P. 1
ETNOLOGI

ETNOLOGI

|Views: 634|Likes:
Published by Wagis Liebe Valeria
Etnologi
Etnologi

More info:

Categories:Types, Research, Genealogy
Published by: Wagis Liebe Valeria on May 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2014

pdf

text

original

ETNOLOGI

Merupakan bagian ilmu antropologi tentang asas-asas manusia, mempelajari kebudayaankebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari bangsa-bangsa tertentu yang tersebar di muka bumi pada masa sekarang. Sangat diperlukan dalam sosiologi karena menyangkut tradisi – tradisi yang berkembang pada bangsa tersebut. Oleh karena itu, etnologi sering disebut juga sosial antropologi. Dengan kata lain, etnologi mempelajari pola-pola kelakuan, seperti adat istiadat, perkawinan, struktur kekerabatan, sistem politik, ekonomi, agama, cerita-cerita rakyat, kesenian, dan musik. Selain itu, etnologi mempelajari dinamika kebudayaan, bagaimana kebudayaan berkembang dan berubah, serta bagaimana kebudayaan tersebut dan kebudayaan lain saling mempengaruhi, termasuk interaksi antara berbagai kepercayaan dan cara-cara melaksanakannya serta efeknya pada kepribadian seseorang. Dalam etnologi terdapat dua aliran dalam penelitian suku bangsa, yaitu sebagai berikut:

a. Descriptive Integration (aliran diakronik), bertujuan untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang suatu suku bangsa, misalnya suku bangsa tersebut termasuk ke dalam ras apa, bagaimana asal-usulnya, sejarah perkembangannya, cara hidupnya, adat istiadat dan aspekaspek lainnya secara menyeluruh.

b. Generalizing Approach (aliran sinkronik), bertujuan untuk mencari asas persamaan dari sejumlah suku bangsa yang beranekaragam. Metode yang dipergunakannya dapat dikelompokkan atas dua golongan, atau disebut Diakronik Approach. Pertama, dengan melakukan penelitian yang mendalam dan utuh dari sejumlah suku bangsa (misalnya 3 sampai 5 suku bangsa). Kedua, dengan melakukan studi perbandingan unsur budaya tertentu (misalnya bahasa saja) pada sejumlah besar suku bangsa (misalnya ratusan suku bangsa), atau disebut Sinkronik Approach.

Universal Culture menurut C. Kluchohn dalam bukunya, The Universal Categories of Cultures bahwa di seluruh bangsa di dunia memiliki unsur – unsur budaya yang sama, yaitu :

1. Sistem Mata Pencaharian (Ekonomi) 2. Sistem Kekerabatan 3. Sistem Religi 4. Sistem Teknologi 5. Sistem Bahasa 6. Sistem Kesenian 7. Sistem Pengetahuan

Dari pengertian dan beberapa cara pendekatan etnologi, ynag membahas diantaranya mengenai budaya dan kehidupan suatu masyarakat, akan dibahas mengenai etnologi di suatu daerah di Malang tepatnya berada di Desa Sekarpuro. Dari sisi kebudayaan dan sejarahnya untuk desa ini jika dilihat dan diteliti terpecah dalam 2 kubu. Yang pertama dimana kelompok masyarakat sangat kental akan pendidikan agama dan pendekatan diri kepada Allah SWT. Yang kedua kelompok masyarakat yang tetap sampai dengan saat ini melestarikan budaya nenek moyang tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Jika dilihat dari Universal Culturenya, memang benar setiap negara ataupun setiap suku memiliki unsur-unsur budaya yang sama. Dari daerah ini bisa dilihat, yang pertama dari segi ekonomi mayoritas masyarakat adalah bekerja sebagai petani padi. Walaupun lokasinya tidak jauh dari kota untuk kehidupan di desa ini masih terlihat sekali khasnya dari kehidupan di desa seperti di daerah-daerah yang mungkin masih sulit aksesnya. Disini masyarakatnya sangat mengedepankan saling tenggang rasa antar tetangga, kepedulian dan kebersamaan. Hal tersebut sangat berpengaruh dari unsur budaya kekerabatan yang memang, jika di urut mulai dari atas sampai dengan saat ini, bagi sebagian orang asli daerah Sekarpuro memang masih saling ada ikatan saudara. Karena disebabkan pemilik dari wilayah tersebut dahulunya terdiri dari beberapa saudara. Yang sampai saat ini menghasilkan keturunan yang hidup bersamaan dan masih memiliki hubungan kekerabatan.

Tapi juga, dalam kehidupan bermasyarakat tidak lepas dari konflik sosial, yang mungkin bisa menyebabkan perbedaan pendapat ataupun sampai dengan konflik yang menyebabkan kontak fisik. Namun karena dari desa ini masih menjunjung tinggi asas-asas kekeluargaan untuk konflik tidak sampai dengan kontak fisik. Namun konflik yang ada mengenai perbedaan paham dimana sebagian kelompok masyarakat tidak setuju adanya praktik-praktik yang mengarah ke musyrik, disini terjadi konflik yang berpengaruh pada sistem religi dan budaya, dimana sebagian orang ingin tetap melestarikan budaya yang telah diwariskan kepada mereka, disisi lain menganggap bahwa hal tersebut sudah diluar aturan-aturan agama khususnya Islam. Mengenai sistem teknologi dan pengetahuan untuk desa ini masih dalam tahap perkembangan, maksudnya disini adalah karena masih banyak golongan tua yang buta aksara, ada juga pemuda yang masih menganggur, yang menyebabkan tidak bisa berkembang dengan cepat untuk permasalahan teknologi dan pengetahuannnya. Namun ada beberapa orang pemuda dan masyarakat yang pemikirannya ingin maju dan berkembang, diman sudah dimulainya kegiatan-kegiatan karang taruna untuk pemuda-pemuda desa, dan kegiatan pemanfaatan sampah untuk bisa digunakan sesuai fungsinya. Jadi walaupun sangat dekat dengan wilayah kota masyarakat disini masih menutup diri untuk bisa menerima perkembangan yang ada sekarang, dan masih sulit untuk diajak berkembang, namun bisa jadi mereka memiliki alasan yang berbeda-beda, misalnya tidak inginnya berkembang tersebut memang tidak inginnya mereka merusah hubungan kekerabatan yang sudah ada, atau mungkin dari beberapa orang yang memang sudah merasa cukup dengan apa yang dimilikinya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->