Kajian Teori Pembelajaran Matematika di SD

oleh: SYAMRILAODE
   

Summary rating: 3 stars (41 Tinjauan) Kunjungan : 2877 kata:900 Comments : 2

More About : kajian teori matematika
Summarize It

Pembelajaran matematika yang diajarkan di SD merupakan matematika sekolah yang terdiri dari bagian-bagian matematika yang dipilih guna menumbuh kembangkan kemampuankemampuan dan membentuk pribadi anak serta berpedoman kepada perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa matematika SD tetap memiliki ciriciri yang dimiliki matematika, yaitu: (1) memiliki objek kajian yang abstrak (2) memiliki pola pikir deduktif konsisten Suherman (2006: 55). Matematika sebagai studi tentang objek abstrak tentu saja sangat sulit untuk dapat dipahami oleh siswa-siswa SD yang belum mampu berpikir formal, sebab orientasinya masih terkait dengan benda-benda konkret. Ini tidak berarti bahwa matematika tidak mungkin tidak diajarkan di jenjang pendidikan dasar, bahkan pada hakekatnya matematika lebih baik diajarkan pada usia dini. Mengingat pentingnya matematika untuk siswa-siswa usia dini di SD, perlu dicari suatu cara mengelola proses belajar-mengajar di SD sehingga matematika dapat dicerna oleh siswasiswa SD. Disamping itu, matematika juga harus bermanfaat dan relevan dengan kehidupannya, karena itu pembelajaran matematika di jenjang pendidikan dasar harus ditekankan pada penguasaan keterampilan dasar dari matematika itu sendiri. Keterampilan yang menonjol adalah keterampilan terhadap penguasaan operasi-operasi hitung dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian). Untuk itu dalam pembelajaran matematika terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu: (1) matematika sebagai alat untuk menyelesaikan masalah, dan (2) matematika merupakan sekumpulan keterampilan yang harus dipelajari. Karena itu dua aspek matematika yang dikemukakan di atas, perlu mendapat perhatian yang proporsional (Syamsuddin, 2003: 11). Konsep yang sudah diterima dengan baik dalam benak siswa akan memudahkan pemahaman konsep-konsep berikutnya. Untuk itu dalam penyajian topik-topik baru hendaknya dimulai pada tahapan yang paling sederhana ketahapan yang lebih kompleks, dari yang konkret menuju ke yang abstrak, dari lingkungan dekat anak ke lingkungan yang lebih luas. Kurikulum matematika sekolah berbasis kompetensi (2004) memuat materi yang lebih ringkas dan memuat hal-hal pokok yang mencakup tiga komponen : 1. Kemampuan dasar 2. Materi standar 3. Indikator pencapaian hasil belajar Penyusunan kurikulum berbasis kompetensi mempertimbangkan kesinambungan tujuan antara jenjang pendidikan yang lebih rendah ke jenjang yang lebih tinggi. Pada mata pelajaran matematika manyajikan tujuan instruksional sebagai berikut : 1. Siswa mampu menggunakan matematika sebagai alat untuk memecahkan masalah atau

e. simetri dan kesebangunan. Melakukan kegiatan statistik (mengumpulkan. Memberi peluang kepada guru untuk mengembangkan kreativitas dan memilih materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan. SLTP. beserta operasi campurannya termasuk yang melibatkan pecahan. Pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Siswa mampu : a. luas dan volume). c. antara lain : 1. Siswa dapat berkembang cepat sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya. d. misalnya menyajikan masalah ke bentuk model matematika. fungsi. Menggunakan matematika sebagai cara bernalar dan untuk mengkomunikasikan gagasan secara lisan dan tertulis. menyajikan dan menafsirkan data). luas dan volume. barisan dan deret. pengurangan. operasi penyelesaian model. limas. kesebangunan dan sistem koordinat. tabung. 3. persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. perkalian.soal yang mencakup : kemampuan memahami model matematika. Tujuan umum matematika sekolah ini selanjutnya dijabarkan berkesinambungan pada setiap jenjang pendidikan yaitu SD. dalil pythagoras.com/writing-and-speaking/presenting/2063167-kajian-teori-pembelajaranmatematika-di/ 26 okt 2011 . prisma. 2010 Sumber: http://id. 2. logaritma. himpunan. segi empat. bola. Menerapkan sifat operasi hitung bentuk aljabar (termasuk pecahan aljabar). Menentukan sifat simetri. terendah. Menentukan dan menafsirkan data sederhana seperti ukuran tertinggi. keliling.shvoong. kerucut. Pada Sekolah Dasar (SD) Siswa mampu : a. d. Dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan potensi sekolah. berbagai bangun datar dan bangun ruang (segi tiga.com/writing-and-speaking/presenting/2063167-kajian-teoripembelajaran-matematika-di/#ixzz1btzzDyjs http://id. b. 2. 2. c. dan operasi campurannya (termasuk yang melibatkan pecahan). dan SMU. satuan. pembagian pemangkatan. pengurangan. Diterbitkan di: 15 Oktober. Berikut ini merupakan tujuan pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama : 1. rata-rata. b. serta mengumpulkan dan menyajikan data. modus. Menentukan sifat dan unsur suatu bangun datar dan bangun ruang sederhana. kesetaraan antar satuan. Menggunakan pengukuran. dalam perhitungan. dan penaksiran pengukuran. dan penafsiran solusi model terhadap masalah semula. lingkaran. Melakukan operasi hitung : penjumlahan. perbandingan. Menggunakan sifat operasi hitung : penjumlahan. menentukan ukuran pemusatan data dan menghitung peluang kejadian. Kurikulum Matematika Sekolah Berbasis Kompetensi memiliki beberapa kelebihan.shvoong. penarikan akar. termasuk penggunaan sudut. termasuk penggunaan keliling. pembagian. Mengidentifikasi dan menggunakan sifat garis dan sudut. perkalian.