P. 1
makalah identitas negara

makalah identitas negara

|Views: 601|Likes:
Published by vathur

More info:

Published by: vathur on May 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2013

pdf

text

original

BAB I

IDENTITAS NASIONAL Pada hakikatnya manusia hidup tidak dapat memenuhi kebutuhanya sendiri , manusia senantiasa membutuhkan orang lain . pada akhirnya manusia hidup secara berkelompok kelompok . Aristoteles, seorang filsuf yunani mengatakan manusia adalah zoon politicon , yang artinya manusia adalah mahluk yang berkelompok Negara dan bangsa memiliki pengertian yang berbeda . Apabila Negara adalah oraganisasi kekuasaaan dari persekutuan hidup manusia maka bangsa lebih menunjuk pada persekutuan hidup manusia itu sendiri. Cirri khas yang dimiliki Negara juga merupakan identitas dari Negara yang bersangkutan. Identitas identitas yang disepakati dan diterima oleh bangsa menjadi identitas nasional bangsa . untuk menbgkaji tentang identitas nasional, maka uraian pada bab ini mencakup 1. Hakikat bangsa 2. Identitas nasional 3. Hakikat Negara 4. Bangsa san Negara Indonesia 5. Identitas nasional Indonesia

A. HAKIKAT BANGSA Konsep bangsa memiliki 2 ( dua ) pengertian (Badri Yatim, 1999) , yaitu bangsa dalam pengertian sosiologis antropologisdan bangsa dalam pengertian politis 1. Bangsa dalam arti sosiologis antropolis Bangsa dalam pengertian sossiologis antropolis adalah persekutuan hidup masyarakat yang berdiri sendiri yang masing masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu kesatuan ras,bahasa,agama, dan adat istiadat . jadi mereka menjadi satu bangsa akrena disatuka oleh kesamaan ras, budaya,keyakinan,bahasa ,dan sebagainya. Ikatan demikian disebut ikatan
1

primodial persekutuan hidup masyarakat semacam ini dalam suatu Negara dapat merupakan persekutuan hidup yang mayoritas dan dapat pula persekutuan hidup minoritas. Misalnya amerika serikat terdiri dari bangsa negro, bangsa Indian , bangsa cina , bangsa yahudi, dan lain lain ya yang dahulunya merupakan kaum pendatang 2. Bangsa dalam arti Politis Bangsa dalam pengertian politik adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk pada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi ke luar dan kedalam jadi, mereka diikat oleh kekuasaan politik yaitu, Negara Jadi, bangsa dalam arti politik adalah bangsa yang sudah bernegara dan mengakui serta tubduk pada kekuasaan dari Negara yang bersangkutan setelah mereka bernegara , terciptalah bangsa. Bangsa dalam arti sosiologi antropologi sekarang ini lebih dikenal dengan istilah ethnic , duku, atau suku bangsa , namun , kita masih mendengar istilah bangsa dalam arti sosiologis antropolgis untuk menunjuk pada persekutuan hidup tersebut 3. Cultural Unity dan Political Unity Bangsa pada dasarnya memiliki dua arti yaitu bangsa dalam pengertian kebudayaan (cultural unity) dari bangsa dalam pengertian politik kenegaraan

( political unity) (AT Soegito, 2004) cultural unity adalah bangsa dalam pengertian antropologi/sosiologi, sedangkan political unity adalah bangsa dalam pengertian politik kenegaraan Cultural unity terjadi karena suatu masyarakat itu merupakan satu persekutuan hidup berdiri sendiri yang merasa satu kesatuan dalam hal ras , religi, bahasa, sejarah, dan adat istiadat . mereka yang tergabung dalam cultural unity mungkin merupakan persekutuan yang mayoritas atau minoritas Cultural unity sudah menyebar dibanyak Negara, yang hal ini disebabkan oleh adanya migrasi, akulturasi, dan naturalisasi

2

Para anggota political unity berdiam di satu daerah yang disebut suatu wilayah yang sama , yang merupakan satu pemerintahan serta tunduk pada kekuasaan tertinggi . bersatunya mereka dalam political unity, tetapi berdasar pada unsure etik. Contoh political unity bangsa Indonesia, bangsa inida, dan bangsa Malaysia. Unsure unsure yang mewnyatukan mereka sebagi unity baik cultural unity maupun political unity merupakan identitas kebangsaaan bagi mereka 4. Proses pembentukan bangsa Negara Secara umum dikenal adanya dua proses pembentukan bangsa Negara yaitu model ortodoks dan model mutahir ( ramlan surbakti,199). Pertama , model ortodoks yaitu bermula dari adanya suatu bangsa terlebih dahulu, untuk kemudian bangsa itu membentuk satu Negara tersendiricontoh bangsa yahudi berupaya mendirikan Negara Israel untuk satu bangsa yahudi Kedua model mutahir. Yaitu berawal dari adanya Negara terlebih dahulu yang terbentuk melalui proses tersendiri , sedangkan penduduk Negara merupakan sekumpulan suku bangsa dan ras contohnya adalah kemunculan Negara amerika serikat pada tahun 1976 Kedua model ini berbeda dalam empat hal. Pertama, ada tidaknya perubahan unsure dalam masyarakat , model ortodoks tidak mengalami perubahan unsure karena satu bangsa membentuk satu Negara model mutahir mengalami perubahan unsure karena dar banyak kelompok suku bangsa menjadi satu bangsa . kedua, lamanya waktu yang singkat saja yaitu hanya membentuk struktur pemerintahan , bukan pembentkan identitas cultural baru model mutahir memerlukan eaktu yang lama karena harus mencapai kesepakatan tentang identitas cultural yang baru. Ketiga, kesadaran politk masyarakat pada model ortodoks muncul setelah terbentuknya bangsa Negara sedangkan dalam model mutahir kesadaran plitik muncul mendahului bahkan menjadi kondisi awal terbentuknya bangsa dan Negara . keempat, derajat partisipasi politik dan rezim politik pada model ortodoks, partisipasi politik dan rezim politik dianggap sebagai bagian terpisah dari proses integrasi nasional pada model mutahir , partisipasi politik dan rezim politik merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses integrasi nasional

3

B. IDENTITAS NASIONAL Secara estimologis, identitas nasional berasal dari kata “identitas” dan “nasional” kata identitas berasal dari bahasa inggris identity yang memiliki pengertian harfiah ; cirri, tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain. Identitas berarti cirri cirri , tand atanda atau jatid iri yang dimiliki seorang, kelompok masyarakat bahkan suatu bangsa , Kata nasional merujuk pada konsep kebangsaan nasional merujuk pada kelompok kelopok persekutuan hidup manusia yang lebih besar dari sekedar pengelompokan berdasarkan ras , agama, budaya, bahasa dan sebaginya , oleh karena itu identitas bangsa dalam pengertian politik (political unity) 1. Faktor Pembentukan idetitas bersama Factor factor yang diperkirakan menjadi identitas bersama suatu bangsa, meliputi primordial , sacral, tokoh ,bhineka tunggal ika, sejarah, perkembangan ekonomi, dan kelembagaan a. Primordial Faktor-falctor primordial ini meliputi: ilcatan kekerabatan (darah dan keluarga), kesamaan suku bangsa, daerah asal (homeland), bahasa, dan adat istiadat. Faktor primordial merupakan identitas yang menyatukan masyarakat sehingga mereka dapat membentuk bangsa-negara. Contoh, bangsa Yahudi membentuk negara Israel. b. Sakral Faktor sacral dapat berupa kesamaan agama yang dipeluk masyarakat atau ideologi doktriner yang diakui oleh masyarakat yang bersanglanan. Agama dan ideologi merupakan falctor sacral yang dapat membentuk bangsa-negara. Faktor sakral ikut menyumbang terbentuknya satu nasionalitas bare. Faktor agama Katolik mampu membentuk beberapa negara di Amerika Latin. Negara Uni Sovyet diikat oleh kesamaan ideologi komunis c. Tokoh Kepemimpirian dari para tokoh yang disegani dan dihormati oleh masyarakat dapat pula menjadi factor yang menyatukan bangsa Negara. Pemimpin di beberapa Negara di anggap sebagai penyambung lidah rakyat, pemersatu rakyat dan symbol persatuan bangsa yang bersangkutan beberapa contoh misalnya Mahatma Ghandi di India, Tito di
4

Yugoslavia, NelsOn Mandella di Afrika Selatan, dan simbol persatuan bangsa yang bersangkutan. d. B h i n n e k a T u n gga l I k a Prinsip bhinneka tunggal ika pada dasamya adalah kesediaan warga bangsa untuk bersatu dalam perbedaan (unity in diversity). Yang disebut bersatu dalam perbedaan adalah kesediaan warga bangsa untuk setia pada lembaga yang disebut negara dan pemerintahnya, tanpa menghilangkan keterikatannya pada suku bangsa, adat, ras, dan agamanya. Sesungguluiya warga bangsa rnerniliki kesetiaan ganda (multiloyalities). Warga setia pada identitas ptirnordialnya clan watga juga memiliki kesetiaan pada pemerintahan dan negara, namun mereka menunjukkan kesetiaan yang lebih besar pada kebersamaan yang terwujud dalam bangsa-negara di b.awah satu pemerintah yang sah. Mereka sepakat untuk hidup bersama di bawah satu bangsa meskipun berbeda latar belakang. e. Sejarah Persepsi yang sama di antara warga masyarakat tentang sejarah mereka dapat menyatukan diri dalam satu bangsa. Persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu, seperti sama-sama menderita karena penjajahan, tidak hanya melahirkan solidaritas tetapi juga melahirkan tekad dan tujuan yang sama antaranggota masyarakat itu. f. Perkembangan ekonomi Perkembangan ekonomi (industrialisasi ) akan melahirkan spesiasialis pekerjaan dan profesi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Semakin tinggi mutu dan variasi kebutuhan masyarakat, semakin saling bergantung di anatara jenis pekerjaan factor ini berlaku di masyarakat industry maju seperti amerika utara dan eropa barat g. Kelembagaan h. Factor lain ynag berperan dalam mempersatukan bangsa berupa lembaga lembaga pemerintahan dan politik lembaga lembaga itu seperti birokasi , angkatan berenjata , pengadilan , dan partai politik

5

2. Identitas cultural unity atau identitas kesukubangsaan Cultural unity merujuk pada bangsa dalam pengertian kebudayaan atau bangsa dalam arti sosiologis antropologis cultural unity disatukan oleh adanya kesamaan dalam hal ras , duku, agama, adat dan budaya , keturunan ( darah) dan daerah asal (homeland). Identitas cultural dapat disebut identitas kesukubangsaan Identitas yang dimiliki oleh sebuah cultural unity kurang lebih bersifat askriptif ( sudah ada sejak lahir ), bersifat alamiah (bawaan), primer, dan etnik. Setiap anggota cultural unity memiliki kesetiaan atau loyalitas pada identitasnya Loyalitas pada primordialnya pada umumnya kuat dan langgeng (bertahan lama0 orang orang yang bersatu dalam kesatuan primordial memiliki ikatan emosianal yang kuat serta melahirkan solidaritas erat. 3. Identitas political unity atau identitas kebangsaan Namun dewasa ini , Negara yang relative homogeny, yang hanya terdiri dari bangsa tidak banyak terjadi umumnya Negara yang terbentuk adalah heterogen , terdiri dari banyak bangsa didalamnya . Identitas kebangsaan bersifat buatan, sekunder, etis, dan nasional Bentuk identitas nasional adalah bahasa nasional ,lambing nasional ,semboyan nasioonal, bendera nasional , dan ideology nasional

6

C. HAKIKAT NEGARA

1. ARTI NEGARA Menurut kamus besar bahasa Indonesia , Negara mempunyai dua pengertian berikut. Pertama, Negara adalah organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan di taati rakyatnya, kedua, Negara adalah kelompok social yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif , memepunyai satu kesatuan politik , berdaulat sehingga berhak menentukan tuuan nasionalnya Pengertian Negara dari pendapat para ahli , antara lain sebagi berikut 1. Georg jellinek Negara ialah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman diwilayah tertentu 2. Kraenburg Negara adalah organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri 3. Roger F. Soultau Negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat 4. Soenarko Negara adalah organisasi kekuasaan masyarakat yang mempunyai dareha tertentu dimana kekuasaan Negara berlaku sepenuhnya sebagai sovereign 5. George wilhem fredrich hegel Negara ialah suatu organisasi kesusilaan yang muncul sebagi sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal 6. R. Djokoseotono Negara ialah suatu organisasi masyarakat atau kumpulan manusia yang berada dibawah suatu pemerintahan yang sama

7

7. Jean bodin Negara ialah suatu persekutuan keluarga dengan segala kepentinganya yang dipimpin oleh akal dari suatu kuasa yang berdaulat 8. Mirriam budiardjo Negara adalah suatu daerah territorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan ayng berhasil menuntut dari warganya ketaatan pada perundang undangan melalui penguasaan control dari kekuasaan yang sah 2. UNSUR UNSUR NEGARA Dari beberapa pendapat mengenai Negara tersebut , dapat disimpulkan bahwa Negara adalah organisasi yang didalamnya hasrus ada rakyat wilayah yang permanen dan pemerintah yang berdaulat (baik ke dalam maupun keluar ) hal diatas disebut unsure unsure Negara unsure Negara meliputi : a. Rakyat Yaitu orang orang yang bertempat tinggal di wilayah itu , tunduk pada kekuasaan Negara dan mendukung Negara yang bersangkutan b. Wilayah Yaitu daerah yang menjadi kekuasaan Negara serta menjadi tempat tinggal bagi rakyat Negara .eilayah juga menjadi sumber kehidupan rakyat Negara wialyah Negara mencakup wilayah darat, laut dan udara c. Pemerintah yang berdaulat Yaitu adanaya penyelenggaraan Negara yanag memiliki kekuasaan menyeleengggarakan pemerintahan di Negara tersebut pemerintah tersebut memiliki kedaulatan baik kedalam maupun keluar kedaulatan kedalam berarti Negara memiliki kekuasaan untuk ditaati rakyatnya Kedaulatan keluar artinya Negara mamapu mempertahankan diri dari serangan Negara lain Unsure rakyat dan pemerintahan yang berkedaulatan merupakan unsur konstiftutif atau usnusr pembentuk yang harus terpenuhi agar terbnetuk Negara. Penagkuan dari Negara lain merupaan unsure deklaratif unsur deklaratif aldalah unsure yang sifatnya menyatakan, bukan unsure yang mutlak
8

Sebagai oraganisasi kekuasaan , Negara memiliki sifat memaksa monopoli dan mencakup semua a. Memaksa artinya, memiliki kekuasaan untuk menyelenggarakan ketertiban dengan memakai kekerasan fisik secara legal b. Monopoli artinya , memiliki hak menetapkan tujuan bersama rakyat Negara memiliki hak untuk melarang sesuatu yang bertentangan dan menganjurkan sesuatu yang dibutuhkan masyarakat c. Mencakups emua artinya semua peraturan dan kebijakan Negara berlaku untuk semua orang tanpa kecuali 3. Teori Terjadinya Negara a. Proses terjadinya Negara secara teoritis “ secara toritis” yang dimaksud adalaha, para ahli politik dan hokum tata Negara berusaha membuat teoritisasi tentang terjadinya Negara Beberapa teori terjadinya Negara sebagai berikut : 1. Teori hukum alama Teori hukum alam merupakan hasil pemikiran paling awal, yaitu masa plato dan aristoiteles . menurut teori hokum alam , terjadinya Negara adalah sesuatu alamiah . bahwa segala sesuatu itu berjalan menurut hokum alam, yaitu mulai dari lahir ,

berkembang, mencapai puncaknya, layu, dan kahirnya mati . Negara terjadi secara alamiah , bersumber dari mausia sebagai mahluk social yang memiliki kecenderungan berkumpul dansaling berhubungan untuk mencapai kebutuhan hidupnya 2. Teori ketuhanan Teori ini muncul setelah agama agama besar di dunia yaitu islam dan Kristen dengan demikian , teori ini dipengaruhi oleh paham keagamaan menurut teori ketuhanan terjadinya negra adalah akrena kehendak tuhan, didasari kepercayaan bahwa segala sesuatu berasal dari tuhan dan terjadi atas kehendak tuhan penganjur teori ini antara lain : freiderich Julius stahl, Thomas Aquinas, dan agustinus

9

3. Teori perjanjian Teori perjanjian muncul sebagai reaksi atas teori hokum dan kedaulatan tuhan, teori ini dilahirkan oleh pemikir prmikir eropa menjelang abad pencerahan mereka adalah : Thomas hobbes,john locke,J.J Rousseau dan Montequeiau Menurut toeri perjanjian Negara terjadi sebagaio hasil perjanjaian antar manusia /individu Pendapat lain dikemukakan oleh G.Jellinek, yaitu terjadinya negra dapat dilihat secara primer dan sekunder ,,, secar primer membicarakan tetnatng bagaimana pertumbuhan egara mulai dari persekutuan atau kelompok masyarakat yang sederhana berkembang menjadi Negara modern menurut jellinek , terjadinya Negara secara primer melalui 4 (empat ) tahapan yaitu: a. Persekutuan masyarakat b. Kerajaan c. Negara dan d. Negara demokrasi Perkembanagn Negara secara sekunder membicarakan tentang bagaimana terbentuknya Negara baru ayng di hubungkan dengan masalah pengakuan yang terpenting adalah muncul tidaknya Negara baru tersebut adalah akrena tidaknya pengakuan Negara lain b. Proses terjadinya Negara di zaman modern Negara Negara di dunia ini terbentuk karena melalui beberapa proses seperti : a) Penaklukan atau occupayie b) Peleburan atau fusi c) Pemecahan d) Pemisahan diri e) Perjauangan atau revolusi f) Penyerahan / pemberian g) Penduduk atas wialyah yang belum ad pemerintahan sebelumnya Penalukan atau occupatie yaitu daerah yang tidak dipertuan kemudian diambil alih dan didirikan Negara di wilayah itu missal, Liberia adalah daerah kosong yang dijadikan Negara oleh budak negro yang telah dimerdekakan oleh orang amerika
10

yang

Peleburan (fusi ) adalah suatu penggabungan dua atau lebih Negara menjadi Negara baru . missal jerman barat dan jerman timur bergabung menjadi Negara jerman Pemecahan adalah terbentuknya Negara baru akibat terpecahnya Negara lama sehingga Negara sebelumnya menjadi tidak ada lagi contoh , Yugoslavia terpecah menjadi Serbia , bosnia, montenegro. Pemisahan diri adalah memisahkanya suatu abgian wilayah Negara kemudian terbentuk Negara baru pemisahan berbeda dengan perpecahan dimana Negara lama masiah ada missal, india terpecah menjadi india, Pakistan, dan Bangladesh Perjaungan merupakan hasil rakyat duatu eilayah yang umumnya dijajah Negara lain kemudian memerdekakan diri Penyerahan atau pemberian adalah kem erdekaan pada suatu koloni oleh Negara lain yang umumnya bekas jajahanya. Pendudukan berpemerintahan terjadi terhadap wilayah yang ada penduduknya tetrapi tidak

3 FUNGSI DAN TUJUAN NEGARA Dibawah ini fungsi Negara menurut beberapa ahli , antara lain sebagi berikut : a. John locke Seorang sarjana inggris membagi fungsi Negara menjadi 3 fungsi yaitu : 1. Fungsi legislative , untuk membuat peratiran 2. Fungsi eksekutif, untuk melaksanakan peraturan 3. Fungsi federative , untuk mengurusi urusan luar negeri dan urusan perang dan dami b. Montesquieau Tiga fungsi Negara menurut Montesquieau adalah 1. Fungsi legislative , untuk membuat undang undang 2. Fungsi eksekutif, untuk melaksanakan undang undang 3. Fungsi yudikatif untuk mengawasi adar semua peraturan diataati (fungsi mengadili), yang pepuler dengan nama Trias politica c. Van Vollen Hoven Seorang sarjana dari negeri belanda, menurutnya fungsi Negara dibagi dalam : 1. Regeling, memebuat peraturan 2. Bestuur, menyelenggarakan pemerintahan 3. Rechtspraak, fungsi mengadili 4. Politie, fungsi ketertiban dan keamanan Ajaran Van Vollen tersebut terkenal dengan catur praja
11

d. Goodnow menurut goodnow, fungsi Negara secara prinsipil dibagi menjadi 2 (dua) bagian : 1. Policy macking, yaitu kebijaksanaan Negara untuk waktu tertentu untuk seluruh masyarakat 2. Policy executing, yaitu kebijaksanaan yang harus dilaksanakan untuk tercapainya policy making Karen mengemukakan fungsi Negara dalam 2 (dua) bagian maka ajaran goodnow terkenal dengan sebutan dwipraja (dichotomy). Menurut mirriam budiarjo , fungsi pokok Negara adalah sebagai berikut 1) Melaksanakan penertiban untuk mencapai tujuan bersama mencegah bentrokan bentrokan dalam masyarakat dapat dikatakan bahwa Negara bertindak sebagai stabilisator 2) Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya Fungsi ini dijalankan dengan melaksanakan pembangunan di segala bidang 3) Pertahanan Hal ini diperlukan untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar , untuk ini Negara dilengkapi dengan alat alat pertahanan 4) Menegakan keadilan Hal ini dialksanakan melalui badan badan pengadilan Keseluruhan fungsi Negara tersebut di selenggarakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan Negara yang telah di tetapkan bersama . adapun tujuan suatu Negara berbeda beda Di bawah ini adalah beberapa tujuan Negara menurut para ahli 1) Roger H. Soltau 2) Tujuan Negara ialah memungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin 3) Plato Tujuan Negara adalah memajukan kesusialan manusia , baik sebagai individu maupun sebagai mahluk social 4) Thomas Aquino dan agustinus Untuk mencapai penghidupan dan kehidupan aman dan tentram dengan taat kepada dan dibawah pimpinan tuhan. Pemimpin Negara menajlankan kekuasaan hanyalah berdasarkan kekuasaan tuhan yang diberikan kepadanya

12

D. BANGSA DAN NEGARA INDONESIA 1. Hakikat Negara Indonesia Negara kita adalah republic Indonesia proklamasi 17 agustus 1945 disingkat Negara RI proklamasi , dengan momen proklamasi 17 agustus 1945 itulah bangsa Indonesia berhasil mendirikan Negara sekaligus menyatakan kepada dunia luar mengenai adanya Negara baru, yaitu Indonesia , yang diharapkan adalah keinginan hidup bersatu sebagai keluarga bangsa karena adanya persamaan nasib,cita cita, dan karena berasal dalam ikatan wialyah atau eilayah yang sama. Paham kebangsaan melahirkan semangat untuk keluar melepaskan diri dari belenggu penjajah yang telah menciptakan nasib sebagai bangsa yang terjajah , teraniaya dan hidup dalam kemiskinan selanjutnya nasionalisme memunculkan semangat untuk mendirikan Negara bangsa dalam merealisasikan cita cita yaitu merdeka dan tercapainya masyarakat yang adil dan makmur Gagasan perlunya membentuk satu bangsa yaitu bangsa Indonesia , berhasil diwujudkan dalam ikrar sumpah pemuda tanggal 28 oktober 1928 para pemuda dari berbagai suku dan budaya di wilayah nusantara berikrar menyatakan diri dalam satu tanah air , satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Menurut Ir. Soekarno , yang dimaksud bangsa Indonesia adalah seluruh manusia yang menurut wialyahnya telah ditentukan untuk tinggal secara bersama diwilayah nusantara dari ujung barat (sabang) sampai ujung timur (merauke ) yang memiliki “le desir d’etre ensemble” (pendapat ernest renan) dan “Caharaktergemeinschaft” (menurut pendapat otto van bauer ) yang telah menjadi satu Tujuan dari paham kebangsaan ( nasionalisme) sendiri adalah menciptakan Negara bangsa yang wilayah dan batas batasnya menyerupai taua mendekati makna bangsa Factor factor penting bagi pembentukan bangsa Indonesia sebagai berikut 1. Adanya persmaan nasib , yaitu penderitaan bersama dibawah penajjahna bansa asing lebih kurang 350 tahun 2. Adanya keinginan bersama untuk merdeka , melepaskan diri dari belenggu penjajahan
13

3. Adanya kesatuan tempat tinggal, yaitu wilayah nusantara yang membentang dari sabang dampai merauke 4. Adanya cita cita bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilans ebagai suatu bangsa Berdasarkan hal itu , factor pembentukan identitas kebangsaan Indonesia bukanlah factor factor primordial , tetapi factor historis. Frans magnis suseno (1995) menyatakan bahwa

kesatuan bangsa Indonesia tidak bersifat alamiah tetapi hsitoris , persatuan bangsa Indonesia tidak bersifat etnik melainkan etis Berdifat historis oelh karena bansag aindonesia bersatu bukan karena kesatuan bahasa ibu, kesatuan suku budaya maupun agama, yang mempersatukan bangsa Indonesia adalah sejarah yanbg dialami bersama , yaitu sejarah penderitaan penindasan, perjuanagan kemerdekaan, dan tekad untuk kehidupoan bersama Hakikat Negara kesatuan republic Indonesia adalah Negara kebangsaan modern Negara kebangsaan modern adalah Negara yang pembentukanya didasarkan pada semangat kebangsaan atau nasionalisme yaitu pada tekad suatu masyarakat utnuk membangun masa depan bersama dibawah satu Negara yang sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda beda agama ras, etnik atau golonganya 2. Proses Terjadinya Negara Indonesia Terjadinya Negara Indonesia merupakan proses atau rangkaian tahap yang berkesinambunagn rangkaian tahap perkembangan tersebut digambarkan sesuai denagan keempat alinea dalam pembukaan UUD 1945 secara teoritis perkembangan Negara Indonesia terjadi sebagi berikut a. Terjadinya Negara tidak sekedar dimulai dari proklamasi, tetapi adanya penagakuan akan hak setiap bangsa untuk memerdekakan dirinya, bangsa Indonesia memiliki tekad kuat untuk menghapus segala penindasan dan penjajaha n suatu bangsa atas bangsa lain inilah yang menjadi sumber mitivasi perjuangan (Alinea I Pembukaan UUd 1945 ). b. Adanya perjuangan bangsa Indonesia melawan penajjahan perjauangan panjang bangsa Indonesia menghasilkan proklamasi proklamasi barulah mengantarkan pintu gerbang kemerdekaan jadi, dengan proklamasi tidaklah selesai kita bernegara , Negara yang kita
14

cita citakan adalah menuju pada keadaan merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur (alinea II Pembukaan UUD 19945) c. Terjadinya Negara adalah khendak bersama seluruh bangsa Indonesia , sebagai suatu keinginan luhur bersama. Disamping itu adalah kehendak dan atas rahmat allah yang maha kuasa . ini membuktikan bangsa Indonesia adalah bangsa religious dan mengakui adanaya motivasi spiritual ( alinea III pembukaan UUD 1945 ) d. Negara Indonesia perlu menyusun alat kelengkapan Negara meliputi tujuan Negara dengan demikian , semakin smepurna proses terjadinya Negara Indonesia ( Alinea IV Pembukaan UUD 1945) Bukti menunjukan bahwa Negara Indonesia terbentuk melalui proses perjuangan (revolusi ), yaitu perjuangan melawan penajajahan sehingga berhasil memproklmasikan kemerdekaan Indonesia 3. Cita cita , tujuan dan visi Negara Indonesia Bangsa Indonesia bercita cita mewujudkan Negara yang bersatu ,berdaulat, adil dan makmur . dengan rumusan yang singkat ,Negara Indonesia bercita cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil amkmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945 hal ini sesuai dengan amanat dalam alinea II pembukaan UUD 1945 , hal ini sesuai dengan amanat dalam alinea II pembukaan UUD 1945 , yaitu Negara yang merdeka, bersatu ,berdaulat adil dan makmur . Tujuan Negara Indonesia selanjutnya terjabar dalam aline IV pembukaan UUD 1945 secara rinci sebagi berikut a. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia b. Memajukan kesejah teraan umum c. Mencerdaskan kehidupan bangsa d. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social Dalam GBHN 1999-2004 Tao MPR No. IV/MPR/1999 disebutkan bahwa penyelenggaraan bernegara bertujuan mewujudkan kehidupan yang demokratis , berkeadilan sossial , melindungi

15

hak asasi manusia , menegakan supremasi hokum dalam tatanan masyarakat dan bangsa yang berradab , mandiri , bebas dan sejahtera untuk kurun waktu lima tahun kedepan . Adapun visi bangsa Indonesia adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan , berdaya saing, maju sejahtera, dalm wadah Negara kesatuaan republic Indonesia yang didukung oelh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman , bertaqwa, beraklak mulia , cinta tanah air, berkesadaran hokum, dan lingkungan , menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi , memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin (Tap MPR No. VII/MPR/2001) Pembangunan nasional tahun 2004 – 2009 sebagai berikut 1. Terwujudnya masyarakat, bangsa, dan Negara yang mana , bersatu, rukun, dan damai 2. Terwujudnya masyarakat, bangsa, dan Negara yang menjunjung tinggi hokum, kesetaraan dan hak asasi manusia 3. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan fondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan E. IDENTITAS NASIONAL INDONESIA Identitas nasional Indonesia menunjuk pada identitas identitas yang sifatnya nasional Proses pembentukan identitas nasional umumnya membuthukan waktu dan perjauangan panjang di antara warga bangsa Negara yangbersangkutan . hal ini disebabkan identitas nasional adalah hasil kesepakatan masyarakat bangsa itu. Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia , adalah sebagai berikut . 1. Bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia Bahasa Indonesia berasal dari rumpun bahasa melayu yang dipergunakan sebagi bahasa pergaulan yang kemudian diangkat sebagai bahasa peratuan tanggal 28 oktober 1928 bangsa Indonesia sepakat bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional sekaligus bahasa identitas nasional Indonesia 2. Bendera Negara yaitu sang merah putih

16

Warna merah berarti berani dan outih berarti suci , lamabnag merah putih sudah dikenala pada masa kerajaan di Indonesia yang kemudian diangkat sebagai bendera Negara. Bendera warna merah putih dikibarkan pertama kali pada tanggal 17 agustus 1945namun telah ditunjukan pada peristiwa sumaph pemuda 3. Lagu kebangsaan yaitu indonesia raya Indonesia raya sebagai lagu kebangsaan yang pada tanggal 28 oktober 1928 dinyanyikan untuk pertama kali sebagai lagu kebangsaan Negara 4. lambang Negara yaitu garuda garuda adalah burung khass Indonesia yang dijadikan lambing Negara 5. semboyan Negara yaitu bhineka tunggal ika bhineka tunggal ika artinya berbeda beda tetapi tetap satu jua menunujukan kenyataan bahwa bangsa kita heterogen , namun tetap berkeinginan untuk menjadi satu bangsa yaitu bangsa Indonesia 6. dasar falsafah Negara yaitu pancasila

berisi 5 nilai dasar yang dijadikan sebagaid asar filsadat dan ideology dari Negara Indonesia pancasila merupakan identitas nasional yang berkedudukan sebagai dasar Negara dan ideology nasional Indonesia 7. konstitusi ( hokum dasar Negara yaitu UUD 1945 merupakan hokum dasar tertulis yang menduduki tingkatan tertinggi dalam tata urutan perundang undangan dan dijadikan sebagi pedoman penyelenggaraan bernegara 8. Bentuk Negara kesatuan republic Indonesia yang berkedaulatan rakyat Bentuk Negara adalah kesatuan , sedang bentuk pemerintahan adalah republic .sistem politik yang digunakan adalah system demokrasi (kedaulatan rakyat) saat ini identitas Negara kesatuan republic Indonesia yang berkedaulatan rakyat disepakati untuk tidak ada perubahan 9. Konsepsi wawasan nusantara Sebagai cara oandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa , serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat , berbangsa , dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional 10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional
17

Berbagai kebudayaan dari kelompok kelompok bangsa di Indonesia yang memiliki cita rasa tinggi dapat dinikmati dan diterima oleh masyarakat luas merupakan kebudayaan nasional kebudayaan nasional pada dasarnya adalah puncak puncak dari kebudayaan daerah Kesadaran politik itu adalah tumbuhnya semangat nasionalisme ( semangat kebangsaan ) sebagai gerakan menentang penjajahan dan mewujudkan Negara Negara Indonesia . dengan demikian , nasionalisme yang tumbuh kuat dalam bangsa Indonesia turut mempermudah terbentuknya identitas nasional Indonesia .

18

BAB II

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

Negara sebagai suatu entitas adalah abstrak. Unsure Negara yang berupa rakyat, wilayah, dan pemerintah.salah satu unsure negaara adalah rakyat. Rskayat yang tinggal di wilayah Negara menjadi penduduk Negara yang bersangkutan. Warga Negara adalah bagian dari penduduk suatu Negara. Warga Negara memiliki hubungan dengan Negaranya. Kependudukannya sebagai warga Negara menciptakan hubungan berupa peranan, hak, dan keawajiban yang bersifat timbal balik.

A. PENGERTIAN WARGA NEGARA DAN KEWARGANEGARAAN 1. Warga Negara Warga mengandung arti peserta, anggota atau warga dari suatu organisasi perkumpulan. Waraga Negara artinya warga atau anggota dari suatu negara. Jadi warga Negara merupakan terjemahan kata citizen (bahasa Inggris) yang mempunyai arti sebagai berikut: a. Warga Negara; b. Petunjuk ndari sebuah kota; c. Sesame waarga negara, sesame penduduk, orang setanah air; d. Bawahan atau kawula. Menurut As Hikmah dalam Ghazalli (2004), warga Negara sebagai terjemahan dari citizen artinya anggota dari suatu komunikasi yang membentuk Negara itu sendiri. Penduduk adalah orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wila yah Negara dapat dibedakan menjadi penduduk dan nonpenduduk. Adapun penduduk Negara dapat dibedakan menjadi warga Negara dan oran gasing atau bukan warga Negara.

19

Untuk lebih jelasnya, secara sekematis dapat dilihat sebagai berikut.

Warga Negara

Penduduk Orang asing

Orang yang berada di wilayah Negara
Bukan penduduk

2. Kewarganegaraan Istilah kewarganegaraan (citiazenship) memiliki arti keanggotaan yang menujukan hubungan atau ikatan antara Negara dengan warga Negara. Menurut memori penjelasan dari pasal II praturan penutup undang-undang No. 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, kewarganegaraan diartikan ssegala jenis hubungan dengan suatu Negara yang mengakibatkan adanya kewajiban Negara itu untuk melindungi orang yang bersangkutan. Pengertian kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai brikut.

a. Kewarganegaraan dalan Arti Yuridis dan Sosiologis 1. Kewarganegaraan dala arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum antara orangorang dengan Negara. Adanya ikatan ikatan hukum itu menimbulkan akibat-akibat hukum tertentu, yaitu orang tersebut berbeda di bawah kekuasaan Negara yang bersangkutan. Tanda dari adanya ikatan hukum, misalnya akta kelahiran, surat pernyataan, bukti kewarganegaraan, dan lain-lain.

20

2.

Kerwarganegaraan dalam arti sosiologis, tidak ditandai dengan ikatan hukum, tetapi ikatan emosional, seperti ikatan orasaan, ikatan keturunan, ikatan nasip, ikatan ikatan sejarah, dan ikatan tanah air. Dengan kata lain, ikatan ini lahir dari penghayatan waraga Negara yang bversangkutan.

Dari sudut kewarganegaraan sosiologis, seseorang dapat dipandang Negara sebagai warga Negarany sebab ikatan emosional, tingkah laku dan penghayataan hidup. Namun dari sudut kewarganegaraan yuridis orang tersebut tidak memenuhi kewarganegaraan yuridis sebab tidak memiliki bukti ikatan hukum dengan Negara. Di sisi lain, terdapat orang yang memiliki kewarganegaran dalam arti yuridis, namun tidak memilki kewarganegaraan dalam sosiologis. Ia memilki tanda ikatan hukum dengan Negara, tetapi ikatan emosiional dan poenghayatan sebagai warga Negara tidak ada. Jadi, ada kalanya terdapoat seorang warga Negara hanya secara yuridis saja sebagai warga Negara, sedangkan secsara sosiologia bekum memenuhi.

b. Kewarganegaraan dalam Arti Formulir dan Materil 1) Kewarganegaraan dalalm sarti formulir menunjuk pada tempat kewarganegaraan. Dalam sistematika hukum, masalah kewarganegaraan berada pada hukum publik, 2) Kewarganegaraan dalam arti materil menunjuk pada akibat hukum dari status kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan kewajiban warga Negara.

21

B. KEDUDUKAN WARGA NEGARA DALAM NEGARA Pada bagian sebelumnya telah di kemukakan bahwa warga Negara adalah anggota dari Negara. Wrga negaralah sebagai pendukung Negara dan memiliki arti penting bagi Negara, sebagai anggota dari Negara, warga Negara memiliki hubungan atau ikatan dengan Negara. Hubungan antara warga Negara dengan Negara terwujud dalam bentuk hak dan kewajiban antara keduanya. Warga Negara memilliki hak dan kewajiban terhadap Negara. 1. Penentuan Warga Negara Dalam menentukan kewarganegaraan seseorang, dikenal adanya asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran dikenal dua asas yaitu asas ius soli dan asas ius sanguinis. Ius artinya hukum atau dalil. Soli berasaldari kat solum yang artinya Negara atau tanah. Sanguinis berasal dari dari kat sanguis yang artinya darah.

a. Asas ius soli Asas yang menyatakan bahwa kewarganegaraan seseorang ditentukan dari tempat dimana orang tersebut dikahirkan. b. Asas ius sangiunis Asas yang menyatakan bahwa kewarganegaraan seseorang ditentukan berdasarkan keturunan dadri orang tersebut.

Selain dari sisi kelahiran, penentuan kewarganegaraaan dapast didsarkan pada aspek perkawianan yang mencakup asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat.

a. Aas persamaan hukum didasarkan pandangan bahwa suami istri adalah suatu ikatn yang tidak terpecah sebagai inti dari masyarakat. Dalam menyelenggarakan kehidupan bersama, suami istri peril mencerminkan suatukesatuan yang bulat termasuk dalam masalah kewarganegaraan. Berfasarkan asas ini diusahakan status kewarganegaraan suami dan istri adalah sama dan satu. b. Asas persamaan derajat berasumsi bahwa suatu perkawinan tidak kenyebabkan perubahan ststus kewarganegaraan suami atau istri. Keduasnya memiliki hak yang sama untuk menentukan sendiri kewarganegaran. Jadi, mereka dapat berbeda kewarganegaraan seperti halnya ketika belum berkeluarga.
22

Negara memiliki wewenang untuk menentukan warga Negara sesuai asas yang dianut Negara tersebut. Dengan adanya kedaulatan ini, pada dasraasnya suastu Negara tidask terikat oleh Negara lain dalam menentukan kewarganegaraan. Negara lain juga boleh menentukan siapa saja yang menjadi warga Negara dari suatu Negara. Secara ringkas problem kewarganegaraan adalah munculnya apatride dan bipatride. Adalah istilah untuk orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Bipaatride adalah istilah untuk orang-orang yang memiliki kewarganegaraan rangkap (dua). Bahkan, dapat muncul multipatride yaitu istilah untuk orang-orang yang memiliki kewarganegaraan banyak (lebih dari dua).

2. Warga Negara Indonesia Negara Indonesia telaah menentukan siapa-osiapoa yang menjadi warg a negara. Ketentuan tersebut tercantum dalam pasal 26 UUD 1945 sebagai berikut: (1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga Negara. (2) Penduduk ialah arga Negara Indonesia dan orang asing yang bertampat tinggal di Indonesia. (3) Hal-hal mengenai warga Negara dan penduduk diatur dengan undang-undang.

Berdasarkan hal diatas, kita mengetahui bahwa orang yang dapaat menjadi warga Negara Indonesia adalah. a. Orang-orang bangsa Indonesia asli; b. Orang-orang bangssa lain yang disahkan dengan undang-undang menjadi warga Negara.

Berdasarkan pasal 26 ayat (2) UUD 1945, penduduk Negara Indonesia terdiri atas dua yaitu warga Negara dan orang asing. Ketentuan ini merupakan hal baru dan sebagai hasil amandemen atas UUD 1945 . sebelumnya, penduduk Indonesia berdasarkan indische staatregeling 1927 pasal 163, dibagai 3 (tiga), yaitu. a. Golongan Eropa, terdiri atas 1) Bahasa Belanda 2) Bukan bangsa Belanda tetapi Eropa
23

3) Orang bangsa lain yang hukum keluarganya sama dengan golongan Eropa. b. Golongan timur Asing, terdiri atas 1) Golonga Tionghoa 2) Golonga Timur Asing bukan Cina c. Golongan Bumiputra atau pribumi, terbagi atas 1) Orang Indonesia asli dan kerukunannya 2) Orang lain yang menyesuaikan diri dengan pertama

Orang-orang ini dapat menjadi warga Negara Indonesia dengan cara naturalisai atau pewarganegaraan. Car memperoleh kewarganegaraan inonesia diatur dengan Undang-undang. Adapun undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

3. Ketentuan Undang-Undang Mengenai Warga Negara Indonesia Undang-undang yang mengatur perihal kewarganegaraan adalah sebagai berikut. a. Undang-undang No. 3 tahun 1946 tentang warga Negara dan penduduk Negara. b. Undang-undang No. 6 Tahun 1947 tentang prubahan atas undang-undang No. 3 1946 tentang warga Negara dan penduduk Negara. c. Undang-undang No 8 tahun 1974 tentang memperpanjang waktu untuk mengajukan

pernyataan berhubung dengan kewarga Negara Indonesia d. Undang undang no 11 tahun 1948 tentang memperpanjang waktu lagi untuk mengajukan pernytaan berhubung dengan kewarga Negara Indonesia e. Undang undang no. 62 tahun 1968 tentang kewarganegaraan republic Indonesia f. Udnagan undang no. 3 tahun 1976 tentang perubahan atas pasar 18 Undang undang no. 62 tahun 1958 tentang kewarga negaraan republic Indonesia g. Undang undang no. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan republic indonesaia

24

Undang-undang yang mengatur tentang kewarganegaraan Indonesia atau undang-undang sebagai pelaksanaan dari Pasal 26 UUD 1945 yang berlaku sekarang ini adalah Undang – Undang No. 12 tahun 2006 tentang kewarga negaraan Republik Indonesia yang diundangkan pada 1 Agustus 2006. Undangundang ini menggantikan undang-undang kewarganegaraan lama, yaitu UndangUndang No. 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Pokok materi yang diatur dalam undang-undang ini adalah a. siapa yang menjadi warga negara Indonesia b. syarat dan tata cara memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia; c. kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia; d. syarat dan tata cara memperoleh kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia e. ketentuan pidana Beberapa ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang No. 12 Tahun sebagai berikut a. Tentang siapa yang menjadi warga negara Indonesia, dinyatakan bahwa warga negara Indonesia adalah 1. setiap orang yang berdasarkan peratuan perundang-undangan dan/ atau berdasarkan perjanjian Pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain sebelum undangundang ini berlaku sudah menjadi Warga Negara Indonesia; 2. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia; 3. anak yang lahir dan perkawinan yang sah dan seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga negara asing 4. anak yang lahir dan perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu Warga Negara Indonesia; 5. a n a k y a n g l a h i r d i l u a r p e r k a w i n a n y a n g s a h d a n s e o r a n g i b u Warga Negara Indonesia; tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya tidak memberikan 2006. antara lain

kewarganegaraan kepada anak tersebut; 6. anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dan perkawinan yang sah dan ayahnya Warga Negara Indonesia;
25

7. anak yanglahir diluar perkawinan Indonesia;

yang sah dari seorang ibu Warga Negara

8. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara asing yang diakui oleh seorang ayah Warga Negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tcrsebut berusia 18 (delapan belas) tahun dan/atau belum kawin; 9. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya; 10. anak yang barn lahir yang difernukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui; 11. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya; 12. anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan; 13. anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan

kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia; 14. anak Warga Negara Indonesia yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing tetap diakui sebagai Warga Negara Indonesia; 15. anak Warga Negara Indonesia yang belum berusia 5 (lima) tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh warga negara asing berdasarkan penetapan pengadilan tetap diakui sebagai Warga Negara Indonesia. b. Tentang pewarganegaraan pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan.

26

Permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh pemohon jika memenuhi persyaratan sebagai berikut. 1. telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin; 2. pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut turut; 3. sehat jasmani dan rohani; 4. dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara pancasila dan undang undang dasar Negara republic Indonesia tahun 1945 5. tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih; 6. jika dengan memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi

berkewarganegaraan ganda; 7. mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap; dan 8. membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara Permohonan pewarganegaraan diajukan di Indonesia oleh pemohon secara tertulis dalam bahasa Indonesia di atas kertas bermeterai cukup kevada Presiden melalui Menteri. Menteri yang dimaksud adalah menteri yang dimaksud adalah menteri yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang Kewarganegaraan Republik indonesia dalam hal ini Menteri Hukum dan HAM Tentang kehilangan kewarganegaraan, dinyatakan bahwa kewarganegaraan Republik Indonesia hilang karena: 1. memperoleh kewatganegaraan lain atas kemauannya sendiri; 2. tidak menolak atau melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersanglcutan mendapat kesempatan untuk itu; 3. dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negcri, dan dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan;
27

4. masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden;

5. secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan hanya dapat dijabat oleh Warga Negara Indonesia;-

6.

secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dan negara asing tersebut;

7. tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing;

8. mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing dtau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dan negara lain atas namanya;

9.

bertempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia selama 5 (lima) tahun terusmenerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi Warga Negara Indonesia sebelum jvgka waktu 5 (lima) tahun itu berakhir, dan setiap 5 (lima) tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pemyataan ingin tetap menjadi Warga Negara Indonesia kepada Perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanyameliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal perwakilan Republik Indonesia tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan, sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan;

10. perempuan Warga Negara Indonesia yang kawin dengan laki-laki warga negara asing kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia jika menurut hukum negara asal suaminya, kewarganegaraan istri mengikuti kewarganegaraan suami sebagai akibat perkawinan tersebut;

11. laki-laki Warga Negara Indonesia yang kawin dengan perempuan warga negara asing kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia jika menurut hukum negara asal istrinya, kewarganegaraan suami mengikuti kewarganegaraan istri sebagai akibat perkawinan tersebut.
28

Atau jika ingin tetap menjadi Warga Negara Indonesia dapat mengajukan surat pernyataan mengenai keinginannya kepada Pejabat atau Perwakilan Republik Indonesia yang wilayahnya meliputi tempat tinggal perempuan atau laki-laki tersebut, kecuali pengajuan tersebut mengakibatkan kewarganegaraan ganda. Surat pernyataan dapat diajukan oleh perempuan setelah 3 (tiga) tahun sejak tanggal perkawinanya berlangsung

12. setiap orang yang memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan keterangan yang kemudian hari dinyatakan palsu atau dipalsukan, tidak benar, atau terjadi kekeliruan mengenai orangnya oleh instansi yang berwenang, dinyatakan batal kewarganegaraannya. Menteri mengumumkan nama orang yang kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Asas-asas yang dipakai dalam Undang-Undang No ahun Indonesia meliputi

6 tentangKewarganegaraan Republik

a. asas ius sanguinis, yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan bukan Negara tempat kelahiran b. asas ius soli secara terbatas, yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan berdasarkan Negara tempat kelahiran, yang diperuntukkan terbatas bag anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang c. asas kewarganegaraan tunggal, yaitu asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang d. asas kewarganegaraan ganda terbatas, yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini. Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 pada dasarnya tidak mengenal adanya kewarganegaraan ganda (bipatride) ataupun tanpa kewarganegaraan (apatride). Kewarganegaraan ganda yang diberikan pada anak-anak merupakan suatu pengecualian.

29

C. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA

1. Wujud Hubungan Warga Negara dengan Negara Wujud hubungan antara warga negara dengan negara pada umumnya berupa peranan (role). Peranan pada dasarnya adalah tugas apa yang dilakukan sesuai dengan statusj'ang dimiliki, dalam hal ini sehagai warga negara Seri teori, status warga negara meliputi status pasif. aktif, negatif dan positif Peranan warga Negara juga meliputi pasif. aktif, negatif dan positif (cholisin, 2000) Peranan pasif adalah kepatuhan warga negara terhadan peraturan perundang – undangan yang berlaku peranan aktif merupakan aktivitas warga negara untuk terlibat (berpartisipasi) serta ambil bagian dalam kehidupan bernegara, terutama dalam mempengaruhi keputusan publik. Peranan positif merupakan aktivitas warga negara untuk meminta pelayanan dari negara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Peranan negatif merupakan aktivitas warga Negara untuk menolak campur tangan Negara dalam persoalan pribadi . Di Indonesia hubungan antara warga Negara dengan Negara telah di atur dalam UUD 1945 2. Hak dan kewajiban Hak dan kewajiban warga Negara tercantum dalam pasal 27 samapi dengan pasal 34 UUD 1945 beberapa hak dan kewajiban tersebut antara lain sebgai berikut 1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 berbunyi "Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan." Pasal ini menunjukkan asas keadilan sosial dan kerakyatan. 2. Hak membela negara. Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 berbunyi: Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. 3. Hak berpendapat. Pasal 28 UUD 1945, yaitu Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. 4. Hak kemerdekaan memeluk agama. Pasal 29 ayat (1) dan (2) UUD 1945 Ayat (1) berbunyi bahwa: "Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa." Ini berarti bahwa bangsa Indonesia percaya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
30

Ayat (2) berbunyi: "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu." 5. Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 Yaitu hak dan kewajiban dalam membela negara. Dinyatakan bahwa Tiaptiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. 6. Pasal 31 ayat (1) dan (2) UUD 1945 Yaitu hak untuk mendapatkan pengajaran. Ayat (1) menerangkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Adapun dalam ayat (2) dijelaskan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan UUD 1945. 7. Hak untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Pasal 32 UUD 1945 ayat (1) menyatakan bahwa Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban

8. Hak ekonomi atau hak untuk mendapatkan kesejahteraan sosial. Pasal 33 ayat (1), (2), (3), (4), dan (5) UUD 1945 berbunyi:

1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan. 2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang

menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. 3) Burnie, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakao untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. 4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. 5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undangundang

31

9. Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial. Dalam Pasal 34 UUD 1945 dijelaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara. Kewajiban warga negara terladap negara Indonesia, antara lain: a. Kewajiban menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi:

segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. b. Kewajiban membela negara. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan

Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. c. Kewajiban dalam upaya pertahanan negara. Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 menyatakan:

Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Di samping adanya hak dan kewajiban warga negara terhadap negara. dalam UUD 1945 perubahan pertama telah dicantumkan adanya hak asasi manusia, Ketentuan mengenai hak asasi manusia ini merupakan langkah maju dan bangsa Indonesia untuk menuju kehidupan konstitusional yang demokratis. Ketentuan mengenai hak asasi manusia tertuang pada pasal I ampai UUD 1945. Dalam ketentuan tersebut juga dinyatakan adaaya kewajiban dasar manusia. Hak dan kewajiban terhadap warga negara pada dasarnya merupakan kewajiban dan hak warga negara terhadap negara. Beberapa ketentuan tersebut. antara lain sebagai berikut a. Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintahan. b. Hak negara untuk dibela. c. Hak negara untuk menguasai bumi, air, dan kekayaan untuk kepentingan rakyat. d. Kewajiban negara untuk menjamin sistem hukum yang adil. e. Kewajiban negara untuk menjamin hak asasi warga negara. f. Kewajiban negara untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional untuk rakyat. g. Kewajiban negara memberi jaminan sosial. h. Kewajiban negara memberi kebebasan beribadah

32

Secara garis besar, hak dan kewajiban warga negara yang tertuang dalam UUD 1945 mencakup berbagai bidang. Bidang-bidang ini antara lain: bidang politik dan pemerintahan, sosial, .keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan pertahanan. Ketentuan lebih lanjut mengenai berbagai hak dan kewajiban warga negara dalam

hubungannya dengan negara tertuang dalam berbagai peraturan perundang-undangan sebagai penjabaran atas UUD 1945. Misalkan dengan undang-undang. Contoh. a. Hak dan Kewajiban warga negara di bidang pendidikan 1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen b. Hak dan kewajiban warga Negara di bidang pertahanan 1. UU No. 3 tahun 2002 tentang pertahanan Negara 2. UU No.2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI 3. UU. No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia c. Hak dan kewajiban warga negara di bidang politik terdapat dalam; 1. Undang-Undang No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat di Muka Umum; 2. Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers; 3. Undang-Undang No. 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik; 4. Undang- Undang No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Anggota DPR, DPD, dan DPRD; 5. Undang-Undang No. 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden; dan lain-lain.

33

Berikut ini contoh hak dan kewajiban warga negara maupun hak dan kewajiban negara terhadap warganya di bidang pendidikan berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. BAB IV HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA, ORANG TUA, MASYARAKAT, DAN PEMERINTAH Bagian Kesatu Hak dan Kewajiban Warga Negara Pasal 5
(1) Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang

bermutu.
(2) Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau

sosial berhak memperoleh pendidikan khusus.
(3) Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil

berhak memperoleh pendidikan layanan khusus.
(4) 'Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh

pendidikan khusus.
(5) Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang

hayat. Pasal 6
(1) Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti

pendidikan dasar.
(2) Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan

pendidikan

34

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->