DC TO AC INVERTER, adalah alat untuk mengubah daya DC menjadi daya AC 220V dengan frekwensi output 50Hz.

Untuk ukuran yang kecil sangat praktis dan mudah dibawa-bawa sehingga Anda bisa menghadirkan listrik kapanpun dan dimanapun sewaktu bepergian bersama kendaraan baik itu speda motor atau mobil, apapun jenisnya. DC-AC INVERTER tinggal colok ke soket rokok di mobil, di perahu atau langsung dijepitkan kepada BATERAI/ACCU alat ini akan berfungsi sebagai pencatu daya untuk berbagai peralatan yang memerlukan tegangan AC 220V/50Hz. Sesaat listrik di kendaraanpun akan tersedia atau pada saat listrik PLN dirumah padam alat ini bisa berfungsi sebagai pengganti GENSET dengan keuntungan tidak berisik dan bebas pemeliharaan. Design DC-AC INVERTER ini meniru system UPS* menggunakan teknologi PWM** yang menjamin kesetabilan tegangan AC outputnya disertai dengan sistem proteksi yang sempurna sehinga menjamin kehandalan dari alat ini. Kehandalan ini kami buktikan dengan GARANSI 1 TAHUN penuh ! Berikut adalah keistimewaan yang dimiliki:
     

O/P SHORT CIRCUIT PROTECTION, tidak akan rusak kalau terjadi hubungan singkat pada sisi outputnya. OVERLOAD PROTECTION, begitupun kalau kelebihan beban secara otomatis akan diputuskan. OVERHEAT PROTECTION, jangan khawatir untuk dipakai terus memenrus memang dirancang untuk nonstop. BATTERY LOW CUT OFF, tidak akan menguras baterai sampai habis. BATTERY HIGH CUT OFF, bila tegangan dari alternator mobil lebih dari 15VDC sistem inverter akan dimatikan. REGULATED OUTPUT, tegangan O/P selalu stabil meskipun teg DC input beubahubah.

** PWM. Pada saat listrik mendapat gangguan atau padam UPS menyediakan power cadangan. yang biasa digunakan untuk suplay power peralatan Hi Tech seperti Komputer.* UPS. rectifier dll. dll. teknologi yang sering dipakai pada SMPS (Switch Mode Power Supply) secara umum teknologi ini digunakan pada UPS.com all right reserved dimanapun anda berada power tetap ada . power supply computer.jeteknik. Pulse Width Modulation.2008 by: www. Uninterruptible Power System. | home | about us | product | services | order | contact us | copyright (c) 2002 .

Gelombang AC yang berbentuk gelombang sinus hanya dapat dilihat dengan alat ukur CRO. penyearah setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh. yaitu yang terdiri dari satu dioda. sedangkan untuk penyearah gelombang penuh dibedakan menjadi penyearah gelombang penuh dengan center tap (CT). dan penyearah gelombang penuh dengan menggunakan dioda bridge. Vm merupakan tegangan puncak atau tegangan maksimum. Gambar 1 menunjukkan rangkaian penyearah setengah gelombang. dan sebaliknya bila sinyal input berupa siklus negatip maka dioda mendapat bias mundur sehingga tidak mengalir arus.Penyearah (Rectifier) Rectifier adalah alat yang digunakan untuk mengubah sumber arus bolak-balik (AC) menjadi sinyal sumber arus searah (DC). Hubungan antara tegangan puncak Vm dengan tegangan efektif (Veff) atau tegangan rms (Vrms) adalah: Prinsip kerja penyearah setengah gelombang adalah bahwa pada saat sinyal input berupa siklus positip maka dioda mendapat bias maju sehingga arus (i) mengalir ke beban (RL). Penyearah dibedakan menjadi 2 jenis. vi = Vm Sin t (gambar 1 (b)). Rangkaian rectifier banyak menggunakan transformator step down yang digunakan untuk menurunkan tegangan sesuai dengan perbandingan transformasi transformator yang digunakan. 1) Penyearah Setengah Gelombang Penyearah setengah gelombang merupakan rangkaian penyearah yang paling sederhana. sedangkan harga yang tercantum pada sekunder trafo merupakan tegangan efektif yang 9 0 2 Vi V Vm dc (c) dapat diukur dengan menggunakan volt meter. Harga Vm ini hanya bisa diukur dengan CRO. Bentuk gelombang tegangan . Rangkaian penyearah setengah gelombang memperoleh masukan dari sekunder trafo yang berupa tegangan berbentuk sinus.

RL sehingga : Vm Im =  Rf + RL Im Idc = 0. sehingga arus dioda tidak mengalir atau i = 0.RL Apabila harga Rf jauh lebih kecil dari RL. yang berarti Rf bisa diabaikan. (c) Tegangan Beban vd v i RL masukan sinyal ac (a) Vi vi 0 2 Vm (b) 10 Arus dioda yang mengalir melalui beban RL (i) dinyatakan dengan: dimana: Resistansi dioda pada saat ON (mendapat bias maju) adalah Rf.318 Im  Vm Vdc = 0. Arus yang mengalir ke beban (i) terlihat pada gambar (c) bentuknya arus searah (satu arah) yang harga rataratanya tidak sama dengan nol seperti pada arus bolak-balik. Pada saat dioda OFF (mendapat bias mundur) resistansinya besar sekali atau dalam pembahasan ini dianggap tidak terhigga.318 Vm  i = Im Sin t . Vm Veff = Vrms = = 0. Tegangan maksimum ini sering disebut PIV (peak-inverse voltage) .input (vi) ditunjukkan pada (b) dan arus beban (i) pada (c) dari gambar 1. (b) Tegangan Keluaran Trafo.jika t 2(siklus negatip) 11 Dalam perencanaan rangkaian penyearah. hal penting untuk diketahui adalah harga tegangan maksimum yang diijinkan terhadap dioda.707 Vm 2 Gambar 1.jika 0 t (siklus positip) i = 0 . maka Vm = Im. yang umumnya nilainya lebih kecil dari RL. Penyearah Setengah Gelombang (a) Rangkaian Penyearah Setengah Gelombang. Arus rata-rata ini (Idc untuk penyearah setengah gelombang) secara matematis dinyatakan: Tegangan keluaran pada beban : Vdc = Idc.

dan sebaliknya. Kedua keluaran ini masing-masing dihubungkan ke D1 dan D2. (c) Arus Dioda dan Arus Beban i1 RL i2 masukan sinyal ac Vi Vi D1 D2 iL VL Vm (a) 12 Dengan demikian. yaitu : 2) Penyearah Gelombang Penuh Center Tap Gambar 2 menunjukkan rangkaian penyearah gelombang penuh dengan menggunakan trafo CT.atau tegangan puncak balik. D1 dan D2 hidupnya bergantian. sehingga saat D1 mendapat sinyal siklus positip maka D2 mendapat sinyal siklus negatip. . (a) Rangkaian Penyearah Gelombang Penuh dengan Trafo CT. PIV untuk penyearah setengah gelombang. Namun karena arus i1 dan i2 melewati tahanan beban (RL) dengan arah yang sama. maka iL menjadi satu arah. (b) Sinyal Input. PIV = Vm iL Im 0 2 Idc vi 0 2 V (b) m (c) Gambar 2. Hal ini karena pada saat dioda mendapat bias mundur (balik) maka tidak arus yang mengalir dan semua tegangan dari sekunder trafo berada pada dioda. Terminal sekunder dari Trafo CT mengeluarkan dua buah tegangan keluaran yang sama tetapi fasanya berlawanan dengan titik CT sebagai titik tengahnya.

dimana D1 sedang hidup (ON) dan D2 sedang mati (OFF). sehingga arus maupun tegangan rata-ratanya adalah dua kali dari penyearah setengah gelombang.Rangkaian penyearah gelombang penuh ini merupakan gabungan dua buah penyearah setengah gelombang yang hidupnya bergantian setiap setengah siklus. yaitu : dan Apabila harga Rf jauh lebih kecil dari RL. karena mendapat bias mundur sehingga arus i2 mengalir melalui D2.636 Im dan PIV masing-masing dioda . karena mendapat bias maju . RL. arus yang mengalir ke beban (iL) merupakan penjumlahan dari dua arus i1 dan i2. Apabila jembatan memperoleh siklus negatip. yaitu: Idc = 2Im/= 0. sehingga: Tegangan puncak inverse yang dirasakan oleh dioda adalah sebesar 2Vm. Besarnya arus rata-rata pada beban adalah sama seperti penyearah gelombang penuh dengan trafo CT. karena mendapat bias maju .636 Vm  13 3) Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan Prinsip kerja rangkaian penyearah gelombang penuh sistem jembatan dapat dijelaskan melalui gambar 3.D2 dan D4 mati (OFF). karena mendapat bias mundur sehingga arus i1 mengalir melalui D1. Sehingga PIV untuk masing-masing dioda dalam rangkaian penyearah dengan trafo CT adalah: 2Im Idc = 0. RL. maka : . maka Rf bisa diabaikan. Pada saat rangkaian jembatan mendapatkan positip dari siklus sinyal ac.636 Im  2Im. dan D4. maka jumlah tegangan yang berada pada dioda D2 yang sedang OFF tersebut adalah dua kali dari tegangan sekunder trafo. Pada saat siklus positip.D2 dan D4 hidup (ON).RL Vdc = Idc.RL =   PIV = 2Vm 2Vm Vdc = 0.D1 dan D3 hidup (ON). Dengan demikian. dan D3. maka : .D1 dan D3 mati (OFF).

(a) Rangkaian Penyearah Gelombang Penuh Jembatan. Harga tegangan yang diserap oleh IC adalah sekitar Vo + 3 Volt atau (Vi Vo + 3 Volt). Rangkuman 1 . yang berfungsi agar daya keluaran konstan. perlu ditambahan transistor dalam konfigurasi emitor dengan harga Vo < Vi jika transistor dalam kondisi jenuh. D4 PIV = Vm masukan sinyal ac D3 RL D4 D1 D2 iL Im 0 2 Idc vi 0 2 V (b) m (c) Gambar 3. D3 D2.adalah: D1. Contoh Rangkaian Rectifier Teregulasi AC Transformator Penyearah Filter Regulator Beban LM 220 V CT 7812 D IN4005 D IN4005 C 6500uF/35V C 210uF/35V C 2200uF/35V + Output 12 V DC 5A TR 2N3055 15 c. Dengan menggunakan IC Regulator akan berlaku Vi >Vo. Gambar 4. (c) Arus Dioda dan Arus Beban (a) 14 4) Rangkaian Rectifier Teregulasi Tujuan dari penggunaan rectifier yang teregulasi adalah untuk mendapatkan tegangan keluaran yang konstan bila ada perubahan arus beban. Gambar 5. (b) Sinyal Input. Komponen rangkaian terpadu (IC) untuk rangkaian penyerarah regulasi dapat digunakan sebagai rangkaian regulator. Asas Rectifier Teregulasi Penyearah ini menggunakan tambahan sebuah rangkaian regulator. Untuk mendapatkan Vi Vo.

HT (handy talky). yaitu Rectifier gelombang penuh dengan menggunakan CT.Rectifier merupakan peralatan elektronika yang digunakan untuk mengubah tegangan listrik AC menjadi DC. Rectifer dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu . Tugas . Rectifier dapat digunakan untuk keperluan catu daya pada rangkaian elektronika seperti . Rectifier setengah gelombang dan rectifier gelombang penuh. televisi. sedangkan rectifier gelombang penuh masih dibagi lagi menjadi dua jenis. d. dan Rectifier gelombang penuh dengan menggunakan jembatan dioda. dan lain-lain. Pesawat radio CB (Cityzen Band).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful