P. 1
asumsi

asumsi

|Views: 30|Likes:
Published by Fadia Eri Kamila

More info:

Published by: Fadia Eri Kamila on May 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2012

pdf

text

original

Setelah membaca bagian ini maka anda akan mampu memahami : 1.

Prinsip teori makro klasik pada setiap jenis pasar dan asumsi-asumsi yang melandasinya. 2. Keseimbangan pasar barang, pasar uang dan pasar tenaga kerja dalam teori makro klasik. 3. Implikasi kebijakan dan relevansi teori ini dengan kebijakan ekonomi sekarang Sebelum tahun 1930an pemikiran ekonomi lebih banyak didominasi oleh pemikiran ekonomi mikro walaupun pemikiran ekonomi makro sudah ada dalam pembicaraan tetapi belum intensif dan juga belum dinamai dengan teori ekonomi makro. Ketika muncul pertanyaan kenapa orang-orang jadi menganggur, kenapa pabrik ditutup, faktor apa yang mempengaruhi pendapatan masyarakat, kenapa harga barang tidak stabil dan sangat fluktuatif atau kenapa nilai uang semakin merosot, dan lain sebagainya, maka pada waktu itulah timbul pemikiran tentang teori ekonomi makro karena ternyata teori ekonomi mikro tidak mampu menjawab pertanyaan diatas. Pada waktu itulah mulai terjadi pemisahan yang semakin nyata antara teori ekonomi mikro dan ekonomi makro. Teori ekonomi mikro yang selama ini mendominasi diskusi para pemikir mulai beralih kepada aspekaspek besar atau makro dari ekonomi suatu negara. Sejak itu lahirlah teori ekonomi makro, tetapi pada waktu itu pemikiran teori ekonom makro yang dominan adalah apa yang sekarang disebut dengan teori ekonomi makro klasik (Classical macroeconomic theory). Pada perkembangan selanjutnya pemikiran teori ekonomi makro ini dipengaruhi oleh dua teori besar yaitu teori makro Klasik dan teori makro Keynesian. Sampai dengan tahun 1937 teori makro klasik masih merupakan teori satu-satunya yang dianut oleh para ahli ekonomi pada masa itu. Pada tahun 1937 baru muncul pemikiran baru yang dilontarkan oleh John Meynard Keynesian sebagai jawaban atas krisis ekonomi yang dialami Eropa pada masa itu, dimana ekonomi mengalami depresi, pengangguran terjadi dimana-mana, pabrik bangkrut, dan pendapatan merosot tajam sehingga daya beli menjadi turun. Teori ekonomi yang ditulis pada tahun 1936 dan tahun-tahun sebelumnya disebut oleh Keynes sebagai teori makro klasik. Pada bab 3 ini akan dibahas teori makro klasik sedangkan teori Keynesian akan dibahas pada Bab 4. Teori makro klasik ini muncul sebagai tantangan terhadap teori makro sebelumnya yang disebut dengan teori Mercantilisme. Teori ini percaya bahwa untuk mencapai kemakmuran maka suatu negara harus kaya, misalnya dengan memiliki banyak emas dan barang-barang berharga lainnya. Untuk mendapatkan uang atau barang berharga lainnya sebanyak-banyaknya maka ekspor harus ditingkatkna tetapi impor harus ditekan serendah mungkin sehingga negara - dan tentunya rakyatnya - akan semakin kaya dan makmur. Untuk memperbesar ekspor dan untuk mendapatkan harta sebanyak mungkin maka perlu ada koloni atau daerah jajahan yang akan dijadikan pasar ekspor dan ditukar dengan emas dan logam mulia lainnya atau dengan kekayaan alam lainnya dari daerah jajahan tersebut. Teori Mercantilisme ini telah ikut mendorong timbulnya penjajahan oleh orangorang Eropa di negara-negara Asia dan Afrika. Disamping itu Mercantilisme juga percaya bahwa uang ikut mempengaruhi permintaan yang akan meningkatkan produksi barang dan perluasan lapangan kerja. Teori klasik tidak percaya dengan pendapat Mercantilisme, penganut klasik percaya bahwa campur tangan pemerintah dalam perekonomian harus seminimal mungkin. Peran pemerintah tidak diperlukan, kecuali dalam hal tertentu saja, karena teori ini percaya akan kemampuan sistem ekonomi bebas (liberal) dalam menyesuaikan diri dan mengatur diri sendiri (self adjustment), bahwa bila setiap orang bebas melakukan kegiatan ekonomi apapun yang diinginkannya, (tentu dengan tidak melanggar hukum), maka kesejahteraan masyarakat secara otomatis akan tercapai. Sistem ekonomi ini dikenal juga dengan sebutan ekonomi pasar bebas dan dicetuskan pertama kali oleh Adam Smith. Dengan sistem ekonomi yang bebas ini maka akan bisa dicapai, 1. Suatu tingkat kegiatan ekonomi yang optimal atau apa yang disebut dengan full employement economy, dimana kegiatan ekonomi berada pada titik optimal, semua orang bekerja dan tidak ada factor produksi yang menganggur secara sukarela. 2. Sumber daya ekonomi dan faktor-faktor produksi diantara bermacam kegiatan ekonomi teralokasi secara efisien. Setiap faktor produksi berada pada tempat yang tepat dan memproduksi barang yang tepat sesuai dengan permintaan konsumen sehingga tidak terjadi pemborosan (mubazir) dari sumber daya. Karena semuanya berjalan lancar sehingga pemerintah dibatasi peranannya seminimal mungkin dan hanya sebatas sebagai fasilitator untuk menjamin bahwa sistem berjalan secara bebas. Campur tangan pemerintah baru diperlukan bila ada atau kegiatan ekonomi, pekerjaan atau produksi barang dan jasa yang tidak bisa dikerjakan oleh swasta secara efisien, seperti pertahanan, kebakaran, pendidikan, dan sarana publik lainnya. Sepanjang kegiatan ekonomi dan produksi masih bisa dikerjakan oleh swasta atau masyarakat maka pemerintah tidak perlu campur tangan. Berikut ini diuraikan mekanisme kerja dari setiap pasar menurut teori ekonomi makro Klasik. 3.1 Pasar Barang

bukan demand masyarakat.1. Pengangguran hanya akan terjadi bila tenaga kerja sengaja mau menganggur. Faktor ril yang mempengaruhi ouput tersebut. Kenapa orang mau menerima upah murah dan apakah mereka tidak khawatir dengan upah rendah pendapatan mereka juga menjadi rendah sehingga tidak cukup untuk keperluan konsumsi? Sama sekali tidak karena seperti yang diterangkan diatas semua harga adalah fleksibel. maka harga barang dan jasa yang dibutuhkan juga ikut turun (murah) karena volume produksi ikut naik disebabkan naiknya jumlah pemakaian faktor produksi yang disebabkan oleh upah buruh yang murah. teknologi. Apabila terjadi ketidakseimbangan. tidak ada kekurangan ataupun kelebihan. Bila pemakaian input tenaga kerja sebesar L1 maka produksi agregat adalah sebesar Y1 dan pada saat pemakaian tenaga kerja meningkat ke L2 maka produksi agregat juga meningkat ke Y2. modal (K) dan teknologi (T). Jadi secara keseluruhan didalam suatu masyarakat atau negara terdapat pendapatan yang cukup untuk membeli semua barang dan jasa yang dihasilkan.1 Hubungan faktor produksi dan output. Berdasarkan hukum Say. Harga-harga semua barang dan jasa serta faktor produksi adalah fleksibel. Kalau terjadi kelebihan maka dalam waktu yang tidak lama akan terjadi keseimbangan kembali. Hubungan faktor produksi (tenaga kerja) dan output ini dapat di gambarkan pada grafikGambar 3.2 Pasar Tenaga Kerja Pasar tenaga kerja tidak berbeda dengan pasar barang dan jasa. inventory turun dan harga barang akan naik sehingga keseimbangan tercapai kembali. jadi bila upah turun karena supply tenaga kerja melimpah. Jadi permintaan tidak mempengaruhi produksi barang dan jasa. Perhatikan Gambar 3. Turunnya harga akan mendorong kembali permintaan sehingga keseimbangan kembali tercapai. yang mengatakan bahwa setiap barang yang diproduksi selalu ada yang membutuhkannya (supply creates its own demand). Pada saat pemakaian tenaga kerja sebesar L1 maka produksi yang dihasilkan adalah sebesar Y1 dan untuk tenaga kerja L2 maka produksi yang dihasilkan adalah sebesar Y2. Dengan demikian dalam teori klasik produksi atau output dan pendapatan tidak ditentukan oleh permintaan tetapi ditentukan oleh faktor-faktor ril yaitu jumlah faktor produksi yang disupply oleh ekonomi. T) Dimana Y adalah output yang ditentukan oleh faktor produksi tanaga kerja (L). misalnya. Hal ini karena produksi disamping menghasilkan barang dan jasa juga memberikan pendapatan kepada pemilik faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi yang jumlahnya sama dengan nilai barang dan jasa yang dihasilkan. Pendapat ini didasari dengan alasan sebagai berikut: 1. karena setiap orang akan bersedia bekerja dan menerima upah yang berlaku di pasar. adalah jumlah tenaga kerja (penduduk). misalnya karena tidak mau menerima upah yang berlaku. sewa dan keuntungan perusahaan akan membelanjakan seluruhnya untuk membeli barang dan jasa yang mereka produksi. dari DL1 menjadi . atau sebaliknya hasil produksi dari seluruh unit ekonomi akan menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menciptakan permintaan. misalnya pendapatan tidak cukup membeli semua barang dan jasa yang diproduksi maka ketidakseimbangan ini akan diatasi oleh mekanisme harga yang menurut teori klasik adalah fleksibel. Faktor produksi ril inilah yang dibutuhkan dalam suatu proses produksi. modal. K.Menurut teori klasik di pasar barang tidak mungkin terjadi kelebihan atau kekurangan produksi barang dalam jangka panjang. atau karena ingin bersenang-senang. Hukum Say ini sebenarnya menunjukkan persamaam antara pendapatan (income) dan produksi seperti yang telah dijelaskan pada Bab 2 dan dalam perputaran ekonomi makro (Gambar 1. Jadi produksi atau output dalam pandangan teeori makro klasik ditentukan oleh faktor produksi ril tenaga kerja dimana supply tenaga kerja ini ditentukan oleh pasar tenaga kerja. Dalam jangka pendek modal dan teknologi dianggap kontan. Jadi pengangguran yang tidak disengaja tidak mungkin akan terjadi (involuntarily unemployed).2). Tidak mungkin terjadi pengangguran secara suka rela (voluntarily unemployed). bunga. Kekurangan pendapatan ini akan mengakibatkan jumlah barang yang tersedia (inventory stock) akan meningkat sehingga harganya akan turun. dapat naik turun sesuai dengan kekuatan pasar. Jumlah uang beredar juga tidak akan mempengaruhi permintaan sehingga tidak ada pengaruhnya terhadap produksi barang.2. artinya tidak bisa berubah karena untuk meningkatkan teknologi dan modal perlu waktu. seorang ahli ekonomi Perancis Jean-Baptiste Say. sehingga dalam jangka pendek output hanya ditentukan oleh tenaga kerja (L). Demikian juga sebaliknya apabila pendapatan berlebih maka permintaan akan naik. Artinya rumah tangga (pemilik faktor-faktor produksi) yang menerima pendapatan berupa upah. dan lainlain. Bila harga (upah) dari tenaga kerja fleksibel maka permintaan dan penawaran tenaga kerja akan selalu seimbang. Gambar 3. bila terjadi pengurangan permintaan TK. 2. misalnya karena resesi. Pemakaian tenaga kerja antara L1 dan L2 mengakibatkan penambahan produksi yang semakin berkurang untuk setiap panambahan tenaga kerja sebesar satu unit. Bila terjadi ketidak seimbangan maka sifatnya hanyalah sementara. Hubungan faktor produksi ril dengan produksi ditunjukkan oleh fungsi produksi agregat seperti berikut: Y = f (L. 3. Dari grafik tersebut jelas bahwa tingkat output ditentukan oleh faktor produksi ril semata.

Dalam bentuk persamaan dapat dinyatakan sebagai berikut: Md = k PY Rumus ini bararti bahwa jumlah permintaan uang ditentukan oleh output atau income (Y) dan harga barang (P) serta konstanta (k). Pengurngan ini terjadi karena supply tetap tetapi permintaan menurun. Akibatnya adalah harga barang dan jasa akan naik. Penawaran uang (supply) akan ditentukan oleh kebijakan moneter yang ditempuh oleh pemerintah. Karena adanya desakan serikat buruh maka pemerintah pemberlakukan ketentuan upah minimum yang harus dibayar oleh pengusaha. Perhatikan Gambar berikut 3. Tetapi pemotongan pajak (tax cut) akan berpengaruh terhadap output. Pada akhir-akhir ini dapat juga . misalnya dengan menerapkan upah minimum. Peningkatan pengeluaran pemerintah misalnya hanya akan menyebabkan crowding out.4 Pasar Luar Negeri Hubungan ekonomi suatu negara dengan negara lain bisanya berupa perdagangan barang dan jasa (ekspor dan impor) dan aliran modal berupa investasi langsung maupun tidak langsung. Tujuan penerapan upah minimum adalah agar kelompok buruh menjadi lebih sejahtera karena mereka dibayar lebih mahal. Inilah alasannya kenapa pemerintah memberlakukan uang ketat yang dimaksudkan untuk menekan laju inflasi. Konstanta antara lain adalah kecepatan uang digunakan dalam transaksi. Ketika upah dipkasa naik menjadi NM maka terjadi kelebihan penawaran dan penurunan permintaan sehinga terjadi pengangguran sebesar N1N2. dengan demikian tidak dipengaruhi oleh kekuatan ekonomi. yang berarti mempunyai income nominal lebih tinggi. Dalam keadaan demikian yang terjadi adalah inflasi. Semakin besar jumlah barang atau semakin mahal harga maka semakin besar pula jumlah uang yang diminta. yaitu: Md = Ms = k PY Implikasi Kebijakan Kenapa kenaikan harga barang dan permintaan uang berkorelasi? Karena bila jumlah uang yang beredar bertambah maka permintaan barang akan naik juga.2 berikut. dimana setiap bekerja dan produksi dalam keadaan kapasitas penuh. Karena upah minimum lebih tinggi dari upah yang berlaku di pasar maka sesuai dengan hukum pasar permintaan akan turun dan penawaran naik sehingga yang terjadi justru adalah pengangguran. 3. Dalam jangka pendek kapasitas produksi tidak bertambah karena dibutuhkan waktu yang cukup untuk menyesuaikan kapasitas produksi dengan naiknya permintaan. Bila ekonomi dalam keadaan full employment. 3. Karena uang tidak menghasilkan bunga maka jumlah uang yang diminta ditentukan oleh kebutuhan transaksi konsumen dan produsen dan uang semata-mata digunakan untuk mempermudah proses jual beli barang dan jasa atau untuk keperluan transaksi sehari-hari. Pada tingkat upah yng rendah ada sebagian dari TK yang tidak mau bekerja (disebut menganggur sukarela = voluntary unemployed) yaitu sebesar NuNf. dan upaha adalah Wf. Dengan demikian jumlah uang diminta akan sebanding dengan tingkat harga dan jumlah barang yang diminta (atau sama dengan yang diproduksi. yaitu sebesar WM.3 Pasar Uang Menurut teori klasik supply uang ditentukan oleh pemerintah berdasarkan pertimbangan ekonomi maupun politik. akan terdorong untuk berbelanja lebih banyak. Dalam gambar pengangguran terjadi sebesar kelebihan penawaran ditambah dengan kekurangan permintaan. Pasar Tenaga Kerja dengan Upah Minimum. maka dalam keadaan seimbang permintaandan penawaran tenaga kerja adalah sama yaitu Nf. Sementara permintaan terhadap uang ditentukan oleh kebutuhan kuantitas transaksi. yaitu naiknya harga-harga umum di pasar barang. dimana k = 1/V (V adalah kecepatan uang digunakan atau turn over). Tetapi pengangguran ini akan bersifat sementara karena adanya penyesuaian harga-harga barang dan jasa yang turun sehingga permintaan akan barang akan naik lagi. Jadi permintaan uang (Md) sebanding dengan tingkat harga (P). Sedangkan volume transaksi menurut teori ini ditentukan oleh tingkat harga dan jumlah barang yang diminta. yaitu naiknya suku bunga dan selanjutnya investasi akan turun sebanding dengan dengan naiknya jumlah pengeluaran pemerintah. Naiknya produksi barang dan jasa mengakibatkan permintaan akan tenaga kerja juga naik.2. kenapa?).DL2 maka upah TK turun dari W1 menjadi W2. Kebijaksanaan moneter juga tidak berpengaruh terhadap output dan employment. sehingga kegiatan ekonomi kembali normal atau kembali ke titik keseimbangan (equilibrium). Kebijaksanaan fiskal dan moneter juga tidak ada pengaruhnya terhadap output dan employment. yaitu ON2 – ON1. Upah minimum akan menyebabkan timbulnya pengangguran karena bertentangan dengan kehendak pasar. Gambar 3. tidak ada motive lain selain dari transaksi. dengan tujuan agar pekerja lebih sejahtera akan berakhir dengan sia-sia. Karena dalam jangka pendek income (output) dan konstanta adalah tidak berubah (tetap) maka jumlah permintaan uang akan ditentukan hanya oleh harga. Kebijakan untuk merekayasa upah. Konsumen atau rumah rangga yang memegang uang lebih banyak. Teori ini disebut juga teori kuantitas (quantity theory). namun mekanisme pasar akan menyebabkan jumlah uang yang ditawarkan akan sama dengan permintaan. Pada saat ekonomi dalam keadaan full employment (semua orang bekerja) maka upah pada tingkat Wf dan jumlah tenaga kerja yang ditawarkan dan diminta adalah Nf.

Keseimbangan pasar barang dan tenaga kerja. Dengan mahalnya barang luar negeri maka barang produksi dalam negeri akan murah sehingga export naik.berbentuk aliran orang karena adanya permintaan dan penawaran tenaga kerja di pasar luar negeri. melindungi masyarakat yang tidak produktif. Untuk itu perusahaan monopoli ini harus dikontrol oleh pemerintah. Menghapus segala bentuk biaya ekonomi tinggi. Dalam situasi yang demikian apa peran pemerintah? Peran pemerintah terutama adalah membuat persaingan bebas berjalan secara baik. Ada beberapa hal dimana pemerintah disepakati boleh untuk ikut campur. Pasar luar negeri akan diuraikan lebih lanjut pada Bab 6 dalam kaitan dengan hubungan ekonomi internasional. adil dan fair. sehingga negara mempunyai kelebihan devisa.3. gelandangan. Sekali tentara telah dibentuk mereka akan melindungi negara secara keseluruhan. dan lainlain. export lebih besar dari import. menghapus hambatanhambatan yang menyebabkan tidak bekerjanya secara alamiah pasar bebas tersebut. Kelompok masyarakat ini masih bisa diberdayakan sehingga mereka mampu menolong diri mereka sendiri. Terlihat pada grafik 3. Karena itu masyarakat dan dunia usaha tidak mau memproduksi barang dan jasa jenis ini karena tidak menguntungkan. Ada beberapa barang dan jasa yang tidak diproduksi oleh masyarakat karena barang dan jasa yang tersebut dapat dinikmati oleh semua orang dan sulit untuk memisahkan antara konsumen yang membayar dengan yang tidak membayar sehingga produsen tidak mendapat keuntungan. Masyarakat kelompok ini juga harus dibantu oleh pemerintah karena mereka mempunyai kemampuan yang terbatas untuk menolong diri sendiri. orang cacad dan orang yang tidak sanggup lagi bekerja karena berbagai hambatan. Uang tidak bisa mempengaruhi pemakaian tenaga kerja dan output sehingga pasar uang tidak muncul dalam Gambar 3. Misalnya defisit perdagangan tidak akan terjadi terus menerus karena akan mengakibatkan nilai mata uang Rupiah rendah sehingga barang import menjadi mahal dan import akan terhenti dengan sendirinya secara otomatis. tidak bisa dibedakan antara orang yang membayar pajak besar (akan mendapat perlindungan lebih istimewa) dengan masyarakat yang membayar pajak lebih sedikit (dan mendapat perlindungan lebih kecil). Demikian juga dengan pertahanan negara (tentara). 3.5 Keseimbangan Pasar Barang dan Tenaga Kerja Keseimbangan pasar barang dan tenaga kerja akan menentukan jumlah produksi. seperti produksi listrik yang dimonopoli oleh Perusahaan Listrik Negara. Keempat. Intervensi Pemerintah Dalam Teori Klasik Pada prinsipnya teori makro klasik ini sama dengan teori pasar bebas atau pasar bersaing sempurna seperti yang ditemui dalam ekonomi mikro. Pemerintah juga harus mengatur agar ekonomi berjalan dengan baik dan menghilangkan segala hambatan yang meyebabkan ekonomi tidak berjalan dengan baik melalui peraturan dan undang-undang yang dibutuhkan. Dalam perdagangan bisa terjadi surplus. sekali dibangun maka semua orang akan dapat menikmati keindahan taman tersebut tetapi sulit untuk meminta bayaran dari para penikmat taman tersebut. Investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan harus ditanggung oleh pemerintah. Menurut teori klasik negara tidak perlu repot untuk menyeimbangkan masalah neraca perdagangan maupun neraca pembayaran dengan melakukan kebijakan-kebijakan khusus karena semua ketidak seimbangan tersebut secara otomatis akan terkoreksi sendiri sehingga keadaan kembali ke titik equilibrium. Dengan pemakaian tenaga kerja sebesar Lf maka tingkat upah adalah sebesar Wf dan output yang dihasilkan adalah sebesar Yf. Gambar 3. Karena listrik adalah kebutuhan orang banyak maka harganya harus murah karena itu PLN tidak dibenarkan mencari untung. Tetapi bisa juga terjadi defisit. Pemerintahlah yang harus memproduksinya dengan biaya yang dipungut dari masyarakat melalui pajak.3 bahwa tidak ada yang mempengaruhi berapa besarnya produksi (output) selain dari faktor ril. Pertama. Penyandang masalah sosial misalnya adalah anak-anak jalanan. Misalnya membuat aturan agar tidak ada hambatan terhadap kelancaran distribusi barang antar pulau atau antar daerah dengan menghilangkan pungutan-pungutan yang tidak perlu. Ketiga. Monopoli adakalanya tidak bisa dihindari. import lebih besar dari export sehingga devisa negara berkurang dan mempengaruhi neraca perdagangan dan neraca pembayaran. Untuk membantu kelompok masyarakat . membuat taman kota. Kelompok ini hampir tidak bisa diberdayakan karena keterbatasan fisik sehingga mereka harus diberikan santunan. pengemis dan lain-lain. Masyarakat yang tidak produktif adalah orang tua. Masyarakat miskin adalah masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka. mengatur industri-industri yang bersifat monopoli agar tidak merugikan masyarakat. dalam kasus ini.3. Selain itua adalah melakukan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh masyarakat atau dilakukan oleh kekuatan pasar. memproduksi barang dan jasa yang tidak bisa diproduksi oleh masyarakat. Misalnya. tenaga kerja (employment) dan tingkat upah seperti yang terlihat pada Gambar 3. masyarakat miskin dan penyandang masalah sosial. tingkat pemakaian tenga kerja. menghapus hambatan yang menghalangi terjadinya fleksibilitas harga-harga. Defisit perdagangan dan pembayaran memang tidak bagus bagi perekonomian karena akan mengurangi kemampuan negara untuk mengimport dan mengurangi kepercayaan negara lain. Kedua. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa dalam pasar bebas bila masyarkat dibiarkan berusaha tanpa diintervensi akan menghasilkan kemakmuran bersama. Produksi hanya dapat naik bila pemakaian faktor produksi juga dinaikkan. dimana campur tangan pemerintah adalah minimal.3.

yaitu pemindahan uang dari masyarakat yang kaya kepada mereka yang miskin dan yang bermasalah.ini maka pemerintah melakukan transfer pembayaran (transfer of payment). termasuk dalam hal ini adalah membuat kebijakan makro ekonomi seperti mengatur supply uang sesuai dengan permintan masyarakat sehingga tercipta kestabilan makro ekonomi dan tidak terjadi inflasi.html .com/2010/05/teori-ekonomi-makro-klasik. Demikian juga dengan kebijakan fiskal seperti perpajakan dan mengatur pengeluaran pemerintah melalui APBN. Supply uang ini harus ditingkatkan dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan transaksi masyarakat yang dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan output.blogspot. menjaga kestabilan ekonomi Negara. http://harisahmad. Kelima.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->