Modul 1 PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

A. Pendahuluan Fakta tentang kualitas gutru menunjukan bahwa sedikitnya 50% guru di Indonesia tidak memiliki kualitas standarisasi pendidikan nasional (SPN). Berdasarkan catatan Human Development Index (HDI), fakta ini menunjukan bahwa mutu guru di Indonesia belum memadai untui melakukan perubahan yang sifatnya mendasar pada pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dari data statistic HDI terdapat 60% guru SD, 40% SMP, 43% SMA, 34% SMK dianggap belum layak untuk mengajar bukan pada bidang studinya. Kualitas SDM guru kita menduduki urutan 109 dari 179 negara di dunia. Untuk itu, perlu dibangun landasan kuat untuk meningkatkan kualitas guru dengan standarisasi rata-rata bukan standarisasi minimal (Toharudin 2006:1). Pernyataan ini juga diperkuat oleh Rektor UNJ sebagai berikut “saat ini baru 50% dari guru se-Indonesia yang memiliki standarisasi dan kompetensi. Kondisi seperti ini masih dirasa kurang. Sehingga kualitas pndidikan kita belum menunjukan peningkatan yang signifikan,” (Sutjipto dalam jurnalnet, 16/10/2005). Fakta lain yang diungkapkan oleh Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, (ketika itu Bapak Prof. Dr. Fasli Djalal), bahwa sejumlah guru mendapatkan nol untuk materi mata pelajaran yang sesungguhnya mereka ajarkan kepada murid-muridnya. Fakta itu terungkap berdasarkan ujian kompetensi yang dilakukan terhadap tenaga kependidikan tahun 2004 lalu. Secara nasional, penguasaan materi keilmuan harus bisa menjadi kompetensi guru. Beliau juga pernah mengatakan skor mentah yang diperoleh guru untuk semua jenis pelajaran juga memperhatinkan. Guru PKN, Sejarah, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, ekonomi, Sosiologi, Geografi, dan Pendidikan Seni hanya mendapatkan skor sekitar 20-an dengan rentang antara 13 hingga 23 dari 40 soal. “Artinya rata-rata nilai yang diperoleh adalah 30 hingga 46 untuk skor nilai tertinggi 100,”(Tempo Interaktif, 5 Januari 2006). Mengacu pada data kasar kondidi guru saat ini tentulah kita sangat prihatin dengan buruknya kompetensi guru itu. Padahal, memasuki tahun 2006 tuntutan minimal kepada siswa untuk memenuhi syarat kelulusan harus menguasi 42,5 %. Untuk itu layak kiranya pada tulisan ini dicari format bagaimanakah seharusnya mengembangkan guru yang professional? B. Guru Sebagai Profesi Djojonegoro (1998:350) menyatakan bahwa profesionalisme dalam suatu pekerjaan atau jabatan ditentukan oleh tiga factor penting, yaitu : 1. Memiliki keahlian khusus yang dipersiapkan oleh program pendidikan keahlian atau spesialisasi. 2. Kemampuan untuk memperbaiki kemampuan (keterampilan dan keahlian khusus) yang memiliki. 3. Penghasilan yang memadai sebagai imbalan terhadap keahlian yang dimiliki itu.

yakni kemampuan guru menguasai pengetahuan serta keterampilan/keahlian kependidikan dan pengetahuan materi bidang studi yang diajarkan. Diakui di masyarakat karena memang diperlukan jasanya di masyarakat. Kemampuan kognitif. yakni kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah yang pelaksanaanya berhubungan dengan tugastugasnya sebagai pengajar.Menurut Vollmer & Mills (1991:4) profesi adalah sebuah pekerjaan/jabatan yang memerulkan kemampuan intelektual khusus. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya. 7. kepribadian. keterampilan guru agar menguasai kompetensi guru dengan mengikuti pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh LPTK. Karena itu kompetensi profesionalsime guru dapat diartikan sebagai kemampuan memiliki keahlian dan kewenangan dalam menjalankan profesi keguruan. Kompetensi guru untuk melaksanakan kewenangan profesionalnya. 2. . Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan. 3. Kemampuan afektif. Dalam UU guru dan Dosen disebutkan bahwa kompetensi guru mencakup kompetensi pedagogic. yaitu : 1. Memiliki obyek tetap seperti dokter dengan pasiennya. 4. 8. C. professional dan sosial sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan profesi guru setelah program sarjana D-4. Menuntut tingkat pendidikan yang memadai. guru dengan siswanya. Pengertian diatas menunjukan bahwa unsur-unsur terpenting dalam sebuah profesi adalah penguasaan sejumlah kompetensi sebagai keahlian khusu. yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus. 2. Memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan Fungsinya. Menuntut adanya keterampilan yang mendasarkan pada konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendasar. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme adalah guru yang kompeten (memiliki kemampuan) di bidangnya. yang di peroleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan untuk menguasai keterampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu. untuk melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efesien. 2. penguasaan. Usman (1990:4) mengatakan bahwa guru merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. 5. Pengembangan Kepribadian. mencakup tiga komponen seagai berikut : 1. Suatu profesi memiliki persyaratan tertentu. Menuntut adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakan. 6. 3. Kompetensi Pribadi meliputi : 1. Kemampuan psikomotor. Kompetensi Guru Sejalan dengan uraian pengertian kompetensi guru di atas. Sahertian (1990:4) mengatakan kompetensi adalah pemilikan. Berinteraksi dan berkomunikasi. yakni kemampuan yang meliputi seluruh fenomena perasaan dan emosi serta sikap-sikap tertentu terhadap diri sendiri dan orang lain.

penghayatan. 3. Kemampuan Sosial 3. 1. Penguasaan proses-proses pendidikan. Makmum (1996:82) menyatakan bahwa teacher performance diartikan kinerja guru atau hasil kerja atau penampilan kerja. 2.3. Penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugas sebagai guru. b. Kemampuan Profesional mencakup : a. Pemahaman. yaitu : a. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan. . Penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu mencakup aspek-aspek : 1. Kemampuan Personal (pribadi) yang beraspek afektif mencakup : a. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilaukakn oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. b. 1991:36) menyatakan bahwa standar umum itu sering dijabarkan sebagai berikut : 1. Melaksanakan administrasi sekolah. Kompetensi Profesional Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Kemampuan Sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Melaksanakan tulisan sederhana untuk keperluan pengajaran. Penguasaan materi pelajaran. Orang yang menyandang profesi. b. Kemampuan Personal Johnson (dalam Sanusi. c. dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru. 5. Profesuonal menunjuk pada dua hal. Kemampuan professional 2. Penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan keteladanan bagi peserta didik. Penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti halnya dokter). 4. c.

justru ia sendiri tidak bermoral. kepala sekolah. Kedisiplinan ini memang menjadi kelemahan bangsa Indonesia. Dari pengalaman lapangan pendidikan anaka menjadi rusak karena beberapa guru tidak bertanggungjawab. maka proses membantu anak didik percaya akan lebih sulit. dan terus mau belajar untuk maju. ia harus tetap membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan siswa. seenaknya membolos. guru tidak berani mengarahkan anak didik. 2001). terjadi pelecehan seksual guru terhadap anak didik. jujur. objektif. Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik. maka menjadi sulit untuk dapat embantu anak didik beriman dan bermoral. tetapi perlu direncanakan. tanggung jawab. berbudi luhur. tidak disiplin dalam mengoreksi pekerjaan siswa sehingga siswa tidak mendapat masukan dari pekerjaan mereka. Syukurlah guru itu akhirnya dipecat dari sekolah. beriman. dewasa.2. Meskipun tugas guru lebih sebagai fasilitator. Seluruh tugas pendidikan dan bantuan kepada anak didik tidak dapat dilakukan seenaknya. berwawasaan luas. karyawan. Yang pertama. ia sulit membantu anak didik maju. tanggung jawab. tetapi karena kemampuan komunikasi dengan siswa tidak baik. peka. dapat ambil keputusan dll. perlu dikembangkan dan perlu dilakukan dengan tanggungjawab. guru harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi. sering terjadi guru yang sungguh pandai. kemampuan mengembangkan profesi seperti berfikir kreatif. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral. (Depdiknas. dll. mau belajar sepanjang hayat. Yang kedua. kemampuan mengaktualisasikan diri seperti disiplin. dapat berkomunikasi dengan orang lain. . sehingga para murid yang lain tidak percaya kepadanya lagi. Di lapangan sering terlihat beberapa guru tidak disiplin mengatur waktu. ditekankan adalah guru itu bermoral dab beriman. Misalnya. guru meninggalkan kelas seenaknya. kritis. Kedisiplinan juga menjadi unsur penting bagi seorang guru. Yang perlu diperhatikan disini adalah. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain sanagat penting bagi seseorang guru karena tugasnya memang selalu berkaitan dengan orang lain seperti anak didik. Pernah terjadi seorang guru beragama berbuat skandal sex dengan muridnya. Disini guru perlu menjadi teladan dalam beriman dan bertaqwa. dll. Ketidakdisiplinan guru tersebut membuat siswa ikut-ikutan suka membolos dan tidak tepat mengumpulkan pekerjaan rumah mereka. luwes. Bila guru tidak percaya akan Allah. meski guru sangat disiplin. Aktualisasi diri yang sangat penting adalah sikap bertanggungjawab. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan dalam pengalaman. orangtua murid. guru tidak mempersiapkan pelajaran dengan baik. yang perlu diberantas sejak bangku sekolah dasar. Para murid tidak dapat mengerti bahwa seorang guru yang mengajarkan moral. terbuka. tetapi tetap bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan siswa. Pendidikan dan perkembangan pengetahuan di Indonesia kurang cepat salah satunya karena disiplin dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam belajar. guru lain. Untuk itu guru sendiri harus hidup dengan kedisiplinan sehingga anak didik dapata meneladanainya. Komunikasi yang baik akana membantu proses pembelajaran dan pendidikan terutama pada pendidikan tingkat dasar samapai menengah. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian menurut Suparno (2002:47) adalah mencakup kepribadian yang utuh. bermoral. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. reflektif.

Oleh karena guru dapat membantu teori-teori itu sehingga cocok dengan situasi anak didik yang diasuhnya. guru perlu juga menguasai beberapa teori tentang pendidikan terlebih pendidikan di jaman modern ini. Dengan demikian guru akan lebih mudah membantu siswa berkembang. guru dituntut untuk terus belajar agar pengetahuannya tetap segar. Kompetensi Pedadogik Selanjutnya kemampuan pedadogik menurut Suparno (2002:52) disebut juga kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat. guru juga diharpkan memahami bermacam-macam model pembelajaran. serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa. Guru tidak boleh berhenti belajar karena merasa sudah lulus sarjana. Untuk itu guru diharapkan memiliki kreatifitas untuk selalu menyesuaikan teori yang digunakan dengan situasi belajar siswa secara nyata. Kedua. Dengan mengerti hal-hal itu guru akan mudah mengerti kesulitan dan kemudahan anak didik dalam belajar dan mengembangkan diri. Biasanya selama kuliah di FKIP guru mendalami teori-teori psikologi tersebut. Guru bila tidak ingin ketinggalan jaman dan juga dapat membantu anak didik terus terbuka terhadap kemajuan pengetahuan. dengan semakin mengerti banyak model pembelajaran. Ketiga. diharapkan guru dapat memlih mana yang paling baik untuk membantu perkembangan anak didik. Dan yang tidak kalah penting dalam pembelajaran adalah guru dapat membuat evaluasi yang tepat sehingga dapat sungguh memantau dan mengerti apakah siswa sungguh berkembang sperti yang direncanakan sebelumnya. Untuk itu diperlukan pendekatan yang baik. Apakah proses pendidikan sudah dilaksanakan dengan baik dan membantu anak berkembang secara efesien dan efektif. Dengan mengerti bermacam-macam teori pendidikan. maka dia akan lebih mudah mengajar pada anak sesuai dengan situasi anak didiknya. Oleh karena sistem pendidikan di Indonesia lebih dikembangkan kearah pendidikan yang demokratis mak teori dan filsafat pendidikan yang lebih bersifat demokratis perlu didalami dan dikuasai. karakter tingkat pemikiran . 3. perkembangan fisik dan psikis anak didik. cirri anak didik dan perkembangannnya.Yang ketiga. Guru diharapkan memahami sifat-sifat. Pertama. Namun yang sangat penting adalah memahami anak secara tepat disekolah yang nyata. . menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkembangan siwa. sngat jelas bahwa guru perlu mengenal anak didik yang mau dibantunya. adalah sikap mau memngembangkan pengetahuan. mau tidak mau harus mengembangkan sikap ingin terus maju dengan terus belajar. Di jaman kemajuan ilmu pengetahuan sangat cepat seperti sekarang ini. tahu ilmu psikologi anak dan perkembangan anak tahu bagaimana perkembangan pngetahuan anak. mengerti bebrapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa.

Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari Sembilan kecerdasan (logika. 4. Hali ini sejalan dengan kenyataan bahwa dewasa ini banyak muncul berbagai masalah social kemasyarakatan yang hanya dapat dipahami dan dipecahkan melalui pendekatan holistic. Uniknya lagi. lembaga. 5. pendekatan komprehensif. Menguasai bahan pembelajaran. alam dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gardner.Kompetensi professional meliputi : 1. 1995). Kecerdasan lain yang terkait erat dengan kecerdasan social adalah lecerdasan pribadi (personal intelligence). 2. 4. yang pada gilirannya harus dapat ditularkan kepada anak-anak didiknya. Banyak orang yang terkerdilkan kecerdasan sosialnya karena impitan kesulitan ekonomi. Sehubungan dengan apa yang dikatakan oleh Amstrong itu ialah bahwa walau kita membahas dan berusaha mengembangkan kecerdasan sosial. Untuk Mengembangkan kompetensi sosial seseorang pendidik. bekerjasama. raga. Menurut Gadner (1983) dalam Sumardi (Kompas. Semua kecerdasan itu dimiliki oleh seseorang. beberapa kecerdasan itu bekerja secara padu dan silmultan ketika seseorang berfikir dan atau mengerjkan sesuatu (Amstrong. Hanya saja. mungkin beberapa di antaranya menonjol. Memiliki toleransi pada orang lain. sedangkan yang lainnya biasa atau bahkan kurang. bergaul. atau pendekatan multidisplin. Menyusun program pembelajaran. dan Menilai proses serta hasil pembelajaran. dan 4. pribadi. 18 Maret 2006) kompetensi sosial itu sebagai social intelligence atau kecerdasan sosial. Dewasa ini mulai disadari betapa pentingnya peran kecerdasan sosial dan kecerdasan emosi bagi seseorang dalam usahanya meniti karir di masyarakat. music. Menguasai landasan pendidikan. bahasa. 2. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial meliputi : 1. atau perusahan. Dari uraian dan contoh-contoh di atas dapat kita singkatkan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang berkomunikasi. Memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kompetensi yang lain. kita perlu tahu target atau dimensi-dimensi . lebih khusus lagi kecerdasan emosi atau emotional intelligence (Goleman. Inilah kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seseorang pendidik yang diamanatkan oleh UU Guru dan Dosen. Memiliki empati pada orang lain. Kecerdasan sosial juga berkaitan erat dengan kecerdasan keuangan (Kiyosaki. Mampu bekerja sama dengan orang lain. dan member kepada oranglain. ruang. 1998). 3. kita tidak boleh melepaskannya dengan kecerdasankecerdasan yang lain. Melaksanakan program pembelajaran. Banyak orang sukses yang kalau kita cermati ternyata mereka memiliki kemampuan bekerjasama.1994). berempati dan pengendalian diri yang menonjol. 3.

baik financial maupun non financial. Berempati. Memimpikan Guru yang Profesional Untuk memperbaiki kualitas pendidikan pemerinath telah memberikan perhatian khusus merumuskan sebuah Undang-undang yang mengatur profesi guru dan dosen. 6. 13. Dari uraian tentang profesi dan kompetensi guru.kompetensi ini. dan kurikulum merupakan tiga komponen utama pendidikan. Berbagi. peserta didik.com) dari 35 life skill atau kecerdasan hidup itu. Kerja sama. menjadi jelas. Guru. D. Toleransi. misalnya. dapat kita saring dari konsep life skill (www. 12. dan menjadikan profesi ini menjadi piliha utama bagi generasi guru berikutnya (Situmorang dan Budyato 2005:1). Kepemimpinan. Kerja tim.lifeskill4kids. 8. 14. ada 15 yang dapat dimasukan kedalam dimensi kompetensi sosial. yaitu : 1. jauh dari cukup sehingga tidak sedikit guru yang mencari tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. 5. 4. Solusi konflik. Kepedulian kepada sesame.2 juta orang. 7. bahwa pekerjaan/jabatan guru adalah sebagai profesi yang layak mendaoatkan penghargaan. 2. dan Komunikasi. Ketiga komponen ini saling terkait dan saling mempengaruhi. Beberapa dimensi ini. 10. 11. Relawan sosial. 9. Kedewasaan dalam berkreasi. Tanggung jawab sebagai warga. Mengandalkan penghasilan dan profesi guru. Dalam pembahasan rancangan Undang-undang ini (hingga disahkan pada 6 desember 2005) terisrat keinginan Pemerintah untuk memperbaiki wajh suram nasib guru dari sisi kesejahteraan dan profesionalisme. Peran dalam kegiatan kelompok. Dari ketiga komponen tersebut. dan hnaya sebagian kecil guru dari sekolah negeri dan sekolah elit yang hidup berkecukupan. 15. faktor gurulah yang dinilai sebagai . Sejak awal gagasan pembuatan RUU Guru dan Dosen dilatarbelakangi oleh komitmen bersama untuk mengangkat martabat guru dalam memajukan pendidikan nasional. serta tidak dapat dipisahkan antara satu komponen dengan komponen yang lainnya. Jumlah guru di Indonesia saat ini 2. Sertifikasi kompetensi guru sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang ini menyisakan persoalan sebagaimana disampaikan Mendiknas pada media masa saat pengesahan ndang-Undang ini. Topic-topik ini dapat dikembangkan manjadi materi ajar yang dikaitkan dengan kasus-kasus yang actual dan relevan atau kontekstual dengan kehidupan masyarakat kita. Menerima perbedaan. Kelima belas kecerdasan hidup ini dapat dijadikan topic silabus dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi sosial bagi para pendidik dan calon pendidik. antara lain kesepahaman akan ukuran uji kompetensi guru. 3. Melihat peluang.

menilai hasil pembelajaran. dan prefosionalitas sebagai berikut ini profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. atau dia bekerja secara profesional. dipupuk dan dikembangkan melalui suatu proses. . insinyur dan bidang pekerjaan lain yang memerlukan bidang leahlian yang lebih spesifik. melakukan pembimbingan dan pelatihan. Demikian pula. strategi.satu faktor yang paling penting dan strategis. Pertama. Cooper. dalam tulisannya bertajuk “The teachers as a Decision Maker”. juga berfungsi untuk meyakinkan agar para anggotanya menyelenggarakan layanan keahlian yang terbaik yag dapat diberikan (Suparlan. memiliki mekanisme yang diperlukan untuk melakukan seleksi secara efektif. James M. Profesionalisme menunjuk kepada derajat atau tingkat kinerja seseorang sebagai seorang profesionals dalam melaksanakan profesi yang mulia itu. dan program pembinaan guru di masa lalu perlu dirumuskan kembali (Suparlan 2006:1). bidang ilmu yang menjadi landasan teknik dan prosedur kerja yang unik. profesional. Proses. dan kesetian terhadap pekerjaanya. Sebagai tenaga profesional. strategi. Dedi Supriadi dalam bukunya yang bertajuk “Mengangkat Citra dan Martabat Guru” telah menjelaskan (secara amat jelas) tentang makna profesi. guru harus memiliki kemampuan profesionalisme yang handal tersebut tidak dibawa sejak lahir oleh calon guru. Kedua. Cooper menjawab pertanyaan itu dengan menjelaskan tentang guru dari aspek pelaksanaan tugasnya sebagai tenaga profesionalisme. Untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar secara efektif. Kelima. memerlukan persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mengerjakan pekerjaan profesional tersebut. Westby-Gybson (1965). profesinalisme. mengawali dengan satu pertanyaan menggelitik “what is teacher?”. Guru merupakan tenaga profesional dalam bidang pemndidikan dan pengajaran. memliki organisasi profesi uang disamping melindungi kepentingan anggotanya. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”. tanggung jawab. adanya pengakuan oleh masyarakat dan pemerintah mengenai bidang layanan tertentu dengan kualifikasi tertentu yang berbeda dengan profesi yang lain. seperti dokyer. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. kebijakan dan program yang tepat. dibentuk. baik yang terdapat di dalam kurikulum nasional maupun kurikulum lokal. 2004:2). Ketiga. baik di dalam dan di luar sekolah dengan menggunakan bahan ajar. Sebagai contoh. termasuk guru. serta melakukan tulisan dan pengabdian kepada masyarakat. Soerjadi (2001:1-2) menyebutkan beberapa persayaratan suatu pekerjaan disebut sebagai profesi. semua bidang pekerjaan memerlukan adanya spesialisasi. Dalam dunia yang sedemikian maju. yang ditandai dengan adanya standar kompetensi tertentu. sehingga yang dianggap kompetitiflah yang dieprbolehkan dalam melaksanakan bidang pekerjaan tersebut. Keempat. tetapi harus dibangun. karena di tangan para grurulah proses belajar dan mengajar dilaksanakan. seorang profesional muda. guru memang dikenal sebagai salah satu jenis dari sekian banyak pekerjaan (occupation) yang memerlukan bidang keahlian khusus. kebijakan.

dan mencerdasakan. dan belajar dari peglamannya. yakni proses pembelajaran yang menyenangkan. Untuk membangun pendidikan yang bermutu. dan 3. Artinya. Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik. misalnya di PGRI dan organisasi profesi lainnya. Keahlian 2. mengasyikan. yang terpenting adalah manusianya. pemerintah sejak lama berupaya untuk merumuskan perangkat standar kompetensi guru. Kedua. yang dengan Undang-Undang yang kurang baik sekalipun akan dapat dihasilkan keputusan yang baik. yakni dengan ungkapan bijak berilah aku guru yang baik. Dapat dianalogikan dengan pentingnya hakim dan Undang-Undang. yakni : 1. Bagi guru hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Komitmen. “man behind the gun”. Pertama. guru menguasai secara mendalam bahan/materi pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada para siswa. guru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. Belajar dapat dilakukan dimana saja. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar. tetapi guru tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh siapa atau alat apapun juga. guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. dan dengan kurikulum yang kurang baik. yang menyatakan bahwa. maka kaidah itu dapat dianalogikan dengan pentingnya guru. Hal yang sama. Sama dengan manuisa dengan senjatanya. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh guru yang bermutu. yang penyting bukan membangun gedung sekolah atau sarana dan prasarananya. melainkan harus dengan upaya peningkatan proses pengajaran dan pembelajaran yang berkualitas. Kterampilan (Supriadi 1998:96). guru harus memliki tiga kualifikasi dasar : . Sebagai salah satu komponen utama pendidikan. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswa. guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. berilah aku hakim jaksa yang baik. Kelima. bahwa guru profesional dituntut memiliki lima hal. Standar Pengembangan Karier Guru Mutu pendidikan amat ditentukan oleh kualitas gurunya. aspek guru masih lebih penting dibandingkan aspek kurikulum.Profesionalsime guru didukung oleh tiga hal. bahwa aspek kualitas hakim dan jaksa masih jauh lebih penting dibandingkan dengan aspek undang-undangnya. E. Keempat. Apabila kelima hal tersebut dapat dimiliki oleh guru. Mendiknas memberikan pengawasan bahwa “guru yang utama” (Republika 10 Febuari 2003). Supriadi mengutip laporan dari Jurnal Educational Leadership edisi Maret 1993. Ketiga. maka guru tersebut dapat disebut sebagai tenaga dan pendidik yang benar-benar professional dalam menjalankan tugasnya (Supardi 2003:14). Untuk menggambarkan guru profesional.

Menguasai materi atau bahan ajar. Sejalan dengan definisi tersebut. ada orang yang berpendapat bahwa antara gaji dan dedikasi tidak dapat dipisahkan. Gaji aakan mengikuti dedikasi. Penuh kasih saying (loving) dalam mengajar dan mendidik (Mas’ud 2003:194). Berdasarkan pengertian tersebut. yakni meningkatkan dedikasi dan kompetensi guru. Bahkan mereka mendambakan adanya satu instrument atau alat ukur yang akan mereka gunakan dalam melaksanakan skill audit dengan tujuan untuk menentukan tingkat kompetensi guru di daerah masing-masing. Peningkatan mutu guru merupakan upaya yang amat kompleks. para penyelenggara pendidikan di Kabupaten/Kota telah menunggu kelahiran Kompetensi guru itu. skill. attitude. Direktorat Profesi Pendidik Ditjen PMPTK. 2. Untuk menjelaskan pengertian tentang kompetensi itulah maka Gronzi (1997) dan Hager (1995) menjelaskan bahwa “An integrated view sees competence as a complex combination of knowledge. menjelaskan bahwa “Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. Gaji dan penghargaan guru belum dapat disejajarkan dengan profesi lain. Ketidakmampuan LPTK ternyata memang diluar tanggung jawabnya. Setelah sekitar dua tahun berjalan. standar kompetensi guru diartikan sebagai ‘satu ukuran yang ditentukan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugas. terkenal wacana akademis tentang apa yang disebut sebagai Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi atau Competency-based Training and Education (CBTE). Pada saat itu Direktorat Pendidikab Guru dan Tenaga Teknis (Diguntentis) Dikdasmen pernah mengeluarkan “buku saku berwarna biru” tentang “sepuluh kompetensi guru”. keterampilan. Numun. Antusiasme. and values displayed in the contex of task performance”. nama baru Dikgutentis telah membentuk satu tim Penyusun Kompetensi guru yang beranggotakan anggota pakar pendidikan yang bergabung dalam Konsorsium Pendidikan untuk menghasilkan produk kompetensi guru. Ternyata. Sementara itu. kualifikasi. Disamping itu. selain memang harus dipikirkan sungguh-sungguh upaya dengan meningktakan gaji dan penghargaan terhadap guru. Pekerjaan besar ini dimulai dari proses yang menjadi tugas lembaga pendidikan yang dikenal dengan LPTK. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak”. Apakah yang dimaksud kompetensi? Istilah kompetensi memang bukan hal yang baru. Pada akhirnya orang mudah menebak. karena masalah rendahnya mutu calon guru itu lebih disebabkan oleh rendahnya penghargaan terhadap profesi guru. Banyak orang yang menganggap bahwa gaji dan penghargaan terhadap guru menjadi penyebab atau causa primanya. direktorat Tenaga Pendidikan (Dit-Tendik). gaji dan dedikasi terkait erat dengan factor lain yang bernama kompetensi professional. namun masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan. dan nilai-nilai yang ditunjukan oleh guru dalam konteks kinerja tugas yang diberikan kepadanya. sikap. . karena melibatkan banyak komponen. Dua decade kemudian. dan 3. karena inidkasi adanya mutu profsionalisme guru masih rendah. Secara sederhana dapat diartikan bahwa kompetensi guru meruoakan kombinasi kompleks dari pengetahuan.1. Pada tahu 70-an. keterampilan. karena pada akhirnya masalah duit atau gaji dan penghargaan. Terjadilah lingkaran setan yang sudah diketahui sebab dan akibatnya. LPTK mengalami kesulitan besar ketika dihadapkan kepada masalah kualitas calon mahasiswa kelas dua yang akan dididik menjadi guru. tim itu telah dapat menghasilkan rendahnya kompetensi guru. Jadi.

2005). Menjadi tolak ukur semua pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan dalam rangka pembinaan. 4. inovasi. keterampilan. 2. 3. Diten PMPTK. Pelaksanaan kenaikan pangkat guru dengan system kreditpun sama. Meningkatkan kinerja guru dalam bentuk kreatifitas. Mengingat kondisi itulah maka pada tahun 1970-an dan 1980-an telah mendirikan beberapa lembaga pendidikan dan pelatihan yang bernama Balai Penataran guru (BPG). antara lain karena belum ada kejelasan tentang standar pengembangan karir mereka. Dalam pelaksanaan di lapangan ketentuan tersebut berjalan dengan berbagai penyimpangan. F. Sedang sebagian besar lainnya mengalami nasib yang tidak menentu. peningkatan kualitas dan penjenjangan karier guru. anggota legislative. Ketiga standar kompetensi tersebut dijiwai oleh sikap dan kepribadian yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas guru sebagai tenaga profesi. Standar kompetensi guru SKS memliki tujuan dan manfaat ganda. PMPTK. pembinaan guru diatur secara terpusat oleh pemerintah. ada sebagian kecil guru yang karena kapasitas pribadinya atau karena factor lainnya dapat berubah atau meningkat karirnya menjadi kepala desa. yang . dan tanggung jawab seseuai dengan profesinya (Direktorat Profesi Pendidik. dan 3. Kepala sekolah sering terpaksa menandatangani usul kenaikan pangkat guru hanya karena factor ‘kasihan’. ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi. Oleh karena itu. Ketiga komponen masing-masing terdiri atas dua kemampuan. 2. 5. Pengelolan pembelajaran. yaitu : 1.dan jenjang pendidikan’ (Direktorat Profesi Pendidik. Pelaksanaan interaksi belajar mengajar. yakni : 1. Standar kompetensi Guru bertujuan untuk memperoleh tujuan baku dalam pengukuran kinerja guru untuk mendapatkan jaminan kualitas proses pembelajaran (SKG. PGPS sering diplesetkan menjadi ‘pinter goblok penghasilan sama’ atau ‘pandai pander penghasilan sama’. Pengembangan profesi. Direktorat Tendik 2003:5). Penilaian prestasi belajar peserta didik. Dengan kondisi seperti itu. 7. dan bahkan menjadi tenaga structural di dinas pendidikan. 6. Pelaksanaan tidak lanjut hasil penilaian hasil belajar peserta didik. 2005). kemandirian. dan Penguasaan bahan kajian akademik. Penyusunan rencana pembelajaran. 2. Pengembangan profesi. Pengembangan Karier Guru Pada era sentralisasi pendidikan. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui PGPS (Peraturan Gaji Pegawai Sipil) dan ketentuan lain tentang kenaikan pangkat dengan system kredit. Disamping itu standar kompetensi guru bermanfaat untuk : 1. Standar kompetensi guru terdiri atas tiga komponen ynang saling mengait. Penguasan akademik. Pemahaman wawasan kependidikan.

guru instruktur yang diberi tugas untuk mengelola sanggar PKG. dan sekolah. 4. serta melibatkan juga peranan lembaga pendidikan sekolah sebagai on the job training yang dibina langsung oleh kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang ada regionnya masing-masing. guru yang telah mengikuti kegiatan diklat TOT (training of trainer) di tingkat pusat atau nasional dan memperoleh prediakt sebagai penatar di tingkat provinsi. Pengawas sekolah. bahkan sudah dilaksnakan di beberapa sekolah. 6. dan Latihan Kerja Pengawas Sekolah (LKPS) untuk pengawas sekolah. Salah satu pola pembinaan guru melalui diklat ini adalah mengikuti pola Pembinaan Kegiatan guru (PKG). Melalui pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab sebagai masalah budaya dan karakter bangsa. yakni guru baru sebatas ditatar ditingkat kecamatan atau sekolah. paling tidak mengurangi maslah budaya dan karakter bangsa yang menimpa generasi muda yang akhir-akhir ini mengalami kemerosotan. 5. yakni instruktur yang telah diangkat untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah. Pengelola sanggar. kecamatan. Pada tahun 1970-an kegiatan ‘up-grading’ guru mulai gencar dilaksanakan di BPG dan PPPG. . 2. Melalui pola PKG ini. Pendidikan dianggap sebagai sebuah upaya yang bersifat preventif dalam membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. Guru biasa. para guru dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Hal tersebut merupakan upaya untuk mengatasi. sementara kepala sekolah aktif dalam kegiatan Latihan Kerja Kepala Sekolah (LKKS). yakni tempat bertemunya para guru berdiskusi atau mengikuti penataran tingkat kabupaten atau sekolah. dan Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) yang sekarang menjadi Pusat Pengembangan Profesi pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) untuk berbagai mata pelajaran dan bidang keahlian di beberapa daerah Indonesia. Penerapan Pendidikan Karakter Bangsa dalam Kegiatan Pembelajaran Pendidikan berbasis karakter bangsa kini menjadi pembahasan hangat di media masa. satu jenjang fungisonal bagi guru yang telah menjabat sebagai kepala sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagian besar dilaksanakan di suatu sanggar yang disebut dengan PKG.sekarang menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di setiap provinsi. Selain itu. Kegiatan itu pada umumnya dirancang oleh Direktorat-direktorat di bawah direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah sekarang LPMP dan P4TK berada dibawah Dirjen PMPTK Regionregion penataran telah dibentuk di berbagai kawasan Indonesia dengan melibatkan antara direktorat terkait dengan lembaga diklat (preservice training) dan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) sebagai lembaga preservice training. Sebagian besar instruktur ini juga telah memperoleh pengalaman mengikuti penataran di luar negri. 3. Kepala sekolah. Instruktur. yang system penyelenggaraan diklatnya dinilai melibatkan elemen pendidikan yang lebih luas. Guru inti. para guru memiliki wadah pembinaan professional melalui organisasi yang dikenal dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). seminar. guru yang telah ditatar ditingkat provinsi atau nasional dan memperoleh predikat sebagai penatar di tingkat kabupaten. G.

Berbagai upaya pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa telah dilakukan pemerinath. mendidik budaya dan karakter bangsa adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri peserta didik melalui pendidikan hati. Atas dasar pemikiran itu. Karakter adalah watak. dan hormat kepada orang lain. Melalui Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dirumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. Dengan kata lain. Lingkungan social dan budaya bangsa adalah pancasila. gemar membaca. Oleh karena itu. Guru sebagai salah satu komponen di dunia pendidikan memiliki peran yang strategis dalam membantu. dan metode belajar serta pembelajaran yang efektif. budaya masyarakat. mandiri. “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang. melalui upaya itu kiranya dapat terwujud. Guru tidak perlu mengubah pokok bahasan itu untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam setiap kegiatan pembelajaran. berakhlak mulia. semangat kebangsaan. berilmu. cakap. pengembangan karakter bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu seseorang. memiliki rasa ingin tahu. Interaksi seseorang dengan orang lain membutuhkan karakter masyarakat dan karakter bangsa. peduli social. Akan tetapi. rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan karakter bangsa. Guru dapat menerapkannya dalam berbagai aktivitas perwujudan pembelajaran. cinta damai. pengembangan budaya dan karakter bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan social. maupun pemerintah. kreatif. akhlak. dapat dipercaya. Melalui usaha bersama semua guru dan pemimpin sekolah. cinta tanah air. kerja keras. Sebagaimana telah disampaikan oleh pihak Pusat Kurikulum Kementrian Pendidikan Nasional bahwa wujud pendidikan karakter bangsa bias masuk dalam setiap mata pelajaran sebagai bahan atau media mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. membimbing dan mendidik karakter anak didiknya. berfikir. jadi pendidikan budaya dan karakter bangsa haruslah berdasarkan nilai-nilai Pancasila. jujur. kreatif. displin. Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indionesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. dan budaya bangsa. dan bertindak. bersikap. Oleh karena itu. telah lahir berbagai bentuk kepedulian baik dari masyarakat. karena manusia hidup dalam lingkungan social dan budaya tertentu. . tanggung jawab. demokratis. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepad Tuhan Yang Maha Esa. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebjutkan. menghargai prestasi. mandiri dan menjadi warga Negara yang deokratis serta bertanggung jawab”. peduli lingkungan. toleransi. sehat. otak dan fisik. dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam praktik di sekolah/kelas. pelaksanaan pendidikan harus dilakukan melalui perencanaan yang baik. melalui semua mata pelajaran. Artinya. maka pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan social dan budaya yang bersangkutan.Melihat sebgai realita yang ada. bersahabat/komunitatif. pendekatan yang sesuai. tabiat. Nilai karakter bangsa yang perlu dikembangkan dalam diri peserta didik sebagaimana sebagai anjuran pihak pemerintah yaitu : religious.

karakter bangsa. . Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa. Pendidikan adalh juga suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangusngan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik dimasa depan. dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah. Berdasarkan pengerian budaya. Serta mengembangkan prestasi baru yang menjadi karakter baru bangsa. Sesuai dengan sifat suatu nilai. melalui mata pelajaran. pendekatan yang sesuai. dan pendidikan yang telah dikemukakan di atas maka pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan kebanggan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu. berfungsi mewariskan nilai-nilai dan presatsi masa lalu ke generasi mendatang. kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat. Selain mewariskan. Atas dasar pemikiran itu.Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Pendidikan adalah suatu proses enkulurisasi. produktif dan kreatif. Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarsian budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. dan metode belajar dan pembelajaran yang efektif. sebagai anggota masyarakat. oleh karenanya harus di lakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah. pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa kini dan masa yang akan dating. pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan. dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat. nasionalis. Pengembangan itu harus dilakukan melalui perencanan yang baik. melakukan proses internalisasi. menerapkan nilai-nilai. secara aktif peserta didik mengembangkan potensi didirnya. pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah. pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang.tersebut dalam kehidupan dirinya. pengembangan pendidikan budaya dan karakter sangat strategis bagi keberklangsungan dan keunggulan bangsa di masa mendatang. Oleh karena itu. dan warganegara yang religius.