teori & pembelajaran Pendas

Teori dan Praktek Pembelajaran Pendidikan Dasar Makalah Dosen Pengampu Prof. Dr. Hj. Mulyani Sumantri, M,Sc.

Disusun oleh : Ujang Endang (0704887)

PROGRAM STUDI MAGISTER (S2) PENDIDIKAN DASAR SEKOLAH PASCA SARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2008

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang sangat cepat telah membawa perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. Kemajuan teknologi juga membawa perubahan pada sarana kehidupan, pola tingkah laku dan tata nilai. Semua perubahan yang terjadi di atas memberi imbas terhadap perubahan sosial dalam kehidupan manusia termasuk strata sosial dan juga sistem pendidikan, bagaimanapun juga pendidikan akan memberi andil yang besar bagi perubahan sosial yang terjadi dan sekaligus juga mengikuti irama perubahan kehidupan manusia. Pendidikan pada dasarnya memiliki kedudukan yang penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang bermutu pada konteks kehidupan global. Hal ini disebabkan oleh kehidupan global yang sarat dengan berbagai kompleksitas tantangan dan persaingan yang menuntut lahirnya manusia-menusia kompetitif.. Pendidikan bertujuan untuk menciptakan manusia

berkeahlian. D. maka rumusan masalah pada makalah ini adalah: 1.Indonesia seutuhnya dalam arti manusia yang beriman dan bertaqwa serta yang menguasai kemajuan dibidang ipteks sehingga diharapkan mampu bersaing dalam kehidupan global. Tujuan Pembahasan Pembahasan pada makalah ini bertujuan untuk: 1. bermartabat dan mampu mengem-ban amanah khalifatul fil ardi yang mampuh memecahkan segalala persoalan kehidupan dengan bijaksana dan penuh tanggungjawab. jika diabaikan maka akan menuai kemerosotan yang berujung pada kesengsaraan dan tertinggal dalam percaturan dunia. Untuk mengetahui Inovasi-inovasi apakah dalam proses pembelajaran guna memecahkan problematika sistem pendidikan. pembaharuan (inovasi) dan merekonstruksi proses pembelajaran yang ada ke dalam suatu mikanisme proses belajar mengajar yang berbasis quantum teaching and learning. Inovasi-inovasi apakah dalam proses pembelajaran guna memecahkan problematika sistem pendidikan kita? C. sistem pendidikan harus dibagun dalam kerangka inovasi yang mampu menghasilkan manusia yang menguasai ipteks. Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri dari tiga bab yang berisi Bab I Pendahuluan yang memuat mengenai latar belakang. Problematika apakah yang telah terjadi dalam sistem pembelajaran pendidikan kita ? 2. 2007:221). berbudaya. Dalam mempersipakan tantangan ke depan. Permasalahan Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka guna memperjelas fokus pembahasan. Dalam konteks budaya global pendidikan perlu menyiapkan sumber daya manusia untuk merebut peluang dan sekaligus menjawab tantangan dalam mengisi kemajuan. permasalahan. BAB II PEMBAHASAN . berteknologi. 2008). Untuk mengetahui problematika apakah yang telah terjadi dalam sistem pembelajaran pendidikan kita. Bab II terdiri dari pembahasan berupa teori-teori yang terkait dengan kajian yang di bahas serta analisa terhadap permasalahan-permasalahan yang muncul dalam pembahasan. ( Djam’an Satori. B. beriman. Salah satu aspek yang cukup mendasar dalam memajukan sistem pendidikan seperti yang dikehendaki diatas adalah adanya pembenahan. kontekstual. Pendidikan merupakan investasi terbesar dari suatu bangsa. tujuan dan manfaat penulisan serta sistematika penulisan. Dan bab III berupa Penutup yang berisi mengenai simpulan dari kajian yang di bahas serta saran-saran atau rekomendasi. 2.ut. serta berwawasan demokrasi dan HAM (http://pustaka. berbudiluhur serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya sehingga memposi-sikan manusia yang mahluk yang yang berkeadaban. kompetitif.

Hakekat Sistem Pembelajaran Pendidikan Kita 1. namun keduanya merupakan sesuatu yang terpadu. 2. Konsep Pelaksanaan Pembelajaran Esensi dari pendidikan adalah berlangsungnya proses belajar dan pembelajaran. 2007:53) Karena adanya tujuan yang ingin dicapai makia harus ada isi atau materi yang disajikan. dengan konsekuensi pemakaian seluruh komponen proses pembelajaran secara maksimal. sarana prasarana serta evalusi pembelajaran. 2007:54) Melihat beratnya mekanisme umtuk pencapain tujuan pembelajaran di atas. Proses belajar dan pembelajaran terjadi ketika terjadi interaksi antara guru dengan siswa atau siswa dengan siswa dalam suatu kegiatan tertentu yang telah direncanakan sebelumnya guna mencapai tujuan tertentu. Tanggung jawab dalam mengembangkan profesi e. dari sejak materi. Administrator kelas Sementara itu Amstrong (Sudjana. afektif maupun pikomotorik. Maka hal yang tidak kalah pentungnya adalah tersedianya tenaga pengajar (guru) yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang tinggi dalam melaksanakan kegiatan belajar dan pembelajaran yang kita inginkan. Lebih spesifik lagi Surakhmad (1984) menjelaskan bahwa dalam interaksi belajar dan mengajar. . Hasil dari belajar adalah adanya perubahan pada diri seseorang. Tanggung jawab dalam membina hubungan dengan masyarakat. menghadapi berbagai permasalahan (problematik) baik secara internal mapun secara eksternal. Paling tidak menurut Peters (Sudjana. (Mohammad Ali. Jadi inti dari belajar adalah perubahan tingkahlaku karena berinteraksi dengan lingkungan. dan sistematis sehingga proses dan hasil belajarnya bisa efektif dan efesien dibandingkan jika belajar siswa itu dilakuakn tanpa intervensi guru. Tanggung jawab dalam mengembangkan kurikulum d. Belajar dan pembelajaran adalah dua konsep yang berbeda. Upaya aktif itu dimaksudkan agar proses belajar yang terjadi pada diri siswa bisa terarah. (Mohammad Ali. maka penyelenggaraan pendidikan yang tengah kita dilaksanakan selama ini masih. Pengajar b. satu sama lainnya tidak bisa dipisahkan dalam aktivitas pendidikan di sekolah. Tanggung jawab dalam pengajaran b. 2005) jenis tugas guru dalam proses pembelajar-an yaitu : a. metodologi. 2005) tugas dan tanggungjawa guru adalah sebagai : a. serta diakhiri dengan evaluasi untuk mengetahui sejauhmana tujuan tadi telah dicapai. Problematika Sistem Pembelajaran Pendidikan Kita Berpijak dari konsep pembelajaran diatas. Pembimbing c. interaksi guru dengan siswa tidak terjadi dalam suatu ruang hampa.A. baik dalam hal kognitif. Tanggung jawab dalam memberikan bimbingan c. metode yang digunakan dana sarana prasarana yang memadai untuk membantu efektivitas penyampai dan pencapaian tujuan. akan tetapi harus berorientasi pada satu tujuan. Sedangkan pembelajaran adalah upaya aktif yang dilakukan oleh seseorang (pendidik/guru) yang ditujukan agar terjadi belajar pada siswa. Belajar adalah proses aktif individu dalam mereaksi ringkungan. sehingga terjadi perubahan pada individu yang bersangkutan. Dengan kata lain belajar dapat dikatakan sebagai perubahan yang terjadi pada seseorang karena adanya pengalaman atau berinteraksi dengan lingkungan.

selain itu kalaupun telah ada diantara kita yang telah menempuh jejang pendidikan S1 akan tetapi bidang/materi ajar yang diajarkan tidak sesuai dengan latarbelakang disiplin ilmunya. Adapun inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. 4) Sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai dan kurang representatif untuk pelaksanaan pembelajaran ke masa mendatang. Wojowasito :1972). 4) Tidak terjalinnya kerjasama diantara unsur keluarga siswa. 6) Tidak memliki program yang bervisi ke depan dalam mengembangkan sistem pembelajaran yang bernuangsa IPTEK dan kebutuhan globalisasi. Kadang-kadang kata inovasi juga dipakai untuk penemuan. metode. baik sesuatu itu sudah ada lama kemudian baru diketahui atau memang benar-benar baru dalam arti yang sebelumnya belum ada. Inovasi itu mengandung arti.Problem internal yang terkait dengan proses pembelajaran tersebut diataranya: 1) Faktor sumber daya manusia (SDM) dilingkungan guru/pengajar yang belum memadai. 3) Metodologi pengajaran yang relatif tidak berkembang dan inovatif. hal karena belum meratanya standar pendidikan untuk guru yaitu menimal berpendidikan S1. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan masalah tertentu. akibatnya meetode dan gaya serta keterampilan mengajar mereka hanya meneruskan tradisi-tradisi guru-guru terdahulu yang tidak reprensetatif dan mempunyai daya saing guna memecahkan permasalahan-permasalahan pendidikan pada masa sekarang terlebih ke masa yang akan datang. hal ini sebagai konsekuensi dari belum meratanya standarisasi guru seperti dijelaskan tadi. Inovasi Proses Pembelajaran sebagai Solusi untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan Inovasi berasal dari kata inovation yang sering diterjemahkan dengan segala hal yang baru atau pembaharuan (S. 3) Kebijakan pemerintah yang dalam cenderung berorientasi proyek dalam membuat program-program baru pembelajaran. 2) Pengetahuan dan kealian mengajar guru yang belum profesional dan proporsional. barang. kejadian. metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang . hal ini merupakan masalah klasik yang senantiasa membelenggu pada setiap guru yang tidakak mampu meningkatkan mutu proses pembelajaran di sekolah-sekolah terlebih di daerah peloksok tanah air. 1988: 39). 5) Kurangnya masukan-masukan berupa ilmu dan pengetahuan dari lingkungan perguruan tinggi terkait yang mampu mendokrak kelemahan sistem pembelajaran kita menjadi lebih maju dan berkualitas. Problema eksternal dalam proses pembelajaran diantaranya menyangkut : 1) Kurang partisipasi aktifnya orang tua dan unsur masayarakat terkait untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah 2) Keterbatasan dana pemerintah yang berakibat sedikitnya perogram-program peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. yang dirasakan atau diamati sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat). baik itu hasil invensi ataupun diskoveri. barang. bahwa inovasi (innovation) adalah suatu ide. 6) Kurang adanya masukan-masukan dari para tokoh ilntelektual dalam bidang pendidikan untuk pengembangan pembelajaran di sekolah. karena hal yang baru itu hasil penemuan (Ibrahim. Secara konkritnya diantara guru yang ada di lingkungan pendidikan kita adalah belum terstandarnya guru yang mengajar. jadi kalau dana proyeknya habis maka kebijakan pembelajaran terkadang melaju tersendat-sendat bahkan bisa terhenti. penemuan itu. Dengan demikian inovasi pendidikan mengandung arti suatu ide. Lebih mendalam Ibrahim (1988: 40) menjelaskan. sekolah dan masyarakat sekitar untuk peningkatan kualitas pembelajaran secara sinergi dan koopreratif. B. 5) Keterbatasan dana pendidikan di sekolah.

baik sistem dalam arti sekolah. 2007:221). perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lain maupun sistem dalam arti yang luas misalnya sistem pendidikan nasional ( Djam’an Satori. proses belajar mengajar kepada pembelajaran. Kontkes secara umum menjelaskan tentang lingkup lingkungan belajar baik fisik mauapun psikhis. menyampaiakan bahan pembelajaran serta bagaimana menyederhankan proses belajar sehingga memudahkan siswa. Esensi dari inovasi pembelajaran adalah pergeseran makna mengajar. Berkaitan dengan inovasi pendidikan. ajarilah. yaitu. (b) inovasi pembelajaran kompetensi. konteks dan isi. menyajikan petunjuk praktis dan spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. sehingga pembelajaran akan menjadi harmonis seperti sebua orkestrasi yang saling bertautan dan saling mengisi.atau sekelompok orang (masyarakat) baik hasil dari invensi atau diskoveri yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. keterampilan akademis (academic skills). merupakan proses membelajarkan siswa yang direncanakan. fasilitasi dan bimbinglah anak didik kalian. 2007:174). dan (f) pembelajaran berwawasan demokrasi dan hak azasi manusia (HAM). percepatan belajar melalui usaha sengaja untuk mengikis hambatan-hambatan belajar tradisional. (e) pembelajaran berbasis budaya. Ada dua konsep utama dalam pembelajaran kuantum untuk mewujudkan energi guru dan siswa menjadi cahaya belajar. dilaksanakan dan dievaluasi secara sistematis agar dapat mencapai tujuan pembelajaran secara aktif. Pembelajaran kuantum menyajikan sebuah orkestrasi pembelajaran yang terdiri dari dua unsur pokok yaitu. ( Djam’an Satori. efektif dan inovatif. Esensi dari pembelajara kuantum adalah guru memahami dunia siswa. strategi dan pendekatan pembelajaran khususnya menyangkut keterampilan guru dalam merancang. bagaimana merancang. (d) inovasi teknologi pembelajaran. sesuai dengan tingkat kebutuhan dan daya fikirnya. maka pelaksanaan inovasi dalam pembelajaran adalah sebagai solusi tepat dan strategis guna peningkatan kualitas dunia pendidikan. Pembelajaran kuantum sebagai salah satu model. dikembangkan dan dikelola secara kreatif. Kurikulum yang harus ada dalam pembelajaran quantum adalah terdiri dari tiga unsur yaitu. prestasi atau tantangan fisik (phsycal challenge). Pegangannya adalah. yang diperlakukan sesuai dengan tingkat perkembangan mereka. dan fasilitas belajar yang mendukung azas utama dalam pembelajaran pembelajaran kuantum. Selanjutnya Bobby DePorter (1992) mengembangakan strategi pembelajaran kuantum . sedangkan konten/isi berkenaan dengan bagaimana isi pembelajaran dikemas untuk disampaikan kepada siswa. dengan menerapkan pendekatan multi untuk menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang kondusif bagi siswa. (c) inovasi pembelajaran kontekstual. dan mengelola sistem pembelajaran sehingga guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang efektif. mengembangkan. Inovasi Pembelajaran Quantum (quantum teaching and learning). dan keterampilan hidup (life skills). a. Inovasi pendidikan mencakup hal-hal yang berhubungan dengan inovasi komponen sistem pendidikan. Diantara bentuk inovasi dalam pembelajaran yang dapat dijadikan langkah solusi untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan itu adalah: (a) inovasi pembelajaran quantum. Dengan demikian pembelajaran kuantum sebagai salah satu alternatif pembaharuan. menggairahkan. 1999). yang merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa yang implikasinya adalah bahwa pembelajaran sebagai suatu proses yang harus dirancang. Pembelajaran kuantum dikembangankan oleh Boby DePoter(1992) yang beranggapan bahwa metode ini adalah metode yang sangat sesuai dengan kerja otak manusia dan cara belajar manusia pada umumnya. tuntun. dinamis. dan memiliki keterampilan hidup (Kaifa.

antar siswa dengan guru dan antar siswa dengan kurikkulum. c. 2. (Djam’an Satori. dan sikap. Namai. strategi dan metode lainnya. menjalin rasa simpati dan saling pengertian. menyakini kemampuan diri dan kemampuan siswa. konsep. rumus.dengan istilah TANDUR. d. aspek fisik. b. belajar bukan semata-mata kegiatan belajar secara akademik. kesepakatan. keriangan dan ketakjuban. dengan cara-cara : a. pengaturan formasi siswa. mau mengambil resiko (berkorban dan bertanggungjawab). 1. Demontrasikan. penggunaan foster. ruang belajar yang memanadi. keterampilan. mental dan sepritual para siswa dengan memperhatikan kualitas interaksi antar siswa. Mengorkestrasi konteks (lingkungan) pembelajaran. mengkomunikasikan tujuan pembelajaran. Konteks berkaitan dengan lingkungan pembelajaran. Mengorkestarsi fasilitas yang elegan. Prinsip pembelajaran kompetensi adalah bertitik tolak pada pengelolaan kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan suatu kondisi dapat terjadi proses belajar pada siswa dengan melibatkan berbagai aspek yang mempengaruhinya baik yang terdapat dalam diri . terdapat alat bantu yang mewakili satu gagasan. b. Namai. 2007:175-188). model. Demontrasikan. Mengorkestrasi konten (isi) pembelajaran. 6. Sementara itu prinsip yang juga harus diperhatikan dalam pembelajaran kuantum adalah: kemampuan untuk mengorkestrasi konteks dan kontens pembelajaran. sediakan kata kunci. kebijaksanaan. dimaksudkan sebagai respon pengakuan yang proporsional. yaitu denngan memberikan apersepsi yang cukup sehingga sejak awal kegiatan pembelajaran siswa telah termotivasi untuk belajar dan memahami apa manfaatnya bagi siswa . fokus dan partisipasi belajar yang oftimal dari para siswa. b. sedangkan konten berkaitan dengan isi pembelajaran. Lingkungan yang mendukung . Ulangi. kami bisa bahwa kami memang bisa. mengukuhkan prinsip-pinsip keunggulan. dengan cara-cara a. Perancangan pengajaran dinamis paling tida dengan kerangka TANDUR. Ulangi dan Rayakan. prosedur dan peraturan serta menjaga komunitas belajar tetap tumbuh dan berjalan. berikan kesempatan untuk mengulangi apa yang telah dipelajarinya. 4. melainkan siswa perlu mempelajari keterampilan hidup dan keteampilan sosial. memudahkan interaksi antara siswa dengan kurikulum. guru menampilkan pelaksanaan pembelajaran dengan mengelaborasi kemampuan dan keterampilan baik menyangkut aspek akademis. Menciptakan suasana belajar yang menggairahkan dengan cara. pemutaran musik sesuai dengan kondisi belajar. sediakan kesempatan kepada siswa untuk menunjukan kemampuannya. Rayakan. menumbuhkan rasa memiliki dan menunjukan keteladanan. menekankan pencapaian standar kompetensi yang diurai menjadi beberapa materi pelajaran yang mencakup beberapa indikator. Menciptakan landasan belara yang kukuh dengan cara. yakni Tumbuhkan. auditorial. Mengorkestarsi ketetampilan belajar dan keterampulan hidup. kekuatan niat dan berpandangan positif. c. Inovasi Pembelajaran Kompetensi pembelajar kompetensi menunjukan pada usaha siswa mempelajari bahan pelajaran sebagai akaibat perlakuan guru dalam mengelola pembelajaran yang menekankan pada kemampuan dasar yang dilakukan siswa pada tahap pengetahuan. sehingga setiap siswa merasakan langsung dimana kesulitan akhirnya datang kesuksesan. minat. Mengorkestarsi presentasi prima. berikan pengalaman nyata kepada setiap siswauntuk mencoba 3. Alami. 5. Tumbuhkan. yaitu : 1. guru menyesuaiakan materi pelajaran dengan modalitas para siswanya dengan menguasai prinsif-prinsif komunikasi secara visual. 2. dan kinestetik yang diyakini sebagai jalan menuju kesuksean belajar. Alami. sehingga menumbukhan ketertaikan.

mempraktikan pengalaman dalam kehidupan nyata. Pembelajaran Berbasis Budaya f. dan strategi paksaan (power strategies) a. Strategi fasilitatif ini akan dapat dilaksanakan dengan tepat jika diperhatikan hal-hal sebagai berikut: Strategi fasilitatif dapat digunakan dengan tepat jika sasaran perubahan (klien): mengenal masalah Yang dihadapi serta menyadari perlunya mencari target perubahan (tujuan). sehingga pemahaman materi diterapkan dalam kehidupan yang nyata. c. strategi pendidikan (re-educative strategies). belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru.prinsip pembelajaran kontekstual meliputi tiga prinsip utama. Karakteristik CTL adalah pembelajaran dengan cara pengaktifan pengetahuan yang sudah ada. Inovasi Teknologi Pembelajaran e.siswa maupun sesuatau yang berada pada lingkungan sekitarnya termasuk didalamnya peranan guru. strategi kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran Berwawasan Demokrasi dan Hak Azazi Manusia (HAM) 3. waktu belajar. karena sebenarnya berbagai strategi itu terletak pada suatu continum dari tingkat yang paling lemah (sedikit) tekanan dari luar ke arah yang paling banyak (kuat) tekanan (paksaan) dari luar . sarana dan sumber belajar. apa yang dipelajari siswa. ketepatan memilih strategi bukanlah pekerjaan yang mudah. Strategi Inovasi Pendidikan Ketepatan memilih strategi merupakan salah satu faktor yang menentukan efektivitas pelaksanaan program perubahan sosial. pengelolaan siswa. C. Sukar memilih strategi tertentu guna mencapai tujuan atau target perubahan sosial. diutamakan penyediaan fasilitas dengan maksud agar program perubahan sosial akan berjalan dengan mudah dan lancar. Untuk pengelolaan pembelajaran perlu diperhatikan tentang pengelolaan ruangan kelas. Pembelajaran kompetensi memiliki karakter khusus seperti. strategi bujukan (persuasive strategies). dan kemajuan belajar siswa secara individual. bagaimana proses pembelajaran. Strategi Fasilitatif Pelaksanaan program perubahan sosial dengan menggunakan strategi fasilitatif artinya untuk mencapai tujuan perubahan sosial yang telah ditentukan. Prinsip. pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihapal tetapi untuk diyakini dan diterapkan. merasa perlu adanya perubahan atau perbaikan bersedia menerima bantuan dari luar dirinya memiliki kemauan untuk berpartisipasi dalam usaha merubah atau memperbaiki dirinya Sebaliknya strategi fasilitatif dilaksanakan dengan disertai program menimbulkan kesadaran pada klien atas tersedianya fasilitas atau tenaga bantuan yang . Pendekatan pembelajaran kompetensi dapat dilakukan melalui pembelajaran bermakna dan tematik yang keduanya itu disesuaikan dengan tingkat kematangan belajar siswa ( Djam’an Satori. dan melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan. 2007:217). Udin Saefudin Saud (2006: 48) menjelaskan bahwa ada empat macam strategi inovasi yaitu: strategi fasilitatif (facilitative strategies). Inovasi Pembelajaran Kontekstual (CTL) Pembelajaran kontektual (CTL) merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan keterlibatan siswa pada setiap tahapan tahapan pembelajaran dengan cara menghubungkannya dengan situasi kehidupan yang dialami siswa sehari-hari. Namun demikian. pengelolaan pembelajaran. d.

Strategi fasilitatif kurang efektif jika: digunakan pada kondisi sasaran perubahan yang sangat kurang untuk menentang adanya perubahan sosial. dengan adanya kurikulum baru dengan pendekatan keterampilan proses maka perlu ada perubahan atau pembaharuan kegiatan belajar mengajar. Jika untuk keperluan tersebut digunakan pendekatan fasilitatif berarti mengutamakan program pembaharuan itu dengan menyediakan berbagai macam fasilitas dan sarana yang diperlukan. tetapi ternyata para guru sebagai sasaran perubahan belum memiliki kemampuan untuk menggunakan media. Perbedaan sub bagian dalam klien akan menyebabkan perbedaan fasilitas yang diperlukan untuk penekanan perubahan tertentu pada waktu tertentu. Penggunaan strategi fasilitatif dapat juga dengan cara menciptakan peran yang baru dalam masyarakat jika tenyata peran yang sudah ada di masyarakat tidak sesuai dengan penggunaan sumber atau fasilitas yang diperlukan. maka jelas bahwa fasilitas itu akan sia-sia dan tidak akan memberi makna yang berarti dalam inovasi. Strategi Pendidikan Pendidikan merupakan sarana yang dipakai sebagai strategi untuk mencapai tujuan perubahan .diperlukan. perubahan diharapkan berjalan dengan cepat. Strategi fasilitatif dengan menyediakan dana serta tenaga akan sangat diperlukan jika klien tidak dapat melanjutkan usaha perubahan sosial karena kekurangan sumber dana dan tenaga. Dan yang lebih parah lagi apalagi jika fasilitas disediakan sedangkan sebagian besar sasaran perubahan menolak adanya pembaharuan. berada di lokasi tempat tinggal sasaran (klien). Menyediakan berbagai fasilitas akan sangat bermanfaat bagi usaha perbaikan sosial jika klien menghendaki berbagai macam kebutuhan untuk memenuhi tuntutan perubahan sesuai yang diharapkan. Pemahaman dasar-dasar atau pedoman penggunaan strategi fasilitatif tersebut sebagai pedoman dalam penggunaan strategi fasilitatif untuk memperbaharui bidang pendidikan. Demikian pula seandainya dalam pembaharuan kurikulum tersebut disediakan berbagai macam fasilitas media instruksional dengan maksud agar pelaksanaan kurikulum baru dengan pendekatan keterampilan proses dapat lancar. tidak memiliki kemauan untuk berpartisipasi dalam usaha pembaharuan. tidak merasa perlu adanya perubahan pada dirinya. Usaha perubahan dengan menyediakan berbagai fasilitas akan lebih lancar pelaksanaannya jika pusat kegiatan organisasi pelaksana perubahan sosial. Oleh karena itu sebaiknya penggunaan strategi fasilitatif diiringi dengan program untuk membangkitkan kesadaran pada klien (sasaran perubahan) akan perlunya perubahan serta perlunya memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas dan bantuan tenaga yang disediakan. maka perlu diusahakan adanya kemampuan atau peranan yang baru yaitu sebagai pengelola atau sebagai pemakai media institusional. Suatu contoh. b. Dengan demikian maka sarana dan fasilitas yang ada akan sia-sia belaka. tidak perlu atau tidak bersedia menerima menerima bantuan dari luar atau dari lain. Strategi fasilitatif tepat juga digunakan sebagai kompensasi motivasi yang rendah terhadap usaha perubahan sosial. Fasilitas dan sarana itu juga tidak akan banyak bermanfaat dan menunjang perubahan jika para guru atau pelaksana pendidikan sebagai sasaran perubahan tidak memahami masalah pendidikan yang dihadapi. serta tidak sikap terbuka dari klien untuk menerima perubahan Dalam penggunaan strategi fasilitas di atas haruslah dipahami bahwa dalam penggunaannya sebagai strategi inovasi haruslah memahami dasar-dasar atau pedoman penggunaan strategi fasilitatif tersebut.

Strategi Bujukan Strategi bujukan program perubahan social artinya mencapai tujuan perubahan sosial dengan cara membujuk (merayu) agar sasaran perubahan (klien). Dengan menggunakan strategi pendidikan berarti untuk mengadakan perubahan sosial dengan cara menyampaikan fakta dengan maksud orang akan menggunakan fakta atau informasi itu untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan. menyadarkan adanya masalah dan memantapkan bahwa masalah yang dihadapi dapat dipecahkan dengan adanya perubahan. 3. atau mengajak untuk mengikuti contoh yang diberikan. Strategi pendidikan akan kurang efektif jika: tidak tersedia sumber yang cukup untuk menunjang kegiatan pendidikan digunakan dengan tanpa dilengkapi dengan strategi yang lain. .sosial. Strategi pendidikan akan dapat digunakan secara tepat dalam kondisi dan situasi sebagai berikut: Apabila perubahan sosial yang diinginlc. mau mengikuti perubahan sosial yang direncanakan. Disertai dengan keterlibatan berbagai pihak misalnya dengan adanya: sumbangan dana. tidak harus terjadi dalam waktu yang singkat (tidak ingin segera cepat berubah) Apabila sasaran perubahan (klien) belum memeiliki keterampilan atau pengetahuan tertentu yang diperlukan untuk melaksanakan program perubahan sosial. Apabila alasan atau latar belakang perlunya perubahan telah diketahui dan dimengerti atas dasar sudut pandang klien sendiri. serta diperlukan adanya kontrol dari klien. Digunakan untuk menanamkan pengertian tentang hubungan antara gejala dan masalah. menggunakan istilah "re-education" dengan alasan bahwa dengan strategi ini mungkin seseorang harus belajar lagi tentang sesuatu yang dilupakan yang sebenarnya telah dipelajarinya sebelum mempelajari tingkah laku atau sikap yang baru. mendorong. c. Sasaran perubahan diajak untuk mengikuti perubahan dengan cara memberikan alasan. pemberian fakta yang akurat. walaupun kadang-kadang tanpa disadari bahwa dia melakukan atau menggunakan strategi bujukan. Strategi bujukan dapat berhasil berdasarkan alasan yang rasional. 2. donatur. Strategi bujukan biasa digunakan untuk kampanye atau reklame pemasaran hasil perusahaan. Apabila dikehendaki perubahan yang sifatnya mendasar dari pola tingkah laku yang sudah ada ke tingkah laku yang baru. Dengan dasar pemikiran bahwa manusia akan mampu untuk membedakan fakta serta memilihnya guna mengatur tingkah lakunya apabila fakta itu ditunjukkan kepadanya. Tentu saja yang terakhir ini hasilnya tidak akan tahan lama bahkan untuk selanjutnya akan merugikan. Zaltman dalam Udin Saefuddin Saud (2006: 49). perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1. Demikian pula sering terjadi dalam komunikasi antar individu di masyarakat. Digunakan untuk menjaga agar klien tidak menolak perubahan atau kembali ke keadaan sebelumnya. Apabila menurut perkiraan akan terjadi penolakan yang kuat oleh klien terhadap perubahan yang diharapkan. Strategi pendidikan untuk melaksanakan program perubahan akan efektif jika: Digunakan untuk menanamkan prinsip-prinsip yang perlu dikuasai untuk digunakan sebagai dasar tindakan selanjutnya sesuai dengan tujuan perubahan sosial yang akan dicapai. Agar penggunaan strategi pendidikan dapat berlangsung secara efektif. serta berbagai penunjang yang lain. tetapi mungkin juga justru dengan fakta yang salah sama sekali (rayuan gombal).an. Dengan menggunakan strategi pendidikan berarti tidak menutup kemungkinan untuk digunakannya strategi yang lain sesuai dengan keperluan.

2006: 51). Strategi paksaan juga tepat digunakan apabila Klien tidak merasa perlu untuk berubah atau tidak menyadari perlunya perubahan sosial. dan tidak dapat diamati kemanfaatannya secara langsung. Strategi Paksaan Strategi paksaan. Artinya tujuan perubahan harus segera tercapai. Strategi paksaan tidak efektif jika klien tidak memiliki sarana penunjang untuk mengusahakan perubahan dan pelaksana perubahan juga tidak mampu mengadakannya. Tersedianya berbagai alternatif untuk mencapai tujuan perubahan Tersedianya dana (biaya) untuk menunjang pelaksanaan program. d. misalnya untuk memberi hadiah kepada Klien yang berhasil. jadi ukuran hasilnya target perubahan tergantung dari kepuasan pelaksanaan perubahan. Strategi paksaan juga tepat dipakai untuk menghadapi usaha penolakan terhadap perubahn sosial atau untuk cepat mengadakan perubahan sosial sebelum usaha penolakan terhadapnya bergerak. (Udin Saefuddin Saud. Pelaksana program perubahan tidak memiliki alat kontrol secara langsung terhadap klien. . Strategi paksaan dapat digunakan jika klien sukar untuk mau menerima perubahan sosial artinya sukar dipengaruhi Strategi paksaan dapat juga digunakan untuk menjamin keamanan percobaan perubahan sosial yang telah direncanakan. Strategi bujukan tepat digunakan jika: Masalah dianggap kurang penting atau jika cara pemecahan masalah kurang fektif. Sedangkan kekuatan paksaan artinya sejauh mana pelaksana perubahan dapat memaksa klien tergantung dari tingkat ketergantungan klien dengan pelaksana perubahan. Perubahan tidak dapat dicobakan. atau menghukum yang tidak mau dipaksa. Apa yang dipaksa merupakan bentuk dari hasil target yang diharapkan.Udin Saefudin Saud (2006: 50) menjelaskan bahwa untuk berhasilnya penggunaan strategi bujukan perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1. 2006:51) menjelaskan bahwa penggunaan strategi paksaan perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: Strategi paksaan dapat digunakan apabila partisipasi klien terhadap proses perubahan sosial rendah dan tidak mau meningkatkan partisipasinya. sukar dimengerti. Diajak untuk mengalokasikan sumber penunjang perubahan dan suatu kegiatan atau program ke kegiatan atau program yang lain 2. Adapun kekuatan paksaan juga dipengaruhi berbagai faktor antara lain: Ketatnya pengawasan yang dilakukan pelaksana perubahan terhadap klien. Dimanfaatkan untuk melawan penolakan terhadap perubahan pada saat awal diperkenalkannya perubahan sosial yang diharapkan. artinya dengan cara memaksa klien (sasaran perubahan) untuk mencapai tujuan perubahan. Strategi bujukan tepat digunakan bila klien (sasaran perubahan): Tidak berpartisipasi dalam proses perubahan sosial Berada pada tahap evaluasi atau legitimasi dalam proses pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak perubahan sosial. Lebih mendalam Udin Saefuddin Saud. Strategi paksaan tepat digunakan jika perubahan sosial yang dharapkan harus terwujud dalam waktu yang singkat. Sebenarnya perubahan sosial sangat bermanfaat tetapi menganggap mengandung suatu resiko yang dapat menimbulkan perpecahan. Kemampuan untuk melaksanakan paksaan tergantung daripada hubungan kontrol antara pelaksana perubahan dengan sasaran (Klien).

Sering kita dihadapkan pada pertanyaan strategi mana yang terbaik dalam pelaksanaan perubahan sosial. uang. dengan siapa dilakukan. disarankan menggunakan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: Apakah Anda akan: Mengatur sistem kepenasehatan siswa? Mengubah cara kerja konselor? Mengumpulkan data untuk digunakan sebagai bahan mendiagnosa dirinya sendiri (selfdiagnosis) oleh siswa. kesiswaan. Apa yang diperlukan sehingga perlu ada perubahan? Adakah hal-hal lain yang ikut menunjang penerapan inovasi? Untuk mempermudah perumusan tentang kebutuhan dan inovasi yang akan diterapkan. dan apa hasilnya. sarana. personal dan berbagai macam sumber yang lain? Mengembangkan cam menilai program sekolah yang lebih reliabel dan valid (lebih andal dan shahih)? • Membantu orang tua murid atau yang lain untuk mengembangkan sikap positif terhadap program sekolah dengan cars meningkatkan saling pengertian serta ikut berpartisipasi secara positif dalam kebijakan dan prosedur untuk memperbaiki sekolah? Menambah. sedangkan penggunaannya tergantung pada situasi dan kondisi. sehingga semua merasa ikut bertanggung jawab atas baik dan buruknya sekolah? Mengusahakan lebih produktif lagi dalam hal mendayagunakan waktu. dengan tujuan agar dapat mengadakan rediagnosa untuk mencapai perubahan yang konstruktif? Mengembangkan pembagian tugas dewan guru dalam menunjang kelancaran program sekolah (kejelasan tugas wakil kepala sekolah bidang pengajaran. Buatlah rumusan yang jelas tentang inovasi yang akan diterapkan. Pada dasarnya semua strategi itu baik. dan sebagainya)? Mengembangkan sistem pengelolaan sekolah agar program sekolah dapat berjalan secara efektif di bawah pimpinan kepala sekolah? Membagi wewenang dan tanggung jawab kepala sekolah kepada para guru. guru. mengurangi atau merubah persyaratan kurikulum? Menambah jumlah dan macam mata pelajaran pilihan? Mengadakan minicourses (kursus singkat) atau menambah apa yang sudah ada? Memiliki pengalaman yang lebih mendalam lagi tentang belajar jarak jauh? Menyarankan lebih banyak lagi atau dikurangi pemberian pekerjaan rumah bagi siswa? Mengadakan studi tentang bagaimana hubungan antara jumlah uang yang digunakan di sekolah dengan peningkatan produktivitas yang dicapai setiap orang? Mengubah tahun ajaran sekolah menjadi lebih lama atau lebih pendek. Adapun petunjuk penerapan inovasi pada suatu sekolah menurut Udin Saefudin Saud (2006: 52) sebagai berikut: 1. Sehubungan dengan hal ini juga kombinasi dari bermacam-macam strategi dapat digunakan. dan supervisor yang memperhatikan bagaimana kelompok menggunakan waktu. Memperluas penggunaan sistem kredit? Mengubah peraturan kehadiran guru dan siswa agar mereka dapat bekerja dengan tempat yang memadai? Menghubungkan antara besar kecilnya jumlah anggota kelompok siswa dengan tujuan instruksional? Menambah atau mengurangi jumlah siswa yang akan diterima di sekolah? Mengubah model bangunan gedung sekolah agar dapat mendayagunakan berbagai fasilitas yang ada dengan efisien dan efektif? Menambah atau mengubah sesuatu yang lain dalam arti mengusahakan agar lebih sesuai . dimana kegiatan dilakukan. dalam kegiatan apa saja. fasilitas.

dan orang tua siswa akan mudah memahami apa yang diharapkan oleh inovator. Tujuan diadakannya inovasi perlu dimengerti dan diterima oleh guru. Kepandaian untuk menganalisa tujuan serta potensi hasil inovasi sangat diperlukan untuk memberikan motivasi yang tepat. guru. Harus diusahakan agar individu ikut berpartisipasi dalam mengambil keputusan inovasi. siswa. maupun orang tua siswa. Gunakan metode atau cara yang memberi kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif dalam usaha merubah pribadi maupun sekolah. ketrampilan atau sikap. Usaha peneräpan inovasi harus dapat diterima oleh guru. dan personal yang ada? Lebih rinci Udin Saefuddin Saud (2006: 53) menjelaskan beberapa pertanyaan penuntun untuk mempermudah anda membuat keputusan tentang apa yang harus anda lakukan untuk meningkatkan mutu sekolah: Apakah anda secara pribadi menggunakan cara pendekatan komunikasi dua arah untuk memberikan motivasi kepada guru. siswa. dan warga sekolah lainnya niat untuk melakukan inovasi yang diharapkan. siswa. serta orang tua dan juga masyarakat. dengan mengajak agar orang mengikuti yang dilakukan oleh orang lain. Jika semua tujuan dapat ditunjukkan dengan jelas. Harus dikemukakan dengan jelas mengapa perlu ada inovasi. dan orang di luar sekolah yang saat ini belum dilayani oleh program sekolah? Data apa yang telah dimiliki atau mungkin akan segera diperoleh yang akan membantu untuk memberikan motivasi perlunya ada inovasi? Bagaimana anda akan menentukan inovasi yang mungkin dapat diterapkan dan mudah menanganinya sesuai dengan situasi di sekolah? Langkah positif yang mana yang dapat dilakukan untuk menekan oposisi (perlawanan) yang selalu muncul dalam berbagai macam bentuk dan tingkatan jika anda mengadakan perubahan atau inovasi? Bagaimana anda akan bersikap dalam situasi yang tidak dapat diatasi atau merupakan dilema dan sukar diselesaikan? Maukah anda secara pribadi menerima beban tanggung jawab untuk bekerjasama dengan orang lain dalam usaha menerapkan inovasi di sekolah dimana anda bekerja? 2. Demikian pula tujuan inovasi hendaknya dapat dirumuskan dengan jelas baik pengetahuan. Sebenarnya inovasi disekolah dengan mudah diterapkan jika para kepala sekolah. diberi kesempatan ikut berperan dalam mengambil . dan siswa sebagai anggota masyarakat sekolah. permasalahan yang ada. belum tentu dapat berhasil. orang tua murid. siswa. guru. Usaha untuk memperjelas informasi inovasi ini perlu mendayagunakan segala fasilitas yang ada. Motivasi dengan ancaman. Motivasi positif harus digunakan untuk memberikan rangsangan agar mau menerima inovasi. Merubah sekolah sebenarnya merubah orang yang berada di sekolah. warga masyarakat.dengan kebutuhan lokal. Orang yang akan memberikan motivasi kepada orang lain harus memperhatikan adanya perbedaan individual. kesempatan yang tersedia. Apakah tujuan memang merupakan hal yang sangat perlu atau hanya merupakan hal yang pantas untuk dicapai. siswa. maka guru. Berikut ini akan diuraikan tentang bagaimana guru dan kepala sekolah yang akan mengadakan pembaharuan atau menerapkan inovasi. dan juga pegawai kantor (tata usaha) untuk mencari cara yang tepat guna meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar? Apakah anda dengan rekan-rekan telah mempertimbangkan sejumlah besar altematif dari segala macam aspek persekolahan yang mungkin perlu dilengkapi atau disempurnakan? Adakah kebutuhan siswa. Guru. atau dengan menasehati agar orang menghindari kegagalan.

Mungkin . 3. atau kegagalan dan dipersiapkan cara menghindari atau menekan sekecil mungkin terjadinya penyimpangan penerapan inovasi. makin banyak pilihan yang disediakan guru makin mendapat kesempatan untuk mau melaksanakan sesuai dengan kemampuan dan situasi kondisi setempat.untuk mempermudah penerapan inovasi. dan sebagainya benar-benar akan memecahkan permasalahan Berdasarkan permasalahan yang dihadapi dan kemungkinan memecahkannya. Artinya jadwal kegiatan disusun disesuaikan dengan mengingat perbedaan individual baik dalam kemampuan. mengapa. Perla direncanakan tentang evaluasi keberhasilan program inovasi. kesempatan. Kejelasan tujuan dan cara menilai keberhasilan penerapan inovasi. merupakan motivasi yang kuat untuk menyempurnakan pelaksanaan inovasi. Demikian pula cara menilai atau penggunaan metode. ada yang wajib ada yang pilihan. Dalam manejemen terkenal dengan menggunakan pendekatan PERT (program-evaluation-review-technique).keputusan menerima atau menolak inovasi. Sebelum memulai merumuskan ide inovasi perlu diketahui : Data akurat tentang situasi dan kondisi yang ada disekolah. Untuk melancarkan pelaksanaan inovasi. Mereka diharapkan dapat menyadari bahwa dalam melaksanakan kegiatan tidak harus dalam jumlah waktu yang sama dan dengan jenis kegiatan yang sama. mendiskusikan. metode mengajar. Jika suatu menghendaki keseragaman untuk semua orang tentu akan mengalami kesulitan. Yang sangat penting dibuat ialah kejelasan pembagian tugas. evaluasi. Misalnya dan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan yang positif anatra tingkat kesejahteraan dan penerimaan inovasi. Mereka diberi kesempatan memikirkan. penggunaan media. Mencoba mencari masalah apa yang sebenarnya dihadapi sekolah Apakah dengan inovasi kurikulum. Kemungkinan terjadi penyimpangan atau kegagalan perlu juga dipikirkan tentang kemungkinan terjadi penyimpangan. Demkian pula perlu dikumpulkan data tentang kondisi dan situasi sekolah yang berkaitan dengan inovasi. dan mempertimbangkan perlunya inovasi. Harus jelas terjadwal: siapa harus mengerjakan apa dan kapan serta di mana. kemudian data dianalisis untuk menentukam cara atau prosedur yang tepat dalam penerapan inovasi. Tetapi makin banyak memberikan peluang. Untuk keperluan itu perlu dipersiapkan berbagai altematif bagaimana cara pemecahan masalah atau memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Gunakan data atau informasi yang sudah ada untuk bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan dan penerapan inovasi. perlu menggunakan data hasil penelitian dan informasi dan berbagai sumber yang dapat dipercaya. Pemikiran yang mendasari penggunaan berbagai macam alternatif pilihan dalam mempermudah penerapan inovasi adalah bahwa yang akan menerapkan inovasi. kemudian dibuatkan urutan prioritas mana yang harus diusahakan lebih dulu. Usahakan pemberian informasi yang sejelas-jelasnya tentang inovasi (apa. Makin sejahtera kehidupan seseorang makin mudah menerima inovasi. dengan nienggunakan berbagai macam fasilitas dan media yang ada. dan bagaimana). baik guru maupun siswa memiliki perbedaan individual. untuk memilih berarti akan makin memberikan peluang untuk ikut mengambil bagian sesuai dengan minat dan kemampuannya. Gunakan berbagai micam alternatif pilihan (option) . Disamping keempat hal tersebut perlu diperhatikan juga tentang urutan langkah pelaksanaan program hendaknya dibuat dengan fleksibel. 4. dan kesibukan. Misalnya inovasi kurikulum akan mudah diterapkan jika memberikan berbagai alternatif tentang pemilihan mata pelajaran.

Meskipun penentuan apa yang harus dilakukan harus berdasarkan kondisi dan situasi di sekolah sendiri. dan setiap kelompok memiliki guru penasehat tersendiri. Perubahan atau inovasi di sekolah dapat menimbulkan pertanyaan atau mungkin mendapat tantangan dari berbagai pihak. dan juga tentang kemampuan setiap siswa secara keseluruhan dibandingkan dengan kemampuan teman yang lain. Pengalaman suatu sekolah yang telah menerapkan inovasi dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan pelaksanaan inovasi di sekolah. Kursus singkat tentang penilaian. Perubahan atau inovasi di sekolah memerlukan perspektif yang sangat luas. atau mungkin karena inovasi itu memerlukan biaya maka yang mampu tentu saj a lebih mudah menerima karena mampu membiayai. Sediakan pilihan (option). Sebagai konsekuensi dengan adanya pilihan cara belajar perlu dikembangkan berbagai macam media instruksional. Guru penasehat akan membantu siswa dalam melaksanakan program belajarnya. Membuat tempat belajar yang lebih baik dalam gedung yang ada. Makin banyak pilihan berarti makin melayani adanya perbedaan individual anak. 6. Berdasarkan data tersebut maka perlu dipertimbangkan penerapan inovasi di sekolah dengan melihat kemungkinan pelaksanaan program kegiatannya berdasarkan kemampuan atau kondisi sekolah tersebut. Perlu diperhatikan juga hubungan inovasi dengan lembaga-lembaga di luar sekolah yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan. Gunakan kemanfaatan dari pengalaman sekolah atau lembaga yang lain. Dalam pelaksanaan revisi kurikulum digunakan dengan kursus dalam berbagai aspek kurikulum. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Mengembangkan material (bahan media). Ada sepuluh hal yang dapat dipakai untuk melancarkan penerapan inovasi di sekolah sebagai berikut: Gunakan guru penasehat. cara menyusun tes dan sebagainya. Agar siswa dapat belajar . Data-data lain yang biaya diperlukan dalam penerapan inovasi di sekolah antara lain: Pemahaman dan partisipasi individu terhadap program yang ada Pengertian tentang program yang baru Tingkat kemajuan tentang program baru Analisis kemudahan dan kesukaran untuk mencapai tujuan Penilaian terhadap bahan media instruksional yang diproduksi sekolah Jumlah dan macam diagnostik tes dari siswa Perubahan penampilan (performance) siswa berdasarkan instrumen yang telah dibakukan Perubahan isi kurikulum dan organisasi kurikulum Pandangan para ahli tentang hasil pengamatannya terhadap program baru. universitas. 5. Merevisi kurikulum dengan menggunakan mini courses (kursus singkat). Misalnya untuk mengadakan perubahan tentang cara belajar siswa perlu diketahui tentang data hasil penilaian setiap siswa untuk setiap bidang studi. Maka sebelum mengadakan inovasi badan atau lembaga di luar sekolah yang ada hubungannya dengan aturan atau pengaruh terhadap pelaksanaan pendidikan perlu dihubungi dan diberi penjelasan lebih dahulu.karena orang yang mampu makin berani mengambil resiko. Berbagai data dari berbagai bidang dan sudut pandang perlu didayagunakan. Usahakan cara yang paling sesuai dengan keadaan lingkungan. misalnya pemerintah daerah. organisasi guru. cara membuat persiapan. dan sebagainya. Dalam pengelolaan program belajar perlu disediakan berbagai macam pilihan baik mengenai mata pelajaran yang harus diambil ataupun cara belajarnya. Gunakan tambahan data untuk mempermudah fasilitas terjadinya penerapan inovasi.

dan siswa akan menjumpai tantangan yang sangat komplek pada tingkat dimana mereka bekerja atau belajar. Kelompok yang hanyut pada kesukaan masa kini Kelompok itu rupanya tetap ada di masa kini dan mengelilingi kehidupan kita. tempat belajar kelompok. tanpa mau berbuat dengan cepat dan tepat sesuai dengan keperluan. Menerima tanggungjawab pribadi. Untuk mengawasi kegiatan dibuat team yang tiap anggota bertugas untuk mengawasi bidang tertentu. Kepala sekolah dapat mencurahkan pengawasan pada kegiatan belajar mengajar. Diadakan penilaian program penerapan inovasi. Buatlah jadwal yang fleksibel. Ada tiga kelompok type manusia dalam menerima tanggung jawab pribadi. ketertiban. Dunia komersial menghabiskan jutaan dolar untuk merubah kebiasaan masyarakat. Inovasi dapat dilakukan di sekolah ini. sukar untuk memperoleh dana guna mengadakan pembaharuan. dalam menghadapi masyarakat yang sedang mengalami perubahan dengan sangat cepat. keamanan. Tujuannya ialah bukan untuk menciptakan kesukaran dalam hidup. Kepala sekolah harus yakin bahwa memang sekolah ini tepat untuk menerapkan inovasi. Kepala sekolah. Tidak (mungkin inovasi akan berhasil jika kepala sekolah hanya duduk di kantornya. kebersihan. Kelompok yang memuja masa depan dengan penuh gagasan indah yang belum terlaksanakan Kelompok pengenang hari indah di masa lalu dan berdoa semoga kejayaan masa lalu akan kembali. agar mau mengerti dan memberikan bantuan untuk kelancaran program inovasi. dan dikalangan politik menghabiskan sejumlah besar uang untuk menjaga kestabilan kekuasaan dan pemerintahan. Untuk pelajaran yang banyak menggunakan latihan/praktek perlu waktu yang lebih lama dan pelajaran yang hanya dengan ceramah. Berbuatlah secara positif untuk mendapatkan kepercayaan Dunia pendidikan sangat berat menghadapi tantangan perubahan zaman.dengan tenang perlu disediakan tempat-tempat belajar khusus dalam gedung yang ada. Namun demikian pimpinan pendidikan harus melakukan langkah atau mensukseskan usahanya yaitu: Kepala sekolah harus benar-benar memahami apa yang perlu dilakukan untuk perbaikan sekolahnya Kepala sekolah harus menghayati kenyataan bahwa inovasi memang perlu diadakan untuk perbaikan. tetapi tujuan yang hendaknya dikejar ialah mencapai kepuasan yang diperoleh karena telah berbuat . dan sebagainya. guna menjalin hubungan yang akrab dengan segala pihak. di luar sekolah. Dibuat team supervisi. Dengan laporan dapat diketahui sejauh mana hasil penerapan inovasi terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Diadakan penilaian dan pelaporan hasil belajar siswa. Pelaku pendidikan sudah seharusnya perlu mendapatkan tempat dan juga peranan kepala sekolah. Ditingkatkan penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar. 7. dan sebagainya. Misalnya dibuatkan ruang tempat belajar sendiri. Kepala sekolah harus banyak mencurahkan waktu dan tenaganya baik untuk kegiatan di sekolah. tetapi di dunia pendidikan. guru. Tidak harus semua kegiatan dengan jadwal jam yang sama. walaupun itu juga perlu dan memang merupakan kenyataan. dan di masyarakat yang memerlukan tenaganya. 8. dan sebagainya. Banyak keadaan atau alam yang ada di sekitar dapat didayagunakan sebagai sumber belajar. Siswa diberi tugas untuk mengamati dan mengadakan wawancara dengan warga masyarakat dalam melakukan kegiatan belajar.

maka semua guru atau personel sekolah diikut sertakan dalam pembuatan perencanaan. dilakukan oleh semua personalia sekolah sesuai dengan bidang garapannya masing-masing. 10. untuk menunjukkan minat guru serta memperhatikan fungsi manejemenpengawasan.sesuatu yang sifatnya konstruktif untuk membantu membangun dunia indah di masa kini dan masa yang akan datang. . Baik dari pemerintah berupa instruksi atau peraturan-peraturan yang harus dilaksanakan. Problem yang dihadapi oleh kepala sekolah sangat kompleks. Agar kepala sekolah dapat melaksanakan program inovasi dengan efektif dalam menghadapi berbagai macam tantangan tersebut. Berdasarkan pengalaman para pelaksana “Model School Project” di Amerika Serikat. Ada dua model yang dapat diterapkan disekolah sehubungan dengan konsep S-M Team yaitu: Untuk sekolah yang kecil atau struktur organisasinya tanpa ada bagian-bagian. Kegiatan untuk meningkatkan efektivitas proses belajar-mengajar. pembuatan keputusan serta menilai perkembangan serta bagian program pendidikan. Di samping itu yang tidak kalah pentingnya adalah setiap orang yang bekerja di sekolah melakukan tugasnya sesuai dengan minat dan kemampuannya untuk mengembangkan karirnya. Ada dua elemen dasar dalam team S-M untuk meningkatkan kepemimpinan sekolah. Kepala sekolah menggunakan sebagian besar waktunya untuk bekerja lebih akrab dengan siswa dan guru serta berusaha untuk memperoleh balikan guna meningkatkan kualitas sekolah. disarankan digunakannya “Team Managemen Pengawasan” ( Suvervisory. Peranan kepemimpinan harus disebarluaskan melalui perluasan konsep team managemen pengawasan. Pada sekolah yang besar pejabat bagian pendidikan (educational department) bekerjasama dengan team S-M. Team S-M harus menggunakan pendekatan partisipatif dalam membina hubungan dengan segenap personal di sekolah maupun dengan warga masyarakat. 9. indikatornya sekolah yang berkualitas antara lain: Proses belajar mengajar yang efektif Prestasi hasil belajar siswa tinggi Guru mempunyai waktu yang banyak serta kondisi yang baik melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. dan organisasi guru berupa saran perbaikan. Perlunya kepemimpinan yang mantap dan konsisten dewasa ini sangat terasa karena kepala sekolah selalu dikepung oleh berbagai macam tantangan. Namun demikian banyak juga kepala sekolah yang tetap bersikap positif dan mampu melaksanakan kepemimpinan yang produktif. Tujuan utama inovasi di sekolah ialah untuk meningkat kualitas sekolah. atau mungkin juga dari berbagai yayasan pendidikan. disela-sela berbagai macam tantangan dan permasalahan yang harus dipecahkan. perlu digunakan sistem pengorganisasian yang tepat. Usahakan adanya pengorganisasian kegiatan yang memungkinkan terjadinya kepemimpinan yang efektif. dan kelompok masyarakat atau persatuan orang tua siswa berupa permintaan peningkatan kualitas hasil pendidikan di sekolah. Mencari jawaban atas beberapa pertanyaan dasar tentang inovasi di sekolah.Management = SM).

Dengan anugerah ini manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuandan tekhnologi yang dapat menciptakan berbagai macam cara dan sarana kehidupan untuk mencapai kesejahteraan. Strategi paksaan.BAB III Penutup Setiap makhluk hidup akan mengalami proses perubahan karena pada hakikatnya hidup adalah berubah. . Strategi fasilitatif. Tetapi perubahan yang terjadi tidak selalu progres (kemajuan) bahkan kadang-kadang yang terjadi justru sebaliknya yaitu kemunduran (regress). agar perubahan yang terjadi menuju kepada kemaslahatan dan kesejahteraan umat manusia. Penggunaan strategi tidak hanya terpaku pada satu macam strategi tetapi kombinasi dari berbagai macam strategi juga dapat dilakukan sesuai dengan kondisi dan situasi masyarakat yang menjadi sasaran perubahan. Strategi perubahan sosial terletak pada continuum dari tingkat yang paling lemah (sedikit) tekanan (paksaan) dari luar ke arah yang paling kuat (banyak) tekanan dari luar. Strategi bujukan. Strategi pendidikan. Salah satu anugerah terbesar dari Allah kepada manusia agar melakukan perubahan adalah anugerah akal dan fikiran. Untuk mengarahkan proses perubahan menuju kesejahtraan hidup manusia adalah melalui Inovasi dalam kehidupan. Ada beberapa macam strategi inovasi yaitu: pertama. Keempat. Kedua. terutama inovasi pendidikan agar proses pendidikan yang dilakukan mampu menciptakan berbagai inovasi dalam kehidupan sekaligus mampu menjawab tuntutan perubahan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Ketiga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful