P. 1
APA ITU DESENTRALISASI

APA ITU DESENTRALISASI

|Views: 1,404|Likes:
Published by Bunga April

More info:

Published by: Bunga April on May 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2013

pdf

text

original

APA ITU DESENTRALISASI ?

BUNGA APRILLIA 2011851008 Mata Kuliah : Otonomi Daerah dan Kebijakan Pembangunan

Ada tiga azas dalam sistem pemerintahan daerah di Indonesia Menurut Undang-undang nomor 32 tahun 2004
 Desentralisasi dimaknai sebagai penyerahan wewenang

pemerintah oleh pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Dekonsentrasi didefinisikan sebagai pelimpahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.  Tugas Pembantuan adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah dan/atau desa dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa serta dari pemerintah kabupaten kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu.

.

UU No.Peraturan yang menyangkut otonomi daerah  .UU No. 5 Tahun 1974.UU No. .UU No.UU No.UU No. 1 Tahun 1957. . tantang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah. XV Tahun 1998.  . . tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah. XXI Tahun 1966.Tap MPR No. tentang pemberian otonomi seluas-luasnya Kepada Daerah. 22 Tahun 1948. tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah. . . tentang Komite Nasional Daerah.Tap MPRS No. . (tetapi tidak pernah ditindak lanjuti oleh rejim Orde Baru). 1 Tahun 1945. tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintahan Pusat dan Daerah .UU No. tentang Pemerintahan Daerah. 22 Tahun 1999. 18 Tahun 1965. . Undang-Undang Pokok tentang         Pemerintahan Daerah. 25 Tahun 1999.

Ruang lingkup otonomi daerah ( UU No 22 Tahun 1999 )  Pemerintah Pusat. Wilayah Administrasi Instansi Vertikal Pejabat yang berwenang kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundangundangan.  Pemerintah Daerah   Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  Pemerintahan Daerah  Desentralisasi  Dekonsentrasi  Tugas Pembantuan  Otonomi Daerah adalah    Daerah Otonom.      Kecamatan Kelurahan Desa Kawasan Perdesaan Kawasan Perkotaan . adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. selanjutnya disebut Daerah.

DESENTRALISASI Pengertian  Desentralisasi dimaknai sebagai penyerahan wewenang pemerintah oleh pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (UU No 32 tahun 2004)  Decentralization—the transfer of authority and responsibility for public functions from the central government to subordinate or quasi-independent government organizations and/or the private sector—is a complex multifaceted concept (world bank) .

Pengertian desentralisasi menurut para ahli  Menurut Hoogerwarf : desentralisasi adalah pengakuan atau penyerahan wewenang oleh badan publik yang lebih tinggi kepada badanbadan publik yang lebih rendah kedudukannya untuk secara mandiri dan berdasarkan kepentingan sendiri mengambil keputusan di bidang pengaturan (regelendaad) dan di bidang pemerintahan (besttuursdaad)  Litvack & Seddon (199:2) mengemukakan bahwa desentralisasi adalah : transfer of authority and responsibility for public function from central to subordinate or quasi independent government .

devolution.  Sementara Rodinelli dan Cheema (1983:18) mendifinisikan desentralisasi sebagai the transfer of planning decision making. or non government organization. local government.  Cohen dan Peterson (1999): yang mana jenis desentralisasi terbagi dalam deconcentration. financial . or administrative authority from central government to its field organization. Mawhood (1987:4) desentralisasi sebagai the devolution of power from central to local government. local administrative units. dan delegation ( yang mencakup pula privatisation ). lebih jauh Cohen dan Peterson mendefinisikan dekonsentrasi : the transfer of authority over specified decision making. semi autonomous and parastatal organization.

yaitu : .Rodinelli yang membedakan bentuk desentralisasi.

Tujuan Desentralisasi  Membebaskan pemerintah dari beban-beban yang tidak perlu dalam menangani masalah domestik  Pemerintah Pusat diharapkan lebih mampu konsentrasi dalam kebijakan makro nasional yang bersifat strategis. .

Tipe Desentralisasi Desentralisasi Politik Desentralisasi Administratif Desentralisasi Fiskal Desentralisasi ekonomi dan pasar .

 Desentralisasi Politik mensyaratkan adanya reformasi konstitusi. . penguatan lembaga legislatif. dan adanya dukungan dari kelompok-kelompok masyarakat yang efektif (LSM).Desentralisasi Politik  Desentralisasi Politik bertujuan untuk memberikan kekuatan yang lebih kepada para wakil rakyat dalam membuat kebijakan publik. Hal ini mencerminkan dukungan terhadap demokratisasi yang diberikan oleh warga negara atau perwakilannya dalam pemerintahan dengan maksud untuk mempengaruhi formulasi dan implementasi kebijakan. adanya partai-partai politik. membuat badan/lembaga politik di tingkat lokal/daerah.

tanggungjawab terhadap sumber keuangan atas pelayanan publik dari untuk pemerintahan di berbagai tingkatan. delegasi dan devolusi .Desentralisasi Administratif  Desentralisasi Administratif mencakup kepada kewenangan redistributif .  3 bentuk desentralisasi administratif : dekonsentrasi.

manajemen untuk untuk unit-unit yang berada pada pemerintah daerah.  Devolusi : ketika pemerintah pusat memberikan fungsinya. mereka menyerahkan kewenangan untuk membuat kebijakan.3 bentuk desentralisasi administratif  Dekonsentrasi : pelimpahan wewenang dari Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah dan atau perangkat pusat di Daerah  Delegasi : melalui delegasi pemerintah pusat menyerahkan tanggungjawab dalam membuat keputusan dan secara administratif dari fungsi-fungsi publik kepada organisasi semi otonom yang tidak secara keseluruhan dikontrol oleh pemerintah pusat. mengurus masalah keuangan. . tetapi pada akhirnya tetap harus ada pertanggunga jawabannya.

pemerintah lokal sepenuhnya memiliki kewenangan untuk menggunakannya dan membuat kebijakan atas pengeluaran keuangan tersebut.Desentralisasi Fiskal  Tanggung jawab secara finansial merupakan komponen utama dari desentralisasi. Jika pemerintah lokal dan organisasi privat menggunakan fungsi desentralisasi secara efektif mereka seharusnya mendapatkan keuntungan.  Ketika pemerintah pusat memberikan sejumlah uang untuk dipergunakan untuk melaksanakan pelayanan publik. .

 Privatisasi : suatu cara pemerintah dalam menyerahkan kewenangan dari suatu pelayanan atau barang publik untuk dikelola oleh sektor privat. Cara ini tidak sematamata diserahkan begitu saja tetapi lebih kepada pemanfaatan desentralisasi ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dari pengelolaan swasta terhadap suatu kebijakan tertentu. Contoh: hadirnya PMA (penanam modal asing).Desentralisasi ekonomi dan pasar Bentuk desentralisasi yang sangat lengkap dari presepektif pemerintah yaitu privatisasi dan deregulasi. sehingga pemerintah dapat mengijinkan adanya kompitisi diantara sektor privat dalam menyediakan pelayanan publik. . dimana terdapat tanggung jawab fungsi yang dialihkan dari publik ke privat sektor. Contoh : Telkom Indonesia  Deregulasi : deregulasi mengurangi dampak dari suatu monopoli yang dilakukan oleh pemerintah.

4 Aspek perhatian dalam desentralisasi belakangan ini. kegiatan itu menelan banyak biaya dan energi masyarakat. dalam kebijakan dana transfer utamanya dana alokasi khusus (DAK). Banyaknya daerah otonom hasil pemekaran wilayah. 3. Dampak lain dari aspek tersebut.“ 2. Aspek keempat. "Menyebabkan kejenuhan terhadap proses politik di daerah itu sendiri." . 4. pemilihan kepala daerah menjadi sangat sering dilakukan. Kewenangan kepala daerah yang mutlak dalam merekrut aparat dan penempatan pejabat di daerahnya dapat mengurangi derajat profesionalisme birokrat di daerah. Kasus : Indonesia 1.. Mengenai masalah pengelolaan anggaran di daerah otonomi yang sebagian besar masih bersumber pada APBN serta kesatuan antara APBN dan APBD sebagai instrumen terpadu bagi kesejahteraan rakyat. Akibatnya. "Acapkali ditemui kurang sinkronnya antara agenda yang diarahkan dari pusat dengan prioritas daerah. Padahal.

Contoh Kasus  Banyaknya WNI yang hijrah ke negara lain untuk bekerja merupakan dampak dari pemerintah Indonesia yang belum mampu memberikan pekerjaan yang layak di negara sendiri. untuk memperpendek rantai persoalan TKI akibat kebijakan yang sentralistik. Hal ini menjadi rumit ketika banyak TKW yang pulang ke Indonesia dengan luka-luka di badannya. gaji tidak dibayarkan dan terjerat kasus pembunuhan karena haknya tidak dipenuhi oleh majikannya. S. dengan melihat kepentingankepentingan perlindungan yang lebih komprehensif. (Sumber : Ismantoro Dwi Yuwono. Hak dan kewajiban . Sehingga pemerintah daerah dapat berperan lebih aktif dengan kebijakan lokal yang disesuaikan dengan kompetensi daerahnya masing-masing..H.  Melihat hal ini. bahwa seharusnya undang-undang perlindungan TKI (UU NO 39 Tahun 2004) harus memuat prinsip desentralisasi.

dan divonis hukum penggal oleh pemerintah Arab Saudi Pemilihan umum bentuk desentralisasi politik . kasus pembunuhan majikan.Ruhyati.

Pelayanan KTP di Aceh sebagai implementasi desentralisasi administrative Memperjuangkan Anggaran Daerah merupakan implementasi Desentralisasi fiskal .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->