TUGAS INDIVIDU “TAREKAT DI KALIMANTAN BARAT” M.

Dito Suroko, M,Ag Oleh: LUTFIYAH NIM:1101111439

FAKULTAS TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAMNEGERI (STAIN) PONTIANAK 2012

Indikatornya adalah banyak praktek-praktek aliran kebatinan dicampurkan dengan tarekat (Fuad. salah satu cabang tarekat Naqsyabandiyah yaitu tarekat Naqsyabandiyah Mudzhariyah tetap berada di kalangan masyarakatnya. Khusus di Indonesia terdapat banyak bentuk tarekat. Pada masa permulaan hanya terdapat dua macam tarekat. Mungkin kesan tersebut yang menyebabkan para kiyai di Indonesia mendirikan organisasi Ahlul Tarekat Mu’tabaroh yang menentukan bentuk-bentuk tarekat di Indoesia. Ada yang diterima menurut syariat berdasarkan al Qur-an dan Sunnah. 1999 : 9). kemudian tarekat salafiyah . Di Kalimantan Barat dan khususnya di Pontianak. karena prinsip-prinsip dan praktek yang di ajarkan syeikhnya sebagian bertentangan dengan Islam (Alwi Sihab. LATAR BELAKANG Ajaran tarekat adalah salah satu ajaran pokok yang ada dalam tasawuf. tarekat Syahadatain di Jawa Tengah dan sebagainya. . 2001 : 174). Ada yang bersifat lokal seperti tarekat Wahidiyah dan Siddiqiyah di Jawa Timur. 1990 : 10). yaitu tarekat Nabawiyah . Tarekat ini di Indonesia terpecah disebabkan karena syeikh Abdul Karim Banten yang merupakan syeikh terakhirnya wafat. Sehingga cabang-cabang itu kemudian yang satu dengan yang lainnya tidak lagi saling bergantung (Brunessen : 1992 : 93). Namun ada juga yang keluar dari rel Islam. Namun setelah abad ke-2 Hijrah tarekat salafiyah mulai berkembang secara kurang murni. Tarekat ini mulai dikenal di Kalimantan Barat pada masa penjajahan Belanda tepatnya pada tahun 1919 setelah kembalinya Isma’il Jabal dari Mekah. Ilmu tarekat tidak dapat dipisahkan dengan tasawuf. Hal demikian disebabkan antara lain pengaruh filsafat dan alam fikiran manusia telah memasuki Negara-negara Arab. Sedangkan ajaran tasawuf adalah ajaran yang diamalkan oleh para sufi terdahulu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (Khalli. Di Indonesia tarekat yang terbesar adalah tarekat Naqsyabandiyah berikut dengan tiga cabangnya . Tarekat merupakan tingkat ajaran pokok dalam tasawuf tersebut. Pengarahan beliau dahulunya senantiasa dipatuhi oleh sesama khalifahnya.BAB I PENDAHULUAN A.

Mengetahui Sejarah tarekat Naqsabandiyah di Pontianak Kalimantan Barat 2. wiridan. Pengikut tarekat Naqsabandiyah di pontianak C. khawajakan juga asbal dan sebagainya di Sungai Jawi dalam Pontianak. B. Kegiatan-kegiatannya baik itu pertemuan. Mengetahui Mursyid tarekat Naqsabandiyah di Pontianak Kal-Bar 3. RUMUSAN MASALAH Dengan pendahuluan di atas bisa kita rumuskan sebagai berikut: 1.Kemudian berkembang terus hingga mencapai perkembangan yang pesat pada tahun 1970 oleh mursyidnya Habib Muhsin Ali Al Hinduan . TUJUAN Penulisan ini bertujuan untuk: 1. Siapa Mursyid tarekat Naqsabandiyah di Pontianak Kalimantan Barat 3. Pembahasan Tarekat Naqsabandiyah di Pontianak Kalimantan Barat 2. Mengetahui pengikut-pengikut tarekat Naqsabandiyah di Pontianak KalBar . Di kota Pontianak pengikut tarekat ini tersebar dibeberapa kecamatan. tawajuhan. hingga sekarang ajarang tarekat beliau diteruskan oleh anaknya yang diangkat menjadi mursyid yaitu Habib Amin bin Habib Muhsin Al Hinduan.

1990 : 10). maka tarekat berasal dari kosakata Arab. Thariq artinya petunjuk dalam melakukan sesuatu ibadah dengan ajaran yang ditentukan dan dicontoh oleh Nabi dan dikerjakan oleh tabi’in.Brunessen (1992 : 25) menceritakan tarekat Naqsyabandiyah sudah ada di Indonesia pada zaman penjajahan Belanda. Jadi tarekat adalah suatu jalan atau cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan mengamalkan ilmu Tauhid. Jika dilihat dari segi bahasa. Adalah berasal dari kata “naqsya” dan “bandun”. 1999 : 6). menjelaskan tarekat menurut istilah tasawuf ialah perjalanan khusus bagi para sufi yang menempuh jalan manuju Allah Swt . turun temurun sampai sambungmenyambung dan rantai berantai (Khalili. Sedangkan Alwi Sihab (2001 : 171). Sedangkan tarekah secara harfiah berarti jalan.BAB II PENBAHASAN A. Adapun tarekat menurut istilah ulama tasawuf ialah jalan kepada Allah Swt dengan mengamalkan ilmu Tauhid. 1992 : 13). Tarekat apapun namanya adalah tetap satu tujuan yaitu suatu tujuan moral yang mulia. 1992 : 927). Fiqih dan Tasawuf. tarekat Naqsyabandiyah telah menunjukkan semangat dan keuletan yang luar biasa di banyak wilayah di dunia Islam. baik terpuji maupun tercela. Tarekat Naqsyabandiyah Sejarah dan doktrin tarekat Naqsyabandiyah muncul pada tahun-tahun belakangan ini sebagai suatu topik popular . cara metode (Harun Nasution. Kenyataan ini sudah cukup untuk menyanggah ramalan yang dibuat dengan penuh keyakinan oleh para orientalis dan Muslim “modernis” bahwa paguyuban sufi ditakdirkan untuk lenyap (Brunessen. yaitu thariq. yaitu ikatan hati mengingat Allah Awt. Lebih penting ketimbang itu. “Naqsya” artinya mengukir dan bandun artinya ikatan. sedangkan tarekat Naqsyabandiyah menurut Muhsin Al Hinduan (1976 : 7). Perbedaan yang ada terletak pada jenis wirid dan zikir serta tata cara pelaksanaannya. Walaupun bentuk tarekat ini berbeda dengan yang lainnya dan ulama yang . Fiqih dan Tawauf (Fuad. Pengertian inilah yang kemudian digunakan dalam konotasi makna cara melakukan sesuatu pekerjaan.

ketika terjadi pemberontakan di Jawa. Mereka mulai menjaring pengikutnya. pada tahun 1626-1699. Di Kota Pontianak tarekat Naqsyabandiyah diketahui keberadaannya. terutama cabangnya yaitu tarekat Naqsyabandiyah Mudzhariyah pada tahun 1950-an. Namun belum sempat beliau memberi ijazah. Akan tetapi hendaklah mengambil jalan . beliau diasingkan ke Afrika Selatan sampai wafat. Tarekat Naqsyabandiyah tidak memerlukan banyak berjaga malam dan lapar. . Di antara ajaran-ajaran tarekat Naqsyabandiyah seperti yang dikemukakan Valiuddin (1996 : 20) adalah diyakini bahwa waktu luang seseorang itu sangatlah berharga dan bernilai serta tidak boleh dibiarkan berlalu sia-sia begitu saja. Setelah tiba di Yaman barulah ia mempelajari tarekat Naqsyabandiyah dari Muhammad Abdul Baqi. Di antara mereka adalah muncul Syeikh Fathul Bari beserta khalifahnya.pertama kali mengenalkannya dalam tulisannya adalah syeikh Yusuf Makassar. sampai beliau wafat di Pontianak. berkat dari kegiatan sejumlah kiyai dari Madura. Yusuf berasal dari keturunan kerajaan Islam Gowa. ia telah meninggal dunia . Para mursyid tarekat Naqsyabandiyah termasuk Habib Amin menyebarkan ajaran Naqsyabandiyah dari syeikh-syeikh terdahulu dan membimbing para murid untuk selalu dekat dengan Allah Swt. mereka melakukan perjalanan keliling mengunjungi masyarakat Madura dan berhasil membai’at masyarakat Madura itu secara resmi. Menjelang akhir hayat Habib Muhsin melarang muridnya mengikuti syeikh yang lain. Waktu luang itu mestilah digunakan untuk melantunkan zikir kepada Allah Swt. Sekarang pengikut tarekat Naqsyabandiyah Mudzhariyah di Pontianak mengikuti salah satu atau juga semua mursyid Naqsyabandiyah Mudzhariah yang rutin melakukan perjalanan keliling ke daerah-daerah. Beliau kembali ke Indonesia pada tahun 1672. pada anggota masyarakat Madura yang paling awal tiba di sepenjang pesisir barat pulau Borneo. Fathul Bari mempunyai murid yang bernama Habib Muhsin Al-Hinduan. Pada tahun 1644 dalam usianya masih muda beliau berangkat ke arah barat .

. jika terlupa harus memohon ampun. Jika baik keadaannya. Wukuf Zamani. Yaddasyd. artinya perjalanan dari alam makhluk menuju kepada kedekatan di hadirat Alla Swt. Bazkasyat. harus bersyukur kepada Allah. 2001 : 83-85) menjelaskan yaitu :Ada 11 istilah yang dijdikan dasar pembinaan tarekat Naqsyabandiyah ini. artinya hati seseorang salik hadir di hadirat Tuhan. baik menyendiri maupun ketika sedang berkumpul dengan orang banyak. Husydardan. artinya kembali seorang salik dalam berzikir kepada nafi dan itsbat sesudah meresapkan penegertian : “Ilahi anta maqsudi waridhaka mathlubi” (Ya Allah. Nazarbar Qidam. Wuquf Qalbi.tengah dalam segala perkara beserta hati yang selalu hadir mengingat Allah. 4.5 sampai 21. 11. Khalawat dar anjuman. Engkaulah tujuanku dan ridho-Mulah yang kucari) yang diucapkan tiga kali. artinya dalam menjalani hidup senantiasa memelihara dan instropeksi diri. Yadkard. Syafardarwathan. sehingga tidak ada tujuan kecuali hakikat Allah. artinya memelihara diri dari kelalaian hati. 3. 5. nakah Dasyt. seorang salik dalam berzikir harus berpaling kepada keadaan dirinya. . 9. yakni seorang yang berzikir memelihara hatinya untuk selalu awas kepada makna nafi dan itsbat agar tidak dimasuki hal-hal mengganggu hatinya. Ajaran selanjutnya adalah ajaran dasar tarekat Naqsyabandiyah yang dikutip dari Amin Al-Kurdi (dalam Noer. 8. 10. artinya seorang salik harus memelihara bilangan ganjil nafi dan istbat yakni 3. 2. Wukuf Adadi. jauh dari makhluk meski sedang berada di tengah-tengah makhluk. yaitu ingatannya seorang salik dengan nafi dan itsbat (meniadakan dan menetapkan) sesudah sampainya ke tingkat muraqabah dengan bilangan tertentu 6. 7. yakni dalam berzikir memelihara hatinya serta menghadirkan apa yang dizikirkan pada wakktu menyebut nafi dan istbat. 8 diambil dari Al Ghuzdawani dan 3 dari Al Naqsayabandi yaitu : 1. artinya setelah melewati dua atau tiga saat. artinya suatu gambaran tentang kehadiran hati beserta hakikat Allah.

Selanjutnya karya lain adalah Alwi Sihab (2001 : 174) dalam disertasinya pada Universitas Ain Syam Mesir. Di antaranya Noer Iskandar (2001 : 71) dijelaskan tarekat bermula dari munculnya doktrin bahwa belajar tasawuf harus melalui guru. dan merupakan tarekat yang paling penting dari semua tarekat yang ada di dunia Islam. Ada beberapa karya yang menulis tentang tarekat Naqsyabandiyah. Cabang-cabangnya terdapat hampir di semua negeri antaranya Yogoslavia dan Mesir di belahan barat. mengharap husnul khatimah bila nyawa akan dicabut. Kemudian dari kajian tarekat dalam sebuah buku. tidak berhuruf dan tidak bersuara. Zikir lisan ialah menyebut lafaz Allah dengan huruf dan bersuara. Zikir dalam hati itu tidak mudah diganggu oleh kesibukan. namun tidak sedikit yang keluar dari rel Islam walaupun mereka ini mengaku komitmen terhadap Islam. Ada pula di antaranya yang diterima menurut syariat berdasarkan Al Qur-an dan Sunnah. Adanya doktrin semacam itu maka muncullah opini yang seakan mengkristal di tengah sebagian ummat Islam bahwa siapa yang ingin mendekatkan diri sedekat mungkin dengan Allah. Naqsyabandiyah yang paling internasional. Sementara itu Brunessen (1992 : 17) mengatakan tarekat Naqsyabandiyah yang menjadi sasaran kajiannya adalah dalam banyak hal. tetapi . mengharap mengurangi kotornya hati dari sifat-sifat muzmumah . dan selain itu tujuan-tujuan yang bersifat duniawi.Kemudian ajaran zikir yang dibagi dalam zikir lisan dan zikir hati. Oleh karena itu tarekat NaqsyabandiyahMudzhariyah memilih melaksanakan zikir hati . ia mesti berguru kepada seorang sufi yang telah sempurna kesufiannya . maka gurunya adalah syaithan. Barang siapa mempelajari tasawuf tanpa guru. Indonesia dan Cina di belahan timur . A Djauhari (1970 : 6) menerangkan tujuan tarekat Naqsyabandiyah ialah mengharapkan untuk mendapat dawamul ubudiyah dhahiran wa bathinan. mengungkapkan tarekat di Indonesia ada yang bersifat lokal . zikir ini sukar untuk dilakukan terus menerus karena adanya kesibukan. Berbeda dengan zikir hati yaitu mengingat atau menyebut Allah dalam hati.

Fathul Bari kembali ke rahmatullah di Peniraman Pontianak. silsilah. dll. Di Samping membai’at. yang kemudian disusul pula guru mursyidnya KH. syariat mursyid dan cara pengangkatannya. beliau telah dinyatakan sebagai guru mursyid. maka mulai tahun 1958 beliau memimpin para ikhwan dan akhwat kedua guru mursyid beliau. Syamsuddin. wasilah. Fathul Bari dan KH. Ini sesuai dengan permintaan Habib Amin sendiri agara tetap berrabithah pada ayahnya . Ahmad Sirajuddin. KH. Adapun mursyid terakhir dari para murid tetap berrabithah pada beliau adalah Habib Muhsin Ibnu Ali Al Hinduan . Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Mudzhariyah Mursyid tarekat Naqsyabandiyah Mudzhariyah dilihat dari susunan silsilah berurutan dari Sayyidina Rasulullah Saw sebanyak 44 orang (dilihat dalam lampiran). Sedangkan mursyid yang . kemudian dikemas menjadi buku yang menguraikan hakikat tarekat Naqsyabandiyah. Ali Wafa Ambuten. zikir dan kaifiat serta adabnya.ajaran dan prinsip-prinsip serta praktek yang diajarkan syeikhnya sebagian besar bertentangan dengan Islam. hubungan rohani antara orang hidup dengan orang mati. Kemudian beliau belajar kembali dan dipimpin oleh KH. Baliau mulai belajar dan mengamalkan tarekat Naqsyabandiyah Mudzhariyah pada tahun 1938 di bawah pimpinan guru mursyidnya yaitu KH. Habib Muhsin ibnu Ali Al Hinduan dilahirkan di Desan Kepanjen Kota Sumenep Madura pada tanggal 20 Juni 1920. Karena kecerdasan dan kesungguhan beliau dalam menuntut ilmu dan beramal dalam usia 30 tahun oleh guru mursyidnya. Selain itu juga yang membahas tentang tarekat Naqsyabandiyah yaitu Fuad Said (1999) dalam makalahnya . beliau juga mengajarkan kepada kaum muslimin yang bersedia mengamalkan tarekat Naqsyabandiyah Mudzhariyah . perkembangan dan pengaruhnya. Ahmad Sirajuddin kembali ke rahmatullah di Sampang. berkhalwat. rabithah. B. Beliau menjadi mursyid disaat guru mursyidnya KH.

sekarang menjadi seorang yang kharismatik penerus almarhum di dalam menyabarkan tarekat Naqsyabandiyah di seluruh Indonesia. Pengikut Tarekat Naqsyabandiyah Penyebaran ajaran Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah di daerah Sambas Kalimantan Barat (asal Syaikh Ahmad Khatib) dilakukan oleh dua orang wakilnya yaitu Syaikh Nuruddin dari Philipina dan Syaikh Muhammad Sa'ad putra asli Sambas. Mereka yang hadir adalah pengikut yang berada di berbagai daerah dalam kota Pontianak . Sedangkan dari panitia haul akbar XVI Sumenep tahun 1996 menuliskan Habib Muhsin Ali Al Hinduan meninggalkan ikhwan dan akhwat pengamal tarekat Naqsyabandiyah Mudzhariyah sebanyak 1 juta orang . Baik di Sambas sendiri. maupun di daerah-daerah lain di luar pulau Jawa. dari berpendidikan yang rendah hingga kalangan sarjana. termasuk di beberapa negara tetangga berasal dari kemursyidan yang ada di pulau Jawa. Keberadaan tarekat ini di luar pulau Jawa. Dari jumlah yang sekitar 700 ikhwan dan akhwat terlihat ketika diadakan tawajjuhan kerena sekitar 80 % mengikuti dan hadir pada saat itu. Di samping itu beliau mendirikan pondok pesantren yang bernama Makarim El Akhlaq di Singkawang Kalimantan Barat yang muridnya berjumlah 300 santri. namun para pengikut yang berasal dari daerah di luar Kota Pontianak apabila mengetahui ada pelaksanaan tawajjuhan akan menghadirinya . dari masyarakat pedesaan sampai perkotaan dan dari karyawan bawahan sampai ke pejabat (Panitia Haul. Kemudian Habib Amin sendiri sebagai penerus ayahnya memiliki murid yang banyak termasuklah di Kota Pontianak. Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah tidak dapat berkembang dengan baik. Penyebab ketidakberhasilan penyebaran tarekat ini di luar pulau Jawa adalah karena tidak adanya dukungan sebuah lembaga permanen seperti pesantren. C. Kuantitas para pengikut tarekat Naqsyabandiyah di Kota Pontianak tidak memiliki angka yang pasti. . Murid tersebut dari kalangan remaja sampai yang berkeluarga. 1996 : 10).

Setelah selesai pelaksanaan rangkaian sholat isya dilanjutkan wiridan sholat seperti biasa. sehingga tak jarang mereka yang meneteskankan air mata. Sasaran bimbingan asbal adalah pengembangn pribadi para pengikut tarekatnya sedangkan terhadap orang di luar tarekat adalah terciptanya . seorang ikhwan berdiri dan mengumandangkan iqamat untuk pelaksanaan sholat isya. dilanjutkan dengan melantunkan puji-pujian terhadap Rasulullah yang disusun oleh syeikhona. Kemudian membaca mauliduddiba’. Dengan bermodalkan niat yang ikhlas dan tekat yang kuat tersebut maka mereka memohon restu dari mursyid. Definisi dan Sasaran Asbal Asbal adalah kegiatan atau program bimbingan ajaran tarekat dan ajaran Islam khusus di Kota Pontianak . Diawali dengan do’a muqaddimah dan sholawat pada nabi serta puji-pujian syukur kepada Allah Swt. E. Acara Asbal Rangkaian kegiatan inti asbal dimulai setelah khatam khawajakan selesai. secara panjang lebar. Selesai membaca mauliduddiba’. juga para ikhwan yang ditunjuk untuk menabuh rebana atau tar langsung mengambil dan menabuh rebana sesuai dengan irama puji-pujian yang dibaca . Akhirnya diizinkan mengadakan asbal dengan rangkaian kegiatan sepeti di atas yaitu diisi dengan ceramah yang membimbing para murid dalam mengamalkan zikir dan membimbing akhlak kehidupan dalam tarekat Naqsyabandiyah Mudzhariyah Dalam segala suatu kegiatan yang dilaksanakan tentunya mempunyai arah yang jelas dan sasaran yang akan dicapai.D. Setelah berakhir bacan tersebut para ikhwan dan akhwat duduk kembali dan bacaan mauliduddiba’ dilanjutkan. Puji-pujian ini selain berisikan puji-pujian dan sanjungan kepada Rasulullah juga syukur kepada Allah Ta’ala. pembimbing membuka kitab yang berbahasa Arab dan menterjemahkannya dilanjutkan dengan penjelasan-penjelasannya. Para ikhwan dan akhwat berdiri ketika itu.

Bentuk Bentuk bimbingan secara sekilas tampak tidak teratur namun jika sering hadir dan mendalami bimbingan tersebut pelaksanaannya telah tersusun rapi. bukan orang yang di luar tarekat. F. Akan tetapi tidak hanya terbatas pada tatap muka atau ceramah. bentuk dan pendekatan bimbingan yang dipakai dalam pelaksanaan asbal. Dengan kata lain merupakan metode baku dalam penyampaian arahan pada pengikutnya . Jadi yang menjadi obyek sasaran bimbingan adalah ikhwan dan akhwat. Metode Asbal Metode bimbingan dalam hal ini maksudnya adalah cara. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan secara kolektif dan individual . teknik tersebut dapat dikelompokkan menjadi : 1. . tapi lebih dari itu. Pendekatan Pendekatan yang digunakan adalah menggunakan pendekatan langsung kepada para ikhwan dan akhwat.keharmonisan sosial pada masyarakat Kota Pontianak. 2. Dalam proses bimbingan secara individual maupun secara kolektif menggunakan teknik.

Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia : Survey Historis. 1999 Harun Nasution. Bandung : Mizan 1976. Brunessen. W. Ensiklopedi Islam Lengkap Indonesia. Hakekat Tarekat Naqsyabandiyah. Fuad Said. Jakarta : PT. Sumenep : Pondok Pesantren Makarim El A1976. Bandung : Mizan 2001 Al Hinduan Muhsin. Geografis dan Sosiologis. dkk. Islam Sufistik : “Islam Pertama” dan Pengaruhnya Hingga Kini di Indonesia. Jakarta Selatan : Al Husna Zikra. Raja Grafindo Persada 2001. H. Martin V.Bab III Penutup A. . Mustika Tarekat Naqsyabandiyah. Mozaik Ajaran Tasawuf. kesimpulan kesimpulan yang dapat kita ambil dari uraian diatas bahwasannya tarekat Naqsyabandiyah Mudzhariyah di Kota Pontianak Kalimantan Barat dipimpin oleh Mursyid Habib Amin menyebarkan ajaran Naqsyabandiyah dari syeikh-syeikh terdahulu dan membimbing para murid untuk selalu dekat dengan Allah Swt. Carl Ernst.khlak 1976. Daftar Pustaka Alwi Sihab.A. Jakarta : Djambatan 1992.

Bandung : Mizan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Muhsin Al Hinduan). Muhsin. Zikir dan Kontemplasi dalam Tasawuf. Noer Iskandar. Tarekat dan Para Sufi. Wawasan Al qur-an. Tasawuf. Sumenep 1970. Nafahatul Ambariyah Fithariqatin Naqsyabandiyah Al Mudzhariyah. 1996 Valiuddin Mir. Bandung : Pustaka Hidayah. R.Khalili Al Bamar & Hanafi. Bintang Remaja. 1996. Surabaya : CV. 1990 M. Sumenep. Ajaran Tarekat. 1996 . 2001 Panitia Haul. 1996 Quraish Shihab. Biografi (Manaqib S. Djauhari & Al Hinduan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful