LUTUNG KASARUNG Alkisah, di sebuah kerajaan di tanah Jawa tempo doeloe, hampirlah berlangsung upacara penyerahan Tahta.

Raja Tapa Agung merasa cukup uzur untuk memimpin kerajaannya. EPISODE 1 1. Raja TA : “Aku merasa sudah cukup tua untuk mengurus kerajaan ini. Aku merasa tidak sanggup lagi. 2. Patih : “Raja masih kuat. Raja masih strong. Raja masih ROSA! ROSA!” (kaya iklan Kuku Bima) 3. Raja TA : “Aku sudah mumet memikirkan konflik antara KPK (Komisi Pengamanan Kerajaan) dan FPB (Front Pasukan Berkuda)”. 4. Patih : “Walaupun kasus itu berlarut-larut, jangan membuat Baginda Raja putus asa… Jangan menyerah… Jangan menyerah” (Kaya lagune D’Massive) 5. Raja TA : “Patih, aku tidak memiliki anak laki-laki. Aku memiliki 2 anak putri. Antara Purbararang dan Purbasari, siapa yang pantas yang bisa kuhandalkan, bukan rayuan bukan pujian” 6. Patih : “Tak ada keraguan saya untuk menjawab. Tentu saja Putri Purbasari, dia selalu juara satu di kelasnya, dia juga pandai memasak, dan tidak suka pacaran. 7. Raja : “Kalau putriku Purbararas?” 8. Patih : “Kalau Putri Purbararas, menghawatirkan sekali, sepanjang hari hanya on line, fesbukan terus sepanjang hari. Suka gonta-ganti cowok” 9. Raja : “Okelah kalo beg.. beg.. begitu Patih, panggilkan semua pejabat kerajaan, hari ini juga akan kulangsungkan upacara penyerahan tahta” Menteri woro-woro mengumumkan ke seluruh penjuru kerajaan. 10. Menwor : “Woro-woro, diumumkan kepada semua pejabat kerajaan. Diharapakan segera memasuki ruang inti Istana Kerajaan! Secepatnya! Tinggalkan segala bentuk On Line! Segeralah! Segeralah!” 11. Raja TA : “Para Pejabat kerajaan yang berbahagia, hari ini aku akan meletakkan tahta kerajaan. Karena … Aku tak sangguuup lagi….” (lagunya ST 12) 12. Patih : “Karena ini adalah keinginan Raja dar hati yang paling dalam, saya harap semuanya memakluminya” 13. Menwor : “Putri Purbasari diharapkan segera mempersiapkan tempat yang telah disediakan” (semua bengong, karena yang dipanggil adalah Putri Purbasari, bukan Purbararang) 14. Purbasari : “Ayahanda, mengapa saya yang dipanggil, bukannya Mbakyu Purbararang?” 15. Raja TA : “Karena menurut pendapatku dan Patih, kamulah yang layak emnjadi raja, bukan Kakakmu. Ananda, apakah kamu sipa menerima tahta dari Ayahanda?” 16. Purbasari : “IYa Ayahanda, Okelah kalo begitu” 17. Menwor : “Upacara penyerahan tahta akan segera dilaksanakan, Paduka Raja dan Putri di mohon segera mempersiapkan diri” Upacara penyerahan tahta segera dilangsungkan. Semua rakyat bersorak sorai atas upacara penyerahan tahta tersebut

Ni ronde : “Aku sudah tahu” 43. aku sudah muak dengan Purbasari. akan datang kutukan pada kerajaan ini!!” EPISODE 2 Purbararang mengajak tunangannya Pangeran Indrajaya menemui dukun pellet number wahid Ni Ronde untuk menyingkirkan Purbasari. ini rumahnya Ni Ronde. Purbararang : ‘Kangmas. aku akan membuat Purbasari sengsara. tidak bermaksud menyepelekan Mbah” 39.” 21. Ayah tidak adil. 25. P Ind : “Buat perhitungan? Kamu kan kalah pinter daripada dia?? Masa mau buat perhitungan. Purbararas : ‘Wah. hebat sekali Mbah ini. mau beli wedang ronde saja kok jauh-jauh kesini. Dekat dalan anyar sana kan ada” 35. seharusnya kakaklah yang menerima tahta ini. ayah terlalu memuji. Purbararas : “Salah dia sendiri jadi penggantinya ayah” 30. Purbararang : “Tunggu saj!! Pasti akan tiba saatnya. “ Iya. ayahanda. jangankan perkalian. Ni Ronde : “Hati hati anak muda! Jaga bicaramu! Mulutmu harimaumu!” 40. Purbararang : “Ganteng tapi oon. seharusnya anak pertamalah yang berhak memakai mahkota itu!” 19. Purbararas : “Ni Ronde” 34. Purbararang : “Hentikan!! Apa-apaan ini? Ayah. karena tidak menjalankan aturan sebagaimana mestinya. P Ind : “Nyuwun pangapunten Mbah Rondo. Raja TA : “Tidak begitu anakku” 20. ini calon suami saya. P Ind : “Ooo. maksudku.18. bukan aku. “Siapa yang ngomong ngawur tadi?” 38. eh Mbah Ronde” 41. Akan ku buat dia menderita” 28. tambah-tambahan saja kamu kalah” 27. saya khawatir ayah akan kecewa jika nanti saya tidak sesuai dengan harapan ayah” 24. Kakaklah yang pantas” 22. Purbasari . P Ind : “terus??” 31. aku belum bilang apa-apa sudah tau… . dukun ampuh yang kondang kaloka yang mampu mengatasi segala masalah” 36. aku akan buat perhitungan dengannya” 26. bukan aku. Purbararas : “makanya aku ajak kamu kesini” 32. Purbararas : “Huss. kenapa si kecil ini yang menerima tahta. Purbasari : “Terima kasih Ayah. Purbararas : “kami kesini mau anu mbah…” 42. jaga mulutmu. sama adik sendiri kok mentolo?” 29. P Ind : “Rumah siapa ini?” 33. Kau pasti akan menjadi pemimpin yang baik dan dicintai oleh rakyat nak” 23. Purbararas : “maafkan kami mbah. P Ind : “Mau cari buntutan?” (ujug-ujug mak bedunduk NI Ronde muncul dengan membawa laptop) 37. Ni Ronde . Raja TA : “Justru karena kemuliaan hatimu itu aku memilihmu anakku. Purbararang : “Kerajaan ini pasti akan mendapatkan kutukan. P Ind : “Bagaimana caranya? Kamu ini jangan seperti itu to.

Purbararas : “terserah Mbah saja. Juistru dengan ini.” (Wajah Purbasari bentol-bentol tak karuan.Wah hebat sekali!!!” 44. mantarku bisa lebih update” 51. Jadi anak muda mbok jangan gaptek. ayah harus mencabut keputusan kemarin dan menyerahkan tahta kerajaan ini kepadaku” 61. APA KATA DUNIA??” 59. Raja TA : “Bagaimana Patih?” 62. Raja : “Terus?” 60. Purbararas : “Satu-satunya cara hanyalah. karena Ayahanda tidak mengindahkan peringatan saya kemarin” 56. perkembangan Ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Ni Ronde : “Seiring dengan kemajuan jaman. kamu salah make up?” 54. Mungkin. kita bawa dia ketempat yang jauh dari pemukiman penduduk” 67. kutukan. Purbararas : “ Pasti ini kutukan. Raja nampak mondar-mandir melihat kejadian aneh menimpa putrinya. Iya. Raja TA : “bagaimana dengan Purbasari?” 64. terjadi kepanikan di keluarga kerajaan. Purbararas : “begini Mbah……” (tampak Purbararas cerita panjang lebar kepada Ni Ronde) 46. Aku juga tidak tahu” 55. Purbasari : “Tidak Ayahanda. anunya itu apa?” 45. P Ind : “Kalau kita biarkan Putri Purbasari tetap berada di dalam istana ini. kita bakar saja dia” 66. gampaang. Purbararas : “Mungkin. dan bisa menyebabkan keruntuhan. Patih : “Mungkin itu jalan yang terbaik” 63. P Ind : “apa itu Mbah?” 48. Raja : “bagaimana Patih?” 57. NI Ronde : “katrok. bagaimana enaknya” (NI Ronde tam[pak ngutak-atik laptop dan mak booom) EPISODE 3 PURBASARI bangun dari tidurnya 52. ini bisa menimbulkan aib dalam kerajaan ini.” (Ni Ronde membuka Laptopnya) 47. Purbararas : “kalau tidak segera ditindak lanjuti. barang kaya gini saja tidak tahu. Patih : “maaf baginda. Patih : “Itu terlalu keji. Semua pejabat Kerajaan berkumpul) 53. atau mungkin flu babi…Jadi. Apa mungkin. Raja : “Ada apa dengan wajahmu putriku? Padahal selama ini kamu tidak alergi denganapapun. saya juga tidak tahu. bisabisa semua keluarga kerajaan dan rakyat tertular virus mematikan yang belum ada antivirusnya itu” 65. kalian kesini pasti mau anu. yang sudah tua saja tahu kok” 49. Masalahnya. Purbararas : “apa bisa Mbah?” 50. Dunia perdukunan tidak boleh ketinggalan jaman. Gerangan apa yang membuat Tuan Putri seperti ini” 58. Karena kerajaan ini dipimpin oleh seseorang yang buruk rupa. Purbasari : “TIDAAAAAAK…. dia terkena flu burung. P Ind : “Diasingkan??” . Ni Ronde : “Ya jelas. Ni Ronde : “Ooooo.

kita saksikan saja cerita berikutnya. Hingga pada suatu hari. bawa pulang” . Terima kasih atas semuanya” 72. hubungan antara Purbasari dan si Utung semakin akrab. ijinkan saya untuk kembali ke istana. dan hanya inilah yang dapat saya lakukan untuk membantu Tuan Putri” 71. Si ikan. Patih : “Belum Baginda. Siapa yang mencuri selendangku? Ngaku aja lah. mandi setiap hari…” 69.. Purbasari : “Silahkan Patih” Patih meninggalkan Purbasari sendirian. Patih : “Tuan Putri. 75. Kafe mesum berdiri dimana-mana. keputusan yang bagus. 74. kerajaan jadi kacau balau. Pornografi pun merajalela. Dia ngintip.68. yaitu dalam wujud Lutung. maafkan saya. mungkin dia membutuhkan bantuan” 78. Dia memiliki banyak teman. akan kujadikan suami” Ceritanya jadi ngelantur nich. Purbararas : “Yah. Purbasari. Semua rakyatnya hanya fesbukan sepanjang hari. Purbasari : “Aduh. dia mana mungkin bisa. Patih : “Kapan Baginda?” 79. Waktu berlalu dan berjalan. EPISODE 4 70. Dia diantar oleh Sang Patih. Purbasari : “Ini semua sudah lebih dari cukup Patih. toloong. Sayembarasayembara. Purbararas semakin bertindak sewenang-wenang. kalau laki-laki. dia melihat seorang Putri yang tidak begitu cantik sedang mandi di sungai. Hal ini menimbulakn kecemasan di hati mantan raja Tapa Agung. Semuanya jadi kacau balau. Di tempat lain. Lagian siapa manusia yang mau menghuni hutan ini kecuali aku. kalau perempuan akan kujadikan saudara. siapa yang mengembalikan selendangku. kok kaya Jaka Tarub aja. saya tidak bisa berbuat banyak. Makanya. Waktu Purbasari mandi. Si Utung mengembalikan selendang Purbasari. Raja Ta : “Tolong kamu jenguk dia. Ada seorang Dewa muda yang tampan yang bernama Guru Minda telah melakukan kesalahan sehingga dikutuk turun ke bumi oleh Dewa senior. kamu sudah menjenguk Purbasari belum?” 76. Tetapi tidak dalam wujud manusia. Waktu berlalu. karena diberlakukan tariff gratis. Raja TA : “Patih.5 tahun yang lalu” 77. selendangnya dicuri Si Utung. Yang kemudian dipanggil si Utung. Patih : “Tuan Putri. Dia semakin krasan di hutan itu. tepatnya di kahayangan. Sementara itu. tetapi bukan manusia. awalnya dia merasa kesepian. Karena dikejar deadline” 73. Tiba-tiba. Oh iya Patih. Raja TA : “Tahun depan! Ya sekarang! Dan. Toloong. aku semakin tak mengerti dengan semua yang telah dilakukan oleh Purbararas. Purbararas memerintah kerajaan denagn sangat angkuh. Ya udahlah. Di kerajaan. Masih muda tapi penyakitan. aku juga kasihan sama dia. siapa ya yang mau mengambilkan selendang itu. di kerajaan ke angkara murkaan semakin meraja lela. Si Utung bergelayutan kesana-kemari. Purbasari : “Ayaah…. Patih dengan baik hati membuatkan gubuk kecil untuk tempat bereteduh Paaurbasari. sejak 2. tetapi bangsa binatang.’ (menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya) Purbasari kemudian diasingkan ke hutan. Raja TA semakin tua dan sakit-sakitan merasakan penderitaan Putri tercintanya.

.(akhirnya Patih pun berangkat menjenguk Purbasari. Patih : “Saya datang kesini atas perintah dari Ayahanda Tuan Putri. Pemenangnya akan menerima tampuk kerajaan sedangkan yang kalah harus dihukum pancung. kemudian dia memulai mendi dengan membaca…. Beliau sakitsakitan. Prabu Tapa Agung menyetujuinya. Aku harus menolongnya” (Purbasari kemudian menuju sungai untuk mandi. akhirnya putri Purbararang meminta untuk diadakan sayembara. Dan sepertinya. Patih Putri Purbararang kwawatir posisinya akan terancam. semenjak Tuan Putri diusir dari kerajaan. ia pasti sangat cantik jika kulitnya tidak bentol-bentol seperti itu. Keadaan kerajaan pun kacau balau” 86. ada urusan apa Patih datang kesini? Apakah keadaan ayah baik-baik saja? Apakah kedaan kerajaan juga baik-baik saja?” 85. Patih : “Baginda berharap. Patih : “Tuan Putri…. Aku dulu pernah berjanji. Tuan Putri cantik sekali hari ini” 84. sebelum kamu mengerjakan apapun. berdoalah. ada yang tidak wajar pada penyakit gadis ini. saat putri mengurai rambutnya. aku akan mengajakmu ke istana. aku kangen banget dengan sate ayam kerajaan. Yang akan segera mandi. siapapun yang mengembalikan selendangku. Tuan Putri berkenan untuk kembali lagi ke istana” 88. Mereka dengan senang hati pasti akan memintanya mundur untuk digantikan adiknya. By the way. Tetapi. Aku juga banyak teman disini. Sebenarnya aku kerasan disini. Sekarang kamu mau mandi. Okelah. Setelah berpikir sangat keras. beliau sangat mencemaskan Tuan Putri. semua bentol-bentol di kulit Purbasari pun amblas.?? Tuan Putri sudah sembuh sekarang. Purbasari : “Kenaap Tung? Kamu kecewa denganku? Tenang. Si Utung : “Kasihan sekali gadis itu. Ia yakin putri bungsunya dapat memenangkan pertandingan. Ia tahu bahwa sebagian besar pejabat istana dan juga warga tidak menyukainya. 80. 83. Akan kupenuhi janji itu. 81. Purbasari : “Iya Patih. akan kujadikan pendamping hidupku. Sebelum kamu bekerja. beliau sakit-sakitan. Patih pun terkejut melihat penampilan baru dari Purbasari. Purbasari : “Apakah mereka akan menerimaku. Semoga itu bisa menyembuhkan semua penyakitmu” (Purbasari mencoba mencari darimana asal suara itu. berdoalah. Semua penghuni kerajaan bersorak sorai melihat kepulangan Putri Purbasari dari hutanb belantara. Purbasari : “Alhamdulillah… terima kasih Tuhan…” (kemudian dia menemui Si Utung dan bercanda bersama sebagai wujud rasa syukurnya). lenyap tiada tersisa… Kecantikan pun terpancar 82.” Akhirnya mereka bertiga kembali ke istana. berdoalah.) Sementara itu ada kejadian tak terduga terjadi di hutan. 89. Sebelum kamu makan. tiba-tiba terdengar suara dari langit) “Purbasari. aku akan ikut pulang ke istana” Si Utung pun tertunduk lesu mendengarkan kalimat itu. terutama kakakku. Purbasari : “Bismillahirrohmaannirrokhim” Akhirnya keajaiban pun dating. berdoalah. Purbasari : “Terus?” 87. Dari kejauhan nampak Patih datang. Dia merasa kecewa. 90.

” ujarnya seraya melirik pangeran Indrajaya. Rakyat saling bergumam. “Semata kaki!” teiaknya lagi. Seorang bidadari menaburkan bumbu rahasia kahyangan yang akan melezatkan masakan hingga rasanya tiada tara. Yang mengejutkan adalah putri Purbasari. “Hah. Si Utung menenangkannya. Kan ada aku!” Si Utung memberikan semangat. Dalam setengah jam saja hidangan lengkap sudah hampir selesai. Awas Purbasari! Kali ini habislah kau!” Hatinya gemuruh penuh percaya diri.” Putri Purbasari memerah. Ia tahu kakaknya pasti akan menghalalkan segala cara untuk menang. Ia tersinggung mendengar sahabatnya dihina. Meskipun hanya berdua. Putri Purbararang mengganti semua juri untuk perlombaan babak kedua yaitu panjang rambut. Karena tinggi putri Purbararang dan putri Purbasari sama maka juri menyatakan putri Purbasari kembali menang. “Seorang ratu haruslah memiliki pasangan yang bisa dibanggakan.” ujarnya. Peraturannya adalah: Masakan yang paling cepat disajikan dan paling lezat adalah yang menang. “Sabar putri! Biarkan ia bahagia sejenak. Pertama para pelayan mengurai rambut putri Purbararang dan mengukurnya. Para juru masak yang sudah terbiasa menghidangkan makanan-makanan lezat bekerja sangat cepat. Perlombaan pertama adalah memasak. Merasa tidak puas dengan hasil penilaian juri. Diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun si Utung meminta bantuan para bidadari untuk membantu ia dan putri Purbasari. Putri Purbararang dibantu puluhan juru masak istana sementara putri Purbasari hanya ditemani si Utun. Setelah tanda mulai dibunyikan semua mulai bekerja. Sebagian besar mereka mengharapkan kemenangan putri Purbasari. Dari awal sudah terlihat bahwa kekuatan mereka tidak seimbang. Seharusnya pemenangnya sudah pasti yaitu putri Purbasari. Putri Purbararang dengan murka segera memecat semua juru masaknya. Para juri memutuskan putri Purbasari yang memenangkan babak pertama. Rakyat bersorai sementara putri Purbararang memerah mukanya. sejak kecil rambutku selalu lebih panjang daripada rambutnya. Tibalah hari perlombaan. Hanya Utung yang matanya bisa melihat puluhan bidadari ikut memotong. “Jangan khawatir putri. “Apa kata Negara tetangga jika suami ratu buruk rupanya. kecepatan kerja mereka tidak kalah dengan kubu kakaknya. Putri Purbararang melemparkan sisirnya dengan kesal. “Pas selutut!” teriak pengukur. Nanti kita lihat apakah setelah ini ia bisa tertawa. Putri Purbasari berusaha tenang meskipun ia tetap khawatir. Semua menahan nafas ketika pelayan mengukur rambutnya yang berkilau. Tapi putri Purbararang berkeras untuk tetap melaksanakan perlombaan ketiga. Giliran putri Purbasari yang mengurai rambutnya. Karena lomba . mengupas dan meniup api supaya pekerjaan putri Purbasari cepat rampung.Meskipun begitu. Kedua putri telah siap berhadapan. prabu Tapak Agung juga berdoa meminta Tuhan untuk melindungi putri Purbasari. Putri Purbasari termenung mendengar tantangan kakaknya. Bahkan hidangan mereka telah siap dihidangkan sebelum setengah jam.

Keajaiban terjadi saat asap tebal perlahan-lahan menipis. Rakyat tertunduk sedih membayangkan kejadian buruk yang akan menimpa putri Purbasari..apa? Man. Putri Purbasari dengan tenang tersenyum dan menganggukan kepalanya. Bulu-bulunya yang hitam dan lebat berkibar ditiup angin. Rakyat semakin sedih melihat penampilan si Utung. Sontak semua memandang ngeri ke tempat Utung berdiri. ia terbatuk-batuk.. Pangeran Indrajaya memang sangat gagah dan tampan. Dimana dia?” putri terisak.. “Kecuali putri menerimaku sebagai pasangan sejatimu!” Rakyat bergemuruh tidak setuju. Dengan tenang Utung menatap putri Purbasari yang juga menatapnya dengan penasaran. Di tempat itu. Sudah jelas putri Purbararang ada di atas angin.. “Tunggu!” Sebuah suara menghentikan tawa putri Purbararang. Sebaiknya kau keluar dari lapangan ini.mana mungkin.Utung. “Hei pemuda tampan. Tapi haruskah ia mengakuinya sebagai pasangannya? “Hei Purbasari. Aku akan segera menghukum pancung Purbasari karena dia telah kalah dalam perlombaan ini!” . kau satu-satunya yang mau menemaniku. Mana mungkin lenyap begitu saja. Semua mencari asal suara tersebut. Rakyat terpana. Putri masih menjerit-jerit dan menangis berusaha menembus asap tebal yang membungkus Utung. berdirilah seorang pemuda yang ketampanan dan kegagahannya sulit dilukiskan kata-kata. Tak seorang pun yang ikut tertawa bersamanya. “Siapa yang kau cari putri?” tanya pemuda itu. tapi tidak ada yang tertawa. “Putri aku sudah berjanji untuk selalu menolongmu. “Kecuali apa Tung?” tanya putri Purbasari. Jangan main-main. “Inilah aku.” Utung menggantung kalimatnya.” putri tergagap dan semakin bingung. Kelihatannya lucu. Ia tersenyum lebar. kali ini kau kalah! Semua pasti setuju kalau pasanganku jauuuuh lebih tampan dibanding lutungmu itu hahaha…!” Putri Purbararang tertawa geli hingga keluar air mata. Di saat semua memalingkan muka karena jijik melihatku.si Utung!” katanya menunjuk dirinya. Putri Purbasari terpekik histeris. Selain si Utung tentunya. Utung berdiri tegak di kedua kakinya. “Aa. Putri Purbasari menatap bingung.ketiga ini adalah menentukan pasangan siapakah yang paling gagah dan tampan. “Tidak ada yang lebih pantas menjadi pasanganku selain kamu Tung. Sedangkan putri Purbasari tidak memiliki pasangan.. Petir itu menyambar tepat ke badan Utung yang langsung dipenuhi asap. Putri Purbararang ternganga lebar.. “U. Putri Purbararang semakin terkikik geli.” BLARR! Petir menggelegar di siang bolong... yang selalu setia menemaninya. Tapi kali ini aku tidak bisa menolongmu kecuali. Ia masih mencari-sisa-sisa tubuh si Utung.

tak ada seorang pun yang sudi menolongnya. semua bahagia. Dan kisah ini pun berakhir bahagia. Artinya putri Purbasari memenangkan ketiga lomba tersebut. Pemuda itu tetap berdiri gagah di tengah lapangan. Maafkan aku!” Istana begitu gemerlap hari itu. “Aku tidak akan menghukum kakakku sendiri. . Penobatan ratu baru berlangsung meriah namun khidmat. Disadarinya saat ia benar-benar tersudut. Putri Purbasari berlutu di hadapannya dan memeluknya erat. Putri Purbararang kalah. Ia menangis menyesali kesombongannya. Kutukan itu akan luntur jika ada seorang gadis yang benar-benar tulus menerimaku sebagai pasangan sejatinya. Apakah pangeran Indrajaya atau aku?” Serentak rakyat menyerukan namanya dan menunjuknya. Kakak boleh tetap menjadi ratu asalkan kakak berjanji akan memimpin rakyat dengan sebaik-baiknya. Hari itu juga dilangsungkan pernikahan putri Purbasari dan Guru Minda. “Namaku Guru Minda. “Baiklah aku perkenalkan diriku!” katanya. “Kau memang sangat baik hati. Rakyat berseru-seru meminta putri Purbararang dihukum pancung. “Nah sekarang pilihlah siapakah yang lebih tampan dan gagah. Putri Purbararang terduduk lemas. Semua senang. Setelah semua kejahatan yang aku lakukan.” Guru Minda berpaling kepada rakyat yang masih terpana memandangnya. Putri Purbararang begitu tersentuh dengan kebaikan hati adiknya. kau dengan mudah memaafkanku. Benarkah? Ternyata tidak. Kaulah yang seharusnya menjadi ratu. melindungi putri Purbasari dari jangkauan putri Purbararang. Saya adalah seorang dewa yang sedang dihukum dan diperintahkan untuk turun ke bumi. Aku Sekarang sadar mahkota ini lebih pantas berada di kepalamu.teriak putri Purbararang.” ucapnya lembut.

datanglah Berkali kali suara itu didendangkan dengan maksud agar angin mau datang. Kedua anak itu keluar dengan gaya sedang menaikkan layang-layang Jaya: Agus. mereka bernama Agus dan Jaya. Kemudian keluarlah dua anak laki-laki . tidak pernah kalah Agus: Tak pernah kalah? Jaya: Iya tak pernah kalah Agus: Betul? . kembalikan angin besar. kembalikan angin besar. kembalikan angin besar. benang layanganku selalu aku gelas dengan gelas telepon. kita tunggu saja angin besar datang sendiri Kemudian kedua anak tersebut duduk beristirahat di bawah pohon Jaya: Gus.Suasana panggung sepi. layang-layangku jadi tidak bisa naik Jaya: Coba kita panggil angin sekali lagi. kembalikan angin besar. kenapa dari tadi hanya angin kecil yang bertiup. tapi angin tetap tidak mau bertiup kencang Agus: kita istirahat dulu. datanglah Angin kecil. kenapa angin besar tidak mau bertiup? Musim hujan mulai datang dan biasanya angin selalu kencang bertiup Agus: Iya ya. siapa tahu sekarang jadi mau datang angin besarnya Agus: Ayoo. hanya terdengar suara dari mulut anak-anak memanggil angin : Angin kecil. tetapi angin masih tidak mau bertiup kencang juga Jaya: Capek aku Gus. datanglah Angin kecil. Tajam dan selalu menang. datanglah Berkali kali mereka berdendang. memang manja sekali angin musim penghujan ini Agus dan Jaya mulai berdendang seperti tadi : Angin kecil.

kan hanya sekali itu aku kalah Agus: Tadi kamu bilang kalau tidak pernah kalah Jaya: Pernah.layang-layangku. mumpung angin besar mulai datang Kemudian kedua anak tersebut berlari-lari kesana kemari.. malah kamu dijewer dan menangis sampai suaramu terdengar di rumahku Jaya: Kapan sih? Agus: Minggu kemarin waktu kamu kalah dengan layang-layangnya si Wito Jaya: Oh waktu itu Agus: iya Jaya: Ya. Kalo dengan layang-layangmy aku tidak pernah kalah kan. tetapi hanya sekali. Tidak lama kemudian terdengar tangisan. hanya sekali itu lah Agus: Sekali kan artinya tetap pernah kalah Jaya: Ya pernah. malas aku bermain dengan anak cengeng seperti kamu Jaya Agus berjalan pulang meninggalkan Jaya. ayo kita adu sekarang..Jaya: Betul Agus: Minggu kemarin? waktu itu kamu kalah dan menangis. layang-layangku. Dan. Agus: ya sudah. ketika kamu adukan ke ayahmu. Agus: Ya sudah. Tidak lama kemudian Jaya juga pulang sambil tetap menangis . kenapa kamu selalu menangis tiap kali kalah bermain layangan? Jaya: huhuhuhu (sambil terisak isak).. Agus: Aduh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful