P. 1
Struktur Tersier Asam Nukleat

Struktur Tersier Asam Nukleat

|Views: 172|Likes:
Published by Yohanes Alvin

More info:

Published by: Yohanes Alvin on May 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2012

pdf

text

original

STRUKTUR TERSIER ASAM NUKLEAT Yohanes Alvin/7101004 Struktur Tersier DNA Struktur DNA yang double helix

tidak selamanya ditemukan dalam kondisi linear di dalam sel makhluk hidup. Ada struktur tersier DNA yang mungkin ditemukan di sel, yaitu superkoil, sirkuler dan cruciform. 1. Superkoil

Struktur superkoil pada DNA di gambar di atas merupakan model DNA kromosomal. Pada double stranded DNA, setiap 10 bp dapat terjadi puntiran antara kedua strand DNA tersebut membentuk struktur superkoil. Bentuk superkoil DNA sendiri ada dua jenis, yaitu superkoil negatif dan superkoil positif. Pada superkoil negatif, tekanan puntirannya lebih tinggi daripada superkoil positif. Bentuk superkoil seperti ini membuat DNA lebih kompak dan lebih mudah mengendap selama sentrifugasi dibandingkan DNA yang non superkoil. 2. Sirkuler

Biasanya ditemukan dalam bentuk sirkuler terbuka, dimana ada “nick” di strukturnya. Namun, bisa juga ditemukan sirkulernya tertutup dengan bantuan ikatan kovalen. Untuk membedakan struktur sirkuler terbuka dan tertutup ini, tidak dapat hanya menggunakan gel elektroforesis.

Cruciform Bentuk tersier kedua DNA adalah cruciform. Hal ini dapat membuat DNA tampak seperti loop. 1.3. atau biasa disebut bentuk silang. Ada dua jenis RNA yang mempunyai struktur tersier. Struktur tersier tRNA . terutama bila ditemukan basa yang komplementer atau biasa disebut palindrom. Struktur cruciform ini mempunyai dua sumbu simetri pada pusatnya dan menciptakan situs pengenalan yang spesifik untuk DNA mengikat protein. Struktur Tersier RNA RNA yang single strand juga memiliki struktur tersier yang biasanya disebabkan oleh ikatan hidrogen yang terjadi pada satu strand itu sendiri. yaitu tRNA dan rRNA. Salah satu strand DNA dapat berikatan dengan dirinya sendiri.

Biasanya struktur tersier rRNA berbentuk pseudoknot. Struktur tersier tRNA ini menggabungkan struktur sekunder seperti hairpin loop ataupun stem loop. 2. Struktur tersier rRNA Struktur tersier dari rRNA biasanya membentuk subunit ribosom baik subunit besar maupun subunit kecil yang membentuk kesatuan ribosom. Contohnya seperti pada gambar di atas yang merupakan tRNA fenilalanin dari yeast. yang tidak stabil.Struktur tersier tRNA biasanya terjadi karena ikatan hidrogen antara basa-basa pada lingkar D dengan basa-basa pada lingkar . Pada gambar (a) merupakan hasil difraksi sinar X yang menggambarkan struktur tersier tRNA di tengah dari gambar tersebut. . Pada dasarnya pula pseudoknot akan berbentuk menyerupai tRNA. Sedangkan gambar (b) merupakan gambar tiga dimensi dari struktur tersier tRNA tersebut.

Biochemistry. New York: W.com/nature/journal/v482/n7385/full/nature10885.imb-jena.html.wmin. Tymoczko.virginia. Styrer.htm.web. diakses tanggal 5 Maret 2012 http://www. John L. Lubert. Jeremy M.html.Daftar Pustaka: Berg.H.nature. diakses tanggal 5 Maret 2012 http://www.de/ImgLibDoc/nana/IMAGE_NANA.htm. Freeman and Company Garret.topicArticleId-24594.html diakses tanggal 5 Maret 2012 http://www2. 2007.ac.ArticleId24594.cliffsnotes. Biochemistry: Sixth Edition..edu/heidi/chapter12/chp12frameset. Tersedia online di http://www. diakses tanggal 5 Maret 2012 .uk/~redwayk/lectures/analysis. Grisham.com/study_guide/DNA-and-RNA-Structures.. diunduh tanggal 4 Maret 2012 http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->