LAPORAN HASIL PELAKSANAAN PPL

OLEH NAMA NIM JURUSAN FAKULTAS : : : : NANING SAIFATUL KHUSNA 08111571 PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

IKIP PGRI BOJONEGORO 2012

ii

PENGESAHAN

Laporan Kegiatan PPL di MTs Abu Darrin Dander Bojonegoro : Nama NIM Jurusan : Naning Saifatul khusna : 08111571 : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dengan ini saya telah melaksanakan kegiatan PPL Di MTs Abu Darrin Dander Bojonegoro yang dimulai pada tanggal 09 Januari – 31 Maret 2012. Hasil kegiatan tersebut tercantum dalam laporan hasil PPL ini.

Bojonegoro, 29 Pebruari 2012 Dosen Pembimbing Guru Pamong

Drs.H. Sarjono,M.M NIP:195605121983071002

Sutikno, S.Pd NIP.

Mengetahui, Kepala Sekolah MTs Abu Darrin

K M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I. NIP.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada : 1.Pd. M. Mampu mengkomunikasikan proses dan hasil pembelajaran secara lisan dan mengatasi permasalahan pembelajaran secara individu maupun kelompok. Sutikno. . mengolah hasil Mampu bekerja sama dalam mengembangkan kepribadian sebagai guru. belajar. Melakukan evaluasi proses dan hasil pembelajaran. pembelajaran. 8. M. Drs. yang bertolak dari suatu permasalahan Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang baik dan mampu Terampil dalam mengobservasi kegiatan pembelajaran. Ibu guru serta karyawan di MTs Abu Darrin 7. H. dan tertulis. K H. 6. Melakukan pemantapan kemampuan professional guru. 10. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu menyelesaikan laporan PPL ini. 2. 2. sehingga saya dapat menyelesaikan tugas Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang merupakan salah satu matakuliah kulminasi pada Program S1.I. Melakukan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik dalam Mendalami karakteristik dari peserta didik dalam rangka memotivasi mengembangkan potensi. 3. 5. Bapak. Adapun tujuan Program Pengalaman Lapangan antara lain : 1. 6. selaku Kepala Sekolah MTs Abu Darrin 5.. 7. Budi Irawanto. selaku guru pamong mata pelajaran Bahasa Indonesia. M.Pd.iii KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayahnya. Teman-teman kelompok PPL di MTs Abu Darrin Menemukan permasalahan yang menghambat proses pembelajaran di kelas Menerapkan pembelajaran inovatif. selaku Dosen Pembimbing PPL 4.M. 9. S. H. Sarjono. Drs. 4. observasi dan menyampaikannya secara sistematis. Kedua orang tua saya yang telah memberikan dukungan baik moral maupun spiritual.Pd selaku rektor IKIP PGRI Bojonegoro 3. mengimplementasikannya. Jauharul Ma’arif.

Bojonegoro. 29 Pebruari 2012 Penyusun NANING SAIFATUL KHUSNA NIM : 08111571 .iv Semoga laporan yang saya susun ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. terutama bagi diri saya sendiri khususnya juga teman-teman mahasiswa FPBS-Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada umumnya.

..... 2.......................................... 5..................................1....................................................................................... TABEL 2...... TABEL 2............. 4........................ Evaluasi dalam Pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan.................... 1....1........................................................ PENDAHULUAN.............................1.... DAFTAR TABEL TABEL 1........................................................................................................................ Pengertian dan fungsi Praktek Pengalaman Lapangan Bagi Mahasiswa Keguruan...... Keadaan Kesiswaan................................................ BAB II Gambaran Umum Sekolah Latihan..................................... Keadaan Guru pada sekolah Latihan........... 1 1 2 3 3 4 3 8 9 vi iii v 2 PELAKSANAAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN................................................................................v DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.......................... Keadaan Sarana dan Prasarana Sekolah....................... 1.......... Prosedure dan Waktu Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan....................................................... BAB I TINJAUAN SEKILAS SEKOLAH LATIHAN DARI SISI PRAKTEK MENGAJAR........................ 2...................... 4 5 8 10 10 .. DAFTAR GAMBAR 1............................................................. 4.................... DAFTAR ISI...... 3................................................................................... Pelaksanaan Kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan di Kelas...........2......... Faktor Pendukung dan Kendala Pelaksanaan Praktek Pengalaman lapangan........................................................................................................................................................ 3......................................................................................

........... 13 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus Pembelajaran Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ..................vi BAB III PENUTUP.................................................................

pembahasan dan implementasi RPP. hambatan dan kendala yang ditemui dalam pelaksanaan PPL disertai pemecahannya. menyusun rencana pembelajaran. Laporan ini berisi antara lain : jadwal kegiatan. kepribadian. Kegiatan Pemantapan Praktik Lapangan (PPL) mempunyai arti yang sangat penting bagi mahasiswa khususnya FPBS Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia karena dapat meningkatkan kerja sama antar mahasiswa sehingga saling memberi dan menerima (sharing) pengalaman belajar dalam menentukan masalah pembelajaran di kelas. . dan foto-foto kegiatan pelaksanaan pembelajaran. hasil refleksi pembelajaran masing-masing minimal 4 (empat) pertemuan. professional dan sosial dalam rangka memperbaiki atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. implementasi rencana dan mengobservasi serta melakukan refleksi pada kegiatan-kegiatan tersebut. Dari pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari kegiatan Program Pengalaman Lapangan ini diharapkan mahasiswa lebih berinovasi dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pembelajaran.vii PENDAHULUAN Program Pengalaman Lapangan (PPL) dalam program S1 merupakan salah satu kulminasi atau muara program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memantapkan kompetensi pedagogik.

10 WIB. Abu Darrin yang dimulai kelas Nol Besar namun berjalan kurang lebih 3 (Tiga) tahun. Dimyathi (Putra KH. b.13. c.dengan lokasi geografi berupa dataran rendah. Proses belajar dilakukan pada pagi hari dimulai pukul 07. Abu Darrin) mula-mula baru tingkat Ibtidaiyah yang diberi nama Madrasah “Salafiyah”. R. yang beralamatkan JL.4/MTs/2115/2007. Jarak dengan pusat kabupaten/kodya 11-20 km. Gambaran Umum Sekolah Latihan Praktek pengalaman lapangan (PPL) adalah kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa yang menyangkup latihan. Pada tahun 1953 Madrasah Ibtidaiyah dikembangkan dan didirikan Madrasah Tsanawiyah yang namanya dirubah menjadi Madrasah Islam Salawiyah Roudlotul Ilmiyah (MISRI) .00 – 12. Sejarah singkat berdirinya MTs Abu Darrin Bojonegoro: a. d. maupun cara menyiapkan rencana pembelajaran dan pengelolaannya. potensi wilayah berupa pertanian. Pada tahun 1950 sudah mendapat pengesahan/ piagam dari Departeman (d/h kementrian ) Agama RI dan pada tahun 1978 dipagam tersebut diperbarui oleh Kanwil Depag Jatim dengan status terdaftar. 29 PO BOX 126 Kendal/Sumbertlaseh Dander Bojonegoro 62171 Tlp (0353) 888502. Pada tahun 1933 Madrasah dirintis dan didirikan oleh KH. Lokasi PPL bertempat di MTs Abu Darrin Dander Bojonegoro. Menempati luas lahan 26. Bentuk kelembagaan berupa YPAD (Yayasan Pendidikan Abu Darrin) status : Terakreditasi/SK:A/KW. KH.800.00 m2. dan keadaan wilayahnya berupa perdesaan. Moch Rosyid no. Pada tahun 1947 Madrasah dihidupkan kembali dan dikembangkan oleh KHM.BAB I TINJAUAN SEKILAS SEKOLAH LATIHAN DARI SISI PRAKTEK MENGAJAR 1.

Misi Menciptakan lembaga pendidikan yang islami dan berkualitas. f. terampil dan mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. MTs Abu Darrin mempunyai visi dan Misi Sebagai berikut: a. Pada tahun 1979 dikembangkan lagi dan didirikan Madrasah Aliyah.2 e. berakhlak mulia. berilmu. GAMBAR I. Pada tahun 1994 semuat tingkat mendapatkan Akreditasi dari Depag dan berhasil ditingkatkan statusnya dari terdaftar menjadi terakreditasi sampai sekarang dengan nilai A (Unggul). Visi Terwujudnya manusia yang bertaqwa. berkepribadian. b. Menyediakan tenaga kependidikan yang profesional. Menyelenggarakan proses pembelajaran yang menghasilkan tamatan yang berprestasi.1 .

Jumlah Guru MTs Abu Darrin S tu K p g w ia ta s e e a a n PS N N NP S O N L P L P 0 2 3 1 1 0 P n id a T ra h e d ik n e k ir S 1 S 2 L P L P 1 7 1 1 1 0 G r S r ai u u e tifik s PS N N NP S O N L P L P 0 1 8 1 D LM IP O A L P 1 3 1 S 3 L 0 P 0 (Tabel 2.3 MTs Abu Darrin Dander .Bojonegoro 2. Keadaan Sarana dan Prasarana Sekolah . Lulusan dari MTs kebanyakan melanjutkan ke MA (Madrasah Alyah). 85% dari jumlah guru adalah keluarga besar dan alumni yang telah mendapat gelar S-1 dan 15% yang lain adalah guru dari luar.63. dan 1 Pustakawan. Data perekonomian siswa mayoritas orang tuanya berpenghasilan sebagai petani dengan pendidikan tertinggi mayoritas adalah SD/MI/Sederajat. Nilai rata-rata kelulusan siswa pada nilai UAM BN kelas IX (Benchmarking) adalah 80. dan kelas IX sebanyak 210 siswa (Lk: 107 dan Pr: 103 siswa).40. Keadaan Guru Pada Sekolah Latihan Kepala Sekolah MTs Abu Darrin adalah Bapak K.I. Jauharul Ma’arif. Nilai rata-rata kelulusan siswa pada nilai UAS BN kelas IX (Benchmarking) adalah 31. M. Guru BK sebanyak 2.Pd. Guru Pendidikan Agama 16. Kepala TU sebanyak 1. Jumlah Guru matapelajaran umum sebanyak 24. kelas VIII sebanyak 193 siswa (Lk: 89 dan Pr: 104 siswa). administrasi (TU) sebanyak 2. M. yang dibantu oleh beberapa karyawan dan guru. 3.1) 4. Keadaan Kesiswaan Jumlah siswa MTs Abu Darrin tahun pelajaran 2011-2012 sebanyak 603 siswa (Lk: 299 dan Pr: 304 serta rombongan belajar 15 siswa) dengan rincian kelas VII sebanyak 200 siswa (Lk: 103 dan Pr: 97 siswa).

Selain gedung MTs ini juga dilengkapi dengan saranaAdministrasi dan sarana olah raga ditunjang dengan adanya lapangan sepak bola yang semuanya itu dalam keadaan baik maupun rusak ringan. perpustakan. ruang kepala sekolah. ruang TU.4 MTs Abu Darrin dilengkapi dengan gedung atau ruang yang membantu proses pembelajaran diantaranya ruang kelas. ruang guru. . dan WC.

a. Sedangkan tujuan PPL dapat dibagi menjadi dua yang tujuan umum dan tujuan khusus. nilai dan sikap yang diperlukan bagi profesi serta mampu menerapkannya . seorang guru dituntut tidak hanya tahu dan memahami tugasnya tetapi juga mampu melakukan tugas tersebut. PPL diberikan kepada mahasiswa dengan maksud untuk memberikan pengalaman kepada calon guru baik tugas belajar mengajar (teaching) maupun tugas non kependidikan lainnya (non teaching). Sebagai pengembangan tugas professional. Kemampuan untuk melaksanakan tugas sebagai guru yang dibimbing dan diarahkan melalui PPL. Itulah sebabnya sehingga PPL merupakan suatu muara dari program pendidikan pelajaran guru.BAB II PELAKSANAAN PPL 1. Pelaksanaan PPL secara terjadwal dilakukan setelah para mahasiswa calon guru dianggap mendapatkan bekal yang memadai dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan tugasnya sebagai guru seperti landasan kependidikan. Pengertian dan Fungsi PPL bagi Mahasiswa Keguruan Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah suatu program dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang untuk melatih oleh calon guru menguasai kemampuan keguruan yang utuh dan terintegrasi sehingga setelah menyelesaikan pendidikannya mereka siap secara mandiri mengemban tugas sebagai guru. penguasaan studi serta hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan proses belajar mengajar. Hakikat latihan yang diberikan pada PPL yang mempersiapkan calon guru agar mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik pada masa yang akan ditentukan. PPL dipersamakan dengan latihan kerja (job training) bagi calon pegawai hotel atau dapat dipersamakan dengan magang. keterampilan. Bakat kemampuan dan pengetahuan tersebut diperoleh melalui berbagai mata kuliah yang disajikan sejak para mahasiswa memasuki jenjang perguruan tinggi. Tujuan umum PPL Kependidikan bertujuan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman kependidikan secara faktual dilapangan sebagai wahana terbentuknya tugas kependidikan yang profesional yaitu tenaga kependidikan yang memiliki seperangkat pengetahuan.

2.2 dalam penyelenggaraan kependidikan dan pengajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah. maupun tugas-tugas keruan lainnya. Pemantauan dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang merugikan para siswa disebabkan kurang matangnya para mahasiswa PPL mengatasi kelas. administrasi. Prosedur dan waktu pelaksanaan program Pengalaman Lapangan Pembimbingan PPL yang dilaksanakan (27 Desember 2011) oleh pembimbing berlandaskan pada Pola Supervisi Klinis. Tujuan khusus Mengenai dengan cermat lingkungan sosial. terintegrasi dalam situasi sebenarnya. Sehingga dengan demikian mempererat hubungan antara lembaga pendidikan menengah sebagai konsumen guru dan LPTK sebagai penghasil guru. Hasil pemantauan kemudian disampaikan dalam satu pertemuan dengan kepala sekolah yang dihindari oleh dosen pembimbing sehingga terjalin suatu proses berbagai pengalaman dan keakraban. Guru pamong senantiasa memantau sebagai rekan yuniornya. . PPL dapat digunakan sebagai bekal dalam berbagai bidang agar mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik kelak. Selama kelas dipegang oleh mahasiswa PPL. PPL yang dilaksanakan di sekolah berguna bagi mahasiswa yang melaksanakan PPL itu sendiri. serta akademik Menerapkan berbagai kemampuan keguruan dan kependidikan secara utuh dan Menarik perjalanan dan pengalaman dan penghayatan dan direfleksikan dalam sekolah/tempat latihan sebagai tempat bekerja. mahasiswa sebagai calon guru dapat berhubungan langsung dengan lingkungan sekolah dalam kedudukannya sebagai seorang guru. Melalui PPL. latihan mandiri. b. perilaku sehari-hari. baik dalam pembimbingan kegiatan latihan terbimbing. fisik. Kegiatan-kegiatan di sekolah sebagai tempat latihan akan memberikan gambaran dan pengalaman yang berharga dalam menghadapi lingkungan sekolah dimana kelak akan ditempatkan.

Materi dalam mengajar terbimbing adalah : a. f. semester dan harian. Penyusunan program tahunan. Pada tahap ini . b. Penyusunan SP/RPP. d. media dan sumber belajar. SP/RP tersebut diperbaiki dan diketik rapi. Materi pokok kegiatan PPL ini dapat diuraikan sebagai berikut : a. b. c. mahasiswa kembali berkonsultasi kepada pembimbing yang mengamati latihan tersebut untuk mendapatkan bimbingan balikan dan saran-saran. Pelaksanaan penilaian/evaluasi hasil belajar. e. Materi Pokok dalam Pelatihan Mengajar Terbimbing Pelatihan ketrampilan mengajar terbimbing adalah salah satu materi pelatihan dalam PPL yang mengupayakan Mahasiswa calon guru dapat menerapkan kemampuan mengajar secara utuh dan terintegrasi melalui pembelajaran bidang studi spealisasinya. dikonsultasikan kembali dan ditandatangani oleh Guru Pamong.Materi pokok yang berkaitan dengan pelatihan keterampilan mengajar dan tugastugas keguruan lainnya secara terbimbing.Mahasiswa PPL setelah mendapatkan ‘bahan/materi” dari Guru Pamong. mahasiswa harus mengkonsultasikan kepada Guru Pamong dan Dosen Pembimbing.3 Berkaitan dengan prosedur pembimbingan ini. dengan bimbingan yang intensif dari Guru Pamong dan Dosen Pembimbing. c.Apabila sudah dikonsultasikan. pembimbing mengamati proses latihan tersebut. Dosen Pembimbing dan Kepala Sekolah.Mahasiswa boleh masuk kelas untuk latihan mengajar apabila SP/RP telah ditandatangani oleh Guru Pamong. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Pengembangan materi. Dosen Pembimbing dan Kepala Sekolah. d. e.Setalah SR/RP diketik. . Dalam tahap mahasiswa pelatihan secara nyata ada dua materi pokok yang diberikan dalam pelatihan secara terbimbing. selanjutnnya membuat konsep satuan pelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran (SP/RPP). yaitu : (1).Setelah konsep SP/RPP tersebut selesai. Setelah selesai latihan mengajar. mahasiswa harus melakukan : a.

Perencanaan dan pelaksanaan bimbingan belajar bidang studi. Kegairahan dan kesungguhan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran dan dalam pelajaran yang diajarkan. tidak hanya memahami dan terampil dalam mengajarkan materi palajaran bidang keahliannya. b. PMR. Materi pokok kemampuan untuk mengadakan hubungan antar pribadi dengan siswa dan orang lain. Olah Raga dan lain-lain. c. Guru yang berhasil dalam tugasnya. c. Pengelolaan interaksi dan perilaku dalam kelas. d. d. g. Kesan umum rencana pembelajaran baik tentang kebersihan dan kerapian maupun tentang penggunaan bahasa tulis. (4). Pramuka. Keterbukaan dan keluwesan terhadap siswa dan orang lain. fasilitas belajar dan waktu. b. melainkan juga harus memahami dan terampil melaksanakan materi pokok yang berkaitan dengan tugastugas keguruan lainnya. Kesenian. misalnya kegiatan OSIS.4 (2). Materi pokok yang berkaitan dengan latihan mandiri pelatihan mandiri secara konseptual dapat ditahapkan menjadi dua tahap. b. Materi Pokok yang berkaitan dengan ketrampilan mengajar di depan kelas : a. Penggunaan strategi pembelajaran. e. Kemampuan mendemontrasikan penguasaan mata pelajaran dan relevansinya antara topik dan ilmu pengetahuan lain. c. (3). yaitu : a. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kurikulum dan ekstrkurikuler. Kemampuan mendemontrasikan khasanah metode mengajar. Pemgelolaan tugas rutin. Materi pokok dalam tugas-tugas keguruan lainnya secara terbimbing. Kemampuan berkomunikasi dengan siswa. Kemampuan untuk tampil dengan menggunakan bahasa dan perilaku yang tepat. Pelatihan keterampilan tugas-tugas keguruan lainnya adalah pelatihan di luar dari kegiatan mengajar di kelas. meliputi : a. f. Perencanaan dan pelaksanaan administrasi guru bidang studi. Pelatihan yang dikelola sendiri sangat mirip dengan penugasan terstruktur dalam konsep sistem kredit semester yang . yaitu pelatihan yang dikelola sendiri (Self-managed practice) dan pelatihan yang diprakarsai sendiri (Self-initieted pratice). Penumbuhan sikap positif siswa. b.

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok matapelajaran tertentu yang mencangkup standar kompetensi. alokasi waktu dan sumber belajar. 3. Sedangkan pelatihan yang diprakarsai sendiri. kegiatan pembelajaran. yaitu tugas yang ditetapkan oleh pembimbing dan pelaksanaanya sepenuhnya diserahkan kepada mahasiswa. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. dan cara penilaian/evaluasi hasil belajar. penilaian. Di bawah ini dicantumkan jadwal pelaksanaan PPL : JADWAL PPL KELAS VII DAN VIII (PUTRI) MTs Abu Darrin HARI JAM KE1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 A KELAS 7D 2 A 3 E 4 1 2 7E 3 4 1 2 7F MINGGU 3 4 1 2 8D 3 4 1 G G 8E 2 G G 3 4 1 8F 2 3 4 SABTU I I B B B B H H H AHAD A A E E E E I B I HARI SENIN JAM KE1 2 1 KELAS 7D 2 3 4 1 2 7E 3 4 1 2 7F MINGGU 3 4 1 2 8D 3 4 1 2 8E 3 4 1 2 8F 3 4 . Namun demikian pembimbing tetap bertanggung jawab atas terjadinya proses pelatihan sebagaimana mestinya. sehingga mahaiswa harus menetapkan sendiri tugas.5 berlaku. pelaksanaan. materi pokok. mahasiswa sebagian besar kegiatannya dilepas. kompetensi dasar. Adapun materi pokok pelatihan mandiri sama saja dengan materi pokok dalam pelatihan terbimbing. Pelaksanaan Kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan di Kelas Pelaksanaan PPL di suatu kelas terjadwal berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan dan pedoman Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang merupakan rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan di jabarkan dalam silabus.

2 KODE PPL KELAS VII DAN VIII (PUTRI) MTs ABU DARRIN KODE GURU PPL A B C D E F G H I NAMA PENGAJAR Iis May Suryatin Ika Tristiana Indah Sri Lestari Istiqomah Jum’atin Kholili Lailatul Fitria Maisya Eka Yanti Naning Saifatul Khusna Naning Yuniawati KET 4 X Pertemuan 4 X Pertemuan 4 X Pertemuan 4 X Pertemuan 4 X Pertemuan 4 X Pertemuan 4 X Pertemuan 6 X Pertemuan 4 X Pertemuan Tabel 2.6 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 C C C C D D F G G H I B H H H H H H H H G G D D F F F F SELASA D F RABU A E C C C C KAMIS Tabel 2.3 .

b. Melaksanakan kegiatan inti c. 2. Evaluasi dalam pelaksanaan praktek pengalaman lapangan pada dasarnya langsung diberikan setelah proses praktek pengajaran berlangsung. Skenario pembelajaran e. Penilaian f. Kondisi Guru-Siswa Guru dan siswa dalam pelaksanaan program pengalaman lapangan merupakan salah satu faktor pendukung yang membantu dalam kegiatan KMB atau proses dengan keadaan dan latarbelakang yang berbeda menjadikan upaya untuk menuntut keanekaragaman dan kekreatifan dalam KBM. c. Penilaian. . Kemampuan Mengajar a. Faktor Pendukung dan Kendala Pelaksanaan Praktek Pengalaman lapangan Dalam pelaksanaan kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) ditemui beberapa hal.7 4. Evalusai dalam Pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan. Dengan Rambu-rambu kreteria evaluasi pelaksanaan praktek pengalaman lapangan sebagai berikut : 1. Kesesuaian dan pengembangan materi. b. Penguasaan materi d. Faktor penunjang pembelajara 5. d. indikator. diantaranya : a. Membuka pelajaran b. Kemampuan menyusun desain pembelajaran. Penguasaan kompetensi e. a. Media dan sumber belajar. Kesesuaian kompetensi. Jarak Tempuh Jarak tempuh menuju sekolah tempat PPL MTs Abu Darrin dari tempat tinggal 15 menit dengan jarak tempuh ± 8 km. Guru pamong yang bertindak sebagai pembimbing memberikan pengarahan dan evaluasi tentang proses pembelajaran untuk ditindak lanjuti. dan alokasi waktu.

Materi yang disajikan sesuai dan akurat Skenario pembelajaran diawali dari pendahuluan. Menggunakan media sesuai dengan kompetensi Sumber pembelajaran bervariasi. f.8 c. Jadi untuk menunjang kegiatan pembelajaran masih bergantung pada keuletan dan kekreatifitasan guru dalam menggunakan media pembelajaran. g.Materi Materi yang disajikan sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator dalam kurikulum. Pamong tidak canggung dalam memberikan komentar dan arahan demi terlaksananya program praktek pengalaman lapangan. isi dan penutup. Sarana Transportasi Sarana Trasportasi cukup memadai karena MTs Abu Darrin terletak di daerah yang strategis. dan dikonsultasikan terlebih dahulu tiap kali tatapmuka. melibatkan siswa untuk bekerja sama dengan siswa lain. Komunikasi dengan Pamong Komunikasi dengan pamong terjalin cukup baik dan efektif. . Alat penilaian harus jelas. Sarana Pembelajaran Saran untuk menunjang proses pembelajaran di MTs Abu Darrin ini kurang lengkap terutama alat peraga dan Lab. siswa dapat memperluas pemahaman atau pencapaian kompetensi dengan berbagai media yang sesuai dan dapat membangun suasana kelas sehingga tercipta pembelajaran yang menyenangkan. Materi yang disajikan akurat (benar secara teoritis) dan dijabarkan atau dikembangkan dari indikator secara memadai. h. d. e. Penguasaan Metode Metode yang digunakan melibatkan siswa untuk aktif melakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. harus sesuai mencangkup aspek afektif siswa. Dengan aspek penyusunan RPP sebagai berikut:         Kesesuaian kompetensi dengan kurikulum Indikator minimal dalam kurikulum sudah tercakup dalam desain pembelajaran Alokasi waktu sesuai dengan cakupan kompetensi dan alokasi yang tersedia. Penyusunan RPP RPP disusun tiap satu kompetensi dasar.

Waktu Tatap Muka Waktu tatap muka disesuaikan dengan jadwal jam pelajaran Bahasa Indonesia dari masing-masing kelas yaitu 1 jam pelajaran = 40 menit. . Suasana Keakraban Suasana keakraban antara guru pamong. j. karena dalam PPL ini tidak hanya mengutamakan materi (secara teoritis) saja melaikan kerjasama.1. guru PPL. pengalaman dan pengabdian. internet. sehingga dapat melaksanakan semua peran yang menjadi tanggung jawabnya. saling menghargai serta menghormati. dan siswa terjalin baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Mahasiswa berusaha untuk memanfaatkan alat peraga.9 i. Apabila nantinya ditemui hambatan maupun kendala dalam pelaksanaan praktek pengalaman lapangan. teman sejawat dan sesama mahasiswa dengan baik. Pengambilan Bahan Bahan untuk materi ajar tiap satu mahasiswa PPL bertanggung jawab atas lima KD yang harus dicapai. Mahasiswa berusaha untuk dapat membagi waktu dengan baik. 3. k. media masa cetak maupun elektronik. Materi ajar diperoleh dari guru pamong dan informasiinformasi dari sumber-sumber lain. hal-hal dapat di lakukan sebagai berikut : 1. dan buku-buku penunjang KMB lainnya. Pelaksanaan PPL dikoordinasikan dengan kepala sekolah. 2. Lihat TABEL II.membuat alat peraga dalam pelaksanaan PPL. guru pamong.

guru pamong dan dewan guru. Tidak lupa rasa hormat dan terima kasih serta permintaan maaf kami sampaikan kepada kepala Sekolah. pendidik yang berkualitas dan mampu meningkatkan prestasi dalam dunia pendidikan khususnya matapelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Mengingat pentingnya pelaksanaan PPL dalam program S1 Sarjana Pendidikan untuk peningkatan kualitas guru dan pelaksanaan PPL diharapakan guru pamong dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kompetensi praktek lapangan agar lebih baik lagi. Adapun pelaksanaan PPL khusunya pada kelompok kami dapat berjalan dengan baik dan lancar. . staf serta siswa siswi MTs Abu Darrin yang telah memberikan kesempatan kepada kami praktek pengalaman lapangan demi menunjang pembelajaran di kelas.10 BAB III PENUTUP Pelaksanaan kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro khususnya bagi FPBS Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia karena dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan berakhirnya kegiatan PPL ini semoga menjadikan kami calon pendidik menjadi lebih baik.

11 .

12 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful