Inisiasi 1 Selamat berjuma kali ini dengan Tutor Anda dalam mata kuliah Hukum Tata Negara Republik

Indonesia. Pada kesempatan ini mari kita bergabung dengan kami membahas materi dalam topik Konsep Dasar Hukum Tata Negara. Dalam penggunaan istilah Hukum Tata Negara dan Hukum Tata Negara Republik Indonesia. Dalam penggunaan kedua istilah tersebut ada hubungannya dengan kedudukan Hukum Tata Negara yang merupakan hukum positif, yaitu Hukum Tata Negara yang sedang berlaku di Indonesia. Sedangkan secara khusus istilah Hukum Tata Negara (HTN) dalam studi literatur menunjukkan bahwa istilah HTN merupakan terjemahan dari istilah “Staatsreecht” yang sudah lama digunakan dalam tradisi akademik maupun dalam praktek hukum di Belanda. Istilah tersebut mengacu kepada dua pengertian dalam arti luas dan dalam arti sempit. Dalam arti luas disebut “Staatsreecht in ruimee zin” dan dalam arti sempit disebut “Staatsreecht in engere zin”. Konotasi tersebut sering digunakan untuk membedakan HTN dan Hukum Tata Usaha Negara (HTUN) atau juga disebut hukum Administrasi negara. Contoh di Inggris lebih dikenal dengan istilah “Constitusional Law”, pengaruhnya di negeri kita ada yang menterjemahkannya dengan istilah “hukum Konstitusi”, yang juga sering digunakan untuk kajian yang sama dengan HTN. Di Perancis dikenal dan dipakai istilah “Droit Constitutionelle” di samping itu juga dikenal sebutan “Droit Administrative”, Jika kita amati munculnya semua istilah ini ternyata untuk membedakan antara HTN dan HTUN, seperti hanya dalam tradisi di negara kita. Di Jerman digunakan dua istilah yang konotasinya sama dengan perbedaan tersebut yaitu “Verfassungrecht” untuk HTN dan “Verwaltungsrecht” untuk HTUN atau Hukum Administrasi Negara. Jika kita amati dari peristilahan yang digunakan dalam lapangan hukum di atas, maka dapat disimpulkan bahwa masih dibedakan antara HTN dan HTUN. Kondisi tersebut masih tampak dalam sajian mata kuliah maupun persamaan di fakultas hukum. Sedangkan istilah Hukum Administrasi negara dikenal diluar fakultas hukum yang cenderung menggabungkan kedudukannya untuk kepentingan studi tentang Administrasi Negara. Setelah Anda menguasai dan memahami tentang istilah HTN serta penggunaannya. Berikut Anda akan mempelajari bebrapa definisi yang dirumuskan oleh sejumlah ahli HTN yang diakui dan digunakan dalam ilmu hukum.. Menurut definisi yang dirumuskan oleh para pakar untuk mendeskripsikan tentang HTN. Namun pada umumnya mengacu kepada formula yang mengartikan secara tegas sebagai hukum yang mengatur tentang negara. “HTN adalah yang mengatur organisasi negara” seperti dikemukakan oleh Logemann dalam bukunya “Over de theorie van een stelling staatsrecht” (1954:81). Negara dipandang sebagai suatu organisasi yang terdiri dari berbagai fungsi yang saling berkaitan mendukung dan membentuk negara tersebut secara keseluruhan. Organisasi negara dipandang sebagai organisasi jabatan-jabatan. Dimana dibedakan antara jabatan dan fungsi . Fungsi dalam arti sosiologisnya sedangkan jabatan merupakan arti yuridis. Dikemukakannya bahwa HTN adalah kumpulan kaidah hukum mengenai pribadi hukum dari jabatan atau kumpulan jabatan di dalam negara dan mengenai lingkungan berlakunya hukum dari suatu negara.

Kusnardi (1989:29) dalam bukunya “pengantar Tata Negara Indonesia menyebutkan bahwa HTN sebagai kumpulan peraturan hukum yang mengatur organisasi dari pada negara. Kelebihannya secara langsung menunjuk kepada pengaturan tentang bentuk negara dan pemerintahan. hubungan inilah yang diatur oleh HTUN. peraturan hukum. Hukum merupakan bagian dari hukum negara tersebut. lembaga negara. Van de Pot yang mendefinisikan HTN adalah peraturan yang menentukkan badan-badang yang diperlukan sera wewenangnya masing-masing dan hubungan di anatara individu-individu pada negara tersebut. Van Vollenhoven (934 dalam bukunya yang berjudul “Staatrechs Overzee” diartikan sebagai hukum yang mengatur masyarakat atas masyarakat hukum bawah menurut tingkatannya yang menentukkan wilayahnya dan penduduknya serta menentukan badan-badan berikut fungsi dan kewenangannya. . dalam bukunya “Algemenelehree” mengemukakan bahwa “HTN adalah hukum yang mengatur organisasi negara” Memandang negara sebagai suatu organisasi. Kusumadi Pudjosewojo dalam bukunya “Pedoman Pelajaran Tata Hukum Indonesia” dikemukakanya bahwa HTN yang mengatur bentuk negara (kesatuanatau federal) dan bentuk pemerintahan (kerajaan atau republik) yang menunjukkan masyarakat hukum atasan maupun bawahan beserta tingkatan-tingkatannya (hierarchie). Kranenburg mengajukan cakupan dalam lapangan hukum menjadi (1) HTN meliputi hukum mengenai susnan umum dari negara (2) HTUN mengatur susnan dan wewenang khusus dari alat-alat perlengkapan badan-badan kenegaraan seperti hukum kepegawaian. A. Kiranya tampak mendeskripsikan sesuai dengan tuntutan dari muatan sebuah konstitusi.V. Yaitu membedaknnya dalam kelompok masyarakat hukum atas dan bawahan. Definisi ini melihat dari aspek masyarakat hukum seperti yang dikemukakan oleh Van Vollenhoven. yaitu hukum yang mengatur orang-orang yang memegang kekuasaan pemerintahan serta batas-batas kekuasaannya. Analisis terhadapdefinisi ini mencakup unsur-unsur. hak warga negara dan jaminan hak azasi negara. Makna definisinya menitikberatkan kepada pembagian kekuasaan dalam organisasi negara disebutkannya “appears to include all rules which in the state” 1968:23) Pengertiannya sangat luas semua hukum (all rules) yang mengatur distribusi kekuasaan negara. organisasi negara. dalam organisasi tersebut diatur hubungan antar lembaga dan memuat aturan hukum tentang hak dan kewajiban dari masing-masing lembaga atau badan tersebut. Definisi tersebut tampak lebih berdemensi sosiologis dengan menitikberatkan kepada negara sebagai organisasi masyarakat yang terdapat di dalamnya hubungan antara lapisan masyarakat hukum. hubungan antar alat perlengkapan negara dalam garis vertikal dan horizontal serta kedudukan warga negara dan hak-hak azasinya. Decy ( Sarjana Inggris/1968) menyebutnya dengan istilah “Constitutional Law” dalam bukunya “An introduction to the study of the law of the constitution”.Scolten (1935). Apeldoorn (19540 dalam bukunya “Inleiding tot de studie van het Nederlanddensreecht” mengartikan sebagai hukum negara dalam arti sempit untk membedakan dengan “Hukum Tata Negara dalam arti luas yang terdiri dari HTN dan Hukum Administrasi Negara.

Namun dapat dikemukakan bahwa ciri utama dari HTN memuat norma-norma hukum yang mengatur tentang struktur organisasi negara dan mekanisme pemerintahan. Oppenheim yang terkenal dengan ajaran/teori” negara dalam keadaan bergerak (staats in rust). Perlu diperhatikan bahwa hukum negara yang objeknya negara terdiri dari HTN dan HTUN. Secara definitif membedakan bahwa HTN adalah serangkaian peraturan hukum untuk kepentingan mendirikan badan-badan negara dan memberikan wewenang kepada badan tersebut untuk membagikan pekerjaan pemerintah kepada berbagai alat negara. dipandang seorang akar berhasil secara jelas membedakan kedua lapangan hukum ini. Dikemukakannya bahwa keduanya pada hakikatnya tidak terdapat perbedaan. tampak diaplikasikannya untuk kepentingan perbedaan tersebut. sedangkan HTUN dalam keadaan bergerak (staats in beweging). keduanya merupakan peraturan tentang wewenang dari alat negara lebih lanjut dikemukakanya perbedaan yang dikemukakan Van Nollenhoven tersebut dipandang tidak bersifat “prinsifeel” dan “reel”. Kranenburg dalam bukunya “Het Nederlandsh Staatsrecht” . Perbedaan yang dikemukakan oleh Van Vollenhoven itu mendapat bantahan dari R. Dikemukakannya HTN mengatur negara dalam keadaan tidak bergerak. Hukum yang objek pengaturan negara dekenal dengan hukum negara “Staatsreecht” Seperti telah tersimpul darlam beberapa definisi yang dikemukakan di atas. Hal ini berkenaan dengan cenderung sulit untuk membedakannya sehubungan dengan memiliki pusat kajian yang sama berkisar pada pengaturan hukum tentang organisasi negara Van Vollenhoven (1919). Bahkan timbul pertanyaan apakah masih relevan perbedaan tersebut? Usep Ranuwijaya (1982) Untuk membedakan HTN dan HTUN muncul beberapa teori. Oppenheim. . Persolan yang muncul karena objek studinya sama dalam arti negara dan kekuasaan adalah apakah perbedaan dan bagaimana cara membedakannya. Berbeda dengan kaidah hukum publik lainnya yang mengatur umu kaitannya dengan perilaku manusia. Dalam bukunya yang berjudul “Administrative recht” dengan mengangkat eori Mr. masih dibedakan dalam arti luas dan dalam arti sempit Kranenburg mengajukan cakupan dalam lapangan hukum menjadi (1) HTN meliputi hukum mengenai susnan umum dari negara (2) HTUN mengatur susnan dan wewenang khusus dari alat-alat perlengkapan badan-badan kenegaraan seperti hukum kepegawaian. HTN dan HTUN Seperti telah Anda pelajari di atas bahwa hukum negara dibedakan dalam arti sempit HTN dan dalam arti luas mencakup HTUN. embagian kekuasaan dan jaminan hak azasi manusia untuk kepentingan mendidrikan serta menata dan menjalankan kehidupan bernegara berdasarkan Pancasila.Dengan berorientasi pada sisi pemikiran konstektual dengan kondisi nilai filosofis. Seperti telah dikemukakan untuk hal tertentu kedua lapangan hukum ini sulit untuk dibedakan bahkan tidak dapat dipisahkan dalam kerangka studi hukum secara makro. Sedangkan HTUN adalah serangkaian peraturan yang mengikat alat-alat negara pada saat menjalankan tugasnya seperti yang ditetapkan oleh HTN tersebut. politis dan budaya serta kondisi HTN kita dapat dirumuskan bahwa HTN Indonesia “Perangkat hukum baik mencakup organisasi. Sedangkan jika di lihat HTN dalam Pembagian Ilmu Hukum dapat dikategorikan sebagi hukum publik.

pencerminan pendapat. Menurut Usep Ranuwidjaja (1989:28) Bertitik tolak dari ruang lingkup yanglebih luas mencakup kehidupan kenegaraan dari suatu bangsa didalam usahanya menyelenggarakan kepentingan hidup bersama. Sedangkan HTUN memberikan pengaturan bagaimana mengusahakan supaya negara ini bergerak sebagai subjek menjalankan fungsi perannya dalam mencapai tujuannya. 2) penunjukkan mengenai ejabat (pimpinan lembaga negara). jenis penggolongan dan junlah partai di dalam negara dan ketentuan hukum yang mengaturnya. bentuk pemerintahan. 1) susunan dari jabatan (lembaga negara). Ruang lingkup dalam kajian ini juga dikemukakan kaitan HTN dengan ilmu-ilmu sosial termasuk didalamnya dengan ilmu politik. Pokok bahasan pertama : meliputi struktur umum dari organisasi negara. 4) kekuasaan dan kewenangan dari lembaga-lembaga negara. termasuk hukum lainnya yang dibentuk untuk menjalankan organisasi negara. garis-garis besar tentang organisasi. sehingga negara dalam posisi dibangun tidak dalam keadaan bergerak sebagai objek.M. Pokok bahasan ketiga tentang kehidupan politik rakyat yang mencakup. 3) tugas dan kewajiban dari lembaga dan pimpinannya. Berdasar cakupan di atas. by means of which the state governs”. dikemukakan secara rinci beberapa pokok bahasan dan sub pokok bahasan. dan yang kedua “Ordinary Law” tampak lebih tepat kita namakan HTUN. masa 27 Desember .27 Desember 1949. Kita artikan HTN. Berdasarkan teori tersebut kiranya dapat disimpulkan HTN memberi dukungan yuridis konstitusional untuk mendirikan dan menata bangunan organisasi negara. Yang pertama disebut “Constituional Law”. hubungan antara rakyat dan negara. perkembangan ketatanegaraan sebagai latar belakang keadaan yang sedang berlaku yang mencakup konsep kurun waktu. cara-cara rakyat menjalankan hakhak ketatanegaraan dasar negara. mac Iver (1917: 13-16) dalam bukunya “The Modern State” mengemukakan bahwa dalam lapangan hukum negara dikemukakannya ada dua macam disebutnya… There is the law. terdiri dari bentuk negara. yang konsepintinya meliputi cara bekerjanya. 5) batas wewenang dan tugas dari jabatan terhadap daerah dan yang dikuasainya. Logemann dalam bukunya “Het Staatsreecht van Indonesie het formale systeem” bahasan HTN mecakup. corak pemerintahan.R. hubungan antara kekuatankekuatan politik dengan badan-badan kenegaraan. 6) hubungan antar lembaga/jabatan dan 7) hubungan antara jabatan dan pejabat. masa 17 Agustus 194 . arti dan kedudukan golongan kepentingan.ciri-ciri lahir dari kepribadian negara Indonesia Pokok bahasan kedua : tentang badan-badan kenegaraan. kekuatan politik dan pemilihan umum. masa penjajahan Belanda. Ruang Lingkup Kajian Studi dan Pendekatan Hukum Tata Negara Ruang lingkup dan kajian dan pendekatan HTN memberikan gambaran tentang bagian-bagian mana yang perlu mendapatkan perhatian dalam rangka mempelajarinya. perhubungan kekuasaan diantaranya dan masa jabatan dari masing-masing lembaga tersebut. dan kerjasama antara kekuatankekuatan politik Pokok bahasan keempat mencakup bahasan sejarah. which goverens the state and there in the law. wilayah negara. Dikemukakannya ada hukum yang memerintah negara dan ada hukum yang merupakan alat bagi negara untuk memerintah. sistem pemencaran kekuasaan. masa penjajahan Jepang.

Artinya sebagai kemampuan dasar dalam melakukan studi HTN dalam artihukum positif. Babakan sejarah sosio politik dapat dikategorikan masa orde lama dan orde baru. Sedangkan yang kedua lebih banyak dikenal dikalangan para praktisi politisi dan para pengembang pendidikan politik. masa 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959 hingga sekarang. Bagaimana kedudukan sumber hukm terhadap hukum pertanyaan ini sering muncul. Sedangkan aspek politis menempatkan kaidah hukum dalam realitas praktiknya. lebih sempit dan terbatas sebagai fenomena hukum semata. Menganalisis ruang lingkup atau pokok persoalan yang dibahas dalam HTN. politis dan yuridis. Di samping pendekatan dalam melakukan studi HTN seperti dikemukakan di atas perlu mencakup dimensi filosofis. Kebenaran dan validitas pemecahan masalah lebih mengandalkan pada pendekatan yuridis konstitusional saja. Sebenarnya perlu disadari bahwa studi hukum tidak mungkin melepaskannya dari keharusan mempelajari . validitas kebenaran hanya akan diperoleh dari kajian tersebut. ternyata yang pertama banyak dianut oleh para ahli hukum teoritik akademik. Sedangkan pendekatan yang tidak hanya terbatas pada aspek yuridis konstitusional lebih luas. Mengenai kedua model dari pendekatan tersebut. Kecenderungan dalam studi HTN dalam praktik menggunakan kedua pendekatan tersebut untuk saling melengkapi sehubungan keduanya memiliki keunggulan. kiranya lebih tepat ruang lingkup dalam pengantar atau pengantar studi HTN. Oleh karena itu lebih bersifat monodisiplin. Pertama melihat fenomena HTN sebagai masalah yang harus didekati dan ditempatkan sebagai masalah yang objek kajian yuridis konstitusional.1949 – 17 Agustus 1950. Pendekatan yang hanya menekankan yuridis konstitusional. bersifat multi disiplin. Seperti dikemukakan Solly Lubis (1992:6) bahwa ilmu Hukum Tata Negara modern pendekatan dalam pembahasannya lebih menekankan kepada aspek hukum akan tetapi tidak secara kaku dan sempit melihat melihat realitas kehidupan ketatanegaraan tidak dari segi hukum melulu. Pendekatan Metodologi Studi Hukum Tata Negara Secara keilmuan dikenal dua pendekatan yang berkembang dalam melakukan studi HTN. Aspek yuridis diperlukan sekali untuk melihat masalah ketatanegaraan secara normatif dalam arti sesuatu yang harus diwujudkan dalam realitas. tetapi juga melihat kaitannya dengan dimensi-dimensi filosofis dan politis. Sedangkan dimensi filosofis membantu dalam menemukan suasana kebatinan yang berkaitan dengan kaidah hukum tersebu Sumber Hukum Tata Negara Pada umumnya sumber hukum diartikan sebagai sesuatu yang menyebabkan kaidah hukum itu ada dan memiliki kekuatan. Logikanya sumber hukum adalah sesuatu yang dijadikan bahan penyusunan dan pengesahan dari pada hukum tersebut.

UUD 1945. Jika seandainya lemah sumbernya. . kita dapat melihat kadar kekuatan dari pada hukum itu. Karena dengan mempelajari sumber hukum tadi.sumber hukumnya. Artinya HTN harus merupakan perwujudan yuridis konstitusional dari nilai-nilai Pancasila. Keputusan Presiden dan Peraturan lainnya. Proklamasi sebagai Sumber pembentukan Hukum Tata Negara (HTN) dan 2). 1). Pembukaan UUD 1945 terdiri dari naskah Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang merupakan perjanjian luhur (gentlement agrement) bangsa Indonesia untuk merdeka dari belenggu penjajah. Ketetapan MPR. Pembukaan UUD 1945 adalah merupakan pernyataan bangsa untuk merdeka. Dalam arti formil terdiri dari. Hakikatnya merupakan suatu keputusan politik bangsa untuk mendirikan suatu kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagaimana keterkaitannya dengan HTN ?. Dalam pembentukkan hukum senantiasa bertitik tolak apa yang dijadikan bahan pembentukkan atau perumusan hukum tersebut. Bahkan berbagai bentuk dan jenis HTN tersebut harus merupakan bentuk dan jenis HTN tersebut harus merupakan bentuk hukum yang berisi nilai-nilai Pancasila. Untuk memahami materi Pembentukan dan Perkembangan Konstitusi meliputi pengertian. Inisiasi 2 Selamat berjumpa kembali dengan Tutor Anda dalam mata kuliah Hukum Tata Negara Republik Indonesia. Proklamasi Sebagai Sumber Pembentukan Hukum Dasar landasan konseptual dalam pembentukan HTN. Pada kesempatan ini mari kita bergabung dengan kami membahas materi dalam topik Pembentukan dan Perkembangan Konstitusi. maka akan lemah pula kualitas keabsahan hukum tersebut. Dalam mempelajari sumber hukum ini terbagi dalam dua hal. pertama meliputi jenis sumber Hukum Tata Negara dan yang kedua sumber Hukum Tata Negara menurut Ilmu Hukum Tata Negara Jenis Sumber Hukum Tata Negara terdiri dari Sumber HTN dalam arti materiil dan Sumber HTN dalam arti formil. Proklamasi dan Pembukaan UUD 1945 sebagai Sumber Pembentukan HTN. Kedudukan Proklamasi merupakan salah satu sumber hukum. Proklamasi sebagai pernyataan kemerdekaan merupakan pernyataan bangsa Indonesia sebagai subjek hukum internasional. Pemahaman Dasar-dasar teoritik dan materi Hukum Tata Negara di Indonesia. Proklamasi merupakan pernyataan kemerdekaan sebagaimana yang dinyatakan dalam rumusan pada alinea ke 3 pada Pembukaan UUD 1945. Peraturan Pemerintah. Jadi kedudukan sumber hukum menentukkan kualitas dan kekuatan serta keabsahan dari hukum kedudukannya sebagai sumber hukum juga sebagai alat uji validitasnya. seperti pada bagian materi terdahulu dijelaskan bahwa Pancasila merupakan sumber hukum dalam arti materil bagi HTN. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU). Pembuakaan UUD 1945 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proklamasi.

Kedudukan HTN dalam kaitannya dengan Pancasila tidak lain adalah rumusan yuridis konstitusional sebagai bentuk perwujudan dari nilai-nilai Pancasila. Oleh karena pada saat itu. Pertanyaan yang sering muncul dalam rangka melakukan studi HTN. asas kerohanian Pancasila sebagai suatu dasar falsafah negara mempunyai kedudukan yang amat istimewa. berdampak yuridis. bahwa di antara kaidah negara yang fundamental. secara aktual dan hidup dalam jiwa masyarakat kita (Solly Lubis 1987:35) . Maka HTN Indonesia yang akan dibentuk dan dikembangkan tidak boleh beretentangan dengan Pancasila. RIS 1949. Bagaimana keterkaitannya? Keterkaitannya dengan HTN. Pernyataan kemerdekaan yang terdapat dalam pembukaan UUD sebagai landasan fundamental yang kedudukannya sebagai sumber hukum sangat kuat. Lima unsur dalam Pancasila bukanlah hal yang timbul secara baru pada saat pembentukan negara kita. Ternyata sila-Sila Pancasila tetap secara tertulis dicantumkan dalam pembukaan atau mukadimah dari masing-masing UUD tersebut. tetapi sebelumnya telah lama dimiliki oleh bangsa dan rakyat Indonesia. jelas dalam kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara Pancasila secara formal sebagai dasar negara ditetapkan pada tanggal 18 Agustus. Bagi hukum positif? Jawaban atas pertanyaan tersebut di Indonesia adalah nilai-nilai yang bersumber dari Pancasila. yaitu memperkuat bangsa kita sebagai bangsa yang memiliki hak untuk membentuk HTN dalam kerangka mendirikan suatu negara. Kedudukan Pancasila Sebagai Norma Dasar Bagi Pembentukkan Hukum Tata Negara. dipertegas secara materiil bahwa proklamsi merupakan inti dari pembukaan yang kemudian dirinci secara yuridis konstitusional dalam Batang Tubuh UUD 1945. Notonagoro. bertepatan dengan disyahkannya UUD 1945. bertepatan dengan disyahkannya UUD 1945. Peranan Pancasila memberikan pemikiran para pembentuk hukum sekaligus memberikan landasan yang kuat terhadap produk hukum tersebut. Sedangkan kedudukan Proklamsi suatu pernyataan kemerdekaan (Declaration of Independence) adalah merupakan sumber hukum bagi berdirinya sebuah negra Indonesia. Pernyataan kemerdekaan dan kemerdekaan itu adalah sebagai pernyataan politik bangsa.Pengakuan Internasional atas kemerdekaan ini. bukanlah tujuan akhir perjuangan bangsa. akan tetapi merupakan titik tolak untuk membangun organisasi negara ini. Pancasila sebagai Falsafah Bangsa dalam Membentuk Hukum Tata Negara. Oleh karena pada saat itu. Prof. Konsekuensinya. mempelajari dan memecahkan masalah HTN Indonesia harus menggunakan Pancasila sebagai acuan filosofis dan yuridis. antara lain “apakah yang dijadikan norma dasar bagi pembentukkan hukum dasar tersebut”?. Seperti kita ketahui bahwa beberapa kali kita sudah memiliki Undang-Undang Dasar yaitu 1945. Kedudukan proklamasi sebagai sumber hukum. Dari urain tersebut dapatlah didimpulkan bahwa dalam rangka studi HTN. Pancasila merupakan dasar yang dijadikan sumber hukum bagi pembentukan HTN Indonesia. tidak satu badanpun yang berhak untuk merubah. UUDS 1950. mengemukakan pendapatnya.

Kiranya sangat tepat apabila dikatakan pembukaan itu merupakan rumusan pernyataan tentang citacita bangsa Indonesia untuk mendirikan dan membangun kehidupan bernegara yang berdasarkan Pancasila. Seperti yang dikemukakan oleh Notonegoro.Pancasila sebagai Kaidah Fundamental dalam pembentukan Hukum Tata Negara Ketegasan akan keberadaan norma dasar bagi pembentukan HTN sangat diperlukan. Bagaimana keterkaitannya dengan HTN pernyataan tersebut sebagai dasar hukum untuk dibangunnya kaidah-kaidah HTN sebagai dasar yuridis konstitusional untuk membangun organisasi negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Merupakan pernyataan sebagai keputusan politik dengan resiko untuk mempertahankannya. dan tidak ada satu badanpun yang berhak merubah.. berdaulat. bersatu. Berdasarkan kaidah fundamental dapat dibentuk secara kesinambungan tertib hukum dalam rangka hidup bernegara Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 Pembukaan merupakan suasana kebatinan negara. azas tujuan negara serta menjadi dasar hukum dari pada undang-undang dasar. Pokok-Pokok Pikiran Dalam Pembentukan Hukum Tata Negara Pokok-pokok pikirang yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Proklamasi dan Pembukaan UUD 1945 sebagai Sumber Pembentukan Hukum Tata Negara Pernyatan kemerdekaan yang terdapat dalampembukaan tersebut. adil dan makmur” adalah merupakan inti dari pernyataan dan tekad bangsa untuk membangun negara. yang artinya negara . Menurut Notonegoro memuat azas kerohanian negara. Jika kita simak akhir bunyi alenia kedua dalam Pembukaan UUD 1945.mengantar rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia. jelas bahwa batang tubuh merupakan wujud yuridis konstitusional apa yang telah dirumuskan dalam pembukaan tersebut. adil dan makmur” Kata-kata “merdeka. yang merdeka. Pembukaan yang ddalamnya terdapat rumusan Pancasila amat jelas kedudukannya sebagai sumber HTN di Indonesia. Negara kesatuan. Pancasila merupakan norma dasar hukum objektif yang dengan jalan hukum tidak dapat diubah sebagai azas kerohanian. kedudukannya sebagai sumber hukum sangat kuat. azas politik negara. bersatu. Keterkaitan Pancasila dengan Batang Tubuh UUD 1945. lebih lanjut dikemukakan bahwa Pancasila mempunyai sifat religius. Pancasila dijadikan pokok kaidah fundamental. Pokok pikiran ke-satu dalam pembukaan dijelaskan . Karena tanpa landasan norma dasar tersebut hukum tersebut sulit untuk dibentuk bahkan akan kehilangan spiritualnya. berdaulat. Sebagai sumber hukum. dan sifat kultural yang mempeekuat pembentukan hukum. Dalam pembentukan hukum Indonesia. Pembukaan disepakati hampir oleh semua pakar hukum. Pancasila sebagai kaidah fundamental (norma dasar) memilki peran sebagai cita-cita kenegaraan (staatidee) yang diperjuangkan secara yuridis melalui pembentukan HTN. …. tidak kena oleh kekuatan pasal 37 UUD tentang perubahan UUD. yang kemudian dijelaskan dalam Penjelasan UUD 1945 terdiri dari : 1.

Lebih jelasnya silahkan pahami dalam penjelasan UUD 1945. Pokok pikiran ke-dua. Konsep Negara Hukum Tata Negara Pemaknaan dari negar hukum selalu dikaitkan sebagai kebalikan dari konsepsi negara kekuasaan. Karakteristik konsepsi negara hukum yang dilandasi oleh adanya pengakuan adanya hukum kodrat dan hukum etis Pengembangannya tidak hanya didasarkan atas kesadaran dan cita hukum rakyat semata akan tetapi mencakup hukum yang bersumber dari Tuhan. Dengan memahami konsep dasar tersebut diharapkan dapat diperoleh dasar teoritik konseptual dalam melakukan studi HTN Indonesia. 2. Artinya sistem konstitusional merupakan ciri utama dari konsepsi negara hukum. Silahkan Anda pelajari dan identifikasi dari pasal demi pasal yang telah di amandemen tersebut.ialah negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. Dasar Teoritik dan Materi Hukum Tata Negara di Indonesia Pembahasan tentang dasar-dasar HTN Indonesia.melindungi bangsa Indonsia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam amandemen terhadap UUD 1945 dilakukan empat tahap. Oleh karena itu negara hukum menunjuk kepada sistem konstitusional. . Dan telah dilakukan melalui empat tahap tersebut kapan saja? Silahkan dapatkan sumber yang authentik. 4. yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945. Pokok pikiran ke-empat dikemukakan dalam penjelasan “…. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtstaats) tidak bedasarkan atas kekuasaan belaka (machtstaat). Dalam Penjelasan UUD 1945 dijelaskan lebih jelas bahwa negar Indonesia berdasarkan atas hukum. Secara yuridis konstitsional dalam kerangka studi HTN kita akan menemukan kaidah-kaidah sebagai berikut. (sebelum UUD 1945 diamandemen 1. dijelaskan dalam Penjelasan UUD 1945 bahwa “Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat 3. Pokok pikiran ke-tiga yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 adalah tentang konsep kedaulatan. Negara berdasarkan atas hukum (rechstaats) tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machtstaats). Adapun yang dimaksud dengan dasar-dasar istilah beberapa prinsip/teori yang secara konseptual dijadikan dasar dalam mengonstruksi HTN. untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral yang luhur” Penjelasan tersebut di atas memberikan tentang karakteristik negara Indonesia Untuk selanjut dalam perkembangan konstitusi atau UUD di Indonesia saat ini telah dilakukan perubahan dan penyempurnaan melalui amandemen. 2. Kekuasaan Presiden “tidak tak terbatas” artinya dibatasi oleh Undang-Undang Dasar. Bahwa konsepsi negara hukum selalu dibahas sebagai berbeda dari negara kekuasaan sebagai penjelmaan absolutisme. Oleh karena itu UUD harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah penyelenggara negara. Kekuasaan Kehakiman oleh Mahkamah Agung dan lain-lain badan kehakiman itu diatur dengan . 4. Pemerintah berdasar atas sistem konstitusi (kekuasaan yang tidak tak terbatas).

undang-undang (pasal 24:1) 5. ada bermacam-macam istilah demokrasi. demokrasi terpimpin.! Salam jumpa kembali Mahasiswa Universitas Terbuka dalam mata kuliah Hukum Tata Negara Republik Indonesia.tetapi pada hakekatnya mendasarkan dirinya atas . demokrasi rakyat. Untuk memantapkan pemahaman materi terdahulu maka. Seperti kita pahami bahwa . ada yang dinamakan demokrasi konstitusional. Dalam kesempatan ini mari kita bergabung kembali dengan kami dalam topik Demokrasi dan Hak Asasi Manusia. demokrasi nasional sebagainya. 1. untuk selanjutnya Anda pelajari dan cermati ulang mengenai dasar teoritik dan materi HTN di Indonesia apa yang dimaksud. demos artinya rakyat. prinsip pembagian kekuasaan.Bandingkan pasal-pasal yang berkaitan dengan tugas dan fungsi lembaga negara di Indonesia seperti dalam pembahasan materi.Bagaimana kedudukan sumber hukum dalam Hukum Tata Negara. artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah (Penjelasan UUD 1945) Demikian materi pada pertemuan tutorial kali ini Inisiasi 3 Selamat berjumpa kembali dengan Tutor Anda dalam mata kuliah Hukum Tata Negara Republik Indonesia. Jelaskan! 4. Istilah demokrasi berasal dari kata “demos” dan “kratein”. Kegiatan selanjutnya Anda diminta mengerjakan tugas-tugas berikut. prinsip sistem pemerintahan. prinsip integralistik berakar budaya bangsa. kratein artinya memerintah (kratia artinya pemerintahan).Bagaimana karakteristik metode studi Hukum Tata Negara. Kekuasaan kehakiman ialah kekuasaan yang merdeka. sebelum dan sesudah UUD 1945 diamandemen dan cantumkan kapan amandemen ke satu sampai amandemen keempat tersebut dilakukan ! 6. Di antara sekian banyak aliran tersebut hanya terdapat dua kelompok yang paling penting. demokrasi Pancasila. Pada perjumpaan kali ini kita masih melanjutkan membahas materi minggu lalu. konsep hirarkhis. prinsip hukum dasar. demokrasi Soviet. Syarat-syarat untuk menjadi dan untuk diberhentikan sebagai hakim ditetapkan dengan undangundang (pasal 25) 7.Bandingkan struktur ketatanegaraan di Indonesia sebelum dan sesudah UUD 1945 diamandemen.Jelaskan tentang definisi Hukum Tata Negaradan kemudian Anda rumuskan menurut pemahaman Anda sendiri ? 3. prinsip kedaulatan ditangan rakyat. Menurut Miriam Budiardjo. demokrasi parlementer. Mari kita awali dari pengertian demokrasi dan bagaimana dalam implementasinya. Susunan dan kekuasan badan-badan kehakiman diatur dengan undang –undang (pasal 24:2) 6. yaitu demokrasi konstitusional dan kelompok aliran yang menamakan “demokrasi”. Jelaskan? Bagaimana kedudukan Konvensi sebagai Hukum! 5.Tunjukkan letak perbedaan antara Hukum Tata Negara dengan Hukum Tata Usaha Negara? 2. prinsip supel dan fleksibelitas. prinsip keputusan politik dalam Pembukaan UUD 1945 dan Proklamasi. Pengertian demokrasi tersebut pada waktu sekarang kiranya sudah dikenal dan dimengerti oleh kebanyakan orang yang hidup pada abad ke-20 ini meskipun dalam pengertian yang sederhana. hak azasi manusia dan demokrasi Pancasila.

artinya pemerintahan yang terbatas kekuasaannya dan tidak dibenarkan bertindak sewenang-wenang terhadap warga negaranya. yang kemudian disebut dengan trias politika. Sejak abad ke-6 sampai abad ke-3 sebelum Masehi sistem demokrasi yang terdapat di Negara–kota (city-state) Yunani adalah demokrasi langsung (direct democracy). tetapi sebenarnya keduanya mempunyai tujuan yang sama. Pada abad ke 19 dan permulaan abad-20 pembatasan tersebut mendapat rumusan yuridis. Perumusan yuridis tersebut oleh para Sarjana Eropa Kotinental disebut dengan istilah Rechstaat (Negara Hukum). Ide-ide atau gagasan-gagasan bahwa manusia mempunyai hak-hak politik tersebut menimbulkan revolusi Perancis pada akhir abad ke 18 serta Revolusi Amerika melawan Inggris (1983:56) Selanjutnya sebagai akibat dari pergolakan tersebut di atas. dan pembatasan terhadap kekuasaan pemerintahan tersebut tercantum dalam konstitusi. 1983: 50-51). sedangkan oleh para sarjana Anglo-Saxon disebut dengan istilah Rule of law. atas kebebasan dan hak untuk memiliki (life. Sebagaimana telah dikemukakan bahwa demokrasi dapat digolongkan menjadi dua yaitu demokrasi konstitusional dan demokrasi komunis. liberty and property). tetapi Magna Charta dapat dianggap sebagai tonggak gagasan demokrasi. Pada abad ke-19 atau permulaan abad ke-20 usaha-usaha untuk membatasi kekuasaan pemerintah negara tersebut mendapat perumusan secara yuridis. Walaupun dalam Magna Charta tersebut tidak mengatur tentang masalah kepentingan rakyat hanya berlaku antara Raja dan golongan bangsawan. Ini berarti bahwa suatu pemerintahan di mana seluruh warga negara mempunyai hak untuk membuat keputusan-keputusan politik secara langsung berdasarkan procedure mayoritas. Apabila dilihat dari isi kedua istilah tersebut ada perbedaannya. yaitu pemerintahan yang demokratis. Lahirnya demokrasi pada Abad pertengahan adanya pengakuan hak-hak asasi manusia serta jaminan pelaksanaan di dalam Piagam dan atau Konstitusi atau peraturan perundang-undangan lainnya yakni Magna Charta yang dikeluarkan oleh Raja John (Inggris) pada tanggal 19 Juni 1215. kesamaan serta hak pilih untuk semua warga Negara. sehingga perlindungan terhadap individu mengenai hak-hak sipil dan politik dapat dijamin. oleh para sarjana Kontinental disebut dengan Rechtsstaat. Menurut Miriam Budiardjo. Demokrasi konstitusional mempunyai ciri khas. maka pada akhir abad ke19 ide demokrasi mendapat wujud konkret sebagai sistem politik politik demokrasi pada tahap ini sematamata bersifat politis dan mendasarkan dirinya atas asas-asas kemerdekaan individu.komunisme (Miriam Budiardjo. Montesquieu mencoba menyusun suatu system yang dapat menjamin hak-hak politik tersebut. yaitu dalam Negara. serta urusan politik kenegaraaan belum begitu kompleks (rumit) seperti pada saat sekarang. Menurut . hak-hak politik mencakup hak atas hidup. Ini berarti akan bias dicegah tindakan-tindakan yang sewenangsewenang dari penguasa. Menurut John Locke. pada hakikatnya teori-teori kontrak social merupakan usaha untuk mendobrak dasar dari pemerintahan absolut dan menetapkan hak-hak politik rakyat. sedangkan oleh para sarjana Anglo Saxon disebutdengan Rule of Law. Hal ini dimungkinkan karena wilayah Yunani yang relatif sempit dan jumlah penduduk pun relatif sedikit. Sebagai pencetusnya adalah John Locke dari Inggris (1632-1704) dan Montesquieu dari Perancis (1689-1755). yang berdaulat adalah hukum.

Dengan demikian lahirlah negara kesejahteraan (welfare state) atau Negara yang memberi pelayanan kepada masyarakat (social service state) Demokrasi di Indonesia Bedasar UUD 1945 Kurun II (5 Juli 1959 sampai sekarang) dan Implementasinya.VIII/MPRS/1965 Namun dalam kenyataan prinsip cara penetapan keputusan berdasarkan demokrasi terpimpin pelaksanaannya terjadi penyimpangan atau penyelewengan dari ketentuan UUD 1945. 3) Pemerintahan berdasarkan peraturan-peraturan dan 4) Peradilan administrasi dalam perselisihan. (M. Dicey meliputi: a. tidak adanya kekuasaan sewenangwenang (absence of arbitrary power). tetapi apabila musyawarah mufakat tersebut tidak dapat dilakukan. . (Pasal 7 Ketetapanb MPR No. Implementasi Demokrasi di Indonesia pada Masa Orde Lama (5 Juli 1959-11 Maret 1966). terbatasnya partai-partai politik.Friederich Julius Stahl ada empat unsur Rechtsstaat dalam arti klasik. Beberapa waktu setelah penetapan keputusan tentang kebijaksanaan politik dengan cara yang dinamakan Demokrasi Terpimpin. Terjaminnya hak-hak manusia oleh undang-undang (di negara lain oleh UUD) serta keputusankeputusan peradilan. Ciri-ciri pada masa ini. Budiardjo. 1983:71). Demokrasi di Indonesia berdasar UUD 1945 kurun waktu II dibedakan menjadi Demokrasi berdasar UUD 1945 pada masa Orde Lama. Oleh karena itu Negara harus aktif mengatur kehidupan ekonomi dan social serta aktif untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. baik yang saling bertentangan maupun yang tidak Pembicaraan mengenai persoalan tersebut ditiadakan. Dasar hukum pelaksaan Demokrasi Terpimpin ditetapkan di dalam Sidang Umum ke III MPRS tahun 1965. terutama sesudah Perang Dunia II Negara telah melepaskan pandangan bahwa peranan negara hanya hanya terbatas pada mengurus kepentingan umum. kecuali menyangkut kepentingan umum. Menurut Ketetapan MPRS tersebut penyelenggaraan Demokrasi Terpimpin pada prinsipnya adalah musyawarah untuk mufakat. antara lain: peran dominan pada presiden. dengan Ketetapan MPRS No. Kedua perumusan tersebut hanya bersifat yuridis dan hanya menyangkut bidang hukum saja dan dalam batas-batas yang sempit. dalam arti bahwa seseorang hanya boleh dihukum kalau melanggar hukum. sesuai dengan UUD yang berlaku pada masa ini terjadi perubahan yang fundamental. Kedudukan yang sama dalam menghadapi hukum (equality before the law) b. Dewasa ini negara dianggap turut bertanggungjawab dalam penyelenggaraan kesejahteraan rakyat. yaitu 1) Pembicaraan mengenai persoalan tersebut ditangguhkan 2) Penyelesaian mengenai persoalan tersebut diserahkan kepada pimpinan agar mengambil kebijaksanaan untuk menetapkan keputusan dengan memperhatikan pendapat-pendapat yang ada. VIII/MPRS/1965. Unsur-unsur Rule of Law dalam arti klasik. Hal ini disebabkan kedua perumusan tersebut dilakukan dalam suasana yang masih dikuasai oleh gagasan bahwa Negara dan pemerintahannya hendaknya tidak campur tangan terhadap urusan warga negaranya. 1. seperti yang dikemukakan oleh AV. berkembangnya pengaruh komunis dan meluasnya peranan ABRI sebagai unsur social-politik. Salah satu contoh bentuk penyelewengan tersebut antara lain. Dalam abad ke-20. Hak-hak manusia. 2) Pemisahan atau pembagian kekuasaan untuk menjamin hak-hak itu (trias politica). Supremasi aturan-aturan hukum (supremacy of the law). maka demokrasi dengan sistem pemerintahan parlementer ke presidensial. yaitu: 1). Sejak dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang menentukan berlakunya kembali UUD 1945. masa Orde Baru dan masa Orde Reformasi.

III/MPRS/1963 yang menetapkan masa jabatan seumur hidup untuk Ir. Hal tersebut terbukti adanya kekuatan-kekuatan sosial politik formal yang ada: PPP. DPR-GR diberi hak control. melainkan juga mengakibatkan memburuknya keadaan politik dan keamanan. Demokrasi Pancasila mempunyai kekhasan tersendiri yang sesuai dengan budaya politik Bangsa yaitu sejauh mungkin dengan musyawarah untuk mufakat (S. 1). Hal ini bertentangan dengan ketentuan UUD yang menetapkan masa jabatan Presiden lima tahun Penyimpang-penyimpangan tersebut bukan saja mengakibatkan tidak berjalannya sistem pemerintahan yang ditetapkan dalam UUD1945. Yang dijalankan oleh Pemerintah Orde Baru (Presiden) cenderung bersifat otoriter. di samping ia tetap mempunyai fungsi untuk membantu pemerintah Selanjutnya mengenai tata cara Demokrasi Pancasila berbeda Demokrasi Barat yang berdasar konsep: 1) adanya persamaan sesame manusia 2) adanya kearifan pendapat kolektif. sedangkan dalam penjelasan UUD ditentukan bahwa Presiden tidak mempunyai wewenang untuk membubarkan DPR b.a. Sebagaimana telah dikemukakan bahwa pada awal Orde Baru tampil dengan semangat koreksi terhadap Demokrasi Terpimpin dengan berpegang teguh pada UUD 1945. Ketetapan MPRS No. Soekarno diangkat menjadi Presiden seumur hidup. III/MPRS/1963 Ir. Ketetapan MPRS No. dan hukum begitu buruk sebagai akibat pelbagai penyimpangan dan praktik-praktik KKN berlanjut menjadi krisis kepercayaan politik yang telah memaksa Presiden RI hasil Sidang Umum Maret 1998 (Presiden Soeharto) turun dari jabatannya pada tanggal 21 Mei 1998 dengan melimpahkan wewenangnya kepada Wakil Presiden sebagai Presiden Baru yaitu BJ. serta terjadinya kemerosotan di bidang ekonomi. social. Ini berarti bahwa Demokrasi Pancasila tidak berprinsip pada kemutlakan suara terbanyak yang dapat mengakibatkan tirani mayoritas dan juga tidak mendasarkan pada kekuasaan minoritas yang dapat menimbulkan tirani minoritas. Kemerosotan kehidupan ekonomi. Toto Pandpyo 1985:133) Pelaksanaan demokrasi Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia. antara lain. PDI. Soekarno telah dibatalkan dan jabatan presiden kembali untuk lima tahun 2). Habibie . dan Golkar tidak mampu menyerap tuntutan hati nurani rakyat yang menghendaki perubahan atau pembaharuan. Pada awal Orde Baru dalam rangka usaha untukmeluruskan kembali penyelewengan terhadap UUD 1945 yang telah terjadi pada masa Demokrasi Terpimpin telah diadakan tindakan yang bersifat korektif. Implementasi Demokrasi di Indonesia pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966-21 Mei 1998) Landasan yuridis formal dari masa Orde Baru adalah Pancasila. politik. 2. Namun setelah pemilihn umum 1971 pembaharuan yang seharusnya membuat proses kemerdekaan rakyat kembali berjalan tersendat. Pada tahun 1960 Presiden membubarkan DPR hasil pemilihan umum. UUD 1945 serta Ketetapan-ketetapan MPRS.

Batang Tubuh dan Penjelasan . Ketapang dan terakhir kasus peledakan bom di lantai dasar Masjid Istiqal Jakarta pada bulan April 1999. Konstitusi RIS 1949 1950 dan ImplikasinyaHak asasi manusia adalah hak yang dimiliki manusia semenjak ia dilahirkan dan senantiasa melekat pada dirinya sendiri sebagai wujud pemberian Tuhan Yang Maha Esa. KRIS 1949. yakni BJ. Hak Asasi manusia Berdasarkan UUD1945. KRIS 1945. Dalam implementasinya selalu diperhatikan keseimbangan antara hak dan kewajiban antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. UUDS 1950 dan Implementasinya dari UUD 1945 kurun waktu I sampai dengan sekarang . Sambas. seperti demokrasi semu (pseudo-democrasy). maupun krisis kepercayaan rakyat terhadap pemerintah yang ada. Hak asasi manusia berdasar UUD 1945 terdapat dalam pembukaan. yang berdampak pada munculnya tindakan-tindakan anarkhis. Praktik-praktik kekerasan yang nyata-nyata anti demokrasi dalam perkembangannya. di dalamnya. Otoritariannisme dan demokrasi merupakan dua tipe rezim yang sangat berbeda. Habibie. penembakan oleh aparat terhadap tahanan di Aceh. guna berpartisipasi dalam membangun negaranya. benturan-benturan kepentingan elite terasa keras. Walaupun telah terjadi pergantian kepemimpinan Nasional pada tanggal 21 Mei 1998 tersebut tidaklah dengan sendirinya dapat menyelesaikan permasalahan khususnya kemerosotan ekonomi. Diantara dua kutub rezim itu dan pro penggantiannya ada masa transisi. juga dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Runtuhnya Orde Baru tidak secara otomatis membawa Negara Indonesia menuju demokrasi yang sesungguhnya atau sejati. Berbagai ahli memberikan nama yang berbeda untuk demokrasi masa transisi tersebut. Akibatnya memaksa Presiden RI Hasil Sidang Maret 1998 turun dari jabatannya dan melimpahkan wewenangnya kepada Wakil Presiden sebagai Presiden baru. Implementasi Demokrasi di Indonesia pada Masa Orde Reformasi (21 Mei 1999 sampai Sekarang Dalam era reformasi telah terjadi perubahan-perubahan mendasar di negara kita. yang akan datang yang berlangsung jujur dan adil. demokrasi liberal yang belum terkonsolidasi (unconsolidated liberal democracy) (Siswono Yudohusodo 1999:4) Pada Orde Reformasi Indonesia dalam transisi. yaitu sebuah bentuk demokrasi yang labil. Dengan memahami tentang Demokrasi berdasar UUD 1945. UUDS 1950 dan implementasinya dari UUD 1945 kurun waktu I sampai dengan sekarang. Benturan-Benturan ini mudah-mudahan dapat di atasi oleh pemerintahan baru sebagai hasil pemilihan umum 7 Juni 1999. Ditinjau dari sudut histories timbulnya hak asasi manusia bertujuan untuk membatasi kekuasaan kekuasaan penguasa yang bersifat sewenang-wenang. Anda diharapkan mempunyai kemampuan untuk dapat menjelaskan tentang demokrasi berdasar UUD 1945. dan mengetengahkan gagasangagasannya.Salam jumpa kembali Mahasiswa Universitas Terbuka dalam mata kuliah Hukum Tata Negara Republik Indonesia lanjutan dalam topik Demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Misalnya yang terjadi di Ambon. antara lain diwarnai oleh udara segar demokrasi yang memberikan ruang gerak kepada masyarakat untuk lebih bebas mengemukakan pendapat mengekpresikan perasaannya. Tragedi Mei 1998 di Jakarta. Terciptanya udara segar kebebasan yang tengah dimiliki oleh rakyat Indonesia tersebut tidak terlepas peran serta mahasiswa bersama dengan kekuatan reformasi lain serta dukungan masyarakat luas telah mampu menciptakan desakan kuat kea rah demokratisasi melalui gerakan reformasi.

jika dianalisis secara para digmatik ternyata system politik pada masa penjajahan dikembangkan atas dasar paradigma konflik “conflict based”. 30. Adil yang dimaksud adalah Negara yang dapat menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban baik dalam hubungan antara lembagalembaga negara. Di samping itu. pada hakekatnya merupakan pengakuan akan adanya kebebasan untuk merdeka. 31. Salam jumpa kembali Mahasiswa Universitas Terbuka dalam mata kuliah Hukum Tata Negara Republik Indonesia dalam topik Perkembangan Sistem Politik. Kemudian alinea ke dua. nampak jelas banyak menyebutkan tentang hak-hak asasi manusia. Sedangkan sistem politik dalam alam kemerdekaan dikembangkan berdasar pada paradigma untuk memperkokoh sistem negara hukum. tetapi mempunyai nilai lebih karena pemuatan hak-hak asasi manusia tersebut merupakan hasil pikir Bangsa Indonesia sendiri. tetapi dalam implementasinya dari masa UUD 1945 kurun waktu 1945 sampai dengan 1949 ketika itu sampai sekarang masih sangat memprihatinkan belum sesuai dengan yang diharapkan. yaitu ekonomi. Di mana system politik dibangun dengan lebih diperankan sebagai sarana memperkuat system pemerintahan kolonial dan kepentingan kekuasaan asing yang menjajah bangsa Indonesia. Dalam kenyataan banyak terjadi pelanggaran terhadap hak asasi baik yang dilakukan oleh aparat Negara maupun masyarakat. pengakuan akan kemanusiaan merupakan inti dari hak-hak asasi manusia. 29. 33. Lain halnya dengan rumusan hak asasi manusia dalam konstitusi RIS 1949 dan UUDS 1950 yang dipengaruhi oleh rumusan hak-hak asasi manusia dalam Universal Declaration of Human Rights oleh Majelis Umum PBB. dapat diketahui bahwa hak-hak asasi manusia dirumuskan dalam 8 pasal. 32. Hal ini dapat dilihat dalam alinea pertama. 28. Walaupun sudah banyak peraturan perundang-undangan yang merupakan instrumen dari Pasalpasal UUD 1945 yang berkaitan dengan hak-hak asasi manusia. Dalam Batang Tubuh UUD 1945. 34 dan tidak diatur secara terperinci sebagaimana perumusan hak asasi manusia dalam Konstitusi RIS 1949 dan UUDS 1950. Di lain pihak masyarakat Indonesia tumbuh dan berkembang dengan dilandasi nilai kekeluargaan dan harmoni sebagai inti kekuatan sosialnya. yakni Pasal 27. Tataran masyarakat ini telah menumbuhkan pula berbagai norma sosial dan nilai budaya seperti nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Supremasi hukum merupakan acuan utama bagi pengembangan sistem politik. Hal tersebut bukan berarti hak asasi manusia dalam UUD 1945 bertentangan dengan rumusan hak asasi manusia dalam UUD 1945 tersebut disusun sebelum keluarnya Universal Declaration of Human Rights. Dalam Pembukaan UUD 1945. Ciri dalam sistem politik ini dikenal adanya sistem politik penjajahan antara lain tampak dalam memperlemah posisi politik warga negara yang mengakibatkan partisipasi politik warga negara sangat lemah.UUD 1945. social dan budaya yang dijabarkan dalam pasal-pasal Batang Tubuh UUD 1945 beserta Penjelasannya. Semangat kemerdekaan merupakan kekuatan internal pemikiran untuk membentuk dan mengembangkan sistem politik untuk memperkuat negara hukum. Saudara Mahasiswa seperti Anda ketahui bahwa pembangunan system politik pada masa penjajahan. Kondisi . Sistem politik dikembangkan dengan semangat kemerdekaan dalam kerangka pembentukan negara hukum. Selanjutnya alinea keempat menunjukkan adanya pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi dalam segala bidang kehidupan. menyatakan bahwa Indonesia Negara yang adil. hukum politik. antara warga negara dengan negara maupun antara warga negara dengan warga negara atau antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya.

sehingga perubahan masyarakat dapat berlangsung tanpa melahirkan gejolak dan desintegrasi sosial. Di samping itu kekuasaannya “sangat terbatas” yaitu hanya pada saat kasasi. Di samping itu antisipasi masa transisi di mana pembentukan sistem politik dihadapkan kepada perubahan yang sangat cepat dalam masyarakat yang menyangkut aspirasi politik masa reformasi saat ini. Lembaga politik sebagai unsur dalam sistem politik seperti Partai Politik lembaga perwakilan. Untuk mengedepankan hukum secara fungsional dalam era globalisasi sebagaimana tuntutan pada sistem politik modern.tataran masyarakat seperti ini menuntut pula dikembangkan sistem politik yang dibangun atas dasar paradigma dan teori politik yang dikembangkan bersumber pada nilai-nilai tesebut. Oleh karena itu. Begitu pula objek pengujiannya terbatas pada peraturan di bawah undang-undang. dengan dihadapkan kepada kenyataan objektif terdapat sistem politik bertentangan dan tidak sesuai dengan semangat berkonstitusi. masa 1966 hingga masa 1998 dan masa tahun 1999 hingga sekarang. Diduga akan mengakibatkan banyak kesulitan dan hambatan pada proses pengembangan dan pelaksanaan sistem politik. Strateginya tidak hanya pada saat mengonstruksi hukum akan tetapi meliputi pula pada saat hukum itu berperan sebagai kekuatan sistem politik dengan memfungsionalkan lembaga politik secara optimal sesuai dengan semangat negara hukum yang demokratis berdasarkan pada UUD 1945. Kondisi ini sangat mendesak diperlukan lembaga-lembaga dan sistem politik yang dapat mengakomodasikan perubahan yang cepat tersebut. Perubahan terjadi secara cepat seperti sistem politik dan hukum pada masa penjajahan ke masa kemerdekaan. Antara lain terjadi pembentukan kepentingan. Perubahan yang cepat dalam kehidupan masyarakat didukung oleh perkembangan IPTEK yang sangat mempercepat perubahan tersebut.Dari masa 1950 hingga masa 1959 dan 1959 hingga masa 1965. Hal tersebut menuntut pula untuk melakukan kaji ulang dan penyempurnaan terhadap paradigma dan teori pembangunan sistem politik nasional. dalam formal tataran kehidupan yang mengubah dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan demikian apabila ada perundang-undangan yang cacat maka akan diteruskan berlaku karena tidak ada . tampak perbedaan paradigma antara sistem politik kolonial dengan sistem politik kemerdekaan seperti dikemukakan di atas. Percepatan tersebut dipengaruhi pula oleh perubahan cepat dalam berbagai sektor kehidupan pada era reformasi modern. Hak untuk melakukan pengujian hukum sekarang ini dimiliki oleh Mahkamah Agung pada saat itu. Bahkan dewasa ini pembangunan hukum pembangunan hukum pada pasca kemerdekaan dan tantangan pada era reformasi sekarang ini untuk memperkokoh paradigma dengan menempatkan pemikirannya dalam perspektif pelaksanaan konstitusi sistem politik demokratis. Bagaimana Pembangunan Sistem Politik Berdasarkan UUD 1945 Seperti Anda ketahui bahwa pengaruh dari perubahan yang cepat melalui proklamasi kemerdekaan maka pengaruh pula terhadap perubahan dalam kehidupan politik. perlu mengembangkan paradigma dan teori hukum yang berdasarkan pada Pancasila sebagai “rechtsidee” . namun dinilai oleh beberapa pihak ternyata MA lebih berperan pasif hanya menunggu dalam tahap kasasi. untuk dapat diperoleh landasan yang kokoh bagi pembangunan sistem politik tersebut. pembentukan sistem politik baru. beralihnya industrialisasi ke tatanan informasi modern. MPR dan DPR diperlukan untuk lebih diperkuat keberadaannya sebagai lembaga politik dalam mengimbangkan kehidupan politik yang demokrasi. Kondisi ini sangat mendesak untuk itu diperlukan berbagai aspek kehidupan. dari masa pelaksanaan UUD 1945 hingga masa konstitusi RIS 1949.

Untuk itu diperlukan kesadaran politik tinggi untuk memberikan kesempatan tumbuhnya kesempatan menilai. Studi pembangunan sistem politik dalam perspektif sistem politik demokrasi Pancasila. Untukselanjutnya Anda diharapkan mengerjakan tugas 3. juga disebabkan lebih menguatnya dimensi kekuasaan dalam politik dari pada hukum yang bisa disebabkan akibat dari pemikiran pemisahan antara hukum dan pranata politik. maka pembinaan hukum nasional akan terhambat. Lembaga struktur politik tidak hanya disebabkan oleh substansi sistem politik dan lemahnya kesadaran politik masyarakat. Bahkan dapat terjadi kesenjangan antara pranata sistem politik dengan pranata sosial lainnya. ternyata pembangunan hukum dihadapkan pada perlunya dimiliki “kekokohan paradigma” dalam pembentukan sistem politik supaya ada dalam koridor demokrasi Pancasila Lembaga sistem politik seperti yang diatur dalam UUD 1945. Dan lanjutkan pada pertemuan Minggu yang akan datang. Adanya kasus-kasus “unjuk rasa” masyarakat ke lembaga perwakilan antara lain banyak memuat masalah yang berhubungan dengan lembaga politik sehingga lembaga perwakilan dijadikan sarana untuk memperoleh keadilan atau meluruskan kebijakan politik. diperankan ke arah yang lebih produktif dengan dukungan SDM yang memiliki kemampuan profesional dalam pembentukan perundang-undangan. Apabila lembaga ini kurang berperan dapat mengakibatkan lemahnya hukum dalam mengantisipasi tuntutan kebutuhan masyarakat tentang fungsi hukum sebagai sarana perubahan masyarakat. Silahkan cermati dan kerjakan tugas tersebut. . Fakta seperti ini akan menjadi kendala bagi pembangunan hukum terutama dalam memelihara hukum dari intervensi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu atau substansial bertentangan dengan nilai-nilai sumber hukumnya. Demikian materi lanjutan dari Minggu yang lalu. Kita akhiri jumpa kita dalam tutorial kali ini. Jika kondisi ini dibiarkan bukan mustahil akan berada pada taraf paradoksal yang secara sistemik dapat pula berbenturan dan saling memperlemah. Mengamati tantangan dalam pembangunan sistem. Hal ini mengingat keterbatasannya muatan hukum positif dalam mengantisipasi perubahan-perubahan masyarakat. mentransformasikan kepada paradigma yang menempatkan hukum dan politik dalam tatanan bangsa memiliki keterkaitan fungsional walaupun dapat dibedakan karena hakikatnya yang berbeda. Sebagai salah satu fakta belum optimal sistem politik berfungsi sebagai sarana keadilan dalam masyarakat. Di samping dukungan kemampuan dan integritas moral SDM sebagai pendukung sistem dan mekanisme hukum tersebut.lembaga yang berhak mengujinya. kiranya perlu mengendurkan dari pandangan filosofik yang memisahkan antara hukum dan politik. apabila mekanism kedua lembaga ini belum optimal dalam menilai hukum. Peran hakim sebagai penguji diduga masih dihadapkan kepada masalah yang berkaitan dengan “otonomi profesional” untuk itu diperlukan kondisi yang memungkinkan dapat berperan secara netral bebas dari pengaruh kekuasaan lain. kesenjangan ini jelas akan menyebabkan menguatnya masalah-masalah sosial yang dapat mengancam disintegrasi. Dalam bidang politik kegagalan dalam pembangunan sistem politik atau keterlambatan dalam pembentukan hukum akan berdampak pada semakin jarak jauh kesenjangan antara akselerasi teknologi fisik di lain pihak dengan teknologi sosial di lain pihak. Hal menguji secara formal dan secara material merupakan unsur yang penting dalam pembangunan hukum. Salam jumpa kembali Mahasiswa Universitas Terbuka dalam mata kuliah Hukum Tata Negara Republik Indonesia lanjutan dalam topik Perkembangan Sistem Politik.

Ketimpangan ini akan berdampak negatif antara lain hukumdapat “kehilangan kewibawaannya” yang dapat mengakibatkan lemahnya fungsi dan peran hukum dalam masyarakat. sangat bertentangan dengan kesadaran dan politik hukum. Apabila pencangkokan tersebut didasari oleh kepentingan dan semangat penjajahan. yang menyatakan Negara Indonesia adalah berdasarkan pada hukum (rechtsstaat) bukan kekuasaan semata (machtstaat) Indonesia berdasar atas hukum di mana hukum harus mengedepankan “supremacy bu the law” memberikan landasan yuridis terhadap berbagai unsur dalam sistem politik. pergeseran nilai dalam masyarakat dewasa ini lebih terasa sebagai pengaruh ekonomi. sering membawa ketidaktertiban dari pada ketertiban. Namun demikian hukum tidak sekadar dibentuk sebagai instrumen politik akan tetapi dapat dijadikan sarana pembangunan. Dengan demikian hukum hanya memuat . Begitu pula hukum bukan saja substansi materinya. Paradigma serasi seimbang dan selaras kiranya dapat dikembangkan dalam menempatkan hubungan hukum dan politik atau kekuasaan sebagai ciri utama sistem politik dalam demokrasi Pancasila. Keterkaitan dengan hubungan sistem politik dan sistem Hukum Tata Negara sangat diperlukan pemikiran yang lebih mendalam tentang salah satu geniusitas dari UUD 1945. fungsi dan isi hukum bertentangan dengan semangat kemerdekaan yang berdasarkan Pancasila sebagai norma dasar hukum tertinggi. Kepentingan golongan penjajah dengan semangat eksploitasinya dengan penilaian kultural tidak seimbang sebagai dasar pilihan hukum yang akan ditranpalasinya.Salam jumpa kembali Mahasiswa Universitas Terbuka dalam mata kuliah Hukum Tata Negara Republik Indonesia dalam topik Bagaimana Hubungan Sistem Politik dan Sistem Hukum Tata Negara. Berdasarkan kajian di atas. Menjelang abad XXI telah terasa dominasi ekonomi pengaruhnya terhadap berbagai aspek kehidupan. memberikan isyarata bahwa hukum modern yang berlaku dewasa ini ada sebagian bukan merupakan hasil pembentukan hukum didasarkan atas paradigma semangat dan nilai Pancasila seperti yang diamantkan oleh Pembukaan UUD 1945. 400 buah perundang-undangan sebagai warisan hukum kolonial walaupun dapat mengisi kekosongan hukum. Hal ini akan berdampak pada posisi manusia sebagai objek hukum bukan sebagai subjek hukum. Politik dan kebijakan publik terasa terekayasa oleh kekuatan-kekuatan ekonomi. akan tetapi fungsi dan peran hukum dalam masyarakat juga mendapatkan pengaruh yang cukup besar. Begitu pula sistem politik memerlukan hukum sebagai kekuatan agar tidak zalim dan anarkhis. jadi tinggal memakai. Dalam kaitan ini hukum diminta bukan hanya sebagai kekuatan normatif akan tetapi juga dituntut sebagai kekuatan sosial yang memiliki daya dukung dalam mendinamisasi masyarakat. jika lambat sudah barang tentu hukum akan semakin jauh ketinggalan dari perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Pencangkokan hukum asing kepada masyarakat yang sedang berkembang. Bahkan hukum di Indonesia memiliki peluang untuk berperan sebagai sarana rekayasa sosial (tool of social engineering). Dengan demikian hukum tidak tidak bersumber pada “hukum yang hidup dalam masyarakat”. Dengan demikian wajar apabila terdapat benturan nilai kultural dan sosialnya sehingga unsur keterpaksaan menonjol dan akhirnya akan memperlemah kesadaran hukum masyarakatnya. atas semangat dan misi penjajahan dengan cara transpalasi. Hal ini disebabkan perkembangan hukum modern pada masyarakat asalnya amat berbeda bukan saja sumber nilainya akan tetapi proses pembentukanya dengan kondisi masyarakat yang “diintervensinya”. akan selalu merupakan masalah dan sekaligus tantangan dalam pembangunan hukum nasional dewasa ini. Karena dari segi tujuan. Pemikiran hukum harus lebih produktif dalam melahirkan teori dan konsep bagi pembentukan hukum. Hukum memerlukan kekuasaan untuk dapat menjadi kekuatan sosial. Penggunaan hukum dari bangsa lain.

Hal ini mempengaruhi terhadap motif penataan hukum dari masyarakat. Terima kasih dan Selamat Belajar. .keadilan bagi golongan tertentu dengan mengorbankan golongan masyarakat yang terjajah. Kesadaran hukum tumbuh atas dasar “Rasa takut” dan “inferior”. sedangkan penguasa kolonial menggunakan hukum sebagai sarana penjajahan. Demikianlah akhir jumpa kita dalam tutorial elektronik kali ini.