PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian dari mayoritas penduduknya. Dengan demikian, sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Kenyataan yang terjadi bahwa sebagian besar penggunaan lahan di wilayah Indonesia diperuntukkan sebagai lahan pertanian dan hampir 50% dari total angkatan kerja masih menggantungkan nasibnya bekerja di sektor pertanian. Keadaan seperti ini menuntut kebijakan sektor pertanian yang disesuaikan dengan keadaan dan perkembangan yang terjadi di lapangan dalam mengatasi berbagai persoalan yang menyangkut kesejahteraan bangsa. Bidang pertaian sebagai dasar perekonomian kerakyatan yang pada awalnya sangat diandalkan dalam menopang sendi – sendi pembangunan bangsa, pada akhirnya mengalami berbagai gejolak permasalahan. (Husodo, 2004) Serangan hama tanaman merupakan salah satu kendala yang sangat meresahkan para petani. Bagaimana tidak, dalam batas tertentu populasi hama dapat menyebabkan penurunan produksi pertanian yang akhirnya dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani. Serangan hama tersebut dapat terjadi pada berbagai komoditas baik itu komoditas pangan, holtikultura maupun perkebunan.. Keberadaan hama disuatu daerah sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitarnya seperti cuaca, factor geografis serta tindakan manusia, sehingga jenis hama, dominansi, intensitas dan luas serangannya berbeda antar daerah satu dengan yang lain. (Adhi S. P. , 2009) Dampak yang timbul akibat serangan hama menyebabkan kerugian baik terhadap nilai ekonomi produksi, pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta petani sebagai pelaku budiaya tanaman dengan kegagalan panen serta turunnya kwalitas dan kuantitas hasil panen. Hal ini disebabkan karena hama merusak tanaman budidaya baik secara fisik maupun fisiologisnya. Demikian besarnya dampak yang disebabkan oleh serangga hama, akan sangat penting mengetahui perbedaan dan jenis-jenis ordo serangga hama,

1

mengerti tentang bentuk dan berbagai jenis serangga yang merugikan, serta cara pengendalian serangga. sehingga memudahkan pengklasifikasian/identifikasi serangga hama.

1.2. Tujuan a. b. Untuk mengetahui perbedaan ke enam ordo serangga hama tersebut. Untuk mengetahui lebih jelas perbedaan masing-masing bagian tubuh serangga (kepala, dada, sayap, perut, dan kaki) sehingga memudahkan pengklasifikasian/identifikasi ke enam serangga hama tersebut.

2

Jenis ini memiliki beberapa jenis ordo. Alat mulut nimfa dan imagonya menggigit-mengunyah yang ditandai adanya labrum. Sayap depan mempunyai ukuran lebih sempit daripada ukuran sayap belakang. Jadi Serangga hama didefinisikan sebagai serangga yang menggangu dan bahkan merusak tanaman baik secara ekonomis.000 (91% dari 750 spesies arthropoda) dan dari seluruh spesies binatang yang dikenal yakni sekitar 72% dari seluruh spesies binatang. Ordo Orthoptera. dan labium dengan palpus labialisnya. TINJAUAN PUSTAKA 2.II. namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator. serangga tersebut belum dapat diartikan sebagai hama dan belum perlu dilakukan pengendalian. sepasang maxilla dengan masing-masing terdapat palpus maxillarisnya. Tipe metamorfosis ordo ini adalah paurometabola yaitu terdiri dari 3stadia (telur-nimfa-imago). 3 . Berasal dari kata orthos yang artinya”lurus” dan pteron artinya “sayap” Golongan serangga ini sebagian anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan.1.yakni sebagai berikut: 1. Apabila kerusakan yang ditimbulkan masih sekala kecil. Golongan Serangga Hama Serangga merupakan objek penting yang dipelajari karena merupakan hama yang merusak tanaman diarea pertanian dan serangga merupakan jumlah spesies yang terbesar yaitu sekitar 686. sepasang mandibula. 1994) 2. dan kuantitas dari tanaman. Sehingga status hama yang disandang oleh serangga tergantung dari jumlah kerusakan yang di timbulkan oleh serangga tersebut. Deskripsi Serangga Hama Serangga disebut pula Insecta. Sewaktu istirahat sayap bagian belakangnya dilipat secara lurus dibawah sayap depan. kulitas.2. adalah kelompok utama hewan beruas (Anthropoda) yang bertungkai enam karena itulah mereka disebut Hexapoda yang berarti “berkaki enam”. (Rukmana. Sedangkan Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia.

sebagiannya mirip selaput.) sejak menetas sampai dewasa tidak bersayap. 4. yaitu serangga bersayap dan tidak bersayap. Ordo Lepidoptera Berasal dari kata lepidos “sisik” dan pteron artinya “sayap”. sedangkan imagonya(kupu-kupu dan ngengat) hanya mengisap madu dari tanaman jenis bunga-bungaan. 4 .Perkembangbiakannya bertipe “holometebola” (telur-larvapupa-imago). Tipe alat mulut dari ordo lepidoptera menggigit-mengunyah tetapi pada imagonya bertipe mulut menghisap. Sepasang sayapnya mirip membran yang dipenuhi sisik yang merupakan modifikasi dari rambut. Tipe perkembangan hidup serangga ini adalah paurometabola (telur-nimfa-imago). Tipe mulut menusukmengisap yang terdiri atas moncong (rostum) dan dilengkapi dengan stylet yang berfungsi sebagai alat pengisap. Misalnya kutu daun (Aphis sp.2. Paurometabola merupakan tipe perkembangan hidup dari ordo ini yang terdiri dari 3 stadia yaitu telur > nimfa > imago. 3. Beberapa jenis serangga dari ordo ini pemakan tumbuhan dan adapula sebagai predator yang mengisap tubuh serangga lain dan golongan serangga ini mempunyai ukuran tubuh yang besar serta sayap depannya mengalami modifikasi. Ordo Homoptera Homo artinya “sama” dan pteron artinya “sayap” serangga golongan ini mempunyai sayap depan bertekstur homogen. Ordo Hemiptera Hemi artinya “setengah” dan pteron artinya “sayap”. Sebagian dari serangga ini mempunyai dua bentuk. yaitu setengah didaerah pangkal menebal. dan syap belakang seperti selaput tipis. Namun bila populasinya tinggi sebagian serangga tadi membentuk sayap untuk memudahkan untuk berpindah habitat. Larva sangat berpotensi sebagai hama tanaman. Nimfa dan imago merupakan stadium yang bisa merusak tanaman.

Metamorfosa tidak sempurna mempunyai tiga 5 . Jika serangga tertentu tidak mengalami metamorfosa sempurna.Metamorfosisnya “holometabola” (telur-larva-kepompong – imago). menjadi larva. dan alat pendengaran. 2011) 2. pengisap darah. predator dan parasitoid. Larva tidak punya tungkai. (Arbar. Sayap bagian belakang mempunyai struktur yang tipis.kemudian kepompong. Serangga dewasa hanya memiliki satu pasang sayap di depan. Tipe serangga ini memiliki sayap depan yang mengeras dan tebal seperti seludang berfungsi untuk menutup sayap belakang dan bagian tubuh. nyamuk meliputi serangga pemakan tumbuhan. baru dewasa. Ada dua macam metamorfosa. berarti dia mengalami metamorfosa tidak sempurna. Metamorfosa ini mempunyai empat bentuk: mulai dari telur. namun ada juga yang bertindak sebagai pemangsa serangga jenis yang berbeda. Perkembangbiakan ordo ini bertipe “holometabola” atau metamorfosis sempurna yang perkembangannya melalui stadia : telur – larva – kepompong (pupa) – dewasa (imago). sedangkan imago bertipe mulut menusukmengisap atau menjilat-mengisap.3. sedangkan sayap belakang telah berubah menjadi halter yang multifungsi sebagai alat keseimbangan. Ordo Diptera Di artinya “dua” dan pteron artinya “sayap” merupakan bangsa lalat. yakni metamorfosa sempurna (Holometabola) dan tidak sempurna (Paurometabola). Tipe alat mulut nyaris sama pada larva dan imago (menggigit-mengunyah) jenisnya bentuk tubuh yang beragam dan ukuran tubuhnya lebih besar dari jenis serangga lain. 6.5. serangga berubah bentuk beberapa kali. Beberapa jenis serangga mengalami metamorfosa sempurna. Tipe-tipe perkembangan hidup serangga hama Selama hidupnya. Anggota-anggotanya sebagian sebagai pengganggu tanaman. untuk mengetahui arah angin. Perubahan ini disebut metamorfosa. Ordo Coleoptera Coleos artinya “seludang” pteron “sayap”. dan meyukai tempat yang lembab dan tipe mulutnya menggigit-mengunyah.

pengendalian hama utama umumnya merupakan pengendalian serangga sehingga obat-obatan kimia yang paling banyak diproduksi adalah insektisida.4. 1999) 6 . (Kusnaedi. cara mekanik/fisik. (Afruri. Pada belakangan tahun ini ada anggapan bahwa pengendalian hama yang paling efektif adalah dengan penyemprotan dengan menggunakan pestisida maupun insektisida. Oleh karena itu. Namun. Pengendalian hama tanpa pestisida/insektisida lebih diarahkan pada teknik-teknik budidaya. palawija. (Soekirman. bibit. pucuk. Sesuai dengan tuntutan zaman. Pengendalian Serangga Hama Pengendalian hama tanaman merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam usaha tani. dan cara biologi yang dapat menekan populasi hama. akar. pengendalian hama bebas racun pestisida/insektisida merupakan suatu alternatif yang perlu disebarluaskan dan dikembangkan. setelah terasa dampak negatif dari penggunaan pestisida maupun insektisida ini maka para ahli hama tidak lagi menganjurkan secara besar-besaran dalam penggunaan racun pestisida maupun insektisida. tidak terdapat kepompong. Serangga banyak menyerang tanaman padi. Serangga merupakan hama yang banyak jenisnya dan paling banyak menyerang tanaman pertanian. dan buah-buahan dari benih. Pengaruh samping pada lingkungan akibat kegiatan usaha tani kini mendapat perhatian yang lebih besar dari pengambil kebijakan (pemerintah) umum dan petani sendiri. dan buah. 2010) bentuk 2. strategi dan teknik pengendalian hama harus memenuhi persyaratan yang ada hubungannnya dengan keamanan lingkungan dan keefektifannya yang lestari tanpa efek samping yang membuat masalah perlindungan tanaman itu lebih kompleks.bentuk: mulai dari telur. bunga. 1990). menjadi nimfa (serangga muda). Dengan demikian metamorfosa tidak sempurna. Dengan demikian. kemudian dewasa.

Gambar hasil pengamatan (per kelompok) dibuat sebagian laporan sementara yang ditanda tangani oleh asisten yang bertugas. Tempat dan Waktu Kegiatan praktikum Acara II ( Mengenal Ordo Serangga Hama) dilakukan dengan pengambilan sampel serangga hama dan tanaman bergejala dari lapangan dan pengamatan dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Unpar.3. alat gambar. tanaman yang diserang dan biologi serangga tersebut (telur-larva-pupa. kepala (caput). 7 . dada (thorax). Cara Kerja a. 16 april 2012 jam 13. Sedangkan alata yang digunakan adalah lup. perut (abdoment). dan kaki. ulat daun (lepidoptera). kutu daun (homoptera). dan kumbang kelapa (coloeptera). Bahan dan Alat Bahan yang digunakan adalah spesimen serangga hama yaitu belalang kayu (ordo orthoptera). Lakukan pengklasifikasian (genus. BAHAN DAN METODE 1. spesies. yang digambar adalah : Bentuk serangga secara keseluruhan Per masing-masing bagian. b.55. dan belakang. 1. dan alat tulis lainnya. Membuat hasil pengamatan dalam bentuk gambar dari masing-masing ordo serangga hama. yaitu sayap depan.III. Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin.1. lalat buah (diptera).2.15-14. ordo dan familia) Membuat resume singkat meliputi : gejala serangan. walang sangit (hemiptera). 1.imago atau telur-nimfa-imago) dan dicantumkan dalam laporan.

Hasil pengamatan mengenal ordo serangga hama No. Perusak akar. dan mengunyah) penggerek batang 6 Lalat buah Diptera Holometabola (mengigit Perusak mengunyah. cabe tomat 5 Kumbang kelapa Coloeptera Holometabola (menggigit.1. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. bahan menjilat) simpanan 8 . mengisap) (mengigit. mengunyah) tongkol jagung 4 Kutu daun Homoptera Paurometabola sebagian partenogenek Menyerang atau mengisap Menyerang daun kentang. Serangga Ordo serangga Tipe perkembangan Tipe mulut alat Bagian tanaman yang terserang 1 Belalang kayu Orthoptera Paurometabola (mengigit & mengunyah 2 Walang sangit 3 Ulat Lepidoptera Paurometabola Hemiptera Paurometabola (menusuk. batang. malai padi. Hasil Pengamatan Dari hasil pengamatan mengenal ordo serangga hama disajikan pada tabel 1 berikut : Tabel 1. Menghisap malai padi Penggerek Daun.IV.

(Sudarmo S. dan sawah atau ladingterbuka. 2000) Belalang kayu biasanya memilih tempat perkembangbiakan terutama di hutan jati. waru. Telur dimasukkan dalamtanah dengan kedalaman 5-8 cm.4. Telur ini berukuran 2-3 cm(Sudarmo. Hama belalang ini juga menyukai banyak tanaman (polyfagus) tanaman yang sring diserang oleh hama belalang ini adalah jati.menyukai tanaman tunggal misalnya kopi. 9 . kapuk randu. Apabila makanan di sekitar hutan jati telah habis maka belalang kayu ini akan berpindah tempat secara bersama-sama untuk mencari sumber makanan. Pembahasan 4. keluwih. 1991) Belalang ini bertelur pada awal musim kemarau dan akan menetas pada awalmusim hujan yaitu bulan Oktober dan November. tetapi banyak tersebar di Indonesia bagian barat pada dataran rendah. aren. nangka. mangga.2. kelapa. Pusat penyebarannya belum diketahui pasti. 2000). jarak. karet. cokelat. Belalang ini hidup di daerah panas yang banyak tumbuhtumbuhannya.2. pisang. bungkusan berisi massa berbusa yangkemudian memadat dan kering berwarna coklat. kopi.1 Belalang Kayu (Valanga nigricornis) Klasifikasi : Kingdom Phylum Class: Family Genus Species : Animalia : Arthopoda : Insecta : Acridoidea : Valanga : Valanga nigricornis (Kanisius. jagung. kemudian setelah dewasa akan muncul bersama-sama sampai ratusan ribu jumlahnya. Belalang muda maupun dewasa sangat rakus dalam menghabiskan makanan. cemara.

1994) Pengendalian secara mekanis telur belalang didalam tanah diambil. dan insektisida lainnya.2. Pengendalian dengan kultur teknis adalah dengan pengaturan pada penan penganganan. basudin. (Azmi Scot. banyak vena. menebal seperti kertas perkamen. Pengendalian secara biologis dilakukan dengan merawat kumbang endol yang lawanya sebagai parasite telur belalang. padi dan lain-lain.wijen. Ciri ciri ukuran tubuh sedang sampai besar. tebu. demikian juga nimfa yang ada diberikan kepada ayam. 2011) 4. melebar dan banyak vena. Sayap deapan panjang menyempit.000 hektare rusak karena serangan tersebut. Alat mulut menggigit mengunyah. kapas. Betina umumnya mempunyai ovipositor yang berkembang baik. (Rukmana. Lahan pertanian padi. Hanya dalam jangka waktu satu pekan lahan pertanian di 11 desa rusak. pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menyemprotkan phosdrin. terletak di tibia atau abdomen.2 Walang sangit (Leptocorisa Acuta) Klasifikasi Kingdom Phylum Kelas Ordo Famili : Animalia : Arthropoda : Insecta : Hemiptera : Alydidae 10 . Pracaya. Jantan ada yang mempunyai alat penghasil suara. diazinon. 1995. Bersayap mempunyai 2 pasang sayap. jagung dan tanaman lainnya seluas 1. sayap belakang membranewus.

udang dan sebagainya. dan Limnophila spp. Lycopodium sp. 2009). beberapa jenis rumput seperti Ceratophyllum dermesum L. 2009).20 butir... Peletakan telur umumnya dilakukan pada saat padi berbunga. Pengendalian Serangan walang sangit dapat dikendalikan dengan berbagai cara misalnya melakukan penanaman serempak pada suatu daerah yang luas sehingga koloni walang sangit tidak terkonsentrasi di satu tempat sekaligus menghindari kerusakan yang berat. Perkembangan dari telur sampai imago adalah 25 hari dan satu generasi mencapai 46 hari (Anonim. Lycopodium carinatum D. Imago berbentuk seperti kepik. kepiting. Ceratophyllum sp. Parasit telur walang sangit yang utama adalah Gryon nixoni dan parasit telur lainnya adalah Ooencyrtus malayensis (Anonim.. 11 .. selanjutnya dapat diberantas secara mekanik atau kimiawi (Anonim. Telur. Telur-telur tersebut biasanya diletakkan pada permukaan atas daun di dekat ibu tulang daun. Telur akan menetas 5 – 8 hari setelah diletakkan. Pada awal fase generstif dianjurkan untuk menanggulangi walang sangit dengan perangkap dari tumbuhan rawa Limnophila sp. bertubuh ramping. Kelompok telur biasanya terdiri dari 10 . acuta) mengalami metamorfosis sederhana yang perkembangannya dimulai dari stadia telur.. Warna tubuh hijau kuning kecoklatan dan panjangnya berkisar antara 15 – 30 mm (Anonim. Walang sangit dapat tertarik pada bau-bau tertentu seperti bangkai dan kotoran binatang. nimfa dan imago. 2009). C. Submersum L.Genus Spesies Author : Leptocorixa : Acuta : Thunberg Walang sangit (L. antena dan tungkai relatif panjang. Telur berbentuk seperti cakram berwarna merah coklat gelap dan diletakkan secara berkelompok. dan bangkai hewan : kodok. Walang sangit yang tertangkap lalu dibakar. Apabila walang sangit sudah terpusat pada tanaman perangkap. 2009).

telur 602-817 butir. Larva lepidoptera dikenal sebagai ulat. Pupa biasanya terbentuk di dalam batang. kupu-kupu umumnya bersayap menarik. larva yang baru menetas berwarna putih kekuning-kuningan. Ngengat betina lebih menyukai meletakkan telur pada tanaman jagung yang tinggi dan telur diletakkan pada permukaan bagian bawah daun. Sikuls hidup telur 30-50 butir. (Putro. 2012) Ciri-ciri sayap 2 pasang dan tertutup bulu dan sisik. Larva yang baru menetas berwarna puih kekuning-kuningan. Imogo aktif malam hari umur imago/ngengat dewasa 7-11 hari. umur telur 3-4hari. 2012) 12 . Ulat ( Ostrinia Furnacalis) Kerajaan Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Arthropoda : Insecta : Lepidoptera : Noctuidae : Ostrinia :Ostrinia furnacalis Morfologi telur berwarna putih. mulut pada larva bertipe penggigit pengunyah dan pada dewasa pengisap.3.4. Antena agak panjang. makan berpinda-pindah. Ukuran tubuh kecil sampai besar. Ngengat mempunyai sayap yang tidak begitu menarik. umur pupa 6-9 hari. umur telur 3-4 hari. pupa berwarna coklat kemerah-merahan.2. berwarna coklat kemerahmerahan. (Putro. umur larva 17-30 hari. instar lanjut menggerek batang. larva muda makan pada bagian alur bunga jantan.

Kutu daun mempunyai tipe 13 . Pada kepala kutu daun terdapan tonjolan antena. Tumpangsari jagung dengan kedelai atan kacangtanah. Serangga dewasa mulai beranak sejak berumur 5-6 hari.2. pada bagian torak terdapat dua pasang sayap tipis dan tembus cahaya atau transparan. Sayap bagian depan lebih besar dan lebar. (Putro.Kultur teknis Waktu tanam yang tepat. disebut “partenogenesis”. Pemotongan sebagian bunga jantan (4 dari 6baris tanaman) Pengendalian hayati Parasitoid Trichogramma spp.4 Kutu Daun (Aphis Sp) Klasifikasi Filum Klas Ordo Famili Sub famili Genus Spicies : Arthropoda : Insecta : Homoptera : Aphidiae : Aphidodea : Aphis : Aphis sp Kutu daun mampu beranak selama siklus hidupnya sebanyak 37-73 ekor. Kutu daun dapat beranak tanpa dibuahi sel telurnya. dan siklus hidup-nya berkisar 14-18 hari. Predator Euborellia annulata Bakteri Bacillus thuringiensis Kurstaki Cendawan sebagai entomopatogenik adalahBeauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae. yaitu antara empat sampai enam ruas. sedang sayap bagian belakang lebih kecil dan sempit. Antena bervariasi. 2012) 4. Serangga dewasa ada yang bersayap dan ada pula yang tidak bersayap.

(Rukmana. Semua pelengkap alat mulutnya berbentuk memanjang dan tajam. ia merusak daun-daun yang masih muda. Cara kimiawi dapat menggunakan insektisida sistemik pada waktu tanam. Stadia telur lamanya 8-12 hari.5. kepala berwarna coklat dan memiliki tiga pasang kaki.mulut dan menghisap. Dengan alat mulutnya yang disebut “styllete’. bahkan kadang-kadang mati. sayap depan. Ada yang bersayap mempunyai 2 pasang sayap. rhinoceros berbentuk bulat dan berwarna putih. Kumbang Kelapa (oryctes rhinoceros) Kingdom Phylum Class Ordo Family Genus Species : Animalia : Arthropoda : Insecta : Coleoptera : Scarabaeidae : Oryctes : Oryctes rhinoceros L. 4. 1994) Ciri-ciri ukuran tubuh sangat kecil sampai besar. Larva yang keluar berwarna putih dengan mulut berwarna merah coklat. rhinoceros mengalami tiga instar (pergantian kulit) dan membutuhkan waktu 2-4 14 .2. Pengendalian hama kutu daun dapat secara kultur teknik dan kimiawi. Tanaman yang terserang biasanya tumbuh kerdil. layu. Cara kultur teknik antar lain dan cara sistem pola tanam dan pemeliharaan tanaman yang baik. Larva O. Telur O.

Kumbang merusak pelepah daun yang belum terbuka dan dapat menyebabkan pelepah patah. ampas tebu. rhinoceros berwarna hitam dengan bagian bawah berwarna coklat kemerahan. Pelaksanaanya yaitu dengan melarutkan 210 cc ke dalam 15 liter air (1 keep) kemudian larutan di semprotkan sebanyak 15 . Jika terlihat tandatanda serangan kumbang maka langsung di wingkling. Pengendalian dengan chemis untuk menghindari munculnya serangan. (Ditjenbun. alat sejenis gancu kecil terbuat dari kawat jari-jari sepeda yang di bentuk sedemikian rupa sehingga ujungya menyerupai gancu. pupuk kandang dan timbunan serbuk gergaji. Tempat perkembangan larva adalah tunggul kelapa yang masih tegak maupun telah mati. Kumbang dapat terbang jauh namun biasanya lebih memilih tumpukan sampah yang terdekat. jika hasil sensus di dapati 5 ekor kumbang per ha maka pada blok tersebut harus dilakukan pengendalian secara chemis dengan menggunakan Insektisida yang mempunyai bahan aktif Sipermetrin. (Purba. Lama stadia pupa 17-28 hari. Rhinocero. Variasi waktu perkembangan larva dipengaruhi oleh jenis makanan dan iklim.5 bulan. timbunan pupuk kompos. Kumbang tertarik pada cahaya. 2010) Kumbang dewasa terbang ke tajuk kelapa pada malam hari dan mulai bergerak ke bagian salah satu ketiak pelepah daun paling atas.5 – 6. Gejala ini merupakan ciri khas kumbang O. Pupa berwarna coklat dan terbungkus kokon yang dibuat dari tanah ataun sisa-sisa serat tanaman. 2010) Kumbang O.4 % terhadap semua pokok. Larva instar terakhir masuk ke tanah sedalam ± 30 cm dan tidak aktif selama 8-13 hari (masa prapupa). Pelaksanaan sensus dan wingkling di lakukan setiap bulan. 2005). Kerusakan pada tanaman baru terlihat jelas setelah daun membuka 1-2 bulan kemudian berupa guntingan segitiga seperti huruf ”V”. Pengendalian secara Manual di lakukan dengan menggunakan Wingkling. rhinoceros berkisar 3. Kumbang jantan memiliki cula yang lebih panjang dari kumbang betina.bulan untuk perkembangannya. di lakukan langkah pencegahan secara chemis dengan penyemprotan Sipermetrin (Ripcord) dengan kosentrasi 1. (Ditjenbun. timbunan kulit buah kopi/kakao. Siklus hidup O. timbunan limbah penggilingan padi.

Penyemprotan dengan Sipermetrin (Ripcord) pada tahap pertama di lakukan sebanyak 2 (dua) rotasi penyemprotan selanjutnya apabila terjadi serangan hama Oryctes sp. Setelah 2 hari telur menetas menjadi larva yang berwarna putih kekuningan atan putih keruh. penyemprotan di lakukan pada pucuk tanaman sehingga larutan tersebut dapat mengalir turun ke pupus kelapa sawit. 2010) 2.lebih kurang 100 cc per pokok dengan menggunakan nozle cone.6 Lalat Buah (Dacus Sp) Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus : Animalia : Arthropoda : Insecta : Diptera : Tephritidae : Bactrocera Satu ekor lalat betina. dan diletakkan berkelompok 2-15 butir. 2012) 16 . Seekor lalat betina dapat meletakkan telur 1-40 butir/hari (Kalshoven. 1981). Caput berbetuk runcing dengan satu sampai dua bintik yang jelas. menghasilkan telur 1200-1500 butir. berbentuk bulat panjang. (Anonim.2. Telur berwarna putih. mempunyai alat kait mulut. (Iwan Sas. Ini di lakukan karena hama Oryctes umumnya menyerang dan bersarang pada pupus tanaman kelapa sawit. berbentuk bulat panjang dengan salah satu ujungnya runcing.

Daur hidup lalat buah dari telur sampai dewasa di daerah tropis berlangsung 25 hari. 2012) Gejala serangan pada buah yang terinfestasi lalat buah ditandai dengan adanya noda-noda kecil bekas tusukan ovipositornya.3 mm. 2012) Pengendalian secara kultur teknis Penggunaan tanaman perangkap dapat didasarkan pada peringkat tanaman yang di sukai lalat buah yaitu jambu biji. Lalat buah akan berkumpul di sekitar pohon selasih. mangga. Toraks berwarna oranye. (Anonim. dan cabe merah. 2012) 17 . Pada sayap Bactrocera dorsalis Complex. merah kecoklatan. lalu di jaring. jambu air. atau hitam dan memiliki sepasang sayap. Tanaman yang memiliki nilai ekonomis yang rendah dapat dijadikan tanamanperangkap. belimbing. Setelah keluar dari pupa.7 mm x 0. Ujung abdomen lalat buah betina lebih runcing dan mempunyai alat peletak telur yang cukup kuat untuk menembus kulit buah. Pengalaman di Bali dan Jawa Barat tanaman selasih dapat dijadikan pohon perangkap. Rata-rata tingkat serangan lalat buah pada cabai berkisar antara 20-25%.Lalat buah rata-rata berukuran 0. (Anonim. sedangkan pada lalat buah jantan abdomennya lebih bulat. Pada abdomen umumnya terdapat dua pita melintang dan satu pita membujur warna hitam atau bentuk huruf T yang kadang-kadang tidak jelas. coklat. biasanya terdapat dua garis membujur dan sepasang sayap trasparan. lalat buah membutuhkan sumber protein untuk makanannya dan persiapan bertelur (Anonim.

1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwasannya dari ke 6 ordo serangga hama mempunyai perbedaan hal ini dapat dilihat dari anotomi serangga hama. pertumbuhan dan perkembangan tanaman. menggigit. menghisap. dan mengunyah. Untuk memudahkan pengklasifikasian/identifikasi dapat dilihat perbedaan bagian tubuh serangga hama dari kepala. 18 . perbedaan dapat juga dilihat dari siklus hidup. Perkembangan hidup dari ke enam ordo yaitu paurometabola dan holometabola. tipe alat mulut sendiri memiliki perbedaan berbagai macam jenis antara lain menghisap. menyerang. perut dan kaki.2 Saran Perlu penanganan lebih untuk pengenalan serangga hama atau sosialisasi kepada petani dalam hal ini peran pemerintah untuk mengurangi pengendalian serangga hama sangat diperlukan dikarenakan dampak yang timbul akibat serangan hama berdampak besar dimana menyebabkan kerugian baik terhadap nilai ekonomi produksi. sayap. serta petani sebagai pelaku budiaya tanaman dengan kegagalan panen serta turunnya kwalitas dan kuantitas hasil panen. dada.V. 5. PENUTUP 5.

(diakses di akses 19 04 2012) Kusnaedi. 2011. com/. Pertanian Mandiri : Pandangan Strategis Para Pakar Untuk Kemajuan Pertanian Indonesia.id/. Marufah.com/ 2009/08/walang-sangit-leptocorisa-acuta. Pengendalian Hama Tanpa Pestisida.com/. Leaflet Pengenalan dan Pengendalian Hama (Oryctes rhinoceros) Pada Tanaman Kelapa. 2010.wordpress. Walang Sangit Lepitocorisa acura http://riostones. 2001 http://repository. 1999. Jakarta Iwan Sas. (di akses 19 04 2012) Anonim. http://azmiscoot. http://afruri.blogspot.com/2010/01/daurhidup-serangga. Penerbit Penebar Swadaya. (di akses 19 04 2012) Purba. Pengendalian Hama Oryctes Rhinoceros http://eone87. 2010. Jakarta. (diakses di akses 19 04 2012) Dinas Pertanian Sumatera Utara. Studi Kasus Hama Belalang. (diakses di akses 19 04 2012) Azmi Scoot. Penebar Swadaya.html. 2010.usu. Dkk.blogspot. Jenis Jenis Hama dan Pengendaliaanya.html. S. Y. http://abrarfapertauntad. 2010.DAFTAR PUSTAKA Abrar. 2004. P.com/.blogspot. 2011. blogspot. Hama Penyakit Tanaman Dieng.pdf (diakses di akses 19 04 2012) Husodo. PPKS. 2009. PT.com/. Buku 1 Serangga Hama pada Kelapa Sawit. Direktorat Perlindungan Perkebunan. Daur Hidup Serangga. Ditjenbun Jakarta. 2008). http://marufah. dkk. http://adhisuryaperdana. (di akses 19 04 2012) Adhi S.ac. 2009. (di akses 19 04 2012) Afruri.blog. Medan. T. wordpress.id/bitstream /123456789/25446/5/Chapter%20I. dkk. Ordo Serangga Hama.. 19 . Hama-hama pada Kelapa Sawit.s (Purba.uns.ac. 2005.

Rukmana. Hama http://www. 1990. Yogyakarta. Bogor.com/doc/20721668/Ha-Ma (diakses di akses 19 04 2012) Pracaya. S.scribd. PT. 2000. 20 .Putro. Sudarmo. Perlindungan Tanaman. Agricon. 1995. R dan Sugandi. Pengendalian Hama dan Penyakit. Hama Tanaman dan Teknik Pengendalian. U.Yogyakarta. Kanisius. Jakarta. Tembakau. Hama dan Penyakit Tumbuhan. Penebar Swadaya. 2012. Soekirman et al. Kanisius. 1994.

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN MENGENAL ORDO SERANGGA HAMA ARIS BUDIONO CBA 110 014 LABOARATORIUM BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PALANGKARAYA 2012 LAPORAN PRAKTIKUM 21 .

2012 Asisten praktikum Zafi Mualim ii 22 .LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN MENGENAL ORDO SERANGGA HAMA ARIS BUDIONO CBA 110 014 Laporan ini Telah Dikonsultasikan dan Disetujui Oleh Asisten Praktikum pada tanggal …………….

...........2 Golonngan Serangga Hama............................................ 21 iii 23 ............3 Tipe-tipe Perkembangan Hidup Serangga Hama ........................................2 Tujuan ................... v DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ............................................... 5 2............................ii DAFTAR ISI ........................................ vi I PENDAHULUAN 1............... 6 III BAHAN DAN METODE 3...........................................................................1 Waktu Dan Tempat ..........................................3 Cara Kerja ...2 Pembahasan .......... 8 4..................................................................................................................................................................iii DAFTAR TABEL ......................................................................................................................................................................................................... 7 IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4................................ 19 Lampiran ................................... 7 3........................................ 1 1............ 18 Daftar Pustaka ...................................................... 9 V PENUTUP 5.........2 Saran .................................................................1 Latar Belakang ....4 Pengendalian Serangga Hama ........................................1 Kesimpulan ...............................................................1 Hasil ...............................................1 Deskripsi Serangga Hama ....2 Bahan Dan Alat ............................................... 18 5....................................................................................... 2 II TINJAUAN PUSTAKA 2......................................................... iv DAFTAR GAMBAR ................................................................................................. 3 2............................. 3 2....................................................... 7 3........................

Hasil pengamatan mengenal ordo serangga hama ....... 8 iv 24 .......DAFTAR TABEL Tabel 1.............

........... 14 Gambar Lalat Buah .................... 10 Gambar Ulat Daun ...........................................................................DAFTAR GAMBAR Gambar Belalang kayu .................................... 12 Gambar Kutu Daun ............. 16 v 25 ........................................................................................... 13 Gambar Kumbang Kelapa ................................................................................................................................................... 9 Gambar Walang Sangit ..............................................................................................

..............................................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran ............ 21 vi 26 ...........