Kekerasan Sex

Naskah Ujian Kasus

PERLAKUAN SALAH SEKSUAL TERHADAP ANAK (CHILD SEXUAL ABUSE)

PENDAHULUAN Salah seksual pada anak termasuk salah satu bentuk kejahatan susila yang menyangkut tubuh, kesehatan, dan nyawa manusia, serta mempunyai kaitan yang erat dengan ilmu kedokteran khususnya kedokteran forensik, yaitu di dalam upaya pembuktian bahwa hal itu memang telah terjadi. Adanya kaitan ilmu kedokteran dengan kejahatan seksual dapat dipandang sebagai konsekuensi dari pasal-pasal di dalam Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) serta kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang memuat ancaman hukuman serta kasus yang termasuk didalam kasus kejahatan seksual. IDENTITAS KORBAN Nama lengkap Nama insial Jenis kelamin Umur Agama Suku bangsa Pendidikan terakhir Pekerjaan : Ratnasari. :R : Perempuan. : 14 tahun. : Islam : Bugis : SMP Sanawiyah kelas II : Pelajar

Tempat / tanggal lahir : Jakarta, 5 Februari 1992

IDENTITAS ORANG TUA:
1

3 tahun IDENTITAS PELAKU Nama Hubungan Umur Nomor KTP Pendidikan Alamat Lama kenal Suku bangsa Agama Pekerjaan Deskripsi pelaku :: idem : 14 tahun : Bugis : Islam : Usaha restoran :: Tidak diketahui. 7 tahun : Laki-laki. 14450. Jakarta Utara.90 . Jakarta Utara.90 . Ahmad Banteng : Orang tua kandung : > 45 tahun tahun. :- Riwayat penyalahgunaan obat Riwayat penyalahgunaan alkohol .66691481 Balikpapan > 33 tahun Islam Bugis SD Wiraswasta/restoran Jl. 021 . 12 tahun : Perempuan. Rahmatiji Jl.Nama lengkap Alamat AYAH IBU H. Hj.5 / Muara Angke / Restoran Aco Kamboja 1 Idem Telepon Tempat / tanggal lahir Usia Agama Suku bangsa Pendidikan terakhir Pekerjaan Alamat kantor 021 . Dermaga no. 14450. Muara Angke RT 008 / Jl.SAUDARA KLIEN Anak ke 1 Anak ke 2 Anak ke 3 Anak ke 4 : Klien : Laki-laki. Ahmad Banteng Ny. RW 011 No. : Tidak diketahui 2 : H. Muara Angke RT 008 / RW 011 No. 1 juta / bulan 1 + 1990 Penghasilan/bulan Pernikahan ke Tahun menikah SEKOLAH SAUDARA . Dermaga no.5 Muara Angke Restoran Aco Kamboja > Rp.66691481 Riau > 45 tahun Islam Bugis Wiraswasta/restoran Jl.

Ayahnya lalu meninggalkan korban begitu saja. Pelaku juga terkadang memasukkan jari tangan ke kemaluan korban. Sejak kejadian tersebut. - Pada bulan September 2005. pelaku sering menggerayangi tubuh korban ( > 1 x / minggu). celana korban sudah diturunkan selutut dan korban tetap pura-pura tidur karena takut. : Alamat tempat kejadian : Jl. saat korban sedang tidur pulas di kamar. Ayah mengeluarkan sperma di luar vagina dan meletakkannya di paha kanan / selangkangan kanan korban. menendang punggung. Sejak Juni 2003.Riwayat tindak pidana yang pernah dilakukan : Tidak diketahui RIWAYAT KEJADIAN Waktu kejadian Tempat kejadian Pakaian korban Kronologis - : 2 kali (Kejadian pertama September 2005 dan kejadian kedua 26 Maret 2006). No. Sebelum ke PKT. Korban menyadari adanya darah di kemaluan. korban terbangun dan mendapati ayahnya sudah memasukkan penis ke vagina korban. Pelaku memasukkan penis ke vagina dan mengeluarkan sperma di luar (selangkangan). lalu pelaku kabur. saat korban juga sedang tidur di kamar dan saat korban sadar. : di rumah pelaku. memukul bagian dada. sehari-hari korban merasa takut dan selalu menghindari pelaku. Saat kejadian korban sedang tidur dan tetap pura-pura tidur karena takut. Pada tanggal 29 Maret 2006 korban menceritakan ke keluarga. dengan gayung pada daerah leher. dan tanggal 31 Maret 2006 siang pelaku kembali dan memukul korban dengan badik (keris dan penutupnya) pada daerah kepala. tindakan yang telah dilakukan: Melapor ke Polres Jakarta Utara Laporan No: 349 / VER / III / Restro JU 3 . 14450 Jakarta utara. - Korban kabur ke rumah paman dan segera dibawa ke polisi oleh kakak sepupu.Muara Angke RT 008 / RW 011 . - Pada tanggal 26 Maret 2006. korban berusaha menangkis dengan kedua telapak tangan. - Pada tanggal 28 Maret 2006 korban kabur dari rumah ke tempat pacar dan tanggal 29 Maret 2006 diantarkan pulang ke rumah oleh pacar. 90. : Sudah ganti.

LATAR BELAKANG KELUARGA. Hubungan kedua orang tua cukup baik. LINGKUNGAN SOSIAL. pundak pegal-pegal. DAN EKONOMI KLIEN - Keluarga : Klien anak ke 1 dari 4 bersaudara. saat ini korban mengaku pusing. Lingkungan sosial : Klien dan keluarga tinggal di daerah Jakarta Utara. Konsultasi psikologis.Ke PKT atas kemauan : Sendiri. Ekonomi : Cukup (Ayah dan ibu punya usaha restoran). 4 . - Riwayat penyakit : Tidak ada. RINCIAN PERLAKUAN - Pemaksaan hubungan seksual. Proses hukum (pelaku ditangkap dan dihukum sesuai pelanggaran yang dilakukan). : Ya : Ya : Ya Terjadi tindak kekerasan - Korban melawan Ancaman kekerasan Pelaku menggunakan senjata : Badik dan gayung. Genogram (peta hubungan dengan sistem klien) : Pelaku Klien SARAN DAN REKOMENDASI Melanjutkan kasus ke kepolisian. Solusi yang diharapkan : - Klien sembuh secara fisik (dilakukan tindakan medis terhadap klien). Penganiayaan. lalu bagian leher dipukul dengan gayung. korban sempat dijedotin oleh pelaku. Klien sembuh secara mental (dilakukan terapi psikologis terhadap klien).

RIWAYAT MEDIS - Korban sedang dalam pengobatan Pengguna obat-obatan (adiksi): Tidak Pengguna alkohol : Tidak : Tidak 5 . : Tidak. Hari pertama haid terakhir : sekitar 20 Maret 2006. Lamanya 6 – 7 hari. ejakulasi : tidak Yang digunakan : - Perkiraan lamanya koitus Korban merasa nyeri Terjadi perdarahan Jumlah pelaku Terdapat penggunaan alkohol : Tidak tahu : Ya : Ya : 1 orang. siklus teratur. Terdapat penggunaan obat-obatan YANG DILAKUKAN OLEH KORBAN SETELAH KEJADIAN PEMERKOSAAN - Korban berganti pakaian Korban berpakaian Celana dalam Korban mencuci mulut Korban membasuh badan Korban buang air besar : Ya : Ya : Ya : Ya : Ya : Ya Korban mandi setelah kejadian : Ya Dokter telah memberikan terapi : Tidak RIWAYAT MENSTRUASI - Sekitar usia 12 tahun. ejakulasi : ya : Tidak . : Tidak.JENIS PERLAKUAN SEKSUAL - Oral penetrasi Vagina penetrasi Rektal penetrasi Jari tangan Penis : Tidak : Ya : Tidak : Ya .

Pada bibir bawah tepat di garis pertengahan depan terdapat luka lecet berukuran lima milimeter kali lima milimeter. sikap tenang. nyeri pada penekanan. sewarna dengan kulit. terdapat benjolan ukuran dua sentimeter kali dua sentimeter. : Dalam batas normal. : Tidak ada kelainan. Terdapat memar / abrasi / luka / laserasi : a. - Tampak sesuai dengan usia. : Dalam batas normal. Pada bibir atas sebelah kanan. terdapat luka lecet ukuran lima milimeter kali sepuluh milimeter. : Dalam batas normal. Pada samping kepala kiri. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan umum : - Keadaan umum Pakaian Cara berjalan THT Paru Jantung Abdomen : Baik.- Suntik ATS / TT terakhir : Tidak Riwayat operasi : tidak ada. d. terdapat memar warna kebiruan. : Tidak ada kelainan. : Normal. c. b.    6 . tiga sentimeter di atas liang telinga. ukuran tiga sentimeter kali satu sentimeter. empat sentimeter dari garis pertengahan belakang. e. Inspeksi Genitalia Eksterna :  Bagian luar Selaput dara Bagian dalam Dubur : Tidak ada kelainan. Pada puncak kepala kanan. satu sentimeter dari garis pertengahan depan. Pada telapak tangan kiri sisi luar. sewarna dengan kulit. tiga sentimeter di bawah puncak kepala terdapat benjolan ukuran dua sentimeter kali dua sentimeter dan nyeri pada penekanan. : Terdapat robekan lama sampai dasar pada posisi jam enam. : Dalam batas normal. : Korban tidak menggunakan pakaian yang sama.

31930808 (Hunting) Fax : 3148991 PRO JUSTITIA VISUM ET REPERTUM 7 . Kesimpulan pemeriksaan : . 3918301.Himen : Robek. Pusat Krisis Terpadu Untuk Perempuan & Anak RUMAH SAKIT Dr.Pengumpulan sampel medikolegal untuk pemeriksaan laboratorium : Tidak dilakukan. CIPTO MANGUNKUSUMO Jl. Diponegoro 71 Jakarta 10430 Kotak Pos 1086 Telp.

--------------------------------------------------------------------------Pekerjaan : Pelajar SLTP-----------------------------------------------------------------------Agama : Islam. sewarna dengan kulit. atas permintaan tertulis dari Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara dengan suratnya bernomor : 349 / VER / III / Restro JU.----------• Bagian dalam : Tidak ada kelainan.Nomor : 2619 / 1 / PKT / XII / 05 Saya yang bertanda tangan dibawah ini. terdapat luka lecet ukuran lima milimeter kali sepuluh milimeter. nyeri pada penekanan. Naomi Nurabni Tambunan. pakaian rapi.-------------------------------------------------------------------------------Alamat : Jl. Pada puncak kepala kanan. Pada tubuh korban ditemukan luka-luka sebagai berikut:-------------------------------a.----------------------------------------------------------3. tiga sentimeter di atas liang telinga. Pada samping kepala kiri. tertanggal 31 Maret 2006. yang menurut surat tersebut adalah : Nama : Ratnasari. ----------------------------------------------------------------------------4.---------------------------------------------------------------------------Jenis kelamin : Perempuan. pukul sembilan belas lewat sepuluh menit Waktu Indonesia Barat. haid pertama kali usia 12 tahun.--------------------------------------------------------• Dubur : Tidak ada kelainan. Pemeriksaan alat kelamin:-------------------------------------------------------------------• Bagian luar : Tidak ada kelainan.-------------------------------------------------------------5. Pada bibir bawah tepat di garis pertengahan depan terdapat luka lecet ukuran lima milimeter kali lima milimeter. Riwayat haid : normal. Dr. Korban mengaku pada bulan September 2005 dan tanggal 26 Maret 2006 disetubuhi oleh pelaku. telah melakukan pemeriksaan pasien dengan nomor registrasi : 2989321. sewarna dengan kulit. Pada telapak tangan kiri sisi luar.-------------------------------e. tiga sentimeter di bawah puncak kepala terdapat benjolan ukuran dua sentimeter kali dua sentimeter dan nyeri pada penekanan. Cipto Mangunkusumo.-----------------------------------------------------------------------d. riwayat perkembangan seksual : normal. ukuran tiga sentimeter kali satu sentimeter.----------------------------------------------------------• Selaput dara : Terdapat robekan lama mencapai dasar pada arah jam enam.-------------------------------------------------------------------------Warganegara : Indonesia.---------------------------2.---------------------------------------------------------------------------Umur : 14 tahun.----------------------c. terdapat memar warna kebiruan. Penampilan umum / sikap tenang / kooperatif. bertempat di RSUP Nasional Dr.----------------------------------------------------------------8 . maka dengan ini menerangkan bahwa pada tanggal tiga puluh satu Maret tahun dua ribu enam. empat sentimeter dari garis pertengahan belakang. selain itu pelaku juga sering melakukan pencabulan terhadap korban. korban mengaku dipukuli oleh pelaku dengan menggunakan badik dan gayung. Muara Angke RT 008 / RW 011 Jakarta Utara ----------------------------HASIL PEMERIKSAAN : -----------------------------------------------------------------------1.---------------------------------------------------------------b. satu sentimeter dari garis pertengahan depan. Korban datang dalam keadaan sadar dengan keadaan umum baik. terdapat benjolan ukuran dua sentimeter kali dua sentimeter. sudah ganti.---------------------------------------------------------------------------------------Pada tanggal 31 Maret 2006 siang. Pada bibir atas sebelah kanan.

--------------------------------------------------Jakarta. kepala dan telapak tangan kiri akibat kekerasan tumpul yang tidak mengakibatkan halangan dalam menjalankan pekerjaan. Dr. Pada pemeriksaan alat kelamin ditemukan robekan lama sampai dasar pada selaput dara akibat kekerasan tumpul yang melalui liang senggama / penetrasi.Kesimpulan : ----------------------------------------------------------------------------------------Korban adalah seorang perempuan yang mengaku berusia empat belas tahun.8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Naomi Nurabni Tambunan NIM. 11.075 PEMBAHASAN Tumbuh kembang seorang anak secara optimal bukan saja karena terpenuhinya kebutuhan fisik seperti gizi yang baik.------------------------------Selanjutnya pada pemeriksaan fisik ditemukan luka-luka lecet dan memar pada daerah bibir. Aspek pemenuhan kebutuhan sosial dan 9 .-----------------------------------------------------------------------Demikian Visum et Repertum ini dibuat dengan sesungguhnya atas sumpah / janji yang telah saya ucapkan pada waktu memangku jabatan serta sesuai dengan Undang-Undang No. 31 Maret 2006 Dokter pemeriksa. Pemenuhan kebutuhan fisik bukan satu-satunya determinan yang menjamin tumbuh kembang anak.2004.

Jika dokter menolak maka dokter tersebut dapat dikenai sanksi sesuai dengan pasal 216 (1) KUHP. Pelaku umumnya orang yang dikenali oleh mereka dengan tujuan hanya untuk memenuhi kebutuhan seksual sesaat tanpa memikirkan apa yang akan terjadi kemudian terhadap korbannya. perkiraan umur serta pembuktian apakah seseorang itu memang sudah pantas atau sudah mampu dikawini atau tidak. dan juga mengumpulkan benda bukti yang ditemukan pada pakaian 10 . misalnya penganiayaan seksual terhadap anak. Dalam melakukan pemeriksaan. Namun kadang kala tanpa diduga terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Seorang dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap korban hendaknya teliti. waspada dan curiga namun tetap obyektif dan tidak memihak. ada tidaknya persetubuhan. Jangan mengandalkan pada daya ingatan. Di dalam pembuktian upaya pembuktian secara kedokteran forensik. Tindakan ini sesuai dengan prosedur penyidikan di mana pasal 133 (1) KUHAP menyatakan “Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka. maupun faktor-faktor dari si pelaku salah seksual pada anak itu sendiri.emosional ternyata juga menentukan perkembangan anak menjadi manusia yang utuh. Klien yang langsung melapor pada polisi setelah kejadian membuat proses pemeriksaan dan pembuatan visum dapat segera dilakukan. Hal-hal yang tidak ditemukan tetapi relevan dengan keterangan wanita juga perlu dicatat. Adanya SPV berarti telah ada permintaan tertulis resmi dari pihak penyidik kepada dokter sehingga dokter terkena kewajiban untuk memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya. Segala sesuatu yang ditemukan dicatat. ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana. ada tidaknya tanda-tanda kekerasan. keracunan. dokter akan menentukan ada tidaknya luka. Yang tercakup dalam aspek ini misalnya : lingkungan sosial yang sehat dan terpenuhinya kebutuhan akan cinta dan kasih sayang. Korban datang dengan diantar polisi dari Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara membawa Surat Permintaan Visum (SPV). ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya”. Dengan demikian upaya pembuktian secara kedokteran forensik pada setiap kasus salah seksual pada anak sebenarnya terbatas di dalam upaya pembuktian ada tidaknya tandatanda persetubuhan. demikian halnya dalam faktor waktu serta keaslian dari barang bukti (korban). faktor keterbatasan di dalam ilmu kedokteran itu sendiri dapat sangat berperan.

bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau umurnya tidak ternyata. 11 .) Barang siapa melakukan perbuatan cabul. pemeriksaan laboratorium memegang peranan yang sangat penting. yaitu : Pasal 287 KUHP: 1. Terlebih lagi bila pada pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada alat kelamin. selaput dara terdapat robekan lama yang mencapai dasar pada arah jam enam akibat kekerasan tumpul yang melalui liang senggama / penetrasi. kecuali jika umurnya wanita belum sampai dua belas tahun atau jika ada salah satu hal tersebut pasal 291 dan pasal 294. Dari hasil pemeriksaan terhadap korban dapat disimpulkan bahwa korban adalah seorang anak perempuan berusia 14 tahun. bahwa umurnya belum lima belas tahun.” Pasal 290 KUHP (2) Diancam dengan pidana paling lama tujuh tahun : (2. bahwa belum mampu dikawin. dengan seorang padahal diketahui atau sepatutnya harus diduga. Pelaku pada kasus ini dapat dipidana sesuai dengan pasal-pasal yang berhubungan dengan kejahatan seksual terhadap anak. ditemukan adanya luka-luka lecet dan memar pada daerah wajah. Luka-luka tersebut tidak mengakibatkan penyakit / halangan dalam menjalankan pekerjaan sehingga dapat digolongkan ke dalam luka derajat satu. robeknya selaput dara terjadi akibat kekerasan tumpul yang melalu liang senggama / penetrasi. Untuk menentukan adanya persetubuhan.dan tubuh wanita tersebut. Pada pemeriksaan terhadap korban. Kasus ini merupakan kasus perkosaan yang dilakukan seorang anak oleh ayah kandungnya serta kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku yang sama tetapi kasus perkosaan dan penganiyaan tersebut dilakukan dalam interval waktu yang berbeda. 2. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. bahwa belum mampu dikawin. pada hal diketahui atau sepatutnya harus diduga. ditemukan luka-luka pada pemeriksaan fisik yang tidak mengakibatkan penyakit / halangan dalam menjalankan pekerjaan. atau kalau umurnya tidak ternyata. “ Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan. Pada pemeriksaan alat kelamin ditemukan robekan lama selaput dara di posisi jam enam yang mencapai dasar. kepala dan tangan akibat kekerasan tumpul. Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan.

60. kekerasan atau ancaman kekerasan. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling sedikit 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. dipidana dengan penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling sedikit 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. Pasal 80 UUPA (1) Setiap orang yang melakukan kekejaman. atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. 72.00 (enam puluh juta rupiah).000. Pelayanan / penanganan pertama yang sesuai dengan prosedur akan sangat menentukan penyembuhan trauma perkosaan di kemudian hari. melakukan tipu muslihat. (2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat.(tujuh puluh dua juta rupiah. serangkaian kebohongan.00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp.000. akan selalu terjadi trauma psikologik.000. 60. 300.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp.000. serangkaian kebohongan. • Pasal 82 Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan. memaksa.000. Ada baiknya 12 .00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp. hal terpenting lainnya adalah penanganan sindrom yang terjadi pada korban selain terdapat trauma fisiologik atau fisik.00 (enam puluh juta rupiah). atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. 300.000.Undang-Undang Perlindungan Anak • Pasal 81 (1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. Selain penanganan melalui jalur hukum.. atau penganiayaan terhadap anak.000.000.000.

DAFTAR PUSTAKA 13 .keluarga korban pindah rumah (mencari lingkungan baru) yang tidak mengetahui peristiwa ini. ada baiknya bila korban dijauhkan dari pelaku diperlukan perhatian dari orang disekitar korban sehingga kejadian tidak terulang kembali. sehingga perkembangan psikologis si korban untuk kemudian hari dapat teratasi. Mengingat pelaku adalah ayah korban.

Suryo Dharmono. Peraturan Perundang-undangan Bidang Kedokteran. Mitra Perempuan. Kalman Media Pustaka. 14 . Cetakan kedua. Arif Budijanto. 1982. Agus Purwadianto. Simposium Perkosaan. 6 Februari 1986. Bagian Kedokteran Forensik FKUI. Rita Serena K. Fakultas kedokteran UI. 2. Kejahatan Seks dan Aspek Medikolegal Gangguan Psikoseksual. Penanggulangan Terpadu Penganiayaan dan penelantaran anak. 1994. Juli 2001 4. Siswandi Sudiono. 3.1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful