Modul 1 PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

A. Pendahuluan Fakta tentang kualitas gutru menunjukan bahwa sedikitnya 50% guru di Indonesia tidak memiliki kualitas standarisasi pendidikan nasional (SPN). Berdasarkan catatan Human Development Index (HDI), fakta ini menunjukan bahwa mutu guru di Indonesia belum memadai untui melakukan perubahan yang sifatnya mendasar pada pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dari data statistic HDI terdapat 60% guru SD, 40% SMP, 43% SMA, 34% SMK dianggap belum layak untuk mengajar bukan pada bidang studinya. Kualitas SDM guru kita menduduki urutan 109 dari 179 negara di dunia. Untuk itu, perlu dibangun landasan kuat untuk meningkatkan kualitas guru dengan standarisasi rata-rata bukan standarisasi minimal (Toharudin 2006:1). Pernyataan ini juga diperkuat oleh Rektor UNJ sebagai berikut “saat ini baru 50% dari guru se-Indonesia yang memiliki standarisasi dan kompetensi. Kondisi seperti ini masih dirasa kurang. Sehingga kualitas pndidikan kita belum menunjukan peningkatan yang signifikan,” (Sutjipto dalam jurnalnet, 16/10/2005). Fakta lain yang diungkapkan oleh Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, (ketika itu Bapak Prof. Dr. Fasli Djalal), bahwa sejumlah guru mendapatkan nol untuk materi mata pelajaran yang sesungguhnya mereka ajarkan kepada murid-muridnya. Fakta itu terungkap berdasarkan ujian kompetensi yang dilakukan terhadap tenaga kependidikan tahun 2004 lalu. Secara nasional, penguasaan materi keilmuan harus bisa menjadi kompetensi guru. Beliau juga pernah mengatakan skor mentah yang diperoleh guru untuk semua jenis pelajaran juga memperhatinkan. Guru PKN, Sejarah, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, ekonomi, Sosiologi, Geografi, dan Pendidikan Seni hanya mendapatkan skor sekitar 20-an dengan rentang antara 13 hingga 23 dari 40 soal. “Artinya rata-rata nilai yang diperoleh adalah 30 hingga 46 untuk skor nilai tertinggi 100,”(Tempo Interaktif, 5 Januari 2006). Mengacu pada data kasar kondidi guru saat ini tentulah kita sangat prihatin dengan buruknya kompetensi guru itu. Padahal, memasuki tahun 2006 tuntutan minimal kepada siswa untuk memenuhi syarat kelulusan harus menguasi 42,5 %. Untuk itu layak kiranya pada tulisan ini dicari format bagaimanakah seharusnya mengembangkan guru yang professional? B. Guru Sebagai Profesi Djojonegoro (1998:350) menyatakan bahwa profesionalisme dalam suatu pekerjaan atau jabatan ditentukan oleh tiga factor penting, yaitu : 1. Memiliki keahlian khusus yang dipersiapkan oleh program pendidikan keahlian atau spesialisasi. 2. Kemampuan untuk memperbaiki kemampuan (keterampilan dan keahlian khusus) yang memiliki. 3. Penghasilan yang memadai sebagai imbalan terhadap keahlian yang dimiliki itu.

Usman (1990:4) mengatakan bahwa guru merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Sahertian (1990:4) mengatakan kompetensi adalah pemilikan. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan. Kompetensi guru untuk melaksanakan kewenangan profesionalnya. yakni kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah yang pelaksanaanya berhubungan dengan tugastugasnya sebagai pengajar. mencakup tiga komponen seagai berikut : 1. Kemampuan psikomotor. Diakui di masyarakat karena memang diperlukan jasanya di masyarakat. 2. 3. professional dan sosial sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan profesi guru setelah program sarjana D-4. 8. 2. yakni kemampuan yang meliputi seluruh fenomena perasaan dan emosi serta sikap-sikap tertentu terhadap diri sendiri dan orang lain. Pengembangan Kepribadian. guru dengan siswanya. penguasaan. Kompetensi Pribadi meliputi : 1. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme adalah guru yang kompeten (memiliki kemampuan) di bidangnya. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya. 2. 6. Kemampuan kognitif. Kompetensi Guru Sejalan dengan uraian pengertian kompetensi guru di atas. yakni kemampuan guru menguasai pengetahuan serta keterampilan/keahlian kependidikan dan pengetahuan materi bidang studi yang diajarkan.Menurut Vollmer & Mills (1991:4) profesi adalah sebuah pekerjaan/jabatan yang memerulkan kemampuan intelektual khusus. Menuntut adanya keterampilan yang mendasarkan pada konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendasar. Karena itu kompetensi profesionalsime guru dapat diartikan sebagai kemampuan memiliki keahlian dan kewenangan dalam menjalankan profesi keguruan. 7. Menuntut adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakan. Menuntut tingkat pendidikan yang memadai. 4. Dalam UU guru dan Dosen disebutkan bahwa kompetensi guru mencakup kompetensi pedagogic. Memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan Fungsinya. Memiliki obyek tetap seperti dokter dengan pasiennya. yang di peroleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan untuk menguasai keterampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu. untuk melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efesien. yaitu : 1. yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus. Kemampuan afektif. Berinteraksi dan berkomunikasi. C. 5. 3. Pengertian diatas menunjukan bahwa unsur-unsur terpenting dalam sebuah profesi adalah penguasaan sejumlah kompetensi sebagai keahlian khusu. . Suatu profesi memiliki persyaratan tertentu. kepribadian. keterampilan guru agar menguasai kompetensi guru dengan mengikuti pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh LPTK.

Penguasaan proses-proses pendidikan. Orang yang menyandang profesi. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan.3. 1991:36) menyatakan bahwa standar umum itu sering dijabarkan sebagai berikut : 1. b. yaitu : a. Penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. Kemampuan Profesional mencakup : a. b. Makmum (1996:82) menyatakan bahwa teacher performance diartikan kinerja guru atau hasil kerja atau penampilan kerja. Kemampuan Personal (pribadi) yang beraspek afektif mencakup : a. Penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan keteladanan bagi peserta didik. 2. Penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti halnya dokter). Melaksanakan tulisan sederhana untuk keperluan pengajaran. b. penghayatan. Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu mencakup aspek-aspek : 1. Penguasaan materi pelajaran. Kemampuan Sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Kompetensi Profesional Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. c. Profesuonal menunjuk pada dua hal. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilaukakn oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. . 1. 5. Penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugas sebagai guru. Kemampuan Sosial 3. Kemampuan Personal Johnson (dalam Sanusi. Kemampuan professional 2. 4. 3. Melaksanakan administrasi sekolah. dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru. c. Pemahaman.

Kedisiplinan juga menjadi unsur penting bagi seorang guru. 2001). Meskipun tugas guru lebih sebagai fasilitator. . guru harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi. berbudi luhur. tetapi perlu direncanakan. Pernah terjadi seorang guru beragama berbuat skandal sex dengan muridnya. Pendidikan dan perkembangan pengetahuan di Indonesia kurang cepat salah satunya karena disiplin dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam belajar. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. Kedisiplinan ini memang menjadi kelemahan bangsa Indonesia. Komunikasi yang baik akana membantu proses pembelajaran dan pendidikan terutama pada pendidikan tingkat dasar samapai menengah. guru tidak berani mengarahkan anak didik. maka menjadi sulit untuk dapat embantu anak didik beriman dan bermoral. dapat berkomunikasi dengan orang lain. ia sulit membantu anak didik maju. luwes. Yang pertama. yang perlu diberantas sejak bangku sekolah dasar. guru lain. terbuka. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain sanagat penting bagi seseorang guru karena tugasnya memang selalu berkaitan dengan orang lain seperti anak didik. dll. tetapi tetap bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan siswa. Seluruh tugas pendidikan dan bantuan kepada anak didik tidak dapat dilakukan seenaknya. kritis. orangtua murid. justru ia sendiri tidak bermoral. ia harus tetap membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan siswa. Disini guru perlu menjadi teladan dalam beriman dan bertaqwa. Ketidakdisiplinan guru tersebut membuat siswa ikut-ikutan suka membolos dan tidak tepat mengumpulkan pekerjaan rumah mereka. meski guru sangat disiplin. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian menurut Suparno (2002:47) adalah mencakup kepribadian yang utuh. Yang kedua. maka proses membantu anak didik percaya akan lebih sulit. guru meninggalkan kelas seenaknya. kemampuan mengaktualisasikan diri seperti disiplin. Aktualisasi diri yang sangat penting adalah sikap bertanggungjawab. peka.2. mau belajar sepanjang hayat. Dari pengalaman lapangan pendidikan anaka menjadi rusak karena beberapa guru tidak bertanggungjawab. Misalnya. sehingga para murid yang lain tidak percaya kepadanya lagi. tetapi karena kemampuan komunikasi dengan siswa tidak baik. Para murid tidak dapat mengerti bahwa seorang guru yang mengajarkan moral. objektif. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan dalam pengalaman. (Depdiknas. berwawasaan luas. Untuk itu guru sendiri harus hidup dengan kedisiplinan sehingga anak didik dapata meneladanainya. karyawan. Bila guru tidak percaya akan Allah. Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik. beriman. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral. jujur. perlu dikembangkan dan perlu dilakukan dengan tanggungjawab. seenaknya membolos. Di lapangan sering terlihat beberapa guru tidak disiplin mengatur waktu. bermoral. dan terus mau belajar untuk maju. sering terjadi guru yang sungguh pandai. tanggung jawab. dll. dewasa. Yang perlu diperhatikan disini adalah. tidak disiplin dalam mengoreksi pekerjaan siswa sehingga siswa tidak mendapat masukan dari pekerjaan mereka. ditekankan adalah guru itu bermoral dab beriman. Syukurlah guru itu akhirnya dipecat dari sekolah. dapat ambil keputusan dll. reflektif. terjadi pelecehan seksual guru terhadap anak didik. kemampuan mengembangkan profesi seperti berfikir kreatif. tanggung jawab. guru tidak mempersiapkan pelajaran dengan baik. kepala sekolah.

Namun yang sangat penting adalah memahami anak secara tepat disekolah yang nyata. perkembangan fisik dan psikis anak didik. cirri anak didik dan perkembangannnya. mau tidak mau harus mengembangkan sikap ingin terus maju dengan terus belajar. Guru tidak boleh berhenti belajar karena merasa sudah lulus sarjana. 3. Untuk itu guru diharapkan memiliki kreatifitas untuk selalu menyesuaikan teori yang digunakan dengan situasi belajar siswa secara nyata. Kedua. serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa. dengan semakin mengerti banyak model pembelajaran. . Dengan demikian guru akan lebih mudah membantu siswa berkembang.Yang ketiga. Di jaman kemajuan ilmu pengetahuan sangat cepat seperti sekarang ini. Ketiga. diharapkan guru dapat memlih mana yang paling baik untuk membantu perkembangan anak didik. adalah sikap mau memngembangkan pengetahuan. Kompetensi Pedadogik Selanjutnya kemampuan pedadogik menurut Suparno (2002:52) disebut juga kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat. Oleh karena sistem pendidikan di Indonesia lebih dikembangkan kearah pendidikan yang demokratis mak teori dan filsafat pendidikan yang lebih bersifat demokratis perlu didalami dan dikuasai. guru dituntut untuk terus belajar agar pengetahuannya tetap segar. guru perlu juga menguasai beberapa teori tentang pendidikan terlebih pendidikan di jaman modern ini. Dengan mengerti bermacam-macam teori pendidikan. karakter tingkat pemikiran . Dan yang tidak kalah penting dalam pembelajaran adalah guru dapat membuat evaluasi yang tepat sehingga dapat sungguh memantau dan mengerti apakah siswa sungguh berkembang sperti yang direncanakan sebelumnya. Guru diharapkan memahami sifat-sifat. Dengan mengerti hal-hal itu guru akan mudah mengerti kesulitan dan kemudahan anak didik dalam belajar dan mengembangkan diri. Apakah proses pendidikan sudah dilaksanakan dengan baik dan membantu anak berkembang secara efesien dan efektif. maka dia akan lebih mudah mengajar pada anak sesuai dengan situasi anak didiknya. mengerti bebrapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa. Biasanya selama kuliah di FKIP guru mendalami teori-teori psikologi tersebut. menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkembangan siwa. guru juga diharpkan memahami bermacam-macam model pembelajaran. Pertama. Untuk itu diperlukan pendekatan yang baik. Oleh karena guru dapat membantu teori-teori itu sehingga cocok dengan situasi anak didik yang diasuhnya. tahu ilmu psikologi anak dan perkembangan anak tahu bagaimana perkembangan pngetahuan anak. sngat jelas bahwa guru perlu mengenal anak didik yang mau dibantunya. Guru bila tidak ingin ketinggalan jaman dan juga dapat membantu anak didik terus terbuka terhadap kemajuan pengetahuan.

mungkin beberapa di antaranya menonjol. 2. Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari Sembilan kecerdasan (logika. Menurut Gadner (1983) dalam Sumardi (Kompas. atau pendekatan multidisplin. Menguasai landasan pendidikan. ruang. 1995). pribadi. dan member kepada oranglain. Sehubungan dengan apa yang dikatakan oleh Amstrong itu ialah bahwa walau kita membahas dan berusaha mengembangkan kecerdasan sosial. bekerjasama. beberapa kecerdasan itu bekerja secara padu dan silmultan ketika seseorang berfikir dan atau mengerjkan sesuatu (Amstrong. berempati dan pengendalian diri yang menonjol. pendekatan komprehensif. alam dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gardner. Dari uraian dan contoh-contoh di atas dapat kita singkatkan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang berkomunikasi. Mampu bekerja sama dengan orang lain. Banyak orang sukses yang kalau kita cermati ternyata mereka memiliki kemampuan bekerjasama. Inilah kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seseorang pendidik yang diamanatkan oleh UU Guru dan Dosen. 4. 3. yang pada gilirannya harus dapat ditularkan kepada anak-anak didiknya. Kecerdasan sosial juga berkaitan erat dengan kecerdasan keuangan (Kiyosaki. raga. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial meliputi : 1. Menyusun program pembelajaran. 1998). Menguasai bahan pembelajaran.Kompetensi professional meliputi : 1. Kecerdasan lain yang terkait erat dengan kecerdasan social adalah lecerdasan pribadi (personal intelligence). Untuk Mengembangkan kompetensi sosial seseorang pendidik. Semua kecerdasan itu dimiliki oleh seseorang. kita perlu tahu target atau dimensi-dimensi . Hanya saja. Dewasa ini mulai disadari betapa pentingnya peran kecerdasan sosial dan kecerdasan emosi bagi seseorang dalam usahanya meniti karir di masyarakat. 18 Maret 2006) kompetensi sosial itu sebagai social intelligence atau kecerdasan sosial. dan Menilai proses serta hasil pembelajaran. kita tidak boleh melepaskannya dengan kecerdasankecerdasan yang lain. 5. Memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kompetensi yang lain. Uniknya lagi. bahasa. 3. 4. Banyak orang yang terkerdilkan kecerdasan sosialnya karena impitan kesulitan ekonomi. music. lebih khusus lagi kecerdasan emosi atau emotional intelligence (Goleman. sedangkan yang lainnya biasa atau bahkan kurang. atau perusahan. 2. Hali ini sejalan dengan kenyataan bahwa dewasa ini banyak muncul berbagai masalah social kemasyarakatan yang hanya dapat dipahami dan dipecahkan melalui pendekatan holistic. dan 4. lembaga. Melaksanakan program pembelajaran. Memiliki toleransi pada orang lain. bergaul.1994). Memiliki empati pada orang lain.

Kerja tim. Dalam pembahasan rancangan Undang-undang ini (hingga disahkan pada 6 desember 2005) terisrat keinginan Pemerintah untuk memperbaiki wajh suram nasib guru dari sisi kesejahteraan dan profesionalisme. dan Komunikasi. 8. bahwa pekerjaan/jabatan guru adalah sebagai profesi yang layak mendaoatkan penghargaan. yaitu : 1. 9. Tanggung jawab sebagai warga. 15. 5. Topic-topik ini dapat dikembangkan manjadi materi ajar yang dikaitkan dengan kasus-kasus yang actual dan relevan atau kontekstual dengan kehidupan masyarakat kita. Toleransi. Relawan sosial. Dari ketiga komponen tersebut. 6. Sertifikasi kompetensi guru sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang ini menyisakan persoalan sebagaimana disampaikan Mendiknas pada media masa saat pengesahan ndang-Undang ini.2 juta orang. Kepedulian kepada sesame. Guru. Sejak awal gagasan pembuatan RUU Guru dan Dosen dilatarbelakangi oleh komitmen bersama untuk mengangkat martabat guru dalam memajukan pendidikan nasional. 7. Beberapa dimensi ini.lifeskill4kids. jauh dari cukup sehingga tidak sedikit guru yang mencari tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. 11.com) dari 35 life skill atau kecerdasan hidup itu. peserta didik. antara lain kesepahaman akan ukuran uji kompetensi guru. dan kurikulum merupakan tiga komponen utama pendidikan. dapat kita saring dari konsep life skill (www.kompetensi ini. 10. Mengandalkan penghasilan dan profesi guru. misalnya. 3. Kerja sama. Kelima belas kecerdasan hidup ini dapat dijadikan topic silabus dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi sosial bagi para pendidik dan calon pendidik. 12. ada 15 yang dapat dimasukan kedalam dimensi kompetensi sosial. Ketiga komponen ini saling terkait dan saling mempengaruhi. 2. Peran dalam kegiatan kelompok. serta tidak dapat dipisahkan antara satu komponen dengan komponen yang lainnya. Dari uraian tentang profesi dan kompetensi guru. Melihat peluang. Kedewasaan dalam berkreasi. Berempati. Jumlah guru di Indonesia saat ini 2. Berbagi. dan menjadikan profesi ini menjadi piliha utama bagi generasi guru berikutnya (Situmorang dan Budyato 2005:1). 13. 14. 4. dan hnaya sebagian kecil guru dari sekolah negeri dan sekolah elit yang hidup berkecukupan. menjadi jelas. D. Menerima perbedaan. Memimpikan Guru yang Profesional Untuk memperbaiki kualitas pendidikan pemerinath telah memberikan perhatian khusus merumuskan sebuah Undang-undang yang mengatur profesi guru dan dosen. Solusi konflik. faktor gurulah yang dinilai sebagai . baik financial maupun non financial. Kepemimpinan.

memerlukan persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mengerjakan pekerjaan profesional tersebut. James M. Demikian pula. dipupuk dan dikembangkan melalui suatu proses. guru memang dikenal sebagai salah satu jenis dari sekian banyak pekerjaan (occupation) yang memerlukan bidang keahlian khusus. Keempat. seorang profesional muda. karena di tangan para grurulah proses belajar dan mengajar dilaksanakan. serta melakukan tulisan dan pengabdian kepada masyarakat. seperti dokyer. dan program pembinaan guru di masa lalu perlu dirumuskan kembali (Suparlan 2006:1). memiliki mekanisme yang diperlukan untuk melakukan seleksi secara efektif. dalam tulisannya bertajuk “The teachers as a Decision Maker”. yang ditandai dengan adanya standar kompetensi tertentu. bidang ilmu yang menjadi landasan teknik dan prosedur kerja yang unik. baik yang terdapat di dalam kurikulum nasional maupun kurikulum lokal. tanggung jawab.satu faktor yang paling penting dan strategis. mengawali dengan satu pertanyaan menggelitik “what is teacher?”. Profesionalisme menunjuk kepada derajat atau tingkat kinerja seseorang sebagai seorang profesionals dalam melaksanakan profesi yang mulia itu. Guru merupakan tenaga profesional dalam bidang pemndidikan dan pengajaran. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. strategi. Kelima. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”. Soerjadi (2001:1-2) menyebutkan beberapa persayaratan suatu pekerjaan disebut sebagai profesi. profesinalisme. adanya pengakuan oleh masyarakat dan pemerintah mengenai bidang layanan tertentu dengan kualifikasi tertentu yang berbeda dengan profesi yang lain. strategi. guru harus memiliki kemampuan profesionalisme yang handal tersebut tidak dibawa sejak lahir oleh calon guru. Pertama. Dalam dunia yang sedemikian maju. termasuk guru. profesional. tetapi harus dibangun. baik di dalam dan di luar sekolah dengan menggunakan bahan ajar. memliki organisasi profesi uang disamping melindungi kepentingan anggotanya. Ketiga. kebijakan dan program yang tepat. Untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar secara efektif. semua bidang pekerjaan memerlukan adanya spesialisasi. dan prefosionalitas sebagai berikut ini profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. Westby-Gybson (1965). Dedi Supriadi dalam bukunya yang bertajuk “Mengangkat Citra dan Martabat Guru” telah menjelaskan (secara amat jelas) tentang makna profesi. dan kesetian terhadap pekerjaanya. Sebagai contoh. sehingga yang dianggap kompetitiflah yang dieprbolehkan dalam melaksanakan bidang pekerjaan tersebut. kebijakan. Cooper menjawab pertanyaan itu dengan menjelaskan tentang guru dari aspek pelaksanaan tugasnya sebagai tenaga profesionalisme. juga berfungsi untuk meyakinkan agar para anggotanya menyelenggarakan layanan keahlian yang terbaik yag dapat diberikan (Suparlan. 2004:2). Cooper. dibentuk. Proses. insinyur dan bidang pekerjaan lain yang memerlukan bidang leahlian yang lebih spesifik. Kedua. Sebagai tenaga profesional. atau dia bekerja secara profesional. menilai hasil pembelajaran. . melakukan pembimbingan dan pelatihan.

maka kaidah itu dapat dianalogikan dengan pentingnya guru. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswa. mengasyikan. Keempat. yang penyting bukan membangun gedung sekolah atau sarana dan prasarananya. bahwa guru profesional dituntut memiliki lima hal. Komitmen.Profesionalsime guru didukung oleh tiga hal. Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik. Sama dengan manuisa dengan senjatanya. Mendiknas memberikan pengawasan bahwa “guru yang utama” (Republika 10 Febuari 2003). guru menguasai secara mendalam bahan/materi pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada para siswa. Untuk membangun pendidikan yang bermutu. berilah aku hakim jaksa yang baik. Kelima. Artinya. dan belajar dari peglamannya. Bagi guru hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. dan mencerdasakan. Hal yang sama. Dapat dianalogikan dengan pentingnya hakim dan Undang-Undang. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh guru yang bermutu. Pertama. Keahlian 2. yang terpenting adalah manusianya. E. dan 3. yakni dengan ungkapan bijak berilah aku guru yang baik. yakni proses pembelajaran yang menyenangkan. Untuk menggambarkan guru profesional. Apabila kelima hal tersebut dapat dimiliki oleh guru. aspek guru masih lebih penting dibandingkan aspek kurikulum. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar. bahwa aspek kualitas hakim dan jaksa masih jauh lebih penting dibandingkan dengan aspek undang-undangnya. dan dengan kurikulum yang kurang baik. yang menyatakan bahwa. Supriadi mengutip laporan dari Jurnal Educational Leadership edisi Maret 1993. pemerintah sejak lama berupaya untuk merumuskan perangkat standar kompetensi guru. yakni : 1. guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. melainkan harus dengan upaya peningkatan proses pengajaran dan pembelajaran yang berkualitas. Standar Pengembangan Karier Guru Mutu pendidikan amat ditentukan oleh kualitas gurunya. Kedua. Kterampilan (Supriadi 1998:96). “man behind the gun”. guru harus memliki tiga kualifikasi dasar : . guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. Sebagai salah satu komponen utama pendidikan. tetapi guru tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh siapa atau alat apapun juga. guru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. maka guru tersebut dapat disebut sebagai tenaga dan pendidik yang benar-benar professional dalam menjalankan tugasnya (Supardi 2003:14). misalnya di PGRI dan organisasi profesi lainnya. Ketiga. yang dengan Undang-Undang yang kurang baik sekalipun akan dapat dihasilkan keputusan yang baik. guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Belajar dapat dilakukan dimana saja.

Jadi. Disamping itu. Dua decade kemudian. Gaji dan penghargaan guru belum dapat disejajarkan dengan profesi lain. Pekerjaan besar ini dimulai dari proses yang menjadi tugas lembaga pendidikan yang dikenal dengan LPTK. . karena melibatkan banyak komponen. Peningkatan mutu guru merupakan upaya yang amat kompleks. terkenal wacana akademis tentang apa yang disebut sebagai Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi atau Competency-based Training and Education (CBTE). Terjadilah lingkaran setan yang sudah diketahui sebab dan akibatnya. para penyelenggara pendidikan di Kabupaten/Kota telah menunggu kelahiran Kompetensi guru itu. Sementara itu. and values displayed in the contex of task performance”. gaji dan dedikasi terkait erat dengan factor lain yang bernama kompetensi professional. Pada akhirnya orang mudah menebak. LPTK mengalami kesulitan besar ketika dihadapkan kepada masalah kualitas calon mahasiswa kelas dua yang akan dididik menjadi guru. 2. Menguasai materi atau bahan ajar. karena masalah rendahnya mutu calon guru itu lebih disebabkan oleh rendahnya penghargaan terhadap profesi guru. namun masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan. Apakah yang dimaksud kompetensi? Istilah kompetensi memang bukan hal yang baru. nama baru Dikgutentis telah membentuk satu tim Penyusun Kompetensi guru yang beranggotakan anggota pakar pendidikan yang bergabung dalam Konsorsium Pendidikan untuk menghasilkan produk kompetensi guru. Antusiasme. Bahkan mereka mendambakan adanya satu instrument atau alat ukur yang akan mereka gunakan dalam melaksanakan skill audit dengan tujuan untuk menentukan tingkat kompetensi guru di daerah masing-masing. Banyak orang yang menganggap bahwa gaji dan penghargaan terhadap guru menjadi penyebab atau causa primanya. Numun. keterampilan. yakni meningkatkan dedikasi dan kompetensi guru. menjelaskan bahwa “Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. selain memang harus dipikirkan sungguh-sungguh upaya dengan meningktakan gaji dan penghargaan terhadap guru. Direktorat Profesi Pendidik Ditjen PMPTK. Ternyata. Berdasarkan pengertian tersebut. dan nilai-nilai yang ditunjukan oleh guru dalam konteks kinerja tugas yang diberikan kepadanya. kualifikasi. keterampilan. sikap.1. Gaji aakan mengikuti dedikasi. Pada saat itu Direktorat Pendidikab Guru dan Tenaga Teknis (Diguntentis) Dikdasmen pernah mengeluarkan “buku saku berwarna biru” tentang “sepuluh kompetensi guru”. Ketidakmampuan LPTK ternyata memang diluar tanggung jawabnya. standar kompetensi guru diartikan sebagai ‘satu ukuran yang ditentukan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugas. direktorat Tenaga Pendidikan (Dit-Tendik). ada orang yang berpendapat bahwa antara gaji dan dedikasi tidak dapat dipisahkan. karena inidkasi adanya mutu profsionalisme guru masih rendah. karena pada akhirnya masalah duit atau gaji dan penghargaan. Pada tahu 70-an. dan 3. Setelah sekitar dua tahun berjalan. Penuh kasih saying (loving) dalam mengajar dan mendidik (Mas’ud 2003:194). skill. Sejalan dengan definisi tersebut. Untuk menjelaskan pengertian tentang kompetensi itulah maka Gronzi (1997) dan Hager (1995) menjelaskan bahwa “An integrated view sees competence as a complex combination of knowledge. Secara sederhana dapat diartikan bahwa kompetensi guru meruoakan kombinasi kompleks dari pengetahuan. tim itu telah dapat menghasilkan rendahnya kompetensi guru. attitude. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak”.

Standar kompetensi guru terdiri atas tiga komponen ynang saling mengait. 7. Pemahaman wawasan kependidikan. 2. Oleh karena itu. Sedang sebagian besar lainnya mengalami nasib yang tidak menentu. ada sebagian kecil guru yang karena kapasitas pribadinya atau karena factor lainnya dapat berubah atau meningkat karirnya menjadi kepala desa. 5. Standar kompetensi guru SKS memliki tujuan dan manfaat ganda. Dengan kondisi seperti itu. 6. Menjadi tolak ukur semua pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan dalam rangka pembinaan. Pengelolan pembelajaran. 2. ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi. yang . antara lain karena belum ada kejelasan tentang standar pengembangan karir mereka. keterampilan. PMPTK. peningkatan kualitas dan penjenjangan karier guru.dan jenjang pendidikan’ (Direktorat Profesi Pendidik. Ketiga komponen masing-masing terdiri atas dua kemampuan. Penyusunan rencana pembelajaran. Pelaksanaan interaksi belajar mengajar. 4. Pengembangan profesi. Meningkatkan kinerja guru dalam bentuk kreatifitas. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui PGPS (Peraturan Gaji Pegawai Sipil) dan ketentuan lain tentang kenaikan pangkat dengan system kredit. Mengingat kondisi itulah maka pada tahun 1970-an dan 1980-an telah mendirikan beberapa lembaga pendidikan dan pelatihan yang bernama Balai Penataran guru (BPG). F. yakni : 1. Pelaksanaan tidak lanjut hasil penilaian hasil belajar peserta didik. kemandirian. PGPS sering diplesetkan menjadi ‘pinter goblok penghasilan sama’ atau ‘pandai pander penghasilan sama’. dan bahkan menjadi tenaga structural di dinas pendidikan.2005). 2. Ketiga standar kompetensi tersebut dijiwai oleh sikap dan kepribadian yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas guru sebagai tenaga profesi. yaitu : 1. 3. dan Penguasaan bahan kajian akademik. Disamping itu standar kompetensi guru bermanfaat untuk : 1. inovasi. dan 3. Standar kompetensi Guru bertujuan untuk memperoleh tujuan baku dalam pengukuran kinerja guru untuk mendapatkan jaminan kualitas proses pembelajaran (SKG. dan tanggung jawab seseuai dengan profesinya (Direktorat Profesi Pendidik. Pelaksanaan kenaikan pangkat guru dengan system kreditpun sama. Pengembangan Karier Guru Pada era sentralisasi pendidikan. Penguasan akademik. pembinaan guru diatur secara terpusat oleh pemerintah. Direktorat Tendik 2003:5). anggota legislative. Penilaian prestasi belajar peserta didik. Kepala sekolah sering terpaksa menandatangani usul kenaikan pangkat guru hanya karena factor ‘kasihan’. Pengembangan profesi. 2005). Diten PMPTK. Dalam pelaksanaan di lapangan ketentuan tersebut berjalan dengan berbagai penyimpangan.

4. Instruktur. bahkan sudah dilaksnakan di beberapa sekolah. Sebagian besar instruktur ini juga telah memperoleh pengalaman mengikuti penataran di luar negri. 6. Pengelola sanggar. Selain itu. Melalui pola PKG ini. Kepala sekolah. yakni guru baru sebatas ditatar ditingkat kecamatan atau sekolah. serta melibatkan juga peranan lembaga pendidikan sekolah sebagai on the job training yang dibina langsung oleh kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang ada regionnya masing-masing. G. 5. seminar. Penerapan Pendidikan Karakter Bangsa dalam Kegiatan Pembelajaran Pendidikan berbasis karakter bangsa kini menjadi pembahasan hangat di media masa. guru yang telah ditatar ditingkat provinsi atau nasional dan memperoleh predikat sebagai penatar di tingkat kabupaten. 2. guru instruktur yang diberi tugas untuk mengelola sanggar PKG. Pengawas sekolah. . Kegiatan-kegiatan tersebut sebagian besar dilaksanakan di suatu sanggar yang disebut dengan PKG. dan Latihan Kerja Pengawas Sekolah (LKPS) untuk pengawas sekolah. Melalui pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab sebagai masalah budaya dan karakter bangsa. satu jenjang fungisonal bagi guru yang telah menjabat sebagai kepala sekolah. yakni tempat bertemunya para guru berdiskusi atau mengikuti penataran tingkat kabupaten atau sekolah. dan Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) yang sekarang menjadi Pusat Pengembangan Profesi pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) untuk berbagai mata pelajaran dan bidang keahlian di beberapa daerah Indonesia. Pada tahun 1970-an kegiatan ‘up-grading’ guru mulai gencar dilaksanakan di BPG dan PPPG. Hal tersebut merupakan upaya untuk mengatasi. dan sekolah. sementara kepala sekolah aktif dalam kegiatan Latihan Kerja Kepala Sekolah (LKKS). Salah satu pola pembinaan guru melalui diklat ini adalah mengikuti pola Pembinaan Kegiatan guru (PKG). Pendidikan dianggap sebagai sebuah upaya yang bersifat preventif dalam membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. Guru inti. yakni instruktur yang telah diangkat untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah. para guru dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. 3. Kegiatan itu pada umumnya dirancang oleh Direktorat-direktorat di bawah direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah sekarang LPMP dan P4TK berada dibawah Dirjen PMPTK Regionregion penataran telah dibentuk di berbagai kawasan Indonesia dengan melibatkan antara direktorat terkait dengan lembaga diklat (preservice training) dan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) sebagai lembaga preservice training. paling tidak mengurangi maslah budaya dan karakter bangsa yang menimpa generasi muda yang akhir-akhir ini mengalami kemerosotan. kecamatan.sekarang menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di setiap provinsi. para guru memiliki wadah pembinaan professional melalui organisasi yang dikenal dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Guru biasa. yang system penyelenggaraan diklatnya dinilai melibatkan elemen pendidikan yang lebih luas. guru yang telah mengikuti kegiatan diklat TOT (training of trainer) di tingkat pusat atau nasional dan memperoleh prediakt sebagai penatar di tingkat provinsi.

pelaksanaan pendidikan harus dilakukan melalui perencanaan yang baik. cakap. mendidik budaya dan karakter bangsa adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri peserta didik melalui pendidikan hati. melalui upaya itu kiranya dapat terwujud. pendekatan yang sesuai. maupun pemerintah. dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam praktik di sekolah/kelas. peduli lingkungan. atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang. Oleh karena itu. menghargai prestasi. dan budaya bangsa. Guru sebagai salah satu komponen di dunia pendidikan memiliki peran yang strategis dalam membantu. pengembangan karakter bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu seseorang. Dengan kata lain. Artinya. tanggung jawab. sehat. Atas dasar pemikiran itu. . Guru dapat menerapkannya dalam berbagai aktivitas perwujudan pembelajaran. bersikap. cinta damai. Nilai karakter bangsa yang perlu dikembangkan dalam diri peserta didik sebagaimana sebagai anjuran pihak pemerintah yaitu : religious. maka pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan social dan budaya yang bersangkutan. Melalui usaha bersama semua guru dan pemimpin sekolah. Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indionesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. gemar membaca. memiliki rasa ingin tahu. berfikir. jadi pendidikan budaya dan karakter bangsa haruslah berdasarkan nilai-nilai Pancasila. akhlak. budaya masyarakat. berilmu. melalui semua mata pelajaran.Melihat sebgai realita yang ada. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebjutkan. peduli social. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepad Tuhan Yang Maha Esa. kerja keras. Akan tetapi. tabiat. mandiri. dan hormat kepada orang lain. Sebagaimana telah disampaikan oleh pihak Pusat Kurikulum Kementrian Pendidikan Nasional bahwa wujud pendidikan karakter bangsa bias masuk dalam setiap mata pelajaran sebagai bahan atau media mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Lingkungan social dan budaya bangsa adalah pancasila. dan bertindak. kreatif. displin. bersahabat/komunitatif. rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan karakter bangsa. Oleh karena itu. demokratis. Karakter adalah watak. dapat dipercaya. pengembangan budaya dan karakter bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan social. toleransi. kreatif. berakhlak mulia. telah lahir berbagai bentuk kepedulian baik dari masyarakat. Guru tidak perlu mengubah pokok bahasan itu untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam setiap kegiatan pembelajaran. mandiri dan menjadi warga Negara yang deokratis serta bertanggung jawab”. Berbagai upaya pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa telah dilakukan pemerinath. Interaksi seseorang dengan orang lain membutuhkan karakter masyarakat dan karakter bangsa. karena manusia hidup dalam lingkungan social dan budaya tertentu. jujur. semangat kebangsaan. Melalui Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dirumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. dan metode belajar serta pembelajaran yang efektif. otak dan fisik. cinta tanah air. membimbing dan mendidik karakter anak didiknya. “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

dan warganegara yang religius. Atas dasar pemikiran itu. pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa kini dan masa yang akan dating. Oleh karena itu. berfungsi mewariskan nilai-nilai dan presatsi masa lalu ke generasi mendatang. Selain mewariskan. Sesuai dengan sifat suatu nilai. Serta mengembangkan prestasi baru yang menjadi karakter baru bangsa. dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah. pengembangan pendidikan budaya dan karakter sangat strategis bagi keberklangsungan dan keunggulan bangsa di masa mendatang. Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa. pendekatan yang sesuai. melakukan proses internalisasi. Pendidikan adalh juga suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangusngan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik dimasa depan. . menerapkan nilai-nilai. serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat.tersebut dalam kehidupan dirinya. Pengembangan itu harus dilakukan melalui perencanan yang baik.Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan. dan pendidikan yang telah dikemukakan di atas maka pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya. produktif dan kreatif. nasionalis. secara aktif peserta didik mengembangkan potensi didirnya. dan metode belajar dan pembelajaran yang efektif. kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. Berdasarkan pengerian budaya. Oleh karena itu. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan kebanggan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain. melalui mata pelajaran. Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarsian budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. sebagai anggota masyarakat. pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat. oleh karenanya harus di lakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah. karakter bangsa. Pendidikan adalah suatu proses enkulurisasi. pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful