Modul 1 PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

A. Pendahuluan Fakta tentang kualitas gutru menunjukan bahwa sedikitnya 50% guru di Indonesia tidak memiliki kualitas standarisasi pendidikan nasional (SPN). Berdasarkan catatan Human Development Index (HDI), fakta ini menunjukan bahwa mutu guru di Indonesia belum memadai untui melakukan perubahan yang sifatnya mendasar pada pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dari data statistic HDI terdapat 60% guru SD, 40% SMP, 43% SMA, 34% SMK dianggap belum layak untuk mengajar bukan pada bidang studinya. Kualitas SDM guru kita menduduki urutan 109 dari 179 negara di dunia. Untuk itu, perlu dibangun landasan kuat untuk meningkatkan kualitas guru dengan standarisasi rata-rata bukan standarisasi minimal (Toharudin 2006:1). Pernyataan ini juga diperkuat oleh Rektor UNJ sebagai berikut “saat ini baru 50% dari guru se-Indonesia yang memiliki standarisasi dan kompetensi. Kondisi seperti ini masih dirasa kurang. Sehingga kualitas pndidikan kita belum menunjukan peningkatan yang signifikan,” (Sutjipto dalam jurnalnet, 16/10/2005). Fakta lain yang diungkapkan oleh Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, (ketika itu Bapak Prof. Dr. Fasli Djalal), bahwa sejumlah guru mendapatkan nol untuk materi mata pelajaran yang sesungguhnya mereka ajarkan kepada murid-muridnya. Fakta itu terungkap berdasarkan ujian kompetensi yang dilakukan terhadap tenaga kependidikan tahun 2004 lalu. Secara nasional, penguasaan materi keilmuan harus bisa menjadi kompetensi guru. Beliau juga pernah mengatakan skor mentah yang diperoleh guru untuk semua jenis pelajaran juga memperhatinkan. Guru PKN, Sejarah, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, ekonomi, Sosiologi, Geografi, dan Pendidikan Seni hanya mendapatkan skor sekitar 20-an dengan rentang antara 13 hingga 23 dari 40 soal. “Artinya rata-rata nilai yang diperoleh adalah 30 hingga 46 untuk skor nilai tertinggi 100,”(Tempo Interaktif, 5 Januari 2006). Mengacu pada data kasar kondidi guru saat ini tentulah kita sangat prihatin dengan buruknya kompetensi guru itu. Padahal, memasuki tahun 2006 tuntutan minimal kepada siswa untuk memenuhi syarat kelulusan harus menguasi 42,5 %. Untuk itu layak kiranya pada tulisan ini dicari format bagaimanakah seharusnya mengembangkan guru yang professional? B. Guru Sebagai Profesi Djojonegoro (1998:350) menyatakan bahwa profesionalisme dalam suatu pekerjaan atau jabatan ditentukan oleh tiga factor penting, yaitu : 1. Memiliki keahlian khusus yang dipersiapkan oleh program pendidikan keahlian atau spesialisasi. 2. Kemampuan untuk memperbaiki kemampuan (keterampilan dan keahlian khusus) yang memiliki. 3. Penghasilan yang memadai sebagai imbalan terhadap keahlian yang dimiliki itu.

4. untuk melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efesien. Memiliki obyek tetap seperti dokter dengan pasiennya. Dalam UU guru dan Dosen disebutkan bahwa kompetensi guru mencakup kompetensi pedagogic. penguasaan. yakni kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah yang pelaksanaanya berhubungan dengan tugastugasnya sebagai pengajar. Usman (1990:4) mengatakan bahwa guru merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. 3. Memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan Fungsinya. Kemampuan kognitif. professional dan sosial sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan profesi guru setelah program sarjana D-4. yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus. 7. yakni kemampuan yang meliputi seluruh fenomena perasaan dan emosi serta sikap-sikap tertentu terhadap diri sendiri dan orang lain. Menuntut tingkat pendidikan yang memadai. Pengertian diatas menunjukan bahwa unsur-unsur terpenting dalam sebuah profesi adalah penguasaan sejumlah kompetensi sebagai keahlian khusu. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya. 6.Menurut Vollmer & Mills (1991:4) profesi adalah sebuah pekerjaan/jabatan yang memerulkan kemampuan intelektual khusus. . Kemampuan psikomotor. keterampilan guru agar menguasai kompetensi guru dengan mengikuti pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh LPTK. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan. 5. Kompetensi guru untuk melaksanakan kewenangan profesionalnya. Menuntut adanya keterampilan yang mendasarkan pada konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendasar. 2. 2. Berinteraksi dan berkomunikasi. 2. Kompetensi Guru Sejalan dengan uraian pengertian kompetensi guru di atas. kepribadian. Menuntut adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakan. Pengembangan Kepribadian. Kemampuan afektif. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme adalah guru yang kompeten (memiliki kemampuan) di bidangnya. Karena itu kompetensi profesionalsime guru dapat diartikan sebagai kemampuan memiliki keahlian dan kewenangan dalam menjalankan profesi keguruan. mencakup tiga komponen seagai berikut : 1. Sahertian (1990:4) mengatakan kompetensi adalah pemilikan. Suatu profesi memiliki persyaratan tertentu. 8. 3. Kompetensi Pribadi meliputi : 1. guru dengan siswanya. yaitu : 1. Diakui di masyarakat karena memang diperlukan jasanya di masyarakat. yakni kemampuan guru menguasai pengetahuan serta keterampilan/keahlian kependidikan dan pengetahuan materi bidang studi yang diajarkan. yang di peroleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan untuk menguasai keterampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu. C.

5.3. Kemampuan Profesional mencakup : a. Penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti halnya dokter). Kemampuan Sosial 3. Kemampuan Personal (pribadi) yang beraspek afektif mencakup : a. Penguasaan proses-proses pendidikan. 2. c. Pemahaman. Melaksanakan administrasi sekolah. b. Makmum (1996:82) menyatakan bahwa teacher performance diartikan kinerja guru atau hasil kerja atau penampilan kerja. Kemampuan professional 2. b. 1991:36) menyatakan bahwa standar umum itu sering dijabarkan sebagai berikut : 1. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilaukakn oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugas sebagai guru. Kemampuan Sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. b. penghayatan. Penguasaan materi pelajaran. Profesuonal menunjuk pada dua hal. Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu mencakup aspek-aspek : 1. Kemampuan Personal Johnson (dalam Sanusi. dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru. . Orang yang menyandang profesi. 4. c. 1. Penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan keteladanan bagi peserta didik. 3. Kompetensi Profesional Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. yaitu : a. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan. Melaksanakan tulisan sederhana untuk keperluan pengajaran.

tanggung jawab. Yang pertama. ia harus tetap membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan siswa. Ketidakdisiplinan guru tersebut membuat siswa ikut-ikutan suka membolos dan tidak tepat mengumpulkan pekerjaan rumah mereka. tetapi perlu direncanakan. berbudi luhur. karyawan. objektif. berwawasaan luas. Kedisiplinan ini memang menjadi kelemahan bangsa Indonesia. sering terjadi guru yang sungguh pandai. Untuk itu guru sendiri harus hidup dengan kedisiplinan sehingga anak didik dapata meneladanainya. yang perlu diberantas sejak bangku sekolah dasar. luwes. peka. guru lain. reflektif. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain sanagat penting bagi seseorang guru karena tugasnya memang selalu berkaitan dengan orang lain seperti anak didik. Seluruh tugas pendidikan dan bantuan kepada anak didik tidak dapat dilakukan seenaknya. 2001). dll.2. meski guru sangat disiplin. seenaknya membolos. bermoral. Kedisiplinan juga menjadi unsur penting bagi seorang guru. dan terus mau belajar untuk maju. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian menurut Suparno (2002:47) adalah mencakup kepribadian yang utuh. kepala sekolah. Di lapangan sering terlihat beberapa guru tidak disiplin mengatur waktu. (Depdiknas. Disini guru perlu menjadi teladan dalam beriman dan bertaqwa. tetapi tetap bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan siswa. guru tidak mempersiapkan pelajaran dengan baik. tetapi karena kemampuan komunikasi dengan siswa tidak baik. ia sulit membantu anak didik maju. perlu dikembangkan dan perlu dilakukan dengan tanggungjawab. guru meninggalkan kelas seenaknya. beriman. orangtua murid. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan dalam pengalaman. Pendidikan dan perkembangan pengetahuan di Indonesia kurang cepat salah satunya karena disiplin dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam belajar. Pernah terjadi seorang guru beragama berbuat skandal sex dengan muridnya. justru ia sendiri tidak bermoral. ditekankan adalah guru itu bermoral dab beriman. tanggung jawab. Meskipun tugas guru lebih sebagai fasilitator. Bila guru tidak percaya akan Allah. Komunikasi yang baik akana membantu proses pembelajaran dan pendidikan terutama pada pendidikan tingkat dasar samapai menengah. kemampuan mengembangkan profesi seperti berfikir kreatif. sehingga para murid yang lain tidak percaya kepadanya lagi. dapat berkomunikasi dengan orang lain. guru harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi. kritis. maka proses membantu anak didik percaya akan lebih sulit. Yang perlu diperhatikan disini adalah. jujur. Dari pengalaman lapangan pendidikan anaka menjadi rusak karena beberapa guru tidak bertanggungjawab. Yang kedua. Syukurlah guru itu akhirnya dipecat dari sekolah. terjadi pelecehan seksual guru terhadap anak didik. maka menjadi sulit untuk dapat embantu anak didik beriman dan bermoral. dapat ambil keputusan dll. Misalnya. Para murid tidak dapat mengerti bahwa seorang guru yang mengajarkan moral. . mau belajar sepanjang hayat. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral. terbuka. dewasa. guru tidak berani mengarahkan anak didik. dll. kemampuan mengaktualisasikan diri seperti disiplin. tidak disiplin dalam mengoreksi pekerjaan siswa sehingga siswa tidak mendapat masukan dari pekerjaan mereka. Aktualisasi diri yang sangat penting adalah sikap bertanggungjawab.

Yang ketiga. cirri anak didik dan perkembangannnya. Guru tidak boleh berhenti belajar karena merasa sudah lulus sarjana. perkembangan fisik dan psikis anak didik. Untuk itu guru diharapkan memiliki kreatifitas untuk selalu menyesuaikan teori yang digunakan dengan situasi belajar siswa secara nyata. Guru bila tidak ingin ketinggalan jaman dan juga dapat membantu anak didik terus terbuka terhadap kemajuan pengetahuan. Biasanya selama kuliah di FKIP guru mendalami teori-teori psikologi tersebut. Dengan mengerti hal-hal itu guru akan mudah mengerti kesulitan dan kemudahan anak didik dalam belajar dan mengembangkan diri. mau tidak mau harus mengembangkan sikap ingin terus maju dengan terus belajar. sngat jelas bahwa guru perlu mengenal anak didik yang mau dibantunya. guru juga diharpkan memahami bermacam-macam model pembelajaran. Dan yang tidak kalah penting dalam pembelajaran adalah guru dapat membuat evaluasi yang tepat sehingga dapat sungguh memantau dan mengerti apakah siswa sungguh berkembang sperti yang direncanakan sebelumnya. mengerti bebrapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa. . Kompetensi Pedadogik Selanjutnya kemampuan pedadogik menurut Suparno (2002:52) disebut juga kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat. Oleh karena guru dapat membantu teori-teori itu sehingga cocok dengan situasi anak didik yang diasuhnya. tahu ilmu psikologi anak dan perkembangan anak tahu bagaimana perkembangan pngetahuan anak. Untuk itu diperlukan pendekatan yang baik. Dengan mengerti bermacam-macam teori pendidikan. Namun yang sangat penting adalah memahami anak secara tepat disekolah yang nyata. karakter tingkat pemikiran . adalah sikap mau memngembangkan pengetahuan. serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa. maka dia akan lebih mudah mengajar pada anak sesuai dengan situasi anak didiknya. Guru diharapkan memahami sifat-sifat. Di jaman kemajuan ilmu pengetahuan sangat cepat seperti sekarang ini. menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkembangan siwa. Dengan demikian guru akan lebih mudah membantu siswa berkembang. 3. diharapkan guru dapat memlih mana yang paling baik untuk membantu perkembangan anak didik. Apakah proses pendidikan sudah dilaksanakan dengan baik dan membantu anak berkembang secara efesien dan efektif. Oleh karena sistem pendidikan di Indonesia lebih dikembangkan kearah pendidikan yang demokratis mak teori dan filsafat pendidikan yang lebih bersifat demokratis perlu didalami dan dikuasai. Kedua. guru dituntut untuk terus belajar agar pengetahuannya tetap segar. dengan semakin mengerti banyak model pembelajaran. Pertama. Ketiga. guru perlu juga menguasai beberapa teori tentang pendidikan terlebih pendidikan di jaman modern ini.

1995). Memiliki empati pada orang lain. kita tidak boleh melepaskannya dengan kecerdasankecerdasan yang lain. ruang. 1998). 18 Maret 2006) kompetensi sosial itu sebagai social intelligence atau kecerdasan sosial. Hanya saja. 4. Menguasai bahan pembelajaran. Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari Sembilan kecerdasan (logika. Mampu bekerja sama dengan orang lain. 2. Memiliki toleransi pada orang lain. kita perlu tahu target atau dimensi-dimensi . dan 4. 3. 2. music. Uniknya lagi. pendekatan komprehensif. Memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kompetensi yang lain.Kompetensi professional meliputi : 1. Hali ini sejalan dengan kenyataan bahwa dewasa ini banyak muncul berbagai masalah social kemasyarakatan yang hanya dapat dipahami dan dipecahkan melalui pendekatan holistic. Menyusun program pembelajaran. alam dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gardner. pribadi. Banyak orang sukses yang kalau kita cermati ternyata mereka memiliki kemampuan bekerjasama. bahasa. Melaksanakan program pembelajaran. Kecerdasan sosial juga berkaitan erat dengan kecerdasan keuangan (Kiyosaki. 4. Untuk Mengembangkan kompetensi sosial seseorang pendidik. dan member kepada oranglain. Sehubungan dengan apa yang dikatakan oleh Amstrong itu ialah bahwa walau kita membahas dan berusaha mengembangkan kecerdasan sosial. mungkin beberapa di antaranya menonjol. Banyak orang yang terkerdilkan kecerdasan sosialnya karena impitan kesulitan ekonomi. lembaga. Menurut Gadner (1983) dalam Sumardi (Kompas. atau perusahan. raga. beberapa kecerdasan itu bekerja secara padu dan silmultan ketika seseorang berfikir dan atau mengerjkan sesuatu (Amstrong. dan Menilai proses serta hasil pembelajaran. Semua kecerdasan itu dimiliki oleh seseorang. sedangkan yang lainnya biasa atau bahkan kurang. bekerjasama. lebih khusus lagi kecerdasan emosi atau emotional intelligence (Goleman. Kecerdasan lain yang terkait erat dengan kecerdasan social adalah lecerdasan pribadi (personal intelligence). yang pada gilirannya harus dapat ditularkan kepada anak-anak didiknya.1994). atau pendekatan multidisplin. bergaul. Dewasa ini mulai disadari betapa pentingnya peran kecerdasan sosial dan kecerdasan emosi bagi seseorang dalam usahanya meniti karir di masyarakat. 5. Inilah kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seseorang pendidik yang diamanatkan oleh UU Guru dan Dosen. 3. Menguasai landasan pendidikan. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial meliputi : 1. berempati dan pengendalian diri yang menonjol. Dari uraian dan contoh-contoh di atas dapat kita singkatkan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang berkomunikasi.

Memimpikan Guru yang Profesional Untuk memperbaiki kualitas pendidikan pemerinath telah memberikan perhatian khusus merumuskan sebuah Undang-undang yang mengatur profesi guru dan dosen. Berempati. 9. Topic-topik ini dapat dikembangkan manjadi materi ajar yang dikaitkan dengan kasus-kasus yang actual dan relevan atau kontekstual dengan kehidupan masyarakat kita. Sejak awal gagasan pembuatan RUU Guru dan Dosen dilatarbelakangi oleh komitmen bersama untuk mengangkat martabat guru dalam memajukan pendidikan nasional. Kepedulian kepada sesame. Kerja sama. 12. Ketiga komponen ini saling terkait dan saling mempengaruhi. 13. dan Komunikasi. Solusi konflik. 2. serta tidak dapat dipisahkan antara satu komponen dengan komponen yang lainnya. 3. Dari ketiga komponen tersebut. Kepemimpinan. misalnya. Kerja tim. 6. 4. jauh dari cukup sehingga tidak sedikit guru yang mencari tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kedewasaan dalam berkreasi. antara lain kesepahaman akan ukuran uji kompetensi guru. Dari uraian tentang profesi dan kompetensi guru. Dalam pembahasan rancangan Undang-undang ini (hingga disahkan pada 6 desember 2005) terisrat keinginan Pemerintah untuk memperbaiki wajh suram nasib guru dari sisi kesejahteraan dan profesionalisme. 11. peserta didik. Beberapa dimensi ini. Melihat peluang. 5. 7. D. dan hnaya sebagian kecil guru dari sekolah negeri dan sekolah elit yang hidup berkecukupan. bahwa pekerjaan/jabatan guru adalah sebagai profesi yang layak mendaoatkan penghargaan. Mengandalkan penghasilan dan profesi guru. menjadi jelas.lifeskill4kids.2 juta orang. Peran dalam kegiatan kelompok.kompetensi ini. 8. 14. Berbagi. yaitu : 1. Menerima perbedaan. ada 15 yang dapat dimasukan kedalam dimensi kompetensi sosial.com) dari 35 life skill atau kecerdasan hidup itu. Relawan sosial. Tanggung jawab sebagai warga. 15. Kelima belas kecerdasan hidup ini dapat dijadikan topic silabus dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi sosial bagi para pendidik dan calon pendidik. dapat kita saring dari konsep life skill (www. Toleransi. dan menjadikan profesi ini menjadi piliha utama bagi generasi guru berikutnya (Situmorang dan Budyato 2005:1). baik financial maupun non financial. 10. Sertifikasi kompetensi guru sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang ini menyisakan persoalan sebagaimana disampaikan Mendiknas pada media masa saat pengesahan ndang-Undang ini. faktor gurulah yang dinilai sebagai . Guru. dan kurikulum merupakan tiga komponen utama pendidikan. Jumlah guru di Indonesia saat ini 2.

yang ditandai dengan adanya standar kompetensi tertentu. memerlukan persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mengerjakan pekerjaan profesional tersebut. bidang ilmu yang menjadi landasan teknik dan prosedur kerja yang unik. kebijakan. . tanggung jawab. dan kesetian terhadap pekerjaanya. serta melakukan tulisan dan pengabdian kepada masyarakat. strategi. Cooper menjawab pertanyaan itu dengan menjelaskan tentang guru dari aspek pelaksanaan tugasnya sebagai tenaga profesionalisme. baik yang terdapat di dalam kurikulum nasional maupun kurikulum lokal. semua bidang pekerjaan memerlukan adanya spesialisasi. dibentuk. kebijakan dan program yang tepat. 2004:2). memiliki mekanisme yang diperlukan untuk melakukan seleksi secara efektif. dalam tulisannya bertajuk “The teachers as a Decision Maker”.satu faktor yang paling penting dan strategis. Dedi Supriadi dalam bukunya yang bertajuk “Mengangkat Citra dan Martabat Guru” telah menjelaskan (secara amat jelas) tentang makna profesi. karena di tangan para grurulah proses belajar dan mengajar dilaksanakan. strategi. atau dia bekerja secara profesional. tetapi harus dibangun. termasuk guru. Proses. Dalam dunia yang sedemikian maju. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. Ketiga. Profesionalisme menunjuk kepada derajat atau tingkat kinerja seseorang sebagai seorang profesionals dalam melaksanakan profesi yang mulia itu. Kelima. Sebagai contoh. Guru merupakan tenaga profesional dalam bidang pemndidikan dan pengajaran. profesional. sehingga yang dianggap kompetitiflah yang dieprbolehkan dalam melaksanakan bidang pekerjaan tersebut. Cooper. seorang profesional muda. dan program pembinaan guru di masa lalu perlu dirumuskan kembali (Suparlan 2006:1). mengawali dengan satu pertanyaan menggelitik “what is teacher?”. dipupuk dan dikembangkan melalui suatu proses. Demikian pula. guru memang dikenal sebagai salah satu jenis dari sekian banyak pekerjaan (occupation) yang memerlukan bidang keahlian khusus. baik di dalam dan di luar sekolah dengan menggunakan bahan ajar. seperti dokyer. dan prefosionalitas sebagai berikut ini profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. menilai hasil pembelajaran. Soerjadi (2001:1-2) menyebutkan beberapa persayaratan suatu pekerjaan disebut sebagai profesi. profesinalisme. Untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar secara efektif. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”. melakukan pembimbingan dan pelatihan. adanya pengakuan oleh masyarakat dan pemerintah mengenai bidang layanan tertentu dengan kualifikasi tertentu yang berbeda dengan profesi yang lain. James M. Pertama. Sebagai tenaga profesional. insinyur dan bidang pekerjaan lain yang memerlukan bidang leahlian yang lebih spesifik. Kedua. Westby-Gybson (1965). memliki organisasi profesi uang disamping melindungi kepentingan anggotanya. juga berfungsi untuk meyakinkan agar para anggotanya menyelenggarakan layanan keahlian yang terbaik yag dapat diberikan (Suparlan. Keempat. guru harus memiliki kemampuan profesionalisme yang handal tersebut tidak dibawa sejak lahir oleh calon guru.

bahwa guru profesional dituntut memiliki lima hal.Profesionalsime guru didukung oleh tiga hal. Apabila kelima hal tersebut dapat dimiliki oleh guru. guru harus memliki tiga kualifikasi dasar : . dan 3. “man behind the gun”. tetapi guru tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh siapa atau alat apapun juga. Kelima. yang menyatakan bahwa. Keempat. yakni proses pembelajaran yang menyenangkan. dan dengan kurikulum yang kurang baik. yakni : 1. Untuk menggambarkan guru profesional. Standar Pengembangan Karier Guru Mutu pendidikan amat ditentukan oleh kualitas gurunya. berilah aku hakim jaksa yang baik. maka guru tersebut dapat disebut sebagai tenaga dan pendidik yang benar-benar professional dalam menjalankan tugasnya (Supardi 2003:14). Ketiga. yang penyting bukan membangun gedung sekolah atau sarana dan prasarananya. aspek guru masih lebih penting dibandingkan aspek kurikulum. pemerintah sejak lama berupaya untuk merumuskan perangkat standar kompetensi guru. melainkan harus dengan upaya peningkatan proses pengajaran dan pembelajaran yang berkualitas. guru menguasai secara mendalam bahan/materi pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada para siswa. yakni dengan ungkapan bijak berilah aku guru yang baik. guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar. dan mencerdasakan. Dapat dianalogikan dengan pentingnya hakim dan Undang-Undang. mengasyikan. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswa. Sama dengan manuisa dengan senjatanya. Supriadi mengutip laporan dari Jurnal Educational Leadership edisi Maret 1993. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh guru yang bermutu. Hal yang sama. Mendiknas memberikan pengawasan bahwa “guru yang utama” (Republika 10 Febuari 2003). guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Belajar dapat dilakukan dimana saja. dan belajar dari peglamannya. guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. yang dengan Undang-Undang yang kurang baik sekalipun akan dapat dihasilkan keputusan yang baik. Kedua. Sebagai salah satu komponen utama pendidikan. guru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. Komitmen. bahwa aspek kualitas hakim dan jaksa masih jauh lebih penting dibandingkan dengan aspek undang-undangnya. Untuk membangun pendidikan yang bermutu. Artinya. Keahlian 2. misalnya di PGRI dan organisasi profesi lainnya. Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik. Pertama. yang terpenting adalah manusianya. Bagi guru hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. maka kaidah itu dapat dianalogikan dengan pentingnya guru. E. Kterampilan (Supriadi 1998:96).

Disamping itu. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak”. Dua decade kemudian. Bahkan mereka mendambakan adanya satu instrument atau alat ukur yang akan mereka gunakan dalam melaksanakan skill audit dengan tujuan untuk menentukan tingkat kompetensi guru di daerah masing-masing. gaji dan dedikasi terkait erat dengan factor lain yang bernama kompetensi professional. direktorat Tenaga Pendidikan (Dit-Tendik). Ketidakmampuan LPTK ternyata memang diluar tanggung jawabnya. Menguasai materi atau bahan ajar. and values displayed in the contex of task performance”. Numun. Sejalan dengan definisi tersebut. sikap. attitude. 2.1. kualifikasi. karena inidkasi adanya mutu profsionalisme guru masih rendah. keterampilan. terkenal wacana akademis tentang apa yang disebut sebagai Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi atau Competency-based Training and Education (CBTE). menjelaskan bahwa “Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. Sementara itu. Direktorat Profesi Pendidik Ditjen PMPTK. Ternyata. Banyak orang yang menganggap bahwa gaji dan penghargaan terhadap guru menjadi penyebab atau causa primanya. Penuh kasih saying (loving) dalam mengajar dan mendidik (Mas’ud 2003:194). nama baru Dikgutentis telah membentuk satu tim Penyusun Kompetensi guru yang beranggotakan anggota pakar pendidikan yang bergabung dalam Konsorsium Pendidikan untuk menghasilkan produk kompetensi guru. Pekerjaan besar ini dimulai dari proses yang menjadi tugas lembaga pendidikan yang dikenal dengan LPTK. Antusiasme. Gaji aakan mengikuti dedikasi. Berdasarkan pengertian tersebut. LPTK mengalami kesulitan besar ketika dihadapkan kepada masalah kualitas calon mahasiswa kelas dua yang akan dididik menjadi guru. selain memang harus dipikirkan sungguh-sungguh upaya dengan meningktakan gaji dan penghargaan terhadap guru. namun masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan. Gaji dan penghargaan guru belum dapat disejajarkan dengan profesi lain. karena pada akhirnya masalah duit atau gaji dan penghargaan. Terjadilah lingkaran setan yang sudah diketahui sebab dan akibatnya. Secara sederhana dapat diartikan bahwa kompetensi guru meruoakan kombinasi kompleks dari pengetahuan. Apakah yang dimaksud kompetensi? Istilah kompetensi memang bukan hal yang baru. karena melibatkan banyak komponen. . karena masalah rendahnya mutu calon guru itu lebih disebabkan oleh rendahnya penghargaan terhadap profesi guru. ada orang yang berpendapat bahwa antara gaji dan dedikasi tidak dapat dipisahkan. Pada akhirnya orang mudah menebak. Untuk menjelaskan pengertian tentang kompetensi itulah maka Gronzi (1997) dan Hager (1995) menjelaskan bahwa “An integrated view sees competence as a complex combination of knowledge. skill. dan nilai-nilai yang ditunjukan oleh guru dalam konteks kinerja tugas yang diberikan kepadanya. standar kompetensi guru diartikan sebagai ‘satu ukuran yang ditentukan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugas. yakni meningkatkan dedikasi dan kompetensi guru. Peningkatan mutu guru merupakan upaya yang amat kompleks. keterampilan. Pada saat itu Direktorat Pendidikab Guru dan Tenaga Teknis (Diguntentis) Dikdasmen pernah mengeluarkan “buku saku berwarna biru” tentang “sepuluh kompetensi guru”. Jadi. para penyelenggara pendidikan di Kabupaten/Kota telah menunggu kelahiran Kompetensi guru itu. dan 3. Setelah sekitar dua tahun berjalan. tim itu telah dapat menghasilkan rendahnya kompetensi guru. Pada tahu 70-an.

Pelaksanaan tidak lanjut hasil penilaian hasil belajar peserta didik. dan 3. 2. Pelaksanaan interaksi belajar mengajar. 2005). Pengembangan profesi. anggota legislative. yaitu : 1. Penguasan akademik. Dengan kondisi seperti itu. pembinaan guru diatur secara terpusat oleh pemerintah. F. 2. antara lain karena belum ada kejelasan tentang standar pengembangan karir mereka. Disamping itu standar kompetensi guru bermanfaat untuk : 1. dan Penguasaan bahan kajian akademik. inovasi. dan bahkan menjadi tenaga structural di dinas pendidikan. yang . peningkatan kualitas dan penjenjangan karier guru. Pengelolan pembelajaran. 2. yakni : 1. Pengembangan Karier Guru Pada era sentralisasi pendidikan. Oleh karena itu. Dalam pelaksanaan di lapangan ketentuan tersebut berjalan dengan berbagai penyimpangan. Standar kompetensi guru terdiri atas tiga komponen ynang saling mengait. Standar kompetensi guru SKS memliki tujuan dan manfaat ganda. 4. 5. Direktorat Tendik 2003:5). PMPTK. 3. ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi. Menjadi tolak ukur semua pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan dalam rangka pembinaan. Mengingat kondisi itulah maka pada tahun 1970-an dan 1980-an telah mendirikan beberapa lembaga pendidikan dan pelatihan yang bernama Balai Penataran guru (BPG).dan jenjang pendidikan’ (Direktorat Profesi Pendidik. kemandirian. Pemahaman wawasan kependidikan. Ketiga komponen masing-masing terdiri atas dua kemampuan.2005). Ketiga standar kompetensi tersebut dijiwai oleh sikap dan kepribadian yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas guru sebagai tenaga profesi. Meningkatkan kinerja guru dalam bentuk kreatifitas. keterampilan. 6. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui PGPS (Peraturan Gaji Pegawai Sipil) dan ketentuan lain tentang kenaikan pangkat dengan system kredit. Kepala sekolah sering terpaksa menandatangani usul kenaikan pangkat guru hanya karena factor ‘kasihan’. Sedang sebagian besar lainnya mengalami nasib yang tidak menentu. Penilaian prestasi belajar peserta didik. Pelaksanaan kenaikan pangkat guru dengan system kreditpun sama. PGPS sering diplesetkan menjadi ‘pinter goblok penghasilan sama’ atau ‘pandai pander penghasilan sama’. Diten PMPTK. Standar kompetensi Guru bertujuan untuk memperoleh tujuan baku dalam pengukuran kinerja guru untuk mendapatkan jaminan kualitas proses pembelajaran (SKG. Pengembangan profesi. dan tanggung jawab seseuai dengan profesinya (Direktorat Profesi Pendidik. Penyusunan rencana pembelajaran. 7. ada sebagian kecil guru yang karena kapasitas pribadinya atau karena factor lainnya dapat berubah atau meningkat karirnya menjadi kepala desa.

satu jenjang fungisonal bagi guru yang telah menjabat sebagai kepala sekolah. Pengelola sanggar. yakni instruktur yang telah diangkat untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah. 6. yakni guru baru sebatas ditatar ditingkat kecamatan atau sekolah. Guru inti. guru yang telah mengikuti kegiatan diklat TOT (training of trainer) di tingkat pusat atau nasional dan memperoleh prediakt sebagai penatar di tingkat provinsi.sekarang menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di setiap provinsi. dan Latihan Kerja Pengawas Sekolah (LKPS) untuk pengawas sekolah. dan Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) yang sekarang menjadi Pusat Pengembangan Profesi pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) untuk berbagai mata pelajaran dan bidang keahlian di beberapa daerah Indonesia. kecamatan. Penerapan Pendidikan Karakter Bangsa dalam Kegiatan Pembelajaran Pendidikan berbasis karakter bangsa kini menjadi pembahasan hangat di media masa. Kepala sekolah. Salah satu pola pembinaan guru melalui diklat ini adalah mengikuti pola Pembinaan Kegiatan guru (PKG). Kegiatan-kegiatan tersebut sebagian besar dilaksanakan di suatu sanggar yang disebut dengan PKG. dan sekolah. Kegiatan itu pada umumnya dirancang oleh Direktorat-direktorat di bawah direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah sekarang LPMP dan P4TK berada dibawah Dirjen PMPTK Regionregion penataran telah dibentuk di berbagai kawasan Indonesia dengan melibatkan antara direktorat terkait dengan lembaga diklat (preservice training) dan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) sebagai lembaga preservice training. para guru dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Pada tahun 1970-an kegiatan ‘up-grading’ guru mulai gencar dilaksanakan di BPG dan PPPG. Melalui pola PKG ini. . Hal tersebut merupakan upaya untuk mengatasi. 3. yakni tempat bertemunya para guru berdiskusi atau mengikuti penataran tingkat kabupaten atau sekolah. 4. Pengawas sekolah. Melalui pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab sebagai masalah budaya dan karakter bangsa. 2. paling tidak mengurangi maslah budaya dan karakter bangsa yang menimpa generasi muda yang akhir-akhir ini mengalami kemerosotan. seminar. Selain itu. serta melibatkan juga peranan lembaga pendidikan sekolah sebagai on the job training yang dibina langsung oleh kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang ada regionnya masing-masing. Pendidikan dianggap sebagai sebuah upaya yang bersifat preventif dalam membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. G. guru yang telah ditatar ditingkat provinsi atau nasional dan memperoleh predikat sebagai penatar di tingkat kabupaten. para guru memiliki wadah pembinaan professional melalui organisasi yang dikenal dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). bahkan sudah dilaksnakan di beberapa sekolah. sementara kepala sekolah aktif dalam kegiatan Latihan Kerja Kepala Sekolah (LKKS). Instruktur. yang system penyelenggaraan diklatnya dinilai melibatkan elemen pendidikan yang lebih luas. 5. guru instruktur yang diberi tugas untuk mengelola sanggar PKG. Sebagian besar instruktur ini juga telah memperoleh pengalaman mengikuti penataran di luar negri. Guru biasa.

Akan tetapi. kreatif. Interaksi seseorang dengan orang lain membutuhkan karakter masyarakat dan karakter bangsa. bersikap. bersahabat/komunitatif. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepad Tuhan Yang Maha Esa. jadi pendidikan budaya dan karakter bangsa haruslah berdasarkan nilai-nilai Pancasila. pengembangan karakter bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu seseorang. dapat dipercaya. “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Berbagai upaya pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa telah dilakukan pemerinath. akhlak. telah lahir berbagai bentuk kepedulian baik dari masyarakat. otak dan fisik. dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam praktik di sekolah/kelas. dan hormat kepada orang lain. menghargai prestasi. Oleh karena itu. Guru dapat menerapkannya dalam berbagai aktivitas perwujudan pembelajaran. Guru tidak perlu mengubah pokok bahasan itu untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam setiap kegiatan pembelajaran. berfikir. dan budaya bangsa. Melalui Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dirumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. berakhlak mulia. karena manusia hidup dalam lingkungan social dan budaya tertentu. pendekatan yang sesuai. Melalui usaha bersama semua guru dan pemimpin sekolah. peduli lingkungan. demokratis. jujur. Karakter adalah watak. memiliki rasa ingin tahu. melalui semua mata pelajaran. kreatif. Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indionesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. sehat. Dengan kata lain. tabiat. tanggung jawab. gemar membaca. Atas dasar pemikiran itu. pelaksanaan pendidikan harus dilakukan melalui perencanaan yang baik. cakap. atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang. Guru sebagai salah satu komponen di dunia pendidikan memiliki peran yang strategis dalam membantu. Sebagaimana telah disampaikan oleh pihak Pusat Kurikulum Kementrian Pendidikan Nasional bahwa wujud pendidikan karakter bangsa bias masuk dalam setiap mata pelajaran sebagai bahan atau media mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebjutkan. pengembangan budaya dan karakter bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan social. Oleh karena itu. cinta damai. berilmu. Artinya. maupun pemerintah. membimbing dan mendidik karakter anak didiknya. mandiri dan menjadi warga Negara yang deokratis serta bertanggung jawab”.Melihat sebgai realita yang ada. dan bertindak. peduli social. dan metode belajar serta pembelajaran yang efektif. semangat kebangsaan. Lingkungan social dan budaya bangsa adalah pancasila. melalui upaya itu kiranya dapat terwujud. displin. mendidik budaya dan karakter bangsa adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri peserta didik melalui pendidikan hati. mandiri. cinta tanah air. budaya masyarakat. kerja keras. maka pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan social dan budaya yang bersangkutan. toleransi. . rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan karakter bangsa. Nilai karakter bangsa yang perlu dikembangkan dalam diri peserta didik sebagaimana sebagai anjuran pihak pemerintah yaitu : religious.

pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan. menerapkan nilai-nilai. dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat. pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah. Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarsian budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. nasionalis. produktif dan kreatif. Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa. Pengembangan itu harus dilakukan melalui perencanan yang baik. dan warganegara yang religius. pengembangan pendidikan budaya dan karakter sangat strategis bagi keberklangsungan dan keunggulan bangsa di masa mendatang. Selain mewariskan. sebagai anggota masyarakat. Pendidikan adalh juga suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangusngan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik dimasa depan. Pendidikan adalah suatu proses enkulurisasi.tersebut dalam kehidupan dirinya. Serta mengembangkan prestasi baru yang menjadi karakter baru bangsa. Atas dasar pemikiran itu. pendekatan yang sesuai. karakter bangsa. berfungsi mewariskan nilai-nilai dan presatsi masa lalu ke generasi mendatang. Berdasarkan pengerian budaya. dan metode belajar dan pembelajaran yang efektif. secara aktif peserta didik mengembangkan potensi didirnya. pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa kini dan masa yang akan dating. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan kebanggan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu. Oleh karena itu. dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah.Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. . pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. oleh karenanya harus di lakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah. melakukan proses internalisasi. Sesuai dengan sifat suatu nilai. serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat. dan pendidikan yang telah dikemukakan di atas maka pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya. melalui mata pelajaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful