Sediaan Kosmetika

BAB I ( KOSMETIKA BAYI dan WANGI-WANGIAN ) PENDAHULUAN Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan peradaban manusia maka bertambah pula kebutuhan manusia dalam berbagai bidang, khususnya kosmetika. Dalam peradaban sekarang kosmetika tidak hanya dibutuhkan untuk kaum wanita saja, tapi juga dibutuhkan untuk semua golongan dan semua umur. Kosmetika dibutuhkan untuk berbagai keperluan tubuh yaitu sebagai pembersih tubuh, pengharum tubuh, memperelok atau memperindah penampilan. Sediaan mengenai kosmetik juga mengalami perkembangan yaitu bentuk gel, aerosol, lotio,cream dan lain sebagainya. Singkat kata, era zaman sekarang ini sangat membutuhkan keberadaan dan manfaat dari kosmetik. Kosmetika untuk bayi dan wangi-wangian yang akan diulas dalam makalah ini mengemukakan mengenai macam-macam sediaan kosmetika wangiwangian dan untuk bayi yang beredar sekarang. Sebagai contoh sediaan kosmetika untuk bayi adalah shampo bayi, bedak bayi, minyak bayi dan krim bayi. Sedangkan untuk wangi-wangian dapat berupa aerosol, larutan maupun bentuk sedian setengah padat misalnya gel dan lotio. Secara umum kosmetika untuk wangi-wangian didapat dari hewan dan tumbuhan. Dari tumbuhan biasanya senyawa-senyawa alkaloid yang mudah menguap yang biasanya digunakan sebagai komponen utama. Alkaloid ini dapat ditarik dengan pelarut-pelarut organik yang dibasakan terlebih dahulu atau dengan mengekstrak sari-sari tumbuhan dengan cara-cara yang paling tepat untuk zat tersebut. Sedangkan untuk Hewan juga diperoleh dengan cara mengambil zat-zat tertentu yang disekresikan oleh hewan tersebut sebagai komponen utama suatu kosmetik. KOSMETIKA UNTUK BAYI Sehat menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) adalah keadaan yang sempurna baik fisik, mental, dan ekonomis. Dalam arti kata yang sempit sehat berarti tidak sakit. Kulit yang sehat adalah kulit yang tidak menderita suatu penyakit baik dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Setiap organ tubuh manusia, termasuk pula kulit, mempunyai fungsi tertentu untuk kesehatan. Kulit dengan luas kurang lebih 1,2 m2 dan berat kurang lebih 15% dari berat badan terdiri dari susunan sel-sel yang membentuk lapisan-lapisan kulit epidermis,, dermis dan jaringan bawah dermis. Kulit mempunyai fungsi proteksi, sekresi, termoregulasi, sensorik, ekspresi, produksi (vit D), respirasi dan absorpsi, yang dilakukan baik oleh sel-sel kulitnya maupun oleh appendagesnya seperti otot, kelenjar lemak, kelenjar keringat, rambut atau kuku. Kulit yang sehat terlihat sebagai kulit yang optimal secara fisik maupun fisiologik. Secara fisis kulit yang sehat terlihat dari warna, konsistensi, kelenturan, struktur bentuk dan besarnya sel-sel dan jaringan kulit lain. Secara fisiologis terlihat dari keratinisasi, pigmentasi, persarafan, pembentukan keringat, pembentukan minyak kulit, pertumbuhan rambut.

1

Sediaan Kosmetika
Untuk kesehatan kulit, kegunaan terutama terletak pada kemampuan perawatan dan pemeliharaannya. Berbeda dengan kulit dewasa yang tebal dan mantap, kulit bayi dan balita relatif tipis dengan ikatan antarsel yang longgar. Karena itu kulit anak lebih rentan terhadap infeksi, iritasi, dan alergi. Secara struktural kulit bayi dan balita belum berkembang dan berfungsi optimal sehingga diperlukan perawatan khusus. Perawatan yang lebih menekankan pada pemeliharaan kulit ketimbang dekorasi ini diharapkan bisa meningkatkan fungsi utama kulit sebagai pelindung dari pengaruh luar tubuh. Perawatan kulit bayi dan balita bisa dimulai dari kegiatan sehari-hari. Misalnya dengan memandikan secara teratur, membersihkan rambut, dan mengganti popok atau baju pada saat tepat. Mandi misalnya, diwajibkan dua kali sehari, pagi dan sore. Dalam memandikan, perhatikan hal-hal berikut: suhu air disesuaikan dengan umur anak, gunakan sabun bayi yang lunak, gunakan sampo bayi untuk membersihkan rambut, keringkan badan dengan handuk sendiri sampai lipatan kulit, dan berikan bedak dengan sapuan tipis. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa perbandingan luas permukaan kulit dengan berat badan pada bayi lebih besar daripada orang dewasa, "Sehingga, kemungkinan keracunan berbagai bahan toksik menjadi lebih besar pada bayi, karena tingginya penyerapan melalui kulit," kata dokter spesialis kulit, dr. Lily Soepardiman, SpKK, dalam seminar tentang Perawatan Kulit Pada Bayi dan Balita beberapa waktu lalu. Karena itu, "Orang tua sebaiknya memperhatikan label bahan pembuat kosmetik yang akan dipakai." Nah, kosmetik apa saja yang harus diperhatikan? 1. Sabun Sulfur dapat mengurangi lemak kulit sehingga menyebabkan kekeringan dan gatal. Sementara heksaklorofen dapat menimbulkan keracunan pada susunan saraf pusat. "Selain itu, TBS, TCA, dan yodium dapat menyebabkan alergi pada kulit," tambah Lily. Sampo Sebaiknya keramas dilakukan 2-3 kali seminggu. Bila terlalu sering, rambut malah bisa menjadi kusam dan kering. Bahan kondisioner sebaiknya dipakai bila anak sudah berumur 5 tahun. Sampo bayi biasanya dibuat dengan pH yang mendekati pH air mata, sehingga tidak menimbulkan pedih di mata. Sebaiknya, pilih sampo yang tidak mengandung selenium sulfida. Pelembab Di negara tropis yang kelembabannya relatif tinggi, pelembab sebetulnya kurang dibutuhkan. "Bahkan penggunaan yang berlebihan bisa menyumbat pori-pori dan menimbulkan biang keringat," kata Lily. Namun, bila perlu, pelembab dapat digunakan untuk mencegah eksim popok. Khusus untuk baby oil, bisa dipakai untuk membersihkan kotoran bayi dan lemak di kulit kepala. Bedak Bedak dapat digunakan untuk mencegah gesekan. Namun, bila sampai

2.

3.

4.

2

Sediaan Kosmetika
terhirup dapat menimbulkan kelainan pada paru-paru, karena mengandung magnesium silikat yang sama dengan asbes. Makanya, "Bedak jangan ditaburkan, tapi ditutul-tutulkan saja pada kulit bayi," saran Lily. Penggolongan kosmetika bayi Sediaan kosmetika bayi dapat digolongkan sebagai berikut : 1. bedak bayi (Baby Powder) Bedak bayi merupakan sediaan bayi berbentuk serbuk yang digunakan untuk mempercepat penguapan keringat juga sebagai zat pelicin untuk mencegah lecet. Fungsi utamanya adalah menyerap uap lembab pada kulit dan mencegah lecet karena pakaian yang dikenakan bayi. Karena mempunyai luas permukaan yang besar, bedak dapat menahan radiasi panas pada kulit dan juga mempunyai efek penyejuk. Talk adalah kosmetika dasar utama yang terbaik dan kadang merupakan satu-satunya konstituen dari bedak bayi karena membantu untuk melumasi permukaan kulit. Zat yang mempunyai daya serap bagus adalah kaolin, hidrat Al silikat, magnesium, kapur presipitat , kanji. Kaolin dapat menyerap uap lembab degan cepat dan mudah. Kalsium dan magnesium karbonat juga dapat digunakan karena mengandung absorban yang baik. Aluminium dan Zn stearat dapat menyebabkab iritasi kulit, oleh karena itu Mg stearat lebih dianjurkan. Penggunaan bubuk silica hingga 10% dapat meningkatkan kehalusan dan membantu dalam penyebaran zat. Kanji memiliki bahan absorbsi yang bagus dan memberi rasa lembut pada kulit namun ketika kanji berkontak dengan uap lembab, maka akan memberikan substrat untuk pertumbuhan bakteri yang menyebabkan iritasi pada kulit dan cenderung lengket, tetapi garam aluminium tidak lengket pada kulit dan lebih resisten terhadap serangan bakteri. Daya tarik dari bedak pada kulit dapat dibuat dengan menggunakan setil alcohol dan steril alcohol yang dipakai pada konsentrasi 0,5 – 1,5 % sedang ZnO pada konsentrasi antara 2% dan 5%. Talk dan mineral tambang lain sering terkontaminasi oleh spora mikroorganisme seperti Clostridium tetani, dan untuk itu harus dilakukan sterilisasi dengan pemanasan. Tahun 1946 kematian 5 bayi di New Zealand disebabkan oleh tetanus yang ada pada bedak bayi. sterilisasi dilakukan pada suhu 150-160o C selama 1 jam Antiseptic sering ditambahkan pada bedak bayi untuk mengontrol pertumbuhan mikroorganisme pada kulit, biasanya Bacterium ammoniagenes dan micrococcus. Bedak asam borat dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut. 2. Losion dan krim bayi (baby lotion and creams) Losion bayi merupakan suatu emulsi yang banyak mengandung air sehingga tidak memungkinkan terbentuknya suatu lapisan tipis di permukaan kulit, untuk membersihkan kotoran yang menempel pada kulit serta memberikan rasa segar dan dingin. Sedangkan krim bayi merupakan sediaan

3

Emulsi dengan emulgator non-ionik. Komponen utama yang digunakan dalam minyak bayi adalah minyak mineral dengan kemurnian tinggi. petrolatum. Antiseptic untuk melawan infeksi kulit minor dan fraksi lanolin cair yang larut dalam minyak mineral sering ditambahkan sedangkan minyak silicon diapakai untuk memperbaiki efek hidrofobik dari produk. setil piridiniumklorida dan benzetoniumklorida juga cocok digunakan dalam losion bayi pada konsentrasi 0-2%. Heksaklorofan digunakan pada emulsi dengan surfaktan anionic. Minyak sayur kadang-kadang digunakan tetapi karena ketengikan dan pembentukan produk sampingan yang dapat mengiritasi kulit. adstringen. Antiseptic digunakan pada konsentrasi rendah dalam losion dan krim bayi untuk membantu kontrol pertumbuhan mikroorganisme penghasil ammonia pada kulit. Minyak silicon dan pasta atau malam polietilen juga baru-baru ini direkomendasikan sebagai basis salep anhidrat. alkildimetil benzilammonium klorida. trigliserida atau alcohol berlemak. ZnO sering ditambahkan dalam jumlah antara 2-10% karena memiliki sifat antiseptic yang lembut. Basis krim biasanya berupa malam. sedangkan senyawa ammonium kwartener digunakan dalam produk berbasis non-ionik. dan pengemulsi air dalam minyak lainnya seperti yang digunkan pada krim malam. Dalam penggunaannya krim bayi lebih bertindak sebagai baby oil daripada losion karena mereka cenderung membentuk suatu lapisan pada permukaan kulit. Aluminum. perhidroskualena dan minyak silicon juga digunakan. Minyak Bayi (Baby Oil) Minyak bayi merupakan sediaan kosmetik bayi berbentuk minyak mineral jernih dengan tambahan zat pelembut untuk membersikan kotoran dari kulit termasuk sisa bedak dan krim. Minyak bayi membentuk suatu lapisan berlemak yang melindungi kulit dari basah dan luka dan efek proteksinya harus bekerja tanpa minyak tersebut membentuk suatu lapisan yang kontinu dan kedap air karena dapat membatasi pengeluaran keringat dan dapat menyebabkan kulit kering. Walaupun demikian minyak bayi masih banyak digunakan di rumah sakit dan direkomendasikan untuk membersikan kulit ketika mengganti popok. 3.Sediaan Kosmetika kosmetika bayi yang berbentuk emulsi air dalam minyak dengan kadar lemak relative tinggi yang berguna sebagai pelembut dan pelembab kulit. lanolin. Perlstein mengatakan bahwa dengan melapisi kulit dengan lapisan kedap air yang kontinu minyak bayi mungkin mengganggu fungsi respirasi dan eksretori kulit. 4 . maka antioksidan harus ditambahkan. Ada beberapa kontroversi tentang kegunaan minyak bayi. Isopropyl myristate. contohnya gliseril stearat atau kombinasi Arlacel dan tween. derivate lanolin merupakan pembawa yang bagus untuk antiseptic ammonium kwartener. magnesium dan kalsium stearat dan oleat digunakan untuk memperbaiki efek penolak air dari krim dan menstabilkan emulsi. Setil trimetil ammonium bromide. dan antiiflamasi. Zn.

Sabun bayi mengandung banyak lemak. merupakan sabun lunak sehingga tidak akan mengiritasi kulit. Asam lemak sakrosinat mengkombinasikan kelembutan dengan busa yang banyak dan efek pembersih dalam rentang pH asam yang rendah. Beberapa surfaktan nonionic dapat juga digunakan dalam shampoo bayi tetapi karena kapasitas pembentukan busanya relative rendah. tidak mengiritasi kulit dan hanya boleh digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. Shampo Bayi (Baby Shampoos) Shampoo bayi merupakan sediaan bayi yang digunakan untuk membersihkan kulit kepala dan rambut bayi. 5. zat yang dipergunakan harus betul-betul aman dan murni. triklorokarbanilid. Sabun bayi biasanya dibuat dari reaksi antara asam lemak tinggi yang terdapat dalam minyak-minyak lembak seperti oleum alivarum. parfum untuk bayi harus telah diperiksa. Surfaktan yang memilliki efek anestetik kebanyakan senyawa alkylaril yang berkondensasi dengan sejumlah molekul polietilen oksida dan amina asam lemak. KOH. biasanya termasuk ke dalam deterjen sekunder bersama zat-zat ampholitik. shampoo ini tidak jauh berbeda dari shampoo untuk dewasa walaupun di dalamnya terdapat perawatan khusus yaitu surfaktan yang memiliki indeks iritasi mata yang sangat rendah. 5 . berwarna putih dan keras. dsb.Sediaan Kosmetika 4. oleum cocos dengan suatu alkali seperti NaOH. Produk kondensasi dari protein asam lemak yang juga termasuk bahan baku deterjen anion-aktif yang lembut dan ditoleransi dengan baik oleh membrane mukosa mata. 2. Pada umumnya mempunyai pH sekitar 10. dsb. tapi mungkin dapat menyebabkan dermatitis pada kulit. Sabun bayi (Baby Soap) Sabun bayi merupakan sediaan bayi yang berfungsi untuk membersihkan kulit. dan magnesium laurel eter sulfat dapat juga digunakan karena indeks iritasi mata yang relative rendah. Beberapa surfaktan memiliki efek anestesi pada mukosa mata dan jika zat-zat ini dapat menyebabkan kerusakan kornea yang dapat menyebabkan kerusakan yang serius karena membilas mata dengan cepat adalah tidak memungkinkan. Sulfo-suksinat anionic dan derivate siklo imidinium amphoter dilaporkan menyebabkan iritasi pada mata kelinci dan penambahan alcohol lanolin teretoksilasi secara signifikan mengurangi potensi iritasi mata dari formula tertentu. Syarat-syarat Sediaan Kosmetika Bayi Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sediaan kosmetika bayi. Ke dalam sabun bayi dapat juga ditambahkan suatu antiseptic seperti heksaklorofen. antara lain : 1. dibuat dengan cara cetak. Zat-zat ini cocok dengan asam dan oleh karena itu dapat disesuaikan dengan pH yang diinginkan. memberikan kesegaran. Kombinasi dengan deterjen anionic juga meningkatkan kelembutan. menghaluskan dan melembutkan kulit.

Mg stearat 3-5%. hidroksicitronellal. • tidak mengganggu aktivitas fisiologi dari kulit. resin olibanum dan vanillin). setil atau stearil alcohol 0. 2. 5. ada syarat-syarat khusus untuk beberapa sediaan bayi. eugenol. serta tidak menghalangi kulit. aluminium silikat terhidrasi Pelembut dan penambah daya lekat : Zn. metal benzethonium kloroda 0. Formula Umum Sediaan Kosmetika Bayi Bedak Bayi Zat pembawa : talk Zat penyerap : koloidal kaolin. 4. bedak bayi • bahan yang dipakai harus steril • zat pembawa harus bersifat licin. antara lain : 1. • zat pembawa tidak mudah mengendap uap lembab dan tidak dapat digabung dengan absorben yang lain. • konsentrasi pewangi tidak boleh lebih dari 2% karena dapat menyebabkan iritasi kulit. • tidak menimbulkan iritasi pada kulit.5-15%.Sediaan Kosmetika Selain faktor-faktor di atas. Antiseptik : undesilenat. dan melekat baik pada kulit. • tidak menghalangi keluarnya keringat. metal nonil asetaldehid. heliotropin. lotion dan cream bayi. minyak bayi • tidak menimbulkan iritasi pada kulit • tidak mengganggu aktivitas fisiologi dari kulit. membantu melemaskan kulit. cinnamat aldehid sitral. ZnO 2-5 . • konsentrasi surfaktan tidak boleh terlalu tinggi. • zat aktif yang digunakan harus mempunyai daya iritasi yang sangat lemah terhadap kornea mata. • ukuran partikel yang dianjurkan adalah antara 10-40µm.05 %( dipakai jika pembawanya pati/zat tepung pengganti talk) Beberapa tipe formula dari bedak bayi adalah : 6 . Li. sabun bayi tidak mengiritasi dan menyebabkan dermatitis pada kulit. metal heptine karbonat. • tidak menimbulkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan kulit (lotion bayi) 3. • pH harus sesuai dengan pH cairan mata.(parfum yang tidak boleh digunakan antara lain: benzilidin aseton. • bilangan kuman tidak melebihi 500 per gram. • tidak menghalangi keluarnya keringat. shampo bayi • tidak menimbulkan iritasi pada kulit kepala dan mata. • perlu ditambahkan antioksidan jika menggunakan minyak sayur. minyak zaitun 1-3 .

hidroksibenzoat natrium alginate perfume air 26. Beberapa tipe formula lotion dan krim bayi : Persen 1. heksakloropen. trietanolamin stearat. etil piridinium klorida.0 perfume 4.00 1.36 0. qs 94. Zat tambahan : pewangi.0 5. steril talcum as. sorbitol.25 69.15 0.04 0.5 kaolin 20. Monoetanolamida kanji perfume qs 2.09 0. tipe anionic minyak mineral ringan lanolin stearil alcohol cetyl alcohol propil p-hidroksibenzoat asam stearat trietanolamin metil p. steril talcum mg stearat kapur presipitat perfume steril talcum kaolin mg stearat gliseril monostearat (non emulsi) setil alcohol perfume steril talcum benzalkonium klorida 0.0 1.52 0.19 7 .52 0. Zat pelembut : lanolin.94 0. qs 3.94 0.Sediaan Kosmetika Persentase 1. Antiseptik : p-diisobutil kresoksi etoksietil dimetil benzyl ammonium klorida monohidrat.0 qs Lotion dan krim bayi Zat pengemulsi : ester sukrosa dari asam palmitat dan asam stearat (crodesta).

lanolin atau derivate minyak terlarutnya (isopropyl ester) Antiseptik : bithionol Antioksidan : butyl hidroksi anisol (BHA). dll).1 4.00 5. tipe nonionic minyak mineral ringan lanolin setil alcohol arlacel 80 tween 80 cairan silicon propil p-hidroksibenzoat air metal p-hidroksibenzoat parfum 35.00 0.1 Minyak Bayi Zat pembawa : minyak mineral jernih.A (termodifikasi) 20.0 0.15 0.9 5.0 0.15 50.5 Parfum 0. tokoperol.2 % Beberapa tipe formula umum minyak bayi : 1.00 25. trigliserida cair. Zat pelembut : minyak tumbuhan ( minyak zaitum.C. propil galat. Pewangi < 0.95 5. butyl hidroksi toluene (BHT).Sediaan Kosmetika 2. minyak mineral ringan lanolin cair etil stearat isopropyl myristat minyak mineral ringan isopropyl myristat minyak zaitun minyak silicon propil gallat parfum Persen 90 3 4 3 64. minyak tumbuhan.5 1 1 2.4 8 . Shampoo Bayi Contoh formula umum shampoo bayi yang tidak mengiritasi kulit dan mata : Persen Minarol 2 M.1 Air 79. dll.0 Hexylene glycol 0.05 qs 2. biji kapas.

Juga untuk pertama kalinya fragrans dari bahan sintetis diperkenalkan. industri perlengkapan rumah tangga macam pembersih lantai. terutama untuk parfum kelas atas yang dibikin dalam jumlah terbatas atau menurut pesanan. Orang Yunani percaya. Sejak zaman sebelum masehi pun sudah dikenal kemenyan yang kala itu diekstrak dari tetumbuhan. lilin juga rokok. mandi atau berendam di air tidak sehat. Pori-pori yang terbuka akan memudahkan penyakit masuk dan menginfeksi tubuh. sepanjang dua abad setelah itu dsejarah mencatat peningkatan pemakaian wewangian. Namun hanya kalangan bangsawan dan kaum jetset yang sanggup membelinya. 9 . sampo. sementara itu reputasi fragrans semakin menanjak.Sediaan Kosmetika SEDIAAN KOSMETIK WANGI-WANGIAN Sejarah fragrans atau wewangian sebenarnya sudah dimulai sejak berabad-abad lalu. karet penghapus spidol. Semua yang berbau harum berasal dari fragrans. misalnya arab. dipakailah minyak wangi. alat tulis macam balpoint . Bahannya waktu itu terbanyak didapat dari tumbuhan atau hewan. Selama abad XIV fragrans lebih untuk keperluan pengobatan. Yang menarik. Bangsa Mesir kuno memakai wewangian dalam acara ritual penguburan. Harganya memang mahal karena faktor sulitnya menemukan oplosan yang tepat serta pembuatannya yang makan waktu lama. Cleopatra adalah salah satu pelaku sejarah penggemar wewangian. 5 buatan Prancis tahun 1921. Produk kosmetik tak terbatas parfum. Untuk menutupi bau badan. produk bahan bangunan seperti cat tembok. Cara pembuatannya dianggap seni dengan cita rasa tinggi. Maka. selain sebagai simbol status sosial bagi sipemakai. Hingga kini pun persepsi itu masih berlaku. Dari mereka orang Eropa belajar cara menyuling minyak-minyak esensial menjadi wewangian. Eropa mengenal fragrans justru dari orang-orang timur. Contohnya parfum bermerk Chanel no. Namun menyusul runtuhnya kekaisaran Romawi pada abad pertengahan. namun juga untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Baru setelah abad XVI fragrans mengawali zaman keemasannya. Umpamanya produkproduk perawatan tubuh seperti sabun dan sampo. Tidak hanya sebagai bahan utama pembuatan parfum. tapi juga meliputi sabun. krayon dan banyak lagi yang alami dan sintetis. Orang Romawi memikat lawan jenisnya lewat wewangian. banyak orang lama tak mandi. banyak orang kala itu percaya. kertas . Kala itu banyak orang belajar serta mengagumi “khasiat“ fragrans sebagai pengharum terutama sebagai parfum. dll. Menurut Food and Drugs Administration (FDA ) Amerika. Sudah sejak akhir abad XVII Prancis dikenal sebagai pusat parfum dunia. wewangian mampu jadi media kontak dengan dewa-dewi mereka. Pasalnya. fragrans dipakai untuk menutupi bau busuk penyakit. Fragrans itu biang segala wewangian. Venesia adalah negara pertama di Eropa yang mengawali perdagangan wewangian hingga menyebar kekota-kota lain di Eropa. industri makanan dan minuman seperti permen atau sirup. fragrans berarti semua substansi baik alami maupun sintetis yang semata-mata digunakan untuk memberi bau pada produk-produk kosmetik.

Saat ini minyak atsiri dibuat secara sintetis. yang sayangnya bakal membawa masalah kesehatan maupun lingkungan. Yang paling banyak dipakai dari golongan hidrokarbon. Minyak wangi pada umumnya terdiri dari minyak atsiri yang mudah menguap. juga bolpoin wangi yang memabukkan itu. Namun yang natural tidak ditinggalkan 100%. Eau de Toilette mempunyai kadar alkohol yang lebih banyak dari essence-nya wanginya tidak begitu tahan lama. sampo. Meski yang sintetis dan alami tak banyak bedanya. Agar mudah dihirup. cairan pembersih lantai. Air wangi biasanya dipergunakan untuk mewangikan rambut. namun dengan rumus kimia baru. Bahan dasarnya amat banyak. terbukalah peluang bagi para produsen kosmetik khususnya serta produk-produk lain. Setelah melewati proses cukup rumit seperti destilasi dan ekstraksi. deterjen. dan daya tahan baunya lebih lama. atau produk kosmetik lain. pengharum ruangan. Eau de Parfum Eau de Parfum merupakan larutan alkohol yang mengandung minyak atsiri dalam kadar yang relatif tinggi dan kekuatan keharuman serta keawetannya relatif baik. dihasilkan konsentrat seperti yang alami tadi. after shave lotion. cairan pembersih rumah tangga. baru dihasilkan fragrans dalam bentuk konsentrat pekat. Yang dimaksud dengan sediaan wangi-wangian adalah suatu sediaan kosmetik yang mengandung wangi-wangian baik dari alam maupun sintesis yang dibutuhkan untuk memberi kesenangan dan kesegaran pada pemakainya. Karena itu hampir 80 % produsen fragrans menggunakan bahan sintetis. Bisnis multimiliaran dolar. Eau de Toilette Eau de Toilette merupakan suatu larutan minyak-minyak atsiri dalam alkohol yang bentuknya lebih encer dari pada parfum dan biasanya diberi suatu zat warna. deodoran. penghapus cat kuku. Hanya pada kasus ini konsentrasi fragrans lebih rendah dibandingkan dengan pelarutnya. Ada juga yang menambahkannya dalam sabun. Mempunyai kadar essence yang lebih tinggi dari Eau de Toilette dan Eau de Cologne sehingga wanginya lebih menyengat. 2. Contohnya pada parfum. tangan dan lain-lain. Ada fragrans yang diperdagangkan hanya dalam bentuk bahan mentah. eau cologne. eau de toilette. lebih mudah didapat. Sumber alam kebanyakan dari tumbuhan atau hewan. Pengusaha lain lalu membelinya untuk membuat parfum. Fragrans pun digunakan dalam bahan -bahan pembersih rumah tangga seperti detergen atau larutan pembersih peralatan dapur dan makan. Sedangkan yang sintetis bahannya dari berbagai macam zat kimia yang sudah jadi. PENGGOLONGAN Bentuk sediaan wangi-wangian dibagi menjadi : 1. Biasa dari alam atau bikinan manusia (sintetis). Sesudah melewati reaksi-reaksi kimiawi yang terjadi di laboratorium. karena ada bau-bauan tertentu Yang tidak bisa dihasilkan secara sintetis. 10 . Minyak atsiri inilah yang dipergunakan sebagai bahan untuk pembuatan parfum. harga fragrans sintetis jauh lebih murah. dsb. biasanya produsen menambahkan solvent atau zat terlarut yang mudah menguap. muka. hairspray.Sediaan Kosmetika Karena pengertian itu banyak kelemahannya.

Beberapa persyaratan khusus untuk beberapa sediaan wangi-wangian ini: Powder (Bedak tabur) Aman. Bahan Kimia. Sekresi hewan. Apabila mengandung metanol sebagai denaturant. contohnya sitrol Beberapa contoh resep dari sediaan wangi-wangian : 1. 4. Sacchet Merupakan suatu produk wangi-wangian yang menggunakan bahan-bahan alam dan dimasukkan ke dalam suatu kantong kecil. Sacchet dibuat dari kumpulan dan pengeringan bunga-bungaan seperti mawar. Parfum R/ Mawar (sintesis) 10 Heliotropin 10 11 . Selain itu di dalamnya juga ditemukan biji-bijian. 5. akar dan kayu seperti biji Katsuri. bunga orange dan lain-lain. lavender. daun Nilam. contohnya musk 3. Selain memberikan keharuman. bunga.Sediaan Kosmetika 3. maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : 1. kadarnya adalah 5 % dari yang didenaturasi 2. Minyak Atsiri. contohnya Oleum Citri 2. kehalusan kulit serta menyerap keringat. Eau de Cologne meerupakan wewangian yang paling ringan dan paling tidak tahan lama karena memiliki campuran cairan dan alkohol yang lebih banyak dari essence-nya. b. Merupakan suatu larutan yang jernih a. bunga Lavender. keharuman seseorang. daun. akar Kapulaga dan lain-lain. kayu Cendana. Eau de Cologne Eau de Cologne merupakan suatu larutan alkohol dari minyak-minyak atsiri yang lebih encer daripada parfum. Oleum Aurantii. fungsinya hanya untuk menyegarkan aroma tubuh. Bedak (powder) Wangi-wangian ini berbentuk serbuk dengan talk sebagai zat pembawa. Syarat Yang Harus Dipenuhi Oleh karena sediaan wangi-wangian dipergunakan pada bagian tubuh tertentu untuk kesegaran. bedak wangi juga digunakan untuk memberi kesejukan. biasanya minyak atsiri yang terkandung di dalamnya merupakan minyak-minyak atsiri dari bermacam-macam jeruk seperti Oleum Citri. tidak berbahaya bagi kulit Dapat menyerap keringat Sacchet Stabil konsistensi dan warna Bentuknya menarik dan tidak meninggalkan sisa lemak FORMULA UMUM Bahan dasar wangi-wangian adalah : 1.

4 1. gaya hidup dan sebagainya. Aurant Aquadest Alkohol sampai 20 10 25 10 15 7 mL 4 mL 3 mL 5 mL 0. WANGI-WANGIAN DAN KEPRIBADIAN Sudah lama wewangian itu dikaitkan dengan banyak hal. Kepribadian suasana hati. Eau de Cologne R/ Oleum Bergamot 15 mL Oleum Citri 8 mL Oleum Rosmarini 7 mL Oleum Lavandulae 4 mL Oleum Flor.2 0.7 mL 0. Konsep penampilan masa kini yang sifatnya 12 .2 1.s 65 29.4 0. 5.7 mL 0.4 4.2 1.7 mL 200 mL 1000 mL 3.2 1. R/ Eau de Toillete Oleum Bergamot Oleum citri Oleum Aurantii Oleum Lavandulae Oleum Caryophylii Oleum Cinnamomi Oleum Flor. Aurant 4 mL Etil asetat 2 mL Air 120 mL Alkohol 840 mL Bedak (powder) R/ ZnO Amylum Talk Parfum Sacchet R/ Bunga Lavender Daun bunga mawar Vanilla Serbuk kuntum cengkeh Serbuk Resin Styrax Serbuk Benzoin siam Ambergris Oleum Rosarum 5% 10 % 85 % q.Sediaan Kosmetika Alkohol sinamat Oleum Bergamot Fenil asetaldhid (50%) Jasmin (sintetis) Terpineol 2.

Agar wewangian lebih awet. Kepribadian sering menjadi acuan dalam menentukan pilihan kita. asalkan kandungan wewangiannya sama. Beberapa jenis wewangian yang dapat digabungkan antara lain : Citrus dengan fruty floral (misalnya jeruk dan apel) Vanilla dengan Sandal wood atau musk White florals (misalnya Lily of Valley) dengan Freesia Wewangian dengan kandungan berikut ini sebaiknya tidak digabungkan : Spicy (seperti kayu manis. Untuk mengaplikasikannya. Dalam memilih wewangian. Penerapan layering semacam ini membuat aroma bertahan lebih lama. Wangi yang eksklusif dan tidak pasaran tentu akan membuat tubuh terasa lebih nyaman. wewangian yang digunakan juga berbeda. tak terbayang baunya akan sangat berbeda setelah kita membubuhkan di kulit. Saat mencium langsung dari botolnya. perhatikan hal-hal berikut : 1. Memilih wewangian bisa dikatakan gampang-gampang susah. misalnya Lavender. Blia ingin mencoba lebih dari satu wewangian. sehingga penciuman menjadi kurang sensitif. Untuk kesempatan yang berbeda.Sediaan Kosmetika personal. 13 . dan bersifat personal. jahe atau cengkih) dengan wewangian yang segar (bunga atau buah-buahan) Wewangian yang berkesan seksi (mengandung musk) dengan wewangian yang manis (antara lain yang mengandung buah peach atau raspberry) Layering dengan memanfaatkan serangkaian produk yang mengandung wewangian yang sama juga banyak digunakan banyak produsen kosmetik yang memproduksi bedak. 3. Bedak merk A dengan parfum merk B dapat saja kita gabungkan. aplikasikan pada bagian tubuh yang berbeda untuk menghindari penumpukan aroma. Setelah mencoba wewangian. Sebelum mencoba wewangian. Wewangian beraroma keras sering jadi pilihan diiklim tropis seperti Indonesia. simpan pada tempat yang sejuk. Tunggu ± 10-15 menit untuk mengetahui reaksi wewangian terhadap kulit. Ada beberapa cara pencampuran yaitu layering atau teknik pengaplikasian wewangian secara berlapis. Iklim bisa mempengaruhi kita dalam memilih wewangian. bedak. Jika akan 2. Untuk itu bisa mencampur beberapa wewangian. Reaksi wewangian terhadap kulit terkadang sulit untuk ditebak. jangan terburu-buru memutuskan membeli. mendorong kita untuk memilih wewangian yang bersifat pribadi. 4. sabun dan parfum dalam satu seri arom. tidak perlu membeli satu rangkaian produk. Kombinasikan wangi parfum dengan wangi produk lain seperti sabun. lotion tubuh untuk mendapatkan aroma baru. sehingga diperoleh aroma yang lain daripada yang lain. pastikan kulit bebas dari produk lain yang mengandung wewangian misalnya body lotion atau deodorant. Udara yang panas dan timpaan sinar matahari dapat mengubah aroma. Suhu yang sangat panas dan udar kering dapat membuat selaput mukosa pada hidung menjadi kering.

Macam-macam sediaan kosmetika untuk bayi : 1. rempah dan buah. 14 .2 Bedak Bayi (Baby Powder) Kandungannya secara umum : talk magnesium stearat endapan CaCO3 pewangi kaolin glyseril monostearate cetyl alkohol benzalkonium klorida asam undesilenat I. Golongan Minyak silicon : Dimetil Polisilokson Silicone Oil c. Cuci botol. wewangian yang beraroma ringan dan lembut dengan campuran keharuman bunga. Ester-ester metil f. Ester Sitogliserida g. Lanolin. seperti : Sportif dan dinamis.1 Pelembut/ Pelunak Emulient a. Anggun. Etoksilasi Gliserida h. lalu diamkan selama 24 jam setelah itu cuci sekali lagi. sterol 1. wewangian berbau rempah-rampah yang hangat Romantis. Wewangian yang digunakan oleh seseorang dapat mencerminkan kepribadiannya.Sediaan Kosmetika memindahkan wewangian ke dalam botol yang lebih kecil pastikan botol yang akan digunakan bersih dan netral (tidak berbau). wewangian beraroma bungabungaan Modern. Minyak Tumbuhan dan Lemak e. Golongan Minyak Hidrokarbon dan Malam : Parafin Vaselin Cera b. Asam-asam Lemak dan Alkohol Lemak : Asam Stearat d. beraroma unik ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN UNTUK BAYI Zat /bahan Umum Terkandung dalam Sediaan Kosmetika Bayi dan Wangi-wangian 1.

6 Shampoo Bayi (Baby Shampoo) Kandungan secara umum : Miranol 2 M.E.4 Minyak Bayi (Baby Oil) Kandungannya secara umum .5 Baby Lotion dan Krim Kandungan secara umum : minyak-minyak mineral adeps lanae stearyl alcohol cetyl alcohol propyl p-hidrokxybenzoat asam stearat triethanolamin metil p-hidroksibenzoat natrium alginate pewangi air isopropyl palmitat beeswax P. KOH) Asam Lemak tinggi ( Oleum cocos) 1.A Hexylene glycol Pewangi 15 .3 amilum Sabun Bayi (Baby Soap) Basa ( NaOH. minyak –minyak mineral larutan lanolin ethyl stearate isopropyl myristate minyak zaitun minyak silikon propil gallate 1.Sediaan Kosmetika 1.C.G 400monostearat Propilen glikol Arlacel 80 Tween 80 Cairan silicone f 110/1000 Gliseril monostearat Larutan sorbitol 70% Air destilasi Atlas G-1425 Atlas G-1441 1.

1. Efek Farmakologis : . • Cera C. Golongan Minyak Hidrokarbon dan Malam • paraffin Parafin padat adalah campuran hidrolkarbon yang diperoleh dari minyak mineral . dinginkan : memadat. Golongan Minyak Silikon • Dimetil Polisilokson • Silicone Oil Uji Keasaman : 2 g tambahkan 25 mL campuran etanol dan ester (1:1) tambahkan 0. jernih. kristal putih.Sediaan Kosmetika II. • 500 mg zat + 10 cc spiritus + 100 mg K2CO3 • Sampai larut pada pendinginan.laksativum • vaselin Uji fluoresensi : warna biru lemah. B.1 Pelembut/Pelunak/ Emolient yang biasa dianalisis : A. • Bereaksi asam terhadap lakmus. dalam eter P hangat. larut dalam kloroform P . Sediaan Kosmetika Bayi 1. Cera Alba (malam putih) Dibuat dengan memutihkan malam yang diperoleh dari sarang lebah Apis mellifera L atau spesies Apis lain.2 Bedak Bayi (Baby Powder) 16 .agak suka larut dalam etanol (95%) P dingin . dalam minyak lemak dan mimyak atsiri.15 mL 0.01 M NaOHH dibutuhkan untuk merubah warna indicator menjadi biru. Asam-asam Lemak Dan Alkohol Lemak Asam stearat • Saat dibakar ada bau seperti malam. Praktis tidak larut dalam air. tidak lebih dari 0.2 mL brom tymol biru kocok. Kelarutan :Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%)P. seperti agar berbusa pada pengenceran • Zat + HCL encer. tetes minyak pada permujkaan ( juga tanpa HCl).larut dalam kloroform P. Air Analisis Bahan Yang Terkandung Dalam Sediaan Kosmetika bayi Dan Wangi-wangian 1. • Larutan + NaOH dikocok.

Jika perlu lanjutkan pengenceran hingga 1 ml diharapkan menghasilkan antara 30 dan 300 koloni.1 1. jika campuran tidak berupa larutan atau cairan bening. campur. yang sebelumnya telah dicairkan dan dibiarkan hingga suhu lebih kurang 45 o. lanjutkan pengujian dengan cara tabung . Secara kuantitatif : Titrasi Kompleksometri.015 MgO (MgCO3 mengandung 40-45 % MgO) Bilangan kuman : cara uji ( Uji Hayati Jasad Renik ) Cara pengujian Perhitungan banyaknya jasad renik aerob Timbang seksama 10 g zat uji atau ukur saksama 10 ml cairan yang diuji. Pipet 1 ml enceran kedalam masing-masing 2 cawan Petri steril. Tutup masingmasing cawan.2. campur : sisihkan 1 tabung hingga kelompok pertama hingga kelompok pertama tinggal 3 tabung.3 17 . dengan menggunakan alat yang cocok dan tetapkan jumlah rata-rata jasad renik per g atau per ml sedian uji.2. biarkan membeku pada suhu kamar. b) Cara tabung. campur dengan memiringkan atau memutar cawan. Jika terdapat pertumbuhan .2. Balikkan cawan. a) Cara lempeng. Jika campuran yang diperoleh berupa larutan atau cairan bening.2). bagi tabung dalam 4 kelompok. secukupnya hingga 100 ml. MgCO3 ditambah agua + HCl encer.05 M ≈ 2. lakukan menurut cara nomor 2. 1 ml Na EDTA 0. segera tambahkan masing-masing 15 ml sampai 20 ml perbenihan A.Sediaan Kosmetika 1.2 Bahan dasar : talk : dalam tabung reaksi berisi air  mendaki dinding tabung. kelompok pertama dan kedua masing-masing terdiri dari 4 tabung. tamahkan dapar fosfat (pH 7. Pipet 1 ml dari tabung yang disisihkan ke dalam masing-masing 1. kelompok ketiga dan keempat masingmasing terdiri dari 3 tabung.0 ml perbenijhan B ke dalam masing-masing 14 tabung 20 x 150 mm. Masukkan 9. masukan ke dalam labu ukur 100 ml. Untuk Gelatin. Pipet 1 ml larutan atau zat yang diuji kedalam masing-masing tabung kelompok pertama. Mikroskopik  mengambang diatas permukaan air. Pipet 1 ml dari tabung yang disisihkan ke dalam masingmasing tabung kelompok kedua tinggal 3 tabung. inkubasikan pada suhu antara 30o dan 35o selam 48 jam sampai 72 jam. Bahan penyerap : Amilum : tambah agua iod  seperti kanji + HCl  biru hitam kembali. lanjutkan pengujian dengan cara lempeng. hitung banyaknya koloni masing-masing cawan.

tidak tengik. tambahkan segera 10 ml perbenihan A atau memutar cawan.1 ml sediaan yang diuji. bau khas.balikan cawan dan inkubasikan pada suhu antara 30o dan 35o selama 48 jam.1 18 .4 1. • Asam lemak tinggi : Oleum Cocos : Minyak kelapa adalah minyak lemak yang diperoleh dengan pemerasan endosperm kering cocos nucifera L Pemerian : Cairan jernih. Kelompok pertama mengandung 100 mg atau 0. Uji OH : membirukan lakmus merah. pada tabung blangko tidak terdapat pertumbuhan. diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Fam Bovidae) mengandung air tidak lebih dari 0. tidak berwarna atau kuning pucat. 1. • Basa NaOH Uji Na : Uji nyala dengan kawat nikrom memberikan warna kuning emas. kelompok ketiga 1 mg atau 0.3 Sabun Bayi (Baby Soap) Penetapan Berat jenis kuman sama seperti pada bedak. campur. buang tabung yang sudah disihkan. Inkubasikan pada suhu antara 30o dan 50o selama 24 jam sampai 48 jam. Jika terdapat pertumbuhan. Suhu lebur 23o sampai 26oC Bilangan penyabunan 250 sampai 264 Minyak Bayi (Baby Oil) Lanolin (adeps lanae) Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan. Zat penambah Daya Rekat : Cetil alcohol : 1 bagian zat + asam asetat 20 bagian di water bath  larut + kromat  hijau. kelompok kedua 10 mg atau 0. dan tetapkan jumlah ratarata jasadrenik tiap g zat yang diuji. 1. Uji K : Uji nyala dengan kawat nikrom memberikan warna merah ungu.4. pipet 1 ml sediaan yang diuji yang dikosok baik-baik ke dalam masing-masing 2 cawan petri 15 mm x 100 mm.25 %. Amati adanya pertumbuhan pada masingmasing tabung tiap kelompok . Uji OH : membirukan lakmus merah.001 ml dan kelompok keempat digunakan senagai blangko.01 ml. Bekukan secepat mungkin. Jika zat yang diuji adalah gelatin. hitung jumlah koloni masing-masing cawan dengan menggunakan alat yang cocok.Sediaan Kosmetika tabung kelompok ketiga.

Tambahkan 0. didihkan hingga sisa sepertiga volume semula. Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air. kocok dengan air panas dengan volume sama selama 2 menit. saring. lalu kocok. Identifikasi : 500 mg larutan + 5 ml kloroform P + 1 ml asetat anhidrat P dan 2 tetes asam sulfat P. Kelarutan :Mudah larut dalam air dan dalam etanol (95 %) P.4 1. agak sukar dalam etanol (95 %) P. Isopropil Miristat Bilangan Penyabunan 202-212 Bilangan asam tidak lebih dari 1 Bilangan yodium tidak lebih dari 1 Minyak Silikon Uji keasaman 2. Pada filtrate tambahkan 1 tetes larutan jingga metil P. diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Fam Bovidae) mengandung air tidak lebih dari 0.4 19 .01 M sodium hidroksida dibutuhkan untuk merubah warna indicator menjadi biru.3 1. terjadi warna hijau tua.1 ml larutan tembaga (II) sulfat P.2 ml bromtimol biru.25 %. mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P. dietanolamina dan monoetanolamina. mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P.00 g tambahkan 25 ml campur dengan etanol dan eter (1: 1).Sediaan Kosmetika Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air. dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer 300 ml tambahkan 75 ml air. Timbang seksama 2 g. tidak lebih dari 0. Propil Galat Titik leleh 150o C Baby Cream dan Baby Lotion Lanolin (Adeps Lanae) Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan.5 1. Titrasi dengan HCl 1 N 1. Identifikasi : 500 mg larutan + 5 ml kloroform P + 1 ml asetat anhidra P dan 2 tetes asam sulfat P. terjadi warna hijau tua.5.2 1.3 1.15 ml 0. Cetyl alcohol 1 bagian zat + asam asetat 20 bagian di awter bath  larut + kromat . warna biru tetap. dinginkan.5.4.5.4.hijau Asam Stearat Identifikasi : Lebur 5 gram. agak sukar dalam etanol (95 %) P. larut dalam kloroform P Identifikasi : Pada 1 ml + 0. terjadi warna biru tua.4. Tambahkan 5 ml larutan NaOH encer P.1 1.5. Trietanol Amina Trietanolamina adalah campuran dari trietanolamina.2 1. tidak terjadi warna merah.

balsem benzoe untuk yang sakit kepala dapat ditambahkan mentol dan untuk menyegarkan sering ditambahkan amoniak liquida. dihitung sebagai N (C2H4OH)3 Propilen Glikol Cairan kental. larut dalam 6 bagian eter P. Eau de Cologne bentuk sediaan : larutan gel komposisi : minyak atsiri (oleum citric) dalam alkohol 85-90% fixative : resion. terjadi uap berbau enak.2 mg trietanol amina. jernih. bedak wangi bentuk sediaan : ser buk tabur 20 . Zat pembawa : alkohol atau larutan hidro alkohol ≥ 65% Untuk menambah kelarutan minyak atsiri dapat digunakan solubiliozer. dengan etanol (95 %) P dan dengan kloroform P. span dan twin.5. Penggunaan : ditubuh. Penggunaan di tubuh: disemprotkan . tidak dapat bercampur dengan eter minyak tanah P dan dengan minyak lemak. dioleskan dikulit. Lanjutkan pemanasan hingga kering. penyegar 2. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN WANGI-WANGIAN Formulasi umum yang terdapat dalam sediaan kosmetik wangi-wangian : 1. eau de perfume Bentuk sediaan : larutan Komposisi : minyak atsiri atau campurannya dengan sekresi hewan .zat pelekat atau fiksative: benzil benzoat.5 menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil P. contoh : propilen glikol. eau de toilete bentuk sediaan : larutan . 1 ml asam klorida 1 N setara dengan 149. tidak berwarna. tidak berbau. higroskopik. lebih encer dari parfum dan diberi zat warna komposisi : minyak atsiri dalam alkohol 95 % (85-90%) zat pelekat : benzil benzoat penggunaan : ditubuh untuk muka diusapkan seperti tisu basah kegunaan : pewangi muka dan tangan 3.Sediaan Kosmetika 1. Kegunaan :sebagai pewangi.aromaterapi. Identifikasi : Panaskan perlahan-lahan dengan Kalium Bisulfat P. dietil ftalat. dipropilen glikol. Kelarutan : Dapat campur dengan air. dioleskan di tubuh Kegunaan : .untuk menyegarkan (tidak tahan lama) . tidak terjadi bau akrolein. 4. rasa agak manis.

stearat. esterifikasi : Dengan asam benzoat : bau spesifik ( bau pisang ambon ). campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cairan penyuling  pasang alat. Identifikasi 1. Pembawa : alkohol Pelekat : benzyl benzoat Penggunaan : dioleskan Kegunaan : pewangi. b. liquid cream komposisi : bahan alam dari bunga. Sachet bentuk sediaan : larutan. kalamin) dan parfum yang tidak berbahaya untuk kulit. daun. penetapan kadar etanol. 2.deodorant : * sediaan larutan. menghaluskan dan melembabkan kulit. Bentuk sediaan wangi-wangian lain : . tutup segera dengan kertas saring yang dibasahi dengan larutan segar yang dibuat dengan melarutkan 100 mg natrium nitroprusida p. cream. 940. 21 . a. diencerkan makin jelas. Kadar minyak atsiri 1-10 %. dan 500 mg piperazina hidrat p. Kegunaan : pewangi. menghilangkan iritasi. Terjadi warnabiru intensif pada kertas saring yang setelah beberapa menit menjadi lebih pucat. dalam 5 ml air. b. Na stearat. akar dan kayu. 94 yang dinetralkan dietanol amin atau trietanol amin. 19 Emulgator : karbopol 936.antiseptikum (ZnO.  catat volume minyak atsiri pada buret. Tween. Kadang-kadang ditambahkan dario sekresi hewan atau bahan kimia lain.campur 5 tetes dalam gelas kimia kecil dengan 1 ml larutan kalium permangat p.Sediaan Kosmetika komposisi : talk dalam jumlah besar. Pengisi : MgCO3 Pelekat : amylum dan Zn atau Mg stearat. * sediaan cream. . 5. hitung kadar minyak atsiri dalam % b/v. bau harum yang khas dari minyak atsiri mengidentifikasikan adanya suatu minyak atsiri dalam suatu campuran.cologne stick ( wangi-wangian bentuk padat ).  panaskan dengan tangas udara sehingga penyulingan berlangsung lambat tapi teratur  setelah penyulingan biarkan selama lebih kurang 15 menit. K. biji. Penggunaan di tubuh : ditaburkan. . dan 5 tetes asam sulfat pekat p. Zat warna seperti : D dan C red no. penetapan kadar minyak atsiri a. menghaluskan. isi buret dengan air hingga penuh. Na lauryl sulfat.

4. No 425 : Penerbit PT. Intisari Mediatama : Jakarta : 2001. . 3. 1. Tambahkan asam klorida p.Suara Karya . 7. 158-165. onat anhidrat p. b. 2. reflux 2 g dengan 25 ml larutan kalium hidroksida etanol p. sisa adalah silika. Panaskan hingga melebur sempurna.terjadi endapan hablur putih amonium magnesium fosfat. 1973. benzyl benzoat a. tambahkan 20 ml air. suling hingga sulingan jernih. dinginkan. terbentuk endapan hablur putih dari asam benzoat. Tabloid Nova . suhu didih lebih kurang 320o 5. Dinginkan dan saring. 3.5 g kalium permanganat p.pada 5 ml larutan 0. selama 2 jam. Asamkan filtrat dengan asam klorida encer. talkum campur 500 mg dengan lebih kurang 200 mg natrium karbonat anhidrat p. Asamkan cairan yang tertinggal dalam labu dengan asam klorida encer p. Al. saring. Hal. 4. New York. FARMAKOPE INDONESIA IV : 1995 . Harry’s Cosmeticology Chemical Publishing Co. jika terjadi endapan.dan 2 ml larutan natrium hidroksida p. Balita Anda .5 N yang digunakan. Terbentuk endapan habllur putih dari asam benzoat. oleum citric lakukan penetapan menurut cara penetapan kadar aldehida minyak atsiri yang tertera pada olea volatilia menggunakan 10 g yang ditimbang seksama tanpa toluen p. com Website internet : www. didihkan. DAFTAR PUSTAKA Harry’s Ralfgh. dan 5 ml amoniak encer p.Sediaan Kosmetika . 6. DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. dan 1 ml – 2 ml lebih banyak dari volume kalium hidroksida etanol 0. tambahkan 50 ml air. tercium bau iodoform dan terbentuk endapan kuning. pindahkan ke dalam cawan dengan pertolongan lebih kurang 50 ml air panas. hingga pembuihan berhenti. Inc. Pada sulingan tambahkan 2. dilarutkan dalam tidak kurang dari 7 ml larutan hidroksil amina etanol 60 % p. uapkan di atas tangas air hingga kering. FARMAKOPE INDONESIA III :1979 . pindahkan kedalam krus platina atau krus nikel. Tambahkan lagi 10 ml asam klorida p. dinginkan.1 N kemudian tambahkan perlahan-lahan 2 ml larutan iodium p. uapkan etanol di atas tangas air.5 % b/v tambahkan 1 ml larutan natrium hidroksida 0. Page 540 – 551. DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Website Internet : www. com Website internet : www. com 5. Tabloid Intisari : Edisi Maret 2001 . et. tambahkan larutan natrium fosfat p. 22 . saring. Pada filtrat tambahkan lebih kurang 2 g amonium klorida p. reflux selama 15 menit.

dan jaringan dalam garis keliling bawah lubang mata. Oleh karena itu. Kosmetika pada zaman mesir kuno hanya digunakan oleh kalangan bangsawan. SEDIAAN KOSMETIKA MANDI 23 . namun di Indonesia baru beberapa kalangan yang menggunakannya. Karena banyaknya produk kosmetika yang beredar di pasaran. Mungkin jangka di luar negeri kosmetika mandi ini sudah banyak digunakan. sedangkan diera milenium tiga ini kosmetika sudah dikenal. Mulai dari alis dan kulit di bawah alis. Seperti kita ketahui. Sejak pertama kala dikenal (pada zaman mesir kuno) hingga detik ini kosmetika selalau mengalami perubahan dan perkembangan baru. keindahan. kantung selaput mata. perawatan yang semuanya merupakan tujuan dari kosmetika. Sediaan kosmetika mata adalah kosmetika yang digunakan untuk memperindah daerah di sekeliling mata. bahkan dibutuhkan oleh berbagai kalangan masyarakat. atau saat mandi atau perawatan setelah mandi. Pada zaman sekarang. dalam melakukan kegiatan sehari-hari masyarakat selalu berhubungan dengan kebersiahan.Sediaan Kosmetika BAB II SEDIAAN KOSMETIKA MANDI DAN MATA Kehidupan manusia dan percobaannya tidak pernah statis. Termasuk dalam bidang kosmetika. penemuanpenemuan tersebut membawa manusia ke arah kehidupan yang lebih baik dan modern. Pada makalah ini akan diulas mengenai kosmetika mandi dan sediaan kosmetika mata. Namun bagi sebagian orang kosmetika mandi ini masih asing. selalu berkembang setiap saat. maka konsumen harus mempunyai ilmu dan informasi tentang kosmetika yang baik dan cara penggunaannya. Kosmetika mandi meliputi sediaan yang digunakan sebelum mandi. karena kosmetika mandi tidak umumm digunakan orang. mandi merupakan aktivitas sehari – hari yang penting dan tidak akan terlewatkan oleh setiap orang. bulu mata. kelopak mata. Demikian hal-nya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu melahirkan penemuan-penemuan baru.

2. 2 H2O ( Natrium seskui karbonat ) Trisodium fosfat NaCl Boraks Pewarna. NaHCO3 55 % Asam tartrat 20 % Na-sesquikarbonat 20 % Parfum dan pewarna 5 % D. 2. selama mandi. atau segera setelah mandi. 3. 4. 7. dan No. Ext D & C Green No. 2. 6.Sediaan Kosmetika I. Tujuan:  Membersihkan tubuh dengan menghilangkan kotoran  Menambah harum pada tubuh  Membuat kesegaran bagi penggunanya  Memperhalus kulit  Menambah kenyamanan misalnya dengan wangi-wangian dan warna  Menghindari permukaan kotor pada bak mandi FORMULA UMUM A. Minyak mandi Formula menurut Atlas Industries: 1. menurt USP: Ext D & C Yellow No. Minyak mineral (Castrol oli/ Olive oil) Isopropyl myristate Parfume 46 % 48 % 5% 24 . 1.H2O ( Natrium Karbonat Monohidrat ) Na2CO3. 3. 3. 3. Na2CO3 Na2CO3. NaHCO3. Ext D & C Red No. Kristal mandi ( Bath cuber ) 1. 4. 2. 19 B. 5. 1. 7. 5. Garam mandi ( Bath salts) II. PENGERTIAN DAN TUJUAN PEMAKAIAN Sediaan kosmetika mandi merupakan sediaan-sediaan atau bahan-bahan yang dapat digunakan dalam air mandi. Na2CO3 Na sesquikarbonat Na-tetraborat Tablet mandi 1.

Air yang telah didestilasi 4. Biasanya terdiri dari suatu garam amorganik atau campurannya. Na Sesquicarbonat 3. Gelembung Mandi ( Buble bath ) Contoh formulanya TEA Lauryl Sulphate Liquid Air 45 % Penstabil busa Warna Parfum qs Na. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh garam mandi adalah: a. Na Lauril Sulfat 3. Amilum maidis 4. Minyak pengharum (Lavender) 2. Serbuk mandi ( Bath Powder ) 5. Natrium alkyl benzene Sulphonate 2. Urea ( 5% dalam alcohol ) III. menyegarkan. PENGGOLONGAN 1. 1.Lauryl Sulphate 80 % Parfum 10 % Lauric diethanolamide 5% Hexylene glycol 5% Serbuk Mandi (Bath Powder ) 1. Garam mandi ( Bath Salt ) 2. harus mudah larut dan melunakkan air sadah dengan efektif 25 . Minyak mandi ( Bath Oil ) 10 9 81 2 55% 21% 10% 2% F. dan menghilangkan bau badan serta membersihkan tubuh. Pembahasan: Garam mandi ( Bath Salt ) Garam mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang digunakan untuk melunakkan air sadah. Tablet mandi ( Bath Tablet ) 3.Sediaan Kosmetika 4. Artatone T 1% Zat tambahan : Tween 81 untuk emulsi agent yang larut air 50 % 5% qs E. Susu mandi ( Bath Milk ) 6. Gelembung mandi ( Bubble Bath ) 4. G. zat pewangi ( corigens odoris ) dan zat pewarna ( corigens coloris ). 5. Na hexametaphosphate Susu mandi (Bath Milk) 1.

Sodium chlorida. H2O ) Merupakan hasil / produk dari kristal Na2CO3 yang mengalami pemekaran. NaCl ) Garam ini berbentuk kristal yang menarik dan stabil ( jika garam ini bebas dari MgCl2. Sulit diberi zat pewarna dan zat pewangi dengan baik. harus memiliki bentuk yang menarik dan stabil pada kondisi iklim biasa dan mudah diberi zat pewarna dan zat pewangi c. Ketika diwarnai kristalnya akan memiliki bentuk yang menarik. 4. Tipe ini tidak melunakkan air sadah atau membantu dalam membersihkan. karena untuk mengurangi polaritas partikel yang tersedia. etilen glikol. Garam ini juga mudah larut dalam air tetapi tidak memberikan efek melunakkan air sadah dan akan menghilangkan busa sabun. Titik leleh rendah. menghasilkan air yang lunak dan bercampur dengan busa sabun dan dapat digunakan sebagai penggelembung mandi.Sediaan Kosmetika b. zat pewarna dan zat pewangi. Kerugiannya: bisa menimbulkan iritasi pada kulit bagi orang-orang yang sensitif terhadap alkali yang tinggi. efektif melunakkan air. biasanya didasarkan pada satu sediaan fosfat atau sodium sesquicarbonat. Natrium karbonat monohidrat ( Na2CO3. - Natrium karbonat ( Na2CO3) Mudah larut dalam air. 3. karena dapat terjadi kemekaran meski disimpan pada kondisi biasa. NaHCO3. menghilangkan garam mandi yang menarik. dll dalam jumlah kecil yang dicelupkan dalam pelarut. b. Garam-garam anorganik yang sering digunakan sebagai garam-garam mandi: 1. Dipermutasikan dengan kristal garam. lebih lagi tegangan permukaan air diturunkan sehingga memudahkan dalam membasahkan kulit. murah harganya Tipe utama garam mandi: a. Garam umum ( Rock salt. Keuntungan tipe garam ini adalah mempunyai pelarut air dan ini membantu dalam pembersihan. Produk harus dijaga dari sinar matahari secara langsung. Tipe pelunak air. Namun hal ini dapat dicegah sebagian dengan melapisi kristal dengan substansi higroskopis. Dapat menyegarkan kulit. dimana garam kristalnya lambat laun larut dalam air sadah. seperti gliserin. 2 H2O ) 26 . higroskopis. namun tidak kehilangan kelembaban. pada 330C sebagian dari air kristalnya akan berdissosiasi hingga akan terbentuk massa yang melekat. NaCl mempunyai sifat mudah diwarnai dan diberi pewangi. 2. sebaliknya dia akan cepat kehilangan bentuknya jika terkontaminasi MgCl2 ). Natrium sesquikarbonat ( Na2CO3.

5. 27 . Tablet mandi ( Bath Tablet ) Tablet mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk membersihkan dan menyegarkan badan.2 Pewarna qs Kristal mandi ( Bath Cubes ) Biasanya terdiri dari Natrium karbonat ata Na-sesquikarbonat dan atau borax. Tri Natrium fosfat Bentuk menyerupai flake atau bundar. Segera setelah dimasukkan ke dalam air. Dinatrium fosfat ( Na2HPO4. 6. atau bikarbonat. minyak parfum. akan mengeluarkan CO2 dengan efek effervescent. Garam ini sangat stabil. tetapi dapat mengeruhkan air mandi. Zat penghancur yang umum digunakan adalah Na lauril sulfat. Jika digunakan dalam jumlah besar akan menimbulkan bau yang kurang sedap pada air mandi atau kulit. Tujuan pembuatan tablet mandi adalah untuk mencegah garamgaram halus. Tidak higroskopis namun sukar larut dalam air. Contoh formula garam mandi: Trisodium fosfat 50 – 49 Na-sesquikarbonat 49. dan pewarna dari sukar larut. 12 H2O ) Merupakan pelunak air yang baik dan tidak higroskopis. tetapi mempunyai sifat basa yang kuat sekali. bila tidak maka Na2CO3 yang keras seperti batu karang akan sukar larut dalam air mandi.5 – 49 Garam kristal NaCl Parfum / pewangi 0. Bila digunakan Na2CO3 maka harus ditambahkan zat penghancur terlebih dahulu. sesquikarbonat. mudah diwarnai. 8. menghasilkan air yang berwarna keruh bila sabun digunakan. 10 H2O ) Borax berbentuk kristal-kristal halus. 7. mudah larut dalam air. dan mudah tercampur dengan zat pewangi.Sediaan Kosmetika Merupakan suatu garam yang berbentuk kristal jarum yang halus dengan kemurnian tinggi. Dinatrium pirofosfat dan tri natrium fosfat kadang-kadang juga digunakan sebagai garam mandi. 5 H2O ) Merupakan bentuk kristal jarum yang bagus yang mudah larut dalam air. bereaksi sebagai basa lemah dan mudah diwarnai.5 . Natrium tiosulfat ( Na2S2O3. Cara pembuatan: Mula-mula semua bahan dihancurkan dulu menjadi bagian yang kecil-kecil. 2. Borax atau Natrium tetraborat ( Na2B4O7. Kerugian dari penggunaan garam ini adalah sukar diwarnai. Tablet mandi sering mengandung kristal-kristal asam organik ( seperti asam sitrat atau tartrat ) dalam sodium karbonat.

maka gas CO2 yang terbentuk akan membantu pembentukan busa. Larutan yang digunakan dalam tubuh tidak mengiritasi kulit dan membran mukosa. Jika tablet ini juga mengandung sabun ( bahan pembentuk sabun. digunakan untuk menyerap parfum dan menahannya dalam produk akhir. Mudah menggelembung tanpa memerlukan tekanan air yang berlebihan. c. Selain lemak-lemak dapat digunakan garam-garam asam lemak atau esternya. granul atau manik-manik.Sediaan Kosmetika Tablet ini mudah terurai dan terlarut. kapsul. 4. Gelembung mandi dibuat dari detergen. Mencegah pembentukan noda-noda busa di sekitar bak mandi. e. Harganya sebaiknya cukup murah. 28 . Gelembung mandi biasanya berbentuk serbuk. dsb. Tablet mandi juga sering mengandung garam yang melepaskan oksigen dalam air. Susu mandi merupakan emulsi m/a dimana fasa minyak hampir terdiri dari minyak parfum seluruhnya. Gelembung Mandi ( Bubble / Foam bath ) Adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk memenuhi bak mandi dengan gelembung-gelembung atau busa-busa yang dapat berfungsi untuk menghilangkan rasa lelah dan mencegah adanya noda pada bak mandi. Titanium dioksida sebanyak 1. dan pelunak air yang tidak higroskopis. d. karena gunanya adalah untuk melembutkan kulit. Kaolin akan membantu serbuk berkilau. seperti Nalauril sulfat . gel. Trietanol amin stearat. zat pembuat busa. Sediaan gelembung / busa mandi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. cairan. Susu mandi mempunyai efek yang sama seperti minyak mandi tetapi sedikit mahal dalam penyimpanannya. Gelembung harus tahan terhadap kesadahan air. MgCO3 sebanyak 5 %.2 % akan memberikan opacity pada talk. tepung beras dan asam borat namun sekarang dibuat dari 60 – 90 % talk. b. dan batang. Contoh formula susu mandi: 3. larutan. Semua produk harus dites untuk melihat apakah terjadi endapan yang keras pada kelembaban tinggi. Serbuk mandi ( Bath Powder ) Dahulu serbuk mandi dibuat dari jagung. Susu mandi ( Bath Milk ) Susu mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk membersihkan dan menjaga kelembutan kulit. Oksigen ini diharapkan mempunyai kegunaan untuk menyegarkan badan. tablet. kristal. contoh sodium perborat atau hydrogen peroksida-kompleks urea. Zat aktif dari sediaan ini adalah minyak lemak. seperti sodium lauril sulfat ). 5. Sediaan ini akan terdispersi dalam air dengan mengeruhkannya.

Sediaan Kosmetika Minyak pengharum 10 Na lauril sulfat 9 Air yang telah didestilasi 81 Uranin ( 5 % dalam alcohol ) 2 Pembuatan: Larutkan Na lauril sulfat dalam air dengan pemanasan dan tambahkan unsur-unsur lain setelah dingin. kemudian titrasi dengan asam sulfat menggunakan indicator larutan jingga metil p. memberikan warna kuning  Uji CO3: Tambahkan larutan Magnesium Sulfat p akan terbentuk endapan putih. Sebetulnya sediaan minyak mandi ini tidak membantu pembersihan kulit. 6. Minyak mandi tidak larut dalam air dan akan membentuk lapisan tipis yang terapung di atas permukaan air mandi. A. Kuantitatif Larutkan sisa yang diperoleh pada kadar air dalam 50 mL air. atau kapsul dari gelatin. mudah larut air. akan tetapi sebaliknya justru akan menghalangi terbentuknya busa dan tetap tinggal sebagai lapisan tipis yang sukar dihilangkan pada bak mandi. botol. Biasanya sediaan minyak dijual dalam bentuk kantung plastik.  Kualitatif 29 . Percobaan membuktikan bahwa 4 mL minyak mandi dalam 10 L air mandi. rasa asin. Na2CO3 Merupakan serbuk putih. cukup untuk membentuk lapisan minyak pada kulit secara merata dan setelah dicuci dengan sabun ternyata masih dapat diamati selama 3 jam setelah mandi. tak berbau. dan pencegah kekeringan pada kulit. dan mencegah kekeringan kulit. Minyak mandi ( Bath Oil ) Adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk melembutkan. penghalus. Garam Mandi A. NaCl Merupakan hablur heksahedral tak berwarna/ hablur putih. Mekanisme kerja dari minyak mandi adalah mila-mula minyak mandi diabsorbsi oleh permukaan kulit. dengan pertolongan surfaktan minyak dapat menembus lapisan kulit paling atas kemudian minyak akan bekerja sebagai pelembut. Untuk meningkatkan efek kelarutnnya sering ditambahkan surfaktan yang larut ke dalam minyak mandi. dan alkalis Kualitatif  Uji Na : Uji nyala dengan kawat niktom. Analisis Formula Sediaan kosmetika Mandi 1. menghaluskan.

tambahkan Fenolftalein & titrasi dengan NaOH 1 N. Sangat mudah larut dalam air. Boraks Kualitatif Uji: Campur sejumlah zat dengan asam sulfat p dan methanol p. Gliserin 30 .Sediaan Kosmetika Uji Cl : tambahkan larutan perak nitrat p terbentuk endapan putih yang tidak larut. Titrasi dengan asam klorida 0. tambahkan asam nitrat p maka terjadi endapan lagi. buram. Setelah sebelumnya dicuci dengan air.5 N menggunakan indicator larutan jingga metil.  Kuantitatif Larutkan 1g yang ditimbang dengan seksama dalam 20 mL air. larutkan dalam 50 mL air. Titrasi dengan HCl 0.tor larutan Kalium Kromat p. tidak berbau. dinginkan. B. larut dalam ammonia encer p. Na.  Kuantitatif Timbang seksama 250 mg. Larutkan dalam 40 liter air. masukkan kedalam labu Erlenmeyer. Bilas pendingin dengan 30 mL etanol mutlal p kemudian dengan air.  Kualitatif Uji HCO3 : Dengan pendidihan akan membentuk gas CO2 yang dapat diidentifikasi dengan air barit. larutkan dalam 50 mL air. Tablet Mandi A. mudah larut dalam etanol. Titrasi dengan NaOH 1N menggunakan indicator larutan fenolptalen p. tidak berbau. Kuantitatif Timbang seksama 3 g. NaHCO3 Merupakan serbuk putih atau hablur monoklin kecil. B. tambahkan larutan merah p. Asam Tartrat Merupakan hablur tidak berwarna atau warna putih. B.5 N 2.Lauryl Sulfat Pada 5 g yang telah dikeringkan pada suhu 105 o hingga bobot tetap tambahkan 25 mL H2SO4 1 N.  Kualitatif Uji : Zat + FeCl3  Kuning Zat + FeSO4+ H2O2 + NaOH  Ungu biru Reaksi Kristal : dikocok dengan K-Ac  kristal putih  Kuantitatif Timbang seksama 2g yang sebelumnya telah dikeringkan. 3. Larut dalam 8 bagian air. refluks selama 2 jam.1 N menggunakan Indica. rasa asam dan stabil di udara. praktis tidak larut dalam etanol (95%)p. rasa asin. Gelembung Mandi dan Serbuk Mandi A. Titrasi dengan perak nitrat 0.

Air Panaskan CuSO4 hingga berubah warna dari biru menjadi putih. terjadi uap merangsang. bau lemah mirip amoniak. Titrasi dengn HCl 1 N menggunakan indicator larutan fenolftalein p. dinginkan.Sediaan Kosmetika  Kualitatif Uji : Panaskan dengan Kalium bisulfat p. Na2SO4 Merupakan serbuk tak berwarna.  Kualitatif C. mudah larut air. didihkan perlahan selama 5 menit. higroskopis. tak berbau.tetraborat p diatas nyala api terjadi warna hijau. rasa dingin dan asin. encerkan 50 mL air. Susu Mandi Urea Merupakan hablur prismatic. Jika dibakar dengan sedikit Na. asin. Lakukan penetapan blanko. masukkan ke dalam gelas piala 600 mL. larut dalam air. kemudian teteskan larutan pada CuSO4 tersebut. titrasi dengan HCl 1 N menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil p. Asam Laktat  Kualitatif Uji : Mengubah lakmus biru menjadi putih. hangatkan 1g dengan 100 mg KMnO4.  Kualitatif Uji SO4 : Zat + BaCl2  Endapan putih Zat + Pb Asetat Endapan putih D. rasa pahit. Jika berubah warna menjadi biruair E. Tambahkan 50 mL NaOH 1 N. tambahkan 75 mL air.  Kuantitatif Timbang seksama 3g.masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 mL. agak higroskopis. tak berbau/ praktis tak berbau.  Kualitatif Uji : Zat + Parri Ungu Zat + AgNO3 Cincin perak  Kuantitatif Timbang seksama 2g. rasa pahit. tak berwarnaa. F. 4. Netralkan dengan NaOH 0. encerkan dengan 50 mL air. tambahkan biru brom timol LP dan asamkan dengan H2SO4 0.  Kuantitatif Timbang seksama 400 mg. TEA Merupakan cairan kental. 31 . tak berwarna hingga kuning pucat.05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau. transparan. terjadi bau asetaldehid.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan.

Kecuali bahan-bahan yang akan digunakan harus betul-betul murni dari sediaan kosmetika lainnya. Cover Make-Up : Ungu : Endapan Ungu : Hijau muda : Merah darah anggur : Hijau sebentar : Hijau lama. yaitu alis mata. Yang dimaksud dengan dareah sekitar mata adalah daerah yang dibatasi oleh bagian atas dan bawah dari lubang mata. bola mata. Eyebrow pencil (pensil alis) 2. Eye make-up remorer (penghapus ‘make-up’ mata) 6.212 Bilangan asam tak lebih dari 1 Bilangan yodium tak lebih dari 1 B. Isopropyl Myristate Bilangan penyabunan : 202. Mascara (mascara) 3. kantung selaput mata. Minyak mandi A. Sediaan dari kosmetika mata adalah menitik beratkan daerah mata dengan penggunaan warna. Eye Cream / Eye stick (krim mata) 7.basa 5. maka dalam formalasinya hanya boleh digunakan bahanbahan baku yang betul-betul murni. PENGERTIAN Sediaan kosmetika mata sering juga disebut sebagai sediaan “make up” mata adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mempermudah daerah sekitar mata. II. Eye liner (pembentuk garis mata) 5. Eye shadow (pembentuk bayangan mata) 4. dan jaringan dalam garis keliling bawah lubang mata. tidak toksik dan tidak merangsang. Karena pemakaian dari sediaan ini adalah pada daerah yang peka. yaitu daerah sekitar mata. kelopak mata bulu mata. kulit dibawah alis.lama coklat 32 . Olive oil Bilangan asam tak lebih dari 2 Bilangan iodium 79. Jadi tujuan utamanya adalah menandai daerah mata dengan warna.Sediaan Kosmetika Uji : Reaksi biuret Laco Millon p-DAB HCl Roux Beilstein NaOH  Kuantitatif Titrasi asam. Jadi sediaan ini hanya digunakan pada daerah sekitar mata. PENGGOLONGAN Sediaan kosmetika mata dibagi menjadi: 1.88 KOSMETIKA MATA I.

digunakan untuk eye shadow dan mascara sebagai pelumas. besi oksida hitam (F e 3 O4)  Biru : Biru ultra marine  Hijau : Krom oksida  Coklat : Besi oksida coklat  Kuning: Oksida besi kuning  Merah : Karmin Untuk memperoleh bayangan mata yang lebih terang biasanya ditambahkan titanium oksida atau seng oksida. FORMULA UMUM 1. Karnauka ini biasa digunakan pada formulasi mascara. Karnauba Lilin ini tersedia dalam berbagai jenis tetapi yang biasa digunakan adalah yang berwarna kuning dengan titik lebur 85 ºC. tanpa harus membuatnya kaku. kombinasi. dan pewarnaan dengan sediaan ini dilakukan dengan zat warna anorganik dan zat warna alam. Untuk produk-produk mata. krom oksida dan karmin. memiliki titik lebur 43ºC propil fisik dan stabilitasnya memiliki stabilitas yang baik untuk produkproduk ini. d. dan menetralkan larutan sabun dalam air. lilin-lilin haruslah  a. b.Sediaan Kosmetika III. Warna-warna yang sering didunakan pada kosmetika mata : Hitam : karbon hitam. Zat ini akan membentuk lapisan yang menolak air. sehingga dapat memberikan kilauan pada bulu mata. 2. c. Lanalin Lanalin anhidrat miliki titik lebur 38-40º C. Semua warna yang digunakan pada kosmetika mata harus tidak larut dalam air. Kresin tersedia dalam berbagai tingkatan dengan titik lebur bermacam-macam. zat ini dapat mengeraskan sediaan dalam penggunaannya. seperti pada mascara padat. Zat warna Zat-zat warna dari bahan batu bara tidak dapat digunakan. e. Beeswax (Lilin tawon lebah) Berwarna putih dengan titik lebur 64 ºC. besi. bahan berserabut pendek. Suatu petrolatum yang bermutu tinggi tidak akan menghasilkan bau tidak enak selama penyimpanan. Bahan Oksida dasar atau zat pembawa Petrolatum Berwarna putih. Zat-zat warna utama adalah karbon hitam. telah dimurnikan dan diputihkan. biasanya digunakan kresin dengan titik lebur 68 ºC. Dalam produk-produk yang dicetak. arang hitam. Kresin Merupakan campuran mikrokristal dari hidrokarbon yang tersusun kompleks. 33 . karena fleksibelitas dan elastisitasnya.

pelan ke dalam air sampai terdispersi sempurna.1 %. Propilen glikal bersifat tidak lengket dan merupakan pelumas yang baik. h. petrolatum. zat pengental dan zat pengemulsi.Sediaan Kosmetika seimbang sehingga padatan tidak akan menyusut atau melekat di dalam cetakan. Pensil alis mengandung berbagai jenis bahan kimia. paraffin. gom tragakan merupakan zat pengental yang digunakan untuk mencapai viskositas yang lebih besar. Bahan-bahan pengawet pilihan um\ntuk produk-produk mata adalah dari golongan alkil-p-hidroksi benzoat. cairan pucat bersih yang bebas dari berbagai bau tidak enak. Isopropil Miristat Merupakan suatu ester asam lemak sintetik. Dalam bentuk serbuknya. kadang-kadang dihilangkan dari kosmetik mata. Asam Stearat Terdiri dari 3 lapisan yang tercetak (triple-pressed grade). Trietanolamin stearat adalah jenis yang sering digunakan secara luas. Biasanya terdiri suatu zat warna yang terdispersi dalam dasar malam. Zat ini dapat secara mudah membentuk sabun dan dinetralisir. yng terlarut dalam air dengan cara yang sama dengan gom tragakan. meskipun pengembangan emulgatoremulgator nonionik sekarang ini dapat menggeser posisi stearatstearat dimasa depan. diantaranya adalah Lamp black. EYEBROW PENCIL (Pensil Alis) Pensil alis adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menebalkan atau mengubah bentuk alis. j. memiliki titik didih 55ºC. Apabila diperlukan untuk menutupi bau tertentu digunakan pewangi dari minyak atsiri alami atau zat kimia asumatik yang ringan dan aman kadar kurang dari 0. 34 . i. g. f. biasa dilakukan dengan cara membasahinya dengan alcohol atau propilen glikol. Zat ini banyak ditemukan dalam produk kosmetika termasuk eye shadow. Beeswax ini sangat baik untuk kombinasi. Bahan pewangi Bahan pewangi digunakan hanya sebagai pencegahan ekstra melawan iritasi. kemudian menuangkannya pelan . Gom Tragakan Suatu zat yang didapat dari Astragalus gummifer. Bahan Pengawet Meskipun semua formula tidak memerlukan bahan pengawet. dan mencegah rangsangan pada mata. memberikan sabun yang stabil yang sesuai dengan bahanbahan hidrofilik dan lipofilik. Raetil Selulosae Merupakan suatu gomsintetik. namun akhir-akhir ini zat pengawet sering ditambahkan pada kosmetika mata. maka viskositasnya dapat dikendalikan dan viskositas yang konstan ini membuat metil selulosa sering digunakan sebagai zat pengikat. Alumunium silikar dan acid stearat. Propilen Glikol Suatu humektan biasa digunakan untuk eye shadow. Karena metil selulose adalah zat sintetik.

tidak beracun dan merangsang. rata hasil pengolesannya. b) Pensil Alis Bentuk Potlot Formulanya sama dengan pensil alis bentuk crayon hanya dimasukkan ke dalam selubung dari kayu. Jenis mascara ada 3. R/ Trietanolamin. dibuat dari sabun yang dilelehkan bersama – sama minyak. mempunyai kegunaan untuk menghitamkan dan mempertebal bulu mata dengan tujuan untuk memperindah mata. Stearat Parafin padat Cera alba 40% 30% 12% 35 .Sediaan Kosmetika Syarat pensil alis adalah mudah dipakai. MASCARA (Maskara) Maskara adalah sediaan kosmetika yang termasuk sediaan tata rias mata. Cara pemakaiannya dengan menggosokkan silikat (yang telah dibasahi) pada permukaan padatnya sampai menempel. yaitu: a) Pensil Alis Bentuk Crayon Merupakan campuran zat warna coklat atau hitam dengan kadar tinggi. yaitu: a. paraffin serta lilin karnauba syarat mascara adalah mudah dipakai. halus. Penggunaan mascara harus hati-hati karena dapat menimbulkan rasa pedih dan berair. Terdapat 2 tipe pensil alis. penggunaan pensil alis tidak dianjurkan untuk daerah dibawah kelopak mata karena dapat menimbulkan pigmentasi pada lapisan mukasa mata. mata terasa gatal dan dapat mengalami iritasi pada mata. Contoh formula: Minyak kastor terhidrogenasi Minyak biji kapas terhidrogenasi Cocoa botter Minyak kastor terhidrogenasi Bahan dasar penyerap lanolin Lampblack (yang cocok) 46% 12% 8% 80% 17% 9% Jika pensil coklat yang dibuat maka lampblack dapat diganti dengan Umber (sejenis tanah pewarna yang berwarna coklat kemerahan) dan sienna bakar (sejenis tanah liat berwarna coklat kemerahan). dan pandangan menjadi kabur. peradangan. lilin dan zat warna sedemikian rupa hingga diperoleh massa yang padat. tidak melengketkan bulu mata. Maskara Bentuk Padat Diperoleh dengan cara pengempaan atau pencetakan. sama rata dalam pengolesan dan tidak rapuh. Maskara biasanya mengandung garam acid stearic bersama pigmen dan lanolin. setelah hampir kering diusapkan pada bulu mata. mata menjadi merah. pemakaian cepat dan tahan lama. cepat kering tapi tak kering pada wadah.

Maskara bentuk krim tidak boleh mongering dalam penyimpanan dan harus menempel dengan balik pada bulu mata. Maskara Bentuk Cream Dapat dihasilkan dari penambahan zat warna ke dalam suatu vanishing cream atau dengan melarutkan zat warna pada minyak yang sesuai. Bentuk ini kurang disukai karena sifatnya mudah larut dalam air dan lengket. sehingga zat warna akan menempel pada sikat. diaduk sedemikian rupa sehingga diperoleh fasa atau bentuk yang diinginkan (padat). EYE SHADOW (Pembentuk Bayangan Mata) 36 .1% Cara pembuatan : Formula A dipanaskan pada suhu 60°C. c. cukup cepat kering dan tahan air.5% Minyak mineral 9. Contoh formula : R/ Resin (10% dalam alcohol) 3% Minyak jarak 3% Etilalkohol 84% Zat warna 10% Cara pembuatan : Suspensikan zat warna (umumnya karbon hitam) kedalam larutan resin. Karemna bentuk sediaan lunak maka dapat dimasukkan dalam tube dan sikatnya menempel pada tube sehingga pemakaiannya akan lebih praktis dan tahan lama. diaduk hingga zat warna tercampur homogen.1% Formula B : Tretanolamin 2. b. Contoh formula: R/ Formula A : asam stearat 9. Masukkan formula B perlahan-lahan kedalam formula A sehingga zat warna tercampur homogen dan terbentuk massa krim. kemudian tambahkan zat lain (minyak jarak yang telah dilarutkan dalam alcohol). yang berguna untuk menurunkan tegangan permukaan.Sediaan Kosmetika Lanolin anhidrat 5% Karbon hitam 13% Cara pembuatan : bahan – bahan diatas dilelehkan bersama – sama.1% Vaselin putih 5. mudah digunakan. Maskara bentuk krim ini paling disukai oleh konsumen karena konsistensinya dan susunannya rata. formula B dipanaskan pada suhu 60°C.45% Zat warna 9. Mascara Bentuk Cair Dapat diperoleh dengan cara mensuspensikan zat warna ke dalam zat pembawa. Untuk ini diperlukan zat pembasah yang sesuai.75% Air 4.

5 bagian titanium dioksida. Sedangkan untuk mendapatkan warna biru gelap. dan tambahkan warna dasar pada campuran tersebut. lil. Sejumlah kecil karmin NF dapat ditambahkan pada bayangan biru. Untuk bayangn yang telah terang. Untuk memperoleh nuansa violet (ungu). bentuk pensil Masing-masing bentuk diatas mempunyai keuntungan dan kerugian sendiri-sendiri. kalsium karbonat. Eye shadow juga mengandung zat warna sebagai komponen aktifnya. Untuk memperoleh efek “emas” bisa digunakan serbuk alumunium dengan berbagai pigmen. Eye shadow biasanya mengandung lanolin. soebitan oleat dan talcum. Untuk memperoleh efk warna-warni. Dalam kontainer yang terpisah. ceresin. kocok campuran tersebut dengan baik. bentuk cair / “liquid” 2. EYE LINER (Pembentukan Baris Mata) Eye liner adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menonjolkan garis mata pada tepi kelopak mata atas dan bawah serta 37 . 10 bagian kromium oksida hijau Coklat : 30 bagian besi oksida coklat. 10 bagian titanium dioksida Hijau : 15 bagian titanium dioksida. bentuk krim 4. sehingga mata akan kelihatan lebih indah. Contoh formulanya : Bahan dsar untuk Eye shadow krim cair R/ Petrolatum putih serat pendek 65% Lanolin anhidrat 5% Keresin putih 10% Beeswax putih 5% Minyak mineral 65 / 75 15% Cara pembuatan : Campurkan sejumlah titanium dioksida / seng oksida yang diperlukan dengan warna-warna dan dengan petrolatum yang telah dilelehkankemudian giling campuran menggunakan gilingan putar. seperti misalnya bentuk pensil dan bentuk “stick” akan lebih menguntungkan dari pada bentuk cair / krim cair. pekerjaan pengisian dapat dilakukan dengan menggunakan hand filler / unit pengisi yang dikendalikan secara termostatik. Seperti halnya denagn sediaan kosmetika mata lainnya. bisa ditambahkan ultramarin dan dikurangi titanium dioksida. Janistyn telah menyarankan agar diperoleh bayangan yang indah pada Eye shadow : Biru : 20 bagian ultramarin. bentuk “stick” / “cake” 5. zat utamanya adalah titanium dioksida / seng oksida. Tuangkan campuran tersebut pada kontainer .Sediaan Kosmetika Eye shadow adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk memberikan latar belakang atau bayangn pada kelopak mata. dilelehkan bersama-sama dengan bahan-bahan lain.in lebah. bentuk krim cair 3. bisa ditambahkan alumunium pada bayangan-bayangan ini. minyak mineral. Bentuk-bentuk Eye shadow yang ada dalam peredaran adalah : 1.

Eye liner didapatkan dalam sediaan cair. polivinil pirolidon. Minyak Biji Kapas Merupakan minyak lemak yang diperoleh dari biji masak dari Gossypium sp. b. Eye liner dalam sediaan padat mengandung 60% talcum. pewangi dan titanium dioksida. metil paraben. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN KOSMETIKA MATA A. Biasanya sediaan cover make-up warnanya seperti warna daging (flesh colour). setil alcohol dan minyak karamel. titanium dioksidan dan minyak mineral untuk menghasilkan eye liner yang mengkilat dapat ditambahkan larutan shellae. Sediaan ini tidak boleh memberikan kilauan / kilatan pada daerah sekitar mata. Analisis Kualitatif a. Biasanya digunakan pada sekeliling mata dekat dengan bulu mata. krim yang dimaksudkan kedalam botol atau berbentuk padat yang disediakan dalam bentuk pensil.0% Asam oleat 1. Eye liner biasanya mengandung alkanolamin. polivinil alcohol atau polivinil asetat. antioksidan. minyak tengkawang.0% Air dan zat pengawet hingga 100 EYE CREAM / EYE STICK (Krim Mata) Krim mata adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk melumasi daerah sekeliling mata dengan tujuan untuk mengurangi kekeringan atau melembutkan mata. Kalau terlalu mengkilat maka lemak / minyak yang terdapat dalam formula dapat diganti dengan talk / titat dioksida. Larutan dalam HCl 3N sedikit berlebih menunjukkan reaski zink.0% Shelloe 1. Contoh formula eye liner cair dalam American Perfumer and Cosmetics : R/ Air 20% Methosel HG 60-50 V 40% Veegum 1. paraffin.02% Pigmen 18.2% Alcohol 50-40 5.08% TEA 0. COVER MAKE UP Cover make-up adalah sediaan kosmetika mata yang dapat digunakan untuk mengurangi lingkaran-lingkaran gelap / bayangan-bayangan yang terdapat dibawah atau diatas mata. Umumnya merupakan suatau emulsi air dalkam minyak (a/m). Jika dipanaskan dengan kuat dihasilkan warna kuning yang akan hilang pada pendinginan. IV. Krim tersebut mengandung lanolin. Eye Brow Pencil (Pensil Alis) 1.Sediaan Kosmetika mengubahkan penampilan garis mata yang besar nampak lebih kecil. alcohol lemak. eter selulosa. 38 .5% Air 3. 30% pewarna.

tidak berasa. Pendeteksi: lampu UV pada 366 nm. b. bantu dengan pemanasan lemah.69 mg ZnO. Lanolin / Adeps Lanae Bersifat lilin. lalu ditambah 510 tetes Asam Sulfat kemudian diaduk. merupakan campuran kompleks ester dalam polyester. Tinggi rambat = 15 cm dalam 30 menit. titrasi dihentika hingga warna pink tidak terbentuk. 3. Masukkan petrolatum yang telah dicuci ke dalam kaserol. tambhakan 2. Analisis Kualitatif dengan regen Lieberman-Burchard Zat dalam 10 ml kloroform. pertama ekstrak lanolin dengan kloroform dan saring ekstrak klroform dengan kapas untuk menghilangkan airnya.5 gram zat uji yang baru dipijarkan. Petrolatum Putih Adalah campuran murni dari hidrokarbon semisolid yang dihasilkan dari petroleum dan mengandung penstabil yang cocok. warna tidak berubah.5 gram amonium klorida P. Setil Alkohol Dengan cara kromatografi gas 39 . Cairan yang ditotolkan 10-50 mikrogram dengan garis. Ssetelah larut sempurna tambhakna metal jingga LD dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1N LV. Parafin Cairan kental. Larutkan 50 ml asam sulfat 1N. cuci petrolatum dengan 50 ml air panas sebanyak dua kali. Keasaman-Kebasaan : Didihkan 5 gram dengan 10 ml etanol yang telah dinetrlakan terhadap kertas lakmus. Uji kebasahan: Masukkan 35 gram kedalam beaker glass. Pelarut pengembang sama dengan eter minyak bumi:dietil eter:biang asam cuka = 50:50:1. Disemprot dengan larutan 250 gram antimon III klorida dalam 75 gram kloroform sterioda menunjukkan berbagai warna yang manjadi kuat jelas setelah pemanasan dalam lemari pengering pada 100 ° C. 4. transparan. tutup dan masukkan ke dalam hot plate selama 5 menit sampai ada pemisahan. warna hijau yang muncul menunjukkan lanolin. larut dalam eter dan kloroform. 5. larutan tidak membentuk warna pink. 1 ml asam sulfat 1N setara dengan 40.1 ml metal orange. Tuangkan lapisan airnya ke dalam kaserol. Lanolin praktis tidak larut dalam air. Uji keasaman: Jika penambahan fenolftalein pada uni kebasaan tidak berwarna pink tambahkan 0. Penyerap lempeng KLT siap pakai Qiesel 60 F254. dalam etanol. masukkan 1 tetes fenolftalein dan panaskan.Sediaan Kosmetika Analisis Kuantitatif Timbang seksama 1. 2. Tidak larut dalam air. Tes untuk lanolin: a. tambahkan 100 ml air panas. Lempeng KLT dipanaskan sebentar dalam lemari pengering. ditambah 5 ml asetat anhidrat. Jika perlu. Identifikasi secara KLT Untuk produk yang mengandung air. larut dalam kloroform atau eter.

Analisis Kualitatif: berfluorosensi lemah bila dicairkan. Pigmen a.Prosedur: suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak. hamper tidak berasa. Analisis Kualitatif: a. Pada 5 ml filtrate bersih tambahkan hidrogen peroksida akan muncul warna kuning merah. higroskopis. bening. b. Pada 1 ml zat tambahkan 0.methanol. Analisis Kualitatif: Larutan plus NaOH dikocok seperti agar busa pada pengenceran. Analisis Kuantitaf: timbang seksama 1. masisng masing sekitar 1. . Bila perlu Bantu dengan pemanasan lemah. 7. Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol. TiO 2 Identifikasi: pada 500 mg zat tambahkan 5 ml asam sulfat dan dipanaskan perlahan. mengkilap. Vaselin Ialah benda dengan massa lunak. Setelah uap sulphur trioksida mucul lanjutkan pemanasan selama 1menit. ZnO Analisis Kualitatif: Jika dipanaskan dengan kuat/pirolisa terjadi warna kuning yang akan hilang dengan pendinginan.5 g zat uji yang baru dipijarkan.5 % terhadap rata rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan. sukar larut dalam eter. dinginkan dengan air lalu disaring. Analisis Kuantitatif: 1. 40 . b. tambahan 2.0. Dapat campur dengan air. sifatnya tetap setelah dileburkan dan didinginkan. Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alakohol dan stearil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang. tidak berbau. Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa. benzene. 6. Maskara Asam Stearat Berbentuk kristal putih kekuningan.Sediaan Kosmetika -larutan kesesuaian sistem: timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal -Uji kesesuaian sistem: suntikan 2 mikroliter larutan kesesuaian sistem dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol: tidak kurang dari 4.5 g ammonium klorida Pasal . Dengan reagen Parri reaksinya positif. larutkan dalam 50 ml asam sulfat 1N. bau seperti malam. Setelah larut sempurna tambahkan metal jingga. B.Sistem kromatografi: kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisai nyala dan kolom 2 m x 3 m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA.3ml Kobal (II) nitrat terjadi warna merah karmin. kloroform. 2. Tri Etanol Amin (TEA) Berupa cairan kental. lengket. terus titrasi kelebihan sam sulfat dengan NaOH. pahit. aseton. .

Silikon Fluid (L43) Merupakan silicon dalam krim. 4.. Hitung percentase C 3 H 8 O 2 dalam propilen glikol. Prosedur: suntikan secara terpisah sejumlah volume sama 5 mikro liter larutan baku dan larutan uji ke dalam kromatograf yang dilengkapi dengan detector ionisasi nyala. masukkan ke Erlemeyer 300 ml. dikerjakan pada sushu 205 ° C. Propil P-Hidroksi Benzoate (Nipasol) Penetapan kadar: timbang 100 mg. sentrifugasi. Gunakan helium Pasal sebagai gas pembawa. didihkan dengan 50 ml NaOH 1N selama 30 menit sambil mengganti kehilangan air karena penguapan. tutup segera dengan kertas saring yang dibasahi 41 . 8. Isopropil Palmitat/Isopropil Miristat Analisis Kualitatif: dengan kromatografi gas. Propilen Glikol Analisis Kualitatif: spektrum serapan infra merah dari lapisan tipis menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada propilen glikol. Titrasi dengan HCl 1N. gas pembawa helium kering.Sediaan Kosmetika Timbang 2 g zat. tambahkan segera 50 ml brom 1N dan HCl Pasal dan kocok selama 15 menit. atur suhu kolom dari 90 ° -290 ° C dengan kecepatan 2 ° /menit. 9. Pindahkan ke labu bersumbat kaca. terdiri dari kolom borosilikat. tambahkan 75 ml air dan 2 tetes metal LB. dengan membagi luas puncak propilen glikol dengan jumlah seluruh puncak kecuali puncak udara dan air lalu kalikan 100. Gliseril Monostearat Identifikasi: kromatografi gas dengan instrument yang dilengkapi dengan flame ionozation detector. Uji residu dengan spektrum infra merah untuk melihat silicon. Tambahkan 50 ml KIO 3 Pasal . dan tarik lapisan atasnya lalu uapkan.1N. 7. Etil Alkohol Analisis Kualitatif: campurkan 5 tetes zat uji dalam gelas piala kecil dengan 1 ml larutan kalium permanganate 1 dalam 100. Gunakan nitrogen Pasal sebagai pembawa dengan laju aliran 45 ml/menit. 6. 5. Analisis Kuantitatif: dengan kromatografi gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas dan kolom 1m x 4mm berisis bahan pengisi 5% G16 pada partikel penyangga S. Prosedur: suntikkan 10 mikro liter ke dalam kromatograf dan rekam kromatogram. 3. Dan tambahkan pula 5 tetes asam sulfat 2N. titrasi dengan kalium tiosulfat 0. Identifikasi: kocok emulsi 2 kali volume dari 1:1 campuran dioksan-toluen. Stearil Alkohol Identifikasi: Kromatografi gas dengan detector ionisasi nyala kolom berisi 10 % fasa G pada sistem penyangga SIA. Setelah mencapai 210 ° suhu dipertahankan selama 8 menit.

2. # Spektrum Fotometri Dalam spektrum fotometri. tambahkan lagi 10 mL HCL P. Minyak Mineral Analisis Kualitatif: didihkan 50 ml zat uji dengan 10 ml larutan KOH P 8% b/v dalam etanol 95 %P selama 2 menit. dinginkan. lalu berubah menjadi lila. E.5 cm. absorpsi spektrum pada larutan berwarna diencerkan berlebih.Ketika larutan mencapai garis teratas.Encerkan dengan 50 mL air. dengan tinggi pelarut 1-1. pindahklan dalam cawan dengan bantuan 150 mL air panas. Identifikasi: campur 500 mg dengan Na 2 CO3 Pasal dan 2 g kalium karsonat P. sisanya adalah silica. Zat warna larut air Ada beragam cara pendeteksian.Zat 42 . Terbentuk warna hijau yang bertahan selama 5 menit. dicatat antara jarak sinar tampak 350. dinginkan. Talk Adalah magnesium hidrat silikat hidrat alam . Sulfat .750 nm. lalu lihat perubahan warnanya. Jika terjadi endapan. Eyeliner 1. Shellac Analisis Kualitatif : Pada 50 mg shellac tambahkan beberapa tetes campuran 1 g ammonium molibdat dan 3 mL as.keringkan dalam udara terbuka. merupakan serbuk halus berwarna putih kelabu.Pada filtrate tambahkan 2 g ammonium klorida Pasal dan 5 mL ammonia encer. larutan harus tetap jernih. Lalu ditetesi dengan reagen-reagen asam. Uapkan diatas penangas air hingga kering. dikeringkan. C. Campuran warna sebaiknya dipisahkan dengan kromatografi kertas. terjadi warna biru intensif pada kertas saring. kromatogram dipindahkan dan dikeringkan # Reaksi tetes dan karakteristik kelarutan dalam asam sulfat pekat Sebanyak 0. yaitu : # Kromatografi Kertas Pada kertas dibuat garis awal 2 cm di atas dasar kertas. 1% larutan zat diteteskan pada garis awal. begitupun untuk garis akhir ( 15-20 cm dari garis awal). Pindahkan ke dalam krus platinum. saring tambahkan.5 g zat warna dilarutkan dalam 100 mL aquades panas. dinginkan. saring. Tambahkan HCL Pasal hingga pembuihan berhenti. larutan natrium fosfat P. tambahkan 20 mL air. D.Sediaan Kosmetika dengan larutan segar 100 mg natrium nitroferisianida Pasal dan 250 mg piperazin Pasal dalam 5 ml air. Terjadi endapan hablur ammonium magnesium fosfat. kertasnya digantung pada bejana kromatografi yang berisi pelarut. Eye Shadow 1. panaskan hingga melebur sempurna. warna akan memucat pada beberapa menit. Zat Warna Kosmetika Mata 1. Secarik kertas saring dicelupkan ke dalam zat warna .

bagus dan menarik.) Pigmen Organik Pigmen yang larut dalam dimetil fornamioda dapat diidentifikasi dengan spektrofotometri ataupun dengan kromatografi lapis tipis.1.SEJARAH 43 . BAB III SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT (BUKAN CAT) I. DEFINISI Sediaan kosmetika rambut (bukan cat )adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk pemeliharaan/ perawatan serta pengobatan rambut agar rambut tetap sehat . Zat Warna Larut Minyak Digunakan identifikasi kromatografi lapis tipis.Sediaan Kosmetika warna diindikasikan berdasarkan panjang gelombang absporpsi maksimum. 3.) Pigmen Anorganik b.PENDAHULUAN I. Pigmen Warna bubuk pigmen dapat digunakan sebagai indikasi pigmen yang dipakai di kosmetika a. 2.2. I.

otot polos kecil pada folikel rambut yang berfungsi sebagai penegak rambut. Pigmen rambut. Ia menghabiskan hidupnya untuk mengembangkan produk perawatan rambut. Shampo berasal dari kata "champo" yang artinya meremas. TENTANG KULIT DAN RAMBUT A. 3. diman sel-selnya terdapat pada lapisan papila paling atas. Batang rambut. Ia juga membuka perawatan ketombe pertama di Inggris pada tahun 1908. Anatomi Rambut Rambut adalah suatu bentuk tonjolan dari dalam kulit yang merupakan hasil pertumbuhan istimewa/ modifikasi di sel-sel epitel kulit yang terbentuk sebagai hasil keratinisasi sel germinative (tunas). Epidermis. Shampo memerlukan busa untuk menghilangkan ketombe berminyak dari kepela. Folikel rambut dibatasi oleh sel epidrmis dan diatas dasarnya terdapat papil tempat awal tumbuhnya rambut. Pada abad ke-19 di Inggris telah dikenal shampo yaitu sejenis massage yang ditemui pada waktu orang-orang Turki mandi uap. Dermis. yaitu lapisan luar yang tipis dan terdiri dari jaringa ephitelium.3. Bagian-bagian rambut: 1. Saat itu setiap salon mengembangkan variasi resep yang berbeda dari resep dasar tersebut. Jhon Breck. Keduanya dibentuk didalam melanosit. sebagai contoh: orang mesir kuno menggunakan jus jeruk dan asam sitrat yang efektif untuk mengurangi minyak dari rambut. 5. terdiri dari jaringan ikat/jaringan fibrosa. Sabun yang mula-mula menggunakan busa dikembangkan pada tahun 1890 oleh seorang pemadam kebakaran Massachusetts. Diakhir tahun 1870. Sel-sel ini memiliki tentakel yang panjang seperti dendrit yang berperan dalam permulaan partikel pigmen ke dalam sel kortikol. 6. air dan soda. Akar rambut berada di dalam folikel. kelenjar yang mengeluarkan sekret sehingga memelihara kulit tetap halus dan rambut mengkilat. yaitu lapisan dalam yang tebal. I. Erektor pilorum. B. Jadi sabun tidak begitu efektif untuk membersihkan rambut karena sabun meninggalkan kotoran pada batang rambut. Jaringan subkutan dan jaringan adiposa. penata rambut Inggris memiliki budaya massage dan mencuci ketombe dengan campuran sabun.JENIS-JENIS SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT DAN FORMULANYA 44 . bagian yang keluar ke permukaan. Kebiasaan ini juga dilakukan oleh orang yang hidup pada zaman itu dari mulai India sampai di Inggris. 3. 2. Anatomi Kulit Kulit terdiri dari lapisan utama: 1. II.Sediaan Kosmetika Kosmetika rambut telah dipakai sejak jaman sebelum masehi dan setiap negara mempunyai ciri khasnya masing-masing. Sabun. 2. ada dua pigmen utama pada rambut yaitu melanin dan pheomelanin. 4.

Sediaan Kosmetika II. metilen glikol dan EDTA. Contoh ester-ester hidroksi benzoat. Contoh: gom.Tween 80. menghaluskan serta memberikan kilauan pada rambut dan mencegah kerontokan. 3. Contoh: dietanolamin laurat.SHAMPO Shampo adalah sediaan kosmetika rambut yang beruguna untuk membersihkan rambut serta kulit kepala. tetapi bila kena mata sangat perih dan beracun. formaldehida. • Zat pengental: zat yang perlu ditambahkan terutma untuk shampo cair jernih dan shampo krim cair. Bahan utama Bahan utama merupakan basis dari shampo. Syarat-syarat shampo: 1. • Zat pengawet: zat yang berguna untuk melindungi rusaknya shampo dari pengaruh mikroba yang dapat menyebabkan rusaknya sediaan. • Zat pembusa: zat yang menghasilkan busa. 2. minyak mineral. etil alkohol. • zat pendispersi: zat yang berguna untuk mendispersikan sabun Ca dan Mg yang terbentuk dari air sadah. Sangat penting pada pembuatan shampo krim dan shampo krim cair. garam-garam fenil merkuri . Ada pada rentang pH 4.Contoh: komplekson III. Sanga tdiperlukan pada pembuatan shampo cair dan shampo cair jernih. rambut dan mata. yang sering digunakan adalah C-12 metoksi polietilen glikol laurat yang juga berfungsi sebagai pelarut dari zat pewangi (parfum) b. 4. Deterjen kationik Busanya bagus dan banyak.5-5. Deterjen yang dapat digunakan ada bermacam-macam diantaranya adalah: a. misalnya: • Clarifing agent : zat yang digunakan untuk mencegah kekeruhan pada shampo. 2. isopropil alkohol. c. Deterjen anionik dan amfofilik Deterjen golongan ini juga dapat merupakan zat tambahan sebagai surfaktan sekunder. Tidak toksik. • Opacifying agent: sediaan yang menimbulkan kekeruhan.dll. CMC. Deterjen non ionik Daya membusanya melemah.1. Contoh: butil alkohol. Biasanya sapat membentuk busa dan bersifat .5 Formula umum shampo: 1. fenol halogen. untuk melemaskan . 45 . tragakan . Tidak merusak kulit. methyl selulosa. Bahan Tambahan Adalah bahan yang digunakan untuk memberiakn sifat tertentu pada shampo. • Finishing agent : Zat yang berguna untuk melindiungi rambut dari kekurangan minyak pada waktu pencucian rambut. Tidak mengiritasi. Contoh: lanolin.

5% 4. juga termasuk alkohol monohidrat dengan panjang rantai C10-C18. amilum. Untuk sekali pakai biasanya digunakan 3-4 gram. Sebagai basis sering digunakan serbuk pengabsorpsi seperti talk. Contoh formulanya : 46 . memberikan efek yang menyegarkan. dengan bahan dasar lemak alkohol tersulfatasi atau lebih dikenal dengan lauril atau alkil sulfat. 2. Biasanya shampoo ini didiamkan selama 10 menit pada rambut dan kemudian disikat. Contoh formulanya : Sodium bikarbonat 500 Disodium pospat 200 Serbuk sabun 300 Parfum 0. Sifat dari detergen ini tergantung pada panjang rantai asam lemak alkohol yang dipakai.Sediaan Kosmetika • Antiseptik: zat yang dapat ditambahkan ke shampo dengan maksud untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme lain. shampoo berbasis serbuk dalam sabun telah banyak digantikan oleh ditergen sintetik. Jenis-jenis Shampoo: 1. Shampoo kering (dry shampoo) Shampoo jenis ini berguna untuk pemakaian pada saat merasa kurang nyaman bila bershampoo menggunakan air. Na seskaikarbonat. Contoh formulanya : Talk 40% Amilum 15% Na seskaikarbonat 20% Barax 5% Fullerr’s Earth 20% 3.5% Karena kurang baik dalam air sadah. dimana ketika dipakai dengan pemijatan yang lembut pada kulit kepala. Shampoo ini didesain untuk menghilangkan minyak dengan menggunakan pelarut yang sesuai seperti alkohol. Sodium lauryl sulfat biasanya dipakai untuk basis shampoo jenis ini. Shampoo cair jernih (clear liquid shampoo) Sebagian besar shampoo yang beredar di pasaran merupakan shampoo jenis ini. • Zat pewangi atau zat pewarna: sering ditambahkan agar shampo menjadi menarik dalam bau dan warna. Shampoo kering cair (Liquid dry shampoo) Shampoo ini digunakan untuk membersihkan rambut dan kulit kepala pada saat tidak tesedia waktu untuk bershampoo dengan shampoo jenis busa biasa. Serbuk Shampoo (shampoo powder) merupakan bentuk shampoo yang kurang disenangi. karena kurang praktis. Contoh formula : Gliserin 20 Dietilftlat 50 Alkohol 650 Parfum 0.

Contoh formulanya : Monoethanolamin lauryl sulfat (27% aktif) 400 Ethylene glycol monostearat 50 Air 550 Shampoo krim padat ( solid creame shampoo). Amonium Tietanolamin lauryl sulfat 600 Coconut dietanolamida 10 Ethoxylated lanolin alkohol 25 Air 365 Parfume 0. Triethanolamine Lauril sulfat (33%) 45% Coconut monoethanolamida 2% Perfume. Di dalam perdagangan produk ini lebih dikenal dengan shampoo krim tapi ini merupakan nama lain dari shampoo pasta. 47 . tapi cukup kuat untuk dipakai secara efisien pada rambut di saat keramas. Contoh formulanya: Sodium lauryl sulfat paste (34% active matter) 800 Cetyl alkohol 50 Air 150 Shampoo Aerosol (aerosol shampoo) Shampoo jenis ini dikemas secara khusus dalam bentuk sprayer. 6. Penggunaannya hanya sebentar saja lalu dicuci sampai bersih. 7.busa shampoo disemprotkan pada telapak tangan dan diusapkan pada rambut yang sudah dibasahi lalu digunakan seperti shampoo biasa. Untuk mempersiapkan pasta diperlukan lilin (wax) seperti setil alkohol sebagai pembangun dan sodium alkil sulfat berbentuk jarum atau pasta.01% Counter charge: Basis shampoo 92 Propillent-2/114(50:50) 8 Shampoo berminyak (oil shampoo) Adalah shampoo yang berguna untuk menghilangkan kotoran serta minyak berlebihan pada rambut. colour.7% Phenyl merkuri Gorat 0. Contoh formula: Basis shampoo . water to100% Shampoo krim cair atau lotion (liquid creame or lotion shampoo) Shampoo ini merupakan sediaan yang mudah dituang yang dibuat dari asam lemak alkohol sulfat atau dari detergan cair jernih dengan dicampur bersama stabilator atau apocifying agent yang sesuai. Sediaan ini mempunyai basis Natrium alkil sulfat yang dibuat dari fraksi alkohol yang memberikan produk yang mempunyai konsistensi tetap dengan kecenderungan untuk mengkristal seperti mutiara.Sediaan Kosmetika 5. Kosentrat shampoo ini mudah didapat dari produsen detergen dan cukup hanya dengan dilarutkan dan ditambahkan zat pewarna serta parfum. 8.3-0. Formulanya harus bisa muncul dari kepala sprayer dalam bentuk busa yang lembut dan mudah diatur.

Suatu Hair Tonic biasanya mengandung : 1) Zat-zat rubifacient (dari kata rubus artinya merah) atau zat-zat yang dapat bekerja merangsang pembuluh darah yang ada pada pembuluh kulit kepala dan juga dapat merangsang kerja kulit kepala. Contoh formula umumnya : (phenol dan alkohol) β-naftol 0. Pada umumnya berbentuk larutan jernih atau krim cair. mengandung alkohol dengan konsentrasi yang tidak begitu tinggi.1-1 %. resorsin dan belerang.5-2 % Alkohol 50 % 2) 48 .Penyubur Rambut (Hair Tonic) Sering juga disebut dengan Hair Lotion. Penyebabnya diduga karena jamur yang disebut pityrosporum ovale. Zat-zat antiseptik atau zat-zat yang berguna untuk membunuh kuman-kuman yang dapat menimbulkan penyakit sehingga dapat mengganggu perkembangan rambut. Sebagai contoh asam pantolenat. Shampoo anti ketombe umumnya merupakan campuran antara basis shampoo dengan suatu germisida. 3) Zat-zat keratolitik atau zat-zat yang dapat memecahkan keratin.2. dan sebagainya. β-naftol. asam salisilat/ turunan belerang. Contoh formula : Tritanolamin lauryl sulphate 14% Lauric monoethanollamide 1. tinctura cantharides (dari sejenis kutu yang diperoleh dari maserasi /perkolasi) 1-5 %. II.5% Colour.5% Hexacholorophene 0. parfume. dan sebagainya. wabe to 100% 9.Sediaan Kosmetika Contoh formula : Sulphonated olive oil 16% Sulphonated castor oil 16% Water 68% Colour&parfume 2-5 Shampoo anti ketonbe (anti dandruff shampoo) atau medicated shampoo. Hal ini terjadi karena percepatan pergantian pelepasan sel epidermal dari aktifitas kelenjar lemak. tidak berbusa. Seabagai contoh resorsin. Sebagai contoh asam salisilat. Ketombe bukan disebabkan oleh kulit kepala yang kotor dan bukan karena jenis shampoo yang salah. Ketombe adalah suatu kelainan kulit terutama pada kulit kepala yang ditandai dengan tumbuhnya sisik yang berlebihan. Sebagai contoh cloral hidrat 2-4 %. biasanya mengandung vitamin untuk rambut dan suatu germisida untuk membunuh jamur atau bakteri. kinina (antiseptik) 0. tinctura capsici 15 %. 4) Vitamin-vitamin/ senyawa sulfur yang mengadung asam amino yang berguna untuk biosintesis dari keratin. asam askorbat.

castor oil atau ester dari tipe miristin isopropil. sedangkan untuk pria lebih banyak mangandung minyak. alkoholik lotion. warna q.s. Contoh : Stearyl dimetil benzol ammonium chlorida 250 mg Ethylen glikol monostearat 50 mg Asam laktat 1 mg Air 699 mg 49 . q. Penggunaan lotion dan dressing memberikan efek yang berbeda dengan yang diberikan oleh produk konvensional. pewarna 48 % q. 50 % 1. atau dapat juga berbentuk gel. dapat berbentuk campuran minyak-minyak atau lemak baik M/A atau A/M. Jika produk-produk digunakan dengan jumlah yang banyak efek yang digunakan dapat dicapai. digunakan baik pada wanita maupun pria.s.Sediaan Kosmetika Air Gliserin Parfum (ekstrak alam) Quinin Quinin hydrochlorida Alkohol Air Parfum.Pemelihara Bentuk Rambut (Hair Dressing) Merupakan sediaan kosmetik rambut yang berguna untuk memelihara bentuk yang diingini dari rambut. Untuk wanita pada umunya mengandung zat-zat berlemak dan polimer harsa.5 % 40 % (vitamin dan asam tak jenuh) Etanol Birch cambiumsap Asam Borat Gliserin Diasetat 2% Air II.2 % 30 % 69 % q. Formula : Oley/ alkohol 15 % Perfomety quality alkohol 85 % Perfume. rwesin lotion. dibuat emulsi atau krim dengan jumlah kecil asam lemak dan emulgator.5 % 0. 0. Sebagai contoh Hair Dressing wanita atau musilago lotion (setting lotion atau wave set). Bahan-bahan yang digunakan  Stearyl dimetil benzol ammonium chlorida Sedikit bakteriostatik. Penambahan parfum yang digunakan pada produk perawatan rambut dengan bentuk lotion dengan atau tanpa penambahan minyak lemah. Produk-produk yang dapat memberikan efek mengkilap harus mengandung alkohol terlarut dengan minyak seperti oley atau alkohol.s. Hair dressing pria atau brilliantine atau lebih umum dikenal sebagai minyak rambut.01-0.3.s.

Hair Dressing Pria Pengilau (brilintines) a.5 96. Mucinago lotion (setting lotion/ wave set) Formula : Tragakan gom 1. parfum q. 50 . 2. pewarna q.8 1. B.0 % Air 90 % 1.0 % Minyak kastor 2. c.0 PEG 2.0 % Air 83.2 % Alkolhol 10 % Gliserin 5. Triton X-400 75 mg Cetylalkohol 3 mg Korl 8 mg A.s. Pengilau cair (liquid brilliantines) Formula : Minyak mineral 60 % Deodorized kerosin 40 % Pewarna dan parfum q.0 Pewarna.s. b. Pelekat tanpa minyak (non-oily flyative) Formula : Tragakan gom 1.Sediaan Kosmetika  Triton X-400 Terbuat dari campuran stearyl dimetil benzol ammonium chlorida dengan alkohol.0 % Alkohol 6. 2.5 1.s.s.2 q.parfum q.0 Air 54. % aerated gel 0.s.8 % Zat pelindung q. Rean lotion Formula : % clear lotion Polivinil pirolidon 4.s.Hair Dressing Wanita 1.0 Karbovinil polimer Alkohol 40. Pengilau padat (solid brilliantines) Formula : Petrollum jelly 90 % Parrin wax 10 % Pewarna. Pengilau alkohol (alcoholic brilliantines) Formula : Minyak kastor 20 % Alkohol industri 80 % Parfum.

00 % b. parfum q.00 % 25% larutan kristal magnesium sulfat 2.07 % Asam oleat 1.0 % 5. Atau campuran yang sedikit lebih kompleks : Carnauba wax 5% Parafin wax 5% Petroleum jelly 70 % Minyak mineral 20 % 51 .0 % Petroleum terdistilasi 45. 3.0 % Preservatif q.0 % Preservatif. parafin wax.s. carnauba wax atau lilin sintetis lainnya. Minyak dalam krim air (oil in water creams) Formula : Minyak mineral putih 45. Zaman dahulu dikenal dengan nama lemak beruang (bears grease) dan antimacassar. diwarnai dan diberi wangi-wangian. wangi-wangian q.0 % Asam stearat 3. Minyak Rambut a. Minyak rambut semi solid non-aqueous Merupakan tipe yang tertua. dan memberikan kesan rapi.5 % Triatanolamin 1. Pengemulsi (emulsions) Ada tiga tipe : a. ozokerite.5 % Kalsium hidroksida 0. Minyak rambut padat atau solid Mengandung petroleum jelly yang telah dikentalkan.Sediaan Kosmetika Gliserin 1. tidak lengket.0 % Air 19.s. 4.0 % Mannitol monolaurat 19. tampak basah.0 % Mineral oil 5.s. Gel Menjadikan tatanan rambut tahan lama. Sebagai pengental digunakan jelly. Air dalam krim minyak (water in oil creams) Formula : Beeswax 1. telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu.6 % Parfum 1. Contoh campuran yang sederhana adalah : Petroleum jelly 90 % Parafin wax 10 % Warna. Formula : Sorbitol monolaurat 12. beeswax (lilin). ceresin. mudah dicuci dengan air.00 % Minyak mineral 40. b.5 % Air 50.

asam dialkil amino propionat dan polietilen. pewangi q. pewangi q. Pada sediaan ini ditambahkan zat kerosen yang tidak berbau busuk atau senyawa ester seperti isopropil miristat. d. Bentuk sediaan yang transparan dapat dibuat dengan membentuk gel antara minyak mineral dengan zat yang cocok. pewangi q. Campuran dipanaskan hingga 130°C dan diaduk hingga homogen. Dengan penambahan zat kerosen tadi dapat menurunkan viskositas minyak petroleum encer. c. Minyak rambut cair Sediaan ini bertujuan untuk mempertahankan kilau rambut dan mempertahankan tata rambut tetapi tetap terlihat alami. pewangi. Sebagai alternatif dapat ditambahkan lanolin dalam jumlah kecil. atau minyak wijen sebagai pengganti minyak mineral. Tetapi perlu ditambahkan antioksida untuk mencegah minyaminyak tersebut menjadi tengik. Contoh komposisinya adalah : Aluminium/lithium stearat 5% Minyak parafin 95 % Minyak kastor. yang dapat membentuk lapisan film tipis pada helain rambut.s. 52 . Formula yang cocok adalah : Minyak mineral 90 % 12 hidroksi asam stearat 3% Mikrokristalin wax 7% Pewarna. aprikot.s.s. alpukat. dll q. Formulanya adalah sebagai berikut : Minyak kastor 20 % Alkohol 80 % Pewarna.s. Formulanya adalah : Minyak mineral encer 60 % Deodoran kerosen 40 % Pewarna. Minyak rambut dengan pembawa alkohol Sediaan ini biasanya terdiri dari minyak jarak dalam pembawa alkohol yang diberi pewarna dan parfum. Bahan-bahan tersebut dilelehkan bersama-sama kemudian diaduk hingga homogen. Zat yang dapat digunakan untuk membentuk gel minyak mineral adalah turunan gliseril tris-12-hidroksi-stearat.s. Metode yang terbaik untuk mendinginkannya adalah dengan membiarkan temperatur turun dari 120°C hingga 50°selama lebih dari 1 jam. pewangi q.Sediaan Kosmetika Minyak rambut padat dapat dibuat dari campuran minyak mineral dan R-hidroksi asam stearat (diperoleh dari asam lemak minyak kastor yang dikeraskan). seperti pada formula berikut ini : Isopropil miristat 24 % Lanolin 1% Minyak mineral encer 75 % Pewarna. Dapat ditambahkan minyak yang berasal dari sayuran seperti minyak zaitun.

5. pewangi q. Kondisioner juga berisi vitamin. dan sebagainya. contohnya lamolin yang teretolsilasi. zat penguat rambut seperti dimetil tiourea. Kondisioner biasanya digunakan sebagai bagian dari shampoo 2 in 1 atau setelah mencuci rambut melindungi kerusakan rambut dengan mengikat atau menempel pada bagian rambut yang kasar sehingga rambut menjadi lebih lembut dan mudah disisir. dan penggunaan sediaan minyak rambut seperti ini dapat dipakai dan terdistribusi dengan baik tanpa penambahan pelarut organik. ester atau derivat protein. yang mirip dengan minyak rambut.Sediaan Kosmetika Walaupun telah diberi parfum. Kondisioner juga dapat menambah cahaya pada rambut dengan mengubah indeks reflkesi dari rambut. Alkoholik tetapi sangat encer. Sedikit lemak akan menyebabkan rambut lebih mengkilap. asam-asam tidak jenuh.s. Sebagai dasar formula digunakan suatu kabionik deterjen dicampur dengan zat-zat berlemak seperti alkohol bermanfaat tinggi. aroma ringan minyak jarak masih dapat tercium walaupun telah dikeramas berkali-kali. lanolin. Zat-zat berlemak pengawet. Kondisioner yang berkualitas baik menambahkan sedikit peptida ke dalam kutikula sehingga kutikula tidak dilang. seperti pada formula berikut : Isopropil miristat 20 % Setil alkohol 2% Alkohol 78 % Pewarna. Sebagai pembilas setelah bershampo dan dibilas lagi selagi rambut masih basah. Hal ini dapat diatasi dengan mengganti minyak jarak dengan alcohol oleyl tetapi dapat timbul aroma berlemak pada botol dan sisir. protein yang dapat membantu memberikan kelembutan pada rambut.0-4. II. Kondisioner harus pada rentang pH 4. minyak. membuat rambut mengkilap dan mudah disisir. pH yang lebih tinggi akan menyebabkan protein pada rambut akan hilang dan rambut akan menjadi rusak. agar rambut menjadi lembut dan mudah disisir. 53 . Protein pada rambut akan bertahan pada pH rendah. Kemudian digunakan polioksialkilena glikol yang memberikan efek penataan yang baik tanpa rasa lengket yang berlebih atau terlalu berminyak karena senyawa ini sangat larut dalam air. Isopropil miristat dapat menggantikan minyak jarak dan tidak meninggalkan aroma tertentu. Biasanya merupakan suatu emulsi minyak dalam air (M/A) yang apabila digunakan emulsi ini akan segera pecah dan akan meninggalkan campuran lemak atau minyak yang dapat melindungi. mineral.Kondisioner rambut (Hair Conditioner) Adalah sediaan kosmetik yang digunakan segera setelah mencuci rambut ketika rambut masih basah. Shampo atau sabun dapat menghilangkan polipeptida dan menyebabkan kutikula hilang.4. Bertambahya kelarutan zat berlemak menambah fleksibilitas formula. menjaga kelembutan rambut. Pada perkembangan selanjutnya digunakan hdirofilik dari beeswax dan lanolin.rniny atau lemak. Kondisioner rambut terdiri dari 2 jenis yaitu : a.

Oleh karena itu pada umumnya hair spray mengandung resin.6. serta karena hair spray juga mengandung alkali maka kemungkinan juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit.Sediaan Kosmetika b.2 % Sodium elonida 0. Oleh karena penggunaan hair spray ini cara menyemprotkan.s. Kelembutan II.Pengeriting Rambut (Permanent Wave) Adalah sediaan kosmetika rambut yang berguna untuk merubah bentuk serta susunan rambut atau membuat rambut lurus menjadi keras. Untuk melunakkan lapisan yang terbentuk. Dipakai pada rambut kering baik setelah penataan maupun pengeringan.6 % Benzalkenium chlorida 1. Kekerasan 2. Air 97.5 % II. maka sangat diperlukan zat pendorong (propelant) dan wadah yang sesuai. Resin tersebut dapat menimbulkan dermititis pada orang yang tidak faham.s. dengan atau tanpa penambahan NH4OH. Kejernihan 3. Polivinil pivolidon (PVP) dalam konsentrasi 3 % dilarutkan dalam alkohol dapat menghasilkan lapisan kuat dan elastis.5 % Pewarna. dapat ditambahkan lanolin atau isopropil ministat 20-50 %. Sifat mempertahankan kekeritingan 4. Contoh formula kondisioner : • Mineral oil 25 % Deodorized kerosene 25 % Polyetilen glikol 200 stearat 9% Polyetilen glikol 200 oleat 3% Air 38 % Parfum q. Sebagian resin yang digunakan shellac. juga kadang-kadang berguna agar rambut kelihatan kaku dan bercahaya. parfum q.5. shellac akan lebih mudah larut bila ditambah soda. • 54 . Stearil alkohol monostearat 0. Evaluasi Hair Spray Root dan Bohac (20) telah menetapkan prosedur dalam pengukuran sifat-sifat formula zat kimia yang terdapat pada hair spray yaitu : 1. Sebagai komponen utama digunakan resin atau damar atau harsa dengan konsentrasi 8-15 %.Pembentuk Rambut (Hair Spray) Adalah sediaan kosmetika rambut yang berguna untuk menjaga supaya rambut tetap pada susunan yang diingini. isopropil. maka pada pemakainnya akan meninggalkan lapisan yang keras dan rapuh pada rambut hingga rambut menjadi kaku dan rapuh. Hair Dressing (perias) atau cream dan mengkilap. campuran shellac dengan hasil etoksilasi shellac atau resin lain yang larut dalam alkohol atau etanol.2 % Gliserol 0. boraks.

maka struktur rambut akan berubah hingga timbul gelombang. Obat suci 5. kemudian dibentuk keriting seperti yang diinginkan. Untuk memperoleh keriting yang lebih awet digunakan amonia dengan boraks dan natrium atau kalium karbonat. Dengan adanya suatu reduktor. garam sulfit. Na bikarbonat. minyak jarak yang tersulfonasi. Konsentrasi sampai 8 atau 8.0-7. untuk menghilangkan kelebihan reduktor. Selain itu juga untuk mengurangi kemungkinan keracunan asam tioglikolat dan daya tembus obat ke dalam kulit kepala. Na atau K karbonat. 2. alat-alat yang dipanaskan. garam amonia. digunakan Na atau K sulfit. Dianjurkan untuk melakukan tes aplikan pada sehelai rambut.amonia 25 % 200 ml Air ad 1000 ml B. karena suhu minumnya yang tertentu dan dapat diatur.Larutan basa yang tidak menguap Misalnya : boraks. kolesterol. Obat cuci disiapkan dalam berbagai konsentrasi asam tioglikolat. garam tioglikolat.riani tersulfonasi 20 ml Lar. Misalnya K Bromat. Contoh Formula : Boraks 40 ml Ol. Pada konsentrasi diatas 10 % dapat mengakibatkan resiko terjadi iritasi kulit kepala dan kerusakan permanen rambut. Untuk mengatasi ketidakjernihan dan kurang menariknya larutan. 2.Keriting dingin (cold wave) Adalah cara pengeritingan rambut tanpa menggunakan pemanasan. Na atau monoetanol amin.0 % asam tioglikolat Cocok untuk rambut yang mudah dibentuk atau rambut yang diwarnai. 2. Larutan zat kimia yang biasa digunakan adalah : 1. garam amonium. 1. 55 . minyak mineral.0 % asam tioglikolat Cocok untuk rambut normal. Ada 2 cara proses pengeritingan.0-6. maka keratin dari rambut harus dilunakkan terlebih dahulu. lanolin. Na perborat atau hidrogen peroksida. Cara kimia adalah cara yang paling praktis. dengan menggunakan listrik. Keriting panas (heat wave) Adalah cara pengeritingan rambut dengan pemanasan pada suhu 95-104°C. atau dengan reaksi kimia. Obat cuci 6. yaitu : A. Untuk menghambat kekeringan dan kerapuhan digunakan gliserin. Aturan umum konsentrasi yang dianjurkan : 1. Namun kekurangannya adalah waktu dan intensitas pemanasan sukar diatur.Pada umunnya hanya rambut yang sehat yang akan menghasilkan keriting yang bagus. Reduktor. 3. obat cuci yang digunakan berisi maksimum 10 % asam tioglikolat. dan keratin dikeraskan kembali dengan menggunakan reduktor.Larutan basa yang mudah menguap Misalnya : amonia.5 % digunakan untuk rambut yang sukar dibentuk. maka dibuat sediaan emulsi. Oksidator.Sediaan Kosmetika Untuk merubah bentuk batang rambut. dan minyak-minyak tersulfonasi. Untuk profesional.

LiOH.2% 1.Pelurus Rambut Teknik yang biasa diapakai untuk membuat rambut keriting menjadi lurus disebut hair shaigh tening adalah suatu prosedur yang sulit menggunakan senyawa-senyawa kimia yang berbahaya dan harus dikerjakan oleh penata rambut profesional. Pelurus rambut hampir semuanya berbentukkrim atau lotion krim yang mengandung 2-4 % basa-basa kuat seperti NaOH. perfume q. bau khas lemah. putih.Sediaan Kosmetika II. Injeksi dan detektor dipertahankan pada suhu + 275o dan 2500C. atau 5 % Ca(OH)2 ditambah guanidin karbonat dan pH nya sekitar 12. Krim ini digunakan pada rambut dengan menggunakan sikat atau sarung tangan pelindung.2% 0.884 mg NaCl.Stearil monostearat Pemerian: butiran atau potongan. larutkan dalam 50 ml air. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT A.Kondisioner (hair conditioner) Contoh formula: Stearil alkohol monostearat Sodium chlorida Glyserol 0. Beberapa pelurus mengandung 4 % Amonium Tioglikolat sebagai bahan aktif. titrasi dengan perak nitrat 0.5% 97. Setelah beberapa waktu pelurusan tersebut membuat rambut kendur dan rambut keriting disisir menjadi lurus dan akhirnya rambut dicuci dengan shampoo. III.1 N menggunakan indikator kalium kromat P.5% 1. KOH. 2. 1 ml perak nitrat setara dengan 5. licin.7. 56 . rasa tawar Bilangan asam: tidak lebih dari 2 Bilangan iodium: Tidak lebih dari 2 Identifikasi: Kromatografi gas dengan kondisi detektor dengan api ionisasi.Sodium Chloride Nyala pijar: kuning emas Beilstein: kuning hijau Rasa : asin Reaksi kristal: zinc uranil asetat Kuantitatif: timbang seksama 250 mg. helai per helai secara merata setiap bagian.6% Benzalkonium chloride Water Colour. kolom berukuran 2mx3mm dengan 10% fasa G2 pada sistem penyangga SIA. Ikatan-ikatan disulfida yang membuat rambut keriting dipecah oleh reduksi alkaloid.s 0. menjadikan krim ini berbahaya bagi kulit dan mata dan harus ditangani secara hati-hati oleh orangorang yang terampil. Gas pembawa helium kering dikerjakan pada suhu 205oC. bahan-bahan dasar yang dapat membakar kulit ini.

terjadi perubahan warna CuSO 4 anhidrat dari putih menjadi biru. Jika disimpan beberapa lama membentuk massa hablur tidak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai + 200C. hangatkan diatas penangas air selama 5 menit. Pada 2 ml bningan tambahkan 5 ml larutan Natrium nitrit P. aduk sempurna. 4. Benzalkonium chloride Pemerian: gudir tebal atau potongan seperti gelatin . tambahkan 3 ml larutan α-naftol P. larutan harus tetap jernih.Methyl Celullose Identifikasi a. c. tidak berbau. tambahkan 100 mg Natrium sitrat P.Air Pemerian cairan jernih. tidak berasa.Lanolin Identifikasi KLT (kromatografi lapis tipis) Analisis kualitatif dengan reagen Lieberman-Bouchard 8. Encerkan dengan air secukupnya hingga 10 ml. Panaskan dengan kalium bisulfat pekat: terjadi uap merangsang. Biarkan sampai spesimen transparan dan mirip getah (+ 5 jam) . 7. jernih. warna putih atau putih kekuningan. dinginkan dalam air es. tidak bau. panaskan diatas penangas air selama 5 menit. putar beaker glass untuk membasahi sisa zat. Kualitatif: a.Sediaan Kosmetika 3. Larutakan 1. tambahkan 500 mg senyawa serbuk P. 6. 5. b. Perlahan-lahan tambahkan 1 g zat ke atas permukaan 100 ml air dalam beaker glass. Encerkan dengan 58 ml air. tidak berwarna.Glycerol Pemerian: cairan seperti sirup. memberikan reaksi terhadap klorida. rasa manis diikuti rasa hangat. Ketuk puncak kontainer untuk memastikan spesimen terdispersi. terbentuk endapan putih yang larut dalam etanol (95%)P.0% b/v dalam campuran air dan etanol (95%) P volume sama. Kualitatif: Larutkan 200mg dalam 1ml asam sulfat P. biarkan tersebar. a. bau aromatik rasa pahit. b. Kualitatif: tambahkan pada CuSO4 anhidrat. Jika dibakar dengan sedikit natrium P diatas nyala api.0% b/v tambahkan 1 ml asam nitrat encer P atau larutan raksa (III) klorida P. dinginkan. tidak berwarna. terjadi warna nyala hijau. 57 . higroskopik. Pada 5ml 1. terjadi warna merah jingga.Minyak mineral Kualitatif:didihkan 15ml zat uji dengan 10ml larutan kalium hidroksida P 8% b/v dalam etanol (90%)P selama 2 menit.

tambahkan 1 ml NaOH o. Pembentuk Rambut (Hair Spray) Contoh formula: PVP 0. lemak solid. Shellac (sebagai resin) Kualitatif: Pada 50 mg tambahkan beberapa tetes camperan 1 g amonium molibdat dan 3ml asam sulfat. terasa panas. Kualitatif: a.45% Anhydrous lanolin 0. C. Pengeriting Rambut Ion (Permanent Wave) a. tidak berbau. higroskopik. c. berbau lemah atau tidak berbau. B. Borax Pemerian: hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih.Lanolin anhidrat Pemerian: kuning .s Propellant 70% 1. tercium bau iodoform dan terbentuk endapan kuning. 2. Tuangkan beberapa ml larutan yang disiapkan untuk tes a ke dalam piringan gelas.PVP (polivinil pirolidon) Pemerian: sebuk putih atau putih kekuningan. 4.3% Alcohol 26% Perfume q. larutan menjadi kemerahan ketika dingin.75% Ethyl cellulose 2. Campurkan 5 tetes dalam gelas kimia kecil dengan 1ml larutan kalium permanganat P dan 5 tetes asam sulfat dengan larutan segar yang dibuat dengan melarutkan 100 mg Natrium Nitroprusida P dan 500 mg piperazina anhidrat P dalam 5 ml air. Panaskan beberapa ml larutan zat yang disiapkan untuk test a larutan menjadi berawan eandapan diatas (serpihan). mudah menguap.Etanol Pemerian: cairan jernih. b. sedikit berbau atau praktis tidak berbau. Suhu Lebur:380-420 C 3. Kualitatif: 10ml larutan 2% b/v tambahkan 20 ml HCl 1N dan 5 ml larutan kalium bikromat P terbentuk lanolin anhidrat kuning jingga. 58 . rasa asin dan basa. tidak berwarna. kemudian tambahkan perlahan-lahan 2 ml larutan iodium P.Sediaan Kosmetika b. Pada 5 ml larutan 0. terjadi warna biru intensif pada kertas saring setelah beberapa menit menjadi lebih pucat. Terbentuk warna hijau yang bertahan selama 5 menit dan kemudian berubah menjadi nila. biarkan airnya menguap terbentuk lapisan film tipis.5 % b/v. Keriting Panas 1.1 N.

titrasi dengan H2SO4 1 N menggunakan indikator jingga metil. NaHCO3 Pemerian: serbuk putih atau hablur monoktin kecil buram. asam dihidrostearat. lapisan kloroform berwarna merah darah dan H2SO4 berfluoresensi hijau. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. asam palmitat) Bilangan penyabunan 177-187 Bilangan asam tidak lebih dari 2. 6. Kualitatif: bereaksi alkalis Kuantitatif: Timbang seksama 2g tambahklan dalam 20 ml HCL 1 N sambil mencegah penguapan titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan indikator merah metil. Kualitatif: Na: uji nyala denga kawat nikrom memberikan warna kuning. 3. Minyak Jarak Merupakan minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin biji Ricinus comunis.0 b.Kolesterol Kualitatif: Pada larutan 10 mg dalam 1 ml kloroform P tambahkan 1 ml H 2SO4 P. asam risinolenat . titrasi dengan HCl 0. Amonia Pemerian:cairan jernih. CO3: Tambahkan larutan Magnesium sulfat akan terbentuk endapan putih. Na2CO3 Pemerian: serbuk putih mudah larut dalam air dan alkalis. Kuantitatif: Larutkan 1g yang ditimbang seksama dalam 20 ml air. larutkan dalam 50 ml air. rasa asin.Sediaan Kosmetika Kualitatif: Campur sejumlah zat dengan asam sulfat P dan metanol P. Kuantitatif: Timbang seksama 3 g. terbentuk nyala warna biru. Titrasi dengan HCL 0. 59 .5 N. bau khas menusuk hidung. pijarkan. tambahkan larutan merah metil P. Keriting Dingin 1. tidak berwarna. Kualitatif: HCO3: Dengan pendidihan akan membentuk gas CO2 yang diidentifikasi dengan air barit.5 N dengan indikator jingga metil. asam linoleat. 5. 4. 2. tidak berbau. Kuantitatif: Larutkan sisa yang diperoleh pada kadar air dalam 50 ml air. Natrium sulfit Pemerian: hablur putih atau tidak berwarna.

Pada 5 ml tambahkan BaCl2 P dengan volume sama . Kualitatif: Jika ditambahkan alkali. encerkan dengan air secukupnya hingga 100 ml.1 N biarkan selam 5 menit. Kalium Bromat Pemerian:serbuk habluur putih. 3. 2. mudah terurai. Titrasi dengan kalium permanganat 0. lanjutkan pengadukan hingga diperoleh suspensi koloidal.5 ml H2SO4 P dan 20 ml air.Sediaan Kosmetika Kuantitatif: Pada + 500 mg yang ditimbang seksama tambahkan 50 ml iodium 0. tidak berwarna hingga kuning pucat. hampir tidak berbau. TEA Pemerian: cairan kental.1 N D. rasa pahit. Pencuci Rambut (Hair Shampoo) a. Pada 10 ml tambahkan campuran dingin 2. mudah terurai dan membuih kuat. Kualitatif: Parri :ungu + AgNO3 dipanaskan : cincin perak. mudah larut dalam air. tambahkan 75 ml air. Zat untuk menambah viskositas: NaCMC Kualitatif: Tambahkan sedikit demi sedikit + 1g pada 50 ml air hangat sambil diaduk hingga mendispersi denga rata. bau lemah mirip amoniak. terbentuk endapan halus putih. Kuantitatif: Ukur 1 ml encerkan dengan air secukupnya hingga 1000 ml. masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 ml. Titrasi dengan HCl 1 N menggunakan indikator 2 tetes larutan merah metil. Shampo cair jernih (clear liquid shampoo) Contoh formula: Trietanolamin Lauryl Sulfat 45% Coconut monoetanolamide 2% Perfume colour to 100% 1. Tambahkan 1 ml HCl P dan titrasi dengan Natrium tiosulfat 0. b. Shampo krim cair ( Liquid cream shampoo) 60 . higroskopik.emenuhi syarat. titrasi dengan Natrium tiosulfat 0. Kuantitatif: Larutkan 1 g dalam air dan encerkan dengan air secukupnya hingga 250 ml pada 25 ml tambahkan 3 g KIP dan 10 ml HCl P . Hidrogen Peroksida Pemerian:cairan tidak berwarna. dinginkan m.1 N dengan indikator kanji P.1 N. Kuantitatif: Timbang seksama 2 g.

Magnesium Stearat Kualitatif: a. Kuantitatif: Timbang 500 mg lalu pijarkan. Shampo krim padat (solid cream shampoo) Contoh formula: Sodium lauryl sulfate 90% 20% Sodium lauryl ether sulfate 27-30 % 20% Coconut diethanolamide 6% Anhydrous lanolin 6% Sodium chloride 1.Uji nyala. c.Filtrat tambahkan sedikit larutan seng uranil asetat. dingikan.s 1. c.005 M dengan indikator hitam eriokrom campur P. perfume.2% Stearic acid 4.s Oleyl alkohol q. 2. Titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan indikator larutan fenolftalein. b.12% Colour. Titrasi dengan Na2EDTA 0. refluks selam 2 jam . Panaskan pada penangas air10 menit lalu tambahkan 50 ml air dan 10 ml amonia P.s Water to 100% 61 . warna kuning emas tidak tampak dengan kaca kobalt.0% Sodium hydroxide 2.Sediaan Kosmetika Contoh formula: Sodium lauryl sulfate 30% Magnesium Stearat 5% Distilled water 68% Ninol AB 21 q. terjadi endapan kristalin kuning. menunjukkan reaksi sulfat. kocok lalu diamkan 12 menit. Sisa pijar tambahkan 10 ml HCl (100 %)P. .s Parfume q. Uji Natrium . Bilas pendingin dengan 30 ml etanol mutlak P kemudian dengan air. Panaskan 1g zat dengan campuran 25 ml air dan 5ml HCl P b. Natrium lauril sulfat Kualitatif: a. Dinginkan. Larutan menunjukkan reaksi Na yang tertera pada reaksi identifikasi dan telah diasamkan dengan HCl P kemudian didihkan perlahan-lahan selama 20 menit. lapidan minyak memadat pada suhu kira-kira 50 0C dan lapidan air menunjukan reaksi Mg. preservative q. Uji SO4 Sampel ditambahkan Ba(OH)2 terbentuk endapan putih Kuantitatif: Pada 5g yang telah dikeringkan pada suhu 1050C hingga bobot tetap tambahkan 25 ml H2SO4 1 N .

terjadi sekilas warna ungu. rasa khas. beraksi asam pada lakmus. Zat ditambahkan HCl dilatasi akan jenuh dan ditambqahkan tetes minyak pada permukaan akan menjadi padat. Kualitatif a. c) Pada larutan 100 mg dalam 0.pucat atau kuning kehijauan.5% Colour. Hexachlorophen Kualitatif: a) Panaskan perlahan-lahan 100 mg dalam tabung kimia .468-1. b. dan pada suhu rendah sebagian dan seluruhnya membeku. d. water to 100% 1.Sediaan Kosmetika 1. 2. putih atau kuning pucat mirip lemak lilin. kocok. b) Pada larutan 5 mg dalam etanol (95%) P tambahkan 1 tetes larutan besi (III) klorida P .+ Zn-uranil asetat: kristal kuning. .5% Hexachlorophene 0.471 Bilangan asam tidak lebih dari 12 Bilangan iodium 79-78 62 .terjadi cairan tidak berwarna/ coklat kuning. tidak tengik.s 1. terdapat busa pada pengenceran. Jika dibakar bau mirip malam.Uji nyala(Ni) : kuning keemasan. Shampo berminyak Contoh formula: Sulphonated olive oil Sulphonated castor oil 16% Water Colour and perfume 16% 68% q.5 ml aseton P kocok.membirukan lakmus. . perfume. Asam Stearat Pemerian: zat padat keras mengkilat menunjukkan susunan hablur. c. Indeks bias: 1. Larutan ditambah NaOH. Anti dandruff dan medicated shampoo Contoh formula: TEA lauryl sulfate 14% Lauric monoethnolamic 1. yang pada pemanasan lebih lanjut berubah menjadi hijau. Olive oil Pemerian : cairan kuning . biru kemudian ungu. NaOH Kualitatif: . bau lemah. terpisah cairan berwarna jinga kuning larut dalam kloroform P dan eter P e.

g. Kuantitatif: Timbang seksama 500 mg larutkan dalam 250 ml air.5 2. Tambahkan perlahan-lahan larutan BaCl2 panas sedikit berlebihan. tidak berwarna merah terang. Shampo Kering Contoh formula: Talk Amilum Na seskuikarbonat Borax Fuller’s earth 40% 15% 20% 5% 20% 1.2 % dari bobot sisa. tidak berasa. Talk Pemerian:serbuk halus. Kumpulkan endapan dan pijarkan + 6000 hingga jika dilakukan penimbangan 2 kali berturut-turut tidak berbeda > 0. Kualitatif: -Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air. Shampo Serbuk (powder shampoo) 1. praktis tidak berwarna bau lemah. PEG-400 Nama lain: Makrogol-400 Pemerian: cairan kental hjernih tidak berwarna. Natrium pirophosphate Pemerian: hablur tidak berwarna Kuantitatif: + 3g yang ditimbang seksama dilarutkan dalam 50 ml air dan titrasi dengan HCl 1N menggunakan indikator warna hijau brom kresol hingga warna hijau yang menunjukan pH 4.Sediaan Kosmetika f. h. Shampo Aerosol Contoh formula: Na lauril sulfat (100%) 30% TEA lauril sulfat(100%) 5% PEG stearat 3% Parfum 0. panaskan 30 menit diatas penangas air sambil diaduk. tambahkan 1 ml HCl P. Na2SO4 Pemerian : hablur tidak berwarna.3% Air to 100% 1. tidak berbau rasa pahi tdan asin. panaskan sampai dengan mendidih. tidak berbau. -Netral -Tambahkan larutan titan kuning. Amilum 63 . putih . 2.

setelah disaring filtrat dikocok dengan HCl 2N. Kualitatif: Didihkan satu bagian dengan 50 bagian air. digerus dalam mortir. Lidah Buaya Adalah Dried juice dari daun Aloe vera (Liliaceae) Isi:glikosida antrakinon Analisis: KLT E. Kualitatif: -Pada 5 ml larutan 2 % b/v. Lotion mucilago Formula: Tragakan gom 1. Tambahkan larutan iodium P terjadi warna biru yang bila dipanaskan hilang dan jika didinginkan timbul lagi. 64 . hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. tambahkan 1 ml larutan tiombal (III) subasetat P. rasa tawar seperti lendir.Sediaan Kosmetika Pemerian:Serbuk sangat halus. i. -Larutkan dengan pengocokan 250 mg dalam 5 ml air ditambahkan 0. Pemelihara Bentuk Rambut (hair dressing) 1.Gom arab Pemerian: Hampir tidak berbau.tidak berbau. kemudian ditambahkan kloroform sambil terus digerus.5 ml larutan benzidina P 1% b/v dalam etanol 90% P .s 1. asamkan terkadi warna biru tua. Daun urang aring adalah daun dari tanaman Eclipta prostata (Asteraceae) Isi: alkaloid Analisis: Simplisia dibasakan dengan amonia encer. Shampo Tumbuh-tumbuhan 1. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan. j. terjadi flokulasi putih. Shampo Telur Kuning telur Isi: protein albumin.8% Zat pelindung q.2% Alkohol 10% Gliserin 5% Air 83. kocok. diperiksa dengan mikroskop tidak terlihat butiran merah.putih. -Sedikit serbuk dalam larutan merah nitenium P. Lapisan asam akan dipisahkan kemudian dibagi #: # Bagian pertama digunakan sebagai blanko # Bagian kedua + Mayer → endapan putih # Bagian ketiga + dragendorff → endapan jingga coklat 2. tidak berasa.

Petroleum Tidak berfluoresensi Suhu lebur= 380-600 Uji keasaman: jika penambahan fenolftaleins pada uji kebasaan tidak berwarna pink. Tuang lapisan air ke casserole. warna tidak berubah. hampir tidak berbau dan hampir tidak berasa.s 90% 10% q. hampir tidak berasa. tutup dan masukkan ke dalam stirring hot plate selam 5 menit sampai memisah. cuci dengan 50 ml air panas 2 kali.8 1.lakmus P. Lotion Resin Formula: % clear lotion PVP 4 PEG 2. Keasam-basaan:Didihkan 5 g dengan 10 ml etanol 90% yang telah dinetralkan terhadap lar. tidak berwarna.02 N. diperiksa dibawah mikroskop terjadi butiran merah jambu. Pengilau Cair Formula: Minyak minyak60% Deodorized kerosin 40% Pewarna dan parfum q. Pengilau Padat Formula: Petroleum Jelly Parafin wax Pewarna. campuram berwarna hijau. 3.s (Analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 3.parfum % aerated gel 0. Uji kebasaan: Masukkan 35 g zat kedalam beaker + 100 ml air panas. Parafin Pemerian:cairan kental.5 96.2 q.1 ml metil orang.0 Pewarna.s (analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 65 . transparan.Tragakan Pemerian: tidak berbau.parfum q. 2. 2.5 1. Kualitatif: -Sedikit zat dalam larutan merah nitenium. larutan tidak membentuk warna pink.0 Karbovinil polimer Alkohol 40 Air 54. -Pada 100mg serbuk tambahkan 1 ml Iodium 0. tambahkan 0.s 1.Sediaan Kosmetika 2. Masukkan zat yang telah dicuci kedalam casserole. panaskan. masukkan 1 tetes fenolftalein.Titrasi dihentikan hingga warna pink atau merah tidak terbentuk. tidak berfluoresensi.

MgSO4 1.s (Analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 7.0% Alkaloid 6.s 8.0% Preservatif&parfum q. Pelekat tanpa minyak Tragakan gom 1.0% 1.halus.5% TEA 1.5% Air 50. Bee wax Pemerian:kuning hingga kuning kecoklatan. Asam Oleat Bilangan asam 195-202 Bilangan iodium 85-92 Formula m/a Minyak mineral putih 45% Asam stearat 3.0% 66 .0% 19.6% 1% 53.0% Air 90% Gliserin 1% Preservatif q. Pengemulsi Formula a/m Bee wax Kalsium hidroksida Asam Oleat Minyak mineral Parfum Air 25% lar.0% 5.00% 40.83% 2.0% 19.5% 0.0% Minyak kastor 2.Sediaan Kosmetika 4. Gel Formula: Sorbitol monolaurat Petroleum terdistilasi Mineral Oil Mannitol monolaurat Air 12% 45. rasa seperti balsam.07% 1.s 5. Pengilau alkohol Minyak kastor Alkohol industri Parfum dan pewarna 20% 80% q. Suhu lebur: 62-650C 2.bau seperti madu.

3. warna ungu Jika larutan suatu senyawa salisilat direaksikan dengan asam klorida akan terjadi endapan kristal putih yang setelah direkristalisasi dengan air panas dan pengeringan akan meleleh pada suhu antara 156-1610C d. a. titrasi dengan NaOH 0. b. Pada asam atau garamnya ditambahkan asam sulfat pekat dengan mentol kemudian dipanskan.5N dengan indikator merah fenol. Resorsinol Kualitatif: Tambahkan 2 tetes FeCl3 terjadi warna violet kebiruan yang jika ditambah amonia encer menjadi kuning coklat c.rasa manis. Asam Salisilat Kualitatif: a. tutup labu. Ditambah FeCl3 menjadi ungu stabil dalam spirtus ditambah aqua brom menjadi endapan putih Reaksi besi (III) klorida. +H SO P→ kuning –hijau –hitam 2 4 4. 2.1 N daaan 20 ml HCl encer. Klorida tidak lebih dari 50 bpj Sulfat tidak lebih dari 100 bpj Arsen tidak lebih dari 8 bpj F. Reaksi tetes dengan NBD-klorida . Sorbitol Pemerian:serbuk. +FeCl → reaksi warna c. Beta-Naftol Kualitatif: Dalam suasana basa berfluoresensi. kuning e.putih. Kuantitatif: Larutkan 700 mg dalam air secuknya hingga 500ml . Penyubur Rambut (Hair Tonic) 1.+ 20 ml air.1N hingga warna merah muda hilang dari lapisan organik. panaskan terjadi warna merah tua+ HCl sedikit berlebih warna menjadi kuning pucat. Tambahkan 2 ml larutan NaOH+ 1 tetes kloroform.kocok dan biarkan dalam gelap 5 menit. 3 c.butiran atau kepingan. Belerang Endap 67 . timbul bau metil salisilat.pindahkan 50 ml ke dalam larutan iodium. b. Tambahkan 2 g KI dan 25 ml CCl4 dan titrasi segera dengan Na tiosulfat 0. Encerkan dengan 25 ml air+ 50 ml brom 0.higroskopis. b. Kuantitatif: Timbang seksama 3g larutan dalam 15 ml etanol (95%0P hangat yang telah dinetralkan terhadap larutan merah fenol. TL: 109-1120C a.Sediaan Kosmetika 1.

dan tidak mudah patah. 7. Cara merawatnya : shampo yang cocok untuk jenis rambut ini adalah yang mengandung bahan pelembab. 2. pakai konditioner mulai dari pertengahan batang rambut sampai ujungnya.larutan + NaOH + Cu asetat → jingga Kuantitatif: Timbang seksama 400 mg larutkan dalam campuran 100 ml air bebas CO2 dan 25 ml H2SO4. lentur. sesudah dingin + 5 cc HCl 1 N dan 2 tetes FeCl3 menjadi kuning tua. tidak bercahaya. protein. G. Rambut kering Ciri utama : kusam. Zat warna larut air a. +FeCl3→kuning kehijauan b. pada pemijaran bau kacang. Kinin Kualitatif: Pada 5 ml larutan 0. 5. Caranya.1% b/v = 2 atau 3 tetes larutan brom P dan 1 ml ammonia encer terjadi warna hijau jamrud dalam H2SO4 berfluoresensi biru kuat. kita dapat memakai resep tradisional. Zat Warna 1. Asam Pantotenat Kualitatif: a. Sesudah keramas. Cara Merawatnya : keramas sedikitnya dua kali seminggu. dua hari atau bahkan sehari setelah cuci rambut langsung berminyak lagi. Kromatografi kertas atau KLT b. Rambut berminyak Ciri utama : cepat kotor. Asam Askorbat Kualitatif: a. Zat warna larut minyak Identifikasi menggunakan KLT. titrasi segera dengan iodium 0.Larutan + CuSO4 + NaOH → biru ungu b. Gunakan konditioner yang mengandung protein. 6. Fotometri spektral 2. 68 .Sediaan Kosmetika Kualitatif: Melebur pada suhu 1150C berupa cairan mudah bergerak berwarna kuning dipanaskan pada suhu 1600C menjadi kental berwarna gelap. bersihkan kulit kepala dengan irisan jeruk nipis.1 N menggunakan indikator larutan kanji. IV. JENIS RAMBUT DAN PERAWATANNYA 1. Kuantitatif: 50 mg zat = 5 ml NaOH. dimasak 1 menit. Untuk menghilangkan minyak yang berlebihan. dan kuning telur.

(SALAH) Dalam menggunakan shampo kita harus menyesuaikan dengan panjang pendeknya rambut kita. makin banyak shampo yang kita butuhkan. (SALAH) Busa yang banyak tidak menjamin shampo makin efektif dalam membersihkan rambut. Lalu jangan lupa 69 . Hati-hati bila anda sedang berenang. karena menurut penelitian. Kalau rambut kita berminyak. kemudian gunakan konditioner untuk mencegah rambut agar tidak patah. karena klorin pada air kolam renang bisa jadi problem besar bagi anda. air ternyata memiliki efek proteksi terhadap rambut. Makin panjang rambut. atau kering). (SALAH) Sekalipun menggunakan sikat rambut yang baik. Conditioner ini akan efektif bekerja setelah didiamkan hanya dalam waktu satu menit. (SALAH) Conditioner sebenarnya hanya melapisi rambut. Rambut normal Ciri utama : tampak sedikit bercahaya. dibutuhkan shampo lebih banyak dari jenis yang kering. TIPS AGAR RAMBUT TETAP INDAH 1. normal. Cara merawatnya : keramas seperlunya. Makin lama kita membiarkan conditioner diam di rambut. 7. Gantilah shampo anda secara berkala dengan merek lain atau boleh juga mempertahankan merek yang sama namun dengan menggunakan jenis lain. Conditioner membantu memelihara agar rambut tidak pecah-pecah (BENAR) Conditioner membantu melembutkan dan membuat rambut lebih sehat.Sediaan Kosmetika 3. gunakan sedikit shampo dan bilas sampai bersih. 2. akan makin efektif kerjanya. kemudian merawatnya dengan conditioner. Hindari menggunakan satu merek shampo secara terus menerus karena akan membuat rambut “kebal” sehingga zat-zat aktif pada shampo tidak lagi efektif bagi rambut. pemecahannya dengan menggunting ujung rambut tersebut. 4. 2. BENAR DAN SALAH SOAL RAMBUT 1. Menyikat rambut 100 kali setiap malam adalah baik. 3. lentur. dan tidak mudah patah. Apabila rambut sudah pecah-pecah. Memijit kulit kepala dengan keras adalah baik. (SALAH) Pijitan kepala yang keras malah akan berakibat lebih banyak rambut yang akan rontok dari pada yang tumbuh 5. Sebaiknya tidak membilas setelah menggunakan conditioner. Selain itu kita juga mesti menyesuaikan dengan jenis rambut kita (berminyak. (SALAH) Kita harus membilas rambut kita dengan air setelah conditioner didiamkan selama satu menit. Makin banyak shampo yang digunakan rambut akan makin bersih pula. Untuk mengatasinya. kita tidak perlu menyikat rambut sampai 100 kali karena dapat menyebabkan rambut rontok. Makin banyak busanya maka makin efektif shampo dan makin bersih rambut kita. 6. basahi rambut dengan air bersih sebelum masuk ke kolam.

Biasanya. Perawatan Rambut Indah (bonus majalah kawanku. Agar hal ini tak terjadi pada rambut anda. 3. Jakarta.Edisi 21/XXVII.1987. karena akan membuat rambut kering dan rusak.html 70 . Pilih jenis ekstra lembut yang dilengkapi conditioner. 4. hindari menggunakan kosmetika rambut secara berlebihan seperti wax atau hair spray.evelyn. dan mengenakan topi renang (swimming cap). jangan berusaha untuk memperbaikinya sendiri.org/obat/paten/ketombe.com/beauty/toptips/b-tips05. gunakan shampo khusus unutk rambut diwarnai. Farmakope III. DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan RI . Pergilah ke penata rambut yang memang ahli dalam mewarnai dan mintalah pendapatnya.1995.indoline.Sediaan Kosmetika menyemprotkan leave-inconditioner. Pearce. cuci rambut bersih-bersih.hanyawanita. Satu lagi. rambut juga harus dirawat khusus agar terjaga kelembabannya. Matahari dapat menyebabkan warna rambut yang diwarnai. Bila gagal mewarnai rambut.Farmakope IV. gunakan sunspray. Departemen Kesehatan RI .1997) Http:www. memudar.Jakarta:PT. Jakarta.htm Http:www. Gramedia. Sebelum keluar ruangan. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis.1979. Bila perbaikan telah dilakukan. warna rambut lainnya tidak boleh langsung “ditumpuk” di atas warna sebelumnya. Setelah selesai berenang.

Sejak zaman dahulu orang harus membedakan antara tanaman yang beracun dan yang tidak sehingga lambat laun pengetahuan ini berkembang menjadi pengetahuan mengenai tanaman yang dapat digunakan untuk membuat ramuan-ramuan yang dapat menghilangkan rasa sakit dan melawan penyakit maupun memberikan khasiat yang lain seperti dapat menghilangkan noda pada kulit. seni berhias. keriting dan pembalseman. menggosok atau melapisi tubuh orang hidup maupun mati dengan lemak hewan. kosmetik yang digunakan pada waktu itu berasal dari ramuan-ramuan yang berasal dari bahan alam. Kosmetik Tradisional Keraton Pada zaman dahulu kala keraton menjadi pusat pemerintahan. Sumbangan yang besar dari bangsa Mesir Purba pada bidang kecantikan atau pengetahuan mengenai adalah soal mandi. Caranya bermacam-macam. Merawat tubuh merupakan bagian dari kegiatan sehari-hari bagi setiap orang. artinya diri seseorang dinilai dengan penampilannya. orang berupaya untuk mendapatkan tubuh yang bersih. dan untuk menutupi kekurangan-kekurangan. mengharumkan tubuh dan lain-lain. dan putih. SEJARAH Tatalaksana kosmetika secara umum sudah dilakukan sejak zaman Mesir Purba. pengecatan rambut. lembut. oleh karena itu banyak menyimpan data sejarah dan catatan budaya serta merupakan narasumber dari ilmu pengetahuan dan kebudayaan. terutama tumbuh-tumbuhan. pengertian kosmetika pada zaman dahulu sudah memberikan pencerminan sesuatu yang terawat. ada yang tradisional dan yang modern. dimana hal ini terbukti yaitu dengan penggalian makam-makam raja (mumi) Mesir kuno. minyak tumbuh-tumbuhan atau salep yang berbau harum. harum. Penampilan banyak dipengaruhi oleh kesehatan. Penampilan para pria agung dan putrid-putri keraton dapat dibedakan dari masyarakat biasa. Jadi.Sediaan Kosmetika KOSMETIKA TRADISIONAL I. Pada waktu itu penggunaan kosmetik selalu diasosiasikan dengan kebiasaan menjalankan upacara keagamaan. Disamping aksesoris kebesaran. Kosmetik semacam ini sering disebut sebagai kosmetik tradisional atau masyarakat mengenal sebagai jamu. Bagi orang Timur umumnya dan bangsa Indonesia. putraputri keraton sangat memperhatikan perawatan kesehatan dan kecantikan secara tradisional dengan menggunakan jamu dan kosmetik tradisional. seni tata rambut. Sejak zaman dahulu hingga kini. mulus. seperti misalnya membakar dupa wangi. 71 . dijumpai zat-zat warna sebagai hiasan pada kelopak mata serta rambut yang berwarna-warni. Di keraton ada ungkapan “Ajining raga gumantung agunging driyo”.

berupa jamujamuan. daun kemiri tua. 3. 72 . Parutan daging buah kelapa yang sudah tua. c. b. Remasan daun dadap yang tidak terlalu tua. Penghalus Kulit Penghalus kulit berfungsi untuk mencegah keriput dini pada kulit dan menjaga kulit agar tetap halus dan lentur. untuk digunakan mencuci muka pada pagi hari. Contoh : daun sirih. digunakan untuk mencuci muka. Buah segar yang dapat langsung dioleskan pada wajah yaitu buah pisang dan buah alpukat. Adstringen Adstringen berguna untuk memperkecil pori-pori kulit yang melebar. cara pengolahan sediaan yang digunakan sangat sederhana sehingga setiap orang dapat dengan mudah membuatnya. daun petai cina. Pembersih Berguna untuk membersihkan kulit dan dapat digunakan sebagai pengganti sabun terutama untuk kulit kering yang peka terhadap udara dingin. daun dukuh. c. Seduhan daun salam kering yang telah diembunkan semalam. Caranya : Daun tersebut diremas-remas dan airnya digunakan untuk mencuci muka. 3. Tomat yang dipotong-potong dan ditempelkan pada wajah. b. namun tidak sedikit para ahli kosmetik yang mengalihkan perhatiannya kembali pada kosmetik tradisional. 2. diambil santannya untuk dioleskan pada wajah. Sebagai contoh adalah : a. Contohnya sebagai berikut : a. Hal ini disebabkan oleh : 1. SIFAT BAHAN Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam kosmetik tradisional mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1. bahan-bahan yang digunakan dalam sediaan kosmetik tradisional ini umumnya didapat dalam kehidupan sehari-hari dan harganya pun terhitung murah. kemudian airnya digunakan untuk mencuci muka. Meskipun sediaan kosmetik yang dibuat dari bahan kimia telah memenuhi pasaran dunia. umumnya digunakan untuk kulit yang berminyak. Seduhan daun teh yang telah diembunkan semalam di tempat terbuka. sediaan kosmetik tradisioanl ini telah digunakan oleh orang-orang tua dan menurut pengalaman hasilnya tidak mengecewakan karena sesuai dengan keadaan iklim Indonesia yang bersifat tropis. 2.Sediaan Kosmetika DEFINISI Kosmetik tradisional adalah kosmetik yang berasal dari bahan alam yang dapat dibuat sendiri secara langsung dari bahan segar atau bahan-bahan yang telah digunakan berdasarkan pengalaman atau penggunaan yang dilakukan secara tradisional atau turun temurun.

1. Mengandung protein kasein. susu. • Tepuk-tepuk muka dengan ujung jari dengan sedikit adstringens. bengkoang. Caranya: • 1 sendok makan tepung terigu. lemak. Pemakaian 5-10 menit tiap satu kali pemakaian dalam satu minggu. setengah putih telur dan susu secukupnya. menyerap kotoran dari kulit. protein dan vitamin yang berfungsi untuk memberi gizi pada kulit. Kelima bahan tersebut dicampur sampai terbentuk adonan yang lembek. atau sampai kering. Contoh sediaan untuk masker wajah yaitu: a.Sediaan Kosmetika JENIS SEDIAAN PERAWATAN TRADISIONAL Berdasarkan jenis sediaan perawatan tradisional. Madu Sekresi sakarin yang terdeposit dari sarang lebah Apis mellifera. 1 sendok teh minyak. Perawatan wajah Sediaan perawatan wajah dalam kosmetika tradisional antara lain adalah:  Masker wajah Masker wajah memberi rasa hangat. madu dan wortel. Masker biasanya digunakan dengan cara mengoleskannya pada wajah dan membiarkannya selama beberapa saat. kosmetik tradisional dibagi menjadi : 1. kentang. Perawatan mulut dan gigi 6. • Muka dibersihkan dengan cleansing milk. • Poleskan adonan susu dengan tangan. putih telur. laktosa. Digunakan untuk kulit muka yang kering. Caranya: • 3 sampai 5 sendok makan susu sapi dicampur dengan 1 sendok makan tepung terigu. Mengandung glukosa. Susu Untuk kulit muka yang sangat peka terhadap sinar matahari. Perawatan tubuh 3. Perawatan wajah 2. I. b. 1 sendok teh madu. bersihkan dengan lap dan air hangat kemudian dilap dengan air dingin. 73 . Perawatan rambut dan kulit kepala 4. kemudian membersihkannya dengan cara mencuci muka dengan air. mentimun. Bahan-bahan yang digunakan untuk masker wajah antara lain adalah buah alpukat. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu berbagai jenis sediaan yang digunakan untuk perawatan secara tradisional berurutan sesuai penggolongan di atas. dan dapat menghilangkan sisa-sisa make-up pada wajah. kira-kira 15 menit. • Kalau ada es batu kompreslah muka dengan memasukkan es batu ke dalam lap dan menekan-nekannya dengan selembut mungkin. Perawatan mata dan sekitarnya 5.

Wortel diparut dan dicampurkan dengan pati jagung muda. Vit. • Oleskan pada muka yang telah bersih. g. Wortel Mengandung vitamin A yang dapat memperbaiki sel-sel yang rusak. Bahan: 2-3 wortel muda. Pemakaiannya: potong dua buah tomat yang telah masak lalu diambil bagian daging buah sebelah dalam yang mengandung biji. Telur Untuk kulit kering dan keriput. tomatin. 2 jagung muda. Fe.Sediaan Kosmetika • Poleskan pada muka yang telah bersih. sebab pada pemakaian berikutnya bahan-bahan akan mengalami perubahan. Isi: alkaloid kukurbitasin C dan stigmasterol. biarkan sesaat hingga pati dan airnya terpisah. f. B2. kolin. mengandung protein albumin. d. Pemakaiannya: potong buah yang segar dan tidak terlalu tua. • Kompres dengan es. bila telah kering bersihkan dengan air biasa. karena masing-masing bahan mempunyai kelebihan tertentu: c. biarkan mengering dan kemudian dicuci bersih. Lebih baik masker ini dipakai hanya sekali pakai. Alpukat Dari buah Persea gratissima. cucilah wajah dan leher dengan air hangat kemudian dengan air es dan keringkan dengan handuk bersih. Caranya: • Kuning telur dikocok lalu ditambah minyak. Caranya: Jagung muda diparut dan diperas. dan C. Untuk mengangkat masker. Jenis bahan yang digunakan disesuaikan dengan keadaan kulit pemakai. Bermanfaat untuk mengencangkan kembali kulit yang mulai mengendur dan memulihkan kembali sel-sel yang sudah menua. Buah tomat ini berkhasiat menghaluskan kulit. • Dilap dengan lap lunak yang dibasahi air hangat. Caranya: Oleskan 2 sendok makan masker alpukat pada wajah dan leher dengan gerakan memutar. Ca. trigonelin. alkaloid adenine.7 %. 74 . Biarkan sampai 30 menit atau sampai kering. Khasiatnya untuk menghaluskan dan melembutkan kulit terutama untuk kulit berminyak. Bagian dekat bijinya diparut lalu dipakai untuk kompres muka. • Bersihkan dengan air biasa. untuk obat jerawat dan memberi vitamin pada kulit. e. B1. Masker ini dipakai setiap pagi sebelum mandi atau sore setelah beraktivitas. Tomat Isi: asam sitrat. Isi : gula alcohol persiit 4. Kemudian dioleskan pada muka sampai kering dan dicuci bersih. Ketimun (Cucumis sativus Linn) Buah dari Cucumis sativum. Vitamin A yang dikandung oleh wortel menurunkan zat semacam kolagen dan elastin yang membuat kulit wajah menjadi mengembang. biarkan agak kering sambil berbaring.

d. Bengkoang Bahan: bengkoang segar. Pembersih a. Campurkan air jeruk nipis dan madu ke dalam sari bengkoang dan aduk hingga tercampur merata. Caranya: Batang serai dimemarkan dan direbus hingga mendidih lalu didinginkan. Pisahkan pati dari sari bengkoang. dibilas bersih dengan air hangat. biasanya digunakan masker telur atau madu • untuk menghilangkan noda-noda hitam. dan vitamin A. Pemakaian secara rutin dua kali seminggu. Setelah wajah dibersihkan. simpan krim ini di dalam lemari pendingin sehingga dapat digunakan lagi. kalium. digunakan sebagai penyegar terutama untuk kulit berminyak. c. air jeruk nipis (1 sendok teh). Caranya: Bengkoang diparut. kemudian campurkan 2-3 sendok makan air rebusan serai dengan endapan bengkoang tersebut. dan disaring lalu diendapkan. Bahan: 2 buah bengkoang dan sebatang serai. Bengkoang diparut. Mentimun    75 . Larutan ini khususnya cocok bagi mereka yang memiliki kulit berminyak atau berjerawat. digunakan masker susu Pemutih Umbi bengkoang memiliki pati yang dapat memutihkan kulit wajah. Pemakaiannya: Pada pagi hari dan cukup dioleskan secara merata pada kulit hingga mengering. Pisang dan alpukat Sebagai penyegar digunakan masker campuran dari pisang. Setelah mengering. Diamkan air perasan ini selama setengah sampai satu jam hingga terbentuk endapan putih di dasar wadah. Jadilah krim pemutih yang bisa langsung digunakan. Sifat asamnya dapat mengurangi kadar minyak pada wajah dan mengecilkan poripori. diperas. Pisahkan pati dari air perasan atau sari bengkoang. Kandungan airnya mampu menyegarkan kulit wajah. Supaya tahan lama. madu dan putih telur yang cocok untuk semua kulit. b. gunakan larutan ini sebagai penyegar khususnya pada siang hari atau setelah beraktivitas. Mentimun Sangat cocok digunakan sebagai bahan perawatan untuk semua jenis kulit. diperas lalu disaring.Sediaan Kosmetika • untuk kulit kering dan keriput. Cara pemakaian: letakkan irisan mentimun pada wajah beberapa saat lalu gosokkan perlahan-lahan pada seluruh wajah dan leher. zat besi. Endapan putih yang terbentuk itulah pati bengkoang. digunakan masker kentang • untuk kulit muka yang sangat peka terhadap sinar matahari. Jeruk nipis Mengandung vitamin C. Penyegar a. madu (1 sendok makan).

berguna untuk mengurangi jerawat. Camomile Mengandung azualen yang berkhasiat mencegah timbulnya jerawat. Beberapa contoh sediaan bedak dingin adalah sebagai berikut : a.5 – 7 % minyak atsiri. Meniran mengandung alkaloid filantin dan hipofilantin. Perlu diperhatikan bahwa endapan yang terjadi dari parutan bengkoang tidak terlalu banyak. sebatang serai. Simpan sisanya dalam lemari pendingin sehingga dapat digunakan lagi sesudahnya. Jojoba Bermanfaat dalam merawat kulit wajah yang sensitif sebagai bahan dalam pembersih. b. Anti jerawat Bengkoang (krim anti jerawat) Bahan: 2 buah bengkoang segar. Terakhir semua bahan ini dicampurkan dengan pati bengkoang yang telah diendapkan dari sarinya. sehingga larutan yang dicampurkan cukup 2 atau 3 sendok teh saja. dan adanya sifat antibakteri menyebabkan adanya daya penyembuhan jerawat. Bedak asam    76 . Cocok untuk semua jenis kulit. Apel Sari buah apel dapat digunakan sebagai tonik pembersih wajah. mengecilkan pori-pori. mengandung minyak atsiri dan zat warna alkaloid kurkumin Jinten (Carvi fructus) mengandung 2. Wortel Mengandung provitamin A yang berkhasiat menghaluskan kulit wajah. diperas dan disaring. Bermanfaat menghilangkan jerawat yang sudah parah. 2 buah belimbing wuluh. Caranya: belimbing wuluh dan kunyit diparut. Esok paginya wajah cukup dibilas dengan air bersih. serta memberikan efek kuning pada wajah. air rebusan serai dicampurkan dengan campuran belimbing wuluh dan kunyit.Sediaan Kosmetika Untuk pembersih digunakan masker campuran mentimun yang dihancurkan dalam yoghurt. c. Bedak Dalam kosmetika tradisional dikenal bedak dingin yang berfungsi sebagai foundation. Setelah dingin. Penghalus/ pelembut wajah Pisang dan alpukat Bersifat lembut dan mengandung minyak yang dapat menghaluskan kulit wajah. kallium. Mawar Mengandung minyak atsiri yang digunakan untuk menghaluskan kulit wajah. 1 cm kunyit. Daun bunganya dapat digunakan sebagai pembersih. Camomile Mengandung azualen yang dapat menghaluskan kulit wajah. Krim ini dioleskan pada wajah setiap malam sebelum tidur. Temu lawak ( Curcuma xhantorrhiza). Batang serai dimemarkan dan direbus dengan sedikit air.

Khasiatnya untuk mengurangi jerawat. Pembuatan : Daun kemuning dan bunga melati dihaluskan. bidara laut kayunya dikir halus. Setelah itu digerus halus tanpa air. beras (Oryza sativa) dan garam NaCl. jeruk nipis (Citrus aurantifolia). dibuat bulatan-bulatan kecil kemudian dikeringkan. lalu digerus lagi sampai homogen. Cara pembuatan : beras direndam lebih kurang satu minggu dengan mengganti air tiap hari. Bedak jerawat Bahan : campuran batu tahu Banyuwangi dengan beras. • Lulur Pengantin 77 . kunir gede disayat atipis. basahi dengan filtrat.). Beras direndam kemudian dihaluskan. Bedak kekolotan ini berkhasiat menghilangkan bintik-bintik hitam pada muka. diantaranya disebabkan oleh pigmentasi yang berlebihan pada satu tempat. digerus lagi sampai homogen. menguningkan. Bila perlu ditambah air sampai didapat sediaan yang seperti pasta kemudian dibuat bulat-bulat kecil dan dijemur sampai kering. b. tambahkan asam dan garam. lalu dicetak bulat-bulat atau pipih supaya cepat kering. bidara laut. sirih (Pipper betle Linn). bunga melati. Khasiatnya untuk menyembuhkan jerawat dan menghaluskan kulit. c. Campuran bahan yang digunakan adalah ragi. segengam beras (Oryza sativa) dan sedikit garam NaCl. Diseduh dengan air hangat. kemudian ditambah air jeruk nipis dan dibuat bulat-bulat atau pipih. Pembuatannya adalah dengan cara menggerus lembut sirih segar atau kering dengan ragi. Perawatan Tubuh Jenis-jenis sediaan untuk perawatan tubuh antara lain adalah :  Lulur Tubuh Lulur tubuh digunakan untuk membersihkan.2. beras yang sudah direndam dan ditumbuk. Contoh sediaan lulur adalah sebagai berikut : • Lulur Ramuan : Daun kemuning. I. Bedak kekolotan (penghilang noda) Kekolotan adalah bintik bintik hitam yang terdapat pada muka. disaringkan. kunir gede.Sediaan Kosmetika Bahan : campuran dari satu (1) ruas jari asam kawak (Tamarandus indica Linn. biarkan sampai kering baru dicuci dengan air hangat. ditambah beras dan sedikit garam. mengecilkan pori-pori dan memberi efek kuning langsat. Cara pembuatan : Rendam batu tersebut beberapa hari dan airnya diganti berkali-kali sampai rapuh. Setelah itu digerus halus dengan beras yang telah direndam sampai homogen kemudian ditambah air secukupnya. mencegah terjadinya kerutan dan menghilangkan jamurjamur yang kerap terdapat pada lipatan-lipatan kulit. Cara pemakaian : Ramuan yang sudah kering tersebut dihancurkan dengan sedikit air dan digosokkan kuat-kuat pada seluruh tubuh hingga kotoran terlepas. menghaluskan.

e.tawas . adalah daun dari tanaman Ecliptica prostate (famili Asteraceae).Sediaan Kosmetika Bunga kenanga (Canangium odoratum) 5 kuntum Daun kemuning (Muraya paniculata) 1 genggam Krangean (Litsea cubeba) 2 jari Jeruk purut (Citrus hystrix)-kulitnya 1 buah Temu giring (Curcuma heyneana) 2 jari Beras yang sudah ditumbuk 1 sendok makan Mandi Rempah/ Mandi air Bunga Mandi rempah atau mandi air bunga dimaksud untuk menutup kembali pori-pori dan memberikan keharuman pada kulit. Daun urang-aring. Air perasannya dipakai keramas. d. ditambah air. zat pahit . b. Buah mengkudu Cara pemakaian : buah mengkudu yang telah masak diperas dengan air kemudian disaring. dan menghitamkan rambut. Daun Belutas (Plucheae folium). adalah bunga dari tanaman Hibiscus rosasinensis (famili Malvaceae) .kapur sirih dan jeruk nipis. Perawatan rambut dan kulit kepala Perawatan ini bertujuan untuk melembutkan. Contoh sediaan untuk mandi rempah adalah sebagai berikut : Bunga kenanga (Canangium odoratum) 5 kuntum Bunga mawar (Rosa hybrida) 4 kuntum Bunga melati (Jasminum sambae) 1 gengam Krangean (Litsea cubeba) 2 jari Rimpang temu giring (Curcuma heyneana) 1 ruas Rimpang kunyit (Curcuma domestica) 1 ruas Pencegah Bau Badan Bahan yang umum digunakan daun beluntas . dan filtratnya digosokkan ke kulit kepala dan rambut.3. adalah daun dari Plucea indica (famili Asteraceae). Sediaan kosmetik tradisional untuk perawatan rambut dan kulit kepala adalah sebagai berikut :  Pencuci rambut a. Kembang sepatu. menguatkan. c. disaring. kemudian diembunkan selama satu malam.lendir. Ini dilakukan setelah masker dan lulur atau mangir tubuh yang telah dibersihkan.Isi: alkaloid hibisetin.  Penyubur rambut 78 . Isi: alkaliod minyak atsiri R/  R/  I. biarkan kirakira 5 menit kemudian dicuci dengan air. Tangkai padi (merang) Cara pemakaian : tangkai padi dibakar.Isi: alkaloid. Jeruk nipis Cara pemakaian : jeruk dibelah dan digosokkan ke kulit kepala dan rambut.

Jika sudah selesai. Daun lidah buaya Mengandung aloin. Urang aring Mengandung getah yang berwarna hitam dan alkaloid yang berfungsi menghitamkan rambut. dimasak hingga keluar minyaknya dan minyak inilah yang kemudian dioleskan pada kulit kepala dan didiamkan selama 1 jam. yang diperoleh dari tanamanyang sudah berbunga. dan dioleskan pada rambut dengan menambahkan sedikit air terlebih dahulu.  Biji pepaya tua (Carica papaya ) Cara pemakaian : 1 genggam biji pepaya tua (Carica papaya) disangrai kemudian ditumbuk halus. sensitisasi dan tidak menyebabkan toksisitas local maupun sistemik. Pewarna rambut Henna Henna merupakan zat warna rambut yang mengandung serbuk kering dari Lawsonia alba. wortel. jeruk nipis. Bahan yang biasa digunakan adalah daun lidah buaya (Aloe vera). Henna mengandung zat warna 2-hidroksi-1. selama semalam dan digunakan untuk keramas. b. Penghilang ketombe a. dan warna yang dihasilkan relatif stabil. Kelapa Cara pemakaian : 1 buah kelapa (Cocos nucifera) diambil santannya.4 naftoquinon yang larut dalam air panas dan larutan asam serta dapat mewarnai keratin.Sediaan Kosmetika Sediaan penyubur rambut digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan rambut. Penghitam rambut   a. Caranya : 79 . bonggol pisang (Musa paradise). dan Lawsonia inemis. dibakar lalu direndam dalam 1 L air. b. seledri dan lain-lain. Bagian dalam dari daun digosokkan di kulit kepala sambil dipijatpijat. a. b. Santan kelapa Cara pemakaian : siram rambut dengan santan dan diamkan selama 30 menit sampai satu jam kemudian bilas dengan air hangat hingga bersih dan tidak lengket. Keesokan harinya rambut dikeramas. Cara pembuatan : daun lidah buaya dibelah. diambil bagian dalamnya yang berbentuk seperti agar-agar. rambut kemudian diselimuti dengan handuk atau kain bersih. aloe emodin. Lawsonia spinosa. Cara pemakaian : pengobatan dilakukan sehari sekali setelah mandi sore. Merang Cara pemakaian : 1 genggam merang. Keuntungan pengguanan henna sebagai pewarna rambut antara lain tidak menyebabkan iritasi. asam amino dan catalas. santan kelapa daun urang aring. diperas lalu disaring.

tannin. bulu mata. saponin.   1. Teh Cara pemakaian : air teh sisa kemarin dipakai untuk mengompres kepala. lalu dibersihkan dengan shampo dan dikeringkan. Hasil olesan ini ditutupi dengan handuk. steroid. Penguat rambut Sediaan ini berguna untuk mengatasi kerontokan rambut yang berlebihan dengan menggunakan bahan-bahan alami antara lain. glikosida. seperti alis. 2. 1.Sediaan Kosmetika  Serbuk henna dan air panas dibuat menjadi pasta kemudian diasamkan dengan asam nitrat. Dikerjakan seperti di atas. b. minyak atsiri. dan kelopak mata agar senantiasa sehat dan tetap kelihatan cerah bersinar. b. mengandung saponin. Perawatan mata dan sekitarnya Perawatan mata dan sekitarnya dimaksudkan untuk melindungi mata dan memperindah mata dan sekitarnya. Untuk rambut berminyak Digunakan kuning telur yang telah dikocok dicampur dengan perasan jeruk nipis. Kulit buah jeruk purut merupakan bagian luar kulit buah Citrus hytrix. asam adipat atau asam-asam lainnya yang sesuai hingga pH mencapai 5.  Oleskan pasta tersebut pada rambut yang telah dikeramas terlebih dahulu. Adapun contoh sediaannya adalah sebagai berikut: a. oleskan santan yang telah ditambah dengan perasan jeruk nipis. Daun pandan ( Pandanis folium )mengandung minyak menguap. Jeruk nipis Setelah rambut dikeramas. biarkan selama 50-60 menit.4. 3. pulaskan kuning telur yang sudah dikocok pada rambut hingga rata. I. Sediaannya meliputi :  Pencuci mata 80 . cuci dengan air biasa. 2. R/ Jeruk nipis yang sudah tua 1 buah Telur ayam 1 butir Pelembut rambut (hair conditioner) Telur a. R/ Daun mangkokan (Nothopanax scuttellarium) 4 helai Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) 4 helai Bunga kenanga (Canangium odoratum) 4 kuntum Kulit jeruk purut (Citrus hystrix) 1 buah Krangen (Litsea cubebae) 2 jari Minyak kelapa 10 sendok c. Ginseng (Panax radix) mengandung triterpenoid. biarkan 15 menit kemudian cuci dengan air hangat-hangat kuku. lalu biarkan 15 menit. Untuk rambut kering Basahi rambut dengan air.5.

 Pemutih gigi Bahan yang digunakan adalah biji asam yang sudah disangrai dan dihaluskan. kemudian didinginkan terlebih dahulu. gambir. lalu digerus halus. kapulaga. Contoh sediaannya adalah sebagai berikut :  Pembersih dan pelunak kuku Bahan yang bias digunakan antara lain adalah : 81 . Bahan-bahan yang digunakan adalah : R/ Laba-laba besar (Mygale yavanica) 1 ekor. kapur sirih. Bahan yang digunakan antara lain adalah : Daun kecipir muda yang direbus Air dari pohon kelor Daun sirih segar yang diremas-remas kemudian diseduh dengan air dingin. digunakan beberapa sediaan.s Cara penggunaan: laba-laba dibakar sampai hangus. pinang. bersih dan tidak terlihat letih.  Maskara Digunakan agar bulu mata kelihatan lebat. Malam q. pinang. kapulaga dan cengkeh.  Penghitam alis Bahan yang digunakan adalah daging buah kemiri yang disangrai lalu ditumbuk sampai halus. I. setelah dingin dan memadat baru dioleskan ke bibir. daun saga. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Sediaan perawatan kuku dan kulit sekitarnya digunakan dengan maksud untuk menjaga kesehatan dan memperindah kuku dan kulit sekitarnya. baru dioleskan pada bulu mata.6. I. gambir. Penggunaannya dilakukan dengan dicampur sedikit air terlebih dahulu. kapur sirih.5. kemudian digosokkan pada gigi agar menjadi lebih putih. lebih lentik dan menarik.s Minyak kelapa q. antara lain :  Pelemas bibir Digunakan untuk menghindari atau mengatasi pecah-pecah pada bibir dan bibir tampak selalu basah. Juga digunakan daun sirih. Bahan-bahan yang digunakan adalah minyak pale atau air jeruk nipis. dan cengkeh. Pemakaian dilakukan dengan cara dikompres. ditambahkan malam dan minyak kelapa.Sediaan Kosmetika Digunakan agar mata tetap tampak jernih. bahan yang digunakan antara lain adalah daun sirih. Perawatan mulut dan gigi Untuk perawatan mulut dan gigi.  Pemerah bibir Digunakan untuk memberi warna merah pada bibir. Minyak pale dibuat dari memanaskan sarang lebah dan minyak kelapa. dipanaskan diatas api sampai kental. penggunaannya dilakukan dengan cara dioleskan. daun saga.

sediaan kosmetika tradisional dibagi menjadi beberapa kategori : 1.Sediaan Kosmetika  ♥ Minyak zaitun. Penghalus kuku Untuk menghaluskan kuku biasanya digunakan campuran tepung kanji. dipanaskan terlebih dahulu kemudian kuku direndam di dalamnya. Perawatan mata dan sekitarnya 5. Perawatan mulut dan gigi 6. Masker Bahan yang umum digunakan sebagai masker wajah antara lain buah mentimun. asam miristat) Analisa :  82 . Perawatan tubuh 3. alpukat. lalau ditetesi dengan jeruk nipis agar lebih lembut. Perawatan wajah 2. R/ Madu 1 sdt Tepung terigu 1 sdm Minyak kelapa 1 sdm Putih telur 1 butir Susu secukupnya 1. Minyak kelapa (Oleum cocos) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan panas daging biji Cocos nucifera. jeruk nipis. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu sediaan kosmetika tradisional sesuai dengan penggolongan di atas : 1. bengkuang. madu. ♥ Minyak castor/minyak jarak. dioleskan pada kuku. tepung beras dan talk. putih telur. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KOSMETIKA TRADISIONAL Berdasarkan tempat pemakaiannya. Pemerah kuku Pemerah kuku digunakan untuk memberi warna merah pada kuku. susu. kapur sirih dan tawas digerus. Perawatan Wajah Sediaan kosmetika yang digunakan untuk perawatan wajah antara lain : a. Isi : gliserida asam lemak (asam laurat. Perawatan rambut dan kulit kepala 4. tomat. Bahan yang digunakan yaitu : R/ Pacar Kuku Kapur sirih Jeruk nipis Tawas Cara pemakaian : daun pacar kuku.

sehingga untuk menganalisisnya menggunakan analisis instrumen misalnya HPLC dan GC. • •  • • • • Luff (CuSO4 + asam sitrat + Na2CO3) : mereduksi.Sediaan Kosmetika Gliserida asam lemak jika dihidrolisa dengan asam (misalnya HCl atau H2SO4) akan terurai menjadi gliserin dan asam lemak pembentuknya. kemudian ditambah beberapa mililiter kloroform sambil terus digerus. membentuk endapan hitam • Mollisch (3% α-naftol dalam alkohol) : terbentuk cincin ungu Deniges (HgSO4 + H2SO4) : endapan putih Dekstrin : Mollisch positif. digerus dalam mortir.7% Analisa : Memberi reaksi positif pada reagen gula dan alkohol. Luff positif Dengan aqua iod : terbentuk warna merah ungu Dipanaskan dengan larutan air aksn berbusa Cuprifil positif Dibawah mikroskop tampak seperti amilum • 3. Mentimun Adalah buah dari Cucumis sativum (famili Cucurbitaceae) Isi : alkohol kukurbitasin C dan stigmasterol Analisa : Alkaloid Adalah senyawa metabolit sekunder yang dalam struktur molekulnya terdapat atom Nitrogen (umumnya heterosiklik). Adanya pasangan elektron bebas dalam atom nitrogen menyebabkan alkaloid dapat membentuk kompleks yang tidak larut dengan logam-logam berat.  Asam-asam lemak mempunyai rumus struktur yang mirip. Lapisan asam dipisahkan kemudian dibagi menjadi 3 : 1. Avokat Adalah buah dari Persea gratissima (famili Lauraceae) Isi : gula alkohol persiit 4. 4. Madu Adalah sekresi sakarin dari yang terdeposit pada sarang lebah Apis mellifera (famili Apiadae) Isi : karbohidrat fruktosa dan dekstrin Analisa :  Fruktosa :  2. Metode : simplisia dibasakan dengan amonia encer. dimana gliserin dapat dideteksi dengan uji Carletti. Bagian pertama digunakan sebagai blanko pembanding 83 . setelah disaring filtrat dikocok dengan HCl 2N.

sehingga penyulingan berlangsung dengan 5. Fehling. Analisa : Minyak atsiri • Teteskan 1 tetes minyak pada permukaan air. dalam suasana asam. glikosida. terjadi warna yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali. 7. asam sitrat. Identifikasi spesifik untuk alkaloid dengan analisa instrumen karena mempunyai struktur yang mirip pada beberapa senyawa alkaloid tersebut. Bagian kedua diberi pereaksi Mayer. dll)  Protein • Mengendapkan larutan Tanin 1% • Mengendapkan pereaksi Dragendorf. isi buret hingga penuh. Osazon. pasang alat. Deniges. volume air tidak boleh bertambah. 3. Isi : karbohidrat 10. 84 . permukaan air tidak keruh • Pada sepotong kertas. Bouchardat. diamati ada tidaknya endapan warna jingga coklat.  Lemak • Mengendapkan pereaksi Liebermann-Burchard (asam asetat anhidrat dan asam sulfat pekat) memberi warna hijau Jeruk Nipis (Citri fructus) Adalah buah dari tanaman Citrus sinensis (famili Rutaceae) Isi : Minyak atsiri.73%. • Kocok sejumlah minyak dengan larutan NaCl P jenuh volume sama. • Penetapan kadar minyak atsiri Campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cara penyulingan. panaskan dengan tangas udara. Bengkuang Adalah buah dari tanaman Pachyrrhizus erosus. dimana endapannya tidak larut dalam spiritus berlebih. protein dan lemak.Sediaan Kosmetika 2. diamati ada tidaknya endapan putih. Tambahkan larutan Iodium P. damar. 6. biarkan memisah. Analisa :  Karbohidrat • Memberi reaksi positif pada pereaksi karbohidrat (Tromer. Bagian ketiga ditetesi pereaksi Dragendorf. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. teteskan minyak tidak terjadi noda transparan. Mayer. Tepung terigu (Amylum tritici) Adalah pati dari Triticum vulgare (famili Graminae) Isi : Amilum Analisa : Didihkan satu bagian dengan 50 bagian air.

Diterpenoid Secara kimia sangat mirip. kemudian sari eter diuapkan hingga kering. kemudian catat volume dalam % v/b (lihat lampiran 1) • Minyak atsiri adalah campuran senyawa hidrokarbon yaitu terpenterpen yang dianalisis sebagai berikut : 1. cara penentuan yang paling cocok adalah dengan KGC. titrasi dengan larutan NaOH 1N menggunakan indikator fenolftalein P. dan uapkan pada suhu tidak lebih dari 50°. ♥ Kualitatif : Dengan larutan perak nitrat membentuk endapan perak sitwarna putih yang larut dalam larutan amonia encer. Steroid dan triterpenoid Pengenalan didasarkan pada kemampuannya membentuk warna dengan pereaksi Liebermann-Burchard. Pada 20 ml filtrat ditambahkan 25 ml air dan 25 ml timbal (II) asetat 0. saring. kocok. Senyawa-senyawa terpen ini sangat mirip strukturnya sehingga biasanya dianalisa dengan instrumen (HPLC atau GC) • Asam sitrat ♥ Kuantitatif : Timbang seksama 3 g. Pada residu diteteskan pereaksi Liebermann-Burchard. 85 . 3. 2. Metode : simplisia disari dengan eter kemudian sari eter diuapkan hingga kering. Terbentuknya warna ungu menunjukkan adanya senyawa triterpenoid dan warna hijaubiru menunjukkan adanya senyawa kelompok steroid. Larutkan sisa dengan 2 ml metanol P. • Glikosida Cara identifikasi glikosida : • Larutan percobaan Sari 3 g serbuk simplisia dengan 30 ml campuran 7 bagian volume etanol 95% P dan 3 bagian volume air dalam alat pendingin alir balik selama 10 menit.setelah penyulingan selesai biarkan 15 menit. terbentuk warna-warna yang menunjukkan adanya senyawa monoterpenoid dan seskuiterpenoid. saring. saring. dinginkan. Mono dan seskuiterpenoid Pengenalan didasarkan pada kemampuannya membentuk warna-warna dengan pereaksi anisaldehid-asam sulfat atau pereaksi asam sulfat. Pada kumpulan sari ditambahkan natrium sulfat anhidrat P. tiap kali dengan 20 ml campuran 3 bagian volume kloroform P dan 2 bagian isopropanol P. Metode : simplisia disari dengan eter.4 M. Sari filtrat 3 kali.Sediaan Kosmetika lambat tapi teratur. larutkan dalam 100 ml air. diamkan selama 5 menit.

0. ♥ Mereduksi kuat larutan iod 0. ♥ Timbang 400 mg. tomatin. dilihat dengan cahaya yang diteruskan larutan berwarna kuning pucat kahijauan. dengan indikator larutan kanji. Tambahkan hati-hati 2 ml asam sulfat P. menunjukkan adanya ikatan gula (reaksi Mollisch) • Komatografi Lapis Tipis Sari 300 mg serbuk simplisia dengan 5 ml metanol P. bercak tidak berfluoresensi. terjadi warna biru atau hijau.1 N ♥ Menghilangkan warna larutan diklorofenol-indofenol ♥ Larutan dalam air + NaOH + asam lemah + 1 tetes FeSO ungu 4 : • Vitamin B 2 Larutan 1 mg dalam 100 ml air.1%. menunjukkan adanya glikosida. Uapkan 0.1 ml larutan percobaan diatas tangas air. (reaksi LiebermannBurchard).Sediaan Kosmetika • Percobaan umum terhadap glikosida Cara percobaan A. uapkan diatas tangas air. Evaluasi dengan campuran benzen P – etanol 95% P (70 : 30) dengan jarak rambat 15 cm. alkaloid adenin. yang dengan penambahan asam mineral atau alkali fluoresensi hilang. titrasi dengan iodium 0. • Ion kalsium • Dengan asam pikrolon membentuk kristal persegi panjang • Dengan asam asetat + meditren membentuk kristal sapu berwarna kuning 86 . B2. larutkan sisa dalam 5 ml asam asetat anhidrat P. Analisa : • Vitamin C ♥ Penetapan kadar : B. Tomat Adalah buah dari tanaman Solanum lycopersicum (famili Solanaceae) Isi : asam sitrat.1 ml larutan percobaan dalam tabung reaksi. larutkan dalam campuran 100 ml air bebas CO2 dan 25 ml asam sulfat 10% v/v. terbentuk cincin warna ungu pada batas cairan. amati dengan sinar UV 366 nm. pada dua titik masing-masing 20μl filtrat pada lempeng KLT silika gel GP setebal 0. Ca. kolin. panaskan pada suhu 110˚ selama 10 menit. berfluoresensi hijau kekuningan intensif. trigonelin. vitamin B1. Semprot kromatogram pertama dengan anisaldehida-asam sulfat LP. Tambahkan 10 tetes asam sulfat P.25 mm. Fe. Pada sisa tambahkan 2 ml air dan 5 tetes Mollisch P. saring. Masukkan 8. C.

saring. 10. Temu Lawak (Curcumae rhizoma) Adalah rimpang dari tanaman Curcuma xanthoriza (famili Zingiberaceae) Isi : minyak atsiri dan kurkumin 2.5 – 7% minyak atsiri 3. Meniran Adalah herba dari tanaman Phyllantus niruri (famili Euphorbiaceae) Isi : alkaloid filantin dan hipofilantin. Putih telur Isi : protein albumin b. Gula Analisa : • Fehling : negatif • • 100 mg zat ditambah Fehling 10 ml. Penghilang noda 87 . 1. ditambah HCl dil dan NaOH lagi.5 ml kalsium asetat 2N. Susu Adalah susu segar dari Bos taurus (famili Bovidae) Isi : protein kasein 3%. filtrat ditambah HCl encer. Kalium. Fehling. panaskan. Kalium + larutan ammonium → endapan kuning + larutan asam tartrat → endapan kristalin putih + larutan asam peklorat → endapan kristalin putih + larutan asam heksakloroplatinat → endapan kuning + tes nyala : kuning keemasan 4. memberikan reaksi negatif atau positif setelah beberapa lama terhadap pereaksi Barfoed. + 2. Jinten (Carvi fructus) Adalah buah dari tanaman Carum carvum (famili Apiaceae) Isi :2. ditambah NaOH : endapan Cu2O Larutan zat ditambah NaOH dan CuSO4 : biru jernih. Luff. dimasak 2 menit. dipanaskan sampai mendidih. dipanaskan warnanya tetap. lemak 2-5% Analisa : Laktosa Memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Mollisch. endapan kuning jingga. laktosa 5%. terbentuk warna biru hijau. c. Penghilang jerawat Bahan yang umum digunakan adalah meniran dan temulawak serta jinten dengan gula.Sediaan Kosmetika • Dengan amonium oksalat membentuk kristal amplop tak berwarna • Ferrum Dengan kalium tiosianat terbentuk warna merah darah 9.

asam asetat. Bedak dingin Bahan yang umum digunakan adalah pati beras dan bengkuang. kemuning. kelembak. kaolin. larutkan dalam 50 ml air. 1 ml perak nitrat setara dengan 5. 88 . 2. d. temu lawak. ♦ Ditambah HgO dan FeCl3 : endapan Fe-benzoat • Asam format Direduksi membentuk formaldehid yang dapat diidentifikasikan dengan Schiff (fuchsin yang telah dihilangkan warnanya dengan Na-bisulfit yang diasamkan) : terbentuk warna merah. melati. titrasi dengan perak nitrat 0. 1. Bunga melati (jasmini flos) Adalah bunga dari tanaman Jasminum sambac (famili Oleaceae) Isi : minyak atsiri. kenanga. temu giring. tahi angin. lawet (beras yang direndam 2 hari ditambah daun sirih dan ragi). seskuiterpen.1 N menggunakan indikator kalium kromat P. Lengkuas (Languitis rhizoma) Adalah rimpang dari Langua galanga (famili zingiberaceae) Isi : minyak atsiri yang mengandung kamfer. akar wangi. Tepung beras (Amylum oryzae) Adalah pati dari Oryzae sativa (famili Graminae) Isi : amilum 2. Perawatan Tubuh Jenis-jenis sediaan untuk perawatan tubuh antara lain : a. masoji. beras. jeruk wangi. asam format. kunyit. asam benzoat. 1.Sediaan Kosmetika Bahan yang umum digunakan adalah jeruk nipis. sineol dan asam metil sinamat. Lulur dan Mangir Bahan yang umum digunakan adalah pulasari. cendana. kayu manis. Garam dapur (NaCl) • Nyala pijar : kuning keemasan • Bellstein : kuning hijau • Rasa : garam dapur (asin) • Reaksi kristal : Zinc uranil asetat • Kuantitatif Timbang seksama 250 mg. Analisa : • Asam benzoat ♦ Esterifikasi dengan alkohol dan ditambah asam sulfat pekat : bau pisang ambon. lengkuas. pinang. • Asam asetat ♦ Esterifikasi menghasilkan bau kuteks ♦ Dengan FeCl3 : merah coklat yang hilang pada penambahan asam ♦ Digerus dengan KHSO4 : bau cuka 2. temu kunci. gadung. klabet. garam.844 mg NaCl. seskuiterpen alkohol. mawar.

 Analisa kuantitatif: Timbang seksama kurang lebih 2 g serbuk. tambahkan kalium permanganat 0. 89 . Analisa: Campur 200 mg serbuk simplisia dengan 5 ml asam sulfat 2 N. 004157 g tanin. Sebagian kecil filtrat diuji ulang dengan penambahan larutan gelatin 1 %. tanin Tanin  Analisa kualitatif: Simplisia digerus dan dipanaskan dengan air. saring. batang dan akar Santalum album (famili Santalaceae) Isi : minyak atsiri. lakukan uji blanko. Pipet 25 ml larutan kedalam labu 1000 ml. Ulangi penyarian beberapa kali hingga larutan bila di reaksikan dengan ferri ammonium sulfat tidak menunjukan adanya tanin.Sediaan Kosmetika 3. Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri tidak kurang dari 1. Temu giring ( Curcumae heyneanae rhizoma) Adalah rimpang dari Curcumae heyneanae ( fam. Polygonaceae) Isi: glikosida antrakuinon. menunjukan adanya antrakinon. Kunyit (Curcumae domesticae rhizoma) Adalah rimpang dari tanaman Curcuma domestica(fam Zingiberaceae) Isi: 5 % minyak atsiri dan kurkumin 6. enap tuangkan melalui segumpal kapas kedalam labu takar 250 ml. Terbentuknya warna biru hitam menunjukan adanya tanin atau polifenol alam. saring sisa dengan air mendidih. diamkan. Sebagian kecil filtrat ditetesi larutan Pereaksi FeCl3. Tambahkan 10 ml benzen P. saring larutan kedalam labu takar yang sama. panaskan sebentar. Kapulaga (Cardamomi fructus) Adalah buah dari Amomum cardamomum (fam. lapisan berwarna merah intensif dan lapisan benzen. panaskan dengan 50 ml air mendidih diatas penangas air selama 30 menit sambil diaduk. Dinginkan cairan dan tambahkan air secukupnya hingga 250 ml. kemudian disaring panas-panas. 5. Pisahkan lapisan benzen. 4. Kocok lapisan benzen dengan 1 ml sampai 2 ml natrium hidroksida 2 N. adanya endapan putih menunjukan bahwa dalam simplisia terdapat tanin. filtrat berwarna kuning.5 % tanin dan alkaloid kurkumin. tidak berwarna. diamkan. dinginkan. Kayu cendana (Santali lignum) Adalah kayu galih dari dahan. 7. kocok.1 N ekuivalen dengan 0. Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri Kelembak (Rhei radix) Adalah akar dari Rheum officinale atau Rheum palmatum (fam. diamkan beberapa menit.

dan senyawa depsida seperti asam barbatolat. Rutaceae) Isi: flavonoid Analisa: Pengenalan flavonoid didasarkan pada reaksi reduksi gugusan karbonil pada lingkar δ-lakton menjadi gugusan alkohol membentuk senyawa hidroksi yang berwarna-warna tergantung gugusan fungsional yang terdapat dalam lingkar A dan B. Umbi gadung Adalah umbi dari tanaman Dioscoreae hispida (fam Dioscoreaceae) Isi: glikosida diesin. asam organik. guvakolin.galica. 14. dioskorina 13. R. Mawar (Rosae flos) Adalah bunga dari tanaman Rosa alba. Analisa: Asam-asam ini mempunyai struktur yang sangat mirip sehingga identifikasi biasanya dilakukan dengan analisis instrumen HPLC dan GC. sitronelol dan nerol 9. asam usnetin.Sediaan Kosmetika 8. Akar wangi Adalah akar dari tanaman Andropogon zizanioides (fam Poaceae) Isi : minyak atsiri 10. damascena Isi: minyak atsiri berisi geraniol. guvasin. Analisa: Asam organik Terdiri dari campuran banyak asam yang strukturnya mirip sehingga pemisahan dilakukan dengan instrumentasi. Warna yang dapat ditarik oleh amil alkohol. Kayu angin Berasal dari tanaman Usnea misa-sinensis Isi: asam usnin. tanin. alkaloid kumarin. arekolin. isoguvasin. 15. Jeruk wangi (Citri fructus) Adalah buah dari tanaman Citrus aurantiifolium (fam. R. Analisa : • Kalsium oksalat Memberi identifikasi positif dengan ion kalsium dan anion oksalat • Anion oksalat + kalsium klorida membentuk kristal amplop warna putih + kalium permanganat kemudian dipanaskan : tak berwarna 11. 12. Kulit kayu manis Adalah kulit kayu dari tanaman Cinnamomum burmani (fam Lauraceae) Isi: minyak atsiri 1-3 %. Metode: • 90 . dan Ca-oksalat. Pinang Adalah biji Areca catechu (fam Arecaceae) Isi: glikosida arekaidin. dan asam barbatin. gula. Kulit pulasari Adalah kulit batang dan kulit cabang dari tanaman Alyxia reinwarditii Isi: minyak atsiri.

Analisa albumin: o Mengendapkan larutan tanin 1% o Penetapan kadar: Encerkan dengan air secukupnya sampai kadar 5 % b/v.2 ml Na-molibdat. tanin. tambahkan 6 ml NaOH jenuh. suling selama 7 menit. buang dekantat.Sediaan Kosmetika 16. 32 %. Simplisia dipanaskan dengan campuran logam magnesium dan asam klorida 5 N. tambahkan 5 ml air. kemudian disaring. albumin. adanya flavonoid akan menyebabkan filtrat berwarna yang dapat ditarik oleh amil alkohol. aldehid dan aseton. campur. glikosida. Dinginkan. terpineol). 19. terdapat pula fenol-fenol. Analisa: + pereaksi King terbentuk warna merah anggur yang tidak tertarik oleh eter/amil alkohol 17. Kenanga (Canangium flos) Adalah bunga dari tanaman Canangium odoratum Isi :52-55 % alkohol dengan ester-ester (metil benzoat. terpenterpen. Tambahkan 1g Na-sulfat anhidrat dan 10 mg selenium. alkaloid. • Alkohol • Fenol + pereaksi King terbentuk warna merah anggur yang tertarik oleh eter/amil alkohol • Aldehid Mereduksi Ag-amoniakal Mereduksi fehling 20. Letakkan tabung terbalik diatas kertas saring sehingga semua cairan terhisap.06 %-0. minyak lemak. 5 ml air dan 1 tetes merah metil dalam etanol 95 %. ambil 0. linalool. tampung sulingan dalam campuran 5 ml asam borat jenuh. dan pati (amilum) Daun kemuning Adalah daun dari tanaman Murraya paniculata Isi: minyak atsiri. titrasi dengan asam klorida 0. tambahkan berturut-turut 0.02 ml. 0. 18.2 ml campuran 1 bagian volume asam sulfat bebas nitrogen dan 30 bagian volume air. Didihkan lagi 1 jam. pada residu tambahkan 3 tetes larutan tembaga sulfat dan 1 ml asam sulfat bebas nitrogen. zat besi (ferrum). Kulit masoji (Massoiae cortex) 91 . didihkan 10 nenit. kocok. Pusingkan selama 5 menit. Biji klabet (Foenigraeci semen) Adalah biji dari Trigonella foenigraecum (fam Papilionaceae) Isi: minyak atsiri.014 N.dinginkan. pindahkan ke dalam alat sulinh amoniak. 33-38% sesquiterpen. masukan dalam tabung pusing berdasar bundar. Temu kunci Adalah rimpang dari tanaman Boesenbergia pandurata (fam Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri 0.

1. larutan menunjukan reaksi aluminium yang tertera pada reaksi identifikasi. zat pahit. Kaolin Analisa: • Kualitatif: Gerus dengan 2 ml air. Daun urang-aring Adalah daun dari tanaman Eclipta prostata (fam Asteraceaea) Isi: alkaloid 2. tambahkan 3 ml asam klorida P. Kembang sepatu Adalah bunga dari tanaman Hibiscus rosasinensis (fam. kumpulkan filtrat dan cairan cucian. Kulit krangean Isi: minyak atsiri (dalam buah 5. saring. Pencegah bau badan Bahan yang umum digunakan daun beluntas. hangatkan sisa dengan 10 ml air. citroneale c. Asteraceae) Isi: alkaloid. b. Pencuci rambut Bahan yang umum digunakan adalah kembang sepatu. minyak atsiri. dan jeruk nipis. Penyubur rambut Bahan yang umum digunakan adalah lidah buaya. campuran dapat mengalir. cuci penyaring dengan 5 ml air. • Kuantitatif: Lebur dengan 2g natrium karbonat P. kapur sirih. bunga melati. 21.Sediaan Kosmetika Isi: minyak atsiri yang mengandung sinamil aldehid. Perawatan rambut dan kulit kepala Sediaan kosmetika tradisional untuk perawatan rambut dan kulit kepala adalah sebagai berikut : a. Biji kemiri (Aleuritis endosperm) Adalah biji Aleuritas molucana (fam. eugeunol. Malvaceae) Isi : alkaloid hibisetin. Euphorbiceae) Isi: sterol/terpen. Mandi kembang Bahan yang umum digunakan bunga kenanga. asam sinamat. 3. tawas. Pada kumpulan filtrat dan cairan cucian. Analisa: gliserin 92 . zat penyamak(tanin). vitamin B1. gliserin. minyak lemak. bunga mawar. daun urangaring. 1. saprol. protein.5% atau lebih) bagian terpenting citrae. terbentuk endapan yang menyerupai gelatin. b. Larutkan sisa dalam 10 ml asam klorida P. rimpang temu giring. rimpang kunyit. terpen. kulit krangean. lendir. Daun beluntas (Plucheae folium) Adalah daun dari Pluchea indica (fam. kemiri.

Liliaceae) Isi: glikosida antrakinon. Sediaan untuk melawan ketombe Bahan yang umum digunakan adalah minyak kelapa asli. jeruk nipis. Reaksi pengenalan saponin didasarkan pada sifatnya yang mampu memberi busa pada pengocokan yang persisten pada sedikit penambahan asam atau pendiaman. Daun sirih (Piperis folium) 1. Lidah buaya Adalah ‘dried juice’ dari daun Aloe vera ( fam. Metode: diatas air. Pelembut Bahan yang umum digunakan adalah asam jawa. yang larut dalam larutan tatrat berlebih dalam amonia encer dan dalam asam nitrat encer. Reaksi Cuprifil : + Reaksi Carletti : + 2. limonen. Struktur glikon saponin umumnya merupakan struktur triterpenoid dan struktur steroid. dipenten. menghasilkan aldehid + dioksiaseton. Asam jawa Adalah daging buah Tamarindus indica (fam. encerkan. 2. saponin dapat dibagi menjadi saponin triterpenoid dan saponin steroid. alkaloida piperina dan kavisina. c. asam tartrat Analisa: • Saponin Saponin adalah senyawa metabolit sekunder dalam tumbuhan yang bersifat dapat membentuk busa. d. dan dinetralkan dengan natrium karbonat. kemudian disaring. Dinginkan. Leguminosae) Isi: sterol/terpen. enthoksilin. Piperaceae) yang belum masak Isi: minyak atsiri yang mengandung felandren. dalam tabung reaksi. Struktur umumnya merupakan glikosida. e.Sediaan Kosmetika Reaksi gula: + asam nitrat. Penghilang rambut Bahan yang umum digunakan adalah daun sirih dengan merica atau daun sirih. Lada hitam (Piperis nigri fructus) Adalah buah Piper nigrum (fam. • Asam tartrat Kualitatif: dengan larutan perak tatrat membentuk endapan putih perak tatrat. asam sitrat. + luff menghasilkan endapan CuO. 93 . saponin. kariopilen. 1. serta dapat menghemolisis sel darah merah. simplisia dicampur dengan air dan dipanaskan beberapa saat. yang bila dihidrolisis akan menghasilkan glikon dan aglikon. sehingga ditinjau dari strukturnya. Terbentuk busa minimal setinggi 1 cm dan persisten selama beberapa menit serta tidak hilang dengan penambahan asam klorida encer 1 tetes menunjukkan bahwa dalam simplisia terdapat saponin. dimasak. Setelah dingin filtrat dalam tabung reaksi dikocok kuat-kuat selama lebih kurang 30 detik.

Ginseng (Panax radix) Adalah akar dari tanaman Panax quinguefolium dan Panax ginseng (fam. vitamin B1. Caricaceae) Isi: alkaloid glukotropaelin. Euphorbiceae) Isi: gliserida asam lemak (palmitin. 94 . Perawatan mata dan sekitarnya Sediaan kosmetika tradisional untuk mata dan sekitarnya Pencuci mata Bahan yang digunakan antara lain: air rendaman dari daun kelor. 1. Kulit buah jeruk purut (Citri hystricis pericarpium) Adalah bagian luar dari kulit buah citrus hytrix yang masak atau hampir masak (fam rutaceae) Isi: saponin. minyak lemak. miristin). Daun kelor Adalah daun dari tanaman Moringa pterygosperma (fam. dan ginseng.tanin 1 %. Sediaan untuk menguatkan akar rambut (tonik rambut) Bahan yang digunakan adalah daun pandan. f. air perasan biji pepaya yang telah disangrai. jeruk nipis. minyak kelapa. Penghitam alis Bahan yang digunakan adalah kemiri disangrai lalu ditumbuk.Sediaan Kosmetika Adalah daun dari Piper bettle (fam Piperaceae) Isi: minyak atsiri mengandung hidroksi kavikol. 2. 4. 1. b. karpain. c. 1. Biji pepaya (Caricae semen) Adalah biji dari buah Carica papaya (fam. Daun pandan (Pandanis folium) Adalah daun dari Pandanus amarylifolius (fam. telur ayam. kulit krangean. Minyak kemiri (Aleuritis endosperm) Adalah minyak Aleuritas molucana (fam. protein. daun sirih segar. Kompres mata Bahan yang digunakan adalah garam fisiologis dilarutkan dalam air. sterol/terpen. g. kavibetol.5 %. Moringaceae) Isi: alkaloid a. Pandanaceae). glikosida. 2. estragol. Isi: minyak menguap. Araliaceae) Isi: triterpenoid saponin. steroid/triterpenoid. Sediaan penghitam rambut Bahan yang umum digunakan adalah minyak kemiri. bunga kenanga. minyak atsiri yang mengandung sitral 2 – 2. stearin. kulit jeruk purut. eugenol.

Isi: minyak atsiri. 5. menggunakan cairan jernih. didihkan selama 30 menit. Pada 200 ml tambahkan 30 ml dinatrium edetat 0. cairan tetap jernih atau menunjukkan tidak lebih dari sedikit kekeruhan atau endapan. Perawatan mulut dan gigi Kosmetika tradisional yang digunakan untuk perawatan mulut dan gigi : d. Isi: alkaloid glisirisin tidak kurang dari 15 %.7 g. gambir. kapulaga.5 N. c. Penghilang bau mulut Bahan yang digunakan daun sirih dan jeruk nipis. dinginkan. Perawatan kuku dan kulit dan sekitarnya Sediaan kosmetika tradisional untuk perawatan kuku dan kulit antara lain: 95 . panaskan diatas tangas air selama 10 menit. saring campuran dingin dan asamkan filtrat jernih dengan HCl P. keruh atau tembus cahaya tapi tidak buram. pinang. masukkan dalam gelas piala 100 ml +35 ml NaOH 3. Zingiberaceae). • Kuantitatif: Timbang seksama 1. Cengkeh (Caryophylli flos) Adalah kuncup bunga dari tanaman Syzigium aromaticum (fam.05 M menggunakan indikator 0.005 M dan 100 ml air. d. pertahankan volume dengan sesekali menambahkan air. Pemerah bibir Bahan yang digunakan antara lain daun sirih. Pemutih gigi Bahan yang digunakan biji asam disangrai dan dihaluskan. Daun saga Adalah daun dari tanaman Abrus precatorius. Titrasi dengan timbal nitrat 0. dan cengkeh. biarkan campuran mendidih selama lebih kurang 2 jam.4 ml larutan jingga xilanol P. Myrtaceae). larutkan dalam air secukupnya hingga 100 ml.Sediaan Kosmetika Maskara Bahan yang digunakan : R/ minyak kelapa Malam Analisa malam : • bilangan asam 17-24 • bilangan ester 72-79 • timbang 1 g. Isi: 14-20 % minyak atsiri. b. malam akan memisah. tambahkan 5 g heksamina P. kapur sirih. Pelembut bibir Bahan yang digunakan air jeruk nipis. Kapulaga (Cardommomi fructus) Adalah buah dari Amomum cardamomum (fam. a. daun saga. 6.

asam palmitat. Euphorbiaceae) Isi: amilum Analisa: • Talk • Dalam tabung reaksi berisi air. jeruk nipis. Penghalus kuku Bahan yang digunakan campuran tepung kanji. Pindahkan kedalam cawan dengan pertolongan lebih kurang 50 ml air panas. dll) b. Pembersih dan pelunak Bahan yang digunakan minyak zaitun dan minyak jarak Minyak jarak (Oleum ricini) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin biji Ricinus communis. mendaki dinding tabung. asam linoleat. asam risinoleat. asam palmitat) Minyak zaitun (Oleum olivae) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin pericarpium buah dari Olea europea. hingga terjadi endapan hablur putih ammonium magnesium fosfat. asam dihidrostearat. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat.. • Campur 500 mg dengan lebih kurang 200 mg natrium karbonat anhidrat P dan 2 g kalium karbonat anhidrat dengan sempurna. • Tawas Menunjukan reaksi K.Sediaan Kosmetika a. Pada filtrat tambahkan lebih kurang 2 g ammonium klorida P dan 5 ml ammonia encer P. tambahkan lagi 10 ml asam klorida P. dinginkan. Pemerah kuku Bahan yang digunakan. didihkan. tambahkan asam klorida P hingga pembuihan berhenti. dan tawas. saring. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. kapur sirih. jika terjadi endapan. Al. sisa adalah silika. Tepung kanji Adalah pati dari tanaman Manihot utilissima (fam. uapkan diatas tangas air hingga kering. asam linoleat. tambahkan 20 ml air. 96 . SO4 Sulfat + larutan BaCl2 ⇒ endapan putih yang larut dalam HCl + larutan Hg(NO)3 ⇒ endapan kuning + larutan Pb-asetat ⇒ endapan putih • Aluminium + larutan amonium ⇒ endapan kuning + NaOH ⇒ endapan putih + larutan ammonium fosfat ⇒ endapan putih + natrium fosfat ⇒ endapan putih + natrium karbonat ⇒ endapan putih c. dinginkan. • Mikroskopik : mengembang di permukaan air. tambahkan larutan natrium fosfat P. tepung beras dan talk.

2) Hidupkan pompa dengan pengatur aliran dipasang pada laju aliran yang tepat. 3) HPLC dilakukan pada suhu kamar. Ukuran partikel fase diam (pendukung) kecil 3 – 10 µm. HPLC Adalah analisa zat dengan instrumen yang merupakan kromatografi kolom dengan menggunakan : Kolom dengan i. Pelarut ini akan menahan komponen secara selektif berdasarkan koefisien distribusinya sehingga terbentuk sejumlah pita yang berlainan pada gas pembawa. dalam satu kali pengukuran diperoleh analisis kualitatif dan kuantitatif.. umumnya 4. laju diinjeksikan ke kolom. komponen cuplikan terpisah sempurna sehingga penetapan kadar mudah. 4) Memeriksa aliran fase gerak. yang terdapat pada zat padat dengan ukuran tertentu (penyangga padat).Sediaan Kosmetika Kosmetika tradisional berisi bahan-bahan alam yang mengandung banyak sekali senyawa-senyawa dengan struktur yang mirip dan sifat kimia yang hampir sama. B. deteksi. pengolahan data Sampel: Cairan Padatan yang dilarutkan Labil terhadap pemanasan Cara kerja: 1) Sistem diperiksa dan dicek untuk meyakinkan apakah sistem pengalir pelarut dapat disambungkan dengan baik dan apakah kolom yang tepat telah dipasang. Keuntungan: kolom terus menerus dipulihkan oleh fase gas lembam. waktu analisa pendek. campuran cuplikan terbagi diantara gas pembawa dan pelarut tak atsiri (fase diam).d kecil. dengan kadar yang kadang-kadang sangat kecil. mencapai 400 bar. Daftar Pustaka 97 . KROMATOGRAFI GAS (GC) Pada GC komponen yang akan dipisahkan dibawa oleh gas lembam (gas pembawa) melalui kolom. 5) Menghidupkan tenaga listrik ke detektor. pita komponen ini meninggalkan kolom bersama aliran gas pembawa dan dicatat sebagai fungsi waktu oleh detektor. • • • • • • • Keuntungan: Efisiensi pemisahan tinggi Selektifitas tinggi Otomatisasi Kemudahan injeksi. 6) Menyaring cuplikan. 7) Merekam puncak pada integrator data.6 mm. Tekanan tinggi. sehingga pada umumnya untuk analisa kualitatif dan kuantitatif digunakan instrumen antara lain : HPLC dan GC. A.

1990. BRA Mooryati Soedidibyo. Hadiningrat. Surabaya. Jakarta. 1984. Hadijoewono. Mengatasi Rambut Rontok dengan Bahan-bahan Alami. PR 16 Juni 1996. Mustika Ratu. Traditional Medical Philosophy. Jakarta. BAB IV SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT DAN MAKE UP (bukan untuk mata) 98 . BRA Mooryati Soedidibyo. 2000. R. Ariyanti. Sehat dan Ayu dengan Ramuan Tradisional Jawa. Balai Pustaka. Maria Sutarto. Alam Sumber Kesehatan : Manfaat dan Kegunaannya. Gramedia. 1998.Sediaan Kosmetika Hadiningrat.

yang mempunyai tugas/kemampuan yang besar untuk mengangkat sel-sel yang rusak pada lapisan ini. penuaan dini bahkan kanker kulit. pigmentasi. Umur Tabel: Perubahan Kulit Seiring Dengan Waktu Fisiologi Penampilan 99 . Jaringan penyangga pada lapisan dermis akan menghasilkan melanin yang sehat dan berwarna cerah yang akan menjadikan kut wajah cerah. polusi dan zat-zat renik yang tidak terlihat. Pengaruh sinar matahari Yang dapat menyebabkan kulit menjadi rusak. yaitu dermis dengan ketebalan 2 mm. Namun ketika lingkungan kita berubah. berbagai pengaruh luar dan faktor usia dapat mempengaruhi penampilan kulit. Karena itu. sel-sel kulit yang sehat membentuk jaringan-jaringan penyangga yang sehat (kolagen) yang diperlukan untuk menjaga elastisitas dan kehalusan kulit. D. antara lain : 1. mineral dari extract tumbuhan . C.Sediaan Kosmetika Beserta Analisis Kimianya SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT Pendahuluan Kulit merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia. Lapisan epidermis kerap terkena langsung sinar matahari. K. bahkan dapat memicu timbulnya kanker kulit. 3. Pengaruh usia atau hormonal Seiring dengan bertambahnya usia. Epidermis terdiri dari beberapa jenis sel. Dlm keadaan normal dan ideal. sedangkan radiasi UVB berpengaruh buruk pada lapisan epidermis kulit yang menyebabkan kulit seperti terbakar. Pada dasarnya kulit kita terdiri dari 3 lapisan. collagen dll.2 mm dan disangga oleh lapisan di dalamnya. yang berfungsi melindungi organ tubuh dalam dari efek-efek lingkungan yang merusak kulit. Radiasi dari sinar UVA yang mengandung radikal bebas dan zat-zat oksidan menghasilkan pengaruh buruk pada jaringan epidermis sehingga menyebabkan terjadinya penuaan dini. Cara menghindarinya adalah dengan memberi nutrisi pada kulit seperti vitamin A. hiper pigmentasi. 2. Pengaruh AC Yang dapat menyebabkan kekeringan atau dehidrasi kulit yang bila dibiarkan akan mengakibatkan kulit kering mengelupas dan berkurangnya kelembaban. Lapisan kulit yang paling luar atau disebut epidermis hanya mempunyai ketebalan 0. E. B. sangatlah penting untuk menjaga kesehatan kulit dari efek-efek lingkungan yang merusak.sehat dan segar berseri. kadar elastisitas kulit pun cenderung menurun.

Seringkali seseorang memilih kosmetika tanpa mempertimbangkan efek sampingnya terhadap kulit. tekstur kulit menjadi kasar. Kulit semakin kendur. Kulit di sudut mata dan leher semakin kendur. Kerut dan garis halus semakin banyak. Sedikit penurunan pada proses perbaikan dermis.Sediaan Kosmetika < 15 Kulit bisa dibilang dalam keadaan hampir sempurna. Aktivitas kelenjar sebaceous tinggi. Warna pucat kekuning-kuningan mulai muncul. Garis wajah mulai muncul. Semakin banyak kerut. Degenerasi dermis berlanjut. Kerutan halus (fine lines) mulai muncul. Ikatan antar lapisan kulit semakin menurun. Produksi melanin meningkat. Sistem kekebalan tubuh dan ikatan kolagen. Dilihat dari tipenya. Elastisitas sedikit berkurang. Warna kulit tidak merata. pori-pori terlihat meskipun tidak lebar-lebar. masuknya bahan beracun dan mikroorganisme serta kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet dan kekuatan mekanis (benturan). pori-pori kecil. Penurunan proses perbaikan dermis dan kekebalan tubuh yang cukup tajam. kulit terbagi atas tiga jenis dengan ciri yang berbeda: 1. apabila diraba terasa lembut. 15-25 25-45 45-55 55- Memilih Kosmetik Sesuai Jenis Kulit Seseorang sebaiknya terlebih dahulu mengenali jenis kulitnya sebelum memutuskan memakai kosmetik tertentu. Namun demikian seiring dengan 100 . Epidermis dan lapisan tanduk menipis. kerutan mulai terlihat. tetapi tidak menetap. Kulit mulai mengalami dehidrasi yang cukup berpengaruh. Penyerapan air mulai berkurang. Pemilihan itu sangat berhubungan dengan fungsi kulit untuk manusia. Kemampuan kulit memperbaiki sel-sel yang rusak masih bagus. Aktivitas kelenjar sebaceoas rendah. Lingkaran hitam di sekitar mata. Kulit berfungsi antara lain melindungi tubuh terhadap kehilangan cairan. Kerusakan kolagen dan elastin berlanjut. Tekstur halus. Jerawat dewasa. Kulit normal Kulit tipe ini biasanya tidak memiliki kelainan. Pori-pori dan noda hitam membesar dan semakin jelas. pori-pori kulit membesar. kolagen dan elastin berkurang. Kulit cenderung menjadi kering. pigmentasi. Produksi sebum sangat berkurang. Tanda awal kulit di sekitar sudut mata mulai kendur. Penurunan proses perbaikan dermis menyebabkan kurangnya kolagen dan meningkatnya kerusakan jaringan. Kadar air dalam kulit bagus. Jerawat akan bermunculan.

Seseorang dengan kulit berminyak membersihkan kulitnya beberapa kali dengan sabun. Kulit tipe ini tidak memerlukan krim pelembab. 2. pori-pori terlihat lebar (kerosis). Kemudian sisa minyak dibersihkan dengan toner atau astringens. Pada kasus yang menyolok. yang dipengaruhi faktor luar. Ciri-cirinya. 3. Kulit menjadi kering akibat pengaruh lingkungan. Jika diperlukan dapat juga menggunakan pengelupas kulit atau masker. atau susu pembersih. Kulit kering Terlihat kering. dagu dan daerah dada. pelembab dalam bentuk campuran air dan minyak dan jangan dilupakan. atau pembersih dengan bahan dasar minyak. 101 . alis mata. seperti akne dan dermatitis seborik yang ditandai adanya bercak menimbul warna merah. Pakailah pembersih tanpa sabun syndet. air hangat atau dengan susu pembersih. Dibutuhkan krim pelembab. pori-pori hampir tidak kelihatan. pemakaian bahan detergen atau pengobatan tertentu. baik saat di rumah atau di luar rumah. maka pembersihan kulit dilakukan dengan memakai sabun yang tidak mengandung soda. Kulit berminyak ringan Biasanya dialami remaja dan dewasa muda. seperti terlihat pada penyakit kulit bersisik (ichtyosis). ♦ Kulit kering alamiah. Kulit kering yang tidak ada hubungannya dengan penyakit (tidak patologis). a. Kulit berminyak jelas secara klinis Biasanya diikuti dengan penyakit. Untuk kulit normal tidak diperlukan perawatan khusus. kasar dan kadang pecah-pecah. Kulit berminyak Timbul saat pubertas dan hanya terjadi pada bagian atas yang mengandung kelenjar sebasea dalam jumlah besar. sisik yang berminyak. kulit akan mengalami perubahan. tidak lentur. lipatan hidung. dimana terdapat kelainan genetik dalam proses pembentukan kulit. angin yang mengeringkan . b. kerutan di daerah batas rambut. Jenis kulit berminyak ini ada dua : a. hawa panas. Oleh karena tipe ini sering termasuk sensitif.Sediaan Kosmetika berjalannya waktu. hawa dingin. seperti terpapar sinar ultraviolet. Namun demikian pemakaian tabir surya dibutuhkan jika melakukan aktivitas di luar ruangan. sebelum dilakukan perawatan perlu ditentukan dulu apakah termasuk tipe patologis atau tidak patologis. kulit menebal. Yang diperlukan adalah mempertahankan keseimbangan kulit agar selalu berfungsi secara nornal. selalu melakukan perlindungan untuk kulit berupa pemakaian produk tabir surya. keriput. bersisik halus. Untuk kulit kering. terutama pada dahi dan hidung. terbagi atas : Kulit kering yang ada hubungannya dengan penyakit (patologis). Jenis kulit ini terbagi dua : ♦ Kulit kering karena faktor lain Terkadang kulit itu sebelumnya normal atau berminyak. seperti yang terlihat pada kulit orang tua atau seseorang dengan kekeringan kulit ringan. b. mengkilat.

baik panas matahari maupun dingin.3. Tonik Kulit 2. contohnya krim tangan dan tubuh (hand and body lation). Penyegar 2. dan nampak segar dengan tekstur kulit yang lembut dan menarik. hal ini dipengaruhi oleh dimana krim tersebut digunakan. terlindung dari kekeringan dan sengatan cuaca. mulai dari bentuk cair sampai nyaris padat. Astringent Cream 102 . Definisi Sediaan perawatan dan pembersih kulit merupakan sediaan yang digunakan untuk maksud perawatan kulit agar kulit menjadi bersih dan sehat. Penggolongan Sediaan kosmetika perawatan kulit digolongkan sebagai berikut : 1.1. kekakuannya. krim malam dan krim urut (night cream and massage cream).1. pH krim Bila krim tersebut termasuk tipe minyak dalam air maka pH krim tersebut harus meliputi pH seluruh sediaa. krim dingin (cold cream) dan krim serbaguna (all-purpose cream). Fungsi Krim yang termasuk dalam kelompok yang dipengaruhi fungsi.2. faktor tersebut dapat ditanggulangi dengan berbagai faktor dalam metode pembuatannya. pemberi nutrisi kulit dan sebagainya. tetapi perlu dirawat secara teratur sesuai dengan tipe kulitnya masing-masing. Tipe emulsi Setiap krim dapat dibuat dengan tipe miyak dalam air atau air dalam minyak. dan sebagainya yang dihubungkan dengan fungsinya seperti pembersih. 2. kerapatan.Sediaan Kosmetika Tipe kulit seseorang tidak dapat diubah. Krim Pembersih (cleansing cream) I. Pembersih 1.3 Krim Penghapus (vanishing cream) 2. vanishing cream. Umumnya sediaan kosmetik perawatan kulit berupa krim yaitu suatu produk emulsi yang secara fisik dapat memiliki banyak bentuk. Setiap krim dipengaruhi oleh berbagai faktor : 1. Penampilan fisik Krim tidak hanya diklasifikasikan dari bentuk cair atau padatnya saja. tetapi dideskripsikan dari lembutnya. Perawatan kulit wajah (face care). 3. Sediaan krim dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor korelasi.1. Perawatan tersebut antara lain dengan menggunakan kosmetik. Jika tipe air dalam minyak maka harus terdispersi dalam 50% etanol. Losio pengencang 2.1. biasanya parameter yang digunakan berupa kekentalan. 4. krim pembersih (cleansing cream).2 Susu Pembersih (cleansing milk) I. dibuat berdasarkan pemakaiannya. tebal tipisnya krim tersebut. meliputi : 1.

Pembersihan kulit wajah dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pembersihan manual menggunakan Cleansing cream atau cleansing milk (simple cleansing) dan pembersihan pori-pori kulit lebih dalam (deep pore cleansing) dengn menggunakan suatu peralatan listrik berupa sikat listrik atau galvanic desincrustation. Kulit wajah sangat sensitif sehingga pembersihan yang dilakukan harus tepat dan benar serta sesuai dengan tata cara yang berlaku. Dengan demikian tindakan perawatan yang dilakukan (terutama tindakan masase pada daerah tersebut) harus sesuai dengan arah ototnya sehingga tidak menyebabkan kerutan atau otot menjadi kendor. Bahan yang dipilih untuk digunakan sebagai pembersih adalah bahan yang mampu membersihkan kotoran atau make up sesuai jenis kulit. Para ahli kecantikan kebanyakan juga kurang tanggap terhadap prosedur atau penatalaksanaan perawatan wajah. otot frontalis pada dahi mempunyai serabut otot yang menuju ke arah atas dan berfungsi untuk mengerutkan kening dan menaikan bulu mata. Untuk mendapat hasil yang baik. tanpa memahami benar efek dari setiap gerakan yang dilakukannya. Tetapi banyak orang yang tidak memperhatikan kebugaran wajahnya.Sediaan Kosmetika 2.4 Krim nutritif. 1. Krim urut. krim Pelembut 2. Berikut adalah tata cara pembersihan kulit wajah yang benar : 1. dan harganya ekonomis. debu. Perawatan Kulit Tubuh (Body Care). Umumnya mereka hanya melakukan tindakan yang sesuai dengan apa yang mereka baca dari buku panduan. Manfaat perawatan wajah akan diperoleh bila sasaran tindakan sesuai dengan struktur anatomis dari otot-otot wajah. kotoran dan sisa-sisa make up yang menempel pada kulit wajah tersebut.5 Krim Antikerut 2. 103 . memiliki bentuk yang tepat sehingga dapat digunakan dengan mudah. Membangun dan menjaga tubuh untuk tetap selalu kuat dan bugar merupakan perhatian setiap orang.6 Masker II. menimbulkan rasa nyaman pada kulit baik yang berfarfum lembut maupun tanpa farfum. Misalnya. meliputi : Krim tangan dan krim tubuh (Hand and Body Cream) PERAWATAN KULIT WAJAH (FACE CARE) Saat ini tubuh bugar sangat populer. proses pembersihan wajah sebaiknya dilakukan dengan menggunakan produk kosmetik pembersih yang sesuai dengan umur dan jenis kulit seseorang.1 Pembersih Pembersihan kulit wajah merupakan tindakan paling penting untuk menjaga kebugaran wajah dengan tujuan menghilangkan sel-sel kulit yang mati. Setiap otot wajah masing-masing mempunya fungsi sendiri sehinga setiap gerakan yang dilakukan pada wajah harus sesuai dengan fungsi otot yang mendasarinya. Pembersihan wajah juga berfungsi sebagai persiapan kulit wajah untuk mendapatkan tindakan perawatan lebih lanjut.

3. Pada akhir abad ke-19 formulanya digunakan boraks yang direaksikan dengan asam lemak bebas yang terkandung dalam beeswax untuk membentuk sabun natrium sehingga terbentuk sediaan yang stabil. merangsang aliran darah balik pada permukaan kulit. dan dagu lakukan gerakan beberapa kali karena di daerah terdebut banyak terdapat kelenjar minyak dan sering mengalami sumbatan Pembersihan wajah yang baik adalah yang dapat menghilangkan semua kotoran yang menempel pada permukaan kulit. Beeswax 12%. 5. boraks 0-5% 3. 4. pada waktu mengeringkan malam/lilin harus dengan hati-hati yaitu dengan dicairkan dalam mortir dengan tiga atau empat bagian minyak zaitun kemudian didinginkan lalu ditambahkan air sebanyak yang diperlukan ke dalam massa tersebut. boraks 0-5%. Beeswax 13%. dan tidak stabildibandingkan dengan cleansing cream. gerakan yang cepat. Krim pendingin termasuk dalam tipe krim air dalam minyak. Menurut Galen. dan meningkatkan temperatur permukaan kulit Lakukan gerakan effeleurage secara berkesinambungan dengan tekanan yang seragam dan berirama.1 Krim Pembersih (cleansing cream) Sejarah Dahulu krim dingin digunakan sebagai cleansing cream dengan penambahan berbagai zat. 1.mata dan tenggorokan) hindari penekanan berat. menyebabkan perubahan warna kulit. minyak almon 56%. tujukan perhatian pada daerah ber.Sediaan Kosmetika 1. Secara fisik krim dingin memiliki massa yang lebih berat. 7. boraks 1% 2. memberikan rasa dingin yang menyenangkan selama penggunaan serta melembutkan kulit dengan baik. pemakaian yang lebih rumit. minyak almon atau parafin cair 53-55%. 104 . 2. Beeswax 18-20%. seorang ahli pengobatan Romawi pada abad pertengahan.1. spermaceti 12%. Telapak tangan harus melakukan kontak sebanyak mungkin dengan kulit wajah Pada daerah sensitif (di atas pipi. minyak almon atau parafin cair 60-61%.make up dan pada daerah dengan distribusi kelenjar lemak kulit yang banyak. hidung. Pada tindakan manual. lakukan gerakan yang benar dan hindari rangsangan yang terlalu berlebihan pada kulit Pada bagian tengah dahi. dan lakukan pengulangan penekanan secara bergantian Banyaknya jari tangan yang digunakan pada gerakan tergantung luas daerah yang dibersihkan. Sediaan ini mudah digunakan. Berbagai variasi penggunaan boraks dalam formula krim : 1. Formulasi yang diberikan oleh Galen telah mengalami perkembangan menjadi formula yang lebih kompleks yang dikenal dengan krim pembersih dan krim pendingin yang mana dalam penggunaanya dapat dikombinasikan. Penemuan krim ini dilakukan oleh Galen. 6.

Lapisan krim yang tertinggal harus melembutkan dan mencegah kekeringan Syarat-syarat krim pendingin : 1. Krim padat berminyak dengan kandungan minyak tinggi 2. Krim dapat disebarkan pada permukaan kulit dengan mudah. Terdapat beberapa zat yang dapat digunakan sebagai pembersih muka. pelumas dan pelindung. Oleh karena itu dalam air . juga bermuatan negetif. campuran larutan gasoline dan terpentin. dasar bedak. Syarat-syarat Krim pembersih : 1. Air adalah zat yang baik digunakan sebagai cleaning agent dan dapat mengangkat kotoran-kotoran yang larut dalam air. cake make up. Penggunaan cleansing cream memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan menggunakan sabun pembersih karena bahan kimia natural lebih cepat terangkat dengan menggunakan cleansing cream. Sabun dan deterjen sintetik dengan penambahan air akan membentuk emulsi yang dapat mengangkat kotoran. seperti air.Sediaan Kosmetika Fungsi Fungsi utama dari cleansing cream dan lation adalah untuk mengangkat sisa-sisa make up. dan berbagai macam partikel termasuk bakteri. Kotoran harus dapat ditarik oleh air dan minyak yang ada dalam formula. perlu digunakan larutan atau proses emulsifikasi. yaitu : 1. kotoran dan minyak dari kulit leher. Krim padat berair dengan kandungan minyak sedang 3. seperti pelembut. partikel-partikel ini dapat dibuang. dan lipstik. Krim cair berminyak dengan kandungan minyak sedang 105 . Sisa minyak yang tertinggal di permukaan kulit tidak menutupi pori-pori Terdapat lima jenis tipe krim berdasarkan komposisinya. Selain itu cleansing cream merupakan faktor iritasi yang sangat kecil. Krim cair berair dengan kandungan minyak sedang 5. Beberapa zat tambahan dapat diberikan pada krim pembersih agar menjadi formula yang lebih baik. Untuk membersihkan partikel-partikel yang berminyak. 2. sabun dan deterjen sintetik. Mempunyai kemampuan untuk melembutkan 2. Memberi rasa dingin selama penggunaan 3. Permukaan kulit yang normal bermuatan elektrostatik negatif. pemerah pipi. Formula cleansing cream dan lotion yang baik dapat dengan cepat mengangkat kosmetik yang digunakan seperti bedak muka. 4. Aksi fisik pada kulit 5. Krim cair berair dengan kandungan minyak rendah 4. Kerja krim pembersih pada umunya membentuk ikatan antara larutan minyak mineral dengan kotoran-kotoran pada permukaan kulit. Meleleh atau menjadi lembut pada pemakaian di wajah 3. minyak mineral. Cleansing cream yang modern dapat menjaga keseimbangan kulit dengan meninggalkan lapisan emollient (pelembut) pada kulit yang menjaga kulit dari kekeringan.

......0.qs Pengawet …………………………………. parfum. asam. alkohol dan hidrokarbon.5% Minyak mineral ……………………………45% Wax parafin ……………………………….0. dll …………………………….2..8% Parfum ……………………………………..5% MgSO4 ……………………………………. A. Formulasi yang menggambarkan penggunaan zat pengemulsi non-ionik yang tidak menggunakan beeswax tetapi dengan menambahkan magnesium sulfat. Pada sistem beewax-boraks digunakan digunakan jumlah boraks yang lebih sedikit untuk menetralkan asam lemak bebas dan beewax sehingga menghasilkan krim yang stabil.……………….. Krim padat berair dengan kandungan minyak sedang Dari krim padat berair dengan kandungan minyak tinggi hanya diperlukan satu langkah lagi untuk mendapatkan krim krim yang lebih ringan dengan kandungan minyak sedang pada formula ini beeswax digantikan dengan pengemulsi anionik atau non ionik. 7% Boraks …………………………………….Sediaan Kosmetika Krim padat berminyak dengan kandungan minyak tinggi Krim dingin yang ditemukan oleh Galen termasuk pada tipe ini.4% Larutan sorbitol 70% ………………………. 106 ..2% Air …………………………………………32.…….5% Lanolin ……………………………………. Contoh formula: Beeswax …………………………………….. Beewax adalah campuran kompleks dari ester lemak.10% Wax mikrokristalin ………………………. Pada waktu larutan borks dicampur dengan akan terbentuk garam Na asam wax diantara permukaan minyak dan air sehingga tegangan antar muka menjadi turun dan terbentuk emulsi. Contoh formula: Petroleum ………………………………….add 100% Pada krim parat berminyak dengan kandungan minyak tinggi dapat digunakan metode lain yaitu dengan mengganti beewax dengan sabun seperti trietanolamin stearat sebagai zat pengemulsi.3% Ceresin ……………..5% Arlacel 83 ………………………………….35% Minyak mineral ……………………………15% Parafin wax ………………………………. Sistem emulsi dalam jenis ini berdasarkan beewax-boraks.2% Air...qs Krim beeswax memiliki aroma yang spesifik dan biasanya digunakan dengan parfum mawar.

qs C.2% Karbopol 939 ……………………………..6. Krim cair berminyak dengan kandungan minyak sedang Hanya ada beberapa yang termasuk kategori ini karena produk ini sulit dibuat dan mengandung lebih dari 40% fase minyak.. Krim cair berair dengan kandungan minyak sedang atau rendah.84. Laits de Tiollete”... Susu Pembersih Susu pembersih adalah sediaan padat berupa emulsi kental yang mengandung air kurang lebih 60 %.10 Setil alkohol………………………….2.5% Parfum dan pengawet …………………….5% Asam stearat …………………………………3% Trietanolamin ………………………………. Kestabilan selama penyimpanan dapat mempertinggi viskositas tetapi harus tetap dijaga agar tetap bisa mengalir. tujuannya untuk pemakaian luar.0.1. Contoh formula : Minyak mineral………………………. Perubahan viskositas selama penyimpanan menjadi masalah dalam pembuatan krim cair..8 Air……………………………………. Zat pengemulsi yang biasa digunakan adalah sorbitan oleat atau turunan lanolin.1. B..7% Parfum dan pengawet ………………………. bentuk ini lebih encer dari krim.qs Pada formula di atas digunakan trietanolamin stearat sebagai zat pengemulsi dan turunan hidrokoloid sebagai pengental. Penambahan tinktur alkohol ini ke fase air diendapkan dalam bentuk dispersi halus sehingga memberikan bentuk susu pada larutan.10% Setil alkohol …………………………………0. ekstrak hazel dan air mawar dan setelah ini ditambahkan tinktur alkohol dari gom sepeti gom benzoin.Sediaan Kosmetika Contoh formula: Minyak mineral …………………………. Sediaan ini mengandung larutan sabun dalam air dengan penambahan gliserin.. Contoh formula: Minyak mineral …………………………….7 107 .10% Trietanolamin ……………………………..5% Air …………………………………………57. Lebih dari setengah sedian krim pendingin dan pembersih termasuk dalam krim cair dan 75% dari krim cair termasuk dalam kelompok ini. Biasanya dikenal sebagai “Laits de Beaute....8% Air ……………………………………………84.30% Asam stearat …………………………….. I. Besarnya viskositas dapat divariasikan dengan menyesuaikan jumlah dan jenis zat pengemulsi..5 Asam stearat……………………………3 Trietanolamin………………………… 1.

• Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA .3 Co (III) Nitrat → merah karmin Panaskan hati-hati dalam tabung reaksi → terjadi uap yang membirukan lakmus merah basah • • • • • 108 . larutan harus tetap jernih ( FI III. Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . masing – masing sekitar 1. Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak .Sediaan Kosmetika Analisis Minyak mineral Didihkan 15 tetes zat uji dengan 10 ml larutan KOH p 8% b/v dalam etanol (90%)p selama 2 jam. • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . Asam stearat • bilangan iodium tidak lebih dari 4 • suhu lebur tidak lebih dari 54 • • • jika dibakar→bau malam bereaksi asam pada tes lakmus zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat larutan + NaOH lalu dikocok→ agak berbusa pada pengenceran.0 . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . Trietanolamin Pada 1 ml + 0. Encerkan dengan 50 ml air.1 ml tembaga (II) stearat → warna biru tua + % ml NaOH 1N dan pekatkan dengan mendidihkan hingga 1/3 vol semla → biru tetap Pada 1 ml + 0. hal 21 ) Setil alkohol 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas .5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . larutan harus tetap jenih.

qs Analisis Asam Stearat Telah dijelaskan diatas KOH ( Kalium Hidroksida ) • larutan 4 % b/v memberikan reaksi terhadap Kalium : + Heksanitritokobaltat ( III ) Na3[Co(NO2)6] → end. Kuantitatif . Krim Penghapus ( Vanishing Cream ) Vanishing Cream adalah sediaan kosmetika untuk kulit yang berfungsi sebagai penghilang kotoran.8 % Air…………………………76..3. membersihkan dengan cepat sehingga membuat kulit bersih dan bercahaya. Formula vanishing cream didasarkan pada kualitas yang tinggi dan asam stearat sebagai fase minyak.3 % Parfum dan pengawet………. yang biasa digunakan sebanyak 20-30%. Pengemulsi yang digunakan in situ dengan penambahan alkalis atau basa. tambahkan biru brom LP dan asamkan dengan H2SO4 109 . Timbang seksama 400 mg . masukkan ke dalam gelas piala 600 .. lebih dari itu dapat memberikan penampilan yang menarik pada produknya. terjadi nyala hijau.1. Kuning + Larutan asam tartrat H2C4H4O6 → end kristalin putih + Larutan asam perklorat HClO4 → end kristalin putih + Asam Heksakloroplatinat ( IV) H2[PtCl6] → end kuning + tes nyala → ungu Gliserin • panaskan dengan Kalium Bisulfat : terjadi uap merangsang • jika dibakar dengan sedikit Na-tetraborat p diatas nyala api. encerkan dengan 50 ml air .Sediaan Kosmetika • Reaksi Parri : + Zat + Co (NO3)2 + NH4OH → warna ungu Zat + AgNO3 dipanaskan di waterbath selama 2 menit → cincin merah Larutan zat + sedikit garam Co + beberapa tetes NaOH → ungu intersip → panaskan → biru ungu kemudian kuning kotor. Contoh formula : Asam stearat………………15 % KOH………………………0.7% Gliserin……………………. • • • 1. untuk menetralisir jumlah asam lemak bebas. Vanishing cream ini harus mempunyai fase minyak yang meleleh diatas suhu tubuh dan mengkristal pada bentuk yang sesuai sehingga dalam penggunaannya tidak terlihat dan memberikan lapisan yang tidak berminyak.

Larutan kamfer dengan kekuatan 1 : 1000. Beberapa tinktur seperti tinktur sage atau arnica. Penyegar I.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan .5 % Pengawet……………………. Kandungan sediaan tonik kulit sama halnya dengan losio pengencang. Tonik kulit Tonikum kulit wajah ( face tonic ) digunakan untuk membersihkan dan menjaga kulit wajah dan mengandung beberapa zat yang diklaim mampu merangsang kulit wajah. dapat mendilatasi jaringan kulit serta memberikan efek stimulasi. Tinktur sage dapat memberikan kesegaran bagi kulit. Preparat ini harus menyegarkan dan mendinginkan kulit sehingga cocok apabila disebut sebagai penyegar kulit. dengan dasar alkohol. Jika diinginkan dapat ditambahkan sari buah.. I. sedangkan tinktur arnica dapat memberikan rasa yang enak pada kulit.01 N.2. Jika diinginkan dapat ditambahkan mentol pada sediaan ini dengan jumlah tidak lebih dari 0.qs Analisis Alkohol 95 % ( etanol 95 % ) Zat mereduksi pada 20 ml + 1ml Kalium Permanganat 0.2. • Dengan cara kromatografi gas.Sediaan Kosmetika 0. Netralkan dengan NaOH 0.1. biarkan pada suhu 200 selama 10 menit terlindung dari cahaya. Sedikit borax dan alkali lemah serta larutan kamfer juga dapat ditambahkan.5 % Air……………………………19.05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau . dapat ditambahkan pada sediaan untuk memperkuat efek tonik.2 % untuk memberikan efek yang menyejukan Contoh formula : Alkohol………………………20 % Air bunga jeruk………………30 % Air mawar……………………30 % Kalium Aluminium Sulfat……0. warna larutan tidak hilang sempurna.cair ( FI III hal 65 ) Kalium alumunium sulfat ( KAlSO4) * Kalium + eksanitritokobaltat ( III) Na3[Co(NO2)6] → end kuning + larutan asam tartrat H2C2H4O6 → end kristalin putih + larutan asam perklorat → end kristalin putih + asam heksakloroplatinat (IV) H2(PtCl6) → end kuning + tes nyala : kuning keemasan * Al + Larutan amonium → end putih seperti gelatin + NaOH → end putih + Larutan Amonium sulfat → end putih + Na-Posfat → end putih + Na-Karbonat → end putih • 110 . eau de cologne dan hazel witch.

Sediaan Kosmetika
* SO4 + Larutan Barium klorida → end putih yang tidak larut dalam HCl p + Larutan Timbal ( II ) asetat → end putih yang larut dalam larutan amonium asetat dan dalam natrium hidroksida 1.2.2. Losio Pengencang ( Astringent Lotion ) Astringent lotion merupakan sediaan kosmetik yang baik digunakan untuk perawatan bagi kulit berminyak, serta dapat menghilangkan atau mengurangi keriput pada kulit. Keriput disebabkan karena hilangnya atau berkurangnya elastisitas kulit akibat degenerasi kulit. Astringent lotion bekerja dengan cara memperkecil atau menciutkan poripori kulit. Sediaan ini digunakan setelah penggunaan krim atau cleansing lotion ( pembersih), kemudian diikuti oleh penggunaan make up pada wajah. Pada perawatan kulit, astringen juga dapat digunakan untuk memperbaesar pori-pori, namun akibatnya folikel-folikel rambut akan terbuka. Astringent lotion juga dapat disebut sebagai antiprespirant ringan, karena didalamnya terkandung garam-garam alumunium, potasium alam, dan garamgaram zinc, sulfat atau fenol sulfonat. Pada beberapa astringent lotion juga terkandung alkohol, dimana jika jumlahnya melebihi 20 % maka akan menyebabkan rangsangan pada kulit wajah pada sengatan. Air aromatik sebagai pengaroma seperti air bunga mawar dan air bunga jeruk juga sering ditambahkan. Komposisi lain yang dapat ditambahkan ialah kamfer, tincture benzoin, tinture sage dan ekstrak destilasi dari hazel. Contoh Formula : Potasium alumunium sulfat……………………...1 % Zinc Sulfat……………………………………...0,3 % Gliserin…………………………………………...5 % Air mawar……………………………………….50 % Air……………………………………………..43,7 % Pengawet…………………………………………..qs Analisis : Potasium + Tes Nyala dengan kawat platina : nyala kuning + larutan kalium antimonat P , terbentuk hablur putih perlahan-lahan Alumunium, Sulfat dan Gliserin telah dituliskan diatas 1.2.3. Krim Pengencang ( Astringent Cream ) Sediaam krim astringent sama halnya dengan anti presipirant, namun untuk penggunaan pada wajah, krim astringent mengandung zat yang lebih lembut atau astringent yang lebih kuat dengan kadar lebih rendah. Astringent ringan bisa dibuat dengan cara mengganti bagian air dengan minyak kemiri atau menggunakan emulsi non-ionik. Sebelum digunakan, sediaan ini diuji terlebih dahulu pada kulit, untuk meyakinkan bahwa krim ini tidak terlalu keras untuk kulit wajah. Efek krim astringent yang sangat lembut ini diberikan oleh adanya kandungan air dan ekstrak hazel witch atau emulsifier non-ionik. Fase airnya

111

Sediaan Kosmetika
mengandung larutan encer dari zinc fenolsulfonat, atau potasium alumunium sulfat. Contoh formula : Propilen Glikol Monostearat………………………... 12 % Isopropil miristat……………………………………... 1% Ekstrapon VC ( Dragoco )…………………………… 1% Setil alkohol……………………………………. ........ 3% Sorbitol 70 %…………………………………... ........ 5% Ekstrak minyak kemiri…………………………........ 10 % Aquades………………………………………........... 67,6 % Parfum………………………………………….......... 0,4 % Analisis Propilen Glikol Analisis Kualitatif : Spektrum serapan infra merah dari lapisan tipis menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada propilen glikol . Analisis Kuantitatif : Dengan kromatografi gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas dan kolom 1m X 4mm berisi bahan pengisi 5 % G16 pada partikel penyangga S . Gunakan helium Pasal sebagai gas pembawa . Prosedur : Suntikkan 10 mikro liter ke dalam kromatograf dan rekam kromatogram . Hitung persentase C3H8O2 dalam propilen glikol , dengan membagi luas puncak propilen glikol dengan jumlah seluruh puncak kecuali puncak udara dan air lalu kalikan 100 . Isopropil miristat • bilangan penyabunan 202-212 • bilangan asam tidak lebih dari 1 • bilangan iodium tidak lebih dari 1 • secara kualitatif dan kuntitatif dapat dilakukan dengan kromatografi gas Sorbitol • Mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol (95 %), dalam metanol p dan asam asetat p Pada larutan 5 g dalam 4 ml, tambahkan 1 ml metanol p, 1 ml benzaldehid p dan 1 ml HCl a, kocok dalam pengocok mekanik sehingga terbentuk hablur. Saring dengan penghisap, larutkan hablur dalam 20 ml air mendidih yang mengandung 1 g Na-bikarbonat p, saring selagi panas, dinginkan filtrat. Saring dengan penghisapan, cuci dengan 5 ml campuran metanol p dan air volume sama, keringkan di udara, suhu lebur antara 174-179 0. Setil alkohol telah dituliskan diatas

112

Sediaan Kosmetika
I.4 Pelindung Wajah dan Masker Sediaan ini mengandung koloid dan bersifat menyerap sehingga dapat menyerap lemak atau kotoran di kulit wajah. Sediaan ini mengandung beberapa sifat, terutama harus dalam bentuk pasta yang lembut, tanpa adanya tanpa adanya partikel-partikel kecil dan tidak boleh melekat serta menimbulkan bau yang menyenangkan. Terdapat tiga system dasar yang menghasilkan produk yang memenuhi karakteristik diatas adalah : 1. System dengan dasar lilin Masker dengan dasar lilin secara umum hanya mengandung paraffin wax dengan titik didih yang sesuai atau merupakan campuran dari lilin dengan penambahn petroleum jelly serta bahan-bahan polar seperti setil dan stearil alcohol. Produk ini akan berbentuk padat pada temperatur kamar dan diginakan dengan cara dilelehkan terlebih dahulu dan dioleskan dalam keadaan panas. Ketika lilin mengeras akan timbul perasan mengencang pada kulit. Dengan terbentuknya lapisan lilin maka terbentuk juga penghalang air, pengeluaran keringat yang berlebihan akan membantu untuk membersihkan kotoran dari permukaan kulit. Contoh formula : Mikrokristalin wax …………………..13% Paraffin wax …………………………60% Setil alcohol ………………………… 5% Minyak mineral …………………….. 20% Benton 38 ……………………………1,4% Isopropyl …………………………….0,6% Analisis Paraffin wax, setil alcohol, minyak mineral Analisisnya telah dijelaskan diatas. Isopropyl alcohol. Campur 2mL larrutan 10% v/v dan 2mL raksa (II) Sulfat Ip, panaskan hingga tepat mendidih, membentuk endapan putih atau putih kekuningan. b. Panaskan hati-hati 1mL dengan 4mL K-bikromat Ip dan 1mL H2SO4 c → terbentk aseton. 2. System dengan dasar karet. Sediaan yang menggunakan system dasr karet adalah pelindung wajah. Setelah sediaan pelindung ini mongering maka akan membentuk lapisan yang elastis dan impermeable terhadap air pada wajah. Dengan adanya respirasi kulit yang normal, lapisan akan menghasilkan panas yang diyahan oleh kulit sehingga terjadi peningkatan temperatur dan peningkatan sirkulasi darah. Masker yang berasal dari karet dapat mudah dilepas dari kulit dengan hanya menarik saja.

a.

113

gelatin..55% Pengawet ……………………… 1% Analisis.. Kaolin a. 114 ..2. • Larutan encer membentuk endapan dengan trinitrofenol Ip dan asam tanat Ip → tidak membentuk endapan dengan asam lain. metil selulosa dan boraks Telah dijelaskan analisisnya diatas. kumpulkan filtrat dengan cairan cucian. Kemampuan membersihkan dari masker ini kurang penting karena tidak mengandung zat padat yang dapat mengabsorpsi kotoran. Contoh formula (untuk masker) : Tragakan …………. penyaringan dengan 5 mL air. 7% Metil selulosa …………………10% Kaolin ………………………… 3% Boraks ………………………… 1% Air ……………………………. larutan menunjukkan reaksi Al.2. cuci. 3.5% Analisis Tragakan. • Panaskan dengan Kalium antasida p → terjadi gas amoniak.Sediaan Kosmetika Contoh formula : Emulsi lateks …………………25% Sorbitol ………………………. Lebur 2g dan 2g Na-karbonat anhidrat p. hangatkan sisa dengan 10 mL air. sperti tragakan.2. akasia dan polivilin pirilidon. System dengan dasar hidrokoloid Digunakan beberapa jenis gom.5% Gelatin ……………. Contohnya kaolin dan bentonit yang digunakan dalam jumlah tidak lebih dari 5%. kumpulkan filtrat dan cairan cuvian. gom kasaben. Gelatin. NaCMC. gliserin dan ZnO Analisisnya telah dijelaskan diatas. b. Sorbitol.3% ZnO ………………. saring. dengan larutan encer tawasp dan timbal (II) asetat Ip atau dengan besi (II) klorida Ip. tambahkan 3 mL HCl p → terbentuk endapan menyerupai gelatin. Masker dengan dasar hidrokoloid ini juga mengandung sejumlah kecil zat terbagi yang berfungsi sebagai opaficier dan mempermudah penggunaan.3% Air ……………….2% Gliserin ……………2.24. Larutkan sisa dalam 10 mL HCl p. Gerus 2g dan 2 mL dan campuran dapat mengalir.

Contoh formula untuk pelindung wajah : Gelatin …………………. 5. Untuk masker yang sudah jadi.….05% Zn ………………………..50% Analisis Semua analisisnya telah dijelaskan diatas.2% Air ….. Alat Bantu yang disebut gauze ini merupakan bahan pelapis yang berguna untuk mempertahankan keutuhan masker selama berada di kulit wajah.. Bila kulit seseorang sangat halus dan sensitive.10% Kamfer …………………0. merangsang dan melembutkan kulit. Sebagian orang merasa lebih menggunakannya bila dimulai dari daerah leher walaupun ada juga yang merasa lebih mudah dari daerah dahi. dapat memberikan efek pengencanagan kulit setelah pemakaian.0. memiliki kemampuan daya adsorben yang cukup untuk memberikan efek membersihkan kulit. 4. 1. Face mask dengan bahan yang sedikit lembut dapat dioleskan pada kulit yang kering dengan menggunakan suatu alat Bantu. peletakannya di wajah harus dilakukan dengan bantuan spatula dan dilakukan secara cepat. tambahkan raksa(II) nitrat Ip → terbentuk endapan putih yang jika dihangatkan berwarna merah bata.5% Titanium dioksida ……. Tetapi bisa juga dilakukan pelepasan 115 .5 Masker Wajah. Dalam dunia kecantikan masker wajah dikenal dengan istilah face pack atau face mask.. Penggunaan masker dilakukan setelah tindakan pembersihan dan sebelum tindaka perawatan atau pengobatan lainnya. masker yang digunakan sebaiknya lebih tipis dan segera dilepaskan pada satu daerah sesaat ketika akan meletakkan masker pada daerah lain.3% Kaolin …………………….Sediaan Kosmetika • Pada larutan zat. tidak berbahaya (iritasi) terhadap kulit serta tidak beracun. seperti menanggalkan sel kulit yang telah mati. seperti Lumpur atau clay. Masker jenis ini digunakan pada orang yang berkulit normal atau berminyak dengan pengginaan langsung dioleskan ke permukaan kulit wajah. Sifat-sifat dari sediaan masker : 1. yang memiliki arti yang sama. bersih dan dalam keadaan masker masih lembab. memberikan kenyamanan pada kulit dan memberikan asupan sumber makanan pada kulit. Penggunaan masker dapat dilakukan untuk mendapatkan beberapa manfaat. lubang hidung dan mulut. tidak memerlukan waktu yang lama untuk pengeringan.……………………. 2. cara pemakaian dan penggantian/pelepasan yang mudah. 3.. Hindari daerah kulit sekitar mata. Istilah face pack biasanya dipakai bila bahan dasar masker terdidri dari unsure yang memiliki molekul agak besar.

Jenis Masker : Dapat dibedakan berdasarkan kesiapannya untuk digunakan. mengangkat se-sel kulit yang telah mati. yaitu apakah sudah jadi atau harus diolah terlebih dahulu. Yaitu tepung berwarna putih yang berfungsi sebagai astringen ringan yang cocok untuk memperbaiki kulit yang berpori-pori terbuka serta menguatkan dan mengncangkan kulit. jenis masker yang digunakan dan suhu udara disekitar.setting mask. Yaitu tepung berwarna merah muda dan mengandung seng karbonat untuk menyejukkan kulit yang meradang dan mengurang pelebaran pembuluh darah kulit. hidung atau mulut. 1. Masker jenis ini dapat ditemukan dalam beberapa variasi warna. Masker sebaiknya dilepaskan dengan menggunakan kapas yang telah dicelup di air hangat. penggunaan masker dilakukan selama kurang lebih 5-20 menit tergantung kepekaan kulit. merangsang dan memperbaiki kulit melalui percepatan proses regenerasi dan memberikan nutrisi pada jaringan kulit. Pada daerah yang mengalami penyumbatan atau bercak. meningginya proses difusi aliran darah atau pada infeksi atau penyakit kulit. Penggunaan kapas sekali pakai (disposable) lebih sehat dan lebih baik. yaitu membersihkan kotoran yang menempel pada lapisan kulit yang lebih dalam.  Kaolin 116 . terdapat kerusakan pembuluh darah kapiler. Bahan dasar clay setting mask terdiri dari :  Kalamin. Setting Mask Merupakan masker yang terbuat dari tepung yang telah diolah dan dikemas sedemikian rupa. mengurani iritasi kulit serta merupakan pelembab dan penyegar kulit. gunakan lapisan masker yang sedikit lebih tebal. Kemasannya dilengkapi dengaqn lapisan tipis karena umumnya masker ini berbahan dasar seperti Lumpur. dapat digunakan masker lebih dari satu jenis. memperbaiki pori-pori kulit.Sediaan Kosmetika secara bersama-sama sesegera mungkin. Normalnya. Sebaiknya hindari penggunaan masker pada orang yang mempunyai riwayat alergiatau pada keadaan kulit sangat sensitive. Pada kulit kombinasi. membersihkan sisa-sisa kelebihan lemak pada permukaan kulit. Terdapat dua macam masker jenis ini yaitu clay setting mask dan sulphur. peeling dan astringent. Masker merupakan alat yang memiliki efek dan manfaat sebagai deep cleansing. Clay setting mask. kenyamanan. Tindakan harus dilakukan secara hati-hati agar air tidak menetes ke pelipuk mata.  Magnesium karbonat. Masker merupakan salah satu bentuk tindakan perawatn wajah yang telah ditemukan seajak dahulu secara tradisional untuk membersihkan pori-pori dan memperbaiki kulit wajah. Kemasan atau jenis masker terdiri dari setting mask dan non. memiliki jarringan parut baru. Secara sistemik penggunaan masker berguna untuk merangsang kerja sirkulasi aliran darah maupun aliran limfe.

Sediaan Kosmetika
Yaitu tepung berwarna putih krem yang mempunyai efekk lebih kuat daripada Magnesium karbonat serta berfungsi membersihkan kulit, merangsang sirkulasi dan merupakan sumbernutrisi kulit.  Lumpur steril yang akan merangsang sirkulasi dan sangat baik untuk kulit berjerawat. Selain itu masker jenis ini juga mengandung bahan aktif seperti air mawar (sebagai toner dan meningkatkan kerja masker, air bunga jeruk dan digunakan sebagai refining mask- masker yang berfungsi untuk memperbaiki fungsi kulit yang terganggi dan mengencangkan kulit dengan cara mengecilkan pori-pori kulit), witch hazel (astringent, baik digunakan pada orang berjerawat tetapi tidak boleh digunakan pada kulit halus dan sensitive) dan minyak almon (tidak mengeringkan kulit sehingga sangat baik digunakan pada kulit dehidrasi, kulit orang tua dan untuk menjaga kulit agar tetap awet muda). Sulphur, peeling dan astringent. Bahan dasar kemasan ini umumnya terdiri dari beberapa bahan organic maupun bahan kimiawi yang telah diforrmulasikan sendiri oleh suatu perusahaan kosmetik. Bahan sulfur yang digunakan sangat baik untuk proses penyembuhan. Namun jangan menggunakan masker jenis ini untuk kulit kering, kulit orang tua dan kulit yang sangat sensitive. Lateks atau alginate. Kemasan ini merupakan bentuk lain setting mask yang pada lateks tebuat dari unsure karet pada alginate tebuat dari tumbuhan laut. 2. Non-setting mask. Merupakan suatu masker yang berasl dari bahan-bahan biologis (terbuat dari tumbuhan baik berupa buah-buahan, sayuran atau daun). Gunakan gauze untuk memudahkan pengolesannya pada kulit, terutama untuk masker yang terbuat dari buah-buahan. Buah-buahan seperti ketimun yang sering digunakan sebagai masker sangat baik untuk semua jenis kulit dan untuk mendapatkan efek yang lebih baik lagi, tambahkan air bunga mawar. Specialized Mask Merupakan bentuk masker yang berasal dari bahanbahan tertentu sesuai dengan fungsinya. Gelatin. Berfungsi sebagai deep clanking dan mild astringent. Oleskan sampai memenuhi seluruh permukaan wajah hingga kulit teras lembut dan lentur. Kemudian tekan-tekan sedikit dan biarkan selama 20 menit. Paraffin wax. Bahan yang terdiri dari paraffin (lilin), bees wax, petroleum jelly dan benzoin ini setelah cair dicampur dengan air panas dan selanjutnya dalamkeadaan hangat dioleskan dengan sikat. Keringat yang banyak dikeluarkan dalam proses ini sangat baik untuk mengangkat kotoran. Hot oil mask. Sangat dianjurkan untuk kulit kering, berkerak atau kulit dengan kerutan halus. Minyak yang digunakan bisa minyak almon, zaitun atau minyak gandum. Dengan bantuan sinar infra merah, wajah yang ditutupi masker disinari selama 5-10 menit. Stimulating mask. Bahan berbentuk pasta yang terdiri dari Magnesium, Lumpur steril (fuller’s earth) dan air mawar ini sangat berguna untuk memperbaiki kerusakan sel-sel kulit wajah. Digunakan selama 5-15 menit.

117

Sediaan Kosmetika
Milk pack. Sangat baik digunakan sebagai masker karena selain memperbaiki fungsi kulit juga dapat memberikan zat-zat gizi pada kulit. Bahan ini sangat baik digunakan untuk kulit kering, berumur, berkerut dan kurang gizi. Terbuat dari campuran buah almon dan susu. II. Krim Tangan dan Krim Tubuh (Hand cream dan body cream). Krim tangan dan krim tubuh adalah sediaan yang digunakan untuk melindungi kulit supaya tetap halus dan lembut, tidak kering, bersisik dan mudah pecah. Kulit kering dan kasar pada umumnya disebabkan karena kulit sering kontak dengan air atau larutan deterjen/sabun, terutama pada cuaca dingin. Kulit kering yang disertai pecah-pecah terjadi karena pecahnya lapisan tanduk dari kulit dan berkurangnya jumlah air pada lapisan korneum. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan cuaca menjadi lembab secara tiba-tiba. Menurut Frazier dan Blank, mekanismenya dalah sebagai berikut : Ketika air mengenai kulit, jaringan epitel akan menyerap air dan kemudian membengkak karena tejadinya hidrasi. Terjadinya pembengkakan ini menyebabkan lapisan korneum menjadi pecah. Ketika kulit keluar dari air, jaringan epitel kemudian mongering dan berusaqha kembali ke bentuk dan ukuran semula. Karena pecahnya lapisan korneum, sel-sel tidak kembali ke tempat semula tetapi berusaha keluar ke permukaan sehingga kulit terasa kasar. Berpindahnya lipid dari permukaan kulit yang diakibatkan larutan deterjen juga dapat menyebabkan kulit menjadi kasar. Lipid berperan sebagai pengikat untuk menahan lapisan sel epidermis agar berada di tempatnya. Sebum merupakan secret kulit yang berfungsi menjaga kelembutan, kelembapan dan melindungi kulit. Lapisan sebum apabila rusak atau hilang karena proses pencucian oleh larutan sabun atau deterjen, akan menyebabkan kekeringan dan bersisik. Keretakan akan muncul pad permukaan kulit dan menyebabkan infeksi yang diikuti dengan dermatitis. Kelembaban kulit sangatlah penting dan juga dengan sebum karena memberikan lapisan asam emollient, membantu dalam mengontrol evaporasi kelembaban walaupun kulit tidak selalu mensekresi agen pelembab alam. Keseimbangan kandungan air pada kulit juga perlu diperhatikan. Krim tangan (Hand Cream) memiliki sifat-sifat : 1. untuk memberikan kelembaban pada kulit secara langsung. 2. untuk memberikan lapisan minyak dan zat-zat lain yang sifatnya tidak jauh berbeda dengan sebum. 3. untuk menjadikan kulit lebih lembut dan lentur tetapi tidak terlalu berminyak. 4. tidak bereaksi dengan keringat normal pada tangan. 5. bersifat antiseptik. 6. memiliki bau yang harum. 7. memiliki warna yang stabil dan menarik. 8. mudah dihilangkan dalam penggunaanya.

118

Sediaan Kosmetika
Umumnya krim tangan (hand cream) dan krim tubuh (body crem) berupa cream yang ringan yang mudaah menyerap ke dalam kulit, lembut tetapi tidak terlalu berminyak pada kulit. Parfum harus sesedikit mungkin dan mudah dihilangkan. Supaya cream tidak menjadi terlalu berminyak pada kulit maka kandungan lemaknya harus rendah. Water continuous cream lebih umum digunakan daripada oil continuous cream. Bahan Dasar. Yang paling umum digunakan pada produk krim dan lotion tangan adalah emollient (zat pelemak). Zat ini dapat menginduksi proses dehidrasi pada kulit. Bahan-bahan dasar yang digunakan dalam produk perawatan kulit adalah : 1. pelembut (emollient). 2. zat pelindung. 3. zat penyembuh (Healing agent). 4. pelembab (Humektan) 5. zat pengemulsi. 6. zat pengawet. 7. zat pewangi (parfum). 8. zat pewarna.

1.

Pelembut (emollient)

Bahan yang sangat spesifik yang membantu dalam formuka pelembut kulit adalah lanolin dan turunannya, sterol, fosfolipid, hidrokarbon, asam lemak, ester asam lemak dan lemak alcohol. Lanolin dan turunannya. Bekerja dengan merawat bagian epidermis kulit normal, lanolin tidak berpenetrasi ke dalam kulit, tertahan dalam bagian permukaan dari epidermis. Lanolin merupakan lilin alami yang terdiri dari ester-ester dalam jumlah besar diman ester ini dibentuk oleh gabungan alcohol bermartabat tinggi dan asam lemak tinggi. Secara umum lanolin yang digunakan dalam formula tidak lebih dari 5%. Selain sebagai emollient, lanolin termasuk juga berfungsi sebagai zat pengemulsi. Turunan dari lanolin : ☺ Lanolin cair yang umum dijual dipasaran dengan nama dagang lanogene, lantrol, viscolan, lanoil, ritalan, argotol 60 dan fluilan. ☺ Lanolin wax yang umumnya dijual di pasaran dikenal dengan nama waxolan, lanfraks, lanocerin dan albalan. ☺ Lanolin alcohol. Terdiri dari tiga macam yaitu sterol, alcohol triterpen dan alcohol alifatik. Efek emollient yang dihasilkan oleh lanolin alcohol adalah sifat hidrofilik yang berasal dari sterol, dalam hal ini mendekati kolesterol. Lipid yang berada pada lapisa lemak di kulit, seperti kolesterol, bersifat hidrofilik dan apabila kontak dengan kulit, maka lapisan kulit akan menyerap air hingga kondisi yang normal. Proses dehidrasi kulit (pada korneum) ini disebabakan adanya kolesterol. Lanolin alcohol terdiri dari 3 bentuk, yaitu :

119

Menurut Peel. bahan lilin padat. Krim pelindung tangan dibagi menjadi dua kelompok. 1. kekeringan dan kulit berkerut. 2. dll. 5) Proses pelepasan yang mudah dan nyaman. berperan untuk melindungi kulit dari air dan zat yang larut dalam air yang dapat mengiritasi kulit. 2) Zat melekat dengan baik pada kulit. lanolin alcohol terasetilasi. Fosfolipid. warna kuning. warna kuning contoh: Hartolan. Contoh: Amerchol L-101. yaitu : a) krim dan lotion penolak air. yang penggunaanya tidak boleh lebih dari 5%. 4) Tidak mengiritasi kulit. Zat Pelindung.Sediaan Kosmetika 1. lentur dan tidak mudah retak. jenis ini ada berbagai macam seperti lanolin terasetilasi. Jenis asam lemak yang paling sering digunakan dalam pembuatan produk ini adalah asam stearat seperti Kalium stearat atau etanolamin stearat. lanolin polioksi alkalin. Merupakan kandungan dasar yang paling banyak digunakn dalam formula krim tangan dan badan. basa lemak. 3. dll. terdapat beberapa persyaratan untuk formulasi krim pelindung : 1) Stabil dan cara pemakain yanh mudah dan nyaman. paraffin wax dan ozokerit. 2. adalah senyawa kompleks lemak yang larut terdiri dari asam lemak dan gliserol serta basa nitrogen seperti kaoln dan etanolamin. Hidrokarbon. Jenis emollient ini kurang disukai karena menimbulkan rasa tidak nyaman serta efek berminyak. Asam lemak. 3. juga mengandung asam fosfat. Lanolin yang dimodifikasi. 3) Dapat membentuk selaput yang tidak tembus. Ceralan. larutan. 120 . Bentuk cairan biasanya dalam bentuk minyak mineral. Jenis fosfolipid yang banyak digunakan dalam krim tangan dan badan adlah lesitin. lanolin asam lemak. 2. Yang digunakan adalah petrolatum. Komposisi asam stearat yang digunakan dalam formula 1-20%. Kolesterol ini harus efektif dalam perawatan kulit yang disebabkan oleh iritasi. 6) Memiliki nilai estetika dalam hal kenyamanan. 6. lanolin alcohol teretoksilasi. 4. minyak mineral. Nimlesterol. Sterol Satu-satunya sterol yang digunakan khusus dalam sediaan krim tangan dan tubuh adalah kolesterol. 5.

4) Zat ini terdapat pada sediaan larutan. Penggunaan allantoin sebagai zat penyembuh (Mecca) : 1) Efektif untuk membersihkan bahan nekrtotik. glukosa dan Na laktat. Humectan yangumum digunakan adalah gliserol. Ammonium stearat dan garam amin dari asam lemak dapat menghasilkan krim yang putih tapi cenderung untuk 121 . mengandung mengandung sabun asam lemak kalium atau natrium Ester Sulfur (garam natrium) Natrium lauril sulfat. 2) Menstimulasi perkembagnagan lapisan granulasi yang dapat mereduksi waktu penyembuhan 3) Reaksi ini tidak menimbulkan rasa sakit. Amonium stearat. sabun asam lemak yang sering digunakan adalah triacthanolamin stearat sebanyak 0. diemulsikan menggunakan zat pengemulsi kelompok ini. 3. Gliseril monostearat. Penggunaan zat penyembuh didasarkan pada kulit tangan yang pecah. 4. kationik. berperan untuk melindungi kulit dari minyak atau zat yang larut dalam minyak yang dapat mengiritasi kulit. emulsi ointment. Sekitar 75% krim tangan dan tubuh yang dijual di pasaran. Pada formulasi lotion tangan. propilenglikol dan sorbitol. Trietanolamin stearat Asam lemak poliol monoester. Na stearat.5-3%. Produk perawatan tangan pada awalnya terdiri dari campuran yang sangat sederhana yaitu 50% humectan dan 50% air. polioksietilen sorbitol. natrium setil sulfat. Zat penyembuh (Healing Agent). manitol. Penggunaan alantoin urea pada krim tangan karena memiliki efek menembuhkan jika dipakai pada bagian kulit tangan yang terluka dan tidak memiliki efek racun. Zat lain yang juga memiliki sifat humectan adalah polioksietilen gliserol.Sediaan Kosmetika b) krim dan lotion penolak minyak. Sabun asam lemak dan garam natrium dari ester sulfur bersifat sangat hidrofilik dan cenderung untuk menghasilkan emulsi tipe minyak dalam air. Zat Pengemulsi Zat pengemulsi yang digunakan pada krim tangan dan tubuh dibagi menjadi 3 kelas utama yaitu anionic. 5. dan non-ionik. 1. Pelembab (Humectan). Humectan adalah senyawa yang menjaga perubahan kelembaban antara produk dan air baik dalam wadah yang digunakan maupun kulit. Contoh sediaan : Tipe Contoh Sabun asam lemak K-stearat. Zat pengemulsi anionic Zat pengemulsi kelompok ini telah sering digunakan dalam formulasi krim tangan dan krim tubuh.

substansif terhadap protein pada pH asam. Senyawa yang terbentuk berbentuk endapan. maupun basa bisa direaksikan dengan zat kationik. 3. polioksietilen stearat. 2. Selain itu juga suhu pada emulsifikasi juga berperan pada proses pengotoran tersebut sehingga disarankan untuk krim yang mengandung ammonium stearat atau garam –garam amin lainnya sebagai zat pengemulsi.Sediaan Kosmetika berubah menjadi kuning pada penyimpanan yang lama. Emulsi cenderung stabil dan dalam hal viskositas tidak membentuk gel bhkan cenderung viskositas semakin kecil jika formula tidak seimbang. Krim tangan tipe minyak dalam air yang terdiri dari zat penemulsi non ionic. Krim tangan dengan suasana asam. Proses pengotoran ini terkadang dikatalisasi oleh sejumlah logam terutama logam besi. dalam hal ini berperan sebagai zat aktif permukaan. Pada krim tangan cenderung tidak membentuk lapisan kulit b. namun terdapat beberapa garam yang terbentuk tapi larut. harus dibuat pada temperatur serendah mungkin. 6. Pengawet 122 . ester asam lemak sorbitan. Penggunaan zat non ionic pada sediaan krim dan lotion tangan adalah : a. Contoh zat nonionic adalah : polioksietilen lauril alcohol. proses pengerutan cenderung kecil c. Contoh ester asam lemak polietilenglikol yang ber-BM rendah. Penggunaan zat kationik didasarkan pada reaksi antara senyawa kation dengan senyawa anion pada sediaan. Zat pengemusi non ionik Pembagian :  Ester yang bersifat hidrofilik. pada waktu penguapan. Pada umumnya zat kationik bereaksi dengan asam lemak seperti asam stearat. netral. Contoh zat pengemulsinya adalah polioksietilen sorbitan mono stearat atau polioksi etilen glikol 1000 monostearat  Ester lipofilik. Konsentrasi yang digunakan pada masing-masing tipe ini adalah 1-10%. Penggunaan zat kationik sebagai pembunuh kuman dapat digunakan dalam krim tangan tanpa kuatir dengan ketidakcocokan. Zat pengemulsi kationik Penggunaan senyawa kationik dalam sediaan krim dan lotion tangan disebabkan : a. polioksietilen sorbitan monostearat. Ketika suatu kation dengan berta molekul yang tinggi bereaksi dengan anion dengan berta molekul tinggi. maka akan terbentuk garam terionisasai yang kurang baik antara kation dan anion hidrofob. cenderung untuk membentuk emulsi pada pH asam. c. dll. b. dan reaksi ini membentuk suatu emulsi pH yang dihasilkan berkisar antara 2 sampai 4. e. Sediaannya tahan terhadap pembekuan d. bersifat membunuh kuman bila tidak bereaksi dengan zat anionic atau bahan lain yang tidak cocok.

Na benzoat. dalam arti tidak merubah karakteristik sediaan seperti aroma.25% metil ester dilarutkan dalam fase air dan 0. Pemilihan parfum yang digunakan dalam penggunaan krim tangan dan krim tubuh semata-mata berdasarkan nilai estetika. propil. Metil ester yang paling mudah larut sedangkan butil ester yang sukar larut dalam air.  Bersifat non toksik secara internal maupun eksternal. Ester yang umum digunakan pada krim tangan dan lotion yaitu :metil. misalnya : asam salisilat dapat menyebabkan iritasi kulit sehingga tidak digunakan lagi. warna. Metil.05%-0. Propil dan butyl ester ditambahkan kedalam fase minyak dan dilarutkan dengan pemanasan dan pengadukan.05% dan butyl 0. Senyawa parfum dan zat yang terkandung di dalamnya bisa mempengaruhi stabilitas emulsi dari krim tangan tersebut. Na propionat efektif hanya dalam media asam. konsentrasi metil p-hidroksibenzoat adalah sekitar 0. propil dan butyl. diperkirakan 0. Zat pewangi (parfum).02%.1-0.  Harus larut dalam konsentrasi yang digunakan. propil p-hidroksibenzoat dapat ditambahkan sebanyak 0.15%. Menurut Harry.05% propil ester ditambahkan dalam fase minyak. 123 . Tetapi banyak pula pengawet yang dilarang penggunaannya karena alasan tertentu. dan butyl ester dari asam hidroksibenzoat umum digunakan dalam krim tangan dan lotion. metil ester sebanyak 0.05% pada fase tersebut.  Cocok.1 % propil ester dalam fase minyak dapat memberikan efek antiseptik. tergantung pada konsentrasi dan tipe emulsi. senyawa aromatik sintetik dan zat-zat parfum yang lain yang memiliki sifat sebagai surfaktan sehingga dapat berkompetisi dengan zat pengemulsi untuk posisi pada tegangan antarmuka.2 %. Efek dari parfum bervariasi. Pengawet seperti asam benzoat. Jika fase minyak mengandung sejumlah kolesterol atau lecithin. 7. Dalam kenyataannya. fase air mengandung campuran dari metil ester 0. misalnya essential oil. Propil ester dapat diganti dengan butyl ester dengan konsentrasi yang sama. rasa dan sebagainya. zat tambahan yang ditambahkan dalam formula krim tangan bebgai berikut : metil ester ditambahka kedalam fase air dan dipanaskan 600C dibantu dengan pengadukan selama waktu pemanasan.Sediaan Kosmetika Karena krim tangan dan tubuh mengandung air dan zat yang dapat dirusak oleh mikroorganisme maka sediaan harus dilindungi dari mikroorganisme. serta harus netral sehingga tidak merubah pH sediaan. propil 0.  Tidak boleh mempengaruhi efek sediaan. Menurut Deakers. Komponen parfum yang dapat menyebabkan konsistensi dan stabilitas emulsi.12% dapat ditambahkan ke dalam fase air dan 0. Pada krim tangan yang kandungan minyaknya lebih tinggi. Syarat pengawet yang baik :  Harus efektif melawan berbagai tipe mikroorganisme yang menyebabkan penguraian. Pada lotion. etil.  Harganya tidak boleh meningkatkan harga sediaan.

hidroksi citonella dan amil sinamat aldehid. 3) Komponen minyak parfum : Bouquet medium. zat pengoksidasi dan pereduksi. sedangkan D&C Red No.5% Arlasel 80…………………. rose de mai absolute. geraniol murni.. 2) Minyak atsiri : geranim borbon. Umumnya krim tangan adalah emulsi minyak dalam air. contohnya adalah D&C Red No. 8. • Larutan+ NaOH lalu dikocok → agak berbusa pada pengenceran Lanolin 124 .Sediaan Kosmetika 1) Aromatik sintetik: ekstrak terpineol. kelarutan stabilitas. ada beberapa pewarna yang cukup stabil dalam media asam tetepi menunjukkan stabilitas yang rendah dalam media basa.0. Emulsi air dalm minyak digunakan pewarna yang larut dalam minyak dengan kondisi yang sama. tipe lilac.20 yang mengendap dalam larutan pada media media basa.5% Larutan sorbitol 70% ………10% Air.…..23 stabil dalam media basa tetapi dalam media asam akan mengendap. Zat pewarna Pemilihan pewarna harus disesuaikan dengan produk pad setiap kondisi penyimpanan begitu juga dengn keamananya secara fisiologi. Macam-macam Bentuk Krim Tangan :  Krim cair. feniletil alcohol. Krim tangan dan tubuh (Hand body cream) yang sering digunakan adalah krim tangan (Hand cream) berupa cairan. sehingga zat pewarna yang larut dalam air digunakan untuk mewarnai air pada fase luarnya. tipe tumbuh-tumbuhan dan rose.ad100 Analisis Asam stearat • Bilangan iodium tidak lebih dari 4 • Suhu lebur tidak lebih dari 54 • Jika dibakar→ bau malam • Bereaksin sam pada tes lakmus • Zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat. Masalah kesesuaian produk dengan zat pewarna berhubungan dengan pH.0.. pengawet…. PH pada krim tangan dan kulit sekitar 5-8.…7% Lanolin ……………………0. Contoh formula : Asam stearat …………. Akan lebih menguntungkan jika mewaranai kedua fase dengan menggunakan kedua pewarna yaitu yang larut dalam air dan larut dalam minyak dalamsatu produk. lavender.5% Tween 60 …………………. parfum.

dsb …………………………………………. larut dalam kloroform p .5% Petroleum jelly. alkali dan air tetapi akan lebih stabil jika ditambahkan humektan dan ester lemak.. 10% Air.2..….3% Air.7% Lanolin ……………………………………0..ad100%  Krim padat Umumnya krim padat digunakan untuk menghilangkan kotoran. Prinsip emulsinya yang juga memperantarai iritsi kationik sebagai surfaktan kationik yang disuplemen oleh Cetil alcohol. parfum dsb ………………….…2% Gliserin…………………………………………………….5% Isoproppil myristat ……………………………………………3% Cetyl alcohol ………………………………………………….1% Sorbitol syrup 70% ………………. Cetil trimethyllammmonium bromida ………………………1..8% Air.5% Arlacel 80 …………………………………0. parfum... Hand cream dengan formula yang sederhana terdiri dari asam stearat .. Telah dijelaskan diatas Isopropyl miristat. parfum dan zat tambahan lainnya …ad100% Formula krim tangan (Hand cream ) dibawah ini khusus untuk melawan deterjen anionic yang terabsorpsi pada kulit atau untuk memberikan khasiat germisida.eter p • Larutan 25g dalam 10 mL eter p + 10 tetes fenolftalein → larutan tidak berwarna merah Larutan 500 mg dalam 5 mL kloroform + 1 mL anhidrida asetat + 2 tetes H2SO4 p → tidak terjadi warna hijau tua Formula dengan emulsi non ionic : Asam stearat ………………………………..15% Isopropyl meristat ……………….5% Tween 60 ……………………………….18..…2% Potassium hidroksida …………….….Sediaan Kosmetika • Bilangan ioddium 18-36 • • Praktis tidak larut dalam air. Contoh formula : Asam stearat ………………………..55% Sorbitol solution 70% ……………………. lanolin. 125 .ad100% Analisis Asam stearat. dsb ……………………………….

jelly 126 .2% Ethomenn C25 …………………………………………. KOH (Kalium Hidroksida) • Larutan4% b/v memberikan reaksi terhadap Kalium : + Heksanitritokobaltat (III) Na3(Co(NO2)6) → endapan kuning + Larutan asam tartrat H2C4O6 → endapan kristalin putih + larutan asam perklorat HclO4 → endapan kristalin putih + Asam Heksakloroplatinat (IV) H2(PtCl6) → endapan kuning + tes nyala : ungu.…………10% Isopropyl meristat ……………....add100% Formula yang menggunakan pelarut air-resin : Glycerin ………………………………………………….6% Minyak mineral ………………...17% Carbopol 934 …………………………………………….2% Cetyl alcohol ………………………………………………10% Minyak mineral ……………………………………………..5% Air.……….10% Air.. Mucilago. Contoh formula : Manutex SA ……………………………………………….3% Soap chips ………………………………………………. parfum dan zat tambahan lainnya …………………ad100% Lanolin atau minyak silicon dapat juga digunakan dan menghasilkan formula yang lebih kompleks dan menghasilkan cream yang lebih fungsional serta memenuhi keinginan pasar. parfum dan zat tambahan lainnya ……………….Sediaan Kosmetika • • • • Bilangan penyabunan 202-212 Bilangan asam tidak lebih dari 1 Bilangan iodium tidak lebih dari 1 Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan dengan kromatografi gas.12% Liquid paraffin …………………………………………….0..12% Triethanolamine ………………………………………..5% Bentonite ………………………………………………….………….5% Lotion..10% Emulsene 1219 …………………………. Contoh formula : Asam stearat ……………………. Telah dijelaskan diatas. Sorbitol...10% Silicon M555 ………………….7.…0.………….. selulosa dan akan memberikan fase kontinue dengan sedikit kepadatan sehingga akan mengontrol kelembaban dengan baik. Cream dapat juga dikentalkan dengan penambahn gom.10.

2% Air …………………………………. Sediaan pekat (non-aqueos) Bentuk umumnya adalah lanolin anhidrat dan petroleum jelly. Titanium dioksida. • Pada 20 mL larutan 0.05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau . perbedaan dari agar.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan . • Jika dibakar dengan sedikit Na-tetraborat p diatas nyala api. Dinginkan suspensi.2% Gliserin ……………………………….. Setelah uap Sulfur trioksida muncul. pewarna …………………….Sediaan Kosmetika Merupakan sediaan perawatan tangan yang secara definisi yang hampir tidak sama dengan krim. pengawet. terjadi nyala hijau. biasanya terdapat dalam wadah tube atau berupa hand blocks. Formula dibawah ini merupakan tipe preparat hand block asam-basa : Paraffin wax …………………………26% Petroleum jelly ………………………. jika diperiksa dibawah mikroskop.. cairkan dengan air sampai 100 mL lalu saring. • Panaskan dengan Kalium bisulfat : terjadi uap merangsang.……. Gliserin.…………0. Netralkan dengan NaOH 0.qs.. Kuantitatif .8% Parfum.74% • • 127 . tidak menunjukkan butiran berwarna merah jambu. masukkan ke dalam gelas piala 600 . (perbedaan dari gom akasia dan agar).………. Analisis Tragakan • Sedikit zat dalam larutan merah ruthenium p. tambahkan biru brom LP dan asamkan dengan H2SO4 0. Timbang seksama 400 mg . karena ini tidak terdiri dari 2 fase. encerkan dengan 50 ml air . Prototype dari sediaan ini adalah gliserin dan air mawar yang merupakan campuran sederhana.25% b/v + 10 mL larutan timbal asetat p 20% b/v : terbentuk endapan merah jonjot → saring.10% Titanium dioksida ………………….87. • Pada 100 mg serbuk + 1 mL Iodium 0. Pada 5 mL filtrat bersih + beberapa tetes Hidrogen feroksida → warna kuning merah atau orange segera muncul. pada filtrat + 10mL larutan timbal subasetat p : larutan berkabut tapi tidak terjadi endapan. Contoh formula untuk sediaan gom mucilage yang tidak mengandung fase minyak Gom tragakan …………………………….02 N : campuran berwarna hijau.. Pada 500 mg zat + 5mL H2SO4 panaskan perlahan.. lanjutkan selama 1 menit.………..

Sediaan Kosmetika
Untuk beberapa campuran biasanya ditambahkan preparat herbal misalnya klorofil, daun marshmallow, minyak atsiri, terpenti, eucalyptus, kamfer, ZnO, mono klorotimol, dsb. Beberapa jenis malam yang digunakan untuk merekatkan minyak misalnya polietilen yang penggunaanya dicampurkan dengan bahan pengemulsi. SEDIAAN KOSMETIKA MAKE UP (BUKAN UNTUK MATA ) Sediaan kosmetika “ make up “ adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk memperindah , menutupi noda – noda , serta kekurangan yang terdapat pada muka seseorang , pada umumnya wanita . Berdasarkan urutan pemakaiannya sediaan “ make up “ dapat dibagi menjadi : I . Dasar “ make up “ . Sering juga disebut “ foundation make up “ atau “ cream make up “ , berguna agar bedak dapat merata pada permukaan kulit dan tahan lama . Ketika memakai “ make up “ , foundation digunakan pertama kali sebagai dasar untuk pemerah pipi dan bedak . Pada umumnya merupakan suatu lotion atau emulsi dengan penambahan suatu zat warna . Mula – mula dikenal bentuk seperti salep , kemudian cairan / liquid dengan dua lapisan dan yang terakhir dikenal bentuk batang / stick . Zat – zat yang sering digunakan dalam dasar “ make up “ adalah titan dioksida , seng oksida , Na searat , minyak – minyak dan lemak . Contoh formulanya adalah : Persen Minyak mineral 23 , 5 Ozokerite mp 75 – 80 0C 05 , 5 Petrolatum 47 , 5 Lanolin 04 , 4 Paraffin mp 56 – 58 0C 05 , 5 Dry powder ( titanium dioksida , pigmen anorganik dan talk ) 13 , 6 Parfum qs Penambahan talk dalam formula ialah untuk meratakan bahan kering , sedangkan udara kering yang terjebak ketika serbuk kering ditambahkan pada semi solid dapat dihilangkan dengan memanaskan campuran pada suhu 70 0C dan diaduk pada 50 – 80 rpm . Bentuk formula diatas dapat menghasilkan formula 2 yang berbentuk cake , contoh formulanya adalah : Persen Isopropil miristat 54 Lilin carnauba 05 Beeswax 01 Serbuk kering ( Titanium dioksida , pigmen anorganik dan talk ) 40 Parfum qs Sedangkan untuk memperoleh “ make up “ yang berbentuk stick , formulanya dapat diubah dan dalam membuatnya menggunakan cetakan , contoh formulanya adalah :

128

Sediaan Kosmetika
Isopropil miristat Lilin carnauba Beeswax Minyak mineral 70 / 80 Dry powder Parfum Persen 37 14 04 10 35 qs

“ Make up “ stick ini dapat dibuat untuk lebih lunak dengan meningkatkan jumlah beeswax atau menambahkan ozokerite , isopropyl miristat dapat diganti dengan isopropyl palmitat , butyl stearat , butyl oleat , propilen glikol monooleat , atau propilen glikol monolaurat . Untuk jenis “ make up “ bentuk lain yaitu bentuk krim , contoh formulanya adalah : Bagian.1: Asam stearat Sorbitol monostearat Isopropil palmitat Bagian.2 : Tween 80 Propilen glikol Air Dry powder Pengawet Parfum 15 2,5 2,0 1,5 1,5 54 15 qs qs

Dalam pembuatan alas bedak dengan pijatan , dilakukan dengan gerakan halus dan lemah lembut pada kulit muka dan leher. Dengan pijatan, ini dapat memberikan kehalusan dan dapat membuat foundation kelihatan lebih merata . Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Talk . Pemerian Serbuk halus ; putih ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif • Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air . • Netral . • Tambahan larutan titan kuning , terbentuk warna merah terang . Asam stearat • Bilangan iodium tidak lebih dari 4


• •

Suhu lebur tidak lebih dari 54 Jika dibakar→ bau malam Bereaksin sam pada tes lakmus

129

Sediaan Kosmetika
• Zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat. • Larutan+ NaOH lalu dikocok → agak berbusa pada pengenceran Zinci oxydum . Pemerian . Serbuk amorf ; putih atau putih kekuningan ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif . • Panaskan sejumlah ZnO , terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang . • Larutkan asam klorida encer , setelah ditambahkan larutan alkali hidroksida , terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan alkali hidroksida berlebih . Analisis Kuantitatif . Timbang seksama lebih kurang 1,5 gram zat uji yang baru dipijarkan , tambahkan 2,5 gram ammonium klorida P , larutkan dalam 50,0 ml asam sulfat 1 N LV , jika perlu bantu dengan pemanasan lemah . Setelah larut sempurna tambahkan jingga metil LP dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1 N LV . Khasiat : Antiseptikum lokal . Lima formula dasar dasar “ make up “ : 1. Cairan / liquid : Terdapat dalam formula pelembut dengan tambahan satin untuk kulit kering atau beraneka macam minyak bebas dengan tambahan matte untuk kulit berminyak . 2. Cream : Bagus untuk kulit kering . 3. Stick : Bekerja baik pada kulit orang dewasa , mudah diatur pemakaiannya . 4. Gabungan dua formula ( cair ke serbuk atau cream ke serbuk ) : Biasa untuk orang yang tidak suka menggunakan formula dasar yang banyak dan lebih efisien waktu . Cocok untuk beraneka jenis kulit tetapi hindarkan dari kulit yang kering sekali. 5. Pelembut warna : Biasa dipakai pada remaja kesegaran wajah dan menambah lebih muda . II. BEDAK ( FACE POWDER ) Bedak berguna untukmelicinkzn kulit,melindungi kulit dari sinar matahari,melindungi dari kekeringan dan kelembaban serta merupakan dasar dari “make-up” secara keseluruhan. Persyaratan Umum Untuk Bedak Bedak yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan,antara lain: 1. Bedak harus memiliki kemampuan untuk membungkus yang baik,sehingga dapat bekerja untuk melapisi kulit,menutupi pori-pori dan nodanoda. 2. Harus dapat menyebar dengan baik tampa adanya gumpalan,hingga dapat melicinkan dan menghaluskan kulit. 3. Harus memiliki daya lekat yang baik sehingga dapat tahan lama pada muka.

130

B.merah.merah muda. 1.bedak dapat dibagi menjadi 1. Atau “ blusher “ . 4. Mg oksida.gliserin monostearat. hingga dapat menyerap keringat. Berdasarkan jenis kulit.Harus mudah rata dan tidak menyebabkan perubahan warna . Zat-zat yang memiliki sifat dapat melapisi misalnya Tiatan dioksida. Bedak jenis ringan ( Light ) digunakan untuk kulit ringan. Pada umumnya hanya bersifat ringan. minyak.Warna-warna yang sering digunakan adalah Krem.CaO.Konsentrasinya harus serendah mungkin 0.Sediaan Kosmetika 4.Zn stearat .lunak dan halus. Sebagai “Binding agent” dapat digunakan zat yang dapat larut dalam air seperti Amilum dan CMC dan zat yang tidak larut dalam air sepertiGliseril monostearat.Secara garis besar pembuatan bedak padat adalah dengan menmbahkan suatu pengikat.Harus mudah rata dan tidak mengiritasi.isoprofil ministat dan bionding agent emulsi seperti trietanolamin stearat. Dapat menutupi bekas-bekas luka.harus stabil.tidak mudah teroksidasi dan tidak mengiritasi. amilum . Bedak Jenis berat (Heavy) digunakan untuk kulit berminyak. Harus memiliki daya serap yang baik. 2.kedalam sediaan ini sering juga ditambahkan humektan seperti Sorbitol. besar dan dapat melindungi kulit dari sinar matahari.Seng oksida. Zat pewangi . Penggolongan Bedak A. Banyak digunakan karena bentuknya praktis. 5.cera atau paraffin.Kuning.Tidak boleh terlalu cepat menguap . Formula Umum Bedak Pada umumnya bedak yang baik ditentukan oleh pemilihan bahan dasar yang akan digunakan. Zat pewarna . Bedak padat ( Compact Powders ). Noda-noda hitam.Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan bedak adalah: 1.Binding agent berminyak misalnya minyak mineral . Cetil alcohol .dipilih yang segar dan menarik. 3.( binding agent ) dalam campuran serbuk kemudian dicetak.Avisel . Harus dapat memberikan perasaan yang lembut .Mg Carbonat .pori-pori 2. Bila bedak padat ini digunakan dengan menggunakan sikat yang halus dan dengan menggunakan zat warna yang agak banyak maka sediaan ini disebut dengan pemerah pipi .Lanolin.2%-1 % kalau terlalu banyak akan mengiritasi kulit.Selain zat-zat diatas dapat pula digunakan talk .propilenglikol dan zat berlemak 131 .Ca Carbonat.Tekanan tidak boleh terlalu besar dan tidak boleh terlallu kcil karena dapat menimbulkan kerapuhan dan pecahpecah pada bedak. dapat merupakan zat warna organic atau anorganik yang mempunyai sifat tidak larut dalam air dan dalam minyak.ditekan dan dikeringkan dengan menggunakan aliran udara panas.Silika. Bedak jenis medium digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak.Selain itu juga dapat digunakan binding agent kering misalnya Mg stearat . 3. Berdasarkan Bentunya bedak dapat dibagi menjadi. kaolin.

5. 4. Bedak untuk kaki Merupakan sediaan yang berguna untuk memperindah kaki atau pada oreang tua digunakan untuk menutupi urat-urat yang menonjol. Bi Subnitrat dalam air dan Gliserin . bentonit. veegum. • Biasannya digunakan pada kasus-kasus yang alergi terhadap ZnO. 4. baik noda bawaan sejak lahir atau noda pigmentasi. dan. ZnO.serta kulit yang kering Titanium dioksid bersifat inert dan memiliki beberapa kekurangan dibandingkan dengan ZnO. 2. Pada umumnya digunakan pada malam hari dan berguna untuk memutihkan tangan dan leher . Isoprofil miristat. cetilalkohol. Bedak Cair Merupakan bedak bentuk basah sering juga disebut sebagai liquid makeup . Juga: carbopol. Pada umumnya sebagai zat pembawa adalah campuran lemak.Bentonit mempunyai sifat yang sukar menyebar . 2. TiO2. gom.Sebagai bahan dasarnya sering digunakan bentonit air dan zat warna. Pengisi yang sering dipergunakan adalah air .Persyaratannya antara lain lapisan yang terbentuk harus elastis. 132 . lanolin dan PEG.Sediaan Kosmetika seperti lanolim mimyak mineral. 941. tetapi yang terbaik adalah ester asam lemak.alcohol dalam emulsi atau hidro alcohol . Bi Oksiklorida . Kaolin. 3. Bila dioleskan dilihat rapuh dan tidak melekat. yaitu: • Titanium dioksid bukanlah zat yang dapat mengecilkan pori-pori • Kemampuan melindungi kulit dari sinar matahari lebih lemah dibandingkan dengan ZnO • Kadang-kadang sulit dicampur dengan bahan dasar bedak 1. Ca carbonat. Bedak Penutup Noda Merupakan sediaan yang berguna untuk menyembunyikan noda-noda pada wajah .Juga sering ditambahkan zat pengisi dan disprsing agent yang larut dalam air. Titanium dioksid Titaniun dioksid memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan Zink oksid yaitu : • Memiliki kemanpuan yang lebih dalam menutup wadah.tidak tahan terhadap air dan ada kecenderungan kulit akan menjadi keriput. Biasanya merupakan suspensi dari ZnO . Talk. 3. Bila dijatuhkan dengan jarak 8-10 inci bentuk harus tetap tidak boleh berubah.serta harus melekat dengan baik. Kedalamnya sering ditambahkan surfaktan seperti. 934. pemeriksaan tersebut meliputi: Bentuk dan warna harus stabil dalam waktu lama dan disinari. Propilenglikol. Pemerisaan hasil akhir harus dilakukan terhadap bedak padat yang beredar. Mudah dioleskan dan tidak rapuh Warna harus homogen dapat dilihat dengan menaburkan dengan kertas putih dan diperiksa dengan kaca pembesar.berpori dan tahan terhadap air.

sehingga dapat menyerap minyak.tipe krim yang digunakan pada wajah.Sebenarnya tergantung pada jenis kulit. Harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorpsi minyak pada wajah. Kaolin Koloidal Kaolin Koloidal ( Hidrated alumunium silikat )digunakan dalam bedak karena ia memiliki daya serap yang tinggi.kadarnya tidak boleh melebihi 30 %. Kanji.Kaolin ini bersit kasar dan sedikit licin. Harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorpsi air pada wajah (berkeringat ) 2. Beberapa hal yang perllu diingat bahwa criteria yang penting untuk membuat bedak yang baik adalah 1.Bahan-bahan yang dipergunakan untuk itu adalah bahan –bahan dengan daya serap yang tinggi.pemakaian dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Seseorang akan menilai kebaikan dari suatu bedak dari kilapan yang ada pada wajah . Tetapi kanji beras tidak digunakan lagi sebagai bahan bedak dengan alasan: • Kecenderungan untuk membentuk Cake Pada suhuyang lembab atau apabila ada sekresi pada kullit • Dapat diubah menjadi pasta yang lengket jika basah • Kanji merupakan nutrisi yang baik untuk bakteri .Kapur precipite.Sediaan Kosmetika • Lebih mahal dari ZnO Zink Oksida Keunggulan Zink oksid dibandingkan dengan dengan zat lin yang sering digunakan dalam bedak yaitu: • Dapat melindungi kulit dari UV lebih baik daripada bahan lainnya • Dapat mengecilkan pori-pori • Dapat dipakai sebagai antiseptic • Merupakan bahan untuk melembutkan • Meningkatkan kemampuan bedak untuk menutupi wajah. Absorbansi Telah disebutkan bahwa fungsi bedak salah satunya untuk menghilangkan kilapan yang ada pada wajah.Hal ini merupakan fenomena komplek yang tidak berhubungan dengan tes ilmiah manapun. sehingga jika digunakan dalan waktu yang lama akan menyebabkan iritasi pada kulit.dan MgCO3. 133 . Harus mempunyai kemampuan unutk bertahan lama. Kanji Kanji beras pernah digunakan sebagai dasar dari beberapa Formula bedak karena memiliki beberapa keungulan sebagai berikut: • Memiliki daya serap yang baik • Memiliki daya tutp yang baik pada kulit • Memberikan rasa halus pada kulit.Kaolin koloidal juga memiliki memiliki daya lekat yang baik dari pada talk. 3.Bahan-bahan tersebut antara lain adalah:Kaolin koloidal.

Kanji jenis ini memiliki keunggulan yaitu memiliki daya serap yang tinggi . Penggunaan Polietilen sebagai pengganti talk pada bedak telah banyak digunakan. Zat pewarna bedak Zat pewarna yang biasa digunakan adalah zat warna organic atau anorganik yang tidak larut dalam air dan dalam minyak. Talk berasal dari Italia .Polietilen tidak mengiritasi kulit dan memiliki daya rekat dan daya penutup yang baik .licin dan menempel dengan baik. Talk harus disterilisasi dengan baik. dan jepang.contohnya adalah Oracid yang bentuknya busa kuku urea-formaldehid. Kapur juga sudah memenuhi persyaratan USP.dan dapat menempel dengan baik. Bahan Pelekat Bahan pelekat merupakan satu bagian penting dri bedak. Varietas dari Italia biasanya digunakan untuk mendapatkan kualitas yang baik.mesir. Fungsi talk dalam bedak adalah sebagai pemberi rasa licin dan daya lekat yang baik ‘akan tetapi daya daya menutupi dan daya serap dari talk kurang baik.Pelekatanbedak dapat ditingkatkan dengan penambahan emuliens seperti setil/stearil alcohol dan gliseril monostearat dengan kadar 0. Magnesium karbonat memiliki daya serap tiga kali lebih baik dari pada kapur.Kelembutan ini biasanya didapat dari talcum yang ditambah dengan Zn Stearat.Sedangkan warna hijau dan biru dihasilkan oleh zat warna ultramarine. Plastik Bahan dasar bedak dari plastic telah dikembangkan untuk digunakan dikulit . Kadar MgCO3 dalam Formula biasanya 5%. Talk Talkum adalah Hidrat magnesium silikat.5-1. Magsium Karbonat. 134 . Kadar talk dalam bedak dapat melebihi 70%.Kadar kapur tidak boleh lebih dari 15%. Kadar polietilen tidak boleh lebih dari 44 mikron Polimer yang digunakan adalah polimer BM tinggi seperti polietilen terftalat.sehingga untuk menutupi kesalahan ini talk harus dikombinasikan dengan bahan lain. Kalsium karbonat precipitated ( kapur Precipitates) Kapur juga memiliki keunggulan yang hampir sama dengan kaolin.karena bila tidak dapat mengan dung spora tetanus.Kapur tidak menyebabkan kulit menjadi kering. contohnya seperti Kanji ANM.Isophtalat atau kopolimer dari 2monomer tersebut .India ..Zat warna anorganik ini baik diperolehsecara alamiah ataupun secara sintetik . contohnya Besi ( II ) klorida memberikan warna kuning merah dan cokalt.dan mempunyai efek bakteriosida .Sediaan Kosmetika Pada saat ini kanji telah banyak dimodifikasi dan digunakan dibanyak industri kosmetik.Akan tetapi kapur dapat merusak kelicinan produk.5%. Kelicinan ( slip ) Kemampuan untuk mudah disebarkan dan penggunaannya ditalk bertujuan untuk memberikan rasa halus dikulit.Komponen-komponen anorganik yang bersifat racun superti timah hitan dan turunan arsen tidak boleh digunakan karena dapat mengiritasi kulit.dengan ukuran 1-10 mikrons.( slip ).seperti daya serap yang baik dan dapat menghilangkan kilapan pada wajah.

Formulanya adalah sebagai berikut: Vaselin 50 bagian Beeswax Putih 40 bagian Petroleum Jely 40 bagian Stearin 20 bagian Gliseril monostearat 75 bagian 135 . Formulasi Bedak Berdasarkan jenis kulit yang berbeda-beda dari setiap orang . Formulanya adalah sebagai berikut : Talk 50% Kanji beras 15% Kapur Precipitete 15% Zink Oksida 15% Zink stearat 5% 3.karena jika terlalu banyak akan mengiritasi kulit.harus mudah merata dan tidak boleh menyebabkan perubahan warna.Dengan maksud untuk menyesuaikan jenis kulit tersebut . 1.tidak bo0leh terlalu cepat menguap.Sediaan Kosmetika Zat Pewangi Bedak Pada umumnya hanya bersifat ringan .Berikut ini akan dipaparkan beberapa variasi formula bedak sesuai dengan jenis kulit yang ada : Bedak jenis ringan ( Light powder ) Yang dipergunakan untuk kulit kering . digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak.maka dibuat lah berbagai formula bedak. Formulanya adalah sebagai berikut. Talk 80% Zink oksid 5% Zink Stearat 5% Kanji beras 10% Pewangi dan pewarna qs 2. dipilih yang segar dan menarik . Namun Winter ( 19 ) membuat suatu formula bedak yang banyak diminati orang yang berjenis kulit Kasar dan kering karena mengandung lemak “ fatty Powder “ .Konsentrasinya harus serendah mungkin 0. Bedak jenis berat( Heavy ) Digunakan untuk kulit berminyak Formulanya adalah sebagai berikut: Talk Zink oksid Zink Stearat Kapur precipitate Pewangi dan pewarna 30% 24% 6% 40% qs.2-1%.Harus stabil dan tidak teroksidasi dan tidak mengiritasi. Bedak jenis medium .

. Talk………………………………………………………………… ZnO………………………………………………………………… Zn stearat…………………………………………………………... Pemerian Serbuk halus . 136 .. tidak berasa .. Rice starch………………………………………………………… Parfum dan Warna ………………………………………………. MgCO3 .. Contoh Formulasi untuk face powder : A.. tidak berasa ..... misalnya TiO2 ... Pemerian ... tidak berbau . • Zat pewangi .. Zinci oxydum .. Analisis Kualitatif • Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air . kaolin .. Analisis Kualitatif ... Zn stearat . Zn stearat………………………………………………………….………………………………………………………………… ZnO…………………………………..... Parfum dan Warna………………………………………………. B.lalu tambahkan : Talk 1000 bagian Gerus kembali biarka sampai kering diayak dengan pengayak lalu kemudian ditambahkan zat pewagi secukupnya.. 80 % 5% 5% 10 % qs 30 % 24 % 6% 40 % qs Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat . putih .. terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang .Sediaan Kosmetika Prosedur: Dalam pembuatanya semua bahan diatas dilelehkan secara bersama-sama sambil terus diaduk lalu ditambahkan : Air panas 500 bagian Lanjutkan penggerusan sampai terbantuk emulsi . Talk . Serbuk amorf . • Panaskan sejumlah ZnO .. • Netral . Talk. vicel . amilum ... • Zat pewarna ....... Zno ... talk . tidak berbau . CaO .. CaCO3 .. • Tambahan larutan titan kuning ... Formulasi Umum Bedak .. • Zat yang mempunyai sifat dapat melapisi ... terbentuk warna merah terang . Precipated chalk………………………………………………….. putih atau putih kekuningan .. MgO . silica .

5 gram zat uji yang baru dipijarkan . Simpan asam lemak yang dipisahkan pada identifikasi A dalam filter wetted dengan air . terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan alkali hidroksida berlebih . Beberapa variasi formula dari face powder : a. dinginkan dan saring . terbentuk larutan kanji yang tidak transparan hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P . Analisis Kualitatif . tambahkan air jika perlu untuk menjaga volume asli. Rice Strach Pemerian Serbuk sangat halus. Timbang seksama lebih kurang 1. Panaskan kira – kira 1 gram Zn stearat dengan 50 ml asam sulfat 0.5 gram ammonium klorida P . tuangkan airnya .05 M disodium etilen diamide tetra asetate sampai larutan berwarna biru . Kumpulkan asam lemak dalam beaker glass kecil . lalu uji dengan keras lakmus . Campur 25 gram dengan 200 ml air hangat . tambahkan 60 ml H 2SO4 2N dan didihkan sampai asam lemak terpisah dan membentuk permukaan transparan . dinginkan campuran dan pindahkan permukaan padat dari asam lemak . jika perlu bantu dengan pemanasan lemah .Sediaan Kosmetika • Larutkan asam klorida encer .1N selama 10 menit . dan keringkan pada suhu 105 0C selama 20 menit sampai asam lemak mengental tidak di bawah 54 0C . saring dalam beaker kering saat panas . kemudian larutkan dengan asam . panaskan larutan sampai kira-kira 40˚ dan tetrasi dengan 0. terjadi warna biru yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali . setelah ditambahkan larutan alkali hidroksida .2ml eriochrome black T. Setelah larut sempurna tambahkan jingga metil LP dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1 N LV . dan cuci dengan air mendidih sampai bebas dari sulfat .tidak berasa Analisis Kualitatif Didihkan 1 bagian dengan 50 bagian air. Analisis Kuantitatif . Cuci saringan dan labu terus menerus dengan air sampai tidak ada asam. larutkan dalam 50. atau sampai permukaan asam lemak bersih. tambahkan 2. Talk 65% ZnO 20% Zn sterarat 5% Pricepated 10% Parfum dan warna qs 137 . Analisis Kuantitatif . biarkan dingin . Khasiat : Antiseptikum lokal . cairan sisa ditest dengan zink test . Tambahkan larutan iodium P. Masukkan filtrat dan cuci dengan 15ml amonia-amonium klorida buffer dan 0.0 ml asam sulfat 1 N LV . Zn stearat .putih.tidak berbau.

Dinginkan suspensi. ZnO Zn sterarat Rice starch Pricipted chalk d.Sediaan Kosmetika b. Water proof chalk base Zn atau Mg strearat Kaolin TiO Talc Parfum dan warna e. massa tidak berubah . Didinginkan pada suhu 0 C. Vaseline White beeswax Petroleum jelly Stearin Gleceryl monostrearat 60% 15% 5% 20% qs 15% 5% 15% 15% 50% 10 % 20% 6% 14% qs 16% 37 % 5% 8% 8% qs 50% 10 % 20% 6% 14% Analisis Kualitatif dan kuantitatif zat TiO Analisis Kulitatif Pada 500 mg asam sulfat dan di panaskan perlahan . cairkan dengan air sampai 100ml lalu disaring . Pada 5 ml filtrat bersih tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida maka akan muncul warna merah/orange. Talk ZnO Zn sterarat Kaolin Parfum dan warna c. ZnO Talc Zn strerat Pricepated chalk (light) Rice strat Kaolin f. Setelah uap sulfur trioksida muncul lanjutkan pemanasan selama 1 menit . Magnesium Strearat 138 . Petrolium Jelly Analisis Kualitatif Berwarna kunimg gadimg atau putih dan lunak . Larut dalam pelarut organic dan tidak larut dalam air dan alcohol.

Kaolin Pemerian Serbuk ringan.kumpulkan filtrat dan cairan cucian.didihkan 2g dengan 200ml dan 20ml asam nitrat encer P menggunakan pendingin alir balik selama 5 menit .sifat ini tetao setelah zat di leburkan dan dibiarkan dingin tanpa di aduk.pijarkan pada sisa tambahkan 10HCL 100% v/v P.05% b/v Dalam Trimetil pentana P pada 290mm tidak lebih dari 0. Larutkan sisa dalam 10ml asam klorida P.dan mudah melekatpada kulit. Khasiat :Antasidium . dinginkan.juga tidak di cairkan. Panaskan diatas penamgas air selama 10 menit. pijarkan hingga kering .uapkan 50ml filtrat . Vaseline album Pemerian Massa lunak.zat tambahan .berflouresensi lemah.bau lemah khas.lengket.05 M sebanding dengan 20015 MgO.kuning muda sampai kuning. hangatkan sisa dengan 10ml air saring cuci penyaring dengan 5ml air. Analisis kulitatif Lebur 1g dengan 2g natrium karbonat anhidrat P.lengket.lapisan minyak memadat pada suhu 50 Cdan la[pisan air menunjukkan reaksi magnesium. sifat ini tetap setelah zat di leburkan dan di biarkan himgga dingin tanpa di aduk.tidak berbau.pijarkan pada suhu 600 .bening.2 N selama 5 menit . • Memenuhi uji batas klorida : pengujian dilakukan menggunakan 50ml filtrat yang di peroleh sebagai berikut . dinginkan saring .yang diperoleh lebih dari 10mg .Sediaan Kosmetika Pemerian Serbuk halus. Khasiat: Zat tambahan.licin . Analisis Kualitatif Panaskan 1g dengan campuran 25ml air dan 5ml asam klorida P.Penyerap .putih.tidak berasa. Analisis kuantitatif Timbang seksama 500mg . tanbahkan 50ml air dan 10 ml larutan ammonia P.licin. 1ml dinatrium edetat 0.bening. Analisis Kuantitatif • Refluk 2g dengan 100ml asam klorida 0.dan tidak berasa Analisis Kualitatif 139 . Vaselin flavum Pemerian Massa lunak.terbentuk endapan menyerupai gelatin . Analisis Kualitatif Serapan Ultraviolet serapan –1 cm larutan 0. Pada kumpulan filtrat dan ciran cucian tambahkan 3ml asam klorida P.5 Khasiat : zat Tambahan.putih. dinginkan dan saringkan.putihlbebas dari butiran kasarltidak berbau.

75 % 7. terjadi uap merangsang .12 % b. tidak berwarna .25 % 0.05% b/v dalam trimetilpentana p pada 290mm tidak lebih dari 0. • Panaskan dengan kalium bisulfat P.50 % 11.25 % 0.20 % 0.50 % 0.75 Khasiat :zat tambahan Gliceryl Monostrerat Analisis Dengan kromatografi gas dengan instrumen yang dilengkapi dengan flame ionization detector dan terdiri dari kolom bororsilikat .Sediaan Kosmetika Serapan Ultraviolet serapan –1 larutan 0.g soap) Parfum dan warna 20% 15 % 25% 32% 8% qs 61.09 % 0. Pemerian : Cairan seperti sirop . 140 .00 % 4.25 % 1.Bedak padat (compact powder) Formulasi umum : a.00 % 7. Analisis Kuantitatif .50 % 3. tidak berbau .09 % 0. higroskopik . Gliserin . Jika disimpan beberapa lama membentuk massa hablur tak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai lebih kurang 20 0 C. Suhu dipertahankan pada 190 C-220 C. Laju aliran gas pembawa sekitar 70ml/menit . jernih .Talcum Sodium lauryl sulphate TiO2 Zn stearat In organic pigment Mineral oil Spermaceti Cetylalkohol Lanolin Glycerine Hexa chloroprophane Alkil dimetil benzyl ammonium ( klond 50 % ) Methyl – p – hydroxybenzoate Propyl – p – hydroxybenzoat Perfume Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat . Koalin ZnO Principated chalk Talc Compact Binder (e. Berdasarkan Bentuk bedak dapat di bagi menjadi: 1.00 % 1.50 % 1. manis diikuti rasa hangat .

1N dan 10 ml asam klorida P .Sediaan Kosmetika Jika dibakar dengan sedikit natrium tetraborat P di atas nyala api . Dinginkan .5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . Dinginkan . Analisis Kuantitatif : Refluks perlahan 5 g dengan 5 ml asam sulfat encer P selama 5 menit saring selagi panas . Spermaceti / setaseum . Kocok berulang – ulang selama 15 menit . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol . • 141 . Khasiat : Zat tambahan . terjadi warna nyala hijau . licin . kemudian ammonia encer P secukupnya hingga tepat bereaksi alkalis terhadap kertas lakmus P . • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal .0 . Tambahkan 30 ml larutan iodida P . 2. suhu lebur 42 0 – 50 0C . Analisis Kuantitatif : Timbang seksama 100 mg . masing – masing sekitar 1. bau dan rasa lemah .3 ml larutan dimetilglioksin P 1 % b/v dalam etanol ( 95 % ) P . didihkan dengan 50 ml NaOH 1N selama 30 menit . Titrasi dengan Natrium tiosulfat 0. Tambahkan 0. Setil alcohol . pindahkan labu bersumbat kaca . 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . Pemerian : Massa hablur . bening . lakukan penetapan blanko . Propil – P – hidroxybenzoat . putih mutiara . Bedak Cair ( Liquid Powder ) . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. Khasiat : Zat tambahan . • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . Tidak terjadi warna merah jambu . tambahkan segera 50 ml brom 0.1N . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . sambil mengganti kehilangan air karena penguapan .

.. 3 % Chalk…………………………………………… 15 % Kaolin…………………………………………… 2% Colouring matter Glycerine………………………………………. Bi subnitrate……………………………………. Menunjukkan reaksi bismuth dan nitrat .. 2% N – propilalkoho………………………………. sisa berwarna kuning . ZnO……………………………………………. Terjadi uap nitrogen oksida ..5 % Talc……………………………………………. TiO2 …………………………………………. 65 % B... tidak berasa . 10 % 10 % 10 % 25 % 15 % 30 % qs 5% D. 65 % Preservative and perfume ……………………….... Analisis Kuantitatif : 142 . Pemerian : Serbuk hablur renik . qs C..... Analisis Kualitatif : Pijarkan .. 7% Perfume …………………………………………. l2 % Propylene glyco………………………………. Na karraginate…………………………………. putih . Talc……………………………………………. 10 % MgCO3 ………………………………………… 4% TiO2 …………………………………………………………………… 1 % Colour pigments……………………………….. ZnO……………………………………………. Colouring Water Gum Tragacanth ( 0. Preservative and perfume ………………………. l5 % Water………………………………………… 68. berat .5 % solution )…………… Glycerine……………………………………… Water………………………………………….. Starch ( amilum )………………………………. tidak berbau . 10 % Glycerine ……………………………………… 15 % Rose water……………………………………. 15 % Water…………………………………………. 5% ZnO…………………………………………….. qs Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat : Bi – subnitrat .Sediaan Kosmetika Formulasi Umum : A.5 % Viegum HV…………………………………… 0.

dan 4 ml air . Analisis Kualitatif : • Pada 5 ml larutan timbal ( III ) subasetat P . 20 ml glycerol P . Pemerian : Tidak berbau . Khasiat : Zat tambahan . hampir tidak berasa . Pemerian : • • • Zat + H2SO4 --------→ propilen . larutkan dalam campuran 2 ml asam nitrat P . • Pada 10 ml larutan 2 % b/v tambahkan 0. 1ml dinatrium edetat 0. Zat + piperonal---------→ merah . asamkan . rasa tawar .45 mg Bi . saring . Khasiat : Zat tambahan . larutan berkabut tapi tidak terjadi endapan . Pemerian : Hampir tidak berbau . Propilen glikol . • Sedikit serbuk dalam larutan merah nitenium P . Khasiat : Adstringen saluran pencernaan . tambahkan 0. biarkan selama 1 menit . kocok . tidak terlihat butir – butir merah . diperiksa dengan mikroskop .5 ml larutan benzidina P 1 % b/v dalam etanol ( 90 % ) P .Sediaan Kosmetika Timbang seksama 500 mg .3 ml larutan ungu kateka P . nitrobenzoat -------→ ↓ terjadi endapan .05 M setara dengan 19. Pemerian : Cairan jernih . • Larutan dengan pengocokan 250 mg dalam 5 ml air .25 % b/v tambahkan 100 ml larutan timbal asetat 20 % b/v terbentuk endapan menjonjot . Propanol . Tragakan . tidak berwarna . tidak terbentuk endapan .05 M hingga terjadi warna kuning . terjadi warna biru tua . terjadi flokulasi putih . pada filtrat tambahkan 10 ml larutan timbal subasetat P . tambahkan 50 ml air .02 N .) Zat + P. Titrasi dengan Dinatrium edetat 0. Analisis Kualitatif : • Iodoform test : ( . tambahkan tetes demi tetes ammonia encer P hingga terjadi warna biru . Gom Arab .2 ml larutan timbal ( III ) asetat P 20 % b/v . Analisis Kualitatif : • Pada 100 mg serbuk tambahkan 1 ml iodium 0. • Pada 20 ml larutan 0. jika terjadi warna ungu . 143 . campuran berwarna hijau ( perbedaan dari gom akasia dan agar ) . Tambahkan 200 ml air dan 0. seperti lendir .

Bedak untuk Kaki .. terjadi uap berbau enak .. Magnecium carbonate ( MgCO3 ) .. representative sampai …………….9 g trifenilmetilklorida P dan 5 ml piridina P di tangas air selama 1 jam . Formulasi : A. Uapkan filtrat hingga lebih kurang 50 ml . 61. • Ditambahkan NaOH menghasilkan endapan putih . • • • Ditambahkan HCl encer menghasilkan gas CO2 ditandai adanya gelembung – gelembung gas .5 % Red oxide ……………………………………………. Formula yang mengandung TiO2 : 144 ..2. preservative and perfume ………….3.. Bedak Penutup Noda ... tak berwarna .6 % Umber ………………………………………………. Suhu hablur sekitar 176 0C . Ditambahkan larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih . campur . tambahkan 100 mg arang jerap P . Analisis Kualitatif : Panaskan perlahan – lahan dengan kalium bisulfat P .5 % Propylene glycol …………………………………….100 % 4. Analisis Kualitatif : • Ditambahkan larutan ammonia menghasilkan endapan putih seperti gelatin .1 % Metyl cellulose ( 1500 viscosity grade ) ………………0. Ditambahkan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih .….Sediaan Kosmetika Cairan kental .2.. Lanjutkan pemanasan hingga kering . perfume . saring .20 % Isopropyl alcohol ……………………………………….5 % Colouring matter . Saring .5 % Water . 3.5 % Glycerine ……………………………………………. larutkan dalam aseton P 100 ml hangat . • Ditambahkan reagensia kuning titan menghasilkan endapan merah . biarkan 1 malam pada suhu 4 0C .0. tak berbau . tidak terjadi bau akrolein . Analisis Kuantitatif : Refluks 500 mg dengan 3...5 % Yellow oxide …………………………………………. dinginkan . higroskopik .16 % Water ………………………………………………. keringkan hablur dengan aliran udara .. jernih .qs B. ZnO……………………………………………………6 % Chalk …………………………………………………16 % Methyl selulosa ………………………………………0. Zn stearat……………………………………………… 2 % TiO2 ………………………………………………….5 % Veegum ………………………………………………. rasa agak manis .

Titrasi dengan asam klorida 1 N menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil P . vermillion.. baik berupa cacat.. Analisis Kualitatif : Tambahkan sedikit demi sedikit lebih kurang 1 gram pada 50 ml air hangat sambil diaduk hingga mendispersi dengan rata .0 % Pewarna …………………………………………………. red ochre. terjadi warna biru tua .5.0.3. Analisis Kuantitatif : Timbang seksama 2 gram . Pemerian : Cairan kental . bercak atau noda hitam. terbentuk endapan halus putih . Persyaratan dari pemerah pipi 1. terjadi warna merah karmin . Harus stabil baik warna maupun bentuk 2.. higrokopis .62. Zat warna yang digunakan adalah Zat warna yang tak larut air seperti ferri oksidsa. tambahkan 75 ml air .6.1 ml larutan tembaga ( II ) sulfat P . Tambahkan 5 ml larutan natrium hidoksida encer P didihkan hingga sisa sepertiga volume semula .9. menampilkan warna kosmetik yang lebih lembut pada wajah dengan membuat garis bentuk muka (contour) yang lebih baik dan mengurangi tampilan yang kurang baik pada wajah. lanjutkan pengadukan hingga diperoleh suspensi koloidal .3 ml larutan kobalt ( II ) klorida P . bau lemah mirip amoniak . brazilwood. cinnabar.5 % Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat : Trietanol amin . masukkan ke dalam labu erlenmeyer – 300 ml . terjadi uap yang merubah warna kertas lakmus merah P basah menjadi biru .cochineal. Harus homogen dan halus 3. tidak berwarna hingga kuning pucat . karmin+NH4OH. Harus mudah digunakan 145 .5 % Propilen glikol …………………………………………. sandalwood.0 % Aquades ………………………………………………. dinginkan memenuhi syarat : pada 5 ml tambahkan larutan barium klorida P dengan volume yang sama .. Analisis Kualitatif : Pada 1 ml tambahkan 0.0 % CMC …………………………………………………….Sediaan Kosmetika Trietanol amin …………………………………………. Pada 1 ml tambahkan 0. 1 ml asam klorida 1 N setara dengan 149.2 mg triethanolamine dihitung sebagai N( C2H4OH )3 CMC . III.5 % TiO2 ……………………………………………………. Panaskan perlahan – lahan 1 ml . PEMERAH PIPI (Raugh/ blusher/ blush on) Pemerah pipi adalah sediaan yang berguna untuk memberi warna merah pada pipi. warna biru tetap .

oksida-oksida organic. Pada dasarnya pemerah pipi padat adalah bedak berwarna yang mengandung bahan pengikat yang membantu memadatkan bedak Bahan mentah dalam pembuatan pemerah pipi padat adalah talk. retak atau terlalu keras Diantara kerusakan umum dari pemerah pipi padat. toner yang dikurangi derajat pengurangan (anorganik oksid) adalah pewarna utama karena pewarna itu sendiri memberikan bayangan yang diinginkan. pewarna dan parfum. Berdasarkan basisnya pemerah pipi dapat dibagi menjadi : • Pemerah pipi dengan dasar emulsi A/M • Pemerah pipi dengan dasar emulsi M/A • Pemerah pipi dengan salep yang tidak berair 2. menyebabkan iritasi. juga ditemukan bentuk yang terlalu bubuk menjadi debu. kaolin. MgCO3. Zinc stearat. Titanium dioksid. rusak. kapur precipitate. Pemerah pipi padat adalah bentuk yang paling dikenal dan paling susah dibuat. Zinc oksid digunakan untuk meningkatkan daya adhesi dari pemerah pipi memberi opositas dan digunakan dalam jumlah antara 5-10 %. Jumlah yang digunakan antara 4-10 %.Sediaan Kosmetika Penggolongan Pemerah Pipi 1. tetapi juga peralatan pabrik yang khusus. Berdasarkan bentuknya pemerah pipi dapat dibagi menjadi : • Bentuk padat (“Dry Rouge”) sering juga disebut “compact rouge/ blush on rauge” . Pewarna yang digunakan adalah bahan pewarna dengan toner organic. karena tidak hanya membutuhkan pengetahuan cara untuk membuat. keras tidak menyatu dengan baik pada kulit atau berlapis saat dihapus dengan tiupan. Logam-logam stearat sekarang digunakan secara luas sebagai pengikat kering untuk pemerah pipi padat. 146 . Formulanya: persen Talk Kaolin Zn stearat Zn oksid MgCO3 Kanji beras Titanium dioksid Pewarna 48 16 6 5 5 10 4 6 Pemerah pipi padat harus memenuhi persyaratan : 1) Halus dan bebas dari gumpalan-gumpalan seperti pasir 2) Mudah digunakan dan dapat melapisi serta melekat baik 3) Warna harus homogen dan tidak mengandung air sama sekali 4) Kekuatan menutup baik 5) Ukutran partikel sangat kecil 6) Sesuai dipadukaaan dengan warna kulit 7) Mudah dibersihkan tanpa pembersih Khusus 8) Tidak boleh patah.

sehingga bisa terpakai sampai lama. vermillion. Tipe umum adalah sebagai berikut: o Bahan pengikat yang larut dalam air o Bahan pengikat yang tidak latut dalam air o Bahan pengikat emulsi o Bahan pengikat kering Bentuk batang (“stick rouge”) Merupakan pemerah pipi dengan basis malam.Sediaan Kosmetika biasanya ditambah air dan minyak yang mudah larut. Banyak macam kombinasi bahan pengikat yang ditawarkan dan digunakan. Zat warna tersebut diantaranya adalah feri oksida. hampir sama dengan basis pemerah bibir hanya lebih banyak emoliennya dan lebih lunak.0 30. cochineal. Karena bentuk padat yang tebal maka parfumnya dapat terlepas dengan lambat. sandalwood. brazilwood. Penggunaan zat warna asam Bromo tidak bijaksana karena kemungkinan menyebabkan dermatitis pada kulit dengan pencahayaan langsung. Warna pada umumnya merah atau merah muda. Sebagai basis dapat digunakan basis teremulsi atau basis yang tak mengandung air (“nonaques/anhidrat) Pemerah pipi bentuk krim harus memenuhi persyaratan: 1) Harus mempunyai titik leleh 50 2) C Pembagian Zat warna dan partikelnua harus homogen 0 147 .0 17. penampilannya menarik. Contoh formulanya: Persen Lilin Candelilla Lilin Carnauba Beeswax Minyak mineral Lanolin Isopropil miristat Pewarna • 8.0 33. untuk menyamarkan permukan wajah atau lebih dikenal penyamar pipi.Bagaimanapun harus diingat bahwa pemerah pipi padat yang kering itu digunakan dengan hemat. cinnabar.0 • Bentuk Krim (“Krim Rauge”) Tipe ini istimewa karena pemakaiannya mudah.0 2.6 5. karmin+NH4OH. walau kadang juga digunakan warna kuning muda dan coklat bahkan putih.4 4. Red ochre. teksturnya lembut. Parfum yang digunakan dalam pemerah pipi padat harus mempunyai wangi yang khas (sesuai). Bentuknya secara umum sama walaupun lebih sering diameternya lebih besar (sekitar 2 cm). tercampur sempurna dengan bedak. Faktor yang penting dalam membuat pemerah pipi padat yang baik adalah bahan pengikat yang tepat.

Contoh formulanya adalah sebagai berikut: Propilen glikol Polovinil alcohol Sorbitol heksaasetat Titanium dioksid Kapur Zinc stearat Pewarna Parfum Persen 34 25 25 5.6 4. tidak berasa Analisis Kualitatif • Jika dimasukan ke dalam air akan segera memeasuki dinding tabung 148 . beberapa suspensi agak cepat menempatinya dan konsekuen diperlukan pengocokan yang seksama sebelum pemakaian . emulsi M/A atau A/M.1 qs Dalam hal pencegahan pewarnaan yang tebal dan partikel putih yang inert maka dapat disempurnakan dengan pemakaian zinc stearat yang dilumatkan dalam air untuk mendapatkan hasil yang berbentuk lotio. juga bisa berupa cairan yang kental atau bentuk “clear gel” yaitu suatu bentuk dengan penambahaan “gelling agent” seperti karbopol. Pemerah pipi cair harus memenuhi persyaratan yaitu viskisitas yang cukup agar dapat mengalirdengan baik dan dapat mongering dengan cepat. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Talk Pemerian Serbuk halus. Pemerah pipi cair dibuat dengan penambahan gom atau pengental sintesis untuk meningkatkan viskositas dan sejumlah kecil zat pembasah untuk memudahkan penyebarannya.0 0. 28 Carbowax Metil-p-hidroksi benzoate Parfum Persen 89. tidak berbau.4 0. Tidak boleh bereaksi dengan wadahnya .5 10. biasanya ditaruh pada suhu kamar selama 2 minggu tidah boleh ada perubahan. • 0 Bentuk Cair (“Liquid Rauge”) Merupakan pemerah pipi bentuk cair biasanya dalam bentuk suspensi.2 qs Sebagai zat pewarna sering digunakan campuran karmin dan NH4OH.4 3. Pada bentuknya yang paling sederhana.8 2. dengan akhir matte. Contoh formulanya : Air D&C merah no.Sediaan Kosmetika 3) Bila ditaruh dalam lemari pemanas dengan sssuhu40 4) C selama 1 bulan tidak boleh ada perubahan. putih.

Sediaan Kosmetika • • Netral Tambahkan larutan titan kuning.05 M disodium etilen diamid tetra asetat sampai larutan berwarna biru. Cuci saringan dan lab uterus menerus dengan air sampai tidak ada asam. terbentuk endapan menyerupai gelatin. pijarkan pada suhu + 6000C . tidak berbau. tambahkan air jika perlu untuk menjaga volume asli.2 mL eriochrome black T. atau sampai permukaan asam lemak bersih. Masukan filtrate dan cuci dengan 15 mL ammonium-amonium klorida buffer 0. Umpulkan asam lemak dalam beaker glass kecil. dan pindahkan permukaan padat dari asam lemak. dan cuci dengan air mendidih sampai bebs sulfat.licin. tidak berasa. tidak berasa 149 . terbentuk warna merah terang Kaolin Pemerian Serbuk ringan. cuci penyaring dengan 5 mL air. biarkan dingin. dinginkan. tuangkan airnya. tidak berbau . pengujian dilakuka menggunakan 50 mL filtrat yang diperoleh sebagai berikut. putih. dinginkan dan saring Khasiat : Zat tambahan: penyerapan Zn stearat Analisis Kualitatif Campur 25 gram dengan200mL air hangat. Simpan asam lemak yang dipisahkan pada identifikasi A dalam filter watted dengan air. dan keringkan pada suhu 1050 selama 20 menit sampai asam lemak mengental tidak dibawah 540C Analisis kuantitatif Panaskan kira-kira 1g Zn Stearat dengan 50 mL asamsulfat 0. saring. yang diperoleh lebih dari 10 mg • Memenuhi uji batas klorida .2 N selama 5 menit.bebas dari butiran kasar. licin Analisis Kualitatif Lebur 1 g dengan 2g Natrium karbonat anhidrat P. hangatkan sisa dengan 10 mL air. uapkan 50 mL filtrat hingga kering. putih atau putih kekuningan. didihkan 2g dengan 80 mL dan 20 mL asam nitrat encer pekat menggunakan pendingin alir balik selama 5 menit.1N selam 10 menit. cairan sisa di test dengan Zink test. saring. dinginkan campuran. Analisis Kuantitatif • Refluks 2g dengan 100 mL asam klorida 0. kemudian larutkan dengan asam. dinginkan dan saring. Saring dalam beaker kering saat panas. lalu diuji dengan kertas lakmus. Panaska larutan sampai kira-kira 400 dan titrasi dengan 0. Zinci Oxydum Pemerian Serbuk amorf. kumpulkan filtrat dan cairan cucian tambahkan 3 mL asam klorida P. tambahkan 60 mL asam sulfat 2N dan didihkan sampai asam lemak terpisah dan membentuk permukaan transparan.

terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang • Larutkan asam klorida encer. cairkan dengan air sampai 100 mL lalu disaring. Khasiat : antiseptikum local MgCO3 Analisis Kualitatif • Ditambahkan larutan ammonia menghasilkan endapan putih seperti gelatin • Ditambahkan NaOH menghasilkan endapan putih • Ditambahkan regensia kuning titan menghasilkan endapan merah • • • Ditambahkan HCl encer menghasilkan gas CO2 ditandai adanya gelembunggelembung gas Ditambahkan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih Ditambahkan larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih Kanji beras (Rice Starch) Pemerian Serbuk sangat halus. hamper tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. tambahkan 30 mL larutan yang dibuat dengan melarutka 40 g potasium hidroksida didalam 500mL aldehid bebas alcohol pada temperature tidak melebihi 15. terjadi warna biru yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali. Setelah uap sulphur trioksida muncul. Titanium dioksid Analisis Kualitatif Pada 500 mg asam sulfat dandipanaskan perlahan. terbentuk endapan putih yang larut dalm larutan alkali hidroksi berlebih Analisis kuantitatif : Timbang seksama 1. setelah ditambahkan alkali hidroksida. Setelah larut sempurna tambahkan metil jingga . larutkan dalam 50 ml asam sulfat 1N . tidak berbau. tidak berasa Analisis Kualitatif Didihkan 1 bagian dengan 50 bagian air.5 g zat uji yang baru dipijarkan . terbentuk larutan kanji yang tidak transparan. terus titrasi kelebihan asam sulfat dengan NaOH . Pada 5 mL filtrate bersih tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida. Dinginkan suspensi. labu didih 100 mL disatukan dengan gelas erlenmayer. Tambahkan larutan yodium P.5 g ammonium klorida Pasal . tambahan 2.Sediaan Kosmetika Analisis kualitatif • Panaskan sejumlah ZnO. setelah larutan sempurna terbentuk hangatkan hingga suhu 150 . Bila perlu bantu dengan pemanasan lemah . lanjutkan pemanasan selama 1 menit. putih. Maka akan muncul warna kuning merah/orange Beeswax Tes awan safonifikasi Masukkan 3 g kedalam labu ukur.

Pemerah Bibir (Lipstick) Merupakan sediaan kosmetika yang berguna untuk memerahkan bibir atau merubah bentuk bibir hingga kelihatan lebih menarik. Pemerah bibir harus memenuhi persyaratan : 1. larutkan dalam aseton P 100 mL hangat. 3. Zat warna yang sering digunakan yaitu : ♦ Staining Dyes.9 g Trifenilmetilklorida Pdan 5 mL piridina P di tangas air selama 1 jam. 2. Uapkan filtrate hingga lebih kurang 50 mL. Pada akhir refluks buka labu. Refluks campuran selama 2 jam. tidak berbau dan stabil. halus dan homogen. Tidak boleh ada pemisahan. Sering juga digunakan minyak mineral. keringkan hablur dengan aliran udara. Tidak berbahaya pada kulit. merupakan zat warna yang dapat menodai bibir dengan warna yang diingini. Minyak-minyak ini juga berguna untuk melarutkan . minyak wijen. candelilla wax. ozokerite. Tidak boleh rapuh. minyak jarak dsb. Merupakan turunan fluorescein yang terhalogenasi sperti bromo acid. Formula umum pemerah bibir biasanya terdiri dari : 1.  Dapat melapisi bibir dengan baik untuk menutupi kekasaran. 4. Basis merupakan basis berlemak yang mudah dioleskan pada bibir. cetaceum. 2. biasanya digunakan minyak tumbuh-tumbuhan seperti minyak zaitun. biaaarkan 1 malam pada suhu 40C. jernih. cetyl alkohol. takberbau. Zat warna. saring. campur. tidak terjadi bau akrolein Analisis Kuantitatif Refluks 500 mg dengan 3. Suhu hablur sekitar 1760C IV. dapat memnbentuk lapisan yang stabil . ros dan jingga. Zat warna harus mempunyai viskositas rendah.Sediaan Kosmetika kamardan tambahkan aldehid bebas alcohol hingga 1000 mL. Zat warna yang digunakan harus memenuhi syarat :  Dapat bersifat sebagai penetrasi pada kulit bibir . tidak kering dan mudah dihapus. terlalu keras dan terlalu lunak karena adanya pengaruh suhu.terjadi uap berbau enak. Basis/ Dasar. tambahkan 100 mg arang jerap P. eosin. dan tetrafluorescein. mudah digunakan. merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pemerah bibir. Untuk memadatkan formula dapat digunakan malam. masukkan thermometer kedalam larutan kemudian masukkan labu kedalam penangas air pada temperature 800C. Lanjutkan pemanasan hingga kering. Larutan tidak menunjukkan bentuk awan/globul sebelumsuhu mencapai 650 C Propilen glikol Pemerian Cairan kental. stearil alkohol dsb. saring. Pemerah bibir umumnya merupakan suatu dispersi zat warna dalam minyak . Bentuk dan bau harus menarik. higroskopik Analisis kualitatif Panaskan perlahan-lahan dengan kalium bisulfat P.3% . dinginkan. 151 . carnauba wax. tak berwarna. rsa agak manis. Warna – warna yang digunakan bervariasi dari merah. digunakan dalam konsentrasi 2 . parafin. lemak dan malam. Putar labu pada penangas tadi ketika penangas dan larutan dingin.

Jenis aliran dapat diperiksa dengan alat penetrometer. 152 . Pigment. 5. Dapat digunakan pelarut nonpolar. Digunakan dalam jumlah 1% . dapat diperiksa dengan menekan ibu jari dan telunjuk tidak menunjukkan adanya gumpalan seperti pasir. berguna untuk memudakan serta menyinarkan warna. Yang harus diperhatikan pada pembuatan pemerah bibir adalah :  Pemilihan basis yang sesuai  Pemilihan zat warna dan pelarutnya harus hati-hati. merupakan zat warna logam yang dapat bercampur dengan bahan dasar. merupakan campuran zat warna D&C (Drugs and Cosmetics) dan logam – logam seperti Al. Pemeriksaan titik leleh dapat dilakukan dengan tabung kapiler yang diberi tekanan dan suhu dinaikkan 45-500C. 4. agak keruh keputihan. Kestabilan dapat diperiksa dengan mengamati pada suhu 400C. alkohol berlemak. Waktu pecah ( breaking point) dapat diperiksa dengan menegakkan sediaan dan diberi tekanan dengan suhu diatur 250C. apakah ada minyak yang keluar atau apakah ada kristalisasi dari lemak-lemak. 5. 3. juga merupakan turunan fluoroscein. butil stearat. propil galat. Zat pewangi ini sangat berguna untuk menutupi bau yang tidak enak dari lemak. lemak-lemak dan zat yang bersifat lipofilik. Zat pewangi.dsb. sesuai dengan namanya dapat digunakan untuk melarutkan zat warna dalam formula pemerah bibir. glikol-glikol. 6. harus dipilih yang tidak mengiritasi dan stabil terhadap komponen yang lain. Digunakan dalam jumlah 8 – 10% . Sebagai contoh pelarut yang sering digunakan adalah minyak jarak. isopropil palmitat dsb. Dapat bersifat anorganik maupun orfganik. 7. 4. butil hidroksi toluen. Non Eosin Staining Dyes. Zat-zat antioksidan berguna untuk mencegah ketengikan dari minyak-minyak lemak yang digunakan. Kestabilan dari parfum dapat diperiksa dengan memasukkannya kedalam pemanas dengan suhu diatur 400C dan dibandingkan dengan standar. Lakes.  Teknik pembuatan dan pencetakan harus betul dan hati-hati. 2. Lapisan yang terbentuk.Sediaan Kosmetika ♦ ♦ ♦ ♦ 3. Pelarut dari zat warna. Pembagian zat warna dalam basis minyak harus homogen. Sebagai contoh misalnya butil hidroksi anisol. Titan dioksida. Cara pemeriksaan hasil akhir dari suatu pemerah bibir : 1. digunakan dalam jumlah 5 – 15 %. dapat digunakan yang ringan dan segar. Ca dan Sr. Kestabilan terhadap oksidasi sinar matahari diperiksa selama penyimpanan. Konsentrasi yang digunakan 2-4% . Ba. yang sering digunakan adalah yang bersifat lipofilik dan yang tidak larut dalam air yaitu bentuk sulfo acidnya. isopropil meristat.  Parfum harus segar dan ringan.

terdapatnya lipatan kasar pada daerah mulut dan bibir. Tambahkan asam mineral pada larutan 1% b/v terbentuk endapan biru. TiO2 Flavour 16% 16% 24% 24% 10% 7. Corrective Make -up Metode ini digunakan untuk menonjolkan penampilan make up pada wajah dan menyembunyikan segala kekurangan yang terdapat pada wajah. tidak terpengaruh oleh perubahan suhu. seperti adanya kristal. Yang terakhir adalah pemerikasaan terhadap adanya penyimpangan yang terjadi pada permukaan sediaan selama penyimpanan. Dengan menggunakan suatu pewarnaan yang menarik. pengeluaran minyak atau cairan lainnya. mudah digunakan. Formula Lipstick (pemerah bibir): Carnauba wax Ozokert Lanolin Parafin liquid Eosin As. kosmetik ini juga dapat digunakan untuk mengoreksi bentuk wajah. Corrective make up pertama dapat digunakan pada kondisi dimana seseorang ingin mengubah penampilannya kembali ke keadaan aslinya dulu. memilih suatu jenis kosmetik yang tepat dan menonjolkan lekukan atau tekstur wajah. fluoresensi berwarna jingga . Lipstick merupakan kosmetik yang sangat sulit dihasilkan karena persyaratannya yaitu harus berpenampilan atraktif. hidung. Bromat. pertumbuhan jamur. dan bentuk padatnya tidak mudah hancur. hidung yang terlihat besar dan lebar . warna merata dan tidak berubah. mata yang membengkak. Selain itu. Tampilan muka dari depan secara keseluruhan merupakan pertimbangan utama untuk dasar melakukan suatu make up. atau hidung yang terlalu panjang atau pesek.5 % 1% 1. perlekatan yang baik dan tidak meninggalkan bekas. mempunyai rasa yang menyenangkan.5% Analisis : Eosin Pemerian : Serbuk atau bongkahan berwarna merah hingga merah kecoklatan Analisis Kualitatif: a. mata. bebas dari perubahan fisik. Biasanya sering dilakukan oleh mereka yang memiliki gambaran dagu yang seperti dua buah (pada orang gemuk) . penampilan seseorang akan terlihat lebih sempurna dan kekurangan yang terdapat didalamnya bisa lebih disembunyikan atau dihilangkan sama sekali. tonjolan-tonjolan lemak padat.Sediaan Kosmetika 8. 153 . mulut dan bibir seseorang. Kombinasi yang baik pada penggunaannya dapat mempercantik penampilan make up.

tambahkan 30 ml larutan yang dibuat dengan melarutkan 40 g Potassium hidroksida didalam 500 ml aldehid bebas alkohol pada temperatur tidak melebihi 15. Jika dileburkan menghasilkan cairan yang tidak berfluoresensi. Formula Lipstick cair Etil selulosa Bleached wax –free shellac Etil alkohol Petroleum eter Polietilen glikol Fuchsin Sakarin Analisis : 3. berbau khas. setelah larutan sempurna terbentuk.3 % 0. Parafin Pemerian : Padat.66% 12 % 0.Sediaan Kosmetika b. buka labu. Jika 154 . kedua larutan akan menjadi jernih dan bebas dari pengendapan atau sedimentasi. tidak berwarna atau putih. Tambahkan 2 ml larutan jenuh NaOH p pada 10 ml larutan zat 1% b/v terbentuk endapan merah. putar labu pada penangas tadi ketika penangas dan larutan dingin.06% 4.94% 65. Formula Salep bibir Parafin wax 30% White petroleum jelly 35 % Technical white oil 20% Beeswax 14% Analisis : Beeswax Kualitatif : Tes awan saponifikasi Masukkan 3 g kedalam labu ukur. Pada akhir refluks.04% Petroleum eter Pemerian Larutan jernih: mudah menguap . masukkan termometer ke dalam larutan. labu didih 100 ml disatukan dengan gelas erlenmeyer . hangatkan hingga suhu kamar dan tambahkan aldehid bebas alkohol hingga 1000 ml. sering menunjukkan susunan hablur agak licin. tidak mempunyai rasa .00% 14. Refluks campuran selama 2 jam. Pada tube yang sama yang mengandung 2 ml platinum dan kobalt TS dengan volume yang sama . Analisis Kualitatif Dibakar pada nyala oksidasi akan menghasilkan warna nyala yang terang. kemudian masukkan labu kedalam penangas air pada temperatur 800C. Analisis Kualitatif Masukkan 100 ml zat diaduk perlahan dan dipindahkan ke dalam tube pembanding warna dan bandingkan dengan blanko . Larutan tidak menunjukkan bentuk awan atau globul sebelum suhu mencapai 650C.

6% 21 0. Analisis Kualitatif Dengan kromatografi gas Formula Lipstick transparan Poliamide resin ( rata-rata BM 8000) Poliamide resin (rata-rata BM 600-800) Propilen glikol mono laurat Minyak castor D&C merah nomor Lanolin alkohgol Dipropilen glikol metil eter Etoksi lonolin alkohol ( 5 mol Et2O) Isopropanol anhidrat Parfum 20% 5% 28% 12. Sakarin Analisis Kualitatif a.1 % 5% 1% 155 . tambahkan 10 tetes asam sulfat dan panaskan campuran dalam penangas air pada suhu 200 0C selama 3 menit. kemudian dilewati melalui api kecil hingga terbentuk ammonia. bau khas lemah agak higroskopis. titrasi dengan NaOH 0. Kocok 10 ml zat dengan 5 ml air selama 5 menit. b. biarkan dingin dan tambahkan 10 ml air dan NaOH I N berlebih akan menghasilkan larutan yang berfluoresensi hijau. • Bilangan yodium tidak lebih dari 1 . tidak berwarna atau praktis tidak berwarna.01 N .Sediaan Kosmetika dilihat sejajar kolom dengan transmitted light . penambahan 1 tetes FeCl 3 TS kedalam filtrat menghasilkan warna ungu. setelah itu larutkan dalm 20 ml aquades. Jika larutan berwarna merah. larutkan dalam 50 ml air. Fuchsin . netralkan larutan dengan HCl 3 N dan saring . Isopropil miristat • Bilangan penyabunan : 202 – 212 .01 N.3% 8% 10% 10. akan memeberikan warna yang tidak lebih tua dibandingkan blanko. Larutkan 100 mg dalam 5 ml larutan NaOH. biarkan dingin . lapisan air tidak akan mengubah lakmus merah menjadi biru selama 15 menit . Campurkan 20 mg dengan 40 mg resorsinol. tambahkan larutan fenolftalein. uapkan atau kisatkan hingga kering. Jika larutan berwarna kuning. Analisis Kuantitatif Timbang seksama 5 g . diperlukan tidak lebih dari 2 ml. titrasi dengan HCl 0. • Bilangan asam tidak lebih dari 1 . Pemerian : Cairan kental jernih .

Setelah uap sulfur trioksida muncul . massa lunak .5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan .0 . karbon disulfida . petroleum eter . Analisis Kualitatif : Berfluoresensi lemah bila dicairkan . massa tidak berubah pada suhu 00 . gliserol . • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . larut dalam bensin . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . Sperma ceti/ setaseum Pemerian : 156 . Petroleum putih tidak berwarna bila dioles . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. Pada 5 ml filtrat bersih tambahkan beberapa tetes hidrogen peroksida . • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . Setil alkohol 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol TiO2 Analisis Kualitatif Pada 500 mg asam sulfat dan dipanaskan perlahan. Dinginkan suspensi. masing – masing sekitar 1. tidak berbau . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . setengah padat .Sediaan Kosmetika Formula dasar Lipgloss Parafin wax Petroleum jelly putih Minyak technical putih Beeswax 30% 35% 20 % 15 % Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . eter . cairkan dengan air sampai 100 ml lalu disaring . Tidak larut dalam air . Maka akan muncul warna merah/ orange. lanjutkan pemanasan selama 1 menit. tidak berasa . Petroleum Jelly Pemerian : Berwarna kuning hingga gading atau putih . alcohol . kloroform .

dispensi warna dan campuran lilin . kemudian dicampur dengan bahan lainnya .3 ml larutan dimetilglioksin p 1 % b/v dalam etanol (95%) P. Persiapan dan Pencampuran . Pembuatan lipstik sebaiknya dilakukan pada temperatur rendah yang cukup untuk proses ini . Cara ini jarang digunakan . 2. suhu lebur 420-500C. namun mereka cenderung sukar untuk menjadi campuran yang basah dan berminyak . Tujuan proses ini adalah untuk menghasilkan dispensi warna yang homogen dan kondusif untuk membentuk batangan lipstik yang lembut . tidak terjadi warna merah jambu. Dalam penggilingan . dan perlu dilakukan beberapa proses penggilingan . putih mutiara. Persiapan campuran komponen . Jika pencampuran dilakukan pada temperatur tinggi dan mengabsorbsi banyak udara dan didinginkan . yaitu : “ ball mills “ . Pencampuran bahan – bahan untuk membentuk massa lipstik . campuran sebaiknya 157 . pigmen dan “ lakes “ mendapat perlakuan : A. menggunakan pemanasan jika diperlukan . Ada beberapa type penggilingan . menghilangkan minyak dan memberikan efek pembasahan yang tidak sempurna . Secara umum . B. bau dan rasa lemah. tambahkan 0. Didispensikan dalam dasar lipstik yang lengkap . sebaiknya dasar yang digunakan adalah plastik semi solid dan dilakukan dalam kondisi hangat . Pembuatan Lipstik . Jakovies menyarankan proses vakum dalam peleburan lipstik untuk dispersi zat warna dengan menghilangkan lapisan gas yang diabsorbsi pada partikel zat . Meskipun warna – warna yang digunakan diterima dalam bentuk dasar yang baik . Warna – warna seperti asam bromo . warna – warna dicampur dengan bahan tadi untuk membasahi . Dalam mempersiapkan dispensi zat warna . Pencetakan massa lipstik menjadi batangan lipstik . bening . licin. seperti lanolin . “ sand mills “ . Analisis Kualitatif Refluks perlahan 5 g derngan 5 ml asam sulfat encer selama 5 menit saring selagi panas. Dinginkan . kemudian ammonia encer P secukupnya hingga tepat bereaksi alkalis terhadap kertas lakmus P. yang bertindak sebagai penghalang dan menyebabkan pembasahan tidak sempurna . udara tidak diberhentikan sampai viskositas massa terlalu besar untuk melepas udara dan hal itu menyebabkan terkumpulnya partikel – partikel zat disekitarnya . dilebur dan dicampur bersama – sama . kecuali jika digunakan dasar yang lengkap . Telah disebutkan bahwa petroleum jelly akan melarutkan 10 % udara pada 90 0C tetapi hanya 50 % pada suhu 20 oC . seperti lilin hasil pemanasan tinggi yang tidak dipergunakan lagi . Sisa bahan dasar . dsb . Dicampurkan secara terpisah dengan konstituen yang tepat dari campuran dasar . Dan saat pencampuran . contoh : campuran minyak . Pertama . zat warna yang dapat larut dicampur dengan zat pelarut . senyawa polyglikol dan terakhir ditambahkan bahan non polar . pembuatan lipstik terdiri dari 3 tahap : 1. 3.Sediaan Kosmetika Massa hablur.

kemudian tambahkan parfum dan siap dicetak atau dibentuk menjadi blok yang disimpan dan dicetak jika diperlukan . Cetakan ini lebih baik digunakan untuk menghasikan batangan lipstik bentuk biji . Hasilnya diuji untuk corak . Jaket diisi dengan air hangat untuk menuangkan massa lipstik . campuran lilin disiapkan dan disimpan dalam bentuk leburan dimana seluruh konstituen minyak disimpan dalam suatu tangki penyimpanan dengan alat pengaduk yang sesuai . Lemari pendingin tidak diperlukan selama ada cetakan tipe “ water – jacket automatic ejection “ . Dalam waktu yang bersamaan . Setelah Pencetakan . Saat udara sudah dikeluarkan . vacuum dimatikan . dengan menggunakan mixer sebagai pemompa . 158 . Massa yang dilebur kemudian dicetak . Sisa campuran minyak kemudian melewati panci pra – pencampuran dan “ sand mill “ untuk membersihkan residu warna . karena meninggalkan lingkaran kecil di ujung batang lipstik yang disebabkan oleh ketebalan tepi logam alat ejeksi . Dengan kombinasi alat pengaduk dan pompa . Setelah mengental . Saat didinginkan . Pencetakan . Cetakan biasanya diisi untuk mempertahankan bentuk tekanan dipusat batangan lipstik . dan merupakan tipe “ vertical split “ atau tipe “ automatic ejection “ . Campuran lilin dimasukkan ke dalam panci uap secara simultan dan dicampur dengan bahan lain . cetakan dibuka . Cetakan dibuat dari kuningan dan alumunium . massa lipstik kembali dalam sebuah panci tertutup dan diaduk perlahan sekitar ½ jam agar udara naik ke puncak dan menjaga “ pin holing “ produk . vacuum dijalankan untuk mengeluarkan seluruh udara yang tertahan .Sediaan Kosmetika dimasukkan ke suatu tempat tertutup yang dapat menjaga cairan dan mengaduknya . Salah satu bagian dari campuran minyak dicampur dengan zat kering dalam suatu panci pra – pencampuran ( pre – mix pan ) yang terletak pada “ sand mill “ menuju ke panci uap . Kemudian massa lipstik dipompa ke panci penyimpanan . Pada satu dari dua metode yang digambarkan . lembut dan glossy . setelah sebelumnya lipstik di “ flaming “ yaitu dilewatkan dengan cepat ke atas api flame untuk meleburkan lapisan permukaan . massa lipstik diaduk . parfum dan rasa yang ditambahkan . hasil cetakan dibersihkan dan didinginkan agar terbentuk . menghilangkan noda dan menghasilkan permukaan yang terang . secara otomatis batangan lipstik akan terdorong keluar atau dengan bantuan jari . Tak satupun cetakan tipe “ automatic ejection “ ( baik pendingin udara atau air ) yang menghasilkan batangan lipstik bentuk peluru yang sempurna . Pembuatan lipstik modern juga dibahas oleh Daley . batangan lipstik disimpan sekitar 1 minggu untuk diisi ke lipstik holder . Alat pra – pemanasan digunakan agar cetakan dapat ditingkatkan ke temperatur 40 0C sebelum diisi dengan massa lipstik dan menghindari “ flow marks “ yang terlihat pada batangan lipstik yang sudah dicetak . Saat dibutuhkan .

Tapi kalau bibir kita sedikit tebal . Membentuk bibir  Sebelum memperbaiki bentuk bibir. Lipstik awet  Foundation ternyata dapat membuat lipstik tahan lama . oleskan alas bedak (foundation) yang biasa kita gunakan untuk wajah ke bibir. juga berguna untuk bibir setidaknya air putih bisa mengatasi bibir pecah-pecah.  Perhatikan nutrisi yang masuk ke tubuh kita. Hal ini berguna untuk menyamakan kulit bibir dengan kulit wajah. oleskan lipstik dengan kuas. kuas dapat membuat olesan menjadi lebih rapi. Jadi minum air secukupnya adalah penting tapi tak perlu berlebihan karena kulit sudah menyediakan. dengan menggunakan kuas kita dapat menghemat lipstik. Selain itu.  Lukis garis batas bibir dan seluruh bagian dalamnya dengan lipliner. Mitos 2 : Sabun tidak bagus untuk kulit Fakta : Sabun biasa yang banyak digunakan sekarang ini mengandung sebagian besar campuran lemak-lemak hewan dan minyak tumbuhan. tapi air tak dapat mengubah kulit dasar. lipstik dapat bertahan lama. lalu ambil tisu lain yang sudah ditaburi bedak. karena pengaruh kondisi tubuh juga mengakibatkan buruknya kondisi bibir. Sabun ini 159 . Sedikit kerutan dapat menghilang.  Agar hasilnya maksimal. lukis garis batas di dalam garis bibir asli. bibir juga jadi terlindungi. MITOS DAN FAKTA TENTANG KECANTIKAN Mitos 1 : Minum banyak air membuat keremajaan kulit terjaga Fakta : Air membantu ginjal dalam menghilangkan zat-zat beracun dalam tubuh dan bekerja sebagai penekan/penahan.  Terakhir. Jadi tidak ada salahnya mengoleskan foundation sebelum memakai lipstik. Dengan cara ini.Sediaan Kosmetika TIPS  Sebelum menggunakan lipstick .  Lukis bibir dengan lipliner sesuai dengan yang kita kehendaki . dalam hal ini kulit. lukis garis bibir diluar garis bibir asli . usahakan kita selalu menggunakan pelembab bibir. Hasilnya selain warna lipstik jadi lebih bagus . Tapi sebagian air dapat meningkatkan pembengkakan tubuh.  Oleskan lipstik dengan kuas bibir. coba tempelkan tisu ke bibir yang sudah dioleskan lipstik tadi . kemudian ditempelkan ke bibir. kalau bibir kita tipis. kemudian timpa dengan lipstik yang warnanya tidak jauh berbeda dengan warna lipliner.  Minum air putih selain menyehatkan tubuh.

sudah sangat terlambat menggunakan sunscreen Fakta : Tidak pernah terlambat untuk melindungi kulitmu dari matahari dan radiasi sinar uv. Ketika memakai shampoo. bahan-bahan sebaceous atau bakteri.Efek kerusakkan oleh cahaya yang tidak pernah berhenti selama radiasi berlangsung. Bagaimanapun sekarang ini. Rambut menerima bentuk produk biologi dan tumbuh hanya pada akar. kebanyakan sabun diproduksi dari bahan-bahan pembersih sintetik (surfaktan) yang membersihkan kulit dengan efek sejuk yang lebih nyaman daripada sabun-sabun sebelumnya. Mitos 5 : Sekarang. Hal ini tidak berlangsung dalam waktu singkat. Pada saat kamu mencapai masa pubertas. Pada pembilasan terakhir. konsentrasikan untuk mencuci kulit kepala karena terdapat akumulasi kotoran dan lemak di sana. Mereka juga bagus untuk kulit.Beberapa kondisioner dapat merekatkan ujung rambut yang pecah tersebut tapi efeknya tidak lama. Obat-obat luar seperti Retin-A dan alpha-hydroxy acids (AHA) dapat memecahkan bahan-bahan tersebut sehingga pori-pori kembali berada pada ukuran yang normal. pemakaian produk kimia yang berganti-ganti atau pencucian yang terlalu sering.tapi memungkinkan berlangsung dengan perawatan secara kontinyu dan perlindungan.Sediaan Kosmetika mempunyai pH yang tinggi (larutan alkali) dan dapat mengeringkan kulit terutama kulit yang tua. Mitos 6 : Kulit kering adalah alasan untuk berkerut 160 . shampoo dapat dibersihkan dengan mudah. untuk memperbaiki dirinya sendiri sampai tingkat tertentu. termasuk pada kulit wajah. Siapa pun akan suka menggunakan sabun modern yang mempunyai efek samping sekecil mungkin dan dapat digunakan tanpa terjadinya kerusakan kulit. Industri kosmetik membuat sebuah bisnis besar dengan membuat wanita percaya bahwa pori-pori dapat dikecilkan.. Pada ujungnya dapat terjadi kehabisan zat-zat tanduk sehingga terjadi pecahpecah. tapi hanya jika seseorang memotongnya secara keseluruhan. Mereka bahkan dapat terlihat gelap jika keratinnya berpigmen. Beberapa sabun modern punya zat-zat tambahan pelumas dan pelembab kulit. Mitos 3 : Rambut pecah dapat diperbaiki Fakta : Ya.Ada fakta klinik bahwa setelah memulai perlindungan……….Sehingga menghentikan radiasi sekurang-kurangnya dapat menghentikan beberapa kerusakkan. pori-pori berada pada ukuran yang paling besar. Bagaimanapun mereka dapat terlihat lebih besar lagi jika dipengaruhi oleh adanya keratin. Rambut pecah terjadi sebagai hasil dari perawatan yang terlalu sering dan berlebihan. Mitos 4 : Pori-pori dapat dikecilkan Fakta : Ukuran pori-pori secara genetik telah ditetapkan.

dalam beberapa kasus. Bagian yang berbeda pada kulitmu mungkin.Bagian terkecil adalah hasil dari depresi wajah tersenyum dan cemberut.Ada lebih sering tampak dalam cuaca dingin pada kulitmu.kulitnya akan tampak berkerut dan akan kembali normal sesudah meminum air yang cukup.sebagai contoh.Dalam realitanya. Perawatan kulit terbaik dengan semua bahan-bahan penting.yang benar adalah bedah kecantikkan tidak menghentikan proses penuaan.2 161 .Tidak ada hubungan sama sekali dengan zat tanduk rambut yang sudah mati untuk memerintahkan pembentukkan sesuatu mengenai panjangnya atau berupa banyaknya dan ketika rambut dipotong. kamu hanya membutuhkan pelembab jika kamu ……… tanda-tanda seperti kemerahan.kulit akan membuat minyak alami lebih sedikit sehingga akan timbul kerut. Mitos 9 : Semakin sering dipotong maka rambut akan semakin cepat panjang Fakta : Rambut tidak dapat disangkal merupakan produk biologi. Mitos 8 : Jika kamu melakukan bedah kecantuikan sekali saja maka kamu akan membutuhkan yang lainnya.penampakkan kerutan-kerutan ini akan lebih cepat.tapi ia hanya dibentuk dan tumbuh.Pelembab akan monolong memperlembut garis-garis kerut tersebut.gatal-gatal. Mitos 7: Setiap kulit membutuhkan pelembab Fakta : Ada mitos lain dari bisnis besar industri kosmetik yang ingin Anda percayai.Aplikasi yang sama untuk mencukur.lebih berat sebuah pelembab yang kamu butuhkan.Sediaan Kosmetika Fakta : Realitanya bahwa kerut-kerut dan garis-garis yang kamu lihat dikulitmu disebabkan oleh curahan sinar matahari atau sinar uv di dalam sebuah studio matahari.Kaki dan tanganmu.Ini hanya membuat kamu terlihat lebih baik.Jika seseorang merokok.secara normal.Adalah biasa bagi orang yang pernah melakukan bedah kecantikan untuk memutuskan bahwa dia tetap terlihat cantik.Jika seseorang kekeringan.bersisik.membutuhkan pelembab yang berbeda. Fakta : Itulah apa yang banyak orang percayai tapi itu tidak benar.Juga setiap bertambah umurnya.

5. alergi dan pH-nya harus mendekati netral. Macam-macam zat warna yang dapat digunakan dalam cat rambut 1. maka mungkin henna ini dapat 162 . shampo dan sebagainya. 2. kemudian ditambah air panas dengan pertolongan asam sitrat/asam adipat/asam tartrat 1-2 % akan diperoleh pasta yang mempunyai pH 5. Proses pewarnaan ini tidak boleh menyebabkan adanya iritasi. berasal dari tanaman Lawsonia alba. cahaya matahari atau larutan garam. tetapi di Indonesia yang sering digunakan adalah warna hitam. Tidak berbahaya dan tidak mengiritasi kulit 4. Tidak merusak atau melemahkan akar rambut serta dapat mempertahankan kilatan rambut. Dapat membentuk warna yang sesuai dan tahan lama 5. Daun dan bunga yang sudah dikeringkan ditumbuk menjadi tepung. Zat warna akan masuk seluruhnya kedalam batang rambut dan warna yang terbentuk akan stabil dan tahan lama. Karena zat warnanya mengendap pada akar rambut. harus memenuhi berbagai persyaratan antara lain : 1.Sediaan Kosmetika BAB V SEDIAAN KOSMETIKA PEWARNA RAMBUT BUKAN CAT Sediaan kosmetika pewarna rambut (cat) adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk merubah atau memperjelas warna rambut seseorang. semua rambut terwarna dan struktur dari keratin rambut tidak boleh berubah. seperti minyak rambut. Harus tersatukan dengan sediaan rambut yang lain. 3. Tumbuhan yang seing digunakan adalah : a. spinosa atau inermis. a. Selain cat rambut akan diuraikan juga sediaan yang erat hubungannya dengan cat rambut dan sediaan pengkilat rambut. Harus stabil atau tidak berubah pada udara terbuka. Dalam perdagangan dijumpai bermacam-macam warna. obat keriting rambut. Hena. Mekanisme pewarna rambut Proses pembentukan warna pada rambut harus berjalan cepat. dan stelah dicuci dengan shampo dan dikeringkan. Pasta ini dapat dioleskan pada rambut. Zat warna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Sediaan pewarna rambut (Hair Dye) Disebut sebagai cat rambut. warna yang dihasilkannya sangat terbatas dan cara penggunaannya kurang praktis.

Proses penghilangan warna dari cat rambut juga 163 . Garam-garam Ni. Reduktor yang sering digunakan adalah Na tiosulfat. Fe. dan Co dapat dilakukan sendiri-sendiri atau campurannya dengan garma perak. kemudian setelah 15-60 menit rambut dicuci dan dikeringkan. Yang digunakan adalah kepala bungan yang dibuat ekstrak yang akan melapisis kutikula. Dapat juga digunakan dalam shampo yang berguna untuk mengkilatkan rambut. Ni. p-aminofenol. Zat warna organik sintetis yang sering digunakan adalah pfenilen diamin.Sediaan Kosmetika menimbulkan keracunana lokal maupun sistematis. pirogalol. Pembentukan warna pada penggunaan zat warna logam terjadi tidak masuk kedalam batang rambut. untuk membentuk warna yang diperlukan zat pembantuk yaitu suatu reduktor yang umumnya diberikan secara terpisah dan baru dicampur setelah akan digunakan. hipoklorit. 2. Zat yang memberikan warna adalah 2-hidroksi-1-4-naftokuinon atau Lawsone. Co. Zat warna logam. larutan alkali sulfida. Hal ini disebabkan karena sulfur dari keratin rambut dengan logam atau oksida logam akan membentuk logam sulfida dan ini yang harus direduksi. Untuk mewarnai rambut sering digunakan campurannya dengan kaolin ditambah air panas hingga terbentuk krim kental. serta turunan-turunannya. Ag. warna akan timbul setalah ditambahkan larutan pirogalol 3-5% dalam air. pirogalol.dsb. Chamomille berasal dari tanaman Arthemis nobilis. Bila pengecatan rambut menggunakan zat warna logam harus berhati-hati karena logam adalah suatu katalisator hingga akan terjadi reaksi dan timbul panas. dan Bi. Matricaria chamomilla.klorat-klorat dsb. Untuk mencegah teroksidasinya zat-zat warna ini oleh udara maka diperlukan penambahan suatu antioksidan seperti Na sulfat. Campurannya dengan pirogalol dan Cu atau garam logam lain akan menghasilkan warna yang lebih bervariatif dari coklat muda ke hitam. pirokatekol. Ni. zat tersebut adalah NaOH atau NH4OH. tanin dsb. merupakan zat warna rambut terbaru. Selain oksidator juga diperlukan zat yang dapat mengatur pH karena umumnya diperlukan suasana alkalis. Co. p-toluen diamin. Tidak menembus keratin rambut. Sekarang banyak digunakan karena mudah dipakai dan keaslian rambut tidak berkurang. Campurannya dengan daun indigo disebut henna reng dan akan mengjhasilkan warna biru hitam. Penggunaan garam-garam Cu. Logam-logam yang sering digunakan adalah Pb. tapai hanya melapisi permukaan rambut saja. Sediaan penghilang warna Cat rambut (Hair Dye Remover) Sediaan ini sering digunakan apabila terjadi kesalah pada pengecatan rambut. 3. Fe.3. Na hidrosulfat. Mg bila ditambah dengan larutan tio atau tioglikolat akan membentuk warna coklat hitam. b.6-trihidroksi flavon. sulfida organik. Cu. perborat. Untuk membentuk warna sangat diperlukan suatu oksidator seperti hidrogen peroksida. belerang. Zat yang memberikan warna adalah 1. Zat warna organik sintetis.

Hanya dapat dilepaskan setelah dilunakkan terlebih dahulu. Biasanya lapisan ini terdiri dari sel-sel yang telah mati dan bergerigi. menghaluskan dan memperindah kuku. tidak boleh dipotong dengan gunting. EDTA dan turunan amonium kuartener seperti setiltrimetil amonium bromida dan setiltrimetil amonium hidroksida. Sediaan pembersih kulit sekitar kuku. tetranatrium pirofosfat. perubahan warna atau perubahan permukaan kuku. adalah 164 . Pada umumnya dasar penghilangan noda tersebut adalah reaksi oksidasi dan reduksi. Juga dapat digunakan campuran minyak mineral dan asam oleat dalam suasana basa. Basa-basa lain yang dapat digunakan adalah trinatrium fosfat. 2) Pembersih kuku. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna memudahkan melepaskan lapisan kulit yang menebal disekitar kuku. bekas tinta. larutan Na perborat. Kelainan-kelainan pada kuku dapat meliputi perubahan bentuk. bekas sayuran dsb. reduktor dan “bleaching agent” Sediaan pengkilat rambut (Hair bleaching/Hair Lightening) Sediaan ini sering digunakan untuk merubah wearna rambut serta untuk mentgkilatkan rambut. SEDIAAN KOSMETIKA KUKU Sediaan kosmetika kuku adalah sediaan yang berguna untuk membersihkan. karena tidak terpeliharanya daerah sekitar kuku atau mungkin karena penggunaan cat kuku yang merusak.Sediaan Kosmetika berdasarkan suatu reaksi kimia. Bentuk sediaan cairan/solutio atau krim. Sediaan pembersih kuku dapat dijumpai dalam bentuk larutan/solution atau krim. Penggolongan sediaan kosmetika kuku Berdasarkan tujuan pengunaannya sediaan kosmetika kuku dapat dibagi menjadi : 1) Pembersih kulit. seperrti cat rambut dari zat warna oksidasi dapat dihilangkan dengan pencucian berulang-ulang dengan shampo yang kadang-kadang perlu ditambahkan NH4OH. maka pH dari larutan harus betul-betul diperhatikan dan biasanya juga ditambahkan suatu stabilisator. pada umumnya merupakan suatu larutan basa yang dapat merusak keratin(gugus sulfa). merawat. Sediaan zat pengoksidasi dapat digunakan larutan peroksida. Sebagai “bleaching agent” dapat digunakan NH4OH dan H2O2 untuk mengkilatkan rambut dapat digunakan solutio H 2O2 1-3% disisir secara perlahan. sebagai basa dapat digunakan larutan KOH atau NaOH 1-5% dan untuk mencegah kristalisasi dapat digunakan oleum cocos atau sabun oleat. Sediaan kosmetika kuku ini biasanya disebut dengan istilah “pedicure manicure” Kelainan-kelainan yang sering terjadi pada kuku Hal ini karena pengaruh susunan syaraf pusat. sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk membersihkan atau menghilangkan noda-noda yang terdapat pada kuku seperti noda bekas nikotin.

Formula umum suatu cat kuku terdiri dari 4) 5) Cat 1) Primary Fil Former. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk mengkilatkan kuku supaya kelihatan lebih sehat dan segar. mudah larut dalam pelarut tertentu. Suatu cat kuku yang baik adalah dapat membentuk lapisan :  Cukup tebal. asam oksalat dan asam asetat. mudah dioleskan dan kebasahannya baik  Halus dan mengkilat. Juga dapat digunakan sebagai dasar dari cat kuku (“base coat/under coat”) yang berguna untuk melindungi kuku terhadap zat-zat yang terdapat dalam cat kuku yang bekerja terlalu kuat. Sering dijumpai dalam bentuk serbuk. Bentuk sediaan pemutih kuku yang sering dijumpai adalah pasta. kuku. asam sitrat. Zat-zat yang digunakan untuk pembuatannya tidak boleh merusak pigmen kuku. selulosa sendiri diperoleh dari sejenis kayu. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk memutihkan kuku.adalah zat-zat yang dapat membentuk lapisan film halus pada permukaan kuku. e) Harus cepat kering dan membentuk lapisan yang halus f) Tidak berbahaya serta tidak merusak/mengiritasi kuku dan kulit sekitarnya. d) Warna harus rata dan homogen. Na sulfit. batang. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh cat kuku adalah a) Cairan harus mudah dioleskan dengan rata b) Tidak berlendir dan bila sudah kering tidak mengelupas. polimer metakrilat atau polimer vinil. viskositasnya baik. bolus alba. Pada umumnua terdiri dari zat-zat yang mudah terbakar. serta stabil pada penyimpanan. mudah kering dan tidak dapat mengelupas. Selain selulosa nitrat dapat juga digunakan selulosa aseta. vinil resin. Ti oksida. jadi pembuatannya dan pemakaiannya harus jauh dari sumber api. Pemutih kuku.Sediaan Kosmetika 3) larutan hipoklorit. 165 . asam tartrat. krim. talk. bentuknya serat putih seperrti kapas. Yang umum digunakan adalah Zn oksida. larutan Zn peroksida dsb. adalah merupakan sediaan kosmetika terbesar yang sering digunakan dalam sediaan untuk memperindah dan merawat kuku. tidak terlalu kental. lithopon dan CaO. Sebagai zat pereduksi dapat digunakan sulfat-sulfat. selulosa asetobutirat. c) Tidak mudah retak-retak dan tidak bersisik. pensil atau cairan/lotion Pengkilat kuku. dilika koloidal.  Melekat pada kuku dengan baik  Cukup elastis hingga tidak mudah pecah dan patah  Dapat membentuk permukaan yang keras dan kering pada waktu yang sangat singkat Sebagai ‘film former’ yang biasa digunakan adalah selulosa nitrat yang dihasilkan dari reaksi antara selulosa dengan HNO3.

lembut dan liat Selain dapat digunakan sebagai pembantu pembentuk lapisan juga dapat digunakan sebagai dispersing agent untuk zat warna yang tidak larut. Sebagai plasticizer harus memenuhi syarat-syarat a. ester poliakrilat. Dapat memberikan elastisitas dan kelembutan yang dikehendaki dalam trayek suhu luas h.adalah zat-zat yang berguna untuk melembukan dan memberikan elastisitas pada lapisan cat kuku yang terbentuk. butil ftalat. Resin sintetis. Cat kuku pada umumnya mengandung dua atau lebih campuran plasticizer. sehingga :  Cat kuku menjadi lebih mengkilat. resin sulfonamida dan formaldehida. g. berasal dari alam sebagai contoh shellac. Harus stabil dan tidak mudah menguap b. Maksud dari penggunaan campuran ini adalah selain untuk melarutkan nitroselulosa. dioktil adipat. dibuat secara sintetis. dioktil ftalat. damar. sandarak.Sediaan Kosmetika 2) Secondary Film Former.merupakan bagian yang menguap dari suatu cat kuku. Pada umunya digunakan satu atau campuran pelarut. trikresil fosfat. Sifat dari plasticizer adalah pada konsentrasi rendah dapat membentuk lapisan tipis dan mengkilat. b. turunan urea. film former dsb d. tidak merusak kuku dan kulit e. seluloid. butil glikolat. Berguna untuk mendispersikan zat-zat ‘film former’ dan zatzat lain yang tidak dapat larut serta tak menguap hingga didapat suatu suspensi yang homogen. Berdasarkan asalnya ‘secondary film former’ ini dapat dibagi menjadi a.pada umunya tidak membentuk lapisan karena merupakan larutan jernih mendekati air dan berguna untuk membentuk lapisan. butil stearat. Tidak berwarna dan tidak berbau. copal dsb. Apabila hanya digunakan 3) 4) 166 . elemi. Dapat bersifat sebagai pelarut yang tercampur dengan nitroselulosa dalam segala perbandingan. Resin alami. trifenil fosfat. Contoh : polivinil asetat. trietil sitrat. resin dan plasticizer juga untuk maksud agar cat kuku ini menguapnya perlahan-lahan. kopolimer vinil asetat dan vinil klorida. pelarut. Tidak menggumpal bila dioleskan c. Plasticizer. polisteren. seperti zat warna. tributil fosfat. polivinil asetat. Pelarut. Tidak mempengaruhi kestabilan kimia nitroselulosa f. butil stearat dsb. Dapat bercampur dengan komponen-komponen lain.  Lebih tahan lama dan lebih tahan air  Lapisan yang terbentuk tipis. Tidak beracun. Plasticizer yang sering digunakan adalah benzil benzoat. benzoe. Pemilihan zat pelarut tergantung pada jenis ‘film former’ yang akan digunakan.

etilen glikol. Penggunaan pelarut berdasarkan titik didihnya : a. 100-150 0C misalnya n-butil asetat. maka pelarut diluen dapat digunakan untuk mengurangi biaya. a. Pelarut aktif. Titik didih tinggi. adalah pelarut yang baik untuk nitroselulosa. Kalalu jumlah pelarut diluen terlalu banyak larutan akan menjadi kental (viscous). diisobutil keton. Pelarut campuran “latent”. dimetilsulfoksida dan nitro parafin. golongan hidrokarbon alifatik :petroluem naftol. Karena pelarut nitriselulosa mahal harganya. Pelarut diluen. mempunyai viskositas besar dan kecepatan menguapnya dapat dibagi menjadi kuat. Sebagai contoh butil asetat. golongan hidrokarbon aromatik :silen. tetapi sebagai stabilisator viskositas. misalnya selusolve. Pelarut yang digunakan harus memenuhi persyaratan. Bila terlalu perlahan-lahan juga kurang baik karena cat kuku akan lama kering dan lapisan yang terbentuk agak tebal hingga sukar merata. sebenarnya bukan merupakan pelarut. nitroselulosa akan segera mengendap dan lapisan yang terbentuk tidak akan baik serta cat kuku sukar untuk dioleskan. Mempunyai titik leleh tidak lebih dari 300C c. Titik didih rendah. Dilakukan terhadap pelarut yang tak dapat digunakan sendri lebih baik kalau dicampur dengan pelarut aktif. misalnya aseton. batas ini disebut dengan istilan ‘dilution ratio’. lebih kecil dari 1000C. lebih besar dari 1500C. etil asetat. 167 . lauril eter. Mempunyai viskositas kecil dan viskositas ini tergantung pada % alkohol walaupun alkohol masih harus dicampur dengan ester-esternya. Contoh golongan alkohol. b. Penggunaan pelarut diluen ada batasnya yaitu jumlah pelarut diluen terbanyak yang dapat diterima oleh larutan nitroselulosa tanpa adanya endapan. Pada umunya bukan pelarut biasa tapi pelarut organik yang mempunayi sifat tercampur dengan pelarut nitroselulosa. dietilen glikol.toluen . Penggolongan pelarut berdasarkan sifatnya a. amil asetat. etil eter. c. aseton. Titik didih sedang.butil selusolve. d. b. c. Jadi kecepatan menguap dari pelarut akan sangat menentukan lapisan yang terbentuk. Harus beraroma yang menyenangkan dan tidak boleh terlalu keras. Mempunyai sifat mudah menyebar dan membentuk viskositas yang baik dengan film former dan resin. dan lemah.Sediaan Kosmetika satu macam pelarut saja maka karena cepat menguap. Harus cepat kering. sedang. mudah dipakai dan tidak berbahaya. b.

sangat berguna untuk memberi efek keruh/gelap pada lapisan dan kuku akan terlihat bagus dan indah. 6. Bagian pencampuran warna. Bi oksida + mika. dan Al+mika. ketahanan terhadap air. kelembutan. 7. Pencampuran dilakukan dengan menggunakan mixer kecepatan tinggi terutama pada pembuatan cat kuku dengan tanah liat. Pengamanan pada pembuatan sediaan kuku : Pada umumnya pabrik cat kuku terdiri dari dua bagian yaitu : Bagian pembuatan basis/dasar cat kuku. 6 atau campuran TiO2 + mika.Sediaan Kosmetika 4. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan alergi Contoh zat-zat warna yang sering digunakan adalah: D&C red No. Kadang-kadang juga diperlukan zat pengisi seperti tanah liat yang tak boleh dikotori oleh minyak atau pelarut lain hingga dapat stabil lama. Pertama-tama zat warna digerus bersama-sama dengan plasticizer. 13. 34. Nitroselulosa ditambahkan sedikit demi sedikit pada campuran pertama. Tidak berbahaya. campurannya dengan D&C yellow No. Tempat pencampuran dan tempat penyimpanan harus dibuat dari aluminium atau stainless steel. hal ini untuk menghindari hilangnya warna karena adanya reaksi dengan besi. Pemeriksaan hasil akhir. Pada umumnya merupakan zat warna sintetis. Lama pengeringan.penyimpanan bahan baku dan hasil produksi harus jauh dari sumber api. penggerusan. d. tidak larut dalam pelarut dan tidak diserap oleh kuku. 5. b. kekentalan. 10. harus dilakukan terhadap lama pengeringan. 12. dapt dilakukan dengan menipiskan sampai berat = 0.2 gram dan garis tengah 8 cm pada sebuah lempeng gelas. Untuk pengamanannya maka sebaiknya pembuatan. pengolesan. daya lekat dan keliatannya. Zat warna. Warna harus sesuai dengan yang diinginkan dan stabil c. Cara melakukannya adalah sebagai berikut : a. 11. Pada interval waktu tertentu 168 . Apabila terjadi pengotoran maka dapat dilakukan penyaringan atau sentrifus. Baru kemudian yang terakhir adalah sisa pelarut dan dicek kekentalannya (viskositasnya). Untuk ini diperlukan zat pengisi yang berwarna seperti pelangi misalnya guanin yang harus dilarutkan dahulu dalam butil asetat baru ditambahkan kedalam larutan nitroselulosa. Stabil tidak hanya terhadap cahaya tetapi juga terhadap komponen yang lain seperti pelarut organik. kemudian ditambahkan resin dan campuran ini baru ditambahkan pada campuran pelarut 75% dengan pelarut diluen. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh zat warna : a. 5.kadang-kadang diperlukan agar terbentuk cat kuku yang transparan. Untuk menghasilkan warna yang sesuai dapat dilakukan perbandingan warna dengan “master color standar”. Zat pengisi. warna yang terbentuk. penggunaannya diatur oleh undang-undang FD&C act. taruh didalam oven dengan panas 1050C + 2 0C.

Waktu kering ini juga dapat diperiksa dengan mengoleskan sampel setebal 0. dapat disamakan dengan standar Kekerasan lapisan. kemudian panaskan lagi dan setelah 1 jam timbang lagi. bila telah dikeringkan dengan kertas saring lalu ditimbang apakah tahan terhadap uap air atau tidak. lihat daya lekatnya.006 inchi keringkan selama 24 jam pada suhu kamar. g. dan dilihat harus bebas zat asing atau gumpalan. Dengan menggunakan stop watch hitung waktunya sampai terbentuk lapisan yang bila disentuh dengan jari bersih tidak akan lengket. lalu ditekan dengan ibu jari. taruh dalam desikator selama 24 jam dan ditimbang kemudian lempeng ditaruh diatas penangas air 37 0C selam 24 jam. dapat diperiksa dengan menggunakan 3 lempeng kaca yang masing-masing telah diolesi dengan 0. Warna yang terbentuk.5 inchi. h. dapat diperiksa dengan digosok-gosokkan. Ketahanannya terhadap air. Kehalusan alirannya. j. adalah merupakan sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk menghapus cat kuku. Zat yang tidak menguap ini sangat menentukan waktu kering dari suatu cat kuku. yang disebut sebagai zat yang tidak menguap. Daya abrasinya.006 inchi pada kaca. d. dapat diperiksa dengan alat viskometer Brookfield. keringkan pada suhu 250C selama 48 jam. Setelah 1 jam angkat dinginkan dan timbang.006 inchi. dan apakah gelembung udara tersebut cepat pecah atau tidak. Daya lengket. dengan suhu 250C dan kelembaban 50%. c. Daya kilatnya. kemudian pada 710C selama 2 jam. Karena dalam cat kuku terdapat zat atau pelarut yang larut atau tercampur dengan lemak atau minyak seperti oleum 169 . Kekentalan atau viskositas.006 inchi sampel. dan kembali lagi 250C selama 48 jam. apakah ada yang lepas atau tidak. kemudian bandingkan dengan “master colour standar” Pengolesan atau penggunaannya. setebal 1. dapat diperiksan dengan mengoleskan 0.dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca dengan gelas pengaduk. dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca hitam atau putih setebal 0. e. sampai didapat berat yang hilang dan ini.Sediaan Kosmetika ambil dengan kawat. dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca setebal 0. 6) Penghapus Cat Kuku. Keringkan dalam oven 250C selam 24 jam. i. f. dapat diperiksa dengan melihat setelah dioleskan. b. apakah pada lapisan yang terbentuk ada gelembung udara atau tidak.006 inchi pada lempeng kaca.

Untuk ini dapat digunakan larutan garam-garam logam yang bersifat astringens dalam air. Cata yang paling sederhana adalah dengan memijat kuku dengan oleum olivarum. Garam-garam logam ini juga bersifat bakterisida. Sediaan yang tak meninggalkan bekas c.Sediaan Kosmetika olivarum . atau minyak tumbuh-tumbuhan. mengandung minyak mineral. Sebagai penghapus cat kuku yang sering digunakan adalah campuran pelarut nitroselulosa dengan minyak-minyak. propilen glikol. adalah sediaan kosmetika kuku yang beguna untuk mencegah dan menjaga agar kuku jangan sampai retak-retak dan kering karena adanya dehidrasi. sering juga ditambahkan suatu emolien yang dapat mencegah keringnya kuku dan kulit sekitarnya. Retak-retak dan kekeringan pada kuku dapt disebabkan karena kerja dari pelarut pada penghapus cat kuku. Na atau NH4 dan Zn asetat. garam-garam stearat. seperti logam Al. Sediaan bentuk krim. Penggunaannya harus secara teratur dan dapt digunakan sebelum atau sesudah kuku dicat.dsb dengan konsentrasi 5-20% 9) Pengering kuku. Cara penggunaannya adalah dengan merendam kuku dalam larutan garam 1-5% selama 5-10 menit. b. dsb. Pada umumnya sediaan pengering kuku ini berbentuk aerosol/spray. maka sebagai penghapus kuku dapat digunakan minyak-minyak tersebut. untuk kuku yang mudah patah dapt dengan krim yang mengandung lanolin.dsb. Prinsip kerjanya adalah dengan memberikan lapisan minyak pada lapisan cat kuku yang baru dioleskan. minyak mineral. Sediaan berminyak atau berlemak. Emolien yang sering digunakan adalah lanolin. 170 . jadi sediaan penguat kuku harus dapat bekerja melawan kerja pelarut tersebut. oleum amygdalarum. Penghapus cat kuku dapt digolongkan menjadi : a.adalah sediaan yang berguna untuk mencegah kuku menjadi kering karena kuku yang kering akan cepat retak dan pecah-pecah. Juga dapat digunakan zat-zat yang dapat mencegah penguapan air (“humectan”) seperti gliserin. Untuk kuku yang kering dapat digunakan campuran air dan gliserin 5%. atau propilen glikol. Kadang-kadang juga digunakan emulsi dari minyak-minyak diatas. lapisan ini akan mengurangi kepekatan dari cat kuku yang masih basah dengan membentuk emersi dengan air hingga cat kuku akan cepat menjadi kering.silikon. hingga sukar dirawat dan kadang-kadang terasa sakit. Kadang-kadang juga ditambahkan suatu antibakteri supaya kulit disekitarnya tidak terinfeksi. 7) Krim dan Lotion kuku. K. kemudian dengan air hangat dan dengan krim ini dibiarkan semalam. adalah sediaan kosmetika kuku yang dapat digunakan untuk mempercepat pengeringan cat kuku. 8) Penguat kuku.

emosi dan diet seseorang. adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk mengurangi atau mencegah keluarnya keringat yang berlebihan dan dapat menghilangkan bau keringat. 171 .Sediaan Kosmetika SEDIAAN KOSMETIKA KEBERSIHAN BADAN Sediaan kosmetika untuk kebersihan badan adalah semua sediaan kosmetika yang dapat digunakan untuk menjaga kebersihan badan. juga apabila keringat didiamkan akan mengalami perubahan oleh bakteri hingga dapat menjadi berbau tidak enak. mengurangi atau menghilangkan keringat yang berlebihan dan baunya. Bau dari keringat selain ditentukan oleh keadaan fisik. Secara garis besar sediaan kosmetika untuk kebersihan badan ini dapat dibagi menjadi 2 golongan : 1. Sebenarnya sukar untuk membedakan kedua sediaan tersebut karena selalu dipakai bersama-sama dengan maksud untuk mencegah. Antiperspiran & Deodorant.

 Zat-zat yang dapat bekerja secara sistemis. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sediaan antiperspiran deodoran untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan adalah : a. d. Bentuknya harus menyenangkan Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai antipersirant adalah :  Zat-zat yang dapat bekerja sebagai astringens seperti garam-garam Al. Atau dapat juga secara sistemis. hiamain. Memberikan rasa nyaman dan tidak mengiritasi. ZnO. Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai deodoran adalah :  Zat-zat antibakteri misalnya. Mg stearat.  Zat-zat antiadrenergik misalnya dibenamin. untuk mencegahnya dapat digunakan zat-zat yang bersifat astringens. atau zat-zat yang dapat bekerja sebagai antikolinergik dan anti adrenergik. e. streptomisin. Antiperspirant.  Zat-zat yang dapat mengikat zat-zat yang berbau baik secara kimia maupun fisika misalnya klorofil. berdasarkan bentuknya antiperspirant dapat dibagi menjadi : a. dimana zat tersebut dapat mengikat bau secara adsorpsi kimia atau dapat mengadsorpsi asam amino yang terdapat dalam keringat hingga tidak terjadi penguraian oleh bakteri. pada umumnya antiperspiran bentuk cair mengandung larutan garam-garam astringens adalah air atau alkohol. setipiridinium klorida. 172 . Cair. c. Hal ini juga memungkinkan karena adanya reaksi reduksi oksidasi dimana zat tersebut dapat mengoksidasi benzil merkaptan atau metil merkaptan yang dapat menyebabkan bau keringat menjadi dibenzil sulfida atau dimetil sulfida yang tidak berbau. Mekanisme kerja deodorant adalah bau badan pada umumnya lebih keras pada bagian-bagian tertentu dimana terdapat kelenjar apokrin dan bau keringat pada umumnya disebabkan karena penguraian oleh bakteri.Sediaan Kosmetika Mekanisme kerja dari antiperspiran adalah dapat menutupi pori-pori mulut kelenjar keringat sehingga akan mengurangi keluarnya keringat yang berlebihan. Mudah dioleskan pada kulit dan menyebar dengan rata. pH-nya harus tepat dan tidak merusak baju. talk. 2. penisilin. b. kaolin. bithionol. tanpa resep dari dokter. merupakan suatu bentuk yang tidak efisien karena pemakaiannya kurang praktis. resin dsb. larutan buffer (kalau diperlukan) untuk pemakaian Al sulfat atau Al klorida. asam borat. b. asam benzoat. Mekanisme kerja deodoran juga dapat terjadi karena proses adsorpsi. Zn salisilat. Bedak (powder). dapat dibagi lagi menjadi :  Zat-zat antikolinergik misalnya banthin. Digunakan secara lokal. zat pendorong (‘propellant’) dan parfum. maka deodoran pada umumnya adaah zat-zat antibakteri yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. heksaklorofen. sejumlah kecil zat pengemulsi yang berguna untuk mendispersikan parfum dalam larutan. sejumlah kecil pelembab (humektan) untuk mencegah pengeringan alat penyemprot. Zn dsb. benzalkonium.

b. beberapa zat yang bersifat deodoran juga dapat bereaksi dengan parfum. Sebagai parfum dapat dipilih sesukanya. Zat pewarna yang digunakan harus dicari yang stabil terhadap zat-zat lain yang terdapat dalam formula. Sebagai basis biasanya digunakan malam dengan garam-garam astringens dalam pelarut alkohol dengan pemanasan. Mg karbonat dsb. c. d. untuk mencegah supaya tidak mudah terbakar maka penggunaannya sering dicampur dengan propelan golongan fluorokarbon. Zat-zat yang seing diberikan dalam bentuk ini adalah senyawa-senyawa amonium kuartener dan heksaklorofen. Krim. Bentuk krim ini sangat menguntungkan karena mudah tercuci dengan air. Pada umumnya merupakan bentuk emulsi yang encer sekali hingga penambahan garamgaram astringens kedalamnya harus hati-hati sekali agar emulsi tidak pecah.5% atau dalam alkohol 50%. Pada umumnya yang bekerja sebagai deodoran adalah 173 . Bentuk tetap bagus dan menarik setelah disimpan 7-10 hari pada suhu 400C atau tahan beberapa hari pada suhu 50C. Sebagai bahan pengisi dapat digunakan kaolin. e. Cair (liquid). dan N2 Deodoran bentuk ‘spray’ ini dalam perdagangan sering disebut sebagai “cologne deodorant”. Deodorant.Sediaan Kosmetika c. harus homogen dan rata. Lotion. sifatnya tidak mudah terbakar. NO2. 3. Propelan ini mempunyai B. Untuk membuta bentuk aerosol/spray diperlukan suatu zat pendorong hingga cairan dapat disemprotkan keluar seperti kabut. Batang (stick). maka pada pendinginannya akan menghasilkan bentuk gel yang padat. Bedak (powder).J rendah. Hidrokarbon. talk. Antiperspiran bentuk krim harus memenuhi persyaratan :  Stabil dan tahan terhadap perubahan suhu. asal tidak dipengaruhi oleh zat-zat lain seperti kaolin dapat menyerap bau parfum. Pada umumnya merupakan emulsi M/A sebab garam-garam astringens bekerja dalam keadaan terlarut dalam air. mungkin karena bentuknya kurang menarik atau pemakaiannya kurang praktis. biasanya menggunakan basis krim K/Na stearat dan asam stearat. adalah bentuk yang kurang disenangi. sifatnya mudah terbakar. Jenis zat pendorong yang sering digunakan adalah : 1. tidak tercampur dengan air dan larut baik dalam pelarut organik. Gas yang diberi tekanan tinggi seperti gas CO2. isobutana dsb. Fluorokarbon. berdasarkan bentuknya deodorant dapat dibagi menjadi : a. sekarang banyak disukai mungkin karena bentuknya menarik dan pemakaiannya cukup praktis. tidak larut dalam pelarut organik misalnya butana . bentuk ini adalah bentuk yang paling banyak disukai. Krim. Ca karbonat. umunya diberikan dalam bentuk spray atau aerosol dengan zat berkhasiat dilarutkan dalam air 1. Supaya tidak rapuh dapat ditambahkan suatu asam lemak tinggi atau suatu ester. Klorofil kurang baik.  3. contohnya trikloromonofluor metan (propellant 11) dan diklorofluor metan (propellant 12) 2.

Tipe alkohol-gel. bentuk ini lebih populer dengan nama “stick deodorant cologne”. Antiperspirant-Deodorant. merupakan suatu sediaan yang dapat digunakan sekaligus bekerja sebagai antiperspiran dan deodoran atau dengan kata lain sediaan tersebut mengandung zat yang dapat bekerja sebagai antiperspiran dan zat yang dapat bekerja sebagai deodoran. dengan malam epilasi (“epilating wax”). Sediaan ini sebenarnya sudah sejak zaman dahulu digunakan orang. Formula dasar dari suatu deodorant stick tipe alkohol-gel adalah selalu terdiri dari : . Tidak boleh beracun dan tidak boleh mengiritasi kulit. propilen glikol. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan penghilang rambut (“depilatory & epilatory”) adalah : a.Sediaan Kosmetika zat-zat yang dapat menyerap bau keringat dan mencegah perkembangan dari bau selanjutnya. 5. Pada proses epilasi sering timbul rasa sakit dan sering pula timbul infeksi. Tetapi yang lebih disenangi adalah krim tipe M/A karena tidak akan meninggalkan bekas berminyak pada kulit. 174 . Perbedaan antara ‘depilatory’ dan ‘epilatory’ adalah pada mekanisme kerjanya. Proses epilasi ini dapat dilakukan dengan gunting cabut. e. Krim deodoran yang baik adalah krim yang dibuat dari emulsi A/M karena dapat melarutkan minyak-minyak /lemak-lemak. Sebagai zat kimia dapat digunakan sulfida-sulfida atau thiol organik. Sebagai contoh ZnO yang dapat bekerja sebagai antibakteri. bentuk ini jarang dijumpai dipasaran akan tetapi pada umumnya orang Amerika lebih menyukai bentuk pasta ini. benzalkonium klorida dan setilpiridinum. atausecara topikal dengan kompleks thalium. Al klorida. akan tetapi hanya membentuk lapisan yang tipis apabila digunakan. cara radiasi. “Epilatory” adalah proses menghilangkan rambut dengan mencabut sampai akar-akarnya.Na stearat 5-10% . d. Zat-zat yang dapat bekerja baik sebagai antiperspiran maunpun deodoran adalah Al fenol sulfonat. dengan cara elektrolisis. “Depilatory adalah proses menghilangkan rambut berdasarkan reaksi kimia dimana terjadi pengrusakan akar rambut. merupakan sediaan-sediaan yang berguna untuk menghilangkan rambut yang tumbuh pada tempat-tempat yang tidak diingini. Tipe malam (Wax) mempunyai efek penggosokkan yang halus. deodorant bentuk stick ini dapat dibedakan menjadi 2 tipe yaitu a.Humektan 3-5% . Zn fenol sulfonat. selain dapat untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan juga dapat mencegah pertumbuhan rambut selanjutnya. DiAmerika selatan orang menggunakan getah pohon. atau dengan sedaan yang lengket (“epilatory cream”). Bithionol. 4. Sediaan Penghilang Rambut.Alkohol dan parfum Sebagai humektan dapat digunakan gliserin. Al asetat. b. sebagai zat aktif dapat digunakan heksaklorofen. Batang (Stick). sorbitol dan polietilen glikol. heksamin. Caranya ada bermacam-macam antara lain adalah dengan cara mencabut atau menarik. Pasta. atau senyawa amonium kuartener.

Sebagai penggantinya dapat digunakan larutan glukosa. minyak terpentin. mudah digunakan dan stabil d. Harus stabil pada penyimpanan. atau sejenis karet kasar yang dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap hingga setelah kering lapisan dapat dibuang bersam-sama dengan rambut. Proses penghilangan rambut secara kimia : Cara ini sangat baik untuk menghilangkan rambut pada tempat-tempat yang sukar dicapai. antara lain mengandung belerang seperti asam aspartat dan asam glutamat. Proses penghilang rambut dengan cara tuang : Mula-mula masa yang leleh dituangkan pada tempat yang akan dhilangkan rambutnya. Sebagai masa dapat digunakan campuran resin dengan malam yang berbentuk cairan kental seperti madu. tidak dapat kering hingga pada pemakaiannya tidak perlu pemanasan. Harganya murah. f. Dalam waktu 2-5 menit telah berubah menjadi lunak dan masa bening yang terbentuk mudah dihilangkan dengan mencucinya. Dapat bekerja secara efisien dan dapat menghilangkan rambut dalam waktu yang singkat (4-6 menit) d. Rambut akan terurai menjadi logam alkali sulfida. tidak melekat pada baju dan tidak menimbulkan noda pada kulit. Penguraian belerang dari akar rambut dapat menghasilkan jembatan –S-Spada ikatan polipeptida R-CH2-S-S-CH2-R. c. zat warna dan parfum yang berguna untuk mencegah pertumbuhan rambut selanjutnya.dari keratin akan menambah tekanan akar rambut hingga akar rambut akan mengembang. c. benzokain sebagai penghilang rasa sakit setempat dan heksaklorofen sebagai antibakteri. Bentuk sediaan umumnya adalah pasta atau krim akan tetapi lebih disenangi bentuk krim. Bentuknya menarik. madu. tergantung pada proses reaksi yang diingini. Sebetulnya zat berkhasiat dapat digunakan berbagai macam zat. Bentuk dan bau harus menyenangkan. Proses kimia yang terjadi penghilangan rambut : Keratin adalah merupakan protein dimana rambut menempel pada kulit. bau menarik. berwarna putih atau netral. Tidak boleh berbau merangsang. molase. ikatannya menjadi kurang kuat dan akhirnya rambut akan lepas. dan merkaptan yang dengan –S-S. Setelah dingin masa dihilangkan hingga rambut akan ikut terhilangkan. Dalam formula umum dari sediaan penghilang rambut sering digunakan kamfer sebagai pendingin. Zat-zat kimia yang dapat digunakan untuk maksud diatas antara lain : 175 . Persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan penghilang rambut ditinjau dari segi pembuatannya adalah : a.Sediaan Kosmetika b. sulfit. sianida. Tidak boleh beraksi dengan baju. b. Setelah penggunaan diatas perlu juga digunakan campuran air kapur. Pada penggunaan yang lama tidak akan menimbulkan keracunan secara sistematis dan tidak akan mengiritasi kulit. Kerjanya akan lebih cepat dan kedalam. e. H2O2. amin. Juga dapt digunakan emulsi malam dalam minyak silkon dalam keadaan dingin dengan penambahan butil p-amino benzoat yang berguna sebagai penghilang rasa sakit setempat.

1-1. atau kaolin dan apabila akan digunakan baru ditambahkan dengan air sedikit demi sedikit hingga diperoleh bentuk pasta. Keaktifan keratinase akan bertambah tanpa mengiritasi walalu dibiarkan semalaman. shampoo.Sediaan Kosmetika a. Sediaan yang mengandung enzim keratinase ini lebih peka daripada sediaan thiogliklat atau sulfida.Konsentrasi merkaptan 0. mula-mula digunakan secara sendiri atau dicampur dengan kaustik soda. Mudah dan cepat digunakan. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan cukur adalah : 1. Kadang-kadang kedalam sediaan penghilang rambut ini sering ditambahkan juga kamfer.eukaliptol. Monoetanolamin. deodorant. amino guanidin dan piperidin. Kapur tohor (CaO). guanidin. Dalam keadaan murni perlu dibuffer pada pH 7-8. .Zat alkalis harus mempunyai konstanta kesetimbangan lebih besar dari 2 10-5. SEDIAAN KOSMETIKA CUKUR Sediaan kosmetika cukur adalah sediaan kosmetika khusus untuk pria. dengan maksud untuk mencukur rambut pada janggut. Enzim-enzim ini dapat disebut sebagai enzim keratinase. atau ester linalil asetat yang berguna untuk menutupi bau pada sulfida yang tidak enak. . b. tetapi baunya seperti sulfida. Zat-zat pereduksi juga dapat bekerja mengembangkan akar rambut dan menghasilkan sistin dan polipeptida hingga rambut juga akan terlepas. . setanit (Sn klorida).Bentuk yang terbaik adalah bentuk pasta Enzim-enzim. sebagai contoh enzim yang dihasilkan oleh streptomyces. serta parfum untuk muka. Sediaan kosmetika cukur meliputi semua sediaan yang digunakan sebelum. Zatzat pereduksi yang seing digunakan adalah sulfida (Ba polisulfida. kemudian untuk mempercepat proses dapt ditambahkan zat-zat organik seperti metil/dimetil amin. Sulfihidrat). Dengan penambahan Na sulfit atau sulfoksilat. Enzim lain yang dapat bekerja proteolitik adalah tripsin yang akan larut dalam lemak hingga dapat bekerja pada keratin pada protein kulit dan rambut dapat lepas. 176 . hidrazin. selama dan sesudah bercukur.5 mol/liter.pH harus terletak antara 9-12. kumis dan sekitar muka. Na sulfida. maka konsentrasi zat alkalis dalam larutan tidak boleh lebih besar dari 12 x konsentrasi merkaptan. Sediaan pada umumnya berbentuk pasta yang dibuat dengan menambahkan enzim kering kedalam campuran talk. bentonit. serta menghasilkan busa yang banyak. fradie dapat merusak keratin rambut. c. termasuk didalamnya penggunaan talk. Mekanisme kerja enzim sebagai penghilang rambut sangat kompleks.5 . Sering digunakan karena tidak mengiritasi.Untuk menghindari pengaruhnya pada kulit. merkaptan sebagai zat berkhasiat penghilang rambut (“depilating agent”) harus memenuhi beberapa persyaratan : .

Sediaan Kosmetika
2. Harus cepat kering dan tetap dimuka selama waktu mencukur. 3. Tidak mengiritasi terutama pada mata dan hidung. 4. Cepat bekerja sebagai pelunak kulit, dimana viskositas sangat menentukan kekerasan rambut hingga mudah dicukur. 5. Mudah dilapisi kulit hingga alat listrik, atau silet yang digunakan dapat berjalan dengan mudah tanpa rasa sakit. 6. Stabil pada waktu lama dan pada beberapa suhu. 7. Tidak menyebabkan silet berkarat dan menjadi tumpul. A. Sediaan sebelum cukur Sediaan yang digunakan sebelum bercukur (“preshave preparation”) adalah sediaan-sediaan yang digunakan sebelum bercukur, dengan maksud agar janggut, kumis, serta kulit disekitar muka siap untuk dicukur. Jadi maksud utama dari sediaan-sediaan ini adalah untuk menghindari luka serta iritasi pada kulit yang mungkin dapat ditimbulkan oleh alat pencukur rambut listrik atau silet. Sediaansediaan yang umum digunakan sebelum bercukur adalah : 1. Pengkondisi Kulit (Skin Conditioner): adalah sediaan yang berguna untuk membuat kulit agar mudah dicukur rambutnya, serta menimbulkan rasa yang nyaman pada waktu bercukur. Sediaan ini juga berguna untuk setelah bercukur. Sebagai contoh “vanishing cream” dapat digunakan sebelum bercukur, dan “cold cream” dapat digunakan sesudah bercukur. Pada umumnya sediaan ini digunakan tanpa sikat, dapat bekerja untuk melunakkan, melembutkan dan melindungi kulit.Kedalamnya sering ditambahkan suatu zat yang dapat menimbulkan rasa dingin seperti menthol dan camphor, atau digunakan suatu antiseptika seperti heksaklorofen, triklorokarbanilid,dsb. 2. Pelembut kulit (Beard Softener) : adalah sediaan yang berguna untuk membasahkan, melunakkan dan melapisi janggut serta kulit disekitarnya hingga mudah dan lembut untuk dicukur. Biasanya mengandung suatu “sequestering agent” dan sabun alkali yang tidak larut atau dapat juga digunakan sabun dan deterjen sintetis. Sediaan dapat merupakan krim tanpa sikat dan tanpa busa atau suatu lotion. Bentuk lotion ini biasanya sangat diperlukan untuk pencukuran dengan alat pencukur listrik. Sediaan ini biasanya mengandung larutan homopolimer asam akrilat atau akrilamida atau juga larutan kopolimer asam akrilat dan akrilamida dalam air. Larutan polimer ini kental pada konsentrasi rendah hingga mudah untuk dioleskan pada kulit. Kadang-kadang juga diperlukan penambahan suatu “wetting agent” dalam jumlah sedikit (0,1 %) yang berguna untuk memudahkan tersebarnya lotion pada kulit yang berminyak. Sebagai “wetting agent” dapat digunakan campuran alkohol dengan larutan silikon Sediaan sebelum cukur dengan alat cukur listrik sekarang ini lebih sering digunakan karena lebih cepat dan penggunaannya lebih praktis. Pada cukur basah mula-mula kulit dibasahkan terlebih dahulu agar menjadi lunak, sedangkan pada cukur dengan alat listrik kulit harus dibuat menjadi kering. Jadi sediaan sebelum cukur dengan alat listrik harus dapat berguna menghilangkan keringat, mencegah timbulnya luka, mengeraskan serta

177

Sediaan Kosmetika
menegakkan rambut, hingga rambut mudah untuk dicukur. Sediaan-sediaan tersebut adalah : Serbuk,sebelum cukur (“preshave powder”), biasanya sebagai komponen terbesar adalah talk yang berguna untuk menyerap kelembaban karena keringat, serta untuk melicinkan kulit, hingga pada waktu pencukuran kulit menjadi licin dan bersih, selain talk dapat digunakan kaolin yang dapat menyerap kelembaban dan dapat melekat dengan baik pada kulit. Zn atau Mg stearan sering digunakan sebagai pelicin dan pelekat, Mg karbonat untuk menaikkan daya serap dan merupakanbahan pembawa dari parfum. Dari talk dapat dibuat bentuk batang dengan penambahan Ca sulfat dan air, sebagai zat pengikat dapat digunakan veegum. Lotio sebelum cukur adalah sediaan yang berguna untuk membuat agar rambut menjadi tegak dan keras, untuk ini diperlukan alkohol dalam jumlah banyak. Pada pembuatannya perlu diperhatikan : Penambahan suatu adstringens sangat berguna untuk menegakkan, mengeraskan, serta merangsang otot rambut. Sediaan harus cepat kering, yang berarti sediaan harus cepat menguap. pH-nya harus berada dibawah isoelektrik dari keratin yaitu antara 4,5-4,8. Harus dapat melapisi kulit dengan baik, hingga dapat mencegah luka atau iritasi karena alat cukur. Harus bebas dari zat-zat yang dapat bereaksi dengan silet atau logam dari alat cukur. Sediaan ini sering disebut sebagai astringens lotion. Sebagai zat berkhasiat dapat digunakan asam laktat, Zn fenol sulfonat, dsb. Alkohol dapat digunakan sampai 70-80%. Dapat sebagai astringens, untuk mengeraskan dan menegakkan rambut, hingga cukur dapat lebih bersih dan terhindari dari infeksi. Kadang-kadang juga kedalamnya juga ditambahkan suatu antiseptika atau analgetika dengan konsentrasi rendah, sebagai contoh adalah benzokain, menthol,dsb. Kerugian pengguanaan sediaan ini adalah rambut akan mengerut, masuk kedalam folikel rambut hingga sukar untuk disukur, selain lotion dalam alkohol, sediaan ini juga dapat merupakan lotion yang mengandung minyak seperti isopropil miristat, heksadesil alkohol, yang berguna untuk melapisi dan melicinkan (“lubrikan”), lotion yang mengandung minyak ini pada umumnya merupakan emulsi M/A dengan 5-20% berat ester asam lemak seperti isopropil miristat, isopropil palmitat, dan zat pengemulsi campuran logam alkali atau garam amin dari asam poliakrilat. Batang yang digunakan sebelum cukur, dapat dibuat dengan menggunakan suatu cetakan dengan tekanan tertentu, kemudian dilapisi atau dibungkus dengan suatu “fil former” yang berguan untuk mencegah pecah atau rapuhnya sediaan. Jadi sediaan sebelum cukur bentuk batang harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Tidak boleh cepat patah, rapuh, pecah. Harus mudah dioleskan dan halus Sediaan sebelum cukur bentuk semprot ( aerosol ), biasanya lebih disenangi karena praktis cara penggunaannya sering juga mengandung antiseptika,

-

-

178

Sediaan Kosmetika
lemak dan alkohol. Sebagai zat pendorong sering digunakan fluorokarbon propelan. Selain sediaan sebelum cukur bentuk cair yang disemprotkan, juga dikenal sediaan sebelum cukur bentuk serbuk yang disemprotkan sediaan ini mudah terbagi secara halus dan talk adalah merupakan komponen terbesarnya. Selain talk juga digunakan Mg stearat, Mg karbonat dan amilum. Sebagai zat pelapis dan pendispersi diguanakan isopropil miristat atau minyak mineral. Sering juga ditambahkan antibakteri dan aerosil (silika koloidal), sebagai propelan digunakan campuran propelan 12 dan 14, campuran propelan 12 dan 11

B.

Sediaan untuk Cukur, adalah sediaan yang dapat digunakan selama bercukur, dengan maksud mengurangi iritasi serta luka-luka pada kulit dan supaya alat cukur berjalan lancar pada kulit yang menimbulkan perasaan segar setelah bercukur. Penggunaan serbutk untuk cukur sudah agak jarang, sekarang sering digunakan bentuk batang (“shaving stick”) yang diproduksi oleh pabrik sabun.

1.

Sabun Cukur, mula-mula bentuknya seperti batang kemudian berubah menjadi bundar. Sekarang digunakan dalam bentuk aerosol, atau bentuk lain dengan menggunakan sikat, sehingga suatu sabun cukur mempunyai persyaratan harus cepat menghasilkan busa yang berlimpah. Pada permulaannya sabun cukur ini dibuat dari lemak dan KOH/NaOH dengan proses penyabunan. Sebagai lemak sering digunakan minyak kelapa atau busanya lebih berlimpah dan tahan lama tepi juga sering digunakan minya palma atau sejenis lilin (tallow) yang busanya memang kurang tapi lebih baik. Jenis busa sangat ditentukan oleh kelarutan dari sabun, dimana sabun K lebih mudah larut dari pada Na, dan pada umumnya sabun K lebih lunak. Apabila sabun yang terbentuk terlalu kuat maka kemungkinan akan mengiritasi kulit, pada umumnya sabun K akan mengiritasi daripada sabun Na walaupun sifat alkali, kelarutan, ikatan rangkap, dan pH-nya hampir bersamaan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sabun cukur : a. Harus berbusa banyak, kecil-kecil dan lunak. b. Tidak mengiritasi kulit dan dapat membasahi dengan baik. c. Konsistensi harus lunak, halus, dan tidak menggumpal d. Melekat dengan baik pada muka dan pada sikat serta mudah dihilangkan dengan pencucian. Konsistensi harus tetap selama penyimpanan dan pada berbagai suhu. e. Mudah untuk dioleskan pada muka, mudah terbagi rata hingga memudahkan untuk dicukur. f. Mudah dihilangkan serta mudah tercampur dengan parfum g. Tidak bereaksi dengan alat cukur yang digunakan. Kualitas dari sediaan sabun cukur sangat ditentukan oleh pemiliohan dari bahan-bahan bakunya. Asam stearat kurang memberikan busa ringan hingga sering diganti dengan oleum cocos dengan perbandingan 3:1 . Untuk penyabunan digunakan NaOH atau KOH, tidak digunakannya garam karbonat, karena mengeluarkan gas CO2.

179

asam sulfat dengan lauril alkohol. 2. propilen glikol dan larutan sorbitol. Minyak untuk cukur. boraks. Sebagai sabun sering digunakan campuran sabun p-palmitat dan stearat yang dapat menghasilkan busa yang baik dan kurang mengiritasi. tidak menyebabkan rambut tegak dan kaku karena selalu lembab. “Later shaving cream”. ester. akrilat dan campuran dimetil siloksan dengan alkohol dan surfaktan serta minyak mineral. Bekerja tanpa menggunakan sikat. hampir sama dengan sabun cukur. Untuk mengeraskan rambut dapat digunakan hidrokarbon tersulfonasi. Sebagai anti karat sedapat mungkin digunakan oksidator. sering juga ditambahkan zat yang berguna untuk menambah busa. bentuknya bermacam-macam antara lain : 3. sebab mengandung banyak air. jadi merupakan suatu emulsi M/A. talk dalam konsentrasi 10-15% berguna untuk menambah busa dan mengurangi luka karena penggunaan silet. b. hanya konsistensinya lebih menyerupai krim atau pasta. adalah cream untuk cukur yang dapat bekerja untuk melunakkan dan melicinkan kulit hampir sama dengan vanishing cream. dapat digunakan secara sendiri atau sebelum sediaan lain digunakan. astringens dalam jumlah kecil untuk mencegah perdarahan. Untuk mengeraskan rambut dapat digunakan metil selulosa. Sebagai emolien dapat digunakan minyak tumbuhtumbuhan. amida asam lemak dan sebagainya.1-1%. “Non Latering/brushless shaving cream”. Untuk menjaga agar krim tetap lembut dan berbusa dapat ditambahkan gliserin 5-10%. lanolin dan alkohol lemak. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan “brushes shaving cream” adalah 180 . Sebagai “wetting agent” dapat digunakan hidrokarbon tersulfonasi. alginat. Jumlah asam lemaknya 35-50% dan pH harus sekitar 10. Untuk menetralisir alkali yang bebas serta untuk menstabilkan krim serta busanya dapat ditambahkan “superfatting agent”. Untuk mengubah konsistensi dapat ditambahkan larutan Na biborat.1-20% yang berguna untuk melunakkan. Dengan konsentrasi rendah (lebih kecil dari 1%). akrilamid. amida asam lemak dsb. atau sebagian dari gliserin dapat diganti dengan larutan sorbitol dengan konsentrasi rendah.Sediaan Kosmetika Untuk mencegah kekeringan dapat digunakan gliserin 10-15%. Yang mula-mula digunakan adalah campuran gula. Kadang-kadang juga ditambahkan asam alginat atau garam-garamnya 0.ester asam sulfat dengan lauril alkohol. tragakan. dan sebagainya. Untuk mengubah konsistensinya dapat ditambahkan Na biborat 0. kurang mengiritasi. kedalamnya juga sering ditambahkan pelunak seperti lemak. Krim untuk cukur. Sebagai pelembab (humektan) sering digunakan gliserin. Propilen glikol atau larutan sorbitol. terpenten dan air. Sering juga digunakan Na CMC. minyak mineral atau lanolin. Hemostatika misalnya adrenalin dan garam-garamnya. a. Pelunak yang sering digunakan adalah lanolin dan setil alkohol.

 Harus cepat hilang dan meninggalkan rasa nyaman. atau “cleansing lotion”.2. Formulasi biasanya terdiri dari larutan sabun dalam air. After shave Lotion. Kadang-kadang mengandung cairan silikon yang berguna untuk membentuk lapisan pelindung pada kulit yang dapat mencegah emulsifikasi dari sabun hingga mengurangi iritasi pada kulit. Dengan air akan membentuk sabun yang dapat digunakan dengan sikat. Kedalam sediaan ini sering ditambahkan suatu antiseptika yang dapat bekerja sebagai antibakteri atau antiinfeksi yang mungkin timbul karena proses pencukuran. dapat dikentalkan dengan penambahan karbofol 934 2-1%.  Tidak boleh mengiritasi  Pada penyimpanan tidak boleh ada perubahan konsistensi dan tidak boleh ada pemisahan. Pada umunya merupakan emulsi M/A dengan jumlah air 87-95%. 4.3-0.  Mudah digunakan dan pada penggunaannya tidak boleh menimbulkan rasa sakit. serta dapat menghilang rasa sakit akibat adanya luka karena alat cuku. dapat menghasilkan busa yang dapat langsung digunakan tanpa sikat. Propelan hanya sedikit larut dalam larutan sabun yang bila tempatnya dikocok akan teremulsifikasi dan bila diberi tekanan / terdorong cairan akan membentuk gelembung-gelembung yang keluar sebagai busa. asam stearat lebih banyak daripada formula sabun cukur. Sebagai “emulsifying agent” dapat digunakan alkohol lemak yang teroksilasi seperti polietoksi lauril eter. d.5-7. “Aerosol shaving cream”. dapat berbentuk “cleansing milk”. adalah sediaan cukur berbentuk krim cair biasanya juga disebut sebagai liquid brushless cream. Sediaan-sediaan ini dapat bekrja sebagai pendingin. Sediaan setelah Bercukur Merupakan sediaan yang berguna untuk memberikan rasa nyaman setelah bercukur. pelunak. Pada umunya terdiri dari campuran minyak menguap dengan air atau sering juga disebut sebagai “aqua aromaticum”. halus dan tidak menggumpal.Sediaan Kosmetika  Harus mudah tersebar. C. sering juga disebut sebagai “alkoholic lotion” atau “clear lotion”.5-6% dan sebagai penstabil busa dapat digunakan gliserin sebanyak 5%.7%. BRIJ 30. Biasanya digunakan dengan mengoleskan pada kulit yang lembab yang dengan sikat akan membusa. kerjanya hampir sama dengan sabun cukur. Biasanya juga mengandung 181 . keluaran pabrik Atlas dengan konsentrasi 0. Fasa gas terdapat diatas dan fasa cair ada dibawah. Bentuk sediaannya bermacam-macam : 1. c. dengan propelan yang mudah menguap dan ditempatkan dalam wadah yang bertekanan. 5. sekarang jarang digunakan. Formula pada umumnya mengandung gliserin sedikit. Liquid shaving cream. Sebagai surfaktan digunakan Na lauril sulfat 0. Dan dinetralkan dengan trietanolamin sampai pH 6. Batang untuk cukur (shaving stick). Serbuk Cukur.

Untuk menetralkan alkali yang berlebihan dapat digunakan asam laktat. Kedalam sediaan ini sering ditambahkan suatu antibakteri atau germisida seperti paraklorometakresol atau amonium kuartener. terdiri dari alkohol. Dapat menghilangkan iritasi dan rasa sakit. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu aftershave preparation adalah : a. 182 . asam benzoat. After Shave aerosol. Dapat menetralkan sabun yang tertinggal pada kulit hingga kulit akan menjadi netral/norma kembali e. serta pelicin kulit. 3. Dari bentuk serbuk ini juga dapat dibuat bentuk batang (stick). Alkohol yang sering digunakan adalah etil alkohol lebih dari 60%. sering disebut sebagai “after shave emulsified lotion” sangat jarang digunakan.Sediaan Kosmetika alkohol akan tetapi konsentrasinya tidak sebanyak pada preshave lotion”. Kedalamnya sering ditambahkan suatu antiseptika dan astringens. sering disebut “alum blok”. Khusus sebagai penghilang rasa sakit dapat digunakan benzokain atau lignokain dengan konsentrasi 0. Sekarang jarang digunakan. 2. c. maka akan timbul rasa pedih dan apabila kurang dari 40% maka minyak menguapnya tidak larut hingga tidak terbentuk larutan yang jernih. Sebagai pendingin dan penghilang rasa sakit sering digunakan menthol dan camphor dengan konsentrasi 0.2%. merupakan suatu sediaan yang disemprotkan. Dapat bekerja sebagai pendingin dan penyegar. Kalau lebih akan mengiritasi kulit dengan menimbulkan warna merah dan bau yang menyengat. Merupakan sediaan berbentuk pensil. surfaktan dan humektan. Astringens yang sering digunakan adalah Al klorohidroksida.050%. Biasanya terdiri dari Al-K sulfat 10 H2O atau kombinasi antara suatu astringens dengan garam-garam penahan perdarahan seperti aluim+talk 5% dan gliserin 5% 6.1-0.025-0. Dapat bekerja sebagai anti bakteri. After Shave Powder. dapat berfungsi sebagai penyegar dan pendingin. tidak boleh rapuh dan berguna untuk menghentikan perdarahan. After Shave Styptic. Merupakan larutan kental dari alkohol dan air. Bekerja sebagai astringenss. Zn klorohidoksida dsb. Sebagai emolien dan humektan sering digunakan gliserin 3%. 4. b. After shave Cream. sering disebut sebagai “stick lotion”. 5. lebih sering digunakan sebagai “hand lotion”. asam borat. d. After Shave Gel. Sebagai antiseptika sering digunakan asam borat dan sebagai astringens digunakan garam-garam Zn dan Al.

Eritema dapat timbul tergantung pada lamanya penyinaran. Diobenzal aseton. Bila sianr matahari itu tidak begitu lama pada kulit. zat-zat tersebut dapat menyerap radikal-radikal bebas dari sinar ultraviolet pada panjang gelombang 2800-3200. Mula-mula sediaan ini dikenal di amerika pada tahun 1928. fenil. dan sebagainya. Zat-zat tersebut harus mempunyai bau yang enak dan dalam konsentrasi yang digunakan tidak boleh memberi warna pada kulit. 4. metil. melepuh. 5. maka akan mempunyai efek baik yaitu akan merangsang peredaran darah serta dapat menghasilkan vitamin D serta pro vitamin d pada epidermis kulit. 2. Sinar matahari adalah merupakan sinar monokromatis dengan λ yang berbeda dan sinar matahari yang berpengaruh buruk adalah sinar monokromatis dengan λ 2800-3900. MgO. CaCO3. ester-ester gliseril. eskuletin. Garam-garam Na dari Naftosulfonat. Kerusakan kulit ini disebut eritemia dengan tanda-tanda kulit berwarna kemerah-merahan. linalil danester-ester dari siklohaksenil. Penggolongan Screening Agent menurut Klarmant : 1. kaolin dan talk 2. Antranilaq-antranilat seperti orto amino benzoat. 183 . ester-ester. benzil. benzal asetofenon. feniletil. Asam p-amino benzoat dan turunan-turunannya seperti etil. sehingga tidak terserap kulit. butil sinamoil piruvat. turunan asam dihidroksi sinamat. 7. Bekerja secara fisika. seperti amil. Asam-asam dihidroksi nafteat.Sediaan Kosmetika SEDIAAN “SUNTAN & SUNSCREEN” Sediaan “sunscreen” adalah sediaan kosmetika yang digunakan pada permukaan kulit untuk menahan pengaruh buruk dari sinar matahari dan pengaruh luar lainnya. zat-zat tersebut dapat memantulkan kembali sinar ultraviolet dari sinar matahari. Turunan-turunan asam sinamat. Hidrokarbon-hidrokarbon. 8. 3. 9. Terjadinya kerusakan pada kulit dapat disebabkan oleh adanya penyerapan energi radiasi sinar matahari oleh kulit. turunan kumarin sepeti 7-metil. 10. merupakan sediaan kosmetika yang luas penggunaannya karena selain sebagai pelindung kulit terhadap panas dan dapat digunakan untuk semua umur. 6. benzil. kepekaan seseorang dan energi radiasi sinar matahari. metil. Sebagai contoh adalah TiO2. fenil. seperti metil. 3-fenil. seperti metil eskuletin. trifenil. dari asam p-dimetilaminobenzoat. Bekerja secara kimia. Berdasarkan cara kerjanya “screening agent” dapat dibagi menjadi : 1. fenil. sakit kalau sudah pecah dan dapat mengandung nanah. ZnO. dan propilen glikol. Salisilat-salisilat. Zat-zat yang dapat bersifat sebagai “screening agent” adalah zat-zat yang dapat menyerap cahaya matahari dengan panjang gelombang 2800-3200. isobutil. kekuatan cahaya matahari. gliseril.

Bila dioleskan pada kulit akan membentuk lapisan yang tipis. Tahan terhadap keringat dan gosokan. Tetapi lapisan ini tidak tahan terhadap air dan keringat. Harus dapat meneruskan sinar dengan panjang gelombang 3000-4000 A 3. dipropilenglikol salisilat. escalol 506. jadi penggunaannya harus dicampur dengan lemak terlebih dahulu supaya terbentuk lapisan tipis yang tidak tahan terhadap air dan keringat serta tidak akan menggulung. Sebagai zat pembawa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Dibuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh. Garam-garam kinin seperti bisulfat. karena jenis zat pembawa ini menentukan sifat lekat dan tebal lapisan yang terbentuk. Screening Agent merupakan zat berkhasiat yang harus terdapat dalam sediaan “sunscreen”. rata dan kuat. Tidak toksis dan tidak merangsang. 6.Sediaan Kosmetika 11. Harus stabil terhadap suhu. 5. Harus dapat menyerap radiasi sinar ultraviolet pada panjang gelombang 2800-3150 A 2. tetapi pada umumnya tidak tersatukan dengan “screening agent” c) Polivinil alkohol. 2-asetinalazol. dioksi benzon. klorida. juga dapat membentuk lapisan yang tipis. dengan air juga akan membentuk lapisan tipis. seperti metil naftoxazol. b. Formula Umum Sediaan Sunscreen : Hampir semua sediaan “sunscreen” mengandung zat-zat sebagai berikut : 1. Zat pembawa atau Basic. dan sebagainya. benzalaseton. yang mudah kering dan liat (elastisitas). escalol 106. Sebagai contoh adalah oktabenon. Azol-azol. Tidak mudah menguap dan tidak diserap oleh kulit. etil p-amino benzoat. minyak silikon yang teresterifikasi dengan asam salisilat. sinar matahari dan kelembaban. oleum ricini. 9. melekat dengan baik dan mempunyai daya melindungi. sifatnya dapat membentuk gel bila dicampur dengan air. Asam tanat dan turunan-turunannya Persyaratan umum yang harus dipenuhi sediaan sunscreen : 1. gel tersebut cukup stabil dan mudah tersebar dengan rata dan luas bila dioleskan. Bila dioleskan pada kulit juga memberikan rasa halus dan nyaman. b) Metil selulosa. 184 . 2. tanat. isobutil salisilat sinamat. Sebagai contoh yang dapat digunakan sebagai zat pembawa dalam sediaan “sunscreen” adalah : a) Bentonit. etoksi etil p metoksi sinamat. 4. dan sebagainya 12. sumarome. benzalesefenon. 7. 13. Lapisan yang terbentuk harus tipis dan mudah kering. homometil salisilat. Mudah digunakan dan tersebar dengan rata 8. Lapisan yang terbentuk tipis dan mudah kering. meksaon. olet. merupakan bagian yang sangat menentukan bekerja atau tidaknya sediaan tersebut. dan tahan terhadap air maupun gosokan. solprotex.

Adanya kapasitas absorpsi yang dapat hilang disebabkan karena adanya modifikasi kimia karena sinar matahari. Tipe “greaseless” (tanpa butiran). Bentuk aerosol. 2. merupakan sediaan yang tidak mengandung air.Sediaan Kosmetika d) Vinil resin (Vinyllite). melekat pada kulit dan sukar dicuci dengan air tetapi tercuci dengan alkohol. Penambahan zat pengental seperti gliserin atau sorbitol kadangkadang diperlukan untuk menambah ketebalan dari lapisan hingga pemakaiannya lebih mudah dan tidak boleh terlalu banyak karena akan meninggalkan lapisan kulit yang kaku. dimana lapisan yang terbentuk akan sergam dan lebih tipis. sedangkan bau yang kurang enak dari isopropil alkohol dapat ditutupi dengan memberikan suatu pewangi. tergantung pada cara penggunaan dan suhu pada waktu dipakai. Biasanya dengan penambahan suatu zat pengental akan terbentuk gel yang dapat dimasukkan kedalam tube. Parfum yang berasa manis hingga dapat menarik lalat atau semut dihindarkan. Penggolongan sediaan Sunscreen Berdasarkan Tipenya. 185 . pada umumnya akan hilang dengan sendirinya bila terkena keringat. Zat tambahan. serta sangat lekat.dsb. kadang-kadang zat-zat ini sangat diperlukan karena dapat untuk mencegah terjadinya infeksi. e) Etil selulosa (ethocel). kurang mengiritasi. Sunscreen dapat dibagi menjadi : 1. yang terbaik adalah minyak tumbuh-tumbuhan. Zat-zat yang sering ditambahkan kedalam sediaan “sunscreen” adalah beberapa antibiotika. 3. Untuk keperluan berjemur dipantai digunakan parfum yang lebih berat. Biasanya digunakan minyak-minyak karena minyak dapat menyerap sinar ultraviolet. Untuk sediaan bentuk emulsi ini sebagai zat berkhasiat dapat digunakan “screening agent” yang larut dalam air untuk emulsi tipe M/A dan yang larut dalam minyak untuk emulsi tipe A/M.001-0. Tipe emulsi. seperti untuk para atlet digunakan parfum yang berbau segar misalnya oleum lavandule. larutannya dalam alkohol akan membentuk lapisan tipis. Dapat juga digunakan minyakminyak mineral tetapi harus dengan viskositas rendah seperti isopropil miristat. digunakan sesuai dengan pemakaiannya. Sifat lainnya. dapat digunakan semua jenis emulsi A/M atau M/A dengan lemak dalam jumlah besar. minyak silikon. Tipe anhidrid. antihistaminika dan antiseptika.03 mm. oleum citri dsb. tidak larut dalam air dan pada umumnya tidak tersatukan dengan “screening agent”. 3. sangat disenangi. Faktor-faktor yang sangat menentukan Kerja dari Sunscreen adalah : Tebal lapisan antara 0. Alkohol (etil alkohol) sering diganti degan isopropil alkohol hingga menghasilkan sediaan yang murah. dalam aseton akan membentuk lapisan yang tipis dan sangat liat. Parfum. Bentuk ini lebih disukai karena dapat dimasukkan dalam tube. Kalau alkoholnya menguap akan meninggalkan lapisan yang bersifat dapat menolak air. 1. isopropil palmitat atau minyak silikon. mengandung alkohol tinggi atau rendah seperti isopropil miristat. 4.

Dalam perdagangan sediaan “suntan” sering dijumpai dalam bentuk krim. larutan hidroalkohol. Zat warna yang sering digunakan adalah alkoksipsoralen atau metoksasalen yang dalam konsentrasi 10-20 mg selama 12-4 jam akan terjadi pigmentasi. aerosol dan aerosol foam. Formulnya biasanya terdiri dari zat warna larut dalam minyak atau larut dalam zat-zat tak berlemak. Campurannya dengan sekresi kulit akan menyebabkan perubahan konsentrasi zat berkhasiat. Adanya perubahan jenis emulsi pada kulit hingga menyebabkan kerja dari sediaan berkurang. 4. minyak. Sediaan SUNTAN adalah sediaan kosmetika yang dapat membuat warna kulit menjadi coklat dalam waktu singkat tanpa terjadinya eritema (luka melepuh). batang.Sediaan Kosmetika 2. krim cair. 186 . Tidak digunakan zat warna yang larut dalam air karena warna akan hilang apabila kena air keringat dan kelembaban. 3. gel. Setelah penguapan dari pelarut mungkin “screening agent” akan mengkristal dan akan menyebabkan sediaan “sunscreen” menjadi tidak aktif lagi. Pada umumnya sediaan ini digunakan oleh orang kulit putih atau penderita vitiligo. Terjadinya penguapan dari pelarut yang menyebabkan lapisan menjadi keras dan retak-retak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful