P. 1
Aliran Pendidikan

Aliran Pendidikan

|Views: 31|Likes:
Published by Rhiejhal

More info:

Published by: Rhiejhal on May 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

C. Aliran-Aliran Kurikulum 1.

Aliran Progressivisme Aliran Progressivisme, progress (maju) adalah sebuah faham filsafat yang lahir dan sangat berpengaruh dalam abad ke-20. Aliran filsafat ini kelahiran Amerika dan pengaruhnya terasa di seluruh dunia yang mendorong usaha pembaharuan di dalam lapangan pendidikan. Pada dasarnya aliran ini memandang bahwa pendidikan adalah sebagai wadah untuk menjadikan anak didik yang memiliki kualitas dan terus maju (progress) sebagai generasi yang akan menjawab tantangan zaman peradaban baru. Melalui pandangannya ”The Liberal Road Culture”, maksudnya ialah pandangan hidup yang mempunyai sifat-sifat fleksibel, curious, toleran dan open-minded, serta menolak segala otoritarisme dan absolutisme seperti yang terdapat dalam agama, politik, etika dan epistemologi. Dan pandangannya tentang menaruh kepercayaan terhadap kekuatan alamiah dari manusia yang diwarisi sejak lahir (men’s natural powers), sehingga manusia merupakan makhluk biologis yang utuh dan menghormati harkat dan martabat manusia sebagai pelaku/subyek di dalam hidupnya. W.H. Kilpatrik (yang mengembangkan metode problem solving) mengemukakan tentang kurikulum yang dianggap baik terdiri dari :

Kurikulum harus dapat meningkatkan kualitas anak didik sesuai dengan jenjang pendidikan.

Kurikulum yang dapat mengubah perilaku anak didik menjadi kreatif, adaptif dan mandiri.

yaitu : • • • Desiderius Erasmus (akhir abad 15) Johan Amos Comenius (1592-1670) John Locke (1632-1704) . Aliran ini berpedoman pada peradaban sejak zaman Renaissance. metode lerning by doing dan metode problem solving diharapkan anak didik menjadi maju (progress). Adapun beberapa tokoh utama yang berperan dalam penyebaran essensialisme.• • Kurikulum yang sanggup membina dan mengembangkan potensi anak didik. Pada zaman Renaissance telah berkembang dengan megahnya usaha-usaha untuk menghidupkan kembali ilmu pengetahuan dan kesenian serta kebudayaan purbakala. terutama di zaman Yunani dan Romawi. Aliran Essensialisme Essensialisme –essensi (pokok). Melalui proses pendidikan dengan menggunakan kurikulum yang bersifat integrated curriculum. Kurikulum bersifat fleksibel dan berisi tentang berbagai macam bidang studi. Essensialisme didasari atas pandangan humanisme yang merupakan reaksi terhadap hidup yang mengarah keduniawian. 2. mempunyai kecakapan praktis dan dapat memecahkan masalah sosial sehari-hari dengan baik. serba ilmiah dan materialistik. Selain itu juga diwarnai oleh pandangan-pandangan dari paham penganut idealisme yang bersifat spiritual dan realisme yang titik berat tujuannya adalah mengenai alam dan dunia fisik.merupakan aliran yang memandang terhadap pendidikan harus didasarkan pada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban manusia.

yang ada dalam pengayoman supremasi gereja Katolik. sebagai reformer utama pada abad ke-13. Dari makna yang terkandung dalam kata itu. Asas-asas filsafat perennialisme bersumber pada dua filsafat kebudayaan. perennialisme memberikan jalan keluar berupa “regressive road to culture”. khususnya . untuk supaya sikap yang membanggakan kesuksesan dan memulihkan kepercayaan pada nilai-nilai asasi masa silam. aliran perennialisme mengandung kepercayaan filasafat yang berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang bersifat kekal abadi. kebenaran dan kegunaan 3. Dengan melihat kehidupan zaman modern telah menimbulkan banyak krisis. Oleh sebab itu perennialisme memandang penting peranan pendidikan dalam proses mengembalikan keadaan manusia zaman modern ini kepada kebudayaan masa lampau yang dianggap cukup ideal. di bidang kehidupan umat manusia. Aliran filsafat ini termasuk pendukung yang kuat dari filsafat essensialisme.• Johan Heinrich Pestalozzi (1746-1827) Tujuan umum aliran progressivisme adalah membentuk pribadi bahagia dunia dan akhirat. Kurikulum yang digunakan di sekolah bagi essensialisme merupakan semacam miniatur dunia yang bisa dijadikan sebagai ukuran kenyataan. kesenian dan segala hal yang mempu menggerakkan kehendak manusia. yang artinya kekal atau abadi. Pendiri utama dari filsafat ini adalah Aristoteles yang kemudian didukung dan dilanjutkan oleh Thomas Aquinas. Aliran Perennialisme Perennialisme diambil dari kata perennial. Isi pendidikannya mencakup ilmu pengetahuan. Untuk mengatasi krisis ini. yaitu perennialisme theologis.

Dalam hal ini. perkembangannya telah mempengaruhi sistem pendidikan modern. Ide-ide Plato itu dikembangkan oleh Aristoteles dengan lebih mendekatkan pada dunia kenyataan. Sehingga ketertiban sosial hanya akan mungkin bila ide itu menjadi ukuran. dan perennialisme sekuler. pokok pikiran Plato tentang ilmu pengetahuan dan nilai-nilai adalah menifestasi daripada hukum yang universal. manusia secara kodrati memiliki tiga potensi. emosi. 4. Di bidang pendidikan. asas normatif dalam tata pemerintahan. Bagi Aristoteles tujuan pendidikan adalah kebahagiaan. perguruan tinggi dan pendidikan orang dewasa. yakni ideal. dan intelek harus dikembangkan secara seimbang. kemauan dan pikiran.menurut ajaran dan interpretasi Thomas Aquinas. yang abadi dan sempurna. yakni yang berpegang teguh pada ide dan cita filosofis Plato dan Aristoteles. Maka tujuan utama pendidikan ialah membina pemimpin yang sadar dan mempraktekkan asas-asas yang normatif itu dalam semua aspek kehidupan. agar supaya kebutuhan yang ada pada setiap lapisan masyarakat bisa terpenuhi. Menurut Plato. yaitu nafsu. Aliran Rekonstruksionisme . Untuk mencapai pendidikan itu. Prinsip-prinsip pendidikan perennialisme tersebut. Aristoteles dan Thomas Aquinas. Pendidikan hendaknya berorientasi pada ketiga potensi tersebut dan kepada masyarakat. perennialisme sangat dipengaruhi oleh tokoh-tokohnya seperti Plato. seperti pembagian kurikulum untuk sekolah dasar. maka aspek jasmani. menengah.

Dalam konteks pendidikan. rekonstruksionisme berusaha mencari kesepakatan semua orang mengenai tujuan utama yang dapat mengatur tata kehidupan manusia dalam suatu tatanan baru pada seluruh lingkungannya. Aliran rekonstruksionisme pada prinsipnya sepaham dengan aliran perennialisme. Maka melalui lembaga dan proses pendidikan. Untuk mencapai tujuan itu. yang berarti menyusun kembali. yaitu hendak menyatakan krisis kebudayaan modern. rekonsruksionisme ingin merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang sama sekali baru. aliran ini adalah suatu aliran yang berusaha merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern.Kata rekonstruksionisme dalam bahasa Inggris “rekonstruct”. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->