Sediaan Kosmetika

BAB I ( KOSMETIKA BAYI dan WANGI-WANGIAN ) PENDAHULUAN Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan peradaban manusia maka bertambah pula kebutuhan manusia dalam berbagai bidang, khususnya kosmetika. Dalam peradaban sekarang kosmetika tidak hanya dibutuhkan untuk kaum wanita saja, tapi juga dibutuhkan untuk semua golongan dan semua umur. Kosmetika dibutuhkan untuk berbagai keperluan tubuh yaitu sebagai pembersih tubuh, pengharum tubuh, memperelok atau memperindah penampilan. Sediaan mengenai kosmetik juga mengalami perkembangan yaitu bentuk gel, aerosol, lotio,cream dan lain sebagainya. Singkat kata, era zaman sekarang ini sangat membutuhkan keberadaan dan manfaat dari kosmetik. Kosmetika untuk bayi dan wangi-wangian yang akan diulas dalam makalah ini mengemukakan mengenai macam-macam sediaan kosmetika wangiwangian dan untuk bayi yang beredar sekarang. Sebagai contoh sediaan kosmetika untuk bayi adalah shampo bayi, bedak bayi, minyak bayi dan krim bayi. Sedangkan untuk wangi-wangian dapat berupa aerosol, larutan maupun bentuk sedian setengah padat misalnya gel dan lotio. Secara umum kosmetika untuk wangi-wangian didapat dari hewan dan tumbuhan. Dari tumbuhan biasanya senyawa-senyawa alkaloid yang mudah menguap yang biasanya digunakan sebagai komponen utama. Alkaloid ini dapat ditarik dengan pelarut-pelarut organik yang dibasakan terlebih dahulu atau dengan mengekstrak sari-sari tumbuhan dengan cara-cara yang paling tepat untuk zat tersebut. Sedangkan untuk Hewan juga diperoleh dengan cara mengambil zat-zat tertentu yang disekresikan oleh hewan tersebut sebagai komponen utama suatu kosmetik. KOSMETIKA UNTUK BAYI Sehat menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) adalah keadaan yang sempurna baik fisik, mental, dan ekonomis. Dalam arti kata yang sempit sehat berarti tidak sakit. Kulit yang sehat adalah kulit yang tidak menderita suatu penyakit baik dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Setiap organ tubuh manusia, termasuk pula kulit, mempunyai fungsi tertentu untuk kesehatan. Kulit dengan luas kurang lebih 1,2 m2 dan berat kurang lebih 15% dari berat badan terdiri dari susunan sel-sel yang membentuk lapisan-lapisan kulit epidermis,, dermis dan jaringan bawah dermis. Kulit mempunyai fungsi proteksi, sekresi, termoregulasi, sensorik, ekspresi, produksi (vit D), respirasi dan absorpsi, yang dilakukan baik oleh sel-sel kulitnya maupun oleh appendagesnya seperti otot, kelenjar lemak, kelenjar keringat, rambut atau kuku. Kulit yang sehat terlihat sebagai kulit yang optimal secara fisik maupun fisiologik. Secara fisis kulit yang sehat terlihat dari warna, konsistensi, kelenturan, struktur bentuk dan besarnya sel-sel dan jaringan kulit lain. Secara fisiologis terlihat dari keratinisasi, pigmentasi, persarafan, pembentukan keringat, pembentukan minyak kulit, pertumbuhan rambut.

1

Sediaan Kosmetika
Untuk kesehatan kulit, kegunaan terutama terletak pada kemampuan perawatan dan pemeliharaannya. Berbeda dengan kulit dewasa yang tebal dan mantap, kulit bayi dan balita relatif tipis dengan ikatan antarsel yang longgar. Karena itu kulit anak lebih rentan terhadap infeksi, iritasi, dan alergi. Secara struktural kulit bayi dan balita belum berkembang dan berfungsi optimal sehingga diperlukan perawatan khusus. Perawatan yang lebih menekankan pada pemeliharaan kulit ketimbang dekorasi ini diharapkan bisa meningkatkan fungsi utama kulit sebagai pelindung dari pengaruh luar tubuh. Perawatan kulit bayi dan balita bisa dimulai dari kegiatan sehari-hari. Misalnya dengan memandikan secara teratur, membersihkan rambut, dan mengganti popok atau baju pada saat tepat. Mandi misalnya, diwajibkan dua kali sehari, pagi dan sore. Dalam memandikan, perhatikan hal-hal berikut: suhu air disesuaikan dengan umur anak, gunakan sabun bayi yang lunak, gunakan sampo bayi untuk membersihkan rambut, keringkan badan dengan handuk sendiri sampai lipatan kulit, dan berikan bedak dengan sapuan tipis. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa perbandingan luas permukaan kulit dengan berat badan pada bayi lebih besar daripada orang dewasa, "Sehingga, kemungkinan keracunan berbagai bahan toksik menjadi lebih besar pada bayi, karena tingginya penyerapan melalui kulit," kata dokter spesialis kulit, dr. Lily Soepardiman, SpKK, dalam seminar tentang Perawatan Kulit Pada Bayi dan Balita beberapa waktu lalu. Karena itu, "Orang tua sebaiknya memperhatikan label bahan pembuat kosmetik yang akan dipakai." Nah, kosmetik apa saja yang harus diperhatikan? 1. Sabun Sulfur dapat mengurangi lemak kulit sehingga menyebabkan kekeringan dan gatal. Sementara heksaklorofen dapat menimbulkan keracunan pada susunan saraf pusat. "Selain itu, TBS, TCA, dan yodium dapat menyebabkan alergi pada kulit," tambah Lily. Sampo Sebaiknya keramas dilakukan 2-3 kali seminggu. Bila terlalu sering, rambut malah bisa menjadi kusam dan kering. Bahan kondisioner sebaiknya dipakai bila anak sudah berumur 5 tahun. Sampo bayi biasanya dibuat dengan pH yang mendekati pH air mata, sehingga tidak menimbulkan pedih di mata. Sebaiknya, pilih sampo yang tidak mengandung selenium sulfida. Pelembab Di negara tropis yang kelembabannya relatif tinggi, pelembab sebetulnya kurang dibutuhkan. "Bahkan penggunaan yang berlebihan bisa menyumbat pori-pori dan menimbulkan biang keringat," kata Lily. Namun, bila perlu, pelembab dapat digunakan untuk mencegah eksim popok. Khusus untuk baby oil, bisa dipakai untuk membersihkan kotoran bayi dan lemak di kulit kepala. Bedak Bedak dapat digunakan untuk mencegah gesekan. Namun, bila sampai

2.

3.

4.

2

Sediaan Kosmetika
terhirup dapat menimbulkan kelainan pada paru-paru, karena mengandung magnesium silikat yang sama dengan asbes. Makanya, "Bedak jangan ditaburkan, tapi ditutul-tutulkan saja pada kulit bayi," saran Lily. Penggolongan kosmetika bayi Sediaan kosmetika bayi dapat digolongkan sebagai berikut : 1. bedak bayi (Baby Powder) Bedak bayi merupakan sediaan bayi berbentuk serbuk yang digunakan untuk mempercepat penguapan keringat juga sebagai zat pelicin untuk mencegah lecet. Fungsi utamanya adalah menyerap uap lembab pada kulit dan mencegah lecet karena pakaian yang dikenakan bayi. Karena mempunyai luas permukaan yang besar, bedak dapat menahan radiasi panas pada kulit dan juga mempunyai efek penyejuk. Talk adalah kosmetika dasar utama yang terbaik dan kadang merupakan satu-satunya konstituen dari bedak bayi karena membantu untuk melumasi permukaan kulit. Zat yang mempunyai daya serap bagus adalah kaolin, hidrat Al silikat, magnesium, kapur presipitat , kanji. Kaolin dapat menyerap uap lembab degan cepat dan mudah. Kalsium dan magnesium karbonat juga dapat digunakan karena mengandung absorban yang baik. Aluminium dan Zn stearat dapat menyebabkab iritasi kulit, oleh karena itu Mg stearat lebih dianjurkan. Penggunaan bubuk silica hingga 10% dapat meningkatkan kehalusan dan membantu dalam penyebaran zat. Kanji memiliki bahan absorbsi yang bagus dan memberi rasa lembut pada kulit namun ketika kanji berkontak dengan uap lembab, maka akan memberikan substrat untuk pertumbuhan bakteri yang menyebabkan iritasi pada kulit dan cenderung lengket, tetapi garam aluminium tidak lengket pada kulit dan lebih resisten terhadap serangan bakteri. Daya tarik dari bedak pada kulit dapat dibuat dengan menggunakan setil alcohol dan steril alcohol yang dipakai pada konsentrasi 0,5 – 1,5 % sedang ZnO pada konsentrasi antara 2% dan 5%. Talk dan mineral tambang lain sering terkontaminasi oleh spora mikroorganisme seperti Clostridium tetani, dan untuk itu harus dilakukan sterilisasi dengan pemanasan. Tahun 1946 kematian 5 bayi di New Zealand disebabkan oleh tetanus yang ada pada bedak bayi. sterilisasi dilakukan pada suhu 150-160o C selama 1 jam Antiseptic sering ditambahkan pada bedak bayi untuk mengontrol pertumbuhan mikroorganisme pada kulit, biasanya Bacterium ammoniagenes dan micrococcus. Bedak asam borat dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut. 2. Losion dan krim bayi (baby lotion and creams) Losion bayi merupakan suatu emulsi yang banyak mengandung air sehingga tidak memungkinkan terbentuknya suatu lapisan tipis di permukaan kulit, untuk membersihkan kotoran yang menempel pada kulit serta memberikan rasa segar dan dingin. Sedangkan krim bayi merupakan sediaan

3

Isopropyl myristate. dan pengemulsi air dalam minyak lainnya seperti yang digunkan pada krim malam. Emulsi dengan emulgator non-ionik. perhidroskualena dan minyak silicon juga digunakan. Ada beberapa kontroversi tentang kegunaan minyak bayi. maka antioksidan harus ditambahkan. Heksaklorofan digunakan pada emulsi dengan surfaktan anionic. setil piridiniumklorida dan benzetoniumklorida juga cocok digunakan dalam losion bayi pada konsentrasi 0-2%. 4 . contohnya gliseril stearat atau kombinasi Arlacel dan tween. Basis krim biasanya berupa malam. Minyak Bayi (Baby Oil) Minyak bayi merupakan sediaan kosmetik bayi berbentuk minyak mineral jernih dengan tambahan zat pelembut untuk membersikan kotoran dari kulit termasuk sisa bedak dan krim. Setil trimetil ammonium bromide. trigliserida atau alcohol berlemak.Sediaan Kosmetika kosmetika bayi yang berbentuk emulsi air dalam minyak dengan kadar lemak relative tinggi yang berguna sebagai pelembut dan pelembab kulit. Minyak silicon dan pasta atau malam polietilen juga baru-baru ini direkomendasikan sebagai basis salep anhidrat. dan antiiflamasi. derivate lanolin merupakan pembawa yang bagus untuk antiseptic ammonium kwartener. ZnO sering ditambahkan dalam jumlah antara 2-10% karena memiliki sifat antiseptic yang lembut. petrolatum. Komponen utama yang digunakan dalam minyak bayi adalah minyak mineral dengan kemurnian tinggi. lanolin. Antiseptic digunakan pada konsentrasi rendah dalam losion dan krim bayi untuk membantu kontrol pertumbuhan mikroorganisme penghasil ammonia pada kulit. sedangkan senyawa ammonium kwartener digunakan dalam produk berbasis non-ionik. Zn. Minyak bayi membentuk suatu lapisan berlemak yang melindungi kulit dari basah dan luka dan efek proteksinya harus bekerja tanpa minyak tersebut membentuk suatu lapisan yang kontinu dan kedap air karena dapat membatasi pengeluaran keringat dan dapat menyebabkan kulit kering. Aluminum. Minyak sayur kadang-kadang digunakan tetapi karena ketengikan dan pembentukan produk sampingan yang dapat mengiritasi kulit. alkildimetil benzilammonium klorida. adstringen. magnesium dan kalsium stearat dan oleat digunakan untuk memperbaiki efek penolak air dari krim dan menstabilkan emulsi. Dalam penggunaannya krim bayi lebih bertindak sebagai baby oil daripada losion karena mereka cenderung membentuk suatu lapisan pada permukaan kulit. Antiseptic untuk melawan infeksi kulit minor dan fraksi lanolin cair yang larut dalam minyak mineral sering ditambahkan sedangkan minyak silicon diapakai untuk memperbaiki efek hidrofobik dari produk. 3. Perlstein mengatakan bahwa dengan melapisi kulit dengan lapisan kedap air yang kontinu minyak bayi mungkin mengganggu fungsi respirasi dan eksretori kulit. Walaupun demikian minyak bayi masih banyak digunakan di rumah sakit dan direkomendasikan untuk membersikan kulit ketika mengganti popok.

Beberapa surfaktan nonionic dapat juga digunakan dalam shampoo bayi tetapi karena kapasitas pembentukan busanya relative rendah. tidak mengiritasi kulit dan hanya boleh digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. 2. menghaluskan dan melembutkan kulit. 5 . Ke dalam sabun bayi dapat juga ditambahkan suatu antiseptic seperti heksaklorofen. Surfaktan yang memilliki efek anestetik kebanyakan senyawa alkylaril yang berkondensasi dengan sejumlah molekul polietilen oksida dan amina asam lemak. dsb. biasanya termasuk ke dalam deterjen sekunder bersama zat-zat ampholitik. shampoo ini tidak jauh berbeda dari shampoo untuk dewasa walaupun di dalamnya terdapat perawatan khusus yaitu surfaktan yang memiliki indeks iritasi mata yang sangat rendah. Sulfo-suksinat anionic dan derivate siklo imidinium amphoter dilaporkan menyebabkan iritasi pada mata kelinci dan penambahan alcohol lanolin teretoksilasi secara signifikan mengurangi potensi iritasi mata dari formula tertentu. dan magnesium laurel eter sulfat dapat juga digunakan karena indeks iritasi mata yang relative rendah. merupakan sabun lunak sehingga tidak akan mengiritasi kulit. Kombinasi dengan deterjen anionic juga meningkatkan kelembutan. Zat-zat ini cocok dengan asam dan oleh karena itu dapat disesuaikan dengan pH yang diinginkan. triklorokarbanilid. dibuat dengan cara cetak. Pada umumnya mempunyai pH sekitar 10. 5. Produk kondensasi dari protein asam lemak yang juga termasuk bahan baku deterjen anion-aktif yang lembut dan ditoleransi dengan baik oleh membrane mukosa mata. memberikan kesegaran. Sabun bayi biasanya dibuat dari reaksi antara asam lemak tinggi yang terdapat dalam minyak-minyak lembak seperti oleum alivarum.Sediaan Kosmetika 4. Sabun bayi mengandung banyak lemak. Beberapa surfaktan memiliki efek anestesi pada mukosa mata dan jika zat-zat ini dapat menyebabkan kerusakan kornea yang dapat menyebabkan kerusakan yang serius karena membilas mata dengan cepat adalah tidak memungkinkan. dsb. Sabun bayi (Baby Soap) Sabun bayi merupakan sediaan bayi yang berfungsi untuk membersihkan kulit. parfum untuk bayi harus telah diperiksa. Syarat-syarat Sediaan Kosmetika Bayi Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sediaan kosmetika bayi. berwarna putih dan keras. antara lain : 1. Asam lemak sakrosinat mengkombinasikan kelembutan dengan busa yang banyak dan efek pembersih dalam rentang pH asam yang rendah. oleum cocos dengan suatu alkali seperti NaOH. tapi mungkin dapat menyebabkan dermatitis pada kulit. KOH. Shampo Bayi (Baby Shampoos) Shampoo bayi merupakan sediaan bayi yang digunakan untuk membersihkan kulit kepala dan rambut bayi. zat yang dipergunakan harus betul-betul aman dan murni.

ZnO 2-5 . • zat pembawa tidak mudah mengendap uap lembab dan tidak dapat digabung dengan absorben yang lain. • bilangan kuman tidak melebihi 500 per gram. heliotropin. • tidak menimbulkan iritasi pada kulit. hidroksicitronellal. eugenol. shampo bayi • tidak menimbulkan iritasi pada kulit kepala dan mata. membantu melemaskan kulit.5-15%. Antiseptik : undesilenat. aluminium silikat terhidrasi Pelembut dan penambah daya lekat : Zn. serta tidak menghalangi kulit. antara lain : 1. minyak bayi • tidak menimbulkan iritasi pada kulit • tidak mengganggu aktivitas fisiologi dari kulit.(parfum yang tidak boleh digunakan antara lain: benzilidin aseton. dan melekat baik pada kulit. 5. cinnamat aldehid sitral. • tidak mengganggu aktivitas fisiologi dari kulit. Mg stearat 3-5%. • zat aktif yang digunakan harus mempunyai daya iritasi yang sangat lemah terhadap kornea mata. metal benzethonium kloroda 0. • tidak menimbulkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan kulit (lotion bayi) 3. sabun bayi tidak mengiritasi dan menyebabkan dermatitis pada kulit. • tidak menghalangi keluarnya keringat. • konsentrasi pewangi tidak boleh lebih dari 2% karena dapat menyebabkan iritasi kulit. setil atau stearil alcohol 0. lotion dan cream bayi. resin olibanum dan vanillin).05 %( dipakai jika pembawanya pati/zat tepung pengganti talk) Beberapa tipe formula dari bedak bayi adalah : 6 . • ukuran partikel yang dianjurkan adalah antara 10-40µm. • konsentrasi surfaktan tidak boleh terlalu tinggi. • tidak menghalangi keluarnya keringat. 2. metal heptine karbonat. ada syarat-syarat khusus untuk beberapa sediaan bayi. 4. Li. Formula Umum Sediaan Kosmetika Bayi Bedak Bayi Zat pembawa : talk Zat penyerap : koloidal kaolin. • pH harus sesuai dengan pH cairan mata. bedak bayi • bahan yang dipakai harus steril • zat pembawa harus bersifat licin. metal nonil asetaldehid.Sediaan Kosmetika Selain faktor-faktor di atas. • perlu ditambahkan antioksidan jika menggunakan minyak sayur. minyak zaitun 1-3 .

0 perfume 4. etil piridinium klorida.94 0. qs 3.15 0.0 qs Lotion dan krim bayi Zat pengemulsi : ester sukrosa dari asam palmitat dan asam stearat (crodesta). Zat tambahan : pewangi. Zat pelembut : lanolin.0 5. qs 94. steril talcum as. sorbitol.25 69.94 0. tipe anionic minyak mineral ringan lanolin stearil alcohol cetyl alcohol propil p-hidroksibenzoat asam stearat trietanolamin metil p.Sediaan Kosmetika Persentase 1.00 1.5 kaolin 20.19 7 .hidroksibenzoat natrium alginate perfume air 26. steril talcum mg stearat kapur presipitat perfume steril talcum kaolin mg stearat gliseril monostearat (non emulsi) setil alcohol perfume steril talcum benzalkonium klorida 0.09 0.36 0. trietanolamin stearat.0 1.04 0.52 0. heksakloropen.52 0. Antiseptik : p-diisobutil kresoksi etoksietil dimetil benzyl ammonium klorida monohidrat. Monoetanolamida kanji perfume qs 2. Beberapa tipe formula lotion dan krim bayi : Persen 1.

C. butyl hidroksi toluene (BHT). tipe nonionic minyak mineral ringan lanolin setil alcohol arlacel 80 tween 80 cairan silicon propil p-hidroksibenzoat air metal p-hidroksibenzoat parfum 35. trigliserida cair. lanolin atau derivate minyak terlarutnya (isopropyl ester) Antiseptik : bithionol Antioksidan : butyl hidroksi anisol (BHA). Pewangi < 0.00 0. Shampoo Bayi Contoh formula umum shampoo bayi yang tidak mengiritasi kulit dan mata : Persen Minarol 2 M. minyak tumbuhan. propil galat. tokoperol. dll).1 4.1 Minyak Bayi Zat pembawa : minyak mineral jernih.00 25.Sediaan Kosmetika 2. Zat pelembut : minyak tumbuhan ( minyak zaitum.5 Parfum 0.15 0.0 0.0 Hexylene glycol 0.A (termodifikasi) 20.0 0.00 5.95 5.15 50.9 5.5 1 1 2.4 8 . minyak mineral ringan lanolin cair etil stearat isopropyl myristat minyak mineral ringan isopropyl myristat minyak zaitun minyak silicon propil gallat parfum Persen 90 3 4 3 64.05 qs 2. dll.2 % Beberapa tipe formula umum minyak bayi : 1.1 Air 79. biji kapas.

dll. fragrans dipakai untuk menutupi bau busuk penyakit. Contohnya parfum bermerk Chanel no. Harganya memang mahal karena faktor sulitnya menemukan oplosan yang tepat serta pembuatannya yang makan waktu lama. industri makanan dan minuman seperti permen atau sirup. Baru setelah abad XVI fragrans mengawali zaman keemasannya. Cara pembuatannya dianggap seni dengan cita rasa tinggi. banyak orang lama tak mandi. Semua yang berbau harum berasal dari fragrans. Untuk menutupi bau badan. Selama abad XIV fragrans lebih untuk keperluan pengobatan. misalnya arab. Pasalnya. kertas . industri perlengkapan rumah tangga macam pembersih lantai. sementara itu reputasi fragrans semakin menanjak. lilin juga rokok. Eropa mengenal fragrans justru dari orang-orang timur. Pori-pori yang terbuka akan memudahkan penyakit masuk dan menginfeksi tubuh. namun juga untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Sejak zaman sebelum masehi pun sudah dikenal kemenyan yang kala itu diekstrak dari tetumbuhan. krayon dan banyak lagi yang alami dan sintetis.Sediaan Kosmetika SEDIAAN KOSMETIK WANGI-WANGIAN Sejarah fragrans atau wewangian sebenarnya sudah dimulai sejak berabad-abad lalu. Umpamanya produkproduk perawatan tubuh seperti sabun dan sampo. Cleopatra adalah salah satu pelaku sejarah penggemar wewangian. Sudah sejak akhir abad XVII Prancis dikenal sebagai pusat parfum dunia. mandi atau berendam di air tidak sehat. 9 . 5 buatan Prancis tahun 1921. Yang menarik. sepanjang dua abad setelah itu dsejarah mencatat peningkatan pemakaian wewangian. selain sebagai simbol status sosial bagi sipemakai. Dari mereka orang Eropa belajar cara menyuling minyak-minyak esensial menjadi wewangian. terutama untuk parfum kelas atas yang dibikin dalam jumlah terbatas atau menurut pesanan. Orang Romawi memikat lawan jenisnya lewat wewangian. fragrans berarti semua substansi baik alami maupun sintetis yang semata-mata digunakan untuk memberi bau pada produk-produk kosmetik. Bangsa Mesir kuno memakai wewangian dalam acara ritual penguburan. Venesia adalah negara pertama di Eropa yang mengawali perdagangan wewangian hingga menyebar kekota-kota lain di Eropa. Tidak hanya sebagai bahan utama pembuatan parfum. produk bahan bangunan seperti cat tembok. sampo. Kala itu banyak orang belajar serta mengagumi “khasiat“ fragrans sebagai pengharum terutama sebagai parfum. dipakailah minyak wangi. banyak orang kala itu percaya. Fragrans itu biang segala wewangian. karet penghapus spidol. Menurut Food and Drugs Administration (FDA ) Amerika. Juga untuk pertama kalinya fragrans dari bahan sintetis diperkenalkan. Hingga kini pun persepsi itu masih berlaku. Maka. Namun hanya kalangan bangsawan dan kaum jetset yang sanggup membelinya. Namun menyusul runtuhnya kekaisaran Romawi pada abad pertengahan. Bahannya waktu itu terbanyak didapat dari tumbuhan atau hewan. alat tulis macam balpoint . Orang Yunani percaya. tapi juga meliputi sabun. wewangian mampu jadi media kontak dengan dewa-dewi mereka. Produk kosmetik tak terbatas parfum.

Sediaan Kosmetika Karena pengertian itu banyak kelemahannya. Minyak wangi pada umumnya terdiri dari minyak atsiri yang mudah menguap. yang sayangnya bakal membawa masalah kesehatan maupun lingkungan. deodoran. tangan dan lain-lain. muka. hairspray. biasanya produsen menambahkan solvent atau zat terlarut yang mudah menguap. Namun yang natural tidak ditinggalkan 100%. dsb. eau de toilette. namun dengan rumus kimia baru. Air wangi biasanya dipergunakan untuk mewangikan rambut. cairan pembersih lantai. Yang dimaksud dengan sediaan wangi-wangian adalah suatu sediaan kosmetik yang mengandung wangi-wangian baik dari alam maupun sintesis yang dibutuhkan untuk memberi kesenangan dan kesegaran pada pemakainya. pengharum ruangan. deterjen. Biasa dari alam atau bikinan manusia (sintetis). Agar mudah dihirup. terbukalah peluang bagi para produsen kosmetik khususnya serta produk-produk lain. sampo. PENGGOLONGAN Bentuk sediaan wangi-wangian dibagi menjadi : 1. Karena itu hampir 80 % produsen fragrans menggunakan bahan sintetis. Mempunyai kadar essence yang lebih tinggi dari Eau de Toilette dan Eau de Cologne sehingga wanginya lebih menyengat. atau produk kosmetik lain. Saat ini minyak atsiri dibuat secara sintetis. Setelah melewati proses cukup rumit seperti destilasi dan ekstraksi. eau cologne. Ada juga yang menambahkannya dalam sabun. karena ada bau-bauan tertentu Yang tidak bisa dihasilkan secara sintetis. Contohnya pada parfum. Fragrans pun digunakan dalam bahan -bahan pembersih rumah tangga seperti detergen atau larutan pembersih peralatan dapur dan makan. lebih mudah didapat. Ada fragrans yang diperdagangkan hanya dalam bentuk bahan mentah. Sesudah melewati reaksi-reaksi kimiawi yang terjadi di laboratorium. cairan pembersih rumah tangga. harga fragrans sintetis jauh lebih murah. Sumber alam kebanyakan dari tumbuhan atau hewan. dihasilkan konsentrat seperti yang alami tadi. Pengusaha lain lalu membelinya untuk membuat parfum. Eau de Toilette mempunyai kadar alkohol yang lebih banyak dari essence-nya wanginya tidak begitu tahan lama. baru dihasilkan fragrans dalam bentuk konsentrat pekat. Minyak atsiri inilah yang dipergunakan sebagai bahan untuk pembuatan parfum. 2. Sedangkan yang sintetis bahannya dari berbagai macam zat kimia yang sudah jadi. after shave lotion. 10 . Meski yang sintetis dan alami tak banyak bedanya. Bahan dasarnya amat banyak. juga bolpoin wangi yang memabukkan itu. dan daya tahan baunya lebih lama. Hanya pada kasus ini konsentrasi fragrans lebih rendah dibandingkan dengan pelarutnya. Yang paling banyak dipakai dari golongan hidrokarbon. Bisnis multimiliaran dolar. Eau de Toilette Eau de Toilette merupakan suatu larutan minyak-minyak atsiri dalam alkohol yang bentuknya lebih encer dari pada parfum dan biasanya diberi suatu zat warna. Eau de Parfum Eau de Parfum merupakan larutan alkohol yang mengandung minyak atsiri dalam kadar yang relatif tinggi dan kekuatan keharuman serta keawetannya relatif baik. penghapus cat kuku.

biasanya minyak atsiri yang terkandung di dalamnya merupakan minyak-minyak atsiri dari bermacam-macam jeruk seperti Oleum Citri. bunga Lavender. daun. Eau de Cologne meerupakan wewangian yang paling ringan dan paling tidak tahan lama karena memiliki campuran cairan dan alkohol yang lebih banyak dari essence-nya. Sekresi hewan. Bahan Kimia. kayu Cendana. daun Nilam. Sacchet Merupakan suatu produk wangi-wangian yang menggunakan bahan-bahan alam dan dimasukkan ke dalam suatu kantong kecil. akar dan kayu seperti biji Katsuri.Sediaan Kosmetika 3. tidak berbahaya bagi kulit Dapat menyerap keringat Sacchet Stabil konsistensi dan warna Bentuknya menarik dan tidak meninggalkan sisa lemak FORMULA UMUM Bahan dasar wangi-wangian adalah : 1. Eau de Cologne Eau de Cologne merupakan suatu larutan alkohol dari minyak-minyak atsiri yang lebih encer daripada parfum. Syarat Yang Harus Dipenuhi Oleh karena sediaan wangi-wangian dipergunakan pada bagian tubuh tertentu untuk kesegaran. contohnya musk 3. contohnya Oleum Citri 2. Parfum R/ Mawar (sintesis) 10 Heliotropin 10 11 . Bedak (powder) Wangi-wangian ini berbentuk serbuk dengan talk sebagai zat pembawa. kehalusan kulit serta menyerap keringat. bedak wangi juga digunakan untuk memberi kesejukan. Merupakan suatu larutan yang jernih a. Minyak Atsiri. bunga orange dan lain-lain. Oleum Aurantii. contohnya sitrol Beberapa contoh resep dari sediaan wangi-wangian : 1. b. bunga. maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : 1. fungsinya hanya untuk menyegarkan aroma tubuh. akar Kapulaga dan lain-lain. Apabila mengandung metanol sebagai denaturant. Sacchet dibuat dari kumpulan dan pengeringan bunga-bungaan seperti mawar. Beberapa persyaratan khusus untuk beberapa sediaan wangi-wangian ini: Powder (Bedak tabur) Aman. keharuman seseorang. 5. Selain memberikan keharuman. Selain itu di dalamnya juga ditemukan biji-bijian. lavender. 4. kadarnya adalah 5 % dari yang didenaturasi 2.

R/ Eau de Toillete Oleum Bergamot Oleum citri Oleum Aurantii Oleum Lavandulae Oleum Caryophylii Oleum Cinnamomi Oleum Flor. Kepribadian suasana hati. Aurant 4 mL Etil asetat 2 mL Air 120 mL Alkohol 840 mL Bedak (powder) R/ ZnO Amylum Talk Parfum Sacchet R/ Bunga Lavender Daun bunga mawar Vanilla Serbuk kuntum cengkeh Serbuk Resin Styrax Serbuk Benzoin siam Ambergris Oleum Rosarum 5% 10 % 85 % q.7 mL 0. 5. gaya hidup dan sebagainya.2 1.Sediaan Kosmetika Alkohol sinamat Oleum Bergamot Fenil asetaldhid (50%) Jasmin (sintetis) Terpineol 2.7 mL 200 mL 1000 mL 3.2 0.s 65 29. WANGI-WANGIAN DAN KEPRIBADIAN Sudah lama wewangian itu dikaitkan dengan banyak hal. Konsep penampilan masa kini yang sifatnya 12 .7 mL 0.4 1.4 4. Eau de Cologne R/ Oleum Bergamot 15 mL Oleum Citri 8 mL Oleum Rosmarini 7 mL Oleum Lavandulae 4 mL Oleum Flor. Aurant Aquadest Alkohol sampai 20 10 25 10 15 7 mL 4 mL 3 mL 5 mL 0.2 1.4 0.2 1.

Ada beberapa cara pencampuran yaitu layering atau teknik pengaplikasian wewangian secara berlapis. pastikan kulit bebas dari produk lain yang mengandung wewangian misalnya body lotion atau deodorant. lotion tubuh untuk mendapatkan aroma baru. Sebelum mencoba wewangian. Untuk mengaplikasikannya. Wewangian beraroma keras sering jadi pilihan diiklim tropis seperti Indonesia. Untuk itu bisa mencampur beberapa wewangian. 4. tidak perlu membeli satu rangkaian produk. Saat mencium langsung dari botolnya. Penerapan layering semacam ini membuat aroma bertahan lebih lama. asalkan kandungan wewangiannya sama. dan bersifat personal. Agar wewangian lebih awet. mendorong kita untuk memilih wewangian yang bersifat pribadi. Jika akan 2. misalnya Lavender. sehingga penciuman menjadi kurang sensitif. Iklim bisa mempengaruhi kita dalam memilih wewangian. sehingga diperoleh aroma yang lain daripada yang lain. Suhu yang sangat panas dan udar kering dapat membuat selaput mukosa pada hidung menjadi kering. sabun dan parfum dalam satu seri arom. Kombinasikan wangi parfum dengan wangi produk lain seperti sabun. Beberapa jenis wewangian yang dapat digabungkan antara lain : Citrus dengan fruty floral (misalnya jeruk dan apel) Vanilla dengan Sandal wood atau musk White florals (misalnya Lily of Valley) dengan Freesia Wewangian dengan kandungan berikut ini sebaiknya tidak digabungkan : Spicy (seperti kayu manis. Blia ingin mencoba lebih dari satu wewangian. 3. 13 . Untuk kesempatan yang berbeda. perhatikan hal-hal berikut : 1. Reaksi wewangian terhadap kulit terkadang sulit untuk ditebak. Kepribadian sering menjadi acuan dalam menentukan pilihan kita. Setelah mencoba wewangian. bedak. Dalam memilih wewangian. Udara yang panas dan timpaan sinar matahari dapat mengubah aroma. Memilih wewangian bisa dikatakan gampang-gampang susah. jangan terburu-buru memutuskan membeli. aplikasikan pada bagian tubuh yang berbeda untuk menghindari penumpukan aroma. tak terbayang baunya akan sangat berbeda setelah kita membubuhkan di kulit.Sediaan Kosmetika personal. Wangi yang eksklusif dan tidak pasaran tentu akan membuat tubuh terasa lebih nyaman. wewangian yang digunakan juga berbeda. simpan pada tempat yang sejuk. Tunggu ± 10-15 menit untuk mengetahui reaksi wewangian terhadap kulit. jahe atau cengkih) dengan wewangian yang segar (bunga atau buah-buahan) Wewangian yang berkesan seksi (mengandung musk) dengan wewangian yang manis (antara lain yang mengandung buah peach atau raspberry) Layering dengan memanfaatkan serangkaian produk yang mengandung wewangian yang sama juga banyak digunakan banyak produsen kosmetik yang memproduksi bedak. Bedak merk A dengan parfum merk B dapat saja kita gabungkan.

wewangian beraroma bungabungaan Modern. Minyak Tumbuhan dan Lemak e. wewangian berbau rempah-rampah yang hangat Romantis. Wewangian yang digunakan oleh seseorang dapat mencerminkan kepribadiannya. Ester-ester metil f. lalu diamkan selama 24 jam setelah itu cuci sekali lagi. 14 . Golongan Minyak silicon : Dimetil Polisilokson Silicone Oil c. Lanolin. rempah dan buah. Cuci botol. Asam-asam Lemak dan Alkohol Lemak : Asam Stearat d.1 Pelembut/ Pelunak Emulient a. beraroma unik ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN UNTUK BAYI Zat /bahan Umum Terkandung dalam Sediaan Kosmetika Bayi dan Wangi-wangian 1. wewangian yang beraroma ringan dan lembut dengan campuran keharuman bunga.2 Bedak Bayi (Baby Powder) Kandungannya secara umum : talk magnesium stearat endapan CaCO3 pewangi kaolin glyseril monostearate cetyl alkohol benzalkonium klorida asam undesilenat I.Sediaan Kosmetika memindahkan wewangian ke dalam botol yang lebih kecil pastikan botol yang akan digunakan bersih dan netral (tidak berbau). Golongan Minyak Hidrokarbon dan Malam : Parafin Vaselin Cera b. Etoksilasi Gliserida h. seperti : Sportif dan dinamis. sterol 1. Anggun. Macam-macam sediaan kosmetika untuk bayi : 1. Ester Sitogliserida g.

4 Minyak Bayi (Baby Oil) Kandungannya secara umum .5 Baby Lotion dan Krim Kandungan secara umum : minyak-minyak mineral adeps lanae stearyl alcohol cetyl alcohol propyl p-hidrokxybenzoat asam stearat triethanolamin metil p-hidroksibenzoat natrium alginate pewangi air isopropyl palmitat beeswax P.G 400monostearat Propilen glikol Arlacel 80 Tween 80 Cairan silicone f 110/1000 Gliseril monostearat Larutan sorbitol 70% Air destilasi Atlas G-1425 Atlas G-1441 1.6 Shampoo Bayi (Baby Shampoo) Kandungan secara umum : Miranol 2 M.C.3 amilum Sabun Bayi (Baby Soap) Basa ( NaOH. minyak –minyak mineral larutan lanolin ethyl stearate isopropyl myristate minyak zaitun minyak silikon propil gallate 1.A Hexylene glycol Pewangi 15 . KOH) Asam Lemak tinggi ( Oleum cocos) 1.E.Sediaan Kosmetika 1.

01 M NaOHH dibutuhkan untuk merubah warna indicator menjadi biru.Sediaan Kosmetika II.agak suka larut dalam etanol (95%) P dingin .15 mL 0. B. • 500 mg zat + 10 cc spiritus + 100 mg K2CO3 • Sampai larut pada pendinginan. Golongan Minyak Silikon • Dimetil Polisilokson • Silicone Oil Uji Keasaman : 2 g tambahkan 25 mL campuran etanol dan ester (1:1) tambahkan 0. 1. Asam-asam Lemak Dan Alkohol Lemak Asam stearat • Saat dibakar ada bau seperti malam. Sediaan Kosmetika Bayi 1.laksativum • vaselin Uji fluoresensi : warna biru lemah. Praktis tidak larut dalam air.2 Bedak Bayi (Baby Powder) 16 . • Bereaksi asam terhadap lakmus. Efek Farmakologis : . Golongan Minyak Hidrokarbon dan Malam • paraffin Parafin padat adalah campuran hidrolkarbon yang diperoleh dari minyak mineral . dalam minyak lemak dan mimyak atsiri. • Cera C. tetes minyak pada permujkaan ( juga tanpa HCl). dinginkan : memadat.larut dalam kloroform P. Cera Alba (malam putih) Dibuat dengan memutihkan malam yang diperoleh dari sarang lebah Apis mellifera L atau spesies Apis lain. kristal putih.2 mL brom tymol biru kocok. • Larutan + NaOH dikocok. tidak lebih dari 0. Kelarutan :Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%)P. dalam eter P hangat. larut dalam kloroform P . seperti agar berbusa pada pengenceran • Zat + HCL encer. jernih.1 Pelembut/Pelunak/ Emolient yang biasa dianalisis : A. Air Analisis Bahan Yang Terkandung Dalam Sediaan Kosmetika bayi Dan Wangi-wangian 1.

Pipet 1 ml larutan atau zat yang diuji kedalam masing-masing tabung kelompok pertama. dengan menggunakan alat yang cocok dan tetapkan jumlah rata-rata jasad renik per g atau per ml sedian uji.Sediaan Kosmetika 1.015 MgO (MgCO3 mengandung 40-45 % MgO) Bilangan kuman : cara uji ( Uji Hayati Jasad Renik ) Cara pengujian Perhitungan banyaknya jasad renik aerob Timbang seksama 10 g zat uji atau ukur saksama 10 ml cairan yang diuji. kelompok ketiga dan keempat masingmasing terdiri dari 3 tabung. yang sebelumnya telah dicairkan dan dibiarkan hingga suhu lebih kurang 45 o.2 Bahan dasar : talk : dalam tabung reaksi berisi air  mendaki dinding tabung.2. lanjutkan pengujian dengan cara tabung . kelompok pertama dan kedua masing-masing terdiri dari 4 tabung.0 ml perbenijhan B ke dalam masing-masing 14 tabung 20 x 150 mm. Pipet 1 ml dari tabung yang disisihkan ke dalam masingmasing tabung kelompok kedua tinggal 3 tabung. lakukan menurut cara nomor 2. 1 ml Na EDTA 0. hitung banyaknya koloni masing-masing cawan. bagi tabung dalam 4 kelompok.2). Jika campuran yang diperoleh berupa larutan atau cairan bening.05 M ≈ 2. b) Cara tabung. Pipet 1 ml enceran kedalam masing-masing 2 cawan Petri steril. campur : sisihkan 1 tabung hingga kelompok pertama hingga kelompok pertama tinggal 3 tabung. Untuk Gelatin. masukan ke dalam labu ukur 100 ml. Secara kuantitatif : Titrasi Kompleksometri. inkubasikan pada suhu antara 30o dan 35o selam 48 jam sampai 72 jam. Balikkan cawan.2.3 17 . Bahan penyerap : Amilum : tambah agua iod  seperti kanji + HCl  biru hitam kembali. Masukkan 9. campur dengan memiringkan atau memutar cawan. MgCO3 ditambah agua + HCl encer. a) Cara lempeng. Mikroskopik  mengambang diatas permukaan air. Jika terdapat pertumbuhan . segera tambahkan masing-masing 15 ml sampai 20 ml perbenihan A.2.1 1. tamahkan dapar fosfat (pH 7. jika campuran tidak berupa larutan atau cairan bening. biarkan membeku pada suhu kamar. Jika perlu lanjutkan pengenceran hingga 1 ml diharapkan menghasilkan antara 30 dan 300 koloni. Pipet 1 ml dari tabung yang disisihkan ke dalam masing-masing 1. campur. lanjutkan pengujian dengan cara lempeng. secukupnya hingga 100 ml. Tutup masingmasing cawan.

buang tabung yang sudah disihkan. Uji K : Uji nyala dengan kawat nikrom memberikan warna merah ungu. Zat penambah Daya Rekat : Cetil alcohol : 1 bagian zat + asam asetat 20 bagian di water bath  larut + kromat  hijau. pada tabung blangko tidak terdapat pertumbuhan.balikan cawan dan inkubasikan pada suhu antara 30o dan 35o selama 48 jam. bau khas.001 ml dan kelompok keempat digunakan senagai blangko.1 ml sediaan yang diuji. tambahkan segera 10 ml perbenihan A atau memutar cawan. Jika zat yang diuji adalah gelatin.01 ml. kelompok ketiga 1 mg atau 0.Sediaan Kosmetika tabung kelompok ketiga. Inkubasikan pada suhu antara 30o dan 50o selama 24 jam sampai 48 jam. Amati adanya pertumbuhan pada masingmasing tabung tiap kelompok .4 1. kelompok kedua 10 mg atau 0. tidak tengik. Suhu lebur 23o sampai 26oC Bilangan penyabunan 250 sampai 264 Minyak Bayi (Baby Oil) Lanolin (adeps lanae) Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan. • Basa NaOH Uji Na : Uji nyala dengan kawat nikrom memberikan warna kuning emas. tidak berwarna atau kuning pucat. • Asam lemak tinggi : Oleum Cocos : Minyak kelapa adalah minyak lemak yang diperoleh dengan pemerasan endosperm kering cocos nucifera L Pemerian : Cairan jernih.4.1 18 . Bekukan secepat mungkin. Kelompok pertama mengandung 100 mg atau 0. campur. pipet 1 ml sediaan yang diuji yang dikosok baik-baik ke dalam masing-masing 2 cawan petri 15 mm x 100 mm. Uji OH : membirukan lakmus merah. dan tetapkan jumlah ratarata jasadrenik tiap g zat yang diuji. hitung jumlah koloni masing-masing cawan dengan menggunakan alat yang cocok. diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Fam Bovidae) mengandung air tidak lebih dari 0.25 %. Jika terdapat pertumbuhan. Uji OH : membirukan lakmus merah.3 Sabun Bayi (Baby Soap) Penetapan Berat jenis kuman sama seperti pada bedak. 1. 1.

agak sukar dalam etanol (95 %) P.15 ml 0. Isopropil Miristat Bilangan Penyabunan 202-212 Bilangan asam tidak lebih dari 1 Bilangan yodium tidak lebih dari 1 Minyak Silikon Uji keasaman 2. warna biru tetap. lalu kocok.4.2 1.25 %. Pada filtrate tambahkan 1 tetes larutan jingga metil P. Propil Galat Titik leleh 150o C Baby Cream dan Baby Lotion Lanolin (Adeps Lanae) Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan. kocok dengan air panas dengan volume sama selama 2 menit. Tambahkan 0. terjadi warna hijau tua.4 19 . agak sukar dalam etanol (95 %) P.1 1. Tambahkan 5 ml larutan NaOH encer P.Sediaan Kosmetika Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air.3 1. didihkan hingga sisa sepertiga volume semula. dietanolamina dan monoetanolamina. Cetyl alcohol 1 bagian zat + asam asetat 20 bagian di awter bath  larut + kromat . Timbang seksama 2 g. diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Fam Bovidae) mengandung air tidak lebih dari 0.5. tidak terjadi warna merah. Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air.hijau Asam Stearat Identifikasi : Lebur 5 gram. mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P.5 1.5. terjadi warna hijau tua. Identifikasi : 500 mg larutan + 5 ml kloroform P + 1 ml asetat anhidra P dan 2 tetes asam sulfat P. larut dalam kloroform P Identifikasi : Pada 1 ml + 0.5.3 1.4 1. mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P. Trietanol Amina Trietanolamina adalah campuran dari trietanolamina.00 g tambahkan 25 ml campur dengan etanol dan eter (1: 1). dinginkan. Titrasi dengan HCl 1 N 1.2 1.4.5. Kelarutan :Mudah larut dalam air dan dalam etanol (95 %) P.4. terjadi warna biru tua.01 M sodium hidroksida dibutuhkan untuk merubah warna indicator menjadi biru. Identifikasi : 500 mg larutan + 5 ml kloroform P + 1 ml asetat anhidrat P dan 2 tetes asam sulfat P. tidak lebih dari 0. saring.2 ml bromtimol biru.1 ml larutan tembaga (II) sulfat P. dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer 300 ml tambahkan 75 ml air.

Sediaan Kosmetika 1. Kegunaan :sebagai pewangi. dihitung sebagai N (C2H4OH)3 Propilen Glikol Cairan kental. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN WANGI-WANGIAN Formulasi umum yang terdapat dalam sediaan kosmetik wangi-wangian : 1. span dan twin. larut dalam 6 bagian eter P. higroskopik. eau de perfume Bentuk sediaan : larutan Komposisi : minyak atsiri atau campurannya dengan sekresi hewan . lebih encer dari parfum dan diberi zat warna komposisi : minyak atsiri dalam alkohol 95 % (85-90%) zat pelekat : benzil benzoat penggunaan : ditubuh untuk muka diusapkan seperti tisu basah kegunaan : pewangi muka dan tangan 3. Penggunaan di tubuh: disemprotkan . tidak berwarna. dioleskan dikulit. penyegar 2. rasa agak manis.aromaterapi. bedak wangi bentuk sediaan : ser buk tabur 20 . 1 ml asam klorida 1 N setara dengan 149. tidak terjadi bau akrolein.untuk menyegarkan (tidak tahan lama) . 4. dietil ftalat. Zat pembawa : alkohol atau larutan hidro alkohol ≥ 65% Untuk menambah kelarutan minyak atsiri dapat digunakan solubiliozer. Kelarutan : Dapat campur dengan air.2 mg trietanol amina. Identifikasi : Panaskan perlahan-lahan dengan Kalium Bisulfat P. balsem benzoe untuk yang sakit kepala dapat ditambahkan mentol dan untuk menyegarkan sering ditambahkan amoniak liquida. dioleskan di tubuh Kegunaan : . terjadi uap berbau enak. tidak berbau. contoh : propilen glikol.5 menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil P. Penggunaan : ditubuh. Eau de Cologne bentuk sediaan : larutan gel komposisi : minyak atsiri (oleum citric) dalam alkohol 85-90% fixative : resion. dipropilen glikol. Lanjutkan pemanasan hingga kering.5. tidak dapat bercampur dengan eter minyak tanah P dan dengan minyak lemak. jernih.zat pelekat atau fiksative: benzil benzoat. eau de toilete bentuk sediaan : larutan . dengan etanol (95 %) P dan dengan kloroform P.

Sachet bentuk sediaan : larutan. a. dalam 5 ml air. 940. Tween. Pembawa : alkohol Pelekat : benzyl benzoat Penggunaan : dioleskan Kegunaan : pewangi. Bentuk sediaan wangi-wangian lain : . campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cairan penyuling  pasang alat. liquid cream komposisi : bahan alam dari bunga. penetapan kadar etanol. Kegunaan : pewangi. menghilangkan iritasi. Zat warna seperti : D dan C red no. * sediaan cream. 5. Terjadi warnabiru intensif pada kertas saring yang setelah beberapa menit menjadi lebih pucat. Identifikasi 1. Kadar minyak atsiri 1-10 %. Na lauryl sulfat.deodorant : * sediaan larutan. b. menghaluskan dan melembabkan kulit. stearat. Penggunaan di tubuh : ditaburkan. hitung kadar minyak atsiri dalam % b/v. . Na stearat. . b. diencerkan makin jelas.campur 5 tetes dalam gelas kimia kecil dengan 1 ml larutan kalium permangat p.  panaskan dengan tangas udara sehingga penyulingan berlangsung lambat tapi teratur  setelah penyulingan biarkan selama lebih kurang 15 menit. isi buret dengan air hingga penuh. 21 . 19 Emulgator : karbopol 936. dan 5 tetes asam sulfat pekat p.Sediaan Kosmetika komposisi : talk dalam jumlah besar. esterifikasi : Dengan asam benzoat : bau spesifik ( bau pisang ambon ). K. 94 yang dinetralkan dietanol amin atau trietanol amin. Kadang-kadang ditambahkan dario sekresi hewan atau bahan kimia lain. cream. akar dan kayu. biji. dan 500 mg piperazina hidrat p. daun. 2. Pengisi : MgCO3 Pelekat : amylum dan Zn atau Mg stearat. bau harum yang khas dari minyak atsiri mengidentifikasikan adanya suatu minyak atsiri dalam suatu campuran. menghaluskan.antiseptikum (ZnO. kalamin) dan parfum yang tidak berbahaya untuk kulit. tutup segera dengan kertas saring yang dibasahi dengan larutan segar yang dibuat dengan melarutkan 100 mg natrium nitroprusida p.cologne stick ( wangi-wangian bentuk padat ).  catat volume minyak atsiri pada buret. penetapan kadar minyak atsiri a.

5 g kalium permanganat p. 2. FARMAKOPE INDONESIA III :1979 .5 % b/v tambahkan 1 ml larutan natrium hidroksida 0. pindahkan ke dalam cawan dengan pertolongan lebih kurang 50 ml air panas. No 425 : Penerbit PT. tambahkan larutan natrium fosfat p. com 5. talkum campur 500 mg dengan lebih kurang 200 mg natrium karbonat anhidrat p. hingga pembuihan berhenti. saring. Page 540 – 551. selama 2 jam. Harry’s Cosmeticology Chemical Publishing Co. dilarutkan dalam tidak kurang dari 7 ml larutan hidroksil amina etanol 60 % p. oleum citric lakukan penetapan menurut cara penetapan kadar aldehida minyak atsiri yang tertera pada olea volatilia menggunakan 10 g yang ditimbang seksama tanpa toluen p. 1. Tabloid Nova . Tambahkan asam klorida p. DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA.pada 5 ml larutan 0. Tambahkan lagi 10 ml asam klorida p. suling hingga sulingan jernih. Dinginkan dan saring. benzyl benzoat a. tambahkan 20 ml air. 6. 4. suhu didih lebih kurang 320o 5.Suara Karya . Intisari Mediatama : Jakarta : 2001. jika terjadi endapan. tercium bau iodoform dan terbentuk endapan kuning. 1973. Asamkan cairan yang tertinggal dalam labu dengan asam klorida encer p. onat anhidrat p. sisa adalah silika. Website Internet : www. New York. Terbentuk endapan habllur putih dari asam benzoat. com Website internet : www. 7. 4. 3. reflux 2 g dengan 25 ml larutan kalium hidroksida etanol p. dinginkan. com Website internet : www. 158-165. Inc. FARMAKOPE INDONESIA IV : 1995 . tambahkan 50 ml air. Al. Pada filtrat tambahkan lebih kurang 2 g amonium klorida p.1 N kemudian tambahkan perlahan-lahan 2 ml larutan iodium p. Hal. 3. pindahkan kedalam krus platina atau krus nikel. terbentuk endapan hablur putih dari asam benzoat. uapkan etanol di atas tangas air. et. dan 5 ml amoniak encer p. Tabloid Intisari : Edisi Maret 2001 . Panaskan hingga melebur sempurna. Pada sulingan tambahkan 2. . Asamkan filtrat dengan asam klorida encer. Balita Anda . 22 .5 N yang digunakan. dan 1 ml – 2 ml lebih banyak dari volume kalium hidroksida etanol 0. didihkan. DAFTAR PUSTAKA Harry’s Ralfgh.Sediaan Kosmetika .dan 2 ml larutan natrium hidroksida p.terjadi endapan hablur putih amonium magnesium fosfat. b. reflux selama 15 menit. dinginkan. saring. uapkan di atas tangas air hingga kering. DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA.

kantung selaput mata. karena kosmetika mandi tidak umumm digunakan orang.Sediaan Kosmetika BAB II SEDIAAN KOSMETIKA MANDI DAN MATA Kehidupan manusia dan percobaannya tidak pernah statis. Sejak pertama kala dikenal (pada zaman mesir kuno) hingga detik ini kosmetika selalau mengalami perubahan dan perkembangan baru. penemuanpenemuan tersebut membawa manusia ke arah kehidupan yang lebih baik dan modern. Oleh karena itu. Termasuk dalam bidang kosmetika. bahkan dibutuhkan oleh berbagai kalangan masyarakat. perawatan yang semuanya merupakan tujuan dari kosmetika. Pada zaman sekarang. sedangkan diera milenium tiga ini kosmetika sudah dikenal. Sediaan kosmetika mata adalah kosmetika yang digunakan untuk memperindah daerah di sekeliling mata. Mulai dari alis dan kulit di bawah alis. kelopak mata. Seperti kita ketahui. mandi merupakan aktivitas sehari – hari yang penting dan tidak akan terlewatkan oleh setiap orang. maka konsumen harus mempunyai ilmu dan informasi tentang kosmetika yang baik dan cara penggunaannya. atau saat mandi atau perawatan setelah mandi. bulu mata. dalam melakukan kegiatan sehari-hari masyarakat selalu berhubungan dengan kebersiahan. Kosmetika pada zaman mesir kuno hanya digunakan oleh kalangan bangsawan. Karena banyaknya produk kosmetika yang beredar di pasaran. Pada makalah ini akan diulas mengenai kosmetika mandi dan sediaan kosmetika mata. Mungkin jangka di luar negeri kosmetika mandi ini sudah banyak digunakan. Demikian hal-nya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu melahirkan penemuan-penemuan baru. Namun bagi sebagian orang kosmetika mandi ini masih asing. keindahan. namun di Indonesia baru beberapa kalangan yang menggunakannya. SEDIAAN KOSMETIKA MANDI 23 . Kosmetika mandi meliputi sediaan yang digunakan sebelum mandi. selalu berkembang setiap saat. dan jaringan dalam garis keliling bawah lubang mata.

2. Na2CO3 Na2CO3. NaHCO3. 2 H2O ( Natrium seskui karbonat ) Trisodium fosfat NaCl Boraks Pewarna. 5. dan No. 3. 4. Tujuan:  Membersihkan tubuh dengan menghilangkan kotoran  Menambah harum pada tubuh  Membuat kesegaran bagi penggunanya  Memperhalus kulit  Menambah kenyamanan misalnya dengan wangi-wangian dan warna  Menghindari permukaan kotor pada bak mandi FORMULA UMUM A. 2. atau segera setelah mandi. Na2CO3 Na sesquikarbonat Na-tetraborat Tablet mandi 1. menurt USP: Ext D & C Yellow No. Minyak mineral (Castrol oli/ Olive oil) Isopropyl myristate Parfume 46 % 48 % 5% 24 . 2.H2O ( Natrium Karbonat Monohidrat ) Na2CO3. 5. 3.Sediaan Kosmetika I. 7. 7. selama mandi. 3. 1. 1. Ext D & C Green No. 2. PENGERTIAN DAN TUJUAN PEMAKAIAN Sediaan kosmetika mandi merupakan sediaan-sediaan atau bahan-bahan yang dapat digunakan dalam air mandi. 19 B. 3. 6. 4. Garam mandi ( Bath salts) II. Kristal mandi ( Bath cuber ) 1. NaHCO3 55 % Asam tartrat 20 % Na-sesquikarbonat 20 % Parfum dan pewarna 5 % D. Minyak mandi Formula menurut Atlas Industries: 1. Ext D & C Red No.

5. Minyak mandi ( Bath Oil ) 10 9 81 2 55% 21% 10% 2% F. Amilum maidis 4. Susu mandi ( Bath Milk ) 6. PENGGOLONGAN 1. Tablet mandi ( Bath Tablet ) 3. menyegarkan. Minyak pengharum (Lavender) 2. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh garam mandi adalah: a. Gelembung Mandi ( Buble bath ) Contoh formulanya TEA Lauryl Sulphate Liquid Air 45 % Penstabil busa Warna Parfum qs Na. Biasanya terdiri dari suatu garam amorganik atau campurannya. dan menghilangkan bau badan serta membersihkan tubuh. Na hexametaphosphate Susu mandi (Bath Milk) 1. Natrium alkyl benzene Sulphonate 2.Lauryl Sulphate 80 % Parfum 10 % Lauric diethanolamide 5% Hexylene glycol 5% Serbuk Mandi (Bath Powder ) 1. Garam mandi ( Bath Salt ) 2. Air yang telah didestilasi 4. G. Na Lauril Sulfat 3. Urea ( 5% dalam alcohol ) III.Sediaan Kosmetika 4. harus mudah larut dan melunakkan air sadah dengan efektif 25 . 1. Pembahasan: Garam mandi ( Bath Salt ) Garam mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang digunakan untuk melunakkan air sadah. Na Sesquicarbonat 3. Artatone T 1% Zat tambahan : Tween 81 untuk emulsi agent yang larut air 50 % 5% qs E. Gelembung mandi ( Bubble Bath ) 4. zat pewangi ( corigens odoris ) dan zat pewarna ( corigens coloris ). Serbuk mandi ( Bath Powder ) 5.

biasanya didasarkan pada satu sediaan fosfat atau sodium sesquicarbonat. higroskopis. Natrium sesquikarbonat ( Na2CO3. 2. Dapat menyegarkan kulit.Sediaan Kosmetika b. Keuntungan tipe garam ini adalah mempunyai pelarut air dan ini membantu dalam pembersihan. Sodium chlorida. menghasilkan air yang lunak dan bercampur dengan busa sabun dan dapat digunakan sebagai penggelembung mandi. 2 H2O ) 26 . etilen glikol. karena dapat terjadi kemekaran meski disimpan pada kondisi biasa. sebaliknya dia akan cepat kehilangan bentuknya jika terkontaminasi MgCl2 ). H2O ) Merupakan hasil / produk dari kristal Na2CO3 yang mengalami pemekaran. Ketika diwarnai kristalnya akan memiliki bentuk yang menarik. Garam ini juga mudah larut dalam air tetapi tidak memberikan efek melunakkan air sadah dan akan menghilangkan busa sabun. Produk harus dijaga dari sinar matahari secara langsung. b. Natrium karbonat monohidrat ( Na2CO3. Namun hal ini dapat dicegah sebagian dengan melapisi kristal dengan substansi higroskopis. pada 330C sebagian dari air kristalnya akan berdissosiasi hingga akan terbentuk massa yang melekat. seperti gliserin. NaCl mempunyai sifat mudah diwarnai dan diberi pewangi. Tipe ini tidak melunakkan air sadah atau membantu dalam membersihkan. menghilangkan garam mandi yang menarik. harus memiliki bentuk yang menarik dan stabil pada kondisi iklim biasa dan mudah diberi zat pewarna dan zat pewangi c. Garam umum ( Rock salt. Garam-garam anorganik yang sering digunakan sebagai garam-garam mandi: 1. lebih lagi tegangan permukaan air diturunkan sehingga memudahkan dalam membasahkan kulit. - Natrium karbonat ( Na2CO3) Mudah larut dalam air. 3. NaHCO3. dll dalam jumlah kecil yang dicelupkan dalam pelarut. Sulit diberi zat pewarna dan zat pewangi dengan baik. karena untuk mengurangi polaritas partikel yang tersedia. dimana garam kristalnya lambat laun larut dalam air sadah. zat pewarna dan zat pewangi. Kerugiannya: bisa menimbulkan iritasi pada kulit bagi orang-orang yang sensitif terhadap alkali yang tinggi. NaCl ) Garam ini berbentuk kristal yang menarik dan stabil ( jika garam ini bebas dari MgCl2. namun tidak kehilangan kelembaban. 4. Tipe pelunak air. murah harganya Tipe utama garam mandi: a. Dipermutasikan dengan kristal garam. Titik leleh rendah. efektif melunakkan air.

akan mengeluarkan CO2 dengan efek effervescent.5 . Cara pembuatan: Mula-mula semua bahan dihancurkan dulu menjadi bagian yang kecil-kecil. dan mudah tercampur dengan zat pewangi. tetapi dapat mengeruhkan air mandi. Dinatrium fosfat ( Na2HPO4. Tablet mandi sering mengandung kristal-kristal asam organik ( seperti asam sitrat atau tartrat ) dalam sodium karbonat. Dinatrium pirofosfat dan tri natrium fosfat kadang-kadang juga digunakan sebagai garam mandi. 12 H2O ) Merupakan pelunak air yang baik dan tidak higroskopis. Garam ini sangat stabil. 10 H2O ) Borax berbentuk kristal-kristal halus. sesquikarbonat. 8. Natrium tiosulfat ( Na2S2O3.Sediaan Kosmetika Merupakan suatu garam yang berbentuk kristal jarum yang halus dengan kemurnian tinggi. Borax atau Natrium tetraborat ( Na2B4O7. mudah larut dalam air. minyak parfum. Bila digunakan Na2CO3 maka harus ditambahkan zat penghancur terlebih dahulu. dan pewarna dari sukar larut. Contoh formula garam mandi: Trisodium fosfat 50 – 49 Na-sesquikarbonat 49. tetapi mempunyai sifat basa yang kuat sekali. 5 H2O ) Merupakan bentuk kristal jarum yang bagus yang mudah larut dalam air. Tidak higroskopis namun sukar larut dalam air. 2. menghasilkan air yang berwarna keruh bila sabun digunakan. 5. 7.5 – 49 Garam kristal NaCl Parfum / pewangi 0. Tujuan pembuatan tablet mandi adalah untuk mencegah garamgaram halus. 27 . Tri Natrium fosfat Bentuk menyerupai flake atau bundar. 6.2 Pewarna qs Kristal mandi ( Bath Cubes ) Biasanya terdiri dari Natrium karbonat ata Na-sesquikarbonat dan atau borax. Kerugian dari penggunaan garam ini adalah sukar diwarnai. Segera setelah dimasukkan ke dalam air. Jika digunakan dalam jumlah besar akan menimbulkan bau yang kurang sedap pada air mandi atau kulit. Zat penghancur yang umum digunakan adalah Na lauril sulfat. bila tidak maka Na2CO3 yang keras seperti batu karang akan sukar larut dalam air mandi. mudah diwarnai. Tablet mandi ( Bath Tablet ) Tablet mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk membersihkan dan menyegarkan badan. atau bikarbonat. bereaksi sebagai basa lemah dan mudah diwarnai.

Sediaan Kosmetika Tablet ini mudah terurai dan terlarut. Kaolin akan membantu serbuk berkilau. Susu mandi ( Bath Milk ) Susu mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk membersihkan dan menjaga kelembutan kulit. Susu mandi mempunyai efek yang sama seperti minyak mandi tetapi sedikit mahal dalam penyimpanannya. Larutan yang digunakan dalam tubuh tidak mengiritasi kulit dan membran mukosa. Mencegah pembentukan noda-noda busa di sekitar bak mandi. 4. seperti Nalauril sulfat . zat pembuat busa. Tablet mandi juga sering mengandung garam yang melepaskan oksigen dalam air. 5. e. 28 . dan batang. Gelembung harus tahan terhadap kesadahan air. Sediaan ini akan terdispersi dalam air dengan mengeruhkannya. Gelembung mandi biasanya berbentuk serbuk. Gelembung mandi dibuat dari detergen. seperti sodium lauril sulfat ). larutan. Mudah menggelembung tanpa memerlukan tekanan air yang berlebihan. Gelembung Mandi ( Bubble / Foam bath ) Adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk memenuhi bak mandi dengan gelembung-gelembung atau busa-busa yang dapat berfungsi untuk menghilangkan rasa lelah dan mencegah adanya noda pada bak mandi. Selain lemak-lemak dapat digunakan garam-garam asam lemak atau esternya. Susu mandi merupakan emulsi m/a dimana fasa minyak hampir terdiri dari minyak parfum seluruhnya. dan pelunak air yang tidak higroskopis. d. Oksigen ini diharapkan mempunyai kegunaan untuk menyegarkan badan. Trietanol amin stearat. Contoh formula susu mandi: 3. MgCO3 sebanyak 5 %. karena gunanya adalah untuk melembutkan kulit. Zat aktif dari sediaan ini adalah minyak lemak. gel. Titanium dioksida sebanyak 1. Semua produk harus dites untuk melihat apakah terjadi endapan yang keras pada kelembaban tinggi. dsb. tepung beras dan asam borat namun sekarang dibuat dari 60 – 90 % talk.2 % akan memberikan opacity pada talk. kapsul. Jika tablet ini juga mengandung sabun ( bahan pembentuk sabun. kristal. contoh sodium perborat atau hydrogen peroksida-kompleks urea. tablet. digunakan untuk menyerap parfum dan menahannya dalam produk akhir. cairan. b. Sediaan gelembung / busa mandi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. granul atau manik-manik. maka gas CO2 yang terbentuk akan membantu pembentukan busa. Harganya sebaiknya cukup murah. c. Serbuk mandi ( Bath Powder ) Dahulu serbuk mandi dibuat dari jagung.

cukup untuk membentuk lapisan minyak pada kulit secara merata dan setelah dicuci dengan sabun ternyata masih dapat diamati selama 3 jam setelah mandi. kemudian titrasi dengan asam sulfat menggunakan indicator larutan jingga metil p. Untuk meningkatkan efek kelarutnnya sering ditambahkan surfaktan yang larut ke dalam minyak mandi. akan tetapi sebaliknya justru akan menghalangi terbentuknya busa dan tetap tinggal sebagai lapisan tipis yang sukar dihilangkan pada bak mandi. Na2CO3 Merupakan serbuk putih. Biasanya sediaan minyak dijual dalam bentuk kantung plastik. NaCl Merupakan hablur heksahedral tak berwarna/ hablur putih.  Kualitatif 29 . dengan pertolongan surfaktan minyak dapat menembus lapisan kulit paling atas kemudian minyak akan bekerja sebagai pelembut. Garam Mandi A. dan pencegah kekeringan pada kulit. Analisis Formula Sediaan kosmetika Mandi 1. Kuantitatif Larutkan sisa yang diperoleh pada kadar air dalam 50 mL air. memberikan warna kuning  Uji CO3: Tambahkan larutan Magnesium Sulfat p akan terbentuk endapan putih. mudah larut air. 6. tak berbau. Minyak mandi tidak larut dalam air dan akan membentuk lapisan tipis yang terapung di atas permukaan air mandi. A. Percobaan membuktikan bahwa 4 mL minyak mandi dalam 10 L air mandi. atau kapsul dari gelatin. menghaluskan. penghalus. dan alkalis Kualitatif  Uji Na : Uji nyala dengan kawat niktom. Mekanisme kerja dari minyak mandi adalah mila-mula minyak mandi diabsorbsi oleh permukaan kulit. botol. rasa asin. Minyak mandi ( Bath Oil ) Adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk melembutkan.Sediaan Kosmetika Minyak pengharum 10 Na lauril sulfat 9 Air yang telah didestilasi 81 Uranin ( 5 % dalam alcohol ) 2 Pembuatan: Larutkan Na lauril sulfat dalam air dengan pemanasan dan tambahkan unsur-unsur lain setelah dingin. Sebetulnya sediaan minyak mandi ini tidak membantu pembersihan kulit. dan mencegah kekeringan kulit.

Titrasi dengan HCl 0. Gelembung Mandi dan Serbuk Mandi A. Boraks Kualitatif Uji: Campur sejumlah zat dengan asam sulfat p dan methanol p. Setelah sebelumnya dicuci dengan air. Titrasi dengan perak nitrat 0. Larutkan dalam 40 liter air. praktis tidak larut dalam etanol (95%)p. mudah larut dalam etanol. Gliserin 30 . 3. tambahkan asam nitrat p maka terjadi endapan lagi.  Kualitatif Uji : Zat + FeCl3  Kuning Zat + FeSO4+ H2O2 + NaOH  Ungu biru Reaksi Kristal : dikocok dengan K-Ac  kristal putih  Kuantitatif Timbang seksama 2g yang sebelumnya telah dikeringkan.Lauryl Sulfat Pada 5 g yang telah dikeringkan pada suhu 105 o hingga bobot tetap tambahkan 25 mL H2SO4 1 N. tidak berbau. tidak berbau.1 N menggunakan Indica. dinginkan. Larut dalam 8 bagian air. Kuantitatif Timbang seksama 3 g. Sangat mudah larut dalam air. larutkan dalam 50 mL air. B. Tablet Mandi A. NaHCO3 Merupakan serbuk putih atau hablur monoklin kecil.  Kuantitatif Larutkan 1g yang ditimbang dengan seksama dalam 20 mL air. larut dalam ammonia encer p. Titrasi dengan asam klorida 0. refluks selama 2 jam.tor larutan Kalium Kromat p. rasa asin.Sediaan Kosmetika Uji Cl : tambahkan larutan perak nitrat p terbentuk endapan putih yang tidak larut.5 N menggunakan indicator larutan jingga metil. masukkan kedalam labu Erlenmeyer.tambahkan Fenolftalein & titrasi dengan NaOH 1 N. B. buram. Bilas pendingin dengan 30 mL etanol mutlal p kemudian dengan air.5 N 2. Titrasi dengan NaOH 1N menggunakan indicator larutan fenolptalen p. B.  Kualitatif Uji HCO3 : Dengan pendidihan akan membentuk gas CO2 yang dapat diidentifikasi dengan air barit. Na. Asam Tartrat Merupakan hablur tidak berwarna atau warna putih. rasa asam dan stabil di udara.  Kuantitatif Timbang seksama 250 mg. larutkan dalam 50 mL air. tambahkan larutan merah p.

rasa dingin dan asin.tetraborat p diatas nyala api terjadi warna hijau.  Kualitatif Uji : Zat + Parri Ungu Zat + AgNO3 Cincin perak  Kuantitatif Timbang seksama 2g. higroskopis.  Kualitatif C. Jika dibakar dengan sedikit Na. asin. rasa pahit.  Kualitatif Uji SO4 : Zat + BaCl2  Endapan putih Zat + Pb Asetat Endapan putih D. tak berwarna hingga kuning pucat. tak berbau. terjadi uap merangsang. Tambahkan 50 mL NaOH 1 N.  Kuantitatif Timbang seksama 400 mg.05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau. agak higroskopis. tambahkan 75 mL air. Air Panaskan CuSO4 hingga berubah warna dari biru menjadi putih. transparan. encerkan 50 mL air.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan. Na2SO4 Merupakan serbuk tak berwarna. titrasi dengan HCl 1 N menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil p. hangatkan 1g dengan 100 mg KMnO4. mudah larut air. Titrasi dengn HCl 1 N menggunakan indicator larutan fenolftalein p. 4. tak berwarnaa. Susu Mandi Urea Merupakan hablur prismatic. tak berbau/ praktis tak berbau. didihkan perlahan selama 5 menit. rasa pahit. bau lemah mirip amoniak. dinginkan. TEA Merupakan cairan kental. 31 . encerkan dengan 50 mL air. F. Lakukan penetapan blanko. tambahkan biru brom timol LP dan asamkan dengan H2SO4 0. masukkan ke dalam gelas piala 600 mL.Sediaan Kosmetika  Kualitatif Uji : Panaskan dengan Kalium bisulfat p. kemudian teteskan larutan pada CuSO4 tersebut. terjadi bau asetaldehid. larut dalam air. Netralkan dengan NaOH 0. Asam Laktat  Kualitatif Uji : Mengubah lakmus biru menjadi putih. Jika berubah warna menjadi biruair E.masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 mL.  Kuantitatif Timbang seksama 3g.

Karena pemakaian dari sediaan ini adalah pada daerah yang peka. Eye make-up remorer (penghapus ‘make-up’ mata) 6. Yang dimaksud dengan dareah sekitar mata adalah daerah yang dibatasi oleh bagian atas dan bawah dari lubang mata. PENGERTIAN Sediaan kosmetika mata sering juga disebut sebagai sediaan “make up” mata adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mempermudah daerah sekitar mata. Cover Make-Up : Ungu : Endapan Ungu : Hijau muda : Merah darah anggur : Hijau sebentar : Hijau lama.88 KOSMETIKA MATA I. Eye Cream / Eye stick (krim mata) 7. Jadi tujuan utamanya adalah menandai daerah mata dengan warna. Minyak mandi A.lama coklat 32 . kelopak mata bulu mata.212 Bilangan asam tak lebih dari 1 Bilangan yodium tak lebih dari 1 B. II. Kecuali bahan-bahan yang akan digunakan harus betul-betul murni dari sediaan kosmetika lainnya. Eyebrow pencil (pensil alis) 2. Mascara (mascara) 3.Sediaan Kosmetika Uji : Reaksi biuret Laco Millon p-DAB HCl Roux Beilstein NaOH  Kuantitatif Titrasi asam. Eye liner (pembentuk garis mata) 5. kulit dibawah alis. kantung selaput mata. Eye shadow (pembentuk bayangan mata) 4. tidak toksik dan tidak merangsang. Olive oil Bilangan asam tak lebih dari 2 Bilangan iodium 79. PENGGOLONGAN Sediaan kosmetika mata dibagi menjadi: 1. dan jaringan dalam garis keliling bawah lubang mata. Jadi sediaan ini hanya digunakan pada daerah sekitar mata. Isopropyl Myristate Bilangan penyabunan : 202. yaitu daerah sekitar mata. Sediaan dari kosmetika mata adalah menitik beratkan daerah mata dengan penggunaan warna. yaitu alis mata. maka dalam formalasinya hanya boleh digunakan bahanbahan baku yang betul-betul murni.basa 5. bola mata.

besi. dan pewarnaan dengan sediaan ini dilakukan dengan zat warna anorganik dan zat warna alam. b. Untuk produk-produk mata. zat ini dapat mengeraskan sediaan dalam penggunaannya. Warna-warna yang sering didunakan pada kosmetika mata : Hitam : karbon hitam. Zat warna Zat-zat warna dari bahan batu bara tidak dapat digunakan. digunakan untuk eye shadow dan mascara sebagai pelumas. Karnauka ini biasa digunakan pada formulasi mascara. kombinasi. Zat ini akan membentuk lapisan yang menolak air. 33 . krom oksida dan karmin. Suatu petrolatum yang bermutu tinggi tidak akan menghasilkan bau tidak enak selama penyimpanan. FORMULA UMUM 1. biasanya digunakan kresin dengan titik lebur 68 ºC. Kresin Merupakan campuran mikrokristal dari hidrokarbon yang tersusun kompleks. c. bahan berserabut pendek. d. tanpa harus membuatnya kaku. memiliki titik lebur 43ºC propil fisik dan stabilitasnya memiliki stabilitas yang baik untuk produkproduk ini. dan menetralkan larutan sabun dalam air. Dalam produk-produk yang dicetak. Semua warna yang digunakan pada kosmetika mata harus tidak larut dalam air. arang hitam. e. Bahan Oksida dasar atau zat pembawa Petrolatum Berwarna putih. Lanalin Lanalin anhidrat miliki titik lebur 38-40º C. seperti pada mascara padat. Karnauba Lilin ini tersedia dalam berbagai jenis tetapi yang biasa digunakan adalah yang berwarna kuning dengan titik lebur 85 ºC. sehingga dapat memberikan kilauan pada bulu mata. 2. karena fleksibelitas dan elastisitasnya. Kresin tersedia dalam berbagai tingkatan dengan titik lebur bermacam-macam. Zat-zat warna utama adalah karbon hitam. lilin-lilin haruslah  a. Beeswax (Lilin tawon lebah) Berwarna putih dengan titik lebur 64 ºC.Sediaan Kosmetika III. besi oksida hitam (F e 3 O4)  Biru : Biru ultra marine  Hijau : Krom oksida  Coklat : Besi oksida coklat  Kuning: Oksida besi kuning  Merah : Karmin Untuk memperoleh bayangan mata yang lebih terang biasanya ditambahkan titanium oksida atau seng oksida. telah dimurnikan dan diputihkan.

EYEBROW PENCIL (Pensil Alis) Pensil alis adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menebalkan atau mengubah bentuk alis. Zat ini banyak ditemukan dalam produk kosmetika termasuk eye shadow. Propilen glikal bersifat tidak lengket dan merupakan pelumas yang baik. Apabila diperlukan untuk menutupi bau tertentu digunakan pewangi dari minyak atsiri alami atau zat kimia asumatik yang ringan dan aman kadar kurang dari 0. namun akhir-akhir ini zat pengawet sering ditambahkan pada kosmetika mata. 34 . kemudian menuangkannya pelan . paraffin. Dalam bentuk serbuknya. gom tragakan merupakan zat pengental yang digunakan untuk mencapai viskositas yang lebih besar. biasa dilakukan dengan cara membasahinya dengan alcohol atau propilen glikol.Sediaan Kosmetika seimbang sehingga padatan tidak akan menyusut atau melekat di dalam cetakan. j. Bahan-bahan pengawet pilihan um\ntuk produk-produk mata adalah dari golongan alkil-p-hidroksi benzoat. petrolatum. diantaranya adalah Lamp black. Asam Stearat Terdiri dari 3 lapisan yang tercetak (triple-pressed grade). g. Gom Tragakan Suatu zat yang didapat dari Astragalus gummifer. Zat ini dapat secara mudah membentuk sabun dan dinetralisir. Raetil Selulosae Merupakan suatu gomsintetik. Biasanya terdiri suatu zat warna yang terdispersi dalam dasar malam. Bahan pewangi Bahan pewangi digunakan hanya sebagai pencegahan ekstra melawan iritasi. memberikan sabun yang stabil yang sesuai dengan bahanbahan hidrofilik dan lipofilik. memiliki titik didih 55ºC. Pensil alis mengandung berbagai jenis bahan kimia. maka viskositasnya dapat dikendalikan dan viskositas yang konstan ini membuat metil selulosa sering digunakan sebagai zat pengikat. h. i. Beeswax ini sangat baik untuk kombinasi. kadang-kadang dihilangkan dari kosmetik mata. cairan pucat bersih yang bebas dari berbagai bau tidak enak. Isopropil Miristat Merupakan suatu ester asam lemak sintetik. Propilen Glikol Suatu humektan biasa digunakan untuk eye shadow. dan mencegah rangsangan pada mata.pelan ke dalam air sampai terdispersi sempurna. Alumunium silikar dan acid stearat. zat pengental dan zat pengemulsi. f. meskipun pengembangan emulgatoremulgator nonionik sekarang ini dapat menggeser posisi stearatstearat dimasa depan.1 %. Bahan Pengawet Meskipun semua formula tidak memerlukan bahan pengawet. Karena metil selulose adalah zat sintetik. Trietanolamin stearat adalah jenis yang sering digunakan secara luas. yng terlarut dalam air dengan cara yang sama dengan gom tragakan.

R/ Trietanolamin. Maskara biasanya mengandung garam acid stearic bersama pigmen dan lanolin. mempunyai kegunaan untuk menghitamkan dan mempertebal bulu mata dengan tujuan untuk memperindah mata. b) Pensil Alis Bentuk Potlot Formulanya sama dengan pensil alis bentuk crayon hanya dimasukkan ke dalam selubung dari kayu. peradangan. mata terasa gatal dan dapat mengalami iritasi pada mata. Terdapat 2 tipe pensil alis. Jenis mascara ada 3. Contoh formula: Minyak kastor terhidrogenasi Minyak biji kapas terhidrogenasi Cocoa botter Minyak kastor terhidrogenasi Bahan dasar penyerap lanolin Lampblack (yang cocok) 46% 12% 8% 80% 17% 9% Jika pensil coklat yang dibuat maka lampblack dapat diganti dengan Umber (sejenis tanah pewarna yang berwarna coklat kemerahan) dan sienna bakar (sejenis tanah liat berwarna coklat kemerahan). rata hasil pengolesannya. Maskara Bentuk Padat Diperoleh dengan cara pengempaan atau pencetakan. yaitu: a. mata menjadi merah. lilin dan zat warna sedemikian rupa hingga diperoleh massa yang padat. setelah hampir kering diusapkan pada bulu mata. Cara pemakaiannya dengan menggosokkan silikat (yang telah dibasahi) pada permukaan padatnya sampai menempel. sama rata dalam pengolesan dan tidak rapuh. MASCARA (Maskara) Maskara adalah sediaan kosmetika yang termasuk sediaan tata rias mata. tidak beracun dan merangsang. yaitu: a) Pensil Alis Bentuk Crayon Merupakan campuran zat warna coklat atau hitam dengan kadar tinggi. dibuat dari sabun yang dilelehkan bersama – sama minyak. halus. penggunaan pensil alis tidak dianjurkan untuk daerah dibawah kelopak mata karena dapat menimbulkan pigmentasi pada lapisan mukasa mata. pemakaian cepat dan tahan lama.Sediaan Kosmetika Syarat pensil alis adalah mudah dipakai. Penggunaan mascara harus hati-hati karena dapat menimbulkan rasa pedih dan berair. tidak melengketkan bulu mata. dan pandangan menjadi kabur. Stearat Parafin padat Cera alba 40% 30% 12% 35 . cepat kering tapi tak kering pada wadah. paraffin serta lilin karnauba syarat mascara adalah mudah dipakai.

c. cukup cepat kering dan tahan air. Mascara Bentuk Cair Dapat diperoleh dengan cara mensuspensikan zat warna ke dalam zat pembawa. yang berguna untuk menurunkan tegangan permukaan. Maskara Bentuk Cream Dapat dihasilkan dari penambahan zat warna ke dalam suatu vanishing cream atau dengan melarutkan zat warna pada minyak yang sesuai. EYE SHADOW (Pembentuk Bayangan Mata) 36 . Maskara bentuk krim ini paling disukai oleh konsumen karena konsistensinya dan susunannya rata.1% Cara pembuatan : Formula A dipanaskan pada suhu 60°C.75% Air 4. diaduk sedemikian rupa sehingga diperoleh fasa atau bentuk yang diinginkan (padat). Maskara bentuk krim tidak boleh mongering dalam penyimpanan dan harus menempel dengan balik pada bulu mata. Untuk ini diperlukan zat pembasah yang sesuai. diaduk hingga zat warna tercampur homogen. Karemna bentuk sediaan lunak maka dapat dimasukkan dalam tube dan sikatnya menempel pada tube sehingga pemakaiannya akan lebih praktis dan tahan lama.Sediaan Kosmetika Lanolin anhidrat 5% Karbon hitam 13% Cara pembuatan : bahan – bahan diatas dilelehkan bersama – sama. Contoh formula: R/ Formula A : asam stearat 9. formula B dipanaskan pada suhu 60°C.1% Vaselin putih 5.45% Zat warna 9. b. sehingga zat warna akan menempel pada sikat.5% Minyak mineral 9.1% Formula B : Tretanolamin 2. mudah digunakan. kemudian tambahkan zat lain (minyak jarak yang telah dilarutkan dalam alcohol). Bentuk ini kurang disukai karena sifatnya mudah larut dalam air dan lengket. Masukkan formula B perlahan-lahan kedalam formula A sehingga zat warna tercampur homogen dan terbentuk massa krim. Contoh formula : R/ Resin (10% dalam alcohol) 3% Minyak jarak 3% Etilalkohol 84% Zat warna 10% Cara pembuatan : Suspensikan zat warna (umumnya karbon hitam) kedalam larutan resin.

10 bagian titanium dioksida Hijau : 15 bagian titanium dioksida. seperti misalnya bentuk pensil dan bentuk “stick” akan lebih menguntungkan dari pada bentuk cair / krim cair. pekerjaan pengisian dapat dilakukan dengan menggunakan hand filler / unit pengisi yang dikendalikan secara termostatik. Untuk memperoleh efk warna-warni. bisa ditambahkan alumunium pada bayangan-bayangan ini. bentuk pensil Masing-masing bentuk diatas mempunyai keuntungan dan kerugian sendiri-sendiri. lil. dan tambahkan warna dasar pada campuran tersebut. Eye shadow juga mengandung zat warna sebagai komponen aktifnya. Tuangkan campuran tersebut pada kontainer . zat utamanya adalah titanium dioksida / seng oksida. bisa ditambahkan ultramarin dan dikurangi titanium dioksida. kalsium karbonat. bentuk krim cair 3. Contoh formulanya : Bahan dsar untuk Eye shadow krim cair R/ Petrolatum putih serat pendek 65% Lanolin anhidrat 5% Keresin putih 10% Beeswax putih 5% Minyak mineral 65 / 75 15% Cara pembuatan : Campurkan sejumlah titanium dioksida / seng oksida yang diperlukan dengan warna-warna dan dengan petrolatum yang telah dilelehkankemudian giling campuran menggunakan gilingan putar. ceresin. Untuk memperoleh efek “emas” bisa digunakan serbuk alumunium dengan berbagai pigmen. Untuk bayangn yang telah terang. Eye shadow biasanya mengandung lanolin. EYE LINER (Pembentukan Baris Mata) Eye liner adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menonjolkan garis mata pada tepi kelopak mata atas dan bawah serta 37 . bentuk krim 4. Bentuk-bentuk Eye shadow yang ada dalam peredaran adalah : 1. minyak mineral. dilelehkan bersama-sama dengan bahan-bahan lain. Seperti halnya denagn sediaan kosmetika mata lainnya.in lebah. Dalam kontainer yang terpisah. 5 bagian titanium dioksida. soebitan oleat dan talcum. Sedangkan untuk mendapatkan warna biru gelap.Sediaan Kosmetika Eye shadow adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk memberikan latar belakang atau bayangn pada kelopak mata. sehingga mata akan kelihatan lebih indah. kocok campuran tersebut dengan baik. 10 bagian kromium oksida hijau Coklat : 30 bagian besi oksida coklat. bentuk “stick” / “cake” 5. Sejumlah kecil karmin NF dapat ditambahkan pada bayangan biru. Janistyn telah menyarankan agar diperoleh bayangan yang indah pada Eye shadow : Biru : 20 bagian ultramarin. bentuk cair / “liquid” 2. Untuk memperoleh nuansa violet (ungu).

Jika dipanaskan dengan kuat dihasilkan warna kuning yang akan hilang pada pendinginan.Sediaan Kosmetika mengubahkan penampilan garis mata yang besar nampak lebih kecil.0% Shelloe 1. paraffin. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN KOSMETIKA MATA A.08% TEA 0. polivinil pirolidon. 38 . Larutan dalam HCl 3N sedikit berlebih menunjukkan reaski zink.0% Asam oleat 1. Biasanya digunakan pada sekeliling mata dekat dengan bulu mata.5% Air 3. setil alcohol dan minyak karamel. Kalau terlalu mengkilat maka lemak / minyak yang terdapat dalam formula dapat diganti dengan talk / titat dioksida. Eye liner didapatkan dalam sediaan cair. Sediaan ini tidak boleh memberikan kilauan / kilatan pada daerah sekitar mata. polivinil alcohol atau polivinil asetat. antioksidan. metil paraben. pewangi dan titanium dioksida. alcohol lemak. 30% pewarna. Biasanya sediaan cover make-up warnanya seperti warna daging (flesh colour). Eye liner biasanya mengandung alkanolamin. Contoh formula eye liner cair dalam American Perfumer and Cosmetics : R/ Air 20% Methosel HG 60-50 V 40% Veegum 1. Analisis Kualitatif a. Eye Brow Pencil (Pensil Alis) 1. Eye liner dalam sediaan padat mengandung 60% talcum.0% Air dan zat pengawet hingga 100 EYE CREAM / EYE STICK (Krim Mata) Krim mata adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk melumasi daerah sekeliling mata dengan tujuan untuk mengurangi kekeringan atau melembutkan mata. Umumnya merupakan suatau emulsi air dalkam minyak (a/m). b.2% Alcohol 50-40 5. titanium dioksidan dan minyak mineral untuk menghasilkan eye liner yang mengkilat dapat ditambahkan larutan shellae. COVER MAKE UP Cover make-up adalah sediaan kosmetika mata yang dapat digunakan untuk mengurangi lingkaran-lingkaran gelap / bayangan-bayangan yang terdapat dibawah atau diatas mata. minyak tengkawang. eter selulosa. Krim tersebut mengandung lanolin. krim yang dimaksudkan kedalam botol atau berbentuk padat yang disediakan dalam bentuk pensil.02% Pigmen 18. Minyak Biji Kapas Merupakan minyak lemak yang diperoleh dari biji masak dari Gossypium sp. IV.

transparan. 5. Pendeteksi: lampu UV pada 366 nm. dalam etanol. Uji keasaman: Jika penambahan fenolftalein pada uni kebasaan tidak berwarna pink tambahkan 0.69 mg ZnO. Tidak larut dalam air. Cairan yang ditotolkan 10-50 mikrogram dengan garis. Ssetelah larut sempurna tambhakna metal jingga LD dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1N LV. Parafin Cairan kental. 1 ml asam sulfat 1N setara dengan 40.1 ml metal orange. Penyerap lempeng KLT siap pakai Qiesel 60 F254. 4. Petrolatum Putih Adalah campuran murni dari hidrokarbon semisolid yang dihasilkan dari petroleum dan mengandung penstabil yang cocok. tambhakan 2. warna tidak berubah. Tinggi rambat = 15 cm dalam 30 menit. tambahkan 100 ml air panas.5 gram zat uji yang baru dipijarkan. warna hijau yang muncul menunjukkan lanolin. Lanolin / Adeps Lanae Bersifat lilin.Sediaan Kosmetika Analisis Kuantitatif Timbang seksama 1. merupakan campuran kompleks ester dalam polyester. Jika perlu. Pelarut pengembang sama dengan eter minyak bumi:dietil eter:biang asam cuka = 50:50:1. Analisis Kualitatif dengan regen Lieberman-Burchard Zat dalam 10 ml kloroform. Keasaman-Kebasaan : Didihkan 5 gram dengan 10 ml etanol yang telah dinetrlakan terhadap kertas lakmus. pertama ekstrak lanolin dengan kloroform dan saring ekstrak klroform dengan kapas untuk menghilangkan airnya. bantu dengan pemanasan lemah. masukkan 1 tetes fenolftalein dan panaskan. ditambah 5 ml asetat anhidrat. Tuangkan lapisan airnya ke dalam kaserol. Masukkan petrolatum yang telah dicuci ke dalam kaserol. cuci petrolatum dengan 50 ml air panas sebanyak dua kali. Tes untuk lanolin: a. Identifikasi secara KLT Untuk produk yang mengandung air. b.5 gram amonium klorida P. Larutkan 50 ml asam sulfat 1N. Lanolin praktis tidak larut dalam air. larut dalam kloroform atau eter. 2. Uji kebasahan: Masukkan 35 gram kedalam beaker glass. 3. Lempeng KLT dipanaskan sebentar dalam lemari pengering. larutan tidak membentuk warna pink. tutup dan masukkan ke dalam hot plate selama 5 menit sampai ada pemisahan. titrasi dihentika hingga warna pink tidak terbentuk. larut dalam eter dan kloroform. lalu ditambah 510 tetes Asam Sulfat kemudian diaduk. tidak berasa. Setil Alkohol Dengan cara kromatografi gas 39 . Disemprot dengan larutan 250 gram antimon III klorida dalam 75 gram kloroform sterioda menunjukkan berbagai warna yang manjadi kuat jelas setelah pemanasan dalam lemari pengering pada 100 ° C.

Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol. 2. Dapat campur dengan air.5 g zat uji yang baru dipijarkan. Analisis Kuantitatif: 1. larutkan dalam 50 ml asam sulfat 1N. Pada 5 ml filtrate bersih tambahkan hidrogen peroksida akan muncul warna kuning merah. Pada 1 ml zat tambahkan 0. higroskopis.5 % terhadap rata rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan. tidak berbau. bau seperti malam.5 g ammonium klorida Pasal .3ml Kobal (II) nitrat terjadi warna merah karmin. TiO 2 Identifikasi: pada 500 mg zat tambahkan 5 ml asam sulfat dan dipanaskan perlahan. B.Prosedur: suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak. hamper tidak berasa. b. Analisis Kualitatif: Larutan plus NaOH dikocok seperti agar busa pada pengenceran. b. ZnO Analisis Kualitatif: Jika dipanaskan dengan kuat/pirolisa terjadi warna kuning yang akan hilang dengan pendinginan. tambahan 2.0. sifatnya tetap setelah dileburkan dan didinginkan. Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa. sukar larut dalam eter. bening. . Analisis Kualitatif: berfluorosensi lemah bila dicairkan.Sediaan Kosmetika -larutan kesesuaian sistem: timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal -Uji kesesuaian sistem: suntikan 2 mikroliter larutan kesesuaian sistem dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol: tidak kurang dari 4. mengkilap. Dengan reagen Parri reaksinya positif. Tri Etanol Amin (TEA) Berupa cairan kental. Bila perlu Bantu dengan pemanasan lemah. lengket.methanol. . Analisis Kuantitaf: timbang seksama 1. 40 . Maskara Asam Stearat Berbentuk kristal putih kekuningan. terus titrasi kelebihan sam sulfat dengan NaOH. dinginkan dengan air lalu disaring. 7. masisng masing sekitar 1. benzene. Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alakohol dan stearil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang. Setelah uap sulphur trioksida mucul lanjutkan pemanasan selama 1menit. pahit. aseton. kloroform. Vaselin Ialah benda dengan massa lunak. Analisis Kualitatif: a.Sistem kromatografi: kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisai nyala dan kolom 2 m x 3 m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA. Pigmen a. 6. Setelah larut sempurna tambahkan metal jingga.

sentrifugasi. dikerjakan pada sushu 205 ° C. terdiri dari kolom borosilikat.1N. titrasi dengan kalium tiosulfat 0. Propil P-Hidroksi Benzoate (Nipasol) Penetapan kadar: timbang 100 mg. Titrasi dengan HCl 1N. Pindahkan ke labu bersumbat kaca. Propilen Glikol Analisis Kualitatif: spektrum serapan infra merah dari lapisan tipis menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada propilen glikol. masukkan ke Erlemeyer 300 ml.. Identifikasi: kocok emulsi 2 kali volume dari 1:1 campuran dioksan-toluen. dengan membagi luas puncak propilen glikol dengan jumlah seluruh puncak kecuali puncak udara dan air lalu kalikan 100.Sediaan Kosmetika Timbang 2 g zat. tambahkan 75 ml air dan 2 tetes metal LB. tutup segera dengan kertas saring yang dibasahi 41 . 6. Silikon Fluid (L43) Merupakan silicon dalam krim. didihkan dengan 50 ml NaOH 1N selama 30 menit sambil mengganti kehilangan air karena penguapan. 8. Isopropil Palmitat/Isopropil Miristat Analisis Kualitatif: dengan kromatografi gas. Gunakan nitrogen Pasal sebagai pembawa dengan laju aliran 45 ml/menit. Setelah mencapai 210 ° suhu dipertahankan selama 8 menit. 7. dan tarik lapisan atasnya lalu uapkan. atur suhu kolom dari 90 ° -290 ° C dengan kecepatan 2 ° /menit. 4. gas pembawa helium kering. 9. Stearil Alkohol Identifikasi: Kromatografi gas dengan detector ionisasi nyala kolom berisi 10 % fasa G pada sistem penyangga SIA. Uji residu dengan spektrum infra merah untuk melihat silicon. Dan tambahkan pula 5 tetes asam sulfat 2N. Hitung percentase C 3 H 8 O 2 dalam propilen glikol. 3. Prosedur: suntikan secara terpisah sejumlah volume sama 5 mikro liter larutan baku dan larutan uji ke dalam kromatograf yang dilengkapi dengan detector ionisasi nyala. Tambahkan 50 ml KIO 3 Pasal . tambahkan segera 50 ml brom 1N dan HCl Pasal dan kocok selama 15 menit. 5. Gunakan helium Pasal sebagai gas pembawa. Analisis Kuantitatif: dengan kromatografi gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas dan kolom 1m x 4mm berisis bahan pengisi 5% G16 pada partikel penyangga S. Gliseril Monostearat Identifikasi: kromatografi gas dengan instrument yang dilengkapi dengan flame ionozation detector. Prosedur: suntikkan 10 mikro liter ke dalam kromatograf dan rekam kromatogram. Etil Alkohol Analisis Kualitatif: campurkan 5 tetes zat uji dalam gelas piala kecil dengan 1 ml larutan kalium permanganate 1 dalam 100.

warna akan memucat pada beberapa menit. sisanya adalah silica.750 nm.Zat 42 . Pindahkan ke dalam krus platinum.Encerkan dengan 50 mL air. Shellac Analisis Kualitatif : Pada 50 mg shellac tambahkan beberapa tetes campuran 1 g ammonium molibdat dan 3 mL as. Secarik kertas saring dicelupkan ke dalam zat warna .Ketika larutan mencapai garis teratas. terjadi warna biru intensif pada kertas saring. Terjadi endapan hablur ammonium magnesium fosfat. Zat Warna Kosmetika Mata 1. panaskan hingga melebur sempurna. dinginkan. kertasnya digantung pada bejana kromatografi yang berisi pelarut. Lalu ditetesi dengan reagen-reagen asam. Eye Shadow 1. D. dengan tinggi pelarut 1-1. lalu lihat perubahan warnanya.5 cm. lalu berubah menjadi lila. Identifikasi: campur 500 mg dengan Na 2 CO3 Pasal dan 2 g kalium karsonat P. Eyeliner 1. pindahklan dalam cawan dengan bantuan 150 mL air panas. merupakan serbuk halus berwarna putih kelabu. larutan natrium fosfat P. Sulfat . Tambahkan HCL Pasal hingga pembuihan berhenti. dicatat antara jarak sinar tampak 350. dinginkan. begitupun untuk garis akhir ( 15-20 cm dari garis awal). yaitu : # Kromatografi Kertas Pada kertas dibuat garis awal 2 cm di atas dasar kertas. Talk Adalah magnesium hidrat silikat hidrat alam . Zat warna larut air Ada beragam cara pendeteksian. 1% larutan zat diteteskan pada garis awal. absorpsi spektrum pada larutan berwarna diencerkan berlebih.5 g zat warna dilarutkan dalam 100 mL aquades panas.Sediaan Kosmetika dengan larutan segar 100 mg natrium nitroferisianida Pasal dan 250 mg piperazin Pasal dalam 5 ml air. 2. saring. Campuran warna sebaiknya dipisahkan dengan kromatografi kertas. kromatogram dipindahkan dan dikeringkan # Reaksi tetes dan karakteristik kelarutan dalam asam sulfat pekat Sebanyak 0. Jika terjadi endapan. larutan harus tetap jernih. Uapkan diatas penangas air hingga kering. tambahkan lagi 10 mL HCL P. E. # Spektrum Fotometri Dalam spektrum fotometri.Pada filtrate tambahkan 2 g ammonium klorida Pasal dan 5 mL ammonia encer. Minyak Mineral Analisis Kualitatif: didihkan 50 ml zat uji dengan 10 ml larutan KOH P 8% b/v dalam etanol 95 %P selama 2 menit. dikeringkan. C. dinginkan. tambahkan 20 mL air. Terbentuk warna hijau yang bertahan selama 5 menit.keringkan dalam udara terbuka. saring tambahkan.

Pigmen Warna bubuk pigmen dapat digunakan sebagai indikasi pigmen yang dipakai di kosmetika a.2. I.PENDAHULUAN I. Zat Warna Larut Minyak Digunakan identifikasi kromatografi lapis tipis.) Pigmen Organik Pigmen yang larut dalam dimetil fornamioda dapat diidentifikasi dengan spektrofotometri ataupun dengan kromatografi lapis tipis.) Pigmen Anorganik b. 3.1. DEFINISI Sediaan kosmetika rambut (bukan cat )adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk pemeliharaan/ perawatan serta pengobatan rambut agar rambut tetap sehat . 2. BAB III SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT (BUKAN CAT) I. bagus dan menarik.SEJARAH 43 .Sediaan Kosmetika warna diindikasikan berdasarkan panjang gelombang absporpsi maksimum.

3. 3. Anatomi Rambut Rambut adalah suatu bentuk tonjolan dari dalam kulit yang merupakan hasil pertumbuhan istimewa/ modifikasi di sel-sel epitel kulit yang terbentuk sebagai hasil keratinisasi sel germinative (tunas). TENTANG KULIT DAN RAMBUT A. Sabun yang mula-mula menggunakan busa dikembangkan pada tahun 1890 oleh seorang pemadam kebakaran Massachusetts. Jadi sabun tidak begitu efektif untuk membersihkan rambut karena sabun meninggalkan kotoran pada batang rambut. Keduanya dibentuk didalam melanosit. I. Ia juga membuka perawatan ketombe pertama di Inggris pada tahun 1908. Batang rambut. kelenjar yang mengeluarkan sekret sehingga memelihara kulit tetap halus dan rambut mengkilat.Sediaan Kosmetika Kosmetika rambut telah dipakai sejak jaman sebelum masehi dan setiap negara mempunyai ciri khasnya masing-masing. II. diman sel-selnya terdapat pada lapisan papila paling atas. otot polos kecil pada folikel rambut yang berfungsi sebagai penegak rambut. 5. Anatomi Kulit Kulit terdiri dari lapisan utama: 1. Kebiasaan ini juga dilakukan oleh orang yang hidup pada zaman itu dari mulai India sampai di Inggris. Epidermis. 2. B. bagian yang keluar ke permukaan. Sel-sel ini memiliki tentakel yang panjang seperti dendrit yang berperan dalam permulaan partikel pigmen ke dalam sel kortikol. Ia menghabiskan hidupnya untuk mengembangkan produk perawatan rambut. yaitu lapisan luar yang tipis dan terdiri dari jaringa ephitelium. Shampo memerlukan busa untuk menghilangkan ketombe berminyak dari kepela. air dan soda. Pigmen rambut. Shampo berasal dari kata "champo" yang artinya meremas. penata rambut Inggris memiliki budaya massage dan mencuci ketombe dengan campuran sabun. Pada abad ke-19 di Inggris telah dikenal shampo yaitu sejenis massage yang ditemui pada waktu orang-orang Turki mandi uap.3. Bagian-bagian rambut: 1. Saat itu setiap salon mengembangkan variasi resep yang berbeda dari resep dasar tersebut. Akar rambut berada di dalam folikel. Folikel rambut dibatasi oleh sel epidrmis dan diatas dasarnya terdapat papil tempat awal tumbuhnya rambut. Jaringan subkutan dan jaringan adiposa. Sabun. sebagai contoh: orang mesir kuno menggunakan jus jeruk dan asam sitrat yang efektif untuk mengurangi minyak dari rambut. Erektor pilorum. Dermis. terdiri dari jaringan ikat/jaringan fibrosa. Jhon Breck. yaitu lapisan dalam yang tebal. ada dua pigmen utama pada rambut yaitu melanin dan pheomelanin. 6. 2. 4.JENIS-JENIS SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT DAN FORMULANYA 44 . Diakhir tahun 1870.

methyl selulosa. • Zat pengental: zat yang perlu ditambahkan terutma untuk shampo cair jernih dan shampo krim cair. Contoh: dietanolamin laurat.dll. menghaluskan serta memberikan kilauan pada rambut dan mencegah kerontokan. Deterjen yang dapat digunakan ada bermacam-macam diantaranya adalah: a. 2. misalnya: • Clarifing agent : zat yang digunakan untuk mencegah kekeruhan pada shampo. rambut dan mata. tragakan . Contoh: butil alkohol. Tidak merusak kulit. 45 . Deterjen anionik dan amfofilik Deterjen golongan ini juga dapat merupakan zat tambahan sebagai surfaktan sekunder. fenol halogen. Biasanya sapat membentuk busa dan bersifat . metilen glikol dan EDTA. Bahan utama Bahan utama merupakan basis dari shampo. formaldehida. • Opacifying agent: sediaan yang menimbulkan kekeruhan. Tidak mengiritasi. • zat pendispersi: zat yang berguna untuk mendispersikan sabun Ca dan Mg yang terbentuk dari air sadah. Bahan Tambahan Adalah bahan yang digunakan untuk memberiakn sifat tertentu pada shampo. Deterjen non ionik Daya membusanya melemah.5 Formula umum shampo: 1. untuk melemaskan . Sangat penting pada pembuatan shampo krim dan shampo krim cair. c. etil alkohol. Contoh: lanolin. • Zat pengawet: zat yang berguna untuk melindungi rusaknya shampo dari pengaruh mikroba yang dapat menyebabkan rusaknya sediaan.Tween 80. Contoh: gom.SHAMPO Shampo adalah sediaan kosmetika rambut yang beruguna untuk membersihkan rambut serta kulit kepala. Syarat-syarat shampo: 1. Contoh ester-ester hidroksi benzoat. garam-garam fenil merkuri .5-5. 3. Sanga tdiperlukan pada pembuatan shampo cair dan shampo cair jernih. tetapi bila kena mata sangat perih dan beracun. 2. minyak mineral. Tidak toksik. Deterjen kationik Busanya bagus dan banyak.Contoh: komplekson III.Sediaan Kosmetika II. yang sering digunakan adalah C-12 metoksi polietilen glikol laurat yang juga berfungsi sebagai pelarut dari zat pewangi (parfum) b. Ada pada rentang pH 4. 4. CMC. • Zat pembusa: zat yang menghasilkan busa. isopropil alkohol.1. • Finishing agent : Zat yang berguna untuk melindiungi rambut dari kekurangan minyak pada waktu pencucian rambut.

Biasanya shampoo ini didiamkan selama 10 menit pada rambut dan kemudian disikat.5% Karena kurang baik dalam air sadah. shampoo berbasis serbuk dalam sabun telah banyak digantikan oleh ditergen sintetik. Sifat dari detergen ini tergantung pada panjang rantai asam lemak alkohol yang dipakai. juga termasuk alkohol monohidrat dengan panjang rantai C10-C18. Na seskaikarbonat. Sebagai basis sering digunakan serbuk pengabsorpsi seperti talk. Contoh formulanya : 46 .5% 4. Jenis-jenis Shampoo: 1. Untuk sekali pakai biasanya digunakan 3-4 gram. dimana ketika dipakai dengan pemijatan yang lembut pada kulit kepala. Contoh formula : Gliserin 20 Dietilftlat 50 Alkohol 650 Parfum 0. Shampoo kering cair (Liquid dry shampoo) Shampoo ini digunakan untuk membersihkan rambut dan kulit kepala pada saat tidak tesedia waktu untuk bershampoo dengan shampoo jenis busa biasa. Shampoo ini didesain untuk menghilangkan minyak dengan menggunakan pelarut yang sesuai seperti alkohol. Sodium lauryl sulfat biasanya dipakai untuk basis shampoo jenis ini. Shampoo cair jernih (clear liquid shampoo) Sebagian besar shampoo yang beredar di pasaran merupakan shampoo jenis ini. amilum. Contoh formulanya : Sodium bikarbonat 500 Disodium pospat 200 Serbuk sabun 300 Parfum 0. Shampoo kering (dry shampoo) Shampoo jenis ini berguna untuk pemakaian pada saat merasa kurang nyaman bila bershampoo menggunakan air.Sediaan Kosmetika • Antiseptik: zat yang dapat ditambahkan ke shampo dengan maksud untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme lain. Contoh formulanya : Talk 40% Amilum 15% Na seskaikarbonat 20% Barax 5% Fullerr’s Earth 20% 3. memberikan efek yang menyegarkan. dengan bahan dasar lemak alkohol tersulfatasi atau lebih dikenal dengan lauril atau alkil sulfat. Serbuk Shampoo (shampoo powder) merupakan bentuk shampoo yang kurang disenangi. • Zat pewangi atau zat pewarna: sering ditambahkan agar shampo menjadi menarik dalam bau dan warna. karena kurang praktis. 2.

Contoh formula: Basis shampoo .Sediaan Kosmetika 5.3-0. water to100% Shampoo krim cair atau lotion (liquid creame or lotion shampoo) Shampoo ini merupakan sediaan yang mudah dituang yang dibuat dari asam lemak alkohol sulfat atau dari detergan cair jernih dengan dicampur bersama stabilator atau apocifying agent yang sesuai. 47 .busa shampoo disemprotkan pada telapak tangan dan diusapkan pada rambut yang sudah dibasahi lalu digunakan seperti shampoo biasa. Contoh formulanya : Monoethanolamin lauryl sulfat (27% aktif) 400 Ethylene glycol monostearat 50 Air 550 Shampoo krim padat ( solid creame shampoo).7% Phenyl merkuri Gorat 0. Formulanya harus bisa muncul dari kepala sprayer dalam bentuk busa yang lembut dan mudah diatur. Di dalam perdagangan produk ini lebih dikenal dengan shampoo krim tapi ini merupakan nama lain dari shampoo pasta. Amonium Tietanolamin lauryl sulfat 600 Coconut dietanolamida 10 Ethoxylated lanolin alkohol 25 Air 365 Parfume 0. Kosentrat shampoo ini mudah didapat dari produsen detergen dan cukup hanya dengan dilarutkan dan ditambahkan zat pewarna serta parfum. colour. Triethanolamine Lauril sulfat (33%) 45% Coconut monoethanolamida 2% Perfume. 8.01% Counter charge: Basis shampoo 92 Propillent-2/114(50:50) 8 Shampoo berminyak (oil shampoo) Adalah shampoo yang berguna untuk menghilangkan kotoran serta minyak berlebihan pada rambut. 7. Untuk mempersiapkan pasta diperlukan lilin (wax) seperti setil alkohol sebagai pembangun dan sodium alkil sulfat berbentuk jarum atau pasta. tapi cukup kuat untuk dipakai secara efisien pada rambut di saat keramas. Sediaan ini mempunyai basis Natrium alkil sulfat yang dibuat dari fraksi alkohol yang memberikan produk yang mempunyai konsistensi tetap dengan kecenderungan untuk mengkristal seperti mutiara. Contoh formulanya: Sodium lauryl sulfat paste (34% active matter) 800 Cetyl alkohol 50 Air 150 Shampoo Aerosol (aerosol shampoo) Shampoo jenis ini dikemas secara khusus dalam bentuk sprayer. Penggunaannya hanya sebentar saja lalu dicuci sampai bersih. 6.

Sebagai contoh asam salisilat. Ketombe bukan disebabkan oleh kulit kepala yang kotor dan bukan karena jenis shampoo yang salah. wabe to 100% 9. kinina (antiseptik) 0.Penyubur Rambut (Hair Tonic) Sering juga disebut dengan Hair Lotion.1-1 %. tinctura capsici 15 %. Hal ini terjadi karena percepatan pergantian pelepasan sel epidermal dari aktifitas kelenjar lemak. Sebagai contoh asam pantolenat. β-naftol. Zat-zat antiseptik atau zat-zat yang berguna untuk membunuh kuman-kuman yang dapat menimbulkan penyakit sehingga dapat mengganggu perkembangan rambut. Sebagai contoh cloral hidrat 2-4 %. Seabagai contoh resorsin. asam askorbat. Pada umumnya berbentuk larutan jernih atau krim cair.5-2 % Alkohol 50 % 2) 48 . tinctura cantharides (dari sejenis kutu yang diperoleh dari maserasi /perkolasi) 1-5 %. 3) Zat-zat keratolitik atau zat-zat yang dapat memecahkan keratin. Shampoo anti ketombe umumnya merupakan campuran antara basis shampoo dengan suatu germisida. biasanya mengandung vitamin untuk rambut dan suatu germisida untuk membunuh jamur atau bakteri. Contoh formula umumnya : (phenol dan alkohol) β-naftol 0. dan sebagainya. asam salisilat/ turunan belerang.5% Colour. tidak berbusa. II.Sediaan Kosmetika Contoh formula : Sulphonated olive oil 16% Sulphonated castor oil 16% Water 68% Colour&parfume 2-5 Shampoo anti ketonbe (anti dandruff shampoo) atau medicated shampoo. dan sebagainya. 4) Vitamin-vitamin/ senyawa sulfur yang mengadung asam amino yang berguna untuk biosintesis dari keratin. resorsin dan belerang.2. Ketombe adalah suatu kelainan kulit terutama pada kulit kepala yang ditandai dengan tumbuhnya sisik yang berlebihan. Suatu Hair Tonic biasanya mengandung : 1) Zat-zat rubifacient (dari kata rubus artinya merah) atau zat-zat yang dapat bekerja merangsang pembuluh darah yang ada pada pembuluh kulit kepala dan juga dapat merangsang kerja kulit kepala. parfume. Contoh formula : Tritanolamin lauryl sulphate 14% Lauric monoethanollamide 1. mengandung alkohol dengan konsentrasi yang tidak begitu tinggi. Penyebabnya diduga karena jamur yang disebut pityrosporum ovale.5% Hexacholorophene 0.

Sediaan Kosmetika Air Gliserin Parfum (ekstrak alam) Quinin Quinin hydrochlorida Alkohol Air Parfum. Bahan-bahan yang digunakan  Stearyl dimetil benzol ammonium chlorida Sedikit bakteriostatik. Produk-produk yang dapat memberikan efek mengkilap harus mengandung alkohol terlarut dengan minyak seperti oley atau alkohol. Penggunaan lotion dan dressing memberikan efek yang berbeda dengan yang diberikan oleh produk konvensional. rwesin lotion. atau dapat juga berbentuk gel.2 % 30 % 69 % q. dapat berbentuk campuran minyak-minyak atau lemak baik M/A atau A/M.5 % 0. 50 % 1. digunakan baik pada wanita maupun pria. Contoh : Stearyl dimetil benzol ammonium chlorida 250 mg Ethylen glikol monostearat 50 mg Asam laktat 1 mg Air 699 mg 49 . Untuk wanita pada umunya mengandung zat-zat berlemak dan polimer harsa. Penambahan parfum yang digunakan pada produk perawatan rambut dengan bentuk lotion dengan atau tanpa penambahan minyak lemah. Hair dressing pria atau brilliantine atau lebih umum dikenal sebagai minyak rambut.01-0. Jika produk-produk digunakan dengan jumlah yang banyak efek yang digunakan dapat dicapai. pewarna 48 % q. warna q. Formula : Oley/ alkohol 15 % Perfomety quality alkohol 85 % Perfume. alkoholik lotion. Sebagai contoh Hair Dressing wanita atau musilago lotion (setting lotion atau wave set). sedangkan untuk pria lebih banyak mangandung minyak.Pemelihara Bentuk Rambut (Hair Dressing) Merupakan sediaan kosmetik rambut yang berguna untuk memelihara bentuk yang diingini dari rambut.s. dibuat emulsi atau krim dengan jumlah kecil asam lemak dan emulgator.s. q. castor oil atau ester dari tipe miristin isopropil.s.s. 0.5 % 40 % (vitamin dan asam tak jenuh) Etanol Birch cambiumsap Asam Borat Gliserin Diasetat 2% Air II.3.

B.0 % Air 90 % 1. 50 . Mucinago lotion (setting lotion/ wave set) Formula : Tragakan gom 1. b.0 Pewarna.s.s. Pengilau padat (solid brilliantines) Formula : Petrollum jelly 90 % Parrin wax 10 % Pewarna. 2.0 Karbovinil polimer Alkohol 40.s.Hair Dressing Wanita 1. pewarna q.2 q. 2. % aerated gel 0.s.8 % Zat pelindung q.5 1.2 % Alkolhol 10 % Gliserin 5. Pengilau cair (liquid brilliantines) Formula : Minyak mineral 60 % Deodorized kerosin 40 % Pewarna dan parfum q. Triton X-400 75 mg Cetylalkohol 3 mg Korl 8 mg A.Sediaan Kosmetika  Triton X-400 Terbuat dari campuran stearyl dimetil benzol ammonium chlorida dengan alkohol.0 % Alkohol 6. Pelekat tanpa minyak (non-oily flyative) Formula : Tragakan gom 1.5 96.parfum q. Pengilau alkohol (alcoholic brilliantines) Formula : Minyak kastor 20 % Alkohol industri 80 % Parfum.s.0 Air 54. c. parfum q.8 1.0 % Minyak kastor 2.0 % Air 83. Rean lotion Formula : % clear lotion Polivinil pirolidon 4.Hair Dressing Pria Pengilau (brilintines) a.0 PEG 2.s.

00 % 25% larutan kristal magnesium sulfat 2. beeswax (lilin). Formula : Sorbitol monolaurat 12.0 % Air 19. Minyak rambut semi solid non-aqueous Merupakan tipe yang tertua. ozokerite.00 % Minyak mineral 40. 3.0 % Mineral oil 5. mudah dicuci dengan air.0 % 5. Minyak Rambut a.0 % Preservatif q. Atau campuran yang sedikit lebih kompleks : Carnauba wax 5% Parafin wax 5% Petroleum jelly 70 % Minyak mineral 20 % 51 . telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu.Sediaan Kosmetika Gliserin 1.s.00 % b. 4. parafin wax.0 % Asam stearat 3.s. Minyak rambut padat atau solid Mengandung petroleum jelly yang telah dikentalkan. diwarnai dan diberi wangi-wangian.5 % Kalsium hidroksida 0.5 % Air 50. Pengemulsi (emulsions) Ada tiga tipe : a.s. ceresin.0 % Petroleum terdistilasi 45. Air dalam krim minyak (water in oil creams) Formula : Beeswax 1.07 % Asam oleat 1. wangi-wangian q. carnauba wax atau lilin sintetis lainnya. tampak basah.5 % Triatanolamin 1. b.6 % Parfum 1.0 % Mannitol monolaurat 19. tidak lengket. Gel Menjadikan tatanan rambut tahan lama.0 % Preservatif. parfum q. Sebagai pengental digunakan jelly. Zaman dahulu dikenal dengan nama lemak beruang (bears grease) dan antimacassar. dan memberikan kesan rapi. Minyak dalam krim air (oil in water creams) Formula : Minyak mineral putih 45. Contoh campuran yang sederhana adalah : Petroleum jelly 90 % Parafin wax 10 % Warna.

seperti pada formula berikut ini : Isopropil miristat 24 % Lanolin 1% Minyak mineral encer 75 % Pewarna. Bentuk sediaan yang transparan dapat dibuat dengan membentuk gel antara minyak mineral dengan zat yang cocok. Formulanya adalah : Minyak mineral encer 60 % Deodoran kerosen 40 % Pewarna. Pada sediaan ini ditambahkan zat kerosen yang tidak berbau busuk atau senyawa ester seperti isopropil miristat. Contoh komposisinya adalah : Aluminium/lithium stearat 5% Minyak parafin 95 % Minyak kastor. aprikot. Bahan-bahan tersebut dilelehkan bersama-sama kemudian diaduk hingga homogen. Campuran dipanaskan hingga 130°C dan diaduk hingga homogen. Tetapi perlu ditambahkan antioksida untuk mencegah minyaminyak tersebut menjadi tengik. pewangi.s. atau minyak wijen sebagai pengganti minyak mineral. Minyak rambut dengan pembawa alkohol Sediaan ini biasanya terdiri dari minyak jarak dalam pembawa alkohol yang diberi pewarna dan parfum. pewangi q. asam dialkil amino propionat dan polietilen. Metode yang terbaik untuk mendinginkannya adalah dengan membiarkan temperatur turun dari 120°C hingga 50°selama lebih dari 1 jam. pewangi q. 52 .s.s. Formula yang cocok adalah : Minyak mineral 90 % 12 hidroksi asam stearat 3% Mikrokristalin wax 7% Pewarna. pewangi q. Minyak rambut cair Sediaan ini bertujuan untuk mempertahankan kilau rambut dan mempertahankan tata rambut tetapi tetap terlihat alami.Sediaan Kosmetika Minyak rambut padat dapat dibuat dari campuran minyak mineral dan R-hidroksi asam stearat (diperoleh dari asam lemak minyak kastor yang dikeraskan).s. yang dapat membentuk lapisan film tipis pada helain rambut. Sebagai alternatif dapat ditambahkan lanolin dalam jumlah kecil. dll q. Zat yang dapat digunakan untuk membentuk gel minyak mineral adalah turunan gliseril tris-12-hidroksi-stearat. alpukat. Dengan penambahan zat kerosen tadi dapat menurunkan viskositas minyak petroleum encer. c. pewangi q. d. Dapat ditambahkan minyak yang berasal dari sayuran seperti minyak zaitun. Formulanya adalah sebagai berikut : Minyak kastor 20 % Alkohol 80 % Pewarna.s.

membuat rambut mengkilap dan mudah disisir. Kondisioner harus pada rentang pH 4. dan penggunaan sediaan minyak rambut seperti ini dapat dipakai dan terdistribusi dengan baik tanpa penambahan pelarut organik. Alkoholik tetapi sangat encer. Bertambahya kelarutan zat berlemak menambah fleksibilitas formula. Sedikit lemak akan menyebabkan rambut lebih mengkilap. Kondisioner juga dapat menambah cahaya pada rambut dengan mengubah indeks reflkesi dari rambut.Sediaan Kosmetika Walaupun telah diberi parfum. Kemudian digunakan polioksialkilena glikol yang memberikan efek penataan yang baik tanpa rasa lengket yang berlebih atau terlalu berminyak karena senyawa ini sangat larut dalam air. 53 .s. Sebagai pembilas setelah bershampo dan dibilas lagi selagi rambut masih basah.5. ester atau derivat protein. Kondisioner rambut terdiri dari 2 jenis yaitu : a.rniny atau lemak.Kondisioner rambut (Hair Conditioner) Adalah sediaan kosmetik yang digunakan segera setelah mencuci rambut ketika rambut masih basah. seperti pada formula berikut : Isopropil miristat 20 % Setil alkohol 2% Alkohol 78 % Pewarna. menjaga kelembutan rambut. aroma ringan minyak jarak masih dapat tercium walaupun telah dikeramas berkali-kali. Pada perkembangan selanjutnya digunakan hdirofilik dari beeswax dan lanolin. Kondisioner yang berkualitas baik menambahkan sedikit peptida ke dalam kutikula sehingga kutikula tidak dilang. pH yang lebih tinggi akan menyebabkan protein pada rambut akan hilang dan rambut akan menjadi rusak. agar rambut menjadi lembut dan mudah disisir. Kondisioner biasanya digunakan sebagai bagian dari shampoo 2 in 1 atau setelah mencuci rambut melindungi kerusakan rambut dengan mengikat atau menempel pada bagian rambut yang kasar sehingga rambut menjadi lebih lembut dan mudah disisir.4. lanolin. pewangi q. asam-asam tidak jenuh. minyak. Biasanya merupakan suatu emulsi minyak dalam air (M/A) yang apabila digunakan emulsi ini akan segera pecah dan akan meninggalkan campuran lemak atau minyak yang dapat melindungi. Isopropil miristat dapat menggantikan minyak jarak dan tidak meninggalkan aroma tertentu. yang mirip dengan minyak rambut. Zat-zat berlemak pengawet. contohnya lamolin yang teretolsilasi. Hal ini dapat diatasi dengan mengganti minyak jarak dengan alcohol oleyl tetapi dapat timbul aroma berlemak pada botol dan sisir. II. Shampo atau sabun dapat menghilangkan polipeptida dan menyebabkan kutikula hilang. dan sebagainya. mineral. Kondisioner juga berisi vitamin. Protein pada rambut akan bertahan pada pH rendah. zat penguat rambut seperti dimetil tiourea.0-4. protein yang dapat membantu memberikan kelembutan pada rambut. Sebagai dasar formula digunakan suatu kabionik deterjen dicampur dengan zat-zat berlemak seperti alkohol bermanfaat tinggi.

Dipakai pada rambut kering baik setelah penataan maupun pengeringan. Kelembutan II. Kekerasan 2. Sebagian resin yang digunakan shellac. Evaluasi Hair Spray Root dan Bohac (20) telah menetapkan prosedur dalam pengukuran sifat-sifat formula zat kimia yang terdapat pada hair spray yaitu : 1. Contoh formula kondisioner : • Mineral oil 25 % Deodorized kerosene 25 % Polyetilen glikol 200 stearat 9% Polyetilen glikol 200 oleat 3% Air 38 % Parfum q. shellac akan lebih mudah larut bila ditambah soda. Kejernihan 3.5. campuran shellac dengan hasil etoksilasi shellac atau resin lain yang larut dalam alkohol atau etanol. serta karena hair spray juga mengandung alkali maka kemungkinan juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Polivinil pivolidon (PVP) dalam konsentrasi 3 % dilarutkan dalam alkohol dapat menghasilkan lapisan kuat dan elastis. Stearil alkohol monostearat 0.5 % II. Air 97.2 % Sodium elonida 0.6. boraks.s.Pembentuk Rambut (Hair Spray) Adalah sediaan kosmetika rambut yang berguna untuk menjaga supaya rambut tetap pada susunan yang diingini. • 54 . isopropil.2 % Gliserol 0. Oleh karena penggunaan hair spray ini cara menyemprotkan. maka pada pemakainnya akan meninggalkan lapisan yang keras dan rapuh pada rambut hingga rambut menjadi kaku dan rapuh. parfum q. dapat ditambahkan lanolin atau isopropil ministat 20-50 %. juga kadang-kadang berguna agar rambut kelihatan kaku dan bercahaya.s. Hair Dressing (perias) atau cream dan mengkilap.5 % Pewarna. dengan atau tanpa penambahan NH4OH.6 % Benzalkenium chlorida 1. maka sangat diperlukan zat pendorong (propelant) dan wadah yang sesuai. Sebagai komponen utama digunakan resin atau damar atau harsa dengan konsentrasi 8-15 %.Pengeriting Rambut (Permanent Wave) Adalah sediaan kosmetika rambut yang berguna untuk merubah bentuk serta susunan rambut atau membuat rambut lurus menjadi keras.Sediaan Kosmetika b. Sifat mempertahankan kekeritingan 4. Oleh karena itu pada umumnya hair spray mengandung resin. Untuk melunakkan lapisan yang terbentuk. Resin tersebut dapat menimbulkan dermititis pada orang yang tidak faham.

Obat cuci 6. Na perborat atau hidrogen peroksida. lanolin. maka struktur rambut akan berubah hingga timbul gelombang. alat-alat yang dipanaskan. garam amonium. atau dengan reaksi kimia. untuk menghilangkan kelebihan reduktor. digunakan Na atau K sulfit. yaitu : A.0 % asam tioglikolat Cocok untuk rambut normal. kolesterol. Oksidator.Larutan basa yang mudah menguap Misalnya : amonia.0-6. Untuk memperoleh keriting yang lebih awet digunakan amonia dengan boraks dan natrium atau kalium karbonat. Obat suci 5. Obat cuci disiapkan dalam berbagai konsentrasi asam tioglikolat. Na bikarbonat.amonia 25 % 200 ml Air ad 1000 ml B. Selain itu juga untuk mengurangi kemungkinan keracunan asam tioglikolat dan daya tembus obat ke dalam kulit kepala. Cara kimia adalah cara yang paling praktis.riani tersulfonasi 20 ml Lar. minyak jarak yang tersulfonasi. dan keratin dikeraskan kembali dengan menggunakan reduktor.0 % asam tioglikolat Cocok untuk rambut yang mudah dibentuk atau rambut yang diwarnai. 2. dan minyak-minyak tersulfonasi. garam tioglikolat. Keriting panas (heat wave) Adalah cara pengeritingan rambut dengan pemanasan pada suhu 95-104°C. Reduktor. garam amonia. karena suhu minumnya yang tertentu dan dapat diatur. Misalnya K Bromat. maka keratin dari rambut harus dilunakkan terlebih dahulu. 2. minyak mineral.Keriting dingin (cold wave) Adalah cara pengeritingan rambut tanpa menggunakan pemanasan. Untuk menghambat kekeringan dan kerapuhan digunakan gliserin. Dianjurkan untuk melakukan tes aplikan pada sehelai rambut. 2. Konsentrasi sampai 8 atau 8. Na atau K karbonat. obat cuci yang digunakan berisi maksimum 10 % asam tioglikolat. Larutan zat kimia yang biasa digunakan adalah : 1.5 % digunakan untuk rambut yang sukar dibentuk.Sediaan Kosmetika Untuk merubah bentuk batang rambut. Dengan adanya suatu reduktor. Contoh Formula : Boraks 40 ml Ol. Aturan umum konsentrasi yang dianjurkan : 1.Larutan basa yang tidak menguap Misalnya : boraks. Ada 2 cara proses pengeritingan. 1. maka dibuat sediaan emulsi. Untuk profesional. Namun kekurangannya adalah waktu dan intensitas pemanasan sukar diatur. Untuk mengatasi ketidakjernihan dan kurang menariknya larutan. dengan menggunakan listrik. 3. kemudian dibentuk keriting seperti yang diinginkan. Pada konsentrasi diatas 10 % dapat mengakibatkan resiko terjadi iritasi kulit kepala dan kerusakan permanen rambut. 55 .Pada umunnya hanya rambut yang sehat yang akan menghasilkan keriting yang bagus. Na atau monoetanol amin.0-7. garam sulfit.

perfume q.2% 1. larutkan dalam 50 ml air.Pelurus Rambut Teknik yang biasa diapakai untuk membuat rambut keriting menjadi lurus disebut hair shaigh tening adalah suatu prosedur yang sulit menggunakan senyawa-senyawa kimia yang berbahaya dan harus dikerjakan oleh penata rambut profesional.7. Krim ini digunakan pada rambut dengan menggunakan sikat atau sarung tangan pelindung. kolom berukuran 2mx3mm dengan 10% fasa G2 pada sistem penyangga SIA. titrasi dengan perak nitrat 0.5% 1. KOH. menjadikan krim ini berbahaya bagi kulit dan mata dan harus ditangani secara hati-hati oleh orangorang yang terampil.1 N menggunakan indikator kalium kromat P.5% 97. III.Sodium Chloride Nyala pijar: kuning emas Beilstein: kuning hijau Rasa : asin Reaksi kristal: zinc uranil asetat Kuantitatif: timbang seksama 250 mg. Gas pembawa helium kering dikerjakan pada suhu 205oC.Sediaan Kosmetika II. rasa tawar Bilangan asam: tidak lebih dari 2 Bilangan iodium: Tidak lebih dari 2 Identifikasi: Kromatografi gas dengan kondisi detektor dengan api ionisasi.2% 0. Pelurus rambut hampir semuanya berbentukkrim atau lotion krim yang mengandung 2-4 % basa-basa kuat seperti NaOH. helai per helai secara merata setiap bagian. Injeksi dan detektor dipertahankan pada suhu + 275o dan 2500C.Stearil monostearat Pemerian: butiran atau potongan.s 0. Beberapa pelurus mengandung 4 % Amonium Tioglikolat sebagai bahan aktif. 1 ml perak nitrat setara dengan 5. 56 . atau 5 % Ca(OH)2 ditambah guanidin karbonat dan pH nya sekitar 12. Ikatan-ikatan disulfida yang membuat rambut keriting dipecah oleh reduksi alkaloid. LiOH.Kondisioner (hair conditioner) Contoh formula: Stearil alkohol monostearat Sodium chlorida Glyserol 0. putih. licin. 2. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT A.6% Benzalkonium chloride Water Colour.884 mg NaCl. bahan-bahan dasar yang dapat membakar kulit ini. Setelah beberapa waktu pelurusan tersebut membuat rambut kendur dan rambut keriting disisir menjadi lurus dan akhirnya rambut dicuci dengan shampoo. bau khas lemah.

memberikan reaksi terhadap klorida. 7. biarkan tersebar. Kualitatif: a.Glycerol Pemerian: cairan seperti sirup. Ketuk puncak kontainer untuk memastikan spesimen terdispersi. tambahkan 100 mg Natrium sitrat P. warna putih atau putih kekuningan. tidak berwarna.Methyl Celullose Identifikasi a.Lanolin Identifikasi KLT (kromatografi lapis tipis) Analisis kualitatif dengan reagen Lieberman-Bouchard 8. dinginkan. Kualitatif: tambahkan pada CuSO4 anhidrat. terjadi warna merah jingga. terjadi perubahan warna CuSO 4 anhidrat dari putih menjadi biru. tidak berwarna. jernih.0% b/v tambahkan 1 ml asam nitrat encer P atau larutan raksa (III) klorida P. b. larutan harus tetap jernih. Perlahan-lahan tambahkan 1 g zat ke atas permukaan 100 ml air dalam beaker glass.Minyak mineral Kualitatif:didihkan 15ml zat uji dengan 10ml larutan kalium hidroksida P 8% b/v dalam etanol (90%)P selama 2 menit. rasa manis diikuti rasa hangat. aduk sempurna. Biarkan sampai spesimen transparan dan mirip getah (+ 5 jam) . Larutakan 1. higroskopik. 5. tidak berbau. c. Panaskan dengan kalium bisulfat pekat: terjadi uap merangsang. Encerkan dengan air secukupnya hingga 10 ml. Jika disimpan beberapa lama membentuk massa hablur tidak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai + 200C. terjadi warna nyala hijau. Jika dibakar dengan sedikit natrium P diatas nyala api. 57 . Kualitatif: Larutkan 200mg dalam 1ml asam sulfat P. tambahkan 3 ml larutan α-naftol P. Benzalkonium chloride Pemerian: gudir tebal atau potongan seperti gelatin . b. tidak berasa. 4. tidak bau. terbentuk endapan putih yang larut dalam etanol (95%)P. Pada 5ml 1. panaskan diatas penangas air selama 5 menit. putar beaker glass untuk membasahi sisa zat. dinginkan dalam air es. bau aromatik rasa pahit.Sediaan Kosmetika 3. 6. tambahkan 500 mg senyawa serbuk P. hangatkan diatas penangas air selama 5 menit. Pada 2 ml bningan tambahkan 5 ml larutan Natrium nitrit P. a.0% b/v dalam campuran air dan etanol (95%) P volume sama. Encerkan dengan 58 ml air.Air Pemerian cairan jernih.

Suhu Lebur:380-420 C 3. tidak berwarna. c. b.Sediaan Kosmetika b. 58 . larutan menjadi kemerahan ketika dingin. 4. Terbentuk warna hijau yang bertahan selama 5 menit dan kemudian berubah menjadi nila. Pengeriting Rambut Ion (Permanent Wave) a.s Propellant 70% 1. Kualitatif: a.PVP (polivinil pirolidon) Pemerian: sebuk putih atau putih kekuningan. Pada 5 ml larutan 0. Shellac (sebagai resin) Kualitatif: Pada 50 mg tambahkan beberapa tetes camperan 1 g amonium molibdat dan 3ml asam sulfat. rasa asin dan basa. 2.45% Anhydrous lanolin 0. tambahkan 1 ml NaOH o. Keriting Panas 1. B. mudah menguap.Lanolin anhidrat Pemerian: kuning . lemak solid. terasa panas. Pembentuk Rambut (Hair Spray) Contoh formula: PVP 0.75% Ethyl cellulose 2. C. higroskopik. berbau lemah atau tidak berbau. tercium bau iodoform dan terbentuk endapan kuning. kemudian tambahkan perlahan-lahan 2 ml larutan iodium P. sedikit berbau atau praktis tidak berbau.5 % b/v. Panaskan beberapa ml larutan zat yang disiapkan untuk test a larutan menjadi berawan eandapan diatas (serpihan). Campurkan 5 tetes dalam gelas kimia kecil dengan 1ml larutan kalium permanganat P dan 5 tetes asam sulfat dengan larutan segar yang dibuat dengan melarutkan 100 mg Natrium Nitroprusida P dan 500 mg piperazina anhidrat P dalam 5 ml air.Etanol Pemerian: cairan jernih. terjadi warna biru intensif pada kertas saring setelah beberapa menit menjadi lebih pucat. Kualitatif: 10ml larutan 2% b/v tambahkan 20 ml HCl 1N dan 5 ml larutan kalium bikromat P terbentuk lanolin anhidrat kuning jingga. Tuangkan beberapa ml larutan yang disiapkan untuk tes a ke dalam piringan gelas.1 N. tidak berbau. Borax Pemerian: hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih.3% Alcohol 26% Perfume q. biarkan airnya menguap terbentuk lapisan film tipis.

tidak berwarna. larutkan dalam 50 ml air. Kualitatif: HCO3: Dengan pendidihan akan membentuk gas CO2 yang diidentifikasi dengan air barit. lapisan kloroform berwarna merah darah dan H2SO4 berfluoresensi hijau.Sediaan Kosmetika Kualitatif: Campur sejumlah zat dengan asam sulfat P dan metanol P. Na2CO3 Pemerian: serbuk putih mudah larut dalam air dan alkalis. Kualitatif: Na: uji nyala denga kawat nikrom memberikan warna kuning. asam palmitat) Bilangan penyabunan 177-187 Bilangan asam tidak lebih dari 2. asam linoleat. 2. rasa asin. Keriting Dingin 1. 5. tambahkan larutan merah metil P. 6. asam dihidrostearat.Kolesterol Kualitatif: Pada larutan 10 mg dalam 1 ml kloroform P tambahkan 1 ml H 2SO4 P. titrasi dengan H2SO4 1 N menggunakan indikator jingga metil. Kuantitatif: Larutkan sisa yang diperoleh pada kadar air dalam 50 ml air. asam risinolenat .0 b. Titrasi dengan HCL 0. titrasi dengan HCl 0.5 N dengan indikator jingga metil. NaHCO3 Pemerian: serbuk putih atau hablur monoktin kecil buram. terbentuk nyala warna biru. Kuantitatif: Timbang seksama 3 g. Minyak Jarak Merupakan minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin biji Ricinus comunis. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. pijarkan. Amonia Pemerian:cairan jernih.5 N. 3. 4. tidak berbau. 59 . Kuantitatif: Larutkan 1g yang ditimbang seksama dalam 20 ml air. bau khas menusuk hidung. Natrium sulfit Pemerian: hablur putih atau tidak berwarna. Kualitatif: bereaksi alkalis Kuantitatif: Timbang seksama 2g tambahklan dalam 20 ml HCL 1 N sambil mencegah penguapan titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan indikator merah metil. CO3: Tambahkan larutan Magnesium sulfat akan terbentuk endapan putih.

tambahkan 75 ml air.1 N. Shampo cair jernih (clear liquid shampoo) Contoh formula: Trietanolamin Lauryl Sulfat 45% Coconut monoetanolamide 2% Perfume colour to 100% 1. Kuantitatif: Larutkan 1 g dalam air dan encerkan dengan air secukupnya hingga 250 ml pada 25 ml tambahkan 3 g KIP dan 10 ml HCl P .Sediaan Kosmetika Kuantitatif: Pada + 500 mg yang ditimbang seksama tambahkan 50 ml iodium 0. hampir tidak berbau. TEA Pemerian: cairan kental. Kalium Bromat Pemerian:serbuk habluur putih. dinginkan m. Kuantitatif: Ukur 1 ml encerkan dengan air secukupnya hingga 1000 ml. bau lemah mirip amoniak. Zat untuk menambah viskositas: NaCMC Kualitatif: Tambahkan sedikit demi sedikit + 1g pada 50 ml air hangat sambil diaduk hingga mendispersi denga rata. Titrasi dengan kalium permanganat 0. Titrasi dengan HCl 1 N menggunakan indikator 2 tetes larutan merah metil. tidak berwarna hingga kuning pucat. 3. b. Kuantitatif: Timbang seksama 2 g. Tambahkan 1 ml HCl P dan titrasi dengan Natrium tiosulfat 0. mudah larut dalam air. Shampo krim cair ( Liquid cream shampoo) 60 . mudah terurai dan membuih kuat. 2. Pencuci Rambut (Hair Shampoo) a. encerkan dengan air secukupnya hingga 100 ml. masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 ml. lanjutkan pengadukan hingga diperoleh suspensi koloidal. terbentuk endapan halus putih. mudah terurai. Kualitatif: Jika ditambahkan alkali. Pada 10 ml tambahkan campuran dingin 2. Kualitatif: Parri :ungu + AgNO3 dipanaskan : cincin perak. higroskopik. Hidrogen Peroksida Pemerian:cairan tidak berwarna. titrasi dengan Natrium tiosulfat 0.1 N D.emenuhi syarat.1 N dengan indikator kanji P.1 N biarkan selam 5 menit.5 ml H2SO4 P dan 20 ml air. rasa pahit. Pada 5 ml tambahkan BaCl2 P dengan volume sama .

c. Panaskan 1g zat dengan campuran 25 ml air dan 5ml HCl P b. lapidan minyak memadat pada suhu kira-kira 50 0C dan lapidan air menunjukan reaksi Mg. Shampo krim padat (solid cream shampoo) Contoh formula: Sodium lauryl sulfate 90% 20% Sodium lauryl ether sulfate 27-30 % 20% Coconut diethanolamide 6% Anhydrous lanolin 6% Sodium chloride 1. . Bilas pendingin dengan 30 ml etanol mutlak P kemudian dengan air. preservative q.005 M dengan indikator hitam eriokrom campur P. Titrasi dengan Na2EDTA 0. Titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan indikator larutan fenolftalein.Filtrat tambahkan sedikit larutan seng uranil asetat. perfume. terjadi endapan kristalin kuning. 2. b. Kuantitatif: Timbang 500 mg lalu pijarkan.s Oleyl alkohol q.0% Sodium hydroxide 2. Larutan menunjukkan reaksi Na yang tertera pada reaksi identifikasi dan telah diasamkan dengan HCl P kemudian didihkan perlahan-lahan selama 20 menit. c.12% Colour. dingikan. Natrium lauril sulfat Kualitatif: a. Uji SO4 Sampel ditambahkan Ba(OH)2 terbentuk endapan putih Kuantitatif: Pada 5g yang telah dikeringkan pada suhu 1050C hingga bobot tetap tambahkan 25 ml H2SO4 1 N .Sediaan Kosmetika Contoh formula: Sodium lauryl sulfate 30% Magnesium Stearat 5% Distilled water 68% Ninol AB 21 q.2% Stearic acid 4. refluks selam 2 jam .Uji nyala. Uji Natrium .s 1. warna kuning emas tidak tampak dengan kaca kobalt. Sisa pijar tambahkan 10 ml HCl (100 %)P. Dinginkan. Magnesium Stearat Kualitatif: a. Panaskan pada penangas air10 menit lalu tambahkan 50 ml air dan 10 ml amonia P.s Parfume q. menunjukkan reaksi sulfat.s Water to 100% 61 . kocok lalu diamkan 12 menit.

c. terjadi sekilas warna ungu. Jika dibakar bau mirip malam. d. . 2. putih atau kuning pucat mirip lemak lilin.5% Hexachlorophene 0. Zat ditambahkan HCl dilatasi akan jenuh dan ditambqahkan tetes minyak pada permukaan akan menjadi padat. Larutan ditambah NaOH.+ Zn-uranil asetat: kristal kuning. Shampo berminyak Contoh formula: Sulphonated olive oil Sulphonated castor oil 16% Water Colour and perfume 16% 68% q. terdapat busa pada pengenceran. tidak tengik. c) Pada larutan 100 mg dalam 0.5 ml aseton P kocok.membirukan lakmus. Kualitatif a.468-1. water to 100% 1. Hexachlorophen Kualitatif: a) Panaskan perlahan-lahan 100 mg dalam tabung kimia .471 Bilangan asam tidak lebih dari 12 Bilangan iodium 79-78 62 .terjadi cairan tidak berwarna/ coklat kuning. b) Pada larutan 5 mg dalam etanol (95%) P tambahkan 1 tetes larutan besi (III) klorida P . Olive oil Pemerian : cairan kuning .Uji nyala(Ni) : kuning keemasan. b. Anti dandruff dan medicated shampoo Contoh formula: TEA lauryl sulfate 14% Lauric monoethnolamic 1. biru kemudian ungu. perfume. terpisah cairan berwarna jinga kuning larut dalam kloroform P dan eter P e. Asam Stearat Pemerian: zat padat keras mengkilat menunjukkan susunan hablur.5% Colour. yang pada pemanasan lebih lanjut berubah menjadi hijau. Indeks bias: 1.Sediaan Kosmetika 1.s 1. rasa khas.pucat atau kuning kehijauan. . NaOH Kualitatif: . dan pada suhu rendah sebagian dan seluruhnya membeku. kocok. bau lemah. beraksi asam pada lakmus.

Kumpulkan endapan dan pijarkan + 6000 hingga jika dilakukan penimbangan 2 kali berturut-turut tidak berbeda > 0. h. putih . Na2SO4 Pemerian : hablur tidak berwarna.Sediaan Kosmetika f. Kualitatif: -Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air. Shampo Serbuk (powder shampoo) 1. 2. g.2 % dari bobot sisa.5 2. Talk Pemerian:serbuk halus. panaskan sampai dengan mendidih. PEG-400 Nama lain: Makrogol-400 Pemerian: cairan kental hjernih tidak berwarna. tidak berasa. tidak berbau rasa pahi tdan asin. Tambahkan perlahan-lahan larutan BaCl2 panas sedikit berlebihan. Kuantitatif: Timbang seksama 500 mg larutkan dalam 250 ml air. tidak berbau. Shampo Kering Contoh formula: Talk Amilum Na seskuikarbonat Borax Fuller’s earth 40% 15% 20% 5% 20% 1. panaskan 30 menit diatas penangas air sambil diaduk.3% Air to 100% 1. tidak berwarna merah terang. praktis tidak berwarna bau lemah. Shampo Aerosol Contoh formula: Na lauril sulfat (100%) 30% TEA lauril sulfat(100%) 5% PEG stearat 3% Parfum 0. Amilum 63 . -Netral -Tambahkan larutan titan kuning. tambahkan 1 ml HCl P. Natrium pirophosphate Pemerian: hablur tidak berwarna Kuantitatif: + 3g yang ditimbang seksama dilarutkan dalam 50 ml air dan titrasi dengan HCl 1N menggunakan indikator warna hijau brom kresol hingga warna hijau yang menunjukan pH 4.

kocok.Sediaan Kosmetika Pemerian:Serbuk sangat halus.8% Zat pelindung q. Lidah Buaya Adalah Dried juice dari daun Aloe vera (Liliaceae) Isi:glikosida antrakinon Analisis: KLT E. hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan. Pemelihara Bentuk Rambut (hair dressing) 1. i. -Larutkan dengan pengocokan 250 mg dalam 5 ml air ditambahkan 0. Kualitatif: -Pada 5 ml larutan 2 % b/v. terjadi flokulasi putih. rasa tawar seperti lendir. kemudian ditambahkan kloroform sambil terus digerus. Lapisan asam akan dipisahkan kemudian dibagi #: # Bagian pertama digunakan sebagai blanko # Bagian kedua + Mayer → endapan putih # Bagian ketiga + dragendorff → endapan jingga coklat 2. asamkan terkadi warna biru tua. Shampo Telur Kuning telur Isi: protein albumin. Kualitatif: Didihkan satu bagian dengan 50 bagian air.putih. Tambahkan larutan iodium P terjadi warna biru yang bila dipanaskan hilang dan jika didinginkan timbul lagi.5 ml larutan benzidina P 1% b/v dalam etanol 90% P .Gom arab Pemerian: Hampir tidak berbau. setelah disaring filtrat dikocok dengan HCl 2N.2% Alkohol 10% Gliserin 5% Air 83. j. digerus dalam mortir. Lotion mucilago Formula: Tragakan gom 1. diperiksa dengan mikroskop tidak terlihat butiran merah. Shampo Tumbuh-tumbuhan 1. 64 .s 1. tidak berasa. Daun urang aring adalah daun dari tanaman Eclipta prostata (Asteraceae) Isi: alkaloid Analisis: Simplisia dibasakan dengan amonia encer. tambahkan 1 ml larutan tiombal (III) subasetat P. -Sedikit serbuk dalam larutan merah nitenium P.tidak berbau.

panaskan.Tragakan Pemerian: tidak berbau. Parafin Pemerian:cairan kental. tidak berfluoresensi. transparan.lakmus P.5 1. tambahkan 0.1 ml metil orang. Keasam-basaan:Didihkan 5 g dengan 10 ml etanol 90% yang telah dinetralkan terhadap lar.02 N. masukkan 1 tetes fenolftalein.2 q. Pengilau Cair Formula: Minyak minyak60% Deodorized kerosin 40% Pewarna dan parfum q. Masukkan zat yang telah dicuci kedalam casserole. campuram berwarna hijau. tidak berwarna. tutup dan masukkan ke dalam stirring hot plate selam 5 menit sampai memisah. Petroleum Tidak berfluoresensi Suhu lebur= 380-600 Uji keasaman: jika penambahan fenolftaleins pada uji kebasaan tidak berwarna pink. hampir tidak berbau dan hampir tidak berasa. diperiksa dibawah mikroskop terjadi butiran merah jambu. Lotion Resin Formula: % clear lotion PVP 4 PEG 2.0 Karbovinil polimer Alkohol 40 Air 54.parfum % aerated gel 0.Sediaan Kosmetika 2.5 96.8 1.s 90% 10% q. 3. Uji kebasaan: Masukkan 35 g zat kedalam beaker + 100 ml air panas. larutan tidak membentuk warna pink. warna tidak berubah.s (analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 65 .s (Analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 3.parfum q.0 Pewarna. -Pada 100mg serbuk tambahkan 1 ml Iodium 0.s 1. cuci dengan 50 ml air panas 2 kali. 2. Tuang lapisan air ke casserole. Kualitatif: -Sedikit zat dalam larutan merah nitenium. Pengilau Padat Formula: Petroleum Jelly Parafin wax Pewarna. 2.Titrasi dihentikan hingga warna pink atau merah tidak terbentuk. hampir tidak berasa.

Pengilau alkohol Minyak kastor Alkohol industri Parfum dan pewarna 20% 80% q.0% 19.bau seperti madu. Bee wax Pemerian:kuning hingga kuning kecoklatan.5% 0.5% Air 50.0% Minyak kastor 2.0% 19.halus.0% 5.s 5. Asam Oleat Bilangan asam 195-202 Bilangan iodium 85-92 Formula m/a Minyak mineral putih 45% Asam stearat 3. Pengemulsi Formula a/m Bee wax Kalsium hidroksida Asam Oleat Minyak mineral Parfum Air 25% lar.6% 1% 53. Gel Formula: Sorbitol monolaurat Petroleum terdistilasi Mineral Oil Mannitol monolaurat Air 12% 45.0% 66 .s (Analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 7.00% 40. rasa seperti balsam.0% Alkaloid 6.07% 1.83% 2.0% 1.Sediaan Kosmetika 4.0% Preservatif&parfum q.s 8.5% TEA 1. Pelekat tanpa minyak Tragakan gom 1.MgSO4 1. Suhu lebur: 62-650C 2.0% Air 90% Gliserin 1% Preservatif q.

2. +FeCl → reaksi warna c.butiran atau kepingan. Resorsinol Kualitatif: Tambahkan 2 tetes FeCl3 terjadi warna violet kebiruan yang jika ditambah amonia encer menjadi kuning coklat c. b.rasa manis. Encerkan dengan 25 ml air+ 50 ml brom 0.1 N daaan 20 ml HCl encer. Beta-Naftol Kualitatif: Dalam suasana basa berfluoresensi. Kuantitatif: Larutkan 700 mg dalam air secuknya hingga 500ml . +H SO P→ kuning –hijau –hitam 2 4 4. Penyubur Rambut (Hair Tonic) 1.putih. timbul bau metil salisilat. Belerang Endap 67 . a.1N hingga warna merah muda hilang dari lapisan organik. 3 c. Tambahkan 2 g KI dan 25 ml CCl4 dan titrasi segera dengan Na tiosulfat 0. TL: 109-1120C a. kuning e. b. Kuantitatif: Timbang seksama 3g larutan dalam 15 ml etanol (95%0P hangat yang telah dinetralkan terhadap larutan merah fenol. Tambahkan 2 ml larutan NaOH+ 1 tetes kloroform. Klorida tidak lebih dari 50 bpj Sulfat tidak lebih dari 100 bpj Arsen tidak lebih dari 8 bpj F.kocok dan biarkan dalam gelap 5 menit. panaskan terjadi warna merah tua+ HCl sedikit berlebih warna menjadi kuning pucat. 3. b.Sediaan Kosmetika 1. titrasi dengan NaOH 0.5N dengan indikator merah fenol. Pada asam atau garamnya ditambahkan asam sulfat pekat dengan mentol kemudian dipanskan.higroskopis. Sorbitol Pemerian:serbuk. Reaksi tetes dengan NBD-klorida . Asam Salisilat Kualitatif: a.pindahkan 50 ml ke dalam larutan iodium. tutup labu. Ditambah FeCl3 menjadi ungu stabil dalam spirtus ditambah aqua brom menjadi endapan putih Reaksi besi (III) klorida. warna ungu Jika larutan suatu senyawa salisilat direaksikan dengan asam klorida akan terjadi endapan kristal putih yang setelah direkristalisasi dengan air panas dan pengeringan akan meleleh pada suhu antara 156-1610C d.+ 20 ml air.

Larutan + CuSO4 + NaOH → biru ungu b. 2.Sediaan Kosmetika Kualitatif: Melebur pada suhu 1150C berupa cairan mudah bergerak berwarna kuning dipanaskan pada suhu 1600C menjadi kental berwarna gelap. bersihkan kulit kepala dengan irisan jeruk nipis. Kuantitatif: 50 mg zat = 5 ml NaOH. Fotometri spektral 2. dan kuning telur. pada pemijaran bau kacang. dan tidak mudah patah. Caranya. lentur. Untuk menghilangkan minyak yang berlebihan. dimasak 1 menit. Asam Askorbat Kualitatif: a.larutan + NaOH + Cu asetat → jingga Kuantitatif: Timbang seksama 400 mg larutkan dalam campuran 100 ml air bebas CO2 dan 25 ml H2SO4. Kinin Kualitatif: Pada 5 ml larutan 0. +FeCl3→kuning kehijauan b. pakai konditioner mulai dari pertengahan batang rambut sampai ujungnya.1 N menggunakan indikator larutan kanji. Zat Warna 1. Rambut kering Ciri utama : kusam. dua hari atau bahkan sehari setelah cuci rambut langsung berminyak lagi. 7. 5. 6. JENIS RAMBUT DAN PERAWATANNYA 1. Rambut berminyak Ciri utama : cepat kotor.1% b/v = 2 atau 3 tetes larutan brom P dan 1 ml ammonia encer terjadi warna hijau jamrud dalam H2SO4 berfluoresensi biru kuat. titrasi segera dengan iodium 0. Cara merawatnya : shampo yang cocok untuk jenis rambut ini adalah yang mengandung bahan pelembab. Asam Pantotenat Kualitatif: a. kita dapat memakai resep tradisional. 68 . Zat warna larut minyak Identifikasi menggunakan KLT. protein. Cara Merawatnya : keramas sedikitnya dua kali seminggu. Gunakan konditioner yang mengandung protein. IV. Zat warna larut air a. Kromatografi kertas atau KLT b. G. sesudah dingin + 5 cc HCl 1 N dan 2 tetes FeCl3 menjadi kuning tua. tidak bercahaya. Sesudah keramas.

Gantilah shampo anda secara berkala dengan merek lain atau boleh juga mempertahankan merek yang sama namun dengan menggunakan jenis lain. Makin banyak shampo yang digunakan rambut akan makin bersih pula. Menyikat rambut 100 kali setiap malam adalah baik. TIPS AGAR RAMBUT TETAP INDAH 1. Lalu jangan lupa 69 . karena menurut penelitian. gunakan sedikit shampo dan bilas sampai bersih. normal. akan makin efektif kerjanya. (SALAH) Sekalipun menggunakan sikat rambut yang baik. Makin panjang rambut. (SALAH) Pijitan kepala yang keras malah akan berakibat lebih banyak rambut yang akan rontok dari pada yang tumbuh 5. 7. Sebaiknya tidak membilas setelah menggunakan conditioner. 4. karena klorin pada air kolam renang bisa jadi problem besar bagi anda. lentur. (SALAH) Dalam menggunakan shampo kita harus menyesuaikan dengan panjang pendeknya rambut kita. (SALAH) Busa yang banyak tidak menjamin shampo makin efektif dalam membersihkan rambut. Cara merawatnya : keramas seperlunya. pemecahannya dengan menggunting ujung rambut tersebut. basahi rambut dengan air bersih sebelum masuk ke kolam. BENAR DAN SALAH SOAL RAMBUT 1.Sediaan Kosmetika 3. Kalau rambut kita berminyak. 6. 2. (SALAH) Kita harus membilas rambut kita dengan air setelah conditioner didiamkan selama satu menit. dan tidak mudah patah. Makin banyak busanya maka makin efektif shampo dan makin bersih rambut kita. atau kering). dibutuhkan shampo lebih banyak dari jenis yang kering. kemudian gunakan konditioner untuk mencegah rambut agar tidak patah. 2. makin banyak shampo yang kita butuhkan. Apabila rambut sudah pecah-pecah. Untuk mengatasinya. 3. Memijit kulit kepala dengan keras adalah baik. Hati-hati bila anda sedang berenang. kemudian merawatnya dengan conditioner. Conditioner ini akan efektif bekerja setelah didiamkan hanya dalam waktu satu menit. air ternyata memiliki efek proteksi terhadap rambut. (SALAH) Conditioner sebenarnya hanya melapisi rambut. kita tidak perlu menyikat rambut sampai 100 kali karena dapat menyebabkan rambut rontok. Conditioner membantu memelihara agar rambut tidak pecah-pecah (BENAR) Conditioner membantu melembutkan dan membuat rambut lebih sehat. Makin lama kita membiarkan conditioner diam di rambut. Rambut normal Ciri utama : tampak sedikit bercahaya. Hindari menggunakan satu merek shampo secara terus menerus karena akan membuat rambut “kebal” sehingga zat-zat aktif pada shampo tidak lagi efektif bagi rambut. Selain itu kita juga mesti menyesuaikan dengan jenis rambut kita (berminyak.

Matahari dapat menyebabkan warna rambut yang diwarnai. Bila gagal mewarnai rambut. Departemen Kesehatan RI . hindari menggunakan kosmetika rambut secara berlebihan seperti wax atau hair spray. Bila perbaikan telah dilakukan. jangan berusaha untuk memperbaikinya sendiri. Satu lagi. Sebelum keluar ruangan.1995.com/beauty/toptips/b-tips05.org/obat/paten/ketombe. Farmakope III. dan mengenakan topi renang (swimming cap). Perawatan Rambut Indah (bonus majalah kawanku. cuci rambut bersih-bersih. Jakarta.htm Http:www.indoline.Sediaan Kosmetika menyemprotkan leave-inconditioner.evelyn. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. warna rambut lainnya tidak boleh langsung “ditumpuk” di atas warna sebelumnya.hanyawanita. Pergilah ke penata rambut yang memang ahli dalam mewarnai dan mintalah pendapatnya. Pearce. karena akan membuat rambut kering dan rusak.1987. memudar. 3.1997) Http:www. DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan RI . Jakarta. rambut juga harus dirawat khusus agar terjaga kelembabannya. Agar hal ini tak terjadi pada rambut anda.Edisi 21/XXVII.Jakarta:PT. gunakan shampo khusus unutk rambut diwarnai.html 70 . Gramedia.Farmakope IV. Setelah selesai berenang. Pilih jenis ekstra lembut yang dilengkapi conditioner. gunakan sunspray.1979. Biasanya. 4.

Disamping aksesoris kebesaran. Sumbangan yang besar dari bangsa Mesir Purba pada bidang kecantikan atau pengetahuan mengenai adalah soal mandi. Sejak zaman dahulu hingga kini. Di keraton ada ungkapan “Ajining raga gumantung agunging driyo”. menggosok atau melapisi tubuh orang hidup maupun mati dengan lemak hewan. dimana hal ini terbukti yaitu dengan penggalian makam-makam raja (mumi) Mesir kuno. ada yang tradisional dan yang modern. dan untuk menutupi kekurangan-kekurangan. keriting dan pembalseman. SEJARAH Tatalaksana kosmetika secara umum sudah dilakukan sejak zaman Mesir Purba. seni tata rambut. minyak tumbuh-tumbuhan atau salep yang berbau harum. Sejak zaman dahulu orang harus membedakan antara tanaman yang beracun dan yang tidak sehingga lambat laun pengetahuan ini berkembang menjadi pengetahuan mengenai tanaman yang dapat digunakan untuk membuat ramuan-ramuan yang dapat menghilangkan rasa sakit dan melawan penyakit maupun memberikan khasiat yang lain seperti dapat menghilangkan noda pada kulit. dijumpai zat-zat warna sebagai hiasan pada kelopak mata serta rambut yang berwarna-warni. mengharumkan tubuh dan lain-lain. Penampilan banyak dipengaruhi oleh kesehatan. Merawat tubuh merupakan bagian dari kegiatan sehari-hari bagi setiap orang. Bagi orang Timur umumnya dan bangsa Indonesia. Pada waktu itu penggunaan kosmetik selalu diasosiasikan dengan kebiasaan menjalankan upacara keagamaan. Kosmetik Tradisional Keraton Pada zaman dahulu kala keraton menjadi pusat pemerintahan. artinya diri seseorang dinilai dengan penampilannya. harum. 71 . seperti misalnya membakar dupa wangi. dan putih. orang berupaya untuk mendapatkan tubuh yang bersih. seni berhias. pengecatan rambut. Caranya bermacam-macam. Jadi. terutama tumbuh-tumbuhan. Kosmetik semacam ini sering disebut sebagai kosmetik tradisional atau masyarakat mengenal sebagai jamu. kosmetik yang digunakan pada waktu itu berasal dari ramuan-ramuan yang berasal dari bahan alam. oleh karena itu banyak menyimpan data sejarah dan catatan budaya serta merupakan narasumber dari ilmu pengetahuan dan kebudayaan. putraputri keraton sangat memperhatikan perawatan kesehatan dan kecantikan secara tradisional dengan menggunakan jamu dan kosmetik tradisional. pengertian kosmetika pada zaman dahulu sudah memberikan pencerminan sesuatu yang terawat.Sediaan Kosmetika KOSMETIKA TRADISIONAL I. mulus. lembut. Penampilan para pria agung dan putrid-putri keraton dapat dibedakan dari masyarakat biasa.

Seduhan daun salam kering yang telah diembunkan semalam. SIFAT BAHAN Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam kosmetik tradisional mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1. diambil santannya untuk dioleskan pada wajah. Meskipun sediaan kosmetik yang dibuat dari bahan kimia telah memenuhi pasaran dunia. Contohnya sebagai berikut : a. 72 . 2. Adstringen Adstringen berguna untuk memperkecil pori-pori kulit yang melebar. untuk digunakan mencuci muka pada pagi hari. umumnya digunakan untuk kulit yang berminyak. Pembersih Berguna untuk membersihkan kulit dan dapat digunakan sebagai pengganti sabun terutama untuk kulit kering yang peka terhadap udara dingin. kemudian airnya digunakan untuk mencuci muka. 2. daun petai cina. daun dukuh. c. Tomat yang dipotong-potong dan ditempelkan pada wajah. Parutan daging buah kelapa yang sudah tua. b. digunakan untuk mencuci muka. b. Hal ini disebabkan oleh : 1. bahan-bahan yang digunakan dalam sediaan kosmetik tradisional ini umumnya didapat dalam kehidupan sehari-hari dan harganya pun terhitung murah. Caranya : Daun tersebut diremas-remas dan airnya digunakan untuk mencuci muka. Sebagai contoh adalah : a. Seduhan daun teh yang telah diembunkan semalam di tempat terbuka. 3. Buah segar yang dapat langsung dioleskan pada wajah yaitu buah pisang dan buah alpukat. Remasan daun dadap yang tidak terlalu tua. c. Penghalus Kulit Penghalus kulit berfungsi untuk mencegah keriput dini pada kulit dan menjaga kulit agar tetap halus dan lentur. cara pengolahan sediaan yang digunakan sangat sederhana sehingga setiap orang dapat dengan mudah membuatnya.Sediaan Kosmetika DEFINISI Kosmetik tradisional adalah kosmetik yang berasal dari bahan alam yang dapat dibuat sendiri secara langsung dari bahan segar atau bahan-bahan yang telah digunakan berdasarkan pengalaman atau penggunaan yang dilakukan secara tradisional atau turun temurun. namun tidak sedikit para ahli kosmetik yang mengalihkan perhatiannya kembali pada kosmetik tradisional. 3. Contoh : daun sirih. berupa jamujamuan. sediaan kosmetik tradisioanl ini telah digunakan oleh orang-orang tua dan menurut pengalaman hasilnya tidak mengecewakan karena sesuai dengan keadaan iklim Indonesia yang bersifat tropis. daun kemiri tua.

1 sendok teh madu. 73 . Madu Sekresi sakarin yang terdeposit dari sarang lebah Apis mellifera. laktosa. • Tepuk-tepuk muka dengan ujung jari dengan sedikit adstringens. Perawatan wajah 2. Caranya: • 1 sendok makan tepung terigu. • Kalau ada es batu kompreslah muka dengan memasukkan es batu ke dalam lap dan menekan-nekannya dengan selembut mungkin. Perawatan wajah Sediaan perawatan wajah dalam kosmetika tradisional antara lain adalah:  Masker wajah Masker wajah memberi rasa hangat. I. kemudian membersihkannya dengan cara mencuci muka dengan air. dan dapat menghilangkan sisa-sisa make-up pada wajah. bengkoang. Masker biasanya digunakan dengan cara mengoleskannya pada wajah dan membiarkannya selama beberapa saat. setengah putih telur dan susu secukupnya. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu berbagai jenis sediaan yang digunakan untuk perawatan secara tradisional berurutan sesuai penggolongan di atas. • Poleskan adonan susu dengan tangan. b. • Muka dibersihkan dengan cleansing milk. putih telur. Digunakan untuk kulit muka yang kering. Mengandung protein kasein. kentang. susu. Kelima bahan tersebut dicampur sampai terbentuk adonan yang lembek. Caranya: • 3 sampai 5 sendok makan susu sapi dicampur dengan 1 sendok makan tepung terigu. Perawatan rambut dan kulit kepala 4. protein dan vitamin yang berfungsi untuk memberi gizi pada kulit. lemak. kosmetik tradisional dibagi menjadi : 1. atau sampai kering. Bahan-bahan yang digunakan untuk masker wajah antara lain adalah buah alpukat.1. bersihkan dengan lap dan air hangat kemudian dilap dengan air dingin. madu dan wortel. menyerap kotoran dari kulit. Susu Untuk kulit muka yang sangat peka terhadap sinar matahari. Perawatan mulut dan gigi 6. Mengandung glukosa.Sediaan Kosmetika JENIS SEDIAAN PERAWATAN TRADISIONAL Berdasarkan jenis sediaan perawatan tradisional. kira-kira 15 menit. Pemakaian 5-10 menit tiap satu kali pemakaian dalam satu minggu. Perawatan tubuh 3. 1 sendok teh minyak. Contoh sediaan untuk masker wajah yaitu: a. Perawatan mata dan sekitarnya 5. mentimun.

dan C. biarkan mengering dan kemudian dicuci bersih. Masker ini dipakai setiap pagi sebelum mandi atau sore setelah beraktivitas. 74 . B2. Buah tomat ini berkhasiat menghaluskan kulit. Untuk mengangkat masker. Kemudian dioleskan pada muka sampai kering dan dicuci bersih. • Dilap dengan lap lunak yang dibasahi air hangat. Caranya: • Kuning telur dikocok lalu ditambah minyak. Caranya: Oleskan 2 sendok makan masker alpukat pada wajah dan leher dengan gerakan memutar. mengandung protein albumin. d. Isi: alkaloid kukurbitasin C dan stigmasterol. f. Vit. • Kompres dengan es. kolin. Bahan: 2-3 wortel muda. e. Jenis bahan yang digunakan disesuaikan dengan keadaan kulit pemakai. Isi : gula alcohol persiit 4. Wortel diparut dan dicampurkan dengan pati jagung muda. sebab pada pemakaian berikutnya bahan-bahan akan mengalami perubahan.7 %. Bagian dekat bijinya diparut lalu dipakai untuk kompres muka. cucilah wajah dan leher dengan air hangat kemudian dengan air es dan keringkan dengan handuk bersih. Khasiatnya untuk menghaluskan dan melembutkan kulit terutama untuk kulit berminyak. Lebih baik masker ini dipakai hanya sekali pakai. Pemakaiannya: potong buah yang segar dan tidak terlalu tua. Pemakaiannya: potong dua buah tomat yang telah masak lalu diambil bagian daging buah sebelah dalam yang mengandung biji. Caranya: Jagung muda diparut dan diperas. Wortel Mengandung vitamin A yang dapat memperbaiki sel-sel yang rusak. Vitamin A yang dikandung oleh wortel menurunkan zat semacam kolagen dan elastin yang membuat kulit wajah menjadi mengembang. • Oleskan pada muka yang telah bersih. biarkan agak kering sambil berbaring. Ketimun (Cucumis sativus Linn) Buah dari Cucumis sativum. bila telah kering bersihkan dengan air biasa. tomatin. Telur Untuk kulit kering dan keriput. Alpukat Dari buah Persea gratissima. 2 jagung muda. B1.Sediaan Kosmetika • Poleskan pada muka yang telah bersih. untuk obat jerawat dan memberi vitamin pada kulit. trigonelin. Tomat Isi: asam sitrat. Fe. • Bersihkan dengan air biasa. biarkan sesaat hingga pati dan airnya terpisah. Bermanfaat untuk mengencangkan kembali kulit yang mulai mengendur dan memulihkan kembali sel-sel yang sudah menua. karena masing-masing bahan mempunyai kelebihan tertentu: c. Biarkan sampai 30 menit atau sampai kering. g. alkaloid adenine. Ca.

Diamkan air perasan ini selama setengah sampai satu jam hingga terbentuk endapan putih di dasar wadah. gunakan larutan ini sebagai penyegar khususnya pada siang hari atau setelah beraktivitas. kemudian campurkan 2-3 sendok makan air rebusan serai dengan endapan bengkoang tersebut. air jeruk nipis (1 sendok teh). madu dan putih telur yang cocok untuk semua kulit. b. dan vitamin A.Sediaan Kosmetika • untuk kulit kering dan keriput. Supaya tahan lama. Jadilah krim pemutih yang bisa langsung digunakan. Setelah mengering. Mentimun Sangat cocok digunakan sebagai bahan perawatan untuk semua jenis kulit. dibilas bersih dengan air hangat. Pemakaiannya: Pada pagi hari dan cukup dioleskan secara merata pada kulit hingga mengering. madu (1 sendok makan). Larutan ini khususnya cocok bagi mereka yang memiliki kulit berminyak atau berjerawat. Pisahkan pati dari sari bengkoang. Jeruk nipis Mengandung vitamin C. digunakan masker kentang • untuk kulit muka yang sangat peka terhadap sinar matahari. Pisahkan pati dari air perasan atau sari bengkoang. Bahan: 2 buah bengkoang dan sebatang serai. Pembersih a. diperas lalu disaring. Mentimun    75 . Bengkoang diparut. Pemakaian secara rutin dua kali seminggu. kalium. digunakan masker susu Pemutih Umbi bengkoang memiliki pati yang dapat memutihkan kulit wajah. Sifat asamnya dapat mengurangi kadar minyak pada wajah dan mengecilkan poripori. Setelah wajah dibersihkan. Pisang dan alpukat Sebagai penyegar digunakan masker campuran dari pisang. digunakan sebagai penyegar terutama untuk kulit berminyak. Penyegar a. Bengkoang Bahan: bengkoang segar. c. Campurkan air jeruk nipis dan madu ke dalam sari bengkoang dan aduk hingga tercampur merata. Cara pemakaian: letakkan irisan mentimun pada wajah beberapa saat lalu gosokkan perlahan-lahan pada seluruh wajah dan leher. biasanya digunakan masker telur atau madu • untuk menghilangkan noda-noda hitam. diperas. simpan krim ini di dalam lemari pendingin sehingga dapat digunakan lagi. dan disaring lalu diendapkan. Endapan putih yang terbentuk itulah pati bengkoang. Caranya: Bengkoang diparut. zat besi. Caranya: Batang serai dimemarkan dan direbus hingga mendidih lalu didinginkan. Kandungan airnya mampu menyegarkan kulit wajah. d.

mengecilkan pori-pori. Jojoba Bermanfaat dalam merawat kulit wajah yang sensitif sebagai bahan dalam pembersih. diperas dan disaring. sehingga larutan yang dicampurkan cukup 2 atau 3 sendok teh saja. Penghalus/ pelembut wajah Pisang dan alpukat Bersifat lembut dan mengandung minyak yang dapat menghaluskan kulit wajah. Caranya: belimbing wuluh dan kunyit diparut. Batang serai dimemarkan dan direbus dengan sedikit air. mengandung minyak atsiri dan zat warna alkaloid kurkumin Jinten (Carvi fructus) mengandung 2. sebatang serai. Mawar Mengandung minyak atsiri yang digunakan untuk menghaluskan kulit wajah.5 – 7 % minyak atsiri. serta memberikan efek kuning pada wajah. Cocok untuk semua jenis kulit. Setelah dingin. Anti jerawat Bengkoang (krim anti jerawat) Bahan: 2 buah bengkoang segar. b. berguna untuk mengurangi jerawat. Apel Sari buah apel dapat digunakan sebagai tonik pembersih wajah. Camomile Mengandung azualen yang dapat menghaluskan kulit wajah. Bedak Dalam kosmetika tradisional dikenal bedak dingin yang berfungsi sebagai foundation. Esok paginya wajah cukup dibilas dengan air bersih. Daun bunganya dapat digunakan sebagai pembersih. Bermanfaat menghilangkan jerawat yang sudah parah. Simpan sisanya dalam lemari pendingin sehingga dapat digunakan lagi sesudahnya. Perlu diperhatikan bahwa endapan yang terjadi dari parutan bengkoang tidak terlalu banyak. air rebusan serai dicampurkan dengan campuran belimbing wuluh dan kunyit. kallium. Temu lawak ( Curcuma xhantorrhiza). Meniran mengandung alkaloid filantin dan hipofilantin. c. Terakhir semua bahan ini dicampurkan dengan pati bengkoang yang telah diendapkan dari sarinya.Sediaan Kosmetika Untuk pembersih digunakan masker campuran mentimun yang dihancurkan dalam yoghurt. Bedak asam    76 . Camomile Mengandung azualen yang berkhasiat mencegah timbulnya jerawat. Beberapa contoh sediaan bedak dingin adalah sebagai berikut : a. dan adanya sifat antibakteri menyebabkan adanya daya penyembuhan jerawat. 2 buah belimbing wuluh. 1 cm kunyit. Wortel Mengandung provitamin A yang berkhasiat menghaluskan kulit wajah. Krim ini dioleskan pada wajah setiap malam sebelum tidur.

Bedak jerawat Bahan : campuran batu tahu Banyuwangi dengan beras. sirih (Pipper betle Linn). biarkan sampai kering baru dicuci dengan air hangat. lalu digerus lagi sampai homogen. c. menguningkan. Cara pemakaian : Ramuan yang sudah kering tersebut dihancurkan dengan sedikit air dan digosokkan kuat-kuat pada seluruh tubuh hingga kotoran terlepas. mengecilkan pori-pori dan memberi efek kuning langsat.Sediaan Kosmetika Bahan : campuran dari satu (1) ruas jari asam kawak (Tamarandus indica Linn. tambahkan asam dan garam. • Lulur Pengantin 77 . Perawatan Tubuh Jenis-jenis sediaan untuk perawatan tubuh antara lain adalah :  Lulur Tubuh Lulur tubuh digunakan untuk membersihkan. Diseduh dengan air hangat. Cara pembuatan : Rendam batu tersebut beberapa hari dan airnya diganti berkali-kali sampai rapuh. segengam beras (Oryza sativa) dan sedikit garam NaCl. lalu dicetak bulat-bulat atau pipih supaya cepat kering. kemudian ditambah air jeruk nipis dan dibuat bulat-bulat atau pipih. bidara laut. mencegah terjadinya kerutan dan menghilangkan jamurjamur yang kerap terdapat pada lipatan-lipatan kulit. digerus lagi sampai homogen. menghaluskan. jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Khasiatnya untuk mengurangi jerawat. Bedak kekolotan (penghilang noda) Kekolotan adalah bintik bintik hitam yang terdapat pada muka. bidara laut kayunya dikir halus. kunir gede disayat atipis. Campuran bahan yang digunakan adalah ragi. Setelah itu digerus halus dengan beras yang telah direndam sampai homogen kemudian ditambah air secukupnya. Setelah itu digerus halus tanpa air. Pembuatannya adalah dengan cara menggerus lembut sirih segar atau kering dengan ragi. Beras direndam kemudian dihaluskan. kunir gede. basahi dengan filtrat. Contoh sediaan lulur adalah sebagai berikut : • Lulur Ramuan : Daun kemuning. I. disaringkan. Cara pembuatan : beras direndam lebih kurang satu minggu dengan mengganti air tiap hari. beras (Oryza sativa) dan garam NaCl. ditambah beras dan sedikit garam. b. Bedak kekolotan ini berkhasiat menghilangkan bintik-bintik hitam pada muka. Pembuatan : Daun kemuning dan bunga melati dihaluskan.). Bila perlu ditambah air sampai didapat sediaan yang seperti pasta kemudian dibuat bulat-bulat kecil dan dijemur sampai kering. beras yang sudah direndam dan ditumbuk. diantaranya disebabkan oleh pigmentasi yang berlebihan pada satu tempat. dibuat bulatan-bulatan kecil kemudian dikeringkan.2. Khasiatnya untuk menyembuhkan jerawat dan menghaluskan kulit. bunga melati.

adalah daun dari tanaman Ecliptica prostate (famili Asteraceae).kapur sirih dan jeruk nipis. Daun Belutas (Plucheae folium). dan menghitamkan rambut. Buah mengkudu Cara pemakaian : buah mengkudu yang telah masak diperas dengan air kemudian disaring. b.tawas . dan filtratnya digosokkan ke kulit kepala dan rambut. Sediaan kosmetik tradisional untuk perawatan rambut dan kulit kepala adalah sebagai berikut :  Pencuci rambut a. Perawatan rambut dan kulit kepala Perawatan ini bertujuan untuk melembutkan. kemudian diembunkan selama satu malam. Contoh sediaan untuk mandi rempah adalah sebagai berikut : Bunga kenanga (Canangium odoratum) 5 kuntum Bunga mawar (Rosa hybrida) 4 kuntum Bunga melati (Jasminum sambae) 1 gengam Krangean (Litsea cubeba) 2 jari Rimpang temu giring (Curcuma heyneana) 1 ruas Rimpang kunyit (Curcuma domestica) 1 ruas Pencegah Bau Badan Bahan yang umum digunakan daun beluntas . Daun urang-aring.  Penyubur rambut 78 .lendir. menguatkan. Isi: alkaliod minyak atsiri R/  R/  I. d. Air perasannya dipakai keramas. Kembang sepatu. zat pahit .Isi: alkaloid hibisetin. Ini dilakukan setelah masker dan lulur atau mangir tubuh yang telah dibersihkan.Sediaan Kosmetika Bunga kenanga (Canangium odoratum) 5 kuntum Daun kemuning (Muraya paniculata) 1 genggam Krangean (Litsea cubeba) 2 jari Jeruk purut (Citrus hystrix)-kulitnya 1 buah Temu giring (Curcuma heyneana) 2 jari Beras yang sudah ditumbuk 1 sendok makan Mandi Rempah/ Mandi air Bunga Mandi rempah atau mandi air bunga dimaksud untuk menutup kembali pori-pori dan memberikan keharuman pada kulit. adalah bunga dari tanaman Hibiscus rosasinensis (famili Malvaceae) . c. Jeruk nipis Cara pemakaian : jeruk dibelah dan digosokkan ke kulit kepala dan rambut.3. adalah daun dari Plucea indica (famili Asteraceae). disaring. e. ditambah air. biarkan kirakira 5 menit kemudian dicuci dengan air. Tangkai padi (merang) Cara pemakaian : tangkai padi dibakar.Isi: alkaloid.

Bahan yang biasa digunakan adalah daun lidah buaya (Aloe vera). Caranya : 79 . aloe emodin. asam amino dan catalas. dan dioleskan pada rambut dengan menambahkan sedikit air terlebih dahulu.Sediaan Kosmetika Sediaan penyubur rambut digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan rambut. diambil bagian dalamnya yang berbentuk seperti agar-agar. Keesokan harinya rambut dikeramas. Merang Cara pemakaian : 1 genggam merang. b. dan Lawsonia inemis. Penghilang ketombe a. b.  Biji pepaya tua (Carica papaya ) Cara pemakaian : 1 genggam biji pepaya tua (Carica papaya) disangrai kemudian ditumbuk halus. yang diperoleh dari tanamanyang sudah berbunga. rambut kemudian diselimuti dengan handuk atau kain bersih. Kelapa Cara pemakaian : 1 buah kelapa (Cocos nucifera) diambil santannya. Urang aring Mengandung getah yang berwarna hitam dan alkaloid yang berfungsi menghitamkan rambut. Lawsonia spinosa. dimasak hingga keluar minyaknya dan minyak inilah yang kemudian dioleskan pada kulit kepala dan didiamkan selama 1 jam. Daun lidah buaya Mengandung aloin. diperas lalu disaring. Penghitam rambut   a. Jika sudah selesai. Cara pemakaian : pengobatan dilakukan sehari sekali setelah mandi sore. Santan kelapa Cara pemakaian : siram rambut dengan santan dan diamkan selama 30 menit sampai satu jam kemudian bilas dengan air hangat hingga bersih dan tidak lengket. jeruk nipis. b. dan warna yang dihasilkan relatif stabil. seledri dan lain-lain. Keuntungan pengguanan henna sebagai pewarna rambut antara lain tidak menyebabkan iritasi. Pewarna rambut Henna Henna merupakan zat warna rambut yang mengandung serbuk kering dari Lawsonia alba. selama semalam dan digunakan untuk keramas. Henna mengandung zat warna 2-hidroksi-1. Bagian dalam dari daun digosokkan di kulit kepala sambil dipijatpijat. bonggol pisang (Musa paradise). a. santan kelapa daun urang aring. dibakar lalu direndam dalam 1 L air. Cara pembuatan : daun lidah buaya dibelah.4 naftoquinon yang larut dalam air panas dan larutan asam serta dapat mewarnai keratin. wortel. sensitisasi dan tidak menyebabkan toksisitas local maupun sistemik.

lalu biarkan 15 menit. 3. I. R/ Jeruk nipis yang sudah tua 1 buah Telur ayam 1 butir Pelembut rambut (hair conditioner) Telur a. b. tannin. Daun pandan ( Pandanis folium )mengandung minyak menguap. biarkan 15 menit kemudian cuci dengan air hangat-hangat kuku. cuci dengan air biasa.4.  Oleskan pasta tersebut pada rambut yang telah dikeramas terlebih dahulu. Teh Cara pemakaian : air teh sisa kemarin dipakai untuk mengompres kepala. Perawatan mata dan sekitarnya Perawatan mata dan sekitarnya dimaksudkan untuk melindungi mata dan memperindah mata dan sekitarnya.   1. lalu dibersihkan dengan shampo dan dikeringkan. bulu mata. glikosida. 2. saponin.5. Untuk rambut kering Basahi rambut dengan air. b. oleskan santan yang telah ditambah dengan perasan jeruk nipis. Ginseng (Panax radix) mengandung triterpenoid.Sediaan Kosmetika  Serbuk henna dan air panas dibuat menjadi pasta kemudian diasamkan dengan asam nitrat. seperti alis. asam adipat atau asam-asam lainnya yang sesuai hingga pH mencapai 5. Penguat rambut Sediaan ini berguna untuk mengatasi kerontokan rambut yang berlebihan dengan menggunakan bahan-bahan alami antara lain. pulaskan kuning telur yang sudah dikocok pada rambut hingga rata. 2. Dikerjakan seperti di atas. steroid. Untuk rambut berminyak Digunakan kuning telur yang telah dikocok dicampur dengan perasan jeruk nipis. 1. Kulit buah jeruk purut merupakan bagian luar kulit buah Citrus hytrix. minyak atsiri. Hasil olesan ini ditutupi dengan handuk. Adapun contoh sediaannya adalah sebagai berikut: a. mengandung saponin. Sediaannya meliputi :  Pencuci mata 80 . Jeruk nipis Setelah rambut dikeramas. dan kelopak mata agar senantiasa sehat dan tetap kelihatan cerah bersinar. biarkan selama 50-60 menit. R/ Daun mangkokan (Nothopanax scuttellarium) 4 helai Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) 4 helai Bunga kenanga (Canangium odoratum) 4 kuntum Kulit jeruk purut (Citrus hystrix) 1 buah Krangen (Litsea cubebae) 2 jari Minyak kelapa 10 sendok c.

 Pemerah bibir Digunakan untuk memberi warna merah pada bibir. dipanaskan diatas api sampai kental. kemudian digosokkan pada gigi agar menjadi lebih putih.6.5.  Pemutih gigi Bahan yang digunakan adalah biji asam yang sudah disangrai dan dihaluskan.s Cara penggunaan: laba-laba dibakar sampai hangus. bersih dan tidak terlihat letih. pinang.  Penghitam alis Bahan yang digunakan adalah daging buah kemiri yang disangrai lalu ditumbuk sampai halus. lalu digerus halus. Minyak pale dibuat dari memanaskan sarang lebah dan minyak kelapa. kemudian didinginkan terlebih dahulu. antara lain :  Pelemas bibir Digunakan untuk menghindari atau mengatasi pecah-pecah pada bibir dan bibir tampak selalu basah. Contoh sediaannya adalah sebagai berikut :  Pembersih dan pelunak kuku Bahan yang bias digunakan antara lain adalah : 81 .s Minyak kelapa q. setelah dingin dan memadat baru dioleskan ke bibir. Pemakaian dilakukan dengan cara dikompres. Juga digunakan daun sirih. ditambahkan malam dan minyak kelapa.  Maskara Digunakan agar bulu mata kelihatan lebat. lebih lentik dan menarik. daun saga. bahan yang digunakan antara lain adalah daun sirih.Sediaan Kosmetika Digunakan agar mata tetap tampak jernih. kapur sirih. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Sediaan perawatan kuku dan kulit sekitarnya digunakan dengan maksud untuk menjaga kesehatan dan memperindah kuku dan kulit sekitarnya. Bahan-bahan yang digunakan adalah : R/ Laba-laba besar (Mygale yavanica) 1 ekor. kapur sirih. I. Penggunaannya dilakukan dengan dicampur sedikit air terlebih dahulu. digunakan beberapa sediaan. I. gambir. gambir. penggunaannya dilakukan dengan cara dioleskan. kapulaga. daun saga. Malam q. pinang. Perawatan mulut dan gigi Untuk perawatan mulut dan gigi. kapulaga dan cengkeh. Bahan yang digunakan antara lain adalah : Daun kecipir muda yang direbus Air dari pohon kelor Daun sirih segar yang diremas-remas kemudian diseduh dengan air dingin. Bahan-bahan yang digunakan adalah minyak pale atau air jeruk nipis. baru dioleskan pada bulu mata. dan cengkeh.

Sediaan Kosmetika  ♥ Minyak zaitun. lalau ditetesi dengan jeruk nipis agar lebih lembut. putih telur. Perawatan tubuh 3. Penghalus kuku Untuk menghaluskan kuku biasanya digunakan campuran tepung kanji. alpukat. Perawatan rambut dan kulit kepala 4. Perawatan wajah 2. Pemerah kuku Pemerah kuku digunakan untuk memberi warna merah pada kuku. Perawatan Wajah Sediaan kosmetika yang digunakan untuk perawatan wajah antara lain : a. sediaan kosmetika tradisional dibagi menjadi beberapa kategori : 1. ♥ Minyak castor/minyak jarak. tepung beras dan talk. Masker Bahan yang umum digunakan sebagai masker wajah antara lain buah mentimun. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KOSMETIKA TRADISIONAL Berdasarkan tempat pemakaiannya. susu. Perawatan mulut dan gigi 6. kapur sirih dan tawas digerus. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu sediaan kosmetika tradisional sesuai dengan penggolongan di atas : 1. Minyak kelapa (Oleum cocos) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan panas daging biji Cocos nucifera. dipanaskan terlebih dahulu kemudian kuku direndam di dalamnya. Perawatan mata dan sekitarnya 5. jeruk nipis. Isi : gliserida asam lemak (asam laurat. bengkuang. R/ Madu 1 sdt Tepung terigu 1 sdm Minyak kelapa 1 sdm Putih telur 1 butir Susu secukupnya 1. madu. asam miristat) Analisa :  82 . tomat. dioleskan pada kuku. Bahan yang digunakan yaitu : R/ Pacar Kuku Kapur sirih Jeruk nipis Tawas Cara pemakaian : daun pacar kuku.

membentuk endapan hitam • Mollisch (3% α-naftol dalam alkohol) : terbentuk cincin ungu Deniges (HgSO4 + H2SO4) : endapan putih Dekstrin : Mollisch positif. Adanya pasangan elektron bebas dalam atom nitrogen menyebabkan alkaloid dapat membentuk kompleks yang tidak larut dengan logam-logam berat. setelah disaring filtrat dikocok dengan HCl 2N. • •  • • • • Luff (CuSO4 + asam sitrat + Na2CO3) : mereduksi. Lapisan asam dipisahkan kemudian dibagi menjadi 3 : 1.  Asam-asam lemak mempunyai rumus struktur yang mirip. dimana gliserin dapat dideteksi dengan uji Carletti. Avokat Adalah buah dari Persea gratissima (famili Lauraceae) Isi : gula alkohol persiit 4. 4. Metode : simplisia dibasakan dengan amonia encer.Sediaan Kosmetika Gliserida asam lemak jika dihidrolisa dengan asam (misalnya HCl atau H2SO4) akan terurai menjadi gliserin dan asam lemak pembentuknya. Luff positif Dengan aqua iod : terbentuk warna merah ungu Dipanaskan dengan larutan air aksn berbusa Cuprifil positif Dibawah mikroskop tampak seperti amilum • 3.7% Analisa : Memberi reaksi positif pada reagen gula dan alkohol. Bagian pertama digunakan sebagai blanko pembanding 83 . kemudian ditambah beberapa mililiter kloroform sambil terus digerus. Mentimun Adalah buah dari Cucumis sativum (famili Cucurbitaceae) Isi : alkohol kukurbitasin C dan stigmasterol Analisa : Alkaloid Adalah senyawa metabolit sekunder yang dalam struktur molekulnya terdapat atom Nitrogen (umumnya heterosiklik). digerus dalam mortir. Madu Adalah sekresi sakarin dari yang terdeposit pada sarang lebah Apis mellifera (famili Apiadae) Isi : karbohidrat fruktosa dan dekstrin Analisa :  Fruktosa :  2. sehingga untuk menganalisisnya menggunakan analisis instrumen misalnya HPLC dan GC.

dll)  Protein • Mengendapkan larutan Tanin 1% • Mengendapkan pereaksi Dragendorf. Analisa : Minyak atsiri • Teteskan 1 tetes minyak pada permukaan air. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. Tambahkan larutan Iodium P. Bagian kedua diberi pereaksi Mayer. 7. dalam suasana asam. • Kocok sejumlah minyak dengan larutan NaCl P jenuh volume sama. Analisa :  Karbohidrat • Memberi reaksi positif pada pereaksi karbohidrat (Tromer.  Lemak • Mengendapkan pereaksi Liebermann-Burchard (asam asetat anhidrat dan asam sulfat pekat) memberi warna hijau Jeruk Nipis (Citri fructus) Adalah buah dari tanaman Citrus sinensis (famili Rutaceae) Isi : Minyak atsiri. • Penetapan kadar minyak atsiri Campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cara penyulingan. Tepung terigu (Amylum tritici) Adalah pati dari Triticum vulgare (famili Graminae) Isi : Amilum Analisa : Didihkan satu bagian dengan 50 bagian air. biarkan memisah. Fehling. glikosida. isi buret hingga penuh.73%. Deniges. sehingga penyulingan berlangsung dengan 5. Bengkuang Adalah buah dari tanaman Pachyrrhizus erosus.Sediaan Kosmetika 2. 84 . permukaan air tidak keruh • Pada sepotong kertas. Mayer. dimana endapannya tidak larut dalam spiritus berlebih. 6. Identifikasi spesifik untuk alkaloid dengan analisa instrumen karena mempunyai struktur yang mirip pada beberapa senyawa alkaloid tersebut. protein dan lemak. volume air tidak boleh bertambah. Bagian ketiga ditetesi pereaksi Dragendorf. diamati ada tidaknya endapan putih. panaskan dengan tangas udara. teteskan minyak tidak terjadi noda transparan. diamati ada tidaknya endapan warna jingga coklat. Osazon. pasang alat. Isi : karbohidrat 10. Bouchardat. asam sitrat. damar. terjadi warna yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali. 3.

Sari filtrat 3 kali. cara penentuan yang paling cocok adalah dengan KGC. Diterpenoid Secara kimia sangat mirip. titrasi dengan larutan NaOH 1N menggunakan indikator fenolftalein P. Larutkan sisa dengan 2 ml metanol P. Steroid dan triterpenoid Pengenalan didasarkan pada kemampuannya membentuk warna dengan pereaksi Liebermann-Burchard. Senyawa-senyawa terpen ini sangat mirip strukturnya sehingga biasanya dianalisa dengan instrumen (HPLC atau GC) • Asam sitrat ♥ Kuantitatif : Timbang seksama 3 g. dan uapkan pada suhu tidak lebih dari 50°. Metode : simplisia disari dengan eter. kemudian catat volume dalam % v/b (lihat lampiran 1) • Minyak atsiri adalah campuran senyawa hidrokarbon yaitu terpenterpen yang dianalisis sebagai berikut : 1. dinginkan. Terbentuknya warna ungu menunjukkan adanya senyawa triterpenoid dan warna hijaubiru menunjukkan adanya senyawa kelompok steroid. kocok. tiap kali dengan 20 ml campuran 3 bagian volume kloroform P dan 2 bagian isopropanol P. larutkan dalam 100 ml air. Pada 20 ml filtrat ditambahkan 25 ml air dan 25 ml timbal (II) asetat 0. Metode : simplisia disari dengan eter kemudian sari eter diuapkan hingga kering. 3.Sediaan Kosmetika lambat tapi teratur. terbentuk warna-warna yang menunjukkan adanya senyawa monoterpenoid dan seskuiterpenoid. diamkan selama 5 menit. saring. • Glikosida Cara identifikasi glikosida : • Larutan percobaan Sari 3 g serbuk simplisia dengan 30 ml campuran 7 bagian volume etanol 95% P dan 3 bagian volume air dalam alat pendingin alir balik selama 10 menit. 2.4 M. Mono dan seskuiterpenoid Pengenalan didasarkan pada kemampuannya membentuk warna-warna dengan pereaksi anisaldehid-asam sulfat atau pereaksi asam sulfat. 85 . ♥ Kualitatif : Dengan larutan perak nitrat membentuk endapan perak sitwarna putih yang larut dalam larutan amonia encer. saring. kemudian sari eter diuapkan hingga kering.setelah penyulingan selesai biarkan 15 menit. Pada kumpulan sari ditambahkan natrium sulfat anhidrat P. Pada residu diteteskan pereaksi Liebermann-Burchard. saring.

terbentuk cincin warna ungu pada batas cairan. Evaluasi dengan campuran benzen P – etanol 95% P (70 : 30) dengan jarak rambat 15 cm. (reaksi LiebermannBurchard).1 N ♥ Menghilangkan warna larutan diklorofenol-indofenol ♥ Larutan dalam air + NaOH + asam lemah + 1 tetes FeSO ungu 4 : • Vitamin B 2 Larutan 1 mg dalam 100 ml air.25 mm.1%. dilihat dengan cahaya yang diteruskan larutan berwarna kuning pucat kahijauan. B2. larutkan sisa dalam 5 ml asam asetat anhidrat P. titrasi dengan iodium 0. menunjukkan adanya glikosida. saring. C. trigonelin. Fe. bercak tidak berfluoresensi. berfluoresensi hijau kekuningan intensif. terjadi warna biru atau hijau. uapkan diatas tangas air. dengan indikator larutan kanji. Semprot kromatogram pertama dengan anisaldehida-asam sulfat LP. menunjukkan adanya ikatan gula (reaksi Mollisch) • Komatografi Lapis Tipis Sari 300 mg serbuk simplisia dengan 5 ml metanol P. amati dengan sinar UV 366 nm. larutkan dalam campuran 100 ml air bebas CO2 dan 25 ml asam sulfat 10% v/v. panaskan pada suhu 110˚ selama 10 menit. Tambahkan 10 tetes asam sulfat P. Ca. pada dua titik masing-masing 20μl filtrat pada lempeng KLT silika gel GP setebal 0. tomatin. Tomat Adalah buah dari tanaman Solanum lycopersicum (famili Solanaceae) Isi : asam sitrat. 0. yang dengan penambahan asam mineral atau alkali fluoresensi hilang. ♥ Timbang 400 mg. kolin. Tambahkan hati-hati 2 ml asam sulfat P. alkaloid adenin. ♥ Mereduksi kuat larutan iod 0. Analisa : • Vitamin C ♥ Penetapan kadar : B. vitamin B1.Sediaan Kosmetika • Percobaan umum terhadap glikosida Cara percobaan A. Pada sisa tambahkan 2 ml air dan 5 tetes Mollisch P.1 ml larutan percobaan dalam tabung reaksi. Masukkan 8.1 ml larutan percobaan diatas tangas air. • Ion kalsium • Dengan asam pikrolon membentuk kristal persegi panjang • Dengan asam asetat + meditren membentuk kristal sapu berwarna kuning 86 . Uapkan 0.

+ 2. Penghilang jerawat Bahan yang umum digunakan adalah meniran dan temulawak serta jinten dengan gula. Temu Lawak (Curcumae rhizoma) Adalah rimpang dari tanaman Curcuma xanthoriza (famili Zingiberaceae) Isi : minyak atsiri dan kurkumin 2. dimasak 2 menit. ditambah HCl dil dan NaOH lagi. Susu Adalah susu segar dari Bos taurus (famili Bovidae) Isi : protein kasein 3%. Kalium + larutan ammonium → endapan kuning + larutan asam tartrat → endapan kristalin putih + larutan asam peklorat → endapan kristalin putih + larutan asam heksakloroplatinat → endapan kuning + tes nyala : kuning keemasan 4. saring. dipanaskan warnanya tetap. dipanaskan sampai mendidih. Luff. memberikan reaksi negatif atau positif setelah beberapa lama terhadap pereaksi Barfoed.5 – 7% minyak atsiri 3. ditambah NaOH : endapan Cu2O Larutan zat ditambah NaOH dan CuSO4 : biru jernih. Meniran Adalah herba dari tanaman Phyllantus niruri (famili Euphorbiaceae) Isi : alkaloid filantin dan hipofilantin. lemak 2-5% Analisa : Laktosa Memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Mollisch. Penghilang noda 87 . Kalium.Sediaan Kosmetika • Dengan amonium oksalat membentuk kristal amplop tak berwarna • Ferrum Dengan kalium tiosianat terbentuk warna merah darah 9. Gula Analisa : • Fehling : negatif • • 100 mg zat ditambah Fehling 10 ml. terbentuk warna biru hijau. Jinten (Carvi fructus) Adalah buah dari tanaman Carum carvum (famili Apiaceae) Isi :2. 10. Putih telur Isi : protein albumin b. Fehling. panaskan. endapan kuning jingga. c. laktosa 5%. 1. filtrat ditambah HCl encer.5 ml kalsium asetat 2N.

Lulur dan Mangir Bahan yang umum digunakan adalah pulasari. temu kunci. kayu manis. tahi angin. 1. d. cendana. temu giring. Analisa : • Asam benzoat ♦ Esterifikasi dengan alkohol dan ditambah asam sulfat pekat : bau pisang ambon. masoji. kunyit. kelembak. lawet (beras yang direndam 2 hari ditambah daun sirih dan ragi). Perawatan Tubuh Jenis-jenis sediaan untuk perawatan tubuh antara lain : a. • Asam asetat ♦ Esterifikasi menghasilkan bau kuteks ♦ Dengan FeCl3 : merah coklat yang hilang pada penambahan asam ♦ Digerus dengan KHSO4 : bau cuka 2. ♦ Ditambah HgO dan FeCl3 : endapan Fe-benzoat • Asam format Direduksi membentuk formaldehid yang dapat diidentifikasikan dengan Schiff (fuchsin yang telah dihilangkan warnanya dengan Na-bisulfit yang diasamkan) : terbentuk warna merah. beras. jeruk wangi. pinang. gadung. titrasi dengan perak nitrat 0. melati. sineol dan asam metil sinamat. klabet.844 mg NaCl. lengkuas.Sediaan Kosmetika Bahan yang umum digunakan adalah jeruk nipis. 88 . temu lawak. asam format. kenanga. Lengkuas (Languitis rhizoma) Adalah rimpang dari Langua galanga (famili zingiberaceae) Isi : minyak atsiri yang mengandung kamfer. Bunga melati (jasmini flos) Adalah bunga dari tanaman Jasminum sambac (famili Oleaceae) Isi : minyak atsiri. 1 ml perak nitrat setara dengan 5. Garam dapur (NaCl) • Nyala pijar : kuning keemasan • Bellstein : kuning hijau • Rasa : garam dapur (asin) • Reaksi kristal : Zinc uranil asetat • Kuantitatif Timbang seksama 250 mg. asam asetat. Bedak dingin Bahan yang umum digunakan adalah pati beras dan bengkuang. seskuiterpen alkohol. 2. 1. larutkan dalam 50 ml air. asam benzoat. mawar. kaolin.1 N menggunakan indikator kalium kromat P. kemuning. seskuiterpen. akar wangi. Tepung beras (Amylum oryzae) Adalah pati dari Oryzae sativa (famili Graminae) Isi : amilum 2. garam.

Dinginkan cairan dan tambahkan air secukupnya hingga 250 ml. Sebagian kecil filtrat ditetesi larutan Pereaksi FeCl3. Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri tidak kurang dari 1. Analisa: Campur 200 mg serbuk simplisia dengan 5 ml asam sulfat 2 N. batang dan akar Santalum album (famili Santalaceae) Isi : minyak atsiri. saring sisa dengan air mendidih. Pisahkan lapisan benzen. kemudian disaring panas-panas.1 N ekuivalen dengan 0. Kapulaga (Cardamomi fructus) Adalah buah dari Amomum cardamomum (fam. adanya endapan putih menunjukan bahwa dalam simplisia terdapat tanin. tanin Tanin  Analisa kualitatif: Simplisia digerus dan dipanaskan dengan air. dinginkan. tambahkan kalium permanganat 0. enap tuangkan melalui segumpal kapas kedalam labu takar 250 ml. 5. Tambahkan 10 ml benzen P. panaskan sebentar. Kayu cendana (Santali lignum) Adalah kayu galih dari dahan. Polygonaceae) Isi: glikosida antrakuinon. Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri Kelembak (Rhei radix) Adalah akar dari Rheum officinale atau Rheum palmatum (fam.Sediaan Kosmetika 3. filtrat berwarna kuning. Sebagian kecil filtrat diuji ulang dengan penambahan larutan gelatin 1 %. Pipet 25 ml larutan kedalam labu 1000 ml. Ulangi penyarian beberapa kali hingga larutan bila di reaksikan dengan ferri ammonium sulfat tidak menunjukan adanya tanin. Terbentuknya warna biru hitam menunjukan adanya tanin atau polifenol alam. kocok. menunjukan adanya antrakinon. 4. 004157 g tanin. lakukan uji blanko. 7.5 % tanin dan alkaloid kurkumin. lapisan berwarna merah intensif dan lapisan benzen. diamkan beberapa menit. diamkan. Kocok lapisan benzen dengan 1 ml sampai 2 ml natrium hidroksida 2 N. tidak berwarna. panaskan dengan 50 ml air mendidih diatas penangas air selama 30 menit sambil diaduk. 89 .  Analisa kuantitatif: Timbang seksama kurang lebih 2 g serbuk. saring. diamkan. saring larutan kedalam labu takar yang sama. Temu giring ( Curcumae heyneanae rhizoma) Adalah rimpang dari Curcumae heyneanae ( fam. Kunyit (Curcumae domesticae rhizoma) Adalah rimpang dari tanaman Curcuma domestica(fam Zingiberaceae) Isi: 5 % minyak atsiri dan kurkumin 6.

dioskorina 13. Kulit kayu manis Adalah kulit kayu dari tanaman Cinnamomum burmani (fam Lauraceae) Isi: minyak atsiri 1-3 %. guvasin. Analisa: Asam organik Terdiri dari campuran banyak asam yang strukturnya mirip sehingga pemisahan dilakukan dengan instrumentasi. tanin. Analisa : • Kalsium oksalat Memberi identifikasi positif dengan ion kalsium dan anion oksalat • Anion oksalat + kalsium klorida membentuk kristal amplop warna putih + kalium permanganat kemudian dipanaskan : tak berwarna 11.galica. 14. dan Ca-oksalat. Kulit pulasari Adalah kulit batang dan kulit cabang dari tanaman Alyxia reinwarditii Isi: minyak atsiri. Warna yang dapat ditarik oleh amil alkohol. dan senyawa depsida seperti asam barbatolat. gula. R. Rutaceae) Isi: flavonoid Analisa: Pengenalan flavonoid didasarkan pada reaksi reduksi gugusan karbonil pada lingkar δ-lakton menjadi gugusan alkohol membentuk senyawa hidroksi yang berwarna-warna tergantung gugusan fungsional yang terdapat dalam lingkar A dan B. Mawar (Rosae flos) Adalah bunga dari tanaman Rosa alba. isoguvasin. guvakolin. damascena Isi: minyak atsiri berisi geraniol. alkaloid kumarin. R. sitronelol dan nerol 9. arekolin. Pinang Adalah biji Areca catechu (fam Arecaceae) Isi: glikosida arekaidin. Umbi gadung Adalah umbi dari tanaman Dioscoreae hispida (fam Dioscoreaceae) Isi: glikosida diesin. Akar wangi Adalah akar dari tanaman Andropogon zizanioides (fam Poaceae) Isi : minyak atsiri 10. Jeruk wangi (Citri fructus) Adalah buah dari tanaman Citrus aurantiifolium (fam. Metode: • 90 . asam usnetin. 15. dan asam barbatin. asam organik. Analisa: Asam-asam ini mempunyai struktur yang sangat mirip sehingga identifikasi biasanya dilakukan dengan analisis instrumen HPLC dan GC. 12.Sediaan Kosmetika 8. Kayu angin Berasal dari tanaman Usnea misa-sinensis Isi: asam usnin.

tambahkan 6 ml NaOH jenuh. glikosida. 19. Tambahkan 1g Na-sulfat anhidrat dan 10 mg selenium. pindahkan ke dalam alat sulinh amoniak. tanin. dan pati (amilum) Daun kemuning Adalah daun dari tanaman Murraya paniculata Isi: minyak atsiri. Pusingkan selama 5 menit. Simplisia dipanaskan dengan campuran logam magnesium dan asam klorida 5 N. Analisa albumin: o Mengendapkan larutan tanin 1% o Penetapan kadar: Encerkan dengan air secukupnya sampai kadar 5 % b/v. Didihkan lagi 1 jam. terdapat pula fenol-fenol. tambahkan berturut-turut 0.2 ml campuran 1 bagian volume asam sulfat bebas nitrogen dan 30 bagian volume air. 0. suling selama 7 menit. pada residu tambahkan 3 tetes larutan tembaga sulfat dan 1 ml asam sulfat bebas nitrogen. albumin. aldehid dan aseton. Temu kunci Adalah rimpang dari tanaman Boesenbergia pandurata (fam Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri 0. 33-38% sesquiterpen. campur. • Alkohol • Fenol + pereaksi King terbentuk warna merah anggur yang tertarik oleh eter/amil alkohol • Aldehid Mereduksi Ag-amoniakal Mereduksi fehling 20.06 %-0. ambil 0. alkaloid. Analisa: + pereaksi King terbentuk warna merah anggur yang tidak tertarik oleh eter/amil alkohol 17.dinginkan.02 ml. kocok. titrasi dengan asam klorida 0.Sediaan Kosmetika 16. Biji klabet (Foenigraeci semen) Adalah biji dari Trigonella foenigraecum (fam Papilionaceae) Isi: minyak atsiri.014 N. terpineol). Letakkan tabung terbalik diatas kertas saring sehingga semua cairan terhisap. kemudian disaring. didihkan 10 nenit. Kenanga (Canangium flos) Adalah bunga dari tanaman Canangium odoratum Isi :52-55 % alkohol dengan ester-ester (metil benzoat. zat besi (ferrum). terpenterpen. tambahkan 5 ml air. tampung sulingan dalam campuran 5 ml asam borat jenuh. masukan dalam tabung pusing berdasar bundar. 5 ml air dan 1 tetes merah metil dalam etanol 95 %. Kulit masoji (Massoiae cortex) 91 . 32 %. linalool. buang dekantat. adanya flavonoid akan menyebabkan filtrat berwarna yang dapat ditarik oleh amil alkohol. Dinginkan.2 ml Na-molibdat. 18. minyak lemak.

Mandi kembang Bahan yang umum digunakan bunga kenanga. zat penyamak(tanin). zat pahit. 1. saprol. kemiri. kulit krangean. protein. minyak atsiri. Euphorbiceae) Isi: sterol/terpen. Biji kemiri (Aleuritis endosperm) Adalah biji Aleuritas molucana (fam. tambahkan 3 ml asam klorida P.Sediaan Kosmetika Isi: minyak atsiri yang mengandung sinamil aldehid. Asteraceae) Isi: alkaloid. cuci penyaring dengan 5 ml air. kapur sirih. bunga melati. eugeunol. terbentuk endapan yang menyerupai gelatin.5% atau lebih) bagian terpenting citrae. bunga mawar. Daun urang-aring Adalah daun dari tanaman Eclipta prostata (fam Asteraceaea) Isi: alkaloid 2. saring. Larutkan sisa dalam 10 ml asam klorida P. terpen. 3. Kaolin Analisa: • Kualitatif: Gerus dengan 2 ml air. tawas. 1. b. vitamin B1. rimpang kunyit. Perawatan rambut dan kulit kepala Sediaan kosmetika tradisional untuk perawatan rambut dan kulit kepala adalah sebagai berikut : a. Kulit krangean Isi: minyak atsiri (dalam buah 5. 21. Pencuci rambut Bahan yang umum digunakan adalah kembang sepatu. minyak lemak. Analisa: gliserin 92 . rimpang temu giring. Pencegah bau badan Bahan yang umum digunakan daun beluntas. asam sinamat. Penyubur rambut Bahan yang umum digunakan adalah lidah buaya. hangatkan sisa dengan 10 ml air. daun urangaring. kumpulkan filtrat dan cairan cucian. dan jeruk nipis. • Kuantitatif: Lebur dengan 2g natrium karbonat P. campuran dapat mengalir. Malvaceae) Isi : alkaloid hibisetin. lendir. gliserin. larutan menunjukan reaksi aluminium yang tertera pada reaksi identifikasi. Pada kumpulan filtrat dan cairan cucian. Kembang sepatu Adalah bunga dari tanaman Hibiscus rosasinensis (fam. b. Daun beluntas (Plucheae folium) Adalah daun dari Pluchea indica (fam. citroneale c.

93 . Terbentuk busa minimal setinggi 1 cm dan persisten selama beberapa menit serta tidak hilang dengan penambahan asam klorida encer 1 tetes menunjukkan bahwa dalam simplisia terdapat saponin. Sediaan untuk melawan ketombe Bahan yang umum digunakan adalah minyak kelapa asli. encerkan. + luff menghasilkan endapan CuO. menghasilkan aldehid + dioksiaseton. dalam tabung reaksi. Dinginkan. yang larut dalam larutan tatrat berlebih dalam amonia encer dan dalam asam nitrat encer. Asam jawa Adalah daging buah Tamarindus indica (fam. Liliaceae) Isi: glikosida antrakinon. enthoksilin. asam sitrat. Metode: diatas air. dan dinetralkan dengan natrium karbonat. dipenten. simplisia dicampur dengan air dan dipanaskan beberapa saat. d. Pelembut Bahan yang umum digunakan adalah asam jawa. sehingga ditinjau dari strukturnya. kemudian disaring. 2. kariopilen. dimasak. Penghilang rambut Bahan yang umum digunakan adalah daun sirih dengan merica atau daun sirih. Leguminosae) Isi: sterol/terpen. saponin dapat dibagi menjadi saponin triterpenoid dan saponin steroid. serta dapat menghemolisis sel darah merah. • Asam tartrat Kualitatif: dengan larutan perak tatrat membentuk endapan putih perak tatrat. Struktur umumnya merupakan glikosida. Reaksi Cuprifil : + Reaksi Carletti : + 2. Daun sirih (Piperis folium) 1. e. Lada hitam (Piperis nigri fructus) Adalah buah Piper nigrum (fam. jeruk nipis. asam tartrat Analisa: • Saponin Saponin adalah senyawa metabolit sekunder dalam tumbuhan yang bersifat dapat membentuk busa. 1.Sediaan Kosmetika Reaksi gula: + asam nitrat. Setelah dingin filtrat dalam tabung reaksi dikocok kuat-kuat selama lebih kurang 30 detik. Lidah buaya Adalah ‘dried juice’ dari daun Aloe vera ( fam. c. saponin. limonen. Piperaceae) yang belum masak Isi: minyak atsiri yang mengandung felandren. Struktur glikon saponin umumnya merupakan struktur triterpenoid dan struktur steroid. alkaloida piperina dan kavisina. Reaksi pengenalan saponin didasarkan pada sifatnya yang mampu memberi busa pada pengocokan yang persisten pada sedikit penambahan asam atau pendiaman. yang bila dihidrolisis akan menghasilkan glikon dan aglikon.

tanin 1 %. kavibetol.Sediaan Kosmetika Adalah daun dari Piper bettle (fam Piperaceae) Isi: minyak atsiri mengandung hidroksi kavikol. Sediaan untuk menguatkan akar rambut (tonik rambut) Bahan yang digunakan adalah daun pandan. f. Daun pandan (Pandanis folium) Adalah daun dari Pandanus amarylifolius (fam. Biji pepaya (Caricae semen) Adalah biji dari buah Carica papaya (fam. c. minyak atsiri yang mengandung sitral 2 – 2. miristin). Daun kelor Adalah daun dari tanaman Moringa pterygosperma (fam. Perawatan mata dan sekitarnya Sediaan kosmetika tradisional untuk mata dan sekitarnya Pencuci mata Bahan yang digunakan antara lain: air rendaman dari daun kelor. Penghitam alis Bahan yang digunakan adalah kemiri disangrai lalu ditumbuk. Ginseng (Panax radix) Adalah akar dari tanaman Panax quinguefolium dan Panax ginseng (fam. karpain. Caricaceae) Isi: alkaloid glukotropaelin. kulit krangean. kulit jeruk purut. daun sirih segar. jeruk nipis. glikosida. Isi: minyak menguap. sterol/terpen. 1. estragol. dan ginseng. Kompres mata Bahan yang digunakan adalah garam fisiologis dilarutkan dalam air. b. stearin. Moringaceae) Isi: alkaloid a. minyak lemak. bunga kenanga. air perasan biji pepaya yang telah disangrai. vitamin B1. Minyak kemiri (Aleuritis endosperm) Adalah minyak Aleuritas molucana (fam. steroid/triterpenoid. eugenol. Sediaan penghitam rambut Bahan yang umum digunakan adalah minyak kemiri. 1. 94 . 4. 2. 2. Pandanaceae). telur ayam.5 %. Euphorbiceae) Isi: gliserida asam lemak (palmitin. Kulit buah jeruk purut (Citri hystricis pericarpium) Adalah bagian luar dari kulit buah citrus hytrix yang masak atau hampir masak (fam rutaceae) Isi: saponin. minyak kelapa. Araliaceae) Isi: triterpenoid saponin. 1. protein. g.

005 M dan 100 ml air. 5. Perawatan kuku dan kulit dan sekitarnya Sediaan kosmetika tradisional untuk perawatan kuku dan kulit antara lain: 95 . larutkan dalam air secukupnya hingga 100 ml. biarkan campuran mendidih selama lebih kurang 2 jam. Myrtaceae). cairan tetap jernih atau menunjukkan tidak lebih dari sedikit kekeruhan atau endapan. Titrasi dengan timbal nitrat 0. Kapulaga (Cardommomi fructus) Adalah buah dari Amomum cardamomum (fam. pertahankan volume dengan sesekali menambahkan air.7 g. menggunakan cairan jernih. Isi: 14-20 % minyak atsiri. panaskan diatas tangas air selama 10 menit.4 ml larutan jingga xilanol P. a. Isi: alkaloid glisirisin tidak kurang dari 15 %. daun saga. pinang. d. dan cengkeh. b. malam akan memisah. tambahkan 5 g heksamina P. didihkan selama 30 menit. Zingiberaceae).5 N. Penghilang bau mulut Bahan yang digunakan daun sirih dan jeruk nipis. keruh atau tembus cahaya tapi tidak buram. Cengkeh (Caryophylli flos) Adalah kuncup bunga dari tanaman Syzigium aromaticum (fam. kapulaga. masukkan dalam gelas piala 100 ml +35 ml NaOH 3. Daun saga Adalah daun dari tanaman Abrus precatorius.05 M menggunakan indikator 0. gambir. Pada 200 ml tambahkan 30 ml dinatrium edetat 0.Sediaan Kosmetika Maskara Bahan yang digunakan : R/ minyak kelapa Malam Analisa malam : • bilangan asam 17-24 • bilangan ester 72-79 • timbang 1 g. c. Isi: minyak atsiri. Pemutih gigi Bahan yang digunakan biji asam disangrai dan dihaluskan. 6. saring campuran dingin dan asamkan filtrat jernih dengan HCl P. • Kuantitatif: Timbang seksama 1. Perawatan mulut dan gigi Kosmetika tradisional yang digunakan untuk perawatan mulut dan gigi : d. Pelembut bibir Bahan yang digunakan air jeruk nipis. dinginkan. Pemerah bibir Bahan yang digunakan antara lain daun sirih. kapur sirih.

asam dihidrostearat. asam risinoleat. dinginkan. Pindahkan kedalam cawan dengan pertolongan lebih kurang 50 ml air panas. tambahkan larutan natrium fosfat P. tambahkan 20 ml air. • Tawas Menunjukan reaksi K. asam linoleat. hingga terjadi endapan hablur putih ammonium magnesium fosfat. Penghalus kuku Bahan yang digunakan campuran tepung kanji. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. asam palmitat. tambahkan asam klorida P hingga pembuihan berhenti.. sisa adalah silika. Pembersih dan pelunak Bahan yang digunakan minyak zaitun dan minyak jarak Minyak jarak (Oleum ricini) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin biji Ricinus communis. dinginkan. asam palmitat) Minyak zaitun (Oleum olivae) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin pericarpium buah dari Olea europea. Euphorbiaceae) Isi: amilum Analisa: • Talk • Dalam tabung reaksi berisi air. Pada filtrat tambahkan lebih kurang 2 g ammonium klorida P dan 5 ml ammonia encer P. dan tawas.Sediaan Kosmetika a. saring. tepung beras dan talk. jeruk nipis. asam linoleat. Tepung kanji Adalah pati dari tanaman Manihot utilissima (fam. Al. dll) b. tambahkan lagi 10 ml asam klorida P. Pemerah kuku Bahan yang digunakan. SO4 Sulfat + larutan BaCl2 ⇒ endapan putih yang larut dalam HCl + larutan Hg(NO)3 ⇒ endapan kuning + larutan Pb-asetat ⇒ endapan putih • Aluminium + larutan amonium ⇒ endapan kuning + NaOH ⇒ endapan putih + larutan ammonium fosfat ⇒ endapan putih + natrium fosfat ⇒ endapan putih + natrium karbonat ⇒ endapan putih c. 96 . mendaki dinding tabung. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat. kapur sirih. uapkan diatas tangas air hingga kering. • Mikroskopik : mengembang di permukaan air. • Campur 500 mg dengan lebih kurang 200 mg natrium karbonat anhidrat P dan 2 g kalium karbonat anhidrat dengan sempurna. didihkan. jika terjadi endapan.

dengan kadar yang kadang-kadang sangat kecil. umumnya 4.d kecil. Daftar Pustaka 97 . dalam satu kali pengukuran diperoleh analisis kualitatif dan kuantitatif. 3) HPLC dilakukan pada suhu kamar.Sediaan Kosmetika Kosmetika tradisional berisi bahan-bahan alam yang mengandung banyak sekali senyawa-senyawa dengan struktur yang mirip dan sifat kimia yang hampir sama. yang terdapat pada zat padat dengan ukuran tertentu (penyangga padat). Ukuran partikel fase diam (pendukung) kecil 3 – 10 µm. waktu analisa pendek. HPLC Adalah analisa zat dengan instrumen yang merupakan kromatografi kolom dengan menggunakan : Kolom dengan i. Keuntungan: kolom terus menerus dipulihkan oleh fase gas lembam. • • • • • • • Keuntungan: Efisiensi pemisahan tinggi Selektifitas tinggi Otomatisasi Kemudahan injeksi. deteksi. A. 7) Merekam puncak pada integrator data. laju diinjeksikan ke kolom. 6) Menyaring cuplikan. B. campuran cuplikan terbagi diantara gas pembawa dan pelarut tak atsiri (fase diam). sehingga pada umumnya untuk analisa kualitatif dan kuantitatif digunakan instrumen antara lain : HPLC dan GC.. mencapai 400 bar.6 mm. 4) Memeriksa aliran fase gerak. pengolahan data Sampel: Cairan Padatan yang dilarutkan Labil terhadap pemanasan Cara kerja: 1) Sistem diperiksa dan dicek untuk meyakinkan apakah sistem pengalir pelarut dapat disambungkan dengan baik dan apakah kolom yang tepat telah dipasang. Pelarut ini akan menahan komponen secara selektif berdasarkan koefisien distribusinya sehingga terbentuk sejumlah pita yang berlainan pada gas pembawa. komponen cuplikan terpisah sempurna sehingga penetapan kadar mudah. KROMATOGRAFI GAS (GC) Pada GC komponen yang akan dipisahkan dibawa oleh gas lembam (gas pembawa) melalui kolom. 5) Menghidupkan tenaga listrik ke detektor. Tekanan tinggi. pita komponen ini meninggalkan kolom bersama aliran gas pembawa dan dicatat sebagai fungsi waktu oleh detektor. 2) Hidupkan pompa dengan pengatur aliran dipasang pada laju aliran yang tepat.

Alam Sumber Kesehatan : Manfaat dan Kegunaannya. PR 16 Juni 1996.Sediaan Kosmetika Hadiningrat. Balai Pustaka. BRA Mooryati Soedidibyo. BAB IV SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT DAN MAKE UP (bukan untuk mata) 98 . Jakarta. Sehat dan Ayu dengan Ramuan Tradisional Jawa. Mengatasi Rambut Rontok dengan Bahan-bahan Alami. Jakarta. 1984. Surabaya. R. Maria Sutarto. Gramedia. Traditional Medical Philosophy. Ariyanti. Mustika Ratu. 1998. 1990. Hadiningrat. Hadijoewono. 2000. BRA Mooryati Soedidibyo.

bahkan dapat memicu timbulnya kanker kulit.sehat dan segar berseri.Sediaan Kosmetika Beserta Analisis Kimianya SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT Pendahuluan Kulit merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia. yaitu dermis dengan ketebalan 2 mm. antara lain : 1. Umur Tabel: Perubahan Kulit Seiring Dengan Waktu Fisiologi Penampilan 99 . sel-sel kulit yang sehat membentuk jaringan-jaringan penyangga yang sehat (kolagen) yang diperlukan untuk menjaga elastisitas dan kehalusan kulit. pigmentasi. Namun ketika lingkungan kita berubah. collagen dll. sangatlah penting untuk menjaga kesehatan kulit dari efek-efek lingkungan yang merusak. Pengaruh usia atau hormonal Seiring dengan bertambahnya usia.2 mm dan disangga oleh lapisan di dalamnya. K. Dlm keadaan normal dan ideal. B. penuaan dini bahkan kanker kulit. Radiasi dari sinar UVA yang mengandung radikal bebas dan zat-zat oksidan menghasilkan pengaruh buruk pada jaringan epidermis sehingga menyebabkan terjadinya penuaan dini. polusi dan zat-zat renik yang tidak terlihat. Lapisan kulit yang paling luar atau disebut epidermis hanya mempunyai ketebalan 0. mineral dari extract tumbuhan . Lapisan epidermis kerap terkena langsung sinar matahari. sedangkan radiasi UVB berpengaruh buruk pada lapisan epidermis kulit yang menyebabkan kulit seperti terbakar. hiper pigmentasi. D. 3. 2. yang berfungsi melindungi organ tubuh dalam dari efek-efek lingkungan yang merusak kulit. Karena itu. Cara menghindarinya adalah dengan memberi nutrisi pada kulit seperti vitamin A. yang mempunyai tugas/kemampuan yang besar untuk mengangkat sel-sel yang rusak pada lapisan ini. Pengaruh sinar matahari Yang dapat menyebabkan kulit menjadi rusak. kadar elastisitas kulit pun cenderung menurun. berbagai pengaruh luar dan faktor usia dapat mempengaruhi penampilan kulit. Pengaruh AC Yang dapat menyebabkan kekeringan atau dehidrasi kulit yang bila dibiarkan akan mengakibatkan kulit kering mengelupas dan berkurangnya kelembaban. Epidermis terdiri dari beberapa jenis sel. Jaringan penyangga pada lapisan dermis akan menghasilkan melanin yang sehat dan berwarna cerah yang akan menjadikan kut wajah cerah. E. Pada dasarnya kulit kita terdiri dari 3 lapisan. C.

Tekstur halus. Semakin banyak kerut. Lingkaran hitam di sekitar mata. Kulit di sudut mata dan leher semakin kendur. 15-25 25-45 45-55 55- Memilih Kosmetik Sesuai Jenis Kulit Seseorang sebaiknya terlebih dahulu mengenali jenis kulitnya sebelum memutuskan memakai kosmetik tertentu. Seringkali seseorang memilih kosmetika tanpa mempertimbangkan efek sampingnya terhadap kulit. Elastisitas sedikit berkurang. pori-pori kecil. Ikatan antar lapisan kulit semakin menurun.Sediaan Kosmetika < 15 Kulit bisa dibilang dalam keadaan hampir sempurna. tetapi tidak menetap. pigmentasi. Kulit mulai mengalami dehidrasi yang cukup berpengaruh. Pori-pori dan noda hitam membesar dan semakin jelas. masuknya bahan beracun dan mikroorganisme serta kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet dan kekuatan mekanis (benturan). Tanda awal kulit di sekitar sudut mata mulai kendur. Kulit berfungsi antara lain melindungi tubuh terhadap kehilangan cairan. Kemampuan kulit memperbaiki sel-sel yang rusak masih bagus. tekstur kulit menjadi kasar. Epidermis dan lapisan tanduk menipis. Penurunan proses perbaikan dermis menyebabkan kurangnya kolagen dan meningkatnya kerusakan jaringan. Aktivitas kelenjar sebaceoas rendah. Penurunan proses perbaikan dermis dan kekebalan tubuh yang cukup tajam. Sistem kekebalan tubuh dan ikatan kolagen. kolagen dan elastin berkurang. Warna pucat kekuning-kuningan mulai muncul. Penyerapan air mulai berkurang. Garis wajah mulai muncul. pori-pori kulit membesar. Pemilihan itu sangat berhubungan dengan fungsi kulit untuk manusia. kerutan mulai terlihat. Kerusakan kolagen dan elastin berlanjut. Kulit normal Kulit tipe ini biasanya tidak memiliki kelainan. Produksi melanin meningkat. Sedikit penurunan pada proses perbaikan dermis. apabila diraba terasa lembut. Namun demikian seiring dengan 100 . Degenerasi dermis berlanjut. Kadar air dalam kulit bagus. Jerawat akan bermunculan. Aktivitas kelenjar sebaceous tinggi. pori-pori terlihat meskipun tidak lebar-lebar. Kerutan halus (fine lines) mulai muncul. Kulit semakin kendur. Dilihat dari tipenya. Jerawat dewasa. Kerut dan garis halus semakin banyak. Produksi sebum sangat berkurang. Kulit cenderung menjadi kering. kulit terbagi atas tiga jenis dengan ciri yang berbeda: 1. Warna kulit tidak merata.

pori-pori hampir tidak kelihatan. kulit menebal. Pakailah pembersih tanpa sabun syndet. kasar dan kadang pecah-pecah. selalu melakukan perlindungan untuk kulit berupa pemakaian produk tabir surya. Namun demikian pemakaian tabir surya dibutuhkan jika melakukan aktivitas di luar ruangan. alis mata. hawa panas. mengkilat. angin yang mengeringkan . bersisik halus. pori-pori terlihat lebar (kerosis). Kulit tipe ini tidak memerlukan krim pelembab. Kulit berminyak ringan Biasanya dialami remaja dan dewasa muda. kulit akan mengalami perubahan. yang dipengaruhi faktor luar. Kulit berminyak jelas secara klinis Biasanya diikuti dengan penyakit. 101 . Kulit berminyak Timbul saat pubertas dan hanya terjadi pada bagian atas yang mengandung kelenjar sebasea dalam jumlah besar. b. Kulit kering Terlihat kering. sisik yang berminyak. 3. pemakaian bahan detergen atau pengobatan tertentu. seperti terpapar sinar ultraviolet. seperti yang terlihat pada kulit orang tua atau seseorang dengan kekeringan kulit ringan. baik saat di rumah atau di luar rumah. dimana terdapat kelainan genetik dalam proses pembentukan kulit. Jenis kulit ini terbagi dua : ♦ Kulit kering karena faktor lain Terkadang kulit itu sebelumnya normal atau berminyak. Seseorang dengan kulit berminyak membersihkan kulitnya beberapa kali dengan sabun. Untuk kulit kering. a. air hangat atau dengan susu pembersih. keriput. tidak lentur. Oleh karena tipe ini sering termasuk sensitif. ♦ Kulit kering alamiah. b. Kulit menjadi kering akibat pengaruh lingkungan. Untuk kulit normal tidak diperlukan perawatan khusus. pelembab dalam bentuk campuran air dan minyak dan jangan dilupakan. Ciri-cirinya. atau susu pembersih. terbagi atas : Kulit kering yang ada hubungannya dengan penyakit (patologis). Pada kasus yang menyolok. hawa dingin. terutama pada dahi dan hidung. Kemudian sisa minyak dibersihkan dengan toner atau astringens. sebelum dilakukan perawatan perlu ditentukan dulu apakah termasuk tipe patologis atau tidak patologis. Kulit kering yang tidak ada hubungannya dengan penyakit (tidak patologis). 2. kerutan di daerah batas rambut. maka pembersihan kulit dilakukan dengan memakai sabun yang tidak mengandung soda. seperti terlihat pada penyakit kulit bersisik (ichtyosis). Dibutuhkan krim pelembab. Jenis kulit berminyak ini ada dua : a. Yang diperlukan adalah mempertahankan keseimbangan kulit agar selalu berfungsi secara nornal. lipatan hidung. dagu dan daerah dada. seperti akne dan dermatitis seborik yang ditandai adanya bercak menimbul warna merah. Jika diperlukan dapat juga menggunakan pengelupas kulit atau masker.Sediaan Kosmetika berjalannya waktu. atau pembersih dengan bahan dasar minyak.

kerapatan. terlindung dari kekeringan dan sengatan cuaca. Penyegar 2. mulai dari bentuk cair sampai nyaris padat. Setiap krim dipengaruhi oleh berbagai faktor : 1.1.3. Astringent Cream 102 . tetapi dideskripsikan dari lembutnya. Losio pengencang 2. tebal tipisnya krim tersebut. Pembersih 1.Sediaan Kosmetika Tipe kulit seseorang tidak dapat diubah.1. Tonik Kulit 2. Tipe emulsi Setiap krim dapat dibuat dengan tipe miyak dalam air atau air dalam minyak.1. dan nampak segar dengan tekstur kulit yang lembut dan menarik.2. Penampilan fisik Krim tidak hanya diklasifikasikan dari bentuk cair atau padatnya saja.2 Susu Pembersih (cleansing milk) I. biasanya parameter yang digunakan berupa kekentalan. vanishing cream. pH krim Bila krim tersebut termasuk tipe minyak dalam air maka pH krim tersebut harus meliputi pH seluruh sediaa. tetapi perlu dirawat secara teratur sesuai dengan tipe kulitnya masing-masing. Definisi Sediaan perawatan dan pembersih kulit merupakan sediaan yang digunakan untuk maksud perawatan kulit agar kulit menjadi bersih dan sehat. meliputi : 1. Jika tipe air dalam minyak maka harus terdispersi dalam 50% etanol. faktor tersebut dapat ditanggulangi dengan berbagai faktor dalam metode pembuatannya. krim pembersih (cleansing cream). Umumnya sediaan kosmetik perawatan kulit berupa krim yaitu suatu produk emulsi yang secara fisik dapat memiliki banyak bentuk. Penggolongan Sediaan kosmetika perawatan kulit digolongkan sebagai berikut : 1. Sediaan krim dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor korelasi. dibuat berdasarkan pemakaiannya. kekakuannya. contohnya krim tangan dan tubuh (hand and body lation). krim dingin (cold cream) dan krim serbaguna (all-purpose cream). 2.3 Krim Penghapus (vanishing cream) 2. hal ini dipengaruhi oleh dimana krim tersebut digunakan. dan sebagainya yang dihubungkan dengan fungsinya seperti pembersih. krim malam dan krim urut (night cream and massage cream). Fungsi Krim yang termasuk dalam kelompok yang dipengaruhi fungsi. Perawatan kulit wajah (face care).1. Perawatan tersebut antara lain dengan menggunakan kosmetik. baik panas matahari maupun dingin. Krim Pembersih (cleansing cream) I. pemberi nutrisi kulit dan sebagainya. 4. 3.

Pembersihan wajah juga berfungsi sebagai persiapan kulit wajah untuk mendapatkan tindakan perawatan lebih lanjut. Krim urut. meliputi : Krim tangan dan krim tubuh (Hand and Body Cream) PERAWATAN KULIT WAJAH (FACE CARE) Saat ini tubuh bugar sangat populer. Membangun dan menjaga tubuh untuk tetap selalu kuat dan bugar merupakan perhatian setiap orang. Kulit wajah sangat sensitif sehingga pembersihan yang dilakukan harus tepat dan benar serta sesuai dengan tata cara yang berlaku. Para ahli kecantikan kebanyakan juga kurang tanggap terhadap prosedur atau penatalaksanaan perawatan wajah. dan harganya ekonomis.1 Pembersih Pembersihan kulit wajah merupakan tindakan paling penting untuk menjaga kebugaran wajah dengan tujuan menghilangkan sel-sel kulit yang mati. Perawatan Kulit Tubuh (Body Care). Misalnya. Dengan demikian tindakan perawatan yang dilakukan (terutama tindakan masase pada daerah tersebut) harus sesuai dengan arah ototnya sehingga tidak menyebabkan kerutan atau otot menjadi kendor. krim Pelembut 2.6 Masker II. Berikut adalah tata cara pembersihan kulit wajah yang benar : 1. debu. Pembersihan kulit wajah dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pembersihan manual menggunakan Cleansing cream atau cleansing milk (simple cleansing) dan pembersihan pori-pori kulit lebih dalam (deep pore cleansing) dengn menggunakan suatu peralatan listrik berupa sikat listrik atau galvanic desincrustation. 103 . proses pembersihan wajah sebaiknya dilakukan dengan menggunakan produk kosmetik pembersih yang sesuai dengan umur dan jenis kulit seseorang. Manfaat perawatan wajah akan diperoleh bila sasaran tindakan sesuai dengan struktur anatomis dari otot-otot wajah. kotoran dan sisa-sisa make up yang menempel pada kulit wajah tersebut.Sediaan Kosmetika 2. Untuk mendapat hasil yang baik. 1. Umumnya mereka hanya melakukan tindakan yang sesuai dengan apa yang mereka baca dari buku panduan. otot frontalis pada dahi mempunyai serabut otot yang menuju ke arah atas dan berfungsi untuk mengerutkan kening dan menaikan bulu mata.5 Krim Antikerut 2. Bahan yang dipilih untuk digunakan sebagai pembersih adalah bahan yang mampu membersihkan kotoran atau make up sesuai jenis kulit.4 Krim nutritif. Setiap otot wajah masing-masing mempunya fungsi sendiri sehinga setiap gerakan yang dilakukan pada wajah harus sesuai dengan fungsi otot yang mendasarinya. menimbulkan rasa nyaman pada kulit baik yang berfarfum lembut maupun tanpa farfum. Tetapi banyak orang yang tidak memperhatikan kebugaran wajahnya. tanpa memahami benar efek dari setiap gerakan yang dilakukannya. memiliki bentuk yang tepat sehingga dapat digunakan dengan mudah.

dan tidak stabildibandingkan dengan cleansing cream. Sediaan ini mudah digunakan. 1. hidung.1.1 Krim Pembersih (cleansing cream) Sejarah Dahulu krim dingin digunakan sebagai cleansing cream dengan penambahan berbagai zat. 2. 4. Pada akhir abad ke-19 formulanya digunakan boraks yang direaksikan dengan asam lemak bebas yang terkandung dalam beeswax untuk membentuk sabun natrium sehingga terbentuk sediaan yang stabil. Berbagai variasi penggunaan boraks dalam formula krim : 1. dan meningkatkan temperatur permukaan kulit Lakukan gerakan effeleurage secara berkesinambungan dengan tekanan yang seragam dan berirama. pada waktu mengeringkan malam/lilin harus dengan hati-hati yaitu dengan dicairkan dalam mortir dengan tiga atau empat bagian minyak zaitun kemudian didinginkan lalu ditambahkan air sebanyak yang diperlukan ke dalam massa tersebut. 5.Sediaan Kosmetika 1. minyak almon atau parafin cair 53-55%. Secara fisik krim dingin memiliki massa yang lebih berat. seorang ahli pengobatan Romawi pada abad pertengahan. Telapak tangan harus melakukan kontak sebanyak mungkin dengan kulit wajah Pada daerah sensitif (di atas pipi. dan dagu lakukan gerakan beberapa kali karena di daerah terdebut banyak terdapat kelenjar minyak dan sering mengalami sumbatan Pembersihan wajah yang baik adalah yang dapat menghilangkan semua kotoran yang menempel pada permukaan kulit. dan lakukan pengulangan penekanan secara bergantian Banyaknya jari tangan yang digunakan pada gerakan tergantung luas daerah yang dibersihkan. 3. Formulasi yang diberikan oleh Galen telah mengalami perkembangan menjadi formula yang lebih kompleks yang dikenal dengan krim pembersih dan krim pendingin yang mana dalam penggunaanya dapat dikombinasikan. merangsang aliran darah balik pada permukaan kulit. 6. boraks 1% 2. Menurut Galen. tujukan perhatian pada daerah ber. lakukan gerakan yang benar dan hindari rangsangan yang terlalu berlebihan pada kulit Pada bagian tengah dahi. Beeswax 13%.make up dan pada daerah dengan distribusi kelenjar lemak kulit yang banyak. boraks 0-5%. Pada tindakan manual. boraks 0-5% 3. spermaceti 12%. Beeswax 12%.mata dan tenggorokan) hindari penekanan berat. Beeswax 18-20%. Krim pendingin termasuk dalam tipe krim air dalam minyak. pemakaian yang lebih rumit. 104 . minyak almon 56%. Penemuan krim ini dilakukan oleh Galen. gerakan yang cepat. 7. minyak almon atau parafin cair 60-61%. menyebabkan perubahan warna kulit. memberikan rasa dingin yang menyenangkan selama penggunaan serta melembutkan kulit dengan baik.

Permukaan kulit yang normal bermuatan elektrostatik negatif. minyak mineral. Terdapat beberapa zat yang dapat digunakan sebagai pembersih muka. Kotoran harus dapat ditarik oleh air dan minyak yang ada dalam formula. yaitu : 1. dan berbagai macam partikel termasuk bakteri. juga bermuatan negetif. Untuk membersihkan partikel-partikel yang berminyak. seperti air. campuran larutan gasoline dan terpentin.Sediaan Kosmetika Fungsi Fungsi utama dari cleansing cream dan lation adalah untuk mengangkat sisa-sisa make up. Sisa minyak yang tertinggal di permukaan kulit tidak menutupi pori-pori Terdapat lima jenis tipe krim berdasarkan komposisinya. dasar bedak. Krim dapat disebarkan pada permukaan kulit dengan mudah. Krim cair berair dengan kandungan minyak rendah 4. partikel-partikel ini dapat dibuang. Krim padat berair dengan kandungan minyak sedang 3. Meleleh atau menjadi lembut pada pemakaian di wajah 3. Formula cleansing cream dan lotion yang baik dapat dengan cepat mengangkat kosmetik yang digunakan seperti bedak muka. Mempunyai kemampuan untuk melembutkan 2. Lapisan krim yang tertinggal harus melembutkan dan mencegah kekeringan Syarat-syarat krim pendingin : 1. kotoran dan minyak dari kulit leher. Aksi fisik pada kulit 5. Krim padat berminyak dengan kandungan minyak tinggi 2. 4. pemerah pipi. Oleh karena itu dalam air . sabun dan deterjen sintetik. Krim cair berair dengan kandungan minyak sedang 5. 2. Kerja krim pembersih pada umunya membentuk ikatan antara larutan minyak mineral dengan kotoran-kotoran pada permukaan kulit. Memberi rasa dingin selama penggunaan 3. cake make up. Selain itu cleansing cream merupakan faktor iritasi yang sangat kecil. Syarat-syarat Krim pembersih : 1. Sabun dan deterjen sintetik dengan penambahan air akan membentuk emulsi yang dapat mengangkat kotoran. Air adalah zat yang baik digunakan sebagai cleaning agent dan dapat mengangkat kotoran-kotoran yang larut dalam air. perlu digunakan larutan atau proses emulsifikasi. seperti pelembut. dan lipstik. Cleansing cream yang modern dapat menjaga keseimbangan kulit dengan meninggalkan lapisan emollient (pelembut) pada kulit yang menjaga kulit dari kekeringan. pelumas dan pelindung. Beberapa zat tambahan dapat diberikan pada krim pembersih agar menjadi formula yang lebih baik. Penggunaan cleansing cream memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan menggunakan sabun pembersih karena bahan kimia natural lebih cepat terangkat dengan menggunakan cleansing cream. Krim cair berminyak dengan kandungan minyak sedang 105 .

.. alkohol dan hidrokarbon. 106 . parfum. 7% Boraks …………………………………….Sediaan Kosmetika Krim padat berminyak dengan kandungan minyak tinggi Krim dingin yang ditemukan oleh Galen termasuk pada tipe ini..5% Lanolin ……………………………………. Pada waktu larutan borks dicampur dengan akan terbentuk garam Na asam wax diantara permukaan minyak dan air sehingga tegangan antar muka menjadi turun dan terbentuk emulsi.3% Ceresin …………….5% MgSO4 …………………………………….4% Larutan sorbitol 70% ……………………….2...0..…….. Contoh formula: Petroleum …………………………………. Beewax adalah campuran kompleks dari ester lemak.add 100% Pada krim parat berminyak dengan kandungan minyak tinggi dapat digunakan metode lain yaitu dengan mengganti beewax dengan sabun seperti trietanolamin stearat sebagai zat pengemulsi.2% Air. Contoh formula: Beeswax …………………………………….10% Wax mikrokristalin ………………………. asam.8% Parfum …………………………………….. A... Sistem emulsi dalam jenis ini berdasarkan beewax-boraks.qs Pengawet ………………………………….qs Krim beeswax memiliki aroma yang spesifik dan biasanya digunakan dengan parfum mawar.………………...0.5% Arlacel 83 …………………………………. dll ……………………………. Pada sistem beewax-boraks digunakan digunakan jumlah boraks yang lebih sedikit untuk menetralkan asam lemak bebas dan beewax sehingga menghasilkan krim yang stabil..5% Minyak mineral ……………………………45% Wax parafin ……………………………….35% Minyak mineral ……………………………15% Parafin wax ………………………………. Formulasi yang menggambarkan penggunaan zat pengemulsi non-ionik yang tidak menggunakan beeswax tetapi dengan menambahkan magnesium sulfat..2% Air …………………………………………32. Krim padat berair dengan kandungan minyak sedang Dari krim padat berair dengan kandungan minyak tinggi hanya diperlukan satu langkah lagi untuk mendapatkan krim krim yang lebih ringan dengan kandungan minyak sedang pada formula ini beeswax digantikan dengan pengemulsi anionik atau non ionik.

10% Setil alkohol …………………………………0.8 Air……………………………………. Zat pengemulsi yang biasa digunakan adalah sorbitan oleat atau turunan lanolin. Laits de Tiollete”. bentuk ini lebih encer dari krim. Susu Pembersih Susu pembersih adalah sediaan padat berupa emulsi kental yang mengandung air kurang lebih 60 %...Sediaan Kosmetika Contoh formula: Minyak mineral …………………………. B. Biasanya dikenal sebagai “Laits de Beaute. Lebih dari setengah sedian krim pendingin dan pembersih termasuk dalam krim cair dan 75% dari krim cair termasuk dalam kelompok ini. ekstrak hazel dan air mawar dan setelah ini ditambahkan tinktur alkohol dari gom sepeti gom benzoin.. Perubahan viskositas selama penyimpanan menjadi masalah dalam pembuatan krim cair.qs Pada formula di atas digunakan trietanolamin stearat sebagai zat pengemulsi dan turunan hidrokoloid sebagai pengental.30% Asam stearat …………………………….10 Setil alkohol………………………….8% Air ……………………………………………84.10% Trietanolamin …………………………….6..0. tujuannya untuk pemakaian luar.1. Kestabilan selama penyimpanan dapat mempertinggi viskositas tetapi harus tetap dijaga agar tetap bisa mengalir.. Contoh formula: Minyak mineral ……………………………. Krim cair berminyak dengan kandungan minyak sedang Hanya ada beberapa yang termasuk kategori ini karena produk ini sulit dibuat dan mengandung lebih dari 40% fase minyak..5% Parfum dan pengawet …………………….84.5% Air …………………………………………57.qs C. I..7% Parfum dan pengawet ………………………. Penambahan tinktur alkohol ini ke fase air diendapkan dalam bentuk dispersi halus sehingga memberikan bentuk susu pada larutan..7 107 . Krim cair berair dengan kandungan minyak sedang atau rendah.. Sediaan ini mengandung larutan sabun dalam air dengan penambahan gliserin.2% Karbopol 939 …………………………….5 Asam stearat……………………………3 Trietanolamin………………………… 1.5% Asam stearat …………………………………3% Trietanolamin ………………………………...2..1. Besarnya viskositas dapat divariasikan dengan menyesuaikan jumlah dan jenis zat pengemulsi.. Contoh formula : Minyak mineral……………………….

Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . Asam stearat • bilangan iodium tidak lebih dari 4 • suhu lebur tidak lebih dari 54 • • • jika dibakar→bau malam bereaksi asam pada tes lakmus zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat larutan + NaOH lalu dikocok→ agak berbusa pada pengenceran. hal 21 ) Setil alkohol 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas .5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . larutan harus tetap jenih.Sediaan Kosmetika Analisis Minyak mineral Didihkan 15 tetes zat uji dengan 10 ml larutan KOH p 8% b/v dalam etanol (90%)p selama 2 jam. • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4.3 Co (III) Nitrat → merah karmin Panaskan hati-hati dalam tabung reaksi → terjadi uap yang membirukan lakmus merah basah • • • • • 108 . Trietanolamin Pada 1 ml + 0.0 . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol . masing – masing sekitar 1. Encerkan dengan 50 ml air. Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang .1 ml tembaga (II) stearat → warna biru tua + % ml NaOH 1N dan pekatkan dengan mendidihkan hingga 1/3 vol semla → biru tetap Pada 1 ml + 0. larutan harus tetap jernih ( FI III.

• • • 1. Kuning + Larutan asam tartrat H2C4H4O6 → end kristalin putih + Larutan asam perklorat HClO4 → end kristalin putih + Asam Heksakloroplatinat ( IV) H2[PtCl6] → end kuning + tes nyala → ungu Gliserin • panaskan dengan Kalium Bisulfat : terjadi uap merangsang • jika dibakar dengan sedikit Na-tetraborat p diatas nyala api. Krim Penghapus ( Vanishing Cream ) Vanishing Cream adalah sediaan kosmetika untuk kulit yang berfungsi sebagai penghilang kotoran.. Formula vanishing cream didasarkan pada kualitas yang tinggi dan asam stearat sebagai fase minyak.3 % Parfum dan pengawet……….7% Gliserin……………………. untuk menetralisir jumlah asam lemak bebas. membersihkan dengan cepat sehingga membuat kulit bersih dan bercahaya. Kuantitatif . lebih dari itu dapat memberikan penampilan yang menarik pada produknya.8 % Air…………………………76.1. Contoh formula : Asam stearat………………15 % KOH………………………0. yang biasa digunakan sebanyak 20-30%. terjadi nyala hijau. Timbang seksama 400 mg . encerkan dengan 50 ml air .3.Sediaan Kosmetika • Reaksi Parri : + Zat + Co (NO3)2 + NH4OH → warna ungu Zat + AgNO3 dipanaskan di waterbath selama 2 menit → cincin merah Larutan zat + sedikit garam Co + beberapa tetes NaOH → ungu intersip → panaskan → biru ungu kemudian kuning kotor. Pengemulsi yang digunakan in situ dengan penambahan alkalis atau basa. tambahkan biru brom LP dan asamkan dengan H2SO4 109 ..qs Analisis Asam Stearat Telah dijelaskan diatas KOH ( Kalium Hidroksida ) • larutan 4 % b/v memberikan reaksi terhadap Kalium : + Heksanitritokobaltat ( III ) Na3[Co(NO2)6] → end. Vanishing cream ini harus mempunyai fase minyak yang meleleh diatas suhu tubuh dan mengkristal pada bentuk yang sesuai sehingga dalam penggunaannya tidak terlihat dan memberikan lapisan yang tidak berminyak. masukkan ke dalam gelas piala 600 .

05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau . biarkan pada suhu 200 selama 10 menit terlindung dari cahaya.2. sedangkan tinktur arnica dapat memberikan rasa yang enak pada kulit.qs Analisis Alkohol 95 % ( etanol 95 % ) Zat mereduksi pada 20 ml + 1ml Kalium Permanganat 0.Sediaan Kosmetika 0.cair ( FI III hal 65 ) Kalium alumunium sulfat ( KAlSO4) * Kalium + eksanitritokobaltat ( III) Na3[Co(NO2)6] → end kuning + larutan asam tartrat H2C2H4O6 → end kristalin putih + larutan asam perklorat → end kristalin putih + asam heksakloroplatinat (IV) H2(PtCl6) → end kuning + tes nyala : kuning keemasan * Al + Larutan amonium → end putih seperti gelatin + NaOH → end putih + Larutan Amonium sulfat → end putih + Na-Posfat → end putih + Na-Karbonat → end putih • 110 . eau de cologne dan hazel witch. Jika diinginkan dapat ditambahkan sari buah. Netralkan dengan NaOH 0. Jika diinginkan dapat ditambahkan mentol pada sediaan ini dengan jumlah tidak lebih dari 0. Kandungan sediaan tonik kulit sama halnya dengan losio pengencang. warna larutan tidak hilang sempurna.1. I.01 N. dapat ditambahkan pada sediaan untuk memperkuat efek tonik. Preparat ini harus menyegarkan dan mendinginkan kulit sehingga cocok apabila disebut sebagai penyegar kulit..5 % Pengawet……………………. Tinktur sage dapat memberikan kesegaran bagi kulit.2. Beberapa tinktur seperti tinktur sage atau arnica. Tonik kulit Tonikum kulit wajah ( face tonic ) digunakan untuk membersihkan dan menjaga kulit wajah dan mengandung beberapa zat yang diklaim mampu merangsang kulit wajah. Penyegar I.5 % Air……………………………19. • Dengan cara kromatografi gas. Larutan kamfer dengan kekuatan 1 : 1000. dengan dasar alkohol. Sedikit borax dan alkali lemah serta larutan kamfer juga dapat ditambahkan. dapat mendilatasi jaringan kulit serta memberikan efek stimulasi.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan .2 % untuk memberikan efek yang menyejukan Contoh formula : Alkohol………………………20 % Air bunga jeruk………………30 % Air mawar……………………30 % Kalium Aluminium Sulfat……0.

Sediaan Kosmetika
* SO4 + Larutan Barium klorida → end putih yang tidak larut dalam HCl p + Larutan Timbal ( II ) asetat → end putih yang larut dalam larutan amonium asetat dan dalam natrium hidroksida 1.2.2. Losio Pengencang ( Astringent Lotion ) Astringent lotion merupakan sediaan kosmetik yang baik digunakan untuk perawatan bagi kulit berminyak, serta dapat menghilangkan atau mengurangi keriput pada kulit. Keriput disebabkan karena hilangnya atau berkurangnya elastisitas kulit akibat degenerasi kulit. Astringent lotion bekerja dengan cara memperkecil atau menciutkan poripori kulit. Sediaan ini digunakan setelah penggunaan krim atau cleansing lotion ( pembersih), kemudian diikuti oleh penggunaan make up pada wajah. Pada perawatan kulit, astringen juga dapat digunakan untuk memperbaesar pori-pori, namun akibatnya folikel-folikel rambut akan terbuka. Astringent lotion juga dapat disebut sebagai antiprespirant ringan, karena didalamnya terkandung garam-garam alumunium, potasium alam, dan garamgaram zinc, sulfat atau fenol sulfonat. Pada beberapa astringent lotion juga terkandung alkohol, dimana jika jumlahnya melebihi 20 % maka akan menyebabkan rangsangan pada kulit wajah pada sengatan. Air aromatik sebagai pengaroma seperti air bunga mawar dan air bunga jeruk juga sering ditambahkan. Komposisi lain yang dapat ditambahkan ialah kamfer, tincture benzoin, tinture sage dan ekstrak destilasi dari hazel. Contoh Formula : Potasium alumunium sulfat……………………...1 % Zinc Sulfat……………………………………...0,3 % Gliserin…………………………………………...5 % Air mawar……………………………………….50 % Air……………………………………………..43,7 % Pengawet…………………………………………..qs Analisis : Potasium + Tes Nyala dengan kawat platina : nyala kuning + larutan kalium antimonat P , terbentuk hablur putih perlahan-lahan Alumunium, Sulfat dan Gliserin telah dituliskan diatas 1.2.3. Krim Pengencang ( Astringent Cream ) Sediaam krim astringent sama halnya dengan anti presipirant, namun untuk penggunaan pada wajah, krim astringent mengandung zat yang lebih lembut atau astringent yang lebih kuat dengan kadar lebih rendah. Astringent ringan bisa dibuat dengan cara mengganti bagian air dengan minyak kemiri atau menggunakan emulsi non-ionik. Sebelum digunakan, sediaan ini diuji terlebih dahulu pada kulit, untuk meyakinkan bahwa krim ini tidak terlalu keras untuk kulit wajah. Efek krim astringent yang sangat lembut ini diberikan oleh adanya kandungan air dan ekstrak hazel witch atau emulsifier non-ionik. Fase airnya

111

Sediaan Kosmetika
mengandung larutan encer dari zinc fenolsulfonat, atau potasium alumunium sulfat. Contoh formula : Propilen Glikol Monostearat………………………... 12 % Isopropil miristat……………………………………... 1% Ekstrapon VC ( Dragoco )…………………………… 1% Setil alkohol……………………………………. ........ 3% Sorbitol 70 %…………………………………... ........ 5% Ekstrak minyak kemiri…………………………........ 10 % Aquades………………………………………........... 67,6 % Parfum………………………………………….......... 0,4 % Analisis Propilen Glikol Analisis Kualitatif : Spektrum serapan infra merah dari lapisan tipis menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada propilen glikol . Analisis Kuantitatif : Dengan kromatografi gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas dan kolom 1m X 4mm berisi bahan pengisi 5 % G16 pada partikel penyangga S . Gunakan helium Pasal sebagai gas pembawa . Prosedur : Suntikkan 10 mikro liter ke dalam kromatograf dan rekam kromatogram . Hitung persentase C3H8O2 dalam propilen glikol , dengan membagi luas puncak propilen glikol dengan jumlah seluruh puncak kecuali puncak udara dan air lalu kalikan 100 . Isopropil miristat • bilangan penyabunan 202-212 • bilangan asam tidak lebih dari 1 • bilangan iodium tidak lebih dari 1 • secara kualitatif dan kuntitatif dapat dilakukan dengan kromatografi gas Sorbitol • Mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol (95 %), dalam metanol p dan asam asetat p Pada larutan 5 g dalam 4 ml, tambahkan 1 ml metanol p, 1 ml benzaldehid p dan 1 ml HCl a, kocok dalam pengocok mekanik sehingga terbentuk hablur. Saring dengan penghisap, larutkan hablur dalam 20 ml air mendidih yang mengandung 1 g Na-bikarbonat p, saring selagi panas, dinginkan filtrat. Saring dengan penghisapan, cuci dengan 5 ml campuran metanol p dan air volume sama, keringkan di udara, suhu lebur antara 174-179 0. Setil alkohol telah dituliskan diatas

112

Sediaan Kosmetika
I.4 Pelindung Wajah dan Masker Sediaan ini mengandung koloid dan bersifat menyerap sehingga dapat menyerap lemak atau kotoran di kulit wajah. Sediaan ini mengandung beberapa sifat, terutama harus dalam bentuk pasta yang lembut, tanpa adanya tanpa adanya partikel-partikel kecil dan tidak boleh melekat serta menimbulkan bau yang menyenangkan. Terdapat tiga system dasar yang menghasilkan produk yang memenuhi karakteristik diatas adalah : 1. System dengan dasar lilin Masker dengan dasar lilin secara umum hanya mengandung paraffin wax dengan titik didih yang sesuai atau merupakan campuran dari lilin dengan penambahn petroleum jelly serta bahan-bahan polar seperti setil dan stearil alcohol. Produk ini akan berbentuk padat pada temperatur kamar dan diginakan dengan cara dilelehkan terlebih dahulu dan dioleskan dalam keadaan panas. Ketika lilin mengeras akan timbul perasan mengencang pada kulit. Dengan terbentuknya lapisan lilin maka terbentuk juga penghalang air, pengeluaran keringat yang berlebihan akan membantu untuk membersihkan kotoran dari permukaan kulit. Contoh formula : Mikrokristalin wax …………………..13% Paraffin wax …………………………60% Setil alcohol ………………………… 5% Minyak mineral …………………….. 20% Benton 38 ……………………………1,4% Isopropyl …………………………….0,6% Analisis Paraffin wax, setil alcohol, minyak mineral Analisisnya telah dijelaskan diatas. Isopropyl alcohol. Campur 2mL larrutan 10% v/v dan 2mL raksa (II) Sulfat Ip, panaskan hingga tepat mendidih, membentuk endapan putih atau putih kekuningan. b. Panaskan hati-hati 1mL dengan 4mL K-bikromat Ip dan 1mL H2SO4 c → terbentk aseton. 2. System dengan dasar karet. Sediaan yang menggunakan system dasr karet adalah pelindung wajah. Setelah sediaan pelindung ini mongering maka akan membentuk lapisan yang elastis dan impermeable terhadap air pada wajah. Dengan adanya respirasi kulit yang normal, lapisan akan menghasilkan panas yang diyahan oleh kulit sehingga terjadi peningkatan temperatur dan peningkatan sirkulasi darah. Masker yang berasal dari karet dapat mudah dilepas dari kulit dengan hanya menarik saja.

a.

113

Gelatin. 7% Metil selulosa …………………10% Kaolin ………………………… 3% Boraks ………………………… 1% Air …………………………….5% Analisis Tragakan.. NaCMC. gelatin. kumpulkan filtrat dengan cairan cucian. Sorbitol. Contoh formula (untuk masker) : Tragakan …………. penyaringan dengan 5 mL air. • Larutan encer membentuk endapan dengan trinitrofenol Ip dan asam tanat Ip → tidak membentuk endapan dengan asam lain. akasia dan polivilin pirilidon. gliserin dan ZnO Analisisnya telah dijelaskan diatas. sperti tragakan. Lebur 2g dan 2g Na-karbonat anhidrat p. tambahkan 3 mL HCl p → terbentuk endapan menyerupai gelatin.55% Pengawet ……………………… 1% Analisis.3% ZnO ………………. gom kasaben. Gerus 2g dan 2 mL dan campuran dapat mengalir. hangatkan sisa dengan 10 mL air.24. 3. 114 .2.Sediaan Kosmetika Contoh formula : Emulsi lateks …………………25% Sorbitol ………………………. Larutkan sisa dalam 10 mL HCl p. larutan menunjukkan reaksi Al. kumpulkan filtrat dan cairan cuvian. System dengan dasar hidrokoloid Digunakan beberapa jenis gom. metil selulosa dan boraks Telah dijelaskan analisisnya diatas.2% Gliserin ……………2.2. cuci.. dengan larutan encer tawasp dan timbal (II) asetat Ip atau dengan besi (II) klorida Ip. • Panaskan dengan Kalium antasida p → terjadi gas amoniak. Kemampuan membersihkan dari masker ini kurang penting karena tidak mengandung zat padat yang dapat mengabsorpsi kotoran. saring.. Contohnya kaolin dan bentonit yang digunakan dalam jumlah tidak lebih dari 5%. Masker dengan dasar hidrokoloid ini juga mengandung sejumlah kecil zat terbagi yang berfungsi sebagai opaficier dan mempermudah penggunaan.3% Air ……………….2. b.5% Gelatin ……………. Kaolin a.

.3% Kaolin …………………….5 Masker Wajah. dapat memberikan efek pengencanagan kulit setelah pemakaian. memiliki kemampuan daya adsorben yang cukup untuk memberikan efek membersihkan kulit. Bila kulit seseorang sangat halus dan sensitive. seperti menanggalkan sel kulit yang telah mati.….5% Titanium dioksida ……. Penggunaan masker dilakukan setelah tindakan pembersihan dan sebelum tindaka perawatan atau pengobatan lainnya. cara pemakaian dan penggantian/pelepasan yang mudah.10% Kamfer …………………0. Sifat-sifat dari sediaan masker : 1. Masker jenis ini digunakan pada orang yang berkulit normal atau berminyak dengan pengginaan langsung dioleskan ke permukaan kulit wajah.. 1. tidak memerlukan waktu yang lama untuk pengeringan.. memberikan kenyamanan pada kulit dan memberikan asupan sumber makanan pada kulit. Sebagian orang merasa lebih menggunakannya bila dimulai dari daerah leher walaupun ada juga yang merasa lebih mudah dari daerah dahi. seperti Lumpur atau clay. bersih dan dalam keadaan masker masih lembab. Untuk masker yang sudah jadi. tambahkan raksa(II) nitrat Ip → terbentuk endapan putih yang jika dihangatkan berwarna merah bata. Istilah face pack biasanya dipakai bila bahan dasar masker terdidri dari unsure yang memiliki molekul agak besar. peletakannya di wajah harus dilakukan dengan bantuan spatula dan dilakukan secara cepat. Hindari daerah kulit sekitar mata.. Alat Bantu yang disebut gauze ini merupakan bahan pelapis yang berguna untuk mempertahankan keutuhan masker selama berada di kulit wajah. Face mask dengan bahan yang sedikit lembut dapat dioleskan pada kulit yang kering dengan menggunakan suatu alat Bantu.05% Zn ………………………. tidak berbahaya (iritasi) terhadap kulit serta tidak beracun. 5. masker yang digunakan sebaiknya lebih tipis dan segera dilepaskan pada satu daerah sesaat ketika akan meletakkan masker pada daerah lain.0. yang memiliki arti yang sama. 3. 4. Penggunaan masker dapat dilakukan untuk mendapatkan beberapa manfaat.. lubang hidung dan mulut. Contoh formula untuk pelindung wajah : Gelatin …………………. 2.50% Analisis Semua analisisnya telah dijelaskan diatas.Sediaan Kosmetika • Pada larutan zat.2% Air ….……………………. merangsang dan melembutkan kulit. Dalam dunia kecantikan masker wajah dikenal dengan istilah face pack atau face mask. Tetapi bisa juga dilakukan pelepasan 115 .

dapat digunakan masker lebih dari satu jenis. membersihkan sisa-sisa kelebihan lemak pada permukaan kulit. memperbaiki pori-pori kulit. 1. Clay setting mask. Terdapat dua macam masker jenis ini yaitu clay setting mask dan sulphur.setting mask. hidung atau mulut. merangsang dan memperbaiki kulit melalui percepatan proses regenerasi dan memberikan nutrisi pada jaringan kulit. Masker sebaiknya dilepaskan dengan menggunakan kapas yang telah dicelup di air hangat.Sediaan Kosmetika secara bersama-sama sesegera mungkin. Bahan dasar clay setting mask terdiri dari :  Kalamin. Sebaiknya hindari penggunaan masker pada orang yang mempunyai riwayat alergiatau pada keadaan kulit sangat sensitive. Yaitu tepung berwarna merah muda dan mengandung seng karbonat untuk menyejukkan kulit yang meradang dan mengurang pelebaran pembuluh darah kulit. Secara sistemik penggunaan masker berguna untuk merangsang kerja sirkulasi aliran darah maupun aliran limfe. Yaitu tepung berwarna putih yang berfungsi sebagai astringen ringan yang cocok untuk memperbaiki kulit yang berpori-pori terbuka serta menguatkan dan mengncangkan kulit. Masker merupakan alat yang memiliki efek dan manfaat sebagai deep cleansing. jenis masker yang digunakan dan suhu udara disekitar. Pada daerah yang mengalami penyumbatan atau bercak. Kemasan atau jenis masker terdiri dari setting mask dan non. Normalnya. memiliki jarringan parut baru. Jenis Masker : Dapat dibedakan berdasarkan kesiapannya untuk digunakan. peeling dan astringent. Tindakan harus dilakukan secara hati-hati agar air tidak menetes ke pelipuk mata. Masker merupakan salah satu bentuk tindakan perawatn wajah yang telah ditemukan seajak dahulu secara tradisional untuk membersihkan pori-pori dan memperbaiki kulit wajah. terdapat kerusakan pembuluh darah kapiler. penggunaan masker dilakukan selama kurang lebih 5-20 menit tergantung kepekaan kulit. Penggunaan kapas sekali pakai (disposable) lebih sehat dan lebih baik. Pada kulit kombinasi.  Kaolin 116 . yaitu membersihkan kotoran yang menempel pada lapisan kulit yang lebih dalam. gunakan lapisan masker yang sedikit lebih tebal. Setting Mask Merupakan masker yang terbuat dari tepung yang telah diolah dan dikemas sedemikian rupa. yaitu apakah sudah jadi atau harus diolah terlebih dahulu.  Magnesium karbonat. meningginya proses difusi aliran darah atau pada infeksi atau penyakit kulit. mengangkat se-sel kulit yang telah mati. Masker jenis ini dapat ditemukan dalam beberapa variasi warna. Kemasannya dilengkapi dengaqn lapisan tipis karena umumnya masker ini berbahan dasar seperti Lumpur. kenyamanan. mengurani iritasi kulit serta merupakan pelembab dan penyegar kulit.

Sediaan Kosmetika
Yaitu tepung berwarna putih krem yang mempunyai efekk lebih kuat daripada Magnesium karbonat serta berfungsi membersihkan kulit, merangsang sirkulasi dan merupakan sumbernutrisi kulit.  Lumpur steril yang akan merangsang sirkulasi dan sangat baik untuk kulit berjerawat. Selain itu masker jenis ini juga mengandung bahan aktif seperti air mawar (sebagai toner dan meningkatkan kerja masker, air bunga jeruk dan digunakan sebagai refining mask- masker yang berfungsi untuk memperbaiki fungsi kulit yang terganggi dan mengencangkan kulit dengan cara mengecilkan pori-pori kulit), witch hazel (astringent, baik digunakan pada orang berjerawat tetapi tidak boleh digunakan pada kulit halus dan sensitive) dan minyak almon (tidak mengeringkan kulit sehingga sangat baik digunakan pada kulit dehidrasi, kulit orang tua dan untuk menjaga kulit agar tetap awet muda). Sulphur, peeling dan astringent. Bahan dasar kemasan ini umumnya terdiri dari beberapa bahan organic maupun bahan kimiawi yang telah diforrmulasikan sendiri oleh suatu perusahaan kosmetik. Bahan sulfur yang digunakan sangat baik untuk proses penyembuhan. Namun jangan menggunakan masker jenis ini untuk kulit kering, kulit orang tua dan kulit yang sangat sensitive. Lateks atau alginate. Kemasan ini merupakan bentuk lain setting mask yang pada lateks tebuat dari unsure karet pada alginate tebuat dari tumbuhan laut. 2. Non-setting mask. Merupakan suatu masker yang berasl dari bahan-bahan biologis (terbuat dari tumbuhan baik berupa buah-buahan, sayuran atau daun). Gunakan gauze untuk memudahkan pengolesannya pada kulit, terutama untuk masker yang terbuat dari buah-buahan. Buah-buahan seperti ketimun yang sering digunakan sebagai masker sangat baik untuk semua jenis kulit dan untuk mendapatkan efek yang lebih baik lagi, tambahkan air bunga mawar. Specialized Mask Merupakan bentuk masker yang berasal dari bahanbahan tertentu sesuai dengan fungsinya. Gelatin. Berfungsi sebagai deep clanking dan mild astringent. Oleskan sampai memenuhi seluruh permukaan wajah hingga kulit teras lembut dan lentur. Kemudian tekan-tekan sedikit dan biarkan selama 20 menit. Paraffin wax. Bahan yang terdiri dari paraffin (lilin), bees wax, petroleum jelly dan benzoin ini setelah cair dicampur dengan air panas dan selanjutnya dalamkeadaan hangat dioleskan dengan sikat. Keringat yang banyak dikeluarkan dalam proses ini sangat baik untuk mengangkat kotoran. Hot oil mask. Sangat dianjurkan untuk kulit kering, berkerak atau kulit dengan kerutan halus. Minyak yang digunakan bisa minyak almon, zaitun atau minyak gandum. Dengan bantuan sinar infra merah, wajah yang ditutupi masker disinari selama 5-10 menit. Stimulating mask. Bahan berbentuk pasta yang terdiri dari Magnesium, Lumpur steril (fuller’s earth) dan air mawar ini sangat berguna untuk memperbaiki kerusakan sel-sel kulit wajah. Digunakan selama 5-15 menit.

117

Sediaan Kosmetika
Milk pack. Sangat baik digunakan sebagai masker karena selain memperbaiki fungsi kulit juga dapat memberikan zat-zat gizi pada kulit. Bahan ini sangat baik digunakan untuk kulit kering, berumur, berkerut dan kurang gizi. Terbuat dari campuran buah almon dan susu. II. Krim Tangan dan Krim Tubuh (Hand cream dan body cream). Krim tangan dan krim tubuh adalah sediaan yang digunakan untuk melindungi kulit supaya tetap halus dan lembut, tidak kering, bersisik dan mudah pecah. Kulit kering dan kasar pada umumnya disebabkan karena kulit sering kontak dengan air atau larutan deterjen/sabun, terutama pada cuaca dingin. Kulit kering yang disertai pecah-pecah terjadi karena pecahnya lapisan tanduk dari kulit dan berkurangnya jumlah air pada lapisan korneum. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan cuaca menjadi lembab secara tiba-tiba. Menurut Frazier dan Blank, mekanismenya dalah sebagai berikut : Ketika air mengenai kulit, jaringan epitel akan menyerap air dan kemudian membengkak karena tejadinya hidrasi. Terjadinya pembengkakan ini menyebabkan lapisan korneum menjadi pecah. Ketika kulit keluar dari air, jaringan epitel kemudian mongering dan berusaqha kembali ke bentuk dan ukuran semula. Karena pecahnya lapisan korneum, sel-sel tidak kembali ke tempat semula tetapi berusaha keluar ke permukaan sehingga kulit terasa kasar. Berpindahnya lipid dari permukaan kulit yang diakibatkan larutan deterjen juga dapat menyebabkan kulit menjadi kasar. Lipid berperan sebagai pengikat untuk menahan lapisan sel epidermis agar berada di tempatnya. Sebum merupakan secret kulit yang berfungsi menjaga kelembutan, kelembapan dan melindungi kulit. Lapisan sebum apabila rusak atau hilang karena proses pencucian oleh larutan sabun atau deterjen, akan menyebabkan kekeringan dan bersisik. Keretakan akan muncul pad permukaan kulit dan menyebabkan infeksi yang diikuti dengan dermatitis. Kelembaban kulit sangatlah penting dan juga dengan sebum karena memberikan lapisan asam emollient, membantu dalam mengontrol evaporasi kelembaban walaupun kulit tidak selalu mensekresi agen pelembab alam. Keseimbangan kandungan air pada kulit juga perlu diperhatikan. Krim tangan (Hand Cream) memiliki sifat-sifat : 1. untuk memberikan kelembaban pada kulit secara langsung. 2. untuk memberikan lapisan minyak dan zat-zat lain yang sifatnya tidak jauh berbeda dengan sebum. 3. untuk menjadikan kulit lebih lembut dan lentur tetapi tidak terlalu berminyak. 4. tidak bereaksi dengan keringat normal pada tangan. 5. bersifat antiseptik. 6. memiliki bau yang harum. 7. memiliki warna yang stabil dan menarik. 8. mudah dihilangkan dalam penggunaanya.

118

Sediaan Kosmetika
Umumnya krim tangan (hand cream) dan krim tubuh (body crem) berupa cream yang ringan yang mudaah menyerap ke dalam kulit, lembut tetapi tidak terlalu berminyak pada kulit. Parfum harus sesedikit mungkin dan mudah dihilangkan. Supaya cream tidak menjadi terlalu berminyak pada kulit maka kandungan lemaknya harus rendah. Water continuous cream lebih umum digunakan daripada oil continuous cream. Bahan Dasar. Yang paling umum digunakan pada produk krim dan lotion tangan adalah emollient (zat pelemak). Zat ini dapat menginduksi proses dehidrasi pada kulit. Bahan-bahan dasar yang digunakan dalam produk perawatan kulit adalah : 1. pelembut (emollient). 2. zat pelindung. 3. zat penyembuh (Healing agent). 4. pelembab (Humektan) 5. zat pengemulsi. 6. zat pengawet. 7. zat pewangi (parfum). 8. zat pewarna.

1.

Pelembut (emollient)

Bahan yang sangat spesifik yang membantu dalam formuka pelembut kulit adalah lanolin dan turunannya, sterol, fosfolipid, hidrokarbon, asam lemak, ester asam lemak dan lemak alcohol. Lanolin dan turunannya. Bekerja dengan merawat bagian epidermis kulit normal, lanolin tidak berpenetrasi ke dalam kulit, tertahan dalam bagian permukaan dari epidermis. Lanolin merupakan lilin alami yang terdiri dari ester-ester dalam jumlah besar diman ester ini dibentuk oleh gabungan alcohol bermartabat tinggi dan asam lemak tinggi. Secara umum lanolin yang digunakan dalam formula tidak lebih dari 5%. Selain sebagai emollient, lanolin termasuk juga berfungsi sebagai zat pengemulsi. Turunan dari lanolin : ☺ Lanolin cair yang umum dijual dipasaran dengan nama dagang lanogene, lantrol, viscolan, lanoil, ritalan, argotol 60 dan fluilan. ☺ Lanolin wax yang umumnya dijual di pasaran dikenal dengan nama waxolan, lanfraks, lanocerin dan albalan. ☺ Lanolin alcohol. Terdiri dari tiga macam yaitu sterol, alcohol triterpen dan alcohol alifatik. Efek emollient yang dihasilkan oleh lanolin alcohol adalah sifat hidrofilik yang berasal dari sterol, dalam hal ini mendekati kolesterol. Lipid yang berada pada lapisa lemak di kulit, seperti kolesterol, bersifat hidrofilik dan apabila kontak dengan kulit, maka lapisan kulit akan menyerap air hingga kondisi yang normal. Proses dehidrasi kulit (pada korneum) ini disebabakan adanya kolesterol. Lanolin alcohol terdiri dari 3 bentuk, yaitu :

119

yaitu : a) krim dan lotion penolak air. 5. Lanolin yang dimodifikasi.Sediaan Kosmetika 1. 1. warna kuning contoh: Hartolan. Nimlesterol. Bentuk cairan biasanya dalam bentuk minyak mineral. Komposisi asam stearat yang digunakan dalam formula 1-20%. 120 . Ceralan. berperan untuk melindungi kulit dari air dan zat yang larut dalam air yang dapat mengiritasi kulit. 3. dll. Menurut Peel. 2) Zat melekat dengan baik pada kulit. juga mengandung asam fosfat. lanolin alcohol terasetilasi. lanolin asam lemak. Krim pelindung tangan dibagi menjadi dua kelompok. minyak mineral. 3. 4) Tidak mengiritasi kulit. 4. 2. Jenis emollient ini kurang disukai karena menimbulkan rasa tidak nyaman serta efek berminyak. adalah senyawa kompleks lemak yang larut terdiri dari asam lemak dan gliserol serta basa nitrogen seperti kaoln dan etanolamin. yang penggunaanya tidak boleh lebih dari 5%. bahan lilin padat. Fosfolipid. Jenis asam lemak yang paling sering digunakan dalam pembuatan produk ini adalah asam stearat seperti Kalium stearat atau etanolamin stearat. dll. 2. Hidrokarbon. Zat Pelindung. 3) Dapat membentuk selaput yang tidak tembus. 6. Merupakan kandungan dasar yang paling banyak digunakn dalam formula krim tangan dan badan. lanolin polioksi alkalin. Asam lemak. 5) Proses pelepasan yang mudah dan nyaman. 2. terdapat beberapa persyaratan untuk formulasi krim pelindung : 1) Stabil dan cara pemakain yanh mudah dan nyaman. lanolin alcohol teretoksilasi. jenis ini ada berbagai macam seperti lanolin terasetilasi. warna kuning. kekeringan dan kulit berkerut. larutan. lentur dan tidak mudah retak. Contoh: Amerchol L-101. Kolesterol ini harus efektif dalam perawatan kulit yang disebabkan oleh iritasi. 6) Memiliki nilai estetika dalam hal kenyamanan. Yang digunakan adalah petrolatum. Jenis fosfolipid yang banyak digunakan dalam krim tangan dan badan adlah lesitin. Sterol Satu-satunya sterol yang digunakan khusus dalam sediaan krim tangan dan tubuh adalah kolesterol. paraffin wax dan ozokerit. basa lemak.

Penggunaan alantoin urea pada krim tangan karena memiliki efek menembuhkan jika dipakai pada bagian kulit tangan yang terluka dan tidak memiliki efek racun. Sabun asam lemak dan garam natrium dari ester sulfur bersifat sangat hidrofilik dan cenderung untuk menghasilkan emulsi tipe minyak dalam air. 2) Menstimulasi perkembagnagan lapisan granulasi yang dapat mereduksi waktu penyembuhan 3) Reaksi ini tidak menimbulkan rasa sakit. sabun asam lemak yang sering digunakan adalah triacthanolamin stearat sebanyak 0. Produk perawatan tangan pada awalnya terdiri dari campuran yang sangat sederhana yaitu 50% humectan dan 50% air. 5.Sediaan Kosmetika b) krim dan lotion penolak minyak. Humectan yangumum digunakan adalah gliserol. 3. glukosa dan Na laktat. Sekitar 75% krim tangan dan tubuh yang dijual di pasaran. Contoh sediaan : Tipe Contoh Sabun asam lemak K-stearat. manitol. Zat Pengemulsi Zat pengemulsi yang digunakan pada krim tangan dan tubuh dibagi menjadi 3 kelas utama yaitu anionic. 1. kationik. Zat lain yang juga memiliki sifat humectan adalah polioksietilen gliserol. dan non-ionik. natrium setil sulfat. Gliseril monostearat. 4) Zat ini terdapat pada sediaan larutan. Penggunaan allantoin sebagai zat penyembuh (Mecca) : 1) Efektif untuk membersihkan bahan nekrtotik. propilenglikol dan sorbitol.5-3%. emulsi ointment. Pada formulasi lotion tangan. Ammonium stearat dan garam amin dari asam lemak dapat menghasilkan krim yang putih tapi cenderung untuk 121 . 4. Zat pengemulsi anionic Zat pengemulsi kelompok ini telah sering digunakan dalam formulasi krim tangan dan krim tubuh. polioksietilen sorbitol. Penggunaan zat penyembuh didasarkan pada kulit tangan yang pecah. Zat penyembuh (Healing Agent). diemulsikan menggunakan zat pengemulsi kelompok ini. Na stearat. mengandung mengandung sabun asam lemak kalium atau natrium Ester Sulfur (garam natrium) Natrium lauril sulfat. berperan untuk melindungi kulit dari minyak atau zat yang larut dalam minyak yang dapat mengiritasi kulit. Amonium stearat. Pelembab (Humectan). Trietanolamin stearat Asam lemak poliol monoester. Humectan adalah senyawa yang menjaga perubahan kelembaban antara produk dan air baik dalam wadah yang digunakan maupun kulit.

Contoh zat pengemulsinya adalah polioksietilen sorbitan mono stearat atau polioksi etilen glikol 1000 monostearat  Ester lipofilik. proses pengerutan cenderung kecil c. bersifat membunuh kuman bila tidak bereaksi dengan zat anionic atau bahan lain yang tidak cocok. Proses pengotoran ini terkadang dikatalisasi oleh sejumlah logam terutama logam besi. Ketika suatu kation dengan berta molekul yang tinggi bereaksi dengan anion dengan berta molekul tinggi. dalam hal ini berperan sebagai zat aktif permukaan. cenderung untuk membentuk emulsi pada pH asam. Zat pengemulsi kationik Penggunaan senyawa kationik dalam sediaan krim dan lotion tangan disebabkan : a. c. Krim tangan tipe minyak dalam air yang terdiri dari zat penemulsi non ionic. ester asam lemak sorbitan. substansif terhadap protein pada pH asam. polioksietilen stearat. b. Pada krim tangan cenderung tidak membentuk lapisan kulit b. harus dibuat pada temperatur serendah mungkin. Senyawa yang terbentuk berbentuk endapan. dan reaksi ini membentuk suatu emulsi pH yang dihasilkan berkisar antara 2 sampai 4. maupun basa bisa direaksikan dengan zat kationik. Konsentrasi yang digunakan pada masing-masing tipe ini adalah 1-10%. Pengawet 122 . Contoh ester asam lemak polietilenglikol yang ber-BM rendah. Emulsi cenderung stabil dan dalam hal viskositas tidak membentuk gel bhkan cenderung viskositas semakin kecil jika formula tidak seimbang. pada waktu penguapan. Zat pengemusi non ionik Pembagian :  Ester yang bersifat hidrofilik. Contoh zat nonionic adalah : polioksietilen lauril alcohol. 3. polioksietilen sorbitan monostearat. Selain itu juga suhu pada emulsifikasi juga berperan pada proses pengotoran tersebut sehingga disarankan untuk krim yang mengandung ammonium stearat atau garam –garam amin lainnya sebagai zat pengemulsi. Penggunaan zat non ionic pada sediaan krim dan lotion tangan adalah : a. Sediaannya tahan terhadap pembekuan d. e. namun terdapat beberapa garam yang terbentuk tapi larut.Sediaan Kosmetika berubah menjadi kuning pada penyimpanan yang lama. Penggunaan zat kationik sebagai pembunuh kuman dapat digunakan dalam krim tangan tanpa kuatir dengan ketidakcocokan. dll. 2. Pada umumnya zat kationik bereaksi dengan asam lemak seperti asam stearat. netral. maka akan terbentuk garam terionisasai yang kurang baik antara kation dan anion hidrofob. Krim tangan dengan suasana asam. 6. Penggunaan zat kationik didasarkan pada reaksi antara senyawa kation dengan senyawa anion pada sediaan.

05% pada fase tersebut. propil dan butyl. Na benzoat. senyawa aromatik sintetik dan zat-zat parfum yang lain yang memiliki sifat sebagai surfaktan sehingga dapat berkompetisi dengan zat pengemulsi untuk posisi pada tegangan antarmuka. Pada lotion. Senyawa parfum dan zat yang terkandung di dalamnya bisa mempengaruhi stabilitas emulsi dari krim tangan tersebut. Syarat pengawet yang baik :  Harus efektif melawan berbagai tipe mikroorganisme yang menyebabkan penguraian.05% propil ester ditambahkan dalam fase minyak. propil 0. tergantung pada konsentrasi dan tipe emulsi. propil. zat tambahan yang ditambahkan dalam formula krim tangan bebgai berikut : metil ester ditambahka kedalam fase air dan dipanaskan 600C dibantu dengan pengadukan selama waktu pemanasan. misalnya : asam salisilat dapat menyebabkan iritasi kulit sehingga tidak digunakan lagi. metil ester sebanyak 0. rasa dan sebagainya. dalam arti tidak merubah karakteristik sediaan seperti aroma. Pemilihan parfum yang digunakan dalam penggunaan krim tangan dan krim tubuh semata-mata berdasarkan nilai estetika. Menurut Deakers.1 % propil ester dalam fase minyak dapat memberikan efek antiseptik.15%.1-0.05%-0. misalnya essential oil. Metil. serta harus netral sehingga tidak merubah pH sediaan. Metil ester yang paling mudah larut sedangkan butil ester yang sukar larut dalam air. konsentrasi metil p-hidroksibenzoat adalah sekitar 0.  Harganya tidak boleh meningkatkan harga sediaan. Ester yang umum digunakan pada krim tangan dan lotion yaitu :metil. Efek dari parfum bervariasi.12% dapat ditambahkan ke dalam fase air dan 0. Komponen parfum yang dapat menyebabkan konsistensi dan stabilitas emulsi. Na propionat efektif hanya dalam media asam.  Cocok. Dalam kenyataannya.02%.2 %. Pengawet seperti asam benzoat.  Tidak boleh mempengaruhi efek sediaan. 123 . warna. diperkirakan 0.05% dan butyl 0. 7. dan butyl ester dari asam hidroksibenzoat umum digunakan dalam krim tangan dan lotion. etil. Propil ester dapat diganti dengan butyl ester dengan konsentrasi yang sama. propil p-hidroksibenzoat dapat ditambahkan sebanyak 0. Tetapi banyak pula pengawet yang dilarang penggunaannya karena alasan tertentu. Menurut Harry. Propil dan butyl ester ditambahkan kedalam fase minyak dan dilarutkan dengan pemanasan dan pengadukan. Pada krim tangan yang kandungan minyaknya lebih tinggi.  Harus larut dalam konsentrasi yang digunakan.Sediaan Kosmetika Karena krim tangan dan tubuh mengandung air dan zat yang dapat dirusak oleh mikroorganisme maka sediaan harus dilindungi dari mikroorganisme. Zat pewangi (parfum).  Bersifat non toksik secara internal maupun eksternal.25% metil ester dilarutkan dalam fase air dan 0. Jika fase minyak mengandung sejumlah kolesterol atau lecithin. fase air mengandung campuran dari metil ester 0.

3) Komponen minyak parfum : Bouquet medium. zat pengoksidasi dan pereduksi. 2) Minyak atsiri : geranim borbon. tipe lilac.23 stabil dalam media basa tetapi dalam media asam akan mengendap. pengawet…. geraniol murni. rose de mai absolute. Krim tangan dan tubuh (Hand body cream) yang sering digunakan adalah krim tangan (Hand cream) berupa cairan.…. PH pada krim tangan dan kulit sekitar 5-8. Contoh formula : Asam stearat …………. Umumnya krim tangan adalah emulsi minyak dalam air. contohnya adalah D&C Red No.20 yang mengendap dalam larutan pada media media basa. Akan lebih menguntungkan jika mewaranai kedua fase dengan menggunakan kedua pewarna yaitu yang larut dalam air dan larut dalam minyak dalamsatu produk.5% Tween 60 …………………. Macam-macam Bentuk Krim Tangan :  Krim cair.ad100 Analisis Asam stearat • Bilangan iodium tidak lebih dari 4 • Suhu lebur tidak lebih dari 54 • Jika dibakar→ bau malam • Bereaksin sam pada tes lakmus • Zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat..0.5% Larutan sorbitol 70% ………10% Air. sedangkan D&C Red No.. Masalah kesesuaian produk dengan zat pewarna berhubungan dengan pH. tipe tumbuh-tumbuhan dan rose. Emulsi air dalm minyak digunakan pewarna yang larut dalam minyak dengan kondisi yang sama. sehingga zat pewarna yang larut dalam air digunakan untuk mewarnai air pada fase luarnya.5% Arlasel 80………………….Sediaan Kosmetika 1) Aromatik sintetik: ekstrak terpineol. kelarutan stabilitas. parfum. • Larutan+ NaOH lalu dikocok → agak berbusa pada pengenceran Lanolin 124 .…7% Lanolin ……………………0. hidroksi citonella dan amil sinamat aldehid.0. lavender.. Zat pewarna Pemilihan pewarna harus disesuaikan dengan produk pad setiap kondisi penyimpanan begitu juga dengn keamananya secara fisiologi. 8. feniletil alcohol. ada beberapa pewarna yang cukup stabil dalam media asam tetepi menunjukkan stabilitas yang rendah dalam media basa.

parfum dsb …………………..5% Petroleum jelly..5% Isoproppil myristat ……………………………………………3% Cetyl alcohol ………………………………………………….Sediaan Kosmetika • Bilangan ioddium 18-36 • • Praktis tidak larut dalam air. larut dalam kloroform p .. Contoh formula : Asam stearat ………………………. Telah dijelaskan diatas Isopropyl miristat..8% Air. 10% Air. Prinsip emulsinya yang juga memperantarai iritsi kationik sebagai surfaktan kationik yang disuplemen oleh Cetil alcohol...…. Hand cream dengan formula yang sederhana terdiri dari asam stearat . alkali dan air tetapi akan lebih stabil jika ditambahkan humektan dan ester lemak. 125 ..5% Arlacel 80 …………………………………0.ad100%  Krim padat Umumnya krim padat digunakan untuk menghilangkan kotoran.…...7% Lanolin ……………………………………0.55% Sorbitol solution 70% …………………….15% Isopropyl meristat ……………….…2% Potassium hidroksida …………….5% Tween 60 ………………………………..…2% Gliserin……………………………………………………. dsb …………………………………………. lanolin.2.3% Air. parfum dan zat tambahan lainnya …ad100% Formula krim tangan (Hand cream ) dibawah ini khusus untuk melawan deterjen anionic yang terabsorpsi pada kulit atau untuk memberikan khasiat germisida. Cetil trimethyllammmonium bromida ………………………1. parfum.18. dsb ……………………………….1% Sorbitol syrup 70% ……………….eter p • Larutan 25g dalam 10 mL eter p + 10 tetes fenolftalein → larutan tidak berwarna merah Larutan 500 mg dalam 5 mL kloroform + 1 mL anhidrida asetat + 2 tetes H2SO4 p → tidak terjadi warna hijau tua Formula dengan emulsi non ionic : Asam stearat ……………………………….ad100% Analisis Asam stearat.

………….5% Bentonite …………………………………………………. parfum dan zat tambahan lainnya …………………ad100% Lanolin atau minyak silicon dapat juga digunakan dan menghasilkan formula yang lebih kompleks dan menghasilkan cream yang lebih fungsional serta memenuhi keinginan pasar.2% Cetyl alcohol ………………………………………………10% Minyak mineral ……………………………………………..10.10% Air..Sediaan Kosmetika • • • • Bilangan penyabunan 202-212 Bilangan asam tidak lebih dari 1 Bilangan iodium tidak lebih dari 1 Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan dengan kromatografi gas. jelly 126 .. KOH (Kalium Hidroksida) • Larutan4% b/v memberikan reaksi terhadap Kalium : + Heksanitritokobaltat (III) Na3(Co(NO2)6) → endapan kuning + Larutan asam tartrat H2C4O6 → endapan kristalin putih + larutan asam perklorat HclO4 → endapan kristalin putih + Asam Heksakloroplatinat (IV) H2(PtCl6) → endapan kuning + tes nyala : ungu.12% Triethanolamine ……………………………………….7. parfum dan zat tambahan lainnya ………………..………….…0. Telah dijelaskan diatas...3% Soap chips ……………………………………………….. Cream dapat juga dikentalkan dengan penambahn gom.…………10% Isopropyl meristat ……………...17% Carbopol 934 …………………………………………….2% Ethomenn C25 ………………………………………….……….12% Liquid paraffin ……………………………………………...0.10% Emulsene 1219 …………………………. Mucilago. Contoh formula : Manutex SA ………………………………………………. Contoh formula : Asam stearat ……………………..10% Silicon M555 …………………. Sorbitol..add100% Formula yang menggunakan pelarut air-resin : Glycerin ………………………………………………….5% Lotion.6% Minyak mineral ……………….5% Air. selulosa dan akan memberikan fase kontinue dengan sedikit kepadatan sehingga akan mengontrol kelembaban dengan baik.

• Pada 20 mL larutan 0. masukkan ke dalam gelas piala 600 . Formula dibawah ini merupakan tipe preparat hand block asam-basa : Paraffin wax …………………………26% Petroleum jelly ………………………. biasanya terdapat dalam wadah tube atau berupa hand blocks. Titanium dioksida. • Jika dibakar dengan sedikit Na-tetraborat p diatas nyala api.02 N : campuran berwarna hijau.………. tidak menunjukkan butiran berwarna merah jambu. • Panaskan dengan Kalium bisulfat : terjadi uap merangsang. Pada 500 mg zat + 5mL H2SO4 panaskan perlahan..10% Titanium dioksida …………………. Setelah uap Sulfur trioksida muncul. Sediaan pekat (non-aqueos) Bentuk umumnya adalah lanolin anhidrat dan petroleum jelly. cairkan dengan air sampai 100 mL lalu saring.2% Air ………………………………….qs.2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan . terjadi nyala hijau...74% • • 127 .……. • Pada 100 mg serbuk + 1 mL Iodium 0.05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau .25% b/v + 10 mL larutan timbal asetat p 20% b/v : terbentuk endapan merah jonjot → saring.Sediaan Kosmetika Merupakan sediaan perawatan tangan yang secara definisi yang hampir tidak sama dengan krim. perbedaan dari agar. Analisis Tragakan • Sedikit zat dalam larutan merah ruthenium p. pada filtrat + 10mL larutan timbal subasetat p : larutan berkabut tapi tidak terjadi endapan.…………0. tambahkan biru brom LP dan asamkan dengan H2SO4 0. Prototype dari sediaan ini adalah gliserin dan air mawar yang merupakan campuran sederhana. lanjutkan selama 1 menit. Kuantitatif .. karena ini tidak terdiri dari 2 fase..87. Dinginkan suspensi. Netralkan dengan NaOH 0. encerkan dengan 50 ml air . Timbang seksama 400 mg .8% Parfum. Gliserin. pengawet. jika diperiksa dibawah mikroskop. Pada 5 mL filtrat bersih + beberapa tetes Hidrogen feroksida → warna kuning merah atau orange segera muncul. Contoh formula untuk sediaan gom mucilage yang tidak mengandung fase minyak Gom tragakan ……………………………..………. pewarna ……………………. (perbedaan dari gom akasia dan agar).2% Gliserin ……………………………….

Sediaan Kosmetika
Untuk beberapa campuran biasanya ditambahkan preparat herbal misalnya klorofil, daun marshmallow, minyak atsiri, terpenti, eucalyptus, kamfer, ZnO, mono klorotimol, dsb. Beberapa jenis malam yang digunakan untuk merekatkan minyak misalnya polietilen yang penggunaanya dicampurkan dengan bahan pengemulsi. SEDIAAN KOSMETIKA MAKE UP (BUKAN UNTUK MATA ) Sediaan kosmetika “ make up “ adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk memperindah , menutupi noda – noda , serta kekurangan yang terdapat pada muka seseorang , pada umumnya wanita . Berdasarkan urutan pemakaiannya sediaan “ make up “ dapat dibagi menjadi : I . Dasar “ make up “ . Sering juga disebut “ foundation make up “ atau “ cream make up “ , berguna agar bedak dapat merata pada permukaan kulit dan tahan lama . Ketika memakai “ make up “ , foundation digunakan pertama kali sebagai dasar untuk pemerah pipi dan bedak . Pada umumnya merupakan suatu lotion atau emulsi dengan penambahan suatu zat warna . Mula – mula dikenal bentuk seperti salep , kemudian cairan / liquid dengan dua lapisan dan yang terakhir dikenal bentuk batang / stick . Zat – zat yang sering digunakan dalam dasar “ make up “ adalah titan dioksida , seng oksida , Na searat , minyak – minyak dan lemak . Contoh formulanya adalah : Persen Minyak mineral 23 , 5 Ozokerite mp 75 – 80 0C 05 , 5 Petrolatum 47 , 5 Lanolin 04 , 4 Paraffin mp 56 – 58 0C 05 , 5 Dry powder ( titanium dioksida , pigmen anorganik dan talk ) 13 , 6 Parfum qs Penambahan talk dalam formula ialah untuk meratakan bahan kering , sedangkan udara kering yang terjebak ketika serbuk kering ditambahkan pada semi solid dapat dihilangkan dengan memanaskan campuran pada suhu 70 0C dan diaduk pada 50 – 80 rpm . Bentuk formula diatas dapat menghasilkan formula 2 yang berbentuk cake , contoh formulanya adalah : Persen Isopropil miristat 54 Lilin carnauba 05 Beeswax 01 Serbuk kering ( Titanium dioksida , pigmen anorganik dan talk ) 40 Parfum qs Sedangkan untuk memperoleh “ make up “ yang berbentuk stick , formulanya dapat diubah dan dalam membuatnya menggunakan cetakan , contoh formulanya adalah :

128

Sediaan Kosmetika
Isopropil miristat Lilin carnauba Beeswax Minyak mineral 70 / 80 Dry powder Parfum Persen 37 14 04 10 35 qs

“ Make up “ stick ini dapat dibuat untuk lebih lunak dengan meningkatkan jumlah beeswax atau menambahkan ozokerite , isopropyl miristat dapat diganti dengan isopropyl palmitat , butyl stearat , butyl oleat , propilen glikol monooleat , atau propilen glikol monolaurat . Untuk jenis “ make up “ bentuk lain yaitu bentuk krim , contoh formulanya adalah : Bagian.1: Asam stearat Sorbitol monostearat Isopropil palmitat Bagian.2 : Tween 80 Propilen glikol Air Dry powder Pengawet Parfum 15 2,5 2,0 1,5 1,5 54 15 qs qs

Dalam pembuatan alas bedak dengan pijatan , dilakukan dengan gerakan halus dan lemah lembut pada kulit muka dan leher. Dengan pijatan, ini dapat memberikan kehalusan dan dapat membuat foundation kelihatan lebih merata . Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Talk . Pemerian Serbuk halus ; putih ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif • Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air . • Netral . • Tambahan larutan titan kuning , terbentuk warna merah terang . Asam stearat • Bilangan iodium tidak lebih dari 4


• •

Suhu lebur tidak lebih dari 54 Jika dibakar→ bau malam Bereaksin sam pada tes lakmus

129

Sediaan Kosmetika
• Zat + HCl dilatasi → jenuh + tetes minyak pada permukaan → dinginkan → padat. • Larutan+ NaOH lalu dikocok → agak berbusa pada pengenceran Zinci oxydum . Pemerian . Serbuk amorf ; putih atau putih kekuningan ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif . • Panaskan sejumlah ZnO , terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang . • Larutkan asam klorida encer , setelah ditambahkan larutan alkali hidroksida , terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan alkali hidroksida berlebih . Analisis Kuantitatif . Timbang seksama lebih kurang 1,5 gram zat uji yang baru dipijarkan , tambahkan 2,5 gram ammonium klorida P , larutkan dalam 50,0 ml asam sulfat 1 N LV , jika perlu bantu dengan pemanasan lemah . Setelah larut sempurna tambahkan jingga metil LP dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1 N LV . Khasiat : Antiseptikum lokal . Lima formula dasar dasar “ make up “ : 1. Cairan / liquid : Terdapat dalam formula pelembut dengan tambahan satin untuk kulit kering atau beraneka macam minyak bebas dengan tambahan matte untuk kulit berminyak . 2. Cream : Bagus untuk kulit kering . 3. Stick : Bekerja baik pada kulit orang dewasa , mudah diatur pemakaiannya . 4. Gabungan dua formula ( cair ke serbuk atau cream ke serbuk ) : Biasa untuk orang yang tidak suka menggunakan formula dasar yang banyak dan lebih efisien waktu . Cocok untuk beraneka jenis kulit tetapi hindarkan dari kulit yang kering sekali. 5. Pelembut warna : Biasa dipakai pada remaja kesegaran wajah dan menambah lebih muda . II. BEDAK ( FACE POWDER ) Bedak berguna untukmelicinkzn kulit,melindungi kulit dari sinar matahari,melindungi dari kekeringan dan kelembaban serta merupakan dasar dari “make-up” secara keseluruhan. Persyaratan Umum Untuk Bedak Bedak yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan,antara lain: 1. Bedak harus memiliki kemampuan untuk membungkus yang baik,sehingga dapat bekerja untuk melapisi kulit,menutupi pori-pori dan nodanoda. 2. Harus dapat menyebar dengan baik tampa adanya gumpalan,hingga dapat melicinkan dan menghaluskan kulit. 3. Harus memiliki daya lekat yang baik sehingga dapat tahan lama pada muka.

130

Tekanan tidak boleh terlalu besar dan tidak boleh terlallu kcil karena dapat menimbulkan kerapuhan dan pecahpecah pada bedak.Harus mudah rata dan tidak menyebabkan perubahan warna . kaolin.gliserin monostearat. Penggolongan Bedak A.( binding agent ) dalam campuran serbuk kemudian dicetak. B.Tidak boleh terlalu cepat menguap .dipilih yang segar dan menarik.kedalam sediaan ini sering juga ditambahkan humektan seperti Sorbitol.Lanolin.Selain zat-zat diatas dapat pula digunakan talk . Zat pewangi . Noda-noda hitam.Kuning.bedak dapat dibagi menjadi 1. Bila bedak padat ini digunakan dengan menggunakan sikat yang halus dan dengan menggunakan zat warna yang agak banyak maka sediaan ini disebut dengan pemerah pipi . Harus memiliki daya serap yang baik. 3.Avisel . Berdasarkan jenis kulit.cera atau paraffin. amilum . besar dan dapat melindungi kulit dari sinar matahari. Atau “ blusher “ .Harus mudah rata dan tidak mengiritasi. Mg oksida.CaO.Binding agent berminyak misalnya minyak mineral .Warna-warna yang sering digunakan adalah Krem.2%-1 % kalau terlalu banyak akan mengiritasi kulit. Cetil alcohol .Konsentrasinya harus serendah mungkin 0.ditekan dan dikeringkan dengan menggunakan aliran udara panas.Ca Carbonat.Mg Carbonat . Sebagai “Binding agent” dapat digunakan zat yang dapat larut dalam air seperti Amilum dan CMC dan zat yang tidak larut dalam air sepertiGliseril monostearat.Silika. Zat-zat yang memiliki sifat dapat melapisi misalnya Tiatan dioksida. 1. Bedak jenis medium digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak. Bedak padat ( Compact Powders ).Selain itu juga dapat digunakan binding agent kering misalnya Mg stearat . Pada umumnya hanya bersifat ringan.Sediaan Kosmetika 4. Bedak Jenis berat (Heavy) digunakan untuk kulit berminyak. 3.propilenglikol dan zat berlemak 131 . dapat merupakan zat warna organic atau anorganik yang mempunyai sifat tidak larut dalam air dan dalam minyak. Banyak digunakan karena bentuknya praktis. Berdasarkan Bentunya bedak dapat dibagi menjadi.isoprofil ministat dan bionding agent emulsi seperti trietanolamin stearat. Dapat menutupi bekas-bekas luka. Zat pewarna . hingga dapat menyerap keringat.lunak dan halus.tidak mudah teroksidasi dan tidak mengiritasi.harus stabil. Harus dapat memberikan perasaan yang lembut . 5.pori-pori 2. 4.Seng oksida.merah muda. Bedak jenis ringan ( Light ) digunakan untuk kulit ringan.Secara garis besar pembuatan bedak padat adalah dengan menmbahkan suatu pengikat. 2. minyak.Zn stearat .Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan bedak adalah: 1.merah. Formula Umum Bedak Pada umumnya bedak yang baik ditentukan oleh pemilihan bahan dasar yang akan digunakan.

Kaolin.serta kulit yang kering Titanium dioksid bersifat inert dan memiliki beberapa kekurangan dibandingkan dengan ZnO. Pada umumnya sebagai zat pembawa adalah campuran lemak. Pada umumnya digunakan pada malam hari dan berguna untuk memutihkan tangan dan leher . Mudah dioleskan dan tidak rapuh Warna harus homogen dapat dilihat dengan menaburkan dengan kertas putih dan diperiksa dengan kaca pembesar. bentonit. Titanium dioksid Titaniun dioksid memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan Zink oksid yaitu : • Memiliki kemanpuan yang lebih dalam menutup wadah. 3. 5. 132 . ZnO. gom. Ca carbonat. 2.Sebagai bahan dasarnya sering digunakan bentonit air dan zat warna.tidak tahan terhadap air dan ada kecenderungan kulit akan menjadi keriput. Talk. Bedak Cair Merupakan bedak bentuk basah sering juga disebut sebagai liquid makeup . yaitu: • Titanium dioksid bukanlah zat yang dapat mengecilkan pori-pori • Kemampuan melindungi kulit dari sinar matahari lebih lemah dibandingkan dengan ZnO • Kadang-kadang sulit dicampur dengan bahan dasar bedak 1. Bila dijatuhkan dengan jarak 8-10 inci bentuk harus tetap tidak boleh berubah. dan. 4. 3.Sediaan Kosmetika seperti lanolim mimyak mineral. lanolin dan PEG. veegum.alcohol dalam emulsi atau hidro alcohol . 2. Biasanya merupakan suspensi dari ZnO . • Biasannya digunakan pada kasus-kasus yang alergi terhadap ZnO. Bedak untuk kaki Merupakan sediaan yang berguna untuk memperindah kaki atau pada oreang tua digunakan untuk menutupi urat-urat yang menonjol. Pemerisaan hasil akhir harus dilakukan terhadap bedak padat yang beredar. Juga: carbopol. Bi Oksiklorida . Bi Subnitrat dalam air dan Gliserin . cetilalkohol. Pengisi yang sering dipergunakan adalah air . Kedalamnya sering ditambahkan surfaktan seperti. Bedak Penutup Noda Merupakan sediaan yang berguna untuk menyembunyikan noda-noda pada wajah .serta harus melekat dengan baik. pemeriksaan tersebut meliputi: Bentuk dan warna harus stabil dalam waktu lama dan disinari. Isoprofil miristat.Persyaratannya antara lain lapisan yang terbentuk harus elastis. Bila dioleskan dilihat rapuh dan tidak melekat. 934.Juga sering ditambahkan zat pengisi dan disprsing agent yang larut dalam air.Bentonit mempunyai sifat yang sukar menyebar . 4. baik noda bawaan sejak lahir atau noda pigmentasi. 941.berpori dan tahan terhadap air. tetapi yang terbaik adalah ester asam lemak. TiO2. Propilenglikol.

133 . Kanji Kanji beras pernah digunakan sebagai dasar dari beberapa Formula bedak karena memiliki beberapa keungulan sebagai berikut: • Memiliki daya serap yang baik • Memiliki daya tutp yang baik pada kulit • Memberikan rasa halus pada kulit. Seseorang akan menilai kebaikan dari suatu bedak dari kilapan yang ada pada wajah . Tetapi kanji beras tidak digunakan lagi sebagai bahan bedak dengan alasan: • Kecenderungan untuk membentuk Cake Pada suhuyang lembab atau apabila ada sekresi pada kullit • Dapat diubah menjadi pasta yang lengket jika basah • Kanji merupakan nutrisi yang baik untuk bakteri .Hal ini merupakan fenomena komplek yang tidak berhubungan dengan tes ilmiah manapun.Bahan-bahan tersebut antara lain adalah:Kaolin koloidal. sehingga jika digunakan dalan waktu yang lama akan menyebabkan iritasi pada kulit. Harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorpsi minyak pada wajah. Beberapa hal yang perllu diingat bahwa criteria yang penting untuk membuat bedak yang baik adalah 1. 3.Sebenarnya tergantung pada jenis kulit. Harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorpsi air pada wajah (berkeringat ) 2.Kaolin ini bersit kasar dan sedikit licin.Sediaan Kosmetika • Lebih mahal dari ZnO Zink Oksida Keunggulan Zink oksid dibandingkan dengan dengan zat lin yang sering digunakan dalam bedak yaitu: • Dapat melindungi kulit dari UV lebih baik daripada bahan lainnya • Dapat mengecilkan pori-pori • Dapat dipakai sebagai antiseptic • Merupakan bahan untuk melembutkan • Meningkatkan kemampuan bedak untuk menutupi wajah.pemakaian dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Harus mempunyai kemampuan unutk bertahan lama.Bahan-bahan yang dipergunakan untuk itu adalah bahan –bahan dengan daya serap yang tinggi. Absorbansi Telah disebutkan bahwa fungsi bedak salah satunya untuk menghilangkan kilapan yang ada pada wajah.dan MgCO3.tipe krim yang digunakan pada wajah.kadarnya tidak boleh melebihi 30 %.Kapur precipite. Kanji.Kaolin koloidal juga memiliki memiliki daya lekat yang baik dari pada talk.sehingga dapat menyerap minyak. Kaolin Koloidal Kaolin Koloidal ( Hidrated alumunium silikat )digunakan dalam bedak karena ia memiliki daya serap yang tinggi.

Kadar talk dalam bedak dapat melebihi 70%.Akan tetapi kapur dapat merusak kelicinan produk. dan jepang.licin dan menempel dengan baik.contohnya adalah Oracid yang bentuknya busa kuku urea-formaldehid.Polietilen tidak mengiritasi kulit dan memiliki daya rekat dan daya penutup yang baik . Kalsium karbonat precipitated ( kapur Precipitates) Kapur juga memiliki keunggulan yang hampir sama dengan kaolin.Pelekatanbedak dapat ditingkatkan dengan penambahan emuliens seperti setil/stearil alcohol dan gliseril monostearat dengan kadar 0.seperti daya serap yang baik dan dapat menghilangkan kilapan pada wajah.Kelembutan ini biasanya didapat dari talcum yang ditambah dengan Zn Stearat.Kadar kapur tidak boleh lebih dari 15%.dan mempunyai efek bakteriosida .Komponen-komponen anorganik yang bersifat racun superti timah hitan dan turunan arsen tidak boleh digunakan karena dapat mengiritasi kulit.Sediaan Kosmetika Pada saat ini kanji telah banyak dimodifikasi dan digunakan dibanyak industri kosmetik. Kadar MgCO3 dalam Formula biasanya 5%.Kapur tidak menyebabkan kulit menjadi kering. contohnya Besi ( II ) klorida memberikan warna kuning merah dan cokalt. contohnya seperti Kanji ANM. Varietas dari Italia biasanya digunakan untuk mendapatkan kualitas yang baik. Magnesium karbonat memiliki daya serap tiga kali lebih baik dari pada kapur.Sedangkan warna hijau dan biru dihasilkan oleh zat warna ultramarine.Kanji jenis ini memiliki keunggulan yaitu memiliki daya serap yang tinggi . Talk Talkum adalah Hidrat magnesium silikat.India .5%.dan dapat menempel dengan baik. Kelicinan ( slip ) Kemampuan untuk mudah disebarkan dan penggunaannya ditalk bertujuan untuk memberikan rasa halus dikulit. Plastik Bahan dasar bedak dari plastic telah dikembangkan untuk digunakan dikulit . Kadar polietilen tidak boleh lebih dari 44 mikron Polimer yang digunakan adalah polimer BM tinggi seperti polietilen terftalat. Zat pewarna bedak Zat pewarna yang biasa digunakan adalah zat warna organic atau anorganik yang tidak larut dalam air dan dalam minyak.sehingga untuk menutupi kesalahan ini talk harus dikombinasikan dengan bahan lain.dengan ukuran 1-10 mikrons. Magsium Karbonat..Zat warna anorganik ini baik diperolehsecara alamiah ataupun secara sintetik .Isophtalat atau kopolimer dari 2monomer tersebut . Penggunaan Polietilen sebagai pengganti talk pada bedak telah banyak digunakan. Talk harus disterilisasi dengan baik.5-1. 134 .( slip ). Talk berasal dari Italia . Bahan Pelekat Bahan pelekat merupakan satu bagian penting dri bedak.karena bila tidak dapat mengan dung spora tetanus. Kapur juga sudah memenuhi persyaratan USP.mesir. Fungsi talk dalam bedak adalah sebagai pemberi rasa licin dan daya lekat yang baik ‘akan tetapi daya daya menutupi dan daya serap dari talk kurang baik.

dipilih yang segar dan menarik . Bedak jenis medium . Talk 80% Zink oksid 5% Zink Stearat 5% Kanji beras 10% Pewangi dan pewarna qs 2.Konsentrasinya harus serendah mungkin 0.karena jika terlalu banyak akan mengiritasi kulit. Formulanya adalah sebagai berikut.Harus stabil dan tidak teroksidasi dan tidak mengiritasi. Formulanya adalah sebagai berikut: Vaselin 50 bagian Beeswax Putih 40 bagian Petroleum Jely 40 bagian Stearin 20 bagian Gliseril monostearat 75 bagian 135 . 1. Namun Winter ( 19 ) membuat suatu formula bedak yang banyak diminati orang yang berjenis kulit Kasar dan kering karena mengandung lemak “ fatty Powder “ .2-1%. Bedak jenis berat( Heavy ) Digunakan untuk kulit berminyak Formulanya adalah sebagai berikut: Talk Zink oksid Zink Stearat Kapur precipitate Pewangi dan pewarna 30% 24% 6% 40% qs.harus mudah merata dan tidak boleh menyebabkan perubahan warna. digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak.Sediaan Kosmetika Zat Pewangi Bedak Pada umumnya hanya bersifat ringan . Formulasi Bedak Berdasarkan jenis kulit yang berbeda-beda dari setiap orang . Formulanya adalah sebagai berikut : Talk 50% Kanji beras 15% Kapur Precipitete 15% Zink Oksida 15% Zink stearat 5% 3.maka dibuat lah berbagai formula bedak.Berikut ini akan dipaparkan beberapa variasi formula bedak sesuai dengan jenis kulit yang ada : Bedak jenis ringan ( Light powder ) Yang dipergunakan untuk kulit kering .tidak bo0leh terlalu cepat menguap.Dengan maksud untuk menyesuaikan jenis kulit tersebut .

Talk………………………………………………………………… ZnO………………………………………………………………… Zn stearat…………………………………………………………... silica .. • Tambahan larutan titan kuning .......... Talk. • Panaskan sejumlah ZnO . Contoh Formulasi untuk face powder : A.. • Zat pewangi .. Parfum dan Warna……………………………………………….. talk . • Zat yang mempunyai sifat dapat melapisi .... terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang . terbentuk warna merah terang . kaolin . Talk ... CaO . tidak berasa . 80 % 5% 5% 10 % qs 30 % 24 % 6% 40 % qs Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat . Rice starch………………………………………………………… Parfum dan Warna ……………………………………………….. MgO .. • Netral ... • Zat pewarna .. Zn stearat…………………………………………………………... putih atau putih kekuningan ...………………………………………………………………… ZnO…………………………………. Pemerian . Precipated chalk………………………………………………….Sediaan Kosmetika Prosedur: Dalam pembuatanya semua bahan diatas dilelehkan secara bersama-sama sambil terus diaduk lalu ditambahkan : Air panas 500 bagian Lanjutkan penggerusan sampai terbantuk emulsi .. B. Analisis Kualitatif • Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air . MgCO3 .. putih ...lalu tambahkan : Talk 1000 bagian Gerus kembali biarka sampai kering diayak dengan pengayak lalu kemudian ditambahkan zat pewagi secukupnya. vicel . misalnya TiO2 . Serbuk amorf ... CaCO3 . Zn stearat ... Formulasi Umum Bedak ... Analisis Kualitatif . Pemerian Serbuk halus . amilum ... Zinci oxydum . Zno . tidak berasa .. 136 .. tidak berbau ... tidak berbau ..

Talk 65% ZnO 20% Zn sterarat 5% Pricepated 10% Parfum dan warna qs 137 . tambahkan 60 ml H 2SO4 2N dan didihkan sampai asam lemak terpisah dan membentuk permukaan transparan . atau sampai permukaan asam lemak bersih. Timbang seksama lebih kurang 1. dinginkan campuran dan pindahkan permukaan padat dari asam lemak . terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan alkali hidroksida berlebih . Kumpulkan asam lemak dalam beaker glass kecil . Analisis Kuantitatif . Cuci saringan dan labu terus menerus dengan air sampai tidak ada asam. Panaskan kira – kira 1 gram Zn stearat dengan 50 ml asam sulfat 0. biarkan dingin . Zn stearat . tambahkan air jika perlu untuk menjaga volume asli.5 gram ammonium klorida P . Rice Strach Pemerian Serbuk sangat halus. dan keringkan pada suhu 105 0C selama 20 menit sampai asam lemak mengental tidak di bawah 54 0C .Sediaan Kosmetika • Larutkan asam klorida encer . Khasiat : Antiseptikum lokal . panaskan larutan sampai kira-kira 40˚ dan tetrasi dengan 0. cairan sisa ditest dengan zink test . tuangkan airnya . Simpan asam lemak yang dipisahkan pada identifikasi A dalam filter wetted dengan air . Analisis Kualitatif .putih. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P . terjadi warna biru yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali . Beberapa variasi formula dari face powder : a. Tambahkan larutan iodium P.tidak berasa Analisis Kualitatif Didihkan 1 bagian dengan 50 bagian air. Setelah larut sempurna tambahkan jingga metil LP dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1 N LV . larutkan dalam 50.05 M disodium etilen diamide tetra asetate sampai larutan berwarna biru . Campur 25 gram dengan 200 ml air hangat .5 gram zat uji yang baru dipijarkan . setelah ditambahkan larutan alkali hidroksida .1N selama 10 menit .2ml eriochrome black T. kemudian larutkan dengan asam . Analisis Kuantitatif . dan cuci dengan air mendidih sampai bebas dari sulfat . dinginkan dan saring .tidak berbau. jika perlu bantu dengan pemanasan lemah .0 ml asam sulfat 1 N LV . Masukkan filtrat dan cuci dengan 15ml amonia-amonium klorida buffer dan 0. tambahkan 2. saring dalam beaker kering saat panas . lalu uji dengan keras lakmus .

Didinginkan pada suhu 0 C.Sediaan Kosmetika b. ZnO Zn sterarat Rice starch Pricipted chalk d. cairkan dengan air sampai 100ml lalu disaring . Vaseline White beeswax Petroleum jelly Stearin Gleceryl monostrearat 60% 15% 5% 20% qs 15% 5% 15% 15% 50% 10 % 20% 6% 14% qs 16% 37 % 5% 8% 8% qs 50% 10 % 20% 6% 14% Analisis Kualitatif dan kuantitatif zat TiO Analisis Kulitatif Pada 500 mg asam sulfat dan di panaskan perlahan . Magnesium Strearat 138 . Water proof chalk base Zn atau Mg strearat Kaolin TiO Talc Parfum dan warna e. ZnO Talc Zn strerat Pricepated chalk (light) Rice strat Kaolin f. Pada 5 ml filtrat bersih tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida maka akan muncul warna merah/orange. Talk ZnO Zn sterarat Kaolin Parfum dan warna c. Larut dalam pelarut organic dan tidak larut dalam air dan alcohol. Setelah uap sulfur trioksida muncul lanjutkan pemanasan selama 1 menit .Dinginkan suspensi. Petrolium Jelly Analisis Kualitatif Berwarna kunimg gadimg atau putih dan lunak . massa tidak berubah .

05% b/v Dalam Trimetil pentana P pada 290mm tidak lebih dari 0.tidak berasa.lapisan minyak memadat pada suhu 50 Cdan la[pisan air menunjukkan reaksi magnesium.kumpulkan filtrat dan cairan cucian. Analisis Kuantitatif • Refluk 2g dengan 100ml asam klorida 0. Kaolin Pemerian Serbuk ringan. Larutkan sisa dalam 10ml asam klorida P. dinginkan.licin . tanbahkan 50ml air dan 10 ml larutan ammonia P. Analisis Kualitatif Panaskan 1g dengan campuran 25ml air dan 5ml asam klorida P.kuning muda sampai kuning. sifat ini tetap setelah zat di leburkan dan di biarkan himgga dingin tanpa di aduk. pijarkan hingga kering .bening. Khasiat: Zat tambahan.dan tidak berasa Analisis Kualitatif 139 .licin.lengket. • Memenuhi uji batas klorida : pengujian dilakukan menggunakan 50ml filtrat yang di peroleh sebagai berikut .2 N selama 5 menit .juga tidak di cairkan. dinginkan saring . Analisis kuantitatif Timbang seksama 500mg .lengket. hangatkan sisa dengan 10ml air saring cuci penyaring dengan 5ml air.putihlbebas dari butiran kasarltidak berbau.uapkan 50ml filtrat . Khasiat :Antasidium .terbentuk endapan menyerupai gelatin .sifat ini tetao setelah zat di leburkan dan dibiarkan dingin tanpa di aduk. dinginkan dan saringkan.zat tambahan .pijarkan pada sisa tambahkan 10HCL 100% v/v P. 1ml dinatrium edetat 0.berflouresensi lemah.dan mudah melekatpada kulit. Panaskan diatas penamgas air selama 10 menit.pijarkan pada suhu 600 . Analisis Kualitatif Serapan Ultraviolet serapan –1 cm larutan 0.Sediaan Kosmetika Pemerian Serbuk halus. Vaseline album Pemerian Massa lunak.5 Khasiat : zat Tambahan. Analisis kulitatif Lebur 1g dengan 2g natrium karbonat anhidrat P.putih.yang diperoleh lebih dari 10mg . Pada kumpulan filtrat dan ciran cucian tambahkan 3ml asam klorida P.Penyerap . Vaselin flavum Pemerian Massa lunak.didihkan 2g dengan 200ml dan 20ml asam nitrat encer P menggunakan pendingin alir balik selama 5 menit .05 M sebanding dengan 20015 MgO.bau lemah khas.tidak berbau.putih.bening.

50 % 11.75 % 7.25 % 0. higroskopik .Sediaan Kosmetika Serapan Ultraviolet serapan –1 larutan 0. Jika disimpan beberapa lama membentuk massa hablur tak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai lebih kurang 20 0 C.50 % 0. Gliserin . Berdasarkan Bentuk bedak dapat di bagi menjadi: 1.50 % 3.Talcum Sodium lauryl sulphate TiO2 Zn stearat In organic pigment Mineral oil Spermaceti Cetylalkohol Lanolin Glycerine Hexa chloroprophane Alkil dimetil benzyl ammonium ( klond 50 % ) Methyl – p – hydroxybenzoate Propyl – p – hydroxybenzoat Perfume Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat .g soap) Parfum dan warna 20% 15 % 25% 32% 8% qs 61. manis diikuti rasa hangat . tidak berwarna . 140 . Suhu dipertahankan pada 190 C-220 C. • Panaskan dengan kalium bisulfat P.09 % 0. jernih . Koalin ZnO Principated chalk Talc Compact Binder (e.75 Khasiat :zat tambahan Gliceryl Monostrerat Analisis Dengan kromatografi gas dengan instrumen yang dilengkapi dengan flame ionization detector dan terdiri dari kolom bororsilikat .50 % 1. tidak berbau .00 % 4.25 % 0.00 % 7. Pemerian : Cairan seperti sirop .Bedak padat (compact powder) Formulasi umum : a.00 % 1. Laju aliran gas pembawa sekitar 70ml/menit .09 % 0.05% b/v dalam trimetilpentana p pada 290mm tidak lebih dari 0.20 % 0.12 % b. terjadi uap merangsang . Analisis Kuantitatif .25 % 1.

Bedak Cair ( Liquid Powder ) . • 141 . 2. Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol .1N . kemudian ammonia encer P secukupnya hingga tepat bereaksi alkalis terhadap kertas lakmus P .3 ml larutan dimetilglioksin P 1 % b/v dalam etanol ( 95 % ) P . terjadi warna nyala hijau . • Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. Kocok berulang – ulang selama 15 menit . Setil alcohol . Khasiat : Zat tambahan . Propil – P – hidroxybenzoat . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . Tambahkan 30 ml larutan iodida P .Sediaan Kosmetika Jika dibakar dengan sedikit natrium tetraborat P di atas nyala api . bening . • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . putih mutiara . licin . Spermaceti / setaseum . Khasiat : Zat tambahan . Tambahkan 0. didihkan dengan 50 ml NaOH 1N selama 30 menit . Dinginkan . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . lakukan penetapan blanko .1N dan 10 ml asam klorida P . • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . Tidak terjadi warna merah jambu . Titrasi dengan Natrium tiosulfat 0.5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . sambil mengganti kehilangan air karena penguapan . Dinginkan . tambahkan segera 50 ml brom 0. suhu lebur 42 0 – 50 0C . bau dan rasa lemah . Analisis Kuantitatif : Refluks perlahan 5 g dengan 5 ml asam sulfat encer P selama 5 menit saring selagi panas . pindahkan labu bersumbat kaca . masing – masing sekitar 1. Pemerian : Massa hablur . Analisis Kuantitatif : Timbang seksama 100 mg .0 .

2% N – propilalkoho………………………………. Preservative and perfume ………………………. 65 % Preservative and perfume ………………………... Pemerian : Serbuk hablur renik . l5 % Water………………………………………… 68. 10 % MgCO3 ………………………………………… 4% TiO2 …………………………………………………………………… 1 % Colour pigments……………………………….. berat . Analisis Kuantitatif : 142 . Menunjukkan reaksi bismuth dan nitrat .. Colouring Water Gum Tragacanth ( 0. 15 % Water…………………………………………. tidak berbau .. Terjadi uap nitrogen oksida . sisa berwarna kuning .. 10 % Glycerine ……………………………………… 15 % Rose water……………………………………. Analisis Kualitatif : Pijarkan . 7% Perfume ………………………………………….Sediaan Kosmetika Formulasi Umum : A.... 10 % 10 % 10 % 25 % 15 % 30 % qs 5% D. qs C. tidak berasa .5 % Viegum HV…………………………………… 0. Talc…………………………………………….5 % solution )…………… Glycerine……………………………………… Water…………………………………………. 5% ZnO……………………………………………. 3 % Chalk…………………………………………… 15 % Kaolin…………………………………………… 2% Colouring matter Glycerine………………………………………. Bi subnitrate…………………………………….. ZnO…………………………………………….. ZnO……………………………………………. TiO2 …………………………………………. Na karraginate…………………………………. l2 % Propylene glyco………………………………. putih .5 % Talc…………………………………………….... qs Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat : Bi – subnitrat .. 65 % B... Starch ( amilum )……………………………….

tidak berwarna . tidak terbentuk endapan . terjadi warna biru tua . • Sedikit serbuk dalam larutan merah nitenium P . • Pada 20 ml larutan 0.5 ml larutan benzidina P 1 % b/v dalam etanol ( 90 % ) P .2 ml larutan timbal ( III ) asetat P 20 % b/v . seperti lendir . saring . Gom Arab . Tambahkan 200 ml air dan 0. nitrobenzoat -------→ ↓ terjadi endapan .25 % b/v tambahkan 100 ml larutan timbal asetat 20 % b/v terbentuk endapan menjonjot .Sediaan Kosmetika Timbang seksama 500 mg . tidak terlihat butir – butir merah .05 M hingga terjadi warna kuning . hampir tidak berasa . Analisis Kualitatif : • Pada 100 mg serbuk tambahkan 1 ml iodium 0. 143 . Propilen glikol . Khasiat : Zat tambahan . • Pada 10 ml larutan 2 % b/v tambahkan 0. dan 4 ml air . Khasiat : Zat tambahan . Analisis Kualitatif : • Iodoform test : ( . Khasiat : Adstringen saluran pencernaan . tambahkan 50 ml air . tambahkan 0. pada filtrat tambahkan 10 ml larutan timbal subasetat P . kocok . rasa tawar . Tragakan .02 N . diperiksa dengan mikroskop . 1ml dinatrium edetat 0. Titrasi dengan Dinatrium edetat 0. larutkan dalam campuran 2 ml asam nitrat P . larutan berkabut tapi tidak terjadi endapan . biarkan selama 1 menit . Zat + piperonal---------→ merah .3 ml larutan ungu kateka P . jika terjadi warna ungu . • Larutan dengan pengocokan 250 mg dalam 5 ml air . campuran berwarna hijau ( perbedaan dari gom akasia dan agar ) . 20 ml glycerol P .) Zat + P. terjadi flokulasi putih .45 mg Bi . tambahkan tetes demi tetes ammonia encer P hingga terjadi warna biru . Propanol . Analisis Kualitatif : • Pada 5 ml larutan timbal ( III ) subasetat P . Pemerian : Hampir tidak berbau . Pemerian : • • • Zat + H2SO4 --------→ propilen . Pemerian : Tidak berbau .05 M setara dengan 19. Pemerian : Cairan jernih . asamkan .

16 % Water ……………………………………………….2. Lanjutkan pemanasan hingga kering . tak berwarna . • Ditambahkan NaOH menghasilkan endapan putih .5 % Yellow oxide …………………………………………. terjadi uap berbau enak .5 % Veegum ………………………………………………. tidak terjadi bau akrolein .0. preservative and perfume ………….3.Sediaan Kosmetika Cairan kental .qs B. higroskopik . Ditambahkan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih ..5 % Water . Saring . tambahkan 100 mg arang jerap P . Analisis Kuantitatif : Refluks 500 mg dengan 3. dinginkan .100 % 4. Bedak Penutup Noda . perfume . keringkan hablur dengan aliran udara . Formula yang mengandung TiO2 : 144 ...5 % Colouring matter . jernih .. 61.. Analisis Kualitatif : Panaskan perlahan – lahan dengan kalium bisulfat P .…. campur . Formulasi : A. Ditambahkan larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih . Bedak untuk Kaki . Uapkan filtrat hingga lebih kurang 50 ml . • Ditambahkan reagensia kuning titan menghasilkan endapan merah . Analisis Kualitatif : • Ditambahkan larutan ammonia menghasilkan endapan putih seperti gelatin . rasa agak manis .. • • • Ditambahkan HCl encer menghasilkan gas CO2 ditandai adanya gelembung – gelembung gas .5 % Propylene glycol ……………………………………. Magnecium carbonate ( MgCO3 ) . biarkan 1 malam pada suhu 4 0C . larutkan dalam aseton P 100 ml hangat .9 g trifenilmetilklorida P dan 5 ml piridina P di tangas air selama 1 jam .. Zn stearat……………………………………………… 2 % TiO2 …………………………………………………. representative sampai …………….5 % Red oxide ……………………………………………. 3.20 % Isopropyl alcohol ………………………………………. ZnO……………………………………………………6 % Chalk …………………………………………………16 % Methyl selulosa ………………………………………0. saring .. Suhu hablur sekitar 176 0C ..2..6 % Umber ………………………………………………. tak berbau ..1 % Metyl cellulose ( 1500 viscosity grade ) ………………0.5 % Glycerine …………………………………………….

5 % TiO2 …………………………………………………….0 % Pewarna ………………………………………………….0 % Aquades ………………………………………………. Analisis Kuantitatif : Timbang seksama 2 gram . bau lemah mirip amoniak . PEMERAH PIPI (Raugh/ blusher/ blush on) Pemerah pipi adalah sediaan yang berguna untuk memberi warna merah pada pipi.0 % CMC …………………………………………………….0.cochineal. Pemerian : Cairan kental . Pada 1 ml tambahkan 0. Zat warna yang digunakan adalah Zat warna yang tak larut air seperti ferri oksidsa. menampilkan warna kosmetik yang lebih lembut pada wajah dengan membuat garis bentuk muka (contour) yang lebih baik dan mengurangi tampilan yang kurang baik pada wajah. tidak berwarna hingga kuning pucat . Tambahkan 5 ml larutan natrium hidoksida encer P didihkan hingga sisa sepertiga volume semula . Panaskan perlahan – lahan 1 ml . dinginkan memenuhi syarat : pada 5 ml tambahkan larutan barium klorida P dengan volume yang sama . karmin+NH4OH. Harus homogen dan halus 3. tambahkan 75 ml air .. lanjutkan pengadukan hingga diperoleh suspensi koloidal .3 ml larutan kobalt ( II ) klorida P .5 % Propilen glikol ………………………………………….5.1 ml larutan tembaga ( II ) sulfat P . Persyaratan dari pemerah pipi 1. higrokopis . vermillion. warna biru tetap . terjadi uap yang merubah warna kertas lakmus merah P basah menjadi biru .6.5 % Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat : Trietanol amin . Titrasi dengan asam klorida 1 N menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil P .Sediaan Kosmetika Trietanol amin ………………………………………….2 mg triethanolamine dihitung sebagai N( C2H4OH )3 CMC .62.3. Analisis Kualitatif : Pada 1 ml tambahkan 0. terjadi warna merah karmin .9. baik berupa cacat. masukkan ke dalam labu erlenmeyer – 300 ml . terbentuk endapan halus putih . terjadi warna biru tua . Analisis Kualitatif : Tambahkan sedikit demi sedikit lebih kurang 1 gram pada 50 ml air hangat sambil diaduk hingga mendispersi dengan rata . 1 ml asam klorida 1 N setara dengan 149. brazilwood.. Harus mudah digunakan 145 . sandalwood. III. cinnabar. bercak atau noda hitam.. Harus stabil baik warna maupun bentuk 2.. red ochre.

retak atau terlalu keras Diantara kerusakan umum dari pemerah pipi padat. juga ditemukan bentuk yang terlalu bubuk menjadi debu. Berdasarkan basisnya pemerah pipi dapat dibagi menjadi : • Pemerah pipi dengan dasar emulsi A/M • Pemerah pipi dengan dasar emulsi M/A • Pemerah pipi dengan salep yang tidak berair 2. Berdasarkan bentuknya pemerah pipi dapat dibagi menjadi : • Bentuk padat (“Dry Rouge”) sering juga disebut “compact rouge/ blush on rauge” . rusak. karena tidak hanya membutuhkan pengetahuan cara untuk membuat. Pada dasarnya pemerah pipi padat adalah bedak berwarna yang mengandung bahan pengikat yang membantu memadatkan bedak Bahan mentah dalam pembuatan pemerah pipi padat adalah talk. Zinc stearat. MgCO3. Pewarna yang digunakan adalah bahan pewarna dengan toner organic. Pemerah pipi padat adalah bentuk yang paling dikenal dan paling susah dibuat. Jumlah yang digunakan antara 4-10 %. pewarna dan parfum. Formulanya: persen Talk Kaolin Zn stearat Zn oksid MgCO3 Kanji beras Titanium dioksid Pewarna 48 16 6 5 5 10 4 6 Pemerah pipi padat harus memenuhi persyaratan : 1) Halus dan bebas dari gumpalan-gumpalan seperti pasir 2) Mudah digunakan dan dapat melapisi serta melekat baik 3) Warna harus homogen dan tidak mengandung air sama sekali 4) Kekuatan menutup baik 5) Ukutran partikel sangat kecil 6) Sesuai dipadukaaan dengan warna kulit 7) Mudah dibersihkan tanpa pembersih Khusus 8) Tidak boleh patah. kaolin. Titanium dioksid. Logam-logam stearat sekarang digunakan secara luas sebagai pengikat kering untuk pemerah pipi padat. kapur precipitate.Sediaan Kosmetika Penggolongan Pemerah Pipi 1. tetapi juga peralatan pabrik yang khusus. oksida-oksida organic. 146 . menyebabkan iritasi. Zinc oksid digunakan untuk meningkatkan daya adhesi dari pemerah pipi memberi opositas dan digunakan dalam jumlah antara 5-10 %. toner yang dikurangi derajat pengurangan (anorganik oksid) adalah pewarna utama karena pewarna itu sendiri memberikan bayangan yang diinginkan. keras tidak menyatu dengan baik pada kulit atau berlapis saat dihapus dengan tiupan.

Sediaan Kosmetika biasanya ditambah air dan minyak yang mudah larut. penampilannya menarik.4 4.0 33. Zat warna tersebut diantaranya adalah feri oksida. Red ochre. cochineal. Bentuknya secara umum sama walaupun lebih sering diameternya lebih besar (sekitar 2 cm). Banyak macam kombinasi bahan pengikat yang ditawarkan dan digunakan.Bagaimanapun harus diingat bahwa pemerah pipi padat yang kering itu digunakan dengan hemat. Warna pada umumnya merah atau merah muda. Sebagai basis dapat digunakan basis teremulsi atau basis yang tak mengandung air (“nonaques/anhidrat) Pemerah pipi bentuk krim harus memenuhi persyaratan: 1) Harus mempunyai titik leleh 50 2) C Pembagian Zat warna dan partikelnua harus homogen 0 147 . sandalwood. hampir sama dengan basis pemerah bibir hanya lebih banyak emoliennya dan lebih lunak. teksturnya lembut.0 30.0 • Bentuk Krim (“Krim Rauge”) Tipe ini istimewa karena pemakaiannya mudah. Penggunaan zat warna asam Bromo tidak bijaksana karena kemungkinan menyebabkan dermatitis pada kulit dengan pencahayaan langsung. karmin+NH4OH. vermillion. Contoh formulanya: Persen Lilin Candelilla Lilin Carnauba Beeswax Minyak mineral Lanolin Isopropil miristat Pewarna • 8. sehingga bisa terpakai sampai lama.6 5.0 17. cinnabar. Karena bentuk padat yang tebal maka parfumnya dapat terlepas dengan lambat. brazilwood. Tipe umum adalah sebagai berikut: o Bahan pengikat yang larut dalam air o Bahan pengikat yang tidak latut dalam air o Bahan pengikat emulsi o Bahan pengikat kering Bentuk batang (“stick rouge”) Merupakan pemerah pipi dengan basis malam. untuk menyamarkan permukan wajah atau lebih dikenal penyamar pipi.0 2. tercampur sempurna dengan bedak. Parfum yang digunakan dalam pemerah pipi padat harus mempunyai wangi yang khas (sesuai). walau kadang juga digunakan warna kuning muda dan coklat bahkan putih. Faktor yang penting dalam membuat pemerah pipi padat yang baik adalah bahan pengikat yang tepat.

Pemerah pipi cair harus memenuhi persyaratan yaitu viskisitas yang cukup agar dapat mengalirdengan baik dan dapat mongering dengan cepat. Contoh formulanya adalah sebagai berikut: Propilen glikol Polovinil alcohol Sorbitol heksaasetat Titanium dioksid Kapur Zinc stearat Pewarna Parfum Persen 34 25 25 5. Contoh formulanya : Air D&C merah no. biasanya ditaruh pada suhu kamar selama 2 minggu tidah boleh ada perubahan.5 10. Pemerah pipi cair dibuat dengan penambahan gom atau pengental sintesis untuk meningkatkan viskositas dan sejumlah kecil zat pembasah untuk memudahkan penyebarannya.2 qs Sebagai zat pewarna sering digunakan campuran karmin dan NH4OH. Pada bentuknya yang paling sederhana.4 3.1 qs Dalam hal pencegahan pewarnaan yang tebal dan partikel putih yang inert maka dapat disempurnakan dengan pemakaian zinc stearat yang dilumatkan dalam air untuk mendapatkan hasil yang berbentuk lotio. Tidak boleh bereaksi dengan wadahnya . beberapa suspensi agak cepat menempatinya dan konsekuen diperlukan pengocokan yang seksama sebelum pemakaian . Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Talk Pemerian Serbuk halus. putih. emulsi M/A atau A/M. tidak berbau. juga bisa berupa cairan yang kental atau bentuk “clear gel” yaitu suatu bentuk dengan penambahaan “gelling agent” seperti karbopol.6 4.4 0. 28 Carbowax Metil-p-hidroksi benzoate Parfum Persen 89. • 0 Bentuk Cair (“Liquid Rauge”) Merupakan pemerah pipi bentuk cair biasanya dalam bentuk suspensi.Sediaan Kosmetika 3) Bila ditaruh dalam lemari pemanas dengan sssuhu40 4) C selama 1 bulan tidak boleh ada perubahan.0 0. dengan akhir matte. tidak berasa Analisis Kualitatif • Jika dimasukan ke dalam air akan segera memeasuki dinding tabung 148 .8 2.

kemudian larutkan dengan asam. kumpulkan filtrat dan cairan cucian tambahkan 3 mL asam klorida P. Simpan asam lemak yang dipisahkan pada identifikasi A dalam filter watted dengan air.2 mL eriochrome black T. Cuci saringan dan lab uterus menerus dengan air sampai tidak ada asam. dinginkan. lalu diuji dengan kertas lakmus. putih atau putih kekuningan. Panaska larutan sampai kira-kira 400 dan titrasi dengan 0. hangatkan sisa dengan 10 mL air. dan cuci dengan air mendidih sampai bebs sulfat. tidak berbau. saring. licin Analisis Kualitatif Lebur 1 g dengan 2g Natrium karbonat anhidrat P. Umpulkan asam lemak dalam beaker glass kecil. cuci penyaring dengan 5 mL air. yang diperoleh lebih dari 10 mg • Memenuhi uji batas klorida .licin. Zinci Oxydum Pemerian Serbuk amorf.05 M disodium etilen diamid tetra asetat sampai larutan berwarna biru. Analisis Kuantitatif • Refluks 2g dengan 100 mL asam klorida 0.2 N selama 5 menit. dinginkan dan saring. pengujian dilakuka menggunakan 50 mL filtrat yang diperoleh sebagai berikut. terbentuk endapan menyerupai gelatin. tidak berasa 149 . Masukan filtrate dan cuci dengan 15 mL ammonium-amonium klorida buffer 0. tambahkan 60 mL asam sulfat 2N dan didihkan sampai asam lemak terpisah dan membentuk permukaan transparan. putih.Sediaan Kosmetika • • Netral Tambahkan larutan titan kuning. terbentuk warna merah terang Kaolin Pemerian Serbuk ringan. tidak berbau . uapkan 50 mL filtrat hingga kering. saring. tambahkan air jika perlu untuk menjaga volume asli. biarkan dingin. tuangkan airnya. atau sampai permukaan asam lemak bersih. pijarkan pada suhu + 6000C . Saring dalam beaker kering saat panas. dan pindahkan permukaan padat dari asam lemak. cairan sisa di test dengan Zink test. dan keringkan pada suhu 1050 selama 20 menit sampai asam lemak mengental tidak dibawah 540C Analisis kuantitatif Panaskan kira-kira 1g Zn Stearat dengan 50 mL asamsulfat 0.1N selam 10 menit. dinginkan campuran.bebas dari butiran kasar. dinginkan dan saring Khasiat : Zat tambahan: penyerapan Zn stearat Analisis Kualitatif Campur 25 gram dengan200mL air hangat. tidak berasa. didihkan 2g dengan 80 mL dan 20 mL asam nitrat encer pekat menggunakan pendingin alir balik selama 5 menit.

terus titrasi kelebihan asam sulfat dengan NaOH . Setelah uap sulphur trioksida muncul. Bila perlu bantu dengan pemanasan lemah . Dinginkan suspensi. tambahan 2. terbentuk larutan kanji yang tidak transparan. tidak berasa Analisis Kualitatif Didihkan 1 bagian dengan 50 bagian air. Titanium dioksid Analisis Kualitatif Pada 500 mg asam sulfat dandipanaskan perlahan. Khasiat : antiseptikum local MgCO3 Analisis Kualitatif • Ditambahkan larutan ammonia menghasilkan endapan putih seperti gelatin • Ditambahkan NaOH menghasilkan endapan putih • Ditambahkan regensia kuning titan menghasilkan endapan merah • • • Ditambahkan HCl encer menghasilkan gas CO2 ditandai adanya gelembunggelembung gas Ditambahkan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih Ditambahkan larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih Kanji beras (Rice Starch) Pemerian Serbuk sangat halus. hamper tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P.Sediaan Kosmetika Analisis kualitatif • Panaskan sejumlah ZnO.5 g zat uji yang baru dipijarkan . Tambahkan larutan yodium P. setelah larutan sempurna terbentuk hangatkan hingga suhu 150 . cairkan dengan air sampai 100 mL lalu disaring.5 g ammonium klorida Pasal . terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang • Larutkan asam klorida encer. terjadi warna biru yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali. terbentuk endapan putih yang larut dalm larutan alkali hidroksi berlebih Analisis kuantitatif : Timbang seksama 1. tambahkan 30 mL larutan yang dibuat dengan melarutka 40 g potasium hidroksida didalam 500mL aldehid bebas alcohol pada temperature tidak melebihi 15. Setelah larut sempurna tambahkan metil jingga . putih. larutkan dalam 50 ml asam sulfat 1N . Maka akan muncul warna kuning merah/orange Beeswax Tes awan safonifikasi Masukkan 3 g kedalam labu ukur. lanjutkan pemanasan selama 1 menit. Pada 5 mL filtrate bersih tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida. labu didih 100 mL disatukan dengan gelas erlenmayer. tidak berbau. setelah ditambahkan alkali hidroksida.

 Dapat melapisi bibir dengan baik untuk menutupi kekasaran. biasanya digunakan minyak tumbuh-tumbuhan seperti minyak zaitun. Zat warna harus mempunyai viskositas rendah. Basis/ Dasar. Tidak boleh rapuh. ros dan jingga. merupakan zat warna yang dapat menodai bibir dengan warna yang diingini. tidak terjadi bau akrolein Analisis Kuantitatif Refluks 500 mg dengan 3. dan tetrafluorescein. Putar labu pada penangas tadi ketika penangas dan larutan dingin. carnauba wax. Pemerah bibir umumnya merupakan suatu dispersi zat warna dalam minyak . masukkan thermometer kedalam larutan kemudian masukkan labu kedalam penangas air pada temperature 800C. biaaarkan 1 malam pada suhu 40C. ozokerite. saring.terjadi uap berbau enak. digunakan dalam konsentrasi 2 . jernih.3% . Pada akhir refluks buka labu. tak berwarna. Tidak boleh ada pemisahan. cetyl alkohol. lemak dan malam. minyak jarak dsb. rsa agak manis. Zat warna yang digunakan harus memenuhi syarat :  Dapat bersifat sebagai penetrasi pada kulit bibir . Suhu hablur sekitar 1760C IV. Warna – warna yang digunakan bervariasi dari merah. 3. campur. Basis merupakan basis berlemak yang mudah dioleskan pada bibir. Refluks campuran selama 2 jam. larutkan dalam aseton P 100 mL hangat. mudah digunakan. cetaceum. dapat memnbentuk lapisan yang stabil . Zat warna yang sering digunakan yaitu : ♦ Staining Dyes. 2. 4. Bentuk dan bau harus menarik. takberbau. merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pemerah bibir.9 g Trifenilmetilklorida Pdan 5 mL piridina P di tangas air selama 1 jam. Untuk memadatkan formula dapat digunakan malam. Merupakan turunan fluorescein yang terhalogenasi sperti bromo acid. keringkan hablur dengan aliran udara. Pemerah Bibir (Lipstick) Merupakan sediaan kosmetika yang berguna untuk memerahkan bibir atau merubah bentuk bibir hingga kelihatan lebih menarik. Pemerah bibir harus memenuhi persyaratan : 1. tidak berbau dan stabil. parafin. tidak kering dan mudah dihapus. Uapkan filtrate hingga lebih kurang 50 mL. tambahkan 100 mg arang jerap P. eosin. halus dan homogen. Zat warna. dinginkan. Minyak-minyak ini juga berguna untuk melarutkan . Lanjutkan pemanasan hingga kering. 2.Sediaan Kosmetika kamardan tambahkan aldehid bebas alcohol hingga 1000 mL. 151 . minyak wijen. higroskopik Analisis kualitatif Panaskan perlahan-lahan dengan kalium bisulfat P. Larutan tidak menunjukkan bentuk awan/globul sebelumsuhu mencapai 650 C Propilen glikol Pemerian Cairan kental. stearil alkohol dsb. candelilla wax. Tidak berbahaya pada kulit. Formula umum pemerah bibir biasanya terdiri dari : 1. saring. terlalu keras dan terlalu lunak karena adanya pengaruh suhu. Sering juga digunakan minyak mineral.

butil stearat. 4. Ba. Digunakan dalam jumlah 1% . sesuai dengan namanya dapat digunakan untuk melarutkan zat warna dalam formula pemerah bibir. Pigment. alkohol berlemak. merupakan campuran zat warna D&C (Drugs and Cosmetics) dan logam – logam seperti Al. 6.  Parfum harus segar dan ringan. lemak-lemak dan zat yang bersifat lipofilik. Kestabilan dapat diperiksa dengan mengamati pada suhu 400C. Sebagai contoh misalnya butil hidroksi anisol. Lapisan yang terbentuk.dsb. 2. Dapat bersifat anorganik maupun orfganik. juga merupakan turunan fluoroscein. Zat-zat antioksidan berguna untuk mencegah ketengikan dari minyak-minyak lemak yang digunakan.  Teknik pembuatan dan pencetakan harus betul dan hati-hati. dapat digunakan yang ringan dan segar. harus dipilih yang tidak mengiritasi dan stabil terhadap komponen yang lain. Non Eosin Staining Dyes. isopropil meristat. Sebagai contoh pelarut yang sering digunakan adalah minyak jarak. Zat pewangi ini sangat berguna untuk menutupi bau yang tidak enak dari lemak. Kestabilan terhadap oksidasi sinar matahari diperiksa selama penyimpanan. isopropil palmitat dsb. Konsentrasi yang digunakan 2-4% . propil galat. butil hidroksi toluen. agak keruh keputihan. yang sering digunakan adalah yang bersifat lipofilik dan yang tidak larut dalam air yaitu bentuk sulfo acidnya. berguna untuk memudakan serta menyinarkan warna. 3.Sediaan Kosmetika ♦ ♦ ♦ ♦ 3. Zat pewangi. Lakes. Pelarut dari zat warna. merupakan zat warna logam yang dapat bercampur dengan bahan dasar. 152 . Digunakan dalam jumlah 8 – 10% . Jenis aliran dapat diperiksa dengan alat penetrometer. glikol-glikol. Yang harus diperhatikan pada pembuatan pemerah bibir adalah :  Pemilihan basis yang sesuai  Pemilihan zat warna dan pelarutnya harus hati-hati. Waktu pecah ( breaking point) dapat diperiksa dengan menegakkan sediaan dan diberi tekanan dengan suhu diatur 250C. dapat diperiksa dengan menekan ibu jari dan telunjuk tidak menunjukkan adanya gumpalan seperti pasir. 5. Cara pemeriksaan hasil akhir dari suatu pemerah bibir : 1. 4. Dapat digunakan pelarut nonpolar. 7. Kestabilan dari parfum dapat diperiksa dengan memasukkannya kedalam pemanas dengan suhu diatur 400C dan dibandingkan dengan standar. Pemeriksaan titik leleh dapat dilakukan dengan tabung kapiler yang diberi tekanan dan suhu dinaikkan 45-500C. digunakan dalam jumlah 5 – 15 %. Titan dioksida. apakah ada minyak yang keluar atau apakah ada kristalisasi dari lemak-lemak. Pembagian zat warna dalam basis minyak harus homogen. Ca dan Sr. 5.

mata. Selain itu.Sediaan Kosmetika 8. hidung yang terlihat besar dan lebar . Bromat. Formula Lipstick (pemerah bibir): Carnauba wax Ozokert Lanolin Parafin liquid Eosin As. Yang terakhir adalah pemerikasaan terhadap adanya penyimpangan yang terjadi pada permukaan sediaan selama penyimpanan. terdapatnya lipatan kasar pada daerah mulut dan bibir. Biasanya sering dilakukan oleh mereka yang memiliki gambaran dagu yang seperti dua buah (pada orang gemuk) . TiO2 Flavour 16% 16% 24% 24% 10% 7. pengeluaran minyak atau cairan lainnya. Tampilan muka dari depan secara keseluruhan merupakan pertimbangan utama untuk dasar melakukan suatu make up. fluoresensi berwarna jingga . perlekatan yang baik dan tidak meninggalkan bekas.5 % 1% 1. pertumbuhan jamur. tonjolan-tonjolan lemak padat. Dengan menggunakan suatu pewarnaan yang menarik. mudah digunakan. dan bentuk padatnya tidak mudah hancur. 153 . atau hidung yang terlalu panjang atau pesek. memilih suatu jenis kosmetik yang tepat dan menonjolkan lekukan atau tekstur wajah. Corrective make up pertama dapat digunakan pada kondisi dimana seseorang ingin mengubah penampilannya kembali ke keadaan aslinya dulu. hidung. Tambahkan asam mineral pada larutan 1% b/v terbentuk endapan biru. kosmetik ini juga dapat digunakan untuk mengoreksi bentuk wajah. mulut dan bibir seseorang. seperti adanya kristal. bebas dari perubahan fisik. Kombinasi yang baik pada penggunaannya dapat mempercantik penampilan make up. penampilan seseorang akan terlihat lebih sempurna dan kekurangan yang terdapat didalamnya bisa lebih disembunyikan atau dihilangkan sama sekali. mempunyai rasa yang menyenangkan.5% Analisis : Eosin Pemerian : Serbuk atau bongkahan berwarna merah hingga merah kecoklatan Analisis Kualitatif: a. Corrective Make -up Metode ini digunakan untuk menonjolkan penampilan make up pada wajah dan menyembunyikan segala kekurangan yang terdapat pada wajah. warna merata dan tidak berubah. Lipstick merupakan kosmetik yang sangat sulit dihasilkan karena persyaratannya yaitu harus berpenampilan atraktif. mata yang membengkak. tidak terpengaruh oleh perubahan suhu.

Larutan tidak menunjukkan bentuk awan atau globul sebelum suhu mencapai 650C. labu didih 100 ml disatukan dengan gelas erlenmeyer . tambahkan 30 ml larutan yang dibuat dengan melarutkan 40 g Potassium hidroksida didalam 500 ml aldehid bebas alkohol pada temperatur tidak melebihi 15.3 % 0.94% 65. setelah larutan sempurna terbentuk. Refluks campuran selama 2 jam. sering menunjukkan susunan hablur agak licin. putar labu pada penangas tadi ketika penangas dan larutan dingin. Jika dileburkan menghasilkan cairan yang tidak berfluoresensi.06% 4. Tambahkan 2 ml larutan jenuh NaOH p pada 10 ml larutan zat 1% b/v terbentuk endapan merah. tidak berwarna atau putih. Formula Salep bibir Parafin wax 30% White petroleum jelly 35 % Technical white oil 20% Beeswax 14% Analisis : Beeswax Kualitatif : Tes awan saponifikasi Masukkan 3 g kedalam labu ukur. kedua larutan akan menjadi jernih dan bebas dari pengendapan atau sedimentasi. Pada tube yang sama yang mengandung 2 ml platinum dan kobalt TS dengan volume yang sama .04% Petroleum eter Pemerian Larutan jernih: mudah menguap . buka labu. berbau khas. masukkan termometer ke dalam larutan. tidak mempunyai rasa . hangatkan hingga suhu kamar dan tambahkan aldehid bebas alkohol hingga 1000 ml. Parafin Pemerian : Padat.00% 14. Analisis Kualitatif Masukkan 100 ml zat diaduk perlahan dan dipindahkan ke dalam tube pembanding warna dan bandingkan dengan blanko . kemudian masukkan labu kedalam penangas air pada temperatur 800C. Jika 154 . Formula Lipstick cair Etil selulosa Bleached wax –free shellac Etil alkohol Petroleum eter Polietilen glikol Fuchsin Sakarin Analisis : 3.66% 12 % 0.Sediaan Kosmetika b. Pada akhir refluks. Analisis Kualitatif Dibakar pada nyala oksidasi akan menghasilkan warna nyala yang terang.

tambahkan larutan fenolftalein. titrasi dengan HCl 0. Analisis Kualitatif Dengan kromatografi gas Formula Lipstick transparan Poliamide resin ( rata-rata BM 8000) Poliamide resin (rata-rata BM 600-800) Propilen glikol mono laurat Minyak castor D&C merah nomor Lanolin alkohgol Dipropilen glikol metil eter Etoksi lonolin alkohol ( 5 mol Et2O) Isopropanol anhidrat Parfum 20% 5% 28% 12. tambahkan 10 tetes asam sulfat dan panaskan campuran dalam penangas air pada suhu 200 0C selama 3 menit.01 N . Sakarin Analisis Kualitatif a. larutkan dalam 50 ml air. biarkan dingin dan tambahkan 10 ml air dan NaOH I N berlebih akan menghasilkan larutan yang berfluoresensi hijau. Fuchsin . penambahan 1 tetes FeCl 3 TS kedalam filtrat menghasilkan warna ungu. Analisis Kuantitatif Timbang seksama 5 g . tidak berwarna atau praktis tidak berwarna. Larutkan 100 mg dalam 5 ml larutan NaOH.1 % 5% 1% 155 .01 N. diperlukan tidak lebih dari 2 ml. titrasi dengan NaOH 0. biarkan dingin . • Bilangan asam tidak lebih dari 1 . netralkan larutan dengan HCl 3 N dan saring . kemudian dilewati melalui api kecil hingga terbentuk ammonia.Sediaan Kosmetika dilihat sejajar kolom dengan transmitted light . • Bilangan yodium tidak lebih dari 1 . Pemerian : Cairan kental jernih . Jika larutan berwarna merah. Jika larutan berwarna kuning. Kocok 10 ml zat dengan 5 ml air selama 5 menit.6% 21 0. b. uapkan atau kisatkan hingga kering. Campurkan 20 mg dengan 40 mg resorsinol. setelah itu larutkan dalm 20 ml aquades. lapisan air tidak akan mengubah lakmus merah menjadi biru selama 15 menit . bau khas lemah agak higroskopis. akan memeberikan warna yang tidak lebih tua dibandingkan blanko.3% 8% 10% 10. Isopropil miristat • Bilangan penyabunan : 202 – 212 .

• Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4. gliserol . Sperma ceti/ setaseum Pemerian : 156 . tidak berbau . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . Petroleum Jelly Pemerian : Berwarna kuning hingga gading atau putih . larut dalam bensin . eter . Setelah uap sulfur trioksida muncul . • Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . masing – masing sekitar 1. tidak berasa . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol TiO2 Analisis Kualitatif Pada 500 mg asam sulfat dan dipanaskan perlahan. karbon disulfida .Sediaan Kosmetika Formula dasar Lipgloss Parafin wax Petroleum jelly putih Minyak technical putih Beeswax 30% 35% 20 % 15 % Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat .5 % terhadap rata – rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . Tidak larut dalam air . kloroform .0 . cairkan dengan air sampai 100 ml lalu disaring . Petroleum putih tidak berwarna bila dioles . Dinginkan suspensi. Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . Analisis Kualitatif : Berfluoresensi lemah bila dicairkan . Pada 5 ml filtrat bersih tambahkan beberapa tetes hidrogen peroksida . • Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . setengah padat . massa lunak . Maka akan muncul warna merah/ orange. massa tidak berubah pada suhu 00 . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang . alcohol . Setil alkohol 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian → dipanaskan di water bath→larut + kromat → hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . lanjutkan pemanasan selama 1 menit. petroleum eter .

dsb . 2. Tujuan proses ini adalah untuk menghasilkan dispensi warna yang homogen dan kondusif untuk membentuk batangan lipstik yang lembut . menggunakan pemanasan jika diperlukan . zat warna yang dapat larut dicampur dengan zat pelarut . Telah disebutkan bahwa petroleum jelly akan melarutkan 10 % udara pada 90 0C tetapi hanya 50 % pada suhu 20 oC . dilebur dan dicampur bersama – sama . Jika pencampuran dilakukan pada temperatur tinggi dan mengabsorbsi banyak udara dan didinginkan . “ sand mills “ . dispensi warna dan campuran lilin . Analisis Kualitatif Refluks perlahan 5 g derngan 5 ml asam sulfat encer selama 5 menit saring selagi panas. Pembuatan Lipstik . senyawa polyglikol dan terakhir ditambahkan bahan non polar . Dalam penggilingan . Dan saat pencampuran . Sisa bahan dasar . bau dan rasa lemah. tambahkan 0. Dalam mempersiapkan dispensi zat warna . Pencetakan massa lipstik menjadi batangan lipstik . campuran sebaiknya 157 . namun mereka cenderung sukar untuk menjadi campuran yang basah dan berminyak . yaitu : “ ball mills “ . warna – warna dicampur dengan bahan tadi untuk membasahi . suhu lebur 420-500C. udara tidak diberhentikan sampai viskositas massa terlalu besar untuk melepas udara dan hal itu menyebabkan terkumpulnya partikel – partikel zat disekitarnya . kecuali jika digunakan dasar yang lengkap . putih mutiara. menghilangkan minyak dan memberikan efek pembasahan yang tidak sempurna . sebaiknya dasar yang digunakan adalah plastik semi solid dan dilakukan dalam kondisi hangat . seperti lilin hasil pemanasan tinggi yang tidak dipergunakan lagi . Didispensikan dalam dasar lipstik yang lengkap . Ada beberapa type penggilingan . Meskipun warna – warna yang digunakan diterima dalam bentuk dasar yang baik . seperti lanolin . Secara umum . kemudian ammonia encer P secukupnya hingga tepat bereaksi alkalis terhadap kertas lakmus P.3 ml larutan dimetilglioksin p 1 % b/v dalam etanol (95%) P. pembuatan lipstik terdiri dari 3 tahap : 1. Pertama . yang bertindak sebagai penghalang dan menyebabkan pembasahan tidak sempurna . 3. kemudian dicampur dengan bahan lainnya . Pembuatan lipstik sebaiknya dilakukan pada temperatur rendah yang cukup untuk proses ini . contoh : campuran minyak .Sediaan Kosmetika Massa hablur. Dicampurkan secara terpisah dengan konstituen yang tepat dari campuran dasar . Persiapan dan Pencampuran . tidak terjadi warna merah jambu. Persiapan campuran komponen . Pencampuran bahan – bahan untuk membentuk massa lipstik . Dinginkan . bening . dan perlu dilakukan beberapa proses penggilingan . Warna – warna seperti asam bromo . Jakovies menyarankan proses vakum dalam peleburan lipstik untuk dispersi zat warna dengan menghilangkan lapisan gas yang diabsorbsi pada partikel zat . Cara ini jarang digunakan . pigmen dan “ lakes “ mendapat perlakuan : A. B. licin.

dengan menggunakan mixer sebagai pemompa . secara otomatis batangan lipstik akan terdorong keluar atau dengan bantuan jari . 158 . vacuum dimatikan . Sisa campuran minyak kemudian melewati panci pra – pencampuran dan “ sand mill “ untuk membersihkan residu warna . Alat pra – pemanasan digunakan agar cetakan dapat ditingkatkan ke temperatur 40 0C sebelum diisi dengan massa lipstik dan menghindari “ flow marks “ yang terlihat pada batangan lipstik yang sudah dicetak . Saat dibutuhkan .Sediaan Kosmetika dimasukkan ke suatu tempat tertutup yang dapat menjaga cairan dan mengaduknya . parfum dan rasa yang ditambahkan . setelah sebelumnya lipstik di “ flaming “ yaitu dilewatkan dengan cepat ke atas api flame untuk meleburkan lapisan permukaan . Campuran lilin dimasukkan ke dalam panci uap secara simultan dan dicampur dengan bahan lain . Hasilnya diuji untuk corak . Saat didinginkan . menghilangkan noda dan menghasilkan permukaan yang terang . karena meninggalkan lingkaran kecil di ujung batang lipstik yang disebabkan oleh ketebalan tepi logam alat ejeksi . Kemudian massa lipstik dipompa ke panci penyimpanan . massa lipstik diaduk . Pencetakan . Cetakan dibuat dari kuningan dan alumunium . cetakan dibuka . Cetakan biasanya diisi untuk mempertahankan bentuk tekanan dipusat batangan lipstik . Setelah Pencetakan . Tak satupun cetakan tipe “ automatic ejection “ ( baik pendingin udara atau air ) yang menghasilkan batangan lipstik bentuk peluru yang sempurna . Salah satu bagian dari campuran minyak dicampur dengan zat kering dalam suatu panci pra – pencampuran ( pre – mix pan ) yang terletak pada “ sand mill “ menuju ke panci uap . vacuum dijalankan untuk mengeluarkan seluruh udara yang tertahan . Lemari pendingin tidak diperlukan selama ada cetakan tipe “ water – jacket automatic ejection “ . Pada satu dari dua metode yang digambarkan . lembut dan glossy . dan merupakan tipe “ vertical split “ atau tipe “ automatic ejection “ . Jaket diisi dengan air hangat untuk menuangkan massa lipstik . campuran lilin disiapkan dan disimpan dalam bentuk leburan dimana seluruh konstituen minyak disimpan dalam suatu tangki penyimpanan dengan alat pengaduk yang sesuai . hasil cetakan dibersihkan dan didinginkan agar terbentuk . batangan lipstik disimpan sekitar 1 minggu untuk diisi ke lipstik holder . Dalam waktu yang bersamaan . massa lipstik kembali dalam sebuah panci tertutup dan diaduk perlahan sekitar ½ jam agar udara naik ke puncak dan menjaga “ pin holing “ produk . Pembuatan lipstik modern juga dibahas oleh Daley . Saat udara sudah dikeluarkan . Massa yang dilebur kemudian dicetak . Cetakan ini lebih baik digunakan untuk menghasikan batangan lipstik bentuk biji . kemudian tambahkan parfum dan siap dicetak atau dibentuk menjadi blok yang disimpan dan dicetak jika diperlukan . Dengan kombinasi alat pengaduk dan pompa . Setelah mengental .

juga berguna untuk bibir setidaknya air putih bisa mengatasi bibir pecah-pecah.  Agar hasilnya maksimal. Membentuk bibir  Sebelum memperbaiki bentuk bibir. Sedikit kerutan dapat menghilang. lukis garis batas di dalam garis bibir asli. oleskan lipstik dengan kuas. kemudian timpa dengan lipstik yang warnanya tidak jauh berbeda dengan warna lipliner. dalam hal ini kulit.Sediaan Kosmetika TIPS  Sebelum menggunakan lipstick . karena pengaruh kondisi tubuh juga mengakibatkan buruknya kondisi bibir. coba tempelkan tisu ke bibir yang sudah dioleskan lipstik tadi . Tapi kalau bibir kita sedikit tebal .  Lukis bibir dengan lipliner sesuai dengan yang kita kehendaki . bibir juga jadi terlindungi. Lipstik awet  Foundation ternyata dapat membuat lipstik tahan lama . Hal ini berguna untuk menyamakan kulit bibir dengan kulit wajah.  Terakhir. lipstik dapat bertahan lama. Hasilnya selain warna lipstik jadi lebih bagus . Jadi minum air secukupnya adalah penting tapi tak perlu berlebihan karena kulit sudah menyediakan. Mitos 2 : Sabun tidak bagus untuk kulit Fakta : Sabun biasa yang banyak digunakan sekarang ini mengandung sebagian besar campuran lemak-lemak hewan dan minyak tumbuhan.  Perhatikan nutrisi yang masuk ke tubuh kita. tapi air tak dapat mengubah kulit dasar. kemudian ditempelkan ke bibir. oleskan alas bedak (foundation) yang biasa kita gunakan untuk wajah ke bibir. Selain itu. MITOS DAN FAKTA TENTANG KECANTIKAN Mitos 1 : Minum banyak air membuat keremajaan kulit terjaga Fakta : Air membantu ginjal dalam menghilangkan zat-zat beracun dalam tubuh dan bekerja sebagai penekan/penahan. Sabun ini 159 .  Minum air putih selain menyehatkan tubuh. usahakan kita selalu menggunakan pelembab bibir. Jadi tidak ada salahnya mengoleskan foundation sebelum memakai lipstik. lukis garis bibir diluar garis bibir asli . Dengan cara ini. kalau bibir kita tipis. dengan menggunakan kuas kita dapat menghemat lipstik. lalu ambil tisu lain yang sudah ditaburi bedak. kuas dapat membuat olesan menjadi lebih rapi. Tapi sebagian air dapat meningkatkan pembengkakan tubuh.  Oleskan lipstik dengan kuas bibir.  Lukis garis batas bibir dan seluruh bagian dalamnya dengan lipliner.

pori-pori berada pada ukuran yang paling besar. bahan-bahan sebaceous atau bakteri. kebanyakan sabun diproduksi dari bahan-bahan pembersih sintetik (surfaktan) yang membersihkan kulit dengan efek sejuk yang lebih nyaman daripada sabun-sabun sebelumnya.Beberapa kondisioner dapat merekatkan ujung rambut yang pecah tersebut tapi efeknya tidak lama. Mitos 3 : Rambut pecah dapat diperbaiki Fakta : Ya. Mitos 6 : Kulit kering adalah alasan untuk berkerut 160 .. Bagaimanapun sekarang ini. Rambut menerima bentuk produk biologi dan tumbuh hanya pada akar.Efek kerusakkan oleh cahaya yang tidak pernah berhenti selama radiasi berlangsung. pemakaian produk kimia yang berganti-ganti atau pencucian yang terlalu sering. Bagaimanapun mereka dapat terlihat lebih besar lagi jika dipengaruhi oleh adanya keratin. Rambut pecah terjadi sebagai hasil dari perawatan yang terlalu sering dan berlebihan.sudah sangat terlambat menggunakan sunscreen Fakta : Tidak pernah terlambat untuk melindungi kulitmu dari matahari dan radiasi sinar uv.Sehingga menghentikan radiasi sekurang-kurangnya dapat menghentikan beberapa kerusakkan. Pada saat kamu mencapai masa pubertas.Ada fakta klinik bahwa setelah memulai perlindungan………. Mitos 5 : Sekarang.Sediaan Kosmetika mempunyai pH yang tinggi (larutan alkali) dan dapat mengeringkan kulit terutama kulit yang tua. Ketika memakai shampoo.tapi memungkinkan berlangsung dengan perawatan secara kontinyu dan perlindungan. shampoo dapat dibersihkan dengan mudah. Industri kosmetik membuat sebuah bisnis besar dengan membuat wanita percaya bahwa pori-pori dapat dikecilkan. Mereka juga bagus untuk kulit. untuk memperbaiki dirinya sendiri sampai tingkat tertentu. Siapa pun akan suka menggunakan sabun modern yang mempunyai efek samping sekecil mungkin dan dapat digunakan tanpa terjadinya kerusakan kulit. Beberapa sabun modern punya zat-zat tambahan pelumas dan pelembab kulit. termasuk pada kulit wajah. tapi hanya jika seseorang memotongnya secara keseluruhan. Obat-obat luar seperti Retin-A dan alpha-hydroxy acids (AHA) dapat memecahkan bahan-bahan tersebut sehingga pori-pori kembali berada pada ukuran yang normal. Mitos 4 : Pori-pori dapat dikecilkan Fakta : Ukuran pori-pori secara genetik telah ditetapkan. konsentrasikan untuk mencuci kulit kepala karena terdapat akumulasi kotoran dan lemak di sana. Pada pembilasan terakhir. Pada ujungnya dapat terjadi kehabisan zat-zat tanduk sehingga terjadi pecahpecah. Hal ini tidak berlangsung dalam waktu singkat. Mereka bahkan dapat terlihat gelap jika keratinnya berpigmen.

Bagian yang berbeda pada kulitmu mungkin.Aplikasi yang sama untuk mencukur.kulit akan membuat minyak alami lebih sedikit sehingga akan timbul kerut.membutuhkan pelembab yang berbeda.Kaki dan tanganmu.kulitnya akan tampak berkerut dan akan kembali normal sesudah meminum air yang cukup.Dalam realitanya.sebagai contoh. Mitos 9 : Semakin sering dipotong maka rambut akan semakin cepat panjang Fakta : Rambut tidak dapat disangkal merupakan produk biologi.bersisik.lebih berat sebuah pelembab yang kamu butuhkan.tapi ia hanya dibentuk dan tumbuh.Sediaan Kosmetika Fakta : Realitanya bahwa kerut-kerut dan garis-garis yang kamu lihat dikulitmu disebabkan oleh curahan sinar matahari atau sinar uv di dalam sebuah studio matahari. Perawatan kulit terbaik dengan semua bahan-bahan penting.Jika seseorang merokok. Fakta : Itulah apa yang banyak orang percayai tapi itu tidak benar.dalam beberapa kasus.secara normal.Pelembab akan monolong memperlembut garis-garis kerut tersebut.gatal-gatal. kamu hanya membutuhkan pelembab jika kamu ……… tanda-tanda seperti kemerahan.2 161 .yang benar adalah bedah kecantikkan tidak menghentikan proses penuaan. Mitos 8 : Jika kamu melakukan bedah kecantuikan sekali saja maka kamu akan membutuhkan yang lainnya.Bagian terkecil adalah hasil dari depresi wajah tersenyum dan cemberut.Jika seseorang kekeringan. Mitos 7: Setiap kulit membutuhkan pelembab Fakta : Ada mitos lain dari bisnis besar industri kosmetik yang ingin Anda percayai.Tidak ada hubungan sama sekali dengan zat tanduk rambut yang sudah mati untuk memerintahkan pembentukkan sesuatu mengenai panjangnya atau berupa banyaknya dan ketika rambut dipotong.penampakkan kerutan-kerutan ini akan lebih cepat.Ada lebih sering tampak dalam cuaca dingin pada kulitmu.Ini hanya membuat kamu terlihat lebih baik.Adalah biasa bagi orang yang pernah melakukan bedah kecantikan untuk memutuskan bahwa dia tetap terlihat cantik.Juga setiap bertambah umurnya.

Dalam perdagangan dijumpai bermacam-macam warna. berasal dari tanaman Lawsonia alba. Mekanisme pewarna rambut Proses pembentukan warna pada rambut harus berjalan cepat. Zat warna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. warna yang dihasilkannya sangat terbatas dan cara penggunaannya kurang praktis. tetapi di Indonesia yang sering digunakan adalah warna hitam. Sediaan pewarna rambut (Hair Dye) Disebut sebagai cat rambut. Selain cat rambut akan diuraikan juga sediaan yang erat hubungannya dengan cat rambut dan sediaan pengkilat rambut. alergi dan pH-nya harus mendekati netral. dan stelah dicuci dengan shampo dan dikeringkan.5. harus memenuhi berbagai persyaratan antara lain : 1. Daun dan bunga yang sudah dikeringkan ditumbuk menjadi tepung. Macam-macam zat warna yang dapat digunakan dalam cat rambut 1. Zat warna akan masuk seluruhnya kedalam batang rambut dan warna yang terbentuk akan stabil dan tahan lama. 2. seperti minyak rambut. Harus tersatukan dengan sediaan rambut yang lain. obat keriting rambut. a. cahaya matahari atau larutan garam. Proses pewarnaan ini tidak boleh menyebabkan adanya iritasi. semua rambut terwarna dan struktur dari keratin rambut tidak boleh berubah. shampo dan sebagainya. maka mungkin henna ini dapat 162 . Pasta ini dapat dioleskan pada rambut. Harus stabil atau tidak berubah pada udara terbuka. Tidak merusak atau melemahkan akar rambut serta dapat mempertahankan kilatan rambut. Dapat membentuk warna yang sesuai dan tahan lama 5. Hena. 3. spinosa atau inermis. Tidak berbahaya dan tidak mengiritasi kulit 4. Tumbuhan yang seing digunakan adalah : a. Karena zat warnanya mengendap pada akar rambut.Sediaan Kosmetika BAB V SEDIAAN KOSMETIKA PEWARNA RAMBUT BUKAN CAT Sediaan kosmetika pewarna rambut (cat) adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk merubah atau memperjelas warna rambut seseorang. kemudian ditambah air panas dengan pertolongan asam sitrat/asam adipat/asam tartrat 1-2 % akan diperoleh pasta yang mempunyai pH 5.

Zat yang memberikan warna adalah 2-hidroksi-1-4-naftokuinon atau Lawsone. Untuk mencegah teroksidasinya zat-zat warna ini oleh udara maka diperlukan penambahan suatu antioksidan seperti Na sulfat. pirogalol. Zat yang memberikan warna adalah 1. p-toluen diamin. Reduktor yang sering digunakan adalah Na tiosulfat.klorat-klorat dsb. p-aminofenol. b. Co. Zat warna organik sintetis. Penggunaan garam-garam Cu. Ni. Na hidrosulfat. tanin dsb. Tidak menembus keratin rambut. Garam-garam Ni. larutan alkali sulfida. Zat warna organik sintetis yang sering digunakan adalah pfenilen diamin.6-trihidroksi flavon. Cu. Zat warna logam. belerang.Sediaan Kosmetika menimbulkan keracunana lokal maupun sistematis. Sekarang banyak digunakan karena mudah dipakai dan keaslian rambut tidak berkurang. Untuk mewarnai rambut sering digunakan campurannya dengan kaolin ditambah air panas hingga terbentuk krim kental. Co. Yang digunakan adalah kepala bungan yang dibuat ekstrak yang akan melapisis kutikula. zat tersebut adalah NaOH atau NH4OH. warna akan timbul setalah ditambahkan larutan pirogalol 3-5% dalam air. serta turunan-turunannya. Hal ini disebabkan karena sulfur dari keratin rambut dengan logam atau oksida logam akan membentuk logam sulfida dan ini yang harus direduksi. Selain oksidator juga diperlukan zat yang dapat mengatur pH karena umumnya diperlukan suasana alkalis. Untuk membentuk warna sangat diperlukan suatu oksidator seperti hidrogen peroksida. Pembentukan warna pada penggunaan zat warna logam terjadi tidak masuk kedalam batang rambut. hipoklorit. Ag. Campurannya dengan daun indigo disebut henna reng dan akan mengjhasilkan warna biru hitam. untuk membentuk warna yang diperlukan zat pembantuk yaitu suatu reduktor yang umumnya diberikan secara terpisah dan baru dicampur setelah akan digunakan. Bila pengecatan rambut menggunakan zat warna logam harus berhati-hati karena logam adalah suatu katalisator hingga akan terjadi reaksi dan timbul panas.3. Logam-logam yang sering digunakan adalah Pb. dan Bi. tapai hanya melapisi permukaan rambut saja. Sediaan penghilang warna Cat rambut (Hair Dye Remover) Sediaan ini sering digunakan apabila terjadi kesalah pada pengecatan rambut. Dapat juga digunakan dalam shampo yang berguna untuk mengkilatkan rambut. Fe. merupakan zat warna rambut terbaru. pirokatekol. Chamomille berasal dari tanaman Arthemis nobilis. 3. 2. dan Co dapat dilakukan sendiri-sendiri atau campurannya dengan garma perak.dsb. Matricaria chamomilla. sulfida organik. Mg bila ditambah dengan larutan tio atau tioglikolat akan membentuk warna coklat hitam. pirogalol. Ni. Proses penghilangan warna dari cat rambut juga 163 . Campurannya dengan pirogalol dan Cu atau garam logam lain akan menghasilkan warna yang lebih bervariatif dari coklat muda ke hitam. perborat. kemudian setelah 15-60 menit rambut dicuci dan dikeringkan. Fe.

SEDIAAN KOSMETIKA KUKU Sediaan kosmetika kuku adalah sediaan yang berguna untuk membersihkan. reduktor dan “bleaching agent” Sediaan pengkilat rambut (Hair bleaching/Hair Lightening) Sediaan ini sering digunakan untuk merubah wearna rambut serta untuk mentgkilatkan rambut. Juga dapat digunakan campuran minyak mineral dan asam oleat dalam suasana basa. merawat. Biasanya lapisan ini terdiri dari sel-sel yang telah mati dan bergerigi. Basa-basa lain yang dapat digunakan adalah trinatrium fosfat. maka pH dari larutan harus betul-betul diperhatikan dan biasanya juga ditambahkan suatu stabilisator. bekas sayuran dsb. Penggolongan sediaan kosmetika kuku Berdasarkan tujuan pengunaannya sediaan kosmetika kuku dapat dibagi menjadi : 1) Pembersih kulit. Kelainan-kelainan pada kuku dapat meliputi perubahan bentuk. Sebagai “bleaching agent” dapat digunakan NH4OH dan H2O2 untuk mengkilatkan rambut dapat digunakan solutio H 2O2 1-3% disisir secara perlahan. adalah 164 . Pada umumnya dasar penghilangan noda tersebut adalah reaksi oksidasi dan reduksi. sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk membersihkan atau menghilangkan noda-noda yang terdapat pada kuku seperti noda bekas nikotin. bekas tinta. EDTA dan turunan amonium kuartener seperti setiltrimetil amonium bromida dan setiltrimetil amonium hidroksida. Hanya dapat dilepaskan setelah dilunakkan terlebih dahulu. larutan Na perborat. karena tidak terpeliharanya daerah sekitar kuku atau mungkin karena penggunaan cat kuku yang merusak. sebagai basa dapat digunakan larutan KOH atau NaOH 1-5% dan untuk mencegah kristalisasi dapat digunakan oleum cocos atau sabun oleat. tidak boleh dipotong dengan gunting. seperrti cat rambut dari zat warna oksidasi dapat dihilangkan dengan pencucian berulang-ulang dengan shampo yang kadang-kadang perlu ditambahkan NH4OH. Bentuk sediaan cairan/solutio atau krim. pada umumnya merupakan suatu larutan basa yang dapat merusak keratin(gugus sulfa). perubahan warna atau perubahan permukaan kuku. tetranatrium pirofosfat. Sediaan pembersih kulit sekitar kuku. 2) Pembersih kuku. Sediaan pembersih kuku dapat dijumpai dalam bentuk larutan/solution atau krim.Sediaan Kosmetika berdasarkan suatu reaksi kimia. Sediaan kosmetika kuku ini biasanya disebut dengan istilah “pedicure manicure” Kelainan-kelainan yang sering terjadi pada kuku Hal ini karena pengaruh susunan syaraf pusat. menghaluskan dan memperindah kuku. Sediaan zat pengoksidasi dapat digunakan larutan peroksida. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna memudahkan melepaskan lapisan kulit yang menebal disekitar kuku.

Juga dapat digunakan sebagai dasar dari cat kuku (“base coat/under coat”) yang berguna untuk melindungi kuku terhadap zat-zat yang terdapat dalam cat kuku yang bekerja terlalu kuat. talk. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk memutihkan kuku. Ti oksida. Na sulfit. c) Tidak mudah retak-retak dan tidak bersisik.Sediaan Kosmetika 3) larutan hipoklorit. jadi pembuatannya dan pemakaiannya harus jauh dari sumber api. Selain selulosa nitrat dapat juga digunakan selulosa aseta. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh cat kuku adalah a) Cairan harus mudah dioleskan dengan rata b) Tidak berlendir dan bila sudah kering tidak mengelupas. batang. Zat-zat yang digunakan untuk pembuatannya tidak boleh merusak pigmen kuku. d) Warna harus rata dan homogen. mudah larut dalam pelarut tertentu. bentuknya serat putih seperrti kapas. asam oksalat dan asam asetat. Pemutih kuku. adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk mengkilatkan kuku supaya kelihatan lebih sehat dan segar. Formula umum suatu cat kuku terdiri dari 4) 5) Cat 1) Primary Fil Former.adalah zat-zat yang dapat membentuk lapisan film halus pada permukaan kuku. Yang umum digunakan adalah Zn oksida. Pada umumnua terdiri dari zat-zat yang mudah terbakar. dilika koloidal. bolus alba. serta stabil pada penyimpanan. viskositasnya baik. asam sitrat. kuku. pensil atau cairan/lotion Pengkilat kuku. Sebagai zat pereduksi dapat digunakan sulfat-sulfat. selulosa sendiri diperoleh dari sejenis kayu. 165 . krim. polimer metakrilat atau polimer vinil. asam tartrat. e) Harus cepat kering dan membentuk lapisan yang halus f) Tidak berbahaya serta tidak merusak/mengiritasi kuku dan kulit sekitarnya. lithopon dan CaO. larutan Zn peroksida dsb. selulosa asetobutirat. mudah dioleskan dan kebasahannya baik  Halus dan mengkilat. tidak terlalu kental. vinil resin. mudah kering dan tidak dapat mengelupas.  Melekat pada kuku dengan baik  Cukup elastis hingga tidak mudah pecah dan patah  Dapat membentuk permukaan yang keras dan kering pada waktu yang sangat singkat Sebagai ‘film former’ yang biasa digunakan adalah selulosa nitrat yang dihasilkan dari reaksi antara selulosa dengan HNO3. adalah merupakan sediaan kosmetika terbesar yang sering digunakan dalam sediaan untuk memperindah dan merawat kuku. Bentuk sediaan pemutih kuku yang sering dijumpai adalah pasta. Suatu cat kuku yang baik adalah dapat membentuk lapisan :  Cukup tebal. Sering dijumpai dalam bentuk serbuk.

merupakan bagian yang menguap dari suatu cat kuku. Dapat bersifat sebagai pelarut yang tercampur dengan nitroselulosa dalam segala perbandingan. film former dsb d. resin dan plasticizer juga untuk maksud agar cat kuku ini menguapnya perlahan-lahan. Dapat memberikan elastisitas dan kelembutan yang dikehendaki dalam trayek suhu luas h. dioktil ftalat. berasal dari alam sebagai contoh shellac. resin sulfonamida dan formaldehida. Apabila hanya digunakan 3) 4) 166 . Tidak menggumpal bila dioleskan c. b. damar. Contoh : polivinil asetat. Sebagai plasticizer harus memenuhi syarat-syarat a. lembut dan liat Selain dapat digunakan sebagai pembantu pembentuk lapisan juga dapat digunakan sebagai dispersing agent untuk zat warna yang tidak larut. butil glikolat. tributil fosfat. seluloid. polivinil asetat.Sediaan Kosmetika 2) Secondary Film Former. polisteren. g. Harus stabil dan tidak mudah menguap b. Pelarut. seperti zat warna. Sifat dari plasticizer adalah pada konsentrasi rendah dapat membentuk lapisan tipis dan mengkilat. turunan urea. pelarut. Maksud dari penggunaan campuran ini adalah selain untuk melarutkan nitroselulosa. Plasticizer. Berdasarkan asalnya ‘secondary film former’ ini dapat dibagi menjadi a. copal dsb. butil stearat.pada umunya tidak membentuk lapisan karena merupakan larutan jernih mendekati air dan berguna untuk membentuk lapisan. Dapat bercampur dengan komponen-komponen lain. dioktil adipat. Tidak berwarna dan tidak berbau. Resin alami. Plasticizer yang sering digunakan adalah benzil benzoat. Resin sintetis. sehingga :  Cat kuku menjadi lebih mengkilat. butil stearat dsb. Pemilihan zat pelarut tergantung pada jenis ‘film former’ yang akan digunakan. Cat kuku pada umumnya mengandung dua atau lebih campuran plasticizer. trifenil fosfat. sandarak. Tidak beracun.adalah zat-zat yang berguna untuk melembukan dan memberikan elastisitas pada lapisan cat kuku yang terbentuk. dibuat secara sintetis. Berguna untuk mendispersikan zat-zat ‘film former’ dan zatzat lain yang tidak dapat larut serta tak menguap hingga didapat suatu suspensi yang homogen. Tidak mempengaruhi kestabilan kimia nitroselulosa f. ester poliakrilat. kopolimer vinil asetat dan vinil klorida. elemi.  Lebih tahan lama dan lebih tahan air  Lapisan yang terbentuk tipis. Pada umunya digunakan satu atau campuran pelarut. trikresil fosfat. tidak merusak kuku dan kulit e. benzoe. butil ftalat. trietil sitrat.

Contoh golongan alkohol. Dilakukan terhadap pelarut yang tak dapat digunakan sendri lebih baik kalau dicampur dengan pelarut aktif. Mempunyai sifat mudah menyebar dan membentuk viskositas yang baik dengan film former dan resin. Kalalu jumlah pelarut diluen terlalu banyak larutan akan menjadi kental (viscous). Pelarut aktif. adalah pelarut yang baik untuk nitroselulosa. Mempunyai titik leleh tidak lebih dari 300C c. lebih kecil dari 1000C. Mempunyai viskositas kecil dan viskositas ini tergantung pada % alkohol walaupun alkohol masih harus dicampur dengan ester-esternya. aseton. d. Penggunaan pelarut berdasarkan titik didihnya : a. Sebagai contoh butil asetat. Titik didih tinggi. sebenarnya bukan merupakan pelarut. Titik didih rendah. sedang. dan lemah. mempunyai viskositas besar dan kecepatan menguapnya dapat dibagi menjadi kuat. 167 . b.butil selusolve. Pelarut campuran “latent”.toluen . Titik didih sedang. b. etil asetat. etil eter. tetapi sebagai stabilisator viskositas. b.Sediaan Kosmetika satu macam pelarut saja maka karena cepat menguap. Harus cepat kering. Harus beraroma yang menyenangkan dan tidak boleh terlalu keras. dimetilsulfoksida dan nitro parafin. Karena pelarut nitriselulosa mahal harganya. lebih besar dari 1500C. Penggolongan pelarut berdasarkan sifatnya a. 100-150 0C misalnya n-butil asetat. misalnya selusolve. golongan hidrokarbon alifatik :petroluem naftol. maka pelarut diluen dapat digunakan untuk mengurangi biaya. Jadi kecepatan menguap dari pelarut akan sangat menentukan lapisan yang terbentuk. mudah dipakai dan tidak berbahaya. diisobutil keton. Bila terlalu perlahan-lahan juga kurang baik karena cat kuku akan lama kering dan lapisan yang terbentuk agak tebal hingga sukar merata. c. nitroselulosa akan segera mengendap dan lapisan yang terbentuk tidak akan baik serta cat kuku sukar untuk dioleskan. lauril eter.etilen glikol. Pelarut yang digunakan harus memenuhi persyaratan. c. Pada umunya bukan pelarut biasa tapi pelarut organik yang mempunayi sifat tercampur dengan pelarut nitroselulosa. a. misalnya aseton. golongan hidrokarbon aromatik :silen. Penggunaan pelarut diluen ada batasnya yaitu jumlah pelarut diluen terbanyak yang dapat diterima oleh larutan nitroselulosa tanpa adanya endapan. Pelarut diluen. dietilen glikol. batas ini disebut dengan istilan ‘dilution ratio’. amil asetat.

d. Nitroselulosa ditambahkan sedikit demi sedikit pada campuran pertama. Pertama-tama zat warna digerus bersama-sama dengan plasticizer.2 gram dan garis tengah 8 cm pada sebuah lempeng gelas. Zat warna. kekentalan. Kadang-kadang juga diperlukan zat pengisi seperti tanah liat yang tak boleh dikotori oleh minyak atau pelarut lain hingga dapat stabil lama.kadang-kadang diperlukan agar terbentuk cat kuku yang transparan. Bi oksida + mika. 13. Pemeriksaan hasil akhir. Pencampuran dilakukan dengan menggunakan mixer kecepatan tinggi terutama pada pembuatan cat kuku dengan tanah liat. dan Al+mika. sangat berguna untuk memberi efek keruh/gelap pada lapisan dan kuku akan terlihat bagus dan indah. 7. Untuk menghasilkan warna yang sesuai dapat dilakukan perbandingan warna dengan “master color standar”. Bagian pencampuran warna. Pada interval waktu tertentu 168 .Sediaan Kosmetika 4. kelembutan. Untuk ini diperlukan zat pengisi yang berwarna seperti pelangi misalnya guanin yang harus dilarutkan dahulu dalam butil asetat baru ditambahkan kedalam larutan nitroselulosa. 10. Tempat pencampuran dan tempat penyimpanan harus dibuat dari aluminium atau stainless steel. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan alergi Contoh zat-zat warna yang sering digunakan adalah: D&C red No. 34. 5. b. Pengamanan pada pembuatan sediaan kuku : Pada umumnya pabrik cat kuku terdiri dari dua bagian yaitu : Bagian pembuatan basis/dasar cat kuku. pengolesan. 12. Cara melakukannya adalah sebagai berikut : a. dapt dilakukan dengan menipiskan sampai berat = 0. Baru kemudian yang terakhir adalah sisa pelarut dan dicek kekentalannya (viskositasnya). 11. daya lekat dan keliatannya. 6 atau campuran TiO2 + mika. Lama pengeringan. hal ini untuk menghindari hilangnya warna karena adanya reaksi dengan besi. Apabila terjadi pengotoran maka dapat dilakukan penyaringan atau sentrifus. harus dilakukan terhadap lama pengeringan. Stabil tidak hanya terhadap cahaya tetapi juga terhadap komponen yang lain seperti pelarut organik. 6. Untuk pengamanannya maka sebaiknya pembuatan. Zat pengisi. kemudian ditambahkan resin dan campuran ini baru ditambahkan pada campuran pelarut 75% dengan pelarut diluen. Warna harus sesuai dengan yang diinginkan dan stabil c. taruh didalam oven dengan panas 1050C + 2 0C. penggerusan. warna yang terbentuk. campurannya dengan D&C yellow No. ketahanan terhadap air. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh zat warna : a. penggunaannya diatur oleh undang-undang FD&C act. Tidak berbahaya.penyimpanan bahan baku dan hasil produksi harus jauh dari sumber api. tidak larut dalam pelarut dan tidak diserap oleh kuku. 5. Pada umumnya merupakan zat warna sintetis.

dapat disamakan dengan standar Kekerasan lapisan. Daya kilatnya. dapat diperiksa dengan alat viskometer Brookfield. Kekentalan atau viskositas. Ketahanannya terhadap air. Dengan menggunakan stop watch hitung waktunya sampai terbentuk lapisan yang bila disentuh dengan jari bersih tidak akan lengket. dengan suhu 250C dan kelembaban 50%. i. adalah merupakan sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk menghapus cat kuku. Karena dalam cat kuku terdapat zat atau pelarut yang larut atau tercampur dengan lemak atau minyak seperti oleum 169 . setebal 1. Warna yang terbentuk. c.006 inchi pada kaca. dan dilihat harus bebas zat asing atau gumpalan. kemudian pada 710C selama 2 jam. yang disebut sebagai zat yang tidak menguap.006 inchi. apakah pada lapisan yang terbentuk ada gelembung udara atau tidak.006 inchi sampel. 6) Penghapus Cat Kuku. dan kembali lagi 250C selama 48 jam. dan apakah gelembung udara tersebut cepat pecah atau tidak. Daya abrasinya. f. taruh dalam desikator selama 24 jam dan ditimbang kemudian lempeng ditaruh diatas penangas air 37 0C selam 24 jam. Kehalusan alirannya. keringkan pada suhu 250C selama 48 jam.dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca dengan gelas pengaduk. b. kemudian panaskan lagi dan setelah 1 jam timbang lagi.006 inchi pada lempeng kaca. dapat diperiksa dengan melihat setelah dioleskan.5 inchi. dapat diperiksa dengan menggunakan 3 lempeng kaca yang masing-masing telah diolesi dengan 0. Zat yang tidak menguap ini sangat menentukan waktu kering dari suatu cat kuku. apakah ada yang lepas atau tidak. kemudian bandingkan dengan “master colour standar” Pengolesan atau penggunaannya. dapat diperiksa dengan digosok-gosokkan. Daya lengket. dapat diperiksan dengan mengoleskan 0.Sediaan Kosmetika ambil dengan kawat. j. e. lihat daya lekatnya. bila telah dikeringkan dengan kertas saring lalu ditimbang apakah tahan terhadap uap air atau tidak. h. dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca hitam atau putih setebal 0. sampai didapat berat yang hilang dan ini. Setelah 1 jam angkat dinginkan dan timbang. g.006 inchi keringkan selama 24 jam pada suhu kamar. Keringkan dalam oven 250C selam 24 jam. lalu ditekan dengan ibu jari. d. Waktu kering ini juga dapat diperiksa dengan mengoleskan sampel setebal 0. dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca setebal 0.

Untuk kuku yang kering dapat digunakan campuran air dan gliserin 5%. Untuk ini dapat digunakan larutan garam-garam logam yang bersifat astringens dalam air. Kadang-kadang juga digunakan emulsi dari minyak-minyak diatas. Juga dapat digunakan zat-zat yang dapat mencegah penguapan air (“humectan”) seperti gliserin. Cata yang paling sederhana adalah dengan memijat kuku dengan oleum olivarum. oleum amygdalarum. 8) Penguat kuku. Retak-retak dan kekeringan pada kuku dapt disebabkan karena kerja dari pelarut pada penghapus cat kuku. adalah sediaan kosmetika kuku yang dapat digunakan untuk mempercepat pengeringan cat kuku. garam-garam stearat.adalah sediaan yang berguna untuk mencegah kuku menjadi kering karena kuku yang kering akan cepat retak dan pecah-pecah.silikon. b. Cara penggunaannya adalah dengan merendam kuku dalam larutan garam 1-5% selama 5-10 menit. Kadang-kadang juga ditambahkan suatu antibakteri supaya kulit disekitarnya tidak terinfeksi.dsb. K. Emolien yang sering digunakan adalah lanolin. 7) Krim dan Lotion kuku.Sediaan Kosmetika olivarum . atau minyak tumbuh-tumbuhan. lapisan ini akan mengurangi kepekatan dari cat kuku yang masih basah dengan membentuk emersi dengan air hingga cat kuku akan cepat menjadi kering. minyak mineral. Penggunaannya harus secara teratur dan dapt digunakan sebelum atau sesudah kuku dicat. Sediaan bentuk krim. sering juga ditambahkan suatu emolien yang dapat mencegah keringnya kuku dan kulit sekitarnya. jadi sediaan penguat kuku harus dapat bekerja melawan kerja pelarut tersebut. dsb. Sediaan berminyak atau berlemak. Prinsip kerjanya adalah dengan memberikan lapisan minyak pada lapisan cat kuku yang baru dioleskan.dsb dengan konsentrasi 5-20% 9) Pengering kuku. Penghapus cat kuku dapt digolongkan menjadi : a. seperti logam Al. mengandung minyak mineral. Sebagai penghapus cat kuku yang sering digunakan adalah campuran pelarut nitroselulosa dengan minyak-minyak. hingga sukar dirawat dan kadang-kadang terasa sakit. maka sebagai penghapus kuku dapat digunakan minyak-minyak tersebut. Pada umumnya sediaan pengering kuku ini berbentuk aerosol/spray. untuk kuku yang mudah patah dapt dengan krim yang mengandung lanolin. 170 . adalah sediaan kosmetika kuku yang beguna untuk mencegah dan menjaga agar kuku jangan sampai retak-retak dan kering karena adanya dehidrasi. Garam-garam logam ini juga bersifat bakterisida. propilen glikol. kemudian dengan air hangat dan dengan krim ini dibiarkan semalam. Sediaan yang tak meninggalkan bekas c. Na atau NH4 dan Zn asetat. atau propilen glikol.

juga apabila keringat didiamkan akan mengalami perubahan oleh bakteri hingga dapat menjadi berbau tidak enak. adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk mengurangi atau mencegah keluarnya keringat yang berlebihan dan dapat menghilangkan bau keringat. mengurangi atau menghilangkan keringat yang berlebihan dan baunya. Secara garis besar sediaan kosmetika untuk kebersihan badan ini dapat dibagi menjadi 2 golongan : 1. emosi dan diet seseorang.Sediaan Kosmetika SEDIAAN KOSMETIKA KEBERSIHAN BADAN Sediaan kosmetika untuk kebersihan badan adalah semua sediaan kosmetika yang dapat digunakan untuk menjaga kebersihan badan. 171 . Antiperspiran & Deodorant. Bau dari keringat selain ditentukan oleh keadaan fisik. Sebenarnya sukar untuk membedakan kedua sediaan tersebut karena selalu dipakai bersama-sama dengan maksud untuk mencegah.

Sediaan Kosmetika Mekanisme kerja dari antiperspiran adalah dapat menutupi pori-pori mulut kelenjar keringat sehingga akan mengurangi keluarnya keringat yang berlebihan. asam benzoat.  Zat-zat yang dapat mengikat zat-zat yang berbau baik secara kimia maupun fisika misalnya klorofil.  Zat-zat antiadrenergik misalnya dibenamin. berdasarkan bentuknya antiperspirant dapat dibagi menjadi : a. dimana zat tersebut dapat mengikat bau secara adsorpsi kimia atau dapat mengadsorpsi asam amino yang terdapat dalam keringat hingga tidak terjadi penguraian oleh bakteri. Mg stearat. merupakan suatu bentuk yang tidak efisien karena pemakaiannya kurang praktis. 172 . Mekanisme kerja deodoran juga dapat terjadi karena proses adsorpsi. resin dsb. Bedak (powder).  Zat-zat yang dapat bekerja secara sistemis. tanpa resep dari dokter. Memberikan rasa nyaman dan tidak mengiritasi. Mekanisme kerja deodorant adalah bau badan pada umumnya lebih keras pada bagian-bagian tertentu dimana terdapat kelenjar apokrin dan bau keringat pada umumnya disebabkan karena penguraian oleh bakteri. sejumlah kecil pelembab (humektan) untuk mencegah pengeringan alat penyemprot. e. bithionol. 2. atau zat-zat yang dapat bekerja sebagai antikolinergik dan anti adrenergik. Cair. Digunakan secara lokal. Bentuknya harus menyenangkan Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai antipersirant adalah :  Zat-zat yang dapat bekerja sebagai astringens seperti garam-garam Al. Mudah dioleskan pada kulit dan menyebar dengan rata. benzalkonium. zat pendorong (‘propellant’) dan parfum. Zn salisilat. asam borat. b. Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai deodoran adalah :  Zat-zat antibakteri misalnya. dapat dibagi lagi menjadi :  Zat-zat antikolinergik misalnya banthin. c. ZnO. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sediaan antiperspiran deodoran untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan adalah : a. larutan buffer (kalau diperlukan) untuk pemakaian Al sulfat atau Al klorida. kaolin. untuk mencegahnya dapat digunakan zat-zat yang bersifat astringens. Zn dsb. hiamain. Antiperspirant. streptomisin. d. Atau dapat juga secara sistemis. sejumlah kecil zat pengemulsi yang berguna untuk mendispersikan parfum dalam larutan. pada umumnya antiperspiran bentuk cair mengandung larutan garam-garam astringens adalah air atau alkohol. maka deodoran pada umumnya adaah zat-zat antibakteri yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. setipiridinium klorida. Hal ini juga memungkinkan karena adanya reaksi reduksi oksidasi dimana zat tersebut dapat mengoksidasi benzil merkaptan atau metil merkaptan yang dapat menyebabkan bau keringat menjadi dibenzil sulfida atau dimetil sulfida yang tidak berbau. talk. pH-nya harus tepat dan tidak merusak baju. penisilin. heksaklorofen. b.

tidak larut dalam pelarut organik misalnya butana . bentuk ini adalah bentuk yang paling banyak disukai. Pada umumnya merupakan emulsi M/A sebab garam-garam astringens bekerja dalam keadaan terlarut dalam air. Zat pewarna yang digunakan harus dicari yang stabil terhadap zat-zat lain yang terdapat dalam formula.5% atau dalam alkohol 50%. contohnya trikloromonofluor metan (propellant 11) dan diklorofluor metan (propellant 12) 2. talk. sekarang banyak disukai mungkin karena bentuknya menarik dan pemakaiannya cukup praktis. isobutana dsb. tidak tercampur dengan air dan larut baik dalam pelarut organik. Bedak (powder). Krim. Bentuk tetap bagus dan menarik setelah disimpan 7-10 hari pada suhu 400C atau tahan beberapa hari pada suhu 50C. Krim. beberapa zat yang bersifat deodoran juga dapat bereaksi dengan parfum. Supaya tidak rapuh dapat ditambahkan suatu asam lemak tinggi atau suatu ester. Lotion. dan N2 Deodoran bentuk ‘spray’ ini dalam perdagangan sering disebut sebagai “cologne deodorant”.J rendah. sifatnya tidak mudah terbakar. Propelan ini mempunyai B.  3. d. b. NO2. Pada umumnya yang bekerja sebagai deodoran adalah 173 . Sebagai basis biasanya digunakan malam dengan garam-garam astringens dalam pelarut alkohol dengan pemanasan. mungkin karena bentuknya kurang menarik atau pemakaiannya kurang praktis. Deodorant. Sebagai parfum dapat dipilih sesukanya. biasanya menggunakan basis krim K/Na stearat dan asam stearat. Mg karbonat dsb. berdasarkan bentuknya deodorant dapat dibagi menjadi : a. Zat-zat yang seing diberikan dalam bentuk ini adalah senyawa-senyawa amonium kuartener dan heksaklorofen. Cair (liquid). Hidrokarbon. sifatnya mudah terbakar. Ca karbonat. Jenis zat pendorong yang sering digunakan adalah : 1. asal tidak dipengaruhi oleh zat-zat lain seperti kaolin dapat menyerap bau parfum. Antiperspiran bentuk krim harus memenuhi persyaratan :  Stabil dan tahan terhadap perubahan suhu. Fluorokarbon. Gas yang diberi tekanan tinggi seperti gas CO2. c. 3. maka pada pendinginannya akan menghasilkan bentuk gel yang padat. Untuk membuta bentuk aerosol/spray diperlukan suatu zat pendorong hingga cairan dapat disemprotkan keluar seperti kabut. harus homogen dan rata. Sebagai bahan pengisi dapat digunakan kaolin. Pada umumnya merupakan bentuk emulsi yang encer sekali hingga penambahan garamgaram astringens kedalamnya harus hati-hati sekali agar emulsi tidak pecah. umunya diberikan dalam bentuk spray atau aerosol dengan zat berkhasiat dilarutkan dalam air 1. Bentuk krim ini sangat menguntungkan karena mudah tercuci dengan air.Sediaan Kosmetika c. e. Klorofil kurang baik. adalah bentuk yang kurang disenangi. Batang (stick). untuk mencegah supaya tidak mudah terbakar maka penggunaannya sering dicampur dengan propelan golongan fluorokarbon.

b. Sediaan Penghilang Rambut. sebagai zat aktif dapat digunakan heksaklorofen. merupakan suatu sediaan yang dapat digunakan sekaligus bekerja sebagai antiperspiran dan deodoran atau dengan kata lain sediaan tersebut mengandung zat yang dapat bekerja sebagai antiperspiran dan zat yang dapat bekerja sebagai deodoran. Tetapi yang lebih disenangi adalah krim tipe M/A karena tidak akan meninggalkan bekas berminyak pada kulit. Pasta. Proses epilasi ini dapat dilakukan dengan gunting cabut. merupakan sediaan-sediaan yang berguna untuk menghilangkan rambut yang tumbuh pada tempat-tempat yang tidak diingini. atau dengan sedaan yang lengket (“epilatory cream”). Sediaan ini sebenarnya sudah sejak zaman dahulu digunakan orang. Tipe alkohol-gel. d. Krim deodoran yang baik adalah krim yang dibuat dari emulsi A/M karena dapat melarutkan minyak-minyak /lemak-lemak. propilen glikol. Pada proses epilasi sering timbul rasa sakit dan sering pula timbul infeksi. Sebagai contoh ZnO yang dapat bekerja sebagai antibakteri. akan tetapi hanya membentuk lapisan yang tipis apabila digunakan. Caranya ada bermacam-macam antara lain adalah dengan cara mencabut atau menarik. selain dapat untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan juga dapat mencegah pertumbuhan rambut selanjutnya. 4. Zat-zat yang dapat bekerja baik sebagai antiperspiran maunpun deodoran adalah Al fenol sulfonat. Tidak boleh beracun dan tidak boleh mengiritasi kulit. 174 . Zn fenol sulfonat. 5. dengan cara elektrolisis. Antiperspirant-Deodorant. bentuk ini lebih populer dengan nama “stick deodorant cologne”.Na stearat 5-10% . Bithionol. Al asetat. cara radiasi. atausecara topikal dengan kompleks thalium. DiAmerika selatan orang menggunakan getah pohon.Humektan 3-5% . Perbedaan antara ‘depilatory’ dan ‘epilatory’ adalah pada mekanisme kerjanya. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan penghilang rambut (“depilatory & epilatory”) adalah : a. benzalkonium klorida dan setilpiridinum. heksamin. Sebagai zat kimia dapat digunakan sulfida-sulfida atau thiol organik. Al klorida.Sediaan Kosmetika zat-zat yang dapat menyerap bau keringat dan mencegah perkembangan dari bau selanjutnya. Formula dasar dari suatu deodorant stick tipe alkohol-gel adalah selalu terdiri dari : . “Depilatory adalah proses menghilangkan rambut berdasarkan reaksi kimia dimana terjadi pengrusakan akar rambut. deodorant bentuk stick ini dapat dibedakan menjadi 2 tipe yaitu a. e. atau senyawa amonium kuartener. dengan malam epilasi (“epilating wax”). Tipe malam (Wax) mempunyai efek penggosokkan yang halus.Alkohol dan parfum Sebagai humektan dapat digunakan gliserin. Batang (Stick). sorbitol dan polietilen glikol. bentuk ini jarang dijumpai dipasaran akan tetapi pada umumnya orang Amerika lebih menyukai bentuk pasta ini. “Epilatory” adalah proses menghilangkan rambut dengan mencabut sampai akar-akarnya.

madu. tergantung pada proses reaksi yang diingini. mudah digunakan dan stabil d. sianida. Sebagai penggantinya dapat digunakan larutan glukosa. berwarna putih atau netral. Setelah penggunaan diatas perlu juga digunakan campuran air kapur. Harganya murah. Zat-zat kimia yang dapat digunakan untuk maksud diatas antara lain : 175 . ikatannya menjadi kurang kuat dan akhirnya rambut akan lepas. zat warna dan parfum yang berguna untuk mencegah pertumbuhan rambut selanjutnya. c. Dapat bekerja secara efisien dan dapat menghilangkan rambut dalam waktu yang singkat (4-6 menit) d. Proses penghilang rambut dengan cara tuang : Mula-mula masa yang leleh dituangkan pada tempat yang akan dhilangkan rambutnya. Penguraian belerang dari akar rambut dapat menghasilkan jembatan –S-Spada ikatan polipeptida R-CH2-S-S-CH2-R. Sebetulnya zat berkhasiat dapat digunakan berbagai macam zat.Sediaan Kosmetika b. Proses kimia yang terjadi penghilangan rambut : Keratin adalah merupakan protein dimana rambut menempel pada kulit. Harus stabil pada penyimpanan. Tidak boleh berbau merangsang. tidak dapat kering hingga pada pemakaiannya tidak perlu pemanasan. e. Bentuknya menarik. Proses penghilangan rambut secara kimia : Cara ini sangat baik untuk menghilangkan rambut pada tempat-tempat yang sukar dicapai. atau sejenis karet kasar yang dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap hingga setelah kering lapisan dapat dibuang bersam-sama dengan rambut. antara lain mengandung belerang seperti asam aspartat dan asam glutamat. b. dan merkaptan yang dengan –S-S. Pada penggunaan yang lama tidak akan menimbulkan keracunan secara sistematis dan tidak akan mengiritasi kulit. Rambut akan terurai menjadi logam alkali sulfida. f. Sebagai masa dapat digunakan campuran resin dengan malam yang berbentuk cairan kental seperti madu.dari keratin akan menambah tekanan akar rambut hingga akar rambut akan mengembang. Tidak boleh beraksi dengan baju. Kerjanya akan lebih cepat dan kedalam. Bentuk sediaan umumnya adalah pasta atau krim akan tetapi lebih disenangi bentuk krim. molase. sulfit. Juga dapt digunakan emulsi malam dalam minyak silkon dalam keadaan dingin dengan penambahan butil p-amino benzoat yang berguna sebagai penghilang rasa sakit setempat. bau menarik. minyak terpentin. benzokain sebagai penghilang rasa sakit setempat dan heksaklorofen sebagai antibakteri. Bentuk dan bau harus menyenangkan. tidak melekat pada baju dan tidak menimbulkan noda pada kulit. H2O2. Dalam waktu 2-5 menit telah berubah menjadi lunak dan masa bening yang terbentuk mudah dihilangkan dengan mencucinya. amin. Setelah dingin masa dihilangkan hingga rambut akan ikut terhilangkan. Dalam formula umum dari sediaan penghilang rambut sering digunakan kamfer sebagai pendingin. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan penghilang rambut ditinjau dari segi pembuatannya adalah : a. c.

Sulfihidrat). Kapur tohor (CaO). kemudian untuk mempercepat proses dapt ditambahkan zat-zat organik seperti metil/dimetil amin. amino guanidin dan piperidin. kumis dan sekitar muka. guanidin.Sediaan Kosmetika a.5 mol/liter. merkaptan sebagai zat berkhasiat penghilang rambut (“depilating agent”) harus memenuhi beberapa persyaratan : . fradie dapat merusak keratin rambut.eukaliptol. Sediaan pada umumnya berbentuk pasta yang dibuat dengan menambahkan enzim kering kedalam campuran talk. Enzim-enzim ini dapat disebut sebagai enzim keratinase. . hidrazin. deodorant. sebagai contoh enzim yang dihasilkan oleh streptomyces. Kadang-kadang kedalam sediaan penghilang rambut ini sering ditambahkan juga kamfer. shampoo. mula-mula digunakan secara sendiri atau dicampur dengan kaustik soda.Zat alkalis harus mempunyai konstanta kesetimbangan lebih besar dari 2 10-5. termasuk didalamnya penggunaan talk. b.Konsentrasi merkaptan 0. setanit (Sn klorida). Monoetanolamin. Enzim lain yang dapat bekerja proteolitik adalah tripsin yang akan larut dalam lemak hingga dapat bekerja pada keratin pada protein kulit dan rambut dapat lepas. serta parfum untuk muka. bentonit. Zat-zat pereduksi juga dapat bekerja mengembangkan akar rambut dan menghasilkan sistin dan polipeptida hingga rambut juga akan terlepas.1-1. Sering digunakan karena tidak mengiritasi. dengan maksud untuk mencukur rambut pada janggut. serta menghasilkan busa yang banyak. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan cukur adalah : 1. Sediaan kosmetika cukur meliputi semua sediaan yang digunakan sebelum. SEDIAAN KOSMETIKA CUKUR Sediaan kosmetika cukur adalah sediaan kosmetika khusus untuk pria. Keaktifan keratinase akan bertambah tanpa mengiritasi walalu dibiarkan semalaman. c. atau kaolin dan apabila akan digunakan baru ditambahkan dengan air sedikit demi sedikit hingga diperoleh bentuk pasta.Bentuk yang terbaik adalah bentuk pasta Enzim-enzim. Zatzat pereduksi yang seing digunakan adalah sulfida (Ba polisulfida. Mudah dan cepat digunakan. Dalam keadaan murni perlu dibuffer pada pH 7-8. Dengan penambahan Na sulfit atau sulfoksilat. maka konsentrasi zat alkalis dalam larutan tidak boleh lebih besar dari 12 x konsentrasi merkaptan.pH harus terletak antara 9-12.5 . selama dan sesudah bercukur. . Na sulfida. 176 . . Mekanisme kerja enzim sebagai penghilang rambut sangat kompleks. Sediaan yang mengandung enzim keratinase ini lebih peka daripada sediaan thiogliklat atau sulfida. atau ester linalil asetat yang berguna untuk menutupi bau pada sulfida yang tidak enak. tetapi baunya seperti sulfida.Untuk menghindari pengaruhnya pada kulit.

Sediaan Kosmetika
2. Harus cepat kering dan tetap dimuka selama waktu mencukur. 3. Tidak mengiritasi terutama pada mata dan hidung. 4. Cepat bekerja sebagai pelunak kulit, dimana viskositas sangat menentukan kekerasan rambut hingga mudah dicukur. 5. Mudah dilapisi kulit hingga alat listrik, atau silet yang digunakan dapat berjalan dengan mudah tanpa rasa sakit. 6. Stabil pada waktu lama dan pada beberapa suhu. 7. Tidak menyebabkan silet berkarat dan menjadi tumpul. A. Sediaan sebelum cukur Sediaan yang digunakan sebelum bercukur (“preshave preparation”) adalah sediaan-sediaan yang digunakan sebelum bercukur, dengan maksud agar janggut, kumis, serta kulit disekitar muka siap untuk dicukur. Jadi maksud utama dari sediaan-sediaan ini adalah untuk menghindari luka serta iritasi pada kulit yang mungkin dapat ditimbulkan oleh alat pencukur rambut listrik atau silet. Sediaansediaan yang umum digunakan sebelum bercukur adalah : 1. Pengkondisi Kulit (Skin Conditioner): adalah sediaan yang berguna untuk membuat kulit agar mudah dicukur rambutnya, serta menimbulkan rasa yang nyaman pada waktu bercukur. Sediaan ini juga berguna untuk setelah bercukur. Sebagai contoh “vanishing cream” dapat digunakan sebelum bercukur, dan “cold cream” dapat digunakan sesudah bercukur. Pada umumnya sediaan ini digunakan tanpa sikat, dapat bekerja untuk melunakkan, melembutkan dan melindungi kulit.Kedalamnya sering ditambahkan suatu zat yang dapat menimbulkan rasa dingin seperti menthol dan camphor, atau digunakan suatu antiseptika seperti heksaklorofen, triklorokarbanilid,dsb. 2. Pelembut kulit (Beard Softener) : adalah sediaan yang berguna untuk membasahkan, melunakkan dan melapisi janggut serta kulit disekitarnya hingga mudah dan lembut untuk dicukur. Biasanya mengandung suatu “sequestering agent” dan sabun alkali yang tidak larut atau dapat juga digunakan sabun dan deterjen sintetis. Sediaan dapat merupakan krim tanpa sikat dan tanpa busa atau suatu lotion. Bentuk lotion ini biasanya sangat diperlukan untuk pencukuran dengan alat pencukur listrik. Sediaan ini biasanya mengandung larutan homopolimer asam akrilat atau akrilamida atau juga larutan kopolimer asam akrilat dan akrilamida dalam air. Larutan polimer ini kental pada konsentrasi rendah hingga mudah untuk dioleskan pada kulit. Kadang-kadang juga diperlukan penambahan suatu “wetting agent” dalam jumlah sedikit (0,1 %) yang berguna untuk memudahkan tersebarnya lotion pada kulit yang berminyak. Sebagai “wetting agent” dapat digunakan campuran alkohol dengan larutan silikon Sediaan sebelum cukur dengan alat cukur listrik sekarang ini lebih sering digunakan karena lebih cepat dan penggunaannya lebih praktis. Pada cukur basah mula-mula kulit dibasahkan terlebih dahulu agar menjadi lunak, sedangkan pada cukur dengan alat listrik kulit harus dibuat menjadi kering. Jadi sediaan sebelum cukur dengan alat listrik harus dapat berguna menghilangkan keringat, mencegah timbulnya luka, mengeraskan serta

177

Sediaan Kosmetika
menegakkan rambut, hingga rambut mudah untuk dicukur. Sediaan-sediaan tersebut adalah : Serbuk,sebelum cukur (“preshave powder”), biasanya sebagai komponen terbesar adalah talk yang berguna untuk menyerap kelembaban karena keringat, serta untuk melicinkan kulit, hingga pada waktu pencukuran kulit menjadi licin dan bersih, selain talk dapat digunakan kaolin yang dapat menyerap kelembaban dan dapat melekat dengan baik pada kulit. Zn atau Mg stearan sering digunakan sebagai pelicin dan pelekat, Mg karbonat untuk menaikkan daya serap dan merupakanbahan pembawa dari parfum. Dari talk dapat dibuat bentuk batang dengan penambahan Ca sulfat dan air, sebagai zat pengikat dapat digunakan veegum. Lotio sebelum cukur adalah sediaan yang berguna untuk membuat agar rambut menjadi tegak dan keras, untuk ini diperlukan alkohol dalam jumlah banyak. Pada pembuatannya perlu diperhatikan : Penambahan suatu adstringens sangat berguna untuk menegakkan, mengeraskan, serta merangsang otot rambut. Sediaan harus cepat kering, yang berarti sediaan harus cepat menguap. pH-nya harus berada dibawah isoelektrik dari keratin yaitu antara 4,5-4,8. Harus dapat melapisi kulit dengan baik, hingga dapat mencegah luka atau iritasi karena alat cukur. Harus bebas dari zat-zat yang dapat bereaksi dengan silet atau logam dari alat cukur. Sediaan ini sering disebut sebagai astringens lotion. Sebagai zat berkhasiat dapat digunakan asam laktat, Zn fenol sulfonat, dsb. Alkohol dapat digunakan sampai 70-80%. Dapat sebagai astringens, untuk mengeraskan dan menegakkan rambut, hingga cukur dapat lebih bersih dan terhindari dari infeksi. Kadang-kadang juga kedalamnya juga ditambahkan suatu antiseptika atau analgetika dengan konsentrasi rendah, sebagai contoh adalah benzokain, menthol,dsb. Kerugian pengguanaan sediaan ini adalah rambut akan mengerut, masuk kedalam folikel rambut hingga sukar untuk disukur, selain lotion dalam alkohol, sediaan ini juga dapat merupakan lotion yang mengandung minyak seperti isopropil miristat, heksadesil alkohol, yang berguna untuk melapisi dan melicinkan (“lubrikan”), lotion yang mengandung minyak ini pada umumnya merupakan emulsi M/A dengan 5-20% berat ester asam lemak seperti isopropil miristat, isopropil palmitat, dan zat pengemulsi campuran logam alkali atau garam amin dari asam poliakrilat. Batang yang digunakan sebelum cukur, dapat dibuat dengan menggunakan suatu cetakan dengan tekanan tertentu, kemudian dilapisi atau dibungkus dengan suatu “fil former” yang berguan untuk mencegah pecah atau rapuhnya sediaan. Jadi sediaan sebelum cukur bentuk batang harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Tidak boleh cepat patah, rapuh, pecah. Harus mudah dioleskan dan halus Sediaan sebelum cukur bentuk semprot ( aerosol ), biasanya lebih disenangi karena praktis cara penggunaannya sering juga mengandung antiseptika,

-

-

178

Sediaan Kosmetika
lemak dan alkohol. Sebagai zat pendorong sering digunakan fluorokarbon propelan. Selain sediaan sebelum cukur bentuk cair yang disemprotkan, juga dikenal sediaan sebelum cukur bentuk serbuk yang disemprotkan sediaan ini mudah terbagi secara halus dan talk adalah merupakan komponen terbesarnya. Selain talk juga digunakan Mg stearat, Mg karbonat dan amilum. Sebagai zat pelapis dan pendispersi diguanakan isopropil miristat atau minyak mineral. Sering juga ditambahkan antibakteri dan aerosil (silika koloidal), sebagai propelan digunakan campuran propelan 12 dan 14, campuran propelan 12 dan 11

B.

Sediaan untuk Cukur, adalah sediaan yang dapat digunakan selama bercukur, dengan maksud mengurangi iritasi serta luka-luka pada kulit dan supaya alat cukur berjalan lancar pada kulit yang menimbulkan perasaan segar setelah bercukur. Penggunaan serbutk untuk cukur sudah agak jarang, sekarang sering digunakan bentuk batang (“shaving stick”) yang diproduksi oleh pabrik sabun.

1.

Sabun Cukur, mula-mula bentuknya seperti batang kemudian berubah menjadi bundar. Sekarang digunakan dalam bentuk aerosol, atau bentuk lain dengan menggunakan sikat, sehingga suatu sabun cukur mempunyai persyaratan harus cepat menghasilkan busa yang berlimpah. Pada permulaannya sabun cukur ini dibuat dari lemak dan KOH/NaOH dengan proses penyabunan. Sebagai lemak sering digunakan minyak kelapa atau busanya lebih berlimpah dan tahan lama tepi juga sering digunakan minya palma atau sejenis lilin (tallow) yang busanya memang kurang tapi lebih baik. Jenis busa sangat ditentukan oleh kelarutan dari sabun, dimana sabun K lebih mudah larut dari pada Na, dan pada umumnya sabun K lebih lunak. Apabila sabun yang terbentuk terlalu kuat maka kemungkinan akan mengiritasi kulit, pada umumnya sabun K akan mengiritasi daripada sabun Na walaupun sifat alkali, kelarutan, ikatan rangkap, dan pH-nya hampir bersamaan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sabun cukur : a. Harus berbusa banyak, kecil-kecil dan lunak. b. Tidak mengiritasi kulit dan dapat membasahi dengan baik. c. Konsistensi harus lunak, halus, dan tidak menggumpal d. Melekat dengan baik pada muka dan pada sikat serta mudah dihilangkan dengan pencucian. Konsistensi harus tetap selama penyimpanan dan pada berbagai suhu. e. Mudah untuk dioleskan pada muka, mudah terbagi rata hingga memudahkan untuk dicukur. f. Mudah dihilangkan serta mudah tercampur dengan parfum g. Tidak bereaksi dengan alat cukur yang digunakan. Kualitas dari sediaan sabun cukur sangat ditentukan oleh pemiliohan dari bahan-bahan bakunya. Asam stearat kurang memberikan busa ringan hingga sering diganti dengan oleum cocos dengan perbandingan 3:1 . Untuk penyabunan digunakan NaOH atau KOH, tidak digunakannya garam karbonat, karena mengeluarkan gas CO2.

179

“Later shaving cream”. Krim untuk cukur. jadi merupakan suatu emulsi M/A. kedalamnya juga sering ditambahkan pelunak seperti lemak. akrilat dan campuran dimetil siloksan dengan alkohol dan surfaktan serta minyak mineral. Jumlah asam lemaknya 35-50% dan pH harus sekitar 10. sebab mengandung banyak air. boraks. Hemostatika misalnya adrenalin dan garam-garamnya. propilen glikol dan larutan sorbitol. ester. 2. Pelunak yang sering digunakan adalah lanolin dan setil alkohol. hampir sama dengan sabun cukur. akrilamid. Untuk mengeraskan rambut dapat digunakan metil selulosa. Untuk menetralisir alkali yang bebas serta untuk menstabilkan krim serta busanya dapat ditambahkan “superfatting agent”. Sebagai emolien dapat digunakan minyak tumbuhtumbuhan.Sediaan Kosmetika Untuk mencegah kekeringan dapat digunakan gliserin 10-15%. asam sulfat dengan lauril alkohol. Bekerja tanpa menggunakan sikat. Untuk menjaga agar krim tetap lembut dan berbusa dapat ditambahkan gliserin 5-10%. Propilen glikol atau larutan sorbitol.1-20% yang berguna untuk melunakkan. Untuk mengubah konsistensinya dapat ditambahkan Na biborat 0. bentuknya bermacam-macam antara lain : 3. Kadang-kadang juga ditambahkan asam alginat atau garam-garamnya 0. Sering juga digunakan Na CMC. Dengan konsentrasi rendah (lebih kecil dari 1%). Sebagai “wetting agent” dapat digunakan hidrokarbon tersulfonasi. talk dalam konsentrasi 10-15% berguna untuk menambah busa dan mengurangi luka karena penggunaan silet.1-1%. Untuk mengeraskan rambut dapat digunakan hidrokarbon tersulfonasi. “Non Latering/brushless shaving cream”. Minyak untuk cukur. kurang mengiritasi. astringens dalam jumlah kecil untuk mencegah perdarahan. minyak mineral atau lanolin. atau sebagian dari gliserin dapat diganti dengan larutan sorbitol dengan konsentrasi rendah. amida asam lemak dsb. Untuk mengubah konsistensi dapat ditambahkan larutan Na biborat. b. dan sebagainya. terpenten dan air. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan “brushes shaving cream” adalah 180 . lanolin dan alkohol lemak. amida asam lemak dan sebagainya. dapat digunakan secara sendiri atau sebelum sediaan lain digunakan. a. tragakan. Sebagai sabun sering digunakan campuran sabun p-palmitat dan stearat yang dapat menghasilkan busa yang baik dan kurang mengiritasi. Sebagai pelembab (humektan) sering digunakan gliserin. sering juga ditambahkan zat yang berguna untuk menambah busa.ester asam sulfat dengan lauril alkohol. adalah cream untuk cukur yang dapat bekerja untuk melunakkan dan melicinkan kulit hampir sama dengan vanishing cream. Sebagai anti karat sedapat mungkin digunakan oksidator. hanya konsistensinya lebih menyerupai krim atau pasta. Yang mula-mula digunakan adalah campuran gula. alginat. tidak menyebabkan rambut tegak dan kaku karena selalu lembab.

Formula pada umumnya mengandung gliserin sedikit. adalah sediaan cukur berbentuk krim cair biasanya juga disebut sebagai liquid brushless cream. After shave Lotion. c. serta dapat menghilang rasa sakit akibat adanya luka karena alat cuku. Bentuk sediaannya bermacam-macam : 1. keluaran pabrik Atlas dengan konsentrasi 0. C.3-0. Biasanya juga mengandung 181 .5-6% dan sebagai penstabil busa dapat digunakan gliserin sebanyak 5%. 4. atau “cleansing lotion”. Pada umunya merupakan emulsi M/A dengan jumlah air 87-95%.5-7. Pada umunya terdiri dari campuran minyak menguap dengan air atau sering juga disebut sebagai “aqua aromaticum”. Sediaan-sediaan ini dapat bekrja sebagai pendingin. 5. Liquid shaving cream. dapat dikentalkan dengan penambahan karbofol 934 2-1%. sekarang jarang digunakan. Sebagai surfaktan digunakan Na lauril sulfat 0. Propelan hanya sedikit larut dalam larutan sabun yang bila tempatnya dikocok akan teremulsifikasi dan bila diberi tekanan / terdorong cairan akan membentuk gelembung-gelembung yang keluar sebagai busa. asam stearat lebih banyak daripada formula sabun cukur. Fasa gas terdapat diatas dan fasa cair ada dibawah.7%.  Mudah digunakan dan pada penggunaannya tidak boleh menimbulkan rasa sakit. Serbuk Cukur.Sediaan Kosmetika  Harus mudah tersebar. Batang untuk cukur (shaving stick).  Tidak boleh mengiritasi  Pada penyimpanan tidak boleh ada perubahan konsistensi dan tidak boleh ada pemisahan. dengan propelan yang mudah menguap dan ditempatkan dalam wadah yang bertekanan. dapat berbentuk “cleansing milk”. dapat menghasilkan busa yang dapat langsung digunakan tanpa sikat. Biasanya digunakan dengan mengoleskan pada kulit yang lembab yang dengan sikat akan membusa. Kedalam sediaan ini sering ditambahkan suatu antiseptika yang dapat bekerja sebagai antibakteri atau antiinfeksi yang mungkin timbul karena proses pencukuran. d. halus dan tidak menggumpal. Kadang-kadang mengandung cairan silikon yang berguna untuk membentuk lapisan pelindung pada kulit yang dapat mencegah emulsifikasi dari sabun hingga mengurangi iritasi pada kulit. pelunak.2. Sediaan setelah Bercukur Merupakan sediaan yang berguna untuk memberikan rasa nyaman setelah bercukur. kerjanya hampir sama dengan sabun cukur. Sebagai “emulsifying agent” dapat digunakan alkohol lemak yang teroksilasi seperti polietoksi lauril eter.  Harus cepat hilang dan meninggalkan rasa nyaman. sering juga disebut sebagai “alkoholic lotion” atau “clear lotion”. “Aerosol shaving cream”. BRIJ 30. Dengan air akan membentuk sabun yang dapat digunakan dengan sikat. Formulasi biasanya terdiri dari larutan sabun dalam air. Dan dinetralkan dengan trietanolamin sampai pH 6.

Dari bentuk serbuk ini juga dapat dibuat bentuk batang (stick). sering disebut “alum blok”. Kedalam sediaan ini sering ditambahkan suatu antibakteri atau germisida seperti paraklorometakresol atau amonium kuartener. Astringens yang sering digunakan adalah Al klorohidroksida. After Shave Styptic.2%. c. After Shave aerosol. d. surfaktan dan humektan. Dapat bekerja sebagai anti bakteri. maka akan timbul rasa pedih dan apabila kurang dari 40% maka minyak menguapnya tidak larut hingga tidak terbentuk larutan yang jernih. Sebagai antiseptika sering digunakan asam borat dan sebagai astringens digunakan garam-garam Zn dan Al. Merupakan sediaan berbentuk pensil.1-0. Khusus sebagai penghilang rasa sakit dapat digunakan benzokain atau lignokain dengan konsentrasi 0. sering disebut sebagai “after shave emulsified lotion” sangat jarang digunakan. After Shave Gel. merupakan suatu sediaan yang disemprotkan. terdiri dari alkohol. 5. b.025-0. Sekarang jarang digunakan. Dapat menghilangkan iritasi dan rasa sakit. Untuk menetralkan alkali yang berlebihan dapat digunakan asam laktat. Zn klorohidoksida dsb. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu aftershave preparation adalah : a. sering disebut sebagai “stick lotion”. dapat berfungsi sebagai penyegar dan pendingin. asam borat. lebih sering digunakan sebagai “hand lotion”. 2. After Shave Powder. Alkohol yang sering digunakan adalah etil alkohol lebih dari 60%. tidak boleh rapuh dan berguna untuk menghentikan perdarahan. asam benzoat.050%. Kedalamnya sering ditambahkan suatu antiseptika dan astringens. Sebagai emolien dan humektan sering digunakan gliserin 3%. After shave Cream. Biasanya terdiri dari Al-K sulfat 10 H2O atau kombinasi antara suatu astringens dengan garam-garam penahan perdarahan seperti aluim+talk 5% dan gliserin 5% 6. serta pelicin kulit. 3. Kalau lebih akan mengiritasi kulit dengan menimbulkan warna merah dan bau yang menyengat. 182 . Bekerja sebagai astringenss. 4.Sediaan Kosmetika alkohol akan tetapi konsentrasinya tidak sebanyak pada preshave lotion”. Dapat bekerja sebagai pendingin dan penyegar. Dapat menetralkan sabun yang tertinggal pada kulit hingga kulit akan menjadi netral/norma kembali e. Sebagai pendingin dan penghilang rasa sakit sering digunakan menthol dan camphor dengan konsentrasi 0. Merupakan larutan kental dari alkohol dan air.

turunan asam dihidroksi sinamat. dari asam p-dimetilaminobenzoat. Sebagai contoh adalah TiO2. 183 . feniletil. 2. melepuh. dan sebagainya. 8. Zat-zat tersebut harus mempunyai bau yang enak dan dalam konsentrasi yang digunakan tidak boleh memberi warna pada kulit. Bekerja secara kimia. dan propilen glikol. maka akan mempunyai efek baik yaitu akan merangsang peredaran darah serta dapat menghasilkan vitamin D serta pro vitamin d pada epidermis kulit. Kerusakan kulit ini disebut eritemia dengan tanda-tanda kulit berwarna kemerah-merahan. linalil danester-ester dari siklohaksenil. 6. isobutil. 3-fenil. metil. Zat-zat yang dapat bersifat sebagai “screening agent” adalah zat-zat yang dapat menyerap cahaya matahari dengan panjang gelombang 2800-3200. Salisilat-salisilat. Diobenzal aseton. sakit kalau sudah pecah dan dapat mengandung nanah. Asam-asam dihidroksi nafteat. seperti metil. zat-zat tersebut dapat memantulkan kembali sinar ultraviolet dari sinar matahari. Sinar matahari adalah merupakan sinar monokromatis dengan λ yang berbeda dan sinar matahari yang berpengaruh buruk adalah sinar monokromatis dengan λ 2800-3900. turunan kumarin sepeti 7-metil. Bekerja secara fisika. Asam p-amino benzoat dan turunan-turunannya seperti etil. Antranilaq-antranilat seperti orto amino benzoat. butil sinamoil piruvat. 5. 4. Bila sianr matahari itu tidak begitu lama pada kulit. gliseril.Sediaan Kosmetika SEDIAAN “SUNTAN & SUNSCREEN” Sediaan “sunscreen” adalah sediaan kosmetika yang digunakan pada permukaan kulit untuk menahan pengaruh buruk dari sinar matahari dan pengaruh luar lainnya. ester-ester. Garam-garam Na dari Naftosulfonat. Turunan-turunan asam sinamat. 3. benzil. kaolin dan talk 2. kepekaan seseorang dan energi radiasi sinar matahari. ester-ester gliseril. Eritema dapat timbul tergantung pada lamanya penyinaran. fenil. eskuletin. sehingga tidak terserap kulit. merupakan sediaan kosmetika yang luas penggunaannya karena selain sebagai pelindung kulit terhadap panas dan dapat digunakan untuk semua umur. fenil. benzal asetofenon. seperti metil eskuletin. Berdasarkan cara kerjanya “screening agent” dapat dibagi menjadi : 1. Terjadinya kerusakan pada kulit dapat disebabkan oleh adanya penyerapan energi radiasi sinar matahari oleh kulit. CaCO3. zat-zat tersebut dapat menyerap radikal-radikal bebas dari sinar ultraviolet pada panjang gelombang 2800-3200. Penggolongan Screening Agent menurut Klarmant : 1. Hidrokarbon-hidrokarbon. MgO. Mula-mula sediaan ini dikenal di amerika pada tahun 1928. benzil. 7. seperti amil. metil. ZnO. trifenil. 10. fenil. kekuatan cahaya matahari. 9.

Azol-azol. Garam-garam kinin seperti bisulfat. sumarome. 2-asetinalazol. 5. sinar matahari dan kelembaban. solprotex. isobutil salisilat sinamat. Tidak toksis dan tidak merangsang. klorida. Harus dapat meneruskan sinar dengan panjang gelombang 3000-4000 A 3. dipropilenglikol salisilat. dan sebagainya 12. etoksi etil p metoksi sinamat. 4. gel tersebut cukup stabil dan mudah tersebar dengan rata dan luas bila dioleskan. Bila dioleskan pada kulit akan membentuk lapisan yang tipis. benzalaseton. b) Metil selulosa. etil p-amino benzoat. Formula Umum Sediaan Sunscreen : Hampir semua sediaan “sunscreen” mengandung zat-zat sebagai berikut : 1. Sebagai contoh adalah oktabenon. Screening Agent merupakan zat berkhasiat yang harus terdapat dalam sediaan “sunscreen”. 6. escalol 506. olet. Mudah digunakan dan tersebar dengan rata 8. tetapi pada umumnya tidak tersatukan dengan “screening agent” c) Polivinil alkohol. Dibuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh. rata dan kuat. 7. Harus dapat menyerap radiasi sinar ultraviolet pada panjang gelombang 2800-3150 A 2. minyak silikon yang teresterifikasi dengan asam salisilat. Sebagai contoh yang dapat digunakan sebagai zat pembawa dalam sediaan “sunscreen” adalah : a) Bentonit. tanat. Tidak mudah menguap dan tidak diserap oleh kulit. jadi penggunaannya harus dicampur dengan lemak terlebih dahulu supaya terbentuk lapisan tipis yang tidak tahan terhadap air dan keringat serta tidak akan menggulung. melekat dengan baik dan mempunyai daya melindungi. merupakan bagian yang sangat menentukan bekerja atau tidaknya sediaan tersebut. Harus stabil terhadap suhu. Lapisan yang terbentuk tipis dan mudah kering. karena jenis zat pembawa ini menentukan sifat lekat dan tebal lapisan yang terbentuk. dan sebagainya. escalol 106. 13. dengan air juga akan membentuk lapisan tipis. Tetapi lapisan ini tidak tahan terhadap air dan keringat. Zat pembawa atau Basic. meksaon. b.Sediaan Kosmetika 11. Sebagai zat pembawa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. benzalesefenon. Asam tanat dan turunan-turunannya Persyaratan umum yang harus dipenuhi sediaan sunscreen : 1. dioksi benzon. homometil salisilat. oleum ricini. 2. yang mudah kering dan liat (elastisitas). dan tahan terhadap air maupun gosokan. 184 . Lapisan yang terbentuk harus tipis dan mudah kering. sifatnya dapat membentuk gel bila dicampur dengan air. juga dapat membentuk lapisan yang tipis. 9. Bila dioleskan pada kulit juga memberikan rasa halus dan nyaman. seperti metil naftoxazol. Tahan terhadap keringat dan gosokan.

kurang mengiritasi. Penggolongan sediaan Sunscreen Berdasarkan Tipenya. Bentuk aerosol. Untuk keperluan berjemur dipantai digunakan parfum yang lebih berat. Alkohol (etil alkohol) sering diganti degan isopropil alkohol hingga menghasilkan sediaan yang murah.dsb. dapat digunakan semua jenis emulsi A/M atau M/A dengan lemak dalam jumlah besar. antihistaminika dan antiseptika. dalam aseton akan membentuk lapisan yang tipis dan sangat liat. Parfum yang berasa manis hingga dapat menarik lalat atau semut dihindarkan. Penambahan zat pengental seperti gliserin atau sorbitol kadangkadang diperlukan untuk menambah ketebalan dari lapisan hingga pemakaiannya lebih mudah dan tidak boleh terlalu banyak karena akan meninggalkan lapisan kulit yang kaku. larutannya dalam alkohol akan membentuk lapisan tipis. Faktor-faktor yang sangat menentukan Kerja dari Sunscreen adalah : Tebal lapisan antara 0. sedangkan bau yang kurang enak dari isopropil alkohol dapat ditutupi dengan memberikan suatu pewangi.03 mm. e) Etil selulosa (ethocel). Parfum. merupakan sediaan yang tidak mengandung air. mengandung alkohol tinggi atau rendah seperti isopropil miristat. dimana lapisan yang terbentuk akan sergam dan lebih tipis. Biasanya dengan penambahan suatu zat pengental akan terbentuk gel yang dapat dimasukkan kedalam tube. tergantung pada cara penggunaan dan suhu pada waktu dipakai. digunakan sesuai dengan pemakaiannya. 1. minyak silikon. Kalau alkoholnya menguap akan meninggalkan lapisan yang bersifat dapat menolak air. pada umumnya akan hilang dengan sendirinya bila terkena keringat. 3. Biasanya digunakan minyak-minyak karena minyak dapat menyerap sinar ultraviolet. melekat pada kulit dan sukar dicuci dengan air tetapi tercuci dengan alkohol. Tipe anhidrid. yang terbaik adalah minyak tumbuh-tumbuhan. 2. Tipe emulsi. Tipe “greaseless” (tanpa butiran). seperti untuk para atlet digunakan parfum yang berbau segar misalnya oleum lavandule. Dapat juga digunakan minyakminyak mineral tetapi harus dengan viskositas rendah seperti isopropil miristat.Sediaan Kosmetika d) Vinil resin (Vinyllite). 4. kadang-kadang zat-zat ini sangat diperlukan karena dapat untuk mencegah terjadinya infeksi. oleum citri dsb. 3. sangat disenangi. 185 . Sunscreen dapat dibagi menjadi : 1. Zat-zat yang sering ditambahkan kedalam sediaan “sunscreen” adalah beberapa antibiotika. isopropil palmitat atau minyak silikon.001-0. tidak larut dalam air dan pada umumnya tidak tersatukan dengan “screening agent”. Untuk sediaan bentuk emulsi ini sebagai zat berkhasiat dapat digunakan “screening agent” yang larut dalam air untuk emulsi tipe M/A dan yang larut dalam minyak untuk emulsi tipe A/M. Bentuk ini lebih disukai karena dapat dimasukkan dalam tube. serta sangat lekat. Zat tambahan. Sifat lainnya. Adanya kapasitas absorpsi yang dapat hilang disebabkan karena adanya modifikasi kimia karena sinar matahari.

Adanya perubahan jenis emulsi pada kulit hingga menyebabkan kerja dari sediaan berkurang. minyak. 186 . gel. Dalam perdagangan sediaan “suntan” sering dijumpai dalam bentuk krim. 3. 4. krim cair. Formulnya biasanya terdiri dari zat warna larut dalam minyak atau larut dalam zat-zat tak berlemak. Tidak digunakan zat warna yang larut dalam air karena warna akan hilang apabila kena air keringat dan kelembaban. Setelah penguapan dari pelarut mungkin “screening agent” akan mengkristal dan akan menyebabkan sediaan “sunscreen” menjadi tidak aktif lagi. Sediaan SUNTAN adalah sediaan kosmetika yang dapat membuat warna kulit menjadi coklat dalam waktu singkat tanpa terjadinya eritema (luka melepuh). aerosol dan aerosol foam. Terjadinya penguapan dari pelarut yang menyebabkan lapisan menjadi keras dan retak-retak. Campurannya dengan sekresi kulit akan menyebabkan perubahan konsentrasi zat berkhasiat. Zat warna yang sering digunakan adalah alkoksipsoralen atau metoksasalen yang dalam konsentrasi 10-20 mg selama 12-4 jam akan terjadi pigmentasi.Sediaan Kosmetika 2. larutan hidroalkohol. Pada umumnya sediaan ini digunakan oleh orang kulit putih atau penderita vitiligo. batang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful