RELASI

Sebuah relasi bisa dipikirkan sebagai sebuah tabel yang mendaftar hubungan anggota-anggota dengan anggota lain. Sebagai ilustrasi dapat diperhatikan Tabel 2.1 yang menunjukkan mahasiswa yang mengambil mata kuliah tertentu. Dari Tabel 2.1 tersebut dapat dilihat bahwa Badu mengambil mata kuliah Ilmu Komputer dan Aljabar, dan Siti mengambil Matematika Diskrit. Dalam terminologi relasi, kita akan mengatakan bahwa Badu dikaitkan dengan Ilmu Komputer dan Aljabar, serta Siti dikaitkan dengan Matematika Diskrit. Tentu saja, Tabel 2.1 benar-benar hanya merupakan sebuah himpunan dari pasangan terurut. Pada keadaan ini, kita menetapkan anggota pertama dari pasangan terurut dikaitkan dengan anggota kedua pasangan terurut. Tabel 2.1 Relasi Mahasiswa dan Matakuliah Mahasiswa Badu Siti Badu Dadap Dadap Eni Matakuliah Ilmu Komputer Matemtika Diskrit Aljabar Teori Graf Ilmu Komputer Matematika Diskrit

Definisi 2.1 Relasi (binair) R dari himpunan X ke himpunan Y adalah sebuah subhimpunan dari hasil kali Cartesius X x Y. Jika (x,y) ∈ R, kita tuliskan x R y dan kita katakan bahwa x dikaitkan dengan y, atau x berada dalam relasi R dengan y. Dalam hal X=Y kita sebut R sebuah relasi (binair) pada X Himpunan {x∈X|(x,y) ∈ R untuk beberapa y ∈ Y} disebut daerah asal (domain) dari R. Himpunan {y∈Y|(x,y) ∈ R untuk beberapa x ∈ X} disebut daerah hasil (range) dari R.

Matematika Diskrit

Suwarno

1

Matematika Diskrit)}. Dadap.Jika relasi diberikan dalam bentuk tabel. (4. Relasi kita R dari Tabel 2. 6. Jika kita misalkan X = {Badu. Matematika Diskrit).4). Teori Graf).1. Jika kita tulis ulang R sebagai tabel.1 bisa ditulis R = {(Badu.2. (3. Jika kita mendefinisikan relasi R dari X ke Y dengan (x. Teori Graf) ∈ R. Aljabar). Contoh kita berikutnya menunjukkan bahwa kadangkadang adalah mungkin untuk mendefinisikan sebuah relasi dengan memberikan aturan bagi keanggotaan dalam relasi tersebut. (Dadap. (3. Misalkan X = {2. Contoh 2. (Siti. Teori Graf}. kita bisa menuliskan pula dalam bentuk Dadap R Teori Graf. kita peroleh X 2 2 3 3 4 2 Y 4 6 3 6 4 Suwarno Matematika Diskrit . Eni} Dan Y = {Ilmu Komputer.6). 7}. Siti. Aljabar. (2. kita peroleh R = {(2.1 menunjukkan bahwa sebuah relasi bisa diberikan secara sederhana dengan menjelaskan pasangan-pasangan terurut yang termasuk dalam relasi tersebut. 4. Contoh 2. Contoh 2. 4} dan Y = {3. Domain (kolom pertama) dari R adalah himpunan X dan range dari R (kolom kedua) adalah himpunan Y.4)}. Oleh karena (Dadap. (Badu. 5. domain terdiri dari anggota yang berada pada kolom pertama dan range terdiri dari anggota kolom kedua. 3. y) ∈ R jika x membagi y (tanpa sisa).3). (Dadap. (Eni. Ilmu Komputer). Ilmu Komputer). Matematika Diskrit.6).

Contoh 2. b.3. (2.3. Matematika Diskrit Suwarno 3 .3).3 tidak simetris. (x. (d.5 adalah simetris karena untuk semua x. 6}.b) ∉ R. 2. 4} dan range R adalah himpunan {3. (1.2) ∉ R. Defini 2.3) ∈ R. x) ∈ R untuk setiap x ∈ X. (2. (c.4) masing-masing berada di R.3 adalah refleksif karena untuk setiap anggota x ∈ X. Misalkan R adalah relasi pada X = {1. Definisi 2.2. tetapi (3. maka (y. Domain dan range dari R keduanya sama dengan X. (b. Misalkan X = {a.c). (3.c) di R dan (c. (3. jika (x. d}.d)}.x) ∈ R. c. y ∈ X.3). 4. x) ∈ R. (4. Didefinisikan suatu relasi R pada himpunan X yaitu R = {(a. Relasi R pada X ini tidak refleksif. 3. y) ∈ R jika x ≤ y. Contoh 2.b) juga di R.4).4. Contoh 2. (1. 2.3). 4} yang didefinisikan oleh (x.1). jika (x.5. Relasi pada Contoh 2. (3.3).1). Relasi pada Contoh 2.b). Relasi R pada himpunan X disebut refleksif jika (x.4).6.7. x.2).a).4)}. (2. Contoh 2.y) ∈ R.y) ∈ R. tetapi (b. karena dapat kita lihat bahwa b ∈ X.2). 4} pada Contoh 2. (2. maka (y. Sebagai contoh (2. 3. dan (4. Relasi pada X = {1.4). y ∈ X.Domain dari R adalah himpunan {2. Sebagai contoh (b.x) ∈ R. Contoh 2. khususnya (1. 3. Maka R = {(1. (1. Relasi R pada himpunan X disebut simetris jika untuk semua x. y ∈ X.2).

y) ∈ R dan x ≠ y. Sebagai contoh.5. maka (y. Contoh ini memperlihatkan pada kita bahwa “antisimetris” tidak sama dengan “tidak simetris”.c)} pada X = {a. c} adalah antisimetris.8. Relasi R pada himpunan X disebut transitif jika untuk semua x. Pada kasus ini.Definisi 2. y) dan (y. y) ∈ R dan x ≠ y. z ∈ X.y) dengan x ≠ y.9. b.5.c) maupun (c. y. Contoh 2. (c.a).x) ∉ R Adalah benar karena hipotesis atau anteseden dari proposisi ini adalah salah.10.z) ∈ R.3 adalah transitif karena untuk semua x. jika (x.2) ∈ R tetapi (2.x) ∉ R.x) ∉ R. maka R antisimetris. Contoh 2. proposisi Jika (x. (1.3 adalah antisimetris karena untuk semua x.1) ∉ R. Contoh 2. maka (x.11.z) ∈ R. maka (y. maka (x. Relasi pada Contoh 2.b) ada di dalam R. y.y) ∈ R dan x ≠ y. jika (x. Relasi pada Contoh 2.5 adalah tidak antisimetris karena dapat kita lihat bahwa baik (b. Sebagai contoh.b). jika x dan y adalah sembarang anggota di X. y ∈ X. Jika relasi R pada X tidak mempunyai anggota dari bentuk (x. untuk menjelaskan secara formal bahwa relasi ini memenuhi definisi 2.y). (b.4. Dapat kita perhatikan bahwa relasi R juga refleksif dan simetris. Relasi R pada himpunan X disebut antisimetris jika untuk semua x. R = {(a. Definisi 2. y.z) ∈ R. maka (y. jika (x. kita harus membuat daftar semua pasangan dari 4 Suwarno Matematika Diskrit . Contoh 2. jika (x. z. (y. Relasi pada Contoh 2.z)∈ R.

Contoh 2. (x.4) (2.z) (2.z) = (y.z) di R dan selanjutnya menjelaskan bahwa dalam setiap kasus.3) (3.3) (2.4) (3.4) (3.2) (2.z) ∈ R dipenuhi karena hal ini secara otomatis benar.3) (3.4) (x.b) ada di dalam R.3) (1.4) (2.z) (x.2) (1.3) (3.2) (2.3) (1.z) (1.1) (1.3) (2.1) (1.y) dan (y. kita tidak perlu secara eksplisit menjelaskan bahwa kondisi Jika (x.z) (x.3) (1.4) (4.y) dan (y.2) (2.4) (2.4) (4.3) (2.2) (1.4) Dengan hanya menyelidiki yang terakhir ini.pasangan berbentuk (x.z) di R. Sebagai contoh.1) (1.b) tidak di dalam R.5.4) (1. bahwa x = y dan (x.z) (1.4) (3. tetapi (b.4) (3.4) (1.2) (2.4) Pasangan Berbentuk (x. pada kasus x = y atau y = z.4) (1.4) (1. (y.3) (3.4) (3.3) (2.2) (1. (b.3) (3.4) (3.z) (1.3) (3. Pasangan Berbentuk (x.4) (4.5 adalah tidak transitif.4) (4.3) (2. Matematika Diskrit Suwarno 5 . Andaikan. maka (x. maka proses untuk menunjukkan bahwa suatu relasi merupakan suatu relasi transitif atau bukan akan lebih efisien.3) (1.3) (1.3) (1. Dengan menghilangkan kasus x = y dan y = z membiarkan hanya yang berikut untuk diuji secara eksplisit untuk menjelaskan bahwa relasi pada Contoh 2.4) (1.z) di R dan kondisi tersebut dipenuhi.4) (1.4) Dalam penentuan apakah sebuah relasi R transitif secara langsung dari definisi 2.4) (1.y).1) (1. Relasi pada Contoh 2.3) (1. Oleh karena x = y. (y.12.y). sebagai contoh.4) (1.4) (2. (y.3) (3.3) (2.4) (2. (x.1) (1.2) (1.4) (4.1) (1.4) (2.z) ∈ R: Pasangan Berbentuk (x.3) (2.2) (2.2) (2.y) dan (y.2) (1.2) (1.y).3 adalah transitif.c) dan (c.4) (4.2) (2.z) ∈ R.3) (3.2) (2.

Relasi seperti ini disebut urutan parsial (partial orders). Sebagai contoh.y) ∈ R. dan transitif.y ∈ X dan x ≤ y atau y ≤ x. tetapi 3 dan 6 terbandingkan (karena 3 membagi 6). Definisi 2.Relasi dapat digunakan untuk mengurutkan anggota-anggota suatu himpunan. Relasi kurang dari atau sama dengan pada bilangan bulat adalah urutan total karena jika x dan y bilangan bulat. relasi R yang didefinisikan pada himpunan bilangan bulat dengan (x. Notasi ini mengesankan bahwa kita sedang menginterpretasikan relasi sebagai pengurut anggota-anggota di X. dan transitif. Salah satu penerapan dari urutan parsial adalah penjadwalan tugas. Jika R sebuah urutan parsial pada himpunan X. kita katakan bahwa x dan y terbandingkan (comparable). Perhatikan bahwa relasi R refleksif. Contoh 2. Oleh karena itu relasi R ini adalah relasi urutan parsial. antisimetris.5 di atas menggunakan insitilah “urutan parsial” adalah bahwa secara umum beberapa anggota di X mungkin takterbandingkan.y) ∈ R jika x membagi y (tanpa sisa). dan transitif. Sebagai contoh.6. 2 dan 3 takterbandingkan (karena 2 tidak membagi 3 dan 3 tidak membagi 2). Jika x.13) mempunyai anggota terbandingkan dan takterbandingkan. Andaikan bahwa R adalah sebuah urutan parsial pada himpunan X. Relasi R pada himpunan X disebut urutan parsial jika R refleksif. antisimetris. maka x ≤ y atau y ≤ x. Jika x. Relasi “membagi” pada bilangan bulat positif (lihat Contoh 2. Jika setiap pasangan anggota di X terbandingkan . Relasi R yang didefinisikan pada bilangan bulat positif oleh (x.y) ∈ R jika x≤ y mengurutkan bilangan-bilangan bulat. 6 Suwarno Matematika Diskrit .13. notasi x ≤ y kadangkadang digunakan untuk menunjukkan bahwa (x. kita katakan bahwa x dan y tak terbandingkan (incomparable). Alasan mengapa pada Definisi 2. kita sebut R urutan total (total orders). Dapat ditunjukkan bahwa relasi R ini adalah refleksif. antisimetris.y ∈ X dan x ≤ y atau y ≤ x.

5. tugas-tugas lain bisa dilakukan pada urutan yang saling dipertukarkan.14. Bukalah tutup lensa.Contoh 2.14.2). Matikan kunci pengaman. Solusi masalah penjadwalan tugas-tugas sehingga kita bisa memotret adalah pengurutan total dari tugas-tugas yang konsisten dengan urutan parsial.y) ∈ R}. 3. Kita bisa memperoleh urutan parsial dengan “memasukkan” semua pasangan (i.x) | (x. Mengurutkan tugas-tugas.5)} adalah urutan parsial pada T. kita memerlukan sebuah pengurutan total dari tugas t1. adalah relasi dari Y ke X yang didefinisikan oleh R-1 = {(y.i) untuk i = 1. (2.7. Matematika Diskrit Suwarno 7 . maka ti mendahului tj dalam daftar. t2. Invers dari R. t5 sehingga jika tiR’tj. sehingga R’ bukan urutan parsial. Tekan tombol foto. (4. Penjadwalan Tugas Perhatikan himpunan T dari tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam pemotretan dalam ruangan. tugas 1 harus dilakukan sebelum tugas 2. dinotasikan R-1. 4. tetapi R’ ini tidak refleksif. tugas 2 dan 3 bisa dilakukan pada urutan yang dipertukarkan. kita bisa mendefinisikan sebuah relasi dari Y ke X dengan membalik urutan dari setiap pasangan terurut di R. t3. Fokuskan kamera. Secara formal.4). t4. relasi R’ ∪ {(1. Jika diberikan relasi R dari X ke Y. (5. Sebagai contoh.3). Secara lebih tepat. berikut ini adalah definisi formalnya. Nyalakan lampu kilat. Contohnya. Relasi R’ yang didefinisikan pada T oleh iR’j jika dan hanya jika tugas i harus dilakukan sebelum tugas j. Di lain pihak. Contoh 2. (3. Definisi 2. Beberapa dari tugas-tugas tersebut harus dilakukan sebelum yang lain. Meskipun R’ antisimetris dan transitif. 1. 5. 2.1). Misalkan R adalah relasi dari X ke Y. ….

6).15. (4. Fisika Statistika Ekonomi Suwarno a b a b Matematika Diskrit . (3. Jika kita mempunyai sebuah relasi R1 dari X ke Y dan relasi R2 dari Y ke Z.Invers dari relasi R pada Contoh 2.2). (3. adalah relasi dari X ke Z yang didefinisikan oleh R2 ο R1 = {(x.t). (3.t). (3. (1. Komposisi dari relasi R1 = {(1.1 Pada latihan 1-4. (4. tuliskan relasi sebagai himpunan pasangan terurut. 2.u).4)}. (2. kita bisa menyebutkan relasi ini sebagai “terbagi oleh”.3). dinotasikan R2 ο R1. (2.t).s).u)} adalah R2 ο R1 = {(1.4).4). kita bisa membentuk sebuah relasi dari x ke Z dengan menerapkan relasi R1 dulu kemudian relasi R2.t). Yugi Ahmad Lusi 8 4. (8. Misalkan R1 adalah relasi dari X ke Y dan R2 adalah relasi dari Y ke Z. Relasi yang dihasilkan dinotasikan R2 ο R1. (1.6).2 adalah R-1 = {(4. (3. (4.t).2).z) ∈ R2 untuk beberapa y ∈ Y}.z) | (x. Berikut ini adalah definisi formalnya. (6.8.u)}. 1. Dengan kata-kata. Latihan 2.8)} dan R2 = {(2. Komposisi dari R1 dan R2.s). a 3 325 Karpet b 1 328 Pukul Besi b 4 441 Cat Kayu c 1 532 Amplas 3. (6. (6. (2. Definisi 2.2).y) ∈ R1 dan (y.3). (3.u). Contoh 2. (3.s).

1). Fisika)} 7. (Widya. Buatlah daftar anggota dari R. 4} yang didefinisikan oleh aturan (x. 13. 15. 14. 4. Ulangi Latihan 9-14 untuk relasi R pada himpunan {1.4).Pada latihan 5-8.1).y) ∈ R jika x + y ≤ 6.1).y) ∈ R jika x = y2. (Widya. 11. 20. tuliskan relasi sebagai sebagai sebuah tabel. tentukan apakah setiap relasi yang didefinisikan pada himpunan bilangan bulat positif adalah refleksif. (a.y) ∈ R jika x > y.y) ∈ R jika 3 habis membagi x .1). Matematika). (x. 3. (2. 22.y) ∈ R jika x ≥ y. (b. dan/atau urutan parsial? Pada Latihan 19 – 23.y) ∈ R jika 3 habis membagi x-y. 10. (x. 8. 2. R = {(Reza. (x. Ulangi Latihan 9-14 untuk relasi R pada himpunan {1.2)} R2 = {(1. (2. 21. 16. antisimetris. simetris. antisimetris. 17. (1. Apakah relasi pada Latihan 16 refleksif. 9. Carilah range dari R. 3. 24.1. (4.y) ∈ R jika x2 ≥ y. 4}.2). Musik). 2.1)} 6. 2. (x.1). (3. simetris. 4} yang didefinisikan oleh aturan (x.4). 4} yang diberikan oleh R1 = {(1. 5} yang didefinisikan oleh aturan (x. Relasi R dari himpunan X dari nama negara-negara Asia Tenggara yang diawali dengan huruf “M” ke himpunan Y dari nama kota yang didefinisikan oleh (S. 19. Misalkan R1 dan R2 adalah relasi pada {1. 2. (Dani.y) ∈ R jika x = y. Carilah domain dari R-1. R = {(a. dan/atau urutan parsial. 12. 2. simetris.y. (x. Latihan 9-14 mengacu pada relasi R pada himpunan {1. Carilah range dari R-1. 3. Buatlah daftar anggota dari R-1. Apakah relasi pada Latihan 15 refleksif. transitif. antisimetris. didefinisikan oleh (x. 3. Carilah domain dari R. Relasi R pada {1. (4.2)} Matematika Diskrit Suwarno 9 . 3. transitif. dan/atau urutan parsial? 18. (3. transitif.2). Politik). (c. 5.y) ∈ R jika x = y .6). 23.C) ∈ X x Y jika C adalah ibukota dari S.

transitif. dan/atau urutan parsial? ---ooOoo--- 10 Suwarno Matematika Diskrit .Buatlah daftar anggota dari R1 ο R2 dan R2 ο R1. simetris. antisimetris. 25. Misalkan X adalah himpunan tak kosong.B) ∈ R jika A ⊆ B. Didefinisikan relasi pada P(X). yaitu himpunan kuasa dari X. sebagai (A. Apakah relasi ini refleksif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful