BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Respirasi merupakan proses penguraian bahan makanan yang menghasilkan energi.

Respirasi dilakukan oleh semua makhluk hidup dengan semua penyusun tubuh, baik sel tumbuhan maupun sel hewan, dan manusia. Respirasi ini dilakukan baik siang maupun malam (syamsuri, 1980). Pada praktikum ini akan mempelajari respirasi pada tumbuhan kecambah kacang hijau dan hewan jangkrik, serta mengetahui tentang respirasi aerob dan anaerob 1.2 Permasalahan Permasalahan yang dihadapi praktikan ini adalah bagaimana membuktikan respirasi dapat menghasilkan CO2 dan panas. 1.3 Tujuan Tujuan praktikum ini adalah praktikan mampu membuktikan bahwa respirasi dapat menghasilkan CO2 dan panas.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Katabolisme Katabolisme adalah reaksi penguraian senyawa yang kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan enzim. Penguraaian suatu senyawa dapat menghasilkan energi. Energi berasal dari lepasnya ikatan kimia yang menyusun peresenyawaan. Contoh katabolisme adalah proses pernapasan sel atau respirasi (syamsuri, 1980). 2.2 Respirasi Yang dimaksud dengan respirasi adalah proses penguraian bahan makanan yang menghasilkan energi. Respirasi dilakukan oleh semua penyusun tubuh, baik sel-sel tumbuhan maupun sel hewan dan manusia. Respirasi dilakukan baik siang maupun malam (syamsuri, 1980). Sebagaimana kita ketahui dalam semua aktivitas makhluk hidup memerlukan energi, tumbuhan juga. Respirasi terjadi pada seluruh bagian tubuh tumbuhan, pada tumbuhan tingkat tinggi respirasi terjadi baik pada akar, batang maupun daun dan secara kimia pada respirasi aerobik pada karbohidrat (glukosa) adalah kebalikan fotosintesis. Pada respirasi pembakaran glukosa oleh

sangat penting untuk siklus reaksi respirasi (sebaik-baiknya proses respirasi ). Pada hewan tingkat rendah O2 langsung berdifusi melalui permukaan tubuh. 1966). reptile dengan paru-paru. Glikolisis Kata “glikolisis” berarti “menguraikan gula” dan itulah yang tepatnya terjadi selama jalur ini. 2002) . 1989). kulit dan rongga mulut. sulistyorini. Persamaan reaksi proses respirasi aerob secara sederhana dapat dituliskan: C6H12O6 + 6H2O >> 6H2O + 6CO2 + 675 kal Dalam kenyataan reaksi yang terjadi tidak sesederhana itu. Penggunaan ini akan dapat dilihat hasilnya pada inhibitor dari aktivitas enzim (mertens. yaitu usaha kesehatan masyarakat yang menitik beratkan pada pengawasan terhadap struktur fisik. Sarana tersebut antara lain ventilasi. dll (panduan primagama). Respirasi pada manusia bisa memiliki gangguan seperti penyakit infeksi saluran pernapasan akut atau yang disebut juga (ISPA). siklus krebs dan transport elektron (syamsuri. penerangan alami. Respirasi juga terjadi pada manusia yang disebut dengan pernapasan. kalajengking dengan paru-paru buku. 2005). katak dengan paru-paru. respirasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu : 2.2. gula berkarbon enam. dimana orang menggunakan sebagai tempat berlindung yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Sistem pernapasan adalah pertukaran gas O2 dan CO2 dalam tubuh organisme dan bertujuan mendapatkan energi. Kandungan katalis disebut juga enzim. padatan hunian. dan atom sisanya disusun ulang untuk membuat dua molekul piruvat (champbell.1 Respirasi Aerobik (aerob) Respirasi aerob yaitu respirasi yang menggunakan oksigen oksigen bebas untuk mendapatkan energi. Reaksi-reaksi itu dapat dibedakan menjadi 3 tahapan yaitu glikolosis. hal ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia karena masih tingginya angka kejadian ISPA terutama pada anak balita. 1980). Ditinjau dari kebutuhannya akan oksigen. Glukosa. Karena semua bagian tumbuhan tersusun atas jaringan dan jaringan tersusun atas sel. maka respirasi terjadi pada sel (jasin. Proses menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Banyak tahapan yang terjadi dari awal hingga terbentuknya energi. Alat respirasi pada berbagai hewan berbeda-beda. suhu. a. Untuk mencegahnya bisa digunakan sanitasi rumah. ikan dengan insang. diuraikan menjadi dua gula berkarbon tiga. kelembapan. Beberapa reaksi kimia membolehkan mencampur dengn fungsi dari enzim memperbat enzim atau dengan mengkombinasi dengan sisi aktifnya. pada serangga adalah trakea. kontruksi bangunan. sarana pembuangan sampah.oksigen kan menghasilkan energi. sarana pembuangan kotoran manusia dan penyediaan air bersih ( nindya. Gula yang lebih kecil ini kemudian dioksidasi.

piruvat itu memasuki mitokondria dimana enzim siklus krebs menyempurnakan oksidasi bahan bakar organiknya (champbell. Respirasi anaerobik menggunakan senyawa tertentu misalnya asam . Dalam perjalanannya. Yang dimaksud dekarbosilasi oksidatif adalah reaksi asam piruvat diubah menjadi asetil KoA (syamsuri. katabolisme 1 glukosa melalui respirasi aerobik menghasilkan 3 ATP. Hasil akhir sebelum memasuki siklus krebs adalah asam piruvat. Setiap reaksi pada glikolisis. Sebaliknya. Pada tiap tahapan. Proses transfer elektron ini sangat komplek. sedangkan ATP adalah persenyawaan berenergi tinggi. Setiap kali dipindahkan. siklus krebs dan transport elektron dihasilkan senyawa – senyawa antara. pada dasarnya. Kedua macam sumber elektron ini dibawa kesistem transfer elektron. 1C (CO2) dilepaskan. Pertama dalam bentuk ikatan fosfat berenergi tinggi. c. Kedua dalam bentuk transport elektron. Siklus krebs berlangsung didalam mitokondria (Syamsuri. Glikolisis mengubah senyawa 6C menjadi senyawa 2C pada hasil akhir glikolisis. Siklus krebs Glikolisis melepas energi kurang dari seperempat energi kimiawi yang tersimpan dalam glukosa.2.NADH merupakan sumber elektron berenergi tinggi. sehingga terbentuklah H2O. 1980). Selama glikolisis dihasilkan 4 molekul ATP. yaitu NADH (Nikotin Adenin Dinokleutida) dan FAD (Flafin adenine dinukleotida) dalam bentuk FADH2. Seluruh proses glikolisis tidak memerlukan oksigen. 2. 2002) Memasuki siklus krebs. b. untuk dibawa ke sistem transport elektron. Jika ada oksigen molekuler. elektron dan H+ dan NADH dan FADH2 dibawa dari satu substrak ke substrak yang lain secara berantai. hidrogen berenergi digabungkan dengan penerima hidrogen yaitu NAD dan FAD. Energi ini merupakan energi siap pakai yang langsung dapat digunakan.2 Respirasi Anaerobik (Anaerob) Respirasi anaerobik adalah reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen. Ada yang membedakan tahap ini menjadi dua yaitu glikolisis dan dekarbosilasi oksidatif. ATP yang dihasilkan langsung dapat digunakan. Dalam tahap ini dilepaskan energi. akan tetapi 2 molekul ATP diantaranya digunakan kembali untuk berlangsungnya reaksi-reaksi yang lain sehingga tersisa 2 molekul ATP yang siap digunakan untuk tubuh. 1980). dan hidrogen direasikan dengan oksigen membentuk air. Senyawa itu digunakan bahan dasar anabolisme (Syamsuri. energi yang terlepas digunakan untuk mengikatkan fosfat anorganik (P) kemolekul ADP sehingga terbentuk ATP. yaitu ATP atau GTP (Guanin Tripospat). Reaksi glikolisis terjadi di sitoplasma (di luar mitokondria). asetil KoA direaksikan dengan asam oksaloasetat (4C) menjadi asam piruvat (6C). 1980_. Pada bagian akhir terdapat oksigen sebagai penerima. dilepaskan energi dalam bentuk ATP dan hidrogen. sebagian besar energi itu tetap tersimpan dalam dua molekul piruvet. Sistem Transpor ELektron Energi yang terbentuk dari peristiwa glikolisis dan siklus krebs ada dua macam. selanjutnya asam oksaloasetat memasuki daur menjadi berbagai macam zat yang akhirnya menjadi asam oksalosuksinat. Seluruh reaksi siklus krebs berlangsung dengan memerlukan oksigen bebas (aerob).

tabung reaksi 5 diisi dengan kertas tissue yang dicelupkan kelarutan gula. Selain glukosa. Tabung reaksi 1 diisi 25 kecambah kacang hijaun. tabung reaksi 3 diisi 3 ekor jangkrik.fosfoenol piruvat atau asetal dehida. tabung reaksi 4 diisi kerikil secukupnya. Infeksi tetanus dapat terjadi jika luka tertutup sehingga member kemungkinan bakteri tambah subur (Syamsuri.2 Respirasi Menghasilkan Panas . sehingga pengikat hidrogen dan membentuk asam laktat atau alcohol. akan tumbuhan yang terendam air. kecambah kacang hijau.2. Setelah itu tabung reaksi ditutup dengan kertas saring dan diikat dengan karet gelang. 3.1.1. Glukosa tidak terurai lengkap menjadi air dan karbondioksida. Sekrup dimasukkan sampai menyentuh dasar tabung reaksi. Hasil akhirnya adalah alcohol. Bahkan bakteri anaerobik seperti klostidrium tetani (penyebab tetanus) tidak dapat hidup jika berhubungan dengan udara bebas.1 Alat dan Bahan 3. energi yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan respirasi aerobik. bahan baku seperti fruktosa. sekrup. Kemudian member tanda tabung reaksi 1 sampai 5.1 Alat Alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain tabung reaksi dan raknya.1 Respirasi pada makhluk hidup Tabung reaksi sebanyak 5 buah diletakkan pada rak dan masing – masing diisi dengan 20 tetes phenol red.2. Reaksinya : C6H12O6 Ragi >> 2C2H5OH + 2CO2 + 21Kal Dari persamaan reaksi tersebut terlihat bahwa oksigen tidak diperlukan. sel – sel ragi dan bakteri anaerobik. biji – biji yang kulit tebal yang sulit ditembus oksigen.2 Cara Kerja 3. larutan gula dan jangkrik serta batu. termometer dan pipet tetes. 1980). Respirasi anaerobik terjadi pada jaringan yang kekurangan oksigen. karbon dioksida dan energi. tabung reaksi 2 diisi 25 kacambah kacang kedelai. 3.2 Bahan Bahan yang dibutuhkan antara lain phenolred. galaktosa dan malosa juga dapat diubah menjadi alkohol. Lalu di tunggu beberapa menit dan dicatat tabung reaksi mana yang lebih dulu terjadi perubahan warna dari merah menjadi kuning. BAB III METODOLOGI 3. 3. kertas saring dan kertas tissue. Bahan baku respirasi anaerobik pada peragian adalah glukosa.

Tabung reaksi 2 diisi kacang hijau segar seperempat bagian. Mengikuti perubahan dan mencatat kenaikan suhu yang terjadi setiap 3 menit dalam 30 menit.1.5 35.Tabung reaksi sebanyak 3 buah diletakkan pada rak dan diberi tanda tabung reaksi 1 sampai 3. Kemudian tabung reaksi ditutup dengan sumbat karet yang telah disisipi thermometer.1.2 Respirasi menghasilkan panas Menit ke No Tabung I (Kecambah Kacang Hijau) II (Kecambah Kacang Hijau 1/4 bagian) III (Kecambah Kacang Hijau direbus 1/2 Bagian) Kenaikan Suhu ( C ) Setiap 3 Menit ke Depan 6 9 12 15 18 21 24 27 35 35.5 38 35 32 35 32 32 32.5 31 32 33. Tabung reaksi 3 diisi kecambah kacang hijau yang telah direbus setengah bagian.5 33 32 33 32 36 36 37 37 Perubahan Warna Merah menjadi Kuning Merah menjadi Kuning Merah menjadi Kuning Tidak berubah Tidak berubah Waktu 25 menit 22 menit 20 menit - 3 34 30 37.5 34.5 32 32 32 32 4.1 Respirasi pada Makhluk Hidup Isi Tabung Tabung 1 (Kecambah kacang hijau) Tabung 2 (Kecamba kacang kedelai) Tabung 3 (Jangkrik) Tabung 4 (Kerikil) Tabung 5 (Tisu dicelup larutan gula) 4.5 34 34. BAB VI DATA DAN PEMBAHASAN 4.1.1 Respirasi Menghasilkan panas dalam bentuk grafik . Tabung reaksi di isi kecambah kacang hijau segar setengah bagian.1 Data Pengamatan 4.

hanya saja pada kedelai volumenya lebih besar dibandingkan dengan kacang hijau.2 pembahasan 4. Mekanisme respirasi hewan jangkrik yaitu corong hawa (trakea) adalah alat pernafasan yang dimiliki oleh serangga dan arthropoda lainnya. fungsinya adalah sebagai indikator untuk melihat perubahan warna. Hal ini dikarenakan benda mati tidak mengalami proses respirasi. Kemudian tabung reaksi ditutup dengan menggunakan alumunium foil. Dia juga menggunakan indoskeleton sebagai pengganti hemoglobin. disini kacang hijau berfungsi sebagai bahan yang akan dibuktikan respirasinya pada subjek tumbuhan.2. dan disusul dengan tabung reaksi I yang berisi kacang hijau. Setelah ditunggu beberapa menit. Kemudian alumunium foil itu diikat dengan karet gelang agar tidak mudah lepas. Kedua bahan ini digunakan untuk membuktikan proses respirasi pada benda mati. fungsinya untuk mencegah bahan praktikum agar tidak tercelup ke dalam phenol red. Masing-masing tabung diberi tanda. Tabung reaksi II diisi denngan 15 kacang kedelai.4. yang ternyata tidak mengalami perubahan warna pada phenol rednya. Tabung reaksi III diisi dengan jangkrik. Penyebabnya adalah volume kedelai lebih besar daripada kacang hijau sehingga proses respirasinya lebih cepat kacang kedelai. jangkrik berfungsi sebagai bahan yang akan dibuktikan respirasinya pada hewan. dan tabung reaksi V diisi dengan kertas tissu yang telah dicelupkan dalam air gula. karena jangkrik beraktivitas lebih banyak daripada yang lain sehingga membutuhkan udara lebih banyak dan proses respirasinya lebih cepat. fungsinya sama dengan kecambah kacang hijau. sebagai alat yang menghindarkan bahan praktikum dari pengaruh lingkungan. Tabung reaksi I diisi dengan 15 kecambah kacang hijau. Setelah itu tabung reaksi II yang berisi kecambah kacang kedelai. Praktikum ini menggunakan kecambah dan jangkrik bertujuan untuk membandingkan antara respirasi hewan dengan tumbuhan. membuktikan adanya respirasi.hal ini digunakan untuk membuktikan bahwa semakin besar individu itu maka lebih cepat mengubah warna phenolnya menjadi kuning dan itu membuktikan bahwa individu itu lebih banyak dan lebih cepat menghirup udara. Pembuluh trakea bermuara pada lubang kecil yang . Masing-masing tabung diisi dengan 20 tetes phenol red.1 respirasi pada makhluk hidup Pada percobaan ini menguunakan 5 buah tabung yang diletakkan dalam raknya. Setelah itu masing-masing tabung diisi dengan sekrup sampai ke dasar tabung. Pada respirasi jangkrik.phenol red yang lebih dulu berubah warna adalah tabung III atau tabung yang berisi jangkrik. Tabung reaksi IV diisi dengan kerikil. Menjadi kuning. dia menggunakan pembuluh darah terbuka untuk mengikat oksigen.

darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan tidak mengangkut gas. Sebaliknya. steron. untuk asam nukleat dan prazat karbon untuk pigmen profirin (seperti klorofil dan sitokinin). Sehingga dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam. Sedangkan pada tabung ketiga yidak mengalami kenaikan suhu karena kecambah didalamnya tidak mengalami respirasi lagi disebabkan sel – sel didalamnya telah mati setelah melalui proses perebusan. Pada sistem pengangkutan pada vertebrata. Dengan demikian. yang terletak berpasangan pada setiap sekmen tubuh. Senyawa tersebut meliputi. Kemudian udara dan spirakel menuju pembuluh – pembuluh trakea dan selanjutnya pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus. Tabung reaksi I diisi kecambah kacang hijau besar setengah bagian. pigmen flafonoit. Manfaatnya terlihat pada respirasi dimana terjadi pemecahan senya organik. maka semakin besar pula panas yang dihasilkan. Trakeolus tidak berlapis titin. sistem trake berfungsi mengangkut oksigen dan mengedarkan keseluruh tubuh. Spirakel mempunyai tutup yang dikontrol oleh otot sehingga membuka dan menutupnya spirakel terjadi secara teratur. Mekanisme respirasi tumbuhan memberi manfaat pada tumbuhan. Trakeolus mempunyai fungsi yang sama dengan kapiler. lemak. jika otot perut belalang berkontraksi maka trakea kembali pada volume semula. Seperti antosianin dan senyawa aromatik tertentu lainnya seperti likmin. Tabung III diisi dengan kacang hijau yang telah direbus setengah bagian. Telah diketahui hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O. sebaliknya mengangkut karbondioksida hasil respirasi dikeluarkan dalam tubuh. Di bagian ujung trakeolus terdapat cairan sehingga udara mudah berdifusi ke jaringan. terjadi bila substrat secara sempurna dioksidasi. Umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang. Pertukaran gas terjadi antara trakeolus dengan sel – sel tubuh. Sehingga tekanan udara menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan diluar sebagai akibatnya udara diluar yang kaya oksigen masuk ke trakea. Namun bila berbagai senyawa diatas terbentuk substrat awal respirasi tidak seluruhnya diubah menjadi CO2 dan H2O. dari proses pemecahan tersebut maka dihasilkan senyawa antara yang penting sebagai “building block” merupakan senyawa yang penting dalam tubuh.karotenoit. Mekanisme pernapasan pada serangga ini. Oksigen dari luar masuk lewat spirakel. misalnya belalang adalah : jika otot perut belalang berkontraksi maka trakea menyerpi sehingga udara kaya CO2 keluar. asam amino. untuk protein nukleotida.ada dikerangka luar (eksoskeleton) yang disebut spirakel. BAB V KESIMPULAN . sedangkan tabung reaksi II diisi kecambah kacang hijau segar setengah bagian tujuannya adalah untuk membuktikan ssemakin besar volume individu.2. 4. fungsinya untuk mengetahui suhu dan atau kenaikannya karena yang dicari adalah pembuktian bahwa respirasi menghasilkan panas. dan menutup saat beristirahat. Setelah itu tabung reaksi ditutup dengan sumbat karet dan disisipi denga termometer. Spirakel berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin.2 Respirasi menghasilkan panas Tabung reaksi diletakkan pada raknya dan diberi tanda. terisi cairan dan dibentuk oleh sel yang disebut trakeoblas. Tabung yang mengeluarkan suhu yang paling tinggi adalah tabung yang no I karena volume kecambah didalamnya lebih besar dibanding kecambah pada tabung no II yang dipotong tiga perempat bagian.

Sedangkan benda mati tidak melangsungkan respirasi saat dipanaskan. N.Maskoeri.1989.1966. “Laboratory Exercises in the principles of biology”. Respirasi menghasilkan panas.dkk. Edisi lima Jilid satu. DAFTAR PUSTAKA Syamsuri. Istamar. dkk. 2005. Erlangga:Jakarta Jasin. akan lebih cepat. “Biologi SMA”. Erlangga:Jakarta Nindy. Burgess publishing company:Indiana .dkk. “Hubungan Sanitasi Rumah dengan Kejadian Infeksi Saluran pernapasan Akut (ISPA) pada anak balita”. Thomas R. jika semakin besar volume organisme maka respirasi yang berlangsung semakin cepat.1980. “Biologi Umum Untuk Perguruan Tinggi”.2002.A. Triska Sulisa. Bina Pustakatama:Surabaya Champbell. vol 2 No 1 Mertens.Respirasi pada makhluk hidup. “Biologi”.Jurnal Kesehatan Lingkungan. Begitu juga organisme yang memiliki struktur tubuh kompleks.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful