Modul 1 PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

A. Pendahuluan Fakta tentang kualitas gutru menunjukan bahwa sedikitnya 50% guru di Indonesia tidak memiliki kualitas standarisasi pendidikan nasional (SPN). Berdasarkan catatan Human Development Index (HDI), fakta ini menunjukan bahwa mutu guru di Indonesia belum memadai untui melakukan perubahan yang sifatnya mendasar pada pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dari data statistic HDI terdapat 60% guru SD, 40% SMP, 43% SMA, 34% SMK dianggap belum layak untuk mengajar bukan pada bidang studinya. Kualitas SDM guru kita menduduki urutan 109 dari 179 negara di dunia. Untuk itu, perlu dibangun landasan kuat untuk meningkatkan kualitas guru dengan standarisasi rata-rata bukan standarisasi minimal (Toharudin 2006:1). Pernyataan ini juga diperkuat oleh Rektor UNJ sebagai berikut “saat ini baru 50% dari guru se-Indonesia yang memiliki standarisasi dan kompetensi. Kondisi seperti ini masih dirasa kurang. Sehingga kualitas pndidikan kita belum menunjukan peningkatan yang signifikan,” (Sutjipto dalam jurnalnet, 16/10/2005). Fakta lain yang diungkapkan oleh Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, (ketika itu Bapak Prof. Dr. Fasli Djalal), bahwa sejumlah guru mendapatkan nol untuk materi mata pelajaran yang sesungguhnya mereka ajarkan kepada murid-muridnya. Fakta itu terungkap berdasarkan ujian kompetensi yang dilakukan terhadap tenaga kependidikan tahun 2004 lalu. Secara nasional, penguasaan materi keilmuan harus bisa menjadi kompetensi guru. Beliau juga pernah mengatakan skor mentah yang diperoleh guru untuk semua jenis pelajaran juga memperhatinkan. Guru PKN, Sejarah, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, ekonomi, Sosiologi, Geografi, dan Pendidikan Seni hanya mendapatkan skor sekitar 20-an dengan rentang antara 13 hingga 23 dari 40 soal. “Artinya rata-rata nilai yang diperoleh adalah 30 hingga 46 untuk skor nilai tertinggi 100,”(Tempo Interaktif, 5 Januari 2006). Mengacu pada data kasar kondidi guru saat ini tentulah kita sangat prihatin dengan buruknya kompetensi guru itu. Padahal, memasuki tahun 2006 tuntutan minimal kepada siswa untuk memenuhi syarat kelulusan harus menguasi 42,5 %. Untuk itu layak kiranya pada tulisan ini dicari format bagaimanakah seharusnya mengembangkan guru yang professional? B. Guru Sebagai Profesi Djojonegoro (1998:350) menyatakan bahwa profesionalisme dalam suatu pekerjaan atau jabatan ditentukan oleh tiga factor penting, yaitu : 1. Memiliki keahlian khusus yang dipersiapkan oleh program pendidikan keahlian atau spesialisasi. 2. Kemampuan untuk memperbaiki kemampuan (keterampilan dan keahlian khusus) yang memiliki. 3. Penghasilan yang memadai sebagai imbalan terhadap keahlian yang dimiliki itu.

professional dan sosial sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan profesi guru setelah program sarjana D-4. 3. 2. Dalam UU guru dan Dosen disebutkan bahwa kompetensi guru mencakup kompetensi pedagogic. 2. 5. Kompetensi guru untuk melaksanakan kewenangan profesionalnya. Kompetensi Guru Sejalan dengan uraian pengertian kompetensi guru di atas. 3. Usman (1990:4) mengatakan bahwa guru merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. keterampilan guru agar menguasai kompetensi guru dengan mengikuti pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh LPTK. Menuntut tingkat pendidikan yang memadai. Diakui di masyarakat karena memang diperlukan jasanya di masyarakat. 8. yakni kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah yang pelaksanaanya berhubungan dengan tugastugasnya sebagai pengajar. C.Menurut Vollmer & Mills (1991:4) profesi adalah sebuah pekerjaan/jabatan yang memerulkan kemampuan intelektual khusus. Pengembangan Kepribadian. mencakup tiga komponen seagai berikut : 1. Karena itu kompetensi profesionalsime guru dapat diartikan sebagai kemampuan memiliki keahlian dan kewenangan dalam menjalankan profesi keguruan. . Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan. 4. guru dengan siswanya. Pengertian diatas menunjukan bahwa unsur-unsur terpenting dalam sebuah profesi adalah penguasaan sejumlah kompetensi sebagai keahlian khusu. penguasaan. yakni kemampuan guru menguasai pengetahuan serta keterampilan/keahlian kependidikan dan pengetahuan materi bidang studi yang diajarkan. yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus. Kemampuan kognitif. 2. Memiliki obyek tetap seperti dokter dengan pasiennya. Menuntut adanya keterampilan yang mendasarkan pada konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendasar. Sahertian (1990:4) mengatakan kompetensi adalah pemilikan. yang di peroleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan untuk menguasai keterampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu. Kemampuan afektif. 6. kepribadian. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme adalah guru yang kompeten (memiliki kemampuan) di bidangnya. Suatu profesi memiliki persyaratan tertentu. Kompetensi Pribadi meliputi : 1. untuk melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efesien. Memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan Fungsinya. Berinteraksi dan berkomunikasi. Kemampuan psikomotor. yakni kemampuan yang meliputi seluruh fenomena perasaan dan emosi serta sikap-sikap tertentu terhadap diri sendiri dan orang lain. yaitu : 1. 7. Menuntut adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakan.

c. Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu mencakup aspek-aspek : 1. Penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugas sebagai guru. Orang yang menyandang profesi. 2. Penguasaan materi pelajaran. Makmum (1996:82) menyatakan bahwa teacher performance diartikan kinerja guru atau hasil kerja atau penampilan kerja. 3. 4. dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru. Kemampuan Personal Johnson (dalam Sanusi. b. 1991:36) menyatakan bahwa standar umum itu sering dijabarkan sebagai berikut : 1. penghayatan. Kemampuan Sosial 3. Kompetensi Profesional Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. b. 1. Penguasaan proses-proses pendidikan. Penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. b. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan. Kemampuan Personal (pribadi) yang beraspek afektif mencakup : a. . Profesuonal menunjuk pada dua hal. c. Pemahaman. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilaukakn oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Kemampuan Profesional mencakup : a. Kemampuan Sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Melaksanakan tulisan sederhana untuk keperluan pengajaran. 5. Penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti halnya dokter). yaitu : a. Melaksanakan administrasi sekolah.3. Kemampuan professional 2. Penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan keteladanan bagi peserta didik.

kemampuan mengembangkan profesi seperti berfikir kreatif. perlu dikembangkan dan perlu dilakukan dengan tanggungjawab. Meskipun tugas guru lebih sebagai fasilitator. Yang pertama. terjadi pelecehan seksual guru terhadap anak didik. ditekankan adalah guru itu bermoral dab beriman. Pernah terjadi seorang guru beragama berbuat skandal sex dengan muridnya. Kedisiplinan ini memang menjadi kelemahan bangsa Indonesia. tidak disiplin dalam mengoreksi pekerjaan siswa sehingga siswa tidak mendapat masukan dari pekerjaan mereka. jujur. Pendidikan dan perkembangan pengetahuan di Indonesia kurang cepat salah satunya karena disiplin dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam belajar. karyawan. berbudi luhur. Di lapangan sering terlihat beberapa guru tidak disiplin mengatur waktu. reflektif. seenaknya membolos. beriman. guru harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi. tanggung jawab. luwes. Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik. dewasa. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. orangtua murid. Komunikasi yang baik akana membantu proses pembelajaran dan pendidikan terutama pada pendidikan tingkat dasar samapai menengah. guru lain. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain sanagat penting bagi seseorang guru karena tugasnya memang selalu berkaitan dengan orang lain seperti anak didik. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian menurut Suparno (2002:47) adalah mencakup kepribadian yang utuh. Aktualisasi diri yang sangat penting adalah sikap bertanggungjawab. Untuk itu guru sendiri harus hidup dengan kedisiplinan sehingga anak didik dapata meneladanainya. justru ia sendiri tidak bermoral. Disini guru perlu menjadi teladan dalam beriman dan bertaqwa. meski guru sangat disiplin. dapat ambil keputusan dll. kritis. Bila guru tidak percaya akan Allah. Para murid tidak dapat mengerti bahwa seorang guru yang mengajarkan moral. bermoral. sering terjadi guru yang sungguh pandai. sehingga para murid yang lain tidak percaya kepadanya lagi. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan dalam pengalaman. Ketidakdisiplinan guru tersebut membuat siswa ikut-ikutan suka membolos dan tidak tepat mengumpulkan pekerjaan rumah mereka. Seluruh tugas pendidikan dan bantuan kepada anak didik tidak dapat dilakukan seenaknya. tetapi karena kemampuan komunikasi dengan siswa tidak baik. yang perlu diberantas sejak bangku sekolah dasar. 2001). peka. dan terus mau belajar untuk maju. Misalnya. dapat berkomunikasi dengan orang lain. (Depdiknas. mau belajar sepanjang hayat. kemampuan mengaktualisasikan diri seperti disiplin. . ia harus tetap membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan siswa. terbuka. guru tidak mempersiapkan pelajaran dengan baik. Dari pengalaman lapangan pendidikan anaka menjadi rusak karena beberapa guru tidak bertanggungjawab. berwawasaan luas. Syukurlah guru itu akhirnya dipecat dari sekolah. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral. guru meninggalkan kelas seenaknya. tanggung jawab. ia sulit membantu anak didik maju. Kedisiplinan juga menjadi unsur penting bagi seorang guru. maka proses membantu anak didik percaya akan lebih sulit. objektif. maka menjadi sulit untuk dapat embantu anak didik beriman dan bermoral. guru tidak berani mengarahkan anak didik. tetapi tetap bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan siswa. Yang perlu diperhatikan disini adalah. kepala sekolah. dll. Yang kedua.2. tetapi perlu direncanakan. dll.

maka dia akan lebih mudah mengajar pada anak sesuai dengan situasi anak didiknya. Namun yang sangat penting adalah memahami anak secara tepat disekolah yang nyata. Kedua. perkembangan fisik dan psikis anak didik. guru perlu juga menguasai beberapa teori tentang pendidikan terlebih pendidikan di jaman modern ini. dengan semakin mengerti banyak model pembelajaran. Dan yang tidak kalah penting dalam pembelajaran adalah guru dapat membuat evaluasi yang tepat sehingga dapat sungguh memantau dan mengerti apakah siswa sungguh berkembang sperti yang direncanakan sebelumnya. Dengan mengerti bermacam-macam teori pendidikan. guru juga diharpkan memahami bermacam-macam model pembelajaran. 3. Kompetensi Pedadogik Selanjutnya kemampuan pedadogik menurut Suparno (2002:52) disebut juga kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat. Dengan mengerti hal-hal itu guru akan mudah mengerti kesulitan dan kemudahan anak didik dalam belajar dan mengembangkan diri. Untuk itu diperlukan pendekatan yang baik. Di jaman kemajuan ilmu pengetahuan sangat cepat seperti sekarang ini. Pertama. karakter tingkat pemikiran . Guru bila tidak ingin ketinggalan jaman dan juga dapat membantu anak didik terus terbuka terhadap kemajuan pengetahuan. Oleh karena guru dapat membantu teori-teori itu sehingga cocok dengan situasi anak didik yang diasuhnya. Guru tidak boleh berhenti belajar karena merasa sudah lulus sarjana. Untuk itu guru diharapkan memiliki kreatifitas untuk selalu menyesuaikan teori yang digunakan dengan situasi belajar siswa secara nyata. menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkembangan siwa. mengerti bebrapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa. serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa. diharapkan guru dapat memlih mana yang paling baik untuk membantu perkembangan anak didik. sngat jelas bahwa guru perlu mengenal anak didik yang mau dibantunya. Apakah proses pendidikan sudah dilaksanakan dengan baik dan membantu anak berkembang secara efesien dan efektif. tahu ilmu psikologi anak dan perkembangan anak tahu bagaimana perkembangan pngetahuan anak. . cirri anak didik dan perkembangannnya. adalah sikap mau memngembangkan pengetahuan. Guru diharapkan memahami sifat-sifat. Oleh karena sistem pendidikan di Indonesia lebih dikembangkan kearah pendidikan yang demokratis mak teori dan filsafat pendidikan yang lebih bersifat demokratis perlu didalami dan dikuasai. Ketiga. mau tidak mau harus mengembangkan sikap ingin terus maju dengan terus belajar. Dengan demikian guru akan lebih mudah membantu siswa berkembang.Yang ketiga. guru dituntut untuk terus belajar agar pengetahuannya tetap segar. Biasanya selama kuliah di FKIP guru mendalami teori-teori psikologi tersebut.

dan Menilai proses serta hasil pembelajaran. 1998). raga. sedangkan yang lainnya biasa atau bahkan kurang. bergaul. Menguasai bahan pembelajaran. Menurut Gadner (1983) dalam Sumardi (Kompas. 3. Banyak orang sukses yang kalau kita cermati ternyata mereka memiliki kemampuan bekerjasama. dan 4. lebih khusus lagi kecerdasan emosi atau emotional intelligence (Goleman. Dari uraian dan contoh-contoh di atas dapat kita singkatkan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang berkomunikasi. kita perlu tahu target atau dimensi-dimensi .Kompetensi professional meliputi : 1. alam dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gardner. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial meliputi : 1.1994). Sehubungan dengan apa yang dikatakan oleh Amstrong itu ialah bahwa walau kita membahas dan berusaha mengembangkan kecerdasan sosial. beberapa kecerdasan itu bekerja secara padu dan silmultan ketika seseorang berfikir dan atau mengerjkan sesuatu (Amstrong. 5. Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari Sembilan kecerdasan (logika. ruang. Memiliki toleransi pada orang lain. Inilah kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seseorang pendidik yang diamanatkan oleh UU Guru dan Dosen. 1995). Kecerdasan lain yang terkait erat dengan kecerdasan social adalah lecerdasan pribadi (personal intelligence). 2. Hali ini sejalan dengan kenyataan bahwa dewasa ini banyak muncul berbagai masalah social kemasyarakatan yang hanya dapat dipahami dan dipecahkan melalui pendekatan holistic. dan member kepada oranglain. Kecerdasan sosial juga berkaitan erat dengan kecerdasan keuangan (Kiyosaki. Untuk Mengembangkan kompetensi sosial seseorang pendidik. kita tidak boleh melepaskannya dengan kecerdasankecerdasan yang lain. Banyak orang yang terkerdilkan kecerdasan sosialnya karena impitan kesulitan ekonomi. Melaksanakan program pembelajaran. 4. Mampu bekerja sama dengan orang lain. atau pendekatan multidisplin. pendekatan komprehensif. 4. 18 Maret 2006) kompetensi sosial itu sebagai social intelligence atau kecerdasan sosial. 3. bahasa. Menguasai landasan pendidikan. music. bekerjasama. atau perusahan. Memiliki empati pada orang lain. mungkin beberapa di antaranya menonjol. lembaga. 2. Menyusun program pembelajaran. pribadi. berempati dan pengendalian diri yang menonjol. yang pada gilirannya harus dapat ditularkan kepada anak-anak didiknya. Uniknya lagi. Semua kecerdasan itu dimiliki oleh seseorang. Dewasa ini mulai disadari betapa pentingnya peran kecerdasan sosial dan kecerdasan emosi bagi seseorang dalam usahanya meniti karir di masyarakat. Memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kompetensi yang lain. Hanya saja.

yaitu : 1. Jumlah guru di Indonesia saat ini 2. Topic-topik ini dapat dikembangkan manjadi materi ajar yang dikaitkan dengan kasus-kasus yang actual dan relevan atau kontekstual dengan kehidupan masyarakat kita. 13. serta tidak dapat dipisahkan antara satu komponen dengan komponen yang lainnya. 3. bahwa pekerjaan/jabatan guru adalah sebagai profesi yang layak mendaoatkan penghargaan. 4. 9. Dari uraian tentang profesi dan kompetensi guru. dan kurikulum merupakan tiga komponen utama pendidikan. Kerja tim. ada 15 yang dapat dimasukan kedalam dimensi kompetensi sosial. Menerima perbedaan. dan hnaya sebagian kecil guru dari sekolah negeri dan sekolah elit yang hidup berkecukupan. Dari ketiga komponen tersebut. Peran dalam kegiatan kelompok. dapat kita saring dari konsep life skill (www. Kepemimpinan. Memimpikan Guru yang Profesional Untuk memperbaiki kualitas pendidikan pemerinath telah memberikan perhatian khusus merumuskan sebuah Undang-undang yang mengatur profesi guru dan dosen. Sertifikasi kompetensi guru sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang ini menyisakan persoalan sebagaimana disampaikan Mendiknas pada media masa saat pengesahan ndang-Undang ini. faktor gurulah yang dinilai sebagai . Kerja sama.lifeskill4kids. Melihat peluang. jauh dari cukup sehingga tidak sedikit guru yang mencari tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. menjadi jelas. peserta didik.2 juta orang. misalnya. Berempati. Berbagi. 15.kompetensi ini. 6. Dalam pembahasan rancangan Undang-undang ini (hingga disahkan pada 6 desember 2005) terisrat keinginan Pemerintah untuk memperbaiki wajh suram nasib guru dari sisi kesejahteraan dan profesionalisme. Kelima belas kecerdasan hidup ini dapat dijadikan topic silabus dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi sosial bagi para pendidik dan calon pendidik.com) dari 35 life skill atau kecerdasan hidup itu. Ketiga komponen ini saling terkait dan saling mempengaruhi. Beberapa dimensi ini. Relawan sosial. 8. Solusi konflik. Kepedulian kepada sesame. 10. 11. dan menjadikan profesi ini menjadi piliha utama bagi generasi guru berikutnya (Situmorang dan Budyato 2005:1). 12. Toleransi. dan Komunikasi. Tanggung jawab sebagai warga. Kedewasaan dalam berkreasi. baik financial maupun non financial. 5. 14. Sejak awal gagasan pembuatan RUU Guru dan Dosen dilatarbelakangi oleh komitmen bersama untuk mengangkat martabat guru dalam memajukan pendidikan nasional. Mengandalkan penghasilan dan profesi guru. Guru. 2. D. 7. antara lain kesepahaman akan ukuran uji kompetensi guru.

strategi. mengawali dengan satu pertanyaan menggelitik “what is teacher?”. guru memang dikenal sebagai salah satu jenis dari sekian banyak pekerjaan (occupation) yang memerlukan bidang keahlian khusus. . serta melakukan tulisan dan pengabdian kepada masyarakat. dalam tulisannya bertajuk “The teachers as a Decision Maker”. baik yang terdapat di dalam kurikulum nasional maupun kurikulum lokal. yang ditandai dengan adanya standar kompetensi tertentu. Keempat. Dalam dunia yang sedemikian maju. memerlukan persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mengerjakan pekerjaan profesional tersebut. Ketiga. Kedua. insinyur dan bidang pekerjaan lain yang memerlukan bidang leahlian yang lebih spesifik. juga berfungsi untuk meyakinkan agar para anggotanya menyelenggarakan layanan keahlian yang terbaik yag dapat diberikan (Suparlan. guru harus memiliki kemampuan profesionalisme yang handal tersebut tidak dibawa sejak lahir oleh calon guru. Guru merupakan tenaga profesional dalam bidang pemndidikan dan pengajaran. sehingga yang dianggap kompetitiflah yang dieprbolehkan dalam melaksanakan bidang pekerjaan tersebut. Profesionalisme menunjuk kepada derajat atau tingkat kinerja seseorang sebagai seorang profesionals dalam melaksanakan profesi yang mulia itu. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. Dedi Supriadi dalam bukunya yang bertajuk “Mengangkat Citra dan Martabat Guru” telah menjelaskan (secara amat jelas) tentang makna profesi. karena di tangan para grurulah proses belajar dan mengajar dilaksanakan. semua bidang pekerjaan memerlukan adanya spesialisasi. tanggung jawab. tetapi harus dibangun. memliki organisasi profesi uang disamping melindungi kepentingan anggotanya. Demikian pula. profesinalisme. kebijakan. termasuk guru. atau dia bekerja secara profesional. profesional. dipupuk dan dikembangkan melalui suatu proses. Untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar secara efektif. James M. strategi. memiliki mekanisme yang diperlukan untuk melakukan seleksi secara efektif. Cooper menjawab pertanyaan itu dengan menjelaskan tentang guru dari aspek pelaksanaan tugasnya sebagai tenaga profesionalisme. bidang ilmu yang menjadi landasan teknik dan prosedur kerja yang unik. melakukan pembimbingan dan pelatihan. Soerjadi (2001:1-2) menyebutkan beberapa persayaratan suatu pekerjaan disebut sebagai profesi. seorang profesional muda. kebijakan dan program yang tepat. dibentuk. dan kesetian terhadap pekerjaanya. seperti dokyer. Pertama.satu faktor yang paling penting dan strategis. menilai hasil pembelajaran. 2004:2). Proses. Sebagai tenaga profesional. Westby-Gybson (1965). Kelima. adanya pengakuan oleh masyarakat dan pemerintah mengenai bidang layanan tertentu dengan kualifikasi tertentu yang berbeda dengan profesi yang lain. Sebagai contoh. dan program pembinaan guru di masa lalu perlu dirumuskan kembali (Suparlan 2006:1). baik di dalam dan di luar sekolah dengan menggunakan bahan ajar. Cooper. dan prefosionalitas sebagai berikut ini profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”.

Artinya. Standar Pengembangan Karier Guru Mutu pendidikan amat ditentukan oleh kualitas gurunya.Profesionalsime guru didukung oleh tiga hal. Untuk menggambarkan guru profesional. yang dengan Undang-Undang yang kurang baik sekalipun akan dapat dihasilkan keputusan yang baik. yang penyting bukan membangun gedung sekolah atau sarana dan prasarananya. aspek guru masih lebih penting dibandingkan aspek kurikulum. dan belajar dari peglamannya. Sama dengan manuisa dengan senjatanya. mengasyikan. maka kaidah itu dapat dianalogikan dengan pentingnya guru. guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. dan 3. Kterampilan (Supriadi 1998:96). Hal ini hanya dapat dilakukan oleh guru yang bermutu. pemerintah sejak lama berupaya untuk merumuskan perangkat standar kompetensi guru. Belajar dapat dilakukan dimana saja. Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik. tetapi guru tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh siapa atau alat apapun juga. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswa. Ketiga. Kelima. Komitmen. yakni dengan ungkapan bijak berilah aku guru yang baik. yakni : 1. Kedua. dan dengan kurikulum yang kurang baik. guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. yang terpenting adalah manusianya. guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Mendiknas memberikan pengawasan bahwa “guru yang utama” (Republika 10 Febuari 2003). Sebagai salah satu komponen utama pendidikan. Bagi guru hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Untuk membangun pendidikan yang bermutu. melainkan harus dengan upaya peningkatan proses pengajaran dan pembelajaran yang berkualitas. guru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. Dapat dianalogikan dengan pentingnya hakim dan Undang-Undang. dan mencerdasakan. Hal yang sama. Keahlian 2. Pertama. berilah aku hakim jaksa yang baik. yakni proses pembelajaran yang menyenangkan. guru menguasai secara mendalam bahan/materi pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada para siswa. maka guru tersebut dapat disebut sebagai tenaga dan pendidik yang benar-benar professional dalam menjalankan tugasnya (Supardi 2003:14). mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar. Supriadi mengutip laporan dari Jurnal Educational Leadership edisi Maret 1993. Keempat. yang menyatakan bahwa. E. bahwa guru profesional dituntut memiliki lima hal. misalnya di PGRI dan organisasi profesi lainnya. guru harus memliki tiga kualifikasi dasar : . Apabila kelima hal tersebut dapat dimiliki oleh guru. bahwa aspek kualitas hakim dan jaksa masih jauh lebih penting dibandingkan dengan aspek undang-undangnya. “man behind the gun”.

terkenal wacana akademis tentang apa yang disebut sebagai Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi atau Competency-based Training and Education (CBTE). dan nilai-nilai yang ditunjukan oleh guru dalam konteks kinerja tugas yang diberikan kepadanya. Menguasai materi atau bahan ajar. namun masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan. Sementara itu. Berdasarkan pengertian tersebut. Ketidakmampuan LPTK ternyata memang diluar tanggung jawabnya. LPTK mengalami kesulitan besar ketika dihadapkan kepada masalah kualitas calon mahasiswa kelas dua yang akan dididik menjadi guru. karena melibatkan banyak komponen. karena masalah rendahnya mutu calon guru itu lebih disebabkan oleh rendahnya penghargaan terhadap profesi guru. Antusiasme. Pada akhirnya orang mudah menebak. Dua decade kemudian. yakni meningkatkan dedikasi dan kompetensi guru. and values displayed in the contex of task performance”. Disamping itu. keterampilan. Gaji dan penghargaan guru belum dapat disejajarkan dengan profesi lain. dan 3. gaji dan dedikasi terkait erat dengan factor lain yang bernama kompetensi professional. Pekerjaan besar ini dimulai dari proses yang menjadi tugas lembaga pendidikan yang dikenal dengan LPTK. 2. selain memang harus dipikirkan sungguh-sungguh upaya dengan meningktakan gaji dan penghargaan terhadap guru. keterampilan. Numun. . attitude. Direktorat Profesi Pendidik Ditjen PMPTK. Sejalan dengan definisi tersebut. skill. karena inidkasi adanya mutu profsionalisme guru masih rendah. Ternyata. menjelaskan bahwa “Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak”. Gaji aakan mengikuti dedikasi. Bahkan mereka mendambakan adanya satu instrument atau alat ukur yang akan mereka gunakan dalam melaksanakan skill audit dengan tujuan untuk menentukan tingkat kompetensi guru di daerah masing-masing. tim itu telah dapat menghasilkan rendahnya kompetensi guru. Terjadilah lingkaran setan yang sudah diketahui sebab dan akibatnya. Pada saat itu Direktorat Pendidikab Guru dan Tenaga Teknis (Diguntentis) Dikdasmen pernah mengeluarkan “buku saku berwarna biru” tentang “sepuluh kompetensi guru”.1. Penuh kasih saying (loving) dalam mengajar dan mendidik (Mas’ud 2003:194). Apakah yang dimaksud kompetensi? Istilah kompetensi memang bukan hal yang baru. sikap. direktorat Tenaga Pendidikan (Dit-Tendik). ada orang yang berpendapat bahwa antara gaji dan dedikasi tidak dapat dipisahkan. para penyelenggara pendidikan di Kabupaten/Kota telah menunggu kelahiran Kompetensi guru itu. Peningkatan mutu guru merupakan upaya yang amat kompleks. Banyak orang yang menganggap bahwa gaji dan penghargaan terhadap guru menjadi penyebab atau causa primanya. Jadi. Pada tahu 70-an. Untuk menjelaskan pengertian tentang kompetensi itulah maka Gronzi (1997) dan Hager (1995) menjelaskan bahwa “An integrated view sees competence as a complex combination of knowledge. nama baru Dikgutentis telah membentuk satu tim Penyusun Kompetensi guru yang beranggotakan anggota pakar pendidikan yang bergabung dalam Konsorsium Pendidikan untuk menghasilkan produk kompetensi guru. standar kompetensi guru diartikan sebagai ‘satu ukuran yang ditentukan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugas. Setelah sekitar dua tahun berjalan. Secara sederhana dapat diartikan bahwa kompetensi guru meruoakan kombinasi kompleks dari pengetahuan. kualifikasi. karena pada akhirnya masalah duit atau gaji dan penghargaan.

6. Penilaian prestasi belajar peserta didik. PGPS sering diplesetkan menjadi ‘pinter goblok penghasilan sama’ atau ‘pandai pander penghasilan sama’. 2. Pemahaman wawasan kependidikan. ada sebagian kecil guru yang karena kapasitas pribadinya atau karena factor lainnya dapat berubah atau meningkat karirnya menjadi kepala desa. inovasi. PMPTK. Pengembangan profesi.dan jenjang pendidikan’ (Direktorat Profesi Pendidik. dan 3. 4. Mengingat kondisi itulah maka pada tahun 1970-an dan 1980-an telah mendirikan beberapa lembaga pendidikan dan pelatihan yang bernama Balai Penataran guru (BPG). yaitu : 1. F. dan bahkan menjadi tenaga structural di dinas pendidikan. Meningkatkan kinerja guru dalam bentuk kreatifitas. Direktorat Tendik 2003:5). Pelaksanaan tidak lanjut hasil penilaian hasil belajar peserta didik. Pengelolan pembelajaran. yakni : 1. yang . keterampilan. Kepala sekolah sering terpaksa menandatangani usul kenaikan pangkat guru hanya karena factor ‘kasihan’. 2. Sedang sebagian besar lainnya mengalami nasib yang tidak menentu. Diten PMPTK. Oleh karena itu. 3. Ketiga standar kompetensi tersebut dijiwai oleh sikap dan kepribadian yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas guru sebagai tenaga profesi. dan tanggung jawab seseuai dengan profesinya (Direktorat Profesi Pendidik. anggota legislative. kemandirian. Standar kompetensi Guru bertujuan untuk memperoleh tujuan baku dalam pengukuran kinerja guru untuk mendapatkan jaminan kualitas proses pembelajaran (SKG. ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi. Pelaksanaan kenaikan pangkat guru dengan system kreditpun sama. Standar kompetensi guru terdiri atas tiga komponen ynang saling mengait. antara lain karena belum ada kejelasan tentang standar pengembangan karir mereka. Pelaksanaan interaksi belajar mengajar. Penyusunan rencana pembelajaran. Menjadi tolak ukur semua pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan dalam rangka pembinaan. pembinaan guru diatur secara terpusat oleh pemerintah. Disamping itu standar kompetensi guru bermanfaat untuk : 1.2005). Ketiga komponen masing-masing terdiri atas dua kemampuan. peningkatan kualitas dan penjenjangan karier guru. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui PGPS (Peraturan Gaji Pegawai Sipil) dan ketentuan lain tentang kenaikan pangkat dengan system kredit. 2. 7. Standar kompetensi guru SKS memliki tujuan dan manfaat ganda. Pengembangan Karier Guru Pada era sentralisasi pendidikan. 2005). Pengembangan profesi. dan Penguasaan bahan kajian akademik. Dengan kondisi seperti itu. Penguasan akademik. 5. Dalam pelaksanaan di lapangan ketentuan tersebut berjalan dengan berbagai penyimpangan.

G. dan Latihan Kerja Pengawas Sekolah (LKPS) untuk pengawas sekolah. 4. seminar. 2. kecamatan. 3. Kegiatan itu pada umumnya dirancang oleh Direktorat-direktorat di bawah direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah sekarang LPMP dan P4TK berada dibawah Dirjen PMPTK Regionregion penataran telah dibentuk di berbagai kawasan Indonesia dengan melibatkan antara direktorat terkait dengan lembaga diklat (preservice training) dan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) sebagai lembaga preservice training. dan sekolah. Hal tersebut merupakan upaya untuk mengatasi. 5. yakni guru baru sebatas ditatar ditingkat kecamatan atau sekolah. yakni tempat bertemunya para guru berdiskusi atau mengikuti penataran tingkat kabupaten atau sekolah. paling tidak mengurangi maslah budaya dan karakter bangsa yang menimpa generasi muda yang akhir-akhir ini mengalami kemerosotan. Selain itu. Salah satu pola pembinaan guru melalui diklat ini adalah mengikuti pola Pembinaan Kegiatan guru (PKG). yang system penyelenggaraan diklatnya dinilai melibatkan elemen pendidikan yang lebih luas. guru instruktur yang diberi tugas untuk mengelola sanggar PKG. Instruktur. serta melibatkan juga peranan lembaga pendidikan sekolah sebagai on the job training yang dibina langsung oleh kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang ada regionnya masing-masing. Guru inti. para guru memiliki wadah pembinaan professional melalui organisasi yang dikenal dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Sebagian besar instruktur ini juga telah memperoleh pengalaman mengikuti penataran di luar negri. Kepala sekolah. bahkan sudah dilaksnakan di beberapa sekolah. Melalui pola PKG ini. 6. Guru biasa. dan Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) yang sekarang menjadi Pusat Pengembangan Profesi pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) untuk berbagai mata pelajaran dan bidang keahlian di beberapa daerah Indonesia.sekarang menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di setiap provinsi. Pada tahun 1970-an kegiatan ‘up-grading’ guru mulai gencar dilaksanakan di BPG dan PPPG. Melalui pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab sebagai masalah budaya dan karakter bangsa. Pengelola sanggar. Pendidikan dianggap sebagai sebuah upaya yang bersifat preventif dalam membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. guru yang telah ditatar ditingkat provinsi atau nasional dan memperoleh predikat sebagai penatar di tingkat kabupaten. . Penerapan Pendidikan Karakter Bangsa dalam Kegiatan Pembelajaran Pendidikan berbasis karakter bangsa kini menjadi pembahasan hangat di media masa. yakni instruktur yang telah diangkat untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah. Pengawas sekolah. sementara kepala sekolah aktif dalam kegiatan Latihan Kerja Kepala Sekolah (LKKS). guru yang telah mengikuti kegiatan diklat TOT (training of trainer) di tingkat pusat atau nasional dan memperoleh prediakt sebagai penatar di tingkat provinsi. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagian besar dilaksanakan di suatu sanggar yang disebut dengan PKG. satu jenjang fungisonal bagi guru yang telah menjabat sebagai kepala sekolah. para guru dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1.

membimbing dan mendidik karakter anak didiknya. dan budaya bangsa. Guru tidak perlu mengubah pokok bahasan itu untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam setiap kegiatan pembelajaran. cinta tanah air. pengembangan karakter bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu seseorang. tabiat. mandiri dan menjadi warga Negara yang deokratis serta bertanggung jawab”. . Dengan kata lain. maupun pemerintah. Atas dasar pemikiran itu. Melalui Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dirumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. akhlak. pengembangan budaya dan karakter bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan social. atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang. tanggung jawab. berfikir. Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indionesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. bersikap. kreatif. gemar membaca. Guru sebagai salah satu komponen di dunia pendidikan memiliki peran yang strategis dalam membantu. rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan karakter bangsa. mendidik budaya dan karakter bangsa adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri peserta didik melalui pendidikan hati. Nilai karakter bangsa yang perlu dikembangkan dalam diri peserta didik sebagaimana sebagai anjuran pihak pemerintah yaitu : religious. cakap. berakhlak mulia. dan hormat kepada orang lain. maka pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan social dan budaya yang bersangkutan. peduli social. menghargai prestasi. toleransi. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepad Tuhan Yang Maha Esa. jujur. karena manusia hidup dalam lingkungan social dan budaya tertentu. dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam praktik di sekolah/kelas. cinta damai. demokratis. Guru dapat menerapkannya dalam berbagai aktivitas perwujudan pembelajaran. budaya masyarakat. Akan tetapi. pendekatan yang sesuai. displin. kerja keras. Karakter adalah watak. mandiri. peduli lingkungan. dapat dipercaya. memiliki rasa ingin tahu. jadi pendidikan budaya dan karakter bangsa haruslah berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Lingkungan social dan budaya bangsa adalah pancasila. Interaksi seseorang dengan orang lain membutuhkan karakter masyarakat dan karakter bangsa. Oleh karena itu. pelaksanaan pendidikan harus dilakukan melalui perencanaan yang baik. melalui upaya itu kiranya dapat terwujud. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebjutkan. telah lahir berbagai bentuk kepedulian baik dari masyarakat. Artinya. “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu. sehat. Melalui usaha bersama semua guru dan pemimpin sekolah. bersahabat/komunitatif. dan metode belajar serta pembelajaran yang efektif. dan bertindak. berilmu. kreatif. Berbagai upaya pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa telah dilakukan pemerinath. otak dan fisik. Sebagaimana telah disampaikan oleh pihak Pusat Kurikulum Kementrian Pendidikan Nasional bahwa wujud pendidikan karakter bangsa bias masuk dalam setiap mata pelajaran sebagai bahan atau media mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. semangat kebangsaan.Melihat sebgai realita yang ada. melalui semua mata pelajaran.

melakukan proses internalisasi.tersebut dalam kehidupan dirinya. serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat. kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. Pengembangan itu harus dilakukan melalui perencanan yang baik. pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. dan metode belajar dan pembelajaran yang efektif. melalui mata pelajaran. pengembangan pendidikan budaya dan karakter sangat strategis bagi keberklangsungan dan keunggulan bangsa di masa mendatang. dan pendidikan yang telah dikemukakan di atas maka pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya. Berdasarkan pengerian budaya. nasionalis.Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat. Oleh karena itu. menerapkan nilai-nilai. . Serta mengembangkan prestasi baru yang menjadi karakter baru bangsa. Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarsian budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah. oleh karenanya harus di lakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah. pendekatan yang sesuai. dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah. berfungsi mewariskan nilai-nilai dan presatsi masa lalu ke generasi mendatang. Sesuai dengan sifat suatu nilai. secara aktif peserta didik mengembangkan potensi didirnya. Oleh karena itu. Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa. Selain mewariskan. pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa kini dan masa yang akan dating. karakter bangsa. pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan. Pendidikan adalh juga suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangusngan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik dimasa depan. Pendidikan adalah suatu proses enkulurisasi. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan kebanggan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain. Atas dasar pemikiran itu. sebagai anggota masyarakat. dan warganegara yang religius. produktif dan kreatif.