P. 1
fonologi

fonologi

|Views: 515|Likes:
Published by Hasrul Lallo

More info:

Published by: Hasrul Lallo on May 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2013

pdf

text

original

Materi perkuliahan fonologi bahasa Indonesia tanggal 25 Septeber 2007, pada pertemuan pertama, dosen pembimbing memberikan materi

pembahasan mengenai: 1. Pengertian Fonologi 2. Fonetik 3. Klasifikasi bunyi 4. Fonemik 5. Perubahan Fonem Tujuan instruksional umur yaitu 1. Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui unsur-unsur yang terdapat di dalam fonologi 2. Sumber bacaan / materi: a). Leonard Bloomfield: Language (Bahasa) terjemahan (I. Sutikno) ((hl. 1-17, 40-55) b). Abdul Chaer: Linguistik Umum (1-6, 33-56, 59-69, 71-80, 100-324) c). Dell Hymes: Cultural and Society, A Reader in Linguistics and Antropology (hl. 36) d). Peter Trudgill: Sociolinguistics, An Introduction to Language and Society (hl. 13-51) e). Sri Utami Subyakto dan Nababan: Psikolinguistik Suatu Pengantar (hl. 3782) 3. Sub pokok bahasa fonologi a) Perbedaan fonetik dengan fonemik b) Objek kajian c) Manfaat mempelajari fonologi Uraian Pembahasa materi 1. Pengertian fonoloogi Fonologi adalah sebuah ilmu tanpa cabang ilmu bahasa yang mempelajari tentang bunyi itu dapat dibedakan arti atau tidak. Ada 3 jenis fonetik yaitu: a) Fonetik artikulatoris / organis / sosiologis Adalah mempelajari mekanisme alat-alat ucap manusia bekerja menghasilkan bunyi dan diklasifiksikan b) Fonetik Akustik Adalah merupakan bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau fenomena alam. Bunyi itu khusunya pada frekuensi getaranya, amplitudonya, intensitasnya dan timbernya. c) Fonetik audiotoris Adalah berkaitan dengan bidang kedokteran 2. Objek Kajian fonologi bunyi bahasa menggunakan 3 bahasa yaitu: bahasa lisan, bahasa tulisan, dan bahasa isyarat. 3. Manfaat mempelajari fonologi a) Dapat membedakan pelafalan antar bunyi bahasa yang satu dengan yang lain atau dengan bunyi bahasa yang lain; misalnya / F / dengan / V / P /. b) Menerapkan bunyi-bunyi bahasa dengan tepat Pada pertemuan kedua tanggal 2 Oktober 2007, pembahasan materi mengenai klasifikasi bunyi: 1. Bunyi vokal yaitu bunyi yang dapat dilafalkan tanpa hambatan 2. Bunyi konsonan adalah bunyi yang mendapat hambatan dalam pelafalannya

tau biasa juga disebut dengan vokal rangkap misalnya: Pantai menjadi pante. Reformasi : Perubahan 3.3. Adisi artinya : Tambahan 2. hi. 5. kerbau menjadi kerbo. Depan i e a Belakang u Atas Tengah o Bawah Catatan tambahan: 1. Geminasi artinya penggunaan konsonan rangkap dalam sebuah kata Misalnya : (manre) ”makan”. Harmoni foner adalah penambahan vokal yang sama pada akhir sebuah kata. Julianti : 07 20717 089 . ”calla” (pukul) Contoh bahasa Indonesia yaitu: Motor Garis Botol Contoh bahasa bantu yaitu: Motoroq Garisiq Botoloq Catatan: Ketiga contoh bahasa bantu di atas merupakan harmoni foner. Catatan: yang berakhir dengan ”ai” yang tidak bisa dilebur / melebur 4. hu. pulau menjadi pulao. Renovasi : Perbaikan Nama Nim : A. Diftong yaitu dua buah vokal yang mengalami perubahan bunyi seperti : .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->