P. 1
Kedudukan Siswa Dalam Kelompok

Kedudukan Siswa Dalam Kelompok

|Views: 47|Likes:
Published by Udin Fakhrudin

More info:

Published by: Udin Fakhrudin on May 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2012

pdf

text

original

Kedudukan Siswa dalam Kelompok

Dalam pelajaran dasar-dasar evaluasi pendidikan itu mencakup salah satu tentang kedudukan siswa dalam kelompok. Maksud kedudukan siswa dalam kelompok adalah letak seseorang siswa di dalam urutan tingkatan. Dalam istilah yang umum, disebut ranking, untuk dapat di ketahui ranking dari siswa-siswa di suatu kelas maka harus di adakan pengurutan nilai siswa-siswa tersebut dari yang paling atas sampai ke nilai yang paling bawah. Dengan mengurutkan nilai-nilai maka dengan mudah dapat ditentukan nomor yang menunjukkan siswa dalam tingkatannya. Ada 4 macam cara untuk menentukan ranking atau kedudukan siswa dalam kelompoknya : 1. Dengan ranking sederhana (Simple rank) 2. Dengan ranking persentase (percentile rank) 3. Dengan standar deviasi 4. Dengan menggunakan Z-Score Simple Rank (SR) Adalah urutan yang menunjukkan letak/kedudukan seseorang dalam kelompoknya dan dinyatakan dengan nomor atau angka biasa. Contoh : Skor dari ulangan bahasa Indonesia bagi 20 orang siswa adalah sebagai berikut : Hanya dengan melihat deretan skor yang masih berserakan ini, kita belum dapat menentukan ranking atau kedudukan seseorang dalam kelompoknya, untuk A = 45 B = 50 C = 39 D = 61 E = 63 F = 70 G = 75 H = 69 I = 60 J = 73 K = 75 L = 75 M = 69 N = 60 O = 73 P = 78 Q = 74 R = 65 S = 49 T = 60 maka skor-skor tersebut terlebih dahulu harus kita susun, urut dari skor yang paling tinggi sampai ke skor yang paling rendah, dengan urutan ke bawah. Setelah itu kita tentukan urutan nomor dari atas, yaitu 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya sampai seluruh siswa memperoleh nomor. Yang perlu diingat disini

Untuk memahami bagaimana menentukan simple rank atau ranking sederhana marilah kita urutkan skor-skor A sampai dengan T. harus diberi nomor urut atau ranking yang sama pula. yaitu rata-rata dari urutan orang-orang yang memiliki skor sama tersebut. dan terdapatlah seperti berikut ini : TABLE SIMPLE RANK DARI 20 ORANG SISWA Nama Siswa Skor Ranking G P H K L Q O F M I R E D N 81 78 75 75 75 74 73 70 69 68 65 62 61 60 1 2 3 4 4 dari ( 3+4+5 ) 53 6 7 8 .bahwa apa bila ada dua atau tiga orang yang kebetulan memiliki skor yang sama.

tanpa menunjukkan banyaknya individu yang masuk dalam kelompok. Siswa yang mempunyai skor sama. tetapi siapa tahu bahwa seluruh kelompok memang hanya terdiri dari 15 orang. yang ada di bawahnya. lebih dapat di ketahui gambaran kecakapan siswa. Jadi. dalam hal ini siswa dibandingkan dengan siswa lain yang mempunyai skor sama atau lebih kecil dari padanya. setelah dibagi dengan kelompok itu. b. Cara menentukan PR adalah demikian : 1) Menentukan dahulu SR (Simple Rank)-nya. . Rank terakhir selalu sama dengan nomor urut siswa atau banyaknya siswa dapat di kelompok. Sehingga ada nomor-nomor yang tidak digunakan sebagai nomor urut. karena angka ranking menunjukkan besarnya persentase siswa dalam kelompok yang berhasil dilampaui. Tampaknya nomor kecil. juga mempunyai ranking sama. 2) Mencari dengan 100. yang menunjukkan banyaknya persentase yang berada di bawahnya. hingga A termasuk juru kunci.9 10 11 12 13 14 a. setelah dibagi dengan kelompok. Mungkin A mempunyai ranking 15. Contoh : Jika seorang siswa memiliki PR ( percentile rank) 85 ini menunjukkan bahwa kecakapan siswa tersebut sama atau melebihi 85 % dari seluruh kelompok. T B S J A C 60 50 49 46 39 15 16 17 18 19 20 3) Mengalikan dengan 100. Dengan ranking persentase atau percentile rank. Apabila hanya dengan simple rank hanya diketahui nomor. kecuali ada beberapa siswa yang mempunyai persamaan skor Percentile Rank Percentile Rank atau ranking persentase : Adalah kedudukan seseorang dalam kelompok.

3) Menentukan batas-batas kelompok. terlebih dahulu kelas dibagi menjadi 3 kelompok kemudian dari pengelompokan itu dapat diketahui dia termasuk kelompok mana. c ) Kelompok kurang Semua siswa yang mempunyai skor -1 SD dan yang kurang dari itu. Dengan contoh di atas dapat dikatakan bahwa untuk menentukan PR kita tidak boleh menentukan SR terlebih dahulu. Rumus untuk menentukan PR adalah : Di dalam kelompok. Tidak pernah ada PR 100 karena tidak ada siswa yang mengalahkan dirinya sendiri. Dengan demikian maka dalam menentukan seseorang siswa. Prestasi siswa dalam satu kelas dapat tergambar sebagai sebuah karya normal.86 %). Cobalah untuk siswa yang mempunyai SR 1 sampai 100 ! Standar Deviasi Yang dimaksud dengan penentuan siswa dengan standar deviasi adalah penentuan kedudukan dengan membagi kelas atas kelompok-kelompok. b ) Kelompok sedang Semua siswa yang mempunyai skor antara -1 SD & 1 SD. a ) Kelompok atas Semua siswa yang mempunyai skor sebanyak skor rata-rata plus satu standar deviasi ke atas. maka PR hanya berkisar antara 1 sampai 100. Pengelompokan atas 3 ranking. Tiap kelompok dibatasi oleh suatu standar deviasi tertentu.27%) sebagian kecil terletak di daerah "atas" dan sebagian lain lagi akan terletak di daerah " bawah" (masing-masing 15. Contoh : Skor 30 orang siswa adalah : 866768756 478675476 866754776 Untuk menghitung Mean dan Standar Deviasi (SD) dapat digunakan rumusrumus . 2) Mencari nilai rata-rata (Mean) dan simpangan baku (Deviasi standar atau standar deviasi). Langkah-langkah menentukan kedudukan siswa dalam 3 ranking 1) Menjumlah skor semua siswa. b. Penentuan kedudukan dengan standar deviasi dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : a.Contoh : Dengan kelompok yang terdapat pada "Tabel Simple Rank untuk 20 orang". Siswa F mendahului ranking 8 dalam simple rank (SR). Sebagian besar dari siswa-siswa ini terletak di tengah-tengah kurva PR = x 100 sebagai kelompok "sedang" (68. Pengelompokan atas 11 ranking a. Maka banyak siswa yang ada di bawahnya adalah (20-8) orang atau 12 orang. Pengelompokan atas 3 ranking. PR untuk F adalah x 100 atau 60 Ini berarti bahwa siswa F itu letak dalam kelompok mengalahkan sebanyak 60% untuk prestasi yang bersangkutan.

Batas kelompok bawah sedang adalah : 6.39 Jadi : . 27 .271 = 40.Batas kelompok sedang atas adalah : 6.15 dan 7.12 = 7.15 .216 ( S fx2 ) .Kelompok sedang Semua siswa yang mempunyai skor antara 5. Pengelompokan atas 11 ranking .( ) 2 Dari data yang ada maka Mean = = 6.dan dapat dihitung melalui tabel berikut : Apa bila dilalui tabel ini.12 = 5.Kelompok bawah Semua siswa yang mempunyai skor 5. b.39 ada 20 orang.27 SD = Skor f fx fx2 8 7 6 5 4 4 9 11 3 3 32 63 66 15 12 256 441 396 75 48 N = 30 188 ( S fx ) 1.15 ke bawah ada 6 orang.39 ke atas yaitu skor 8 ada 4 orang.27 + 1. maka digunakan rumus-rumus yang lain : Mean = 39.533 Sedangkan rumus Standar Deviasi adalah : SD = . .1. .Kelompok atas Semua siswa yang mempunyai skor 7.

(0.25) SD Untuk ranking ke-11. yakni Suryo mempunyai skor 63 Z-Score untuk Suryo = = + 1.11 Pengetrapan dari Z-Score ini banyak digunakan di dalam menentukan . harus diketahui : . Mean dan Standar Deviasi yaitu menghitung ke skala 1 .75) SD Skala nilai 6 : Mean + (0.(1. yakni Mita mempunyai skor 37 Z-Score untuk Mita = = .Siswa ke tiga.1.25) SD Skala nilai 5 : Mean + (0.11 .25 SD.Rata-rata skor dari kelompok.25) SD Skala nilai 7 : Mean + (0.Sebenarnya pengelompokan berdasarkan Standar Deviasi (SD) dapat dilakukan dengan mengambil 3 ranking dan 11 ranking saja. .Siswa ke dua yakni Tini mempunyai skor 55 Z-Score untuk Tini = = + 0.Siswa ke lima. Standar score ini lebih mempunyai arti dibandingkan dengan score itu sendiri karena telah dibandingkan dengan suatu standar yang sama.42 50 55 63 60 37 45 70 30 40 50 .25) SD Skala nilai 4 : Mean . dalam siswa yang memiliki skor lebih kecil dari -2.75) SD Skala nilai 8 : Mean + (1. Skala nilai 10 : Mean + (2.10. selanjutnya akan terdapat 11 rank (tingkat) yaitu : Rangking 1 : kelompok siswa dengan nilai 10 Rangking 2 : kelompok siswa dengan nilai 9 Rangking 3 : kelompok siswa dengan nilai 8 Rangking 4 : kelompok siswa dengan nilai 7 Untuk standar mengingatkan kembali batas-batas setiap ranking. dengan skala angka 0.(1. Untuk menentukan Z-Score.75) SD Skala nilai 3 : Mean .25) SD Skala nilai 9 : Mean + (1.( ) Maka SD = = = 11.25) SD Skala nilai 2 : Mean .Standar Deviasi dari skor-skor tersebut Z = Rumus : Z = nilai baku Contoh : Dari 10 orang siswa tercatat skornya sebagai berikut : Rata-rata skor = = 50 Dengan rumus : SD = . Standar Score atau Z-Score Adalah angka yang menunjukkan perbandingan perbedaan score seseorang dari mean dengan standar deviasi.75) SD Skala nilai 1 : Mean .(2.75 . Di bawah ini dideretkan lagi Standar Deviasi untuk tiap skala.

disebut ranking. dengan urutan ke bawah. untuk A = 45 B = 50 C = 39 D = 61 E = 63 F = 70 G = 75 H = 69 I = 60 J = 73 K = 75 L = 75 M = 69 N = 60 O = 73 P = 78 Q = 74 R = 65 S = 49 T = 60 maka skor-skor tersebut terlebih dahulu harus kita susun. Dengan standar deviasi 4. . Dengan ranking sederhana (Simple rank) 2. Dalam istilah yang umum. untuk dapat di ketahui ranking dari siswa-siswa di suatu kelas maka harus di adakan pengurutan nilai siswa-siswa tersebut dari yang paling atas sampai ke nilai yang paling bawah. Contoh : Skor dari ulangan bahasa Indonesia bagi 20 orang siswa adalah sebagai berikut : Hanya dengan melihat deretan skor yang masih berserakan ini. Dengan ranking persentase (percentile rank) 3. Ada 4 macam cara untuk menentukan ranking atau kedudukan siswa dalam kelompoknya : 1. Dengan menggunakan Z-Score Simple Rank (SR) Adalah urutan yang menunjukkan letak/kedudukan seseorang dalam kelompoknya dan dinyatakan dengan nomor atau angka biasa. kita belum dapat menentukan ranking atau kedudukan seseorang dalam kelompoknya.kejuaraan seseorang apa bila kebetulan jumlah nilainya sama. Kedudukan Siswa dalam Kelompok Dalam pelajaran dasar-dasar evaluasi pendidikan itu mencakup salah satu tentang kedudukan siswa dalam kelompok. Maksud kedudukan siswa dalam kelompok adalah letak seseorang siswa di dalam urutan tingkatan. urut dari skor yang paling tinggi sampai ke skor yang paling rendah. Untuk ini dapat dibantu dengan menghitung Z-Score terlebih dahulu. Dengan mengurutkan nilai-nilai maka dengan mudah dapat ditentukan nomor yang menunjukkan siswa dalam tingkatannya.

4.Setelah itu kita tentukan urutan nomor dari atas. dan terdapatlah seperti berikut ini : TABLE SIMPLE RANK DARI 20 ORANG SISWA Nama Siswa Skor Ranking G P H K L Q O F M I R E D N 81 78 75 75 75 74 73 70 69 68 65 62 61 60 1 2 3 4 4 dari ( 3+4+5 ) 53 6 . yaitu 1. 3. harus diberi nomor urut atau ranking yang sama pula. yaitu rata-rata dari urutan orang-orang yang memiliki skor sama tersebut. 5 dan seterusnya sampai seluruh siswa memperoleh nomor. 2. Yang perlu diingat disini bahwa apa bila ada dua atau tiga orang yang kebetulan memiliki skor yang sama. Untuk memahami bagaimana menentukan simple rank atau ranking sederhana marilah kita urutkan skor-skor A sampai dengan T.

setelah dibagi dengan kelompok itu. tanpa menunjukkan banyaknya individu yang masuk dalam kelompok. b. Siswa yang mempunyai skor sama. Rank terakhir selalu sama dengan nomor urut siswa atau banyaknya siswa dapat di kelompok. 2) Mencari dengan 100. Apabila hanya dengan simple rank hanya diketahui nomor. kecuali ada beberapa siswa yang mempunyai persamaan skor Percentile Rank Percentile Rank atau ranking persentase : Adalah kedudukan seseorang dalam kelompok. dalam hal ini siswa dibandingkan dengan siswa lain yang mempunyai skor sama atau lebih kecil dari padanya. yang menunjukkan banyaknya persentase yang berada di bawahnya. hingga A termasuk juru kunci. Dengan ranking persentase atau percentile rank. Mungkin A mempunyai ranking 15. Sehingga ada nomor-nomor yang tidak digunakan sebagai nomor urut. Cara menentukan PR adalah demikian : 1) Menentukan dahulu SR (Simple Rank)-nya. Contoh : Jika seorang siswa memiliki PR ( percentile rank) 85 ini menunjukkan bahwa kecakapan siswa tersebut sama atau melebihi 85 % dari seluruh kelompok. Jadi. yang ada di bawahnya. Tampaknya nomor kecil.7 8 9 10 11 12 13 14 a. lebih dapat di ketahui gambaran kecakapan siswa. tetapi siapa tahu bahwa seluruh kelompok memang hanya terdiri dari 15 orang. karena angka ranking menunjukkan besarnya persentase siswa dalam kelompok yang berhasil dilampaui. T B S J A C 60 50 49 46 39 15 16 17 18 19 . juga mempunyai ranking sama.

Langkah-langkah menentukan kedudukan siswa dalam 3 ranking 1) Menjumlah skor semua siswa.27%) sebagian kecil terletak di daerah "atas" dan sebagian lain lagi akan terletak di daerah " bawah" (masing-masing 15. b. maka PR hanya berkisar antara 1 sampai 100. Tiap kelompok dibatasi oleh suatu standar deviasi tertentu. 3) Menentukan batas-batas kelompok. Prestasi siswa dalam satu kelas dapat tergambar sebagai sebuah karya normal. Pengelompokan atas 3 ranking. setelah dibagi dengan kelompok. Maka banyak siswa yang ada di bawahnya adalah (20-8) orang atau 12 orang. Dengan demikian maka dalam menentukan seseorang siswa. Pengelompokan atas 3 ranking. Rumus untuk menentukan PR adalah : Di dalam kelompok. Penentuan kedudukan dengan standar deviasi dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : a. Sebagian besar dari siswa-siswa ini terletak di tengah-tengah kurva PR = x 100 sebagai kelompok "sedang" (68. terlebih dahulu kelas dibagi menjadi 3 kelompok kemudian dari pengelompokan itu dapat diketahui dia termasuk kelompok mana. Contoh : Skor 30 orang siswa adalah : 866768756 478675476 .86 %). 2) Mencari nilai rata-rata (Mean) dan simpangan baku (Deviasi standar atau standar deviasi). b ) Kelompok sedang Semua siswa yang mempunyai skor antara -1 SD & 1 SD. Siswa F mendahului ranking 8 dalam simple rank (SR). Contoh : Dengan kelompok yang terdapat pada "Tabel Simple Rank untuk 20 orang". Dengan contoh di atas dapat dikatakan bahwa untuk menentukan PR kita tidak boleh menentukan SR terlebih dahulu. Cobalah untuk siswa yang mempunyai SR 1 sampai 100 ! Standar Deviasi Yang dimaksud dengan penentuan siswa dengan standar deviasi adalah penentuan kedudukan dengan membagi kelas atas kelompok-kelompok.20 3) Mengalikan dengan 100. Pengelompokan atas 11 ranking a. a ) Kelompok atas Semua siswa yang mempunyai skor sebanyak skor rata-rata plus satu standar deviasi ke atas. Tidak pernah ada PR 100 karena tidak ada siswa yang mengalahkan dirinya sendiri. c ) Kelompok kurang Semua siswa yang mempunyai skor -1 SD dan yang kurang dari itu. PR untuk F adalah x 100 atau 60 Ini berarti bahwa siswa F itu letak dalam kelompok mengalahkan sebanyak 60% untuk prestasi yang bersangkutan.

27 + 1.39 ke atas yaitu skor 8 ada 4 orang.533 Sedangkan rumus Standar Deviasi adalah : SD = .Kelompok sedang Semua siswa yang mempunyai skor antara 5.Batas kelompok bawah sedang adalah : 6. 27 .Kelompok atas Semua siswa yang mempunyai skor 7. maka digunakan rumus-rumus yang lain : Mean = 39.39 ada 20 orang.216 ( S fx2 ) . .Batas kelompok sedang atas adalah : 6.866754776 Untuk menghitung Mean dan Standar Deviasi (SD) dapat digunakan rumusrumus dan dapat dihitung melalui tabel berikut : Apa bila dilalui tabel ini.15 dan 7.12 = 5.1.12 = 7.39 Jadi : .( ) 2 Dari data yang ada maka Mean = = 6.27 SD = Skor f fx fx2 8 7 6 5 4 4 9 11 3 3 32 63 66 15 12 256 441 396 75 48 N = 30 188 ( S fx ) 1.15 . .271 = 40.Kelompok bawah .

Di bawah ini dideretkan lagi Standar Deviasi untuk tiap skala. Mean dan Standar Deviasi yaitu menghitung ke skala 1 .75) SD Skala nilai 3 : Mean . dalam siswa yang memiliki skor lebih kecil dari -2.75) SD Skala nilai 8 : Mean + (1.Standar Deviasi dari skor-skor tersebut Z = Rumus : Z = nilai baku Contoh : Dari 10 orang siswa tercatat skornya sebagai berikut : Rata-rata skor = = 50 Dengan rumus : SD = . selanjutnya akan terdapat 11 rank (tingkat) yaitu : Rangking 1 : kelompok siswa dengan nilai 10 Rangking 2 : kelompok siswa dengan nilai 9 Rangking 3 : kelompok siswa dengan nilai 8 Rangking 4 : kelompok siswa dengan nilai 7 Untuk standar mengingatkan kembali batas-batas setiap ranking.15 ke bawah ada 6 orang.11 .25) SD Untuk ranking ke-11.(2.(1.Siswa ke lima.( ) Maka SD = = = 11. Pengelompokan atas 11 ranking Sebenarnya pengelompokan berdasarkan Standar Deviasi (SD) dapat dilakukan dengan mengambil 3 ranking dan 11 ranking saja.10.(1.25) SD Skala nilai 9 : Mean + (1.25) SD Skala nilai 4 : Mean .25) SD Skala nilai 5 : Mean + (0. dengan skala angka 0. Skala nilai 10 : Mean + (2.Siswa ke dua yakni Tini mempunyai skor 55 Z-Score untuk Tini = = + 0.Semua siswa yang mempunyai skor 5.75) SD Skala nilai 1 : Mean .75 . b.25) SD Skala nilai 7 : Mean + (0. Untuk menentukan Z-Score. Standar Score atau Z-Score Adalah angka yang menunjukkan perbandingan perbedaan score seseorang dari mean dengan standar deviasi. yakni Suryo mempunyai skor 63 Z-Score untuk Suryo = = + 1.(0. Standar score ini lebih mempunyai arti dibandingkan dengan score itu sendiri karena telah dibandingkan dengan suatu standar yang sama. harus diketahui : .75) SD Skala nilai 6 : Mean + (0. yakni Mita mempunyai skor 37 .25 SD.Rata-rata skor dari kelompok.Siswa ke tiga.25) SD Skala nilai 2 : Mean . .42 50 55 63 60 37 45 70 30 40 50 .

1. .Z-Score untuk Mita = = .11 Pengetrapan dari Z-Score ini banyak digunakan di dalam menentukan kejuaraan seseorang apa bila kebetulan jumlah nilainya sama. Untuk ini dapat dibantu dengan menghitung Z-Score terlebih dahulu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->