Masalah-masalah yang terjadi pada wanita menyusui 1.

Puting susu nyeri atau lecet  Kebanyakan putting lecet disebabkan aloeh kesalahan dalam teknik menyusui, yaitu bayi tidak menyusu sampai ke kalang payudara.  Selain itu putting lecet juga dapat disebablan oleh moniliasi pada mulut bayi yang menular pada puting susu ibu  Akibat dari pemakaian sabun, alkohol, krim, atau zat iritan lainnya untuk mencuci putting susu 2. Payudara bengkak Penyebabnya adalah : Pembengkakan payudara terjadi karena asi tidak disusu dengan adekuat. Sehingga sisa asi terkumpul pada sistem duktus yang mengakibatkan terjadinya pembengkakan. Payudara bengkak ini sering terjadi pada hari ketiga atau keempat sesudah ibu melahirkan. Stasis pada pembuluh darah dan limfe akan mengakibatkan meningkatnya tekanan intraduktal, yang akan mempengaruhi berbagai segmen pada payudara, sehingga tekanan seluruh payudara meningkat, akibatnya payudara sering terasa penuh, tegang serta nyeri. Kemudian diikuti dengan penurunan produksi asi dan penurunan refleks let down. Bra yang ketat juga bisa menyebabkan segmental engorgement, demikian puting yang tidak bersih dapat menyebabkan sumbatan pada duktus. 3. Saluran susu tersumbat Suatu keadaan dimana terjadi sumbatan pada satu atau lebih duktus laktiferus Penyebab terjadinya sumbatan tersebut antara lain:  Tekanan jari ibu pada waktu menyusui  Pemakaian BH yang terlalu ketat  Komplikasi payudara bengkak, yaitu susu yang terkumpul tidak segera dikeluarkan sehingga merupakan sumbatan 4. Mastitis Mastitis adalah peradangan pada payudara Penyebab terjadinya mastitis tersebut antara lain:  Payudara bengkak yang tidak disusui secara adekuat, akhirnya terjadi mastitis  Puting lecet akan memudahkan masuknya kuman dan terjadinya payudara bengkak

yaitu: Pasal 128 (1) Setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan. kecuali atas indikasi medis. benjolan lebih lunak karena berisi nanah tersebut. H. Sedangkan asi dari payudara yang sakit diperas sementara (tidak disusukan). pemerintah daerah. Hal ini disebabkan karena meluasnya peradangan pada payudara tersebut. dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus. Sementara bayinya hanya disusukan tanpa dijadwal pada payudara yang sehat saja. mengakibatkan segmental engorgemen. Susilo Bambang Yudhoyono. 23 tahun 1992. Abses payudara merupakan kelanjutan/komplikasi dari mastitis. (3) Penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan tempat sarana umum. pihak keluarga. BH yang ketat. UU ini disahkan di Jakarta tanggal 13 Oktober 2009 oleh Presiden Republik Indonesia. (2) Selama pemberian air susu ibu. 36 tahun 2009 mengatur tentang kesehatan. . bayi bisa disusukan kembali. Kalau tidak disuse dengan adekuat bisa terjadi mastitis  Ibu yang diet jelek. Di dalamnya terdapat pasal-pasal yang secara langsung mengatur tentang pemberian ASI eksklusif. kurang isrirahat. akan mudah terserang infeksi 5. Dr. Abses payudara Harus dibedakan antara abses dan mastitis. Setelah sembuh. Gejalanya adalah ibu tampak lebih parah sakitnya. Pada abses payudara perlu diberikan antibiotika dosis tinggi dan analgesic. UU ini menggantikan UU No. payudara lebih merah mengkilap. UU No. Pemerintah. snemi.

00 (seratus juta rupiah). Ayat (2) Cukup jelas. Penjelasan Pasal 128 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “pemberian air susu ibu ekslusif” dalam ketentuan ini adalah pemberian hanya air susu ibu selama 6 bulan. dan dapat terus dilanjutkan sampai dengan 2 (dua) tahun dengan memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sebagai tambahan makanan sesuai dengan kebutuhan bayi. standar. Pasal 200 Setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian air susu ibu eksklusif sebagimana dimaksud dalam pasal 128 ayat (2) dipidana paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp100.Pasal 129 (1) Pemerintah bertanggung jawab menetapkan kebijakan dalam rangka menjamin hak bayi untuk mendapatkan air susu ibu secara eksklusif. Ayat (3) Cukup jelas.000. (2) Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.000. prosedur dan kriteria. Yang dimaksud dengan “indikasi medis” dalam ketentuan ini adalah kondisi kesehatan ibu yang tidak memungkinkan memberikan air susu ibu berdasarkan indikasi medis yang ditetapkan oleh tenaga medis. . Pasal 129 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “kebijakan” dalam ketentuan ini berupa pembuatan norma.

Ayat (2) Cukup jelas. .