MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS RENDAH

Materi Pembelajaran Pemulaan

Membaca permulaan merupakan tahapan proses belajar membaca bagi siswa sekolah dasar kelas awal. Siswa belajar untuk memperoleh kemampuan dan menguasai teknik-teknik membaca dan menangkap isi bacaan dengan baik. OLeh karena itu guru perlu merancang pembelajaran membaca dengan baik sehingga mampu menumbuhkan kebiasan membaca sebagai suatu yang menyenangkan. Suasana belajar harus dapat diciptakan melalui kegiatan permainan bahasa dalam pembelajaran membaca. Hal itu sesuai dengan karakteristik anak yang masih senang bermain. Permainan memiliki peran penting dalam perkembangan kognitif dan sosial anak. Pembelajaran membaca di SD dilaksanakan sesuai dengan pembedaan atas kelas-kelas awal dan kelas-kelas tinggi. Pelajaran membaca dan menulis di kelas-kelas awal disebut pelajaran membaca dan menulis permulaan, sedangkan di kelas-kelas tinggi disebut pelajaran membaca dan menulis lanjut. Pelaksanaan membaca permulaan di kelas I sekolah dasar dilakukan dalam dua tahap, yaitu membaca periode tanpa buku dan membaca dengan menggunakan buku. Pembelajaran membaca tanpa buku dilakukan dengan cara mengajar dengan menggunakan media atau alat peraga selain buku misalnya kartu gambar, kartu huruf, kartu kata dan kartu kalimat, sedangkan membaca dengan buku merupakan kegiatan membaca dengan menggunakan buku sebagai bahan pelajaran. Pembelajaran membaca permulaan diberikan di kelas I dan II. Kedua tingkatan tersebut bersifat kontinum, artinya pada tingkatan membaca permulaan yang fokus kegiatannya pada penguasaan sistem tulisan, Tujuannya adalah agar siswa memiliki kemampuan memahami dan menyuarakan tulisan dengan intonasi yang wajar, sebagai dasar untuk dapat membaca lanjut .Pembelajaran membaca pemulaan merupakan tingkatan proses pembelajaran membaca untuk menguasai sistem tulisan sebagai representasi visual bahasa.

Berdasarkan kurikulum Pendidikan dasar ( 2004 ) materi pembelajaran membaca tertuang dalam kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia dan mengacu pada KTSP sebagai berikut : Kelas I (Semester I ) 1. Persiapan (pramembaca) Sebelum pembelajaran membaca dan menulis pemulaan diajarkan kepada siswa maka perlu diberikan persiapan pramembaca dan pramenulis. Adapun persiapan pramembaca tersebut sesuai yang tercantum dalam kurikulum

Tahap persiapan pada awal semester I, siswa diajarkan

-

Bagaimana sikap duduk yang baik Cara meletakkan/ menempatkan buku di meja Cara memegang buku Cara membalik halaman buku yang tepat Memperhatikan gambar atau tulisan 1. Setelah pramembaca diajarkan :

-

Lafal dan intonasi kata dan kalimat sederhana ( menirukan guru ) Memperkenalkan huruf dalam kata dan kalimat secara bertahap sampai dengan 14 huruf. Kata-kata baru yang menggunakan huruf yang sudah dikenal siswa.

Semester 2. Pada semester ini Siswa diajarkan : 1. Lafal dan intonasi kata sudah dikenal dan kata baru ( huruf yang diperkenalkan 10 sampai 20 huruf ) 2. Puisi yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan usia siswa. 3. Bacaan lebih kurang 10 kalimat ( dibaca dengan lafal dan intonasi yang wajar) 4. Huruf capital pada awal nama orang, Tuhan, Agama.

Bacaan dengan kalimat –kalimat sederhana ( menggunakan huruf capital pada awal kalimat) untuk dapat dipahami isinya. materi pembelajaran dan kondisi siswa maupun sekolah. guru perlu mempertimbangkan tujuan pembelajaran. Apa yang dimaksud dengan membaca pemulaan ? Bagaimana merancang pembelajaran membaca di SD ? Sebutkan tahap – tahap membaca awal di kelas rendah ? Mengapa pembelajaran membaca di kelas I dan II dikatakan bersifat kontinum ? .Kelas 2 Semester 1. guru dapat mengembangkan salah satu aspek kognitif. Membaca nyaring ( 15 sampai 20 baris ) paragraph dengan lafal dan intonasi yang tepat dan wajar. karena dengan permainan ini dapat mendorong siswa berani tampil secara ekspresif. Semester 2 1. untuk ketrampilan berbicara guru dapat menyediakan jenis permainan dua boneka. Guru juga perlu mempertimbangkan materi pembelajaran. Cerita anak-anak 3. karena bentuk permainan tertentu cocok untuk materi tertentu. Dalam tujuan pembelajaran. Misalnya. Puisi anak-anak (dibaca secara berkelompok) Permainan juga dapat menjadi kekuatan yang memberikan konteks pembelajaran dan perkembangan masa kanak-kanak awal. 4. psikomotor atau sosial atau memadukan berbagai aspek tersebut. SOAL : 1. 2. Kalimat – kalimat sderhana ( untuk dipahami isinya) Huruf besar pada awal kalimat. Dialog tentang suatu kegiatan ( menggunakan tanda baca ) 4.Untuk memilih dan menentukan jenis permainan dalam pembelajaran membaca permulaan di kelas. 3. 2.

Membaca permulaan merupakan tahapan proses belajar membaca bagi siswa sekolah dasar kelas awal. yaitu: membaca periode tanpa buku dan membaca dengan menggunakan buku. seperti melompat. lari. Pembelajaran membaca tanpa buku dilakukan dengan cara mengajar dengan menggunakan media atau alat peraga selain buku misalnya kartu gambar. Tujuannya adalah menyediakan pengalaman belajar yang member kesempatan murid mempraktikkan operasi-operasi itu. Pembelajaran membaca di kelas rendah dirancang sesuai dengan kurikulum dan dipadukan dengan kreativitas sehingga mampu menumbuhkan kebiasan membaca sebagai suatu yang menyenangkan. kartu kata dan kartu kalimat. 3. membaca dengan buku merupakan kegiatan membaca dengan menggunakan buku sebagai bahan pelajaran. HAKEKAT PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS RENDAH A. memegang pensil dan sebagainya. membaca permulaan di kelas I sekolah dasar dilakukan dalam dua tahap. Karena pada tingkatan ini. HAKEKAT PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS RENDAH dan MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN (MMP) 1. HAKEKAT PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS RENDAH dan MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN (MMP) BAB I 1. 2. 1992) atau model interaksi dan transaksi (Brady. Model pembelajaran yang diasumsikan cocok untuk murid kelas rendah(I-II SD) adalah model pembelajaran yang lebih didasarkan pada interaksi sosial dan personal (Joy dan Weil. Permainan memiliki peran penting dalam perkembangan kognitif dan sosial anak. pembelajaran membaca permulaan fokus kegiatannya pada penguasaan sistem tulisan.Suasana belajar harus dapat diciptakan melalui kegiatan permainan bahasa dalam pembelajaran membaca. .JAWABAN 1. Pembelajaran adalah upaya mengkreasi lingkungan dimana struktur kognitif murid dapat muncul dan berubah. Hal itu sesuai dengan karakteristik anak yang masih senang bermain. 1989) dari pada menggunakan model-model pembelajaran behavioral dan ekspositoral. kartu huruf. TEORI PEMBELAJARAN DI KELAS RENDAH Karakteristik anak usia SD yang telah mampumelakukan koordinasi antara otak dan otot nya sehingga mereka selalu aktif bergerakmmelakukan aktivitas baik permainan maupun gerakan gerakan jasmaniah lainnya. 4.

. 6) Belajar sambil bermain dan berbuat. 1992). 3) Merumuskan tugas dan mengorganisasikan pelaksanaannya. 3) Dikaitkan antara teori dan praktik.Dari model-model tersebut dapat diidentifikasi berbagai prinsip pembelajaran yakni sebagai berikut: 1) Libatkan murit supaya belajar aktif. Maksudnya siswa diajak berfikir tentang tugas kelompok yang telah diberikan oleh pengajar. Maksudnya guru dalam menerangkan tugas kelompok yang diberikan. media pembelajaran dan alat-alat peraga harus memenuhi keperluan pembelajaran ini. Maksudnya setelah soal kelompok selesai dikejakan bersama-sama. 1. Sistem pendukung Perlengkapan sekolah seperti pepustakaan. aktivitas kelompok muncul dengan petunjuk dari guru. Prinsip-prinsip reaksi Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu murid merumuskan rencana. tetapi pelaksanaan model-model belajar itu untuk kelas rendah masih harus disesuaikan dan disederhanakan lagi. 2) Murid mengeksplorasi reaksi terhadap situasi itu. Pertemuan kelompok (partner-partner dalam belajar) a. B. 6) Mengulangi kegiatan lagi 1-5 jika hasil menganalisis kurang memadai. c. Merekalebih paham jika menggunakan media konkrit. Di samping itu juga hendaknya dimungkinkan untuk dapat mmenggunakan media di luar ruangan. Guru juga berfungsi sebagai konselor akademik. MODEL PEMBELAJARAN DI KELAS RENDAH Berikut ini dikemukakan deskripsi umum dari model-modelpembelajaran itu (Joice dan Weil. Maksudnya siswa mulai mengerjakan tugas kelompok lalu mendiskusikan dengan teman sekelompok. tindakan dan mengatur kelompok serta mengarahkan kegiatan sesuai dengan yang diinginkan. 2) Didasarkan pada perbedaan individual. Murid dan guru mempunyai status yang sama kecuali peranan dari masing-masing. 5) Bombing anak supaya berani dalam mengambil resiko dan belajar dari kesalahan. b. 5) Menganalisis kemajuan dan proses. 4) Kembangkan komunikasi dan kerjasama dalam belajar. 4) Mempelajari secara independen dan kelompok. Karena usia SD kelas rendah ini susah jika diberi media abstrak. 7) Sesuaikan pembelajaran dengan taraf perkembangan kognitif yang masih pada taraf operasi konkrit. d. Langkah-langkah pembelajaran 1) Murid menghadapi situasi “puzzling” (baik direncanakan atau tidak) yang diidentifikasim oleh guru sebagai obyek studi. Siswa diharapkan mempelajari hasil belajar kelompoknya baik individu maupun bersama-sama. Sistem social yang diperlukan Sistem sosialnya adalah demokratis.

2. Role playing (bermain peran) a. 2) Memilih partisipan • Menganalisis peran-peran dan memilih pemain peran 3) Menetapkan tahapan • Menetapkan alur laku (action) • Menyatakan kembali peran-peran • Memasukim situasi masalah 4) Menyiapkan pengamat • Menetapkan apa yang harus diamati • Member tugas pengamatan pada murid 5) Pelaksanaan • Melaksanakan role playing. Isi diskusi atau tema dan pelaksanaan umumnya ditentukan oleh murid. dan menyimpulkan respon-respon mereka. b. kemudian menyimpulkan prinsip-prinsip umum tingkah laku. c. menjelaskan prosedur pelaksanaan role playing. parafrase. Sistem pendukung . Langkah-langkah pembelajaran 1) Mengidentifikasi atau memperkenalkan masalah. Menginterpretasi latar belakang masalah dan isu-isu. Tingkatkan kesadaran-kesadaran siswa tentang pandangan dan perasaan sendiri melalui refleksi. Bantu murid menggali berbagai sisi situasi masalah dibandingkan dengan pandangan-pandangan lain. Sistem sosial yang di perlukan Model ini tersusun secara moderat. Tekankan bahwa ada berbagai cara memainkan peran dan juga ada banyak cara untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Guru mengemukakan langkah-langkah dan mengarahkan murid dalam pelaksanaan setiap langkah. d. Prinsip-prinsip reaksi Terimalah semua respon murid tanpa mengevaluasi. dan membuat masalah menjadi jelas. menjaga keberlangsungan pelaksanaan dan menghentikannya 6) Diskusi dan evaluasi • Menelaah kembali pelaksanaan role playing • Mendiskusikan focus utama role playing • Menyiapkan pelaksanaan ulang role playing 7) Pelaksanaan ulang • Berganti peran (yang berlawanan) misalnya semula berperan sebagai anak sekarang sebagai ibu 8) Diskusi dan evaluasi • (lihat langkah keenam) 9) Berbagi pengalaman dan generalisasi • Menghubungkan masalah yang diperankanitu dengan pengalaman nyata dan masalahmasalah yang ada saat ini.

menyanyi. Mencakup keempat aspek yaitu: . Pendekatan komunikatif Komunikatif adalah pembelajaran bahasa yang mengemukakan kemampuan penggunaan menggunakan bahasa dalam konteks komunikasi (keterampilam wicara dan menulis. Guru sebagai evaluator 4. Pendekatan integrative dan tematik Yang dimaksud dengan pendekatan integrative adalah pendekatakan pembelajaran bahasa yang disajikan secara utuh tidak terpotong-potong dan bersumber pada satu tema. struktur dan kosa kata tidak disajikan sebagai pokok bahasan yang berdiri sendiri karena kosa kata. bercerita dan bermain drama. meningkatkan wawasan. misal tempat yang agak luas. b. c. integrative dan komunikatif a. prakmatik dan struktur telah tercakup dalam pengajaran keempat keterampilan pembelajaran bahasa tersebut. Peran guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah a. misalya mengungkapkan berbagai informasi yang didapat secara lisan dan tulis. Guru sebagai innovator e. 2) Pembelajaran bahasa untuk melatih kepekaan siswa. Guru sebagai pembimbing b. Prinsip-prinsip pengajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan komunikatif sebagai berikut: 1) Pragmatic. 4) Pembelajaran bahasa juga diarahkan untuk membekali siswa menguasai bahasa lisan dan tulis. CBSA. Guru sebagai model c. Anggapan CBSA identik sebagai belajar kelompok itu tidak benar. Guru sebagai administrator d. Maksudnya siswa tidak hanya diinformasikan secara lugas atau langsung tetapi harus mampu juga memahami informasi yang disampaikan. Pendekatan mengajar Ada beberapa pendekatan yang masih dominan digunakan dalam pembelajaran bahasa yaitu pendekatan komunikatif. 3. mengembangkan kemampuan hayati keindahan karya sastra seperti: membaca puisi.Role playing hanya memerlukan sedikit saja material pendukung kecuali kondisi awal. 3) Pembelajaran bahasa selain untuk meningkatkan keterampilan berbahasa juga menungkatkan untuk bernalar. Yang perlu dipahami dalam pelaksanaan CBSA adalah anak dapat belajar secara kelompok ataupun individual. Pendekatan cara belajar siswa aktif (CBSA) Yang dimaksud dengan CBSA adalah cara belajar yang mengutamakan kadar keterlibatan siswa secara aktif baik fisik maupun mental. benda-benda dilingkungan sekitar atau dari alam.

 Prinsip-prinsip pengajaran tema Tema harus terkait langsung dengan pengalaman hidup nyata anak-anak dan harus dikembangkan atas dasar pengetahuan yang telah mereka miliki. emosi. Menemukan cara-cara untuk melibatkan anggota keluarga anak. Setiap tema harus menyajikan konsep untuk diselidiki dan ditemukan oleh anak-anak. Setiap tema harus didukung oleh bahan yang cocok untuk diteliti oleh anak. Informasi yang berkaitan dengan tema harus disampaikan kepada anak melalui kegiatan pengalaman langsung. Melatih kemandirian. latar belakang budaya.1) Mendengarkan 2) Berbicara 3) Membaca dan 4) Menulis misalnya: “Tema kesehatan” Keempat aspek tersebut bersumber pada kesatuan tema kesehatan. Setiap tema merupakan pengikat dari isi atau bahan dari proses pembelajaran. Tema harus memungkinkan untuk memadukan beberapa bidang pengembangan yang ada dalam program. serta mengembangkan harga diri yang positif. Penekanannya. Karakteristik pengajaran tematik Memberikan pengalaman langsung tentang obyek-obyek yang riil bagi siswa. Integrative materi juga diikat oleh sebuah tema. fisik. Memberikan kegiatan dan kebiasaan-kebiasaan yang ditujukan untuk mengembangkan semua aspek perkembangan anak (kognitif. dan sebagainya) Mengakomodasikan kebutuhan-kebutuhan siswa untuk bergerak dan melakukan aktifitas fisik dan interaksi sosial. pengalaman di dalam keluarga yang dibawa anak ke dalam kelas atau proses pembelajaran. sosial. Menghargai perbedaan individu. Memberikan kesempatan untuk bermain sebagai alat untuk menerjemahkan pengalaman ke dalam suatu permainan. Kegiatan yang berkaitan dengan tema harus menyajikan berbagai materi kurikulum dan caracara yang melibatkan anak-anak. Membantu anak-anak mengembangkan pengetahuan dan keterampilan baru yang didasarkan pada hal-hal yang mereka ketahui dan telah mereka dapat lakukan sebelumnya. Isi atau materi yang sama harus diberikan lebih dari satu kali (berulang-ulang) dan dikembangkan ke dalam jenis-jenis kegiatan yang berbeda-beda. Menciptakan kegiatan sehingga anak-anak menggunakan semua pikirannya. guru harus membantu anak membangun konsep yang berhubungan dengan tema. .

melalui sub topik kedua. Anak-anak memiliki kesempatan untuk menemukan informasi-informasi penting melalui berbaga cara. Memungkinkan anak untuk memahami lebih.”Perancang Pembelajaran MMP”. dari berbagai bidang-bidang studi yang dipelajarinya.”pelaksanaan Pembalajaran MMP”. Bahan belajar mandiri ini (MMP) akan mencangkup beberapa bahasan sebagai berikut : 1. Sintetik). Bunyi. Melalui sub topik ketiga . Kedua materi keterampilan berbahasa ini dikemas dalam satu kemasan pembelajaran yang dikenal dengan MMP (Membaca Menulis Permulaan) A. MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN (MMP) Keterampilan menyimak dan berbicara. ini bukan berarti menghemat waktu dua jam menjadi satujam.Setiap tema harus dapat diperluas atau dapat direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan oleh anak. Suku kata. akan berkesempatan mengaplikasikan satiu-dua contoh metode dan rancangan pembelajaran MMP dalam praktik . Pelaksana pembelajaran MMP Pembahasan subtupik “metode MMP” meliputi pengenalan terhadap konsep-konsep dasar berbagai model/macam metode pembelajaran dalam MMP. Oleh karena itu. diperoleh seseorang ketika mereka memasuki pendidikan formal. Memungkinkan guru untuk menyajikan topik yang cukup luas dan mendalam serta memberikan kesempatan kepada semua anak dalam mempelajari materi. Global dan SAS (Struktur. Selanjutnya. Menghemat waktu. Pengenalan terhadap berbagai metode MMP. Keterampilan membaca dan menulis. dan penilaian. 2. dan 3.yang berkenaan dangan penyusunan rancangan pembelajaran MMP yang meliputi aspek tujuan. metode. Metode-metode yang dimaksud diantaranya adalah metode Eja. tetapi menghemat dalam arti dari berbagai bidang pelajaran yang diajarkan dapat disatukan ringkas dalam satu tema. keuntungan pengajaran tema Meningkatkan perkembangan konsep anak. Adanya keterlibatan kolektif mempelajari topik-topik khusus dapat meningkatkan keeratan kelompok. 2. kedua jenis keterampilan berbahasa ini merupakan sajian pembelajaran yang utama dan pertama bagi murid-murid di sekolah dasar di kelas awal. Perancang pembelajaran MMP. Mengintegrasikan atau menghubungkan isi dan proses belajar. Mendorong parapraktisi untuk menentukan fokus materi yang ada disekitar anak. yakni keterampilan berbahasa produktif. Analitik. Dapat diimplementasikan pada berbagai tingkatan kelas dan kelompok usia yang berbeda. materi. yang merupakan keterampilan berbahasa reseptif diperoleh seseorang untuk pertama kalinya di lingkungan rumah.

B.familiar dengan kehidupan anak menuju yang sulit dan mungkin meruoakan sesuatu yang baru bagi anak.u → bu (dibaca be.E.dan sebagainya. 2.pembelajaran yang utama adallah membaca dan menulis.yaitu membaca dan menulis permulaan. keberhasilan dalam menerapkan berbagai metode MMP akan lebih baik jika di tunjang oleh alat peraga.u → ku (dibaca ka.u menjadi b. Metode Bunyi Proses pembelajaran MMP melalui metode ini merupakan bagian dari metode eja. Kartu-kartu huruf. diharapkan dapat: 1.siswa diajak untuk berkenalan dengan suku kata dengan merangkai beberapa huruf yang sudah dikenalnya. dan lain-lain akan sangat berguna dalam menerapkan MMP. Merancang pembelajaran MMP berdasarkan suatu metode MMP tertentu. Misalnya: b. Dengan sasaran utamanya agar memiliki kemampuan membaca dan menulis pada tingkat dasar. .dari hal-hal yang mudah. Pemilihan bahan ajar untuk pembelajaran MMP hendaknya dimulai dari hal-hal yang konkret menuju hal-hal yang abstrak.C. Setelah mempelajari bahan belajar mandiri ini. gambar-gambar berlabel.D. kartu kalimat.kemudian anak-anak belajar menulis rangkaian huruf yang berupa suku kata. Berikut beberapa metode yang cocok di kelas rendah : A. Metode EJA Pada metode ini. kartu kata. Untuk pertam kalinya siswa baru diperkenalkan dengan lambang-lambang tulis yang biasa digunakan untuk berkomunikasi.u → bu) k. Setelah melalui tahap ini. Kedua jenis ketrampilan disajikan dalam satu kemasan yang disebut MMP.dan seterusnya).u → ku) bu-ku dilafalkan buku Setelah anak-anak menulis huruf lepas tersebut. Menjelaskan berbagai konsep dari berbagai konsep dari berbagai macam metode MMP.pedas. Prinsipn dasar dan proses pembelajarannya tidak jauh berbeda dengan metode eja di atas. METODE (MMP) Pada awal awal persekolahan siswa kelas 1 SD. Misal : Huruf b dilafalkan /eb/-d dilafalkan /ed/ : dilafalkan dengan e pepet seperti pengucapan pada kata benar. Huruf-huruf tersebut dihafalkan dan dilafalkan anak sesuai bunyinya menurut abjad.B.lemah. Melaksanakan model pembelajaran MMP berdasarkan salah satu metode MMP tertentu. Proses selanjutnya adalah pengenalan kalimat-kalimat sederhana. 3.k.pengejarannya dalam kelas.akrab. Perbedaannya terletak pada cara atau sistem pembacaan atau pelafalan abjad(huruf-hurufnya). papan planel.u.memulai pengajarannya dengan mengenalkan huruf alphabet(A. 3. Di samping itu.keras.

kata “nani” dieja menjadi : en. 4. 3.cu.biasanya menggunakan gambar.a → na en. D.selanjutnya anak mengalami proses belajar MMP.bu. setelah anak diperknalkan dengan beberapa kalimat. dituliskan sebuah kalimat yang kira-kira merujuk pada makna gambar tersebut.proses pembelajaran MMP diawali dengan pengenalan suku kata seperti ba. Sebagian orang menyebutkan “Metode Kata” atau “Metode Kata Lembaga”. Pembelajaran MMP dengan metode ini . Tahap pertama.dan huruf.perangkaian suku-suku kata menjadi kata. Misalnya : ini mimi ini mimi i-ni mi-mi i-n-i m-i-m-i E.ca. Metode SAS( Struktural Analitik Sintetik ) SAS merupakan salah satu jenis metode yang biasa digunakan untuk proses pembelajaran membaca dan menulis permulaan bagi siswa pemula.barulah proses pembelajaran MMP dimulai.seperti kalimat menjadi satuan-satuan yang lebih kecil. Tahap keempat.bi. Karena proses pembelajaran MMP dengan metode ini melibatkan serangkaian proses pengupasan. Melalui proses pengurai menjadi satuan-satuan yang lebih kecil. Tahap ketiga. 2.Dengan demikian.suku kata.bo.maka metode ini dikenal juga sebagai”Metode Kupas Rangkai”.seperti kata.perangkaian kata menjadi kalimat sederhana.dan perangkaian. Tahap kedua. Agar membantu pengenalan kalimat yang dimaksud.be.ce.pengenalan suku-suku kata. Metode Global (Metode Kalimat ) Proses pembelajaran MMP yang diperlihatkan melalui proses ini diawali dengan penyajian beberapa kalimat secara global. Selanjutnya.pengintegrasian kegiatan perangkaian dan pengupasan.i → ni → dibaca →nani C.co.ci. Suku-suku kata tersebut kemudian dirangkaikan menjadi kata-kata bermakna.dan seterusnya. Di bawah gambar dimaksud. Misalnya : ba-bi cu-ci ba-bu ci-ca bi-bi ca-ci Langkah-langkah pembelajaran MMP dengan metode suku kata adlah sebagai berikut : 1. Metode Suku Kata dan Metode Kata Pada metode ini.

Guru dapat memilih metode MMP yang paling tepat dan cocok. 4. Pada kegiatan belajar ketiga ini. Sehingga anak akan menemukan kembali wujud struktur semula. Metode terbaik adalah metode yang paling cocok dengan pembawa metode tersebut.yakni struktur kalimat. Suku kata menjadi huruf-huruf Pada tahap selanjutnya anak diajak menyimpulkan satuan-satuan bahasa yang telah terurai tadi dikembalikan lagi kepada satuannya semula. Kalimat menjadi kata-kata 2. melainkan konsep pokok langkah-langkah pembelajaran metode MMP tertentu. Masing-masing orang mempunyai gaya dan seni tersendiri dalam mengajar.suku kata menjadi kata. kita akan mencoba menampilkan salah satu contoh model pembelajaran MMP yang didasarkan pada pendekatan dan metode MMP tertentu. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN Berbekal konsep-konsep teoritis tentang MMP. Hal ini dimaksudkan untuk mambangun konsep-konsep kebermaknaan pada diri anak.yakni menjadi sebuah kalimat utuh. Misal : ini mama Ini mama i-ni ma-ma inimama i-ni ma-ma ini mama ini mama Dalam bermacam-macam metode yang biasa digunakan MMP dapat kita simpulkan bahwa tidak ada metode yang terbaik dan metode terburuk. Dan akan lebih baik jika struktur kalimat yang disajikan sebagai bahan pembelajaran MMP dengan metode ini adalah struktur kalimat yang digali dari pengalaman berbahasa si pembelajar itu sendiri. Prosespenguraian atau penganalisisan dalam pembelajaran MMP dengan metode SAS.kata-kata menjadi kalimat. Namun.mengawali pelajarannya dengan menampilkan dan mengenalkan sebuah kalimat utuh. . Mulamula anak disuguhi sebuah struktur yang memberi makna lengkap. Kata-kata menjadi suku – suku kata 3. penggunaan metode CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) hendaknya benar-benar dilaksanakan oleh setiap guru. Apa yang Anda perlu pahami disini bukanlah persoalan teknik dan strategi mengajar. sesuai dengan situasi dan kondisi siswanya. apa yang paling tepat digunakan oleh guru bagi pelajar pemula tidaklah begitu penting. Atau mungkin Anda mengajarkan MMP dengan pengalaman orang lain.yakni dari huruf-huruf menjadi suku kata. tentu Anda memiliki keinginan untuk menerapkan pelaksanaan pembelajaran MMP dimaksud secara nyata di dalam kelas. sebab mangajar itu adalah seni. model ini bukanlah satusatunya acuan yang terbaik. Mengenai pemilihan metode pembelajaran MMP.meliputi: 1. Tentu saja.

Menceritakan gambar Guru menceritakan gambar tersebut dengan memberi nama terhadap peran-peran yang terdapat di dalam gambar tersebut.A. Berikut ini akan disajikan salah satu model alternatif pembelajaran kegiatan permulaan tanpa buku. metode eja. Anda dapat menyebut “mama” untuk gambar ibu. Tema cerita dapat disesuaikan dengan tema-tema yang ada dalam GBPP. . c. Penamaan tokoh-tokoh hendaknya menggunakan hurufhuruf yang pertama-tama hendak dikenalkan kepada anak. d. Sebelum KBM dilakukan. dan menempelinya dengan tulisan sebagai keterampilan atas gambar tadi. GBPP dan Buku Paket dapat dijadikan acuan untuk penanaman tokoh-tokoh tersebut. a. Siswa bercerita dengan bahasanya sendiri Selanjutnya. dan dua anak(laki-laki dan perempuan). pilihan variasi-variasi kegiatan berikut. tenggang waktu tersebut dapat dipersingkat lagi. Mengenalkan bentuk-bentuk tulisan melalui bantuan gambar Pada fase ini. “nana” untuk gambar anak laki-laki. dan seterusnya). yakni belajar membaca tanpa buku. b. ”mimi”untuk gambar anak perempuan. guru melepaskan gambar-gambar tadi secara terpisah. Hal ini dapat berlangsung kira-kira 8-10 minggu. metode kata. Menunjukkan gambar Misalnya guru menunjukkan gambar keluarga yang terdiri atas ibu. Adapun langkah-langkah sebagai berikut. Sapaan-sapaan hangat dan berbagai pertanyaan ringan mereka akan membuat siswa termotivasi untuk betah dan belajar di sekolah. Selanjutnya. Misalnya. ayah. dan akrab dengan kehidupan anak. sebaiknya guru mengawalinya dengan berbagai kegiatan pra-KBM yang dapat merangsang dan menggali pengalaman berbahasa anak. Jika memungkinkan. satu-dua siswa diminta menceritakan kembali gambar tersebut dengan bahasanya sendiri. dan belajar membaca dengan menggunakan buku. 1. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN DI KELAS 1 SD Pembelajaran membaca permulaan bagi siswa kelas 1SD dapat dibedakan ke dalam 2 tahapan. Percakapan-percakapan ringan antara guru dan siswa sebelum kegiatan KBM dimulai merupakan langakah awal yang bagus untuk membuka pintu komunikasi. Hal ini dimaksudkan untuk menarik minat dan perhatian anak. dan “papa” untuk gambar ayah. Langkah-langkah Pembelajaran Membaca Permulaan Tanpa Buku Pembelajaran membaca permulaan tanpa buku berlangsung pada awal-awal pertama anak memasuki caturwulan kesatu. Sebagai contoh: di bawah gambar ibu tertera tulisan yang berbunyi “ini mama” atau “mama” (bergantung pada pemilihan metode MMP yang Anda gunakan: metode SAS. atau tema-tema yang diperkirakan menarik perhatian anak.

atau kalimat dengan bantuan kartu.e. proses pembelajaran membaca akan dimulai dari pengenalan struktur kalimat sederhana. Merangkai suku kata menjadi kata Anda dapat melakukannya seperti contoh diatas. Membaca tulisan bergambar Pada fase ini. Perhatikan ilustrasi berikut ini. menarik. kata. dan seterusnya. Jika menggunakan metode eja atau metode bunyi. Anda dapat mengembangkan model lain yang lebih kreatif. selanjutnya guru secara perlahan-lahan dapat menyingkirkan gambar-gambar tadi. Membuka tulisan tanpa gambar Setelah proses ini dilakukan. Mengenalkan huruf. Kegiatan ini dapat disertai dengan penyalinan bentuk tulisan ke papan tulis. ini mama ini mimi ini nana ini mama mimi ini mama nana g. Selanjutnya. pengenalan lambang tulisan akan diawali dengan pengenalan huruf-huruf melalui proses drill (teknik tubian) atau proses hafalan. dan cocok. guru dapat membuat wacana seperti berikut. Demikianlah model-model alternatif pengajaran membaca permulaan tanpa buku. Mengenalkan unsur kata /kalimat Mengenalkan unsur kata/suku kata Mengenalkan unsur suku kata/huruf Ada hal penting yang harus diperhatikan guru dalan menguraikan suku kata menjadi bunyi huruf-huruf. (Guru memerlihatkan kartu suku kata berbunyi /ma/) Guru : m a(suku kata diucapkan panjang dan bunyi /m/ didengungkan) Murid : m(panjang) Guru : Lalu? Murid : a (panjang) Merangkai huruf menjadi kata-kata bermakna Perhatikan contoh kartu-kartu huruf berikut serta bentukan-bentukan kata yang dihasilkannya. dan guru menyajikan wacana sederhana yang dapat memberikan keutuhan makna kepada anak. Berikut ini disajikan beberapa alternatif pengenalan berbagai unsur bahasa melalui kartu-kartu. namun kata yang digunakan untuk merangkai kata adalah kartu-kartu suku kata. Jika penggunaan metode global atau metode SAS. mari kita . dan siswa diupayakan untuk melihat bentuk tulisannya saja. Misalnya. guru mulai melakukan proses pembelajaran membaca sesuai dengan metode yang dipilihnya. f. suku kata.

Langkah-langkah Pembelajaran Membaca Menggunakan Buku Setelah Anda memastikan diri bahwa murid-murid Anda mengenal huruf-huruf dengan baik melalui pembelajaran membaca tanpa buku. Hal ini yang perlu Anda perhatikan dalam pembelajaran MMP adalah penerapan prinsip dan hakikat pembelajaran bahasa (dalam hal ini bahasa Indonesia). yaitu sebagai alat komunikasi. 2. Siswa diberi penjelasan mengenai fungsi dan kegunaan angka-angka yang menunjukkan halaman-halaman buku. barulah pembelajaran membaca dimulai. Mereka mungkin membuka-buka dan membolak-balik halaman demi halaman dari buku tersebut hanya sekedar untuk melihat-lihat gambarnya saja. Siswa diberi penjelasan dan petunjuk tentang bagaimana cara membuka halaman-halaman buku. ada yang langsung meminta contoh dari salah seoranng siswa yang dianggap sudah mampu membaca dengan baik. model pembelajaran bahasa harus .tulisan/judul luar. Perbedaannya terletak pada ajarnya. Selanjutnya. Membaca buku pelajaran (buku paket) 1. kartu-kartu. Langkah awal yang paling penting disini adalah bagaimana menarik minat dan perhatian siswa agar mereka merasa tertarik dengan buku (bacaan). atau cara lainnya. Pembelajaran membaca selanjutnya dapat dilakukan seperti contoh-contoh model pembelajaran membaca tanpa buku. 7. Siswa diberi buku (paket) yang sama dan diberi kesempatan untuk melihat-lihat isi buku tersebut. 4. 5. 3. jilid. Jika bacaan disertai gambar. agar buku tetap terpellihara dan tidak cepat rusak. a. Ada yang mengawalinya dengan pemberian contoh (membaca pola kalimat yang tersedia dengan lafal dan intonasi yang baik dan benar). Ada beberapa tawaran alternatif langkah pembelajaran permulaan dengan buku. Siswa diberi penjelasan singkat mengenai buku tersebut: tentang warna. Guru dapat mengawali pembelajaran ini dengan cara yang berbeda-beda. dan lain-lain. Salah satu prinsip pengajaran bahasa dimaksud adalah bahwa pembelajaran bahasa harus dikembalikan pada fungsi utamanya.lanjutkan dengan langkah-langkah pengajaran membaca permulaan dengan menggunakan buku. Siswa diajak untuk memusatkan perhatian pada salah satu teks/bacaan yang terdapat pada halaman tertentu. dan mau belajar dengan keinginannya sendiri. Membaca tanpa buku dilakukan dengan memanfaatkan gambar-gambar. antara lain sebagai berikut. Oleh karena itu. 2. langkah selanjutnya murid Anda mulai dikenalkan dengan lambang-lambang tulisan yang tertera dalam buku. tanpa terpaksa melakukannya. Sementara membaca dengan memanfaatkan buku sebagai alat dan sumber belajar. 6. sebaiknya terlebih dahulu guru bercerita tentang gambar dimaksud. dan sebagainya.

c. i(15 buah). sehingga gambar-gambar dimaksud menjadi berjudul. disamping mengajarkan membaca. b. kemudahan perolehan. atau kartu kata). anak diminta menempelkan kartu-kartu dimaksud di bawah gambar. misalnya melaluin kegiatan tanya jawab. disamping pemakaian kosakata yang juga dianggap sudah dikenal anak. Kosakata yang dipakai dalam bacaan tersebut hendaknya mengandung huruf-huruf yang sudah dikenal anak. apresiasi sastra. m(6 buah). g(2 buah). kartu suku kata. dan sebagainya. dan sebagai stimulus untuk membuat bacaan bersam.didasarkan pada pendekatan -pendekatan komunikatif-integratif. 3) Satu-dua buah gambar dipilih anak untuk bahan diskusi. usahakan mengajak siswa untuk membuat kalimat-kalimat tersebut disusun menjadi bacaan sederhana. Membaca buku dan majalah anak pilihan Pengenalan terhadap jenis bacaan lain selain buku ajar. asas kebermaknaan dan kebermanfaatan. guru juga memerlihatkan beberapa kartu (bisa kartu huruf. berbicara. 2) Di samping gambar. antara lain sebagai berikut. guru juga harus pandai menggali potensi anak dalam melakukan aktivitas berbahasa. Melalui arahan dan bimbingan guru. dan sejenisnya. e(4 buah). Pada kegiatan ini. s(2 buah). menulis. b) Disediakan kartu huruf yang terdiri atas huruf-huruf a (13 buah). seperti menyimak. Artinya.o(2 buah). langkah-langkah yang ditempuh. diharapkan guru dan siswa dapat membuat bacaan bersama. anak diminta menyebutkan gambar-gambar tersebut. 1) Guru menunjukkan beberapa gambar. p(2 buah). Untuk langkah awal. Membaca bacaan susunan bersama guru siswa Untuk menerapkan model ini. n(10 buah). r(2 buah) c) Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang gambar: 1) Siapakah nama anak perempuan ini? (ini mimi) 2) Siapakah nama anak laki-laki ini? (ini nana) 3) Yang mana kakanya? (mimi) 4) Yang mana adiknya? (nana) 5) Mereka naik apa? (sepeda) 6) Ada berapa roda sepeda dia? (ada tiga) 7) Dan seterusnya d) Kemungkinan wacana/bacaan yang dihasilkan bersama: ini mimi ini nana . Namun. tentu saja pemilihan buku dan majalah bebas itu perlu dilakukan guru dengan menimbang taraf kemampuan siswa. k(2 buah). sangat membantu anak dalam menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca sejak dini. Contoh: a) Guru menunjukkan gambar seoranganak perempuan yang membonceng seorang anak lakilaki dengan sepeda roda tiga. kemenarikan. bacaan-bacaan sederhana hendaknya menjadi pilihan utama.

Guru menunjukkan gambar seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Setiap tulisan itu kemudian dianalisis dan disintesiskan kembali. Pengenalan Huruf Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pembelajaran membaca permulaan. Langkah-langkah yang ditempuh pada kegiatan ini pada dasarnya hampir sama dengan kegiatan membaca bacaan susunan bersama guru siswa. Penekanan pembelajaran diarahkan pada pengenalan bentuk tulisan serta pelafalannya dengan benar. Tentu saja. Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut. guru memindahkan dan menuliskan kedua bentuk tulisan tersebut di papan tulis. yakni pengenalan huruf dan latihan. Hanya pada kegiatan ini lebih banyak melibatkan kegiatan siswa. d. c. Fungsi pengenalan ini dimaksudkan untuk melatih indra siswa dalam mengenal dan membeda-bedakan dan lambing-lambang tulisan. 1. baik gambar-gambar maupun kartu-kartu atau alat ajar lainnya. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENULIS PERMULAAN Langkah-langkah kegiatan menulis permulaan terbagi ke dalam dua kelompok. d. anak diminta memerhatikannya. serta contoh pengucapan dari bentuk tulisan yang sedang ditulis guru. Selanjutnya. b. Perhatikan contoh tulisan . Dua anak tersebut diberi nama “nani” dan “nana”. Guru hendaknya menulis secara perlahan-lahan dan anak diminta untuk memerhatikan gerakan-gerakan tangan. anak diminta menunjukkan mana “nani” dan mana “nana” sambil diminta menunjukkan bentuk tulisannya. a. pada kegiatan ini lebih banyak memerlukan alat banttu. Membaca bacaan susunan siswa secara berkelompok atau susunan siswa secara perseorangan. Misalnya guru hendak mengenalkan huruf a. dan n. B.nana adik mimi mimi dan nana naik sepeda sepeda roda tiga sepeda baru dari ibu 4) Guru menyajikan gambar yang sudah dilengkapi dengan bacaan hasil susunan bersama antara guru dan siswa sebagai bahan ajar membaca permulaan. Melalui proses tanya-jawab secara berulang-ulang. i. Guru mengenalkan nama kedua anak itu sambil menunjuk tulisan “nani” dan “nana” yang tertera di baawah masing-masing gambar. Mari kita perhatikan salah satu contoh pembelajaran pengenalan bentuk tulisan untuk murid kelas 1 SD. Guru berkelilling untuk mengontrol dan membimbing siswa atau kelompok siswa yang mengalami kesulitan.

di antaranya menyalin tulisan apa adanya sesui dengan sumber yang ada. sebaiknya disertai dengan kegiatan bercerita. Latihan gerakan tangan. . dan sebagainya. jika muridmurid Anda tidak memiliki fasilitas seperti itu. Agar kegiatan ini menarik. Mula-mula melatih gerakan tangan di udara dengan telunjuk sendiri. dan jemari anak ketika menulis. Ada beberapa cara mengeblat yang bisa dilakukan anak. kemudian anak menirukan gerakan tersebut dengan telunjuknya di udara. dada tidak menempel pada meja. guru hendaknya memberi contoh cara menulis dengan benar di papan tulis. atau sebaliknya dari huruf bersambung ke huruf cetak. Dengan demikian. Ujung jari. b. dari latihan sederhana menuju latihan yang kompleks. baik dari buku pelajaran maupun dari tulisan guru pada papan tulis. misalnya dengan menggunakan karbon. e. Latihan Proses pemberian latihan dilaksanakan dengan mengutip prinsip dari yang mudah ke yang sukar. Latihan menatap bentuk tulisan latihan ini dimaksudkan untuk melatih kordinasi antara mata. Ada petunjuk berharga yang dapat Anda ikuti. tidak kaku. dan memindahkannya ke jemari tangannya. atau dengan bantuan alat seperti pensil. c. Perhatikan petunjuk berikut dengan cermat. tangan kiri untuk menekan buku tulis agar tidak mudah tegeser. Ada beberapa bentuk latihan menulis permulaan yang dapat kita lakukan. ingatan. g. yakni menirukan atau menebalkan suatu tulisan dengan menindas tulisan yang sudah ada. Latihan ini hendaknya diberikan setelah dipastikan bahwa semua anak telah mengenal huruf dengan baik. kegiatan dilakukan berulang-ulang bersamaan dengan pembelajaran membaca permulaan. Latihan memegang pensil dan duduk dengan sikap dan posisi yang benar. Posisi badan ketika duduk hendaknya tegak.berikut. sehingga anak dapat mengingat bentuk kata/huruf dalam benaknya. Sebelum anak melakukan kegiatan ini. Ada beragam model variasi latihan menyalin. Latihan menghubung-hubungkan tanda titik yang membentuk tulisan. Kemudian dilanjutkan dengan latihan dalam buku latihan. Latihan dapat dilakukan pada buku-buku yang secara khusus menyajikan latihan semacam ini. menebalkan tulisan yang sudah ada. 2. telunjuk. Demikianlah seteerusnya. bulatan dengan telur. Latihan mengeblat. Tangan kanan berfungsi untuk menulis. f. antara lain berikut ini. Pensil diletakkan di antara ibu jari dan telunjuk. Latihan dapat dilakukan dengan menggunakan buku bergaris untuk latihan menulis atau buku otak. d. Pengawasan dan bimbingan harus dilakukan secara individu sampai seluruh anak terperhatikan. jarak anatara mata dengan buku kira-kira 25-30 cm. Setelah itu. menyalin tulisan dengan cara berbeda. menggunakian kertas tipis. barulah kegiatan mengeblat dimulai. misalnya dari huruf cetak ke huruf tegak sambung. dan jari tengah menekan pensil dengan luwes. Latihan menyalin. a. untuk melatih membuat garis tegak lurus. gambaran kata yang hendak ditulis tergores dalam ingatan dan pikiran siswa pada saat dia menuliskannya. guru dapat berceriya yang ada kaitannya dengan pagar. Latihan menulis halus/indah. Misalnya.

Pada kegiatan belajar 2 ini. Untuk ukuran dan bentuk tulisan. diingat. bagilah setiap baris halaman buku menjadi tiga.1) Untuk tulisan/huruf cetak. Persiapan mengajar ini biasanya dipersiapkan guru sebelum mereka melaksanakan kegiatanbelajar-mengajar secara operasional di dalam kelas. 1) Melengkapi huruf 2) Melengkapi sukun kata 3) Melengkapi kata j. organisasi belajar dan lain-lain. 2) Ukuran tulisan tegak bersambung. Perhatikan contoh berikut. 1) Guru menunjukkan suatu susunan gambar berseri. Rancangan Pembelajaran MMP Anda baru saja menyelesaikan kegiatan belajar 1 bahan belajar mandiri dengan baik. ingatan. h. kesiapan mental gurudan siswa. Mengarang sederhana dengan bantuan gambar. Latihan ini dimaksudkan untuk melatih siswa dalam mengordinasikan ucapan. yaitu: 1) Tujuan MMP 2) Materi MMP 3) Metode MMP 4) Penilaian MMP Yang dimaksud ndengan rancangan dalam pembicaraan kita kali ini adalah perencanaan kegiatan belajar-mengajar yang berbentuk persiapan mengajar. Untuk ukuran dan bentuk tulisan. Latihan melengkapi tulisan (melengkapi huruf. bagilah setiap baris halaman buku menjadi dua. alat dan sumber belajar. atau kata) yang secara sengaja dihilangkan. isi. 5. k. Menuliskan nama benda yang terdapat dalam gambar. dan maksud gambar. pendengaran. Persiapan mengajar biasanya dibuat para guru setelah sebelumnya mereka mempelajarai GBPP. dan program pengajaran (Program semester dan program tahunan). sehingga ucapan seseorang itu dapat didengar. 3) Siswa diberi tugas untuk menulis karangan sederhana. 2) Guru bercerita dan bertanya-jawab tentang tema. kita masih akan membicarakan ihwal MMP. Wujud persiapan mengajar ada yang tertulis. dan jari-jarinya (ketika menulis). i. perhatikan contoh berikut. dan dipindahkan ke dalam wujud tulisan dengan benar. Contoh yang tidak tertulis meliputi penguasaan materi. sesuai dengan penafsirannya mengenai gambar tadi. perhatikan contoh berikut. khususnya yang berkenaan dengan rancangan pembelajarannya terdapat empat hal pokok yang menjadi pokok pembicaraan kita dalam belajar ini. Latihan dikte/imla. atau sesuai dengan cerita gurunya dengan menggunakan kata-kata sendiri. suku kata. dengan langkah sebagai berikut. Satuan pelajaran (Satpel) atau rencana pengajaran (RP) merupakan salah satu contoh dari wujud persiapan mengajar secara tertulis. . program AMP (Analisis Materi pelajaran). ada juga yang tidak tertulis.

Tema merupakan alat untuk melakukan kegiatan berbahasa.isi pelajaran) yang harus diajarkan. Beberapa alternative tema yang ditawarkan untuk setiap semester dan peringkat kelasnya masing-masing. langkah selanjutnya adalah memilih dan menetapkan materi pembelajaran yang dipandand menunjang untuk pencapaian hasil belajar yang ditetapkan. Setelah menetapkan indicator hasil belajar. namun penyajian pembelajaran yang didasarkan atas tema-tema tertentu akan lebih mengarahkan kegiatan belajar-mengajar siswa dan guru. B. aspek pemahaman. Agar pembicaraan kita tidak terlalu meluas. A. dan kemampuan bersastra yang menjadi sasaran pembelajaran dengan aspek kebahasaan. Meskipun tema-tema itu bukan merupakan bahan (baca. Penyusun AMP dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut: 1) Hasil belajar yangn hendak dicapai 2) Tema yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut 3) Isi dan bahasa yang mendukungtema dalam menunjang pencapaian hasil belajar dan. dan aspek penggunaan. sebelum kita membiacarakan komponen-komponen persiapan mengajar secara tuntas. dan AMP (Analisis Metri Pembelajaran). komponen-komponen apa sajakah yang seharusnyaada persiapan mengajar? Baik. ditawarkan sebagai berikut: 1) Diri sendiri 2) Keluarga 3) Pengalaman 4) Budi pekerti 5) Kegemaran 6) Lingkungan . untuk memilih materi pembelajaran MMP yang cocok. Materi Pembelajaran MMP Sebelum membuat persiapan mengajar. Kedua hal tersebut merupakan penjabaran dari kompetensi dan hasil pembelajaran yang tercantum dalam GBPP SD 2004 Bhasa Indonesia. 4) Prosedur pembeljarn yang sesuai. dan merupakan paying yang membungkus kemasan peljaran bahasa Indonesia. saya persilahkan anda untuk memhami kurikulum tersebut. metode. Selain itu juga terdapat empat kemampuan berbahasa. terlebih dahulu para guru harus mengkaji GBPP. guru perlu mempertimbangkan tingkat kesesuaian materi itu dengan tema. yakni menyimak-berbiacara-membaca-menulis. terutama yang berkenaan dengan kompetensi dasar. dan focus pembicaraan. dan penilaian untuk siswa kelas 1. Kompetensi Dasar Dalam MMP Pda GBBP/Kurikulum SD 2004 terdapat kompetensi dasar harus dipahami guru agar dapat dimiliki oleh peserta didik. ada baiknya kita tinjau kembali kurikulum SD tahun 2004 Bidang studi Bahasa Indonesia.Masih ingatkah anda. program semester. materi.

Dengan kata lain. istilah metode sering disejajarkan dengan istilah pendekatan dan teknik. namun maknanya berbeda. Pokok-pokok masalah yang harus direnungkan dan dipikirkan merupakan dasar pandang seseorang yang berkenaan dengan filsafat keyakinan yang dianutnya. Jika pendekatan bersifat aksiomatik. Dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Pemilihan bahan ajar tetap hrus dilakukan guru. Untuk memahami konsep ketiga istilah dimaksud yang dikemukakan oleh Edaward M.Dari struktur materi pembelajaran MMP untuk kelas 1 cawu I lebih diarahkan pada pengenalan kalimat berita intransitive (KB + Kki) misalnya: • Ayah tidur • Paman datang • Adik duduk (dan seterusnya) Dari segi lafal. Untuk mmembantu ingatan dan pemahaman anda. Buku-buku teks atau buku ajar yang ditulis oleh berbagai pengarang dapat membantu para guru dalam menyusun atau membuat sendiri bahan ajar yang hendak disjikan. Pada bahan belajar mandiri 3 anda telah mempelajari materi ini. bukan berarti pemilihan bahan ajar boleh sembarangan. dan tanda baca. Pendekatan bersifat aksiomatik . Pemilihan salah satu oendekatan tertentu dapat dijabarkann kedalam beberapa metode pengajaran tertentu.Untuk pembelajaran MMP. . segi kemanfaatan bagi kehidupan anak. C. Pemilihan pendekatan tertentu akan melahirkan pemilihan metode dan teknik tertentu dalam pelaksanaan PBM didalam kelas. Ketiga istilah tersebut memiliki kaitan benang merah yang tidak terputus. didalam satu pendekatan mungkin terdapat banyak metode. Meskipun demikian. Teknik merupakan tindakan nyata guru dalam melaksanakan proses belajar-mengajar sebagai landasan/dasar berpikir bagi pelaksanaan bahasa. dan lain-lain. ejaan. segi bermakna. materi pembelajauran MMP. maka metode bersifat procedural. Method and technique. antara lain segi nilai pendidikan. Dalam bukunya berjudul Approach. Berbekal pengetahuan mengenai ketiga hal diatas. Cobalah baca ulang penjelasan mengenai hal itu sekali lagi. Tema dan bahan ajar hanyalah merupakan alat bagi siswa untuk melakukan kegiatan berbahasa. dengan berpedoman pada berbagai criterigi. intonasi. Metode Pembelajaran MMP Ada hal penting yang harus anda pahami tentang konsep metode.Anthony(1972). Teknik bersifat implementasional yang secaraf actual berperan didalam kelas. guru hendaknya dapat menyiapokan materi peljaran yang sesuai dengan tuntutan GBPP. bahwa tema dan bahan ajar MMP bukanlah Sesutu yang hendak dikuasai anak. dan artinya sesuai yang bersifat dasar . Satu hal yang harus Anda pahami. tema dan bahan ajar merupakan alat atau sasaran penguasaan ketrampilan membaca dan menulis pada tingkat permulaan. untuk kelas 1 semester I terlebih ditunjukan pada pelafalan kata-kata dengan jelas dan tepat. ada baiknya jika kita membicarakannya kembali dalam uraian berikut ini. Metode merupakan rencana keseluruhan penyajian bahasa secara rapi dan tertib yang didasarkan pada pemilihan pendekatan teryentu.

Bukankah setiap metode itu pada dasarnya baik? setiap metode memiliki keunggulan dan kelemahanya masing-masing. metode oral. Macam-macam metod MMP yang telah dibicarakan pada kegiatan belajar 1 diatas. . mungkin akan menghasilkan sesuatu yang kurang baik pula. bahwa mewajibkan menggunakan metode SAS dikelas 1 tersebut kemudian diselenggarakan. istilah metode mengacu pada dua maksud. Apa yang dapat anda disimpilkan dari pernyataan diatas? benar . Metode apapun dan dilaksanakan dikelas manapun. problem solvingdiscovery dan lain-lain. Sebenarnya tidak ada keharusan untuk memilih dan menggunakan metode tertentu dalam pembelajaran MMP. Karena pembelajaran MMP merupakan pemberian pengalaman yang pertama bagi anak dalam memasuki dunia sekolah. Pada awal –awal pemberlakuan kurikulum 1975. diskusi. yakni pengertian metode dalam metode mengajar secra umum. Hal lain yang harus diperhatikan guru dalam memilih metode adalah tingkat kecocokan metode itu dengan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran dan keadaan siswanya. baik delingkungan akademik (persekoalahan) maupun dalam lingkungan kehidupan yang sesungguhnya dimasyarakat. metode berlits. maka metode-metode pembelajaran MMP lebih ditujukan terhadap kemampuan melek huruf.Dalam pendidikan dan pengajaran bahasa. tanya jawab. ditangan guru yang kurang baik . inkuiri. pemerintah kita memang pernah menganjurkan . Metode-metode dimaksud misalnya. dalam arti anak dapat membaca dan menulis pada tingkat dasar. Tidak ada metode yang terbaik dan tidak ada pula metode tanya terburuk. Apa yang dapat anda simpulkan dari pernyataan diatas? benar metode yang paling baik adalah metode yang cocok dan sesuaia dengan si pembawa metode (baca:guru) tersebut. Kebijakan tersebut tampaknya bijaksana. metode MMP (Seperti yang telah dijelaskan dalam kegiatan belajar 1). D. Metode-metode dimaksud misalnya. Penilaian MMP Penilaian mengandung makna sebagai suatu proses untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang telah dicapai siswa. Istilah metode dalm pengajaran bahasa sering juga dimaknai sebagai model khusus pengajaran bahasa. metode audio-lingual. Pada guru kelas 1 boleh memilih dan menggunakan salah satu jenis atau campuran berbagai metode MMP tertentu yang dianggapnya paling tepat dan cocok untuk situasi dan kondisi murid-murid disekolahnya. metode ceramah. Hasil penilaian ini dapat dijadikan dasar untuk menentukan tindakan atau perlakuan selanjutnya. Pemilihan atas metode tertentu akan melahirkan berbagai teknik mengajar yamg variatif dan bergam gaya. metode yang paling baik adalah metode yang cocok dan sesuai dengan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran dan keadaan siswanya. Ketrampilan ini akan menjadi dasar yang kuat untuk mencapai ketrampilanketrampilan yan lainya. metode terjemahan. Yang ada hanyalah guru yang baik dan guru kurang baik. merupakanalternatif-alternatif metode MMP yang mungkin/bisa digunakan guru kelas I-II SD dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajarnya. metode langsung dan lain-lain.

b) Dikteatau imla. kerapihan. kebenaran. Penilaian ini juga disertai dengan pemberian contoh tulisan yang baik dan benar oleh guru. ditambah dengan pengamatan sebagai laporan kepada orang tua mengenai prestasi belajar putera-puteri yang dititipkanya dalam sekolah. Kemampuan mengartiakan maksud kata atau kalimat yang dibacanya Penilaian tehadap kemampuan menulis permulaan dapat dibedakan atas: 1) Penilaian terhadap hasil latihan menulis Latihan-latihan menulis banyak ragamnyamisalnya sebagai berikut: a) Latihan menyalin. dan daya tulisan. d) Mengarang sederhana. keinginan. anak sudah dilibatkan pada proses berpikir dan bernalar pada tingkat sederhana.Kira-kira. sebagai perwujudan kemampuan personalnya. Bentuk latiahan ini meminta anak untuk mengaplikasikan pengetahuan siapnya dalam berbagai konteks.juga harus memperhatikan keaslian gagasan. . Penilaian dapat dilakukan secara kualitattif dengan memberikan nilai A (baik sekali). Rancangan dimaksud sekurang-kurangnya harus memuat aspek tujuan. Penilaian dapat dilakukan dengan pemberian angka dengan skala 0-10. Membaca kata atau kalimat dengan tepat 2. serta kesusaian bentuk dan ukuran tulisan. anak sudah mulai diajak untuk berlatih mengekspresikan pikiran. Mengenal dan memahami funsi-fungsi tanda baca 3. c) Melengkapi atau mencocokan gambar dengan tulisan. kerpihan. yakni tes formatif dan tes sumatif. Tes Formatif merupakan ulangan harian yang pelaksanaanya ditentukan oleh guru kelas masing-masing. Dan secara kuantitatif (deengan angka) seperti 6. Aspek yang dinilai meliputi kelengkapan. Gabungan dari nilai foramtif dan nilai sumatif. hal apa sajakah yang harus menjadi bahan penilaian dalam MMP? Penilaian terhadap MMP terbagi kedalam dua hal. metode. Pada latihan ini. Berdasarkan rambu-rambu pengembangan rancangan pembelajaran diatas. keraihan tulisan. keserasian bentuk dan ukuran tulisan. D (kurang). 8. Penilaian terhadap latihan jenis ini. materi ajar. 7. dan sebagainya. Pada latihan jenisini. Setiap ada kesalahan tulisan. Yakni penilaian terhadap pengajaran membaca permulaan dan penilaian terhadap pengajaran menulis permulaanHal yang perlu diperhatikan dalam penilaian membaca permulaan meliputi: 1. 2) Penialian terhadap hasil tes menulis Penilaian terhadap hasil latihan menulis dilakukan guru selam proses belajar-mengajar berlangsung. keterbacaan. C (cukup). B (baik) . sedangkan penilaian tetrhadap hasil tes menulis dilakukan melalui ters formal secara khusus. Aspek yang dinilai meliputi ketepatan daya dengar. Ada dua macam tes biasa digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai kemampuan/prestasi para siswa. perasaan. kejelasan. keterbacaan. Mencocokan gambar dengan tulisan melibatkan yang sudah tersedia melibatkan proses berpikir bebas. harus disertai dengan contoh pembetulanya. Anda dapat mengembangkan satu rancangan pembelajaran MMP yng lengkap.dan penilaian. disamping harus memperhatikan kebenaran. Kemampuan menemukan ide pokok bacaan sederhana 4.

Model pembelajaran di kelas rendah seperti Pertemuan kelompok. Metode Bunyi. akan tampak lebih jelas jika kita membuat perencanaan kegiatan belajar-mengajar dan persiapan mengajar. Membaca dan Menulis Permulaan (MMP) juga membutuhkan metode diantaranya: Metode EJA. materi pembelajaran mmp. Hartati. Pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di kelas rendah. Langkah-langkah pembelajaran membaca menggunakan buku. Langkah-Langkah Pembelajaran Menulis Permulaan yakni: Pengenalan Huruf dan Latihan.or. Pendekatan cara belajar siswa aktif (CBSA). Role playing (bermain peran). 2. KESIMPULAN Pembelajaran adalah upaya mengkreasi lingkungan dimana struktur kognitif murid dapat muncul dan berubah.Para mahasiswa D2/PGSD .Kedua model persiapan dimakusd dituangkan kedalam format perencanaan KBM dan format persiapan mengajar. Metode Global (Metode Kalimat. Tujuannya adalah menyediakan pengalaman belajar yang member kesempatan murid mempraktikkan operasi-operasi itu. Metode Suku Kata dan Metode Kata. Upi pres. Pendekatan integrative dan tematik. Daftar Pustaka Solehan. dkk. tatat. Metode SAS( Struktural Analitik Sintetik ). Peran guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah dan Pendekatan mengajar (Pendekatan komunikatif. T. Http://www. Untuk mencapainya dalam proses belajar mengajar membaca dan menulis permulaan harus membuat Rancangan Pembelajaran MMP yang meliputi kompetensi dasar dalam mmp. 2009. Bandung. Hakikat pendekatan. prosedur dan strategi pembelajaran bahasa Indonesia.W. dkk. Jakarta. 2001. membaca permulaan di kelas 1 SD yakni: Langkah-langkah pembelajaran membaca permulaan tanpa buku.pembicaraan kita mengenai rancangan pembelajaran MMP.system pembelajaran bahasa Indonesia (modul UT). Untuk Pelaksanaan Pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan dibutuhkan Langkahlangkah pembelajaran 1.id/data/ . metode pembelajaran mmp dan penilaian mmp.puskur. Untuk pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah dibutuhkan berbagai Teori pembelajaran di kelas rendah. Pusat penerbitan UT.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.