1.

Ibnu Sina (Pahlawan dan Tokoh Kesehatan Islam)
Ibnu Sina atau Avicenna merupakan seorang

dokter, ilmuwan, filsuf sekaligus pahlawan. Ibnu Sina lahir pada abad ke-10 atau tepatnya pada tahun 340H/980 M di sebuah wilayah di Persia bernama Afsyana, Bukhara yang kini masuk wilayah negara Uzbekistan dan meninggal pada tahun 428H/1037 M di Hamadzan dalam usia 57 tahun. Merujuk pada Majalah Barokah, Edisi IV/Mei 2010, hal 19-21, Ibnu Sina dilahirkan dengan nama lengkap Abu Ali Al-Husain ibn Abdullah ibn Sina. Pada masa remaja, Ibnu Sina sudah menghafal Al-Quran dan menguasai dasar-dasar ilmu fisika, metafisika, logika, dan kedokteran. Bakatnya dibidang kesehatan terlihat ketika pada usianya ke-17 tahun, berhasil mengobati penyakit Khalifah Nuh ibn Al-Manshur (976-997), salah seorang penguasa Dinasti Samaniah. Padahal banyak tabib dan ahli pengobatan yang hidup pada masa itu tidak satupun yang sukses menyembuhkan penyakit sang khalifah. Berkat kepiawaiannya itulah, Ibnu Sina diberi kebebasan mengakses buku-buku literatur koleksi pribadi sang khalifah, dimana pada saat itu buku-buku yang memuat ilmu pengetahuan masih sangat langka sehingga jarang ditemukan. Koleksi buku sang khalifah disimpan dalam perpustakaan kerajaan yang kuno dan antik. Sebenarnya, Ibnu Sina juga diberi penghargaan tinggal di istana sang khalifah tetapi ditolaknya secara halus dan lebih memilih memperluas wawasannya melalui perpustakaan sang penguasa Dinasti Samaniah.

Banyak para pembesar negeri pada masa itu yang mengundangnya untuk memberikan pengobatan.Ayahnya berasal dari Balkh Khorasan adalah seorang pegawai tinggi pada masa Dinasti Samaniah (204-395 H/819-1005 M). Ayah dari Ibnu Sina meninggal ketika ia baru berusia 22 tahun sehingga ia meninggalkan kota kelahirannya. Kota selanjutnya Rayy dan Hamadzan. Karya Monumental Puncak pemikiran Ibnu Sina berlangsung pada Abad Pertengahan (abad ke 10) ketika Eropa dilanda zaman kegelapan. Karenanya dalam dunia Islam. sejak usia 22 tahun (1022 M) dan berakhir pada tahun wafatnya (1037 M). Karya monumentalnya yang terkenal di kalangan ilmuwan Barat adalah Canon of Medicine (Aturan Pengobatan) atau dalam bahasa Arab Qanun fi Thib yang terbit pada tahun 1323 M di India dan tahun 1593 M di Roma.com). Di bidang kedokteran ia mendapat julukan Pangeran Para Dokter dan Raja Obat. Syamsu Dawla dari Hamadzan. dan Alaud Dawla dari Isfahan. Di kota kecil Jurjan. Ibnu Sina mampu menemukan metode dan dasar argumentasi filsafat Islam dan menandingi pemikiran rasional tradisi intelektual Hellenisme Yunani. Kemahsyuran nama Ibnu Sina melintasi batas-batas negara dan agama dan tersebar di beberapa perpustakaan Barat dan Timur. Buku ensiklopedia ini . Ibnu Sina bertemu dengan seorang sastrawan dan ulama besar Abu Raihan Al-Biruni dan berguru kepadanya. ia dianggap sebagai puncah atau Bapak ilmu kedokteran (Suaramedia. sambil mulai menulis sebuah buku yang terkenal Qanun fi Thib. lalu ke Khawarazmi hingga menetap di Hamadzan (Iran). Bukhara dan memilih mengembara menuntut ilmu menuju Jurjan. Para pembesar negeri tersebut di antaranya Ratu Sayyidah serta Sultan Majdud dari Rayy.

Ibnu Sina yang pertama kali mempraktekkan pembedahan penyakit-penyakit bengkak yang ganas lalu menjahitnya. Dalam ilmu kedokteran kontemporer. Buku lainnya yang banyak dirujuk para ilmuwan adalah karya filsafatnya yang dihimpun dalam buku berjudul “Asy-Syifa” yang membahas tentang fisika. metafisika. Ibnu Sina juga banyak menemukan bahan nabati baru Zanthoxyllum budrunga . Judul kitab karya Ibnu Sina ini mengulas cara-cara pengobatan sekaligus obatnya dan kini menjadi semacam ensiklopedia filosofi dunia kedokteran. Ibnu Sina juga adalah orang yang pertama kali merumuskan. . yang menjadi bagian penting dari ilmu kesehatan dan kedokteran. mencatat dan menggambarkan anatomi tubuh manusia secara lengkap. dalam bahasan Latin kitab ini dikenal dengan nama Sanati. matematika dan logika. setiap bagian tubuh manusia.berisi jutaan item tentang pengobatan dan obat-obatan dan memperkenalkan penyembuhan secara sistematis.dimana tumbuh . dimana enam ratus tahun kemudian disempurnakan oleh William Harvey.cara modern yang kini disebut psikoterapi. serta dijadikan rujukan selama tujuh abad lamanya. bahwa kesehatan fisik dan kesehatan jiwa berkaitan erat dan saling mendukung. Melalui Al-Qanun fit-Thibb. Ibnu Sina sangat berjasa dalam bidang pathology dan farmasi. Ibnu Sina juga terkenal sebagai dokter ahli jiwa dengan cara . Ibnu Sina pertama kali mengungkap.tumbuhan banyak membantu terhadap beberapa penyakit tertentu seperti radang selaput otak (miningitis). dari ujung rambut hingga ujung kaki kuku saling berhubungan. Buku inilah yang menobatkan Ibnu Sina sebagai Bapak Kedokteran Dunia. Ibnu Sina sebagai orang pertama yang menemukan peredaran darah manusia. Kemudian ia mengambil kesimpulan bahwa. Ibnu Sina juga tercatat pertama kali mengatakan bahwa bayi selama masih dalam kandungan mengambil makanannya lewat tali pusarnya.

Belanda pada tahun 1892. Robert Grosseteste dan Roger Bacon. atau Buku tentang Penyembuhan) sekarang ini tersimpan di Oxford University London. Mengingat pentingya karya Ibnu Sina. .terdiri dari 18 jilid. Sementara bidang logika dimuat dalam buku “Al-Burhan” dan terbit pada tahun 1954 di Kairo. Kitab ini di dunia ilmu kedokteran menjadi semacam ensiklopedia filosofi dunia kedokteran. pemerintah Arab Saudi bekerjasama dengan pemerintah Mesir membentuk panitia penyunting “Ensiklopedia Asy-Syifa” pada tahun 1951. sebuah kitab tentang caracara pengobatan sekaligus obatnya terdiri atas 18 jilid. Sementara Bab ke-6 dari Kitab As-Syifa yang mengulas tentang landasan psikologi modern diterjemahkan dan diterbitkan oleh sebuah lembaga keilmuan di Praha dan juga diterjemahkan kedalam Bahasa Prancis. Aquinas dari Orde Dominikian diilhami pemikiran Ibnu Sina dalam perumusan kembali teologi Katolik Roma. begitu judul kitab karya Ibnu Sina ini. Pemikiran Ibnu Sina banyak mempengaruhi para teolog dan pemikir Barat seperti Thomas Aquinas. Sementara karya filsafat Ibnu SIna yang lain berjudul “Al-Isyarat wa al-Tanbihat” pernah diterbitkan di Kairo pada tahun 1947 dan di Leiden. Gundisalvus.Syifa (The Book of Recovery or The Book of Remedy = Buku tentang Penemuan. Dalam bahasan latin. Sedangkan Gundisalvus dalam karyanya “De Anima” sebagian besar isinya disalin dari pemikiran Ibnu Sina. Buku tersebut dicetak lintas negara seperti di Roma pada tahun 1593 M dan di Mesir pada tahun 1331 M. atau Sufficienta. Naskah selengkap buku As. kitab ini di kenal dengan nama Sanatio. Asy-Syifa. Ringkasan kajian dalam Asy-Syifa juga dimuat dalam buku “An-Najat” khusus mengulas tentang fisika dan metafisika dan dicetak di sebuah percetakan batu di Teheran.

2. Kebesaran nama Ibnu Sina diabadikan oleh UMI Makassar pada sebuah Rumah Sakit yang berdiri megah di kawasan Panaikang. Rufaidah hidup pada masa Rasulullah SAW pada abad pertama Hijriah .Sepanjang hidupnya Ibnu Sina menulis berbagai macam karya yang berkaitan dengan bidang yang diminatinya yang jumlahnya mencapai 250 karya. serta meragukan pandangan Aristoteles yang menyamakan bintang-bintang tak bergerak. bantahan terhadap pandangan Euclides. Menurutnya. nama Florence Nightingale tidak lebih terkenal dari Rufaidah Binti Sa’ad / Rufaidah Al-Asalmiya. baik dalam bentuk buku maupun risalah. RS ini melayani pasien lintas agama. Buku ini berkaitan dengan bidang astronomi berjudul “Al-Magest” diantara berisi. Semoga sekelumit kisah ini bisa menambah pengetahuan kita tentang orang-orang yang berjasa dalam bidang keperawatan. depan Kampus UMI. Bagi Keluarga Besar Universitas Muslim Indonesia (UMI). Ibnu Sina selain sebagai tokoh pemikiran dan ilmuwan besar Islam. Rufaidah Al-Asalmiya (570 – 632 M) Rufaidah Al-Asalmiya atau Siti Rufaidah adalah perawat muslim pertama didunia. dan lintas sosial-ekonomi dengan diperbolehkannya pemegang jamkesmas untuk berobat di RS tersebut. nama Rufaidah sendiri masih terasa asing dibandingkan dengan tokoh-tokoh keperawatan dunia yang berasal dari golongan barat. ia sudah ada jauh sebelum Pioneer of Modern Nurse lahir kedunia. Rufaidah Al-Asalmiya memiliki nama lengkap Rufaidah Binti Sa’ad Al-Bani Aslam Al-Khazraj. Ia lahir di Yatrhrib. Madinah pada tahun 570 M dan wafat pada tahun 632 M. juga sebagai pahlawan kesehatan Islam. Di Indonesia. Namun dikalangan Negara arab dan timur tengah. disamping sebagai rumah sakit pendidikan. bintang-bintang yang tak bergerak tidak berada dalam satu globe.

Ia digambarkan memiliki pengalaman klinik yang dapat . Dia merawat anak yatim dan memberi bekal pendidikan. atau penderita cacat mental. Ia digambarkan sebagai pemimpin dan pencetus sekolah keperawatan pertama didunia islam meskipun lokasinya tidak dapat dilaporkan. Saat kota madinah berkembang. Pada saat perang Badar. Uhud. Ia juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit atau yang lebih dikenal dengan Preventive Care serta menyebarkan pentingnya penyuluhan kesehatan (Health Education). mampu memobilisasi dan memotivasi orang lain. Selain berkontribusi dalam merawat mereka yang terluka saat peperangan. Dia memberi perhatian kepada setiap muslim. Tugas ini digambarkan mulia oleh Rufaidah. ia mengabdikan diri merawat kaum muslimin yang sakit. Rufaidah mempelajari ilmu keperawatan saat ia bekerja membantu ayahnya. orang miskin. dan dalam perang Khaibar mereka meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk ikut di garis belakang pertempuran untuk merawat para mujahid yang terluka. dan perang Khaibar Rufaidah menjadi sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang. anak yatim.atau abad ke-8 Masehi. Saat tidak terjadi peperangan. Rufaidah membangun tenda diluar Masjid Nabawi untuk merawat kaum muslimin yang sakit. dan merupakan pengakuan awal untuk pekerjaannya dibidang keperawatan dan medis. Rufaidah Al-Asalmiya juga terlibat dalam aktifitas sosial dikomunitasnya. sehingga Rasulullah SAW memerintahkan korban yang terluka dirawat oleh Rufaidah. Ia mendirikan rumah sakit lapangan. Rufaidah Al-Asalmiya melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat. Ia termasuk golongan kaum Anshor (Golongan pertama yang menganut agama Islam di Madinah). organisatoris. Khandaq. Rufaidah digambarkan memiliki kepribadian yang luhur dan empati sehingga memberikan pelayanan keperawatan kepada pasiennya dengan baik dan teliti. Ayah Rufaidah adalah seorang dokter. Rufaidah adalah seorang pemimpin.

Sejarah islam memcatat beberapa nama yang bekerja bersama Rufaidah AlAsalmiya seperti: Ummu Ammara. Sedangkan beberapa wanita musim yang terkenal sebagai perawat saat masa Rasulullah SAW saat perang dan damai adalah: Rufaidah binti Sa’ad AlAslamiyyat. Ummu Ayman. pada masa ini negara-negara arab membangun rumah sakit dengan baik. pada masa ini juga telah dikenalkan konsep pemisahan antara ruang rawat laki-laki dan ruang rawat perenpuan. 2. Zainab dari kaum Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata). Ummu Sulaiman. perkembangan keperawatan didunia islam atau lebih tepatnya lagi di negara Arab Saudi dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Juga telah dikenalkan konsep pasien laki-laki . 3. pada masa ini keperawatan sejalan dengan peperangan yang terjadi pada kaum muslimin (Jihad). Dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam hal klinikal saja. Nusaibat binti Ka’ab Al Amziniyat. Masa pertengahan/ Late to Middle Age (1000 – 1500 M). dan Hindun. Rufaidah Al-Asalmiya adalah perawat yang pertama kali muncul pada mas ini. Ummu Atiyah Al-Anasaiyat.diajarkan kepada perawat lain yang dilatih dan bekerja dengannya. Safiat. Aminah. Masa setelah Nabi / Post Prophetic Era (632 – 1000 M). pada masa ini lebih didominasi oleh kedokteran dan mulai muncul tokoh-tokoh kedokteran islam seperti Ibnu Sinna. Masa penyebaran islam /The Islamic Periode ( 570 – 632 M). Ar-Razi). ia juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Aminah binti Qays Al-Ghifariyat. Sebagai tambahan pengetahuan. Sehingga Rufaidah sering juga disebut sebagai Public Health Nurse dan Social Worker yang menjadi inspirasi bagi perawat di dunia islam. Abu Bakar Ibnu Zakariya Ar-Razi (dr.

Namun. Kota tersebut terletak di lembah selatan jajaran Dataran Tinggi Alborz yang berada di dekat Teheran. ar-Razi memutuskan untuk berhenti menekuni bidang alkemi dikarenakan berbagai eksperimen yang menyebabkan matanya menjadi cacat. Abu Bakar Muhammad ibnu Zakariya Razi atau al-Razi (865 M. Nama Razi-nya berasal dari nama kota Rayy.dirawat oleh perawat laki-laki dan pasien perempuan dirawat oleh perempuan. 3. seorang dokter dan filsuf yang lahir di Merv. Saat masih kecil. ar-Razi tertarik untuk menjadi penyanyi atau musisi tapi dia kemudian lebih tertarik pada bidang alkemi. Iran. Dia belajar ilmu kedokteran dari Ali ibnu Sahal at-Tabari. Kemudian dia mencari dokter yang bisa menyembuhkan matanya. pada masa ini salah seorang perawat bidan muslimah pada tahun 1960 yang bernama Lutfiyyah Al-Khateeb yang merupakan perawat bidan arab Saudi pertama yang mendapatkan Diploma Keperawatan di Kairo. Di kota ini juga.925 M) Ar-Razi lahir pada tanggal 28 Agustus 865 Hijirah dan meninggal pada tanggal 9 Oktober 925 Hijriah. Ibnu Sina menyelesaikan hampir seluruh karyanya. Dahulu. gurunya merupakan seorang Yahudi yang kemudian . ia mendirikan institusi keperawatan di Arab Saudi. Pada masa ini perawat-perawat asing dari dunia barat mulai berkembang dan mulai masuk kenegara arab. dan dari sinilah ar-Razi mulai mempelajari ilmu kedokteran. Pada umurnya yang ke-30. Masa modern (1500 – sekarang).

cacar diperlihatkan dalam bentuk gelembung pada wine. Ar-Razi juga menulis at-Tibb al-Mansur yang khusus dipersembahkan untuk Mansur ibnu Ishaq. Kemudian dia menjadi kepala Rumah Sakit di Rayy pada masa kekuasaan Mansur ibnu Ishaq. Beberapa tahun kemudian. arRazi diberikan gelar Syaikh karena dia memiliki banyak murid. Kontribusi Bidang Kedokteran Cacar dan campak Sebagai seorang dokter utama di rumah sakit di Baghdad. al-Mu'tashim. Razi kembali ke kampung halamannya dan terkenal sebagai seorang dokter disana. . arRazi pindah ke Baghdad pada masa kekuasaan al-Muktafi dan menjadi kepala sebuah rumah sakit di Baghdad. ar-Razi memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya di Rayy. Setelah kematian Khalifan al-Muktafi pada tahun 907 Masehi. ar-Razi merupakan orang pertama yang membuat penjelasan seputar penyakit cacar: "Cacar terjadi ketika darah 'mendidih' dan terinfeksi. dimana kemudian hal ini akan mengakibatkan keluarnya uap.berpindah agama menjadi Islam setelah mengambil sumpah untuk menjadi pegawai kerajaan dibawah kekuasaan khalifah Abbasiyah. Pada tahap ini. dimana dia mengumpulkan murid-muridnya. Kemudian darah muda (yang kelihatan seperti ekstrak basah di kulit) berubah menjadi darah yang makin banyak dan warnanya seperti anggur yang matang. ar-Razi dikenal sebagai dokter yang baik dan tidak membebani biaya pada pasiennya saat berobat kepadanya. penguasa Samania. Selain itu. Dalam buku Ibnu Nadim yang berjudul Fihrist.

" Alergi dan demam Razi diketahui sebagai seorang ilmuwan yang menemukan penyakit "alergi asma". patologi penyakit yang dijelaskan dengan perumpamaan fermentasi anggur dan cara mencegah wabah tersebut.Penyakit ini dapat terjadi tidak hanya pada masa kanak-kanak. Penyakit menjadi semakin parah ketika semua gejala tersebut bergabung dan gatal terasa di semua bagian tubuh. rasa sakit pada punggung. Salah satu gejala lainnya adalah perasaan berat pada seluruh tubuh dan sakit pada tenggorokan. dan ilmuwan pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi. Pada salah . gatal pada hidung dan mimpi yang buruk ketika tidur. Cara penjelasan yang tidak dogmatis dan kepatuhan pada prinsip Hippokrates dalam pengamatan klinis memperlihatkan cara berpikir ar-Razi dalam buku ini. Buku ini kemudian diterjemahkan belasan kali ke dalam Latin dan bahasa Eropa lainnya." Diagnosa ini kemudian dipuji oleh Ensiklopedia Britanika (1911) yang menulis: "Pernyataan pertama yang paling akurat dan tepercaya tentang adanya wabah ditemukan pada karya dokter Persia pada abad ke-9 yaitu Rhazes. Berikut ini adalah penjelasan lanjutan ar-Razi: "Kemunculan cacar ditandai oleh demam yang berkelanjutan. Cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah mencegah kontak dengan penyakit ini." Buku ar-Razi yaitu Al-Judari wal-Hasbah (Cacar dan Campak) adalah buku pertama yang membahas tentang cacar dan campak sebagai dua wabah yang berbeda. tapi juga masa dewasa. dimana dia menjelaskan gejalanya secara jelas. karena kemungkinan wabah cacar bisa menjadi epidemi. Bintik-bintik di muka mulai bermunculan dan terjadi perubahan warna merah pada muka dan kantung mata.

Tapi untuk meningkatkan mutu seorang dokter. Dia juga membuat perbedaan antara penyakit yang bisa disembuhkan dan yang tidak bisa disembuhkan. Razi juga merupakan ilmuwan pertama yang menjelaskan demam sebagai mekanisme tubuh untuk melindungi diri. ar-Razi menyarankan para dokter untuk tetap belajar dan terus mencari informasi baru.[3] . Farmasi Pada bidang farmasi. spatula dan mortar. Ar-razi juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri. Pada saat yang sama dia juga menyatakan bahwa dokter tidak mungkin mengetahui jawaban atas segala penyakit dan tidak mungkin bisa menyembuhkan semua penyakit. dia menjelaskan timbulnya penyakit rhintis setelah mencium bunga mawar pada musim panas. Sebagai tambahan. Ar-Razi juga mengatakan bahwa tujuan menjadi dokter adalah untuk berbuat baik. ar-Razi juga berkontribusi membuat peralatan seperti tabung. Etika kedokteran Ar-Razi juga mengemukakan pendapatnya dalam bidang etika kedokteran. yang secara manusiawi sangatlah tidak mungkin.satu tulisannya. ar-Razi menyatakan bahwa dia merasa kasihan pada dokter yang bekerja di kerajaan. Ar-Razi kemudian menyatakan bahwa seorang dokter tidak bisa disalahkan karena tidak bisa menyembuhkan penyakit kanker dan kusta yang sangat berat. karena biasanya anggota kerajaan suka tidak mematuhi perintah sang dokter. Salah satunya adalah ketika dia mengritik dokter jalanan palsu dan tukang obat yang berkeliling di kota dan desa untuk menjual ramuan. bahkan sekalipun kepada musuh dan juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

)ال حاوي‬ Petunjuk kedokteran untuk masyarakat umum (Arab:‫)ال ط ب يب ي ح ضره ال من‬ Keraguan pada Galen Penyakit pada anak .Buku-buku Ar-Razi pada bidang kedokteran Berikut ini adalah karya ar-Razi pada bidang kedokteran yang dituliskan dalam buku:     Hidup yang Luhur (Arab: ‫.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful