P. 1
MAKALAH AQIQAH

MAKALAH AQIQAH

|Views: 413|Likes:
Published by Muhsin Aziz

More info:

Published by: Muhsin Aziz on May 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2014

pdf

text

original

D I S U S U N Oleh NAMA Kelas : :Hamzah faturrahman :XC

AQIQAH
Madrasa Aliyah negeri 3 palembang Tahun Ajaran 2011-2012

namun harus ada doktrin langsung dari nas al-Quran atau Hadist. Telah membudaya dan menjadi tradisi orang Arab ketika memberi nama sesuatu selalu ditalikan dengan nama penyebabnya atau hal yang berkaitan erat denganya.AQIQAH DAN HUKUM SEPUTAR ANAK BARU LAHIR I. Karena proses nasakh (amandemen hukum) tidak bisa dilakukan dengan ijtihad. maka dipinjamlah kata tersebut untuk memberi nama ritual ibadah ini.[3] Sedangkan mayoritas para ulama berpendapat bahwa bagi seorang ayah atau orang yang kewajiban memberikan nafkah disunahkan menyembelih hewan aqiqah untuk bayi yang baru lahir. Sedangkan menurut syariat Islam aqiqah adalah hewan sembelihan yang dipotong pada hari ketujuh kelahiran anak[1]. Madzab Hanafiyah mengatakan bahwa hukum aqiqah adalah cuma mubah saja. [2] Suatu hal yang pasti bahwa saidah A‟isah mengatakan demikian adalah bukan dari aktifitas ijtihad (penggalian hukum sendiri) yang dilakukan oleh beliau. akan tetapi memang ada interaksi dan mendengar langsung dari Rasulullah SAW. Dasar dari pendapat mereka adalah sebuah atsar (perkataan) sayidah A‟isah ‫نسخت االضحية كل ذبح كان قبلها‬ „pensyariatan kurban telah menyalin dan mengamandemen semua bentuk ibadah persembelihan sebelumnya’. II. ويسمي فيه. Karena ada sebuah riwayat dari Ibnu Abas ‫عق عن الحسن و الحسين عليهما السالم كبشا كبشا‬ Rasulullah telah melakukan ibadah ritual aqiqah dengan menyembelih kambing untuk masing-masing Hasan dan Husain a. تذبح عنه يوم سابعه. Pengertian Aqiqah Secara pendekatan lughawiyah (bahasa) aqiqah mempunyai arti rambut yang dimiliki oleh bayi. Perbedaan mereka dikarenakan berangkat dari pemahaman terhadap beberapa hadist yang berbeda. Umat islam bebas diperkenankan untuk melakukan dan meninggalkan ritual aqiqah ini. Dan sabda Rasululah ‫كل غالم رهينة بعقيقته. ويحلق رأسه‬ .s. Karena hewan aqiqah ini disembelih pada saat pencukuran rambut bayi. Hukum dan Landasan Aqiqah Para fuqaha‟ (pakar hukum) berbeda pendapat tentang permasalahan hukum aqiqah.

dan persyaratan pada hewan aqiqah adalah sama persis dengan hewan yang akan dijadikan kurban. Hanya saja dalam aqiqah lebih diprioritaskan pada persembelihan kambing. karena hal inilah yang telah dilakukan oleh Rasul untuk Hasan dan Husein. dan teman dekat sehingga menumbuhkan ikatan rasa cinta kasih di hati mereka. Bahkan imam Qafal dan imam Syasyi serta didukung oleh sebagian golongan madazab Hambali berpendapat bahwa seseorang diperkenankan dan disunahkan untuk melaksanakan ritual .Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. IV. V. Dengan mendapatkan nikmat tersebut seorang yang melaksanakan ibadah aqiqah diharapkan dapat berbagi kesenangan kepada para kerabat. Walaupun ketentuan yang sudah berlaku demikian akan tetapi hukum Islam ini tidaklah bersifat keras dan kaku. Tatacara meyembelihnya-pun juga tidak disyaratkan dua sekaligus. tetangga. Hikmah Aqiqah Aqiqah adalah bentuk rasa bersukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada hambanya dalam bentuk rizqi seorang anak. Akan tetapi dari madzab Syafi‟I dan Hanbali berpendapat bahwa penyembelihan hewan aqiqah boleh dan dianggap syah dilaksanakan sebelum dan sesudah hari ketujuh yang tidak sampai melebihi waktu baligh. bahkan seseorang diperkenankan menyembelih sapi atau unta untuk tujuh anak perempuan. Jika bayi yang dilahirkan adalah laki-laki maka aqiqahnya dengan dua kambing. Waktu Penyembelihan Aqiqah Pada dasarnya dan sudah menjadi sunah dari Nabi bahwa waktu penyembelihan hewan aqiqah dilakukan pada hari ketujuh kelahiran dengan memulai perhitunganya dari hari kelahiran bayi. Kriteria Hewan Aqiqah Jenis. oleh sebab itu jika seseorang hanya mampu menyembelih satu kambing untuk satu bayi laki-laki maka sudah mendapat pahala sunah meskipun tidak sepenuhnya. dan mencukur rambut kepalanya. yang disembelih untuknya pada hari ketujuh kelahiran. bila bayi dilahirkan pada waktu malam hari. jenis hewan aqiqah yang disembelih tidak hanya dikhususkan pada kambing. maka permulaan hitungan dimulai pada siang hari sesudahnya. dengan memberikanya sebuah nama. III. umur. Demikian ini berdasarkan hadist yang telah diriwayatkan oleh Saydah A‟isah ‫عن الغالم شاتان مكافئتان وعن الجارية شاة‬ Ketika bayi laki-laki adalah dengan dua kambing yang tercukupi dan jika bayi perempuan hanya dengan satu kambing. sedangkan bila bayi perempuan maka aqiqahnya dengan satu kambing saja. tetapi boleh dengan diangsur satu-persatu. Di satu sisi.

Hukum Daging Hewan Aqiqah Hukum daging pada hewan aqiqah sama persis dengan hukum hewan kurban.[6] b) Mencenta‟inya dengan kurma atau suatu hal yang manis pada hari ketujuh kelahiran. Hukum-Hukum yang Berkaitan dengan Maulud (anak baru lahir)’ Hukum-hukum yang berkaitan dengan anak yang baru lahir sangat banyak sekali. . [5] VII. Nama-nama yang paling utama adalah dengan menggunakan nama Abdullah. Hal ini disunahkan. Tata cara centa‟ adalah seseorang mengunyah terlebih dahulu buah kurma atau sesuatu yang manis sampai lembut kemudian mengeluarkanya dan menyuapkan kepada bayi sampai tertelan. akan tetapi yang paling penting diantaranya adalah: a) Mendedangkan suara adzan di kuping bayi sebelah kanan. Di musnad ibn Razin juga diterangkan supaya ditambah dengan membacakan surat al-ikhlas di kuping sebelah kanan. yaitu “ Inni u’idzuha bika wadzurriyataha minas syaithanir rajim”. Mencenta‟I ini sebaiknya dilakukan oleh orang alim dan shaleh supaya diharapkan bisa menularkan barokahnya. Abdur Rahman. Di sisi lain juga dianjurkan untuk membaca doa di kuping sebelah kanan. Selain itu juga disunahkan menggunakan nama yang diawali dengan Muhamad. karena anjuranya adalah dengan membagikan langsung kerumah para tetangga bukan mengundangnya. selain untuk ittiba’ (ikut perilaku Rasul) juga untuk menanamkan pondasi tauhid di hati bayi. karena ada sebuah hadist yang diriwayatkan dari imam Baihaki bahwa Nabi pernah melaksanakan aqiqah untuk dirinya sendiri sesudah diangkat jadi nabi. Akan tetapi dalam aqiqah lebih disunahkan untuk dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada orang lain. yaitu diperbolehkan untuk memakan sebagian dan memberikan sisanya kepada orang lain.aqiqah untuk dirinya sendiri. Sedangkan mengadakan resepsi walimah (acara makan-makan bersama) dengan mengundang tetangga sekitar hukumnya adalah khilaful aula (tidak sesuai dengan sesuatu yang diutamakan). dan menyuarakan iqamah di kuping sebelah kiri. (sesungguhnya saya meminta pada-Mu untuk menjaga bayi dan keturunanya dari syaitan yang terlaknat). c) Memberikan nama baik kepada bayi pada hari ketujuh kelahiran atau saat hari kelahiran ketika tidak menghendaki untuk menyembelih hewan aqiqah pada hari ketujuh. bahkan madzab Maliki menghukumi makruh hal tersebut. nama-nama nabi dan para malaikat.[4] VI. dan namanama yang disandarkan pada Allah atau asma’ul husna.

setelah itu menimbang rambut tersebut dengan berat emas atau perak dan kemudian disedekahkan kepada fakir miskin.d) Mencukur keseluruhan rambut bayi sesudah penyembelihan hewan aqiqah. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->