Satu Untuk UNM

BAB I. PENDAHULUAN DESKRIPSI Modul ini akan memaparkan mengenai Asas dan landasan Pendidikan Jasmani, Landasan Psikologis Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Jasmani berbasis masalah gerak. Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta pelatihan akan menguasai mengenai Pengertian pendidikan jasmani, Filsafat pendidikan jasmani, Sikap dan Motivasi dalam Pendidikan Jasmani, Dampak Psikologis dari Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Pendidikan jasmani berbasis masalah gerak, modifikasi permainan PRASYARAT Tidak ada PETUNJUK BELAJAR Untuk mempelajari materi ini peserta pelatihan harus membaca materi pendidikan jasmani secara keseluruhan. Menyelesaikan semua tugastugas yang diberikan oleh instruktur dan aktif dalam diskusi kelas. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Kompetensi dan indikator yang diharapkan dikuasai oleh peserta pelatihan setelah menyelesaikan seluruh kegiatan belajar adalah peserta pelatihan dapat menguasai mengenai:” Pengertian pendidikan jasmani, Filsafat pendidikan jasmani, Sikap dan Motivasi dalam Pendidikan Jasmani, Dampak Psikologis dari Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Pendidikan jasmani berbasis masalah gerak, modifikasi permainan

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

26

terdapat perbedaan-perbedaan yang besar dalam tiap lingkungan budaya. Bahan ajar yang dipergunakan dalam pengajarannya adalah aktivitas jasmani. Kompetensi dan indikator Kompetensi dan indikator yang diharapkan dikuasai peserta pelatihaan setelah menyelesaikan kegiatan belajar adalah: 1. Bagaimana guru pendidikan jasmnai memilih aktivitas yang cocok untuk melaksanakan tugasnya dari sekian banyak aktivitas tersebut? Jelas dia tidak dapat mempergunakan semuanya. dengan bimbingnan tujuan pendidikan. BAHAN AJAR PENDIDIKAN JASMANI Guru pendidikan jasmani merealisasikan tujuannya dengan mengajarkan dan meningkatkan aktivitas jasmani.Satu Untuk UNM BAB II. Guru pendidikan jasmani gagal dalam tugasnya bila murid-muridnya tidak mendapat kemajuan dalam penguasaan aktivitas jasmani yang diajarkan: kemajuan dalam memperhalus gerakan atau kemajuan dalam prestasi. neuromuskuler. Penggunaan yang terlalu banyak akan membawa kedangkalan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 27 . Sebagai bagian integral dari proses pendiidkan keseluruhan. intelektual dan sosial. KEGIATAN BELAJAR I A. Mereka harus memperoleh kemajuan dalam aktivitas fisiknya dengan nyata. Peserta pelatihan dapat memahami tujuan pendidikan jasmani 4. Peserta pelatihan memahami filsafat pendidikan jasmani B. meskipun tugas yang sesungguhnya adalah usaha bantuan mengembangkan keselluruhan pribadi anak. Peserta pelatihan dapat Menyusun bahan ajar pendidikan jasmani 3. Hal itu berarti bahwa murid-muridnya harus belajar sesuatu dari padanya. Mengajar berarti membuat kemajuan. Tidak dapat hanya asal merka senang dalam kesibukannya. Peserta pelatihan dapat Memahami pengertian pendidikan jasmani 2. Kegiatan pekerjaan sehari-hari berwujud mengajrakan aktivitas jasmnai. pendidikan jasmani merupakan usaha yang bertujuan untuk mengembangkan kawasan organik. Uraian Materi PENGERTIAN PENDIDIKAN JASMANI Pendidikan jasmani merupakan usaha pendidikan dengan menggunakan aktivitas otot-otot besar hingga proses pendidikan yang berlangsung tidak terhambat oleh gangguan kesehatan dan pertumbuhan badan. tari-tarian dan latihan-latihan. Bagaimana dia mendapatkan aktivitas jasmani tersebut. Itu dapat berupa permainan.

FILSAFAT PENDIDIKAN JASMANI Aplikasi filsafat dalam pendidikan jasmani merupakan suatu hal yang sangat fital. dan seharusnya harus sesuai dengnan adat istiadat masyarakat d. Apakah aktivitas-aktivitas yang anda pilih itu berguna bagi tujuan itu? c. Memberikan bantuan kepada siswa untuk mengenal dunianya dengan kualitaskualitasnya serta tempat dirina di dalamnya b. TUJUAN PENDIDIKAN JASMANI Tujan pendidikan jasmani adalah: a. Dimulai dengan pertanyaan. kepastian gerak dan kekayaan gerak c. f. Dengan filsafat yang diyakini. Asas-asas adalah ketentuan dasar atau sumber yang menjadi pedoman dalam Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 28 . aktivitas-aktivitas yang dipilih sesuai dengan penghayatan gerak dan pengalaman jsmnai anak. fakta-fakta yang akan dosoroti. iklim dan keadaan lingkungan. Apakah tujuan anda dengan pendidikan jasmani? Khususnya apakah tujuan pendidikan anda? b.Satu Untuk UNM pengajarannya. sedangkan sebenarnya dia hahrus menjadi petunjuk jalan. Kriteria untuk mengadakan seleksi bahan ajar adalah sebagai berikut: a. akan menyebabkan kekauan. dengan tidak memperdulikan kepada pandangan-pandangan baru. Mensiagakan menghadapi tugas dan waktu senggang e. Berpegang teguh kepada yang sudah ada. Terlalu sedikit akan merugikan kebutuhan yang menyeluruh. terutama fakta-fakta dari llmu pengetahuan yang teruji dan kemudian mencoba melahirkan asas-asas yang akan dipakai sebagai dasar program pendidikan jasmani. Mengikuti mode menyebabkan dia terbawa arus. Guru pendidikan jasmani harus memeriksa apakah e. Harus dipertimbangkan aktivitas yang dilakukan harus membangkitkan motivasi siswa g. rohani dan sosial serta kegairahan hidup d. Tidak ada pendidikan yang lengkap tanpa pendidikan jasmani. Guru harus menguasai betul metodik dan katiivtas yang akan diajarkan. Meningktkan kesenangan gerak. Membimbing ke arah penguasaan kewajiban dengan matang sebagai pribadi yang kreatif Tidak ada pendidikan jasmani yang tidak bertujuan pendidikan. Aktivitas harus sesuai dengan keadaan lingkungan geografik. Meningkatkan kesehatanjasmnai. sebab gerak adalah dasar untuk belajar mengenal dunia dan dirinya send iri.

Lembar Kegiatan 1. Prasyarat Tidak ada 4. Peserta pelatihan mampu menyusun bahan ajar pendidikan jasmani e. j. Alat dan Bahan a. Latihan Pada hari minggu pagi datanglah ke tempat-tempat. Tanya jawab tentang pengembangan bahan ajar pendidikan jasmani. Menurut pengamatan anda. biasanya di tempat terbuka. Instruktur meminta peserta pelatihan mendiskusikan hasil penyusunan bahan ajar pendidikan jasmani. g. Langkah Kegiatan a. Bahan ajar pendidikan jasmani b. masuk kategori apakah yang sedang mereka kerjakan: berolahragakah. Karena fakta-fakta yang membentuk asas-asas dapat berubah maka asas-asaspun tidak luput dari perubahan. Buku sumber azas dan landasan pendidikan jasmani 2. Peserta pelatihan melakukan analisis berbagai pengertian pendidikan jasmani b. Keselamatan dan kesehatan kerja Peserta pelatihan harus mengikuti dan mematuhi prosedur yang dibuat bersama agar terhindar dari kecelakaan 3. C. Peserta pelatihan melakukan analisis mengenai bahan ajar pendidikan jasmani h. Asas-asas dipandang pula sebagai hukum-hukum dasar yang menentukan potensi pengembangnan seterusnya. Diskusi kelas 5. Hasil Peserta pelatihan menguasai materi yang diberikan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 . pendidikan jasmani atau bermain? Kemukakan argumentasimu menurut kategori yang anda kemukakan! D. Peserta pelatihan memahami tujuan pendidikan jasmani f. Peserta pelatihan memahami pengertian pendidikan jasmani c.di mana banyak orang yang sedang melakukan kegiatan fisik. Peserta pelatihan melakukan analisis mengenai filsafat pendidikan jasmani i.Satu Untuk UNM proses langkah-langkah selanjutnya serta arah yang menunjukkan tujuan yang akan dicapai. Peserta pelatihan melakukan analisis terhadap penyusunan bahan ajar pendidikan jasmani d. Beberapa contoh kartu tugas yang dapat digunakan untuk penyajian materi c.

tari-tarian dan latihanlatihan. Apa yang dimaksud dengan kawasan-kawasan: a. Jelaskan bahwa pendidikan jasmani bukan pendidikan untuk jasmani melainkan pendidikan melalui jasmani 2. neuromuskuler. organik b. terdapat perbedaan-perbedaan yang besar dalam tiap lingkungan budaya. Mengapa tarian sebagai kesenian dapat dipakai sebagai aktivitas pendidikan jasmani? 3. Tidak ada pendidikan yang lengkap tanpa pendidikan jasmani. Asasasas dipandang pula sebagai hukum-hukum dasar yang menentukan potensi pengembangnan seterusnya. intelektual dan sosial. Tes Formatif 1 1.Satu Untuk UNM E. Sebagai bagian integral dari proses pendiidkan keseluruhan. Motorik Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 . Asas-asas adalah ketentuan dasar atau sumber yang menjadi pedoman dalam proses langkah-langkah selanjutnya serta arah yang menunjukkan tujuan yang akan dicapai. Bahan ajar yang dipergunakan dalam pengajarannya adalah aktivitas jasmani. F. sebab gerak adalah dasar untuk belajar mengenal dunia dan dirinya send iri. Bagaimana dia mendapatkan aktivitas jasmani tersebut. Tidak ada pendidikan jasmani yang tidak bertujuan pendidikan. pendidikan jasmani merupakan usaha yang bertujuan untuk mengembangkan kawasan organik. Itu dapat berupa permainan. Karena fakta-fakta yang membentuk asas-asas dapat berubah maka asas-asaspun tidak luput dari perubahan. Rangkuman Pendidikan jasmani merupakan usaha pendidikan dengan menggunakan aktivitas otot-otot besar hingga proses pendidikan yang berlangsung tidak terhambat oleh gangguan kesehatan dan pertumbuhan badan.

Sikap mencerminkan kecenderungan senang dan tidak senang berkenaan dengan suatu obyek. kendatipun kesimpulan mengenai sikap itu dapat ditarik melalui pengamatan. Dampak Psikologis dari Pembelajaran Pendidikan Jasmani B. Anak mengembangkan dan mengubah kerangka keyakinan mereka. sikap dapat digunakan untuk memprediksi perilaku selanjutnya meskipun tidak selalu sempurna. berkesan bermanfaat atau tidak bermanfaat. Anak merasa senang atau tidak senang. Pengetahuan tenang manfaat kegiatan untuk meningkatkan kesehatan b. dan disimpan dalam memori. Penampilan fisik yang dianggap bagus. Faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap dan keyakinan terhadap pendid ikan jasmani adalah: a. Kompetensi dan Indikator Kompetensi dan indikator yang diharapkan dikuasai oleh peserta pelatihan adalah: 1. Ada yang terkesan kuat ada yang hanya sekilas. Sikap berkembang melalui pengalaman langsung dan komunikasi antar perseorangan. Sikap hanya merupakan suatu rumusan yang bersifat jawaban sementara. Sikap berkaitan erat dengan pikiran dan perasaan. disamping mengembangkan penilaian tentang hal yang dicapai. Pikiran tersebut tersimpan dalam ingatan yang tersusun dalam urutan tertentu.Satu Untuk UNM BAB III. Kegiatan untuk peningkatan kebugaran jasmani g. Pengaruh kegiataan untuk meningkatkan perasaan sejahtera e. Melalui proses demikian keyakinan berkembang atau berubah. KEGIATAN BELAJAR 2 A. sikap tidak dapat diamati secara langsung. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 . Kesan dan keyakinan yang kuat akan lebih berpengaruh daripada kesan dan keyakinan yang lemah terhadap perilaku. Uraian Materi SIKAP DAN MOTIVASI DALAM PENDIDIKAN JASMANI Sikap merupakan kesiapan mental untuk berbuat. Pengaruh kegiatan terhadap kelelahan d. Sikap dan Motivasi dalam Pendidikan Jasmani 2. dan karena itu dapat digunakan untuk meramalkan perilaku. Kegiatan yang menimbulkan kegembiraan f. Kegunaan kegiatan untuk mengisi waktu luang c. gembira atau tidak gembira. yang masih memerlukan pembuktian.

Adanya perbaikan dalam hal efisiensi keterampilan hubungan sosial c. sepetrti usaha keras. Dampak psikologis dari pembelajaran pendidikan jasmanid alam spek motivasi dan sikap sebagai berikut: a. Adanya perbaikan dalam daya tanggap panca indera dan responrespon yang diberikan d. Adanya perkembangan positif dalam hal perasaan sehat sejahtera dan kesehatan psikologis atau kesehatan mental e. Norma-norma sosial juga mempengaruhi keinginan anak untuk mematuhi keyakinan. Memberikan kelegaan dan mengurangi gejala dalam aspek gangguan psikosomatis g. Adanya penguasaan keterampilan gerak Guru memainkan peran dalam menciptakan lingkungan dan iklim belajar mengajar yang kondusif. Sikap yang positif dapat berkembang melalui keyakinan dan nilai-nilai positif terhadap kegiatan jasmani tersebut. Dengan demikian perubahan dapat memberikan pengalaman yang berharga. Seperti menegakkan aturan permainan yang memuaskan semua pihak. Adanya peningkatan dalam hal relaksasi f. Adanya perubahan sikap dari negatif menjadi positif terhadap aktivitas jasmani b. menggunakan peralatan dan perlengkapan yang memadai. tanggung jawab setiap saat dan melaksanakan tugas secaraa optimal sesuai dengan tantangan yang dipilih b. Tujuan dan maksud tersebut dipengaruhi oleh sikap dan norma-norma sosial masyarakat. DAMPAK PSIKOLOGIS DARI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI Ada beberapa dampak yang diperkirakan muncul pda diri siswa sebagai akibat dari pendidikan jasmani antara lain adalah: a. Perubahan dalam aspek perilaku bermotivasi. dan pada akhirnya dapat menimbulkan dampak psikologis yang berarti pada diri siswa. ketekunan. dan menggugah semangat juang siswa. Perubahan dalamaspek kesadaran meliputi kesadaran dan keyakinan tentang sebabsebab keberhsilan dan kegagalan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . meiputi strategi penyesuaian diri untuk mencapai prestasi. atau suasana yang dapat mempengaruhi kesadaran siswa secara positif terhadap kegiatan pendidikan jasmani. apakah anak anak-anak tersebut akan terlibat aktif secara aktif dalam aktivitas jasmani.Satu Untuk UNM Maksud dan tujuan positif bagi anak terhadap pendidikan jasmani merupakan faktor penentu yang penting dalam pengambilan keputusan. dan meniru perbuatan tokoh-tokoh kunci atau idola yang ada di sekitar mereka.

pemulihan tenaga kerja. Melakukan analisis mengenai sikap dan motivasi dalam pendidikan jasmani c. ketenangan dan ketentraman batin. Buku sumber Landasan psikologis pendidikan jasmani di Sekolah Dasar 2. Diskusi kelas 5. Prasyarat Tidak ada 4. Beberapa contoh kartu tugas yang dapat digunakan untuk penyajian materi c. Keselamatan dan kesehatan kerja Peserta pelatihan harus mengikuti dan mematuhi prosedur yang dibuat bersama agar terhindar dari kecelakaan 3. Lembar kegiatan 1. Perubahan dalam aspek yang berkaitan dengan sikap atau sifat optimis seperti kepuasan pribadi. Termasuk juga perubahan sikaap dari negatif menjadi lebih positif terhadap aktivitas pendidikan jsmani. Analisis perilaku siswa yang responnya positif maupun negatif pada saat pembelajaran berlangsung! D. Alat dan Bahan a. Peserta pelatihan mempelajari dampak psikologis dari pembelajaran pendidikan jasmani d. C. kesenangan dan kegembiraan. Peserta pelatihan melakukan analisis terhadap dampak psikologis dari pembelajaran pendidikan jamani e. Bahan ajar b. Instruktur meminta peserta pelatihan mendiskusikan dampak psikologis dari pembelajaran pendidikan jasmani f.Satu Untuk UNM c. dan kian meyakini dan manfaat yang ditimbulkannya. Hasil Peserta pelatihan menguasai materi yang diberikan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 . Langkah Kegiatan a. Latihan Amati perilaku siswa pada saat proses pembelajaran pendidikan jasmani berlangsung. Peserta pelatihan mempelajari sikap dan motivasi dalam pendidikan jasmani b.

Adanya perbaikan dalam hal efisiensi keterampilan hubungan sosial c. Sikap yang positif dapat berkembang melalui keyakinan dan nilai-nilai positif terhadap kegiatan jasmani tersebut. Adanya penguasaan keterampilan gerak F. Jelaskan dampak positif dari pembelajaran pendidikan jasmani Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 . dan meniru perbuatan tokoh-tokoh kunci atau idola yang ada di sekitar mereka. Norma-norma sosial juga mempengaruhi keinginan anak untuk mematuhi keyakinan. Ada beberapa dampak yang diperkirakan muncul pda diri siswa sebagai akibat dari pendidikan jasmani antara lain adalah: a.Satu Untuk UNM E. Jelaskan pengaruh sikap dalam pembelajaran pendidikan jasmani 2. Adanya perubahan sikap dari negatif menjadi positif terhadap aktivitas jasmani b. Adanya perkembangan positif dalam hal perasaan sehat sejahtera dan kesehatan psikologis atau kesehatan mental e. apakah anak anak-anak tersebut akan terlibat aktif secara aktif dalam aktivitas jasmani. Tes Formatif 2 1. Tujuan dan maksud tersebut dipengaruhi oleh sikap dan norma-norma sosial masyarakat. Adanya perbaikan dalam daya tanggap panca indera dan respon-respon yang diberikan d. Rangkuman Maksud dan tujuan positif bagi anak terhadap pendidikan jasmani merupakan faktor penentu yang penting dalam pengambilan keputusan. Jelaskan faktor yang mempengaruhi tingkat aktivitas anak dalam pendidikan jasmani 3. Memberikan kelegaan dan mengurangi gejala dalam aspek gangguan psikosomatis g. Adanya peningkatan dalam hal relaksasi f.

Pendidikan jasmani yang merupakan salah satu mata Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 . penalaran. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. perkembangan psikis. keterampilan sosial. pengetahuan dan penalaran. aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. olahrasa dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Konsep praktis permainan B. keterampilan berfikir kritis. Pengembangan kurikulum merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menghadapi perubahan IPTEK yang terus melaju dengan cepat. Konsep teoritis pendidikan jasmani berbasih masalah gerak 2. bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani. Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. dan kesehatan merupakan media untuk medorong pertumbuhan fisik. Perubahan paradigma pendidikan jasmani 3. keterampilan gerak. tindakan moral.Satu Untuk UNM BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 A. olahpikir. Untuk menciptakan sumber daya tersebut diperlukan sistem pendidikan nasional yang mantap dan konsisten dengan mengikuti perkembangan IPTEK terkini. Uraian Materi Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. sehingga kualitas lulusan dari semua jenjang pendidikan yang ada diharapkan akan mampu bersaing sesuai tuntutan perkembangan yang ada. penghayatan nilai-nilai (sikap mental emosional-sportivitas-spiritual-sosial) serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. Kompetensi dan Indikator 1. stabilitas emosional. Pendidikan jasmani. olahraga. keterampilan motorik. peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam menghadapi tantangan global perlu disiapkan sumber daya manusia yang handal dengan memiliki kemampuan profesional dalam bidangnya.

Kedua ideologi tersebut sangat berpengaruh pada pandangan dan pemikiran para guru pendidikan jasmani di sekolah. bergantung pada kesempatan adn peluang. akuntabilitas dsb). terutama putranya yang memandang tubuh Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 . Istilah pengajaran sering tidak nampak atau hilang dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Keadaan yang sebenarnya terjadi adalah pada keadaan yang tidak stabil. perlu untuk senantiasa menyegarkan pengetahuan dan pemahaman para dosen terhadap berbagai perubahan termasuk di antaranya adalah mengakomodasi paradigma baru dalam pendidikan jasmani KOMITMEN PENGAJARAN PENDIDIKAN JASMANI Dalam pandangan DR. pengajaran yang tidak tepat. Jurusan Pendidikan Jasmani sebagai lembaga kependidikan yang memproduk calon guru pendidikan jasmani mempunyai relevansi dan tanggung jawab secara moral untuk menyiapkan lulusan yang handal dan tanggap terhadap perubahan dan perkembangan kurikulum. Keadaan tersebut menurut Bart Crum merupakan akibat dari kekuatan ideologikal yang sangat dominan dalam pelaksanaan profesi pendidikan jasmani. Tokohnya adalah Per Henrik Ling. Ideologi ini berawal dari sistem senam ”swedia”.Satu Untuk UNM pelajaran yang diberikan di setiap tingkat satuan pendidikan yang juga telah mengalami penyempurnaan dan perubahan pada beberapa bagian tertentu. Sebagai akibatnya pendidikan jasmani di sekolah tidak mencapai profil aktivitas belajar mengajar. mengambil dasar pada paham ”biologikal” reduksion isme yang kemudian dikualifikasikan pada ”ideologi biologitik”. umpan balik tidak tepat. Bart Crum esensi masalah dalam pendidikan jasmani bukanlah pada pengajaran yang buruk (diindikasikan dengan rendahnya jumlah waktu akktif mengajar. Banyak guru pendidikan jasmani yang tidak sungguh-sungguh berupaya dan memahami bahwa pendidikan jasmani adalah merupakan pendidikan yang penting untuk siswa. Sebagai akibat ketiadaan komitmen mengajar di kalangan guru pendidikan jasmani menyebabkan lemahnya proses ajar dalam pendidikan jasmani. dan tidak konsisten. Banyak guru pendidikan jasmani yang berbicara mengenai ”pengajaran” dalam pendidikan jasmani tanpa ada bukti konkrit telah terjadi suatu ”pembelajaran” pada diri siswa. Agar produk Jurusan Pendidikan Jasmani memiliki akuntabilitas yang memadai. Guru pendidikan jasmani tidak mempunyai komitmen yang kuat untuk memfungsikan diri sebagai orang yang membantu siswa untuk belajar. Ideologi pertama. dan bahkan akibat selanjutnya pendidikan jasmani tidak memberikan keuntungan penting bagi siswa dan pendidikan.

Pendidikan jasmani dalam konsep tersebut memiliki karakteristik: Tujuan dirumuskan dalam bentuk efek pelatihan (mis: peningkatan daya tahan jantung dan paru-paru. Sering ide tersebut disebut sebagai ”pndidikan fungsional”. Sebagai dampaknya. Wawasan ini didorong oelh berkembangnya beragam penyakit dari waktu ke waktu. dsb)      Deskripsi isi diterjemahkan dalam bentuk ”training exercise” (sering diklasifikasikan sesuai bagian-bagian tubuh). dan secara khusus pada perkembangan kognitif.Satu Untuk UNM sebagai alat gerak yang baik sebagai sistem tujuan.sosial dan perkembangan utuh generasi muda. Dalam pandangan ini pendidikan jasmani bukan dalam upaya ”bergerak dalam upaya belajar” tetapi ”belajar untuk bergerak”. Pendidikan jasmani dipandang sebagai pelatihan jasmani dan dipandang penting untuk mencegah penyakit. gerak. power otot. dan pelatihan gerak dan dapat meningkatkan status tubuh sebagai sebuah mesin. Ide dasarnya diambil dari dampak kependidikan secara automatis dengan cara mengambil bagian ari segala aktivitas kependidikan yang ada. kelentukan. Ide seperti ini terjadi dan berkembang menjadikan guru pendidikan jasmani hanya mengorganisasikan kegiatan gerak dengan dukungan motivasi instrinsik siswa . Tujuan prinsisp metodelogikal: memelihara tubuh sesuasi dengan bagian tubuh Deskripsi isi diterjemahkan pada tema-tema pelatihan (sering dikelompokkan kepada bagian-bagian tu buh) Prinsip utama metodologis adalah memelihara siswa bergerak (sibuk) dengan intensitas tinggi dan pengulangan latihan yang rapat Tugas siswa dirumuskan dalam tugas-tugas pelatihan (yaitu: tugas yang diarahkan pada adaptasi biologis tubuh sebagai mesin) daripada tugas belajar (yaitu: tugas gerak diarahkan pada peningkatan kompetensi) Ideologi kedua. aestetik. Kedua ideologi memandang asumsi yang berbeda antara tubuh. Ide dasar ideologi ini adalah gerak sebagai suatu media ekslporasi. sebagai alat. Pendidikan jasmani dipandang sebagai ”pelatihan fisik” . komunikasi. perkembangan umum pribadi. seperti sebuah konsep yang tidak realistis. Sistem swedia ini berkembang di daerah Eropa Barat dan Amerika Utara. tujuan pendidikan jasmani yang dirumuskan menjadi semakin abstrak. Di Amerika Utara ideologi ini disebut sebagi ”pendidikan melalui jasmani” yang diajukan oleh Thomas Wood dan Clark Hetherington. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 . Ide dasar ideologi ini adalah bahwa tubuh manusia diibaratkan sebagi mesin. Kedua ideologi tersebut menurut pandangan Bart Crum mengarah pada praktik tidak ada ”proses ajar”. diambil daripandangan idealisme pedagogikal yang dapat dikatagorikan kepada ”ideologi pedagogistik”.

Namun keduanya memiliki kesamaan yaitu kedua konsepsinya didasarkan pada dualisme tubuh-pikiran. maka sangat mungkin disebut memiliki ”budaya rumah”. maka Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 . atu ran perilaku. Ideologi pedagogistik mengarah pada pendidikan jasmani sebagai upaya mengembangkan karakter dari suatu penyajian yang terkendali. Sebagai contoh: sekelompok orang yang sedang merancang sebuah bangunan rumah. pemerolehannya membutuhkan proses belajar mengajar Fakta menunjukkan bahwa setiap generasi muda pergi ke sekolah selama 12 tahun dan sekolah dapat menyelenggarakan spektrum pendidikan jasmani sebagai suatu syarat untuk memenuhi budaya gerak di sekolah. konvensi. Pada ideologi pertama memandang pada kompensasi kurangnya gerak di lingkungan sekolah sehari-hari. pemahaman. pengetahuan dan keterampilan. Pada ideologi kedua. terdapat predominansi ”kompensasi”. Pada ideologi pertama. PARADIGMA BARU PENDIDIKAN JASMANI Pandangan bahwa pendidikan jasmani dapat berkontribusi pada pembentukan karakter. Hal terpenting menurut Bart adalah meyakinkan pada setiap diri individu dan masyarakat bahwa berpertisipasi dalam ”budaya gerak” atau pendidikan jasmani dan olahraga merupakan suatu upaya untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih sejahtera baik fisik maupun psikis. konfigurasi nilai-nilai. Konsep budaya gerak mengacu pada bentuk kehidupan. akan selalu lemah dan bahkan mungkin tidak terjadi sama sekali. Bart mengajukan tiga pendapat sehubungan dengan budaya gerak:    Pada masyarakat kontemporer (modern) partisipasi dalam budaya gerak berkontribusi kepada kualitas hidup seseorang Keberlangsungan dan kepuasan berpartisipasi dalam budaya gerak bergantung pada sejumlah kompensasi. Pada ideologi kedua. Ideologi biologistik mengarah pada pendidikan jasmani sebagai pelatihan kebugaran. Di Indonesia terkenal dengan kain batik. kompensasi mengarah pada lemahnya ”realita pendidikan” dalam proses belajar mengajar mata opelajaran pendidikan jasmani.Satu Untuk UNM siswa dan pendidikan. Pendidikan jasmani perlu dipandang memiliki dua kutub yang saling berlawanan. berpikir logis. mengembangakan interaksi sosial dan sebagainya. gerak digunakan sebagai alat untuk membangun dan membentuk tubuh. memandang gerak digunakan sebagai alat pengembangan karakter dan pembentukan kepribadian.Kedua konsepsi memandang gerak bukan suatu tujuan tetapi alat mengintervensi tindakan. Pada kedua konsepsi. keyakinan. Kedua konsepsi memicu praktik pendidikan jasmani tidak mencirikan ”proses ajar”.

Partisipasi dalam budaya gerak perlu menunjukkan diri-sendiri”. dan mengawali kemampuan lawannya  Cognitve-reflective competence (kemampuan untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan untuk memahami aturan budaya gerak dan mampu mengubahnya sesuai dengan kebutuhan) seperti: mengetahui kaitan antara latihan dengan kebgaran. Misi pendidikan jasmani adalah memperkenalkan para generasi muda pada cakrawala dunia makna gerak. Partisipasi dalam budaya gerak merupakan faktor penting untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Dengan demikian budaya gerak terdiri dari seperangkat aksi dan interaksi gerakan (mis: olahraga. Kompetensi menurut Brat dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu:  Techno-motor competence (kemampuan untuk memecahkan keragaman masalah gerak) seperti: keterampilan untuk menangkap bola. memiliki wawasan kemungkinan adaptasi aturan untuk mengubah keperluan dan situasi  Affective competence (kemampuan untuk mengembangkan sikap posiiitif dalam permainan. mengoper bola. Contoh: menerima kemenangan atau kekalahan.Satu Untuk UNM sangat mungkin dikenal ”budaya batik”. memahami aturan bermain. permainan dan aktivitas kebugaran) yang lebih dikenal sebagai kegiatan di waktu luang. Demikian pula dengan gerak sebagai suautu fenomena di masyarakat akan dikenal dengan ”budaya gerak”. tentang gerak siswa dan mengajar siswa untuk bergerak. Budaya gerak mengacu pada cara kelompok masyarakat berkaitan dengan isu dan pengenalan tubuh dan kebutuhan atau keinginan gerak sebagai bagian perilaku manusia dalam konteks kerangka kerja dan istirahat. atau menirukan gerakan tarian  Socio-motor competence (kemampuan yang berkaitan dengan hubungan personal dan interpersonal. mengenali bakatnya. olahraga atau situasi gerak) PENDIDIKAN JASMANI: SEBUAH KONSEP BARU Pendidikan jasmani di sekolah bukanlah hanya sekedar mendidik jasmani atau mendidik melalui aktivitas jasmani. perlu ada upaya sengaja melalui pembelajaran. atau mengibaratkan tubuh sebagaimesin bagi sebuah jasmani. untuk memecahkan masalah. dan konflik yang terjadi dalam situasi masalah gerak). mengenali kemampuan dirinya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 39 . berenang menyeberangi sungai. berempati dengan sesama temannya. Tetapi. mengantarkan siswa menjadi terbiasa dalam situasi gerak. Kompetensi tidak datang dengan sendirinya.

Satu Untuk UNM Manakala guru pendidikan jasmani mengajar dengan baik. dan bahkan tubuhlah sebagai pemicu pengenalan terhadap dunia. Dan perlu diingat bahwa dari semua paparan diatas pendidikan jasmani perlu mendapatkan pengaturan yang cermat. Dengan demikian. Dalam penyelenggaraan itu. Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa budaya gerak perlu menjadi titik akhir dari semua referensi penyelenggaraan pendidikan jasmani di sekolah. dan sekaligus pula diundang untuk berpartisipasi dalam cakrawala dunia. guru memberikan kepada siswa untuk memiliki kompetensi dan berpartisipasi dalam budaya gerak. Tubuh diundang untuk berkomuniasi dengan alam semesta dalam bentuk gerak. keterkaitan diantara kegiatan. dan makna utuh dari pendidikan jasmani itu sendiri. Pendidikan jasmani adalah bentuk pendidikan gerak untuk kualitas kehidupan. jendela masuk ke dalam lingkungan dunia. Pendidikan jasmani merupakan pengantar siswa kedalam cakrawala dunia gerak. Gerak insani merupakan bentuk dialogis antara manusia yang bergerak dengan lingkungan. pendidikan gerak perlu menjadi referensi dalam penyelenggaraan pendidikan jasmani. Dan karena itu pula. partisipasi dalam buday gerak berkontribusi pada kualitas hidup. Pengaturan itu perlu dilakukan mulai dari tataran kurikulum. sarana prasarana dan peralatan. Beberapa alasan penting perlunya paradigma baru dalam penyelenggaraan pendidikan jasmani adalah: adanya bukti keterkaitan tubuh sebagai subjek. Tubuh dalam hubungan dengan pendidikan jasmani adalah subjek. kualifikasi guru. Manusia hadir di dunia ketika tubuh juga diakui keberadaanya di dunia. Dalam kaitan ini bentuk keber-upaya-an siswa untuk berdialog dengan lingkungan. Pengajaran pendidikan jasmani di sekolah sangat bergantung pada kriteria keputusan guru dalam melaksanakan tugas pengajarannya. Dengan demikian. budaya gerak adalah bentuk reaksi masyarakat untuk dapat memahami dan mengenali serta sekaligus ber-satu-tubuh dalam kegiatan hidup sehari-hari. Tubuh diundang untuk berpartisipasi dalam pendidikan jasmani. isi kegiatan. pendidikan jsmani merupakan media kedalam budaya gerak. Oleh karena itu. Gerak sebagai bentuk dialogis dengan dunia dan lingkungan yang mengundang manusia untuk bergerak. Ini berarti membuat situasi gerak menjadi terbiasa tertanam dalam diri siswa. Terjadi atau tidaknya proses ajar sangat bergantung pada keputusan guru itu sendiri. Gerak diinterpretasikan sebagai bentuk perilaku yang bermakna. Contohnya belajar menangkap bola bukanlah belajar untuk memisahkan diri manusia dari Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . maka cirinya adalah memberikan kesempatan pada siswa untuk mendapatkan identitas gerak personalnya dan menjadi suatu kebiasaan di rumah dan masyarakat.

gerak insani pada sistuasi belajar terjadi pada seperangkat lingkungan yang sengaja diciptakan. tetapi belajar untuk memecahkan masalah lingkungan yang dihadapi manusia. termasuk cara siswa belajar. Dan kedua.Satu Untuk UNM lingkungan dunia. Prinsip-prinsip konstruktivis pedagogi adalah:        Unit analisis sebagai pokok kajiannya menfokuskan diri pada hubungan individu dengan lingkungan Asumsi dasar yang diyakini menekankan pada keaktifan siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan dari pada siswa yang pasif menerima informasi dari gurunya Para siswa memiliki pemahaman dan pengalaman Secara sosial dan kultural. Belajar melibatkan keterlibatan aktif siswa dengan lingkungannya. Tidak adanya hubungan tugas belajar dengan konteks yang diberikan akan selalu menimbulkan masalah. gerak insani terjadi pada dimensi temporal. yaitu: pertama adanya orientasi masalah. Secara teoritis. para siswa mengkontruksi pengetahuannya send iri Belajar adalah sesuatu yang terus berkembang. MENCIPTAKAN SITUASI BELAJAR Gerak insani adalah upaya sengaja. Oleh karena itu peran tugas belajar menjadi turut menentukan. kogn itifreflektif. tumbuh matang dan berpengalaman Belajar adalah bentuk kompilasi dari aspek kompetensi teknomotor. artinya tidak akan memunculkan terjadinya proses ajar. adanya orientasi pada siswa. dan dialami oleh siswa Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 . dan afektif Dan belajar adalah bentuk konseptual dari hubungan individu dengan lingkungannya PRINSIP-PRINSIP DIDAKTIK Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam mengarahkan keterjadian proses ajar secara didaktikal. sosiomotor. Para siswa tidak selalu harus mendapatkan informasi dari gurunya tetapi para siswa secara aktif mengumpulkan informai dari berbagai sumber yang terlibat didalamnyha. spasial dan sosial. Beberapa panduan didaktik yang terkait orientasi masalah adalah:  Mengorganisasikan proses belajar mengajar pada landasan kejelasan masalah gerak yang jelas  Menciptakan tugas belajar dalam konteks untuk memecahkan suatu masalah gerak  Menstrukturisasi lingkungan belajar sedemikian rupa sehinga masalah gerak dapat dilihat. Upaya penciptaan lingkungan belajar ini selanjutnya disebut sebagai konstruktivis pedagogi. dipahami.

Peserta pelatihan memahami tujuan pendidikan jasmani berbasis masalah gerak f. pengorganisasian C. Keselamatan dan kesehatan kerja Peserta pelatihan harus mengikuti dan mematuhi prosedur yang dibuat bersama agar terhindar dari kecelakaan 3. Diktat pendidikan jasmani berbasis masalah gerak 2. Instruktur meminta peserta pelatihan mendiskusikan hasil penyusunan bahan ajar pendidikan jasmani berbasis masalah gerak Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . Lembar Kegiatan 1. Latihan Buatlah satu bentuk modifikasi permainan untuk pembelajaran pendidikan jasmani D.Satu Untuk UNM  Mensyaratkan siswa mendapatkan informasi dengan mengubah/memodifikasi konteks belajar Panduan didaktik terkait orientasi siswa adalah:  Kenali dan pahami perbedaan setiap individu siswa (termasuk identitas gerak. Peserta pelatihan melakukan analisis mengenai bahan ajar pendidikan jasmani berbasis masalah gerak h. langkah-langkah kegiatan a. Prasyarat Tidak ada 4. Peserta pelatihan melakukan analisis berbagai pengertian pendidikan jasmani berbasis masalah gerak b. Tanya jawab tentang pengembangan bahan ajar pendidikan jasmani berbasis masalah gerak g. Peserta pelatihan melakukan analisis terhadap penyusunan bahan ajar pendidikan jasmani berbasis masalah gerak d. Peserta pelatihan mampu menyusun bahan ajar pendidikan jasmani berbasis masalah gerak e. Peserta pelatihan memahami pengertian pendidikan jasmani berbasis masalah gerak c. Alat dan Bahan Ujian a. identitas belajar siswa)  Beri siswa tanggung jawab untuk belajar dengan caranya sendiri  Libatkan siswa dalam perencanaan. Bahan ajar b.

Jelaskan maksud dari pendidikan jsmani adalah sistem hubungan individu dengan lingkungan! Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 . tentang gerak siswa dan mengajar siswa untuk bergerak. yaitu: pertama adanya orientasi masalah. maka cirinya adalah memberikan kesempatan pada siswa untuk mendapatkan identitas gerak personalnya dan menjadi suatu kebiasaan di rumah dan masyarakat. Guru pendidikan jasmani mengajar dengan baik. dipahami. mengantarkan siswa menjadi terbiasa dalam situasi gerak. dan dialami oleh siswa Mensyaratkan siswa mendapatkan informasi dengan mengubah/memodifikasi konteks belajar F. adanya orientasi pada siswa. guru memberikan kepada siswa untuk memiliki kompetensi dan berpartisipasi dalam budaya gerak.Satu Untuk UNM i. Tes Formatif 3 1. untuk memecahkan masalah. Beberapa panduan didaktik yang terkait orientasi masalah adalah:     Mengorganisasikan proses belajar mengajar pada landasan kejelasan masalah gerak yang jelas Menciptakan tugas belajar dalam konteks untuk memecahkan suatu masalah gerak Menstrukturisasi lingkungan belajar sedemikian rupa sehinga masalah gerak dapat dilihat. Rangkuman Pendidikan jasmani di sekolah bukanlah hanya sekedar mendidik jasmani atau mendidik melalui aktivitas jasmani. Jelaskan konsep pendidikan jasmani menurut Bart Crum! 3. atau mengibaratkan tubuh sebagai mesin bagi sebuah jasmani. Misi pendidikan jasmani adalah memperkenalkan para generasi muda pada cakrawala dunia makna gerak. Hasil Peserta pelatihan menguasai materi yang diberikan E. Dan kedua. Dengan demikian. Tetapi. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam mengarahkan keterjadian proses ajar secara didaktikal. Jelaskan proses pembelajaran pendidikan jasmani yang berbasis masalah gerak! 2. Diskusi kelas 5.

Pembaharuan Pendidikan Jasmani di Indonesia. Jakarta: Depdiknas 2004. Jakarta: Depdiknas Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 44 . Asas dan Landasan Pendidikan Jasmani. Jakarta: Depdiknas. 1992. Jakarta: Depdikbud Agus Mahendra.Satu Untuk UNM DAFTAR PUSTAKA Abdulkadir Ateng. Landasan Psikologis Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar. Asas-asas Pendidikan Jasmani. 2006. Bandung Rusli Lutan. Pendidikan Jasmani Berbasis Masalah Gerak (disampaiakan dalam lokakarya Pembelajaran Penjas Berbasis Masalah Gerak). 2001. 2001.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful