Soal-Soal Struktur Aljabar dan Penyelesaiannya

Kata Kunci: Aljabar, Ring, Ideal, Daerah Integral, Ring Polinomial

Wijna © 2009

2009 Terjebak di rumah. mengenyam jenjang pendidikan S1 di Prodi Matematika FMIPA UGM.Si dan Ibu Dr. Sehingga tidak heran jika banyak yang mengatakan bahwa apa yang penulis tulis di karya ini hanya penulis seorang diri dan Gusti Allah SWT yang mengetahuinya.Pembuka Tak kenal maka tak sayang. Karya ini bukan merupakan ajang pembuktian diri penulis bahwa ia adalah seorang ahli aljabar di jamannya. melainkan sebuah bagian kecil dari usaha besar untuk kembali menanamkan pemahaman mahasiswa Prodi Matematika FMIPA UGM khususnya dan peminat aljabar lain pada umumnya terhadap bidang matakuliah aljabar yang notabene amat-sangat susah untuk dipahami. Indah Emilia Wijayanti. Selamat belajar dan memahami. langit mendung. Bandung. tentu sebelumnya penulis kembali memuji kebesaran Gusti Allah SWT. untuk sekiranya mendongkrak nilai yang mereka peroleh. M. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. dan menghaturkan karya ini bagi pembaca sekalian. dengan adanya karya ini dapat memperkaya khazanah ilmu matematika di bidang aljabar yang kerap termarjinalkan di belantara literatur jagat maya. M. Penulis juga berharap karya ini dapat membantu mahasiswa Prodi Matematika FMIPA UGM. Penulis berharap. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan karya ini. khususnya bagi adik-adik angkatan penulis. yang penulis pernah jumpai dan tidak pernah jumpai. karenanya tidak menutup kemungkinan bahwa ada banyak kesalahan di karya ini dan penulis meminta masukan dari pembaca sekalian untuk membantu mengkoreksinya. tidak bisa memotret Penulis .Si. Perlu diperhatikan bahwa penulis baru menginjak jenjang pendidikan S1. Budi Surodjo. Ah ya. khususnya lagi bagi bapak dan ibu dosen Prodi Matematika FMIPA UGM yang selalu sabar mengajari penulis akan banyak hal. Soal-soal yang ada di dalam karya ini disadur dari soal ujian tengah semester dan akhir semester matakuliah Pengantar Struktur Aljabar II pada semester ganjil 2008/2009 yang diampu oleh Bapak Dr. Mungkin itulah peribahasa yang tepat untuk mencitrakan karya ini bagi pembaca sekalian yang tidak familier dengan bidang matematika terutama aljabar. yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk bisa berpikir (secara matematis).

m} ..... i = 0.. himpunan S terhadap operasi penjumlahan dan perkalian diatas tidak selalu merupakan ring. bm . a2 ... a1 ..id.) + ( b0 . 0.. ⎛ 1⎞ komutatif dengan elemen satuan 1R = ⎜ ⎟ .com 1 .. ⎪ ⎭ ⎛a⎞ ⎛ c ⎞ ⎛ a + c ⎞ ⎜ ⎟+⎜ ⎟ =⎜ ⎟ ⎝b⎠ ⎝d ⎠ ⎝b + d ⎠ ⎛ a ⎞ ⎛ c ⎞ ⎛ ac ⎞ ⎜ ⎟⋅⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ .. dengan k = maks {n. a1 .. cn + m . http://wijna. mawius@yahoo... Diberikan ring komutatif R yang memiliki elemen satuan 1R dan diketahui juga ψ ∈ End ( R ) . Untuk setiap a .web......} dibentuk himpunan S = a = ( a0 . ai ∈ R.. Pembuktian dilakukan dengan menunjukkan counter-example. b ∈ ⎪ ⎩⎝ b ⎠ ⎛a⎞ ⎛ c ⎞ Untuk setiap ⎜ ⎟ .) n ∈ .ac... 0..... c2 .. 0.. 0. bm .1...) = ( a0 + b0 . an .1... 0. an . 0..) { } .. a2 .. Dengan = {0. an . 0. 0.. i j =0 Maka. 2. yaitu ⎧⎛ a ⎞ ⎪ R = ⎨⎜ ⎟ a. dengan ci = ∑ ai − jψ ( b j ) .. n .. b1 . a ⋅b = ( a0 . sehingga dengan demikian himpunan S tersebut bukan ring. ⎝ b ⎠ ⎝ d ⎠ ⎝ bd ⎠ Maka himpunan R dengan operasi penjumlahan dan perkalian diatas merupakan ring ii. ⎫ ⎪ ⎬..) ⋅ ( b0 .... yaitu ada elemenelemen di himpunan S yang operasi perkaliannya tidak asosiatif. b1 . b ∈ S didefinisikan: i. a2 . (Silakan dibuktikan sendiri) ⎝ 1⎠ Soal-Soal Struktur Aljabar dan Penyelesaiannya © Wijna 2009. 0..... a1 + b1 .. 0. 0. Dibentuk himpunan R.... 0.ugm. 0..1. a1 .. Bukti.. 0... b2 .) . ⎜ ⎟ ∈ R didefinisikan: ⎝b⎠ ⎝d ⎠ i. ak + bk . b2 ..) = ( c0 . ii. a +b = ( a0 . c1 .

{a ⋅ψ ( b ) + a ⋅ψ ( b )} . ⎜ ⎟ . ⎜ ⎟ .. iii. ⎨⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟⎬ . ⎜ ⎟ . ⎜ ⎟ . ⎨⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟⎬ .⎛⎛ a⎞⎞ ⎛b⎞ Dibentuk pemetaan ψ : R → R dengan syarat ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ = ⎜ ⎟ untuk setiap ⎝⎝b⎠⎠ ⎝ a⎠ ⎛a⎞ ⎜ ⎟∈ R . ⎨⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ ⎬ .. ⎝b⎠ Dengan demikian ψ merupakan homomorfisma ring (Silakan dibuktikan sendiri) dan karena ψ : R → R . ⎟ ⎜ ⎪⎝ 0 ⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎪ ⎪⎝ 1 ⎠ ⎝ ⎝ 1 ⎠ ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎪ ⎪⎝ 1 ⎠ ⎝ ⎝ 1 ⎠ ⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎪ ⎝ 0 ⎠ ⎟ ⎭ ⎩ ⎭ ⎩ ⎭ ⎠ ⎝⎩ ⎛ ⎧⎛ 0 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎫ ⎧⎛ 0 ⎞ ⎛ 1 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎫ ⎧⎛ 0 ⎞ ⎛ 1 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎫ ⎛ 0 ⎞ ⎞ = ⎜ ⎨⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ ⎬ ....) = 0 0 1 ({a ⋅ψ ( b )} . ⎨⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟⎬ . ⎜ ⎟ ...ac.. ⎜ ⎟ . ⎜ ⎟ . ⎜ ⎟ . ⎜ ⎟ . ⎟ ⎜ ⎝ 0⎠ ⎝0⎠ ⎟ ⎭ ⎩⎝ 1 ⎠ ⎝ 2 ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎭ ⎩⎝ 1 ⎠ ⎝ 2 ⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎭ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎝⎩ ⎛⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎞ = ⎜ ⎜ ⎟ .. ⎜ ⎟ ... ⎨⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ ⎬ . 0. mawius@yahoo.. ⎜ ⎟ .. ⎜ ⎟ . Kemudian dibentuk himpunan S sesuai apa yang telah didefinisikan sebelumnya dan diambil elemen a ..) 0 0 1 2 0 1 1 0 2 ⎛ ⎧⎛ 1⎞ ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎫ ⎧⎛ 2 ⎞ ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ ⎛ 1 ⎞ ⎞ ⎫ ⎧⎛ 0 ⎞ ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛ ⎛ 1 ⎞ ⎞ ⎛1⎞ ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎫ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ = ⎜ ⎨⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟⎬ .. 0. ⎜ ⎟ .. ⎟ ⎝ ⎝ 1⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎛⎛0⎞ ⎛1⎞ ⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎞ b = ⎜ ⎜ ⎟ . ⎟ ⎜ ⎟ ⎩ ⎭ ⎩ ⎭ ⎩ ⎭ ⎝ ⎪⎝ 1⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎪ ⎪⎝ 1 ⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎝ 1⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎪ ⎪⎝ 0 ⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎝1⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎪ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎛ ⎧⎛ 1⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎫ ⎧⎛ 2 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎫ ⎧⎛ 0 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎫ ⎛ 0 ⎞ ⎞ = ⎜ ⎨⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ ⎬ . ⎟ ⎝⎝ 0⎠ ⎝1⎠ ⎝1⎠ ⎝ 0⎠ ⎠ (a ⋅b )⋅c ⎛ ⎧⎛ 0 ⎞ ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎫ ⎧⎛ 0 ⎞ ⎛ ⎛ 2 ⎞ ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎫ ⎧⎛ 0 ⎞ ⎛ ⎛ 2 ⎞ ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎫ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ = ⎜ ⎨⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟⎬ . b . ⎜ ⎟ .. x2 . ⎜ ⎟ . x1 . ⎨⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ ⎬ . ⎛ ⎛ 1⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎞ a = ⎜ ⎜ ⎟ . ⎟ ⎝⎝ 0⎠ ⎝ 0⎠ ⎝ 0⎠ ⎝ 0⎠ ⎠ ⎛⎛ 2⎞ ⎛0⎞ ⎛0⎞ ⎞ c = ⎜ ⎜ ⎟ . Diperhatikan bahwa a ⋅b = ( x0 ... http://wijna. ⎜ ⎟ . c ∈ S sebagai berikut: i.. ⎟ ⎜ ⎝ 1⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎟ ⎭ ⎩⎝ 1 ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎝ 1⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎭ ⎩⎝ 0 ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎝ 1⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎭ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎝⎩ ⎛⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎞ = ⎜ ⎜ ⎟ ..web.. ⎜ ⎟ .. berakibat ψ ∈ End ( R ) ... ⎝⎝1⎠ ⎝0⎠ ⎝0⎠ ⎠ ii...ugm. ⎨⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ ⎬ . 0. 0.com 2 . ⎜ ⎟ . ⎟ .{a ⋅ψ ( b ) + a ⋅ψ ( b ) + a ⋅ψ ( b )} ..id.. ⎨⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟⎬ . ⎟ ⎝⎝ 0⎠ ⎝ 2⎠ ⎝ 2⎠ ⎝ 0⎠ ⎠ Soal-Soal Struktur Aljabar dan Penyelesaiannya © Wijna 2009.....

.ugm.com 3 . ⎟ ⎝⎝ 0⎠ ⎝1⎠ ⎝1⎠ ⎝ 0⎠ ⎠ Karena diperoleh i. (a ⋅b ) ⋅ c = ⎜ ⎜ 0⎟. ⎟ dan ⎝⎝ ⎠ ⎝ 2⎠ ⎝ 2⎠ ⎝ 0⎠ ⎠ ii... y1 ... 0.. ⎨⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟⎬ .. ⎜ ⎟ . ⎜ ⎝ 1⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎟ ⎭ ⎩⎝ 1 ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎝ 1⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎭ ⎩⎝ 0 ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎝ 1⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎭ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎝⎩ ⎛⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎞ = ⎜ ⎜ ⎟ .dan b ⋅c = ( y0 . ⎜ ⎟ . ⎟ ⎜ ⎝0⎠ ⎝ 2⎠ ⎟ ⎭ ⎩⎝ 0 ⎠ ⎝ 2 ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎭ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎝⎩ ⎛⎛0⎞ ⎛1⎞ ⎛ 0⎞ ⎞ = ⎜ ⎜ ⎟ . 0. ⎨⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ ⎬ . ⎜ ⎟ ... ⎝⎝ 0⎠ ⎝1⎠ ⎝ 1⎠ ⎝ 0⎠ ⎠ maka a ⋅ b ⋅ c ≠ a ⋅ b ⋅ c . mawius@yahoo. 0. ⎟ ⎜ ⎪⎝1⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎪ ⎪⎝ 1 ⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎝ 1⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎪ ⎪⎝ 0 ⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎝ 1⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎪ ⎝ 0 ⎠ ⎟ ⎭ ⎩ ⎭ ⎩ ⎭ ⎠ ⎝⎩ ⎛ ⎧⎛1⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎫ ⎧⎛ 2 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎫ ⎧⎛ 0 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎫ ⎛ 0 ⎞ ⎞ = ⎜ ⎨⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ ⎬ . ( ) ( ) Soal-Soal Struktur Aljabar dan Penyelesaiannya © Wijna 2009. {b1 ⋅ψ ( c0 ) + b0 ⋅ψ ( c1 )} .. ⎟ . ⎟ ⎜ ⎪⎝ 0 ⎠ ⎝ ⎝ 1 ⎠ ⎠ ⎪ ⎪⎝ 0 ⎠ ⎝ ⎝ 1 ⎠ ⎠ ⎝ 0 ⎠ ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎠ ⎪ ⎝ 0 ⎠ ⎟ ⎭ ⎩ ⎭ ⎝⎩ ⎠ ⎛ ⎧⎛ 0 ⎞ ⎛ 1 ⎞ ⎫ ⎧⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎫ ⎛ 0 ⎞ ⎞ = ⎜ ⎨⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ ⎬ . maka himpunan S bukan merupakan ring.. ⎟ . ( ) ⎛ ⎧⎛ 0 ⎞ ⎛ ⎛ 2 ⎞ ⎞ ⎫ ⎧⎛ 1 ⎞ ⎛ ⎛ 2 ⎞ ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎫ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ = ⎜ ⎨⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟⎬ .. 0. ⎟ ⎝⎝0⎠ ⎝ 0⎠ ⎝ 0⎠ ⎠ ⎛ ⎧⎛1⎞ ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎫ ⎧⎛ 2 ⎞ ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ ⎛ 1 ⎞ ⎞ ⎫ ⎧⎛ 0 ⎞ ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛ ⎛ 1 ⎞ ⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎫ ⎛ 0 ⎞ ⎞ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ a ⋅ ( b ⋅ c ) = ⎜ ⎨⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟⎬ .. ⎜ ⎟ ... ⎜ ⎟ . http://wijna..id. ⎨⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟⎬ ...web..ac.... ⎜ ⎟ . ⎜ ⎟ .. ⎨⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ ⎬ . ⎨⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ ⎜ ⎟ ⎬ .. ⎜ ⎟ . ⎛⎛0⎞ ⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎞ ⎜ ⎟ . ⎛⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎛ 0⎞ ⎞ a ⋅ ( b ⋅ c ) = ⎜ ⎜ ⎟ . ⎜ ⎟ . ⎜ ⎟ .. ⎜ ⎟ ..) = {b0 ⋅ψ ( c0 )} . Karena himpunan S memuat elemen-elemen yang perkaliannya tidak asosiatif. ⎜ ⎟ ... ⎜ ⎟ . ⎜ ⎟ . ⎨⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎟ ⋅ψ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟⎬ ...

ac. berlaku sifat jika I ideal di dengan I p ⊆ I ⊆ . Karena pm ∈ I p . Soal-Soal Struktur Aljabar dan Penyelesaiannya © Wijna 2009.2. sehingga diperoleh p = pmn .1.. −2. http://wijna.} merupakan ring terhadap operasi penjumlahan dan perkalian bilangan bulat.com 4 . 0. Karena p bilangan prima. n ∈ . maka n = pm untuk suatu m ∈ .. Jadi. n = −1 juga berlaku I n = ii.web. akibatnya p ∈ I n dan dengan demikian p = rn untuk suatu r ∈ .. } . Untuk sebarang n ∈ didefinisikan I n adalah ideal yang dibangun oleh n. Jadi diperoleh I n = untuk n = 1 . maka I n = I1 = {r1 r ∈ } = {r r ∈ } = . persamaan 1 = mn berlaku jika dan hanya jika m = n = 1 atau m = n = −1 ... Karena p ∈ I p dan I p ⊆ I n . Dengan cara serupa. akibatnya n ∈ I p dan dengan demikian rn ∈ I p untuk setiap r ∈ . maka I = I p atau I = . 2. Jika n = 1 . berlaku I n ⊆ I p dan karena I p ⊆ I n maka diperoleh I p = I n . yaitu jika I ideal di Diambil sebarang bilangan prima p dan diandaikan terdapat ideal I n di memenuhi I p ⊆ I n ⊆ yang . −1. maka menggunakan sifat kanselasi diperoleh 1 = mn . Diketahui = {.. maka akan berlaku p | r atau p | n . Jika yang berlaku p | n . Bukti. ideal I n berwujud I n = {rn r ∈ bahwa setiap ideal I di I = I n untuk suatu n ∈ . Diperhatikan sebelumnya maka dibangun oleh tepat satu elemen. Untuk sebarang n ∈ .id. dapat ditunjukkan bahwa untuk . Maka untuk setiap bilangan prima p. mawius@yahoo. maka r = pm untuk suatu m ∈ i. Jika yang berlaku p | r . Karena p bukan nol. Karena m.ugm.

maka ϕ (1R ) ⋅ s = s ⋅ ϕ (1R ) = s . Bukti.ugm. Diketahui R ring dengan elemen satuan 1R . Diketahui ϕ epimorfisma dari R ke S.web. maka diperoleh r ⋅ s = s ⋅ r . berlaku μ ( r ) ⋅ μ ( s ) = μ ( s ) ⋅ μ ( r ) dan akibatnya μ ( r ⋅ s ) = μ ( s ⋅ r ) . maka S juga memiliki elemen satuan. s ∈ R . dengan demikian ϕ merupakan homomorfisma yang surjektif. maka terdapat r ∈ R sehingga ϕ ( r ) = s .com 5 . dan dengan demikian r ⋅ s dan s ⋅ r keduanya merupakan elemen di R. Diketahui μ monomorfisma dari R ke S. Jika ϕ merupakan epimorfisma dari R ke S. maka R juga ring komutatif. ϕ ( r ) = ϕ (1R ⋅ r ) = ϕ (1R ) ⋅ ϕ ( r ) ϕ ( r ) = ϕ ( r ⋅1R ) = ϕ ( r ) ⋅ ϕ (1R ) .ac. Menurut sifat homomorfisma diperoleh i. karena ϕ (1R ) ∈ S . dengan demikian μ merupakan homomorfisma yang injektif. dan ii. 4. Dari poin i. Bukti. Karena R ring dengan elemen satuan.id. μ (r ⋅ s) = μ (r ) ⋅ μ (s) μ (s ⋅ r ) = μ (s) ⋅ μ (r ) . mawius@yahoo. Jadi. ii. maka dari poin i. karena ϕ pemetaan surjektif.3. dan dengan demikian menggunakan sifat homomorfisma diperoleh i. dan ii. maka ϕ (1R ) merupakan elemen satuan pada S. diperoleh ϕ (1R ) ⋅ ϕ ( r ) = ϕ ( r ) ⋅ ϕ (1R ) = ϕ ( r ) dan karena ϕ ( r ) = s . Karena S ring komutatif. ring R merupakan ring komutatif. Karena μ merupakan pemetaan injektif dan μ ( r ⋅ s ) = μ ( s ⋅ r ) . http://wijna. Soal-Soal Struktur Aljabar dan Penyelesaiannya © Wijna 2009. ii. Diambil sebarang s ∈ S . maka berlaku 1R ⋅ r = r ⋅1R = r . Jadi. Jika μ merupakan monomorfisma dari R ke S dan S ring komutatif. Diketahui R ring . Diambil sebarang r .

diperoleh ra = ar ∈ V untuk sebarang r ∈ R .1... Karena I k merupakan ideal di R dan I k ⊆ V . http://wijna..ugm. ⊆ I .com 6 . 2. karena R [ X ] merupakan ring komutatif. Serupa. m} .} . maka jelas bahwa V = ∪ I i ⊆ I .. Y ] . diperoleh a − b ∈V . I1 . { } Bukti.. Dari poin i.}) ( ∀k ≥ n ) ak = 0 juga merupakan ring komutatif dengan elemen satuan.5. Karena terdapat hubungan R ⊂ R [ X ] ⊂ R [ X ..ac.. Karena berlaku sifat I1 ⊆ I 2 ⊆ . mawius@yahoo. tinggal ditunjukkan bahwa V merupakan ideal di R. Diambil sebarang a ∈ V maka a ∈ I n untuk suatu n ∈ {1. ideal-ideal di R dan berlaku I1 ⊆ I 2 ⊆ . Maka himpunan V = ∪ I i merupakan ideal di R yang termuat pada I. ⊆ I n ⊆ I n +1 ⊆ . maka untuk sebarang r ∈ R berlaku ra = ar ∈ I n ⊆ V . 2. I 2 . i. Y ] juga ring komutatif. Diketahui R ring komutatif dengan elemen satuan dan I . Soal-Soal Struktur Aljabar dan Penyelesaiannya © Wijna 2009..3. b ∈ V maka a ∈ I n dan b ∈ I m untuk suatu n... dan ii... maka R [ X .. 6..web. Diketahui R adalah ring komutatif dengan elemen satuan. dapat disimpulkan bahwa V = ∪ I i merupakan ideal di R. ii. Diambil sebarang a. Karena I n merupakan ideal di R dan I n ⊆ V . ⊆ I . maka elemen satuan pada R juga merupakan elemen satuan pada R [ X ] dan R [ X . Dipilih k = maks {n. ⊆ I n ⊆ I n +1 ⊆ . Jadi. Karena R merupakan ring komutatif.. m ∈ {1.3. Bukti. maka R [ X ][Y ] = R [ X ... 2.. dengan demikian a ∈ I n ⊆ I k dan b ∈ I m ⊆ I k .id.. maka berlaku a − b ∈ I k ⊆ V .. + anY n ai ∈ R [ X ] . Y ] .. Dengan demikian. Jadi.} .. ( ∃n ∈ {0. Y ] = a0 + a1Y + . maka R [ X ] juga ring komutatif.

Y ] Y ..id. ) + ( a Y + Y ) + . Jadi.. + anY n + Y = ( a0 + Y ( ) ) + (a Y + 1 Y ) + . koset a + I dan b + I dinyatakan sama jika dan hanya jika a − b ∈ I . Mengkonstruksi homomorfisma yang bijektif dari R [ X . mawius@yahoo. Pembuktian akan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: i.web. 2.. + 0 ) + Y { } Soal-Soal Struktur Aljabar dan Penyelesaiannya © Wijna 2009.Catatan: Pernyataan R [ X ][Y ] = R [ X . ak Y k + Y = 0 + Y karena ak Y k − 0 = ak Y k ∈ Y . + ( 0 + Y ) n 1 n Y ) = ( a0 + 0 + ... Y ] ..ugm. Y ] Y . ii... untuk setiap k ∈ {1. diperoleh R [ X .ac. Y ] Y ke R [ X ] ..com 7 . Y ] Y = a = a + Y a ∈ R [ X ] .. maka R [ X ..1... maka f dapat disajikan sebagai f = f+ Y = a0 + a1Y + . masih diperdebatkan oleh beberapa matematikawan. Diambil sebarang f ∈ R [ X . + ( a Y + ) + ( 0 + Y ) + . Y ] .. Diperhatikan bahwa ideal Y = {h ⋅ Y f ∈ R [ X . Diperhatikan bahwa. Y ] Y R[ X ]. 7. Langkah poin i.. 2. yaitu g ∈ Y jika dan hanya jika g = h ⋅ Y untuk suatu h ∈ R [ X .. Y ]} memuat setiap polinomial dengan indeterminate Y sebagai faktornya..} dan ai ∈ R [ X ] . + ( a Y n n + Y ) .. Diketahui R ring komutatif dengan elemen satuan.} . Menurut sifat koset. ( ∗) untuk suatu n ∈ {0. Bukti. Mencari tahu elemen-elemen pada ring faktor R [ X . http://wijna. Dengan demikian ( ∗) menjadi f = ( a0 + Y = ( a0 + Y = a0 + Y . Akan tetapi bagi para pemula yang baru mendalami struktur aljabar diharapkan untuk menganggap benar pernyataan tersebut.

terbukti ψ pemetaan ) = a = b = ψ (b + Y ) . a. Y ] Y = a = a + Y a ∈ R [ X ] . http://wijna. c. Akan ditunjukkan bahwa ψ merupakan pemetaan.ac. Jadi. Diambil sebarang a + Y . Y ] Y dengan a + Y = b + Y . Karena a + Y = b + Y . memiliki sifat surjektif. Karena R [ X .com 8 . Akan ditunjukkan bahwa ψ merupakan pemetaan injektif. akan ditunjukkan bahwa hasil peta untuk suatu elemen pada R [ X .web.id. dan homomorfisma. b + Y ∈ R [ X .Langkah poin ii. Diambil sebarang a. Y ] Y adalah tunggal. Jadi. Y ] Y → R [ X ] . injektif. Diperhatikan bahwa setiap elemen pada R [ X . maka a − b = 0 dan dengan demikian a − b ∈ Y . mawius@yahoo.ugm. b. dan ( a − b ) + Y = 0 + Y . maka menurut sifat kesamaan koset diperoleh a + Y = b + Y dan berlaku ψ ( a + Y { } ) = a . b ∈ R [ X ] dengan a = b . Selanjutnya akan ditunjukkan bahwa ψ merupakan homomorfisma yang bijektif yaitu dengan menunjukkan bahwa ψ merupakan pemetaan. terbukti bahwa hasil peta suatu elemen pada R [ X . Akan ditunjukkan bahwa ψ merupakan pemetaan surjektif. Karena a = b . maka a − b ∈ Y atau dengan kata lain ( a − b ) + Y = 0 + Y . maka jelas untuk setiap a ∈ R [ X ] selalu dapat dipilih a + Y ∈ R [ X . ψ (0 + Y ) = 0 . Jadi. Dibentuk pengaitan ψ : R [ X . dengan ψ (a + Y )=a dengan a ∈ R [ X ] . Karena a − b ∈ Y . Karena. Y ] Y sehingga ψ ( a + Y surjektif. terbukti ψ pemetaan injektif. ψ ( ( a − b ) + Y ) = a − b . Y ] Y dapat dipetakan. maka diperoleh a − b = 0 atau dengan kata lain a = b . Soal-Soal Struktur Aljabar dan Penyelesaiannya © Wijna 2009. Y ] Y adalah tunggal. Selanjutnya.

terbukti bahwa ψ homomorfisma. Dengan demikian langkah poin i. 8. dan ii. Karena ac ∈ a . Cara pembuktian ini terkesan lebih panjang dibandingkan dengan pembuktian menggunakan Teorema Fundamental Homomorfisma Ring. Bukti. mawius@yahoo.com 9 . maka b = ac untuk suatu c ∈ D . Diambil sebarang a + Y . ψ (( a + Y ) + (b + Y )) = ψ (( a + b ) + Y = a+b =ψ (a + Y ) Y ) +ψ ( b + ) ii. berakibat b ∈ a atau dengan kata lain b = ac untuk suatu c ∈ D . Sehingga.web. maka berlaku a | b . untuk setiap r ∈ D . http://wijna. akan ditunjukkan bahwa ψ merupakan homomorfisma. b ∈ D dengan a. akan tetapi menurut penulis lebih mudah untuk dikerjakan tanpa perlu harus memahami Teorema Fundamental Homomorfisma Ring. b ≠ 0 .d. berakibat b ∈ a . (⇐) Karena b ∈ b dan b ⊆ a . ψ (( a + Y ) ⋅ (b + Y )) = ψ (( a ⋅ b ) + Y = a ⋅b ) = ψ ( a + Y ) ⋅ψ ( b + Y ) . berlaku br = rb ∈ a atau dengan kata lain b ⊆ a . Jadi.ac. Y ] Y dan diperhatikan bahwa i.ugm. maka a | b jika dan hanya jika b ⊆ a . b + Y ∈ R [ X . Terakhir. Soal-Soal Struktur Aljabar dan Penyelesaiannya © Wijna 2009. Diketahui D daerah integral dan a.Y ] Y R [ X ] .id. telah selesai dan terbukti bahwa R [ X . (⇒ ) Karena a | b . Karena b = ac .

8 berakibat a ⊆ b . maka berlaku b = a . Jadi. http://wijna. b ≠ 0 . s ∈ D dengan rs ∈ a . Jadi. Karena rs ∈ a . maka a | b dan menurut soal no. Diketahui D daerah integral dan a.ugm. Jika a | r . (⇒ ) Diambil sebarang r .com 10 . Diketahui D daerah integral. Karena a ∈ a dan b = a . v adalah unit di D. berakibat s = ae untuk suatu e ∈ D dan dengan demikian s ∈ a .ac. Dengan demikian diperoleh a = bu = ( av ) u = a ( vu ) . b ∈ D dengan a. karena b = av dan a = bu . Karena a = bu . Karena b = av .id. maka b = av untuk suatu v ∈ D . Karena a ≠ 0 . Bukti. maka b | a dan menurut soal no.9. maka rs = ac untuk suatu c ∈ D dan dengan demikian a | rs . Bukti. 8 berakibat b ⊆ a . Karena diperoleh a ⊆ b dan b ⊆ a . maka a dan b saling terasosiasi jika dan hanya jika b = a . menggunakan sifat kanselasi diperoleh 1 = vu . Karena a merupakan elemen prima akibatnya a | r atau a | s . v ∈ D . 10. dan dengan demikian u. Elemen a ∈ D merupakan elemen prima jika dan hanya jika a merupakan ideal prima. maka a = bu dan b = av untuk suatu unit u. mawius@yahoo. (⇒ ) Karena a dan b saling terasosiasi. Jika a | s .web. berakibat r = ad untuk suatu d ∈ D dan dengan demikian r ∈ a . maka a = bu untuk suatu u ∈ D . Soal-Soal Struktur Aljabar dan Penyelesaiannya © Wijna 2009. maka a dan b saling terasosiasi. (⇐) Karena b ∈ b dan b = a . terbukti a ideal prima.

Diketahui R ring dan himpunan bagian X ⊆ R . Karena a ideal prima berakibat r ∈ a atau s ∈ a . Jika s ∈ a . juga berlaku ∅ ⊂ {0} dan akibatnya {0} ∈ I X . Jika r ∈ a . akibatnya 0 ∈ ⎧ ⎫ ⎪ ⎪ X = ∅ = {0} ∩ ⎨ ∩ I ⎬ = {0} . dan dengan demikian X ∈ I X .(⇐) Diambil sebarang r . Diperhatikan bahwa untuk setiap himpunan bagian S ⊆ R .ac. maka ∅ ⊆ S . diperoleh hubungan Soal-Soal Struktur Aljabar dan Penyelesaiannya © Wijna 2009. maka setiap ideal di R yang memuat A juga akan memuat A ∩ B dan akibatnya A ∩ B ⊆ A . diperhatikan bahwa X merupakan ideal terkecil di R yang memuat X. Didefinisikan I X = { I ideal di R X ⊆ I } dan X = I ∈I X ∩ I . http://wijna. Sebelumnya. Bukti. maka X = {0} .com 11 . maka r = ad untuk suatu d ∈ D dan dengan demikian a | r . Karena A ∩ B ⊆ A . Jika X = Ø . Dengan demikian. terbukti a merupakan elemen prima.ugm. jika a | rs maka berlaku a | r atau a | s . Dengan demikian untuk ideal trivial {0} . Didefinisikan I X = { I ideal di R X ⊆ I } dan X = I ∈I X ∩ I . Jadi. Diperhatikan bahwa ideal A ∩ B tidak mungkin memuat ideal A .web. Jika A. ⎪ I ∈I X −{0} ⎪ ⎩ ⎭ I ∈I X ∩I dan dengan demikian berlaku 12. Jadi. s ∈ D dengan rs ∈ a . Karena setiap ideal I di R selalu memuat elemen 0.id. maka A ∩ B ⊆ A ∩ B . mawius@yahoo. Karena jika hal tersebut terjadi akan timbul kontradiksi dengan A ∩ B sebagai ideal terkecil yang memuat A ∩ B . Bukti. maka s = ae untuk suatu e ∈ D dan dengan demikian a | s . B ⊆ R . Sebaliknya belum tentu berlaku. 11. Diketahui R ring dan himpunan bagian X ⊆ R .

maka A ∩ B juga merupakan ideal di R.ac. Diketahui Sebaliknya belum tentu berlaku misalkan R = A ∩ B = {2} ∩ {5} = ∅ . Diketahui R ring komutatif dan himpunan bagian X ⊆ R . Soal-Soal Struktur Aljabar dan Penyelesaiannya © Wijna 2009. Karena A . Dengan cara serupa. Jika A. mawius@yahoo. dan B = {5} . terbukti bahwa A ∩ B merupakan ideal pada A .web. Didefinisikan I X = { I ideal di R X ⊆ I } dan X = ideal pada A . B ⊆ R .A ∩ B ⊆ A . maka A ∩ B merupakan Bukti.com 12 . Jadi. A = {2} . 13. Karena berlaku hubungan A ∩ B ⊆ A . Jadi berlaku A ∩ B ⊄ A ∩ B . dan menurut soal 13 berakibat A ∩ B = ∅ = {0} . diperoleh juga A ∩ B ⊆ B dan dengan demikian berlaku A ∩ B ⊆ A ∩ B .id. I ∈I X ∩ I . maka untuk setiap x ∈ A ∩ B dan r ∈ A selalu berlaku rx = xr ∈ A ∩ B . Sedangkan A ∩ B = 2 ∩ 5 = 2 ∩ 5 = 10 = 10 .ugm. http://wijna. . B ideal-ideal di R.