Sediaan Kosmetika

BAB I ( KOSMETIKA BAYI dan WANGI-WANGIAN ) PENDAHULUAN Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan peradaban manusia maka bertambah pula kebutuhan manusia dalam berbagai bidang, khususnya kosmetika. Dalam peradaban sekarang kosmetika tidak hanya dibutuhkan untuk kaum wanita saja, tapi juga dibutuhkan untuk semua golongan dan semua umur. Kosmetika dibutuhkan untuk berbagai keperluan tubuh yaitu sebagai pembersih tubuh, pengharum tubuh, memperelok atau memperindah penampilan. Sediaan mengenai kosmetik juga mengalami perkembangan yaitu bentuk gel, aerosol, lotio,cream dan lain sebagainya. Singkat kata, era zaman sekarang ini sangat membutuhkan keberadaan dan manfaat dari kosmetik. Kosmetika untuk bayi dan wangi-wangian yang akan diulas dalam makalah ini mengemukakan mengenai macam-macam sediaan kosmetika wangiwangian dan untuk bayi yang beredar sekarang. Sebagai contoh sediaan kosmetika untuk bayi adalah shampo bayi, bedak bayi, minyak bayi dan krim bayi. Sedangkan untuk wangi-wangian dapat berupa aerosol, larutan maupun bentuk sedian setengah padat misalnya gel dan lotio. Secara umum kosmetika untuk wangi-wangian didapat dari hewan dan tumbuhan. Dari tumbuhan biasanya senyawa-senyawa alkaloid yang mudah menguap yang biasanya digunakan sebagai komponen utama. Alkaloid ini dapat ditarik dengan pelarut-pelarut organik yang dibasakan terlebih dahulu atau dengan mengekstrak sari-sari tumbuhan dengan cara-cara yang paling tepat untuk zat tersebut. Sedangkan untuk Hewan juga diperoleh dengan cara mengambil zat-zat tertentu yang disekresikan oleh hewan tersebut sebagai komponen utama suatu kosmetik. KOSMETIKA UNTUK BAYI Sehat menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) adalah keadaan yang sempurna baik fisik, mental, dan ekonomis. Dalam arti kata yang sempit sehat berarti tidak sakit. Kulit yang sehat adalah kulit yang tidak menderita suatu penyakit baik dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Setiap organ tubuh manusia, termasuk pula kulit, mempunyai fungsi tertentu untuk kesehatan. Kulit dengan luas kurang lebih 1,2 m2 dan berat kurang lebih 15% dari berat badan terdiri dari susunan sel-sel yang membentuk lapisan-lapisan kulit epidermis,, dermis dan jaringan bawah dermis. Kulit mempunyai fungsi proteksi, sekresi, termoregulasi, sensorik, ekspresi, produksi (vit D), respirasi dan absorpsi, yang dilakukan baik oleh sel-sel kulitnya maupun oleh appendagesnya seperti otot, kelenjar lemak, kelenjar keringat, rambut atau kuku. Kulit yang sehat terlihat sebagai kulit yang optimal secara fisik maupun fisiologik. Secara fisis kulit yang sehat terlihat dari warna, konsistensi, kelenturan, struktur bentuk dan besarnya sel-sel dan jaringan kulit lain. Secara fisiologis terlihat dari keratinisasi, pigmentasi, persarafan, pembentukan keringat, pembentukan minyak kulit, pertumbuhan rambut.

1

Sediaan Kosmetika
Untuk kesehatan kulit, kegunaan terutama terletak pada kemampuan perawatan dan pemeliharaannya. Berbeda dengan kulit dewasa yang tebal dan mantap, kulit bayi dan balita relatif tipis dengan ikatan antarsel yang longgar. Karena itu kulit anak lebih rentan terhadap infeksi, iritasi, dan alergi. Secara struktural kulit bayi dan balita belum berkembang dan berfungsi optimal sehingga diperlukan perawatan khusus. Perawatan yang lebih menekankan pada pemeliharaan kulit ketimbang dekorasi ini diharapkan bisa meningkatkan fungsi utama kulit sebagai pelindung dari pengaruh luar tubuh. Perawatan kulit bayi dan balita bisa dimulai dari kegiatan sehari-hari. Misalnya dengan memandikan secara teratur, membersihkan rambut, dan mengganti popok atau baju pada saat tepat. Mandi misalnya, diwajibkan dua kali sehari, pagi dan sore. Dalam memandikan, perhatikan hal-hal berikut: suhu air disesuaikan dengan umur anak, gunakan sabun bayi yang lunak, gunakan sampo bayi untuk membersihkan rambut, keringkan badan dengan handuk sendiri sampai lipatan kulit, dan berikan bedak dengan sapuan tipis. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa perbandingan luas permukaan kulit dengan berat badan pada bayi lebih besar daripada orang dewasa, "Sehingga, kemungkinan keracunan berbagai bahan toksik menjadi lebih besar pada bayi, karena tingginya penyerapan melalui kulit," kata dokter spesialis kulit, dr. Lily Soepardiman, SpKK, dalam seminar tentang Perawatan Kulit Pada Bayi dan Balita beberapa waktu lalu. Karena itu, "Orang tua sebaiknya memperhatikan label bahan pembuat kosmetik yang akan dipakai." Nah, kosmetik apa saja yang harus diperhatikan? 1. Sabun Sulfur dapat mengurangi lemak kulit sehingga menyebabkan kekeringan dan gatal. Sementara heksaklorofen dapat menimbulkan keracunan pada susunan saraf pusat. "Selain itu, TBS, TCA, dan yodium dapat menyebabkan alergi pada kulit," tambah Lily. Sampo Sebaiknya keramas dilakukan 2-3 kali seminggu. Bila terlalu sering, rambut malah bisa menjadi kusam dan kering. Bahan kondisioner sebaiknya dipakai bila anak sudah berumur 5 tahun. Sampo bayi biasanya dibuat dengan pH yang mendekati pH air mata, sehingga tidak menimbulkan pedih di mata. Sebaiknya, pilih sampo yang tidak mengandung selenium sulfida. Pelembab Di negara tropis yang kelembabannya relatif tinggi, pelembab sebetulnya kurang dibutuhkan. "Bahkan penggunaan yang berlebihan bisa menyumbat pori-pori dan menimbulkan biang keringat," kata Lily. Namun, bila perlu, pelembab dapat digunakan untuk mencegah eksim popok. Khusus untuk baby oil, bisa dipakai untuk membersihkan kotoran bayi dan lemak di kulit kepala. Bedak Bedak dapat digunakan untuk mencegah gesekan. Namun, bila sampai

2.

3.

4.

2

Sediaan Kosmetika
terhirup dapat menimbulkan kelainan pada paru-paru, karena mengandung magnesium silikat yang sama dengan asbes. Makanya, "Bedak jangan ditaburkan, tapi ditutul-tutulkan saja pada kulit bayi," saran Lily. Penggolongan kosmetika bayi Sediaan kosmetika bayi dapat digolongkan sebagai berikut : 1. bedak bayi (Baby Powder) Bedak bayi merupakan sediaan bayi berbentuk serbuk yang digunakan untuk mempercepat penguapan keringat juga sebagai zat pelicin untuk mencegah lecet. Fungsi utamanya adalah menyerap uap lembab pada kulit dan mencegah lecet karena pakaian yang dikenakan bayi. Karena mempunyai luas permukaan yang besar, bedak dapat menahan radiasi panas pada kulit dan juga mempunyai efek penyejuk. Talk adalah kosmetika dasar utama yang terbaik dan kadang merupakan satu-satunya konstituen dari bedak bayi karena membantu untuk melumasi permukaan kulit. Zat yang mempunyai daya serap bagus adalah kaolin, hidrat Al silikat, magnesium, kapur presipitat , kanji. Kaolin dapat menyerap uap lembab degan cepat dan mudah. Kalsium dan magnesium karbonat juga dapat digunakan karena mengandung absorban yang baik. Aluminium dan Zn stearat dapat menyebabkab iritasi kulit, oleh karena itu Mg stearat lebih dianjurkan. Penggunaan bubuk silica hingga 10% dapat meningkatkan kehalusan dan membantu dalam penyebaran zat. Kanji memiliki bahan absorbsi yang bagus dan memberi rasa lembut pada kulit namun ketika kanji berkontak dengan uap lembab, maka akan memberikan substrat untuk pertumbuhan bakteri yang menyebabkan iritasi pada kulit dan cenderung lengket, tetapi garam aluminium tidak lengket pada kulit dan lebih resisten terhadap serangan bakteri. Daya tarik dari bedak pada kulit dapat dibuat dengan menggunakan setil alcohol dan steril alcohol yang dipakai pada konsentrasi 0,5 – 1,5 % sedang ZnO pada konsentrasi antara 2% dan 5%. Talk dan mineral tambang lain sering terkontaminasi oleh spora mikroorganisme seperti Clostridium tetani, dan untuk itu harus dilakukan sterilisasi dengan pemanasan. Tahun 1946 kematian 5 bayi di New Zealand disebabkan oleh tetanus yang ada pada bedak bayi. sterilisasi dilakukan pada suhu 150-160o C selama 1 jam Antiseptic sering ditambahkan pada bedak bayi untuk mengontrol pertumbuhan mikroorganisme pada kulit, biasanya Bacterium ammoniagenes dan micrococcus. Bedak asam borat dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut. 2. Losion dan krim bayi (baby lotion and creams) Losion bayi merupakan suatu emulsi yang banyak mengandung air sehingga tidak memungkinkan terbentuknya suatu lapisan tipis di permukaan kulit, untuk membersihkan kotoran yang menempel pada kulit serta memberikan rasa segar dan dingin. Sedangkan krim bayi merupakan sediaan

3

3. Emulsi dengan emulgator non-ionik. lanolin. perhidroskualena dan minyak silicon juga digunakan. Setil trimetil ammonium bromide. Komponen utama yang digunakan dalam minyak bayi adalah minyak mineral dengan kemurnian tinggi. derivate lanolin merupakan pembawa yang bagus untuk antiseptic ammonium kwartener. 4 . maka antioksidan harus ditambahkan. Minyak bayi membentuk suatu lapisan berlemak yang melindungi kulit dari basah dan luka dan efek proteksinya harus bekerja tanpa minyak tersebut membentuk suatu lapisan yang kontinu dan kedap air karena dapat membatasi pengeluaran keringat dan dapat menyebabkan kulit kering. adstringen. Ada beberapa kontroversi tentang kegunaan minyak bayi. Antiseptic untuk melawan infeksi kulit minor dan fraksi lanolin cair yang larut dalam minyak mineral sering ditambahkan sedangkan minyak silicon diapakai untuk memperbaiki efek hidrofobik dari produk. Minyak sayur kadang-kadang digunakan tetapi karena ketengikan dan pembentukan produk sampingan yang dapat mengiritasi kulit. Walaupun demikian minyak bayi masih banyak digunakan di rumah sakit dan direkomendasikan untuk membersikan kulit ketika mengganti popok. Minyak silicon dan pasta atau malam polietilen juga baru-baru ini direkomendasikan sebagai basis salep anhidrat. dan pengemulsi air dalam minyak lainnya seperti yang digunkan pada krim malam. Zn. ZnO sering ditambahkan dalam jumlah antara 2-10% karena memiliki sifat antiseptic yang lembut. Perlstein mengatakan bahwa dengan melapisi kulit dengan lapisan kedap air yang kontinu minyak bayi mungkin mengganggu fungsi respirasi dan eksretori kulit. Aluminum. Isopropyl myristate. sedangkan senyawa ammonium kwartener digunakan dalam produk berbasis non-ionik. Basis krim biasanya berupa malam. dan antiiflamasi. alkildimetil benzilammonium klorida. Minyak Bayi (Baby Oil) Minyak bayi merupakan sediaan kosmetik bayi berbentuk minyak mineral jernih dengan tambahan zat pelembut untuk membersikan kotoran dari kulit termasuk sisa bedak dan krim. trigliserida atau alcohol berlemak. petrolatum. Antiseptic digunakan pada konsentrasi rendah dalam losion dan krim bayi untuk membantu kontrol pertumbuhan mikroorganisme penghasil ammonia pada kulit. contohnya gliseril stearat atau kombinasi Arlacel dan tween. Heksaklorofan digunakan pada emulsi dengan surfaktan anionic. magnesium dan kalsium stearat dan oleat digunakan untuk memperbaiki efek penolak air dari krim dan menstabilkan emulsi.Sediaan Kosmetika kosmetika bayi yang berbentuk emulsi air dalam minyak dengan kadar lemak relative tinggi yang berguna sebagai pelembut dan pelembab kulit. setil piridiniumklorida dan benzetoniumklorida juga cocok digunakan dalam losion bayi pada konsentrasi 0-2%. Dalam penggunaannya krim bayi lebih bertindak sebagai baby oil daripada losion karena mereka cenderung membentuk suatu lapisan pada permukaan kulit.

dsb. Sabun bayi biasanya dibuat dari reaksi antara asam lemak tinggi yang terdapat dalam minyak-minyak lembak seperti oleum alivarum. Beberapa surfaktan memiliki efek anestesi pada mukosa mata dan jika zat-zat ini dapat menyebabkan kerusakan kornea yang dapat menyebabkan kerusakan yang serius karena membilas mata dengan cepat adalah tidak memungkinkan. biasanya termasuk ke dalam deterjen sekunder bersama zat-zat ampholitik. tidak mengiritasi kulit dan hanya boleh digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. dan magnesium laurel eter sulfat dapat juga digunakan karena indeks iritasi mata yang relative rendah. dibuat dengan cara cetak. Asam lemak sakrosinat mengkombinasikan kelembutan dengan busa yang banyak dan efek pembersih dalam rentang pH asam yang rendah. Syarat-syarat Sediaan Kosmetika Bayi Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sediaan kosmetika bayi. berwarna putih dan keras. antara lain : 1. oleum cocos dengan suatu alkali seperti NaOH. merupakan sabun lunak sehingga tidak akan mengiritasi kulit.Sediaan Kosmetika 4. Sulfo-suksinat anionic dan derivate siklo imidinium amphoter dilaporkan menyebabkan iritasi pada mata kelinci dan penambahan alcohol lanolin teretoksilasi secara signifikan mengurangi potensi iritasi mata dari formula tertentu. parfum untuk bayi harus telah diperiksa. KOH. zat yang dipergunakan harus betul-betul aman dan murni. 5 . dsb. 2. 5. triklorokarbanilid. Sabun bayi (Baby Soap) Sabun bayi merupakan sediaan bayi yang berfungsi untuk membersihkan kulit. Sabun bayi mengandung banyak lemak. Surfaktan yang memilliki efek anestetik kebanyakan senyawa alkylaril yang berkondensasi dengan sejumlah molekul polietilen oksida dan amina asam lemak. menghaluskan dan melembutkan kulit. Zat-zat ini cocok dengan asam dan oleh karena itu dapat disesuaikan dengan pH yang diinginkan. tapi mungkin dapat menyebabkan dermatitis pada kulit. Produk kondensasi dari protein asam lemak yang juga termasuk bahan baku deterjen anion-aktif yang lembut dan ditoleransi dengan baik oleh membrane mukosa mata. Pada umumnya mempunyai pH sekitar 10. memberikan kesegaran. Kombinasi dengan deterjen anionic juga meningkatkan kelembutan. Beberapa surfaktan nonionic dapat juga digunakan dalam shampoo bayi tetapi karena kapasitas pembentukan busanya relative rendah. Shampo Bayi (Baby Shampoos) Shampoo bayi merupakan sediaan bayi yang digunakan untuk membersihkan kulit kepala dan rambut bayi. Ke dalam sabun bayi dapat juga ditambahkan suatu antiseptic seperti heksaklorofen. shampoo ini tidak jauh berbeda dari shampoo untuk dewasa walaupun di dalamnya terdapat perawatan khusus yaitu surfaktan yang memiliki indeks iritasi mata yang sangat rendah.

Antiseptik : undesilenat. antara lain : 1. cinnamat aldehid sitral. bedak bayi • bahan yang dipakai harus steril • zat pembawa harus bersifat licin. • zat aktif yang digunakan harus mempunyai daya iritasi yang sangat lemah terhadap kornea mata. minyak zaitun 1-3 . Mg stearat 3-5%. • ukuran partikel yang dianjurkan adalah antara 10-40µm. • perlu ditambahkan antioksidan jika menggunakan minyak sayur. 2. aluminium silikat terhidrasi Pelembut dan penambah daya lekat : Zn. • tidak menimbulkan iritasi pada kulit. sabun bayi tidak mengiritasi dan menyebabkan dermatitis pada kulit. • tidak menghalangi keluarnya keringat. • zat pembawa tidak mudah mengendap uap lembab dan tidak dapat digabung dengan absorben yang lain. shampo bayi • tidak menimbulkan iritasi pada kulit kepala dan mata. 4. ada syarat-syarat khusus untuk beberapa sediaan bayi. 5. resin olibanum dan vanillin).Sediaan Kosmetika Selain faktor-faktor di atas. dan melekat baik pada kulit. metal heptine karbonat. serta tidak menghalangi kulit. metal benzethonium kloroda 0. membantu melemaskan kulit. lotion dan cream bayi.5-15%. setil atau stearil alcohol 0. ZnO 2-5 . Li. • tidak menghalangi keluarnya keringat.(parfum yang tidak boleh digunakan antara lain: benzilidin aseton. • konsentrasi pewangi tidak boleh lebih dari 2% karena dapat menyebabkan iritasi kulit. • konsentrasi surfaktan tidak boleh terlalu tinggi.05 %( dipakai jika pembawanya pati/zat tepung pengganti talk) Beberapa tipe formula dari bedak bayi adalah : 6 . • pH harus sesuai dengan pH cairan mata. Formula Umum Sediaan Kosmetika Bayi Bedak Bayi Zat pembawa : talk Zat penyerap : koloidal kaolin. metal nonil asetaldehid. minyak bayi • tidak menimbulkan iritasi pada kulit • tidak mengganggu aktivitas fisiologi dari kulit. hidroksicitronellal. • tidak menimbulkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan kulit (lotion bayi) 3. heliotropin. • tidak mengganggu aktivitas fisiologi dari kulit. • bilangan kuman tidak melebihi 500 per gram. eugenol.

00 1.0 1. trietanolamin stearat.5 kaolin 20. heksakloropen.hidroksibenzoat natrium alginate perfume air 26.25 69.Sediaan Kosmetika Persentase 1.0 perfume 4. steril talcum as. Antiseptik : p-diisobutil kresoksi etoksietil dimetil benzyl ammonium klorida monohidrat.19 7 .04 0. etil piridinium klorida. qs 94. Zat tambahan : pewangi. Beberapa tipe formula lotion dan krim bayi : Persen 1.15 0.94 0.09 0. qs 3. Monoetanolamida kanji perfume qs 2.36 0. Zat pelembut : lanolin. sorbitol.52 0. tipe anionic minyak mineral ringan lanolin stearil alcohol cetyl alcohol propil p-hidroksibenzoat asam stearat trietanolamin metil p.0 qs Lotion dan krim bayi Zat pengemulsi : ester sukrosa dari asam palmitat dan asam stearat (crodesta). steril talcum mg stearat kapur presipitat perfume steril talcum kaolin mg stearat gliseril monostearat (non emulsi) setil alcohol perfume steril talcum benzalkonium klorida 0.0 5.94 0.52 0.

00 25.0 0. tokoperol. Zat pelembut : minyak tumbuhan ( minyak zaitum.5 Parfum 0.4 8 .C.95 5.15 0.1 Air 79.Sediaan Kosmetika 2.9 5.15 50. dll).0 0. biji kapas. butyl hidroksi toluene (BHT). Shampoo Bayi Contoh formula umum shampoo bayi yang tidak mengiritasi kulit dan mata : Persen Minarol 2 M. lanolin atau derivate minyak terlarutnya (isopropyl ester) Antiseptik : bithionol Antioksidan : butyl hidroksi anisol (BHA).0 Hexylene glycol 0.5 1 1 2.00 5. minyak tumbuhan. trigliserida cair.05 qs 2. propil galat.00 0. Pewangi < 0.A (termodifikasi) 20.1 Minyak Bayi Zat pembawa : minyak mineral jernih.2 % Beberapa tipe formula umum minyak bayi : 1. dll. tipe nonionic minyak mineral ringan lanolin setil alcohol arlacel 80 tween 80 cairan silicon propil p-hidroksibenzoat air metal p-hidroksibenzoat parfum 35.1 4. minyak mineral ringan lanolin cair etil stearat isopropyl myristat minyak mineral ringan isopropyl myristat minyak zaitun minyak silicon propil gallat parfum Persen 90 3 4 3 64.

Pori-pori yang terbuka akan memudahkan penyakit masuk dan menginfeksi tubuh. fragrans dipakai untuk menutupi bau busuk penyakit. Hingga kini pun persepsi itu masih berlaku. dipakailah minyak wangi. terutama untuk parfum kelas atas yang dibikin dalam jumlah terbatas atau menurut pesanan. Bangsa Mesir kuno memakai wewangian dalam acara ritual penguburan. Bahannya waktu itu terbanyak didapat dari tumbuhan atau hewan. dll. Selama abad XIV fragrans lebih untuk keperluan pengobatan. krayon dan banyak lagi yang alami dan sintetis. 5 buatan Prancis tahun 1921. Orang Romawi memikat lawan jenisnya lewat wewangian. Juga untuk pertama kalinya fragrans dari bahan sintetis diperkenalkan. Fragrans itu biang segala wewangian.Sediaan Kosmetika SEDIAAN KOSMETIK WANGI-WANGIAN Sejarah fragrans atau wewangian sebenarnya sudah dimulai sejak berabad-abad lalu. banyak orang lama tak mandi. Umpamanya produkproduk perawatan tubuh seperti sabun dan sampo. Semua yang berbau harum berasal dari fragrans. Dari mereka orang Eropa belajar cara menyuling minyak-minyak esensial menjadi wewangian. Pasalnya. namun juga untuk kebutuhan hidup sehari-hari. alat tulis macam balpoint . selain sebagai simbol status sosial bagi sipemakai. Namun hanya kalangan bangsawan dan kaum jetset yang sanggup membelinya. wewangian mampu jadi media kontak dengan dewa-dewi mereka. misalnya arab. industri perlengkapan rumah tangga macam pembersih lantai. karet penghapus spidol. sepanjang dua abad setelah itu dsejarah mencatat peningkatan pemakaian wewangian. banyak orang kala itu percaya. Baru setelah abad XVI fragrans mengawali zaman keemasannya. Cara pembuatannya dianggap seni dengan cita rasa tinggi. Maka. Sudah sejak akhir abad XVII Prancis dikenal sebagai pusat parfum dunia. Orang Yunani percaya. Untuk menutupi bau badan. produk bahan bangunan seperti cat tembok. Yang menarik. tapi juga meliputi sabun. sampo. Venesia adalah negara pertama di Eropa yang mengawali perdagangan wewangian hingga menyebar kekota-kota lain di Eropa. Menurut Food and Drugs Administration (FDA ) Amerika. lilin juga rokok. Cleopatra adalah salah satu pelaku sejarah penggemar wewangian. Sejak zaman sebelum masehi pun sudah dikenal kemenyan yang kala itu diekstrak dari tetumbuhan. mandi atau berendam di air tidak sehat. Tidak hanya sebagai bahan utama pembuatan parfum. sementara itu reputasi fragrans semakin menanjak. Eropa mengenal fragrans justru dari orang-orang timur. 9 . fragrans berarti semua substansi baik alami maupun sintetis yang semata-mata digunakan untuk memberi bau pada produk-produk kosmetik. Namun menyusul runtuhnya kekaisaran Romawi pada abad pertengahan. kertas . Kala itu banyak orang belajar serta mengagumi “khasiat“ fragrans sebagai pengharum terutama sebagai parfum. industri makanan dan minuman seperti permen atau sirup. Harganya memang mahal karena faktor sulitnya menemukan oplosan yang tepat serta pembuatannya yang makan waktu lama. Contohnya parfum bermerk Chanel no. Produk kosmetik tak terbatas parfum.

Sedangkan yang sintetis bahannya dari berbagai macam zat kimia yang sudah jadi. Fragrans pun digunakan dalam bahan -bahan pembersih rumah tangga seperti detergen atau larutan pembersih peralatan dapur dan makan. Ada juga yang menambahkannya dalam sabun. dihasilkan konsentrat seperti yang alami tadi. juga bolpoin wangi yang memabukkan itu. Meski yang sintetis dan alami tak banyak bedanya. cairan pembersih rumah tangga. hairspray. karena ada bau-bauan tertentu Yang tidak bisa dihasilkan secara sintetis. Hanya pada kasus ini konsentrasi fragrans lebih rendah dibandingkan dengan pelarutnya. eau cologne. lebih mudah didapat. Air wangi biasanya dipergunakan untuk mewangikan rambut. Eau de Parfum Eau de Parfum merupakan larutan alkohol yang mengandung minyak atsiri dalam kadar yang relatif tinggi dan kekuatan keharuman serta keawetannya relatif baik. Yang dimaksud dengan sediaan wangi-wangian adalah suatu sediaan kosmetik yang mengandung wangi-wangian baik dari alam maupun sintesis yang dibutuhkan untuk memberi kesenangan dan kesegaran pada pemakainya. pengharum ruangan. penghapus cat kuku. Pengusaha lain lalu membelinya untuk membuat parfum. 10 . PENGGOLONGAN Bentuk sediaan wangi-wangian dibagi menjadi : 1. namun dengan rumus kimia baru. sampo. atau produk kosmetik lain. deodoran. Karena itu hampir 80 % produsen fragrans menggunakan bahan sintetis. Mempunyai kadar essence yang lebih tinggi dari Eau de Toilette dan Eau de Cologne sehingga wanginya lebih menyengat. Sesudah melewati reaksi-reaksi kimiawi yang terjadi di laboratorium. Eau de Toilette Eau de Toilette merupakan suatu larutan minyak-minyak atsiri dalam alkohol yang bentuknya lebih encer dari pada parfum dan biasanya diberi suatu zat warna. Bisnis multimiliaran dolar. yang sayangnya bakal membawa masalah kesehatan maupun lingkungan. tangan dan lain-lain. 2. Sumber alam kebanyakan dari tumbuhan atau hewan. Minyak atsiri inilah yang dipergunakan sebagai bahan untuk pembuatan parfum. harga fragrans sintetis jauh lebih murah. Yang paling banyak dipakai dari golongan hidrokarbon. muka. deterjen. cairan pembersih lantai. Biasa dari alam atau bikinan manusia (sintetis). dsb. dan daya tahan baunya lebih lama. Eau de Toilette mempunyai kadar alkohol yang lebih banyak dari essence-nya wanginya tidak begitu tahan lama. Saat ini minyak atsiri dibuat secara sintetis. eau de toilette. Agar mudah dihirup. after shave lotion.Sediaan Kosmetika Karena pengertian itu banyak kelemahannya. Contohnya pada parfum. Ada fragrans yang diperdagangkan hanya dalam bentuk bahan mentah. Bahan dasarnya amat banyak. terbukalah peluang bagi para produsen kosmetik khususnya serta produk-produk lain. biasanya produsen menambahkan solvent atau zat terlarut yang mudah menguap. baru dihasilkan fragrans dalam bentuk konsentrat pekat. Setelah melewati proses cukup rumit seperti destilasi dan ekstraksi. Namun yang natural tidak ditinggalkan 100%. Minyak wangi pada umumnya terdiri dari minyak atsiri yang mudah menguap.

Minyak Atsiri. akar dan kayu seperti biji Katsuri. bedak wangi juga digunakan untuk memberi kesejukan. Beberapa persyaratan khusus untuk beberapa sediaan wangi-wangian ini: Powder (Bedak tabur) Aman. bunga orange dan lain-lain. bunga Lavender. 5. kadarnya adalah 5 % dari yang didenaturasi 2. 4. Bedak (powder) Wangi-wangian ini berbentuk serbuk dengan talk sebagai zat pembawa. kehalusan kulit serta menyerap keringat. lavender. contohnya Oleum Citri 2. Eau de Cologne meerupakan wewangian yang paling ringan dan paling tidak tahan lama karena memiliki campuran cairan dan alkohol yang lebih banyak dari essence-nya. Sekresi hewan. Merupakan suatu larutan yang jernih a. daun Nilam. Syarat Yang Harus Dipenuhi Oleh karena sediaan wangi-wangian dipergunakan pada bagian tubuh tertentu untuk kesegaran. contohnya sitrol Beberapa contoh resep dari sediaan wangi-wangian : 1. tidak berbahaya bagi kulit Dapat menyerap keringat Sacchet Stabil konsistensi dan warna Bentuknya menarik dan tidak meninggalkan sisa lemak FORMULA UMUM Bahan dasar wangi-wangian adalah : 1. Apabila mengandung metanol sebagai denaturant. daun. Oleum Aurantii. b. Selain memberikan keharuman. Bahan Kimia. Selain itu di dalamnya juga ditemukan biji-bijian. Sacchet dibuat dari kumpulan dan pengeringan bunga-bungaan seperti mawar. bunga.Sediaan Kosmetika 3. contohnya musk 3. kayu Cendana. biasanya minyak atsiri yang terkandung di dalamnya merupakan minyak-minyak atsiri dari bermacam-macam jeruk seperti Oleum Citri. Sacchet Merupakan suatu produk wangi-wangian yang menggunakan bahan-bahan alam dan dimasukkan ke dalam suatu kantong kecil. akar Kapulaga dan lain-lain. fungsinya hanya untuk menyegarkan aroma tubuh. maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : 1. Eau de Cologne Eau de Cologne merupakan suatu larutan alkohol dari minyak-minyak atsiri yang lebih encer daripada parfum. keharuman seseorang. Parfum R/ Mawar (sintesis) 10 Heliotropin 10 11 .

s 65 29.4 1.4 4.7 mL 0.2 1. R/ Eau de Toillete Oleum Bergamot Oleum citri Oleum Aurantii Oleum Lavandulae Oleum Caryophylii Oleum Cinnamomi Oleum Flor.Sediaan Kosmetika Alkohol sinamat Oleum Bergamot Fenil asetaldhid (50%) Jasmin (sintetis) Terpineol 2.7 mL 0. gaya hidup dan sebagainya.2 0. Aurant 4 mL Etil asetat 2 mL Air 120 mL Alkohol 840 mL Bedak (powder) R/ ZnO Amylum Talk Parfum Sacchet R/ Bunga Lavender Daun bunga mawar Vanilla Serbuk kuntum cengkeh Serbuk Resin Styrax Serbuk Benzoin siam Ambergris Oleum Rosarum 5% 10 % 85 % q. Aurant Aquadest Alkohol sampai 20 10 25 10 15 7 mL 4 mL 3 mL 5 mL 0.2 1. 5.7 mL 200 mL 1000 mL 3. Kepribadian suasana hati.2 1.4 0. Eau de Cologne R/ Oleum Bergamot 15 mL Oleum Citri 8 mL Oleum Rosmarini 7 mL Oleum Lavandulae 4 mL Oleum Flor. WANGI-WANGIAN DAN KEPRIBADIAN Sudah lama wewangian itu dikaitkan dengan banyak hal. Konsep penampilan masa kini yang sifatnya 12 .

Untuk itu bisa mencampur beberapa wewangian. asalkan kandungan wewangiannya sama. 4. jahe atau cengkih) dengan wewangian yang segar (bunga atau buah-buahan) Wewangian yang berkesan seksi (mengandung musk) dengan wewangian yang manis (antara lain yang mengandung buah peach atau raspberry) Layering dengan memanfaatkan serangkaian produk yang mengandung wewangian yang sama juga banyak digunakan banyak produsen kosmetik yang memproduksi bedak. Sebelum mencoba wewangian. tidak perlu membeli satu rangkaian produk. bedak. mendorong kita untuk memilih wewangian yang bersifat pribadi. Agar wewangian lebih awet. jangan terburu-buru memutuskan membeli. Ada beberapa cara pencampuran yaitu layering atau teknik pengaplikasian wewangian secara berlapis. Kombinasikan wangi parfum dengan wangi produk lain seperti sabun. Iklim bisa mempengaruhi kita dalam memilih wewangian. wewangian yang digunakan juga berbeda. Untuk kesempatan yang berbeda. Saat mencium langsung dari botolnya. Penerapan layering semacam ini membuat aroma bertahan lebih lama. Tunggu ± 10-15 menit untuk mengetahui reaksi wewangian terhadap kulit. misalnya Lavender. aplikasikan pada bagian tubuh yang berbeda untuk menghindari penumpukan aroma. sehingga penciuman menjadi kurang sensitif. Suhu yang sangat panas dan udar kering dapat membuat selaput mukosa pada hidung menjadi kering. lotion tubuh untuk mendapatkan aroma baru. Wangi yang eksklusif dan tidak pasaran tentu akan membuat tubuh terasa lebih nyaman. sabun dan parfum dalam satu seri arom. Kepribadian sering menjadi acuan dalam menentukan pilihan kita. 3. perhatikan hal-hal berikut : 1. Memilih wewangian bisa dikatakan gampang-gampang susah. 13 . Setelah mencoba wewangian. Wewangian beraroma keras sering jadi pilihan diiklim tropis seperti Indonesia. pastikan kulit bebas dari produk lain yang mengandung wewangian misalnya body lotion atau deodorant. Beberapa jenis wewangian yang dapat digabungkan antara lain : Citrus dengan fruty floral (misalnya jeruk dan apel) Vanilla dengan Sandal wood atau musk White florals (misalnya Lily of Valley) dengan Freesia Wewangian dengan kandungan berikut ini sebaiknya tidak digabungkan : Spicy (seperti kayu manis. Dalam memilih wewangian. dan bersifat personal. Untuk mengaplikasikannya. Reaksi wewangian terhadap kulit terkadang sulit untuk ditebak. simpan pada tempat yang sejuk. tak terbayang baunya akan sangat berbeda setelah kita membubuhkan di kulit. Jika akan 2. Blia ingin mencoba lebih dari satu wewangian. Udara yang panas dan timpaan sinar matahari dapat mengubah aroma. sehingga diperoleh aroma yang lain daripada yang lain. Bedak merk A dengan parfum merk B dapat saja kita gabungkan.Sediaan Kosmetika personal.

wewangian yang beraroma ringan dan lembut dengan campuran keharuman bunga. Ester-ester metil f. Anggun.2 Bedak Bayi (Baby Powder) Kandungannya secara umum : talk magnesium stearat endapan CaCO3 pewangi kaolin glyseril monostearate cetyl alkohol benzalkonium klorida asam undesilenat I. Cuci botol. sterol 1. wewangian berbau rempah-rampah yang hangat Romantis. Lanolin. Golongan Minyak Hidrokarbon dan Malam : Parafin Vaselin Cera b. seperti : Sportif dan dinamis. rempah dan buah. Minyak Tumbuhan dan Lemak e. Etoksilasi Gliserida h. wewangian beraroma bungabungaan Modern. 14 . Ester Sitogliserida g.Sediaan Kosmetika memindahkan wewangian ke dalam botol yang lebih kecil pastikan botol yang akan digunakan bersih dan netral (tidak berbau). Golongan Minyak silicon : Dimetil Polisilokson Silicone Oil c. lalu diamkan selama 24 jam setelah itu cuci sekali lagi. Wewangian yang digunakan oleh seseorang dapat mencerminkan kepribadiannya.1 Pelembut/ Pelunak Emulient a. Macam-macam sediaan kosmetika untuk bayi : 1. Asam-asam Lemak dan Alkohol Lemak : Asam Stearat d. beraroma unik ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN UNTUK BAYI Zat /bahan Umum Terkandung dalam Sediaan Kosmetika Bayi dan Wangi-wangian 1.

KOH) Asam Lemak tinggi ( Oleum cocos) 1.5 Baby Lotion dan Krim Kandungan secara umum : minyak-minyak mineral adeps lanae stearyl alcohol cetyl alcohol propyl p-hidrokxybenzoat asam stearat triethanolamin metil p-hidroksibenzoat natrium alginate pewangi air isopropyl palmitat beeswax P.C.A Hexylene glycol Pewangi 15 .E. minyak –minyak mineral larutan lanolin ethyl stearate isopropyl myristate minyak zaitun minyak silikon propil gallate 1.Sediaan Kosmetika 1.4 Minyak Bayi (Baby Oil) Kandungannya secara umum .G 400monostearat Propilen glikol Arlacel 80 Tween 80 Cairan silicone f 110/1000 Gliseril monostearat Larutan sorbitol 70% Air destilasi Atlas G-1425 Atlas G-1441 1.3 amilum Sabun Bayi (Baby Soap) Basa ( NaOH.6 Shampoo Bayi (Baby Shampoo) Kandungan secara umum : Miranol 2 M.

jernih. B. dalam minyak lemak dan mimyak atsiri. • Larutan + NaOH dikocok. Cera Alba (malam putih) Dibuat dengan memutihkan malam yang diperoleh dari sarang lebah Apis mellifera L atau spesies Apis lain. Efek Farmakologis : . dalam eter P hangat.Sediaan Kosmetika II. • Cera C.1 Pelembut/Pelunak/ Emolient yang biasa dianalisis : A.2 Bedak Bayi (Baby Powder) 16 . Sediaan Kosmetika Bayi 1. • 500 mg zat + 10 cc spiritus + 100 mg K2CO3 • Sampai larut pada pendinginan. • Bereaksi asam terhadap lakmus. tidak lebih dari 0.agak suka larut dalam etanol (95%) P dingin . larut dalam kloroform P .laksativum • vaselin Uji fluoresensi : warna biru lemah. tetes minyak pada permujkaan ( juga tanpa HCl).2 mL brom tymol biru kocok. dinginkan : memadat. Asam-asam Lemak Dan Alkohol Lemak Asam stearat • Saat dibakar ada bau seperti malam.01 M NaOHH dibutuhkan untuk merubah warna indicator menjadi biru. Golongan Minyak Silikon • Dimetil Polisilokson • Silicone Oil Uji Keasaman : 2 g tambahkan 25 mL campuran etanol dan ester (1:1) tambahkan 0. Golongan Minyak Hidrokarbon dan Malam • paraffin Parafin padat adalah campuran hidrolkarbon yang diperoleh dari minyak mineral .15 mL 0. 1.larut dalam kloroform P. Kelarutan :Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%)P. kristal putih. seperti agar berbusa pada pengenceran • Zat + HCL encer. Praktis tidak larut dalam air. Air Analisis Bahan Yang Terkandung Dalam Sediaan Kosmetika bayi Dan Wangi-wangian 1.

015 MgO (MgCO3 mengandung 40-45 % MgO) Bilangan kuman : cara uji ( Uji Hayati Jasad Renik ) Cara pengujian Perhitungan banyaknya jasad renik aerob Timbang seksama 10 g zat uji atau ukur saksama 10 ml cairan yang diuji.2.3 17 .05 M ≈ 2. campur. Tutup masingmasing cawan. Pipet 1 ml dari tabung yang disisihkan ke dalam masing-masing 1. jika campuran tidak berupa larutan atau cairan bening. lakukan menurut cara nomor 2. a) Cara lempeng. Jika campuran yang diperoleh berupa larutan atau cairan bening. Masukkan 9. yang sebelumnya telah dicairkan dan dibiarkan hingga suhu lebih kurang 45 o.2). bagi tabung dalam 4 kelompok. Jika terdapat pertumbuhan . kelompok ketiga dan keempat masingmasing terdiri dari 3 tabung. campur dengan memiringkan atau memutar cawan. inkubasikan pada suhu antara 30o dan 35o selam 48 jam sampai 72 jam.2. segera tambahkan masing-masing 15 ml sampai 20 ml perbenihan A. dengan menggunakan alat yang cocok dan tetapkan jumlah rata-rata jasad renik per g atau per ml sedian uji. MgCO3 ditambah agua + HCl encer.2. Pipet 1 ml larutan atau zat yang diuji kedalam masing-masing tabung kelompok pertama. Bahan penyerap : Amilum : tambah agua iod  seperti kanji + HCl  biru hitam kembali. Pipet 1 ml dari tabung yang disisihkan ke dalam masingmasing tabung kelompok kedua tinggal 3 tabung. b) Cara tabung. Balikkan cawan.1 1. secukupnya hingga 100 ml. masukan ke dalam labu ukur 100 ml. lanjutkan pengujian dengan cara tabung . Jika perlu lanjutkan pengenceran hingga 1 ml diharapkan menghasilkan antara 30 dan 300 koloni. lanjutkan pengujian dengan cara lempeng. Pipet 1 ml enceran kedalam masing-masing 2 cawan Petri steril.0 ml perbenijhan B ke dalam masing-masing 14 tabung 20 x 150 mm.Sediaan Kosmetika 1. campur : sisihkan 1 tabung hingga kelompok pertama hingga kelompok pertama tinggal 3 tabung. Untuk Gelatin. hitung banyaknya koloni masing-masing cawan. 1 ml Na EDTA 0. biarkan membeku pada suhu kamar. Secara kuantitatif : Titrasi Kompleksometri.2 Bahan dasar : talk : dalam tabung reaksi berisi air  mendaki dinding tabung. tamahkan dapar fosfat (pH 7. kelompok pertama dan kedua masing-masing terdiri dari 4 tabung. Mikroskopik  mengambang diatas permukaan air.

campur.4 1. bau khas. Bekukan secepat mungkin.Sediaan Kosmetika tabung kelompok ketiga.1 18 . diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Fam Bovidae) mengandung air tidak lebih dari 0. 1.3 Sabun Bayi (Baby Soap) Penetapan Berat jenis kuman sama seperti pada bedak. Inkubasikan pada suhu antara 30o dan 50o selama 24 jam sampai 48 jam.4. • Basa NaOH Uji Na : Uji nyala dengan kawat nikrom memberikan warna kuning emas. hitung jumlah koloni masing-masing cawan dengan menggunakan alat yang cocok.001 ml dan kelompok keempat digunakan senagai blangko. tambahkan segera 10 ml perbenihan A atau memutar cawan.1 ml sediaan yang diuji. kelompok ketiga 1 mg atau 0. buang tabung yang sudah disihkan. Kelompok pertama mengandung 100 mg atau 0. tidak berwarna atau kuning pucat. dan tetapkan jumlah ratarata jasadrenik tiap g zat yang diuji. Uji K : Uji nyala dengan kawat nikrom memberikan warna merah ungu. Suhu lebur 23o sampai 26oC Bilangan penyabunan 250 sampai 264 Minyak Bayi (Baby Oil) Lanolin (adeps lanae) Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan.01 ml. Jika terdapat pertumbuhan.25 %. Zat penambah Daya Rekat : Cetil alcohol : 1 bagian zat + asam asetat 20 bagian di water bath  larut + kromat  hijau. Uji OH : membirukan lakmus merah.balikan cawan dan inkubasikan pada suhu antara 30o dan 35o selama 48 jam. pada tabung blangko tidak terdapat pertumbuhan. Amati adanya pertumbuhan pada masingmasing tabung tiap kelompok . pipet 1 ml sediaan yang diuji yang dikosok baik-baik ke dalam masing-masing 2 cawan petri 15 mm x 100 mm. tidak tengik. • Asam lemak tinggi : Oleum Cocos : Minyak kelapa adalah minyak lemak yang diperoleh dengan pemerasan endosperm kering cocos nucifera L Pemerian : Cairan jernih. kelompok kedua 10 mg atau 0. Uji OH : membirukan lakmus merah. 1. Jika zat yang diuji adalah gelatin.

terjadi warna hijau tua.5. Isopropil Miristat Bilangan Penyabunan 202-212 Bilangan asam tidak lebih dari 1 Bilangan yodium tidak lebih dari 1 Minyak Silikon Uji keasaman 2. Timbang seksama 2 g. Identifikasi : 500 mg larutan + 5 ml kloroform P + 1 ml asetat anhidrat P dan 2 tetes asam sulfat P. diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Fam Bovidae) mengandung air tidak lebih dari 0. didihkan hingga sisa sepertiga volume semula. Trietanol Amina Trietanolamina adalah campuran dari trietanolamina.15 ml 0.4 19 . Titrasi dengan HCl 1 N 1. Kelarutan :Mudah larut dalam air dan dalam etanol (95 %) P.5. dietanolamina dan monoetanolamina. terjadi warna biru tua. warna biru tetap. mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P.4.4 1. Tambahkan 0.00 g tambahkan 25 ml campur dengan etanol dan eter (1: 1).5.Sediaan Kosmetika Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air. tidak lebih dari 0.hijau Asam Stearat Identifikasi : Lebur 5 gram. Pada filtrate tambahkan 1 tetes larutan jingga metil P.3 1.1 ml larutan tembaga (II) sulfat P. dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer 300 ml tambahkan 75 ml air. agak sukar dalam etanol (95 %) P.2 1. Propil Galat Titik leleh 150o C Baby Cream dan Baby Lotion Lanolin (Adeps Lanae) Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan. larut dalam kloroform P Identifikasi : Pada 1 ml + 0.25 %. Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air. dinginkan. agak sukar dalam etanol (95 %) P. Cetyl alcohol 1 bagian zat + asam asetat 20 bagian di awter bath  larut + kromat . mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P.4.01 M sodium hidroksida dibutuhkan untuk merubah warna indicator menjadi biru. Tambahkan 5 ml larutan NaOH encer P.2 1. tidak terjadi warna merah. saring.4.1 1. lalu kocok. Identifikasi : 500 mg larutan + 5 ml kloroform P + 1 ml asetat anhidra P dan 2 tetes asam sulfat P.3 1.5 1. kocok dengan air panas dengan volume sama selama 2 menit.5. terjadi warna hijau tua.2 ml bromtimol biru.

zat pelekat atau fiksative: benzil benzoat. Zat pembawa : alkohol atau larutan hidro alkohol ≥ 65% Untuk menambah kelarutan minyak atsiri dapat digunakan solubiliozer. balsem benzoe untuk yang sakit kepala dapat ditambahkan mentol dan untuk menyegarkan sering ditambahkan amoniak liquida. larut dalam 6 bagian eter P. Eau de Cologne bentuk sediaan : larutan gel komposisi : minyak atsiri (oleum citric) dalam alkohol 85-90% fixative : resion. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN WANGI-WANGIAN Formulasi umum yang terdapat dalam sediaan kosmetik wangi-wangian : 1. Identifikasi : Panaskan perlahan-lahan dengan Kalium Bisulfat P. dioleskan dikulit. tidak terjadi bau akrolein. 4.5.2 mg trietanol amina.Sediaan Kosmetika 1. eau de perfume Bentuk sediaan : larutan Komposisi : minyak atsiri atau campurannya dengan sekresi hewan . Penggunaan : ditubuh. contoh : propilen glikol. Kegunaan :sebagai pewangi.untuk menyegarkan (tidak tahan lama) .5 menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil P. 1 ml asam klorida 1 N setara dengan 149. terjadi uap berbau enak. Kelarutan : Dapat campur dengan air. dengan etanol (95 %) P dan dengan kloroform P. dipropilen glikol. Penggunaan di tubuh: disemprotkan . dioleskan di tubuh Kegunaan : . rasa agak manis. Lanjutkan pemanasan hingga kering. tidak berbau. higroskopik. lebih encer dari parfum dan diberi zat warna komposisi : minyak atsiri dalam alkohol 95 % (85-90%) zat pelekat : benzil benzoat penggunaan : ditubuh untuk muka diusapkan seperti tisu basah kegunaan : pewangi muka dan tangan 3. span dan twin. penyegar 2. dihitung sebagai N (C2H4OH)3 Propilen Glikol Cairan kental. tidak berwarna. eau de toilete bentuk sediaan : larutan .aromaterapi. tidak dapat bercampur dengan eter minyak tanah P dan dengan minyak lemak. bedak wangi bentuk sediaan : ser buk tabur 20 . jernih. dietil ftalat.

K. menghilangkan iritasi.  catat volume minyak atsiri pada buret.deodorant : * sediaan larutan. tutup segera dengan kertas saring yang dibasahi dengan larutan segar yang dibuat dengan melarutkan 100 mg natrium nitroprusida p. .Sediaan Kosmetika komposisi : talk dalam jumlah besar. kalamin) dan parfum yang tidak berbahaya untuk kulit. 19 Emulgator : karbopol 936. 94 yang dinetralkan dietanol amin atau trietanol amin. Tween. akar dan kayu. Kadar minyak atsiri 1-10 %. menghaluskan. daun. Bentuk sediaan wangi-wangian lain : . b. Zat warna seperti : D dan C red no. b. Identifikasi 1. 5. Kegunaan : pewangi. a.  panaskan dengan tangas udara sehingga penyulingan berlangsung lambat tapi teratur  setelah penyulingan biarkan selama lebih kurang 15 menit. cream. penetapan kadar minyak atsiri a. Na lauryl sulfat. Sachet bentuk sediaan : larutan. dalam 5 ml air. . Kadang-kadang ditambahkan dario sekresi hewan atau bahan kimia lain. * sediaan cream. dan 5 tetes asam sulfat pekat p. esterifikasi : Dengan asam benzoat : bau spesifik ( bau pisang ambon ). penetapan kadar etanol. campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cairan penyuling  pasang alat. menghaluskan dan melembabkan kulit. Na stearat. 21 . bau harum yang khas dari minyak atsiri mengidentifikasikan adanya suatu minyak atsiri dalam suatu campuran. liquid cream komposisi : bahan alam dari bunga. biji. diencerkan makin jelas. 2. hitung kadar minyak atsiri dalam % b/v. Pembawa : alkohol Pelekat : benzyl benzoat Penggunaan : dioleskan Kegunaan : pewangi. Penggunaan di tubuh : ditaburkan. 940. Terjadi warnabiru intensif pada kertas saring yang setelah beberapa menit menjadi lebih pucat. stearat.antiseptikum (ZnO.cologne stick ( wangi-wangian bentuk padat ). dan 500 mg piperazina hidrat p. Pengisi : MgCO3 Pelekat : amylum dan Zn atau Mg stearat. isi buret dengan air hingga penuh.campur 5 tetes dalam gelas kimia kecil dengan 1 ml larutan kalium permangat p.

dan 1 ml – 2 ml lebih banyak dari volume kalium hidroksida etanol 0.5 N yang digunakan. Tabloid Nova . com Website internet : www. saring.1 N kemudian tambahkan perlahan-lahan 2 ml larutan iodium p. Pada sulingan tambahkan 2. tambahkan 50 ml air. Tabloid Intisari : Edisi Maret 2001 . 6. pindahkan ke dalam cawan dengan pertolongan lebih kurang 50 ml air panas.Suara Karya . talkum campur 500 mg dengan lebih kurang 200 mg natrium karbonat anhidrat p. 1. selama 2 jam. b. Inc. onat anhidrat p. 1973. DAFTAR PUSTAKA Harry’s Ralfgh. 158-165. Website Internet : www. uapkan etanol di atas tangas air.dan 2 ml larutan natrium hidroksida p. 4.pada 5 ml larutan 0. tercium bau iodoform dan terbentuk endapan kuning. Dinginkan dan saring. DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Page 540 – 551. 22 .Sediaan Kosmetika . reflux 2 g dengan 25 ml larutan kalium hidroksida etanol p. Intisari Mediatama : Jakarta : 2001.terjadi endapan hablur putih amonium magnesium fosfat. jika terjadi endapan. Tambahkan asam klorida p. DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. New York. oleum citric lakukan penetapan menurut cara penetapan kadar aldehida minyak atsiri yang tertera pada olea volatilia menggunakan 10 g yang ditimbang seksama tanpa toluen p. Harry’s Cosmeticology Chemical Publishing Co. uapkan di atas tangas air hingga kering. didihkan. suling hingga sulingan jernih. Tambahkan lagi 10 ml asam klorida p. Al. 2. FARMAKOPE INDONESIA IV : 1995 . Pada filtrat tambahkan lebih kurang 2 g amonium klorida p. benzyl benzoat a. sisa adalah silika.5 g kalium permanganat p. reflux selama 15 menit. pindahkan kedalam krus platina atau krus nikel. . dinginkan. tambahkan 20 ml air.5 % b/v tambahkan 1 ml larutan natrium hidroksida 0. terbentuk endapan hablur putih dari asam benzoat. Asamkan cairan yang tertinggal dalam labu dengan asam klorida encer p. Terbentuk endapan habllur putih dari asam benzoat. Hal. 3. com 5. 7. dan 5 ml amoniak encer p. Panaskan hingga melebur sempurna. 3. No 425 : Penerbit PT. suhu didih lebih kurang 320o 5. dilarutkan dalam tidak kurang dari 7 ml larutan hidroksil amina etanol 60 % p. hingga pembuihan berhenti. tambahkan larutan natrium fosfat p. et. saring. FARMAKOPE INDONESIA III :1979 . 4. com Website internet : www. Balita Anda . Asamkan filtrat dengan asam klorida encer. dinginkan.

Namun bagi sebagian orang kosmetika mandi ini masih asing. Oleh karena itu. dalam melakukan kegiatan sehari-hari masyarakat selalu berhubungan dengan kebersiahan. Mulai dari alis dan kulit di bawah alis. atau saat mandi atau perawatan setelah mandi. perawatan yang semuanya merupakan tujuan dari kosmetika. penemuanpenemuan tersebut membawa manusia ke arah kehidupan yang lebih baik dan modern.Sediaan Kosmetika BAB II SEDIAAN KOSMETIKA MANDI DAN MATA Kehidupan manusia dan percobaannya tidak pernah statis. Pada zaman sekarang. Sejak pertama kala dikenal (pada zaman mesir kuno) hingga detik ini kosmetika selalau mengalami perubahan dan perkembangan baru. keindahan. Kosmetika mandi meliputi sediaan yang digunakan sebelum mandi. Pada makalah ini akan diulas mengenai kosmetika mandi dan sediaan kosmetika mata. Demikian hal-nya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu melahirkan penemuan-penemuan baru. karena kosmetika mandi tidak umumm digunakan orang. kantung selaput mata. Sediaan kosmetika mata adalah kosmetika yang digunakan untuk memperindah daerah di sekeliling mata. dan jaringan dalam garis keliling bawah lubang mata. selalu berkembang setiap saat. Kosmetika pada zaman mesir kuno hanya digunakan oleh kalangan bangsawan. kelopak mata. bahkan dibutuhkan oleh berbagai kalangan masyarakat. Mungkin jangka di luar negeri kosmetika mandi ini sudah banyak digunakan. SEDIAAN KOSMETIKA MANDI 23 . Seperti kita ketahui. Termasuk dalam bidang kosmetika. bulu mata. mandi merupakan aktivitas sehari – hari yang penting dan tidak akan terlewatkan oleh setiap orang. namun di Indonesia baru beberapa kalangan yang menggunakannya. sedangkan diera milenium tiga ini kosmetika sudah dikenal. Karena banyaknya produk kosmetika yang beredar di pasaran. maka konsumen harus mempunyai ilmu dan informasi tentang kosmetika yang baik dan cara penggunaannya.

2. 2 H2O ( Natrium seskui karbonat ) Trisodium fosfat NaCl Boraks Pewarna. Garam mandi ( Bath salts) II. 4. 3. 3. Ext D & C Red No. 5. 2. NaHCO3 55 % Asam tartrat 20 % Na-sesquikarbonat 20 % Parfum dan pewarna 5 % D. 2. menurt USP: Ext D & C Yellow No. 6. Tujuan:  Membersihkan tubuh dengan menghilangkan kotoran  Menambah harum pada tubuh  Membuat kesegaran bagi penggunanya  Memperhalus kulit  Menambah kenyamanan misalnya dengan wangi-wangian dan warna  Menghindari permukaan kotor pada bak mandi FORMULA UMUM A. 7. NaHCO3. selama mandi. 2.Sediaan Kosmetika I.H2O ( Natrium Karbonat Monohidrat ) Na2CO3. 19 B. 7. dan No. Minyak mandi Formula menurut Atlas Industries: 1. Na2CO3 Na sesquikarbonat Na-tetraborat Tablet mandi 1. Kristal mandi ( Bath cuber ) 1. 4. Na2CO3 Na2CO3. 3. 5. PENGERTIAN DAN TUJUAN PEMAKAIAN Sediaan kosmetika mandi merupakan sediaan-sediaan atau bahan-bahan yang dapat digunakan dalam air mandi. 3. 1. atau segera setelah mandi. 1. Minyak mineral (Castrol oli/ Olive oil) Isopropyl myristate Parfume 46 % 48 % 5% 24 . Ext D & C Green No.

Artatone T 1% Zat tambahan : Tween 81 untuk emulsi agent yang larut air 50 % 5% qs E.Sediaan Kosmetika 4. Biasanya terdiri dari suatu garam amorganik atau campurannya. PENGGOLONGAN 1. 5. Susu mandi ( Bath Milk ) 6. Garam mandi ( Bath Salt ) 2. Na hexametaphosphate Susu mandi (Bath Milk) 1. dan menghilangkan bau badan serta membersihkan tubuh. 1. menyegarkan. Minyak pengharum (Lavender) 2. Air yang telah didestilasi 4. Serbuk mandi ( Bath Powder ) 5. harus mudah larut dan melunakkan air sadah dengan efektif 25 . Natrium alkyl benzene Sulphonate 2. Amilum maidis 4. Tablet mandi ( Bath Tablet ) 3. Urea ( 5% dalam alcohol ) III. Na Lauril Sulfat 3. Minyak mandi ( Bath Oil ) 10 9 81 2 55% 21% 10% 2% F. Gelembung Mandi ( Buble bath ) Contoh formulanya TEA Lauryl Sulphate Liquid Air 45 % Penstabil busa Warna Parfum qs Na. G. Gelembung mandi ( Bubble Bath ) 4. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh garam mandi adalah: a. Na Sesquicarbonat 3. zat pewangi ( corigens odoris ) dan zat pewarna ( corigens coloris ). Pembahasan: Garam mandi ( Bath Salt ) Garam mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang digunakan untuk melunakkan air sadah.Lauryl Sulphate 80 % Parfum 10 % Lauric diethanolamide 5% Hexylene glycol 5% Serbuk Mandi (Bath Powder ) 1.

- Natrium karbonat ( Na2CO3) Mudah larut dalam air. Namun hal ini dapat dicegah sebagian dengan melapisi kristal dengan substansi higroskopis. karena untuk mengurangi polaritas partikel yang tersedia. Tipe ini tidak melunakkan air sadah atau membantu dalam membersihkan. 4. Sulit diberi zat pewarna dan zat pewangi dengan baik. Ketika diwarnai kristalnya akan memiliki bentuk yang menarik. zat pewarna dan zat pewangi. Garam ini juga mudah larut dalam air tetapi tidak memberikan efek melunakkan air sadah dan akan menghilangkan busa sabun. Dapat menyegarkan kulit. Dipermutasikan dengan kristal garam. NaCl ) Garam ini berbentuk kristal yang menarik dan stabil ( jika garam ini bebas dari MgCl2. NaHCO3. pada 330C sebagian dari air kristalnya akan berdissosiasi hingga akan terbentuk massa yang melekat. Kerugiannya: bisa menimbulkan iritasi pada kulit bagi orang-orang yang sensitif terhadap alkali yang tinggi. dimana garam kristalnya lambat laun larut dalam air sadah. menghasilkan air yang lunak dan bercampur dengan busa sabun dan dapat digunakan sebagai penggelembung mandi. Garam-garam anorganik yang sering digunakan sebagai garam-garam mandi: 1. menghilangkan garam mandi yang menarik. lebih lagi tegangan permukaan air diturunkan sehingga memudahkan dalam membasahkan kulit. etilen glikol. Garam umum ( Rock salt. namun tidak kehilangan kelembaban. Natrium karbonat monohidrat ( Na2CO3. sebaliknya dia akan cepat kehilangan bentuknya jika terkontaminasi MgCl2 ).Sediaan Kosmetika b. higroskopis. Keuntungan tipe garam ini adalah mempunyai pelarut air dan ini membantu dalam pembersihan. harus memiliki bentuk yang menarik dan stabil pada kondisi iklim biasa dan mudah diberi zat pewarna dan zat pewangi c. Produk harus dijaga dari sinar matahari secara langsung. b. biasanya didasarkan pada satu sediaan fosfat atau sodium sesquicarbonat. H2O ) Merupakan hasil / produk dari kristal Na2CO3 yang mengalami pemekaran. Natrium sesquikarbonat ( Na2CO3. karena dapat terjadi kemekaran meski disimpan pada kondisi biasa. dll dalam jumlah kecil yang dicelupkan dalam pelarut. seperti gliserin. 2 H2O ) 26 . Titik leleh rendah. Sodium chlorida. 2. NaCl mempunyai sifat mudah diwarnai dan diberi pewangi. 3. murah harganya Tipe utama garam mandi: a. efektif melunakkan air. Tipe pelunak air.

Tri Natrium fosfat Bentuk menyerupai flake atau bundar. Tablet mandi sering mengandung kristal-kristal asam organik ( seperti asam sitrat atau tartrat ) dalam sodium karbonat. bila tidak maka Na2CO3 yang keras seperti batu karang akan sukar larut dalam air mandi. bereaksi sebagai basa lemah dan mudah diwarnai. sesquikarbonat. Segera setelah dimasukkan ke dalam air. dan pewarna dari sukar larut. 8. Tidak higroskopis namun sukar larut dalam air. Jika digunakan dalam jumlah besar akan menimbulkan bau yang kurang sedap pada air mandi atau kulit. dan mudah tercampur dengan zat pewangi. Dinatrium fosfat ( Na2HPO4. 10 H2O ) Borax berbentuk kristal-kristal halus. tetapi mempunyai sifat basa yang kuat sekali. Contoh formula garam mandi: Trisodium fosfat 50 – 49 Na-sesquikarbonat 49. menghasilkan air yang berwarna keruh bila sabun digunakan. atau bikarbonat. 2. 27 . 5 H2O ) Merupakan bentuk kristal jarum yang bagus yang mudah larut dalam air.Sediaan Kosmetika Merupakan suatu garam yang berbentuk kristal jarum yang halus dengan kemurnian tinggi. Cara pembuatan: Mula-mula semua bahan dihancurkan dulu menjadi bagian yang kecil-kecil.5 – 49 Garam kristal NaCl Parfum / pewangi 0. Dinatrium pirofosfat dan tri natrium fosfat kadang-kadang juga digunakan sebagai garam mandi. Tujuan pembuatan tablet mandi adalah untuk mencegah garamgaram halus.5 . 5. 6. minyak parfum. Kerugian dari penggunaan garam ini adalah sukar diwarnai. mudah larut dalam air. Natrium tiosulfat ( Na2S2O3. Tablet mandi ( Bath Tablet ) Tablet mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk membersihkan dan menyegarkan badan. Bila digunakan Na2CO3 maka harus ditambahkan zat penghancur terlebih dahulu. Zat penghancur yang umum digunakan adalah Na lauril sulfat.2 Pewarna qs Kristal mandi ( Bath Cubes ) Biasanya terdiri dari Natrium karbonat ata Na-sesquikarbonat dan atau borax. 7. 12 H2O ) Merupakan pelunak air yang baik dan tidak higroskopis. tetapi dapat mengeruhkan air mandi. mudah diwarnai. Garam ini sangat stabil. Borax atau Natrium tetraborat ( Na2B4O7. akan mengeluarkan CO2 dengan efek effervescent.

Harganya sebaiknya cukup murah. Larutan yang digunakan dalam tubuh tidak mengiritasi kulit dan membran mukosa. Mencegah pembentukan noda-noda busa di sekitar bak mandi. Contoh formula susu mandi: 3. MgCO3 sebanyak 5 %. Jika tablet ini juga mengandung sabun ( bahan pembentuk sabun. Gelembung mandi dibuat dari detergen. Gelembung Mandi ( Bubble / Foam bath ) Adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk memenuhi bak mandi dengan gelembung-gelembung atau busa-busa yang dapat berfungsi untuk menghilangkan rasa lelah dan mencegah adanya noda pada bak mandi. karena gunanya adalah untuk melembutkan kulit. Titanium dioksida sebanyak 1. e. cairan. granul atau manik-manik. tepung beras dan asam borat namun sekarang dibuat dari 60 – 90 % talk. 4. Kaolin akan membantu serbuk berkilau. Oksigen ini diharapkan mempunyai kegunaan untuk menyegarkan badan. b. dsb. kristal. Gelembung harus tahan terhadap kesadahan air. Trietanol amin stearat. d. Selain lemak-lemak dapat digunakan garam-garam asam lemak atau esternya. larutan. Zat aktif dari sediaan ini adalah minyak lemak. Susu mandi mempunyai efek yang sama seperti minyak mandi tetapi sedikit mahal dalam penyimpanannya. contoh sodium perborat atau hydrogen peroksida-kompleks urea. maka gas CO2 yang terbentuk akan membantu pembentukan busa. Tablet mandi juga sering mengandung garam yang melepaskan oksigen dalam air. Sediaan gelembung / busa mandi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. digunakan untuk menyerap parfum dan menahannya dalam produk akhir. seperti sodium lauril sulfat ). zat pembuat busa. Serbuk mandi ( Bath Powder ) Dahulu serbuk mandi dibuat dari jagung. dan batang. Semua produk harus dites untuk melihat apakah terjadi endapan yang keras pada kelembaban tinggi. 28 . c. Susu mandi merupakan emulsi m/a dimana fasa minyak hampir terdiri dari minyak parfum seluruhnya. Sediaan ini akan terdispersi dalam air dengan mengeruhkannya. gel.2 % akan memberikan opacity pada talk. kapsul. Susu mandi ( Bath Milk ) Susu mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk membersihkan dan menjaga kelembutan kulit.Sediaan Kosmetika Tablet ini mudah terurai dan terlarut. seperti Nalauril sulfat . dan pelunak air yang tidak higroskopis. Mudah menggelembung tanpa memerlukan tekanan air yang berlebihan. tablet. 5. Gelembung mandi biasanya berbentuk serbuk.

rasa asin. cukup untuk membentuk lapisan minyak pada kulit secara merata dan setelah dicuci dengan sabun ternyata masih dapat diamati selama 3 jam setelah mandi.  Kualitatif 29 .Sediaan Kosmetika Minyak pengharum 10 Na lauril sulfat 9 Air yang telah didestilasi 81 Uranin ( 5 % dalam alcohol ) 2 Pembuatan: Larutkan Na lauril sulfat dalam air dengan pemanasan dan tambahkan unsur-unsur lain setelah dingin. botol. Minyak mandi tidak larut dalam air dan akan membentuk lapisan tipis yang terapung di atas permukaan air mandi. kemudian titrasi dengan asam sulfat menggunakan indicator larutan jingga metil p. dan mencegah kekeringan kulit. A. atau kapsul dari gelatin. Kuantitatif Larutkan sisa yang diperoleh pada kadar air dalam 50 mL air. Biasanya sediaan minyak dijual dalam bentuk kantung plastik. penghalus. tak berbau. Mekanisme kerja dari minyak mandi adalah mila-mula minyak mandi diabsorbsi oleh permukaan kulit. dan alkalis Kualitatif  Uji Na : Uji nyala dengan kawat niktom. dengan pertolongan surfaktan minyak dapat menembus lapisan kulit paling atas kemudian minyak akan bekerja sebagai pelembut. menghaluskan. Analisis Formula Sediaan kosmetika Mandi 1. 6. dan pencegah kekeringan pada kulit. memberikan warna kuning  Uji CO3: Tambahkan larutan Magnesium Sulfat p akan terbentuk endapan putih. Garam Mandi A. Minyak mandi ( Bath Oil ) Adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk melembutkan. akan tetapi sebaliknya justru akan menghalangi terbentuknya busa dan tetap tinggal sebagai lapisan tipis yang sukar dihilangkan pada bak mandi. mudah larut air. Sebetulnya sediaan minyak mandi ini tidak membantu pembersihan kulit. Percobaan membuktikan bahwa 4 mL minyak mandi dalam 10 L air mandi. Na2CO3 Merupakan serbuk putih. NaCl Merupakan hablur heksahedral tak berwarna/ hablur putih. Untuk meningkatkan efek kelarutnnya sering ditambahkan surfaktan yang larut ke dalam minyak mandi.

tidak berbau. Titrasi dengan NaOH 1N menggunakan indicator larutan fenolptalen p.  Kuantitatif Larutkan 1g yang ditimbang dengan seksama dalam 20 mL air. B. Setelah sebelumnya dicuci dengan air.Lauryl Sulfat Pada 5 g yang telah dikeringkan pada suhu 105 o hingga bobot tetap tambahkan 25 mL H2SO4 1 N.5 N 2. mudah larut dalam etanol.5 N menggunakan indicator larutan jingga metil. Boraks Kualitatif Uji: Campur sejumlah zat dengan asam sulfat p dan methanol p. refluks selama 2 jam.1 N menggunakan Indica. Na.Sediaan Kosmetika Uji Cl : tambahkan larutan perak nitrat p terbentuk endapan putih yang tidak larut. dinginkan. Titrasi dengan perak nitrat 0. tambahkan larutan merah p. Bilas pendingin dengan 30 mL etanol mutlal p kemudian dengan air. Gliserin 30 . NaHCO3 Merupakan serbuk putih atau hablur monoklin kecil. tambahkan asam nitrat p maka terjadi endapan lagi. B. praktis tidak larut dalam etanol (95%)p. Titrasi dengan asam klorida 0. rasa asin. Tablet Mandi A. Gelembung Mandi dan Serbuk Mandi A. buram. Larut dalam 8 bagian air.  Kualitatif Uji : Zat + FeCl3  Kuning Zat + FeSO4+ H2O2 + NaOH  Ungu biru Reaksi Kristal : dikocok dengan K-Ac  kristal putih  Kuantitatif Timbang seksama 2g yang sebelumnya telah dikeringkan. larut dalam ammonia encer p. larutkan dalam 50 mL air.tambahkan Fenolftalein & titrasi dengan NaOH 1 N. Kuantitatif Timbang seksama 3 g. B.tor larutan Kalium Kromat p. rasa asam dan stabil di udara. Sangat mudah larut dalam air. larutkan dalam 50 mL air. Asam Tartrat Merupakan hablur tidak berwarna atau warna putih. Larutkan dalam 40 liter air. masukkan kedalam labu Erlenmeyer. Titrasi dengan HCl 0. 3.  Kuantitatif Timbang seksama 250 mg. tidak berbau.  Kualitatif Uji HCO3 : Dengan pendidihan akan membentuk gas CO2 yang dapat diidentifikasi dengan air barit.

Jika berubah warna menjadi biruair E. Jika dibakar dengan sedikit Na. hangatkan 1g dengan 100 mg KMnO4. rasa pahit. tambahkan 75 mL air. rasa dingin dan asin. Air Panaskan CuSO4 hingga berubah warna dari biru menjadi putih. dinginkan.05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau. rasa pahit.  Kualitatif C. tak berwarna hingga kuning pucat. TEA Merupakan cairan kental. Susu Mandi Urea Merupakan hablur prismatic.Sediaan Kosmetika  Kualitatif Uji : Panaskan dengan Kalium bisulfat p. kemudian teteskan larutan pada CuSO4 tersebut. terjadi uap merangsang. mudah larut air. Asam Laktat  Kualitatif Uji : Mengubah lakmus biru menjadi putih.  Kuantitatif Timbang seksama 3g. bau lemah mirip amoniak.masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 mL. higroskopis. encerkan 50 mL air.  Kuantitatif Timbang seksama 400 mg. terjadi bau asetaldehid. Lakukan penetapan blanko. tak berbau/ praktis tak berbau. agak higroskopis. encerkan dengan 50 mL air. 4. tak berbau. Na2SO4 Merupakan serbuk tak berwarna. asin.  Kualitatif Uji SO4 : Zat + BaCl2  Endapan putih Zat + Pb Asetat Endapan putih D.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan. Netralkan dengan NaOH 0. Titrasi dengn HCl 1 N menggunakan indicator larutan fenolftalein p. masukkan ke dalam gelas piala 600 mL. F. larut dalam air. Tambahkan 50 mL NaOH 1 N.  Kualitatif Uji : Zat + Parri Ungu Zat + AgNO3 Cincin perak  Kuantitatif Timbang seksama 2g. 31 . tak berwarnaa. titrasi dengan HCl 1 N menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil p.tetraborat p diatas nyala api terjadi warna hijau. tambahkan biru brom timol LP dan asamkan dengan H2SO4 0. transparan. didihkan perlahan selama 5 menit.

II. yaitu alis mata. Cover Make-Up : Ungu : Endapan Ungu : Hijau muda : Merah darah anggur : Hijau sebentar : Hijau lama. kantung selaput mata. Eyebrow pencil (pensil alis) 2.212 Bilangan asam tak lebih dari 1 Bilangan yodium tak lebih dari 1 B. Isopropyl Myristate Bilangan penyabunan : 202. tidak toksik dan tidak merangsang. Kecuali bahan-bahan yang akan digunakan harus betul-betul murni dari sediaan kosmetika lainnya. Olive oil Bilangan asam tak lebih dari 2 Bilangan iodium 79. kulit dibawah alis.basa 5. PENGERTIAN Sediaan kosmetika mata sering juga disebut sebagai sediaan “make up” mata adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mempermudah daerah sekitar mata.88 KOSMETIKA MATA I. PENGGOLONGAN Sediaan kosmetika mata dibagi menjadi: 1. Yang dimaksud dengan dareah sekitar mata adalah daerah yang dibatasi oleh bagian atas dan bawah dari lubang mata. Eye Cream / Eye stick (krim mata) 7.Sediaan Kosmetika Uji : Reaksi biuret Laco Millon p-DAB HCl Roux Beilstein NaOH  Kuantitatif Titrasi asam. Minyak mandi A. Eye make-up remorer (penghapus ‘make-up’ mata) 6. Sediaan dari kosmetika mata adalah menitik beratkan daerah mata dengan penggunaan warna. yaitu daerah sekitar mata. Karena pemakaian dari sediaan ini adalah pada daerah yang peka. Jadi tujuan utamanya adalah menandai daerah mata dengan warna. bola mata. maka dalam formalasinya hanya boleh digunakan bahanbahan baku yang betul-betul murni. Jadi sediaan ini hanya digunakan pada daerah sekitar mata. Eye shadow (pembentuk bayangan mata) 4. Eye liner (pembentuk garis mata) 5. Mascara (mascara) 3.lama coklat 32 . kelopak mata bulu mata. dan jaringan dalam garis keliling bawah lubang mata.

Suatu petrolatum yang bermutu tinggi tidak akan menghasilkan bau tidak enak selama penyimpanan. sehingga dapat memberikan kilauan pada bulu mata. lilin-lilin haruslah  a. Dalam produk-produk yang dicetak. biasanya digunakan kresin dengan titik lebur 68 ºC. Zat warna Zat-zat warna dari bahan batu bara tidak dapat digunakan. dan menetralkan larutan sabun dalam air. FORMULA UMUM 1. Zat ini akan membentuk lapisan yang menolak air. Bahan Oksida dasar atau zat pembawa Petrolatum Berwarna putih. Kresin Merupakan campuran mikrokristal dari hidrokarbon yang tersusun kompleks. besi. tanpa harus membuatnya kaku. c. seperti pada mascara padat. zat ini dapat mengeraskan sediaan dalam penggunaannya. Lanalin Lanalin anhidrat miliki titik lebur 38-40º C. b. Warna-warna yang sering didunakan pada kosmetika mata : Hitam : karbon hitam. Zat-zat warna utama adalah karbon hitam. d. karena fleksibelitas dan elastisitasnya. besi oksida hitam (F e 3 O4)  Biru : Biru ultra marine  Hijau : Krom oksida  Coklat : Besi oksida coklat  Kuning: Oksida besi kuning  Merah : Karmin Untuk memperoleh bayangan mata yang lebih terang biasanya ditambahkan titanium oksida atau seng oksida. kombinasi. Beeswax (Lilin tawon lebah) Berwarna putih dengan titik lebur 64 ºC. dan pewarnaan dengan sediaan ini dilakukan dengan zat warna anorganik dan zat warna alam. telah dimurnikan dan diputihkan. bahan berserabut pendek.Sediaan Kosmetika III. 2. Kresin tersedia dalam berbagai tingkatan dengan titik lebur bermacam-macam. Untuk produk-produk mata. Semua warna yang digunakan pada kosmetika mata harus tidak larut dalam air. arang hitam. e. Karnauba Lilin ini tersedia dalam berbagai jenis tetapi yang biasa digunakan adalah yang berwarna kuning dengan titik lebur 85 ºC. digunakan untuk eye shadow dan mascara sebagai pelumas. krom oksida dan karmin. memiliki titik lebur 43ºC propil fisik dan stabilitasnya memiliki stabilitas yang baik untuk produkproduk ini. 33 . Karnauka ini biasa digunakan pada formulasi mascara.

Raetil Selulosae Merupakan suatu gomsintetik. paraffin. Asam Stearat Terdiri dari 3 lapisan yang tercetak (triple-pressed grade). Trietanolamin stearat adalah jenis yang sering digunakan secara luas. memiliki titik didih 55ºC. Beeswax ini sangat baik untuk kombinasi.Sediaan Kosmetika seimbang sehingga padatan tidak akan menyusut atau melekat di dalam cetakan. gom tragakan merupakan zat pengental yang digunakan untuk mencapai viskositas yang lebih besar. EYEBROW PENCIL (Pensil Alis) Pensil alis adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menebalkan atau mengubah bentuk alis. memberikan sabun yang stabil yang sesuai dengan bahanbahan hidrofilik dan lipofilik. Gom Tragakan Suatu zat yang didapat dari Astragalus gummifer. namun akhir-akhir ini zat pengawet sering ditambahkan pada kosmetika mata.pelan ke dalam air sampai terdispersi sempurna. Isopropil Miristat Merupakan suatu ester asam lemak sintetik. Biasanya terdiri suatu zat warna yang terdispersi dalam dasar malam. g. Apabila diperlukan untuk menutupi bau tertentu digunakan pewangi dari minyak atsiri alami atau zat kimia asumatik yang ringan dan aman kadar kurang dari 0. Bahan Pengawet Meskipun semua formula tidak memerlukan bahan pengawet. Karena metil selulose adalah zat sintetik. h. Alumunium silikar dan acid stearat. Bahan-bahan pengawet pilihan um\ntuk produk-produk mata adalah dari golongan alkil-p-hidroksi benzoat.1 %. dan mencegah rangsangan pada mata. Zat ini banyak ditemukan dalam produk kosmetika termasuk eye shadow. petrolatum. Bahan pewangi Bahan pewangi digunakan hanya sebagai pencegahan ekstra melawan iritasi. zat pengental dan zat pengemulsi. yng terlarut dalam air dengan cara yang sama dengan gom tragakan. Propilen Glikol Suatu humektan biasa digunakan untuk eye shadow. kemudian menuangkannya pelan . kadang-kadang dihilangkan dari kosmetik mata. Propilen glikal bersifat tidak lengket dan merupakan pelumas yang baik. biasa dilakukan dengan cara membasahinya dengan alcohol atau propilen glikol. Pensil alis mengandung berbagai jenis bahan kimia. Dalam bentuk serbuknya. diantaranya adalah Lamp black. meskipun pengembangan emulgatoremulgator nonionik sekarang ini dapat menggeser posisi stearatstearat dimasa depan. maka viskositasnya dapat dikendalikan dan viskositas yang konstan ini membuat metil selulosa sering digunakan sebagai zat pengikat. j. i. f. cairan pucat bersih yang bebas dari berbagai bau tidak enak. Zat ini dapat secara mudah membentuk sabun dan dinetralisir. 34 .

dibuat dari sabun yang dilelehkan bersama – sama minyak. rata hasil pengolesannya. halus. Maskara biasanya mengandung garam acid stearic bersama pigmen dan lanolin. tidak beracun dan merangsang. MASCARA (Maskara) Maskara adalah sediaan kosmetika yang termasuk sediaan tata rias mata. yaitu: a) Pensil Alis Bentuk Crayon Merupakan campuran zat warna coklat atau hitam dengan kadar tinggi. Contoh formula: Minyak kastor terhidrogenasi Minyak biji kapas terhidrogenasi Cocoa botter Minyak kastor terhidrogenasi Bahan dasar penyerap lanolin Lampblack (yang cocok) 46% 12% 8% 80% 17% 9% Jika pensil coklat yang dibuat maka lampblack dapat diganti dengan Umber (sejenis tanah pewarna yang berwarna coklat kemerahan) dan sienna bakar (sejenis tanah liat berwarna coklat kemerahan). mata terasa gatal dan dapat mengalami iritasi pada mata. mempunyai kegunaan untuk menghitamkan dan mempertebal bulu mata dengan tujuan untuk memperindah mata. R/ Trietanolamin. Jenis mascara ada 3. Stearat Parafin padat Cera alba 40% 30% 12% 35 . setelah hampir kering diusapkan pada bulu mata. paraffin serta lilin karnauba syarat mascara adalah mudah dipakai. Terdapat 2 tipe pensil alis. pemakaian cepat dan tahan lama. peradangan. Cara pemakaiannya dengan menggosokkan silikat (yang telah dibasahi) pada permukaan padatnya sampai menempel. lilin dan zat warna sedemikian rupa hingga diperoleh massa yang padat.Sediaan Kosmetika Syarat pensil alis adalah mudah dipakai. Maskara Bentuk Padat Diperoleh dengan cara pengempaan atau pencetakan. sama rata dalam pengolesan dan tidak rapuh. penggunaan pensil alis tidak dianjurkan untuk daerah dibawah kelopak mata karena dapat menimbulkan pigmentasi pada lapisan mukasa mata. mata menjadi merah. dan pandangan menjadi kabur. yaitu: a. Penggunaan mascara harus hati-hati karena dapat menimbulkan rasa pedih dan berair. cepat kering tapi tak kering pada wadah. b) Pensil Alis Bentuk Potlot Formulanya sama dengan pensil alis bentuk crayon hanya dimasukkan ke dalam selubung dari kayu. tidak melengketkan bulu mata.

mudah digunakan. cukup cepat kering dan tahan air. yang berguna untuk menurunkan tegangan permukaan. Masukkan formula B perlahan-lahan kedalam formula A sehingga zat warna tercampur homogen dan terbentuk massa krim.75% Air 4. EYE SHADOW (Pembentuk Bayangan Mata) 36 . Untuk ini diperlukan zat pembasah yang sesuai. Maskara Bentuk Cream Dapat dihasilkan dari penambahan zat warna ke dalam suatu vanishing cream atau dengan melarutkan zat warna pada minyak yang sesuai.1% Vaselin putih 5. Maskara bentuk krim tidak boleh mongering dalam penyimpanan dan harus menempel dengan balik pada bulu mata.1% Cara pembuatan : Formula A dipanaskan pada suhu 60°C. Karemna bentuk sediaan lunak maka dapat dimasukkan dalam tube dan sikatnya menempel pada tube sehingga pemakaiannya akan lebih praktis dan tahan lama.5% Minyak mineral 9. Bentuk ini kurang disukai karena sifatnya mudah larut dalam air dan lengket. sehingga zat warna akan menempel pada sikat.1% Formula B : Tretanolamin 2.Sediaan Kosmetika Lanolin anhidrat 5% Karbon hitam 13% Cara pembuatan : bahan – bahan diatas dilelehkan bersama – sama. Contoh formula : R/ Resin (10% dalam alcohol) 3% Minyak jarak 3% Etilalkohol 84% Zat warna 10% Cara pembuatan : Suspensikan zat warna (umumnya karbon hitam) kedalam larutan resin. b. diaduk hingga zat warna tercampur homogen. kemudian tambahkan zat lain (minyak jarak yang telah dilarutkan dalam alcohol). diaduk sedemikian rupa sehingga diperoleh fasa atau bentuk yang diinginkan (padat). formula B dipanaskan pada suhu 60°C. Mascara Bentuk Cair Dapat diperoleh dengan cara mensuspensikan zat warna ke dalam zat pembawa.45% Zat warna 9. c. Maskara bentuk krim ini paling disukai oleh konsumen karena konsistensinya dan susunannya rata. Contoh formula: R/ Formula A : asam stearat 9.

Sediaan Kosmetika Eye shadow adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk memberikan latar belakang atau bayangn pada kelopak mata. bentuk krim cair 3. EYE LINER (Pembentukan Baris Mata) Eye liner adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menonjolkan garis mata pada tepi kelopak mata atas dan bawah serta 37 . Bentuk-bentuk Eye shadow yang ada dalam peredaran adalah : 1. bisa ditambahkan ultramarin dan dikurangi titanium dioksida. Tuangkan campuran tersebut pada kontainer . Untuk memperoleh nuansa violet (ungu). 5 bagian titanium dioksida. pekerjaan pengisian dapat dilakukan dengan menggunakan hand filler / unit pengisi yang dikendalikan secara termostatik. soebitan oleat dan talcum. bisa ditambahkan alumunium pada bayangan-bayangan ini. bentuk “stick” / “cake” 5. Eye shadow biasanya mengandung lanolin. dan tambahkan warna dasar pada campuran tersebut. Janistyn telah menyarankan agar diperoleh bayangan yang indah pada Eye shadow : Biru : 20 bagian ultramarin. bentuk krim 4. dilelehkan bersama-sama dengan bahan-bahan lain. Untuk bayangn yang telah terang. Seperti halnya denagn sediaan kosmetika mata lainnya. seperti misalnya bentuk pensil dan bentuk “stick” akan lebih menguntungkan dari pada bentuk cair / krim cair. 10 bagian titanium dioksida Hijau : 15 bagian titanium dioksida. ceresin. bentuk pensil Masing-masing bentuk diatas mempunyai keuntungan dan kerugian sendiri-sendiri. lil. minyak mineral. Untuk memperoleh efk warna-warni. zat utamanya adalah titanium dioksida / seng oksida. Untuk memperoleh efek “emas” bisa digunakan serbuk alumunium dengan berbagai pigmen. bentuk cair / “liquid” 2. kalsium karbonat. Dalam kontainer yang terpisah. Sejumlah kecil karmin NF dapat ditambahkan pada bayangan biru. kocok campuran tersebut dengan baik. Sedangkan untuk mendapatkan warna biru gelap. Eye shadow juga mengandung zat warna sebagai komponen aktifnya. 10 bagian kromium oksida hijau Coklat : 30 bagian besi oksida coklat.in lebah. Contoh formulanya : Bahan dsar untuk Eye shadow krim cair R/ Petrolatum putih serat pendek 65% Lanolin anhidrat 5% Keresin putih 10% Beeswax putih 5% Minyak mineral 65 / 75 15% Cara pembuatan : Campurkan sejumlah titanium dioksida / seng oksida yang diperlukan dengan warna-warna dan dengan petrolatum yang telah dilelehkankemudian giling campuran menggunakan gilingan putar. sehingga mata akan kelihatan lebih indah.

pewangi dan titanium dioksida. Kalau terlalu mengkilat maka lemak / minyak yang terdapat dalam formula dapat diganti dengan talk / titat dioksida. 30% pewarna. Umumnya merupakan suatau emulsi air dalkam minyak (a/m). 38 .0% Air dan zat pengawet hingga 100 EYE CREAM / EYE STICK (Krim Mata) Krim mata adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk melumasi daerah sekeliling mata dengan tujuan untuk mengurangi kekeringan atau melembutkan mata. Eye liner didapatkan dalam sediaan cair. Jika dipanaskan dengan kuat dihasilkan warna kuning yang akan hilang pada pendinginan. Eye liner biasanya mengandung alkanolamin. Contoh formula eye liner cair dalam American Perfumer and Cosmetics : R/ Air 20% Methosel HG 60-50 V 40% Veegum 1. minyak tengkawang. metil paraben. paraffin. Biasanya sediaan cover make-up warnanya seperti warna daging (flesh colour). Larutan dalam HCl 3N sedikit berlebih menunjukkan reaski zink. COVER MAKE UP Cover make-up adalah sediaan kosmetika mata yang dapat digunakan untuk mengurangi lingkaran-lingkaran gelap / bayangan-bayangan yang terdapat dibawah atau diatas mata. Eye liner dalam sediaan padat mengandung 60% talcum. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN KOSMETIKA MATA A. b.2% Alcohol 50-40 5.Sediaan Kosmetika mengubahkan penampilan garis mata yang besar nampak lebih kecil. IV. titanium dioksidan dan minyak mineral untuk menghasilkan eye liner yang mengkilat dapat ditambahkan larutan shellae. alcohol lemak.5% Air 3. antioksidan. polivinil alcohol atau polivinil asetat. Eye Brow Pencil (Pensil Alis) 1. eter selulosa. Sediaan ini tidak boleh memberikan kilauan / kilatan pada daerah sekitar mata.0% Shelloe 1. setil alcohol dan minyak karamel. polivinil pirolidon. Krim tersebut mengandung lanolin. Analisis Kualitatif a.02% Pigmen 18. Biasanya digunakan pada sekeliling mata dekat dengan bulu mata.08% TEA 0. Minyak Biji Kapas Merupakan minyak lemak yang diperoleh dari biji masak dari Gossypium sp.0% Asam oleat 1. krim yang dimaksudkan kedalam botol atau berbentuk padat yang disediakan dalam bentuk pensil.

pertama ekstrak lanolin dengan kloroform dan saring ekstrak klroform dengan kapas untuk menghilangkan airnya. Uji keasaman: Jika penambahan fenolftalein pada uni kebasaan tidak berwarna pink tambahkan 0. Pelarut pengembang sama dengan eter minyak bumi:dietil eter:biang asam cuka = 50:50:1. Keasaman-Kebasaan : Didihkan 5 gram dengan 10 ml etanol yang telah dinetrlakan terhadap kertas lakmus. merupakan campuran kompleks ester dalam polyester. Setil Alkohol Dengan cara kromatografi gas 39 . masukkan 1 tetes fenolftalein dan panaskan.5 gram amonium klorida P. transparan. Parafin Cairan kental. Lanolin praktis tidak larut dalam air. tambhakan 2. larut dalam eter dan kloroform. Lempeng KLT dipanaskan sebentar dalam lemari pengering. Tinggi rambat = 15 cm dalam 30 menit. 3. b. larut dalam kloroform atau eter. warna hijau yang muncul menunjukkan lanolin. Larutkan 50 ml asam sulfat 1N. warna tidak berubah. dalam etanol. larutan tidak membentuk warna pink. Cairan yang ditotolkan 10-50 mikrogram dengan garis. Ssetelah larut sempurna tambhakna metal jingga LD dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1N LV.Sediaan Kosmetika Analisis Kuantitatif Timbang seksama 1. 1 ml asam sulfat 1N setara dengan 40. Pendeteksi: lampu UV pada 366 nm. Masukkan petrolatum yang telah dicuci ke dalam kaserol. Petrolatum Putih Adalah campuran murni dari hidrokarbon semisolid yang dihasilkan dari petroleum dan mengandung penstabil yang cocok. Tuangkan lapisan airnya ke dalam kaserol. Tes untuk lanolin: a. Uji kebasahan: Masukkan 35 gram kedalam beaker glass. 5. Disemprot dengan larutan 250 gram antimon III klorida dalam 75 gram kloroform sterioda menunjukkan berbagai warna yang manjadi kuat jelas setelah pemanasan dalam lemari pengering pada 100 ° C. tambahkan 100 ml air panas. cuci petrolatum dengan 50 ml air panas sebanyak dua kali. 2. tutup dan masukkan ke dalam hot plate selama 5 menit sampai ada pemisahan.69 mg ZnO. Jika perlu. lalu ditambah 510 tetes Asam Sulfat kemudian diaduk. Identifikasi secara KLT Untuk produk yang mengandung air. titrasi dihentika hingga warna pink tidak terbentuk. Tidak larut dalam air. Penyerap lempeng KLT siap pakai Qiesel 60 F254. ditambah 5 ml asetat anhidrat. tidak berasa. 4. Lanolin / Adeps Lanae Bersifat lilin. bantu dengan pemanasan lemah. Analisis Kualitatif dengan regen Lieberman-Burchard Zat dalam 10 ml kloroform.5 gram zat uji yang baru dipijarkan.1 ml metal orange.

lengket. benzene. tambahan 2. Pada 5 ml filtrate bersih tambahkan hidrogen peroksida akan muncul warna kuning merah. Setelah larut sempurna tambahkan metal jingga. pahit. Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa. bau seperti malam.3ml Kobal (II) nitrat terjadi warna merah karmin. sukar larut dalam eter. .5 % terhadap rata rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan. hamper tidak berasa. Setelah uap sulphur trioksida mucul lanjutkan pemanasan selama 1menit. bening. Vaselin Ialah benda dengan massa lunak. dinginkan dengan air lalu disaring. terus titrasi kelebihan sam sulfat dengan NaOH.0. Analisis Kualitatif: berfluorosensi lemah bila dicairkan. Tri Etanol Amin (TEA) Berupa cairan kental. kloroform. 40 . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alakohol dan stearil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang. mengkilap. 2. b. b. Dengan reagen Parri reaksinya positif.Sistem kromatografi: kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisai nyala dan kolom 2 m x 3 m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA. . masisng masing sekitar 1. Analisis Kuantitaf: timbang seksama 1. Dapat campur dengan air. TiO 2 Identifikasi: pada 500 mg zat tambahkan 5 ml asam sulfat dan dipanaskan perlahan. 7. higroskopis. 6. sifatnya tetap setelah dileburkan dan didinginkan. Bila perlu Bantu dengan pemanasan lemah.Prosedur: suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak. Analisis Kualitatif: a. tidak berbau. aseton.Sediaan Kosmetika -larutan kesesuaian sistem: timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal -Uji kesesuaian sistem: suntikan 2 mikroliter larutan kesesuaian sistem dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol: tidak kurang dari 4. Maskara Asam Stearat Berbentuk kristal putih kekuningan. Analisis Kuantitatif: 1. ZnO Analisis Kualitatif: Jika dipanaskan dengan kuat/pirolisa terjadi warna kuning yang akan hilang dengan pendinginan.5 g ammonium klorida Pasal .methanol. B. Pigmen a. Pada 1 ml zat tambahkan 0. Analisis Kualitatif: Larutan plus NaOH dikocok seperti agar busa pada pengenceran. Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol.5 g zat uji yang baru dipijarkan. larutkan dalam 50 ml asam sulfat 1N.

Silikon Fluid (L43) Merupakan silicon dalam krim. Propil P-Hidroksi Benzoate (Nipasol) Penetapan kadar: timbang 100 mg. Analisis Kuantitatif: dengan kromatografi gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas dan kolom 1m x 4mm berisis bahan pengisi 5% G16 pada partikel penyangga S. tutup segera dengan kertas saring yang dibasahi 41 . dengan membagi luas puncak propilen glikol dengan jumlah seluruh puncak kecuali puncak udara dan air lalu kalikan 100. terdiri dari kolom borosilikat. tambahkan 75 ml air dan 2 tetes metal LB.. Setelah mencapai 210 ° suhu dipertahankan selama 8 menit. 3. Prosedur: suntikkan 10 mikro liter ke dalam kromatograf dan rekam kromatogram.Sediaan Kosmetika Timbang 2 g zat. Propilen Glikol Analisis Kualitatif: spektrum serapan infra merah dari lapisan tipis menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada propilen glikol. 8. Gunakan helium Pasal sebagai gas pembawa. Dan tambahkan pula 5 tetes asam sulfat 2N. Tambahkan 50 ml KIO 3 Pasal . Stearil Alkohol Identifikasi: Kromatografi gas dengan detector ionisasi nyala kolom berisi 10 % fasa G pada sistem penyangga SIA. Pindahkan ke labu bersumbat kaca. Hitung percentase C 3 H 8 O 2 dalam propilen glikol. didihkan dengan 50 ml NaOH 1N selama 30 menit sambil mengganti kehilangan air karena penguapan. Identifikasi: kocok emulsi 2 kali volume dari 1:1 campuran dioksan-toluen. Etil Alkohol Analisis Kualitatif: campurkan 5 tetes zat uji dalam gelas piala kecil dengan 1 ml larutan kalium permanganate 1 dalam 100. Gliseril Monostearat Identifikasi: kromatografi gas dengan instrument yang dilengkapi dengan flame ionozation detector. masukkan ke Erlemeyer 300 ml. Titrasi dengan HCl 1N. gas pembawa helium kering. Gunakan nitrogen Pasal sebagai pembawa dengan laju aliran 45 ml/menit. dikerjakan pada sushu 205 ° C. 5. Uji residu dengan spektrum infra merah untuk melihat silicon. 4. 9. titrasi dengan kalium tiosulfat 0. dan tarik lapisan atasnya lalu uapkan. 7. sentrifugasi. 6. Isopropil Palmitat/Isopropil Miristat Analisis Kualitatif: dengan kromatografi gas. atur suhu kolom dari 90 ° -290 ° C dengan kecepatan 2 ° /menit. tambahkan segera 50 ml brom 1N dan HCl Pasal dan kocok selama 15 menit. Prosedur: suntikan secara terpisah sejumlah volume sama 5 mikro liter larutan baku dan larutan uji ke dalam kromatograf yang dilengkapi dengan detector ionisasi nyala.1N.

Sediaan Kosmetika dengan larutan segar 100 mg natrium nitroferisianida Pasal dan 250 mg piperazin Pasal dalam 5 ml air. Campuran warna sebaiknya dipisahkan dengan kromatografi kertas.5 g zat warna dilarutkan dalam 100 mL aquades panas. tambahkan 20 mL air. lalu lihat perubahan warnanya. Eye Shadow 1. Terbentuk warna hijau yang bertahan selama 5 menit. Jika terjadi endapan. Pindahkan ke dalam krus platinum. Minyak Mineral Analisis Kualitatif: didihkan 50 ml zat uji dengan 10 ml larutan KOH P 8% b/v dalam etanol 95 %P selama 2 menit.Ketika larutan mencapai garis teratas. merupakan serbuk halus berwarna putih kelabu.Encerkan dengan 50 mL air. # Spektrum Fotometri Dalam spektrum fotometri. Sulfat . Uapkan diatas penangas air hingga kering. lalu berubah menjadi lila. kromatogram dipindahkan dan dikeringkan # Reaksi tetes dan karakteristik kelarutan dalam asam sulfat pekat Sebanyak 0. dicatat antara jarak sinar tampak 350. dinginkan. warna akan memucat pada beberapa menit. 1% larutan zat diteteskan pada garis awal. absorpsi spektrum pada larutan berwarna diencerkan berlebih. dengan tinggi pelarut 1-1.Pada filtrate tambahkan 2 g ammonium klorida Pasal dan 5 mL ammonia encer.keringkan dalam udara terbuka.750 nm. E. Identifikasi: campur 500 mg dengan Na 2 CO3 Pasal dan 2 g kalium karsonat P. begitupun untuk garis akhir ( 15-20 cm dari garis awal). Tambahkan HCL Pasal hingga pembuihan berhenti. yaitu : # Kromatografi Kertas Pada kertas dibuat garis awal 2 cm di atas dasar kertas. terjadi warna biru intensif pada kertas saring. larutan harus tetap jernih. kertasnya digantung pada bejana kromatografi yang berisi pelarut. tambahkan lagi 10 mL HCL P. Talk Adalah magnesium hidrat silikat hidrat alam . C. Zat Warna Kosmetika Mata 1. sisanya adalah silica. dinginkan. Shellac Analisis Kualitatif : Pada 50 mg shellac tambahkan beberapa tetes campuran 1 g ammonium molibdat dan 3 mL as. pindahklan dalam cawan dengan bantuan 150 mL air panas. Lalu ditetesi dengan reagen-reagen asam.5 cm. 2. D. dinginkan. dikeringkan. saring tambahkan. larutan natrium fosfat P. Zat warna larut air Ada beragam cara pendeteksian. Terjadi endapan hablur ammonium magnesium fosfat.Zat 42 . Secarik kertas saring dicelupkan ke dalam zat warna . Eyeliner 1. panaskan hingga melebur sempurna. saring.

Zat Warna Larut Minyak Digunakan identifikasi kromatografi lapis tipis.SEJARAH 43 .Sediaan Kosmetika warna diindikasikan berdasarkan panjang gelombang absporpsi maksimum. bagus dan menarik.1. 2. Pigmen Warna bubuk pigmen dapat digunakan sebagai indikasi pigmen yang dipakai di kosmetika a. BAB III SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT (BUKAN CAT) I.2. DEFINISI Sediaan kosmetika rambut (bukan cat )adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk pemeliharaan/ perawatan serta pengobatan rambut agar rambut tetap sehat .PENDAHULUAN I.) Pigmen Anorganik b. 3.) Pigmen Organik Pigmen yang larut dalam dimetil fornamioda dapat diidentifikasi dengan spektrofotometri ataupun dengan kromatografi lapis tipis. I.

5. II. yaitu lapisan dalam yang tebal. air dan soda. TENTANG KULIT DAN RAMBUT A. Bagian-bagian rambut: 1. Shampo memerlukan busa untuk menghilangkan ketombe berminyak dari kepela. sebagai contoh: orang mesir kuno menggunakan jus jeruk dan asam sitrat yang efektif untuk mengurangi minyak dari rambut. B. diman sel-selnya terdapat pada lapisan papila paling atas. Pada abad ke-19 di Inggris telah dikenal shampo yaitu sejenis massage yang ditemui pada waktu orang-orang Turki mandi uap. Akar rambut berada di dalam folikel. bagian yang keluar ke permukaan. 4. otot polos kecil pada folikel rambut yang berfungsi sebagai penegak rambut. Keduanya dibentuk didalam melanosit. Dermis. Anatomi Kulit Kulit terdiri dari lapisan utama: 1. Ia juga membuka perawatan ketombe pertama di Inggris pada tahun 1908. 3. yaitu lapisan luar yang tipis dan terdiri dari jaringa ephitelium. Jhon Breck. Sabun. Jadi sabun tidak begitu efektif untuk membersihkan rambut karena sabun meninggalkan kotoran pada batang rambut. Ia menghabiskan hidupnya untuk mengembangkan produk perawatan rambut. Folikel rambut dibatasi oleh sel epidrmis dan diatas dasarnya terdapat papil tempat awal tumbuhnya rambut.Sediaan Kosmetika Kosmetika rambut telah dipakai sejak jaman sebelum masehi dan setiap negara mempunyai ciri khasnya masing-masing. 2. I. Pigmen rambut. Saat itu setiap salon mengembangkan variasi resep yang berbeda dari resep dasar tersebut. Sabun yang mula-mula menggunakan busa dikembangkan pada tahun 1890 oleh seorang pemadam kebakaran Massachusetts. terdiri dari jaringan ikat/jaringan fibrosa. Epidermis. Sel-sel ini memiliki tentakel yang panjang seperti dendrit yang berperan dalam permulaan partikel pigmen ke dalam sel kortikol.3. Anatomi Rambut Rambut adalah suatu bentuk tonjolan dari dalam kulit yang merupakan hasil pertumbuhan istimewa/ modifikasi di sel-sel epitel kulit yang terbentuk sebagai hasil keratinisasi sel germinative (tunas).JENIS-JENIS SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT DAN FORMULANYA 44 . Kebiasaan ini juga dilakukan oleh orang yang hidup pada zaman itu dari mulai India sampai di Inggris. penata rambut Inggris memiliki budaya massage dan mencuci ketombe dengan campuran sabun. Batang rambut. 6. 3. 2. kelenjar yang mengeluarkan sekret sehingga memelihara kulit tetap halus dan rambut mengkilat. ada dua pigmen utama pada rambut yaitu melanin dan pheomelanin. Jaringan subkutan dan jaringan adiposa. Erektor pilorum. Shampo berasal dari kata "champo" yang artinya meremas. Diakhir tahun 1870.

isopropil alkohol.Tween 80. Contoh: dietanolamin laurat. untuk melemaskan .Sediaan Kosmetika II. • zat pendispersi: zat yang berguna untuk mendispersikan sabun Ca dan Mg yang terbentuk dari air sadah. • Zat pembusa: zat yang menghasilkan busa.dll. Deterjen yang dapat digunakan ada bermacam-macam diantaranya adalah: a. • Finishing agent : Zat yang berguna untuk melindiungi rambut dari kekurangan minyak pada waktu pencucian rambut. Tidak toksik. rambut dan mata. 2. Deterjen kationik Busanya bagus dan banyak. etil alkohol. Sangat penting pada pembuatan shampo krim dan shampo krim cair. Deterjen non ionik Daya membusanya melemah. garam-garam fenil merkuri . CMC. Contoh: lanolin. yang sering digunakan adalah C-12 metoksi polietilen glikol laurat yang juga berfungsi sebagai pelarut dari zat pewangi (parfum) b. Tidak merusak kulit. menghaluskan serta memberikan kilauan pada rambut dan mencegah kerontokan. Deterjen anionik dan amfofilik Deterjen golongan ini juga dapat merupakan zat tambahan sebagai surfaktan sekunder. formaldehida.Contoh: komplekson III. Ada pada rentang pH 4. Syarat-syarat shampo: 1. 3.1. • Zat pengental: zat yang perlu ditambahkan terutma untuk shampo cair jernih dan shampo krim cair.5 Formula umum shampo: 1. metilen glikol dan EDTA.5-5. c. Bahan utama Bahan utama merupakan basis dari shampo. Tidak mengiritasi. 2. 4. • Zat pengawet: zat yang berguna untuk melindungi rusaknya shampo dari pengaruh mikroba yang dapat menyebabkan rusaknya sediaan. Bahan Tambahan Adalah bahan yang digunakan untuk memberiakn sifat tertentu pada shampo. misalnya: • Clarifing agent : zat yang digunakan untuk mencegah kekeruhan pada shampo. fenol halogen. Sanga tdiperlukan pada pembuatan shampo cair dan shampo cair jernih. Contoh: gom. minyak mineral. • Opacifying agent: sediaan yang menimbulkan kekeruhan. 45 . Biasanya sapat membentuk busa dan bersifat . Contoh ester-ester hidroksi benzoat. tragakan . tetapi bila kena mata sangat perih dan beracun. methyl selulosa. Contoh: butil alkohol.SHAMPO Shampo adalah sediaan kosmetika rambut yang beruguna untuk membersihkan rambut serta kulit kepala.

Shampoo kering cair (Liquid dry shampoo) Shampoo ini digunakan untuk membersihkan rambut dan kulit kepala pada saat tidak tesedia waktu untuk bershampoo dengan shampoo jenis busa biasa. juga termasuk alkohol monohidrat dengan panjang rantai C10-C18. Contoh formulanya : Talk 40% Amilum 15% Na seskaikarbonat 20% Barax 5% Fullerr’s Earth 20% 3. Untuk sekali pakai biasanya digunakan 3-4 gram. karena kurang praktis. Sifat dari detergen ini tergantung pada panjang rantai asam lemak alkohol yang dipakai.Sediaan Kosmetika • Antiseptik: zat yang dapat ditambahkan ke shampo dengan maksud untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme lain. Shampoo kering (dry shampoo) Shampoo jenis ini berguna untuk pemakaian pada saat merasa kurang nyaman bila bershampoo menggunakan air. • Zat pewangi atau zat pewarna: sering ditambahkan agar shampo menjadi menarik dalam bau dan warna. Serbuk Shampoo (shampoo powder) merupakan bentuk shampoo yang kurang disenangi. memberikan efek yang menyegarkan. Na seskaikarbonat. Sodium lauryl sulfat biasanya dipakai untuk basis shampoo jenis ini.5% Karena kurang baik dalam air sadah. dimana ketika dipakai dengan pemijatan yang lembut pada kulit kepala. Shampoo ini didesain untuk menghilangkan minyak dengan menggunakan pelarut yang sesuai seperti alkohol. Jenis-jenis Shampoo: 1. dengan bahan dasar lemak alkohol tersulfatasi atau lebih dikenal dengan lauril atau alkil sulfat. Contoh formulanya : Sodium bikarbonat 500 Disodium pospat 200 Serbuk sabun 300 Parfum 0. Biasanya shampoo ini didiamkan selama 10 menit pada rambut dan kemudian disikat. shampoo berbasis serbuk dalam sabun telah banyak digantikan oleh ditergen sintetik. 2. Shampoo cair jernih (clear liquid shampoo) Sebagian besar shampoo yang beredar di pasaran merupakan shampoo jenis ini. Sebagai basis sering digunakan serbuk pengabsorpsi seperti talk. Contoh formulanya : 46 . Contoh formula : Gliserin 20 Dietilftlat 50 Alkohol 650 Parfum 0.5% 4. amilum.

3-0. 47 . Formulanya harus bisa muncul dari kepala sprayer dalam bentuk busa yang lembut dan mudah diatur. 8.7% Phenyl merkuri Gorat 0. water to100% Shampoo krim cair atau lotion (liquid creame or lotion shampoo) Shampoo ini merupakan sediaan yang mudah dituang yang dibuat dari asam lemak alkohol sulfat atau dari detergan cair jernih dengan dicampur bersama stabilator atau apocifying agent yang sesuai. tapi cukup kuat untuk dipakai secara efisien pada rambut di saat keramas. Amonium Tietanolamin lauryl sulfat 600 Coconut dietanolamida 10 Ethoxylated lanolin alkohol 25 Air 365 Parfume 0. 6. Contoh formulanya: Sodium lauryl sulfat paste (34% active matter) 800 Cetyl alkohol 50 Air 150 Shampoo Aerosol (aerosol shampoo) Shampoo jenis ini dikemas secara khusus dalam bentuk sprayer. Contoh formula: Basis shampoo .01% Counter charge: Basis shampoo 92 Propillent-2/114(50:50) 8 Shampoo berminyak (oil shampoo) Adalah shampoo yang berguna untuk menghilangkan kotoran serta minyak berlebihan pada rambut. Untuk mempersiapkan pasta diperlukan lilin (wax) seperti setil alkohol sebagai pembangun dan sodium alkil sulfat berbentuk jarum atau pasta. 7. Triethanolamine Lauril sulfat (33%) 45% Coconut monoethanolamida 2% Perfume. Penggunaannya hanya sebentar saja lalu dicuci sampai bersih. Sediaan ini mempunyai basis Natrium alkil sulfat yang dibuat dari fraksi alkohol yang memberikan produk yang mempunyai konsistensi tetap dengan kecenderungan untuk mengkristal seperti mutiara. colour. Contoh formulanya : Monoethanolamin lauryl sulfat (27% aktif) 400 Ethylene glycol monostearat 50 Air 550 Shampoo krim padat ( solid creame shampoo). Di dalam perdagangan produk ini lebih dikenal dengan shampoo krim tapi ini merupakan nama lain dari shampoo pasta.Sediaan Kosmetika 5.busa shampoo disemprotkan pada telapak tangan dan diusapkan pada rambut yang sudah dibasahi lalu digunakan seperti shampoo biasa. Kosentrat shampoo ini mudah didapat dari produsen detergen dan cukup hanya dengan dilarutkan dan ditambahkan zat pewarna serta parfum.

Hal ini terjadi karena percepatan pergantian pelepasan sel epidermal dari aktifitas kelenjar lemak.5% Hexacholorophene 0. β-naftol. Sebagai contoh cloral hidrat 2-4 %. resorsin dan belerang. Sebagai contoh asam salisilat. Shampoo anti ketombe umumnya merupakan campuran antara basis shampoo dengan suatu germisida.5-2 % Alkohol 50 % 2) 48 . dan sebagainya. tinctura cantharides (dari sejenis kutu yang diperoleh dari maserasi /perkolasi) 1-5 %. wabe to 100% 9. 4) Vitamin-vitamin/ senyawa sulfur yang mengadung asam amino yang berguna untuk biosintesis dari keratin. dan sebagainya. Suatu Hair Tonic biasanya mengandung : 1) Zat-zat rubifacient (dari kata rubus artinya merah) atau zat-zat yang dapat bekerja merangsang pembuluh darah yang ada pada pembuluh kulit kepala dan juga dapat merangsang kerja kulit kepala.Sediaan Kosmetika Contoh formula : Sulphonated olive oil 16% Sulphonated castor oil 16% Water 68% Colour&parfume 2-5 Shampoo anti ketonbe (anti dandruff shampoo) atau medicated shampoo. Contoh formula : Tritanolamin lauryl sulphate 14% Lauric monoethanollamide 1. asam askorbat. Seabagai contoh resorsin. II. Ketombe adalah suatu kelainan kulit terutama pada kulit kepala yang ditandai dengan tumbuhnya sisik yang berlebihan. tidak berbusa. Contoh formula umumnya : (phenol dan alkohol) β-naftol 0. asam salisilat/ turunan belerang.1-1 %.2. biasanya mengandung vitamin untuk rambut dan suatu germisida untuk membunuh jamur atau bakteri. Ketombe bukan disebabkan oleh kulit kepala yang kotor dan bukan karena jenis shampoo yang salah. Penyebabnya diduga karena jamur yang disebut pityrosporum ovale. kinina (antiseptik) 0. Zat-zat antiseptik atau zat-zat yang berguna untuk membunuh kuman-kuman yang dapat menimbulkan penyakit sehingga dapat mengganggu perkembangan rambut. 3) Zat-zat keratolitik atau zat-zat yang dapat memecahkan keratin. Pada umumnya berbentuk larutan jernih atau krim cair. parfume. tinctura capsici 15 %. mengandung alkohol dengan konsentrasi yang tidak begitu tinggi. Sebagai contoh asam pantolenat.Penyubur Rambut (Hair Tonic) Sering juga disebut dengan Hair Lotion.5% Colour.

2 % 30 % 69 % q. Untuk wanita pada umunya mengandung zat-zat berlemak dan polimer harsa. dibuat emulsi atau krim dengan jumlah kecil asam lemak dan emulgator. castor oil atau ester dari tipe miristin isopropil.s. Produk-produk yang dapat memberikan efek mengkilap harus mengandung alkohol terlarut dengan minyak seperti oley atau alkohol. warna q. atau dapat juga berbentuk gel.s. digunakan baik pada wanita maupun pria. Formula : Oley/ alkohol 15 % Perfomety quality alkohol 85 % Perfume.Pemelihara Bentuk Rambut (Hair Dressing) Merupakan sediaan kosmetik rambut yang berguna untuk memelihara bentuk yang diingini dari rambut.5 % 0. 0. 50 % 1. Penggunaan lotion dan dressing memberikan efek yang berbeda dengan yang diberikan oleh produk konvensional.Sediaan Kosmetika Air Gliserin Parfum (ekstrak alam) Quinin Quinin hydrochlorida Alkohol Air Parfum. sedangkan untuk pria lebih banyak mangandung minyak. Jika produk-produk digunakan dengan jumlah yang banyak efek yang digunakan dapat dicapai. Penambahan parfum yang digunakan pada produk perawatan rambut dengan bentuk lotion dengan atau tanpa penambahan minyak lemah. Sebagai contoh Hair Dressing wanita atau musilago lotion (setting lotion atau wave set).3.5 % 40 % (vitamin dan asam tak jenuh) Etanol Birch cambiumsap Asam Borat Gliserin Diasetat 2% Air II. dapat berbentuk campuran minyak-minyak atau lemak baik M/A atau A/M.01-0. alkoholik lotion. Bahan-bahan yang digunakan  Stearyl dimetil benzol ammonium chlorida Sedikit bakteriostatik. Contoh : Stearyl dimetil benzol ammonium chlorida 250 mg Ethylen glikol monostearat 50 mg Asam laktat 1 mg Air 699 mg 49 . Hair dressing pria atau brilliantine atau lebih umum dikenal sebagai minyak rambut. rwesin lotion.s.s. pewarna 48 % q. q.

0 Air 54. Pengilau cair (liquid brilliantines) Formula : Minyak mineral 60 % Deodorized kerosin 40 % Pewarna dan parfum q.s.s.0 Pewarna.0 % Minyak kastor 2.2 q.s. Rean lotion Formula : % clear lotion Polivinil pirolidon 4.8 % Zat pelindung q.s.5 96.0 % Alkohol 6. Triton X-400 75 mg Cetylalkohol 3 mg Korl 8 mg A.2 % Alkolhol 10 % Gliserin 5. Pelekat tanpa minyak (non-oily flyative) Formula : Tragakan gom 1.parfum q. b.0 Karbovinil polimer Alkohol 40. 50 .s.Hair Dressing Pria Pengilau (brilintines) a. pewarna q. 2.s. c. Pengilau padat (solid brilliantines) Formula : Petrollum jelly 90 % Parrin wax 10 % Pewarna.5 1.0 PEG 2. B.0 % Air 83. parfum q. % aerated gel 0.0 % Air 90 % 1.Sediaan Kosmetika  Triton X-400 Terbuat dari campuran stearyl dimetil benzol ammonium chlorida dengan alkohol. Mucinago lotion (setting lotion/ wave set) Formula : Tragakan gom 1. Pengilau alkohol (alcoholic brilliantines) Formula : Minyak kastor 20 % Alkohol industri 80 % Parfum.Hair Dressing Wanita 1.8 1. 2.

s. Minyak rambut semi solid non-aqueous Merupakan tipe yang tertua. carnauba wax atau lilin sintetis lainnya. b. dan memberikan kesan rapi.0 % Asam stearat 3.0 % Air 19.0 % Preservatif q.00 % 25% larutan kristal magnesium sulfat 2.s.Sediaan Kosmetika Gliserin 1.00 % Minyak mineral 40. ozokerite. Contoh campuran yang sederhana adalah : Petroleum jelly 90 % Parafin wax 10 % Warna. Atau campuran yang sedikit lebih kompleks : Carnauba wax 5% Parafin wax 5% Petroleum jelly 70 % Minyak mineral 20 % 51 . Formula : Sorbitol monolaurat 12. tidak lengket. Minyak Rambut a. parafin wax. 3. tampak basah. mudah dicuci dengan air. Minyak dalam krim air (oil in water creams) Formula : Minyak mineral putih 45.0 % Preservatif.5 % Air 50.00 % b.5 % Triatanolamin 1. Zaman dahulu dikenal dengan nama lemak beruang (bears grease) dan antimacassar. telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu. ceresin.0 % Mineral oil 5. Pengemulsi (emulsions) Ada tiga tipe : a. Air dalam krim minyak (water in oil creams) Formula : Beeswax 1.0 % Mannitol monolaurat 19. Sebagai pengental digunakan jelly.0 % Petroleum terdistilasi 45. 4. Gel Menjadikan tatanan rambut tahan lama. parfum q. diwarnai dan diberi wangi-wangian. wangi-wangian q.0 % 5.6 % Parfum 1. Minyak rambut padat atau solid Mengandung petroleum jelly yang telah dikentalkan.s.5 % Kalsium hidroksida 0.07 % Asam oleat 1. beeswax (lilin).

s. 52 . Formulanya adalah : Minyak mineral encer 60 % Deodoran kerosen 40 % Pewarna. pewangi. dll q. alpukat. pewangi q. Bahan-bahan tersebut dilelehkan bersama-sama kemudian diaduk hingga homogen. Formula yang cocok adalah : Minyak mineral 90 % 12 hidroksi asam stearat 3% Mikrokristalin wax 7% Pewarna.s. aprikot. Campuran dipanaskan hingga 130°C dan diaduk hingga homogen. Metode yang terbaik untuk mendinginkannya adalah dengan membiarkan temperatur turun dari 120°C hingga 50°selama lebih dari 1 jam. c. Pada sediaan ini ditambahkan zat kerosen yang tidak berbau busuk atau senyawa ester seperti isopropil miristat. yang dapat membentuk lapisan film tipis pada helain rambut. asam dialkil amino propionat dan polietilen. Tetapi perlu ditambahkan antioksida untuk mencegah minyaminyak tersebut menjadi tengik. Minyak rambut cair Sediaan ini bertujuan untuk mempertahankan kilau rambut dan mempertahankan tata rambut tetapi tetap terlihat alami. Minyak rambut dengan pembawa alkohol Sediaan ini biasanya terdiri dari minyak jarak dalam pembawa alkohol yang diberi pewarna dan parfum. pewangi q. d. Formulanya adalah sebagai berikut : Minyak kastor 20 % Alkohol 80 % Pewarna. atau minyak wijen sebagai pengganti minyak mineral.Sediaan Kosmetika Minyak rambut padat dapat dibuat dari campuran minyak mineral dan R-hidroksi asam stearat (diperoleh dari asam lemak minyak kastor yang dikeraskan).s. pewangi q. Sebagai alternatif dapat ditambahkan lanolin dalam jumlah kecil.s.s. Bentuk sediaan yang transparan dapat dibuat dengan membentuk gel antara minyak mineral dengan zat yang cocok. Dengan penambahan zat kerosen tadi dapat menurunkan viskositas minyak petroleum encer. pewangi q. Dapat ditambahkan minyak yang berasal dari sayuran seperti minyak zaitun. Zat yang dapat digunakan untuk membentuk gel minyak mineral adalah turunan gliseril tris-12-hidroksi-stearat. seperti pada formula berikut ini : Isopropil miristat 24 % Lanolin 1% Minyak mineral encer 75 % Pewarna. Contoh komposisinya adalah : Aluminium/lithium stearat 5% Minyak parafin 95 % Minyak kastor.

zat penguat rambut seperti dimetil tiourea. yang mirip dengan minyak rambut.0-4.5. 53 . pewangi q. menjaga kelembutan rambut. Protein pada rambut akan bertahan pada pH rendah. agar rambut menjadi lembut dan mudah disisir. ester atau derivat protein. Sebagai pembilas setelah bershampo dan dibilas lagi selagi rambut masih basah. Kondisioner harus pada rentang pH 4.4. Kondisioner juga dapat menambah cahaya pada rambut dengan mengubah indeks reflkesi dari rambut. II. Zat-zat berlemak pengawet. minyak. Kondisioner rambut terdiri dari 2 jenis yaitu : a. Pada perkembangan selanjutnya digunakan hdirofilik dari beeswax dan lanolin. protein yang dapat membantu memberikan kelembutan pada rambut.Kondisioner rambut (Hair Conditioner) Adalah sediaan kosmetik yang digunakan segera setelah mencuci rambut ketika rambut masih basah. contohnya lamolin yang teretolsilasi. dan sebagainya. asam-asam tidak jenuh. lanolin. Kondisioner yang berkualitas baik menambahkan sedikit peptida ke dalam kutikula sehingga kutikula tidak dilang. Alkoholik tetapi sangat encer.Sediaan Kosmetika Walaupun telah diberi parfum. Kondisioner juga berisi vitamin. Sedikit lemak akan menyebabkan rambut lebih mengkilap. Biasanya merupakan suatu emulsi minyak dalam air (M/A) yang apabila digunakan emulsi ini akan segera pecah dan akan meninggalkan campuran lemak atau minyak yang dapat melindungi. Shampo atau sabun dapat menghilangkan polipeptida dan menyebabkan kutikula hilang. Bertambahya kelarutan zat berlemak menambah fleksibilitas formula.rniny atau lemak. dan penggunaan sediaan minyak rambut seperti ini dapat dipakai dan terdistribusi dengan baik tanpa penambahan pelarut organik. Hal ini dapat diatasi dengan mengganti minyak jarak dengan alcohol oleyl tetapi dapat timbul aroma berlemak pada botol dan sisir. Isopropil miristat dapat menggantikan minyak jarak dan tidak meninggalkan aroma tertentu. seperti pada formula berikut : Isopropil miristat 20 % Setil alkohol 2% Alkohol 78 % Pewarna. aroma ringan minyak jarak masih dapat tercium walaupun telah dikeramas berkali-kali.s. membuat rambut mengkilap dan mudah disisir. Sebagai dasar formula digunakan suatu kabionik deterjen dicampur dengan zat-zat berlemak seperti alkohol bermanfaat tinggi. pH yang lebih tinggi akan menyebabkan protein pada rambut akan hilang dan rambut akan menjadi rusak. Kondisioner biasanya digunakan sebagai bagian dari shampoo 2 in 1 atau setelah mencuci rambut melindungi kerusakan rambut dengan mengikat atau menempel pada bagian rambut yang kasar sehingga rambut menjadi lebih lembut dan mudah disisir. mineral. Kemudian digunakan polioksialkilena glikol yang memberikan efek penataan yang baik tanpa rasa lengket yang berlebih atau terlalu berminyak karena senyawa ini sangat larut dalam air.

boraks. dapat ditambahkan lanolin atau isopropil ministat 20-50 %.5.s. Kekerasan 2. Hair Dressing (perias) atau cream dan mengkilap.6. maka sangat diperlukan zat pendorong (propelant) dan wadah yang sesuai. Kelembutan II. shellac akan lebih mudah larut bila ditambah soda. Dipakai pada rambut kering baik setelah penataan maupun pengeringan. serta karena hair spray juga mengandung alkali maka kemungkinan juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Contoh formula kondisioner : • Mineral oil 25 % Deodorized kerosene 25 % Polyetilen glikol 200 stearat 9% Polyetilen glikol 200 oleat 3% Air 38 % Parfum q. • 54 . Sebagai komponen utama digunakan resin atau damar atau harsa dengan konsentrasi 8-15 %. Stearil alkohol monostearat 0. Resin tersebut dapat menimbulkan dermititis pada orang yang tidak faham. Air 97.Pembentuk Rambut (Hair Spray) Adalah sediaan kosmetika rambut yang berguna untuk menjaga supaya rambut tetap pada susunan yang diingini. campuran shellac dengan hasil etoksilasi shellac atau resin lain yang larut dalam alkohol atau etanol.Sediaan Kosmetika b.2 % Sodium elonida 0. Oleh karena itu pada umumnya hair spray mengandung resin.6 % Benzalkenium chlorida 1. Sebagian resin yang digunakan shellac. Evaluasi Hair Spray Root dan Bohac (20) telah menetapkan prosedur dalam pengukuran sifat-sifat formula zat kimia yang terdapat pada hair spray yaitu : 1. Polivinil pivolidon (PVP) dalam konsentrasi 3 % dilarutkan dalam alkohol dapat menghasilkan lapisan kuat dan elastis.Pengeriting Rambut (Permanent Wave) Adalah sediaan kosmetika rambut yang berguna untuk merubah bentuk serta susunan rambut atau membuat rambut lurus menjadi keras.5 % Pewarna. maka pada pemakainnya akan meninggalkan lapisan yang keras dan rapuh pada rambut hingga rambut menjadi kaku dan rapuh. dengan atau tanpa penambahan NH4OH.5 % II. Sifat mempertahankan kekeritingan 4.2 % Gliserol 0.s. Oleh karena penggunaan hair spray ini cara menyemprotkan. Untuk melunakkan lapisan yang terbentuk. Kejernihan 3. juga kadang-kadang berguna agar rambut kelihatan kaku dan bercahaya. isopropil. parfum q.

Sediaan Kosmetika Untuk merubah bentuk batang rambut.riani tersulfonasi 20 ml Lar. yaitu : A. garam amonium. Reduktor. Ada 2 cara proses pengeritingan. Untuk mengatasi ketidakjernihan dan kurang menariknya larutan.0 % asam tioglikolat Cocok untuk rambut yang mudah dibentuk atau rambut yang diwarnai. Na atau monoetanol amin. Untuk memperoleh keriting yang lebih awet digunakan amonia dengan boraks dan natrium atau kalium karbonat. Keriting panas (heat wave) Adalah cara pengeritingan rambut dengan pemanasan pada suhu 95-104°C. Cara kimia adalah cara yang paling praktis. Na bikarbonat. 2. minyak mineral. Untuk profesional. Obat cuci disiapkan dalam berbagai konsentrasi asam tioglikolat. untuk menghilangkan kelebihan reduktor. Selain itu juga untuk mengurangi kemungkinan keracunan asam tioglikolat dan daya tembus obat ke dalam kulit kepala. Obat suci 5. Pada konsentrasi diatas 10 % dapat mengakibatkan resiko terjadi iritasi kulit kepala dan kerusakan permanen rambut. Namun kekurangannya adalah waktu dan intensitas pemanasan sukar diatur. karena suhu minumnya yang tertentu dan dapat diatur. Na atau K karbonat.5 % digunakan untuk rambut yang sukar dibentuk. atau dengan reaksi kimia. maka dibuat sediaan emulsi. 55 .0-6. Misalnya K Bromat. Oksidator. alat-alat yang dipanaskan.amonia 25 % 200 ml Air ad 1000 ml B. Na perborat atau hidrogen peroksida.0-7. Konsentrasi sampai 8 atau 8. kolesterol. Untuk menghambat kekeringan dan kerapuhan digunakan gliserin. 2.Larutan basa yang tidak menguap Misalnya : boraks. lanolin. kemudian dibentuk keriting seperti yang diinginkan. maka struktur rambut akan berubah hingga timbul gelombang.Larutan basa yang mudah menguap Misalnya : amonia.0 % asam tioglikolat Cocok untuk rambut normal. dan keratin dikeraskan kembali dengan menggunakan reduktor. obat cuci yang digunakan berisi maksimum 10 % asam tioglikolat. garam amonia. Dianjurkan untuk melakukan tes aplikan pada sehelai rambut. digunakan Na atau K sulfit. Aturan umum konsentrasi yang dianjurkan : 1. 2. Obat cuci 6. garam tioglikolat. maka keratin dari rambut harus dilunakkan terlebih dahulu. Larutan zat kimia yang biasa digunakan adalah : 1. dengan menggunakan listrik.Keriting dingin (cold wave) Adalah cara pengeritingan rambut tanpa menggunakan pemanasan.Pada umunnya hanya rambut yang sehat yang akan menghasilkan keriting yang bagus. Dengan adanya suatu reduktor. 3. 1. Contoh Formula : Boraks 40 ml Ol. garam sulfit. dan minyak-minyak tersulfonasi. minyak jarak yang tersulfonasi.

56 . Injeksi dan detektor dipertahankan pada suhu + 275o dan 2500C. bau khas lemah. Krim ini digunakan pada rambut dengan menggunakan sikat atau sarung tangan pelindung. licin. Ikatan-ikatan disulfida yang membuat rambut keriting dipecah oleh reduksi alkaloid.5% 1. perfume q. putih. 2. atau 5 % Ca(OH)2 ditambah guanidin karbonat dan pH nya sekitar 12.Kondisioner (hair conditioner) Contoh formula: Stearil alkohol monostearat Sodium chlorida Glyserol 0.Sediaan Kosmetika II.s 0. larutkan dalam 50 ml air. menjadikan krim ini berbahaya bagi kulit dan mata dan harus ditangani secara hati-hati oleh orangorang yang terampil. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT A.Stearil monostearat Pemerian: butiran atau potongan. kolom berukuran 2mx3mm dengan 10% fasa G2 pada sistem penyangga SIA. helai per helai secara merata setiap bagian. titrasi dengan perak nitrat 0. KOH.884 mg NaCl.Pelurus Rambut Teknik yang biasa diapakai untuk membuat rambut keriting menjadi lurus disebut hair shaigh tening adalah suatu prosedur yang sulit menggunakan senyawa-senyawa kimia yang berbahaya dan harus dikerjakan oleh penata rambut profesional. Pelurus rambut hampir semuanya berbentukkrim atau lotion krim yang mengandung 2-4 % basa-basa kuat seperti NaOH.7.6% Benzalkonium chloride Water Colour.5% 97. Beberapa pelurus mengandung 4 % Amonium Tioglikolat sebagai bahan aktif. 1 ml perak nitrat setara dengan 5. bahan-bahan dasar yang dapat membakar kulit ini.Sodium Chloride Nyala pijar: kuning emas Beilstein: kuning hijau Rasa : asin Reaksi kristal: zinc uranil asetat Kuantitatif: timbang seksama 250 mg. Gas pembawa helium kering dikerjakan pada suhu 205oC.2% 0.1 N menggunakan indikator kalium kromat P.2% 1. LiOH. rasa tawar Bilangan asam: tidak lebih dari 2 Bilangan iodium: Tidak lebih dari 2 Identifikasi: Kromatografi gas dengan kondisi detektor dengan api ionisasi. Setelah beberapa waktu pelurusan tersebut membuat rambut kendur dan rambut keriting disisir menjadi lurus dan akhirnya rambut dicuci dengan shampoo. III.

Pada 2 ml bningan tambahkan 5 ml larutan Natrium nitrit P. Pada 5ml 1. tidak berbau. putar beaker glass untuk membasahi sisa zat. Jika dibakar dengan sedikit natrium P diatas nyala api. tidak berasa. Larutakan 1. larutan harus tetap jernih.0% b/v dalam campuran air dan etanol (95%) P volume sama. aduk sempurna. b. tidak berwarna.Air Pemerian cairan jernih. tambahkan 100 mg Natrium sitrat P. Biarkan sampai spesimen transparan dan mirip getah (+ 5 jam) . hangatkan diatas penangas air selama 5 menit. c. tidak berwarna. b. Kualitatif: a.0% b/v tambahkan 1 ml asam nitrat encer P atau larutan raksa (III) klorida P. tambahkan 3 ml larutan α-naftol P. 4. memberikan reaksi terhadap klorida. dinginkan dalam air es. Jika disimpan beberapa lama membentuk massa hablur tidak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai + 200C. Encerkan dengan 58 ml air. jernih. terjadi warna merah jingga. a. 6.Methyl Celullose Identifikasi a. warna putih atau putih kekuningan. tidak bau. Encerkan dengan air secukupnya hingga 10 ml. dinginkan. bau aromatik rasa pahit. tambahkan 500 mg senyawa serbuk P. panaskan diatas penangas air selama 5 menit. 57 . terjadi perubahan warna CuSO 4 anhidrat dari putih menjadi biru. terjadi warna nyala hijau. Kualitatif: Larutkan 200mg dalam 1ml asam sulfat P. higroskopik.Lanolin Identifikasi KLT (kromatografi lapis tipis) Analisis kualitatif dengan reagen Lieberman-Bouchard 8. biarkan tersebar. Panaskan dengan kalium bisulfat pekat: terjadi uap merangsang. Ketuk puncak kontainer untuk memastikan spesimen terdispersi. Kualitatif: tambahkan pada CuSO4 anhidrat. Perlahan-lahan tambahkan 1 g zat ke atas permukaan 100 ml air dalam beaker glass.Glycerol Pemerian: cairan seperti sirup.Sediaan Kosmetika 3. terbentuk endapan putih yang larut dalam etanol (95%)P. rasa manis diikuti rasa hangat.Minyak mineral Kualitatif:didihkan 15ml zat uji dengan 10ml larutan kalium hidroksida P 8% b/v dalam etanol (90%)P selama 2 menit. 5. 7. Benzalkonium chloride Pemerian: gudir tebal atau potongan seperti gelatin .

rasa asin dan basa. Panaskan beberapa ml larutan zat yang disiapkan untuk test a larutan menjadi berawan eandapan diatas (serpihan).Lanolin anhidrat Pemerian: kuning . 2.Etanol Pemerian: cairan jernih. Campurkan 5 tetes dalam gelas kimia kecil dengan 1ml larutan kalium permanganat P dan 5 tetes asam sulfat dengan larutan segar yang dibuat dengan melarutkan 100 mg Natrium Nitroprusida P dan 500 mg piperazina anhidrat P dalam 5 ml air. c. Kualitatif: 10ml larutan 2% b/v tambahkan 20 ml HCl 1N dan 5 ml larutan kalium bikromat P terbentuk lanolin anhidrat kuning jingga.s Propellant 70% 1. berbau lemah atau tidak berbau. 58 . C. kemudian tambahkan perlahan-lahan 2 ml larutan iodium P.5 % b/v.Sediaan Kosmetika b. B. tambahkan 1 ml NaOH o. tercium bau iodoform dan terbentuk endapan kuning. 4. lemak solid. terasa panas. Borax Pemerian: hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih. terjadi warna biru intensif pada kertas saring setelah beberapa menit menjadi lebih pucat. higroskopik. Suhu Lebur:380-420 C 3. Kualitatif: a.75% Ethyl cellulose 2. Pada 5 ml larutan 0. mudah menguap. Shellac (sebagai resin) Kualitatif: Pada 50 mg tambahkan beberapa tetes camperan 1 g amonium molibdat dan 3ml asam sulfat. b. Keriting Panas 1. tidak berbau.1 N. Tuangkan beberapa ml larutan yang disiapkan untuk tes a ke dalam piringan gelas.3% Alcohol 26% Perfume q. sedikit berbau atau praktis tidak berbau. Terbentuk warna hijau yang bertahan selama 5 menit dan kemudian berubah menjadi nila. larutan menjadi kemerahan ketika dingin.45% Anhydrous lanolin 0.PVP (polivinil pirolidon) Pemerian: sebuk putih atau putih kekuningan. Pembentuk Rambut (Hair Spray) Contoh formula: PVP 0. Pengeriting Rambut Ion (Permanent Wave) a. biarkan airnya menguap terbentuk lapisan film tipis. tidak berwarna.

asam risinolenat . tidak berwarna. tidak berbau. Keriting Dingin 1. 2. Kuantitatif: Larutkan sisa yang diperoleh pada kadar air dalam 50 ml air. bau khas menusuk hidung. Minyak Jarak Merupakan minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin biji Ricinus comunis.Sediaan Kosmetika Kualitatif: Campur sejumlah zat dengan asam sulfat P dan metanol P. rasa asin.0 b. tambahkan larutan merah metil P. Kuantitatif: Timbang seksama 3 g. Kuantitatif: Larutkan 1g yang ditimbang seksama dalam 20 ml air. 6. 3. Kualitatif: HCO3: Dengan pendidihan akan membentuk gas CO2 yang diidentifikasi dengan air barit. 4. NaHCO3 Pemerian: serbuk putih atau hablur monoktin kecil buram. titrasi dengan H2SO4 1 N menggunakan indikator jingga metil. 5. larutkan dalam 50 ml air. asam dihidrostearat. 59 . CO3: Tambahkan larutan Magnesium sulfat akan terbentuk endapan putih.Kolesterol Kualitatif: Pada larutan 10 mg dalam 1 ml kloroform P tambahkan 1 ml H 2SO4 P. lapisan kloroform berwarna merah darah dan H2SO4 berfluoresensi hijau. Kualitatif: bereaksi alkalis Kuantitatif: Timbang seksama 2g tambahklan dalam 20 ml HCL 1 N sambil mencegah penguapan titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan indikator merah metil.5 N. Titrasi dengan HCL 0. asam palmitat) Bilangan penyabunan 177-187 Bilangan asam tidak lebih dari 2. Natrium sulfit Pemerian: hablur putih atau tidak berwarna. titrasi dengan HCl 0. Amonia Pemerian:cairan jernih.5 N dengan indikator jingga metil. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. pijarkan. Kualitatif: Na: uji nyala denga kawat nikrom memberikan warna kuning. terbentuk nyala warna biru. Na2CO3 Pemerian: serbuk putih mudah larut dalam air dan alkalis. asam linoleat.

1 N D. Kuantitatif: Ukur 1 ml encerkan dengan air secukupnya hingga 1000 ml. Titrasi dengan HCl 1 N menggunakan indikator 2 tetes larutan merah metil. Titrasi dengan kalium permanganat 0. Pada 5 ml tambahkan BaCl2 P dengan volume sama . Kuantitatif: Larutkan 1 g dalam air dan encerkan dengan air secukupnya hingga 250 ml pada 25 ml tambahkan 3 g KIP dan 10 ml HCl P . tambahkan 75 ml air.1 N biarkan selam 5 menit. hampir tidak berbau. rasa pahit. Kualitatif: Jika ditambahkan alkali. b. Shampo krim cair ( Liquid cream shampoo) 60 . Pencuci Rambut (Hair Shampoo) a. Tambahkan 1 ml HCl P dan titrasi dengan Natrium tiosulfat 0. lanjutkan pengadukan hingga diperoleh suspensi koloidal. encerkan dengan air secukupnya hingga 100 ml. titrasi dengan Natrium tiosulfat 0. Kalium Bromat Pemerian:serbuk habluur putih.emenuhi syarat. dinginkan m. Kualitatif: Parri :ungu + AgNO3 dipanaskan : cincin perak.5 ml H2SO4 P dan 20 ml air. Hidrogen Peroksida Pemerian:cairan tidak berwarna.Sediaan Kosmetika Kuantitatif: Pada + 500 mg yang ditimbang seksama tambahkan 50 ml iodium 0. 3. mudah terurai dan membuih kuat.1 N. terbentuk endapan halus putih. tidak berwarna hingga kuning pucat. TEA Pemerian: cairan kental. mudah terurai. Pada 10 ml tambahkan campuran dingin 2. mudah larut dalam air. bau lemah mirip amoniak. 2. Zat untuk menambah viskositas: NaCMC Kualitatif: Tambahkan sedikit demi sedikit + 1g pada 50 ml air hangat sambil diaduk hingga mendispersi denga rata. Kuantitatif: Timbang seksama 2 g. masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 ml. higroskopik.1 N dengan indikator kanji P. Shampo cair jernih (clear liquid shampoo) Contoh formula: Trietanolamin Lauryl Sulfat 45% Coconut monoetanolamide 2% Perfume colour to 100% 1.

perfume. Natrium lauril sulfat Kualitatif: a. 2. Panaskan pada penangas air10 menit lalu tambahkan 50 ml air dan 10 ml amonia P. Titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan indikator larutan fenolftalein. Uji SO4 Sampel ditambahkan Ba(OH)2 terbentuk endapan putih Kuantitatif: Pada 5g yang telah dikeringkan pada suhu 1050C hingga bobot tetap tambahkan 25 ml H2SO4 1 N . Uji Natrium .005 M dengan indikator hitam eriokrom campur P.Sediaan Kosmetika Contoh formula: Sodium lauryl sulfate 30% Magnesium Stearat 5% Distilled water 68% Ninol AB 21 q. . preservative q. c. warna kuning emas tidak tampak dengan kaca kobalt.12% Colour. terjadi endapan kristalin kuning.s Water to 100% 61 .s 1. Magnesium Stearat Kualitatif: a.s Parfume q. Panaskan 1g zat dengan campuran 25 ml air dan 5ml HCl P b. dingikan.s Oleyl alkohol q. Titrasi dengan Na2EDTA 0. Larutan menunjukkan reaksi Na yang tertera pada reaksi identifikasi dan telah diasamkan dengan HCl P kemudian didihkan perlahan-lahan selama 20 menit. Dinginkan. lapidan minyak memadat pada suhu kira-kira 50 0C dan lapidan air menunjukan reaksi Mg. Shampo krim padat (solid cream shampoo) Contoh formula: Sodium lauryl sulfate 90% 20% Sodium lauryl ether sulfate 27-30 % 20% Coconut diethanolamide 6% Anhydrous lanolin 6% Sodium chloride 1. Bilas pendingin dengan 30 ml etanol mutlak P kemudian dengan air.2% Stearic acid 4. refluks selam 2 jam . Sisa pijar tambahkan 10 ml HCl (100 %)P. c. kocok lalu diamkan 12 menit.Uji nyala.0% Sodium hydroxide 2. Kuantitatif: Timbang 500 mg lalu pijarkan.Filtrat tambahkan sedikit larutan seng uranil asetat. b. menunjukkan reaksi sulfat.

Jika dibakar bau mirip malam. biru kemudian ungu.s 1. Indeks bias: 1. rasa khas. putih atau kuning pucat mirip lemak lilin. Olive oil Pemerian : cairan kuning .468-1. . d. yang pada pemanasan lebih lanjut berubah menjadi hijau. Asam Stearat Pemerian: zat padat keras mengkilat menunjukkan susunan hablur.Sediaan Kosmetika 1.Uji nyala(Ni) : kuning keemasan. kocok.5% Hexachlorophene 0. Hexachlorophen Kualitatif: a) Panaskan perlahan-lahan 100 mg dalam tabung kimia . .membirukan lakmus.pucat atau kuning kehijauan. Zat ditambahkan HCl dilatasi akan jenuh dan ditambqahkan tetes minyak pada permukaan akan menjadi padat.5 ml aseton P kocok.471 Bilangan asam tidak lebih dari 12 Bilangan iodium 79-78 62 . Anti dandruff dan medicated shampoo Contoh formula: TEA lauryl sulfate 14% Lauric monoethnolamic 1.terjadi cairan tidak berwarna/ coklat kuning. beraksi asam pada lakmus. NaOH Kualitatif: . perfume. Shampo berminyak Contoh formula: Sulphonated olive oil Sulphonated castor oil 16% Water Colour and perfume 16% 68% q. terdapat busa pada pengenceran. dan pada suhu rendah sebagian dan seluruhnya membeku. tidak tengik. b) Pada larutan 5 mg dalam etanol (95%) P tambahkan 1 tetes larutan besi (III) klorida P .+ Zn-uranil asetat: kristal kuning. bau lemah. b. water to 100% 1. Larutan ditambah NaOH. Kualitatif a.5% Colour. 2. c) Pada larutan 100 mg dalam 0. terpisah cairan berwarna jinga kuning larut dalam kloroform P dan eter P e. c. terjadi sekilas warna ungu.

tambahkan 1 ml HCl P. -Netral -Tambahkan larutan titan kuning. Tambahkan perlahan-lahan larutan BaCl2 panas sedikit berlebihan. PEG-400 Nama lain: Makrogol-400 Pemerian: cairan kental hjernih tidak berwarna. 2. Talk Pemerian:serbuk halus. praktis tidak berwarna bau lemah. g. Shampo Aerosol Contoh formula: Na lauril sulfat (100%) 30% TEA lauril sulfat(100%) 5% PEG stearat 3% Parfum 0. Amilum 63 . panaskan sampai dengan mendidih.2 % dari bobot sisa. h. tidak berbau.Sediaan Kosmetika f. tidak berasa. panaskan 30 menit diatas penangas air sambil diaduk. putih . Kuantitatif: Timbang seksama 500 mg larutkan dalam 250 ml air.3% Air to 100% 1. Shampo Kering Contoh formula: Talk Amilum Na seskuikarbonat Borax Fuller’s earth 40% 15% 20% 5% 20% 1.5 2. Kumpulkan endapan dan pijarkan + 6000 hingga jika dilakukan penimbangan 2 kali berturut-turut tidak berbeda > 0. Kualitatif: -Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air. Natrium pirophosphate Pemerian: hablur tidak berwarna Kuantitatif: + 3g yang ditimbang seksama dilarutkan dalam 50 ml air dan titrasi dengan HCl 1N menggunakan indikator warna hijau brom kresol hingga warna hijau yang menunjukan pH 4. tidak berbau rasa pahi tdan asin. tidak berwarna merah terang. Na2SO4 Pemerian : hablur tidak berwarna. Shampo Serbuk (powder shampoo) 1.

tidak berbau.Sediaan Kosmetika Pemerian:Serbuk sangat halus.5 ml larutan benzidina P 1% b/v dalam etanol 90% P . Lapisan asam akan dipisahkan kemudian dibagi #: # Bagian pertama digunakan sebagai blanko # Bagian kedua + Mayer → endapan putih # Bagian ketiga + dragendorff → endapan jingga coklat 2.2% Alkohol 10% Gliserin 5% Air 83. Lidah Buaya Adalah Dried juice dari daun Aloe vera (Liliaceae) Isi:glikosida antrakinon Analisis: KLT E. digerus dalam mortir.Gom arab Pemerian: Hampir tidak berbau. rasa tawar seperti lendir.s 1. Pemelihara Bentuk Rambut (hair dressing) 1. setelah disaring filtrat dikocok dengan HCl 2N. terjadi flokulasi putih. Shampo Tumbuh-tumbuhan 1. tambahkan 1 ml larutan tiombal (III) subasetat P. kemudian ditambahkan kloroform sambil terus digerus. j. Kualitatif: -Pada 5 ml larutan 2 % b/v. -Larutkan dengan pengocokan 250 mg dalam 5 ml air ditambahkan 0.8% Zat pelindung q. tidak berasa. kocok. -Sedikit serbuk dalam larutan merah nitenium P. Kualitatif: Didihkan satu bagian dengan 50 bagian air. Shampo Telur Kuning telur Isi: protein albumin. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan. asamkan terkadi warna biru tua. 64 . hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. Tambahkan larutan iodium P terjadi warna biru yang bila dipanaskan hilang dan jika didinginkan timbul lagi. Lotion mucilago Formula: Tragakan gom 1. Daun urang aring adalah daun dari tanaman Eclipta prostata (Asteraceae) Isi: alkaloid Analisis: Simplisia dibasakan dengan amonia encer.putih. diperiksa dengan mikroskop tidak terlihat butiran merah. i.

diperiksa dibawah mikroskop terjadi butiran merah jambu.5 1.Titrasi dihentikan hingga warna pink atau merah tidak terbentuk.parfum q.02 N. warna tidak berubah. Pengilau Padat Formula: Petroleum Jelly Parafin wax Pewarna. hampir tidak berbau dan hampir tidak berasa. tutup dan masukkan ke dalam stirring hot plate selam 5 menit sampai memisah. masukkan 1 tetes fenolftalein. campuram berwarna hijau. Tuang lapisan air ke casserole.s 90% 10% q. Masukkan zat yang telah dicuci kedalam casserole. tidak berfluoresensi. 3. transparan. Parafin Pemerian:cairan kental. Uji kebasaan: Masukkan 35 g zat kedalam beaker + 100 ml air panas.s (Analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 3. Lotion Resin Formula: % clear lotion PVP 4 PEG 2.s (analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 65 . panaskan.5 96.0 Karbovinil polimer Alkohol 40 Air 54. Petroleum Tidak berfluoresensi Suhu lebur= 380-600 Uji keasaman: jika penambahan fenolftaleins pada uji kebasaan tidak berwarna pink.1 ml metil orang. Keasam-basaan:Didihkan 5 g dengan 10 ml etanol 90% yang telah dinetralkan terhadap lar.8 1. 2. Pengilau Cair Formula: Minyak minyak60% Deodorized kerosin 40% Pewarna dan parfum q.s 1. Kualitatif: -Sedikit zat dalam larutan merah nitenium.2 q.0 Pewarna. 2. hampir tidak berasa.lakmus P. -Pada 100mg serbuk tambahkan 1 ml Iodium 0.parfum % aerated gel 0.Sediaan Kosmetika 2. larutan tidak membentuk warna pink.Tragakan Pemerian: tidak berbau. tidak berwarna. cuci dengan 50 ml air panas 2 kali. tambahkan 0.

Pelekat tanpa minyak Tragakan gom 1. Suhu lebur: 62-650C 2.00% 40. Gel Formula: Sorbitol monolaurat Petroleum terdistilasi Mineral Oil Mannitol monolaurat Air 12% 45.0% Preservatif&parfum q.07% 1.5% TEA 1.0% Alkaloid 6.0% Air 90% Gliserin 1% Preservatif q.bau seperti madu.s (Analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 7. Pengemulsi Formula a/m Bee wax Kalsium hidroksida Asam Oleat Minyak mineral Parfum Air 25% lar.Sediaan Kosmetika 4.5% Air 50.0% Minyak kastor 2.0% 19. rasa seperti balsam.s 5.6% 1% 53.0% 5.MgSO4 1.83% 2. Pengilau alkohol Minyak kastor Alkohol industri Parfum dan pewarna 20% 80% q. Bee wax Pemerian:kuning hingga kuning kecoklatan.s 8.0% 1.halus.5% 0. Asam Oleat Bilangan asam 195-202 Bilangan iodium 85-92 Formula m/a Minyak mineral putih 45% Asam stearat 3.0% 66 .0% 19.

b. Klorida tidak lebih dari 50 bpj Sulfat tidak lebih dari 100 bpj Arsen tidak lebih dari 8 bpj F.putih. Kuantitatif: Timbang seksama 3g larutan dalam 15 ml etanol (95%0P hangat yang telah dinetralkan terhadap larutan merah fenol.higroskopis. timbul bau metil salisilat. Tambahkan 2 ml larutan NaOH+ 1 tetes kloroform. Kuantitatif: Larutkan 700 mg dalam air secuknya hingga 500ml . Resorsinol Kualitatif: Tambahkan 2 tetes FeCl3 terjadi warna violet kebiruan yang jika ditambah amonia encer menjadi kuning coklat c. Tambahkan 2 g KI dan 25 ml CCl4 dan titrasi segera dengan Na tiosulfat 0. Pada asam atau garamnya ditambahkan asam sulfat pekat dengan mentol kemudian dipanskan.rasa manis. kuning e. panaskan terjadi warna merah tua+ HCl sedikit berlebih warna menjadi kuning pucat.butiran atau kepingan. titrasi dengan NaOH 0.+ 20 ml air. 3 c. 3.pindahkan 50 ml ke dalam larutan iodium. TL: 109-1120C a. Ditambah FeCl3 menjadi ungu stabil dalam spirtus ditambah aqua brom menjadi endapan putih Reaksi besi (III) klorida.1 N daaan 20 ml HCl encer. b. Penyubur Rambut (Hair Tonic) 1. +H SO P→ kuning –hijau –hitam 2 4 4. a. 2.5N dengan indikator merah fenol.Sediaan Kosmetika 1. tutup labu.kocok dan biarkan dalam gelap 5 menit. Belerang Endap 67 . b. warna ungu Jika larutan suatu senyawa salisilat direaksikan dengan asam klorida akan terjadi endapan kristal putih yang setelah direkristalisasi dengan air panas dan pengeringan akan meleleh pada suhu antara 156-1610C d. Encerkan dengan 25 ml air+ 50 ml brom 0. +FeCl → reaksi warna c. Asam Salisilat Kualitatif: a.1N hingga warna merah muda hilang dari lapisan organik. Reaksi tetes dengan NBD-klorida . Sorbitol Pemerian:serbuk. Beta-Naftol Kualitatif: Dalam suasana basa berfluoresensi.

JENIS RAMBUT DAN PERAWATANNYA 1. Zat warna larut air a. Fotometri spektral 2. dua hari atau bahkan sehari setelah cuci rambut langsung berminyak lagi. 2. kita dapat memakai resep tradisional. Cara Merawatnya : keramas sedikitnya dua kali seminggu.larutan + NaOH + Cu asetat → jingga Kuantitatif: Timbang seksama 400 mg larutkan dalam campuran 100 ml air bebas CO2 dan 25 ml H2SO4. dan kuning telur. Asam Askorbat Kualitatif: a. Caranya. Rambut berminyak Ciri utama : cepat kotor. sesudah dingin + 5 cc HCl 1 N dan 2 tetes FeCl3 menjadi kuning tua.1 N menggunakan indikator larutan kanji. Untuk menghilangkan minyak yang berlebihan. pakai konditioner mulai dari pertengahan batang rambut sampai ujungnya. Zat Warna 1. 6. 68 . dan tidak mudah patah. Rambut kering Ciri utama : kusam. titrasi segera dengan iodium 0. Gunakan konditioner yang mengandung protein. lentur. tidak bercahaya. Zat warna larut minyak Identifikasi menggunakan KLT. Kuantitatif: 50 mg zat = 5 ml NaOH. 7. 5. Asam Pantotenat Kualitatif: a. Cara merawatnya : shampo yang cocok untuk jenis rambut ini adalah yang mengandung bahan pelembab. Sesudah keramas. protein. bersihkan kulit kepala dengan irisan jeruk nipis. pada pemijaran bau kacang. G. dimasak 1 menit. Kinin Kualitatif: Pada 5 ml larutan 0. +FeCl3→kuning kehijauan b. Kromatografi kertas atau KLT b. IV.1% b/v = 2 atau 3 tetes larutan brom P dan 1 ml ammonia encer terjadi warna hijau jamrud dalam H2SO4 berfluoresensi biru kuat.Sediaan Kosmetika Kualitatif: Melebur pada suhu 1150C berupa cairan mudah bergerak berwarna kuning dipanaskan pada suhu 1600C menjadi kental berwarna gelap.Larutan + CuSO4 + NaOH → biru ungu b.

4. Gantilah shampo anda secara berkala dengan merek lain atau boleh juga mempertahankan merek yang sama namun dengan menggunakan jenis lain. Makin banyak shampo yang digunakan rambut akan makin bersih pula. lentur. Hindari menggunakan satu merek shampo secara terus menerus karena akan membuat rambut “kebal” sehingga zat-zat aktif pada shampo tidak lagi efektif bagi rambut. atau kering). Kalau rambut kita berminyak. normal. (SALAH) Busa yang banyak tidak menjamin shampo makin efektif dalam membersihkan rambut. gunakan sedikit shampo dan bilas sampai bersih. TIPS AGAR RAMBUT TETAP INDAH 1. basahi rambut dengan air bersih sebelum masuk ke kolam. (SALAH) Sekalipun menggunakan sikat rambut yang baik. Sebaiknya tidak membilas setelah menggunakan conditioner. makin banyak shampo yang kita butuhkan. Makin lama kita membiarkan conditioner diam di rambut. Conditioner ini akan efektif bekerja setelah didiamkan hanya dalam waktu satu menit. Cara merawatnya : keramas seperlunya. 2. kemudian gunakan konditioner untuk mencegah rambut agar tidak patah. BENAR DAN SALAH SOAL RAMBUT 1. kemudian merawatnya dengan conditioner. Selain itu kita juga mesti menyesuaikan dengan jenis rambut kita (berminyak. 3. karena menurut penelitian. Conditioner membantu memelihara agar rambut tidak pecah-pecah (BENAR) Conditioner membantu melembutkan dan membuat rambut lebih sehat. Memijit kulit kepala dengan keras adalah baik. kita tidak perlu menyikat rambut sampai 100 kali karena dapat menyebabkan rambut rontok. pemecahannya dengan menggunting ujung rambut tersebut.Sediaan Kosmetika 3. (SALAH) Pijitan kepala yang keras malah akan berakibat lebih banyak rambut yang akan rontok dari pada yang tumbuh 5. (SALAH) Conditioner sebenarnya hanya melapisi rambut. akan makin efektif kerjanya. Untuk mengatasinya. dibutuhkan shampo lebih banyak dari jenis yang kering. 6. Hati-hati bila anda sedang berenang. (SALAH) Kita harus membilas rambut kita dengan air setelah conditioner didiamkan selama satu menit. dan tidak mudah patah. Menyikat rambut 100 kali setiap malam adalah baik. Apabila rambut sudah pecah-pecah. Makin banyak busanya maka makin efektif shampo dan makin bersih rambut kita. air ternyata memiliki efek proteksi terhadap rambut. (SALAH) Dalam menggunakan shampo kita harus menyesuaikan dengan panjang pendeknya rambut kita. Makin panjang rambut. Rambut normal Ciri utama : tampak sedikit bercahaya. 7. Lalu jangan lupa 69 . karena klorin pada air kolam renang bisa jadi problem besar bagi anda. 2.

DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan RI . Matahari dapat menyebabkan warna rambut yang diwarnai.evelyn. Perawatan Rambut Indah (bonus majalah kawanku. gunakan shampo khusus unutk rambut diwarnai.1995. Departemen Kesehatan RI . Pilih jenis ekstra lembut yang dilengkapi conditioner. Biasanya. warna rambut lainnya tidak boleh langsung “ditumpuk” di atas warna sebelumnya. Pearce. Satu lagi. hindari menggunakan kosmetika rambut secara berlebihan seperti wax atau hair spray. 4.com/beauty/toptips/b-tips05.Edisi 21/XXVII.Jakarta:PT. Bila perbaikan telah dilakukan. Farmakope III. Bila gagal mewarnai rambut. memudar. Sebelum keluar ruangan.hanyawanita. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. Agar hal ini tak terjadi pada rambut anda. dan mengenakan topi renang (swimming cap).Sediaan Kosmetika menyemprotkan leave-inconditioner.html 70 . jangan berusaha untuk memperbaikinya sendiri. gunakan sunspray. rambut juga harus dirawat khusus agar terjaga kelembabannya. karena akan membuat rambut kering dan rusak. Gramedia.1997) Http:www.1979. Jakarta. cuci rambut bersih-bersih.1987.org/obat/paten/ketombe.indoline.htm Http:www. 3. Pergilah ke penata rambut yang memang ahli dalam mewarnai dan mintalah pendapatnya.Farmakope IV. Jakarta. Setelah selesai berenang.

artinya diri seseorang dinilai dengan penampilannya. kosmetik yang digunakan pada waktu itu berasal dari ramuan-ramuan yang berasal dari bahan alam. dan untuk menutupi kekurangan-kekurangan. pengecatan rambut. pengertian kosmetika pada zaman dahulu sudah memberikan pencerminan sesuatu yang terawat. 71 . terutama tumbuh-tumbuhan. mulus. seni tata rambut. oleh karena itu banyak menyimpan data sejarah dan catatan budaya serta merupakan narasumber dari ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Sejak zaman dahulu orang harus membedakan antara tanaman yang beracun dan yang tidak sehingga lambat laun pengetahuan ini berkembang menjadi pengetahuan mengenai tanaman yang dapat digunakan untuk membuat ramuan-ramuan yang dapat menghilangkan rasa sakit dan melawan penyakit maupun memberikan khasiat yang lain seperti dapat menghilangkan noda pada kulit. keriting dan pembalseman. Disamping aksesoris kebesaran. dan putih. Sumbangan yang besar dari bangsa Mesir Purba pada bidang kecantikan atau pengetahuan mengenai adalah soal mandi. harum. ada yang tradisional dan yang modern. SEJARAH Tatalaksana kosmetika secara umum sudah dilakukan sejak zaman Mesir Purba. dimana hal ini terbukti yaitu dengan penggalian makam-makam raja (mumi) Mesir kuno. Penampilan para pria agung dan putrid-putri keraton dapat dibedakan dari masyarakat biasa. lembut. dijumpai zat-zat warna sebagai hiasan pada kelopak mata serta rambut yang berwarna-warni. Sejak zaman dahulu hingga kini. menggosok atau melapisi tubuh orang hidup maupun mati dengan lemak hewan. seperti misalnya membakar dupa wangi. mengharumkan tubuh dan lain-lain. Di keraton ada ungkapan “Ajining raga gumantung agunging driyo”. seni berhias. Pada waktu itu penggunaan kosmetik selalu diasosiasikan dengan kebiasaan menjalankan upacara keagamaan. minyak tumbuh-tumbuhan atau salep yang berbau harum. Kosmetik semacam ini sering disebut sebagai kosmetik tradisional atau masyarakat mengenal sebagai jamu. Jadi. Merawat tubuh merupakan bagian dari kegiatan sehari-hari bagi setiap orang. Kosmetik Tradisional Keraton Pada zaman dahulu kala keraton menjadi pusat pemerintahan.Sediaan Kosmetika KOSMETIKA TRADISIONAL I. orang berupaya untuk mendapatkan tubuh yang bersih. Caranya bermacam-macam. Bagi orang Timur umumnya dan bangsa Indonesia. putraputri keraton sangat memperhatikan perawatan kesehatan dan kecantikan secara tradisional dengan menggunakan jamu dan kosmetik tradisional. Penampilan banyak dipengaruhi oleh kesehatan.

2. Pembersih Berguna untuk membersihkan kulit dan dapat digunakan sebagai pengganti sabun terutama untuk kulit kering yang peka terhadap udara dingin. c. berupa jamujamuan. 3. b. diambil santannya untuk dioleskan pada wajah. Meskipun sediaan kosmetik yang dibuat dari bahan kimia telah memenuhi pasaran dunia. digunakan untuk mencuci muka. 2. Seduhan daun teh yang telah diembunkan semalam di tempat terbuka. umumnya digunakan untuk kulit yang berminyak. daun petai cina. untuk digunakan mencuci muka pada pagi hari. sediaan kosmetik tradisioanl ini telah digunakan oleh orang-orang tua dan menurut pengalaman hasilnya tidak mengecewakan karena sesuai dengan keadaan iklim Indonesia yang bersifat tropis. kemudian airnya digunakan untuk mencuci muka. Penghalus Kulit Penghalus kulit berfungsi untuk mencegah keriput dini pada kulit dan menjaga kulit agar tetap halus dan lentur. Adstringen Adstringen berguna untuk memperkecil pori-pori kulit yang melebar. Sebagai contoh adalah : a. Remasan daun dadap yang tidak terlalu tua. Contoh : daun sirih. daun dukuh. Caranya : Daun tersebut diremas-remas dan airnya digunakan untuk mencuci muka. Parutan daging buah kelapa yang sudah tua. SIFAT BAHAN Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam kosmetik tradisional mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1. Buah segar yang dapat langsung dioleskan pada wajah yaitu buah pisang dan buah alpukat. b. bahan-bahan yang digunakan dalam sediaan kosmetik tradisional ini umumnya didapat dalam kehidupan sehari-hari dan harganya pun terhitung murah. Tomat yang dipotong-potong dan ditempelkan pada wajah. c. Seduhan daun salam kering yang telah diembunkan semalam. 72 . daun kemiri tua. Hal ini disebabkan oleh : 1. namun tidak sedikit para ahli kosmetik yang mengalihkan perhatiannya kembali pada kosmetik tradisional. cara pengolahan sediaan yang digunakan sangat sederhana sehingga setiap orang dapat dengan mudah membuatnya. 3. Contohnya sebagai berikut : a.Sediaan Kosmetika DEFINISI Kosmetik tradisional adalah kosmetik yang berasal dari bahan alam yang dapat dibuat sendiri secara langsung dari bahan segar atau bahan-bahan yang telah digunakan berdasarkan pengalaman atau penggunaan yang dilakukan secara tradisional atau turun temurun.

Pemakaian 5-10 menit tiap satu kali pemakaian dalam satu minggu. • Kalau ada es batu kompreslah muka dengan memasukkan es batu ke dalam lap dan menekan-nekannya dengan selembut mungkin. bengkoang. Mengandung glukosa. Susu Untuk kulit muka yang sangat peka terhadap sinar matahari. protein dan vitamin yang berfungsi untuk memberi gizi pada kulit. kentang. menyerap kotoran dari kulit. Perawatan tubuh 3.Sediaan Kosmetika JENIS SEDIAAN PERAWATAN TRADISIONAL Berdasarkan jenis sediaan perawatan tradisional. • Muka dibersihkan dengan cleansing milk. putih telur. Bahan-bahan yang digunakan untuk masker wajah antara lain adalah buah alpukat. lemak. kosmetik tradisional dibagi menjadi : 1. 1 sendok teh minyak. b. I. kira-kira 15 menit. Perawatan mata dan sekitarnya 5. Madu Sekresi sakarin yang terdeposit dari sarang lebah Apis mellifera. Masker biasanya digunakan dengan cara mengoleskannya pada wajah dan membiarkannya selama beberapa saat. • Tepuk-tepuk muka dengan ujung jari dengan sedikit adstringens. Contoh sediaan untuk masker wajah yaitu: a. atau sampai kering. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu berbagai jenis sediaan yang digunakan untuk perawatan secara tradisional berurutan sesuai penggolongan di atas. Kelima bahan tersebut dicampur sampai terbentuk adonan yang lembek. • Poleskan adonan susu dengan tangan. setengah putih telur dan susu secukupnya. mentimun. Caranya: • 3 sampai 5 sendok makan susu sapi dicampur dengan 1 sendok makan tepung terigu. Perawatan mulut dan gigi 6. Perawatan rambut dan kulit kepala 4. madu dan wortel. kemudian membersihkannya dengan cara mencuci muka dengan air. laktosa. susu.1. 1 sendok teh madu. Caranya: • 1 sendok makan tepung terigu. 73 . Digunakan untuk kulit muka yang kering. dan dapat menghilangkan sisa-sisa make-up pada wajah. bersihkan dengan lap dan air hangat kemudian dilap dengan air dingin. Mengandung protein kasein. Perawatan wajah 2. Perawatan wajah Sediaan perawatan wajah dalam kosmetika tradisional antara lain adalah:  Masker wajah Masker wajah memberi rasa hangat.

Telur Untuk kulit kering dan keriput. B2. Vit. d.7 %. untuk obat jerawat dan memberi vitamin pada kulit. sebab pada pemakaian berikutnya bahan-bahan akan mengalami perubahan. Masker ini dipakai setiap pagi sebelum mandi atau sore setelah beraktivitas. Isi: alkaloid kukurbitasin C dan stigmasterol. Ketimun (Cucumis sativus Linn) Buah dari Cucumis sativum. e. biarkan agak kering sambil berbaring. Khasiatnya untuk menghaluskan dan melembutkan kulit terutama untuk kulit berminyak. alkaloid adenine.Sediaan Kosmetika • Poleskan pada muka yang telah bersih. Bahan: 2-3 wortel muda. Fe. Jenis bahan yang digunakan disesuaikan dengan keadaan kulit pemakai. Caranya: • Kuning telur dikocok lalu ditambah minyak. trigonelin. Alpukat Dari buah Persea gratissima. B1. 74 . g. Wortel diparut dan dicampurkan dengan pati jagung muda. Ca. • Dilap dengan lap lunak yang dibasahi air hangat. cucilah wajah dan leher dengan air hangat kemudian dengan air es dan keringkan dengan handuk bersih. biarkan mengering dan kemudian dicuci bersih. Pemakaiannya: potong dua buah tomat yang telah masak lalu diambil bagian daging buah sebelah dalam yang mengandung biji. Wortel Mengandung vitamin A yang dapat memperbaiki sel-sel yang rusak. mengandung protein albumin. biarkan sesaat hingga pati dan airnya terpisah. • Bersihkan dengan air biasa. kolin. • Oleskan pada muka yang telah bersih. f. Pemakaiannya: potong buah yang segar dan tidak terlalu tua. Caranya: Oleskan 2 sendok makan masker alpukat pada wajah dan leher dengan gerakan memutar. Bagian dekat bijinya diparut lalu dipakai untuk kompres muka. Caranya: Jagung muda diparut dan diperas. • Kompres dengan es. dan C. Untuk mengangkat masker. Bermanfaat untuk mengencangkan kembali kulit yang mulai mengendur dan memulihkan kembali sel-sel yang sudah menua. Lebih baik masker ini dipakai hanya sekali pakai. Buah tomat ini berkhasiat menghaluskan kulit. 2 jagung muda. Isi : gula alcohol persiit 4. Biarkan sampai 30 menit atau sampai kering. Tomat Isi: asam sitrat. Vitamin A yang dikandung oleh wortel menurunkan zat semacam kolagen dan elastin yang membuat kulit wajah menjadi mengembang. tomatin. bila telah kering bersihkan dengan air biasa. karena masing-masing bahan mempunyai kelebihan tertentu: c. Kemudian dioleskan pada muka sampai kering dan dicuci bersih.

Pisahkan pati dari sari bengkoang. diperas lalu disaring. Diamkan air perasan ini selama setengah sampai satu jam hingga terbentuk endapan putih di dasar wadah. Pembersih a. Bengkoang Bahan: bengkoang segar. Sifat asamnya dapat mengurangi kadar minyak pada wajah dan mengecilkan poripori. air jeruk nipis (1 sendok teh). dibilas bersih dengan air hangat. Supaya tahan lama. Caranya: Bengkoang diparut. b. Campurkan air jeruk nipis dan madu ke dalam sari bengkoang dan aduk hingga tercampur merata. Jeruk nipis Mengandung vitamin C. Bengkoang diparut. madu dan putih telur yang cocok untuk semua kulit. Endapan putih yang terbentuk itulah pati bengkoang. digunakan masker kentang • untuk kulit muka yang sangat peka terhadap sinar matahari. Mentimun    75 . Pemakaiannya: Pada pagi hari dan cukup dioleskan secara merata pada kulit hingga mengering. biasanya digunakan masker telur atau madu • untuk menghilangkan noda-noda hitam. Caranya: Batang serai dimemarkan dan direbus hingga mendidih lalu didinginkan. Setelah mengering. Mentimun Sangat cocok digunakan sebagai bahan perawatan untuk semua jenis kulit. dan vitamin A. kemudian campurkan 2-3 sendok makan air rebusan serai dengan endapan bengkoang tersebut. digunakan sebagai penyegar terutama untuk kulit berminyak. Jadilah krim pemutih yang bisa langsung digunakan. Pemakaian secara rutin dua kali seminggu. madu (1 sendok makan). c. Pisahkan pati dari air perasan atau sari bengkoang. Kandungan airnya mampu menyegarkan kulit wajah. simpan krim ini di dalam lemari pendingin sehingga dapat digunakan lagi. kalium. Larutan ini khususnya cocok bagi mereka yang memiliki kulit berminyak atau berjerawat. Bahan: 2 buah bengkoang dan sebatang serai. Pisang dan alpukat Sebagai penyegar digunakan masker campuran dari pisang. digunakan masker susu Pemutih Umbi bengkoang memiliki pati yang dapat memutihkan kulit wajah.Sediaan Kosmetika • untuk kulit kering dan keriput. diperas. d. dan disaring lalu diendapkan. Cara pemakaian: letakkan irisan mentimun pada wajah beberapa saat lalu gosokkan perlahan-lahan pada seluruh wajah dan leher. Setelah wajah dibersihkan. zat besi. gunakan larutan ini sebagai penyegar khususnya pada siang hari atau setelah beraktivitas. Penyegar a.

sehingga larutan yang dicampurkan cukup 2 atau 3 sendok teh saja. Caranya: belimbing wuluh dan kunyit diparut. Simpan sisanya dalam lemari pendingin sehingga dapat digunakan lagi sesudahnya. 2 buah belimbing wuluh. Cocok untuk semua jenis kulit. air rebusan serai dicampurkan dengan campuran belimbing wuluh dan kunyit. Batang serai dimemarkan dan direbus dengan sedikit air. Perlu diperhatikan bahwa endapan yang terjadi dari parutan bengkoang tidak terlalu banyak. Bedak Dalam kosmetika tradisional dikenal bedak dingin yang berfungsi sebagai foundation. Setelah dingin. Terakhir semua bahan ini dicampurkan dengan pati bengkoang yang telah diendapkan dari sarinya. dan adanya sifat antibakteri menyebabkan adanya daya penyembuhan jerawat. Camomile Mengandung azualen yang dapat menghaluskan kulit wajah. b. Esok paginya wajah cukup dibilas dengan air bersih. 1 cm kunyit. Bedak asam    76 . diperas dan disaring. Jojoba Bermanfaat dalam merawat kulit wajah yang sensitif sebagai bahan dalam pembersih.Sediaan Kosmetika Untuk pembersih digunakan masker campuran mentimun yang dihancurkan dalam yoghurt. Bermanfaat menghilangkan jerawat yang sudah parah. kallium. serta memberikan efek kuning pada wajah. Anti jerawat Bengkoang (krim anti jerawat) Bahan: 2 buah bengkoang segar. Mawar Mengandung minyak atsiri yang digunakan untuk menghaluskan kulit wajah. Wortel Mengandung provitamin A yang berkhasiat menghaluskan kulit wajah. Camomile Mengandung azualen yang berkhasiat mencegah timbulnya jerawat. Penghalus/ pelembut wajah Pisang dan alpukat Bersifat lembut dan mengandung minyak yang dapat menghaluskan kulit wajah. Krim ini dioleskan pada wajah setiap malam sebelum tidur. sebatang serai.5 – 7 % minyak atsiri. Apel Sari buah apel dapat digunakan sebagai tonik pembersih wajah. Beberapa contoh sediaan bedak dingin adalah sebagai berikut : a. Temu lawak ( Curcuma xhantorrhiza). mengecilkan pori-pori. Daun bunganya dapat digunakan sebagai pembersih. berguna untuk mengurangi jerawat. c. mengandung minyak atsiri dan zat warna alkaloid kurkumin Jinten (Carvi fructus) mengandung 2. Meniran mengandung alkaloid filantin dan hipofilantin.

Perawatan Tubuh Jenis-jenis sediaan untuk perawatan tubuh antara lain adalah :  Lulur Tubuh Lulur tubuh digunakan untuk membersihkan.Sediaan Kosmetika Bahan : campuran dari satu (1) ruas jari asam kawak (Tamarandus indica Linn. Setelah itu digerus halus tanpa air. Pembuatan : Daun kemuning dan bunga melati dihaluskan. Cara pembuatan : Rendam batu tersebut beberapa hari dan airnya diganti berkali-kali sampai rapuh. biarkan sampai kering baru dicuci dengan air hangat. kemudian ditambah air jeruk nipis dan dibuat bulat-bulat atau pipih. Bedak kekolotan (penghilang noda) Kekolotan adalah bintik bintik hitam yang terdapat pada muka. Bedak jerawat Bahan : campuran batu tahu Banyuwangi dengan beras. kunir gede disayat atipis.2. digerus lagi sampai homogen. Bedak kekolotan ini berkhasiat menghilangkan bintik-bintik hitam pada muka. basahi dengan filtrat. • Lulur Pengantin 77 . lalu dicetak bulat-bulat atau pipih supaya cepat kering. Beras direndam kemudian dihaluskan. jeruk nipis (Citrus aurantifolia). bidara laut. Khasiatnya untuk mengurangi jerawat. menghaluskan. Setelah itu digerus halus dengan beras yang telah direndam sampai homogen kemudian ditambah air secukupnya. ditambah beras dan sedikit garam. sirih (Pipper betle Linn). mengecilkan pori-pori dan memberi efek kuning langsat. lalu digerus lagi sampai homogen. dibuat bulatan-bulatan kecil kemudian dikeringkan. Diseduh dengan air hangat. mencegah terjadinya kerutan dan menghilangkan jamurjamur yang kerap terdapat pada lipatan-lipatan kulit. kunir gede. c. b. Cara pembuatan : beras direndam lebih kurang satu minggu dengan mengganti air tiap hari. Cara pemakaian : Ramuan yang sudah kering tersebut dihancurkan dengan sedikit air dan digosokkan kuat-kuat pada seluruh tubuh hingga kotoran terlepas. Khasiatnya untuk menyembuhkan jerawat dan menghaluskan kulit. Bila perlu ditambah air sampai didapat sediaan yang seperti pasta kemudian dibuat bulat-bulat kecil dan dijemur sampai kering. Contoh sediaan lulur adalah sebagai berikut : • Lulur Ramuan : Daun kemuning. beras (Oryza sativa) dan garam NaCl. menguningkan. I. bunga melati. beras yang sudah direndam dan ditumbuk. segengam beras (Oryza sativa) dan sedikit garam NaCl. Pembuatannya adalah dengan cara menggerus lembut sirih segar atau kering dengan ragi. disaringkan. diantaranya disebabkan oleh pigmentasi yang berlebihan pada satu tempat. Campuran bahan yang digunakan adalah ragi.). tambahkan asam dan garam. bidara laut kayunya dikir halus.

Isi: alkaloid hibisetin. zat pahit . Buah mengkudu Cara pemakaian : buah mengkudu yang telah masak diperas dengan air kemudian disaring. d.kapur sirih dan jeruk nipis. Jeruk nipis Cara pemakaian : jeruk dibelah dan digosokkan ke kulit kepala dan rambut. adalah bunga dari tanaman Hibiscus rosasinensis (famili Malvaceae) . Ini dilakukan setelah masker dan lulur atau mangir tubuh yang telah dibersihkan. Isi: alkaliod minyak atsiri R/  R/  I. menguatkan. ditambah air.  Penyubur rambut 78 .Isi: alkaloid. disaring. kemudian diembunkan selama satu malam. adalah daun dari tanaman Ecliptica prostate (famili Asteraceae).3.lendir. b.tawas . Contoh sediaan untuk mandi rempah adalah sebagai berikut : Bunga kenanga (Canangium odoratum) 5 kuntum Bunga mawar (Rosa hybrida) 4 kuntum Bunga melati (Jasminum sambae) 1 gengam Krangean (Litsea cubeba) 2 jari Rimpang temu giring (Curcuma heyneana) 1 ruas Rimpang kunyit (Curcuma domestica) 1 ruas Pencegah Bau Badan Bahan yang umum digunakan daun beluntas . Sediaan kosmetik tradisional untuk perawatan rambut dan kulit kepala adalah sebagai berikut :  Pencuci rambut a. c. adalah daun dari Plucea indica (famili Asteraceae). Kembang sepatu. dan filtratnya digosokkan ke kulit kepala dan rambut. Daun urang-aring.Sediaan Kosmetika Bunga kenanga (Canangium odoratum) 5 kuntum Daun kemuning (Muraya paniculata) 1 genggam Krangean (Litsea cubeba) 2 jari Jeruk purut (Citrus hystrix)-kulitnya 1 buah Temu giring (Curcuma heyneana) 2 jari Beras yang sudah ditumbuk 1 sendok makan Mandi Rempah/ Mandi air Bunga Mandi rempah atau mandi air bunga dimaksud untuk menutup kembali pori-pori dan memberikan keharuman pada kulit. biarkan kirakira 5 menit kemudian dicuci dengan air. dan menghitamkan rambut. Perawatan rambut dan kulit kepala Perawatan ini bertujuan untuk melembutkan. e. Daun Belutas (Plucheae folium). Air perasannya dipakai keramas. Tangkai padi (merang) Cara pemakaian : tangkai padi dibakar.

Keesokan harinya rambut dikeramas. b.Sediaan Kosmetika Sediaan penyubur rambut digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan rambut. Cara pemakaian : pengobatan dilakukan sehari sekali setelah mandi sore. Merang Cara pemakaian : 1 genggam merang. b. Bagian dalam dari daun digosokkan di kulit kepala sambil dipijatpijat. sensitisasi dan tidak menyebabkan toksisitas local maupun sistemik. b. aloe emodin. dimasak hingga keluar minyaknya dan minyak inilah yang kemudian dioleskan pada kulit kepala dan didiamkan selama 1 jam.4 naftoquinon yang larut dalam air panas dan larutan asam serta dapat mewarnai keratin. Keuntungan pengguanan henna sebagai pewarna rambut antara lain tidak menyebabkan iritasi. Daun lidah buaya Mengandung aloin. dan Lawsonia inemis. Cara pembuatan : daun lidah buaya dibelah. dan dioleskan pada rambut dengan menambahkan sedikit air terlebih dahulu. bonggol pisang (Musa paradise). wortel. dibakar lalu direndam dalam 1 L air. selama semalam dan digunakan untuk keramas. seledri dan lain-lain.  Biji pepaya tua (Carica papaya ) Cara pemakaian : 1 genggam biji pepaya tua (Carica papaya) disangrai kemudian ditumbuk halus. Kelapa Cara pemakaian : 1 buah kelapa (Cocos nucifera) diambil santannya. Penghitam rambut   a. Urang aring Mengandung getah yang berwarna hitam dan alkaloid yang berfungsi menghitamkan rambut. Bahan yang biasa digunakan adalah daun lidah buaya (Aloe vera). Penghilang ketombe a. Santan kelapa Cara pemakaian : siram rambut dengan santan dan diamkan selama 30 menit sampai satu jam kemudian bilas dengan air hangat hingga bersih dan tidak lengket. a. rambut kemudian diselimuti dengan handuk atau kain bersih. diperas lalu disaring. Jika sudah selesai. Pewarna rambut Henna Henna merupakan zat warna rambut yang mengandung serbuk kering dari Lawsonia alba. Caranya : 79 . Henna mengandung zat warna 2-hidroksi-1. santan kelapa daun urang aring. asam amino dan catalas. yang diperoleh dari tanamanyang sudah berbunga. Lawsonia spinosa. diambil bagian dalamnya yang berbentuk seperti agar-agar. dan warna yang dihasilkan relatif stabil. jeruk nipis.

Sediaannya meliputi :  Pencuci mata 80 . lalu dibersihkan dengan shampo dan dikeringkan. biarkan selama 50-60 menit. Untuk rambut berminyak Digunakan kuning telur yang telah dikocok dicampur dengan perasan jeruk nipis. Dikerjakan seperti di atas.Sediaan Kosmetika  Serbuk henna dan air panas dibuat menjadi pasta kemudian diasamkan dengan asam nitrat.5. Penguat rambut Sediaan ini berguna untuk mengatasi kerontokan rambut yang berlebihan dengan menggunakan bahan-bahan alami antara lain.  Oleskan pasta tersebut pada rambut yang telah dikeramas terlebih dahulu. Daun pandan ( Pandanis folium )mengandung minyak menguap. glikosida. I. oleskan santan yang telah ditambah dengan perasan jeruk nipis. R/ Jeruk nipis yang sudah tua 1 buah Telur ayam 1 butir Pelembut rambut (hair conditioner) Telur a. 3. Ginseng (Panax radix) mengandung triterpenoid.4. R/ Daun mangkokan (Nothopanax scuttellarium) 4 helai Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) 4 helai Bunga kenanga (Canangium odoratum) 4 kuntum Kulit jeruk purut (Citrus hystrix) 1 buah Krangen (Litsea cubebae) 2 jari Minyak kelapa 10 sendok c. Jeruk nipis Setelah rambut dikeramas. pulaskan kuning telur yang sudah dikocok pada rambut hingga rata. 1. b. 2. Adapun contoh sediaannya adalah sebagai berikut: a. bulu mata. dan kelopak mata agar senantiasa sehat dan tetap kelihatan cerah bersinar. cuci dengan air biasa. b. steroid. Teh Cara pemakaian : air teh sisa kemarin dipakai untuk mengompres kepala. tannin. asam adipat atau asam-asam lainnya yang sesuai hingga pH mencapai 5. seperti alis. minyak atsiri.   1. biarkan 15 menit kemudian cuci dengan air hangat-hangat kuku. saponin. lalu biarkan 15 menit. Perawatan mata dan sekitarnya Perawatan mata dan sekitarnya dimaksudkan untuk melindungi mata dan memperindah mata dan sekitarnya. 2. Kulit buah jeruk purut merupakan bagian luar kulit buah Citrus hytrix. Untuk rambut kering Basahi rambut dengan air. mengandung saponin. Hasil olesan ini ditutupi dengan handuk.

baru dioleskan pada bulu mata. Juga digunakan daun sirih. penggunaannya dilakukan dengan cara dioleskan. gambir. Malam q. Bahan-bahan yang digunakan adalah : R/ Laba-laba besar (Mygale yavanica) 1 ekor.s Cara penggunaan: laba-laba dibakar sampai hangus. kemudian digosokkan pada gigi agar menjadi lebih putih. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Sediaan perawatan kuku dan kulit sekitarnya digunakan dengan maksud untuk menjaga kesehatan dan memperindah kuku dan kulit sekitarnya. dan cengkeh. bersih dan tidak terlihat letih. Penggunaannya dilakukan dengan dicampur sedikit air terlebih dahulu. gambir. pinang. lebih lentik dan menarik. pinang. kemudian didinginkan terlebih dahulu. setelah dingin dan memadat baru dioleskan ke bibir. kapulaga. bahan yang digunakan antara lain adalah daun sirih.Sediaan Kosmetika Digunakan agar mata tetap tampak jernih. antara lain :  Pelemas bibir Digunakan untuk menghindari atau mengatasi pecah-pecah pada bibir dan bibir tampak selalu basah. kapulaga dan cengkeh. lalu digerus halus.  Penghitam alis Bahan yang digunakan adalah daging buah kemiri yang disangrai lalu ditumbuk sampai halus.5. dipanaskan diatas api sampai kental. daun saga. Minyak pale dibuat dari memanaskan sarang lebah dan minyak kelapa.  Maskara Digunakan agar bulu mata kelihatan lebat. I. Contoh sediaannya adalah sebagai berikut :  Pembersih dan pelunak kuku Bahan yang bias digunakan antara lain adalah : 81 . daun saga. kapur sirih.6. Pemakaian dilakukan dengan cara dikompres. I. digunakan beberapa sediaan.s Minyak kelapa q. kapur sirih. ditambahkan malam dan minyak kelapa. Bahan-bahan yang digunakan adalah minyak pale atau air jeruk nipis. Bahan yang digunakan antara lain adalah : Daun kecipir muda yang direbus Air dari pohon kelor Daun sirih segar yang diremas-remas kemudian diseduh dengan air dingin. Perawatan mulut dan gigi Untuk perawatan mulut dan gigi.  Pemutih gigi Bahan yang digunakan adalah biji asam yang sudah disangrai dan dihaluskan.  Pemerah bibir Digunakan untuk memberi warna merah pada bibir.

jeruk nipis. R/ Madu 1 sdt Tepung terigu 1 sdm Minyak kelapa 1 sdm Putih telur 1 butir Susu secukupnya 1. kapur sirih dan tawas digerus. Isi : gliserida asam lemak (asam laurat. sediaan kosmetika tradisional dibagi menjadi beberapa kategori : 1. asam miristat) Analisa :  82 . Bahan yang digunakan yaitu : R/ Pacar Kuku Kapur sirih Jeruk nipis Tawas Cara pemakaian : daun pacar kuku. Perawatan rambut dan kulit kepala 4. lalau ditetesi dengan jeruk nipis agar lebih lembut. ♥ Minyak castor/minyak jarak. alpukat. tomat. tepung beras dan talk. Pemerah kuku Pemerah kuku digunakan untuk memberi warna merah pada kuku. Perawatan mulut dan gigi 6. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KOSMETIKA TRADISIONAL Berdasarkan tempat pemakaiannya. Perawatan tubuh 3. madu.Sediaan Kosmetika  ♥ Minyak zaitun. putih telur. dioleskan pada kuku. Perawatan wajah 2. bengkuang. Penghalus kuku Untuk menghaluskan kuku biasanya digunakan campuran tepung kanji. Perawatan Wajah Sediaan kosmetika yang digunakan untuk perawatan wajah antara lain : a. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu sediaan kosmetika tradisional sesuai dengan penggolongan di atas : 1. susu. Minyak kelapa (Oleum cocos) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan panas daging biji Cocos nucifera. Perawatan mata dan sekitarnya 5. dipanaskan terlebih dahulu kemudian kuku direndam di dalamnya. Masker Bahan yang umum digunakan sebagai masker wajah antara lain buah mentimun.

sehingga untuk menganalisisnya menggunakan analisis instrumen misalnya HPLC dan GC. Metode : simplisia dibasakan dengan amonia encer. 4. digerus dalam mortir. kemudian ditambah beberapa mililiter kloroform sambil terus digerus.7% Analisa : Memberi reaksi positif pada reagen gula dan alkohol.  Asam-asam lemak mempunyai rumus struktur yang mirip. • •  • • • • Luff (CuSO4 + asam sitrat + Na2CO3) : mereduksi. Bagian pertama digunakan sebagai blanko pembanding 83 . Madu Adalah sekresi sakarin dari yang terdeposit pada sarang lebah Apis mellifera (famili Apiadae) Isi : karbohidrat fruktosa dan dekstrin Analisa :  Fruktosa :  2.Sediaan Kosmetika Gliserida asam lemak jika dihidrolisa dengan asam (misalnya HCl atau H2SO4) akan terurai menjadi gliserin dan asam lemak pembentuknya. Avokat Adalah buah dari Persea gratissima (famili Lauraceae) Isi : gula alkohol persiit 4. Lapisan asam dipisahkan kemudian dibagi menjadi 3 : 1. dimana gliserin dapat dideteksi dengan uji Carletti. Mentimun Adalah buah dari Cucumis sativum (famili Cucurbitaceae) Isi : alkohol kukurbitasin C dan stigmasterol Analisa : Alkaloid Adalah senyawa metabolit sekunder yang dalam struktur molekulnya terdapat atom Nitrogen (umumnya heterosiklik). Adanya pasangan elektron bebas dalam atom nitrogen menyebabkan alkaloid dapat membentuk kompleks yang tidak larut dengan logam-logam berat. Luff positif Dengan aqua iod : terbentuk warna merah ungu Dipanaskan dengan larutan air aksn berbusa Cuprifil positif Dibawah mikroskop tampak seperti amilum • 3. membentuk endapan hitam • Mollisch (3% α-naftol dalam alkohol) : terbentuk cincin ungu Deniges (HgSO4 + H2SO4) : endapan putih Dekstrin : Mollisch positif. setelah disaring filtrat dikocok dengan HCl 2N.

Fehling. Deniges. pasang alat. protein dan lemak. isi buret hingga penuh. Isi : karbohidrat 10. Identifikasi spesifik untuk alkaloid dengan analisa instrumen karena mempunyai struktur yang mirip pada beberapa senyawa alkaloid tersebut. biarkan memisah. dalam suasana asam. sehingga penyulingan berlangsung dengan 5. Bagian kedua diberi pereaksi Mayer. dll)  Protein • Mengendapkan larutan Tanin 1% • Mengendapkan pereaksi Dragendorf. diamati ada tidaknya endapan warna jingga coklat.Sediaan Kosmetika 2. diamati ada tidaknya endapan putih. asam sitrat. permukaan air tidak keruh • Pada sepotong kertas. Mayer. panaskan dengan tangas udara. damar. 3. Analisa :  Karbohidrat • Memberi reaksi positif pada pereaksi karbohidrat (Tromer. teteskan minyak tidak terjadi noda transparan. 7.73%. terjadi warna yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali. glikosida. 6. dimana endapannya tidak larut dalam spiritus berlebih. Bouchardat. • Penetapan kadar minyak atsiri Campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cara penyulingan. 84 . • Kocok sejumlah minyak dengan larutan NaCl P jenuh volume sama. Analisa : Minyak atsiri • Teteskan 1 tetes minyak pada permukaan air. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P.  Lemak • Mengendapkan pereaksi Liebermann-Burchard (asam asetat anhidrat dan asam sulfat pekat) memberi warna hijau Jeruk Nipis (Citri fructus) Adalah buah dari tanaman Citrus sinensis (famili Rutaceae) Isi : Minyak atsiri. Osazon. Tepung terigu (Amylum tritici) Adalah pati dari Triticum vulgare (famili Graminae) Isi : Amilum Analisa : Didihkan satu bagian dengan 50 bagian air. Bagian ketiga ditetesi pereaksi Dragendorf. Tambahkan larutan Iodium P. Bengkuang Adalah buah dari tanaman Pachyrrhizus erosus. volume air tidak boleh bertambah.

Sediaan Kosmetika lambat tapi teratur. 2. Mono dan seskuiterpenoid Pengenalan didasarkan pada kemampuannya membentuk warna-warna dengan pereaksi anisaldehid-asam sulfat atau pereaksi asam sulfat. Sari filtrat 3 kali. 85 . Senyawa-senyawa terpen ini sangat mirip strukturnya sehingga biasanya dianalisa dengan instrumen (HPLC atau GC) • Asam sitrat ♥ Kuantitatif : Timbang seksama 3 g. Metode : simplisia disari dengan eter. • Glikosida Cara identifikasi glikosida : • Larutan percobaan Sari 3 g serbuk simplisia dengan 30 ml campuran 7 bagian volume etanol 95% P dan 3 bagian volume air dalam alat pendingin alir balik selama 10 menit. Pada 20 ml filtrat ditambahkan 25 ml air dan 25 ml timbal (II) asetat 0. 3. kemudian catat volume dalam % v/b (lihat lampiran 1) • Minyak atsiri adalah campuran senyawa hidrokarbon yaitu terpenterpen yang dianalisis sebagai berikut : 1. ♥ Kualitatif : Dengan larutan perak nitrat membentuk endapan perak sitwarna putih yang larut dalam larutan amonia encer. kocok. saring. kemudian sari eter diuapkan hingga kering. titrasi dengan larutan NaOH 1N menggunakan indikator fenolftalein P. Terbentuknya warna ungu menunjukkan adanya senyawa triterpenoid dan warna hijaubiru menunjukkan adanya senyawa kelompok steroid. Diterpenoid Secara kimia sangat mirip. dan uapkan pada suhu tidak lebih dari 50°. cara penentuan yang paling cocok adalah dengan KGC. Steroid dan triterpenoid Pengenalan didasarkan pada kemampuannya membentuk warna dengan pereaksi Liebermann-Burchard. Pada residu diteteskan pereaksi Liebermann-Burchard. saring. terbentuk warna-warna yang menunjukkan adanya senyawa monoterpenoid dan seskuiterpenoid. diamkan selama 5 menit. Pada kumpulan sari ditambahkan natrium sulfat anhidrat P. tiap kali dengan 20 ml campuran 3 bagian volume kloroform P dan 2 bagian isopropanol P.4 M. Metode : simplisia disari dengan eter kemudian sari eter diuapkan hingga kering. saring. dinginkan. Larutkan sisa dengan 2 ml metanol P.setelah penyulingan selesai biarkan 15 menit. larutkan dalam 100 ml air.

alkaloid adenin. dilihat dengan cahaya yang diteruskan larutan berwarna kuning pucat kahijauan. yang dengan penambahan asam mineral atau alkali fluoresensi hilang.1 ml larutan percobaan dalam tabung reaksi. trigonelin. Masukkan 8. menunjukkan adanya glikosida. berfluoresensi hijau kekuningan intensif. Analisa : • Vitamin C ♥ Penetapan kadar : B.Sediaan Kosmetika • Percobaan umum terhadap glikosida Cara percobaan A. Tomat Adalah buah dari tanaman Solanum lycopersicum (famili Solanaceae) Isi : asam sitrat. bercak tidak berfluoresensi. Ca. tomatin. saring. B2. Uapkan 0. amati dengan sinar UV 366 nm. Tambahkan 10 tetes asam sulfat P. kolin. titrasi dengan iodium 0. Semprot kromatogram pertama dengan anisaldehida-asam sulfat LP. terjadi warna biru atau hijau. ♥ Timbang 400 mg. Evaluasi dengan campuran benzen P – etanol 95% P (70 : 30) dengan jarak rambat 15 cm. • Ion kalsium • Dengan asam pikrolon membentuk kristal persegi panjang • Dengan asam asetat + meditren membentuk kristal sapu berwarna kuning 86 . Pada sisa tambahkan 2 ml air dan 5 tetes Mollisch P. uapkan diatas tangas air. terbentuk cincin warna ungu pada batas cairan.25 mm. menunjukkan adanya ikatan gula (reaksi Mollisch) • Komatografi Lapis Tipis Sari 300 mg serbuk simplisia dengan 5 ml metanol P. ♥ Mereduksi kuat larutan iod 0. C. vitamin B1.1 ml larutan percobaan diatas tangas air. Tambahkan hati-hati 2 ml asam sulfat P. (reaksi LiebermannBurchard). panaskan pada suhu 110˚ selama 10 menit. larutkan dalam campuran 100 ml air bebas CO2 dan 25 ml asam sulfat 10% v/v.1%. 0. larutkan sisa dalam 5 ml asam asetat anhidrat P. dengan indikator larutan kanji. Fe.1 N ♥ Menghilangkan warna larutan diklorofenol-indofenol ♥ Larutan dalam air + NaOH + asam lemah + 1 tetes FeSO ungu 4 : • Vitamin B 2 Larutan 1 mg dalam 100 ml air. pada dua titik masing-masing 20μl filtrat pada lempeng KLT silika gel GP setebal 0.

saring. ditambah HCl dil dan NaOH lagi. Penghilang noda 87 . panaskan. Kalium. 10. Kalium + larutan ammonium → endapan kuning + larutan asam tartrat → endapan kristalin putih + larutan asam peklorat → endapan kristalin putih + larutan asam heksakloroplatinat → endapan kuning + tes nyala : kuning keemasan 4. dipanaskan warnanya tetap. Jinten (Carvi fructus) Adalah buah dari tanaman Carum carvum (famili Apiaceae) Isi :2. filtrat ditambah HCl encer. terbentuk warna biru hijau. laktosa 5%. Temu Lawak (Curcumae rhizoma) Adalah rimpang dari tanaman Curcuma xanthoriza (famili Zingiberaceae) Isi : minyak atsiri dan kurkumin 2. memberikan reaksi negatif atau positif setelah beberapa lama terhadap pereaksi Barfoed. endapan kuning jingga. lemak 2-5% Analisa : Laktosa Memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Mollisch. c. dipanaskan sampai mendidih.5 ml kalsium asetat 2N. Susu Adalah susu segar dari Bos taurus (famili Bovidae) Isi : protein kasein 3%. Putih telur Isi : protein albumin b. + 2.5 – 7% minyak atsiri 3. dimasak 2 menit. 1. Meniran Adalah herba dari tanaman Phyllantus niruri (famili Euphorbiaceae) Isi : alkaloid filantin dan hipofilantin.Sediaan Kosmetika • Dengan amonium oksalat membentuk kristal amplop tak berwarna • Ferrum Dengan kalium tiosianat terbentuk warna merah darah 9. Fehling. ditambah NaOH : endapan Cu2O Larutan zat ditambah NaOH dan CuSO4 : biru jernih. Gula Analisa : • Fehling : negatif • • 100 mg zat ditambah Fehling 10 ml. Luff. Penghilang jerawat Bahan yang umum digunakan adalah meniran dan temulawak serta jinten dengan gula.

beras. Analisa : • Asam benzoat ♦ Esterifikasi dengan alkohol dan ditambah asam sulfat pekat : bau pisang ambon. 1. • Asam asetat ♦ Esterifikasi menghasilkan bau kuteks ♦ Dengan FeCl3 : merah coklat yang hilang pada penambahan asam ♦ Digerus dengan KHSO4 : bau cuka 2. 1. melati. Bedak dingin Bahan yang umum digunakan adalah pati beras dan bengkuang. Perawatan Tubuh Jenis-jenis sediaan untuk perawatan tubuh antara lain : a. kunyit. pinang. lengkuas. titrasi dengan perak nitrat 0.1 N menggunakan indikator kalium kromat P. masoji. akar wangi. 2. Garam dapur (NaCl) • Nyala pijar : kuning keemasan • Bellstein : kuning hijau • Rasa : garam dapur (asin) • Reaksi kristal : Zinc uranil asetat • Kuantitatif Timbang seksama 250 mg. Bunga melati (jasmini flos) Adalah bunga dari tanaman Jasminum sambac (famili Oleaceae) Isi : minyak atsiri. Lengkuas (Languitis rhizoma) Adalah rimpang dari Langua galanga (famili zingiberaceae) Isi : minyak atsiri yang mengandung kamfer. kenanga. seskuiterpen. seskuiterpen alkohol. mawar. temu lawak. temu kunci. asam format. klabet. 88 . larutkan dalam 50 ml air. garam. lawet (beras yang direndam 2 hari ditambah daun sirih dan ragi). d. kelembak. asam benzoat. Tepung beras (Amylum oryzae) Adalah pati dari Oryzae sativa (famili Graminae) Isi : amilum 2. Lulur dan Mangir Bahan yang umum digunakan adalah pulasari. cendana.Sediaan Kosmetika Bahan yang umum digunakan adalah jeruk nipis. sineol dan asam metil sinamat. tahi angin. temu giring. asam asetat. kaolin. ♦ Ditambah HgO dan FeCl3 : endapan Fe-benzoat • Asam format Direduksi membentuk formaldehid yang dapat diidentifikasikan dengan Schiff (fuchsin yang telah dihilangkan warnanya dengan Na-bisulfit yang diasamkan) : terbentuk warna merah. kayu manis. jeruk wangi.844 mg NaCl. gadung. 1 ml perak nitrat setara dengan 5. kemuning.

tanin Tanin  Analisa kualitatif: Simplisia digerus dan dipanaskan dengan air. kemudian disaring panas-panas. 7. Kocok lapisan benzen dengan 1 ml sampai 2 ml natrium hidroksida 2 N. batang dan akar Santalum album (famili Santalaceae) Isi : minyak atsiri. diamkan. diamkan beberapa menit. Pipet 25 ml larutan kedalam labu 1000 ml. saring larutan kedalam labu takar yang sama. Pisahkan lapisan benzen.  Analisa kuantitatif: Timbang seksama kurang lebih 2 g serbuk. tambahkan kalium permanganat 0. enap tuangkan melalui segumpal kapas kedalam labu takar 250 ml. dinginkan. Sebagian kecil filtrat ditetesi larutan Pereaksi FeCl3. Ulangi penyarian beberapa kali hingga larutan bila di reaksikan dengan ferri ammonium sulfat tidak menunjukan adanya tanin. Tambahkan 10 ml benzen P. diamkan. panaskan sebentar. Terbentuknya warna biru hitam menunjukan adanya tanin atau polifenol alam. Polygonaceae) Isi: glikosida antrakuinon.1 N ekuivalen dengan 0. Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri Kelembak (Rhei radix) Adalah akar dari Rheum officinale atau Rheum palmatum (fam. Sebagian kecil filtrat diuji ulang dengan penambahan larutan gelatin 1 %. 4. 89 . panaskan dengan 50 ml air mendidih diatas penangas air selama 30 menit sambil diaduk. saring sisa dengan air mendidih. Dinginkan cairan dan tambahkan air secukupnya hingga 250 ml. menunjukan adanya antrakinon. lakukan uji blanko. 004157 g tanin. 5. tidak berwarna. Kayu cendana (Santali lignum) Adalah kayu galih dari dahan. kocok.Sediaan Kosmetika 3. adanya endapan putih menunjukan bahwa dalam simplisia terdapat tanin. Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri tidak kurang dari 1.5 % tanin dan alkaloid kurkumin. saring. lapisan berwarna merah intensif dan lapisan benzen. Analisa: Campur 200 mg serbuk simplisia dengan 5 ml asam sulfat 2 N. Temu giring ( Curcumae heyneanae rhizoma) Adalah rimpang dari Curcumae heyneanae ( fam. Kunyit (Curcumae domesticae rhizoma) Adalah rimpang dari tanaman Curcuma domestica(fam Zingiberaceae) Isi: 5 % minyak atsiri dan kurkumin 6. filtrat berwarna kuning. Kapulaga (Cardamomi fructus) Adalah buah dari Amomum cardamomum (fam.

Mawar (Rosae flos) Adalah bunga dari tanaman Rosa alba. gula.galica. damascena Isi: minyak atsiri berisi geraniol. asam usnetin. sitronelol dan nerol 9. R. Analisa: Asam organik Terdiri dari campuran banyak asam yang strukturnya mirip sehingga pemisahan dilakukan dengan instrumentasi. 12.Sediaan Kosmetika 8. Kulit kayu manis Adalah kulit kayu dari tanaman Cinnamomum burmani (fam Lauraceae) Isi: minyak atsiri 1-3 %. dan senyawa depsida seperti asam barbatolat. guvakolin. tanin. R. Jeruk wangi (Citri fructus) Adalah buah dari tanaman Citrus aurantiifolium (fam. Akar wangi Adalah akar dari tanaman Andropogon zizanioides (fam Poaceae) Isi : minyak atsiri 10. isoguvasin. 15. alkaloid kumarin. Analisa: Asam-asam ini mempunyai struktur yang sangat mirip sehingga identifikasi biasanya dilakukan dengan analisis instrumen HPLC dan GC. dan asam barbatin. asam organik. Warna yang dapat ditarik oleh amil alkohol. Umbi gadung Adalah umbi dari tanaman Dioscoreae hispida (fam Dioscoreaceae) Isi: glikosida diesin. dan Ca-oksalat. Metode: • 90 . dioskorina 13. guvasin. arekolin. 14. Kulit pulasari Adalah kulit batang dan kulit cabang dari tanaman Alyxia reinwarditii Isi: minyak atsiri. Kayu angin Berasal dari tanaman Usnea misa-sinensis Isi: asam usnin. Pinang Adalah biji Areca catechu (fam Arecaceae) Isi: glikosida arekaidin. Rutaceae) Isi: flavonoid Analisa: Pengenalan flavonoid didasarkan pada reaksi reduksi gugusan karbonil pada lingkar δ-lakton menjadi gugusan alkohol membentuk senyawa hidroksi yang berwarna-warna tergantung gugusan fungsional yang terdapat dalam lingkar A dan B. Analisa : • Kalsium oksalat Memberi identifikasi positif dengan ion kalsium dan anion oksalat • Anion oksalat + kalsium klorida membentuk kristal amplop warna putih + kalium permanganat kemudian dipanaskan : tak berwarna 11.

32 %. didihkan 10 nenit. Dinginkan. dan pati (amilum) Daun kemuning Adalah daun dari tanaman Murraya paniculata Isi: minyak atsiri.014 N. kocok. tanin. Kenanga (Canangium flos) Adalah bunga dari tanaman Canangium odoratum Isi :52-55 % alkohol dengan ester-ester (metil benzoat. Pusingkan selama 5 menit. tampung sulingan dalam campuran 5 ml asam borat jenuh. kemudian disaring. adanya flavonoid akan menyebabkan filtrat berwarna yang dapat ditarik oleh amil alkohol. albumin. alkaloid. masukan dalam tabung pusing berdasar bundar. Biji klabet (Foenigraeci semen) Adalah biji dari Trigonella foenigraecum (fam Papilionaceae) Isi: minyak atsiri. aldehid dan aseton. terdapat pula fenol-fenol. titrasi dengan asam klorida 0. buang dekantat.2 ml campuran 1 bagian volume asam sulfat bebas nitrogen dan 30 bagian volume air. Simplisia dipanaskan dengan campuran logam magnesium dan asam klorida 5 N. tambahkan 6 ml NaOH jenuh. glikosida. pada residu tambahkan 3 tetes larutan tembaga sulfat dan 1 ml asam sulfat bebas nitrogen. terpineol). Analisa albumin: o Mengendapkan larutan tanin 1% o Penetapan kadar: Encerkan dengan air secukupnya sampai kadar 5 % b/v.02 ml. 0. 19. minyak lemak. tambahkan berturut-turut 0.06 %-0. Temu kunci Adalah rimpang dari tanaman Boesenbergia pandurata (fam Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri 0. zat besi (ferrum).dinginkan. Tambahkan 1g Na-sulfat anhidrat dan 10 mg selenium. 33-38% sesquiterpen. pindahkan ke dalam alat sulinh amoniak. campur. Didihkan lagi 1 jam. 18. 5 ml air dan 1 tetes merah metil dalam etanol 95 %. ambil 0. • Alkohol • Fenol + pereaksi King terbentuk warna merah anggur yang tertarik oleh eter/amil alkohol • Aldehid Mereduksi Ag-amoniakal Mereduksi fehling 20. suling selama 7 menit. Kulit masoji (Massoiae cortex) 91 . terpenterpen. tambahkan 5 ml air. Letakkan tabung terbalik diatas kertas saring sehingga semua cairan terhisap.Sediaan Kosmetika 16.2 ml Na-molibdat. linalool. Analisa: + pereaksi King terbentuk warna merah anggur yang tidak tertarik oleh eter/amil alkohol 17.

tambahkan 3 ml asam klorida P. saprol. kulit krangean. terbentuk endapan yang menyerupai gelatin. minyak lemak. rimpang temu giring. vitamin B1. dan jeruk nipis. terpen. daun urangaring. larutan menunjukan reaksi aluminium yang tertera pada reaksi identifikasi. 21. Perawatan rambut dan kulit kepala Sediaan kosmetika tradisional untuk perawatan rambut dan kulit kepala adalah sebagai berikut : a. b. bunga melati. Biji kemiri (Aleuritis endosperm) Adalah biji Aleuritas molucana (fam. Pencegah bau badan Bahan yang umum digunakan daun beluntas. citroneale c. zat pahit. hangatkan sisa dengan 10 ml air. Pencuci rambut Bahan yang umum digunakan adalah kembang sepatu. lendir. cuci penyaring dengan 5 ml air. Pada kumpulan filtrat dan cairan cucian. minyak atsiri. Kaolin Analisa: • Kualitatif: Gerus dengan 2 ml air. tawas. gliserin. kumpulkan filtrat dan cairan cucian. Kulit krangean Isi: minyak atsiri (dalam buah 5. 1. Mandi kembang Bahan yang umum digunakan bunga kenanga. Euphorbiceae) Isi: sterol/terpen. asam sinamat. Daun beluntas (Plucheae folium) Adalah daun dari Pluchea indica (fam.Sediaan Kosmetika Isi: minyak atsiri yang mengandung sinamil aldehid. Asteraceae) Isi: alkaloid. eugeunol. protein. Penyubur rambut Bahan yang umum digunakan adalah lidah buaya. saring. 1. Daun urang-aring Adalah daun dari tanaman Eclipta prostata (fam Asteraceaea) Isi: alkaloid 2. Larutkan sisa dalam 10 ml asam klorida P. bunga mawar. rimpang kunyit. zat penyamak(tanin). 3. Kembang sepatu Adalah bunga dari tanaman Hibiscus rosasinensis (fam. • Kuantitatif: Lebur dengan 2g natrium karbonat P. Malvaceae) Isi : alkaloid hibisetin.5% atau lebih) bagian terpenting citrae. campuran dapat mengalir. b. Analisa: gliserin 92 . kapur sirih. kemiri.

Lada hitam (Piperis nigri fructus) Adalah buah Piper nigrum (fam. asam sitrat. dalam tabung reaksi. 1. jeruk nipis. 93 . Struktur umumnya merupakan glikosida. c. Leguminosae) Isi: sterol/terpen. simplisia dicampur dengan air dan dipanaskan beberapa saat. yang larut dalam larutan tatrat berlebih dalam amonia encer dan dalam asam nitrat encer. e. + luff menghasilkan endapan CuO. limonen. Metode: diatas air. Reaksi pengenalan saponin didasarkan pada sifatnya yang mampu memberi busa pada pengocokan yang persisten pada sedikit penambahan asam atau pendiaman. Reaksi Cuprifil : + Reaksi Carletti : + 2.Sediaan Kosmetika Reaksi gula: + asam nitrat. Penghilang rambut Bahan yang umum digunakan adalah daun sirih dengan merica atau daun sirih. Pelembut Bahan yang umum digunakan adalah asam jawa. enthoksilin. Liliaceae) Isi: glikosida antrakinon. menghasilkan aldehid + dioksiaseton. Lidah buaya Adalah ‘dried juice’ dari daun Aloe vera ( fam. Daun sirih (Piperis folium) 1. Sediaan untuk melawan ketombe Bahan yang umum digunakan adalah minyak kelapa asli. kemudian disaring. dipenten. dimasak. 2. Setelah dingin filtrat dalam tabung reaksi dikocok kuat-kuat selama lebih kurang 30 detik. Terbentuk busa minimal setinggi 1 cm dan persisten selama beberapa menit serta tidak hilang dengan penambahan asam klorida encer 1 tetes menunjukkan bahwa dalam simplisia terdapat saponin. • Asam tartrat Kualitatif: dengan larutan perak tatrat membentuk endapan putih perak tatrat. serta dapat menghemolisis sel darah merah. asam tartrat Analisa: • Saponin Saponin adalah senyawa metabolit sekunder dalam tumbuhan yang bersifat dapat membentuk busa. kariopilen. Piperaceae) yang belum masak Isi: minyak atsiri yang mengandung felandren. d. dan dinetralkan dengan natrium karbonat. Dinginkan. Asam jawa Adalah daging buah Tamarindus indica (fam. encerkan. sehingga ditinjau dari strukturnya. alkaloida piperina dan kavisina. yang bila dihidrolisis akan menghasilkan glikon dan aglikon. Struktur glikon saponin umumnya merupakan struktur triterpenoid dan struktur steroid. saponin. saponin dapat dibagi menjadi saponin triterpenoid dan saponin steroid.

Daun kelor Adalah daun dari tanaman Moringa pterygosperma (fam. stearin. estragol. Pandanaceae). 2. Moringaceae) Isi: alkaloid a. c. jeruk nipis. 1. daun sirih segar. 94 . Penghitam alis Bahan yang digunakan adalah kemiri disangrai lalu ditumbuk. b. Minyak kemiri (Aleuritis endosperm) Adalah minyak Aleuritas molucana (fam. Sediaan untuk menguatkan akar rambut (tonik rambut) Bahan yang digunakan adalah daun pandan. Kulit buah jeruk purut (Citri hystricis pericarpium) Adalah bagian luar dari kulit buah citrus hytrix yang masak atau hampir masak (fam rutaceae) Isi: saponin. karpain.Sediaan Kosmetika Adalah daun dari Piper bettle (fam Piperaceae) Isi: minyak atsiri mengandung hidroksi kavikol. 4. glikosida.tanin 1 %. vitamin B1. Araliaceae) Isi: triterpenoid saponin. minyak atsiri yang mengandung sitral 2 – 2. telur ayam. air perasan biji pepaya yang telah disangrai. Biji pepaya (Caricae semen) Adalah biji dari buah Carica papaya (fam. sterol/terpen. Kompres mata Bahan yang digunakan adalah garam fisiologis dilarutkan dalam air. Daun pandan (Pandanis folium) Adalah daun dari Pandanus amarylifolius (fam. minyak lemak. Isi: minyak menguap. dan ginseng. bunga kenanga. eugenol. Euphorbiceae) Isi: gliserida asam lemak (palmitin. kavibetol. 2. steroid/triterpenoid. miristin). Ginseng (Panax radix) Adalah akar dari tanaman Panax quinguefolium dan Panax ginseng (fam. f. Perawatan mata dan sekitarnya Sediaan kosmetika tradisional untuk mata dan sekitarnya Pencuci mata Bahan yang digunakan antara lain: air rendaman dari daun kelor. kulit jeruk purut. kulit krangean. 1. protein. Sediaan penghitam rambut Bahan yang umum digunakan adalah minyak kemiri. 1. g. Caricaceae) Isi: alkaloid glukotropaelin. minyak kelapa.5 %.

daun saga. c. masukkan dalam gelas piala 100 ml +35 ml NaOH 3.05 M menggunakan indikator 0. saring campuran dingin dan asamkan filtrat jernih dengan HCl P. • Kuantitatif: Timbang seksama 1. Isi: alkaloid glisirisin tidak kurang dari 15 %. Isi: minyak atsiri. Perawatan kuku dan kulit dan sekitarnya Sediaan kosmetika tradisional untuk perawatan kuku dan kulit antara lain: 95 .005 M dan 100 ml air.5 N. panaskan diatas tangas air selama 10 menit. gambir.4 ml larutan jingga xilanol P. dan cengkeh.Sediaan Kosmetika Maskara Bahan yang digunakan : R/ minyak kelapa Malam Analisa malam : • bilangan asam 17-24 • bilangan ester 72-79 • timbang 1 g. kapulaga. dinginkan. Isi: 14-20 % minyak atsiri. d. Pada 200 ml tambahkan 30 ml dinatrium edetat 0. menggunakan cairan jernih. Daun saga Adalah daun dari tanaman Abrus precatorius.7 g. Perawatan mulut dan gigi Kosmetika tradisional yang digunakan untuk perawatan mulut dan gigi : d. a. b. 6. larutkan dalam air secukupnya hingga 100 ml. Pelembut bibir Bahan yang digunakan air jeruk nipis. Kapulaga (Cardommomi fructus) Adalah buah dari Amomum cardamomum (fam. Zingiberaceae). pertahankan volume dengan sesekali menambahkan air. Pemerah bibir Bahan yang digunakan antara lain daun sirih. Pemutih gigi Bahan yang digunakan biji asam disangrai dan dihaluskan. Myrtaceae). cairan tetap jernih atau menunjukkan tidak lebih dari sedikit kekeruhan atau endapan. keruh atau tembus cahaya tapi tidak buram. didihkan selama 30 menit. Titrasi dengan timbal nitrat 0. Cengkeh (Caryophylli flos) Adalah kuncup bunga dari tanaman Syzigium aromaticum (fam. pinang. Penghilang bau mulut Bahan yang digunakan daun sirih dan jeruk nipis. 5. malam akan memisah. kapur sirih. tambahkan 5 g heksamina P. biarkan campuran mendidih selama lebih kurang 2 jam.

tepung beras dan talk. Euphorbiaceae) Isi: amilum Analisa: • Talk • Dalam tabung reaksi berisi air. SO4 Sulfat + larutan BaCl2 ⇒ endapan putih yang larut dalam HCl + larutan Hg(NO)3 ⇒ endapan kuning + larutan Pb-asetat ⇒ endapan putih • Aluminium + larutan amonium ⇒ endapan kuning + NaOH ⇒ endapan putih + larutan ammonium fosfat ⇒ endapan putih + natrium fosfat ⇒ endapan putih + natrium karbonat ⇒ endapan putih c. tambahkan 20 ml air. dan tawas. asam palmitat) Minyak zaitun (Oleum olivae) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin pericarpium buah dari Olea europea.Sediaan Kosmetika a. Tepung kanji Adalah pati dari tanaman Manihot utilissima (fam. • Mikroskopik : mengembang di permukaan air. hingga terjadi endapan hablur putih ammonium magnesium fosfat. sisa adalah silika. Pemerah kuku Bahan yang digunakan. jika terjadi endapan. dinginkan. kapur sirih. Pada filtrat tambahkan lebih kurang 2 g ammonium klorida P dan 5 ml ammonia encer P. saring. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. tambahkan lagi 10 ml asam klorida P. tambahkan asam klorida P hingga pembuihan berhenti. asam risinoleat. asam linoleat. dinginkan. didihkan. jeruk nipis. tambahkan larutan natrium fosfat P. asam dihidrostearat. Al. asam linoleat. mendaki dinding tabung. asam palmitat.. dll) b. • Campur 500 mg dengan lebih kurang 200 mg natrium karbonat anhidrat P dan 2 g kalium karbonat anhidrat dengan sempurna. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. 96 . Penghalus kuku Bahan yang digunakan campuran tepung kanji. uapkan diatas tangas air hingga kering. Pembersih dan pelunak Bahan yang digunakan minyak zaitun dan minyak jarak Minyak jarak (Oleum ricini) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin biji Ricinus communis. Pindahkan kedalam cawan dengan pertolongan lebih kurang 50 ml air panas. • Tawas Menunjukan reaksi K.

2) Hidupkan pompa dengan pengatur aliran dipasang pada laju aliran yang tepat. 4) Memeriksa aliran fase gerak. 7) Merekam puncak pada integrator data. 6) Menyaring cuplikan.6 mm. Keuntungan: kolom terus menerus dipulihkan oleh fase gas lembam. A. dalam satu kali pengukuran diperoleh analisis kualitatif dan kuantitatif. deteksi.d kecil. umumnya 4. KROMATOGRAFI GAS (GC) Pada GC komponen yang akan dipisahkan dibawa oleh gas lembam (gas pembawa) melalui kolom. • • • • • • • Keuntungan: Efisiensi pemisahan tinggi Selektifitas tinggi Otomatisasi Kemudahan injeksi. Ukuran partikel fase diam (pendukung) kecil 3 – 10 µm. HPLC Adalah analisa zat dengan instrumen yang merupakan kromatografi kolom dengan menggunakan : Kolom dengan i. pita komponen ini meninggalkan kolom bersama aliran gas pembawa dan dicatat sebagai fungsi waktu oleh detektor. campuran cuplikan terbagi diantara gas pembawa dan pelarut tak atsiri (fase diam). komponen cuplikan terpisah sempurna sehingga penetapan kadar mudah. 5) Menghidupkan tenaga listrik ke detektor. Tekanan tinggi. dengan kadar yang kadang-kadang sangat kecil. sehingga pada umumnya untuk analisa kualitatif dan kuantitatif digunakan instrumen antara lain : HPLC dan GC. 3) HPLC dilakukan pada suhu kamar. pengolahan data Sampel: Cairan Padatan yang dilarutkan Labil terhadap pemanasan Cara kerja: 1) Sistem diperiksa dan dicek untuk meyakinkan apakah sistem pengalir pelarut dapat disambungkan dengan baik dan apakah kolom yang tepat telah dipasang.Sediaan Kosmetika Kosmetika tradisional berisi bahan-bahan alam yang mengandung banyak sekali senyawa-senyawa dengan struktur yang mirip dan sifat kimia yang hampir sama. yang terdapat pada zat padat dengan ukuran tertentu (penyangga padat). laju diinjeksikan ke kolom. waktu analisa pendek. B. Pelarut ini akan menahan komponen secara selektif berdasarkan koefisien distribusinya sehingga terbentuk sejumlah pita yang berlainan pada gas pembawa. mencapai 400 bar. Daftar Pustaka 97 ..

1984. 1998. 2000. Jakarta. Alam Sumber Kesehatan : Manfaat dan Kegunaannya. Balai Pustaka. Mustika Ratu. Hadiningrat. Gramedia. R. Mengatasi Rambut Rontok dengan Bahan-bahan Alami. Sehat dan Ayu dengan Ramuan Tradisional Jawa. BRA Mooryati Soedidibyo. Jakarta. Surabaya. PR 16 Juni 1996.Sediaan Kosmetika Hadiningrat. Hadijoewono. Traditional Medical Philosophy. Ariyanti. BAB IV SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT DAN MAKE UP (bukan untuk mata) 98 . 1990. Maria Sutarto. BRA Mooryati Soedidibyo.

D. Pengaruh usia atau hormonal Seiring dengan bertambahnya usia. polusi dan zat-zat renik yang tidak terlihat. Umur Tabel: Perubahan Kulit Seiring Dengan Waktu Fisiologi Penampilan 99 . berbagai pengaruh luar dan faktor usia dapat mempengaruhi penampilan kulit. Pengaruh AC Yang dapat menyebabkan kekeringan atau dehidrasi kulit yang bila dibiarkan akan mengakibatkan kulit kering mengelupas dan berkurangnya kelembaban.2 mm dan disangga oleh lapisan di dalamnya. pigmentasi. penuaan dini bahkan kanker kulit. E. bahkan dapat memicu timbulnya kanker kulit. collagen dll. yaitu dermis dengan ketebalan 2 mm. 2. antara lain : 1. Dlm keadaan normal dan ideal. Karena itu. Pengaruh sinar matahari Yang dapat menyebabkan kulit menjadi rusak. B. Namun ketika lingkungan kita berubah. Pada dasarnya kulit kita terdiri dari 3 lapisan. kadar elastisitas kulit pun cenderung menurun. Cara menghindarinya adalah dengan memberi nutrisi pada kulit seperti vitamin A. 3. yang mempunyai tugas/kemampuan yang besar untuk mengangkat sel-sel yang rusak pada lapisan ini. Lapisan epidermis kerap terkena langsung sinar matahari. Lapisan kulit yang paling luar atau disebut epidermis hanya mempunyai ketebalan 0.Sediaan Kosmetika Beserta Analisis Kimianya SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT Pendahuluan Kulit merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia. yang berfungsi melindungi organ tubuh dalam dari efek-efek lingkungan yang merusak kulit. K. hiper pigmentasi. sangatlah penting untuk menjaga kesehatan kulit dari efek-efek lingkungan yang merusak. Epidermis terdiri dari beberapa jenis sel. C.sehat dan segar berseri. sel-sel kulit yang sehat membentuk jaringan-jaringan penyangga yang sehat (kolagen) yang diperlukan untuk menjaga elastisitas dan kehalusan kulit. Radiasi dari sinar UVA yang mengandung radikal bebas dan zat-zat oksidan menghasilkan pengaruh buruk pada jaringan epidermis sehingga menyebabkan terjadinya penuaan dini. sedangkan radiasi UVB berpengaruh buruk pada lapisan epidermis kulit yang menyebabkan kulit seperti terbakar. Jaringan penyangga pada lapisan dermis akan menghasilkan melanin yang sehat dan berwarna cerah yang akan menjadikan kut wajah cerah. mineral dari extract tumbuhan .

kulit terbagi atas tiga jenis dengan ciri yang berbeda: 1. Kulit semakin kendur. Semakin banyak kerut. Kemampuan kulit memperbaiki sel-sel yang rusak masih bagus. Produksi melanin meningkat. Tekstur halus. kolagen dan elastin berkurang. Kulit normal Kulit tipe ini biasanya tidak memiliki kelainan. Kulit cenderung menjadi kering. kerutan mulai terlihat. Kerut dan garis halus semakin banyak. masuknya bahan beracun dan mikroorganisme serta kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet dan kekuatan mekanis (benturan). Jerawat dewasa.Sediaan Kosmetika < 15 Kulit bisa dibilang dalam keadaan hampir sempurna. tetapi tidak menetap. Ikatan antar lapisan kulit semakin menurun. Penyerapan air mulai berkurang. Penurunan proses perbaikan dermis dan kekebalan tubuh yang cukup tajam. Warna pucat kekuning-kuningan mulai muncul. Kulit mulai mengalami dehidrasi yang cukup berpengaruh. Kulit berfungsi antara lain melindungi tubuh terhadap kehilangan cairan. Pori-pori dan noda hitam membesar dan semakin jelas. Kulit di sudut mata dan leher semakin kendur. Epidermis dan lapisan tanduk menipis. Kerusakan kolagen dan elastin berlanjut. Warna kulit tidak merata. 15-25 25-45 45-55 55- Memilih Kosmetik Sesuai Jenis Kulit Seseorang sebaiknya terlebih dahulu mengenali jenis kulitnya sebelum memutuskan memakai kosmetik tertentu. Pemilihan itu sangat berhubungan dengan fungsi kulit untuk manusia. Sistem kekebalan tubuh dan ikatan kolagen. Aktivitas kelenjar sebaceoas rendah. pori-pori terlihat meskipun tidak lebar-lebar. Kerutan halus (fine lines) mulai muncul. Namun demikian seiring dengan 100 . Tanda awal kulit di sekitar sudut mata mulai kendur. Penurunan proses perbaikan dermis menyebabkan kurangnya kolagen dan meningkatnya kerusakan jaringan. tekstur kulit menjadi kasar. Garis wajah mulai muncul. Sedikit penurunan pada proses perbaikan dermis. apabila diraba terasa lembut. Aktivitas kelenjar sebaceous tinggi. Elastisitas sedikit berkurang. Degenerasi dermis berlanjut. pori-pori kecil. Kadar air dalam kulit bagus. Produksi sebum sangat berkurang. pori-pori kulit membesar. Dilihat dari tipenya. pigmentasi. Lingkaran hitam di sekitar mata. Seringkali seseorang memilih kosmetika tanpa mempertimbangkan efek sampingnya terhadap kulit. Jerawat akan bermunculan.

Jika diperlukan dapat juga menggunakan pengelupas kulit atau masker. 101 . seperti akne dan dermatitis seborik yang ditandai adanya bercak menimbul warna merah. tidak lentur. Kulit berminyak jelas secara klinis Biasanya diikuti dengan penyakit. Kulit menjadi kering akibat pengaruh lingkungan. angin yang mengeringkan . Jenis kulit berminyak ini ada dua : a. 2. Namun demikian pemakaian tabir surya dibutuhkan jika melakukan aktivitas di luar ruangan. dagu dan daerah dada. alis mata. terbagi atas : Kulit kering yang ada hubungannya dengan penyakit (patologis). seperti yang terlihat pada kulit orang tua atau seseorang dengan kekeringan kulit ringan. Oleh karena tipe ini sering termasuk sensitif. maka pembersihan kulit dilakukan dengan memakai sabun yang tidak mengandung soda. kulit akan mengalami perubahan. sisik yang berminyak. Kemudian sisa minyak dibersihkan dengan toner atau astringens. Jenis kulit ini terbagi dua : ♦ Kulit kering karena faktor lain Terkadang kulit itu sebelumnya normal atau berminyak. pelembab dalam bentuk campuran air dan minyak dan jangan dilupakan. keriput. 3. Untuk kulit normal tidak diperlukan perawatan khusus. Kulit tipe ini tidak memerlukan krim pelembab. seperti terpapar sinar ultraviolet. baik saat di rumah atau di luar rumah. atau pembersih dengan bahan dasar minyak. mengkilat. ♦ Kulit kering alamiah. Kulit berminyak ringan Biasanya dialami remaja dan dewasa muda.Sediaan Kosmetika berjalannya waktu. pori-pori terlihat lebar (kerosis). seperti terlihat pada penyakit kulit bersisik (ichtyosis). hawa panas. a. Kulit kering yang tidak ada hubungannya dengan penyakit (tidak patologis). pemakaian bahan detergen atau pengobatan tertentu. selalu melakukan perlindungan untuk kulit berupa pemakaian produk tabir surya. terutama pada dahi dan hidung. dimana terdapat kelainan genetik dalam proses pembentukan kulit. kasar dan kadang pecah-pecah. kerutan di daerah batas rambut. kulit menebal. Kulit kering Terlihat kering. hawa dingin. Yang diperlukan adalah mempertahankan keseimbangan kulit agar selalu berfungsi secara nornal. Pakailah pembersih tanpa sabun syndet. Dibutuhkan krim pelembab. Pada kasus yang menyolok. air hangat atau dengan susu pembersih. yang dipengaruhi faktor luar. b. lipatan hidung. pori-pori hampir tidak kelihatan. Kulit berminyak Timbul saat pubertas dan hanya terjadi pada bagian atas yang mengandung kelenjar sebasea dalam jumlah besar. Untuk kulit kering. Seseorang dengan kulit berminyak membersihkan kulitnya beberapa kali dengan sabun. atau susu pembersih. Ciri-cirinya. bersisik halus. sebelum dilakukan perawatan perlu ditentukan dulu apakah termasuk tipe patologis atau tidak patologis. b.

3. krim pembersih (cleansing cream). dibuat berdasarkan pemakaiannya. Losio pengencang 2. Perawatan tersebut antara lain dengan menggunakan kosmetik.2. kerapatan. Setiap krim dipengaruhi oleh berbagai faktor : 1.3. Fungsi Krim yang termasuk dalam kelompok yang dipengaruhi fungsi.1. Perawatan kulit wajah (face care). 2.2 Susu Pembersih (cleansing milk) I. terlindung dari kekeringan dan sengatan cuaca. pemberi nutrisi kulit dan sebagainya. Astringent Cream 102 .1. dan nampak segar dengan tekstur kulit yang lembut dan menarik. baik panas matahari maupun dingin. dan sebagainya yang dihubungkan dengan fungsinya seperti pembersih. Sediaan krim dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor korelasi. contohnya krim tangan dan tubuh (hand and body lation). hal ini dipengaruhi oleh dimana krim tersebut digunakan. 4. mulai dari bentuk cair sampai nyaris padat. Tipe emulsi Setiap krim dapat dibuat dengan tipe miyak dalam air atau air dalam minyak.Sediaan Kosmetika Tipe kulit seseorang tidak dapat diubah. Penyegar 2.1. Krim Pembersih (cleansing cream) I. Definisi Sediaan perawatan dan pembersih kulit merupakan sediaan yang digunakan untuk maksud perawatan kulit agar kulit menjadi bersih dan sehat. kekakuannya. vanishing cream. tebal tipisnya krim tersebut.3 Krim Penghapus (vanishing cream) 2. Jika tipe air dalam minyak maka harus terdispersi dalam 50% etanol. tetapi perlu dirawat secara teratur sesuai dengan tipe kulitnya masing-masing. pH krim Bila krim tersebut termasuk tipe minyak dalam air maka pH krim tersebut harus meliputi pH seluruh sediaa. Penampilan fisik Krim tidak hanya diklasifikasikan dari bentuk cair atau padatnya saja. Pembersih 1. tetapi dideskripsikan dari lembutnya. Tonik Kulit 2. krim malam dan krim urut (night cream and massage cream). biasanya parameter yang digunakan berupa kekentalan. krim dingin (cold cream) dan krim serbaguna (all-purpose cream). faktor tersebut dapat ditanggulangi dengan berbagai faktor dalam metode pembuatannya. Umumnya sediaan kosmetik perawatan kulit berupa krim yaitu suatu produk emulsi yang secara fisik dapat memiliki banyak bentuk. Penggolongan Sediaan kosmetika perawatan kulit digolongkan sebagai berikut : 1.1. meliputi : 1.

Kulit wajah sangat sensitif sehingga pembersihan yang dilakukan harus tepat dan benar serta sesuai dengan tata cara yang berlaku. meliputi : Krim tangan dan krim tubuh (Hand and Body Cream) PERAWATAN KULIT WAJAH (FACE CARE) Saat ini tubuh bugar sangat populer. 103 . Setiap otot wajah masing-masing mempunya fungsi sendiri sehinga setiap gerakan yang dilakukan pada wajah harus sesuai dengan fungsi otot yang mendasarinya. krim Pelembut 2. memiliki bentuk yang tepat sehingga dapat digunakan dengan mudah. debu.Sediaan Kosmetika 2. Untuk mendapat hasil yang baik. Perawatan Kulit Tubuh (Body Care). Membangun dan menjaga tubuh untuk tetap selalu kuat dan bugar merupakan perhatian setiap orang. Bahan yang dipilih untuk digunakan sebagai pembersih adalah bahan yang mampu membersihkan kotoran atau make up sesuai jenis kulit. Krim urut. 1. Pembersihan kulit wajah dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pembersihan manual menggunakan Cleansing cream atau cleansing milk (simple cleansing) dan pembersihan pori-pori kulit lebih dalam (deep pore cleansing) dengn menggunakan suatu peralatan listrik berupa sikat listrik atau galvanic desincrustation.1 Pembersih Pembersihan kulit wajah merupakan tindakan paling penting untuk menjaga kebugaran wajah dengan tujuan menghilangkan sel-sel kulit yang mati. Berikut adalah tata cara pembersihan kulit wajah yang benar : 1. tanpa memahami benar efek dari setiap gerakan yang dilakukannya. Pembersihan wajah juga berfungsi sebagai persiapan kulit wajah untuk mendapatkan tindakan perawatan lebih lanjut. menimbulkan rasa nyaman pada kulit baik yang berfarfum lembut maupun tanpa farfum.4 Krim nutritif. kotoran dan sisa-sisa make up yang menempel pada kulit wajah tersebut. otot frontalis pada dahi mempunyai serabut otot yang menuju ke arah atas dan berfungsi untuk mengerutkan kening dan menaikan bulu mata. Manfaat perawatan wajah akan diperoleh bila sasaran tindakan sesuai dengan struktur anatomis dari otot-otot wajah. Dengan demikian tindakan perawatan yang dilakukan (terutama tindakan masase pada daerah tersebut) harus sesuai dengan arah ototnya sehingga tidak menyebabkan kerutan atau otot menjadi kendor. proses pembersihan wajah sebaiknya dilakukan dengan menggunakan produk kosmetik pembersih yang sesuai dengan umur dan jenis kulit seseorang. Misalnya. Umumnya mereka hanya melakukan tindakan yang sesuai dengan apa yang mereka baca dari buku panduan.6 Masker II. Para ahli kecantikan kebanyakan juga kurang tanggap terhadap prosedur atau penatalaksanaan perawatan wajah. Tetapi banyak orang yang tidak memperhatikan kebugaran wajahnya. dan harganya ekonomis.5 Krim Antikerut 2.

Beeswax 12%. boraks 0-5%. Secara fisik krim dingin memiliki massa yang lebih berat. dan lakukan pengulangan penekanan secara bergantian Banyaknya jari tangan yang digunakan pada gerakan tergantung luas daerah yang dibersihkan. dan meningkatkan temperatur permukaan kulit Lakukan gerakan effeleurage secara berkesinambungan dengan tekanan yang seragam dan berirama. 5.Sediaan Kosmetika 1. lakukan gerakan yang benar dan hindari rangsangan yang terlalu berlebihan pada kulit Pada bagian tengah dahi. Berbagai variasi penggunaan boraks dalam formula krim : 1. Sediaan ini mudah digunakan. dan dagu lakukan gerakan beberapa kali karena di daerah terdebut banyak terdapat kelenjar minyak dan sering mengalami sumbatan Pembersihan wajah yang baik adalah yang dapat menghilangkan semua kotoran yang menempel pada permukaan kulit. Menurut Galen. gerakan yang cepat. 4. merangsang aliran darah balik pada permukaan kulit. pemakaian yang lebih rumit. Beeswax 13%. Penemuan krim ini dilakukan oleh Galen. minyak almon atau parafin cair 53-55%. minyak almon atau parafin cair 60-61%. 2.make up dan pada daerah dengan distribusi kelenjar lemak kulit yang banyak. tujukan perhatian pada daerah ber. Krim pendingin termasuk dalam tipe krim air dalam minyak.1 Krim Pembersih (cleansing cream) Sejarah Dahulu krim dingin digunakan sebagai cleansing cream dengan penambahan berbagai zat. Pada akhir abad ke-19 formulanya digunakan boraks yang direaksikan dengan asam lemak bebas yang terkandung dalam beeswax untuk membentuk sabun natrium sehingga terbentuk sediaan yang stabil. 6. dan tidak stabildibandingkan dengan cleansing cream. pada waktu mengeringkan malam/lilin harus dengan hati-hati yaitu dengan dicairkan dalam mortir dengan tiga atau empat bagian minyak zaitun kemudian didinginkan lalu ditambahkan air sebanyak yang diperlukan ke dalam massa tersebut. spermaceti 12%. Formulasi yang diberikan oleh Galen telah mengalami perkembangan menjadi formula yang lebih kompleks yang dikenal dengan krim pembersih dan krim pendingin yang mana dalam penggunaanya dapat dikombinasikan. hidung. 104 . boraks 0-5% 3. Pada tindakan manual. 1. Telapak tangan harus melakukan kontak sebanyak mungkin dengan kulit wajah Pada daerah sensitif (di atas pipi. boraks 1% 2. memberikan rasa dingin yang menyenangkan selama penggunaan serta melembutkan kulit dengan baik. menyebabkan perubahan warna kulit. Beeswax 18-20%. minyak almon 56%.1. 7.mata dan tenggorokan) hindari penekanan berat. 3. seorang ahli pengobatan Romawi pada abad pertengahan.

Kerja krim pembersih pada umunya membentuk ikatan antara larutan minyak mineral dengan kotoran-kotoran pada permukaan kulit. Krim cair berair dengan kandungan minyak sedang 5. Terdapat beberapa zat yang dapat digunakan sebagai pembersih muka. campuran larutan gasoline dan terpentin. Krim padat berair dengan kandungan minyak sedang 3. kotoran dan minyak dari kulit leher. juga bermuatan negetif. minyak mineral. Beberapa zat tambahan dapat diberikan pada krim pembersih agar menjadi formula yang lebih baik. seperti air. 2. seperti pelembut. Syarat-syarat Krim pembersih : 1. pemerah pipi. 4. dan berbagai macam partikel termasuk bakteri. Mempunyai kemampuan untuk melembutkan 2. Formula cleansing cream dan lotion yang baik dapat dengan cepat mengangkat kosmetik yang digunakan seperti bedak muka. Penggunaan cleansing cream memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan menggunakan sabun pembersih karena bahan kimia natural lebih cepat terangkat dengan menggunakan cleansing cream. Krim cair berminyak dengan kandungan minyak sedang 105 . perlu digunakan larutan atau proses emulsifikasi. Sabun dan deterjen sintetik dengan penambahan air akan membentuk emulsi yang dapat mengangkat kotoran. Untuk membersihkan partikel-partikel yang berminyak. Permukaan kulit yang normal bermuatan elektrostatik negatif. Krim dapat disebarkan pada permukaan kulit dengan mudah. dasar bedak. Kotoran harus dapat ditarik oleh air dan minyak yang ada dalam formula. Meleleh atau menjadi lembut pada pemakaian di wajah 3. pelumas dan pelindung.Sediaan Kosmetika Fungsi Fungsi utama dari cleansing cream dan lation adalah untuk mengangkat sisa-sisa make up. Memberi rasa dingin selama penggunaan 3. Air adalah zat yang baik digunakan sebagai cleaning agent dan dapat mengangkat kotoran-kotoran yang larut dalam air. Selain itu cleansing cream merupakan faktor iritasi yang sangat kecil. dan lipstik. Aksi fisik pada kulit 5. Sisa minyak yang tertinggal di permukaan kulit tidak menutupi pori-pori Terdapat lima jenis tipe krim berdasarkan komposisinya. cake make up. Krim padat berminyak dengan kandungan minyak tinggi 2. Cleansing cream yang modern dapat menjaga keseimbangan kulit dengan meninggalkan lapisan emollient (pelembut) pada kulit yang menjaga kulit dari kekeringan. sabun dan deterjen sintetik. partikel-partikel ini dapat dibuang. Lapisan krim yang tertinggal harus melembutkan dan mencegah kekeringan Syarat-syarat krim pendingin : 1. Oleh karena itu dalam air . yaitu : 1. Krim cair berair dengan kandungan minyak rendah 4.

qs Krim beeswax memiliki aroma yang spesifik dan biasanya digunakan dengan parfum mawar... parfum.35% Minyak mineral ……………………………15% Parafin wax ……………………………….………………. Pada sistem beewax-boraks digunakan digunakan jumlah boraks yang lebih sedikit untuk menetralkan asam lemak bebas dan beewax sehingga menghasilkan krim yang stabil..10% Wax mikrokristalin ……………………….…….0.3% Ceresin …………….2% Air …………………………………………32. Sistem emulsi dalam jenis ini berdasarkan beewax-boraks.2. 106 .8% Parfum ……………………………………..add 100% Pada krim parat berminyak dengan kandungan minyak tinggi dapat digunakan metode lain yaitu dengan mengganti beewax dengan sabun seperti trietanolamin stearat sebagai zat pengemulsi. Contoh formula: Beeswax ……………………………………. alkohol dan hidrokarbon. Contoh formula: Petroleum ………………………………….. A..5% Lanolin …………………………………….4% Larutan sorbitol 70% ……………………….5% Arlacel 83 ………………………………….0. 7% Boraks …………………………………….2% Air. asam.5% Minyak mineral ……………………………45% Wax parafin ……………………………….Sediaan Kosmetika Krim padat berminyak dengan kandungan minyak tinggi Krim dingin yang ditemukan oleh Galen termasuk pada tipe ini..5% MgSO4 …………………………………….. Beewax adalah campuran kompleks dari ester lemak... Krim padat berair dengan kandungan minyak sedang Dari krim padat berair dengan kandungan minyak tinggi hanya diperlukan satu langkah lagi untuk mendapatkan krim krim yang lebih ringan dengan kandungan minyak sedang pada formula ini beeswax digantikan dengan pengemulsi anionik atau non ionik. Formulasi yang menggambarkan penggunaan zat pengemulsi non-ionik yang tidak menggunakan beeswax tetapi dengan menambahkan magnesium sulfat. Pada waktu larutan borks dicampur dengan akan terbentuk garam Na asam wax diantara permukaan minyak dan air sehingga tegangan antar muka menjadi turun dan terbentuk emulsi....qs Pengawet ………………………………….. dll …………………………….

Besarnya viskositas dapat divariasikan dengan menyesuaikan jumlah dan jenis zat pengemulsi. tujuannya untuk pemakaian luar. Lebih dari setengah sedian krim pendingin dan pembersih termasuk dalam krim cair dan 75% dari krim cair termasuk dalam kelompok ini. B..10% Setil alkohol …………………………………0...8% Air ……………………………………………84.7 107 .8 Air……………………………………. Zat pengemulsi yang biasa digunakan adalah sorbitan oleat atau turunan lanolin.5% Parfum dan pengawet ……………………. bentuk ini lebih encer dari krim.2% Karbopol 939 …………………………….2.5% Asam stearat …………………………………3% Trietanolamin ………………………………..... Sediaan ini mengandung larutan sabun dalam air dengan penambahan gliserin. Perubahan viskositas selama penyimpanan menjadi masalah dalam pembuatan krim cair. Biasanya dikenal sebagai “Laits de Beaute.. I.qs C.30% Asam stearat ……………………………. Contoh formula: Minyak mineral …………………………….0. Contoh formula : Minyak mineral………………………. Krim cair berminyak dengan kandungan minyak sedang Hanya ada beberapa yang termasuk kategori ini karena produk ini sulit dibuat dan mengandung lebih dari 40% fase minyak.Sediaan Kosmetika Contoh formula: Minyak mineral …………………………. Penambahan tinktur alkohol ini ke fase air diendapkan dalam bentuk dispersi halus sehingga memberikan bentuk susu pada larutan.7% Parfum dan pengawet ……………………….1....10 Setil alkohol…………………………. Kestabilan selama penyimpanan dapat mempertinggi viskositas tetapi harus tetap dijaga agar tetap bisa mengalir.5 Asam stearat……………………………3 Trietanolamin………………………… 1.10% Trietanolamin ……………………………. Laits de Tiollete”. Susu Pembersih Susu pembersih adalah sediaan padat berupa emulsi kental yang mengandung air kurang lebih 60 %...qs Pada formula di atas digunakan trietanolamin stearat sebagai zat pengemulsi dan turunan hidrokoloid sebagai pengental. ekstrak hazel dan air mawar dan setelah ini ditambahkan tinktur alkohol dari gom sepeti gom benzoin.1.84. Krim cair berair dengan kandungan minyak sedang atau rendah.5% Air …………………………………………57.6.

Encerkan dengan 50 ml air.Sediaan Kosmetika Analisis Minyak mineral Didihkan 15 tetes zat uji dengan 10 ml larutan KOH p 8% b/v dalam etanol (90%)p selama 2 jam.3 Co (III) Nitrat → merah karmin Panaskan hati-hati dalam tabung reaksi → terjadi uap yang membirukan lakmus merah basah • • • • • 108 . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . larutan harus tetap jernih ( FI III. Asam stearat • bilangan iodium tidak lebih dari 4 • suhu lebur tidak lebih dari 54 • • • jika dibakar→bau malam bereaksi asam pada tes lakmus zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat larutan + NaOH lalu dikocok→ agak berbusa pada pengenceran. Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa .5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . Trietanolamin Pada 1 ml + 0. • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4.0 .1 ml tembaga (II) stearat → warna biru tua + % ml NaOH 1N dan pekatkan dengan mendidihkan hingga 1/3 vol semla → biru tetap Pada 1 ml + 0. larutan harus tetap jenih. Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . masing – masing sekitar 1. Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol . hal 21 ) Setil alkohol 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal .

Kuantitatif . Contoh formula : Asam stearat………………15 % KOH………………………0. Kuning + Larutan asam tartrat H2C4H4O6 → end kristalin putih + Larutan asam perklorat HClO4 → end kristalin putih + Asam Heksakloroplatinat ( IV) H2[PtCl6] → end kuning + tes nyala → ungu Gliserin • panaskan dengan Kalium Bisulfat : terjadi uap merangsang • jika dibakar dengan sedikit Na-tetraborat p diatas nyala api. terjadi nyala hijau. encerkan dengan 50 ml air .qs Analisis Asam Stearat Telah dijelaskan diatas KOH ( Kalium Hidroksida ) • larutan 4 % b/v memberikan reaksi terhadap Kalium : + Heksanitritokobaltat ( III ) Na3[Co(NO2)6] → end. membersihkan dengan cepat sehingga membuat kulit bersih dan bercahaya. • • • 1. tambahkan biru brom LP dan asamkan dengan H2SO4 109 . Krim Penghapus ( Vanishing Cream ) Vanishing Cream adalah sediaan kosmetika untuk kulit yang berfungsi sebagai penghilang kotoran.1. masukkan ke dalam gelas piala 600 . Formula vanishing cream didasarkan pada kualitas yang tinggi dan asam stearat sebagai fase minyak.3. yang biasa digunakan sebanyak 20-30%.8 % Air…………………………76. untuk menetralisir jumlah asam lemak bebas. Pengemulsi yang digunakan in situ dengan penambahan alkalis atau basa.Sediaan Kosmetika • Reaksi Parri : + Zat + Co (NO3)2 + NH4OH → warna ungu Zat + AgNO3 dipanaskan di waterbath selama 2 menit → cincin merah Larutan zat + sedikit garam Co + beberapa tetes NaOH → ungu intersip → panaskan → biru ungu kemudian kuning kotor..3 % Parfum dan pengawet………. Vanishing cream ini harus mempunyai fase minyak yang meleleh diatas suhu tubuh dan mengkristal pada bentuk yang sesuai sehingga dalam penggunaannya tidak terlihat dan memberikan lapisan yang tidak berminyak.7% Gliserin…………………….. Timbang seksama 400 mg . lebih dari itu dapat memberikan penampilan yang menarik pada produknya.

cair ( FI III hal 65 ) Kalium alumunium sulfat ( KAlSO4) * Kalium + eksanitritokobaltat ( III) Na3[Co(NO2)6] → end kuning + larutan asam tartrat H2C2H4O6 → end kristalin putih + larutan asam perklorat → end kristalin putih + asam heksakloroplatinat (IV) H2(PtCl6) → end kuning + tes nyala : kuning keemasan * Al + Larutan amonium → end putih seperti gelatin + NaOH → end putih + Larutan Amonium sulfat → end putih + Na-Posfat → end putih + Na-Karbonat → end putih • 110 . Jika diinginkan dapat ditambahkan mentol pada sediaan ini dengan jumlah tidak lebih dari 0. Jika diinginkan dapat ditambahkan sari buah. Preparat ini harus menyegarkan dan mendinginkan kulit sehingga cocok apabila disebut sebagai penyegar kulit. dengan dasar alkohol. Beberapa tinktur seperti tinktur sage atau arnica. warna larutan tidak hilang sempurna. Netralkan dengan NaOH 0.2.2 % untuk memberikan efek yang menyejukan Contoh formula : Alkohol………………………20 % Air bunga jeruk………………30 % Air mawar……………………30 % Kalium Aluminium Sulfat……0.01 N. dapat mendilatasi jaringan kulit serta memberikan efek stimulasi. Tonik kulit Tonikum kulit wajah ( face tonic ) digunakan untuk membersihkan dan menjaga kulit wajah dan mengandung beberapa zat yang diklaim mampu merangsang kulit wajah. Penyegar I.5 % Air……………………………19.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan .05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau ..Sediaan Kosmetika 0.2.5 % Pengawet……………………. Larutan kamfer dengan kekuatan 1 : 1000.1. Tinktur sage dapat memberikan kesegaran bagi kulit. sedangkan tinktur arnica dapat memberikan rasa yang enak pada kulit. I. Kandungan sediaan tonik kulit sama halnya dengan losio pengencang. biarkan pada suhu 200 selama 10 menit terlindung dari cahaya.qs Analisis Alkohol 95 % ( etanol 95 % ) Zat mereduksi pada 20 ml + 1ml Kalium Permanganat 0. eau de cologne dan hazel witch. • Dengan cara kromatografi gas. dapat ditambahkan pada sediaan untuk memperkuat efek tonik. Sedikit borax dan alkali lemah serta larutan kamfer juga dapat ditambahkan.

Sediaan Kosmetika
* SO4 + Larutan Barium klorida → end putih yang tidak larut dalam HCl p + Larutan Timbal ( II ) asetat → end putih yang larut dalam larutan amonium asetat dan dalam natrium hidroksida 1.2.2. Losio Pengencang ( Astringent Lotion ) Astringent lotion merupakan sediaan kosmetik yang baik digunakan untuk perawatan bagi kulit berminyak, serta dapat menghilangkan atau mengurangi keriput pada kulit. Keriput disebabkan karena hilangnya atau berkurangnya elastisitas kulit akibat degenerasi kulit. Astringent lotion bekerja dengan cara memperkecil atau menciutkan poripori kulit. Sediaan ini digunakan setelah penggunaan krim atau cleansing lotion ( pembersih), kemudian diikuti oleh penggunaan make up pada wajah. Pada perawatan kulit, astringen juga dapat digunakan untuk memperbaesar pori-pori, namun akibatnya folikel-folikel rambut akan terbuka. Astringent lotion juga dapat disebut sebagai antiprespirant ringan, karena didalamnya terkandung garam-garam alumunium, potasium alam, dan garamgaram zinc, sulfat atau fenol sulfonat. Pada beberapa astringent lotion juga terkandung alkohol, dimana jika jumlahnya melebihi 20 % maka akan menyebabkan rangsangan pada kulit wajah pada sengatan. Air aromatik sebagai pengaroma seperti air bunga mawar dan air bunga jeruk juga sering ditambahkan. Komposisi lain yang dapat ditambahkan ialah kamfer, tincture benzoin, tinture sage dan ekstrak destilasi dari hazel. Contoh Formula : Potasium alumunium sulfat……………………...1 % Zinc Sulfat……………………………………...0,3 % Gliserin…………………………………………...5 % Air mawar……………………………………….50 % Air……………………………………………..43,7 % Pengawet…………………………………………..qs Analisis : Potasium + Tes Nyala dengan kawat platina : nyala kuning + larutan kalium antimonat P , terbentuk hablur putih perlahan-lahan Alumunium, Sulfat dan Gliserin telah dituliskan diatas 1.2.3. Krim Pengencang ( Astringent Cream ) Sediaam krim astringent sama halnya dengan anti presipirant, namun untuk penggunaan pada wajah, krim astringent mengandung zat yang lebih lembut atau astringent yang lebih kuat dengan kadar lebih rendah. Astringent ringan bisa dibuat dengan cara mengganti bagian air dengan minyak kemiri atau menggunakan emulsi non-ionik. Sebelum digunakan, sediaan ini diuji terlebih dahulu pada kulit, untuk meyakinkan bahwa krim ini tidak terlalu keras untuk kulit wajah. Efek krim astringent yang sangat lembut ini diberikan oleh adanya kandungan air dan ekstrak hazel witch atau emulsifier non-ionik. Fase airnya

111

Sediaan Kosmetika
mengandung larutan encer dari zinc fenolsulfonat, atau potasium alumunium sulfat. Contoh formula : Propilen Glikol Monostearat………………………... 12 % Isopropil miristat……………………………………... 1% Ekstrapon VC ( Dragoco )…………………………… 1% Setil alkohol……………………………………. ........ 3% Sorbitol 70 %…………………………………... ........ 5% Ekstrak minyak kemiri…………………………........ 10 % Aquades………………………………………........... 67,6 % Parfum………………………………………….......... 0,4 % Analisis Propilen Glikol Analisis Kualitatif : Spektrum serapan infra merah dari lapisan tipis menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada propilen glikol . Analisis Kuantitatif : Dengan kromatografi gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas dan kolom 1m X 4mm berisi bahan pengisi 5 % G16 pada partikel penyangga S . Gunakan helium Pasal sebagai gas pembawa . Prosedur : Suntikkan 10 mikro liter ke dalam kromatograf dan rekam kromatogram . Hitung persentase C3H8O2 dalam propilen glikol , dengan membagi luas puncak propilen glikol dengan jumlah seluruh puncak kecuali puncak udara dan air lalu kalikan 100 . Isopropil miristat • bilangan penyabunan 202-212 • bilangan asam tidak lebih dari 1 • bilangan iodium tidak lebih dari 1 • secara kualitatif dan kuntitatif dapat dilakukan dengan kromatografi gas Sorbitol • Mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol (95 %), dalam metanol p dan asam asetat p Pada larutan 5 g dalam 4 ml, tambahkan 1 ml metanol p, 1 ml benzaldehid p dan 1 ml HCl a, kocok dalam pengocok mekanik sehingga terbentuk hablur. Saring dengan penghisap, larutkan hablur dalam 20 ml air mendidih yang mengandung 1 g Na-bikarbonat p, saring selagi panas, dinginkan filtrat. Saring dengan penghisapan, cuci dengan 5 ml campuran metanol p dan air volume sama, keringkan di udara, suhu lebur antara 174-179 0. Setil alkohol telah dituliskan diatas

112

Sediaan Kosmetika
I.4 Pelindung Wajah dan Masker Sediaan ini mengandung koloid dan bersifat menyerap sehingga dapat menyerap lemak atau kotoran di kulit wajah. Sediaan ini mengandung beberapa sifat, terutama harus dalam bentuk pasta yang lembut, tanpa adanya tanpa adanya partikel-partikel kecil dan tidak boleh melekat serta menimbulkan bau yang menyenangkan. Terdapat tiga system dasar yang menghasilkan produk yang memenuhi karakteristik diatas adalah : 1. System dengan dasar lilin Masker dengan dasar lilin secara umum hanya mengandung paraffin wax dengan titik didih yang sesuai atau merupakan campuran dari lilin dengan penambahn petroleum jelly serta bahan-bahan polar seperti setil dan stearil alcohol. Produk ini akan berbentuk padat pada temperatur kamar dan diginakan dengan cara dilelehkan terlebih dahulu dan dioleskan dalam keadaan panas. Ketika lilin mengeras akan timbul perasan mengencang pada kulit. Dengan terbentuknya lapisan lilin maka terbentuk juga penghalang air, pengeluaran keringat yang berlebihan akan membantu untuk membersihkan kotoran dari permukaan kulit. Contoh formula : Mikrokristalin wax …………………..13% Paraffin wax …………………………60% Setil alcohol ………………………… 5% Minyak mineral …………………….. 20% Benton 38 ……………………………1,4% Isopropyl …………………………….0,6% Analisis Paraffin wax, setil alcohol, minyak mineral Analisisnya telah dijelaskan diatas. Isopropyl alcohol. Campur 2mL larrutan 10% v/v dan 2mL raksa (II) Sulfat Ip, panaskan hingga tepat mendidih, membentuk endapan putih atau putih kekuningan. b. Panaskan hati-hati 1mL dengan 4mL K-bikromat Ip dan 1mL H2SO4 c → terbentk aseton. 2. System dengan dasar karet. Sediaan yang menggunakan system dasr karet adalah pelindung wajah. Setelah sediaan pelindung ini mongering maka akan membentuk lapisan yang elastis dan impermeable terhadap air pada wajah. Dengan adanya respirasi kulit yang normal, lapisan akan menghasilkan panas yang diyahan oleh kulit sehingga terjadi peningkatan temperatur dan peningkatan sirkulasi darah. Masker yang berasal dari karet dapat mudah dilepas dari kulit dengan hanya menarik saja.

a.

113

2% Gliserin ……………2.Sediaan Kosmetika Contoh formula : Emulsi lateks …………………25% Sorbitol ……………………….24. hangatkan sisa dengan 10 mL air. Gelatin. tambahkan 3 mL HCl p → terbentuk endapan menyerupai gelatin. saring.2. akasia dan polivilin pirilidon. Contoh formula (untuk masker) : Tragakan ………….. • Panaskan dengan Kalium antasida p → terjadi gas amoniak. Gerus 2g dan 2 mL dan campuran dapat mengalir. sperti tragakan.5% Gelatin ……………. gom kasaben. larutan menunjukkan reaksi Al.. 7% Metil selulosa …………………10% Kaolin ………………………… 3% Boraks ………………………… 1% Air …………………………….2. Larutkan sisa dalam 10 mL HCl p.5% Analisis Tragakan. kumpulkan filtrat dan cairan cuvian. Kemampuan membersihkan dari masker ini kurang penting karena tidak mengandung zat padat yang dapat mengabsorpsi kotoran. cuci. NaCMC. System dengan dasar hidrokoloid Digunakan beberapa jenis gom. penyaringan dengan 5 mL air. dengan larutan encer tawasp dan timbal (II) asetat Ip atau dengan besi (II) klorida Ip.. Sorbitol. gelatin. kumpulkan filtrat dengan cairan cucian. gliserin dan ZnO Analisisnya telah dijelaskan diatas. Contohnya kaolin dan bentonit yang digunakan dalam jumlah tidak lebih dari 5%.55% Pengawet ……………………… 1% Analisis. Lebur 2g dan 2g Na-karbonat anhidrat p. b. metil selulosa dan boraks Telah dijelaskan analisisnya diatas.3% ZnO ………………. Kaolin a.2. Masker dengan dasar hidrokoloid ini juga mengandung sejumlah kecil zat terbagi yang berfungsi sebagai opaficier dan mempermudah penggunaan. 3. • Larutan encer membentuk endapan dengan trinitrofenol Ip dan asam tanat Ip → tidak membentuk endapan dengan asam lain. 114 .3% Air ……………….

Untuk masker yang sudah jadi. Sebagian orang merasa lebih menggunakannya bila dimulai dari daerah leher walaupun ada juga yang merasa lebih mudah dari daerah dahi. Istilah face pack biasanya dipakai bila bahan dasar masker terdidri dari unsure yang memiliki molekul agak besar.. Masker jenis ini digunakan pada orang yang berkulit normal atau berminyak dengan pengginaan langsung dioleskan ke permukaan kulit wajah.……………………. 1. Penggunaan masker dapat dilakukan untuk mendapatkan beberapa manfaat.Sediaan Kosmetika • Pada larutan zat.. Alat Bantu yang disebut gauze ini merupakan bahan pelapis yang berguna untuk mempertahankan keutuhan masker selama berada di kulit wajah. yang memiliki arti yang sama. Face mask dengan bahan yang sedikit lembut dapat dioleskan pada kulit yang kering dengan menggunakan suatu alat Bantu.. masker yang digunakan sebaiknya lebih tipis dan segera dilepaskan pada satu daerah sesaat ketika akan meletakkan masker pada daerah lain. merangsang dan melembutkan kulit. 4. Hindari daerah kulit sekitar mata.. 3. Penggunaan masker dilakukan setelah tindakan pembersihan dan sebelum tindaka perawatan atau pengobatan lainnya.10% Kamfer …………………0. Tetapi bisa juga dilakukan pelepasan 115 . seperti Lumpur atau clay. lubang hidung dan mulut.5% Titanium dioksida ……. memberikan kenyamanan pada kulit dan memberikan asupan sumber makanan pada kulit. Dalam dunia kecantikan masker wajah dikenal dengan istilah face pack atau face mask. tidak memerlukan waktu yang lama untuk pengeringan. seperti menanggalkan sel kulit yang telah mati. bersih dan dalam keadaan masker masih lembab. cara pemakaian dan penggantian/pelepasan yang mudah. memiliki kemampuan daya adsorben yang cukup untuk memberikan efek membersihkan kulit.50% Analisis Semua analisisnya telah dijelaskan diatas. peletakannya di wajah harus dilakukan dengan bantuan spatula dan dilakukan secara cepat. Sifat-sifat dari sediaan masker : 1. tidak berbahaya (iritasi) terhadap kulit serta tidak beracun.…. dapat memberikan efek pengencanagan kulit setelah pemakaian.3% Kaolin …………………….0.05% Zn ………………………. Bila kulit seseorang sangat halus dan sensitive.5 Masker Wajah.2% Air …. Contoh formula untuk pelindung wajah : Gelatin …………………. 5.. 2. tambahkan raksa(II) nitrat Ip → terbentuk endapan putih yang jika dihangatkan berwarna merah bata.

Setting Mask Merupakan masker yang terbuat dari tepung yang telah diolah dan dikemas sedemikian rupa. Masker merupakan salah satu bentuk tindakan perawatn wajah yang telah ditemukan seajak dahulu secara tradisional untuk membersihkan pori-pori dan memperbaiki kulit wajah.Sediaan Kosmetika secara bersama-sama sesegera mungkin. Secara sistemik penggunaan masker berguna untuk merangsang kerja sirkulasi aliran darah maupun aliran limfe. 1.  Kaolin 116 . kenyamanan.setting mask. gunakan lapisan masker yang sedikit lebih tebal. Sebaiknya hindari penggunaan masker pada orang yang mempunyai riwayat alergiatau pada keadaan kulit sangat sensitive. Tindakan harus dilakukan secara hati-hati agar air tidak menetes ke pelipuk mata. Pada kulit kombinasi. Clay setting mask. dapat digunakan masker lebih dari satu jenis. memiliki jarringan parut baru. Kemasan atau jenis masker terdiri dari setting mask dan non. jenis masker yang digunakan dan suhu udara disekitar. Yaitu tepung berwarna putih yang berfungsi sebagai astringen ringan yang cocok untuk memperbaiki kulit yang berpori-pori terbuka serta menguatkan dan mengncangkan kulit. Normalnya. merangsang dan memperbaiki kulit melalui percepatan proses regenerasi dan memberikan nutrisi pada jaringan kulit. Penggunaan kapas sekali pakai (disposable) lebih sehat dan lebih baik. terdapat kerusakan pembuluh darah kapiler. peeling dan astringent. memperbaiki pori-pori kulit. Terdapat dua macam masker jenis ini yaitu clay setting mask dan sulphur. yaitu membersihkan kotoran yang menempel pada lapisan kulit yang lebih dalam. Jenis Masker : Dapat dibedakan berdasarkan kesiapannya untuk digunakan. Masker sebaiknya dilepaskan dengan menggunakan kapas yang telah dicelup di air hangat. Kemasannya dilengkapi dengaqn lapisan tipis karena umumnya masker ini berbahan dasar seperti Lumpur.  Magnesium karbonat. Yaitu tepung berwarna merah muda dan mengandung seng karbonat untuk menyejukkan kulit yang meradang dan mengurang pelebaran pembuluh darah kulit. Masker merupakan alat yang memiliki efek dan manfaat sebagai deep cleansing. hidung atau mulut. membersihkan sisa-sisa kelebihan lemak pada permukaan kulit. Masker jenis ini dapat ditemukan dalam beberapa variasi warna. mengangkat se-sel kulit yang telah mati. yaitu apakah sudah jadi atau harus diolah terlebih dahulu. mengurani iritasi kulit serta merupakan pelembab dan penyegar kulit. meningginya proses difusi aliran darah atau pada infeksi atau penyakit kulit. penggunaan masker dilakukan selama kurang lebih 5-20 menit tergantung kepekaan kulit. Pada daerah yang mengalami penyumbatan atau bercak. Bahan dasar clay setting mask terdiri dari :  Kalamin.

Sediaan Kosmetika
Yaitu tepung berwarna putih krem yang mempunyai efekk lebih kuat daripada Magnesium karbonat serta berfungsi membersihkan kulit, merangsang sirkulasi dan merupakan sumbernutrisi kulit.  Lumpur steril yang akan merangsang sirkulasi dan sangat baik untuk kulit berjerawat. Selain itu masker jenis ini juga mengandung bahan aktif seperti air mawar (sebagai toner dan meningkatkan kerja masker, air bunga jeruk dan digunakan sebagai refining mask- masker yang berfungsi untuk memperbaiki fungsi kulit yang terganggi dan mengencangkan kulit dengan cara mengecilkan pori-pori kulit), witch hazel (astringent, baik digunakan pada orang berjerawat tetapi tidak boleh digunakan pada kulit halus dan sensitive) dan minyak almon (tidak mengeringkan kulit sehingga sangat baik digunakan pada kulit dehidrasi, kulit orang tua dan untuk menjaga kulit agar tetap awet muda). Sulphur, peeling dan astringent. Bahan dasar kemasan ini umumnya terdiri dari beberapa bahan organic maupun bahan kimiawi yang telah diforrmulasikan sendiri oleh suatu perusahaan kosmetik. Bahan sulfur yang digunakan sangat baik untuk proses penyembuhan. Namun jangan menggunakan masker jenis ini untuk kulit kering, kulit orang tua dan kulit yang sangat sensitive. Lateks atau alginate. Kemasan ini merupakan bentuk lain setting mask yang pada lateks tebuat dari unsure karet pada alginate tebuat dari tumbuhan laut. 2. Non-setting mask. Merupakan suatu masker yang berasl dari bahan-bahan biologis (terbuat dari tumbuhan baik berupa buah-buahan, sayuran atau daun). Gunakan gauze untuk memudahkan pengolesannya pada kulit, terutama untuk masker yang terbuat dari buah-buahan. Buah-buahan seperti ketimun yang sering digunakan sebagai masker sangat baik untuk semua jenis kulit dan untuk mendapatkan efek yang lebih baik lagi, tambahkan air bunga mawar. Specialized Mask Merupakan bentuk masker yang berasal dari bahanbahan tertentu sesuai dengan fungsinya. Gelatin. Berfungsi sebagai deep clanking dan mild astringent. Oleskan sampai memenuhi seluruh permukaan wajah hingga kulit teras lembut dan lentur. Kemudian tekan-tekan sedikit dan biarkan selama 20 menit. Paraffin wax. Bahan yang terdiri dari paraffin (lilin), bees wax, petroleum jelly dan benzoin ini setelah cair dicampur dengan air panas dan selanjutnya dalamkeadaan hangat dioleskan dengan sikat. Keringat yang banyak dikeluarkan dalam proses ini sangat baik untuk mengangkat kotoran. Hot oil mask. Sangat dianjurkan untuk kulit kering, berkerak atau kulit dengan kerutan halus. Minyak yang digunakan bisa minyak almon, zaitun atau minyak gandum. Dengan bantuan sinar infra merah, wajah yang ditutupi masker disinari selama 5-10 menit. Stimulating mask. Bahan berbentuk pasta yang terdiri dari Magnesium, Lumpur steril (fuller’s earth) dan air mawar ini sangat berguna untuk memperbaiki kerusakan sel-sel kulit wajah. Digunakan selama 5-15 menit.

117

Sediaan Kosmetika
Milk pack. Sangat baik digunakan sebagai masker karena selain memperbaiki fungsi kulit juga dapat memberikan zat-zat gizi pada kulit. Bahan ini sangat baik digunakan untuk kulit kering, berumur, berkerut dan kurang gizi. Terbuat dari campuran buah almon dan susu. II. Krim Tangan dan Krim Tubuh (Hand cream dan body cream). Krim tangan dan krim tubuh adalah sediaan yang digunakan untuk melindungi kulit supaya tetap halus dan lembut, tidak kering, bersisik dan mudah pecah. Kulit kering dan kasar pada umumnya disebabkan karena kulit sering kontak dengan air atau larutan deterjen/sabun, terutama pada cuaca dingin. Kulit kering yang disertai pecah-pecah terjadi karena pecahnya lapisan tanduk dari kulit dan berkurangnya jumlah air pada lapisan korneum. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan cuaca menjadi lembab secara tiba-tiba. Menurut Frazier dan Blank, mekanismenya dalah sebagai berikut : Ketika air mengenai kulit, jaringan epitel akan menyerap air dan kemudian membengkak karena tejadinya hidrasi. Terjadinya pembengkakan ini menyebabkan lapisan korneum menjadi pecah. Ketika kulit keluar dari air, jaringan epitel kemudian mongering dan berusaqha kembali ke bentuk dan ukuran semula. Karena pecahnya lapisan korneum, sel-sel tidak kembali ke tempat semula tetapi berusaha keluar ke permukaan sehingga kulit terasa kasar. Berpindahnya lipid dari permukaan kulit yang diakibatkan larutan deterjen juga dapat menyebabkan kulit menjadi kasar. Lipid berperan sebagai pengikat untuk menahan lapisan sel epidermis agar berada di tempatnya. Sebum merupakan secret kulit yang berfungsi menjaga kelembutan, kelembapan dan melindungi kulit. Lapisan sebum apabila rusak atau hilang karena proses pencucian oleh larutan sabun atau deterjen, akan menyebabkan kekeringan dan bersisik. Keretakan akan muncul pad permukaan kulit dan menyebabkan infeksi yang diikuti dengan dermatitis. Kelembaban kulit sangatlah penting dan juga dengan sebum karena memberikan lapisan asam emollient, membantu dalam mengontrol evaporasi kelembaban walaupun kulit tidak selalu mensekresi agen pelembab alam. Keseimbangan kandungan air pada kulit juga perlu diperhatikan. Krim tangan (Hand Cream) memiliki sifat-sifat : 1. untuk memberikan kelembaban pada kulit secara langsung. 2. untuk memberikan lapisan minyak dan zat-zat lain yang sifatnya tidak jauh berbeda dengan sebum. 3. untuk menjadikan kulit lebih lembut dan lentur tetapi tidak terlalu berminyak. 4. tidak bereaksi dengan keringat normal pada tangan. 5. bersifat antiseptik. 6. memiliki bau yang harum. 7. memiliki warna yang stabil dan menarik. 8. mudah dihilangkan dalam penggunaanya.

118

Sediaan Kosmetika
Umumnya krim tangan (hand cream) dan krim tubuh (body crem) berupa cream yang ringan yang mudaah menyerap ke dalam kulit, lembut tetapi tidak terlalu berminyak pada kulit. Parfum harus sesedikit mungkin dan mudah dihilangkan. Supaya cream tidak menjadi terlalu berminyak pada kulit maka kandungan lemaknya harus rendah. Water continuous cream lebih umum digunakan daripada oil continuous cream. Bahan Dasar. Yang paling umum digunakan pada produk krim dan lotion tangan adalah emollient (zat pelemak). Zat ini dapat menginduksi proses dehidrasi pada kulit. Bahan-bahan dasar yang digunakan dalam produk perawatan kulit adalah : 1. pelembut (emollient). 2. zat pelindung. 3. zat penyembuh (Healing agent). 4. pelembab (Humektan) 5. zat pengemulsi. 6. zat pengawet. 7. zat pewangi (parfum). 8. zat pewarna.

1.

Pelembut (emollient)

Bahan yang sangat spesifik yang membantu dalam formuka pelembut kulit adalah lanolin dan turunannya, sterol, fosfolipid, hidrokarbon, asam lemak, ester asam lemak dan lemak alcohol. Lanolin dan turunannya. Bekerja dengan merawat bagian epidermis kulit normal, lanolin tidak berpenetrasi ke dalam kulit, tertahan dalam bagian permukaan dari epidermis. Lanolin merupakan lilin alami yang terdiri dari ester-ester dalam jumlah besar diman ester ini dibentuk oleh gabungan alcohol bermartabat tinggi dan asam lemak tinggi. Secara umum lanolin yang digunakan dalam formula tidak lebih dari 5%. Selain sebagai emollient, lanolin termasuk juga berfungsi sebagai zat pengemulsi. Turunan dari lanolin : ☺ Lanolin cair yang umum dijual dipasaran dengan nama dagang lanogene, lantrol, viscolan, lanoil, ritalan, argotol 60 dan fluilan. ☺ Lanolin wax yang umumnya dijual di pasaran dikenal dengan nama waxolan, lanfraks, lanocerin dan albalan. ☺ Lanolin alcohol. Terdiri dari tiga macam yaitu sterol, alcohol triterpen dan alcohol alifatik. Efek emollient yang dihasilkan oleh lanolin alcohol adalah sifat hidrofilik yang berasal dari sterol, dalam hal ini mendekati kolesterol. Lipid yang berada pada lapisa lemak di kulit, seperti kolesterol, bersifat hidrofilik dan apabila kontak dengan kulit, maka lapisan kulit akan menyerap air hingga kondisi yang normal. Proses dehidrasi kulit (pada korneum) ini disebabakan adanya kolesterol. Lanolin alcohol terdiri dari 3 bentuk, yaitu :

119

120 . yaitu : a) krim dan lotion penolak air. 2. Krim pelindung tangan dibagi menjadi dua kelompok. 2. warna kuning. 3. bahan lilin padat. 5. terdapat beberapa persyaratan untuk formulasi krim pelindung : 1) Stabil dan cara pemakain yanh mudah dan nyaman. Bentuk cairan biasanya dalam bentuk minyak mineral. 6. Jenis fosfolipid yang banyak digunakan dalam krim tangan dan badan adlah lesitin. lanolin alcohol terasetilasi. berperan untuk melindungi kulit dari air dan zat yang larut dalam air yang dapat mengiritasi kulit.Sediaan Kosmetika 1. Merupakan kandungan dasar yang paling banyak digunakn dalam formula krim tangan dan badan. 4) Tidak mengiritasi kulit. Sterol Satu-satunya sterol yang digunakan khusus dalam sediaan krim tangan dan tubuh adalah kolesterol. lanolin asam lemak. Contoh: Amerchol L-101. Asam lemak. warna kuning contoh: Hartolan. Komposisi asam stearat yang digunakan dalam formula 1-20%. minyak mineral. adalah senyawa kompleks lemak yang larut terdiri dari asam lemak dan gliserol serta basa nitrogen seperti kaoln dan etanolamin. 3. juga mengandung asam fosfat. Fosfolipid. basa lemak. kekeringan dan kulit berkerut. lanolin polioksi alkalin. jenis ini ada berbagai macam seperti lanolin terasetilasi. Yang digunakan adalah petrolatum. 1. dll. Jenis emollient ini kurang disukai karena menimbulkan rasa tidak nyaman serta efek berminyak. 2) Zat melekat dengan baik pada kulit. 3) Dapat membentuk selaput yang tidak tembus. 5) Proses pelepasan yang mudah dan nyaman. lentur dan tidak mudah retak. Nimlesterol. 6) Memiliki nilai estetika dalam hal kenyamanan. larutan. 2. Menurut Peel. Lanolin yang dimodifikasi. 4. Jenis asam lemak yang paling sering digunakan dalam pembuatan produk ini adalah asam stearat seperti Kalium stearat atau etanolamin stearat. Ceralan. yang penggunaanya tidak boleh lebih dari 5%. lanolin alcohol teretoksilasi. Kolesterol ini harus efektif dalam perawatan kulit yang disebabkan oleh iritasi. dll. Hidrokarbon. Zat Pelindung. paraffin wax dan ozokerit.

manitol. 3. 2) Menstimulasi perkembagnagan lapisan granulasi yang dapat mereduksi waktu penyembuhan 3) Reaksi ini tidak menimbulkan rasa sakit. natrium setil sulfat. Zat lain yang juga memiliki sifat humectan adalah polioksietilen gliserol. Pelembab (Humectan). emulsi ointment. Produk perawatan tangan pada awalnya terdiri dari campuran yang sangat sederhana yaitu 50% humectan dan 50% air. sabun asam lemak yang sering digunakan adalah triacthanolamin stearat sebanyak 0. 1. kationik. Na stearat. Humectan yangumum digunakan adalah gliserol. Zat penyembuh (Healing Agent). mengandung mengandung sabun asam lemak kalium atau natrium Ester Sulfur (garam natrium) Natrium lauril sulfat.5-3%. Amonium stearat. 4) Zat ini terdapat pada sediaan larutan. polioksietilen sorbitol. propilenglikol dan sorbitol. berperan untuk melindungi kulit dari minyak atau zat yang larut dalam minyak yang dapat mengiritasi kulit. Ammonium stearat dan garam amin dari asam lemak dapat menghasilkan krim yang putih tapi cenderung untuk 121 . Sabun asam lemak dan garam natrium dari ester sulfur bersifat sangat hidrofilik dan cenderung untuk menghasilkan emulsi tipe minyak dalam air. Pada formulasi lotion tangan. Zat pengemulsi anionic Zat pengemulsi kelompok ini telah sering digunakan dalam formulasi krim tangan dan krim tubuh. Penggunaan zat penyembuh didasarkan pada kulit tangan yang pecah. Sekitar 75% krim tangan dan tubuh yang dijual di pasaran. 4. Contoh sediaan : Tipe Contoh Sabun asam lemak K-stearat. Penggunaan alantoin urea pada krim tangan karena memiliki efek menembuhkan jika dipakai pada bagian kulit tangan yang terluka dan tidak memiliki efek racun. dan non-ionik. Zat Pengemulsi Zat pengemulsi yang digunakan pada krim tangan dan tubuh dibagi menjadi 3 kelas utama yaitu anionic. Penggunaan allantoin sebagai zat penyembuh (Mecca) : 1) Efektif untuk membersihkan bahan nekrtotik. Humectan adalah senyawa yang menjaga perubahan kelembaban antara produk dan air baik dalam wadah yang digunakan maupun kulit. diemulsikan menggunakan zat pengemulsi kelompok ini. 5.Sediaan Kosmetika b) krim dan lotion penolak minyak. glukosa dan Na laktat. Gliseril monostearat. Trietanolamin stearat Asam lemak poliol monoester.

polioksietilen stearat. namun terdapat beberapa garam yang terbentuk tapi larut. Pengawet 122 . Contoh zat pengemulsinya adalah polioksietilen sorbitan mono stearat atau polioksi etilen glikol 1000 monostearat  Ester lipofilik. ester asam lemak sorbitan. 6. dalam hal ini berperan sebagai zat aktif permukaan. harus dibuat pada temperatur serendah mungkin. Contoh zat nonionic adalah : polioksietilen lauril alcohol. substansif terhadap protein pada pH asam. Penggunaan zat kationik sebagai pembunuh kuman dapat digunakan dalam krim tangan tanpa kuatir dengan ketidakcocokan. e. Pada krim tangan cenderung tidak membentuk lapisan kulit b. dll. Penggunaan zat kationik didasarkan pada reaksi antara senyawa kation dengan senyawa anion pada sediaan. Zat pengemusi non ionik Pembagian :  Ester yang bersifat hidrofilik. proses pengerutan cenderung kecil c. Krim tangan tipe minyak dalam air yang terdiri dari zat penemulsi non ionic. Contoh ester asam lemak polietilenglikol yang ber-BM rendah. Selain itu juga suhu pada emulsifikasi juga berperan pada proses pengotoran tersebut sehingga disarankan untuk krim yang mengandung ammonium stearat atau garam –garam amin lainnya sebagai zat pengemulsi. Emulsi cenderung stabil dan dalam hal viskositas tidak membentuk gel bhkan cenderung viskositas semakin kecil jika formula tidak seimbang. Penggunaan zat non ionic pada sediaan krim dan lotion tangan adalah : a. dan reaksi ini membentuk suatu emulsi pH yang dihasilkan berkisar antara 2 sampai 4. Konsentrasi yang digunakan pada masing-masing tipe ini adalah 1-10%. Proses pengotoran ini terkadang dikatalisasi oleh sejumlah logam terutama logam besi. pada waktu penguapan. netral. maka akan terbentuk garam terionisasai yang kurang baik antara kation dan anion hidrofob. bersifat membunuh kuman bila tidak bereaksi dengan zat anionic atau bahan lain yang tidak cocok. b. polioksietilen sorbitan monostearat. Krim tangan dengan suasana asam. maupun basa bisa direaksikan dengan zat kationik. Ketika suatu kation dengan berta molekul yang tinggi bereaksi dengan anion dengan berta molekul tinggi. 3. Sediaannya tahan terhadap pembekuan d. Pada umumnya zat kationik bereaksi dengan asam lemak seperti asam stearat. 2. Senyawa yang terbentuk berbentuk endapan. c.Sediaan Kosmetika berubah menjadi kuning pada penyimpanan yang lama. cenderung untuk membentuk emulsi pada pH asam. Zat pengemulsi kationik Penggunaan senyawa kationik dalam sediaan krim dan lotion tangan disebabkan : a.

metil ester sebanyak 0.12% dapat ditambahkan ke dalam fase air dan 0.  Harus larut dalam konsentrasi yang digunakan.  Cocok.15%.02%. Tetapi banyak pula pengawet yang dilarang penggunaannya karena alasan tertentu. misalnya essential oil. etil. Menurut Deakers. propil p-hidroksibenzoat dapat ditambahkan sebanyak 0. senyawa aromatik sintetik dan zat-zat parfum yang lain yang memiliki sifat sebagai surfaktan sehingga dapat berkompetisi dengan zat pengemulsi untuk posisi pada tegangan antarmuka.05% pada fase tersebut. tergantung pada konsentrasi dan tipe emulsi. Zat pewangi (parfum). zat tambahan yang ditambahkan dalam formula krim tangan bebgai berikut : metil ester ditambahka kedalam fase air dan dipanaskan 600C dibantu dengan pengadukan selama waktu pemanasan. 123 . Dalam kenyataannya. Syarat pengawet yang baik :  Harus efektif melawan berbagai tipe mikroorganisme yang menyebabkan penguraian. rasa dan sebagainya. diperkirakan 0. Na propionat efektif hanya dalam media asam. Jika fase minyak mengandung sejumlah kolesterol atau lecithin. Metil ester yang paling mudah larut sedangkan butil ester yang sukar larut dalam air. serta harus netral sehingga tidak merubah pH sediaan.2 %.05% dan butyl 0.1 % propil ester dalam fase minyak dapat memberikan efek antiseptik. propil 0.  Bersifat non toksik secara internal maupun eksternal. Efek dari parfum bervariasi. Senyawa parfum dan zat yang terkandung di dalamnya bisa mempengaruhi stabilitas emulsi dari krim tangan tersebut. Propil ester dapat diganti dengan butyl ester dengan konsentrasi yang sama. Propil dan butyl ester ditambahkan kedalam fase minyak dan dilarutkan dengan pemanasan dan pengadukan. 7.25% metil ester dilarutkan dalam fase air dan 0. Pada lotion. Pengawet seperti asam benzoat. konsentrasi metil p-hidroksibenzoat adalah sekitar 0.05% propil ester ditambahkan dalam fase minyak. Menurut Harry. Na benzoat.05%-0. misalnya : asam salisilat dapat menyebabkan iritasi kulit sehingga tidak digunakan lagi.  Harganya tidak boleh meningkatkan harga sediaan.Sediaan Kosmetika Karena krim tangan dan tubuh mengandung air dan zat yang dapat dirusak oleh mikroorganisme maka sediaan harus dilindungi dari mikroorganisme. propil dan butyl. fase air mengandung campuran dari metil ester 0. Pemilihan parfum yang digunakan dalam penggunaan krim tangan dan krim tubuh semata-mata berdasarkan nilai estetika. dalam arti tidak merubah karakteristik sediaan seperti aroma. Komponen parfum yang dapat menyebabkan konsistensi dan stabilitas emulsi.1-0. dan butyl ester dari asam hidroksibenzoat umum digunakan dalam krim tangan dan lotion. propil. warna.  Tidak boleh mempengaruhi efek sediaan. Pada krim tangan yang kandungan minyaknya lebih tinggi. Metil. Ester yang umum digunakan pada krim tangan dan lotion yaitu :metil.

lavender.…. contohnya adalah D&C Red No.5% Arlasel 80…………………. PH pada krim tangan dan kulit sekitar 5-8. sedangkan D&C Red No. kelarutan stabilitas. parfum. Macam-macam Bentuk Krim Tangan :  Krim cair. ada beberapa pewarna yang cukup stabil dalam media asam tetepi menunjukkan stabilitas yang rendah dalam media basa. tipe tumbuh-tumbuhan dan rose. Zat pewarna Pemilihan pewarna harus disesuaikan dengan produk pad setiap kondisi penyimpanan begitu juga dengn keamananya secara fisiologi. sehingga zat pewarna yang larut dalam air digunakan untuk mewarnai air pada fase luarnya.…7% Lanolin ……………………0.0. Akan lebih menguntungkan jika mewaranai kedua fase dengan menggunakan kedua pewarna yaitu yang larut dalam air dan larut dalam minyak dalamsatu produk. feniletil alcohol. tipe lilac.. 2) Minyak atsiri : geranim borbon. 3) Komponen minyak parfum : Bouquet medium.. pengawet…. Contoh formula : Asam stearat …………. Umumnya krim tangan adalah emulsi minyak dalam air. hidroksi citonella dan amil sinamat aldehid. Emulsi air dalm minyak digunakan pewarna yang larut dalam minyak dengan kondisi yang sama.Sediaan Kosmetika 1) Aromatik sintetik: ekstrak terpineol.23 stabil dalam media basa tetapi dalam media asam akan mengendap.5% Tween 60 …………………. • Larutan+ NaOH lalu dikocok → agak berbusa pada pengenceran Lanolin 124 .5% Larutan sorbitol 70% ………10% Air. rose de mai absolute.. Masalah kesesuaian produk dengan zat pewarna berhubungan dengan pH.20 yang mengendap dalam larutan pada media media basa.0.ad100 Analisis Asam stearat • Bilangan iodium tidak lebih dari 4 • Suhu lebur tidak lebih dari 54 • Jika dibakar→ bau malam • Bereaksin sam pada tes lakmus • Zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat. geraniol murni. Krim tangan dan tubuh (Hand body cream) yang sering digunakan adalah krim tangan (Hand cream) berupa cairan. 8. zat pengoksidasi dan pereduksi.

…2% Gliserin……………………………………………………. parfum dsb …………………..….1% Sorbitol syrup 70% ………………... larut dalam kloroform p .5% Isoproppil myristat ……………………………………………3% Cetyl alcohol ………………………………………………….…2% Potassium hidroksida ……………. 10% Air.. dsb ………………………………. 125 .. Hand cream dengan formula yang sederhana terdiri dari asam stearat .5% Petroleum jelly.3% Air.7% Lanolin ……………………………………0.. Cetil trimethyllammmonium bromida ………………………1.. parfum dan zat tambahan lainnya …ad100% Formula krim tangan (Hand cream ) dibawah ini khusus untuk melawan deterjen anionic yang terabsorpsi pada kulit atau untuk memberikan khasiat germisida.55% Sorbitol solution 70% …………………….ad100%  Krim padat Umumnya krim padat digunakan untuk menghilangkan kotoran.15% Isopropyl meristat ………………..5% Tween 60 ……………………………….Sediaan Kosmetika • Bilangan ioddium 18-36 • • Praktis tidak larut dalam air. Telah dijelaskan diatas Isopropyl miristat.eter p • Larutan 25g dalam 10 mL eter p + 10 tetes fenolftalein → larutan tidak berwarna merah Larutan 500 mg dalam 5 mL kloroform + 1 mL anhidrida asetat + 2 tetes H2SO4 p → tidak terjadi warna hijau tua Formula dengan emulsi non ionic : Asam stearat ………………………………. lanolin.….. dsb ………………………………………….2. Contoh formula : Asam stearat ………………………. alkali dan air tetapi akan lebih stabil jika ditambahkan humektan dan ester lemak.5% Arlacel 80 …………………………………0.18.8% Air. Prinsip emulsinya yang juga memperantarai iritsi kationik sebagai surfaktan kationik yang disuplemen oleh Cetil alcohol.ad100% Analisis Asam stearat. parfum..

5% Bentonite …………………………………………………....10% Air. Mucilago.10% Silicon M555 …………………. Sorbitol.5% Lotion.10% Emulsene 1219 ………………………….. selulosa dan akan memberikan fase kontinue dengan sedikit kepadatan sehingga akan mengontrol kelembaban dengan baik. parfum dan zat tambahan lainnya …………………ad100% Lanolin atau minyak silicon dapat juga digunakan dan menghasilkan formula yang lebih kompleks dan menghasilkan cream yang lebih fungsional serta memenuhi keinginan pasar. Cream dapat juga dikentalkan dengan penambahn gom.. Contoh formula : Manutex SA ……………………………………………….12% Liquid paraffin ……………………………………………..Sediaan Kosmetika • • • • Bilangan penyabunan 202-212 Bilangan asam tidak lebih dari 1 Bilangan iodium tidak lebih dari 1 Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan dengan kromatografi gas.12% Triethanolamine ……………………………………….7..………….add100% Formula yang menggunakan pelarut air-resin : Glycerin …………………………………………………. Telah dijelaskan diatas. parfum dan zat tambahan lainnya ……………….17% Carbopol 934 …………………………………………….0.…0.6% Minyak mineral ………………. KOH (Kalium Hidroksida) • Larutan4% b/v memberikan reaksi terhadap Kalium : + Heksanitritokobaltat (III) Na3(Co(NO2)6) → endapan kuning + Larutan asam tartrat H2C4O6 → endapan kristalin putih + larutan asam perklorat HclO4 → endapan kristalin putih + Asam Heksakloroplatinat (IV) H2(PtCl6) → endapan kuning + tes nyala : ungu. Contoh formula : Asam stearat …………………….10..………... jelly 126 .…………..3% Soap chips ………………………………………………...5% Air.2% Ethomenn C25 ………………………………………….…………10% Isopropyl meristat …………….2% Cetyl alcohol ………………………………………………10% Minyak mineral …………………………………………….

. Gliserin..qs. Analisis Tragakan • Sedikit zat dalam larutan merah ruthenium p.……. Kuantitatif . • Panaskan dengan Kalium bisulfat : terjadi uap merangsang. Sediaan pekat (non-aqueos) Bentuk umumnya adalah lanolin anhidrat dan petroleum jelly. karena ini tidak terdiri dari 2 fase. Setelah uap Sulfur trioksida muncul. pada filtrat + 10mL larutan timbal subasetat p : larutan berkabut tapi tidak terjadi endapan. tambahkan biru brom LP dan asamkan dengan H2SO4 0. terjadi nyala hijau. • Jika dibakar dengan sedikit Na-tetraborat p diatas nyala api. Pada 5 mL filtrat bersih + beberapa tetes Hidrogen feroksida → warna kuning merah atau orange segera muncul. encerkan dengan 50 ml air .……….2% Gliserin ………………………………. jika diperiksa dibawah mikroskop. biasanya terdapat dalam wadah tube atau berupa hand blocks.05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau .. Dinginkan suspensi. pengawet.8% Parfum. pewarna …………………….87.74% • • 127 .. lanjutkan selama 1 menit. Timbang seksama 400 mg .………. tidak menunjukkan butiran berwarna merah jambu.10% Titanium dioksida …………………. Prototype dari sediaan ini adalah gliserin dan air mawar yang merupakan campuran sederhana. Formula dibawah ini merupakan tipe preparat hand block asam-basa : Paraffin wax …………………………26% Petroleum jelly ………………………. perbedaan dari agar.02 N : campuran berwarna hijau. Netralkan dengan NaOH 0. Titanium dioksida. Pada 500 mg zat + 5mL H2SO4 panaskan perlahan.. • Pada 100 mg serbuk + 1 mL Iodium 0.Sediaan Kosmetika Merupakan sediaan perawatan tangan yang secara definisi yang hampir tidak sama dengan krim.2% Air …………………………………. cairkan dengan air sampai 100 mL lalu saring. • Pada 20 mL larutan 0. (perbedaan dari gom akasia dan agar).. masukkan ke dalam gelas piala 600 . Contoh formula untuk sediaan gom mucilage yang tidak mengandung fase minyak Gom tragakan …………………………….…………0.25% b/v + 10 mL larutan timbal asetat p 20% b/v : terbentuk endapan merah jonjot → saring.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan .

Sediaan Kosmetika
Untuk beberapa campuran biasanya ditambahkan preparat herbal misalnya klorofil, daun marshmallow, minyak atsiri, terpenti, eucalyptus, kamfer, ZnO, mono klorotimol, dsb. Beberapa jenis malam yang digunakan untuk merekatkan minyak misalnya polietilen yang penggunaanya dicampurkan dengan bahan pengemulsi. SEDIAAN KOSMETIKA MAKE UP (BUKAN UNTUK MATA ) Sediaan kosmetika “ make up “ adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk memperindah , menutupi noda – noda , serta kekurangan yang terdapat pada muka seseorang , pada umumnya wanita . Berdasarkan urutan pemakaiannya sediaan “ make up “ dapat dibagi menjadi : I . Dasar “ make up “ . Sering juga disebut “ foundation make up “ atau “ cream make up “ , berguna agar bedak dapat merata pada permukaan kulit dan tahan lama . Ketika memakai “ make up “ , foundation digunakan pertama kali sebagai dasar untuk pemerah pipi dan bedak . Pada umumnya merupakan suatu lotion atau emulsi dengan penambahan suatu zat warna . Mula – mula dikenal bentuk seperti salep , kemudian cairan / liquid dengan dua lapisan dan yang terakhir dikenal bentuk batang / stick . Zat – zat yang sering digunakan dalam dasar “ make up “ adalah titan dioksida , seng oksida , Na searat , minyak – minyak dan lemak . Contoh formulanya adalah : Persen Minyak mineral 23 , 5 Ozokerite mp 75 – 80 0C 05 , 5 Petrolatum 47 , 5 Lanolin 04 , 4 Paraffin mp 56 – 58 0C 05 , 5 Dry powder ( titanium dioksida , pigmen anorganik dan talk ) 13 , 6 Parfum qs Penambahan talk dalam formula ialah untuk meratakan bahan kering , sedangkan udara kering yang terjebak ketika serbuk kering ditambahkan pada semi solid dapat dihilangkan dengan memanaskan campuran pada suhu 70 0C dan diaduk pada 50 – 80 rpm . Bentuk formula diatas dapat menghasilkan formula 2 yang berbentuk cake , contoh formulanya adalah : Persen Isopropil miristat 54 Lilin carnauba 05 Beeswax 01 Serbuk kering ( Titanium dioksida , pigmen anorganik dan talk ) 40 Parfum qs Sedangkan untuk memperoleh “ make up “ yang berbentuk stick , formulanya dapat diubah dan dalam membuatnya menggunakan cetakan , contoh formulanya adalah :

128

Sediaan Kosmetika
Isopropil miristat Lilin carnauba Beeswax Minyak mineral 70 / 80 Dry powder Parfum Persen 37 14 04 10 35 qs

“ Make up “ stick ini dapat dibuat untuk lebih lunak dengan meningkatkan jumlah beeswax atau menambahkan ozokerite , isopropyl miristat dapat diganti dengan isopropyl palmitat , butyl stearat , butyl oleat , propilen glikol monooleat , atau propilen glikol monolaurat . Untuk jenis “ make up “ bentuk lain yaitu bentuk krim , contoh formulanya adalah : Bagian.1: Asam stearat Sorbitol monostearat Isopropil palmitat Bagian.2 : Tween 80 Propilen glikol Air Dry powder Pengawet Parfum 15 2,5 2,0 1,5 1,5 54 15 qs qs

Dalam pembuatan alas bedak dengan pijatan , dilakukan dengan gerakan halus dan lemah lembut pada kulit muka dan leher. Dengan pijatan, ini dapat memberikan kehalusan dan dapat membuat foundation kelihatan lebih merata . Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Talk . Pemerian Serbuk halus ; putih ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif • Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air . • Netral . • Tambahan larutan titan kuning , terbentuk warna merah terang . Asam stearat • Bilangan iodium tidak lebih dari 4


• •

Suhu lebur tidak lebih dari 54 Jika dibakar→ bau malam Bereaksin sam pada tes lakmus

129

Sediaan Kosmetika
• Zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat. • Larutan+ NaOH lalu dikocok → agak berbusa pada pengenceran Zinci oxydum . Pemerian . Serbuk amorf ; putih atau putih kekuningan ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif . • Panaskan sejumlah ZnO , terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang . • Larutkan asam klorida encer , setelah ditambahkan larutan alkali hidroksida , terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan alkali hidroksida berlebih . Analisis Kuantitatif . Timbang seksama lebih kurang 1,5 gram zat uji yang baru dipijarkan , tambahkan 2,5 gram ammonium klorida P , larutkan dalam 50,0 ml asam sulfat 1 N LV , jika perlu bantu dengan pemanasan lemah . Setelah larut sempurna tambahkan jingga metil LP dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1 N LV . Khasiat : Antiseptikum lokal . Lima formula dasar dasar “ make up “ : 1. Cairan / liquid : Terdapat dalam formula pelembut dengan tambahan satin untuk kulit kering atau beraneka macam minyak bebas dengan tambahan matte untuk kulit berminyak . 2. Cream : Bagus untuk kulit kering . 3. Stick : Bekerja baik pada kulit orang dewasa , mudah diatur pemakaiannya . 4. Gabungan dua formula ( cair ke serbuk atau cream ke serbuk ) : Biasa untuk orang yang tidak suka menggunakan formula dasar yang banyak dan lebih efisien waktu . Cocok untuk beraneka jenis kulit tetapi hindarkan dari kulit yang kering sekali. 5. Pelembut warna : Biasa dipakai pada remaja kesegaran wajah dan menambah lebih muda . II. BEDAK ( FACE POWDER ) Bedak berguna untukmelicinkzn kulit,melindungi kulit dari sinar matahari,melindungi dari kekeringan dan kelembaban serta merupakan dasar dari “make-up” secara keseluruhan. Persyaratan Umum Untuk Bedak Bedak yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan,antara lain: 1. Bedak harus memiliki kemampuan untuk membungkus yang baik,sehingga dapat bekerja untuk melapisi kulit,menutupi pori-pori dan nodanoda. 2. Harus dapat menyebar dengan baik tampa adanya gumpalan,hingga dapat melicinkan dan menghaluskan kulit. 3. Harus memiliki daya lekat yang baik sehingga dapat tahan lama pada muka.

130

Kuning. minyak.propilenglikol dan zat berlemak 131 . B. Bedak jenis medium digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak. dapat merupakan zat warna organic atau anorganik yang mempunyai sifat tidak larut dalam air dan dalam minyak.Avisel . 5. 3.Ca Carbonat.isoprofil ministat dan bionding agent emulsi seperti trietanolamin stearat.kedalam sediaan ini sering juga ditambahkan humektan seperti Sorbitol.bedak dapat dibagi menjadi 1.cera atau paraffin.Lanolin. Formula Umum Bedak Pada umumnya bedak yang baik ditentukan oleh pemilihan bahan dasar yang akan digunakan.Silika. Noda-noda hitam. Banyak digunakan karena bentuknya praktis.tidak mudah teroksidasi dan tidak mengiritasi.pori-pori 2.2%-1 % kalau terlalu banyak akan mengiritasi kulit.Zn stearat . 3.harus stabil. Cetil alcohol . Zat-zat yang memiliki sifat dapat melapisi misalnya Tiatan dioksida. hingga dapat menyerap keringat. Pada umumnya hanya bersifat ringan. Bedak jenis ringan ( Light ) digunakan untuk kulit ringan. Bedak Jenis berat (Heavy) digunakan untuk kulit berminyak.Binding agent berminyak misalnya minyak mineral . Harus dapat memberikan perasaan yang lembut . kaolin.Seng oksida. Sebagai “Binding agent” dapat digunakan zat yang dapat larut dalam air seperti Amilum dan CMC dan zat yang tidak larut dalam air sepertiGliseril monostearat.Konsentrasinya harus serendah mungkin 0.Sediaan Kosmetika 4.Selain itu juga dapat digunakan binding agent kering misalnya Mg stearat . Berdasarkan jenis kulit.Warna-warna yang sering digunakan adalah Krem.Harus mudah rata dan tidak menyebabkan perubahan warna .( binding agent ) dalam campuran serbuk kemudian dicetak. 1.CaO. Zat pewarna .merah. amilum .Mg Carbonat . Atau “ blusher “ .Tekanan tidak boleh terlalu besar dan tidak boleh terlallu kcil karena dapat menimbulkan kerapuhan dan pecahpecah pada bedak. Zat pewangi .gliserin monostearat. Mg oksida.lunak dan halus.Tidak boleh terlalu cepat menguap .ditekan dan dikeringkan dengan menggunakan aliran udara panas. 4.Harus mudah rata dan tidak mengiritasi.dipilih yang segar dan menarik. besar dan dapat melindungi kulit dari sinar matahari.merah muda.Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan bedak adalah: 1. Harus memiliki daya serap yang baik.Secara garis besar pembuatan bedak padat adalah dengan menmbahkan suatu pengikat. Bila bedak padat ini digunakan dengan menggunakan sikat yang halus dan dengan menggunakan zat warna yang agak banyak maka sediaan ini disebut dengan pemerah pipi . Dapat menutupi bekas-bekas luka. 2. Bedak padat ( Compact Powders ). Penggolongan Bedak A.Selain zat-zat diatas dapat pula digunakan talk . Berdasarkan Bentunya bedak dapat dibagi menjadi.

941. cetilalkohol. Bedak untuk kaki Merupakan sediaan yang berguna untuk memperindah kaki atau pada oreang tua digunakan untuk menutupi urat-urat yang menonjol. Mudah dioleskan dan tidak rapuh Warna harus homogen dapat dilihat dengan menaburkan dengan kertas putih dan diperiksa dengan kaca pembesar. TiO2. Ca carbonat. pemeriksaan tersebut meliputi: Bentuk dan warna harus stabil dalam waktu lama dan disinari. tetapi yang terbaik adalah ester asam lemak.serta harus melekat dengan baik.Sediaan Kosmetika seperti lanolim mimyak mineral. yaitu: • Titanium dioksid bukanlah zat yang dapat mengecilkan pori-pori • Kemampuan melindungi kulit dari sinar matahari lebih lemah dibandingkan dengan ZnO • Kadang-kadang sulit dicampur dengan bahan dasar bedak 1. Bi Oksiklorida . 3. Kedalamnya sering ditambahkan surfaktan seperti.serta kulit yang kering Titanium dioksid bersifat inert dan memiliki beberapa kekurangan dibandingkan dengan ZnO. Bila dioleskan dilihat rapuh dan tidak melekat. Bedak Penutup Noda Merupakan sediaan yang berguna untuk menyembunyikan noda-noda pada wajah . bentonit. 4. gom. 3. 5. Talk. Pada umumnya sebagai zat pembawa adalah campuran lemak. Bi Subnitrat dalam air dan Gliserin .Bentonit mempunyai sifat yang sukar menyebar . Pengisi yang sering dipergunakan adalah air .Persyaratannya antara lain lapisan yang terbentuk harus elastis. Kaolin. baik noda bawaan sejak lahir atau noda pigmentasi. 4.Sebagai bahan dasarnya sering digunakan bentonit air dan zat warna. dan. Bila dijatuhkan dengan jarak 8-10 inci bentuk harus tetap tidak boleh berubah. Juga: carbopol. Pemerisaan hasil akhir harus dilakukan terhadap bedak padat yang beredar. lanolin dan PEG. veegum. ZnO. Isoprofil miristat.Juga sering ditambahkan zat pengisi dan disprsing agent yang larut dalam air. Pada umumnya digunakan pada malam hari dan berguna untuk memutihkan tangan dan leher . • Biasannya digunakan pada kasus-kasus yang alergi terhadap ZnO. Biasanya merupakan suspensi dari ZnO .alcohol dalam emulsi atau hidro alcohol . Propilenglikol. 132 . Bedak Cair Merupakan bedak bentuk basah sering juga disebut sebagai liquid makeup . 2.berpori dan tahan terhadap air. 934.tidak tahan terhadap air dan ada kecenderungan kulit akan menjadi keriput. 2. Titanium dioksid Titaniun dioksid memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan Zink oksid yaitu : • Memiliki kemanpuan yang lebih dalam menutup wadah.

Kaolin ini bersit kasar dan sedikit licin.Bahan-bahan yang dipergunakan untuk itu adalah bahan –bahan dengan daya serap yang tinggi.Kaolin koloidal juga memiliki memiliki daya lekat yang baik dari pada talk. 3. Kanji Kanji beras pernah digunakan sebagai dasar dari beberapa Formula bedak karena memiliki beberapa keungulan sebagai berikut: • Memiliki daya serap yang baik • Memiliki daya tutp yang baik pada kulit • Memberikan rasa halus pada kulit. Kanji. Beberapa hal yang perllu diingat bahwa criteria yang penting untuk membuat bedak yang baik adalah 1.tipe krim yang digunakan pada wajah.Bahan-bahan tersebut antara lain adalah:Kaolin koloidal.kadarnya tidak boleh melebihi 30 %. Harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorpsi minyak pada wajah.Sediaan Kosmetika • Lebih mahal dari ZnO Zink Oksida Keunggulan Zink oksid dibandingkan dengan dengan zat lin yang sering digunakan dalam bedak yaitu: • Dapat melindungi kulit dari UV lebih baik daripada bahan lainnya • Dapat mengecilkan pori-pori • Dapat dipakai sebagai antiseptic • Merupakan bahan untuk melembutkan • Meningkatkan kemampuan bedak untuk menutupi wajah. Harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorpsi air pada wajah (berkeringat ) 2.Kapur precipite.sehingga dapat menyerap minyak. Kaolin Koloidal Kaolin Koloidal ( Hidrated alumunium silikat )digunakan dalam bedak karena ia memiliki daya serap yang tinggi. Harus mempunyai kemampuan unutk bertahan lama.dan MgCO3. 133 . Seseorang akan menilai kebaikan dari suatu bedak dari kilapan yang ada pada wajah . Absorbansi Telah disebutkan bahwa fungsi bedak salah satunya untuk menghilangkan kilapan yang ada pada wajah.Sebenarnya tergantung pada jenis kulit. sehingga jika digunakan dalan waktu yang lama akan menyebabkan iritasi pada kulit.Hal ini merupakan fenomena komplek yang tidak berhubungan dengan tes ilmiah manapun. Tetapi kanji beras tidak digunakan lagi sebagai bahan bedak dengan alasan: • Kecenderungan untuk membentuk Cake Pada suhuyang lembab atau apabila ada sekresi pada kullit • Dapat diubah menjadi pasta yang lengket jika basah • Kanji merupakan nutrisi yang baik untuk bakteri .pemakaian dan jenis pekerjaan yang dilakukan.

contohnya adalah Oracid yang bentuknya busa kuku urea-formaldehid.karena bila tidak dapat mengan dung spora tetanus. Talk harus disterilisasi dengan baik. Kalsium karbonat precipitated ( kapur Precipitates) Kapur juga memiliki keunggulan yang hampir sama dengan kaolin.sehingga untuk menutupi kesalahan ini talk harus dikombinasikan dengan bahan lain. Kelicinan ( slip ) Kemampuan untuk mudah disebarkan dan penggunaannya ditalk bertujuan untuk memberikan rasa halus dikulit.Pelekatanbedak dapat ditingkatkan dengan penambahan emuliens seperti setil/stearil alcohol dan gliseril monostearat dengan kadar 0.dengan ukuran 1-10 mikrons. Talk berasal dari Italia .Zat warna anorganik ini baik diperolehsecara alamiah ataupun secara sintetik .5%. dan jepang. Plastik Bahan dasar bedak dari plastic telah dikembangkan untuk digunakan dikulit . Varietas dari Italia biasanya digunakan untuk mendapatkan kualitas yang baik. Magsium Karbonat. Kadar MgCO3 dalam Formula biasanya 5%.Kanji jenis ini memiliki keunggulan yaitu memiliki daya serap yang tinggi .Kapur tidak menyebabkan kulit menjadi kering. 134 . Kapur juga sudah memenuhi persyaratan USP.Kelembutan ini biasanya didapat dari talcum yang ditambah dengan Zn Stearat.Polietilen tidak mengiritasi kulit dan memiliki daya rekat dan daya penutup yang baik .Sediaan Kosmetika Pada saat ini kanji telah banyak dimodifikasi dan digunakan dibanyak industri kosmetik. contohnya Besi ( II ) klorida memberikan warna kuning merah dan cokalt. Penggunaan Polietilen sebagai pengganti talk pada bedak telah banyak digunakan. Talk Talkum adalah Hidrat magnesium silikat. contohnya seperti Kanji ANM.Akan tetapi kapur dapat merusak kelicinan produk.dan mempunyai efek bakteriosida . Fungsi talk dalam bedak adalah sebagai pemberi rasa licin dan daya lekat yang baik ‘akan tetapi daya daya menutupi dan daya serap dari talk kurang baik.Komponen-komponen anorganik yang bersifat racun superti timah hitan dan turunan arsen tidak boleh digunakan karena dapat mengiritasi kulit. Kadar talk dalam bedak dapat melebihi 70%.Kadar kapur tidak boleh lebih dari 15%.licin dan menempel dengan baik.Isophtalat atau kopolimer dari 2monomer tersebut . Zat pewarna bedak Zat pewarna yang biasa digunakan adalah zat warna organic atau anorganik yang tidak larut dalam air dan dalam minyak.India .mesir.Sedangkan warna hijau dan biru dihasilkan oleh zat warna ultramarine.seperti daya serap yang baik dan dapat menghilangkan kilapan pada wajah.5-1.. Kadar polietilen tidak boleh lebih dari 44 mikron Polimer yang digunakan adalah polimer BM tinggi seperti polietilen terftalat.dan dapat menempel dengan baik.( slip ). Magnesium karbonat memiliki daya serap tiga kali lebih baik dari pada kapur. Bahan Pelekat Bahan pelekat merupakan satu bagian penting dri bedak.

Berikut ini akan dipaparkan beberapa variasi formula bedak sesuai dengan jenis kulit yang ada : Bedak jenis ringan ( Light powder ) Yang dipergunakan untuk kulit kering . Formulanya adalah sebagai berikut: Vaselin 50 bagian Beeswax Putih 40 bagian Petroleum Jely 40 bagian Stearin 20 bagian Gliseril monostearat 75 bagian 135 .tidak bo0leh terlalu cepat menguap. Namun Winter ( 19 ) membuat suatu formula bedak yang banyak diminati orang yang berjenis kulit Kasar dan kering karena mengandung lemak “ fatty Powder “ . Formulanya adalah sebagai berikut : Talk 50% Kanji beras 15% Kapur Precipitete 15% Zink Oksida 15% Zink stearat 5% 3. Formulasi Bedak Berdasarkan jenis kulit yang berbeda-beda dari setiap orang .2-1%. Bedak jenis berat( Heavy ) Digunakan untuk kulit berminyak Formulanya adalah sebagai berikut: Talk Zink oksid Zink Stearat Kapur precipitate Pewangi dan pewarna 30% 24% 6% 40% qs. digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak. dipilih yang segar dan menarik .Dengan maksud untuk menyesuaikan jenis kulit tersebut . Formulanya adalah sebagai berikut. Talk 80% Zink oksid 5% Zink Stearat 5% Kanji beras 10% Pewangi dan pewarna qs 2.maka dibuat lah berbagai formula bedak. Bedak jenis medium . 1.harus mudah merata dan tidak boleh menyebabkan perubahan warna.karena jika terlalu banyak akan mengiritasi kulit.Sediaan Kosmetika Zat Pewangi Bedak Pada umumnya hanya bersifat ringan .Harus stabil dan tidak teroksidasi dan tidak mengiritasi.Konsentrasinya harus serendah mungkin 0.

... 80 % 5% 5% 10 % qs 30 % 24 % 6% 40 % qs Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat . CaO .………………………………………………………………… ZnO………………………………….. Zn stearat…………………………………………………………...... Zn stearat .. Analisis Kualitatif .. Zno . CaCO3 .. Parfum dan Warna………………………………………………. Rice starch………………………………………………………… Parfum dan Warna ………………………………………………. terbentuk warna merah terang ... silica . 136 . Precipated chalk…………………………………………………... Serbuk amorf .. Contoh Formulasi untuk face powder : A..Sediaan Kosmetika Prosedur: Dalam pembuatanya semua bahan diatas dilelehkan secara bersama-sama sambil terus diaduk lalu ditambahkan : Air panas 500 bagian Lanjutkan penggerusan sampai terbantuk emulsi . amilum . MgCO3 .. putih atau putih kekuningan . tidak berasa . • Netral . tidak berbau . terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang ... • Panaskan sejumlah ZnO . tidak berasa . • Zat pewarna .. putih . kaolin . • Zat yang mempunyai sifat dapat melapisi . B. Zinci oxydum ... tidak berbau ... Talk. Pemerian ... Formulasi Umum Bedak .. Analisis Kualitatif • Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air ..lalu tambahkan : Talk 1000 bagian Gerus kembali biarka sampai kering diayak dengan pengayak lalu kemudian ditambahkan zat pewagi secukupnya.. vicel . • Tambahan larutan titan kuning .. Talk………………………………………………………………… ZnO………………………………………………………………… Zn stearat…………………………………………………………. Pemerian Serbuk halus ... misalnya TiO2 .. • Zat pewangi ..... talk . Talk ...... MgO ...

dan keringkan pada suhu 105 0C selama 20 menit sampai asam lemak mengental tidak di bawah 54 0C . Analisis Kualitatif .1N selama 10 menit .2ml eriochrome black T.0 ml asam sulfat 1 N LV . kemudian larutkan dengan asam . Rice Strach Pemerian Serbuk sangat halus. Analisis Kuantitatif . tuangkan airnya .5 gram ammonium klorida P . Zn stearat . dinginkan campuran dan pindahkan permukaan padat dari asam lemak .putih. Beberapa variasi formula dari face powder : a. Cuci saringan dan labu terus menerus dengan air sampai tidak ada asam. setelah ditambahkan larutan alkali hidroksida . dinginkan dan saring .tidak berasa Analisis Kualitatif Didihkan 1 bagian dengan 50 bagian air. terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan alkali hidroksida berlebih . biarkan dingin .tidak berbau. Timbang seksama lebih kurang 1. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P . Analisis Kuantitatif . Panaskan kira – kira 1 gram Zn stearat dengan 50 ml asam sulfat 0. Tambahkan larutan iodium P. cairan sisa ditest dengan zink test . Campur 25 gram dengan 200 ml air hangat . Setelah larut sempurna tambahkan jingga metil LP dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1 N LV . Simpan asam lemak yang dipisahkan pada identifikasi A dalam filter wetted dengan air . Kumpulkan asam lemak dalam beaker glass kecil . tambahkan 60 ml H 2SO4 2N dan didihkan sampai asam lemak terpisah dan membentuk permukaan transparan . lalu uji dengan keras lakmus . dan cuci dengan air mendidih sampai bebas dari sulfat . tambahkan air jika perlu untuk menjaga volume asli. Talk 65% ZnO 20% Zn sterarat 5% Pricepated 10% Parfum dan warna qs 137 .5 gram zat uji yang baru dipijarkan . jika perlu bantu dengan pemanasan lemah . Khasiat : Antiseptikum lokal .Sediaan Kosmetika • Larutkan asam klorida encer . saring dalam beaker kering saat panas . tambahkan 2. larutkan dalam 50.05 M disodium etilen diamide tetra asetate sampai larutan berwarna biru . Masukkan filtrat dan cuci dengan 15ml amonia-amonium klorida buffer dan 0. panaskan larutan sampai kira-kira 40˚ dan tetrasi dengan 0. terjadi warna biru yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali . atau sampai permukaan asam lemak bersih.

Petrolium Jelly Analisis Kualitatif Berwarna kunimg gadimg atau putih dan lunak .Sediaan Kosmetika b. ZnO Zn sterarat Rice starch Pricipted chalk d. Didinginkan pada suhu 0 C. Water proof chalk base Zn atau Mg strearat Kaolin TiO Talc Parfum dan warna e.Dinginkan suspensi. Vaseline White beeswax Petroleum jelly Stearin Gleceryl monostrearat 60% 15% 5% 20% qs 15% 5% 15% 15% 50% 10 % 20% 6% 14% qs 16% 37 % 5% 8% 8% qs 50% 10 % 20% 6% 14% Analisis Kualitatif dan kuantitatif zat TiO Analisis Kulitatif Pada 500 mg asam sulfat dan di panaskan perlahan . Setelah uap sulfur trioksida muncul lanjutkan pemanasan selama 1 menit . Magnesium Strearat 138 . massa tidak berubah . Talk ZnO Zn sterarat Kaolin Parfum dan warna c. ZnO Talc Zn strerat Pricepated chalk (light) Rice strat Kaolin f. Pada 5 ml filtrat bersih tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida maka akan muncul warna merah/orange. Larut dalam pelarut organic dan tidak larut dalam air dan alcohol. cairkan dengan air sampai 100ml lalu disaring .

pijarkan hingga kering .zat tambahan . Analisis Kualitatif Serapan Ultraviolet serapan –1 cm larutan 0.kumpulkan filtrat dan cairan cucian. Analisis Kuantitatif • Refluk 2g dengan 100ml asam klorida 0.bening.pijarkan pada sisa tambahkan 10HCL 100% v/v P. Pada kumpulan filtrat dan ciran cucian tambahkan 3ml asam klorida P.lapisan minyak memadat pada suhu 50 Cdan la[pisan air menunjukkan reaksi magnesium.licin .putih. Khasiat :Antasidium .kuning muda sampai kuning.2 N selama 5 menit .05 M sebanding dengan 20015 MgO.tidak berbau. Larutkan sisa dalam 10ml asam klorida P. sifat ini tetap setelah zat di leburkan dan di biarkan himgga dingin tanpa di aduk.lengket.didihkan 2g dengan 200ml dan 20ml asam nitrat encer P menggunakan pendingin alir balik selama 5 menit .sifat ini tetao setelah zat di leburkan dan dibiarkan dingin tanpa di aduk.juga tidak di cairkan.dan tidak berasa Analisis Kualitatif 139 . Analisis Kualitatif Panaskan 1g dengan campuran 25ml air dan 5ml asam klorida P.tidak berasa.bau lemah khas.licin. Kaolin Pemerian Serbuk ringan.Sediaan Kosmetika Pemerian Serbuk halus. Vaseline album Pemerian Massa lunak. Vaselin flavum Pemerian Massa lunak. dinginkan dan saringkan. hangatkan sisa dengan 10ml air saring cuci penyaring dengan 5ml air. tanbahkan 50ml air dan 10 ml larutan ammonia P.pijarkan pada suhu 600 . • Memenuhi uji batas klorida : pengujian dilakukan menggunakan 50ml filtrat yang di peroleh sebagai berikut .dan mudah melekatpada kulit. dinginkan saring .05% b/v Dalam Trimetil pentana P pada 290mm tidak lebih dari 0.Penyerap .lengket.putih.terbentuk endapan menyerupai gelatin . 1ml dinatrium edetat 0.berflouresensi lemah. dinginkan. Analisis kulitatif Lebur 1g dengan 2g natrium karbonat anhidrat P.5 Khasiat : zat Tambahan.uapkan 50ml filtrat . Khasiat: Zat tambahan.putihlbebas dari butiran kasarltidak berbau. Panaskan diatas penamgas air selama 10 menit.yang diperoleh lebih dari 10mg . Analisis kuantitatif Timbang seksama 500mg .bening.

g soap) Parfum dan warna 20% 15 % 25% 32% 8% qs 61.12 % b.09 % 0. higroskopik . Jika disimpan beberapa lama membentuk massa hablur tak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai lebih kurang 20 0 C.50 % 3.00 % 1.50 % 11.Bedak padat (compact powder) Formulasi umum : a.Talcum Sodium lauryl sulphate TiO2 Zn stearat In organic pigment Mineral oil Spermaceti Cetylalkohol Lanolin Glycerine Hexa chloroprophane Alkil dimetil benzyl ammonium ( klond 50 % ) Methyl – p – hydroxybenzoate Propyl – p – hydroxybenzoat Perfume Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat .00 % 4. 140 .00 % 7.25 % 1. terjadi uap merangsang . Berdasarkan Bentuk bedak dapat di bagi menjadi: 1. Gliserin .09 % 0.75 % 7. Pemerian : Cairan seperti sirop .75 Khasiat :zat tambahan Gliceryl Monostrerat Analisis Dengan kromatografi gas dengan instrumen yang dilengkapi dengan flame ionization detector dan terdiri dari kolom bororsilikat . Suhu dipertahankan pada 190 C-220 C. tidak berbau . Laju aliran gas pembawa sekitar 70ml/menit .05% b/v dalam trimetilpentana p pada 290mm tidak lebih dari 0. Analisis Kuantitatif . manis diikuti rasa hangat .25 % 0. Koalin ZnO Principated chalk Talc Compact Binder (e.50 % 1.Sediaan Kosmetika Serapan Ultraviolet serapan –1 larutan 0. jernih . tidak berwarna .50 % 0.25 % 0.20 % 0. • Panaskan dengan kalium bisulfat P.

Dinginkan . didihkan dengan 50 ml NaOH 1N selama 30 menit .1N dan 10 ml asam klorida P . • 141 . Analisis Kuantitatif : Timbang seksama 100 mg . Bedak Cair ( Liquid Powder ) . • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . Tidak terjadi warna merah jambu . sambil mengganti kehilangan air karena penguapan . Pemerian : Massa hablur . bau dan rasa lemah .3 ml larutan dimetilglioksin P 1 % b/v dalam etanol ( 95 % ) P . masing – masing sekitar 1. 2. Khasiat : Zat tambahan . Khasiat : Zat tambahan . pindahkan labu bersumbat kaca .5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . putih mutiara .0 . terjadi warna nyala hijau . Titrasi dengan Natrium tiosulfat 0. licin . kemudian ammonia encer P secukupnya hingga tepat bereaksi alkalis terhadap kertas lakmus P . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . Analisis Kuantitatif : Refluks perlahan 5 g dengan 5 ml asam sulfat encer P selama 5 menit saring selagi panas . Dinginkan . Setil alcohol .1N . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol . 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . suhu lebur 42 0 – 50 0C . Propil – P – hidroxybenzoat . Kocok berulang – ulang selama 15 menit . lakukan penetapan blanko .Sediaan Kosmetika Jika dibakar dengan sedikit natrium tetraborat P di atas nyala api . tambahkan segera 50 ml brom 0. • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . Tambahkan 0. bening . Spermaceti / setaseum . Tambahkan 30 ml larutan iodida P .

Colouring Water Gum Tragacanth ( 0. berat . Analisis Kualitatif : Pijarkan . 10 % MgCO3 ………………………………………… 4% TiO2 …………………………………………………………………… 1 % Colour pigments………………………………. 15 % Water…………………………………………. Menunjukkan reaksi bismuth dan nitrat . qs C.5 % Viegum HV…………………………………… 0. 3 % Chalk…………………………………………… 15 % Kaolin…………………………………………… 2% Colouring matter Glycerine………………………………………..5 % Talc…………………………………………….. 65 % B. tidak berbau . l5 % Water………………………………………… 68..5 % solution )…………… Glycerine……………………………………… Water………………………………………….. 65 % Preservative and perfume ……………………….. Analisis Kuantitatif : 142 . Bi subnitrate…………………………………….. l2 % Propylene glyco………………………………... putih .. tidak berasa . Preservative and perfume ……………………….. ZnO…………………………………………….. Na karraginate…………………………………. TiO2 …………………………………………. 10 % Glycerine ……………………………………… 15 % Rose water……………………………………. Talc…………………………………………….. qs Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat : Bi – subnitrat .. 5% ZnO…………………………………………….... sisa berwarna kuning . 7% Perfume ………………………………………….. 10 % 10 % 10 % 25 % 15 % 30 % qs 5% D. Starch ( amilum )………………………………. Pemerian : Serbuk hablur renik . Terjadi uap nitrogen oksida . ZnO……………………………………………. 2% N – propilalkoho……………………………….Sediaan Kosmetika Formulasi Umum : A.

Pemerian : Cairan jernih . Zat + piperonal---------→ merah . • Sedikit serbuk dalam larutan merah nitenium P . larutan berkabut tapi tidak terjadi endapan . saring . pada filtrat tambahkan 10 ml larutan timbal subasetat P .05 M setara dengan 19. larutkan dalam campuran 2 ml asam nitrat P . • Pada 10 ml larutan 2 % b/v tambahkan 0. Khasiat : Zat tambahan . seperti lendir . Khasiat : Adstringen saluran pencernaan . tidak terbentuk endapan . tidak terlihat butir – butir merah . Analisis Kualitatif : • Pada 100 mg serbuk tambahkan 1 ml iodium 0. campuran berwarna hijau ( perbedaan dari gom akasia dan agar ) . kocok . Analisis Kualitatif : • Pada 5 ml larutan timbal ( III ) subasetat P . tambahkan tetes demi tetes ammonia encer P hingga terjadi warna biru . tambahkan 0. • Larutan dengan pengocokan 250 mg dalam 5 ml air . diperiksa dengan mikroskop . Propilen glikol .) Zat + P. asamkan . Khasiat : Zat tambahan . tidak berwarna .05 M hingga terjadi warna kuning .25 % b/v tambahkan 100 ml larutan timbal asetat 20 % b/v terbentuk endapan menjonjot . nitrobenzoat -------→ ↓ terjadi endapan . Tambahkan 200 ml air dan 0. terjadi flokulasi putih .2 ml larutan timbal ( III ) asetat P 20 % b/v . dan 4 ml air .Sediaan Kosmetika Timbang seksama 500 mg . biarkan selama 1 menit . terjadi warna biru tua . tambahkan 50 ml air . • Pada 20 ml larutan 0. rasa tawar . jika terjadi warna ungu .5 ml larutan benzidina P 1 % b/v dalam etanol ( 90 % ) P . Analisis Kualitatif : • Iodoform test : ( .45 mg Bi . Titrasi dengan Dinatrium edetat 0. 143 . Tragakan . Pemerian : Hampir tidak berbau .3 ml larutan ungu kateka P .02 N . 20 ml glycerol P . Pemerian : Tidak berbau . 1ml dinatrium edetat 0. Propanol . Pemerian : • • • Zat + H2SO4 --------→ propilen . Gom Arab . hampir tidak berasa .

.20 % Isopropyl alcohol ………………………………………. • Ditambahkan reagensia kuning titan menghasilkan endapan merah .9 g trifenilmetilklorida P dan 5 ml piridina P di tangas air selama 1 jam . Analisis Kuantitatif : Refluks 500 mg dengan 3. Uapkan filtrat hingga lebih kurang 50 ml . tidak terjadi bau akrolein . higroskopik . perfume . rasa agak manis ... Zn stearat……………………………………………… 2 % TiO2 …………………………………………………. Bedak untuk Kaki . tak berbau . tak berwarna .2. representative sampai …………….5 % Yellow oxide …………………………………………. Ditambahkan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih . 61.100 % 4.qs B.. biarkan 1 malam pada suhu 4 0C .…. Ditambahkan larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih . • Ditambahkan NaOH menghasilkan endapan putih . Bedak Penutup Noda . campur . Magnecium carbonate ( MgCO3 ) .3.5 % Red oxide …………………………………………….5 % Veegum ……………………………………………….0. larutkan dalam aseton P 100 ml hangat . ZnO……………………………………………………6 % Chalk …………………………………………………16 % Methyl selulosa ………………………………………0. Analisis Kualitatif : • Ditambahkan larutan ammonia menghasilkan endapan putih seperti gelatin ..5 % Colouring matter .. dinginkan . Formulasi : A.16 % Water ……………………………………………….Sediaan Kosmetika Cairan kental . tambahkan 100 mg arang jerap P .. Formula yang mengandung TiO2 : 144 .5 % Glycerine ……………………………………………. Lanjutkan pemanasan hingga kering .2. Suhu hablur sekitar 176 0C . jernih . keringkan hablur dengan aliran udara ..6 % Umber ………………………………………………. Saring . terjadi uap berbau enak .5 % Propylene glycol ……………………………………. 3.. preservative and perfume ………….1 % Metyl cellulose ( 1500 viscosity grade ) ………………0... • • • Ditambahkan HCl encer menghasilkan gas CO2 ditandai adanya gelembung – gelembung gas . saring . Analisis Kualitatif : Panaskan perlahan – lahan dengan kalium bisulfat P .5 % Water .

3.5 % TiO2 ……………………………………………………. Tambahkan 5 ml larutan natrium hidoksida encer P didihkan hingga sisa sepertiga volume semula . higrokopis .0 % CMC ……………………………………………………. Harus mudah digunakan 145 . PEMERAH PIPI (Raugh/ blusher/ blush on) Pemerah pipi adalah sediaan yang berguna untuk memberi warna merah pada pipi.1 ml larutan tembaga ( II ) sulfat P . terjadi uap yang merubah warna kertas lakmus merah P basah menjadi biru . lanjutkan pengadukan hingga diperoleh suspensi koloidal .Sediaan Kosmetika Trietanol amin ………………………………………….0 % Pewarna ………………………………………………….0 % Aquades ………………………………………………. vermillion. Zat warna yang digunakan adalah Zat warna yang tak larut air seperti ferri oksidsa. Analisis Kuantitatif : Timbang seksama 2 gram .62. Pada 1 ml tambahkan 0. brazilwood.. Harus stabil baik warna maupun bentuk 2.9.6. Analisis Kualitatif : Tambahkan sedikit demi sedikit lebih kurang 1 gram pada 50 ml air hangat sambil diaduk hingga mendispersi dengan rata . Analisis Kualitatif : Pada 1 ml tambahkan 0. bau lemah mirip amoniak . Panaskan perlahan – lahan 1 ml . bercak atau noda hitam.. dinginkan memenuhi syarat : pada 5 ml tambahkan larutan barium klorida P dengan volume yang sama .5 % Propilen glikol …………………………………………. tidak berwarna hingga kuning pucat . karmin+NH4OH. tambahkan 75 ml air .0. baik berupa cacat. Harus homogen dan halus 3.. terbentuk endapan halus putih . cinnabar..3 ml larutan kobalt ( II ) klorida P .5. Persyaratan dari pemerah pipi 1. III.2 mg triethanolamine dihitung sebagai N( C2H4OH )3 CMC . masukkan ke dalam labu erlenmeyer – 300 ml .cochineal. terjadi warna merah karmin . Pemerian : Cairan kental . Titrasi dengan asam klorida 1 N menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil P . warna biru tetap . sandalwood. menampilkan warna kosmetik yang lebih lembut pada wajah dengan membuat garis bentuk muka (contour) yang lebih baik dan mengurangi tampilan yang kurang baik pada wajah. red ochre. 1 ml asam klorida 1 N setara dengan 149.5 % Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat : Trietanol amin . terjadi warna biru tua .

rusak. Berdasarkan basisnya pemerah pipi dapat dibagi menjadi : • Pemerah pipi dengan dasar emulsi A/M • Pemerah pipi dengan dasar emulsi M/A • Pemerah pipi dengan salep yang tidak berair 2.Sediaan Kosmetika Penggolongan Pemerah Pipi 1. Pemerah pipi padat adalah bentuk yang paling dikenal dan paling susah dibuat. retak atau terlalu keras Diantara kerusakan umum dari pemerah pipi padat. Pada dasarnya pemerah pipi padat adalah bedak berwarna yang mengandung bahan pengikat yang membantu memadatkan bedak Bahan mentah dalam pembuatan pemerah pipi padat adalah talk. Zinc stearat. Jumlah yang digunakan antara 4-10 %. Berdasarkan bentuknya pemerah pipi dapat dibagi menjadi : • Bentuk padat (“Dry Rouge”) sering juga disebut “compact rouge/ blush on rauge” . MgCO3. kaolin. Titanium dioksid. juga ditemukan bentuk yang terlalu bubuk menjadi debu. Formulanya: persen Talk Kaolin Zn stearat Zn oksid MgCO3 Kanji beras Titanium dioksid Pewarna 48 16 6 5 5 10 4 6 Pemerah pipi padat harus memenuhi persyaratan : 1) Halus dan bebas dari gumpalan-gumpalan seperti pasir 2) Mudah digunakan dan dapat melapisi serta melekat baik 3) Warna harus homogen dan tidak mengandung air sama sekali 4) Kekuatan menutup baik 5) Ukutran partikel sangat kecil 6) Sesuai dipadukaaan dengan warna kulit 7) Mudah dibersihkan tanpa pembersih Khusus 8) Tidak boleh patah. Pewarna yang digunakan adalah bahan pewarna dengan toner organic. Logam-logam stearat sekarang digunakan secara luas sebagai pengikat kering untuk pemerah pipi padat. menyebabkan iritasi. Zinc oksid digunakan untuk meningkatkan daya adhesi dari pemerah pipi memberi opositas dan digunakan dalam jumlah antara 5-10 %. toner yang dikurangi derajat pengurangan (anorganik oksid) adalah pewarna utama karena pewarna itu sendiri memberikan bayangan yang diinginkan. kapur precipitate. tetapi juga peralatan pabrik yang khusus. oksida-oksida organic. 146 . keras tidak menyatu dengan baik pada kulit atau berlapis saat dihapus dengan tiupan. pewarna dan parfum. karena tidak hanya membutuhkan pengetahuan cara untuk membuat.

Red ochre. Banyak macam kombinasi bahan pengikat yang ditawarkan dan digunakan.6 5. untuk menyamarkan permukan wajah atau lebih dikenal penyamar pipi. brazilwood.4 4. Bentuknya secara umum sama walaupun lebih sering diameternya lebih besar (sekitar 2 cm). Tipe umum adalah sebagai berikut: o Bahan pengikat yang larut dalam air o Bahan pengikat yang tidak latut dalam air o Bahan pengikat emulsi o Bahan pengikat kering Bentuk batang (“stick rouge”) Merupakan pemerah pipi dengan basis malam.0 2. Contoh formulanya: Persen Lilin Candelilla Lilin Carnauba Beeswax Minyak mineral Lanolin Isopropil miristat Pewarna • 8. Parfum yang digunakan dalam pemerah pipi padat harus mempunyai wangi yang khas (sesuai).0 • Bentuk Krim (“Krim Rauge”) Tipe ini istimewa karena pemakaiannya mudah. Sebagai basis dapat digunakan basis teremulsi atau basis yang tak mengandung air (“nonaques/anhidrat) Pemerah pipi bentuk krim harus memenuhi persyaratan: 1) Harus mempunyai titik leleh 50 2) C Pembagian Zat warna dan partikelnua harus homogen 0 147 .Bagaimanapun harus diingat bahwa pemerah pipi padat yang kering itu digunakan dengan hemat. tercampur sempurna dengan bedak. sehingga bisa terpakai sampai lama.0 33. cochineal. sandalwood.Sediaan Kosmetika biasanya ditambah air dan minyak yang mudah larut. penampilannya menarik. cinnabar. Penggunaan zat warna asam Bromo tidak bijaksana karena kemungkinan menyebabkan dermatitis pada kulit dengan pencahayaan langsung.0 17. karmin+NH4OH.0 30. hampir sama dengan basis pemerah bibir hanya lebih banyak emoliennya dan lebih lunak. Zat warna tersebut diantaranya adalah feri oksida. vermillion. walau kadang juga digunakan warna kuning muda dan coklat bahkan putih. Faktor yang penting dalam membuat pemerah pipi padat yang baik adalah bahan pengikat yang tepat. teksturnya lembut. Karena bentuk padat yang tebal maka parfumnya dapat terlepas dengan lambat. Warna pada umumnya merah atau merah muda.

Pemerah pipi cair harus memenuhi persyaratan yaitu viskisitas yang cukup agar dapat mengalirdengan baik dan dapat mongering dengan cepat. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Talk Pemerian Serbuk halus.Sediaan Kosmetika 3) Bila ditaruh dalam lemari pemanas dengan sssuhu40 4) C selama 1 bulan tidak boleh ada perubahan.8 2. biasanya ditaruh pada suhu kamar selama 2 minggu tidah boleh ada perubahan. emulsi M/A atau A/M. • 0 Bentuk Cair (“Liquid Rauge”) Merupakan pemerah pipi bentuk cair biasanya dalam bentuk suspensi. 28 Carbowax Metil-p-hidroksi benzoate Parfum Persen 89.5 10.1 qs Dalam hal pencegahan pewarnaan yang tebal dan partikel putih yang inert maka dapat disempurnakan dengan pemakaian zinc stearat yang dilumatkan dalam air untuk mendapatkan hasil yang berbentuk lotio.6 4. Tidak boleh bereaksi dengan wadahnya . tidak berbau.2 qs Sebagai zat pewarna sering digunakan campuran karmin dan NH4OH. juga bisa berupa cairan yang kental atau bentuk “clear gel” yaitu suatu bentuk dengan penambahaan “gelling agent” seperti karbopol. putih. tidak berasa Analisis Kualitatif • Jika dimasukan ke dalam air akan segera memeasuki dinding tabung 148 . Pemerah pipi cair dibuat dengan penambahan gom atau pengental sintesis untuk meningkatkan viskositas dan sejumlah kecil zat pembasah untuk memudahkan penyebarannya. beberapa suspensi agak cepat menempatinya dan konsekuen diperlukan pengocokan yang seksama sebelum pemakaian . Pada bentuknya yang paling sederhana.4 3. dengan akhir matte. Contoh formulanya adalah sebagai berikut: Propilen glikol Polovinil alcohol Sorbitol heksaasetat Titanium dioksid Kapur Zinc stearat Pewarna Parfum Persen 34 25 25 5.0 0.4 0. Contoh formulanya : Air D&C merah no.

tidak berasa 149 . dan cuci dengan air mendidih sampai bebs sulfat. kemudian larutkan dengan asam. pijarkan pada suhu + 6000C . Simpan asam lemak yang dipisahkan pada identifikasi A dalam filter watted dengan air. pengujian dilakuka menggunakan 50 mL filtrat yang diperoleh sebagai berikut.2 N selama 5 menit. terbentuk warna merah terang Kaolin Pemerian Serbuk ringan. biarkan dingin. Zinci Oxydum Pemerian Serbuk amorf. Analisis Kuantitatif • Refluks 2g dengan 100 mL asam klorida 0. dinginkan dan saring. cuci penyaring dengan 5 mL air. atau sampai permukaan asam lemak bersih. kumpulkan filtrat dan cairan cucian tambahkan 3 mL asam klorida P. tambahkan 60 mL asam sulfat 2N dan didihkan sampai asam lemak terpisah dan membentuk permukaan transparan.2 mL eriochrome black T.bebas dari butiran kasar. terbentuk endapan menyerupai gelatin. tidak berbau . tuangkan airnya. dinginkan campuran.Sediaan Kosmetika • • Netral Tambahkan larutan titan kuning. licin Analisis Kualitatif Lebur 1 g dengan 2g Natrium karbonat anhidrat P. didihkan 2g dengan 80 mL dan 20 mL asam nitrat encer pekat menggunakan pendingin alir balik selama 5 menit. Panaska larutan sampai kira-kira 400 dan titrasi dengan 0. dan keringkan pada suhu 1050 selama 20 menit sampai asam lemak mengental tidak dibawah 540C Analisis kuantitatif Panaskan kira-kira 1g Zn Stearat dengan 50 mL asamsulfat 0. tidak berbau. cairan sisa di test dengan Zink test. dan pindahkan permukaan padat dari asam lemak.05 M disodium etilen diamid tetra asetat sampai larutan berwarna biru. Umpulkan asam lemak dalam beaker glass kecil. putih.1N selam 10 menit. tidak berasa. dinginkan. Saring dalam beaker kering saat panas. lalu diuji dengan kertas lakmus. saring. tambahkan air jika perlu untuk menjaga volume asli. Cuci saringan dan lab uterus menerus dengan air sampai tidak ada asam. putih atau putih kekuningan. Masukan filtrate dan cuci dengan 15 mL ammonium-amonium klorida buffer 0. yang diperoleh lebih dari 10 mg • Memenuhi uji batas klorida . dinginkan dan saring Khasiat : Zat tambahan: penyerapan Zn stearat Analisis Kualitatif Campur 25 gram dengan200mL air hangat. saring. uapkan 50 mL filtrat hingga kering.licin. hangatkan sisa dengan 10 mL air.

hamper tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. Khasiat : antiseptikum local MgCO3 Analisis Kualitatif • Ditambahkan larutan ammonia menghasilkan endapan putih seperti gelatin • Ditambahkan NaOH menghasilkan endapan putih • Ditambahkan regensia kuning titan menghasilkan endapan merah • • • Ditambahkan HCl encer menghasilkan gas CO2 ditandai adanya gelembunggelembung gas Ditambahkan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih Ditambahkan larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih Kanji beras (Rice Starch) Pemerian Serbuk sangat halus. tambahkan 30 mL larutan yang dibuat dengan melarutka 40 g potasium hidroksida didalam 500mL aldehid bebas alcohol pada temperature tidak melebihi 15.5 g ammonium klorida Pasal . tambahan 2. tidak berasa Analisis Kualitatif Didihkan 1 bagian dengan 50 bagian air. Bila perlu bantu dengan pemanasan lemah . Tambahkan larutan yodium P. setelah larutan sempurna terbentuk hangatkan hingga suhu 150 .Sediaan Kosmetika Analisis kualitatif • Panaskan sejumlah ZnO. terus titrasi kelebihan asam sulfat dengan NaOH . terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang • Larutkan asam klorida encer. Pada 5 mL filtrate bersih tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida. Setelah larut sempurna tambahkan metil jingga . labu didih 100 mL disatukan dengan gelas erlenmayer. Setelah uap sulphur trioksida muncul.5 g zat uji yang baru dipijarkan . terjadi warna biru yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan. larutkan dalam 50 ml asam sulfat 1N . terbentuk endapan putih yang larut dalm larutan alkali hidroksi berlebih Analisis kuantitatif : Timbang seksama 1. tidak berbau. cairkan dengan air sampai 100 mL lalu disaring. putih. Maka akan muncul warna kuning merah/orange Beeswax Tes awan safonifikasi Masukkan 3 g kedalam labu ukur. lanjutkan pemanasan selama 1 menit. Dinginkan suspensi. setelah ditambahkan alkali hidroksida. Titanium dioksid Analisis Kualitatif Pada 500 mg asam sulfat dandipanaskan perlahan.

Zat warna.9 g Trifenilmetilklorida Pdan 5 mL piridina P di tangas air selama 1 jam. ros dan jingga. masukkan thermometer kedalam larutan kemudian masukkan labu kedalam penangas air pada temperature 800C. tidak terjadi bau akrolein Analisis Kuantitatif Refluks 500 mg dengan 3. Uapkan filtrate hingga lebih kurang 50 mL. merupakan zat warna yang dapat menodai bibir dengan warna yang diingini. Sering juga digunakan minyak mineral. Tidak berbahaya pada kulit. cetaceum.terjadi uap berbau enak. minyak wijen. tidak kering dan mudah dihapus. tambahkan 100 mg arang jerap P. saring. Warna – warna yang digunakan bervariasi dari merah. dinginkan. Zat warna harus mempunyai viskositas rendah. saring. Zat warna yang sering digunakan yaitu : ♦ Staining Dyes. Basis merupakan basis berlemak yang mudah dioleskan pada bibir. Pemerah bibir umumnya merupakan suatu dispersi zat warna dalam minyak . Pemerah Bibir (Lipstick) Merupakan sediaan kosmetika yang berguna untuk memerahkan bibir atau merubah bentuk bibir hingga kelihatan lebih menarik. Formula umum pemerah bibir biasanya terdiri dari : 1. Merupakan turunan fluorescein yang terhalogenasi sperti bromo acid. Refluks campuran selama 2 jam. Untuk memadatkan formula dapat digunakan malam. 151 .  Dapat melapisi bibir dengan baik untuk menutupi kekasaran. larutkan dalam aseton P 100 mL hangat. dapat memnbentuk lapisan yang stabil . halus dan homogen. stearil alkohol dsb. candelilla wax. Zat warna yang digunakan harus memenuhi syarat :  Dapat bersifat sebagai penetrasi pada kulit bibir . Bentuk dan bau harus menarik. Suhu hablur sekitar 1760C IV. mudah digunakan. Tidak boleh ada pemisahan. keringkan hablur dengan aliran udara. campur. terlalu keras dan terlalu lunak karena adanya pengaruh suhu. Larutan tidak menunjukkan bentuk awan/globul sebelumsuhu mencapai 650 C Propilen glikol Pemerian Cairan kental. digunakan dalam konsentrasi 2 . biaaarkan 1 malam pada suhu 40C. jernih. Putar labu pada penangas tadi ketika penangas dan larutan dingin. Tidak boleh rapuh. lemak dan malam. biasanya digunakan minyak tumbuh-tumbuhan seperti minyak zaitun. parafin. dan tetrafluorescein. Lanjutkan pemanasan hingga kering. minyak jarak dsb. 4. Pada akhir refluks buka labu. ozokerite. 3.3% . Basis/ Dasar. takberbau. tak berwarna. rsa agak manis. Pemerah bibir harus memenuhi persyaratan : 1. higroskopik Analisis kualitatif Panaskan perlahan-lahan dengan kalium bisulfat P. cetyl alkohol. merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pemerah bibir. 2. eosin. carnauba wax. Minyak-minyak ini juga berguna untuk melarutkan . 2. tidak berbau dan stabil.Sediaan Kosmetika kamardan tambahkan aldehid bebas alcohol hingga 1000 mL.

isopropil palmitat dsb. 4. Dapat digunakan pelarut nonpolar. Dapat bersifat anorganik maupun orfganik. propil galat. 4. merupakan campuran zat warna D&C (Drugs and Cosmetics) dan logam – logam seperti Al. merupakan zat warna logam yang dapat bercampur dengan bahan dasar. isopropil meristat. Ca dan Sr.dsb. agak keruh keputihan.Sediaan Kosmetika ♦ ♦ ♦ ♦ 3. apakah ada minyak yang keluar atau apakah ada kristalisasi dari lemak-lemak. Non Eosin Staining Dyes. Sebagai contoh misalnya butil hidroksi anisol. Pemeriksaan titik leleh dapat dilakukan dengan tabung kapiler yang diberi tekanan dan suhu dinaikkan 45-500C. glikol-glikol. 7. 5. Konsentrasi yang digunakan 2-4% . sesuai dengan namanya dapat digunakan untuk melarutkan zat warna dalam formula pemerah bibir. berguna untuk memudakan serta menyinarkan warna. 2. Lapisan yang terbentuk. Lakes. 3. juga merupakan turunan fluoroscein.  Teknik pembuatan dan pencetakan harus betul dan hati-hati. Kestabilan terhadap oksidasi sinar matahari diperiksa selama penyimpanan. Titan dioksida. harus dipilih yang tidak mengiritasi dan stabil terhadap komponen yang lain. Pembagian zat warna dalam basis minyak harus homogen. Zat-zat antioksidan berguna untuk mencegah ketengikan dari minyak-minyak lemak yang digunakan. Cara pemeriksaan hasil akhir dari suatu pemerah bibir : 1. 152 . Digunakan dalam jumlah 1% . Ba. Yang harus diperhatikan pada pembuatan pemerah bibir adalah :  Pemilihan basis yang sesuai  Pemilihan zat warna dan pelarutnya harus hati-hati. Zat pewangi. butil hidroksi toluen. 5. butil stearat. dapat diperiksa dengan menekan ibu jari dan telunjuk tidak menunjukkan adanya gumpalan seperti pasir. Kestabilan dari parfum dapat diperiksa dengan memasukkannya kedalam pemanas dengan suhu diatur 400C dan dibandingkan dengan standar. lemak-lemak dan zat yang bersifat lipofilik. dapat digunakan yang ringan dan segar. Kestabilan dapat diperiksa dengan mengamati pada suhu 400C. digunakan dalam jumlah 5 – 15 %. Digunakan dalam jumlah 8 – 10% . Pigment. 6. Waktu pecah ( breaking point) dapat diperiksa dengan menegakkan sediaan dan diberi tekanan dengan suhu diatur 250C. Zat pewangi ini sangat berguna untuk menutupi bau yang tidak enak dari lemak. Jenis aliran dapat diperiksa dengan alat penetrometer.  Parfum harus segar dan ringan. yang sering digunakan adalah yang bersifat lipofilik dan yang tidak larut dalam air yaitu bentuk sulfo acidnya. Pelarut dari zat warna. Sebagai contoh pelarut yang sering digunakan adalah minyak jarak. alkohol berlemak.

Corrective Make -up Metode ini digunakan untuk menonjolkan penampilan make up pada wajah dan menyembunyikan segala kekurangan yang terdapat pada wajah. Lipstick merupakan kosmetik yang sangat sulit dihasilkan karena persyaratannya yaitu harus berpenampilan atraktif. atau hidung yang terlalu panjang atau pesek. Kombinasi yang baik pada penggunaannya dapat mempercantik penampilan make up. Bromat. pertumbuhan jamur. perlekatan yang baik dan tidak meninggalkan bekas. dan bentuk padatnya tidak mudah hancur. kosmetik ini juga dapat digunakan untuk mengoreksi bentuk wajah. TiO2 Flavour 16% 16% 24% 24% 10% 7. hidung. seperti adanya kristal. Yang terakhir adalah pemerikasaan terhadap adanya penyimpangan yang terjadi pada permukaan sediaan selama penyimpanan.Sediaan Kosmetika 8. fluoresensi berwarna jingga . hidung yang terlihat besar dan lebar . mempunyai rasa yang menyenangkan. Corrective make up pertama dapat digunakan pada kondisi dimana seseorang ingin mengubah penampilannya kembali ke keadaan aslinya dulu. 153 . mulut dan bibir seseorang.5 % 1% 1. terdapatnya lipatan kasar pada daerah mulut dan bibir. Tambahkan asam mineral pada larutan 1% b/v terbentuk endapan biru. mata yang membengkak. memilih suatu jenis kosmetik yang tepat dan menonjolkan lekukan atau tekstur wajah. Tampilan muka dari depan secara keseluruhan merupakan pertimbangan utama untuk dasar melakukan suatu make up. penampilan seseorang akan terlihat lebih sempurna dan kekurangan yang terdapat didalamnya bisa lebih disembunyikan atau dihilangkan sama sekali. tonjolan-tonjolan lemak padat. warna merata dan tidak berubah. pengeluaran minyak atau cairan lainnya. Biasanya sering dilakukan oleh mereka yang memiliki gambaran dagu yang seperti dua buah (pada orang gemuk) .5% Analisis : Eosin Pemerian : Serbuk atau bongkahan berwarna merah hingga merah kecoklatan Analisis Kualitatif: a. Dengan menggunakan suatu pewarnaan yang menarik. tidak terpengaruh oleh perubahan suhu. bebas dari perubahan fisik. Selain itu. Formula Lipstick (pemerah bibir): Carnauba wax Ozokert Lanolin Parafin liquid Eosin As. mudah digunakan. mata.

Formula Lipstick cair Etil selulosa Bleached wax –free shellac Etil alkohol Petroleum eter Polietilen glikol Fuchsin Sakarin Analisis : 3. masukkan termometer ke dalam larutan. Jika dileburkan menghasilkan cairan yang tidak berfluoresensi. Pada akhir refluks. Pada tube yang sama yang mengandung 2 ml platinum dan kobalt TS dengan volume yang sama . Parafin Pemerian : Padat. Analisis Kualitatif Dibakar pada nyala oksidasi akan menghasilkan warna nyala yang terang. berbau khas. setelah larutan sempurna terbentuk.3 % 0. kedua larutan akan menjadi jernih dan bebas dari pengendapan atau sedimentasi. labu didih 100 ml disatukan dengan gelas erlenmeyer . sering menunjukkan susunan hablur agak licin. hangatkan hingga suhu kamar dan tambahkan aldehid bebas alkohol hingga 1000 ml.00% 14.Sediaan Kosmetika b. buka labu. Tambahkan 2 ml larutan jenuh NaOH p pada 10 ml larutan zat 1% b/v terbentuk endapan merah.66% 12 % 0. Larutan tidak menunjukkan bentuk awan atau globul sebelum suhu mencapai 650C. tambahkan 30 ml larutan yang dibuat dengan melarutkan 40 g Potassium hidroksida didalam 500 ml aldehid bebas alkohol pada temperatur tidak melebihi 15. tidak berwarna atau putih. putar labu pada penangas tadi ketika penangas dan larutan dingin.04% Petroleum eter Pemerian Larutan jernih: mudah menguap .06% 4. Formula Salep bibir Parafin wax 30% White petroleum jelly 35 % Technical white oil 20% Beeswax 14% Analisis : Beeswax Kualitatif : Tes awan saponifikasi Masukkan 3 g kedalam labu ukur.94% 65. tidak mempunyai rasa . Jika 154 . kemudian masukkan labu kedalam penangas air pada temperatur 800C. Analisis Kualitatif Masukkan 100 ml zat diaduk perlahan dan dipindahkan ke dalam tube pembanding warna dan bandingkan dengan blanko . Refluks campuran selama 2 jam.

titrasi dengan NaOH 0.01 N. Analisis Kuantitatif Timbang seksama 5 g .3% 8% 10% 10. Campurkan 20 mg dengan 40 mg resorsinol. Larutkan 100 mg dalam 5 ml larutan NaOH. larutkan dalam 50 ml air. tambahkan larutan fenolftalein. Kocok 10 ml zat dengan 5 ml air selama 5 menit. b. Pemerian : Cairan kental jernih . titrasi dengan HCl 0. bau khas lemah agak higroskopis. lapisan air tidak akan mengubah lakmus merah menjadi biru selama 15 menit . akan memeberikan warna yang tidak lebih tua dibandingkan blanko. Sakarin Analisis Kualitatif a. biarkan dingin dan tambahkan 10 ml air dan NaOH I N berlebih akan menghasilkan larutan yang berfluoresensi hijau. Jika larutan berwarna merah.6% 21 0. Analisis Kualitatif Dengan kromatografi gas Formula Lipstick transparan Poliamide resin ( rata-rata BM 8000) Poliamide resin (rata-rata BM 600-800) Propilen glikol mono laurat Minyak castor D&C merah nomor Lanolin alkohgol Dipropilen glikol metil eter Etoksi lonolin alkohol ( 5 mol Et2O) Isopropanol anhidrat Parfum 20% 5% 28% 12. Fuchsin . • Bilangan yodium tidak lebih dari 1 .Sediaan Kosmetika dilihat sejajar kolom dengan transmitted light . kemudian dilewati melalui api kecil hingga terbentuk ammonia. • Bilangan asam tidak lebih dari 1 . Isopropil miristat • Bilangan penyabunan : 202 – 212 . biarkan dingin . penambahan 1 tetes FeCl 3 TS kedalam filtrat menghasilkan warna ungu. setelah itu larutkan dalm 20 ml aquades.1 % 5% 1% 155 . tidak berwarna atau praktis tidak berwarna. tambahkan 10 tetes asam sulfat dan panaskan campuran dalam penangas air pada suhu 200 0C selama 3 menit. netralkan larutan dengan HCl 3 N dan saring . Jika larutan berwarna kuning. diperlukan tidak lebih dari 2 ml. uapkan atau kisatkan hingga kering.01 N .

tidak berbau . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . alcohol . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol TiO2 Analisis Kualitatif Pada 500 mg asam sulfat dan dipanaskan perlahan.Sediaan Kosmetika Formula dasar Lipgloss Parafin wax Petroleum jelly putih Minyak technical putih Beeswax 30% 35% 20 % 15 % Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat . • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . masing – masing sekitar 1.5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . kloroform .0 . Pada 5 ml filtrat bersih tambahkan beberapa tetes hidrogen peroksida . eter . lanjutkan pemanasan selama 1 menit. Setil alkohol 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . Tidak larut dalam air . petroleum eter . massa lunak . Petroleum putih tidak berwarna bila dioles . • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . Sperma ceti/ setaseum Pemerian : 156 . setengah padat . Analisis Kualitatif : Berfluoresensi lemah bila dicairkan . cairkan dengan air sampai 100 ml lalu disaring . Setelah uap sulfur trioksida muncul . gliserol . Maka akan muncul warna merah/ orange. massa tidak berubah pada suhu 00 . Dinginkan suspensi. Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. karbon disulfida . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . Petroleum Jelly Pemerian : Berwarna kuning hingga gading atau putih . tidak berasa . larut dalam bensin .

namun mereka cenderung sukar untuk menjadi campuran yang basah dan berminyak . Meskipun warna – warna yang digunakan diterima dalam bentuk dasar yang baik . Warna – warna seperti asam bromo . kemudian ammonia encer P secukupnya hingga tepat bereaksi alkalis terhadap kertas lakmus P. menggunakan pemanasan jika diperlukan . Didispensikan dalam dasar lipstik yang lengkap . 2. Telah disebutkan bahwa petroleum jelly akan melarutkan 10 % udara pada 90 0C tetapi hanya 50 % pada suhu 20 oC . udara tidak diberhentikan sampai viskositas massa terlalu besar untuk melepas udara dan hal itu menyebabkan terkumpulnya partikel – partikel zat disekitarnya . Dalam penggilingan . licin. Dalam mempersiapkan dispensi zat warna . dan perlu dilakukan beberapa proses penggilingan . pembuatan lipstik terdiri dari 3 tahap : 1. seperti lilin hasil pemanasan tinggi yang tidak dipergunakan lagi . Cara ini jarang digunakan . Dan saat pencampuran . tambahkan 0. menghilangkan minyak dan memberikan efek pembasahan yang tidak sempurna . contoh : campuran minyak . Pembuatan Lipstik . Tujuan proses ini adalah untuk menghasilkan dispensi warna yang homogen dan kondusif untuk membentuk batangan lipstik yang lembut . pigmen dan “ lakes “ mendapat perlakuan : A. B. Dicampurkan secara terpisah dengan konstituen yang tepat dari campuran dasar . yang bertindak sebagai penghalang dan menyebabkan pembasahan tidak sempurna . Pembuatan lipstik sebaiknya dilakukan pada temperatur rendah yang cukup untuk proses ini . Ada beberapa type penggilingan . suhu lebur 420-500C. Pencampuran bahan – bahan untuk membentuk massa lipstik . “ sand mills “ . dsb . bening . senyawa polyglikol dan terakhir ditambahkan bahan non polar . campuran sebaiknya 157 . Persiapan campuran komponen . warna – warna dicampur dengan bahan tadi untuk membasahi . Dinginkan . kecuali jika digunakan dasar yang lengkap . Pertama . dilebur dan dicampur bersama – sama . Jakovies menyarankan proses vakum dalam peleburan lipstik untuk dispersi zat warna dengan menghilangkan lapisan gas yang diabsorbsi pada partikel zat . tidak terjadi warna merah jambu. Analisis Kualitatif Refluks perlahan 5 g derngan 5 ml asam sulfat encer selama 5 menit saring selagi panas. seperti lanolin . Sisa bahan dasar .3 ml larutan dimetilglioksin p 1 % b/v dalam etanol (95%) P. dispensi warna dan campuran lilin .Sediaan Kosmetika Massa hablur. yaitu : “ ball mills “ . sebaiknya dasar yang digunakan adalah plastik semi solid dan dilakukan dalam kondisi hangat . Secara umum . Persiapan dan Pencampuran . putih mutiara. zat warna yang dapat larut dicampur dengan zat pelarut . 3. Pencetakan massa lipstik menjadi batangan lipstik . bau dan rasa lemah. Jika pencampuran dilakukan pada temperatur tinggi dan mengabsorbsi banyak udara dan didinginkan . kemudian dicampur dengan bahan lainnya .

Massa yang dilebur kemudian dicetak . Alat pra – pemanasan digunakan agar cetakan dapat ditingkatkan ke temperatur 40 0C sebelum diisi dengan massa lipstik dan menghindari “ flow marks “ yang terlihat pada batangan lipstik yang sudah dicetak . kemudian tambahkan parfum dan siap dicetak atau dibentuk menjadi blok yang disimpan dan dicetak jika diperlukan . cetakan dibuka . Pembuatan lipstik modern juga dibahas oleh Daley . lembut dan glossy . Cetakan dibuat dari kuningan dan alumunium . karena meninggalkan lingkaran kecil di ujung batang lipstik yang disebabkan oleh ketebalan tepi logam alat ejeksi . 158 . parfum dan rasa yang ditambahkan . dengan menggunakan mixer sebagai pemompa . campuran lilin disiapkan dan disimpan dalam bentuk leburan dimana seluruh konstituen minyak disimpan dalam suatu tangki penyimpanan dengan alat pengaduk yang sesuai . batangan lipstik disimpan sekitar 1 minggu untuk diisi ke lipstik holder . massa lipstik diaduk . Dengan kombinasi alat pengaduk dan pompa . Setelah Pencetakan . Sisa campuran minyak kemudian melewati panci pra – pencampuran dan “ sand mill “ untuk membersihkan residu warna . massa lipstik kembali dalam sebuah panci tertutup dan diaduk perlahan sekitar ½ jam agar udara naik ke puncak dan menjaga “ pin holing “ produk . Tak satupun cetakan tipe “ automatic ejection “ ( baik pendingin udara atau air ) yang menghasilkan batangan lipstik bentuk peluru yang sempurna . Saat dibutuhkan . secara otomatis batangan lipstik akan terdorong keluar atau dengan bantuan jari . Pencetakan . Lemari pendingin tidak diperlukan selama ada cetakan tipe “ water – jacket automatic ejection “ . Kemudian massa lipstik dipompa ke panci penyimpanan . Cetakan ini lebih baik digunakan untuk menghasikan batangan lipstik bentuk biji . dan merupakan tipe “ vertical split “ atau tipe “ automatic ejection “ . Hasilnya diuji untuk corak . Saat didinginkan . Campuran lilin dimasukkan ke dalam panci uap secara simultan dan dicampur dengan bahan lain . Cetakan biasanya diisi untuk mempertahankan bentuk tekanan dipusat batangan lipstik . menghilangkan noda dan menghasilkan permukaan yang terang . Salah satu bagian dari campuran minyak dicampur dengan zat kering dalam suatu panci pra – pencampuran ( pre – mix pan ) yang terletak pada “ sand mill “ menuju ke panci uap . hasil cetakan dibersihkan dan didinginkan agar terbentuk . Jaket diisi dengan air hangat untuk menuangkan massa lipstik . Saat udara sudah dikeluarkan . setelah sebelumnya lipstik di “ flaming “ yaitu dilewatkan dengan cepat ke atas api flame untuk meleburkan lapisan permukaan . Pada satu dari dua metode yang digambarkan . Setelah mengental . vacuum dimatikan . vacuum dijalankan untuk mengeluarkan seluruh udara yang tertahan .Sediaan Kosmetika dimasukkan ke suatu tempat tertutup yang dapat menjaga cairan dan mengaduknya . Dalam waktu yang bersamaan .

Sedikit kerutan dapat menghilang. bibir juga jadi terlindungi. oleskan alas bedak (foundation) yang biasa kita gunakan untuk wajah ke bibir. Tapi kalau bibir kita sedikit tebal . Lipstik awet  Foundation ternyata dapat membuat lipstik tahan lama . Jadi tidak ada salahnya mengoleskan foundation sebelum memakai lipstik. Selain itu. Hasilnya selain warna lipstik jadi lebih bagus . karena pengaruh kondisi tubuh juga mengakibatkan buruknya kondisi bibir. lukis garis bibir diluar garis bibir asli . dalam hal ini kulit. Sabun ini 159 . oleskan lipstik dengan kuas. kalau bibir kita tipis. Hal ini berguna untuk menyamakan kulit bibir dengan kulit wajah. kemudian timpa dengan lipstik yang warnanya tidak jauh berbeda dengan warna lipliner.  Perhatikan nutrisi yang masuk ke tubuh kita. MITOS DAN FAKTA TENTANG KECANTIKAN Mitos 1 : Minum banyak air membuat keremajaan kulit terjaga Fakta : Air membantu ginjal dalam menghilangkan zat-zat beracun dalam tubuh dan bekerja sebagai penekan/penahan.  Lukis garis batas bibir dan seluruh bagian dalamnya dengan lipliner. lalu ambil tisu lain yang sudah ditaburi bedak.Sediaan Kosmetika TIPS  Sebelum menggunakan lipstick . kuas dapat membuat olesan menjadi lebih rapi.  Lukis bibir dengan lipliner sesuai dengan yang kita kehendaki .  Terakhir. Jadi minum air secukupnya adalah penting tapi tak perlu berlebihan karena kulit sudah menyediakan. lipstik dapat bertahan lama. tapi air tak dapat mengubah kulit dasar.  Agar hasilnya maksimal. usahakan kita selalu menggunakan pelembab bibir. Mitos 2 : Sabun tidak bagus untuk kulit Fakta : Sabun biasa yang banyak digunakan sekarang ini mengandung sebagian besar campuran lemak-lemak hewan dan minyak tumbuhan.  Minum air putih selain menyehatkan tubuh. juga berguna untuk bibir setidaknya air putih bisa mengatasi bibir pecah-pecah. dengan menggunakan kuas kita dapat menghemat lipstik. Tapi sebagian air dapat meningkatkan pembengkakan tubuh. coba tempelkan tisu ke bibir yang sudah dioleskan lipstik tadi . Dengan cara ini. Membentuk bibir  Sebelum memperbaiki bentuk bibir. kemudian ditempelkan ke bibir. lukis garis batas di dalam garis bibir asli.  Oleskan lipstik dengan kuas bibir.

Ada fakta klinik bahwa setelah memulai perlindungan……….tapi memungkinkan berlangsung dengan perawatan secara kontinyu dan perlindungan. Mitos 6 : Kulit kering adalah alasan untuk berkerut 160 .Beberapa kondisioner dapat merekatkan ujung rambut yang pecah tersebut tapi efeknya tidak lama. Mitos 3 : Rambut pecah dapat diperbaiki Fakta : Ya. Industri kosmetik membuat sebuah bisnis besar dengan membuat wanita percaya bahwa pori-pori dapat dikecilkan.Sehingga menghentikan radiasi sekurang-kurangnya dapat menghentikan beberapa kerusakkan. Pada saat kamu mencapai masa pubertas. Bagaimanapun sekarang ini. Mitos 5 : Sekarang. Mitos 4 : Pori-pori dapat dikecilkan Fakta : Ukuran pori-pori secara genetik telah ditetapkan. Mereka bahkan dapat terlihat gelap jika keratinnya berpigmen. Pada pembilasan terakhir. Siapa pun akan suka menggunakan sabun modern yang mempunyai efek samping sekecil mungkin dan dapat digunakan tanpa terjadinya kerusakan kulit. pori-pori berada pada ukuran yang paling besar. shampoo dapat dibersihkan dengan mudah. Beberapa sabun modern punya zat-zat tambahan pelumas dan pelembab kulit.Sediaan Kosmetika mempunyai pH yang tinggi (larutan alkali) dan dapat mengeringkan kulit terutama kulit yang tua. kebanyakan sabun diproduksi dari bahan-bahan pembersih sintetik (surfaktan) yang membersihkan kulit dengan efek sejuk yang lebih nyaman daripada sabun-sabun sebelumnya. Mereka juga bagus untuk kulit. Rambut pecah terjadi sebagai hasil dari perawatan yang terlalu sering dan berlebihan. konsentrasikan untuk mencuci kulit kepala karena terdapat akumulasi kotoran dan lemak di sana. Bagaimanapun mereka dapat terlihat lebih besar lagi jika dipengaruhi oleh adanya keratin. Hal ini tidak berlangsung dalam waktu singkat. pemakaian produk kimia yang berganti-ganti atau pencucian yang terlalu sering. Ketika memakai shampoo. Rambut menerima bentuk produk biologi dan tumbuh hanya pada akar. Pada ujungnya dapat terjadi kehabisan zat-zat tanduk sehingga terjadi pecahpecah.sudah sangat terlambat menggunakan sunscreen Fakta : Tidak pernah terlambat untuk melindungi kulitmu dari matahari dan radiasi sinar uv. Obat-obat luar seperti Retin-A dan alpha-hydroxy acids (AHA) dapat memecahkan bahan-bahan tersebut sehingga pori-pori kembali berada pada ukuran yang normal. termasuk pada kulit wajah. bahan-bahan sebaceous atau bakteri. tapi hanya jika seseorang memotongnya secara keseluruhan.Efek kerusakkan oleh cahaya yang tidak pernah berhenti selama radiasi berlangsung. untuk memperbaiki dirinya sendiri sampai tingkat tertentu..

Kaki dan tanganmu.kulitnya akan tampak berkerut dan akan kembali normal sesudah meminum air yang cukup.tapi ia hanya dibentuk dan tumbuh.2 161 .Jika seseorang merokok.secara normal.membutuhkan pelembab yang berbeda.Bagian terkecil adalah hasil dari depresi wajah tersenyum dan cemberut.Ini hanya membuat kamu terlihat lebih baik. Bagian yang berbeda pada kulitmu mungkin.yang benar adalah bedah kecantikkan tidak menghentikan proses penuaan.Ada lebih sering tampak dalam cuaca dingin pada kulitmu.Adalah biasa bagi orang yang pernah melakukan bedah kecantikan untuk memutuskan bahwa dia tetap terlihat cantik.dalam beberapa kasus.bersisik.Tidak ada hubungan sama sekali dengan zat tanduk rambut yang sudah mati untuk memerintahkan pembentukkan sesuatu mengenai panjangnya atau berupa banyaknya dan ketika rambut dipotong.Sediaan Kosmetika Fakta : Realitanya bahwa kerut-kerut dan garis-garis yang kamu lihat dikulitmu disebabkan oleh curahan sinar matahari atau sinar uv di dalam sebuah studio matahari.penampakkan kerutan-kerutan ini akan lebih cepat. kamu hanya membutuhkan pelembab jika kamu ……… tanda-tanda seperti kemerahan.kulit akan membuat minyak alami lebih sedikit sehingga akan timbul kerut.Jika seseorang kekeringan. Perawatan kulit terbaik dengan semua bahan-bahan penting.Pelembab akan monolong memperlembut garis-garis kerut tersebut.sebagai contoh.Juga setiap bertambah umurnya.Aplikasi yang sama untuk mencukur. Mitos 9 : Semakin sering dipotong maka rambut akan semakin cepat panjang Fakta : Rambut tidak dapat disangkal merupakan produk biologi. Mitos 7: Setiap kulit membutuhkan pelembab Fakta : Ada mitos lain dari bisnis besar industri kosmetik yang ingin Anda percayai.gatal-gatal.Dalam realitanya. Fakta : Itulah apa yang banyak orang percayai tapi itu tidak benar.lebih berat sebuah pelembab yang kamu butuhkan. Mitos 8 : Jika kamu melakukan bedah kecantuikan sekali saja maka kamu akan membutuhkan yang lainnya.

semua rambut terwarna dan struktur dari keratin rambut tidak boleh berubah. Hena. Daun dan bunga yang sudah dikeringkan ditumbuk menjadi tepung. Selain cat rambut akan diuraikan juga sediaan yang erat hubungannya dengan cat rambut dan sediaan pengkilat rambut. Proses pewarnaan ini tidak boleh menyebabkan adanya iritasi. Dalam perdagangan dijumpai bermacam-macam warna. tetapi di Indonesia yang sering digunakan adalah warna hitam. kemudian ditambah air panas dengan pertolongan asam sitrat/asam adipat/asam tartrat 1-2 % akan diperoleh pasta yang mempunyai pH 5. a. dan stelah dicuci dengan shampo dan dikeringkan. 2. Harus tersatukan dengan sediaan rambut yang lain. cahaya matahari atau larutan garam. Sediaan pewarna rambut (Hair Dye) Disebut sebagai cat rambut. 3. Harus stabil atau tidak berubah pada udara terbuka. shampo dan sebagainya.5. alergi dan pH-nya harus mendekati netral. seperti minyak rambut. berasal dari tanaman Lawsonia alba. Zat warna akan masuk seluruhnya kedalam batang rambut dan warna yang terbentuk akan stabil dan tahan lama. warna yang dihasilkannya sangat terbatas dan cara penggunaannya kurang praktis. maka mungkin henna ini dapat 162 .Sediaan Kosmetika BAB V SEDIAAN KOSMETIKA PEWARNA RAMBUT BUKAN CAT Sediaan kosmetika pewarna rambut (cat) adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk merubah atau memperjelas warna rambut seseorang. Mekanisme pewarna rambut Proses pembentukan warna pada rambut harus berjalan cepat. Tidak berbahaya dan tidak mengiritasi kulit 4. Pasta ini dapat dioleskan pada rambut. Tumbuhan yang seing digunakan adalah : a. Zat warna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Karena zat warnanya mengendap pada akar rambut. spinosa atau inermis. Tidak merusak atau melemahkan akar rambut serta dapat mempertahankan kilatan rambut. harus memenuhi berbagai persyaratan antara lain : 1. Macam-macam zat warna yang dapat digunakan dalam cat rambut 1. obat keriting rambut. Dapat membentuk warna yang sesuai dan tahan lama 5.

p-aminofenol. Sekarang banyak digunakan karena mudah dipakai dan keaslian rambut tidak berkurang. Matricaria chamomilla. Zat yang memberikan warna adalah 1. warna akan timbul setalah ditambahkan larutan pirogalol 3-5% dalam air. Zat warna logam. kemudian setelah 15-60 menit rambut dicuci dan dikeringkan. Zat yang memberikan warna adalah 2-hidroksi-1-4-naftokuinon atau Lawsone. Zat warna organik sintetis. Reduktor yang sering digunakan adalah Na tiosulfat. serta turunan-turunannya. Sediaan penghilang warna Cat rambut (Hair Dye Remover) Sediaan ini sering digunakan apabila terjadi kesalah pada pengecatan rambut. tapai hanya melapisi permukaan rambut saja. Dapat juga digunakan dalam shampo yang berguna untuk mengkilatkan rambut. Fe. perborat. Ni.Sediaan Kosmetika menimbulkan keracunana lokal maupun sistematis. Mg bila ditambah dengan larutan tio atau tioglikolat akan membentuk warna coklat hitam. pirogalol. Penggunaan garam-garam Cu. merupakan zat warna rambut terbaru. larutan alkali sulfida. Fe. Tidak menembus keratin rambut. Bila pengecatan rambut menggunakan zat warna logam harus berhati-hati karena logam adalah suatu katalisator hingga akan terjadi reaksi dan timbul panas. Zat warna organik sintetis yang sering digunakan adalah pfenilen diamin. Hal ini disebabkan karena sulfur dari keratin rambut dengan logam atau oksida logam akan membentuk logam sulfida dan ini yang harus direduksi.6-trihidroksi flavon. Pembentukan warna pada penggunaan zat warna logam terjadi tidak masuk kedalam batang rambut. Ni. Campurannya dengan pirogalol dan Cu atau garam logam lain akan menghasilkan warna yang lebih bervariatif dari coklat muda ke hitam. zat tersebut adalah NaOH atau NH4OH. Selain oksidator juga diperlukan zat yang dapat mengatur pH karena umumnya diperlukan suasana alkalis. tanin dsb. sulfida organik. untuk membentuk warna yang diperlukan zat pembantuk yaitu suatu reduktor yang umumnya diberikan secara terpisah dan baru dicampur setelah akan digunakan. Co. Chamomille berasal dari tanaman Arthemis nobilis. pirogalol. Yang digunakan adalah kepala bungan yang dibuat ekstrak yang akan melapisis kutikula. Untuk membentuk warna sangat diperlukan suatu oksidator seperti hidrogen peroksida. belerang. 2. Na hidrosulfat. Cu. 3. p-toluen diamin.3. dan Co dapat dilakukan sendiri-sendiri atau campurannya dengan garma perak.klorat-klorat dsb. Co. dan Bi. Campurannya dengan daun indigo disebut henna reng dan akan mengjhasilkan warna biru hitam. Logam-logam yang sering digunakan adalah Pb. b. Untuk mewarnai rambut sering digunakan campurannya dengan kaolin ditambah air panas hingga terbentuk krim kental.dsb. Garam-garam Ni. Ag. pirokatekol. Untuk mencegah teroksidasinya zat-zat warna ini oleh udara maka diperlukan penambahan suatu antioksidan seperti Na sulfat. hipoklorit. Proses penghilangan warna dari cat rambut juga 163 .

sebagai basa dapat digunakan larutan KOH atau NaOH 1-5% dan untuk mencegah kristalisasi dapat digunakan oleum cocos atau sabun oleat. adalah 164 . sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk membersihkan atau menghilangkan noda-noda yang terdapat pada kuku seperti noda bekas nikotin. Sediaan pembersih kulit sekitar kuku. seperrti cat rambut dari zat warna oksidasi dapat dihilangkan dengan pencucian berulang-ulang dengan shampo yang kadang-kadang perlu ditambahkan NH4OH.Sediaan Kosmetika berdasarkan suatu reaksi kimia. tetranatrium pirofosfat. perubahan warna atau perubahan permukaan kuku. Juga dapat digunakan campuran minyak mineral dan asam oleat dalam suasana basa. Sediaan zat pengoksidasi dapat digunakan larutan peroksida. tidak boleh dipotong dengan gunting. Penggolongan sediaan kosmetika kuku Berdasarkan tujuan pengunaannya sediaan kosmetika kuku dapat dibagi menjadi : 1) Pembersih kulit. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna memudahkan melepaskan lapisan kulit yang menebal disekitar kuku. Kelainan-kelainan pada kuku dapat meliputi perubahan bentuk. bekas tinta. Biasanya lapisan ini terdiri dari sel-sel yang telah mati dan bergerigi. 2) Pembersih kuku. Bentuk sediaan cairan/solutio atau krim. Pada umumnya dasar penghilangan noda tersebut adalah reaksi oksidasi dan reduksi. SEDIAAN KOSMETIKA KUKU Sediaan kosmetika kuku adalah sediaan yang berguna untuk membersihkan. karena tidak terpeliharanya daerah sekitar kuku atau mungkin karena penggunaan cat kuku yang merusak. pada umumnya merupakan suatu larutan basa yang dapat merusak keratin(gugus sulfa). Hanya dapat dilepaskan setelah dilunakkan terlebih dahulu. merawat. Sediaan kosmetika kuku ini biasanya disebut dengan istilah “pedicure manicure” Kelainan-kelainan yang sering terjadi pada kuku Hal ini karena pengaruh susunan syaraf pusat. larutan Na perborat. maka pH dari larutan harus betul-betul diperhatikan dan biasanya juga ditambahkan suatu stabilisator. reduktor dan “bleaching agent” Sediaan pengkilat rambut (Hair bleaching/Hair Lightening) Sediaan ini sering digunakan untuk merubah wearna rambut serta untuk mentgkilatkan rambut. EDTA dan turunan amonium kuartener seperti setiltrimetil amonium bromida dan setiltrimetil amonium hidroksida. Basa-basa lain yang dapat digunakan adalah trinatrium fosfat. menghaluskan dan memperindah kuku. Sediaan pembersih kuku dapat dijumpai dalam bentuk larutan/solution atau krim. bekas sayuran dsb. Sebagai “bleaching agent” dapat digunakan NH4OH dan H2O2 untuk mengkilatkan rambut dapat digunakan solutio H 2O2 1-3% disisir secara perlahan.

Ti oksida. Zat-zat yang digunakan untuk pembuatannya tidak boleh merusak pigmen kuku. Suatu cat kuku yang baik adalah dapat membentuk lapisan :  Cukup tebal. selulosa asetobutirat. Juga dapat digunakan sebagai dasar dari cat kuku (“base coat/under coat”) yang berguna untuk melindungi kuku terhadap zat-zat yang terdapat dalam cat kuku yang bekerja terlalu kuat. Pada umumnua terdiri dari zat-zat yang mudah terbakar. bolus alba. tidak terlalu kental. lithopon dan CaO. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh cat kuku adalah a) Cairan harus mudah dioleskan dengan rata b) Tidak berlendir dan bila sudah kering tidak mengelupas. Sering dijumpai dalam bentuk serbuk. jadi pembuatannya dan pemakaiannya harus jauh dari sumber api. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk mengkilatkan kuku supaya kelihatan lebih sehat dan segar. asam oksalat dan asam asetat. Na sulfit. pensil atau cairan/lotion Pengkilat kuku. mudah dioleskan dan kebasahannya baik  Halus dan mengkilat. dilika koloidal. mudah kering dan tidak dapat mengelupas. e) Harus cepat kering dan membentuk lapisan yang halus f) Tidak berbahaya serta tidak merusak/mengiritasi kuku dan kulit sekitarnya. kuku. 165 . bentuknya serat putih seperrti kapas. krim. c) Tidak mudah retak-retak dan tidak bersisik. Bentuk sediaan pemutih kuku yang sering dijumpai adalah pasta. Formula umum suatu cat kuku terdiri dari 4) 5) Cat 1) Primary Fil Former. batang.adalah zat-zat yang dapat membentuk lapisan film halus pada permukaan kuku. vinil resin.  Melekat pada kuku dengan baik  Cukup elastis hingga tidak mudah pecah dan patah  Dapat membentuk permukaan yang keras dan kering pada waktu yang sangat singkat Sebagai ‘film former’ yang biasa digunakan adalah selulosa nitrat yang dihasilkan dari reaksi antara selulosa dengan HNO3. viskositasnya baik. selulosa sendiri diperoleh dari sejenis kayu. Sebagai zat pereduksi dapat digunakan sulfat-sulfat.Sediaan Kosmetika 3) larutan hipoklorit. adalah merupakan sediaan kosmetika terbesar yang sering digunakan dalam sediaan untuk memperindah dan merawat kuku. Selain selulosa nitrat dapat juga digunakan selulosa aseta. serta stabil pada penyimpanan. polimer metakrilat atau polimer vinil. Pemutih kuku. asam tartrat. larutan Zn peroksida dsb. talk. asam sitrat. Yang umum digunakan adalah Zn oksida. d) Warna harus rata dan homogen. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk memutihkan kuku. mudah larut dalam pelarut tertentu.

g. berasal dari alam sebagai contoh shellac. seperti zat warna. resin dan plasticizer juga untuk maksud agar cat kuku ini menguapnya perlahan-lahan. Tidak mempengaruhi kestabilan kimia nitroselulosa f. Sebagai plasticizer harus memenuhi syarat-syarat a.pada umunya tidak membentuk lapisan karena merupakan larutan jernih mendekati air dan berguna untuk membentuk lapisan. Dapat bercampur dengan komponen-komponen lain. trikresil fosfat. Harus stabil dan tidak mudah menguap b. trifenil fosfat. seluloid. Tidak beracun. dibuat secara sintetis.Sediaan Kosmetika 2) Secondary Film Former. copal dsb. butil ftalat. Plasticizer yang sering digunakan adalah benzil benzoat. trietil sitrat. dioktil ftalat. Berguna untuk mendispersikan zat-zat ‘film former’ dan zatzat lain yang tidak dapat larut serta tak menguap hingga didapat suatu suspensi yang homogen. damar. resin sulfonamida dan formaldehida. Resin alami. tidak merusak kuku dan kulit e. kopolimer vinil asetat dan vinil klorida. ester poliakrilat. polivinil asetat. Berdasarkan asalnya ‘secondary film former’ ini dapat dibagi menjadi a. turunan urea. butil glikolat. pelarut. Tidak berwarna dan tidak berbau. Resin sintetis. polisteren. butil stearat dsb. b. Contoh : polivinil asetat. Pada umunya digunakan satu atau campuran pelarut. Pemilihan zat pelarut tergantung pada jenis ‘film former’ yang akan digunakan.merupakan bagian yang menguap dari suatu cat kuku. lembut dan liat Selain dapat digunakan sebagai pembantu pembentuk lapisan juga dapat digunakan sebagai dispersing agent untuk zat warna yang tidak larut. Maksud dari penggunaan campuran ini adalah selain untuk melarutkan nitroselulosa. benzoe. film former dsb d. tributil fosfat. Tidak menggumpal bila dioleskan c. Sifat dari plasticizer adalah pada konsentrasi rendah dapat membentuk lapisan tipis dan mengkilat. elemi. Apabila hanya digunakan 3) 4) 166 . Pelarut. sandarak.  Lebih tahan lama dan lebih tahan air  Lapisan yang terbentuk tipis. Dapat memberikan elastisitas dan kelembutan yang dikehendaki dalam trayek suhu luas h. Plasticizer. sehingga :  Cat kuku menjadi lebih mengkilat. Cat kuku pada umumnya mengandung dua atau lebih campuran plasticizer. butil stearat.adalah zat-zat yang berguna untuk melembukan dan memberikan elastisitas pada lapisan cat kuku yang terbentuk. dioktil adipat. Dapat bersifat sebagai pelarut yang tercampur dengan nitroselulosa dalam segala perbandingan.

lebih besar dari 1500C. Titik didih tinggi. golongan hidrokarbon alifatik :petroluem naftol. Pelarut yang digunakan harus memenuhi persyaratan. etil eter. Pelarut diluen. Pelarut aktif.etilen glikol. Karena pelarut nitriselulosa mahal harganya. c. Mempunyai titik leleh tidak lebih dari 300C c. dimetilsulfoksida dan nitro parafin. Penggolongan pelarut berdasarkan sifatnya a. dan lemah. Kalalu jumlah pelarut diluen terlalu banyak larutan akan menjadi kental (viscous). 100-150 0C misalnya n-butil asetat. c. Titik didih sedang. mempunyai viskositas besar dan kecepatan menguapnya dapat dibagi menjadi kuat. d. mudah dipakai dan tidak berbahaya. Penggunaan pelarut berdasarkan titik didihnya : a. lauril eter. etil asetat. b. amil asetat. b. maka pelarut diluen dapat digunakan untuk mengurangi biaya. adalah pelarut yang baik untuk nitroselulosa. nitroselulosa akan segera mengendap dan lapisan yang terbentuk tidak akan baik serta cat kuku sukar untuk dioleskan. lebih kecil dari 1000C. golongan hidrokarbon aromatik :silen.Sediaan Kosmetika satu macam pelarut saja maka karena cepat menguap. dietilen glikol. sebenarnya bukan merupakan pelarut. Mempunyai viskositas kecil dan viskositas ini tergantung pada % alkohol walaupun alkohol masih harus dicampur dengan ester-esternya. Harus beraroma yang menyenangkan dan tidak boleh terlalu keras. a. Harus cepat kering. Bila terlalu perlahan-lahan juga kurang baik karena cat kuku akan lama kering dan lapisan yang terbentuk agak tebal hingga sukar merata. Pada umunya bukan pelarut biasa tapi pelarut organik yang mempunayi sifat tercampur dengan pelarut nitroselulosa. Contoh golongan alkohol. diisobutil keton.toluen . b. aseton.butil selusolve. Sebagai contoh butil asetat. batas ini disebut dengan istilan ‘dilution ratio’. Pelarut campuran “latent”. Titik didih rendah. Mempunyai sifat mudah menyebar dan membentuk viskositas yang baik dengan film former dan resin. Penggunaan pelarut diluen ada batasnya yaitu jumlah pelarut diluen terbanyak yang dapat diterima oleh larutan nitroselulosa tanpa adanya endapan. Dilakukan terhadap pelarut yang tak dapat digunakan sendri lebih baik kalau dicampur dengan pelarut aktif. Jadi kecepatan menguap dari pelarut akan sangat menentukan lapisan yang terbentuk. tetapi sebagai stabilisator viskositas. sedang. 167 . misalnya aseton. misalnya selusolve.

Pencampuran dilakukan dengan menggunakan mixer kecepatan tinggi terutama pada pembuatan cat kuku dengan tanah liat. dan Al+mika.kadang-kadang diperlukan agar terbentuk cat kuku yang transparan. penggerusan. Zat pengisi. dapt dilakukan dengan menipiskan sampai berat = 0. daya lekat dan keliatannya. warna yang terbentuk. kekentalan. sangat berguna untuk memberi efek keruh/gelap pada lapisan dan kuku akan terlihat bagus dan indah. Bi oksida + mika. Nitroselulosa ditambahkan sedikit demi sedikit pada campuran pertama. hal ini untuk menghindari hilangnya warna karena adanya reaksi dengan besi. 6 atau campuran TiO2 + mika. 5. Untuk pengamanannya maka sebaiknya pembuatan. penggunaannya diatur oleh undang-undang FD&C act. kemudian ditambahkan resin dan campuran ini baru ditambahkan pada campuran pelarut 75% dengan pelarut diluen. Pada interval waktu tertentu 168 . 34. Pertama-tama zat warna digerus bersama-sama dengan plasticizer. d. Pada umumnya merupakan zat warna sintetis. kelembutan. Zat warna. Lama pengeringan. Pemeriksaan hasil akhir. Untuk menghasilkan warna yang sesuai dapat dilakukan perbandingan warna dengan “master color standar”. Kadang-kadang juga diperlukan zat pengisi seperti tanah liat yang tak boleh dikotori oleh minyak atau pelarut lain hingga dapat stabil lama. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh zat warna : a. ketahanan terhadap air. 6. Baru kemudian yang terakhir adalah sisa pelarut dan dicek kekentalannya (viskositasnya). campurannya dengan D&C yellow No. Cara melakukannya adalah sebagai berikut : a. 5. 11. Bagian pencampuran warna. pengolesan. Warna harus sesuai dengan yang diinginkan dan stabil c.penyimpanan bahan baku dan hasil produksi harus jauh dari sumber api. 12. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan alergi Contoh zat-zat warna yang sering digunakan adalah: D&C red No. Tempat pencampuran dan tempat penyimpanan harus dibuat dari aluminium atau stainless steel.2 gram dan garis tengah 8 cm pada sebuah lempeng gelas. 13. 7. Pengamanan pada pembuatan sediaan kuku : Pada umumnya pabrik cat kuku terdiri dari dua bagian yaitu : Bagian pembuatan basis/dasar cat kuku. Stabil tidak hanya terhadap cahaya tetapi juga terhadap komponen yang lain seperti pelarut organik. Apabila terjadi pengotoran maka dapat dilakukan penyaringan atau sentrifus.Sediaan Kosmetika 4. harus dilakukan terhadap lama pengeringan. b. 10. tidak larut dalam pelarut dan tidak diserap oleh kuku. taruh didalam oven dengan panas 1050C + 2 0C. Tidak berbahaya. Untuk ini diperlukan zat pengisi yang berwarna seperti pelangi misalnya guanin yang harus dilarutkan dahulu dalam butil asetat baru ditambahkan kedalam larutan nitroselulosa.

Kekentalan atau viskositas. dan dilihat harus bebas zat asing atau gumpalan. Waktu kering ini juga dapat diperiksa dengan mengoleskan sampel setebal 0. yang disebut sebagai zat yang tidak menguap. dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca setebal 0. dapat diperiksa dengan alat viskometer Brookfield. Daya kilatnya. lihat daya lekatnya. dengan suhu 250C dan kelembaban 50%. kemudian panaskan lagi dan setelah 1 jam timbang lagi. Dengan menggunakan stop watch hitung waktunya sampai terbentuk lapisan yang bila disentuh dengan jari bersih tidak akan lengket. Daya lengket. Kehalusan alirannya.006 inchi pada lempeng kaca. 6) Penghapus Cat Kuku. j. adalah merupakan sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk menghapus cat kuku. dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca hitam atau putih setebal 0. Ketahanannya terhadap air. dapat diperiksa dengan menggunakan 3 lempeng kaca yang masing-masing telah diolesi dengan 0. bila telah dikeringkan dengan kertas saring lalu ditimbang apakah tahan terhadap uap air atau tidak. g.006 inchi keringkan selama 24 jam pada suhu kamar. Setelah 1 jam angkat dinginkan dan timbang. Warna yang terbentuk. dan kembali lagi 250C selama 48 jam.dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca dengan gelas pengaduk. dapat diperiksa dengan digosok-gosokkan. f. sampai didapat berat yang hilang dan ini. lalu ditekan dengan ibu jari.5 inchi. taruh dalam desikator selama 24 jam dan ditimbang kemudian lempeng ditaruh diatas penangas air 37 0C selam 24 jam. b.006 inchi sampel. c. i. dapat disamakan dengan standar Kekerasan lapisan. e. Daya abrasinya.Sediaan Kosmetika ambil dengan kawat.006 inchi. kemudian bandingkan dengan “master colour standar” Pengolesan atau penggunaannya.006 inchi pada kaca. h. apakah pada lapisan yang terbentuk ada gelembung udara atau tidak. kemudian pada 710C selama 2 jam. Karena dalam cat kuku terdapat zat atau pelarut yang larut atau tercampur dengan lemak atau minyak seperti oleum 169 . dapat diperiksa dengan melihat setelah dioleskan. apakah ada yang lepas atau tidak. keringkan pada suhu 250C selama 48 jam. dan apakah gelembung udara tersebut cepat pecah atau tidak. setebal 1. d. dapat diperiksan dengan mengoleskan 0. Keringkan dalam oven 250C selam 24 jam. Zat yang tidak menguap ini sangat menentukan waktu kering dari suatu cat kuku.

Sediaan yang tak meninggalkan bekas c. mengandung minyak mineral. sering juga ditambahkan suatu emolien yang dapat mencegah keringnya kuku dan kulit sekitarnya. Cata yang paling sederhana adalah dengan memijat kuku dengan oleum olivarum. atau minyak tumbuh-tumbuhan. propilen glikol. K. Sebagai penghapus cat kuku yang sering digunakan adalah campuran pelarut nitroselulosa dengan minyak-minyak. atau propilen glikol. 170 . minyak mineral. adalah sediaan kosmetika kuku yang beguna untuk mencegah dan menjaga agar kuku jangan sampai retak-retak dan kering karena adanya dehidrasi. garam-garam stearat.adalah sediaan yang berguna untuk mencegah kuku menjadi kering karena kuku yang kering akan cepat retak dan pecah-pecah. dsb. Pada umumnya sediaan pengering kuku ini berbentuk aerosol/spray. seperti logam Al. Retak-retak dan kekeringan pada kuku dapt disebabkan karena kerja dari pelarut pada penghapus cat kuku. Cara penggunaannya adalah dengan merendam kuku dalam larutan garam 1-5% selama 5-10 menit. Emolien yang sering digunakan adalah lanolin. b. Sediaan berminyak atau berlemak. 8) Penguat kuku. Sediaan bentuk krim. adalah sediaan kosmetika kuku yang dapat digunakan untuk mempercepat pengeringan cat kuku. Kadang-kadang juga ditambahkan suatu antibakteri supaya kulit disekitarnya tidak terinfeksi. hingga sukar dirawat dan kadang-kadang terasa sakit. Garam-garam logam ini juga bersifat bakterisida. 7) Krim dan Lotion kuku. Untuk kuku yang kering dapat digunakan campuran air dan gliserin 5%. untuk kuku yang mudah patah dapt dengan krim yang mengandung lanolin.dsb dengan konsentrasi 5-20% 9) Pengering kuku. Prinsip kerjanya adalah dengan memberikan lapisan minyak pada lapisan cat kuku yang baru dioleskan. oleum amygdalarum. jadi sediaan penguat kuku harus dapat bekerja melawan kerja pelarut tersebut. lapisan ini akan mengurangi kepekatan dari cat kuku yang masih basah dengan membentuk emersi dengan air hingga cat kuku akan cepat menjadi kering. Na atau NH4 dan Zn asetat. Untuk ini dapat digunakan larutan garam-garam logam yang bersifat astringens dalam air. kemudian dengan air hangat dan dengan krim ini dibiarkan semalam. maka sebagai penghapus kuku dapat digunakan minyak-minyak tersebut. Penghapus cat kuku dapt digolongkan menjadi : a.Sediaan Kosmetika olivarum . Kadang-kadang juga digunakan emulsi dari minyak-minyak diatas. Juga dapat digunakan zat-zat yang dapat mencegah penguapan air (“humectan”) seperti gliserin.dsb.silikon. Penggunaannya harus secara teratur dan dapt digunakan sebelum atau sesudah kuku dicat.

mengurangi atau menghilangkan keringat yang berlebihan dan baunya. Sebenarnya sukar untuk membedakan kedua sediaan tersebut karena selalu dipakai bersama-sama dengan maksud untuk mencegah. juga apabila keringat didiamkan akan mengalami perubahan oleh bakteri hingga dapat menjadi berbau tidak enak. adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk mengurangi atau mencegah keluarnya keringat yang berlebihan dan dapat menghilangkan bau keringat. Antiperspiran & Deodorant. emosi dan diet seseorang.Sediaan Kosmetika SEDIAAN KOSMETIKA KEBERSIHAN BADAN Sediaan kosmetika untuk kebersihan badan adalah semua sediaan kosmetika yang dapat digunakan untuk menjaga kebersihan badan. Secara garis besar sediaan kosmetika untuk kebersihan badan ini dapat dibagi menjadi 2 golongan : 1. Bau dari keringat selain ditentukan oleh keadaan fisik. 171 .

streptomisin. asam borat. heksaklorofen. sejumlah kecil zat pengemulsi yang berguna untuk mendispersikan parfum dalam larutan. benzalkonium. b. dimana zat tersebut dapat mengikat bau secara adsorpsi kimia atau dapat mengadsorpsi asam amino yang terdapat dalam keringat hingga tidak terjadi penguraian oleh bakteri. talk. 172 . Zn dsb. dapat dibagi lagi menjadi :  Zat-zat antikolinergik misalnya banthin. Antiperspirant. resin dsb. pH-nya harus tepat dan tidak merusak baju. e.  Zat-zat yang dapat bekerja secara sistemis. Mudah dioleskan pada kulit dan menyebar dengan rata. ZnO. merupakan suatu bentuk yang tidak efisien karena pemakaiannya kurang praktis. d. atau zat-zat yang dapat bekerja sebagai antikolinergik dan anti adrenergik. c. asam benzoat. untuk mencegahnya dapat digunakan zat-zat yang bersifat astringens. penisilin. pada umumnya antiperspiran bentuk cair mengandung larutan garam-garam astringens adalah air atau alkohol. Mg stearat. Digunakan secara lokal.  Zat-zat antiadrenergik misalnya dibenamin. zat pendorong (‘propellant’) dan parfum. bithionol. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sediaan antiperspiran deodoran untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan adalah : a. Mekanisme kerja deodorant adalah bau badan pada umumnya lebih keras pada bagian-bagian tertentu dimana terdapat kelenjar apokrin dan bau keringat pada umumnya disebabkan karena penguraian oleh bakteri. b. setipiridinium klorida. Bentuknya harus menyenangkan Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai antipersirant adalah :  Zat-zat yang dapat bekerja sebagai astringens seperti garam-garam Al. Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai deodoran adalah :  Zat-zat antibakteri misalnya. Memberikan rasa nyaman dan tidak mengiritasi. sejumlah kecil pelembab (humektan) untuk mencegah pengeringan alat penyemprot. 2. larutan buffer (kalau diperlukan) untuk pemakaian Al sulfat atau Al klorida. Cair.Sediaan Kosmetika Mekanisme kerja dari antiperspiran adalah dapat menutupi pori-pori mulut kelenjar keringat sehingga akan mengurangi keluarnya keringat yang berlebihan. Bedak (powder). kaolin. hiamain. Atau dapat juga secara sistemis. Zn salisilat. Mekanisme kerja deodoran juga dapat terjadi karena proses adsorpsi. tanpa resep dari dokter.  Zat-zat yang dapat mengikat zat-zat yang berbau baik secara kimia maupun fisika misalnya klorofil. maka deodoran pada umumnya adaah zat-zat antibakteri yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. berdasarkan bentuknya antiperspirant dapat dibagi menjadi : a. Hal ini juga memungkinkan karena adanya reaksi reduksi oksidasi dimana zat tersebut dapat mengoksidasi benzil merkaptan atau metil merkaptan yang dapat menyebabkan bau keringat menjadi dibenzil sulfida atau dimetil sulfida yang tidak berbau.

sekarang banyak disukai mungkin karena bentuknya menarik dan pemakaiannya cukup praktis. Batang (stick). harus homogen dan rata. Deodorant. Supaya tidak rapuh dapat ditambahkan suatu asam lemak tinggi atau suatu ester. Zat-zat yang seing diberikan dalam bentuk ini adalah senyawa-senyawa amonium kuartener dan heksaklorofen. Krim. sifatnya mudah terbakar. beberapa zat yang bersifat deodoran juga dapat bereaksi dengan parfum. Sebagai basis biasanya digunakan malam dengan garam-garam astringens dalam pelarut alkohol dengan pemanasan. Ca karbonat. Bentuk tetap bagus dan menarik setelah disimpan 7-10 hari pada suhu 400C atau tahan beberapa hari pada suhu 50C. Bentuk krim ini sangat menguntungkan karena mudah tercuci dengan air. e. tidak larut dalam pelarut organik misalnya butana . Pada umumnya yang bekerja sebagai deodoran adalah 173 . Zat pewarna yang digunakan harus dicari yang stabil terhadap zat-zat lain yang terdapat dalam formula. 3. Pada umumnya merupakan emulsi M/A sebab garam-garam astringens bekerja dalam keadaan terlarut dalam air. talk. b. Untuk membuta bentuk aerosol/spray diperlukan suatu zat pendorong hingga cairan dapat disemprotkan keluar seperti kabut. Jenis zat pendorong yang sering digunakan adalah : 1. bentuk ini adalah bentuk yang paling banyak disukai. tidak tercampur dengan air dan larut baik dalam pelarut organik. asal tidak dipengaruhi oleh zat-zat lain seperti kaolin dapat menyerap bau parfum.Sediaan Kosmetika c. d. Antiperspiran bentuk krim harus memenuhi persyaratan :  Stabil dan tahan terhadap perubahan suhu. Fluorokarbon. Sebagai parfum dapat dipilih sesukanya. Propelan ini mempunyai B. mungkin karena bentuknya kurang menarik atau pemakaiannya kurang praktis. biasanya menggunakan basis krim K/Na stearat dan asam stearat. Krim. untuk mencegah supaya tidak mudah terbakar maka penggunaannya sering dicampur dengan propelan golongan fluorokarbon. contohnya trikloromonofluor metan (propellant 11) dan diklorofluor metan (propellant 12) 2. Gas yang diberi tekanan tinggi seperti gas CO2. Sebagai bahan pengisi dapat digunakan kaolin. Mg karbonat dsb. Pada umumnya merupakan bentuk emulsi yang encer sekali hingga penambahan garamgaram astringens kedalamnya harus hati-hati sekali agar emulsi tidak pecah. berdasarkan bentuknya deodorant dapat dibagi menjadi : a. dan N2 Deodoran bentuk ‘spray’ ini dalam perdagangan sering disebut sebagai “cologne deodorant”. c. Cair (liquid).  3.5% atau dalam alkohol 50%. NO2. sifatnya tidak mudah terbakar. Lotion. isobutana dsb. maka pada pendinginannya akan menghasilkan bentuk gel yang padat. Hidrokarbon. adalah bentuk yang kurang disenangi. Klorofil kurang baik. umunya diberikan dalam bentuk spray atau aerosol dengan zat berkhasiat dilarutkan dalam air 1. Bedak (powder).J rendah.

Na stearat 5-10% .Humektan 3-5% . Bithionol. e. Sediaan Penghilang Rambut. atausecara topikal dengan kompleks thalium. 4. atau senyawa amonium kuartener. heksamin. Sediaan ini sebenarnya sudah sejak zaman dahulu digunakan orang. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan penghilang rambut (“depilatory & epilatory”) adalah : a. “Depilatory adalah proses menghilangkan rambut berdasarkan reaksi kimia dimana terjadi pengrusakan akar rambut. Antiperspirant-Deodorant. Zat-zat yang dapat bekerja baik sebagai antiperspiran maunpun deodoran adalah Al fenol sulfonat. Batang (Stick). Al klorida. 174 . 5. Tipe alkohol-gel. Proses epilasi ini dapat dilakukan dengan gunting cabut. bentuk ini lebih populer dengan nama “stick deodorant cologne”. Tetapi yang lebih disenangi adalah krim tipe M/A karena tidak akan meninggalkan bekas berminyak pada kulit. Tipe malam (Wax) mempunyai efek penggosokkan yang halus. Tidak boleh beracun dan tidak boleh mengiritasi kulit. dengan cara elektrolisis. Pasta. cara radiasi. benzalkonium klorida dan setilpiridinum. sebagai zat aktif dapat digunakan heksaklorofen. DiAmerika selatan orang menggunakan getah pohon. sorbitol dan polietilen glikol. deodorant bentuk stick ini dapat dibedakan menjadi 2 tipe yaitu a. propilen glikol. Pada proses epilasi sering timbul rasa sakit dan sering pula timbul infeksi. Zn fenol sulfonat. akan tetapi hanya membentuk lapisan yang tipis apabila digunakan. “Epilatory” adalah proses menghilangkan rambut dengan mencabut sampai akar-akarnya. merupakan suatu sediaan yang dapat digunakan sekaligus bekerja sebagai antiperspiran dan deodoran atau dengan kata lain sediaan tersebut mengandung zat yang dapat bekerja sebagai antiperspiran dan zat yang dapat bekerja sebagai deodoran. Caranya ada bermacam-macam antara lain adalah dengan cara mencabut atau menarik.Sediaan Kosmetika zat-zat yang dapat menyerap bau keringat dan mencegah perkembangan dari bau selanjutnya. bentuk ini jarang dijumpai dipasaran akan tetapi pada umumnya orang Amerika lebih menyukai bentuk pasta ini. d. selain dapat untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan juga dapat mencegah pertumbuhan rambut selanjutnya. Al asetat. Perbedaan antara ‘depilatory’ dan ‘epilatory’ adalah pada mekanisme kerjanya. dengan malam epilasi (“epilating wax”). atau dengan sedaan yang lengket (“epilatory cream”). Sebagai contoh ZnO yang dapat bekerja sebagai antibakteri.Alkohol dan parfum Sebagai humektan dapat digunakan gliserin. b. Sebagai zat kimia dapat digunakan sulfida-sulfida atau thiol organik. Formula dasar dari suatu deodorant stick tipe alkohol-gel adalah selalu terdiri dari : . Krim deodoran yang baik adalah krim yang dibuat dari emulsi A/M karena dapat melarutkan minyak-minyak /lemak-lemak. merupakan sediaan-sediaan yang berguna untuk menghilangkan rambut yang tumbuh pada tempat-tempat yang tidak diingini.

Sebetulnya zat berkhasiat dapat digunakan berbagai macam zat. Juga dapt digunakan emulsi malam dalam minyak silkon dalam keadaan dingin dengan penambahan butil p-amino benzoat yang berguna sebagai penghilang rasa sakit setempat. Dalam formula umum dari sediaan penghilang rambut sering digunakan kamfer sebagai pendingin. Zat-zat kimia yang dapat digunakan untuk maksud diatas antara lain : 175 . f. Sebagai penggantinya dapat digunakan larutan glukosa.Sediaan Kosmetika b. bau menarik. Harus stabil pada penyimpanan. Proses penghilangan rambut secara kimia : Cara ini sangat baik untuk menghilangkan rambut pada tempat-tempat yang sukar dicapai. molase. Bentuknya menarik. Harganya murah. Proses penghilang rambut dengan cara tuang : Mula-mula masa yang leleh dituangkan pada tempat yang akan dhilangkan rambutnya. b. sianida. Proses kimia yang terjadi penghilangan rambut : Keratin adalah merupakan protein dimana rambut menempel pada kulit. tergantung pada proses reaksi yang diingini. Sebagai masa dapat digunakan campuran resin dengan malam yang berbentuk cairan kental seperti madu. Penguraian belerang dari akar rambut dapat menghasilkan jembatan –S-Spada ikatan polipeptida R-CH2-S-S-CH2-R. berwarna putih atau netral. antara lain mengandung belerang seperti asam aspartat dan asam glutamat. e. Dapat bekerja secara efisien dan dapat menghilangkan rambut dalam waktu yang singkat (4-6 menit) d. Bentuk sediaan umumnya adalah pasta atau krim akan tetapi lebih disenangi bentuk krim. Tidak boleh beraksi dengan baju. tidak dapat kering hingga pada pemakaiannya tidak perlu pemanasan.dari keratin akan menambah tekanan akar rambut hingga akar rambut akan mengembang. Tidak boleh berbau merangsang. zat warna dan parfum yang berguna untuk mencegah pertumbuhan rambut selanjutnya. tidak melekat pada baju dan tidak menimbulkan noda pada kulit. Bentuk dan bau harus menyenangkan. sulfit. benzokain sebagai penghilang rasa sakit setempat dan heksaklorofen sebagai antibakteri. Setelah penggunaan diatas perlu juga digunakan campuran air kapur. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan penghilang rambut ditinjau dari segi pembuatannya adalah : a. Kerjanya akan lebih cepat dan kedalam. atau sejenis karet kasar yang dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap hingga setelah kering lapisan dapat dibuang bersam-sama dengan rambut. H2O2. minyak terpentin. Dalam waktu 2-5 menit telah berubah menjadi lunak dan masa bening yang terbentuk mudah dihilangkan dengan mencucinya. c. mudah digunakan dan stabil d. Rambut akan terurai menjadi logam alkali sulfida. madu. dan merkaptan yang dengan –S-S. amin. ikatannya menjadi kurang kuat dan akhirnya rambut akan lepas. Pada penggunaan yang lama tidak akan menimbulkan keracunan secara sistematis dan tidak akan mengiritasi kulit. Setelah dingin masa dihilangkan hingga rambut akan ikut terhilangkan. c.

Keaktifan keratinase akan bertambah tanpa mengiritasi walalu dibiarkan semalaman. Enzim-enzim ini dapat disebut sebagai enzim keratinase. kumis dan sekitar muka. Sediaan pada umumnya berbentuk pasta yang dibuat dengan menambahkan enzim kering kedalam campuran talk. tetapi baunya seperti sulfida. selama dan sesudah bercukur.pH harus terletak antara 9-12. Mudah dan cepat digunakan. Zat-zat pereduksi juga dapat bekerja mengembangkan akar rambut dan menghasilkan sistin dan polipeptida hingga rambut juga akan terlepas.Untuk menghindari pengaruhnya pada kulit. SEDIAAN KOSMETIKA CUKUR Sediaan kosmetika cukur adalah sediaan kosmetika khusus untuk pria. setanit (Sn klorida). . sebagai contoh enzim yang dihasilkan oleh streptomyces. Dalam keadaan murni perlu dibuffer pada pH 7-8. termasuk didalamnya penggunaan talk. Sering digunakan karena tidak mengiritasi. dengan maksud untuk mencukur rambut pada janggut.Bentuk yang terbaik adalah bentuk pasta Enzim-enzim. Enzim lain yang dapat bekerja proteolitik adalah tripsin yang akan larut dalam lemak hingga dapat bekerja pada keratin pada protein kulit dan rambut dapat lepas. mula-mula digunakan secara sendiri atau dicampur dengan kaustik soda. Kapur tohor (CaO). Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan cukur adalah : 1.5 mol/liter. merkaptan sebagai zat berkhasiat penghilang rambut (“depilating agent”) harus memenuhi beberapa persyaratan : . kemudian untuk mempercepat proses dapt ditambahkan zat-zat organik seperti metil/dimetil amin. 176 . Kadang-kadang kedalam sediaan penghilang rambut ini sering ditambahkan juga kamfer. amino guanidin dan piperidin.eukaliptol.Sediaan Kosmetika a.1-1. Sediaan kosmetika cukur meliputi semua sediaan yang digunakan sebelum. . serta menghasilkan busa yang banyak. hidrazin. Mekanisme kerja enzim sebagai penghilang rambut sangat kompleks. Dengan penambahan Na sulfit atau sulfoksilat. Monoetanolamin. Zatzat pereduksi yang seing digunakan adalah sulfida (Ba polisulfida. guanidin. serta parfum untuk muka. shampoo. atau kaolin dan apabila akan digunakan baru ditambahkan dengan air sedikit demi sedikit hingga diperoleh bentuk pasta. c. b.5 . fradie dapat merusak keratin rambut. . atau ester linalil asetat yang berguna untuk menutupi bau pada sulfida yang tidak enak. deodorant. maka konsentrasi zat alkalis dalam larutan tidak boleh lebih besar dari 12 x konsentrasi merkaptan. Sulfihidrat). bentonit.Konsentrasi merkaptan 0.Zat alkalis harus mempunyai konstanta kesetimbangan lebih besar dari 2 10-5. Na sulfida. Sediaan yang mengandung enzim keratinase ini lebih peka daripada sediaan thiogliklat atau sulfida.

Sediaan Kosmetika
2. Harus cepat kering dan tetap dimuka selama waktu mencukur. 3. Tidak mengiritasi terutama pada mata dan hidung. 4. Cepat bekerja sebagai pelunak kulit, dimana viskositas sangat menentukan kekerasan rambut hingga mudah dicukur. 5. Mudah dilapisi kulit hingga alat listrik, atau silet yang digunakan dapat berjalan dengan mudah tanpa rasa sakit. 6. Stabil pada waktu lama dan pada beberapa suhu. 7. Tidak menyebabkan silet berkarat dan menjadi tumpul. A. Sediaan sebelum cukur Sediaan yang digunakan sebelum bercukur (“preshave preparation”) adalah sediaan-sediaan yang digunakan sebelum bercukur, dengan maksud agar janggut, kumis, serta kulit disekitar muka siap untuk dicukur. Jadi maksud utama dari sediaan-sediaan ini adalah untuk menghindari luka serta iritasi pada kulit yang mungkin dapat ditimbulkan oleh alat pencukur rambut listrik atau silet. Sediaansediaan yang umum digunakan sebelum bercukur adalah : 1. Pengkondisi Kulit (Skin Conditioner): adalah sediaan yang berguna untuk membuat kulit agar mudah dicukur rambutnya, serta menimbulkan rasa yang nyaman pada waktu bercukur. Sediaan ini juga berguna untuk setelah bercukur. Sebagai contoh “vanishing cream” dapat digunakan sebelum bercukur, dan “cold cream” dapat digunakan sesudah bercukur. Pada umumnya sediaan ini digunakan tanpa sikat, dapat bekerja untuk melunakkan, melembutkan dan melindungi kulit.Kedalamnya sering ditambahkan suatu zat yang dapat menimbulkan rasa dingin seperti menthol dan camphor, atau digunakan suatu antiseptika seperti heksaklorofen, triklorokarbanilid,dsb. 2. Pelembut kulit (Beard Softener) : adalah sediaan yang berguna untuk membasahkan, melunakkan dan melapisi janggut serta kulit disekitarnya hingga mudah dan lembut untuk dicukur. Biasanya mengandung suatu “sequestering agent” dan sabun alkali yang tidak larut atau dapat juga digunakan sabun dan deterjen sintetis. Sediaan dapat merupakan krim tanpa sikat dan tanpa busa atau suatu lotion. Bentuk lotion ini biasanya sangat diperlukan untuk pencukuran dengan alat pencukur listrik. Sediaan ini biasanya mengandung larutan homopolimer asam akrilat atau akrilamida atau juga larutan kopolimer asam akrilat dan akrilamida dalam air. Larutan polimer ini kental pada konsentrasi rendah hingga mudah untuk dioleskan pada kulit. Kadang-kadang juga diperlukan penambahan suatu “wetting agent” dalam jumlah sedikit (0,1 %) yang berguna untuk memudahkan tersebarnya lotion pada kulit yang berminyak. Sebagai “wetting agent” dapat digunakan campuran alkohol dengan larutan silikon Sediaan sebelum cukur dengan alat cukur listrik sekarang ini lebih sering digunakan karena lebih cepat dan penggunaannya lebih praktis. Pada cukur basah mula-mula kulit dibasahkan terlebih dahulu agar menjadi lunak, sedangkan pada cukur dengan alat listrik kulit harus dibuat menjadi kering. Jadi sediaan sebelum cukur dengan alat listrik harus dapat berguna menghilangkan keringat, mencegah timbulnya luka, mengeraskan serta

177

Sediaan Kosmetika
menegakkan rambut, hingga rambut mudah untuk dicukur. Sediaan-sediaan tersebut adalah : Serbuk,sebelum cukur (“preshave powder”), biasanya sebagai komponen terbesar adalah talk yang berguna untuk menyerap kelembaban karena keringat, serta untuk melicinkan kulit, hingga pada waktu pencukuran kulit menjadi licin dan bersih, selain talk dapat digunakan kaolin yang dapat menyerap kelembaban dan dapat melekat dengan baik pada kulit. Zn atau Mg stearan sering digunakan sebagai pelicin dan pelekat, Mg karbonat untuk menaikkan daya serap dan merupakanbahan pembawa dari parfum. Dari talk dapat dibuat bentuk batang dengan penambahan Ca sulfat dan air, sebagai zat pengikat dapat digunakan veegum. Lotio sebelum cukur adalah sediaan yang berguna untuk membuat agar rambut menjadi tegak dan keras, untuk ini diperlukan alkohol dalam jumlah banyak. Pada pembuatannya perlu diperhatikan : Penambahan suatu adstringens sangat berguna untuk menegakkan, mengeraskan, serta merangsang otot rambut. Sediaan harus cepat kering, yang berarti sediaan harus cepat menguap. pH-nya harus berada dibawah isoelektrik dari keratin yaitu antara 4,5-4,8. Harus dapat melapisi kulit dengan baik, hingga dapat mencegah luka atau iritasi karena alat cukur. Harus bebas dari zat-zat yang dapat bereaksi dengan silet atau logam dari alat cukur. Sediaan ini sering disebut sebagai astringens lotion. Sebagai zat berkhasiat dapat digunakan asam laktat, Zn fenol sulfonat, dsb. Alkohol dapat digunakan sampai 70-80%. Dapat sebagai astringens, untuk mengeraskan dan menegakkan rambut, hingga cukur dapat lebih bersih dan terhindari dari infeksi. Kadang-kadang juga kedalamnya juga ditambahkan suatu antiseptika atau analgetika dengan konsentrasi rendah, sebagai contoh adalah benzokain, menthol,dsb. Kerugian pengguanaan sediaan ini adalah rambut akan mengerut, masuk kedalam folikel rambut hingga sukar untuk disukur, selain lotion dalam alkohol, sediaan ini juga dapat merupakan lotion yang mengandung minyak seperti isopropil miristat, heksadesil alkohol, yang berguna untuk melapisi dan melicinkan (“lubrikan”), lotion yang mengandung minyak ini pada umumnya merupakan emulsi M/A dengan 5-20% berat ester asam lemak seperti isopropil miristat, isopropil palmitat, dan zat pengemulsi campuran logam alkali atau garam amin dari asam poliakrilat. Batang yang digunakan sebelum cukur, dapat dibuat dengan menggunakan suatu cetakan dengan tekanan tertentu, kemudian dilapisi atau dibungkus dengan suatu “fil former” yang berguan untuk mencegah pecah atau rapuhnya sediaan. Jadi sediaan sebelum cukur bentuk batang harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Tidak boleh cepat patah, rapuh, pecah. Harus mudah dioleskan dan halus Sediaan sebelum cukur bentuk semprot ( aerosol ), biasanya lebih disenangi karena praktis cara penggunaannya sering juga mengandung antiseptika,

-

-

178

Sediaan Kosmetika
lemak dan alkohol. Sebagai zat pendorong sering digunakan fluorokarbon propelan. Selain sediaan sebelum cukur bentuk cair yang disemprotkan, juga dikenal sediaan sebelum cukur bentuk serbuk yang disemprotkan sediaan ini mudah terbagi secara halus dan talk adalah merupakan komponen terbesarnya. Selain talk juga digunakan Mg stearat, Mg karbonat dan amilum. Sebagai zat pelapis dan pendispersi diguanakan isopropil miristat atau minyak mineral. Sering juga ditambahkan antibakteri dan aerosil (silika koloidal), sebagai propelan digunakan campuran propelan 12 dan 14, campuran propelan 12 dan 11

B.

Sediaan untuk Cukur, adalah sediaan yang dapat digunakan selama bercukur, dengan maksud mengurangi iritasi serta luka-luka pada kulit dan supaya alat cukur berjalan lancar pada kulit yang menimbulkan perasaan segar setelah bercukur. Penggunaan serbutk untuk cukur sudah agak jarang, sekarang sering digunakan bentuk batang (“shaving stick”) yang diproduksi oleh pabrik sabun.

1.

Sabun Cukur, mula-mula bentuknya seperti batang kemudian berubah menjadi bundar. Sekarang digunakan dalam bentuk aerosol, atau bentuk lain dengan menggunakan sikat, sehingga suatu sabun cukur mempunyai persyaratan harus cepat menghasilkan busa yang berlimpah. Pada permulaannya sabun cukur ini dibuat dari lemak dan KOH/NaOH dengan proses penyabunan. Sebagai lemak sering digunakan minyak kelapa atau busanya lebih berlimpah dan tahan lama tepi juga sering digunakan minya palma atau sejenis lilin (tallow) yang busanya memang kurang tapi lebih baik. Jenis busa sangat ditentukan oleh kelarutan dari sabun, dimana sabun K lebih mudah larut dari pada Na, dan pada umumnya sabun K lebih lunak. Apabila sabun yang terbentuk terlalu kuat maka kemungkinan akan mengiritasi kulit, pada umumnya sabun K akan mengiritasi daripada sabun Na walaupun sifat alkali, kelarutan, ikatan rangkap, dan pH-nya hampir bersamaan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sabun cukur : a. Harus berbusa banyak, kecil-kecil dan lunak. b. Tidak mengiritasi kulit dan dapat membasahi dengan baik. c. Konsistensi harus lunak, halus, dan tidak menggumpal d. Melekat dengan baik pada muka dan pada sikat serta mudah dihilangkan dengan pencucian. Konsistensi harus tetap selama penyimpanan dan pada berbagai suhu. e. Mudah untuk dioleskan pada muka, mudah terbagi rata hingga memudahkan untuk dicukur. f. Mudah dihilangkan serta mudah tercampur dengan parfum g. Tidak bereaksi dengan alat cukur yang digunakan. Kualitas dari sediaan sabun cukur sangat ditentukan oleh pemiliohan dari bahan-bahan bakunya. Asam stearat kurang memberikan busa ringan hingga sering diganti dengan oleum cocos dengan perbandingan 3:1 . Untuk penyabunan digunakan NaOH atau KOH, tidak digunakannya garam karbonat, karena mengeluarkan gas CO2.

179

hanya konsistensinya lebih menyerupai krim atau pasta. a. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan “brushes shaving cream” adalah 180 . bentuknya bermacam-macam antara lain : 3. Untuk mengubah konsistensi dapat ditambahkan larutan Na biborat. sering juga ditambahkan zat yang berguna untuk menambah busa. kurang mengiritasi. akrilat dan campuran dimetil siloksan dengan alkohol dan surfaktan serta minyak mineral.Sediaan Kosmetika Untuk mencegah kekeringan dapat digunakan gliserin 10-15%. Bekerja tanpa menggunakan sikat. Jumlah asam lemaknya 35-50% dan pH harus sekitar 10. Untuk mengeraskan rambut dapat digunakan hidrokarbon tersulfonasi. atau sebagian dari gliserin dapat diganti dengan larutan sorbitol dengan konsentrasi rendah. lanolin dan alkohol lemak. tidak menyebabkan rambut tegak dan kaku karena selalu lembab. Minyak untuk cukur. amida asam lemak dsb. sebab mengandung banyak air. “Non Latering/brushless shaving cream”. Sebagai emolien dapat digunakan minyak tumbuhtumbuhan. minyak mineral atau lanolin. Untuk mengeraskan rambut dapat digunakan metil selulosa. Sering juga digunakan Na CMC. Sebagai sabun sering digunakan campuran sabun p-palmitat dan stearat yang dapat menghasilkan busa yang baik dan kurang mengiritasi. Hemostatika misalnya adrenalin dan garam-garamnya. akrilamid. asam sulfat dengan lauril alkohol. “Later shaving cream”. dan sebagainya. hampir sama dengan sabun cukur. dapat digunakan secara sendiri atau sebelum sediaan lain digunakan. Untuk menjaga agar krim tetap lembut dan berbusa dapat ditambahkan gliserin 5-10%. adalah cream untuk cukur yang dapat bekerja untuk melunakkan dan melicinkan kulit hampir sama dengan vanishing cream. terpenten dan air. Krim untuk cukur. astringens dalam jumlah kecil untuk mencegah perdarahan. Sebagai anti karat sedapat mungkin digunakan oksidator. propilen glikol dan larutan sorbitol. b. kedalamnya juga sering ditambahkan pelunak seperti lemak. Propilen glikol atau larutan sorbitol. Untuk mengubah konsistensinya dapat ditambahkan Na biborat 0.ester asam sulfat dengan lauril alkohol. boraks. talk dalam konsentrasi 10-15% berguna untuk menambah busa dan mengurangi luka karena penggunaan silet. 2. amida asam lemak dan sebagainya. Sebagai pelembab (humektan) sering digunakan gliserin.1-1%. Sebagai “wetting agent” dapat digunakan hidrokarbon tersulfonasi. Pelunak yang sering digunakan adalah lanolin dan setil alkohol. Yang mula-mula digunakan adalah campuran gula. Kadang-kadang juga ditambahkan asam alginat atau garam-garamnya 0. tragakan. Dengan konsentrasi rendah (lebih kecil dari 1%). ester.1-20% yang berguna untuk melunakkan. Untuk menetralisir alkali yang bebas serta untuk menstabilkan krim serta busanya dapat ditambahkan “superfatting agent”. jadi merupakan suatu emulsi M/A. alginat.

asam stearat lebih banyak daripada formula sabun cukur. serta dapat menghilang rasa sakit akibat adanya luka karena alat cuku. dapat berbentuk “cleansing milk”.  Harus cepat hilang dan meninggalkan rasa nyaman. Sediaan setelah Bercukur Merupakan sediaan yang berguna untuk memberikan rasa nyaman setelah bercukur. Batang untuk cukur (shaving stick). sering juga disebut sebagai “alkoholic lotion” atau “clear lotion”. sekarang jarang digunakan.  Mudah digunakan dan pada penggunaannya tidak boleh menimbulkan rasa sakit. Sediaan-sediaan ini dapat bekrja sebagai pendingin. Kadang-kadang mengandung cairan silikon yang berguna untuk membentuk lapisan pelindung pada kulit yang dapat mencegah emulsifikasi dari sabun hingga mengurangi iritasi pada kulit. Serbuk Cukur. pelunak. Dan dinetralkan dengan trietanolamin sampai pH 6. Bentuk sediaannya bermacam-macam : 1. Liquid shaving cream. Biasanya juga mengandung 181 . Sebagai “emulsifying agent” dapat digunakan alkohol lemak yang teroksilasi seperti polietoksi lauril eter. kerjanya hampir sama dengan sabun cukur. d. keluaran pabrik Atlas dengan konsentrasi 0. Dengan air akan membentuk sabun yang dapat digunakan dengan sikat. Sebagai surfaktan digunakan Na lauril sulfat 0.  Tidak boleh mengiritasi  Pada penyimpanan tidak boleh ada perubahan konsistensi dan tidak boleh ada pemisahan.5-6% dan sebagai penstabil busa dapat digunakan gliserin sebanyak 5%.2. C. dengan propelan yang mudah menguap dan ditempatkan dalam wadah yang bertekanan.5-7.3-0. 5. adalah sediaan cukur berbentuk krim cair biasanya juga disebut sebagai liquid brushless cream. Formulasi biasanya terdiri dari larutan sabun dalam air. “Aerosol shaving cream”. Formula pada umumnya mengandung gliserin sedikit. Propelan hanya sedikit larut dalam larutan sabun yang bila tempatnya dikocok akan teremulsifikasi dan bila diberi tekanan / terdorong cairan akan membentuk gelembung-gelembung yang keluar sebagai busa. Biasanya digunakan dengan mengoleskan pada kulit yang lembab yang dengan sikat akan membusa. dapat dikentalkan dengan penambahan karbofol 934 2-1%. 4. BRIJ 30. c. Fasa gas terdapat diatas dan fasa cair ada dibawah. Pada umunya terdiri dari campuran minyak menguap dengan air atau sering juga disebut sebagai “aqua aromaticum”. Pada umunya merupakan emulsi M/A dengan jumlah air 87-95%.Sediaan Kosmetika  Harus mudah tersebar. halus dan tidak menggumpal. Kedalam sediaan ini sering ditambahkan suatu antiseptika yang dapat bekerja sebagai antibakteri atau antiinfeksi yang mungkin timbul karena proses pencukuran. After shave Lotion. atau “cleansing lotion”.7%. dapat menghasilkan busa yang dapat langsung digunakan tanpa sikat.

c. lebih sering digunakan sebagai “hand lotion”. Dapat menetralkan sabun yang tertinggal pada kulit hingga kulit akan menjadi netral/norma kembali e. 3. After Shave Styptic.050%. Zn klorohidoksida dsb. b. Dari bentuk serbuk ini juga dapat dibuat bentuk batang (stick). 182 . Merupakan larutan kental dari alkohol dan air. Bekerja sebagai astringenss.2%. After Shave Gel.025-0. serta pelicin kulit. Sebagai pendingin dan penghilang rasa sakit sering digunakan menthol dan camphor dengan konsentrasi 0. sering disebut sebagai “stick lotion”. sering disebut sebagai “after shave emulsified lotion” sangat jarang digunakan. asam benzoat. tidak boleh rapuh dan berguna untuk menghentikan perdarahan. surfaktan dan humektan. 4. Sebagai antiseptika sering digunakan asam borat dan sebagai astringens digunakan garam-garam Zn dan Al. Kedalamnya sering ditambahkan suatu antiseptika dan astringens. Sebagai emolien dan humektan sering digunakan gliserin 3%. Kalau lebih akan mengiritasi kulit dengan menimbulkan warna merah dan bau yang menyengat. sering disebut “alum blok”. merupakan suatu sediaan yang disemprotkan. Dapat bekerja sebagai anti bakteri. dapat berfungsi sebagai penyegar dan pendingin. 5.Sediaan Kosmetika alkohol akan tetapi konsentrasinya tidak sebanyak pada preshave lotion”. Alkohol yang sering digunakan adalah etil alkohol lebih dari 60%.1-0. Dapat menghilangkan iritasi dan rasa sakit. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu aftershave preparation adalah : a. Dapat bekerja sebagai pendingin dan penyegar. After Shave Powder. maka akan timbul rasa pedih dan apabila kurang dari 40% maka minyak menguapnya tidak larut hingga tidak terbentuk larutan yang jernih. Biasanya terdiri dari Al-K sulfat 10 H2O atau kombinasi antara suatu astringens dengan garam-garam penahan perdarahan seperti aluim+talk 5% dan gliserin 5% 6. 2. Astringens yang sering digunakan adalah Al klorohidroksida. Khusus sebagai penghilang rasa sakit dapat digunakan benzokain atau lignokain dengan konsentrasi 0. asam borat. Sekarang jarang digunakan. Merupakan sediaan berbentuk pensil. After shave Cream. Kedalam sediaan ini sering ditambahkan suatu antibakteri atau germisida seperti paraklorometakresol atau amonium kuartener. After Shave aerosol. Untuk menetralkan alkali yang berlebihan dapat digunakan asam laktat. d. terdiri dari alkohol.

6. fenil. Bekerja secara kimia. Garam-garam Na dari Naftosulfonat. Zat-zat yang dapat bersifat sebagai “screening agent” adalah zat-zat yang dapat menyerap cahaya matahari dengan panjang gelombang 2800-3200. Sebagai contoh adalah TiO2. benzil. Zat-zat tersebut harus mempunyai bau yang enak dan dalam konsentrasi yang digunakan tidak boleh memberi warna pada kulit. 5. Berdasarkan cara kerjanya “screening agent” dapat dibagi menjadi : 1. CaCO3. linalil danester-ester dari siklohaksenil. 183 . Terjadinya kerusakan pada kulit dapat disebabkan oleh adanya penyerapan energi radiasi sinar matahari oleh kulit. gliseril. fenil. maka akan mempunyai efek baik yaitu akan merangsang peredaran darah serta dapat menghasilkan vitamin D serta pro vitamin d pada epidermis kulit. Hidrokarbon-hidrokarbon. 8. seperti amil. sehingga tidak terserap kulit. 7. Mula-mula sediaan ini dikenal di amerika pada tahun 1928. Diobenzal aseton. merupakan sediaan kosmetika yang luas penggunaannya karena selain sebagai pelindung kulit terhadap panas dan dapat digunakan untuk semua umur. trifenil. benzal asetofenon. Turunan-turunan asam sinamat. Salisilat-salisilat.Sediaan Kosmetika SEDIAAN “SUNTAN & SUNSCREEN” Sediaan “sunscreen” adalah sediaan kosmetika yang digunakan pada permukaan kulit untuk menahan pengaruh buruk dari sinar matahari dan pengaruh luar lainnya. dari asam p-dimetilaminobenzoat. seperti metil eskuletin. butil sinamoil piruvat. dan sebagainya. metil. sakit kalau sudah pecah dan dapat mengandung nanah. Bekerja secara fisika. melepuh. Eritema dapat timbul tergantung pada lamanya penyinaran. seperti metil. dan propilen glikol. kekuatan cahaya matahari. 2. kaolin dan talk 2. eskuletin. fenil. 10. ester-ester. Antranilaq-antranilat seperti orto amino benzoat. MgO. zat-zat tersebut dapat menyerap radikal-radikal bebas dari sinar ultraviolet pada panjang gelombang 2800-3200. feniletil. ZnO. ester-ester gliseril. 3-fenil. 4. 3. Bila sianr matahari itu tidak begitu lama pada kulit. Asam-asam dihidroksi nafteat. kepekaan seseorang dan energi radiasi sinar matahari. zat-zat tersebut dapat memantulkan kembali sinar ultraviolet dari sinar matahari. turunan asam dihidroksi sinamat. isobutil. Penggolongan Screening Agent menurut Klarmant : 1. turunan kumarin sepeti 7-metil. Asam p-amino benzoat dan turunan-turunannya seperti etil. benzil. metil. 9. Kerusakan kulit ini disebut eritemia dengan tanda-tanda kulit berwarna kemerah-merahan. Sinar matahari adalah merupakan sinar monokromatis dengan λ yang berbeda dan sinar matahari yang berpengaruh buruk adalah sinar monokromatis dengan λ 2800-3900.

Harus stabil terhadap suhu. gel tersebut cukup stabil dan mudah tersebar dengan rata dan luas bila dioleskan. Tidak toksis dan tidak merangsang. Bila dioleskan pada kulit juga memberikan rasa halus dan nyaman. jadi penggunaannya harus dicampur dengan lemak terlebih dahulu supaya terbentuk lapisan tipis yang tidak tahan terhadap air dan keringat serta tidak akan menggulung. b. 7. Harus dapat meneruskan sinar dengan panjang gelombang 3000-4000 A 3. Screening Agent merupakan zat berkhasiat yang harus terdapat dalam sediaan “sunscreen”. benzalesefenon. rata dan kuat. 2-asetinalazol. oleum ricini. Sebagai contoh adalah oktabenon. 184 . Dibuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh. solprotex. tanat. Harus dapat menyerap radiasi sinar ultraviolet pada panjang gelombang 2800-3150 A 2. Lapisan yang terbentuk tipis dan mudah kering. tetapi pada umumnya tidak tersatukan dengan “screening agent” c) Polivinil alkohol. meksaon. Tetapi lapisan ini tidak tahan terhadap air dan keringat. b) Metil selulosa. etoksi etil p metoksi sinamat. olet. 4. Lapisan yang terbentuk harus tipis dan mudah kering. Sebagai contoh yang dapat digunakan sebagai zat pembawa dalam sediaan “sunscreen” adalah : a) Bentonit. sumarome. klorida. dan tahan terhadap air maupun gosokan. 6. dengan air juga akan membentuk lapisan tipis. dioksi benzon. dan sebagainya 12. escalol 106.Sediaan Kosmetika 11. Formula Umum Sediaan Sunscreen : Hampir semua sediaan “sunscreen” mengandung zat-zat sebagai berikut : 1. dipropilenglikol salisilat. yang mudah kering dan liat (elastisitas). minyak silikon yang teresterifikasi dengan asam salisilat. etil p-amino benzoat. melekat dengan baik dan mempunyai daya melindungi. Sebagai zat pembawa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. sifatnya dapat membentuk gel bila dicampur dengan air. karena jenis zat pembawa ini menentukan sifat lekat dan tebal lapisan yang terbentuk. benzalaseton. Azol-azol. Bila dioleskan pada kulit akan membentuk lapisan yang tipis. Garam-garam kinin seperti bisulfat. Tahan terhadap keringat dan gosokan. Zat pembawa atau Basic. 2. Tidak mudah menguap dan tidak diserap oleh kulit. isobutil salisilat sinamat. seperti metil naftoxazol. Mudah digunakan dan tersebar dengan rata 8. sinar matahari dan kelembaban. 13. 9. merupakan bagian yang sangat menentukan bekerja atau tidaknya sediaan tersebut. escalol 506. homometil salisilat. Asam tanat dan turunan-turunannya Persyaratan umum yang harus dipenuhi sediaan sunscreen : 1. dan sebagainya. 5. juga dapat membentuk lapisan yang tipis.

pada umumnya akan hilang dengan sendirinya bila terkena keringat. digunakan sesuai dengan pemakaiannya. Untuk keperluan berjemur dipantai digunakan parfum yang lebih berat. 3. dapat digunakan semua jenis emulsi A/M atau M/A dengan lemak dalam jumlah besar. tidak larut dalam air dan pada umumnya tidak tersatukan dengan “screening agent”. Alkohol (etil alkohol) sering diganti degan isopropil alkohol hingga menghasilkan sediaan yang murah. Parfum yang berasa manis hingga dapat menarik lalat atau semut dihindarkan. minyak silikon. isopropil palmitat atau minyak silikon. serta sangat lekat. Zat-zat yang sering ditambahkan kedalam sediaan “sunscreen” adalah beberapa antibiotika. Dapat juga digunakan minyakminyak mineral tetapi harus dengan viskositas rendah seperti isopropil miristat. larutannya dalam alkohol akan membentuk lapisan tipis. Sifat lainnya. 1. Biasanya digunakan minyak-minyak karena minyak dapat menyerap sinar ultraviolet. e) Etil selulosa (ethocel). oleum citri dsb. melekat pada kulit dan sukar dicuci dengan air tetapi tercuci dengan alkohol. kurang mengiritasi. seperti untuk para atlet digunakan parfum yang berbau segar misalnya oleum lavandule. merupakan sediaan yang tidak mengandung air. 3. Zat tambahan. sangat disenangi. antihistaminika dan antiseptika. Penambahan zat pengental seperti gliserin atau sorbitol kadangkadang diperlukan untuk menambah ketebalan dari lapisan hingga pemakaiannya lebih mudah dan tidak boleh terlalu banyak karena akan meninggalkan lapisan kulit yang kaku. dimana lapisan yang terbentuk akan sergam dan lebih tipis. Bentuk aerosol. Kalau alkoholnya menguap akan meninggalkan lapisan yang bersifat dapat menolak air. Sunscreen dapat dibagi menjadi : 1. dalam aseton akan membentuk lapisan yang tipis dan sangat liat.dsb. sedangkan bau yang kurang enak dari isopropil alkohol dapat ditutupi dengan memberikan suatu pewangi. 4. Tipe “greaseless” (tanpa butiran). Penggolongan sediaan Sunscreen Berdasarkan Tipenya. Biasanya dengan penambahan suatu zat pengental akan terbentuk gel yang dapat dimasukkan kedalam tube. 185 . 2.03 mm.001-0. tergantung pada cara penggunaan dan suhu pada waktu dipakai. Parfum. kadang-kadang zat-zat ini sangat diperlukan karena dapat untuk mencegah terjadinya infeksi. Tipe emulsi. Tipe anhidrid. Untuk sediaan bentuk emulsi ini sebagai zat berkhasiat dapat digunakan “screening agent” yang larut dalam air untuk emulsi tipe M/A dan yang larut dalam minyak untuk emulsi tipe A/M.Sediaan Kosmetika d) Vinil resin (Vinyllite). yang terbaik adalah minyak tumbuh-tumbuhan. Faktor-faktor yang sangat menentukan Kerja dari Sunscreen adalah : Tebal lapisan antara 0. Bentuk ini lebih disukai karena dapat dimasukkan dalam tube. mengandung alkohol tinggi atau rendah seperti isopropil miristat. Adanya kapasitas absorpsi yang dapat hilang disebabkan karena adanya modifikasi kimia karena sinar matahari.

Sediaan SUNTAN adalah sediaan kosmetika yang dapat membuat warna kulit menjadi coklat dalam waktu singkat tanpa terjadinya eritema (luka melepuh). larutan hidroalkohol.Sediaan Kosmetika 2. Formulnya biasanya terdiri dari zat warna larut dalam minyak atau larut dalam zat-zat tak berlemak. Pada umumnya sediaan ini digunakan oleh orang kulit putih atau penderita vitiligo. 3. krim cair. minyak. Dalam perdagangan sediaan “suntan” sering dijumpai dalam bentuk krim. aerosol dan aerosol foam. Tidak digunakan zat warna yang larut dalam air karena warna akan hilang apabila kena air keringat dan kelembaban. Terjadinya penguapan dari pelarut yang menyebabkan lapisan menjadi keras dan retak-retak. gel. 4. 186 . Campurannya dengan sekresi kulit akan menyebabkan perubahan konsentrasi zat berkhasiat. Zat warna yang sering digunakan adalah alkoksipsoralen atau metoksasalen yang dalam konsentrasi 10-20 mg selama 12-4 jam akan terjadi pigmentasi. batang. Adanya perubahan jenis emulsi pada kulit hingga menyebabkan kerja dari sediaan berkurang. Setelah penguapan dari pelarut mungkin “screening agent” akan mengkristal dan akan menyebabkan sediaan “sunscreen” menjadi tidak aktif lagi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful