Zakat Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi (hasil profesi) bila telah mencapai nisab

. Profesi tersebut misalnya pegawai negeri atau swasta, konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis, dan wiraswasta. Latar belakang Adapun orang orang yang mensyariatkan zakat profesi memiliki alasan sebagai berikut: Berbeda dengan sumber pendapatan dari pertanian, peternakan dan perdagangan, sumber pendapatan dari profesi tidak banyak dikenal di masa generasi terdahulu. Oleh karena itu pembahasan mengenai tipe zakat profesi tidak dapat dijumpai dengan tingkat kedetilan yang setara dengan tipe zakat yang lain. Namun bukan berarti pendapatan dari hasil profesi terbebas dari zakat, karena zakat secara hakikatnya adalah pungutan terhadap kekayaan golongan yang memiliki kelebihan harta untuk diberikan kepada golongan yang membutuhkan. Referensi dari Al Qur'an mengenai hal ini dapat ditemui pada surat Al Baqarah ayat 267: "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji" Waktu Pengeluaran Berikut adalah beberapa perbedaan pendapat ulama mengenai waktu pengeluaran dari zakat profesi: 1. Pendapat As-Syafi'i dan Ahmad mensyaratkan haul (sudah cukup setahun) terhitung dari kekayaan itu didapat 2. Pendapat Abu Hanifah, Malik dan ulama modern, seperti Muh Abu Zahrah dan Abdul Wahab Khalaf mensyaratkah haul tetapi terhitung dari awal dan akhir harta itu diperoleh, kemudian pada masa setahun tersebut harta dijumlahkan dan kalau sudah sampai nisabnya maka wajib mengeluarkan zakat. 3. Pendapat ulama modern seperti Yusuf Qardhawi tidak mensyaratkan haul, tetapi zakat dikeluarkan langsung ketika mendapatkan harta tersebut. Mereka mengqiyaskan dengan Zakat Pertanian yang dibayar pada setiap waktu panen. (haul:lama pengendapan harta) Nisab Nisab zakat pendapatan/profesi mengambil rujukan kepada nisab zakat tanaman dan buah-buahan sebesar 5 wasaq atau 652,8 kg gabah setara dengan 520 kg beras. Hal ini berarti bila harga beras adalah Rp 4.000/kg

maka nisab zakat profesi adalah 520 dikalikan 4000 menjadi sebesar Rp 2.080.000. Namun mesti diperhatikan bahwa karena rujukannya pada zakat hasil pertanian yang dengan frekuensi panen sekali dalam setahun, maka pendapatan yang dibandingkan dengan nisab tersebut adalah pendapatan selama setahun. Kadar Zakat Penghasilan profesi dari segi wujudnya berupa uang. Dari sisi ini, ia berbeda dengan tanaman, dan lebih dekat dengan emas dan perak. Oleh karena itu kadar zakat profesi yang diqiyaskan dengan zakat emas dan perak, yaitu 2,5% dari seluruh penghasilan kotor. Hadits yang menyatakan kadar zakat emas dan perak adalah: “Bila engkau memiliki 20 dinar emas, dan sudah mencapai satu tahun, maka zakatnya setengah dinar (2,5%)” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Al-Baihaqi). Perhitungan Zakat Menurut Yusuf Qardhawi perhitungan zakat profesi dibedakan menurut dua cara: 1. Secara langsung, zakat dihitung dari 2,5% dari penghasilan kotor secara langsung, baik dibayarkan bulanan atau tahunan. Metode ini lebih tepat dan adil bagi mereka yang diluaskan rezekinya oleh Allah. Contoh: Seseorang dengan penghasilan Rp 3.000.000 tiap bulannya, maka wajib membayar zakat sebesar: 2,5% X 3.000.000=Rp 75.000 per bulan atau Rp 900.000 per tahun. 2. Setelah dipotong dengan kebutuhan pokok, zakat dihitung 2,5% dari gaji setelah dipotong dengan kebutuhan pokok. Metode ini lebih adil diterapkan oleh mereka yang penghasilannya pas-pasan. Contoh: Seseorang dengan penghasilan Rp 1.500.000,- dengan pengeluaran untuk kebutuhan pokok Rp 1.000.000 tiap bulannya, maka wajib membayar zakat sebesar : 2,5% X (1.500.0001.000.000)=Rp 12.500 per bulan atau Rp 150.000,- per tahun.

11. Kebutuhan hidup yang dimaksud adalah kebutuhan pokok. AL Bazar dan Baehaqi) Hasil Profesi Hasil profesi (pegawai negeri/swasta. Adz Dzariyat:19) Firman Allah SWT: Wahai orang-orang yang beriman. Bila kebutuhan pokok keluarga tersebut kurang lebih Rp. Apabila saldo rata-rata perbulan 975. oleh karenanya bentuk kasab ini tidak banyak dibahas. Dengan demikian Akbar berkewajiban membayar zakat sebesar 2. Dengan demikian hasil profesi seseorang apabila telah memenuhi ketentuan wajib zakat maka wajib baginya untuk menunaikan zakat. pangan dan biaya yang diperlukan untuk menjalankan profesinya. peternakan dan perniagaan. khusunya yang berkaitan dengan "zakat". notaris. sandang. sedangkan hasil profesi yang berupa harta dapat dikategorikan ke dalam zakat harta (simpanan/kekayaan). Lain halnya dengan bentuk kasab yang lebih populer saat itu.625. Zakat profesi memang tidak dikenal dalam khasanah keilmuan Islam. maka wajib atas kekayaannya itu zakat.-. 1. Sedang jika hasilnya hanya sekedar untuk menutupi kebutuhan hidupnya. akan tetapi jika hasilnya tidak mencukupi kebutuhan hidup (dan keluarganya). konsultan.500.000) = Rp. maka ia menjadi mustahiq (penerima zakat). infaqkanlah (zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik. mendapatkan porsi pembahasan yang sangat memadai dan detail. papan.000 .700. Meskipun demikian bukan berarti harta yang didapatkan dari hasil profesi tersebut bebas dari zakat. atau lebih sedikit maka baginya tidak wajib zakat.000 per bulan maka kelebihan dari penghasilannya = (1.000. dokter.00 (lebih dari nishab). memiliki seorang istri dan 2 orang anak. (QS Al Baqarah 267) Hadist Nabi SAW: Bila zakat bercampur dengan harta lainnya maka ia akan merusak harta itu (HR.Zakat Profesi Dasar Hukum Firman Allah SWT: dan pada harta-harta mereka ada hak untuk oramng miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak dapat bagian (QS. Penghasilan bersih perbulan Rp. seperti pertanian. Contoh: Akbar adalah seorang karyawan swasta yang berdomisili di kota Bogor.500.000 perbulan.625. sebab zakat pada hakekatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada orang-orang miskin diantra mereka (sesuai dengan ketentuan syara'). Dengan demikian apabila seseorang dengan hasil profesinya ia menjadi kaya. 975. yakni.5% dari saldo. dll) merupakan sumber pendapatan (kasab) yang tidak banyak dikenal di masa salaf(generasi terdahulu).000 maka jumlah kekayaan yang dapat dikumpulkan dalam kurun waktu satu tahun adalah Rp. .

Bahkan. Akuntan.5 % dari saldo tahunan. Seseorang yang tidak menunaikan kewajiban zakat berarti tidak menunaikan hak Allah sehingga Allah SWT berhak memberi mereka balasan. apapun jenis pekerjaan yang menyebabkan timbulnya penghasilan tersebut diharuskan membayar zakat bila telah mencapai nisab. artis. masih banyak ayat-ayat di dalam Al Qur'an dan hadits yang bisa dijadikan sebagai dalil yang memperkuat legalitas zakat profesi. Hak ini dikenal dengan istilah zakat yang diperuntukkan bagi delapan golongan sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 60. Sebagian kecil masyarakat masih mempertanyakan legalitas zakat profesi tersebut. zakat profesi telah ditetapkan berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia dengan Keputusan Nomor 3 tahun 2003. *Fiqhu Zakah *(yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Fikih Zakat) Dr. infaqkanlah (zakat) sebagian dari usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.Dalam hal ini zakat dapat dibayarkan setiap bulan sebesar 2. Mereka yang menentang penerapan syariat zakat profesi ini beranggapan bahwa zakat profesi tidak pernah dikenal sebelumnya di dalam syariat Islam dan merupakan hal baru yang diada-adakan. ibadah zakat merupakan ibadah yang sangat unik.5% dari saldo bulanan atau 2. pada harta yang dimiliki seseorang terdapat hak Allah di sana. zakat juga memiliki dimensi horizontal (*hablun minannas*) untuk meringankan beban kaum dhuafa." (QS Al Baqarah:267). entrepreneur dan sebagainya. Pegawai Negeri Sipil. Hal tersebut didasarkan pada firman Allah swt:"Hai orangorang yang beriman. Setiap penghasilan. konsultan. Selain ayat di atas. zakat pernah mengangkat kemuliaan kaum muslimin dengan mengentaskan kemiskinan seperti pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz di mana tidak ditemukan seorang pun yang mau menerima zakat. Sedangkan mayoritas ulama kontemporer telah sepakat akan legalitas zakat profesi tersebut. Yusuf Qardawi mengemukakan bahwa . Pekerjaan apa saja? Bisa Dokter. yakni bentuk pengabdian kepada Allah (*hablun minalLah*). Selain berdimensi vertical. Ya. Di lihat dari dimensinya. Pada masa keemasannya. Bahkan di dalam bukunya. Wacana yang tengah hangat dalam dunia zakat selama beberapa decade terakhir ini adalah diperkenalkannya instrument *zakat profesi* di samping *zakat fitrah* dan *zakat maal* (zakat harta). zakat sejatinya bukan merupakan hak mustahik tetapi merupakan hak Allah sehingga menjadi kewajiban mutlak bagi manusia yang telah melampaui batas minimal kekayaan wajib zakat (*nisab*) untuk menunaikannya. Tidak pernah ada dalam sejarah Islam fakir miskin menyerang orang kaya demi memperoleh bagian dan zakat. Zakat Profesi Ditulis oleh Untung Kasirin Di dalam Islam.

begitu menerima penghasilan pemilik harta tersebut segera menentukan zakatnya tanpa menguranginya dengan kebutuhan pokok minimum.penerapan zakat profesi telah sejak lama berlangsung dalam pemerintahan Islam sebagaimana pernah terjadi pada masa Ibnu Abbas. zakat profesi sangat sesuai dengan prinsip keadilan Islam. Selain pahalanya disebutkan secara tegas di dalam Al Qur'an bahwa setiap harta yang kita keluarkan akan mendapat balasan sebesar 700 kali lipat. Muawiyah. dengan berzakat kita telah berperan secara aktif dalam memerangi kemiskinan. sungguh tidak adil bilamana seorang petani yang bekerja sangat keras untuk mewujudkan hasil pertaniannya. sejalan dengan menurunnya tingkat kemiskinan tingkat kriminalitas juga semakin menurun sehingga lingkungan kerja dan usaha semakin kondusif. Dari aspek social. Mohammad Taufik Ridho di dalam bukunya Zakat Profesi dan Perusahaan yang diterbitkan oleh Institut Manajemen Zakat bekerja sama dengan BAMUIS BNI mengemukakan bahwa ada 4 pendapat dalam mengqiyaskan hukum untuk menentukan *nisab* dan tarif zakat profesi sebagaimana table berikut. Perencana Keuangan Safir Senduk dan Rekan. Ada beberapa versi dalam menentukan standar hidup minimal. zakat profesi sejatinya sangat berperan bagi perwujudan keadilan sosial. Bagaimana ketentuan tentang zakat profesi? Baiklah penulis sampaikan secara ringkas. setiap panen tiba harus mengeluarkan zakat pertanian sebesar 5 hingga 10 % sementara kaum professional yang memiliki penghasilan lebih besar dari petani tersebut tidak dikenai zakat. di dalam majalah Sharing zakat adalah investasi social. Di dalam zakat profesi ada sedikitnya dua permasalahan yang disikapi berbeda menurut pandangan beberapa ulama. Sekedar contoh. . entah dengan harta yang sama maupun dalam bentuk yang berbeda yang tidak kita sadari. Menurut Ahmad Gozali. Pertama: penentuan nisab dan kadar zakat profesi. Ibnu Mas'ud. Keuntungan lain bagi orang yang berzakat. serta Umar bin Abdul Aziz yang memberlakukan pemotongan gaji para pegawai pemerintahan. Kedua: cara menghitung zakat profesi apakah dari penghasilan netto atau bruto. Coba bayangkan. Ditinjau dari sisi lain. untuk menentukan besarnya zakat profesi yang dikeluarkan pemilik harta terlebih dahulu mengurangi penghasilan yang mereka terima dengan kebutuhan pokok minimum pemilik harta tersebut. menurut Bank Dunia standar hidup minimal adalah $2 per jiwa perhari. Untuk cara yang pertama. Jika menggunakancara yang kedua.

000.000. keringanan dan kemudahan dalam membayar zakat. termasuk di Indonesia ini. jika seseorang professional muda (belum menikah) memiliki total penghasilan Rp. sebelumnya tidak pernah ada seorang ulamapun yang mengungkapkan dari dahulu hingga saat ini. 187.00 Keberagaman pendapat dalam menentukan zakat profesi yang dikemukakan oleh kalangan ulama identik dengan selalu adanya pilihan alternative. Itulah kenapa BAZNAS-DD. maka zakat yang harus dikeluarkan ditunjukkan sebagaimana tabel berikut: 1.Penghasilan netto = (Rp. Dua setengah persen terlalu kecil nilainya untuk adzab Allah yang sangat pedih sebagai ancaman bagi orang yang enggan menunaikan kewajiban zakat.00 x 2. 7. Disamping mereka mengqiyaskan dengan akal bahwa kenapa hanya petani-petani yang dikeluarkan . 10.500.500.. Mereka mengkiyaskan dengan zakat biji-bijian (pertanian). kemudian di taklid (diikuti tanpa mengkaji kembali kepada nash yang syar‟i) oleh para pendukungnya. praktis dan menyenangkan.500. 187.00.500.500.) Menurut kaidah pencetus zakat profesi bahwa orang yang menerima gaji dan lain-lain dikenakan zakat sebesar 2.500. Bantahan kepada Orang yang Berpendapat Adanya Zakat Profesi Istilah Zakat Profesi Istilah zakat profesi adalah baru. 2. Zakat biji-bijian dikeluarkan pada saat setelah panen.500.(wajib zakat karena telah melampaui nisab baik zakat pertanian maupun zakat emas (uang) Zakat Profesi = Rp.5% tanpa menunggu haul (berputar selama setahun) dan tanpa nishab (jumlah minimum yang dikenakan zakat). (C) = Rp. 375.000.00* dengan cara yang sama.per bulan dengan metode penghitungan pertama yakni penghasilan netto dengan asumsi kebutuhan pokok minimum professional muda tersebut adalah Rp.000. 7. 10.Mengacu pada dua permasalahan di atas. membayar zakat menjadi mudah. 187. pada Ramadhan tahun lalu pernah mengusung tema "Ternyata Zakat Ringan".000 per bulan. zakat profesi untuk kategori (B) = Rp.000) = Rp.00 dan (D) = Rp. Sementara dua setengah persen sangat besar manfaatnya untuk meringankan beban derita kaum dhuafa yang tak kunjung reda.000 – Rp. Di tambah dengan berbagai fasilitas yang disediakan oleh Lembaga Pengelola Zakat baik BAZ maupun LAZ.000.5 % = *Rp. 2. kecuali Syaikh Yusuf Qaradhowy menuliskan masalah ini dalam kitab Zakat-nya.

000.000.000 Pengeluaran setahun = Rp 12. yaitu : 1.000 = Rp 600.5% x Rp 12.000.000 Pengeluaran bulanan = Rp 1.000 – Harga nishab = Rp 8.000.500.000 = Rp 12.5% x Rp 24. batas minimal nishab dan 2. harus menjalani haul (putaran satu tahun).000 1 gram emas = Rp 100.500.000.000 Nishab = Rp 85 gram Sisa pengeluaran setahun = Rp 24.000.zakatnya sedangkan para dokter. harus memenuhi dua kriteria.000 = Rp 300.Nishab = Rp 85 gram Harga nishab = Rp 8.Zakat Maal (Harta) yang Syar’i Sedangkan kaidah umum syar‟i sejak dahulu menurut para „ulama berdasarkan hadits Rasululloh sholallohu „alaihi wassallam adalah wajibnya zakat uang dan sejenisnya baik yang didapatkan dari warisan. 12. Simulasi cara perhitungan menurut kaidah Zakat profesi seperti di bawah ini : Cara I (tidak memperhitungkan pengeluaran bulanan) Gaji sebulan = Rp 2. hadiah.000.000 Zakat Anda = 2. atau lainnya. Bila tidak mencapai batas minimal nishab dan tidak menjalani haul maka tidak diwajibkan atasnya zakat berdasarkan dalil berikut : [a] Sabda Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam.000.000.000 Gaji sebulan = Rp 2.000 Cara II (memperhitungkan pengeluaran bulanan) .000 1 gram emas = Rp 100. tidak diambil zakatnya.000. kontrakan atau gaji. eksekutif. karyawan yang gajinya hanya dalam beberapa bulan sudah melebihi nisab.000 Gaji setahun = Rp 24.000 Zakat Anda = 2.000 Gaji setahun = Rp 24.000.000.000.

sedangkan penetapan zakat tanpa haul hanya ada pada tumbuh-tumbuhan (biji-bijian dan buah-buahan) namun ini tetap dengan nishab. kemudian sisa penghasilan itu kita simpan/miliki yang jumlahnya telah mencapai nishab emas yakni 85 gram emas dan telah berlalu selama satu tahun (haul).5% dari harta tersebut. Jadi penetapan zakat profesi (penghasilan) tanpa nishab dan tanpa haul merupakan tindakan yang tidak berlandaskan dalil.000 Gaji setahun = Rp 24.000 . Sedangkan jika penghasilan kita kadang tersisa atau kadang pula tidak.000. berarti harta tersebut terkena zakat dan wajib dikeluarkan zakat sebesar 2. qiyas yang shahih dan bertentangan dengan tujuan-tujuan syari‟at.000 Sisa pengeluaran setahun setelah dikurangi pengeluaran = Rp 5. 20 dinar adalah 85 gram emas. “Artinya : Barangsiapa mendapatkan harta maka tidak wajib atasnya zakat sehingga menjalani putaran haul” [Shahih dengan syawahidnya. maka untuk membersihkan harta Anda adalah dengan berinfaq. juga bertentangan dengan nama zakat itu sendiri yang berarti berkembang. Bulughul Maram Takhrij Abu Qutaibah Nadhr Muhammad Al-faryabi 1/276/279] Singkatnya simulasi cara perhitungan menurut kaidah yang syar‟i adalah penghasilan kita digunakan untuk kebutuhan kita. Subulusssalam 2/256-259.000. yang mana infaq ini tidak mempunyai batasan atau ketentuannya. karena satu dinar adalah 4 1/4 gram dan nishab uang dihitung dengan nilai nishab emas. Contoh perhitungan yang benar : Gaji sebulan = Rp 2. [Lihat Taudhihul Al Ahkam 3/33-36. [b] Sabda Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam “Artinya : Dan tidak ada kewajiban zakat di dalam harta sehingga mengalami putaran haul” [Shahih Riwayat Abu Daud] [c] Dari Ibnu Umar (ucapan Ibnu Umar atas sabda Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam).000.“Artinya : Kamu tidak mempunyai kewajiban zakat sehingga kamu memiliki 20 dinar dan harta itu telah menjalani satu putaran haul” [Shahih Hadits Riwayat Abu Dawud]. Riwayat Tirmidzi] Kemudian penetapan zakat tanpa haul dan nishab hanya ada pada rikaz (harta karun).

Karena qiyas dilakukan karena beberapa sebab salah satunya apabila tidak ada dalil yang menerangkan hukumnya. .000.500. terdapat sejumlah hadits dan atsar para sahabat (dalil-dalil) yang menjelaskan mengenai haul.5 % x Rp 10.Nishob 85 gram emas = Rp 8. Atau Gaji sebulan = Rp 5.000 Gaji setahun = Rp 60..000 Maka Anda terkena kewajiban zakat. karena harta di akhir tahun telah mencapai nishab emas 85 gram tersebut.tersebut hingga berlalu 1 tahun.000. Kemudian tunggu harta kita yang tersisa sebesar Rp 10. Zakat Profesi Bertentangan dengan Zakat Maal (Harta) Oleh karena itu ditinjau dari dalil yang syar‟i maka istilah zakat profesi bertentangan dengan apa yang pernah dicontohkan oleh Rasululloh sholallohu „alaihi wassallam.000. Namun hadits-hadits ini dilemahkan menurut pandangan Syaikh Yusuf Qardhawi dengan alasan-alasan yang lemah (tidak kuat alasan pendha‟ifannya). apabila seseorang menerima gaji (rejeki) melebihi nisab (batasan) zakat. maka Syaikh Yusuf Qardhawi mengkiyaskan dengan zakat biji-bijian. Padahal telah datang sejumlah hadits yang menerangkan tentang haul. Zakat biji-bijian dikeluarkan pada saat setelah panen. Padahal (sebagaimana yang telah disampaikan secara singkat).000. Penolakan Syaikh Yusuf Qardhawi akan adanya haul.000.pada tahun berikutnya. maka wajib dikeluarkan zakatnya.000 Sisa pengeluaran setahun = Rp 10. Hal ini merupakan pengqiyasan yang salah. Karena hadits itu memiliki beberapa jalan dan syawahid...000.000. 2.500. Oleh karena penolakan ini.= Rp 250. Haul yaitu bahwa zakat itu dikeluarkan apabila harta telah berlalu (kita miliki -pen) selama 1 tahun. Kemudian baru dikeluarkan zakat tersebut sebesar 2.000. dimana antara lain adalah : 1. maka menurut pendapat Syaikh Yusuf Qardhawi.000 Nishob 85 gram emas = Rp 8.000 Maka Anda tidak terkena kewajiban zakat. karena harta di akhir tahun belum mencapai nishab emas 85 gram tersebut. Dari penolakan haul ini (karena dianggap bahwa tidak ada haul).

Kemudian jikapun benar dapat diqiyaskan dengan biji-bijian (pertanian). Dimana hasil biji-bijian akan dikenakan zakat 5 %. maka kita harus konsekuen dengan kebiasaan yang umum berlaku dalam masalah panen biji-bijian : a. . Selain itu. Dan masih banyak lagi hal yang tidak bisa hanya mengandalkan akal kita yang terbatas untuk mengkaji hikmah ilmu dan kemulian Alloh Azza wa Jalla. lalu dihitung berapa zakat yang harus dikeluarkan. Hal ini adalah salah karena tidak ada haul. atau rezekinya berubah. kita harus mengikuti dalil yang jelas dan shahih. maka seharusnya zakat profesi juga harus dikenakan sebesar 5 %. ketika sampai di Indonesia. kita tidak mengetahui masa yang akan datang kalau dia dipecat.5 % ! 3. tidak dipungut 2. Dengan demikian tidak perlu dibantah (karena Allah memiliki hikmah tersendiri dari hukum-hukum-Nya). eksekutif. 4. lantas pekerja profesi tidak bayar zakat ? Padahal mereka tetap diwajibkan membayar zakat. sedangkan orang yang muhson (telah menikah) harus dirajam bukannya dipotong alat kemaluannya?”. karyawan yang gajinya hanya dalam beberapa bulan sudah melebihi nisab. Bahwa kenapa hanya petani-petani yang dikeluarkan zakatnya sedangkan para dokter. Atau kita balik bertanya. berarti zakat profesi juga semestinya dipungut dengan jangka waktu antara 2-3 bulan. Misalkan 1 bulan gaji = 1 Juta.5% sebagai zakat. Penolakan dengan akal (bukan dengan dalil). Syaikh Yusuf Qardhawi mengemukakan dalam suatu zaman Umar bin Abdul Aziz bahwa sebagian pegawai diambil gajinya 2. dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. Hujjah (alasan) ini tidak ilmiah sama sekali dan tidak ada artinya. apakah jika petani membayar zakat. tidak setiap bulan ! b. Maka ini telah sampai nisab. Karena dalam masalah ibadah. Hal ini. mengapa pertanyaannya hanya petani. ada sebagian orang yang berlebihan dalam menghitungnya. tidak diambil zakatnya. Seperti berfikir dengan akal bahwa : “Kenapa warisan untuk wanita lebih rendah?” “Mengapa air seni yang najis hanya disucikan dengan air bersih. maka 12 bulan gaji = 12 Juta. sedangkan air mani yang suci harus disucikan dengan mandi janabah?” “Mengapa orang yang mencuri harus dipotong tangannya sebatas lengan. Dimana hasil biji-bijian baru dipanen setelah berjalan 2-3 bulan.

Bila seseorang itu memiliki harta dia boleh: 1. Alangkah beratnya agama ini bagi orang lain yang sama kondisi ekonominya dengan kita namun dia memiliki banyak keperluan yang harus dia belanjakan untuk keluarganya. Sungguh telah binasa umat terdahulu karena mereka melampaui batas dalam agama. Mungkin bagi kita tidak berat. menyalurkannya dengan bentuk shadaqoh yang sunat terhadap harta yang belum mencapai nishab tersebut. bila zakat harta itu tidak memperhitungkan kewajiban nishab. dan lain-lain. sebagaimana hadis: “Kamu tidak memiliki kewajiban zakat sehingga kamu memiliki 20 dinar dan harta itu telah menjalani satu putaran haul” (Shahih. karena ini akan memberatkan kaum muslimin secara umum. kesenjangan semakin meningkat. tapi orang lain ?. Yakni pegawai yang sudah bekerja (paling tidak) lebih dari 1 tahun. yakni zakat harta harus tetap memenuhi syarat nishab. Lalu agar mempermudah urusan zakatnya.Hal ini merupakan salah paham terhadap dalil atau atsar. maka dipotonglah gajinya 2. Salah satu dari sekian banyak hikmah adanya syarat nishab adalah agar harta kaum muslimin itu terus berputar dalam perbelanjaan mereka. Tapi jangan sekali-kali mengubah hukum dari yang tidak wajib menjadi wajib. agar kemudian bisa dikeluarkan zakatnya . Nasehatnya adalah. dan sisanya tidak memenuhi nishab. membelanjakan dijalan yang halal untuk keluarganya. Jadi tetap mengacu kepada harta yang sudah melampaui mencapai nishob dan telah haul 1 tahun saja dari gaji pegawai tersebut. Biarlah kita yang masih gemar berinfaq ini.5%. atau Mengeluarkan zakat bila telah terpenuhi syarat-syaratnya 4. 2. maka hendaknya disalurkan dengan bentuk shadaqoh (yang sunnah). Abu Dawud) “Lantas kapan zakatnya bila sisa gaji itu tidak pernah mencapai nishab?” Jawabnya: Tidak wajib zakat pada harta yang tidak cukup nishab. dan tidak mengendap dalam jumlah yang besar pada satu atau beberapa orang.HR. Karena yang diambil itu harta yang diperkirakan sudah mencapai 1 haul. atau Mengusahakan harta itu dengan permodalan (misalnya mudharabah dll) 3. Ini akan akan berdampak jumlah uang beredar akan menjadi sedikit. Bila gaji itu dibelanjakan. atau Menabungnya bila belum terpenuhi syarat-syaratnya. Kemudian jika dilontarkan suatu syubhat : “Bagaimana bisa mencapai batas nishab jika gaji yang kita peroleh selalu habis kita belanjakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan yang sifatnya konsumtif seperti barang elektronik dan lain-lain?” Hukum syar‟i tetaplah hukum yang berlaku sepanjang zaman. bila kita merasa mampu berzakat dengan sisa uang gaji yang sedikit. maka harta itu belum wajib dikeluarkan zakatnya.

or. dan kaidah dalam menjalankan ibadah adalah menjalankan segala perintah yang dituntunkan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam. Jadi tidak ada dalil yang menerangkannya. bandingkan dengan nishab emas 85 gram. Sebagai persyaratan haul (satu tahun) tentang wajibnya zakat bagi dua mata uang (emas dan perak) merupakan persyaratan yang jelas berdasarkan nash. uang yang diperoleh dari gaji pegawai yang mencapai nishab. kurma.jika tidak maka tidak perlu zakat.5 Atau dia shadaqohkan/berinfaq (sunnah hukumnya) Oleh karena itu memperhitungkan gaji semata dalam satu tahun tanpa memperhitungkan bentuk harta yang lainnya adalah cara yang keliru dalam menghitung zakat maal. Apakah zakat itu wajib ketika gaji diterima atau ketika sudah berlangsung haul (satu tahun)? Jawab: Bukanlah hal yang meragukan. maka tidak ada lagi qiyas. Wallahu a‟lam. menyatakan perlunya menampilkan bahasan tentang zakat profesi mengingat begitu maraknya pembicaraan tentang zakat ini dengan tidak disertai pemahaman dan ilmu yang mendasarinya. Zakat termasuk dalam ibadah. Zakat Gaji Soal: Berkaitan dengan pertanyaan tentang zakat gaji pegawai. Apabila sudah ada nash. sedangkan tanaman yang wajib zakat adalah gandum. maka wajib untuk dizakatkan. baik dari jumlah gaji itu sendiri ataupun dari hasil gabungan uangnya yang lain. sementara sudah memenuhi haul. Dan di antara syarat wajibnya zakat pada jenis-jenis harta semacam itu.id di Jakarta. namun dengan bershadaqah juga dapat membersihkan harta. bila sama atau melebihinya maka wajib zakat. dan zabib. Berikut ini kami nukilkan fatwa-fatwa ulama berkaitan dengan zakat profesi diambil dari Majalah As-Sunnah edisi 006 tahun VIII 1424 H dikarenakan mendesaknya pembahasan tentang hal tersebut. Fatwa Seputar Zakat Profesi Menanggapi masukan dari pembaca muslim. . Zakat gaji ini tidak bisa diqiyaskan dengan zakat hasil bumi. dan tidak ada satupun Riwayat dari Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bahwa harta penghasilan adalah harta wajib zakat. sya‟ir. Dalam hal ini Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam tidak memberikan contoh ataupun tuntunan dalam memperhitungkan zakat maal dalam penghasilan semata. Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan bahwa zakat barang tambang yang wajib dizakatkan adalah emas dan perak. Atas dasar ini. ialah bila sudah sempurna mencapai haul. Hitunglah berapa penghasilan kita dalam satu tahun lantas dikurangi pengeluaran itulah harta yang tersisa dalam dalam satu tahun. bahwa di antara jenis harta yang wajib dizakati ialah dua mata uang (emas dan perak).

Yaitu sekitar empat ratus riyal Saudi. kadang menghabiskan gaji bulanannya. Apabila anda menyisihkan sejumlah uang dari gaji bulanan untuk ditabung. Zakat dari Gaji yang Sering Terpakai Soal: Apabila seorang muslim menjadi pegawai atau pekerja yang mendapat gaji bulanan tertentu. Tetapi. Semoga Allah memberi taufik kepada kita. maka yang terbaik dan paling selamat adalah Anda mengeluarkan zakat dari uang yang Anda tabung itu pada bulan tertentu setiap tahunnya. tetapi ia tidak mempunyai sumber penghasilan lain. bisa berzakat selama sudah memenuhi haul. Kemudian dalam keperluan nafkahnya untuk beberapa bulan. maka hal itu merupakan hal yang baik Zakat Harta dari Sumber yang Berbeda-Beda Soal: Bagaimana seorang muslim menzakati harta yang diperolehnya dari gaji. apabila ia mengeluarkan zakatnya sebelum uang yang terkumpul padanya memenuhi haul. Soal: Saya seorang pegawai di sebuah perusahaan swasta dalam negeri. atau dengan barang dagangan miliknya yang wajib dizakati. dengan niat membayarkan zakatnya di muka. maka wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah mencapai nishab. Jumlahnya adalah dua setengah persen dari harta yang dimiliki. Termasuk uang sewa rumah sebesar seribu riyal Saudi. (Fatwa Syaikh Bin Jibrin). berapakah jumlahnya? Perlu diketahui. Bagaimanakah cara orang ini membayarkan zakatnya? Jawab: Seorang muslim yang dapat terkumpul padanya sejumlah uang dari gaji bulanannya ataupun dari sumber lain.Berdasarkan itu maka tidaklah wajib zakat bagi uang dari gaji pegawai sebelum memenuhi haul. Jawab: Apabila anda telah memiliki kecukupan atau kelebihan dari gaji bulanan Anda tersebut. Baik (jumlah nishab tersebut berasal) dari gaji itu sendiri ataupun ketika digabungkan dengan uang lain. bahwa tidak ada pemasukan sampingan bagi saya. bila uang yang terkumpul padanya mencapai nishab. Sedangkan pada beberapa bulan lainnya kadangmasih tersisa sedikit yang disimpan untuk keperluan mendadak (tak terduga). Apakah saya wajb mengeluarkan zakat harta? Jika wajib. Hal itu jika jumlah nishab tersebut telah berlalu satu haul (satu tahun). Gaji saya setiap bulan sebesar empat ribu riyal saudi. upah. hasil keuntungan dan harta pemberian? Apakah harta-harta itu digabungkan dengan harta-harta lain miliknya? Lalu ia mengeluarkan zakatnya pada saat masing-masing harta tersebut mencapai haul? Ataukah ia mengeluarkan zakatnya pada . kecuali gaji tersebut.

maka tambahan harta itu digabungkan pada nishab yang sudah ada padanya (Maksudnya tidak setiap harta tambahan dihitung berdasarkan haulnya masing-masing. Soal: 1) Seorang pegawai. Padahal di antara kaidah yang ada dalam Islam adalah: “……Dia (Allah) sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan……” (Qs. Pada setiap kali menerima gaji. Dan ia tidak mengetahui jumlah gaji (pasti) yang diterimanya setiap bulan. pent). tanpa menggunakan syarat haul? Jawab: Dalam hal ini. pada bulan lain lebih banyak. ia harus mengeluarkan zakat dari nishab yang ada beserta tambahan harta hasil gabungannya. Kadang pada bulan tertentu diberikan kurang dari semestinya. tentu hal itu akan sangat menyulitkan. ia simpan di lemarinya. Bagaimana cara ia menzakatkannya? 2) Seorang pegawai lain menerima gaji bulanannya setiap bulan. mengandung kesulitan yang amat besar. sesuai dengan kebutuhan. Pendapat yang tidak seperti ini. akan tetapi dengan jumlah yang tidak tetap. misalnya: hari ini datang kepadanya jumlah uang sekian. al Hajj: 78) Sebab. Bagaimana cara mengukur haul dari apa yang ada di lemari? Dan bagaimana pula cara mengeluarkan zakat dalam kasus ini? Padahal sebagaimana telah diterangkan di muka. yang rajih (kuat) ialah setiap kali ia memperoleh tambahan harta. Apabila sudah memenuhi haul (satu tahun) dalam nishab tersebut. atau pada waktu-waktu yang berdekatan. Demikian seterusnya…. di kalangan ulama terjadi dua pendapat. seseorang – terutama jika seseorang itu memiliki banyak harta atau pedagang – akan harus mencatat tambahan nishab setiap harinya. atau jika digabung dengan harta lain miliknya.saat ia memperoleh harta itu jika telah mencapai nishab harta itu sendiri. Menurut kami. Dan itu dilakukan sambil menunggu hingga berputar satu tahun. gaji bulanannya diberikan secara tidak tetap. Sementara. proses pemenuhan gaji (yang kemudian disimpan sebagai persediaan harian). Tidak disyaratkan masing-masing harta tambahan yang digabungkan dengan harta pokok itu harus memenuhi haulnya sendiri-sendiri. Sedangkan sebagian gaji yang lain belum memenuhi haul (satu tahun). Dia memenuhi kebutuhan belanja dan tuntutan rumah tangganya dari uang yang ada di lemari simpanannya ini setiap hari. tidak semuanya sudah berjalan satu tahun? . gaji yang diterima pertama kali sudah mencapai haul (satu tahun).

ditambah uang hasil warisan. Dalam waktu kurang lebih satu tahun. ia keluarkan saja zakat dari seluruh gabungan uang yang dimilikinya. maka ia harus membuat daftar perhitungan khusus bagi tiap-tiap jumlah perolehan dari masing-masing bidang dengan menghitung masa haul(satu tahun). Jika wajib dikeluarkan. kemudian memiliki tambahannya berupa uang lain pada waktu yang berbeda-beda. memandang perlu memberikan jawaban secara menyeluruh. Namun. supaya faidahnya dapat merata. lebih mengangkat kedudukannya. pada setiap kali mencapai haul (satu tahun) semenjak tanggal kepemilikian harta tersebut.Jawab: Karena pertanyaan pertama dan kedua mempunyai satu pengertian dan juga ada kasus-kasus senada. uang yang sudah sempurna haulnya. maka Lajnah Da‟imah (lembaga fatwa ulama di Saudi Arabia). Setiap bulan saya menerima gaji sebesar empat ribu riyal. Saya simpan uang tersebut di sebuah bank syari‟at. apakah uang tabungan saya sebesar tujuh belas ribu riyal itu harus dibayarkan zakatnya? Sebagaimana dimaklumi. Sedangkan jika uang yang ia keluarkan berlebih dari jumlah (nishab). lebih memberikan rasa santainya dan lebih menjaga hak-hak fakir miskin serta seluruh golongan penerima zakat. ketika sudah mencapai haul (satu tahun) dihitung sejak nishab pertama yang dicapai dari uang miliknya. Pada bulan Syawal. uang itu akan saya gunakan untuk biaya pernikahan. uang tersebut telah berlalu satu haul. tetapi merupakan uang dari penghasilan terpisah (seperti uang yang diterima oleh seorang pegawai dari gaji bulanannya. Ini lebih besar pahalanya. saya terpaksa meminjam uang berkali-kali lebih banyak dari jumlah tabungan saya itu untuk keperluan acara pernikahan. ia keluarkan zakat dari setiap jumlah masingmasing. semenjak hari pertama memilikinya. hi ah atau hasil bayaran dari pekarangan umpamanya). dan uang tambahannya itu tidak berasal dari sumber uang pertama dan tidak pula berkembang dari uang pertama. berapakah jumlahnya? . Selanjutnya. saya telah mengumpulkan uang sebanyak tujuh belas ribu riyal. Apabila ia ingin teliti menghitung haknya dan ingin teliti untuk tidak membayarkan zakat kepada yang berhak kecuali menurut ukuran harta yang wajib dizakatkan. dihitung sebagai uang zakat yang dibayarkan di muka bagi uang yang belum mencapai haul.Insya Allah. Pertanyaan saya. Barangsiapa yang memiliki uang mencapai nishab (ukuran jumlah tertentu yang karenanya dikenai kewajiban zakat). apabila ia ingin enak dan menempuh cara longgar serta lapang diri untuk lebih mengutamakan pihak fuqara dan golongan penerima zakat lainnya. Bahkan. Lajnah Da’imah li al Buhuts al Ilmiyah wa al Ifta’ Zakat dari Harta yang disiapkan untuk Pernikahan (Suatu Keperluan) Soal: Saya adalah seorang pegawai di salah satu kantor pemerintahan (pegawai negeri).

Hingga sekiranya seseorang memiliki beberapa pohon kurma di rumahnya untuk dikonsumsi sendiri dan hasil buahnya telah mencapai nishab. Berdasarkan dalil-dalil umum yang berkenaan zakat emas dan perak serta yang sejenis dengan keduanya. tidak disyaratkan harus diniatkan untuk perniagaan. Sebab setiap harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Begitu pula binatang ternak yang digembalakn di tempat-tempat penggembalaan. buah-buahan dan bijibijian wajib dikeluarkan zakatnya. wajib dikeluarkan zakatnya jika telah sempurna satu haul. Kadang kala ia memasukkan uang dan kadangkala mengambilnya. Hasil tabungan dari gaji bulanan yang dipersiapkan untuuk nafkah juga wajib dikeluarkan zakatnya. disimpan dalam tabungan atau di bank. Dengan demikian. hasil pertanian dan lainnya yang wajib dibayarkan zakatnya. baik yang sudah genap satu haul maupun yang belum. Cara seperti ini tentu lebih mudah daripada setiap bulan menghitung haul uang tabungan. Dalam kondisi ini. Sekalipun anda menyiapkan uang itu untuk biaya nikah. Namun dalam hal ini. Sebab telah berlalu satu haul atasnya. Oleh sebab itu pula. terhitung telah didahulukan zakatnya. Demikian pula halnya.Jawab: Anda wajib mengeluarkan zakat dari uang tabungan anda itu. Perlu juga diketahui. Dalam kondisi demikian – menurut pendapat kami – bila sepanjang satu tahun tersebut uang tabungannya tidak kurang dari jumlah nishab. ada permasalahan rumit bagi kebanyakan orang. (Syaikh bin Baz) Soal: Apakah uang tabungan dari gaji bulanan wajib dikeluarkan zakatnya? Sementara sudah sempurna satu haul atasnya. sehingga sulit baginya menentukan manakah yang telah berlalu satu haul dari uang tabungannya itu. meskipun tidak dipersiapkan untuk diperdagangnkan. uang tabungan yang belum genap satu haul. Kemudian mengeluarkan zakatnya bila telah genap satu haul. bila telah mencukupi satu haul dan mencapai nishab. Yaitu dua puluh lima riyal untuk setiap seribu riyal. bahwa uang tersebut tidak dibungakan dan akan digunakan untuk nafkah keluarga. Apakah wajib dikeluarkan zakatnya? Jawab: Benar. tetap wajib dikeluarkan zakatnya. Mendahulukan pembayaran zakat tentunya dibolehkan. ia telah mengeluarkan zakat uang tabungannya. (Syaikh Ibn Utsaimin) . maka yang terbaik baginya ialah menghitung haul mulai dari awal jumlah uang tabungannya mencapai nishab. Jumlah yang wajib dikeluarkan ialah dua setengah persen. wajib dibayarkan zakatnya meskipun si pemilik tidak mempersiapkannya untuk diperjualbelikan. Uang yang mereka terima dari gaji bulanan atau dari penyewaan rumah atau toko yang harganya naik setiap bulan atau sejenisnya. untuk membayar hutang ataupun untuk renovasi rumah dan keperluan lainnya.

Disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdur Razaq Ad Duwaisy. proses pemenuhan gaji (yang kemudian disimpan sebagai persediaan harian). Tahun 1419 H/1998 M. Di berbagai institusi. maka Lajnah Da‟imah (lembaga fatwa ulama di Saudi Arabia) memandang perlu memberikan jawaban menyeluruh. gaji yang diterima pertama kali sudah mencapai haul (satu tahun). Dan ia tidak mengetahui jumlah gaji (pasti) yang diterimanya setiap bulan. Riyadh KSA. pada bulan lain diberikan lebih banyak. ia simpan dilemarinya.ZAKAT PROFESI Oleh:Al Lajnah Ad Da‟imah Li Al Buhuts Al Ilmiyah Wa Al Ifta Maraknya pemikiran adanya zakat profesi yang kini berkembang. Cetakan I. Tetapi dengan jumlah uang yang tidak tetap. Bagaimanakah tinjauan atas pemberlakuan zakat profesi ini? Berikut kami hadirkan kepada sidang pembaca. supaya faidahnya dapat merata. Penerbit Daar Al „Ashimah. XII/279-282. (Redaksi). zakat profesi ini bahkan sudah diberlakukan. kami nukilkan juga pendapat Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam majalah Al Ashalah. kiranya menjadi persoalan dan tanda tanya besar bagi kalangan sebagian para pekerja profesional. Bagaimana cara mengukur haul (satu tahun) dari apa yang ada di lemari? Dan bagaimana pula cara mengeluarkan zakat dalam kasus seperti ini? Padahal sebagaimana telah diterangkan dimuka. Seorang pegawai. Barangsiapa yang memiliki uang mencapai nishab (ukuran jumlah tertentu yang karenanya dikenai kewajiban zakat). untuk melengkapi sajian tentang fatwa ini. Pada setiap kali menerima gaji. 282 SOAL: 1. tidak semuanya sudah berjalan satu tahun?‟ JAWAB: Karena pertanyaan pertama dan kedua mempunyai satu pengertian dan juga ada kasus-kasus senada. Semoga bermanfaat. Seorang pegawai lain menerima gaji bulanannya setiap bulan. FATWA NO. gaji bulanannya diberikan secara tidak tetap. Dia memenuhi kebutuhan belanja dan tuntutan rumah tangganya dari uang yang ada di lemari simpanannya ini setiap hari. Sedangkan sebagian gaji yang lain belum memenuhi haul (satu tahun). Disamping itu. dan uang tambahannya itu tidak berasal dari sumber uang pertama dan tidak pula berkembang dari uang . Kemudian memiliki tambahannya berupa uang lain pada waktu yang berbeda-beda. beberapa fatwa tentang zakat dari Fatawa Al Lajnah Ad Da‟imah Li Al Buhuts Al Ilmiyah Wa Al Ifta‟. Bagaimana cara ia menzakatkannya? 2. Kadang pada bulan tertentu diberikan kurang dari semestinya. atau pada waktu-waktu yang berdekatan (sering). sesuai dengan kebutuhan. Sementara.

1360 SOAL: Berkaitan dengan pertanyaan tentang zakat gaji pegawai. Sedangkan jika uang yang ia keluarkan berlebih dari jumlah (nishab) uang yang sudah sempurna haulnya. ditambah uang hasil warisan. Tetapi merupakan uang dari penghasilan terpisah. FATWA NO. Namun apabila ia ingin enak dan menempuh cara yang longgar serta lapang diri untuk lebih mengutamakan pihak fuqara dan golongan penerima zakat lainnya. lebih memberikan rasa santainya dan lebih menjaga hak-hak fakir-miskin serta seluruh golongan penerima zakat. maka tidak ada lagi qiyas. sementara sudah memenuhi haul. uang yang diperoleh dari gaji pegawai yang mencapai nishab. Selanjutnya ia keluarkan zakat dari setiap jumlah masing-masing. baik dari jumlah gaji itu sendiri ataupun dari hasil gabungan uangnya yang lain. maka tidaklah wajib zakat bagi uang dari gaji pegawai sebelum memenuhi haul. pen). dihitung sebagai uang zakat yang dibayarkan di muka bagi uang yang belum mencapai haul. pada tiap kali mencapai haul (satu tahun) semenjak tanggal kepemilikan harta tersebut. 2192 .pertama. Dan diantara syarat wajibnya zakat pada jenis-jenis harta semacam itu. ialah bila sudah sempurna mencapai haul. Zakat gaji ini tidak bisa diqiyaskan dengan zakat hasil bumi. maka ia harus membuat daftar penghitungan khusus bagi tiap-tiap jumlah perolehan dari masing-masing bidang dengan menghitung masa haul (satu tahun). lebih mengangkat kedudukannya. ketika sudah mencapai haul (satu tahun) dihitung sejak nishab pertama yang dicapai dari uang miliknya. Apakah zakat itu wajib ketika gaji diterima atau ketika sudah berlangsung haul (satu tahun)? JAWAB: Bukanlah hal yang meragukan. FATWA NO. maka wajib untuk dizakatkan. Atas dasar ini. Apabila ia ingin teliti menghitung haknya. (Tetapi ingat syarat nishab di atas. ingin teliti untuk tidak membayarkan zakat kepada yang berhak kecuali menurut ukuran harta yang wajib dizakatkan. hibah atau hasil bayaran dari pekarangan umpamanya. Berdasarkan itu. ia keluarkan saja zakat dari seluruh gabungan uang yang dimilikinya. Apabila sudah ada nash. bahwa diantara jenis harta yang wajib dizakati ialah dua mata uang (emas dan perak). semenjak hari pertama memilikinya. Seperti uang yang diterima oleh seorang pegawai dari gaji bulanannya. Ini lebih besar pahalanya. Sebab persyaratan haul (satu tahun) tentang wajibnya zakat bagi dua mata uang (emas dan perak) merupakan persyaratan yang jelas berdasarkan nash.

FATWA SYAIKH AL ALBANI SOAL 2: Bagaimana seorang muslim menzakati harta yang diperolehnya dari gaji. dengan niat membayarkan zakatnya di muka. pent. Padahal diantara kaidah yang ada dalam Islam ialah : ََ‫حر َ منَْ الدِّينَِ فِي علَيكمَْ وماجعل‬ َ َ َ َ ُْ َ ِ ‫َ َج‬ "Dia (Allah) sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan". Menurut kami. . kadang menghabiskan gaji bulanannya. mengandung kesulitan yang amat besar. maka hal itu merupakan hal yang baik saja Insya Allah. (Maksudnya tidak setiap harta tambahan dihitung berdasarkan haulnya masing-masing. yang rajih (kuat) ialah setiap kali ia memperoleh tambahan harta. hasil keuntungan dan harta pemberian? Apakah harta-harta itu digabungkan dengan harta-harta lain miliknya? Lalu ia mengeluarkan zakatnya pada saat masing-masing harta tersebut mencapai haul? Ataukah ia mengeluarkan zakatnya pada saat ia memperoleh harta itu jika telah mencapai nishab. tetapi ia tidak mempunyai sumber penghasilan lain. atau dengan barang dagangan miliknya yang wajib dizakati.). Sedangkan pada beberapa bulan lainnya kadang masih tersisa sedikit yang disimpan untuk keperluan mendadak (tak terduga). maka tambahan harta itu digabungkan pada nishab yang sudah ada padanya. ia harus mengeluarkan zakat dari nishab yang ada beserta tambahan harta hasil gabungannya. di kalangan ulama terjadi dua pendapat. tanpa menggunakan syarat haul? JAWAB: Dalam hal ini. Bagaimanakah cara orang ini membayarkan zakatnya? JAWAB: Seorang muslim yang dapat terkumpul padanya sejumlah uang dari gaji bulanannya ataupun dari sumber lain. Pendapat yang tidak seperti ini. Apabila sudah memenuhi haul (satu tahun) dalam nishab tersebut. upah. bisa berzakat selama sudah memenuhi haul. ataupun ketika digabungkan dengan uang lain. baik dari nishab harta itu sendiri. [Al Hajj:78].SOAL: Apabila seorang Muslim menjadi pegawai atau pekerja yang mendapat gaji bulanan tertentu. Tetapi apabila ia mengeluarkan zakatnya sebelum uang yang terkumpul padanya memenuhi haul. atau jika digabung dengan harta lain miliknya. Baik (jumlah nishab tersebut berasal) dari gaji itu sendiri. Tidak disyaratkan masing-masing harta tambahan yang digabungkan dengan harta pokok itu harus memenuhi haulnya sendiri-sendiri. bila uang yang terkumpul padanya mencapai nishab. Kemudian dalam keperluan nafkahnya untuk beberapa bulan.

hari ini datang kepadanya jumlah uang sekian. seseorang –terutama jika seseorang itu memiliki banyak harta atau pedagang. Dan itu dilakukan sambil menunggu hingga berputar satu tahun …… Demikianlah seterusnya. misalnya. Tentu hal itu akan teramat sangat menyulitkan .Sebab.akan harus mencatat tambahan nishab setiap harinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful