Sediaan Kosmetika

BAB I ( KOSMETIKA BAYI dan WANGI-WANGIAN ) PENDAHULUAN Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan peradaban manusia maka bertambah pula kebutuhan manusia dalam berbagai bidang, khususnya kosmetika. Dalam peradaban sekarang kosmetika tidak hanya dibutuhkan untuk kaum wanita saja, tapi juga dibutuhkan untuk semua golongan dan semua umur. Kosmetika dibutuhkan untuk berbagai keperluan tubuh yaitu sebagai pembersih tubuh, pengharum tubuh, memperelok atau memperindah penampilan. Sediaan mengenai kosmetik juga mengalami perkembangan yaitu bentuk gel, aerosol, lotio,cream dan lain sebagainya. Singkat kata, era zaman sekarang ini sangat membutuhkan keberadaan dan manfaat dari kosmetik. Kosmetika untuk bayi dan wangi-wangian yang akan diulas dalam makalah ini mengemukakan mengenai macam-macam sediaan kosmetika wangiwangian dan untuk bayi yang beredar sekarang. Sebagai contoh sediaan kosmetika untuk bayi adalah shampo bayi, bedak bayi, minyak bayi dan krim bayi. Sedangkan untuk wangi-wangian dapat berupa aerosol, larutan maupun bentuk sedian setengah padat misalnya gel dan lotio. Secara umum kosmetika untuk wangi-wangian didapat dari hewan dan tumbuhan. Dari tumbuhan biasanya senyawa-senyawa alkaloid yang mudah menguap yang biasanya digunakan sebagai komponen utama. Alkaloid ini dapat ditarik dengan pelarut-pelarut organik yang dibasakan terlebih dahulu atau dengan mengekstrak sari-sari tumbuhan dengan cara-cara yang paling tepat untuk zat tersebut. Sedangkan untuk Hewan juga diperoleh dengan cara mengambil zat-zat tertentu yang disekresikan oleh hewan tersebut sebagai komponen utama suatu kosmetik. KOSMETIKA UNTUK BAYI Sehat menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) adalah keadaan yang sempurna baik fisik, mental, dan ekonomis. Dalam arti kata yang sempit sehat berarti tidak sakit. Kulit yang sehat adalah kulit yang tidak menderita suatu penyakit baik dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Setiap organ tubuh manusia, termasuk pula kulit, mempunyai fungsi tertentu untuk kesehatan. Kulit dengan luas kurang lebih 1,2 m2 dan berat kurang lebih 15% dari berat badan terdiri dari susunan sel-sel yang membentuk lapisan-lapisan kulit epidermis,, dermis dan jaringan bawah dermis. Kulit mempunyai fungsi proteksi, sekresi, termoregulasi, sensorik, ekspresi, produksi (vit D), respirasi dan absorpsi, yang dilakukan baik oleh sel-sel kulitnya maupun oleh appendagesnya seperti otot, kelenjar lemak, kelenjar keringat, rambut atau kuku. Kulit yang sehat terlihat sebagai kulit yang optimal secara fisik maupun fisiologik. Secara fisis kulit yang sehat terlihat dari warna, konsistensi, kelenturan, struktur bentuk dan besarnya sel-sel dan jaringan kulit lain. Secara fisiologis terlihat dari keratinisasi, pigmentasi, persarafan, pembentukan keringat, pembentukan minyak kulit, pertumbuhan rambut.

1

Sediaan Kosmetika
Untuk kesehatan kulit, kegunaan terutama terletak pada kemampuan perawatan dan pemeliharaannya. Berbeda dengan kulit dewasa yang tebal dan mantap, kulit bayi dan balita relatif tipis dengan ikatan antarsel yang longgar. Karena itu kulit anak lebih rentan terhadap infeksi, iritasi, dan alergi. Secara struktural kulit bayi dan balita belum berkembang dan berfungsi optimal sehingga diperlukan perawatan khusus. Perawatan yang lebih menekankan pada pemeliharaan kulit ketimbang dekorasi ini diharapkan bisa meningkatkan fungsi utama kulit sebagai pelindung dari pengaruh luar tubuh. Perawatan kulit bayi dan balita bisa dimulai dari kegiatan sehari-hari. Misalnya dengan memandikan secara teratur, membersihkan rambut, dan mengganti popok atau baju pada saat tepat. Mandi misalnya, diwajibkan dua kali sehari, pagi dan sore. Dalam memandikan, perhatikan hal-hal berikut: suhu air disesuaikan dengan umur anak, gunakan sabun bayi yang lunak, gunakan sampo bayi untuk membersihkan rambut, keringkan badan dengan handuk sendiri sampai lipatan kulit, dan berikan bedak dengan sapuan tipis. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa perbandingan luas permukaan kulit dengan berat badan pada bayi lebih besar daripada orang dewasa, "Sehingga, kemungkinan keracunan berbagai bahan toksik menjadi lebih besar pada bayi, karena tingginya penyerapan melalui kulit," kata dokter spesialis kulit, dr. Lily Soepardiman, SpKK, dalam seminar tentang Perawatan Kulit Pada Bayi dan Balita beberapa waktu lalu. Karena itu, "Orang tua sebaiknya memperhatikan label bahan pembuat kosmetik yang akan dipakai." Nah, kosmetik apa saja yang harus diperhatikan? 1. Sabun Sulfur dapat mengurangi lemak kulit sehingga menyebabkan kekeringan dan gatal. Sementara heksaklorofen dapat menimbulkan keracunan pada susunan saraf pusat. "Selain itu, TBS, TCA, dan yodium dapat menyebabkan alergi pada kulit," tambah Lily. Sampo Sebaiknya keramas dilakukan 2-3 kali seminggu. Bila terlalu sering, rambut malah bisa menjadi kusam dan kering. Bahan kondisioner sebaiknya dipakai bila anak sudah berumur 5 tahun. Sampo bayi biasanya dibuat dengan pH yang mendekati pH air mata, sehingga tidak menimbulkan pedih di mata. Sebaiknya, pilih sampo yang tidak mengandung selenium sulfida. Pelembab Di negara tropis yang kelembabannya relatif tinggi, pelembab sebetulnya kurang dibutuhkan. "Bahkan penggunaan yang berlebihan bisa menyumbat pori-pori dan menimbulkan biang keringat," kata Lily. Namun, bila perlu, pelembab dapat digunakan untuk mencegah eksim popok. Khusus untuk baby oil, bisa dipakai untuk membersihkan kotoran bayi dan lemak di kulit kepala. Bedak Bedak dapat digunakan untuk mencegah gesekan. Namun, bila sampai

2.

3.

4.

2

Sediaan Kosmetika
terhirup dapat menimbulkan kelainan pada paru-paru, karena mengandung magnesium silikat yang sama dengan asbes. Makanya, "Bedak jangan ditaburkan, tapi ditutul-tutulkan saja pada kulit bayi," saran Lily. Penggolongan kosmetika bayi Sediaan kosmetika bayi dapat digolongkan sebagai berikut : 1. bedak bayi (Baby Powder) Bedak bayi merupakan sediaan bayi berbentuk serbuk yang digunakan untuk mempercepat penguapan keringat juga sebagai zat pelicin untuk mencegah lecet. Fungsi utamanya adalah menyerap uap lembab pada kulit dan mencegah lecet karena pakaian yang dikenakan bayi. Karena mempunyai luas permukaan yang besar, bedak dapat menahan radiasi panas pada kulit dan juga mempunyai efek penyejuk. Talk adalah kosmetika dasar utama yang terbaik dan kadang merupakan satu-satunya konstituen dari bedak bayi karena membantu untuk melumasi permukaan kulit. Zat yang mempunyai daya serap bagus adalah kaolin, hidrat Al silikat, magnesium, kapur presipitat , kanji. Kaolin dapat menyerap uap lembab degan cepat dan mudah. Kalsium dan magnesium karbonat juga dapat digunakan karena mengandung absorban yang baik. Aluminium dan Zn stearat dapat menyebabkab iritasi kulit, oleh karena itu Mg stearat lebih dianjurkan. Penggunaan bubuk silica hingga 10% dapat meningkatkan kehalusan dan membantu dalam penyebaran zat. Kanji memiliki bahan absorbsi yang bagus dan memberi rasa lembut pada kulit namun ketika kanji berkontak dengan uap lembab, maka akan memberikan substrat untuk pertumbuhan bakteri yang menyebabkan iritasi pada kulit dan cenderung lengket, tetapi garam aluminium tidak lengket pada kulit dan lebih resisten terhadap serangan bakteri. Daya tarik dari bedak pada kulit dapat dibuat dengan menggunakan setil alcohol dan steril alcohol yang dipakai pada konsentrasi 0,5 – 1,5 % sedang ZnO pada konsentrasi antara 2% dan 5%. Talk dan mineral tambang lain sering terkontaminasi oleh spora mikroorganisme seperti Clostridium tetani, dan untuk itu harus dilakukan sterilisasi dengan pemanasan. Tahun 1946 kematian 5 bayi di New Zealand disebabkan oleh tetanus yang ada pada bedak bayi. sterilisasi dilakukan pada suhu 150-160o C selama 1 jam Antiseptic sering ditambahkan pada bedak bayi untuk mengontrol pertumbuhan mikroorganisme pada kulit, biasanya Bacterium ammoniagenes dan micrococcus. Bedak asam borat dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut. 2. Losion dan krim bayi (baby lotion and creams) Losion bayi merupakan suatu emulsi yang banyak mengandung air sehingga tidak memungkinkan terbentuknya suatu lapisan tipis di permukaan kulit, untuk membersihkan kotoran yang menempel pada kulit serta memberikan rasa segar dan dingin. Sedangkan krim bayi merupakan sediaan

3

Minyak sayur kadang-kadang digunakan tetapi karena ketengikan dan pembentukan produk sampingan yang dapat mengiritasi kulit. Antiseptic untuk melawan infeksi kulit minor dan fraksi lanolin cair yang larut dalam minyak mineral sering ditambahkan sedangkan minyak silicon diapakai untuk memperbaiki efek hidrofobik dari produk. sedangkan senyawa ammonium kwartener digunakan dalam produk berbasis non-ionik. Heksaklorofan digunakan pada emulsi dengan surfaktan anionic. Zn. Dalam penggunaannya krim bayi lebih bertindak sebagai baby oil daripada losion karena mereka cenderung membentuk suatu lapisan pada permukaan kulit. Walaupun demikian minyak bayi masih banyak digunakan di rumah sakit dan direkomendasikan untuk membersikan kulit ketika mengganti popok. maka antioksidan harus ditambahkan. Emulsi dengan emulgator non-ionik. petrolatum. lanolin. setil piridiniumklorida dan benzetoniumklorida juga cocok digunakan dalam losion bayi pada konsentrasi 0-2%. 4 .Sediaan Kosmetika kosmetika bayi yang berbentuk emulsi air dalam minyak dengan kadar lemak relative tinggi yang berguna sebagai pelembut dan pelembab kulit. Antiseptic digunakan pada konsentrasi rendah dalam losion dan krim bayi untuk membantu kontrol pertumbuhan mikroorganisme penghasil ammonia pada kulit. contohnya gliseril stearat atau kombinasi Arlacel dan tween. adstringen. Isopropyl myristate. perhidroskualena dan minyak silicon juga digunakan. dan pengemulsi air dalam minyak lainnya seperti yang digunkan pada krim malam. Setil trimetil ammonium bromide. 3. alkildimetil benzilammonium klorida. ZnO sering ditambahkan dalam jumlah antara 2-10% karena memiliki sifat antiseptic yang lembut. Aluminum. derivate lanolin merupakan pembawa yang bagus untuk antiseptic ammonium kwartener. Komponen utama yang digunakan dalam minyak bayi adalah minyak mineral dengan kemurnian tinggi. Basis krim biasanya berupa malam. trigliserida atau alcohol berlemak. Perlstein mengatakan bahwa dengan melapisi kulit dengan lapisan kedap air yang kontinu minyak bayi mungkin mengganggu fungsi respirasi dan eksretori kulit. Minyak bayi membentuk suatu lapisan berlemak yang melindungi kulit dari basah dan luka dan efek proteksinya harus bekerja tanpa minyak tersebut membentuk suatu lapisan yang kontinu dan kedap air karena dapat membatasi pengeluaran keringat dan dapat menyebabkan kulit kering. dan antiiflamasi. magnesium dan kalsium stearat dan oleat digunakan untuk memperbaiki efek penolak air dari krim dan menstabilkan emulsi. Minyak silicon dan pasta atau malam polietilen juga baru-baru ini direkomendasikan sebagai basis salep anhidrat. Minyak Bayi (Baby Oil) Minyak bayi merupakan sediaan kosmetik bayi berbentuk minyak mineral jernih dengan tambahan zat pelembut untuk membersikan kotoran dari kulit termasuk sisa bedak dan krim. Ada beberapa kontroversi tentang kegunaan minyak bayi.

Zat-zat ini cocok dengan asam dan oleh karena itu dapat disesuaikan dengan pH yang diinginkan. Sabun bayi biasanya dibuat dari reaksi antara asam lemak tinggi yang terdapat dalam minyak-minyak lembak seperti oleum alivarum. Shampo Bayi (Baby Shampoos) Shampoo bayi merupakan sediaan bayi yang digunakan untuk membersihkan kulit kepala dan rambut bayi.Sediaan Kosmetika 4. menghaluskan dan melembutkan kulit. Ke dalam sabun bayi dapat juga ditambahkan suatu antiseptic seperti heksaklorofen. antara lain : 1. dan magnesium laurel eter sulfat dapat juga digunakan karena indeks iritasi mata yang relative rendah. Asam lemak sakrosinat mengkombinasikan kelembutan dengan busa yang banyak dan efek pembersih dalam rentang pH asam yang rendah. dibuat dengan cara cetak. Sulfo-suksinat anionic dan derivate siklo imidinium amphoter dilaporkan menyebabkan iritasi pada mata kelinci dan penambahan alcohol lanolin teretoksilasi secara signifikan mengurangi potensi iritasi mata dari formula tertentu. Beberapa surfaktan nonionic dapat juga digunakan dalam shampoo bayi tetapi karena kapasitas pembentukan busanya relative rendah. Sabun bayi (Baby Soap) Sabun bayi merupakan sediaan bayi yang berfungsi untuk membersihkan kulit. dsb. parfum untuk bayi harus telah diperiksa. tidak mengiritasi kulit dan hanya boleh digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. triklorokarbanilid. 2. Kombinasi dengan deterjen anionic juga meningkatkan kelembutan. KOH. dsb. oleum cocos dengan suatu alkali seperti NaOH. Sabun bayi mengandung banyak lemak. berwarna putih dan keras. zat yang dipergunakan harus betul-betul aman dan murni. 5. Surfaktan yang memilliki efek anestetik kebanyakan senyawa alkylaril yang berkondensasi dengan sejumlah molekul polietilen oksida dan amina asam lemak. memberikan kesegaran. Pada umumnya mempunyai pH sekitar 10. Beberapa surfaktan memiliki efek anestesi pada mukosa mata dan jika zat-zat ini dapat menyebabkan kerusakan kornea yang dapat menyebabkan kerusakan yang serius karena membilas mata dengan cepat adalah tidak memungkinkan. Produk kondensasi dari protein asam lemak yang juga termasuk bahan baku deterjen anion-aktif yang lembut dan ditoleransi dengan baik oleh membrane mukosa mata. tapi mungkin dapat menyebabkan dermatitis pada kulit. shampoo ini tidak jauh berbeda dari shampoo untuk dewasa walaupun di dalamnya terdapat perawatan khusus yaitu surfaktan yang memiliki indeks iritasi mata yang sangat rendah. Syarat-syarat Sediaan Kosmetika Bayi Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sediaan kosmetika bayi. merupakan sabun lunak sehingga tidak akan mengiritasi kulit. biasanya termasuk ke dalam deterjen sekunder bersama zat-zat ampholitik. 5 .

metal benzethonium kloroda 0. shampo bayi • tidak menimbulkan iritasi pada kulit kepala dan mata. • tidak menghalangi keluarnya keringat. • tidak menimbulkan iritasi pada kulit. • ukuran partikel yang dianjurkan adalah antara 10-40µm. cinnamat aldehid sitral. 4. • tidak mengganggu aktivitas fisiologi dari kulit. • pH harus sesuai dengan pH cairan mata. Li. resin olibanum dan vanillin). minyak zaitun 1-3 .Sediaan Kosmetika Selain faktor-faktor di atas. • bilangan kuman tidak melebihi 500 per gram. bedak bayi • bahan yang dipakai harus steril • zat pembawa harus bersifat licin.(parfum yang tidak boleh digunakan antara lain: benzilidin aseton. Formula Umum Sediaan Kosmetika Bayi Bedak Bayi Zat pembawa : talk Zat penyerap : koloidal kaolin. metal nonil asetaldehid. setil atau stearil alcohol 0. membantu melemaskan kulit.5-15%. eugenol. ZnO 2-5 . dan melekat baik pada kulit. antara lain : 1. sabun bayi tidak mengiritasi dan menyebabkan dermatitis pada kulit. • zat aktif yang digunakan harus mempunyai daya iritasi yang sangat lemah terhadap kornea mata. heliotropin. • zat pembawa tidak mudah mengendap uap lembab dan tidak dapat digabung dengan absorben yang lain. • konsentrasi pewangi tidak boleh lebih dari 2% karena dapat menyebabkan iritasi kulit. aluminium silikat terhidrasi Pelembut dan penambah daya lekat : Zn. metal heptine karbonat. • konsentrasi surfaktan tidak boleh terlalu tinggi. Antiseptik : undesilenat. 5. hidroksicitronellal. minyak bayi • tidak menimbulkan iritasi pada kulit • tidak mengganggu aktivitas fisiologi dari kulit. • tidak menghalangi keluarnya keringat. 2. Mg stearat 3-5%. • perlu ditambahkan antioksidan jika menggunakan minyak sayur. ada syarat-syarat khusus untuk beberapa sediaan bayi.05 %( dipakai jika pembawanya pati/zat tepung pengganti talk) Beberapa tipe formula dari bedak bayi adalah : 6 . lotion dan cream bayi. serta tidak menghalangi kulit. • tidak menimbulkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan kulit (lotion bayi) 3.

hidroksibenzoat natrium alginate perfume air 26. sorbitol. tipe anionic minyak mineral ringan lanolin stearil alcohol cetyl alcohol propil p-hidroksibenzoat asam stearat trietanolamin metil p.36 0. steril talcum as. Zat pelembut : lanolin.5 kaolin 20.94 0. steril talcum mg stearat kapur presipitat perfume steril talcum kaolin mg stearat gliseril monostearat (non emulsi) setil alcohol perfume steril talcum benzalkonium klorida 0.0 perfume 4.Sediaan Kosmetika Persentase 1.15 0. Zat tambahan : pewangi.0 1.94 0. qs 3.0 5.19 7 .52 0. Beberapa tipe formula lotion dan krim bayi : Persen 1. etil piridinium klorida. qs 94.09 0.0 qs Lotion dan krim bayi Zat pengemulsi : ester sukrosa dari asam palmitat dan asam stearat (crodesta). trietanolamin stearat. heksakloropen.25 69. Antiseptik : p-diisobutil kresoksi etoksietil dimetil benzyl ammonium klorida monohidrat.00 1.52 0. Monoetanolamida kanji perfume qs 2.04 0.

propil galat. Shampoo Bayi Contoh formula umum shampoo bayi yang tidak mengiritasi kulit dan mata : Persen Minarol 2 M.A (termodifikasi) 20. butyl hidroksi toluene (BHT).2 % Beberapa tipe formula umum minyak bayi : 1. minyak tumbuhan.0 0. trigliserida cair.C.0 Hexylene glycol 0. dll).05 qs 2. tokoperol. biji kapas. minyak mineral ringan lanolin cair etil stearat isopropyl myristat minyak mineral ringan isopropyl myristat minyak zaitun minyak silicon propil gallat parfum Persen 90 3 4 3 64.5 1 1 2.00 0. Pewangi < 0.9 5.00 5.95 5.1 Air 79.4 8 .15 0.1 4. Zat pelembut : minyak tumbuhan ( minyak zaitum.Sediaan Kosmetika 2. dll.00 25. lanolin atau derivate minyak terlarutnya (isopropyl ester) Antiseptik : bithionol Antioksidan : butyl hidroksi anisol (BHA).1 Minyak Bayi Zat pembawa : minyak mineral jernih. tipe nonionic minyak mineral ringan lanolin setil alcohol arlacel 80 tween 80 cairan silicon propil p-hidroksibenzoat air metal p-hidroksibenzoat parfum 35.0 0.5 Parfum 0.15 50.

9 . industri makanan dan minuman seperti permen atau sirup. Kala itu banyak orang belajar serta mengagumi “khasiat“ fragrans sebagai pengharum terutama sebagai parfum. sampo. Harganya memang mahal karena faktor sulitnya menemukan oplosan yang tepat serta pembuatannya yang makan waktu lama. banyak orang kala itu percaya. karet penghapus spidol. Bahannya waktu itu terbanyak didapat dari tumbuhan atau hewan. Eropa mengenal fragrans justru dari orang-orang timur. Untuk menutupi bau badan. Menurut Food and Drugs Administration (FDA ) Amerika. Semua yang berbau harum berasal dari fragrans. Cleopatra adalah salah satu pelaku sejarah penggemar wewangian. Pori-pori yang terbuka akan memudahkan penyakit masuk dan menginfeksi tubuh. tapi juga meliputi sabun. dipakailah minyak wangi. Maka. Orang Romawi memikat lawan jenisnya lewat wewangian. fragrans dipakai untuk menutupi bau busuk penyakit. Baru setelah abad XVI fragrans mengawali zaman keemasannya. mandi atau berendam di air tidak sehat. Sudah sejak akhir abad XVII Prancis dikenal sebagai pusat parfum dunia. kertas . lilin juga rokok. Selama abad XIV fragrans lebih untuk keperluan pengobatan. terutama untuk parfum kelas atas yang dibikin dalam jumlah terbatas atau menurut pesanan. dll. Produk kosmetik tak terbatas parfum. Contohnya parfum bermerk Chanel no. Tidak hanya sebagai bahan utama pembuatan parfum. misalnya arab. alat tulis macam balpoint . Juga untuk pertama kalinya fragrans dari bahan sintetis diperkenalkan. Namun hanya kalangan bangsawan dan kaum jetset yang sanggup membelinya. Venesia adalah negara pertama di Eropa yang mengawali perdagangan wewangian hingga menyebar kekota-kota lain di Eropa. Hingga kini pun persepsi itu masih berlaku. Sejak zaman sebelum masehi pun sudah dikenal kemenyan yang kala itu diekstrak dari tetumbuhan. Orang Yunani percaya. Pasalnya. Cara pembuatannya dianggap seni dengan cita rasa tinggi. industri perlengkapan rumah tangga macam pembersih lantai. Bangsa Mesir kuno memakai wewangian dalam acara ritual penguburan. sementara itu reputasi fragrans semakin menanjak. wewangian mampu jadi media kontak dengan dewa-dewi mereka. fragrans berarti semua substansi baik alami maupun sintetis yang semata-mata digunakan untuk memberi bau pada produk-produk kosmetik. krayon dan banyak lagi yang alami dan sintetis. Umpamanya produkproduk perawatan tubuh seperti sabun dan sampo. Yang menarik. 5 buatan Prancis tahun 1921. Fragrans itu biang segala wewangian. Namun menyusul runtuhnya kekaisaran Romawi pada abad pertengahan.Sediaan Kosmetika SEDIAAN KOSMETIK WANGI-WANGIAN Sejarah fragrans atau wewangian sebenarnya sudah dimulai sejak berabad-abad lalu. sepanjang dua abad setelah itu dsejarah mencatat peningkatan pemakaian wewangian. banyak orang lama tak mandi. Dari mereka orang Eropa belajar cara menyuling minyak-minyak esensial menjadi wewangian. namun juga untuk kebutuhan hidup sehari-hari. selain sebagai simbol status sosial bagi sipemakai. produk bahan bangunan seperti cat tembok.

Bahan dasarnya amat banyak. dsb. Sedangkan yang sintetis bahannya dari berbagai macam zat kimia yang sudah jadi. biasanya produsen menambahkan solvent atau zat terlarut yang mudah menguap. eau de toilette. lebih mudah didapat. baru dihasilkan fragrans dalam bentuk konsentrat pekat. terbukalah peluang bagi para produsen kosmetik khususnya serta produk-produk lain. penghapus cat kuku. Eau de Toilette mempunyai kadar alkohol yang lebih banyak dari essence-nya wanginya tidak begitu tahan lama. Contohnya pada parfum. Pengusaha lain lalu membelinya untuk membuat parfum. Eau de Toilette Eau de Toilette merupakan suatu larutan minyak-minyak atsiri dalam alkohol yang bentuknya lebih encer dari pada parfum dan biasanya diberi suatu zat warna. atau produk kosmetik lain. Ada fragrans yang diperdagangkan hanya dalam bentuk bahan mentah. Meski yang sintetis dan alami tak banyak bedanya. after shave lotion. Air wangi biasanya dipergunakan untuk mewangikan rambut. Yang paling banyak dipakai dari golongan hidrokarbon. muka. cairan pembersih lantai. deodoran. yang sayangnya bakal membawa masalah kesehatan maupun lingkungan. dan daya tahan baunya lebih lama. eau cologne. karena ada bau-bauan tertentu Yang tidak bisa dihasilkan secara sintetis. Hanya pada kasus ini konsentrasi fragrans lebih rendah dibandingkan dengan pelarutnya. Yang dimaksud dengan sediaan wangi-wangian adalah suatu sediaan kosmetik yang mengandung wangi-wangian baik dari alam maupun sintesis yang dibutuhkan untuk memberi kesenangan dan kesegaran pada pemakainya. PENGGOLONGAN Bentuk sediaan wangi-wangian dibagi menjadi : 1. Agar mudah dihirup. Eau de Parfum Eau de Parfum merupakan larutan alkohol yang mengandung minyak atsiri dalam kadar yang relatif tinggi dan kekuatan keharuman serta keawetannya relatif baik. Fragrans pun digunakan dalam bahan -bahan pembersih rumah tangga seperti detergen atau larutan pembersih peralatan dapur dan makan. juga bolpoin wangi yang memabukkan itu. cairan pembersih rumah tangga. tangan dan lain-lain. Saat ini minyak atsiri dibuat secara sintetis. deterjen. Mempunyai kadar essence yang lebih tinggi dari Eau de Toilette dan Eau de Cologne sehingga wanginya lebih menyengat. Biasa dari alam atau bikinan manusia (sintetis). Sumber alam kebanyakan dari tumbuhan atau hewan. 2. 10 . harga fragrans sintetis jauh lebih murah.Sediaan Kosmetika Karena pengertian itu banyak kelemahannya. namun dengan rumus kimia baru. dihasilkan konsentrat seperti yang alami tadi. Minyak atsiri inilah yang dipergunakan sebagai bahan untuk pembuatan parfum. Setelah melewati proses cukup rumit seperti destilasi dan ekstraksi. Minyak wangi pada umumnya terdiri dari minyak atsiri yang mudah menguap. Namun yang natural tidak ditinggalkan 100%. Sesudah melewati reaksi-reaksi kimiawi yang terjadi di laboratorium. Bisnis multimiliaran dolar. pengharum ruangan. hairspray. Ada juga yang menambahkannya dalam sabun. sampo. Karena itu hampir 80 % produsen fragrans menggunakan bahan sintetis.

daun. Selain itu di dalamnya juga ditemukan biji-bijian. Merupakan suatu larutan yang jernih a. Eau de Cologne meerupakan wewangian yang paling ringan dan paling tidak tahan lama karena memiliki campuran cairan dan alkohol yang lebih banyak dari essence-nya. Bahan Kimia. fungsinya hanya untuk menyegarkan aroma tubuh. bunga. kehalusan kulit serta menyerap keringat. Beberapa persyaratan khusus untuk beberapa sediaan wangi-wangian ini: Powder (Bedak tabur) Aman. bunga orange dan lain-lain. contohnya sitrol Beberapa contoh resep dari sediaan wangi-wangian : 1. Bedak (powder) Wangi-wangian ini berbentuk serbuk dengan talk sebagai zat pembawa. contohnya Oleum Citri 2. Sekresi hewan. Apabila mengandung metanol sebagai denaturant. Syarat Yang Harus Dipenuhi Oleh karena sediaan wangi-wangian dipergunakan pada bagian tubuh tertentu untuk kesegaran. keharuman seseorang. 5. 4. kayu Cendana. lavender. Sacchet Merupakan suatu produk wangi-wangian yang menggunakan bahan-bahan alam dan dimasukkan ke dalam suatu kantong kecil. Minyak Atsiri. Selain memberikan keharuman. Parfum R/ Mawar (sintesis) 10 Heliotropin 10 11 . biasanya minyak atsiri yang terkandung di dalamnya merupakan minyak-minyak atsiri dari bermacam-macam jeruk seperti Oleum Citri.Sediaan Kosmetika 3. daun Nilam. b. maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : 1. Eau de Cologne Eau de Cologne merupakan suatu larutan alkohol dari minyak-minyak atsiri yang lebih encer daripada parfum. tidak berbahaya bagi kulit Dapat menyerap keringat Sacchet Stabil konsistensi dan warna Bentuknya menarik dan tidak meninggalkan sisa lemak FORMULA UMUM Bahan dasar wangi-wangian adalah : 1. bedak wangi juga digunakan untuk memberi kesejukan. Oleum Aurantii. contohnya musk 3. Sacchet dibuat dari kumpulan dan pengeringan bunga-bungaan seperti mawar. akar Kapulaga dan lain-lain. akar dan kayu seperti biji Katsuri. bunga Lavender. kadarnya adalah 5 % dari yang didenaturasi 2.

Eau de Cologne R/ Oleum Bergamot 15 mL Oleum Citri 8 mL Oleum Rosmarini 7 mL Oleum Lavandulae 4 mL Oleum Flor.2 1.2 0. R/ Eau de Toillete Oleum Bergamot Oleum citri Oleum Aurantii Oleum Lavandulae Oleum Caryophylii Oleum Cinnamomi Oleum Flor.2 1. WANGI-WANGIAN DAN KEPRIBADIAN Sudah lama wewangian itu dikaitkan dengan banyak hal.7 mL 0. Aurant Aquadest Alkohol sampai 20 10 25 10 15 7 mL 4 mL 3 mL 5 mL 0. Kepribadian suasana hati.4 1.4 0.7 mL 0.7 mL 200 mL 1000 mL 3.2 1. Aurant 4 mL Etil asetat 2 mL Air 120 mL Alkohol 840 mL Bedak (powder) R/ ZnO Amylum Talk Parfum Sacchet R/ Bunga Lavender Daun bunga mawar Vanilla Serbuk kuntum cengkeh Serbuk Resin Styrax Serbuk Benzoin siam Ambergris Oleum Rosarum 5% 10 % 85 % q. gaya hidup dan sebagainya.s 65 29.4 4.Sediaan Kosmetika Alkohol sinamat Oleum Bergamot Fenil asetaldhid (50%) Jasmin (sintetis) Terpineol 2. 5. Konsep penampilan masa kini yang sifatnya 12 .

Beberapa jenis wewangian yang dapat digabungkan antara lain : Citrus dengan fruty floral (misalnya jeruk dan apel) Vanilla dengan Sandal wood atau musk White florals (misalnya Lily of Valley) dengan Freesia Wewangian dengan kandungan berikut ini sebaiknya tidak digabungkan : Spicy (seperti kayu manis.Sediaan Kosmetika personal. Iklim bisa mempengaruhi kita dalam memilih wewangian. Setelah mencoba wewangian. tak terbayang baunya akan sangat berbeda setelah kita membubuhkan di kulit. Tunggu ± 10-15 menit untuk mengetahui reaksi wewangian terhadap kulit. Sebelum mencoba wewangian. Saat mencium langsung dari botolnya. sehingga penciuman menjadi kurang sensitif. Suhu yang sangat panas dan udar kering dapat membuat selaput mukosa pada hidung menjadi kering. jahe atau cengkih) dengan wewangian yang segar (bunga atau buah-buahan) Wewangian yang berkesan seksi (mengandung musk) dengan wewangian yang manis (antara lain yang mengandung buah peach atau raspberry) Layering dengan memanfaatkan serangkaian produk yang mengandung wewangian yang sama juga banyak digunakan banyak produsen kosmetik yang memproduksi bedak. Udara yang panas dan timpaan sinar matahari dapat mengubah aroma. 4. Kepribadian sering menjadi acuan dalam menentukan pilihan kita. Wewangian beraroma keras sering jadi pilihan diiklim tropis seperti Indonesia. Ada beberapa cara pencampuran yaitu layering atau teknik pengaplikasian wewangian secara berlapis. aplikasikan pada bagian tubuh yang berbeda untuk menghindari penumpukan aroma. 3. mendorong kita untuk memilih wewangian yang bersifat pribadi. Penerapan layering semacam ini membuat aroma bertahan lebih lama. wewangian yang digunakan juga berbeda. Dalam memilih wewangian. Untuk itu bisa mencampur beberapa wewangian. sabun dan parfum dalam satu seri arom. sehingga diperoleh aroma yang lain daripada yang lain. Untuk mengaplikasikannya. Bedak merk A dengan parfum merk B dapat saja kita gabungkan. simpan pada tempat yang sejuk. Wangi yang eksklusif dan tidak pasaran tentu akan membuat tubuh terasa lebih nyaman. Untuk kesempatan yang berbeda. lotion tubuh untuk mendapatkan aroma baru. perhatikan hal-hal berikut : 1. Blia ingin mencoba lebih dari satu wewangian. asalkan kandungan wewangiannya sama. Memilih wewangian bisa dikatakan gampang-gampang susah. bedak. Reaksi wewangian terhadap kulit terkadang sulit untuk ditebak. Kombinasikan wangi parfum dengan wangi produk lain seperti sabun. tidak perlu membeli satu rangkaian produk. dan bersifat personal. jangan terburu-buru memutuskan membeli. Jika akan 2. pastikan kulit bebas dari produk lain yang mengandung wewangian misalnya body lotion atau deodorant. 13 . misalnya Lavender. Agar wewangian lebih awet.

2 Bedak Bayi (Baby Powder) Kandungannya secara umum : talk magnesium stearat endapan CaCO3 pewangi kaolin glyseril monostearate cetyl alkohol benzalkonium klorida asam undesilenat I. Ester-ester metil f. Cuci botol. Golongan Minyak silicon : Dimetil Polisilokson Silicone Oil c. wewangian yang beraroma ringan dan lembut dengan campuran keharuman bunga. Asam-asam Lemak dan Alkohol Lemak : Asam Stearat d. sterol 1. Ester Sitogliserida g. rempah dan buah. beraroma unik ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN UNTUK BAYI Zat /bahan Umum Terkandung dalam Sediaan Kosmetika Bayi dan Wangi-wangian 1.Sediaan Kosmetika memindahkan wewangian ke dalam botol yang lebih kecil pastikan botol yang akan digunakan bersih dan netral (tidak berbau). Golongan Minyak Hidrokarbon dan Malam : Parafin Vaselin Cera b. Macam-macam sediaan kosmetika untuk bayi : 1. Lanolin. Anggun. lalu diamkan selama 24 jam setelah itu cuci sekali lagi. Minyak Tumbuhan dan Lemak e. wewangian beraroma bungabungaan Modern. wewangian berbau rempah-rampah yang hangat Romantis. Etoksilasi Gliserida h.1 Pelembut/ Pelunak Emulient a. 14 . seperti : Sportif dan dinamis. Wewangian yang digunakan oleh seseorang dapat mencerminkan kepribadiannya.

3 amilum Sabun Bayi (Baby Soap) Basa ( NaOH.Sediaan Kosmetika 1.5 Baby Lotion dan Krim Kandungan secara umum : minyak-minyak mineral adeps lanae stearyl alcohol cetyl alcohol propyl p-hidrokxybenzoat asam stearat triethanolamin metil p-hidroksibenzoat natrium alginate pewangi air isopropyl palmitat beeswax P.G 400monostearat Propilen glikol Arlacel 80 Tween 80 Cairan silicone f 110/1000 Gliseril monostearat Larutan sorbitol 70% Air destilasi Atlas G-1425 Atlas G-1441 1.4 Minyak Bayi (Baby Oil) Kandungannya secara umum .A Hexylene glycol Pewangi 15 .E. KOH) Asam Lemak tinggi ( Oleum cocos) 1.6 Shampoo Bayi (Baby Shampoo) Kandungan secara umum : Miranol 2 M. minyak –minyak mineral larutan lanolin ethyl stearate isopropyl myristate minyak zaitun minyak silikon propil gallate 1.C.

jernih. dalam eter P hangat.larut dalam kloroform P. Praktis tidak larut dalam air. Golongan Minyak Hidrokarbon dan Malam • paraffin Parafin padat adalah campuran hidrolkarbon yang diperoleh dari minyak mineral .1 Pelembut/Pelunak/ Emolient yang biasa dianalisis : A.agak suka larut dalam etanol (95%) P dingin . Golongan Minyak Silikon • Dimetil Polisilokson • Silicone Oil Uji Keasaman : 2 g tambahkan 25 mL campuran etanol dan ester (1:1) tambahkan 0. Sediaan Kosmetika Bayi 1. • Bereaksi asam terhadap lakmus. seperti agar berbusa pada pengenceran • Zat + HCL encer. • 500 mg zat + 10 cc spiritus + 100 mg K2CO3 • Sampai larut pada pendinginan. dalam minyak lemak dan mimyak atsiri.2 mL brom tymol biru kocok.15 mL 0. Kelarutan :Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%)P. • Larutan + NaOH dikocok. Asam-asam Lemak Dan Alkohol Lemak Asam stearat • Saat dibakar ada bau seperti malam. tetes minyak pada permujkaan ( juga tanpa HCl). kristal putih.01 M NaOHH dibutuhkan untuk merubah warna indicator menjadi biru. • Cera C.laksativum • vaselin Uji fluoresensi : warna biru lemah. Cera Alba (malam putih) Dibuat dengan memutihkan malam yang diperoleh dari sarang lebah Apis mellifera L atau spesies Apis lain. dinginkan : memadat.Sediaan Kosmetika II. Efek Farmakologis : . 1. larut dalam kloroform P . tidak lebih dari 0. Air Analisis Bahan Yang Terkandung Dalam Sediaan Kosmetika bayi Dan Wangi-wangian 1.2 Bedak Bayi (Baby Powder) 16 . B.

Sediaan Kosmetika 1. bagi tabung dalam 4 kelompok. Balikkan cawan.1 1. Pipet 1 ml enceran kedalam masing-masing 2 cawan Petri steril. kelompok ketiga dan keempat masingmasing terdiri dari 3 tabung. Jika campuran yang diperoleh berupa larutan atau cairan bening. tamahkan dapar fosfat (pH 7. dengan menggunakan alat yang cocok dan tetapkan jumlah rata-rata jasad renik per g atau per ml sedian uji. biarkan membeku pada suhu kamar. lanjutkan pengujian dengan cara tabung . Jika perlu lanjutkan pengenceran hingga 1 ml diharapkan menghasilkan antara 30 dan 300 koloni. 1 ml Na EDTA 0.2.2 Bahan dasar : talk : dalam tabung reaksi berisi air  mendaki dinding tabung. jika campuran tidak berupa larutan atau cairan bening. campur.2. Pipet 1 ml larutan atau zat yang diuji kedalam masing-masing tabung kelompok pertama. Tutup masingmasing cawan. campur dengan memiringkan atau memutar cawan. segera tambahkan masing-masing 15 ml sampai 20 ml perbenihan A. a) Cara lempeng. Secara kuantitatif : Titrasi Kompleksometri. Pipet 1 ml dari tabung yang disisihkan ke dalam masing-masing 1. MgCO3 ditambah agua + HCl encer. Jika terdapat pertumbuhan . inkubasikan pada suhu antara 30o dan 35o selam 48 jam sampai 72 jam. campur : sisihkan 1 tabung hingga kelompok pertama hingga kelompok pertama tinggal 3 tabung. Untuk Gelatin. masukan ke dalam labu ukur 100 ml. hitung banyaknya koloni masing-masing cawan.3 17 . Mikroskopik  mengambang diatas permukaan air. lanjutkan pengujian dengan cara lempeng. Bahan penyerap : Amilum : tambah agua iod  seperti kanji + HCl  biru hitam kembali. b) Cara tabung. lakukan menurut cara nomor 2.0 ml perbenijhan B ke dalam masing-masing 14 tabung 20 x 150 mm. kelompok pertama dan kedua masing-masing terdiri dari 4 tabung.2). secukupnya hingga 100 ml.015 MgO (MgCO3 mengandung 40-45 % MgO) Bilangan kuman : cara uji ( Uji Hayati Jasad Renik ) Cara pengujian Perhitungan banyaknya jasad renik aerob Timbang seksama 10 g zat uji atau ukur saksama 10 ml cairan yang diuji. Masukkan 9. yang sebelumnya telah dicairkan dan dibiarkan hingga suhu lebih kurang 45 o.2. Pipet 1 ml dari tabung yang disisihkan ke dalam masingmasing tabung kelompok kedua tinggal 3 tabung.05 M ≈ 2.

001 ml dan kelompok keempat digunakan senagai blangko. 1.Sediaan Kosmetika tabung kelompok ketiga. kelompok ketiga 1 mg atau 0. hitung jumlah koloni masing-masing cawan dengan menggunakan alat yang cocok. Uji OH : membirukan lakmus merah. pipet 1 ml sediaan yang diuji yang dikosok baik-baik ke dalam masing-masing 2 cawan petri 15 mm x 100 mm. Amati adanya pertumbuhan pada masingmasing tabung tiap kelompok .3 Sabun Bayi (Baby Soap) Penetapan Berat jenis kuman sama seperti pada bedak. tambahkan segera 10 ml perbenihan A atau memutar cawan. buang tabung yang sudah disihkan. Jika terdapat pertumbuhan. Uji K : Uji nyala dengan kawat nikrom memberikan warna merah ungu. Zat penambah Daya Rekat : Cetil alcohol : 1 bagian zat + asam asetat 20 bagian di water bath  larut + kromat  hijau. tidak berwarna atau kuning pucat.1 18 . Inkubasikan pada suhu antara 30o dan 50o selama 24 jam sampai 48 jam. Uji OH : membirukan lakmus merah.4. • Basa NaOH Uji Na : Uji nyala dengan kawat nikrom memberikan warna kuning emas. diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Fam Bovidae) mengandung air tidak lebih dari 0. Kelompok pertama mengandung 100 mg atau 0. campur. Suhu lebur 23o sampai 26oC Bilangan penyabunan 250 sampai 264 Minyak Bayi (Baby Oil) Lanolin (adeps lanae) Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan. tidak tengik. bau khas. • Asam lemak tinggi : Oleum Cocos : Minyak kelapa adalah minyak lemak yang diperoleh dengan pemerasan endosperm kering cocos nucifera L Pemerian : Cairan jernih. 1.25 %. Bekukan secepat mungkin.01 ml. Jika zat yang diuji adalah gelatin. kelompok kedua 10 mg atau 0.balikan cawan dan inkubasikan pada suhu antara 30o dan 35o selama 48 jam. dan tetapkan jumlah ratarata jasadrenik tiap g zat yang diuji.1 ml sediaan yang diuji.4 1. pada tabung blangko tidak terdapat pertumbuhan.

5. Propil Galat Titik leleh 150o C Baby Cream dan Baby Lotion Lanolin (Adeps Lanae) Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan. Identifikasi : 500 mg larutan + 5 ml kloroform P + 1 ml asetat anhidrat P dan 2 tetes asam sulfat P. lalu kocok.25 %.3 1. Tambahkan 5 ml larutan NaOH encer P. agak sukar dalam etanol (95 %) P. dinginkan.4 1. Identifikasi : 500 mg larutan + 5 ml kloroform P + 1 ml asetat anhidra P dan 2 tetes asam sulfat P. Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air.1 ml larutan tembaga (II) sulfat P. Trietanol Amina Trietanolamina adalah campuran dari trietanolamina.4. saring.5. mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P.5 1. terjadi warna hijau tua. Cetyl alcohol 1 bagian zat + asam asetat 20 bagian di awter bath  larut + kromat . Kelarutan :Mudah larut dalam air dan dalam etanol (95 %) P.4 19 .4.00 g tambahkan 25 ml campur dengan etanol dan eter (1: 1). terjadi warna biru tua. mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P. Titrasi dengan HCl 1 N 1. diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Fam Bovidae) mengandung air tidak lebih dari 0. Pada filtrate tambahkan 1 tetes larutan jingga metil P. kocok dengan air panas dengan volume sama selama 2 menit.1 1.5. dietanolamina dan monoetanolamina. didihkan hingga sisa sepertiga volume semula.hijau Asam Stearat Identifikasi : Lebur 5 gram.Sediaan Kosmetika Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air. terjadi warna hijau tua. Timbang seksama 2 g. Tambahkan 0. warna biru tetap.5.2 1.01 M sodium hidroksida dibutuhkan untuk merubah warna indicator menjadi biru.2 ml bromtimol biru. tidak lebih dari 0. larut dalam kloroform P Identifikasi : Pada 1 ml + 0. dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer 300 ml tambahkan 75 ml air. Isopropil Miristat Bilangan Penyabunan 202-212 Bilangan asam tidak lebih dari 1 Bilangan yodium tidak lebih dari 1 Minyak Silikon Uji keasaman 2.4. tidak terjadi warna merah. agak sukar dalam etanol (95 %) P.15 ml 0.2 1.3 1.

tidak berbau. eau de perfume Bentuk sediaan : larutan Komposisi : minyak atsiri atau campurannya dengan sekresi hewan . rasa agak manis. Kelarutan : Dapat campur dengan air. bedak wangi bentuk sediaan : ser buk tabur 20 . 4. higroskopik. Penggunaan : ditubuh. Eau de Cologne bentuk sediaan : larutan gel komposisi : minyak atsiri (oleum citric) dalam alkohol 85-90% fixative : resion. eau de toilete bentuk sediaan : larutan . span dan twin.5 menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil P.zat pelekat atau fiksative: benzil benzoat. dioleskan dikulit. penyegar 2. Kegunaan :sebagai pewangi. 1 ml asam klorida 1 N setara dengan 149.5. terjadi uap berbau enak. tidak terjadi bau akrolein. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN WANGI-WANGIAN Formulasi umum yang terdapat dalam sediaan kosmetik wangi-wangian : 1.Sediaan Kosmetika 1. Penggunaan di tubuh: disemprotkan . dioleskan di tubuh Kegunaan : . jernih.2 mg trietanol amina. lebih encer dari parfum dan diberi zat warna komposisi : minyak atsiri dalam alkohol 95 % (85-90%) zat pelekat : benzil benzoat penggunaan : ditubuh untuk muka diusapkan seperti tisu basah kegunaan : pewangi muka dan tangan 3. larut dalam 6 bagian eter P. tidak berwarna. contoh : propilen glikol.aromaterapi. Lanjutkan pemanasan hingga kering. dihitung sebagai N (C2H4OH)3 Propilen Glikol Cairan kental. balsem benzoe untuk yang sakit kepala dapat ditambahkan mentol dan untuk menyegarkan sering ditambahkan amoniak liquida. Identifikasi : Panaskan perlahan-lahan dengan Kalium Bisulfat P. dipropilen glikol.untuk menyegarkan (tidak tahan lama) . dietil ftalat. dengan etanol (95 %) P dan dengan kloroform P. tidak dapat bercampur dengan eter minyak tanah P dan dengan minyak lemak. Zat pembawa : alkohol atau larutan hidro alkohol ≥ 65% Untuk menambah kelarutan minyak atsiri dapat digunakan solubiliozer.

5. isi buret dengan air hingga penuh. bau harum yang khas dari minyak atsiri mengidentifikasikan adanya suatu minyak atsiri dalam suatu campuran.  panaskan dengan tangas udara sehingga penyulingan berlangsung lambat tapi teratur  setelah penyulingan biarkan selama lebih kurang 15 menit. K. kalamin) dan parfum yang tidak berbahaya untuk kulit.deodorant : * sediaan larutan. 94 yang dinetralkan dietanol amin atau trietanol amin. diencerkan makin jelas. akar dan kayu. Zat warna seperti : D dan C red no. b. . cream. menghilangkan iritasi. dan 500 mg piperazina hidrat p. daun.cologne stick ( wangi-wangian bentuk padat ).Sediaan Kosmetika komposisi : talk dalam jumlah besar. * sediaan cream. Na stearat. 2.  catat volume minyak atsiri pada buret. liquid cream komposisi : bahan alam dari bunga.campur 5 tetes dalam gelas kimia kecil dengan 1 ml larutan kalium permangat p. menghaluskan dan melembabkan kulit. Kegunaan : pewangi. 21 . Pengisi : MgCO3 Pelekat : amylum dan Zn atau Mg stearat. 940. Penggunaan di tubuh : ditaburkan. Kadar minyak atsiri 1-10 %. a. menghaluskan. campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cairan penyuling  pasang alat. Bentuk sediaan wangi-wangian lain : . stearat. Pembawa : alkohol Pelekat : benzyl benzoat Penggunaan : dioleskan Kegunaan : pewangi. Identifikasi 1. dalam 5 ml air. Na lauryl sulfat. Terjadi warnabiru intensif pada kertas saring yang setelah beberapa menit menjadi lebih pucat. penetapan kadar etanol. penetapan kadar minyak atsiri a.antiseptikum (ZnO. hitung kadar minyak atsiri dalam % b/v. Kadang-kadang ditambahkan dario sekresi hewan atau bahan kimia lain. biji. Tween. 19 Emulgator : karbopol 936. dan 5 tetes asam sulfat pekat p. b. . Sachet bentuk sediaan : larutan. esterifikasi : Dengan asam benzoat : bau spesifik ( bau pisang ambon ). tutup segera dengan kertas saring yang dibasahi dengan larutan segar yang dibuat dengan melarutkan 100 mg natrium nitroprusida p.

3. hingga pembuihan berhenti. et. 4. benzyl benzoat a.Suara Karya .5 % b/v tambahkan 1 ml larutan natrium hidroksida 0. reflux selama 15 menit. .5 g kalium permanganat p. reflux 2 g dengan 25 ml larutan kalium hidroksida etanol p. 4. 1. oleum citric lakukan penetapan menurut cara penetapan kadar aldehida minyak atsiri yang tertera pada olea volatilia menggunakan 10 g yang ditimbang seksama tanpa toluen p. Asamkan cairan yang tertinggal dalam labu dengan asam klorida encer p. 6. pindahkan ke dalam cawan dengan pertolongan lebih kurang 50 ml air panas. saring. 2. jika terjadi endapan. Inc. dan 5 ml amoniak encer p. Dinginkan dan saring. b. Panaskan hingga melebur sempurna. Al. Tambahkan lagi 10 ml asam klorida p. tambahkan 20 ml air.pada 5 ml larutan 0. pindahkan kedalam krus platina atau krus nikel. dinginkan. 3. tambahkan larutan natrium fosfat p. 7.terjadi endapan hablur putih amonium magnesium fosfat. Tabloid Nova . FARMAKOPE INDONESIA IV : 1995 . Asamkan filtrat dengan asam klorida encer.1 N kemudian tambahkan perlahan-lahan 2 ml larutan iodium p. suhu didih lebih kurang 320o 5. uapkan etanol di atas tangas air. Balita Anda . 1973. suling hingga sulingan jernih. Terbentuk endapan habllur putih dari asam benzoat. Website Internet : www. Harry’s Cosmeticology Chemical Publishing Co. 22 . Page 540 – 551. DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. New York. tercium bau iodoform dan terbentuk endapan kuning. DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. No 425 : Penerbit PT. selama 2 jam. onat anhidrat p. com Website internet : www. tambahkan 50 ml air. Hal. dan 1 ml – 2 ml lebih banyak dari volume kalium hidroksida etanol 0. com Website internet : www. 158-165. Pada sulingan tambahkan 2.Sediaan Kosmetika .5 N yang digunakan. Pada filtrat tambahkan lebih kurang 2 g amonium klorida p. FARMAKOPE INDONESIA III :1979 . Intisari Mediatama : Jakarta : 2001. saring. uapkan di atas tangas air hingga kering. dinginkan. dilarutkan dalam tidak kurang dari 7 ml larutan hidroksil amina etanol 60 % p.dan 2 ml larutan natrium hidroksida p. didihkan. com 5. DAFTAR PUSTAKA Harry’s Ralfgh. Tambahkan asam klorida p. talkum campur 500 mg dengan lebih kurang 200 mg natrium karbonat anhidrat p. terbentuk endapan hablur putih dari asam benzoat. sisa adalah silika. Tabloid Intisari : Edisi Maret 2001 .

bahkan dibutuhkan oleh berbagai kalangan masyarakat. kantung selaput mata. Kosmetika mandi meliputi sediaan yang digunakan sebelum mandi. dalam melakukan kegiatan sehari-hari masyarakat selalu berhubungan dengan kebersiahan. Sejak pertama kala dikenal (pada zaman mesir kuno) hingga detik ini kosmetika selalau mengalami perubahan dan perkembangan baru. Mungkin jangka di luar negeri kosmetika mandi ini sudah banyak digunakan. karena kosmetika mandi tidak umumm digunakan orang. atau saat mandi atau perawatan setelah mandi. mandi merupakan aktivitas sehari – hari yang penting dan tidak akan terlewatkan oleh setiap orang. Karena banyaknya produk kosmetika yang beredar di pasaran. penemuanpenemuan tersebut membawa manusia ke arah kehidupan yang lebih baik dan modern. Termasuk dalam bidang kosmetika. keindahan. Mulai dari alis dan kulit di bawah alis. Sediaan kosmetika mata adalah kosmetika yang digunakan untuk memperindah daerah di sekeliling mata. perawatan yang semuanya merupakan tujuan dari kosmetika. dan jaringan dalam garis keliling bawah lubang mata. sedangkan diera milenium tiga ini kosmetika sudah dikenal. Pada zaman sekarang. kelopak mata. Namun bagi sebagian orang kosmetika mandi ini masih asing. Seperti kita ketahui. SEDIAAN KOSMETIKA MANDI 23 . Oleh karena itu. bulu mata. Pada makalah ini akan diulas mengenai kosmetika mandi dan sediaan kosmetika mata. maka konsumen harus mempunyai ilmu dan informasi tentang kosmetika yang baik dan cara penggunaannya. Demikian hal-nya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu melahirkan penemuan-penemuan baru.Sediaan Kosmetika BAB II SEDIAAN KOSMETIKA MANDI DAN MATA Kehidupan manusia dan percobaannya tidak pernah statis. selalu berkembang setiap saat. namun di Indonesia baru beberapa kalangan yang menggunakannya. Kosmetika pada zaman mesir kuno hanya digunakan oleh kalangan bangsawan.

5. atau segera setelah mandi. PENGERTIAN DAN TUJUAN PEMAKAIAN Sediaan kosmetika mandi merupakan sediaan-sediaan atau bahan-bahan yang dapat digunakan dalam air mandi. 2 H2O ( Natrium seskui karbonat ) Trisodium fosfat NaCl Boraks Pewarna. 2. 3. selama mandi. Minyak mandi Formula menurut Atlas Industries: 1. NaHCO3. dan No. 5. menurt USP: Ext D & C Yellow No. NaHCO3 55 % Asam tartrat 20 % Na-sesquikarbonat 20 % Parfum dan pewarna 5 % D. 2. 7. 4. 3. 1. Na2CO3 Na sesquikarbonat Na-tetraborat Tablet mandi 1. Kristal mandi ( Bath cuber ) 1.Sediaan Kosmetika I. 7.H2O ( Natrium Karbonat Monohidrat ) Na2CO3. Minyak mineral (Castrol oli/ Olive oil) Isopropyl myristate Parfume 46 % 48 % 5% 24 . 6. 2. Ext D & C Red No. 2. 4. Tujuan:  Membersihkan tubuh dengan menghilangkan kotoran  Menambah harum pada tubuh  Membuat kesegaran bagi penggunanya  Memperhalus kulit  Menambah kenyamanan misalnya dengan wangi-wangian dan warna  Menghindari permukaan kotor pada bak mandi FORMULA UMUM A. Garam mandi ( Bath salts) II. 3. Na2CO3 Na2CO3. 3. 19 B. 1. Ext D & C Green No.

Garam mandi ( Bath Salt ) 2. Na Sesquicarbonat 3. Serbuk mandi ( Bath Powder ) 5. PENGGOLONGAN 1. Minyak mandi ( Bath Oil ) 10 9 81 2 55% 21% 10% 2% F. Urea ( 5% dalam alcohol ) III. Na hexametaphosphate Susu mandi (Bath Milk) 1. Minyak pengharum (Lavender) 2. G. dan menghilangkan bau badan serta membersihkan tubuh. Artatone T 1% Zat tambahan : Tween 81 untuk emulsi agent yang larut air 50 % 5% qs E. Amilum maidis 4. Gelembung Mandi ( Buble bath ) Contoh formulanya TEA Lauryl Sulphate Liquid Air 45 % Penstabil busa Warna Parfum qs Na. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh garam mandi adalah: a. Susu mandi ( Bath Milk ) 6. 1. Pembahasan: Garam mandi ( Bath Salt ) Garam mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang digunakan untuk melunakkan air sadah. Biasanya terdiri dari suatu garam amorganik atau campurannya. Air yang telah didestilasi 4. zat pewangi ( corigens odoris ) dan zat pewarna ( corigens coloris ).Sediaan Kosmetika 4. Natrium alkyl benzene Sulphonate 2. 5. menyegarkan. harus mudah larut dan melunakkan air sadah dengan efektif 25 . Na Lauril Sulfat 3.Lauryl Sulphate 80 % Parfum 10 % Lauric diethanolamide 5% Hexylene glycol 5% Serbuk Mandi (Bath Powder ) 1. Gelembung mandi ( Bubble Bath ) 4. Tablet mandi ( Bath Tablet ) 3.

zat pewarna dan zat pewangi. karena untuk mengurangi polaritas partikel yang tersedia. etilen glikol. Tipe ini tidak melunakkan air sadah atau membantu dalam membersihkan. Tipe pelunak air. 2. namun tidak kehilangan kelembaban. - Natrium karbonat ( Na2CO3) Mudah larut dalam air. Dipermutasikan dengan kristal garam. Natrium sesquikarbonat ( Na2CO3. efektif melunakkan air. b. Titik leleh rendah. dll dalam jumlah kecil yang dicelupkan dalam pelarut. Garam umum ( Rock salt. Namun hal ini dapat dicegah sebagian dengan melapisi kristal dengan substansi higroskopis. biasanya didasarkan pada satu sediaan fosfat atau sodium sesquicarbonat. seperti gliserin. higroskopis. Natrium karbonat monohidrat ( Na2CO3. Sodium chlorida. Keuntungan tipe garam ini adalah mempunyai pelarut air dan ini membantu dalam pembersihan. Dapat menyegarkan kulit. H2O ) Merupakan hasil / produk dari kristal Na2CO3 yang mengalami pemekaran. harus memiliki bentuk yang menarik dan stabil pada kondisi iklim biasa dan mudah diberi zat pewarna dan zat pewangi c. murah harganya Tipe utama garam mandi: a. sebaliknya dia akan cepat kehilangan bentuknya jika terkontaminasi MgCl2 ). NaCl mempunyai sifat mudah diwarnai dan diberi pewangi. Garam-garam anorganik yang sering digunakan sebagai garam-garam mandi: 1. Produk harus dijaga dari sinar matahari secara langsung. lebih lagi tegangan permukaan air diturunkan sehingga memudahkan dalam membasahkan kulit. dimana garam kristalnya lambat laun larut dalam air sadah.Sediaan Kosmetika b. Sulit diberi zat pewarna dan zat pewangi dengan baik. karena dapat terjadi kemekaran meski disimpan pada kondisi biasa. NaCl ) Garam ini berbentuk kristal yang menarik dan stabil ( jika garam ini bebas dari MgCl2. menghasilkan air yang lunak dan bercampur dengan busa sabun dan dapat digunakan sebagai penggelembung mandi. Kerugiannya: bisa menimbulkan iritasi pada kulit bagi orang-orang yang sensitif terhadap alkali yang tinggi. pada 330C sebagian dari air kristalnya akan berdissosiasi hingga akan terbentuk massa yang melekat. 4. NaHCO3. 3. Garam ini juga mudah larut dalam air tetapi tidak memberikan efek melunakkan air sadah dan akan menghilangkan busa sabun. Ketika diwarnai kristalnya akan memiliki bentuk yang menarik. 2 H2O ) 26 . menghilangkan garam mandi yang menarik.

Tri Natrium fosfat Bentuk menyerupai flake atau bundar. dan mudah tercampur dengan zat pewangi. atau bikarbonat. menghasilkan air yang berwarna keruh bila sabun digunakan. mudah larut dalam air. 5 H2O ) Merupakan bentuk kristal jarum yang bagus yang mudah larut dalam air. tetapi dapat mengeruhkan air mandi. 10 H2O ) Borax berbentuk kristal-kristal halus. Dinatrium fosfat ( Na2HPO4. Dinatrium pirofosfat dan tri natrium fosfat kadang-kadang juga digunakan sebagai garam mandi. Zat penghancur yang umum digunakan adalah Na lauril sulfat. mudah diwarnai. Jika digunakan dalam jumlah besar akan menimbulkan bau yang kurang sedap pada air mandi atau kulit.5 . 8. 6. bila tidak maka Na2CO3 yang keras seperti batu karang akan sukar larut dalam air mandi. dan pewarna dari sukar larut.Sediaan Kosmetika Merupakan suatu garam yang berbentuk kristal jarum yang halus dengan kemurnian tinggi. 12 H2O ) Merupakan pelunak air yang baik dan tidak higroskopis. Tablet mandi ( Bath Tablet ) Tablet mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk membersihkan dan menyegarkan badan. Kerugian dari penggunaan garam ini adalah sukar diwarnai. Contoh formula garam mandi: Trisodium fosfat 50 – 49 Na-sesquikarbonat 49.2 Pewarna qs Kristal mandi ( Bath Cubes ) Biasanya terdiri dari Natrium karbonat ata Na-sesquikarbonat dan atau borax. Borax atau Natrium tetraborat ( Na2B4O7. Tidak higroskopis namun sukar larut dalam air. Natrium tiosulfat ( Na2S2O3. akan mengeluarkan CO2 dengan efek effervescent. Segera setelah dimasukkan ke dalam air. Tujuan pembuatan tablet mandi adalah untuk mencegah garamgaram halus. Tablet mandi sering mengandung kristal-kristal asam organik ( seperti asam sitrat atau tartrat ) dalam sodium karbonat. minyak parfum.5 – 49 Garam kristal NaCl Parfum / pewangi 0. sesquikarbonat. Bila digunakan Na2CO3 maka harus ditambahkan zat penghancur terlebih dahulu. Cara pembuatan: Mula-mula semua bahan dihancurkan dulu menjadi bagian yang kecil-kecil. Garam ini sangat stabil. 5. 7. 27 . bereaksi sebagai basa lemah dan mudah diwarnai. tetapi mempunyai sifat basa yang kuat sekali. 2.

Gelembung mandi dibuat dari detergen. Mudah menggelembung tanpa memerlukan tekanan air yang berlebihan. Selain lemak-lemak dapat digunakan garam-garam asam lemak atau esternya. tepung beras dan asam borat namun sekarang dibuat dari 60 – 90 % talk. Jika tablet ini juga mengandung sabun ( bahan pembentuk sabun. tablet. Tablet mandi juga sering mengandung garam yang melepaskan oksigen dalam air. kapsul. larutan. Sediaan gelembung / busa mandi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. contoh sodium perborat atau hydrogen peroksida-kompleks urea. 5.2 % akan memberikan opacity pada talk. Gelembung Mandi ( Bubble / Foam bath ) Adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk memenuhi bak mandi dengan gelembung-gelembung atau busa-busa yang dapat berfungsi untuk menghilangkan rasa lelah dan mencegah adanya noda pada bak mandi. cairan. b. Titanium dioksida sebanyak 1. Susu mandi merupakan emulsi m/a dimana fasa minyak hampir terdiri dari minyak parfum seluruhnya. c.Sediaan Kosmetika Tablet ini mudah terurai dan terlarut. karena gunanya adalah untuk melembutkan kulit. Sediaan ini akan terdispersi dalam air dengan mengeruhkannya. Zat aktif dari sediaan ini adalah minyak lemak. MgCO3 sebanyak 5 %. Kaolin akan membantu serbuk berkilau. Serbuk mandi ( Bath Powder ) Dahulu serbuk mandi dibuat dari jagung. Gelembung mandi biasanya berbentuk serbuk. Susu mandi mempunyai efek yang sama seperti minyak mandi tetapi sedikit mahal dalam penyimpanannya. dan batang. dsb. granul atau manik-manik. seperti sodium lauril sulfat ). Mencegah pembentukan noda-noda busa di sekitar bak mandi. e. zat pembuat busa. Susu mandi ( Bath Milk ) Susu mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk membersihkan dan menjaga kelembutan kulit. Larutan yang digunakan dalam tubuh tidak mengiritasi kulit dan membran mukosa. Oksigen ini diharapkan mempunyai kegunaan untuk menyegarkan badan. Contoh formula susu mandi: 3. Semua produk harus dites untuk melihat apakah terjadi endapan yang keras pada kelembaban tinggi. maka gas CO2 yang terbentuk akan membantu pembentukan busa. Trietanol amin stearat. 28 . Harganya sebaiknya cukup murah. dan pelunak air yang tidak higroskopis. d. gel. digunakan untuk menyerap parfum dan menahannya dalam produk akhir. Gelembung harus tahan terhadap kesadahan air. 4. kristal. seperti Nalauril sulfat .

Biasanya sediaan minyak dijual dalam bentuk kantung plastik. penghalus. Garam Mandi A. A. Sebetulnya sediaan minyak mandi ini tidak membantu pembersihan kulit. memberikan warna kuning  Uji CO3: Tambahkan larutan Magnesium Sulfat p akan terbentuk endapan putih. akan tetapi sebaliknya justru akan menghalangi terbentuknya busa dan tetap tinggal sebagai lapisan tipis yang sukar dihilangkan pada bak mandi. cukup untuk membentuk lapisan minyak pada kulit secara merata dan setelah dicuci dengan sabun ternyata masih dapat diamati selama 3 jam setelah mandi. Untuk meningkatkan efek kelarutnnya sering ditambahkan surfaktan yang larut ke dalam minyak mandi. dan pencegah kekeringan pada kulit. atau kapsul dari gelatin. 6. mudah larut air. Na2CO3 Merupakan serbuk putih. botol. Minyak mandi ( Bath Oil ) Adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk melembutkan. dan alkalis Kualitatif  Uji Na : Uji nyala dengan kawat niktom.Sediaan Kosmetika Minyak pengharum 10 Na lauril sulfat 9 Air yang telah didestilasi 81 Uranin ( 5 % dalam alcohol ) 2 Pembuatan: Larutkan Na lauril sulfat dalam air dengan pemanasan dan tambahkan unsur-unsur lain setelah dingin. Percobaan membuktikan bahwa 4 mL minyak mandi dalam 10 L air mandi.  Kualitatif 29 . rasa asin. dengan pertolongan surfaktan minyak dapat menembus lapisan kulit paling atas kemudian minyak akan bekerja sebagai pelembut. NaCl Merupakan hablur heksahedral tak berwarna/ hablur putih. Mekanisme kerja dari minyak mandi adalah mila-mula minyak mandi diabsorbsi oleh permukaan kulit. tak berbau. menghaluskan. Kuantitatif Larutkan sisa yang diperoleh pada kadar air dalam 50 mL air. dan mencegah kekeringan kulit. Minyak mandi tidak larut dalam air dan akan membentuk lapisan tipis yang terapung di atas permukaan air mandi. kemudian titrasi dengan asam sulfat menggunakan indicator larutan jingga metil p. Analisis Formula Sediaan kosmetika Mandi 1.

Sediaan Kosmetika Uji Cl : tambahkan larutan perak nitrat p terbentuk endapan putih yang tidak larut.  Kuantitatif Larutkan 1g yang ditimbang dengan seksama dalam 20 mL air. rasa asin.  Kualitatif Uji HCO3 : Dengan pendidihan akan membentuk gas CO2 yang dapat diidentifikasi dengan air barit. B. Larutkan dalam 40 liter air.  Kuantitatif Timbang seksama 250 mg. buram. praktis tidak larut dalam etanol (95%)p. Kuantitatif Timbang seksama 3 g. Bilas pendingin dengan 30 mL etanol mutlal p kemudian dengan air. larutkan dalam 50 mL air.5 N 2. Titrasi dengan perak nitrat 0. Sangat mudah larut dalam air. Boraks Kualitatif Uji: Campur sejumlah zat dengan asam sulfat p dan methanol p.1 N menggunakan Indica.Lauryl Sulfat Pada 5 g yang telah dikeringkan pada suhu 105 o hingga bobot tetap tambahkan 25 mL H2SO4 1 N. masukkan kedalam labu Erlenmeyer.5 N menggunakan indicator larutan jingga metil. refluks selama 2 jam. Gliserin 30 .tambahkan Fenolftalein & titrasi dengan NaOH 1 N. larutkan dalam 50 mL air. tidak berbau. tidak berbau. NaHCO3 Merupakan serbuk putih atau hablur monoklin kecil. Larut dalam 8 bagian air. dinginkan.  Kualitatif Uji : Zat + FeCl3  Kuning Zat + FeSO4+ H2O2 + NaOH  Ungu biru Reaksi Kristal : dikocok dengan K-Ac  kristal putih  Kuantitatif Timbang seksama 2g yang sebelumnya telah dikeringkan. tambahkan asam nitrat p maka terjadi endapan lagi. Setelah sebelumnya dicuci dengan air. Titrasi dengan asam klorida 0. larut dalam ammonia encer p.tor larutan Kalium Kromat p. Gelembung Mandi dan Serbuk Mandi A. tambahkan larutan merah p. Tablet Mandi A. mudah larut dalam etanol. B. Titrasi dengan NaOH 1N menggunakan indicator larutan fenolptalen p. Na. rasa asam dan stabil di udara. Asam Tartrat Merupakan hablur tidak berwarna atau warna putih. 3. Titrasi dengan HCl 0. B.

Jika dibakar dengan sedikit Na. bau lemah mirip amoniak. didihkan perlahan selama 5 menit.  Kualitatif Uji : Zat + Parri Ungu Zat + AgNO3 Cincin perak  Kuantitatif Timbang seksama 2g. rasa pahit.  Kuantitatif Timbang seksama 3g. tambahkan 75 mL air. dinginkan.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan. rasa dingin dan asin. Na2SO4 Merupakan serbuk tak berwarna. asin. titrasi dengan HCl 1 N menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil p. Lakukan penetapan blanko. tak berbau/ praktis tak berbau. transparan. tambahkan biru brom timol LP dan asamkan dengan H2SO4 0.Sediaan Kosmetika  Kualitatif Uji : Panaskan dengan Kalium bisulfat p. TEA Merupakan cairan kental.  Kuantitatif Timbang seksama 400 mg. 4.  Kualitatif C. Tambahkan 50 mL NaOH 1 N. terjadi uap merangsang. tak berbau.  Kualitatif Uji SO4 : Zat + BaCl2  Endapan putih Zat + Pb Asetat Endapan putih D. encerkan 50 mL air.tetraborat p diatas nyala api terjadi warna hijau. F. 31 .05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau. rasa pahit. Air Panaskan CuSO4 hingga berubah warna dari biru menjadi putih. tak berwarna hingga kuning pucat. mudah larut air. tak berwarnaa. kemudian teteskan larutan pada CuSO4 tersebut. higroskopis. Susu Mandi Urea Merupakan hablur prismatic. terjadi bau asetaldehid. agak higroskopis. Titrasi dengn HCl 1 N menggunakan indicator larutan fenolftalein p. masukkan ke dalam gelas piala 600 mL. Netralkan dengan NaOH 0. Asam Laktat  Kualitatif Uji : Mengubah lakmus biru menjadi putih. hangatkan 1g dengan 100 mg KMnO4. larut dalam air.masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 mL. Jika berubah warna menjadi biruair E. encerkan dengan 50 mL air.

PENGGOLONGAN Sediaan kosmetika mata dibagi menjadi: 1. Kecuali bahan-bahan yang akan digunakan harus betul-betul murni dari sediaan kosmetika lainnya. Jadi sediaan ini hanya digunakan pada daerah sekitar mata.lama coklat 32 . yaitu alis mata. tidak toksik dan tidak merangsang. Eye Cream / Eye stick (krim mata) 7. Karena pemakaian dari sediaan ini adalah pada daerah yang peka. kulit dibawah alis. Yang dimaksud dengan dareah sekitar mata adalah daerah yang dibatasi oleh bagian atas dan bawah dari lubang mata. Sediaan dari kosmetika mata adalah menitik beratkan daerah mata dengan penggunaan warna. Eye make-up remorer (penghapus ‘make-up’ mata) 6. Eye shadow (pembentuk bayangan mata) 4. yaitu daerah sekitar mata. kelopak mata bulu mata. Olive oil Bilangan asam tak lebih dari 2 Bilangan iodium 79. II. maka dalam formalasinya hanya boleh digunakan bahanbahan baku yang betul-betul murni. Minyak mandi A.88 KOSMETIKA MATA I.212 Bilangan asam tak lebih dari 1 Bilangan yodium tak lebih dari 1 B. Eye liner (pembentuk garis mata) 5. bola mata. Mascara (mascara) 3. Isopropyl Myristate Bilangan penyabunan : 202. Jadi tujuan utamanya adalah menandai daerah mata dengan warna. Eyebrow pencil (pensil alis) 2. kantung selaput mata. PENGERTIAN Sediaan kosmetika mata sering juga disebut sebagai sediaan “make up” mata adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mempermudah daerah sekitar mata. dan jaringan dalam garis keliling bawah lubang mata.Sediaan Kosmetika Uji : Reaksi biuret Laco Millon p-DAB HCl Roux Beilstein NaOH  Kuantitatif Titrasi asam. Cover Make-Up : Ungu : Endapan Ungu : Hijau muda : Merah darah anggur : Hijau sebentar : Hijau lama.basa 5.

Zat warna Zat-zat warna dari bahan batu bara tidak dapat digunakan. 2. Bahan Oksida dasar atau zat pembawa Petrolatum Berwarna putih. besi. Dalam produk-produk yang dicetak. Zat ini akan membentuk lapisan yang menolak air. bahan berserabut pendek. memiliki titik lebur 43ºC propil fisik dan stabilitasnya memiliki stabilitas yang baik untuk produkproduk ini. zat ini dapat mengeraskan sediaan dalam penggunaannya. arang hitam. seperti pada mascara padat. krom oksida dan karmin. b.Sediaan Kosmetika III. d. dan pewarnaan dengan sediaan ini dilakukan dengan zat warna anorganik dan zat warna alam. Karnauba Lilin ini tersedia dalam berbagai jenis tetapi yang biasa digunakan adalah yang berwarna kuning dengan titik lebur 85 ºC. Kresin Merupakan campuran mikrokristal dari hidrokarbon yang tersusun kompleks. c. 33 . Suatu petrolatum yang bermutu tinggi tidak akan menghasilkan bau tidak enak selama penyimpanan. digunakan untuk eye shadow dan mascara sebagai pelumas. Karnauka ini biasa digunakan pada formulasi mascara. telah dimurnikan dan diputihkan. Untuk produk-produk mata. biasanya digunakan kresin dengan titik lebur 68 ºC. Zat-zat warna utama adalah karbon hitam. Warna-warna yang sering didunakan pada kosmetika mata : Hitam : karbon hitam. besi oksida hitam (F e 3 O4)  Biru : Biru ultra marine  Hijau : Krom oksida  Coklat : Besi oksida coklat  Kuning: Oksida besi kuning  Merah : Karmin Untuk memperoleh bayangan mata yang lebih terang biasanya ditambahkan titanium oksida atau seng oksida. kombinasi. sehingga dapat memberikan kilauan pada bulu mata. e. Lanalin Lanalin anhidrat miliki titik lebur 38-40º C. Semua warna yang digunakan pada kosmetika mata harus tidak larut dalam air. karena fleksibelitas dan elastisitasnya. FORMULA UMUM 1. Kresin tersedia dalam berbagai tingkatan dengan titik lebur bermacam-macam. lilin-lilin haruslah  a. dan menetralkan larutan sabun dalam air. Beeswax (Lilin tawon lebah) Berwarna putih dengan titik lebur 64 ºC. tanpa harus membuatnya kaku.

Bahan-bahan pengawet pilihan um\ntuk produk-produk mata adalah dari golongan alkil-p-hidroksi benzoat. petrolatum. diantaranya adalah Lamp black. Bahan Pengawet Meskipun semua formula tidak memerlukan bahan pengawet. EYEBROW PENCIL (Pensil Alis) Pensil alis adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menebalkan atau mengubah bentuk alis.1 %. maka viskositasnya dapat dikendalikan dan viskositas yang konstan ini membuat metil selulosa sering digunakan sebagai zat pengikat. i.pelan ke dalam air sampai terdispersi sempurna. dan mencegah rangsangan pada mata. Propilen glikal bersifat tidak lengket dan merupakan pelumas yang baik. f. 34 . Pensil alis mengandung berbagai jenis bahan kimia. biasa dilakukan dengan cara membasahinya dengan alcohol atau propilen glikol. paraffin. Trietanolamin stearat adalah jenis yang sering digunakan secara luas. Gom Tragakan Suatu zat yang didapat dari Astragalus gummifer. kemudian menuangkannya pelan . g. Bahan pewangi Bahan pewangi digunakan hanya sebagai pencegahan ekstra melawan iritasi. j. memberikan sabun yang stabil yang sesuai dengan bahanbahan hidrofilik dan lipofilik. h. Beeswax ini sangat baik untuk kombinasi. yng terlarut dalam air dengan cara yang sama dengan gom tragakan. memiliki titik didih 55ºC. meskipun pengembangan emulgatoremulgator nonionik sekarang ini dapat menggeser posisi stearatstearat dimasa depan. Karena metil selulose adalah zat sintetik. cairan pucat bersih yang bebas dari berbagai bau tidak enak. Dalam bentuk serbuknya. Zat ini banyak ditemukan dalam produk kosmetika termasuk eye shadow. Isopropil Miristat Merupakan suatu ester asam lemak sintetik. kadang-kadang dihilangkan dari kosmetik mata.Sediaan Kosmetika seimbang sehingga padatan tidak akan menyusut atau melekat di dalam cetakan. Biasanya terdiri suatu zat warna yang terdispersi dalam dasar malam. Zat ini dapat secara mudah membentuk sabun dan dinetralisir. Propilen Glikol Suatu humektan biasa digunakan untuk eye shadow. Raetil Selulosae Merupakan suatu gomsintetik. namun akhir-akhir ini zat pengawet sering ditambahkan pada kosmetika mata. Apabila diperlukan untuk menutupi bau tertentu digunakan pewangi dari minyak atsiri alami atau zat kimia asumatik yang ringan dan aman kadar kurang dari 0. zat pengental dan zat pengemulsi. Asam Stearat Terdiri dari 3 lapisan yang tercetak (triple-pressed grade). gom tragakan merupakan zat pengental yang digunakan untuk mencapai viskositas yang lebih besar. Alumunium silikar dan acid stearat.

MASCARA (Maskara) Maskara adalah sediaan kosmetika yang termasuk sediaan tata rias mata. Terdapat 2 tipe pensil alis. Stearat Parafin padat Cera alba 40% 30% 12% 35 . dan pandangan menjadi kabur. dibuat dari sabun yang dilelehkan bersama – sama minyak. b) Pensil Alis Bentuk Potlot Formulanya sama dengan pensil alis bentuk crayon hanya dimasukkan ke dalam selubung dari kayu. Contoh formula: Minyak kastor terhidrogenasi Minyak biji kapas terhidrogenasi Cocoa botter Minyak kastor terhidrogenasi Bahan dasar penyerap lanolin Lampblack (yang cocok) 46% 12% 8% 80% 17% 9% Jika pensil coklat yang dibuat maka lampblack dapat diganti dengan Umber (sejenis tanah pewarna yang berwarna coklat kemerahan) dan sienna bakar (sejenis tanah liat berwarna coklat kemerahan). Jenis mascara ada 3. yaitu: a) Pensil Alis Bentuk Crayon Merupakan campuran zat warna coklat atau hitam dengan kadar tinggi. paraffin serta lilin karnauba syarat mascara adalah mudah dipakai. tidak melengketkan bulu mata. tidak beracun dan merangsang. R/ Trietanolamin. mempunyai kegunaan untuk menghitamkan dan mempertebal bulu mata dengan tujuan untuk memperindah mata. peradangan. sama rata dalam pengolesan dan tidak rapuh.Sediaan Kosmetika Syarat pensil alis adalah mudah dipakai. Cara pemakaiannya dengan menggosokkan silikat (yang telah dibasahi) pada permukaan padatnya sampai menempel. pemakaian cepat dan tahan lama. rata hasil pengolesannya. setelah hampir kering diusapkan pada bulu mata. mata terasa gatal dan dapat mengalami iritasi pada mata. Penggunaan mascara harus hati-hati karena dapat menimbulkan rasa pedih dan berair. penggunaan pensil alis tidak dianjurkan untuk daerah dibawah kelopak mata karena dapat menimbulkan pigmentasi pada lapisan mukasa mata. yaitu: a. cepat kering tapi tak kering pada wadah. mata menjadi merah. lilin dan zat warna sedemikian rupa hingga diperoleh massa yang padat. Maskara biasanya mengandung garam acid stearic bersama pigmen dan lanolin. Maskara Bentuk Padat Diperoleh dengan cara pengempaan atau pencetakan. halus.

mudah digunakan. c. kemudian tambahkan zat lain (minyak jarak yang telah dilarutkan dalam alcohol). EYE SHADOW (Pembentuk Bayangan Mata) 36 . sehingga zat warna akan menempel pada sikat. Contoh formula : R/ Resin (10% dalam alcohol) 3% Minyak jarak 3% Etilalkohol 84% Zat warna 10% Cara pembuatan : Suspensikan zat warna (umumnya karbon hitam) kedalam larutan resin. formula B dipanaskan pada suhu 60°C. cukup cepat kering dan tahan air.45% Zat warna 9. Mascara Bentuk Cair Dapat diperoleh dengan cara mensuspensikan zat warna ke dalam zat pembawa. b. yang berguna untuk menurunkan tegangan permukaan. diaduk sedemikian rupa sehingga diperoleh fasa atau bentuk yang diinginkan (padat). Bentuk ini kurang disukai karena sifatnya mudah larut dalam air dan lengket.1% Vaselin putih 5. diaduk hingga zat warna tercampur homogen. Contoh formula: R/ Formula A : asam stearat 9. Maskara bentuk krim ini paling disukai oleh konsumen karena konsistensinya dan susunannya rata. Karemna bentuk sediaan lunak maka dapat dimasukkan dalam tube dan sikatnya menempel pada tube sehingga pemakaiannya akan lebih praktis dan tahan lama. Maskara bentuk krim tidak boleh mongering dalam penyimpanan dan harus menempel dengan balik pada bulu mata.75% Air 4. Masukkan formula B perlahan-lahan kedalam formula A sehingga zat warna tercampur homogen dan terbentuk massa krim. Untuk ini diperlukan zat pembasah yang sesuai. Maskara Bentuk Cream Dapat dihasilkan dari penambahan zat warna ke dalam suatu vanishing cream atau dengan melarutkan zat warna pada minyak yang sesuai.1% Formula B : Tretanolamin 2.1% Cara pembuatan : Formula A dipanaskan pada suhu 60°C.5% Minyak mineral 9.Sediaan Kosmetika Lanolin anhidrat 5% Karbon hitam 13% Cara pembuatan : bahan – bahan diatas dilelehkan bersama – sama.

Eye shadow juga mengandung zat warna sebagai komponen aktifnya. sehingga mata akan kelihatan lebih indah. seperti misalnya bentuk pensil dan bentuk “stick” akan lebih menguntungkan dari pada bentuk cair / krim cair. minyak mineral. EYE LINER (Pembentukan Baris Mata) Eye liner adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menonjolkan garis mata pada tepi kelopak mata atas dan bawah serta 37 . Seperti halnya denagn sediaan kosmetika mata lainnya. Bentuk-bentuk Eye shadow yang ada dalam peredaran adalah : 1. Janistyn telah menyarankan agar diperoleh bayangan yang indah pada Eye shadow : Biru : 20 bagian ultramarin. Untuk memperoleh nuansa violet (ungu). ceresin. bisa ditambahkan alumunium pada bayangan-bayangan ini. bentuk “stick” / “cake” 5. kalsium karbonat. pekerjaan pengisian dapat dilakukan dengan menggunakan hand filler / unit pengisi yang dikendalikan secara termostatik. bentuk krim cair 3. Untuk memperoleh efk warna-warni. Dalam kontainer yang terpisah. zat utamanya adalah titanium dioksida / seng oksida. dan tambahkan warna dasar pada campuran tersebut. Untuk memperoleh efek “emas” bisa digunakan serbuk alumunium dengan berbagai pigmen. 10 bagian titanium dioksida Hijau : 15 bagian titanium dioksida. bentuk cair / “liquid” 2. bentuk pensil Masing-masing bentuk diatas mempunyai keuntungan dan kerugian sendiri-sendiri. kocok campuran tersebut dengan baik. 5 bagian titanium dioksida. bentuk krim 4. Sejumlah kecil karmin NF dapat ditambahkan pada bayangan biru. soebitan oleat dan talcum. Tuangkan campuran tersebut pada kontainer . Sedangkan untuk mendapatkan warna biru gelap. Contoh formulanya : Bahan dsar untuk Eye shadow krim cair R/ Petrolatum putih serat pendek 65% Lanolin anhidrat 5% Keresin putih 10% Beeswax putih 5% Minyak mineral 65 / 75 15% Cara pembuatan : Campurkan sejumlah titanium dioksida / seng oksida yang diperlukan dengan warna-warna dan dengan petrolatum yang telah dilelehkankemudian giling campuran menggunakan gilingan putar. lil. dilelehkan bersama-sama dengan bahan-bahan lain.in lebah.Sediaan Kosmetika Eye shadow adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk memberikan latar belakang atau bayangn pada kelopak mata. bisa ditambahkan ultramarin dan dikurangi titanium dioksida. Untuk bayangn yang telah terang. 10 bagian kromium oksida hijau Coklat : 30 bagian besi oksida coklat. Eye shadow biasanya mengandung lanolin.

Jika dipanaskan dengan kuat dihasilkan warna kuning yang akan hilang pada pendinginan. Eye liner didapatkan dalam sediaan cair. antioksidan. 30% pewarna. paraffin. b. alcohol lemak. Larutan dalam HCl 3N sedikit berlebih menunjukkan reaski zink. Analisis Kualitatif a. IV. Eye Brow Pencil (Pensil Alis) 1.08% TEA 0.02% Pigmen 18. polivinil alcohol atau polivinil asetat. pewangi dan titanium dioksida. Biasanya digunakan pada sekeliling mata dekat dengan bulu mata. Contoh formula eye liner cair dalam American Perfumer and Cosmetics : R/ Air 20% Methosel HG 60-50 V 40% Veegum 1. metil paraben. Sediaan ini tidak boleh memberikan kilauan / kilatan pada daerah sekitar mata.0% Asam oleat 1. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN KOSMETIKA MATA A.Sediaan Kosmetika mengubahkan penampilan garis mata yang besar nampak lebih kecil.5% Air 3. Biasanya sediaan cover make-up warnanya seperti warna daging (flesh colour). titanium dioksidan dan minyak mineral untuk menghasilkan eye liner yang mengkilat dapat ditambahkan larutan shellae.0% Air dan zat pengawet hingga 100 EYE CREAM / EYE STICK (Krim Mata) Krim mata adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk melumasi daerah sekeliling mata dengan tujuan untuk mengurangi kekeringan atau melembutkan mata. minyak tengkawang. eter selulosa. 38 . Krim tersebut mengandung lanolin. Kalau terlalu mengkilat maka lemak / minyak yang terdapat dalam formula dapat diganti dengan talk / titat dioksida. COVER MAKE UP Cover make-up adalah sediaan kosmetika mata yang dapat digunakan untuk mengurangi lingkaran-lingkaran gelap / bayangan-bayangan yang terdapat dibawah atau diatas mata.0% Shelloe 1. setil alcohol dan minyak karamel.2% Alcohol 50-40 5. Eye liner biasanya mengandung alkanolamin. Umumnya merupakan suatau emulsi air dalkam minyak (a/m). krim yang dimaksudkan kedalam botol atau berbentuk padat yang disediakan dalam bentuk pensil. Eye liner dalam sediaan padat mengandung 60% talcum. Minyak Biji Kapas Merupakan minyak lemak yang diperoleh dari biji masak dari Gossypium sp. polivinil pirolidon.

4. Lanolin / Adeps Lanae Bersifat lilin. warna hijau yang muncul menunjukkan lanolin. Parafin Cairan kental. merupakan campuran kompleks ester dalam polyester. Jika perlu. 1 ml asam sulfat 1N setara dengan 40.5 gram amonium klorida P. Setil Alkohol Dengan cara kromatografi gas 39 . Tuangkan lapisan airnya ke dalam kaserol. tambahkan 100 ml air panas. larut dalam eter dan kloroform. ditambah 5 ml asetat anhidrat.Sediaan Kosmetika Analisis Kuantitatif Timbang seksama 1. titrasi dihentika hingga warna pink tidak terbentuk. Petrolatum Putih Adalah campuran murni dari hidrokarbon semisolid yang dihasilkan dari petroleum dan mengandung penstabil yang cocok. Lanolin praktis tidak larut dalam air. Penyerap lempeng KLT siap pakai Qiesel 60 F254. Disemprot dengan larutan 250 gram antimon III klorida dalam 75 gram kloroform sterioda menunjukkan berbagai warna yang manjadi kuat jelas setelah pemanasan dalam lemari pengering pada 100 ° C. larut dalam kloroform atau eter. Tes untuk lanolin: a.69 mg ZnO. tambhakan 2. lalu ditambah 510 tetes Asam Sulfat kemudian diaduk. Tinggi rambat = 15 cm dalam 30 menit. Pendeteksi: lampu UV pada 366 nm. masukkan 1 tetes fenolftalein dan panaskan.5 gram zat uji yang baru dipijarkan. Larutkan 50 ml asam sulfat 1N. Keasaman-Kebasaan : Didihkan 5 gram dengan 10 ml etanol yang telah dinetrlakan terhadap kertas lakmus. Masukkan petrolatum yang telah dicuci ke dalam kaserol. b. transparan. larutan tidak membentuk warna pink. Uji kebasahan: Masukkan 35 gram kedalam beaker glass. 5. Ssetelah larut sempurna tambhakna metal jingga LD dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1N LV. cuci petrolatum dengan 50 ml air panas sebanyak dua kali. bantu dengan pemanasan lemah. pertama ekstrak lanolin dengan kloroform dan saring ekstrak klroform dengan kapas untuk menghilangkan airnya. Uji keasaman: Jika penambahan fenolftalein pada uni kebasaan tidak berwarna pink tambahkan 0. dalam etanol. 2. 3. tutup dan masukkan ke dalam hot plate selama 5 menit sampai ada pemisahan. Identifikasi secara KLT Untuk produk yang mengandung air. Tidak larut dalam air. Analisis Kualitatif dengan regen Lieberman-Burchard Zat dalam 10 ml kloroform. Lempeng KLT dipanaskan sebentar dalam lemari pengering. Pelarut pengembang sama dengan eter minyak bumi:dietil eter:biang asam cuka = 50:50:1. tidak berasa.1 ml metal orange. warna tidak berubah. Cairan yang ditotolkan 10-50 mikrogram dengan garis.

Analisis Kuantitatif: 1. b. Setelah larut sempurna tambahkan metal jingga. 2. 6. benzene.Sistem kromatografi: kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisai nyala dan kolom 2 m x 3 m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA. Maskara Asam Stearat Berbentuk kristal putih kekuningan. hamper tidak berasa. aseton.0. masisng masing sekitar 1. higroskopis.Sediaan Kosmetika -larutan kesesuaian sistem: timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal -Uji kesesuaian sistem: suntikan 2 mikroliter larutan kesesuaian sistem dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol: tidak kurang dari 4. Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa. 7. Bila perlu Bantu dengan pemanasan lemah. dinginkan dengan air lalu disaring. B. sifatnya tetap setelah dileburkan dan didinginkan. Analisis Kualitatif: Larutan plus NaOH dikocok seperti agar busa pada pengenceran. bau seperti malam.5 % terhadap rata rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan.5 g ammonium klorida Pasal . Analisis Kualitatif: berfluorosensi lemah bila dicairkan.methanol. Analisis Kuantitaf: timbang seksama 1. . Analisis Kualitatif: a. lengket. ZnO Analisis Kualitatif: Jika dipanaskan dengan kuat/pirolisa terjadi warna kuning yang akan hilang dengan pendinginan. sukar larut dalam eter.5 g zat uji yang baru dipijarkan.Prosedur: suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak.3ml Kobal (II) nitrat terjadi warna merah karmin. Dapat campur dengan air. tidak berbau. Pada 1 ml zat tambahkan 0. 40 . bening. . pahit. Tri Etanol Amin (TEA) Berupa cairan kental. b. larutkan dalam 50 ml asam sulfat 1N. terus titrasi kelebihan sam sulfat dengan NaOH. tambahan 2. Pigmen a. Setelah uap sulphur trioksida mucul lanjutkan pemanasan selama 1menit. Pada 5 ml filtrate bersih tambahkan hidrogen peroksida akan muncul warna kuning merah. kloroform. Vaselin Ialah benda dengan massa lunak. mengkilap. Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alakohol dan stearil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang. Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol. TiO 2 Identifikasi: pada 500 mg zat tambahkan 5 ml asam sulfat dan dipanaskan perlahan. Dengan reagen Parri reaksinya positif.

gas pembawa helium kering. Analisis Kuantitatif: dengan kromatografi gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas dan kolom 1m x 4mm berisis bahan pengisi 5% G16 pada partikel penyangga S. Prosedur: suntikan secara terpisah sejumlah volume sama 5 mikro liter larutan baku dan larutan uji ke dalam kromatograf yang dilengkapi dengan detector ionisasi nyala. Pindahkan ke labu bersumbat kaca.. Silikon Fluid (L43) Merupakan silicon dalam krim. Tambahkan 50 ml KIO 3 Pasal . Gunakan helium Pasal sebagai gas pembawa. 5. Isopropil Palmitat/Isopropil Miristat Analisis Kualitatif: dengan kromatografi gas. Propil P-Hidroksi Benzoate (Nipasol) Penetapan kadar: timbang 100 mg. dikerjakan pada sushu 205 ° C. 6. 9.Sediaan Kosmetika Timbang 2 g zat. Titrasi dengan HCl 1N. atur suhu kolom dari 90 ° -290 ° C dengan kecepatan 2 ° /menit. Uji residu dengan spektrum infra merah untuk melihat silicon. Etil Alkohol Analisis Kualitatif: campurkan 5 tetes zat uji dalam gelas piala kecil dengan 1 ml larutan kalium permanganate 1 dalam 100. titrasi dengan kalium tiosulfat 0. Identifikasi: kocok emulsi 2 kali volume dari 1:1 campuran dioksan-toluen. didihkan dengan 50 ml NaOH 1N selama 30 menit sambil mengganti kehilangan air karena penguapan. Gliseril Monostearat Identifikasi: kromatografi gas dengan instrument yang dilengkapi dengan flame ionozation detector. tutup segera dengan kertas saring yang dibasahi 41 . tambahkan 75 ml air dan 2 tetes metal LB. dan tarik lapisan atasnya lalu uapkan. Setelah mencapai 210 ° suhu dipertahankan selama 8 menit. Prosedur: suntikkan 10 mikro liter ke dalam kromatograf dan rekam kromatogram. Dan tambahkan pula 5 tetes asam sulfat 2N. terdiri dari kolom borosilikat. tambahkan segera 50 ml brom 1N dan HCl Pasal dan kocok selama 15 menit. dengan membagi luas puncak propilen glikol dengan jumlah seluruh puncak kecuali puncak udara dan air lalu kalikan 100. Hitung percentase C 3 H 8 O 2 dalam propilen glikol.1N. 7. 8. sentrifugasi. Propilen Glikol Analisis Kualitatif: spektrum serapan infra merah dari lapisan tipis menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada propilen glikol. 3. masukkan ke Erlemeyer 300 ml. Stearil Alkohol Identifikasi: Kromatografi gas dengan detector ionisasi nyala kolom berisi 10 % fasa G pada sistem penyangga SIA. Gunakan nitrogen Pasal sebagai pembawa dengan laju aliran 45 ml/menit. 4.

Zat Warna Kosmetika Mata 1. Talk Adalah magnesium hidrat silikat hidrat alam . Sulfat . saring. Terjadi endapan hablur ammonium magnesium fosfat. Shellac Analisis Kualitatif : Pada 50 mg shellac tambahkan beberapa tetes campuran 1 g ammonium molibdat dan 3 mL as. Eye Shadow 1.Pada filtrate tambahkan 2 g ammonium klorida Pasal dan 5 mL ammonia encer. larutan natrium fosfat P.Ketika larutan mencapai garis teratas. tambahkan lagi 10 mL HCL P. Uapkan diatas penangas air hingga kering. Pindahkan ke dalam krus platinum. Campuran warna sebaiknya dipisahkan dengan kromatografi kertas. yaitu : # Kromatografi Kertas Pada kertas dibuat garis awal 2 cm di atas dasar kertas. larutan harus tetap jernih. saring tambahkan. D.750 nm.5 cm. dicatat antara jarak sinar tampak 350. Tambahkan HCL Pasal hingga pembuihan berhenti. dinginkan. E. pindahklan dalam cawan dengan bantuan 150 mL air panas. terjadi warna biru intensif pada kertas saring. tambahkan 20 mL air. dikeringkan. Secarik kertas saring dicelupkan ke dalam zat warna . merupakan serbuk halus berwarna putih kelabu. dinginkan. lalu berubah menjadi lila. C. Minyak Mineral Analisis Kualitatif: didihkan 50 ml zat uji dengan 10 ml larutan KOH P 8% b/v dalam etanol 95 %P selama 2 menit. Identifikasi: campur 500 mg dengan Na 2 CO3 Pasal dan 2 g kalium karsonat P. sisanya adalah silica. kertasnya digantung pada bejana kromatografi yang berisi pelarut. absorpsi spektrum pada larutan berwarna diencerkan berlebih. Lalu ditetesi dengan reagen-reagen asam.Zat 42 . Jika terjadi endapan.5 g zat warna dilarutkan dalam 100 mL aquades panas. dinginkan. lalu lihat perubahan warnanya. 1% larutan zat diteteskan pada garis awal. panaskan hingga melebur sempurna. Eyeliner 1. warna akan memucat pada beberapa menit. dengan tinggi pelarut 1-1. Terbentuk warna hijau yang bertahan selama 5 menit.Encerkan dengan 50 mL air. 2. Zat warna larut air Ada beragam cara pendeteksian.Sediaan Kosmetika dengan larutan segar 100 mg natrium nitroferisianida Pasal dan 250 mg piperazin Pasal dalam 5 ml air.keringkan dalam udara terbuka. kromatogram dipindahkan dan dikeringkan # Reaksi tetes dan karakteristik kelarutan dalam asam sulfat pekat Sebanyak 0. # Spektrum Fotometri Dalam spektrum fotometri. begitupun untuk garis akhir ( 15-20 cm dari garis awal).

2. Zat Warna Larut Minyak Digunakan identifikasi kromatografi lapis tipis.) Pigmen Anorganik b. bagus dan menarik.) Pigmen Organik Pigmen yang larut dalam dimetil fornamioda dapat diidentifikasi dengan spektrofotometri ataupun dengan kromatografi lapis tipis. I. 3.Sediaan Kosmetika warna diindikasikan berdasarkan panjang gelombang absporpsi maksimum.SEJARAH 43 .PENDAHULUAN I.2. Pigmen Warna bubuk pigmen dapat digunakan sebagai indikasi pigmen yang dipakai di kosmetika a. DEFINISI Sediaan kosmetika rambut (bukan cat )adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk pemeliharaan/ perawatan serta pengobatan rambut agar rambut tetap sehat . BAB III SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT (BUKAN CAT) I.1.

Erektor pilorum. Akar rambut berada di dalam folikel. Kebiasaan ini juga dilakukan oleh orang yang hidup pada zaman itu dari mulai India sampai di Inggris.Sediaan Kosmetika Kosmetika rambut telah dipakai sejak jaman sebelum masehi dan setiap negara mempunyai ciri khasnya masing-masing. Shampo memerlukan busa untuk menghilangkan ketombe berminyak dari kepela. air dan soda. Anatomi Kulit Kulit terdiri dari lapisan utama: 1. 5. yaitu lapisan dalam yang tebal. 3. yaitu lapisan luar yang tipis dan terdiri dari jaringa ephitelium. Shampo berasal dari kata "champo" yang artinya meremas. Diakhir tahun 1870. 4. sebagai contoh: orang mesir kuno menggunakan jus jeruk dan asam sitrat yang efektif untuk mengurangi minyak dari rambut. Ia menghabiskan hidupnya untuk mengembangkan produk perawatan rambut. B. Jadi sabun tidak begitu efektif untuk membersihkan rambut karena sabun meninggalkan kotoran pada batang rambut. penata rambut Inggris memiliki budaya massage dan mencuci ketombe dengan campuran sabun. ada dua pigmen utama pada rambut yaitu melanin dan pheomelanin. Epidermis. Batang rambut. 3. 2. diman sel-selnya terdapat pada lapisan papila paling atas. Saat itu setiap salon mengembangkan variasi resep yang berbeda dari resep dasar tersebut.3. otot polos kecil pada folikel rambut yang berfungsi sebagai penegak rambut. Keduanya dibentuk didalam melanosit. Dermis. Pigmen rambut. Jhon Breck. 6. Pada abad ke-19 di Inggris telah dikenal shampo yaitu sejenis massage yang ditemui pada waktu orang-orang Turki mandi uap. Sabun yang mula-mula menggunakan busa dikembangkan pada tahun 1890 oleh seorang pemadam kebakaran Massachusetts. Anatomi Rambut Rambut adalah suatu bentuk tonjolan dari dalam kulit yang merupakan hasil pertumbuhan istimewa/ modifikasi di sel-sel epitel kulit yang terbentuk sebagai hasil keratinisasi sel germinative (tunas). Jaringan subkutan dan jaringan adiposa. terdiri dari jaringan ikat/jaringan fibrosa. I. Sel-sel ini memiliki tentakel yang panjang seperti dendrit yang berperan dalam permulaan partikel pigmen ke dalam sel kortikol. II. 2. TENTANG KULIT DAN RAMBUT A. Ia juga membuka perawatan ketombe pertama di Inggris pada tahun 1908. Sabun. Folikel rambut dibatasi oleh sel epidrmis dan diatas dasarnya terdapat papil tempat awal tumbuhnya rambut.JENIS-JENIS SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT DAN FORMULANYA 44 . Bagian-bagian rambut: 1. bagian yang keluar ke permukaan. kelenjar yang mengeluarkan sekret sehingga memelihara kulit tetap halus dan rambut mengkilat.

fenol halogen.Sediaan Kosmetika II.5 Formula umum shampo: 1. metilen glikol dan EDTA. • Zat pembusa: zat yang menghasilkan busa. Syarat-syarat shampo: 1. 4. tetapi bila kena mata sangat perih dan beracun.dll. • Zat pengawet: zat yang berguna untuk melindungi rusaknya shampo dari pengaruh mikroba yang dapat menyebabkan rusaknya sediaan. formaldehida. Contoh ester-ester hidroksi benzoat. 45 . Tidak toksik. Contoh: butil alkohol. 3.1. • Opacifying agent: sediaan yang menimbulkan kekeruhan. Biasanya sapat membentuk busa dan bersifat . Deterjen non ionik Daya membusanya melemah. misalnya: • Clarifing agent : zat yang digunakan untuk mencegah kekeruhan pada shampo. Sanga tdiperlukan pada pembuatan shampo cair dan shampo cair jernih. Tidak merusak kulit. menghaluskan serta memberikan kilauan pada rambut dan mencegah kerontokan. Contoh: gom. Deterjen yang dapat digunakan ada bermacam-macam diantaranya adalah: a. untuk melemaskan . Deterjen kationik Busanya bagus dan banyak.5-5. garam-garam fenil merkuri . Deterjen anionik dan amfofilik Deterjen golongan ini juga dapat merupakan zat tambahan sebagai surfaktan sekunder. Tidak mengiritasi. Ada pada rentang pH 4.SHAMPO Shampo adalah sediaan kosmetika rambut yang beruguna untuk membersihkan rambut serta kulit kepala. 2. • Zat pengental: zat yang perlu ditambahkan terutma untuk shampo cair jernih dan shampo krim cair. • zat pendispersi: zat yang berguna untuk mendispersikan sabun Ca dan Mg yang terbentuk dari air sadah. rambut dan mata. isopropil alkohol. Bahan Tambahan Adalah bahan yang digunakan untuk memberiakn sifat tertentu pada shampo. Contoh: dietanolamin laurat. • Finishing agent : Zat yang berguna untuk melindiungi rambut dari kekurangan minyak pada waktu pencucian rambut. yang sering digunakan adalah C-12 metoksi polietilen glikol laurat yang juga berfungsi sebagai pelarut dari zat pewangi (parfum) b. c. tragakan .Tween 80. Bahan utama Bahan utama merupakan basis dari shampo. methyl selulosa. minyak mineral. CMC. 2. Sangat penting pada pembuatan shampo krim dan shampo krim cair. etil alkohol.Contoh: komplekson III. Contoh: lanolin.

karena kurang praktis. Contoh formula : Gliserin 20 Dietilftlat 50 Alkohol 650 Parfum 0. Contoh formulanya : Talk 40% Amilum 15% Na seskaikarbonat 20% Barax 5% Fullerr’s Earth 20% 3. Untuk sekali pakai biasanya digunakan 3-4 gram. dengan bahan dasar lemak alkohol tersulfatasi atau lebih dikenal dengan lauril atau alkil sulfat.5% 4. Na seskaikarbonat. • Zat pewangi atau zat pewarna: sering ditambahkan agar shampo menjadi menarik dalam bau dan warna. Shampoo cair jernih (clear liquid shampoo) Sebagian besar shampoo yang beredar di pasaran merupakan shampoo jenis ini. Shampoo ini didesain untuk menghilangkan minyak dengan menggunakan pelarut yang sesuai seperti alkohol. Sebagai basis sering digunakan serbuk pengabsorpsi seperti talk. Serbuk Shampoo (shampoo powder) merupakan bentuk shampoo yang kurang disenangi. Shampoo kering cair (Liquid dry shampoo) Shampoo ini digunakan untuk membersihkan rambut dan kulit kepala pada saat tidak tesedia waktu untuk bershampoo dengan shampoo jenis busa biasa. Shampoo kering (dry shampoo) Shampoo jenis ini berguna untuk pemakaian pada saat merasa kurang nyaman bila bershampoo menggunakan air. Jenis-jenis Shampoo: 1. Biasanya shampoo ini didiamkan selama 10 menit pada rambut dan kemudian disikat. Sifat dari detergen ini tergantung pada panjang rantai asam lemak alkohol yang dipakai.Sediaan Kosmetika • Antiseptik: zat yang dapat ditambahkan ke shampo dengan maksud untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme lain. memberikan efek yang menyegarkan. Contoh formulanya : 46 . Contoh formulanya : Sodium bikarbonat 500 Disodium pospat 200 Serbuk sabun 300 Parfum 0. shampoo berbasis serbuk dalam sabun telah banyak digantikan oleh ditergen sintetik.5% Karena kurang baik dalam air sadah. juga termasuk alkohol monohidrat dengan panjang rantai C10-C18. Sodium lauryl sulfat biasanya dipakai untuk basis shampoo jenis ini. amilum. dimana ketika dipakai dengan pemijatan yang lembut pada kulit kepala. 2.

6. Contoh formulanya : Monoethanolamin lauryl sulfat (27% aktif) 400 Ethylene glycol monostearat 50 Air 550 Shampoo krim padat ( solid creame shampoo). 47 . 8. 7. Di dalam perdagangan produk ini lebih dikenal dengan shampoo krim tapi ini merupakan nama lain dari shampoo pasta.7% Phenyl merkuri Gorat 0. water to100% Shampoo krim cair atau lotion (liquid creame or lotion shampoo) Shampoo ini merupakan sediaan yang mudah dituang yang dibuat dari asam lemak alkohol sulfat atau dari detergan cair jernih dengan dicampur bersama stabilator atau apocifying agent yang sesuai. Contoh formulanya: Sodium lauryl sulfat paste (34% active matter) 800 Cetyl alkohol 50 Air 150 Shampoo Aerosol (aerosol shampoo) Shampoo jenis ini dikemas secara khusus dalam bentuk sprayer.01% Counter charge: Basis shampoo 92 Propillent-2/114(50:50) 8 Shampoo berminyak (oil shampoo) Adalah shampoo yang berguna untuk menghilangkan kotoran serta minyak berlebihan pada rambut. Kosentrat shampoo ini mudah didapat dari produsen detergen dan cukup hanya dengan dilarutkan dan ditambahkan zat pewarna serta parfum. Triethanolamine Lauril sulfat (33%) 45% Coconut monoethanolamida 2% Perfume. Amonium Tietanolamin lauryl sulfat 600 Coconut dietanolamida 10 Ethoxylated lanolin alkohol 25 Air 365 Parfume 0.busa shampoo disemprotkan pada telapak tangan dan diusapkan pada rambut yang sudah dibasahi lalu digunakan seperti shampoo biasa. colour. tapi cukup kuat untuk dipakai secara efisien pada rambut di saat keramas. Sediaan ini mempunyai basis Natrium alkil sulfat yang dibuat dari fraksi alkohol yang memberikan produk yang mempunyai konsistensi tetap dengan kecenderungan untuk mengkristal seperti mutiara. Formulanya harus bisa muncul dari kepala sprayer dalam bentuk busa yang lembut dan mudah diatur.Sediaan Kosmetika 5.3-0. Untuk mempersiapkan pasta diperlukan lilin (wax) seperti setil alkohol sebagai pembangun dan sodium alkil sulfat berbentuk jarum atau pasta. Penggunaannya hanya sebentar saja lalu dicuci sampai bersih. Contoh formula: Basis shampoo .

Sebagai contoh asam salisilat. Shampoo anti ketombe umumnya merupakan campuran antara basis shampoo dengan suatu germisida.Sediaan Kosmetika Contoh formula : Sulphonated olive oil 16% Sulphonated castor oil 16% Water 68% Colour&parfume 2-5 Shampoo anti ketonbe (anti dandruff shampoo) atau medicated shampoo. Suatu Hair Tonic biasanya mengandung : 1) Zat-zat rubifacient (dari kata rubus artinya merah) atau zat-zat yang dapat bekerja merangsang pembuluh darah yang ada pada pembuluh kulit kepala dan juga dapat merangsang kerja kulit kepala. Zat-zat antiseptik atau zat-zat yang berguna untuk membunuh kuman-kuman yang dapat menimbulkan penyakit sehingga dapat mengganggu perkembangan rambut. Ketombe adalah suatu kelainan kulit terutama pada kulit kepala yang ditandai dengan tumbuhnya sisik yang berlebihan. biasanya mengandung vitamin untuk rambut dan suatu germisida untuk membunuh jamur atau bakteri. wabe to 100% 9. Sebagai contoh cloral hidrat 2-4 %.1-1 %. 3) Zat-zat keratolitik atau zat-zat yang dapat memecahkan keratin. Contoh formula : Tritanolamin lauryl sulphate 14% Lauric monoethanollamide 1. asam salisilat/ turunan belerang. 4) Vitamin-vitamin/ senyawa sulfur yang mengadung asam amino yang berguna untuk biosintesis dari keratin.2.5% Hexacholorophene 0. Contoh formula umumnya : (phenol dan alkohol) β-naftol 0.Penyubur Rambut (Hair Tonic) Sering juga disebut dengan Hair Lotion. Hal ini terjadi karena percepatan pergantian pelepasan sel epidermal dari aktifitas kelenjar lemak. resorsin dan belerang. β-naftol. tinctura cantharides (dari sejenis kutu yang diperoleh dari maserasi /perkolasi) 1-5 %.5-2 % Alkohol 50 % 2) 48 . Seabagai contoh resorsin. Pada umumnya berbentuk larutan jernih atau krim cair. kinina (antiseptik) 0. Sebagai contoh asam pantolenat. tinctura capsici 15 %. mengandung alkohol dengan konsentrasi yang tidak begitu tinggi. II. dan sebagainya.5% Colour. Penyebabnya diduga karena jamur yang disebut pityrosporum ovale. Ketombe bukan disebabkan oleh kulit kepala yang kotor dan bukan karena jenis shampoo yang salah. tidak berbusa. dan sebagainya. asam askorbat. parfume.

Penggunaan lotion dan dressing memberikan efek yang berbeda dengan yang diberikan oleh produk konvensional. dapat berbentuk campuran minyak-minyak atau lemak baik M/A atau A/M. Sebagai contoh Hair Dressing wanita atau musilago lotion (setting lotion atau wave set). rwesin lotion. dibuat emulsi atau krim dengan jumlah kecil asam lemak dan emulgator. q. Produk-produk yang dapat memberikan efek mengkilap harus mengandung alkohol terlarut dengan minyak seperti oley atau alkohol. warna q. digunakan baik pada wanita maupun pria.s.s. Jika produk-produk digunakan dengan jumlah yang banyak efek yang digunakan dapat dicapai. sedangkan untuk pria lebih banyak mangandung minyak. 50 % 1.s.5 % 0. Penambahan parfum yang digunakan pada produk perawatan rambut dengan bentuk lotion dengan atau tanpa penambahan minyak lemah.01-0. Formula : Oley/ alkohol 15 % Perfomety quality alkohol 85 % Perfume.Pemelihara Bentuk Rambut (Hair Dressing) Merupakan sediaan kosmetik rambut yang berguna untuk memelihara bentuk yang diingini dari rambut. pewarna 48 % q. Untuk wanita pada umunya mengandung zat-zat berlemak dan polimer harsa.s. alkoholik lotion.2 % 30 % 69 % q. 0. Contoh : Stearyl dimetil benzol ammonium chlorida 250 mg Ethylen glikol monostearat 50 mg Asam laktat 1 mg Air 699 mg 49 .3. atau dapat juga berbentuk gel.Sediaan Kosmetika Air Gliserin Parfum (ekstrak alam) Quinin Quinin hydrochlorida Alkohol Air Parfum. castor oil atau ester dari tipe miristin isopropil. Hair dressing pria atau brilliantine atau lebih umum dikenal sebagai minyak rambut.5 % 40 % (vitamin dan asam tak jenuh) Etanol Birch cambiumsap Asam Borat Gliserin Diasetat 2% Air II. Bahan-bahan yang digunakan  Stearyl dimetil benzol ammonium chlorida Sedikit bakteriostatik.

2. Rean lotion Formula : % clear lotion Polivinil pirolidon 4.Hair Dressing Wanita 1.0 % Air 90 % 1. parfum q.Sediaan Kosmetika  Triton X-400 Terbuat dari campuran stearyl dimetil benzol ammonium chlorida dengan alkohol. Pengilau padat (solid brilliantines) Formula : Petrollum jelly 90 % Parrin wax 10 % Pewarna. B. b.s.0 % Alkohol 6. Pengilau cair (liquid brilliantines) Formula : Minyak mineral 60 % Deodorized kerosin 40 % Pewarna dan parfum q.parfum q. 2.s.0 % Air 83. Triton X-400 75 mg Cetylalkohol 3 mg Korl 8 mg A.0 Karbovinil polimer Alkohol 40. Mucinago lotion (setting lotion/ wave set) Formula : Tragakan gom 1.s. c.2 % Alkolhol 10 % Gliserin 5.0 % Minyak kastor 2.2 q. Pengilau alkohol (alcoholic brilliantines) Formula : Minyak kastor 20 % Alkohol industri 80 % Parfum. Pelekat tanpa minyak (non-oily flyative) Formula : Tragakan gom 1.8 1.8 % Zat pelindung q.0 Pewarna.Hair Dressing Pria Pengilau (brilintines) a. 50 .0 Air 54. % aerated gel 0.s.s.s.5 96. pewarna q.5 1.0 PEG 2.

Atau campuran yang sedikit lebih kompleks : Carnauba wax 5% Parafin wax 5% Petroleum jelly 70 % Minyak mineral 20 % 51 . ozokerite.0 % Preservatif q. wangi-wangian q. mudah dicuci dengan air.6 % Parfum 1. beeswax (lilin). Gel Menjadikan tatanan rambut tahan lama. parfum q.s.5 % Triatanolamin 1. 3. parafin wax. Minyak rambut semi solid non-aqueous Merupakan tipe yang tertua. Contoh campuran yang sederhana adalah : Petroleum jelly 90 % Parafin wax 10 % Warna. Sebagai pengental digunakan jelly.0 % Air 19.0 % Mineral oil 5. Air dalam krim minyak (water in oil creams) Formula : Beeswax 1. ceresin. tidak lengket.07 % Asam oleat 1. dan memberikan kesan rapi. 4.s. Formula : Sorbitol monolaurat 12.0 % Mannitol monolaurat 19. tampak basah.0 % 5. carnauba wax atau lilin sintetis lainnya.00 % 25% larutan kristal magnesium sulfat 2.00 % Minyak mineral 40.0 % Asam stearat 3.00 % b.s.5 % Kalsium hidroksida 0.0 % Preservatif. Pengemulsi (emulsions) Ada tiga tipe : a.Sediaan Kosmetika Gliserin 1. Zaman dahulu dikenal dengan nama lemak beruang (bears grease) dan antimacassar. telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu.5 % Air 50. Minyak Rambut a. b. Minyak rambut padat atau solid Mengandung petroleum jelly yang telah dikentalkan. diwarnai dan diberi wangi-wangian.0 % Petroleum terdistilasi 45. Minyak dalam krim air (oil in water creams) Formula : Minyak mineral putih 45.

c. seperti pada formula berikut ini : Isopropil miristat 24 % Lanolin 1% Minyak mineral encer 75 % Pewarna. alpukat. pewangi q.s. Zat yang dapat digunakan untuk membentuk gel minyak mineral adalah turunan gliseril tris-12-hidroksi-stearat. aprikot. Minyak rambut cair Sediaan ini bertujuan untuk mempertahankan kilau rambut dan mempertahankan tata rambut tetapi tetap terlihat alami. Dapat ditambahkan minyak yang berasal dari sayuran seperti minyak zaitun. Dengan penambahan zat kerosen tadi dapat menurunkan viskositas minyak petroleum encer. Bahan-bahan tersebut dilelehkan bersama-sama kemudian diaduk hingga homogen.s. pewangi. Campuran dipanaskan hingga 130°C dan diaduk hingga homogen. Metode yang terbaik untuk mendinginkannya adalah dengan membiarkan temperatur turun dari 120°C hingga 50°selama lebih dari 1 jam. Contoh komposisinya adalah : Aluminium/lithium stearat 5% Minyak parafin 95 % Minyak kastor. Formulanya adalah : Minyak mineral encer 60 % Deodoran kerosen 40 % Pewarna.Sediaan Kosmetika Minyak rambut padat dapat dibuat dari campuran minyak mineral dan R-hidroksi asam stearat (diperoleh dari asam lemak minyak kastor yang dikeraskan).s. atau minyak wijen sebagai pengganti minyak mineral. pewangi q. yang dapat membentuk lapisan film tipis pada helain rambut. pewangi q. Formulanya adalah sebagai berikut : Minyak kastor 20 % Alkohol 80 % Pewarna. 52 . pewangi q. Tetapi perlu ditambahkan antioksida untuk mencegah minyaminyak tersebut menjadi tengik. Pada sediaan ini ditambahkan zat kerosen yang tidak berbau busuk atau senyawa ester seperti isopropil miristat. Bentuk sediaan yang transparan dapat dibuat dengan membentuk gel antara minyak mineral dengan zat yang cocok. dll q.s. Formula yang cocok adalah : Minyak mineral 90 % 12 hidroksi asam stearat 3% Mikrokristalin wax 7% Pewarna. Sebagai alternatif dapat ditambahkan lanolin dalam jumlah kecil. d. Minyak rambut dengan pembawa alkohol Sediaan ini biasanya terdiri dari minyak jarak dalam pembawa alkohol yang diberi pewarna dan parfum. asam dialkil amino propionat dan polietilen.s.

Kondisioner yang berkualitas baik menambahkan sedikit peptida ke dalam kutikula sehingga kutikula tidak dilang.rniny atau lemak.s.4. ester atau derivat protein. dan sebagainya. menjaga kelembutan rambut. Kondisioner rambut terdiri dari 2 jenis yaitu : a. mineral. zat penguat rambut seperti dimetil tiourea. Sebagai dasar formula digunakan suatu kabionik deterjen dicampur dengan zat-zat berlemak seperti alkohol bermanfaat tinggi. contohnya lamolin yang teretolsilasi. Shampo atau sabun dapat menghilangkan polipeptida dan menyebabkan kutikula hilang. seperti pada formula berikut : Isopropil miristat 20 % Setil alkohol 2% Alkohol 78 % Pewarna. Zat-zat berlemak pengawet. minyak.0-4. Kondisioner harus pada rentang pH 4. Protein pada rambut akan bertahan pada pH rendah. Biasanya merupakan suatu emulsi minyak dalam air (M/A) yang apabila digunakan emulsi ini akan segera pecah dan akan meninggalkan campuran lemak atau minyak yang dapat melindungi. Alkoholik tetapi sangat encer. Kemudian digunakan polioksialkilena glikol yang memberikan efek penataan yang baik tanpa rasa lengket yang berlebih atau terlalu berminyak karena senyawa ini sangat larut dalam air. yang mirip dengan minyak rambut. Bertambahya kelarutan zat berlemak menambah fleksibilitas formula. Kondisioner biasanya digunakan sebagai bagian dari shampoo 2 in 1 atau setelah mencuci rambut melindungi kerusakan rambut dengan mengikat atau menempel pada bagian rambut yang kasar sehingga rambut menjadi lebih lembut dan mudah disisir. 53 . protein yang dapat membantu memberikan kelembutan pada rambut. II. Isopropil miristat dapat menggantikan minyak jarak dan tidak meninggalkan aroma tertentu. pewangi q. pH yang lebih tinggi akan menyebabkan protein pada rambut akan hilang dan rambut akan menjadi rusak. aroma ringan minyak jarak masih dapat tercium walaupun telah dikeramas berkali-kali. Sebagai pembilas setelah bershampo dan dibilas lagi selagi rambut masih basah. agar rambut menjadi lembut dan mudah disisir. Pada perkembangan selanjutnya digunakan hdirofilik dari beeswax dan lanolin.Kondisioner rambut (Hair Conditioner) Adalah sediaan kosmetik yang digunakan segera setelah mencuci rambut ketika rambut masih basah. dan penggunaan sediaan minyak rambut seperti ini dapat dipakai dan terdistribusi dengan baik tanpa penambahan pelarut organik.Sediaan Kosmetika Walaupun telah diberi parfum. Hal ini dapat diatasi dengan mengganti minyak jarak dengan alcohol oleyl tetapi dapat timbul aroma berlemak pada botol dan sisir. Sedikit lemak akan menyebabkan rambut lebih mengkilap. membuat rambut mengkilap dan mudah disisir. Kondisioner juga dapat menambah cahaya pada rambut dengan mengubah indeks reflkesi dari rambut. lanolin.5. Kondisioner juga berisi vitamin. asam-asam tidak jenuh.

Evaluasi Hair Spray Root dan Bohac (20) telah menetapkan prosedur dalam pengukuran sifat-sifat formula zat kimia yang terdapat pada hair spray yaitu : 1. parfum q. shellac akan lebih mudah larut bila ditambah soda. dapat ditambahkan lanolin atau isopropil ministat 20-50 %.Sediaan Kosmetika b. Untuk melunakkan lapisan yang terbentuk.5 % Pewarna. Sebagian resin yang digunakan shellac. • 54 . Contoh formula kondisioner : • Mineral oil 25 % Deodorized kerosene 25 % Polyetilen glikol 200 stearat 9% Polyetilen glikol 200 oleat 3% Air 38 % Parfum q.5. maka pada pemakainnya akan meninggalkan lapisan yang keras dan rapuh pada rambut hingga rambut menjadi kaku dan rapuh. serta karena hair spray juga mengandung alkali maka kemungkinan juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit.6 % Benzalkenium chlorida 1. Resin tersebut dapat menimbulkan dermititis pada orang yang tidak faham. maka sangat diperlukan zat pendorong (propelant) dan wadah yang sesuai. juga kadang-kadang berguna agar rambut kelihatan kaku dan bercahaya.5 % II.Pengeriting Rambut (Permanent Wave) Adalah sediaan kosmetika rambut yang berguna untuk merubah bentuk serta susunan rambut atau membuat rambut lurus menjadi keras. Kelembutan II. campuran shellac dengan hasil etoksilasi shellac atau resin lain yang larut dalam alkohol atau etanol. Polivinil pivolidon (PVP) dalam konsentrasi 3 % dilarutkan dalam alkohol dapat menghasilkan lapisan kuat dan elastis. Dipakai pada rambut kering baik setelah penataan maupun pengeringan. Stearil alkohol monostearat 0. boraks.s.2 % Sodium elonida 0. Sebagai komponen utama digunakan resin atau damar atau harsa dengan konsentrasi 8-15 %. Hair Dressing (perias) atau cream dan mengkilap. isopropil.s. Oleh karena penggunaan hair spray ini cara menyemprotkan.Pembentuk Rambut (Hair Spray) Adalah sediaan kosmetika rambut yang berguna untuk menjaga supaya rambut tetap pada susunan yang diingini.6. Sifat mempertahankan kekeritingan 4. Kekerasan 2. Oleh karena itu pada umumnya hair spray mengandung resin.2 % Gliserol 0. Kejernihan 3. dengan atau tanpa penambahan NH4OH. Air 97.

dan keratin dikeraskan kembali dengan menggunakan reduktor. dan minyak-minyak tersulfonasi. maka keratin dari rambut harus dilunakkan terlebih dahulu.0 % asam tioglikolat Cocok untuk rambut normal. Aturan umum konsentrasi yang dianjurkan : 1. maka struktur rambut akan berubah hingga timbul gelombang. 2. Oksidator. Na perborat atau hidrogen peroksida. Dianjurkan untuk melakukan tes aplikan pada sehelai rambut. garam tioglikolat. yaitu : A. dengan menggunakan listrik. Pada konsentrasi diatas 10 % dapat mengakibatkan resiko terjadi iritasi kulit kepala dan kerusakan permanen rambut.amonia 25 % 200 ml Air ad 1000 ml B. Na atau monoetanol amin. 1. Konsentrasi sampai 8 atau 8. Larutan zat kimia yang biasa digunakan adalah : 1. Keriting panas (heat wave) Adalah cara pengeritingan rambut dengan pemanasan pada suhu 95-104°C.5 % digunakan untuk rambut yang sukar dibentuk. Untuk menghambat kekeringan dan kerapuhan digunakan gliserin. Misalnya K Bromat. Namun kekurangannya adalah waktu dan intensitas pemanasan sukar diatur. alat-alat yang dipanaskan. Obat suci 5.Larutan basa yang mudah menguap Misalnya : amonia. Untuk memperoleh keriting yang lebih awet digunakan amonia dengan boraks dan natrium atau kalium karbonat.0-6. Untuk mengatasi ketidakjernihan dan kurang menariknya larutan. Reduktor. atau dengan reaksi kimia.Sediaan Kosmetika Untuk merubah bentuk batang rambut. garam amonia.Pada umunnya hanya rambut yang sehat yang akan menghasilkan keriting yang bagus. Cara kimia adalah cara yang paling praktis. Ada 2 cara proses pengeritingan. obat cuci yang digunakan berisi maksimum 10 % asam tioglikolat. 3. Obat cuci 6. Untuk profesional.Keriting dingin (cold wave) Adalah cara pengeritingan rambut tanpa menggunakan pemanasan. garam sulfit. maka dibuat sediaan emulsi. 55 . Dengan adanya suatu reduktor. kolesterol.riani tersulfonasi 20 ml Lar. minyak jarak yang tersulfonasi. Contoh Formula : Boraks 40 ml Ol. Na bikarbonat. digunakan Na atau K sulfit. Obat cuci disiapkan dalam berbagai konsentrasi asam tioglikolat. 2.Larutan basa yang tidak menguap Misalnya : boraks.0-7. kemudian dibentuk keriting seperti yang diinginkan. minyak mineral. Na atau K karbonat. untuk menghilangkan kelebihan reduktor. lanolin.0 % asam tioglikolat Cocok untuk rambut yang mudah dibentuk atau rambut yang diwarnai. 2. karena suhu minumnya yang tertentu dan dapat diatur. Selain itu juga untuk mengurangi kemungkinan keracunan asam tioglikolat dan daya tembus obat ke dalam kulit kepala. garam amonium.

2% 1. atau 5 % Ca(OH)2 ditambah guanidin karbonat dan pH nya sekitar 12.1 N menggunakan indikator kalium kromat P. kolom berukuran 2mx3mm dengan 10% fasa G2 pada sistem penyangga SIA. Gas pembawa helium kering dikerjakan pada suhu 205oC. 1 ml perak nitrat setara dengan 5. III. titrasi dengan perak nitrat 0. Pelurus rambut hampir semuanya berbentukkrim atau lotion krim yang mengandung 2-4 % basa-basa kuat seperti NaOH. Krim ini digunakan pada rambut dengan menggunakan sikat atau sarung tangan pelindung.2% 0.Stearil monostearat Pemerian: butiran atau potongan. LiOH. Setelah beberapa waktu pelurusan tersebut membuat rambut kendur dan rambut keriting disisir menjadi lurus dan akhirnya rambut dicuci dengan shampoo. Injeksi dan detektor dipertahankan pada suhu + 275o dan 2500C. 2.5% 97. bahan-bahan dasar yang dapat membakar kulit ini. bau khas lemah.Sediaan Kosmetika II.5% 1. rasa tawar Bilangan asam: tidak lebih dari 2 Bilangan iodium: Tidak lebih dari 2 Identifikasi: Kromatografi gas dengan kondisi detektor dengan api ionisasi. Ikatan-ikatan disulfida yang membuat rambut keriting dipecah oleh reduksi alkaloid. 56 . KOH. putih.884 mg NaCl.7.Sodium Chloride Nyala pijar: kuning emas Beilstein: kuning hijau Rasa : asin Reaksi kristal: zinc uranil asetat Kuantitatif: timbang seksama 250 mg.6% Benzalkonium chloride Water Colour. Beberapa pelurus mengandung 4 % Amonium Tioglikolat sebagai bahan aktif. perfume q.Kondisioner (hair conditioner) Contoh formula: Stearil alkohol monostearat Sodium chlorida Glyserol 0. helai per helai secara merata setiap bagian. menjadikan krim ini berbahaya bagi kulit dan mata dan harus ditangani secara hati-hati oleh orangorang yang terampil.s 0. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT A. licin.Pelurus Rambut Teknik yang biasa diapakai untuk membuat rambut keriting menjadi lurus disebut hair shaigh tening adalah suatu prosedur yang sulit menggunakan senyawa-senyawa kimia yang berbahaya dan harus dikerjakan oleh penata rambut profesional. larutkan dalam 50 ml air.

tidak bau. Kualitatif: Larutkan 200mg dalam 1ml asam sulfat P. tambahkan 100 mg Natrium sitrat P.0% b/v tambahkan 1 ml asam nitrat encer P atau larutan raksa (III) klorida P. tidak berwarna. Panaskan dengan kalium bisulfat pekat: terjadi uap merangsang. Larutakan 1. terjadi warna merah jingga.Methyl Celullose Identifikasi a. Pada 5ml 1. biarkan tersebar. a. 6. terjadi perubahan warna CuSO 4 anhidrat dari putih menjadi biru. tambahkan 500 mg senyawa serbuk P. Kualitatif: a. memberikan reaksi terhadap klorida. dinginkan dalam air es. Jika dibakar dengan sedikit natrium P diatas nyala api. Ketuk puncak kontainer untuk memastikan spesimen terdispersi. rasa manis diikuti rasa hangat. Pada 2 ml bningan tambahkan 5 ml larutan Natrium nitrit P. b. larutan harus tetap jernih. Benzalkonium chloride Pemerian: gudir tebal atau potongan seperti gelatin .Glycerol Pemerian: cairan seperti sirup. 7. putar beaker glass untuk membasahi sisa zat. 5. 57 . b. tidak berasa. Biarkan sampai spesimen transparan dan mirip getah (+ 5 jam) . Jika disimpan beberapa lama membentuk massa hablur tidak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai + 200C. hangatkan diatas penangas air selama 5 menit. higroskopik. tambahkan 3 ml larutan α-naftol P. Encerkan dengan 58 ml air.Sediaan Kosmetika 3. tidak berbau.0% b/v dalam campuran air dan etanol (95%) P volume sama.Lanolin Identifikasi KLT (kromatografi lapis tipis) Analisis kualitatif dengan reagen Lieberman-Bouchard 8. tidak berwarna. c. panaskan diatas penangas air selama 5 menit. terjadi warna nyala hijau. warna putih atau putih kekuningan. bau aromatik rasa pahit. dinginkan. 4. terbentuk endapan putih yang larut dalam etanol (95%)P. Encerkan dengan air secukupnya hingga 10 ml.Air Pemerian cairan jernih. Kualitatif: tambahkan pada CuSO4 anhidrat. jernih.Minyak mineral Kualitatif:didihkan 15ml zat uji dengan 10ml larutan kalium hidroksida P 8% b/v dalam etanol (90%)P selama 2 menit. aduk sempurna. Perlahan-lahan tambahkan 1 g zat ke atas permukaan 100 ml air dalam beaker glass.

larutan menjadi kemerahan ketika dingin. Shellac (sebagai resin) Kualitatif: Pada 50 mg tambahkan beberapa tetes camperan 1 g amonium molibdat dan 3ml asam sulfat.3% Alcohol 26% Perfume q. higroskopik. Keriting Panas 1. tidak berwarna. terjadi warna biru intensif pada kertas saring setelah beberapa menit menjadi lebih pucat.Etanol Pemerian: cairan jernih. Pembentuk Rambut (Hair Spray) Contoh formula: PVP 0. Pengeriting Rambut Ion (Permanent Wave) a. lemak solid. rasa asin dan basa. Suhu Lebur:380-420 C 3.s Propellant 70% 1. kemudian tambahkan perlahan-lahan 2 ml larutan iodium P. Terbentuk warna hijau yang bertahan selama 5 menit dan kemudian berubah menjadi nila. tambahkan 1 ml NaOH o.5 % b/v. terasa panas. biarkan airnya menguap terbentuk lapisan film tipis. Kualitatif: 10ml larutan 2% b/v tambahkan 20 ml HCl 1N dan 5 ml larutan kalium bikromat P terbentuk lanolin anhidrat kuning jingga.Sediaan Kosmetika b. berbau lemah atau tidak berbau. mudah menguap. Kualitatif: a.45% Anhydrous lanolin 0. b. B. Tuangkan beberapa ml larutan yang disiapkan untuk tes a ke dalam piringan gelas. 4. C. tercium bau iodoform dan terbentuk endapan kuning. Panaskan beberapa ml larutan zat yang disiapkan untuk test a larutan menjadi berawan eandapan diatas (serpihan). 58 .1 N. sedikit berbau atau praktis tidak berbau.PVP (polivinil pirolidon) Pemerian: sebuk putih atau putih kekuningan. tidak berbau. Campurkan 5 tetes dalam gelas kimia kecil dengan 1ml larutan kalium permanganat P dan 5 tetes asam sulfat dengan larutan segar yang dibuat dengan melarutkan 100 mg Natrium Nitroprusida P dan 500 mg piperazina anhidrat P dalam 5 ml air. Pada 5 ml larutan 0.75% Ethyl cellulose 2. Borax Pemerian: hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih. 2.Lanolin anhidrat Pemerian: kuning . c.

Natrium sulfit Pemerian: hablur putih atau tidak berwarna. Kualitatif: Na: uji nyala denga kawat nikrom memberikan warna kuning. titrasi dengan H2SO4 1 N menggunakan indikator jingga metil. NaHCO3 Pemerian: serbuk putih atau hablur monoktin kecil buram. larutkan dalam 50 ml air. Kuantitatif: Larutkan 1g yang ditimbang seksama dalam 20 ml air. 2. Kualitatif: HCO3: Dengan pendidihan akan membentuk gas CO2 yang diidentifikasi dengan air barit. Titrasi dengan HCL 0.5 N. tidak berbau. bau khas menusuk hidung. tidak berwarna. 3. Minyak Jarak Merupakan minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin biji Ricinus comunis. Amonia Pemerian:cairan jernih. asam palmitat) Bilangan penyabunan 177-187 Bilangan asam tidak lebih dari 2. rasa asin. Keriting Dingin 1. asam risinolenat . lapisan kloroform berwarna merah darah dan H2SO4 berfluoresensi hijau. asam linoleat. pijarkan. Kuantitatif: Timbang seksama 3 g. 4. tambahkan larutan merah metil P. 59 . Kuantitatif: Larutkan sisa yang diperoleh pada kadar air dalam 50 ml air.Kolesterol Kualitatif: Pada larutan 10 mg dalam 1 ml kloroform P tambahkan 1 ml H 2SO4 P.0 b. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. CO3: Tambahkan larutan Magnesium sulfat akan terbentuk endapan putih. 5. 6.Sediaan Kosmetika Kualitatif: Campur sejumlah zat dengan asam sulfat P dan metanol P. Na2CO3 Pemerian: serbuk putih mudah larut dalam air dan alkalis. Kualitatif: bereaksi alkalis Kuantitatif: Timbang seksama 2g tambahklan dalam 20 ml HCL 1 N sambil mencegah penguapan titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan indikator merah metil. terbentuk nyala warna biru. asam dihidrostearat. titrasi dengan HCl 0.5 N dengan indikator jingga metil.

Kualitatif: Jika ditambahkan alkali. Titrasi dengan kalium permanganat 0. masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 ml. Shampo cair jernih (clear liquid shampoo) Contoh formula: Trietanolamin Lauryl Sulfat 45% Coconut monoetanolamide 2% Perfume colour to 100% 1. Pada 5 ml tambahkan BaCl2 P dengan volume sama . tambahkan 75 ml air. mudah terurai. TEA Pemerian: cairan kental. Zat untuk menambah viskositas: NaCMC Kualitatif: Tambahkan sedikit demi sedikit + 1g pada 50 ml air hangat sambil diaduk hingga mendispersi denga rata.1 N D. 2.1 N dengan indikator kanji P. Kuantitatif: Ukur 1 ml encerkan dengan air secukupnya hingga 1000 ml. titrasi dengan Natrium tiosulfat 0.Sediaan Kosmetika Kuantitatif: Pada + 500 mg yang ditimbang seksama tambahkan 50 ml iodium 0. mudah larut dalam air.5 ml H2SO4 P dan 20 ml air. Titrasi dengan HCl 1 N menggunakan indikator 2 tetes larutan merah metil. bau lemah mirip amoniak. Tambahkan 1 ml HCl P dan titrasi dengan Natrium tiosulfat 0. 3. Kuantitatif: Timbang seksama 2 g. encerkan dengan air secukupnya hingga 100 ml. b.emenuhi syarat. Kuantitatif: Larutkan 1 g dalam air dan encerkan dengan air secukupnya hingga 250 ml pada 25 ml tambahkan 3 g KIP dan 10 ml HCl P . Pada 10 ml tambahkan campuran dingin 2. Kualitatif: Parri :ungu + AgNO3 dipanaskan : cincin perak. higroskopik. Pencuci Rambut (Hair Shampoo) a. mudah terurai dan membuih kuat. hampir tidak berbau.1 N.1 N biarkan selam 5 menit. dinginkan m. terbentuk endapan halus putih. rasa pahit. Shampo krim cair ( Liquid cream shampoo) 60 . lanjutkan pengadukan hingga diperoleh suspensi koloidal. Hidrogen Peroksida Pemerian:cairan tidak berwarna. tidak berwarna hingga kuning pucat. Kalium Bromat Pemerian:serbuk habluur putih.

lapidan minyak memadat pada suhu kira-kira 50 0C dan lapidan air menunjukan reaksi Mg. Shampo krim padat (solid cream shampoo) Contoh formula: Sodium lauryl sulfate 90% 20% Sodium lauryl ether sulfate 27-30 % 20% Coconut diethanolamide 6% Anhydrous lanolin 6% Sodium chloride 1. b.Filtrat tambahkan sedikit larutan seng uranil asetat. warna kuning emas tidak tampak dengan kaca kobalt.2% Stearic acid 4. Dinginkan. Larutan menunjukkan reaksi Na yang tertera pada reaksi identifikasi dan telah diasamkan dengan HCl P kemudian didihkan perlahan-lahan selama 20 menit. 2. . terjadi endapan kristalin kuning.Uji nyala. Sisa pijar tambahkan 10 ml HCl (100 %)P.0% Sodium hydroxide 2. Uji SO4 Sampel ditambahkan Ba(OH)2 terbentuk endapan putih Kuantitatif: Pada 5g yang telah dikeringkan pada suhu 1050C hingga bobot tetap tambahkan 25 ml H2SO4 1 N . Titrasi dengan Na2EDTA 0.s Parfume q. kocok lalu diamkan 12 menit. Kuantitatif: Timbang 500 mg lalu pijarkan.s 1. Titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan indikator larutan fenolftalein.12% Colour. Panaskan pada penangas air10 menit lalu tambahkan 50 ml air dan 10 ml amonia P. perfume. c. Magnesium Stearat Kualitatif: a.s Oleyl alkohol q. Uji Natrium . preservative q. menunjukkan reaksi sulfat.Sediaan Kosmetika Contoh formula: Sodium lauryl sulfate 30% Magnesium Stearat 5% Distilled water 68% Ninol AB 21 q.s Water to 100% 61 . Natrium lauril sulfat Kualitatif: a. dingikan.005 M dengan indikator hitam eriokrom campur P. Bilas pendingin dengan 30 ml etanol mutlak P kemudian dengan air. refluks selam 2 jam . Panaskan 1g zat dengan campuran 25 ml air dan 5ml HCl P b. c.

Uji nyala(Ni) : kuning keemasan. perfume. Indeks bias: 1. 2.pucat atau kuning kehijauan. yang pada pemanasan lebih lanjut berubah menjadi hijau. kocok.+ Zn-uranil asetat: kristal kuning. . bau lemah. rasa khas. Shampo berminyak Contoh formula: Sulphonated olive oil Sulphonated castor oil 16% Water Colour and perfume 16% 68% q.5 ml aseton P kocok.membirukan lakmus. Anti dandruff dan medicated shampoo Contoh formula: TEA lauryl sulfate 14% Lauric monoethnolamic 1. b. d. putih atau kuning pucat mirip lemak lilin.Sediaan Kosmetika 1.terjadi cairan tidak berwarna/ coklat kuning. water to 100% 1. b) Pada larutan 5 mg dalam etanol (95%) P tambahkan 1 tetes larutan besi (III) klorida P . terpisah cairan berwarna jinga kuning larut dalam kloroform P dan eter P e.s 1. Zat ditambahkan HCl dilatasi akan jenuh dan ditambqahkan tetes minyak pada permukaan akan menjadi padat. NaOH Kualitatif: . Olive oil Pemerian : cairan kuning . Larutan ditambah NaOH.471 Bilangan asam tidak lebih dari 12 Bilangan iodium 79-78 62 .5% Hexachlorophene 0. beraksi asam pada lakmus. c) Pada larutan 100 mg dalam 0. terdapat busa pada pengenceran. . Kualitatif a.5% Colour. terjadi sekilas warna ungu. Jika dibakar bau mirip malam. tidak tengik. c. Asam Stearat Pemerian: zat padat keras mengkilat menunjukkan susunan hablur. biru kemudian ungu. Hexachlorophen Kualitatif: a) Panaskan perlahan-lahan 100 mg dalam tabung kimia .468-1. dan pada suhu rendah sebagian dan seluruhnya membeku.

Natrium pirophosphate Pemerian: hablur tidak berwarna Kuantitatif: + 3g yang ditimbang seksama dilarutkan dalam 50 ml air dan titrasi dengan HCl 1N menggunakan indikator warna hijau brom kresol hingga warna hijau yang menunjukan pH 4. Amilum 63 .Sediaan Kosmetika f. h. Shampo Serbuk (powder shampoo) 1. tidak berasa. PEG-400 Nama lain: Makrogol-400 Pemerian: cairan kental hjernih tidak berwarna. Kualitatif: -Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air. -Netral -Tambahkan larutan titan kuning. putih . tambahkan 1 ml HCl P. Kuantitatif: Timbang seksama 500 mg larutkan dalam 250 ml air. panaskan sampai dengan mendidih. tidak berbau. Kumpulkan endapan dan pijarkan + 6000 hingga jika dilakukan penimbangan 2 kali berturut-turut tidak berbeda > 0. praktis tidak berwarna bau lemah.3% Air to 100% 1. Tambahkan perlahan-lahan larutan BaCl2 panas sedikit berlebihan. tidak berwarna merah terang.2 % dari bobot sisa. 2. Shampo Aerosol Contoh formula: Na lauril sulfat (100%) 30% TEA lauril sulfat(100%) 5% PEG stearat 3% Parfum 0. Na2SO4 Pemerian : hablur tidak berwarna. tidak berbau rasa pahi tdan asin. g. panaskan 30 menit diatas penangas air sambil diaduk. Talk Pemerian:serbuk halus.5 2. Shampo Kering Contoh formula: Talk Amilum Na seskuikarbonat Borax Fuller’s earth 40% 15% 20% 5% 20% 1.

diperiksa dengan mikroskop tidak terlihat butiran merah.s 1.8% Zat pelindung q. Daun urang aring adalah daun dari tanaman Eclipta prostata (Asteraceae) Isi: alkaloid Analisis: Simplisia dibasakan dengan amonia encer.Gom arab Pemerian: Hampir tidak berbau. j.2% Alkohol 10% Gliserin 5% Air 83. Kualitatif: -Pada 5 ml larutan 2 % b/v.tidak berbau. Kualitatif: Didihkan satu bagian dengan 50 bagian air. Lidah Buaya Adalah Dried juice dari daun Aloe vera (Liliaceae) Isi:glikosida antrakinon Analisis: KLT E. -Larutkan dengan pengocokan 250 mg dalam 5 ml air ditambahkan 0. hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. Pemelihara Bentuk Rambut (hair dressing) 1. tambahkan 1 ml larutan tiombal (III) subasetat P. asamkan terkadi warna biru tua. digerus dalam mortir. tidak berasa. Shampo Telur Kuning telur Isi: protein albumin. terjadi flokulasi putih. Tambahkan larutan iodium P terjadi warna biru yang bila dipanaskan hilang dan jika didinginkan timbul lagi.putih. kemudian ditambahkan kloroform sambil terus digerus. i.Sediaan Kosmetika Pemerian:Serbuk sangat halus. -Sedikit serbuk dalam larutan merah nitenium P. Lotion mucilago Formula: Tragakan gom 1. setelah disaring filtrat dikocok dengan HCl 2N. Shampo Tumbuh-tumbuhan 1. rasa tawar seperti lendir. Lapisan asam akan dipisahkan kemudian dibagi #: # Bagian pertama digunakan sebagai blanko # Bagian kedua + Mayer → endapan putih # Bagian ketiga + dragendorff → endapan jingga coklat 2. 64 . kocok.5 ml larutan benzidina P 1% b/v dalam etanol 90% P . terbentuk larutan kanji yang tidak transparan.

Uji kebasaan: Masukkan 35 g zat kedalam beaker + 100 ml air panas.s (analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 65 . tidak berwarna.s 1.lakmus P.s (Analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 3. 2.5 1. Kualitatif: -Sedikit zat dalam larutan merah nitenium.8 1.Sediaan Kosmetika 2. Masukkan zat yang telah dicuci kedalam casserole. hampir tidak berbau dan hampir tidak berasa.0 Pewarna.s 90% 10% q. masukkan 1 tetes fenolftalein. 2. Pengilau Padat Formula: Petroleum Jelly Parafin wax Pewarna. Pengilau Cair Formula: Minyak minyak60% Deodorized kerosin 40% Pewarna dan parfum q. Parafin Pemerian:cairan kental. tutup dan masukkan ke dalam stirring hot plate selam 5 menit sampai memisah. tambahkan 0. panaskan. tidak berfluoresensi. 3.parfum q. diperiksa dibawah mikroskop terjadi butiran merah jambu. Tuang lapisan air ke casserole. Keasam-basaan:Didihkan 5 g dengan 10 ml etanol 90% yang telah dinetralkan terhadap lar.parfum % aerated gel 0. cuci dengan 50 ml air panas 2 kali. -Pada 100mg serbuk tambahkan 1 ml Iodium 0.5 96. hampir tidak berasa. Lotion Resin Formula: % clear lotion PVP 4 PEG 2.Titrasi dihentikan hingga warna pink atau merah tidak terbentuk.1 ml metil orang.0 Karbovinil polimer Alkohol 40 Air 54. warna tidak berubah.02 N. transparan. Petroleum Tidak berfluoresensi Suhu lebur= 380-600 Uji keasaman: jika penambahan fenolftaleins pada uji kebasaan tidak berwarna pink. campuram berwarna hijau.2 q. larutan tidak membentuk warna pink.Tragakan Pemerian: tidak berbau.

0% Preservatif&parfum q.0% Alkaloid 6.0% 19.s 5. Asam Oleat Bilangan asam 195-202 Bilangan iodium 85-92 Formula m/a Minyak mineral putih 45% Asam stearat 3. Suhu lebur: 62-650C 2.6% 1% 53.83% 2.0% 1. Gel Formula: Sorbitol monolaurat Petroleum terdistilasi Mineral Oil Mannitol monolaurat Air 12% 45.Sediaan Kosmetika 4.halus.5% Air 50.5% 0.5% TEA 1.MgSO4 1.s (Analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 7.07% 1. Pengemulsi Formula a/m Bee wax Kalsium hidroksida Asam Oleat Minyak mineral Parfum Air 25% lar.00% 40. Bee wax Pemerian:kuning hingga kuning kecoklatan. rasa seperti balsam. Pelekat tanpa minyak Tragakan gom 1.0% Air 90% Gliserin 1% Preservatif q.bau seperti madu. Pengilau alkohol Minyak kastor Alkohol industri Parfum dan pewarna 20% 80% q.0% 19.s 8.0% 66 .0% Minyak kastor 2.0% 5.

higroskopis. kuning e.1 N daaan 20 ml HCl encer.pindahkan 50 ml ke dalam larutan iodium. Kuantitatif: Timbang seksama 3g larutan dalam 15 ml etanol (95%0P hangat yang telah dinetralkan terhadap larutan merah fenol. a. timbul bau metil salisilat. Resorsinol Kualitatif: Tambahkan 2 tetes FeCl3 terjadi warna violet kebiruan yang jika ditambah amonia encer menjadi kuning coklat c. Penyubur Rambut (Hair Tonic) 1.rasa manis. Klorida tidak lebih dari 50 bpj Sulfat tidak lebih dari 100 bpj Arsen tidak lebih dari 8 bpj F. Ditambah FeCl3 menjadi ungu stabil dalam spirtus ditambah aqua brom menjadi endapan putih Reaksi besi (III) klorida.butiran atau kepingan. b.+ 20 ml air. warna ungu Jika larutan suatu senyawa salisilat direaksikan dengan asam klorida akan terjadi endapan kristal putih yang setelah direkristalisasi dengan air panas dan pengeringan akan meleleh pada suhu antara 156-1610C d. 3 c.1N hingga warna merah muda hilang dari lapisan organik. Sorbitol Pemerian:serbuk. panaskan terjadi warna merah tua+ HCl sedikit berlebih warna menjadi kuning pucat.kocok dan biarkan dalam gelap 5 menit.5N dengan indikator merah fenol. Belerang Endap 67 . Tambahkan 2 ml larutan NaOH+ 1 tetes kloroform. Kuantitatif: Larutkan 700 mg dalam air secuknya hingga 500ml . +H SO P→ kuning –hijau –hitam 2 4 4. TL: 109-1120C a. b. 3. Encerkan dengan 25 ml air+ 50 ml brom 0. Asam Salisilat Kualitatif: a. Reaksi tetes dengan NBD-klorida . Tambahkan 2 g KI dan 25 ml CCl4 dan titrasi segera dengan Na tiosulfat 0.putih. +FeCl → reaksi warna c.Sediaan Kosmetika 1. Pada asam atau garamnya ditambahkan asam sulfat pekat dengan mentol kemudian dipanskan. 2. Beta-Naftol Kualitatif: Dalam suasana basa berfluoresensi. tutup labu. b. titrasi dengan NaOH 0.

Caranya. 68 . Zat warna larut air a. lentur.1% b/v = 2 atau 3 tetes larutan brom P dan 1 ml ammonia encer terjadi warna hijau jamrud dalam H2SO4 berfluoresensi biru kuat. Kromatografi kertas atau KLT b. +FeCl3→kuning kehijauan b. Rambut berminyak Ciri utama : cepat kotor.1 N menggunakan indikator larutan kanji. Fotometri spektral 2. Cara merawatnya : shampo yang cocok untuk jenis rambut ini adalah yang mengandung bahan pelembab. sesudah dingin + 5 cc HCl 1 N dan 2 tetes FeCl3 menjadi kuning tua.Sediaan Kosmetika Kualitatif: Melebur pada suhu 1150C berupa cairan mudah bergerak berwarna kuning dipanaskan pada suhu 1600C menjadi kental berwarna gelap. Gunakan konditioner yang mengandung protein. dimasak 1 menit. 7. bersihkan kulit kepala dengan irisan jeruk nipis. Kuantitatif: 50 mg zat = 5 ml NaOH. G. Cara Merawatnya : keramas sedikitnya dua kali seminggu. tidak bercahaya. Rambut kering Ciri utama : kusam. Untuk menghilangkan minyak yang berlebihan. pakai konditioner mulai dari pertengahan batang rambut sampai ujungnya. pada pemijaran bau kacang. dan tidak mudah patah.Larutan + CuSO4 + NaOH → biru ungu b. JENIS RAMBUT DAN PERAWATANNYA 1. Kinin Kualitatif: Pada 5 ml larutan 0.larutan + NaOH + Cu asetat → jingga Kuantitatif: Timbang seksama 400 mg larutkan dalam campuran 100 ml air bebas CO2 dan 25 ml H2SO4. Sesudah keramas. dua hari atau bahkan sehari setelah cuci rambut langsung berminyak lagi. kita dapat memakai resep tradisional. protein. 5. 2. Zat Warna 1. Asam Pantotenat Kualitatif: a. 6. IV. titrasi segera dengan iodium 0. Zat warna larut minyak Identifikasi menggunakan KLT. dan kuning telur. Asam Askorbat Kualitatif: a.

makin banyak shampo yang kita butuhkan. basahi rambut dengan air bersih sebelum masuk ke kolam. pemecahannya dengan menggunting ujung rambut tersebut. Hindari menggunakan satu merek shampo secara terus menerus karena akan membuat rambut “kebal” sehingga zat-zat aktif pada shampo tidak lagi efektif bagi rambut. BENAR DAN SALAH SOAL RAMBUT 1. (SALAH) Conditioner sebenarnya hanya melapisi rambut. (SALAH) Kita harus membilas rambut kita dengan air setelah conditioner didiamkan selama satu menit. kemudian gunakan konditioner untuk mencegah rambut agar tidak patah. 7. Hati-hati bila anda sedang berenang. 6. Conditioner membantu memelihara agar rambut tidak pecah-pecah (BENAR) Conditioner membantu melembutkan dan membuat rambut lebih sehat. 2. atau kering). Gantilah shampo anda secara berkala dengan merek lain atau boleh juga mempertahankan merek yang sama namun dengan menggunakan jenis lain. Selain itu kita juga mesti menyesuaikan dengan jenis rambut kita (berminyak. karena klorin pada air kolam renang bisa jadi problem besar bagi anda. 4. (SALAH) Dalam menggunakan shampo kita harus menyesuaikan dengan panjang pendeknya rambut kita. Memijit kulit kepala dengan keras adalah baik. dibutuhkan shampo lebih banyak dari jenis yang kering. dan tidak mudah patah. karena menurut penelitian. Makin panjang rambut. Menyikat rambut 100 kali setiap malam adalah baik. Lalu jangan lupa 69 . (SALAH) Busa yang banyak tidak menjamin shampo makin efektif dalam membersihkan rambut. akan makin efektif kerjanya. (SALAH) Pijitan kepala yang keras malah akan berakibat lebih banyak rambut yang akan rontok dari pada yang tumbuh 5. Conditioner ini akan efektif bekerja setelah didiamkan hanya dalam waktu satu menit. lentur. Kalau rambut kita berminyak. Sebaiknya tidak membilas setelah menggunakan conditioner. Apabila rambut sudah pecah-pecah. Untuk mengatasinya. 3. kita tidak perlu menyikat rambut sampai 100 kali karena dapat menyebabkan rambut rontok. (SALAH) Sekalipun menggunakan sikat rambut yang baik. 2. Makin lama kita membiarkan conditioner diam di rambut. air ternyata memiliki efek proteksi terhadap rambut. kemudian merawatnya dengan conditioner. normal. Makin banyak busanya maka makin efektif shampo dan makin bersih rambut kita. TIPS AGAR RAMBUT TETAP INDAH 1. gunakan sedikit shampo dan bilas sampai bersih. Rambut normal Ciri utama : tampak sedikit bercahaya. Cara merawatnya : keramas seperlunya. Makin banyak shampo yang digunakan rambut akan makin bersih pula.Sediaan Kosmetika 3.

Jakarta.Edisi 21/XXVII. Agar hal ini tak terjadi pada rambut anda. jangan berusaha untuk memperbaikinya sendiri. Jakarta.com/beauty/toptips/b-tips05. gunakan sunspray. karena akan membuat rambut kering dan rusak. Sebelum keluar ruangan.html 70 . Departemen Kesehatan RI . Gramedia.1997) Http:www.Jakarta:PT. 4. Farmakope III. Pergilah ke penata rambut yang memang ahli dalam mewarnai dan mintalah pendapatnya. Pilih jenis ekstra lembut yang dilengkapi conditioner.Sediaan Kosmetika menyemprotkan leave-inconditioner. hindari menggunakan kosmetika rambut secara berlebihan seperti wax atau hair spray. Bila gagal mewarnai rambut.org/obat/paten/ketombe.htm Http:www. dan mengenakan topi renang (swimming cap). Biasanya. Perawatan Rambut Indah (bonus majalah kawanku.hanyawanita.indoline. cuci rambut bersih-bersih.1979. Matahari dapat menyebabkan warna rambut yang diwarnai. Satu lagi. warna rambut lainnya tidak boleh langsung “ditumpuk” di atas warna sebelumnya. rambut juga harus dirawat khusus agar terjaga kelembabannya.1987. memudar. Setelah selesai berenang. DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan RI . Pearce.1995.evelyn. 3.Farmakope IV. Bila perbaikan telah dilakukan. gunakan shampo khusus unutk rambut diwarnai. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis.

kosmetik yang digunakan pada waktu itu berasal dari ramuan-ramuan yang berasal dari bahan alam. Di keraton ada ungkapan “Ajining raga gumantung agunging driyo”. dimana hal ini terbukti yaitu dengan penggalian makam-makam raja (mumi) Mesir kuno. Merawat tubuh merupakan bagian dari kegiatan sehari-hari bagi setiap orang. terutama tumbuh-tumbuhan. SEJARAH Tatalaksana kosmetika secara umum sudah dilakukan sejak zaman Mesir Purba. ada yang tradisional dan yang modern. Sejak zaman dahulu hingga kini. Pada waktu itu penggunaan kosmetik selalu diasosiasikan dengan kebiasaan menjalankan upacara keagamaan. Kosmetik Tradisional Keraton Pada zaman dahulu kala keraton menjadi pusat pemerintahan. Sejak zaman dahulu orang harus membedakan antara tanaman yang beracun dan yang tidak sehingga lambat laun pengetahuan ini berkembang menjadi pengetahuan mengenai tanaman yang dapat digunakan untuk membuat ramuan-ramuan yang dapat menghilangkan rasa sakit dan melawan penyakit maupun memberikan khasiat yang lain seperti dapat menghilangkan noda pada kulit. oleh karena itu banyak menyimpan data sejarah dan catatan budaya serta merupakan narasumber dari ilmu pengetahuan dan kebudayaan. dan untuk menutupi kekurangan-kekurangan. Kosmetik semacam ini sering disebut sebagai kosmetik tradisional atau masyarakat mengenal sebagai jamu. Penampilan banyak dipengaruhi oleh kesehatan. mengharumkan tubuh dan lain-lain.Sediaan Kosmetika KOSMETIKA TRADISIONAL I. seni berhias. harum. Disamping aksesoris kebesaran. lembut. seni tata rambut. dijumpai zat-zat warna sebagai hiasan pada kelopak mata serta rambut yang berwarna-warni. Sumbangan yang besar dari bangsa Mesir Purba pada bidang kecantikan atau pengetahuan mengenai adalah soal mandi. Jadi. artinya diri seseorang dinilai dengan penampilannya. pengertian kosmetika pada zaman dahulu sudah memberikan pencerminan sesuatu yang terawat. minyak tumbuh-tumbuhan atau salep yang berbau harum. seperti misalnya membakar dupa wangi. dan putih. Penampilan para pria agung dan putrid-putri keraton dapat dibedakan dari masyarakat biasa. orang berupaya untuk mendapatkan tubuh yang bersih. 71 . Caranya bermacam-macam. Bagi orang Timur umumnya dan bangsa Indonesia. mulus. menggosok atau melapisi tubuh orang hidup maupun mati dengan lemak hewan. pengecatan rambut. keriting dan pembalseman. putraputri keraton sangat memperhatikan perawatan kesehatan dan kecantikan secara tradisional dengan menggunakan jamu dan kosmetik tradisional.

untuk digunakan mencuci muka pada pagi hari. berupa jamujamuan. 3. Sebagai contoh adalah : a. daun dukuh. diambil santannya untuk dioleskan pada wajah. daun petai cina. b. Seduhan daun teh yang telah diembunkan semalam di tempat terbuka. Adstringen Adstringen berguna untuk memperkecil pori-pori kulit yang melebar. 72 . Parutan daging buah kelapa yang sudah tua. 2. 2. 3. Meskipun sediaan kosmetik yang dibuat dari bahan kimia telah memenuhi pasaran dunia. c. Caranya : Daun tersebut diremas-remas dan airnya digunakan untuk mencuci muka. namun tidak sedikit para ahli kosmetik yang mengalihkan perhatiannya kembali pada kosmetik tradisional. Pembersih Berguna untuk membersihkan kulit dan dapat digunakan sebagai pengganti sabun terutama untuk kulit kering yang peka terhadap udara dingin. kemudian airnya digunakan untuk mencuci muka. sediaan kosmetik tradisioanl ini telah digunakan oleh orang-orang tua dan menurut pengalaman hasilnya tidak mengecewakan karena sesuai dengan keadaan iklim Indonesia yang bersifat tropis. Hal ini disebabkan oleh : 1. Contohnya sebagai berikut : a. Tomat yang dipotong-potong dan ditempelkan pada wajah. digunakan untuk mencuci muka. b. daun kemiri tua. cara pengolahan sediaan yang digunakan sangat sederhana sehingga setiap orang dapat dengan mudah membuatnya. Penghalus Kulit Penghalus kulit berfungsi untuk mencegah keriput dini pada kulit dan menjaga kulit agar tetap halus dan lentur. Buah segar yang dapat langsung dioleskan pada wajah yaitu buah pisang dan buah alpukat. Remasan daun dadap yang tidak terlalu tua. Contoh : daun sirih. umumnya digunakan untuk kulit yang berminyak. Seduhan daun salam kering yang telah diembunkan semalam.Sediaan Kosmetika DEFINISI Kosmetik tradisional adalah kosmetik yang berasal dari bahan alam yang dapat dibuat sendiri secara langsung dari bahan segar atau bahan-bahan yang telah digunakan berdasarkan pengalaman atau penggunaan yang dilakukan secara tradisional atau turun temurun. SIFAT BAHAN Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam kosmetik tradisional mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1. bahan-bahan yang digunakan dalam sediaan kosmetik tradisional ini umumnya didapat dalam kehidupan sehari-hari dan harganya pun terhitung murah. c.

Perawatan tubuh 3. • Kalau ada es batu kompreslah muka dengan memasukkan es batu ke dalam lap dan menekan-nekannya dengan selembut mungkin. atau sampai kering. lemak. Mengandung glukosa. Mengandung protein kasein. Masker biasanya digunakan dengan cara mengoleskannya pada wajah dan membiarkannya selama beberapa saat. mentimun. menyerap kotoran dari kulit. susu. Digunakan untuk kulit muka yang kering. bersihkan dengan lap dan air hangat kemudian dilap dengan air dingin. kira-kira 15 menit. Bahan-bahan yang digunakan untuk masker wajah antara lain adalah buah alpukat. b. bengkoang.Sediaan Kosmetika JENIS SEDIAAN PERAWATAN TRADISIONAL Berdasarkan jenis sediaan perawatan tradisional. Contoh sediaan untuk masker wajah yaitu: a. dan dapat menghilangkan sisa-sisa make-up pada wajah. Perawatan mata dan sekitarnya 5. 1 sendok teh minyak. Kelima bahan tersebut dicampur sampai terbentuk adonan yang lembek. kemudian membersihkannya dengan cara mencuci muka dengan air. laktosa. Perawatan rambut dan kulit kepala 4. putih telur. Madu Sekresi sakarin yang terdeposit dari sarang lebah Apis mellifera.1. Perawatan mulut dan gigi 6. protein dan vitamin yang berfungsi untuk memberi gizi pada kulit. I. kentang. Perawatan wajah 2. Perawatan wajah Sediaan perawatan wajah dalam kosmetika tradisional antara lain adalah:  Masker wajah Masker wajah memberi rasa hangat. setengah putih telur dan susu secukupnya. 73 . Caranya: • 1 sendok makan tepung terigu. kosmetik tradisional dibagi menjadi : 1. • Poleskan adonan susu dengan tangan. madu dan wortel. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu berbagai jenis sediaan yang digunakan untuk perawatan secara tradisional berurutan sesuai penggolongan di atas. Pemakaian 5-10 menit tiap satu kali pemakaian dalam satu minggu. Susu Untuk kulit muka yang sangat peka terhadap sinar matahari. 1 sendok teh madu. Caranya: • 3 sampai 5 sendok makan susu sapi dicampur dengan 1 sendok makan tepung terigu. • Tepuk-tepuk muka dengan ujung jari dengan sedikit adstringens. • Muka dibersihkan dengan cleansing milk.

Bahan: 2-3 wortel muda. Bagian dekat bijinya diparut lalu dipakai untuk kompres muka. • Dilap dengan lap lunak yang dibasahi air hangat. Khasiatnya untuk menghaluskan dan melembutkan kulit terutama untuk kulit berminyak. 74 . B1. bila telah kering bersihkan dengan air biasa. • Kompres dengan es. Caranya: Jagung muda diparut dan diperas.Sediaan Kosmetika • Poleskan pada muka yang telah bersih. Masker ini dipakai setiap pagi sebelum mandi atau sore setelah beraktivitas.7 %. Pemakaiannya: potong buah yang segar dan tidak terlalu tua. • Bersihkan dengan air biasa. Wortel diparut dan dicampurkan dengan pati jagung muda. Isi : gula alcohol persiit 4. Telur Untuk kulit kering dan keriput. Vit. alkaloid adenine. mengandung protein albumin. e. sebab pada pemakaian berikutnya bahan-bahan akan mengalami perubahan. B2. Caranya: • Kuning telur dikocok lalu ditambah minyak. Alpukat Dari buah Persea gratissima. Lebih baik masker ini dipakai hanya sekali pakai. biarkan sesaat hingga pati dan airnya terpisah. tomatin. cucilah wajah dan leher dengan air hangat kemudian dengan air es dan keringkan dengan handuk bersih. Untuk mengangkat masker. Fe. Isi: alkaloid kukurbitasin C dan stigmasterol. d. biarkan mengering dan kemudian dicuci bersih. Caranya: Oleskan 2 sendok makan masker alpukat pada wajah dan leher dengan gerakan memutar. kolin. karena masing-masing bahan mempunyai kelebihan tertentu: c. f. g. Ketimun (Cucumis sativus Linn) Buah dari Cucumis sativum. Ca. biarkan agak kering sambil berbaring. Biarkan sampai 30 menit atau sampai kering. Jenis bahan yang digunakan disesuaikan dengan keadaan kulit pemakai. Pemakaiannya: potong dua buah tomat yang telah masak lalu diambil bagian daging buah sebelah dalam yang mengandung biji. Bermanfaat untuk mengencangkan kembali kulit yang mulai mengendur dan memulihkan kembali sel-sel yang sudah menua. Wortel Mengandung vitamin A yang dapat memperbaiki sel-sel yang rusak. Tomat Isi: asam sitrat. 2 jagung muda. Buah tomat ini berkhasiat menghaluskan kulit. dan C. trigonelin. • Oleskan pada muka yang telah bersih. untuk obat jerawat dan memberi vitamin pada kulit. Vitamin A yang dikandung oleh wortel menurunkan zat semacam kolagen dan elastin yang membuat kulit wajah menjadi mengembang. Kemudian dioleskan pada muka sampai kering dan dicuci bersih.

Jadilah krim pemutih yang bisa langsung digunakan. Mentimun    75 . dan vitamin A. Caranya: Bengkoang diparut. Pisang dan alpukat Sebagai penyegar digunakan masker campuran dari pisang. digunakan masker kentang • untuk kulit muka yang sangat peka terhadap sinar matahari. digunakan masker susu Pemutih Umbi bengkoang memiliki pati yang dapat memutihkan kulit wajah. d. dan disaring lalu diendapkan. Setelah mengering. Pembersih a. dibilas bersih dengan air hangat. zat besi. Sifat asamnya dapat mengurangi kadar minyak pada wajah dan mengecilkan poripori. Bengkoang diparut. gunakan larutan ini sebagai penyegar khususnya pada siang hari atau setelah beraktivitas. kemudian campurkan 2-3 sendok makan air rebusan serai dengan endapan bengkoang tersebut. Supaya tahan lama. b. Mentimun Sangat cocok digunakan sebagai bahan perawatan untuk semua jenis kulit. kalium. madu (1 sendok makan). Pemakaian secara rutin dua kali seminggu. Cara pemakaian: letakkan irisan mentimun pada wajah beberapa saat lalu gosokkan perlahan-lahan pada seluruh wajah dan leher. Larutan ini khususnya cocok bagi mereka yang memiliki kulit berminyak atau berjerawat. Penyegar a. Pisahkan pati dari sari bengkoang. madu dan putih telur yang cocok untuk semua kulit. Bahan: 2 buah bengkoang dan sebatang serai. Pemakaiannya: Pada pagi hari dan cukup dioleskan secara merata pada kulit hingga mengering. Pisahkan pati dari air perasan atau sari bengkoang. diperas. Endapan putih yang terbentuk itulah pati bengkoang. biasanya digunakan masker telur atau madu • untuk menghilangkan noda-noda hitam. digunakan sebagai penyegar terutama untuk kulit berminyak. Kandungan airnya mampu menyegarkan kulit wajah. Bengkoang Bahan: bengkoang segar. c. simpan krim ini di dalam lemari pendingin sehingga dapat digunakan lagi. Setelah wajah dibersihkan. Diamkan air perasan ini selama setengah sampai satu jam hingga terbentuk endapan putih di dasar wadah. air jeruk nipis (1 sendok teh). diperas lalu disaring.Sediaan Kosmetika • untuk kulit kering dan keriput. Jeruk nipis Mengandung vitamin C. Campurkan air jeruk nipis dan madu ke dalam sari bengkoang dan aduk hingga tercampur merata. Caranya: Batang serai dimemarkan dan direbus hingga mendidih lalu didinginkan.

Cocok untuk semua jenis kulit. Batang serai dimemarkan dan direbus dengan sedikit air. Wortel Mengandung provitamin A yang berkhasiat menghaluskan kulit wajah. diperas dan disaring. Setelah dingin. b. Caranya: belimbing wuluh dan kunyit diparut. Penghalus/ pelembut wajah Pisang dan alpukat Bersifat lembut dan mengandung minyak yang dapat menghaluskan kulit wajah. air rebusan serai dicampurkan dengan campuran belimbing wuluh dan kunyit. sebatang serai. berguna untuk mengurangi jerawat.Sediaan Kosmetika Untuk pembersih digunakan masker campuran mentimun yang dihancurkan dalam yoghurt. mengecilkan pori-pori. Meniran mengandung alkaloid filantin dan hipofilantin. Simpan sisanya dalam lemari pendingin sehingga dapat digunakan lagi sesudahnya. Perlu diperhatikan bahwa endapan yang terjadi dari parutan bengkoang tidak terlalu banyak. Jojoba Bermanfaat dalam merawat kulit wajah yang sensitif sebagai bahan dalam pembersih. Camomile Mengandung azualen yang berkhasiat mencegah timbulnya jerawat. c. kallium. Beberapa contoh sediaan bedak dingin adalah sebagai berikut : a. Esok paginya wajah cukup dibilas dengan air bersih. 2 buah belimbing wuluh. sehingga larutan yang dicampurkan cukup 2 atau 3 sendok teh saja. Camomile Mengandung azualen yang dapat menghaluskan kulit wajah. Krim ini dioleskan pada wajah setiap malam sebelum tidur. Bedak asam    76 . dan adanya sifat antibakteri menyebabkan adanya daya penyembuhan jerawat. Daun bunganya dapat digunakan sebagai pembersih. Terakhir semua bahan ini dicampurkan dengan pati bengkoang yang telah diendapkan dari sarinya. Bermanfaat menghilangkan jerawat yang sudah parah.5 – 7 % minyak atsiri. Anti jerawat Bengkoang (krim anti jerawat) Bahan: 2 buah bengkoang segar. Apel Sari buah apel dapat digunakan sebagai tonik pembersih wajah. mengandung minyak atsiri dan zat warna alkaloid kurkumin Jinten (Carvi fructus) mengandung 2. Temu lawak ( Curcuma xhantorrhiza). serta memberikan efek kuning pada wajah. Bedak Dalam kosmetika tradisional dikenal bedak dingin yang berfungsi sebagai foundation. Mawar Mengandung minyak atsiri yang digunakan untuk menghaluskan kulit wajah. 1 cm kunyit.

). Perawatan Tubuh Jenis-jenis sediaan untuk perawatan tubuh antara lain adalah :  Lulur Tubuh Lulur tubuh digunakan untuk membersihkan. menguningkan. kunir gede disayat atipis. segengam beras (Oryza sativa) dan sedikit garam NaCl. Setelah itu digerus halus dengan beras yang telah direndam sampai homogen kemudian ditambah air secukupnya.2. Pembuatannya adalah dengan cara menggerus lembut sirih segar atau kering dengan ragi. Khasiatnya untuk mengurangi jerawat. mencegah terjadinya kerutan dan menghilangkan jamurjamur yang kerap terdapat pada lipatan-lipatan kulit. Bedak kekolotan ini berkhasiat menghilangkan bintik-bintik hitam pada muka. c. b. ditambah beras dan sedikit garam. Campuran bahan yang digunakan adalah ragi. lalu digerus lagi sampai homogen. menghaluskan. Khasiatnya untuk menyembuhkan jerawat dan menghaluskan kulit. beras (Oryza sativa) dan garam NaCl. Bedak kekolotan (penghilang noda) Kekolotan adalah bintik bintik hitam yang terdapat pada muka. Setelah itu digerus halus tanpa air. bunga melati.Sediaan Kosmetika Bahan : campuran dari satu (1) ruas jari asam kawak (Tamarandus indica Linn. diantaranya disebabkan oleh pigmentasi yang berlebihan pada satu tempat. dibuat bulatan-bulatan kecil kemudian dikeringkan. digerus lagi sampai homogen. disaringkan. bidara laut kayunya dikir halus. Cara pembuatan : Rendam batu tersebut beberapa hari dan airnya diganti berkali-kali sampai rapuh. beras yang sudah direndam dan ditumbuk. • Lulur Pengantin 77 . basahi dengan filtrat. Beras direndam kemudian dihaluskan. bidara laut. kemudian ditambah air jeruk nipis dan dibuat bulat-bulat atau pipih. tambahkan asam dan garam. Cara pembuatan : beras direndam lebih kurang satu minggu dengan mengganti air tiap hari. mengecilkan pori-pori dan memberi efek kuning langsat. Bedak jerawat Bahan : campuran batu tahu Banyuwangi dengan beras. jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Pembuatan : Daun kemuning dan bunga melati dihaluskan. Bila perlu ditambah air sampai didapat sediaan yang seperti pasta kemudian dibuat bulat-bulat kecil dan dijemur sampai kering. biarkan sampai kering baru dicuci dengan air hangat. sirih (Pipper betle Linn). lalu dicetak bulat-bulat atau pipih supaya cepat kering. I. kunir gede. Diseduh dengan air hangat. Cara pemakaian : Ramuan yang sudah kering tersebut dihancurkan dengan sedikit air dan digosokkan kuat-kuat pada seluruh tubuh hingga kotoran terlepas. Contoh sediaan lulur adalah sebagai berikut : • Lulur Ramuan : Daun kemuning.

Isi: alkaloid. adalah daun dari tanaman Ecliptica prostate (famili Asteraceae). dan menghitamkan rambut. kemudian diembunkan selama satu malam. Jeruk nipis Cara pemakaian : jeruk dibelah dan digosokkan ke kulit kepala dan rambut.3. zat pahit .tawas . Buah mengkudu Cara pemakaian : buah mengkudu yang telah masak diperas dengan air kemudian disaring. menguatkan. Kembang sepatu. biarkan kirakira 5 menit kemudian dicuci dengan air. adalah daun dari Plucea indica (famili Asteraceae). Air perasannya dipakai keramas.Sediaan Kosmetika Bunga kenanga (Canangium odoratum) 5 kuntum Daun kemuning (Muraya paniculata) 1 genggam Krangean (Litsea cubeba) 2 jari Jeruk purut (Citrus hystrix)-kulitnya 1 buah Temu giring (Curcuma heyneana) 2 jari Beras yang sudah ditumbuk 1 sendok makan Mandi Rempah/ Mandi air Bunga Mandi rempah atau mandi air bunga dimaksud untuk menutup kembali pori-pori dan memberikan keharuman pada kulit. Contoh sediaan untuk mandi rempah adalah sebagai berikut : Bunga kenanga (Canangium odoratum) 5 kuntum Bunga mawar (Rosa hybrida) 4 kuntum Bunga melati (Jasminum sambae) 1 gengam Krangean (Litsea cubeba) 2 jari Rimpang temu giring (Curcuma heyneana) 1 ruas Rimpang kunyit (Curcuma domestica) 1 ruas Pencegah Bau Badan Bahan yang umum digunakan daun beluntas .Isi: alkaloid hibisetin. b. adalah bunga dari tanaman Hibiscus rosasinensis (famili Malvaceae) . Daun Belutas (Plucheae folium).lendir. Isi: alkaliod minyak atsiri R/  R/  I. c. Sediaan kosmetik tradisional untuk perawatan rambut dan kulit kepala adalah sebagai berikut :  Pencuci rambut a. d. ditambah air. Ini dilakukan setelah masker dan lulur atau mangir tubuh yang telah dibersihkan. dan filtratnya digosokkan ke kulit kepala dan rambut.  Penyubur rambut 78 . Perawatan rambut dan kulit kepala Perawatan ini bertujuan untuk melembutkan. disaring. Daun urang-aring.kapur sirih dan jeruk nipis. Tangkai padi (merang) Cara pemakaian : tangkai padi dibakar. e.

Jika sudah selesai. b.Sediaan Kosmetika Sediaan penyubur rambut digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan rambut. Keesokan harinya rambut dikeramas. asam amino dan catalas. seledri dan lain-lain. b. dan Lawsonia inemis. Santan kelapa Cara pemakaian : siram rambut dengan santan dan diamkan selama 30 menit sampai satu jam kemudian bilas dengan air hangat hingga bersih dan tidak lengket. Bagian dalam dari daun digosokkan di kulit kepala sambil dipijatpijat. wortel.  Biji pepaya tua (Carica papaya ) Cara pemakaian : 1 genggam biji pepaya tua (Carica papaya) disangrai kemudian ditumbuk halus. sensitisasi dan tidak menyebabkan toksisitas local maupun sistemik. diperas lalu disaring. Henna mengandung zat warna 2-hidroksi-1. Bahan yang biasa digunakan adalah daun lidah buaya (Aloe vera). b. diambil bagian dalamnya yang berbentuk seperti agar-agar.4 naftoquinon yang larut dalam air panas dan larutan asam serta dapat mewarnai keratin. santan kelapa daun urang aring. Keuntungan pengguanan henna sebagai pewarna rambut antara lain tidak menyebabkan iritasi. Lawsonia spinosa. aloe emodin. Cara pembuatan : daun lidah buaya dibelah. dan warna yang dihasilkan relatif stabil. Daun lidah buaya Mengandung aloin. Penghilang ketombe a. Urang aring Mengandung getah yang berwarna hitam dan alkaloid yang berfungsi menghitamkan rambut. Caranya : 79 . yang diperoleh dari tanamanyang sudah berbunga. a. dimasak hingga keluar minyaknya dan minyak inilah yang kemudian dioleskan pada kulit kepala dan didiamkan selama 1 jam. Kelapa Cara pemakaian : 1 buah kelapa (Cocos nucifera) diambil santannya. bonggol pisang (Musa paradise). Merang Cara pemakaian : 1 genggam merang. rambut kemudian diselimuti dengan handuk atau kain bersih. dan dioleskan pada rambut dengan menambahkan sedikit air terlebih dahulu. Penghitam rambut   a. jeruk nipis. Pewarna rambut Henna Henna merupakan zat warna rambut yang mengandung serbuk kering dari Lawsonia alba. Cara pemakaian : pengobatan dilakukan sehari sekali setelah mandi sore. selama semalam dan digunakan untuk keramas. dibakar lalu direndam dalam 1 L air.

saponin. 2. Perawatan mata dan sekitarnya Perawatan mata dan sekitarnya dimaksudkan untuk melindungi mata dan memperindah mata dan sekitarnya. oleskan santan yang telah ditambah dengan perasan jeruk nipis.Sediaan Kosmetika  Serbuk henna dan air panas dibuat menjadi pasta kemudian diasamkan dengan asam nitrat. biarkan selama 50-60 menit. steroid.5. Teh Cara pemakaian : air teh sisa kemarin dipakai untuk mengompres kepala. R/ Jeruk nipis yang sudah tua 1 buah Telur ayam 1 butir Pelembut rambut (hair conditioner) Telur a. asam adipat atau asam-asam lainnya yang sesuai hingga pH mencapai 5. minyak atsiri. Hasil olesan ini ditutupi dengan handuk. 1. Untuk rambut berminyak Digunakan kuning telur yang telah dikocok dicampur dengan perasan jeruk nipis. lalu dibersihkan dengan shampo dan dikeringkan. mengandung saponin. R/ Daun mangkokan (Nothopanax scuttellarium) 4 helai Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) 4 helai Bunga kenanga (Canangium odoratum) 4 kuntum Kulit jeruk purut (Citrus hystrix) 1 buah Krangen (Litsea cubebae) 2 jari Minyak kelapa 10 sendok c. glikosida. biarkan 15 menit kemudian cuci dengan air hangat-hangat kuku. Sediaannya meliputi :  Pencuci mata 80 . Jeruk nipis Setelah rambut dikeramas. 3. Kulit buah jeruk purut merupakan bagian luar kulit buah Citrus hytrix. pulaskan kuning telur yang sudah dikocok pada rambut hingga rata. lalu biarkan 15 menit. Adapun contoh sediaannya adalah sebagai berikut: a. Ginseng (Panax radix) mengandung triterpenoid. dan kelopak mata agar senantiasa sehat dan tetap kelihatan cerah bersinar. cuci dengan air biasa. seperti alis. I. Daun pandan ( Pandanis folium )mengandung minyak menguap. Untuk rambut kering Basahi rambut dengan air. Dikerjakan seperti di atas.  Oleskan pasta tersebut pada rambut yang telah dikeramas terlebih dahulu. Penguat rambut Sediaan ini berguna untuk mengatasi kerontokan rambut yang berlebihan dengan menggunakan bahan-bahan alami antara lain.   1. b. bulu mata. 2.4. tannin. b.

kapulaga dan cengkeh. dipanaskan diatas api sampai kental. Bahan-bahan yang digunakan adalah : R/ Laba-laba besar (Mygale yavanica) 1 ekor. digunakan beberapa sediaan.Sediaan Kosmetika Digunakan agar mata tetap tampak jernih.s Minyak kelapa q. Pemakaian dilakukan dengan cara dikompres. Bahan-bahan yang digunakan adalah minyak pale atau air jeruk nipis. kapur sirih.  Maskara Digunakan agar bulu mata kelihatan lebat. bahan yang digunakan antara lain adalah daun sirih. bersih dan tidak terlihat letih. gambir. Malam q.s Cara penggunaan: laba-laba dibakar sampai hangus.5.  Pemerah bibir Digunakan untuk memberi warna merah pada bibir. Contoh sediaannya adalah sebagai berikut :  Pembersih dan pelunak kuku Bahan yang bias digunakan antara lain adalah : 81 . kapulaga. daun saga. penggunaannya dilakukan dengan cara dioleskan. kemudian digosokkan pada gigi agar menjadi lebih putih. kemudian didinginkan terlebih dahulu. Perawatan mulut dan gigi Untuk perawatan mulut dan gigi. lalu digerus halus. setelah dingin dan memadat baru dioleskan ke bibir. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Sediaan perawatan kuku dan kulit sekitarnya digunakan dengan maksud untuk menjaga kesehatan dan memperindah kuku dan kulit sekitarnya. pinang.6. I. lebih lentik dan menarik. dan cengkeh. Minyak pale dibuat dari memanaskan sarang lebah dan minyak kelapa. antara lain :  Pelemas bibir Digunakan untuk menghindari atau mengatasi pecah-pecah pada bibir dan bibir tampak selalu basah. gambir. Bahan yang digunakan antara lain adalah : Daun kecipir muda yang direbus Air dari pohon kelor Daun sirih segar yang diremas-remas kemudian diseduh dengan air dingin.  Penghitam alis Bahan yang digunakan adalah daging buah kemiri yang disangrai lalu ditumbuk sampai halus. I. Juga digunakan daun sirih.  Pemutih gigi Bahan yang digunakan adalah biji asam yang sudah disangrai dan dihaluskan. daun saga. kapur sirih. Penggunaannya dilakukan dengan dicampur sedikit air terlebih dahulu. pinang. baru dioleskan pada bulu mata. ditambahkan malam dan minyak kelapa.

Perawatan tubuh 3. susu. Masker Bahan yang umum digunakan sebagai masker wajah antara lain buah mentimun. Penghalus kuku Untuk menghaluskan kuku biasanya digunakan campuran tepung kanji. Perawatan wajah 2. jeruk nipis. Pemerah kuku Pemerah kuku digunakan untuk memberi warna merah pada kuku. bengkuang. putih telur. dipanaskan terlebih dahulu kemudian kuku direndam di dalamnya. tepung beras dan talk. kapur sirih dan tawas digerus. lalau ditetesi dengan jeruk nipis agar lebih lembut. dioleskan pada kuku. Isi : gliserida asam lemak (asam laurat. sediaan kosmetika tradisional dibagi menjadi beberapa kategori : 1. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu sediaan kosmetika tradisional sesuai dengan penggolongan di atas : 1. alpukat. Perawatan rambut dan kulit kepala 4. madu.Sediaan Kosmetika  ♥ Minyak zaitun. asam miristat) Analisa :  82 . Perawatan mata dan sekitarnya 5. Bahan yang digunakan yaitu : R/ Pacar Kuku Kapur sirih Jeruk nipis Tawas Cara pemakaian : daun pacar kuku. ♥ Minyak castor/minyak jarak. Perawatan mulut dan gigi 6. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KOSMETIKA TRADISIONAL Berdasarkan tempat pemakaiannya. Minyak kelapa (Oleum cocos) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan panas daging biji Cocos nucifera. tomat. Perawatan Wajah Sediaan kosmetika yang digunakan untuk perawatan wajah antara lain : a. R/ Madu 1 sdt Tepung terigu 1 sdm Minyak kelapa 1 sdm Putih telur 1 butir Susu secukupnya 1.

Avokat Adalah buah dari Persea gratissima (famili Lauraceae) Isi : gula alkohol persiit 4. • •  • • • • Luff (CuSO4 + asam sitrat + Na2CO3) : mereduksi. dimana gliserin dapat dideteksi dengan uji Carletti. setelah disaring filtrat dikocok dengan HCl 2N. Lapisan asam dipisahkan kemudian dibagi menjadi 3 : 1. Mentimun Adalah buah dari Cucumis sativum (famili Cucurbitaceae) Isi : alkohol kukurbitasin C dan stigmasterol Analisa : Alkaloid Adalah senyawa metabolit sekunder yang dalam struktur molekulnya terdapat atom Nitrogen (umumnya heterosiklik). Metode : simplisia dibasakan dengan amonia encer. Madu Adalah sekresi sakarin dari yang terdeposit pada sarang lebah Apis mellifera (famili Apiadae) Isi : karbohidrat fruktosa dan dekstrin Analisa :  Fruktosa :  2. membentuk endapan hitam • Mollisch (3% α-naftol dalam alkohol) : terbentuk cincin ungu Deniges (HgSO4 + H2SO4) : endapan putih Dekstrin : Mollisch positif. Bagian pertama digunakan sebagai blanko pembanding 83 . Luff positif Dengan aqua iod : terbentuk warna merah ungu Dipanaskan dengan larutan air aksn berbusa Cuprifil positif Dibawah mikroskop tampak seperti amilum • 3. Adanya pasangan elektron bebas dalam atom nitrogen menyebabkan alkaloid dapat membentuk kompleks yang tidak larut dengan logam-logam berat. 4.Sediaan Kosmetika Gliserida asam lemak jika dihidrolisa dengan asam (misalnya HCl atau H2SO4) akan terurai menjadi gliserin dan asam lemak pembentuknya. sehingga untuk menganalisisnya menggunakan analisis instrumen misalnya HPLC dan GC. kemudian ditambah beberapa mililiter kloroform sambil terus digerus.  Asam-asam lemak mempunyai rumus struktur yang mirip.7% Analisa : Memberi reaksi positif pada reagen gula dan alkohol. digerus dalam mortir.

glikosida. Analisa : Minyak atsiri • Teteskan 1 tetes minyak pada permukaan air. isi buret hingga penuh. damar. dll)  Protein • Mengendapkan larutan Tanin 1% • Mengendapkan pereaksi Dragendorf. Osazon. Tepung terigu (Amylum tritici) Adalah pati dari Triticum vulgare (famili Graminae) Isi : Amilum Analisa : Didihkan satu bagian dengan 50 bagian air. Analisa :  Karbohidrat • Memberi reaksi positif pada pereaksi karbohidrat (Tromer. sehingga penyulingan berlangsung dengan 5. 6.  Lemak • Mengendapkan pereaksi Liebermann-Burchard (asam asetat anhidrat dan asam sulfat pekat) memberi warna hijau Jeruk Nipis (Citri fructus) Adalah buah dari tanaman Citrus sinensis (famili Rutaceae) Isi : Minyak atsiri. Bagian kedua diberi pereaksi Mayer. Tambahkan larutan Iodium P. terjadi warna yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali. teteskan minyak tidak terjadi noda transparan. 3. diamati ada tidaknya endapan putih. permukaan air tidak keruh • Pada sepotong kertas. pasang alat. Bengkuang Adalah buah dari tanaman Pachyrrhizus erosus. biarkan memisah. Fehling. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. • Penetapan kadar minyak atsiri Campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cara penyulingan.Sediaan Kosmetika 2. Isi : karbohidrat 10. dimana endapannya tidak larut dalam spiritus berlebih. Bagian ketiga ditetesi pereaksi Dragendorf.73%. panaskan dengan tangas udara. volume air tidak boleh bertambah. • Kocok sejumlah minyak dengan larutan NaCl P jenuh volume sama. diamati ada tidaknya endapan warna jingga coklat. Bouchardat. dalam suasana asam. Mayer. Identifikasi spesifik untuk alkaloid dengan analisa instrumen karena mempunyai struktur yang mirip pada beberapa senyawa alkaloid tersebut. 7. protein dan lemak. asam sitrat. 84 . Deniges.

kocok. titrasi dengan larutan NaOH 1N menggunakan indikator fenolftalein P.4 M. saring. 3. Larutkan sisa dengan 2 ml metanol P. terbentuk warna-warna yang menunjukkan adanya senyawa monoterpenoid dan seskuiterpenoid. Pada residu diteteskan pereaksi Liebermann-Burchard. tiap kali dengan 20 ml campuran 3 bagian volume kloroform P dan 2 bagian isopropanol P. 85 . ♥ Kualitatif : Dengan larutan perak nitrat membentuk endapan perak sitwarna putih yang larut dalam larutan amonia encer.Sediaan Kosmetika lambat tapi teratur. diamkan selama 5 menit. Senyawa-senyawa terpen ini sangat mirip strukturnya sehingga biasanya dianalisa dengan instrumen (HPLC atau GC) • Asam sitrat ♥ Kuantitatif : Timbang seksama 3 g. Steroid dan triterpenoid Pengenalan didasarkan pada kemampuannya membentuk warna dengan pereaksi Liebermann-Burchard. Pada 20 ml filtrat ditambahkan 25 ml air dan 25 ml timbal (II) asetat 0. dan uapkan pada suhu tidak lebih dari 50°. Terbentuknya warna ungu menunjukkan adanya senyawa triterpenoid dan warna hijaubiru menunjukkan adanya senyawa kelompok steroid. • Glikosida Cara identifikasi glikosida : • Larutan percobaan Sari 3 g serbuk simplisia dengan 30 ml campuran 7 bagian volume etanol 95% P dan 3 bagian volume air dalam alat pendingin alir balik selama 10 menit. cara penentuan yang paling cocok adalah dengan KGC. Metode : simplisia disari dengan eter kemudian sari eter diuapkan hingga kering. Diterpenoid Secara kimia sangat mirip. larutkan dalam 100 ml air. kemudian catat volume dalam % v/b (lihat lampiran 1) • Minyak atsiri adalah campuran senyawa hidrokarbon yaitu terpenterpen yang dianalisis sebagai berikut : 1. Pada kumpulan sari ditambahkan natrium sulfat anhidrat P. Sari filtrat 3 kali. saring. saring. dinginkan. kemudian sari eter diuapkan hingga kering. Mono dan seskuiterpenoid Pengenalan didasarkan pada kemampuannya membentuk warna-warna dengan pereaksi anisaldehid-asam sulfat atau pereaksi asam sulfat. Metode : simplisia disari dengan eter.setelah penyulingan selesai biarkan 15 menit. 2.

Ca. terbentuk cincin warna ungu pada batas cairan.1 N ♥ Menghilangkan warna larutan diklorofenol-indofenol ♥ Larutan dalam air + NaOH + asam lemah + 1 tetes FeSO ungu 4 : • Vitamin B 2 Larutan 1 mg dalam 100 ml air. Tambahkan 10 tetes asam sulfat P. B2. Tomat Adalah buah dari tanaman Solanum lycopersicum (famili Solanaceae) Isi : asam sitrat. vitamin B1. titrasi dengan iodium 0. kolin. dengan indikator larutan kanji. Pada sisa tambahkan 2 ml air dan 5 tetes Mollisch P. uapkan diatas tangas air.1%. trigonelin.1 ml larutan percobaan dalam tabung reaksi. Semprot kromatogram pertama dengan anisaldehida-asam sulfat LP. Evaluasi dengan campuran benzen P – etanol 95% P (70 : 30) dengan jarak rambat 15 cm. pada dua titik masing-masing 20μl filtrat pada lempeng KLT silika gel GP setebal 0. yang dengan penambahan asam mineral atau alkali fluoresensi hilang. panaskan pada suhu 110˚ selama 10 menit.Sediaan Kosmetika • Percobaan umum terhadap glikosida Cara percobaan A. Uapkan 0. Analisa : • Vitamin C ♥ Penetapan kadar : B. 0. menunjukkan adanya glikosida. amati dengan sinar UV 366 nm. larutkan sisa dalam 5 ml asam asetat anhidrat P. Fe. Tambahkan hati-hati 2 ml asam sulfat P. ♥ Timbang 400 mg. alkaloid adenin. menunjukkan adanya ikatan gula (reaksi Mollisch) • Komatografi Lapis Tipis Sari 300 mg serbuk simplisia dengan 5 ml metanol P. C. bercak tidak berfluoresensi. ♥ Mereduksi kuat larutan iod 0. (reaksi LiebermannBurchard). dilihat dengan cahaya yang diteruskan larutan berwarna kuning pucat kahijauan.1 ml larutan percobaan diatas tangas air. • Ion kalsium • Dengan asam pikrolon membentuk kristal persegi panjang • Dengan asam asetat + meditren membentuk kristal sapu berwarna kuning 86 . Masukkan 8. larutkan dalam campuran 100 ml air bebas CO2 dan 25 ml asam sulfat 10% v/v. tomatin.25 mm. saring. terjadi warna biru atau hijau. berfluoresensi hijau kekuningan intensif.

Kalium + larutan ammonium → endapan kuning + larutan asam tartrat → endapan kristalin putih + larutan asam peklorat → endapan kristalin putih + larutan asam heksakloroplatinat → endapan kuning + tes nyala : kuning keemasan 4. 10. + 2.5 ml kalsium asetat 2N. ditambah NaOH : endapan Cu2O Larutan zat ditambah NaOH dan CuSO4 : biru jernih. dipanaskan warnanya tetap. Jinten (Carvi fructus) Adalah buah dari tanaman Carum carvum (famili Apiaceae) Isi :2. Penghilang jerawat Bahan yang umum digunakan adalah meniran dan temulawak serta jinten dengan gula. dimasak 2 menit. 1. saring. terbentuk warna biru hijau. panaskan. ditambah HCl dil dan NaOH lagi. lemak 2-5% Analisa : Laktosa Memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Mollisch. laktosa 5%. Kalium. Penghilang noda 87 . memberikan reaksi negatif atau positif setelah beberapa lama terhadap pereaksi Barfoed. Temu Lawak (Curcumae rhizoma) Adalah rimpang dari tanaman Curcuma xanthoriza (famili Zingiberaceae) Isi : minyak atsiri dan kurkumin 2. Meniran Adalah herba dari tanaman Phyllantus niruri (famili Euphorbiaceae) Isi : alkaloid filantin dan hipofilantin. dipanaskan sampai mendidih.5 – 7% minyak atsiri 3. Luff. Fehling. Putih telur Isi : protein albumin b. Gula Analisa : • Fehling : negatif • • 100 mg zat ditambah Fehling 10 ml.Sediaan Kosmetika • Dengan amonium oksalat membentuk kristal amplop tak berwarna • Ferrum Dengan kalium tiosianat terbentuk warna merah darah 9. endapan kuning jingga. c. filtrat ditambah HCl encer. Susu Adalah susu segar dari Bos taurus (famili Bovidae) Isi : protein kasein 3%.

seskuiterpen. asam format. Perawatan Tubuh Jenis-jenis sediaan untuk perawatan tubuh antara lain : a. titrasi dengan perak nitrat 0.844 mg NaCl. lawet (beras yang direndam 2 hari ditambah daun sirih dan ragi). Lulur dan Mangir Bahan yang umum digunakan adalah pulasari. kemuning.1 N menggunakan indikator kalium kromat P. Analisa : • Asam benzoat ♦ Esterifikasi dengan alkohol dan ditambah asam sulfat pekat : bau pisang ambon. mawar. Bedak dingin Bahan yang umum digunakan adalah pati beras dan bengkuang. masoji. Garam dapur (NaCl) • Nyala pijar : kuning keemasan • Bellstein : kuning hijau • Rasa : garam dapur (asin) • Reaksi kristal : Zinc uranil asetat • Kuantitatif Timbang seksama 250 mg. melati. temu kunci. garam. seskuiterpen alkohol. lengkuas. Bunga melati (jasmini flos) Adalah bunga dari tanaman Jasminum sambac (famili Oleaceae) Isi : minyak atsiri. klabet. jeruk wangi. kayu manis. tahi angin. Lengkuas (Languitis rhizoma) Adalah rimpang dari Langua galanga (famili zingiberaceae) Isi : minyak atsiri yang mengandung kamfer. kaolin. d. kunyit. 2. 88 . gadung. asam benzoat. 1. 1 ml perak nitrat setara dengan 5. temu lawak. sineol dan asam metil sinamat. • Asam asetat ♦ Esterifikasi menghasilkan bau kuteks ♦ Dengan FeCl3 : merah coklat yang hilang pada penambahan asam ♦ Digerus dengan KHSO4 : bau cuka 2. asam asetat. temu giring. cendana. beras. larutkan dalam 50 ml air. ♦ Ditambah HgO dan FeCl3 : endapan Fe-benzoat • Asam format Direduksi membentuk formaldehid yang dapat diidentifikasikan dengan Schiff (fuchsin yang telah dihilangkan warnanya dengan Na-bisulfit yang diasamkan) : terbentuk warna merah. 1.Sediaan Kosmetika Bahan yang umum digunakan adalah jeruk nipis. kenanga. kelembak. Tepung beras (Amylum oryzae) Adalah pati dari Oryzae sativa (famili Graminae) Isi : amilum 2. akar wangi. pinang.

7. diamkan.1 N ekuivalen dengan 0. 5.5 % tanin dan alkaloid kurkumin. Kocok lapisan benzen dengan 1 ml sampai 2 ml natrium hidroksida 2 N. Pipet 25 ml larutan kedalam labu 1000 ml. Ulangi penyarian beberapa kali hingga larutan bila di reaksikan dengan ferri ammonium sulfat tidak menunjukan adanya tanin. Dinginkan cairan dan tambahkan air secukupnya hingga 250 ml. Kayu cendana (Santali lignum) Adalah kayu galih dari dahan. tanin Tanin  Analisa kualitatif: Simplisia digerus dan dipanaskan dengan air. 004157 g tanin. kocok. Sebagian kecil filtrat ditetesi larutan Pereaksi FeCl3. saring. filtrat berwarna kuning. panaskan dengan 50 ml air mendidih diatas penangas air selama 30 menit sambil diaduk. Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri Kelembak (Rhei radix) Adalah akar dari Rheum officinale atau Rheum palmatum (fam. Pisahkan lapisan benzen. diamkan beberapa menit. Kapulaga (Cardamomi fructus) Adalah buah dari Amomum cardamomum (fam. Tambahkan 10 ml benzen P. menunjukan adanya antrakinon. batang dan akar Santalum album (famili Santalaceae) Isi : minyak atsiri. Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri tidak kurang dari 1.  Analisa kuantitatif: Timbang seksama kurang lebih 2 g serbuk. dinginkan. Polygonaceae) Isi: glikosida antrakuinon. kemudian disaring panas-panas. Temu giring ( Curcumae heyneanae rhizoma) Adalah rimpang dari Curcumae heyneanae ( fam. tidak berwarna. Sebagian kecil filtrat diuji ulang dengan penambahan larutan gelatin 1 %. Terbentuknya warna biru hitam menunjukan adanya tanin atau polifenol alam. Kunyit (Curcumae domesticae rhizoma) Adalah rimpang dari tanaman Curcuma domestica(fam Zingiberaceae) Isi: 5 % minyak atsiri dan kurkumin 6.Sediaan Kosmetika 3. saring sisa dengan air mendidih. lakukan uji blanko. Analisa: Campur 200 mg serbuk simplisia dengan 5 ml asam sulfat 2 N. 4. tambahkan kalium permanganat 0. enap tuangkan melalui segumpal kapas kedalam labu takar 250 ml. diamkan. lapisan berwarna merah intensif dan lapisan benzen. panaskan sebentar. saring larutan kedalam labu takar yang sama. 89 . adanya endapan putih menunjukan bahwa dalam simplisia terdapat tanin.

dan Ca-oksalat. Mawar (Rosae flos) Adalah bunga dari tanaman Rosa alba. isoguvasin. arekolin. alkaloid kumarin. Umbi gadung Adalah umbi dari tanaman Dioscoreae hispida (fam Dioscoreaceae) Isi: glikosida diesin. dioskorina 13. tanin. Analisa: Asam organik Terdiri dari campuran banyak asam yang strukturnya mirip sehingga pemisahan dilakukan dengan instrumentasi. sitronelol dan nerol 9. Akar wangi Adalah akar dari tanaman Andropogon zizanioides (fam Poaceae) Isi : minyak atsiri 10. Kayu angin Berasal dari tanaman Usnea misa-sinensis Isi: asam usnin. dan senyawa depsida seperti asam barbatolat. gula. Jeruk wangi (Citri fructus) Adalah buah dari tanaman Citrus aurantiifolium (fam. dan asam barbatin.Sediaan Kosmetika 8. asam organik. 15. R. guvakolin. Warna yang dapat ditarik oleh amil alkohol. damascena Isi: minyak atsiri berisi geraniol.galica. Analisa : • Kalsium oksalat Memberi identifikasi positif dengan ion kalsium dan anion oksalat • Anion oksalat + kalsium klorida membentuk kristal amplop warna putih + kalium permanganat kemudian dipanaskan : tak berwarna 11. Kulit kayu manis Adalah kulit kayu dari tanaman Cinnamomum burmani (fam Lauraceae) Isi: minyak atsiri 1-3 %. 14. Analisa: Asam-asam ini mempunyai struktur yang sangat mirip sehingga identifikasi biasanya dilakukan dengan analisis instrumen HPLC dan GC. Pinang Adalah biji Areca catechu (fam Arecaceae) Isi: glikosida arekaidin. Metode: • 90 . Kulit pulasari Adalah kulit batang dan kulit cabang dari tanaman Alyxia reinwarditii Isi: minyak atsiri. guvasin. Rutaceae) Isi: flavonoid Analisa: Pengenalan flavonoid didasarkan pada reaksi reduksi gugusan karbonil pada lingkar δ-lakton menjadi gugusan alkohol membentuk senyawa hidroksi yang berwarna-warna tergantung gugusan fungsional yang terdapat dalam lingkar A dan B. R. 12. asam usnetin.

Kenanga (Canangium flos) Adalah bunga dari tanaman Canangium odoratum Isi :52-55 % alkohol dengan ester-ester (metil benzoat.dinginkan. albumin. Letakkan tabung terbalik diatas kertas saring sehingga semua cairan terhisap. Temu kunci Adalah rimpang dari tanaman Boesenbergia pandurata (fam Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri 0. tambahkan berturut-turut 0. terpenterpen. terpineol).06 %-0.2 ml Na-molibdat. tanin. 19. Dinginkan. minyak lemak. 32 %. alkaloid. dan pati (amilum) Daun kemuning Adalah daun dari tanaman Murraya paniculata Isi: minyak atsiri. 0. ambil 0. tampung sulingan dalam campuran 5 ml asam borat jenuh. titrasi dengan asam klorida 0.Sediaan Kosmetika 16. tambahkan 6 ml NaOH jenuh. buang dekantat. pada residu tambahkan 3 tetes larutan tembaga sulfat dan 1 ml asam sulfat bebas nitrogen. campur. Tambahkan 1g Na-sulfat anhidrat dan 10 mg selenium. Analisa albumin: o Mengendapkan larutan tanin 1% o Penetapan kadar: Encerkan dengan air secukupnya sampai kadar 5 % b/v. kemudian disaring. Biji klabet (Foenigraeci semen) Adalah biji dari Trigonella foenigraecum (fam Papilionaceae) Isi: minyak atsiri.014 N. aldehid dan aseton.2 ml campuran 1 bagian volume asam sulfat bebas nitrogen dan 30 bagian volume air. didihkan 10 nenit. kocok. linalool. adanya flavonoid akan menyebabkan filtrat berwarna yang dapat ditarik oleh amil alkohol. Simplisia dipanaskan dengan campuran logam magnesium dan asam klorida 5 N. zat besi (ferrum). Kulit masoji (Massoiae cortex) 91 . pindahkan ke dalam alat sulinh amoniak. tambahkan 5 ml air.02 ml. masukan dalam tabung pusing berdasar bundar. Analisa: + pereaksi King terbentuk warna merah anggur yang tidak tertarik oleh eter/amil alkohol 17. • Alkohol • Fenol + pereaksi King terbentuk warna merah anggur yang tertarik oleh eter/amil alkohol • Aldehid Mereduksi Ag-amoniakal Mereduksi fehling 20. 18. suling selama 7 menit. Didihkan lagi 1 jam. Pusingkan selama 5 menit. terdapat pula fenol-fenol. 5 ml air dan 1 tetes merah metil dalam etanol 95 %. 33-38% sesquiterpen. glikosida.

Larutkan sisa dalam 10 ml asam klorida P. 3. Asteraceae) Isi: alkaloid. larutan menunjukan reaksi aluminium yang tertera pada reaksi identifikasi. cuci penyaring dengan 5 ml air. tawas. Penyubur rambut Bahan yang umum digunakan adalah lidah buaya. minyak lemak. daun urangaring. bunga melati. 21. Pencuci rambut Bahan yang umum digunakan adalah kembang sepatu. protein. tambahkan 3 ml asam klorida P. gliserin. zat pahit. Daun beluntas (Plucheae folium) Adalah daun dari Pluchea indica (fam. terbentuk endapan yang menyerupai gelatin. 1. campuran dapat mengalir. kumpulkan filtrat dan cairan cucian. Kaolin Analisa: • Kualitatif: Gerus dengan 2 ml air. • Kuantitatif: Lebur dengan 2g natrium karbonat P. Kembang sepatu Adalah bunga dari tanaman Hibiscus rosasinensis (fam. Mandi kembang Bahan yang umum digunakan bunga kenanga.5% atau lebih) bagian terpenting citrae. vitamin B1. minyak atsiri. 1. Malvaceae) Isi : alkaloid hibisetin. Pencegah bau badan Bahan yang umum digunakan daun beluntas. saprol. Perawatan rambut dan kulit kepala Sediaan kosmetika tradisional untuk perawatan rambut dan kulit kepala adalah sebagai berikut : a. Kulit krangean Isi: minyak atsiri (dalam buah 5. kemiri.Sediaan Kosmetika Isi: minyak atsiri yang mengandung sinamil aldehid. Pada kumpulan filtrat dan cairan cucian. asam sinamat. eugeunol. kulit krangean. b. saring. bunga mawar. zat penyamak(tanin). terpen. dan jeruk nipis. hangatkan sisa dengan 10 ml air. Biji kemiri (Aleuritis endosperm) Adalah biji Aleuritas molucana (fam. rimpang kunyit. Analisa: gliserin 92 . rimpang temu giring. kapur sirih. Daun urang-aring Adalah daun dari tanaman Eclipta prostata (fam Asteraceaea) Isi: alkaloid 2. citroneale c. lendir. Euphorbiceae) Isi: sterol/terpen. b.

Setelah dingin filtrat dalam tabung reaksi dikocok kuat-kuat selama lebih kurang 30 detik.Sediaan Kosmetika Reaksi gula: + asam nitrat. saponin dapat dibagi menjadi saponin triterpenoid dan saponin steroid. Piperaceae) yang belum masak Isi: minyak atsiri yang mengandung felandren. jeruk nipis. alkaloida piperina dan kavisina. Struktur umumnya merupakan glikosida. Asam jawa Adalah daging buah Tamarindus indica (fam. 1. kariopilen. Dinginkan. limonen. Struktur glikon saponin umumnya merupakan struktur triterpenoid dan struktur steroid. Leguminosae) Isi: sterol/terpen. e. Reaksi Cuprifil : + Reaksi Carletti : + 2. d. c. Lidah buaya Adalah ‘dried juice’ dari daun Aloe vera ( fam. 93 . asam tartrat Analisa: • Saponin Saponin adalah senyawa metabolit sekunder dalam tumbuhan yang bersifat dapat membentuk busa. + luff menghasilkan endapan CuO. Daun sirih (Piperis folium) 1. • Asam tartrat Kualitatif: dengan larutan perak tatrat membentuk endapan putih perak tatrat. yang larut dalam larutan tatrat berlebih dalam amonia encer dan dalam asam nitrat encer. Liliaceae) Isi: glikosida antrakinon. encerkan. 2. serta dapat menghemolisis sel darah merah. Terbentuk busa minimal setinggi 1 cm dan persisten selama beberapa menit serta tidak hilang dengan penambahan asam klorida encer 1 tetes menunjukkan bahwa dalam simplisia terdapat saponin. Reaksi pengenalan saponin didasarkan pada sifatnya yang mampu memberi busa pada pengocokan yang persisten pada sedikit penambahan asam atau pendiaman. simplisia dicampur dengan air dan dipanaskan beberapa saat. yang bila dihidrolisis akan menghasilkan glikon dan aglikon. dimasak. asam sitrat. dan dinetralkan dengan natrium karbonat. Penghilang rambut Bahan yang umum digunakan adalah daun sirih dengan merica atau daun sirih. Pelembut Bahan yang umum digunakan adalah asam jawa. kemudian disaring. Sediaan untuk melawan ketombe Bahan yang umum digunakan adalah minyak kelapa asli. sehingga ditinjau dari strukturnya. menghasilkan aldehid + dioksiaseton. saponin. dalam tabung reaksi. dipenten. enthoksilin. Lada hitam (Piperis nigri fructus) Adalah buah Piper nigrum (fam. Metode: diatas air.

1. dan ginseng. daun sirih segar. Araliaceae) Isi: triterpenoid saponin. stearin. c. bunga kenanga. karpain. telur ayam. protein. Euphorbiceae) Isi: gliserida asam lemak (palmitin. Perawatan mata dan sekitarnya Sediaan kosmetika tradisional untuk mata dan sekitarnya Pencuci mata Bahan yang digunakan antara lain: air rendaman dari daun kelor. Kompres mata Bahan yang digunakan adalah garam fisiologis dilarutkan dalam air. Daun pandan (Pandanis folium) Adalah daun dari Pandanus amarylifolius (fam. Kulit buah jeruk purut (Citri hystricis pericarpium) Adalah bagian luar dari kulit buah citrus hytrix yang masak atau hampir masak (fam rutaceae) Isi: saponin. miristin). Penghitam alis Bahan yang digunakan adalah kemiri disangrai lalu ditumbuk. minyak kelapa. Sediaan penghitam rambut Bahan yang umum digunakan adalah minyak kemiri. Daun kelor Adalah daun dari tanaman Moringa pterygosperma (fam. kulit jeruk purut. g. sterol/terpen. Isi: minyak menguap. vitamin B1. glikosida. Caricaceae) Isi: alkaloid glukotropaelin. Moringaceae) Isi: alkaloid a. Ginseng (Panax radix) Adalah akar dari tanaman Panax quinguefolium dan Panax ginseng (fam. 2. minyak atsiri yang mengandung sitral 2 – 2. kavibetol.5 %. f. 2. Biji pepaya (Caricae semen) Adalah biji dari buah Carica papaya (fam. jeruk nipis. 94 .Sediaan Kosmetika Adalah daun dari Piper bettle (fam Piperaceae) Isi: minyak atsiri mengandung hidroksi kavikol. Sediaan untuk menguatkan akar rambut (tonik rambut) Bahan yang digunakan adalah daun pandan. 1. Minyak kemiri (Aleuritis endosperm) Adalah minyak Aleuritas molucana (fam. minyak lemak.tanin 1 %. 1. eugenol. kulit krangean. b. Pandanaceae). air perasan biji pepaya yang telah disangrai. steroid/triterpenoid. 4. estragol.

pertahankan volume dengan sesekali menambahkan air. didihkan selama 30 menit. Pemerah bibir Bahan yang digunakan antara lain daun sirih. cairan tetap jernih atau menunjukkan tidak lebih dari sedikit kekeruhan atau endapan. daun saga. Pelembut bibir Bahan yang digunakan air jeruk nipis. Zingiberaceae). Perawatan kuku dan kulit dan sekitarnya Sediaan kosmetika tradisional untuk perawatan kuku dan kulit antara lain: 95 .4 ml larutan jingga xilanol P. Isi: minyak atsiri.Sediaan Kosmetika Maskara Bahan yang digunakan : R/ minyak kelapa Malam Analisa malam : • bilangan asam 17-24 • bilangan ester 72-79 • timbang 1 g. masukkan dalam gelas piala 100 ml +35 ml NaOH 3.005 M dan 100 ml air. c. a. Pada 200 ml tambahkan 30 ml dinatrium edetat 0. saring campuran dingin dan asamkan filtrat jernih dengan HCl P. 5. dinginkan. pinang. Penghilang bau mulut Bahan yang digunakan daun sirih dan jeruk nipis. • Kuantitatif: Timbang seksama 1. biarkan campuran mendidih selama lebih kurang 2 jam. Titrasi dengan timbal nitrat 0. kapur sirih. Kapulaga (Cardommomi fructus) Adalah buah dari Amomum cardamomum (fam. malam akan memisah. Isi: alkaloid glisirisin tidak kurang dari 15 %. Pemutih gigi Bahan yang digunakan biji asam disangrai dan dihaluskan. Daun saga Adalah daun dari tanaman Abrus precatorius. dan cengkeh.5 N. Perawatan mulut dan gigi Kosmetika tradisional yang digunakan untuk perawatan mulut dan gigi : d. tambahkan 5 g heksamina P. larutkan dalam air secukupnya hingga 100 ml. Cengkeh (Caryophylli flos) Adalah kuncup bunga dari tanaman Syzigium aromaticum (fam. 6. menggunakan cairan jernih. panaskan diatas tangas air selama 10 menit. kapulaga. keruh atau tembus cahaya tapi tidak buram.7 g.05 M menggunakan indikator 0. gambir. Isi: 14-20 % minyak atsiri. d. Myrtaceae). b.

asam linoleat. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. Pada filtrat tambahkan lebih kurang 2 g ammonium klorida P dan 5 ml ammonia encer P. asam risinoleat. uapkan diatas tangas air hingga kering. jika terjadi endapan. asam dihidrostearat. tambahkan 20 ml air. dinginkan. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. tepung beras dan talk. asam linoleat. SO4 Sulfat + larutan BaCl2 ⇒ endapan putih yang larut dalam HCl + larutan Hg(NO)3 ⇒ endapan kuning + larutan Pb-asetat ⇒ endapan putih • Aluminium + larutan amonium ⇒ endapan kuning + NaOH ⇒ endapan putih + larutan ammonium fosfat ⇒ endapan putih + natrium fosfat ⇒ endapan putih + natrium karbonat ⇒ endapan putih c. tambahkan larutan natrium fosfat P. kapur sirih. dinginkan. Tepung kanji Adalah pati dari tanaman Manihot utilissima (fam. sisa adalah silika.Sediaan Kosmetika a. saring. 96 . • Tawas Menunjukan reaksi K.. • Campur 500 mg dengan lebih kurang 200 mg natrium karbonat anhidrat P dan 2 g kalium karbonat anhidrat dengan sempurna. hingga terjadi endapan hablur putih ammonium magnesium fosfat. Al. asam palmitat. asam palmitat) Minyak zaitun (Oleum olivae) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin pericarpium buah dari Olea europea. didihkan. tambahkan asam klorida P hingga pembuihan berhenti. tambahkan lagi 10 ml asam klorida P. Euphorbiaceae) Isi: amilum Analisa: • Talk • Dalam tabung reaksi berisi air. Pemerah kuku Bahan yang digunakan. Pembersih dan pelunak Bahan yang digunakan minyak zaitun dan minyak jarak Minyak jarak (Oleum ricini) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin biji Ricinus communis. mendaki dinding tabung. Penghalus kuku Bahan yang digunakan campuran tepung kanji. jeruk nipis. • Mikroskopik : mengembang di permukaan air. dll) b. dan tawas. Pindahkan kedalam cawan dengan pertolongan lebih kurang 50 ml air panas.

HPLC Adalah analisa zat dengan instrumen yang merupakan kromatografi kolom dengan menggunakan : Kolom dengan i.d kecil. yang terdapat pada zat padat dengan ukuran tertentu (penyangga padat). KROMATOGRAFI GAS (GC) Pada GC komponen yang akan dipisahkan dibawa oleh gas lembam (gas pembawa) melalui kolom. dalam satu kali pengukuran diperoleh analisis kualitatif dan kuantitatif.6 mm. A. 6) Menyaring cuplikan. Keuntungan: kolom terus menerus dipulihkan oleh fase gas lembam. pengolahan data Sampel: Cairan Padatan yang dilarutkan Labil terhadap pemanasan Cara kerja: 1) Sistem diperiksa dan dicek untuk meyakinkan apakah sistem pengalir pelarut dapat disambungkan dengan baik dan apakah kolom yang tepat telah dipasang. 2) Hidupkan pompa dengan pengatur aliran dipasang pada laju aliran yang tepat. Pelarut ini akan menahan komponen secara selektif berdasarkan koefisien distribusinya sehingga terbentuk sejumlah pita yang berlainan pada gas pembawa. Ukuran partikel fase diam (pendukung) kecil 3 – 10 µm. Tekanan tinggi. umumnya 4. dengan kadar yang kadang-kadang sangat kecil. mencapai 400 bar. • • • • • • • Keuntungan: Efisiensi pemisahan tinggi Selektifitas tinggi Otomatisasi Kemudahan injeksi.Sediaan Kosmetika Kosmetika tradisional berisi bahan-bahan alam yang mengandung banyak sekali senyawa-senyawa dengan struktur yang mirip dan sifat kimia yang hampir sama. B. deteksi. pita komponen ini meninggalkan kolom bersama aliran gas pembawa dan dicatat sebagai fungsi waktu oleh detektor. Daftar Pustaka 97 . 4) Memeriksa aliran fase gerak. waktu analisa pendek. 3) HPLC dilakukan pada suhu kamar. komponen cuplikan terpisah sempurna sehingga penetapan kadar mudah. 5) Menghidupkan tenaga listrik ke detektor. campuran cuplikan terbagi diantara gas pembawa dan pelarut tak atsiri (fase diam).. 7) Merekam puncak pada integrator data. laju diinjeksikan ke kolom. sehingga pada umumnya untuk analisa kualitatif dan kuantitatif digunakan instrumen antara lain : HPLC dan GC.

Ariyanti. Traditional Medical Philosophy. Mengatasi Rambut Rontok dengan Bahan-bahan Alami. Jakarta. 2000. BRA Mooryati Soedidibyo.Sediaan Kosmetika Hadiningrat. 1998. Mustika Ratu. R. Sehat dan Ayu dengan Ramuan Tradisional Jawa. Maria Sutarto. 1984. Balai Pustaka. BAB IV SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT DAN MAKE UP (bukan untuk mata) 98 . Surabaya. 1990. Hadijoewono. PR 16 Juni 1996. BRA Mooryati Soedidibyo. Alam Sumber Kesehatan : Manfaat dan Kegunaannya. Gramedia. Jakarta. Hadiningrat.

K.Sediaan Kosmetika Beserta Analisis Kimianya SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT Pendahuluan Kulit merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia. Pengaruh AC Yang dapat menyebabkan kekeringan atau dehidrasi kulit yang bila dibiarkan akan mengakibatkan kulit kering mengelupas dan berkurangnya kelembaban.2 mm dan disangga oleh lapisan di dalamnya. berbagai pengaruh luar dan faktor usia dapat mempengaruhi penampilan kulit. D.sehat dan segar berseri. Epidermis terdiri dari beberapa jenis sel. Pengaruh usia atau hormonal Seiring dengan bertambahnya usia. Lapisan kulit yang paling luar atau disebut epidermis hanya mempunyai ketebalan 0. Jaringan penyangga pada lapisan dermis akan menghasilkan melanin yang sehat dan berwarna cerah yang akan menjadikan kut wajah cerah. sangatlah penting untuk menjaga kesehatan kulit dari efek-efek lingkungan yang merusak. B. Umur Tabel: Perubahan Kulit Seiring Dengan Waktu Fisiologi Penampilan 99 . bahkan dapat memicu timbulnya kanker kulit. antara lain : 1. yang berfungsi melindungi organ tubuh dalam dari efek-efek lingkungan yang merusak kulit. C. mineral dari extract tumbuhan . sel-sel kulit yang sehat membentuk jaringan-jaringan penyangga yang sehat (kolagen) yang diperlukan untuk menjaga elastisitas dan kehalusan kulit. polusi dan zat-zat renik yang tidak terlihat. Cara menghindarinya adalah dengan memberi nutrisi pada kulit seperti vitamin A. yaitu dermis dengan ketebalan 2 mm. yang mempunyai tugas/kemampuan yang besar untuk mengangkat sel-sel yang rusak pada lapisan ini. kadar elastisitas kulit pun cenderung menurun. 3. Karena itu. E. Radiasi dari sinar UVA yang mengandung radikal bebas dan zat-zat oksidan menghasilkan pengaruh buruk pada jaringan epidermis sehingga menyebabkan terjadinya penuaan dini. 2. Lapisan epidermis kerap terkena langsung sinar matahari. collagen dll. Dlm keadaan normal dan ideal. Pengaruh sinar matahari Yang dapat menyebabkan kulit menjadi rusak. Namun ketika lingkungan kita berubah. pigmentasi. hiper pigmentasi. sedangkan radiasi UVB berpengaruh buruk pada lapisan epidermis kulit yang menyebabkan kulit seperti terbakar. Pada dasarnya kulit kita terdiri dari 3 lapisan. penuaan dini bahkan kanker kulit.

pori-pori kecil. apabila diraba terasa lembut.Sediaan Kosmetika < 15 Kulit bisa dibilang dalam keadaan hampir sempurna. pigmentasi. Ikatan antar lapisan kulit semakin menurun. Warna kulit tidak merata. Tanda awal kulit di sekitar sudut mata mulai kendur. Elastisitas sedikit berkurang. Kulit semakin kendur. Kerusakan kolagen dan elastin berlanjut. Penurunan proses perbaikan dermis dan kekebalan tubuh yang cukup tajam. Epidermis dan lapisan tanduk menipis. kulit terbagi atas tiga jenis dengan ciri yang berbeda: 1. Garis wajah mulai muncul. kerutan mulai terlihat. Kulit cenderung menjadi kering. 15-25 25-45 45-55 55- Memilih Kosmetik Sesuai Jenis Kulit Seseorang sebaiknya terlebih dahulu mengenali jenis kulitnya sebelum memutuskan memakai kosmetik tertentu. Aktivitas kelenjar sebaceous tinggi. Jerawat dewasa. Kulit mulai mengalami dehidrasi yang cukup berpengaruh. Aktivitas kelenjar sebaceoas rendah. Lingkaran hitam di sekitar mata. Kadar air dalam kulit bagus. Tekstur halus. Kulit di sudut mata dan leher semakin kendur. Penurunan proses perbaikan dermis menyebabkan kurangnya kolagen dan meningkatnya kerusakan jaringan. Kemampuan kulit memperbaiki sel-sel yang rusak masih bagus. tetapi tidak menetap. pori-pori kulit membesar. kolagen dan elastin berkurang. Pori-pori dan noda hitam membesar dan semakin jelas. tekstur kulit menjadi kasar. masuknya bahan beracun dan mikroorganisme serta kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet dan kekuatan mekanis (benturan). pori-pori terlihat meskipun tidak lebar-lebar. Kerutan halus (fine lines) mulai muncul. Jerawat akan bermunculan. Degenerasi dermis berlanjut. Semakin banyak kerut. Produksi melanin meningkat. Seringkali seseorang memilih kosmetika tanpa mempertimbangkan efek sampingnya terhadap kulit. Kerut dan garis halus semakin banyak. Penyerapan air mulai berkurang. Produksi sebum sangat berkurang. Dilihat dari tipenya. Pemilihan itu sangat berhubungan dengan fungsi kulit untuk manusia. Kulit normal Kulit tipe ini biasanya tidak memiliki kelainan. Namun demikian seiring dengan 100 . Kulit berfungsi antara lain melindungi tubuh terhadap kehilangan cairan. Sistem kekebalan tubuh dan ikatan kolagen. Sedikit penurunan pada proses perbaikan dermis. Warna pucat kekuning-kuningan mulai muncul.

maka pembersihan kulit dilakukan dengan memakai sabun yang tidak mengandung soda. kulit akan mengalami perubahan. angin yang mengeringkan . Kulit berminyak jelas secara klinis Biasanya diikuti dengan penyakit. Kulit menjadi kering akibat pengaruh lingkungan. selalu melakukan perlindungan untuk kulit berupa pemakaian produk tabir surya. Untuk kulit kering. b. 3. seperti terpapar sinar ultraviolet. seperti yang terlihat pada kulit orang tua atau seseorang dengan kekeringan kulit ringan. Ciri-cirinya. seperti akne dan dermatitis seborik yang ditandai adanya bercak menimbul warna merah. sisik yang berminyak. Kemudian sisa minyak dibersihkan dengan toner atau astringens. 2. dimana terdapat kelainan genetik dalam proses pembentukan kulit. kerutan di daerah batas rambut. terbagi atas : Kulit kering yang ada hubungannya dengan penyakit (patologis). Yang diperlukan adalah mempertahankan keseimbangan kulit agar selalu berfungsi secara nornal. yang dipengaruhi faktor luar. a. Kulit berminyak Timbul saat pubertas dan hanya terjadi pada bagian atas yang mengandung kelenjar sebasea dalam jumlah besar. baik saat di rumah atau di luar rumah. dagu dan daerah dada. Dibutuhkan krim pelembab. atau susu pembersih. hawa panas. bersisik halus. pelembab dalam bentuk campuran air dan minyak dan jangan dilupakan. alis mata. Kulit berminyak ringan Biasanya dialami remaja dan dewasa muda. Seseorang dengan kulit berminyak membersihkan kulitnya beberapa kali dengan sabun. Pakailah pembersih tanpa sabun syndet. kulit menebal. tidak lentur. Kulit kering yang tidak ada hubungannya dengan penyakit (tidak patologis). Pada kasus yang menyolok. mengkilat. pemakaian bahan detergen atau pengobatan tertentu. Kulit kering Terlihat kering.Sediaan Kosmetika berjalannya waktu. Kulit tipe ini tidak memerlukan krim pelembab. b. keriput. ♦ Kulit kering alamiah. lipatan hidung. hawa dingin. Jika diperlukan dapat juga menggunakan pengelupas kulit atau masker. Oleh karena tipe ini sering termasuk sensitif. air hangat atau dengan susu pembersih. Untuk kulit normal tidak diperlukan perawatan khusus. pori-pori hampir tidak kelihatan. Namun demikian pemakaian tabir surya dibutuhkan jika melakukan aktivitas di luar ruangan. Jenis kulit berminyak ini ada dua : a. terutama pada dahi dan hidung. seperti terlihat pada penyakit kulit bersisik (ichtyosis). pori-pori terlihat lebar (kerosis). 101 . sebelum dilakukan perawatan perlu ditentukan dulu apakah termasuk tipe patologis atau tidak patologis. kasar dan kadang pecah-pecah. atau pembersih dengan bahan dasar minyak. Jenis kulit ini terbagi dua : ♦ Kulit kering karena faktor lain Terkadang kulit itu sebelumnya normal atau berminyak.

krim pembersih (cleansing cream). Sediaan krim dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor korelasi. tetapi perlu dirawat secara teratur sesuai dengan tipe kulitnya masing-masing. Fungsi Krim yang termasuk dalam kelompok yang dipengaruhi fungsi. faktor tersebut dapat ditanggulangi dengan berbagai faktor dalam metode pembuatannya. contohnya krim tangan dan tubuh (hand and body lation). krim dingin (cold cream) dan krim serbaguna (all-purpose cream). Losio pengencang 2. Tonik Kulit 2.1.3 Krim Penghapus (vanishing cream) 2. meliputi : 1. kerapatan. hal ini dipengaruhi oleh dimana krim tersebut digunakan. baik panas matahari maupun dingin. pemberi nutrisi kulit dan sebagainya.1. pH krim Bila krim tersebut termasuk tipe minyak dalam air maka pH krim tersebut harus meliputi pH seluruh sediaa. Tipe emulsi Setiap krim dapat dibuat dengan tipe miyak dalam air atau air dalam minyak.1. mulai dari bentuk cair sampai nyaris padat.2. tetapi dideskripsikan dari lembutnya. Jika tipe air dalam minyak maka harus terdispersi dalam 50% etanol. dan sebagainya yang dihubungkan dengan fungsinya seperti pembersih. Definisi Sediaan perawatan dan pembersih kulit merupakan sediaan yang digunakan untuk maksud perawatan kulit agar kulit menjadi bersih dan sehat. Umumnya sediaan kosmetik perawatan kulit berupa krim yaitu suatu produk emulsi yang secara fisik dapat memiliki banyak bentuk. terlindung dari kekeringan dan sengatan cuaca. Pembersih 1. Setiap krim dipengaruhi oleh berbagai faktor : 1.1. Krim Pembersih (cleansing cream) I.Sediaan Kosmetika Tipe kulit seseorang tidak dapat diubah. Penampilan fisik Krim tidak hanya diklasifikasikan dari bentuk cair atau padatnya saja. Astringent Cream 102 . Perawatan kulit wajah (face care). 4.2 Susu Pembersih (cleansing milk) I.3. biasanya parameter yang digunakan berupa kekentalan. 3. dan nampak segar dengan tekstur kulit yang lembut dan menarik. Penggolongan Sediaan kosmetika perawatan kulit digolongkan sebagai berikut : 1. 2. Penyegar 2. dibuat berdasarkan pemakaiannya. Perawatan tersebut antara lain dengan menggunakan kosmetik. kekakuannya. vanishing cream. tebal tipisnya krim tersebut. krim malam dan krim urut (night cream and massage cream).

menimbulkan rasa nyaman pada kulit baik yang berfarfum lembut maupun tanpa farfum.Sediaan Kosmetika 2. proses pembersihan wajah sebaiknya dilakukan dengan menggunakan produk kosmetik pembersih yang sesuai dengan umur dan jenis kulit seseorang. Pembersihan wajah juga berfungsi sebagai persiapan kulit wajah untuk mendapatkan tindakan perawatan lebih lanjut. Krim urut. meliputi : Krim tangan dan krim tubuh (Hand and Body Cream) PERAWATAN KULIT WAJAH (FACE CARE) Saat ini tubuh bugar sangat populer. 1. Tetapi banyak orang yang tidak memperhatikan kebugaran wajahnya. Perawatan Kulit Tubuh (Body Care). 103 . debu. Berikut adalah tata cara pembersihan kulit wajah yang benar : 1.4 Krim nutritif. Setiap otot wajah masing-masing mempunya fungsi sendiri sehinga setiap gerakan yang dilakukan pada wajah harus sesuai dengan fungsi otot yang mendasarinya. Dengan demikian tindakan perawatan yang dilakukan (terutama tindakan masase pada daerah tersebut) harus sesuai dengan arah ototnya sehingga tidak menyebabkan kerutan atau otot menjadi kendor. memiliki bentuk yang tepat sehingga dapat digunakan dengan mudah. krim Pelembut 2. Umumnya mereka hanya melakukan tindakan yang sesuai dengan apa yang mereka baca dari buku panduan. kotoran dan sisa-sisa make up yang menempel pada kulit wajah tersebut. Kulit wajah sangat sensitif sehingga pembersihan yang dilakukan harus tepat dan benar serta sesuai dengan tata cara yang berlaku. Membangun dan menjaga tubuh untuk tetap selalu kuat dan bugar merupakan perhatian setiap orang. tanpa memahami benar efek dari setiap gerakan yang dilakukannya. dan harganya ekonomis.1 Pembersih Pembersihan kulit wajah merupakan tindakan paling penting untuk menjaga kebugaran wajah dengan tujuan menghilangkan sel-sel kulit yang mati. Pembersihan kulit wajah dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pembersihan manual menggunakan Cleansing cream atau cleansing milk (simple cleansing) dan pembersihan pori-pori kulit lebih dalam (deep pore cleansing) dengn menggunakan suatu peralatan listrik berupa sikat listrik atau galvanic desincrustation. Bahan yang dipilih untuk digunakan sebagai pembersih adalah bahan yang mampu membersihkan kotoran atau make up sesuai jenis kulit. Para ahli kecantikan kebanyakan juga kurang tanggap terhadap prosedur atau penatalaksanaan perawatan wajah. Misalnya. otot frontalis pada dahi mempunyai serabut otot yang menuju ke arah atas dan berfungsi untuk mengerutkan kening dan menaikan bulu mata. Untuk mendapat hasil yang baik.6 Masker II.5 Krim Antikerut 2. Manfaat perawatan wajah akan diperoleh bila sasaran tindakan sesuai dengan struktur anatomis dari otot-otot wajah.

Pada tindakan manual. dan meningkatkan temperatur permukaan kulit Lakukan gerakan effeleurage secara berkesinambungan dengan tekanan yang seragam dan berirama. Sediaan ini mudah digunakan. minyak almon atau parafin cair 53-55%. seorang ahli pengobatan Romawi pada abad pertengahan.mata dan tenggorokan) hindari penekanan berat. 2.1 Krim Pembersih (cleansing cream) Sejarah Dahulu krim dingin digunakan sebagai cleansing cream dengan penambahan berbagai zat. Beeswax 18-20%. minyak almon atau parafin cair 60-61%. Secara fisik krim dingin memiliki massa yang lebih berat. gerakan yang cepat. 1. minyak almon 56%. boraks 0-5%. Telapak tangan harus melakukan kontak sebanyak mungkin dengan kulit wajah Pada daerah sensitif (di atas pipi. boraks 1% 2. Formulasi yang diberikan oleh Galen telah mengalami perkembangan menjadi formula yang lebih kompleks yang dikenal dengan krim pembersih dan krim pendingin yang mana dalam penggunaanya dapat dikombinasikan.make up dan pada daerah dengan distribusi kelenjar lemak kulit yang banyak.1. Krim pendingin termasuk dalam tipe krim air dalam minyak. merangsang aliran darah balik pada permukaan kulit. Pada akhir abad ke-19 formulanya digunakan boraks yang direaksikan dengan asam lemak bebas yang terkandung dalam beeswax untuk membentuk sabun natrium sehingga terbentuk sediaan yang stabil. 7. Beeswax 13%. lakukan gerakan yang benar dan hindari rangsangan yang terlalu berlebihan pada kulit Pada bagian tengah dahi. memberikan rasa dingin yang menyenangkan selama penggunaan serta melembutkan kulit dengan baik. 6. Penemuan krim ini dilakukan oleh Galen. pada waktu mengeringkan malam/lilin harus dengan hati-hati yaitu dengan dicairkan dalam mortir dengan tiga atau empat bagian minyak zaitun kemudian didinginkan lalu ditambahkan air sebanyak yang diperlukan ke dalam massa tersebut. hidung. 3. dan lakukan pengulangan penekanan secara bergantian Banyaknya jari tangan yang digunakan pada gerakan tergantung luas daerah yang dibersihkan. Berbagai variasi penggunaan boraks dalam formula krim : 1. 5. 4. menyebabkan perubahan warna kulit. dan tidak stabildibandingkan dengan cleansing cream. Beeswax 12%. Menurut Galen. 104 . boraks 0-5% 3. spermaceti 12%.Sediaan Kosmetika 1. dan dagu lakukan gerakan beberapa kali karena di daerah terdebut banyak terdapat kelenjar minyak dan sering mengalami sumbatan Pembersihan wajah yang baik adalah yang dapat menghilangkan semua kotoran yang menempel pada permukaan kulit. tujukan perhatian pada daerah ber. pemakaian yang lebih rumit.

juga bermuatan negetif. pelumas dan pelindung. partikel-partikel ini dapat dibuang. seperti pelembut. Syarat-syarat Krim pembersih : 1. Cleansing cream yang modern dapat menjaga keseimbangan kulit dengan meninggalkan lapisan emollient (pelembut) pada kulit yang menjaga kulit dari kekeringan. cake make up. Penggunaan cleansing cream memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan menggunakan sabun pembersih karena bahan kimia natural lebih cepat terangkat dengan menggunakan cleansing cream. kotoran dan minyak dari kulit leher. Formula cleansing cream dan lotion yang baik dapat dengan cepat mengangkat kosmetik yang digunakan seperti bedak muka. campuran larutan gasoline dan terpentin. Terdapat beberapa zat yang dapat digunakan sebagai pembersih muka. Permukaan kulit yang normal bermuatan elektrostatik negatif. Krim padat berair dengan kandungan minyak sedang 3. Air adalah zat yang baik digunakan sebagai cleaning agent dan dapat mengangkat kotoran-kotoran yang larut dalam air. Krim cair berair dengan kandungan minyak rendah 4. Aksi fisik pada kulit 5. pemerah pipi. Selain itu cleansing cream merupakan faktor iritasi yang sangat kecil.Sediaan Kosmetika Fungsi Fungsi utama dari cleansing cream dan lation adalah untuk mengangkat sisa-sisa make up. yaitu : 1. Krim padat berminyak dengan kandungan minyak tinggi 2. perlu digunakan larutan atau proses emulsifikasi. Mempunyai kemampuan untuk melembutkan 2. Oleh karena itu dalam air . Kerja krim pembersih pada umunya membentuk ikatan antara larutan minyak mineral dengan kotoran-kotoran pada permukaan kulit. dasar bedak. dan berbagai macam partikel termasuk bakteri. 4. Lapisan krim yang tertinggal harus melembutkan dan mencegah kekeringan Syarat-syarat krim pendingin : 1. seperti air. Memberi rasa dingin selama penggunaan 3. Kotoran harus dapat ditarik oleh air dan minyak yang ada dalam formula. Untuk membersihkan partikel-partikel yang berminyak. Krim dapat disebarkan pada permukaan kulit dengan mudah. sabun dan deterjen sintetik. Meleleh atau menjadi lembut pada pemakaian di wajah 3. dan lipstik. Sabun dan deterjen sintetik dengan penambahan air akan membentuk emulsi yang dapat mengangkat kotoran. 2. minyak mineral. Beberapa zat tambahan dapat diberikan pada krim pembersih agar menjadi formula yang lebih baik. Krim cair berminyak dengan kandungan minyak sedang 105 . Krim cair berair dengan kandungan minyak sedang 5. Sisa minyak yang tertinggal di permukaan kulit tidak menutupi pori-pori Terdapat lima jenis tipe krim berdasarkan komposisinya.

3% Ceresin …………….4% Larutan sorbitol 70% ………………………. parfum... Sistem emulsi dalam jenis ini berdasarkan beewax-boraks.2% Air.35% Minyak mineral ……………………………15% Parafin wax ……………………………….. Contoh formula: Petroleum ………………………………….5% MgSO4 ……………………………………. dll …………………………….8% Parfum …………………………………….0.qs Pengawet …………………………………..5% Minyak mineral ……………………………45% Wax parafin ………………………………. Pada waktu larutan borks dicampur dengan akan terbentuk garam Na asam wax diantara permukaan minyak dan air sehingga tegangan antar muka menjadi turun dan terbentuk emulsi. Formulasi yang menggambarkan penggunaan zat pengemulsi non-ionik yang tidak menggunakan beeswax tetapi dengan menambahkan magnesium sulfat. 7% Boraks ……………………………………....5% Arlacel 83 ………………………………….2... Beewax adalah campuran kompleks dari ester lemak. Pada sistem beewax-boraks digunakan digunakan jumlah boraks yang lebih sedikit untuk menetralkan asam lemak bebas dan beewax sehingga menghasilkan krim yang stabil. Krim padat berair dengan kandungan minyak sedang Dari krim padat berair dengan kandungan minyak tinggi hanya diperlukan satu langkah lagi untuk mendapatkan krim krim yang lebih ringan dengan kandungan minyak sedang pada formula ini beeswax digantikan dengan pengemulsi anionik atau non ionik.2% Air …………………………………………32. alkohol dan hidrokarbon. asam..qs Krim beeswax memiliki aroma yang spesifik dan biasanya digunakan dengan parfum mawar.add 100% Pada krim parat berminyak dengan kandungan minyak tinggi dapat digunakan metode lain yaitu dengan mengganti beewax dengan sabun seperti trietanolamin stearat sebagai zat pengemulsi.5% Lanolin …………………………………….Sediaan Kosmetika Krim padat berminyak dengan kandungan minyak tinggi Krim dingin yang ditemukan oleh Galen termasuk pada tipe ini. A...0.……..10% Wax mikrokristalin ………………………. 106 . Contoh formula: Beeswax ……………………………………..……………….

...5 Asam stearat……………………………3 Trietanolamin………………………… 1.. tujuannya untuk pemakaian luar.1. Perubahan viskositas selama penyimpanan menjadi masalah dalam pembuatan krim cair. Krim cair berminyak dengan kandungan minyak sedang Hanya ada beberapa yang termasuk kategori ini karena produk ini sulit dibuat dan mengandung lebih dari 40% fase minyak..10% Setil alkohol …………………………………0.8% Air ……………………………………………84. bentuk ini lebih encer dari krim. Laits de Tiollete”.7% Parfum dan pengawet ……………………….qs C.5% Air …………………………………………57. Lebih dari setengah sedian krim pendingin dan pembersih termasuk dalam krim cair dan 75% dari krim cair termasuk dalam kelompok ini. Contoh formula: Minyak mineral ……………………………. Sediaan ini mengandung larutan sabun dalam air dengan penambahan gliserin.7 107 ..1...2% Karbopol 939 ……………………………..10% Trietanolamin …………………………….10 Setil alkohol…………………………. Susu Pembersih Susu pembersih adalah sediaan padat berupa emulsi kental yang mengandung air kurang lebih 60 %.Sediaan Kosmetika Contoh formula: Minyak mineral ………………………….qs Pada formula di atas digunakan trietanolamin stearat sebagai zat pengemulsi dan turunan hidrokoloid sebagai pengental. ekstrak hazel dan air mawar dan setelah ini ditambahkan tinktur alkohol dari gom sepeti gom benzoin. B.5% Parfum dan pengawet ……………………. Zat pengemulsi yang biasa digunakan adalah sorbitan oleat atau turunan lanolin.0. Biasanya dikenal sebagai “Laits de Beaute..84.5% Asam stearat …………………………………3% Trietanolamin ……………………………….. Besarnya viskositas dapat divariasikan dengan menyesuaikan jumlah dan jenis zat pengemulsi. Kestabilan selama penyimpanan dapat mempertinggi viskositas tetapi harus tetap dijaga agar tetap bisa mengalir..8 Air……………………………………. Krim cair berair dengan kandungan minyak sedang atau rendah. I.2..6.30% Asam stearat ……………………………. Penambahan tinktur alkohol ini ke fase air diendapkan dalam bentuk dispersi halus sehingga memberikan bentuk susu pada larutan. Contoh formula : Minyak mineral……………………….

• Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak .3 Co (III) Nitrat → merah karmin Panaskan hati-hati dalam tabung reaksi → terjadi uap yang membirukan lakmus merah basah • • • • • 108 . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4.5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan .0 . hal 21 ) Setil alkohol 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . larutan harus tetap jenih. larutan harus tetap jernih ( FI III. Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol . Trietanolamin Pada 1 ml + 0. Asam stearat • bilangan iodium tidak lebih dari 4 • suhu lebur tidak lebih dari 54 • • • jika dibakar→bau malam bereaksi asam pada tes lakmus zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat larutan + NaOH lalu dikocok→ agak berbusa pada pengenceran. Encerkan dengan 50 ml air. masing – masing sekitar 1.1 ml tembaga (II) stearat → warna biru tua + % ml NaOH 1N dan pekatkan dengan mendidihkan hingga 1/3 vol semla → biru tetap Pada 1 ml + 0.Sediaan Kosmetika Analisis Minyak mineral Didihkan 15 tetes zat uji dengan 10 ml larutan KOH p 8% b/v dalam etanol (90%)p selama 2 jam.

masukkan ke dalam gelas piala 600 . tambahkan biru brom LP dan asamkan dengan H2SO4 109 .3 % Parfum dan pengawet………. yang biasa digunakan sebanyak 20-30%.Sediaan Kosmetika • Reaksi Parri : + Zat + Co (NO3)2 + NH4OH → warna ungu Zat + AgNO3 dipanaskan di waterbath selama 2 menit → cincin merah Larutan zat + sedikit garam Co + beberapa tetes NaOH → ungu intersip → panaskan → biru ungu kemudian kuning kotor. Pengemulsi yang digunakan in situ dengan penambahan alkalis atau basa. lebih dari itu dapat memberikan penampilan yang menarik pada produknya. untuk menetralisir jumlah asam lemak bebas. Krim Penghapus ( Vanishing Cream ) Vanishing Cream adalah sediaan kosmetika untuk kulit yang berfungsi sebagai penghilang kotoran. Vanishing cream ini harus mempunyai fase minyak yang meleleh diatas suhu tubuh dan mengkristal pada bentuk yang sesuai sehingga dalam penggunaannya tidak terlihat dan memberikan lapisan yang tidak berminyak. Formula vanishing cream didasarkan pada kualitas yang tinggi dan asam stearat sebagai fase minyak. Kuning + Larutan asam tartrat H2C4H4O6 → end kristalin putih + Larutan asam perklorat HClO4 → end kristalin putih + Asam Heksakloroplatinat ( IV) H2[PtCl6] → end kuning + tes nyala → ungu Gliserin • panaskan dengan Kalium Bisulfat : terjadi uap merangsang • jika dibakar dengan sedikit Na-tetraborat p diatas nyala api.1. Contoh formula : Asam stearat………………15 % KOH………………………0. • • • 1. encerkan dengan 50 ml air .3. Timbang seksama 400 mg . membersihkan dengan cepat sehingga membuat kulit bersih dan bercahaya.. terjadi nyala hijau. Kuantitatif ..8 % Air…………………………76.qs Analisis Asam Stearat Telah dijelaskan diatas KOH ( Kalium Hidroksida ) • larutan 4 % b/v memberikan reaksi terhadap Kalium : + Heksanitritokobaltat ( III ) Na3[Co(NO2)6] → end.7% Gliserin…………………….

Tinktur sage dapat memberikan kesegaran bagi kulit.2 % untuk memberikan efek yang menyejukan Contoh formula : Alkohol………………………20 % Air bunga jeruk………………30 % Air mawar……………………30 % Kalium Aluminium Sulfat……0. Sedikit borax dan alkali lemah serta larutan kamfer juga dapat ditambahkan. dengan dasar alkohol.5 % Air……………………………19.cair ( FI III hal 65 ) Kalium alumunium sulfat ( KAlSO4) * Kalium + eksanitritokobaltat ( III) Na3[Co(NO2)6] → end kuning + larutan asam tartrat H2C2H4O6 → end kristalin putih + larutan asam perklorat → end kristalin putih + asam heksakloroplatinat (IV) H2(PtCl6) → end kuning + tes nyala : kuning keemasan * Al + Larutan amonium → end putih seperti gelatin + NaOH → end putih + Larutan Amonium sulfat → end putih + Na-Posfat → end putih + Na-Karbonat → end putih • 110 . dapat mendilatasi jaringan kulit serta memberikan efek stimulasi. Jika diinginkan dapat ditambahkan mentol pada sediaan ini dengan jumlah tidak lebih dari 0. sedangkan tinktur arnica dapat memberikan rasa yang enak pada kulit. dapat ditambahkan pada sediaan untuk memperkuat efek tonik.. Netralkan dengan NaOH 0. Penyegar I. Preparat ini harus menyegarkan dan mendinginkan kulit sehingga cocok apabila disebut sebagai penyegar kulit. warna larutan tidak hilang sempurna.1.01 N. Tonik kulit Tonikum kulit wajah ( face tonic ) digunakan untuk membersihkan dan menjaga kulit wajah dan mengandung beberapa zat yang diklaim mampu merangsang kulit wajah. Kandungan sediaan tonik kulit sama halnya dengan losio pengencang. biarkan pada suhu 200 selama 10 menit terlindung dari cahaya.Sediaan Kosmetika 0. I. Beberapa tinktur seperti tinktur sage atau arnica.2.2.qs Analisis Alkohol 95 % ( etanol 95 % ) Zat mereduksi pada 20 ml + 1ml Kalium Permanganat 0.05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau . Jika diinginkan dapat ditambahkan sari buah. eau de cologne dan hazel witch.5 % Pengawet…………………….2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan . • Dengan cara kromatografi gas. Larutan kamfer dengan kekuatan 1 : 1000.

Sediaan Kosmetika
* SO4 + Larutan Barium klorida → end putih yang tidak larut dalam HCl p + Larutan Timbal ( II ) asetat → end putih yang larut dalam larutan amonium asetat dan dalam natrium hidroksida 1.2.2. Losio Pengencang ( Astringent Lotion ) Astringent lotion merupakan sediaan kosmetik yang baik digunakan untuk perawatan bagi kulit berminyak, serta dapat menghilangkan atau mengurangi keriput pada kulit. Keriput disebabkan karena hilangnya atau berkurangnya elastisitas kulit akibat degenerasi kulit. Astringent lotion bekerja dengan cara memperkecil atau menciutkan poripori kulit. Sediaan ini digunakan setelah penggunaan krim atau cleansing lotion ( pembersih), kemudian diikuti oleh penggunaan make up pada wajah. Pada perawatan kulit, astringen juga dapat digunakan untuk memperbaesar pori-pori, namun akibatnya folikel-folikel rambut akan terbuka. Astringent lotion juga dapat disebut sebagai antiprespirant ringan, karena didalamnya terkandung garam-garam alumunium, potasium alam, dan garamgaram zinc, sulfat atau fenol sulfonat. Pada beberapa astringent lotion juga terkandung alkohol, dimana jika jumlahnya melebihi 20 % maka akan menyebabkan rangsangan pada kulit wajah pada sengatan. Air aromatik sebagai pengaroma seperti air bunga mawar dan air bunga jeruk juga sering ditambahkan. Komposisi lain yang dapat ditambahkan ialah kamfer, tincture benzoin, tinture sage dan ekstrak destilasi dari hazel. Contoh Formula : Potasium alumunium sulfat……………………...1 % Zinc Sulfat……………………………………...0,3 % Gliserin…………………………………………...5 % Air mawar……………………………………….50 % Air……………………………………………..43,7 % Pengawet…………………………………………..qs Analisis : Potasium + Tes Nyala dengan kawat platina : nyala kuning + larutan kalium antimonat P , terbentuk hablur putih perlahan-lahan Alumunium, Sulfat dan Gliserin telah dituliskan diatas 1.2.3. Krim Pengencang ( Astringent Cream ) Sediaam krim astringent sama halnya dengan anti presipirant, namun untuk penggunaan pada wajah, krim astringent mengandung zat yang lebih lembut atau astringent yang lebih kuat dengan kadar lebih rendah. Astringent ringan bisa dibuat dengan cara mengganti bagian air dengan minyak kemiri atau menggunakan emulsi non-ionik. Sebelum digunakan, sediaan ini diuji terlebih dahulu pada kulit, untuk meyakinkan bahwa krim ini tidak terlalu keras untuk kulit wajah. Efek krim astringent yang sangat lembut ini diberikan oleh adanya kandungan air dan ekstrak hazel witch atau emulsifier non-ionik. Fase airnya

111

Sediaan Kosmetika
mengandung larutan encer dari zinc fenolsulfonat, atau potasium alumunium sulfat. Contoh formula : Propilen Glikol Monostearat………………………... 12 % Isopropil miristat……………………………………... 1% Ekstrapon VC ( Dragoco )…………………………… 1% Setil alkohol……………………………………. ........ 3% Sorbitol 70 %…………………………………... ........ 5% Ekstrak minyak kemiri…………………………........ 10 % Aquades………………………………………........... 67,6 % Parfum………………………………………….......... 0,4 % Analisis Propilen Glikol Analisis Kualitatif : Spektrum serapan infra merah dari lapisan tipis menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada propilen glikol . Analisis Kuantitatif : Dengan kromatografi gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas dan kolom 1m X 4mm berisi bahan pengisi 5 % G16 pada partikel penyangga S . Gunakan helium Pasal sebagai gas pembawa . Prosedur : Suntikkan 10 mikro liter ke dalam kromatograf dan rekam kromatogram . Hitung persentase C3H8O2 dalam propilen glikol , dengan membagi luas puncak propilen glikol dengan jumlah seluruh puncak kecuali puncak udara dan air lalu kalikan 100 . Isopropil miristat • bilangan penyabunan 202-212 • bilangan asam tidak lebih dari 1 • bilangan iodium tidak lebih dari 1 • secara kualitatif dan kuntitatif dapat dilakukan dengan kromatografi gas Sorbitol • Mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol (95 %), dalam metanol p dan asam asetat p Pada larutan 5 g dalam 4 ml, tambahkan 1 ml metanol p, 1 ml benzaldehid p dan 1 ml HCl a, kocok dalam pengocok mekanik sehingga terbentuk hablur. Saring dengan penghisap, larutkan hablur dalam 20 ml air mendidih yang mengandung 1 g Na-bikarbonat p, saring selagi panas, dinginkan filtrat. Saring dengan penghisapan, cuci dengan 5 ml campuran metanol p dan air volume sama, keringkan di udara, suhu lebur antara 174-179 0. Setil alkohol telah dituliskan diatas

112

Sediaan Kosmetika
I.4 Pelindung Wajah dan Masker Sediaan ini mengandung koloid dan bersifat menyerap sehingga dapat menyerap lemak atau kotoran di kulit wajah. Sediaan ini mengandung beberapa sifat, terutama harus dalam bentuk pasta yang lembut, tanpa adanya tanpa adanya partikel-partikel kecil dan tidak boleh melekat serta menimbulkan bau yang menyenangkan. Terdapat tiga system dasar yang menghasilkan produk yang memenuhi karakteristik diatas adalah : 1. System dengan dasar lilin Masker dengan dasar lilin secara umum hanya mengandung paraffin wax dengan titik didih yang sesuai atau merupakan campuran dari lilin dengan penambahn petroleum jelly serta bahan-bahan polar seperti setil dan stearil alcohol. Produk ini akan berbentuk padat pada temperatur kamar dan diginakan dengan cara dilelehkan terlebih dahulu dan dioleskan dalam keadaan panas. Ketika lilin mengeras akan timbul perasan mengencang pada kulit. Dengan terbentuknya lapisan lilin maka terbentuk juga penghalang air, pengeluaran keringat yang berlebihan akan membantu untuk membersihkan kotoran dari permukaan kulit. Contoh formula : Mikrokristalin wax …………………..13% Paraffin wax …………………………60% Setil alcohol ………………………… 5% Minyak mineral …………………….. 20% Benton 38 ……………………………1,4% Isopropyl …………………………….0,6% Analisis Paraffin wax, setil alcohol, minyak mineral Analisisnya telah dijelaskan diatas. Isopropyl alcohol. Campur 2mL larrutan 10% v/v dan 2mL raksa (II) Sulfat Ip, panaskan hingga tepat mendidih, membentuk endapan putih atau putih kekuningan. b. Panaskan hati-hati 1mL dengan 4mL K-bikromat Ip dan 1mL H2SO4 c → terbentk aseton. 2. System dengan dasar karet. Sediaan yang menggunakan system dasr karet adalah pelindung wajah. Setelah sediaan pelindung ini mongering maka akan membentuk lapisan yang elastis dan impermeable terhadap air pada wajah. Dengan adanya respirasi kulit yang normal, lapisan akan menghasilkan panas yang diyahan oleh kulit sehingga terjadi peningkatan temperatur dan peningkatan sirkulasi darah. Masker yang berasal dari karet dapat mudah dilepas dari kulit dengan hanya menarik saja.

a.

113

gliserin dan ZnO Analisisnya telah dijelaskan diatas. saring.3% ZnO ………………. Contohnya kaolin dan bentonit yang digunakan dalam jumlah tidak lebih dari 5%.2.5% Gelatin ……………. Contoh formula (untuk masker) : Tragakan …………. Gerus 2g dan 2 mL dan campuran dapat mengalir. kumpulkan filtrat dan cairan cuvian. Larutkan sisa dalam 10 mL HCl p. b.Sediaan Kosmetika Contoh formula : Emulsi lateks …………………25% Sorbitol ………………………. gom kasaben.2. Masker dengan dasar hidrokoloid ini juga mengandung sejumlah kecil zat terbagi yang berfungsi sebagai opaficier dan mempermudah penggunaan.3% Air ………………. hangatkan sisa dengan 10 mL air.2% Gliserin ……………2.55% Pengawet ……………………… 1% Analisis. akasia dan polivilin pirilidon. Lebur 2g dan 2g Na-karbonat anhidrat p. kumpulkan filtrat dengan cairan cucian. Kemampuan membersihkan dari masker ini kurang penting karena tidak mengandung zat padat yang dapat mengabsorpsi kotoran.5% Analisis Tragakan. metil selulosa dan boraks Telah dijelaskan analisisnya diatas. 7% Metil selulosa …………………10% Kaolin ………………………… 3% Boraks ………………………… 1% Air …………………………….2. Kaolin a. gelatin. cuci.. NaCMC.24. System dengan dasar hidrokoloid Digunakan beberapa jenis gom.. tambahkan 3 mL HCl p → terbentuk endapan menyerupai gelatin. sperti tragakan. 3. Sorbitol. penyaringan dengan 5 mL air. Gelatin. 114 . larutan menunjukkan reaksi Al. • Larutan encer membentuk endapan dengan trinitrofenol Ip dan asam tanat Ip → tidak membentuk endapan dengan asam lain. dengan larutan encer tawasp dan timbal (II) asetat Ip atau dengan besi (II) klorida Ip.. • Panaskan dengan Kalium antasida p → terjadi gas amoniak.

Untuk masker yang sudah jadi. Bila kulit seseorang sangat halus dan sensitive.5 Masker Wajah. lubang hidung dan mulut. memberikan kenyamanan pada kulit dan memberikan asupan sumber makanan pada kulit. memiliki kemampuan daya adsorben yang cukup untuk memberikan efek membersihkan kulit. Alat Bantu yang disebut gauze ini merupakan bahan pelapis yang berguna untuk mempertahankan keutuhan masker selama berada di kulit wajah. tidak memerlukan waktu yang lama untuk pengeringan. Sebagian orang merasa lebih menggunakannya bila dimulai dari daerah leher walaupun ada juga yang merasa lebih mudah dari daerah dahi. Sifat-sifat dari sediaan masker : 1. masker yang digunakan sebaiknya lebih tipis dan segera dilepaskan pada satu daerah sesaat ketika akan meletakkan masker pada daerah lain.0. Masker jenis ini digunakan pada orang yang berkulit normal atau berminyak dengan pengginaan langsung dioleskan ke permukaan kulit wajah. bersih dan dalam keadaan masker masih lembab.50% Analisis Semua analisisnya telah dijelaskan diatas. Dalam dunia kecantikan masker wajah dikenal dengan istilah face pack atau face mask. Hindari daerah kulit sekitar mata. dapat memberikan efek pengencanagan kulit setelah pemakaian. 4. 5. Face mask dengan bahan yang sedikit lembut dapat dioleskan pada kulit yang kering dengan menggunakan suatu alat Bantu.. 2. Istilah face pack biasanya dipakai bila bahan dasar masker terdidri dari unsure yang memiliki molekul agak besar. Tetapi bisa juga dilakukan pelepasan 115 . peletakannya di wajah harus dilakukan dengan bantuan spatula dan dilakukan secara cepat. 1.5% Titanium dioksida …….05% Zn ……………………….. merangsang dan melembutkan kulit.……………………. yang memiliki arti yang sama.Sediaan Kosmetika • Pada larutan zat. tambahkan raksa(II) nitrat Ip → terbentuk endapan putih yang jika dihangatkan berwarna merah bata. seperti menanggalkan sel kulit yang telah mati. Penggunaan masker dilakukan setelah tindakan pembersihan dan sebelum tindaka perawatan atau pengobatan lainnya. cara pemakaian dan penggantian/pelepasan yang mudah. seperti Lumpur atau clay. Penggunaan masker dapat dilakukan untuk mendapatkan beberapa manfaat. Contoh formula untuk pelindung wajah : Gelatin …………………..3% Kaolin …………………….10% Kamfer …………………0.2% Air …. 3. tidak berbahaya (iritasi) terhadap kulit serta tidak beracun..…..

Tindakan harus dilakukan secara hati-hati agar air tidak menetes ke pelipuk mata. kenyamanan. Pada kulit kombinasi. penggunaan masker dilakukan selama kurang lebih 5-20 menit tergantung kepekaan kulit. Clay setting mask. membersihkan sisa-sisa kelebihan lemak pada permukaan kulit. Masker jenis ini dapat ditemukan dalam beberapa variasi warna. 1. peeling dan astringent. Masker merupakan salah satu bentuk tindakan perawatn wajah yang telah ditemukan seajak dahulu secara tradisional untuk membersihkan pori-pori dan memperbaiki kulit wajah. Kemasan atau jenis masker terdiri dari setting mask dan non. Sebaiknya hindari penggunaan masker pada orang yang mempunyai riwayat alergiatau pada keadaan kulit sangat sensitive.setting mask. Bahan dasar clay setting mask terdiri dari :  Kalamin. mengangkat se-sel kulit yang telah mati.  Magnesium karbonat. Masker sebaiknya dilepaskan dengan menggunakan kapas yang telah dicelup di air hangat. Masker merupakan alat yang memiliki efek dan manfaat sebagai deep cleansing. Secara sistemik penggunaan masker berguna untuk merangsang kerja sirkulasi aliran darah maupun aliran limfe. memperbaiki pori-pori kulit. Yaitu tepung berwarna putih yang berfungsi sebagai astringen ringan yang cocok untuk memperbaiki kulit yang berpori-pori terbuka serta menguatkan dan mengncangkan kulit. yaitu membersihkan kotoran yang menempel pada lapisan kulit yang lebih dalam. Jenis Masker : Dapat dibedakan berdasarkan kesiapannya untuk digunakan. dapat digunakan masker lebih dari satu jenis. Pada daerah yang mengalami penyumbatan atau bercak. Normalnya. memiliki jarringan parut baru. yaitu apakah sudah jadi atau harus diolah terlebih dahulu. Setting Mask Merupakan masker yang terbuat dari tepung yang telah diolah dan dikemas sedemikian rupa. jenis masker yang digunakan dan suhu udara disekitar.  Kaolin 116 . Penggunaan kapas sekali pakai (disposable) lebih sehat dan lebih baik. merangsang dan memperbaiki kulit melalui percepatan proses regenerasi dan memberikan nutrisi pada jaringan kulit.Sediaan Kosmetika secara bersama-sama sesegera mungkin. meningginya proses difusi aliran darah atau pada infeksi atau penyakit kulit. mengurani iritasi kulit serta merupakan pelembab dan penyegar kulit. Kemasannya dilengkapi dengaqn lapisan tipis karena umumnya masker ini berbahan dasar seperti Lumpur. Terdapat dua macam masker jenis ini yaitu clay setting mask dan sulphur. gunakan lapisan masker yang sedikit lebih tebal. terdapat kerusakan pembuluh darah kapiler. Yaitu tepung berwarna merah muda dan mengandung seng karbonat untuk menyejukkan kulit yang meradang dan mengurang pelebaran pembuluh darah kulit. hidung atau mulut.

Sediaan Kosmetika
Yaitu tepung berwarna putih krem yang mempunyai efekk lebih kuat daripada Magnesium karbonat serta berfungsi membersihkan kulit, merangsang sirkulasi dan merupakan sumbernutrisi kulit.  Lumpur steril yang akan merangsang sirkulasi dan sangat baik untuk kulit berjerawat. Selain itu masker jenis ini juga mengandung bahan aktif seperti air mawar (sebagai toner dan meningkatkan kerja masker, air bunga jeruk dan digunakan sebagai refining mask- masker yang berfungsi untuk memperbaiki fungsi kulit yang terganggi dan mengencangkan kulit dengan cara mengecilkan pori-pori kulit), witch hazel (astringent, baik digunakan pada orang berjerawat tetapi tidak boleh digunakan pada kulit halus dan sensitive) dan minyak almon (tidak mengeringkan kulit sehingga sangat baik digunakan pada kulit dehidrasi, kulit orang tua dan untuk menjaga kulit agar tetap awet muda). Sulphur, peeling dan astringent. Bahan dasar kemasan ini umumnya terdiri dari beberapa bahan organic maupun bahan kimiawi yang telah diforrmulasikan sendiri oleh suatu perusahaan kosmetik. Bahan sulfur yang digunakan sangat baik untuk proses penyembuhan. Namun jangan menggunakan masker jenis ini untuk kulit kering, kulit orang tua dan kulit yang sangat sensitive. Lateks atau alginate. Kemasan ini merupakan bentuk lain setting mask yang pada lateks tebuat dari unsure karet pada alginate tebuat dari tumbuhan laut. 2. Non-setting mask. Merupakan suatu masker yang berasl dari bahan-bahan biologis (terbuat dari tumbuhan baik berupa buah-buahan, sayuran atau daun). Gunakan gauze untuk memudahkan pengolesannya pada kulit, terutama untuk masker yang terbuat dari buah-buahan. Buah-buahan seperti ketimun yang sering digunakan sebagai masker sangat baik untuk semua jenis kulit dan untuk mendapatkan efek yang lebih baik lagi, tambahkan air bunga mawar. Specialized Mask Merupakan bentuk masker yang berasal dari bahanbahan tertentu sesuai dengan fungsinya. Gelatin. Berfungsi sebagai deep clanking dan mild astringent. Oleskan sampai memenuhi seluruh permukaan wajah hingga kulit teras lembut dan lentur. Kemudian tekan-tekan sedikit dan biarkan selama 20 menit. Paraffin wax. Bahan yang terdiri dari paraffin (lilin), bees wax, petroleum jelly dan benzoin ini setelah cair dicampur dengan air panas dan selanjutnya dalamkeadaan hangat dioleskan dengan sikat. Keringat yang banyak dikeluarkan dalam proses ini sangat baik untuk mengangkat kotoran. Hot oil mask. Sangat dianjurkan untuk kulit kering, berkerak atau kulit dengan kerutan halus. Minyak yang digunakan bisa minyak almon, zaitun atau minyak gandum. Dengan bantuan sinar infra merah, wajah yang ditutupi masker disinari selama 5-10 menit. Stimulating mask. Bahan berbentuk pasta yang terdiri dari Magnesium, Lumpur steril (fuller’s earth) dan air mawar ini sangat berguna untuk memperbaiki kerusakan sel-sel kulit wajah. Digunakan selama 5-15 menit.

117

Sediaan Kosmetika
Milk pack. Sangat baik digunakan sebagai masker karena selain memperbaiki fungsi kulit juga dapat memberikan zat-zat gizi pada kulit. Bahan ini sangat baik digunakan untuk kulit kering, berumur, berkerut dan kurang gizi. Terbuat dari campuran buah almon dan susu. II. Krim Tangan dan Krim Tubuh (Hand cream dan body cream). Krim tangan dan krim tubuh adalah sediaan yang digunakan untuk melindungi kulit supaya tetap halus dan lembut, tidak kering, bersisik dan mudah pecah. Kulit kering dan kasar pada umumnya disebabkan karena kulit sering kontak dengan air atau larutan deterjen/sabun, terutama pada cuaca dingin. Kulit kering yang disertai pecah-pecah terjadi karena pecahnya lapisan tanduk dari kulit dan berkurangnya jumlah air pada lapisan korneum. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan cuaca menjadi lembab secara tiba-tiba. Menurut Frazier dan Blank, mekanismenya dalah sebagai berikut : Ketika air mengenai kulit, jaringan epitel akan menyerap air dan kemudian membengkak karena tejadinya hidrasi. Terjadinya pembengkakan ini menyebabkan lapisan korneum menjadi pecah. Ketika kulit keluar dari air, jaringan epitel kemudian mongering dan berusaqha kembali ke bentuk dan ukuran semula. Karena pecahnya lapisan korneum, sel-sel tidak kembali ke tempat semula tetapi berusaha keluar ke permukaan sehingga kulit terasa kasar. Berpindahnya lipid dari permukaan kulit yang diakibatkan larutan deterjen juga dapat menyebabkan kulit menjadi kasar. Lipid berperan sebagai pengikat untuk menahan lapisan sel epidermis agar berada di tempatnya. Sebum merupakan secret kulit yang berfungsi menjaga kelembutan, kelembapan dan melindungi kulit. Lapisan sebum apabila rusak atau hilang karena proses pencucian oleh larutan sabun atau deterjen, akan menyebabkan kekeringan dan bersisik. Keretakan akan muncul pad permukaan kulit dan menyebabkan infeksi yang diikuti dengan dermatitis. Kelembaban kulit sangatlah penting dan juga dengan sebum karena memberikan lapisan asam emollient, membantu dalam mengontrol evaporasi kelembaban walaupun kulit tidak selalu mensekresi agen pelembab alam. Keseimbangan kandungan air pada kulit juga perlu diperhatikan. Krim tangan (Hand Cream) memiliki sifat-sifat : 1. untuk memberikan kelembaban pada kulit secara langsung. 2. untuk memberikan lapisan minyak dan zat-zat lain yang sifatnya tidak jauh berbeda dengan sebum. 3. untuk menjadikan kulit lebih lembut dan lentur tetapi tidak terlalu berminyak. 4. tidak bereaksi dengan keringat normal pada tangan. 5. bersifat antiseptik. 6. memiliki bau yang harum. 7. memiliki warna yang stabil dan menarik. 8. mudah dihilangkan dalam penggunaanya.

118

Sediaan Kosmetika
Umumnya krim tangan (hand cream) dan krim tubuh (body crem) berupa cream yang ringan yang mudaah menyerap ke dalam kulit, lembut tetapi tidak terlalu berminyak pada kulit. Parfum harus sesedikit mungkin dan mudah dihilangkan. Supaya cream tidak menjadi terlalu berminyak pada kulit maka kandungan lemaknya harus rendah. Water continuous cream lebih umum digunakan daripada oil continuous cream. Bahan Dasar. Yang paling umum digunakan pada produk krim dan lotion tangan adalah emollient (zat pelemak). Zat ini dapat menginduksi proses dehidrasi pada kulit. Bahan-bahan dasar yang digunakan dalam produk perawatan kulit adalah : 1. pelembut (emollient). 2. zat pelindung. 3. zat penyembuh (Healing agent). 4. pelembab (Humektan) 5. zat pengemulsi. 6. zat pengawet. 7. zat pewangi (parfum). 8. zat pewarna.

1.

Pelembut (emollient)

Bahan yang sangat spesifik yang membantu dalam formuka pelembut kulit adalah lanolin dan turunannya, sterol, fosfolipid, hidrokarbon, asam lemak, ester asam lemak dan lemak alcohol. Lanolin dan turunannya. Bekerja dengan merawat bagian epidermis kulit normal, lanolin tidak berpenetrasi ke dalam kulit, tertahan dalam bagian permukaan dari epidermis. Lanolin merupakan lilin alami yang terdiri dari ester-ester dalam jumlah besar diman ester ini dibentuk oleh gabungan alcohol bermartabat tinggi dan asam lemak tinggi. Secara umum lanolin yang digunakan dalam formula tidak lebih dari 5%. Selain sebagai emollient, lanolin termasuk juga berfungsi sebagai zat pengemulsi. Turunan dari lanolin : ☺ Lanolin cair yang umum dijual dipasaran dengan nama dagang lanogene, lantrol, viscolan, lanoil, ritalan, argotol 60 dan fluilan. ☺ Lanolin wax yang umumnya dijual di pasaran dikenal dengan nama waxolan, lanfraks, lanocerin dan albalan. ☺ Lanolin alcohol. Terdiri dari tiga macam yaitu sterol, alcohol triterpen dan alcohol alifatik. Efek emollient yang dihasilkan oleh lanolin alcohol adalah sifat hidrofilik yang berasal dari sterol, dalam hal ini mendekati kolesterol. Lipid yang berada pada lapisa lemak di kulit, seperti kolesterol, bersifat hidrofilik dan apabila kontak dengan kulit, maka lapisan kulit akan menyerap air hingga kondisi yang normal. Proses dehidrasi kulit (pada korneum) ini disebabakan adanya kolesterol. Lanolin alcohol terdiri dari 3 bentuk, yaitu :

119

3) Dapat membentuk selaput yang tidak tembus. lanolin polioksi alkalin.Sediaan Kosmetika 1. 2. dll. 2. berperan untuk melindungi kulit dari air dan zat yang larut dalam air yang dapat mengiritasi kulit. dll. minyak mineral. 2. lanolin alcohol teretoksilasi. bahan lilin padat. 4) Tidak mengiritasi kulit. Ceralan. larutan. Sterol Satu-satunya sterol yang digunakan khusus dalam sediaan krim tangan dan tubuh adalah kolesterol. basa lemak. 1. 5) Proses pelepasan yang mudah dan nyaman. paraffin wax dan ozokerit. Yang digunakan adalah petrolatum. 120 . 2) Zat melekat dengan baik pada kulit. warna kuning. Jenis fosfolipid yang banyak digunakan dalam krim tangan dan badan adlah lesitin. 6) Memiliki nilai estetika dalam hal kenyamanan. 3. kekeringan dan kulit berkerut. adalah senyawa kompleks lemak yang larut terdiri dari asam lemak dan gliserol serta basa nitrogen seperti kaoln dan etanolamin. Menurut Peel. 5. Jenis asam lemak yang paling sering digunakan dalam pembuatan produk ini adalah asam stearat seperti Kalium stearat atau etanolamin stearat. yang penggunaanya tidak boleh lebih dari 5%. yaitu : a) krim dan lotion penolak air. Bentuk cairan biasanya dalam bentuk minyak mineral. 4. Jenis emollient ini kurang disukai karena menimbulkan rasa tidak nyaman serta efek berminyak. 3. lentur dan tidak mudah retak. 6. Zat Pelindung. Hidrokarbon. Asam lemak. Merupakan kandungan dasar yang paling banyak digunakn dalam formula krim tangan dan badan. Nimlesterol. juga mengandung asam fosfat. lanolin alcohol terasetilasi. jenis ini ada berbagai macam seperti lanolin terasetilasi. terdapat beberapa persyaratan untuk formulasi krim pelindung : 1) Stabil dan cara pemakain yanh mudah dan nyaman. Kolesterol ini harus efektif dalam perawatan kulit yang disebabkan oleh iritasi. Komposisi asam stearat yang digunakan dalam formula 1-20%. lanolin asam lemak. Krim pelindung tangan dibagi menjadi dua kelompok. Contoh: Amerchol L-101. Lanolin yang dimodifikasi. Fosfolipid. warna kuning contoh: Hartolan.

Sabun asam lemak dan garam natrium dari ester sulfur bersifat sangat hidrofilik dan cenderung untuk menghasilkan emulsi tipe minyak dalam air. Humectan yangumum digunakan adalah gliserol. Zat pengemulsi anionic Zat pengemulsi kelompok ini telah sering digunakan dalam formulasi krim tangan dan krim tubuh. dan non-ionik. sabun asam lemak yang sering digunakan adalah triacthanolamin stearat sebanyak 0. Pelembab (Humectan). Zat Pengemulsi Zat pengemulsi yang digunakan pada krim tangan dan tubuh dibagi menjadi 3 kelas utama yaitu anionic. Penggunaan zat penyembuh didasarkan pada kulit tangan yang pecah.Sediaan Kosmetika b) krim dan lotion penolak minyak. Na stearat. 2) Menstimulasi perkembagnagan lapisan granulasi yang dapat mereduksi waktu penyembuhan 3) Reaksi ini tidak menimbulkan rasa sakit. 5. Ammonium stearat dan garam amin dari asam lemak dapat menghasilkan krim yang putih tapi cenderung untuk 121 . Sekitar 75% krim tangan dan tubuh yang dijual di pasaran. Trietanolamin stearat Asam lemak poliol monoester. emulsi ointment. Pada formulasi lotion tangan.5-3%. berperan untuk melindungi kulit dari minyak atau zat yang larut dalam minyak yang dapat mengiritasi kulit. diemulsikan menggunakan zat pengemulsi kelompok ini. kationik. propilenglikol dan sorbitol. 4) Zat ini terdapat pada sediaan larutan. 1. natrium setil sulfat. glukosa dan Na laktat. mengandung mengandung sabun asam lemak kalium atau natrium Ester Sulfur (garam natrium) Natrium lauril sulfat. Contoh sediaan : Tipe Contoh Sabun asam lemak K-stearat. Amonium stearat. Gliseril monostearat. polioksietilen sorbitol. Penggunaan alantoin urea pada krim tangan karena memiliki efek menembuhkan jika dipakai pada bagian kulit tangan yang terluka dan tidak memiliki efek racun. Penggunaan allantoin sebagai zat penyembuh (Mecca) : 1) Efektif untuk membersihkan bahan nekrtotik. Humectan adalah senyawa yang menjaga perubahan kelembaban antara produk dan air baik dalam wadah yang digunakan maupun kulit. manitol. Zat penyembuh (Healing Agent). Zat lain yang juga memiliki sifat humectan adalah polioksietilen gliserol. 4. Produk perawatan tangan pada awalnya terdiri dari campuran yang sangat sederhana yaitu 50% humectan dan 50% air. 3.

maka akan terbentuk garam terionisasai yang kurang baik antara kation dan anion hidrofob. Contoh zat pengemulsinya adalah polioksietilen sorbitan mono stearat atau polioksi etilen glikol 1000 monostearat  Ester lipofilik. Ketika suatu kation dengan berta molekul yang tinggi bereaksi dengan anion dengan berta molekul tinggi. substansif terhadap protein pada pH asam. Proses pengotoran ini terkadang dikatalisasi oleh sejumlah logam terutama logam besi. Krim tangan tipe minyak dalam air yang terdiri dari zat penemulsi non ionic. Senyawa yang terbentuk berbentuk endapan. Penggunaan zat kationik didasarkan pada reaksi antara senyawa kation dengan senyawa anion pada sediaan. dll. harus dibuat pada temperatur serendah mungkin. Emulsi cenderung stabil dan dalam hal viskositas tidak membentuk gel bhkan cenderung viskositas semakin kecil jika formula tidak seimbang. 3. ester asam lemak sorbitan. Contoh ester asam lemak polietilenglikol yang ber-BM rendah. Krim tangan dengan suasana asam.Sediaan Kosmetika berubah menjadi kuning pada penyimpanan yang lama. 6. netral. Konsentrasi yang digunakan pada masing-masing tipe ini adalah 1-10%. Selain itu juga suhu pada emulsifikasi juga berperan pada proses pengotoran tersebut sehingga disarankan untuk krim yang mengandung ammonium stearat atau garam –garam amin lainnya sebagai zat pengemulsi. namun terdapat beberapa garam yang terbentuk tapi larut. b. pada waktu penguapan. e. dalam hal ini berperan sebagai zat aktif permukaan. Penggunaan zat kationik sebagai pembunuh kuman dapat digunakan dalam krim tangan tanpa kuatir dengan ketidakcocokan. Pada umumnya zat kationik bereaksi dengan asam lemak seperti asam stearat. c. Pada krim tangan cenderung tidak membentuk lapisan kulit b. Penggunaan zat non ionic pada sediaan krim dan lotion tangan adalah : a. Contoh zat nonionic adalah : polioksietilen lauril alcohol. Pengawet 122 . dan reaksi ini membentuk suatu emulsi pH yang dihasilkan berkisar antara 2 sampai 4. polioksietilen stearat. 2. bersifat membunuh kuman bila tidak bereaksi dengan zat anionic atau bahan lain yang tidak cocok. proses pengerutan cenderung kecil c. cenderung untuk membentuk emulsi pada pH asam. polioksietilen sorbitan monostearat. Sediaannya tahan terhadap pembekuan d. maupun basa bisa direaksikan dengan zat kationik. Zat pengemusi non ionik Pembagian :  Ester yang bersifat hidrofilik. Zat pengemulsi kationik Penggunaan senyawa kationik dalam sediaan krim dan lotion tangan disebabkan : a.

Metil ester yang paling mudah larut sedangkan butil ester yang sukar larut dalam air. misalnya essential oil.  Tidak boleh mempengaruhi efek sediaan. etil. Metil.05%-0. Menurut Deakers. Pada krim tangan yang kandungan minyaknya lebih tinggi.02%. Na benzoat. propil p-hidroksibenzoat dapat ditambahkan sebanyak 0. rasa dan sebagainya.2 %. Propil ester dapat diganti dengan butyl ester dengan konsentrasi yang sama. Pengawet seperti asam benzoat. propil 0. Komponen parfum yang dapat menyebabkan konsistensi dan stabilitas emulsi. Pada lotion. Syarat pengawet yang baik :  Harus efektif melawan berbagai tipe mikroorganisme yang menyebabkan penguraian. dalam arti tidak merubah karakteristik sediaan seperti aroma. propil dan butyl. dan butyl ester dari asam hidroksibenzoat umum digunakan dalam krim tangan dan lotion. misalnya : asam salisilat dapat menyebabkan iritasi kulit sehingga tidak digunakan lagi. Na propionat efektif hanya dalam media asam. Dalam kenyataannya.1 % propil ester dalam fase minyak dapat memberikan efek antiseptik.05% propil ester ditambahkan dalam fase minyak. fase air mengandung campuran dari metil ester 0.25% metil ester dilarutkan dalam fase air dan 0. warna.12% dapat ditambahkan ke dalam fase air dan 0. serta harus netral sehingga tidak merubah pH sediaan. Zat pewangi (parfum). Senyawa parfum dan zat yang terkandung di dalamnya bisa mempengaruhi stabilitas emulsi dari krim tangan tersebut. 7. Propil dan butyl ester ditambahkan kedalam fase minyak dan dilarutkan dengan pemanasan dan pengadukan.  Bersifat non toksik secara internal maupun eksternal. Pemilihan parfum yang digunakan dalam penggunaan krim tangan dan krim tubuh semata-mata berdasarkan nilai estetika. senyawa aromatik sintetik dan zat-zat parfum yang lain yang memiliki sifat sebagai surfaktan sehingga dapat berkompetisi dengan zat pengemulsi untuk posisi pada tegangan antarmuka.1-0.05% pada fase tersebut. 123 .15%.05% dan butyl 0.  Harus larut dalam konsentrasi yang digunakan. metil ester sebanyak 0. Efek dari parfum bervariasi. propil. Ester yang umum digunakan pada krim tangan dan lotion yaitu :metil. Menurut Harry.  Cocok.  Harganya tidak boleh meningkatkan harga sediaan.Sediaan Kosmetika Karena krim tangan dan tubuh mengandung air dan zat yang dapat dirusak oleh mikroorganisme maka sediaan harus dilindungi dari mikroorganisme. zat tambahan yang ditambahkan dalam formula krim tangan bebgai berikut : metil ester ditambahka kedalam fase air dan dipanaskan 600C dibantu dengan pengadukan selama waktu pemanasan. tergantung pada konsentrasi dan tipe emulsi. Jika fase minyak mengandung sejumlah kolesterol atau lecithin. konsentrasi metil p-hidroksibenzoat adalah sekitar 0. diperkirakan 0. Tetapi banyak pula pengawet yang dilarang penggunaannya karena alasan tertentu.

8. Emulsi air dalm minyak digunakan pewarna yang larut dalam minyak dengan kondisi yang sama. PH pada krim tangan dan kulit sekitar 5-8.5% Tween 60 …………………. Akan lebih menguntungkan jika mewaranai kedua fase dengan menggunakan kedua pewarna yaitu yang larut dalam air dan larut dalam minyak dalamsatu produk. feniletil alcohol. tipe lilac.5% Larutan sorbitol 70% ………10% Air.0. 2) Minyak atsiri : geranim borbon. kelarutan stabilitas. ada beberapa pewarna yang cukup stabil dalam media asam tetepi menunjukkan stabilitas yang rendah dalam media basa. contohnya adalah D&C Red No. Umumnya krim tangan adalah emulsi minyak dalam air.20 yang mengendap dalam larutan pada media media basa.Sediaan Kosmetika 1) Aromatik sintetik: ekstrak terpineol. geraniol murni.5% Arlasel 80…………………. rose de mai absolute. Contoh formula : Asam stearat …………. tipe tumbuh-tumbuhan dan rose. Masalah kesesuaian produk dengan zat pewarna berhubungan dengan pH.ad100 Analisis Asam stearat • Bilangan iodium tidak lebih dari 4 • Suhu lebur tidak lebih dari 54 • Jika dibakar→ bau malam • Bereaksin sam pada tes lakmus • Zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat. pengawet…. zat pengoksidasi dan pereduksi. sedangkan D&C Red No.23 stabil dalam media basa tetapi dalam media asam akan mengendap.. • Larutan+ NaOH lalu dikocok → agak berbusa pada pengenceran Lanolin 124 . Krim tangan dan tubuh (Hand body cream) yang sering digunakan adalah krim tangan (Hand cream) berupa cairan. sehingga zat pewarna yang larut dalam air digunakan untuk mewarnai air pada fase luarnya.0. Zat pewarna Pemilihan pewarna harus disesuaikan dengan produk pad setiap kondisi penyimpanan begitu juga dengn keamananya secara fisiologi. parfum. lavender. Macam-macam Bentuk Krim Tangan :  Krim cair.…7% Lanolin ……………………0. hidroksi citonella dan amil sinamat aldehid. 3) Komponen minyak parfum : Bouquet medium...….

…2% Potassium hidroksida …………….. parfum dan zat tambahan lainnya …ad100% Formula krim tangan (Hand cream ) dibawah ini khusus untuk melawan deterjen anionic yang terabsorpsi pada kulit atau untuk memberikan khasiat germisida... alkali dan air tetapi akan lebih stabil jika ditambahkan humektan dan ester lemak.ad100%  Krim padat Umumnya krim padat digunakan untuk menghilangkan kotoran. Cetil trimethyllammmonium bromida ………………………1.eter p • Larutan 25g dalam 10 mL eter p + 10 tetes fenolftalein → larutan tidak berwarna merah Larutan 500 mg dalam 5 mL kloroform + 1 mL anhidrida asetat + 2 tetes H2SO4 p → tidak terjadi warna hijau tua Formula dengan emulsi non ionic : Asam stearat ………………………………..5% Arlacel 80 …………………………………0. lanolin.5% Isoproppil myristat ……………………………………………3% Cetyl alcohol ………………………………………………….18.ad100% Analisis Asam stearat.8% Air. Telah dijelaskan diatas Isopropyl miristat.15% Isopropyl meristat ………………. Prinsip emulsinya yang juga memperantarai iritsi kationik sebagai surfaktan kationik yang disuplemen oleh Cetil alcohol.3% Air.2.55% Sorbitol solution 70% ……………………..5% Tween 60 ……………………………….. 125 .Sediaan Kosmetika • Bilangan ioddium 18-36 • • Praktis tidak larut dalam air. parfum dsb ………………….7% Lanolin ……………………………………0. dsb ………………………………. 10% Air.1% Sorbitol syrup 70% ……………….5% Petroleum jelly.. parfum.….. Hand cream dengan formula yang sederhana terdiri dari asam stearat . Contoh formula : Asam stearat ………………………. dsb ………………………………………….…2% Gliserin……………………………………………………... larut dalam kloroform p .….

Contoh formula : Manutex SA ………………………………………………..3% Soap chips ………………………………………………... selulosa dan akan memberikan fase kontinue dengan sedikit kepadatan sehingga akan mengontrol kelembaban dengan baik.10% Silicon M555 …………………..2% Ethomenn C25 ………………………………………….add100% Formula yang menggunakan pelarut air-resin : Glycerin ………………………………………………….... parfum dan zat tambahan lainnya ……………….……….0.10. parfum dan zat tambahan lainnya …………………ad100% Lanolin atau minyak silicon dapat juga digunakan dan menghasilkan formula yang lebih kompleks dan menghasilkan cream yang lebih fungsional serta memenuhi keinginan pasar. Mucilago.17% Carbopol 934 …………………………………………….2% Cetyl alcohol ………………………………………………10% Minyak mineral …………………………………………….7. Sorbitol.…………10% Isopropyl meristat …………….5% Lotion.6% Minyak mineral ………………. Contoh formula : Asam stearat …………………….10% Air.………….10% Emulsene 1219 …………………………. jelly 126 ...5% Bentonite …………………………………………………..12% Triethanolamine ……………………………………….…………..Sediaan Kosmetika • • • • Bilangan penyabunan 202-212 Bilangan asam tidak lebih dari 1 Bilangan iodium tidak lebih dari 1 Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan dengan kromatografi gas. KOH (Kalium Hidroksida) • Larutan4% b/v memberikan reaksi terhadap Kalium : + Heksanitritokobaltat (III) Na3(Co(NO2)6) → endapan kuning + Larutan asam tartrat H2C4O6 → endapan kristalin putih + larutan asam perklorat HclO4 → endapan kristalin putih + Asam Heksakloroplatinat (IV) H2(PtCl6) → endapan kuning + tes nyala : ungu. Telah dijelaskan diatas. Cream dapat juga dikentalkan dengan penambahn gom.12% Liquid paraffin ……………………………………………...5% Air.…0.

Contoh formula untuk sediaan gom mucilage yang tidak mengandung fase minyak Gom tragakan ……………………………. tidak menunjukkan butiran berwarna merah jambu. Sediaan pekat (non-aqueos) Bentuk umumnya adalah lanolin anhidrat dan petroleum jelly.qs..……. karena ini tidak terdiri dari 2 fase. • Panaskan dengan Kalium bisulfat : terjadi uap merangsang. Setelah uap Sulfur trioksida muncul.05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau . Analisis Tragakan • Sedikit zat dalam larutan merah ruthenium p. perbedaan dari agar.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan ... terjadi nyala hijau.87.02 N : campuran berwarna hijau. • Pada 100 mg serbuk + 1 mL Iodium 0. Formula dibawah ini merupakan tipe preparat hand block asam-basa : Paraffin wax …………………………26% Petroleum jelly ……………………….Sediaan Kosmetika Merupakan sediaan perawatan tangan yang secara definisi yang hampir tidak sama dengan krim. pewarna …………………….………. Kuantitatif . Gliserin.74% • • 127 .………. jika diperiksa dibawah mikroskop. encerkan dengan 50 ml air .10% Titanium dioksida …………………. lanjutkan selama 1 menit. Netralkan dengan NaOH 0.25% b/v + 10 mL larutan timbal asetat p 20% b/v : terbentuk endapan merah jonjot → saring. Prototype dari sediaan ini adalah gliserin dan air mawar yang merupakan campuran sederhana. • Pada 20 mL larutan 0. • Jika dibakar dengan sedikit Na-tetraborat p diatas nyala api.…………0. pada filtrat + 10mL larutan timbal subasetat p : larutan berkabut tapi tidak terjadi endapan.2% Gliserin ………………………………. pengawet. masukkan ke dalam gelas piala 600 ... Timbang seksama 400 mg . Pada 5 mL filtrat bersih + beberapa tetes Hidrogen feroksida → warna kuning merah atau orange segera muncul.. tambahkan biru brom LP dan asamkan dengan H2SO4 0.2% Air …………………………………. Titanium dioksida.8% Parfum. Pada 500 mg zat + 5mL H2SO4 panaskan perlahan. biasanya terdapat dalam wadah tube atau berupa hand blocks. cairkan dengan air sampai 100 mL lalu saring. (perbedaan dari gom akasia dan agar). Dinginkan suspensi.

Sediaan Kosmetika
Untuk beberapa campuran biasanya ditambahkan preparat herbal misalnya klorofil, daun marshmallow, minyak atsiri, terpenti, eucalyptus, kamfer, ZnO, mono klorotimol, dsb. Beberapa jenis malam yang digunakan untuk merekatkan minyak misalnya polietilen yang penggunaanya dicampurkan dengan bahan pengemulsi. SEDIAAN KOSMETIKA MAKE UP (BUKAN UNTUK MATA ) Sediaan kosmetika “ make up “ adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk memperindah , menutupi noda – noda , serta kekurangan yang terdapat pada muka seseorang , pada umumnya wanita . Berdasarkan urutan pemakaiannya sediaan “ make up “ dapat dibagi menjadi : I . Dasar “ make up “ . Sering juga disebut “ foundation make up “ atau “ cream make up “ , berguna agar bedak dapat merata pada permukaan kulit dan tahan lama . Ketika memakai “ make up “ , foundation digunakan pertama kali sebagai dasar untuk pemerah pipi dan bedak . Pada umumnya merupakan suatu lotion atau emulsi dengan penambahan suatu zat warna . Mula – mula dikenal bentuk seperti salep , kemudian cairan / liquid dengan dua lapisan dan yang terakhir dikenal bentuk batang / stick . Zat – zat yang sering digunakan dalam dasar “ make up “ adalah titan dioksida , seng oksida , Na searat , minyak – minyak dan lemak . Contoh formulanya adalah : Persen Minyak mineral 23 , 5 Ozokerite mp 75 – 80 0C 05 , 5 Petrolatum 47 , 5 Lanolin 04 , 4 Paraffin mp 56 – 58 0C 05 , 5 Dry powder ( titanium dioksida , pigmen anorganik dan talk ) 13 , 6 Parfum qs Penambahan talk dalam formula ialah untuk meratakan bahan kering , sedangkan udara kering yang terjebak ketika serbuk kering ditambahkan pada semi solid dapat dihilangkan dengan memanaskan campuran pada suhu 70 0C dan diaduk pada 50 – 80 rpm . Bentuk formula diatas dapat menghasilkan formula 2 yang berbentuk cake , contoh formulanya adalah : Persen Isopropil miristat 54 Lilin carnauba 05 Beeswax 01 Serbuk kering ( Titanium dioksida , pigmen anorganik dan talk ) 40 Parfum qs Sedangkan untuk memperoleh “ make up “ yang berbentuk stick , formulanya dapat diubah dan dalam membuatnya menggunakan cetakan , contoh formulanya adalah :

128

Sediaan Kosmetika
Isopropil miristat Lilin carnauba Beeswax Minyak mineral 70 / 80 Dry powder Parfum Persen 37 14 04 10 35 qs

“ Make up “ stick ini dapat dibuat untuk lebih lunak dengan meningkatkan jumlah beeswax atau menambahkan ozokerite , isopropyl miristat dapat diganti dengan isopropyl palmitat , butyl stearat , butyl oleat , propilen glikol monooleat , atau propilen glikol monolaurat . Untuk jenis “ make up “ bentuk lain yaitu bentuk krim , contoh formulanya adalah : Bagian.1: Asam stearat Sorbitol monostearat Isopropil palmitat Bagian.2 : Tween 80 Propilen glikol Air Dry powder Pengawet Parfum 15 2,5 2,0 1,5 1,5 54 15 qs qs

Dalam pembuatan alas bedak dengan pijatan , dilakukan dengan gerakan halus dan lemah lembut pada kulit muka dan leher. Dengan pijatan, ini dapat memberikan kehalusan dan dapat membuat foundation kelihatan lebih merata . Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Talk . Pemerian Serbuk halus ; putih ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif • Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air . • Netral . • Tambahan larutan titan kuning , terbentuk warna merah terang . Asam stearat • Bilangan iodium tidak lebih dari 4


• •

Suhu lebur tidak lebih dari 54 Jika dibakar→ bau malam Bereaksin sam pada tes lakmus

129

Sediaan Kosmetika
• Zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat. • Larutan+ NaOH lalu dikocok → agak berbusa pada pengenceran Zinci oxydum . Pemerian . Serbuk amorf ; putih atau putih kekuningan ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif . • Panaskan sejumlah ZnO , terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang . • Larutkan asam klorida encer , setelah ditambahkan larutan alkali hidroksida , terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan alkali hidroksida berlebih . Analisis Kuantitatif . Timbang seksama lebih kurang 1,5 gram zat uji yang baru dipijarkan , tambahkan 2,5 gram ammonium klorida P , larutkan dalam 50,0 ml asam sulfat 1 N LV , jika perlu bantu dengan pemanasan lemah . Setelah larut sempurna tambahkan jingga metil LP dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1 N LV . Khasiat : Antiseptikum lokal . Lima formula dasar dasar “ make up “ : 1. Cairan / liquid : Terdapat dalam formula pelembut dengan tambahan satin untuk kulit kering atau beraneka macam minyak bebas dengan tambahan matte untuk kulit berminyak . 2. Cream : Bagus untuk kulit kering . 3. Stick : Bekerja baik pada kulit orang dewasa , mudah diatur pemakaiannya . 4. Gabungan dua formula ( cair ke serbuk atau cream ke serbuk ) : Biasa untuk orang yang tidak suka menggunakan formula dasar yang banyak dan lebih efisien waktu . Cocok untuk beraneka jenis kulit tetapi hindarkan dari kulit yang kering sekali. 5. Pelembut warna : Biasa dipakai pada remaja kesegaran wajah dan menambah lebih muda . II. BEDAK ( FACE POWDER ) Bedak berguna untukmelicinkzn kulit,melindungi kulit dari sinar matahari,melindungi dari kekeringan dan kelembaban serta merupakan dasar dari “make-up” secara keseluruhan. Persyaratan Umum Untuk Bedak Bedak yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan,antara lain: 1. Bedak harus memiliki kemampuan untuk membungkus yang baik,sehingga dapat bekerja untuk melapisi kulit,menutupi pori-pori dan nodanoda. 2. Harus dapat menyebar dengan baik tampa adanya gumpalan,hingga dapat melicinkan dan menghaluskan kulit. 3. Harus memiliki daya lekat yang baik sehingga dapat tahan lama pada muka.

130

Bedak padat ( Compact Powders ).Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan bedak adalah: 1. Bila bedak padat ini digunakan dengan menggunakan sikat yang halus dan dengan menggunakan zat warna yang agak banyak maka sediaan ini disebut dengan pemerah pipi .Secara garis besar pembuatan bedak padat adalah dengan menmbahkan suatu pengikat. Zat pewangi .Binding agent berminyak misalnya minyak mineral .propilenglikol dan zat berlemak 131 . minyak. 3.Zn stearat . 2.Harus mudah rata dan tidak mengiritasi.isoprofil ministat dan bionding agent emulsi seperti trietanolamin stearat. Harus memiliki daya serap yang baik.harus stabil.lunak dan halus. Dapat menutupi bekas-bekas luka.ditekan dan dikeringkan dengan menggunakan aliran udara panas.Kuning. Berdasarkan Bentunya bedak dapat dibagi menjadi. 4. Bedak jenis medium digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak. kaolin.Warna-warna yang sering digunakan adalah Krem.dipilih yang segar dan menarik.Selain itu juga dapat digunakan binding agent kering misalnya Mg stearat .Ca Carbonat. besar dan dapat melindungi kulit dari sinar matahari. 1. Atau “ blusher “ .tidak mudah teroksidasi dan tidak mengiritasi.Silika.Mg Carbonat . Formula Umum Bedak Pada umumnya bedak yang baik ditentukan oleh pemilihan bahan dasar yang akan digunakan.merah muda.Lanolin. Zat pewarna . Berdasarkan jenis kulit.Harus mudah rata dan tidak menyebabkan perubahan warna . Harus dapat memberikan perasaan yang lembut . Zat-zat yang memiliki sifat dapat melapisi misalnya Tiatan dioksida.2%-1 % kalau terlalu banyak akan mengiritasi kulit.Konsentrasinya harus serendah mungkin 0. Mg oksida.Tekanan tidak boleh terlalu besar dan tidak boleh terlallu kcil karena dapat menimbulkan kerapuhan dan pecahpecah pada bedak.pori-pori 2.Sediaan Kosmetika 4. dapat merupakan zat warna organic atau anorganik yang mempunyai sifat tidak larut dalam air dan dalam minyak. B. Noda-noda hitam.Selain zat-zat diatas dapat pula digunakan talk . 3. Sebagai “Binding agent” dapat digunakan zat yang dapat larut dalam air seperti Amilum dan CMC dan zat yang tidak larut dalam air sepertiGliseril monostearat.merah. Bedak jenis ringan ( Light ) digunakan untuk kulit ringan.Avisel . Penggolongan Bedak A.cera atau paraffin. Pada umumnya hanya bersifat ringan.gliserin monostearat.Tidak boleh terlalu cepat menguap .Seng oksida. Bedak Jenis berat (Heavy) digunakan untuk kulit berminyak. hingga dapat menyerap keringat. Banyak digunakan karena bentuknya praktis.( binding agent ) dalam campuran serbuk kemudian dicetak. amilum .bedak dapat dibagi menjadi 1. 5. Cetil alcohol .CaO.kedalam sediaan ini sering juga ditambahkan humektan seperti Sorbitol.

TiO2. Bedak Penutup Noda Merupakan sediaan yang berguna untuk menyembunyikan noda-noda pada wajah . Kedalamnya sering ditambahkan surfaktan seperti.serta harus melekat dengan baik.Persyaratannya antara lain lapisan yang terbentuk harus elastis.Sebagai bahan dasarnya sering digunakan bentonit air dan zat warna. Bedak Cair Merupakan bedak bentuk basah sering juga disebut sebagai liquid makeup . pemeriksaan tersebut meliputi: Bentuk dan warna harus stabil dalam waktu lama dan disinari. 4. veegum. Pada umumnya digunakan pada malam hari dan berguna untuk memutihkan tangan dan leher .serta kulit yang kering Titanium dioksid bersifat inert dan memiliki beberapa kekurangan dibandingkan dengan ZnO. Bedak untuk kaki Merupakan sediaan yang berguna untuk memperindah kaki atau pada oreang tua digunakan untuk menutupi urat-urat yang menonjol. Juga: carbopol.berpori dan tahan terhadap air. yaitu: • Titanium dioksid bukanlah zat yang dapat mengecilkan pori-pori • Kemampuan melindungi kulit dari sinar matahari lebih lemah dibandingkan dengan ZnO • Kadang-kadang sulit dicampur dengan bahan dasar bedak 1. lanolin dan PEG. Propilenglikol.Bentonit mempunyai sifat yang sukar menyebar . Talk. 941. Kaolin. 4. Pengisi yang sering dipergunakan adalah air .Sediaan Kosmetika seperti lanolim mimyak mineral. Pada umumnya sebagai zat pembawa adalah campuran lemak. Bila dijatuhkan dengan jarak 8-10 inci bentuk harus tetap tidak boleh berubah. baik noda bawaan sejak lahir atau noda pigmentasi. 132 . • Biasannya digunakan pada kasus-kasus yang alergi terhadap ZnO. 934. 2. Isoprofil miristat.alcohol dalam emulsi atau hidro alcohol . Bi Subnitrat dalam air dan Gliserin . 5.Juga sering ditambahkan zat pengisi dan disprsing agent yang larut dalam air. Ca carbonat. gom. Biasanya merupakan suspensi dari ZnO . 3. Pemerisaan hasil akhir harus dilakukan terhadap bedak padat yang beredar. dan. bentonit. tetapi yang terbaik adalah ester asam lemak. 3. Mudah dioleskan dan tidak rapuh Warna harus homogen dapat dilihat dengan menaburkan dengan kertas putih dan diperiksa dengan kaca pembesar. Titanium dioksid Titaniun dioksid memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan Zink oksid yaitu : • Memiliki kemanpuan yang lebih dalam menutup wadah. cetilalkohol.tidak tahan terhadap air dan ada kecenderungan kulit akan menjadi keriput. Bila dioleskan dilihat rapuh dan tidak melekat. Bi Oksiklorida . ZnO. 2.

Sediaan Kosmetika • Lebih mahal dari ZnO Zink Oksida Keunggulan Zink oksid dibandingkan dengan dengan zat lin yang sering digunakan dalam bedak yaitu: • Dapat melindungi kulit dari UV lebih baik daripada bahan lainnya • Dapat mengecilkan pori-pori • Dapat dipakai sebagai antiseptic • Merupakan bahan untuk melembutkan • Meningkatkan kemampuan bedak untuk menutupi wajah.pemakaian dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Beberapa hal yang perllu diingat bahwa criteria yang penting untuk membuat bedak yang baik adalah 1. sehingga jika digunakan dalan waktu yang lama akan menyebabkan iritasi pada kulit. Kanji.Bahan-bahan tersebut antara lain adalah:Kaolin koloidal. Harus mempunyai kemampuan unutk bertahan lama. Harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorpsi minyak pada wajah. Kanji Kanji beras pernah digunakan sebagai dasar dari beberapa Formula bedak karena memiliki beberapa keungulan sebagai berikut: • Memiliki daya serap yang baik • Memiliki daya tutp yang baik pada kulit • Memberikan rasa halus pada kulit. Kaolin Koloidal Kaolin Koloidal ( Hidrated alumunium silikat )digunakan dalam bedak karena ia memiliki daya serap yang tinggi. 3.sehingga dapat menyerap minyak. Seseorang akan menilai kebaikan dari suatu bedak dari kilapan yang ada pada wajah . Absorbansi Telah disebutkan bahwa fungsi bedak salah satunya untuk menghilangkan kilapan yang ada pada wajah. 133 .Kapur precipite. Tetapi kanji beras tidak digunakan lagi sebagai bahan bedak dengan alasan: • Kecenderungan untuk membentuk Cake Pada suhuyang lembab atau apabila ada sekresi pada kullit • Dapat diubah menjadi pasta yang lengket jika basah • Kanji merupakan nutrisi yang baik untuk bakteri .kadarnya tidak boleh melebihi 30 %.Hal ini merupakan fenomena komplek yang tidak berhubungan dengan tes ilmiah manapun.Kaolin koloidal juga memiliki memiliki daya lekat yang baik dari pada talk.Bahan-bahan yang dipergunakan untuk itu adalah bahan –bahan dengan daya serap yang tinggi.Sebenarnya tergantung pada jenis kulit.Kaolin ini bersit kasar dan sedikit licin. Harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorpsi air pada wajah (berkeringat ) 2.dan MgCO3.tipe krim yang digunakan pada wajah.

mesir.Polietilen tidak mengiritasi kulit dan memiliki daya rekat dan daya penutup yang baik . Kadar MgCO3 dalam Formula biasanya 5%. Magnesium karbonat memiliki daya serap tiga kali lebih baik dari pada kapur.dan dapat menempel dengan baik.Kadar kapur tidak boleh lebih dari 15%.seperti daya serap yang baik dan dapat menghilangkan kilapan pada wajah.sehingga untuk menutupi kesalahan ini talk harus dikombinasikan dengan bahan lain.dengan ukuran 1-10 mikrons. Kadar polietilen tidak boleh lebih dari 44 mikron Polimer yang digunakan adalah polimer BM tinggi seperti polietilen terftalat. Talk harus disterilisasi dengan baik.Kelembutan ini biasanya didapat dari talcum yang ditambah dengan Zn Stearat. Bahan Pelekat Bahan pelekat merupakan satu bagian penting dri bedak.. Penggunaan Polietilen sebagai pengganti talk pada bedak telah banyak digunakan. Talk Talkum adalah Hidrat magnesium silikat.contohnya adalah Oracid yang bentuknya busa kuku urea-formaldehid. Kalsium karbonat precipitated ( kapur Precipitates) Kapur juga memiliki keunggulan yang hampir sama dengan kaolin.India .5-1. contohnya seperti Kanji ANM. Zat pewarna bedak Zat pewarna yang biasa digunakan adalah zat warna organic atau anorganik yang tidak larut dalam air dan dalam minyak.Kapur tidak menyebabkan kulit menjadi kering.Komponen-komponen anorganik yang bersifat racun superti timah hitan dan turunan arsen tidak boleh digunakan karena dapat mengiritasi kulit. Varietas dari Italia biasanya digunakan untuk mendapatkan kualitas yang baik.Isophtalat atau kopolimer dari 2monomer tersebut . dan jepang. Kapur juga sudah memenuhi persyaratan USP. Kadar talk dalam bedak dapat melebihi 70%. contohnya Besi ( II ) klorida memberikan warna kuning merah dan cokalt.Akan tetapi kapur dapat merusak kelicinan produk. Talk berasal dari Italia .dan mempunyai efek bakteriosida .5%. 134 .Sedangkan warna hijau dan biru dihasilkan oleh zat warna ultramarine.licin dan menempel dengan baik.Sediaan Kosmetika Pada saat ini kanji telah banyak dimodifikasi dan digunakan dibanyak industri kosmetik.Zat warna anorganik ini baik diperolehsecara alamiah ataupun secara sintetik . Plastik Bahan dasar bedak dari plastic telah dikembangkan untuk digunakan dikulit .( slip ).karena bila tidak dapat mengan dung spora tetanus. Kelicinan ( slip ) Kemampuan untuk mudah disebarkan dan penggunaannya ditalk bertujuan untuk memberikan rasa halus dikulit.Kanji jenis ini memiliki keunggulan yaitu memiliki daya serap yang tinggi . Magsium Karbonat. Fungsi talk dalam bedak adalah sebagai pemberi rasa licin dan daya lekat yang baik ‘akan tetapi daya daya menutupi dan daya serap dari talk kurang baik.Pelekatanbedak dapat ditingkatkan dengan penambahan emuliens seperti setil/stearil alcohol dan gliseril monostearat dengan kadar 0.

Formulanya adalah sebagai berikut. digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak.Konsentrasinya harus serendah mungkin 0.Harus stabil dan tidak teroksidasi dan tidak mengiritasi. Talk 80% Zink oksid 5% Zink Stearat 5% Kanji beras 10% Pewangi dan pewarna qs 2. dipilih yang segar dan menarik .2-1%.maka dibuat lah berbagai formula bedak.Sediaan Kosmetika Zat Pewangi Bedak Pada umumnya hanya bersifat ringan .Berikut ini akan dipaparkan beberapa variasi formula bedak sesuai dengan jenis kulit yang ada : Bedak jenis ringan ( Light powder ) Yang dipergunakan untuk kulit kering .harus mudah merata dan tidak boleh menyebabkan perubahan warna. Formulasi Bedak Berdasarkan jenis kulit yang berbeda-beda dari setiap orang . Bedak jenis berat( Heavy ) Digunakan untuk kulit berminyak Formulanya adalah sebagai berikut: Talk Zink oksid Zink Stearat Kapur precipitate Pewangi dan pewarna 30% 24% 6% 40% qs. Formulanya adalah sebagai berikut : Talk 50% Kanji beras 15% Kapur Precipitete 15% Zink Oksida 15% Zink stearat 5% 3.karena jika terlalu banyak akan mengiritasi kulit.Dengan maksud untuk menyesuaikan jenis kulit tersebut .tidak bo0leh terlalu cepat menguap. Formulanya adalah sebagai berikut: Vaselin 50 bagian Beeswax Putih 40 bagian Petroleum Jely 40 bagian Stearin 20 bagian Gliseril monostearat 75 bagian 135 . Namun Winter ( 19 ) membuat suatu formula bedak yang banyak diminati orang yang berjenis kulit Kasar dan kering karena mengandung lemak “ fatty Powder “ . Bedak jenis medium . 1.

. 136 ..... Pemerian Serbuk halus ..………………………………………………………………… ZnO………………………………….. • Netral . tidak berbau .. Formulasi Umum Bedak ... tidak berbau ...... Talk . • Zat pewangi ... vicel . talk .... 80 % 5% 5% 10 % qs 30 % 24 % 6% 40 % qs Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat .... Zinci oxydum ... kaolin .. tidak berasa .. tidak berasa .. putih atau putih kekuningan . Zno . Serbuk amorf . Contoh Formulasi untuk face powder : A... putih .. silica .. amilum .. Precipated chalk…………………………………………………..... • Panaskan sejumlah ZnO . Rice starch………………………………………………………… Parfum dan Warna ………………………………………………... Analisis Kualitatif • Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air . CaCO3 . misalnya TiO2 . Talk.. Pemerian . Analisis Kualitatif .Sediaan Kosmetika Prosedur: Dalam pembuatanya semua bahan diatas dilelehkan secara bersama-sama sambil terus diaduk lalu ditambahkan : Air panas 500 bagian Lanjutkan penggerusan sampai terbantuk emulsi . Parfum dan Warna………………………………………………. • Zat pewarna . terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang . • Tambahan larutan titan kuning . Zn stearat . CaO . MgCO3 .lalu tambahkan : Talk 1000 bagian Gerus kembali biarka sampai kering diayak dengan pengayak lalu kemudian ditambahkan zat pewagi secukupnya.... B. Zn stearat………………………………………………………….. • Zat yang mempunyai sifat dapat melapisi .. MgO .. terbentuk warna merah terang . Talk………………………………………………………………… ZnO………………………………………………………………… Zn stearat………………………………………………………….

0 ml asam sulfat 1 N LV . dan keringkan pada suhu 105 0C selama 20 menit sampai asam lemak mengental tidak di bawah 54 0C .2ml eriochrome black T. Analisis Kuantitatif .05 M disodium etilen diamide tetra asetate sampai larutan berwarna biru . kemudian larutkan dengan asam . Setelah larut sempurna tambahkan jingga metil LP dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1 N LV . Talk 65% ZnO 20% Zn sterarat 5% Pricepated 10% Parfum dan warna qs 137 . Simpan asam lemak yang dipisahkan pada identifikasi A dalam filter wetted dengan air . tuangkan airnya . Masukkan filtrat dan cuci dengan 15ml amonia-amonium klorida buffer dan 0. Rice Strach Pemerian Serbuk sangat halus. dinginkan dan saring . Khasiat : Antiseptikum lokal . saring dalam beaker kering saat panas . terjadi warna biru yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali . Tambahkan larutan iodium P. larutkan dalam 50. jika perlu bantu dengan pemanasan lemah . Kumpulkan asam lemak dalam beaker glass kecil . terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan alkali hidroksida berlebih . atau sampai permukaan asam lemak bersih. Analisis Kuantitatif . Beberapa variasi formula dari face powder : a. tambahkan 2. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P . tambahkan air jika perlu untuk menjaga volume asli.tidak berbau. panaskan larutan sampai kira-kira 40˚ dan tetrasi dengan 0. Campur 25 gram dengan 200 ml air hangat .5 gram ammonium klorida P .putih. Analisis Kualitatif . cairan sisa ditest dengan zink test . dinginkan campuran dan pindahkan permukaan padat dari asam lemak . setelah ditambahkan larutan alkali hidroksida . tambahkan 60 ml H 2SO4 2N dan didihkan sampai asam lemak terpisah dan membentuk permukaan transparan .5 gram zat uji yang baru dipijarkan .1N selama 10 menit . dan cuci dengan air mendidih sampai bebas dari sulfat . Panaskan kira – kira 1 gram Zn stearat dengan 50 ml asam sulfat 0.tidak berasa Analisis Kualitatif Didihkan 1 bagian dengan 50 bagian air.Sediaan Kosmetika • Larutkan asam klorida encer . Timbang seksama lebih kurang 1. Cuci saringan dan labu terus menerus dengan air sampai tidak ada asam. lalu uji dengan keras lakmus . biarkan dingin . Zn stearat .

ZnO Zn sterarat Rice starch Pricipted chalk d. Petrolium Jelly Analisis Kualitatif Berwarna kunimg gadimg atau putih dan lunak .Sediaan Kosmetika b. Pada 5 ml filtrat bersih tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida maka akan muncul warna merah/orange. Water proof chalk base Zn atau Mg strearat Kaolin TiO Talc Parfum dan warna e.Dinginkan suspensi. ZnO Talc Zn strerat Pricepated chalk (light) Rice strat Kaolin f. Didinginkan pada suhu 0 C. cairkan dengan air sampai 100ml lalu disaring . Larut dalam pelarut organic dan tidak larut dalam air dan alcohol. Magnesium Strearat 138 . massa tidak berubah . Vaseline White beeswax Petroleum jelly Stearin Gleceryl monostrearat 60% 15% 5% 20% qs 15% 5% 15% 15% 50% 10 % 20% 6% 14% qs 16% 37 % 5% 8% 8% qs 50% 10 % 20% 6% 14% Analisis Kualitatif dan kuantitatif zat TiO Analisis Kulitatif Pada 500 mg asam sulfat dan di panaskan perlahan . Talk ZnO Zn sterarat Kaolin Parfum dan warna c. Setelah uap sulfur trioksida muncul lanjutkan pemanasan selama 1 menit .

Analisis Kuantitatif • Refluk 2g dengan 100ml asam klorida 0.uapkan 50ml filtrat .05 M sebanding dengan 20015 MgO.Sediaan Kosmetika Pemerian Serbuk halus.pijarkan pada sisa tambahkan 10HCL 100% v/v P.terbentuk endapan menyerupai gelatin . dinginkan.dan tidak berasa Analisis Kualitatif 139 . tanbahkan 50ml air dan 10 ml larutan ammonia P.5 Khasiat : zat Tambahan.licin. Panaskan diatas penamgas air selama 10 menit. 1ml dinatrium edetat 0.pijarkan pada suhu 600 .2 N selama 5 menit . Analisis kulitatif Lebur 1g dengan 2g natrium karbonat anhidrat P.tidak berasa. Analisis Kualitatif Serapan Ultraviolet serapan –1 cm larutan 0. Kaolin Pemerian Serbuk ringan. Analisis kuantitatif Timbang seksama 500mg . Pada kumpulan filtrat dan ciran cucian tambahkan 3ml asam klorida P. dinginkan dan saringkan. dinginkan saring .putih.lengket.zat tambahan .berflouresensi lemah.bening.licin .juga tidak di cairkan.lapisan minyak memadat pada suhu 50 Cdan la[pisan air menunjukkan reaksi magnesium. Vaseline album Pemerian Massa lunak. hangatkan sisa dengan 10ml air saring cuci penyaring dengan 5ml air.sifat ini tetao setelah zat di leburkan dan dibiarkan dingin tanpa di aduk. Larutkan sisa dalam 10ml asam klorida P.lengket. Vaselin flavum Pemerian Massa lunak.Penyerap .05% b/v Dalam Trimetil pentana P pada 290mm tidak lebih dari 0. pijarkan hingga kering .putihlbebas dari butiran kasarltidak berbau. • Memenuhi uji batas klorida : pengujian dilakukan menggunakan 50ml filtrat yang di peroleh sebagai berikut .kumpulkan filtrat dan cairan cucian.bening.putih. Analisis Kualitatif Panaskan 1g dengan campuran 25ml air dan 5ml asam klorida P.bau lemah khas. sifat ini tetap setelah zat di leburkan dan di biarkan himgga dingin tanpa di aduk.tidak berbau. Khasiat: Zat tambahan.dan mudah melekatpada kulit. Khasiat :Antasidium .yang diperoleh lebih dari 10mg .kuning muda sampai kuning.didihkan 2g dengan 200ml dan 20ml asam nitrat encer P menggunakan pendingin alir balik selama 5 menit .

50 % 3.50 % 1.50 % 0.Talcum Sodium lauryl sulphate TiO2 Zn stearat In organic pigment Mineral oil Spermaceti Cetylalkohol Lanolin Glycerine Hexa chloroprophane Alkil dimetil benzyl ammonium ( klond 50 % ) Methyl – p – hydroxybenzoate Propyl – p – hydroxybenzoat Perfume Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat .25 % 0.09 % 0. Koalin ZnO Principated chalk Talc Compact Binder (e.25 % 0. Berdasarkan Bentuk bedak dapat di bagi menjadi: 1. jernih .75 % 7. 140 . higroskopik .05% b/v dalam trimetilpentana p pada 290mm tidak lebih dari 0.75 Khasiat :zat tambahan Gliceryl Monostrerat Analisis Dengan kromatografi gas dengan instrumen yang dilengkapi dengan flame ionization detector dan terdiri dari kolom bororsilikat .20 % 0. Pemerian : Cairan seperti sirop .00 % 4. Suhu dipertahankan pada 190 C-220 C.Bedak padat (compact powder) Formulasi umum : a.09 % 0. Laju aliran gas pembawa sekitar 70ml/menit . Analisis Kuantitatif .25 % 1. manis diikuti rasa hangat . tidak berwarna . terjadi uap merangsang . • Panaskan dengan kalium bisulfat P.g soap) Parfum dan warna 20% 15 % 25% 32% 8% qs 61.Sediaan Kosmetika Serapan Ultraviolet serapan –1 larutan 0.00 % 7.12 % b. tidak berbau . Jika disimpan beberapa lama membentuk massa hablur tak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai lebih kurang 20 0 C.50 % 11. Gliserin .00 % 1.

sambil mengganti kehilangan air karena penguapan . terjadi warna nyala hijau . masing – masing sekitar 1. Tambahkan 30 ml larutan iodida P . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa .0 . Tidak terjadi warna merah jambu .5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . Setil alcohol . pindahkan labu bersumbat kaca . Tambahkan 0.1N dan 10 ml asam klorida P . • 141 . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. Analisis Kuantitatif : Timbang seksama 100 mg . • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . Bedak Cair ( Liquid Powder ) . Analisis Kuantitatif : Refluks perlahan 5 g dengan 5 ml asam sulfat encer P selama 5 menit saring selagi panas . Dinginkan . bau dan rasa lemah . • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . Khasiat : Zat tambahan . 2. kemudian ammonia encer P secukupnya hingga tepat bereaksi alkalis terhadap kertas lakmus P . licin .Sediaan Kosmetika Jika dibakar dengan sedikit natrium tetraborat P di atas nyala api . bening . Propil – P – hidroxybenzoat . tambahkan segera 50 ml brom 0. Khasiat : Zat tambahan . didihkan dengan 50 ml NaOH 1N selama 30 menit .1N . Dinginkan . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . Spermaceti / setaseum . Kocok berulang – ulang selama 15 menit . Titrasi dengan Natrium tiosulfat 0.3 ml larutan dimetilglioksin P 1 % b/v dalam etanol ( 95 % ) P . 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . Pemerian : Massa hablur . lakukan penetapan blanko . putih mutiara . suhu lebur 42 0 – 50 0C . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol .

Preservative and perfume ……………………….5 % solution )…………… Glycerine……………………………………… Water…………………………………………. qs Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat : Bi – subnitrat .. 5% ZnO……………………………………………. Talc…………………………………………….5 % Viegum HV…………………………………… 0. Bi subnitrate……………………………………..... Starch ( amilum )………………………………. 7% Perfume …………………………………………. TiO2 …………………………………………. 65 % Preservative and perfume ………………………. Colouring Water Gum Tragacanth ( 0.. 15 % Water…………………………………………. tidak berbau ... berat . Pemerian : Serbuk hablur renik . 10 % MgCO3 ………………………………………… 4% TiO2 …………………………………………………………………… 1 % Colour pigments………………………………. Analisis Kualitatif : Pijarkan .5 % Talc……………………………………………. l2 % Propylene glyco……………………………….Sediaan Kosmetika Formulasi Umum : A. sisa berwarna kuning . tidak berasa .. 3 % Chalk…………………………………………… 15 % Kaolin…………………………………………… 2% Colouring matter Glycerine………………………………………. Menunjukkan reaksi bismuth dan nitrat .. qs C. Analisis Kuantitatif : 142 . putih .. ZnO……………………………………………. 10 % 10 % 10 % 25 % 15 % 30 % qs 5% D. l5 % Water………………………………………… 68. Terjadi uap nitrogen oksida . Na karraginate………………………………….. 2% N – propilalkoho………………………………... 65 % B. 10 % Glycerine ……………………………………… 15 % Rose water…………………………………….. ZnO……………………………………………...

05 M setara dengan 19. 20 ml glycerol P . Khasiat : Zat tambahan . rasa tawar . terjadi flokulasi putih . • Pada 10 ml larutan 2 % b/v tambahkan 0. 143 . terjadi warna biru tua . Khasiat : Zat tambahan .) Zat + P. tambahkan tetes demi tetes ammonia encer P hingga terjadi warna biru .45 mg Bi . 1ml dinatrium edetat 0. jika terjadi warna ungu . Tambahkan 200 ml air dan 0.02 N . Gom Arab . nitrobenzoat -------→ ↓ terjadi endapan . hampir tidak berasa . pada filtrat tambahkan 10 ml larutan timbal subasetat P . Analisis Kualitatif : • Pada 5 ml larutan timbal ( III ) subasetat P . seperti lendir . campuran berwarna hijau ( perbedaan dari gom akasia dan agar ) .5 ml larutan benzidina P 1 % b/v dalam etanol ( 90 % ) P . biarkan selama 1 menit . tidak terlihat butir – butir merah . tidak terbentuk endapan . Khasiat : Adstringen saluran pencernaan . Titrasi dengan Dinatrium edetat 0. Analisis Kualitatif : • Iodoform test : ( . dan 4 ml air . larutan berkabut tapi tidak terjadi endapan . Propanol . Zat + piperonal---------→ merah . Tragakan . tambahkan 0. • Pada 20 ml larutan 0. Analisis Kualitatif : • Pada 100 mg serbuk tambahkan 1 ml iodium 0. Pemerian : Hampir tidak berbau .05 M hingga terjadi warna kuning . tambahkan 50 ml air .Sediaan Kosmetika Timbang seksama 500 mg . kocok .2 ml larutan timbal ( III ) asetat P 20 % b/v . Pemerian : Tidak berbau . tidak berwarna . asamkan . Pemerian : Cairan jernih . larutkan dalam campuran 2 ml asam nitrat P . Propilen glikol . saring . Pemerian : • • • Zat + H2SO4 --------→ propilen . • Larutan dengan pengocokan 250 mg dalam 5 ml air .3 ml larutan ungu kateka P .25 % b/v tambahkan 100 ml larutan timbal asetat 20 % b/v terbentuk endapan menjonjot . • Sedikit serbuk dalam larutan merah nitenium P . diperiksa dengan mikroskop .

Uapkan filtrat hingga lebih kurang 50 ml . • • • Ditambahkan HCl encer menghasilkan gas CO2 ditandai adanya gelembung – gelembung gas .6 % Umber ………………………………………………. tidak terjadi bau akrolein .Sediaan Kosmetika Cairan kental . • Ditambahkan NaOH menghasilkan endapan putih ...5 % Glycerine …………………………………………….3. tak berbau . tak berwarna . 3. Zn stearat……………………………………………… 2 % TiO2 …………………………………………………. Saring .5 % Water . Analisis Kuantitatif : Refluks 500 mg dengan 3. saring .5 % Colouring matter . Magnecium carbonate ( MgCO3 ) . ZnO……………………………………………………6 % Chalk …………………………………………………16 % Methyl selulosa ………………………………………0... 61.16 % Water ……………………………………………….. rasa agak manis . terjadi uap berbau enak .. Suhu hablur sekitar 176 0C .5 % Veegum ……………………………………………….5 % Yellow oxide …………………………………………. Ditambahkan larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih . Analisis Kualitatif : • Ditambahkan larutan ammonia menghasilkan endapan putih seperti gelatin .9 g trifenilmetilklorida P dan 5 ml piridina P di tangas air selama 1 jam .…. Formulasi : A. larutkan dalam aseton P 100 ml hangat ..2.. biarkan 1 malam pada suhu 4 0C . Formula yang mengandung TiO2 : 144 . campur .20 % Isopropyl alcohol ……………………………………….100 % 4. Ditambahkan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih . Lanjutkan pemanasan hingga kering . jernih . representative sampai …………….5 % Red oxide ……………………………………………. keringkan hablur dengan aliran udara .. tambahkan 100 mg arang jerap P . Bedak untuk Kaki . • Ditambahkan reagensia kuning titan menghasilkan endapan merah .1 % Metyl cellulose ( 1500 viscosity grade ) ………………0.0. preservative and perfume …………..5 % Propylene glycol ……………………………………. Bedak Penutup Noda .qs B.. perfume . Analisis Kualitatif : Panaskan perlahan – lahan dengan kalium bisulfat P .2. higroskopik . dinginkan .

Zat warna yang digunakan adalah Zat warna yang tak larut air seperti ferri oksidsa.0 % Pewarna ………………………………………………….Sediaan Kosmetika Trietanol amin ………………………………………….. bau lemah mirip amoniak . PEMERAH PIPI (Raugh/ blusher/ blush on) Pemerah pipi adalah sediaan yang berguna untuk memberi warna merah pada pipi. Harus mudah digunakan 145 .0 % CMC ……………………………………………………. Harus stabil baik warna maupun bentuk 2.5 % Propilen glikol …………………………………………. 1 ml asam klorida 1 N setara dengan 149.0 % Aquades ………………………………………………. Harus homogen dan halus 3. masukkan ke dalam labu erlenmeyer – 300 ml .9.3.5..cochineal. menampilkan warna kosmetik yang lebih lembut pada wajah dengan membuat garis bentuk muka (contour) yang lebih baik dan mengurangi tampilan yang kurang baik pada wajah. higrokopis .5 % Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat : Trietanol amin . cinnabar. terjadi warna merah karmin . III. Analisis Kuantitatif : Timbang seksama 2 gram . tambahkan 75 ml air . bercak atau noda hitam.0. karmin+NH4OH. Titrasi dengan asam klorida 1 N menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil P . Pemerian : Cairan kental . Tambahkan 5 ml larutan natrium hidoksida encer P didihkan hingga sisa sepertiga volume semula . dinginkan memenuhi syarat : pada 5 ml tambahkan larutan barium klorida P dengan volume yang sama . Panaskan perlahan – lahan 1 ml . Analisis Kualitatif : Tambahkan sedikit demi sedikit lebih kurang 1 gram pada 50 ml air hangat sambil diaduk hingga mendispersi dengan rata . brazilwood. tidak berwarna hingga kuning pucat .. Pada 1 ml tambahkan 0. terbentuk endapan halus putih .6. terjadi warna biru tua .5 % TiO2 ……………………………………………………. red ochre.3 ml larutan kobalt ( II ) klorida P .62. warna biru tetap . terjadi uap yang merubah warna kertas lakmus merah P basah menjadi biru .1 ml larutan tembaga ( II ) sulfat P . vermillion. Persyaratan dari pemerah pipi 1.2 mg triethanolamine dihitung sebagai N( C2H4OH )3 CMC . baik berupa cacat. lanjutkan pengadukan hingga diperoleh suspensi koloidal .. Analisis Kualitatif : Pada 1 ml tambahkan 0. sandalwood.

Berdasarkan bentuknya pemerah pipi dapat dibagi menjadi : • Bentuk padat (“Dry Rouge”) sering juga disebut “compact rouge/ blush on rauge” . Pemerah pipi padat adalah bentuk yang paling dikenal dan paling susah dibuat. Zinc oksid digunakan untuk meningkatkan daya adhesi dari pemerah pipi memberi opositas dan digunakan dalam jumlah antara 5-10 %. Titanium dioksid. Logam-logam stearat sekarang digunakan secara luas sebagai pengikat kering untuk pemerah pipi padat. MgCO3. keras tidak menyatu dengan baik pada kulit atau berlapis saat dihapus dengan tiupan. Berdasarkan basisnya pemerah pipi dapat dibagi menjadi : • Pemerah pipi dengan dasar emulsi A/M • Pemerah pipi dengan dasar emulsi M/A • Pemerah pipi dengan salep yang tidak berair 2. Jumlah yang digunakan antara 4-10 %. Zinc stearat. retak atau terlalu keras Diantara kerusakan umum dari pemerah pipi padat. rusak. Pada dasarnya pemerah pipi padat adalah bedak berwarna yang mengandung bahan pengikat yang membantu memadatkan bedak Bahan mentah dalam pembuatan pemerah pipi padat adalah talk. kapur precipitate. 146 .Sediaan Kosmetika Penggolongan Pemerah Pipi 1. oksida-oksida organic. menyebabkan iritasi. Pewarna yang digunakan adalah bahan pewarna dengan toner organic. tetapi juga peralatan pabrik yang khusus. karena tidak hanya membutuhkan pengetahuan cara untuk membuat. toner yang dikurangi derajat pengurangan (anorganik oksid) adalah pewarna utama karena pewarna itu sendiri memberikan bayangan yang diinginkan. kaolin. Formulanya: persen Talk Kaolin Zn stearat Zn oksid MgCO3 Kanji beras Titanium dioksid Pewarna 48 16 6 5 5 10 4 6 Pemerah pipi padat harus memenuhi persyaratan : 1) Halus dan bebas dari gumpalan-gumpalan seperti pasir 2) Mudah digunakan dan dapat melapisi serta melekat baik 3) Warna harus homogen dan tidak mengandung air sama sekali 4) Kekuatan menutup baik 5) Ukutran partikel sangat kecil 6) Sesuai dipadukaaan dengan warna kulit 7) Mudah dibersihkan tanpa pembersih Khusus 8) Tidak boleh patah. pewarna dan parfum. juga ditemukan bentuk yang terlalu bubuk menjadi debu.

Penggunaan zat warna asam Bromo tidak bijaksana karena kemungkinan menyebabkan dermatitis pada kulit dengan pencahayaan langsung. Sebagai basis dapat digunakan basis teremulsi atau basis yang tak mengandung air (“nonaques/anhidrat) Pemerah pipi bentuk krim harus memenuhi persyaratan: 1) Harus mempunyai titik leleh 50 2) C Pembagian Zat warna dan partikelnua harus homogen 0 147 .0 30. Warna pada umumnya merah atau merah muda.0 17. vermillion. karmin+NH4OH.4 4. sandalwood. untuk menyamarkan permukan wajah atau lebih dikenal penyamar pipi. walau kadang juga digunakan warna kuning muda dan coklat bahkan putih. Parfum yang digunakan dalam pemerah pipi padat harus mempunyai wangi yang khas (sesuai). Faktor yang penting dalam membuat pemerah pipi padat yang baik adalah bahan pengikat yang tepat.6 5. hampir sama dengan basis pemerah bibir hanya lebih banyak emoliennya dan lebih lunak. Bentuknya secara umum sama walaupun lebih sering diameternya lebih besar (sekitar 2 cm). Zat warna tersebut diantaranya adalah feri oksida. brazilwood. Contoh formulanya: Persen Lilin Candelilla Lilin Carnauba Beeswax Minyak mineral Lanolin Isopropil miristat Pewarna • 8.Bagaimanapun harus diingat bahwa pemerah pipi padat yang kering itu digunakan dengan hemat. tercampur sempurna dengan bedak. Banyak macam kombinasi bahan pengikat yang ditawarkan dan digunakan.0 • Bentuk Krim (“Krim Rauge”) Tipe ini istimewa karena pemakaiannya mudah.Sediaan Kosmetika biasanya ditambah air dan minyak yang mudah larut. cinnabar. sehingga bisa terpakai sampai lama.0 33. Karena bentuk padat yang tebal maka parfumnya dapat terlepas dengan lambat. cochineal.0 2. Red ochre. teksturnya lembut. Tipe umum adalah sebagai berikut: o Bahan pengikat yang larut dalam air o Bahan pengikat yang tidak latut dalam air o Bahan pengikat emulsi o Bahan pengikat kering Bentuk batang (“stick rouge”) Merupakan pemerah pipi dengan basis malam. penampilannya menarik.

Pada bentuknya yang paling sederhana. dengan akhir matte. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Talk Pemerian Serbuk halus.6 4.2 qs Sebagai zat pewarna sering digunakan campuran karmin dan NH4OH. • 0 Bentuk Cair (“Liquid Rauge”) Merupakan pemerah pipi bentuk cair biasanya dalam bentuk suspensi. emulsi M/A atau A/M. Pemerah pipi cair dibuat dengan penambahan gom atau pengental sintesis untuk meningkatkan viskositas dan sejumlah kecil zat pembasah untuk memudahkan penyebarannya. beberapa suspensi agak cepat menempatinya dan konsekuen diperlukan pengocokan yang seksama sebelum pemakaian .Sediaan Kosmetika 3) Bila ditaruh dalam lemari pemanas dengan sssuhu40 4) C selama 1 bulan tidak boleh ada perubahan. Contoh formulanya : Air D&C merah no. tidak berasa Analisis Kualitatif • Jika dimasukan ke dalam air akan segera memeasuki dinding tabung 148 .1 qs Dalam hal pencegahan pewarnaan yang tebal dan partikel putih yang inert maka dapat disempurnakan dengan pemakaian zinc stearat yang dilumatkan dalam air untuk mendapatkan hasil yang berbentuk lotio. 28 Carbowax Metil-p-hidroksi benzoate Parfum Persen 89.4 3. Pemerah pipi cair harus memenuhi persyaratan yaitu viskisitas yang cukup agar dapat mengalirdengan baik dan dapat mongering dengan cepat. putih. Contoh formulanya adalah sebagai berikut: Propilen glikol Polovinil alcohol Sorbitol heksaasetat Titanium dioksid Kapur Zinc stearat Pewarna Parfum Persen 34 25 25 5.4 0. biasanya ditaruh pada suhu kamar selama 2 minggu tidah boleh ada perubahan.0 0.5 10.8 2. juga bisa berupa cairan yang kental atau bentuk “clear gel” yaitu suatu bentuk dengan penambahaan “gelling agent” seperti karbopol. tidak berbau. Tidak boleh bereaksi dengan wadahnya .

1N selam 10 menit. tidak berasa. saring. dan pindahkan permukaan padat dari asam lemak. kumpulkan filtrat dan cairan cucian tambahkan 3 mL asam klorida P. dinginkan dan saring. Saring dalam beaker kering saat panas.2 N selama 5 menit. yang diperoleh lebih dari 10 mg • Memenuhi uji batas klorida . cuci penyaring dengan 5 mL air. terbentuk warna merah terang Kaolin Pemerian Serbuk ringan. lalu diuji dengan kertas lakmus. terbentuk endapan menyerupai gelatin.bebas dari butiran kasar. dinginkan dan saring Khasiat : Zat tambahan: penyerapan Zn stearat Analisis Kualitatif Campur 25 gram dengan200mL air hangat. Cuci saringan dan lab uterus menerus dengan air sampai tidak ada asam. Zinci Oxydum Pemerian Serbuk amorf. dan cuci dengan air mendidih sampai bebs sulfat. pijarkan pada suhu + 6000C . tambahkan air jika perlu untuk menjaga volume asli. Masukan filtrate dan cuci dengan 15 mL ammonium-amonium klorida buffer 0. Analisis Kuantitatif • Refluks 2g dengan 100 mL asam klorida 0. dan keringkan pada suhu 1050 selama 20 menit sampai asam lemak mengental tidak dibawah 540C Analisis kuantitatif Panaskan kira-kira 1g Zn Stearat dengan 50 mL asamsulfat 0. tuangkan airnya.Sediaan Kosmetika • • Netral Tambahkan larutan titan kuning. biarkan dingin. Simpan asam lemak yang dipisahkan pada identifikasi A dalam filter watted dengan air. putih atau putih kekuningan. putih. tidak berbau.licin.05 M disodium etilen diamid tetra asetat sampai larutan berwarna biru. cairan sisa di test dengan Zink test. Panaska larutan sampai kira-kira 400 dan titrasi dengan 0.2 mL eriochrome black T. dinginkan campuran. tambahkan 60 mL asam sulfat 2N dan didihkan sampai asam lemak terpisah dan membentuk permukaan transparan. uapkan 50 mL filtrat hingga kering. didihkan 2g dengan 80 mL dan 20 mL asam nitrat encer pekat menggunakan pendingin alir balik selama 5 menit. licin Analisis Kualitatif Lebur 1 g dengan 2g Natrium karbonat anhidrat P. Umpulkan asam lemak dalam beaker glass kecil. atau sampai permukaan asam lemak bersih. dinginkan. hangatkan sisa dengan 10 mL air. tidak berbau . pengujian dilakuka menggunakan 50 mL filtrat yang diperoleh sebagai berikut. saring. kemudian larutkan dengan asam. tidak berasa 149 .

tambahan 2. terjadi warna biru yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali. Setelah larut sempurna tambahkan metil jingga . Maka akan muncul warna kuning merah/orange Beeswax Tes awan safonifikasi Masukkan 3 g kedalam labu ukur. setelah larutan sempurna terbentuk hangatkan hingga suhu 150 . Bila perlu bantu dengan pemanasan lemah .5 g zat uji yang baru dipijarkan .Sediaan Kosmetika Analisis kualitatif • Panaskan sejumlah ZnO. Tambahkan larutan yodium P.5 g ammonium klorida Pasal . Khasiat : antiseptikum local MgCO3 Analisis Kualitatif • Ditambahkan larutan ammonia menghasilkan endapan putih seperti gelatin • Ditambahkan NaOH menghasilkan endapan putih • Ditambahkan regensia kuning titan menghasilkan endapan merah • • • Ditambahkan HCl encer menghasilkan gas CO2 ditandai adanya gelembunggelembung gas Ditambahkan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih Ditambahkan larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih Kanji beras (Rice Starch) Pemerian Serbuk sangat halus. Setelah uap sulphur trioksida muncul. terus titrasi kelebihan asam sulfat dengan NaOH . larutkan dalam 50 ml asam sulfat 1N . Pada 5 mL filtrate bersih tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida. Titanium dioksid Analisis Kualitatif Pada 500 mg asam sulfat dandipanaskan perlahan. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan. Dinginkan suspensi. hamper tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. labu didih 100 mL disatukan dengan gelas erlenmayer. setelah ditambahkan alkali hidroksida. cairkan dengan air sampai 100 mL lalu disaring. tambahkan 30 mL larutan yang dibuat dengan melarutka 40 g potasium hidroksida didalam 500mL aldehid bebas alcohol pada temperature tidak melebihi 15. tidak berasa Analisis Kualitatif Didihkan 1 bagian dengan 50 bagian air. putih. lanjutkan pemanasan selama 1 menit. terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang • Larutkan asam klorida encer. tidak berbau. terbentuk endapan putih yang larut dalm larutan alkali hidroksi berlebih Analisis kuantitatif : Timbang seksama 1.

minyak jarak dsb. biaaarkan 1 malam pada suhu 40C. Pemerah Bibir (Lipstick) Merupakan sediaan kosmetika yang berguna untuk memerahkan bibir atau merubah bentuk bibir hingga kelihatan lebih menarik. ros dan jingga. halus dan homogen. Pemerah bibir umumnya merupakan suatu dispersi zat warna dalam minyak . Untuk memadatkan formula dapat digunakan malam. Warna – warna yang digunakan bervariasi dari merah. biasanya digunakan minyak tumbuh-tumbuhan seperti minyak zaitun. saring. 3. stearil alkohol dsb. Minyak-minyak ini juga berguna untuk melarutkan . masukkan thermometer kedalam larutan kemudian masukkan labu kedalam penangas air pada temperature 800C. Tidak boleh rapuh. mudah digunakan. takberbau. Suhu hablur sekitar 1760C IV. 4. Refluks campuran selama 2 jam. tidak kering dan mudah dihapus. Sering juga digunakan minyak mineral. eosin. terlalu keras dan terlalu lunak karena adanya pengaruh suhu. Merupakan turunan fluorescein yang terhalogenasi sperti bromo acid. Bentuk dan bau harus menarik. Larutan tidak menunjukkan bentuk awan/globul sebelumsuhu mencapai 650 C Propilen glikol Pemerian Cairan kental. 2. Tidak boleh ada pemisahan. tak berwarna. dinginkan. merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pemerah bibir. minyak wijen. Lanjutkan pemanasan hingga kering. merupakan zat warna yang dapat menodai bibir dengan warna yang diingini. ozokerite. tambahkan 100 mg arang jerap P. cetaceum. Zat warna harus mempunyai viskositas rendah. 151 . dapat memnbentuk lapisan yang stabil . Basis merupakan basis berlemak yang mudah dioleskan pada bibir. Zat warna yang digunakan harus memenuhi syarat :  Dapat bersifat sebagai penetrasi pada kulit bibir . Basis/ Dasar. rsa agak manis. carnauba wax. tidak berbau dan stabil. 2. Zat warna. cetyl alkohol. Zat warna yang sering digunakan yaitu : ♦ Staining Dyes. campur.  Dapat melapisi bibir dengan baik untuk menutupi kekasaran. tidak terjadi bau akrolein Analisis Kuantitatif Refluks 500 mg dengan 3. higroskopik Analisis kualitatif Panaskan perlahan-lahan dengan kalium bisulfat P. Tidak berbahaya pada kulit.terjadi uap berbau enak. Pada akhir refluks buka labu. jernih. larutkan dalam aseton P 100 mL hangat. Formula umum pemerah bibir biasanya terdiri dari : 1. digunakan dalam konsentrasi 2 . Pemerah bibir harus memenuhi persyaratan : 1. Uapkan filtrate hingga lebih kurang 50 mL. Putar labu pada penangas tadi ketika penangas dan larutan dingin. saring. parafin.3% . candelilla wax.Sediaan Kosmetika kamardan tambahkan aldehid bebas alcohol hingga 1000 mL.9 g Trifenilmetilklorida Pdan 5 mL piridina P di tangas air selama 1 jam. lemak dan malam. keringkan hablur dengan aliran udara. dan tetrafluorescein.

apakah ada minyak yang keluar atau apakah ada kristalisasi dari lemak-lemak. Dapat bersifat anorganik maupun orfganik. isopropil palmitat dsb. digunakan dalam jumlah 5 – 15 %. Jenis aliran dapat diperiksa dengan alat penetrometer. Dapat digunakan pelarut nonpolar. Lakes. merupakan zat warna logam yang dapat bercampur dengan bahan dasar. propil galat. Kestabilan terhadap oksidasi sinar matahari diperiksa selama penyimpanan. harus dipilih yang tidak mengiritasi dan stabil terhadap komponen yang lain. 5. 4. Zat pewangi. butil stearat. 6. 7. agak keruh keputihan. 3. dapat digunakan yang ringan dan segar. isopropil meristat. Pemeriksaan titik leleh dapat dilakukan dengan tabung kapiler yang diberi tekanan dan suhu dinaikkan 45-500C. Zat-zat antioksidan berguna untuk mencegah ketengikan dari minyak-minyak lemak yang digunakan. glikol-glikol. Pembagian zat warna dalam basis minyak harus homogen. Ba.  Teknik pembuatan dan pencetakan harus betul dan hati-hati. Zat pewangi ini sangat berguna untuk menutupi bau yang tidak enak dari lemak. dapat diperiksa dengan menekan ibu jari dan telunjuk tidak menunjukkan adanya gumpalan seperti pasir. Lapisan yang terbentuk. Pigment.dsb. alkohol berlemak. juga merupakan turunan fluoroscein. 4. berguna untuk memudakan serta menyinarkan warna. 2. Pelarut dari zat warna. Waktu pecah ( breaking point) dapat diperiksa dengan menegakkan sediaan dan diberi tekanan dengan suhu diatur 250C. Kestabilan dapat diperiksa dengan mengamati pada suhu 400C. Ca dan Sr.Sediaan Kosmetika ♦ ♦ ♦ ♦ 3. butil hidroksi toluen. yang sering digunakan adalah yang bersifat lipofilik dan yang tidak larut dalam air yaitu bentuk sulfo acidnya. merupakan campuran zat warna D&C (Drugs and Cosmetics) dan logam – logam seperti Al. Konsentrasi yang digunakan 2-4% .  Parfum harus segar dan ringan. Yang harus diperhatikan pada pembuatan pemerah bibir adalah :  Pemilihan basis yang sesuai  Pemilihan zat warna dan pelarutnya harus hati-hati. sesuai dengan namanya dapat digunakan untuk melarutkan zat warna dalam formula pemerah bibir. Titan dioksida. Digunakan dalam jumlah 1% . 152 . Digunakan dalam jumlah 8 – 10% . Kestabilan dari parfum dapat diperiksa dengan memasukkannya kedalam pemanas dengan suhu diatur 400C dan dibandingkan dengan standar. Non Eosin Staining Dyes. Sebagai contoh pelarut yang sering digunakan adalah minyak jarak. Sebagai contoh misalnya butil hidroksi anisol. 5. Cara pemeriksaan hasil akhir dari suatu pemerah bibir : 1. lemak-lemak dan zat yang bersifat lipofilik.

tonjolan-tonjolan lemak padat. hidung yang terlihat besar dan lebar . Selain itu. atau hidung yang terlalu panjang atau pesek. Tambahkan asam mineral pada larutan 1% b/v terbentuk endapan biru. TiO2 Flavour 16% 16% 24% 24% 10% 7. hidung. mata. pertumbuhan jamur. kosmetik ini juga dapat digunakan untuk mengoreksi bentuk wajah. penampilan seseorang akan terlihat lebih sempurna dan kekurangan yang terdapat didalamnya bisa lebih disembunyikan atau dihilangkan sama sekali. Corrective Make -up Metode ini digunakan untuk menonjolkan penampilan make up pada wajah dan menyembunyikan segala kekurangan yang terdapat pada wajah. Bromat. perlekatan yang baik dan tidak meninggalkan bekas. Kombinasi yang baik pada penggunaannya dapat mempercantik penampilan make up. mulut dan bibir seseorang. fluoresensi berwarna jingga .5 % 1% 1. mempunyai rasa yang menyenangkan. Yang terakhir adalah pemerikasaan terhadap adanya penyimpangan yang terjadi pada permukaan sediaan selama penyimpanan.Sediaan Kosmetika 8. Corrective make up pertama dapat digunakan pada kondisi dimana seseorang ingin mengubah penampilannya kembali ke keadaan aslinya dulu. Tampilan muka dari depan secara keseluruhan merupakan pertimbangan utama untuk dasar melakukan suatu make up. memilih suatu jenis kosmetik yang tepat dan menonjolkan lekukan atau tekstur wajah.5% Analisis : Eosin Pemerian : Serbuk atau bongkahan berwarna merah hingga merah kecoklatan Analisis Kualitatif: a. warna merata dan tidak berubah. mudah digunakan. seperti adanya kristal. Dengan menggunakan suatu pewarnaan yang menarik. mata yang membengkak. Biasanya sering dilakukan oleh mereka yang memiliki gambaran dagu yang seperti dua buah (pada orang gemuk) . dan bentuk padatnya tidak mudah hancur. bebas dari perubahan fisik. 153 . tidak terpengaruh oleh perubahan suhu. Formula Lipstick (pemerah bibir): Carnauba wax Ozokert Lanolin Parafin liquid Eosin As. Lipstick merupakan kosmetik yang sangat sulit dihasilkan karena persyaratannya yaitu harus berpenampilan atraktif. terdapatnya lipatan kasar pada daerah mulut dan bibir. pengeluaran minyak atau cairan lainnya.

Jika dileburkan menghasilkan cairan yang tidak berfluoresensi. Formula Lipstick cair Etil selulosa Bleached wax –free shellac Etil alkohol Petroleum eter Polietilen glikol Fuchsin Sakarin Analisis : 3. Analisis Kualitatif Dibakar pada nyala oksidasi akan menghasilkan warna nyala yang terang.66% 12 % 0. berbau khas. Pada akhir refluks. hangatkan hingga suhu kamar dan tambahkan aldehid bebas alkohol hingga 1000 ml. Formula Salep bibir Parafin wax 30% White petroleum jelly 35 % Technical white oil 20% Beeswax 14% Analisis : Beeswax Kualitatif : Tes awan saponifikasi Masukkan 3 g kedalam labu ukur. Larutan tidak menunjukkan bentuk awan atau globul sebelum suhu mencapai 650C.3 % 0. Refluks campuran selama 2 jam. kemudian masukkan labu kedalam penangas air pada temperatur 800C. buka labu.00% 14. kedua larutan akan menjadi jernih dan bebas dari pengendapan atau sedimentasi. setelah larutan sempurna terbentuk. putar labu pada penangas tadi ketika penangas dan larutan dingin. sering menunjukkan susunan hablur agak licin.06% 4. Tambahkan 2 ml larutan jenuh NaOH p pada 10 ml larutan zat 1% b/v terbentuk endapan merah. Analisis Kualitatif Masukkan 100 ml zat diaduk perlahan dan dipindahkan ke dalam tube pembanding warna dan bandingkan dengan blanko . Jika 154 .Sediaan Kosmetika b.94% 65. masukkan termometer ke dalam larutan. tidak berwarna atau putih. tidak mempunyai rasa . Pada tube yang sama yang mengandung 2 ml platinum dan kobalt TS dengan volume yang sama . Parafin Pemerian : Padat. tambahkan 30 ml larutan yang dibuat dengan melarutkan 40 g Potassium hidroksida didalam 500 ml aldehid bebas alkohol pada temperatur tidak melebihi 15.04% Petroleum eter Pemerian Larutan jernih: mudah menguap . labu didih 100 ml disatukan dengan gelas erlenmeyer .

titrasi dengan NaOH 0. Jika larutan berwarna merah. uapkan atau kisatkan hingga kering.3% 8% 10% 10. Isopropil miristat • Bilangan penyabunan : 202 – 212 . • Bilangan asam tidak lebih dari 1 . lapisan air tidak akan mengubah lakmus merah menjadi biru selama 15 menit . penambahan 1 tetes FeCl 3 TS kedalam filtrat menghasilkan warna ungu. akan memeberikan warna yang tidak lebih tua dibandingkan blanko. setelah itu larutkan dalm 20 ml aquades. Larutkan 100 mg dalam 5 ml larutan NaOH. titrasi dengan HCl 0. Fuchsin .Sediaan Kosmetika dilihat sejajar kolom dengan transmitted light .01 N . Analisis Kualitatif Dengan kromatografi gas Formula Lipstick transparan Poliamide resin ( rata-rata BM 8000) Poliamide resin (rata-rata BM 600-800) Propilen glikol mono laurat Minyak castor D&C merah nomor Lanolin alkohgol Dipropilen glikol metil eter Etoksi lonolin alkohol ( 5 mol Et2O) Isopropanol anhidrat Parfum 20% 5% 28% 12. Analisis Kuantitatif Timbang seksama 5 g .1 % 5% 1% 155 . netralkan larutan dengan HCl 3 N dan saring . biarkan dingin dan tambahkan 10 ml air dan NaOH I N berlebih akan menghasilkan larutan yang berfluoresensi hijau.01 N. b.6% 21 0. bau khas lemah agak higroskopis. Jika larutan berwarna kuning. tidak berwarna atau praktis tidak berwarna. tambahkan larutan fenolftalein. • Bilangan yodium tidak lebih dari 1 . kemudian dilewati melalui api kecil hingga terbentuk ammonia. tambahkan 10 tetes asam sulfat dan panaskan campuran dalam penangas air pada suhu 200 0C selama 3 menit. larutkan dalam 50 ml air. Pemerian : Cairan kental jernih . Sakarin Analisis Kualitatif a. Campurkan 20 mg dengan 40 mg resorsinol. Kocok 10 ml zat dengan 5 ml air selama 5 menit. biarkan dingin . diperlukan tidak lebih dari 2 ml.

• Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . Tidak larut dalam air . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. Petroleum putih tidak berwarna bila dioles . massa lunak .Sediaan Kosmetika Formula dasar Lipgloss Parafin wax Petroleum jelly putih Minyak technical putih Beeswax 30% 35% 20 % 15 % Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat . larut dalam bensin . lanjutkan pemanasan selama 1 menit. alcohol . cairkan dengan air sampai 100 ml lalu disaring .0 . Pada 5 ml filtrat bersih tambahkan beberapa tetes hidrogen peroksida . gliserol . Petroleum Jelly Pemerian : Berwarna kuning hingga gading atau putih . karbon disulfida . Dinginkan suspensi. setengah padat . Maka akan muncul warna merah/ orange. Sperma ceti/ setaseum Pemerian : 156 . Analisis Kualitatif : Berfluoresensi lemah bila dicairkan . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . petroleum eter . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . Setelah uap sulfur trioksida muncul . eter . tidak berasa . massa tidak berubah pada suhu 00 . kloroform .5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol TiO2 Analisis Kualitatif Pada 500 mg asam sulfat dan dipanaskan perlahan. tidak berbau . • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . masing – masing sekitar 1. Setil alkohol 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas .

Jakovies menyarankan proses vakum dalam peleburan lipstik untuk dispersi zat warna dengan menghilangkan lapisan gas yang diabsorbsi pada partikel zat . Dinginkan . Jika pencampuran dilakukan pada temperatur tinggi dan mengabsorbsi banyak udara dan didinginkan . Dicampurkan secara terpisah dengan konstituen yang tepat dari campuran dasar . Persiapan campuran komponen . tidak terjadi warna merah jambu. warna – warna dicampur dengan bahan tadi untuk membasahi . Dalam penggilingan . Pembuatan lipstik sebaiknya dilakukan pada temperatur rendah yang cukup untuk proses ini . bau dan rasa lemah. zat warna yang dapat larut dicampur dengan zat pelarut . Pencetakan massa lipstik menjadi batangan lipstik . Dalam mempersiapkan dispensi zat warna . Pertama .3 ml larutan dimetilglioksin p 1 % b/v dalam etanol (95%) P.Sediaan Kosmetika Massa hablur. dilebur dan dicampur bersama – sama . Pembuatan Lipstik . senyawa polyglikol dan terakhir ditambahkan bahan non polar . yaitu : “ ball mills “ . kemudian ammonia encer P secukupnya hingga tepat bereaksi alkalis terhadap kertas lakmus P. Cara ini jarang digunakan . 3. Meskipun warna – warna yang digunakan diterima dalam bentuk dasar yang baik . Tujuan proses ini adalah untuk menghasilkan dispensi warna yang homogen dan kondusif untuk membentuk batangan lipstik yang lembut . putih mutiara. yang bertindak sebagai penghalang dan menyebabkan pembasahan tidak sempurna . Telah disebutkan bahwa petroleum jelly akan melarutkan 10 % udara pada 90 0C tetapi hanya 50 % pada suhu 20 oC . sebaiknya dasar yang digunakan adalah plastik semi solid dan dilakukan dalam kondisi hangat . licin. kemudian dicampur dengan bahan lainnya . menghilangkan minyak dan memberikan efek pembasahan yang tidak sempurna . seperti lanolin . pembuatan lipstik terdiri dari 3 tahap : 1. pigmen dan “ lakes “ mendapat perlakuan : A. B. suhu lebur 420-500C. Sisa bahan dasar . Warna – warna seperti asam bromo . Ada beberapa type penggilingan . Pencampuran bahan – bahan untuk membentuk massa lipstik . dsb . Analisis Kualitatif Refluks perlahan 5 g derngan 5 ml asam sulfat encer selama 5 menit saring selagi panas. Dan saat pencampuran . bening . udara tidak diberhentikan sampai viskositas massa terlalu besar untuk melepas udara dan hal itu menyebabkan terkumpulnya partikel – partikel zat disekitarnya . dan perlu dilakukan beberapa proses penggilingan . Secara umum . menggunakan pemanasan jika diperlukan . “ sand mills “ . tambahkan 0. campuran sebaiknya 157 . dispensi warna dan campuran lilin . Didispensikan dalam dasar lipstik yang lengkap . kecuali jika digunakan dasar yang lengkap . seperti lilin hasil pemanasan tinggi yang tidak dipergunakan lagi . contoh : campuran minyak . Persiapan dan Pencampuran . 2. namun mereka cenderung sukar untuk menjadi campuran yang basah dan berminyak .

Saat didinginkan . Kemudian massa lipstik dipompa ke panci penyimpanan . Salah satu bagian dari campuran minyak dicampur dengan zat kering dalam suatu panci pra – pencampuran ( pre – mix pan ) yang terletak pada “ sand mill “ menuju ke panci uap . massa lipstik diaduk . Pada satu dari dua metode yang digambarkan . Cetakan biasanya diisi untuk mempertahankan bentuk tekanan dipusat batangan lipstik . Cetakan dibuat dari kuningan dan alumunium . dan merupakan tipe “ vertical split “ atau tipe “ automatic ejection “ . Saat dibutuhkan . Pembuatan lipstik modern juga dibahas oleh Daley .Sediaan Kosmetika dimasukkan ke suatu tempat tertutup yang dapat menjaga cairan dan mengaduknya . vacuum dijalankan untuk mengeluarkan seluruh udara yang tertahan . campuran lilin disiapkan dan disimpan dalam bentuk leburan dimana seluruh konstituen minyak disimpan dalam suatu tangki penyimpanan dengan alat pengaduk yang sesuai . Dengan kombinasi alat pengaduk dan pompa . Jaket diisi dengan air hangat untuk menuangkan massa lipstik . parfum dan rasa yang ditambahkan . Pencetakan . Tak satupun cetakan tipe “ automatic ejection “ ( baik pendingin udara atau air ) yang menghasilkan batangan lipstik bentuk peluru yang sempurna . Setelah mengental . Campuran lilin dimasukkan ke dalam panci uap secara simultan dan dicampur dengan bahan lain . Saat udara sudah dikeluarkan . menghilangkan noda dan menghasilkan permukaan yang terang . Massa yang dilebur kemudian dicetak . karena meninggalkan lingkaran kecil di ujung batang lipstik yang disebabkan oleh ketebalan tepi logam alat ejeksi . batangan lipstik disimpan sekitar 1 minggu untuk diisi ke lipstik holder . kemudian tambahkan parfum dan siap dicetak atau dibentuk menjadi blok yang disimpan dan dicetak jika diperlukan . setelah sebelumnya lipstik di “ flaming “ yaitu dilewatkan dengan cepat ke atas api flame untuk meleburkan lapisan permukaan . Alat pra – pemanasan digunakan agar cetakan dapat ditingkatkan ke temperatur 40 0C sebelum diisi dengan massa lipstik dan menghindari “ flow marks “ yang terlihat pada batangan lipstik yang sudah dicetak . cetakan dibuka . secara otomatis batangan lipstik akan terdorong keluar atau dengan bantuan jari . dengan menggunakan mixer sebagai pemompa . Dalam waktu yang bersamaan . lembut dan glossy . hasil cetakan dibersihkan dan didinginkan agar terbentuk . vacuum dimatikan . Hasilnya diuji untuk corak . Cetakan ini lebih baik digunakan untuk menghasikan batangan lipstik bentuk biji . Sisa campuran minyak kemudian melewati panci pra – pencampuran dan “ sand mill “ untuk membersihkan residu warna . 158 . Setelah Pencetakan . Lemari pendingin tidak diperlukan selama ada cetakan tipe “ water – jacket automatic ejection “ . massa lipstik kembali dalam sebuah panci tertutup dan diaduk perlahan sekitar ½ jam agar udara naik ke puncak dan menjaga “ pin holing “ produk .

MITOS DAN FAKTA TENTANG KECANTIKAN Mitos 1 : Minum banyak air membuat keremajaan kulit terjaga Fakta : Air membantu ginjal dalam menghilangkan zat-zat beracun dalam tubuh dan bekerja sebagai penekan/penahan.  Agar hasilnya maksimal. Sabun ini 159 . Hasilnya selain warna lipstik jadi lebih bagus .  Perhatikan nutrisi yang masuk ke tubuh kita. lukis garis bibir diluar garis bibir asli . oleskan lipstik dengan kuas. Lipstik awet  Foundation ternyata dapat membuat lipstik tahan lama . kemudian timpa dengan lipstik yang warnanya tidak jauh berbeda dengan warna lipliner. Selain itu. lalu ambil tisu lain yang sudah ditaburi bedak. bibir juga jadi terlindungi.  Minum air putih selain menyehatkan tubuh. Hal ini berguna untuk menyamakan kulit bibir dengan kulit wajah. Tapi kalau bibir kita sedikit tebal . coba tempelkan tisu ke bibir yang sudah dioleskan lipstik tadi . lipstik dapat bertahan lama. kalau bibir kita tipis. dengan menggunakan kuas kita dapat menghemat lipstik. karena pengaruh kondisi tubuh juga mengakibatkan buruknya kondisi bibir. usahakan kita selalu menggunakan pelembab bibir. Dengan cara ini. Membentuk bibir  Sebelum memperbaiki bentuk bibir. Mitos 2 : Sabun tidak bagus untuk kulit Fakta : Sabun biasa yang banyak digunakan sekarang ini mengandung sebagian besar campuran lemak-lemak hewan dan minyak tumbuhan. oleskan alas bedak (foundation) yang biasa kita gunakan untuk wajah ke bibir. Jadi tidak ada salahnya mengoleskan foundation sebelum memakai lipstik. tapi air tak dapat mengubah kulit dasar.  Oleskan lipstik dengan kuas bibir. kemudian ditempelkan ke bibir. juga berguna untuk bibir setidaknya air putih bisa mengatasi bibir pecah-pecah. dalam hal ini kulit. Jadi minum air secukupnya adalah penting tapi tak perlu berlebihan karena kulit sudah menyediakan.  Lukis bibir dengan lipliner sesuai dengan yang kita kehendaki .  Terakhir.  Lukis garis batas bibir dan seluruh bagian dalamnya dengan lipliner.Sediaan Kosmetika TIPS  Sebelum menggunakan lipstick . Sedikit kerutan dapat menghilang. lukis garis batas di dalam garis bibir asli. kuas dapat membuat olesan menjadi lebih rapi. Tapi sebagian air dapat meningkatkan pembengkakan tubuh.

Mereka bahkan dapat terlihat gelap jika keratinnya berpigmen. Pada pembilasan terakhir. Mitos 5 : Sekarang. konsentrasikan untuk mencuci kulit kepala karena terdapat akumulasi kotoran dan lemak di sana. untuk memperbaiki dirinya sendiri sampai tingkat tertentu. Mitos 4 : Pori-pori dapat dikecilkan Fakta : Ukuran pori-pori secara genetik telah ditetapkan. Pada saat kamu mencapai masa pubertas. Pada ujungnya dapat terjadi kehabisan zat-zat tanduk sehingga terjadi pecahpecah.tapi memungkinkan berlangsung dengan perawatan secara kontinyu dan perlindungan. Beberapa sabun modern punya zat-zat tambahan pelumas dan pelembab kulit. Bagaimanapun mereka dapat terlihat lebih besar lagi jika dipengaruhi oleh adanya keratin. Hal ini tidak berlangsung dalam waktu singkat. Siapa pun akan suka menggunakan sabun modern yang mempunyai efek samping sekecil mungkin dan dapat digunakan tanpa terjadinya kerusakan kulit. shampoo dapat dibersihkan dengan mudah. Mereka juga bagus untuk kulit. pori-pori berada pada ukuran yang paling besar.Efek kerusakkan oleh cahaya yang tidak pernah berhenti selama radiasi berlangsung. Obat-obat luar seperti Retin-A dan alpha-hydroxy acids (AHA) dapat memecahkan bahan-bahan tersebut sehingga pori-pori kembali berada pada ukuran yang normal. Bagaimanapun sekarang ini. Rambut menerima bentuk produk biologi dan tumbuh hanya pada akar. Mitos 6 : Kulit kering adalah alasan untuk berkerut 160 . tapi hanya jika seseorang memotongnya secara keseluruhan. Mitos 3 : Rambut pecah dapat diperbaiki Fakta : Ya..Sehingga menghentikan radiasi sekurang-kurangnya dapat menghentikan beberapa kerusakkan. kebanyakan sabun diproduksi dari bahan-bahan pembersih sintetik (surfaktan) yang membersihkan kulit dengan efek sejuk yang lebih nyaman daripada sabun-sabun sebelumnya. Ketika memakai shampoo.Ada fakta klinik bahwa setelah memulai perlindungan………. Rambut pecah terjadi sebagai hasil dari perawatan yang terlalu sering dan berlebihan.Beberapa kondisioner dapat merekatkan ujung rambut yang pecah tersebut tapi efeknya tidak lama. pemakaian produk kimia yang berganti-ganti atau pencucian yang terlalu sering.Sediaan Kosmetika mempunyai pH yang tinggi (larutan alkali) dan dapat mengeringkan kulit terutama kulit yang tua. termasuk pada kulit wajah.sudah sangat terlambat menggunakan sunscreen Fakta : Tidak pernah terlambat untuk melindungi kulitmu dari matahari dan radiasi sinar uv. Industri kosmetik membuat sebuah bisnis besar dengan membuat wanita percaya bahwa pori-pori dapat dikecilkan. bahan-bahan sebaceous atau bakteri.

Juga setiap bertambah umurnya.kulit akan membuat minyak alami lebih sedikit sehingga akan timbul kerut. Mitos 9 : Semakin sering dipotong maka rambut akan semakin cepat panjang Fakta : Rambut tidak dapat disangkal merupakan produk biologi.gatal-gatal.lebih berat sebuah pelembab yang kamu butuhkan.Pelembab akan monolong memperlembut garis-garis kerut tersebut.Dalam realitanya.Jika seseorang kekeringan.Ada lebih sering tampak dalam cuaca dingin pada kulitmu.Bagian terkecil adalah hasil dari depresi wajah tersenyum dan cemberut.tapi ia hanya dibentuk dan tumbuh. kamu hanya membutuhkan pelembab jika kamu ……… tanda-tanda seperti kemerahan. Fakta : Itulah apa yang banyak orang percayai tapi itu tidak benar.Kaki dan tanganmu.secara normal. Bagian yang berbeda pada kulitmu mungkin.Sediaan Kosmetika Fakta : Realitanya bahwa kerut-kerut dan garis-garis yang kamu lihat dikulitmu disebabkan oleh curahan sinar matahari atau sinar uv di dalam sebuah studio matahari. Perawatan kulit terbaik dengan semua bahan-bahan penting.penampakkan kerutan-kerutan ini akan lebih cepat.Tidak ada hubungan sama sekali dengan zat tanduk rambut yang sudah mati untuk memerintahkan pembentukkan sesuatu mengenai panjangnya atau berupa banyaknya dan ketika rambut dipotong.Adalah biasa bagi orang yang pernah melakukan bedah kecantikan untuk memutuskan bahwa dia tetap terlihat cantik.kulitnya akan tampak berkerut dan akan kembali normal sesudah meminum air yang cukup.Ini hanya membuat kamu terlihat lebih baik.Jika seseorang merokok.dalam beberapa kasus.membutuhkan pelembab yang berbeda.bersisik. Mitos 8 : Jika kamu melakukan bedah kecantuikan sekali saja maka kamu akan membutuhkan yang lainnya.sebagai contoh. Mitos 7: Setiap kulit membutuhkan pelembab Fakta : Ada mitos lain dari bisnis besar industri kosmetik yang ingin Anda percayai.2 161 .yang benar adalah bedah kecantikkan tidak menghentikan proses penuaan.Aplikasi yang sama untuk mencukur.

alergi dan pH-nya harus mendekati netral. Mekanisme pewarna rambut Proses pembentukan warna pada rambut harus berjalan cepat. 3. warna yang dihasilkannya sangat terbatas dan cara penggunaannya kurang praktis. Zat warna akan masuk seluruhnya kedalam batang rambut dan warna yang terbentuk akan stabil dan tahan lama. seperti minyak rambut. Karena zat warnanya mengendap pada akar rambut. Harus tersatukan dengan sediaan rambut yang lain. harus memenuhi berbagai persyaratan antara lain : 1. 2. Selain cat rambut akan diuraikan juga sediaan yang erat hubungannya dengan cat rambut dan sediaan pengkilat rambut. Hena. a. berasal dari tanaman Lawsonia alba. Harus stabil atau tidak berubah pada udara terbuka. Zat warna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. dan stelah dicuci dengan shampo dan dikeringkan. Tidak berbahaya dan tidak mengiritasi kulit 4. kemudian ditambah air panas dengan pertolongan asam sitrat/asam adipat/asam tartrat 1-2 % akan diperoleh pasta yang mempunyai pH 5.5. Proses pewarnaan ini tidak boleh menyebabkan adanya iritasi. Sediaan pewarna rambut (Hair Dye) Disebut sebagai cat rambut. shampo dan sebagainya. Dalam perdagangan dijumpai bermacam-macam warna. obat keriting rambut. Dapat membentuk warna yang sesuai dan tahan lama 5. tetapi di Indonesia yang sering digunakan adalah warna hitam. Daun dan bunga yang sudah dikeringkan ditumbuk menjadi tepung. Macam-macam zat warna yang dapat digunakan dalam cat rambut 1. maka mungkin henna ini dapat 162 .Sediaan Kosmetika BAB V SEDIAAN KOSMETIKA PEWARNA RAMBUT BUKAN CAT Sediaan kosmetika pewarna rambut (cat) adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk merubah atau memperjelas warna rambut seseorang. Tidak merusak atau melemahkan akar rambut serta dapat mempertahankan kilatan rambut. semua rambut terwarna dan struktur dari keratin rambut tidak boleh berubah. Pasta ini dapat dioleskan pada rambut. spinosa atau inermis. cahaya matahari atau larutan garam. Tumbuhan yang seing digunakan adalah : a.

Fe. Ni. Proses penghilangan warna dari cat rambut juga 163 . pirogalol. Pembentukan warna pada penggunaan zat warna logam terjadi tidak masuk kedalam batang rambut. Reduktor yang sering digunakan adalah Na tiosulfat. untuk membentuk warna yang diperlukan zat pembantuk yaitu suatu reduktor yang umumnya diberikan secara terpisah dan baru dicampur setelah akan digunakan. tanin dsb. larutan alkali sulfida. Tidak menembus keratin rambut. pirogalol. Garam-garam Ni. Fe. p-aminofenol. Selain oksidator juga diperlukan zat yang dapat mengatur pH karena umumnya diperlukan suasana alkalis. 2. tapai hanya melapisi permukaan rambut saja. Campurannya dengan daun indigo disebut henna reng dan akan mengjhasilkan warna biru hitam. perborat. Yang digunakan adalah kepala bungan yang dibuat ekstrak yang akan melapisis kutikula. Campurannya dengan pirogalol dan Cu atau garam logam lain akan menghasilkan warna yang lebih bervariatif dari coklat muda ke hitam. serta turunan-turunannya. p-toluen diamin. Zat warna logam. Sekarang banyak digunakan karena mudah dipakai dan keaslian rambut tidak berkurang. zat tersebut adalah NaOH atau NH4OH. Penggunaan garam-garam Cu. dan Co dapat dilakukan sendiri-sendiri atau campurannya dengan garma perak. Sediaan penghilang warna Cat rambut (Hair Dye Remover) Sediaan ini sering digunakan apabila terjadi kesalah pada pengecatan rambut. 3. Zat warna organik sintetis yang sering digunakan adalah pfenilen diamin. Chamomille berasal dari tanaman Arthemis nobilis. Co. Zat yang memberikan warna adalah 2-hidroksi-1-4-naftokuinon atau Lawsone. Ag. Hal ini disebabkan karena sulfur dari keratin rambut dengan logam atau oksida logam akan membentuk logam sulfida dan ini yang harus direduksi. Co.dsb. Dapat juga digunakan dalam shampo yang berguna untuk mengkilatkan rambut. Cu. Logam-logam yang sering digunakan adalah Pb. hipoklorit.Sediaan Kosmetika menimbulkan keracunana lokal maupun sistematis. pirokatekol. merupakan zat warna rambut terbaru. Bila pengecatan rambut menggunakan zat warna logam harus berhati-hati karena logam adalah suatu katalisator hingga akan terjadi reaksi dan timbul panas.6-trihidroksi flavon. Untuk mencegah teroksidasinya zat-zat warna ini oleh udara maka diperlukan penambahan suatu antioksidan seperti Na sulfat. Ni. Na hidrosulfat. Untuk mewarnai rambut sering digunakan campurannya dengan kaolin ditambah air panas hingga terbentuk krim kental. kemudian setelah 15-60 menit rambut dicuci dan dikeringkan. Mg bila ditambah dengan larutan tio atau tioglikolat akan membentuk warna coklat hitam.3. Untuk membentuk warna sangat diperlukan suatu oksidator seperti hidrogen peroksida. Zat yang memberikan warna adalah 1. sulfida organik.klorat-klorat dsb. Matricaria chamomilla. b. warna akan timbul setalah ditambahkan larutan pirogalol 3-5% dalam air. belerang. dan Bi. Zat warna organik sintetis.

adalah 164 . Juga dapat digunakan campuran minyak mineral dan asam oleat dalam suasana basa. SEDIAAN KOSMETIKA KUKU Sediaan kosmetika kuku adalah sediaan yang berguna untuk membersihkan. sebagai basa dapat digunakan larutan KOH atau NaOH 1-5% dan untuk mencegah kristalisasi dapat digunakan oleum cocos atau sabun oleat. bekas tinta. perubahan warna atau perubahan permukaan kuku. Biasanya lapisan ini terdiri dari sel-sel yang telah mati dan bergerigi. larutan Na perborat. Sediaan pembersih kuku dapat dijumpai dalam bentuk larutan/solution atau krim. Sediaan pembersih kulit sekitar kuku. seperrti cat rambut dari zat warna oksidasi dapat dihilangkan dengan pencucian berulang-ulang dengan shampo yang kadang-kadang perlu ditambahkan NH4OH. merawat. maka pH dari larutan harus betul-betul diperhatikan dan biasanya juga ditambahkan suatu stabilisator. Penggolongan sediaan kosmetika kuku Berdasarkan tujuan pengunaannya sediaan kosmetika kuku dapat dibagi menjadi : 1) Pembersih kulit. bekas sayuran dsb. Sediaan kosmetika kuku ini biasanya disebut dengan istilah “pedicure manicure” Kelainan-kelainan yang sering terjadi pada kuku Hal ini karena pengaruh susunan syaraf pusat. tidak boleh dipotong dengan gunting. Sediaan zat pengoksidasi dapat digunakan larutan peroksida. karena tidak terpeliharanya daerah sekitar kuku atau mungkin karena penggunaan cat kuku yang merusak. Pada umumnya dasar penghilangan noda tersebut adalah reaksi oksidasi dan reduksi. Sebagai “bleaching agent” dapat digunakan NH4OH dan H2O2 untuk mengkilatkan rambut dapat digunakan solutio H 2O2 1-3% disisir secara perlahan. pada umumnya merupakan suatu larutan basa yang dapat merusak keratin(gugus sulfa). reduktor dan “bleaching agent” Sediaan pengkilat rambut (Hair bleaching/Hair Lightening) Sediaan ini sering digunakan untuk merubah wearna rambut serta untuk mentgkilatkan rambut. Hanya dapat dilepaskan setelah dilunakkan terlebih dahulu. sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk membersihkan atau menghilangkan noda-noda yang terdapat pada kuku seperti noda bekas nikotin. Bentuk sediaan cairan/solutio atau krim. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna memudahkan melepaskan lapisan kulit yang menebal disekitar kuku. Kelainan-kelainan pada kuku dapat meliputi perubahan bentuk.Sediaan Kosmetika berdasarkan suatu reaksi kimia. 2) Pembersih kuku. tetranatrium pirofosfat. Basa-basa lain yang dapat digunakan adalah trinatrium fosfat. menghaluskan dan memperindah kuku. EDTA dan turunan amonium kuartener seperti setiltrimetil amonium bromida dan setiltrimetil amonium hidroksida.

vinil resin. Sering dijumpai dalam bentuk serbuk. asam sitrat.adalah zat-zat yang dapat membentuk lapisan film halus pada permukaan kuku. pensil atau cairan/lotion Pengkilat kuku. mudah kering dan tidak dapat mengelupas. asam oksalat dan asam asetat. Na sulfit. dilika koloidal. talk. Pada umumnua terdiri dari zat-zat yang mudah terbakar. adalah merupakan sediaan kosmetika terbesar yang sering digunakan dalam sediaan untuk memperindah dan merawat kuku. larutan Zn peroksida dsb. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk mengkilatkan kuku supaya kelihatan lebih sehat dan segar. Selain selulosa nitrat dapat juga digunakan selulosa aseta. e) Harus cepat kering dan membentuk lapisan yang halus f) Tidak berbahaya serta tidak merusak/mengiritasi kuku dan kulit sekitarnya. kuku.  Melekat pada kuku dengan baik  Cukup elastis hingga tidak mudah pecah dan patah  Dapat membentuk permukaan yang keras dan kering pada waktu yang sangat singkat Sebagai ‘film former’ yang biasa digunakan adalah selulosa nitrat yang dihasilkan dari reaksi antara selulosa dengan HNO3. krim. asam tartrat. Sebagai zat pereduksi dapat digunakan sulfat-sulfat. jadi pembuatannya dan pemakaiannya harus jauh dari sumber api. tidak terlalu kental. Zat-zat yang digunakan untuk pembuatannya tidak boleh merusak pigmen kuku. mudah larut dalam pelarut tertentu. Ti oksida. Bentuk sediaan pemutih kuku yang sering dijumpai adalah pasta. viskositasnya baik. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh cat kuku adalah a) Cairan harus mudah dioleskan dengan rata b) Tidak berlendir dan bila sudah kering tidak mengelupas. selulosa asetobutirat.Sediaan Kosmetika 3) larutan hipoklorit. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk memutihkan kuku. Suatu cat kuku yang baik adalah dapat membentuk lapisan :  Cukup tebal. serta stabil pada penyimpanan. polimer metakrilat atau polimer vinil. Pemutih kuku. Yang umum digunakan adalah Zn oksida. bentuknya serat putih seperrti kapas. lithopon dan CaO. selulosa sendiri diperoleh dari sejenis kayu. batang. c) Tidak mudah retak-retak dan tidak bersisik. Juga dapat digunakan sebagai dasar dari cat kuku (“base coat/under coat”) yang berguna untuk melindungi kuku terhadap zat-zat yang terdapat dalam cat kuku yang bekerja terlalu kuat. Formula umum suatu cat kuku terdiri dari 4) 5) Cat 1) Primary Fil Former. d) Warna harus rata dan homogen. mudah dioleskan dan kebasahannya baik  Halus dan mengkilat. 165 . bolus alba.

benzoe. Tidak berwarna dan tidak berbau. resin dan plasticizer juga untuk maksud agar cat kuku ini menguapnya perlahan-lahan. Apabila hanya digunakan 3) 4) 166 . Cat kuku pada umumnya mengandung dua atau lebih campuran plasticizer. dioktil adipat. Tidak beracun. Resin sintetis. elemi. Harus stabil dan tidak mudah menguap b. sehingga :  Cat kuku menjadi lebih mengkilat.adalah zat-zat yang berguna untuk melembukan dan memberikan elastisitas pada lapisan cat kuku yang terbentuk. damar. ester poliakrilat. b. dibuat secara sintetis. butil ftalat. resin sulfonamida dan formaldehida. Pemilihan zat pelarut tergantung pada jenis ‘film former’ yang akan digunakan. polisteren. Sebagai plasticizer harus memenuhi syarat-syarat a. Pelarut. Dapat memberikan elastisitas dan kelembutan yang dikehendaki dalam trayek suhu luas h.Sediaan Kosmetika 2) Secondary Film Former. Berguna untuk mendispersikan zat-zat ‘film former’ dan zatzat lain yang tidak dapat larut serta tak menguap hingga didapat suatu suspensi yang homogen. butil stearat dsb. Pada umunya digunakan satu atau campuran pelarut. turunan urea. trifenil fosfat. tidak merusak kuku dan kulit e. tributil fosfat. copal dsb. polivinil asetat. Contoh : polivinil asetat. Plasticizer yang sering digunakan adalah benzil benzoat.merupakan bagian yang menguap dari suatu cat kuku. dioktil ftalat.  Lebih tahan lama dan lebih tahan air  Lapisan yang terbentuk tipis. seluloid. Resin alami. Berdasarkan asalnya ‘secondary film former’ ini dapat dibagi menjadi a. sandarak. Tidak menggumpal bila dioleskan c. Dapat bersifat sebagai pelarut yang tercampur dengan nitroselulosa dalam segala perbandingan. lembut dan liat Selain dapat digunakan sebagai pembantu pembentuk lapisan juga dapat digunakan sebagai dispersing agent untuk zat warna yang tidak larut. butil stearat. trikresil fosfat. trietil sitrat. butil glikolat. Sifat dari plasticizer adalah pada konsentrasi rendah dapat membentuk lapisan tipis dan mengkilat. Maksud dari penggunaan campuran ini adalah selain untuk melarutkan nitroselulosa. film former dsb d. g. kopolimer vinil asetat dan vinil klorida. Plasticizer. berasal dari alam sebagai contoh shellac. pelarut.pada umunya tidak membentuk lapisan karena merupakan larutan jernih mendekati air dan berguna untuk membentuk lapisan. Tidak mempengaruhi kestabilan kimia nitroselulosa f. Dapat bercampur dengan komponen-komponen lain. seperti zat warna.

100-150 0C misalnya n-butil asetat. Harus cepat kering. Penggunaan pelarut berdasarkan titik didihnya : a. amil asetat. tetapi sebagai stabilisator viskositas. golongan hidrokarbon aromatik :silen. dimetilsulfoksida dan nitro parafin. lebih besar dari 1500C. Sebagai contoh butil asetat. a. b. Mempunyai sifat mudah menyebar dan membentuk viskositas yang baik dengan film former dan resin. Titik didih sedang. misalnya aseton. aseton. Jadi kecepatan menguap dari pelarut akan sangat menentukan lapisan yang terbentuk. etil eter. dietilen glikol. dan lemah. diisobutil keton. golongan hidrokarbon alifatik :petroluem naftol. sedang. Titik didih rendah. Mempunyai titik leleh tidak lebih dari 300C c. Kalalu jumlah pelarut diluen terlalu banyak larutan akan menjadi kental (viscous). d. c. Penggolongan pelarut berdasarkan sifatnya a. Titik didih tinggi. Pelarut campuran “latent”. Karena pelarut nitriselulosa mahal harganya. misalnya selusolve. sebenarnya bukan merupakan pelarut. c. nitroselulosa akan segera mengendap dan lapisan yang terbentuk tidak akan baik serta cat kuku sukar untuk dioleskan. maka pelarut diluen dapat digunakan untuk mengurangi biaya. Harus beraroma yang menyenangkan dan tidak boleh terlalu keras. Contoh golongan alkohol.butil selusolve.etilen glikol. etil asetat. 167 . Pelarut yang digunakan harus memenuhi persyaratan. Pelarut diluen. adalah pelarut yang baik untuk nitroselulosa. mempunyai viskositas besar dan kecepatan menguapnya dapat dibagi menjadi kuat. lebih kecil dari 1000C. Pelarut aktif. Dilakukan terhadap pelarut yang tak dapat digunakan sendri lebih baik kalau dicampur dengan pelarut aktif. Pada umunya bukan pelarut biasa tapi pelarut organik yang mempunayi sifat tercampur dengan pelarut nitroselulosa. batas ini disebut dengan istilan ‘dilution ratio’. Penggunaan pelarut diluen ada batasnya yaitu jumlah pelarut diluen terbanyak yang dapat diterima oleh larutan nitroselulosa tanpa adanya endapan. Mempunyai viskositas kecil dan viskositas ini tergantung pada % alkohol walaupun alkohol masih harus dicampur dengan ester-esternya. lauril eter.Sediaan Kosmetika satu macam pelarut saja maka karena cepat menguap. Bila terlalu perlahan-lahan juga kurang baik karena cat kuku akan lama kering dan lapisan yang terbentuk agak tebal hingga sukar merata. b. b. mudah dipakai dan tidak berbahaya.toluen .

11. Apabila terjadi pengotoran maka dapat dilakukan penyaringan atau sentrifus. Cara melakukannya adalah sebagai berikut : a. Tempat pencampuran dan tempat penyimpanan harus dibuat dari aluminium atau stainless steel. Pertama-tama zat warna digerus bersama-sama dengan plasticizer. dan Al+mika. Tidak berbahaya. Nitroselulosa ditambahkan sedikit demi sedikit pada campuran pertama. tidak larut dalam pelarut dan tidak diserap oleh kuku. 6 atau campuran TiO2 + mika. sangat berguna untuk memberi efek keruh/gelap pada lapisan dan kuku akan terlihat bagus dan indah. 5. Warna harus sesuai dengan yang diinginkan dan stabil c. 12. Kadang-kadang juga diperlukan zat pengisi seperti tanah liat yang tak boleh dikotori oleh minyak atau pelarut lain hingga dapat stabil lama. kelembutan. Pada interval waktu tertentu 168 . 5. Bi oksida + mika. ketahanan terhadap air. 34. harus dilakukan terhadap lama pengeringan. Untuk pengamanannya maka sebaiknya pembuatan. Bagian pencampuran warna. kekentalan. 7.2 gram dan garis tengah 8 cm pada sebuah lempeng gelas. Pada umumnya merupakan zat warna sintetis. 6. Zat pengisi. kemudian ditambahkan resin dan campuran ini baru ditambahkan pada campuran pelarut 75% dengan pelarut diluen. warna yang terbentuk. campurannya dengan D&C yellow No.kadang-kadang diperlukan agar terbentuk cat kuku yang transparan. pengolesan. penggunaannya diatur oleh undang-undang FD&C act. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan alergi Contoh zat-zat warna yang sering digunakan adalah: D&C red No. penggerusan. d. 13. Untuk ini diperlukan zat pengisi yang berwarna seperti pelangi misalnya guanin yang harus dilarutkan dahulu dalam butil asetat baru ditambahkan kedalam larutan nitroselulosa.Sediaan Kosmetika 4. Stabil tidak hanya terhadap cahaya tetapi juga terhadap komponen yang lain seperti pelarut organik. daya lekat dan keliatannya. hal ini untuk menghindari hilangnya warna karena adanya reaksi dengan besi. 10. Pengamanan pada pembuatan sediaan kuku : Pada umumnya pabrik cat kuku terdiri dari dua bagian yaitu : Bagian pembuatan basis/dasar cat kuku.penyimpanan bahan baku dan hasil produksi harus jauh dari sumber api. Pencampuran dilakukan dengan menggunakan mixer kecepatan tinggi terutama pada pembuatan cat kuku dengan tanah liat. Zat warna. b. Untuk menghasilkan warna yang sesuai dapat dilakukan perbandingan warna dengan “master color standar”. taruh didalam oven dengan panas 1050C + 2 0C. Lama pengeringan. Baru kemudian yang terakhir adalah sisa pelarut dan dicek kekentalannya (viskositasnya). dapt dilakukan dengan menipiskan sampai berat = 0. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh zat warna : a. Pemeriksaan hasil akhir.

c.006 inchi pada lempeng kaca. Dengan menggunakan stop watch hitung waktunya sampai terbentuk lapisan yang bila disentuh dengan jari bersih tidak akan lengket. Kekentalan atau viskositas. Ketahanannya terhadap air. e. Warna yang terbentuk. lihat daya lekatnya. dapat diperiksa dengan alat viskometer Brookfield. Daya lengket.Sediaan Kosmetika ambil dengan kawat. dan kembali lagi 250C selama 48 jam. bila telah dikeringkan dengan kertas saring lalu ditimbang apakah tahan terhadap uap air atau tidak. Keringkan dalam oven 250C selam 24 jam. d. keringkan pada suhu 250C selama 48 jam. f. apakah pada lapisan yang terbentuk ada gelembung udara atau tidak. dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca setebal 0. kemudian panaskan lagi dan setelah 1 jam timbang lagi. adalah merupakan sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk menghapus cat kuku. dapat diperiksan dengan mengoleskan 0. kemudian pada 710C selama 2 jam. apakah ada yang lepas atau tidak.5 inchi. 6) Penghapus Cat Kuku. h. Zat yang tidak menguap ini sangat menentukan waktu kering dari suatu cat kuku. kemudian bandingkan dengan “master colour standar” Pengolesan atau penggunaannya. dengan suhu 250C dan kelembaban 50%. dapat diperiksa dengan melihat setelah dioleskan. lalu ditekan dengan ibu jari. dan dilihat harus bebas zat asing atau gumpalan.006 inchi keringkan selama 24 jam pada suhu kamar.dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca dengan gelas pengaduk. sampai didapat berat yang hilang dan ini. dapat diperiksa dengan menggunakan 3 lempeng kaca yang masing-masing telah diolesi dengan 0. g. dapat diperiksa dengan digosok-gosokkan. b. j. dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca hitam atau putih setebal 0. setebal 1. Setelah 1 jam angkat dinginkan dan timbang. taruh dalam desikator selama 24 jam dan ditimbang kemudian lempeng ditaruh diatas penangas air 37 0C selam 24 jam. dapat disamakan dengan standar Kekerasan lapisan. yang disebut sebagai zat yang tidak menguap. i. Daya abrasinya.006 inchi sampel. Daya kilatnya. Karena dalam cat kuku terdapat zat atau pelarut yang larut atau tercampur dengan lemak atau minyak seperti oleum 169 . Kehalusan alirannya. Waktu kering ini juga dapat diperiksa dengan mengoleskan sampel setebal 0.006 inchi pada kaca. dan apakah gelembung udara tersebut cepat pecah atau tidak.006 inchi.

Penghapus cat kuku dapt digolongkan menjadi : a. Untuk ini dapat digunakan larutan garam-garam logam yang bersifat astringens dalam air. propilen glikol. atau minyak tumbuh-tumbuhan. Cata yang paling sederhana adalah dengan memijat kuku dengan oleum olivarum. Untuk kuku yang kering dapat digunakan campuran air dan gliserin 5%. adalah sediaan kosmetika kuku yang dapat digunakan untuk mempercepat pengeringan cat kuku. 170 . 7) Krim dan Lotion kuku. Juga dapat digunakan zat-zat yang dapat mencegah penguapan air (“humectan”) seperti gliserin.Sediaan Kosmetika olivarum . adalah sediaan kosmetika kuku yang beguna untuk mencegah dan menjaga agar kuku jangan sampai retak-retak dan kering karena adanya dehidrasi. Sediaan berminyak atau berlemak.dsb dengan konsentrasi 5-20% 9) Pengering kuku. sering juga ditambahkan suatu emolien yang dapat mencegah keringnya kuku dan kulit sekitarnya. Prinsip kerjanya adalah dengan memberikan lapisan minyak pada lapisan cat kuku yang baru dioleskan. Kadang-kadang juga digunakan emulsi dari minyak-minyak diatas. lapisan ini akan mengurangi kepekatan dari cat kuku yang masih basah dengan membentuk emersi dengan air hingga cat kuku akan cepat menjadi kering. Sediaan bentuk krim. b. Emolien yang sering digunakan adalah lanolin. Na atau NH4 dan Zn asetat.dsb. untuk kuku yang mudah patah dapt dengan krim yang mengandung lanolin. garam-garam stearat. Penggunaannya harus secara teratur dan dapt digunakan sebelum atau sesudah kuku dicat. hingga sukar dirawat dan kadang-kadang terasa sakit. Cara penggunaannya adalah dengan merendam kuku dalam larutan garam 1-5% selama 5-10 menit.silikon. Pada umumnya sediaan pengering kuku ini berbentuk aerosol/spray. Sediaan yang tak meninggalkan bekas c. Sebagai penghapus cat kuku yang sering digunakan adalah campuran pelarut nitroselulosa dengan minyak-minyak. maka sebagai penghapus kuku dapat digunakan minyak-minyak tersebut. seperti logam Al. kemudian dengan air hangat dan dengan krim ini dibiarkan semalam. jadi sediaan penguat kuku harus dapat bekerja melawan kerja pelarut tersebut. minyak mineral. dsb. oleum amygdalarum. Retak-retak dan kekeringan pada kuku dapt disebabkan karena kerja dari pelarut pada penghapus cat kuku. Kadang-kadang juga ditambahkan suatu antibakteri supaya kulit disekitarnya tidak terinfeksi.adalah sediaan yang berguna untuk mencegah kuku menjadi kering karena kuku yang kering akan cepat retak dan pecah-pecah. mengandung minyak mineral. atau propilen glikol. Garam-garam logam ini juga bersifat bakterisida. 8) Penguat kuku. K.

juga apabila keringat didiamkan akan mengalami perubahan oleh bakteri hingga dapat menjadi berbau tidak enak. Secara garis besar sediaan kosmetika untuk kebersihan badan ini dapat dibagi menjadi 2 golongan : 1. adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk mengurangi atau mencegah keluarnya keringat yang berlebihan dan dapat menghilangkan bau keringat.Sediaan Kosmetika SEDIAAN KOSMETIKA KEBERSIHAN BADAN Sediaan kosmetika untuk kebersihan badan adalah semua sediaan kosmetika yang dapat digunakan untuk menjaga kebersihan badan. Antiperspiran & Deodorant. Sebenarnya sukar untuk membedakan kedua sediaan tersebut karena selalu dipakai bersama-sama dengan maksud untuk mencegah. emosi dan diet seseorang. Bau dari keringat selain ditentukan oleh keadaan fisik. mengurangi atau menghilangkan keringat yang berlebihan dan baunya. 171 .

Bedak (powder). larutan buffer (kalau diperlukan) untuk pemakaian Al sulfat atau Al klorida. pada umumnya antiperspiran bentuk cair mengandung larutan garam-garam astringens adalah air atau alkohol. Cair. kaolin. untuk mencegahnya dapat digunakan zat-zat yang bersifat astringens.  Zat-zat antiadrenergik misalnya dibenamin. Hal ini juga memungkinkan karena adanya reaksi reduksi oksidasi dimana zat tersebut dapat mengoksidasi benzil merkaptan atau metil merkaptan yang dapat menyebabkan bau keringat menjadi dibenzil sulfida atau dimetil sulfida yang tidak berbau. dapat dibagi lagi menjadi :  Zat-zat antikolinergik misalnya banthin.  Zat-zat yang dapat mengikat zat-zat yang berbau baik secara kimia maupun fisika misalnya klorofil. resin dsb. merupakan suatu bentuk yang tidak efisien karena pemakaiannya kurang praktis. penisilin. Mekanisme kerja deodoran juga dapat terjadi karena proses adsorpsi. 2. pH-nya harus tepat dan tidak merusak baju. Mudah dioleskan pada kulit dan menyebar dengan rata. e.Sediaan Kosmetika Mekanisme kerja dari antiperspiran adalah dapat menutupi pori-pori mulut kelenjar keringat sehingga akan mengurangi keluarnya keringat yang berlebihan. maka deodoran pada umumnya adaah zat-zat antibakteri yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. Zn dsb. ZnO. bithionol. streptomisin. Antiperspirant. dimana zat tersebut dapat mengikat bau secara adsorpsi kimia atau dapat mengadsorpsi asam amino yang terdapat dalam keringat hingga tidak terjadi penguraian oleh bakteri. Bentuknya harus menyenangkan Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai antipersirant adalah :  Zat-zat yang dapat bekerja sebagai astringens seperti garam-garam Al. Mekanisme kerja deodorant adalah bau badan pada umumnya lebih keras pada bagian-bagian tertentu dimana terdapat kelenjar apokrin dan bau keringat pada umumnya disebabkan karena penguraian oleh bakteri. Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai deodoran adalah :  Zat-zat antibakteri misalnya.  Zat-zat yang dapat bekerja secara sistemis. Digunakan secara lokal. talk. Zn salisilat. c. heksaklorofen. Memberikan rasa nyaman dan tidak mengiritasi. atau zat-zat yang dapat bekerja sebagai antikolinergik dan anti adrenergik. benzalkonium. 172 . d. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sediaan antiperspiran deodoran untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan adalah : a. b. Mg stearat. b. setipiridinium klorida. berdasarkan bentuknya antiperspirant dapat dibagi menjadi : a. asam borat. zat pendorong (‘propellant’) dan parfum. Atau dapat juga secara sistemis. asam benzoat. sejumlah kecil pelembab (humektan) untuk mencegah pengeringan alat penyemprot. tanpa resep dari dokter. hiamain. sejumlah kecil zat pengemulsi yang berguna untuk mendispersikan parfum dalam larutan.

Klorofil kurang baik. Bentuk tetap bagus dan menarik setelah disimpan 7-10 hari pada suhu 400C atau tahan beberapa hari pada suhu 50C. Deodorant. umunya diberikan dalam bentuk spray atau aerosol dengan zat berkhasiat dilarutkan dalam air 1. berdasarkan bentuknya deodorant dapat dibagi menjadi : a. dan N2 Deodoran bentuk ‘spray’ ini dalam perdagangan sering disebut sebagai “cologne deodorant”. talk. sekarang banyak disukai mungkin karena bentuknya menarik dan pemakaiannya cukup praktis. Jenis zat pendorong yang sering digunakan adalah : 1. beberapa zat yang bersifat deodoran juga dapat bereaksi dengan parfum. Lotion. Krim. Zat-zat yang seing diberikan dalam bentuk ini adalah senyawa-senyawa amonium kuartener dan heksaklorofen. Pada umumnya merupakan bentuk emulsi yang encer sekali hingga penambahan garamgaram astringens kedalamnya harus hati-hati sekali agar emulsi tidak pecah. Pada umumnya yang bekerja sebagai deodoran adalah 173 . Pada umumnya merupakan emulsi M/A sebab garam-garam astringens bekerja dalam keadaan terlarut dalam air.  3. adalah bentuk yang kurang disenangi. b. Untuk membuta bentuk aerosol/spray diperlukan suatu zat pendorong hingga cairan dapat disemprotkan keluar seperti kabut. Hidrokarbon. asal tidak dipengaruhi oleh zat-zat lain seperti kaolin dapat menyerap bau parfum. untuk mencegah supaya tidak mudah terbakar maka penggunaannya sering dicampur dengan propelan golongan fluorokarbon. Antiperspiran bentuk krim harus memenuhi persyaratan :  Stabil dan tahan terhadap perubahan suhu. 3. sifatnya tidak mudah terbakar. Zat pewarna yang digunakan harus dicari yang stabil terhadap zat-zat lain yang terdapat dalam formula. c. Propelan ini mempunyai B. Cair (liquid). Sebagai basis biasanya digunakan malam dengan garam-garam astringens dalam pelarut alkohol dengan pemanasan. biasanya menggunakan basis krim K/Na stearat dan asam stearat. Bentuk krim ini sangat menguntungkan karena mudah tercuci dengan air. Ca karbonat. bentuk ini adalah bentuk yang paling banyak disukai.Sediaan Kosmetika c. Bedak (powder). Batang (stick). e.5% atau dalam alkohol 50%. Sebagai bahan pengisi dapat digunakan kaolin. Krim. tidak tercampur dengan air dan larut baik dalam pelarut organik. sifatnya mudah terbakar. NO2. isobutana dsb. Fluorokarbon. tidak larut dalam pelarut organik misalnya butana . Supaya tidak rapuh dapat ditambahkan suatu asam lemak tinggi atau suatu ester. Sebagai parfum dapat dipilih sesukanya. mungkin karena bentuknya kurang menarik atau pemakaiannya kurang praktis.J rendah. maka pada pendinginannya akan menghasilkan bentuk gel yang padat. contohnya trikloromonofluor metan (propellant 11) dan diklorofluor metan (propellant 12) 2. d. Mg karbonat dsb. Gas yang diberi tekanan tinggi seperti gas CO2. harus homogen dan rata.

Krim deodoran yang baik adalah krim yang dibuat dari emulsi A/M karena dapat melarutkan minyak-minyak /lemak-lemak.Humektan 3-5% . Zn fenol sulfonat. d. Caranya ada bermacam-macam antara lain adalah dengan cara mencabut atau menarik.Na stearat 5-10% . bentuk ini lebih populer dengan nama “stick deodorant cologne”. Perbedaan antara ‘depilatory’ dan ‘epilatory’ adalah pada mekanisme kerjanya. Batang (Stick). Pada proses epilasi sering timbul rasa sakit dan sering pula timbul infeksi. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan penghilang rambut (“depilatory & epilatory”) adalah : a. Tidak boleh beracun dan tidak boleh mengiritasi kulit. Proses epilasi ini dapat dilakukan dengan gunting cabut. 5. Tipe malam (Wax) mempunyai efek penggosokkan yang halus. Sebagai zat kimia dapat digunakan sulfida-sulfida atau thiol organik. sebagai zat aktif dapat digunakan heksaklorofen. Al asetat. Al klorida. “Epilatory” adalah proses menghilangkan rambut dengan mencabut sampai akar-akarnya. Antiperspirant-Deodorant. deodorant bentuk stick ini dapat dibedakan menjadi 2 tipe yaitu a. Zat-zat yang dapat bekerja baik sebagai antiperspiran maunpun deodoran adalah Al fenol sulfonat. akan tetapi hanya membentuk lapisan yang tipis apabila digunakan.Alkohol dan parfum Sebagai humektan dapat digunakan gliserin. selain dapat untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan juga dapat mencegah pertumbuhan rambut selanjutnya. b. dengan malam epilasi (“epilating wax”). 174 . benzalkonium klorida dan setilpiridinum. e. Sediaan Penghilang Rambut. atausecara topikal dengan kompleks thalium. propilen glikol. cara radiasi. Sediaan ini sebenarnya sudah sejak zaman dahulu digunakan orang. DiAmerika selatan orang menggunakan getah pohon. atau dengan sedaan yang lengket (“epilatory cream”). Tetapi yang lebih disenangi adalah krim tipe M/A karena tidak akan meninggalkan bekas berminyak pada kulit. 4. merupakan suatu sediaan yang dapat digunakan sekaligus bekerja sebagai antiperspiran dan deodoran atau dengan kata lain sediaan tersebut mengandung zat yang dapat bekerja sebagai antiperspiran dan zat yang dapat bekerja sebagai deodoran. dengan cara elektrolisis. bentuk ini jarang dijumpai dipasaran akan tetapi pada umumnya orang Amerika lebih menyukai bentuk pasta ini. Pasta.Sediaan Kosmetika zat-zat yang dapat menyerap bau keringat dan mencegah perkembangan dari bau selanjutnya. heksamin. Tipe alkohol-gel. Formula dasar dari suatu deodorant stick tipe alkohol-gel adalah selalu terdiri dari : . Bithionol. Sebagai contoh ZnO yang dapat bekerja sebagai antibakteri. sorbitol dan polietilen glikol. “Depilatory adalah proses menghilangkan rambut berdasarkan reaksi kimia dimana terjadi pengrusakan akar rambut. atau senyawa amonium kuartener. merupakan sediaan-sediaan yang berguna untuk menghilangkan rambut yang tumbuh pada tempat-tempat yang tidak diingini.

atau sejenis karet kasar yang dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap hingga setelah kering lapisan dapat dibuang bersam-sama dengan rambut. Zat-zat kimia yang dapat digunakan untuk maksud diatas antara lain : 175 . Dalam formula umum dari sediaan penghilang rambut sering digunakan kamfer sebagai pendingin. tergantung pada proses reaksi yang diingini. H2O2. c. ikatannya menjadi kurang kuat dan akhirnya rambut akan lepas. Juga dapt digunakan emulsi malam dalam minyak silkon dalam keadaan dingin dengan penambahan butil p-amino benzoat yang berguna sebagai penghilang rasa sakit setempat. Kerjanya akan lebih cepat dan kedalam. Proses penghilangan rambut secara kimia : Cara ini sangat baik untuk menghilangkan rambut pada tempat-tempat yang sukar dicapai. Tidak boleh berbau merangsang. Setelah dingin masa dihilangkan hingga rambut akan ikut terhilangkan. Sebagai masa dapat digunakan campuran resin dengan malam yang berbentuk cairan kental seperti madu. tidak melekat pada baju dan tidak menimbulkan noda pada kulit. Sebagai penggantinya dapat digunakan larutan glukosa.dari keratin akan menambah tekanan akar rambut hingga akar rambut akan mengembang. Pada penggunaan yang lama tidak akan menimbulkan keracunan secara sistematis dan tidak akan mengiritasi kulit. Proses kimia yang terjadi penghilangan rambut : Keratin adalah merupakan protein dimana rambut menempel pada kulit. tidak dapat kering hingga pada pemakaiannya tidak perlu pemanasan. f. bau menarik. berwarna putih atau netral. sulfit. amin. antara lain mengandung belerang seperti asam aspartat dan asam glutamat. Proses penghilang rambut dengan cara tuang : Mula-mula masa yang leleh dituangkan pada tempat yang akan dhilangkan rambutnya. Tidak boleh beraksi dengan baju. Sebetulnya zat berkhasiat dapat digunakan berbagai macam zat. dan merkaptan yang dengan –S-S. e. c. benzokain sebagai penghilang rasa sakit setempat dan heksaklorofen sebagai antibakteri. Dalam waktu 2-5 menit telah berubah menjadi lunak dan masa bening yang terbentuk mudah dihilangkan dengan mencucinya. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan penghilang rambut ditinjau dari segi pembuatannya adalah : a. Dapat bekerja secara efisien dan dapat menghilangkan rambut dalam waktu yang singkat (4-6 menit) d. Setelah penggunaan diatas perlu juga digunakan campuran air kapur. minyak terpentin. Rambut akan terurai menjadi logam alkali sulfida. Penguraian belerang dari akar rambut dapat menghasilkan jembatan –S-Spada ikatan polipeptida R-CH2-S-S-CH2-R. Bentuknya menarik. zat warna dan parfum yang berguna untuk mencegah pertumbuhan rambut selanjutnya. Bentuk sediaan umumnya adalah pasta atau krim akan tetapi lebih disenangi bentuk krim. b. sianida. mudah digunakan dan stabil d. Harganya murah. Bentuk dan bau harus menyenangkan. madu. Harus stabil pada penyimpanan. molase.Sediaan Kosmetika b.

dengan maksud untuk mencukur rambut pada janggut. termasuk didalamnya penggunaan talk. Dengan penambahan Na sulfit atau sulfoksilat. SEDIAAN KOSMETIKA CUKUR Sediaan kosmetika cukur adalah sediaan kosmetika khusus untuk pria. hidrazin.Bentuk yang terbaik adalah bentuk pasta Enzim-enzim. Sediaan kosmetika cukur meliputi semua sediaan yang digunakan sebelum.Zat alkalis harus mempunyai konstanta kesetimbangan lebih besar dari 2 10-5. guanidin. . setanit (Sn klorida). maka konsentrasi zat alkalis dalam larutan tidak boleh lebih besar dari 12 x konsentrasi merkaptan. Zat-zat pereduksi juga dapat bekerja mengembangkan akar rambut dan menghasilkan sistin dan polipeptida hingga rambut juga akan terlepas. Monoetanolamin. 176 .pH harus terletak antara 9-12. . shampoo. Mekanisme kerja enzim sebagai penghilang rambut sangat kompleks. Sering digunakan karena tidak mengiritasi.5 . Zatzat pereduksi yang seing digunakan adalah sulfida (Ba polisulfida. b. atau ester linalil asetat yang berguna untuk menutupi bau pada sulfida yang tidak enak. selama dan sesudah bercukur. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan cukur adalah : 1. Kadang-kadang kedalam sediaan penghilang rambut ini sering ditambahkan juga kamfer. fradie dapat merusak keratin rambut.Konsentrasi merkaptan 0.Sediaan Kosmetika a. Sediaan pada umumnya berbentuk pasta yang dibuat dengan menambahkan enzim kering kedalam campuran talk. Enzim-enzim ini dapat disebut sebagai enzim keratinase. Enzim lain yang dapat bekerja proteolitik adalah tripsin yang akan larut dalam lemak hingga dapat bekerja pada keratin pada protein kulit dan rambut dapat lepas. serta parfum untuk muka. c. serta menghasilkan busa yang banyak.1-1. Dalam keadaan murni perlu dibuffer pada pH 7-8. Sulfihidrat). deodorant. Mudah dan cepat digunakan. Sediaan yang mengandung enzim keratinase ini lebih peka daripada sediaan thiogliklat atau sulfida. bentonit.eukaliptol. sebagai contoh enzim yang dihasilkan oleh streptomyces.Untuk menghindari pengaruhnya pada kulit. mula-mula digunakan secara sendiri atau dicampur dengan kaustik soda. kemudian untuk mempercepat proses dapt ditambahkan zat-zat organik seperti metil/dimetil amin. . Na sulfida. kumis dan sekitar muka. Keaktifan keratinase akan bertambah tanpa mengiritasi walalu dibiarkan semalaman. amino guanidin dan piperidin.5 mol/liter. merkaptan sebagai zat berkhasiat penghilang rambut (“depilating agent”) harus memenuhi beberapa persyaratan : . Kapur tohor (CaO). tetapi baunya seperti sulfida. atau kaolin dan apabila akan digunakan baru ditambahkan dengan air sedikit demi sedikit hingga diperoleh bentuk pasta.

Sediaan Kosmetika
2. Harus cepat kering dan tetap dimuka selama waktu mencukur. 3. Tidak mengiritasi terutama pada mata dan hidung. 4. Cepat bekerja sebagai pelunak kulit, dimana viskositas sangat menentukan kekerasan rambut hingga mudah dicukur. 5. Mudah dilapisi kulit hingga alat listrik, atau silet yang digunakan dapat berjalan dengan mudah tanpa rasa sakit. 6. Stabil pada waktu lama dan pada beberapa suhu. 7. Tidak menyebabkan silet berkarat dan menjadi tumpul. A. Sediaan sebelum cukur Sediaan yang digunakan sebelum bercukur (“preshave preparation”) adalah sediaan-sediaan yang digunakan sebelum bercukur, dengan maksud agar janggut, kumis, serta kulit disekitar muka siap untuk dicukur. Jadi maksud utama dari sediaan-sediaan ini adalah untuk menghindari luka serta iritasi pada kulit yang mungkin dapat ditimbulkan oleh alat pencukur rambut listrik atau silet. Sediaansediaan yang umum digunakan sebelum bercukur adalah : 1. Pengkondisi Kulit (Skin Conditioner): adalah sediaan yang berguna untuk membuat kulit agar mudah dicukur rambutnya, serta menimbulkan rasa yang nyaman pada waktu bercukur. Sediaan ini juga berguna untuk setelah bercukur. Sebagai contoh “vanishing cream” dapat digunakan sebelum bercukur, dan “cold cream” dapat digunakan sesudah bercukur. Pada umumnya sediaan ini digunakan tanpa sikat, dapat bekerja untuk melunakkan, melembutkan dan melindungi kulit.Kedalamnya sering ditambahkan suatu zat yang dapat menimbulkan rasa dingin seperti menthol dan camphor, atau digunakan suatu antiseptika seperti heksaklorofen, triklorokarbanilid,dsb. 2. Pelembut kulit (Beard Softener) : adalah sediaan yang berguna untuk membasahkan, melunakkan dan melapisi janggut serta kulit disekitarnya hingga mudah dan lembut untuk dicukur. Biasanya mengandung suatu “sequestering agent” dan sabun alkali yang tidak larut atau dapat juga digunakan sabun dan deterjen sintetis. Sediaan dapat merupakan krim tanpa sikat dan tanpa busa atau suatu lotion. Bentuk lotion ini biasanya sangat diperlukan untuk pencukuran dengan alat pencukur listrik. Sediaan ini biasanya mengandung larutan homopolimer asam akrilat atau akrilamida atau juga larutan kopolimer asam akrilat dan akrilamida dalam air. Larutan polimer ini kental pada konsentrasi rendah hingga mudah untuk dioleskan pada kulit. Kadang-kadang juga diperlukan penambahan suatu “wetting agent” dalam jumlah sedikit (0,1 %) yang berguna untuk memudahkan tersebarnya lotion pada kulit yang berminyak. Sebagai “wetting agent” dapat digunakan campuran alkohol dengan larutan silikon Sediaan sebelum cukur dengan alat cukur listrik sekarang ini lebih sering digunakan karena lebih cepat dan penggunaannya lebih praktis. Pada cukur basah mula-mula kulit dibasahkan terlebih dahulu agar menjadi lunak, sedangkan pada cukur dengan alat listrik kulit harus dibuat menjadi kering. Jadi sediaan sebelum cukur dengan alat listrik harus dapat berguna menghilangkan keringat, mencegah timbulnya luka, mengeraskan serta

177

Sediaan Kosmetika
menegakkan rambut, hingga rambut mudah untuk dicukur. Sediaan-sediaan tersebut adalah : Serbuk,sebelum cukur (“preshave powder”), biasanya sebagai komponen terbesar adalah talk yang berguna untuk menyerap kelembaban karena keringat, serta untuk melicinkan kulit, hingga pada waktu pencukuran kulit menjadi licin dan bersih, selain talk dapat digunakan kaolin yang dapat menyerap kelembaban dan dapat melekat dengan baik pada kulit. Zn atau Mg stearan sering digunakan sebagai pelicin dan pelekat, Mg karbonat untuk menaikkan daya serap dan merupakanbahan pembawa dari parfum. Dari talk dapat dibuat bentuk batang dengan penambahan Ca sulfat dan air, sebagai zat pengikat dapat digunakan veegum. Lotio sebelum cukur adalah sediaan yang berguna untuk membuat agar rambut menjadi tegak dan keras, untuk ini diperlukan alkohol dalam jumlah banyak. Pada pembuatannya perlu diperhatikan : Penambahan suatu adstringens sangat berguna untuk menegakkan, mengeraskan, serta merangsang otot rambut. Sediaan harus cepat kering, yang berarti sediaan harus cepat menguap. pH-nya harus berada dibawah isoelektrik dari keratin yaitu antara 4,5-4,8. Harus dapat melapisi kulit dengan baik, hingga dapat mencegah luka atau iritasi karena alat cukur. Harus bebas dari zat-zat yang dapat bereaksi dengan silet atau logam dari alat cukur. Sediaan ini sering disebut sebagai astringens lotion. Sebagai zat berkhasiat dapat digunakan asam laktat, Zn fenol sulfonat, dsb. Alkohol dapat digunakan sampai 70-80%. Dapat sebagai astringens, untuk mengeraskan dan menegakkan rambut, hingga cukur dapat lebih bersih dan terhindari dari infeksi. Kadang-kadang juga kedalamnya juga ditambahkan suatu antiseptika atau analgetika dengan konsentrasi rendah, sebagai contoh adalah benzokain, menthol,dsb. Kerugian pengguanaan sediaan ini adalah rambut akan mengerut, masuk kedalam folikel rambut hingga sukar untuk disukur, selain lotion dalam alkohol, sediaan ini juga dapat merupakan lotion yang mengandung minyak seperti isopropil miristat, heksadesil alkohol, yang berguna untuk melapisi dan melicinkan (“lubrikan”), lotion yang mengandung minyak ini pada umumnya merupakan emulsi M/A dengan 5-20% berat ester asam lemak seperti isopropil miristat, isopropil palmitat, dan zat pengemulsi campuran logam alkali atau garam amin dari asam poliakrilat. Batang yang digunakan sebelum cukur, dapat dibuat dengan menggunakan suatu cetakan dengan tekanan tertentu, kemudian dilapisi atau dibungkus dengan suatu “fil former” yang berguan untuk mencegah pecah atau rapuhnya sediaan. Jadi sediaan sebelum cukur bentuk batang harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Tidak boleh cepat patah, rapuh, pecah. Harus mudah dioleskan dan halus Sediaan sebelum cukur bentuk semprot ( aerosol ), biasanya lebih disenangi karena praktis cara penggunaannya sering juga mengandung antiseptika,

-

-

178

Sediaan Kosmetika
lemak dan alkohol. Sebagai zat pendorong sering digunakan fluorokarbon propelan. Selain sediaan sebelum cukur bentuk cair yang disemprotkan, juga dikenal sediaan sebelum cukur bentuk serbuk yang disemprotkan sediaan ini mudah terbagi secara halus dan talk adalah merupakan komponen terbesarnya. Selain talk juga digunakan Mg stearat, Mg karbonat dan amilum. Sebagai zat pelapis dan pendispersi diguanakan isopropil miristat atau minyak mineral. Sering juga ditambahkan antibakteri dan aerosil (silika koloidal), sebagai propelan digunakan campuran propelan 12 dan 14, campuran propelan 12 dan 11

B.

Sediaan untuk Cukur, adalah sediaan yang dapat digunakan selama bercukur, dengan maksud mengurangi iritasi serta luka-luka pada kulit dan supaya alat cukur berjalan lancar pada kulit yang menimbulkan perasaan segar setelah bercukur. Penggunaan serbutk untuk cukur sudah agak jarang, sekarang sering digunakan bentuk batang (“shaving stick”) yang diproduksi oleh pabrik sabun.

1.

Sabun Cukur, mula-mula bentuknya seperti batang kemudian berubah menjadi bundar. Sekarang digunakan dalam bentuk aerosol, atau bentuk lain dengan menggunakan sikat, sehingga suatu sabun cukur mempunyai persyaratan harus cepat menghasilkan busa yang berlimpah. Pada permulaannya sabun cukur ini dibuat dari lemak dan KOH/NaOH dengan proses penyabunan. Sebagai lemak sering digunakan minyak kelapa atau busanya lebih berlimpah dan tahan lama tepi juga sering digunakan minya palma atau sejenis lilin (tallow) yang busanya memang kurang tapi lebih baik. Jenis busa sangat ditentukan oleh kelarutan dari sabun, dimana sabun K lebih mudah larut dari pada Na, dan pada umumnya sabun K lebih lunak. Apabila sabun yang terbentuk terlalu kuat maka kemungkinan akan mengiritasi kulit, pada umumnya sabun K akan mengiritasi daripada sabun Na walaupun sifat alkali, kelarutan, ikatan rangkap, dan pH-nya hampir bersamaan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sabun cukur : a. Harus berbusa banyak, kecil-kecil dan lunak. b. Tidak mengiritasi kulit dan dapat membasahi dengan baik. c. Konsistensi harus lunak, halus, dan tidak menggumpal d. Melekat dengan baik pada muka dan pada sikat serta mudah dihilangkan dengan pencucian. Konsistensi harus tetap selama penyimpanan dan pada berbagai suhu. e. Mudah untuk dioleskan pada muka, mudah terbagi rata hingga memudahkan untuk dicukur. f. Mudah dihilangkan serta mudah tercampur dengan parfum g. Tidak bereaksi dengan alat cukur yang digunakan. Kualitas dari sediaan sabun cukur sangat ditentukan oleh pemiliohan dari bahan-bahan bakunya. Asam stearat kurang memberikan busa ringan hingga sering diganti dengan oleum cocos dengan perbandingan 3:1 . Untuk penyabunan digunakan NaOH atau KOH, tidak digunakannya garam karbonat, karena mengeluarkan gas CO2.

179

bentuknya bermacam-macam antara lain : 3. hanya konsistensinya lebih menyerupai krim atau pasta. Minyak untuk cukur. Sebagai emolien dapat digunakan minyak tumbuhtumbuhan. sering juga ditambahkan zat yang berguna untuk menambah busa. Bekerja tanpa menggunakan sikat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan “brushes shaving cream” adalah 180 . alginat. atau sebagian dari gliserin dapat diganti dengan larutan sorbitol dengan konsentrasi rendah. jadi merupakan suatu emulsi M/A. terpenten dan air. akrilamid. tragakan. hampir sama dengan sabun cukur. Untuk mengeraskan rambut dapat digunakan hidrokarbon tersulfonasi. asam sulfat dengan lauril alkohol. boraks. Pelunak yang sering digunakan adalah lanolin dan setil alkohol. tidak menyebabkan rambut tegak dan kaku karena selalu lembab. Propilen glikol atau larutan sorbitol. Sebagai sabun sering digunakan campuran sabun p-palmitat dan stearat yang dapat menghasilkan busa yang baik dan kurang mengiritasi. 2. Untuk mengeraskan rambut dapat digunakan metil selulosa. kedalamnya juga sering ditambahkan pelunak seperti lemak. akrilat dan campuran dimetil siloksan dengan alkohol dan surfaktan serta minyak mineral. Krim untuk cukur. talk dalam konsentrasi 10-15% berguna untuk menambah busa dan mengurangi luka karena penggunaan silet. “Later shaving cream”. lanolin dan alkohol lemak. Hemostatika misalnya adrenalin dan garam-garamnya. Untuk menetralisir alkali yang bebas serta untuk menstabilkan krim serta busanya dapat ditambahkan “superfatting agent”. kurang mengiritasi. amida asam lemak dan sebagainya. Sebagai pelembab (humektan) sering digunakan gliserin. dapat digunakan secara sendiri atau sebelum sediaan lain digunakan.1-20% yang berguna untuk melunakkan. amida asam lemak dsb. b.ester asam sulfat dengan lauril alkohol. sebab mengandung banyak air. minyak mineral atau lanolin. a. Jumlah asam lemaknya 35-50% dan pH harus sekitar 10. “Non Latering/brushless shaving cream”. ester. Kadang-kadang juga ditambahkan asam alginat atau garam-garamnya 0. Untuk mengubah konsistensi dapat ditambahkan larutan Na biborat.Sediaan Kosmetika Untuk mencegah kekeringan dapat digunakan gliserin 10-15%. Sebagai anti karat sedapat mungkin digunakan oksidator. astringens dalam jumlah kecil untuk mencegah perdarahan. adalah cream untuk cukur yang dapat bekerja untuk melunakkan dan melicinkan kulit hampir sama dengan vanishing cream. Sering juga digunakan Na CMC. Untuk mengubah konsistensinya dapat ditambahkan Na biborat 0. Untuk menjaga agar krim tetap lembut dan berbusa dapat ditambahkan gliserin 5-10%. Sebagai “wetting agent” dapat digunakan hidrokarbon tersulfonasi. dan sebagainya.1-1%. propilen glikol dan larutan sorbitol. Dengan konsentrasi rendah (lebih kecil dari 1%). Yang mula-mula digunakan adalah campuran gula.

3-0.  Mudah digunakan dan pada penggunaannya tidak boleh menimbulkan rasa sakit. Formulasi biasanya terdiri dari larutan sabun dalam air. Biasanya juga mengandung 181 .Sediaan Kosmetika  Harus mudah tersebar. “Aerosol shaving cream”. Batang untuk cukur (shaving stick). sering juga disebut sebagai “alkoholic lotion” atau “clear lotion”. Biasanya digunakan dengan mengoleskan pada kulit yang lembab yang dengan sikat akan membusa. C. BRIJ 30. Fasa gas terdapat diatas dan fasa cair ada dibawah. 4. sekarang jarang digunakan.  Harus cepat hilang dan meninggalkan rasa nyaman. Sebagai surfaktan digunakan Na lauril sulfat 0. pelunak. Dan dinetralkan dengan trietanolamin sampai pH 6. dapat menghasilkan busa yang dapat langsung digunakan tanpa sikat. keluaran pabrik Atlas dengan konsentrasi 0. 5. Formula pada umumnya mengandung gliserin sedikit. Sebagai “emulsifying agent” dapat digunakan alkohol lemak yang teroksilasi seperti polietoksi lauril eter. Pada umunya merupakan emulsi M/A dengan jumlah air 87-95%. serta dapat menghilang rasa sakit akibat adanya luka karena alat cuku.7%. kerjanya hampir sama dengan sabun cukur. atau “cleansing lotion”. halus dan tidak menggumpal. Sediaan setelah Bercukur Merupakan sediaan yang berguna untuk memberikan rasa nyaman setelah bercukur. Bentuk sediaannya bermacam-macam : 1. dapat dikentalkan dengan penambahan karbofol 934 2-1%.5-6% dan sebagai penstabil busa dapat digunakan gliserin sebanyak 5%. Dengan air akan membentuk sabun yang dapat digunakan dengan sikat. After shave Lotion. Pada umunya terdiri dari campuran minyak menguap dengan air atau sering juga disebut sebagai “aqua aromaticum”. Kadang-kadang mengandung cairan silikon yang berguna untuk membentuk lapisan pelindung pada kulit yang dapat mencegah emulsifikasi dari sabun hingga mengurangi iritasi pada kulit. d.5-7. adalah sediaan cukur berbentuk krim cair biasanya juga disebut sebagai liquid brushless cream.2. Serbuk Cukur. dengan propelan yang mudah menguap dan ditempatkan dalam wadah yang bertekanan. dapat berbentuk “cleansing milk”.  Tidak boleh mengiritasi  Pada penyimpanan tidak boleh ada perubahan konsistensi dan tidak boleh ada pemisahan. Liquid shaving cream. Kedalam sediaan ini sering ditambahkan suatu antiseptika yang dapat bekerja sebagai antibakteri atau antiinfeksi yang mungkin timbul karena proses pencukuran. c. asam stearat lebih banyak daripada formula sabun cukur. Sediaan-sediaan ini dapat bekrja sebagai pendingin. Propelan hanya sedikit larut dalam larutan sabun yang bila tempatnya dikocok akan teremulsifikasi dan bila diberi tekanan / terdorong cairan akan membentuk gelembung-gelembung yang keluar sebagai busa.

Merupakan larutan kental dari alkohol dan air. Dapat bekerja sebagai anti bakteri. Merupakan sediaan berbentuk pensil. Biasanya terdiri dari Al-K sulfat 10 H2O atau kombinasi antara suatu astringens dengan garam-garam penahan perdarahan seperti aluim+talk 5% dan gliserin 5% 6. 182 . Khusus sebagai penghilang rasa sakit dapat digunakan benzokain atau lignokain dengan konsentrasi 0. After Shave Powder. d.Sediaan Kosmetika alkohol akan tetapi konsentrasinya tidak sebanyak pada preshave lotion”. After Shave aerosol. Dari bentuk serbuk ini juga dapat dibuat bentuk batang (stick). Astringens yang sering digunakan adalah Al klorohidroksida. Kedalam sediaan ini sering ditambahkan suatu antibakteri atau germisida seperti paraklorometakresol atau amonium kuartener. Zn klorohidoksida dsb. surfaktan dan humektan. 4. Dapat menetralkan sabun yang tertinggal pada kulit hingga kulit akan menjadi netral/norma kembali e. Dapat menghilangkan iritasi dan rasa sakit. 3. Sebagai pendingin dan penghilang rasa sakit sering digunakan menthol dan camphor dengan konsentrasi 0. dapat berfungsi sebagai penyegar dan pendingin. Kalau lebih akan mengiritasi kulit dengan menimbulkan warna merah dan bau yang menyengat. sering disebut sebagai “stick lotion”. sering disebut “alum blok”. Bekerja sebagai astringenss. c. Sebagai emolien dan humektan sering digunakan gliserin 3%.1-0. Kedalamnya sering ditambahkan suatu antiseptika dan astringens. Dapat bekerja sebagai pendingin dan penyegar. merupakan suatu sediaan yang disemprotkan. sering disebut sebagai “after shave emulsified lotion” sangat jarang digunakan. Untuk menetralkan alkali yang berlebihan dapat digunakan asam laktat. terdiri dari alkohol. b. asam borat. Sebagai antiseptika sering digunakan asam borat dan sebagai astringens digunakan garam-garam Zn dan Al. 2. serta pelicin kulit.2%. After shave Cream. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu aftershave preparation adalah : a. 5.025-0. Alkohol yang sering digunakan adalah etil alkohol lebih dari 60%. asam benzoat. tidak boleh rapuh dan berguna untuk menghentikan perdarahan.050%. Sekarang jarang digunakan. After Shave Styptic. lebih sering digunakan sebagai “hand lotion”. After Shave Gel. maka akan timbul rasa pedih dan apabila kurang dari 40% maka minyak menguapnya tidak larut hingga tidak terbentuk larutan yang jernih.

seperti metil. 6. kepekaan seseorang dan energi radiasi sinar matahari. Bila sianr matahari itu tidak begitu lama pada kulit. 4. 183 . benzil. 5. ester-ester. gliseril. benzil. fenil. seperti metil eskuletin. dari asam p-dimetilaminobenzoat. zat-zat tersebut dapat menyerap radikal-radikal bebas dari sinar ultraviolet pada panjang gelombang 2800-3200. linalil danester-ester dari siklohaksenil. Sinar matahari adalah merupakan sinar monokromatis dengan λ yang berbeda dan sinar matahari yang berpengaruh buruk adalah sinar monokromatis dengan λ 2800-3900. merupakan sediaan kosmetika yang luas penggunaannya karena selain sebagai pelindung kulit terhadap panas dan dapat digunakan untuk semua umur. Diobenzal aseton. isobutil. ester-ester gliseril. 7. Antranilaq-antranilat seperti orto amino benzoat. ZnO. Salisilat-salisilat. zat-zat tersebut dapat memantulkan kembali sinar ultraviolet dari sinar matahari. Turunan-turunan asam sinamat. metil. 8. Bekerja secara kimia. trifenil. dan propilen glikol. feniletil. benzal asetofenon. metil. sakit kalau sudah pecah dan dapat mengandung nanah. Hidrokarbon-hidrokarbon. MgO. Asam-asam dihidroksi nafteat. Zat-zat yang dapat bersifat sebagai “screening agent” adalah zat-zat yang dapat menyerap cahaya matahari dengan panjang gelombang 2800-3200. Zat-zat tersebut harus mempunyai bau yang enak dan dalam konsentrasi yang digunakan tidak boleh memberi warna pada kulit. 3. Mula-mula sediaan ini dikenal di amerika pada tahun 1928. 9. 3-fenil. Bekerja secara fisika. turunan kumarin sepeti 7-metil.Sediaan Kosmetika SEDIAAN “SUNTAN & SUNSCREEN” Sediaan “sunscreen” adalah sediaan kosmetika yang digunakan pada permukaan kulit untuk menahan pengaruh buruk dari sinar matahari dan pengaruh luar lainnya. dan sebagainya. 2. CaCO3. eskuletin. fenil. sehingga tidak terserap kulit. seperti amil. melepuh. kekuatan cahaya matahari. Terjadinya kerusakan pada kulit dapat disebabkan oleh adanya penyerapan energi radiasi sinar matahari oleh kulit. Eritema dapat timbul tergantung pada lamanya penyinaran. maka akan mempunyai efek baik yaitu akan merangsang peredaran darah serta dapat menghasilkan vitamin D serta pro vitamin d pada epidermis kulit. Kerusakan kulit ini disebut eritemia dengan tanda-tanda kulit berwarna kemerah-merahan. Sebagai contoh adalah TiO2. fenil. turunan asam dihidroksi sinamat. Garam-garam Na dari Naftosulfonat. 10. butil sinamoil piruvat. kaolin dan talk 2. Asam p-amino benzoat dan turunan-turunannya seperti etil. Berdasarkan cara kerjanya “screening agent” dapat dibagi menjadi : 1. Penggolongan Screening Agent menurut Klarmant : 1.

gel tersebut cukup stabil dan mudah tersebar dengan rata dan luas bila dioleskan. Dibuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh.Sediaan Kosmetika 11. Asam tanat dan turunan-turunannya Persyaratan umum yang harus dipenuhi sediaan sunscreen : 1. isobutil salisilat sinamat. sifatnya dapat membentuk gel bila dicampur dengan air. Mudah digunakan dan tersebar dengan rata 8. Lapisan yang terbentuk harus tipis dan mudah kering. karena jenis zat pembawa ini menentukan sifat lekat dan tebal lapisan yang terbentuk. Garam-garam kinin seperti bisulfat. dengan air juga akan membentuk lapisan tipis. etil p-amino benzoat. Sebagai contoh yang dapat digunakan sebagai zat pembawa dalam sediaan “sunscreen” adalah : a) Bentonit. sumarome. Sebagai contoh adalah oktabenon. tanat. Azol-azol. dan sebagainya 12. dioksi benzon. Sebagai zat pembawa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. minyak silikon yang teresterifikasi dengan asam salisilat. Tidak toksis dan tidak merangsang. olet. Bila dioleskan pada kulit juga memberikan rasa halus dan nyaman. merupakan bagian yang sangat menentukan bekerja atau tidaknya sediaan tersebut. dan sebagainya. jadi penggunaannya harus dicampur dengan lemak terlebih dahulu supaya terbentuk lapisan tipis yang tidak tahan terhadap air dan keringat serta tidak akan menggulung. Harus dapat meneruskan sinar dengan panjang gelombang 3000-4000 A 3. Formula Umum Sediaan Sunscreen : Hampir semua sediaan “sunscreen” mengandung zat-zat sebagai berikut : 1. Harus dapat menyerap radiasi sinar ultraviolet pada panjang gelombang 2800-3150 A 2. rata dan kuat. 13. 7. solprotex. melekat dengan baik dan mempunyai daya melindungi. 4. escalol 506. homometil salisilat. oleum ricini. benzalaseton. 6. tetapi pada umumnya tidak tersatukan dengan “screening agent” c) Polivinil alkohol. juga dapat membentuk lapisan yang tipis. 2-asetinalazol. 184 . 9. Zat pembawa atau Basic. seperti metil naftoxazol. dan tahan terhadap air maupun gosokan. 5. Screening Agent merupakan zat berkhasiat yang harus terdapat dalam sediaan “sunscreen”. Tidak mudah menguap dan tidak diserap oleh kulit. Bila dioleskan pada kulit akan membentuk lapisan yang tipis. benzalesefenon. meksaon. Harus stabil terhadap suhu. etoksi etil p metoksi sinamat. Tetapi lapisan ini tidak tahan terhadap air dan keringat. 2. escalol 106. Lapisan yang terbentuk tipis dan mudah kering. dipropilenglikol salisilat. b. sinar matahari dan kelembaban. yang mudah kering dan liat (elastisitas). b) Metil selulosa. Tahan terhadap keringat dan gosokan. klorida.

Sifat lainnya. kadang-kadang zat-zat ini sangat diperlukan karena dapat untuk mencegah terjadinya infeksi.Sediaan Kosmetika d) Vinil resin (Vinyllite). e) Etil selulosa (ethocel).dsb. dapat digunakan semua jenis emulsi A/M atau M/A dengan lemak dalam jumlah besar. Alkohol (etil alkohol) sering diganti degan isopropil alkohol hingga menghasilkan sediaan yang murah. tidak larut dalam air dan pada umumnya tidak tersatukan dengan “screening agent”. 4.03 mm. isopropil palmitat atau minyak silikon. yang terbaik adalah minyak tumbuh-tumbuhan. dimana lapisan yang terbentuk akan sergam dan lebih tipis. Bentuk ini lebih disukai karena dapat dimasukkan dalam tube. dalam aseton akan membentuk lapisan yang tipis dan sangat liat. sangat disenangi. Untuk keperluan berjemur dipantai digunakan parfum yang lebih berat. Parfum. Parfum yang berasa manis hingga dapat menarik lalat atau semut dihindarkan. 3. Dapat juga digunakan minyakminyak mineral tetapi harus dengan viskositas rendah seperti isopropil miristat. 185 . Sunscreen dapat dibagi menjadi : 1. kurang mengiritasi. Adanya kapasitas absorpsi yang dapat hilang disebabkan karena adanya modifikasi kimia karena sinar matahari. Tipe emulsi. Biasanya digunakan minyak-minyak karena minyak dapat menyerap sinar ultraviolet. pada umumnya akan hilang dengan sendirinya bila terkena keringat. minyak silikon. Faktor-faktor yang sangat menentukan Kerja dari Sunscreen adalah : Tebal lapisan antara 0. melekat pada kulit dan sukar dicuci dengan air tetapi tercuci dengan alkohol. mengandung alkohol tinggi atau rendah seperti isopropil miristat. seperti untuk para atlet digunakan parfum yang berbau segar misalnya oleum lavandule. digunakan sesuai dengan pemakaiannya. Zat-zat yang sering ditambahkan kedalam sediaan “sunscreen” adalah beberapa antibiotika. 1. Bentuk aerosol. 2. oleum citri dsb.001-0. antihistaminika dan antiseptika. Tipe anhidrid. Kalau alkoholnya menguap akan meninggalkan lapisan yang bersifat dapat menolak air. serta sangat lekat. merupakan sediaan yang tidak mengandung air. Zat tambahan. Penggolongan sediaan Sunscreen Berdasarkan Tipenya. sedangkan bau yang kurang enak dari isopropil alkohol dapat ditutupi dengan memberikan suatu pewangi. Penambahan zat pengental seperti gliserin atau sorbitol kadangkadang diperlukan untuk menambah ketebalan dari lapisan hingga pemakaiannya lebih mudah dan tidak boleh terlalu banyak karena akan meninggalkan lapisan kulit yang kaku. larutannya dalam alkohol akan membentuk lapisan tipis. Biasanya dengan penambahan suatu zat pengental akan terbentuk gel yang dapat dimasukkan kedalam tube. Tipe “greaseless” (tanpa butiran). Untuk sediaan bentuk emulsi ini sebagai zat berkhasiat dapat digunakan “screening agent” yang larut dalam air untuk emulsi tipe M/A dan yang larut dalam minyak untuk emulsi tipe A/M. tergantung pada cara penggunaan dan suhu pada waktu dipakai. 3.

Formulnya biasanya terdiri dari zat warna larut dalam minyak atau larut dalam zat-zat tak berlemak. Terjadinya penguapan dari pelarut yang menyebabkan lapisan menjadi keras dan retak-retak. 4. Zat warna yang sering digunakan adalah alkoksipsoralen atau metoksasalen yang dalam konsentrasi 10-20 mg selama 12-4 jam akan terjadi pigmentasi. Setelah penguapan dari pelarut mungkin “screening agent” akan mengkristal dan akan menyebabkan sediaan “sunscreen” menjadi tidak aktif lagi. Pada umumnya sediaan ini digunakan oleh orang kulit putih atau penderita vitiligo. batang. Dalam perdagangan sediaan “suntan” sering dijumpai dalam bentuk krim. Campurannya dengan sekresi kulit akan menyebabkan perubahan konsentrasi zat berkhasiat. 3.Sediaan Kosmetika 2. 186 . Sediaan SUNTAN adalah sediaan kosmetika yang dapat membuat warna kulit menjadi coklat dalam waktu singkat tanpa terjadinya eritema (luka melepuh). aerosol dan aerosol foam. larutan hidroalkohol. minyak. Tidak digunakan zat warna yang larut dalam air karena warna akan hilang apabila kena air keringat dan kelembaban. krim cair. gel. Adanya perubahan jenis emulsi pada kulit hingga menyebabkan kerja dari sediaan berkurang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful