Akhlak terhadap Lingkungan

oleh Al-Qur'an - Islam yg Bahagia pada 10 Oktober 2009 jam 15:28 Yang dimaksud lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda tak bernyawa. Pada dasarnya, akhlak yang diajarkan Al-Quran terhadap lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah. Kekhalifahan menuntut adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya dan manusia terhadap alam. Kekhalifahan mengandung arti pengayoman, pemeliharaan, serta pembimbingan, agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaannya. Dalam pandangan akhlak Islam, seseorang tidak dibenarkan mengambil buah sebelum matang, atau memetik bunga sebelum mekar, karena hal ini berarti tidak memberi kesempatan kepada makhluk untuk mencapai tujuan penciptaannya. Ini berarti manusia dituntut untuk mampu menghormati proses-proses yang sedang berjalan, dan terhadap semua proses yang sedang terjadi. Yang demikian mengantarkan manusia bertanggung jawab, sehingga ia tidak melakukan perusakan, bahkan dengan kata lain, "Setiap perusakan terhadap lingkungan harus dinilai sebagai perusakan pada diri manusia sendiri." Binatang, tumbuhan, dan benda-benda tak bernyawa semuanya diciptakan oleh Allah SWT dan menjadi milik-Nya, serta semua memiliki ketergantungan kepada-Nya. Keyakinan ini mengantarkan sang Muslim untuk menyadari bahwa semuanya adalah "umat" Tuhan yang harus diperlakukan secara wajar dan baik. Karena itu dalam Al-Quran surat Al-An'am (6): 38 ditegaskan bahwa binatang melata dan burung-burung pun adalah umat seperti manusia juga, sehingga semuanya --seperti ditulis AlQurthubi (W. 671 H) di dalam tafsirnya-- "Tidak boleh diperlakukan secara aniaya." Jangankan dalam masa damai, dalam saat peperangan pun terdapat petunjuk Al-Quran yang melarang melakukan penganiayaan. Jangankan terhadap manusia dan binatang, bahkan mencabut atau menebang pepohonan pun terlarang, kecuali kalau terpaksa, tetapi itu pun harus seizin Allah, dalam arti harus sejalan dengan tujuan-tujuan penciptaan dan demi kemaslahatan terbesar. Apa saja yang kamu tebang dari pohon (kurma) atau kamu biarkan tumbuh, berdiri di atas pokoknya, maka itu semua adalah atas izin Allah ... (QS Al-Hasyr [59]: 5). Bahwa semuanya adalah milik Allah, mengantarkan manusia kepada kesadaran bahwa apa pun yang berada di dalam genggaman tangannya, tidak lain kecuali amanat yang harus dipertanggungjawabkan. "Setiap jengkal tanah yang terhampar di bumi, setiap angin sepoi yang berhembus di udara, dan setiap tetes hujan yang tercurah dari langit akan dimintakan pertanggungjawaban manusia menyangkut pemeliharaan dan pemanfatannya", demikian kandungan penjelasan Nabi saw tentang firman-Nya dalam Al-Quran surat At-Takatsur (102): 8 yang berbunyi, "Kamu sekalian pasti akan diminta untuk mempertanggungjawabkan nikmat (yang kamu peroleh)." Dengan demikian bukan saja dituntut agar tidak alpa dan angkuh terhadap

Firman Allah yang menggunakan akar kata itu dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 11 adalah Janganlah ada satu kaum yang merendahkan kaum yang lain. "Nama" memberikan kesan adanya kepribadian. Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta yang berada di antara keduanya. Ia tidak boleh bersikap sebagai penakluk alam atau berlaku sewenang-wenang terhadapnya. tetapi keselarasan dengan alam. dan beri makanlah dengan baik. Al-Hujurat ayat 11) Dan Dia (Allah) menundukkan untuk kamu. sehingga mereka harus dapat bersahabat. istilah penaklukan alam tidak dikenal dalam ajaran Islam. bahwa ia boleh meraih apa pun asalkan yang diraihnya serta cara meraihnya diridhoi Allah SWT. yang berarti penundukan." Di samping prinsip kekhalifahan yang disebutkan di atas. Namun pada saat yang sama. Manusia dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. berapa pun harga benda-benda itu. (QS. Ia tidak boleh diperbudak oleh benda-benda itu. Untuk menyebarkan rahmat itu. Ini berarti bahwa alam raya telah ditundukkan Allah untuk manusia. kelompok. Manusia tidak sedikit pun mempunyai kemampuan kecuali berkat kemampuan yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. sekalipun benda-benda itu tak bernyawa. manusia tidak boleh tunduk dan merendahkan diri kepada segala sesuatu yang telah direndahkan Allah untuknya. Yang menundukkan alam menurut Al-Quran adalah Allah. dan jenisnya saja. Mahasuci Allah yang menjadikan (binatang) ini mudah bagi kami. Keduanya tunduk kepada Allah. Akhirnya kita dapat mengakhiri uraian ini dengan menyatakan bahwa keberagamaan seseorang . semua yang ada di langit dan di bumi semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya (QS Al-Jatsiyah [45]: 13). sedangkan kesan itu mengantarkan kepada kesadaran untuk bersahabat dengan pemilik nama. melainkan juga dituntut untuk memperhatikan apa yang sebenarnya dikehendaki oleh Pemilik (Tuhan) menyangkut apa yang berada di sekitar manusia. sesuai dengan kaidah kebenaran dan keadilan. sedangkan kami sendiri tidak mempunyai kemampuan untuk itu (QS Az-Zukhruf [43]: 13) Jika demikian. masih ada lagi prinsip taskhir.sumber daya yang dimilikinya. melainkan juga harus berpikir dan bersikap demi kemaslahatan semua pihak. Namun dapat juga berarti "perendahan". manusia tidak mencari kemenangan. Nabi Muhammad saw telah mengajarkan : "Bertakwalah kepada Allah dalam perlakuanmu terhadap binatang. Memang. Nabi Muhammad saw bahkan memberi nama semua yang menjadi milik pribadinya. Al-Quran menekankan agar umat Islam meneladani Nabi Muhammad saw yang membawa rahmat untuk seluruh alam (segala sesuatu). kendarailah. atau bangsa. Istilah itu muncul dari pandangan mitos Yunani. Manusia dalam hal ini dituntut untuk selalu mengingat-ingat. kecuali dengan (tujuan) yang hak dan pada waktu yang ditentukan (QS Al-Ahqaf [46]: 3). Pernyataan Tuhan ini mengundang seluruh manusia untuk tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.

janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum kamu meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya (QS An-Nur [24]: 27). seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain) (QS An-Nur [24]: 63). menyakiti badan. . melainkan juga sampai kepada menyakiti hati dengan jalan menceritakan aib seseorang di belakangnya. Akhlak terhadap sesama manusia (3/3) Banyak sekali rincian yang dikemukakan Al-Quran berkaitan dengan perlakuan terhadap sesama manusia. Janganlah kamu jadikan panggilan (nama) Rasul di antara kamu. walaupun sambil memberikan materi kepada yang disakiti hatinya itu. Di sisi lain Al-Quran menekankan bahwa setiap orang hendaknya didudukkan secara wajar. Al-Quran berpesan kepada orang-orang Mukmin: Jangan meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi (saat berdialog). dan jangan pula mengeraskan suaramu (di hadapannya saat beliau diam) sebagaimana (kerasnya) suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain. Atas dasar itulah beliau berhak memperoleh penghormatan melebihi manusia 1ain. melebihi akhlak yang luhur. Karena itu.. AKHLAK b. Petunjuk ini berlaku kepada setiap orang yang harus dihormati. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang disertai dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima) (QS Al-Baqarah [2]: 263). Nabi Muhammad Saw.. Al-Quran juga menekankan kebebasan pribadi). tidak peduli aib itu benar atau salah. namun dinyatakan pula bahwa beliau adalah Rasul yang memperoleh wahyu dari Allah.diukur dari akhlaknya. Nabi bersabda : "Agama adalah hubungan interaksi yang baik. Petunjuk mengenai hal ini bukan hanya dalam bentuk larangan melakukan hal-hal negatif seperti membunuh. --misalnya-dinyatakan sebagai manusia seperti manusia yang lain. (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi)." Beliau juga bersabda: "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (amal) seorang mukmin pada hari kiamat. perlunya privasi (kekuasaan atau Hai orang-orang yang beriman. atau mengambil harta tanpa alasan yang benar. (QS Al-Hujurat [49]: 2).

Yang melakukan kesalahan hendaknya dimaafkan. dan sesudah shalat isya . dan menyapa atau memanggilnya dengan sebutan buruk (baca Al-Hujurat [49]: 11-12) .. Abu Bakar dan banyak orang lain bersumpah untuk tidak lagi membantu Misthah. tidak wajar pula berprasangka buruk tanpa alasan. dan hendaklah mereka memaafkan. Setiap ucapan memerintahkan. dan memaafkan. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampuni kamu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS An-Nur [24]: 22).Hai orang-orang yang beriman. Karena itu. ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)-mu di tengah hari. atau menceritakan keburukan seseorang. sesungguhnya Allah senang terhadap orang yang berbuat baik.. Bahkan lebih tepat jika kita berbicara sesuai dengan keadaan dan kedudukan mitra bicara. Sebagian dari ciri orang bertakwa dijelaskan dalam Quran surat Ali Imran (3): 134. ketika Misthah --seorang yang selalu dibantu oleh Abu Bakar r. . putrinya.-menyebarkan berita palsu tentang Aisyah.a. Al-Quran Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia (QS A1-Baqarah [2]: 83). bahkan juga dianjurkan agar dijawab dengan salam yang lebih baik (QS An-Nisa' [4]: 86). dan orang-orang yang belum balig di antara kamu meminta izin kepada kamu tiga kali (yaitu waktu) sebelum shalat subuh. hendaklah budak-budak lelaki dan wanita yang kamu miliki. orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah dijalan Allah. Salam yang diucapkan itu wajib dijawab dengan salam yang serupa. Pemaafan ini hendaknya disertai dengan kesadaran bahwa yang memaafkan berpotensi pula melakukan kesalahan. (QS An-Nur [24): 58). yaitu: Maksudnya mereka mampu menahan amarahnya. Dan katakanlah perkataan yang benar (QS Al-Ahzab [33]: 70). Tidak wajar seseorang mengucilkan seseorang atau kelompok 1ain. serta berlapang dada. (bahkan) berbuat baik (terhadap mereka yang pernah melakukan kesalahan terhadapnya). Tetapi Al-Quran turun menyatakan: Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kaum kerabat(-nya). haruslah ucapan yang baik. serta harus berisi perkataan yang benar.

tetapi dalam Al-Quran ditemukan anjuran. bahkan dengan kata lain. "Setiap perusakan terhadap lingkungan harus dinilai sebagai perusakan pada diri manusia sendiri. tumbuhan. tumbuh-tumbuhan. Pada dasarnya. karena hal ini berarti tidak memberi kesempatan kepada makhluk untuk mencapai tujuan penciptaannya. Kekhalifahan mengandung arti pengayoman." Jangankan dalam masa damai. Ini berarti manusia dituntut untuk mampu menghormati proses-proses yang sedang berjalan. Keyakinan ini mengantarkan sang Muslim untuk menyadari bahwa semuanya adalah "umat" Tuhan yang harus diperlakukan secara wajar dan baik. dalam saat peperangan pun terdapat petunjuk Al-Quran yang melarang melakukan penganiayaan.Di dunia Barat. sehingga ia tidak melakukan perusakan. sering dinyatakan. walaupun mereka amat membutuhkan (QS Al-Hasyr [59]: 9)." Binatang. dan terhadap semua proses yang sedang terjadi. bahwa "Anda boleh melakukan perbuatan apa pun selama tidak bertentangan dengan hak orang lain". maupun benda-benda tak bernyawa. dan benda-benda tak bernyawa semuanya diciptakan oleh Allah Swt. Dalam pandangan akhlak Islam. dan orang demikian dalam bahasa Al-Quran disebut al-muhsin. dan bersikap lemah lembut {terutama kepada wanita)-seorang Muslim yang mengikuti petunjuk-petunjuk akhlak Al-Quran tidak hanya pantas bergelar demikian. agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaannya. Yang demikian mengantarkan manusia bertanggung jawab. serta semua memiliki ketergantungan kepada-Nya. baik binatang. "Anda hendaknya mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan Anda sendiri. Akhlak terhadap lingkungan Yang dimaksud lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia."Tidak boleh diperlakukan secara aniaya. Jika ada orang yang digelari gentleman --yakni yang memiliki harga diri. . atau memetik bunga sebelum mekar. dan menjadi milik-Nya. sehingga semuanya --seperti ditulis Al-Qurthubi (W. pemeliharaan. melainkan lebih dari itu. seseorang tidak dibenarkan mengambil buah sebelum matang. serta pembimbingan. Kekhalifahan menuntut adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya dan manusia terhadap alam. berucap benar. 671 H) di dalam tafsirnya-. Karena itu dalam Al-Quran surat Al-An'am (6): 38 ditegaskan bahwa binatang melata dan burung-burung pun adalah umat seperti manusia juga. akhlak yang diajarkan Al-Quran terhadap lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah." Mereka mengutamakan orang lain daripada diri mereka sendiri. c.

tetapi itu pun harus seizin Allah. yang membawa rahmat untuk seluruh alam (segala sesuatu). tetapi Allah. maka itu semua adalah atas izin Allah . "Kamu sekalian pasti akan diminta untuk mempertanggungjawabkan nikmat (yang kamu peroleh). dalam arti harus sejalan dengan tujuan-tujuan penciptaan dan demi kemaslahatan terbesar. istilah penaklukan alam tidak dikenal dalam ajaran Islam. kecuali kalau terpaksa. melainkan juga dituntut untuk memperhatikan apa yang sebenarnya dikehendaki oleh Pemilik (Tuhan) menyangkut apa yang berada di sekitar manusia. bahkan mencabut atau menebang pepohonan pun terlarang.Jangankan terhadap manusia dan binatang. tentang firman-Nya dalam Al-Quran surat At-Takatsur (102): 8 yang berbunyi. demikian kandungan penjelasan Nabi Saw. Yang menundukkan alam menurut Al-Quran adalah Allah. atau bangsa. berdiri di atas pokoknya. dan jenisnya saja. Al-Quran menekankan agar umat Islam meneladani Nabi Muhammad Saw. Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta yang berada di antara keduanya. melainkan juga harus berpikir dan bersikap demi kemaslahatan semua pihak. Memang. bahkan . Manusia tidak sedikit pun mempunyai kemampuan kecuali berkat kemampuan yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. mengantarkan manusia kepada kesadaran bahwa apa pun yang berada di dalam genggaman tangannya. (QS Al-Hasyr [59]: 5). Untuk menyebarkan rahmat itu. manusia tidak mencari kemenangan. Apa saja yang kamu tebang dari pohon (kurma) atau kamu biarkan tumbuh. setiap angin sepoi yang berhembus di udara. kelompok. tidak lain kecuali amanat yang harus dipertanggungjawabkan." Dengan demikian bukan saja dituntut agar tidak alpa dan angkuh terhadap sumber daya yang dimilikinya. Mahasuci Allah yang menjadikan (binatang) ini mudah bagi kami. kecuali dengan (tujuan) yang hak dan pada waktu yang ditentukan (QS Al-Ahqaf [46]: 3). Pernyataan Tuhan ini mengundang seluruh manusia untuk tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. sedangkan kami sendiri tidak mempunyai kemampuan untuk itu (QS Az-Zukhruf [43]: 13) Jika demikian.. Keduanya tunduk kepada sehingga mereka harus dapat bersahabat. "Setiap jengkal tanah yang terhampar di bumi. dan setiap tetes hujan yang tercurah dari langit akan dimintakan pertanggungjawaban manusia menyangkut pemeliharaan dan pemanfatannya". Istilah itu muncul dari pandangan mitos Yunani yang beranggapan bahwa benda-benda alam merupakan dewa-dewa yang memusuhi manusia sehingga harus ditaklukkan.. Ia tidak boleh bersikap sebagai penakluk alam atau berlaku sewenang-wenang terhadapnya. keselarasan dengan alam. Nabi Muhammad Saw. Bahwa semuanya adalah milik Allah.

Ia tidak boleh diperbudak oleh benda-benda sehingga mengorbankan kepentingannya sendiri. *** Akhirnya kita dapat mengakhiri uraian ini dengan menyatakan bahwa keberagamaan seseorang diukur dari akhlaknya. Dan Dia (Allah) menundukkan untuk kamu. Sebelum Eropa mengenal Organisasi Muhammad Saw.[] . Beliau juga bersabda: Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (amal) seorang mukmin pada hari kiamat. melebihi akhlak yang luhur (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi). "Nama" memberikan kesan adanya kepribadian. Manusia dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. masih ada lagi prinsip taskhir. dan beri makanlah dengan baik. Manusia dalam hal ini dituntut untuk selalu mengingat-ingat. telah mengajarkan. berapa pun harga benda-benda itu. kendarailah. Pencinta Binatang Nabi Bertakwalah kepada Allah dalam perlakuanmu terhadap binatang. sekalipun benda-benda itu tak bernyawa. Di samping prinsip kekhalifahan yang disebutkan di atas. yang berarti penundukan. Ini berarti bahwa alam raya telah ditundukkan Allah untuk manusia. manusia tidak boleh tunduk dan merendahkan diri kepada segala sesuatu yang telah direndahkan Allah untuknya. Agama adalah hubungan interaksi yang baik. semua yang ada di langit dan di bumi semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya (QS Al-Jatsiyah [45]: 13). Nabi bersabda. Namun dapat juga berarti "perendahan". sedangkan kesan itu mengantarkan kepada kesadaran untuk bersahabat dengan pemilik nama. Namun pada saat yang sama. Ia tidak boleh diperbudak oleh benda-benda itu. Firman Allah yang menggunakan akar kata itu dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 11 adalah Janganlah ada satu kaum yang merendahkan kaum yang lain. bahwa ia boleh meraih apa pun asalkan yang diraihnya serta cara meraihnya tidak mengorbankan kepentingannya di akhirat kelak.memberi nama semua yang menjadi milik pribadinya.

Tugas Manusia/Tindakan Manusia Allah SWT menciptakan manusia dengan tujuan utama penciptaannya adalah untuk beribadah. Sedang arti akhlak secara istilah sebagai berikut. 5. Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan perilaku/perbuatan manusia. tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. 4. Macam-macam akhlak 1. Pembagian Akhlak Secara umum akhlak atau perilaku/perbuatan manusia terbagi menjadi dua. akhlak terhadap adik/kakak) Akhlak terhadap teman/sahabat. 3. Dan Allah SWT sangat membeci manusia yang melakukan tindakan merusak yang ada. tabiat . Akhlak terhadap diri sendiri Aklak terhadap keluarga (Orang tua. . Imam Al-Ghazali (1015-1111 M) mengatakan akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gambling dan mudah. Ibadah dalam pengertian secara umum yaitu melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. 2. dan jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia bisa berarti perangai. Ibnu Miskawaih (w. Sebenarnya kata akhlak berasal dari bahasa Arab.Akhlak Arti Akhlak Dalam kamus besar bahasa indonesia online kata akhlak diartikan sebagai budi pekerti. 421 H/1030 M) mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. akhlak yang baik/mulia dan kedua. Karena Allah SWT telah menjadikan diri dan lingkungan sekitar dengan lengkap dan sempurna. Maka karena Allah SWT membenci tindakan yang merusak maka orang yang cerdas akan meninggalkan perbuatan itu. Manusia diperintahkan-Nya untuk menjaga. aklak yang buruk/tercela. kelakuan. 6. teman sebaya Akhlak terhadap guru Akhlak terhadap orang yang lebih muda dan lebih tua Akhlak terhadap lingkungan hidup/lingkungan sekitar. dia sadar bahwa jika melakukan per buatan terlarang akan berakibat pada kesengsaraan hidup di dunia dan terlebih-lebih lagi di akhirat kelak. memelihara dan mengembangkan semua yang ada untuk kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Sementara itu. sebagai tempat hidup yang sebenarnya. Dan inti dari berkakhlak tersebut diatas intinya adalah berakhlak baik kepada Allah SWT. Maka intinya manusia harus berakhlak yang mulia. pertama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful