STANDAR KOMPETENSI LULUSAN 2.

Memahami operasi bentuk aljabar, konsep persamaan dan pertidaksamaan linear, persamaan garis, himpunan, relasi, fungsi, sistem persamaan linear, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. INDIKATOR Menghitung operasi tambah, kurang, kali, atau bagi atau kuadrat bentuk aljabar. MATERI 1 Pernahkah kamu sakit? Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu ke dokter? Bila kamu memeriksakan diri atau berobat ke dokter biasanya dokter akan memberikan resep. Contoh obat yang dibeli dengan resep dokter Pada botol Vitamin C tertulis sehari 3 x 1. Pada botol obat batuk tertulis sehari 3 x 2sendok teh. Apa arti “3 x 1” atau “3 x 2” itu? Vitamin C 3 x 1 artinya dalam sehari vitamin C harus diminum 3 kali, sekali minum 1 tablet. Dengan perkataan lain dalam sehari banyaknyavitamin C yang harus diminum adalah 3, yaitu 1 + 1 + 1. Sehingga 3 x 1 artinya 1 + 1 + 1. Obat batuk 3 x 2 sendok teh artinya dalam sehari obat batuk harus diminum 3 kali, sekali minum 2 sendok teh. Dengan perkataan lain dalam sehari banyaknya obat batuk yang harus diminum adalah 6 sendok teh, yaitu dari 2 + 2 + 2. Sehingga 3 x 2 artinya2 + 2 + 2. Arti dari aturan pemakaian obat di atas sebenarnya sama dengan arti perkalian dalam matematika. “3 x 1” dapat diartikan 3 x 1 = 1 + 1 + 1 “3 x 2” dapat diartikan 3 x 2 = 2 + 2 + 2 Bilangan-bilangan dalam tanda kotak dapat digantidengan lambang sebarang bilangan asli, misalnya a. Sehingga bila diganti dengan huruf a, maka:1 Bentuk Aljabar 1 x a ditulis a 2 x a atau ditulis 2a, dan 2a = a + a 3 x a atau ditulis 3a, dan 3a = a + a + a 4 x a atau ditulis 4a, dan 4a = a + a + a + a, dan seterusnya. Perhatikan resep dokter “obat batuk sehari 2 x 2 sendok teh“. Dalam matematika, perkalian untuk bilangan yang sama, seperti“2 x 2” itu dapat ditulis 22 .Apakah pada obat yang dibeli dengan resep dokter dapat ditulis 22 ? Jawabannya tidak dapat. Mengapa? Coba jelaskan! Selanjutnya pada matematika, 2 x 2 x 2 dapat ditulis 23. 2 x 2 x 2 x 2 x 2 dapat ditulis 25, dan seterusnya. Penulisan itu berlaku juga untuk sebarang bilangan bulat, misalkan a. Dengan demikian berlaku hal berikut. a4 = a x a x a x a a5 = a x a x a x a x a, dan seterusnya. Perhatikan lagi huruf a dalam 2a, 3a atau a2. Huruf a tersebut dinamakan variabel, sedang 2a, 3a atau a2disebut bentuk aljabar. Contoh bentuk-bentuk aljabar dengan variabel a adalah 3a2 + a, -2a. Contoh bentuk-bentuk aljabar dengan variabel b adalah b2 + 4, 3b + 5 dan sebagainya. Contoh bentuk-bentuk aljabar dengan variabel a dan b adalah b2 + a, 3b + 5a dan sebagainya Perhatikan bahwa 1 a ditulis a Perhatikan bahwa a1 ditulis a Sederhanakan penulisannya. a. 6 x a b. a x a x a x a x axaxa

Contoh 1 Sederhanakan bentuk aljabar berikut: a. 3a2 + 4a2 b. –2b3 + 4b3 = (–2 + 4)b3 = 2b3 c. 9a – 13a = (9 – 13)a = -4a Penyelesaian: a. 3a2 + 4a2 = (a2 + a2 + a2) + (a2 + a2 + a2 + a2 ) = 7a2 atau dengan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan 3a2 + 4a2 = (3 + 4)a2 = 7a2. Untuk selanjutnya, kita pakai sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan untuk menjumlahkan bentuk aljabar itu. b. –2b3 + 4b3 = (–2 + 4)b3 = 2b3 c. 9a – 13a = (9 – 13)a = -4a Bentuk aljabar 5a3 + 4a2 – a2 + 9a + 6 dapat disederhanakan juga dengan mengumpulkan dan menjumlahkan atau mengurangkan suku-suku sejenis. 5a3 + 4a2 – a2 + 9a + 6 = 5a3 + (4-1) a2 + 9a + 6 = 5a3 + 3a2 + 9a + 6 Bentuk yang terakhir ini terdiri dari 4 suku, yaitu 5a3, 3a2, 9a dan 6.

Bagaimana men dapatkan hasilnya? . = (4 5)a + (3 + 2)b = (1)a + (1)b = a – b Perhatikan bahwa bentuk-bentuk aljabar selalu memuat satu atau lebih dari satu variabel. 7 ( 2x – 5) d. 6s3 + 2 s2 – 3 s2 + s – 5 = 6s3 + (2 – 3) s2 + s – 5 = 6s3 + (– 1) s2 + s 5 = 6s3 – s2 + s 5 Bentuk aljabar kadangkala menggunakan “perkalian”antara variabel dengan lambang bilangan bulat. Bentuk aljabar ini tidak dapat disederhanakan lagi. Pada soal sering terdapat perintah untuk mengganti atau substitusi suatu variabel dengan bilangan tertentu. 5 ( a + 2b) c. (2a)3 Penyelesaian: a. a. a. 5( a + 2b) = ( 5a) + (52b) = 5a + 10b b. 5 25 a 35 b per 5 b. 7 ( 2x – 5) d.5 Penyelesaian: a. 525a 35b b. 7( 2x – 5) = 7 (2x) + 7(5) = 14x – 35 c. 5( a + 2b) = ( 5a) + (52b) = 5a + 10b b. 25a + 35b = a + b = 5(5a + 7b) d. 3x4 + 2x2 + x 2 b. Sehingga untuk menyederhanakannya kita menggunakan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan atau terhadap pengurangan. 5 25 a 35 b = 5 25 a 35 b = 5 5(5a 7b) = 5a + 7b d. (2a)3 = (2a)( 2a)( 2a)= (2 2 2 ) (a a a )= 23 a3= 23a3 Contoh 4 Gunakan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan atau terhadap pengurangan untuk menyederhanakan soal-soal di bawah ini. b. Variabel itu dapat digantidengan sebarang bilangan bulat. 7 ( 2x – 5) = 7 (2x) + 7(5) = 14x – 35 c. a. Contoh 3 Gunakan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan atau terhadap pengurangan untuk menyederhanakan soal-soal di bawah ini. (2a)3 Penyelesaian: a.Contoh 2. 6s3 + 2 s2 – 3 s2 + s . Untuk lebih jelasnya per hatikan contoh berikut. karena tidak memiliki suku-suku yang sejenis. (2a)3 = 2a 2a 2a = (2 2 2 (a a a )= 23 a3 = 23a3 4a – 3b – 5a + 2b = 4a – 5a – 3b + 2b i. Sederhanakan bentuk aljabar berikut. 5 ( a + 2b) c.

00. maka K = 2 (3x + x) = 2(3x) + 2(x) = 6x + 2x = 8x Jadi.000 Selanjutnya silakan coba menyelesaikan soal tersebut dengan menggunakan cara eliminasi.000. dan y=1. maka: x + y = 3 ×3 3x + 3y = 9 4x – 3y = 5 ×1 4x – 3y = 5 + 7x = 14 x = 2 Jadi.Contoh 5 Perhatikan contoh berikut. a. Dua persamaan linear dengan dua variabel yang saling terkait dinamakan sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV).000.600.8xy2 – 1 .000.800. Contoh bentuk x + y = 3 dan 4x – 3y = 5. Berapa harga 1 ekor kambing. c. Selanjutnya silakan SPLDV di atas kalian coba dengan cara substitusi dan juga grafik.00 SOAL LATIHAN 1. 2xy2 – 1 . SPLDV di atas dapat diselesaikan sebagai berikut: x + y = 3 4x – 3y = 5 Langkah pertama kita samakan koefisien x. maka: x + y = 3 ×4 4x + 4y = 12 4x – 3y = 5 ×1 4x – 3y = 5 7y = 7 y = 1 Selanjutnya kita samakan koefisien y.00 dan harga satu ekor sapi adalah Rp400. carilah hasil dari: a. q = 3 dan r = 6. Bentuk sederhana dari 5xy2 – 4 – 3xy2 + 3 adalah …. Contoh 1. dan juga 2p – 9q = 6 Disebut apa bentuk-bentuk tersebut? Ya benar. penyelesaiannya adalah x = 2. p + q + 2r = 2 + 3 + 2(6) = 2 + 3 + 12 = 17 c. antara lain seperti pada contoh berikut. Dengan cara eliminasi. Berapakah keliling papan nama itu? Penyelesaian: Misalkan keliling papan nama = K meter. kambing adalah k. Jika hitungan kalian benar. MATERI 2 Tentunya kalian masih ingat dengan bentuk-bentuk persamaan berikut: 3x + 8 = 14. maka diperoleh harga satu ekor kambing adalah Rp600. dan sapi adalah s. 3 p2 – 2r Penyelesaian: a. dan berapa harga 1 ekor sapi? Penyelesaian: Misal. Harga 8 ekor kambing dan 3 ekor sapi adalah Rp16. Untuk menentukan penyelesaian suatu SPLDV dapat dilakukan dengan antara lain dengan cara: eliminasi. substitusi.000 8k + 3s = 16. maka: 6k + 4s = 19. p + q = 2 + 3 = 5 b. Contoh 2. p + q b. 8xy2 + 7 d. hotel-hotel atau tempat-tempat hiburan pada umumnya berbentuk suatu persegipanjang.00. p + q + 2r c. dan grafik.800. Bila panjang dan lebar suatu papan nama adalah 3x meter dan x meter. Harga 6 ekor kambing dan 4 ekor sapi adalah Rp19. sedangkan 2p – 9q = 6 adalah bentuk persamaan linear dengan dua variabel yaitu p dan q.600.000. 2xy2 + 7 b. 3x +8 = 14 adalah persamaan linear satu variabel yaitu x. keliling papan nama itu adalah 8x meter. Dalam kehidupan sehari-hari penerapan SPLDV dapat dilakukan dalam beberapa hal. 3p2 – 2r = 3 (2)2 – 2 (6) = 3 (4) – 12 = 12 – 12 = 0 Contoh 6 Papan nama perusahaan. Jika p = 2.

Untuk keperluan tertentu dipotong y cm. luas persegipanjang itu adalah … . 1 – y c. Nilai x dari 2(2x +10) = x + 2 adalah…. 5 c. Pak Bromo memiliki satu meter kain. 2 4. 234 cm2 c. 7 d. a. dan 3x + 2y = . Sisanya adalah … a. 100 + y b. nilai y untuk x = 3 adalah … a.2. d. 22 6. 4 5 2 5. Jika penyelesaian dari sistem persamaan 5x – 3y = 25. 7 3 1 d. –15 d. a. 100y 3. 268 cm2 d. 18 b. Jika keliling persegipanjang 62 cm. 6 b.4 adalah x dan y. 3 b. 278 cm2 . a. Suatu persegipanjang. 18 c. panjangnya lebih 5 cm dari lebarnya. nilai x – 4y adalah … .3x2. Jika y = 2 + 6x . 274 cm2 b. 6 c. 100 – y .