P. 1
Kebijakan Fiskal Dalam Ekonomi Islam

Kebijakan Fiskal Dalam Ekonomi Islam

|Views: 1,615|Likes:
Published by Teguh Supriyanto

More info:

Published by: Teguh Supriyanto on May 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2013

pdf

text

original

KEBIJAKAN FISKAL DALAM EKONOMI ISLAM

Disusun Oleh : Arip Jatmiko 0710213026

JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010

2 Rumusan Masalah Permasalahan yang pertama bagaimna Kebijakan fiskal terjadi di Negara Barat pada abad pertengahan? Permasalahan yang kedua dalam Islam bagaimna kebijakan fiskal itu dijalankan dalam sistem pemerintah Islam? 1. justru semakin terpuruk sebagai konsumen produksi negara-negara maju.3 Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah ekonomi islam syariah serta mengetahui kebijakan fiskal di Negara Barat pada abad pertengahan serta kebijakan fiskal dalam Islam itu sendiri. umat Islam yang selama ini sebagian Besar berada di bawah garis kemakmuran. 1. kebijakan fiskal merupakan suatu kewajiban negara dan menjadi hak rakyat sehingga kebijakan fiskal bukanlah semata-mata sebagai suatu kebutuhan untuk perbaikan ekonomi maupun untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.BAB I PENDAHULUAN 1. tetapi lebih pada penciptaan mekanisme distribusi ekonomi yang adil. tetapi suatu nasib apakah umat Islam memiliki kekuatan baru untuk mempengaruhi sistem ekonomi Dunia atau sebaliknya. namun umat Islam tidak bisa menutup mata bahwa ekonomi Islam mempunyai prinsip dasar mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dengan sumber daya yang tidak terbatas. Sistem ekonomi Global yang digunakan saat ini membuat umat Islam di belahan manapun mengalami masa yang menentukan.1 Latar Belakang Umat Islam dihadapkan pada harapan-harapan historis. . Bukan saja karena kondisi ekonomi dan politiknya yang masih dipengaruhi oleh Negara-negara maju. sekaligus tantangan yang cukup besar khususnya berkenaan dengan sistem ekonomi Islam. Dalam Islam.

di samping pendapatan dari sumber lain seperti biaya pasar. Kesimpulan ini .BAB II PEMBAHASAN 2. bea cukai dan denda dari beragam sumber feodal lainnya. dibandingkan dengan Kebijakan Fiskal dalam Islam memiliki peraturan Islam dengan Sistem Ekonomi Islam sedangkan di Negara-negara lain memilki peraturan tersendiri. Menurut para ahli sebagai berikut: Menurut Samuelson dan Nordhaus menyatakan bahwa kebijakan fiskal adalah proses pembentukan perpajakan dan pengeluaran masyarakat dalam upaya menekan fluktuasi siklus bisnis. Mesir Kuno. Seperti halnya di Inggris pada abad pertengahan. bebas dari laju inflasi yang tinggi dan berubah-ubah. dan ikut berperan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. dan kedua dari abad ke-12 hingga ke-15 ketika beberapa pencerahan intelektual terjadi. dan penentuan harga barang dan jasa dari perusahaan. Di Inggris. kebijakan fiskal (fiscal policy) merupakan tindakan-tindakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan umum melalui kebijakan penerimaan dan pengeluaran pemerintah. penggunaan tenaga kerja yang tinggi. mobilisasi sumberdaya. Pajak dan pungutan merupakan sesuatu yang berat. Bahwa di Negara-negara Barat pada Kebijakan Fiskal bahwa pajak dibebankan secara sewenang-wenang dan tidak ada prinsip yang sistematis yang harus diikuti. Dari sudut pandang abad pertengahan dalam sejarah Eropa terbagi menjadi dua bagian yaitu pra pencerahan dari 476 sampai 1200 M yang pertama. Beban semua pajak dan hak-hak feodal bisa mencapai 80% dari pendapatan rata-rata para petani. Negara tersebut memilki kebijakan Fiskal di Negara sendiri-sendiri. tidak ada sistem fiskal tertentu di Perancis hingga pada abad ke-14 M. pajak atas tanah merupakan sumber utama pendapatan. bahwa kebijakan fiskal merupakan kebijakan pemerintah terhadap penerimaan dan pengeluaran negara untuk mencapai tujuan-tujuannya. Menurut Wolfson sebagaimana dikutip Suparmoko. Dari dua definisi di atas.1 Jurnal Ini Membahas Kebijakan Fiskal di Barat Abad Pertengahan Kebijakan Fiskal terdapat diNegara-negara lain misalnya di Negara Romawi. dan India. Yunani. namun kebijakan Fiskal dalam ekonomi Islam sangatlah beda dibandingkan dengan di Negaranegara lain. Ini menunjukkan bahwa bagian terbesar dari pendapatan orang miskin dikenai pungutan dan pajak.

Peran Negara Islam sangat signifikan dalam menjamin kesejahteraan dan kebutuhan rakyatnya. Dalam Islam yang dimaksud dengan kesejahteraan bukanlah semata-mata diperoleh dari kekayaan material. Terkait dengan pemenuhan kebutuhan manusia. 2. serta distribusi kekayaan justru yang sesuai dengan sifat dasar dan kebutuhan manusia.2 Dalam Kebijakan Fiskal dalam Islam Menjelaskan Sebagai Berikut: Manusia Mempunyai kebebasan yang luas untuk memiliki harta. sumber penerimaan pemerintah terdiri dari : . Dalam sistem ekonomi konvensional. maka dalam Islam telah diatur mekanismenya dalam suatu negara. negara akan melakukan berbagai kebijakan. Di dunia Islam. pemerintahan memerlukan dana untuk menggunakan APBN dalam rangka mengendalikan pengeluaran pemerintah yang sesuai dengan jumlah pendapatannya.3 Pendapatan dan Pengeluaran Pemerintah Islam Pemerintah Islam memerlukan dana untuk berbagai jenis pembiayaan. Tujuan dari anggaran pemerintah adalah menopang tujuan yang ingin dicapai oleh pemerintah. hak memiliki harta atas dasar kemaslahatan. yang setiap tahun dapat diukur dengan statistik pendapatan nasional. Prinsip-prinsip ekonomi Islam yang mengakui kebebasan manusia atas nilai-nilai tauhid. 2. Prinsip-prinsip tersebut mengakibatkan ketimpangan sosial yang secara tidak langsung telah membuat polarisasi yang cukup tajam antara kaya dan miskin. serta pada halnya umat manusia kebutuhan akan bahan barang dan jasa tidak terbatas pada sistem ekononi islam. instrumen yang digunakan dalam kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran negara. Dalam rangka menjamin kesejahteraan rakyat. Dengan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ingin dicapai oleh pemerintah yang sesuai dengan jumlah pendapatan dan bagaimana distribusi harta ditengah-tengah masyarakat. tetapi termasuk juga kesejahteraan rohani di dunia dan akhirat. Selanjutnya.bertujuan agar definisi kebijakan fiskal mengandung makna umum. artinya merupakan suatu gambaran yang bisa terjadi dalam berbagai sistem ekonomi. melarang penumpukan harta. Tujuan pokok dari setiap pemerintahan Islam adalah memaksimalkan kesejahteraan seluruh warga negara dengan tidak mengabaikan prinsip-prinsip keadilan. Kebijakan tersebut dinamakan kebijakan fiskal. maka kebijakan fiskal dalam konteks Sistem Ekonomi Kapitalis sangat erat kaitannya dengan target keuangan negara yang ingin dicapai.

penjualan. Tambahan Tambah Utang Dalam APBN sistem ekonomi konvensional sangat mengandalkan pajak dari rakyat dan hutang. Pajak dalam Negeri (pajak penghasilan. Dalam APBN pemasukan dari berbagai sumber dari pendapatan dan pengeluaran menjadi satu tanpa melihat dari mana asalnya dari kepemilikan umum atau negara. Belanja Negara b. Hibah atau bantuan dan pinjaman luar negeri.2 triliun. Luar Negeri c. perseroan. Penerimaan pajak a. walaupun pola anggaran pendapatan negara hampir sama dengan perekonomian konvensional namun sumber-sumber dana tersebut didasarkan pada syariah. Peneriman negara bukan pajak lainnya 3. 2. Terhadap pengaturan pendapatan publik bidang keuangan negara degan semua hasil . Bagain pemerintah atas laba BUMN c.1. hal ini bisa dilihat dari Pendapatan Negara dan Hibah dalam APBN-P 2009 Indonesia sebesar Rp. a. pertambahan nilai. Dalam Negeri b.609. Penerimaan Negara Bukan Pajak a. Hibah dan Bantuan Luar Negeri Pada Tabel di bawah menjelaskan Pengeluaran Pemerintah Indonesia Pengeluaran Negara 1. Pajak perdagangan internasional 2. 2. Sedangkan dalam Islam. Penerimaan sumber daya alam b. berasal dari pungutan pajak. terutama dari luar negeri jika tidak mencukupi. Lebih sistematis dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Pada Tabel di bawah menjelaskan Penerimaan Pemerintah Indonesia Penerimaan Negara 1. Belanja Pemerintah Pusat c. Penerimaan negara bukan pajak 3. dsb) b. 848 triliun. dengan peraturan demikian adanya. di mana 68 persennya adalah dari pajak yaitu sebesar Rp. Merupakan sumber penerimaan primer. Belanja Daerah Pembiayaan a.

serta jaminan keamanan yang mereka terima dari Negara Islam. 3. 3. Kharaj (Pajak atas tanah) dan ‘Ushur . Wakaf Wakaf dari pandangan hukum syara’ berarti “menahan harta yang mungkin diambil manfaatnya”. zakat fitrah. Zakat Dari sumber keuangan negara dalam ekonomi yang islami. Tempat pengumpulan dana disebut Baitul Mal atau bendahara negara. diberikan atau dijual kepada pihak lain. Pajak ini dibebankan pada kaum muslim kaya dalam rangka menutupi pengeluaran Negara selama masa darurat. hadiah dari pimpinan Negara lain dan pinjaman pemerintah baik kalangan muslim maupun non muslim Sumber penerimaan yang cukup penting dalam pemerintahan Islam yaitu : 1. 5. barang yang diwakafkan tidak boleh dihabiskan. Kepemilikan wakaf dikembalikan pada Allah swt.pengumpulan negara harus dikumpulkan terlebih dahulu kemudian dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan negara. uang tebusan. 4. Nawaib/Daraib Nawaib yaitu merupakan pajak umum yang dibebankan atas warga negara untuk menanggung kesejahteraan sosial atau kebutuhan dana untuk situasi darurat. Jizyah Jizyah merupakan pajak yang dibayar oleh kalangan non muslim sebagai kompensasi atas fasilitas sosial-ekonomi. dan amwa) 2. nawa dan sedekah. Bersumber dari kalangan muslim (zakat. Penerimaan yang bersumber dari kalangan nonmuslim seperti jizyah. kharaj. Penerimaan sari sumber lain misalnya ghani. Zakat sebagai sumber penerimaan utama memiliki potensi yang besar mengingat hukumnya yang wajib. dan ushur. layanan kesejahteraan. 2. Status harta tersebut adalah milik negara dan bukan milik individu. Oleh karena itu. Mengenai sumber pendapatan Negara (Baitul Mal) menjadi tiga kelompok : 1. wakaf.

‘Ushur (pajak perdagangan) ‘ushur adalah pajak yang dikenakan atas barang-barang dagangan yang masuk negara Islam. 10. karena ia adalah persentase tertentu dari rampasan perang yang diperoleh tentara Islam. atau berasal dari barang-barang seorang Muslim yang meninggalkan negerinya 2.4 Kebijakan Fiskal Sebagai Fungsi Alokasi. Kaffarah Kaffarah merupakan denda yang dulu dikenakan kepada suami istri yang melakukan hubungan di siang hari pada bulan puasa (Ramadhan). Khums juga merupakan suatu sistem pajak proporsional. Denda tersebut dimasukkan dalam pendapatan negara. 7. 8. Khums Khums adalah dana yang diperoleh dari seperlima bagian rampasan perang. dan Stabilisasi Perekonomian . dibayar sekali dalam setahun dan hanya berlaku bagi barang yang nilainya lebih dari 200 dirham. 6. ekonomi Islam tidak mengenal bunga. Amwal Fadla Amwal Fadla merupakan harta benda kaum muslimin yang meninggal tanpa ahli waris. sehingga pengeluaran pemerintah akan dibiayai dari pengumpulan pajak atau bagi hasil. Distribusi.Kharaj adalah pajak atas tanah yang dimiliki kalangan non muslim di wilayah negara muslim. atau datang dari negara Islam sendiri. Alasannya. Pajak ini berbentuk bea impor yang dikenakan pada semua pedagang. Pinjaman Pinjaman atau utang baik luar negeri maupun dalam negeri dalam Islam sifatnya adalah hanya sebagai penerimaan sekunder. 9. demikian pula untuk pinjaman dalam Islam haruslah bebas bunga.

2. 3. Kebijakan belanja umum pemerintah dalam sistem ekonomi syariah dapat dibagi menjadi tiga bagian: 1. Stabilisasi adalah bagaimana negara menciptakan perekonomian yang stabil. Kebutuhan Primer bagi setiap individu secara menyeluruh. padahal merupakan kewajiban negara terlepas dengan adanya harta di dalam Baitul Mal. Belanja umum yang berkaitan dengan proyek yang disepakati oleh masyarakat berikut sistem pendanaannya. digunakan dalam sistem kuangan Negara.Dalam alokasi. maka kewajiban untuk membiayai anggaran tersebut beralih kepada kaum Muslimin. Pengeluaran dalam negara Islam harus diupayakan untuk mendukung ekonomi masyarakat muslim. Kebutuhan-kebutuhan pokok bagi seluruh rakyat secara keseluruhan. maka Negara tidak boleh melalaikan anggarannya di dalam Baitul Mal. Juga hak seluruh rakyat untuk mendapatkan jaminan keamanan. sedangkan distribusinya menyangkut kebijakan Negara untuk mengelola pengeluarannya serta menciptakan mekanisme distribusi ekonomi. Belanja kebutuhan operasional pemerintah yang rutin. pendidikan dan pelayan kesehatan secara gratis. Bahkan jika Baitul Mal tidak mampu lagi membiayai anggaran ini. Belanja umum yang dapat dilakukan pemerintah apabila sumber dananya tersedia. Kebijakan fiskal dengan dibandingkan anggaran yang lainnya. sandang dan papan. Kebutuhan-kebutuhan Pokok yang disyariatkan oleh islam yaitu : 1.5 Dalam Mengkritisi Kebijakan Fiskal di Barat Abad Pertengahan dan Kebijakan Fiskal dalam Islam . 2. Terkait kebijakan pengeluaran pemerintah anggaran yang efisien dan efektif merupakan landasan pokok dalam kebijakan pengeluaran pemerintah dalam ajaran Islam dipandu oleh kaidah-kaidah Syariah dan skala prioritas. 2. Jadi pengeluaran pemerintah akan diarahkan pada kegiatan-kegiatan pemahaman terhadap Islam dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. sebab merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dan merupakan hak setiap individu yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya akan pangan.

sehingga kebijakan fiskal bukanlah semata-mata sebagai suatu kebutuhan untuk perbaikan ekonomi maupun untuk peningkatan kesejahteraan rakyat saja. Kesimpulan Secara umum kebijakan fiscal yang mencangkup sumber-sumber pendapatan dan keputusan pembelanjaan di Romawi. Dalam Islam pun juga terdapat prinsipprinsip nilai ekonomi Islam yang mengakui kebebasan manusia atas dasar nilai-nilai tauhid serta penerimaan dan pengeluaran Negara pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). kebijakan fiskal merupakan suatu kewajiban negara dan menjadi hak rakyat. Mesir Kuno. 2. Pajak umumnya bersifat menindas. dan India. Corak perekonomian sekarang telah berubah dan sumber pendapatan yang relatif lebih layak dan lebih tersedia bagi pemerintah modern. Yunani. Dalam Islam. berada pada otoritas penguasa. dan menimbun kekayaan justru yang sesuai dengan sifat dasar dan kebutuhan manusia setiap hari. pembelanjaannya terkesan mewah dan tidak .Manusia mempunyai kebebasan yang luas untuk memiliki harta yang tidak terbatas jumlahnya namun dalam Islam hak memiliki harta. Dengan melakukan terobosan syariah diharapkan pendapatan negara akan optimal serta kesejahteraan rakyat akan terjamin.6 Dilihat dari Fungsi dari Pemerintah Islam Fungsi dari Pemerintah Islam yang modern tidak lagi terbatas pada fungsi seperti yang dijalankan oleh pemerintah Islam terdahulu yang bertumpu pada pertanian. akan tetapi lebih pada penciptaan mekanisme distribusi ekonomi yang adil. Pemerintahan Islam yang modern semestinya menggali dari sumber-sumber lain serta melakukan kebijakan-kebijakan strategis yang sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam dan dalam operasionalnya tetap patuh pada syariah. Namun dalam bagian di Negara Barat pada Kebijakan Fiskal bahwa pajak dibebankan bagian terbesar dari pendapatan orang miskin dengan secara sewenang-wenang dan tidak ada prinsip yang sistematis dalam sistem pemerintahan.

tetapi lebih pada penciptaan mekanisme distribusi ekonomi yang adil. Dalam Islam. Sumber pemasukan bagi Negara Islam terdapat sabagi berikut fai’. Pajak umumnya bersifat menindas karena terkesan mewah dan tidak produktif. Pajak dan pungutan merupakan sesuatu yang berat. Zakat merupakan alat bantu sosial mandiri yang menjadi kewajiban moral bagi orang kaya untuk membantu mereka yang miskin dan terabaikan. kebijakan fiskal merupakan suatu kewajiban negara dan menjadi hak rakyat sehingga kebijakan fiskal bukanlah semata-mata sebagai suatu kebutuhan untuk perbaikan ekonomi maupun untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. ghani mah. Pajak dibebankan secara sewenang-wenang dan tidak ada prinsip yang sistematis yang harus diikuti.produktif. khara (Pemasukan dari hak milik umum) sedangkan dari ‘Ushur dan Khumus (Pemasukan hak dari milik Negara). Pajak dibebankan secara sewenang-wenang dan tidak ada prinsip yang sistematis yang harus diikuti. . Secara umum Kebijakan Fiskal dalam ekonomi Islam terdapat pendapatan serta fungsi pemerintahan terhadap anggran APBN dalam suatu Negara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->