P. 1
Modul Praktikum 1 Statistika

Modul Praktikum 1 Statistika

|Views: 514|Likes:
Published by Retno Aulia Vinarti

More info:

Published by: Retno Aulia Vinarti on May 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2013

pdf

text

original

Modul Praktikum

STAT - 1
Retno Aulia Vinarti

Persiapan Data Kuesioner
Kuesioner yang telah diisi oleh responden, hendaknya dilakukan langkah-langkah berikut 1. Lihat secara manual, apakah semua pertanyaan telah terisi dengan baik dan benar. Apabila ada pertanyaan inti yang tidak terisi dengan benar, pisahkan. 2. Teliti dan cocokkan jawaban responden antara perntanyaan yang bernegasi atau tidak bernegasi. Apabila ditemukan ketidak konsistensian, pisahkan. 3. Catat semua arsip kuesioner, berapa jumlah kuesioner yang terisi dengan baik dan benar, yang tidak terisi semua dan yang tidak konsisten. 4. Rekap semua jawaban responden untuk pertanyaan/pernyataan berskala likert. Balik jawaban responden untuk perntanyaan/pernyataan negasi. 5. Untuk jawaban terbuka atau identitas responden, rekap pada file yang sama, namun berikan penanda nama variable yang berbeda dengan pertanyaan/pernyataan skala likert.

Tipe Pengukuran Data
Tipe pengukuran data berbeda dengan tipe data, tipe data adalah String, Numeric, Decimal, Money, dll. Sedangkan tipe pengukuran data adalah bagaimana data tersebut akan diukur. Jenis-jenis pengukuran data ada empat jenis yaitu Nominal, Ordinal, Interval dan Ratio. Jenis pengukuran data

Nominal dan Ordinal termasuk data kategorikal, sedangkan Interval dan Ratio termasuk data numerikal.

Skala Nominal
Skala nominal adalah skala yang digunakan untuk menggantikan sesuatu status bukan strata. Contohnya variabel Jenis Kelamin terdiri dari dua status, yaitu Laki-laki dan perempuan. Contoh lainnya adalah agama, terdiri dari 6 status, Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Masing-masing skala tidak memiliki tingkatan mana yang lebih baik atau mana yang tidak lebih baik. Skala nominal hanya membedakan setiap golongan yang ada pada responden. Contoh dalam kuesioner Apa Jenis Pekerjaan anda: ( ) PNS ( ) BUMN ( ) Wiraswasta

Skala Ordinal
Skala Ordinal merupakan tipe data kategorikal sama dengan skala nominal, namun perbedaan dengan skala nominal adalah terdapatnya tingkatan pada skala ordinal. Contohnya variable tingkat pendidikan, terdiri dari 4 strata yaitu SD, SMP,

SMU, dan PT. SD memiliki tingkatan yang lebih rendah dibandingkan SMP, dan berlaku berikutnya. Contoh lainnya adalah skala ukuran baju, yaitu S, M, L dan XL, dimana ukuran M lebih besar dari S, L lebih besar dari M. Selain membedakan ukuran baju satu dengan yang lain, skala ordinal juga memiliki tingkatan/strata. Contoh dalam kuesioner Apa Tingkat Pendidikan Terakhir anda: ( ) SD ( ) SMP ( ) SMA ( ) Perguruan Tinggi

Skala Interval
Skala interval adalah skala yang termasuk tipe numerical. Skala ini merepresentasikan value dari variable dengan jelas, memiliki interval namun tidak memiliki nilai nol mutlak. Contohnya nilai UAS Mata Kuliah Statistik Budi bernilai 75. Apabila Budi berkuliah di ITS, maka nilai Budi bernilai AB, karena di ITS menganut sistem penilaian A (81-100) dan AB (75-80). Namun apabila Budi berkuliah di Perguruan Tinggi lainnya, budi akan mendapatkan nilai B, karena Perguruan Tinggi tersebut menganut interval nilai yang berbeda A (85-100) dan B (75-84).

Hal tersebut dikarenakan skala interval tidak memiliki nilai nol mutlak, sehingga pihak yang berbeda dapat menggeser nilai nol tersebut sesuai dengan kebijakan dan kebutuhan masing-masing. Skala Interval dapat digunakan sebagai penentu tingkatan, sama seperti skala Ordinal, namun skala Interval memiliki jarak tingkatan yang lebih memiliki nilai dibandingkan skala Ordinal. Contoh dalam kuesioner Bagaimana pendapat anda terhadap mutu Restoran X: Rasa Enak 7 6 5 4 3 2 Tidak Enak Pelayanan Memuaskan 7 6 5 4 3 2 Mengecewakan Harga Murah 7 6 5 4 3 2 Mahal

Skala Ratio
Skala Ratio memiliki sedikit perbedaan dengan skala interval. Perbedaannya hanya terletak pada kepemilikan nilai nol mutlak. Contohnya Tingkat Pengeluaran dari seorang pegawai pada hari ini adalah 100.000 rupiah, sedangkan kemarin pegawai tersebut tidak mengeluarkan uang sepeser pun (munculnya nilai nol mutlak). Hal ini berarti pegawai tersebut memang benar-benar tidak mengeluarkan uang pada hari kemarin. Bukan berarti hari kemarin tidak dilakukan pendataan. Contoh dalam kuesioner

Berapa usia anda: .............. tahun Secara singkat, perbedaan keempat skala pengukuran tersebut dapat dipahami dari tabel berikut Skala Pengukuran Nominal Ordinal Interval Ratio Sifat Pembeda x X X x Ada Strata x X X Ada Interval Ada Nol Mutlak

X x

x

Pada SPSS terdapat sedikit perbedaan pengukuran skala, di SPSS tidak dikenali empat macam pengukuran, melainkan 3 macam pengukuran. Untuk skala Ratio dan Interval tergabung menjadi satu skala pengukuran yaitu skala Scale.

On The Spot Quiz (Group)
1. Petakan masing-masing variable yang muncul dalam kuesioner, apakah termasuk Skala Nominal, Ordinal, Interval atau Ratio? 2. Termasuk manakah skala likert? Dapatkah ditransform menjadi skala pengukuran lainnya?

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->