P. 1
Modul Pelatihan Profesi Guru

Modul Pelatihan Profesi Guru

|Views: 434|Likes:
Published by Akhmad Olih Solihin

More info:

Published by: Akhmad Olih Solihin on May 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2014

pdf

text

original

Modul 1 PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

A. Pendahuluan Fakta tentang kualitas gutru menunjukan bahwa sedikitnya 50% guru di Indonesia tidak memiliki kualitas standarisasi pendidikan nasional (SPN). Berdasarkan catatan Human Development Index (HDI), fakta ini menunjukan bahwa mutu guru di Indonesia belum memadai untui melakukan perubahan yang sifatnya mendasar pada pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dari data statistic HDI terdapat 60% guru SD, 40% SMP, 43% SMA, 34% SMK dianggap belum layak untuk mengajar bukan pada bidang studinya. Kualitas SDM guru kita menduduki urutan 109 dari 179 negara di dunia. Untuk itu, perlu dibangun landasan kuat untuk meningkatkan kualitas guru dengan standarisasi rata-rata bukan standarisasi minimal (Toharudin 2006:1). Pernyataan ini juga diperkuat oleh Rektor UNJ sebagai berikut “saat ini baru 50% dari guru se-Indonesia yang memiliki standarisasi dan kompetensi. Kondisi seperti ini masih dirasa kurang. Sehingga kualitas pndidikan kita belum menunjukan peningkatan yang signifikan,” (Sutjipto dalam jurnalnet, 16/10/2005). Fakta lain yang diungkapkan oleh Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, (ketika itu Bapak Prof. Dr. Fasli Djalal), bahwa sejumlah guru mendapatkan nol untuk materi mata pelajaran yang sesungguhnya mereka ajarkan kepada murid-muridnya. Fakta itu terungkap berdasarkan ujian kompetensi yang dilakukan terhadap tenaga kependidikan tahun 2004 lalu. Secara nasional, penguasaan materi keilmuan harus bisa menjadi kompetensi guru. Beliau juga pernah mengatakan skor mentah yang diperoleh guru untuk semua jenis pelajaran juga memperhatinkan. Guru PKN, Sejarah, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, ekonomi, Sosiologi, Geografi, dan Pendidikan Seni hanya mendapatkan skor sekitar 20-an dengan rentang antara 13 hingga 23 dari 40 soal. “Artinya rata-rata nilai yang diperoleh adalah 30 hingga 46 untuk skor nilai tertinggi 100,”(Tempo Interaktif, 5 Januari 2006). Mengacu pada data kasar kondidi guru saat ini tentulah kita sangat prihatin dengan buruknya kompetensi guru itu. Padahal, memasuki tahun 2006 tuntutan minimal kepada siswa untuk memenuhi syarat kelulusan harus menguasi 42,5 %. Untuk itu layak kiranya pada tulisan ini dicari format bagaimanakah seharusnya mengembangkan guru yang professional? B. Guru Sebagai Profesi Djojonegoro (1998:350) menyatakan bahwa profesionalisme dalam suatu pekerjaan atau jabatan ditentukan oleh tiga factor penting, yaitu : 1. Memiliki keahlian khusus yang dipersiapkan oleh program pendidikan keahlian atau spesialisasi. 2. Kemampuan untuk memperbaiki kemampuan (keterampilan dan keahlian khusus) yang memiliki. 3. Penghasilan yang memadai sebagai imbalan terhadap keahlian yang dimiliki itu.

yaitu : 1. 2. Kompetensi guru untuk melaksanakan kewenangan profesionalnya. Kompetensi Guru Sejalan dengan uraian pengertian kompetensi guru di atas. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme adalah guru yang kompeten (memiliki kemampuan) di bidangnya. yakni kemampuan yang meliputi seluruh fenomena perasaan dan emosi serta sikap-sikap tertentu terhadap diri sendiri dan orang lain. 2. yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus. yakni kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah yang pelaksanaanya berhubungan dengan tugastugasnya sebagai pengajar. penguasaan. Kompetensi Pribadi meliputi : 1. 4. mencakup tiga komponen seagai berikut : 1. yang di peroleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan untuk menguasai keterampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan. 5. Suatu profesi memiliki persyaratan tertentu. Menuntut adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakan. Diakui di masyarakat karena memang diperlukan jasanya di masyarakat. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya. Pengertian diatas menunjukan bahwa unsur-unsur terpenting dalam sebuah profesi adalah penguasaan sejumlah kompetensi sebagai keahlian khusu. 6. Sahertian (1990:4) mengatakan kompetensi adalah pemilikan. 2. Berinteraksi dan berkomunikasi. Kemampuan psikomotor. . untuk melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efesien. Menuntut tingkat pendidikan yang memadai. Kemampuan afektif. Dalam UU guru dan Dosen disebutkan bahwa kompetensi guru mencakup kompetensi pedagogic. Kemampuan kognitif. Memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan Fungsinya. keterampilan guru agar menguasai kompetensi guru dengan mengikuti pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh LPTK. C. Menuntut adanya keterampilan yang mendasarkan pada konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendasar. Usman (1990:4) mengatakan bahwa guru merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru.Menurut Vollmer & Mills (1991:4) profesi adalah sebuah pekerjaan/jabatan yang memerulkan kemampuan intelektual khusus. 3. guru dengan siswanya. 3. 8. 7. Pengembangan Kepribadian. Memiliki obyek tetap seperti dokter dengan pasiennya. kepribadian. yakni kemampuan guru menguasai pengetahuan serta keterampilan/keahlian kependidikan dan pengetahuan materi bidang studi yang diajarkan. Karena itu kompetensi profesionalsime guru dapat diartikan sebagai kemampuan memiliki keahlian dan kewenangan dalam menjalankan profesi keguruan. professional dan sosial sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan profesi guru setelah program sarjana D-4.

b. Penguasaan proses-proses pendidikan. dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru. Penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti halnya dokter). 2. 1. 1991:36) menyatakan bahwa standar umum itu sering dijabarkan sebagai berikut : 1. Kompetensi Profesional Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. 3. Melaksanakan administrasi sekolah. 4. Kemampuan professional 2. Makmum (1996:82) menyatakan bahwa teacher performance diartikan kinerja guru atau hasil kerja atau penampilan kerja. Profesuonal menunjuk pada dua hal. c. . yaitu : a. Kemampuan Profesional mencakup : a. Penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. penghayatan. Pemahaman. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan. Penguasaan materi pelajaran. Kemampuan Personal (pribadi) yang beraspek afektif mencakup : a.3. b. Kemampuan Personal Johnson (dalam Sanusi. Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu mencakup aspek-aspek : 1. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilaukakn oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugas sebagai guru. Kemampuan Sosial 3. 5. Kemampuan Sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan keteladanan bagi peserta didik. Orang yang menyandang profesi. Melaksanakan tulisan sederhana untuk keperluan pengajaran. c. b.

seenaknya membolos. reflektif.2. Misalnya. ia harus tetap membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan siswa. mau belajar sepanjang hayat. dapat berkomunikasi dengan orang lain. Yang kedua. Pernah terjadi seorang guru beragama berbuat skandal sex dengan muridnya. perlu dikembangkan dan perlu dilakukan dengan tanggungjawab. Komunikasi yang baik akana membantu proses pembelajaran dan pendidikan terutama pada pendidikan tingkat dasar samapai menengah. sering terjadi guru yang sungguh pandai. . Kedisiplinan ini memang menjadi kelemahan bangsa Indonesia. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian menurut Suparno (2002:47) adalah mencakup kepribadian yang utuh. jujur. tetapi karena kemampuan komunikasi dengan siswa tidak baik. bermoral. Dari pengalaman lapangan pendidikan anaka menjadi rusak karena beberapa guru tidak bertanggungjawab. karyawan. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. guru lain. meski guru sangat disiplin. kepala sekolah. tetapi tetap bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan siswa. terbuka. Bila guru tidak percaya akan Allah. 2001). Untuk itu guru sendiri harus hidup dengan kedisiplinan sehingga anak didik dapata meneladanainya. dll. justru ia sendiri tidak bermoral. guru tidak mempersiapkan pelajaran dengan baik. guru harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi. Ketidakdisiplinan guru tersebut membuat siswa ikut-ikutan suka membolos dan tidak tepat mengumpulkan pekerjaan rumah mereka. objektif. Meskipun tugas guru lebih sebagai fasilitator. tidak disiplin dalam mengoreksi pekerjaan siswa sehingga siswa tidak mendapat masukan dari pekerjaan mereka. Kedisiplinan juga menjadi unsur penting bagi seorang guru. Disini guru perlu menjadi teladan dalam beriman dan bertaqwa. ia sulit membantu anak didik maju. (Depdiknas. dewasa. sehingga para murid yang lain tidak percaya kepadanya lagi. maka menjadi sulit untuk dapat embantu anak didik beriman dan bermoral. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan dalam pengalaman. Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain sanagat penting bagi seseorang guru karena tugasnya memang selalu berkaitan dengan orang lain seperti anak didik. dapat ambil keputusan dll. Yang pertama. beriman. Pendidikan dan perkembangan pengetahuan di Indonesia kurang cepat salah satunya karena disiplin dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam belajar. peka. maka proses membantu anak didik percaya akan lebih sulit. dan terus mau belajar untuk maju. ditekankan adalah guru itu bermoral dab beriman. orangtua murid. luwes. Aktualisasi diri yang sangat penting adalah sikap bertanggungjawab. dll. berwawasaan luas. berbudi luhur. Yang perlu diperhatikan disini adalah. Syukurlah guru itu akhirnya dipecat dari sekolah. tetapi perlu direncanakan. yang perlu diberantas sejak bangku sekolah dasar. kemampuan mengembangkan profesi seperti berfikir kreatif. guru meninggalkan kelas seenaknya. Di lapangan sering terlihat beberapa guru tidak disiplin mengatur waktu. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral. tanggung jawab. Seluruh tugas pendidikan dan bantuan kepada anak didik tidak dapat dilakukan seenaknya. tanggung jawab. guru tidak berani mengarahkan anak didik. Para murid tidak dapat mengerti bahwa seorang guru yang mengajarkan moral. kemampuan mengaktualisasikan diri seperti disiplin. kritis. terjadi pelecehan seksual guru terhadap anak didik.

Guru tidak boleh berhenti belajar karena merasa sudah lulus sarjana. 3. Apakah proses pendidikan sudah dilaksanakan dengan baik dan membantu anak berkembang secara efesien dan efektif. . cirri anak didik dan perkembangannnya. perkembangan fisik dan psikis anak didik. Ketiga. Kedua. tahu ilmu psikologi anak dan perkembangan anak tahu bagaimana perkembangan pngetahuan anak. Guru diharapkan memahami sifat-sifat. Dengan mengerti hal-hal itu guru akan mudah mengerti kesulitan dan kemudahan anak didik dalam belajar dan mengembangkan diri. guru juga diharpkan memahami bermacam-macam model pembelajaran. Dengan demikian guru akan lebih mudah membantu siswa berkembang.Yang ketiga. guru perlu juga menguasai beberapa teori tentang pendidikan terlebih pendidikan di jaman modern ini. menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkembangan siwa. mau tidak mau harus mengembangkan sikap ingin terus maju dengan terus belajar. karakter tingkat pemikiran . guru dituntut untuk terus belajar agar pengetahuannya tetap segar. Pertama. diharapkan guru dapat memlih mana yang paling baik untuk membantu perkembangan anak didik. Dengan mengerti bermacam-macam teori pendidikan. maka dia akan lebih mudah mengajar pada anak sesuai dengan situasi anak didiknya. Untuk itu guru diharapkan memiliki kreatifitas untuk selalu menyesuaikan teori yang digunakan dengan situasi belajar siswa secara nyata. Oleh karena guru dapat membantu teori-teori itu sehingga cocok dengan situasi anak didik yang diasuhnya. serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa. Biasanya selama kuliah di FKIP guru mendalami teori-teori psikologi tersebut. mengerti bebrapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa. Di jaman kemajuan ilmu pengetahuan sangat cepat seperti sekarang ini. Oleh karena sistem pendidikan di Indonesia lebih dikembangkan kearah pendidikan yang demokratis mak teori dan filsafat pendidikan yang lebih bersifat demokratis perlu didalami dan dikuasai. dengan semakin mengerti banyak model pembelajaran. Dan yang tidak kalah penting dalam pembelajaran adalah guru dapat membuat evaluasi yang tepat sehingga dapat sungguh memantau dan mengerti apakah siswa sungguh berkembang sperti yang direncanakan sebelumnya. Guru bila tidak ingin ketinggalan jaman dan juga dapat membantu anak didik terus terbuka terhadap kemajuan pengetahuan. Kompetensi Pedadogik Selanjutnya kemampuan pedadogik menurut Suparno (2002:52) disebut juga kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat. Untuk itu diperlukan pendekatan yang baik. Namun yang sangat penting adalah memahami anak secara tepat disekolah yang nyata. sngat jelas bahwa guru perlu mengenal anak didik yang mau dibantunya. adalah sikap mau memngembangkan pengetahuan.

sedangkan yang lainnya biasa atau bahkan kurang. Banyak orang yang terkerdilkan kecerdasan sosialnya karena impitan kesulitan ekonomi. lembaga. kita tidak boleh melepaskannya dengan kecerdasankecerdasan yang lain. Dari uraian dan contoh-contoh di atas dapat kita singkatkan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang berkomunikasi. kita perlu tahu target atau dimensi-dimensi . Hanya saja. 1995). pendekatan komprehensif. ruang. atau perusahan. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial meliputi : 1. bahasa. music.Kompetensi professional meliputi : 1. Uniknya lagi. Menyusun program pembelajaran. Sehubungan dengan apa yang dikatakan oleh Amstrong itu ialah bahwa walau kita membahas dan berusaha mengembangkan kecerdasan sosial. atau pendekatan multidisplin. lebih khusus lagi kecerdasan emosi atau emotional intelligence (Goleman. 3. yang pada gilirannya harus dapat ditularkan kepada anak-anak didiknya. 5. bekerjasama. dan Menilai proses serta hasil pembelajaran. Untuk Mengembangkan kompetensi sosial seseorang pendidik. 2. 2. Melaksanakan program pembelajaran. Menguasai bahan pembelajaran. Memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kompetensi yang lain. Kecerdasan lain yang terkait erat dengan kecerdasan social adalah lecerdasan pribadi (personal intelligence). 1998). Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari Sembilan kecerdasan (logika. beberapa kecerdasan itu bekerja secara padu dan silmultan ketika seseorang berfikir dan atau mengerjkan sesuatu (Amstrong. pribadi. Memiliki empati pada orang lain. Menurut Gadner (1983) dalam Sumardi (Kompas. Kecerdasan sosial juga berkaitan erat dengan kecerdasan keuangan (Kiyosaki. berempati dan pengendalian diri yang menonjol. Memiliki toleransi pada orang lain. Semua kecerdasan itu dimiliki oleh seseorang. dan 4. Inilah kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seseorang pendidik yang diamanatkan oleh UU Guru dan Dosen. dan member kepada oranglain. Mampu bekerja sama dengan orang lain. 18 Maret 2006) kompetensi sosial itu sebagai social intelligence atau kecerdasan sosial. 4. Menguasai landasan pendidikan. mungkin beberapa di antaranya menonjol. 3. Dewasa ini mulai disadari betapa pentingnya peran kecerdasan sosial dan kecerdasan emosi bagi seseorang dalam usahanya meniti karir di masyarakat. 4. alam dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gardner. raga. bergaul. Hali ini sejalan dengan kenyataan bahwa dewasa ini banyak muncul berbagai masalah social kemasyarakatan yang hanya dapat dipahami dan dipecahkan melalui pendekatan holistic. Banyak orang sukses yang kalau kita cermati ternyata mereka memiliki kemampuan bekerjasama.1994).

Kepemimpinan. 12. 15. Ketiga komponen ini saling terkait dan saling mempengaruhi. 10. bahwa pekerjaan/jabatan guru adalah sebagai profesi yang layak mendaoatkan penghargaan. Dari uraian tentang profesi dan kompetensi guru. Sertifikasi kompetensi guru sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang ini menyisakan persoalan sebagaimana disampaikan Mendiknas pada media masa saat pengesahan ndang-Undang ini. 11. 3. Toleransi. Solusi konflik. Beberapa dimensi ini. 6. Peran dalam kegiatan kelompok. Berbagi. Topic-topik ini dapat dikembangkan manjadi materi ajar yang dikaitkan dengan kasus-kasus yang actual dan relevan atau kontekstual dengan kehidupan masyarakat kita. 8. peserta didik. misalnya.2 juta orang. dan hnaya sebagian kecil guru dari sekolah negeri dan sekolah elit yang hidup berkecukupan. faktor gurulah yang dinilai sebagai .kompetensi ini. Melihat peluang. Relawan sosial. Kerja sama. serta tidak dapat dipisahkan antara satu komponen dengan komponen yang lainnya. D. 2. Kedewasaan dalam berkreasi. dan Komunikasi. Memimpikan Guru yang Profesional Untuk memperbaiki kualitas pendidikan pemerinath telah memberikan perhatian khusus merumuskan sebuah Undang-undang yang mengatur profesi guru dan dosen. 5. Guru. Kepedulian kepada sesame. Dari ketiga komponen tersebut. baik financial maupun non financial. jauh dari cukup sehingga tidak sedikit guru yang mencari tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tanggung jawab sebagai warga. dapat kita saring dari konsep life skill (www. Berempati. Menerima perbedaan. ada 15 yang dapat dimasukan kedalam dimensi kompetensi sosial. Jumlah guru di Indonesia saat ini 2. Kelima belas kecerdasan hidup ini dapat dijadikan topic silabus dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi sosial bagi para pendidik dan calon pendidik. 14. Dalam pembahasan rancangan Undang-undang ini (hingga disahkan pada 6 desember 2005) terisrat keinginan Pemerintah untuk memperbaiki wajh suram nasib guru dari sisi kesejahteraan dan profesionalisme. Kerja tim. Sejak awal gagasan pembuatan RUU Guru dan Dosen dilatarbelakangi oleh komitmen bersama untuk mengangkat martabat guru dalam memajukan pendidikan nasional. 7. Mengandalkan penghasilan dan profesi guru. dan menjadikan profesi ini menjadi piliha utama bagi generasi guru berikutnya (Situmorang dan Budyato 2005:1). menjadi jelas. yaitu : 1. 4. 13. dan kurikulum merupakan tiga komponen utama pendidikan. 9.lifeskill4kids. antara lain kesepahaman akan ukuran uji kompetensi guru.com) dari 35 life skill atau kecerdasan hidup itu.

terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”. serta melakukan tulisan dan pengabdian kepada masyarakat. tanggung jawab. dan kesetian terhadap pekerjaanya. Dalam dunia yang sedemikian maju. dibentuk. Kedua. termasuk guru. tetapi harus dibangun. profesinalisme. memliki organisasi profesi uang disamping melindungi kepentingan anggotanya. 2004:2). Westby-Gybson (1965). baik di dalam dan di luar sekolah dengan menggunakan bahan ajar. adanya pengakuan oleh masyarakat dan pemerintah mengenai bidang layanan tertentu dengan kualifikasi tertentu yang berbeda dengan profesi yang lain. Untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar secara efektif. dalam tulisannya bertajuk “The teachers as a Decision Maker”. mengawali dengan satu pertanyaan menggelitik “what is teacher?”. seorang profesional muda. baik yang terdapat di dalam kurikulum nasional maupun kurikulum lokal. guru harus memiliki kemampuan profesionalisme yang handal tersebut tidak dibawa sejak lahir oleh calon guru. memerlukan persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mengerjakan pekerjaan profesional tersebut. Sebagai contoh. dan program pembinaan guru di masa lalu perlu dirumuskan kembali (Suparlan 2006:1). memiliki mekanisme yang diperlukan untuk melakukan seleksi secara efektif. dan prefosionalitas sebagai berikut ini profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. kebijakan. Cooper. yang ditandai dengan adanya standar kompetensi tertentu. insinyur dan bidang pekerjaan lain yang memerlukan bidang leahlian yang lebih spesifik. Guru merupakan tenaga profesional dalam bidang pemndidikan dan pengajaran. kebijakan dan program yang tepat. Soerjadi (2001:1-2) menyebutkan beberapa persayaratan suatu pekerjaan disebut sebagai profesi. Kelima. Pertama. menilai hasil pembelajaran. Sebagai tenaga profesional. Proses. Ketiga. Dedi Supriadi dalam bukunya yang bertajuk “Mengangkat Citra dan Martabat Guru” telah menjelaskan (secara amat jelas) tentang makna profesi. Keempat. Cooper menjawab pertanyaan itu dengan menjelaskan tentang guru dari aspek pelaksanaan tugasnya sebagai tenaga profesionalisme. melakukan pembimbingan dan pelatihan. guru memang dikenal sebagai salah satu jenis dari sekian banyak pekerjaan (occupation) yang memerlukan bidang keahlian khusus. atau dia bekerja secara profesional. seperti dokyer. karena di tangan para grurulah proses belajar dan mengajar dilaksanakan. bidang ilmu yang menjadi landasan teknik dan prosedur kerja yang unik. sehingga yang dianggap kompetitiflah yang dieprbolehkan dalam melaksanakan bidang pekerjaan tersebut. Profesionalisme menunjuk kepada derajat atau tingkat kinerja seseorang sebagai seorang profesionals dalam melaksanakan profesi yang mulia itu. Demikian pula. dipupuk dan dikembangkan melalui suatu proses. juga berfungsi untuk meyakinkan agar para anggotanya menyelenggarakan layanan keahlian yang terbaik yag dapat diberikan (Suparlan. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. James M. strategi. profesional. . strategi. semua bidang pekerjaan memerlukan adanya spesialisasi.satu faktor yang paling penting dan strategis.

Bagi guru hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. dan 3. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh guru yang bermutu. Untuk menggambarkan guru profesional. Kedua. dan dengan kurikulum yang kurang baik. Apabila kelima hal tersebut dapat dimiliki oleh guru. guru harus memliki tiga kualifikasi dasar : . E. yang penyting bukan membangun gedung sekolah atau sarana dan prasarananya. maka guru tersebut dapat disebut sebagai tenaga dan pendidik yang benar-benar professional dalam menjalankan tugasnya (Supardi 2003:14). misalnya di PGRI dan organisasi profesi lainnya.Profesionalsime guru didukung oleh tiga hal. yakni : 1. guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik. Sebagai salah satu komponen utama pendidikan. Kterampilan (Supriadi 1998:96). maka kaidah itu dapat dianalogikan dengan pentingnya guru. Untuk membangun pendidikan yang bermutu. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswa. bahwa aspek kualitas hakim dan jaksa masih jauh lebih penting dibandingkan dengan aspek undang-undangnya. yang terpenting adalah manusianya. Dapat dianalogikan dengan pentingnya hakim dan Undang-Undang. Keahlian 2. aspek guru masih lebih penting dibandingkan aspek kurikulum. guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Komitmen. Mendiknas memberikan pengawasan bahwa “guru yang utama” (Republika 10 Febuari 2003). Pertama. Ketiga. guru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. guru menguasai secara mendalam bahan/materi pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada para siswa. dan mencerdasakan. yang menyatakan bahwa. tetapi guru tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh siapa atau alat apapun juga. mengasyikan. bahwa guru profesional dituntut memiliki lima hal. dan belajar dari peglamannya. Keempat. Sama dengan manuisa dengan senjatanya. Supriadi mengutip laporan dari Jurnal Educational Leadership edisi Maret 1993. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar. yang dengan Undang-Undang yang kurang baik sekalipun akan dapat dihasilkan keputusan yang baik. pemerintah sejak lama berupaya untuk merumuskan perangkat standar kompetensi guru. “man behind the gun”. Standar Pengembangan Karier Guru Mutu pendidikan amat ditentukan oleh kualitas gurunya. Belajar dapat dilakukan dimana saja. Kelima. berilah aku hakim jaksa yang baik. Hal yang sama. yakni dengan ungkapan bijak berilah aku guru yang baik. yakni proses pembelajaran yang menyenangkan. Artinya. guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. melainkan harus dengan upaya peningkatan proses pengajaran dan pembelajaran yang berkualitas.

ada orang yang berpendapat bahwa antara gaji dan dedikasi tidak dapat dipisahkan. dan nilai-nilai yang ditunjukan oleh guru dalam konteks kinerja tugas yang diberikan kepadanya. Disamping itu. Apakah yang dimaksud kompetensi? Istilah kompetensi memang bukan hal yang baru. Peningkatan mutu guru merupakan upaya yang amat kompleks. Dua decade kemudian. karena melibatkan banyak komponen. direktorat Tenaga Pendidikan (Dit-Tendik). Penuh kasih saying (loving) dalam mengajar dan mendidik (Mas’ud 2003:194). Ketidakmampuan LPTK ternyata memang diluar tanggung jawabnya.1. kualifikasi. keterampilan. Banyak orang yang menganggap bahwa gaji dan penghargaan terhadap guru menjadi penyebab atau causa primanya. . Pada tahu 70-an. Pekerjaan besar ini dimulai dari proses yang menjadi tugas lembaga pendidikan yang dikenal dengan LPTK. yakni meningkatkan dedikasi dan kompetensi guru. Jadi. Terjadilah lingkaran setan yang sudah diketahui sebab dan akibatnya. Sejalan dengan definisi tersebut. gaji dan dedikasi terkait erat dengan factor lain yang bernama kompetensi professional. nama baru Dikgutentis telah membentuk satu tim Penyusun Kompetensi guru yang beranggotakan anggota pakar pendidikan yang bergabung dalam Konsorsium Pendidikan untuk menghasilkan produk kompetensi guru. karena masalah rendahnya mutu calon guru itu lebih disebabkan oleh rendahnya penghargaan terhadap profesi guru. Menguasai materi atau bahan ajar. Gaji aakan mengikuti dedikasi. Antusiasme. tim itu telah dapat menghasilkan rendahnya kompetensi guru. keterampilan. standar kompetensi guru diartikan sebagai ‘satu ukuran yang ditentukan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugas. terkenal wacana akademis tentang apa yang disebut sebagai Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi atau Competency-based Training and Education (CBTE). karena inidkasi adanya mutu profsionalisme guru masih rendah. selain memang harus dipikirkan sungguh-sungguh upaya dengan meningktakan gaji dan penghargaan terhadap guru. karena pada akhirnya masalah duit atau gaji dan penghargaan. Direktorat Profesi Pendidik Ditjen PMPTK. sikap. menjelaskan bahwa “Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. dan 3. 2. Gaji dan penghargaan guru belum dapat disejajarkan dengan profesi lain. Ternyata. LPTK mengalami kesulitan besar ketika dihadapkan kepada masalah kualitas calon mahasiswa kelas dua yang akan dididik menjadi guru. attitude. and values displayed in the contex of task performance”. Berdasarkan pengertian tersebut. Pada saat itu Direktorat Pendidikab Guru dan Tenaga Teknis (Diguntentis) Dikdasmen pernah mengeluarkan “buku saku berwarna biru” tentang “sepuluh kompetensi guru”. Numun. Untuk menjelaskan pengertian tentang kompetensi itulah maka Gronzi (1997) dan Hager (1995) menjelaskan bahwa “An integrated view sees competence as a complex combination of knowledge. Setelah sekitar dua tahun berjalan. Bahkan mereka mendambakan adanya satu instrument atau alat ukur yang akan mereka gunakan dalam melaksanakan skill audit dengan tujuan untuk menentukan tingkat kompetensi guru di daerah masing-masing. skill. Pada akhirnya orang mudah menebak. Secara sederhana dapat diartikan bahwa kompetensi guru meruoakan kombinasi kompleks dari pengetahuan. para penyelenggara pendidikan di Kabupaten/Kota telah menunggu kelahiran Kompetensi guru itu. Sementara itu. namun masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak”.

anggota legislative. kemandirian. Direktorat Tendik 2003:5). Penilaian prestasi belajar peserta didik. Standar kompetensi guru SKS memliki tujuan dan manfaat ganda. Ketiga komponen masing-masing terdiri atas dua kemampuan. Pengembangan profesi. dan tanggung jawab seseuai dengan profesinya (Direktorat Profesi Pendidik. Penyusunan rencana pembelajaran. PMPTK. ada sebagian kecil guru yang karena kapasitas pribadinya atau karena factor lainnya dapat berubah atau meningkat karirnya menjadi kepala desa. F. ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi.2005). Oleh karena itu. Pengembangan profesi. inovasi. 2. pembinaan guru diatur secara terpusat oleh pemerintah. 2005). Pelaksanaan tidak lanjut hasil penilaian hasil belajar peserta didik. Pelaksanaan kenaikan pangkat guru dengan system kreditpun sama. dan 3. Kepala sekolah sering terpaksa menandatangani usul kenaikan pangkat guru hanya karena factor ‘kasihan’.dan jenjang pendidikan’ (Direktorat Profesi Pendidik. dan bahkan menjadi tenaga structural di dinas pendidikan. yang . dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui PGPS (Peraturan Gaji Pegawai Sipil) dan ketentuan lain tentang kenaikan pangkat dengan system kredit. 6. Standar kompetensi guru terdiri atas tiga komponen ynang saling mengait. Diten PMPTK. PGPS sering diplesetkan menjadi ‘pinter goblok penghasilan sama’ atau ‘pandai pander penghasilan sama’. Pengelolan pembelajaran. Sedang sebagian besar lainnya mengalami nasib yang tidak menentu. 2. 2. Meningkatkan kinerja guru dalam bentuk kreatifitas. yaitu : 1. Pelaksanaan interaksi belajar mengajar. peningkatan kualitas dan penjenjangan karier guru. 5. antara lain karena belum ada kejelasan tentang standar pengembangan karir mereka. dan Penguasaan bahan kajian akademik. Menjadi tolak ukur semua pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan dalam rangka pembinaan. Penguasan akademik. Standar kompetensi Guru bertujuan untuk memperoleh tujuan baku dalam pengukuran kinerja guru untuk mendapatkan jaminan kualitas proses pembelajaran (SKG. 4. keterampilan. Dalam pelaksanaan di lapangan ketentuan tersebut berjalan dengan berbagai penyimpangan. Ketiga standar kompetensi tersebut dijiwai oleh sikap dan kepribadian yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas guru sebagai tenaga profesi. 7. yakni : 1. Dengan kondisi seperti itu. Disamping itu standar kompetensi guru bermanfaat untuk : 1. Pengembangan Karier Guru Pada era sentralisasi pendidikan. Pemahaman wawasan kependidikan. 3. Mengingat kondisi itulah maka pada tahun 1970-an dan 1980-an telah mendirikan beberapa lembaga pendidikan dan pelatihan yang bernama Balai Penataran guru (BPG).

sekarang menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di setiap provinsi. yang system penyelenggaraan diklatnya dinilai melibatkan elemen pendidikan yang lebih luas. Kegiatan itu pada umumnya dirancang oleh Direktorat-direktorat di bawah direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah sekarang LPMP dan P4TK berada dibawah Dirjen PMPTK Regionregion penataran telah dibentuk di berbagai kawasan Indonesia dengan melibatkan antara direktorat terkait dengan lembaga diklat (preservice training) dan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) sebagai lembaga preservice training. 5. Melalui pola PKG ini. kecamatan. Pengawas sekolah. guru yang telah mengikuti kegiatan diklat TOT (training of trainer) di tingkat pusat atau nasional dan memperoleh prediakt sebagai penatar di tingkat provinsi. guru yang telah ditatar ditingkat provinsi atau nasional dan memperoleh predikat sebagai penatar di tingkat kabupaten. Guru inti. para guru memiliki wadah pembinaan professional melalui organisasi yang dikenal dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Kegiatan-kegiatan tersebut sebagian besar dilaksanakan di suatu sanggar yang disebut dengan PKG. Selain itu. Penerapan Pendidikan Karakter Bangsa dalam Kegiatan Pembelajaran Pendidikan berbasis karakter bangsa kini menjadi pembahasan hangat di media masa. satu jenjang fungisonal bagi guru yang telah menjabat sebagai kepala sekolah. bahkan sudah dilaksnakan di beberapa sekolah. serta melibatkan juga peranan lembaga pendidikan sekolah sebagai on the job training yang dibina langsung oleh kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang ada regionnya masing-masing. Kepala sekolah. dan Latihan Kerja Pengawas Sekolah (LKPS) untuk pengawas sekolah. 3. Melalui pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab sebagai masalah budaya dan karakter bangsa. para guru dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. 2. seminar. Instruktur. yakni guru baru sebatas ditatar ditingkat kecamatan atau sekolah. . yakni instruktur yang telah diangkat untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah. Pada tahun 1970-an kegiatan ‘up-grading’ guru mulai gencar dilaksanakan di BPG dan PPPG. dan sekolah. Hal tersebut merupakan upaya untuk mengatasi. Salah satu pola pembinaan guru melalui diklat ini adalah mengikuti pola Pembinaan Kegiatan guru (PKG). G. dan Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) yang sekarang menjadi Pusat Pengembangan Profesi pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) untuk berbagai mata pelajaran dan bidang keahlian di beberapa daerah Indonesia. 4. paling tidak mengurangi maslah budaya dan karakter bangsa yang menimpa generasi muda yang akhir-akhir ini mengalami kemerosotan. Pengelola sanggar. Sebagian besar instruktur ini juga telah memperoleh pengalaman mengikuti penataran di luar negri. yakni tempat bertemunya para guru berdiskusi atau mengikuti penataran tingkat kabupaten atau sekolah. guru instruktur yang diberi tugas untuk mengelola sanggar PKG. 6. sementara kepala sekolah aktif dalam kegiatan Latihan Kerja Kepala Sekolah (LKKS). Pendidikan dianggap sebagai sebuah upaya yang bersifat preventif dalam membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. Guru biasa.

Guru tidak perlu mengubah pokok bahasan itu untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam setiap kegiatan pembelajaran. maupun pemerintah. bersahabat/komunitatif. kreatif. Berbagai upaya pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa telah dilakukan pemerinath. kreatif. jadi pendidikan budaya dan karakter bangsa haruslah berdasarkan nilai-nilai Pancasila. pengembangan karakter bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu seseorang. dan metode belajar serta pembelajaran yang efektif. cakap. Akan tetapi. dapat dipercaya. mandiri.Melihat sebgai realita yang ada. gemar membaca. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebjutkan. otak dan fisik. Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indionesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. bersikap. menghargai prestasi. peduli social. pendekatan yang sesuai. displin. dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam praktik di sekolah/kelas. Melalui Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dirumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. dan hormat kepada orang lain. Artinya. melalui semua mata pelajaran. peduli lingkungan. pengembangan budaya dan karakter bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan social. mendidik budaya dan karakter bangsa adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri peserta didik melalui pendidikan hati. Oleh karena itu. Melalui usaha bersama semua guru dan pemimpin sekolah. maka pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan social dan budaya yang bersangkutan. atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang. Guru sebagai salah satu komponen di dunia pendidikan memiliki peran yang strategis dalam membantu. dan budaya bangsa. Lingkungan social dan budaya bangsa adalah pancasila. semangat kebangsaan. Karakter adalah watak. Dengan kata lain. demokratis. telah lahir berbagai bentuk kepedulian baik dari masyarakat. Atas dasar pemikiran itu. pelaksanaan pendidikan harus dilakukan melalui perencanaan yang baik. berakhlak mulia. budaya masyarakat. melalui upaya itu kiranya dapat terwujud. Nilai karakter bangsa yang perlu dikembangkan dalam diri peserta didik sebagaimana sebagai anjuran pihak pemerintah yaitu : religious. karena manusia hidup dalam lingkungan social dan budaya tertentu. rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan karakter bangsa. Oleh karena itu. kerja keras. . berilmu. toleransi. mandiri dan menjadi warga Negara yang deokratis serta bertanggung jawab”. jujur. akhlak. berfikir. Guru dapat menerapkannya dalam berbagai aktivitas perwujudan pembelajaran. dan bertindak. sehat. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepad Tuhan Yang Maha Esa. memiliki rasa ingin tahu. membimbing dan mendidik karakter anak didiknya. Interaksi seseorang dengan orang lain membutuhkan karakter masyarakat dan karakter bangsa. cinta damai. tabiat. “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagaimana telah disampaikan oleh pihak Pusat Kurikulum Kementrian Pendidikan Nasional bahwa wujud pendidikan karakter bangsa bias masuk dalam setiap mata pelajaran sebagai bahan atau media mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. tanggung jawab. cinta tanah air.

pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah. dan warganegara yang religius. melalui mata pelajaran.tersebut dalam kehidupan dirinya. Serta mengembangkan prestasi baru yang menjadi karakter baru bangsa. melakukan proses internalisasi. pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa kini dan masa yang akan dating. Pendidikan adalh juga suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangusngan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik dimasa depan. dan metode belajar dan pembelajaran yang efektif. dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan kebanggan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain. dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat. Pengembangan itu harus dilakukan melalui perencanan yang baik.Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. . Sesuai dengan sifat suatu nilai. Oleh karena itu. Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa. kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. secara aktif peserta didik mengembangkan potensi didirnya. oleh karenanya harus di lakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah. Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarsian budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. sebagai anggota masyarakat. Selain mewariskan. Oleh karena itu. pengembangan pendidikan budaya dan karakter sangat strategis bagi keberklangsungan dan keunggulan bangsa di masa mendatang. serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat. karakter bangsa. nasionalis. pendekatan yang sesuai. produktif dan kreatif. berfungsi mewariskan nilai-nilai dan presatsi masa lalu ke generasi mendatang. Atas dasar pemikiran itu. Berdasarkan pengerian budaya. Pendidikan adalah suatu proses enkulurisasi. dan pendidikan yang telah dikemukakan di atas maka pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya. pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan. menerapkan nilai-nilai.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->