menghindari pengaruhnya pada kulit. Mekanisme kerja enzim sebagai penghilang rambut sangat kompleks. selama dan sesudah bercukur. . setanit (Sn klorida).Konsentrasi merkaptan 0. hidrazin. . Sulfihidrat). Dengan penambahan Na sulfit atau sulfoksilat. Zatzat pereduksi yang seing digunakan adalah sulfida (Ba polisulfida. serta parfum untuk muka. Sediaan kosmetika cukur meliputi semua sediaan yang digunakan sebelum. kumis dan sekitar muka. merkaptan sebagai zat berkhasiat penghilang rambut (“depilating agent”) harus memenuhi beberapa persyaratan : . Kadang-kadang kedalam sediaan penghilang rambut ini sering ditambahkan juga kamfer. Monoetanolamin. dengan maksud untuk mencukur rambut pada janggut. bentonit. atau kaolin dan apabila akan digunakan baru ditambahkan dengan air sedikit demi sedikit hingga diperoleh bentuk pasta. SEDIAAN KOSMETIKA CUKUR Sediaan kosmetika cukur adalah sediaan kosmetika khusus untuk pria. Enzim-enzim ini dapat disebut sebagai enzim keratinase. amino guanidin dan piperidin. . c. Enzim lain yang dapat bekerja proteolitik adalah tripsin yang akan larut dalam lemak hingga dapat bekerja pada keratin pada protein kulit dan rambut dapat lepas. Dalam keadaan murni perlu dibuffer pada pH 7-8. Sediaan pada umumnya berbentuk pasta yang dibuat dengan menambahkan enzim kering kedalam campuran talk. Keaktifan keratinase akan bertambah tanpa mengiritasi walalu dibiarkan semalaman.Bentuk yang terbaik adalah bentuk pasta Enzim-enzim.5 .1-1. sebagai contoh enzim yang dihasilkan oleh streptomyces.Sediaan Kosmetika a. deodorant.5 mol/liter. Sering digunakan karena tidak mengiritasi. maka konsentrasi zat alkalis dalam larutan tidak boleh lebih besar dari 12 x konsentrasi merkaptan. Kapur tohor (CaO). tetapi baunya seperti sulfida. serta menghasilkan busa yang banyak.eukaliptol. fradie dapat merusak keratin rambut.

Sediaan Kosmetika
2. Harus cepat kering dan tetap dimuka selama waktu mencukur. 3. Tidak mengiritasi terutama pada mata dan hidung. 4. Cepat bekerja sebagai pelunak kulit, dimana viskositas sangat menentukan kekerasan rambut hingga mudah dicukur. 5. Mudah dilapisi kulit hingga alat listrik, atau silet yang digunakan dapat berjalan dengan mudah tanpa rasa sakit. 6. Stabil pada waktu lama dan pada beberapa suhu. 7. Tidak menyebabkan silet berkarat dan menjadi tumpul. A. Sediaan sebelum cukur Sediaan yang digunakan sebelum bercukur (“preshave preparation”) adalah sediaan-sediaan yang digunakan sebelum bercukur, dengan maksud agar janggut, kumis, serta kulit disekitar muka siap untuk dicukur. Jadi maksud utama dari sediaan-sediaan ini adalah untuk menghindari luka serta iritasi pada kulit yang mungkin dapat ditimbulkan oleh alat pencukur rambut listrik atau silet. Sediaansediaan yang umum digunakan sebelum bercukur adalah : 1. Pengkondisi Kulit (Skin Conditioner): adalah sediaan yang berguna untuk membuat kulit agar mudah dicukur rambutnya, serta menimbulkan rasa yang nyaman pada waktu bercukur. Sediaan ini juga berguna untuk setelah bercukur. Sebagai contoh “vanishing cream” dapat digunakan sebelum bercukur, dan “cold cream” dapat digunakan sesudah bercukur. Pada umumnya sediaan ini digunakan tanpa sikat, dapat bekerja untuk melunakkan, melembutkan dan melindungi kulit.Kedalamnya sering ditambahkan suatu zat yang dapat menimbulkan rasa dingin seperti menthol dan camphor, atau digunakan suatu antiseptika seperti heksaklorofen, triklorokarbanilid,dsb. 2. Pelembut kulit (Beard Softener) : adalah sediaan yang berguna untuk membasahkan, melunakkan dan melapisi janggut serta kulit disekitarnya hingga mudah dan lembut untuk dicukur. Biasanya mengandung suatu “sequestering agent” dan sabun alkali yang tidak larut atau dapat juga digunakan sabun dan deterjen sintetis. Sediaan dapat merupakan krim tanpa sikat dan tanpa busa atau suatu lotion. Bentuk lotion ini biasanya sangat diperlukan untuk pencukuran dengan alat pencukur listrik. Sediaan ini biasanya mengandung larutan homopolimer asam akrilat atau akrilamida atau juga larutan kopolimer asam akrilat dan akrilamida dalam air. Larutan polimer ini kental pada konsentrasi rendah hingga mudah untuk dioleskan pada kulit. Kadang-kadang juga diperlukan penambahan suatu “wetting agent” dalam jumlah sedikit (0,1 %) yang berguna untuk memudahkan tersebarnya lotion pada kulit yang berminyak. Sebagai “wetting agent” dapat digunakan campuran alkohol dengan larutan silikon Sediaan sebelum cukur dengan alat cukur listrik sekarang ini lebih sering digunakan karena lebih cepat dan penggunaannya lebih praktis. Pada cukur basah mula-mula kulit dibasahkan terlebih dahulu agar menjadi lunak, sedangkan pada cukur dengan alat listrik kulit harus dibuat menjadi kering. Jadi sediaan sebelum cukur dengan alat listrik harus dapat berguna menghilangkan keringat, mencegah timbulnya luka, mengeraskan serta

177

Sediaan Kosmetika
menegakkan rambut, hingga rambut mudah untuk dicukur. Sediaan-sediaan tersebut adalah : Serbuk,sebelum cukur (“preshave powder”), biasanya sebagai komponen terbesar adalah talk yang berguna untuk menyerap kelembaban karena keringat, serta untuk melicinkan kulit, hingga pada waktu pencukuran kulit menjadi licin dan bersih, selain talk dapat digunakan kaolin yang dapat menyerap kelembaban dan dapat melekat dengan baik pada kulit. Zn atau Mg stearan sering digunakan sebagai pelicin dan pelekat, Mg karbonat untuk menaikkan daya serap dan merupakanbahan pembawa dari parfum. Dari talk dapat dibuat bentuk batang dengan penambahan Ca sulfat dan air, sebagai zat pengikat dapat digunakan veegum. Lotio sebelum cukur adalah sediaan yang berguna untuk membuat agar rambut menjadi tegak dan keras, untuk ini diperlukan alkohol dalam jumlah banyak. Pada pembuatannya perlu diperhatikan : Penambahan suatu adstringens sangat berguna untuk menegakkan, mengeraskan, serta merangsang otot rambut. Sediaan harus cepat kering, yang berarti sediaan harus cepat menguap. pH-nya harus berada dibawah isoelektrik dari keratin yaitu antara 4,5-4,8. Harus dapat melapisi kulit dengan baik, hingga dapat mencegah luka atau iritasi karena alat cukur. Harus bebas dari zat-zat yang dapat bereaksi dengan silet atau logam dari alat cukur. Sediaan ini sering disebut sebagai astringens lotion. Sebagai zat berkhasiat dapat digunakan asam laktat, Zn fenol sulfonat, dsb. Alkohol dapat digunakan sampai 70-80%. Dapat sebagai astringens, untuk mengeraskan dan menegakkan rambut, hingga cukur dapat lebih bersih dan terhindari dari infeksi. Kadang-kadang juga kedalamnya juga ditambahkan suatu antiseptika atau analgetika dengan konsentrasi rendah, sebagai contoh adalah benzokain, menthol,dsb. Kerugian pengguanaan sediaan ini adalah rambut akan mengerut, masuk kedalam folikel rambut hingga sukar untuk disukur, selain lotion dalam alkohol, sediaan ini juga dapat merupakan lotion yang mengandung minyak seperti isopropil miristat, heksadesil alkohol, yang berguna untuk melapisi dan melicinkan (“lubrikan”), lotion yang mengandung minyak ini pada umumnya merupakan emulsi M/A dengan 5-20% berat ester asam lemak seperti isopropil miristat, isopropil palmitat, dan zat pengemulsi campuran logam alkali atau garam amin dari asam poliakrilat. Batang yang digunakan sebelum cukur, dapat dibuat dengan menggunakan suatu cetakan dengan tekanan tertentu, kemudian dilapisi atau dibungkus dengan suatu “fil former” yang berguan untuk mencegah pecah atau rapuhnya sediaan. Jadi sediaan sebelum cukur bentuk batang harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Tidak boleh cepat patah, rapuh, pecah. Harus mudah dioleskan dan halus Sediaan sebelum cukur bentuk semprot ( aerosol ), biasanya lebih disenangi karena praktis cara penggunaannya sering juga mengandung antiseptika,

-

-

178

Sediaan Kosmetika
lemak dan alkohol. Sebagai zat pendorong sering digunakan fluorokarbon propelan. Selain sediaan sebelum cukur bentuk cair yang disemprotkan, juga dikenal sediaan sebelum cukur bentuk serbuk yang disemprotkan sediaan ini mudah terbagi secara halus dan talk adalah merupakan komponen terbesarnya. Selain talk juga digunakan Mg stearat, Mg karbonat dan amilum. Sebagai zat pelapis dan pendispersi diguanakan isopropil miristat atau minyak mineral. Sering juga ditambahkan antibakteri dan aerosil (silika koloidal), sebagai propelan digunakan campuran propelan 12 dan 14, campuran propelan 12 dan 11

B.

Sediaan untuk Cukur, adalah sediaan yang dapat digunakan selama bercukur, dengan maksud mengurangi iritasi serta luka-luka pada kulit dan supaya alat cukur berjalan lancar pada kulit yang menimbulkan perasaan segar setelah bercukur. Penggunaan serbutk untuk cukur sudah agak jarang, sekarang sering digunakan bentuk batang (“shaving stick”) yang diproduksi oleh pabrik sabun.

1.

Sabun Cukur, mula-mula bentuknya seperti batang kemudian berubah menjadi bundar. Sekarang digunakan dalam bentuk aerosol, atau bentuk lain dengan menggunakan sikat, sehingga suatu sabun cukur mempunyai persyaratan harus cepat menghasilkan busa yang berlimpah. Pada permulaannya sabun cukur ini dibuat dari lemak dan KOH/NaOH dengan proses penyabunan. Sebagai lemak sering digunakan minyak kelapa atau busanya lebih berlimpah dan tahan lama tepi juga sering digunakan minya palma atau sejenis lilin (tallow) yang busanya memang kurang tapi lebih baik. Jenis busa sangat ditentukan oleh kelarutan dari sabun, dimana sabun K lebih mudah larut dari pada Na, dan pada umumnya sabun K lebih lunak. Apabila sabun yang terbentuk terlalu kuat maka kemungkinan akan mengiritasi kulit, pada umumnya sabun K akan mengiritasi daripada sabun Na walaupun sifat alkali, kelarutan, ikatan rangkap, dan pH-nya hampir bersamaan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sabun cukur : a. Harus berbusa banyak, kecil-kecil dan lunak. b. Tidak mengiritasi kulit dan dapat membasahi dengan baik. c. Konsistensi harus lunak, halus, dan tidak menggumpal d. Melekat dengan baik pada muka dan pada sikat serta mudah dihilangkan dengan pencucian. Konsistensi harus tetap selama penyimpanan dan pada berbagai suhu. e. Mudah untuk dioleskan pada muka, mudah terbagi rata hingga memudahkan untuk dicukur. f. Mudah dihilangkan serta mudah tercampur dengan parfum g. Tidak bereaksi dengan alat cukur yang digunakan. Kualitas dari sediaan sabun cukur sangat ditentukan oleh pemiliohan dari bahan-bahan bakunya. Asam stearat kurang memberikan busa ringan hingga sering diganti dengan oleum cocos dengan perbandingan 3:1 . Untuk penyabunan digunakan NaOH atau KOH, tidak digunakannya garam karbonat, karena mengeluarkan gas CO2.

179

kurang mengiritasi. “Later shaving cream”. Untuk mengubah konsistensinya dapat ditambahkan Na biborat 0. tidak menyebabkan rambut tegak dan kaku karena selalu lembab. Pelunak yang sering digunakan adalah lanolin dan setil alkohol. Krim untuk cukur. Dengan konsentrasi rendah (lebih kecil dari 1%). sering juga ditambahkan zat yang berguna untuk menambah busa. Untuk mengeraskan rambut dapat digunakan metil selulosa. Sebagai anti karat sedapat mungkin digunakan oksidator. terpenten dan air. akrilat dan campuran dimetil siloksan dengan alkohol dan surfaktan serta minyak mineral. hampir sama dengan sabun cukur. Propilen glikol atau larutan sorbitol. propilen glikol dan larutan sorbitol. amida asam lemak dan sebagainya. Sering juga digunakan Na CMC. dan sebagainya. jadi merupakan suatu emulsi M/A. boraks. Minyak untuk cukur. asam sulfat dengan lauril alkohol. Untuk mengeraskan rambut dapat digunakan hidrokarbon tersulfonasi. Untuk menetralisir alkali yang bebas serta untuk menstabilkan krim serta busanya dapat ditambahkan “superfatting agent”. “Non Latering/brushless shaving cream”. lanolin dan alkohol lemak. tragakan. 2. Sebagai sabun sering digunakan campuran sabun p-palmitat dan stearat yang dapat menghasilkan busa yang baik dan kurang mengiritasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan “brushes shaving cream” adalah 180 . alginat. a. dapat digunakan secara sendiri atau sebelum sediaan lain digunakan. minyak mineral atau lanolin. talk dalam konsentrasi 10-15% berguna untuk menambah busa dan mengurangi luka karena penggunaan silet. Bekerja tanpa menggunakan sikat. Sebagai pelembab (humektan) sering digunakan gliserin. atau sebagian dari gliserin dapat diganti dengan larutan sorbitol dengan konsentrasi rendah. akrilamid. Kadang-kadang juga ditambahkan asam alginat atau garam-garamnya 0.1-1%. Untuk menjaga agar krim tetap lembut dan berbusa dapat ditambahkan gliserin 5-10%. Sebagai emolien dapat digunakan minyak tumbuhtumbuhan. Jumlah asam lemaknya 35-50% dan pH harus sekitar 10. Untuk mengubah konsistensi dapat ditambahkan larutan Na biborat. amida asam lemak dsb. astringens dalam jumlah kecil untuk mencegah perdarahan.ester asam sulfat dengan lauril alkohol. kedalamnya juga sering ditambahkan pelunak seperti lemak. Sebagai “wetting agent” dapat digunakan hidrokarbon tersulfonasi.1-20% yang berguna untuk melunakkan. bentuknya bermacam-macam antara lain : 3. b. Yang mula-mula digunakan adalah campuran gula. sebab mengandung banyak air. ester.Sediaan Kosmetika Untuk mencegah kekeringan dapat digunakan gliserin 10-15%. adalah cream untuk cukur yang dapat bekerja untuk melunakkan dan melicinkan kulit hampir sama dengan vanishing cream. hanya konsistensinya lebih menyerupai krim atau pasta. Hemostatika misalnya adrenalin dan garam-garamnya.

 Tidak boleh mengiritasi  Pada penyimpanan tidak boleh ada perubahan konsistensi dan tidak boleh ada pemisahan. Kadang-kadang mengandung cairan silikon yang berguna untuk membentuk lapisan pelindung pada kulit yang dapat mencegah emulsifikasi dari sabun hingga mengurangi iritasi pada kulit. Sediaan setelah Bercukur Merupakan sediaan yang berguna untuk memberikan rasa nyaman setelah bercukur. c. 5.7%.Sediaan Kosmetika  Harus mudah tersebar. dapat dikentalkan dengan penambahan karbofol 934 2-1%.  Mudah digunakan dan pada penggunaannya tidak boleh menimbulkan rasa sakit. “Aerosol shaving cream”. Sebagai “emulsifying agent” dapat digunakan alkohol lemak yang teroksilasi seperti polietoksi lauril eter. dapat berbentuk “cleansing milk”. Biasanya juga mengandung 181 . Fasa gas terdapat diatas dan fasa cair ada dibawah. Formula pada umumnya mengandung gliserin sedikit. BRIJ 30. Pada umunya merupakan emulsi M/A dengan jumlah air 87-95%. Dengan air akan membentuk sabun yang dapat digunakan dengan sikat. serta dapat menghilang rasa sakit akibat adanya luka karena alat cuku. Bentuk sediaannya bermacam-macam : 1. halus dan tidak menggumpal. Kedalam sediaan ini sering ditambahkan suatu antiseptika yang dapat bekerja sebagai antibakteri atau antiinfeksi yang mungkin timbul karena proses pencukuran. Formulasi biasanya terdiri dari larutan sabun dalam air. adalah sediaan cukur berbentuk krim cair biasanya juga disebut sebagai liquid brushless cream. keluaran pabrik Atlas dengan konsentrasi 0. sering juga disebut sebagai “alkoholic lotion” atau “clear lotion”. 4. C.2. Serbuk Cukur.5-7. Pada umunya terdiri dari campuran minyak menguap dengan air atau sering juga disebut sebagai “aqua aromaticum”. Dan dinetralkan dengan trietanolamin sampai pH 6.  Harus cepat hilang dan meninggalkan rasa nyaman. pelunak. Sediaan-sediaan ini dapat bekrja sebagai pendingin. After shave Lotion. Propelan hanya sedikit larut dalam larutan sabun yang bila tempatnya dikocok akan teremulsifikasi dan bila diberi tekanan / terdorong cairan akan membentuk gelembung-gelembung yang keluar sebagai busa. d. Sebagai surfaktan digunakan Na lauril sulfat 0. atau “cleansing lotion”. sekarang jarang digunakan. asam stearat lebih banyak daripada formula sabun cukur. Liquid shaving cream.5-6% dan sebagai penstabil busa dapat digunakan gliserin sebanyak 5%. Biasanya digunakan dengan mengoleskan pada kulit yang lembab yang dengan sikat akan membusa. dengan propelan yang mudah menguap dan ditempatkan dalam wadah yang bertekanan.3-0. kerjanya hampir sama dengan sabun cukur. dapat menghasilkan busa yang dapat langsung digunakan tanpa sikat. Batang untuk cukur (shaving stick).

5. d. Dapat bekerja sebagai anti bakteri. serta pelicin kulit. Kalau lebih akan mengiritasi kulit dengan menimbulkan warna merah dan bau yang menyengat. sering disebut “alum blok”. Zn klorohidoksida dsb. 2. Untuk menetralkan alkali yang berlebihan dapat digunakan asam laktat. asam benzoat. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu aftershave preparation adalah : a. maka akan timbul rasa pedih dan apabila kurang dari 40% maka minyak menguapnya tidak larut hingga tidak terbentuk larutan yang jernih. sering disebut sebagai “stick lotion”. After Shave Gel. Sebagai pendingin dan penghilang rasa sakit sering digunakan menthol dan camphor dengan konsentrasi 0. 3. Sebagai antiseptika sering digunakan asam borat dan sebagai astringens digunakan garam-garam Zn dan Al. tidak boleh rapuh dan berguna untuk menghentikan perdarahan. lebih sering digunakan sebagai “hand lotion”.025-0. b. Dapat bekerja sebagai pendingin dan penyegar. Alkohol yang sering digunakan adalah etil alkohol lebih dari 60%.050%. Khusus sebagai penghilang rasa sakit dapat digunakan benzokain atau lignokain dengan konsentrasi 0. Kedalamnya sering ditambahkan suatu antiseptika dan astringens.2%. merupakan suatu sediaan yang disemprotkan. 4. Sebagai emolien dan humektan sering digunakan gliserin 3%. dapat berfungsi sebagai penyegar dan pendingin. Bekerja sebagai astringenss.1-0. After shave Cream. Sekarang jarang digunakan. Kedalam sediaan ini sering ditambahkan suatu antibakteri atau germisida seperti paraklorometakresol atau amonium kuartener. Merupakan sediaan berbentuk pensil. Dari bentuk serbuk ini juga dapat dibuat bentuk batang (stick). After Shave Powder. terdiri dari alkohol. Biasanya terdiri dari Al-K sulfat 10 H2O atau kombinasi antara suatu astringens dengan garam-garam penahan perdarahan seperti aluim+talk 5% dan gliserin 5% 6. asam borat. 182 . c. Astringens yang sering digunakan adalah Al klorohidroksida. After Shave Styptic.Sediaan Kosmetika alkohol akan tetapi konsentrasinya tidak sebanyak pada preshave lotion”. surfaktan dan humektan. After Shave aerosol. Dapat menghilangkan iritasi dan rasa sakit. Dapat menetralkan sabun yang tertinggal pada kulit hingga kulit akan menjadi netral/norma kembali e. sering disebut sebagai “after shave emulsified lotion” sangat jarang digunakan. Merupakan larutan kental dari alkohol dan air.

melepuh. zat-zat tersebut dapat memantulkan kembali sinar ultraviolet dari sinar matahari. merupakan sediaan kosmetika yang luas penggunaannya karena selain sebagai pelindung kulit terhadap panas dan dapat digunakan untuk semua umur. 6. Bila sianr matahari itu tidak begitu lama pada kulit. sakit kalau sudah pecah dan dapat mengandung nanah.Sediaan Kosmetika SEDIAAN “SUNTAN & SUNSCREEN” Sediaan “sunscreen” adalah sediaan kosmetika yang digunakan pada permukaan kulit untuk menahan pengaruh buruk dari sinar matahari dan pengaruh luar lainnya. Sinar matahari adalah merupakan sinar monokromatis dengan λ yang berbeda dan sinar matahari yang berpengaruh buruk adalah sinar monokromatis dengan λ 2800-3900. 8. seperti metil eskuletin. 10. Garam-garam Na dari Naftosulfonat. Asam-asam dihidroksi nafteat. kekuatan cahaya matahari. benzil. 2. 3. Berdasarkan cara kerjanya “screening agent” dapat dibagi menjadi : 1. dan sebagainya. maka akan mempunyai efek baik yaitu akan merangsang peredaran darah serta dapat menghasilkan vitamin D serta pro vitamin d pada epidermis kulit. eskuletin. turunan kumarin sepeti 7-metil. butil sinamoil piruvat. turunan asam dihidroksi sinamat. Zat-zat tersebut harus mempunyai bau yang enak dan dalam konsentrasi yang digunakan tidak boleh memberi warna pada kulit. 5. Antranilaq-antranilat seperti orto amino benzoat. zat-zat tersebut dapat menyerap radikal-radikal bebas dari sinar ultraviolet pada panjang gelombang 2800-3200. ester-ester. Penggolongan Screening Agent menurut Klarmant : 1. 3-fenil. Terjadinya kerusakan pada kulit dapat disebabkan oleh adanya penyerapan energi radiasi sinar matahari oleh kulit. Zat-zat yang dapat bersifat sebagai “screening agent” adalah zat-zat yang dapat menyerap cahaya matahari dengan panjang gelombang 2800-3200. ester-ester gliseril. benzal asetofenon. Eritema dapat timbul tergantung pada lamanya penyinaran. feniletil. 9. 4. Hidrokarbon-hidrokarbon. Sebagai contoh adalah TiO2. gliseril. CaCO3. 7. ZnO. Bekerja secara kimia. Kerusakan kulit ini disebut eritemia dengan tanda-tanda kulit berwarna kemerah-merahan. Bekerja secara fisika. metil. Turunan-turunan asam sinamat. fenil. fenil. Salisilat-salisilat. trifenil. sehingga tidak terserap kulit. fenil. linalil danester-ester dari siklohaksenil. seperti amil. dan propilen glikol. MgO. kepekaan seseorang dan energi radiasi sinar matahari. metil. isobutil. benzil. Mula-mula sediaan ini dikenal di amerika pada tahun 1928. Diobenzal aseton. 183 . Asam p-amino benzoat dan turunan-turunannya seperti etil. kaolin dan talk 2. dari asam p-dimetilaminobenzoat. seperti metil.

dan tahan terhadap air maupun gosokan. Lapisan yang terbentuk tipis dan mudah kering. Tidak toksis dan tidak merangsang. olet. tetapi pada umumnya tidak tersatukan dengan “screening agent” c) Polivinil alkohol. rata dan kuat. Asam tanat dan turunan-turunannya Persyaratan umum yang harus dipenuhi sediaan sunscreen : 1. dan sebagainya 12. Harus dapat meneruskan sinar dengan panjang gelombang 3000-4000 A 3. melekat dengan baik dan mempunyai daya melindungi. Sebagai contoh adalah oktabenon. oleum ricini. klorida.Sediaan Kosmetika 11. escalol 106. juga dapat membentuk lapisan yang tipis. seperti metil naftoxazol. 7. Formula Umum Sediaan Sunscreen : Hampir semua sediaan “sunscreen” mengandung zat-zat sebagai berikut : 1. Azol-azol. Garam-garam kinin seperti bisulfat. Sebagai contoh yang dapat digunakan sebagai zat pembawa dalam sediaan “sunscreen” adalah : a) Bentonit. 9. Harus stabil terhadap suhu. 2. dioksi benzon. Screening Agent merupakan zat berkhasiat yang harus terdapat dalam sediaan “sunscreen”. sinar matahari dan kelembaban. 5. Tetapi lapisan ini tidak tahan terhadap air dan keringat. 2-asetinalazol. tanat. Lapisan yang terbentuk harus tipis dan mudah kering. Bila dioleskan pada kulit akan membentuk lapisan yang tipis. solprotex. 6. merupakan bagian yang sangat menentukan bekerja atau tidaknya sediaan tersebut. homometil salisilat. Dibuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh. 13. minyak silikon yang teresterifikasi dengan asam salisilat. etoksi etil p metoksi sinamat. Tidak mudah menguap dan tidak diserap oleh kulit. dengan air juga akan membentuk lapisan tipis. yang mudah kering dan liat (elastisitas). b) Metil selulosa. Sebagai zat pembawa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. b. Mudah digunakan dan tersebar dengan rata 8. sifatnya dapat membentuk gel bila dicampur dengan air. benzalesefenon. escalol 506. Zat pembawa atau Basic. dipropilenglikol salisilat. isobutil salisilat sinamat. sumarome. Bila dioleskan pada kulit juga memberikan rasa halus dan nyaman. dan sebagainya. 4. 184 . Harus dapat menyerap radiasi sinar ultraviolet pada panjang gelombang 2800-3150 A 2. meksaon. jadi penggunaannya harus dicampur dengan lemak terlebih dahulu supaya terbentuk lapisan tipis yang tidak tahan terhadap air dan keringat serta tidak akan menggulung. etil p-amino benzoat. benzalaseton. karena jenis zat pembawa ini menentukan sifat lekat dan tebal lapisan yang terbentuk. gel tersebut cukup stabil dan mudah tersebar dengan rata dan luas bila dioleskan. Tahan terhadap keringat dan gosokan.

tergantung pada cara penggunaan dan suhu pada waktu dipakai. Sunscreen dapat dibagi menjadi : 1. larutannya dalam alkohol akan membentuk lapisan tipis. isopropil palmitat atau minyak silikon. dapat digunakan semua jenis emulsi A/M atau M/A dengan lemak dalam jumlah besar. Adanya kapasitas absorpsi yang dapat hilang disebabkan karena adanya modifikasi kimia karena sinar matahari. sangat disenangi. Zat-zat yang sering ditambahkan kedalam sediaan “sunscreen” adalah beberapa antibiotika. dalam aseton akan membentuk lapisan yang tipis dan sangat liat. serta sangat lekat. Biasanya dengan penambahan suatu zat pengental akan terbentuk gel yang dapat dimasukkan kedalam tube.03 mm. yang terbaik adalah minyak tumbuh-tumbuhan. e) Etil selulosa (ethocel). Bentuk aerosol. Alkohol (etil alkohol) sering diganti degan isopropil alkohol hingga menghasilkan sediaan yang murah.Sediaan Kosmetika d) Vinil resin (Vinyllite). merupakan sediaan yang tidak mengandung air. kadang-kadang zat-zat ini sangat diperlukan karena dapat untuk mencegah terjadinya infeksi. Parfum. Dapat juga digunakan minyakminyak mineral tetapi harus dengan viskositas rendah seperti isopropil miristat. mengandung alkohol tinggi atau rendah seperti isopropil miristat. pada umumnya akan hilang dengan sendirinya bila terkena keringat. minyak silikon. Biasanya digunakan minyak-minyak karena minyak dapat menyerap sinar ultraviolet. kurang mengiritasi. sedangkan bau yang kurang enak dari isopropil alkohol dapat ditutupi dengan memberikan suatu pewangi. tidak larut dalam air dan pada umumnya tidak tersatukan dengan “screening agent”. 4. Tipe emulsi. melekat pada kulit dan sukar dicuci dengan air tetapi tercuci dengan alkohol. Zat tambahan. Kalau alkoholnya menguap akan meninggalkan lapisan yang bersifat dapat menolak air.dsb. antihistaminika dan antiseptika. 2. Tipe anhidrid. seperti untuk para atlet digunakan parfum yang berbau segar misalnya oleum lavandule. 1. digunakan sesuai dengan pemakaiannya. 185 . Faktor-faktor yang sangat menentukan Kerja dari Sunscreen adalah : Tebal lapisan antara 0. dimana lapisan yang terbentuk akan sergam dan lebih tipis. Untuk keperluan berjemur dipantai digunakan parfum yang lebih berat. Tipe “greaseless” (tanpa butiran). Sifat lainnya. oleum citri dsb. Penggolongan sediaan Sunscreen Berdasarkan Tipenya.001-0. Untuk sediaan bentuk emulsi ini sebagai zat berkhasiat dapat digunakan “screening agent” yang larut dalam air untuk emulsi tipe M/A dan yang larut dalam minyak untuk emulsi tipe A/M. Penambahan zat pengental seperti gliserin atau sorbitol kadangkadang diperlukan untuk menambah ketebalan dari lapisan hingga pemakaiannya lebih mudah dan tidak boleh terlalu banyak karena akan meninggalkan lapisan kulit yang kaku. Parfum yang berasa manis hingga dapat menarik lalat atau semut dihindarkan. 3. 3. Bentuk ini lebih disukai karena dapat dimasukkan dalam tube.

Dalam perdagangan sediaan “suntan” sering dijumpai dalam bentuk krim. Formulnya biasanya terdiri dari zat warna larut dalam minyak atau larut dalam zat-zat tak berlemak. gel. Setelah penguapan dari pelarut mungkin “screening agent” akan mengkristal dan akan menyebabkan sediaan “sunscreen” menjadi tidak aktif lagi. krim cair. 4.Sediaan Kosmetika 2. Terjadinya penguapan dari pelarut yang menyebabkan lapisan menjadi keras dan retak-retak. Adanya perubahan jenis emulsi pada kulit hingga menyebabkan kerja dari sediaan berkurang. aerosol dan aerosol foam. minyak. Pada umumnya sediaan ini digunakan oleh orang kulit putih atau penderita vitiligo. larutan hidroalkohol. Campurannya dengan sekresi kulit akan menyebabkan perubahan konsentrasi zat berkhasiat. Tidak digunakan zat warna yang larut dalam air karena warna akan hilang apabila kena air keringat dan kelembaban. batang. 3. Zat warna yang sering digunakan adalah alkoksipsoralen atau metoksasalen yang dalam konsentrasi 10-20 mg selama 12-4 jam akan terjadi pigmentasi. 186 . Sediaan SUNTAN adalah sediaan kosmetika yang dapat membuat warna kulit menjadi coklat dalam waktu singkat tanpa terjadinya eritema (luka melepuh).